You are on page 1of 13

Fraktur Femur Tertutup pada Satu Pertiga Distal

Kelompok E1: Frisca Richard Simak Devi Karlina Hendra sucipta Giyanti anshela Vionna nadya veronica mongan Nathania putri tambunan 102011037 102011051 102011069 102011403 102011225 102011106 102009110

Fakulltas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat, 11510 Telp : (021) 5694 2061, Fax : (021) 563 1731 2011/2012

Akibat yang ditimbulkan bagi korban itu sendiri tentunya kecelakaan dapat menyebabkan timbulnya luka pada setiap jaringan tubuh yang terkena trauma dari kecelakaan lalu lintas. Biasanya merupakan ada atau tidak nyeri. Pembahasan Fraktur adalah patah tulang atau terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luas. kerusakan saraf. jenis kelamin. keterbatasan gerak sendi akibat fraktur. oedem.Pendahuluan Keselamatan berlalu lintas seringkali dihiraukan oleh semua orang sehingga cukup tinggi sekali kecelakaan lalu lintas yang terjadi. alamat. Fraktur terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari pada yang di arbsorbsinya. dan kerusakan pembuluh darah1. (pada kasus pasien dibawa ke UGD RS karena tidak dapat berdiri dan kesakitan ketika berusaha mengangkat pahanya) Riwayat perjalanan penyakit . Keluhan utama Merupakan keluhan atau gejala yang mendorong atau membawa penderita mencari pertolongan. luka terbuka ataupun kerusakan pada organ tubuh kita. dari anamnesis bukan hanya dapat diketahui siapa pasien. agama dan pekerjaan pasien. Identitas pasien terdiri dari nama pasien. Trauma pada system musculoskeletal biasanya menyebabkan disfungsi struktur disekitarnya dan struktur yang dilindungi atau disangganya sehingga bentuk penanganan meliputi pemberian dukungan pada bagian yang trauma sampai penyembuhan selesei. kekakuan pada organ sehingga pengembalian fungsi dengan latihan yang baik atau dipercepat dengan fisioterapi. Dimana kecelakaan tersebut dapat menimbulkan kerugian yang cukup tinggi bagi korban kecelakaan lalu lintas tersebut. gaya meremuk. dan kontraksi otot ekstrem. Fraktur pada tulang dapat menyebabkan edema jaringan lemak. Efek dari trauma tersebut dapat berupa adanya fraktur. Setelah efek trauma dan nyeri hilang. Anamnesis Dalam anamnesis umum berisi identitas pasien. usaha penanganan di fokuskan pada pencegahan fibrosis. persyarafan ke otot dan sendi terganggu. umur. Penyebab fraktur meliputi pukulan langsung. dislokasi sendi. namun juga dapat diketahui bagaimana pasien dan permasalahan pasien.

minum alkohol. misalnya apakah mempunyai penyakit pada tulang. tinggi badan. kondisi lingkungan baik di rumah. sekolah atau tempat kerja yang mungkin ada hubungannya dengan kondisi pasien. (Hal-hal yang dapat diamati dalam kasus ini ada pada extermitas bawah pasien adalah adanya edema atau bengkak ataupun perubahan warna kulit pada daerah regio femur dextra 1/3 distal karena adanya hematom dan tampak deformitas). Adapun gejala pasti terjadinya fraktur yaitu shortening pada extermitas. pernapasan. Pada pemeriksaan dilanjutkan pemeriksaan inspeksi atau looks. Yang biasa ditanyakan adalah kapan terjadi fraktur. trauma. angulasi. gerakan tungkai terbatas) Pemeriksaan fisik Pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi pengukuran tekanan darah. denyut nadi. Dapat diketahui apakah pasien dulu pernah mempunyai penyakit yang serius. pembedahan. .Menggambarkan riwayat penyakit secara lengkap dan jelas. berat badan. penanganan pertama setelah trauma. dari gejala pasti dari fraktur juga adanya gejala yang tidak terlalu tertuju pada fraktur namun seringkali ikut mendominasi pada fraktur yaitu edema dan memar. olahraga. faktor yang memperberat dan memperingan keluhan. adanya krepitasi. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah pasien menderita hipertensi. mekanisme terjadinya fraktur. pola makan. takikardi. Riwayat pribadi Menggambarkan hobby. (pada pasien pemetiksaan TTV dalam batas normal). (pada kasus yang di derita pasien adanya gejala klinis yang bersangkutan dengan fraktur yaitu edema. suhu tubuh. (pada kasus pasien baru saja mengalami fraktur karena jatuh ketika mengendarai motor dengan kecepatan sedang) Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit baik fisik maupun psikiatrik yang pernah diderita sebelumnya. pemeriksaan dengan cara melihat dan mengamati. nyeri tekan. rotasi. dan false movement. demam ataupun obesitas. krepitasi. dimana letak keluhan. Riwayat keluarga Penyakit-penyakit dengan kecenderungan herediter atau penyakit menular. hematom. Gejala klinis Gejala klinis fraktur meliputi nyeri yang terus menerus. misalnya apakah di dalam keluarga pasien ada yang mempunyai penyakit.

Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung (kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan gerakan atau move didapati pada kasus gerakan tungkai pasien yang terbatas dan adanya krepitasi. Manifestasi Klinik a. Fraktur tertutup femur 1/3 distal pada pasien laki-laki 18 tahun pada kasus. j. oedem atau adanya spasme otot. e.Palpasi atau feel pemeriksaan dengan jalan meraba. Nyeri mungkin disebabkan oleh spasme otot berpindah tulang dari tempatnya dan kerusakan struktur di daerah yang berdekatan. Syock hipovolemik dari hilangnya hasil darah. Echumosis dan perdarahan subculaneus d. Krepitasi Working diagnosis Dari gejala klinis yang ditemukan dokter pada pemeriksaan fisik dan keluhan dari pasien yang membawanya ke UGD RS sehingga hasil yang di dapati working diagnosis mengarah pada fraktur. c. suhu. Pergerakan abnormal i. Fraktur femur distal seringkali menembus . (pada kasus saat dipalpasi atau feel di dapatkan nyeri tekan dan terabanya pulsasi distal). jatuh dari ketinggian). Spasme otot spasme involunters dekat fraktur. menekan dan memegang bagian tubuh pasien untuk mengetahui tentang adanya nyeri tekan. Tendernes/keempukan f. Bengkak : edema muncul secara cepat dari lokasi dan ekstravaksasi darah dalam jaringan yang berdekatan dengan fraktur. Kehilangan sensasi (Mati rasa. Kecelakaan lalu lintas karena jatuh dari sepeda motor dengan kecepatan sedang membuat pasien tidak dapat berdiri maupun mengangkat paha karena gejala klinis yang pasien derita. Deformitas Daya tarik kekuatan otot menyebabkan fragmen tulang brrpindah dari tempatnya perubahan keseimbangan dan contur terjadi seperti :   Rotasi pemendekan tulang Penekanan tulang b. g. munkin terjadi dari rusaknya saraf / perdarahan) h.

Perdarahan pada patah tulang tidak dapat keluar sehingga sering menimbulkan peningkatan tekanan compartemen otot. Jenis-jenis fraktur 1: o Fraktur komplit adalah patah pada garis tulang dan biasanya mengalami pergeseran dari yang normal o Fraktur inkompilt adalah patah hanya terjadi pada sebagian dari garis tengah tulang o Fraktur tertutup adalah patah tulang yang tidak menyebabkan robeknya kulit o Fraktur terbuka adalah patah yang menembus kulit dan tulang berhubungan dunia luar o Fraktur kominitif adalah fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen o Fraktur green stick adalah fraktur yang salah satu sisi tulang patah sedangkan yang satu sisi lain membengkok o Fraktur kompresi adalah fraktur dengan tulang mengalami kompresi (biasanya tulang belakang) o Fraktur depresi adalah fraktur yang fragmen tulangnya terdorong kedalam (biasanya tulang tengkorak dan wajah) . Pengenalan telambat terhadap compartement syndrome dapat berakhir dengan kematian jaringan distal dari fraktur sehingga harus dilakukan amputasi2. Fraktur tungkai bawah sering terjadi kompartemen syndrome sehingga periksa neuromuscular distal terutama bila bengkak nyata dan kulit tegang.intra artikular dan membutuhkan reposisi anatomis sendi yang merupakan indikasi operasi. Komplikasi fraktur femur distal sering terjadi neurovaskuler (a. Fraktur tertutup dengan gangguan neurovascular adalah fraktur pada tulang panjang dapat mengakibatkan perdarahan yang cukup banyak.poplitea)2.

Fraktur Komunitif: fraktur dimana garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan. film polos kemampuan metode penilaian awal utama pada pasien dengan kecurigaan trauma skeletal. Fraktur Multiple: fraktur dimana garis patah lebih dari satu tapi tidak pada tulang yang sama Pemerikasaan Penunjang Pemeriksaan radiologi Fraktur. Irregularitas kortikal. dan urinalisa. cross-test. Pembengkakan jaringan lunak.Berdasarkan jumlah garis patah. 3. Bila kedua proyeksi ini tidak dapat dibuat karena keadaan pasien yang tidak mengizinkan. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan antara lain laboratorium meliputi darah rutin. biasanya terjadi setelah fraktur 3. Fraktur Segmental: fraktur dimana garis patah lebih dari satu tapi tidak berhubungan. 2. maka dibuat 2 proyeksi yang tegak lurus satu sama lain. Tujuan pemeriksaan radiologi o Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi o Untuk konfirmasi adanya fraktur o Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya o Untuk menentukan teknik pengobatan o Untuk menentukan fraktur itu baru atau tidak o Untuk menentukan apakah fraktur intraartikuler atau ekstraartikuler o Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang . Perlu diingat bahwa bila hanya 1 proyeksi yang dibuat. golongan darah. ada kemungkinan fraktur tidak dapat dilihat4. 2. faktor pembekuan darah. 1.5. Garis fraktur dapat melintang diseluruh diameter tulang atau menimbulkan keretekan pada tepi kortikal luar yang normal pada fraktur minor. Sebaiknya dibuat foto anteroposterior (AP) dan lateral. Tanda dan gambaran yang khas pada fraktur adalah: 1. setiap tulang mengalami fraktur walaupun diantaranya sangat rentan3. sedikit penonjolan atau berupa anak tangga pada korteks. Pemeriksaan radiologis untuk lokasi fraktur harus menurut rule of two: maka harus dibuat 2 foto tulang yang bersangkutan.

Untuk menghindarkan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. otot.2. MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi cedera tendon.6  CT-Scan Suatu jenis pemeriksaan untuk melihat lebih detail mengenai bagian tulang atau sendi. dantulang. Walaupun demikian pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. ligamen. dan jaringan lunak.9 . misalnya peluru. lokasi serta ekstensi fraktur.7.Fraktur femur *Dikutipdarikepustakaan4  MRI MRI dapat digunakan untuk memeriksa hamper semua tulang.8 Gambar 5. Pemeriksaan ini menggunakan pesawat khusus.o Untuk melihat adanya benda asing.  FotoPolos Dengan pemeriksaan klinik kita sudah dapat mencurigai adanya fraktur.8. tulangrawan. dengan membuat foto irisan lapis demi lapis. sendi.

Mal-union : penyembuhan dengan angulasi yang buruk. Kebanyakan fraktur terjadi akibat trauma yang disebabkan oleh kegagalan tulang menahan tekanan membengkok.  Trauma Langsung Trauma langsung menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah tekanan. misalnya jatuh dengan tangan ekstensi dapat menyebabkan fraktur padac lavicula. memutar dan tarikan. Pada keadaan ini biasanya jaringan lunak tetap utuh.6 Komplikasi yang terjadi akibat fraktur7: Komplikasi awal:     Syok: dapat berakibat fatal dalam beberapa jam setelah edema Emboli lemak: dapat terjadi 24-72 jam Syndrome kompartemen: perfusi jaringan dalam otot kurang dari kebutuhan Infeksi dan tromboemboli Komplikasi lanjutan: Non. misalnya traksi terlalu kuat atau fiksasi internal kurang baik o Defisiensi vitamin C dan D o Fraktur patologik o Adanya infeksi .Trauma yang dapat menyebabkan fraktur dapat berupa trauma langsungdan trauma tidaklangsung. Delayed-union : umumnya terjadi pada o Orang-orang tua karena aktivitas osteoblas menurun o Distraksi fragmen-fragmen tulang karena reposisi kurang baik.Etiologi Untuk mengetahui mengapa dan bagaimanat ulang mengalami kepatahan.union : akibat imobilisasi yang tidak sempurna atau adanya fraktur patologis.Tulang kortikal mempunyai struktur yang dapat menahan kompresi dan tekanan memuntir (shearing).  Trauma TidakLangsung Apabila trauma dihantarkan kedaerah yang lebih jauh dari daerah fraktur. kita harus mengetahui kondisi fisik tulang dan keadaan trauma yang dapat menyebabkan tulang patah.Fraktur yang terjadi biasanya bersifat komunitif dan jaringan lunak ikut mengalami kerusakan.

mengontrol kecemasan dan nyeri. brace. setelah direduksi. kembali ke aktivitas semula secara bertahap. sekrup.  Reduksi fraktur adalah mengembalikan posisi tulang ke posisi anatomis. Hanya saat operasi. Serta setelah operasi. . lokasi yang paling sering terkena adalah kaput femur dan kaput talus. Pada penderita trauma. mempertahan kan reduksi dan immobilisasi. Metode immobilisasi dilakukan dengan fiksasi eksterna dan interna  Mempertahankan dan mengembalikan fungsi. Karena pembedahan ekstremitas bawah lebih kompleks dari ektremitas atas. paku. Fiksator interna. memasang alat fiksasi interna (misalkan: pen. fragmen tulang harus diimobilisasi atau dipertahankan dalam posisi dan kesejajaran yang benar hingga terjadi penyatuan.batan pada penderita trauma dengan fraktur tidak banyak. kawat. bidai. Medika Mentosa Pemberian obat.- Nekrosis avaskuler: gangguan aliran darah yang menyebabkan kematian tulang.  Imobilisasi. Penatalaksanaan Prinsip penatalaksannaan yang harus dipertimbangkan untuk menangani fraktur1:  Recognition yaitu menyangkut diagnosis fraktur pada tempat kecelakaan dan selanjutnya dirumah sakit dengan lakukan pengkajian terhadap riwayat kecelakaan. traksi. serta menentukan kemungkinan adanya fraktur melalui pemeriksaan dan keluhan pasien. pasien harus diberi antibiotika dosis tinggi. maka diperlukan Spine anasthetic. derajat kepatahan.  reduksi terbuka dengan pembedahan. waktu sangatlah penting. Tindakan Pembedahan Pengelolaan penderita yang terluka memerlukan penilaian yang cepat dan pengalolaan yang tepat untuk menghindari kematian. jenis kekuatan yang berperan pada peristiwa yang terjadi. meningkatkan daerah fraktur untuk meminimalkan pembengkakan. mamantau status neuromuscular. batang logam)  reduksi tertutup. plat. extermitas dipertahankan dengan gips. perlu diberikan anastesi.

Tapi. Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan pengobatan. dan deformitas.karena itu diperlukan adanya suatu cara yang mudah dilaksanakan. Dalam kasus ini laki. Tidak hanya tulang. Berarti pasien harus berlatih berjalan misalnya dengan gips. atau tongkat supaya tulang femurnya bisa berfungsi dengan baik.  Retaining Artinya tindakan imonilisasi untuk mengistirahatkan alat gerak yang sakit tersebut sampai mendapat kesembuhan.operatif:10 a. Beberapa fraktur dapat direduksi dengan traksi yang melewati traksi skeletal yang melewati distal femur atau proximal tibia. Terapi non-operatif Terapi non-operatif termasuk reduksi tertutup dan traksi skeletal dengan membenarkan lewat operasi tertutup dan imobilisasi cast yaitu dengan gips. Prinsip pertama adalah mengetahui dan menilai keadan fraktur dengan anamnesis dan pemeriksaan klinik serta radiiologis. Metode ini diharuskan dengan kenyamanan di tempat tidur. bentuk fraktur.  Rehabilitation Adalah tindakan untuk mengembalikan kemampuan dari anggota atau alat gerak yang sakit agar dapat berfungsi kembali. . hemaarthrosis dan fraktur komunisi. waktu yang lama. mahal. menentukan teknik yang sesuai untuk pengobatan dan komplikasi yang mungkin terjadi setelah pengobatan.laki tersebut berarti harus istirahat dengan tidak boleh banyak berjalan karena akan berdampak pada femurnya. sendi pun juga harus dibenarkan untuk mencegah komplikasi seperti kekakuan. Pada fraktur intra-artikuler diperlukan reduksi atau dibenarkan secara anatomis dan mengembalikan fungsi normal. dan tidak cocok dengan pasien dengan kerusakan multiple serta pasien yang tua.  Reduction Yaitu reduksi draktur atau tindakan pengembalian tulang ke posisi semula agar dapat berfungsi kembali seperti semula. prinsip pada fraktur ada 4 atau prinsip 4R:10  Recognition Yaitu penilaian dan diagnosis fraktur. pemasangan dari pin pada distal femur bisa menjadi sulit karena bisa menjadi pembengkakan jaringan lunak (tendon). Terapi pada fraktur dapat berupa operatif dan non. Pada awal pengobatan perlu diperhatikan juga lokalisasi fraktur.

B) pin dimasukan dari lateral ke medial. namun perawatan di tempat tidur lebih mudah dan pergerakan lutu dapat dimulai lebih cepat. Terapi operatif7 Lebih dikenal dengan tindakan ORIF (Open Reduction Internal Fixation). Jika fasilitas tersedia.Gambar. keadaan tulang yang osteoporotic. Alat yang digunakan adalah:  Locked internal medullary nail untuk tipe fraktur ringan  Plat. (cocok untuk tipe fraktur berat) . C) pin terpasang paralel menghadap ke sendi lutut. b. imobilisasi yang lebih cepat merupakan hal penting dan fiksasi internal merupakan suatu yang wajib dilakukan. khususnya pada permukaan sendi. Dengan internal fiksasi dapat menjadi cara reduksi fraktur. Pada pasien yang lebih tua. A) titik masuk pin 2cm dibawah dan belakang dari tuberositas tibia. terapi ini menjadi suatu pilihan yang baik. Kadang. dipasang pada permukaan lateral femur.

p149-52. 2. 2006. ed 3. Dengan hasil pemeriksaan fisik pasien yang dilakukan oleh dokter terarah pada fraktur femur terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung yang gejala klinisnya ada tanda pasti dari fraktur yaitu deformitas pada pasien. 3. Buku ajar ilmu bedah. Raenah Een. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG. 4. Manurung Santa. 2013. Radiologi. Daftar pustaka 1. Fraktur. . Lag screw. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Salemba Medika. 2008. Suratun. ed. Sjamsuhidayat. Buku ajar gangguan muskuloskeletal. Jakarta: EGC. Kesimpulan Fraktur femur 1/3 distal yang di derita pasien karena terjadinya trauma akibat jatuh dari sepeda motor dengan kecepatan sedang membuat gerakan tungkai bawah kanan terbatas dan tidak dapat berdiri. 2011. cocok untuk tipe fraktur sedang yang dipasang paralel dengan kepala screw dimasukan kedalam sendi untuk menghindari pengelupasan dari permukaan sendi juga menjaga untuk menghindari kerusakan supracondylar. Gangguan system musculoskeletal. p6. 2011. p411-55 5. de Jong. pada kasus ini pasien mengalami fraktur tertutup yang terjadi hematom di dalam sehingga terjadi peningkatan permeabelitas kapiler dan edema semakin meningkat lalu terjadi perfusi jaringan menurun dan terjadi vasodilatasi yang memberikan warna pucat pada kulit akibat jaringan kekurangan O2 dan adanya rasa nyeri yang ditimbulkan karena penekanan ujung syaraf dan tekanan jaringan sekitarnya. Khurmaga Hendradi. maka terjadi gangguan hantaran ke bagian distal sehingga menimbulkan peningkatan tekanan kompartemen otot. P222-3. Patel PR. Jakarta: UKRIDA. Heryati. Helmi ZN. p959-1083 . 2.

cfm?topic=A00392 10. TulangdanSendidalam: Diktat Radiologi IV. EGC.6. Available from http://orthoinfo. Hal 2. Bursa BukuKedokteran AesculapiusFakultasKedokteranUniversitasHasanuddin. [Cited August 16]. p80-331 .org 9. American Academy of Orthopaedic Surgeons. [Cited August 16]. Court-Brown CM. AO Foundation. [online].aofoundation.[online]. 8.org/topic. Hal. 2006. USA: Maryland Composition. . 1994. Bucholz RW. Edisi ke-2. Heckman JD. 7. 2009. 2009. 1983.aaos. Penerbit buku kedokteran. 380-3. Adnan. M. Jakarta. Open Complete Articular Multifragmentary Distal Femoral Fracture. Available from http://www2. 6th Edition. Sabiston. Rockwood & Green's Fractures in Adults. Buku ajar bedah. Hip Fracture.