SKENARIO D Public Health Education (PHE) Pak Widodo mengalami batuk-batuk sejak 3 minggu yang lalu.

Beliau tidak mengalami demam namun merasa nafsu makannya berkurang. Menurut teman-temannya itu hal yang biasa dan dapat dialami semua orang. Karena itu Pak Widodo membeli obat batuk di toko obat dan tetap bekerja seperti biasa karena ia merasa tidak sedang sakit dan kalau tidak bekerja ia tidak dapat upah harian sebagai buruh lepas. Satu minggu kemudian ia merasa batuknya makin bertambah sering, nafsu makan hampir tidak ada, dan terasa meriang serta berkeringat pada sore dan malam hari. Ia kemudian membeli obat demam dan penambah nafsu makan. Tiga hari kemudian tiba-tiba ia mengalami batuk berdarah. Pak Widodo merasa takut dan secepatnya pergi ke puskesmas untuk berobat dan kemudian didiagnosis menderita TBC. Sebagai dokter di puskesmas tersebut, yang memahami konsep kesehatan masyarakat dan kedokteran pencegahan, apa yang anda lakukan terhadap Pak Widodo secara comprehensive dan holistic? Identifikasi Masalah 1. Pak Widodo mengalami batuk – batuk sejak 3 minggu yang lalu, tidak disertai demam namun nafsu makan menurun. Menurut pandangan teman – temannya itu hal yg biasa dan dapat dialami semua orang 2. Pak widodo hanya membeli obat batuk biasa dan tetap bekerja seperti biasa karena ia merasa tidak sedang sakit dan kalau tidak bekerja ia tidak akan mendapatkan upah harian. 3. 1 minggu kemudian ia merasa batuknya bertambah sering, nafsu makan hampir tidak ada dan merasa meriang serta berkeringat pada sore dan malam hari. Kemudian ia membeli obat demam dan penambah nafsu makan. 4. 3 hari kemudian tiba – tiba mengalami batuk berdarah sehingga ia merasa takut dan segera berobat ke puskesmas dan didiagnosis menderita TBC. Analisis Masalah 1. Bagaimana batasan konsep sehat dan sakit? Definisi sehat  Menurut WHO(1947) dan UU pokok kesehatan N0.9/1960) Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja.  Menurut UU Kes No. 23 tahun 1992 Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.  Menurut Perkin (1978) Sehat adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis, antara bentuk dan fungsi tubuh dengan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya.  Menurut White (1977) Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa oleh ahlinya tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda penyakit atau kelainan.

Bagaimana gradasi/ RAPP dari sehat menjadi sakit ? Riwayat Perjalanan Penyakit (Perjalanan alamiah penyakit) terdiri dari 2 fase : . sekolah. buruk. akan tetapi pada lingkungan faktor predisposisi ataupun presipitasi tetap ada. Sehat secara mental Seseorang dikatakan sehat secara mental manakala yg bersangkutan dapat menghadapi dan mencoba menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dengan menggunakan rasionya c. . Seseorang menggunakan tiga kriteria untuk menentukan apakah mereka sakit : o Adanya gejala : naiknya temperature o Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan : baik.Fase Pre pathogenesis Keadaan dimana host belum terpapar oleh penyebab penyakit. Sehat secara rohani Berupa rasa kerohanian pada diri manusia Sehat yang positif Seseorang dikatakan sehat yang positif bila terdapat optimalisasi dari dimensi-dimensi tadi yang berjalan selaras dan seimbang Sehat sebagai konsep yang relative Tidak ada standar pasti yang mencerminkan sehat yag sebenarnya. Tahap inkubasi b. serta dapat berfungsi normal b. Tahap Penyakit Dini /Early Disease. 2. termasuk keadaan organism sebagai system biologis dan penyesuaian sosialnya  Menurut Bauman (1965) Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal manusia sebagai tatalitas termasuk keadaan organisme sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosial.Fase Pathogenesis Terbagi dalam 4 periode atau subfase antara lain : a. memiliki tanggung jawab menurut kapasitas yng dimilikinya. d. sakit Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari : bekerja.Sehat menurut WHO memiliki 4 dimensi pandang yang berbeda. c. Sehat secara sosial Kemampuan seseorang untuk membina hubungan keakraban dengan sesama. Sehat secara fisik Keseluruhan organ tubuh berada dalam ukuran sebenarnya dan berada dalam kondisi optimal.dapat hidup secara efektif dengan sesama dan menunujukkan perilaku social yag penuh perhitungan.Apa yang dianggap normal oleh seseorang belum tentu normal bagi orang lain Definisi sakit  Menurut Parson (1972) Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas. yaitu : a. . Tahap penyakit lanjut.

Tahap akhir ini kadang kadang disebut sebagai fase Pasca Patogenesis . Sembuh sempurna. Tahap akhir dimana akhir suatu penyakit dapat berada dalam 5 (lima) pilihan keadaan: 1.d. 2. Penyakit diakhiri dengan meninggalnya penderita. Carrier. 4. Sembuh dengan Cacat 3. Penyakit menjadi penyakit menahun / Chronic State 5.

menyatakan hanya terdapat empat faktor yang mempengaruhi status kesehatan penduduk.Pelayanan Kesehatan Pada tahun 1974. termasuk penyebab. Mencari penyembuhan atau pengobatan keluar yakni ke fasilitas pelayanan kesehatan. . Berdasarkan teori tersebut. kesadaran untuk menjaga kesehatan serta mengubah perilaku masyarakat yang sering menyepelekan penyakit. Karena itu perlu dilakukan penyuluhan mengenai TB.Perilaku (50%) . Bagaimana cara mengubah paradigma di lingkungan pak Widodo? Paradigma yang berkembang di lingkungan Pak Widodo dikarenakan pengetahuan dan pemahaman mengenai TB masih kurang. karena menganggap sepele suatu penyyakit. 5. artinya sakit tersebut diabaikan dan tetap menjalankan kegiatan sehari-hari.Lingkungan . Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.3. Blum (di Amerika Serikat). status Kesehatan Individu dan rnasyarakat ditentukan oleh berbagai faktor.Pandangan Hidup . yaitu: .Status Ekonomi . Mengambil tindakan dengan melakukan pengobatan sendiri (self treatment / self medication).batuk dan TBC. gejala. Sedangkan menurut becker. paradigma teman-teman pak widodo masuk ke dalam tingkatan 1 akibat dari kurangnya pengetahuan mengenai penyakit dan bahaya nya penyakit TBC 4. pencegahan dan akibat yang ditimbulkan.Keadaan biologis manusia itu sendiri . paradigma teman-teman pak widodo bahwa batuk-batuk adalah hal yang biasa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dari masyarakat yang membuat masyarakat menganggap sepele suatu penyakit dalam hal ini batuk .E. b. yaitu: . Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat ? Menurut Park. perilaku sakit terbagi menjadi 3: a.Biologik/ Genetik (20%) . J. Mengapa timbul paradigma seperti yang dikatakan teman temannya tersebut? Dalam kasus ini.Lingkungan (20%) . Ladonde (di Canada) dan H.Pelayanan Medis (10%) Faktor-faktor yang mempengaruhi Status Kesehatan Masyarakat menurut teori Blum. Didiamkan saja (no action). c.

Selective prevention : melibatkan populasi yang berisiko masalah kesehatan yang diidentifikasi. Tingkatan kuartener : metode untuk menghindari dampak yang tidak semestinya dari penggunaan intervensi berlebihan dari sistem kesehatan Gordon. serta menurunkan komplikasi akibat penyakit d. Bagaimana konsep kesehatan masyarakat ? 8. provinsi). Universal prevention : melibatkan seluruh populasi (negara. Bagaimana konsep kedokteran pencegahan ? Konsep dan batasan kedokteran pencegahan Kedokteran pencegahan terbagi menjadi empat tingkatan. komunitas lokal. Tingkatan tersier : metode untuk menurunkan dampak negatif dari penyakit kronik dengan mengembalikan fungsi. . 7. diberi informasi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencegah masalah kesehatan yang teridentifikasi. b. Ditinjau dari PH bagaimana tindakan pak Widodo yg mengobati diri sendiri dan menganggap sepele penyakit yg dideritanya ? Apa yg seharusnya di lakukan oleh pak Widodo ? Termasuk kedalam teori Becker. serta Kumpfer dan Baxley mengajukan three-tiered preventive intervention classification system untuk kedokteran pencegahan. Tingkatan primer : metode untuk mencegah timbulnya penyakit b. (Sumber: diadopsi dari Notoatmodjo. Tingkatan sekunder : metode untuk mendiagnosa dan menatalaksana penyakit pada fase awal. sekolah.Hubungan Kesehatan-Perilaku dan Pendidikan Kesehatan. perilaku sakit : mengambil tindakan dengan melakukan pengobatan sendiri (self treatment atau self medication). 1985) 6. sebelum menimbulkan morbiditas yang signifikan c. yaitu: a. Seluruh individu. dalam buku: Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan. Boleh mengobati diri sendiri tetapi apa bila tidak ada perubahan dalam 3 hari sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. yaitu: a. Kesalahan pada kasus ini adalah pak Widodo yang mengobati penyakitnya setelah 3 minggu sehingga membuat penyakitnya bertambah parah. tanpa melalui screening.

forum yang ada di masyarakat. vital statistik yang ada. renforcing. Penilaian dapat dilakukan atas dasar data sensus. vital statistik yang ada. Diagnosis perilaku dan lingkungan  Faktor perilaku : o Pak Widodo belum memanfaatkan Puskesmas karena menganggap sepele penyakitnya. 9. Focus Groups Discussion (FGD). cara pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah wawancara dengan informan kunci. Indicated prevention : melibatkan proses screening individual yang memperlihatkan gejala gangguan kesehatan yang diidentifikasi sebagai masalah. Diagnosis sosial  Belum terdapat diagnosis sosial pada kasus ini sehingga harus dilakukan penilaian. Apabila data langsung dikumpulkan dari masyarakat. atau pengumpulan data secara langsung ke masyarakat. sehingga jauh dari kehidupan yang layak. terdapat juga environmental prevention yang menggunakan pendekatan kebijakan untuk mencegaha perkembangan penyakit. PRECEDE merupakan kerangka untuk membantu perencanaan mengenal masalah. Diagnosis pendidikan dan organisasi  Predisposing factor o Rendahnya tingkat pendidikan berpengaruh pada pengetahuan mengenai TB (pencegahan dan pengobatan) o Menganggap sepele penyakit o Mengobati diri sendiri  Enabling (pemungkin) o Masyarakat berpendapat bahwa biaya pengobatan tinggi  Reinforcing (penguat) . o Keadaan Ekonomi sebagai buruh lepas membuat pak Widodo sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. pak Widodo masih tetap bekerja dan memilih berobat / mengobati sendiri penyakitnya. c. Penilaian dapat dilakukan atas dasar data sensus. and enabling causes in educational diagnosis and evaluation) dan Proceed.c.  Faktor lingkungan : o Paradigma masyarakat bahwa batuk adalah hal yang biasa o Kurangnya kecukupan ekonomi. nominal group process. mulai dari kebutuhan pendidikan sampai pengembangan program. Bagimana promosi kesehatan ? Precede (predisposing. Di luar klasifikasi ini. d. Diagnosis epidemiologi  Belum terdapat diagnosis sosial pada kasus ini sehingga harus dilakukan penilaian. Diagnosis Masalah : a. o Walau sakit. dan survei b.

Penggalakan program pengawasan minum obat . Anggapan sepele tentang gejala TB c. b. Advokasi screening c.o Teman-teman yang berpendapat bahwa gejala penyakit biasa dan bisa sembuh sendiri. Anggapan tingginya biaya pengobatan d. Pelatihan kader e. prioritas masalah untuk kasus ini adalah kurangnya pengetahuan mengenai TB. Diagnosis administrasi dan kebijakan  Pemerintah akan mendukung program pencegahan dan pemberantasan TB sehingga dalam pelaksanaannya nanti pemerintah akan memberikan dana demi suksesnya program tersebut. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai TB. Penyuluhan kepada masyarakat tentang TB. Imunisasi BCG d. faktor penyebab. akibat dan pencegahan. Perumusan Masalah : a. Manusia Tingkat pendidikan rendah Metode Kurang penyuluhan Kurangny a pengetahu an tentang TB Minim kader Kurangnya dana untuk penyuluhan Paradigma temanteman yg menyepelekan penyakit Lingkungan Sarana Dana Upaya-upaya yang dapat dilakukan pada program TB ini adalah : a. pentingnya mencari pertolongan secepatnya. b. e. Kurangnya tenaga medis dan sarana prasarana Metode Masalah Urgency Seriousness Growth Total Kurangnya pengetahuan mengenai TB 4 4 3 48 Anggapan sepele tentang gejala TB 3 4 2 24 Anggapan tingginya biaya pengobatan 1 2 2 4 Kurangnya sarana dan prasarana pelayanan 1 2 2 4 kesehatan masyarakat Maka.

o Mengubah perilaku masyarakat sehingga mencari pertolongan segera setelah dicurigai gejala TB. Evaluasi Proses : kelancaran program (sesuai dengan yang dijadwalkan) Dampak : evaluasi pengetahuan masyarakat tentang TB. b. Metode Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan kepada masyarakat umum. spanduk) f.Mengembangkan Komponen Promosi Kesehatan : a. penanganan yang cepat dan tepat dan kepatuhan dalam pengobatan. e. Sasaran program Sasaran program promosi kesehatan : Primer : masyarakat pada wilayah kerja Puskesmas Sekunder : Organisasi sekitar. kepatuhan minum obat. poster. Media Melalui media komunikasi secara individual dan komunitas (pamflet. pencegahan. Tersier : Pemda setempat c. pengobatan. Tujuan program  Tujuan umum Tujuan umum program ini menurunkan angka kesakitan TB. Isi program Program promosi kesehatan ini berisi informasi mengenai apa itu TB (penyebab. . faktor-faktor risiko dan penyebab.  Tujuan khusus o Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TB. pentingnya segera mencari pertolongan segera setelah dicurigai TB) d. kesadaran berobat dan anggapan sepele tentang penyakit (meningkat atau menurun) Hasil : kesadaran masyarakat meningkat dan diharapkan angka kejadian TB menurun 70% dan kesembuhan meningkat. dan pelatihan kader.

Puskesmas. membiasakan diri berperilaku hidup sehat. tidak meludah di sembarang tempat. tidak merokok dan minum-minuman beralkohol Pencegahan penyakit TBC o Primer: Makan makanan sehat seimbang. Rifampisin.10. pengembalian kondisi tubuh pasca sakit Secara holistic :  Tatalaksana fisik dengan OAT dan perbaikan gizi  Menambah pengetahuan dengan: o Memberikan penjelasan bahwa TBC adalah penyakit yang bisa diobati. meningkatkan daya tahan tubuh dengan gizi seimbang. penjelasan cara penularan penyakit. dampak yang ditimbulkan apabila terlambat ditangani serta keharusan berobat secara rutin sampai penyakit yang diderita sembuh total  Menjelaskan tentang Askeskin  Menjelaskan perlunya dukungan spiritual . dan Klinik terdekat apabila terasa gejala awal. Pirazinamid  Rehabilitatif: Terapi mental mantan penderita TBC. tidur dan olahraga yang cukup. Bagaimana tindakan yang diambil oleh pihak puskesmas untuk mengatasi kasus tersebut secara kompherensif dan holistic ? Secara komprehensif :  Promotif : memberikan penyuluhan dan informasi kepada masyarakat tentang penyakit TBC agar masyarakat dapat mengetahui gejala dan penularan penyakit TBC. ventilasi rumah yang baik agar kondisi rumah tidak lembab. Etambutol. melakukan upaya peningkatan gizi masyarakat dan peningkatan kebugaran jasmani  Preventif : menutup mulut waktu batuk dan bersin. melakukan pemeriksaan secara berkala. rumah dengan ventilasi yang baik o Sekunder: Memeriksakan diri ke Rumah Sakit. minum obat secara rutin o Tersier: Penggunaan media pendidikan untuk mengurangi cacat sosial dari TBC  Kuratif : Obat-obat yang digunakan untuk pengobatan TBC antara lain INH (isoniazid). Streptomisin.

Faktor pemudah mencakup pengetahuan. Ditambah lagi. Pekerjaan yang tidak tetap akan mempengaruhi penghasilan yang diperoleh. pendidikan. Pendidikan d. dan unsur-unsur lain yang terdapat dalam diri individu dan masyarakat. Faktor predisposisi (predisposing factor) mencakup pengetahuan. pekerjaan. Pada kasus. pendukung dan pendorong 1. penghasilan. kepercayaan. pekerjaan Pak Widodo secara tidak langsung mempengaruhi perilaku kesehatannya. sikap. Apa dampak pekerjaan yg tidak tetap terhadap ekonomi dan paradigma masyarakat/perilaku kesehatan ? Menurut Green yang dikutip oleh Sarwono (1997) mengatakan bahwa kesehatan individu/masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor pokok. Faktor perilaku ditentukan oleh tiga kelompok faktor yaitu faktor-faktor predisposisi. sikap. Penghasilan yang rendah membuat Pak Widodo tergolong dalam masyarakat dengan status ekonomi rendah. Puskesmas. tradisi. kepercayaan. ataupun Rumah Sakit. norma sosial. tradisi. dan unsurunsur lain yang terdapat dalam diri individu dan masyarakat. norma sosial. jika tidak bekerja maka ia tidak mendapatkan upah harian. Pengetahuan b. 3. Pekerjaan e. Faktor pendukung (enabling factor) ialah tersedianya sarana pelayanan kesehatan dan kemudahan untuk mencapainya. Akibatnya. berat bagi Pak Widodo untuk berobat ke dokter.11. Hipotesis “Kebiasaan masyarakat mengobati diri sendiri dan menyepelekan penyakit disebabkan oleh kurangnnya pengetahuan tentang konsep kesehatan dan pencegahan sehingga diperlukan PHE” . a. Sikap c. yaitu faktor perilaku dan faktor-faktor di luar perilaku. Faktor pendorong (reinforcing factor) adalah sikap dan perilaku petugas kesehatan. Penghasilan 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful