MODUL 1

RUANG LINGKUP DAN PENGERTIAN FILSAFAT (Pendahuluan)
Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkualiahan ini mahasiswa diharapan dapat menganalisis pengertian tengan filsafat..

Tujuan Instruksional Khusus
Setelah pembahasan dalam modul ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan menganalisis pengertian filsafat yang meliputi sebagai berikut:.. • • • • Definisi filsafat Sifatdasar filsafat Peranan filsafat Kegunaan filsafat

Materi Pembahasan A. Definisi filsafat

Dalam bahasa Inggris filsafat disebut philosophy, sedangkan dalam bahasa Yunani disebut dengan istilah: philosophia, terdiri dari kata: philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan kata : sophos (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, intelegensia). Secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Orangnya disebut filosof atau failasuf (bahasa Arab).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

1

Menurut Harun Nasustion bahwa filsafat berasal dari Bahasa Araf yaitu falsafa (timbangan). Dalam bahsa Indonesia dipakai kata filsafat, kemungkinan kata itu diambil dari bahasa Ingris dan Arab. Dalam kamus bahsa Indonesia kata filsafat menunjukkan pengertian pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal dan hukumnya. Beberapa pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof adalah: 1. Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang realitas. 2. Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar serta nyata. 3. Upaya untuki menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan: sumbernya, hakikatnya, keabsahannya dan nilainya. 4. Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan. 5. Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk mengatakan apa yang Anda lihat.(Lorens bagus: 242) Pengertian fifsafat secara terminologi sangat beragam, bahkan Moh. Hatta mengatakan bahwa filsafat tidak perlu didefinisikan, karena setiap orang memiliki titik berat sendiri dalam definisinya. Namun definisi filsafat dapat dikemukan sevagai fatokan awal dari objek yang akan dibahas. Berikut ini beberapa definisi dari tokoh-tokoh filsafat (Amsal: 6-11), yaitu: 1) Menurut Pythagoras (572-497 SM), Manusia mencintai tiga hal, yaitukesenangan, kegiatan dan kebijaksanaan. Tujuankebijaksanaan adalah kemajuan menuju keselamatan dalam keagamaan. Shopia menmgandungarti lebih luas dari pada kebijaksanaan, yaitu : kerajinan, kebenaran pertama, pengetahuan yang luas, kebajikan intelektual, pertimbangan yang sehat, kecerdikan dalam memutuskan hal-hal yang praktis. Inti filsafat mencari keutamaan mental. 2) Plato (427-347 SM), filsafat adalah penemuan kenyataan atau kebenaran absolut melalui dialektika (metoda mencapai definisi bagi sebuah konsep dengan menguji ciri-ciri umum yang ditemukan dalam sejumlah contoh khusus dari konsep itu yang pada akhirnya menghasilkan pengetahuan tertinggi. 3) Aristoteles (384-332) mengatakan bahwa filsafat menyelidiki sebab dan asas segala dari wujud. Setiap gerak di alam ini digerakkan oleh yang lain. Perlu menetapan satu penggerak pertama yang menyebabkan gerak itu, sedangkan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

2

dirinya sendiri tidak bergerak. Penggerak pertama terlepas dari materi. Sebagai pengerak pertama adalah Aktus Murni (Allah). Filsafat memperhatikan seluruh pengetahuan atau pengetahuan tentang wujud (ontologi). 4) Al-Farabi (950 M) filsafat ialah ilmu tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. 5) Ibnu Rusyd (1126-1198 M), filsafat adalah atau hikmah merupakan pengetahuan “otonom” yang perlu dikaji oleh manusia karena dia dikarunia akal.Al-Quran, mewajibkan manusia berfilsafat untuk menambah dan memperkuat keimanan kepada Tuhan. 6) Immanuel Kan (1724-1804), mengatakan bahawa filsafat itu ilmu dasar segala pengetahuan yang meliputi empat persoalan: Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika) Apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab oleh etika/norma). Sampai di manakah pengharapan kita (dijawab oleh agama) Apakah yang dinamakan manusia? (dijawab oleh antropolog)

7) Harun Nasution mengatakan bahwa filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya, sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan. 8) Sidi Gazalba mengatakan filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal dan universal dalam mencari kebenaran, inti atau hakikat menganai segala sesuai yang ada. Jadi filsafat memilki unsur berfikir dengan akal, tujuan yang ingin dicapai dari berfikir itu dengan cirinya mendalam. 9) Menurut Amsal bachtiar, filsafat ialah upaya sungguh-sungguh dengan menggunakan akal pikiran sebagai alat utamanya untuk menemukan hakikat segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu. Makna fisafat adalah mengutamakan dan mencintai hikmah. Hikmah sebagai paradigma keilmuan memiliki tiga unsur utama : 1) Masalah, 2) Fakta dan data, 3) Analisis ilmuwan dengan teori. 10) Al-Syaybani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmat itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya, merumuskan perhatian padanya dan mencari sikap positif terhadapnya. Dengan demikian filsafat berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat serta berusaha menginterpretasikn pengalamanpengalaman manusia.
Pertanyaan seorang awam kepada seorang filsosuf. Bagaimanakah caranya agar saya mendapatkan pengetahuan yang benar? Fisul menjawab: “ketahuilah apa yang kau tahu dan ketahuilah apa yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

3

kau tidak tahu” (lihat: Jujun :19). Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimuali dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan apa yang kita belum tahu..

B. Sifat Dasar filsafat Sesungguhnya ada empat hal yang merangsang manusia untuk berfilsafat, yaitu: 1. Ketakjuban, bukandengan mata tapi juga dengan akal budi. 2. Ktidakpuasan, berperan. 3. Hasrat bertanya, membuat manusia melakukan pengamatan, penelitian dan penyelidikan. Pertanyaan tidak sekedar wujud sesuatu melainkan juga terarah pada dasar dan hakikatnya, mulai berpikir radikal, sampai ke akar-akarnya tetapi juga bersifat universal. 4. Keraguan, ketidakpastian dan kebingunan di pihak manusia yang yang kemudian menggiring manusia untuk berfilsafat. Sifat dasar filsafat adalah: a. Berpikir radikal, keradikalan berpikir senantiasa mengobarkan hasrat untuk menemukan akar kenyataan. Segala yang tumbuh diatas akar itu akan dipahami, hanya apabila akar suatu permasalahan telah ditemukan, permasalahan itu dapat dimengerti sebagaimana mestinya. Berpikir radila bukan mengubah, membuang sesuatu melainkan berpikir secara mendalam untuk mencapai persoalan untuk memperjelas realitas. b. Mencari asas, mencari asal usul alam semesta, yaitu api, udara, tanah dan air. Mecari asas pertama berarti berupaya menemukan sesuatu yang menjadi esensi realitas dapat diketahui dengan pasti dan jelas. c. Memburu kebenaran, kebenaran hakiki tentang seluruh realitas dan setiap yang dapat dipersoalkan, membuat kebenaran tentang sesuatu. Kebenaran yang dapat bertanya. Keraguanlah yang turut merangsang manusia untuk bertanya dan terus bertanya, menyebabkan manusia melepaskan segala sesuatu yang tidak dapat memuaskannya, mulai berpikir secara rasional, akibat akal budi semakin

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

4

dipertanggung jawabkan, terbuka untuk dipersoalkan dan diuji demi meraih kebenaran pasti dan seterusnya. d. Mencari kejelasan, untuk menghilangkan keraguan diperlukan kejelasan, kejelasan pengertian (clarity of understanding), harus berjuang dengan gigih mengeliminasi segala sesuatu yang tidak jelas, kabur, gelap dan rahasia. e. Berpikir rasional berpikir logis, sistematis, dan kritis. Berpikir logis adalah bukan hanya sekedar menggapai pengertian-pengertian yang diterima oleh akal sehat, melainkan agar sanggup menarik kesimpulan dan mengambil keputusan yang tepat dan benar dari premis-premis yang digunakan. Berpikir logis menuntut sistematis ialah rangkaian pemikiran yang berhubungan satu sama lain dan saling berkaitan secara logis. Berpikir kritis adalah membakar kemauan untuk teurs menerus mengevaluasi argumen-argumen yang mengkleam diri benar, sebelum diuji dan dibuktikan lebih dahulu. C. Peranan filsafat Terdapat tiga peranan yang telah diperankan oleh filsafat yaitu pendobrak, pembebas dan pembimbing 1. Pendobrak: Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawanb dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Dalam penjara itu, manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sasak dengan hal-hal serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. Manusia menerima begitu saja segalam penuturan dogeng dan takhyul tanpa mempersoalkan lebih lanjut. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan takhhayul itu merupakan bagian yang haiki dari warisan tradisi nenek moyang, sedangkan tradisi itu benar dan tak dapat diganggu-gugat, maka donegan dan tkhayul itu pasti benar dan tak boleh digugat. Khadiran filsafat telah mendobrak tradisi tersebut. 2. Pembebas: filsafat bukan sekedar mendobrak tradisi tapi mengeluarkan manusia dari penjara dan membebaskan manusia dari ketidak tahuan dan kebodohan, membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir yang mistis. Filsafat

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

5

membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak jernih, tidak teratur dan tidak kritis yang membuat manusia benar-benar semu dan menyesatkan. 3. Filsafat bukanPembimbing, Fisafat membuat manusia dari cara berpikir yang mistis kepada cara berpikir rasional. Membebaskan manusia dari cara beripkir licik dan dangkal kepada cara berpikir yang luas dan mendalam. Yakni ber[ikir universal dan sampai kepada akar-karnya, berpikir secara integral dan koheren. D. Kegunaan filsafat
Filsafat sangat berguna bagi ilmupengetahuan dan kehidupan praktis. Filsafat memang abstrak, namun tidak berarti filsafat sama sekali bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari yang konkret. Kendati tidak memiliki petunjuk pratis tentang ekhdupan bagaimana bangun yang artitistik dan elok. Filafat sanggup membantu manusia dengan memberi pemahaman tentang apa itu artistik dan elok dalam kearsitekturan sehingga nilai keindahan itu diperoleh pemahaman akan menjadi patokan utama bagi pelaksanaan pekerjaan pembanguan sebuah gedung atau rumah. Filsafat menggiring manusia ke pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas. Kemudia, filsafat itu juga menuntut manusia ke tindakan perbuatan yang kontret berdasarkan pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas.

E. Perkembangan Pemikiran Filsafat Zaman Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban umat manusia karena pada waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam kepada logosentris yang menggunakan secara kausalitas. Implikasi dari perubahan pola pikir menyebabkan perubahan dari alam yang ditakuti / dijauhi menjadi didekati dan disekploitasi, sikap manusia yang dulu pasif menjadi proaktif dan keratif sehingga dijadikan objek penelitian dan pengkajian. Dari proses ini kemudian berkembang dari rahim filsafat yang akhirnya kenikmatan bentuk teknologi. Dalam bahasa Yunani (700SM) Kata philosophos mula-mula dikemukakan dan digunakan oleh Heraklitos (lihat. Amsal: 22) yang artinya memiliki pengetahuan yang luas sebagai perwujudan dari kecintaan akan kebenaran. Socrates memberikan arti

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

6

philosophiein sebagai penguasaan secara sistematis terhadap pengetahuan teoris. Dari kata philosophie timbul kata philosophie (Bld, Jer, Franc) dan philosophy (Ingg) dan dalam bahasa Indonesia disebut Filsafat. Kecintaan kepada kebenaran/pengetahuan m,erupakan awal proses manusia mau menggunakan daya pikirnya yang mampu membedakan mana yang riil dan yang ilusi. Dengan kemampuan membedakan yang benar dan ilusi, maka orang Yunani tidak lagi mempercayai gongeng dan takhyul dan menemukan dasar pengetahuan ilmiah. Keadaan ini sebagai awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan jagad raya. Akhirnya muncul filosuf yang tidak saja mengakji alam juga manusia dan perilakunya. Thales (624-546 SM) yang pertama mengkaji asal usul alam.. Untuk jawabnya melalui pendekatan rasional bukan mitos atau kepercayaan. Ia mengatakan asal alam adalah air karen aunsur penting bagi makhluk hidup, air berubah menjadi benda gas (uap) dan benda padat (es) dan bumi berada di atas air. Setelah Thales diikuti oleh Anaximandros (610-450 SM), dia menjelaskan substansi sifat kekal, tidak terbatas dan meliputi segalanya, dia juga mengkaji zat yang tidak dapat diamati oleh pancaindera. Selanjutnya Heraklitos (540-480 SM) dia berpendapat yang mendasar dalam alam ini adalah bukan bahanya, melainkan aktor dan penyebabnya, yaitu API. Api adalah aktor pengubah alam ini sehingga api pantas dianggap sebagai simbol perubahan itu sendiri. Permenides (515-440 SM) dia mentakan bahwa yang ada itu ada dan itulah satu-satunya kebenaran. Benar atau suatu pendapat diukur dengan logika. Pythagoras (580-500 SM) mengembalikan sagala sesuatu kepada Bilangan, dia sangat berjasa dalam pengembangan ilmu pasti dan alam dan pendekatan matematikalah ilmu dapat diukur dengan benar dan akurat dan menyederhanakan uraian panjang dnegan simbol yang cepat dipahami. Para tokoh diatas mempelopori penyelidikan kepada alam, kemudian muncul penyelidikan ke pada manusia dengan tokohnya Protagoras (481-411 SM) yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

7

menyatakan bahwa manusia adalah ukuran kebenaran (pertanyaan ii cikal-bakal Humanisme), kebenaran bersifat subjektif dan relatif dan tidak mutlak. Tokoh berikutnya Gorgias (483-375 SM), dia menganggap bahwa kebenaran itu tidak ada., namun Socrates menyngkal pendapat Gorgias, bahwa kebenaran universal dapat ditemukan, yaitu keadilan. Plato (429-347 SM) kebenaran umum itu sudah ada dalam alam ide. Sophie berikutnya adalah Aristoteles (384-322 SM), dia mengatakan bahwa seorang filosuf yang berhasil memecahkan persoalan adalah mempersatukan dalam sistem : logika, matematika, fisika dan metafisika). Logika yang dimaksud adalah logika deduktif yang mengukur valid atau tidak sebuah pemikiran. Aristotels membagi filsafat kepada teoritis (logika, matematikan dan fisika) dan praktis (etika , ekonomi dan politik). Setelah generasi Aristoteles memasuki abad pertengahan Filsafta mengelami kemunduran sejalan dengan kemunduran politik ketika itu.

Soal / Tugas
Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Jelaskanlah apakah artio filsafat itu? 2. Apakah asal mula terjadi filsafat? 3. jelaskanlah sifat-sifat dasar filsafat tersebut? 4. Apakah peranan yang ditemukan dalam filsafat? 5. jelaskanlah kegunaan filsafat ? Daftar Pustaka: 1. Abidin, Zainal. 2003. Filsafat Manusia. Cet. Ke 3. Bandung. Remaja Rosdakarya. 2. Kartanegara, Mulyadi. 2005. The Best Chicken Soup of The Philosophers (terj. Ahmad Fadhil). Jakarta. Himah 3. Rapar, Jan Hndrik. 2005. Pengantar Filsafat. Cet. Ke-10. Jokyakarta. Kanisius. 4. Osborne, Richard. 2001. Filsafat Untuk Pemula (terj.) Cet. Ke-1. Jokyakarta. Kanisius..

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

8

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful