MODUL 9

ILMU-ILMU SOSIAL
Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkualiahan ini mahasiswa diharapan dapat menganalisis ilmu-ilmu sosial yang meliputi: dasar-dasar ilmu serta pengetahuan dan ukuran kebenaran serta metode ilmu pengetahuan..

Tujuan Instruksional Khusus
Setelah pembahasan dalam modul ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan menganalisis ilmu-ilmu social serta pengetahuan dan ukuran kebenaran serta metode keilmuan yang memliputi :. • • • • • • • • Struktur fundamental ilmu Definisi dan jenis pengetahuan Ontology, epistemology ilmu Metode-metode ilmu pengetahuan metode baru ilmu social Hermeneutika Ilmu Sosial Kebenaran ilmian Teori Kritis

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

1

PEMBAHASAN
1. Struktur Fundamental Ilmu Pengetahuan

Pengetahuan (knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahuai manusia secara langsung dari kesadaran sendiri. Pengetahuan adalah kebenaran dan kebenaran adalah pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki manusia ada empat yaitu:
1) Pengetahuan biasa atau common sense atau good sense. Semua orang punya pendapat yang sama, seperti air untuk menyiram bunga. 2) Pengetahuan Ilmu (science) bersifat kuantitatif dan objektif merupakan usaha mensistematiskan common sense, melalui usaha cermat yaitu dengan menggunakan metode. 3) Pengetahuan filsafat, yaitu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat komtemplatif dan spekulatif. 4) Pengethaun agama, yaitu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan melalui utusan-Nya. Pengetahuan (knowledge) adalah segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu, berupa barang fisik yang dapat dipahami melalui panca indera dan akal. Ilmu *science) adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis. Ilmu berbeda dengan filsafat berdasarkan empiris, maka ilmu berbeda dengan pengathaun biasa karena ciri sistematika dan cara memperolehnya yang membedakan pengetahuan dengan ilmu. Menurut Archie J. Bahm dalam bukunya ”What is Science” (lihat M. Muslih. 2005: 36-48) terdapat enam komponen dari rancang bangun ilmu pengetahuan, yaitu: 1. Adanya masalah (problem), yaitu suatu masalah yang dihadapai dengan sikap dan metode ilmiah. 2. Adanya sikap ilmiah, yaitu suatu sikap dengan karakteristik pokoknya: keingintahuan, spekulasi, kemauan untuk objektif, kemauan untuk menangguhkan penilaian dan kesementaraan. Kemauan untuk objektif, yaitu kemauan untuk keingintahuan, kemauan untuk dipandu oleh pengalaman dan nalar, tidak takut salah dan konsisten. Keterbukaan, yaitu kemauan mempertimbangkan saran, menerima ide baru sekalipun berbeda. Kemauan untuk menangguhkan penilaian atau menunda keputusan karena tidak menghasilkan pemahaman dan solusi yang diinginkan. Kesemntaraan, yaitu suatu keputusan/kesimpulan yang telah kokoh terbuka untuk perubahan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

2

3. Menggunakan Metode Ilmiah, sifat dasarnya adalah sebagai hipotesis untuk pengujian lebih lanjut. Esensi ilmu pengetahuan adalah metodenya. Metode ilmiah itu sekaligus banyak jalan, karena setiap ilmu punya metodenya sendiri. Metode ilmiah meliputi lima langkah, yaitu: menyadari akan masalah, menguji masalah, mengusulkan solusi, menguji usulan atau proposal dan memecahkan masalah. 4. Adanya aktifitas, yang disebut juga dengan ”riset ilmiah” yang mempunyai dua aspek, yaitu aspek individu yaitu aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang khusus (ilmuan) dan aspek sosial yaitu aktifitas ilmuwan sebagai usaha institusional yang luas (ilmuan di lembaga riset). 5. Adanya kesimpulan, yaitu kumpulan ide-ide atau ilmu yang diselesaikan sehingga menjadi pengetahuan yang dapat dipercaya, tepat dan pasti. 6. Adanya pengaruh, yaitu pengeruhnya terhadap teknologi dan industri (ilmu terapan) serta pengeruhnya terhadap masyarakat (peradaban). Kegiatan ilmu pengetahuan terkait dengan pertimbangan objektifitas dan nilai (kemanusiaan). Pengetahuan bebas nilai, seperti dikemukakan oleh Jacob Bronowski bahwa tujuan ilmu adalah mencari sesuatu yang benar tentang dunia untuk melihat kebenaran dengan ukuran fakta.. sedangkan Victor Reisskop menyatakan bahwa tujuan ilmu ilah mencapai pemahaman terhadap sebab dan kaidah tentang proses ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan menurut Jujun (hal 39-55) meliputi penalaran, logika, sumber pengetahuan dan kriteria kebenaran. Penalaran adalah suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir bukan dengan perasaan. Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Sebagai suatu kegiatan berpikir penalaran mempunyai ciri-ciri yaitu: proses berpikir yang logis dan analitik. Logika yaitu pengkajian untuk berpikir secara sahih yang meliputi logika iduktif dan deduktif. Sumber pengetahuan, menurut kaum rasionalis menyatakan bahwa penalaran rasional bersifat abstrak dan terbebas dari pengalaman yang ada kecenderungan bersifat subjektif. Sedangkan kaum empiris berpendapat bahwa pengetahuan mansuia bukan didapatkan lewat penalaran rasional yang abstrak namun lewat pengelaman kongkrit yang dapat ditangkap oleh pancaindera. Kriteria kebenaran, dilihat dari teori koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Teori lain yaitu teori korespondensi yaitu pernyataan adalah benar apabila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju. Teori lain adalah teori pragmatis yaitu kebenaran umum

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

3

yaitu pernyataan yang diukur dengan kriteria bersifat fungsional dalam kehidupan praktis atau ada kegunaan dalam kehidupan manusia. B.Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Ilmu 1. Ontologi Ontologi berasal dari kata Yunani: On = being dan logos = logic, artinya keberadaan sebagai keberadaan tentang hakikat apa yang dikaji. Persoalan ontologi adalah bagaima kita menerangkan hakikat dan segala yang ada ini? Hakikat adalah realita atau kenyataan yang sebenarnya.

Beberapa pendapat ahli filsafat tentang ontologi adalah:
1. 2. Usaha untuk menjawab ”apa”, merupakan ilmu mengenai esensi benda (Arsitoteles). Ontologi membahas tentang yang ada yang tidak terkait dengan satu perwujudan tertentu, bersifat universal dan berusaha mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan. (Noeng Muhadjir). 3. 4. 5. 6. Ontologi membahas apa yang ing kita ketahui (Jujun S. Suriasumantri). Ontologi adalah menyelidki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan cara yang berbeda di mana entitas dari kategori-kategori yang logis yang berlainan (A. Dardiri). Ontologi mempersoalkan sifat dan keadaan terakhir dari kenyataan. Dalam agama ontologi memikirkan tentang Tuhan (Sidi Gazalba). Ontologi ialah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, merupakan ultimate reality baik yang berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak. (Amsal Bachtiar). Dalam pemahaman ontologi dapat dikemukakan pandangan-pandangan pokok pemikiran sebagai berikut (lihat Amsal:2005: ). 1). Monisme Paham ini menganggap bahwa hakiat yang asal dari seluruh kenyataan itu hanyalah satu saja. Paham ini terbagi atas dua aliran yaitu: a) Aliran Materialisme, yaitu aliran yang menganggap sumber yang asal itu adalah materi., bukan rohani. Sejalan dengan aliran Naturalisme yang berpendapat bahwa alam saja yang ada, yang lainnya di luar alam tidak ada.. Paham ini sering dikaitkan dengan teori Atomisme. b) Idealisme, aliaran ini menyatakan hakekat benda adalah ruhani, spirit. Karena nilai ruh lebih tinggi dari pada badan dan materi bagi kehidupan manusia. Manusia lebih dapat memahami

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

4

dirinya daripada dunia luar dirinya. Materi ialah kumpulan energi yang menempati ruang, benda tidak ada yang ada energi itu saja. Materi manueut alkiran ini sebetulnya tidak ada. Oleh sebab itu aliran ini disebut idealisme atau spritualisme. 2) Dualisme Hakiat itu ada dua menurut aliran dualisme. Yaitu materi dan rohani atau material dan spritual., seperti roh dan jasad ada pada diri manusia. Umumnya mansuia tidak akan mengalami kesulitan untuk menerima prinsip duialisme, karena setiap kenyataan lahir dapat segera ditangkap oleh pancaindera kta , sedangkan kenyataan batin dapat ditangkap oleh akal danm perasaan hidup. 3) Pluralisme, Paham yang berpandangan bahwa segenab macam bentuk merupakan kenyataan. Yaitu segenab macam bentuk itu semuanya nyata. Yang mana kenyataan alam ini tersusun dari banyak unsur. Substansi yang ada itu terbentuk dari 4 unsur, yaitu tanah, air, api dan udara. Dalam paham ini tidak ada kebenaran yang mutlak, senantiasa berubah dan dikoreksi oleh pengalaman sebelumnya. Dunai adalah banyak yang beraneka ragam atau pluralis. 4) Nihilisme Tidak ada sesuatu apapun yang eksis, bila sesuatu itu ada dia tidak dapat diketehui. Penginderaan itu berisfat ilusi 5) Agnostisisme Paham yang mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat benda. Satusatunya yang ada itu adalah manusia, akeran dia memahami dirinya sendiri, segala perbuatan manusia tanpa tujuan karena tidak ada yang tetap. Mansuia tidak boleh mecari dan mengushakan kegagalan atau keruntuhan. Jadi. Agnostisisme adalah paham pengingkaran atau penyangkalan terhadap kemampuan manusia mengetahui hakikat benda baik materi maupun rohani, aliran ini mirip dengan skeptisme yang berpendap bahwa mansuai diragukan kemampuannya mengetahui hakikat.

2. Epistemologi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

5

Epistemologi adalah teori pengetahuan yang berurusan dengan hakikat dan lingkup ilmu pengetahuan, pengangdaian-pengandai dan dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengani pengetahuan yang dimiliki. Epistemologi memberi kekuasaan pada mansuia atas alam melalui penyelidikan ilmiah.. Manusia perlu mengetahui alam diperlukan observasi, pengukuran, penjelasan dan pembuktian. Pengetahuan yang diperoleh manusia melalui akal, indera dan lain-lain mempunyai medtode tersendiri dalam teori pengetahuan, diantaranya: a) Metode Induktif Induksi suatu metode yang menyimpulkan pernyataan hasil observasi dalam kesimpulan pernyataan umum. b) Metode Deduktif Deduksi suatu metode yang menyimpulkan data-data empirik dioleh lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang runtun. Contohnya jika penawaran besar, harga menurun. c) Metode Positivisme Suatu metode adalag segala yang tampak dan segala gejala. Penemuan hukum-hukum persamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta dengan pengamatan dan penggunaan akal. d) Metode Kontemplatif Keterbatasan indera dan akal manusia untuk memperoleh pengetahuan sehingga objek yang dihasilkan berbeda-beda yang harus dikembangkan oleh akal yang disebut intuisi., yaitu pengetahuan yang datang dari Tuhan melalui pencerahan dan penyinaran. e) Metode Dialektis Mengajarkan kaidahkaidah dan metode-metode penuturan. Dalam kehidupan sehari-hari berarti kecapakan untuk melakukan perdebatan. Perkembangan ilmu secara epistemologis, dapat dilihat secara kronologis. Yaitu: • Ilmu dari tidak boleh mencari untuk berubah menjadi ilmu boleh mencari suatu keuntungan, yaitu dipakai untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi (sebeleum masehi).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

6

• • • • •

Abad pertengatahan di barat ilmu dapat membawa perkembangan secara gemilang dan makmur.. Tahap berikutnya adalah ilmu pentehauan mempunyai peran penting dalam membentuk peradaban dan kebudayaan manusia. Bahkan manusia dikuasai oleh ilmu pentehuan sendiri. Ilmu pengetahuan telah merusak alam yang menyebabkan jurang kaya dan miskin semakin lebar Abad moder munculnya iptek yang menimbulkan krisis, ini merupakan kesalahan epistemologi yang mendasari ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Ilmu pentehauan bertujuan menundukan alam, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin

Metode Baru Ilmu Sosial


– – – –

Ilmu-ilmu positif (gagasan Comte) adalah sbb: Menolak perbedaan ilmu alam dan ilmu sosial. Menganggap pernyataan yang tidak dapat diverifikasi secara empiris (etika, estetika,

agama, metefisika) sebagai non-sense. Berusaha menyatukan semua ilmu pengetahuan dalam satu bahasa ilmiah yang

universal (unified science). Memandsang tugas filsafat sebagai analisis atas kata-kata atau poernyataan-

pernyataan. Ilmu Sosial Modern menganut Tiga Prinsip;

• • • •
– – –

Bersifat empiris-objektif Deduktif-nomologis Instrumental – bebas nilai Ketiga Hal berimplikasi: Objek obsevasi ilmu-ilmu sosial disejajarkan dengan dunia alamiah. Hasil riset dapat dirumuskan dalam bentuk hukum-hukum, seperti dalam ilmu alam. Ilmu-ilmu sosial harus bersifat teknis (bersifat intrumetal murni)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

7

Proses-proses sosial terdiri dari tindakan-tindakan manusia yang tidak dapat

diprediski Fenomenologi

• • • • •

Istilah fenomenologi berarti menunjukkan dan menampakkan diri sendiri. Fenomenologi terkait edengan konsep “Lebenswelt” (duani kehidupan) sebagai usaha

memperluas konteks ilmu pengetahuan atau membuka jalur metodologi baru bagi ilmu sosial. Konsep dunia kehidupan merupakan konsep yang dapat menjadi dasar bagi ilmu

pengetahuan (dunia kehidupan bagian dari ilmu pengetahuan). Konsep dunia kehidupan dapat memerikan inspirasi kepada ilmu-ilmu sosial. Dunia kehidupan sosial merupakan sumbangan berharga dari fenomologi, artinya

unsur subjek dilihat sebagai bagian tak terpisahkan dari proses terciptanya suatu ilmu pengetahuan yang mendapat dukungabn metodologinya. Hermeneutika Ilmu Sosial

• •
– – –

Awalnya sebagai teori memahami teks tertulis atau kitab suci, kemudian berkembang

menjadi Teks kehidupan sosial” Hermeneutika dipakai dalam 3 makna: Pengucapan lissan. Penjelasan yang masuk akal. Terjemahan dari bahasa lain. Sebagai pendekatan dalam ilmu-ilmu sosial



itu.

Problem Hermeneutika Sosial Dunia kehidupansosial bukan hanya dunia yang hanay dihayati individu-individu

dalam masyarakat, melainkan juga merupakan penafsiran yang mencul karena penghayatan


Hermeneutika merupakan penafsiran atas dun ia kehidupan sosial.. Menurut Gadamer Bildung, yaitu pembentukan jalan pikiran.

ada 4 faktor yang terlihat dalam proses interprestasi (penafsiran) yaitu:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

8

– – –

Sensus Cummnunis, yaitu pertimbangan praktis yang baik, dengan maksud untuk Pertimbangan, yaitu berhubungan dengan apa yang harus dilakukan. Taste (selera) sikap subjektif yang berhubungan dengan macam-macam rasa

memahami arus yang mendasari pola sikap manusia.

Teori Kritis • • • • Trori ktiris berusaha mengatasi positisme dalam ilmu-ilmu sosial . Teori kritis memberikan kerangka filosofis dan perspektif darimana memulai Teori ktiris telah menunjukkan bagaimana membaca dan memaknai sejarah dan Jika selama ini sejarah dan tradisi sebagai sesuatu yang demikian adanya, tanpa

membaca “Objek sosial” dan bagaimana kerangkanya. tradisi, bahkan jika diperlukan, memerlukan reinterpretasi. membedakan dan menanyakan lagi, mana yang natural dan mana yang human construction atau sosial construction. • • • Teori kritis mengajak kita bangun ditengah kehidupan, tradisi dan sistem masyarakat. Tidak ktiris terhadap tradisi berarti jatuh pada ketidak sadaran. Kebenaran Ilmiah: – – • – – – • Macam-macam teori kebenaran Sifat dasar kebenaran ilomiah Maslah kepastian kebenaran ilmiah Falibilisme dan metode ilmu pengetahuan Falibilisme dan objek ilmu pengetahuan

Kepastian dan Falibilisme Moderat

Macam-Macam teori Kebenaran Teori kebenaran sebagai persesuaian: Sesuai apa yang dilaim yg diketahui dgn kenyataan sebenarnya: – Contoh: “Bumi Bulat”, ternyata demikian. Apa yang diketahui subjek benar, objek menyatakan benar. Realitas hal pokok dari kegiatan ilmiah. Teori ini

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

9

sangat menghargai pengamatan, percobaan, pengujian empiris utk mengungkapkan kebenaran. Pernyataan yg tak ada bukti bukan pengetahuan melainkan keyakinan. • Teori kebenaran sebagai keteguhan: pernyataan itu benar apabila sesuai dengan sistem pemikiran yg ada. Teori ini lebih menekankan rasional – logis. Perbandingan teori kebenaran (kebenaran ilmiah harus mengandung empiris dan logis) • Empiris: – – – • Logis: – – – • Mementingkan subjek Menghargai cara kerja deduktif Lebioh mengutamakan penalaran akal budi. Mementingkan objek Menghargai cara kerja induktif Lebih mengutamakan pengamatan indera

Teori Kebenaran Teori pragmatis tentang kebenaran: – – – • – – Kegunaan yg paling tepat dan berhasil. Ide benar bila berguna bagi perilaku manusia. Kebenaran bersifat baik. Pernyataan yg benar yg menciptakan relitas. Contoh: Indonesia Pancasila, semua pejabat Pancasilais. Pernyataan ini seolah-olah tercipta realitas, tapi belum tentu menjadi realitas. Sifat Dasar kebenaran Ilmiah • Struktur yg rasional – logis: – Kebenaran ilmiah selalu dicapai berdasarkan kesimpulan logis dan rasional dari proposisi tertentu berupa teori atau hukum ilmiah yg terbukti benar (melalui deduksi & induksi) • Isi empiris: – Kebenaran ilmiah perlu diuji dgn kenyataan yg ada.

Teori kebenaran perfomatif:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

10

• • • •

Sifat pragmatis yaitu gabungan dua sifat kebenaran secara logis dan empiris. Berguna bagi kehidupan manusia: Utk membantu manusia memecahkan berbagai persoalan dlm kehidupan manusia. Kepastian kebenaran ilmiah: Kebenaran logis – rasional bersifat pasti (teori logis – rasional). Kaum empiris menyatakan tidak memberikan gambaran pasti ttg objek penelitiannya.

Kepastian dan Falibilisme Pengetahuan

Falibilisme dan metode ilmu pengetahuan : – Kendati pengetahuan ilmiah paling baik tapi bisa salah, tetapi suatu usaha mencari kebenaran secara terus menerus. Peneliti tidak pernah merasa pasti dgn apa yang dia teliti. Fokus utama adalah verivikasi atau hipotesis. Setiap hipotesis tidak pasti. Rindu kebenaran adalah dorongan penelitian.

Post-Positivesme) • • • • • • • • • • • • Suatu ilmu mencapai objektivitas apabila telah diverivikasi oleh berbagai kalangan dengan berbagai cara. Menolak pandangan bhw masyarakat dapat menentukan banyak hal sebagai hal yang nyata dan benar tentang suatu objek oleh anggotanya. Objektivitas merupakan indikator kebenaran yg melandasi semua penyelidikan. Penggunaan metode kualitatif dlm analisis. Mencari relevansi indikator kualitas untuk mencari data lapangan. Teori harus bersifat membumi (grounded theory) Kegiatan keilmuan harus bersifat natural. Pola-pola yg diteliti menjadi unit analisis. Penelitian harus bersifat partisipatif. Mementingkan alasan, prosedur dan bahasa yg digunakan dlm meungkapan kebenaran. Perumusan standar dan aturan keilmuan sebagai logika dalam konteks hirtoris. Penekanan objektivitas harus agar temuan bermakna. Konstruktivisme

Critical Theory

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

11

• •

Keberpihakan ilmu dlm interaksi sosial, contoh: pasar bebas, tapi tetap melanggengkan paham liberal. Pengembangan ilmu merupakan produksi nilai-nilai yg dapat dijadikan pegangan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

E. Soal / Tugas Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Jelaskan Struktur fundamental ilmu 2. apakah Definisi dan jenis pengetahuan 3. apakah Ontology, epistemology ilmu 4. jelakan beberapa Metode-metode ilmu pengetahuan 5. apakah metode baru ilmu social 6. apakah Hermeneutika Ilmu Sosial 7. apakah Kebenaran ilmian 8. apakah Teori Kritis Daftar Pustaka: 1. Abidin, Zainal. 2003. Filsafat Manusia. Cet. Ke 3. Bandung. Remaja Rosdakarya. 2. Kartanegara, Mulyadi. 2005. The Best Chicken Soup of The Philosophers (terj. Ahmad Fadhil). Jakarta. Himah 3. Rapar, Jan Hndrik. 2005. Pengantar Filsafat. Cet. Ke-10. Jokyakarta. Kanisius. 4. Osborne, Richard. 2001. Filsafat Untuk Pemula (terj.) Cet. Ke-1. Jokyakarta. Kanisius..

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Syahrial Syarbaini, MA, Ph.D.

FILSAFAT UMUM

12

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful