ABSTRAK Air yang tertarik pada fase tanah menciptakan suatu gaya matriks dan bagian potensial air

yang diakibataan oleh gaya matriks disebut dengan potensial matriks. Potensial matriks penting untuk dipelajari karena dapat mengetahui bagaimana status atau tingkat energi air di dalam tanah sehingga dapat digunakan sebagai bahan informasi tentang pengelolaan air seperti irigasi, drainase, juga hubungan tanah-air-tanaman. Alat yang digunakan untuk mengukur potensial matriks disebut tensiometer yang diletakkan di permukaan air agar dapat terjadi kontak hidroulik antara air dalam tabung dengan air dalam tanah melalui pori-pori keramik. Gaya tarik-menarik partikel tanah dan molekul air disebut gaya adhesi. Gaya matrik (adhesi) umumnya menurunkan tingkat energi air tanah, sehingga potensial matrik adalah negatif. Gaya matriks ini sering dinyatakan dengan tensi atau hisapan (tension atau suction). Makin halus tekstur tanah makin besar kandungan air untuk suatu kisaran potensial matriks yang luas.

PENDAHULUAN Potensial matriks merupakan energi potensial air per satuan bobot, di mana massa atau volume aliran air di dalam tanah memerlukan adanya perbedaan potensial dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam tanah tidak jenuh, aliran air cenderung memperkecil perbedaan kandungan air serta potensialnya. Potensial matriks

berhubungan dengan sifat fisik tanah. Dimana sifat fisik tanah dipengaruhi oleh air dimana pada kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap konsistensi tanah, kesesuaian tanah untuk diolah. Tingkat energi air tanah sangat bervariasi. Adanya variasi tingkat energi air tanah tersebut memungkinkan air bergerak dari satu tempat ke tempat lain di dalam tanah, yaitu dari tempat dengan energi yang tinggi ke tempat dengan energi yang rendah. Dengan mengetahui tingkat energi dari beberapa tempat tersebut dapatlah diduga arah pergerakan air dalam tanah.

Potensial matriks penting untuk diketahui karena berkaitan dengan retensi air dan gerakan air dalam tanah. Dengan demikian, melalui potensial matriks maka dapat diketahui besarnya pengaruh gaya matriks pada tingkat energi atau potensial air, di samping itu juga, dapat memberi ukuran pula gaya matriks atau kapilar dari retensi air tanah. Salah satu hukum dasar yang paling esensial berkenaan dengan gerakan air tanah adalah gerakan atau aliran yang hanya terjadi apabila terdapat selisih potensial dari suatu titik ke titik lainnya. Arah aliran air dari potensial tinggi ke potensial rendah. METODOLOGI Alat yang digunakan untuk mengukur potensial matriks disebut tensiometer. Alat ini berupa tabung yang mempunyai alat sensor sebagai pembaca tekanan dan di bagian ujung bawahnya terdapat tabung dari bahan keramik yang berpori-pori. Untuk menggunakannya, terlebih dahulu tabung diisi dengan air atau air raksa dan alat sensornya dinetralkan (0). Kemudian tensiometer diletakkan di permukaan air agar dapat terjadi kontak hidroulik antara air dalam tabung dengan air dalam tanah melalui pori-pori keramik. Setelah beberapa saat alat sensor akan menunjukkan angka tertentu, dan itulah nilai potensial matriksnya.

HUBUNGAN ANTARA POTENSIAL MATRIKS DENGAN KADAR AIR Molekul air bersifat polar dan dapat saling mengikat melalui ikatan-H (Hbonding). Gaya tarik-menarik di antara molekul air dalam tanah disebut gaya kohesi. Partikel (padatan/matrik) tanah umumnya bermuatan, yang dapat mengikat molekul air secara kuat. Gaya tarik-menarik partikel tanah dan molekul air disebut gaya adhesi. Gaya matrik (adhesi) umumnya menurunkan tingkat energi air tanah, sehingga potensial matrik adalah negative (Hakim, et al., 1986). Potensial matriks menyatakan tingkat atau status energi air dalam tanah dibandingkan dengan energi air bebas pada elevasi sama di dalam medan gaya gravitasi bumi dan mempunyai konsentrasi ion-ion melarut yang sama. Potensial matriks di samping menyatakan pengaruh gaya matriks pada tingkat energi atau potensial air, memberi ukuran pula gaya matriks atau kapiler dari retensi air tanah. Gaya matriks ini sering dinyatakan dengan tensi atau hisapan (tension atau suction). Tensi atau hisapan air tanah dapat didefinisikan sebagai gaya tarik per satuan luas yang diperlukan untuk mengimbangi sejumlah tertentu potensial matriks (Pairunan, et al., 1985). Potensial matriks merupakan komponn terbesar dari total potensial air, yang timbul karena adsorpsi air pada matriks atau kapiler tanah. Potensial matriks didefinisikan sebagai banyaknya kerja yang dibutuhkan untuk memindahkan suatu

jumlah air dari matriks tanah. Besarnya potensial matriks pada suatu saat tergantung dari jumlah air di dalam tanah, sehingga hubungan antara potensial matriks dengan kadar air adalah sangat penting, dan disebut sebagai “kurva retensi air” (Gusli, 2008). Potensial matriks adalah fungsi dari kandungan air tanah, atau tebal selaput air pada muka butiran padat tanah. Untuk setiap tanah terdapat suatu hubungan yang nisbi tetap antara kedua variabel tersebut. Sangkutan ini dapat ditentukan dengan mengukur kandungan air contoh tanah setelah contoh tanah disesuaikan pada beberapa potensial matriks (Pairunan, et al., 1985). HUBUNGAN POTENSAL MATRIKS DENGAN SIFAT FISIK TANAH Bila air memasuki tanah, udara dalam tanah terdesak dan tanah menjadi basah; artinya seluruh ruang pori tanah terisi air. Tanah demikian dikatakan jenuh dengan air dan berada pada kemampuan retensi maksimum. Dalam hal ini lapisan air sekeliling dan antara patikel-partikel tanah sangat tebal. Akibatnya, sebagian air yang ditahan pada ruang pori yang besar mudah ditarik atau mengalir ke bawah sehingga lapisan air menipis (Hakim, et al., 1986). Lapisan yang tipis mempunyai tegangan negative yang besar dan sebaliknya lapisan air yang tebal menunjukkan tegangan negative yang lebih kecil sehingga lebih bebas. Tanah bertekstur halus menahan air lebih banyak pada seluruh selang energi dibandingkan dengan tanah bertekstur kasar. Hal ini dimungkinkan karena tanah bertekstur halus mempunyai bahan koloidal, ruang pori dan permukaan adsortif yang lebih banyak (Hakim, et al., 1986).

Makin halus tekstur tanah makin besar kandungan air untuk suatu kisaran potensial matriks yang luas. Tanah bertekstur halus sanggup menyimpan air dalam jumlah besar, karena tanah memiliki volume ruang pori yang lebih besar untuk retensi air pada keadaan jenuh, dan mempunyai proporsi pori berukuran kecil yang lebih besar untuk menahan air ketika potensial matriks turun di bawah nol pada keadaan tidak jenuh. Sebaliknya, pori dalam tanah yang bertekstur kebanyakan berukuran besar, yang tidak terisi air lagi bila diberikan gaya menarik air yang kecil sekalipun. Sebagian terbesar air yang ditahan tanah bertekstur kasar akan hilang dengan hanya sedikit potensial matriks turun di bawah nol (Pairunan, et al., 1985). Pengurangan potensial matriks di bawah nol mengakibatkan penurunan lebih besar kandungan air pada tanah bertekstur kasar daripada tanah bertekstur halus. Tanah bertekstur kasar cenderung menghantarkan air dengan cepat selama potensial berada sekitar nol (tanah dalam keadaan hampir jenuh atau jenuh), tetapi tanah akan menjadi penghantar yang sangat buruk dengan hanya sedikit penurunan potensial matriks. Tanah bertekstur halus biasanya merupakan penghantar air yang tidak terlalu baik, tetapi jauh lebih baik daripada tanah bertekstur kasar dalam keadaan tidak jenuh atau pada harga potensial matriks negatif (Pairunan, et al., 1985). KESIMPULAN Potensial matriks adalah banyaknya kerja yang dibutuhkan untuk memindahkan suatu jumlah air dari matriks tanah. Adapun alat yang digunakan untuk mengetahui hubungan kadar air, sifat fisik tanah dan potensil matriks adalah tensiometer.

Potensial matriks mempunyai hubungan yang sangat penting dengan kadar air karena besarnya potensial matriks pada suatu saat tergantung dari jumlah air di dalam tanah. Hubungan ini dapat ditentukan dengan mengukur kandungan air contoh tanah setelah contoh tanah disesuaikan pada beberapa potensial matriks. Nilai potensial matriks mempunyai hubungan dengan sifat fisik tanah. Makin halus tekstur tanah makin besar kandungan air untuk suatu kisaran potensial matriks yang luas. Pengurangan potensial matriks di bawah nol mengakibatkan penurunan lebih besar kandungan air pada tanah bertekstur kasar daripada bertekstur halus.

DAFTAR PUSTAKA Gusli S. 2008. Penuntun Praktikum Fisika Tanah. Universitas Hasanuddin, Makassar. Hakim, N., M Y, Nyakpa, A. M . Lubis,S. G. Nugroho, M. Rusdi, M.Diha, G. B Hong. H. H, Bayley. 1997. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Universitas Lampung, Lampung. Pairunan, A. K., J. L Nanere, Arifin, Solo S R Samosir, R. Tangkaisari, J R Lalopua, B Ibrahim,Hariadji Asmadi, 1985. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur, Makassar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful