P. 1
Konsultasi Publik RDTR Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua

Konsultasi Publik RDTR Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua

|Views: 127|Likes:
Bahan Konsutasi Publik bersama masyarakat Bokondini
Bahan Konsutasi Publik bersama masyarakat Bokondini

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Tiar Pandapotan Purba on Aug 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2015

pdf

text

original

Sections

PEMBAHASAN LAPORAN ANTARA

RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN KARUBAGA DAN RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN BOKONDINI

SISTEMATIKA PEMBAHASAN
RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN BOKONDINI POKOK BAHASAN: 1. Pendahuluan 2. Pemahaman Metodologi Dan Rencana Kerja Umum Mengenai RDTR Pemahaman Umum Mengenai RDTR 3. Metodologi Dan Rencana Kerja Arahan Kebijakan 4. Gambaran Umum Penataan Ruang Wilayah Umum Kabupaten 5. 1. Gambaran
2. Perkotaan a. Kawasan Wilayah Kabupaten Kawasan Perkotaan 5. b. Arahan Kebijakan Penataan Ruang

6. 7. 8. 9. 10.

Analisis Potensi, Permasalahan Dan Rekomendasi Konsep Pengembangan Struktur Ruang Penutup Konsep Pengembangan Pola Ruang Penutup
1. Rencana Kerja Selanjutnya

Slide: 2

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

1 .

P E N D A H U L U A N
A. B. C. D. E. F. Latar Belakang Maksud dan Tujuan Sasaran Ruang lingkup Kegiatan Ruang Lingkup Kawasan Keluaran

Slide: 3

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

1

.
1.

P

E

N

D

A

H

U

L

U

A

N

A. Latar Belakang
UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang, RDTR atau yang juga bisa dikenal sebagai Rencana Tata Ruang Kota (RTRK) merupakan penjabaran dari RTRW dan merupakan arahan operasional pengembangan spasial di Kabupaten Tolikara. Penyelenggaraan Penataan Ruang menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara, hal ini sejalan dengan jiwa dan semangat UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Dengan berbagai potensi dan permasalahan di Kawasan Perkotaan Bokondini, maka perlu segera dilakukan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Potensi Kawasan Perkotaan Bokondini, adalah sebagai berikut: a) Memiliki wilayah yang strategis terletak diantara Kabupaten Puncak Jaya (batas barat), Kabupaten Lani Jaya (batas selatan), Kabupaten Memberamo Tengah (batas timur), dan Kabupaten Memberamo Raya (batas utara). b) Terdapat bagian dari Suaka Margasatwa Memberamo Foja sebagai Kawasan Lindung Nasional c) Terhubungnya ruas jalan kabupaten antara Distrik Bokondini – Distrik Wunin – Distrik Karubaga (bagian utara). d) Terdapat potensi wisata seperti Danau Biuk, Cagar Alam dan Suaka Margasatwa Memberamo Foja dan Gunung Timoini (Lembah Hitam). e) Peningkatan Bandara eksisting menjadi komersil dan pusat pelabuhan udara militer (Kajian dalam Sistem Transportasi Nasional/ SISTRANAS). f) Merupakan bagian dari Kawasan Strategis Ekonomi dalam RTRW Provinsi Papua yaitu kawasan strategis pengelolaan kawasan ekonomi rendah karbon. Permasalahan Kawasan Perkotaan Bokondini, adalah sebagai berikut: a) 80% wilayah Kabupaten Tolikara merupakan Kawasan Lindung Konservasi (Hutan Lindung dan Suaka Margasatwa Memberamo Foja) dan sebagian Kawasan Perkotaan Bokondini berada di dalamnya. b) Berada di kawasan rawan longsor (landslide). c) Antisipasi perkembangan (urban sprawl) mengingat terbatasnya lahan kawasan budidaya ©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

2. 3. 4.

5.

Slide: 4

1

.
1.

P

E

N

D

A

H

U

L

U

A

N

B. Maksud dan Tujuan
Menyiapkan perwujudan ruang, dalam rangka pelaksanaan program pembangunan kawasan pusat pertumbuhan dan Pengembangan perkotaan Bokondini sebagai Pusat Perekonomian Jasa & Perdagangan Komoditas Pertanian dan Perkebunan Terpadu, Pusat Pelayanan Transportasi Udara Militer dan Komersial, Pusat Pendidikan Tinggi, Penunjang Pelayanan Kesehatan Terpadu dan Penunjang Pelayanan Pemerintahan Satu Atap; Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan strategis perkotaan dengan RTRW Kabupaten; Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras, serasi dan efisien; Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-program pembangunan kawasan; Mewujudkan ruang kawasan yang indah, berwawasan lingkungan, efisien dalam alokasi investasi, bersinergi dan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program pembangunan; Menentukan struktur dan pola pemanfaatan ruang kawasan berdasarkan kondisi fisik, aspek administrasi pemerintahan, aspek ekonomi, aspek sosial kependudukan dan aspek pengurangan resiko bencana; Menyusun rencana peruntukan jenis dan besaran fasilitas (perumahan dan permukiman, perdagangan, pemerintahan dan sebagainya) dan utilitas (jalan, drainase, kelistrikan, telekomunikasi, limbah cair, dan persampahan); Menyusun pedoman bagi instansi dalam penyusunan zonasi sebagai pedoman untuk penyusunan rencana rinci tata ruang/rencana teknik ruang kawasan perkotaan atau rencana tata bangunan dan lingkungan, dan pemberian perizinan kesesuaian pemanfaatan bangunan dan peruntukan lahan; Menyusun arahan, strategis dan skala prioritas program pembangunan serta waktu dan tahapan pelaksanaan pengembangan kawasan.
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

2.

3. 4.
5. 6.

7.

8.

9.

Slide: 5

1

.

P

E

N

D

A

H

U

L

U

A

N

C. Sasaran
1. Tersajinya data dan informasi ruang kawasan yang akurat dan aktual. 2. Teridentifikasinya potensi dan permasalahan kawasan sebagai masukan dalam proses penentuan arah struktur dan pola ruang kawasan. 3. Terwujudnya keterpaduan program pembangunan antar sub-kawasan dalam kawasan perkotaan maupun antar kawasan dalam wilayah kabupaten. 4. Tersusunnya arahan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan. 5. Tersusunnya pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan peraturan zonasi, pemberian advice planning, pengaturan bangunan setempat dan lingkungannya (RTBL) serta pemberian perizinan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang. 6. Terciptanya keselarasan, keserasian, keseimbangan antar lingkungan permukiman dalam kawasan. 7. Terkendalinya pembangunan kawasan strategis dan fungsional kabupaten, baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat/swasta. 8. Terciptanya percepatan investasi masyarakat dan swasta di dalam kawasan. 9. Terkoordinasinya pembangunan kawasan antara pemerintah dan masyarakat/swasta.

Slide: 6

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

1

.

P

E

N

D

A

H

U

L

U

A

N

D. Ruang Lingkup Kegiatan
1. Persiapan 2. Menentukan dan menetapkan kawasan perkotaan Bokondini. 3. Pendekatan dan Koordinasi dengan Pemberi Tugas 4. Inventarisasi Kebijakan dan Peraturan Terkait 5. Pendalaman Substansial (Gambaran Umum Studi) 6. Penyusunan Program Survei

√ √ Y

7. Pelaksanaan Survei Instansional (Sekunder)
8. Pelaksanaan Survei Lokasi (Primer) 9. Pelaksanaan Kompilasi serta Pengolahan Data dan Fakta 10. Pelaksanaan Analisa dan Temuan Pengembangan Kawasan Perkotaan Bokondini 11. Perumusan Konsep Pengembangan Kawasan Perkotaan Bokondini 12. Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini  Struktur Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini  Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini  Indikasi Program Pengembangan Kawasan Perkotaan Bokondini

√ = Sudah dilakukan
Slide: 7

Y = Pekerjaan selanjutnya

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

1

.

P

E

N

D

A

H

U

L

U

A

N

E. Ruang Lingkup Kawasan
PETA ADMINISTRASI KAWASAN PERKOTAAN BOKONDINI

BEWANI

BOKONDINI
BOKONERI

KAMBONERI

Ruang lingkup kawasan perencanaan adalah Kawasan Perkotaan Bokondini dengan luas wilayah 100,65 km2. Terdiri atas 4 Distrik yaitu: Distrik Bokondini, Distrik Bewani (sebagian wilayah), Distrik Bokoneri (sebagian wilayah), dan Distrik Kamboneri (sebagian wilayah)

Slide: 8

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

1

.
1.

P

E

N

D

A

H

U

L

U

A

N

F. Keluaran
Keluaran kegiatan adalah RDTR Kawasan, yang mencakup: Tujuan pengembangan kawasan fungsional perkotaan

2.
3. 4. 5. 6.

Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang Kawasan
Rencana Distribusi Penduduk Kawasan setiap blok peruntukan Rencana Struktur Pelayanan Kegiatan Kawasan Rencana Sistem Jaringan Transportasi Kawasan Rencana Sistem Jaringan Utilitas Kawasan

7.

Rencana Blok Pemanfaatan Ruang (Block Plan)
a. b. a. b. Kawasan Budidaya, Kawasan Lindung Arahan Kepadatan, Ketinggian, Perpetakan dan Garis Sempadan Bangunan setiap blok

8. Pedoman pelaksanaan pembangunan kawasan

peruntukan
Rencana Penanganan setiap blok peruntukan beserta Prasarana dan Sarananya Mekanisme advice planning perijinan sampai dengan pemberian ijin lokasi bagi kegiatan perkotaan; 9. Pedoman Pengendalian Pemanfaatan Ruang a.

b.
Slide: 9

Mekanisme pemberian insentif dan disinsentif, kompensasi, pelaporan, pemantauan, evaluasi
serta pengenaan sanksi
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

1

.

P

E

N

D

A

H

U

L

U

A

N

F. Keluaran

Slide: 10

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

2. METODOLOGI DAN RENCANA KERJA
A. Metodologi Pendekatan B. Rencana Kerja

Slide: 11

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

2. METODOLOGI DAN RENCANA KERJA
A. Metodologi Pendekatan
• • Isu-Isu Masalah Regional Isu-isu masalah Internal Kebijakan Nasional Kebijakan Prov Kebijakan Kab
1

Karakteristik Kawasan Perencanaan

2

Analisis Potensi dan Permasalahan

3

• • •

4

Struktur dan Pola Ruang Regional (Prov/Kab)

5

KONSEP DAN STRATEGI MASTERPLAN

8

Visi dan Misi Strategi Pengembangan Perkotaan Nasional

6

9

12

Struktur dan Pola Ruang Kawasan
10 7

ZONING REGULATION
13
PERIZINAN SANKSI INSENTIF DISINSENTIF

KAWASAN STRATEGIS
11

STUDI KOMPARATIF/ BELAJAR DARI KOTA/ NEGERI : 1. Wilayah Golden, Colorado 2. Wilayah Boulder, Colorado 3. Wilayah Gunung Pilatus 4. Wilayah Bhutan (Kaki Gunung Himalaya) 5. Konsep Agropolitan

Urban Design 3D
Rencana Tapak, Tata bangunan Rencana Sistem Sirkulasi Open space, parkir Prasarana, Sarana dan utilitas

INDIKASI 14 PROGRAM

Slide: 12

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

2. METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
TAHAP I: PERSIAPAN TAHAP II: SURVEI, PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS TAHAP III: PERUMUSAN RENCANA
INVENTARISASI PENGUMPULAN DATA-DATA KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI PAPUA IDENTIFIKASI KONDISI EKSTISTING STRUKTUR DAN POLA RUANG WILAYAH PERENCANAAN INVENTARISASI RRTRW KECAMATAN DI WILAYAH PAPUA YANG SUDAH ADA IDENTIFIKASI SISTEM PRASARANA DAN SARANA TRANSPORTASI KOTA REVIEW/ PENINJAUAN KEMBALI TERHADAP RRTRW KECAMATAN DI WILAYAH PAPUA YANG SUDAH ADA KERANGKA RENCANA DESAIN PERUMUSAN NASKAH AKADEMIK & RANPERDA

KERANGKA ACUAN KERJA

ANALISIS DAYA DUKUNG PRASARANA DAN SARANA DAN UTILITAS

PERUMUSAN TUJUAN PENGEMBANGAN

IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN DAN KUALITAS PRASARANA DAN SARANA PERKOTAAN PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI YANG TERKAIT DENGAN KEGIATAN

ANALISIS POTENSI DAN PERMASALAHAN FISIK KOTA

PERUMUSAN RENCANA STRUKTUR DAN POLA ANALISIS KAPASITAS PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMUSAN RENCANA BLOK PEMANFAATAN RUANG

PERUMUSAN ARAHAN PELAKSANAAN DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN

IDENTIFIKASI KONDISI DAN POLA TATA AIR IDENTIFIKASI KONDISI GEOLOGI DAN LINGKUNGAN KOTA PENGUMPUL AN RENCANA KERJA SURVEI PERUNTUKAN LAHAN SAMPAI KEDALAMAN BLOK PERUNTUKAN INVENTARISASI WARISAN BUDAYA KOTA: GEDUNG DAN KAWASAN BERSEJARAH PENGUMPULAN DATA KEPENDUDUKAN DAN SOSIAL BUDAYA SURVEI DAN PENGUMPULAN DATA EKONOMI KOTA ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN

PERUMUSAN PERATURAN ZONASI

MOBILISASI PERALATAN DAN KONSOLIDASI TIM KONSULTAN

PERUMUSAN KONSEP RDTRK

PERUMUSAN METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

ANALISIS PEMANFAATAN RUANG

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMUSAN AMPLOP RUANG (RTBL) ANALISIS POTENSI DAN PERMASALAHAN SOSIAL EKONOMI KOTA

INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN

KOORDINASI DENGAN PENGGUNAAN JASA

PENYIAPAN PETA DASAR SKALA 1 : 5.000

ANALISIS KEBUTUHAN PELESTARIAN UNSURUNSUR KOTA

ANALISIS KEPENDUDUKAN DAN SOSIAL BUDAYA ANALISIS PENGEMBANGAN EKONOMI KOTA

PERUMUSAN KELAMBAGAAN DAN PERAN

LAPORAN PENDAHULUAN

FGD 1

LAPORAN ANTARA DRAFT LAPORAN AKHIR LAPORAN AKHIR

FGD 2

FGD 3

Slide : 13

2. METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
B. Rencana Kerja
NO
1

TAHAPAN KEGIATAN
PERSIAPAN

TUJUAN
Menyiapkan Langkah Kerja yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan dan persiapan administrasi Pembentukan kesamaan pandangan dan kesepakatan

KEGIATAN
Perumusan pendekatan dan metodologi serta penyiapan jadwal pelaksanaan pekerjaan

SASARAN
Tercapainya langkah-langkah kerja yang efektif dan efisien

METODE
Persiapan teknis dan administrasi

BULAN 1 2 3 4 5 6 7

2

SOSIALISASI AWAL

Sosialisasi

Tercapainya pemahaman tentang proses penyusunan RDTR oleh pemerintah setempat Teridentifikasinya isu-isu pengembangan kawasan yang terkait dengan substansi RDTR Kawasan Perkotaan Tercapainya proses pengumpulan data oleh tim pelaksana pekerjaan Penjelasan hasil-hasil analisis dan perolehan masukan dari dinas terkait

Diskusi Teknis dan FGD

3

PENJARINGAN ISU-ISU PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN SURVEY/ PENGUMPULAN DATA ANALISIS/IDENTIFIKAS I POTENSI DAN PERMASALAHAN

Teridentifikasinya isu-isu pengembangan wilayah yang perlu dititikberatkan untuk difokuskan dalam survei dan analisis Teridentifikasinya kondisi awal kawasan dan kecenderungan Teridentifikasinya potensi dan permasalahan pengembangan kawasan

Diskusi awal

Diskusi teknis

4

Pengumpulan data primer dan sekunder Pelaksanaan proses analisis

Survey primer dan sekunder Analisis kuantitatif dan kualitatif

5

6

KONSEP RENCANA

Perumusan konsep rencana

Komitmen/ kesepakatan konsep rencana
Pelaksanaan perumusan rencana Pendampingan kegiatan lokakarya Pendampingan kegiatan lokakarya

tercapainya proses perumusan dan kesepakatan konsep rencana oleh tim supervisi
Tercapainya proses perumusan rencana Tercapainya kegiatan konsultasi publik oleh Pemerintah Daerah Tercapainya kegiatan lokakarya oleh Pemerintah Daerah

Diskusi Teknis dan FGD
Diskusi teknis dan Sarasehan FGD

7

PERUMUSAN RDTR

Terumuskannya RDTR Kawasan Perkotaan Bokondini sesuai dengan permasalahan yang ada Terakomodasinya aspirasi masyarakat Bokondini dalam Rencana Tata Ruang Terakomodasinya aspirasi masyarakat dalam Rencana Tata Ruang

8

KONSULTASI PUBLIK

9

LOKAKARYA RDTR

Seminar / FGD

Keterangan: Tahap 1 s/d 6 Sudah dilaksanakan, Tahap 7 dan 8 rencana penyelesaian pekerjaan berikutnya

: Sudah dilakukan

Slide: 14

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

A. Posisi RTRW/ RDTR Kabupaten Dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) B. Klasifikasi Penataan Ruang Menurut UU No. 26/2007 Tentang Penataan Ruang C. Komplementaritas Rencana Tata Ruang D. Pemahaman Peraturan Zonasi (Zoning Map) E. Skema Alur Penyusunan Dan Penetapan RDTR 1) Penyusunan RDTR 2) Penyusunan dan Pembahasan Raperda RDTR 3) Rekomendasi dan Persetujuan Substansi Gubernur 4) Penetapan Raperda
Slide: 15
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

A. Kedudukan RDTR Dalam Sistem Perencanaan Tata Ruang dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
RENCANA PEMBANGUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG

RENCANA RINCI TATA RUANG

RPJP NASIONAL

RTRW NASIONAL

RTR PULAU/ KEPULAUAN
RTR KAWASAN STRATEGIS NASIONAL

RPJM NASIONAL
RTR KAWASAN STRATEGIS PROVINSI

RPJP PROVINSI

RTRW PROVINSI

RPJM PROVINSI
RTRW KABUPATEN

RDTR KABUPATEN RTR KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN

RPJP KABUPATEN/KOTA
RDTR KOTA RTRW KOTA

RPJM KABUPATEN/KOTA

RTR KAWASAN STRATEGIS KOTA

Slide: 16

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

B. Klasifikasi Penataan Ruang Menurut UU No. 26/2007 Tentang Penataan Ruang
RENCANA UMUM TATA RUANG RENCANA RINCI TATA RUANG RTR PULAU / KEPULAUAN RTR KWS STRA. NASIONAL RTR KWS STRA. PROVINSI RTR KWS STRA KABUPATEN RDTR WIL KABUPATEN RTR KWS METROPOLITAN

WILAYAH
PERKOTAAN

RTRW NASIONAL

RTRW PROVINSI

RTRW KABUPATEN

RTRW KOTA

RTR KWS PERKOTAAN DLM WIL KABUPATEN RTR BAGIAN WIL KOTA RTR KWS STRA KOTA RDTR WIL KOTA

Slide: 17

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

C. Komplementaritas Rencana Tata Ruang

RTRW PROVINSI Skala 1 : 50.000

RTRW KOTA & KAB. ADMINISTRASI Skala 1 : 20.000 1. Struktur Ruang:
• Pusat Kegiatan Tersier • Sistem Prasarana Sekunder

RDTR (KECAMATAN & KAW. STRATEGIS) Skala 1 : 5.000 1. Struktur Ruang:
• Pusat Kegiatan Skala Kecamatan dan Kelurahan • Sistem Prasarana Tersier

URBAN DESIGN GUIDELINES (KAWASAN STRATEGIS) Skala 1 : 1.000 1. Struktur Peruntukan Lahan 2. Intensitas Pemanfaatan Lahan 3. Tata Bangunan 4. Sistem Sirkulasi & Jalur Penghubung 5. Sistem Ruang Terbuka & Tata Hijau 6. Tata Kualitas Lingkungan 7. Sistem Prasarana dan Utilitas Lingkungan

1. Struktur Ruang:
• Pusat Kegiatan Primer dan Sekunder • Sistem Prasarana Primer

2. Pola Ruang: Digit 2 3. Kawasan Strategis Provinsi 4. Ketentuan Umum Peraturan Zonasi

2. Pola Ruang: Digit 3 3. Kawasan Strategis Kota 4. Arahan Peraturan Zonasi

2. Pola Ruang: Digit 4 3. Peraturan Zonasi (Zoning Map dan Zoning Text)

Slide: 18

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

D. Pemahaman Peraturan Zonasi (Zoning Map)
4A 4A

4A
4A 4A
4A

4A

5A 5A

5A

5A

5A

4A 4A

5A 5A 5A 5A 5A 5A 5A 6A 5B 5A 5A 5A

4B 4B 4B 4A 4B

4B

5A 5A

4B 4B 4A 4B 4A 4A 4A
ZONA 3B : RUANG TERBUKA/ TAMAN KOTA ZONA 4A : PERUMAHAN TERBATAS

5B 5B 3B 5B 3B
ZONA 4B : PERUMAHAN KOTA ZONA 5A : KAWASAN KOMERSIAL ZONA 5B : KAWASAN PERKANTORAN ZONA 6A : KAWASAN KHUSUS

4B 3B

3B

Slide: 19

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

E. Skema Alur Penyusunan Dan Penetapan RDTR
PENYUSUNAN RDTR PENYUSUNAN & PEMBAHASAN RAPERDA RDTR
REKOMENDASI PERSETUJUAN SUBSTANSI OLEH GUBERNUR (Utk RAPERDA RDTR)

PENETAPAN RAPERDA RDTR

Survei Sekunder & Primer

Penyusunan RAPERDA RDTR

Pengajuan RAPERDA RDTR

Persetujuan RAPERDA RDTR Bersama DPRD

Pengolahan Data dan Analsis

Pembahasan RAPERDA RDTR di DPRD

Evaluasi Materi Muatan Teknis RAPERDA RDTR

Evaluasi Muatan RAPERDA RDTR Kab/Kot Oleh Gubernur

Penyusunan Rencana

Persetujuan RAPERDA RDTR dari DPRD

Pemberian Rekomendasi Dan Persetujuan Substansi oleh Gubernur

Evaluasi Muatan RAPERDA RDTR Oleh MENDAGRI

Slide: 20

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

E. Skema Alur Penyusunan Dan Penetapan RDTR 1) 2) 3) 4) Penyusunan RDTR Penyusunan dan Pembahasan Raperda RDTR Rekomendasi dan Persetujuan Substansi Gubernur Penetapan Raperda

Slide: 21

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 1.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan RDTR
2. Pengolahan Data & Analisis
INSTANSI
Internet DJPR-PU/Internet, BAPPEDA-P, BAPPEDA Kab/Kot DJPR-PU/Internet, BAPPEDA-P, BAPPEDA Kab/Kot

1. Survei Sekunder & Primer
NO
I 1 2
3

3. Penyusunan Rencana
SUMBER DATA LAPANGAN
-

JENIS DATA
KEBIJAKAN Kebijakan Terkait Kebijakan Penataan Ruang Terkait
Kebijakan Sektoral

NAMA DATA
[UU, PP, PERPRES, KEPRES, PERMEN, SNI, dll] [RTRWN, RTR Pulau, RTRWP, RTRW Kabupaten/Kota [RPJPN, RPJMN, RPJPD-P, RPJMD-P, (RPJPD-K), (RPJMD-K)], Renstra SKPD

-

II GAMBARAN WILAYAH 1 2 Administratif & Geografis Kondisi Fisik Dasar

Pembagian Administratif, Batas Geografis
Klimatologi Topografi Jenis Tanah Geologi Hidrologi Sumberdaya mineral Jalur Patahan/ Sesar Tutupan Lahan penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan lahan data intensitas bangunan Jumlah Penduduk; Kepadatan Penduduk; dan Struktur Penduduk (Kelamin, Usia, Mata pencaharian, dll) Kondisi Herritage; Kesenian Lokal; Adat Istiadat Lokal

SETDA & BAPPEDA
BMKG BAKOSURTANAL Badan Geologi Badan Geologi Badan Geologi Badan Geologi Badan Geologi BAKOSURTANAL BPN BPN
BPS, BAPPEDA, Kecamatan, Kelurahan/Desa BAPPEDA, Din. Sosial, Kebudayaan

Konfirmasi

Konfirmasi

3 4

Kependudukan Sosial Budaya

Konfirmasi Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat

Slide: 22

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 1.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan RDTR
2. Pengolahan Data & Analisis 3. Penyusunan Rencana
LAPANGAN Konfirmasi Din. Pertanian; Din. Peternakan; Din. Perkebunan; Din. Perikanan; Din. Kelautan; Din. Pertambangan; Din. Kehutanan Din. Industri; Din. Perdagangan; Din. Jasa; Din. Pariwisata BAPPEDA, Din. PU BAPPEDA, Din. Perhubungan, PU NAMA DATA SUMBER DATA INSTANSI BPLHD, Din. Kehutanan, Pertanian, Kelautan, Pertambangan SETDA & BAPPEDA

1. Survei Sekunder & Primer
NO JENIS DATA

5 Sumber Daya Alam
6 Perekonomian

Potensi Flora & Fauna; Hutan; Pertanian; Kelautan; serta Mineral
PDRB; Pendapatan Per Kapita; PAD; APBD

7 Kegiatan Ekonomi Ekonomi Primer Pertanian; Peternakan; Perkebunan; Perikanan; Kelautan; Pertambangan; Kehutanan Ekonomi Sekunder Industri; Ekonomi Tersier Perdagangan; Jasa; Pariwisata 8 Perumahan & Kondisi Perumahan, Sebaran Permukiman Permukiman 9 Transportasi Transportasi Darat Jalan; Jembatan; Terminal; Pengangkutan Transportasi Laut Pelabuhan; Alur Pelayaran Transportasi Udara Bandara; Alur Penerbangan

Konfirmasi Konfirmasi

Slide: 23

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 1.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan RDTR
2. Pengolahan Data & Analisis 3. Penyusunan Rencana
LAPANGAN Konfirmasi NAMA DATA Energi; Sumber Daya Air; Telekomunikasi; Persampahan; Air Bersih Regional; Air Limbah Pemerintahan; Pendidikan; Kesehatan; Peribadatan; Olahraga; Komersial; Kebudayaan Sejarah; Lokasi; Dampak; Potensi Bencana SUMBER DATA INSTANSI BAPPEDA, Din. Pertambangan, Pengairan, PU, PLN, TELKOM, PDAM BAPPEDA, Din. PU, Pendidikan, Kesehatan, PORA, Perdagangan, Kebudayaan Badan Geologi-ESDM, BAPPEDA, PU SETDA & BAPPEDA

1. Survei Sekunder & Primer
NO JENIS DATA

10 Prasarana & Utilitas 11 Fasilitas Sosial & Umum 12 Bencana Alam 13 Kelembagaan

Konfirmasi

Konfirmasi Konfirmasi

SO Eksektutif; SO Legislatif; BKPRD-P/K; Dinas yang Berwenang dalam PPR; PPNS; Partisipasi Masyarakat 14 Kawasan Strategis Potensi; Dokumentasi; Letak dan Delineasi Kawasan III PETA 1 Peta Dasar Peta Rupa Bumi Indonesia (skala 1 : 5.000) Peta Citra Satelit Peta Penetapan Status Kawasan Hutan

BAPPEDA, PU

Konfirmasi

Bakosurtanal Bakosurtanal Kem. Kehutanan

Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat -

Peta Administratif Peta Geografis

SETDA, BAPPEDA SETDA, BAPPEDA

Slide: 24

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 1.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan RDTR
2. Pengolahan Data & Analisis
INSTANSI BMKG BAKOSURTANAL Badan Geologi-ESDM Badan Geologi-ESDM Badan Geologi-ESDM Badan Geologi-ESDM Badan Geologi-ESDM Badan Geologi-ESDM BAKOSURTANAL BPN BPN BAPPEDA, Din. Perhubungan, PU BAPPEDA, Din. Pertambangan, Pengairan, PU, PLN, TELKOM, PDAM BAPPEDA, Din. PU, Pendidikan, Kesehatan, PORA, Perdagangan, Kebudayaan BAPPEDA, PU

1. Survei Sekunder & Primer
NO 2 JENIS DATA Fisik Dasar (Skala 1:5000) NAMA DATA Peta Klimatologi Peta Topografi Jenis Tanah Peta Geologi Peta Hidrologi Peta Sumberdaya mineral Peta Jalur Patahan/Sesar Peta Potensi Bencana Alam Peta Tutupan Lahan Peta Penguasaan Lahan Peta Intensitas Bangunan 3 Peta Eksisting (1:5000)

3. Penyusunan Rencana
LAPANGAN Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat -

SUMBER DATA

Peta Kondisi Eksisting Jaringan Transportasi Peta Kondisi Eksisting Prasarana & Utilitas Peta Kondisi Eksisting Fasos & Fasum

Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat

Peta Kawasan Strategis

Konfirmasi, Dokumentasi, Koordinat

Slide: 25

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 1.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan RDTR
2. Pengolahan Data & Analisis
1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4.

1. Survei Sekunder & Primer
NO A ASPEK Analisis Aspek Administratif & Geografis serta Delineasi Kawasan

3. Penyusunan Rencana

B

Analisis Aspek Fisik & Lingkungan

C

Analisis Aspek Ekonomi

D

Analisis Aspek Sosial Budaya

E

Analisis Penentuan Kawasan Prioritas

DETAIL ANALISIS YANG DILAKUKAN Letak Geografis Batas Administratif Delineasi Kawasan Analisis Fisik Dasar Analisis Kesesuaian dan Kemampuan Lahan Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Analisis Bencana Alam Analisis Intensitas Bangunan Analisis Blok Kawasan Analisis Sumber Daya Alam Analisis Perekonomian Analisis Kegiatan Ekonomi Produktif Analisis Kebutuhan Transportasi Analisis Kebutuhan Prasarana & Utilitas Analisis Kependudukan Analisis Sosial Budaya Analisis Perumahan & Permukiman Analisis Fasilitas Sosial & Umum Analisis Kelembagaan Nilai Strategis Ekonomi Nilai Strategis SDA & Teknologi Nilai Strategis Sosial Budaya Nilai Strategis Lingkungan Hidup

Slide: 26

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 1.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan RDTR
2. Pengolahan Data & Analisis 3. Penyusunan Rencana
ASPEK DETAIL MUATAN RENCANA 1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tujuan Penataan Ruang Kawasan Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Strategi Penataan Ruang Kawasan Rencana Sistem Permukiman Rencana Bagian Kawasan Perkotaan Rencana Sistem Jaringan Transportasi Rencana Sistem Jaringan Energi Rencana Sistem Prasarana Air Minum Rencana Sistem Telekomunikasi Rencana Sistem Persampahan Rencana Sistem Sanitasi

1. Survei Sekunder & Primer
NO A

Perumusan Tujuan, Kebijakan, dan Strategi

B

Penetapan Rencana Struktur Ruang

C

Penetapan Rencana Blok Peruntukan

1. Rencana Zona Lindung 2. Rencana Kawasan Budidaya 1. 2. 3. 1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. Kawasan Prioritas Aspek Lingkungan Hidup Kawasan Prioritas Aspek Ekonomi Kawasan Prioritas Aspek Sosial Budaya Indikasi Program Perwujudan Struktur Ruang Indikasi Program Perwujudan Blok Peruntukan Indikasi Program Perwujudan Kawasan Strategis Ketentuan Peraturan Blok Peruntukan Ketentuan Perizinan Ketentuan Insentif & Disinsentif Ketentuan Sanksi

D

Penetapan Kawasan Prioritas

E

Indikasi Program Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

F

Slide: 27

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 2.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan dan Pembahasan Raperda RDTR
2. Pembahasan di DPRD 3. Persetujuan DPRD

1. Penyusunan RAPERDA

1. RAPERDA RDTR disusun oleh Bupati dibantu BKPRD Kabupaten 2. RAPERDA RDTR disusun berdasarkan Materi Teknis RDTR yang telah disusun 3. RAPERDA RDTR disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Slide: 28

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 2.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan dan Pembahasan Raperda RDTR
2. Pembahasan di DPRD 3. Persetujuan DPRD

1. Penyusunan RAPERDA

1. Pembahasan RAPERDA RDTR dilakukan oleh Kelompok Kerja BKPRD dengan DPRD 2. Pembahasan RAPERDA RDTR dilakukan untuk mengevaluasi muatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Slide: 29

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 2.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penyusunan dan Pembahasan Raperda RDTR
2. Pembahasan di DPRD 3. Persetujuan DPRD

1. Penyusunan RAPERDA

1. Persetujuan RAPERDA RDTR diberikan berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian muatan RAPERDA dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku 2. Persetujuan RAPERDA RDTR diberikan oleh Ketua DPRD kepada

Gurbernur/Bupati/Walikota

Slide: 30

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 3.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Rekomendasi dan Persetujuan Substansi Gubernur
2. Evaluasi Muatan MATEK 3. Rekomendasi/ Persetujuan Substansi

1. Pengajuan RAPERDA

1. Pengajuan Surat Permohonan Mendapatkan Rekomendasi Kepada Gubernur oleh Bupati/Walikota 2. Surat Permohonan disertai RAPERDA serta dokumen materi teknis RDTR dan Album Peta 3. Terlebih dahulu pemeriksaan kelengkapan dokumen, bila tidak lengkap wajib dilengkapi oleh PEMDA bersangkutan

Slide: 31

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 3.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Rekomendasi dan Persetujuan Substansi Gubernur
2. Evaluasi Muatan MATEK 3. Rekomendasi/Persetujuan Substansi

1. Pengajuan RAPERDA

1. Evaluasi teknis RAPERDA RDTR dilakukan bersama instansi PEMPROV terkait sebagai
anggota BKPRD Provinsi dan/atau PEMKAB/KOT terkait melalui RAKOR 2. RAKOR merupakan Forum Koordinasi POKJANIS BKPRD Provinsi melalui Tim Evaluasi persetujuan substansi BKPRD yang ditetapkan dengan SK Gubernur 3. Bila terdapat ketidaksesuaian, PEMKAB/KOT wajib menyempurnakan RAPERDA 4. Untuk permasalahan khusus, dapat dilakukan pembahasan dengan instansi PEMPROV tertentu dan/atau PEMKAB/KOT lain yang berbatasan

5. Pernyataan kesesuaian dapat disertai catatan untuk diperhatikan dan/atau ditindaklanjuti
PEMKAB/KOT yang dituangkan dalam Berita Acara Hasil RAKOR Pembahasan RAPERDA RDTR Kabupaten/Kota pada Forum Koordinasi POKJANIS BKPRD Provinsi.

Slide: 32

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 3.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Rekomendasi dan Persetujuan Substansi Gubernur
2. Evaluasi Muatan MATEK

1. Pengajuan RAPERDA

3. Rekomendasi/Persetujuan Substansi

1. Diberikan berdasarkan hasil evaluasi materi muatan teknis RAPERDA 2. Dokumen hasil evaluasi terdiri dari: a) Tabel Hasil Pemeriksaan Pencantuman Materi Muatan Teknis RAPERDA; serta b) Berita Acara RAKOR POKJANIS BKPRD Provinsi dalam Pembahasan RAPERDA Kabupaten/Kota 3. Surat Rekomendasi diberikan oleh Gubernur, dilampiri dokumen hasil evaluasi kepada Bupati/Walikota dengan tembusan kepada Ketua BKPRD Provinsi

Slide: 33

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 4.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penetapan Raperda
2. Evaluasi Muatan oleh Gubernur 3. Evaluasi Muatan oleh MENDAGRI

1. Persetujuan Bersama DPRD

1. Setelah

mendapat

persetujuan

substansi

RAPERDA

RDTR

disampaikan

Gubernur/Bupati/Walikota kepada DPRD

2. RAPERDA RDTR disetujui bersama antara DPRD dengan Gubernur/Bupati/Walikota

Slide: 34

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 4.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penetapan Raperda
2. Evaluasi Muatan oleh Gubernur 3. Evaluasi Muatan oleh MENDAGRI

1. Persetujuan Bersama DPRD

1. Setelah disetujui bersama DPRD, RAPERDA RDTR disampaikan oleh Bupati/Walikota kepada Gubernur

2. RAPERDA RDTR dievaluasi oleh Gubernur sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

Slide: 35

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

3 .

P E M E. 4.

A

H A M A N

U M

U M

R D T R

Penetapan Raperda
2. Evaluasi Muatan oleh Gubernur 3. Evaluasi Muatan oleh MENDAGRI

1. Persetujuan Bersama DPRD

Setelah dievaluasi Gubernur, RAPERDA RDTR Kabupetan/Kota disampaikan

oleh Bupati/Walikota kepada MENDAGRI untuk dievaluasi sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan

Slide: 36

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

4. ARAHAN KEBIJAKAN PENATAAN RUANG
A. Arahan RTR Provinsi Papua B. Arahan RTRW Kabupaten Tolikara

Slide: 37

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

4. ARAHAN KEBIJAKAN PENATAAN RUANG
A. Arahan RTR Provinsi Papua
STRUKTUR RUANG PROVINSI PAPUA

Arahan RTR Provinsi Papua: 1. Sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) 2. Terhubung jaringan antar moda trasnportasi darat. 3. Rencana Bandara sebagai Bandara Bukan Pusat Penyebaran

Slide: 38

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

4. ARAHAN KEBIJAKAN PENATAAN RUANG
A. Arahan RTR Provinsi Papua
POLA RUANG PROVINSI PAPUA

Arahan RTR Provinsi Papua: 1. KSA/KPA (Perlindungan Alam-Memberamo Foja) 2. Hutan Lindung 3. Permukiman 4. Hutan Produksi Konversi 5. Pelabuhan Udara

Slide: 39

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

4. ARAHAN KEBIJAKAN PENATAAN RUANG
D. Arahan RTRW Kabupaten Tolikara
STUKTUR RUANG KABUPATEN TOLIKARA

Arahan RTRW Kab Tolikara: • Bokondini & Kamboneri sebagai PKLp, Bewani sebagai PPL dan Bokoneri sebagai PPK. • Rencana jaringan jalan (K3) yang menghubungkan Karubaga- Wunin Bokondini. • Rencana jaringan jalan yang menghubungkan Bokondini – Kanairo; dan • Terminal Tipe C Bokondini di Distrik Bokondini; • Bandar udara pengumpan di Distrik Bokondini, • Pengembangan BTS, IPAL, IPLT, PLTMH

Slide: 40

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

4. ARAHAN KEBIJAKAN PENATAAN RUANG
D. Arahan RTRW Kabupaten Tolikara
POLA RUANG KABUPATEN TOLIKARA

Arahan RTRW Kab. Tolikara: 1. Terdapat Kawasan Hutan Lindung, berupa Hutan Lindung (HL) dan Konservasi Suaka Margasatwa Memberamo Foja 2. Terdapat Kawasan Budidaya berupa, Kawasan Industri, Permukiman, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi Konversi, Holtikultura, Pertanian Tanaman Pangan, dan Perkebunan

Slide: 41

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
A. Wilayah Kabupaten B. Kawasan Perkotaan

Slide: 42

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
A. Wilayah Kabupaten
1. Kabupaten Tolikara merupakan satu dari 29 kabupaten yang termasuk dalam wilayah administratif Provinsi Papua. Kabupaten Tolikara hasil permekaran dari Kabupaten Jayawijaya tahun 2002. Kabupaten Tolikara berada pada posisi 139°00 139°15° BT dan 3°00 - 4°00 LS, dengan luas sekitar 5.234 Km2. Secara Administratif berbatasan dengan:   Kabupaten Tolikara Fawi

2.

3.

Barat : Distrik Ilu dan Kabupaten Puncak Jaya.

Distrik

Selatan : Distrik Gamelia, Distrik Tiom, dan Distrik Dipo, Kab. Lani Jaya.

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka 2011


 4.

Timur : Distrik Kelila, DIstrik Kobakma, Kabupaten Membramo Tengah.
Utara : Distrik Dabra, Mamberamo Raya

Pemerintahan di Kabupaten Tolikara, sampai tahun 2010 terdiri atas 35 kecamatan, 510 desa dan 4 kelurahan, dengan beribukota di Kecamatan Karubaga.
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

Slide: 43

5. GAMBARAN UMUM
A. Wilayah Kabupaten
PETA KEMIRINGAN LERENG KABUPATEN TOLIKARA

• • • •

Topografi yang bervariasi antara 1.400 - 3.300 meter dpl Sebagian besar adalah pengunungan (dataran tinggi) yang dilalui beberapa aliran sungai dan anak sungai yang berasal dari bukit dan gunung. Didominasi kemiringan lahan > 40 %, di daerah bagian tengah wilayah Kabupaten ke arah barat dan timur Bagian Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Mambramo Tengah dan sebelah selatan yang berbatasan dengan kabupaten Jayawijaya, kemiringan lahannya bervariasi antara 0 % sampai dengan diatas 40 %
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

Slide: 44

5. GAMBARAN UMUM
A. Wilayah Kabupaten
PETA CURAH HUJAN KABUPATEN TOLIKARA

• • • •

Iklim Tropis basah, Pengaruh letak yang berada pada daerah tinggian (dataran tinggi), rata-rata temperatur udara bervariasi antara 12o - 20o C Tingkat kelembaban > 86%, Angin bertiup sepanjang tahun adalah angin barat daya Kecepatan Angin rata-rata 16 knot dan terendah 2.9 knot.
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

Slide: 45

5. GAMBARAN UMUM
A. Wilayah Kabupaten
PETA JENIS TANAH KABUPATEN TOLIKARA

Slide: 46

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
A. Wilayah Kabupaten
PETA GEOLOGI KABUPATEN TOLIKARA

Kabupaten Tolikara termasuk kedalam batuan formasi pembawa logam yang terbentuk dari Formasi kelompok batu Gamping Nungni yang banyak mengandung bahan tambang Au (Emas), Cu (Tembaga), dan Ag (Perak), Formasi Warupi yang banyak mengandung bahan Cu (Tembaga) dan formasi batuan Ultramatik Slide: 47
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
PETA ADMINISTRASI KAWASAN PERKOTAAN BOKONDINI

BEWANI

BOKONDINI BOKONERI KAMBONERI
NO 1 2 3 4
Tabel Pembagian BWP dan Luasan Kawasan Perkotaan Bokondini

DISTRIK Bokondini Bewani Bokoneri Kamboneri JUMLAH

BWP I II III IV

LUAS ( Km2) 21,92 42,18 15,60 20,95 100,65

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 48

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
No 1 2 Distrik Bokondini Bokoneri Bewani Kaboneri Jml Pddk 3,719 3,831 3,864 1,280 1 3 3 3 1 2 2 0 0 0 3 1 0 0 0

PETA PENETAPAN BWP KAWASAN PERKOTAAN BOKONDINI Kelengkapan Fungsi Fasilitas Distrik Kawasan Perkotaan
Kelengkapan Fungsi (Fasilitas) 4 1 0 0 1 5 0 0 1 3 6 1 0 0 0 7 1 0 0 0 8 1 0 0 0 9 1 0 0 0 10 1 0 6 6 11 1 1 1 1 12 1 0 0 0 Jumlah 14 4 11 12

BWP II BWP I BWP III BWP IV

3 4

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Perhitungan Indeks Sentralitas
No 1 2 3 Distrik Bokondini Bokoneri Bewani Jml Pddk 3,719 3,831 3,864 Kelengkapan Fungsi (Fasilitas) 1 1 1 1 2 1 0 0 3 1 0 0 4 1 0 0 5 0 0 1 6 1 0 0 7 1 0 0 8 1 0 0 9 1 0 0 10 1 0 1 11 1 1 1 12 1 0 0 Jumlah Indeks Sentralitas 11 2 4

4

Kaboneri

1,280

1

0

0

1

1

0

0

0

0

1

1

0

5

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Keterangan :

1=SD, 2=SLTP, 3=SMU, 4=Puskesmas, 5=Pustu, 6=Puskesmas Keliling,

7=Pasar Lingkungan, 8=Pertokoan, 9=Hotel, 10=Gereja Kampung, 11=Gereja Distrik, 12=Lainnya

Slide: 49

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
KAWASAN PERKOTAAN
DISTRIK BOKONDINI

ARAHAN KEBIJAKAN RTRW KABUPATEN TOLIKARA
HIRARKI FUNGSIONAL PKLp

FUNGSI UTAMA
1. PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PENGEMBANGAN PERTANIAN 3. PUSAT PERKANTORAN 4. PUSAT PERMUKIMAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 1.

POLA RUANG
PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN INDUSTRI PARIWISATA PETERNAKAN (SAPI) PERKEBUNAN PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI HUTAN PRODUKSI PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN PARIWISATA PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI HUTAN PRODUKSI PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN PERKEBUNAN PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI HUTAN PRODUKSI

BWP II BWP I BWP III BWP IV
SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK BEWANI

PPL

1. PUSAT PERMUKIMAN 2. PUSAT KOMERSIAL SKALA KAMPUNG

2. 3. 4. 5. 6. 7.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK BOKONERI

PPK

1.

PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PERMUKIMAN 3. PUSAT KOMERSIAL SKALA KAMPUNG

SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK KAMBONERI

PKLp

1.

PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PENGEMBANGAN PERTANIAN 3. PUSAT PERKANTORAN 4. PUSAT PERMUKIMAN

Slide: 50

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
PETA KEMIRINGAN LERENG

Slide: 51

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan PETA KETINGGIAN

Slide: 52

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan

PETA JENIS TANAH

Slide: 53

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
PETA CURAH HUJAN

Slide: 54

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan

PETA GEOLOGI

Kawasan Pengembangan Bokondini secara geologi terdiri dari Endapan Aluvial, Endapan Longsor dan Endapan Terbiku (Terrace Deposit) yang berumur Kuarter. Endapan tersebut menindih secara tidak selaras Metamorfic Derewo (Batuan Malihan/Metamorfosa Derewo) yang berumur Eosen – Oligosen. Kota Bokondini saat ini, umumnya dibangun di atas Endapan Terbiku atau Terrace Deposit karena relatif datar dengan ruang yang cukup lebar (mencapai 50 m) dan memanjang barat – timur sepanjang lebih dari 2 km.

Slide: 55

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
PETA HIDROGEOLOGI

Slide: 56

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan

PETA DAS

Slide: 57

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
PETA TUTUPAN LAHAN

Lahan Terbuka

Slide: 58

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
PETA STATUS HUTAN SK MENHUT NO.458/ 2012

LUAS (Km2) BWP I BOKONDINI 4,49 4,81 11,65 BWP I Total 20,95 BWP II BEWANI (Sebagian Wilayah) APL 0,01 HL 3,60 HPK 18,30 BWP II Total 21,92 BWP III BOKONERI (Sebagian Wilayah) APL 2,36 HL 12,52 HPK 27,30 BWP III Total 42,18 BWP IV KABONERI (Sebagian Wilayah) HPK 15,60 BWP IV Total 15,60 TOTAL KAWASAN PERKOTAAN BOKONDINI 100,65

BWP

DISTRIK

KAWASAN HUTAN APL HL HPK

Sumber: SK Menhut No.458/2012

Slide: 59

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
PETA RAWAN BENCANA

Slide: 60

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan

KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk di Kabupaten Tolikara sebesar 114.427 jiwa pada tahun 2010, sedangkan pada kawasan perkotaan Bokondini adalah sebesar 12.694 jiwa menurut jumlah penduduk pada Distrik Bokondini , Distrik Bewani, Distrik Bokoneri dan Distrik Kaboneri Jumlah Penduduk Tertinggi pada Kawasan Perkotaan Bokondini adalah di Distrik Bewani sebesar 3.864 Jiwa dan terendah di Distrik Kaboneri dengan 1.280 Jiwa.
Jumlah Penduduk Kawasan Perkotaan Bokondini Tahun 2011
No Distrik 1 Bokondini 2 Bokoneri 3 Bewani 4 Kaboneri Jumlah Jumlah Penduduk Lk Pr 1.979 1.740 Luas Rasio Luas Kepadatan Jumlah Sex Rasio BWP thd Total Pddk/Km2 (Km2) (%) 3.719 113,74 20,95 20,81 178
Kaboneri

Bewani
Bokoneri Bokondini -1,000 0 1,000 2,000 3,000

2.034
2.059 679 6.751

1.797
1.805 601 5.943

3.831
3.864 1.280 12.694

113,19
114,07 112,98 113,60

42,18
21,92 15,60 100,65

41,91
21,78 15,50 100,00

91
176 82 126 -2,000

Sumber : Potensi Desa (Podes) Tahun 2011, BPS Kabupaten Tolikara, 2011

Perempuan

Laki-laki

Slide: 61

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
• Jumlah sarana pendidikan di Kabupaten Tolikara tahun 2010 mencapai 88 unit, yang terdiri dari 66 Sekolah Dasar (SD), 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 4 Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada kawasan perkotaan Bokondini tiap Distrik/BWP sudah mengenyam pendidikan dasar (SD) dan pendidikan menengah (SMP), sedangkan untuk SMU masih hanya 1 di Distrik Bokondini
Jumlah Sebaran Sarana Pendidikan di Kawasan Perkotaan Bokondini Tahun 2011 No 1 2 3 4 Distrik Bokondini Bokoneri Bewani Kamboneri Jumlah SD 2 3 3 3 11 SMP 1 1 1 1 4 SMU 1 0 0 0 1

SARANA PENDIDIKAN

Sumber : Potensi Desa (Podes) Tahun 2011, BPS Kabupaten Tolikara

Slide: 62

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
• Pelayanan Kesehatan, Tolikara mengandalkan PUSKESMAS dan Balai Pengobatan Pemerintah, sedangkan pelayanan rumah sakit belum berfungsi sebagaimana mestinya. Pada kawasan Perkotaan Bokondini hanya terdapat 1 Puskesmas, 3 Puskesmas Pembantu dan 4 Balai Pengobatan Pemerintah. Guna melayani beberapa daerah yang masih belum terjangkau tersedia juga Puskesmas Keliling roda dua 1 unit. Disamping itu, kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan juga dipengaruhi oleh banyaknya tenaga kesehatan yang tersedia. Di Tolikara, jumlah dokter yang tersedia hanya orang yang terdiri dari 1 dokter spesialis, 16 dokter umum, dan 2 dokter gigi. Untuk penolong kelahiran, di Tolikara juga terdapat 56 bidan.
Jumlah Sebaran Sarana Pendidikan di Kawasan Perkotaan Bokondini Tahun 2011
NO DISTRIK PUSKESMAS PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU) BALAI PUSKESMAS PENGOBATAN KELILING 1 1 1 1 4 1 0 0 0 1

SARANA KESEHATAN

Bokondini 1 0 Bokoneri 0 1 Bewani 0 1 Kamboneri 0 1 Jumlah 1 3 Sumber : Potensi Desa (Podes) Tahun 2011, BPS Kabupaten Tolikara

1 2 3 4

Slide: 63

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
TANAMAN PANGAN
Tabel Luas Panen, Produksi dan Produkivitas Tanaman Pangan di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara Tahun 2010 Distrik : Bokondini, Bewani, Bokoneri dan Kamboneri Komoditas Luas Panen (Ha) 2 78,69 168,56 27,81 63,70 62,01 29,28 432,05 3.182,11 Produksi (Ton) 2 493,82 1.632,27 57,58 325,22 107,20 58,52 2.676,61 15.989,70 Produktivitas (Ton/Ha) 1 6,28 9,68 2,07 5,11 1,73 1,99 6,20 5,02

Padi ladang Ubi kayu Ubi jalar Jagung Keladi Kacang Tanah Kedelai Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 64

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
TANAMAN HORTIKULTURA Tabel Luas Panen, Produksi dan Produkivitas Tanaman Buah-buahan di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara Tahun 2010

Komoditas Jeruk manis Nenas Pisang Nangka Jambu biji Alpokat Mangga Pepaya Markisa Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara

Distrik : Bokondini, Bewani, Bokoneri dan Kamboneri Luas Panen Produksi Produktivitas (Ha) (Ton) (Ton/Ha) 5,30 22,16 4,18 12,53 56,79 4,53 15,38 77,96 5,07 11,82 33,91 2,87 3,72 5,55 1,49 7,73 10,91 1,41 6,80 7,60 1,12 4,38 7,30 1,67 12,39 25,30 2,04 80,05 247,48 3,09 368,15 1.015,29 2,76

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 65

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan
TANAMAN HORTIKULTURA

Luas Panen, Produksi dan Produkivitas Tanaman Sayuran di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara Tahun 2010 Distrik : Bokondini, Bewani, Bokoneri dan Komoditas Kamboneri
Luas Panen (Ha) 3,97 3,97 4,37 4,36 6,57 7,44 11,17 7,44 14,88 9,92 6,82 6,19 93,29 6,19 440,68 Produksi (Ton) 7,86 10,51 13,21 14,25 21,51 2,34 42,45 20,18 41,79 17,65 7,70 14,33 225,82 12,04 1.456,47 Produktivitas (Ton/Ha) 1,98 2,65 3,02 3,27 3,28 0,31 3,80 2,71 2,81 1,78 1,13 2,32 2,42 1,95 3,30

Bayam Cabe Buncis Wortel Daun Bawang Bawang merah Timun Kentang Kubis Terong Bawang putih Sawi Perkotaan Bokondini Tomat Kabupaten Tolikara
Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 66

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan TANAMAN

HORTIKULTURA

TANAMAN PERKEBUNAN

Luas Panen, Produksi dan Produkivitas Kopi di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara Tahun 2010

Distrik Bokondini Bewani Bokoneri Kamboneri
Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara

Luas Panen (Ha) 8,17 1,23 1,06
10,46 26,48

Kopi Produksi Produktivitas (Ton) (Ton/Ha) 8,07 0,98 1,73 1,41 0,17 0,16
9,97 14,50 0,95 3,30

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 67

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan TANAMAN

HORTIKULTURA PETERNAKAN

PETERNAKAN

Populasi dan Produksi Daging Ternak di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara Tahun 2010

Populasi (ekor)
Distrik Bokondini Bewani Bokoneri Kamboneri Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara Sapi 57 0 19 0 76 373 Kambing 25 0 17 0 42 211 Babi 2.779 1.998 2.043 1.499 8.319 52.782

Daging (kg)
Sapi 292 260 184 736 2.760 Kambing 75 33 0 105 658 Babi 4.373 4.049 3.725 4.049 16.196 137.332

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 68

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan TANAMAN
Populasi dan Produksi Daging Ternak di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara Tahun 2010 Populasi (ekor) Ayam Itik Kelinci 822 19 764 1.024 11 73 770 18 94 109 0 838 2.725 48 1.769 44.871 139 8.226 Daging (kg) Ayam Itik Kelinci 52 5 67 40 3 39 52 4 37 19 8 59 163 20 202 1.382 56 407

HORTIKULTURA PETERNAKAN PETERNAKAN

PETERNAKAN

Distrik Bokondini Bewani Bokoneri Kamboneri Kota Bokondini Kabupaten Tolikara

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 69

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan TANAMAN
Jenis dan Produksi Ikan Di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabuapten Tolikara Tahun 2010 Produksi Jenis Ikan (kg) Distrik Mas Mujair Nila Lele Udang

HORTIKULTURA PETERNAKAN PERIKANAN

PERIKANAN

Bokondini Bewani
Bokoneri Kamboneri Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara

22 5
11 8 46 420

15 5
6 5 31 200

8 8 121

80

10

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 70

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

5. GAMBARAN UMUM
B. Kawasan Perkotaan TANAMAN
Luas Kolam Budidaya Ikan Tawar, Banyak Kelompok Tani dan Anggotanya di Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara Tahun 2010 Kegiatan Perikanan Darat Distrik Luas Lahan Kolam Kelompok Tani (Ha) 40,65 55 40,65 90,85 55 155 Anggota

HORTIKULTURA PETERNAKAN PERIKANAN

PERIKANAN DARAT

Bokondini
Bewani Bokoneri Kamboneri Perkotaan Bokondini Tolikara

932
-932 2.978

Sumber : Kabupaten Tolikara Dalam Angka Tahun 2011

Slide: 71

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6. ANALISIS
A. B. C. D. E. F. G. H. I. Analisis Wilayah Regional Analisis Sumber Daya Alam dan Fisik Analisis Sosial Budaya Analisis Kependudukan Analisis Daya Tampung Maksimal Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana Analisis Ekonomi Analisis Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP)
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

Slide: 72

6

.

A

N

A

L

I
PKLp

S

I

S
POLA RUANG
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN INDUSTRI PARIWISATA PETERNAKAN (SAPI) PERKEBUNAN PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI PERMUKIMAN PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI HUTAN PRODUKSI PERMUKIMAN PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN PARIWISATA PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI HUTAN PRODUKSI PERMUKIMAN PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN PERKEBUNAN PERTANIAN HOLTIKULTURA TANAMAN PANGAN RAWAN BENCANA LONGSOR PERLINDUNGAN SETEMPAT LINDUNG GEOLOGI HUTAN PRODUKSI PERMUKIMAN

A. Analisis Wilayah Regional
HIRARKI FUNGSIONAL FUNGSI UTAMA
1. PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PENGEMBANGAN PERTANIAN 3. PUSAT PERKANTORAN 4. PUSAT PERMUKIMAN

BWP II
BOKONDINI BOKONERI

BEWANI

BWP I BWP IV
PPL 1. PUSAT PERMUKIMAN 2. PUSAT KOMERSIAL SKALA KAMPUNG

BWP III
KAMBONERI

PPK

Wari Egiam Panaga Kawasan Perkotaan Bokondini Memberamo Tengah

1. PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PERMUKIMAN 3. PUSAT KOMERSIAL SKALA KAMPUNG

Wunin
Kaiga Anawi

PKLp

1. PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PENGEMBANGAN PERTANIAN 3. PUSAT PERKANTORAN 4. PUSAT PERMUKIMAN

Tagineri, Danime, Yuneri, Yuko

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 73

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Analisis Sumber Daya Air (Potensi Air Tanah)

B. Analisis Sumber Daya Alam dan Fisik

Kawasan Pengembangan Bokondini secara geologi terdiri dari Endapan Aluvial, Endapan Longsor dan Endapan Terbiku (Terrace Deposit) yang berumur Kuarter. Endapan tersebut menindih secara tidak selaras Metamorfic Derewo (Batuan Malihan/Metamorfosa Derewo) yang berumur Eosen – Oligosen. Kota Bokondini saat ini, umumnya dibangun di atas Endapan Terbiku atau Terrace Deposit karena relatif datar dengan ruang yang cukup lebar (mencapai 50 m) dan memanjang barat – timur sepanjang lebih dari 2 km. a. Batuan Malihan Formasi Darewo yang berumur Eosen-Oligosen pada kala Tersier, terdiri dari batusabak, filit, sekis kuarsa mika, dan sekis klorit. Batuan malihan tersebut karena umumnya berofoliasi dan terkekarkan kuat, terdapat dengan lereng yang terjal dan curah hujan di daerah Tolikara yang relatif tinggi serta terletak pula pada daerah dengan kegempaan yang sedikit tinggi (percepatan permukaan pada batuan dasar mencapai 0,35g) maka batuan tersebut sangat berpotensi longsor seperti yang dijumpai pada tebing di sebelah barat-laut kota Bokondini. Namun demikian daya dukung masa tanah/ masa batuan di daerah ini sangat lebih dari cukup untuk dibebani oleh bangunan berlantai dua atau lebih tapi cukup sulit untuk digali Endapan Terbiku adalah endapan teras sungai purba yang terdiri dari konglomerat, breksi dan pasir, yang berumur Kuarter, terdiri dari konglomerat, breksi dan pasir dengan ketebalan total dapat mencapai 50 m. Endapan ini terdapat dengan lereng yang landai dan bahkan digunakan untuk penempatan landasan pacu bandara Bokondini yang ada sekarang termasuk kota Bokondini. Endapan longsor, merupakan endapan hasil pelongsoran tanah atau batu dari batuan malihan pada lereng-lereng yang terjal yang terdiri dari lempung, pasir, kerakal dan bongkah dan penyebarannya hanya setempat. Endapan ini diperkirakan mempunyai permeabilitas yang sedang antara 10-7 – 10-6 meter/detik yang artinya pada lapisan ini terdapat air tanah tidak tertekan dengan potensi sedang namun pada daerah dan ketebalan lapisan yang terbatas. Endapan aluvial sungai yang berumur Kuarter merupakan endapan sungai yang terdapat di sepanjang aliran sungai yang terdapat di daerah ini. Endapan ini terdiri dari bongkah, kerakal, kerikil, pasir, lanau dan lumpur. Ketebalannya bervariasi hingga mungkin sekitar tiga meter. Endapan ini seumur dengan Endapan Longsor dan juga terdapat secara tidak selaras di atas Batuan Malihan Derewo dan/atau Endapan Terbiku. Endapan ini tidak baik digunakan untuk bahan beton karena relatif lunak dan berbutir pipih karena umumnya berasal dari bahan rombakan Batuan Malihan Derewo. Bongkah dan kerakal yang juga berasal dari batuan malihan tersebut, juga tidak baik untuk bahan beton karena kuat tekannya hanya sekitar 250 kg/ cm2 saja.
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

b.

c.

d.

Slide: 74

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Analisis Sumber Daya Air (Mata Air)

B. Analisis Sumber Daya Alam dan Fisik

Endapan longsor, andapan terbiku dan tanah pelapukan dari batuan malihan Darewo berpotensi menyimpan air tanah tidak tertekan. Bila air tanah tidak tertekan tersebut di potong oleh topografi yang relatif lebih terjal maka di dasar lereng tersebut dapat ditemukan mata air namun biasanya mata air yang terjadi pada kondisi tersebut hanya berdebit kecil dan besarannya dipengaruhi oleh musim. Pada musim kemarau debit mengecil sementara pada musim hujan maka debit mata airnya akan membesar.

Analisis Sumber Daya Tanah

Kawasan Perkotaan Bokondini yang tergolong dalam type iklim tropika humida, maka jenis-jenis tanah di daerah ini tergolong kedalam tanah yang bereaksi asam. Jenis-jenis tanah di Kabupaten Tolikara khususnya di wilayah Bokondini terdiri dari 1) Dystrudepts, Hapludults, 2) Haplustolis, Haplustepta dan 3) Udorthents, Hapludolls.

Slide: 75

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.
No
1

A

N
BWP
I/Prioritas

A

L
Distrik

I

S

I

S
Elemen Kota
Luas Kawasan Potensi Landmark Skala

C. Analisis Sosial Budaya
Fungsi Distrik
Pemerintahan skala distrik, Jasa Perdagangan, Wisata, Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pendidikan, Pusat Perdagangan Komoditas Unggulan, Pusat Perkantoran dan Permukiman Bokondini

2197.09

Sebagian Wilayah Pemerintah skala distrik, Pusat Bewani Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Perkantoran dan Permukiman 3 III Sebagian Wilayah Pemerintah skala distrik, Pusat Bokoneri Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Perkantoran dan Permukiman 4 IV Sebagian Wilayah Pemerintah skala distrik, Pusat Kamboneri Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Perkantoran dan Permukiman Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

2

II

Gereja Distrik, Kota Gerbang Selamat Datang di Jalan Masuk ke Distrik (Kamboneri), Gerbang Selamat Datang di Bandar Udara, Tugu Injil, Bandar Udara Gereja, Kantor Distrik Kawasan dan Lingkungan

2140.08

Gereja, Kantor Distrik 4216.86

Kawasan dan Lingkungan

Gereja, Kantor Distrik 1512.63

Kawasan dan Lingkungan

Slide: 76

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.
No 1

A

N
BWP

A

L
Distrik Bokondini

I

S

I

S
Skema Analisis Distrik/Blok
Luas Lahan (ha) 4,78 1,32 Elemen penunjang Kantor distrik Warung, took Pertanian, perkebunan Rumah Kawasan industri Kantor distrik Pertanian, perkebunan Rumah Kantor distrik Pertanian, perkebunan Rumah Kantor distrik Pertanian, perkebunan Rumah

C. Analisis Sosial Budaya
Fungsi Distrik I/Prioritas Pemerintahan Jasa Perdagangan Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry Pusat Permukiman Pusat Industri Agro Wilayah Pemerintah Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Permukiman Pusat Wilayah Pemerintah Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Permukiman Wilayah Pemerintah Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Permukiman
Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

1278,13
210,83 32 1 1529.2 194.3 1 1529.2 492.5 1 2518.6 77.3

II 2

Sebagian Bewani

III 3

Sebagian Bokoneri

IV 4

Sebagian Kamboneri

Slide: 77

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.
No
1

A

N
BWP

A
Bokondini

L
Distrik

I

S

I

S
Skema Analisis Node
Luas Kawasan

C. Analisis Sosial Budaya
Fungsi Distrik
Pemerintahan skala distrik, Jasa Perdagangan, Wisata, Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pendidikan, Pusat Perdagangan Komoditas Unggulan, Pusat Perkantoran dan Permukiman, Pusat Industri agroforestry I/Prioritas

Potensi Node
Simpul jalan kolektor sekunder (K4) dan kolektor primer (K3) Simpul jalan kolektor dengan lokal Simpul jalan lokal dengan lingkungan Simpul jalan kolektor sekunder dengan jalan lokal Simpul jalan lokal dan lingkungan Simpul jalan kolektor sekunder dengan jalan lokal Simpul jalan lokal dan lingkungan Simpul jalan kolektor sekunder dengan jalan lokal Simpul jalan lokal dan lingkungan Kota

Skala

 2197.09 

2

II

Sebagian Bewani

Wilayah Pemerintah skala distrik, Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Perkantoran dan Permukiman

 2140.08

Kawasan Lingkungan

dan

3

III

Sebagian Bokoneri

Wilayah Pemerintah skala distrik, Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Perkantoran dan Permukiman

 4216.86

Kawasan Lingkungan

dan

4

IV

Sebagian Wilayah Pemerintah skala distrik, Pusat Kamboneri Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry, Pusat Perkantoran dan Permukiman

 1512.63

Kawasan Lingkungan

dan

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 78

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Skema Analisis Edges
Issue Blok Revitalisasi kembali Penataan
Ekstensifikasi dan intensifikasi

C. Analisis Sosial Budaya
No BWP 1 I/Prioritas Distrik Bokondini Fungsi Distrik Pemerintahan Jasa Perdagangan Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/ agroforestry
Pusat Permukiman

2

II

3

III

4

IV

Pengembangan dan peningkatan rumah sehat dan jalan lingkungan Pusat Industri Agro Pengembangan lahan Sebagian Wilayah Bewani Pemerintah Revitalisasi kembali Kayu, ilalang, pohon buah Pusat Pengembangan pertanian berbasis Sayuran kol, tomat, bawang, hutan/ agroforestry Ekstensifikasi dan intensifikasi umbi, wortel, buah nenas, buah merah, pisang, cabe Pusat Permukiman Pengembangan dan peningkatan Batuan dan tenaga lokal rumah sehat dan jalan lingkungan Sebagian Wilayah Pemerintah Kayu, ilalang, pohon buah Revitalisasi kembali Bokoneri Pusat Pengembangan pertanian berbasis Sayuran kol, tomat, bawang, hutan/ agroforestry Ekstensifikasi dan intensifikasi umbi, wortel, buah nenas, buah merah, pisang, cabe Pusat Permukiman Pengembangan dan peningkatan Batuan dan tenaga lokal rumah sehat dan jalan lingkungan Sebagian Wilayah Pemerintah Kayu, ilalang, pohon buah Revitalisasi kembali Kamboneri Pusat Pengembangan pertanian berbasis Sayuran kol, tomat, bawang, hutan/ agroforestry Ekstensifikasi dan intensifikasi umbi, wortel, buah nenas, buah merah, pisang, cabe Pusat Permukiman Pengembangan dan peningkatan Batuan dan tenaga lokal rumah sehat dan jalan lingkungan

Komponen Lokal Kayu, ilalang, pohon buah Pagar, vegetasi Sayuran kol, tomat, bawang, umbi, wortel, buah nenas, buah merah, pisang, cabe Batuan dan tenaga lokal

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 79

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6
No

.

A
BWP

N

A

L

I

S

I

S
Skema Analisis Path
Elemen penghubung Transportasi udara, jalan kolektor primer (K3), dan jalan kolektor sekunder (K4) dan lokal jalan kolektor sekunder (K4) Transportasi udara, jalan kolektor primer (K3), dan jalan kolektor sekunder (K4) dan lokal Transportasi udara, jalan kolektor primer (K3), dan jalan kolektor sekunder (K4) dan lokal Transportasi udara, jalan kolektor primer (K3), dan jalan kolektor sekunder (K4) dan lokal

C. Analisis Sosial Budaya
Distrik Fungsi Distrik 1 I/Prioritas Bokondini Pemerintahan, Jasa Perdagangan, Pusat Permukiman, Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/Agroforestry Pusat Industri Agro 2 II Sebagian Pemerintah, Pusat Pengembangan Wilayah pertanian berbasis hutan/agroforestry, Bewani Pusat Permukiman. 3 III Sebagian Wilayah Bokoneri Sebagian Wilayah Kamboneri Pemerintah, Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/agroforestry, Pusat Permukiman Pemerintah, Pusat Pengembangan pertanian berbasis hutan/agroforestry, Pusat Permukiman

4

IV

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 80

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Analisis Proyeksi Pertumbuhan dan Perkembangan Penduduk 1. Pertumbuhan alami, dengan asumsi masih dalam tahap persiapan pembangunan, yaitu sekitar 4,28%. Asumsi ini digunakan untuk proyeksi tahun 2013-2023. Pertumbuhan meningkat pesat, dengan asumsi telah terjadi pembangunan yang meningkat pesat, menggunakan pertumbuhan penduduk Provinsi Papua yaitu 5,5%. Asumsi ini digunakan untuk proyeksi tahun 2024 – 2033. Hingga Tahun 2033 jumlah penduduk Kawasan Perkotaan Bokondini diproyeksikan akan berjumlah 35.854 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk diproyeksikan akan mencapai 356 jiwa/ Km2. Distrik dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Distrik Bewani dengan jumlah penduduk diproyeksi akan mencapai 10.914, sedangkan Distrik terpadat adalah Distrik Bokondini dengan tingkat kepadatan 501 jiwa/ Km2.

D. Analisis Kependudukan
Proyeksi dan Distribusi Penduduk Kawasan Perkotaan Bokondini Hingga 2033
Proyeksi Jumlah Penduduk No Distrik Luas (Km2) 21,92 42,18 15,60 20,95 2013 4,044 4,202 4,166 2018 4,987 5,181 5,137 2023 6,149 6,389 6,335 2,117 20,990 2028 8,037 8,350 8,279 2,766 27,433 2033 10,504 10,914 10,821 3,615 35,854 Kpdtn Pddk/Km2 501 498 257 232 356

2.

1 2 3 4

Bokondini Bewani Bokoneri Kamboneri

1,392 1,716 100,65 Jumlah 13,804 17,022 Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

3.

Diagram Kepadatan Penduduk Pada Tahun 2033

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 81

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I
Luas Wilayah = 100,65 Ha

S

I

S
Luas Kws Permukiman = 8,6 Ha

E.1. Analisis Daya Tampung Maksimal
Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman Luas Kws Lindung & Budidaya Non Permukiman = 92,05 Ha

Alokasi Pengembangan RTH = 30,2 Ha
Populasi Maksimal 11.600 2.800

Pengaturan Kawasan Permukiman

Dari Total Potensi Permukiman = 47,84 Ha, dapat dilakukan pengaturan kepadatan: Tinggi=10%, Sedang=30%, Rendah= 60% dari luas tersebut

Kepadatan Tinggi Sedang

Luas (Ha) 29 14

Standar (Jiwa/Ha) 201-400 151-200

Penghitungan Daya Tampung Maksimal

Rendah

5

< 150
Potensial Sebagai Kota Kecil
Dalam 20 tahun Baru Mencapai Kota Kecil

750

Jumlah Populasi Maksimal yang Mampu Ditampung = 15.150 Jiwa

Proyeksi Penduduk 20 Tahun ke depan

Luas Populasi 20 Tahun Ke Depan = 35.854 Jiwa

Kebutuhan Luas Permukiman 20 Tahun ke Depan

Dari populasi 20 tahun ke depan, diatur kepadatan: Tinggi=10%, Sedang=30%, Rendah= 60% dari populasi

Kepadatan Tinggi Sedang Rendah

Populasi (Jiwa) 21.512 10.756 3.585

Standar (Jiwa/Ha) 201-400 151-200 < 150

Luas (Ha)

Luas Kebutuhan Permukiman 20 53,78 Tahun ke Depan = 130,56 Ha 52,88

23,9

Luas Cadangan (Kebutuhan) Permukiman 20 Tahun ke depan
Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Luas Kebutuhan Lahan Permukiman yang pada tahun ke 20 perencanaan = 130,56 – 47,84 = 82,72 Ha

Slide: 82

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Proyeksi Jumlah Penduduk (Jiwa) Pada Tahun

E.2. Analisis Kebutuhan Rumah Hingga 2033
Tipe Rumah Tipe 36 (6 x 6) (Rumah Sehat Papua) Asumsi Jumlah Jiwa/Rumah 5

2013 13,804

2018 17,022

2023 20,990

2028 27,433

2033 35,854

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Tipe Rumah Tipe 36 (6 x 6) (Rumah Sehat Papua)

Asumsi Jumlah Jiwa/Rumah 5

Kebutuhan Rumah Pada Tahun (Unit) 2013 2761 2018 3404 2023 4198 2028 5487 2033 7171

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Definisi Backlog: Kesenjangan kebutuhan rumah yang belum terpenuhi/harus dipenuhi pada tahun ke-n Formulasi Backlog = Jumlah Kebutuhan rumah tahun ke-n - Jumlah rumah tahun ke-n

Slide: 83

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Pendidikan

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum
Proy eksi Kebu tu h an

Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Taman Kanak-Kanak
T am an Kanak-kanak (T K) No Distrik / BWP Standar jmlh penduduk (jiwa) Standar lahan minimal (Ha) 201 3 Unit 1.25 0 0,05 Lahan (Ha) 201 8 Unit 4 4 4 4 Lahan (Ha) 0,20 0,20 0,20 0,20 0,80
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

2023 Unit 5 5 5 5 Lahan (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 1 ,00

2028 Unit 7 7 7 7 Lahan (Ha) 0,35 0,35 0,35 0,35 1 ,40

2033 Unit 9 9 9 9 Lahan (Ha) 0,45 0,45 0,45 0,45 1 ,80

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bewani Kamboneri

Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Sekolah Dasar hingga tahun 2033
Distrik / BWP Standar lahan minimal (Ha) 0,20 201 3 Unit 2 3 3 3 Lahan (Ha) Proy eksi Kebutuhan Sekolah Dasar (SD) 201 8 2023 Unit 3 3 3 3 Lahan (Ha) 0,60 0,60 0,60 0,60 2,40 Unit 4 4 4 4 2028 Lahan (Ha) 1 ,00 1 ,20 1 ,20 1 ,20 4,60 2033 Unit 7 7 7 7 Lahan (Ha) 1 ,40 1 ,40 1 ,40 1 ,40 5,60

No

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Lahan Unit (Ha) 0,80 0,80 0,80 0,80 3,20 5 6 6 6

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bewani Kamboneri

1.5 00

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 84

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Pendidikan

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
Proy eksi Kebu tu han Sekolah Lanju tan T ingkat Pertam a (SLT P) 201 3 201 8 2023 2028 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0,90 0,90 0,90 0,90 3,60 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0,90 0,90 0,90 0,90 3,60 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 1 ,80 1 ,80 1 ,80 1 ,80 7 ,20

No

Distrik / BWP

Standar jmlh penduduk (jiwa) 4.800

Standar lahan minimal (Ha) 0,90

2033 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 1 ,80 1 ,80 1 ,80 1 ,80 7 ,20

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bewani Kamboneri

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Sekolah Menengah Umum
Proy eksi Kebutuhan Sekolah Menengah Um um (SMU) 201 3 201 8 2023 Unit 1 0 0 0 Lahan (Ha) Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 1 ,25 1 ,25 1 ,25 1 ,25 5,00 Unit 1 1 1 1

No

Distrik / BWP

Standar jmlh penduduk (jiwa) 4.800

Standar lahan minimal (Ha) 1,25

2028 Lahan (Ha) 2,50 2,50 2,50 2,50 1 0,00

2033 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 2,50 2,50 2,50 2,50 1 0,00

Lahan Unit (Ha) 1 ,25 1 ,25 1 ,25 1 ,25 5,00 2 2 2 2

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bewani Kamboneri

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 85

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Jangkauan Layanan

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum
BEWANI

BEWANI

BOKONERI

.

BOKONDINI

BOKONERI

.

BOKONDINI

KAMBONERI

SMA DAN SMK 2013 s/d 2018 = 1 unit

KAMBONERI

PUSKESMAS 2013 s/d 2033 = 1 unit

BEWANI

BEWANI

.

.
BOKONERI

.

BOKONDINI

BOKONERI

.

BOKONDINI

.

KAMBONERI

SMA DAN SMK 2028 s/d 2033 = 2 unit

KAMBONERI

.

POSYANDU 2028 s/d 2033 = 9 Unit/Distrik

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 86

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Pendidikan

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

Proyeksi Kebutuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Proy eksi Kebutuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 201 3 201 8 2023 2028 Unit 0 0 0 0 Lahan (Ha) Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 1 ,25 1 ,25 1 ,25 1 ,25 5,00 Unit 1 1 1 1 Lahan Unit (Ha) 1 ,25 1 ,25 1 ,25 1 ,25 5,00 2 2 2 2 Lahan (Ha) 2,50 2,50 2,50 2,50 1 0,00

No

Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan minimal (Ha) 1,25

2033 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 2,50 2,50 2,50 2,50 1 0,00

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bewani Kamboneri

4.800

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Taman Bacaan
Proy eksi Kebutuhan T am an Bacaan 201 8 2023 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 0,04 0,04 0,04 0,04 0,1 6 Unit 2 3 3 3

No

Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan minimal (Ha) 0,02

201 3 Unit 0 0 0 0 Lahan (Ha) -

2028 Lahan (Ha) 0,06 0,06 0,06 0,06 0,24

2033 Unit 4 4 4 4 Lahan (Ha) 0,08 0,08 0,08 0,08 0,32

Lahan Unit (Ha) 0,04 0,06 0,06 0,06 0,22 3 3 3 3

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bewani Kamboneri

2.5 00

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 87

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Kesehatan

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum
Proyeksi Kebutuhan Posyandu
Proy eksi Kebut uhan Posy andu No Distrik / BWP Standar jm lh penduduk (jiw a) Standar lahan m inim al (Ha) 2 01 3 Unit 2 01 8 Lahan (Ha) 0,04 0,04 0,04 0,04 0,1 6 2 02 3 Unit 5 5 5 5

2 02 8 Unit 6 7 7 7 Lahan (Ha) 0,06 0,07 0,07 0,07 0,2 7

2 03 3 Unit 8 9 9 9 Lahan (Ha) 0,08 0,09 0,09 0,09 0,3 5

Lahan Unit (Ha) 4 4 4 4

Lahan (Ha) 0,05 0,05 0,05 0,05 0,2 0

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

1.250

0,01

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Balai Pengobatan
Proy eksi Kebut uhan Balai Pengobat an 2 01 8 2 02 3 Lahan (Ha) 0.06 0.06 0.06 0.06 0.2 4 Unit 2 3 3 3 Lahan (Ha) 0.06 0.09 0.09 0.09 0.3 3

No

Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

2 01 3 Unit 1 1 1 1

2 02 8 Unit 3 3 3 3 Lahan (Ha) 0.09 0.09 0.09 0.09 0.3 6

2 03 3 Unit 4 4 4 4 Lahan (Ha) 0.1 2 0.1 2 0.1 2 0.1 2 0.4 8

Lahan Unit (Ha) 2 2 2 2

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

2,500

0.03

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 88

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Kesehatan
Proy eksi Kebut uhan Klinik Bersalin/BKIA 2 01 8 2 02 3 Lahan (Ha) 0.3 0 0.3 0 0.3 0 0.9 0 Unit 1 1 1 Lahan (Ha) 0.3 0 0.3 0 0.3 0 0.9 0

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

Proyeksi Kebutuhan Klinik Bersalin/BKIA

No

Standar Distrik / BWP jm lh penduduk (jiw a) Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

Standar lahan m inim al (Ha)

2 01 3 Unit -

2 02 8 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0.3 0 0.3 0 0.3 0 0.3 0 1 .2 0

2 03 3 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0.3 0 0.3 0 0.3 0 0.3 0 1 .2 0

Lahan Unit (Ha) 1 1 1

1 2 3 4

30,000

0.30

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Puskesmas Pembantu (PUSTU)
Proy eksi Kebut uhan Puskesmas Pembant u (PUSTU) 2 01 3 2 01 8 2 02 3 Unit 1 0 0 0 Lahan Unit (Ha) 3 1 1 1 Lahan (Ha) 0.9 0 0.3 0 0.3 0 0.3 0 1 .80 Unit 3 3 3 3 Lahan (Ha) 0.9 0 0.9 0 0.9 0 0.9 0 3 .6 0

No

Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

2 02 8 Unit 3 3 3 3 Lahan (Ha) 0.9 0 0.9 0 0.9 0 0.9 0 3 .6 0

2 03 3 Unit 3 3 3 3 Lahan (Ha) 0.9 0 0.9 0 0.9 0 0.9 0 3 .6 0

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

30,000

0.30

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 89

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Kesehatan
Proy eksi Kebut uhan PUSKESMAS 2 01 8 2 02 3 Lahan (Ha) 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.4 0 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.4 0

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum
Proyeksi Kebutuhan Puskesmas
Standar jm lh penduduk (jiw a) Standar lahan m inim al (Ha) 2 01 3 Unit 0 0 0 0

No

Distrik / BWP

2 02 8 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.4 0

2 03 3 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.1 0 0.4 0

Lahan Unit (Ha) 1 1 1 1

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

120,000

0.10

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Praktek Dokter
Proy eksi Kebut uhan Prakt ek Dokt er 2 01 8 2 02 3 Lahan (Ha) 0.00 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0.00

No

Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

2 01 3 Unit 0 0 0 0

2 02 8 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 0.00

2 03 3 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 0.00

Lahan Unit (Ha) 1 1 1 1

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

5,000

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 90

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

disesuai kan

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Kesehatan

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

Proyeksi Kebutuhan Apotik/Rumah Obat
Proy eksi Kebut uhan Apot ik/Rumah Obat 2 01 8 2 02 3 Lahan (Ha) 0.03 0.03 0.03 0.03 0.1 2 Unit 1 1 1 1 Lahan (Ha) 0.03 0.03 0.03 0.03 0.1 2

No

Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

2 01 3 Unit 0 0 0 0

2 02 8 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 0.06 0.06 0.06 0.06 0.2 4

2 03 3 Unit 2 2 2 2 Lahan (Ha) 0.06 0.06 0.06 0.06 0.2 4

Lahan Unit (Ha) 1 1 1 1

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

30,000

0.03

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 91

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Peribadatan
Pr oy ek si Kebu t u h a n Ger eja

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum
Proyeksi Kebutuhan Gereja

No

Dist r ik / BW P

St a n da r jm lh pen du du k (jiw a )

St a n da r la h a n m in im a l (H a )

2 01 3 Un it -

2 01 8

2 02 3

2 02 8

2 03 3

La h a n La h a n La h a n La h a n La h a n Un it Un it Un it Un it (H a ) (H a ) (H a ) (H a ) (H a ) 20 21 21 21 0,2 0 0,2 1 0,2 1 0,2 1 0,8 3 25 25 25 25 0,2 5 0,2 5 0,2 5 0,2 5 1 ,00 32 33 33 33 0,3 2 0,3 3 0,3 3 0,3 3 1 ,3 1 42 43 43 43 0,4 2 0,4 3 0,4 3 0,4 3 1 ,7 1

1 2 3 4

Bok on din i Bok on er i Bew a n i Ka m bon er i 250 0,01

-

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Gereja Skala Kampung
Pr oy ek si Kebu t u h a n St a n da r jm lh pen du du k (jiw a ) St a n da r la h a n m in im a l (Ha ) 2 01 3 Un it 4 30.000 0,36 3 3 3 Ger eja Ka m pu n g 2 01 8 2 02 3 2 02 8 2 03 3

No

Dist r ik / BW P

La h a n La h a n La h a n La h a n La h a n Un it Un it Un it Un it (Ha ) (Ha ) (Ha ) (Ha ) (Ha ) 4 3 3 3 1 ,4 4 1 ,08 1 ,08 1 ,08 4 ,6 8 4 3 3 3 1 ,4 4 1 ,08 1 ,08 1 ,08 4 ,6 8 4 3 3 3 1 ,4 4 1 ,08 1 ,08 1 ,08 4 ,6 8 4 3 3 3 1 ,4 4 1 ,08 1 ,08 1 ,08 4 ,6 8

1 2 3 4

Bok on din i Bok on er i Bew a n i Ka m bon er i

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 92

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Peribadatan Proyeksi Kebutuhan Gereja Skala Distrik

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

No Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

Proy eksi Kebut uhan Gereja Dist rik 2 01 3 2 01 8 2 02 3 Unit 1 1 1 1

2 02 8

2 03 3

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

120,000

0.54

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Sarana Ibadah lainnya
Proy eksi Kebut uhan Sarana Ibadah Lainny a 2 01 3 2 01 8 2 02 3 Unit 1 1 1 1 2 02 8 2 03 3

No Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6 1 1 1 1 0.54 0.54 0.54 0.54 2 .1 6

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

120,000

0.54

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 93

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Perdagangan dan Jasa Proyeksi Kebutuhan Warung/Toko
Proy eksi Kebut uhan Toko / Warung

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

No

Distrik / BWP

Standar jm lh penduduk (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

2 01 3 Unit 10 10 10 10

2 01 8

2 02 3

2 02 8

2 03 3

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 20 21 21 21 0.2 0 0.2 1 0.2 1 0.2 1 0.83 25 25 25 25 0.2 5 0.2 5 0.2 5 0.2 5 1 .00 33 33 33 33 0.3 3 0.3 3 0.3 3 0.3 3 1 .3 2 43 43 43 43 0.4 3 0.4 3 0.4 3 0.4 3 1 .7 2

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

250

0.01

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Pertokoan
Standar jm lh penduduk (jiw a) Standar lahan m inim al (Ha) Proy eksi Kebut uhan Pert okoan 2 01 3 2 01 8 2 02 3 Unit 1 0 0 0 2 02 8 2 03 3

No

Distrik / BWP

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 1 1 1 1 0.3 0 0.3 0 0.3 0 0.3 0 1 .2 0 1 1 1 1 0.3 0 0.3 0 0.3 0 0.3 0 1 .2 0 1 1 1 1 0.3 0 0.3 0 0.3 0 0.3 0 1 .2 0 2 2 1 1 0.6 0 0.6 0 0.3 0 0.3 0 1 .80

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

6,000

0.30

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 94

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Perdagangan dan Jasa Proyeksi Pusat Pertokoan/Pasar Lingkungan
2 03 3

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

No

Distrik / BWP

Standar jm lh pendu du k (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

Proy eksi Kebut uhan Pusat Pert okoan + Pasar Lingkungan 2 01 3 2 01 8 2 02 3 2 02 8 Unit 0 0 0 0

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 1 1 1 1 1 .00 1 .00 1 .00 1 .00 4 .00 1 1 1 1 1 .00 1 .00 1 .00 1 .00 4 .00 1 1 1 1 1 .00 1 .00 1 .00 1 .00 4 .00 1 1 1 1 1 .00 1 .00 1 .00 1 .00 4 .00

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

30,000

1.00

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Pusat Perbelanjaan dan Niaga
Proy eksi Kebut uhan Pusat Perbelanjaan dan Niaga 2 01 3 2 01 8 2 02 3 Unit 0 0 0 0 2 02 8 2 03 3

No

Distr ik / BWP

Standar jm lh pendu du k (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 1 1 1 0.00 3 .6 0 3 .6 0 3 .6 0 1 0.80

1 2 3 4

Bokondini Bokoner i Bew ani Kam boner i

120,000

3.60

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 95

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH)

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

Proyeksi Kebutuhan Taman Kota
Proy eksi Kebut uhan Taman Warga No Distrik / BWP Standar jm lh penduduk (jiw a) Standar lahan m inim al (Ha) 2 01 3 Unit 0 0 0 0 2 01 8 2 02 3 2 02 8 2 03 3

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 20 21 21 21 0.6 0 0.6 3 0.6 3 0.6 3 2 .4 9 25 25 25 25 0.7 5 0.7 5 0.7 5 0.7 5 3 .00 32 33 33 33 0.9 6 0.9 9 0.9 9 0.9 9 3 .9 3 42 43 43 43 1 .2 6 1 .2 9 1 .2 9 1 .2 9 5.1 3

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

250

0.03

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 96

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Proyeksi Kebutuhan Taman Rukun Warga

F. Analisis Kebutuhan Fasilitas Umum

No

Distrik / BWP

Standar jm lh pendu du k (jiw a)

Standar lahan m inim al (Ha)

Proy eksi Kebut uhan Taman RW 2 01 3 2 01 8 2 02 3 Unit 0 0 0 0

2 02 8

2 03 3

Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 2 2 2 2 0.2 6 0.2 6 0.2 6 0.2 6 1 .04 2 3 3 3 0.2 6 0.3 9 0.3 9 0.3 9 1 .4 3 3 3 3 3 0.3 9 0.3 9 0.3 9 0.3 9 1 .56 4 4 4 4 0.52 0.52 0.52 0.52 2 .08

1 2 3 4

Bokondini Bokoneri Bew ani Kam boneri

2,500

0.13

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Taman dan Lapangan Olah Raga Kampung
Proy eksi Kebut uhan Taman dan Lapangan Olahraga Kampung 2 01 3 2 01 8 2 02 3 2 02 8 2 03 3 Standar lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan m inim al Unit Unit Unit Unit Unit (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 0 0 0 0 1 1 1 1 0.9 0 0.9 0 0.9 0 0.9 0 3 .6 0 1 1 1 1 0.9 0 0.9 0 0.9 0 0.9 0 3 .6 0 1 1 1 1 0.9 0 0.9 0 0.9 0 0.9 0 3 .6 0 1 1 1 1 0.9 0 0.9 0 0.9 0 0.9 0 3 .6 0

No

Distr ik / BWP

Standar jm lh pendu du k (jiw a)

1 2 3 4

Bokondini Bokoner i Bew ani Kam boner i

30,000

0.90

Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Slide: 97

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A
Uraian

L

I

S

I

S
Air Bersih
2023 6.149 501,39 35 2.152 80 = 1.722 20 10 2028 8.037 501,39 50 4.019 80 = 3.215 20 10 2033 10.504 501,39 65 6.828 80 = 5.462 20 10 2018 4.987 501,39 20% 997 80 = 798 20 10

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Proyeksi Kebutuhan Air Bersih BWP I Hingga Tahun 2033 (SL)
Jumlah Penduduk (Jiwa) Tingkat Kepadatan (Jiwa/Km2) Cakupan Pelayanan (%) Penduduk Terlayani (Jiwa) Penduduk Domestik Terlayani (% = Jiwa) Penduduk Non Domestik Terlayani (%) Kebutuhan air sebanyak (lt/dtk)
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

Proyeksi Kebutuhan Air Bersih BWP II Hingga Tahun 2033 (SL)
Uraian Jumlah Penduduk (Jiwa) Tingkat Kepadatan (Jiwa/Km2) Cakupan Pelayanan (%) Penduduk Terlayani (Jiwa) Penduduk Domestik Terlayani (% = Jiwa) Penduduk Non Domestik Terlayani (%) Kebutuhan air sebanyak (lt/dtk)
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

2018 5.181 497,89 20 1.036 80 = 1.036 20 10

2023 6.389 497,89 35 2.236 80% = 1.789 20 10

2028 8.350 497,89 50 2.236 80% = 1.789 20 10

2033 10.914 497,89 65 7.094 80% = 5.675 20 10

Slide: 98

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Air Bersih
2023 6.335 256,53 35 2.217 80% = 1.419 20 10 2028 8.279 256,53 50 4.140 80% = 3.312 20 10 2033 10.821 256,53 65 7.033 80% = 5.627 20 10

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Proyeksi Kebutuhan Air Bersih BWP III Hingga Tahun 2033 (SL)
Uraian Jumlah Penduduk (Jiwa) Tingkat Kepadatan (Jiwa/Km2) Cakupan Pelayanan (%) Penduduk Terlayani (Jiwa) Penduduk Domestik Terlayani (% = Jiwa) Penduduk Non Domestik Terlayani (%) Kebutuhan air sebanyak (lt/dtk)
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

2018 5.137 256,53 20 1.027 80% = 822 20 10

Proyeksi Kebutuhan Air Bersih BWP IV Hingga Tahun 2033 (SL)
Uraian Jumlah Penduduk (Jiwa) Tingkat Kepadatan (Jiwa/Km2) Cakupan Pelayanan (%) Penduduk Terlayani (Jiwa) Penduduk Domestik Terlayani (% = Jiwa) Penduduk Non Domestik Terlayani (%) Kebutuhan air sebanyak (lt/dtk)
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2013

2018 1.716 231,75 20 343 80% = 220 20 5

2023 2.117 231,75 35 741 80% = 593 20 5

2028 2.766 231,75 50 1.384 80% = 1.106 20 5

2033 3.615 231,75 65 2.350 80% = 1.880 20 5

Slide: 99

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Air Bersih
Analisis Sistem

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Penyediaan Air Bersih/Minum (Contoh)
Sistem Penyediaan Air Bersih/ Minum

Individual (skala kavling)

Terpusat (PDAM)

Pengolahan Sederhana

Air Tanah

Air Baku

Pengolahan

Distribusi

Penampungan dan Pengolahan Air Hujan

Sumur Dangkal (10 – 40 m)

Penampungan Air Hujan Air Permukaan

Biologi: Sistem Oksidasi

Perpipaan Primer

Sumur Dalam (> 100 m)

Sungai Danau/ Setu

Kimia: Menggunakan Bahan Kimia

Sekunder Tersier Keliling (truk air minum) Resevoir Umum

Slide: 100

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Air Bersih
Skenario Kebutuhan Pengembangan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana Penyediaan Air Bersih/Minum (Contoh)

Skenario Penyediaan Air Bersih/ Minum Fisik Oleh PDAM Peningkatan Produksi Peningkatan Pengolahan Peningkatan Distribusi Oleh Pemerintah Pengembangan percontohan pengolahan air sederhana Bantuan fisik untuk masyarakat yang belum terlayani PDAM Oleh Masyarakat
• Penyediaan Penampungan dan pengolahan air sederhana • Pemanfaatan sumur dangkal

Non Fisik
• Pembuatan PERDA terkait pemanfaatan dan konservasi sumber daya air • Sosialisasi pemanfaatan dan konservasi sumber daya air • Penyuluhan pemanfaatan dan konservasi sumber daya air • Penertiban pelanggaran terhadap PERDA • Studi dan perencanaan • Peningkatan kuantitas dan kapasitas SDM

Optimalisasi air baku Pengembangan Sumber air baku baru

• Peningkatan kualitas IPAM eksisting • Peningkatan kapasitas produksi IPAM eksisting • Pembangunan IPAM baru

• Sungai • Air hujan • Recyle air buangan

• Peningkatan kualitas jaringan eksisting • Pengembangan jaringan baru • Penurunan tingkat kebocoran • Peningkatan kualitas pelayanan keliling eksisting • Pengembangan pelayanan keliling baru • Peningkatan kualitas reservoir umum eksisting • Pengembangan reservoir umum baru

• Instalasi Pengolahan Air Sederhana • Pembuatan Reservoir umum

Slide: 101

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Air Bersih
Gambar Detail Sistem

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Penyediaan Air Bersih/Minum (Contoh)

Pengolahan Air Hujan Sederhana

IPAM Skala Besar

Distribusi Perpipaan

Truk Distribusi Air Minum

Reservoir Distribusi

Slide: 102

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Drainase
Kondisi Jaringan Drainase di Jalan Utama (Kolektor Primer & Sekunder)

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana
Berdasarkan hasil survei terdapat jaringan didalam pusat kota Bokondini. Pada jaringan jalan utama kota (Kolektor Primer K3) dimensi jaringan drainase hingga 1 meter dengan tinggi 80 cm, namun kontruksinya tidak menggunakan beton maupun paving drainase. Drainase yang ada di jalan K4 (Kolektor Sekunder) hanya berupa saluran tanah dan terbuka. Sedangkan untuk sistem jaringan di jalan lokal rata-rata berdimensi 40 cm dengan tinggi 60-80 cm berupa saluran tanah terbuka. Sedangkan di jalan lingkungan di kawasan klasis cenderung berkondisi baik dengan dimensi 30 x 15 cm. Untuk dikawasan permukiman (dalam lingkungan) di beberapa saluran drainase di pasar dan dibelakang puskesmas berkondisi buruk, dimana drainase tidak berfungsi dengan baik.
Kondisi Jaringan Drainase di Jalan Lingkungan (Kondisi Buruk)

Kondisi Jaringan Drainase di Lingkungan Klasis

Slide: 103

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Drainase
Gambar Detail Sistem

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Jaringan Drainase (Contoh)

Sistem Drainase Utama (Skala Kota) dan Sistem Drainase Lokal (Skala Lingkungan)

Jaringan Drainase Primer, Jaringan Drainase Sekunder dan Jaringan Drainase Tersier

Slide: 104

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Drainase
Gambar Detail Sistem
Bendungan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Jaringan Drainase (Contoh)
Tanggul Kolam Retensi

Stasiun Pompa

Slide: 105

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Energi dan Kelistrikan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Dalam melakukan analisa kebutuhan Energi non listrik, asumsi yang digunakan berikut:
Sektor industri a. Sektor industri yang berkembang adalah industri pengelolaan hasil pangan dan pengelolaan hasil hutan dan bersifat Industri Rumah Tangga b. Industri pengelolaan hasil pangan membutuhkan 20 liter solar/bensin perhari atau 4800 liter/tahun dengan assumsi kenaikan 2,5 % / tahun untuk efisiensi peralatan. c. Industri pengelolaan hasil hutan membutuhkaan 25 liter solar/bensin perhari atau 6000 liter/tahun dengan assumsi kenaikan 2,5 % /tahun untuk efisiensi peralatan. d. Peningkatan pertumbuhan sektor sekitar 3,5 % pertahun Sektor rumah tangga a. Sektor rumah tangga membutuhkan 2 liter minyak tanah atau 672 liter/tahun untuk memasak dan membutuhkan 1 liter minyak tanah atau 336 liter/tahun untuk penerangan dan hanya tercukupi 25 %. Sisanya menggunakan kayu bakar untuk memasak dan listrik untuk penerangan b. Asumsi pertumbuhan sektor rumah tangga sekitar 4 % Sektor transportasi a. Berdasarkan hasil survei pada tahun 2012, didapati jumlah mobil Angkutan yang melayani angkutan penduduk dari/ke bokondini adalah 8 mobil perhari. Mobil angkutan diperkirakan menempuh perjalanan total sepanjang 268.800 km. b. Berdasarkan hasil survei, mobil pribadi mempunyai rata-rata jumlah penumpang (load factor) 10 orang. c. Survei juga menemukan bahwa mobil pribadi mengkonsumsi bahan bakar 1 liter untuk perjalanan sejauh 2 km. d. Pertumbuhan sektor transportasi sebesar 15 % pertahun Slide: 106
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Energi dan Kelistrikan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana
Proyeksi Kebutuhan BBM
3,000,000 2,500,000 Volume (Liter) 2,000,000 1,500,000 1,000,000 500,000

1. Industri Series2 Series3 2. Rumah Tangga 3. Transportasi 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033

-

Tabel Proyeksi kebutuhan energi non listrik untuk kawasan perkotaan bokondini hingga tahun 2033
Sektor Proyeksi Kebutuhan Energi Non Listrik Untuk Kawasan Perkotaan Bokondini (Liter) 2012 1. Industri - Pengelolaan hasil pangan - Pengelolaan hasil Hutan 2. Rumah Tangga 3. Transportasi Total 10.800 4.800 6.000 475.263 134.300 622.375 2017 12.219 5.431 6.788 581.354 270.125 865.716 2022 13.825 6.144 7.681 707.306 543.318 1.266.472 2027 15.642 6.952 8.690 860.546 1.092.807 1.971.022 2032 17.697 7.865 9.832 1.046.986 2.198.026 2.648.895 2033 18.139 8.062 10.077 1.088.865 2.527.730 2.648.895

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 107

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Energi dan Kelistrikan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Untuk memenuhi kebutuhan energi di kawasan perkotaan Bokondini, penggunaan sumber energi nabati (bioenergi) merupakan pilihan yang paling tepat, mengingat kondisi lahan yang mendukung serta sebagian besar penduduknya bertumpu pada sektor pertanian. Pengembangan bioenergi ini, disamping dalam rangka diversifikasi energi untuk mengatasi krisis sumber energi, juga untuk menunjang upaya diversifikasi pengelolaan hasil pertanian. Empat jenis bioenergi terbarukan (renewable) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dapat dikembangkan antara lain : 1. Bioetanol yang dibuat dari bahan-bahan bergula seperti singkong, tetes tebu, nira sorgum, ganyong, ubi jalar, digunakan untuk menyubstitusi bensin 2. Biodiesel yang dibuat dari minyak nabati seperti jarak pagar, kelapa sawit, kapuk, dan sejumlah tanaman lain, digunakan sebagai pengganti solar 3. Biogas yang memanfaatkan sampah dan kotoran hewan, digunakan untuk menyubstitusi minyak tanah dan elpiji yang banyak dikembangkan dalam skala rumah tangga. 4. Biomassa yang menanfaatkan sisa organik dari hasil pertanian atau sampah. Umumnya digunakan secara komunal atau industri dan dapat diubah menjadi panas dan listrik.
Slide: 108
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Energi dan Kelistrikan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Untuk menganalisa kebutuhan listrik, maka harus disusun asumsi sebagai berikut;
Sektor industri a. Sektor industri yang berkembang adalah industri pengelolaan hasil pangan dan pengelolaan hasil hutan dan bersifat Industri Rumah Tangga b. Industi pengelolaan hasil pangan membutuhkan kapasitas 1.000 watt untuk peralatan atau sekitar 8.000 watt-hour perhari atau 1.920.000 watt-hour/tahun dengan assumsi kenaikan 2,5 % / tahun untuk effisiensi peralatan. c. Industri pengelolaan hasil hutan membutuhkan kapasitas 1.000 watt untuk peralatan atau sekitar 8.000 watt-hour perhari atau 1.920.000 watt-hour/tahun dengan assumsi kenaikan 2,5 % / tahun untuk effisiensi peralatan. d. Peningkatan pertumbuhan sektor sekitar 3,5 % pertahun Sektor rumah tangga a. Sektor rumah tangga membutuhkan kapasitas 450 watt untuk kebutuhan sehari-hari atau 151.200 watt-hour/tahun dan hanya tercukupi 55 % b. Asumsi pertumbuhan sektor rumah tangga sekitar 4 % Sektor Fasum-Fasos a. Sektor Fasum - Fasos membutuhkan kapasitas 1.200 watt untuk kebutuhan sehari-hari atau 2.304.000 watt-hour/tahun b. Asumsi pertumbuhan sektor rumah tangga sekitar 4 %
Slide: 109
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Energi dan Kelistrikan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Tabel Proyeksi Kebutuhan Listrik di Kawasan Perkotaan Bokondini Tahun 2013-2033
Sektor Rumah Tangga Industri Fasum Fasos Total Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik (Watt-Hour) 2012 156.836.909 3.936.000 3.993.600 164.768.521 2017 191.846.883 4.453.223 4.858.825 201.160.948 2022 233.411.068 5.038.413 5.911.504 244.363.006 2027 283.980.253 5.700.502 7.192.248 296.875.029 2032 345.505.399 6.449.594 8.750.469 2033 359.325.615 6.610.834 9.100.488

360,707,494 375.038.970

Tabel Proyeksi Kebutuhan Kapasitas Pembangkit (VA) di Kawasan Perkotaan Bokondini Tahun 2013-2033

Tahun 2012 2017 2022 2027 2032 2033
Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Kapasitas Pembangkit yg harus dibangun ( VA) 25,541 31,182 37,879 46,019 55,913 58,135

Slide: 110

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Energi dan Kelistrikan

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Tabel Proyeksi Kebutuhan Listrik di Kawasan Perkotaan Bokondini Tahun 2013-2033
Sektor Rumah Tangga Industri Fasum Fasos Total Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik (Watt-Hour) 2012 156.836.909 3.936.000 3.993.600 164.768.521 2017 191.846.883 4.453.223 4.858.825 201.160.948 2022 233.411.068 5.038.413 5.911.504 244.363.006 2027 283.980.253 5.700.502 7.192.248 296.875.029 2032 345.505.399 6.449.594 8.750.469 2033 359.325.615 6.610.834 9.100.488

360,707,494 375.038.970

Tabel Proyeksi Kebutuhan Kapasitas Pembangkit (VA) di Kawasan Perkotaan Bokondini Tahun 2013-2033

Tahun 2012 2017 2022 2027 2032 2033
Slide: 111

Kapasitas Pembangkit yg harus dibangun ( VA) 25,541 31,182 37,879 46,019 55,913 58,135

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan perkotaan Bokondini dapat memanfaatkan potensi sungai yang ada dengan menggunakan Pembangit Listrik Tenaga Air dengan skala Pico, Micro dan Mini. Pembangunan Pembangit Listrik Tenaga Air dapat dilakukan dengan pendekatan komunal dan jika jaringan listrik sudah tersedia dapat dikoneksikan kedalam jaringan listrik yang sudah ada.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Telekomunikasi

G. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Prasarana

Berdasarkan hasil survei pengamatan di lapangan, kawasan perkotaan Bokondini belum terlayani oleh sistem jaringan telekomunikasi yang baik. Berdasarkan temuan dilapangan kebutuhan masyakarat kawasan perkotaan Bokondini masih mengandalkan sistem jaringa radio antar penduduk yang dimiliki oleh Bapak Scotty Willy (Direktur Sekolah OB Anggen). Banyak masyakat kota Bokondini yang meminta bantuan melalui system radio ini meminta pertolongan ke Wamena untuk kebutuhan pelayanan mendesak seperti masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat.
Tabel Jaringan Telekomunikasi Di Kawasan Perkotaan Bokondini
No 1 2 Jaringan Telekomunikasi Radio Antar Penduduk (CB) BTS (Telkom, dll) Milik Ob Anggen/Bapak Scotty Tidak ada

Sumber : Hasil Survei Konsultan Tahun 2013

Slide: 112

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S
Kuadran II Sektor maju tapi tertekan (stagnant sektor) Si < s dan ski > sk Pertanian Kuadran IV Sektor relatif tertinggal (underdeveloped sektor) si < s dan ski < sk Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

H. Analisis Ekonomi

Analisis Klassen
Analisis Tipologi Klassen digunakan dengan tujuan mengidentifikasi posisi sektor perekonomian Kabupaten Tolikara dengan memperhatikan sektor perekonomian Provinsi Papua sebagai daerah referensi
Keterangan : si : laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB s : laju pertumbuhan sektor tersebut dalam PDRB daerah ski: nilai kontribusi sektor terhadap PDRB sk : kontribusi sektor terhadap PDRB daerah yang menjadi referensi

Kuadran I Sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat (developed sektor) si > s dan ski > sk Bangunan Jasa-Jasa Kuadran III Sektor potensial atau masih dapat berkembang (developing sektor) si> s dan ski <sk Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Listrik, Gas, Air Bersih

20 18 16 14 12 10

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Distrik Bokondini Tahun 2013 – 2033

Proyeksi Perkembangan Ekonomi Distrik Bokondini Tahun 2013 – 2033
700,000,000,000 600,000,000,000 500,000,000,000 400,000,000,000 300,000,000,000 200,000,000,000 100,000,000,000

8 6 4 2 0 2010 2015 2020 2025 2030 2035

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

0 2010

2015

2020

2025

2030

2035

Slide: 113

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

6

.

A

N

A

L

I

S

I

S

I. Analisis Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP)

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 114

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
A. B. C. D. E. F. Regional; Keruangan fisik alam dan penggunaan lahan; Kependudukan dan tenaga kerja; Perkotaan; Kelembagaan/Kemasyarakatan; Sarana dan infrastruktur;

Slide: 115

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI A. Regional
Potensi 1. Kemampuan lahan sebagai pertanian pangan, holtikultura dan perkebunan berkarakter hutan yang dimiliki oleh seluruh distrik yang berbatasan langsung dengan kawasan perkotaan Bokondini. Penyebaran permukiman berupa kampung-kampung. Keterpaduan kekuatan politik pemerintahan kampung di semua distrik dan kampung yang memiliki interaksi kuat ke dalam pemerintahan Kabupaten Tolikara di pusat Kota Karubaga. Persebaran prasarana keagamaan seperti gereja dari klasis/GIDI yang menjadi alat perubahan sosial dan budaya masyarakat. Kepemilikan modal sosial di masyarakat papua dalam pola kehidupan bermasyarakat, baik itu dalam pembangunan sarana kelompok/komunal dan individual. Kepemilikan nilai-nilai pemahaman lokal dalam pola bercocok tanam untuk dapat mampu hidup mandiri dan bergenerasi didalam setiap kelompok masyarakat. Kepemilikan nilai-nilai budaya yang kuat terikat disetiap kelompok masyarakat dalam berperilaku toleransi dan menghargai. 1.

Potensi
Permasalahan Jangkauan ke pusat ibukota mencapai 5 jam perjalanan darat dengan kendaraan 4 wheeldrive; 2. Adanya isu pemisahan diri dari Kabupaten Tolikara; 3. Kondisi jaringan jalan menuju Bokondini yang rusak berat; 4. Jaringan jalan antar distrik yang belum terbentuk secara utuh; 5. Aksesibilitas terhadap sarana pendidikan yang masih jauh dari harapan 6. Aksesibilitas terhadap sarana kesehatan yang masih jauh dari harapan 7. Pola hidup sehat masyarakat yang masih perlu di dorong. 8. Tidak adanya perangkat komunikasi antar distrik yang dapat memberi perkembangan antar distrik dan antar wilayah; 9. Sistem transportasi antar distrik yang tidak terbentuk baik itu dari sisi darat dan udara. Sementara dari kawasan perkotaan Bokondini dengan Kabupaten Jayawijaya telah terbentuk sistem transportasi udara dengan frekuensi penerbangan yang regular. 10. Belum terwujudnya kegiatan sosial dan budaya antar distrik dan atau antar kawasan perkotaan regional yang dilandasi atas kesamaan visi dan misi yang dapat meningkatkan interaksi sosial dan budaya yang lebih harmonis dan humanis.

2. 3.

4.

5.

6.

7.

Slide: 116

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI A. Regional
Kelompok Potensi Regional
No Aspek 1 Sosial 2 Budaya Kelompok Potensi Jumlah penduduk, kelompok marga dan suku, Kekuatan modal kemasyarakatan, toleransi, gotong royong, kemampuan bercocok tanam, Pemerintahan level pusat, distrik dan kampung, tokoh masyarakat/kepala suku adat. Kemampuan lahan, jaringan jalan lokal, pelabuhan udara regional
No 1

Kelompok Isu Permasalahan Regional
Aspek Sosial Kelompok Masalah Sarana sosial kemasyarakat, pemerintah distrik, pemerintah kampung, lembaga adat/suku Kesehatan, Pendidikan Kemiskinan, keamanan Komoditas perdagangan, infrastruktur jalan, telekomunikasi

2 3 4

Budaya Politik Ekonomi

3

Politik

4

Ekonomi

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 117

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
B. Keruangan Fisik Alam dan Penggunaan Lahan

Dalam hal ini kegiatan pemanfaatan ruang seharusnya disesuaikan dengan produk rencana tata ruang yang telah disusun, namun pada kenyataannya masih banyak terjadi permasalahan-permasalahan pemanfaatan ruang. Permasalahan tersebut dapat terjadi akibat tiga faktor, yaitu tidak adanya produk rencana tata ruang, atau adanya rencana tata ruang tetapi tidak memperhatikan aspek perkembangan kota dan terjadinya perkembangan kota yang terlalu cepat, sehingga rencana tata ruang yang telah tersusun menjadi tidak sesuai lagi. Untuk mengetahui lebih detail maka permasalahan pemanfaatan ruang yang terjadi di kawasan perkotaan dilihat berdasarkan 5 (lima) aspek yaitu: 1. Aspek hukum/norma, 2. Tata ruang, 3. Aspek transportasi, 4. Aspek perumahan, dan 5. Aspek industri.

Slide: 118

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
B. Keruangan Fisik Alam dan Penggunaan Lahan

1) Aspek Hukum

Seperti yang diketahui oleh khalayak umum, bahwa permasalahan dalam pengelolaan lahan di Papua pada umumnya adalah permasalahan kepemilikan lahan/tanah yang dimiliki oleh adat/suku dengan batas-batas alam atau kesepakatan antar kepala suku. Hal ini juga terdapat di dalam isu strategis dalam pengembangan wilayah kabupaten Tolikara pada umumnya yakni;
1. Potensi masalah lahan pembangunan yang terbatas, karena seluruh lahan pada umumnya dimiliki oleh adat/tanah ulayat. Lahan pembangunan untuk kantor-kantor dinas merupakan hibah dari tanah ulayat atas persetujuan suku-suku yang ada. Penyediaan lahan pembangunan untuk kepentingan bersama, perlu dirumuskan bersama dengan ketua adat, agar memperoleh solusi dalam penyediaan lahan untuk pengembangan. 2. Potensi konflik kepemilikan lahan untuk bermukim, karena masyarakat pendatang ataupun dari luar suku adat, tidak dapat memiliki lahan adat. 3. Permasalahanan sistem persil yang tidak beraturan, menyebabkan inefisiensi lahan, karena terdapat beberapa bagian lahan yang tidak ada kepemilikannya.

Slide: 119

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
B. Keruangan Fisik Alam dan Penggunaan Lahan 2) Aspek Penggunaan Ruang

Permasalahan penggunaan ruang di kawasan perkotaan adalah sebagai berikut; 1. Adanya kecenderungan pemusatan kegiatan (over-concentration) pada kawasan-kawasan tertentu; 2. Perkembangan penggunaan lahan yang bercampur (mixed-use); dan 3. Terjadinya alih fungsi lahan (land conversion) dari ruang terbuka, lahan konservasi, atau ruang terbuka hijau menjadi kawasan terbangun intensif (permukiman, industri, perkantoran, prasarana). Sedangkan permasalahan besar yang dihadapi oleh kawasan sub urban adalah : 1. Terjadinya pengalihan fungsi kawasan resapan air menjadi kawasan terbangun; 2. Terjadinya pembangunan fisik kawasan secara terpencar (urban sprawl); dan 3. Banyaknya lahan tidur di wilayah sub urban dan wilayah transisi.
Permasalahan Penggunaan Lahan di Kawasan Perkotaan Bokondini No Permasalahan 1 Kepemilikan tanah berdasarkan ulayat/suku/marga 2 Mixed use (bercampur) 3 Urban sprawl 4 Land conversion di dalam Hutan Lindung hak Lokasi atas Seluruh kawasan perkotaan Pusat perkotaan Distrik Bokondini, Distrik Bewani, Distrik Kaboneri, Distrik Bokoneri Distrik Bokoneri, Kampung Kanaero

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 120

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
B. Keruangan Fisik Alam dan Penggunaan Lahan Beberapa permasalahan yang harus diantisipasi sebagai berikut; 1. Kemacetan lalu lintas yang terjadi di pusat-pusat aktivitas; 2. Berkembangnya kegiatan on street parking. 3) Aspek Transportasi

Sedangkan permasalahan transportasi yang terjadi di kawasan suburban adalah : 1. Terjadinya kemacetan di daerah kawasan industri; 2. Kemacetan lalu lintas pada daerah perbatasan kawasan urban dan sub urban; serta 3. Berkembangnya angkutan umum plat hitam.

Antisipasi Permasalahan Aspek Transportasi
No 1 2 Kemacetan Street parking Permasalahan Lokasi Pusat Kota Agro Bokondini Pusat Kota Agro Bokondini

3

Angkutan tidak resmi

Kawasan Perkotaan

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 121

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
B. Keruangan Fisik Alam dan Penggunaan Lahan 4) Aspek Perumahan
Contoh Rumah Rakyat Layak Huni Tipe 36 di Papua

Aspek perumahan merupakan aspek yang penting dalam kegiatan dan aktivitas perkotaan. Hal ini disebabkan perumahan merupakan pemakai lahan terbesar dari lahan terbangun perkotaan, sekitar 40 % dari lahan, sedangkan penggunaan lainnya adalah untuk ruang terbuka hijau, olah raga dan industri. Dari kondisi di atas, terlihat bahwa aspek perumahan berpotensi menimbulkan permasalahan dalam pemanfaatan lahan perkotaan. Secara garis besar permasalahan permukiman perkotaan antara lain : (1) percampuran fungsi bangunan/kawasan; (2) alih fungsi bangunan; (3) permukiman liar; dan (4) permukiman kumuh. Sedangkan permasalahan permukiman yang terjadi di wilayah sub urban adalah (5) pembangunan perumahan di kawasan rawan bencana. Permasalahan utama dalam hal pembangunan perumahan di Papua, khususnya di kawasan perkotaan Bokondini adalah mahalnya harga pembangunan rumah sehat tipe 36, bahkan sangat tinggi. Pembangunan perumahan rakyat layak huni type 36 untuk wilayah pantai dan kepulauan minimal berkisar Rp. 100-150 juta/ unit, sedangkan di wilayah pegunungan dan daerah yang berawa berkisar Rp. 250-300 juta/ unit untuk setiap keluarga.

Sumber : Hasil Survei Konsultan Tahun 2013

Slide: 122

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
B. Keruangan Fisik Alam dan Penggunaan Lahan 5) Aspek Industri


Beberapa permasalahan yang biasanya akan timbul dalam kawasan industri adalah (1) pencemaran lingkungan dan penurunan cadangan air tanah; dan (2) penurunan kualitas fisik dan tingkat pelayanan jalan. Untuk itu disiapkan badan layanan kawasan industri khusus menangani kawasan industri agroforestry bisnis ini kedepan. Beberapa badan layanan pemerintah yang akan berada di Bokondini adalah (1) Badan Penelitian Teknologi Agroforestry; (2) UPT Perhubkomintel; (3) UPT Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perikanan, Peternakan; (3) Kantor Pemerintah Distrik; dan (4) UPT Lingkungan Hidup. Aspek Permasalahan Kawasan Perkotaan
Penggunaan Lahan 1. Over concentration 2. Mixed-use 3. Land Conversion 4. Urban Sprawl 5. Lahan tidur Aspek Transportasi 1. Kemacetan 1. 2. On street parking 3. Perkembangan 2. angkutan umum plat hitam 3. Aspek Aspek Industri Pencemaran 1. lingkungan Penurunan cadangan air tanah Penurunan kualitas 2. fisik dan tingkat pelayanan jalan 3. 4. Aspek Perumahan Percampuran fungsi kawasan/bangunan antara kawasan permukiman dengan non permukiman Alih fungsi bangunan, penurunan kualitas estetika bangunan Permukiman kumuh Munculnya permukiman di kawasan rawan bencana

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 123

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
C. Kependudukan dan Tenaga Kerja
• Program ketenagakerjaan dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota belum menyentuh kebutuhan masyarkat yang sebenarnya. Untuk itu diperlukan kajian yang lebih mendalam terhadap kebutuhan keterampilan kepada masyarakat dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Faktor lain yang menghambat adalah faktor budaya yang menetapkan bahwa para lelaki papua yang tidak diposisikan sebagai pekerja (ladang, kebun, pertanian, swasta, jasa/dagang) namun sebagai pejuang-pejuang perang suku. Untuk itu perlu transformasi budaya yang bertahap untuk mengasimilasi peran lelaki di dalam keluarga. Potensi dan Permasalahan Kependudukan/Tenaga Kerja
1. Potensi Jumlah penduduk usia produktif yang tinggi. Sektor pekerjaan yang masih terbuka lebar. Potensi sumber daya alam dan mineral yang besar. 1. 2. 3. Permasalahan Tingkat pendidikan Tingkat ekonomi masyarakat Faktor budaya peran laki-laki dan perempuan. 1. Rekomendasi Transformasi budaya masyarakat papua Asimilasi budaya melalui keterbukaan mobilitas penduduk antar dan intra wilayah Papua Pelaksanaan kegiatan/program pemberdayaan ekonomi lokal

2.
3.

2.

3.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 124

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
D. Perkotaan
1. 2. Potensi Suku budaya yang khas dan 1. kuat Terdapat rumah honai yang merupakan salah satu ciri khas 2. bangunan lokal Kawasan gereja menjadi pusat komunitas sosial, agama dan olahraga Permasalahan Pola sebaran rumah yang 1. tidak terpusat (komunal) dan cenderung menyebar Beberapa rumah (komunal) berada dalam kawasan 2. lindung Rekomendasi Peningkatan jaringan jalan antar kampung yang nyaman, aman dan dapat mengakses pusat pelayanan (kesehatan, sosial, peribadatan, pendidikan) di Distrik atau kawasan gereja. Memberi kompensasi atas pinjam pakai kawasan lindung dengan meningkatkan fungsi kawasan lindung (Kanaero) menjadi TWA (Taman Wisata Alam)/ Botanical Garden, dapat dimulai dengan skala kecil (< 50 ha). Memberikan arahan/ rekomendasi KDB/KLB bagi kawasan permukiman yang berada dalam kawasan lindung dan penetapan peraturan zonasi. Penguatan dan peningkatan sarana dan prasarana kawasan gereja menjadi pusat komunitas sosial, agama, pendidikan dan kesehatan. Mengarahkan pembentukan kampung mandiri yang terintegrasi dengan gedung/gereja klasis dimasingmasing kampung.

3.

3.

4.

5.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 125

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI E. Kelembagaan/ Kemasyarakatan
Potensi 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sudah memiliki data tata Pemerintahan Terdapat kantor instansi Pemerintah Sudah ada data pemberdayaan masyarakat Kampung Sudah mempunyai Kepala-kepala Distrik Terdapat pusat kegiatan di wilayah Kota Memiliki kekayaan sumberdayaan yang melimpah 1. 2. Permasalahan Tidak ada data organisasi masyarakat, LSM, dll Komunikasi antar dinas/SKPD sering terhambat karena faktor alam, sarana prasarana, dan sarana telekomunikasi Perlu peningkatan Mutu SDM dari masyarakat setempat terutama untuk mengisi personil Kedinasan Kabupaten. 1. Rekomendasi Pembentukan kelembagaan swadaya masyarakat, perguruan tinggi, asosiasi, dan Lembaga Masyarakat Adat Papua (LMAP) Meningkatkan dinas SKPD yang belum terdapat di kawasan perencanaan Menyiapkan dan penguatan kelembagaan dan koordinasi antar SKPD terhadap sektor pembangunan Melakukan bimbingan teknis dan pemantapan tata pemerintahan guna mendapatkan mutu sumber daya masyarakat yang lebih baik Menyiapkan kelembagaan dalam sektor agropolitan

2.

3.

3.

4.

5.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 126

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI F. Sarana dan Infrastruktur
Potensi 1. Sungai disekitar kawasan berpotensi sebagai PLTMH 1. 2. Permasalahan Tidak tersedianya data tentang potensi sungai dan curah hujan Tidak terawatnya PLTMH eksisting dikarenakan kurang perawatan dari komunitas Tidak tersedia SDM Lokal yang dapat menjaga dan merawat PLTMH Eksisting Intensitas matahari yang kurang lama. Kurangnya SDM lokal yang dapat merawat PLTS Eksisting Harga investasi yang mahal Tidak tersedianya data tentang potensi pertanian dan hasil hutan sebagai suber energi biomassa Implementasi skala komunal dan/atau terpusat Biaya investasi yang mahal Tidak tersedianya SDM Lokal 1. 2. 3.

1) Energi & Kelistrikan
Rekomendasi Dilakukan studi potensi sungai disekitar kawasan perkotaan Bokondini Dilakukan perawatan berkala dan dukungan dari pemerintah daerah Pelatihan SDM lokal

3.

2.

Sungai disekitar kawasan berpotensi sebagai PLTMH

1. 2. 3. 1.

1. 2. 3. 1. 2. 3. 4.

3.

Pertanian dan hasil Hutan sebagai sumber energi biomassa

2. 3. 4.

Dilakukan desain teknologi yang sesuai dengan kondisi alam Pelatihan SDM Lokal Bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah Dilakukan kajian tentang potensi pertanian dan hasil hutan sebagai suber energi biomassa Implementasi skala komunal dan/atau terpusat Bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah Pelatihan SDM Lokal

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 127

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI F. Sarana dan Infrastruktur
Potensi Permasalahan 2) Telekomunikasi Rekomendasi

1. Bokondini di Distrik Bokondini Jaringan sistem Mengembangkan sistem telah ditetapkan menjadi PKLp, telekomunikasi baik kabel telekomunikasi nirkabel (wireless) Distrik Kaboneri sebagai PKLp, maupun nirkabel dalam jangka pendek dan sistem Kaniro di Distrik Bokoneri (wireless) bisa dikatakan kabel dalam jangka panjang yang sebagai PPK, dan Bilubaga di masih sangat terbatas bisa menjangkau sebagian besar Distrik Bewani sebagai PPL. warga 2. Jumlah penduduk Kawasan Perkotaan Bokondini yang terdiri dari 4 distrik diproyeksikan mencapai 35.854 jiwa pada tahun 2033.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 128

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI F. Sarana dan Infrastruktur
Potensi
1. Terdapat jaringan jalan eksisting di kawasan perkotaan Agro Bokondini. Dari jaringan jalan eksisting yang belum menyambung, masih dapat disambungkan sehingga dapat memenuhi pola perjalanan yang diinginkan. 1.

3) Transportasi

Permasalahan
Kondisi tanah yang kurang stabil, sehingga harus dapat memilih trase jalan yang terbaik untuk pembangunan jalan. Jalan-jalan yang ada tidak memiliki saluran drainase yang baik Terdapat sungai-sungai yang memotong jalan. Pembangunan jalan di Papua membutuhkan biaya yang sangat besar 1.

Rekomendasi
Menyambungkan ruas simpul dari Wunin ke Bokondini dan Kubu ke Bokondini Membuat desain jalan meninggi dan goronggorong lintasan hewan pada jalan Kolektor (K3) di Distrik Bokoneri / Kanaero Menyiapkan pembangunan jembatan di beberapa titik lokasi yang potensial Peningkatan jalan eksisting dan pembangunan jalan baru di lingkungan industri Pembangunan terminal Tipe C

2.

2. 3. 4.

2.

3.

4.

5.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 129

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI F. Sarana dan Infrastruktur
Potensi
1. Pertumbuhan penduduk akan di sertai dengan pertumbuhan infrastruktur dasar perkotaan yang menuntut pemenuhan kebutuhan air, sehingga pengembangan pengelolaan air minum akan menjadi prioritas utama dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Tingginya curah hujan yang bisa dijadikan sumber utama untuk air baku air minum masyarakat. Masih banyak tersedia lahan kosong yang luasannya bisa digunakan sebagai tempat untuk membangun bak penampung air hujan komunal, yang pengelolaanya bisa dilaksanakan oleh dinas terkait melalui sistem perpipaan secara gravitasi. 1.

4) Air Bersih
Rekomendasi
1. 2. Air baku yang akan menjadi prioritas dimanfaatkan adalah air hujan Pegembangan SPAM dikelompokan menjadi SPAM Perkotaan dan SPAM Pedesaan Untuk masyarakat yang berada jauh di luar kawasan perkotaan baik BWP I – BWP IV dan tidak terlayani sistem perpipaan PAH komunal, perlu menyediakan bak penampung (tong plastik 1 m3) secara individual dan atau mendapat bantuan hibah dari pemda.

Permasalahan
Kualitas lingkungan semakin menurun sehingga sumber air baku berkurang, di sisi lain pengaturannya kurang tepat Tidak adanya prsarana air bersih yang memadai mengakibatkan masyarakat kurang mampu mengaksesnya Kurangnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai sumber air Kurangnya sosialisasi tentang pemanfaatan dan pemeliharaan secara efektif dan efisiensi Luasnya kawasan perkotaan Rendahnya tingkat kepadatan penduduk Rendahnya angka pertumbuhan penduduk

2.

3.

3.

2.

3.

4.

5. 6. 7.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 130

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI F. Sarana dan Infrastruktur
Potensi
1. Pertumbuhan penduduk akan di sertai dengan pertumbuhan infrastruktur dasar perkotaan yang pada setiap aktivitas/kegiatan masyarakat akan menghasilkan sampah baik sampah rumah tangga, sampah industri maupun sampah B3 serta membiasakan masyarakat dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) Tingginya tingkat kebersamaan masyarakat dalam mencapai tujuan hidup bersama khususnya yang memiliki nilai ekonomi. Masih banyak tersedia lahan kosong yang luasannya bisa digunakan sebagai tempat untuk membangun TPS/TPST yang pengelolaanya berbasis masyarakat. 1.

5) Persampahan
Rekomendasi
1. 80% cakupan pelaanan ditangani oleh dinas terkait, 20% individual Seluruh kawasan BWP, dibutuhkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah : Timbulan sampah : 642 Ton Hibah BIN (pemda) :586 unit Gerobak Sampah 1 m3: 3 unit TPS/ Container 2 m3 : 3 unit Truck Sampah 6 m3 : 1 unit TPST: 6 unit TPA: 1 unit

Permasalahan
Minimnya sarana dan prasarana pengelolaan persampahan yang dimiliki pemerintah daerah Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan Rendahnya masyarakat yang memiliki sarana penampung sampah Kurangnya sosialisasi tentang pengelolaan persampahan yang memiliki nilai ekonomi Luasnya kawasan perkotaan

2.

2.

3.

2.

4.

      

3.

5.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 131

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI F. Sarana dan Infrastruktur
Potensi 1. Pertumbuhan penduduk akan di sertai dengan pertumbuhan infrastruktur dasar perkotaan serta perumahan yang pada setiap aktivitas/kegiatan masyarakat akan menghasilkan limbah rumah tangga baik grey water maupun black water yang menuntut pemenuhan kebutuhan pengelolaan air limbah yang baik guna menghindari pencemaran air tanah sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat serta membiasakan masyaarakat dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) Tingginya curah hujan sehingga ketersediaan air bersih untuk MCK dapat terpenuhi. Masih banyak tersedia lahan kosong yang luasannya bisa digunakan sebagai tempat untuk membangun IPAL/IPLT yang pengelolaanya diawah dinas terkait. 1. Permasalahan Minimnya sarana dan prasarana pengelolaan air limbah yang dimiliki pemerintah daerah 2. Kurangnya kesadaran 2. 3. 1.

6) Air Limbah
Rekomendasi 80% cakupan pelaanan ditangani oleh dinas terkait, 20% individual Sistem on-site Seluruh kawasan BWP, dibutuhkan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah : Jamban/ Septic Tank : 86 KK Truck Tinja:1 unit IPLT: 1 unit

masyarakat terhadap
kebersihan 3. Kurangnya sosialisasi tentang pengelolaan air limbah yang baik dan benar 4. Luasnya kawasan perkotaan   

2. 3.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 132

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI G. Ekonomi
Potensi 1. Sektor potensial atau masih dapat 1. berkembang (developing sector) di antara lain Perdagangan dan pertanian. Kegiatan pertanian khususnya pertanian Palawija dan Ladang yang merupakan penyumbang terbesar PDRB di Kabupaten Tolikara. Kawasan hutan terdiri dari Hutan Lindung,Hutan Produksi Konversi, 2. Hutan Produksi Biasa dan Kawasan Cagar alam dapat dikembangkan untuk wisata dan juga wisata edukasi. Fakta tersebut memberikan pengaruh pada kegiatan perdagangan dan jasa di Bokondini yang berbasis pada komoditas pertanian, perkebunan dan hasil hutan. Cadangan lahan budidaya dan lahan untuk lingkungan terbangun masih cukup besar, tanpa harus mengalih-fungsikan hutan, pertanian umbi-umbian termasuk sektor yang potensial untuk dikembangkan. Permasalahan Bencana alam merupakan 1. ancaman besar mengingat kondisi topografi yang berbukit-bukit dengan kemiringan umumnya >15% bahkan beberapa wilayah memiliki kemiringan lebih dari 2. >40%. Tanah longsor menjadi ancaman utama Kurangnya dukungan infrastruktur kelistrikan, air bersih, sanitasi, komunikasi dan transportasi, serta kerusakan infrastruktur fisik yang selanjutnya akan meningkatkan biaya operasional dalam menjalankan bisnis. Rekomendasi Perlu pengembangan dan peningkatan kegiatan sarana perdagangan dan jasa agar dapat lebih merangsang pertumbuhan kota Upaya mitigasi bencana yang efektif dapat memberikan kontribusi bagi kepercayaan investor guna peningkatan perekonomian di Bokondini.

2.

3.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 133

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI H. Pertanian
Potensi 1. 2. 3. Tersedianya sumberdaya lahan pertanian yang cukup luas Menyediakan lapangan kerja bagi penduduk Memberikan kontribusi terhadap perekonomian wilayah 1. Permasalahan Sistem usaha tani masyarakat masih tradisional, sehingga produktivitas dan produksinya rendah Pengetahuan dan ketrampilan serta penguasaan teknologi pertanian penduduk/ petani masih rendah Belum tersedianya prasarana dan sarana serta infrastruktur pendukung pertanian Belum tersedianya kelembagaan petani, perbankan, penyuluhan yang mendukung kegiatan pertanian 3. 1. Rekomendasi Menerapkan sistem usaha tani yang benar dan teknologi spesifik lokasi (penggunaan bibit unggul, pemupukan, pemeliharaan dan pasca panen) untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penduduk/ petani dalam penguasaan teknologi pertanian dan praktek usaha tani yang produktif melalui pelatihan dan sekolah lapang Membangun prasarana jalan desa untuk meningkatkan akses ke kawasan produksi dan pemasaran hasil pertanian Membentuk kelompok tani atau gabungan kelompok tani, lembaga keuangan, penyuluhan pertanian untuk meningkatkan kinerja usaha tani

2.

2.

3.

4.

4.

5.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Menyusun kebijakan pemerintah daerah dan menyediakan anggaran yang cukup untuk pengembangan sektor pertanian

Slide: 134

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
I. Kepariwisataan
Potensi
1. 2. Budaya, Norma adat istiadat yang kuat di masyarakat Bokondini. Potensi lahan pertanian pangan , perkebunan dan holtikultura yang memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi masyarakat Bokondini 1.

7) ODTW
Permasalahan
Infrastruktur jalan menuju Kota Bokondini yang rusak parah, sehingga menurunkan tingkat aksesibilitas. Infrastruktur dasar (energi, air bersih, sanitasi) di dalam kawasan perkotaan Bokondini yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Belum berkembangnya potensipotensi wisata alam, wisata agro, wisata rohani Belum terbentuknya kelompok pencinta wisata alam (adventure tourism) di Bokondini Belum terbentuknya kegiatan usaha wisata 6. 1.

Rekomendasi
Menetapkan kawasan pariwisata di dalam kawasan perkotaan Bokondini seperti Kawasan Klasis Bogoga, dan revitalisasi situs sejarah. Mengembangkan kawasan-kawasan perkebunan menjadi objek wisata berbasis pertanian dan perkebunan (agro tourism) Menetapkan kawasan klasis Bogoga (OB Anggen) sebagai pusat pendidikan berbasis kristen Menyusun dan menetapkan ODTW di Kawasan Perkotaan Bokondini Mendorong masyarakat Bokondini untuk membentuk kelompok usaha wisata. Mengembangkan sarana dan penyebarluasan informasi ODTW Kawasan Perkotaan Bokondini di Papua, Indonesia dan Luar Negeri

2.

2.

3.

4.

Catatan sejarah asimilasi, interaksi dan transformasi masyarakat Bokondini 3. (Pegunungan Tengah) dalam menerima injil masuk ke Pegunungan Tengah dan Bokondini menjadi PUSAT pelatihan, 4. pendidikan, informasi perkembangan transformasi sosial dan budaya masyarakat Pegunungan Tengah. 5. Topografi alam dan potensi sungai yang dapat dijadikan sebagai objek wisata petualangan alam

3.

4. 5.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 135

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
I. Kerentanan, Daya Dukung dan Daya Tampung
Potensi 1. Luas wilayah kawasan yang mencapai 100, 65Km2 1. Permasalahan Dominasi wilayah kawasan yang berada pada kerawanan longsor dan gempa Topografi yang didominasi dengan tingkat kecuraman yang tinggi. Lokasi yang memiliki kelandaian dibawah 4% dan sesuai untuk permukiman tersebar tidak memusat dan tidak luas/terbatas. 3. 1. 2. Rekomendasi Melakukan zonasi wilayah rawan longsor, dan pembuatan regulasi. Mengarahkan penggunaan teknologi yang tepat dan aman dalam pembangunan kawasan. Menetapkan kawasan-kawasan resiko tinggi terhadap bencana tanpa aktifitas pembangunan fisik. Menetapkan kawasan –kawasan pengembangan (potensi) baru sebagai alokasi permukiman kota.

2. 3.

4.

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 136

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

7. POTENSI, PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
I. Kerentanan Gerakan Tanah
PETA KERENTANAN GERAKAN TANAH

BWP 2

BWP 1 BWP 3

BWP 4

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 137

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
A. Dasar Konsep Pengembangan B. Konsep Pengembangan Struktur dan Pola Ruang C. Konsep Pengembangan Kawasan Prioritas

Slide: 138

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
A. Dasar Konsep Pengembangan
Konsep dasar pengembangan kawasan perkotaan Bokondini didasarkan atas beberapa hal; 1. Arahan dari Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tolikara; 2. Analisis aspek sosial budaya, ekonomi, infrastruktur, permukiman/perkotaan; 3. Potensi, masalah dan rekomendasi aspek pengembangan kota.
sarana,

A.1. Tujuan Penataan Ruang Pengembangan Kawasan Perkotaan Bokondini

Mewujudkan Kawasan Perkotaan Bokondini yang Aman, Nyaman, Produktif dan Berkelanjutan
A.2. Kebijakan dan Strategi Pengembangan KP Bokondini

Pengembangan Kawasan Perkotaan Bokondini sebagai Pusat Perekonomian Jasa & Perdagangan Komoditas Pertanian dan Perkebunan Terpadu berbasis Agroforestry , Pusat Pelayanan Transportasi Udara Militer dan
Komersial, Pusat Pendidikan Tinggi, Penunjang Pelayanan Kesehatan Terpadu dan Penunjang Pelayanan Pemerintahan Satu Atap;
Slide: 139
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B. Dasar Konsep Pengembangan (Struktur dan Pola Ruang)
KAWASAN PERKOTAAN
HIRARKI FUNGSIONAL

FUNGSI UTAMA

POLA RUANG
1. PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN 2. INDUSTRI 3. PARIWISATA 4. PETERNAKAN (SAPI) 5. PERKEBUNAN 6. PERTANIAN HOLTIKULTURA 7. TANAMAN PANGAN 8. RAWAN BENCANA LONGSOR 9. PERLINDUNGAN SETEMPAT 10. LINDUNG GEOLOGI 1. PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN 2. PERTANIAN HOLTIKULTURA 3. TANAMAN PANGAN 4. RAWAN BENCANA LONGSOR 5. PERLINDUNGAN SETEMPAT 6. LINDUNG GEOLOGI 7. HUTAN PRODUKSI 1. PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN 2. PARIWISATA 3. PERTANIAN HOLTIKULTURA 4. TANAMAN PANGAN 5. RAWAN BENCANA LONGSOR 6. PERLINDUNGAN SETEMPAT 7. LINDUNG GEOLOGI 8. HUTAN PRODUKSI 1. PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN/PERKAMPUNGAN 2. PERKEBUNAN 3. PERTANIAN HOLTIKULTURA 4. TANAMAN PANGAN 5. RAWAN BENCANA LONGSOR 6. PERLINDUNGAN SETEMPAT 7. LINDUNG GEOLOGI 8. HUTAN PRODUKSI

DISTRIK BOKONDINI

PKLp

1. PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PENGEMBANGAN PERTANIAN 3. PUSAT PERKANTORAN 4. PUSAT PERMUKIMAN

SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK BEWANI

PPL

1. PUSAT PERMUKIMAN 2. PUSAT KOMERSIAL SKALA KAMPUNG

SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK BOKONERI

PPK

1. PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PERMUKIMAN 3. PUSAT KOMERSIAL SKALA KAMPUNG

SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK KAMBONERI

PKLp

1. PUSAT PELAYANAN PEMERINTAHAN DISTRIK 2. PUSAT PENGEMBANGAN PERTANIAN 3. PUSAT PERKANTORAN 4. PUSAT PERMUKIMAN

Slide: 140

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.1. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
1. Adanya rencana perpanjangan landasan pacu bandar udara Bokondini yang semula sepanjang 800 m menjadi 1.200 m. Rencana ini akan membawa dampak kepada perubahan kepada fungsi jalan menuju bandar udara serta berdampak kepada pola ruang kota dimana rencana perpanjangan landasan pacu tersebut mengharuskan berpindahnya fasilitas pelayanan pendidikan SMP dan SMA Bokondini. 2. Adanya kawasan permukiman berkepadatan rendah pada kawasan lindung Kanairo menjadikan kawasan permukiman ini berstatus sebagai kawasan yang dikendalikan/dipenuhi sarana prasarana namun tidak didorong untuk berkembang yang berimplikasi kepada beralih fungsinya kawasan lindung. 3. Implikasi pengembangan lainnya terhadap struktur kawasan perkotaan adalah peningkatan fungsi jalan yakni Kolektor Primer (K3) yang menghubungkan antara distrik Wunin melalui distrik Bewani hingga distrik Bokondini (Kp. Galala). Pengembangan jaringan jalan ini menggunakan kawasan lindung sepanjang 4,3 km. dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 24 tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan, hal ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan kehidupan liar hutan lainnya. Membuat design jalan meninggi yaitu sebagai underpass crossing untuk satwa liar lainnya. 4. Rencana penetapan kawasan klasis dan pusat perkotaan (Pusat Pelayanan Primer) Bokondini menjadi kawasan yang harus dikendalikan lingkungannya karena memiliki ruang terbuka hijau, situs sejarah agama, topografi yang indah, vegetasi pepohonan yang tua, permukiman MAF (Mission Aviation fellowship), gereja klasis Bogoga dan kawasan perkantoran distrik yang menyatu (kompak) rapi, asri dan indah. Kawasan yang kompak ini diarahkan menjadi kawasan potensi wisata. Maka struktur ruang kawasan yakni jaringan jalan yang dikembangkan adalah Kolektor Primer (K3) tidak melintasi di kawasan ini. 5. Arahan dan rencana kawasan industri berbasis agroforestry (pertanian dan perkebunan) didalam kawasan perkotaan distrik Bokondini seluas 32 ha. Kawasan industri ini berada di sisi tenggara. Dengan adanya kawasan industri, agar tidak terjadi degradasi lingkungan didalam pusat perkotaan maka dibuatkan jaringan jalan baru (outer road) dengan fungsi kolektor sekunder (K4) yang menghubungkan kawasan industri menuju sisi barat daya terkoneksi ke terminal tipe C dan terhubung ke jaringan jalan kolektor primer (K3) di simpang Kp. Galala. Slide: 141
©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.2. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Bandara Udara

Lokasi Bandara Bokondini
(Opsi 1 Pengembangan)

Slide: 142

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.3. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Bandara Udara

Lokasi Bandara Bokondini
(Opsi 2 Pengembangan)

Slide: 143

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.3. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Bandara Udara

Lokasi Bandara Bokondini
(Opsi 3 Pengembangan)

Slide: 144

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.4. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Bandara Udara

Konsep Pengembangan Bandara Bokondini (Opsi 1)
R/W

Apron

Area parkir kendaraan Gedung PKP-PK Gerbang bandar udara

Slide: 145

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.5. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Bandara Udara

Konsep Pengembangan Bandara Bokondini (Opsi 2)
R/W Runway Apron

Tahap II – 5-10 tahun berikutnya

Area parkir kendaraan Gedung terminal penumpang Gedung terminal kargo Gedung PKP-PK Jalan di lingkungan bandar udara Daerah sisi udara

Gerbang bandar udara

Slide: 146

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.5. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Bandara Udara

Konsep Pengembangan Bandara Bokondini (Opsi 3)
R/W Runway Apron

Tahap II – 5-10 tahun berikutnya

Area parkir kendaraan Gedung terminal penumpang Gedung terminal kargo Gedung PKP-PK Jalan di lingkungan bandar udara Daerah sisi udara

Gerbang bandar udara

Slide: 147

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.6. Pesawat Yang Dapat Mendarat
Foto Armada Udara

Spesifikasi Pesawat (Eksisting)
Sumber: www.cessna.com; www.atraircraft.com; www.susiair.com

Cessna Grand Caravan

ATR 42

Slide: 148

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.7. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Kelengkapan Fungsi Fasilitas Distrik Kawasan Perkotaan
No 1 2 Distrik Bokondini Bokoneri Bewani Kaboneri Jml Pddk 3,719 3,831 3,864 1,280 Kelengkapan Fungsi (Fasilitas) 1 3 3 3 1 2 2 0 0 0 3 1 0 0 0 4 1 0 0 1 5 0 0 1 3 6 1 0 0 0 7 1 0 0 0 8 1 0 0 0 9 1 0 0 0 10 1 0 6 6 11 1 1 1 1 12 1 0 0 0 Jumlah 14 4 11 12

BWP II BWP I BWP III BWP IV

3 4

Sumber : Hasil Analisis Tim Konsultan Tahun 2013

Perhitungan Indeks Sentralitas
No 1 2 3 4 Distrik Bokondini Bokoneri Bewani Kaboneri Jml Pddk 3,719 3,831 3,864 1,280

Kelengkapan Fungsi (Fasilitas)
1 1 1 1 1 2 1 0 0 0 3 1 0 0 0 4 1 0 0 1 5 0 0 1 1 6 1 0 0 0 7 1 0 0 0 8 1 0 0 0 9 1 0 0 0 10 1 0 1 1 11 1 1 1 1 12 1 0 0 0

Jumlah Indeks Sentralitas 11
2 4 5

Sumber : Hasil Analisis Tim Konsultan Tahun 2013

NO

DISTRIK BWP

HIRARKI
PUSAT PELAYANAN PRIMER PUSAT PELAYANAN SEKUNDER PUSAT PELAYANAN TERSIER PUSAT PELAYANAN TERSIER

1 2 3 4

Bokondini Bewani Bokoneri Kamboneri JUMLAH

I II III IV

Keterangan : 1=SD, 2=SLTP, 3=SMU, LUAS ( Km2) 4=Puskesmas, 21,92 5=Pustu, 42,18 6=Puskesmas Keliling, 15,60 20,95 100,65

7= Pasar Lingkungan, 8= Pertokoan, 9= Hostel, 10= Gereja Kampung, 11= Gereja Distrik, 12= Lainnya

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

Slide: 149

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.8. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Konsep Pengembangan Rencana Struktur Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini

Slide: 150

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.9. Konsep Pengembangan Pola Ruang
Konsep Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini

/ Botanical Garden

Slide: 151

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.10. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-1
BWP 1 BOKONDINI Zona Lindung • Hutan Lindung • Perlindungan Terhadap Kawasan • Bawahannya • Perlindungan Setempat • Ruang Terbuka Hijau • Suaka Alam Dan Cagar Budaya • Rawan Bencana Alam • Kebun Raya/Botanical Garden/Taman Wisata Alam Zona Budidaya • Perumahan kepadatan sedang • Perumahan kepadatan rendah Luas Tabel Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP -1) Luas BWP 1 BOKONDINI Zona Budidaya • Transportasi • Kesehatan • Olah Raga • Sosial Budaya • Peribadatan • PL-Pertanian • PL-Pariwisata • PK-Hankam • TPA • IPAL

• Perumahan kepadatan sangat rendah • Perdagangan dan Jasa
• Perkantoran Pemerintah • Perkantoran Swasta • Aneka Industri • Sarana Pelayanan Umum-Pendidikan

• TPU • PC-Perumahan dan Perdagangan Jasa
• PC-Perumahan dan Perkantoran • PC-Perkantoran dan Perdagangan Jasa

Slide: 152

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.11. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-1
Peta Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP -1)

Bokoneri

Bewani

Kamboneri

Slide: 153

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.15. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-2
BWP 2 BEWANI Zona Lindung • Hutan Lindung • Perlindungan Terhadap Kawasan • Bawahannya • Perlindungan Setempat • Ruang Terbuka Hijau • Suaka Alam Dan Cagar Budaya • Rawan Bencana Alam • Kebun Raya/Botanical Garden/Taman Wisata Alam Zona Budidaya • Perumahan kepadatan sedang • Perumahan kepadatan rendah Luas Tabel Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP-2) BWP 2 BEWANI Zona Budidaya • Transportasi • Kesehatan • Olah Raga • Sosial Budaya • Peribadatan • PL-Pertanian • PL-Pariwisata • PK-Hankam • TPA • IPAL Luas

• Perumahan kepadatan sangat rendah • Perdagangan dan Jasa
• Perkantoran Pemerintah • Perkantoran Swasta • Aneka Industri • Sarana Pelayanan Umum-Pendidikan

• TPU • PC-Perumahan dan Perdagangan Jasa
• PC-Perumahan dan Perkantoran • PC-Perkantoran dan Perdagangan Jasa

Slide: 154

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.16. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-2
Peta Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP -2)

Bokoneri

Bokondini

Slide: 155

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.17. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-3
BWP 3 KABONERI Zona Lindung • Hutan Lindung • Perlindungan Terhadap Kawasan • Bawahannya • Perlindungan Setempat • Ruang Terbuka Hijau • Suaka Alam Dan Cagar Budaya • Rawan Bencana Alam • Kebun Raya/Botanical Garden/Taman Wisata Alam Zona Budidaya • Perumahan kepadatan sedang • Perumahan kepadatan rendah Luas Tabel Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP-3) BWP 3 KABONERI Zona Budidaya • Transportasi • Kesehatan • Olah Raga • Sosial Budaya • Peribadatan • PL-Pertanian • PL-Pariwisata • PK-Hankam • TPA • IPAL Luas

• Perumahan kepadatan sangat rendah • Perdagangan dan Jasa
• Perkantoran Pemerintah • Perkantoran Swasta • Aneka Industri • Sarana Pelayanan Umum-Pendidikan

• TPU • PC-Perumahan dan Perdagangan Jasa
• PC-Perumahan dan Perkantoran • PC-Perkantoran dan Perdagangan Jasa

Slide: 156

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.18. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-3
Bewani Peta Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP -3)

Bokondini

Slide: 157

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.19. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-4
BWP 4 KAMBONERI Zona Lindung • Hutan Lindung • Perlindungan Terhadap Kawasan • Bawahannya • Perlindungan Setempat • Ruang Terbuka Hijau • Suaka Alam Dan Cagar Budaya • Rawan Bencana Alam • Kebun Raya/Botanical Garden/Taman Wisata Alam Zona Budidaya • Perumahan kepadatan sedang • Perumahan kepadatan rendah Luas Tabel Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP-4) Luas BWP 4 KAMBONERI Zona Budidaya • Transportasi • Kesehatan • Olah Raga • Sosial Budaya • Peribadatan • PL-Pertanian • PL-Pariwisata • PK-Hankam • TPA • IPAL

• Perumahan kepadatan sangat rendah • Perdagangan dan Jasa
• Perkantoran Pemerintah • Perkantoran Swasta • Aneka Industri • Sarana Pelayanan Umum-Pendidikan

• TPU • PC-Perumahan dan Perdagangan Jasa
• PC-Perumahan dan Perkantoran • PC-Perkantoran dan Perdagangan Jasa

Slide: 158

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
B.20. Konsep Pengembangan Pola Ruang BWP-4
Peta Pengembangan Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini (BWP -4)

Bokondini

Kaboneri

Slide: 159

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
C. Konsep Pengembangan Kawasan Prioritas
SUB BWP FUNGSI UTAMA SUB BWP (2) TINGKAT KESESUAIAN DENGAN TUJUAN BWP (3) NILAI PENTING SUB BWP (4)

Penentuan Sub BWP Prioritas
DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG (6) KETENTUAN PERATURAN PERUNDANGAN TERKAIT (7) TOTAL SKOR

KONDISI SOSIAL, EKONOMI DAN LINGKUNGAN (5)

(1) DISTRIK BOKONDINI

(8)

1.

Pusat Pelayanan Pemerintahan Distrik 2. Pusat Pengembangan Pertanian 3. Pusat Perkantoran 4. Pusat Permukiman 1. Pusat Permukiman 2. Pusat Komersial Skala Kampung

Sangat Tinggi – Merupakan Kawasan Utama Dengan Fungsi Perkantoran, Perdagangan – Jasa, Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan, Dan Olah Raga

Sangat Penting, Kondisi sesuai Dan Sangat Potensial Dalam Pengembangan Perkotaan

Cukup Menunjang, Memiliki Karakter Dasar Cukup (SDM Cukup, Ekonomi Rendah Dan Kondisi Lingkungan Cukup Menunjang)

Kebutuhan DD: 4202 ha. Kebutuhan DT: 2.101 jiwa Skor : 1 Kebutuhan DD: 4366 ha. Kebutuhan DT: 2183 jiwa

Sangat Sesuai Dan Mendukung Arahan RTRW

19

Skor : 5
SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK BEWANI

Skor : 5
Kurang Penting, Kondisi Kurang Didukung Oleh Sarana Pelayanan Umum Pengembangan Perkotaan

Skor : 3
Kurang Menunjang, Memiliki Karakter Dasar Yang Rendah (SDM Rendah/Kurang, Ekonomi Rendah Dan Kondisi Lingkungan Cukup Menunjang)

Rendah –Tidak Memiliki Hubungan Langsung Dengan Pengembangan Perdagangan Dan Pendidikan

Skor : 5 Cukup Sesuai, Terdapat Beberapa Fungsi Yang Mendukung Pengembangan Perkotaan Skor :3 Cukup Sesuai, Terdapat Beberapa Fungsi Yang Mendukung Pengembangan Perkotaan

10

Skor : 2
SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK BOKONERI

Skor : 2
Kurang Penting, Kondisi Kurang Didukung Oleh Sarana Pelayanan Umum Pengembangan Perkotaan

Skor :2
Kurang Menunjang, Memiliki Karakter Dasar Yang Rendah (SDM Rendah/Kurang, Ekonomi Rendah Dan Kondisi Lingkungan Cukup Menunjang)

1.

Pusat Pelayanan Pemerintahan Distrik 2. Pusat Permukiman 3. Pusat Komersial Skala Kampung

Sedang – Menunjang Pengembangan Kota Dengan Pengembangan Perumahan Dan Prasarana Umum

Skor : 1 Kebutuhan DD: 4328 ha. Kebutuhan DT: 2164 jiwa

11

Skor : 3
SEBAGIAN WILAYAH DISTRIK KAMBONERI

Skor : 2
Penting, Pengembangan Kota Didukung Oleh Sarana Pelayanan Umum Dan Sesuai Dengan Pengembangan Perkotaan

Skor :2
Kurang Menunjang, Memiliki Karakter Dasar Yang Rendah (SDM Rendah/Kurang, Ekonomi Rendah Dan Kondisi Lingkungan Cukup Menunjang)

1.

Pusat Pelayanan Pemerintahan Distrik 2. Pusat Pengembangan pertanian 3. Pusat Perkantoran 4. Pusat Permukiman

Tinggi – Menunjang Pengembangan Kota Dengan Perkantoran, Perdagangan – Jasa Dan Prasarana Pelayanan Umum, Potensial Berkembang Menjadi Perdagangan – Jasa Skala Wilayah

SKOR : 1 Kebutuhan DD: 1446 ha. Kebutuhan DT: 723 jiwa

Skor : 3 Sesuai,Sebagian Besar Fungsi Sesuai Dan Mendukung Pengembangan Perkotaan

16

SKOR : 4

SKOR : 4

SKOR :2

SKOR : 2

SKOR : 4

Ket : Kolom 6 Asumsi : 1 kk yang beranggotakan 5 jiwa membutuhkan 2 Ha untuk penghidupan. Perhitungan menggunakan proyeksi penduduk tahun 2033

Slide: 160

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
C.1. Konsep Pengembangan Kawasan Prioritas (Struktur & Pola)
Dalam rangka mewujudkan tujuan penataan ruang Kawasan Perkotaan Bokondini, maka kawasan prioritas diarahkan sebagai Kota Agroforestry

Slide: 161

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
C.2. Konsep Pengembangan Kawasan Prioritas (Struktur & Pola)
ZONA Wisata KEGIATAN Kawasan Klasis (Warisan Sosial & Budaya Pegunungan Tengah) :

1. 2. 3. 4. 5. 6.
Perkantoran 1. 2. 3. 4. 5. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. 1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 1. 2. 3. 1. 2. 1. 2.

Keagamaan (Gereja) Pendidikan (Internasional) Gymnasium Penginapan/ Inn Wisata Rohani Tugu Sejarah Injil/ Pegunungan Tengah
Kantor Distrik Kantor Pemerintahan Pusat Kesehatan Rumah Dinas UPT : UPT Air Bersih UPT Lingkungan Hidup UPT Kelistrikan UPT Pos, Telekomunikasi, Perhubungan Dan Telematika UPT Kepariwisataan UPT Penanggulangan Bencana Daerah UPT Penelitian Teknologi Agroforestri & BBIA UPT Perkebunan UPT Pertanian UPT Perikanan UPT Kehutanan UPT Kesehatan UPT Pendidikan Perumahan Padat, Perumahan sedang dan Perumahan rendah Peribadatan Mesjid dan Gereja Pendidikan (+SMK Pertanian) Kesehatan Demplot Agro Demo Center Hotel Pasar (Tradisional dan Kerajinan) Ruko/Toko Cafe & Resto Perbankan Kantor Swasta Kawasan Perindustrian Terminal Agribisnis/ Peti Buah dan Sayur IPLT Kodim/ TNI Polsek Pos TNI Taman / Landmark/ Tugu Lapangan Olahraga Kawasan Pergudangan Agroforestry Saprotan

Perumahan

Pelayanan Umum

Perdagangan & Jasa

Industri

Peruntukan Khusus RTH Campuran

Slide: 162

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

8. KONSEP PENGEMBANGAN
C.3. Konsep Pengembangan Struktur Ruang
No

Tabel Rencana Jalan Antar Di Distrik dalam KP Bokondini Dan Jalan Didalam Kawasan Prioritas
No Ruas Nama Ruas Panjang (m)

Fungsi Jalan

LO1 LO2 LO3

LO4 LO5 LO6 LO7 LO8 LO9 LO10 LO11 LO12 LO14 LO13 LO17 LO30

LO15 LO19 LO16 LO18 LO22 LO24 LO23 LO21 LO20

LO28 LO29 LO26 LO25 LO27

Sumber : Hasil Analisis Konsultan Tahun 2013

KP01 KARUBAGA – WUNIN – GALALA (L0KONDINI) 2 KOLEKTOR SEKUNDER (K4) KS01 L0KONDINI – KAL0NERI – KELILA / WAMENA 3 KOLEKTOR SEKUNDER (K4) KS02 KANDANG - WANGGULAM 4 LOKAL SEKUNDER LS01 L0KONDINI – BEWANI – WANGGULAM 5 LOKAL SEKUNDER LS02 L0KONDINI – MAIRINI 6 LOKAL LO1 BOGOGA1 7 LOKAL LO2 BOGOGA2 8 LOKAL LO3 BOGOGA3 9 LOKAL LO4 BOGOGA4 10 LOKAL L05 BOGOGA5 11 LOKAL L06 BOGOGA6 12 LOKAL L07 BOGOGA7 13 LOKAL L08 BOGOGA8 14 LOKAL L09 BOGOGA9 15 LOKAL L010 BOGOGA10 16 LOKAL L011 BOGOGA11 17 LOKAL L012 BOGOGA12 18 LOKAL L013 BOGOGA13 19 LOKAL L014 BOGOGA14 20 LOKAL L015 BOGOGA15 21 LOKAL L016 BOGOGA16 22 LOKAL L017 BOGOGA17 23 LOKAL L018 BOGOGA18 24 LOKAL L019 BOGOGA19 25 LOKAL L020 BOGOGA20 26 LOKAL L021 BOGOGA21 27 LOKAL L022 BOGOGA22 28 LOKAL L023 BOGOGA23 29 LOKAL L024 BOGOGA24 30 LOKAL L025 BOGOGA25 31 LOKAL L026 BOGOGA26 32 LOKAL L027 BOGOGA27 33 LOKAL L028 BOGOGA28 34 LOKAL L029 BOGOGA29 35 LOKAL L030 BOGOGA30

1 KOLEKTOR PRIMER (K3)

10.281,30

7.214,57

3.807,24 9719,36 1425,14 94,00 94,00 51,20 970,28 129,87 184,84 129,69 70,42 156,26 105,67 89,87 353,93 95,03 382,94 149,76 146,30 517,60 344,48 208,30 37,17 61,00 183,63 135,43 143,00 743,92 243,22 188,76 269,74 182,58 165,28

Slide: 163

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

9. PENUTUP
A. Rencana Penyelesaian Pekerjaan B. Hasil pertemuan informal dengan masyarakat Bokondini
A. B. C. D. OB Anggen (Bp. Benjamin Scotty, Bp. Ones Wenda, Bp. Otniel) Papua Partners (Bp. Javies Sosa, Ibu Naomi Sosa) Bp. Pdt. Pontias Pagawa, Bp. Jacob Bp. Marten (Mantan Mantri Di Masa Penjajahan Belanda di Papua, Kepala Suku)

C. Dokumentasi Pertemuan dan Survey di Bokondini

Slide: 164

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

9. PENUTUP
A. Rencana Penyelesaian Pekerjaan
NO 1 TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN TUJUAN Menyiapkan Langkah Kerja yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan dan persiapan administrasi Pembentukan kesamaan pandangan dan kesepakatan KEGIATAN Perumusan pendekatan dan metodologi serta penyiapan jadwal pelaksanaan pekerjaan Sosialisasi SASARAN Tercapainya langkah-langkah kerja yang efektif dan efisien METODE Persiapan teknis dan administrasi BULAN 1 2 3 4 5 6 7

2

SOSIALISASI AWAL

Tercapainya pemahaman tentang proses penyusunan RDTR oleh pemerintah setempat Teridentifikasinya isu-isu pengembangan kawasan yang terkait dengan substansi RDTR Kawasan Perkotaan Tercapainya proses pengumpulan data oleh tim pelaksana pekerjaan Penjelasan hasil-hasil analisis dan perolehan masukan dari dinas terkait tercapainya proses perumusan dan kesepakatan konsep rencana oleh tim supervisi Tercapainya proses perumusan rencana Tercapainya kegiatan konsultasi publik oleh Pemerintah Daerah Tercapainya kegiatan lokakarya oleh Pemerintah Daerah

Diskusi Teknis dan FGD

3

PENJARINGAN ISU-ISU PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN SURVEY/ PENGUMPULAN DATA ANALISIS/IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN KONSEP RENCANA

Teridentifikasinya isu-isu pengembangan wilayah yang perlu dititikberatkan untuk difokuskan dalam survei dan analisis Teridentifikasinya kondisi awal kawasan dan kecenderungan Teridentifikasinya potensi dan permasalahan pengembangan kawasan Perumusan konsep rencana

Diskusi awal

Diskusi teknis

4

Pengumpulan data primer dan sekunder Pelaksanaan proses analisis

Survey primer dan sekunder Analisis kuantitatif dan kualitatif Diskusi Teknis dan FGD Diskusi teknis dan Sarasehan FGD

5

6

Komitmen/ kesepakatan konsep rencana Pelaksanaan perumusan rencana

7

PERUMUSAN RDTR

Terumuskannya RDTR Kawasan Perkotaan Bokondini sesuai dengan permasalahan yang ada Terakomodasinya aspirasi masyarakat Bokondini dalam Rencana Tata Ruang Terakomodasinya aspirasi masyarakat dalam Rencana Tata Ruang

8

KONSULTASI PUBLIK

Pendampingan kegiatan lokakarya Pendampingan kegiatan lokakarya

9

LOKAKARYA RDTR

Seminar / FGD

Keterangan: Tahap 1 s/d 6 Sudah dilaksanakan Tahap 7 dan 9 rencana penyelesaian pekerjaan berikutnya

Slide: 165

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

9. PENUTUP
B. Hasil pertemuan informal dengan masyarakat Bokondini

Berdasarkan hasil diskusi bersama beberapa pemangku kepentingan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini di Bokondini, beberapa kesimpulan yang menjadi masukan dalam pekerjaan RDTR adalah sebagai berikut; 1.Keterlibatan dan kepemilikan masyarakat Bokondini dalam programprogram yang dilakukan oleh Lembaga Internasional (NGO) dan Pemerintah Kabupaten Tolikara. 2.Pemenuhan kebutuhan Pelayanan Dasar Kepemerintahan di Bokondini (Government Services). Seperti pembuatan KTP, Perbaikan Jalan dan Jembatan, Kelistrikan/Energi, dan Komunikasi. 3.Pemenuhan Prasarana dan Sarana Dasar (PSD) seperti air bersih, persampahan, drainase dan sanitasi.

Slide: 166

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

9. PENUTUP
C. Dokumentasi Pertemuan

PERTEMUAN DENGAN PENGURUS OB ANGGEN DAN PAPUA PARTNERS

PERTEMUAN DENGAN PENGURUS KLASIS BOGOGA, PDT YAKOB, ADIT (GURU OB ANGGEN)

PERTEMUAN DENGAN SALAH SATU KEPALA SUKU BAPAK MARTEN BAMINGGEM

BERSAMA PENGURUS OB ANGGEN DAN TIM RDTR BOKONDINI, PARIWISATA DAN GEOLOGI

Slide: 167

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

TERIMA KASIH

LAMPIRAN 1 STUDI KOMPARATIF DI LUAR NEGERI

LAMPIRAN
A. STUDI KOMPARATIF DI LUAR NEGERI
GOLDEN COLORADO

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

LAMPIRAN
STUDI KOMPARATIF DI LUAR NEGERI
GOLDEN COLORADO

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

LAMPIRAN
STUDI KOMPARATIF DI LUAR NEGERI
BOULDER COLORADO

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

LAMPIRAN
STUDI KOMPARATIF DI LUAR NEGERI
WILAYAH GUNUNG - PILATUS

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

LAMPIRAN
STUDI KOMPARATIF DI LUAR NEGERI
WILAYAH GUNUNG - PILATUS

©Badan Perencanaan Pembangunan Daerah | Pemerintah Kabupaten Tolikara | 2013

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->