You are on page 1of 7

TUMBUH KEMBANG ANAK DAN GANGGUAN BICARA

27 Sabtu Feb 2010 Posted by ackogtgKEDOKTERAN1 TUMBUH KEMBANG ANAK DAN GANGGUAN BICARA Ditulis oleh Abu Idris Carko Budiyanto Ath-Thobibi Definisi Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, atau ukuran, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuran panjang (cm, meter), sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuh sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungannya. (Kania, 2006) Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu: 1. Faktor genetik

Faktor genetik ini yang menenutkan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya. 2. Faktor lingkungan

Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembangnya. (Kania, 2004; Harahap, 2004) Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu:

a. Penyimpangan perkembangan dengan menggunakan tolak ukur perkembangan : Motorik kasar Motorik halus Kepribadian sosial . Masalah penyimpangan tumbuh kembang secara praktis dibagi menjadi dua. c. dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. dapat terjadi pada tahap uterin. ASIH. sanitasi lingkungan pakaian rekreasi. kesegaran jasmani 2. produktivitas dan sebagainya. penimbangan yang teratur. (Kania. 3.1. mental. b. pemberian ASI. pengobatan Ø Ø Ø Ø pemukiman yang layak kebersihan perseorangan. Kebutuhan akan stimulasi mental (”ASAH”) Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan. moral-etika. atau psikososial. kreativitas. Anak yang mendapat ASUH. kepribadian. Penyimpangan pertumbuhan dengan menggunakan tolak ukur pertumbuhan : antropometri dan penyimpangan bentuk tubuh. dan pascalahir. yaitu : 1. kemandirian. 2006) Gangguan tumbuh kembang Penyimpangan tumbuh kembang adalah keadaan proses pertumbuhan dan perkembangan yang tidak wajar atau terganggu/terhambat. kelahiran. Kebutuhan emosi/kasih sayang (”ASIH”) Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik. 2. Kebutuhan fisik-biomedis (”ASUH”) Meliputi: Ø pangan/gizi Ø perawatan kesehatan dasar: imunisasi. agama.

sepadan dengan fungsi kognitif Menyusun kalimat dengan baik. Menanyakan “apa” 36 – 48 bulan Mengerti banyak apa yang diucapkan Menanyakan “mengapa”. Bicara adalah pengucapan. menggunakan lebih dari 4 kata dalam satu kalimat 48 – 60 bulan Mengerti banyak apa yang dikatakan. Bahasa berarti menyatakan dan menerima informasi dalam suatu cara tertentu. dkk. Bahasa merupakan salah satu cara berkomunikasi. yang menunjukkan keterampilan seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata.d. 2006) Gangguan bicara dan bahasa Ada perbedaan antara bicara dan bahasa. Bercerita.. “dada” 12 bulan Memahami dan menuruti perintah sederhana Bergumam. Tahap Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Anak : Umur Kemampuan Reseptif Kemampuan Ekspresif Lahir Melirik ke sumber suara Menangis 2 – 4 bulan Memperlihatkan ketertarik-an terhadap suara-suara Tertawa dan mengoceh tanpa arti 6 bulan Memberi respon jika nama-nya dipanggil Mengeluarkan suara yang merupakan kombinasi huruf hidup (vowel) dan huruf mati (konsonan) 9 bulan Mengerti dengan kata-kata yang rutin (dada) Mengucapkan “mama”. Bahasa (Irwanto. Bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara simbolis baik visual (menulis. memberi tanda) atau auditorik. Bahasa reseptif adalah kemampuan untuk mengerti apa yang dilihat dan apa yang didengar. 100% kalimat dapat dimengerti . bahasa sudah mulai jelas. Kalimat 75% dapat dimengerti. Mengucapkan satu kata 15 bulan Menunjuk anggota tubuh Mempelajari katakata dengan perlahan 18 – 24 bulan Mengerti kalimat Menggunakan/merangkai dua kata 24 – 36 bulan Menjawab pertanyan Mengikuti 2 langkah perintah Frase 50% dapat dimengerti Membentuk 3 (atau lebih) kalimat.

Tekanan keluarga c. Terlambat b. Terlambat pemerolehan bahasa b. Kongenital b. Emosi a. Keluarga bisu d. Sosial ekonomi kurang b. Masalah pendengaran a. Terlambat atau gangguan bicara permanen b. Terlambat atau gangguan perkembanganbahasa 3. Dirumah menggunakan bahasa bilingual a. Ibu yang tertekan b. Didapat a. Terlambat pemerolehan struktur bahasa 2. Gangguan serius pada anak a. Terlambat atau gangguan perkembanganbahasa c. Gangguan serius pada orang tua c. Terlambat atau gangguan bicara permanen 4. Gagap c. Perkembangan terlambat . Lingkungan a. Terlambat pemerolehan bahasa d.Penyebab Efek pada Perkembangan Bicara 1.

Retardasi mental a. mengenal konsep. akhirnya menimbulkan gangguan artikulasi. Pasti terlambat bicara 5. Palsi serebral d. Sindrom Down a. Kesulitan membedakan suara. akhirnya menimbulkan kesulitan belajar di sekolah . menelan. menelan. Palatoschizis b. mengerti bahasa. Kelainan persepsi a. Perkembangan lambat.a. Terlambat bicara c. Kelainan sensorimotor c. Mempengaruhi kemampuan menghisap. Cacat bawaan a. Kemampuan bicaranya lebih rendah 6. Berpengaruh pada pernapasan. tetapi masih dalam batas ratarata c. Kelainan neuromuskular b. makan dan timbul juga masalh artikulasi yang dapat mengakibatkan disartria dan dispraksia d. Mempengaruhi kemampuan menghisap. Kerusakan otak a. Terlambat bicara b. mengunyah dan akhirnya timbul gangguan bicara dan artikulasi seperti disartria b. seperti dispraksia c. Perkembangan lambat b. simbolisaasi. Terlambat dan terganggu kemampuanbicara b.

Tingkatkan stimulasi b. Meningkatkan stimulasi b. Monitor dan stimulasi a. Dibawah ratarata b. Sindrom Down 6. Program khusus b. Tekanan keluarga c. Monitor dan obati kalau memungkinkan a. Emosi a. Meningkatkan stimulasi a. Psikoterapis anak a. monitor pendengarannya Rujuk ke ahli rehabilitasi. Gangguan serius pada keluarga c. Konseling. Audiologis/ahli THT a. Mengurangi tekanan atau kelompok bermain c. Meningkatkan stimulasi b. Audiologis/ahli THT b. Lingkungan a. Meningkatkan status emosi c.Penatalaksanaan Gangguan Bicara dan Bahasa menurut Blager BF Masalah 1. Perkembangan Lambat a. Maksimalkan potensi c. Didapat 4. Ahli terapi wicara bahasa bilingual 2. Ahli terapi wicara c. Monitor dan dioperasi b. Keluarga bisu d. Kelompok BKB (Bina Keluarga dan Balita) b. Palatoschizis b. Ahli terapi wicara b. Monitor dan obati kalau memungkinkan a. Menyederhankan masukan bahasa c. ahli terapi . Tingkatkan stimulasi a. kelompok BKB/bermain Penatalaksanaan a. Ibu yang tertekan b. Konseling keluarga d. Retardasi Mental 5. Rujuk ke ahli terapi wicara. Menstabilkan lingkungan emosi b. Psikoterapis c. Perkembangan terlambat c. Ahli terapi wicara setelah operasi b. Dirumah menggunakan d. Kelompok BKB/bermain Rujukan a. Kongenital b. Sosial ekonomi kurang b. Cacat bawaan a. Kerusakan otak Palsi serebral Mengoptimalkan kemampuan fisik a. Gangguan serius pada anak 3. Masalah Pendengaran a.

2008) wicara .kognitif dan bicara anak (Irwan dan Rahmi.