You are on page 1of 14

Novita Anggun Permata Sari 110 2008 347 ANATOMI TRAKTUS RESPIRATORIUS Saluran napas bagian atas Hidung

memiliki peranan yang sangat penting pada saluran napas bagian atas. Ketika udara masuk melalui hidung, partikel-partikel debu dan kotoran akan difiltrasi.Membran mukosa nasofaring selanjutnya akan menyaring udara tersebut, menghangatkan, dan melembabkannya. Udara inspirasi akan turun melalui orofaring ke laringofaring kemudian melewati faring di mana plika vokalis berada. Laring terletak di atas trakea. Ketika seseorang menghirup udara, plika vokalis terbuka, memungkinkan udara untuk melewati trakea dengan bebas. Trakea berakhir pada percabangan bronkus utama kiri dan kanan yang masuk ke paru-paru. Tiap-tiap bronkus masuk melalui hilus (tempat di mana pembukuh darah, nervus, dan lain-lain keluar masuk organ). Bronkus kanan lebih pendek, lebih lebar, dan lebih vertikal daripada bronkus kiri.

Gambar 1. Saluran Nafas Bagian Atas

Paru-paru kanan memiliki tiga lobus dan paru-paru kiri memilki dua lobus. Bronkus sekunder ini kemudian bercabang lagi menjadi bagian yang lebih kecil atau bronkiolus. Setiap lobus kemudian terbagi lagi menjadi lobulus. Dindingnya memiliki cincin-cincin kartilago dan dilapisi membrane mukosa bersilia. bronkus bercabang menjadi bagianbagian yang kecil atau bronkus sekunder yang memasuki masing-masing lobus ( tiga lobus di kanan dan dua lobus di kiri). tapi lobulus mendapat suplai udara dari bronkiolus. bronkus sangat mirip dengan trakea. Gambar 2. Secara struktural.Saluran napas bagian bawah Segera setelah memasuki paru-paru kiri dan kanan. Saluran Nafas Bagian Bawah Paru-paru merupakan organ pernapasan sebenarnya di mana gas-gas dalam darah dan udara bertukar. Lobulus memiliki bentuk dan ukuran yang ireguler. bronkiolus bercabang-cabang menjadi bagian yang sangat kecil yang disebut bronkiolus terminal yang selanjutnya mencapai unit fungsional paru-paru yaitu alveolus. . Di sinilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ketika memasuki lobulus.

Sistem Pernapasan . dihangatkan dan dilembabkan. udara disaring. Ketiga proses ini merupakan fungsi utama dari mukosa respirasi Gambar 4. Pertukaran O2 dan CO2 di alveoli FISIOLOGI PERNAPASAN Saluran pernapasan dari hidung sampai ke bronkeolus dilapisi oleh membrean mukosa bersilia. Ketika udara masuk ke rongga hidung.Gambar 3.

Cairan mukosa yang dihasilkan oleh sel goblet dan sel kelenjar membentuk lapisan yang memungkinkan pergerakan silia untuk mendorong partikel asing. Trakea disokong oleh cincin tulang rawan berbentuk seperti sepatu kuda yang panjangnya kurang lebih 12. Anantomi Laring (kanan) dan Potongan melintang trakea (kiri) Permukaan trakea dilapisi oleh epitel respirasi. Kelenjar tiroid terletak di atas trakea di sebelah depan dan lateral. penutupan glotis dan fungsi seperti pintu dari epiglottis yang berbentuk daun pada pintu masuk laring. berperan untuk mengarahkan makanan dan cairan masuk kedalam esophagus.5 cm. Laring terdiri dari rangkaian cincin tulang rawanyang dihubungkan oleh otot otot dan mengandung pita suara. Pada waktu menelan gerakan laring ke atas. Gambar 5. Glotis merupakan pemisah antara saluran napas atas dan bawah. Meskipun laring terutama dianggap berhubungan dengan fonasi. Ismuth melintas trakea di sebelah anterior. tetapi fungsinya sebagai organ pelindung jauh lebih penting. Ruang berbentuk sigitiga diantara pita suara yaitu glotis bermuara kedalam trakea dan membentuk bagian atas dari saluran pernafasan atas dan bawah. Jika benda asing masih mampu melampaui glotis.Udara mengalir dari faring menuju laring atau kotak suara. Pembuluh darah besar 5 pada leher berjalan sejajar dengan trakea di sebelah lateral dan terbungkus dalam selubung karotis. Karina memiliki banyak saraf dan dan dapat menebabkan bronkospasme dan batuk berat jika dirangsang. biasanya setinggi cincin trakea kedua hingga kelima. Struktur trakea dan bronkus digolongkan denga sebuah pohon dan oleh karena itu dinamakan pohon trakeobronkial. turun ke dalam thoraks di mana ia membelah menjadi dua bronkus utama pada karina. Di bawah jaringan subkutan dan menutupi trakea di bagian depan adalah otot-otot supra sternal yang melekat pada kartilago tiroid dan hyoid. . Saraf laringeus rekuren terletak pada sulkus trakeoesofagus. Sedangkan tulang rawan hialin berfungsi untuk menjaga lumen trakea tetap terbuka. Trakea merupakan tabung berongga yang disokong oleh cincin kartilago. fungsi batuk yang dimiliki laring akan membantu menghalau benda dan secret dari saluran nafas bagian bawah. Pada ujung terbuka (ujung bebas) tulang rawan hialin yang berbentuk tapal kuda tersebut terdapat ligamentum fibroelastis dan berkas otot polos yang memungkinkan pengaturan lumen dan mencegah distensi berlebihanTempat trakea bercabang menjadi bronkus utama dan kanan yang dikenal sebagai karina. Terdapat kelenjar serosa pada lamina propria dan tulang rawan hialin berbentuk C yang mana ujung bebasnya berada di bagian posterior trakea. Trakea berawal dari kartilago krikoid yang berbentuk cincin stempel dan meluas ke anterior pada esofagus.

Mendengkur(snoring). Sumbatan partial harus pula dikoreksi karena dapat menyebabkan kerusakan otak. jaw thrust. Sumbatan jalan napas total bila tidak dikoreksi dalam waktu 5 sampai 10 menit dapat mengakibatkan asfiksia (kombinasi antara hipoksemia dan hiperkarbi).henti napas dan henti jantung sekunder. penyebab : ada cairan di daerah hipofaring. pemasangan pipa endotrakeal. Cekungan yang terdapat pada waktu inspirasi di suprasternal. Cekungan itu terjadi sebagai upaya dari otot-otot pernapasan untuk mendapatkan oksigen yang adekuat. dan bunyi seperti orang kumur menandakan adanya sumbatan oleh benda asing. Stridor (crowing). pemasangan pipa orofaring/nasofaring. kepayahan. 4. Suara serak (disfoni) sampai afoni 5. pengisapan (suction) 3. henti napas dan henti jantung. Cara mengatasi : chin lift. Cara mengatasi : finger sweep. Pada sumbatan jalan napas total tidak terdengar suara napas atau tidak terasa adanya aliran udara lewat hidung atau mulut. Gelisah karena pasien haus udara (air hunger) 8. sumbatan di plika vokalis. berasal dari sumbatan pangkal lidah. 2. Pada sumbatan jalan napas partial terdengar aliran udara yang berisik dan kadangkadang disertai retraksi. supraklavikula dan interkostal. sembab otak. Cara mengatasi : cricotirotomi. sembab paru. epigastrium. Berkumur (gargling). Pada sumbatan jalan napas total bila dilakukan inflasi paru biasanya mengalami kesulitan walaupun dengan tehnik yang benar. Warna muka pucat dan terakhir menjadi sianosis karena hipoksia . Bunyi lengking menandakan adanya laringospasme. Terdapat pula tanda tambahan yaitu adanya retraksi pada daerah supraklavikula dan sela iga bila penderita masih bisa bernapas spontan dan dada tidak mengembang pada waktu inspirasi.MACAM SUMBATAN JALAN NAPAS Sumbatan jalan napas dapat total dan partial. 7. TANDA-TANDA KLINIS OBSTRUKSI PERNAPASAN Tanda-tanda adanya sumbatan (ditandai adanya suara nafas tambahan) : 1. Sesak napas (dispneu) 6. trakeostomi.

tampak sangat ketakutan dan sianosis.Jackson membagi sumbatan laring yang progresif dalam 4 stadium dengan tanda dan gejala : Stadium 1: Cekungan tampak pada waktu inspirasi di suprasternal. Stadium 2: Cekungan pada waktu inspirasi di daerah suprasternal makin dalam. epigastrium juga terdapat di infraklavikula dan sela-sela iga. Chin Lift Dilakukan dengan maksud mengangkat otot pangkal lidah ke depan Caranya : gunakan jari tengah dan telunjuk untuk memegang tulang dagu pasien kemudian angkat. Stridor terdengar pada waktu inspirasi. Tempatkan korban pada tempat yang datar. perhatikan jalan nafasnya. ditambah lagi dengan timbulnya retraksi di epigastrium.Kepala dan leher korban jangan terganjal. Pasien tidak sadar dengan posisi terlentang. Bicara jelas dan lancar berarti jalan napas bebas · Beri oksigen bila ada 6 liter/menit · Jaga tulang leher : baringkan penderita di tempat datar. Mengatasi sumbatan napas parsial Prioritas utama dalam manajemen jalan napas adalah jalan napas bebas · Pasien sadar. posisi leher netral · Nilai apakah ada suara nafas tambahan. Jika keadaan ini berlangsung terus. pusat pernapasan paralitik karena hiperkapnea. stridor pada waktu inspirasi dan pasien masih tenang. Pangkal lidah tampak menutupi jalan nafas Lakukan teknik chin lift atau jaw thrust untuk membuka jalan napas. akhirnya meninggal karena asfiksia. Pasien lemah dan tertidur. dan tidak boleh dilakukan pada pasien dugaan fraktur servikal. Caranya : letakkan satu telapak tangan di dahi pasien dan tekan ke bawah sehingga kepala menjadi tengadah dan penyangga leher tegang dan lidahpun terangkat ke depan. Stridor terdengar pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Stadium 4 : Cekungan-cekungan di atas bertambah jelas. pasien sangat gelisah. ajak bicara. Stadium 3: Cekungan selain di daerah suprasternal. Pasien sudah mulai gelisah. di mana pasien sangat gelisah dan dispneu. . wajah ke depan. Head Tilt Dilakukan bila jalan nafas tertutup oleh lidah pasien. maka pasien akan kehabisan tenaga.

Pangkal lidah tidak lagi menutupi jalan nafas. lingkari pinggang korban dengan kedua lengan penolong. dan tangan kiri melakukan head tilt. . manuver Jaw thrust dikerjakan oleh orang yang terlatih Mengatasi sumbatan parsial/sebagian.Gambar 6. kemudian kepalkan satu tangan dan letakkan sisi jempol tangan kepalan pada perut korban. Pegang erat kepalan tangan dengan tangan lainnya. Tekan kepalan tangan ke perut dengan hentakan yang cepat ke atas. Digunakan untuk membebaskan sumbatan dari benda padat. Setiap hentakan harus terpisah dan gerakan yang jelas. sedikit di atas pusar dan di bawah ujung tulang sternum. Abdominal Thrust (Manuver Heimlich) Dapat dilakukan dalam posisi berdiri dan terlentang. Abdominal Thrust (Manuver Heimlich) pada posisi berdiri atau duduk Caranya adalah penolong harus berdiri di belakang korban. Caranya berikan hentakan mendadak pada ulu hati (daerah subdiafragma – abdomen). tangan kanan melakukan Chin lift ( dagu diangkat). Jaw thrust Caranya : dorong sudut rahang kiri dan kanan ke arah depan sehingga barisan gigi bawah berada di depan barisan gigi atas Gambar 7.

Terapi : 1. Berdasarkan ILCOR yang terbaru. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh anestesia ringan dan mendapat rangsangan sekitar faring. pemasangan alat jalan napas faring (pharyngeal airway).5 mg/kg iv. lakukan back blow 5 kali (hentakan keras pada punggung korban di titik silang garis antar belikat dengan tulang punggung/vertebrae) Pada pasien tidak sadar atau dalam keadaan anestesia posisi terlentang. Ventilasi positif dengan oksigen 100% 3. sublingual 2-4 mg/kg . Back Blow (untuk bayi) Bila penderita sadar dapat batuk keras. letakkan sisi ibu jari pada perut di atas pusar dan di bawah ujung tulang sternum. Obstruksi dapat juga disebabkan karena spasme laring pada saat anestesia ringan dan mendapat rangsangan nyeri atau rangsangan oleh sekret. pemasangan pipa trakea (endotracheal tube). Spasme atau kejang laring Terjadi karena pita suara menutup sebagian atau seluruhnya. genggam kepala itu dengan kuat. pemasangan alat jalan napas sungkup laring (laryngeal mask airway). Keadaan ini sering terjadi dan harus cepat diketahui dan dikoreksi dengan beberapa cara. im deltoid. yang dianjurkan adalah langsung melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). beri tekanan ke atas kearah diafragma dengan gerakan yang cepat. Manuver tripel jalan napas 2. Penolong berlutut di sisi paha korban. misalnya manuver tripel jalan napas ( triple airway maneuver) . Bila nafas tidak efektif atau berhenti.tonus otot jalan napas atas. Penolong menekan ke arah perut dengan hentakan yang cepat ke arah atas.sehingga lidah akan menyumbat hipofaring dan menyebabkan obstruksi jalan napas baik total atau partial. observasi ketat. Tak menolong pelumpuh otot suksinil 0. Abdominal Thrust (Manuver Heimlich) pada yang dilakukan sendiri Pertolongan terhadap diri sendiri jika mengalami obstruksi jalan napas.Abdominal Thrust (Manuver Heimlich) pada posisi tergeletak (tidak sadar) Caranya adalah korban harus diletakkan pada posisi terlentang dengan muka ke atas. jika tidak berhasil dapat dilakukan tindakan dengan menekan perut pada tepi meja atau belakang kursi. cara abdominal thrust pada posisi terbaring tidak dianjurkan.otot genioglossus hilang. Caranya adalah kepalkan sebuah tangan. Letakkan salah satu tangan pada perut korban di garis tengah sedikit di atas pusar dan jauh di bawah ujung tulang sternum. tangan kedua diletakkan di atas tangan pertama.

02. Oropharyngeal Airway) B. 5 untuk dewasa. maka dapat dipasang jalan napas mulut-faring lewat mulut (OPA. Gambar 8. Ukuran 03 untuk bayi baru lahir. 3 untuk anak besar. NPA : berbentuk seperti pipa bulat berlubang tengahnya dibuat dari karet lateks lembut. . 2. Sebagian sungkup muka dari bahan transparan supaya udara ekspirasi kelihatan (berembun) atau kalau ada muntahan atau bibir terjepit kelihatan. Bentuknya dibuat sedemikian rupa sehingga ketika digunakan untuk bernapas spontan atau dengan tekanan positif tidak bocor dan gas masuk semua ke trakhea lewat mulut atau hidung. 1 untuk anak kecil.A. pipa diolesi dengan gel. oro-pharyngeal airway) atau jalan napas hidung-faring lewat hidung (NPA. Bentuk sungkup muka sangat beragam tergantung usia pasien dan pembuatnya. 01. sehingga aliran udara tetap terjamin. Jalan Napas Faring Jika manuver tripel jalan napas kurang berhasil. Pemasangan harus hati-hati dan untuk menghindari trauma mukosa hidung. naso-pharyngeal aiway). dan 4. Gambar 9. Sungkup Muka Sungkup muka (face mask) mengantar udara / gas anestesi dari alat resusitasi atau sistem anestesi ke jalan napas pasien. OPA juga dipasang bersama pipa trakhea atau sungkup laring untuk menjaga patensi kedua alat tersebut dari gigitan pasien. Nasopharyngeal Airway OPA : Berbentuk pipa gepeng lengkung seperti huruf C berlubang di tengahnya dengan salah satu ujungnya bertangkai dengan dinding lebih keras untuk mencegah gangguan patensi lubang bila pasien menggigitnya.

6-10 LPM ) ± 35 . Sungkup laring dengan dua pipa yaitu satu pipa napas standar dan lainnya pipa tambahan yang ujung distalnya berhubungan dengan esofagus. Dikenal 2 macam sungkup laring : Sungkup laring standar dengan satu pipa napas. . konsentrasi oksigen dapat mencapai 100% -Udara inspirasi tidak bercampur -Tidak dipengaruhi udara luar Gambar 10.laryngeal mask airway) adalah alat jalan napas berbentuk sendok terdiri atas pipa besar berlubang dengan ujung menyerupai sendok yang pinggirnya dapat dikembangkempiskan seperti balon pada pipa trakhea. Tangkai pipa LMA dapat berupa pipa keras dari polivinil atau lembek dengan spiral untuk menjaga supaya lubang tetap paten.Sungkup muka sederhana -Aliran yang diberikan sebesar 6-8 liter/mnt -Konsentrasi oksigen maksimal 60% Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing -Aliran yang diberikan 6-10 L/mnt -Konsentrasi oksigen mencapai 80 % -Udara inspirasi bercampur dengan udara ekspirasi Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing -Aliran diberikan 8 – 12 l /mnt. Berbagai Jenis Sungkup Konsentrasi oksigen Udara bebas ± 21 % Kanul hidung dengan O2 2 LPM ± 24 % Kanul hidung dengan O2 6 LPM ± 44 % Face mask ( rebreathing.90 % C. Sungkup Laring Sungkup laring (LMA.60 % Non rebreathing mask ( 8-12 LPM ) ± 80 .

sedangkan dewasa berbentuk seperti huruf D — maka untuk bayi dan anak kecil digunakan tanpa cuff.0 Dewasa kecil 30 – 40 4. Setelah alat terpasang.0 Dewasa besar > 60 Tabel 1.Gambar 11. Sebenarnya alat ini dibuat dengan tujuan antara lain agar dapat dipasang langsung tanpa bantuan alat dan dapat digunakan bila intubasi trakhea diramalkan akan mengalami kesulitan. Penggunaan cuff pada bayi dan anak kecil dapat membuat trauma selaput lender trakhea. Pemasangan hendaknya menunggu anestesi cukup dalam atau menggunakan pelumpuh otot untuk menghindari trauma rongga mulut. LMA memang tidak dapat menggantikan kedudukan intubasi trakhea. kita harus menggunakan ukuran pipa trakhea yang diameternya lebih kecil dan ini membuat resiko tahanan jalan napas lebih besar. sedangkan untuk anak besar dan dewasa dengan cuff supaya tidak bocor. untuk menghindari pipa napasnya tergigit. anak kecil dan dewasa berbeda — penampang melintang trakhea bayi dan anak kecil di bawah usia 5 tahun hampir bulat. Karena penampang trakhea bayi.0 Dewasa normal 40 – 60 5. Jika kita ingin menggunakan pipa trakhea dengan cuff pada bayi. Ukuran diameter lubang pipa dinyatakan dalam milimeter. faring-laring.3 Anak 20 – 30 3. Pipa Trakea Pipa trakhea (endotracheal tube) mengantar gas anestetik langsung ke dalam trakhea dan biasanya dibuat dari bahan standar polivinil klorida. maka dapat dipasang gulungan kain kasa (bite block) atau pipa napas mulut faring (OPA). tetapi ia terletak di antara sungkup muka dan intubasi trakhea.0 Anak kecil 10-20 2.3 Bayi 3 – 10 2. Pipa trakhea dapat dimasukkan melalui mulut . D.0 Neonatus <3 1. Ukuran LMA dan peruntukannya Cara pemasangan LMA dapat dilakukan dengan atau tanpa bantuan laringoskop. Laryngeal Mask Airway Ukuran LMA dan peruntukannya Ukuran Usia Berat badan (kg) 1.

Secara garis besar dikenal dua macam laringoskop : Bilah. bedah posisi khusus. Indikasi Intubasi Trakhea Intubasi trakhea adalah tindakan memasukkan pipa trakhea ke dalam trakhea melalui rima glottis. Berbagai ukuran Endotracheal Tube E.Maksila / gigi depan menonjol 4.Uvula tak terlihat 5. dan lain-lain. Di pasaran bebas dikenal beberapa ukuran dan perkiraan ukuran yang diperlukan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Mandibula menonjol 3.Gerak sendi temporo-mandibular terbatas 6. Indikasi sangat bervariasi dan umumnya digolongkan sebagai berikut : 1.Pencegahan aspirasi dan regurgitasi Kesulitan intubasi 1.(orotrakheal tube) atau melalui hidung (nasotracheal tube). bedah khusus. memungkinkan penggunaan relaksan dengan efisien. ventilasi jangka panjang. Gambar 12. Laringoskop adalah alat yang digunakan untuk melihat laring secara langsung supaya kita dapat memasukkan pipa trakhea dengan baik dan benar. sehingga ujung distalnya berada kira-kira di pertengahan trakhea antara pita suara dan bifurkasio trakhea.Leher pendek berotot 2. 2.Menjaga patensi jalan napas oleh sebab apapun Kelainan anatomi. Magill) untuk anak besar – dewasa Kesulitan memasukkan pipa trakhea berhubungan dengan variasi anatomi yang dijumpai.Laringoskopi dan Intubasi Fungsi laring adalah mencegah benda asing masuk paru. 3.Mempermudah ventilasi positif dan oksigenasi Misalnya saat resusitasi. daun (blade) lurus (Macintosh) untuk bayi – anak – dewasa Bilah lengkung (Miller.Gerak vertebra servikalis terbatas . pembersihan sekret jalan napas.

intubasi bronkus .8) Komplikasi intubasi Selama intubasi . Ekstubasi dikerjakan umumnya pada keadaan anestesi sudah ringan dengan catatan tidak akan terjadi spasme laring. yaitu : · Kelas I = tampak palatum mole.benar sadar. laring . dan uvula · Kelas III = tampak palatum mole dan dasar uvula · Kelas IV = tidak tampak palatum mole Gambar 13. bersihkan rongga mulut – laring – faring dari sekret dan cairan lainnya. palatum durum.Pemeriksaan Mallampati dilakukan untuk mengetahui seberapa besar faring yang tertutup oleh lidah.intubasi kembali akan menmbulkan kesulitan . palatum durum.Ekstubasi ditunda sampai pasien benar. . Skoring Mallampati (dikutip dari kepustakaan no. Terdapat 4 kelas penilaian untuk skoring Mallampati.aspirasi . · Kelas II = tampak palatum mole. 3.merangsang saraf simpatis (hipertensi – takikardi) .intubasi esofagus .laserasi bibir.trauma gigi geligi . faring.gangguan fonasi .paska ekstubasi ada resiko aspirasi 2. trakhea Ekstubasi 1.aspirasi .infeksi laring. gusi. jika : .spasme laring . pilar anterior dan posterior.edema subglotis-glotis .spasme bronkus Setelah ekstubasi . uvula.Sebelum ekstubasi.

. misalnya manuver tripel jalan napas (triple airway maneuver) . sembab otak. pemasangan alat jalan napas sungkup laring (laryngeal mask airway). pemasangan alat jalan napas faring ( pharyngeal airway). Penolong harus dapat mengenal tanda-tanda dan gejala-gejala sumbatan jalan napas dan menanganinya dengan cepat walaupun tanpa menggunakan alat yang canggih. sembab paru. Pada pasien tidak sadar atau dalam keadaan anestesia posisi terlentang. henti nafas dan henti jantung.KESIMPULAN Sumbatan jalan nafas merupakan salah satu penyebab kematian utama yang kemungkinan masih dapat diatasi.tonus otot jalan nafas atas.sehingga lidah akan menyumbat hipofaringdan menyebabkan obstruksi jalan napas baik total atau partial. kepayahan. Keadaan ini sering terjadi dan harus cepat diketahui dan dikoreksi dengan beberapa cara.otot genioglossus hilang. Sumbatan jalan nafas dapat total dan partial. Obstruksi dapat juga disebabkan karena spasme laring pada saat anestesia ringan dan mendapat rangsangan nyeri atau rangsangan oleh sekret. Sumbatan jalan nafas total bila tidak dikoreksi dalam waktu 5 sampai 10 menit dapat mengakibatkan asfiksia (kombinasi antara hipoksemia dan hiperkarbi). henti napas dan henti jantung sekunder. Sumbatan partial harus pula dikoreksi karena dapat menyebabkan kerusakan otak. pemasangan pipa trakea (endotracheal tube).