You are on page 1of 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Fisiologi Sistem Respirasi Respirasi adalah suatu proses pengambilan oksigen dari udara menuju selsel tubuh dan pengeluaran karbondioksida dari sel-sel tubuh ke udara bebas. Pada dasarnya, sistem respirasi terdiri dari suatu rangkaian saluran udara yang menghantarkan udara luar agar bersentuhan dengan membran kapiler alveoli. Proses ini terdiri dari empat tahap proses fungsional utama, yaitu (10,12,14,15): 1. Ventilasi atau bernapas, yang berarti masuknya udara ke dalam paru saat inspirasi dan keluarnya karbondioksida yang ada di dalam paru saat ekspirasi. Orang dewasa normal terjadi 12-18 kali inspirasi dan ekspirasi. 2. Difusi oksigen dan karbondioksida melalui membran kapiler alveolus dan pembuluh darah. 3. Perfusi yaitu pengangkutan oksigen dan karbondioksida dalam darah dan cairan tubuh. 4. Pengaturan ventilasi dan segi-segi respirasi yang lain. Respirasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan membuang karbondioksida melalui pertukaran gas yang berkesinambungan antara udara yang dihirup dan darah dalam sirkulasi pulmonal. Proses-proses respirasi dapat terganggu akibat jenis pekerjaan tertentu, lingkungan kerja yang berdebu dan proses penyakit. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan terjadinya perubahan

4

Semakin berat beban kerjanya maka semakin besar pula volume tidalnya. yaitu volume udara maksimal yang dapat dihirup setelah akhir inspirasi tenang. Ventilasi Paru Ventilasi paru adalah proses keluar dan masuknya udara dalam paru. akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar.12. Untuk mengetahui sifat-sifat perubahannya dapat dinilai melalui uji fungsi paru (10.15. TV waktu istirahat lebih kecil daripada waktu kerja.17).5 patofisiologi yang bersifat obstruktif dan restriktif. Nilai TV rata-rata pada orang dewasa muda sebesar 500 ml. B. Proses ventilasi dibagi menjadi dua fase. Ada dua golongan volume paru. Nilai IRV rata-rata pada orang dewasa muda sebesar 3000 ml. . sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. yaitu volume dan kapasitas paru. Volume paru terdiri dari empat jenis yaitu (10.14. sehingga udara dalam rongga dada akan keluar.16). 2. Fungsi ventilasi ini berkaitan erat dengan volume paru. Sebagai akibatnya. Pada fase ekspirasi terjadi relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang diikuti turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Volume cadangan inspirasi (Inspiratory Reserve Volume / IRV). Volume paru inilah yang sering dijadikan parameter dalam uji fungsi paru (10. Pada fase inspirasi otot antar tulang rusuk akan berkontraksi sehingga rongga dada akan membesar. yaitu inspirasi dan ekspirasi. tekanan dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar.18) : 1. Volume tidal (Tidal Volume / TV) yaitu volume udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali bernapas.16.17.

dan lebih besar pada atlet dan orang yang bertubuh besar daripada .18): 1. Kapasitas paru total (Total Lung Capacity / TLC) adalah udara maksimal yang dapat dimuat di dalam paru pada akhir inspirasi maksimal. 4. Jumlahnya sekitar 4600 ml. 4. 3. Jumlahnya sekitar 3500 ml. merupakan volume udara yang tersisa dalam paru-paru setelah ekspirasi maksimal. Jumlah normalnya adalah sekitar 1100 ml. Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita ± 20-25% lebih kecil daripada pria.16. Kapasitas Inspirasi (Inspiratory Capacity / IC) yaitu jumlah maksimal udara yang dapat dihirup setelah akhir ekspirasi tenang. Kapasitas vital (Vital Capacity / VC) yaitu jumlah maksimal udara yang dapat dihembuskan dengan sekuat-sekuatnya dari posisi akhir inspirasi maksimal. antara lain (10. Kapasitas residu fungsional (Functional Residual Capacity / FRC) yaitu jumlah udara yang masih tertinggal dalam paru pada posisi istirahat. Nilai FRC dapat ditentukan dengan FRC = ERV + RV. Nilai TLC dapat ditentukan dengan TLC = TV + IRV + ERV + RV. Jumlahnya sekitar 2300 ml. Jumlahnya sekitar 5800 ml. Volume cadangan ekspirasi (Expiratory Reserve Volume / ERV). yaitu volume udara maksimal yang dapat dihembuskan dengan kuat setelah ekspirasi tenang. Nilai IC dapat ditentukan dengan IC = TV + IRV. Volume residual (Residual Volume / RV). 2.14. Volume ini besarnya sekitar 1200 ml.6 3. Nilai VC dapat ditentukan dengan VC = TV + IRV + ERV. Nilai kapasitas paru ini mencakup dua atau lebih dari nilai volume paru yang telah disebutkan di atas.

agar didapat terapoetis keadaan keuntungan dari sehat dan segi preventif dan untuk setiap kemungkinan mempertahankan berolahraga menghindari keadaan yang berhubungan dengan kelebihan atau kekurangan latihan fisik. Posisi juga berpengaruh pada distribusi dari ventilasi disamping perubahan usia pada sistem respirasi.19. Latihan fisik teratur pada orang yang terlatih akan menyebabkan paru mengalami adaptasi pada proses ventilasinya. Ventilasi paru berbanding lurus dengan konsumsi oksigen dengan berbagai macam tingkatan latihan yang dilakukan. Fisiologi Olahraga Ilmu faal olahraga adalah ilmu yang mempelajari tubuh manusia dan bagian-bagiannya pada waktu olahraga.20.7 orang bertubuh kecil dan astenis.21. Definisi ilmu kedokteran olahraga menurut Venerando (1975) dalam Giam (1993) adalah aplikasi ilmu kedokteran pada olahraga dan aktivitas fisik umumnya. Konsumsi oksigen diketahui dapat meningkat pada latihan fisik yang teratur. Peningkatan indeks massa tubuh pada penurunan volume ekspirasi cadangan lebih banyak terjadi pada lakilaki dibanding perempuan. Nilai kapasitas paru beragam pada ras dan umur yang beragam pula. sehingga cenderung memiliki kapasitas paru yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang tidak terlatih. Fisiologi olahraga sebagai salah satu disiplin . Faal olahraga sebagai ilmu amalan ( applied science) merupakan dasar dari ilmu kedokteran olahraga.22). dimana posisi duduk berbeda dengan posisi berbaring kearah kanan (10. C.

yaitu latihan yang menuntut oksigen cukup banyak serta berlangsung cukup lama untuk menghasilkan pengaruh latihan yang jelas. Anaerobik. bersepeda cepat dan renang. Faal paru dan olahraga mempunyai hubungan yang timbal balik. misalnya lari jarak jauh. Latihan fisik yang teratur atau olahraga dapat meningkatkan faal paru. mempelajari bagaimana efisiensi tubuh manusia dapat diperbaiki dengan latihan. tetapi orang yang berlatih bernapas lebih lambat dan lebih dalam.26). Perbaikan fungsi otot. D. menyebabkan pernapasan lebih efisien pada saat istirahat. olahraga dibagi menjadi (24. Pengaruh Latihan Fisik terhadap Sistem Respirasi Latihan fisik akan menyebabkan otot menjadi kuat. Seseorang yang melakukan latihan fisik secara teratur sehingga menjadi terlatih. misalnya lari sprint. renang. 2. difusi maupun perfusi (10. terutama otot pernapasan.8 kedokteran berusaha untuk mempelajari efek latihan terhadap tubuh. yaitu latihan yang menuntut banyak oksigen tetapi selesai terlampau cepat sehingga tidak menghasilkan pengaruh latihan yang jelas. dan tenis.26. Hal ini . maka akan terjadi peningkatan efisiensi pada sistem respirasi baik ventilasi.27): 1.24).25. Aerobik. Berdasarkan konsumsi oksigen. mempelajari metoda yang paling sesuai untuk menilai perbedaan parameter fisik dan fisiologis dan mempelajari bermacam-macam tes yang cocok untuk mengukur keadaan kesegaran jasmani (23.15. Ventilasi paru pada orang yang terlatih dan tidak terlatih relatif sama besar.

Peningkatan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen. yang seimbang dengan pengurangan penggunaan oksigen oleh jaringan tubuh (15. Perbaikan ini terjadi karena menurunnya kadar asam laktat darah.25.28).6 liter.9 menyebabkan oksigen yang diperlukan untuk kerja otot pada proses ventilasi berkurang. nilai kapasitas vital paru orang Indonesia tidak terlatih adalah ± 3.26). Pelaksaanaan lari sejauh 10 km ternyata memberikan pengaruh pada pemeriksaan kapasitas paru. sedangkan orang Indonesia terlatih adalah ± 4.26. sehingga jumlah darah yang mengalir di paru lebih banyak. Pada orang yang dilatih selama beberapa bulan terjadi perbaikan pengaturan pernapasan. sehingga dengan jumlah oksigen sama.2 liter. Perbandingan fungsi paru . dan darah yang berikatan dengan oksigen juga akan meningkat. Menurut penelitian Adriskanda (1997) dalam Madina (2007). Penelitian oleh Hagberg (1996) dalam Madina (2007) yang melakukan studi mengenai fungsi paru pada atlet muda dan atlet tua serta lelaki yang tidak terlatih memperoleh hasil bahwa atlet tua memiliki penurunan fungsi paru yang tidak terlalu signifikan. Penurunan fungsi paru orang yang tidak berolahraga atau usia tua terutama disebabkan oleh hilangnya elastisitas paru-paru dan otot dinding dada. otot yang terlatih akan lebih efektif kerjanya (15. Faktor yang paling penting dalam perbaikan kemampuan pernapasan untuk mencapai tingkat optimal adalah kesanggupan untuk meningkatkan capillary bed yang aktif. Latihan fisik akan mempengaruhi organ tubuh sedemikian rupa sehingga kerja organ tubuh lebih efisien dan kapasitas kerja maksimum yang dicapai lebih besar.

E. volume paru mulai menurun sampai akhir kehidupan seseorang. Kecepatan aliran udara 2.29).15). Spirometer adalah suatu alat sederhana dilengkapi dengan alat penghembus (pneumotachograph set). Uji fungsi paru rutin mengukur (31): 1.28. Kemampuan paru untuk mentransfer gas melalui membran kapiler alveolar. Volume paru ini mencapai nilai maksimal pada usia antara 19-21 tahun. Orang yang terlatih.30). Spirometri Besarnya volume udara pernapasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Volume paru sejak masa anak-anak terus meningkat sesuai dengan bertambahnya usia dan perkembangan tubuh anak.10 pada atlet muda dan lelaki yang tidak terlatih terlihat meningkat walaupun lebih tinggi pada atlet muda (7. Volume udara 3. Oleh sebab itu. penurunan fungsi paru lebih kecil dibandingkan dengan orang yang tidak terlatih (10. Alat yang digunakan untuk uji spirometri adalah spirometer. serta kondisi kesehatan. kemampuan dan kebiasaan bernapas. Spirometri adalah suatu tes untuk paru-paru yang digunakan untuk mengukur kemampuan paru dalam menghirup dan menghembuskan udara (11. antara lain ukuran alat pernapasan. Sesudah usia ini. untuk mengetahui volume udara paru maka dapat dilakukan uji fungsi paru yang salah satu pemeriksaannya dengan metode spirometri. Udara akan dihembuskan melalui tabung (mouthpiece) .

11 yang terhubung dengan alat perekam (main unit). Spirometer bekerja dengan cara mengukur arus udara dalam satuan dan waktu. Parameter uji fungsi paru cenderung berhubungan dengan gaya hidup.30. Spirometer dapat mencatat nilai pada saat inspirasi maupun ekspirasi. grafik hasil akan muncul pada alat perekam dan dapat dicetak melalui spirogram yang telah terpasang sebelumnya. tetapi pencatatan untuk ekspirasi lebih umum digunakan.35).19.32. terutama penyakit paru obstruktif kronis dan asma yang kurang terkontrol dan yang diindikasikan dengan gejala-gejala (13. .33.34. Uji spirometri juga berperan penting untuk menentukan diagnosis dan penatalaksanaan penyakit pernapasan kronis.