P. 1
21Artikel2_IFF_1_

21Artikel2_IFF_1_

5.0

|Views: 1,493|Likes:
Published by Free d Muslim
A must Read. Indonesian Language.
A must Read. Indonesian Language.

More info:

Published by: Free d Muslim on Jun 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

www.indonesia.faithfreedom.

org ( tru_78 )

1
ALASAN A SINA MENINGGALKAN ISLAM
Kenapa Saya Meninggalkan Islam
Oleh. Ali Sina
http://www.secularislam.org/

Banyak orang bertanya kpd saya kenapa saya meninggalkan agama Islam. Bagi Muslim ini memang
sangat tak masuk akal. Mereka memilih utk percaya bahwa orang murtad karena disogok agen rahasia
Nasrani/Yahudi. Mereka enggan menerima kenyataan bahwa setiap orang punya hak utk menentukan
pilihannya sendiri dan bahkan ada orang yg merasa bahwa Islam tidak cocok bagiinya.

Berikut ini adalah alasan saya.

Hanya beberapa tahun yang lalu saja saya masih percaya bahwa kepercayaan saya kpd Islam bukan
berdasarkan percaya buta tetapi karena hasil penyelidikan dan penelaahan selama bertahun-tahun.
Memang saya membaca banyak buku2 Islami yang ditulis oleh orang2 yang pikirannya sesuai dengan
saya dan mengemukakan filosofi yang sesuai dengan pandangan saya, sehingga ini semakin
meyakinkan saya bahwa saya sudah menemukan kebenaran.

Semua hasil penelaahan saya sesuai dengan iman saya. Sama seperti kebanyakan Muslim, sayau tadinya
percaya bahwa kalau mau benar2 mengetahui sesuatu, maka belajarlah dari sumbernya. Tentu sumber
Islam itu adalah Qur’an dan buku2 yang ditulis oleh ilmuwan Islam. Karena itu, saya merasa tidak perlu
lagi untuk mencari dari sumber lain untuk menemukan kebenaran, apalagi memang saya begitu yakin
menemukannya. Seperti yang sering dikatakan para Muslim “Talabe ilm ba’d az wossule ma’lum
mazmum”. Usaha mencari ilmu pengetahuan lain setelah menemukannya (Islam) adalah bodoh.

Tentu saja ini salah. Bagaimana jika kita ingin tahu kebenaran tentang suatu aliran kepercayaan yang
berbahaya? Apakah cukup dengan hanya bergantung melalui informasi dari pemimpin kepercayaan itu
dan semua penganut2nya yang sendirinya tertipu pemimpin itu? Diperlukan penelaahan secara saintifik
(berdasarkan ilmu pengetahuan) untuk menelaah kepercayaan itu karena penelaah sains tidak
mengutarakan hasil penyelidikannya berdasarkan iman yang membuta. Mereka membuat penelaahan
yang seksama dari bukti yang ada. Ini sungguh beda dengan cara pendekatan agamawi yang
didasarkan pada iman dan rasa percaya semata2.

Untuk itulah saya kembali membaca isi Qur’an dan saya temukan perintah2 yang tidak sesuai dengan
nilai2 kemanusiaan. Saya merasa sangat tertekan dan risih membaca ajaran seperti ini.

Q.3: 5
”Tapi bagi mereka yang menolak Iman setelah mereka menerimanya, dan lalu menentang Iman, , - pertobatan
mereka tidak akan pernah diterima; karena mereka adalah orang2 yang telah sesat”.
Q.16: 106
” Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang
dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang
melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar..”

Orang mungkin berpikir bahwa azab yang besar itu nantinya terjadi di akherat. Tapi Muhammad
memastikan orang2 itu mendapat hukum di bumi pula. Lihat ayat2 berikut:



www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

2
Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 577:
"Aku mendengar Nabi berkata,”Di hari2 akhir (duni) akan muncul orang2 muda dengan pikiran2 dan ide2 yang
bodoh. Mereka akan berkata baik, tapi mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah yang ke luar jalur,
iman mereka tidak lebih dalam dari tenggorokannya. Maka, jika kalian menemukan mereka, bunuh mereka, karena
akan ada upah bagi para pembunuh itu di Hari Kebangkitan.”

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 260:
"Ali membakar beberapa orang dan berita ini terdengar oleh Ibn ‘Abbas, yang berkata,”Jika aku berada di
posisinya, aku tidak akan membakar mereka, seperti yang dikatakan sang Nabi,’Jangan hukum (siapapun) dengan
Hukuman Allah.’ Tidak ragu lagi, aku sudah akan membunuh mereka, karena Nabi berkata,’Jika seseorang (Muslim)
meninggalkan agamanya, bunuh dia.’”

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
"Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina tidak cocok bagi
mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Allah! Tolong berikan kami susu.” Rasul Allah berkata,”Aku anjurkan
kalian untuk bergabung dengan kelompok unta2.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2
(sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta2 itu,
dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal
ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk memburu para pencuri unta itu,
dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri2 itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan
kaki2 mereka. Ia meminta paku2, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata2 para pencuri, dan mereka
diterlantarkan di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi
mereka air sampai mereka mati. "

Dan sebagian terjemahan dari Sunan Abu Daud, Buku 38, Nomer 4339 disampaikan oleh Aisha, Ummul Mu'minin:
"Rasul Allah (saw) berkata: Darah seorang lelaki Muslim, yang mengaku tiada Tuhan selain Allah dan bahwa
Muhammad adalah Rasul Allah, secara hukum tidak boleh ditumpahkan kecuali oleh karena satu dari ketiga hal ini:
orang yang berzinah setelah menikah, dan hukumannya adalah dirajam; orang yang melawan Allah dan RasulNya,
dan hukumannya adalah ia harus dibunuh atau disalib atau diasingkan dari tanah ini; atau orang yang membunuh
dan hukumannya adalah ia harus dibunuh. "

Berikut ini sangat mengerikan. Aku berani berkata bahwa orang mana pun yang membaca ini dan tidak
merasa muak berarti tidak dapat disebut manusia.

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348
”Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas:
Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta itu sendiri) dan budak
ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia
memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang
Nabi dan menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu, lalu
menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar diantara kakinya berlumuran darah. Pagi harinya, sang Nabi
diberitahu tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang2nya dan berkata: Aku meminta dengan sangat demi Allah
orang yang melakukan hal ini untuk berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri.
Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah majikan budak itu; ia seringkali menghina dan
mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan
tabiatnya. I punya dua anak laki seperti mutiara dari budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemaren
malam, dia mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya di
perutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya.
Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi darahnya”.

Saya merasa kisah ini mewujudkan ketidakadilan. Muhammad memaafkan seorang lelaki yang
membunuh perempuan hamil beserta anaknya sendiri hanya karena dia berkata bahwa perempuan ini
menghina sang Nabi!?
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

3
Baca juga yang dibawah ini ! Pria2 Arab ternyata punya kebiasaan meniduri budak2 wanita mereka.
Qur’an mengabadikan tradisi ini.

Q. 33:52 “Tidaklah diperbolehkan bagi kalian (untuk menikahi lebih banyak) perempuan2 setelah ini, ataupun
mengganti mereka dengan perempuan2 lain, meskipun kecantikan mereka menarik hatimu, kecuali yang dimiliki
oleh tangan kananmu (sebagai budak perempuan).”

Muhammad sendiri meniduri Marriyah tanpa mengawininya, dan Marriyah adalah budak istri
Muhammad yang bernama Hafsa.

Memaafkan seseorang yang membunuh orang lain hanya karena dia mengatakan perempuan itu
menghina Muhammad adalah perbuatan yang tidak dapat diterima. Bagaimana jika orang itu bohong
untuk menghindari hukuman? Apa yang disampaikan kisah ini tentang rasa keadilan Muhammad?
Bayangkan berapa banyak wanita2 tak bersalah yang dibunuh para suaminya dalam kurun waktu 1.400
tahun ini. Dan bagaimana para suami itu terelak dari hukuman dengan menuduh para istri yang
dibunuh mereka itu melakukan penghinaan terhadap rasul Tuhan dan Hadith ini membiarkan mereka
bebas karenanya.

Ini satu lagi.

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4349
"Disampaikan oleh Ali ibn AbuTalib:
Seorang wanita Yahudi sering menghina dan mengolok-olok sang Nabi. Seorang pria lalu mencekiknya sampai dia
mati. Rasul Allah mengumumkan tidak perlu hukuman untuk membalas darahnya. "

Tidak mudah untuk membaca cerita2 ini dan tidak tergerak hatinya. Tidak ada alasan yang mengira
bahwa cerita2 ini dipalsukan. Untuk apa orang2 yang mempercayai Nabi, yang berusaha keras
menggambarkan nabi mereka sebagai orang yang penuh belas kasihan, memalsukan begitu banyak
cerita yang membuat nabi tampak seperti penguasa bengis? Aku tidak dapat lagi menerima tindakan
yang brutal terhadap orang2 yang memilih untuk tidak menerima Islam. Iman adalah pilihan pribadi.
Aku tidak dapat lagi menerima bahwa seseorang yang mengritik sebuah agama harus dihukum mati.

Lihat bagaimana Muhammad bersikap pada orang2 yang tidak percaya:

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4359
"Disampaikan oleh Abdullah ibn Abbas:
Ayat yang berbunyi “Hukuman bagi orang2 yang berperang melawan Allah dan RasulNya, dan berjuang keras
mengacaukan tanah ini adalah dibunuh, atau disalib, atau potong tangan2 dan kaki2 dari arah yang berlawanan
atau diasingkan dari tanah ini … yang maha pengampun.” Ini diberikan untuk orang2 yang menyembah banyak
tuhan. Jika ada dari mereka yang bertobat sebelum mereka ditangkap, ini tidak menghindarkan mereka dari
hukuman tadi, yang memang layak mereka dapatkan. "

Bagaimana mungkin utusan Tuhan membunuh dan menyalib orang2 karena mereka menolak dia?
Bisakah orang seperti ini jadi utusan Tuhan? Tidakkah ada orang lain dengan moral dan etika yang
lebih baik untuk memikul tanggungjawab besar sebagai utusan Tuhan?

Saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa Muhammad membantai 900 orang Yahudi dalam satu
hari setelah ia menangkap mereka dalam suatu penyerbuan yang direncanakannya. Saya membaca
kisah ini dan bulu kudukku berdiri.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

4
Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4390
"Disampaikan oleh Atiyyah al-Qurazi:
Aku adalah seorang dari para tawanan Banu Qurayzah. Mereka (para penawan) memeriksa kami, dan mereka yang
sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, dan yang belum tidak dibunuh. Aku adalah salahsatu dari mereka yang
belum punya bulu kemaluan."

Saya juga terkejut sekali membaca kisah dibawah ini.

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4396
"Disampaikan oleh Jabir ibn Abdullah:
Seorang pencuri dihadapkan pada sang Nabi. Nabi berkata: bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai
Rasul Allah! Lalu kata Nabi: Potong tangannya. Maka tangan kanannya dipotong. Ia dibawa keduakalinya pada
sang Nabi dan Nabi berkata: Bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Maka Nabi berkata:
Potong kakinya. Maka kaki kirinya dipotong.
Orang itu dibawa ke hadapan Nabi untuk ketigakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong tangannya. (Maka tangan kirinya dipotong)
Orang itu dibawa lagi untuk keempatkalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki (kanannya) dipotong.
Orang itu dibawa lagi untuk kelimakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Lalu kami membawa dia pergi dan membunuhnya. Kami lalu menyeret dia dan melemparkan dia ke dalam sumur
dan menimbuni batu2 di atas tubuhnya. "

Tampaknya Muhammad menentukan hukuman melalui apa yang ia dengar. Juga dengan memotong
tangannya, orang itu tidak bisa lagi mencari makan kecuali dengan mengemis, dan ini pun sulit karena
dia sudah dicap sebagai pencuri dan dibenci orang2. Karena itu ia terpaksa mencuri lagi untuk bisa
terus hidup. Inikah yang dinamakan Nabi yg Maha Mulia ? Rahmatal lil alamin ?
Setelah hidup di dunia Barat selama beberapa tahun lamanya dan diterima dengan baik oleh orang2
dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya
sebagai kawan mereka, aku tidak dapat lagi menerima mandat2 Qur’an sebagai firman Tuhan.

Q.58: 22
“Kau tidak akan menemukan orang2 yang percaya pada Allah dan di hari akhir, berkawan dengan mereka yang
melawan Allah dan utusanNya …”

Q.3: 118-120
“O kamu yang percaya! Janganlah memilih bitaanah (penasehat, konsultan, pelindung, penolong, kawan, dll) di luar
agama (penyembah berhala, orang Yahudi, orang Kristen, dan orang munafik) karena mereka akan terus berusaha
sekuatnya untuk merusak pikiranmu. Mereka ingin menjahatimu. Kebencian sudah muncul dalam mulut mereka,
tapi bahkan yang tersembunyi dalam dada mereka lebih buruk lagi. Memang Kami telah menerangkannya
padamu, jika kalian mengerti. Lihat! Kalianlah yang mencintai mereka tapi mereka tidak mencintaimu, dan kalian
percaya akan semua kitab2 (kalian percaya Taurat dan Injil, tapi mereka tidak percaya Qur’an). Dan jika mereka
berjumpa denganmu, mereka berkata, ‘Kami percaya.’ Tapi kalau mereka sendirian, mereka menggigit ujung jari2
mereka dengan penuh kemarahan padamu. Katakanlah: ‘Matilah dalam kemarahanmu. Tentu Allah tahu apa yang
ada dalam hatimu (semua rahasia).’ Jika kebaikan terjadi padamu, mereka bersedih, tapi kalau kejahatan terjadi
padamu, mereka bergembira ..”

Q.5: 51
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-
pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain...”

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

5
Saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah. Lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan
Kosovo; di mana negara2 Kristen mengadakan perang terhadap sesama negara Kristen untuk
membebaskan orang2 Muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi2 Kosovo,
meskipun pada kenyataannya selama Perang Dunia II, orang2 Muslim Albania memihak Hitler dan
menolong dia membantai orang2 Yahudi.

Semakin jelas bagi saya bahwa orang2 Muslim diterima oleh orang2 di seluruh penjuru dunia, tapi
meskipun demikian, nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa
mereka menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa
mereka membayar Jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!

Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci Barat dan Yahudi. Muhammad-lah yang menabur
benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang2 non-Islam di kalangan Muslim.
Bagaimana mungkin orang2 Muslim bisa bergaul dengan negara2 lain sambil menggenggam pesan2
kebencian di Qur’an sebagai firman Tuhan?
Banyak orang2 Muslim yang pindah ke negara2 non-Muslim dan diterima dengan tangan terbuka.
Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami
tidak mengalami diskriminasi dari negara2 non-Islam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan
kita memperlakukan non-Muslim jika kita menjadi kalangan mayoritas.

Q.9: 29
” Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka
tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama
yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar
jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

Aku juga merasa ayat2 berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku mencintai semua manusia dan
berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi ini dan diampuni di akherat. Tapi nabiku melarangku
untuk meminta pengampunan bagi orang2 yang tidak percaya juga bahkan jika mereka itu orang tua
kita atau orang2 yang kita cintai.

Q.9: 113
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-
orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka,
bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam.”

Qur’an dan Ahadith penuh dengan ayat2 yang tidak bisa diterima seperti ini sehingga ini merupakan
bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi, tapi seorang pemimpin suatu aliran
kepercayaan saja. Kepercayaan sesat memang memaksa orang untuk mengadukan anggota
keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya sangat luarbiasa, sangat
memaksa, sehingga orang2 yang bodoh di zamannya percaya padanya. Lalu generasi berikutnya
mewariskan kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli2 filosofi dan para penulis lahir di suasana
kebohongan ini dan mengembangakannya lebih lanjut, memuliakannya, dan membuatnya tampak
dapat dipercaya. Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Qur’an dan
mempelajari Ahadith, kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka.

Saya tahu kata2 saya ini menyakiti hatimu. Tapi saya anjurkan engkau untuk mengendalikan
kemarahanmu dulu, baca tulisan2 saya dan pikirkanlah matang2.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

6
Engkau lihat bahwa penolakan saya akan Islam bukan didasari oleh tindakan2 buruk orang Muslim, tapi
oleh tindakan2 buruk pengarangnya sendiri. Semua kekejaman dan tindakan2 kekerasan yang
mengerikan yang dilakukan oleh para Muslim di seluruh dunia diilhami oleh Qur’an dan Sunnah. Karena
itu saya menyalahkan Qur’an atas tindakan jahat yang dilakukan orang2 Muslim. Saya tahu bahwa
semua usaha untuk memanusiakan masyarakat Islam hanyalah buang2 waktu belaka karena musuhnya
adalah Islam itu sendiri dan inilah sasaran seranganku.

Saya lakukan ini meskipun dengan ini saya menjadi magnet yang menyedot kebencian semua Muslim
yang fanatik. Tidak ada untungnya bagi saya. Satu2nya alasan kenapa saya begitu menentang Islam
adalah untuk membebaskan dunia dari cengkeraman aliran setan ini dan mengembalikan kedamaian
dan kesejahteraan, kasih, dan hormat sesama manusia.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

7
IBN WARRAQ : MENGAPA AKU BUKAN MUSLIM
http://www.indonesia.faithfreedom.org/
Mengapa Aku bukan Muslim
Ulasan buku Ibn Warraq

Dalam bukunya yang berjudul “Mengapa Aku bukan Seorang Muslim”, Ibn Warraq membeberkan
kenyataan sebenarnya tentang Islam tanpa ditutup-tutupi. Dia adalah seorang yang ahli (dalam bidang
Islam) dan bukunya disusun dengan baik. Dia mengecam ilmuwan2 Barat yang bukannya mengutuk
perintah pembunuhan dari Khomeini terhadap Salman Rushdie, tapi malah sebaliknya mengritik
Rushdie karena menulis buku “The Satanic Verses” dengan alasan “secara politis tidak dibenarkan”.
Warraq menjabarkan perlakuan brutal orang2 yang di bawah dominasi Islam, sejak jaman Muhammad
sampai hari ini. Orang2 Yahudi dibantai dan diasingkan oleh Muhammad di Medina dan Kheibar; harta
benda mereka dibagi-bagikan diantara orang2 yang “beriman” (Muslim), kaum wanita dan anak2nya
dijadikan budak2. Perlakuan barbar yang keji ini berulang lagi setiap waktu sepanjang sejarah orang
Islam terhadap orang Kristen, Zoroastrian, Hindu, dan yang terakhir terhadap orang2 Ahmedi, Baha’i
dan penganut agama minoritas di Pakistan, Iran, India, Syria dan di mana pun Islam berkuasa.

Warraq membahas tentang asal-usul Islam, latar belakang Pagan-nya dan pengaruh Yudaism, Kristen,
dan Zoroatrian pada diri Muhammad. Dia menjelaskan tentang asal-usul Allah di budaya Arab, tentang
saat2 awal Muhammad menjadi pengkhotbah dan persaingannya dengan penutur cerita lain yang
bernama “Al Nadir” dan pembalasan dendamnya terhadap Al Nadir. Warraq mengusut ke awal
kegiatan ibadah Islami lalu pada sikap takhayul orang2 Arab dan keanehan keyakinan Muhammad akan
jin, setan, dan makhluk gaib lainnya. Dia juga menjelaskan bagaimana Muhammad mengisahkan
kembali kisah2 Alkitab seperti Bahtera Nabi Nuh, kelahiran Kristus, dll, tanpa mengerti betul akan isinya,
seperti menukar Maria ibu Yesus dengan Miriam adiknya Harun, atau iman Kristiani Trinitas. Pembaca
juga dapat menelaah pengertian Muhammad yang aneh tentang kosmologi, sains, sejarah, dan
kedokteran. (Dia menganjurkan minum kencing unta sebagai obat sakit perut!).

Lalu pembaca dapat melihat perubahan perilaku Muhammad dari pengkhotbah jadi penguasa lalim.
Bagaimana anjurannya untuk bertoleransi ketika di dia masih lemah di Mekah berubah menjadi
perintah untuk membunuh dan merajah ketika dia jadi berkuasa di Medinah. Pembaca juga dapat
mempelajari bagaimana Muhammad menganjurkan pengikut2nya yang tidak begitu banyak untuk
menyerang kafilah2, membunuh orang2, memperkosa wanita dan merampas barang jarahan (bagian
Muhammad adalah 20%) untuk menyenangkan Allah, dan juga meyakinkan pengikutnya bahwa kalau
mereka terbunuh, mereka akan jadi “anak muda” lagi, hidup di surga dengan sungai anggurnya, dan
dikelilingi bidadari perawan. Semua yang ditulis Warraq berdasarkan isi Qur’an dan Hadis.

Pembaca akan mulai mengenal teknik yang paling disukai Muhammad untuk menghabisi lawan2nya:
pembantaian. Asma Bint Marwan adalah seorang penyair yang menulis syair menentang sang Nabi dan
dia dibunuh di tengah malam ketika sedang menyusui bayinya. Kelima anaknya yang masih kecil
dipaksa menjadi pemeluk Islam. Daftar dosa Muhammad termasuk nasib Ka’b Ibn al-Ashraf dan Abu
Rafi yang menentang dia dan mereka dibunuh secara licik. Cara ini lalu digunakan oleh para Muslim di
sepanjang sejarah dan terus dipraktekkan sampai hari ini. Apa yang kita sebut sebagai terorisme, bagi
seorang Muslim adalah Jihad (perang suci). Fatwa terkenal untuk Salman Rushdie adalah contohnya.
Hal lain yang dapat dipelajari tentang Muhammad adalah kesukaannya akan gadis2 muda (istrinya
Aisha berusia 9 tahun tatkala disetubuhi oleh Muhammad) lebih daripada wanita2 dewasa dan
bagaimana dia tidak malu2 menggunakan Allah untuk mengeluarkan ayat2 Qur’an untuk mensahkan
nafsu berahinya terhadap wanita dan selera seksualnya.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

8
Warraq menulis penelaahan yang menyeluruh tentang sifat totalisme Islam. Dia bahkan menelaah lebih
jauh dgn membandingkan akibat monotheisme lawan politheisme dan atheisme pada hak2 manusia.
Kepada mereka yang heran kenapa orang2 Muslim begitu benci pada dunia Barat, aku menganjurkan
kalian untuk membaca buku ini. Ada satu bab yang khusus ditulis untuk menjelaskan hal ini.

Winwoods Reade berkata: “Orang yang sangat agamawi seringkali pula adalah orang yang sangat
jahat.” Kenyataan ini cocok sekali bagi orang2 Muslim. Ini buktinya:

”Ketika kau bertemu dengan orang2 tak beriman, pukullah kepalanya; dan kala kau telah banyak membantai
mereka, maka ikatlah dengan cermat sisa2 tawanan.” (Quran 47.4).

"Dan jika bulan2 suci telah berlalu, bunuhlah mereka yang menyembah berhala (musyrikin) di mana pun kau
menjumpai mereka; tangkap mereka, kepung mereka, dan bertiaraplah menunggu mereka dengan segala cara
penyergapan: tapi jika mereka bertobat, dan melakukan ibadah sembahyang, dan membayar zakat, maka
bebaskanlah mereka, karena Tuhan itu Pemaaf, Pengampun." (Quran 9:5)

Dan bagi orang2 Kristen dan Yahudi yang menolak dia, inilah yang dikatakannya:
“Berperanglah dengan mereka yang disebut di Kitab2 yang telah diberikan dan tidak percaya pada Tuhan, atau
Hari Akhir, dan yang melakukan yang telah dilarang Tuhan dan RasulNya …” (Quran. 9:29)

Ini semua adalah perintah2 Tuhan Muhammad yang penuh ampun dan pemaaf. Bagaimana bisa jadi
seorang “Muslim yang baik” kalau tidak melaksanakan perintah “Illahi” yang sangat jelas ini? Dan
dapatkah orang yang melaksanakan perintah2 ini disebut “orang yang baik”? Ini adalah pertanyaan
yang orang2 Muslim sendiri harus tanyakan pada diri sendiri secara jujur. Aku tidak mengatakan semua
orang Muslim itu jahat. Orang2 jahat dan baik tersebar sama banyaknya di seluruh dunia. Tapi di Islam
orang2 baik seringkali dipaksa untuk melakukan hal2 jahat dan melawan hati nuraninya sendiri.

Mereka seringkali meyakinkan diri sendiri bahwa di dalam ketidakadilan yang nyata ini mestinya ada
hikmat tersembunyi yang tidak dimengerti orang dan sebenarnya Tuhan lebih tahu. Banyak orang baik
yang mengaku sebagai Muslim tidak menaruh perhatian pada isi Islam sebenarnya dan menyebut
Muslim ortodoks sebagai Muslim garis keras dan fundamentalis. Tapi seperti yang ditekankan oleh Ibn
Warraq dalam “Mengapa Aku bukan Seorang Muslim”, agama Islam tidak seperti agama Kristen karena
tidak menganjurkan belas kasihan dan toleransi. Islam dan fundamentalisme adalah istilah2 yang sama
artinya. Anda harus melawan hukum2 yang dikatakan Muhammad, hanya untuk menjaga sifat2
kemanusiaan dan menjadi orang yang baik. Tidak ada penjelasan intelektual apapun juga dari Muslim
apologis yang dapat mensahkan kekejaman dan tiadanya toleransi dari agama Muhammad ini.

Nilai buku “Mengapa Aku bukan Seorang Muslim” ini adalah sama dengan berat buku ini dalam bentuk
emas. Buku Ibn Warraq adalah sumber terbaik tentang Islam yang pernah kutemukan. Dia mengatakan
kebenaran dan tidak berusaha menyenangkan hati siapapun. Satu2nya kekurangan buku ini adalah
tidak diterjemahkan ke dalam bahasa orang2 yang jadi korban Islam. Tapi saya yakin masalah ini pun
akan terpecahkan nantinya.

Islam dibentuk melalui pemaksaan dan pertumpahan darah. Tidak ada sanggahan, alasan, atau logika
yang diberikan, yang ada hanyalah sabetan pedang. Begitu banyak orang dibiarkan tidak mengerti.
Orang2 Muslim tidak mengetahui isi Qur’an dan tidak menyadari pesan Islam yang naif dan tidak
manusiawi. Kalau saja orang2 Muslim itu baca Qur’an dalam bahasa mereka sendiri dan mengerti
artinya, mereka bakal kecewa akan isi buku itu yang isinya jauh dari “ajaib” dan hanyalah tipuan belaka.
Buku ini ditulis secara sembarangan, ngawur dan sangat parah jeleknya.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

9
Islam telah membungkam suara2 yang mempertanyakan logikanya di sepanjang jaman. Tapi sekarang
adalah jaman lain. Teknologi Internet, meskipun dilarang ketat di negara2 Islam, telah tersedia bahkan
buat orang2 Muslim sekalipun. Orang2 yang tak percaya lagi pada Islam dapat menulis dan
mempublikasikan tulisannya tanpa takut dibunuh. Aku meramalkan tak lama lagi orang2 Muslim yang
sangat beriman akan berbalik melawan agama mereka sendiri dan akan berusaha membebaskan umat
manusia lainnya dari cengkraman agama secara umum dan Islam secara khususnya.

Warraq bicara mengenai “Imperialisme Arab dan Kolonialisme Islam”. Dia menjelaskan dengan fasihnya
bagaimana melalui Islam, banyak negara2 beradab kehilangan budaya asli, harga diri dan kemanusiaan
mereka untuk menyembah di depan tuhan baru yang ganas milik segerombolan Arab2 biadab dan
menuruti ajaran orang sinting, haus darah, penderita schizofrenia dari Arabia (yakni Muhammad). Islam
adalah musuh sains, pemikiran bebas, logika dan hak2 kemanusiaan. Islam dengan kuat menghentikan
kemajuan kebudayaan. Warraq menunjukkan secara cermat bahwa arti “Budaya Islam” itu berlawanan
dari arti istilah itu sendiri. Anda hanya bisa jadi salah satu: orang Islam atau orang yang berbudaya. Di
bagian lain, Warraq juga menyatakan bahwa arti “Filosofi Islam” sebenarnya adalah menyangkal arti
istilah itu sendiri, karena filosofi dianggap sebagai “ilmu pengetahuan asing yang bisa mengakibatkan
seseorang mempertanyakan isi agama, ragu, dan tidak percaya sama sekali”. P

Pemikir2 cemerlang seperti Zacharia Razi dan Avicenna tidak pernah percaya Islam dan mereka
diserang oleh Muslim. Para intelektual dan orang2 yang tak beragama masa kini pun tidak berbeda
nasibnya. Contohnya Ali Dashti, ilmuwan ulung dan penulis “23 tahun”; sebuah buku tentang
Muhammad dan 23 tahun masa kenabiannya. Ali dimasukkan penjara saat ia berusia 80-an tahun di
bawah kekuasaan Khomenei dan Ali meninggal dunia di penjara. Ini kata2 Ibn Warraq sendiri: “Maka
kita melihat periode penindasan terhadap berbagai kelompok yang dicurigai melawan agama atau ikut
kegiatan politik bawah tanah; orang2 (ahli filsafat, penyair, agamawan, ilmuwan, rasionalis, dualis,
atheis, penganut kebatinan) dipenjara, disiksa, disalib, dipotong dan digantung; tulisan2 mereka
dibakar. Tidak ada warisan karya Ibn Rawandi, Ibn Warraq, Ibn al-Muqaffa, dan al-Razi yang selamat.
Orang2 lain dipaksa melarikan diri dari satu penguasa ke penguasa lainnya yang lebih toleran (seperti
al-Arnidi). Beberapa diasingkan atau dibuang (Averroes). Banyak yang terpaksa menyembunyikan
pandangan dan pendapatnya dengan menggunakan bahasa yang sukar dimengerti atau bisa berarti
banyak. Mereka yang selamat dari tuduhan penghujatan adalah mereka yang dilindungi oleh orang2
yang berkuasa dan berpengaruh.”


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

10
ASAL USUL ISLAM
http://www.islamreview.com
The Invention of Islam
By AHMED SIMON

JAMAN PRA-ISLAM

Menurut sejarah, pada zaman Vikrama (58 S..M. - 415 M.) para Maharaja Candragupta memperluas
Kerajaan Hindu yg mencakup India dan jauh sampai seluruh Teluk Arabia di Barat. Para Maharaja ini
adalah pengikut setia dewa-dewi Hindu khususnya Dewa Shiva (dewa bulan-Allat) dan istrinya Dewi
Dhurga (dewi bulan-Allah).
Para Maharaja mempersembahkan kepada dewa-dewa mereka bangunan-bangunan kuil di seluruh
wilayah kerajaan mereka (di Saudi Arabia saja sedikitnya ada 7 kuil peninggalan mereka, termasuk
Ka’bah yang masih berdiri sampai saat ini). Bahkan setelah kerajaan Hindu ini runtuh, penduduk Arab
masih percaya dan menyembah dewa-dewa itu dan mengagungkan kuil-kuil yang ada sampai
datangnya masa nabi Muhammad.
(Untuk lebih detail-nya- lihat artikel “Ka’bah, sebuah kuil Hindu” www.hinduism.co.za).

ASAL-USUL NABI MUHAMMAD

Muhamad, lelaki suku Quraisy dari wilayah Arab (Arab Saudi sekarang), lahir pada tahun 571 M.
Ayahnya, Abdullah, wafat 4 bulan sebelum kelahirannya. Muhamad kecil dan ibunya yang menjanda,
Aminah, dilindungi oleh kakeknya, Abdul Mutalib. Pada masa ini, Halimah, seorang wanita Beduin,
merawat baby Muhamad. Namun beberapa minggu kemudian Halimah mengeluh bahwa Muhamad
dirasuki oleh iblis dan menolak untuk terus merawatnya. Aminah, ibu Muhamad lalu wafat ketika
Muhammad berusia 5 tahun. Jadilah Muhamad seorang anak yatim-piatu, dan pada umurnya yang
kedelapan, kakek Abdul Mutalib juga meninggal dunia. Muhamad kecil ini lalu diambil-alih oleh paman
Abu Talib yang memiliki usaha perdagangan/kafilah dengan Syria.

Pada usia 20 tahun, Abu Talib menyuruh Muhamad bekerja untuk Khadijah, pengusaha kafilah yang
sukses. Pada usia 25 tahun, Muhamad menikahi majikannya itu, janda Khadijah yang kaya dan berumur
40 tahun, demikian sehingga jadilah ia seorang ayah tiri bagi 2 orang anak Khadijah hasil perkawinan
sebelumnya. Muhamad belum lagi menampakkan “siapa dirinya sesungguhnya” ketika ia menikahi
Khadijah. Khadijah-pun wafat. Jadilah Muhamad seorang kaya raya dan kemudian menikahi 9 istri,
memiliki lusinan gundik, belum lagi istri-istri simpanan, dan lebih dari seratus budak laki-
laki/perempuan. Dia juga bertunangan dengan Aisha yang umurnya masih 6 tahun, lalu mengawininya
saat Aisha berusia 9 tahun (8 tahun menurut kalendar umum sekarang). Muhamad terangsang ketika
melihat menantunya berganti pakaian dan lalu mengawininya (mantan istri putra angkatnya, Zaid).

Suatu saat Muhamad tertangkap basah sedang memperkosa budak salah satu istrinya (Maryam, budak
Sadiah) di luar kesepakatan kawin saat itu, Muhamad malah mengomeli Sadiah yang dikatakannya
“membesar-besarkan perkara”. Muhamad dan para pengikutnya sering menyerang desa-desa yang
lemah (bahkan desa yang sudah membuat perjanjian damai dengannya) membunuh/memenggal
kepala para lelaki dan merampas istri-istri, anak laki maupun anak perempuan mereka dan menjadikan
mereka budak, “yang terbaik adalah selalu untuk-nya” demikian Allah mengatakan kepada Muhamad
dlm Al-Qur’an.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

11
Di dalam Hadis Sahih Bukhari, tertulis: ketika beberapa pencuri tertangkap, Muhamad memerintahkan
pengikutnya untuk mencungkil kedua mata dari masing-masing pencuri dan menyuruh mereka pergi
dalam keadaan buta dan berdarah. Dari 68 perang yang dilancarkan Muhamad dan para pengikutnya,
hanya satu yang bersifat mempertahankan diri dan sisanya yang 67 adalah penyerangan ofensif yang
disulut oleh mereka sendiri.

ASAL-USUL QUR’AN

Muhamad mulai mendirikan agamanya setelah tahun 610 Masehi, ketika ia mengangkat dirinya sendiri
sebagai utusan Allah, sebagaimana tertulis dalam Qur’an (bukan sebagai nabi). Ia mengaku bahwa
Malaikat Jibril yang memerintahkannya (tanpa satu saksi-pun yang bisa membenarkan pengakuannya).

Muhamad mengumpulkan cerita2;
1. 10% kitab Talmud Babilonia (bukan Taurat Yahudi, namun sebuat kitab lain yang mengandung
banyak keanehan)
2. sekitar 25% dari kuil Hindu/Allah/berhala/ritual dan kepercayaan-kepercayaan yang memang
sudah ada saat itu di Saudi Arabia. (Kata “ALLAH” sendiri sebenarnya adalah sebuah kata
Sansekerta, dan sesungguhnya tidak pernah ada Allah yang asli dari Islam);
3. sekitar 10% Animisme (roh-roh, syaitan, Jinn, iblis, mahluk halus, dedemit, dsb.) diambil dari
cerita rakyat dan dongeng-dongeng bangsa Arab yang telah lama beredar di zamannya; sekitar
10% tradisi-tradisi dan budaya bangsa Arab
4. dan 40% sisanya adalah khayalan dan karangan-karangan liar dari Muhamad dan para
pengikutnya sendiri.

Semuanya itu membentuk ISLAM, agama baru. Karena Muhamad dan beberapa ratus pengikutnya buta
huruf (tidak bisa menulis dan membaca) dan Muhamad memiliki daya ingat yang buruk, para
pengikutnya yang lain menghafalkan/merumuskan untuknya ayat-ayat Qur’an yang telah mereka
contek atau mereka karang. Namun pada perang Yamamah, hampir seluruh pengikutnya tewas dan
ayat-ayat Qur’an yang asli hilang selamanya dan tidak pernah tersusun lagi menjadi sebuah buku
sebelum akhirnya Muhammad sendiri tewas akibat diracun, 632 M. oleh budak Yahudinya, yang berkata
“Jika memang engkau adalah seorang rasul, Allah seharusnya bisa menyelamatkanmu”.

Kalif Abu Bakar (632-634 M.) lalu mempercayakan Zayed Ibn Thabit untuk menyusun kembali Quran,
dari ingatan-ingatan para istri, gundik, budak (mereka semua buta huruf), dan beberapa
kenalan/sahabat yang mengaku mendengar beberapa ayat langsung dari Muhammad dan para
pengikutnya. Zayed berhasil mengumpulkan kurang lebih 7,900 ayat. Tetapi susunan pertama ini,
mengandung banyak kontradiksi, kejanggalan, kelucuan/ejekan, hal-hal yang membingungkan, dan
kesalahan-kesalahan dan akhirnya menimbulkan kesulitan dan masalah yang besar selama beberapa
tahun.

Di bawah pemerintahan Kalifah Uthman (644-656), diperintahkanlah agar semua salinan Al-Quran yang
beredar ditarik dari peredaran dan dibakar. Zayed untuk kedua kalinya diperintahkan untuk menyusun
dan menulis ulang Al-Quran supaya lebih masuk akal dan lebih meyakinkan dari Quran yang asli, yang
disimpan oleh Hafsa (janda Muhammad). Zayed berusaha semampunya menulis ulang Quran dan lebih
dari 2,000 ayat yang kontradiktif, membingungkan, keliru dan tidak masuk akal dibatalkan / dibuang,
beberapa diganti, dan beberapa lainnya ditambahkan atau dicontek sedemikian supaya
pembatalan/perubahan-perubahan tersebut dapat lebih masuk akal.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

12
Quran edisi baru ini berkata di Surah 16:101-103 bahwa orang-orang Arab menuduh seorang budak
Nasrani telah mengajari Muhammad dan ia lalu dianiaya, dan di 25:4-5 membenarkan dugaan
pencotekan dari cerita-cerita rakyat, dan dongeng-dongeng bangsa Arab. Abu Al-Aswad Al Doaly
menaruh titik-titik sebagai tanda baca, semasa kekuasaan Mu’awiyah Ibn Abi Sofyan (661-680). Huruf-
huruf lalu diimbuhi oleh beragam titik oleh Nasir Ibn Asem dan Hayy ibn Ya’amor, pada masa Abd Al-
Malek Ibn Marawan (685-705). Sistem penandabacaan yang lengkap (damma, fataha, kasra), diciptakan
oleh Al Khalil Ibn Ahmad Al Faraheedy (wafat 786 M).

Saat ini Quran memiliki hanya 6,241 ayat dari aslinya yang 7,900. Meskipun demikian, mengingat
kondisi yang ada saat itu dan fakta bahwa penyusunan mengandalkan sumber dari ingatan-ingatan
kaum buta huruf, dsb; dapatlah dipahami bahwa Quran, karangan dan buatan manusia ini masih
menyimpan banyak kontradiksi, sumber perbantahan, kejanggalan, keanehan, kekonyolan, hal-hal yang
tidak masuk akal dan keliru, belum lagi theori-theori yang berlawanan dengan ilmu pengetahuan. Jadi,
tebalnya ayat-ayat Quran yang ada sekarang sesungguhnya berasal dari kata-kata para istri, gundik,
istri simpanan, budak dari Muhammad, dan disusun oleh Zayed Ibn Thabit (tidak ada hubungannya
sama sekali dengan Tuhan).

ISI QURAN

Bab-bab dalam Quran tidak disusun berdasarkan prioritas naratif, kontinuitas, biografi, kronologi, atau
kesinambungan urutan, melainkan diatur berdasarkan panjangnya teks – bab yang terpanjang ditulis
pertama dan bab terakhir berisi hanya 6 baris. Ayat-ayat ditempatkan tidak berdasarkan urutan logika
tertentu dan bercampur-aduk di dalam sebuah tema atau topik-topik yang tidak berhubungan satu
sama lain. Orang-orang Nasrani akan terperangah jika melihat tidak adanya nubuatan, tidak ada urutan
kronologi, tidak ada gambaran geografis, tidak ada biografi dari siapapun (bahkan tidak juga dari
Muhammad), tidak ada aturan penulisan, tidak ada sejarah, amsal, perumpamaan, mujizat, kidung
mazmur, pendek kata, yang ada di situ hanyalah perintah dan larangan, seperti halnya manual sebuah
mesin cuci; dan disertai gambaran hukuman-hukuman, pembalasan, dan ganjaran.

Sebagai contoh perintah, seluruh umat Muslim harus membantai (membunuh) kaum non-Muslim
seperti tertulis di Surah 4:74, 9:5 dan 9:29. Sebagai contoh hukuman, Surah 4:34 memerintahkan para
suami untuk mencambuk istri-istri yang tidak patuh dan meninggalkan mereka sampai mereka pasrah
dan menyerah. Untuk non-Muslim ‘ganjarannya’ adalah, Surah 2:191 “Bunuhlah mereka (non-Muslim)…
demikianlah ganjaran mereka yang menentang aqidah (Islam)”. Kaum Muslimin juga diperintahkan
untuk melakukan perintah Sura 8:12 “Aku akan men-teror kaum kuffur. Karena itu, pukullah leher dan
setiap sendi mereka dan lumpuhkanlah mereka. Pancunglah kepala mereka dan potonglah setiap jari
tangan dan kaki mereka”.

Ada banyak lagi contoh “ganjaran jahat” seperti itu tertulis bagi kaum non-Muslim. Contoh untuk upah
kaum Muslim yang berperang dan mati bagi Allah ada di Sura 52:17-20; 55:56-58; 55:70-74 dan 56:37-
38, yang menjanjikan hadiah buah-buah terbaik, sungai anggur, dan 72 perawan cantik dan
menggiurkan di Firdaus sebagai ganti nyawa mereka yang syahid dan menewaskan sebanyak mungkin
kaum kaffir. Bahkan kaum Muslim yang homoseksual pun digambarkan akan diganjar dengan “anak-
anak lelaki yang segar bak mutiara” Sura 52:20-24.

Al-Quran juga melarang seluruh Muslim kebebasan “BERPIKIR dan bertindak sesuai kata hati mereka,
karena berpikir dianggap adalah pekerjaan Allah dan utusan-nya, Muhammad, lihat Sura 33:36 (dengan
kata lain, kebebasan berpikir tidak diperbolehkan di dalam Islam). Nilai ini tertanam dalam ummat Islam
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

13
mulai dari masa kecil di Madrasah atau Pesantren sehingga tidak heran mengapa orang Muslim sangat
takut untuk menantang Qurannya. Mempertanyakan logika Quran dianggap pelecehan dalam Islam
(dan fatal hukumannya).

Ayat-ayat dalam Quran dimaksudkan hanya untuk dihafal dan dilantunkan dalam nada tertentu dan
tidak memerlukan pengertian dari arti-artinya, dari tulisan Arab kuno itu. Sehingga, umumnya umat
Muslim tidak mengerti dan tidak mempertanyakan Quran yang mereka baca, inilah kepercayaan buta.
Perbedaan-perbedaan yang ada di dalam Quran saat ini menciptakan lebih banyak masalah, calon-
calon haji yang tiba di Mekkah diperiksa dan apabila kitab Quran-nya berbeda dengan Quran kaum
Wahabi, akan disita dan dibakar.

HADIS DAN SUNNAH

Karena Quran penuh dgn :
- ayat-ayat yang akhirannya terbuka (artinya terlalu luas);
- adanya hal-hal yang bersifat penjelasan umum ataupun tidak masuk akal ;
- dan menjurus kepada bermacam2 tafsir ttg kondisi biografis seputar ucapan-ucapan, kebiasaan, dan
perbuatan Muhammad dan para pengikutnya ;
maka dibutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk mengerti Quran dgn lebih seksama. Inilah yang
dimaksud dengan HADIS, yang juga dianggap kitab suci, tapi nomor dua setelah Quran.

Cukup banyak penulis menghasilkan bermacam Hadis sepanjang rentang waktu 600 tahun (mulai
sekitar 800 M. sampai 1,400 M.), dan ini malah menambah banyak kebingungan, perbantahan, dan
distorsi, penyelewengan dalam banyak aliran (madhab) oleh berbagai penulis ini, karena hampir semua
dari mereka tidak pernah mengenal Muhamad secara langsung.

SUNNAH adalah ‘jalan’ atau ‘cara’ (tersirat di dalamnya perbuatan-perbuatan dan kebiasaan
Muhamad), dan juga dianggap suci, namun nomor 3 setelah Quran. Juga di sini, perbedaan-perbedaan
yang besar dari berbagai penulis menghasilkan sangat banyak masalah yang tidak diketahui oleh
khalayak dan malah menjurus ke kekacauan.

Tergantung dari macamnya aliran Islam, Hadis dan Sunnah yang mereka pilih untuk dituruti,
perbedaan-perbedaan di antara umat Muslim sendiri bisa sangat besar sehingga benturan-benturan di
antara aliran-aliran tersebut masih berlangsung hingga saat ini seperti di Pakistan, Indonesia, Aljazair,
Afghanistan, dan Timur Tengah.

HUKUM SYARIAH ISLAM

Ada empat ‘penafsiran’ berkenaan dengan pemberlakuan hukum syariah Islam. Hukum-hukum ini
perlahan-lahan berkembang dan diperbaharui, diubah bahkan sampai saat ini, dari negara- ke negara,
wilayah ke wilayah, namun semuanya selalu mendasarkan kepada model jurisprudensi abad ke-7.

Kelemahan terbesar syariah adalah bahwa hukum ini tidak memperkenankan ‘bukti-bukti lapangan,’
namun hanya mengakui kesaksian saksi mata untuk sebuah kasus kriminal. Sudah bukan rahasia bahwa
di dalam hukum Syariah, mereka yang menginginkan pembalasan atau seseorang yang mereka benci
dihukum, cukup membawa saksi-saksi palsu. Catatan rekor memperlihatkan bahwa kaum hawa adalah
yang mendapatkan perlakuan paling tidak adil. Sebagai contoh, jika seorang gadis diperkosa, ia harus
bisa memperlihatkan sekurangnya 2 atau 4 saksi mata yang ber-reputasi baik (tergantung Syariah mana
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

14
yang diterapkan) untuk bisa menuduh si pemerkosa. Jika hanya ada seorang saksi mata, bebaslah sang
pemerkosa dan bisa memperkosa lagi. Bukan itu saja. Jika si gadis yang diperkosa tersebut hamil akibat
tindak perkosaan tersebut, dialah yang akan dihukum mati dengan cara dirajam batu, karena dianggap
berzinah (hamil di luar nikah).

Dalam sebuah masyarakat yang demokratis dan modern, sangat diketahui bahwa 92% keputusan kasus
kriminal bukanlah didapat dari kesaksian saksi mata melainkan dari ‘bukti-bukti lapangan’ dan
penerapan ilmu pengetahuan (mis. DNA, dsb.), yang mana semuanya itu malah dilarang dalam Islam.

Syariah juga berlawanan dengan konvensi/kesepakatan PBB tentang hak azasi manusia. Dapatkah anda
bayangkan hidup di sebuah masyarakat di mana pemerkosa, pembunuh, sex-maniak, dsb. berkeliaran
bebas karena Islam? Saya tambahkan di sini, juga FITNAH yang membawa akibat fatal bagi mereka
yang tak bersalah, karena Syariah adalah hukum yang bersifat totaliter, sangat berdarah. Hanya rasa
takut massa mayoritas yang menjadi ciri khas sistem macam ini.

Perempuan-perempuan yang tidak berpendidikan dari abad ke-7, yang merupakan sumber utama dari
Al-Quran, terkenal oleh kemampuan fisik dan keahlian seks mereka, bukan oleh akal budi mereka.
Mental terkebelakang dari sumber-sumber ini tercermin di dalam Islam. Itulah sebabnya, Islam bersifat
regresif (berjalan mundur) dan menjurus kepada kebobrokan. Ini terlihat dari setiap komunitas Muslim.
Masyarakat Muslim adalah yang paling cepat mengambil jalan kekerasan, meledak-ledak, berbahaya,
membenci, tidak maju, tidak berkembang, kacau, dihinggapi berbagai penyakit, bencana dan lalu tanpa
punya rasa malu sebagian kabur ke negara-negara non-Islam.

Lewat migrasi inilah, Muslim membuktikan bahwa Islam itu jahat, adalah kemunduran, dan tidak
manusiawi. Jutaan Muslim saat ini, meninggalkan Islam, meskipun “perangkap/perbudakan” Islam
adalah benar-benar kejam dan berdarah dingin (membunuh mereka yang keluar/murtad dari agama).
Yang tinggal di dalam kultus ini hanyalah mereka yang bodoh, masa bodoh, muslim KTP, atau yang
terpaksa, karena tidak dapat berkutik terhadap tekanan-tekanan Islam. Bahkan kaum yang berwenang,
ulama bereputasi tinggi dalam Islam pun sangat khawatir dengan cepatnya keruntuhan yang
merongrong Islam dari setiap penjuru.

Tekanan kepada PBB untuk melarang Quran yang biadab itu bertambah setiap hari. Sangat tidak
diragukan bahwa Islam itu hanyalah buatan manusia dan palsu. Keruntuhan Islam tidak bisa
terbantahkan lagi dan bahkan mereka bodohpun dapat melihat hal ini. Kecuali mereka yang masa
bodoh ataupun terpaksa.


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

15
BUKTI HISTORIS TERBENTUKNYA QURAN
http://www.faithfr.dreamhosters.com/
The Quran's Historicity
Bukti Historis Quran2005/07/22
sumber2 :
http://sullivan-county.com/
http://www.flex.com/
http://www.debate.org.uk/
---------------------------------------------------------------------- ----------
Sebelum 750 AD (sekitar 100 tahun setelah wafatnya Muhamad) tidak ada satupun dokumen yang
dapat memberikan gambaran tentang perioda pembentukan Islam. Tidak ada sedikitpun
keterangan/kesaksian dari masyarakat Islam selama 150 tahun pertama mereka, antara masa
penjajahan Arab pertama pada permulaan abad ke 7, sampai timbulnya literatur pertama Islam abad ke
8 (Riwayah SIRA-MAGHAZI).

Satu2nya hal yang kita miliki sebelum tahun 750 itu terdiri dari ‘hampir seluruhnya pernyataan yang
tidak jelas asalnya' (’almost entirely of rather dubious citations in later compilations’’ (Humphreys)).
Memang luar biasa bahwa Islam tidak dapat menunjukkan satupun bukti sejarah buku suci mereka
bahkan dalam waktu 100 tahun setelah kelahiran nabi mereka.

Sejumlah cerita dalam Quran berasal dari abad ke 2 literatur Yahudi:
- cerita2 Cain & ABel dalam dalam Surah 5.31-32 dipinjam dari Targum Jonathan ben Uzziah dan
Mishnah Sanhedrin 4.5 ;
- cerita Abraham, berhala dan penghancuran mereka dalam Sura 21.51-71 adalah dari Misdrash Rabbah
;
- cerita Solomon dalam Sura 27.17-44, tentang burung yang dapat berbicara dan ratu Sheba yang
mengangkat gaunnya karena menyangka lantai mengkilap sebagai air, diambil dari Targum kedua
cerita Esther.

Bahkan cerita Gunung Sinai diangkat dan mengambang diatas kepala rakyat Yahudi sebagai ancaman
kalau menolak hukum Yahwe (Surah 7.171) berasal dari The Abodah Sarah. Dan seterusnya dst.

Dalam Surah 17.1 terdapat laporang tentang perjalanan Muhamad dari mesjid suci ke mesjid terjauh.
Dalam tradisi berikutnya, ayat ini menunjuk kepada Muhammad menaiki langit ke 7, setelah sebuah
perjalanan malam ajaib (MI’RAJ) dari Mekah ke Yerusalem, diatas kuda bersayap bernama Buraq. Ini
berasal dari berbagai sumber : Testamen Ibraham (~200), Rahasia Enoch (chap.1.4-10 and 2.1), dan
buku Persia tua berjudul Arta-I Viraj Namak.

Quran menunjukkan bahwa Muhammad memutuskan hubungan degnan orang2 Yahudi pada tahun
624 dan memindahkan arah Kiblat (Surah 2.144 and 149-150) dari Yerusalem ke Mekah. Namun,
dokumen yang ada dalam kepemilikan kami, yaitu Doctrina Iacobi Chronicler (dari tahun 661) dan
dokumen Usup Sebeos (dari tahun 660) menunjukkan hubungan baik antara kaum Yahudi dengan
kaum Ismaeli yang dahulu dikenal sebagai kaum Saracen. Sumber berikut dari Armenia bahkan
menyebut gubernur Yerusalem adalah orang Yahudi pada tahap akhir masa penjajahan/conquest. Jadi,
testimoni2 ini bertentangan dengan kesaksian dalam Quran.

MEKAH

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

16
Dalam Surah 3.96 dan 6.92 terdapat sebutan Mekah (Bakkah) yang merupakan tempat perlindungan
pertama umat manusia, atau the ‘’Mother of all settlement’’ karena Adam menempatkan batu hitam
dalam Ka’bah pertama, namun dalam Sura 2.125-127 disebutkan bahwa Abraham dan Ishmael yang
membangunnya kembali beberapa tahun kemudian.

Riset oleh Patricia Crone dan Michael Cook menunjukkan bahwa Mekah tidak disebut2 dalam dokumen
arkeologi sebelum permulaan abad ke 8. Ingatlah bahwa ini merupakan 1 abad setelah wafatnya
Muhamad.

Bahkan lebih aneh lagi adalah pernyataan kaum Muslim bahwa selain merupakan kota tua dan besar,
Mekah juga pusat dagang Arab di abad ke7 dan sebelumnya. Pernyataan ini lebih mudah diperiksa
kebenarannya karena bukti2 dokumen dari jaman itu cukup banyak.

Dari riset ekstensif Bulliet bisa dikatakan dengan pasti bahwa pernyataan kaum Muslim ini SALAH. Ini
dibuktikan lebih lanjut oleh Groom dan Muller yang mengatakan bahwa Mekah tidak mungkin berada
pada rute perdagangan karena secara geografis ini berarti orang harus mengadakan detour ketimbang
melewati rute normal, yaitu melalui jalur barat. (It would have entailed a detour from the natural route
along the western ridge.)

Bahkan Patricia Crone menambahkan ‘’ Mekah adalah tempat gersang/kering dan tempat2 macam itu
bukan pilihan pedagang. Mengapa karavan harus turun kedalam lembah gersang Mekah kalau mereka
dengan mudah dapat berhenti di Ta'if ?"

Ia juga menanyakan, komoditi macam apa di wilayah Arab saat itu bisa ditransportasi melewati jarak
jauh dan alam kering, dan tetap bisa dijual dengan mendapatkan keuntungan yang cukup besar untuk
mendukung pertumbuhan sebuah kota yang kedudukannya tidak strategis itu."

Faktanya adalah, pada abad2 tidak lama menjelang kelahiran Muhamad di tanah Arab ini tidak ada
satupun jalur pedagangan internasional, apalagi di Mekah. Ternyata kebanyakan data mengenai asal
pernyataan "Mekah sarang dagang" ini adalah gara2 riset tidak teliti seorang Yesuit, Henry Lammens,
seorang "akademik yang tidak reliable".

Lammens menggunakan sumber2 abad pertama (seperti orang2 Romawi, Periplus dan Pliny) dan
bukannya sumber2 sejarawan Yunani yang hidup lebih dekat pada masa tersebut seperti Cosmas,
Procopius dan Theodoratos (P. Crone).

Kenyataannya, di abad pertama, jalur perdagangan Yunani antara India dan negara2 Mediterania
sepenuhnya bersifat maritim. Silahkan anda membuka atlas untuk mengerti mengapa. Tidak ada
gunanya mengangkut barang dagangan melewati jalan darat yang cukup jauh jika jarak itu bisa
ditempuh dalam separuh waktu lewat sungai/laut.

Menurut Nn. Croone, pada masa kaisar Dioclesias, lebih murah bagi kerajaan Romawi untuk
mengangkut gandum lewat laut sepanjang 780 km (1,250 miles) ketimbang mengangkutnya lewat jalan
darat sepanjang 30 km (50 miles). Mengapa para pedagang dari India mengirim lewat laut barang
dagangan mereka, menurunkannya di pelabuhan Aden dan meneruskan perjalanan di pundak onta
sepanjang 780km lewat gurun gersang ?

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

17
Jika Lammens melakukan riset secara benar, ia juga akan melihat bahwa jalur perdagangan Yunani-
Romawi dengan India runtuh pada abad 3 AD (sesudah Masehi), sehingga pada jaman Muhammad
tidak ada jalur darat maupun pasar Romawi yang menjadi tujuan barang dagang tersebut. Croone juga
menunjukkan bahwa, seandainya Lammens meluangkan waktu untuk membaca sumber2 Yunani kuno,
ia akan menemukan bahwa orang2 Yunani--tujuan barang dagangan tsb--belum pernah mendengar
nama kota Mekah. Kalau memang tempat itu begitu penting, tentunya mereka yang akan menerima
barang dagangan tersebut pasti mengetahui eksistensinya. Namun, kita TIDAK MENEMUKAN SEDIKIT
KETERANGANPUN, kecuali bahwa orang Yunani menyebut kota2 Ta’if dan Yathrib (kemudian
dinamakan Medina), juga Khaybar di bagian utara. Tidak adanya sebutan Mekah dalam dokumen
historis memang merupakan fakta problematik dalam membuktikan keberadaan sebuah kota yang
dianggap pusat kelahiran Islam.

Bahkan terdapat kebingungan dalam tradisi Islam tentng dimana sebenarnya letak Mekah. Menutut
riset J. van Ess, baik pada masa perang sipil pertama dan kedua, ada kesaksian tentang orang2 yang
bergerak dari Medina ke Iraq, lewat Mekah. Namun kota MEKAH itu terletak di bagian south-west
Medina sementara Iraq berada di belahan north-east. Maka kota perlindungan Islam, menurut tradisi
tersebut terletak di bagian timur Medinah, yaitu arah berlawanan dari letak Mekah sekarang !
Ini mengakibatkan kebingungan. Bukan hanya bukti2 dokumenter Arab dan Yahudi tentang
penanggalan saling kontradiksi, namun kota pusat Islam itu dikenal hanya jauh kemudian.

BUKTI ARKEOLOGIS ARAH KIBLAT

Dikatakan bahwa arah kiblat ditetapkan pada Mekah pada sekitar tahun 624. Namun bukti2 arkeologis
yang masih berlangsung pada mesjid2 pertama yang dibangun pada abad ke7 oleh arkeolog2 Creswell
dan Fehervari mengenai 2 mesjid Umayyad di Iraq dan didekat Baghdad, menujukkan bahwa Kiblat
tidak diarahkan pada Mekah tetapi jauh ke utara. Mesjid Wasit malah melewati Mekah sebanyak 33
derajat dan mesjid Baghdad sebanyak 30 derajat. Ini sesuai dengan kesaksian Balahhuri (yang disebut
Futuh) bahwa Kiblat mesjid pertama di Kufa, Iraq, yang dibangun tahun 670 mengarah ke barat,
padahal kalau mau mengarah ke Mekah, seharusnya mengarah ke selatan.

Mesjid Amr b. al As diluar Kairo di Mesir menunjukkan bahwa arah Kiblat menunjuk jauh ke utara
sampai harus diperbaiki oleh gubernur Qurra b. Sharik. Bukti2 diatas menunjukkan bahwa Kiblat tidak
diunjukkan pada Mekah tetapi pada sebuah kota jauh di utara, kemungkinan didekat Yerusalem. Ini
diperkuat oleh penulis Kristen dan pelancong Yakub dari Edessa, yang tulisannya berasal dari tahun 705
dan merupakan saksi mata di Mesir. Ia menulis bahwa kaum Mahgraye (nama Yunani bagi kaum
Saracen) di Mesir bersolat menghadap ke timur dan TIDAK ke selatan atau tenggara (menghadap
Mekah). Suratnya (yang disimpan di British Museum) memang merupakan pembuka mata. Oleh karena
itu bisa disimpulkan bahwa sampai tahun 705 pun, arah kiblat ke Mekah BELUM JUGA DITETAPKAN.

Menurut Dr. Hawting, dari SOAS (school of Oriental and African Studies di London), penemuan
arkeologis baru juga menunjukkan bahwa sampai saat itu, kaum Muslim (atau disebut juga kaum
Hagar, dari nama ibu Ishmael, yang dihamili nabi Ibrahim) memang solat tidak mengarah ke Mekah
tetapi ke utara, kemungkinan besar Yerusalem. NAMUN QURAN MENGATAKAN KEPADA KITA (dalam
Surah 2) BAHWA ARAH KIBLAT ADALAH MENUJU MEKAH, kira2 2 tahun setelah HIjrah, atau sekitar 624
dan tidak pernah berubah sampai sekarang.

Apa yang terjadi disini ? Mengapa Kiblat tidak mengarah kepada Mekah sebelum tahun 705 ? Mari
sekarang kita melihat Yerusalem.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

18
THE DOME OF THE ROCK.

Dome megah ini didirikan oleh Abd al-Malik pada tahun 691 dan sampai sekarang masih berdiri.
Pertama, kita harus mengingat bahwa the Dome of the Rock bukan sebuah mesjid karena tidak
memiliki arah kiblat. Hanya sebuah gedung oktagonal dengan 8 pilar.

Muslimin puas dengan keterangan bahwa Dome ini didirikan guna memperingati malam Muhamad
terbang ke surga guna berbicara dengan Musa dan Allah tentang jumlah sholat yang harus dipatuhi
pengikut. Namun, menurut riset oleh Van Berchem dan Yehuda Nevo, kaligrafi disana tidak
menyebtukan apa2 tentang Mi’raj NAMUN MENOLAK STATUS KETUHANAN YESUS, PENERIMAAN
PARA NABI, PENERIMAAN WAHYU OLEH MUHAMAD DAN PENGGUNAAN ISTILAH ‘’Islam’’ DAN
‘’Muslim’’.

Mengapa, kalau memang khusus didirikan untuk memperingati Mi’raj Nabi gedung itu tidak menyebut
sepatah katapun tentangnya ??? Gedung megah ini yang didirikan pada masa2 kelahiran Islam
menunjukkan bahwa GEDUNG INILAH DAN BUKAN MEKAH yang merupakan tempat perlindungan
Islam pertama dan pusat kelahiran Islam sampai paling tidak abad ke7.

Menurut tradisi Islam, kalif Sulaiman, yang berkuasa antara tahun 715-717, pergi ke Mekah dan
bertanya tentang naik haji. Ia tidak puas dengan jawaban yang diterimanya disana dam memilih untuk
mengikuti Abd al-Malik (i.e. melancong ke the Dome of the Rock). Fakta ini saja, kata Dr. Hawting,
menunjukkan bahwa bahkan pada abad ke 8 sudah adanya ketidakpastian tentang letak tempat
lahirnya Islam. Menurut tradisi, WALID I, kalif yang berkuasa antara 705-715 menulis kepada semua
daerah, memerintahkan penghancuran dan peluasan mesjid2. Mungkinkah ini saat Kiblat ditetapkan
kearah Mekah ? Kalau iya, ini menunjukkan kontradiksi besar2an dengan Quran.

Dr. John Wansbrough, otoritas terbesar dalam tradisi dini Islam, menunjukkan pengamatan menarik
terhadap Muhamad. Sumber2 non-muslim terbaik masa ini diberikan oleh kaligrafi Arab pada batu2an
yagn tersebar di gurun dan daratan Syria-Yordan, khususnya di gurun Negev. Alm. Yehuda Nevo, dari
Universitas Yerusalem, melakukan riset ekstensif dan menerbitkan hasilnya pada tahun 1994 dalam
bukunya ‘’Toward a Prehistory of Islam/Menuju Masa pra-sejarah Islam’’, yang saya jadikan bahan
acuan disini.

Nevo menemukan dalam teks2 religius Arab, dari satu setengah abad kekuasaan Arab (abad ke 7 dan
ke adanya sebuah kepercayaan monotheis yang ‘’jelas2 bukan Islam, namun sebuah kepercayaan dari
mana Islam bisa berkembang" ("demonstrably not Islam, but a creed from which Islam could have
developed’’.) Ia juga menemukan bahwa dalam semua institusi religius selama masa SUFYANI (th 661-
684) tidak ada sedikitpun sebutan tentang Muhammad atau petunjuk bahwa Muhamad adalah nabi
Allah. Ini benar, sampai sekitara tahun 691, dimana tujuan utama inskripsi adalah religious atau hanya
commemorative, seperti inskripsi pada bendungan didekat Ta’if, yang didirikan oleh Kalif Muâwiya
pada tahun 660-an. Absennya nama Muhamad pada inskripsi2 kuno adalah penting.

Kemunculan pertama nama Muhamad rasul Allah ditemukan pada coin Arab-Sassanian dari Xalib ben
Abdallah dari tahun 690, yang dibuat di Damaskus. Pernyataan Kepercayaan, termasuk Tauhid
(KeTunggalan Allah), pernyataan bahwa Muhammad rasulAllah dan penolakan keTuhanan Jesus (rasul
Allah wa-abduhu) ditemukan dalam inskripsi Abd al-Malik dalam the Dome of the Rock, tertanggal 691.
SEBELUMYA, PERNYATAAN KEPERCAYAAN MUSLIM TIDAK DAPAT DIPASTIKAN.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

19
Setelah dinasti MAARWANID (sampai 750), nama Muhammad biasanya timbul dalam pernyataan
religius, seperti pada coin, milestones and papyrus ‘’protocols’’. Namun, papirus bahasa Arab pertama
di Mesir, dalam bentuk bukti penerimaan pajak tahun 642, ditulis dalam bahasa Yunani dan Arab dan
menganut judul ‘’BASMALA’’, namun karakternya bukan Kristen maupun Muslim.

Inskripsi2 dalam the Dome of the Rock, walaupun mengandung teks religius, tidak pernah menyebut
nama nabi atau kepercayaan Muslim, 30 tahun setelah kematian Muhammad, walaupun menganut
suatu bentuk monotheisme yang berkembang dari gaya literatur Yahudi-Kristen. Lebih2 lagi, ketika
kepercayaan itu diperkenalkan pada masa MARWANID (setelah 684) it is carried almost ‘’overnight’’.
Tiba2, kepercayaan itu menjadi satu2nya deklarasi religius negara. Namun lagi2 tidak begitu saja
diterima rakyat.

Menurut Y. Nevo, rumusan Mohammedan ini hanya dimulai digunakan dalam inskripsi umum pada
jaman Kalif Hisham (724-743). NAMUN WALAUPUN MEREKA PEGIKUT MUHAMAD, MEREKA BUKAN
MUSLIM. Untuk itu, kata Nevo, kita harus menunggu sampai permulaan abad ke 9 (sekitar 822),
bersamaan dengan ditemukannya Quran tertulis pertama. Jelaslah bahwa bukan semasa hidupnya
Muhamad diangkat kepada posisi nabi, BAHKAN KETIKA ITU, KEPERCAYAAN KEPADA MUHAMAD
TIDAK SAMA DENGAN APA YANG DITEMUKAN SEKARANG.

QURAN

Sumber2 menunjukkan bahwa buku ini disusun secara tergesa2. Wansbrough mengatakan bahwa
‘’nampak jelas bahwa buku ini tidak memiliki struktur keseluruhan, sering tidak jelas, baik dari segi
bahasa maupun isi, menghubung2i materi yang terpisah2 dan cenderung mengulang-ulang anak-
kalimat dalam berbagai versi. Atas dasar ini dapat disimpulkan bahwa buku ini adalah produksi editing
tidak sempurna di masa kemudian dari bermacam2 tradisi’’ seperti dikutip dalam buku Crone-Cook
‘’Hagarism’’.

Mengenai kapan Quran itu disusun kami hanya bisa menerka dari penanggalan manuskrip2 yang ada.
Dari sini, kami bisa menyimpulkan bahwa Quran tidak eksis sebelum akhir abad ke 7. Referensi tertua
dari luar tradisi literatur Islam mengenai sebuah buku yang dinamakan dengan ‘’Quran’’ timbul pada
pertengahan abad 8 dari tulisan pembicaraan antara seorang Arab dan seorang pendeta dari Bet Hale.
Namun ini belum tentu menunjuk pada buku yang kita kenal sekarang. Baik Crone maupun Cook
menyimpulkan bahwa selain referensi kecil ini, tidak ada indikasi apapun bahwa Quran eksis sebelum
akhir abad ke 7.

Dalam riset mereka, baik Crone dan Cook bersikeras bahwa kemungkinan besar, Quran (atau dalam
bentuk permulaan) disusun sebagai bukunya Muhamad pada masa gubernur HAJJAJ BEN YUSUF (663-
714), sekitar tahun 705. Dari kesaksian Leo by Levond, gubernur Hajjaj nampak telah mengumpulkan
semua tulisan2 lama kaum Hagarene dan menggantikannya dengan versi yang disusun ‘’menurut
keinginannya, dan membagikannya kepada siapaun di negerinya’’. Ini juga sesuai dengan fakta bahwa
baik manuskrip Quran di Samarqand dan Topkapi (di Turki), Quran tertua yang kita miliki, ditulis dalam
bahasa Kufic, dialek Persia dari Kufa, dan bukan bahasa Arab.

Kesimpulan masuk akal adalah bahwa dalam masa inilah Quran memulai perkembangannya,
kemungkinan ditulis, sampai akhirnya disahkan pada pertengahan sampai akhir abad 8 sebagai Quran
yang kita kenal sekarang.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

20
Namun demikian, bukti2 arkeologis tentang keberadaan Quran adalah yang paling problematik. Bekas2
bangunan dan inskripsi dari daerah itu dari abad 7 dan 8 tidak hanya menunjukan kontradiksi bahwa
Muhamad mengesahkan Kiblat semasa hidupnya, atau bahwa ia yang menyusun Quran yang kita kenal
sekarang, bahkan asal usul ke-nabiannya juga diragukan. Ini merupakan penemuan penting dan
problematik.

Sekarang kita menemukan coin2 yang katanya mengandung tulisan Quran, tertanggal 685, yang dibuat
pada masa Abdul Malik. Lebih2 lagi, the Dome of the Rock yang dibangunnya pada tahun 691
menunjukkan ketidaksesuaian antara inskripsinya dengan pernyataan dalam Quran. Dua ahli etymologi,
Van Berchem and Grohmann, setelah riset ekstensif terhadap inskripsi ini mengatakan bahwa mereka
mengandung ‘’variant verbal forms, extensive deviances, as well as omissions from the text which we
have today’’ (‘’Arabic Papyri from Hirbet el-Mird’’ as cited by Crone-Cook).

Jika inskripsi2 ini berasal dari Quran, dengan berbagai macam variasi. bagaimana mungkin Quran
disahkan (dikanonisasi) sebelum akhir abad ke 8 ? Orang hanya bisa menyimpulkan bahwa terjadi
sebuah evolusi dalam penyusunan Quran, KALAU MEMANG MEREKA ASALNYA DIKUTIP DARI QURAN.

KESIMPULAN SINGKAT :

1) Kaum Yahudi dan Arab bersahabat sampai paling tidak tahun 640.
2) Yerusalem adalah Holy Sanctuary for Islam sebenarnya sampai permulaan abad ke 8.
3) Mekah tidak dikenal sebagai kota yang viable sebelum akhir abad ke 7 dan tidak juga dikenal
sebagai rute perdagangan.
4) Kiblat baru ditetapkan kearah Mekah setelah abad ke 8.
5) Muhammad tidak dikenal sebagai rasul semua rasul sebelum akhir abad ke 7.
6) Referensi paling pertama tentang adanya Quran tidak ada sebelum pertengahan abad ke 8.
7) Tulisan Quran original tidak serupa dengan teks Quran sekarang.
Quran yang kita miliki sekarang BUKAN Quran yang seharusnya dikumpulkan dan dikanonisasi kalif
Uthman pada tahun 650, seperti diakui kaum muslimin.
8) Quran yang kita miliki sekarang (sejak tahun 790) tidak ditulis 16 tahun setelah wafatnya Muhamad,
melainkan 160 tahun kemudian.

Bukti Arkeologis Melawan Quran
http://debate.org.uk/

Sampai kiamatpun Muslimin bersikeras bahwa Qur’an adalah kata2 final Tuhan. Namun, mana bukti
sejarahnya ? Bukti manuskrip, dan arkeologis semuanya tidak berhasil membuktikan claim2. Dlm tulisan
paling akhir (Isa Masih no. 6, p8-9) kami menunjukkan kekurangan2 dlm manuskrip2 Quran. Disini kami
menunjukkan bukti melawan Islam dari sumber2 dokumen non Muslim dan arkeologi modern.

SUMBER2 YAHUDI

Qur’an menyiratkan bahwa Muhamad memutuskan hubungannya dgn Yahudi thn 624 AD, segera
setelah Hijrah ke Mekah. Pada saat itu, Kiblat dipindahkan dari Yerusalem ke Mekah (Surah 2:144, 149-
150). Namun, sumber2 non-Muslim, Doktrin Iacobi dan Kronikel Armenia dr thn 660 AD, menunjukkan
bahwa pd tahun 640, saat penaklukan Palestina, Arab dan Yahudi adalah sekutu. Muhamad mendirikan
masy Ishmaeli dan Yahudi berdasarkan tanah kelahiran mereka yg sama di tanah suci. Hubungan baik
ini berlangsung sampai paling tidak 15 tahun setelah tgl Quran tsb.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

21
MEKAH

Menurut Qur’an, Mekah merupakan kota yang pertama dan paling penting di dunia. Adam
menempatkan batu hitan di Ka’bah asli, sementara Abraham dan Ishmael membangun kembali Ka’bah
Mekah berabad2 kemudian (Sura 2:125-127). Mekah dikatakan sbg pusat perdagangan sebelum
jamannya Muhamad.

Namun tidak ada bukti2 arkeologisnya. Kota kuno besar macam itu tentulah disebut2 dlm sejarah kuno.
Namun, sebutan paling dini ttg Mekah sbg sebuah kota ada di Continuato Byzantia Arabica, dokumen
abad ke 8 ! Mekah jelas bukan rute perdagangan daratan yg alami – Mekah adalah lembah gersang
dan orang harus belok sepanjang 100 mil utk dapat mencapainya.Setelah abad pertama, hanya ada
perdagangan maritim Yunani-Romawi dgn India, yg diawasi pelabuhan Laut Merah Ethiopia, Adulis,
dan bukan oleh Arab. Kalau Mekah bukan sebuah kota yg mapan, kecuali setleah jamannya Muhamad,
maka ini membuat Quran sangat diragukan.

ARKEOLOGI

Qiblat
Menurut Qur’an, Qiblat diarahkan ke Mekah pd thn 624 AD, 2 tahun setelah Hijrah (Sura 2:144, 149-50).
Namun bukti2 arkeologis paling dini dari mesjid yg dibangun pada permulaan abad ke 8 menunjukkan
bahwa kota suci mereka bukanlah Mekah, tetapi lebih dekat ke arah Yerusalem.
Qiblat mesjid pertama di Kufa, Iraq, dibangun th 670 AD, dan menunjuk ke BARAT ketimbang ke
selatan, gambar2 arsitektur dari 2 mesjid Umayyad (650-750 AD) di Iraq, menunjukkan bahwa Qiblat
berorientasi jauh ke utara. Mesjid Wasit melenceng sampai 33 derajad, mesjid Baghdad sampai 30
derajad. Mesjid ‘Amr b. al ‘As didekat Cairo, juga menunjuk ke Kiblat terlalu jauh ke utara dan harus
diperbaiki oleh sang gubernur.

Jacob dari Odessa, penulis dan pelancong Kristen, merupakan saksi mata menulis ttg Mesir sekitar 705
AD. Suratnya dlm British Museum menyebut ttg kaum ‘Mahgraye’ (istilah Yunani bagi Arab) di Meesir
berdoa menghadap ke timur, menuju Ka’bah, dgn kata lain menuju Palestina, dan bukan Mekah.

Jadi bukti menunjuk kpd lokasi bukan di Mekah, tetapi di Arab Utara atau bahkan Yerusalem, sampai
permulaan abad ke 8. Tidak mungkin Muslim2 pada abad permulaan Islam salah menghitung arah.
Merkea pedagang dari gurun pasir dan tukang caravan yang mahir membaca arah bintang di langit utk
menentukan arah pelancongan mereka. Bgm lagi mereka melakukan ibadah haji, yang pada saat itu
saja sudah diresmikan ? Ada ketidakcocokan besar antara Qur’an dan arkeologi modern. Yang paling
penting, Walid I, kalif th 705 - 715, menulis kesemua wilayah memerintahkan penghancuran dan
pelebaran semua mesjid. Mungkinkah bahwa saat itu Kiblat baru dipindahkan ke Mekah ?

Dome Of The Rock
Kemungkinan alasan mengapa mesjid2 kuno menghadap Palestina bisa ditemukan di Yerusalem.
Di pusat kota itu terletak the ‘Dome of the Rock’, bangunan yg didirikan ‘Abd al-Malik th 691 AD. Ini
dianggap sbg tempat Islam paling suci nomor 3 setelah Mekah dan Medinah. Gedung ini nampaknya
bukan ingin digunakan sbg mesjid, karena tidak adanya Qiblat dan betnuk oktagonalnya menunjukkan
gedung itu digunakan agar orang dapat berkeliling memutarinya. Muslim percaya bahwa ini
memperingati Isra Mi’raj, malam Muhammad naik ke surga dan berbicara dgn Allah dan Musa
mengenai jumlah solat yg diwajibkan kpd pengikut.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

22
Namun, tulisan2 pada tembok2 gedung itu tidak menyebut apa2 ttg Isra Mi’raj tetapi kutipan2 Quran
yg dimaksudkan khususnya bagi Kristen. Mungkin gedung ini dibangun sbg tempat suci Islam, sebelum
Mekah diresmikan sbg tempat tersuci Islam.

Tradisi Muslim memang menunjukkan bahwa the Dome of the Rock dulu memang pusat religius Islam.
Kalif Suleyman, yg berkuasa sampai th 717 AD, pergi ke Mekah utk bertanya ttg ibadah Haji. Ia tidak
puas dgn jawaban yg didapatkan dan emmilih utk mengikuti ‘Abd al-Malik, yg melancong ke the Dome
of the Rock.

Mungkinkah kiblat2 mesjid2 pertama dulu diarahkan kepada the Dome of the Rock dibawah perintah
Walid I pada permulaan abad ke 8 ?

Alm Yehuda Nevo dari Universitas Yerusalem men-survey ukiran2 Arab pada batu2 yg tersebar di gurun
Negev dan Syro-Jordania. Risetnya memberikan gambaran berguna atas sejarah Muhammad dari
sumber2 non-Muslim kontemporer.

Dlm teks religius dari jaman Sufyani (661-684 AD) ada sebuah kepercayaan monotheistic TETAPI TIDAK
ADA RUJUKAN KPD MUHAMAD ! Namanya hanya muncul setelah 690 AD. Tulisan Muhammad
Rasulullah tampil pertama kali dlm uang keping Arab-Sassania dari th 690 AD, di Damascus. Lebih
penting lagi, ketiga unsure kepercayaan kpd Tauhid, Muhamad Rasulullah dan rasul Allah wa-’abduhu
(sifat kemanusiaan Yesus) ditemukan dlm tulisan ‘Abd al-Malik dlm the Dome of the Rock, tertgl 691
AD. Sebelum ini, prinsip2 kepercayaan Muslim tidak dapat dipastikan.

Jadi selama 60 tahun penuh setelah kematian Muhamad, kalimat syahadat Arab TIDAK MENCAKUP
MUHAMAD. Tetapi sebuah prinsip kepercayaan monotheis yg megnembangkan konsep2 Judaeo-
Kristen dlm gaya literature khusus. Saat syahadat dgn nama Muhammad diberlakukan selama periode
Marwanid (setelah 684 AD) tiba2 bentuk deklarasi itulah tampil sbg satu2nya bentuk dlm dokumen2
formal. Jadi peningkatan status Muhammad sbg nai universal hanya terjadi pada akhir abad ke 7, lama
setelah kematiannya.

QURAN

Jelas Qur’an mengalami transformasi selama 100 tahun setelah kematiannya. Tulisan2 yg dikenal sbg
tulisan Quran pada keping2 dan di the Dome of the Rock selama masa ‘Abd al-Malik dari 685 AD,
BERBEDA dgn teks Quran sekarang. Qur’an tidak mungkin dikanonisasi selama masa hidup Muhamad,
tetapi pasti mengalami proses evolusi. Rujukan paling dini kpd sebuah buku yg dinamakan Qur’an tidak
datang dari Mekah melainkan di Arab Utara, bahkan Yerusalem, pada permulaan abad 8. Tidak
mugnkin Muslim2 pertama salah tebak arah Mekah, mereka mahir menggunakan bintang sbg
penunjuk jalan. Bgm mungkin mereka bisa mengadakan ibadah haji yg sudah dikanonisasikan pada
jaman itu ?

Ada kepincangan besar antara Qur’an dan arkeologi modern.
Dimasa lalu Qur’an dilindungi dgn semacam embargo – tetapi kini Muslim tidak lagi dapat menghindar
bukti2 yg semakin menumpuk yg justru melemahkan Quran.

Diadaptasi dari artikel2 internet oleh Jay Smith:
http://debate.org.uk/
*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

23
A SINA: KEADAAN PSIKOLOGIS & MENTAL MUHAMAD
http://www.faithfreedom.org/
The Force behind Muhamad ( Kekuatan di Belakang Muhammad )
Oleh: Ali Sina

Kepribadian Muhamad merupakan teka-teki. Bahkan mereka yang tidak percaya dia utusan Tuhan dan
dapat membuktikan bahwa pribadi dan perbuatannya bukan perbuatan khas nabi, mengakui bahwa
Muhammad punya kepribadian yang sangat mempesona dan karismatik. Ia mampu mempengaruhi,
mempesona bahkan menyihir orang2 di sekelilingnya
sampai mereka bersedia untuk membunuh baginya.

Apa beda Muhamad dengan orang lain? Dia jenius atau monster?
Dia orang suci atau setan? Baik mereka yang pro maupun kontra Muhamad setuju bahwa ia bukanlah
orang rata2. Apa yang membuatnya berbeda? Bagaimana sampai dia dapat membuat orang bertekad
bulat baginya, bercita-cita sedemikian besar, berpikir sedemikian muluk dan menjadi begitu kuat dalam
waktu yang sangat singkat?

Apa kekuatan di belakangnya?

Tiap hari dimanapun, ada saja orang yang mengaku utusan Tuhan dan ada saja orang yang percaya.
Orang2 seperti ini mau saja disuruh membunuh orang2 tak berdosa seperti kasus di Jepang dengan
sekte Kebenaran Mutlak (Supreme Truth) atau mau melakukan bunuh diri massal di kasus sekte
Amerika yang bernama Gerbang Surga (Heaven’s Gate). Apa yang membuat orang mengaku jadi
utusan Tuhan ? Uang? Tentu saja tidak!

Apa yang diinginkan pemimpin2 palsu ini adalah rasa hormat, kekaguman dan kekuasaan. Orang2 ini
SAKIT JIWA. Mereka adalah narsisis (orang yang amat mencintai diri sendiri sampai taraf tak wajar).
Seorang narsisis sangat membutuhkan pengakuan. Narsisis biasanya keras kepala, manipulatif dan haus
kekuasaan. Tapi mereka juga cerdas, licik dan punya banyak akal. Narsisis yang paling terkenal adalah
Jenghis Khan, Napoleon, Hitler, Stalin, Mussolini, Polpot, Mao, Saddam Hussein dan Idi Amin. Narsisis
adalah orang yang cerdas tapi terganggu kejiwaannya. Mereka hanya melihat pengesahan
kekuasaannya dan untuk mencapainya ini, mereka akan melakukan apapun. Mereka bohong dengan
cara yang sangat meyakinkan. Mereka membangkitkan rasa percaya diri dan tampak amat sangat
percaya diri. Tapi ini semua merupakan tudung untuk menyembunyikan perasaan tak tenteram dan
ketakutan dalam diri sendiri.

Kelainan emosional ini terbentuk di masa kanak2. Hal serupa yang dialami para diktator diatas adalah
masa kecil yang sukar dan tanpa kasih sayang. Muhamad adalah yatim piatu. Di jaman itu, anak yatim
piatu tidak punya banyak martabat. Kesadaran akan keadaan dirinya ini semestinya mengakibatkan dia
merasa tidak tenteram dan tidak berarti. Ketika Muhamad lahir, dia diserahkan kepada wali ibunya yang
bernama Thueiba (dari suku Bedouin) yang mengurusnya selama beberapa bulan. (Katib al Waquidi
hal. 20).

Ibu kandung Muhamad, Amina, seorang janda dan tidak punya anak lain. Tidak diketahui alasan Amina
menyerahkan anak satu2nya kepada Thueiba dan tidak mau mengurus bayinya sendiri. Tidak masuk
akal bagi seorang ibu yang membujang untuk menyerahkan anaknya yang tunggal dan memilih hidup
sebatang kara. Tradisi tidak pernah lebih kuat daripada naluri keibuan. Jika Amina punya banyak anak,
ini baru masuk akal. Tapi Muhamad adalah anak satu2nya. Sukar dimengerti mengapa dia tidak mau
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

24
mengurus bayinya sendiri dan malah menyerahkannya ke seorang wanita Bedouin untuk
membesarkannya. Apakah Amina benar2 mencintai Muhamad? Apakah dia percaya punya bayi
mengurangi kesempatannya untuk kawin lagi? Terlalu sedikit informasi yang kita dapat tentang Amina
untuk benar2 mengerti dia. Tapi satu hal sudah jelas adalah Muhamad merasa sangat sakit hati pada
ibunya. Ini bisa kita lihat nanti.

Muhamad yang masih bayi diurus oleh Thueiba. Tidak diketahui tepatnya berapa lama tapi mestinya
beberapa bulan karena Muhamad selalu
mengirim hadiah2 padanya saat sudah menjadi kaya. Tapi entah kenapa Muhamad diambil dari
Thueiba dan diserahkan kepada Halima. Di bulan2 pertama dalam hidupnya, seorang bayi tidak dapat
membedakan identitas diri sendiri dengan identitas ibunya. Tentunya Muhamad tadinya mengira
bahwa Thueiba adalah ibu kandungnya. Perubahan “ibu” dari Thueiba kepada Halima mestinya sangat
mengagetkannya. Psykologi modern mengerti akibat sebuah perubahan begitu besar pada kesehatan
emosi anak kecil, tapi orang2 Arab yang kurang berpengetahuan ini tidak tahu apa2 tentang hal ini.

Lima tahun berlalu, Muhamad tumbuh dengan keluarga lain di tengah padang pasir dan mengunjungi
ibu kandungnya dua tahun sekali. Dia sadar bahwa dia bukan anak kandung dalam keluarga tempat dia
tinggal tapi dia tidak mengerti kebiasaan orang2 dewasa dan heran mengapa ibunya menolaknya. Anak
ini tumbuh tanpa rasa kasih sayang dan menunjukkan tingkah laku aneh sampai2 pengasuhnya dan ibu
kandungnya mengira dia kerasukan setan.

W.M. Watt menerjemahkan biografi Muhamad yang ditulis oleh Ibn Ishaq (hal. 36). Dia mengutip kisah
aneh yang diceritakan Muhamad yang membuat orang bertanya2 tetnang kewarasannya.

"...dua orang berbaju putih datang padaku membawa baskom emas penuh salju. Mereka membawaku dan
membelah tubuhku, lalu mereka mengambil jantungku dan membelahnya dan mengeluarkan gumpalan darah
hitam yang kemudian mereka buang. Lalu mereka mencuci jantungku dan tubuhku dengan salju sampai bersih.”

Keadaan mental sang Nabi sudah jadi masalah sejak dia kecil, dan ini sangat menggelisahkan
pengasuhnya yang mengembalikannya kepada ibu kandungnya. Ini adalah kisah yang diceritakan oleh
Halima, yang berhubungan dengan terjemahan Guillaume atas tulisan Ibn Ishaq, hal. 72:

"Ayah teman Muhamad berkata padaku, “Aku khawatir anak ini menderita serangan jantung, maka kembalikan dia
pada keluarganya sebelum terjadi apa2. … Ibu Muhamad bertanya padaku apa yang terjadi dan terus tanya sampai
aku menjawab. Waktu dia bertanya apakah aku khawatir dia (Muhamad) kerasukan setan, maka kujawab iya.”

Wajar kalau anak2 berkhayal melihat monster di bawah tempat tidur mereka, dan berkhayal punya
teman gaib, tapi kasus Muhamad tampaknya sangat mengkhawatirkan dan sangat aneh sehingga
menakutkan ibunya sampai2 dia menyangka anaknya kemasukan setan.

Kenyataan bahwa pengasuhnya juga mengira hal yang sama merupakan bukti bahwa dia tidak stabil
kondisi jiwanya sejak masih anak2.

Bagi masyarakat primitif, orang2 yang sakit jiwa dikatakan “kerasukan setan”. Di jaman sekarang
kebanyakan kasus “kerasukan setan” dirawat dan disembuhkan dengan obat2an. Bukannya tidak
mungkin jika Prozac (obat anti depresi) ditemukan 1.400 tahun yang lalu, mungkin dunia tidak harus
berurusan dengan Islam dan jutaan nyawa tidak perlu dikorbankan di mezbah Allah.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

25
Sekali lagi Muhamad dipisahkan dari satu2nya keluarga yang dia kenal dan di usia lima tahun dia
dikembalikan ke ibu kandungnya. Pada saat dia mulai terbiasa dengan ibunya, ibunya kemudian
meninggal dunia. Muhamad tidak pernah memaafkan ibunya yang menyerahkannya pada saat dia
masih bayi dan meninggalkannya seorang diri pada saat dia masih sangat membutuhkan kasih sayang
ibu. Mungkin juga rasa pahit dalam hatinya akan ibunya adalah karena dia tidak merasa dicintai
olehnya.

Dalam perjalanannya dari Medina ke Hodeibia, setelah dia menaklukkan Mekah, dia mengunjungi
kuburan ibunya, dan menangis di situ. Pengikut2nya juga ikut menangis. Mereka bertanya padanya dan
dia menjawab, … “Ini kuburan ibuku: Tuhan mengijinkanku berziarah ke sini. Dan aku minta ijin untuk
berdoa baginya, tapi permintaanku ditolak. Maka aku memanggil ibuku untuk mengingatnya, dan
teringat kenangan lembut akan dia, dan aku menangis." [Katib Al Waquidi, hal. 21].

Mengapa Tuhan tidak mengijinkan Muhamad berdoa bagi ibunya? Jelas tampak bahwa orang ini tidak
dapat memaafkan ibunya, bahkan setelah setengah abad ibunya meninggal. Dia punya luka sakit hati
yang dalam yang tidak pernah sembuh.
Setelah Amina meninggal dunia, Muhamad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muttalib, yang mencurahkan
segala kasih sayangnya karena Muhamad adalah satu2nya yang sisa dari anaknya yang sudah
meninggal, Abdullah. Tapi dua tahun kemudian, sang kakek, Abdul Muttalib juga meninggal dunia.

Anak yatim piatu ini merasa sangat getir dengan kepergian kakeknya yang tercinta; sewaktu dia
mengikuti rombongan jenazah di perkuburan Hajun, dia tampak menangis, dan ketika dia tumbuh
besar, dia menyimpan kenangan kematian kakeknya.
Muhamad lalu diurus oleh pamannya, Abu Talib yang tidak begitu kaya. Abu Talib dengan setia
melaksanakan tugasnya. “Kasih sayangnya pada anak muda ini sama besarnya dengan kasih sayang
Abdul Muttalib”, tulis Muir.

“Dia mempersilakan Muhamad tidur di ranjangnya, makan di sisinya, dan pergi bersamanya kapanpun
dia pergi ke luar kota. Dan perlakuan lembut ini terus dilakukannya sampai Muhamad muncul dari
ketidakberdayaan di masa kecil.”
Kedekatan Muhamad pada pamannya ini menunjukkan bagaimana Muhamad selalu takut kehilangan
orang2 yang dikasihinya. Anak laki ini menderita beberapa pukulan berat dalam masa kecilnya.
Emosinya luka parah. Ini tampak di kejadian kala dia berusia 12 tahun.

Pada saat itu Abu Talib hendak pergi ke Syria untuk keperluan bisnis. Dia tidak berencana untuk
membawa Muhamad serta. “Tapi ketika kafilah siap berangkat, dan Abu Talib sudah mau naik untanya,
keponakannya (Muhamad) takut ditinggal sendiri lagi, dan dia merangkul pamannya erat2. Abu Talib
terharu dan dia membawa anak itu pergi dengannya.” (Muir p. 33) .
Muhamad dengan lembut mengingat kesepiannya dan hari2nya sewaktu jadi anak yatim. Di Surah 93:6
ditulis “Tidakkah Dia menemukan seorang anak yatim dan memberinya persinggahan (dan pemeliharaan)?"

Keadaan psikologis Muhamad ini sangat menarik dan saya akan menjabarkannya dalam buku saya
yang akan terbit. Tapi sering terbukti bahwa narsisis adalah orang2 yang sangat sukses. Mereka punya
dorongan yang luar biasa untuk memperoleh kekuasaan guna mengkompensasi rasa kesepian dan
kurang sayang itu.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

26
Dr. Sam Vaknin adalah seorang psikolog dan ahli dalam bidang narsisisme. Dia menulis:
Seorang yang narsisis sangatlah ahli dalam berpura-pura. Dia seorang yang mempesona, aktor
berbakat, tukang sulap, dan sutradara bagi dirinya sendiri dan orang2 di sekitarnya. Sangatlah sukar
untuk melihat keaslian dia pada waktu pertama kali berjumpa.

Tapi ada beberapa tanda yang bisa dikenal:
1. menunjukkan sikap sombong
2. punya kecenderungan untuk mengejek, mengritik dan merendahkan orang lain
3. punya kecenderungan untuk mem-besar2kan kebohongan yang kecil dan tidak perlu
4. punya kecenderungan berkhayal untuk mencapai sukses yang tak terbatas
5. membual tanpa akhir, tidak peduli dan tidak mau mendengar orang lain
6. mengidealkan seseorang secara berlebihan
7. membuat janji2 yang tidak sepadan dengan keadaan atau tidak ada kemampuan untuk
memenuhinya.
8. tampil dengan gerak-gerik tubuh yang angkuh.

Di buku saya nanti, saya akan membahas secara detail semua perilaku ini dalam diri Muhamad
berdasarkan Hadis dan Sirat Rasul. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa sang Nabi adalah
seorang narsisis. Misalnya, pengabdiannya kepada wanita yang lebih tua darinya, Khadijah, yang
kemudian menjadi istri pertama dan ketidakmampuannya mengasihi wanita lain dengan taraf yang
sama. Juga kenyataan bahwa dalam usia lanjut dia berusaha mengisi kekosongan hatinya dengan
melakukan hubungan seks dengan begitu banyak wanita muda, dan tidak bisa setia pada seorang pun
dari mereka. Sikap ini menunjukkan rasa tak aman dan takut di dalam hatinya.

Tentu saja terlalu gampang untuk percaya bahwa setiap orang yang muncul dan mengaku sebagai nabi
berbuat demikian untuk duit. Bukan begitu pada kasus orang2 yang menderita narsisme. Uang
hanyalah alat pembantu. Mereka melakukan itu untuk dapat kekuasaan, pengakuan, hormat, dominasi.
Orang2 ini sakit dan butuh hormat dan perhatian. Hanya dengan cara menampilkan dirinya sendiri
sebagai utusan2 dari sesuatu yang maha penting, barulah mereka dapat memenuhi kebutuhan narsistik
melalui orang2 yang percaya pada mereka.

Maksud tujuan kemunculan mereka tidaklah penting. Maksud tujuan ini hanya dijadikan alasan, hanya
jadi alat untuk mendominasi. Bagi Stalin, alasan yang dipakai adalah komunisme, bagi Mussolini adalah
fasisme, bagi Hitler adalah Nasionalisme Sosial (Nazi), dan bagi Muhamad alasannya adalah agama dan
monotheisme. Semakin hebat mereka menampakkan dewa2 (komunisme, fasisme, nazi, agama, dll)
mereka ini, semakin banyak kekuasaan yang mereka dapat bagi diri mereka sendiri, karena mereka
adalah satu2nya wakil2 dari dewa2 tersebut diantara seluruh umat manusia.

Sekali lagi seperti yang dikatakan Vaknin: “Narsisis menggunakan apapun yang bisa disentuh tangan2
mereka guna memuaskan kebutuhan narsistik mereka. Jika Tuhan, syahadat, gereja, iman, institusi
agama dapat memenuhi kebutuhan narsistik, maka mereka akan jadi soleh. Mereka akan meninggalkan
agama itu jika tidak mendapatkan kepuasan narsistik mereka.”
Contoh yang tepat bisa dilihat pada televangelis (evangelis yang suka muncul di layar TV) Jimmy
Swagart yang dengan kepribadian yang penuh kharisma dan teatrikal mampu menggerakkan hati
ratusan ribu penonton dan membuat mereka menangis terharu dengan bicara mengenai Tuhan dan
moralitas. Nyatanya dia punya khayalan seksual yang kotor dengan para pelacur.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

27
Allah hanyalah suatu maksud bagi Muhamad untuk mempengaruhi orang2 dan mendapatkan
kepuasan dari kebutuhan narsistiknya. Allah adalah dirinya yang kedua (ini sama seperti Clark Kent dan
Superman). Dia dapat memegang kontrol hidup dan mati orang dengan memberitahu mereka bahwa
dialah satu2nya perantara Tuhan dan umat manusia. Dia dapat memaksakan tingkahnya pada mereka
dengan memakai firman Tuhan.

Orang2 narsisis tidak mempromosikan dirinya secara langsung. Mereka tahu kalau secara langsung,
orang2 di sekitar tidak akan menerima mereka. Mereka pintar dan manipulatif. Bukannya
mempromosikan diri sendiri secara langsung, tapi mereka berdiri di belakang dewa2, ideologi2,
maksud2 atau agama2 khayalan mereka dan secara bersamaan memunculkan diri mereka sendiri
sebagai wakil2 dari dewa2 ini, sebagai satu2nya otoritas yang bisa membawa umat manusia ke tanah
perjanjian, satu2nya orang yang dapat mewujudkan impian manusia.

Dr. Vaknin menjelaskan:
“Setiap orang adalah narsisis dengan ukuran yang berbeda. Narsisme adalah kecenderungan yang
sehat, yang menolong orang untuk bisa bertahan hidup. Perbedaan antara narsisme yang sehat dan
sakit adalah pada ukurannya. Narsisme yang sakit dan dalam bentuk ekstrim disebut NPD (Narcissistic
Pathological Disorder) dan ini ditunjukkan dengan tidak adanya emphaty atau rasa pengertian, kasih
sayang, simpati bagi orang lain. Penderita NPD menganggap dan memperlakukan orang2 lain sebagai
benda2 untuk dimanfaatkan. Dia menggunakan mereka untuk mencapai kepuasan akan kebutuhan
narsistiknya. Dia percaya bahwa dia berhak akan perlakuan khusus karena dia punya khayalan amat
megah tentang dirinya sendiri. Orang narsisis TIDAK sadar akan keadaan dirinya sendiri. Pengertian dan
emosinya terganggu.”

Penjelasan di atas cocok sekali untuk menggambarkan Muhamad. Muhamad adalah orang yang sangat
kejam tanpa perasaan manusiawi. Pertama-tama, dia membentuk agamanya untuk mengambil hati
orang2 Yahudi dan menarik mereka jadi pengikutnya. Tapi ketika dia menyadari bahwa mereka tidak
akan mau menerima dia (sebagai Nabi) dan tidak mau dijadikan alat perwujudan impiannya untuk
mendominasi, maka dia membasmi mereka semua. Dia membantai semua pria dari Bani Quraiza dan
dari Kheibar dan mengusir semua orang Yahudi dan Kristen lainnya dari Arabia. Kalau Tuhan memang
mau menghabisi orang2 ini, Dia tidak perlu bantuan dari utusanNya.

Sebenarnya saya, A SINA, tidak punya alasan untuk marah pada orang yang sakit jiwa, apalagi yang
sudah mati sejak lama sekali. Muhamad adalah korban masyarakat yang berkebudayaan rendah. Dia
adalah korban ketidakpedulian ibunya. Muhamad adalah orang yang menderita luka batin yang dalam.

Dr. Vaknin berkata bahwa seorang narsisis “berbohong pada dirinya sendiri dan pada orang lain,
menampakkan diri sebagai seorang yang tidak tersentuh, tidak terpengaruh secara emosional dan tidak
terkalahkan … Bagi seorang narsisis ‘semuanya serba berlebihan. Jika dia sopan, maka dia pun agresif
pula. Janji2nya tidak masuk akal, kritiknya kasar dan mengancam, kedermawaannya tidak berarti.”

Bukankah ini gambaran yang ditampilkan Muhamad akan dirinya sendiri?

Narsisis menderita kelainan jiwa tapi tidak gila. Mereka sadar sekali rasa sakit yang mereka sebabkan
pada orang lain dan mereka menikmati nikmatnya punya kekuasaan. Oleh karena itu, mereka harus
bertanggungjawab atas perbuatan mereka. Jadi jika neraka yang dikatakan Muhamad itu benar2 ada,
maka sekarang mestinya dia berada di dasar neraka yang paling dalam dan tidak seperti yang kau
percayai, dia tidak sedang tertawa terbahak-bahak saat ini.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

28
Mohammad's Mental Health ( Kesehatan Mental Muhammad )
By: Frederic-John Decat.

Tidak ada nabi yang normal, mereka semuanya aneh dan nyentrik karena hubungan pribadi mereka
dgn Tuhan. Kita mengenal: Musa, Joshua atau bahkan Joan of Arc dll, tetapi tidak seorangpun dari
mereka berhasil mengajarkan perang abadi (Jihad) spt Muhamad. Sampai sekaranpun dunia masih dlm
proses Islamisasi yg tidak kunjung selesai. Tidak ada minggu lewat tanpa kekerasan yg dilakukan
Muslim dimanapun didunia. Kalau bukan di Indonesia, Sudan, Iraq, ada saja kejadian di NY, Madrid,
London, Paris, Belanda, Mumbai ...

Islam jelas2 mengandung sesuatu yg tidak beres dan oleh karena itu kita harus menyelidiki kesehatan
mental sang pendiri, Muhamad. Sudah waktunya kita mempertanyakan diri: waraskah Muhamad ?

Lihatlah kesaksian Ibn Ishaq/Hisham dlm ‘’Sirât Rasûl Allâh’’ (terjemahan Guillaume). Dikatakannya
pertama2, Muhamad sendiri YAKIN BAHWA IA KESURUPAN SETAN dan krn tidak tahan malu ia
MENCOBA BUNUH DIRI dgn menjatuhkan dirinya dari bukit(p.106/153). Lalu dikatakan bahwa Jibril
menyelematkannya.

Juga dilaporkan bahwa ia sering berada di suatu tempat tidak jelas dlm keadaan bingung, sampai
pembantu Khadijah menemukannya diwilayah atas Mekah. Memang Khadijahlah yg menenangkan
Mohamad kala ia meragukan kewarasannya. ‘’Kasihanilah saya, saya tukang sajak atau kerasukan setan
? ’’ tanya suaminya yg gemetaran. Itulah saatnya Khadijah memanggil saudara wanita Kristennya,
Waraqa b. Naufal, yg menegaskan bahwa ia memang benar2 rasul Tuhan.

Nampaknya ini tidak cukup dan Khadijah mencoba meyakinkannya dgn sebuah tes apakah hantu yg
muncul depan suaminya itu adalah malaikat atau setan. Ia meminta agar Muhamad memanggilnya saat
hantu itu menampakkan diri. Dan ketika saat itu tiba, Khadijah melakukan gerakan2 seksual dan
menanyakan pd setiap tahap apakah hantu itu masih ada. Dgn semakin meningkatnya kegiatan seksual
itu, hantu itu pergi. Khadijah kemudian mengatakan: ‘’Wahai putera pamanku, berbahagialah karena ia
adalah malaikat dan bukan setan.’’ (106/153; 107/154; 111/155). Logikanya adalah, hantu jahat tidak
akan meninggalkan ruangan jika kegiatan seksual semakin panas.

Nah, dari sini saja nampak bahwa missi Mohamad tidak pernah ditegaskan oleh tanda2 Ilahi dgn bukti2
supernatural, ttp hanya oleh dua wanita, seorang saudara Kristen dan isterinya sendiri.

Saat Khadijah masih hidup, ilusi2 Muhamad masih terkontrol, dan walaupun sering mengucilkan diri di
goa2, menerima wahyu, kami masih bisa menganggapnya waras. Dlm bahasa psikiater, kondisinya
stabil, ia masih bisa bertindak sbg orang normal. Tetapi setelah meninggalnya Khadijah pd th 619,
keadaannya mulai parah; belum lagi paman baiknya, Abu Talib, meninggal pula. Saat menerima the
‘’Satanic Verses’’, Muhamad kembali meragukan missi ilahinya ini. Ini menunjukkan bahwa paling tidak
Muhamad bingung, mana ayat setan dan mana bukan … (165/239; 166/239; 191/278; Qu.109; 22.51-52;
53.19-23).

Orang Mekah sendiri curiga bahwa Muhamad menderita penyakit jiaw atau kesurupan. Ia menyebutnya
‘’web of dreams’’, a ‘’fanciful poet’’, ‘’enchanted’’ (Q.21.5; 36.69 or 52.30). Tapi ia membela diri dgn
menyebut contoh nabi2 Kitab Kristen yg disangkanya juga dianggap gila (Qu.51.52; 23.25; 26.26-27;
51.39). Jelas, tuduhan ini tidak ada dlm Kitab Kristen. Kecuali dlm Hos.9.7 yg Muhamad lupa kutip,
mengingat pengetahuan Bible-nya sangat kurang.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

29
DIAGNOSIS Dr. HERMAN SOMERS

Psikolog Vlaams ini memberikan kita diagnosis teknis pertama dlm bukunya dlm bahasa Belanda ‘’Een
Andere Mohammed’’ (Mohammad yg lain), diterbitkan th 1993 oleh Hadewych, Antwerp. Dr. Koenraad
Elst memberikan garis besarnya dlm situsnya.

Pertama, kesaksian mendetil dari kehidupan Muhamad membantunya menyusun diagnose.

Menurut Dr. Somers, Muhamad adalah kasus klasik paranoia, yg ciri2nya adalah delusi ttg dirinya,
ditambah dgn halusinasi yg terus menerus. Ini bisa dlm bentuk mendengarkan suara2, atau hanya
sekedar penipuan mental. Delusi ini selalu menempatkan penderita sbg pusat sebuah peristiwa: entah
sbg target persekongkolan atau saksi peristiwa kosmik, spt missi ilahi atau melihat datangnya hari
kiamat. Hari Kiamat kebetulan memang salah satu tema utama dlm Quran.

Delusi utama Muhamad adalah bahwa ia dipilih utk melakukan missi unik berdimensi kosmik. Delusi ini
membentuk inti kepercayaan yg diikuti semua Muslim : ‘’Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhamad
satu2nya rasulNya.’’ Kepercayaan yg tidak mengenal kompromi ini berbeda dari kepercayaan
monotheisme lain karena percaya bahwa Quran memiliki asal usul Ilahi. Tunduk pada Islam berarti tidak
mungkin meninggalkannya. Adalah menyedihkan utk menyadari bahwa satu milyar pengikutnya ini
menundukkan kepala kpd delusi2 dan halusinasi paranoid.

Muhamad lebih cocok dibahas dunia psikiater ketimbang dunia religi. Dasar2 neuropathologis
halusinasinya sangat mengagumkan utk dipelajari. Megalomania-nya yg total ini merupakan fenomena
kompensasi berlebihan atas masa kecilnya yg tidak bahagia. Hanya pandangan ini tidak dpt
menjelaskan infrastruktur delusinya. Symptomatology-nya yg eksplisit, deskripsinya sendiri atas sensasi
fisik saat kesurupan, memudahkan para ahli menarik kesimpulan. Paranoia Mohammad dari dokumen2
Islam juga nampak jelas.


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

30
AKHLAK “MULIA” MUHAMMAD
http://www.indonesia.faithfreedom.org/

Selama ini muslim diajarkan bahwa Muhammad SAW adalah laki-laki yang paling mulia, paling agung
dan paling baik sepanjang segala masa. Tidak ada kecacatan sama sekali dalam dirinya. Ini menjadikan
Muhammad SAW adalah contoh bagi muslim dimana saja, dan perbuatan-perbuatannya menjadi
teladan bagi muslim untuk diikuti. Harus diakui bahwa Muhammad SAW adalah seorang pemimpin
besar yang telah banyak menanamkan hal-hal baik bagi masyarakat Arab dan muslim pada umumnya.

Kita akan melihat dari satu sisi untuk mengevaluasi karakter dari Muhammad SAW ini. Yang akan kita
lihat adalah bagaimana Muhammad SAW menghadapi musuh-musuh pribadinya. Bagaimana saat
seseorang ditentang dan dipertanyakan. Pada saat menghadapi tentangan tersebutlah biasanya
karakter asli seseorang akan terlihat.

Berikut ini akan diberikan beberapa kisah Muhammad SAW dan tindakan yang diambilnya terhadap
mereka yang pernah melukai hati Muhammad SAW, yaitu :

1. Al-Nadr bin al-Harith (ayat serupa al-qur’an)
2. Uqba bin Abi Mu`ayt (2 pertanyaan jebakan)
3. Ka`b bin al-Ashraf (puisi yang mengkritik)
4. Ibn Sunayna (kebencian ras)
5. Sallam Ibn Abu'l-Huqaiq (Pembunuhan untuk kepuasan)
6. Umaiya bin Khalaf Abi Safwan (Benci karena gagal merampok)
7. Amir bin Jihash (Pembunuhan karena curiga - 1)
8. Seorang yang tidak dikenal (Pembunuhan karena curiga - 2)
9. Abu Afak (Pembunuhan karena syair)
10. Asma Binti Marwan (Nasib Munir wanita)
11. Abdullah bin Khatal (Nasib seorang yang berpaling dari Islam – 1
12. Miqyah bin Hubabah (Nasib seorang yang berpaling dari Islam – 2)
13. Fartanah (Kisah sedih seorang biduanita)
14. Huwairits bin Nuqaith (Anak terjatuh, nyawa melayang)
15. Sarah (Pengantar surat yang malang)

Sumber kutipan utama adalah dari buku karya Muhammad bin Yassar bin Ishaq yang merupakan buku
BIOGRAFI TERTUA tentang Muhamamad SAW. Buku ini SELESAI DITULIS SEKITAR TAHUN 150 HIJRAH,
dan setelah meninggalnya Ibn Ishaq kemudian direvisi oleh Ibn Hisham

Siapa Muhammad Ibn Ishaq Ibn Yasar?
Dia lahir di Madinah tahun 85 H, meninggal di Baghdad 151 H. Kakeknya yang bernama Yasar jatuh ke
tangan Khalid bin al Walid di tahun 12 H dan kemudian memeluk Islam. Ayah Muhammad ibn Ishaq
banyak berhubungan dengan para ahli hadis generasi ke 2, terutama Zuhri, Qatada dan Abdullah bin
Abu Bakar. Sementara Ibn Ishaq sendiri belajar agama hingga ke Mesir kepada Yazid bin abu Habib.
Setelah kembali ke Madinah, ia terus mengkoleksi hadisnya.

Jadi sumber-sumber Muhamamad bin Ishaq adalah sangat dekat dengan masa hidup generasi pertama
muslim. Bandingkan dengan pengumpul Hadis seperti Bukhari, Muslim dll yang hidup sekitar 200 – 270
tahun setelah H.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

31
Banyak pakar-pakar kuno Islam yang mengakui otoritas dari Muhammad ibn Ishaq, diantaranya :
1. al Zuhri : “Orang yang paling baik pengetahuannya mengenai maghazi adalah Ibn Ishaq, ilmu masih
tetap ada di Medinah selama Ibn Ishaq masih hidup.
2. Syu’bah (85–160 M) : “Terpercaya dalam hadis, pemuka para ahli hadis karena kehebatan ingatannya”
3. Abu Hatim : “Hadis yang diriwayatkannya banyak dikutip orang”

1. AL-NADR BIN AL-HARITH (AYAT SERUPA AL-QUR’AN)

Nadr bin Al Harits pertama disebutkan sebagai wakil Quraish yang berunding dengan Rasulullah.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 196
… para pemimpin dari semua kelompok Quraish – Utbah bin Rabi’ah dan Sahiba ….. NADR BIN HARITS saudara dari
bani Abdudar ….

Dikisahkan pemuka Quraish menawarkan uang, kemuliaan dan kedudukan jika itu memang yang
diminta Muhammad SAW. Muhammad SAW menyatakan bukanlah itu yang dia inginkan melainkan
pengakuan bahwa dia adalah Rasul yang diutus oleh Allah SWT.
Atas pernyataan tersebut, pemuka Quraish meminta bukti yaitu :
1. Menyingkirkan gunung-gunung
2. Mengalirkan ke tanah Arab sungai-sungai
3. Menghidupkan kembali nenek moyang mereka.

Atas permintaan pembuktian itu Muhammad SAW menyatakan ketidakmampuannya. Akhirnya
pertemuan berakhir tanpa kesepakatan apa-apa.

Sumber : Ibid
Halaman 198 – 199 :
Abdullah bin abu Umayyah mendekati Rasulullah dan berkata, “Wahai Muhammad, mereka telah memberikan
tawaran yang baik kepadamu yang ternyata kamu tolak. Pertama mereka meminta sesuatu darimu untuk mereka
agar mereka mengetahu bahwa kedudukanmu disisi Tuhan adalah seperti apa yang kamu katakan sehingga
mereka dapat mempercayaimu dan mengikutimu, dan kamu tidak melakukan apa-apa. Kemudian mereka
memintamu untuk melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, agar mereka tahu kelebihanmu atas mereka dan
kedudukanmu disisi Tuhan, dan kamu tidak mau melakukannya. Kemudian mereka memintamu untuk
mendatangkan hukuman atas mereka agar mereka menjadi takut, dan kamu tidak melakukannya ……..

Karena ketidakmampuan Muhammad SAW meyakinkan Quraish, maka pertentangan terhadap
Muhammadpun berlanjut. Salah satunya dilakukan oleh Nadr bin al Harits

Sumber : Ibid
Halaman 200 – 201
Pada saat itu Nadr bin al Harits adalah salah satu setan dari Quraish. Dia selalu mencaci maki Rasulullah dan
menunjukkan sikap bermusuhan. Dia pernah pergi ke al Hira dan belajar di sana tentang hikayat raja-raja Persia,
hikayat tentang Rustum dan Isbandiyar. Ketika Rasullulah mengadakan pertemuan dimana dia mengingatkan
mereka tentang Tuhan, dan mengingatkan umatnya tentang apa yang telah terjadi pada banyak generasi yang
telah lalu akan pembalasan yang ditimpakan Tuhan atas kelaliman mereka, Al nadr mengatakan kepada mereka,
“aku memiliki kisah dan cerita yang lebih baik dan lebih menarik dari yang dia miliki, ikutlah aku”. Kemudian dia
mulai menceritakan kepada mereka kisah tentang raja-raja Persia, Rustum dan Isbandiya, dan kemudian dia
berkata, “Atas dasar apa kalian menganggap Muhammad adalah seorang penutur kisah yang lebih baik dari aku?”.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

32
Jadi kesalahan Nadr bin Al Harits adalah karena dia berani menyaingi Muhammad SAW dalam
menceritakan kisah-kisah umat terdahulu. Nadr berani melayani tantangan untuk membuat ayat-ayat
yang serupa al-qur’an, dan akibatnya adalah HUKUMAN MATI.

Sumber : Ibid
jilid 2, halaman 122
… Ketika Rasulullah sedang berada di al Safira, NADR DIBUNUH OLEH ALI, sebagaimana yang diceritakan oleh
seorang penduduk dari Mekah kepada saya.

Sungguh ironis, Muhammad SAW sendiri yang menantang orang-orang untuk mendatangkan ayat-
ayat serupa Al-Qur’an, dan saat ada yang meladeni ternyata tidak bisa diterima oleh Muhammad SAW.
Dan akibatnya adalah hukuman mati.

Komentar Dari Al-Qur’an
Dengan perbuatannya ini Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an yaitu:
QS 42:37 : Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila
mereka marah mereka memberi maaf.

Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada mengikuti perintah Allah SWT
untuk memberi maaf.

Lagi-lagi, ironi terbesar muncul. Muhammad SAW yang gemar mencaci maki Yahudi and Nasrani
ternyata tidak lebih baik dari yang dicaci makinya.
QS 2:59: Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada
mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.

Jadi daripada mengikuti perintah untuk memaafkan, lebih baik bagi Muhammad SAW untuk mengganti
perintah tersebut dengan pembunuhan.

Tampaknya bagi Muhammad SAW berlakulah hukuman sesuai ayat Al-Qur’an berikut:
QS 29:68 : Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah
atau mendustakan yang hak [1160] tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka jahannam itu
ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

Perintah datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah yang mendustakan
perintah tersebut. Dan menyedihkannya karena MENURUT AL-QUR’AN, sikap begini diganjar menjadi
PENGHUNI NERAKA JAHANAM.

2. UQBAH BIN ABI MUAIT (2 PERTANYAAN JEBAKAN)

Uqbah adalah satu sahabat dekat dari Nadr bin al Harits. Dia diutus oleh Quraish bersama Nadr untuk
menemui rabi Yahudi yang memberikan 3 pertanyaan untuk mengetest Muhamamad SAW.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 201
Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada
pendeta Yahudi di Medinah ……. Sang pendeta berkata, “Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang 3 hal yang akan
kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

33
dia tidak dapat menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang bajingan…… Tanyakan kepadanya tentang
ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG di masa lalu. Kedua, tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI
PENGEMBARA AGUNG yang telah mencapai negeri timur dan negeri barat. TANYAKANLAH KEPADANYA TENTANG
ROH. Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia …..

Ketiga pertanyaan kemudian disampaikan kepada Muhammad oleh Nadr dan Uqbah, dan Muhammad menjawab,
“Aku akan memberikan jawabannya besok” (hal 202).

Ternyata Muhammad SAW tidak dapat menjawab sesuai waktu yang dijanjikannya sendiri dan baru
dapat menjawab setelah lebih dari 15 hari.
Jawaban Muhammad adalah :
1. Tentang orang muda yang menghilang dimasa lalu terjawab dengan sura Al-Kahfi yang
menceritakan beberapa pemuda tertidur selama ratusan tahun (QS 18 : 9 – 26)
2. Tentang pengembara terjawab dengan ayat-ayat tentang Zulkarnain yang mencapai tempat
matahari terbenam di lumpur hitam (QS 18 : 83 – 101).
3. Sementara tentang roh, Muhammad SAW tidak dapat menjawab dan hanya mendapatkan wahyu
bahwa roh adalah diluar jangkauan pikiran manusia.

QS 17 : 85 : Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah : “Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan
tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Satu hal yang tidak disadari oleh Muhammad SAW adalah bahwa pendeta YAHUDI MENJEBAK
MUHAMMAD SAW dengan 3 pertanyaan. Dari 3 pertanyaan, 2 pertanyaan yaitu tentang pemuda yang
tertidur di gua dan Zulkarnain adalah pertanyaan jebakan karena cerita ini jelas adalah legenda tidak
ada nilai teologisnya sama sekali.
* Kisah pengembara yang mencapai tempat matahari adalah legenda tentang kaisar kafir Alexander
Agung.
* Sedangkan cerita tentang pemuda yang tertidur adalah legenda the Seven Sleepers Of Efessus. Cerita
ini diterjemahkan dalam bahasa Syria oleh James dari Sarug (w. 521 M).

Lucunya untuk 2 pertanyaan jebakan ini muhammad justru bisa menjawab bahkan masuk dalam Al-
Qur’an. Sementara untuk pertanyaan yang sesungguhnya yaitu tentang roh tidak mampu dijawab.
Akibatnya celaan terhadap Muhammad tidaklah surut, malah semakin keras. Dan nasib Uqbah yang
mengajukan pertanyaan menjadi jelas, yaitu harus dihukum mati.

Sumber : Ibid
jilid 2, halaman 122
Disaat Rasulullah sedang berada di Irqul Zabya, Uqbah terbunuh. Dia ditangkap oleh Abdullah bin Salimah, salah
seorang keluarga bani Ajlan.
Ketika RASULULLAH MEMERINTAHKAN UNTUK MEMBUNUHNYA, dia berkata, “Tetapi siapa yang akan mengasuh
anakku wahai Muhammad?”. “NERAKA, “JAWAB RASULULLAH, dan Asim bin Thabit bin Abul Aqlah al Anshari
membunuhnya …..

Kesalahan Uqbah adalah karena dia mengajukan 3 pertanyaan yang menjebak Muhammad SAW. Dan
sangat ironis karena Muhammad SAW ternyata memang terjebak. Dendam Muhammad SAW bahkan
terlihat saat dia menjawab bahwa anak-anak Uqbah akan disuh oleh neraka. Anak-anak yang belum
tahu apa-apa ikut menjadi korban dendam Muhammad SAW.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

34
Komentar Dari Al-Qur’an
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang lain lagi.
QS 45:14 : Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada
takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan

Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya karena terjebak memberi jawaban salah
daripada mengikuti perintah Allah SWT untuk memberi maaf.

3. KAAB IBN ASHRAF (PUISI YANG MENGKRITIK)
Setelah pindah ke Medinah, Muhammad SAW mulai menghimpun kekuatan. Pada waktu itu golongan
Yahudi menolak ajakan Muhammad SAW untuk memeluk Islam. Salah satu dari antaranya adalah Kaab
bin Al Ashraf yang tidak mempercayai bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan mendukung Quraish.
Namun Kaab tidaklah pernah mengangkat senjata terhadap Muhammad SAW ataupun muslim lainnya.
Yang dilakukannya hanyalah mengarang lirik-lirik dimana dia meratapi orang-orang quraish yang
terbunuh saat perang Badar dan lirik yang dianggap menghina wanita muslim. Dan karena tulisannya,
Kaab harus dibunuh atas perintah Muhammad SAW.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 188 – 191
… Kaab mulai mencaci maki Rasulullah dan menyusun baris-baris dimana dia meratapi kaum quraish yang
dilemparkan kedalam lubang setelah terbunuh di perang Badar. Ia berkata :

Perang Badar telah menumpahkan darah manusia
Melihat Badar air matamu pasti meleleh dan menangis
Orang-orang terbaik dibantai di sekeliling kantung air mereka
………..
Aku mendengar Harits ibnu Hisyam (cat : dia adalah seorang pembesar Quraish)
Melakukan hal yang benar dan mengumpulkan pasukan
Menuju Yatsrib dengan tentara-tentaranya
Karena hanya mereka yang mulia
Yang rupawan yang akan melindungi reputasi mereka yang tinggi
………
Lalu dia menulis puisi cinta yang mengejek keadaan wanita-wanita Islam. (cat vivaldi : tidak dituliskan lirik yang
yang dimaksud). Rasulullah berkata, “siapa yang akan menyingkirkan ibn ashraf untukku?. Muhammad bin
Maslamah …. berkata , “Aku yang akan melakukannya untukmu wahai Rasulullah. Aku akan membunuhnya”. Beliau
berkata, “Kerjakanlah jika kamu sanggup”. Kutusukkan belati ke bagian bawah tubuhnya, lalu aku terus menusuk
hingga ke kemaluannya, dan diapun jatuh ketanah. Kami mengucapkan salam ketika beliau sedang shalat dan
ketika beliau keluar kami mengatakan bahwa kami telah membunuh musuh Allah.

Dari Ibn Sa'd,
Kitab Al Tabaqat Al Kabir, volume 1, halaman 37 :
Mereka (Maslama dan teman-temannya) memotong kepalanya (Ka`B) dan membawanya …. Mereka menyuguhkan
kepala ka`b dihadapan muhammad. dia (nabi) memuji allah atas kematiannya (ka`b).

Jadi seseorang bisa dengan mudah dibunuh hanya karena tulisannya. Padahal apa yang ditulis oleh
Kaab hanyalah lirik yang menyesalkan banyaknya orang Quraish yang meninggal. Tuduhan bahwa Kaab
menulis lirik yang menghina muslimah tidak pernah dibuktikan terbukti dengan tidak adanya dalam
kutipan Ibn Ishaq diatas. Jadi karena Muhammad SAW tidak senang dengan tulisan Kaab bin Al Ashraf,
maka dibunuhnyalah orang tersebut dengan cara yang licik, dimalam hari dan dengan penipuan.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

35
Komentar Dari Al-Qur’an
Tampaknya Muhammad SAW memang adalah orang yang tidak bisa memaafkan orang lain. Dan ironis
sekali karena Muhammad SAW sendiri ternyata melanggar apa yang sudah diperintahkan oleh Allah
SWT.
QS 5:13 : ………… dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara
mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berbuat baik

Jadi bagi Muhammad SAW adalah lebih baik memuaskan dendamnya daripada mengikuti perintah
Allah SWT untuk memaafkan dan membiarkan dan menjadi orang baik-baik.

4. IBN SUNAYNA (KEBENCIAN RAS)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 194
Rasulullah berkata, “ Bunuh setiap yahudi yang jatuh kedalam kekuasaanmu”. Setelah itu Muhayyisa bin Mas’ud
menyergap dan menyerang Ibnu Sunayna seorang pedagang Yahudi yang sebenarnya mempunyai hubungan
sosial dan bisnis dengan mereka dan dia membunuhnya.

Sunnah Nabi yang sangat keji. Membunuh setiap Yahudi hanya karena dia terlahir sebagai Yahudi.
Tidak perduli apakah si Yahudi benar atau salah. Sungguh ironis, muslim senantiasa menuduh Yahudi
membenci Islam, namun sunah nabi diatas jelas menunjukkan sebaliknya, Muhammad SAW-lah yang
sangat membenci Yahudi. Pembunuhan ini dikecam oleh saudara Muhayyisa yang bernama Huwayissa
yang menyatakan, “Kamu membunuhnya sedangkan banyak lemak diperutmu berasal dari
kekayaannya” (halaman 194)
Cerita kemudian berkembang dimana Huwayyisa tertarik dengan Islam karena kepatuhan Muhayyisa
untuk mentaati Muhammad SAW.

Sumber :
Ibid, halaman 194
“Demi Allah, jika Muhammad memerintahkanmu untuk membunuhku, apakah engkau akan melakukannya”. Dia
(Muhayyisa) berkata, “Ya, demi Allah, seandainya dia memerintahkan aku untuk membunuhmu aku akan
melakukannya”. Dia (Huwayyisa) berkata, “Sungguh menakjubkan agama yang dapat membuatmu menjadi seperti
ini!”. Dan mulai saat itu dia (Huwayyisa) masuk Islam.

Kisah yang sangat ironis. Huwayyisa tertarik dengan Islam karena kepatuhan saudaranya terhadap apa
yang diperintahkan Muhammad SAW. Termasuk kepatuhan untuk membunuh saudaranya sendiri.

5. SALLAM IBN ABUL-HUQAIQ (PEMBUNUHAN UNTUK KEPUASAN)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 324 – 325
…., muncullah masalah Sallam ibn Abdul Huqaiq yang dikenal sebagai Abu Rafi berkaitan dengan mereka yang
telah mengumpulkan orang-orang dari berbagai suku untuk bersama-sama melawan Rasulullah ……. Maka Khazraj
meminta kepada Rasulullah dan diijinkan oleh beliau untuk membunuh sallam yang saat itu sedang berada di
Khaibar.
……..
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

36
Ketika Aus telah membunuh Kaab karena sikap permusuhannya terhadap Rasulullah, segera Khazraj mengucapkan
kata-kata itu dan bertanya kepada kaumnya sendiri siapakah yang begitu memusuhi rasulullah sebagaimana
Kaab?. Merekapun segera ingat kepada Sallam yang berada di Khaibar dan meminta izin Rasulullah untuk
membunuhnya dan merekapun diijinkan. ………..
Saat mereka telah sampai di Khaibar segera mereka mendatangi rumah Sallam di malam hari …. Istri sallam keluar
dan menanyakan siapakah mereka dan dijawablah bahwa mereka adalah orang-orang arab yang mencari
makanan. Maka merekapun diperbolehkan masuk. Ketika kami masuk kami segera mengunci pintu kamarnya
karena kami khawatir akan ada yang menghalangi kami.
Setelah kami menebaskan pedang padanya, Abdullah bin Unais menusuk perutnya sampai tembus …….

Muhammad SAW membunuh Sallam hanya untuk memuaskan keinginan Bani Khazraj yang ingin
berjasa seperti bani Aus yang telah membunuh Kaab bin Al Ashraf. Pembunuhan diatas ditambah lagi
dengan kebohongan dengan memanfaatkan kebaikan hati keluarga sallam yang mau menerima
mereka untuk memberi makan. Sungguh ironis sekali.

Komentar Dari Al-Qur’an
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang lain lagi.
QS 15:85 : Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan
benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada mengikuti perintah Allah SWT
untuk memaafkan dengan cara yang baik.

6. UMAIYA BIN KHALAF ABI SAFWAN (BENCI KARENA GAGAL MERAMPOK)

Sumber :
Bukhari Volume 4, buku 56, Nomor 826:
Dikisahkan oleh 'Abdullah bin Mas'ud:
Sad bin Muadh datang ke Madinah dengan tujuan untuk melakukan umrah dan dia tinggal di rumah Umaiya bin
Khalaf Abi Safwan ……... Umaiya berkata kepada Sa’d, “Tunggulah hingga siang hari saat orang-orang berada
dirumah mereka, baru kamu pergi melakukan tawaf mengelilingi Kabah”. Saat Sad sedang mengelilingi Kabah, Abu
Jahl mendatanginya dan berkata, “Siapa itu yang sedang bertawaf?” Sad menjawab, “Aku Sad”. Abu Jahl berkata,
“Apakah kamu aman sekalipun kamu pernah memberikan perlindungan kepada Muhammad dan sahabat-
sahabatnya.?” Sad berkata, “Ya”, dan mereka mulai bertengkar. Umaiya berkata kepada Sad, “Jangan bertengkar
dengan Abu Jahl karena dia adalah pemimpin Mekkah”.
Sad kemudian berkata kepada Abu Jahl, “Demi Allah, jika kamu menghalangi aku bertawaf, Aku akan
menghancurkan perdaganganmu dengan Syam”. Umaiya terus berusaha menenangkan Sad. Sad menjadi marah
dan berkata kepada umaiya, “pergilah dariku karena aku mendengar muhammad akan membunuhmu”. Umaiya
bertanya, “Apakah Muhammad benar akan membunuhku?”. Sad berkata, “Ya!”. Umaiya berkata, “Demi Allah, jika
Muhammad berkata sesuatu, dia tidak akan berbohong”. ……….
Maka ketika kaum Quraish menuju ke Badar dan menyatakan perang, …..istri Umaiya berkata, Tidaklah kamu
mengingat apa yang dikatakan saudaramu yaitu Sad”. (cat : bahwa Muhammad akan membunuh Umaiya) Umaiya
memutuskan tidak berperang tetapi Abu Jahl berkata kepadanya, “Kamu aalah dari keluarga bangsawan di Mekah,
maka kamu harus ikut kami untuk satu atau dua hari.” Umaiya pergi bersama mereka dan allah kemudian
membunuhnya.

Kebencian Muhammad SAW tampaknya dipicu karena kegagalannya untuk merampok barang
dagangan umayya bin khalaf. Namun siapa sih orang yang mau barang dagangannya dirampok,
sekalipun yang merampok mengaku sebagai utusan Allah SWT dan mungkin kegiatannya merampok
atas wahyu Allah SWT.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

37
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
( Bagian keduabelas: Satuan-Satuan Dan Bentrokan-Bentrokan Pertama )
Lalu ia mengadakan persekutuan dengan pihak Banu Dzamra; bahwa sebulan sesudah itu ia pergi lagi mengepalai
200 orang dari Muhajirin dan Anshar - menuju Buwat dengan sasaran sebuah kafilah yang dipimpin o]eh Umayya
b. Khalaf yang terdiri dari 2.500 ekor unta dikawal oleh 100 orang pasukan perang. Tapi juga sudah tidak bertemu
lagi, sebab mereka sudah mengambil haluan lain, bukan jalan kafilah

Jadi setelah berada di Medinah, Muhamamd SAW sering malakukan penyerangan terhadap kafilah-
kafilah Quraish untuk merampok mereka.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 97, 121
Ekspedisi Besar ke Lembah Badar
Kemudian Rasulullah mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb datang dari Syria dengan sebuah kereta besar kaum
Quraish yang membawa uang dan barang dagangan …… beliau memanggil orang-orang Islam dan berkata, ”ini
adalah kereta quraish yang berisikan harta kekayaan mereka. Berangkatlah untuk melakukan penyerangan, semoga
Allah memberikan keberhasilan kepada kita.”……….
Kemudian Rasulullah memerintahkan agar semua barang rampasan perang yang telah dikumpulkan didalam tenda
dibawa bersama-sama ……

Akibat perampokan inilah yang kemudian memicu terjadinya perang Badar yang merenggut sangat
banyak korban jiwa dari kedua belah pihak. Umayya sendiri akhirnya mati karena dibunuh oleh Bilal
yang mendendam karena pernah disiksa oleh Umayya. Tampaknya agama Islam yang dipeluknya tidak
dijalankannya dengan benar.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
( Bagian Ketigabelas : Perang Badr )
Bilal melihat Umayya b. Khalaf dan anaknya, begitu juga beberapa orang Islam melihat mereka yang dikenalnya di
Mekah dulu. Umayya ini adalah orang yang pernah menyiksa Bilal dulu, ketika ia dibawanya ketengah-tengah
padang pasir yang paling panas di Mekah. Ditelentangkannya ia di tempat itu lalu ditindihkannya batu besar di
dadanya, dengan maksud supaya ia meninggalkan Islam. Tetapi Bilal hanya berkata: "Ahad, Ahad. (Yang Satu, Yang
Satu.)"
Ketika dilihatnya Umayya, Bilal berkata : "Umayya, moyang kafir. Takkan selamat aku, kalau kau lolos!"
Beberapa orang dari kalangan Muslimin mengelilingi Umayya dengan tujuan jangan sampai ia terbunuh dan akan
dibawanya sebagai tawanan.
Tetapi Bilal di tengah-tengah orang banyak itu berteriak sekeras-kerasnya:
"Sekalian tentara Tuhan! Ini Umayya b. Khalaf kepala kafir. Takkan selamat aku kalau ia lolos."
Orang banyak berkumpul. Tetapi Bilal tak dapat diredakan lagi, dan umayya dibunuhnya.

Komentar dari Al-Qur’an
Muhammad saw sendiri mencuri dan ironisnya dalam salah satu perintahnya Allah SWT memberikan
syarat untuk bisa diampuni Allah SWT adalah tidak mencuri.
QS 60:12 : Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji
setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, ……. maka terimalah
janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

38
Kegiatan rampok merampok bahkan dikecam oleh Allah SWT. namun toh tetap dilakukan oleh
Muhammad SAW.
QS 29:67 : Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka)
tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran)
mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?

Kegiatan merampok dan mencuri bahkan diancam hukuman potong tangan. Namun hukuman potong
tangan ini tampaknya tidak berlaku bagi Muhammad SAW dan pengikut-pengikutnya. Jadi perintah ini
dilanggar sendiri oleh Muhammad SAW.
QS 5:38 : Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan
bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Sangat jelas bahwa Muhammad SAW dan pengikut-pengikutnya telah mendustakan ayat-ayat Al-
Qur’an sendiri, dan Al-Qur’an memang sudah memperingatkan hal ini.
QS 6:49 : Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka
selalu berbuat fasik.

Jadi sikap mendengar tapi tidak mau melaksanakan adalah sikap dari orang-orang fasik. Pengertian
fasik sendiri adalah :
Sumber :
Kamus Umum Bahasa Indonesia, WJS Poerwadarminta, PN Balai Pustaka, Jakarta 1976
Fasik : tidak pedulikan perintah Tuhan (berarti : buruk kelakuan, jahat, berdosa besar)

Karena bersikap fasik, maka ada siksaan yang harus dialami :
1. Muhammad SAW meninggal sebagai akibat racun yang diberikan oleh seorang wanita Yahudi di Khaibar
2. Umar meninggal karena dibunuh didalam masjid
3. Usman meninggal dihajar ramai-ramai dan ditikam di rumah kediamannya.
4. 4 Desember 1974 : 191 jemaah haji asal Indonesia meninggal ketika pesawat Dutch DC-8 yang membawa pulang
ke tanah air mengalami kecelakaan di Srilanka
5. Juli 1987 : 400 jemaah haji meninggal, terutama berasal dari jemaah Shiah Iran, setelah mereka terlibat
pertempuran dengan tentara Kerajaan Arab Saudi
6. 2 Juli 1990 : 1.426 jemaah haji meninggal akibat saling injak di Haratul Lisan (terowongan Mina), dari jumlah tsb.
649 orang berasal dari Indonesia.
7. Juli 1991 : 261 jemaah haji asal Nigeria meninggal setelah pesawat yang mengangkut mereka pulang mengalami
kecelakaan.
8. 23 Mei 1994 : 270 jemaah haji meninggal akibat berdesak-desakan saat melempar jumrah di Mina. Dari jumlah
tsb, 6 orang berasal dari Indoensia.
9. 15 April 1997 : 340 jemaah meninggal dan 1.500 lainnya luka-luka akibat kebakaran yang menimpa tenda-tenda
jemaah di Mina. Sejak peristiwa itu, mulai digunakan tenda antiapi.
10. 9 April 1998 : 180 jemaah haji meninggal akibat berdesak-desakan di dekat Mekah saat menjelang akhir
pelaksanaan ibadah haji.
11. Maret 2001 : 35 orang jemaah haji meninggal, juga dalam ritual melempar jumrah di Mina.
12. Februari 2003 : 35 jemaah haji meninggal saat melempar jumrah di Mina.
13. 1 Februari 2004 : 244 jemaah haji meninggal dan 244 lainnya luka- akibat berdesak-desakan saat melempar
jumrah di Jamarat Mina.

Selain bersifat fasik, tindakan mendustakan ayat-ayat Allah disamakan dengan kaum kafir dan penghuni
neraka.
QS 2:39 : Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka; mereka
kekal di dalamnya.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

39
7. AMIR BIN JIHASY BIN KAAB (PEMBUNUHAN KARENA CURIGA - 1)

Dikisahkan bahwa sat Muhammad SAW mengunjungi bani Nadhir, seorang dari mereka yaitu Amir bin
Jihasy bin Kaab BERMAKSUD menjatuhkan batu keatas Muhammad SAW saat sedang duduk.

Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 270
Rasulullah duduk disebelah dinding rumah salah seorang diantara mereka pada saat itu. Amir bin Jihasy bin Kaab
mengajukan diri untuk melakukannya dan NAIK ke atas untuk menjatuhkan batunya. Ketika rasulullah sedang
berada bersama sejumlah pengikutnya yang diantaranya adalah Abu Bakar, Umar dan Ali, datanglah kabar
untuknya dari surga mengenai orang-orang yang dimaksud dan kemudian beliau berdiri dan berkata kepada
rombongannya, “Jangan kemana-mana sampai aku kembali kesini lagi”. Dan beliau kembali ke Madinah.

Jadi Muhammad SAW mendapatkan pemberitahuan dari langit bahwa Amir bin Jihasy akan
membunuhnya. Tuduhan yang tidak pernah dibuktikan. Bahkan sahabat-sahabat Muhammad sendiri
tidak mengetahui alasan Muhammad SAW meninggalkan mereka di bani Nadhir.

Sumber :
Ibid, halman 270 - 271
Ketika para sahabat itu merasa telah lama menunggu Rasulullah, maka bangkitlah mereka untuk mencarinya dan
menjumpai seseorang yang baru tiba dari Medinah dan menanyakan kepadanya mengenai beliau. Dikatakannya
bahwa dia telah melihat beliau masuk Madinah, dan berangkatlah mereka, dan ketika mereka menemukan beliau,
oleh Rasulullah mereka diberitahu tentang penghianatan orang-orang Yahudi (cat: bani Nadhir) yang ditujukan
pada beliau. Rasulullah memerintahkan mereka untuk menyiapkan diri untuk berperang.. Untuk mendatangi
mereka.

Bani Nadhir yang memang tidak memiliki kekuatan bersenjata, akhirnya menyerah dan harus
merelakan hartanya dirampok oleh Muhammad SAW.

Sumber : Ibid, halaman 271
Mereka meninggalkan harta bendanya kepada Rasulullah yang dapat digunakan menurut kehendak dan kebijakan
beliau.

Namun Muhammad tidak dapat melupakan dendam pribadinya karena pernah merasa akan dilempar
batu oleh Amir bin Jihasy, dan hukuman matilah yang dijatuhkan.

Sumber : Ibid, halaman 272
Salah seorang keluarga Yamin mengatakan kepada saya bahwa Rasulullah mengatakan kepada Yamin, “Pernahkan
kamu melihat bagaimana sepupumu menerimaku dan apakah yang ingin dia lakukan ?”. Maka kemudian Yamin
memberi uang kepada seseorang dan menyuruhnya membunuh Amir bin Jihasy dan diapun membunuhnya.
Luar biasa, nyawa seseorang harus melayang karena kecurigaan Muhammad SAW yang merasa akan
ditimpa batu. Kecurigaan yang tidak pernah diklarifikasi dan dibuktikan.
Melihat dari kisah diatas sangat mungkin bahwa Muhammad SAW memang MENYEBAR FITNAH bahwa
dia akan ditimpa batu oleh Amir bin Jihasy agar mendapatkan legitimasi untuk menyerang dan
merampok kekayaan bani Nadhir.

Komentar Dari Al-Qur’an
Apa yang dikatakan tentang fitnah.
QS 68:10–11 : Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela,
yang kian ke mari menghambur fitnah.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

40
Ayat diatas tampaknya mengena bagi Muhammad SAW karena beliau sendiri gemar bersumpah.

Sumber : Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
( Bagian keenambelas : Pengaruh Uhud )
Tetapi Muhammad jadi marah karena sikap lemah dan mau surut itu. Ia bersumpah mengatakan kepada mereka,
bahwa ia akan pergi juga ke Badr walaupun seorang diri.

Begitupula saat Muhamamad SAW bersumpah kepada istri-istrinya dan kemudian harus dibatalkan
dengan bantuan ayat Al-Qur’an.

Sumber : Ibid
( Bagian keduapuluh enam : Ibrahim dan Istri-Istri Nabi )
Muhammad segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang telah mendorong Hafsha menyatakan apa yang telah
disaksikannya itu serta membicarakannya kembali dengan Aisyah atau isteri-isterinya yang lain. Dengan maksud
hendak menyenangkan perasaan Hafsha, ia bermaksud hendak bersumpah mengharamkan maria buat dirinya
kalau Hafsha tidak akan menceritakan apa yang telah disaksikannya itu. Ia pergi ke mesjid, dan dengan suara keras
ia berkata kepada mereka: "Rasulullah - s.a.w. - tidak menceraikan isterinya."

Sehubungan dengan peristiwa inilah ayat-ayat suci ini turun:

"Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan sesuatu yang oleh Tuhan dihalalkan untukmu; hanya karena
engkau ingin memenuhi segala yang disenangi para isterimu? Dan Allah jua Maha Pengampun dan Penyayang.
Tuhan telah mewajibkan kamu melepaskan sumpah kamu itu. Dan Tuhan jua Pelindungmu, Dia mengetahui dan
Bijaksana."

8. SEORANG YANG TIDAK DIKENAL (PEMBUNUHAN KARENA CURIGA - 2)

Tampaknya Muhammad SAW memang memiliki tingkat kecurigaan yang sangat tinggi. Kisah berikut ini
membuktikan dimana nyawa seseorang sungguh tidak berarti dimata Muhammad SAW.

Sumber :
Bukhari Volume 4, Buku 52, Nomor 286:
Dikisahkan oleh Salama bin Al-Akwa :
Seorang mata-mata kafir datang kepada Rasulullah saat dalam satu perjalanannya. Mata-mata tersebut duduk
bersama sahabat-sahabat nabi dan bercakap-cakap kemudian pergi. Rasulullah berkata kepada sahabat-
sahabatnya, “kejar orang tadi dan bunuh dia”. Maka aku membunuhnya.

Bahkan siapa nama orang yang dituduh mata-mata itupun tidak diketahui. Tidak juga ada usaha
klarifikasi atas tuduhan Muhammad SAW. Betapa tidak berharganya nyawa orang tersebut. Tidakkah
terpikir bagaimana nasib istri dan anak-anaknya?

Komentar Dari Al-Qur’an
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah berikut yaitu agar tidak kebanyakan purba sangka.
QS 49:12 : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari
purba-sangka itu dosa.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

41
9. ABU AFAK (PEMBUNUHAN KARENA SYAIR)

Salah satu pembunuhan yang paling tidak pandang bulu adalah pembunuhan seorang kakek tua renta
yang telah berumur 120 tahun yaitu Abu Afak hanya karena Abu Afak menuliskan syair mengecam
Muhammad SAW.

Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233 - 234
Abu Afak adalah salah seorang dari bani Amr bin Auf dari kelompok bani Ubaidah. Dia menunjukkan
kemunafikannya ketika Rasulullah membunuh Harits bin Suwaid bin Samit dan berkata :

Aku telah hidup lama tetapi aku tidak pernah menemui
Sebuah kelompok atau perkumpulan orang
Yang lebih setia kepada tanggungjawab mereka
Dan sekutu-sekutu mereka ketika memanggil mereka
Daripada keturunan Qaila ketika mereka sedang berkumpul
Orang-orang yang melempar gunung dan tidak pernah menyerah
Penunggang kuda yang datang kepada mereka memecah mereka menjadi dua (mengtakan)
“Izinkan”, “Jangan izinkan” segala amalan dan tindakan
Jika engkau percaya akan kejayaan atau kerajaan
Engkau akan mengikuti Tuba

Rasulullah berkata, “Siapa yang bersedia membuat perhitungan dengan bajingan ini untukku?” Kemudian Salim bin
Umair dari bani Amr bin Auf salah satu dari para penangis berangkat dan membunuh dia………

Atau menurut sumber kuno berikut :
Kitab Al Tabaqat Al Kabir Volume 2,
Ibn Sa`d, halaman 32 :
Kemudian terjadi serangan (“sariyyah”) oleh Salim Ibn Umayr al-Amri terhadap Abu Adak, orang Yahudi pada
(bulan) Shawwal dipermulaan dari bulan ke duapuluh dari hijrah Rasulullah. Abu Afak adalah dari Bani Amr Ibn Awf
dan seorang yang sudah tua yang telah mencapai umur 120 tahun. Dia seorang Yahudi, dan dulunya pernah
menghasut orang-orang untuk menentang Rasulullah, dan menyusun bait-bait puisi yang bersifat menyindir
(Muhammad).
Salim Ibn Umayr yang adalah salah seorang yang paling berduka yang berpartisipasi dalam perang Badr berkata,
“Saya bersumpah bahwa saya harus membunuh abu Afak atau mati dihadapannya.” Dia menunggu kesempatannya
sampai suata malam yang panas datang, dan Abu Afak tidur di ruang terbuka. Salim Ibn Umayr mengetahui hal ini,
sehingga dia menusukkan pedangnya pada hati abu afak dan menekannya sampai tembus ke kasurnya. Musuh
Allah berteriak dan orang-orang yang menjadi pengikutnya segera datang kepadanya, membawa dia ke rumahnya
dan menguburkannya.

Abu Afak menuliskan syair-syairnya di Medinah yang mengkritisi Muhammad SAW. Abu Afak menilai
bahwa pengajaran Muhammad SAW sering diubah-ubah, tercermin dari kritikannya “Izinkan” dan
“Jangan izinkan”. Selain itu Abu Afak menyerukan untuk mengikuti Tuba yang adalah seorang raja dari
Yaman yang beragama Yahudi. Namun tidak ada satu catatanpun dimana Abu Afak membujuk
kaumnya untuk melakukan kekerasan fisik terhadap Muhammad SAW. Seorang yang berumur 120
tahun, sudah barang tentu bukanlah ancaman bagi Muhammad SAW secara fisik. Namun karena Abu
Afak telah berani mengkritik Muhammad SAW dan karena dia adalah keturunan Yahudi, maka nasib
sudah ditentukan yaitu Abu Afak harus mati apapun penyebabnya.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

42
Komentar Dari Al-Qur’an
Tampaknya bagi Muhammad SAW membunuh seorang kakek tua renta yang sudah ompong hanyalah
hal kecil saja dan tidak ada artinya. Kekejian ini bisa jadi adalah inspirasi dari syaitan sesuai peringatan
ayat berikut :
QS 2:169 : Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap
Allah apa yang tidak kamu ketahui.


10. ASMA BINTI MARWAN (NASIB MUNIR WANITA)

Begitulah yang terjadi sesudah pembunuhan Abu Afak yang tua renta yang sudah tidak bergigi itu.
Asma bint Marwan menyuarakan ketidakpuasan atas kekejaman dan ketidakadilan Muhammad dalam
memerintahkan pembunuhan Abu Afak. Karena berani mempertanyakan perbuatan keji Muhammad,
nyawa Asma bint Marwan pun melayang sia-sia tanpa bekas. Kambing pun tidak akan peduli, begitulah
kira-kira pernyataan Muhammad setelah Asma dibunuh.

Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233 - 234
Asma adalah dari bani Umayyah bin Zaid. Ketika Abu Afak terbunuh dia menunjukkan kemunafikannya. Abdullah
bin Harits bin Fudail dari ayahnya mengatakan bahwa di dinikahi seseorang dari bani Khatma yang bernama Yazid
bin Zaid. Dia mencaci-maki Islam dan para pengikutnya dengan mengatakan :

Aku memangdang rendah Bani Malik dan Al Nabit
Dan auf dan bani Khazeaj
Engkau mematuhi orang asing yang bukan golonganmu
Dia bukan Murad atau Madhhij
Apakah yang engkau harapkan darinya setelah kematian pemimpinmu
Seperti orang yang kelaparan yang menantikan kaldu
Tidak adakah orang yang berani menyerang dia dengan kejutan
Dan mematahkan harapan mereka yang menantikan sesuatu darinya
……….
Ketika Rasulullah mendengar apa yang dia katakan, beliau berkata, “ Siapa yang akan berangkat untuk
membebaskan aku dari putri marwan itu?” Umair bin Adiy al Khatami yang saat bersama beliau mendengarnya dan
pada tengah malam dia pergi kerumah Asma dan membunuhnya. Dia menemui Rasulullah esok harinya dan
menceritakan kepada beliau apa yang telah terjadi dan beliau berkata, “Wahai Umair, engkau telah menolong
Allah dan Rasulullah”. Ketika dia berkata bagaimana jika dia mendapat ancamanatau akibat buruk, beliau
menjawab, “dua ekor kambing tidak akan menandukkan kepala mereka karena kematiannya”.

Atau sumber kuno berikut :
Kitab al-Tabaqat al-Kabir, terjemahan S. Moinul Haq, Vol. 2, hal. 31
Ibn Sa’d
Serangan (Sariyyah) Umayr Ibn Adi
Kemudian terjadilah serangan (sariyyah) Umayr ibn Adi Ibn Kharashah al-Khatmi terhadap Asma Bint Marwan dari
Bani Umayyah Ibn Zayd, ketika lima malam sebelum bulan suci Ramadhan, dipermulaan bulan keduapuluh sejak
hijrah Rasulullah. Asma adalah isteri Yazid Ibn Zayd Ibn Hisn al-Khatmi. Dia sebelumnya pernah mencerca Islam,
menyakiti hati nabi (Muhammad) dan mempengaruhi orang-orang menentang dia. Dia membuat bait-bait puisi.
Umayr Ibn Adi mendatanginya pada malam hari dan masuk ke rumahnya. anak-anaknya sedang tidur di sekitarnya.
ada satu yang sedang dia susui. dia (Umayr) mencarinya dengan tanganya karena dia buta, dan memisahkan anak
itu darinya. dia menghujamkan pedangnya di dadanya hingga tembus ke punggungnya. Kemudian dia melakukan
sholat pagi bersama dengan nabi (Muhammad) di al-Madina. Rasulullah bersabda padanya: “Apakah kamu sudah
membantai anak perempuan Marwan?” Dia berkata: “Sudah. Apakah adalah hal lain yang perlu saya lakukan?” Dia
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

43
(Muhammad) bersabda: “Tidak ada. dua kambing tidak akan mengadu kepala mengenai dia (Asma).” Inilah adalah
kata-kata yang pertama kali didengar dari Rasulullah. Rasulullah memberi julukan kepadanya Umayr, “basir” (yang
melihat).

Lagi-lagi suatu pembunuhan keji dan pengecut yang dilakukan oleh pengikut setia Muhammad.
Pembunuhan terhadap Abu Afak dan Asma bint Marwan dilakukan dengan sangat pengecut secara
diam-diam pada malam hari saat korban sedang tidur lelap. Pembunuhan Asma seorang wanita yang
sedang menyusui anaknya yang masih balita adalah sangat kejam. Hanya karena puisinya dan
pembelaannya atas kematian Abu Afak yang tua renta, Asma dihabisi oleh Muhammad secara kejam
dan keji. Begitu teganya Muhammad menghabisi nyawa seorang perempuan tak berdaya yang
mempunyai lima anak dan satu diantaranya masih menyusui. Bisa dibayangkan penderitaan keluarga
Asma.

Yang lebih parah lagi, Muhammad mengatakan bahwa kambingpun tidak akan beradu kepala
mengenai hal ini. Yang artinya tidak akan ada yang peduli. Memang Muhammad dan pengiktunya
tidaklah akan peduli, tapi lima anak Asma yang masih kecil dan keluraganya tentunya sangat peduli.
Asma yang memprotes pembunuhan adalah gambaran seorang pembela HAM seperti Munir. Dan
karena memprotes pembunuhan makanya Asma harus disingkirkan. Betapa miripnya dengan nasib
Munir yang memprotes penghilangan aktivis, hidupnya harus berakhir tewas dibunuh dengan diracun

Komentar Dari Al-Qur’an :
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Al-Qur’an yang menyuruh untuk memberikan harta
bagi anak-anak yatim. Bukannya mengasihi anak yatim, Muhammad SAW justru membuat anak-anak
menjadi yatim. Ironis sekali.
QS 2:177 : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,

11. ABDULLAH BIN KHATAL (NASIB ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM - 1)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54 – 55
Seorang lagi yang harus dibunuh adalah Abdullah bin Khatal dari bani Taim bin Ghalib. Dia pernah menjadi muslim
dan diutus Rasulullah untuk mengumpulkan zakat bersama seorang Anshar dengan dibantu seorang bekas budak
yang telah merdeka. Ketika mereka beristirahat, Abdullah memerintahkan si bekas budak itu untuk menyembelih
kambing dan memasaknya lalu dia menunggunya sambil tidur. Ketika bangun perintahnya ternyata belum
dilaksanakan, maka bekas budak itu dibunuhnya dan lalu dia menjadi kafir……… Abdullah bin Khatal dibunuh oleh
Said bin Huraits al Makhzumi dan Abu Barzah al Aslami

Atau menurut sumber hadis berikut :

Sahih Bukhari, volume 5 nomor 582 :
Dikisahkan oleh Anas bin Malik :
Pada hari penaklukan, Rasulullah memasuki Mekah, menggunakan penutup kepala. Ketika Rasulullah melepas
penutup kepalanya, seseorang datang dan berkata, “Ibn Khatal sedang memanjat dinding Kabah”. Rasulullah
berkata, “bunuh dia!”

Ibn Khatal akhirnya dibunuh di Kabah.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

44
Sumber :
Kitab al Tabaqat al Kabir, volume 2, halaman 174 :
Ibn Sa’d
Sungguh, Rasullah memerintahkan pengikutnya pada hari kemenangan untuk membunuh Ibn Abi Sarh, Fartana Ibn
al-Zibr'ra and Ibn Khatal. Abu Barzah datang dan melihat Ibn Khatal memegang erat dinding Kabah. Abu Barzah
kemudian merobek perut ibn khatal.

Ibn Khatal dibunuh tampaknya karena dia berpaling dari Islam.
Itulah hukuman bagi orang yang pindah agama dari Islam, bunuh!!

Komentar Dari Al-Qur’an
Ibn Khatal telah berusaha untuk berlindung di Kabah, namun tetap dibunuh oleh pengikut Muhammad
SAW, padahal katanya Kabah adalah tempat yang diberkahi dan siapapun yang memasukinya akan
menjadi aman.
QS 3:96–97 : Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah
yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda
yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah dia

Dengan perintah pembunuhan ini maka Muhammad SAW TELAH MENGINGKARI AL-QUR’ANNYA
SENDIRI dan menjadikan apa yang ditulis oleh ALQUR’AN SALAH.

12. MIQYAS BIN HUBABAH (NASIB ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM - 2)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54, 55
Rasulullah telah memerintahkan semua komandan pasukannya untuk hanya menyerang mereka yang melawan,
kecuali beberapa orang yang beliau perintahkan untuk dibunuh ……. Kemudian juga Miqyas bin Hubabah yang
pernah membunuh seorang Anshar yang membunuh saudaranya secara tidak sengaja, dan setelah itu KEMBALI
KEPADA QURAISH SEBAGAI KAFIR ……… sedangkan Miqyas dibunuh oleh Numailah bin Abdullah, seorang
pengikutnya sendiri. Saudara perempuan Miqyas berturur :
Demi hidupku, Numaila telah membuat malu kaumnya
Dan mengejutkan orang-orang dikala dia membunuh Miqyas
Siapapun pasti pernah menemui seorang seperti Miqyas
Yang menyediakan makanan bagi para ibu muda disaat-saat sulit.

Miqyas adalah seorang yang murah hati, dia menyediakan makanan bagi para ibu muda dikala sulit.
Namun karena dia telah berpaling dari islam maka nasibnya sudah jelas, harus dibunuh.

13. FARTANAH (KISAH SEDIH SEORANG BIDUANITA)
Bahkan seorang budak wanita yang hanya bisa menyanyipun tidak luput dari perintah pembunuhan.

Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55
Beliau juga memerintahkan untuk MEMBUNUH DUA PENYANYI WANITA MILIK ABDULLAH, salah satunya bernama
Fartanah, karena mereka biasa menyanyikan lagu sindiran terhadap Rasulullah…… Sedangkan dua orang penyanyi
Ibn Khatal, SEORANG TELAH DIBUNUH dan seorang lagi melarikan diri sampai kemudian dia meminta ampunan
kepada Rasulullah dan dikabulkan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

45
Luar biasa, apa yang dimiliki oleh budak wanita yang bernama Fartana itu?.
Kekayaan?? Tidak! Kekuatan?? Tidak! Pasukan??? Tidak!
Apakah Fartana merupakan ancaman bagi Muhammad SAW???? Tidak!
Seorang budak wanita yang miskin harus dibunuh karena pernah menyanyi lagu yang membuat
Muhammad SAW tersinggung.

Komentar Dari Al-Qur’an
Terlihat bagaimana lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah untuk memperlakukan kaum miskin.
QS 4:8 : Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari
harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

Jadi bukannya santunan dan perkataan baik yang diterima Fartana, melainkan perkataan “BUNUH”
yang dia terima. Dimana rasa memaafkan orang tidak berdaya itu??
Sementara Muhammad SAW sendiri mengajarkan dalam ayat Al-Qur’an untuk memaafkan :
QS 4:149 : Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan
(orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.

14. HUWAIRITS BIN NUQAITS (ANAK JATUH, NYAWA MELAYANG)
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55
Juga ada Huwairits bin Nuqaits bin Wahab binAbdul bin Qusayi yang dibunuh karena sering menghina Rasulullah
di Mekah.

Apa penghinaan yang dilakukan Huwairits?.

Ibid, halaman 357
Menurut catatan Ibn Hisham no. 804 :
Pada suatu hari Abbas menaikkan Fatimah dan Ummi Khultum dua putrid Rasulullah pada seekor unta untuk
membawa mereka dari Mekah menuju Madinah dan tiba-tiba al-Huwairits menghalau unta itu sehingga Fatimah
dan Umi Kulhum terlempar dan jatuh dari atas unta itu.

Jadi hanya karena kedua putrid Muhammad SAW terjatuh dari unta maka Huwairits harus dibunuh.
Padahal bisa saja Huwairits tidak sengaja menghalau unta tersebut, atau bahkan mungkin kedua putri
Muhammad SAW tidak berpegangan dengan kencang sehingga terjatuh. Jadi karena anak terjatuh,
orang lain harus dibunuh.

15. SARAH (PENGANTAR SURAT YANG MALANG)
Sarah juga seorang bekas budak yang tidak memiliki kekuatan apapun. Dia pernah membawa surat
yang memperingatkan Quraish bahwa Muhammad hendak menyerbu Mekah.
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 46 - 47
….. ketika Rasulullah memutuskan untuk menyerbu Mekah, Hatib bin abu Balta’ah menulis sebuah surat kepada
Quraish mengatakan kepada mereka bahwa Rasulullah bermaksud mendatangi mereka. Dia memberikan surat
tersebut kepada seorang wanita … adalah Sarah, seorang bekas budak.. Wanita tersebut menyembunyikan surat
tersebut diatas kepalanya. Rasulullah mendapatkan kabar dari langit tentang apa yang telah dilakukan Hatib dan
saat itu juga mengutus Ali dan Zubair bin Awwam untuk mengejar wanita itu… Merasa terdesak akhirnya wanita itu
mengeluarkan surat tersebut dan memberikannya kepada Ali dan kemudian memberikannya kepada Rasulullah..
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

46
Sarah tampaknya berhasil menyelamatkan dirinya. Namun vonis mati tampaknya memang sudah
diberikan dan akhirnya dilaksanakan pada saat Umar berkuasa.
Sumber : Ibid,halaman 56 :
Sementara itu Sarah yang hidup hingga masa kepemimpinan Umar, dia dibunuh oleh seorang prajurit di satu
lembah di Mekah.

Bahkan hingga Muhammad SAW meninggalpun tampaknya hukuman mati kepada Sarah tidak dicabut.
Bayangkan Sarah yang miskin, seorang diri dan terlunta-lunta bersembunyi pada akhirnya harus juga
menerima kematiannya.
Komentar Dari Al-Qur’an
Tampaknya ayat berikut ini berlalu begitu saja :
QS 2:177 : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta

KESIMPULAN:
Jadi dari penuturan sumber-sumber Islam sendiri terlihat bagaimana sikap Muhammad SAW terhadap
mereka yang pernah “mengkritisi” dirinya. Pada saat Muhammad SAW belum berkuasa, beliau adalah
orang yang tidak pernah menyakiti orang lain. Namun begitu kekuasaan dan legitimasi rasul Allah SWT
dipegangnya, tindakan balas dendam berupa pembunuhan-pembunuhanlah yang dilakukannya.

Ironi paling besar adalah bagaimana SIKAP MUNAFIK yang diperlihatkan :
Perintah-perintah Al-qur’an yang jelas dan gamblang yang diklaim dihafal luar kepala oleh ribuan
muslim sahabat-sahabat Muhammad SAW ternyata dilanggar begitu saja. Perintah datang kepada
Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah yang mendustakan perintah tersebut. Dan
menyedihkannya karena menurut Al-Qur'an, sikap seperti ini diganjar menjadi PENGHUNI NERAKA
JAHANAM.
QS 29 : 68 : Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah
atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? bukankah dalam neraka jahannam itu ada
tempat bagi orang-orang yang kafir?
Atau jangan-jangan ayat-ayat tentang memaafkan itu dikarang kemudian setelah Muhammad SAW
meninggal?? Mungkin saja.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

47
ISTRI2 DAN PIARAAN MUHAMMAD
www.indonesia.faithfreedom.org

Daftar ini diambil dari buku tulisan Tabari (vol. ix, pp.120-141). Daftar ini disusun dalam kronologi /
urutan yang tepat. Muhammad telah mengawini 21 istri:
1. Khadijah bt.Khuwaylid
2. Sawdah bt. Jamah
3. Aisha bt. Abu Bakr
4. Hafsah bt. Umar (Hafsha mendapati Muhammad dan Mariyah di ranjang Hafsah dan Hafsah jadi
histeris (lihat catatan kaki 884).
5. Umm Salamh
6. Juwayriyyah
7. Umm Habiba bt. Abi Sufyan
8. Zaynab bt Jahsh
9. Safiyyah bt. Huyayy
10. Maymunah bt. Al-Harith
11. Sana bt. Asma or Saba bt. Asma. Sana mati sebelum Muhammad sempat menyetubuhinya.
12. Al-Shama bt. Amr al-Ghifariyaah. Muhammad menceraikannya karena meragukan kenabian
Muhammad..
13. Ghaziyyah bt. Jabir or Umm Sharik. Dia sebelumnya pernah menikah dan punya anak laki bernama
Sharik. Dia cantik tapi tidak mau berhubungan seks dalam pernikahan. Muhammad
menganggapnya tua (hal. 139); jadi dia mengembalikan Ghaziyyah ke masyarakatnya kembali.
14. Amrah bt. Yazid or Umm Sharik. Osme mengatakan dia memberikan dirinya sendiri pada
Muhammad (33:50). Perkawinan tidak diikuti dengan persetubuhan.
15. Asma bt. Al-Numan. Dia menderita penyakit kusta, sehingga Muhammad menceraikannya dan
memberinya uang ganti rugi.
16. Zaynab bt. Khuzaymah — juga dikenal sebagai Umm al-Masakin (ibu bagi yang miskin)
17. Al-Aliyaah bt. Zabyan. Dikisahkan bahwa dia mengintip melalui pintunya untuk melihat orang-orang
di mesjid. Maka Muhammad menceraikannya setelah membayarnya uang ganti rugi (lihat catatan
kaki 919)
18. Qutaylah bt. Qays — tapi Muhammad keburu mati sebelum berhasil menyetubuhinya. Qutaylah dan
saudara lakinya lalu murtad ke luar Islam.
19. Fatimah bt. Shurayh (Sara)
20. Kawlah bt. Hudhayl
21. Layla bt. Al-Khatim. Dia menawarkan dirinya pada Muhammad dan Muhammad mengambilnya
sebagai istri. Ketika orang banyak mencelanya karena kawin dengan Muhammad, dia lalu minta
cerai dan dikabulkan Muhammad.

Orang2 biasa mengatakan bahwa Muhammad itu mata keranjang (Tabari, vol.ix, hal.139).

Daftar para wanita yang dilamar Muhammad tapi tidak dikawini
• Umm Hani bt. Abi Talid — dia punya anak kecil
• Dubbah bt. Amir — terlalu tua
• Safiyyah bt. Bashshamah — tawanan perang
• Umm Habiba bt al-Abbas — yatim piatu
• Jamrah bt. Al-Harith — menderita kusta
• Khawlah bt. Hakim
• Amamah bt. Hamzah
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

48
Gundik2 Muhammad:
• Mariyah bt. Shamun
• Rayhanah bt. Zayd al-Quraziyaah

Pernikahan tanpa hubungan seksual:
• Mulaykah bt. Kab al-Laythi — Muhammad menceraikannya
• Bint Jundub

Penjelasan tentang Tabari:

Muhammad ibn Jarir al-Tabari

Abu Jafar Muhammad ibn Jarir at-Tabari (Arabic الطبري, AD 838-AD 923), orang Iran, ahli sejarah Sunni
dan ahli theologia, lahir di Amol, Tabaristan (bagian selatan Laut Kaspia). Dia mempelajari Ray (Rages),
di Baghdad dan di Syria dan Mesir. “Tabari” berarti orang yang berasal dari Tabaristan. Dia meninggal
dunia di Baghdad tahun 923.

Setelah ayahnya meninggal, dia hidup melarat sampai akhirnya dapat kerjaan menjadi pembimbing
putra seorang negarawan/ahli agama terkemuka Tibaidallāh ibn Yaliya. Tabari lalu pergi ke Mesir, tapi
tak lama kemudian kembali ke Baghdad di mana dia tinggal menetap di sana sebagai guru bidang
budaya dan ahli hukum sampai ajalnya. Hidupnya sederhana dan terhormat dan dia menunjukkan
kerajinan penelitian yang luar biasa. Dikatakan bahwa dia biasa menolak pemberian2 berharga. Sebagai
ahli hukum Shafi’ite, dia melakukan penelaahan kritis terhadap semua cabang Islam, dan akhirnya
mendirikan cabangnya sendiri yang mengakibatkan kemarahan kaum Hanbali.

Hasil tulisan Tabari tidaklah sangat banyak jumlahnya, tapi dua diantaranya sangatlah penuh dengan
keterangan berharga.
Yang pertama dari dua karya masterpiece-nya adalah Tārikh ur-Rusul wal-Mulūk (The History of the
Prophets and Kings = Sejarah Para Nabi dan Raja) , Arabic تاريخ الرسل والملوك), yang umumnya dikenal
sebagai the Annals. Ini adalah tulisan sejara dari masa Penciptaan sampai pada tahun 915 M. Tulisannya
ini terkenal karena laporan sejarah Arab dan Muslim yang penuh rinci dan tepat. Tulisan Tabari
merupakan sumber keterangan utama bagi Pemberontakan Zanj.

Tulisan keduanya yang juga diakui adalah tentang tafsir Qur’an yakni Tafsir al-Tabari, yang juga penuh
keterangan rinci sama seperti tulisannya the Annals. Ilmuwan2 Islam seperti Baghawi dan Suyuti
menggunakan tulisan Tabari sebagai sumber tulisan mereka sendiri. Tulisan2 Tabari juga digunakan
untuk membuat Tafsir ibn Kathir

Tulisan besarnya yang ketiga tidak berhasil diselesaikannya. Tulisan ini adalah tentang tradisi sahabat2
Muhammad.
Tulisan2 Tabari yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris:
Berbagai edisi dari the Annals termasuk:
• Versi yang diterbitkan oleh editor M.J. de Goeje dalam 3 seri, terdiri dari 13 volume, dengan dua
volume ekstra berisi penjelasan, prakata dan kamus kata (Leiden, 1879-1901).
• Edisi Persia dari buku ini yang dibuat di tahun 963 M oleh ilmuwan Samanid bernama al-Bal’ami dan
diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh H. Zotenberg (vols. i.-iv., Paris, 1867-1874).
• Versi modern dalam 13 volume, yang diterbitkan oleh State University of New York Press dari tahun
1988 sampai 1998.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

49
Edisi2 Tafsir Qur’an Tabari:

• Edisi yang diterbitkan dalam 13 volume. (dengan ekstra volume indeks) di Cairo, 1902-1903.
• Tafsir al-Tabari: al-Musammá Jami‘ al-bayan fi ta’wil al-Qur’an. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut, 1997.
• An account with brief extracts given by O. Loth in the Zeitschrift der Deutschen Morgenlandischen
Gesellschaft, vol. xxxv. (1881), pp. 588-628.
• Commentary on the Quran, Vol.1, Delhi 1987. ISBN 0199201420
• The Commentary on the Qur'an, by Abu Ja'far Muhammad b. Jarir al- Tabari ; being an abridged
translation of Jami' al-bayan 'an ta'wil ay al-Qur'an, with an introduction and notes by J. Cooper,
general editors, W.F. Madelung, A. Jones. Oxford University Press, 1987-?. Terjemahan yang ini
tampaknya tidak diteruskan setelah volume 1 dan tidak dicetak lagi dan jarang ditemukan.

Adalah fakta bahwa Muhammad mempunyai hampir dua lusin istri dan beberapa gundik sebagai
bonus. Jumlah istrinya berkisar antara 11 dan 23, tergantung versi Islam yang berbeda. Tidak ada
cacatan sejarah tentang Muhammad berdansa dengan istri-istrinya, tapi siapalah yang tahu apa yang
dia lakukan di baraknya. Lagipula, dia itu seorang politikus licik dan politikus punya reputasi melakukan
hal-hal pribadi yang lain dengan apa yang mereka omongkan.

Aku akui itu hanya fantasi. Muhammad tidak mungkin berdansa atau menyanyi. “Bergembiralah” adalah
kata yang terlarang dalam Islam. Malah sebaliknya, Muslim dibentuk supaya “bersedihlah” karena
ketakutan akan neraka, takut pada api Allah dan takut pada hari kiamat. Muslim dilarang berdansa,
menyanyi atau menggambar makhluk hidup. Tapi anehnya, Muslim suka film-film “Bollywood” yang
penuh dansa-dansi, dan di Timur-Tengah film-film India laku keras. India mempunyai kebudayaan yang
sangat indah, penuh dansa dan musik yang diarahkan ke film. Memang benar kadang-kadang filmnya
mengandung terlalu banyak tarian, lebih banyak dansa dibanding omongan. Biarpun begitu, Sheik dan
Muslim alim menonton film-film ini dengan mata berbinar-binar, namun menahan diri mereka untuk
tidak berdansa.

Film yang laris belakangan ini, The Da Vinci Code, yang dikarang Dan Brown, telah terjual lebih dari 40
juta biji di seluruh dunia dan menimbulkan huru-hara di gereja. Menurut pengarangnya, Yesus menikah
dengan Maria Magdalena dan mempunyai keturunan. Barangkali tidak akan ada kekacauan kalau teori
ini hanya terbatas dalam fiksi. Konon katanya, ide bahwa Yesus menikah telah menyebar beberapa
waktu, walaupun gereja mengecam dan mencap itu penghinaan terhadap agama. (Dan tentu saja, tidak
ada gereja yang dibakar dan tidak ada pengarang yang dibunuh). Dan Brown sendiri akhirnya dituduh
dan dituntut karena menyontek ide dari buku hasil research lainnya, The Holy Blood and the Holy Grail.
Brown bahkan mengakui tuduhan ini dan dengan beraninya berkata, “Itulah caranya memasukkan hasil
research ke dalam novel.”

Tidak apa-apalah Yesus menikah atau tidak. Aku tidak akan kurang tidur karenanya. Bible, kitap suci
Kristen, tidak tertarik mengupas status perkawinan Yesus. Tapi Qur’an memberi Mohammad izin tak
terbatas untuk menikah sesering yang dia mau, bersama dengan izin untuk menerima gundik dengan
potongan harga. Aku tidak mempermasalahkan buku suci mereka, yang merupakan isu lain, tapi apa
yang membuatku heran adalah cara berpikir kedua kelompok orang ini. Orang Kristen mencintai Yesus
sebanyak Muslim memuja Muhammad, tetapi orang Kristen malu memikirkan kemungkinan bahwa
Yesus mempunyai satu, hanya satu, istri; sedangkan Muslim yang pikirannya tertutup tidak dapat
melihat kebejadan orang yang tidur dengan 23 wanita.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

50
Muslim tahu akan nafsu bejad Mohammad akan wanita, dan pembela sekte sesat ini sering mencari
alasan untuk mengaburkan kejelekan nabi mereka. Alasan yang paling sering digunakan, yang paling
jitu, sungguh sangat ajaib hingga pantas dimasukkan dalam “Ripley’s believe it or not’ (Percaya atau
Tidak). Pembela Islam berkeras bahwa Muhammad menikah dengan wanita dari berbagai suku untuk
menciptakan hubungan baik dengan mereka dan menyebarkan Islam. Satu contoh saja sudah cukup
mematahkan alasan mereka itu.

Muhammad terpaksa menarik kembali pasukannya waktu mencoba menyerang Mekka untuk pertama
kalinya dan terpaksa menerima perjanjian damai yang memalukan – the ‘Treaty of Hudaibya’. Pastilah
gerombolan Muhammad kehilangan kesempatan untuk merajah. Jadi dengan tujuan untuk merampok,
dia memutuskan untuk menyerang suku-suku Yahudi yang hidup di Khyber setelah diusir dari Medina.
Itu penyerbuan yang tidak diperkirakan dan orang-orang tidak berdosa di Khyber tidak diberi
kesempatan untuk membela diri.

Menurut salah satu sahabat Muhammad,: “Kami bertemu para pekerja dari Khyber yang keluar rumah pagi-pagi
dengan sekop dan keranjang mereka,” (Sira, 757).

Walaupun pembela Islam menyalahkan orang Yahudi, dengan mengatakan bahwa itu adalah perang
bela diri, mereka tidak mau mengaku bahwa tidak ada orang yang menyerang dengan sekop dan
keranjang. Orang jaman batu saja berperang menggunakan tombak batu.

Setelah pembantai itu, “Wanita-wanita dari Khyber dibagi-bagikan di antara para Muslim (Sira,758), dan
Muhammad memilih Safiya d. Abul-Huqayq, penganti baru kepala suku. Muhammad membawa dia ke
ranjangnya setelah perkawinan palsu. Barangkali, jika makalah pembela Islam adalah benar,
Muhammad pasti telah berusaha memperbaiki hubungan baik antara Muslim dan Yahudi dari Khyber.
Masalahnya, tidak ada satupun sanak keluarga gadis malang Safiya itu yang tertinggal masih hidup.

Ibn Ishaq melaporkan dalam Sirat Rasul Allah,:
“Abu ayyub, Khalid b. Zayd, saudara dari B. al-Najjar, meronda malam dengan pedangnya, melindungi nabi dan
mengelilingi tenda hingga pagi menjelang ketika nabi melihatnya dan bertanya mengapa dia melakukan hal itu.
Dia menjawab, “Aku khawatir akan keadaanmu dengan wanita itu karena engkau telah membunuh ayahnya,
suaminya dan kaum-kerabatnya, dan hingga baru-baru ini dia seorang kafir, jadi aku khawatir terhadap
keadaanmu karena dia.” (Sira,766).

Jika memang perkawinan antara Muhammad dan Safiya itu dimaksudkan untuk mengembangkan
hubungan dengan suku-suku lain, aku tidak tahu bagaimana caranya Muhammad bisa berteman
dengan orang yang sudah mati, terutama orang-orang yang mati dibunuh dia!

Adalah sifat manusia untuk membalas dendam jika orang-orang yang dicintai dibunuh, dan orang-
orang Khyber pun begitu. Seorang wanita Yahudi, Zaynab d. al-Harith, menaruh racun di daging domba
bakar yang dihidangkan kepada Muhammad (Sira, 764). Seorang Muslim yang mencicipinya terlebih
dahulu mati seketika; namun Muhammad hanya makan sedikit sekali daging itu dan selamat. Tapi
racun itu pastilah sangat mematikan karena Muhammad pun menderita seumur hidupnya karena racun
itu. Dia sendiri mengaku,:
“O Umm Bishr, inilah saatnya aku merasakan racun mematikan dari apa yang aku makan bersama saudaramu di
Khyber.” (Sira, 765).

Lain halnya dari “Perjamuan Malam Terakhir”, Muhammad telah berdansa “Dansa Terakhir” yang tidak
menyenangkan – melainkan menyakitkan.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

51
Ibn Ishaq mencatat bahwa,:
“Lalu penyakit Rasul Allah bertambah parah, rasa sakitnya menjadi-jadi, hingga dia berkata, ‘Tuangkan tujuh lapis
air padaku dari sumur berbeda-beda supaya aku bisa keluar menemui orang-orang dan memberi mereka
petunjuk.’ Aisha berkata: Kami membuatnya duduk di bak (mikhdab) kepunyaan Hafsah bt. Umar dan menuangi
dia dengan air hingga dia berkata, “Cukup, cukup” (al-Tabari, 1801).

Aku tidak suka menertawakan orang yang sudah mati, apalagi yang mati dalam keadaan menyakitkan
seperti itu, Tapi sudah saatnya membetulkan kebohongan pembela Islam. Mereka telah mengubah
sejarah dan menutupi kebenaran. Mereka telah mengubah seorang monster menjadi seorang malaikat,
dan mereka menyerah pada kebohongan dan penipuan. Seandainya saja Muhammad adalah seorang
tokoh sejarah dan pendekar perang, kita tidak perlu khawatir tentang dia. Sedihnya, orang-orang
Muslim yang tidak berdosa mengira Muhammad adalah lambang manusia sempurna, petunjuk
berakhlaq mulia dan contoh teladan. Sangat mengherankan bagaimana seseorang dapat merebut
perempuan-perempuan dan tidur dengan mereka setelah membunuh orang-orang yang mereka cintai
dan masih juga menjadi panutan akhlaq dan etika!


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

52
MUHAMMAD DALAM AL-KITAB ???
http://www.indonesia.faithfreedom.org/

Muhammad di dalam Al-Kitab? Pada 1975, Ahmed Deedat mengadakan beberapa ceramah dimana dia
cuba membuktikan kewujudan ramalan Muhammad yang dikatakan terkandung di dalam Al-Kitab.
Ceramah pertama yang berjudul, What does the Bible say about Muhammad? adalah mengenai
ramalan Ulangan 18:18 di dalam Perjanjian Lama. Deedat cuba menunjukkan bahawa Nabi Musa
meramalkam kedatangan Muhammad dengan menggunakan ayat tersebut. Ceramah keduanya
berkaitan dengan ramalan oleh Nabi Isa mengenai kedatangan Muhammad apabila Nabi Isa berkata
kepada pengikut-pengikut-Nya untuk menunggu ketibaan seorang Penghibur yang menurut Isa akan
datang setelah Ia pergi.

Ceramah-ceramah Deedat adalah contoh bagaimana kaum Muslim cuba membuat dua ramalan ini
supaya meramalkan kedatangan Muhammad. Percubaan-percubaan sedemikian timbul oleh kerana
ayat yang terkandung di dalam Al-Quran yang mengatakan bahawa kedatangan Muhammad
diramalkan oleh kitab-kitab Yahudi dan Kristian. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang
ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (Surah
7:157)

Tidaklah menghairankan jika kaum Muslim habis2an menyelidiki Taurat dan Injil untuk mencari ramalan
yang berkenaan dengan ayat tersebut. Nampaknya, Al-Quran amat yakin bahawa ramalan ini boleh
ditemui dengan mudah. Tetapi, apabila kaum Muslim cuba mencari ramalan-ramalan sebegini, mereka
terperanjat kerana Nabi Isa-lah yang diramalkan dan bukannya Muhammad. Kelahiran Isa, pelayanan-
Nya, perumpamaan, mujizat-mujizat, penyaliban, kebangkitan, kenaikkan, kedatangan kedua, keilahian-
Nya dan kemuliaan serta takzim-Nya adalah topik ramalan kitab-kitab ini. Dengan intensifnya, ramalan-
ramalan ini membentarakan puncak kegemilangan wahyu kebenaran Allah dan kasih-Nya terhadap
manusia. Oleh kerana itu, ramalan-ramalan ini tidak membenarkan kemungkinan terjadi antiklimaks di
dalam Al-Kitab yang disebabkan oleh seorang "nabi" yang disyak akan datang. Ketiadaan ramalan
sebegini mengenai "nabi" itu amatlah nyata.

Walau bagaimanapun, berpacu oleh keyakinan terhadap Al-Quran bahawa Al-Kitab memang
meramalkan kedatangan Muhammad, kaum Muslim telah dengan sedaya upaya mencari ramalan
berkenaan itu. Kekosongan ramalan-ramalan sebegini yang nyata telah mendorong kaum Muslim
bergantung kepada dua ramalan yang telah disebutkan, iaitu satu oleh Nabi Musa dan satu lagi oleh
Nabi Isa.

Kami menganggap bahawa kedua-dua ramalan ini dipercayai oleh kaum Muslim sebagai bukti-bukti
yang paling kukuh bagi mereka. Dengan demikian, apabila dapat dibuktikan bahawa kedua-dua
ramalan ini tidak merujuk kepada Muhammad atau kenabiannya, jadi seluruh anggapan bahawa
Muhammad diramalkan dalam Al-Kitab mesti runtuh sama sekali.

Secara umum adalah difahami dan diterima bahawa untuk menentukan sesuatu, semua bukti yang
berkaitan mesti diselidiki dan semua yang tidak berkaitan ditolak. Marilah kita bermula dengan ramalan
pertama.


Musa dan seorang Nabi yang akan datang

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

53
Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan
menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang
Kuperintahkan kepadanya. (Ulangan 18:18.)

Tiap-tiap masa kaum Muslim ingin membuktikan bahawa Muhammad diramalkan di dalam Taurat, iaitu
Perjanjian Lama, mereka akan selalu merujuk kepada ayat ini sebagai ramalan jelas yang menyokong
tuntutan mereka. Mereka berbahas bahawa Nabi yang dijanjikan oleh Allah kepada Musa adalah
Muhammad kerana:

1. Al-Quran dianggap oleh mereka sebagai firman Allah dan oleh itu, sebab Muhammad membaca
setiap ayat yang diberikan kepadanya, hal ini menunjukkan bahawa Allah telah menaruhkan firman-
Nya ke dalam mulut Muhammad seperti yang dikatakan oleh ayat ramalan dalam Taurat ini.
2. Nabi itu akan bangkit dari saudara bangsa Israel, iaitu bangsa Ismail kerana Israel (Yakub) dan Ismail
adalah anak Ibrahim, dan oleh itu 12 suku kaum keturunan Ismail adalah saudara kepada 12 suku
kaum keturunan Israel. Oleh kerana Muhammad seorang sahaja dari keturunan Ismail yang
mengaku diri sebagai nabi, kaum Muslim berkata bahawa ramalan itu adalah sebenarnya mengenai
Muhammad.
3. Muhammad adalah seperti Musa dalam banyak hal sehingga menurut kaum Muslim ramalan itu
adalah mengenai Muhammad.

Kita akan menyelidiki ramalan ini dengan teliti dan dengan memperhatikan konteks ramalan yang
diberikan tersebut. Hanya dengan cara demikian dapat kita menghasilkan tafsiran yang tidak
menyimpang. Setiap pengajar Al-Kitab yang cerdas, mengetahui bahwa tidak ada penafsiran yang wajar
apabila dilihat secara berasingan dari konteks. Karena itu, sangat penting untuk mengutip seluruh nas
yang mengandungi ramalan tersebut. Untuk itu, dua petikan berikut adalah amat penting:

"Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel;
dari korban api-apian kepada TUHAN dan apa yang menjadi milik-Nya harus mereka dapat rezeki." (Ulangan 18:1-
2.)

"Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu
oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN,
Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar suara TUHAN,
Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Lalu berkatalah TUHAN
kepadaku: Apa yang dikatakan mereka baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara
mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada
mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan
diucap nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi, yang terlalu
berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau
yang berkata demikian demi nama allah lain, nabi itu harus mati." (Ulangan 18:15-20.)

Marilah kita menyelidiki ketiga perkara yang dianggap menjadi bukti bahawa ramalan ini adalah
mengenai Muhammad.
1. Firman Allah Di Dalam Mulut Nabi

Kaum Kristian memang tidak percaya bahawa Al-Quran adalah firman Allah. Tetapi demi sebab
berbicaraan ini, kami mengatakan seumpama bahawa Allah benar-benar menaruh firman-Nya ke dalam
mulut Muhammad. Ini adalah supaya kita dapat menyelidiki sama ada "firman di dalam mulut
Muhammad" boleh digunakan sebagai bukti kuat bahawa Muhammad adalah nabi yang diramalkan
dalam Ulangan 18:18. Pada pandangan kami, sebutan "Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya"
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

54
tidak dapat digunakan untuk menentukan siapakah nabi itu. Kalimat ini adalah benar bagi semua nabi
kerana Allah telah menaruh firman-Nya ke dalam mulut mereka semua. Allah berkata kepada nabi
Yeremia: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu." (Yeremia 1:9.)
Lebih-lebih lagi, kita baca di Ulangan 18:18 bahawa Nabi yang datang selepas Musa akan "mengatakan
kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya."

Sekarang kita baca bahawa Isa pada satu ketika berkata kepada pengikut-pengikut-Nya: "Sebab Aku
berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan
Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahawa
perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya
sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku." (Injil Yohanes 12:49-50.) Satu lagi contoh
mengenai sebutan yang sama dijumpai di dalam doa Isa pada malam terakhir dia bersama pengikut-
pengikut-Nya. Dia berdoa: "Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan
kepada mereka." (Injil Yohanes 17:8.) Jadi tidak dapat kita tentukan identiti nabi yang disebut dalam
Ulangan 18:18 dengan menggunakan firman Allah yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Oleh itu, nabi
yang diramalkan mesti ditentukan dengan cara-cara lain.

2. Nabi Dari Kalangan Suadara-Saudara Mereka

Kaum Muslim mendakwa bahawa "saudara mereka" dalam Ulangan 18:18 bermaksud saudara kepada
kaum Israel, iaitu kaum Ismail. Dalam kes ini, kita mesti menimbangkan ayat-ayat lain yang terkandung
di dalam pasal yang mengandungi ramalan itu. Allah berfirman, "Seorang nabi akan Ku bangkitkan bagi
mereka dari antara saudara mereka." Siapakah yang Allah maksudkan apabila Dia berfirman "mereka"?
Kita mendapat jawapannya apabila kita meninjau kepada dua ayat di permulaan pasal ini. "Imam-imam
orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang
Israel….Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya." (Ulangan 18:1-2.)

Dari 2 ayat ini, amatlah jelas bahawa "mereka" bermaksud suku Lewi dan "saudara mereka" bermaksud
sebelas suku-suku Israel yang lain. Hal ini merupakan kenyataan yang tidak boleh dibantah lagi. Tiada
tafsiran Ulangan 18:18 yang jujur membenarkan kaum lain kecuali suku Lewi dan suku-suku Israel yang
lain.

Mari kita menyiasat tafsiran yang betul mengenai "saudara-saudaranya" yang tercatat dalam Ulangan
18:1-2. Kita baca: "…seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang
ISRAEL….Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah SAUDARA-SAUDARANYA." Oleh itu,
tafsiran Ulangan 18:18 yang betul adalah: "Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka (iaitu suku
kaum Lewi) dari antara saudara mereka (iaitu suku-suku Israel yang lain)".
Memang, Perjanjian Lama penuh dengan sebutan "saudara mereka" yang bermaksud suku-suku Israel
yang lain. Sebagai contoh: "Tetapi bani Benjamin tidak mau mendengarkan perkataan saudara-
saudaranya, orang Israel itu." (Hakim-hakim 20:13.) Dalam ayat ini. "saudara-saudaranya" adalah suku-
suku Israel yang lain, yang berlainan dengan bani Benjamin. Di dalam Ulangan 18:18, maka "saudara
mereka" dengan jelas, bermaksud suku-suku Israel yang lain. Sekali lagi, menurut Bilangan 8:26, suku
Lewi diperintahkan agar membantu "saudara-saudaranya" yang merupakan suku-suku bani Israel
lainnya. Di 2 Raja-raja 24:12, bani Yehuda berasingan dengan "saudara mereka", sekali lagi suku-suku
Israel yang lain. (Tengok juga Hakim-hakim 21:22, 2 Samuel 2:26, 2 Raja-raja 23:9, 1 Tawarikh 12:32, 2
Tawarikh 28:15 dan lain-lain.)

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

55
Memang, di Ulangan 17:15 kita baca bahawa Musa pada satu ketika berkata kepada kaum Israel "Dari
tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; salah seorang
asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kau angkat atasmu". Cuma seorang Israel sahaja yang
boleh diangkat sebagai raja kepada Israel – "dari tengah-tengah saudara-saudaramu" – orang asing
tidak dibenarkan, sama ada dia kaum Ismail, suku Edom atau lain-lain, yang boleh diangkat sebagai raja
kepada Israel, kecuali dia adalah "saudara mereka", iaitu seorang daripada bani-bani Israel.

Sekarang kita mempunyai dalil mutlak yang melenyapkan cadangan bahawa Muhammad diramalkan
dalam Ulangan 18:18. Muhammad adalah keturunan Ismail dan oleh itu, dengan sendirinya tidak layak
sebagai calon nabi yang diramalkan mengikut ayat itu. Nabi itu sememangnya akan datang dari salah
satu bani-bani Israel, melainkan suku Lewi. Allah berkata bahawa Dia akan membangkitkan seorang
nabi seperti Musa bagi suku Lewi dari antara "saudara mereka", iaitu dari salah satu bani-bani Israel
yang lain. Oleh kerana tujuan kita adalah untuk membuktikan bahawa Isa adalah nabi yang diramalkan
oleh ayat itu, sekarang masa yang baik untuk menjelaskan bahawa Isa adalah dari keturunan bani
Yehuda (Injil Matius 1:2, Ibrani 7:14). Oleh kerana itu, dia memenuhi syarat menjadi calon nabi yang
akan dibangkitkan dari antara saudara suku Lewi.

3. Nabi Seperti Musa

Keluaran publisi Islam penuh dengan perbandingan di antara Musa dan Muhammad di mana bukti-
bukti menunjukkan persamaan di antara mereka dikemukakan. Keluaran publisi ini juga
mengemukakan perbezaan di antara Isa dan Musa di mana penulis cuba menolak Isa sebagai calon
nabi yang diramalkan dalam Ulangan 18:18.

Dalam buku What does the Bible say about Muhammad, Deedat mengeluarkan beberapa persamaan
diantara Musa dan Muhammad di mana dia berkata tidak wujud diantara Musa dan Isa. Kebanyakannya
tidak bermakna dan hanya menunjukkna keunggulan Isa daripada kaum manusia. Sebagai contoh,
Deedat berbahas bahawa Musa dan Muhammad dilahirkan secara biasa dan dikebumikan setelah
meninggal, malah Isa dilahirkan oleh anak-dara, tiada bapa, dinaikkan ke syurga (Deedat, What the
Bible Says About Muhammad, hal.7, 12). Sememangnya semua manusia mempunyai ibubapa dan
menjadi abu setelah meninggal. Deedat hanya mengemukakan fakta-fakta bagaimana Isa lebih unik
daripada manusia. Cara ini tidak boleh digunakan untuk mengenali nabi yang Musa ramalkan mengikut
ayat Ulangan 18:18.
Di dalam keluaran publisi itu, kadang-kala kami menjumpai persamaan di antara Musa dan Muhammad
yang lebihkuat dan menonjol, yang memang perlu dianalisa secara lebih mendalam.
Tiga contoh persamaan adalah seperti berikut:
1. Musa dan Muhammad adalah pemberi hukum Allah, kepala ketenteraan, pimpinan rohani dan
kebangsaan mereka.
2. Musa dan Muhammad pada mulanya, ditolak oleh umat mereka, tersingkir daripada umat mereka oleh
tindakan pimpinan agama dan bangsa, tetapi pulang kepada mereka setelah beberapa tahun untuk
menjadi pimpinan urusan agama dan bangsa mereka.
3. Musa dan Muhammad berhasil membuka kesempatan menawan tanah Palestin selepas kematian
mereka, melalui pengikut-pengikut mereka, masing-masing Yosua dan Umar. Pada masa yang sama,
keluaran publisi buku itu mengatakan bahawa Isa dan Musa amat berbeza mengikut kepercayaan kaum
Kristian. Oleh itu Isa bukanlah nabi yang diramalkan.

Perbedaan-perbedaan yang dikemukakan adalah seperti berikut:
1. Musa hanyalah seorang nabi tetapi menurut kepercayaan kaum Kristian, Isa adalah Anak Allah.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

56
2. Musa meninggal secara biasa tetapi Isa mati melalui cara kekerasan.
3. Musa adalah pemimpin bangsa Israel tetapi Isa tidak pernah memerintah semasa pelayananNya
diatas Bumi.

Kerana ini terpaksa kami bertanya: adakah persamaan dan perbezaan begini membuktikan dengan jelas
bahawa Muhammad adalah nabi yang diramalkan oleh Musa dalam Ulangan 18:18? Sememangnya
tidak.

Pertama, perbezaan di antara Musa dan Isa yang dikemukakan tidak penting. Al-Kitab selalu
memanggil Isa sebagai nabi dan Anak Allah (Injil Matius 13:57, 21:11, Injil Yohanes 4:44) dan fakta Isa
mati disalibkan tidak berkaitan dengan masalah tersebut. Banyak nabi yang dibunuh oleh bangsa
Yahudi kerana kesaksian mereka, dan kebenaran fakta ini mendapatkan dukungan baik dari Al-Kitab
maupun Al-Quran (Injil Matius 23:31, Surah 2:91). Lebih-lebih lagi, Al-Kitab mengatakan bahawa Umat
Kristian telah menggantikan negara Israel sebagai bangsa kesayangan Allah. Oleh itu, dapat dilihat pula
bahawa Musa memimpin umatnya pada zaman dulu, jadi Isa sekarang mengetuai Umat Allah dari
tahkta-Nya di syurga. Dalam kes ini, Isa adalah seperti Musa.

Kedua, apabila kami membalikkan perbandingan seperti ini, kami juga boleh menunjukkan persamaan
di antara Musa dan Isa di mana Muhammad dibezakan dengan mereka. Sebagai contoh:

1. Musa dan Isa adalah berbangsa keturunan Israel (Yakub), sedangkan Muhammad adalah berbangsa
keturunan Ismail. (Ini adalah faktor utama yang menentukan identiti nabi yang diramalkan oleh
Musa.)
2. Musa dan Isa pergi ke Mesir, sedangkan Muhammad tidak pernah ke Mesir. Kita baca mengenai
Musa: "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir" (Ibrani 11:27). Mengenai Isa kita baca: "Dari
Mesir Kupanggil Anak-Ku." (Injil Matius 2:15.)
3. Musa dan Isa menolak kekayaan dan berkongsi kemiskinan dengan umat mereka sedangkan
Muhammad tidak melakukan hal itu. Kita baca mengenai Musa: "Ia menganggap penghinaan kerana
Al-Masih(Kristus) sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir" dan "karena ia
lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah," (Ibrani 11:25-26). Mengenai Isa kita baca:
"Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Isa Al-Masih(Yesus Kristus), bahwa Ia, yang
oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh kerana
kemiskinan-Nya." (2 Korintus 8:9.) Jadi kita ada persamaan di antara Musa dan Isa yang
menunjukkan adanya perbezaan jelas dengan Muhammad. Ini menunjukkan betapa lemahnya cara
kaum Muslim membandingkan Musa dengan Muhammad (sambil membezakan Isa dengan mereka),
kerana cara perbandingan ini harus boleh dilakukan dua arah. Al-Quran sendiri menafikan
persamaan di antara Musa dan Muhammad! Tiada diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang
telah diberikan kepada Musa dahulu. (Surah 28:48.)

Jadi bagaimana kita dapat mengenali nabi itu yang diramalkan dalam Ulangan 18:18? Oleh kerana
banyak nabi yang telah lalu, bagi kita masuk akal untuk menelitikan nabi ini yang mempunyai sifat-sifat
seperti nabi Musa dalam cara tertentu yang unik, berlainan dengan nabi-nabi lain. Memang jelas
bahawa nabi itu akan seperti Musa dengan cara yang unik dan luar biasa. Sememangnya, Allah akan
memberi tanda-tanda yang jelas membezakan nabi ini dari pada nabi-nabi lain di dalam firman-Nya.
"Seorang nabi dari tengah-tengah mu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan
dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

57
Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada Tuhan, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari
perkumpulan dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang
besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati." (Ulangan 18:15-16.) Nabi itu akan
dibangkitkan sebagaimana Allah telah membangkitkan Musa, iaitu sebagai orang pengantara
perjanjian yang Allah berikan di Horeb. Kaum Israel merayu kepada Musa supaya dia menjadi orang
pengantara di antara mereka dengan Allah kerana mereka tidak ingin mendengar suara Allah dengan
bersua muka-Nya. Allah berkata "Apa yang dikatakan mereka itu baik" (Ulangan 18:17). Lalu Allah
menaikkan Musa sebagai orang pengantara perjanjian di antara-Nya dengan kaum Israel. Kita mesti
juga menimbang bahawa Allah bercakap kepada Musa melalui cara yang khas seperti yang tertulis
dalam Al-Kitab: "Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang
berbicara kepada temannya." (Keluaran 33:11.)

Al-Quran juga mengatakan bahawa Allah bercakap terus kepada Musa dengan cara yang berlainan
daripada nabi-nabi yang lain (Surah 4:164). Lebih-lebih lagi, untuk mensahkan Musa sebagai orang
pengantara dalam tugas yang penting ini, Allah telah mumbuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat di
hadapan kaum Israel melalui Musa.

Sebab Allah telah berjanji bahawa nabi yang akan datang akan seperti Musa dalam tugas pengatara
perjanjian, jadi sifat-sifat nabi itu mestilah berdasarkan:
1. Nabi itu akan menjadi orang pengantara di antara Allah dengan umat-Nya.
2. Nabi itu akan mengenali muka Allah.
3. Tugasnya akan dikukuhkan dengan kehadiran tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat dengan kuasa
Allah, di hadapan kaum Israel.

Sifat-sifat sebegini sememangnya mendapat dasar dalam ayat penutup kitab Ulangan: Seperti Musa
yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,
dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap
Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, dan dalam hal segala perbuatan
kekuasaan dan segala kedashyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.
(Ulangan 34:10-12.)
Tiga sifat Musa sebagai nabi memang jelas disebut: dia adalah orang pengantara Allah dengan Israel,
dia mengenal muka Tuhan, dan dia membuat tanda dan mujizat yang hebat. Nabi yang akan datang
mesti meniru sifat-sifat Musa sebegini.

Adakah Muhammad Mempunyai Sifat-Sifat Sebegini Yang Luar Biasa?

Pertama, Allah bercakap dengan bersua muka kepada Musa supaya dia menjadi orang pengantara
Allah dan umat-Nya Israel. Sedangkan Al-Quran dikatakan diturunkan oleh malaikat Jibril kepada
Muhammad dan tidak pernah Allah bersua muka dengan Muhammad, sebagaimana yang diakui kaum
Muslim. Muhammad juga tidak menjadi orang pengantara perjanjian di antara Allah dengan umat-Nya,
iaitu kaum Israel.

Kedua, Muhammad tidak melakukan apa-apa tanda atau mujizat. Walaupun Hadis mencatat beberapa
mujizat yang banyak ragam, kesemua ini adalah dongeng, kerana Al-Quran mengatakan dengan jelas
bahawa Muhammad tidak melakukan sebarang tanda. Dalam Surah 6:37, apabila musuh Muhammad
berkata "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mu’jizat dari Tuhannya?"
Muhammad cuma menjawab bahawa Allah akan membuatnya jika Dia ingin tetapi Allah masih belum
melakukannya. Dalam Surah yang sama kita baca bahawa Muhammad berkata, "Bukanlah wewenangku
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

58
(untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya," (Surah 6:57) yang
bermaksud tanda-tanda dan mujizat-mujizat seperti yang Musa lakukan.

Muhammad terus berkata bahawa jika dia mempunyai tanda-tanda itu, pertelingkahan di antara dia
dengan musuhnya seharus telah selesai awal-awal lagi. Sekali lagi dalam surah yang sama, musuh
Muhammad berkata bahawa mereka akan bertaubat sekiranya tanda-tanda datang dari Allah, tetapi
Muhammad hanya menjawab bahawa Allah tidak berbuat begitu kerana mereka tidak akan percaya
juga (seperti orang Yahudi tidak percaya mengenai Isa – Injil Yohanes 12:37). Lebih-lebih lagi, Al-Quran
juga mencatatkan bahawa musuh-musuh Muhammad yang berada di Mekah pernah berkata
kepadanya: "Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada
Musa dahulu?" (Surah 28:48.) Jawapan Al-Quran masih sama – mereka menolak tanda-tanda yang Musa
lakukan, jadi kenapa mereka mengharapkan Muhammad melakukan tanda-tanda? Walau
bagaimanapun, mengikut ramalan pada Ulangan 18:18, ini adalah satu perkara yang tajam dan penting
kerana ia dengan jelas, membezakan Musa dan Muhammad dalam perihal tanda-tanda dan mujizat.

Jadi bagaimana dapat Muhammad dikatakan sebagai nabi yang diramalkan pada Ulangan 18:18
sekiranya dia tidak diberi kuasa untuk melakukan sebarang tanda-tanda dan mujizat seperti yang
dilakukan oleh Musa?

Oleh itu, Muhammad sememangnya bukan seperti Musa di dalam salah satu sifat-sifat penting yang
harus ada. Al-Quran juga mempunyai kesaksiannya sendiri mengenai perkara ini. Jadi kita dapat lihat
bahawa Muhammad bukan orang pengantara di antara Allah dengan manusia, tidak dapat melakukan
sebarang tanda dan mujizat untuk membuktikan dirinya. Ulangan 34:11 mewajibkan nabi yang
diramalkan itu melakukan tanda-tanda dan mujizat seperti yang dilakukan oleh Musa, oleh kerana
Muhammad tidak melakukannya, terdapat sanggahan kedua yang secara fatal membantah Muhammad
sebagai nabi yang diramalkan oleh Ulangan 18:18. Sebagai kesimpulan, apa-apa jua bukti yang kaum
Muslim keluarkan sebagai sokongan kepada cadangan mereka, bukti yang benar-benar penting dan
berkaitan telah menolak cadagan Muhammad sebagai nabi yang diramalkan oleh Musa.

4. Isa – Nabi Seperti Musa

Sekarang mari kita timbangkan adakah Isa nabi yang diramalkan oleh Musa. Kita bermula dengan
menjawab beberapa bantahan yang dikemukakan oleh kaum Muslim. Pertama, sekiranya Isa adalah Al-
Masih, kaum Muslim berkata bahawa dia bukan nabi yang Musa ramalkan kerana orang Yahudi
membezakan di antara Elia, Al-Masih dan nabi yang diramalkan itu (Injil Yohanes 1:19-21). Perbahasan
bermula dengan menyatakan bahawa kaum Kristian percaya bahawa John Pembaptis telah datang
dalam Roh Elia, Isa adalah Al-Masih dan oleh itu, Muhammadlah nabi yang disebutkan. Kami telah
menunjukkan bahawa ianya mustahil bagi Muhammad untuk menjadi sebagai nabi itu. Walau
bagaimanapun, tiada hal muktamad yang dapat di terjemahkan daripada khabar angin orang Yahudi
itu. Mereka pernah berkata mengenai Isa: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang" (Injil Yohanes
7:40). Pada suatu masa lagi mereka berkata mengenai Isa sebagai "salah seorang dari para nabi" (Injil
Matius 16:14), dan satu ketika sebagai "seorang nabi" (Injil Markus 6:15) dan lebih teruk lagi,
memanggilnya sebagai kedua-dua Elia (Injil Markus 6:15) dan Yohanes Pembaptis (Injil Matius 16:14).
Perlu diterangkan bahawa Al-Kitab tidak menjagar bahawa Elia, Al-Masih dan nabi itu akan datang
mengikut susunan sebegini.

Soalan yang dikemukakan oleh orang Yahudi kepada Yohanes, sama ada dia Elia, Al-Masih atau nabi
itu, cuma meluahkan harapan mereka mengenai rupa orang-orang penting yang akan datang. Oleh
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

59
kerana kekeliruan mereka, kita tidak boleh mengambil berat tentang perbezaan yang mereka buat
mengenai Al-Masih dan nabi itu. Perhatikan bahawa ramalan mengenai nabi itu di buat dahulu di
dalam Perjanjian Lama (nabi itu dijanjikan oleh Musa) sebelum ramalan mengenai Al-Masih oleh para
nabi lain, dan berakhiri dengan ramalan mengenai Elia (Maleakhi 4:5). Lebih-lebih lagi, ramalan-ramalan
itu tidak membezakan nabi itu dengan Al-Masih. Malah, orang Yahudi juga, dalam satu nafas pernah
menggelar Isa sebagai nabi dan Al-Masih (Injil Yohanes 7:40-41). Satu lagi bantahan yang suka
digunakan oleh kaum Muslim adalah orang Yahudi telah membunuh Isa dan mengikut firman Allah di
Ulangan 18:20, hanya orang yang mengatakan dirinya sebagai nabi tanpa perintah Allah harus mati.

Akan tetapi setiap nabi telah mati, dan kebanyakan mereka mati dengan dashyat sepertimana
dikatakan oleh Al-Quran dan Al-Kitab, sehingga kematian seseorang nabi tidak dapat digunakan
sebagai bukti menentang keilahian misinya. Allah sememangnya tidak bermaksud yang setiap nabi
benar tidak akan mati! Apa yang Allah maksudkan adalah semua nabi palsu harus dibunuh dan akan
mati selamanya. Kita akan tahu mengenai semua nabi palsu yang telah lalu pada hari kiamat kelak. Apa
yang menjadi tumpuan perhatian kita adalah Allah telah berjanji yang Dia akan membangkitkan
seorang nabi seperti Musa yang akan menjadi orang pengantara perjanjian yang baru, dan tanda-tanda
akan menyertai perjanjian ini dan membuktikan asal sorgawinya.

Al-Kitab yang mengandungi ramalan ini mengenai nabi itu menetapkan dengan jelas bahawa Isa
adalah nabi itu. Rasul Petrus berkata bahawa Allah telah meramalkan kedatangan Isa melalui semua
nabi, merujuk dengan khusus kepada Ulangan 18:18 sebagai bukti yang Musa telah meramalkannya
(Kisah Para Rasul 3:22). Isa sendiri berkata mengenai Musa, "ia telah menulis tentang Aku" (Injil Yohanes
5:46). Amat susah untuk kita mencari dalam kesemua lima kitab Musa, ramalan yang begitu nyata
mengenai kedatangan Isa melainkan ramalan itu. Petrus memilih Ulangan 18:18 daripada tulisan Musa
yang lain, sebagai satu ramalan yang jelas mengenai kedatangan Isa Al-Masih. Juga dalam Kisah Para
Rasul 7:37 Stefanus merujuk kepada Ulangan 18:18 sebagai bukti bahawa Musa adalah seorang dari
pada mereka yang "memberitakan tentang kedatangan Orang Benar", iaitu Isa, orang yang kaum
Yahudi khianati dan salibkan. Selepas menjadi saksi kedapa tanda-tanda yang Isa lakukan dan selepas
mengambil bahagian dalam Perjanjian Baru di mana Isa telah bersua muka Allah dan menjadi orang
pengantara dengan Allah dan umat-Nya, kaum Kristian awal tahu bahawa Isa adalah nabi yang diramal
dalam Ulangan 18:18. Mereka juga tahu bahawa ramalan mengenai nabi seperti Musa, telah
ditambahkan dengan janji Allah kepada nabi Yeremia bahawa Dia akan mengantarakan Perjanjian Baru
pada masa akan datang diantara-Nya dengan umat-Nya.

Mengenai Perjanjian Baru ini, Allah dengan jelas membezakannya dengan Perjanjian Lama yang Allah
telah buat dengan Musa. Jadi memang nyata bahawa orang yang akan menjadi pengantara adalah
seorang nabi yang kedatangannya telah Musa ramalkan. Allah berkata: "Sesungguhnya, akan datang
waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan
kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada
waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku
itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman
TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah
firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati
mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi
orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab
mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan
mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." (Yeremia 31: 31-34.) "Aku akan
mengadakan perjanjian baru", Allah firmankan, dengan itu menetapkan janji-Nya dalam Ulangan 18
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

60
bahawa seorang nabi seperti Musa akan datang untuk menjadi orang pengantara di antara Allah
dengan umat-Nya. Perjanjian baru itu dibandingkan dengan perjanjian yang Allah buat dengan Musa.

Perjanjian baru tidak sama dengan perjanjian yang diberikan kepada Musa tetapi nabi yang akan
menyampaikan perjanjian baru itu akan seperti Musa. Oleh itu jelaslah bahawa kedatangan nabi yang
diramalkan dalam Ulangan 18:18 adalah nabi pengantara perjanjian baru di antara Allah dengan umat-
Nya. Kita baca mengenai Isa: "Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru" (Ibrani
9:15). Untuk meneguhkan perjanjian pertama kita baca bahawa: Kemudian Musa mengambil darah itu
dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN
dengan kamu, berdasarkan segala firman ini." (Keluaran 24:8.) Seperti perjanjian pertama yang disahkan
oleh darah korban binatang, maka nabi itu akan buat seperti Musa dan juga akan mensahkan perjanjian
baru Allah dengan darah. Isa lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh
darah-Ku" (1 Korintus 11:25) Janji Allah mengenai kedatangan seorang nabi seperti Musa yang akan
mengantarakan perjanjian baru adalah satu berkat yang besar pada zaman sebelum Isa.

Walaupun Allah mengantarakan perjanjian lama melalui Musa, api membara yang dilihat oleh kaum
Israel, bersama dengan ribut dan tanda-tanda, membuat mereka "memohon, supaya jangan lagi
berbicara kepada mereka, sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini," (Ibrani 12:19-20). Mereka
semua ingkari perjanjian (Yeremia 31:31) dan mati di kawasan belantara seperti lalat (1 Korintus 10:5).
Mereka gagal menerima kehidupan yang dijanjikan kepada mereka yang berpegang kepada perjanjian
lama. Oleh itu Allah berjanji kepada waris benih mereka bahawa Dia akan membangkitkan seorang nabi
seperti Musa dan akan mengantarakan perjanjian baru melaluinya di mana umat Allah akan berpegang
kepadanya dan mendapat janji berkat, iaitu pengetahuan sebenar mengenai Allah, pengampunan dosa,
kebolehan berpegang kepada hukum Allah, dan kurnia Allah (Yeremia 31:33-34). Tidak seperti kaum
Israel di bawah Perjanjian Lama yang keluar dari jalan Allah, umat Allah melalui Perjanjian Baru ini
adalah "jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang
menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan
kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat
dari pada darah Habel" (Ibrani 12:23-24). Isa yang membawa perjanjian ini.

Oleh itu Isa adalah nabi seperti Musa yang dijanjikan kerana Isa mengantarakan perjanjian baru di
antara Allah dan umat-Nya. Seperti Musa (dan dengan cara yang lebih unggul dibandingkan nabi-nabi
lain), Isa mengenali muka Allah dan menjadi pengantara diantara Allah dan umat-Nya. "Aku kenal Dia,
sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku," kata Isa (Injil Yohanes 7:29). Sekali lagi Isa
katakan: "tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan
menyatakan," (Injil Matius 11:27). Sekali lagi Isa berkata: "Hanya dia yang datang dari Allah, Dialah yang
telah melihat Bapa," (Injil Yohanes 6:46). Apakah bukti lanjut yang menunjukkan bahawa Isa mengenali
muka Allah dan adalah orang pengantara diantara Allah dan umat-Nya selain daripada ayat ini: "Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui
Aku….Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." (Injil Yohanes 14:6,9.) Apabila Musa
berhadapan dengan Allah. "tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah
berbicara dengan TUHAN" (Keluaran 34:29-30). Semasa Isa di atas gunung, dia menunjukkan imej Allah:
"wajah-Nya bercahaya seperti matahari" (Injil Matius 17:2). Tiada nabi lain yang dapat buat seperti ini –
tiada siapa yang dapat berbual dengan Allah secara bersua muka sehingga mukanya bercahaya.

Bukan sahaja Isa mengantarakan perjanjian baru ini seperti Musa, dengan bersua muka Allah, Dia juga
melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang hebat untuk membuktikan kerja pengantara-Nya.
Salah satu tanda hebat yang Musa lakukan adalah mengendalikan laut: "Lalu Musa mengulurkan
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

61
tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan
angin, timur yang keras" (Keluaran 14:21). Walaupun nabi lain mempunyai kuasa ke atas sungai (Yosua
3:13, 2 Raja-raja 2:14), tiada nabi lain yang seperti Musa, mengendalikan laut, sehinggalah Isa datang.
Kita baca mengenai sebutan pengikut-pengikut-Nya "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan
danaupun taat kepada-Nya?" (Injil Matius 8:27). Dia menghentikan ribut yang bermaharaja-lela di
lautan Galilea dengan berucap: "Diam! Tenanglah!" (Injil Markus 4:39). Satu lagi tanda hebat yang Musa
lakukan adalah memberi makanan kepada kaum Israel dengan roti dari syurga.

Apabila kaum Israel melihat Isa melakukan mujizat yang sebegini dengan memberi makanan kepada
lebih kurang lima ribu orang dengan beberapa buku roti sahaja, mereka yakin bahawa dialah nabi yang
dijanjikan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini
adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." (Injil Yohanes 6:14.) Apabila mereka
melihat tanda itu, mereka berkata "Inilah nabi itu." Mereka mengetahui dengan jelas bahawa nabi yang
dijanjikan akan dikenali dengan tanda-tanda dilakukan-Nya, seperti yang Musa lakukan. Apabila Isa
enggan mengulangi tanda itu, kaum Israel mengingati bahawa Musa melakukan tanda itu selama 40
tahun tanpa berhenti. Dengan merujuk kepada tanda Musa, mereka bertanya kepada Isa, "Tanda
apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?" (Injil Yohanes
6:30). Isa menjawab: "Akulah roti hidup. Nenek moyangmu makan manna di padang gurun dan mereka
telah mati. Inilah roti yang turun dari syurga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Akulah roti hidup yang telah turun dari syurga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup
selama-lamanya, dan roti yang Ku berikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup
dunia." (Injil Yohanes 6:48-51.) Di dalam setiap cara, Isa menunjukkan yang dia adalah nabi itu, iaitu
seorang pengantara perjanjian seperti Musa – seorang yang mengenali muka Allah – seorang yang
melakukan tanda-tanda mujizat seperti Musa.

Kaum Israel berkata dengan tepat apabila mereka berkata mengenai Isa "Dia ini benar-benar nabi yang
akan datang." (Injil Yohanes 7:40.) Jadi terbuktilah bahawa Muhammad tidak diramalkan oleh Ulangan
18:18 tetapi nabi Isa yang diramalkan. Jika Muhammad tidak diramalkan dalam Perjanjian Lama, tentu
sekali dia tidak diramalkan dalam Perjanjian Baru. Isa Al-Masih adalah puncak semua ramalan yang
diwahyukan di dalam Kitab-kitab Allah. Semua perjanjian, wahyu dan berkat Allah ada pada-Nya – yang
merupakan puncak kasih sayang dan budi Allah terhadap manusia.

Sebab Al-Masih(Kristus) adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan
"Amin" untuk memuliakan Allah. (2 Korintus 1:20.)

Kita akan melihat dengan jelas sekali bahawa di dalam Taurat dan Injil, hanya ada seorang penyelamat,
seorang sahaja di mana budi Allah didapati. Walaupun banyak nabi pada zaman dahulu – yang benar
dan yang palsu – tetapi hanya ada seorang Tuhan dan Penyelamat, iaitu Isa Al-Masih. Allah ingin
menekankan kebenaran ini kepada semua manusia supaya mereka akan bertaubat dan mengikut Isa Al-
Masih ke dalam Kerajaan Syurga.

Sesiapa yang tidak percaya kepada firman-Nya maupun tidak percaya akan Dia dengan seluruh hati,
maka tunggulah akan "penghakiman dan api yang dashyat" (Ibrani 10:27) apabila Allah memenuhi
amaran-Nya pada Ulangan 18:19 dengan membuang keluar mereka yang tidak percaya kepada
Penyelamat, dari hadapan-Nya buat selama-lamanya. "Percayalah kepada Tuhan Isa Al-Masih(Yesus
Kristus) dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:31.)

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

62
Tanggapan dari salah satu Netter Kristen:
Oleh Bombastic
Iya nih sinyal buat muhamat di injil: Nubuatan datangnya nabi muhamad menurut Alkitab

Shalom, Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus,

Umat muslim menganggap bahwa nabi besar mereka, muhammad saw, adalah nabi penutup atau nabi yang
terakhir diutus oleh allah swt. Diantara para nabi yang disebutkan dalam kitab mereka, ada beberapa nabi (tidak
semua) berasal dari Alkitab. Rupanya, mereka mengklaim bahwa agama yang mereka bawa berasal dari akar yang
sama, yaitu dari ibrahim (baca:Abraham). Nah, jika memang muhammad adalah nabi penutup atau yang terakhir
diutus, seharusnya kedatangan nabi ini telah dinubuatkan dalam kitab yang terbit sebelum jaman muhammad
(lahir th 570M). Dan sudah seharusnya nabi ini memiliki tanda dan mujizat yang paling besar, lebih besar dari
pendahulunya. Oleh karena itu, para cendekiawan muslim berusaha untuk memperlajari isi Alkitab, dengan tujuan
untuk menemukan nubuatan tentang kedatangan nabi besar ini.

Kami dari pihak Kristen, walaupun tidak mengakui muhammad sebagai nabi terakhir, karena sampai detik ini pun
Tuhan Yesus masih mengutus beberapa orang untuk bernubuat bagi bangsa2, mengadakan tanda dan mujizat
agar kita menyadari bahwa kuasa Tuhan itu benar-benar nyata, tidak pernah berobah, dahulu, sekarang dan
sampai selama-lamanya. Namun kami yang telah sedikit banyak lebih paham isi kitab suci kami, ingin membantu
kalian dalam menemukan nubuatan tersebut dalam kitab kami.

Inilah beberapa temuan kami, mohon kalian meneliti dan merenungkannya:

1. Nabi Musa (bacalah Kitab Ulangan 13:1-5) Poin:
- Akan ada seorang nabi yang mengajak untuk mengikuti allah yang tak dikenal.
- Tujuan nabi ini adalah untuk menyesatkan orang dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allah.
- Janganlah kalian dengarkan dia.
Tanggapan: Nabi muhammad saw mengajak semua orang untuk masuk agama islam, menyembah allah swt, yaitu
zat yang maha suci dan tinggal di kabah. Selain itu, ajarannya menyimpang dari ajaran TUHAN, Allah Israel.

2. Nabi Yosua (bacalah Kitab Yosua 23:6- Poin:
- Peliharalah Kitab Hukum Musa, jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri.
- Jangan bergaul dengan bangsa lain (spt Arab misalnya) - Jangan mengakui allah mereka. - Jangan
bersumpah demi nama allah mereka. - Jangan beribadah atau sujud menyembah allah mereka.
Tanggapan: Nabi muhammad saw adalah nabi dari Arab, memiliki allah sendiri, mengajak masuk islam dengan
bersumpah kepada allahnya orang arab, dan beribadah dan sujud menyembah allah mereka yang tinggal di arab.

3. Nabi Yeremia (bacalah Kitab Yeremia 23:16) Poin:
- Seorang nabi palsu hanya memberi harapan sia-sia.
- Seorang nabi palsu hanya mengungkapkan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut
Tuhan.
Tanggapan: Ajaran nabi muhammad saw tidak memberikan kepastian tentang keselamatan kekal di sorga, hanya
menduga-duga bahwa dengan pahala, berbuat amal sebanyak-banyaknya, kiranya, moga-moga, mudah-mudahan,
bisa melebihi dosanya. Sampai saat ini muhammad masih di doakan oleh seluruh pengikutnya agar mendapatkan
keselamatan, dan belum tampak adanya perubahan atas statusnya sampai saat ini.
4. Nabi Yehezkiel (bacalah Kitab Yehezkiel 13:3-6) Poin:
- Nabi bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan tidak melihat suatu pengelihatan.
- Pengelihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong.
- Tuhan tidak mengutus mereka dan mereka tetap menanti firman bohong itu digenapiNya.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

63
Tanggapan: Dalam alquran memang tercantum beberapa ajaran dari Alkitab, untuk membenarkan diri bahwa
islam yang dibawa muhammad berasal dari Allah Israel, namun akhirnya mengajarkan untuk menyembah allah
arab yang tinggal di kabah. Ajaran yang berasal dari bisikan hatinya sendiri antara lain tentang halalnya wanita
yang dikawini muhammad, halalnya merampok pedagang di jalan allah, halalnya berperang di jalan allah, tentang
poligami, perbudakan, jin muslim, gambaran tentang surga, dsb.

5. Tuhan Yesus (bacalah Injil Matius 7:15-23, Markus 13:22, Lukas 17:1-2) Poin:
- Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu.
- Dari buahnyalah engkau akan mengenal mereka.
- Penyesatan pasti terjadi, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Tanggapan: Apakah muhammad saw nabi yang diutus oleh Allah Israel? nampaknya tidak, sebab mereka
membenci bangsa israel. Adakah kasih yang sempurna dimiliki oleh seorang muslim? adakah mereka mampu
mengampuni musuh2 mereka?

6. Rasul Petrus (bacalah Kitab 2Petrus 2:1-22) Poin:
- Nabi palsu memasukkan ajaran sesat yang membinasakan
- Menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dari dosa, yaitu Yesus Kristus.
- Memiliki cara hidup yang dikuasai oleh hawa nafsu.
- Berani dan angkuh, tidak segan2 menghujat kemuliaan.
- Menjanjikan kemerdekaan kepada orang2, padahal mereka sendiri adalah hamba kebinasaan.
Tanggapan: Nabi muhammad saw mengajarkan bahwa berjihad upahnya langsung masuk sorga, juga
menyangkal Yesus sebagai Tuhan, hidup dalam hawa nafsu duniawi, dengan terang2an menyembah dan mencium
batu, dan menjanjikan pengikutnya mendapat pengampunan dari allahnya, padahal dia sendiri berdosa.

7. Rasul Yohanes (bacalah Kitab 1Yohanes 2:18-27)
- Kebenaran sama sekali tidak berdusta.
- Ajaran palsu menyangkal Yesus sebagai Kristus /Juruselamat Dunia.
- Ajaran palsu menyangkal Yesus sebagai Anak Allah.
Tanggapan: Dalam alquran sudah jelas bahwa islam tidak mengenal adanya penebusan dosa, karena orang
berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan juga berkali2 mengajarkan bahwa Allah tidak memiliki, tidak
mengangkat, mengadopsi, seseorang menjadi anakNya, bahkan mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah, ataupun
Anak Allah. Demikianlah sedikit bantuan dari kami, tentang ayat Alkitab yang menyatakan bahwa akan muncul
seorang nabi besar, yaitu nabi muhammad saw. kiranya apa yang telah kami kemukakan dapat berguna bagi
semua pihak yang bersangkutan. gw tambahin lagi "sinyalnya" “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang
kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius
7:15) “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.” (Matius 24:11) “Sebab Mesias-mesias palsu
dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat,
sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Matius 24:24; Markus 13:22)
“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal
dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” (I Yohanes 4:1)
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

64
ZAINAB DAN MUHAMMAD: MANIPULATOR TERBESAR DAN TERSADIS DI DUNIA !
Author: Mohammad Asghar

Phillip K. Hitti menulis bahwa “walau ia satu2nya nabi yg kelahirannya tercatat dalam sejarah, masa
muda Muhamad tidak diketahui : bgm ia berjuang menopang hidupnya, kesadaran akan peranannya …
kesemuanya hanya didasarkan pada segelintir laporan yg bisa dipercaya.” Tapi info segelintir ini
digunakan apra pakar Muslim utk membela nabi dan segala tindakannya yang di mata non-Muslim
dianggap sama sekali tidak terpuji. Dlm membela nabi mereka ini, Muslim bahkan menolak pengakuan
para biographer Muhamad yg paling dinipun.

Tapi bgm dengan Quran? Adakah Muslim yg membantahnya ?

Saya memilih Surat Al Ahzab (Bab 33) bagi analisa saya mengenai sikap Muhamad terhdp wanita.

Surat Ahzab membahas pertempuran ‘the Battle of Trench’ dan perkawinan Zainab dgn Zaid, seorang
mantan budak sang ‘nabi.’ Ia diadopsi Muhamad sbg puteranya sendiri. Karena adopsi oleh tradisi
berhala dulu dianggap sbg perbuatan terpuji, Muhamadpun menyebut dirinya Abu Zaid, yi Bapaknya
Zaid. Perbuatannya ini sesuai dgn tradisi kuno berhala yg sudah ada lama sebelum Islam, tradisi mana
dianut Muhamad sebelum memulai agama barunya itu.

[33.37] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan
kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang
kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia,
sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap
istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk
(mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya
daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Mari kita baca apa yg dikatakan Mohammad Marmaduke Pickthall, penerjemah Quran dlm bahasa
Inggris yg menjadi panutan Muslim seantero dunia. Ini yg ditulisnya dlm pendahuluan Surat diatas;
“Ayat 37 merujuk pada perkawinan tidak bahagianya Zaid dgn Zainab, wanita kelas tinggi bangsa Quraisy. Nabi
menjodohkan mereka berdua dgn maksud mendobrak sistim kasta masyarakat berhala, tanpa sedikitpun
mengindahkan perasaan Zainab . Tradisi mengatakan bahwa Zainab dan saudara lelakinya sangat menentang
perjodohan tsb dan bahwa Zainab selalu inign menikahi sang nabi. Bagi Zainab, perkawinan ini hanyalah
membawanya rasa malu dan rasa hina.

Ketika nabi tahu akan ketidakserasian perkawinan mereka, ia mendesak Zaid agar tidak
menceraikannya, takut akan penilian buruk masyarakat. Pada akhirnya, Zaid menceraikannya dan nabi
DIPERINTAHKAN utk menikahinya, dan dgn demikian lewat contohnya ini, nabi membatalkan adat
takhyul kaum berhala, yi menganggap putera2 yg diadopsi sbg putera mereka sendiri, yg merupakan
hal menentang hukum Allah (yi hukum alam); sementara merencanakan sebuah perkawinan, keinginan
wanita harus diperhitungkan. Perkawinan tidak bahagia bukan bagian dari rencana Allah dan tidak
boleh dianggap suci dlm Islam.”

Surat ini dimulai dgn seruan dari Muhamad, yg bertanya pada dirinya:
[33.1] Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-
orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

65
Fakta bahwa Muhamad percaya bahwa tuhannya Mekah (4) yg menurunkan wahyu ini dan bahwa
tuhannya Mekah itu berada dibawah perintah Allah yg Paling Tinggi dan Maha Kuasa nyata sekali dari
ayat diatas.

Ayat pertama menunjukkan bahwa saat ia mengucapkan kata2 itu, ia letih dan frustrasi. Ia harus
berpikir keras apakah ia sebaiknya berhenti bermimpi ttg Zainab, isteri anak angkatnya, Zaid. Saat ia
mempertimbangkan utk membatalkan niatnya itu, datanglah akal bulusnya. Ini merupakan kesempatan
bagus baginya utk membalas dendam terhdp ayah dan ibu Zainab yg selalu menganggap nabi
gadungan itu mahluk hina.

Tetapi apa yg membuatnya takut pada Kafirun dan Munafikun ?

Dateline Mecca: Setelah kematian Khadijah th 619M, pada tahun yg sama itu juga paman dan
pelindung Muhamad, Abu Talib, wafat. Ia akhirnya seorang diri, tanpa uang, tanpa pelindung. Saat
mencari pelindung lelaki, ia juga kebelet mencari perempuan utk memuaskan dahaga seksualnya..

Matanya tertuju pada saudara sepupunya, Zainab. Ia anggota suku Quraish (YAHUDI !), muda dan
cantik. Walau keluarganya tidak kaya raya, tingkah lakunya sangat ningrat, sesuai dgn tata krama
sukunya.

Muhamad menjumpai ibunya, Umimah binti Abdul Muttalib dan kakak laki2nya, Abdullah Ibn Jash dan
meminta Zainab sbg isterinya. Walau mereka sudah memeluk Islam, mereka menolak perkawinan ini
karena Zainab terlalu muda utk dikawinkan pada lelaki tua yg pantas menjadi bapaknya, apalagi ia
tidak mampu membayar emas kawin. Penolakan ini sangat melukainya dan ia bersumpah utk
membalas hinaan ini.

Dateline: Medina: Timeline: Pada akhir tahun ke 5 dan akhir tahun ke 7 Hijrah, Muhamad tidak hanya
sudah berkuasa, tetapi ia juga mengumpulkan 4 wanita dlm haremnya utk memuaskan nafu seksualnya:
Sawda, Aisha, Hafsah and Umm Salama.(5) Ia kini berada dlm posisi utk menghina Zainab dan anggota
keluarganya.

Rencananya adalah, Zaid menceraikan isteri pertamanya (LOH ! Zaid SUDAH NIKAH TOH !!) dan
menikahi Zainab. Dan begitu ia menikahi Zainab, ia diperintahkan agar segera menceraikannya, agar
merendahkan posisi dan kehormatan wanita itu dimata suku bangsanya. Dgn status rendah sbg janda
cerai ini, Zainab tidak punya pilihan lain tetapi menerima Muhamad sbg suaminya.

Tetapi masih ada dua halangan yg harus dilewatinya:
1) Pihak berhala tidak setuju dgn perkawinan antara bapak seorang anak angkat dgn bekas isteri sang
anak angkat.
2) Deklarasinya bahwa seorang lelaki tidak dapat menikahi lebih dari empat isteri juga menjadi
halangannya.(6)
3) Kekuasaannya belum komplet dan ia memerlukan lebih banyak waktu agar dapt menjadi penguasa
absolut jazirah Arab yg di-idam2kannya itu.

Ia takut kalau Zainab dibawa ke Haremnya, kaum berhala akan menentangnya. Ini akan mempersulit
ambisinya sbg raja segala raja jazirah Arab. Inilah yg dimaksudkan dgn ‘ketakutan Kafirun dan
Munafikun’ yg dimaksudkan oleh ayat 33:1.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

66
Nah, apa yg dilakukannya ? Bikin deklarasi lagi, tentunya.
[33.4] Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan
istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak
kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang
sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

(BTW : Zhihar adalah tradisi kaum berhala Arab, dimana seorang suami memberikan status ‘ibu ‘ kpd
isterinya. Setelah seorang suami menyatakan bahwa isterinya spt ibunya, sang isteri tidak lagi dapat
menuntut haknya yg didapatnya dari perkawinan, dan ia juga tidak bebas utk menikahi lelaki lain.)

Katanya juga:
[33.5] Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih
adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai)
saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf
padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.

Muhamad sangat kategoris dlm hal pemberian nama anak2 yg diadopsi ini. Ia mengatakan kpd
pengikutnya, daripada memberikan nama mereka kpd anak2 yg mereka adopsi, mereka harus memberi
anak2 itu nama ayah biologis mereka sendiri, dan jika mereka tidak tahu siapa ayah biologis mereka,
mereka harus dinamakan ‘saudara seagama,’ atau ‘Maula’. Jadi, lelaki Muslim yg mengadopsi tidak
boleh memberikan nama mereka kpd anak2 yg mereka adopsi.

Mengapa ? Ini merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan, selain tidak praktis. Ini alasannya:

Setelah tsunami th 2004, ratusan ribu lelaki dan wanita tewas. Anak2 mereka yg selamat tiba2 menjadi
yatim piatu, tanpa siapapun yg mengurus dan mengasihi mereka. Ada yg diurus yayasan2 amal, ada
juga yg diaposi oleh orang2 tulus diseantero dunia. Misalkan salah satu bayi diadopsi oleh lelaki Muslim
dan ia tidak tahu nama ayah dari anak yg diadopsinya itu. Jadi, apa perintah Islam baginya ?

Ia tidak boleh mencintai anak itu spt anaknya sendiri dan ia tidak boleh memberinya nama keluarganya.
Orang tidak boleh menyangka bahwa mereka ayah-anak. Panggilan Maula sama saja dgn
mengumumkan kpd dunia bahwa, ‘ini lho, anak yang BUKAN anak saya !’

Nah, bgm rasanya seorang anak yg diperlakukan spt itu ? Inilah perintah dari Allah yg Maha Pengasih ?
Dan bgm dgn bayi perempuan yg diadopsi Muslim ? Quran tidak menyebut satu halpun ttg adopsi
anak perempuan oleh keluarga Muslim. Allah lupa ? Kata “Maula” dlm bhs Arab menyimpan banyak
arti. Bisa berarti saudara sepupu, atau teman dekat atau bahkan teman, Dan menyebut seorang anak
perempuan yg diadopsi dgn nama ‘Maula’ semakin menguntungkan bagi sang ‘ayah’ Muslim.

Kalau ia mau, ia BOLEH meniduri anak itu, atau menikahinya saat ia mencapai usia tertentu. Menyebut
anak adopsi itu sbg ‘puteri’nya atau memberikan gadis itu namanya hanya akan membatasi keinginan
sang ‘ayah’ Muslim selain, ia harus memberinya cinta kasih yg sama dgn anaknya sendiri.

Aturan Muhamad yg rancu ini membuat pengikutnya menyatakan bahwa adopsi dlm Islam TIDAK
diperbolehkan oleh Syariah. Jadi dgn kata lain, walau seorang anak malang tidak punya orang tua,
seorang Muslim tidak boleh mengadopsinya; membiarkannya mati atau terlantar lebih baik daripada
mengadopsinya, demikian hukum Islam yg konon menurut Muslim, penuh dgn kasih sayang itu.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

67
Bagi saya, inilah kekejaman ekstrim Muhamad terhdp anak2. Bahkan hewanpun tidak sekejam ini.
Bahkan hewanpun masih memiliki kasih bagi bayi2 yg mereka adopsi. Tapi Muslim tetap menyebutnya
sbg Insan al kamil dan rahmatul lil alamin.

Karena keinginan Muhamad utk meniduri Zainab inilah, ia menurunkan aturan adopsi yg sinting itu. Ia
tahu bahwa kaum berhala menyayangi anak2 adopsi mereka spt anak mereka sendiri. Kaum berhala
tidak sedikitpun berpikir utk meniduri anak2 mereka yg mereka adopsi. Bagi kaum berhala yg beretika
tinggi ini, menikahi anak adopsi mereka adalah dosa besar. Tapi apa daya mereka menghadapi
penguasa terbengis macam Muhamad ? (Ini sama saja dgn tatap muka dng Suharto-ketika presiden
dulu- dan mengatakan bahwa ia korup. Elu mau digantung, apa ?)

Setelah ditanya, mengapa Muhamad menamakan dirinya Abu Zaid, ia dgn malunya mengatakan bahwa
‘ia bukan ayahnya, maupun bagian dari mereka.’ Apa yg dilakukannya dulu, menurutnya, adalah suatu
kesalahan, dan tidak boleh diterapkan lagi. Sungguh memalukan !
Belum puas dgn mengobrak abrik tradisi berhala yg terpuji, Muhamad semakin menekankan posisi
pentingnya. Ia, sang ‘nabi,’ dianggapnya lebih dekat kpd pengikutnya, ketimbang ibu dan ayah mereka
sendiri.

[33.6] Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah
ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi)
di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat
baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).

Dari ayat diatas, ia menuntut agar pengikutnya patuh TOTAL kpdnya dan memiliki rasa hormat TOTAL
padanya. (Itulah arti Islam: tunduk TOTAL tanpa tanya !)

Manusia dan Akal

Manusia akan selalu mencari kesalahan orang lain sedangkan dirinya belum tentu sempurna,
Muhammad bagi saya beliau adalah seseorang yang ditempatkan pada posisi pertama untuk 100 orang
berpengaruh di dunia, hebat.!! hanya itu yang bisa saya ungkapkan, karena yang menempatkan beliau
bukanlah seorang muslim. Nah...menyikapi sesosok Muhammad apakah anda pantas untuk menghina,
memfitnah, bahkan mencaci maki dia?
Belum, kalau anda sudah menggantikan posisinya barulah anda boleh berbuat seperti itu. berfikirlah
rasional karena islam rasional sepengetahuan saya janganlah di perdebatkan akan tetapi dipelajari. dan
jangan menempatkan diri anda sebagai salah satu orang orang yang munafik, jadilah diri anda sendiri
dengan kebenaran yang diakui oleh akal.

Di Mesir, Kau Dilarang Angkat Anak

Sbg orang Mesir yg tidak puas dgn keadaan negara saya, saya sering menulis ttg penyakit kronis yg
menjalar dlm masy Mesir saya ini akibat ajaran sakit si Muhamad.
Saya baru tahu bahwa Islam melarang adopsi anak2. Ini ayat Qurannya :

[33.4] Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan
istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak
kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang
sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

68
[33.5] Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih
adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai)
saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf
padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.

Dgn kata lain, jika ayah dan ibu aslimu bergaul dan kecelekaan dan hasilnya adalah kamu, seluruh
hidupmu akan sengsara, man ! Kau tidak bisa mendapatkan nama ayah angkatmu dan kau tidak dapat
mewaris darinya.

Saya ingat film populer di Mesir yg berjudul ‘Khatayah” atau “Dosa-dosa” oleh Abdel Halim. Ayah
angkat sangat marah bahwa anak angkatnya itu akan mengawini puteri teman terdekat sang ayah.
Mengapa ? Karena ayah angkatnya itu kepingin mengawini cewek itu !
Gila nggak ? Saat sang anak angkat heran dan bertanya mengapa,
sang ayah menampar mukanya dan berteriak bahwa ia hanyalah anak haram. Semakin tragis lagi, sang
ayah si cewek jadi keberatan puterinya kawin dgn 'anak haram.'
Sang ayah angkat itu hanyalah mengikuti ajaran sakit nabinya yg tidak akan mengijinkan hatinya
menerima putera angkatnya itu.

Mengapa Allah dan Muhamad membiarkan anak yatim sampai kena stigma macam ini ? Jawabannya
akan membuatmu shock dan kau akan kehilangan seluruh rasa hormatmu kpd Muhamad dan
'agama'nya.

Muhammad sendiri punya anak angkat, ZAID, yg menikah dgn wanita bernama Zeinab bent Gahsh.
Karena nafsu sexnya begitu menggebu2 setelah melihat lekuk2 tubuh Zainab, ia meminta Allah agar
Zainab cepat2 dipindah menjadi hak milik bandot tua ini.

Saya mendapat banyak email yg mengatakan bahwa saya berbohong. Nih, ayat Qurannya, kalau anda
tidak percaya juga !

[33.37] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan
kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang
kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia,
sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap
istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk
(mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya
daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
Jadi, pendeknya, orang Mesir tidak dapat mengangkat anak dan memberi mereka hak yg sederajad
dgn anak mereka sendiri hanya karena, 1400 tahun lalu, si Muhamad ngebet utk nikah dgn
menantunya.

Dalam Islam : Kau Bisa Menikahi Anak Harammu

Lihatlah pada foto diatas itu. Foto seorang ayah yg sayang anak dan sedang menggendong anaknya
dipundaknya. Tahukah kau bahwa, jika kau Muslim, dan anak itu hasil luar perkawinan (hasil hubungan
kecelakaan antara kau dan bekas pacarmu, misalnya), KAU BOLEH MENGAWININYA ?

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

69
Karena Islam tidak mengakui anak haram, secara teknis, anak itu bukan anakmu dan kau bisa
menikahinya. Ahmad el Fishawy (tokoh yg sedang terlibat kasus skandal anak haram di Mesir) menolak
mengakui puterinya karena Islam, agamanya, melarangnya. Ini ayat dari Al Forqan 25.54
[25.54] Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan
mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.
Bisakah kau percaya bahwa ada juga agama sesakit Islam yg mengijinkan kau menikahi anakmu sendiri
? Kini saya tahu mengapa Ahmad el-Fishawy menolak mengakui anak haramnya, Lina. Mungkin karena
ia lebih suka mengawininya saat ia 9 tahun nanti !

Wahai wanita Mesir: BANGUN, BUKA MATA !

Negara kami akan bisa mengatasi kebangkrutan budaya, ketololan dan kecuirgaan, hanya kalau wanita
Mesir mulai mengambil sikap kuat melawan opresi sistimatis di negara kita. Saya berharap agar wanita
Mesir berdemo dan memprotes keputusan pengadilan baru2 ini yg membatalkan kasus wanita
bernama Hend el Henway (yg saya anggap sbg pioner hak2 wanita di Mesir) melawan “khotib” Ahmad
el Fishawy.

Hend meninta pengadilan agar memaksa el Fishawy utk mengakui bahwa ia adalah ayah puterinya yg
berusia dua tahun, Leena, hasil kumpul kebo mereka (LOH ! Khotib kumpul kebo toh !). Hakim
membatalkan kasus dgn mendasari keputusannya pada hukum Islam yg mengatakan hanya mereka yg
nikah secara terbuka dapat mengakui anak2 mereka. Dgn kata lain, menurut hukum Islam yg
menjijikkan ini, kalau kau punya anak diluar kawin, kau tidak perlu mengakuinya dan kaupun tidak
perlu memberi bantuan finansial.

Saya sangat jijik dgn hakim ini dan dgn hukum yg ia gunakan. Saya kecewa dgn babi itu, el Fishawy, yg
menolak anak darah dagingnya sendiri. Dasar pengecut ! Saya harap saat puterinya besar nanti ia dapat
menendang ayahnya diselangkangannya dgn keras sekali ! Wanita2 kita perlu buka suara melawan
keputusan curang yg justru membebaskan laki2 dari tanggung jawab mereka. Jangan biarkan lelaki
menikmati segala kepuasan sex, sementara para wanita akhirnya harus menopang akibatnya sorangan
wae dlm sebuah masyarakat sakit yg hanya mampu mendiskriminasi mereka.

Dan saya belum kelar ! Malah ada sejumlah imam di Mesir yg mengeluarkan fatwa bahwa Hend harus
dirajam sampai mati ! Saya benar-benar MUAK dan LETIH oleh pemerintah Wahabi dan sistim hukum
Wahabi ini.


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

70
WAFATNYA MUHAMAD
http://answering-islam.org/

PEMBUKA

Muhammad meninggal pada 632 Masehi. Dia mati karena meminum racun setelah ia berhasil
menaklukan kaum Yahudi yang tinggal di Khaibar.

2 bulan sebelum peristiwa peracunan ini, Muhammad gagal menaklukan Mekah. Kegagalah ini
memaksanya menandatangani perjanjian Hudaybiyya dengan orang Mekah. Dia kembali dari medan
perang dengan kecewa karena dipermalukan orang Mekah, dan kehilangan harga diri di mata anak
buahnya. Untuk mengangkat lagi mental mereka yang jatuh, Muhammad mengatakan pada anak
buahnya bahwa perjanjuan Hudaybiyyah sebenarnya adalah kemenangan Muhammad. Bahkan untuk
menguatkannya, maka Muhammad menerima “Wahyu” lagi dari Allah sebagai penegasan kemenangan
Muhammad (Sura 48:1). Namun demikian, Allah belum memberikan kekayaan orang Mekah sebagai
rampasan perang, jadi sebagai gantinya Muhammad menyuruh pengikutnya untuk menyerang dan
merampok penduduk Yahudi yang lebih lemah yang tinggal di Khaibar.

6 Minggu kemudian, Muhammad memimpin pasukannya untuk menyerang Yahudi di Khaibar, ketika
mereka sedang bekerja. Khaibar adalah suatu pemukiman yang dilindungi oleh beberapa benteng yang
terpisah satu sama lain. Satu per satu benteng itu jatuh ke tangan Muhammad, sampai benteng yang
terakhir. Beberapa pemimpin Yahudi sudah dipenggal kepalanya, seorang pemimpin (Kinana) bahkan
disiksa dengan kejam untuk mengatakan dimana harta orang Khaibar disembunyikan. Dan ketika
Kinana hampir mati, Muhammad memerintahkan agar Kinana dipancung. Banyak kaum wanita dan
anak-anak yang dipebudak. Bahkan Muhammad mengambil salah satu wanita yang palung cantik
untuk menjadi miliknya bahkan kemudian diperistri (Safiyah)

Beberapa penduduk Khaibar kemudian mengadakan perjanjian dengan Muhammad. Daripada orang-
orang kaya dan kreatif dari Khaibar itu diperbudak, toh hasilnya juga tidak seberapa, orang Yahudi
minta dibiarkan hidup dan akan memberikan 50% dari apapun yang mereka punya untuk Muhammad
dan Muslim. Muhammad menerima perjanjian ini dengan syarat tambahan bahwa sewaktu-waktu ia
bisa mengusir seluruh Yahudi itu dari Khaibar. Dan memang beberapa tahun kemudian, Umar mengusir
seluruh Yahudi dari Khaibar.

Segera setelah berhasil menaklukan Khaibar, seorang perempuan Yahudi menawarkan makan malam
untuk Muhammad dan pengikutnya. Tanpa diketahui Muslim, perempuan itu telah menaruh racun ke
dalam daging domba (ada juga yang bilang kambing) yang disajikan pada makan malan kali itu.
Muhammad memakan sejumlah racun itu dan sebagai akibatnya, ia meninggal 3 tahun kemudian.

BUKTI DARI SUMBER ISLAM

BAGIAN A – MUHAMMAD DIRACUN
BAGIAN B – PERTANDA KEMATIANNYA
BAGIAN C – MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA PENYEMBUHAN
BAGIAN D – MENINGGALNYA MUHAMMAD

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

71
Akan saya gunakan 4 sumber Islam yang paling dipercaya dalam tulisan ini:
1) “Sahih Bukhari”. Hadis ini dianggap sebagai sumber yang paling penting bagi Islam, setelah Quran.
2) Biografi dari Ibn. Ishaq, “Sirat Rasul Allah” (The Life of the Prophet) yang diterjemahkan oleh A.
Guillaume sebagai “The Life of Muhammad” adalah sirat yang paling otentik dalam literatur Islam.
3) Biografi Ibn Sa’d, “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (Book of the Major Classes) volume 2. Diantara
ketiganya, Sirat Ibn Sa’d mengandung paling banyak informasi yang menjelaskan wafatnya
Muhammad. Tentunya saya tidak akan mengambil semua yang dijelaskan Ibn Sa’d. Tetapi informasi
yang paling penting akan saya masukkan di sini.
4) Karangan Tabari, “History”. Tabari adalah salah satu pengarang Islam yang sangat dihormati.
“History” terdiri dari 39 jilid.
5) “Sahih Muslim”. Koleksi hadith ini dianggap sebanding atau sedikit di bawah Hadis Bukhari.

CATATAN:

Saya mengutip dari beberapa sumber, jadi akan ada beberapa hal yang sepertinya diulang-ulang.
Tetapi sebenarnya ada detail info yang ditambahkan di setiap point yang kelihatannya hanya
perulangan tersebut. Mohon maaf kalau ada material yang saya kutip dari buku terlihat seperti
membosankan. Hal itu terpaksa saya lakukan untuk menjaga keaslian dari naskah yang saya kutip.

CATATAN:
* Komentar saya akan diletakkan pada “[]”. Seringkali pengarang buku yang saya kutip menambahkan
komentar di dalam ”()”. Saya akan menuliskan persis seperti yang ada dalam naskah asli
* Pada beberapa kasus, saya akan membuang beberapa bagian agar kutipan saya tidak terlalu panjang.
Dengan tentunya menjaga agar bagian yang dihapus itu tidak mengubah konteks.

Juga saya akan memberikan kutipan sebisa-bisanya dalam urutan kronologis.

BAGIAN A – MUHAMMAD DIRACUN

Dari Hadith Bukhari 3.786:
Dinarasikan oleh Anas Bin Malik: “Orang Yahudi membawa daging domba yang diracun yang kemudian dimakan
Nabi. Perempuan itu kemudian dibawa kehadapan Nabi dan dia ditanya,”apakah perlu kami bunuh dia”. Nabi
berkata, “Tidak”. Aku kemudian melanjutkan melihat efek racun itu pada langit-langit mulut Nabi.

Dari Hadith Bukhari 4.394:
Dinarasikan oleh Abu Huraira: Ketika Khaibar ditaklukan, daging domba yang diracun diberikan kepada Nabi
sebagai bentuk hadiah dari orang Yahudi. Nabi berkata,” Perintahkan semua Yahudi yang ada di sini berkumpul di
depanku”. Semua orang Yahudi itu kemudian dikumpulkan di depan Nabi, yang kemudian berkata,” Aku akan
menanyakan kepadamu sesuatu. Apakah kamu akan menjawab dengan jujur?”. “Ya”, jawab mereka.
Nabi bertanya,”Siapakah moyang kamu?”
Mereka menjawab,”Moyang kami adalah ini, ini, dst”
Nabi berkata,”Kamu telah berbohong, moyang kamu adalah ini, ini, dst...”
Mereka menjawab,”Ya, engkau benar Abu Al-Qasim.”
Nabi berkata,”Apakah kamu sekarang akan menjawab jujur, jika aku menanyakan sesuatu?”
Mereka menjawab,”Ya, Abu Al-Qasim. Kalaupun kami berbohong, pastilah engkau menyadarinya, seperti
pertanyaanmu barusan tentang moyang kami.”
Nabi bertanya,” Siapakah orang yang akan menghuni neraka?”
Mereka berkata,” Kami akan tinggal di Neraka untuk jangka waktu yang singkat, dan sesudah itu engkau akan
menggantikan kami tinggal di sana.”
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

72
Nabi berkata,”Terkutuklah kamu dan menderitalah kamu di Neraka. Demi Allah aku tidak akan menggantikan
tempatmu di sana. “
Kemudian Nabi bertanya,” Apakah kamu akan menjawab jujur bila aku tanya?”
Mereka menjawab,” Ya, Abu Al-Qasim”
Nabi bertanya,”Apakah kamu sudah meracuni daging ini?”
Mereka menjawab,”Ya”
Nabi melanjutkan,”Mengapa kamu melakukan hal ini ?”
Mereka menjawab, ” Untuk menguji kamu. Bila kamu adalah penipu, maka pastilah kami berhasil
menyingkirkanmu. Tetapi bila benar engkau nabi, maka racun itu tentunya tidak akan mempan.”

Dari Ibn Sa’d halaman 249:
Kenyatannya, seorang perempuan yahudi menyajikan daging beracun kepada nabi Allah. Ia mengambil sebagian
dari daging itu, menaruhnya di mulutnya, menguyahnya tapi kemudian memuntahkannya. Kemudian berkatalah ia
pada pengikutnya:”Berhenti, daging ini berkata padaku bahwa ia telah diracun” Kemudian diperintahkannya
perempuan Yahudi itu untuk dibawa ke hadapannya,”Apa yang membuatmu melakukan ini?” Dia berkata,” Aku
ingin mengetahui apakah engkau nabi sejati atau bukan; Jika ya, maka Allah tentu akan memberitahumu, dan jika
engkau palsu, aku akan bisa membebaskan kaumku dari engkau.”

Dari Ibn Sa’d halaman 249 [berbeda narator]
Nabi Allah dan pengikutnya memakan daging itu. Daging itu berkata,”Aku diracun.” Berkatalah Muhammad pada
pengikutnya,”Tahan tanganmu! karena daging ini berkata padaku ia sudah diracun!”. Mereka menarik tangannya,
tetapi Bihsr Ibn al-Bara sudah terlanjur mati. Dibawalah perempuan Yahudi kepada Nabi Allah,”Apa yang
membuatmu melakukan ini?” Dia menjawab,” Aku ingin mengetahui apakah engkau nabi sejati, bila ya maka
engkau tidak akan menderita apapun, tetapi bila engkau palsu, aku akan bisa membebaskan kaumku”. Dia
memberikan putusan untuk menghukum mati perempuan itu. [LIHAT CATATAN 1]

Dari Ibn Sa’d halaman 250 [berbeda narator]
Kenyataannya seorang wanita Yahudi dari Khaybar menyajikan daging beracun kepada nabi Allah. Lalu kemudian
ia menyadari bahwa daging itu beracun, lalu kemudian ia menghadapkan wanita itu dan bertanya,”Apa yang
membuatmu melakukan ini?” Dia berkata,” Bila engkau nabi sejati, Allah akan memperingatkanmu, tapi bila engkau
palsu, maka aku akan membebaskan kaumku dari engkau.” Ketika nabi Allah merasakan sakit dia menyayat kulitnya
sendiri untuk mengeluarkan darah [cupping].
[LIHAT CATATAN 2]

Dari Ibn Sa’d halaman 251, 252 [narator berbeda]
...Ketika nabi Allah menaklukan Khaybar dan dia sudah merasa tenang, Zaynab Bint al-Harith saudara laki-laki
Marhab, yang merupakan istri dari Sallam Ibn Mishkam, berkata, ”bagian kambing mana yang disukai
Muhammad?” mereka menjawab,”kaki depan.” Lalu dipotongnyalah salah satu kambingnya dan membakarnya.
Lalu ia mengambil racun yang paling mematikan....nabi Allah mengambil daging kambing itu (kaki depannya) dan
meletakkan ke mulutnya. Bihsr juga mengambil potongan dan meletakkan ke mulutnya. Ketika nabi Allah
menggigit sedikit, Bihsr memakan daging miliknya dan demikian juga yang lain. Lalu nabi Allah berkata,”Tahan
tangan kamu! Karena daging ini berkata padaku bahwa ia diracun. Kemudian Bihsr berkata,”Demi nama Dia yang
membuatmu besar! Aku juga mengetahuinya ada yang salah dengan daging yang aku gigit. Tidak ada yang
menahanku untuk memuntahkannya, tetapi aku tidak mau engkau jadi tidak nafsu makan hanya karena aku tidak
suka. Ketika engkau sudah makan apa yang ada di mulutmu, aku tidak mau selamat bila engkau mati, dan juga aku
berpikir, bahwa tidak mungkin engkau makan daging itu bila ada sesuatu yang salah.”

Bihsr tidak bangkit dari tempat duduknya dan warna tubuhnya menjadi seperti “taylsan” (pakaian hijau)....Nabi
Allah memanggil Zaynab dan bertanya,”Apa yang membuatmu melakukan semua ini?” Dia menjawab,”Kamu sudah
melakukan hal yang kejam pada kaumku. Kamu telah membunuh ayahku, pamanku, dan suamiku, jadi aku katakan
pada diriku sendiri,”Jika engka nabi sejati, maka daging itu akan memperingatkanmu, tapi kalau kamu nabi palsu,
aku akan menyingkirkanmu.”

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

73
Nabi allah hidup selama 3 tahun setelah peristiwa ini, yang mengakibatkan dia menderita kesakitan dan
kemudian mati. Pada saat menderita sakit, dia biasa berkata,”Aku tidak akan berhenti mencari akibat
daging beracun itu, yang aku ambil di Khaybar dan aku sudah menderita sakit beberapa kali karenanya,
dan sekarang aku rasakan racun itu memotong urat leherku.

Dari Tabari jilid 8, halaman 123, 124
Ketika nabi Allah beristirahat dari pekerjaannya, Zaynab bt. al-Harith, istri dari Sallam b. Mishkam, menyajikan
daging bakar. Dia telah menanyakan bagian mana dari daging domba yang disukai Muhammad, dan dikatakan
padanya yang disukai Muhammad adalah bagian kaki depan. Lalu ditaburinya racun pada bagian itu, dan dia juga
meracuni bagian yang lain. Lalu disajikannyalah daging beracun itu. Ketika daging itu sudah disajikan, maka nabi
Allah mengambil bagian kaki depan dan mengunyahnya sedikit, tetapi ia tidak menelannya.

Bersama dengan dia adalah Bihsr b. al Bara b. Marur, yang juga mengambil dan memakan daging itu. Tetapi ia
terlanjur menelan, sementara nabi Allah memuntahkan semua daging yang ada di mulutnya dan berkata “Tulang
ini berkata bahwa ia diracun.” Lalu bertanyalah ia, ”Apa yang menyebabkan engkau mau meracuni aku,” jawab
perempuan itu,” Tentunya engkau sudah mengetahui bagaimana engkau sudah membuat kaumku menderita. Lalu
aku katakan kepada kaumku,”Bila ia nabi sejati, ia akan diberi peringatan, tapi kalau ia palsu aku akan
menyingkirkannya.” “ Nabi memaafkannya. Bihsr mati karena racun yang ia makan.

Dari Tabari Jilid 8, halaman 124 [berbeda narator]
Nabi Allah berkata pada saat ia menderita sakit yang mengakibatkan kematiannya – saat ibu Bihsr datang
menjenguknya – “ Umm Bihsr, pada saat ini aku merasakan aortaku sakit karena makanan yang aku makan
bersama anakmu di Khaybar” [lihat Catatan 3]

Catatan 1: Ada pertentangan apakah Muhammad menghukum mati wanita yang sudah meracuninya
atau tidak. Tetapi singkatnya kalaupun akhirnya wanita itu dihukum mati salah satu alasannya yang jelas
adalah karena salah seorang Muslim yang lain (Bihsr) mati karena diracun. Lihat tulisan Ibn Sa’d
halaman 250.
Catatan 2: Cupping pada dasarnya adalah mengeluarkan darah dari tubuh dengan sengaja. Muhammad
percaya bahwa menyayat untuk mengeluarkan darah sendiri adalah “Obat paling manjur”
Catatan 3: Catatan pada kutipan A8 yang menyatakan,”ia menderita karena sakit parah di aorta” tidak
perlu dianggap secara literal, ini adalah suatu ungkapan metamorphose untuk menyimbolkan derita
sakit yang sangat parah.

BAGIAN B – PERTANDA KEMATIANNYA

Dari Hadith Bukhari 5.713:
Dinarasikan oleh Ibn Abbas:
Umar Bin Al-Khattab biasa membiarkan Ibn Abbas duduk di sebelahnya, lalu berkatalah Abdur Rahman bin Auf ke
Umar,”Kami punya anak laki-laki seperti dia.” Umar menjawab,”Aku menghormatinya karena statusnya sekarang
seperti yang kamu tahu.” Umar lalu menanyakan arti suatu ayat suci kepada Ibn Abbas:”Ketida datang pertolongan
Allah dan takhluknya Mekah...” (110:1)
Ibn Abbas menjawab,”Ini menandakan saatnya kematian nabi Allah.” Umar membalas,”aku tidak mengerti makna
yang lain kecuali yang barusan engkau katakan”
Dinarasikan oleh Aisha: Nabi pada saat kesakitan yang pada akhirnya membuhnya, biasa berkata,”Ya Aisha! aku
merasakan sakit karena makanan yang aku makan di Khaibar, dan pada saat ini, aku merasakan seolah aorta-ku
terpotong karena racun itu.”

Dari Ibn Sa’d halaman 244:
.... dan tidak ada lagi nabi lain kecuali dia yang hidup setengah dari nabi yang mendahuluinya. Yesus anak Maria
hidup 125 tahun, dan ini adalah tahun ke 62 ku. Dan Nabi meninggal setengah tahun kemudian.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

74
Dari Ibn Sa’d halaman 239:
Saat yang ditentukan (untuk meninggal) bagi Nabi Allah semakin dekat dan dia diperintahkan untuk mengucapkan
“tasbih” secara berulang-ulang dan meminta pengampunan.

Dari Ibn Sa’d halaman 240
Ketika bantuan dan kemenangan dari Allah datang, dikatakannya bahwa itu adalah panggilan Allah dan saatnya
meninggalkan dunia.

Dari Tabari Jilid 9 Halaman 108
Ketika Nabi kembali ke Medina setelah melakukan ziarah yang terakhir, dia mulai mengeluh kesakitan. Dan berita
mengenai penyakit nabi ini menyebar.... Saat Muharram Nabi mengeluh kesakitan yang akhirnya menyebabkan
kematiannya.

BAGIAN C – MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA PENYEMBUHAN

Catatan: Sudah dikutip dari Ibn Sa’d diatas (halaman 250 bahwa Muhammad mencoba untuk
menyembuhkan dirinya dari racun.

Dari Ibn Sa’d halaman 263
Seringkali pada saat sakitnya, Nabi mengucapkan “al-Mu-awwadhatayn” [Sura 113 dan 114], dan dia meniupkan
nafasnya ke tubuhnya sambil megusap wajahnya [Ini dilakukan sebagai usaha mencapai kesembuhan]

Dari Sahih Muslim volume 3, #5440
Aisha menceritakan bahwa ketika Utusan Allah menderita kesakitan, dia mengucapkan Mu’awwidhatan dan
meniup dirinya sendiri. Ketika rasa sakitnya tambah parah, aku biasa membacakan Mu’awwidhatan untuknya dan
mengusapkan tangannya ke tubuhnya agar ia semakin mendapat berkat. Juga mereferensi ke Hadith #5441

Dari Ibn Sa’d halaman 265
Nabi Allah menderita sakit dan dia (Jibril), bernyanyi untuknya, berkata, “Dalam nama Allah, pergilah semua
penyakitmu, dan pergilah Iblis, dan biarlah Allah menyembuhkanmu.”

Dari Ibn Sa’d halaman 265 [berbeda penarasi]
Aiha, istri dari Nabi biasa berkata,” Ketika Nabi Allah menderita kesakitan, Jibril bernyani untuk dia,” Dalam nama
Allah yang akan menyembuhkanmu dari penyakit dan dari segala penderitaan yang dari Iblis”

Dari Ibn Sa’d halaman 232
Seringkali, ketika Nabi Allah menderita kesakitan, dia meminta kesembuhan dari Allah. tetapi pada saat dia
menderita kesakitan yang mengakitbatkan kematiannya, dia tidak berdoa untuk penyembuhan, dia biasa berkata,”
Wahai jiwaku! apa yang terjadi padamu sehingga engkau mencari perlindungan di setiap tempat perlindungan?”

BAGIAN D – MENINGGALNYA MUHAMMAD

Hadith Bukhari 5.713]
Dinarasikan oleh Aisha:
Nabi pada saat menderita penyakit yang mengakibatkan kematiannya, biasa berkata,” Oh Aisya! Aku masih
merasakan sakit disebabkan oleh makanan yang aku makan di Khaibar, dan pada saat ini, aku merasa racun itu
telah memotong aorta-ku”


Dari Ibn Hisham halam 678
Ketika nabi mulai menderita sakit dimana Tuhan membawanya ke kehormatan dan kesabaran sesaat menjelang
akhir Safar atau pada awal Rabi’ul-awwal. Aku diceritai bahwa ia pergi ke Baqi’ul-Gharqad pada tengah malam dan
memohon untuk kematiannya. Lalu ia kembali ke keluaraganya di pagi hari dan mulai marasa kesakitan.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

75
Dari Ibn Hisham halaman 679:
Kemudian penyakit Nabi semakin parah dan dia sangat kesakitan. Dia berkat, ”Tuangkan air dari 7 kirbat (tempat
minum dari kulit) dari 7 sumur yang berbeda kepadaku, sehingga aku bisa keluar dan bicara pada orang-ku”. Maka
kami mendudukkan dia di bak mandi milik Hafsa b. Umar dan kami tuangkan air sampai ia berteriak, ”Cukup,
cukup”
.... kemudian ia [Muhammad] berkata, “ Tuhan telah memberikan pilihan kepada hamba-Nya antara tinggal di
dunia atau menghadap Tuhan, dan hamba-Nya memilih yang terakhir”

Fari Ibn Hisham halaman 680
Lalu beberapa istri-istrinya berkumpul di dekatnya ... sementara pamannya Abbas juga bersama dengan dia, dan
mereka setuju untuk memaksanya memakan obat. Abbas berkata,” Biarlah aku memaksanya,”. Ketika ia sadar,
bertanyalah ia siapa yang memaksanya minum obat. Lalu orang banyak itu menunjuk pamannya. Kemudian
lanjutnya,” Obat ini dibawa oleh seorang wanita dari negara di sana,” sambil tangannya menunjuk ke atah
Abyssinia [Ethiopia]. Lalu bertanyalah ia mengapa mereka melakukan semua ini. Jawab pamannya,”Kami takut
kalau engkau mengalam pleurisy (radang selaput dada),”. Jawabnya,”Itu adalah penyakit yang tidak mungkin
Tuhan berikan padaku. Biarlah tidak seorangpun keluar dari rumah ini, sebelum mereka juga memakan obat ini
kecuali pamanku.”. Maimuna [salah satu dari istri Muhammad] dipaksa memakan obat itu walaupun ia sedang
puasa, karena perintah Muhammad, sebagai balasan atas apa yang mereka lakukan padanya.

Dari Ibn Sa’d halaman 294
Umm Bishr [ibu dari Muslim mati saat makan racun], juga datang pada Nabi pada saat ia menderita sakit dan
berkata,” Ya Nabi Allah! Aku tidak pernah melihat demam seperti ini”. Nabi berkata padanya,” Bila pencobaan atas
kita digandakan, maka hadiah kita [di surga] juga akan digandakan. Apa yang orang katakan tentang ini [penyakit
Muhammad]?” Dia menjawab,” Mereka katakan itu adalah pleurisy (radang selaput dada” Kemudian jawab
Nabi,”Tidak mungkin Allah membiarkan Nabinya menderita penyakit itu (pleurisy) karena itu menandakan orang
tersebut kerasukan setan, tetapi penyakitku ini adalah karena aku memakan racun yang juga dimakan anakmu.
Racun itu telah memotong urat darah leherku” LIHAT CATATAN 3

Dari Ibn Hisham halaman 682
... lalu ia mendengar Aisha [satu dari istri Muhammad] berkata:”Nabi meninggal di pelukanku pada saat giliranku:
[malam saat Muhammad dijadwalkan tidur dengannya] Aku tidak melakukan apapun yang salah padanya.
Mungkin karena aku masih muda dan bodoh, akhirnya Nabi meninggal di pelukanku.

Dari Ibn Sa’d halaman 322
Ketika saat terakhir Nabi sudah dekat, dia biasa menutupi mukanya dengan suatu lembaran, tetapi ketika ia merasa
tidak nyaman, disingkirkannya lembaran itu dan berkata,” Biarlah Allah mengutuk Yahudi dan Kristen yang
membuat kuburan nabi-nabinya sebagai obyek penyembahan.”

Catatan 3: Pleurisy adalah infeksi pada membran paru-paru. Itu sangat menyakitkan. Saya tidak tahu
mengapa Muhammad menganggap infeksi ini sebagai sesuatu dari Setan, tetapi ia tidak menggap
racun sebagai sesuatu dari Setan.

RINGKASAN DARI KUTIPAN DI ATAS

Muhammad menyerang Khaibar. Dia menghancurkan, menyiksa, membunuh, merampas, dan
memperbudak banyak orang (Ref: Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Jilid 2, halaman 134, 136, 137). Serangan
ini dilakukan ketika Yahudi itu belum mempersiapkan perang. Seorang wanita Yahudi, yang semua
keluarganya dibunuh Muhammad, menyajikan daging domba yang sudah diracun pada suatu jamuan
makan malam. Muhammad dan beberapa pengikutnya memakan daging itu. Muhammad menelan
sebagian racun itu dan mulai merasakan efeknya. Dia meninggal 3 tahun kemudian karena keracunan.


www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

76
DISKUSI

Apa yang perlu diperjelas adalah sebab dari kematian Muhammad. Orang Yahudi merencanakan
membunuh dia. Orang Yahudi percaya bahwa Nabi sejati akan diperingatkan Tuhan sebelum memakan
racun itu, tetapi nabi palsu tidak akan mendapat peringatan. Muslim juga mempercayai hal ini, Muslim
lainnya yang juga mati, berpendapat bahwa tidak mungkin Muhammad memakan sesuatu yang
beracun (lihat kutipan A6)

Orang Yahudi itu benar, Muhammad ternyata memakan racun itu, dan akibatnya ia mati. Mereka telah
membuktikan, berdasarkan percobaannya, bahwa Muhammad bukanlah Nabi sejati. Seperti yang
dikatakan di (kutipan A2) :

“Kami ingin mengetahui. Jika kamu pendusta, maka kami pasti bisa menyingkirkan kamu, tetapi jika kamu Nabi
sejati, racun itu tidak akan membahayakan kamu”

Yahudi ini juga percaya bahwa Nabi sejati selalu tahu apa yang sedang terjadi. Namun pada kasus ini
Muhammad tidak tahu. Hanya sesudah Muhammad memakan daging itu, kemudian berkatalah ia,
bahwa daging itu “berbicara” padanya. Saya tidak melihat ada keajaiban di situ; bahkan Muslim yang
lain juga tahu bahwa ada yang salah pada daging itu sebelum Muhammad memakannya. Kebanyakan
orang dewasa tahu apakah sesuatu yang mereka makan itu baik atau jelek. Jadi ketika Muhammad
berkata bahwa daging itu “berbicara” padanya, itu bukanlah suatu keajaiban. Bahkan anak kecil juga
akan memuntahkan makanan yang dirasanya tidak enak.

Pada banyak kasus sebelumnya, Muhammad menyatakan bahwa ia menerima “wahyu” yang
memperingatkan bahwa dia sedang ada dalam bahaya. Bahkan dia menggunakan salah satu dari
“wahyu” ini sebagai dasar untuk menyerang pemukiman Yahudi, Bani Nadhir. Tetapi mengapa di
Khaibar, “wahyu”-nya datang terlambat untuk menyelamatkan hidupnya, dan juga nyawa Bishr ?

Ketika berbagai gejala mulai timbul, Muhammad mulai berdoa untuk sembuh – bahkan ia usapkan
“tangan ajaib”-nya ke dirinya sendiri. Jibril juga ikut berdoa dalam usaha penyembuhan itu. (Lihat
kutipan C2 dan C3). Muhammad bahkan men-“cuppig” dirinya sendiri (kutipan A5). Tentunya berdasar
semua ini, terlihat jelas bahwa Muhammad sebenarnya masih ingin hidup. Tetapi sepertinya usaha-nya
sia-sia. Pada saat gejala penyakit itu jadi tambah parah, Muhammad sadar bahwa ia sedang sekarat,
kemudian dia menghentikan doa penyembuhan (kutipan C4), dan dia menyatakan bahwa Allah telah
memberikan kepadanya pilihan untuk pergi ke Surga atau tinggal di dunia. Muhammad kemudian
berkata bahwa ia ingin pergi ke surga saja. Mengetahui hidupnya hampir berakhir, dia membuat
keputusan terbaik dari antara yang terjelek.

Pertanda kematian Muhammad sebelumnya terlihat sebagai suatu yang mengawang-awang, tidak jelas
kapan. Tidak ada sesuatupun yang dikatakan yang merujuk ke kapan meninggalnya Nabi sampai saat
saat terakhir menjelang kematiannya. Mungkin saja Nabi sudah banyak melihat orang mengalami
gejala seperti ini dan sudah tahu akhirnya. Tidak perlu menjadi nabi atau mendapat “wahyu” untuk
mengetahui bahwa kematian sudah dekat pada situasi yang demikian.

Point mendasar saya adalah: Yahudi membuktikan bahwa Muhammad bukan nabi sejati. Dia menelan
racun itu, demikian juga paling tidak salah satu pengikutnya. Dia mencoba untuk sembuh, dengan
mencoba berbagai obat, mengusapkan tangannya yang dianggap berkhasiat, sembahyang, dukungan
Aisha, dan bahkan dukungan Jibril, tetapi pada akhirnya dia mati karena racun.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

77
PERTANYAAN

1) Jika Muhammad adalah benar seorang nabi Tuhan, bukankah seharusnya ia mengetahui adanya
racun sebelum ia memakannya?
2) Jika anda beranggapan bahwa memang sudah takdir Tuhan bahwa Muhammad akan memakan
racun itu, bersama dengan Bishr, lalu mengapa Muhammad susah payah berusaha untuk sembuh ?
Bahkan Jibril mendoakan agar Muhammad sembuh , namun demikian Allah tidak mengabulkannya.
3) Mengapa Jibril, yang malaikat, tidak mengetahui rencana Allah? Mengapa Jibril ikut berdoa jika
takdir dari Allah adalah kematian ?
4) Mengapa Muhammad memaksa Muslim lain untuk memakan obat yang seharusnya untuknya?
Bahkan salah satu diantaranya adalah istrinya yang sedang berpuasa. Dia memaksa istrinya yang
membatalkan puasanya dan meminum obat itu. Tidakkah hal ini kedengarannya terlalu berburuk
sangka dan memaksakan kehendak?
5) Mengapa, pada saat menjelang kematian, Muhammad justru mengutuki Yahudi dan Kristen?
Bukankan lebih baik kalau seandainya Muhammad berdoa agar mereka diberikan penerangan akan
jalan hidup yang benar? Ini juga kelihatannya aneh bila dilakukan oleh orang yang mengaku nabi
Allah. Karena Muhammad justru meminta Allah untuk mengutuki orang lain daripada memberikan
penerangan pada orang tersebut.
6) Mengapa pleureusy (radang selaput dada), yang sebenarnya adalah akibat normal dari infeksi pada
selaput paru-paru dianggap sebagai sesuatu dari setan, tetapi diracun dianggap bukan sesuatu dari
setan?

KESIMPULAN

Muhammad bukanlah nabi sejati, dia adalah nabi palsu. Dia mati karena racun yang dimakan tanpa
sepengetahuannya. Daging beracun ”berbicara” terlambat padanya. Dan hanya pada saat dia sekarat,
Muhammad “men-spiritual-kan” penderitaannya dan kemudian meninggal. Sebelum itu, ia mencoba
untuk sembuh.
Musa tahu tentang kedatangan kematiannya (Kejadian 34:1-5). Yesus juga tahu kapan Ia akan
meninggal (Markus 8:32). Tetapi Muhammad sama sekali tidak tahu kapan ia meninggal, sampai dia
benar-benar ada di ujung maut. Paulus pernah digigit ular berbisa (Kisah para rasul 28:1-6), tetapi ia
sama sekali tidak terpengaruh oleh gigitan ular berbisa itu. Tuhan telah melindungi Paulus, agar ia
dapat menyelesaikan tugas yang harus dikerjakannya. Kematian Muhammad sangatlah tiba-tiba, yang
mengakibatkan kebingungan siapa yang akan menggantikannya untuk memimpin kerajaan Islam.
Bahkan sampai hari ini, sisa kebingungan itu masih ada. Dunia Islam terbagi karena hal ini (Shia Vs
Sunni). Mengapa Allah yang membenci perpecahan dalam jamaahnya, tidak melindungi Muhammad
sedikit lebih lama agar ia dapat MENYEBUTKAN nama penggantinya dengan jelas sehingga tidak terjadi
perebutan kekuasaan yang mengakibatkan perpecahan umat.

Yesus sudah memprediksikan bahwa nabi palsu akan datang ke dunia dan akan memimpin banyak
orang ke jalan yang salah (Matius 24:24). Muhammad adalah nabi palsu. Musa dan Yesus mengenal
Tuhan dengan cara muka bertemu muka, mereka bercakap-cakap secara langsung dengan Tuhan.
Muhammad hanya berbicara pada roh atau “malaikat” yang ia sebut “Jibril”. Bahkan si “Jibril” ini juga
ikut berdoa menjelang ajal Muhammad tiba, namun doa “malaikat” ini ternyata tidak dijawab Tuhan.
Apakah mungkin “Jibril” ini yang membisikkan agama palsu ke Muhammad (Galatia 1 : delapan) ?
Apakah mungkin “Jibril” ini adalah jin yang meperdaya, atau bahkan Iblis sendiri?

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

78
BUKU : SANG PENDETA DAN SANG NABI (QISS WA NABI)
http://www.islamreview.com/
THE PRIEST AND THE PROPHET / SANG PENDETA DAN SANG NABI / QISS WA NABI
Pengaruh Pendeta Kristen, Waraqah Ibn Nawal, Terhadap Muhamad
The Pen Publishers
printed in the USA
ISBN 0 9656683 -9 -8
email address: waraqa@aol.com

Joseph Azzi, penulis Lebanon Kristen melacak pengaruh pendeta Waraqah terhadap saudara
sepupunya, Muhamad. Sejak thn 1979, ketika QISS WA NABI diterbitkan dalam bahasa Arab, buku ini
dicap sebagai buku yang sangat provokatif karena mempertanyakan sumber-sumber Quran.

Waraqah menjadi mentor Muhamad saat ia menjadi petinggi sebuah gereja di Mekah, abad 7.
Sektenya, kepercayaan non-ortodoks kepada Yesus, sang Mesiah, terwujud dalam Islam sekarang.

Penulis lahir di Lebanon thn 1938. Ia mendalami studi teologi di Holy Spirit University di Kaslik dimana
ia mengajar filsafat, sambil meneruskan interesnya dalam Islam. ‘The Priest and the Prophet’ mengalami
cetak ulang sebanyak 14 kali sejak Azzi menerbitkannya dibawah nama samaran Abu Musa El Hariri.

BAB I : Siapa Waraqah Ibn Nawfal ?

Waraqah, putera dari Nawfal, putera Assad, putera Abdul ‘Uzzah, putera Qussayy, saudara sepupu
Khadijah, puteri Lhuwaylid, putera Assad, putera Abdul ‘Uzzah, juga putera Qussayy.

Khadijah menjadi isteri pertama Muhamad, putera Abdallah, putera Abdul Muttalib, putera Hashim,
putera Abd Manaf, putera Qussayy.

Waraqah-Khadijah-Muhamad adalah anggota clan Quraysh/Quraish/Qurasya yang mendapatkan status
terhormat karena Qussayy, ‘great-great-great-grandfather’ mereka, Arab yang migrasi ke Mekah dalam
pertengahan abad ke 5. Clan Quraysh adalah salah satu pelindung tempat suci di Mekah Pusat,
KA’ABAH, yang oleh bantuan Qussayy menjadi tempat penting bagi hijrah.

Qussayy sendiri menghancurkan patung2 berhala di dan sekitar Ka’bah yang didirikan ‘Amr ibn Luhayy,
pemimpin Banu-Khuzah yang akhirnya diusir Qussayy. Menurut bukti sejarah, Qussayy ‘merubah ajaran
monotheis’.

Qussayy juga memulai kembali program pembangunan Ka’bah. Ia menyelesaikan konstruksi yang
dimulai musuhnya yang pemuja berhala itu. Ia menambahkan atap kayu, menggali batu hitam yang
dikubur suku Ayyad di perbukitan Mekah. Ia juga mengosongkan daerah-daerah tenda dan
membangun rumah-rumah permanen yang menyumbang bagi terciptanya pusat hijrah dan perkotaan.

Elemen penting pertama adalah bahwa trio Waraqah-Khadijah-Muhamad, saudara sepupu dari suku
Quraysh-nya Qussayy, memiliki hubungan kuat dengan kelompok Kristen di Mekah, kelompok yang
oleh Quran dinamakan NASORANI (Nasrani ? sic) (2:65, 5:1 yang secara linguistik dimulai sebagai nama
umum bagi Kristen yang mengasosiasikan diri dengan Yesus dari Nazareth. Kaum Arab-Kristen
menyandang nama Nosrania (Nestorian ? sic) sebagai agama Kristen non-ortodoks dan sektarian.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

79
Kepercayaan Nosrania Waraqah

Waraqah memeluk agama Musa (Yahudi) sebelum kemudian beralih ke Nosrania. Ia mengikuti
monotheisme Musa dan Yesus, yaitu didasarkan Pentateuch dan Injil. Quran berkali-kali menyebut para
pengikut monotheis Musa dan Yesus ini ‘Wahai Ahlul Kitab ! Kalian tidak memiliki dasar berdiri kecuali kalian
berdiri tegak pada Torah dan Injil.’ (5:6 )

Kepercayaan Waraqah yang menolak ke-ilahian Yesus ini adalah kepercayaan yang dianggap
menyeleweng dari kepercayaan Kristen ortodoks. Yesus baginya hanyalah seorang nabi, yang
menuntaskan hukum Musa. Ia juga membantah kematian Yesus di tiang salib dan kebangkitannya
seperti yang ditulis dalam ke empat Injil resmi. Kepercayaan ini sama dengan kepercayaan sekte
Nazareth terkenal yang dinamakan EBIONISME. Inilah kelompok agama Waraqah dan orang-orang
dalam suku Quraysh-nya.

Data-data sejarah menunjukkan bahwa dalam areal Hijaz Arab pusat ini, ada sejumlah kelompok Arab
yang memeluk agama Nosrania. Bahkan beberapa anggota clan Quraysh. Yang paling menyolok adalah
putera Qussayy, Abdul ‘Uzzah. Sejarawan Al Ya’qubi menulis: ‘Diantara para Arab yang memeluk
Nosrania adal sekelompok Quraysh, dari Banu Assad, putera Abdul Uzzah dan Waraqah, putera Nawfal,
putera Assad.’

Al Ya’qubi juga menuliskan kepercayaan non-Kristen Mekah. ‘… Arab dibagi atas 2 kelompok: al-Hum
(yang taat) dan al-Hillah (yang tidak peduli). Kelompok Qurasy termasuk kelompok yang pertama. Dan
tentang praktek agama mereka, Al Yaqubi menjelaskan: ‘Mereka percaya pada Nabi Ibrahim,
mengadakan hijrah, menghormati bulan suci … menghukum tindak kriminal. Mereka selalu berlaku
seakan mereka tuan rumah di tempat-tempat ini.’

Sejarawan lain, Al-Azraqi (w. 837) mempelajari bukti-bukti tentang adanya gereja-gereja Nosrania
Quraysh dengan memperhatikan penggalian arkeologis. ‘Mereka memasang di Ka’bah gambar-gambar
para nabi, pohon-pohon dan malaikat. Anda bisa melihat gambar-gambar Ibrahim, Yesus dan malaikat.’
Setelah penaklukan Mekah th 632 M, Muhamad memasuki daerah keramat dalam Ka’bah itu,
memerintahkan diambilnya air dari sumber Zamzam. Ia kemudian meminta selembar kain kasar dan
memerintahkan agar kain tersebut dibasahi untuk menggosok/menghilangkan semua gambar. Namun,
Muhamad menaruh tangannya pada gambar-gambar Yesus dan mengatakan ‘Hapuskan semuanya
kecuali gambar-gambar dibawah tangan saya.’’

Al Isfahani, sejarawan Arab merujuk pada Waraqah sebagai ‘al Qiss’, jabatan bagi orang suci/pendeta
Kristen. Katanya, ‘Al Qiss Waraqah adalah salah seorang yang menolak penyembahan berhala dalam
periode jahilya. Ia mencari agama suci, membaca buku-buku suci dan abstain dari memakan daging
berhala.’ Ibn Sa’ad, sejarawan abad ke 9, menyebut ‘Al Qiss Waraqah adalah salah seorang yang
menolak penyembahan berhala dan daging tertentu – daging hewan yang dicekik dan darah hewan.’

Waraqah juga dianggap ahli tafsir kitab-kitab suci, guru dan penerjemah kitab suci kedalam bahasa
Arab. Ia menjelaskan isi kitab-kitab suci, ajarannya dan mempraktekkan kewajibannya.

Bukti Waraqah menerjemahkan kitab suci kedalam bahasa Arab :

‘Pendeta/Biarawan Waraqah menulis kitab Ibrani. Ia menulis dari Injil Ibrani apa yang diinginkan Tuhan.’ (Bukhari,
Vol 1, p 38, 39)
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

80
‘Pendeta Waraqah menulis buku Arab. Ia menulis dari Injil kedalam bahasa Arab apa yang diinginkan Tuhan.’
(Muslim, Vol 1, p 78, 79)
‘Waraqah mengganti agamanya kepada Nosrania pada jaman jahilya. Ia menulis buku Ibrani apa yang ia ingin
tulis.’ (Abu al Faraj al Isfahani, ‘Kitab al Afghani,’ Vol III, p 114)

Quran tidak pernah merujuk pada Injil dalam bentuk jamak karena Waraqah hanya mengenal satu Injil,
yaitu Injil Ibrani (Injil MATIUS), satu-satunya Injil yang diterjemahkan Waraqah kedalam bahasa Arab.
Inilah Injil yang digunakan kaum Ebionis.

Al Qiss Waraqah, sebagai pemimpin Gereja Nosrania di Mekah, harus menjelaskan Injil kepada
pengikutnya yang kebanyakan tidak tahu menahu tentang masalah spiritual. Inilah yang membuatnya
menerjemahkan Injil Ibrani kedalam bahasa Arab yang jelas dan mudah dimengerti. Salah satu
muridnya adalah Muhamad bin Abdallah, sepupunya.

Hubungan keduanya memang dekat. Waraqah-lah yang menikahkan Muhamad dengan Khadijah. Ia
mengajarkannya berdoa dan semedi di Bukit Hira. Ia mengumumkan ramalannya tentang Muhamad
kepada sesama Arab di Mekah. Bahkan setelah kematian Muhamad, kata Bukhari, ‘PERSEDIAAN
WAHYU MENGERING.’ Komentar Muhamad sendiri tentang Waraqah : ‘Saya melihatnya di pusat Surga.
Ia mengenakan kain putih.’ (Kristen masuk surga? sic)

Apa agama Waraqah saat wafat ? Muslim atu Kristen sektarian ?
Ibn al Abbas : ‘Ia mati sesuai dengan kepercayaan Nazarethnya.
Ibn al Yaouzi : ‘Ia mati dan dikubur di al Houjoun. Ia bukan Muslim.

Al Houjoun adalah kuburan para pemercaya satu Tuhan (al-Hunafa) dari suku Quraisy. Abdul Muttalib,
kakek Muhamad dan orang tuanya juga dikubur disana.

Para penulis Sirat Rasulullah, anehnya, tidak memberikan banyak fakta tentang Waraqah, kecuali
asalnya dari suku Quraysh, kepemimpinannya dan misi aktifnya di Mekah. Ini aneh karena Quran sendiri
yang menegaskan eksistensi mereka. Malah, kebanyakan ajaran Quran tidak bisa dimengerti jika ajaran
Injil Ibrani tidak dikenal. Juga, sangat sulit untuk mengerti sejarah nabi-nabi Perjanjian Lama atau ajaran
Pentateuch atau Injil, seperti yang dijabarkan dalam Quran, kalau mereka tidak ditemukan dalam
kerangka dasarnya. Cerita Johanes Pembaptis, putera Zakariah, pengumuman para malaikat akan
kelahiran Yohanes dan Yesus, mukjizat-mukjizat Yesus serta pesan-pesannya dalam Injil.

Secara garis besar, sulit untuk mengerti kelanjutan pesan Ilahi yang diberikan para nabi dan ajaran,
cerita dan hukum yang diberikan macam-macam individu tanpa kehadiran seorang pakar yang bisa
mengarahkan kontinuitas ini. Jadi, Waraqah menjadi mediator antara wahyu2 Ilahi terdahulu dan
sesudahnya, yaitu antara Pentateuch dan Injil disatu pihak dengan Quran berbahasa Arab di pihak lain.

BIBLIOGRAFI BAB I

1) ‘Nazoreans’ merupakan bagian dari Kristen jaman permulaan diseluruh kawasan kerajaan-kerajaan
timur. Banyak sekte Nazareth ini diidentifikasi dengan para pengikut Yahudi yang percaya Yesus.
Penulis Yunani abad ke 4, Epiphanus, menyebut sekitar 80 kelompok dalam daftar ‘heresies’/ajaran
yang menyeleweng dari agama resmi dalam karyanya, The Panarion. Edisi Inggris baru bisa ditemukan
di The Panarian of Epiphanus of Salamis, Brill, 1987, hl 116.
2) Ibn Hisham, Sirah, Vol 1, hl 203

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

81
3) Al-Yaqubi, Tarikh, Vol 1, hl 257
4) Al-Yaqubi, hl 256
5) Al-Yaqubi, hl 254
6) Al-Azraqi, Akhbar Makkah, Vol 1, hl 165
7) Ibn Sa’d, tabaqat, hl 162
8) Al Bukhari (w 870), Sahih, Vol 1, hl 38
9) Al Halabiyya, al Sirah al Makkiyah, Vol 1, hl 273
10) Al Halabiyya, al Sirah al Makkiyah, Vol 1, hl 273

BAB II Hubungan Baik Waraqah dan Muhamad

Khadijah, janda 2 kali dan kaya raya karena mewarisi dari suami keduanya bisnis transpor karavan
antara Arab-Syria. Ia juga ibu 2 anak. Sedang Muhamad, yatim piatu yang ditinggal mati ayah dan
ibunya dan diasuh oleh pamannya Abu Talib. Pamannya ini, yang mengkhawatirkan keadaan Muhamad
yang tidak memiliki harta apapun, mencarikan pekerjaan bagi Muhamad di bisnis karavannya Khadijah
yang 15 tahun lebih tua dari Muhamad. Muhamad yang berusia 25 thn ketika itu dilamar oleh Khadijah
dengan tawaran ‘uang, kecantikan, kehormatan dan kehidupan yang nyaman dan mapan’. Pendek kata,
mereka sepakat untuk melangsungkan perkawinan. Ayah Khadijah menentang perkawinan ini tapi pada
akhirnya menuruti kemauan puterinya.

Lalu pendeta Waraqa, pelindung Khadijah, segera mendeklarasikan : ‘…wahai rakyat Quraysh, saya
menikahi Khadijah, puteri Khuwaylid kepada Muhamad, putera Abdallah.’

Muhamad mulai mendengarkan suara-suara di kepalanya yang mengumumkan missi kenabiannya
segera setelah perkawinan ini.

Pentingnya Perkawinan Ini

Status Waraqah harus ditekankan oleh pernikahan Muhamad-Khadijah. Al Qiss Waraqah adalah
diantara para ketua dan petinggi masyarakat Mekah. Ia menegaskan statusnya dalam perkawinan itu
ketika menyatakan: ‘Kami para pemimpin dan ketua para Arab …’ Saudara-saudara Arabnya
menganggapnya pemimpin spiritual dan manajer masyarakat Nosrania.

Kedua, penting disebutkan bahwa Waraqah yang mensahkan kontrak perkawinan ini. Ia adalah pastor
utama, yang atas nama Tuhan menetapkan kontrak yang hanya bisa dibatalkan oleh kematian salah
seorang dari pasangan perkawinan itu, sesuai dengan ajaran Injil versi Ebionis. Sebagai pendeta
Nosrania-Kristen, ia mensahkan penyatuan kedua sepupunya, Muhamad dan Khadijah.

Ketiga, harapan Waraqah akan perkawinan ini adalah bagi clannya. Apakah ia hanya ingin mencari
perlindungan dan kemapanan material bagi Muhamad yang yatim piatu itu atau apakah ia juga ingin
mempersiapkan Muhamad sebagai PENERUSnya, sebagai pemimpin (religius) dan kepala clan Quraysh?

Keempat, partisipasi paman Muhamad, Abu Talib dalam rencana pendeta itu harus dicatat. ‘Saya
bersumpah demi Tuhan, setelah perkawinan ini keponakan saya ini akan mendapatkan wahyu besar
dan akan memulai peran bahaya.’ Bagaimana Abu Talib mengetahui peran masa depan keponakannya
itu ? Bahkan seberapa besarpun cinta Muhamad bagi isterinya, tanpa pengaturan seorang anggota
Quraysh yang berpengaruh dan berkuasa, mungkinkah ia akan menikahi Khadijah ? Mungkinkah orang
itu Waraqah ? Memang, tanpa dirinya, Muhamad tidak akan berarti apa-apa.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

82
Waraqah Mengajar Muhamad

Waraqah kemudian mengajarkan segala pengalamannya kepada Muhamad guna persiapan masa
depan. Langkah pertama adalah isolasi ke Bukit Hira. Disitu ia akan mengasah kemampuannya
bersemedi. Kakeknya sendiri sering mampir ke daerah itu untuk tujuan spiritual. Waraqah dan
Muhamad mencari kesepian di sebuah goa di daerah itu dan setiap sekali setahun menghabiskan waktu
satu bulan untuk semedi, selama bulan puasa selama periode 15 tahun. Dalam goa Khalwah ini,
Waraqah menurunkan pengetahuannya kepada Muhamad.

Ibu angkatnya, Halima al Sa’diuuah melaporkan:
‘Dalam masa pertumbuhannya, Muhamad kadang keluar dengan teman-temannya. Begitu mereka mulai bermain,
ia meninggalkannya dan pergi ke tempat terkucil. Ketika ia memulai misinya itu, cintanya bagi Khadijah meningkat.
Bagi Muhamad, pengalaman ini membebaskan jiwanya dari atraksi dunia dan memilih kehidupan yang dekat
dengan Tuhan… tidak ada yang lebih penting baginya ketimbang menyendiri dan bersemedi pada Tuhan. Ia
biasanya pergi ke Bukti Hira dan mempraktekkan semedi pagi dan malam hari.’*

Namun Muhamad tidak mungkin melakukan ini kalau ia tidak dibimbing orang-orang yang
berpengalaman. Kakeknya, Abu Muttalib dan pendeta Waraqah, diantaranya. Muhamad mengadopsi
contoh mereka untuk mempersiapkan mentalnya bagi misinya.

Ibn Hisham mencatat pernyataan al Yaqubi tentang goa Khalwah;
‘Rasulullah memasuki bukit Hira selama satu bulan sekali setahun … begitu juga anggota-anggota Quraysh lainnya.’

Biografer lainnya menyebutkan:
‘Setelah akhir bulan (bersemedi) itu, ia kembali ke Ka’bah sebelum pulang. Ia melingkarinya sebanyak TUJUH KALI
dan lalu berjalan pulang.’*

Ini sama seperti praktek KRISTEN yang, setelah puasa Paskah, merayakannya dengan mengelilingi
gereja-gereja mereka TUJUH KALI pada hari Minggu Palm (Palm Sunday) setelah mengelilingi sebuah
tempat suci (the holy sanctuary).

Pengajar-pengajar kompeten seperti Waraqah memberi instruksi kepada Muhamad. ‘Sebelum tibanya
ramalan, Muhamad melakukan praktek agama sesuai dengan hukum Ibrahim dan Musa atau tradisi-
tradisi yang ada waktu itu.

Sirah yang sama mengatakan:
‘Muhamad mempraktekkan puasa seperti Musa dan Elijah di Bukit Horeb (exodus 3:1) dan seperti Yesus dan
bapak-bapak Kristen pertama di gurun2 di Palestina.’*

Praktek puasa bulan Ramadan juga merupakan tradisi pra-islam. Ini adalah bulan puasa dan doa-doa
khusus. Seperti disebutkan dalam Quran, ‘Wahai kalian yang beriman ! Puasa ditentukan bagimu seperti
yang diperintahkan kepada mereka yang datang sebelummu.’ (2:183)

Namun pada masa ini Muhamad juga sering diganggu oleh visi-visi dan halusinasi. Ia yakin sumber-
sumber visi anehnya ini datang dari setan. Sering tangan dan kakinya bergetar sementara wajahnya
bergerak secara tidak teratur dan berkeringat deras. Kadang ia jatuh dalam koma. Malam hari ia komat
kamit dan berdengung-dengung. Ia sering meminta isterinya agar menutupinya dengan pakaian
hangat guna mengurangi ketakutannya. Dalam keadaan tidak sadar ini ia sering melihat bayang-
bayang dengan mimpi-mimpi menyeramkan. Khadijah selalu meminta bantuan sepupunya, Waraqah.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

83
Muhamad Tidak Buta Huruf

Selama 44 tahun, Muhamad dan Waraqah bersama-sama bekerja keras. Buku yang diterjemahkan sang
pendeta dari bahasa Ibrani kedalam bahasa Arab juga dipelajari Muhamad. Muhamad kagum bukan
hanya dengan pesan Injil Yahudi, tetapi juga dengan kerja keras sepupunya, sang pendeta, dalam
menerjemahkan kitab suci itu. Quran sendiri menunjukkan bahwa terjemahan Waraqah
memperkenalkan Muhamad pada perbendaharaan kata-kata suci. Untuk mempelajari lebih lanjut hal
ini, kita harus menghilangkan sangkaan bahwa Muhamad buta huruf (tidak dapat membaca/menulis).

Kepercayaan kuat bahwa Muhamad buta huruf melawan segala bukti yang ada:
Ekspresi Quran ‘nabi buta huruf’ bukan berarti ia tidak bisa baca tulis. Penting disini untuk mengetahui apa yang
diketahui Muhamad dan apa yang tidak diketahuinya. Yang diketahuinya adalah membaca/menulis yang sudah
diajarkan padanya sejak kanak-kanak. Bukti melek aksaranya sudah nampak dalam Quran dan buku-buku lain. Apa
yang TIDAK ia ketahui dan ingin dipelajarinya adalah ilmu kitab suci yang diwahyukan, yaitu ilmu spiritualitas dan
hukum. Ia akan mendapatkan ilmu ini dari seseorang yang sudah memilikinya.

1) Orang ‘buta huruf’ menurut Quran adalah seseorang yang tidak memiliki kitab suci. Yahudi, keturunan
Ishak, putera Ibrahim adalah kaum Ahlul Kitab. Sementara Arab, keturunan Ishmael, putera Ibrahim
BELUM memiliki Alkitab. Inilah yang dimaksudkan dengan ‘buta huruf’ di jaman Arab pra-Islam.

Quran membuat perbandingan ini :
‘Katakan kepada kaum Ahlul Kitab dan mereka yang tidak terpelajar : apakah kalian menyerahkan diri ?’ (3:20)

Ini menunjukkan keinginan para ‘buta huruf’ untuk mempelajari kitab suci.
‘Mereka diantara orang buta huruf yang tidak mengenal kitab suci, tetapi hanya cerita-cerita khayalan.’ (2:7)

Muhamad menunjukkan kebanggaannya karena Tuhan memilihnya dari antara orang-orang yang tidak
memiliki kitab suci itu.
‘Allah mengirimkan rasul dari antara mereka.’ (7:63)

Kaum Ahlul Kitab sendiri tahu benar akan perbedaan antara mereka dan para’buta huruf.’
‘Tidak ada suruhan bagi kami untuk mencari jalan bagi para buta huruf.’(3:75)

Jadi keadaan ‘buta huruf’ ini lebih menunjuk kepada status sosial, ketimbang pada kemampuan baca
tulis. Ayat-ayat berikut menunjukkan bawha Muhamad percaya bahwa ia datang dari latar belakang
‘buta huruf’ ini. ‘Mereka yang mengikuti Rasul, nabi buta huruf …’ (7:157) dan ‘Percaya kepada Allah
dan rasulnya, nabi buta huruf yang juga percaya kepada Allah.’ (7:158)

Jadi, kaum ‘buta huruf’ adalah Arab, keturunan Ishmael, yang tidak memiliki kitab suci, sementara Ahlul
Kitab, keturunan Ishak memiliki Injil-injil.

2) Malaikat Jibril menyuruh Muhamad membaca dalam ayat pembuka Surah 96:
‘BACA ('Ikrar'), dalam nama Allahmu,
yang menciptakan manusia dari segumpal darah
… BACA ! Karena Allahmu maha pemurah,
Ia yang mengajarkanmu cara penggunaan pena
dan mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.’ (1-6)

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

84
Para ilmuwan Muslim setuju bahwa ini surah pertama yang turun pada Muhamad. Mereka juga
bersikeras bahwa Jibril membawa buku di tangannya untuk ditunjukkan kepada Muhamad. Jika
Muhamad tidak dapat membaca, maka mengapa ayat Quran ini memerintahkan nabi untuk ‘BACA’ ?

3) Muhamad mendapatkan kemampuan ilmu-ilmu alam termasuk kemampuan membacanya dari Abu
Talib. Ibn Sa’d mengomentari hubungan dekat paman dengan keponakannya. ‘Ia mencintainya lebih
dari pada anak-anaknya sendiri. Ketika Muhamad keluar rumah, pamannya akan menemaninya. Abu
Talib memberikan cinta besar kepadanya dan menyiapkan bagi Muhamad makanan yang paling baik.’

Ini jelas berarti bahwa sang paman memberikan pendidikan kepada keponakannya yang yatim piatu itu
sama dengan apa yang didapatkan puteranya sendiri, Ali. Sepupu Muhamad ini, Ali, menulis karyanya
berjudul Nahj al Balaghah (The Path of Eloquence). Jadi tidak mungkin Abu Talib mengecualikan
keponakannya dari apa yang didapatkan anaknya sendiri.

Ilmu Ilahi

Ilmu Ilahi yang diberikan Waraqah kepada Muhamad adalah ilmu Kitab Suci. Muhamad mempelajari
Injil Ibrani dengan Waraqah. Kitab ini —hasil terjemahan kedalam bahasa Arab oleh Waraqah—
dimaksudkan agar dapat menyelesaikan perselisihan.

‘Kami buatkan Quran dalam bahasa Arab agar kau dapat mengerti.’ (43:3)

Dengan pengetahuan ini, Muhamad dan pengikutnya akan membantu Arab-arab yang dituduh dengan
tindak pidana. Orang-orang ini tidak bisa dihakimi ataupun dibela karena mereka tidak memiliki kitab
suci. ‘Apakah kami akan memberlakukan Musim seperti orang yang berdosa ? Ada apa dengan mu ?
Bagaimana kalian menghakimi ? Atau apakah kalian memiliki sebuah buku yang kalian pelajari ? Itu
kalian akan miliki …’ (68:35-3 )

Jadi muhamad mempelajari kitab suci yang ditawarkan Waraqah. Ia akan menggunakan
pengetahuannya ini untuk menjelaskan arti-artinya kepada teman-teman Arabnya. Dengan itu ia dapat
menyatakan dengan yakin ‘kepada orang yang membahas Tuhan, tanpa ilmu, tanpa pengarahan dan
tanpa buku pengarahan yang mapan.’ (31:20; 22: )

Bukti ini menunjukkan bahwa Muhamad mampu membaca dan memiliki ilmu Ilahi. Jadi kalau Quran
merujuk kepada ‘ilmu yang tidak diketahui manusia’ ini berarti ilmu tentang kitab-kitab suci yang sudah
diturunkan. Saat Muhamad mengalami keraguan atas wahyu Allah, ia diperintahkan agar bertanya
kepada Ahlul Kitab.

Jika kau ragu tentang apa yang diturunkan kepadamu, tanyakan mereka yang membaca kitab yang datang
sebelummu.’ (16:43; 21:17)

Dan salah satunya yang membaca kitab yang datang sebelumnya adalah Al Qiss Waraqah.

Tanyakan Ahlul Kitab

‘Tanyakan Ahlul Kitab, jika kau tidak percaya ini.’ (16:44 & 21:7)
‘Mereka telah menerima bimbingan Allah menuju jalan lurus. Ikutilah petunjuk mereka.’ (6:90)
‘Ada diantara bangsa Musa sejumlah orang yang mengikuti kebenaran sebagai petunjuk dan melakukan keadilan.’
(7:159)
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

85
‘Diantara mereka yang kami ciptakan, ada orang yang mengikuti jalan lurus, membimbing yang lain dengan
kebenaran dan memberikan keadilan.’ (7:181)
‘Kau akan tahu siapa berada pada jalan lurus dan siapa yang menerima petunjuk.’(20:135)

Peran Khadijah

Terbukti bahwa Muhamad merupakan bagian dari rencana Waraqah. Khadijah, wanita mapan &
beruntung itu menyediakan fasilitas yang diperlukan Muhamad dalam misinya dalam bentuk uang,
kehormatan dan cinta. (Muhamad bisa pergi dari rumah, bertapa, belajar, berkotbah, melancong
selama berbulan-bulan lamanya tanpa mengkhawatirkan keuangan keluarga.)

Kesemuanya ini diatur Waraqah dan diwujudkan oleh Khadijah. Wanita Arab ini menjadi hubungan
antara Waraqah dan Muhamad. Sering dikatakan, ‘Khadijah mengeksekusi ini semua sesuai dengan
nasehat Waraqah.’*

Waraqah, Khadijah & Abu Talib memainkan peranan penting dalam hidup dan misi Muhamad. Setelah
kematian mereka setelah th 619, Muhamad merasakan kehilangan hubungan intim & dukungan
emosional. Dengan kematian Waraqah, ‘persediaan wahyu mengering. Dengan kematian Khadijah,
‘cobaan semakin meningkat dalam kehidupan Muhamad.* Setelah kematian Abu Talib, ‘Clan Quraysh
mencoba melukai Rasulullah. Muhamad kehilangan trinitasnya.

Maksud Sang Pendeta

Apa sebenarnya maksud sang pendeta ? Apa yang diinginkannya dari Muhamad ? Kenabian Muhamad
atau otoritasnya sendiri ?

Setelah para kolektor Quran mulai meremehkan peran sang pendeta, mereka terdorong oleh tradisi
oral yang lebih mementingkan aspek hukumnya, ketimbang bukti-bukti sejarah. Para kolektor ini
menerima sedikit informasi atas peran sang pendeta dalam kenabian Muhamad. Mereka ini juga tidak
mempertanyakan bagaimana otoritas religius (al-Qussussiyyah) ditransmisikan oleh sekte Nosrania
kepada mereka yang mengikuti Islam.

Namun karena ada keraguan bahwa Muhamad benar-benar nabi, para kolektor ini mencari tanda-
tanda yang mereka lacak ke hari-hari pertama Adam. Mereka terus mencari tanda-tanda dengan
mengatakan bahwa rabbi, pendeta, tukan sihir, JIN, SETAN, hewan, berhala, pohon dan batu
mendukung pesan nabi. Mereka bersikeras bahwa namanya ditemukan dalam Pentateuch dan Injil.
Pada saat yang sama mereka mengenyampingkan al Qiss Waraqah yang sebenarnya orang pertama
yang menyatakannya sebagai nabi.

(Ini peristiwa Waraqah menyatakannya sebagai nabi: (p 35)
Saat Muhamad sedang melafalkan ayat-ayat, memperingati dan berkotbah kepada rakyat Mekah, tubuhnya tiba-
tiba gemetar, wajahnya bergerak secara tidak teratur dan membuatnya takut. Ia segera mencari istrinya sambil
menangis, ‘Zammilouni ! Zammilouni ! Selimuti saya dengan pakaian hangat.
Seperti biasanya kalau ini terjadi, Khadijah memanggil Waraqah. Katanya ‘Sepupuku, dengarkan apa yang
dikatakan keponakanmu !’
‘Keponakan tersayang ! Apa yang kau lihat ?’ tanya Waraqah.
Saat Muhamad selesai melaporkannya, sang pendeta bertanya kepada dan mengulangi peringatan-peringatan
sebelumnya, Namun kali ini, Waraqah menambahkan, ‘Ah ! Seandainya saya masih muda dan dapat menyaksikan
saat dimulainya misi ini !’
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

86
Nampaknya maksud Waraqah agak berbeda dengan Muhamad yang kemudian menjadi lebih dari
seorang nabi. Tujuan Waraqah sebenarnya adalah untuk mengumumkan bahwa Muhamad menjadi
penerusnya (sebagai pendeta Nestorian !) untuk menjadi kepala masyarakat Nosrania di Mekah.

Muhamad mengerti tugasnya dan apa yang diharapkan darinya. Ia mulai mengkotbah dan
memperingatkan orang tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui dalam Kitab Suci. Ia menunjuk
kepada mereka jalan yang benar dan agama yang sah. Ia membacakan mereka teks dari buku suci
Yahudi yang diterjemahkan Waraqah itu. Tujuannya sebenarnya memperingati orang akan Torah dan
Injil. ‘Peringatkan. Kau hanyalah seseorang yang memperingatkan !’

Setelah kematian Waraqah, ia diberi jabatan sebagai pemimpin religius. Namun ia takut bahwa Allah
telah meninggalkannya karena wahyu tidak turun selama 2-3 tahun. Tetapi akhirnya wahyu datang juga
dan malah sempat memodifikasi pesan-pesan sebelumnya. Perubahan ini sesuai dengan
perkembangan watak Muhamad. Kemudian di Medinah, wahyu-wahyu Quran ditambahkan kepada
ayat-ayat Mekah.

Bab IV Injil Menurut Waraqah

Para kolektor Hadis seperti Muslim Ibn al Hajjaj, al Bukhari dan al Isfahani setuju bahwa pendeta Ebionit
bernama Waraqah itu menerjemahkan Injil kedalam bahasa Arab. Apa isi Injil ini ? Untuk itu kita harus
melihat ke data-data bapak-bapak pendiri gereja.

Buku-buku terbitan mereka merupakan indikator menakjubkan tentang keempat abad pertama Injil
Ibrani ini. Injil yang tidak terkenal ini akhirnya tertanam dalam Quran berbahasa Arab dan
menjadikannya hubungan penting kepada ‘naskah asli’ (al-lawh al-mahfouz) yang dikatakan
merupakan sumber Quran.

Sumber-Sumber Injil Ibrani

Sejarawan paling dini, Eusebius (w. 340) mengutip Hijsub, yang hidup di permulaan abad ke dua,
sebagai mengatakan: ‘bahwa ia mereproduksi teks Injil menurut Yahudi, yaitu Injil Aramaik dalam
bahasa Ibrani.
Katanya, ‘Injil ini adalah yang paling dipercaya kaum Ibrani yang percaya kepada Yesus Kristus.’

Mengenai golongan Ebionit, ia mengatakan: Mereka hanya menggunakan Injil Ibrani dan tidak
menunjukkan interes kepada Injil-injil lain. Katanya, ‘Mereka mematuhi hari Sabat dan tradisi-tradisi
Yahudi lainnya. Mereka saling menegur agar mempraktekkan prinsip-prinsip Pentateuch. Mereka
menganggap bahwa penyelamatan manusia tidak terbatas pada hanya percaya dalam Yesus Kristus,
tetapi dalam melaksanakan hukum Musa.’

Epiphanus (w. 403) menulis tentang Ebionit dan Injil Ibrani mereka : ‘Mereka hanya terikat pada Injil
(Matius) dan menamakannya ‘Injil menurut Ibrani’. Injil Matius itu tidak sempurna tetapi telah dirubah
dan masih tidak lengkap.’* Epiphanus mengutip St Irenaeus, uskup Lyon (w.208), ‘Ebionit hanya
menggunakan Injil Matius, tetapi mereka tidak memiliki kepercayaan yang benar kepada Tuhan.’

Para bapak-bapak pendiri gereja berbicara tentang penyelewengan (unorthodoxy) kaum Ebionit. Ada
kalanya injil mereka disebutkan Injil Nazerine (Injil orang Nazareth), Injil Ibrani, Injil Ebionis atau Injil
ke12 Apostel. Ini merupakan versi injil aramaiknya Matius, yang juga menjadi salah satu sumber injil-
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

87
injil kemudian. Injil Ibrani ini menurut kaum Ibrani memainkan peran penting dalam men-transfer
doktrin2 heterodox ataupun ortodox kedalam kepercayaan dan praktek Muslim.

Ajaran-ajaran seperti Yesus sang Mesiah, Roh Kudus, zakat dan pengadilan terakhir dan nasib akhir
manusia, ini semua tercakup dalam Injil Ebionis. P44 Tapi teks Injil Ibrani yang di-adopsi dan ditulis
kembali oleh Waraqah dalam versi Arabnya bukan terjemahan akurat dan penuh. Metodanya lebih
‘dekat kepada exegesis dan apologetic ketimbang terjemahan dan transmisi secara harafiah.’*

Transmisi Injil Ibrani Ke Dalam Bahasa Arab

Istilah ‘Qur’an’ secara linguistik berarti ‘kuliah’ atau ‘komentar.’ Ekspresi ini adalah derivative substantive
dari kata kerja Aramaic trilateral. Huruf ketiganya adalah konsonan lemah: Qro, neqro, qiryono. Ini bisa
berarti kuliah (Qira’ah) atau pembacaan/pelafalan (tilawah) dari sebuah teks tertulis.

Kata ‘Qur’an’ digunakan 58 kali dengan kata pendahulu ‘al’ dan 12 kali tanpa kata pendahulu ‘al’. Juga,
bahasa Arab menggunakan bentuk tidak definitif (indefinite form) untuk menunjukkan bahwa Qur’an,
dalam bahasa arabnya, diungkapkan seperti yang ada dalam bahasa asalnya, seperti dalam pertanyaan
retorik dibawah ini.

‘Apakah (Qur’an) dalam bahasa asing atau Arab ? Katakan: ini petunjuk dan obat (?) bagi mereka yang percaya.’
(41:44)
‘Kami menurunkannya kedalam bahasa Arab, sehingga kau dapat mengertinya.’ (12:2)
‘Kami mengirimkannya kedalam bahasa Arab, sehingga kau dapat mengertinya. Aslinya, ibu buku itu (Umm al-
Kitab) ada pada kami.’(43:3,4)

Orang-orang yang mengerti bahasa Arab mengerti detil terjemahan ini. ‘Sebuah buku dimana ayat-
ayatnya dijelaskan secara mendetil; sebuah Qur’an dalam bahasa Arab bagi orang yang mengerti.’ (41:3)

Qur’an ditulis dalam bahasa Arab sehingga Muhamad bisa membacanya tanpa tergantung orang lain.
Qur’an ditulis dalam bahasa Arab agar sang rasul, Muhamad dapat mengumumkan wahyunya di Mekah
dan tempat-tempat sekitarnya. Jika Arab menerima buku dalam bahasa asing, mereka tidak akan
mengerti pesan-pesan yang terkandung didalamnya. Mereka ingin terjemahan dalam bahasa mereka
sendiri. ‘Kalau kami mengirimkan Qur’an sebagai bahasa asing, mereka akan mengatakan:

‘Oh! Kalau saja ayat-ayat dalam buku ini jelas dan dijelaskan secara mendetil.’ (41:44) Di lain pihak, kalau orang
asing menerimanya dalam bahasa Arab, mereka tidak dapat mempercayainya. ‘Jika kami mengungkapkannya
kepada non-Arab, mereka tidak akan percaya.’ (26:198-201)

Qur’an Sebagai Komentar Buku Asing

‘Elaborasi/Penjelasan’ (Mufassal) memiliki 2 arti dalam Quran:
1) Mufassal memberi kesan Arabisasi (Muarrab), terjemahan dari bahasa lain ke bhs Arab, sehingga
pendengar dan pembaca bisa mengerti isinya dan berlaku sesuai dengan prinsip-prinsipnya.

Muhamad setuju dengan orang-orang Mekah untuk memiliki buku dalam bahasa Arab.
‘Kalau kami mengirimkan Qur’an dalam bahasa selain Arab, mereka akan mengatakan: mengapa ayat-ayatnya
dijelaskan secara mendetil (fusilat)’ ? (41:44)

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

88
Disetujui pula bahwa buku asing yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab itu dilakukan oleh pakar
bijak (khabir hakim) yang pandai menerjemahkan ayat-ayat dari buku asing kedalam bahasa Arab yang
jelas.

‘Sebuah buku yang ayat-ayatnya dijelaskan guna menciptakan sebuah Qur’an dalam bahasa Arab bagi orang-
orang untuk dimengerti.’(41:3, 11:1)

2) Istilah ‘mufassal’ juga berarti ; secara mendetil atau di-elaborasi. Ini merupakan kunci akan pengaturan
bab dan ayat buku tersebut serta terjemahan kitab-kitab suci sebelumnya, sesuai dengan fakta,
keadaan dan peristiwa. Ini dilakukan agar pendengar mudah mengerti dan mempelajari Qur’an.

‘Kami menjelaskan secara detil ayat bagi orang yang mengerti.’ (7:32, 9:11).
‘Ia yang mengirim buku ini kepadamu menjelaskan secara mendetil.’ (6:114)
( Lihat juga: 7:52, 6:126, 17:12. )

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Qur’an (Komentar) dalam bahasa Arab ini ‘membuang’ (tassarafa)
kata-kata dan teks Ibrani guna memberikan kata-kata dan teks Arab.
( Lihat juga: 17:41, 25:50, 17:89, 20:113, 6:65. )

Komentar Tentang Kitab-Kitab Sebelumnya

Qur’an mengekspansi, meng-elaborasi dan menjelaskan secara detil ajaran dari kitab asing dengan
mengingat situasi Arabia pada permulaan abad ke 7. ‘Lihatlah bagaimana kami menjelaskan tanda-tanda
dalam berbagai lambang.’ (6:46) Ini menyatakan sebagai otentik (saddaqa) eksistensi sebuah buku asli.
Walaupun transmisinya membawa modifikasi, ajarannya tetap menegaskan ajaran dalam buku asli.

Muhamad sering menjelaskan otentisitas apa yang telah ditransmisi dari ‘buku yang ada dalam
tangannya.’ Ia menegaskan bahwa Qur’an sebenarnya hanyalah otentifikasi (tassadiq) Kitab Ibrani (3:3)

Lihat ayat-ayat:
‘Buku ini menegaskannya kedalam bahasa Arab.’(46:12)
‘Ini sebuah buku yang kami turunkan, membawa rahmat dan menegaskan wahyu yang datang sebelumnya.’ (6:92) (
( Lihat juga 3:3, 2:191, 35:31. )

Atau yang berikut ini :
‘Ini menegaskan apa yang ada pada saya dari Pentateuch.’ (3:50, 46:30)
‘Ini bukan cerita yang diciptakan, tetapi penegasan atas Kitab-kitab yang diwahyukan sebelumnya.’ (12:111)

BAB VI Islam Sebelum Islam : Sekterianisme Nosrania Dalam Islam

Menurut sejarawan al-Yaqubi (w.284), sejumlah besar suku Quraysh menjadi anggota sekte Kristen ini.
Pengikut Yesus dari Nazaret ini muncul di Ka’bah, sebuah penemuan oleh al Azraki dalam karyanya
‘Excavations in Makka.’

Waraqah bertanggung jawab atas sebagian urusan spiritual dan material kuil Mekah tersebut.

‘Abd al-Muttalib, kakek Muhamad ‘dianggap salah satu dari mereka yang menolak budaya berhala di
abad jahilyah.’ Bukti menunjukkan bahwa ‘Abd al-Muttalib adalah seorang Hanif dan monotheis, yaitu
‘pemuja Tuhan,’ ciri khas agama Kristen dan Nosrania di kawasan2 berbahasa Arab.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

89
Kepercayaan Orang Tua Muhamad

Ketaatan kakek Muhamad kepada Ebionisme Nosrania juga terlihat karena seringnya ia berkumpul
dengan rabbi dan pendeta. Sering disebutkan tentang ‘pertemuan Abd al-Muttalib dan diskusinya
dengan monotheis lainnya yang sering mengunjungi kawasan Arabia pusat ini.
Al-Siuti mengatakan;
‘Satu hari, ‘Abd al-Muttalib berada dirumah dalam diskusi serius dengan seorang uskup.’* Al-‘Abbas
menambahkan, ‘Abd al-Muttalib melaporkan bahwa ia pernah berada di Yemen dan berdiri didekat seorang rabbi
yang membaca Kitab Zabur (the psalms).’*
Ibn al-Jawzi mencatat,:
‘Muhamad ketika berusia 7 tahun, menderita penyakit mata serius bernama ‘conjunctivitis’. Kakeknya membawanya
ke ‘Ukaz untuk bertanya kepada seorang pendeta yang bisa mengobati penyakit mata.’*
Biografi Halabiyya melaporkan bahwa:
‘‘Abd-alMutallib sering pergi ke ‘Isa, seorang pendeta dari Syria, kepada siapa Tuhan memberikan pengetahuan
besar dan tidak pernah meninggalkan tempat semedinya itu.’

Jadi, apa agama orang tua Muhamad ?

Tidak banyak diketahui tentang Abdallah dan Aminah. Mereka keduanya mati muda saat Muhamad
masih kecil sehingga mereka tidak berdampak besar terhadap pendidikannya. Mereka tidak
meninggalkannya harta apa-apa, kecuali seorang wanita pengasuh asal Ethiopia bernama Baraka. Ia
dikenal dengan nama ‘Umm ‘Ayman (atau ibunya Ayman), dan iapun seorang Nosrania. Muhamad
sendiri nampak mencintainya. ‘Kau adalah ibu kedua saya.’ Malah dikatakannya pula, ‘Siapapun yang
ingin menikahi wanita dari surga, ia harus memilih ‘Umm’Ayman.’

Para kolektor Quran hanya mengatakan bahwa orang tua Muhamad adalah orang-orang terhormat
dan mengikuti jalan lurus. Al-fakhr al-Razi (w. 1209) mengatakan, ‘Orang tua Muhamad adalah al-
Hanifiyya, agama Ibrahim, seperti Zayd ibn ‘Amran ibn Nufayl dan clan-nya.’ Namun ia juga
mengatakan, ‘Polytheis sangat memalukan. Pasti ada nenek moyangnya yang merupakan salah satu
dari mereka.’

Penulis ternama seperti al-Sannusi dan Telemessani menegaskan pernyataan al-Razi. Mereka menulis,
‘Orang tuanya tidak tahu polytheisme. Mereka keduanya Muslim. Muhamad memiliki asal aristokratik
dari rahim murni. Ini hanya dimungkinkan dengan kepercayaan kepada Allah. Apa yang dikatakan
beberapa Kolektor adalah tidak pantas.’ Dikatakan bahwa orang tua Muhamad adalah ‘Muslim sebelum
Islam.’

Keadaan Religi Di Mekah

Penduduk Mekah, walau mempertahankan praktek polytheisme dalam kehidupan sehari2 mereka tidak
pernah menolak ke-ilahian yang berpusat pada satu Tuhan. Orang Mekah mengakui Tuhan sebagai
pencipta tunggal, tetapi mereka menemukan Tuhan lewat media gambar-gambar, intersesi malaikat
dan orang-orang suci, lewat lambang2, patung dan ikon. Bahkan pengalaman spiritual Muhamad tidak
beda dengan pengalaman keluarga dan tetangga2nya (yang polytheis).

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

90
Jadi pertanyaannya adalah:

Apakah Islam agama baru dan Muhamad penciptanya? Atau ajaran ini sudah ada sebelumnya? Apakah
ada beda antara ajaran Nosrania yang diajarkan Waraqah dan ajaran Islam yang ditemukan dalam
Quran sekarang? Apakah Islam diciptakan dari nol atau ini versi Arab ajaran Nosrania yang sudah ada?

Jawabannya ada di Quran.

Quran sendiri yang bersaksi bahwa Islam eksis diantara keturunan Israel di jaman pra-Arab dan bahwa
ada Arab yang ‘Muslim’ sebelum eksisnya Muhamad dan turunnya Quran. Lihat ayat-ayat Quran
tentang : Muslim sebelum Islam : Q 28:53, 22:78, 27:42, 41:33.

Muslim tulen adalah orang yang percaya kepada satu Tuhan, menghormati ajaran Torah, Injil dan
Quran. Selain juga, ia harus percaya pada nabi-nabi sebelumnya tanpa membeda-bedakan mereka.
Muslim, menurut Islam, adalah mereka yang membawa kesatuan dan bukan perpecahan. Mereka
adalah yang menerima keseluruhan Kitab.

Muhamad berupaya keras untuk melacak Islam jauh ke jaman Ibrahim dan menghubungkannya
dengan agama Muslim berdasarkan pengetahuan Hanifiyyahnya. Begitu ia menetapkan hubungan ini,
ia mempromosikan Islam sebagai agama yang sudah ada sebelum Yudaisme dan Kristen. Quran sendiri
memperingatkan pembacanya akan Pentateuch dan Injil.

Quran kemudian juga mencoba mengatasi konflik ideologi yang ada saat itu antara sekte-sekte Yahudi
dan Kristen. Suku-suku Arab, campuran polytheis-monotheis, terpecah-pecah karena konflik religius ini.
Guna mengatasi situasi, Muhamad mencoba mencoba mencari hubungan dengan apa yang sudah eksis
guna menghindari timbulnya konflik agama dengan kekerasan di Mekah.

Muhamad menganggap misi Islam sebagai pengembalian kepercayaan kepada ajaran Ibrahim, yaitu
kepercayaan kepada satu Tuhan (monotheisme absolut), karena satu2nya dosa dalam Islam adalah
penolakan terhadap kepercayaan ini. Lihat : 4:48 &116, 3:18, 2:163, 5:116.

Jadi, apa kalau begitu, sifat Islam sebelum Islam versi Arab? Ternyata Islam tidak beda dengan bentuk
Nosrania, sekte Kristen Ebionit yang berada di Mekah. Islam Arab adalah refleksi dari monotheisme
Arab abad ke 7. Pengikut Islam percaya kepada akar-akar Haniffiyya-nya dengan menghormati kitab-
kitab yang datang sebelumnya.

BAB VII Hanif Dan Nosrania Dalam Islam Jaman Permulaan

Al-Hanif adalah julukan bagi Nabi Ibrahim, agamanya dan pengikutnya yang tidak pernah mendukan
Tuhan dengan mahluk hidup lainya dan tidak mengenal perselisihan dan perpecahan. Mereka
mempraktekkan ‘agama standar’ (9:85) atau ‘agama sebenarnya’, yaitu kepercayaan kepada satu Tuhan.

Al-Hanif adalah mereka yang menolak polytheisme dan berhala (22:30&31), membayar zakat (98:5),
takluk pada Tuhan dan percaya pada Tuhan tanpa percaya mahluk-mahluk lainnya (30:30, 31). Ibrahim
adalah ‘sahabat Tuhan’ (Exodus 33:11) dan contoh bagi kepatuhan dan ketaklukan (4:125).

Jadi, agama Hanafit ini bukan agama independen selama kehidupan Muhamad, tetapi eksis di jaman
pra-Quran, seperti Yudaisme, Kristen, Mazdaenisme dan Sabeanisme.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

91
Karakteristik Hanaffiyyah lainnya juga bisa dibaca dari kisah hidup Muhamad. Anak lelaki harus disunat
dan hijrah. Pengikut agama ini percaya kepada ajaran Ibrahim. Seorang yang Hanif meninggalkan
berhala dan mencuci diri dari dosa. Ia abstain dari makan daging berhala dan meminum alcohol. Dalam
konteks ini, al-Tabari melaporkan, ‘Rakyat Modar yang hijrah ke Ka’bah pada saat Jahilliyah disebut
‘Hunafa.’’

Kesatuan antara Hanifiyyah dan Nosrania juga bagian dari catatan para Kolektor dan diulang-ulang
dalam legenda tentang pendeta dan biarawan Hunafa dan Nazareth.

Waraqah Ibn nawfal bergabung dengan 2 pendeta lainya, Ibn Saida dan ‘Usman al-Huwayrith, sebagai
bagian dari kelompok Hanifiyyah. Mereka diidentifikasi sebagai ‘Arab yang memeluk agama Nosrania
dan Hunafa.’ Dalam hadis lain, Muhamad berbicara tentang pendeta ibn Sai’dah sebagai ‘lelaki dari
‘Ayad. Ia menjadi Hanif dalam era Jahiliyyah.’

Dalam ‘Muruj al-Zahab’, al-Massudi melaporkan, ‘Hanzalah b Safwan … al-Qiss Waraqah … dsb dsb …
semuanya adalah Hunafa’ (taat) seperti juga Nosrania.’

Kata ‘Hanafiyyah adalah atribut positif bagi golongan Arab Nosrania dan kepada pengikut satu Tuhan
SEBELUM Islam. Ibrahim adalah ‘Muslim Hanif’ (4:125). ‘Ia yang dibimbing Allah dan menjadi Hanif’
(6:161). ‘Siapapun yang berdoa dan memberi zakat adalah Hanif (98:5).

Yang penting disini adalah bahwa seorang yang Hanif BISA NOSRANIA, BISA JUGA MUSLIM. ‘Hanif’,
‘Nosrania’ dan ‘Islam’ adalah tiga nama yang membaur, tidak lama setelah kematian Muhamad.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

92
CERITA MURTAD DIJAMAN MUHAMAD
Dicuplik dari CENTURIES OF INTOLERANCE AND PERSECUTION
http://www.bible.ca/

Murtad2 Islam pertama, yg pindah ke Kristen, adalah orang2 dijaman Mohamad sendiri.

Cerita mereka tercatat dalam biografi nabi (The Life of the Prophet) oleh Ibn Hisham (w. 834 AD), dan
cerita Perebutan Muslim (The Moslem Conquest), oleh Al Baladhuri (w. 892 AD).

1) Abu-'Amir

Dlm Al Baladhuri kami mendapatkan seseorang bernama: Abu Amir yg lari dari Allah dan rasulNya ke
Mekah dan lalu ke Syria dimana ia memeluk Kristen. Oleh karena itulah turun wahyu dari Allah: 'Ada
yang mendirikan mesjid karena kezaliman dan ketidaksetiaan utk memecahkan orang beriman dan ini
memang diperkirakan darinya karena di masa lalu ia memerangi Allah dan RasulNya.'”

2) Mikyas ibn-Subabah

"Numailah ibn-Abdallah al-Kinani membunuh Mikyas ibn-Subaba-al-Kinani”, nabi mengumumkan
bahwa siapapun yg menemukannya boleh membunuhnya. Nabi melakukan ini karena : Mikyas memiliki
saudara lelaki, Hashim ibn-Subabah ibn-Hazm, yg memeluk Islam dan dgn nabi menyaksikan invasi
terhdp al-Muraisi. Hashim disangka oleh kaum Ansar sbg ‘musyrikun' dan dibunuh.

Mikyas kemudian datang ke nabi yg memutuskan bahwa keluarga sang pembunuh harus membayar
uang darah. Mikyas menerima uang darah dan menjadi Muslim. Kemudian ia menyerang saudara
kandung sang pembunuh, melarikan diri dan MURTAD DARI ISLAM dan mengatakan:
“ Jiwa saya sembuh setelah membiarkannya berbohong, oleh karena itu saya mencapai ambisinya dan memuaskan
balas dendam saya dan saya yg pertama yg meninggalkan Islam. ’

Namun ia bukan yg pertama yg meninggalkan Islam. Orang murtad pertama adalah Obeidallah Ibn
Jahsh

3) Obeidallah Ibn Jahsh

Ia menemani mereka yg melarikan diri dari Mekah ke Abyssinia (Ibn Hisham, vol. i, hal. 76 dan iii).
Kesaksian dari Ibn Hisham, spt dikutip dari Ibn Ishak, terputus-putus, tetapi kami bisa membaca bgm
pentingnya pengaruh Kristen terhdp Islam :
"Sehubungan dgn Obeidallah Ibn-Jahsh, ia tinggal dalam ketidakpastian sampai ia menjadi Muslim; dan kemudian
ia melarikan diri dgn Muslim2 lain ke Abyssinia, membawa isterinya, Um Habiba bint Abu Sufyan, dan ia seorang
Muslimah. Tetapi setelah menikahinya, sang Obeidallah menjadi Kristen dan akhirnya ia wafat disana, sbg Kristen.
Ibn Ishak mengatakan bahwa Mohamad Ibn Jafar mengatakan kpdnya: 'Obeidallah Ibn Jahsh ketika menjadi
Kristen sering mampir kpd para Sahabat Nabi (saw) saat mereka bersama di Abyssinia, dan mengatakan kpd
mereka, ‘Kami bisa melihat jelas bahwa kalian masih berkedip-kedip; yi, kami memiliki visi jelas dan kalian masih
mencari2 indra penglihatan dan belum melihat dgn jelas.’ I

bn Ishak juga mengatakan bahwa Rasulullah (saw) mewarisi isteri Obeidallah Ibn Jahsh (!!!), Um Habiba
ibn Ali Sufyan ibn Harb, dan membayar 400 dinar emas kawin baginya.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

93
Tidak hanya ada murtad dari Islam ke Kristen di Abyssinia, tetapi setelah kematian Muhamad
kebanyakan Arab kembali kepada kebiasaan polytheisme mereka dan diperlakukan sbg murtad. Perang
dinyatakan terhdp mereka. Di Oman, kebanyakan dari mereka dibantai.
"Sejumlah wanita di an-Nujair, setelah berbahagia atas kematian nabi, abu-Bakr menulis memerintahkan agar
tangan dan kaki mereka dipotong. Diantara wantia ini adalah ath-Thabja al-Hadramiyah, dan Hind, puteri Yamina,
wanita Yahudi."

Hanya dgn tunduk dan bayar pajak Jizyah mereka dapat menyelamatkan nyawa merkea.

4) Ketika Arab dari Bahrain murtad dibawah kepemimpinan Al-Hutam, perang dinyatakan terhdp
mereka; dan salah satu penyair Muslim merayakan kemenangan atas kematian Al-Hutam mengatakan
sbb:
"Kami meninggalkan Shuraih dgn darah menutupinya spt spt ujung jubah Yemen
Kamilah yg merebut Um-Ghadban dari puteranya,
dan mematahkan tombak kami kedalam mata Habtar.
Kamilah yg membiarkan Misma' terbaring di tanah,
sbg makanan hyena dan burung garuda yg akan menyerangnya."

Nafas perang vs Murtad itu juga nampak dari kalimat2 'Ali ibn Abi Talib :-

Bunga kami adalah pedang dan golok
Bunga narsis dan myrtle (nama pohon) adalah nol
Minuman kami adalah darah musuh
Cangkir kami adalah tengkoraknya …

(As-saifu wa'l khanjar rihanuna
'Ufun 'ala '1 narjis wa'l as
Dam 'adauna shurabuna
Wa jumjumat ras al kas. )

T. W. Arnold, apologis Islam terkenal mengakui bahwa Islam abad pertama bukan agama toleransi.
(Arnold's Preaching of Islam, p.66.) 6* Tidak ada yg dianggap sbg persamaan derajad, baik dalam
urusan religius maupun sipil. Meninggalkan Islam adalah pengkhianatan (fitnah), tapi utk meninggalkan
Kristen utk memeluk Islam membawa keuntungan dan bahkan pengampunan bagi kesalahan2 dimasa
lalu. Kristen tidak hanya diwajibkan membayar pajak khusus (jizyah), tetapi juga dipersulit
kehidupannya.Toleransi oleh para penguasa Muslim selalu didasarkan syarat penerimaan status rendah
mereka. (Compare Shedd's Islam and the Oriental Churches, pp. 131 and 134.)

Menurut hukum, non-Muslim ;
"… tidak boleh membangun gereja, biara, atau badan2 religius, juga tidak boleh meningkatkankan rumahnya
setinggi ataupun lebih tinggi dari rumah2 Muslim; ataupun menaiki kuda, tetapi hanya keledai,dan ini juga spt cara
perempuan; mundur dan berikan jalan kpd Muslim dijalan2 umum; mengenakan baju berbeda dgn Muslim, atau
tanda utk membedakan mereka dari Muslim; mengenakan tanda utk membedakan dari Muslim di tempat2
pemandian umum, spt ikatan tangan dari besi, timah atau kaleng; jangan minum anggur dan makan babi; tidak
merayakan hari2 perayaan agama secara terbuka; tidak boleh menyanyi atau membacakan dgg keras teks
Perjanjian Lama dan Baru, dan tidak membunyikan bel; ataupun berbicara jelek ttg Allah atau Mohamad; ataupun
memberlakukan pembaharuan kpd Negara atau membuat Muslim murtad; atau memasuki mesjid tanpa ijin; atau
menjejakkan kaki di wilayah Mekah ataupun tinggal di distrik Hedjaz."


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

94
1000 ORANG MALAYSIA MURTAD PER BULAN
http://www.littlespeck.com/region/CForeign-My-041228.htm ( Internet Malaysia )

Sekitar 1.000 orang Malaysia meninggalkan Islam setiap bulan. Masalah murtad yang telah lama
disembunyikan sekarang dibahas jelas di internet diantara orang2 Malaysia. Berita diambil dari situs
Malaysiakini.

Dec 27, 2004

Di bulan Juli ketika pengadilan Sharia menjatuhkan hukuman kepada 4 orang Kelantan Malaysia selama
20 bulan karena murtad, hak2 Muslim untuk meninggalkan Islam menjadi bahan perdebatan sengit di
Internet. Mereka telah meninggalkan Islam (murtad) di tahun 1998 di hadapan Komisi Pengambilan
Sumpah. Meskipun Konstitusi Negara menjamin kebebasan beribadah di Malaysia, hukum Islam
melarang Muslim untuk meninggalkan agamanya.

Menurut hukum Sharia Islam, pemerintah harus melaksanakan hukuman bagi tindakan kriminal yang
dilakukan melawan Tuhan dan murtad adalah yang termasuk dalam hal ini. Pengadilan Sharia Kelanta
menghukum mereka di tahun 2000 karena tidak mau mengambil kelas2 “pertobatan”, yang merupakan
kewajiban yang ditentukan Pemerintah bagi mereka yang ingin murtad. Seorang penulis berkata pada
Malaysiakini di tanggal 28 Juli, 2004, “Konstitusi Pemerintah kami di bawah Article 11 menjamin dan
menjaga hak2 warga negaranya untuk memilih dan melaksanakan ibadah agama yang dipilihnya. Tapi
Pengadilan Sharia tidak berpendapat hak ini berlaku bagi Melayu Muslim.”

Hal ini mengakibatkan Melayu Muslim tidak mungkin untuk pindah agama, karena mereka pertama-
tama harus melamar ke Pengadilan Sharia untuk mendapat ijin mengubah agama mereka. Pihak
Pengadilan ragu untuk memberikan mereka ijin murtad karena etnis Melayu dianggap Muslim sejak
lahir. Hal ini tidak berlaku bagi kelompok etnis yang lain, misalnya kelompok etnis di Sarawak dan
Sabah yang kebanyakan Kristen. Shad Salem Faruq, profesor hukum dari University of Technology
MARA percaya bahwa pihak Pemerintah paling takut mereka menjadi pemeluk Kristen. Malaysia terdiri
dari 60% Muslim, 20% Buddha, 9% Kristen dan 6% Hindu. Akan tetapi, “Agama Hindu dan Buddha tidak
begitu punya tradisi menyebarkan agama seperti Kristen,” kata Faruq kepada Asia Times.

Seorang pendeta yang tidak mau disebut namanya berkata kepada Asia Times bahwa dia percaya
sekarang terjadi 100 Muslim pindah ke agama Kristen per bulan di seluruh Malaysia. Sebuah kelompok
Kristen memperkirakan terdapat 30.000 murtadin saat ini. Angka dari Pihak Pemerintah jauh lebih
sedikit, tapi banyak orang2 Malaysia yang diam2 murtad untuk menghindari tekanan. Beberapa
murtadin melaporkan pintu gerbang rumah mereka diguncangkan di malam hari dan telpon mereka
disadap polisi. Murtadin lain melaporkan pihak polisi meminta mereka menghentikan segala kegiatan
keKristenan – termasuk pekerjaan sosial.

Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi baru2 ini menghadiri pertemuan di World Council of
Churches, dan untuk pertama kalinya dia bicara di hadapan orang2 yang semuanya Kristen. Menurut
laporan dari Australian Financial Review tanggal 4 Agustus 2005, Badawi menyatakan permohonan
emosional kepada orang2 Kristen dan Muslim untuk bekerja sama demi perdamaian dan keadilan.
”Di banyak mata Muslim, kejadian2 (sejak 11 September, 2001) menunjukkan anggapan bahwa sekali
lagi Kristen Barat sedang berperang dengan dunia Muslim, “katanya kepada para wakil gereja. Dia
menambahkan bahwa terjadi “penyusutan niat baik dan saling percaya diantara Islam dan Kristen
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

95
dibandingkan beberapa tahun yang lalu.” Sejak itu perdebatan bertambah meningkat, terutama
diantara fundamentali Muslim dan Melayu Malaysia liberal.

Pada tanggal 1 Oktober, Dr Syed Alwi Ahmad, yang bergelar doktor (S3) di bidang filofosi, berkata
bahwa adalah kewajiban Muslim untuk membuat Islam jadi menarik. “Di dunia masak kini, hal2 seperti
skeptisisme, humanisme sekuler dan kemajuan ilmu pengetahuan telah membuat agama jadi tidak
menarik lagi, “tambahnya. Tiada kebutuhan untuk kembali ke abad 7. “Malaysia bukanlah Saudi Arabia
atau Afghanistan di bawah Taliban. Elfie (yang menyatakan tiada toleransi bagi yang ingin murtad)
dapat terus melaksanakan ibadah agama apapun yang dia inginkan. Itu urusannya. Tapi jangan coba2
menentukan bagaimana aku harus melaksanakan ibadah imanku. Jangan sentuh masalah pribadi, hal2
relijius milik orang lain. Modernisasi akan tetap tinggal di sini, tidak peduli Elfie suka atau tidak.”

Di dalam suratnya, Mohd Elfie Nieshaem Juferi menulis bahwa Muslim ‘liberal’ mendukung niat2 pihak
Barat. “Singapura bukanlah Malaysia. Jika para Muslmi di Singapura ingin mengijinkan pemurtadan,
maka itu urusan mereka. Sikap mereka yang jauh dari praktek Islam sudah nyata dari tindakan mereka
sendiri, “katanya.

Sebagai orang Muslim yang melakukan ibadah Islam di Malaysia, Elfie berkata, “mensahkan ijin murtad
akan merusakkan nilai2 Islam yang dianut para Muslim di Malaysia.” Hal ini menimbulkan reaksi dari
orang Singapura bernama Shairul Fazleena yang berkata, “Aku orang Singapura dan bangga sebagai
Muslimah dan kupikir para murtadin Malaysia merasa lebih marah kepada Pemerintah Malaysia
daripada kepada Islam itu sendiri.”

Dia menambahkan, “Kupikir mereka berpendapat bahwa Islam adalah permasalahannya tapi ini hanya
bermasalah jika menggunakan Islam sebagai dasar kebijaksanaan Malaysia. Aku telah berhubungan
dengan para murtadin ini di suatu website dan telah berusaha keras untuk menunjukkan bahwa bukan
Islam yang salah tapi orang2 yang munggunakan Islam untuk memaksakan kehendak mereka.

“Aku tidak menulis ini karena ingin membenarkan alasan murtad. Aku hanya menulis ini agar
Pemerintah Malaysia memikirkan kembali kebijaksanaan mereka. Di Singapura, orang dapat
meninggalkan agama mereka jika memang mereka ingin begitu dan tidak ada paksaan untuk
melaksanakan suatu agama apapun. Adalah salah untuk memaksa seseorang untuk bersikeras memeluk
suatu agama yang tidak dipercayainya lagi dan ini pun bertentangan dengan anggapan bahwa Islam
tidak menggunakan paksaan.”

Akan tetapi, dia berkata bahwa murtadin Malaysia bingung sendiri tentang siap atau apa yang
sebenarnya menekan mereka dan mereka cenderung menghubungkan ini dengan Islam.

“Meskipun aku menghormati Pemerintah Malaysia karena berusaha menerapkan hukum Islam sedapat
mungkin, tapi kupikir menghukum murtad bukanlah tindakan yang relefan lagi. Bukankah Malaysia
tidak merajam Muslim yang kedapatan berzinah? Jika hal ini bisa dihindari, mengapa tidak bagi
murtad?”
Other Malaysian comments:
Lisa Jaafar: “Banyak orang Malaysia yang tidak punya pilihan selain jadi Muslim karena mereka
dibesarkan sebagai Muslimoleh orangtuanya begitu mereka lahir. Sewaktu masih anak2, kami tidak
punya kebebasan memilih dan penilaian pribadi. Anak2 tidak mengerti Qur’an dan tidak bisa
membandingkannya dengan doktrin2 dan praktek2 agama2 lain. Akan tetapi, sebagai orang dewasa
kami punya kebebasan memilih dan penilaian pribadi. Beberapa dapat saja akhirnya punya pengertian
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

96
dan konklusi yang berbeda dengan orangtua2nya dan kakeknenek2nya yang mungkin juga buta huruf
atau agak buta huruf.”

Mister Tambourine: Aku adalah salah satu dari banyak orang Melayu Muslim yang tidak ingin Konstitusi
dan aturan hukum Negara dirubah. Kami tetapi ingin menempatkan agama dalam urusan pribadi dan
biarlah Tuhan sendiri yang menetapkan keputusan ilahiNya. Kami adalah orang2 liberal, toleran (sama
seperti sang Nabi), cinta damai yang menolak PAS karena partai ini ingin memaksakan kehendaknya
atas Muslim seperti kami untuk melaksanakan pandangan mereka yang salah akan Islam dan negara
Islam.

Artikelmu telah menolong untuk mendorong orang2 Malaysia liberal lainnya untuk tidak mendukung
para Islamis sombong yang tak bertoleransi di negara ini yang akan terus membabat kemerdekaan
kami yang sudah makin sedikit ini untuk melakukan praktek dan ibadah agama sesuai dengan
kehendak mereka.

'Jadilah seperti Indonesia'

Johan Baba: Mohamad Elfie Nishaem Juferi dengan sikapnya yang fanatik dan tak bertoleransi sama
sekali telah mengkhianati kaum Melayu Muslim yang kesalahannya hanyalah mengikuti apa yang
dirasakan dalam hati mereka dan meninggalkan agama mereka.

Di mata Elfie, orang2 ini dicap sebagai murtad yang dianggap lebih jelek daripada Muslim yang suka
memperkosa, membunuh atau orang2 yang melakukan insest.

Tapi yang tidak diketahui banyak orang adalah Elfie sebenarnya telah menindas dan mengancam
orang2 murtad ini, banyak dari mereka harus meninggalkan negara Malaysia untuk menghindari
kemarahan pemimpin agama Malaysia yang punya hubungan dekat dengan Elfie. Orang2 murtad ini
tidak mau dipaksa buta untuk memeluk Islam sejak bayi sampai selamanya. Di masyarakat dominan
Muslim seperti Indonesia, murtadin dianggap sama seperti warga negara lain tanpa diskriminasi.

Para murtadin yang melarikan diri itu seharusnya diijinkan kembali ke sini dan hidup sebagai warga
negara yang terhormat dan berhak sama tanpa harus kembali ke Islam.

Dr Syed Alwi Ahmad: Orang2 Muslim biasanya memperlakukan agama mereka dengan sangat serius.
“Memang tidak ada salahnya akan hal itu – jika kau menempatkan agama pada konteks yang benar.”
Akan tetapi sebagian masyarakat melangkah lebih jauh dan menetapkan agama sebagai “kebenaran
absolut”. Dengan kata lain, agama tidak perlu ditempatkan pada konteks yang benar dan dipercayai
secara harafiah tanpa perlu bukti sama sekali. Mereka melakukan ibadah (dan ingin orang lainpun
melakukan hal yang sama) dengan pengertian akan Islam di abad ke 10. Aku benar2 menentang hal ini.
Academic Dr Chandra Muzzafar meminta pihak Pemerintah, melalui Parlemen dan legislatur Negara,
untuk memecahkan masalah ini dan bukannya menyerahkannya ke Pengadilan. Jalan ke luar bisa
dengan merubah konstitusi yang mengambil hak2 orang Melayu yang meninggalkan Islam.

“Kami bisa meminta mereka menyatakan pengumuman resmi bahwa mereka bukanlah orang Melayu
lagi karena mereka telah meninggalkan Islam. Atau kaum dapat membuat keputusan resmi yang
menentukan orang2 ini sebagai orang bukan Melayu dan membedakannya dengan orang2 Melayu.
Pilihan yang manapun, kau tetap harus mengganti konstitusi.”

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

97
Article 153 dari Konstitusi Negara memberi orang2 Melayu kemudahan dalam pelayanan2 masyarakat,
kesempatan mengambil pendidikan dan ijin dan lisensi bisnis.

“Tindakan Kriminal Serius”

Minggu lalu, pihak akademis di sebuah seminar tentang murtad yang diadakan di International Islamic
University (IIU) meminta pihak Pemerintah untuk menghentikan gelombang naiknya kemurtadan
sebelum ini berkembang lebih besar lagi.

Profesor Hukum IIU bernama Abdul Aziz Bari dalam tulisannya menyatakan kegagalan untuk
membatasi jumlah orang Melayu Muslim yang meninggalkan agama mereka akan membuka peti
Pandora secara konstitusional.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

98
Kebohongan Terbesar Tentang Quran ( The Biggest Lie About Koran Ever Told )
http://www.faithfreedom.org/

Sudah berulang kali kita mendengarkan kata-kata "TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA” (Q 2:256).
Siapapun yg menyuarakan prinsip ini ternyata lupa memeriksa konteks ayat di atas.

Tetapi sebelum kita membahas yg di atas, kami harus melihat kapan dan mengapa ayat itu diucapkan
Muhammad dan apakah, dalam prosesnya, ia mengkontradiksi ayat-ayat sebelumnya? Dan dalam hal
ini apa yg terjadi ?

Untuk mengetahui mengapa Muhamad menganggap sesuatu hal sbg wahyu kami harus melihat
kronologi ayat-ayat Quran dari Hadis, Sirat dan Tafsir. Edisi standar Mesir memberikan urutan kronologi
ini pada Surah-surah, dgn ayat-ayat yg datang dari periode lain, dimasukkan dalam tanda kurung:

XCVI, LXVIII (17-33, 48-50 Med.), LXXIII (10 f., 20 Med.), LXXIV, I, CXI, LXXXI, LXXXVII, XCII, LXXXIX, XCIII, XCIV, CIII, C,
CVIII, CII, CVII, CIX, CV, CXIII, CXIV, CXII, LIII, LXXX, XCVII, XCI, LXXXV, CVI, CI, LXXV, XCV, CIV, LXXVII (48 Med.), L (38
Med.), XC, LXXXVI, LIV (54-6 Med.), XXXVIII, VII (163-70 Med.), LXXII, XXXVI (45 Med.), XXV (68-70 Med.), XXXV, XIX
(58, 71 Med.), XX

(130 f. Med.), LVI (71 f. Med.), XXVI (197, 224-7 Med.),XXVII, XXVIII (52-5 Med., 85 during Hijrah), XVII (26, 32 f., 57,
73-80 Med.), X (40, 94-6 Med.), XI (12, 17, 114 Med.), XII (1-3, 7 Med.), XV, VI (20, 23, 91,114, 141, 151-3 Med.),
XXXVII, XXXI (27-9 Med.), XXXIV (6 Med.), XXXIX (52-4 Med.), XL (56 f. Med.), XLI, XLII (23-5, 27 Med.), XLIII (54
Med.), XLIV, XLV (14 Med.), XLVI (10, 15, 35 Med.), LI, LXXXVIII,XVIII (28, 83-101 Med.), XVI (126-8 Med.), LXXI, XIV
(28 f. Med.), XXI, XXIII, XXXII (16-20 Med.), LII, LXVII, LXIX, LXX, LXXVIII, LXXIX, LXXXII, LXXXIV, XXX (17 Med.), XXIX
(1-11 Med.), LXXXIII Hijrah, II (281 later), VIII (30-6 Mec.), III, XXXIII, LX, IV, XCIX, LVII, XLVII (13 during Hijrah), XIII,
LV, LXXVI, LXV, XCVIII, LIX, XXIV, XXII, LXIII, LVIII, XLIX, LXVI, LXIV, LXI, LXII, XLVIII, V, IX (128 f. Mec.), CX.

Encyclopedia Islam, op cit, juga mendetilkan 3 pakar Barat tentang kronologi Quran (Noldeke adalah
salah satu pakar Qur’an terbesar di Barat). Inilah urutan kronologis tentang Surah-surah Medina paling
akhir:
Weil: 2, 98, 62, 65, 22, 4, 8, 47, 57, 3, 59, 24, 63, 33, 48, 110, 61, 60, 58, 49, 66, 9, 5. Noldeke and
Blachere: 2, 98, 64, 62, 8, 47, 3, 61, 57, 4, 65, 59, 33, 63, 24, 58, 22, 48, 66, 60, 110, 49, 9, 5.

Canon Sell dalam "The Historical Development of the Qur’an"/Perkembangan Historis Quran, hal 204,
menulis Jalalu-d-Din as-Syuti (pakar Qur’an) mendaftarkan Surah 9 sebelum surah terakhir, dan Sir
William Muir (pakar Islam Barat) mencakupkan Surah 9 sbg surah terakhir.

Kesemuanya juga mencakupkan Surah 5 didekat akhir kronologi, ataupun di paling akhir. Hadis Sahih
Bukhari, volume 6, book 60, # 129 (or 5.59.650), menulis: "Surah terakhir yg diwahyukan adalah
Bara’a…" Jadi Surah 9 dianggapnya salah satu yg terakhir, ataupun yang paling kahir diwahyukan. Oleh
karena itu, karya 6 pakar islam top itu (3 Muslim, 3 Barat), semuanya setuju bahwa Surah 9 adalah yang
terakhir atau surah sebelum yg terakhir yg diungkapkan Muhammad.

Disini kita lihat bahwa Surah 2 diungkapkan pada periode permulaan kehidupan Muhamad saat ia tidak
memiliki cukup kekuatan agresif, sementara Surah 9 diungkapkan pada saat ia hampir mati dan
memiliki kekuatan besar untuk berlaku agresif.

Apakah wahyu2 Muhammad paling akhir mengkontradiksi wahyu2 sebelumnya ?
Jawabannya : YA !
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

99
Dalam "Islam: Muhammad and His Religion", hal 66, pakar Islam ternama, Arthur Jeffery menulis:
"Qur’an adalah unik diantara para buku suci dalam mengajarkan DOKTRIN ABROGASI, dimana Nabi bisa
membatalkan/mengabrogasi surah-surah sebelumnya dgn surah-surah yg datang belakangan. Untuk mengetahui
mana surah yg diabrogasi, kita harus menerapkan sains Quran yg dikenal sbg "Nasikh wa Mansukh", yi.: "Para
Abrogators dan yang Di-Abrogasi".

Buku ini membahas setiap surah dan menjelaskan secara mendetil, setiap surah yg telah dibatalkan.
Dari 114 surah, hanya 43 yg tidak dibatalkan. Kalau memang tidak ada kontradiksi, mengapa perlu
menciptakan sains Quran ini ?

Pertanyaan Kami yang Ketiga, Apa yang Terjadi ?

Ibn Warraq menyingkat konsep abrogasi Muslim sbb:
"Quran penuh dgn kontradiksi, dan orang-orang Muslim jaman Muhamad tahu benar; oleh karena itu mereka
menciptakan ilmu tentang abrogasi Quran dan cara-cara menanganinya. Ini memang doktrin yg ‘digunakan untuk
memenuhi kebutuhan segera yg nampaknya merupakan ciri khas karir kenabian Muhamad.’ Menurut doktrin ini,
beberapa ayat Quran diabrogasi surah-surah yg dikeluarkan sesudahnya.

Ini juga yang diajarkan Muhamad sendiri dalam Surah 2 ayat 105: 'Apapun yang Kami batalkan atau
mengakibatkan kau melupakannya, Kami membawa ayat yang lebih baik atau mirip (‘Whatever verses we cancel or
cause you to forget, we bring a better or its like.').

Para apologis Islam kemudian memiliki kesulitan karena semua ayat yg mempraktekkan toleransi
ditemukan dalam surah-surah Mekah (ketika Muhamad belum berkuasa), dan surah-surah yg
menyuruh pembunuhan, pemenggalan kepala dan penghancuran tubuh non-muslim, atau para AYAT-
AYAT PEDANG berasal dari jaman kemudian, jaman Medinah); ‘toleransi’ dibatalkan oleh ‘intoleransi’.
Ingat bunyi AYAT PEDANG YANG PALING TERKENAL ?

Surah 9: 5, ” Bunuhlah para penyembah berhala dimanapun mereka kau temukan”, nampaknya telah
membatalkan 124 surah yg mempromosikan toleransi dan kesabaran."

Konteks Sejarah Q2:256
Ini bunyinya :

Q 2:256 Janganlah ada paksaan dalam agama: Kebenaran berdiri tegas dari Kesalahan: siapapun yg menolak
Kejahatan dan percaya kepada Allah telah meraih genggaman tangan yang paling dipercaya dan tidak pernah
putus.

Inilah yg berkali2 disodori kepada non-Muslim untuk mengelabui mereka agar percaya bahwa Islam =
Agama Damai. Kata surah itu, tidak ada paksaan dalam agama karena Kebenaran nampak bisa
dibedakan jelas dari Kesalahan/Error. Dgn kata lain, Islam benar dan agama2 lain adalah salah.

Lalu menyusullah kalimat berikut ini; Siapapun yg menolak setan/Evil dan percaya kepada Allah mengerti akan
hal yang paling mulia. yi. Mereka yg menolak agama lain dan memeluk Islam. Muslim mengatakan bahwa yg
dimaksudkan Allah dgn Error and Evil bukan agama lain. Dgn kata lain, mereka yg menerima agama
selain Allah juga Benar dan tidak dari Setan? Kalau ini pendapat mereka, bgm mereka dpt
membenarkan prinsip Allah “Allah satu-satunya Tuhan yang sejati“? Dan mengapa IA harus
mengirimkan nabi untuk menyatakan kebenaran kepada orang-orang yg sudah memiliki jalan
kebenaran?

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

100
Konteks Sejarah Q2:256.
Alasannya dapat dilihat dari hadis:

Abu Dawud Book 14, Number 2676:
Dikisahkan Abdullah ibn Abbas:
(Dalam jaman pra-Islam) Ketika anak-anak seorang wanita tidak kuat hidup, ia bersumpah pada dirinya, kalau
anaknya selamat, ia akan menjadikannya Yahudi. Ketika Banu an-Nadir diusir (dari Arabia ), diantara mereka ada
beberapa anak Ansar (para pembantu). Kami tidak akan meninggalkan anak-anak kami. Jadi Allah mewahyukan,
"Tidak ada paksaan dalam agama. Kebenaran jelas dari Kepalsuan.

Jadi alasan bagi wahyu ini adalah jelas: wanita Yahudi Banu an-Nadir ketika diusir dari Arab, tidak mau
meninggalkan anak-anak mereka dan tidak ingin memeluk Islam. Dan nabi kemudian mengungkapkan
“Tidak ada paksaan dalam agama. Kebenaran jelas dari Kepalsuan. ”

Sekarang, Apa Kata Ibn Ishaq ?
Ibn Ishaq meriwayahkan:
Ibn Abbas mengatakan : telah diungkapkan tentang seseorang dari suku Bani Salim Ibn Awf yg bernama al-Husayni
yg kedua puteranya memeluk agama Kristen. Tetapi ia sendiri mengatakan kepada nabi: "Apakah saya akan
memaksa mereka memeluk Islam ?", lalu Allah menurunkan ayat ini (tidak ada paksaan dalam agama).

Namun, ayat ini diabrogasi oleh Surah "Fighting"/Bertempur: "Kau akan diperintahkan untuk berperang
melawan bangsa yg suka berperang, lalu kau akan memerangi mereka, atau mereka harus menyerahkan diri"
(48:16). Allah juga mengatakan: "O Nabi ! Berjuanglah keras melawan para kafir dan para munafik dan bertindak
keraslah terhadap mereka. " (9:73), dan IA mengatakan, "O kalian yg percaya! Perangi para kafir yg paling dekat
denganmu, dan biarkan mereka menemukan kekerasan dalam dirimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama mereka
yang Patuh (9:123).

Oleh karena itu semua orang didunia ini harus memeluk Islam. Jika ada yang menolak untuk membayar
Jizyah mereka harus dilawan dan dibunuh. Inilah arti ‘tidak ada paksaan dalam agama’.

Edisi internet (at www.tafsir.com) tentang tafsir Ibn Kathir menunjukkan Hadith Imam Ahmad yg
dianggapnya otentik/sah. Dalam hadis ini, Anas mengatakan bahwa Rasulullah mengatakan
kepada seseorang lelaki, "Peluklah Islam.'' Kata orang itu, "Saya tidak menyukainya.'' Nabi
mengatakan, "Bahkan jika kau tidak menyukainya, karena Allah akan memberikanmu kejujuran
dan keinginan sejati.''

Jelas sekarang bahwa Q2:256 tidak lagi berlaku dan tidak lagi relevan.
Lihatlah yg berikut ini.

Q3:85: Jika ada orang yg ingin agama selain Islam, tidak akan diterima darinya dan di hari Kiamat ia akan berada
diantara mereka yg kehilangan kekayaan spiritual.
Q 48:28 IA-lah yg mengirimkan rasulNya dgn Bimbingan dan Agama Kebenaran, agar diproklamirkannya diataws
segala agama: dan cukup bahwa Allah adalah saksi.

Ibn Kathir mengartikan ayat ini dalam tafsirnya : (Ini merupakan) Berita Baik bahwa Muslim akan menaklukkan
Dunia yg dikenal dan pada akhirnya seluruh Dunia. Allah Yang Paling Mulia mengatakan, sementara membawa
kabar baik kepada semua pengikutNya bahwa sang Rasul akan menang di atas musuh-musuhnya dan orang-orang
lain di dunia ini,

[َ ·ُ ه يِ ~´ ¹ا َ .َ ~ْرَ أ ُ ·َ ¹·ُ ~َ ر ىَ ~ُ +ْ¹'ِ - ِ .-ِ دَ و ·َ =ْ¹ا]
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

101
(He it is Who has sent His Messenger with guidance and the religion of truth,) with beneficial
knowledge and righteous good deeds. Indeed, the Islamic Shari `ah has two factors, knowledge and
deeds. The true religious knowledge is by definition true, and the accepted Islamic acts are by definition
accepted. Therefore, the news and creed that this religion conveys are true and its commandments are
just,

[ُ -َ ِ +ْ=ُ -ِ ¹ .َ ¹َ = ِ .- ~¹ا ِ · ¹ُ آ]
(that He may make it superior to all religions.) all the religions of the people of the earth, Arabs and
non-Arabs alike, whether having certain ideologies or being atheists or idolators.

[.َ -َ آَ و ِ ·´ ¹¹'ِ - ً ا~-ِ +َ ~]
(And All-Sufficient is Allah as a Witness.) that Muhammad is His Messenger and that He will grant him
victory. Allah the Exalted and Most Honored has the best knowledge.

[ٌ~´ ~َ =´ ~ ُ ل·ُ ~´ ر ِ ·´ ¹¹ا َ .-ِ ~´ ¹اَ و ُ ·َ ·َ ~ ُ ء'´ ~ِ ~َ أ .َ ¹َ = ِ ر'´ -ُ ´ْ¹ا ُ ء'َ ~َ =ُ ر ْ»ُ +َ -ْ-َ - ْ»ُ هاَ َ - ً '·´ آُ ر ~´ =ُ ~ً ا َ ن·ُ ·َ -ْ-َ - ً `ْ-َ · َ . ~ ِ ·´ ¹¹ا ً '-اَ ·ْ-ِ رَ و ْ»ُ +ـَ ~-ِ ~ .ِ · ْ»ِ +ِ ه·ُ =ُ و ْ. ~ ِ َ `َ أ
ِ د·ُ =´ ~¹ا َ =ِ ¹َ ذ ْ»ُ +ُ ¹َ `َ ~ .ِ · ِ ةاَ رْ·´ -¹ا ْ»ُ +ُ ¹َ `َ ~َ و .ِ · ِ .-ِ =-ِ `ا ٍ عْرَ ´َ آ َ جَ ْ=َ أ ُ -َ 'ْ=َ ~ ُ -َ رَ ز'َ · َ =َ ¹ْ·َ -ْ~'َ · ىَ ·َ -ْ~'َ · .َ ¹َ = ِ ·ِ ··ُ ~ ُ -ِ =ْ·ُ - ´ ر´ ´¹اَ عا َ =-ِ ·َ -ِ ¹ ُ »ِ +ِ - َ ر'´ -ُ ´ْ¹ا َ ~َ =َ و ُ ·´ ¹¹ا
َ .-ِ ~´ ¹ا ْا·ُ -َ ~اَ ء ْا·ُ ¹ِ ~َ =َ و ِ -ـَ =ِ ¹ـ´ -¹ا »ُ +ْ-ِ ~ ً ةَ ِ -ْ·´ ~ ً اْ=َ أَ و ً '~-ِ =َ = ]

Mengertikah anda sekarang ?
Agama Muhamad ini memang bermaksud untuk menaklukkan seluruh duina dan satu-satunya pilihan
yg ada pada kami adalah: melawan mereka demi keselamatan kami.

Apakah kita dibohongi tentang jihad ?
Jawabnya jelas. Daniel Pipes, dalam artikelnya Jihad: How Academics Have Camouflaged Its Real
Meaning http://hnn.us/articles/1136.html mengatakan: “Para pakar tingkat universitas itu cenderung
mirip dalam menggambarkan fenomena jihad ini- tapi gambaran ini palsu.”

JIHAD: PANDANGAN PARA PROFESOR
Dari 2 lusin ‘pakar’ yg saya pelajari, hanya 4 dari mereka mengakui bahwa jihad memang memiliki
komponen militer, walaupun - kata mereka – ini hanya untuk keperluan membela diri.

Valerie Hoffman dari University of Illinois bahkan mengatakan "tidak ada Msulim yg dikenalnya
menyetujui aksi terorisme (macam 9/11) ini, karena memang melanggar aturan Islamic."
John Esposito dari Georgetown mengatakan, "dalam perjuangan menjadi Muslim yg baik, akan ada saat
dimana mereka dipanggil untuk membela agama dan masyarakat mereka. Pada saat itulah [jihad] bisa
berarti perjuangan bersenjata."
Abdullahi Ahmed An-Na'im dari Emory, menjelaskan bahwa "Perang dilarang oleh shariah, kecuali
dalam hal: bela diri dan perluasan agama Islam."
Blake Burleson dari Baylor mengatakan, dalam Islam, sebuah tindakan agresi spt 9/11 “tidak akan
dianggap perang suci."
Dan banyak lagi profesor-profesor yg menganggap jihad = tidak memiliki unsur militer.

Tanggapan saya kepada mereka2 ini mudah saja. Ini berarti bahwa Usama bin Laden tidak mengerti
apapun yg dikatakannya saat ia menyatakan jihad terhadap AS beberapa tahun lalu dan berulang-
ulang membunuhi orang-orang AS di Somalia, di Kedutaan AS di Afrika Timur dan di Bandar Aden, dan
lalu Peristiwa 9/11.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

102
Dan sudah lupakah mereka pada perang agresif dan penuh kekerasan oleh Muslim di Algeria, Egypt,
Sudan, Chechnya, Kashmir, Mindanao, Ambon, dll, dll ?? Apakah Bin Laden dan konco-konconya ini
tidak tahu bahwa jihad sebenarnya berarti ‘menahan kesabaran/mengandalkan kemarahan’ ?

Jelas profesor-profesor ini salah, tetapi mereka tidak mampu mengakuinya. Yang dimengerti pada
jihadis tentang jihad adalah sesuai dgn yg dipraktekkan selama sejarah Islam.

Dari dulu sampai sekarang, jihad hanya berarti satu bagi mayoritas Muslim (terutama Sunni): upaya sah,
wajib dan komunal untuk meluaskan wilayah yg dikuasai Muslim (dalam Darul Islam) yg merugikan
kawasan non-Muslim (dalam Darul Harb). Tujuan jihad adalah politis, bukan keagamaan. Kekuasaan
Muslim adalah yang paling penting, penyebaran agama menyusul kemudian.
Tujuannya adalah: terang-terangan OFENSIF. Tujuan akhir : dominasi Muslim diseantero dunia..

Dalam kata2 Majid Khadduri dari Johns Hopkins University pd thn 1955, jihad adalah "instrument bagi
baik, universalisasi agama [Islamic] dan pendirian ’an imperial world state’."

HADIS
Hadis paling penting, Sahih al-Bukhari, mengandung 199 rujukan kepada jihad, dan masing-masing
menunjuk pada perang bersenjata terhadap non-Muslim. Mengutip Dictionary of Islam th 1885, jihad
adalah "kewajiban agama yg ditetapkan Qur'an dan hadis sbg institusi ilahi, dan ditujukan khususnya
bagi penyebaran Islam dan menghilangkan dosa Muslim."

Muhammad sendiri terlibat 78 pertempuran. Hanya satu (the Battle of the Ditch) merupakan perang
defensif. Satu abad setelah kematian nabi pd thn 632, tentara Muslim sampai mencapai India di timur
dan Spanyol di barat. Kemenangan2 utama Islam dalam abad2 kemudian termasuk 17 perang melawan
India pimpinan Mahmud dari Ghazna (r. 998-1030), perang Manzikert untuk membuka Anatolia (1071),
penaklukan Konstantinopel (1453), dan kemenangan Usman dan Fodio di Afrika Barat (1804-17).
Singkatnya, jihad adalah bagian Islam dari dulu sampai kini.

Sungguh sebuah skandal intelektual bahwa sejak 9/11, para pakar unversitas ternama di dunia
berulang-ulang mengaburkan arti JIHAD dan sejarah Muslim.

KESIMPULAN:
Jihad jelas merupakan perang ofensif terhadap non-Muslim saat mereka menolak Islam dan
mmengikuti agama atau filosofi pilihan mereka. Jihad dimaksudkan untuk mengkonversi kafir-kafir ini
untuk menerima Islam, baik secara paksa atau menerima penghinaan lewat pajak tinggi, jizyah. Inilah
satu-satunya alasan Jihad. Islamnya Muhammad memang tidak mengenal toleransi. Ia hanya
menginginkan dominasi TOTAL.

Menyebarkan kebohongan tentang Islam juga merupakan bagian Jihad. Ini penting guna menghindari
non-Muslim agar mengetahui apa arti Islam sebenarnya.

Sudah waktunya dunia beradab menyadari dan menanggapi ancaman Jihad Islam ini demi keselamatan
umat kami http://www.sunna.info/

*****

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

103
BUDAYA BERAGAM ISLAM & SEX DI BERBAGAI NEGARA
Source: http://www.hinduunity.org/

• Hukuman zinah dlm pengadilan agama Islam tergantung seluruhnya pada kesaksian dari 4 SAKSI
PRIA atau 8 SAKSI WANITA. Atau gugatan wanita tersebut dapat malah menghukum dirinya sendiri
dengan mengakui bahwa dialah sebenarnya yang melakukan tindakan kriminal.

• Menurut Hukum di Iran, seorang pria dituntut untuk melakukan ritual mencuci kekotoran sebagai
ritual agama, jika dia berejakulasi sementara bercinta dengan binatang.

• Hukum di sebagian besar negara Islam disebutkan, ” Setelah melakukan hubungan sexual dengan
domba, adalah dosa yang mematikan untuk memakan dagingnya.”

• Di Oman, jika seorang pria bersetubuh dengan seekor onta, sapi, atau seekor biri-biri betina,
hukum mengatakan bahwa susu dari binatang tersebut menjadi najis dan tidak lagi bisa
dikomsumsi manusia. Hukum meminta agar binatang tersebut segera dibunuh dan dibakar. Pihak
yang menyodomi binatang tersebut diharuskan membayar kepada pemilikan binatang yang mati
sesuai dengan harga pasaran penuh.

• Di Lebanon, hanya para pria yang sah dan diijinkan untuk berhubungan dengan binatang dengan
syarat binatang tersebut adalah betina. Pria akan menghadapi hukuman mati jika tertangkap basah
berhubungan dengan binatang jantan. Seorang wanita menghadapi eksekusi jika ditemukan
berhubungan dengan seekor binatang-liar atau piaraan.

• Di Iran, Hukum menyatakan bahwa sex dengan binatang liar tidak dianjurkan, khususnya seekor
singa betina. Sex hanya diijinkan thd binatang piaraan, spt anjing, kucing, keledai, domba, dan ya!,
segala macam, burung dara.

• Sodomi adalah biasa di Timur Tengah. Di Iran, hukum menyatakan bahwa jika penis pria
”dimasukan” penuh ke dalam anus pria lain, ritual agama juga diperlukan, tetapi kali ini kedua
pihak dikenai tindakan berdasarkan sex.

• Di Kuwait, seorang pria yang telah menikah tidak dapat melihat seorang wanita ” dengan sebuah
sikap yang sensual”. Atau seorang pria yang telah menikah tidak dapat melihat dengan nafsu pada
sebuah patung wanita atau seekor hewan betina.

• Liga dunia muslim memiliki aturan yang mana ”KB ditemukan oleh musuh Islam”. Oleh sebab itu, di
Saudi Arabia, setiap orang yang tertangkap menyelundupkan kondom atau kontrasepsi lainnya
termasuk pil KB ke dalam negara akan dihukum dengan jangka waktu 6 bulan di penjara.

• DI Bahrain, jika seorang dokter harus menyentuh bagian alat kelamin wanita atas alasan medis, dia
tidak boleh melihat langsung ke alat kelamin tersebut , dia boleh melakukan ini dengan melihat
refleksi nya lewat kaca.

• Seorang pria yang telah menikah di Iran dapat dengan sah menyodomi anak-anaknya, saudara laki-
lakinya atau ayah dari isterinya sementara pasangannya tidak dapat berbuat apa-apa untuk
menghentikan ini. Pernikahan mereka meskipun demikian menjadi batal.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

104
• Di Mesir, hukum melarang seorang wanita dari menari perut kecuali pusarnya(udel) ditutupi
dengan kain kasa. Secara Teknik, wanita tersebut dapat menari perut dengan telanjang dengan
syarat pusarnya tertutup.

• Di Doha, Qatar, seorang wanita muslim telanjang jika dikejutkan oleh seorang pria ketika sedang
mandi atau berpakaian, diperintahkan untuk pertama kali menutupi mukanya, bukan tubuhnya.

• Di Iraq, wanita diminta untuk mandi segera setelah berhubungan badan dan tidak meninggalkan
kamar dimana mereka bercinta. Pelanggaran atas aturan tersebut adalah hukuman cambuk 30 X.

• Menurut aturan muslim, saudara perempuan, anak perempuan, atau ibu dari laki-laki yang
disodomi tidak akan pernah dapat menikah dengan si penyodomi, walaupun pada saat hal tersebut
terjadi keduanya belum mencapai pubertas.

• Makan daging keledai, kuda, atau anak kuda adalah melanggar hukum jika binatang semasa
hidupnya disodomi oleh seorang pria muslim. Jika rahasia ini terbongkar/ketahuan, maka binatang
tersebut harus dibawa keluar kota dan dijual.

• Ketika seorang pria muslim tergiur wanita lain kemudian bercinta dengan isterinya, adalah tidak sah
bagai si pria untuk sembahyang jika dia berkeringat saat itu. Tetapi jika dia bercinta dengan
isterinya kemudian bercinta dengan wanita lain, dia dapat dengan sah bersembahyang walaupun
dia mungkin masih berkeringat.

• Seorang pria muslim tidak dapat menikahi seorang wanita yang disusui pada waktu bayi oleh
neneknya atau ibunya.

• Tidak ada wanita muslim yang boleh menolak atau tidak mengindahkan pendekatan sexual
suaminya. Jika dia bersalah atas hal ini, dia tidak dapat secara sah meminta makanan, baju, atau
tempat untuk tinggal bersamanya.


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

105
DAMAI DENGAN ISLAM, MUNGKINKAH ?
http://www.news.faithfreedom.org
Bisakah ada Kedamaian dengan Islam ?
Posted by: Barbara J. Stock on Saturday, July 15, 2006 - 11:40 AM

Para suicide bombers terus melebarkan sayap berdarah mereka. Sesama orang Irak saling membunuh
dan jumlah korban semakin menumpuk. Muslim Shi’ah membalas dendam terhadap Muslim Sunni dan
Muslim Sunni ingin merebut kembali kekuasaan. Iraq menghadapi masalah besar. Masalahnya bukan
rakyat Irak, ataupun pemerintah baru Irak ataupun kehadiran pasukan koalisi. Masalahnya adalah:
ISLAM ! Islam, agama yg menyatakan diri ‘agama damai’ tidak mampu menghentikan sesama
pengikutnya saling membunuh dalam nama Islam dan Allah. Islam menyatakan haram pembunuhan
terhadap sesama Muslim. Tetapi kenyataannya Muslim nampaknya tidak sedikitpun ragu2 membunuh
sesama Muslim.

Baru-baru ini di Iraq, Muslim Shi'ah mencegat bis-bis dan mobil-mobil dan siapapun yg bukan Muslim
Shi’ah. Sekitar 40 Muslim Sunni dibunuh sebagai balas dendam atas pemboman mesjid Shiah oleh
Muslim Sunni. Minggu ini, rombongan pengantar jenazah dicegat dan semua anggota rombongan
(termasuk wanita dan anak-anak) ditembak di tempat. Muslim membunuh Muslim tapi tidak ada protes
sedikitpun dari Muslim2 di bagian dunia lain.

Sementara pasukan AS dituntut agar berhati-hati kalau memasuki mesjid, agar menjaga sensitivitas
Muslim, sesama Muslim malah saling menghancurkan mesjid-mesjid mereka. Dan para Muslim
‘Moderat’ tidak sedikitpun terdengar mengecam kelakuan ini.
(Tp begitu tentara AS dituduh membunuh orang Irak, waahh …seluruh dunia Muslim tanpa kecuali RIBUT! RAMAI!
PROTES! KECAM YAHUDI/KRISTEN! Tp kalau pelakunya Muslim, tiba-tiba dunia Islam menjadi buta/bisu/tuli.)

Perpecahan dalam Islam mulai pada titik kematian Muhamad dan sejak itu Islam tumbuh dengan
semakin menguasai seni kebiadaban. Alasannya ? Islam memang percaya kekerasan dan perang. Begitu
biadabnya Islam sehingga kalau Muslim tidak sedang membunuh non-Muslim, mereka akan
membunuh sesama mereka.

Selama 50 tahun, Israel yang mungil itu harus berjuang terus demi keselamatannya dalam samudra
penuh Muslim. Israel diserang secara non-stop sejak detik PBB memberikan Yahudi tanah berukuran
kecil yang nota bene milik nenek moyang mereka utk dijadikan negara mereka. Namun bahkan tanah
se-upil itu dianggap terlalu besar utk dapat ditoleransi Islam. Luas tanah seluruh Timur Tengah kira-kira
2.061.000 square miles sementara Israel hanya mencakup 8.000 square miles. Tapi agama damai
bernama Islam itu tidak sudi sedikitpun utk membiarkan Yahudi tinggal di tanah yang, saya ulangi, nota
bene tanah leluhur Yahudi !

Sekali lagi, Islamlah yg menjadi pemicu perang. Ajaran Islam-lah yg menuntut perang dan pembunuhan
terus menerus sampai semua insan di dunia ini hanya mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allahnya
Islam (dan anda bukan Islam Shi'ah atau Ahmadiyah atau Hanafiyah ... ). Ini memang keinginan Allah,
bukan isapan jempol penulis.

Muslim percaya kuat bahwa tanah Israel adalah tanah Muslim. Para pengajar Islam percaya bahwa
Muslim-lah yg pertama-tama menduduki tanah itu. Mereka lupa bahwa Yudaisme berada di Timur
tengah selama 4000 TAHUN sementara Islam hanya berumur 1300 tahun. Sebelum lahirnya Islam,
Timur Tengah adalah tempat hidup YAHUDI & KRISTEN ! Ya, Mekah dulunya milik Yahudi !
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

106

… Jangankan Timur Tengah. Kini INDIA juga ikut menikmati ‘kedamaian Islam’ dengan bom bunuh diri
di Mumbai yg menewaskan dan melukai ratusan penduduk tidak bersalah. Entah serangan itu di NY,
London, Madrid, Russia, Bali, Jakarta, Kenya, Tanzania, Yordania, Saudi, Mesir, Turki, Irak dan kini India,
penyebabnya sama semua : ISLAM.

Suka atau tidak, Islam berada dibelakang setiap serangan teroris dimanapun didunia. Tidak ada hari yg
lewat tanpa seseorang mati ditangan Muslim. Dan anda masih juga percaya bahwa damai bisa tercapai
dengan agama yg hanya percaya dalam perang ?

Islam dan Perang
Damai dalam Islam HANYA eksis dalam dunia Islami; damai hanya tercapai antara sesama Muslim.
Bagi non-Moslem hanya ada satu solusi - gencatan senjata sampai Muslim bisa mendapatkan lebih
banyak kekuasaan. Ini perang sampai hari kiamat. Damai hanya datang jika Islam menang. Kedua
peradaban hanya bisa mendapatkan periode-periode gencatan senjata. Gencatan senjata dalam Islam
memiliki preseden penting yg kebetulan disebut Yasser Arafat di Johannesburg setelah
menandatangani Perjanjian Oslo dengan Israel.
Saya ingin mengingatkan anda bahwa dokumen ini berbicara tentang PERDAMAIAN. Beberapa minggu
setelah Perjanjian Oslo ditandatangani, Arafat pergi ke Johannesburg, dan di sebuah mesjid ia
membuat pidato dimana ia MEMINTA MAAF, "Apakah anda merasa saya menandatangani dengan
Yahudi sesuatu yg menentang aturan Islam?" (Saya memiliki rekaman pidato Arafat ini.) DIlanjutkannya,
"Bukan. Saya melakukan sesuatu yg persis dilakukan nabi Muhamad."
Apapun yg dilakukan nabi menjadi preseden. Arafat mengatakan, "Ingatkah anda cerita Hudaybiya."
Nabi membuat perjanjian dengan Bani Quraish selama 10 tahun. Tapi lalu ia melatih 10.000 tentara dan
dalam 2 tahun berbaris menuju kota Quraish, Mekah. Jadi, dalam yurisdiksi Islam, kau hanya diijinkan
berdamai selama maximum 10 tahun. Kedua, begitu kau mampu, kau harus memulihkan jihad [baca:
membatalkan perjanjian "damai"].
Kita di Israel, memerlukan 50 tahun utk mengerti bahwa damai abadi tidak akan pernah tercapai
dengan Muslim. Dunia barat memerlukan paling tidak 50 tahun lagi utk mengerti bahwa mereka
berada dalam perang dengan Islam yg alot dan tidak akan berubah. Jadi kita harus mengerti : kalau kita
bicara tentang damai dan perang, kita tidak berbicara dengan terminologi Belgia, Perancis, Inggris, atau
Jerman. Kita berbicara tentang Perang dalam terminologi Islam.

Gencatan Senjata sebagai TAKTIK
Apa yg membuat Islam menerima gencatan senjata ? Hanya satu hal - saat musuh terlalu kuat. Ini
pilihan taktis. Dan camkan bahwa pada detik Muslim radikal memiliki senjata atom, kimia atau biologis,
mereka akan menggunakannya. Saya sama sekali tidak meragukannya.

DIMANAPUN ADA ISLAM, DISITU ADA PERANG

Alasan mengapa kita berperang di Yugoslavia dan tempat-tempat lain adalah karena Islam berhasil
memasuki negara-negara itu. Dimanapun ada Islam, disitu ada perang. Ini memang hasil sikap
peradaban Islam.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

107
DUDUK PERKARA MASALAH PALESTINA
Duduk Perkara Masalah Palestina
Oleh: W.Churchill on Friday, September 08, 2006 - 12:15 PM

Masyarakat Israel dan Palestina dapat menelusuri pengakuan mereka terhadap tanah Palestina dengan
menengok kembali ke abad 13 SM (Sebelum Masehi). Sebelum tahun 1500 SM, tanah Palestina disebut
sebagai tanah Kanaan. Suku2 Kanaan menguasai tanah Kanaan lebih dari 1.000 tahun sampai sekitar
tahun 1500 SM pada saat suku2 Yahudi masuk dan tinggal di daerah itu. Suku2 Yahudi ini nantinya
bertikai dengan suku Filistin, yakni suku keturunan yang berasal dari Yunani. Dari kata Filistin inilah kata
Palestina diciptakan.

Di abad ke 7 M, nabi Muhammad memerintahkan kaum Muslimnya agar mengusir kaum Yahudi dari
Jazirah Arabia, kecuali jika kaum Yahudi itu setuju untuk bayar pajak spesial (Jizya) dan hidup di bawah
pemerintahan Muslim sebagai warga negara kelas dua (berstatus sebagai dhimmi) di bawah dominasi
Muslim. Dengan begitu, masyarakat dhimmi diperkenankan tinggal dan hidup di tempat itu selama
mereka terus-menerus membayar Jizya (pajak khusus bagi non-Muslim) kepada penguasa Muslim dan
hidup dengan hak2 yang sangat terbatas. Minoritas Yahudi telah hidup di Palestina selama berabad-
abad di bawah status dhimmi.

Kekaisaran Ottoman memperbolehkan kaum Yahudi hidup di daerah Arab selama mereka tetap
berstatus sebagai minoritas dhimmi, tunduk di bawah hukum Sharia, dan tetap dikontrol oleh
masyarakat mayoritas Muslim.

Kaum Yahudi yang hidup di Eropa seringkali menderita penindasan oleh masyarakat Eropa karena
mereka dianggap sebagai kaum elit. Pemimpin2 bisnis Yahudi cenderung memberikan jabatan
kepemimpinan diantara orang2 Yahudi, dan banyak orang Yahudi yang tidak berusaha untuk berbaur
secara sosial dengan masyarakat non-Yahudi. Keberhasilan keuangan kaum Yahudi juga menyebabkan
mereka punya pengaruh politik. Selain itu, kaum Yahudi percaya bahwa mereka adalah ‘bangsa pilihan’.
Hal2 ini menyebabkan timbulnya sikap anti-Semitisme di Eropa, dan puncaknya adalah Holokaus oleh
Nazi Jerman di Perang Dunia II.

Akibat dari penindasan di Eropa, timbulah gerakan Zionisme di tahun 1897. Zionisme intinya adalah
gerakan politik yang menginginkan terbentuknya negara Yahudi dan ini disebut sebagai “Tanah Air
Negara Yahudi”. Kaum Zionis awal berurusan dengan masalah politik dan pemeliharaan budaya Yahudi.
Kebanyakan pemimpin utama kelompok ini adalah Yahudi sekuler dan bukan Yahudi relijius, misalnya
David Gurion. Zionisme bertujuan untuk mendirikan Negara Israel, dan mengajak semua Yahudi di
dunia untuk tinggal di sana.

Gerakan Zionis terpecah diantara kaum Yahudi yang di satu pihak menginginkan tanah air yang sekuler
dan di lain pihak menginginkan tanah air yang berdasarkan aturan agama. Inggris dahulu menawarkan
Uganda sebagai tempat tinggal bangsa Yahudi. Tapi saat ini banyak kaum Zionis yang menganggap
Palestina sebagai negara relijius mereka. Banyak kaum relijius Yahudi yang menganggap sudah
kewajiban mereka untuk menguasai tanah mereka, sama seperti yang tertulis di kitab suci mereka
ketika kakek moyang mereka menghadapi bangsa Filistin dan Kanaan. Para pemimpin politik sekuler
lalu mulai menggunakan pesan2 relijius untuk mensahkan tindakan politik mereka.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

108
Di akhir Perang Dunia I, Kekaisaran Ottoman kalah dan Inggris berkuasa atas tanah Palestina melalui
mandat dari Liga Bangsa2 (League of Nations). Inggris kemudian terlibat dalam persetujuan2 yang
saling bertentangan yakni negara Yahudi di Palestina dan juga Palestina yang dikuasai oleh Arab saja.
Tidaklah mungkin bagi Inggris untuk memenuhi perjanjian2 ini seluruhnya. Tanah Palestina saat itu
dihuni oleh sekitar setengah juta orang. Kaum mayoritas adalah para petani dan pekerja Arab yang
tinggal di daerah pedesaan. Begitu gerakan Zionisme berkembang, penghuni2 Yahudi mulai membeli
lahan2 tanah yang luas dari pemilik tanah Palestina. Masyarakat Yahudi juga mulai meninggalkan Eropa
dan bermukim di Palestina, dan ini mengakibatkan timbulnya nasionalisme Arab di seluruh daerah
Palestina.

Terjadinya Holokaus di PD II mengakibatkan dorongan internasional yang mendesak untuk membentuk
negara Yahudi. Inggris menyerahkan tanggung jawabnya atas Palestina kepada PBB yang saat itu baru
saja terbentuk. Dengan pimpinan AS dan Uni Sovyet, resolusi PBB nomer 181 membagi tanah Palestina
jadi 3 bagian:
(1) Negara Yahudi
(2) Negara Arab
(3) Daerah internasional di Yerusalem

Resolusi ini diajukan dan disetujui anggota2 PBB di tahun 1947, tapi ditolak oleh negara2 Arab. Para
Muslim Arab menganggap bahwa pembentukan Negara Israel sangat bertentangan dengan ajaran nabi
mereka Muhammad, yang jelas2 memerintahkan bahwa seluruh Jazirah Arabia harus dan hanya
dikuasai oleh Muslim saja. Israel terletak di tanah yang sama dengan Jazirah Arabia. Masyarakat Arab
Palestina merasa PBB berpihak pada Zionis Israel.

Setelah negara2 Arab menolak resolusi PBB, Inggris menolak mendukung berdirinya negara Israel
sebab jika Inggris mendukung maka ini akan jadi sumber persengketaan dengan negara2 Timur
Tengah. Inggris tidak mauk membantu kaum Yahudi untuk pengalihan kekuasaan kepada Pemerintah
Yahudi.

Di tahun 1948, Palestina dihuni orang2 Yahudi dan Palestina yang kebanyakan adalah orang2 Arab. Hal
ini berubah drastis setelah Israel menjadi negara independen. Israel mengumumkan kedaulatannya di
tanggal 14 Mei 1948. Negara2 Arab seperti Yordania, Mesir, Siria, Lebanon dan Irak serta merta
mengumumkan perang terhadap Israel dengan tujuan mengubah isi resolusi PBB, karena mereka tidak
sudi membagi tanah Jazirah Arabia dengan kaum Yahudi, dan ini sesuai dengan ajaran Muhammad.
Tiada alasan lain serangan mereka selain hal itu, karena sebenarnya negara2 mereka tidak terpengaruh
secara langsung atas berdirinya negara Israel. Dengan mengumumkan slogan “Dorong Yahudi Masuk
Laut” (atau maksudnya: Basmi Kaum Yahudi), mereka lalu menyerang.

Menurut catatan resmi sensus League of Nations dan Arab, sekitar 539.000 orang Arab meninggalkan
Israel atas himbauan pihak tentara Arab. Tentara Arab punya dua alasan dalam mengajak orang Arab
ke luar dari Israel: (1) untuk mengamankan orang2 Arab dari daerah perang; (2) mereka mengira jika
semua orang Arab ke luar dari Israel, maka ekonomi Israel akan hancur karena sebagian besar pekerja
di Israel adalah orang2 Arab.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

109
Para pengungsi Arab dijanjikan oleh negara2 Arab yang berperang ini bahwa mereka tidak hanya
diperbolehkan kembali ke rumah2 mereka setelah Arab menang perang atas Yahudi, tapi juga boleh
mengambil alih harta dan tanah yang tadinya dimiliki oleh orang2 Yahudi (catatan sejarah akan hal ini
tersusun komplit). Hajj Amin al-Husseini (Mufti Yerusalem) memimpin orang2 Arab melawan Israel. Dia
dituduh sebagai Mufti yang bekerja sama dengan Nazi di Nuremberg sebelum dia akhirnya melarikan
diri di tahun 1946. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Hajj Amin al-Husseini aktif mendukung tujuan
Hitler untuk membasmi Yahudi di PD II. Selama peperangan antar Israel melawan negara2 Arab, kaum
Yahudi yang tinggal di negara2 Arab seperti Mesir, dilarang meninggalkan negara oleh penguasa2 Arab
guna mencegah mereka mendukung Israel.

Kaum Yahudi hanya memperoleh senjata dari satu negara saja: Cekoslowakia. Tapi anehnya, bukan
hanya mereka mengalahkan semua negara2 Arab tsb, tapi mereka berhasil merampas tanah Arab dan
ini biasa dianggap sebagai konsekuensi kalah perang. Israel bukanlah satu2nya negara yang mengambil
tanah lawan yang kalah perang. Yordania juga mengambil tanah Daerah Barat (West Bank) yang dulu
dikenal sebagai tanah Yahudi Yudea dan Samaria, termasuk daerah Yahudi Timur Yerusalem (yang
sekarang disebut sebagai daerah Arab Yerusalem), dan Mesir mengambil Jalur Gaza. Kedua negara
Mesir dan Yordania membunuh dan mengusir SEMUA orang Yahudi yang hidup di negara2 mereka
saat itu.

Setelah kalahnya negara2 Arab, sekitar 850.000 orang Yahudi diusir paksa dari negara2 Arab di mana
mereka tinggal selama berabad-abad. Kaum Yahudi ini dipaksa meninggalkan harta benda dan tanah
mereka. Akhirnya mereka masuk ke tanah Israel tanpa uang sepeser pun. Para pengungsi Yahudi ini
disambut hangat oleh negara baru Israel. Mereka diberi sandang, pangan, dan papan.

Pengungsi Arab yang tadinya meninggalkan Palestina dan lalu tinggal di negara2 Arab tidak disambut
dengan hangat dan hanya ditempatkan di kamp2/barak2 pengungsi. Badan Pengungsi PBB lalu
menyediakan bantuan ketika negara2 Arab tidak mau atau tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup
para pengungsi. Banyak barak2 pengungsian ini yang lalu berubah jadi tempat latihan terorisme yang
diolah oleh negara2 Arab sendiri. Siria, misalnya, menyediakan senjata2 dan latihan2 bagi para
pengungsi. Akan tetapi, ketika Israel mengalahkan Arab, negara2 Arab tidak mau mengakui para
pengungsi Palestina sebagai warga negara di negara mereka. Kebanyakan pengungsi Palestina
ditelantarkan dan tidak diberi hak2 warga negara. Ini kemudian jadi masalah permanen Palestina.

Yordania dan Mesir menduduki tanah rampasan mereka selama 19 tahun dan selama masa itu mereka
tidak mau menciptakan negara berdaulat untuk orang2 Arab yang tinggal di daerah itu (sekarang
semua orang2 Arab itu disebut sebagai orang Palestina). Yordania dan Mesir juga tidak berusaha
mengajak orang2 Palestina itu masuk ke negara mereka atau memberi mereka status warga negara
Yordania atau Mesir. Kuburan2 orang Yahudi dibongkar dan batu2 nisan mereka digunakan sebagai
bahan jalanan dan bahan bangunan. Rumah2 dan tanah Yahudi diberikan kepada para pemimpin Arab.


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

110
ISLAM FUNDAMENTALIS DAN SEX: IRAN, PAKISTAN
http://www.uri.edu/
Fundamentalisme Islam dan Perdagangan Budak Seks di Iran
oleh :Donna M. Hughes
Professor & Carlson Endowed Chair
Women’s Studies Program, University of Rhode Island

Fundamentalis Islam berhasil menguasai masyarakat secara mendalam dan menyeluruh. Dengan
kekuasaan ini, mereka menekan kebebasan dan hak wanita. Selama 25 tahun terakhir, para mullah yang
berkuasa memaksakan undang2 dan hukum2 yang sadis dan merendahkan para wanita dewasa dan
remaja putri, memperbudak mereka dalam sistem pemisahan berdasarkan jenis kelamin, memaksakan
pemakaian hijab, memberi status warga negara kelas dua, memecuti, dan merajam sampai mati.

Kini, para fundamentalis ini menemukan cara baru untuk menghina wanita: menjual belikan mereka
kedalam bisnis pelacuran. Tidak mungkin diperoleh angka pasti korban bisnis ini, tapi dari sebuah
sumber pemerintah di Tehran, terdapat kenaikan 635% jumlah remaja putri dalam bisnis pelacuran.

Meledaknya angka statistik ini menunjukan betapa cepatnya bisnis ini tumbuh. Di Teheran, terdapat
sekitar 84.000 wanita dewasa dan remaja putri di bidang pelacuran, banyak dari mereka beroperasi di
jalan2. Paling tidak ada 250 rumah pelacuran di kota itu (yang ketahuan). Bisnis ini juga berskala
internasional: ribuan wanita2 dan remaja2 putri Iran dijual untuk perbudakan seks di luar negeri. Kepala
kantor Interpol Iran percaya bahwa bisnis budak seks adalah salah satu bisnis yang paling
menguntungkan di Iran saat ini.

Perdagangan kriminal ini bukannya di luar pengetahuan maupun partisipasi pemerintah. Pejabat2
negara sendiri terlibat di dalam kegiatan menjual, membeli, dan melakukan pelecehan seksual para
wanita dan remaja putri.

Alasan:
1) Banyak remaja2 putri berasal dari daerah terpencil yang miskin. Kecanduan obat bius adalah hobi
nasional seluruh Iran. Orang2tua yang kecanduan ini menjual anak2 mereka untuk membiayai
kebiasaannya itu.
2) Tingginya angka pengangguran – 28% di kalangan muda 15-29 tahun dan 43% di kalangan wanita
15-20 tahun – merupakan faktor yang serius yang mendorong para remaja ini menerima tawaran
riskan untuk bekerja sbg pelacur.
3) Pedagang2 budak seks mengambil kesempatan dari keadaan ini, kala para wanita dan remaja putri
sedang tidak berdaya. Contohnya, setelah terjadinya gempa bumi di Bam, gadis yatim piatu diculik
dan dibawa ke pasar budak di Tehran di mana pedagang2 Iran dan luar negeri bertemu.

Negara-Negara Tujuan

Tujuan yang paling populer bagi para budak perdagangan seks ini adalah negara2 Arab di Selat Persia.
Menurut kepala hukum propinsi Teheran, pedagang budak mencari remaja2 putri berusai 13 sampai 17
tahun, meskipun ada pula yang melaporkan beberapa gadis berusia 8 dan 10 tahun. Mereka dijual ke
negara2 Arab (!!!). Satu jalur dagang terungkap setelah remaja putri berusia 18 tahun melarikan diri dari
ruang bawah tanah di mana sekelompok remaja2 putri disekap sebelum dijual ke Qatar, Kuwait dan
United Arab Emirates.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

111
Jumlah wanita2 dan gadis2 Iran yang dikembalikan dari negara2 Selat Persia menunjukkan ukuran
raksasa bisnis ini. Setibanya di Iran, fundamentalis Islam menyalahkan para korban ini, dan mereka
dihukum secara fisik dan dipenjarakan. Para wanita diperiksa apakah mereka telah melakukan “kegiatan
tak bermoral”. Berdasarkan hasil, pejabat negara dapat melarang mereka untuk meninggalkan Iran lagi.

Polisi telah mengungkapkan sejumlah jalur kegiatan pelacuran dan perbudakan yang terjadi di Tehran
di mana para pedagang budak telah menjual remaja2 putri ke Perancis, Inggris dan Turki. Satu jalur
yang berpusat di Turki membeli wanita dan remaja putri Iran yang diselundupkan, memberi mereka
paspor palsu, dan menyebarkan mereka ke negara2 Eropa dan Selat Persia. Di satu kasus, remaja putri
berusia 16 tahun diselundupkan ke Turki dan dijual kepada seorang warga negara Eropa berusia 58
tahun seharga $20.000.

Di propinsi Khorasan di bagian Timur Laut Iran, polisi setempat melaporkan bahwa para remaja putri
dijual ke pria2 Pakistan sebagai budak2 seks. Pria2 Pakistan ini menikahi para remaja putri tsb. yang
berusia antara 12 sampai 20 tahun dan lalu menjual mereka ke tempat2 pelacuran yang disebut
“Kharabat” di Pakistan. Satu jalur pelacuran terungkap saat germo2 menghubungi keluarga2 miskin di
sekitar Mashad dan menawarkan untuk menikahi para remaja putri tsb. Para remaja ini lalu dibawa
melalui Afghanistan ke Pakistan di mana mereka dijual ke tempat2 pelacuran. Di perbatasan tenggara
propinsi Sistan Baluchestan, ribuan remaja2 putri Iran dikabarkan dijual ke pria2 Afghanistan. Tujuan
akhir tidak diketahui.

Broken Home

Satu hal yang juga menambah besarnya tingkat pelacuran dan perbudakan seks adalah jumlah remaja2
putri yang melarikan diri dari rumah (broken home). Para remaja ini berontak terhadap aturan2
fundamentalis yang mengekang kebebasan mereka, atau mereka korban penganiayaan dalam keluarga
dan juga karena orang tua mereka yang ketagihan obat bius. Malangnya, dalam usaha untuk dapat
kebebasan, para remaja ini mengalami lebih banyak pelecehan dan penindasan. Sembilan puluh persen
gadis2 yang lari dari rumah terjerumus ke pelacuran. Masalah broken home ini di Tehran saja mencapai
angka 25.000 anak2 jalanan, kebanyakannya perempuan.
Mucikari2 mencari mangsa dari anak2 jalanan ini, para gadis brken homedan gadis2 SMA yang
gampang ketipu di taman2 kota. Dalam satu kasus, seorang wanita tertangkap basah menjual remaja2
putri Iran kepada pria2 di negara2 Selat Persia; selama empat tahun, wanita ini mengejar remaja2 putri
yang melarikan diri dari rumah dan lalu menjual mereka. Dia bahkan menjual putrinya sendiri seharga
US$11.000.
Karena sistem totalisme Pemerintahan Iran, kebanyakan kegiatan2 organisasi2 di negara ini diketahui
oleh Pemerintah. Terbukanya jaringan perbudakan seks di Iran telah menunjukkan bahwa banyak
mullah dan pejabat negara terlibat dalam pemanfaatan dan perdagangan wanita dan remaja putri.
Beberapa wanita melaporkan bahwa agar bisa dapat ijin cerai dari seorang hakim, mereka harus
melakukan hubungan seks dengannya. Para wanita yang tertangkap melakukan kegiatan pelacuran
berkata bahwa mereka dipaksa berhubungan seks dengan polisi yang menangkap mereka. Ada kabar
polisi mengumpulkan wanita2 muda untuk kepuasan seks para mullah yang kaya dan berkuasa.
Di kota2, tempat2 perlindungan sementara didirikan untuk menawarkan bantuan bagi remaja yang
broken home. Pegawai2 yang mengurus tempat2 ini biasanya suka korupsi; mereka menjalankan bisnis
pelacuran dengan menggunakan remaja2 putri yang tinggal di tempat itu.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

112
ISLAM: PALSU, MAUT, TAK AKAN TOBAT, AMBURADUL
http://www.faithfreedom.org/
By: Amil Imani

“Dalam sains, sering para ilmuwan mengaku, 'Apa yang kamu kemukakan sangat bagus, saya yang
salah,' dan mereka kemudian mengubah pendapat mereka dan tidak lagi kembali pada pandangan
sebelumnya. Mereka benar-benar melakukannya. Memang ini tidak sesering yg kita inginkan, karena
ilmuwan juga manusia belaka dan perubahan pendapat kadang-kadang terasa menyakitkan. Tapi itu
terjadi tiap hari. Walau aku tidak ingat kapan terakhir kali, hal itu terjadi dalam politik atau agama.” Carl
Sagan.

Kata Hitler, jika kau berbohong besar-besaran dan terus menerus mengulangi kebohongan itu, lama-
lama orang akan percaya. Memang Islam secara umum melarang berbohong. Qur’an mengatakan,
“Sesungguhnya Allah tidak menunjukkan orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.”(Q40:2).

Dalam Hadis, Muhammad juga dikutip telah berkata,
“Berbuatlah jujur karena kejujuran mengarah ke kebaikan, dan kebaikan mengarah ke surga. Hati2lah terhadap
kepalsuan karena kepalsuan mengarah kpd bejad moral, dan bejad moral mengarah ke neraka.” Namun justru
sebaliknya terjadi dalam Islam. Islam didasarkan pada kebohongan penyimpangan-penyimpangan
besar2an.

Penipuan terbesar dalam Islam, khususnya Shi’a Islam, barangkali adalah apa yang disebut “TAQQIYEH”,
taktik bejad untuk berbohong demi hasil yang baik. Ini prinsip menghalalkan segala cara untuk
mendapat hasil yang diinginkan. Islam adalah tentang siasat jahat, perang dan keganasan.

Nabi Muhamad adalah seseorang yang ganas, manusia yang suka perang. Menurut sejarah, Yesus
memberi contoh tentang cinta kasih, begitu juga Musa. Muhamad justru sebaliknya. Karena itulah ada
banyak peledak bom bunuh diri di zaman kita sekarang ini. Mereka hanya mengikuti apa yang sudah
dirancang nabi bagi mereka. Islam menghadiahkan martir2 mereka dengan 72 perawan. Jadi demi seks
lah muslim-muslim Arab mati. Semuanya adalah tentang SEKS, SEKS, SEKS. Lihat saja nafsu seks si nabi
itu sendiri. Dia tidak melewatkan siapa saja, bahkan anak perempuan umur 9 tahun pun ditidurinya
untuk memenuhi nafsu seksnya. Memuja seks maniak dan penganiaya seksual anak kecil? Tidak usah
ya!!!

Muslim adalah korban Islam yang sebenarnya. Namun, mereka tidak menyadari bahwa Islam itu sekte
sesat dan nabi mereka itu setan yang punya nafsu seks menggebu-gebu. Muslim yang sejati benar-
benar percaya bahwa mereka yang mati membunuh orang kafir (Kristen, Yahudi dan orang yang tidak
memilih Islam) bukan saja pasti masuk surga, tapi juga akan disambut 72 perawan wanita, atau
tepatnya 72 anak perempuan kecil berumur 9 tahun.

Dunia tampaknya disandera oleh Islam fanatik. Semakin banyak politikus mengalah dan menyatakan
bahwa Islam itu agama damai, semakin banyak Muslim fanatik terdorong untuk mengacau dan
mengancam warga negara tempat mereka menumpang, di mana mereka telah diberi tempat berteduh
dan hidup.

Galileo berkata, “Aku pikir tidaklah perlu untuk percaya bahwa Tuhan yang telah memberi kita
perasaan, akal dan kepintaran adalah sama dengan Tuhan yang menginginkan kita tidak menggunakan
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

113
pemberianNya itu, hingga kita perlu mencari jalan lain untuk mendapatkan pengetahuan yang dapat
kita peroleh dengan menggunakan pemberianNya itu.”

Pernyataan di atas masih berlaku sekarang. Tuhan telah mengaruniakan manusia bermacam-macam
indra perasa, termasuk akal yang dapat kita gunakan untuk mencapai hidup yang lebih baik. Indra yang
diberikanNya itu seharusnya membawa kita kepada kesadaran dan kemakmuran, bukan sebaliknya.
Apakah mungkin Tuhan memberi karunia itu hanya kepada segelintir manusia dan membiarkan lainnya
dalam kebingungan?
Kecerdasan adalah kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang nyata dan
bayangan belaka. Definisi Islam tentang kecerdasan (intelligence) adalah kemampuan untuk menyadari
kemutlakan Allah dan kerelatifan segala sesuatu selain dia.

Qur’an mengecam orang-orang yang telah meninggalkan agama itu sebagai orang-orang yang tidak
dapat berpikir, 'la ya'quilun', orang-orang yang tidak dapat menggunakan kecerdasan mereka secara
benar.

Memang semua agama didasarkan pada rasa takut. Takut akan hal yang tidak diketahui. Takut akan
kematian. Namun, dengan berlalunya waktu, agama-agama lain banyak yang bisa mencari jalan untuk
mengubah diri. Tapi Islam lain daripada yg lain. Islam membanggakan diri sebagai agama yang tidak
pernah berubah. Revolusi Islam di Iran adalah contoh yang jelas. Kita tidak perlu kembali ke 1400 tahun
yang lalu untuk melihat apa yang dilakukan oleh nabi Islam. Kita bisa lihat jiplakannya yang persis di
dalam kata-kata pengikutnya, Ayatollah Khomeini dan presiden Iran, Ahmadinejad. Begitulah cara Islam
berkembang cepat di seluruh dunia. Melalui penyebaran TERROR dan rasa takut.

KATA KHOMEINI:
“Qur’an berkata; bunuhlah, tawanlah! Mengapa kamu terus bergantung pada belas kasih? Belas kasih itu melawan
Tuhan. Mehrab berarti tempat perang, tempat berkelahi. Di luar mehrab peperangan mesti terus berlangsung,
sama seperti perang-perang Islam dulunya juga berlangsung terus di luar mehrab. Nabi mempunyai pedang untuk
membunuh orang. Imam2 suci kita adalah orang-orang militer. Mereka semua prajurit. Mereka menyambar
perang, mereka sudah biasa membunuh orang. Kita perlu seorang Khalifa yang akan memotong tangan,
memenggal kepala dan merajam orang.”

“Seperti yand dilakukan oleh Rasul Allah dalam memotong tangan, memenggal kepala dan merajam
orang; seperti yang dia lakukan dalam membantai orang-orang Yahudi dari Bani Qurayza karena
mereka adalah orang-orang yang tidak puas. Jika Nabi memerintahkan membakar rumah atau
memusnahkan satu suku, itu adalah adil.”

Banyak cendekiawan Islam yang bersumpah bahwa Islam adalah agama yang logis (masuk akal),
bijaksana, moderat dan damai. Mereka bersumpah bahwa Islam mengundang orang menuju
pengertian yang dalam dan pengetahuan dan menaikkan derajat wanita dalam masyarakat. Ini sangat
jauh dari kebenaran. Islam tidak tahan terhadap apa yang namanya logika dan tidak mengundang
manusia kepada pemahaman yang mendalam, tetapi malah menjebak manusia dengan racun yang
mematikan. Begitu seseorang menjadi Muslim, tidak ada lagi jalan keluar.

Islam memaksa wanita memakai ‘hijab’, lambang keterbelakangan, kebodohan dan kefanatikan. Wanita
adalah warga negara kelas kedua di dunia Muslim. Nabi Muhammad meniduri istrinya yang baru
berumur 9 tahun. Manusia macam apakah itu, apalagi seorang Nabi, yang bisa melakukan tindakan
pedophilia begitu? Qur’an mengatakan bahwa wanita boleh dipukul suami mereka, tapi wanita Muslim
kelihatannya mau menerima saja kebengisan ini, atau mungkin mereka tidak tahan lagi dan mau lari
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

114
meninggalkan Islam. Qur’an memperbolehkan empat istri, tetapi Muhammad mempunyai paling sedikit
20, atau mungkin lebih. Mereka bilang di surga wanita di rantai di mana-mana buat memuaskan nafsu
lelaki.

Islam jelas-jelas tidak sesuai dengan logika dan demokrasi. Malah sebenarnya, Islam itu anti kebebasan
dan kemerdekaan. Masalahnya dengan cendekiawan Islam adalah: mereka masih tidak mau mengakui
bahwa jin nya telah keluar dan sudah terlambat untuk dimasukkan kembali ke dalam botol.

Khoshroo Gholamali, wakil menteri luar negeri dan hukum republik Islam, berkata dalam konferensi
kebijaksanaan keamanan di Munich berkata, “Tujuan utama Islam adalah mencapai keseimbangan
antara hukum Islam dan mekanisasi demokrasi. Kaum ekstrimis telah memanipulasi, menyalahartikan
dan membajak hukum Islam.”

Apa yang dikatakan Mr. Gholamali itu menyesatkan dan tidak benar. Apa yang tidak dikatakan oleh Mr.
Gholamali adalah apa yang telah dicapai oleh Republik Islam selama 27 tahun terakhir ini sebagai
model (contoh) negara di dunia Islam. Dia tidak menyebutkan hukum mati, pencambukan, perajaman
dan pemenggalan kaki tangan di depan umum yang terjadi sejak agama damai ini menyerbu Iran.

Dia tidak membicarakan pendukungan terhadap terorisme internasional dan domestik melalui jihad
Islam, pembentukan Hezbollah yang telah melakukan serangan teror terhadap orang-orang tidak
berdosa dan dukungan terhadap Islam fundamentalis. Dia tidak mengatakan bahwa agama yang
moderat ini menekan pemeluk agama minoritas di Iran dan membuat mereka melarikan diri ke luar
negeri. Dia tidak menyebut bagaimana bengisnya orang Islam memperkosa gadis-gadis sebelum
mereka dihukum mati. kKrena Islam melarang menghukum mati gadis perawan, memperkosa mereka
adalah sangat Islamis. Benar, Islam sangat demokratik, tepapi hanya untuk teroris Islam.

Javid Amir dalam artikelnya “Views of a Muslim-American (Pandangan seorang Muslim Amerika)”
berkata “haruslah dimengerti bahwa sangatlah salah memandang Islam sebagai agama yang pada
dasarnya ganas dan fanatik. Islam adalah agama dunia dan tidak ada sesuatu yang ekstrim, monolithic
dan anti-barat dalam Islam. Berdasarkan ajarannya, Islam itu tidak dapat disalahkan (blameless) seperti
halnya agama-agama besar dunia lainnya.”

Tapi, Mr. Amin, Islam ADALAH agama yang dasarnya ganas dan fanatik. Semuanya telah ditulis dalam
buku suci al Qur’an. Berhentilah menipu orang, dan hadapilah fakta. Masalah dalam Islam bukan hanya
dalam buku sucinya, tetapi juga dalam hidup nabinya sendiri. Muslim tidak berhenti-hentinya
mengatakan bahwa orang menyalah-artinya Quran, tetapi mereka tidak mengakui bahwa Rasul Allah
sendiri hidup secara nista dan pengikut-pengikutnya hany mengikuti contohnya.

Karena cara hidup Muhamad-lah Muslim berkelakuan biadab, menimbulkan huru-hara dan membakar
mobil dan kedutaan besar setiap kali seseorang menggambar kartun nabi suci itu. Tingkah laku Rasul
Allah itu adalah cap sekte sesat. Dengan kata lain, kita tidak dapat membandingkan Islam dengan
agama-agama lain. Karena tingkah laku narcissistik nabi itu Islam telah jatuh dalam kategori sekte sesat,
bukan agama.

Benar, Islam adalah sekte sesat yang dimulai seorang Arab dari Mekah di Arabia, yang bernama
Muhamad, yang hidup antara tahun 570-632 A.D. Problem yang besar sekarang adalah sangat susah
memaksa pengikut sekte sesat ini menggunakan akal mereka. Brainwashing (pencucian otak) yang
terjadi sudah sangat mendalam.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

115

Menurut Muslim, nabi Islam ini adalah Khataman Nabiyyeen (nabi terakhir) dan Allah tidak akan
mengutus nabi-nabi lagi. Jika Tuhan memilih orang seperti Muhammad, yang membantai,
memperkosa, menteror, membunuh banyak orang tidak berdosa dengan pedang Islam, Tuhan yang
kita hadapi itu pasti Tuhan teroris.

Sebelum kita sanggup mengerti hal ini dan sebelum kita menghentikan penyebaran penyakit menular
ini, banyak orang tidak berdosa yang akan terus mati. Keselamatan masyarakat dunia tergantung pada
seberapa cepat manusia akan mengerti bahwa Islam adalah musuh terbesar umat manusia.

CENGKRAMAN ISLAM
oleh Dr Wasima Syed

Menyamakan Islam dengan agama2 lain seperti Kristen, Judaism, Hinduism, dll adalah kesalahan paling
besar non-Muslim. Sering terdengar kata2 "Agama seperti Hindu, agama Islam, Kristen, Judaism,
dll........" , tanpa sadar kami memberikan status terhormat bagi Islam.

Dengan men-sejajarkan agama dengan penyakit seperti TBC, kami menurunkan/men-degradasi derajat
agama2 tsb. Ini seperti menderajatkan nama Sadam Husein dengan Gandhi, Ibu teresa atau Martin
Luther King Jr. Orang bahkan mensalah-tafsirkan Sadam Husein sebagai pendeta, seorang rasulullah.
Bahkan sampai hari ini, dengan adanya serangan teroris dan ledakan bom Islam sehari-hari, orang tetap
percaya bahwa "Islam adalah agama damai; hanya sejumlah kecil ekstremis yang membajak agama
tersebut !"

Dimanapun didunia, kata 'Agama' memberikan semacam rasa spiritualitas. Sadarilah, Islam BUKAN
sebuah agama. Islam adalah kultus teror dengan agenda imperialis, ekspansionis--ekspansi yang
dibayar dengan pertumpahan darah, perampasan, penipuan, dan segala trik kotor yang terdapat di
dunia ini. Islam adalah kutukan, penyakit kanker yang lebih parah dari yang pernah didiagnose di dunia
ini. Penyakit yang bernama Islam ini begitu berurat-akar dalam benak pengikutnya sampai hanya
segelintir orang yang berhasil menyelamatkan diri dari cengkramannya.

Bagi mereka yang berhasil melepaskan diri, bahaya pedang Islam selalu menbayang-bayangi mereka.
Siksaan Neraka secara sistematis sudah diterapkan dalam benak muslimin sejak kanak2. Jika seorang
berhasil membebaskan diri, para mullah, anggota keluarga, pemuka masyarakat dsb akan mengancam
dan menariknya kembali kedalam cengkraman penyakit kronis tersebut.
Bayangkan sebuah sumur yang dalam dan gelap. Anda dilahirkan dalam sumur tersebut dan tidak
pernah mendapatkan kesempatan untuk melihat dunia luar. Tetapi terlepas dari paksaan dan ancaman
keluarga dan masyarakat anda tetap berhasil meraih keatas, meninggalkan sumur kotor tersebut.
Namun diluar sumur tersebut, jin-jin Allah sudah menunggu dengan pedang, siap untuk menyerang
dan membelah leher anda.

Artikel Ali Sina You are Hurting Me (Kau Menyakitiku---terjemahan dibawah ini) menjelaskan kepada
saya seberapa mendalamnya
problem yang diakibatkan Islam. Kalau ayah saya seorang penyelundup, yang mencari nafkah dengan
cara menipu dan merampas harta orang, gaya hidup itu pulalah normal bagi saya. Jika mulai pada saat
lahir saya menyaksikan ayah saya menipu dan merampas, yah ... itulah normal bagi saya senormal anak
petani melihat ayahnya menuai padi atau anak pelayan melihat ayahnya mencari ikan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

116
Begitupun dengan agama. Sudah saatnyalah kami berhenti menggambarkan Islam sebagai sebuah
agama yang sederajat dengan Hindu, Kristen ataupun Yahudi. Istilah Islam dan Muslim haruslah
digunakan untuk menggambarkan keadaan negatif. Jika anda masih ingin menggunakan kata Islam,
gunakanlah istilah tersebut jika anda ingin menggambarkan penyakit menular serperti AIDS, bird flu
dsb dan istilah Muslim sebagai orang yang menularkan penyakit tersebut.

THE WORLD'S DEADLIEST IDEOLOGY /IDEOLOGI PALING MAUT DI DUNIA
By Dennis Prager

Hanya 4 tipe individu yg tidak peduli akan ancaman Islam bagi peradaban. Mereka itu adalah : mereka
yg memilih utk tidak mau tahu (“wilfully naïve”), pembenci AS, pembenci Israel dan mereka yg takut
melawan kebiadaban.

Siapa saja bisa melihat realitas yang menyolok didepan mata bahwa peradaban kami memiliki musuh
baru : regim Islam yg doyan pembunuhan masal di Sudan, dukungan teologi dan moral luas bagi
pembunuhan para mantan Muslim, tidak adanya kebebasan dalam negara2 bermayoritas Muslimn,
Dukungan luas bagi orang2 Palestina yg seenaknya membunuh Yahudi, Isreal, keadaan primitive bagi
wanita di negara2 Muslim, peng-agungan kematian, “honor killings” terhdp anggota keluarga wanita,
dll yg kebiadaban dlm dunia Islam

Spt juga generasi2 sebelumnya harus memerangi Nazisme, Komunisme
dan Fasisme, generasi kami harus menghadapi Islam militan. Spt juga dlm Nazisme dan Komunisme,
bahaya Islam memiliki 2 ciri khas :

1) Jumlah Orang Yang Mempercayai Ideologi Itu.
Diantara segala kejahatan terorganisir yg sudah ada, ini fenomena baru. Jauh lebih sedikit orang
percaya kpd Nazisme atau Komunisme ketimbang kpd Islam, atau khususnya kpd Islam otoriter. Terdpt
1 milyar Muslim di dunia ini., kalaupun hanya 10% dari mereka percaya dlm Islam versi Hamas, Taliban,
rejim Sudan, Saudi, Wahhabisme, bin Laden, Islamic Jihad, Jemaat Islamiyah atau Hizbollah – itupun
berarti jumlah mereka paling sedikit 100 juta orang. Diluar Jerman, berapa orang percaya dalam
Nazisme ? Diluar Jepang, siapa yg percaya dan mendukung imperialisme dan militarisme Jepang ? Dan
berapa yg percaya kpd totaliterianisme Soviet ?

Lebih banyak orang percaya kpd otoriterisme Islam ketimbang Marxisme. Bahkan tidak banyak
penduduk negara2 Marxis percaya kpd Komunisme. Bahkan lebih sedikit lagi percaya kpd Nazisme,
sebuah ideology yg terbatas pada satu generasi di satu negara. Inilah perbedaan yg sangat besar antara
ancaman Islam radikal terhdp peradaban kami dibanding dgn ancaman2 sebelumnya.

2) Ciri yg paling penting dan menakutkan : Kaum Nazi dan Komunis mencintai kehidupan dan takut
akan kematian; sebaliknya Militan Islam cinta kematian dan benci kehidupan.

Itulan mengapa Uni Soviet tidak dapat bertahan lama. Para pemimpin Komunisme mencintai uang,
kekuasaan, dacha2 mereka, wanita, anggur kelas tinggi yg tidak sudi mereka lepaskan demi guru besar
mereka, Karl Marx.

Bandingkan dgn para peminpin Iran sekarang. Mereka mengagungkan kematian, bahkan kematian
mereka sendiri. Dan tidak banyak yg dapat kau lakukan melawan orang2 yg lebih cinta mati daripada
hidup.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

117

Belum pernah dalam sejarah terdapat jumlah orang yg begitu tinggi yg rela mati utk menghancurkan
peradaban yg kita miliki ini.

Kejahatan yg dilakukan Nazisme dan Komunisme tentu lebih besar daripada yg dilakukan Islam radikal
pada abad ke 21 ini. Belum ada GULAG MUSLIM, atau AUSCHWITZ MUSLIM di abad ke 21 ini. Tapi
mengingat kejahatan yg sudah ada sejak jaman Muhamad dgn pembersihan etnis non-muslim dari
Jazirah Arab, ancaman Islam Militan terhdp dunia ini jauh lebih serius. //

MENGAPA ISLAM TIDAK AKAN PERNAH MAU BERTOBAT
oleh J. Grant Swank, Jr.

Pemerkosa dibebaskan

Laporan dari Reuters: Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun berhubungan dengan seseorang dari
suku lain, karena itu ia "menghina kehormatan suku yang hebat lewat berteman dengan perempuan
suku mereka."

Akibatnya, 12 laki-laki memperkosa saudara perempuan anak laki-laki itu, Mukhatarn Mai. Mereka
melakukan itu untuk "menyamakan kedudukan".

Sekarang pengadilan Pakistan membebaskan selusin pemerkosa. Itu termasuk 6 orang yang sudah
terbukti melakukan kejahatan itu. Tapi sekarang mereka menghirup udara bebas seperti warga beradab
dan berkeliaran di jalan-jalan.

Gerombolan ini memperkosa perempuan itu. Tapi sekarang mereka menikmati kebebasan. Itulah
Pakistan. Hal ini terlalu sering terjadi di Pakistan. Presiden Pakistan menyatakan pada wartawan bahwa
ia sedang bekerja keras untuk memberantas kebiasaan seperti itu karena menyebabkan negaranya
tidak terlihat baik pada negara beradab lainnya di planet ini.

Terlihat baik? Bagaimana dengan perempuan yang diperkosa? Adakah perhatian mengenai
kesejahteraannya, tuan presiden?
Pengadilan tinggi Pakistan di Punjab memberitahu para pemerkosa itu bahwa mereka dapat bebas
Jumat yang lalu.

Hal ini bukan peristiwa yang langka.

Sering kali terdapat "kekurangan bukti" pada kasus pemerkosaan dan "membunuh demi kehormatan"
dimana laki-laki kriminal dibebaskan. Membunuh demi kehormatan adalah pembantaian seorang
perempuan oleh para laki-laki suku tertentu waktu perempuan tersebut dianggap menghina keluarga
tersebut.

Tenggorokannya dapat digorok. Kepalanya dapat "dilubangi" dengan peluru. Stadium sepak bola di
Irak pada masa Saddam Hussein sering digunakan untuk membantai perempuan yang bersalah,
biasanya lewat lubang peluru di kepala.

Dengan kata lain, di daerah basis kekuatan muslim tertentu, perempuan dianggap seperti tahi. Mereka
dikandung dalam rahim ibunya dengan kutuk 10x lipat karena kehadiran mereka. Kenyataannya, akan
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

118
lebih baik jika mereka tidak pernah dikandung sama sekali. Kehadiran mereka di bumi ini setiap hari
dihantui oleh rasa takut yang tidak terucapkan.

Sekarang para pemerkosa tersebut telah dibebaskan, maka Mai khawatir akan hidupnya. Dimanakah ia
dapat bersembunyi? Kemanakah ia dapat melarikan diri? Akankah mereka datang mengejarnya kembali
- gaya pemerkosaan masal?

"Pengadilan pertama sebelum pengadilan anti terorisme pada 2002 memutuskan bahwa Mai telah
diperkosa masal berdasarkan perintah dari dewan tradisional desa setelah saudara laki-lakinya -pada
waktu itu berusia 12 tahun- diputuskan telah menghina kehormatan suku yang hebat lewat berteman
dengan perempuan suku mereka."

"Enam laki-laki semula terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman mati, tapi kemudian 5 orang dibebaskan
melalui naik banding ke pengadilan propinsi Punjab, yang menyatakan kurang bukti. Laki-laki yang
keenam hukuman mati nya diganti menjadi penjara seumur hidup."
"Pemerkosaan masal dan membunuh demi kehormatan adalah hal biasa di pedalaman Pakistan. Pada
sebagian besar kasus, para pelakunya dibebaskan karena ketidakmampuan polisi dan cacat pada sistim
hukum, seperti yang menjadi sorotan pada kasus ini."

"Presiden Pervez Musharraf yang mencoba menampilkan Pakistan sebagai negara muslim yang
moderat dan progresif, memberikan perhatian khusus pada kasus ini, mengatakan bahwa kasus ini
mencemarkan muka negara di luar negeri."

Sekali lagi: muka negara? Bagaimana dengan kesejahteraan perempuan itu?

Diulang kembali: perempuan tidak dianggap sedemikian berharga dalam masyarakat muslim.
Sebenarnya mereka lebih buruk dari sampah masyarakat. Mereka dikandung dengan 10 kutukan.
Kutuk-kutuk ini ada dalam bentuk masyarakat tahu mereka adalah perempuan. Pada waktu seorang
perempuan menikah, satu kutuk diangkat, sisanya tetap ada seumur hidup.
Karena itu, kehadiran di bumi bagi para perempuan lebih buruk daripada kematian. Mereka diasingkan
untuk bernapas dibalik cadar. Mereka memakai pakaian khusus dari kepala sampai kaki. Mereka harus
melekat pada setiap laki-laki dalam suku mereka; jika tidak, mereka akan ditembak kepalanya. Stadium
sepak bola pada masa rejim Saddam Hussein sering digunakan untuk menembak perempuan di kepala.
Suami atau saudara laki-laki atau paman dapat menarik pelatuk pistolnya.

"Membunuh demi kehormatan" sangat populer pada laki-laki Islam yang menyimpulkan seorang
perempuan dalam keluarga telah mempermalukan rumah tangganya. Apapun dapat dituduhkan pada
perempuan tersebut. Lalu perempuan itu dibunuh, tenggorokannya digorok atau dengan cara lainnya.

Karena itulah, waktu Komite Koordinasi Gerakan Mahasiswa untuk Demokrasi di Iran memberitahu
media dunia bahwa pimpinan Islam akan meningkatkan gerakan penindasan terhadap perempuan, kita
hanya dapat membayangkan satu bagian lain dari neraka dijatuhkan pada perempuan negara itu. Ini
dikenal sebagai Kebijaksanaan Apartheid Jenis Kelamin. Tindakan ini akan diperkuat dengan
pembatasan melalui Pemisahan Sex yang diarahkan pada perempuan.

Kejahatan ini dipaksakan terutama oleh para ulama Islam. Kejahatan ini sesuai dengan penafsiran quran
yang ketat, legalistik, seperti sekte pembunuh, dan aturan Islam diluar quran dari 14 abad yang lampau
dari suku-suku Saudi Arabia yang menjadi "pusat dari Islam."
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

119

Umat di mesjid semakin sering mendengar pidato gila dari ulama yang diarahkan untuk menghina dan
menodai perempuan. Khotbahnya sudah pasti gerutu anti perempuan yang dikumandangkan pada hari
Jumat waktu "sholat jamaah." Tujuannya adalah untuk "menggerakkan para umat menjalankan apa
yang telah sah sebagai 'menghormati nilai-nilai Islam dan moralitas'" sebagai prioritas utama. Tentu
saja kalimat itu adalah bahasa isyarat untuk merendahkan perempuan.

Sekarang ada polisi yang bertugas untuk menangkap perempuan yang melanggar aturan ini. Polisi ini
dikenal sebagai "Pasukan Moral." Mereka sangat terkenal akan kekejamannya. Semuanya ini dibiarkan
dan benar-benar didukung oleh agama Islam.

Orang yang mempelajari agama-agama di dunia, sekarang dengan meningkatnya pengetahuan akan
Islam, menyimpulkan bahwa Islam bukanlah seperti agama di dunia pada umumnya, melainkan seperti
sekte yang jelas-jelas ingin membunuh dengan tujuan untuk membunuh setiap non-muslim dan
muslim pengecut yang tidak mau ikut serta dalam pembantaian orang kafir.
Pasukan Moral adalah bukti lain kegilaan berdasarkan Islam. Pasukan ini adalah bagian dari kegilaan
yang sangat jahat yang diproklamirkan sebagai sesuatu yang sah, walaupun mengkhianati anggota
masyarakatnya sendiri - perempuan.

Sementara itu National Organization for Women/Organisasi Nasional untuk Perempuan (NOW) dan
kaum feminis lainnya di dunia tidak mengeluh sedikit pun mengenai kekejaman Islam terhadap
perempuan. Sungguh luar biasa. Organisasi seperti NOW menghabiskan waktu dan energi mereka
membela membunuh bayi dalam kandungan karena itu mereka tidak mempunyai waktu ataupun
energi untuk memerangi kejahatan sebenarnya yang ditujukan kepada sesama perempuan.
Hal ini tidak dapat dimengerti tapi memang begitulah kenyataannya. Organisasi ini menyatakan bahwa
mereka membela hak-hak perempuan tapi sangat tidak melihat kekejaman yang sangat nyata terhadap
perempuan yang dilakukan dalam nama Islam, Allah dan quran.

Kunjungilah "Women History and Conditions" di bagian "About Iran" dari website SMCCDI untuk
informasi lebih lanjut mengenai kasus perempuan di Iran. http://www.daneshjoo.org/

Perhatikan ini: Sekolah muslim menghasilkan pembunuh di seluruh penjuru bumi.

Sekolah-sekolah ini adalah pencetak pembunuh. Sekolah ini terdiri dari anak-anak. Mereka
membungkuk diatas sebuah buku seperti sedang belajar sejarah dunia.

Sebaliknya, mereka sedang mempelajari quran. Mereka sedang membaca kata-kata Allah nya Quran.
Mereka sedang di indoktrinasi bagaimana caranya menghabisi non-muslim. Ini dimulai pada waktu
mereka masih sangat muda.

Contohnya di Pakistan, pelajaran ini terus berlangsung. Pemboman London baru-baru ini diyakini
penyebabnya adalah cuci otak melawan non-muslim. Karena itu para penyelidik berusaha semaksimal
mungkin untuk mengungkapkan semakin berkembangnya akademi pembunuh dalam Islam. Para
penyelidik menekan pemerintah Pakistan untuk menghancurkan sekolah ini.

Tapi hal ini sangat sulit bagi presiden Pakistan Pervez Musharraf karena ia telah diancam oleh para
muslim pembunuh. Mengapa nyawanya menjadi dalam bahaya? Karena ia bekerja sama dengan orang
barat terutama dalam usaha mengungkapkan para muslim pembunuh di dunia. Ini tidak dapat ditolerir
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

120
oleh muslim. Musharraf telah menunjukkan dirinya sebagai muslim pengecut, karena itu ia harus
dilenyapkan.

Allah nya quran menyatakan bahwa muslim yang berpaling dari membantai non-muslim harus
dibunuh. Karena itu semua staf pemerintahan Pakistan setiap hari dalam ketakutan akan dibunuh
karena bernegosiasi dengan non-muslim. Jadi sekarang roda berputar ke pihak setan. Indoktrinasi terus
berlangsung. Anak muda diajar sedini mungkin bahwa kaum mereka yang pengecut harus dibunuh jika
tidak ikut memerangi kafir.

Orang Yahudi dipisahkan sendiri sebagai "babi-Yahudi" merupakan "keturunan monyet." Karena orang
Yahudi adalah orang hina yang sedemikan rendahnya, maka orang Yahudi harus dilenyapkan dari
planet ini, dimulai dari yang ada di Israel.
Itulah sebabnya Otoritas Palestina terus menayangkan program tetap di TV untuk melawan dan
bagaimana membunuh Yahudi. Anak-anak duduk nonton TV berjam-jam untuk menonton acara cuci
otak ini. Pemimpin Otoritas Palestina memberitahu media mereka mencoba mengurangi program
televisi tersebut; tapi kita dapat menduga seberapa jauh usaha mereka ini karena Hamas doanya sama
saja seperti isi acara televisi tersebut.

Di negara muslim, jumlah kaum muda jauh lebih besar daripada yang usia menengah dan yang lebih
tua. Jumlah yang banyak ini terdiri dari pemuda dan akibatnya banyak sekali pasukan untuk membunuh
semua non-muslim. Inilah yang dihadapi negara non-muslim. Musuh dalam jumlah besar dimulai dari
anak kecil yang "diajar" oleh calon pembunuh yang berpakaian khusus seperti guru.
Selain sekolah juga ada kamp pelatihan. Di kamp ini ada panduan bagaimana cara menggorok kafir,
bagaimana cara menggulingkan pemerintah, dan bagaimana cara mempersembahkan tubuh seseorang
dgn pengorbanan secara bunuh diri kepada Allah nya quran. Pengorbanan ini akan memastikan
keabadian laki-laki bersenang-senang dgn para playboy bunny dalam pesta sex yang tidak
berkesudahan. Tidak ada imbalan bagi para perempuan yang bunuh diri karena dalam Islam
perempuan dianggap sebagai sampah bumi.

Lalu propaganda yang diberikan sekolah Islam kepada orang barat. Anggaplah seperti pelayanan
masyarakat yang berbohong setiap hari melalui website Council on American-Islamic Council/Dewan
Islam Amerika (CAIR). Apa yang dapat dibaca disitu, jika dibalik itulah kebenarannya. Jika CAIR
mengatakan bahwa Islam adalah agama damai, pembaca dapat menyimpulkan bahwa Islam adalah
sekte pembunuh, bahkan bukan agama diantara agama-agama dunia. Islam adalah sebuah sekte
pembunuh, tidak mempunyai status theologi sebagai "agama."

Mengenai propaganda, anggaplah seperti berita dari Associated Press berupa pidato instruktur Islam. Ia
mengajar dari gedung dua lantai yang mengelilingi mesjid dengan menaranya yang tinggi. Dalam
gedung itu anak-anak sebagai murid duduk di atas karpet membentuk setengah lingkaran. Instruktur
duduk di atas meja pendek.

Instruktur berkata kepada wartawan: "Musuh-musuh Islam dan para munafik telah terlalu lama
mencoba menghapuskan status dari madrasah serta merubah mata pelajarannya."

"Sekolah kami terbuka untuk siapa saja... Islam sangat menentang terorisme. Kami hanya memberikan
pendidikan moral dan agama berdasarkan quran. Islam berarti damai."

Sekarang kita lihat sisi lain dari praktek islami: menikam badan sendiri akan menyatukan para muslim.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

121

Betul sekali. Sementara sunni dan shiah sedang berperang satu sama lain di Iraq, di tempat lain mereka
bersatu menikam badan mereka dengan pisau.

Hal ini berlangsung di kelompok seperti sufi dan kasnazani. Muslim-muslim ini menikamkan pisau ke
tubuh mereka untuk membuktikan bahwa keilahian mereka adalah asli dan hebat dan menyembuhkan.
Demikianlah mereka bermain-main dengan kekuatan setan dan menyebutnya "keilahian."

Menurut reporter Reuters Andrew Hammond dan Seif Fuad, para umat berdiri diam, kemudian
menusukkan pisau tajam di pipi atau kepala atau kaki atau dimana saja. Bagian badan manapun tidak
jadi masalah. Pada waktu pisau menembus atau menancap untuk dilihat orang banyak selama
beberapa hari atau minggu, saat itulah roh-roh tersebut bekerja untuk membuktikan diri mereka.

Demikianlah masa lalu berbagai aliran Islam. Tidak peduli apakah itu sunni atau shiah atau kelompok
Islam lainnya, semuanya bisa dilakukan karena pisau memberi kebaikan, demikianlah keyakinan mereka.

Mereka menyebutnya "mistik." Orang Kristen menyebutnya "dari setan."

Reuters melaporkan. "Dalam pertemuan kaum sufi, sekte Islam ini saling melukai diri mereka supaya
lebih dekat dengan tuhan."

Dimanakah pertemuan ini? Yang sedang diliput oleh Reuters ini berlangsung di Sulaimaniya, Iraq Utara.
Kembali ke apa yang dilakukan dalam pertemuan ini.

Pemimpin pertemuan membawa para murid ke "wilayah kekuatannya" untuk mengajarkan bagaimana
cara menikam tubuh mereka. Sudah menjadi panggilan hidupnya untuk "mematikan daging para
muslim."

Satu orang menikam pipinya dengan pisau, yang lain memasukkan pisau di kepalanya. Di sekeliling
mereka para umat mondar mandir seperti irama sufi, sehingga menghasilkan "mabuk akibat hipnotis."

Inti dari upacara ini adalah untuk semakin dekat dengan sesembahan mereka. Bagi mereka sesembahan
ini adalah Allah nya quran. Penting untuk dingat bahwa Allah nya quran adalah yang menetapkan
bahwa semua non-muslim di dunia ini harus dibunuh. Bahkan muslim yang pengecut yang menolak
membunuh non-muslim juga harus dibunuh demi menaklukkan planet ini untuk Islam.

Lebih dari itu, jika muslim yang ingin membunuh non-muslim terbunuh maka hal itu tidak masalah
karena perjuangan memerlukan pengorbanan. Itulah sebabnya muslim bom bunuh diri di Iraq tidak
peduli jika tetangganya yang sesama muslim ikut meledak karena itu harus terjadi untuk melenyapkan
para "kafir" non-muslim.

Jika kita memahami bahwa Allah quran sedemikan kejam seperti Beelzebub bukan Tuhan Pencipta di
bible, maka kita tidak perlu susah payah berpikir menyimpulkan bahwa Allah yang ini juga mengawasi
pemotongan daging manusia di sekte Islam lainnya. Secara keseluruhan, Islam memperlihatkan dirinya
bukan sebagai agama seperti agama lain di dunia melainkan sebagai sekte yang suka memotong dan
membunuh manusia.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

122
Semakin banyak pemimpin negara yang berdasarkan kebebasan seperti Inggris dan Australia
menyimpulkan bahwa Islam adalah sekte yang berbahaya. Karena itu muslim diperintahkan untuk
pergi, kembali ke negara asalnya, dan jangan pernah kembali. Muslim tidak termasuk dalam budaya
yang beradab.

Daniel Pipes menulis ( http://www.theconservativevoice.com/ ) khusus mengenai pengusiran ini dalam
kolomnya, "Orang Islam, Keluar!"

Orang Kristen menjumpai keadaan kesetanan ini waktu perjalanan misi, keadaan ini juga dijumpai di
Amerika. Dimana dijumpai kehadiran setan, disana ada pelecehan tubuh manusia. Sebaliknya, orang
Kristen mambaca dalam bible bahwa tubuh manusia harus diperlakukan sebagai rumah ibadah bagi
Roh Kudus. Karena itu pemotongan tubuh manusia adalah kejijikan bagi orang Kristen.

Waktu para misionaris menemukan orang budaya lain mau ikut Kristus, para misionaris melihat bahwa
para pengikut tersebut berhenti melukai tubuh mereka. Mereka menganggap daging mereka didiami
oleh Roh kudus bukan oleh roh-roh yang najis.

Islam tidak mengikuti Tuhan bible yang benar melainkan mereka mengikuti setan. Pada kenyataannya
setan dapat melakukan mujizat seperti yang dialami umat Islam. Sebagai contohnya: para guru dan
murid melihat luka sembuh dengan cepat atau tidak ada rasa sakit waktu ditusuk. Mereka mengatakan
bahwa ini adalah bukti dari tuhan sedang bekerja.

Yang terjadi adalah kebalikannya. Setan dapat melakukan mujizat, seperti yang telah diperingatkan
oleh Yesus bahwa hal ini akan sangat meningkat sejalan dengan semakin dekatnya akhir masa gereja
sebelum kedatanganNya yang kedua. Yesus memperinagtkan murid-muridNya untuk waspada
terhadap "tanda, keajaiban, mujizat" yang datang dari setan yang berkeliaran di bumi. (Penjelasan lebih
lanjut tercatat pada bagian kedatangan kedua di Matius 24, Markus 13, dan Lukas 21.)

Sufiisme adalah salah satu sekte Islam. Sekte lainnya yang bersifat legalistik adalah sunni wahabi dari
Saudi Arabia. Ada banyak jenis penyiksaan badan dalam pertemuan satanik ini dan masing-masing
mempunyai namanya sendiri.

"Melukai badan dengan pisau, tusuk daging, minum racun, makan beling, dan listrik - semua ini adalah
tanda diberkati tuhan" kata Ahmed Jassem. 'Waktu pisau dicabut, para murid akan langsung sembuh.
Ini adalah berkat tuhan dan kekuatan kelompok kami.'

"'Setelah mereka melilitkan kabel listrik pada badan saya dan menyalakan listrik lewat kabel itu, saya
tidak merasakan apa-apa. Saya semakin mendekati tuhan melalui ini,' kata Qusay Abdel-Latif, seorang
dokter dari Basra di Iraq selatan"

Sekarang kita lihat tahap lain dari gaya hidup muslim: Bagaimana dengan masuk Islam akibat
pemaksaan?

Sanno dan Champa Amra adalah pasangan Hindu yang tinggal dengan 5 anaknya secara sederhana
tapi nyaman di Karachi, daerah Punjab. Suatu hari mereka sampai di rumah dan menemukan bahwa
anak-anak perempuan mereka hilang. Usia mereka: 21, 19, 17.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

123
Mereka melaporkan peristiwa ini ke polisi lokal tapi tidak mendapat bantuan yang berarti. Akhirnya
mereka ditemui oleh asisten kepala polisi daerah Clifton untuk mencatatkan anak-anak mereka yang
hilang. Penyelidikan pun dimulai. Tiga orang laki-laki muslim ditangkap sebagai tersangka. Kemudian
dimulailah penganiayaan keluarga ini oleh para tetangga yang muslim. Kesimpulannya para perempuan
tersebut diculik oleh muslim, dibawa ke sebuah "seminari" dimana mereka dididik (dipaksa, dicuci otak)
menjadi ikut Islam.

Setelah orang tua ini dijinkan untuk bertemu dengan anak-anaknya, mereka sangat luar biasa terkejut
melihat putri-putri mereka berbusana tertutup dari kepala sampai jari kaki, tidak dapat dikenali.

"Waktu Sanno dan Champa akhirnya bertemu putri-putri mereka, mereka terkejut melihat mereka
mengenakan burqa yang menutupi mereka dari kepala sampai jari kaki, hanya mata saja yang tidak
tertutup. Mata putri yang termuda merah seperti darah akibat menangis. Pertemuan yang seharusnya
bersifat pribadi ini diawasi oleh seorang perempuan dan dua orang polisi."

"Dalam suara yang tidak jelas karena terhalang kain yang tebal, para perempuan ini mengatakan
mereka ingin tinggal di tempat mereka yang dulu."

Para perempuan ini telah menandatangani formulir yang menyatakan bahwa mereka telah pindah ke
Islam. Mereka memberitahu orang tua mereka bahwa mereka tidak dapat meninggalkan kamar mereka.
Pada formulir tersebut tertulis: "Karena orang tua saya adalah Hindu, setelah pindah agama saya tidak
mungkin untuk tinggal dan melewatkan hidup saya dalam sistem masyarakat Hindu, karena itu saya
telah memutuskan untuk hidup terpisah..."

Tentu saja semua pihak yang berkepentingan tahu bahwa para perempuan ini dipaksa untuk
menandatangani formulir tersebut. Nama mereka juga diganti paksa menjadi "Afshan, Anam, dan
Nida."

Sekarang kedua orang tua ini setiap hari hanya bisa saling menatap karena perasaan mereka sudah
mati. Mereka memberitahu media bahwa mereka tidak mempunyai alasan untuk hidup lagi. Hidup
mereka telah berakhir karena ketiga putri mereka telah direbut dan sekarang tidak ada kepastian akan
masa depan ketiga perempuan itu.

Keluarga Hindu Pakistan ini tinggal di daerah yang penduduknya sebagian besar adalah muslim.
"Kami hanya duduk dan saling menatap saja. Bagi kami, hidup sudah berakhir," kata ibu dan bapak itu
kepada wartawan.

Menurut wartawan Times of India, Irfan Husain, apa yang terjadi ini disebut sebagai "terorisme
pemindahan agama."
(Lihat http://timesofindia.indiatimes.com/ ).

Masih ada lagi: Bapak muslim mengatur anak laki-lakinya untuk membunuh pacar anak perempuannya.
Mengapa?

Si anak perempuan sedang mengandung anak pacarnya. Pacarnya ini dibunuh oleh bapak si
perempuan. Dengan kata lain keluarga telah "dipermalukan."

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

124
Mempermalukan sebuah keluarga muslim dapat mengakibatkan pembunuhan. Siapapun yang
melakukan tindakan mempermalukan ini harus dibantai. Kadang menggunakan pisau, peluru, atau
apapun jadi. Yang penting tindakan mempermalukan ini harus dibalas. Dengan pembalasan itu Allah
menjadi puas. Ini terjadi setiap hari. Ini sedang terjadi sementara saya mengetik.

Kebiasan setan ini menakutkan kebudayaan yang tidak biasa dengan kebrutalan seperti ini. Muslim
yang pindah ke masyarakat non-muslim tetap membawa tradisi mereka seperti "membunuh demi
kehormatan." Tradisi ini tentu sangat melukai kebudayaan beradab non-muslim yang tidak mentolerir
kejahatan setan itu.

Arash Ghorbani-Zarin, 19 tahun, ditusuk dengan pisau sebanyak 46 kali. Ia didudukkan dalam sebuah
mobil di Oxford pada November 2004.

Alasan ia dibunuh adalah karena ia dituduh menghamili Manna Begum, pacarnya. Dengan alasan ini
kedua saudaranya laki-laki membantainya.

Bapak perempuan ini, Chomir Ali, 44 tahun, yang mengatur semuanya. Ia meyakinkan saudara laki-laki
si perempuan untuk membunuh pacar anak perempuannya. "Memang demikianlah cara muslim," kata
Cheherazad Jmil kepada wartawan. Dengan kata lain, perbuatan ini adalah hal yang biasa. Hal ini sudah
diperkirakan pada muslim di komunitas tertentu.

Waktu terjadi membunuh demi kehormatan, sering kali press tidak memberitakannya. Sering kali polisi
tidak berbuat apa pun. Bahkan sering kali para perempuan komunitas muslim melindungi si pembunuh.
Jika ada orang yang memprotes membunuh demi kehormatan itu, ia akan dikejar muslim biasanya oleh
laki-laki muslim.

Perempuan tidak dianggap berharga oleh Islam. Perempuan adalah hak milik laki-laki. Jika perempuan
melewati batas, mereka dapat dibunuh. Dalam kasus ini, si laki-laki lah yang dituduh menghamili pihak
perempuan, akibatnya si laki-laki harus dibunuh untuk mengembalikan kehormatan keluarga.
Perempuan ini pernah berjalan-jalan di daerahnya sambil menggandeng tangan laki-laki ini. Hal ini
tidak diperbolehkan muslim yang sangat legalistik dalam menjalankan kebiasaan mereka. Karena itu si
laki-laki harus dilenyapkan.

Seorang teman telah memperingatkan si perempuan agar jangan memegang tangan di tempat umum.
Tapi ia tetap melakukannya. "Hal itu memalukan pihak keluarga," kata teman pihak perempuan kepada
media.

Menurut wali: "Seorang bapak dan kedua anak laki-lakinya terbukti bersalah dari pembunuhan seorang
mahasiswa untuk membalaskan kehormatan keluarga."
"Juri dari pengadilan Oxford Crown memutuskan bahwa Chomir Ali, 44 tahun, orang Bangladesh,
pelayan, pada tanggal 20 November tahun lalu telah memerintahkan kedua anak laki-lakinya yaitu
Mohammed Mujibar Rahman, 19 tahun, dan Mamnoor Rahman, 16 tahun, untuk membunuh Arash
Ghorbani-Zarin, 19 tahun, mahasiswa, sedang dalam hubungan jangka panjang dengan putri Ali,
Manna Begum."

"Ketiganya akan dihukum penjara seumur hidup."

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

125
"Jenasah dari Gorbani-Zarin -muslim Iran yang sedang mempelajari teknik elektronik di Universiras
Oxford Brookes- ditemukan dalam mobilnya di Spencer Crescent, Rosehill - pinggiran kota Oxford. Ia
telah ditikam 46 kali, sebagian besar di dada."

Dengan meningkatnya perpindahan muslim ke Eropa dan Afrika dan juga Amerika Utara, kekhawatiran
non-muslim juga semakin meningkat. Non-muslim akhirnya menyadari tujuan utama dari muslim
fanatik adalah menguasai dunia secara Islam. Ada 4000 website yang memuntahkan kebencian
terhadap non-muslim. Orang Yahudi khususnya sangat dibenci, disebut sebagai "babi-Yahudi." Semua
non-muslim harus dibunuh sesuai perintah Allah dalam quran.

Ada banyak sel-sel muslim yang tidak aktif di negara-negara bebas. Sel-sel ini dapat meledak setiap
saat dan akan menghancurkan budaya negara tersebut. Ada banyak sekolah dimana para guru Islam
mengajar anak laki-laki dan perempuan bagaimana caranya membenci dan membunuh untuk Allah. Di
Timur Tengah terdapat program TV yang mengajarkan hal yang sama.

Perempuan yang tidak mengikuti aturan Islam yang bersifat legalistik ada dalam bahaya akan dihabisi.
Sebagai contoh, "Cheherazad Jmil, teman dekat Begum, menggambarkan Begum sebagai 'seorang
berkarakter kuat' yang tidak pernah memakai kerudung atau pakaian muslim, tapi memakai jeans"

"Ia berkata bahwa ia telah memperingatkan Begum bahwa tindakannya mempermalukan keluarganya."

Banyak komunitas muslim mengharapkan para perempuannya menutup tubuh mereka dari kepala
sampai jari kaki. Dalam beberapa kasus, jika perempuan muslim memperlihatkan tumitnya, ia akan
dipukuli suaminya. Bahkan mungkin dibunuh. Ada kasus-kasus dimana saudara laki-laki membantai
saudara perempuannya karena si perempuan mempermalukan keluarganya. Kemudian si laki-laki akan
memeluk jenasah itu dan menangis karena ia tidak mau membunuh saudara perempuannya. Tapi apa
boleh buat, "membunuh demi kehormatan" mengharuskannya.

Dalam kebudayaan non-muslim, perilaku seperti ini adalah perbuatan yang terkutuk. Para pemimpin
negara non-muslim perlahan-lahan mulai menyadari bahwa masuknya kebrutalan seperti ini tidak
dapat ditolerir dalam masyarakat non-muslim.

Para pemimpin muslim di negara muslim biasanya pura-pura tidak tahu mengenai kebiasaan yang
mengerikan ini. Kebiasaan ini sudah mengakar sedemikan mendalam di negara seperti Pakistan
sehingga sangat sulit bagi daerah desa dan pedalaman untuk mengubah cara hidup mereka supaya
menjadi lebih beradab.

Hak cipta 2005 oleh J. Grant Swank, Jr.
Web: http://www.truthinconviction.us
Email: joseph_swank@yahoo.com

RISK MANAGEMENT: ISLAM, THE WEST'S UNMANAGEABLE LIABILITY/BEBAN BARAT YG TIDAK
DAPAT DIKELOLA.
Oleh DC Watson

Realita dan cara berpikir kaum dhimmi (orang2 yg dijajah Islam):

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

126
Peringatan sudah dibunyikan puluhan tahun lalu. Ancaman teror islam di barat, yang tadinya dianggap
ancaman kosong, sekarang benar2 dirasakan siapapun yang tinggal di dunia beradab.

Walaupun penting dan pantas bagi Barat unutk menunjukkan toleransi bagi imigran muslim, tidak
semua--tapi cukup banyak dari mereka-- dibarengi dgn perasaan kewajiban untuk merealisasikan
fantasi Muhamad menciptakan planet bumi Islam. Percuma mencoba mendekati atau merubah cara
berpikir budaya macam itu. Mereka punya dorongan kuat. Dorongan yang dipacu oleh ideologi
terbelakang, rasis, seksis yang dituntut Qur'an -- dgn network teror, organisasi2 bantuan Muslim, imam
dan jenggot2 Islam lainnya yang setiap kali memperingatkan Muslim yang doyan kebebasan bahwa
tujuan sentral mereka sbg muslim adalah kepada Allah dan Allah doang.

Islamophobia, paranoia dan intoleransi memang tuduhan bagi mereka yang protes. Padahal
kenyataannya jelas didepan mata. Bgm dgn Iraq, fghanistan, Iraq, Palestina, Philippina, Sudan, Nigeria,
Bali, Paris dsb dsb ?? Ini hanyalah alasan2 lemah yang mereka gunakan untuk terus memajukan rencana
Muhamad. Tidak semua Muslim memang mematuhi ajakan Muhamad, tetapi Muslim2 macam ini cuma
duduk2 ongkang kaki dan diam seribu bahasa.

Memang kita semua harus sopan2, tetapi mengapa kita masih juga perlu enje2 gaya Jawa kraton
kepada mereka yang pada akhirnya akan menggorok leher kita sesuai dgn perintah Qur'an ?

Memang toleransi baik, tapi toleransi terhadap intoleransi sama saja dng bunuh diri. Sudah waktunya
kita mengenal ancaman yang, kalau tidak dihancurkan terlebih dahulu, bisa mengakhiri eksistensi kita.
Sekarang juga kita harus sadar.

Jangan biarkan wakil Muslim semanis dan sesopan apapun mengelabuimu dan membuatmu percaya
bahwa Shari'ah memang cocok dengan demokrasi. Ini bohong. Biar Muslim tersenyum selebar apapun
jangan sampai kau termakan tipuannya bahwa Islam mengajarkan adalah
toleransi kpd semua mahluk hidup (rahmatan lil alamin, begitu bunyi kibul mereka). Ini jelas2 bohong.

Kelompok2 Muslim, khususnya mereka yang dicurigai, bukan saja tidak berhak mempromosikan siswa2
AS polos ttg Islam. Sistim pendidikan AS (dan barat umumnya) menghadapi tugas sulit. Mereka
kadang2 belaga tidak tahu bahwa tamu2 yang mereka undang utk menjelaskan ttgn Islam adalah
mereka2 juga yang ingin menerapkan Syariah di AS.

Sementara kita sibuk berdebat diantara kita, fundi2 Islam itu siap2 untuk menerjang. Sudah saatnya
kami lupa akan perbedaan pandangan politik kita. Kalau tidak kita dapat menghancurkan peradaban
yang didapatkan lewat perjuangan sengit dan darah. Wakil2 rakyat hanya peduli degnan jumlah
perolehan suara. Bahkan mereka begitu sibuk sampai nampak lebih senang mengorbankan keamanan
negara ketimbang menghadapi risiko tudingan Islamofobi. Mereka2 ini, orang2 kita sendiri, yang
menempatkan kita dalam posisi bahaya.

Hanya karena Islam--bukan Kristen, atau yahudi,atau Hindu, atau Budha atau Atheisme ---tapi hanya
gara2 Islam negara Barat dibuat terus waspada. Antrean panjang di bandara udara, stasiun bis, kereta,
sepak bola dsb, semuanya harus ditingkatkan keamanannya. Siapa harus bayar ini semua ? Tahukah
anda bahwa ongkosnya sampai milyaran dolar per tahun.

Ini memang sangat disayangkan, karena milyaran dolar untuk "baby sitting" Muslim2 berjenggot dan
isteri2 ber-burka mereka itu sesungguhnya dimaksudkan bagi kesejahteraan rakyat.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

127

Ini bukan masalah yang terbatas pada satu golongan atau ras saja. Ini bukan Partai Republik vs
Demokrat atau kelompok kiri vs kanan (atau Jawa vs Batak). Ini masalah AS (masalah dunia). Kaum kiri
maupun kanan tidak relevan. Syariah akan membumi-hanguskan kita semua, yang kiri maupun kanan.

Dgn diijinkannya imigrasi Muslim dan kenyataan bahwa milyaran dolar harus dihabiskan bagi
pemonitoran mereka, kami menjadi Taman Kanak2 paling besar didunia. Kita juga sulit mendapatkan
jawaban tegas dari organisasi2 yang menganggap diri mewakili Muslim di Barat. Sementara
mereka jelas mengatakan ingin membuat AS menjadi Islam, kita malah sibuk melatih polisi agar jangan
meyinggung "sensitivitas Muslim". Setiap kali ada peristiwa ditemukannya Quran di lantai atau Muslim
ditangkap, wah ... ramai deh media mengumumkan penderitaan Muslim.

Sementara itu, 4 tahun setelah 9/11, fanatik2 Islam masih juga berkeliaran dimanapun didunia : setan
disegala penjuru planet kita.

Pertanyaan bagi kita sekarang adalah : apa sih yang disumbangkan Islam kepada Barat (atau dunia)
selain meningkatnya ongkos keamanan ? Dan apakah mereka memang "worth it" ?

WHY ISLAM IS IN SHAMBLES/MENGAPA ISLAM AMBURADUL
Posted by: Amil Imani

Islam amburadul karena sejumlah alasan; masalah utama adalah adanya berbagai versi Islam, spt juga
adanya segudang juru bicara Islam dgn versi Islam masing2. Alasan kedua ; Islam dapat ditafsirkan
sesuai dgn kemauan orang. Quran, Hadis dan Sunnah sangat kontradiktif dan bahkan mengandung
informasi yg jelas-jelas keliru.

Dari wadah doktrin Islam ini orang bisa memilih bagian yg disukainya dan bagian yg tidak disukainya.
Oleh karena itu ada muslim baik (alias muslim bingung) dan ada juga yg moralitasnya diragukan. Dan
luar biasanya, kedua tipe itu bisa membenarkan sikap mereka atas dasar Quran, Hadis dan Sunnah.

Ini salah satu contoh: Jihad fi sabilullah (Jihad di Jalan Allah). Kalau diterjemahkan secara letterlijk, maka
ini berarti Muslim harus berjuang keras demi Allah. Masalahnya adalah mengartikan kata ‘berjuang’ ini.
Ada yg mengatakan, ini berarti perjuangan dlm bentuk spiritual, tetapi ada juga yg mengatakan ini
perintah utk mengasah pedang ! Dan kedua2nya benar karena Quran memang gagal menjelaskan
secara tegas arti istilah Jihad itu. Spiritual atau pedang ? Dua2nya dihalalkan Quran.

Memang ada pernyataan indah dalam Qur'an. Contohnya :Yang paling dicintai dimata Tuhan adalah ia
yg paling bijaksana. Bukan yang kaya, bukan yg berkuasa dan bukan orang yg membenci. Yang paling
bijaksana adalah yang paling dicintai, katanya. Tetapi kelompok Islam radikal menafsirkan ‘tindakan
bijaksana’ ini sbg tindakan melukai kafir, yi tindakan yg akan membuat mereka paling dicintai Tuhan.

Mereformasi Islam sayangnya sudah tidak lagi dimungkinkan. Satu2nya hal yg disetujui oleh penguasa
Islam sedunia adalah bahwa setiap kata yg tercatat dlm Qur'an adalah ucapan Tuhan dan oleh karena
itu manusia tidak boleh me-modifikasinya, dimanapun dan kapanpun. Hadis juga disakralkan
sedemikian rupa. Dan tentunya, para pengikut menganggap tingkah laku Muhamad spt yg tercatat dlm
Sunnah sbg contoh mereka. Jadi, orang bisa memilih, tetapi tidak boleh merubah atau membuang
sebagian teks sesukanya. Oleh karena itu reformasi tidak akan pernah terjadi dari dalam Islam.
Absurditas dalam Kitab Islam
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

128

Misalnya, Muhamad dikatakan dapat membelah bulan menjadi 2 bagian. Jelas, membelah bulan harus
ditafsirkan secara simbolis. Ada yg menganggap ‘bulan’ merupakan dewa2 saat itu yg kemudian
dihancurkan Muhamad dgn pedang agama barunya. Tapi pedang itu juga-lah yg memimpin tentara
Arab dari gurun pasir dan memaksakan Islam ke seluruh pelosok dunia.

Fakta bahwa Islam sendiri spt rumah yg terkotak2 semakin menimbulkan komplikasi. Ada sekte Sunni,
Shiah, belum lagi sub-sekte2. Perbedaan ini begitu kontroversial karena anggota masing2 sekte
menganggap halal darah anggota sekte lainnya. Meminjam istilah Injil, "Dari buah mereka, kau akan
mengenali mereka." Buah hasil Islam dapat dilihat semua orang. Islam mungkin memberikan dunia
pilihan buah, tetapi Islam juga memastikan bahwa buah yg diberikan Islam kpd dunia adalah buah
simalakama yg beRACUN.

Ada yg mengatakan bahwa Islam sebenarnya baik, mayoritas Muslim memang orang baik dan hanya
minoritas kecil telah menyandera agama indah Muhamad dgn mengadakan tindakan2 tanpa toleransi,
kebencian dan kekerasan. Pertanyaannya adalah : mengapa bukan ‘Islam yg baik’ itu yg merajai dunia,
sementara ‘Islam yg buruk’ lebih suka menghancurkan Islam yg ‘baik’ itu ?

Kebencian memang mudah dijual. Tidak diperlukan bermacam2 keahlian utk dapat membenci.
Kebencian seseorang atau sekelompok orang bisa terjadi karena menumpuknya frustrasi, kekhawatiran,
paranoia dan banyak lagi emosi negative kelompok itu. Sejarah penuh dgn kasus kebencian yg
membakar semangat massa agar melakukan kekejaman kecil dan besar.
Juallah ‘kebencian’ dan banyak orang akan antre utk membelinya. Juallah ‘cinta’, dan kau kemungkinan
besar harus menjualnya pada diri sendiri. Jualanmu tidak laku, nak !

Otoritas agama memainkan peran penting dlm mengarahkan massa dari kebencian. Pernyataan alm.
Paus Johanes Paulus II, contohnya, utk membebaskan Yahudi dari julukan ‘pembunuh Kristus’, berupaya
utk mengurangi rasa anti-Semitisme diantara kaum Kristen. Fatwa oleh para Mufti dan Ayatollah juga
sangat dihormati oleh pengikutnya. Sayangnya, kebanyakan keputusan otoritas Islam itu bersifat
ekslusif dan bahkan bermusuhan terhdp orang luar. Madrasah di Pakistan, di Saudi dan Maktab —
sekolah2 agama—di Iran, dan juga mesjid menjadi tempat2 subur penjangkitan kebencian yg dgn
mudah bisa ditransmisikan secara sukses kpd para pengikut yang mudah percaya apa saja.

Penyakit parah menbenci ‘orang lain’, dimulai dari tanah2 tradisional Muslim dan menginfeksi kota2 &
desa2 & bahkan keseluruh pelosok dunia. Muslim percaya bahwa seluruh dunia adalah milik Allah.
Muslim percaya bahwa udara dan semua yg ada didalamnya memang HAK MUSLIM. Non-Muslim
dimanapun dianggap sbg lintah darat dan penjajah yg harus ditundukkan kpd Islam atau mereka harus
minggir dan mempersilahkan jalan kpd satu2nya manusia yg sah – Muslim !

Dlm teokrasi Islam, otoritas religius didapatkan lewat konsensus informal oleh sebuah kelompok agama.
Menjadi seorang Ayatollah, misalnya, adalah lewat menunjukkan kesetiaan kuat terhdp dogma agama
kpd ayotallah2 lain. Jika melenceng dari garis yg sudah ditetapkan, maka jangankan jadi ayatollah, jadi
ustadz saja sulit. Ini sebuah problema sistimatis yg tidak pernah terbuka bagi pembaharuan. Ini macam
sebuah ‘perkawinan anggota sebuah kelompok’ (inbreeding) teologis yg sudah berakar kuat.

Dlm teokrasi Islam, setiap orang berpura2 menyatakan kesetiaan mati mereka kpd agama mereka.
Kalau ada yg tidak percaya, ragu2 ataupun tidak setuju, mereka tidak dapat berterus terang. Mereka
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

129
harus sembunyi2. Tekanan utk menjadi religius begitu besar shg teknik berpura2 diasah menjadi
sebuah seni.

Mungkin masih ada jalan keluar dari Islam. Presiden Iran, Ahmadinejad, mengundang Presiden George
W. Bush, dlm surat sejumlah 18 halaman, utk memeluk Islam. Ahmadinejad merasa bahwa kalau Bush,
pemimpin yg paling kuat di dunia ini memeluk Islam, maka massa kafir juga akan mengikuti contohnya.

Padahal kalau kita mau menerima undangan Ahmadinejad, pertanyaannya adalah : sekte Islam yang
mana yg harus kita peluk ? Shi’ah, Sunni atau puluhan sekte2 lainnya yg kesemuanya yakin bahwa
merekalah mewakili Islam yang paling benar ? Kepercayaan Islam versi Ahmadinejad-pun berbeda dgn
mayoritas Shi’iah. Ia dilaporkan memeluk Hojjatieh, sebuah sekte rahasia yg didasarkan atas kebencian
yg pada saat ini beroperasi dibelakang sekte Haghani dibawah kepemimpinan seorang pemimpin
fanatik dan sangat picik—Ayatollah Mesbah Yazdi.

Belum lagi status wanita. Di Quran dikatakan : Alrejalo qawaamun al-alnesa—lelaki adalah penguasa
wanita (men are rulers over women). Wanita dari negara2 non-Islam berupaya keras utk mencapai
persamaan derajad dgn lelaki. Mereka tidak akan semudah itu menyerahkan hak2 yg sudah mereka
perjuangkan secara susah payah dan menukarnya dgn ‘hak’ utk menjadi warga kelas dua dan ditutupi
kain dari ujung kepala sampai ujung kaki, kehilangan hak pendidikan dan kesempatan lainnya. Kami,
lelaki non-Muslim, juga tidak semudah itu meninggalkan masyarakat beremansipasi yg berpartisipasi
penuh dlm masyarakat dan menundukkan diri kami kpd undang2 biadab bernama Shari’ah yg
diberlakukan oleh mentalitas jaman batu.

Kesimpulan, Islam bukan hanya terpecah2, tapi juga amburadul. Saking amburadulnya sampai tidak lagi
dapat memperbaiki diri, apalagi menguasai seluruh dunia. Sudah waktunya sekarang utk Muslim yg
menganggap diri baik dan damai, bahkan mereka yg mengidap versi yg lebih barbaris, agar memeriksa
diri dan bergabung dgn sisa umat manusia lainnya. Tidak ada jalan mundur. Kebiadaban harus
disimpan di masa lalu.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

130
ISLAM VS KAFIR
www.indonesia.faithfreedom.org

Abu Hurairah melaporkan: Rasulullah (saw) mengatakan, "JANGANLAH MENYALAMI YAHUDI DAN KRISTEN
sebelum mereka menyalamimu; dan kalau kau ketemu mereka dijalan, paksa dirinya agar berjalan di bagian yang
paling sempit.'' [Muslim].

Al Baqarah ayat 39
qs 5:51
Ya ayyuha allatheena amanoo la tattakhithoo alyahooda waalnnasara awliyaa baAAduhum awliyao baAAdin
waman yatawallahum minkum fa-innahu minhum inna Allaha la yahdee alqawma alththalimeena
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-
pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Albaqarah ayat 24
"Innakum wa maa ta'buduuna min duunillaahi hashobu jahannam"
"Kalian dan sembahan kalian akan menjadi bahan bakar neraka".

Surah Al-Anbiya ayat 98
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.

Q 9:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan (sebagai gantinya)
memberikan surga untuk mereka.

Q 4:74
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan
Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami
berikan kepadanya pahala yang besar.

Q 3:169
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi
Tuhannya dengan mendapat rezki.

Q 8:39
Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi huru-hara atau penindasan dan (sampai) di sana berlaku keadilan
dan iman dalam Allah dan di manapun; tapi jika mereka berhenti (melawan) sesungguhnya Allah melihat semua
yang mereka lakukan.

Q 9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah ataupun kepada Hari Kiamat, dan mereka tidak
mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar
(agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab (Yahudi dan Kristen) kepada mereka, sampai mereka
membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Q 3:85
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya,
dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

131
Q 9:39
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya
(kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Q 9:73
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap
mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

Q 8:65
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu,
niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar
diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir
itu kaum yang tidak mengerti.

Q 8:66
Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika
ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika
diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin
Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Ayat hebat ini ditulis di buku harian Muhammad Ata, pemimpin teroris 9/11]

Q 2:193
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk
Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-
orang yang zalim.

Q 2:216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal hal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal hal
itu amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Q 5:33
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan
di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal
balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk
mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Q 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama
(dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka
berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling (berubah agama), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja
kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula)
menjadi penolong, (Hukuman bagi yang murtad)

Q 9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai
mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.

Q 9:28
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka
mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan
memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

132
Q 8:67
Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.
Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Q 8:17
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan
bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian
untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu'min, dengan
kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Q 9:23
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika
mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali,
maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
(Di sini Qur’an bahkan meminta Muslim untu melawan ayah2 dan saudara2nya demi Islam)

Q 3:28
“Janganlah orang2 beriman mengambil teman atau penolong orang2 kafir: jika ada yang melakukan hal itu, dia
tidak akan mendapat pertolongan dari Allah.”

Q 5:45
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata
dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya.
Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya.
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang
yang zalim.

Q 4:74
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka.
Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh
membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki
niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang
lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Q 9:123
Hai orang-orang yang beriman, bunuhlah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka
menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

Q 2:191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir
kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di
Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu),
maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

Q 8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka
teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati
orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

133
JIHAD VS PERSIA 634M
http://www.historyofjihad.org

Setelah menaklukkan bangsa Arab di jazirah Arab, Muslim mengailhkan perhatian kpd tetangga2nya :
Persia.

Melihat pemerintahan oleh para mullah di Iran sekarang, anda akan menyimpulkan bahwa itulah
budaya khas Iran. Namun tidak banyak yg tahu bahwa IRAN adalah BANGSA PERTAMA yg memerangi
Jihadis-jihadisnya Muhamad. Tapi Persia (dan Bizantin) tidak siap mengalahkan Muslim Arab, karena
memang belum pernah dalam sejarah mereka berpapasan dgn musuh yg berperang dgn begitu
membabi buta, histeris dan kalap sambil memaksakan agama mereka terhdp pihak yg kalah.

Sebelum Islam, dunia hanya mengenal tokoh2 penakluk spt Isklandar Zulkarnaen (Alexander the Great),
Cyrus, Julius Caesar, Hannibal atau siapapun, dimana perang dilaukan di medan perang antara 2
pasukan yg saling berlawanan. Menang/kalah ditentukan di medan perang tsb. Penduduk bebas dari
bahaya musuh yg biasanya menuntut tidak lebih dari pajak dan penggantian pemerintahan.

Alexander juga tidak membantai musuh2nya apalagi memaksa mereka memeluk agama Yunani.
Tentara Romawipun tidak melakukan ini di Bizantin, begitu juga dgn Persia. Islam mengubah peraturan
perang dan menjadikan penduduk sipil korban tirani

Muslim Arab tidak hanya ingin merebut tanah, mengganti pemerintahan dan menarik pajak dari
bangsa-bangsa yg dijajahnya, tetapi juga memaksakan kepercayaan mereka pada orang Persia dan
merubah mental penduduk terjajah menjadi haus darah pula, dan melanjutkan nafsu utk menyerang
bagian-bagian dunia lainnya. Mereka yg dikalahkan pedang Jihadi hanya bisa menyelamatkan nyawa
mereka dgn menjadi Muslim dan mengubur rasa perikemanusiaan mereka. Begitulah cara ’survival’
para korban Islam.

Pertempuran Namraq dan Kaskar (12 A.H. 634M)

Karena bangsa Persia adalah bangsa tua dan beradab, mereka tidak lagi menggunakan karavan utk
berdagang, shg tidak ada lagi karavan2 yg bisa diserang/dirampas/dijarah Muslim, spt yg mereka
lakukan terhdp bangsa Mekah-Medinah.

Jadi Muslim2 Arab mulai menyerang kota2 perbatasan dan mengganggu penduduk. Orang2
diperbatasan disepanjang sungai Efrat (Euphrates) akhirnya mengirimkan petisi kpd raja Persia,
Yazdjurd (Yazdgard), memohon agar menyelamatkan mereka dari teror Muslim2 Arab. Raja mengirim
pasukan observasi dibawah komando jendral Jaban. Pasukan memasuki kota Hira yg diduduki Arab.
Melihat kedatangan tentara Persia, pasukan Arab mengundurkan diri ke gurun pasir ke kota oasis,
Namraq (sekarang bernama Kufa) utk menjebak tentara Persia ke gurun pasir, kawasan yg dikenal
benar oleh pihak Arab.

Selain infanteri, Arab juga memiliki pasukan onta. Pihak Persia menggunakan kuda yg tidak cocok utk
perang di gurun pasir. Dgn terjebaknya pasukan Persia di gurun pasir, mereka dihabisi oleh pasukan
Arab, dan terpaksa mundur dan bergabung dgn tentara Persia di kota bernama Kasker.

Disini jendral Persia berikutnya, Narsi, mengumpulkan pasukan. Kota ini jauh dari perbatasan. Kasker
begitu jauh dari kamp Muslim shg Narsi merasa serangan Muslim tidak akan datang dgn segera. Tapi
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

134
Abu Ubaid, komandan pihak Muslim, berpikir lain. Ia bergegas ke Kaskar dan mengalahkan pasukan
Persia sebelum pasukan Persia berikutnya dibawah jendral Jalinus, bisa datang memberi bantuan. Ini
menunjukkan kenekadan Muslim, yg hanya bisa ditandingi dgn semangat cowboy yg sama nekadnya,
kalau memang kita bertekad mengalahkan Islam dlm perang melawan terror ini.

Saat pasukan Arab mendekati kota Ctesiphon, raja Yazdgard, tidak pernah menyangka bahwa ia akan
dikalahkan bangsa barbar yg menyeker (tanpa sepatu) dan pemakan kadal. Ia mengirimkan utusan kpd
pasukan Muslim. Utusan itu mengatakan :
"Raja kami meminta apakah anda akan menyetujui perdamaian dgn syarat bawha Tigris akan menjadi perbatasan
antara kalian dgn kami shg apapun yg ada pada bagian timur Tigris adalah milik kami dan apapun yg ada di
bagian barat adalah milik kalian. Dan kalau ini tidak akan memuasakan dahagamu akan wilayah, maka tidak ada
sesuatupun yg dapat memuaskan anda ."

Saad-ibn-Waqas, panglima pasukan Arab Muslim mengatakan bahwa Muslim tidak dahaga akan
wilayah; Muslim bertempur utk memberlakukan Islam terhdp Persia. Kalau raja Persia ingin damai, ia
harus menerima Islam atau bayar pajak Jizyah. Kalau keduanya tidak dapat diterima maka damai tidak
akan terjadi dan hanya PEDANG yang akan jadi penentu diantara mereka. Demikianlah nada tanpa
kompromi ancaman Islam. Kalau Islam tidak dikalahkan secara total dan tidak menghabisi Muslim utk
selama2nya, mereka akan terus menghantui dunia sampai seluruh dunia memeluk kepercayaan biadab
mereka itu.

Abu Ubaid kemudian maju melewati Suwad menuju Kaskar. Di Kaskar mereka tiba dihadapan orang2
Persia yg terheran2. Pihak Persia dgn terbirit2 mengumpulkan kekuatan militer merkea dan keduanya
bertempur di Saqatia, beberapa mil dari Kaskar. Strategi Persia adalah menunda aksi sampai
kedatangan pasukan dibawah jendral Jalinus. Strategi Muslim adalah utk terus menyerang dan
membuat keputusan segera. Dgn elemen ‘surprise’, Arab menghabisi pasukan Persia di Kaskar dan
memaksa mereka mundur ke timur.

Pelajaran dari Pertempuran Namraq dan Kaskar

Arab menggunakan taktik dgn memaksa Persia kedalam kawasan yg asing bagi mereka dan
menggunakan taktik serangan kilat begitu adanya tanda2 pasukan Persia. Inilah ciri khas pertempuran
Arab-Persia kemudian yg pada akhirnya berbuntut kpd kekalahan Persia. Dgn mengulur-ulur waktu dan
upaya negosiasi, negara2 Barat justru semakin memperkuat teroris Muslim, spt juga upaya kaum
Sassanid Persia mengulur-ulur waktu dan membiarkan Arab mengambil inisiatif di Pertemuran Kaskar.

Pertempuran Nihavend

Tapi pada pertempuran Nihavend Persia kelihatan akan menang dan Arab nyaris kalah. Dgn ciri khas
menghalalkan segara cara, Muslim kemudian menggunakan taktik licik.

Ali, menantu Muhamad, mengusulkan agar memindahkan markas ke panglima Arab Muslim,
Mugheera-ibn-Shu'ba. Setelah pertempuran Qadsiyyah, penduduk Persia secara terbirit2
mengosongkan ibukota, Ctesiphon, dan alhasilnya, banyak anak2 dan orang tua tertinggal. Orang tua
diberikan pilihan menerima Islam atau mati, dan kebanyakan memang memilih mati. Tetapi anak2
perempuan dan lelaki dijadikan budak dan dibagi2kan diantara para Arab sbg jarahan perang.

{Pembagian budak sbg pampasan perang ini juga diulangi Muslim di Yerusalem (636), Damascus (637),
Cesaria (639), Alexandria (650), Tripoli (651), Konstantinopel (1453)}
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

135
Diantara mereka yg bernasib naas ini adalah SHERBANU bocah perempuan, puteri raja Persia,
Yazdgard. Ketika Arab mengetahui ttg Sherbanu (yg hanya berumur tiga tahun) mereka
menghadiahkannya kpd kalif Umar, yg kemudian mengopernya kepada menantu Mohamad, Ali. Pada
saat itu Ali berusia 30 tahun dan ia mengambil puteri raja berumur TIGA TAHUN sbg ISTERI nya !!

Catatan:
Dari ‘perkawinan’ Ali-Sherbanu inilah lahir kedua putera Ali, Hassan dan Husain, yg juga dibunuh dgn Ali pd th 39
A.H. (661M) dan mengakibatkan lahirnya sekte Islam, Shi’ah. Tidak jelas umur Sherbanu ketika melahirkan
putera2nya. Para sejarawan Arab secara sengaja mencatat ibu putera2 Ali adalah Fatima, isteri kesekian Ali dan
puteri Muhamad. Tetapi ini karena mereka ingin menyembunyikan silsilah darah Persia pada keturunan Ali dan
menunjukkan mereka sbg orang2 Arab murni. Tapi faktanya adalah bahwa Sherbanu, puteri Persia adalah ibu
Hasan dan Hussain.)

Orang2 Shi’ah yg berbangsa Persia, Iraki dan Bahrain merupakan pemeluk Islam dari daerah2 yg dulunya bagian
dari kerajaan Persia, Sassanid. Mereka mengakui Sherbanu sbg ibu Hasan dan Husein. Karena itulah jaman
sekarang kita melihat perpecahan antara Shi’ah-Sunni.

Pada pertempuran Nihavend, Ali yg hadir dgn isteri barunya itu (!!) mengusulkan kpd Mugheera-ibn-
Shu'ba agar ia menjadikan isterinya UMPAN utk memaksa tentara Persia meninggalkan benteng2 kuat
mereka dan masuk perangkap Arab. Sesuai dgn perintah Ali, pada hari kedua, Mugheera-ibn-Shu'ba
menunjukkan bocah cilik itu kpd orang2 Persia dan mengatakan bahwa ia akan membunuh sang puteri
cilik itu jika Persia datang utk menyelamatkannya. Karena marah, tentara Persia melanggar perintah
komandan dan segera keluar dari benteng2 mereka dan menyerang Arab.

Kesempatan ini digunakan Mugheera utk mengundurkan diri kesebuah lembah dan menaiki bukit
disebelahnya. Pihak Persia menyangka bahwa tentara Arab mengundurkan diri. Ketika tentara Persia
dgn persenjataan berat mereka mencapai titik terendah di lembhah itu dan kavaleri Arab yg jauh lebih
lincah menyerang mereka dari 3 sisi. Babak belur berdarah di Nihavend akhirnya menghancurkan
perlawanan Persia terhdp Islam dan takluklah Persia dibawah Arabisasi dan Islamisasi.

Setelah jatuhnya Ctesiphon ke tangan Muslim, mereka menduduki Istana Putih raja2 Persia dan sbg
tanda terima kasih kpd Allah, mereka memenggali sang panglima Persia dan memamerkan kepalanya
kpd para tawanan Persia dan memberikan mereka pilihan: Islam atau mati.

Pertempuran Jembatan (Al Jisr) - 14 A.H. 636M

Pada bentrokan besar kemudian yg dikenal sbg Pertempuran Jembatan, pihak Persia utk pertama
kalinya menggunakan gajah, hal baru bagi Bedouin Arab Muslim. Gajah2 itu digunakan utk
menggencet musuh dan bahkan seorang jendral Arab. Persia mengejar Arab sampai Jembatan di
rungai Tigris, yg kemudian menjadi perbatasan antara kerajaan Persia dan Arab.

Persia berhenti di jembatan itu dan mengusir Arab keseberang sungai. Sayangnya Persia melewatkan
kesempatan ini utk menghabisi tentara Arab dgn cara memasuki wilayah gurun pasir Arab dan
menghabisi Arab di tanah air mereka spt cara Muslim membantai bangsa Persia di Persia. Persia tidak
menggunakan satu2nya bahasa yg dimengerti muslim : bahasa darah dan mati. Dgn ditundukkannya
jazirah Arab dibawah Persia dan dipaksakannya agama Persia kpd Arab, Islam akan hilang sudah dan
dunia bisa berterima kasih pada Persia ! Ttapi sayang ini tidak terjadi karena Persia adalah bangsa yg
beradab.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

136
Cerita-Cerita licik Arab

Selama agresi Muslim terhdp kerajaan Sassanid Persia, kronikel2 Arab bercerita ttg jagoan Persia,
Shahryar, yg menantang Arab berduel satu-satu. Shahryar berhasil mengalahkan lawan Arabnya dgn
membiarkannya terbaring ditanah. Tapi sang Arab dgn taktik liciknya menggigit jari Shahryar begitu
kuat sampai ia berteriak kesakitan. Nah, pada detik itu pula, sang Arab menusuknya mati. Inilah contoh
taktik licik Arab Muslim dlm mengalahkan musuh mereka.

Kesempatan yg tidak diambil oleh bangsa2 beradab dlm mengalahkan Arab secara telak, terulang lagi
oleh bangsa Franks di Pertempuran Poitiers, 732, oleh bangsa Austria dan Polandia di Vienna, 1683, dan
oleh Hindu di Pertempuran Tarain, 1191, dan dlm Perang Arab-Israel, 1967, pembebasan Afghanistan,
2001 dan Iraq, 2003. Bangsa2 beradab itu sebenarnya harus memaksa Muslimn utk MENINGGALKAN
ISLAM ATAU MATI ! Tetapi ini semua tidak terjadi karena non-Muslim belum mengerti benar bahaya
Muslim.

Pertempuran Ghadasia (Cadesia atau Qadisiyah) 15 A.H., 637M

Pada pertempuran 4 hari ini, Persia dipimpin jendral mahir, Rustam-e-Farrokhzad (Farokh Hormazd).
Pihak Arab dipimpin Saad-ibn-Waqas. Muslim menggunakan taktik menyogok tentara2 Persia agar
membelot dan mengkhianati negara mereka.

Salah satu taktik adalah memotong tali pengikat kursi (howda) para pengendala gajah agar sang
pengendara jatuh dan gajah menjadi tapa pengendala. Pada hari pertama pertempuran, para gajah
berhasil memporakporandakan Arab. Tetapi setelah dikhianati orang2nya sendiri, gajah2 itu malah
mengakibatkan kekalahan di pihak Persia.

Taktik kedua adalah memerintahkan para pembelot utk MEMBUTAKAN satu mata gajah, shg mereka
kehilangan arah. Dan ini pula yg terjadi. Begitulah cara Allah memberikan kemenangan kpd Muslim.

Pada permulaan pertempuran, Arab dan Persia saling berjanji utk menghentikan serangan saat
matahari terbenam. Tetapi pada hari ketiga, Arab menyerang Persia semalam suntuk, dgn teriakan
ALLLUOOOOOHU-AKBARRRR !!! Ini yg dikenakan dgn nama Malam Clangor, yg menjadi factor penentu
kemenangan Muslim Arab yg licik dan barbar.

Dlm pertempuran ini, Arab juga menunjukkan teknik unik mereka MEMENGGAL KEPALA panglima
musuh dan memamerkan tubuhnya kpd tentara musuh utk mengalahkan semangat mereka.

Pada malam ini juga, Arab menyusup ke tenda jendral Persia, Rustam, dgn menyamar sbg tentara Persia
yg luka2. Begitu mereka dekat dgn sang jendral, mereka memenggalnya dgn cara sama spt Zarqawi
memenggal sandera2nya dijaman sekarang ini. Arab kemudian memamerkan tubuh Rustam tanpa
kepala itu kpd tentara Persia pada pagi hari dan hari terakhir pertempuran Qadisiyah.

Pemandangan mengenaskan tubuh sang jendral yg tidak berkepala dan ditusuki panah2 dan kepalanya
digiring di ujung tombak oleh Muslim yg sudah tidak memiliki satu atom perikemanusiaan bahkan
terlalu berat bagi tentara2 Persia. Inilah unsure penentu kalahnya tentara Persia yg akhirnya dibantai
habis oleh tentara Arab sampai tidak ada lagi musuh yg masih bernafas.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

137
Persia, asal jaman keemasan “Renaissance Islam”

Setelah jatuhnya Persia, Islam mengalami kemajuan dibidang kaligrafi, astronomi, matematika dan
literature, khususnya dibawah kalifat Harun al Rashid. Tetapi ini bukan karena prestasi Muslim, Arab
atau Islam, tetapi karena prestasi orang2 Persia yg dipaksa masuk Islam. Pusat Renaissance ini adalah
Baghdad, yg dibangun didekat reruntuhan ibukota Sassania Persia, Ctesiphon.

Bahkan tata bahasa Arab pertama yg dikodifikasi ditulis oleh orang Persia. Ini karena Arab tidak
berpendidikan, Muhamad (yimach shmo ve-zichro – semoga namanya hilang dari ingatan manusia)
sendiri buta huruf. Renaissance Islam bukan terjadi karena Islam, tetapi terlepas dari Islam. Renaissance
Islam bukan kemenangan bagi Islam, tetapi kemenangan semangat manusia atas Islam.

Bagaimana Muslim menghancurkan budaya Persia, Zoroastria

Boyce ** menggambarkan fenomena penghancuran budaya oelh islam ini berdasarkan analisa sejarah
dan observasi pribadii di Yezd, kawsan Iran pusat, di th1960an:

”Pada pertengahan abad ke 19, Turkabad mengalami tragedi dlm bentuk pemaksaan Islam secara
massal. Jalan ceritanya : para lelaki sedang kerja di ladang ketika sekelompok Muslim menyerang
mereka. Mereka diancam dgn kematian diri mereka dan anak2 serta isteri2 mereka yg saat itu sedang
diteror di rumah2 mereka; dan pada akhirnya seluruh desa menerima Islam. Begitu jugalah nasib desa2
Iran lainnya.

Taktik pencekokan Islam juga dimulai dgn adanya beberapa Muslim yg menentap dipinggir2 sebuah
desa Zoroastrian. Lama kelamaan jumlah Muslim yg memasuki desa itu semakin bertambah dan
mesjidpun mulai dibangun, yg semakin menarik minat Muslim. Selama bangsa Zoroastrian masih
mayoritas, hidup masih bisa diterima;

Pada mulanya Muslim mengejek praktek pemujaan api oleh Zoroastrian. Muslim mengejak betapa
sedikitnya jumlah Zoroastrian dibandingkan dgn Muslim, ini dianggap sbg bukti agama Muslim yg
paling benar.

Gang2 (macam FPI di Indonesia) mulai merongrong penduduk asli. Rongrongan sering bersifat fisik dan
bergerak spt garong. Gang2 anak muda Muslim ini juga menaiki, merusaki dan mendesekrasi tempat2
ibadah Zoroastrian berupa menara tinggi dan malah mematikan atau mempolusi api yg dianggap suci
oleh Zoroastrian.

Kesempatan semakin terbuka utk melakukan pencurian, pemerkosaan dan pembakaran rumah2/toko2
milik penduduk asli. Akhrinya penduduk asli yg tidak tahan pindah ke desa lain, meninggalkan desa
aslinya yg akhirnya dgn mudah ditelan oleh Muslim yg menghapus segala tanda2 peninggalan
Zoroastrian.

Setelah penaklukan berdarah Persia, Islam menyebar spt api ke Persia, mengubah mental Persia
menjadi haus darah spt serigala macam Muslim Arab. Orang Persia-lah yg 100 tahun kemudian
menaklukkan bangsa Turki dan 100 thn kemudian bangsa Turki menyerang Biyzantin dan kawasan
Balkan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

138
Kini orang Persia (Iran) mulai menggali kembali masa pra-Islam mereka. Kejayaan jaman Cyrus dan
Darius, jaman Pasargade, Persepolis, Ctesiphon, atau Zarathushtra, dan syair terkenal anti-Arab mereka,
Shah-Nameh. Dgn internet, anak2 muda Iran semakin menyadari masa lalu mereka dan cerita
sebenarnya ttg Iran. Inipun semakin membuat resah anak muda Iran (yg jumlahnya 75% dari total
penduduk).

Select Bibliography

** Boyce: …
Jihad in the West: Muslim Conquests from the 7th to the 21st Centuries by Paul Fergosi
The Sword of the Prophet: History, Theology, Impact on the World by Srdja Trifkovic
Islam Unveiled: Disturbing Questions About the World's Fastest Growing Faith by Robert Spencer
Studies in Muslim Apocalyptic (Studies in Late Antiquity and Early Islam) by David Cook
Why I Am Not a Muslim by Ibn Warraq
Onward Muslim Soldiers by Robert Spencer
Eurabia: The Euro-Arab Axis by Bat Ye'Or
Islam and Dhimmitude: Where Civilizations Collide by Bat Yeor
What the Koran Really Says: Language, Text, and Commentary by Ibn Warraq
Islam and Terrorism: What the Quran Really Teaches About Christianity, Violence and the Goals of the
Islamic Jihad by Mark A. Gabriel, Mark A. Gabriel
A Concise History of the Crusades by Thomas F. Madden
The Politically Incorrect Guide to Islam (and the Crusades) by Robert Spencer
The Great Divide: The failure of Islam and the Triumph of the West by Marvin Olasky
The Myth of Islamic Tolerance: How Islamic Law Treats Non-Muslims by Robert Spencer
Islam Unveiled: Disturbing Questions About the World's Fastest Growing Faith by Robert Spencer, David
Pryce-Jones
The Koran (Penguin Classics) by N. J. Dawood
Don't Keep me Silent! One Woman's Escape from the Chains of Islam by Mina Nevisa
Christianity And Islam: The Final Clash by Robert Livingston
Holiest Wars : Islamic Mahdis, Their Jihads, and Osama bin Laden by Timothy R. Furnish
The Last Trumpet: A Comparative Study in Christian-Islamic Eschatology by Samuel, Ph.D. Shahid
Unleashing the beast: How a fanatical Islamic dictator will form a ten-nation coalition and terrorize the
world for forty-two months by Perry Stone
Contemporary Muslim Apocalyptic Literature (Religion and Politics) by David Cook
Islam and the Jews: The Unfinished Battle by Mark A., Ph.D. Gabriel
The Challenge of Islam to Christians by David Pawson
The Prophetic Fall of the Islamic Regime by Glenn Miller, Roger Loomis
Prophet of Doom : Islam's Terrorist Dogma in Muhammad's Own Words by Craig Winn
The False Prophet by Ellis H. Skolfield
The Approach of Armageddon: An Islamic Perspective by Muhammad Hisham Kabbani
The Cube and the Cathedral: Europe, America, and Politics Without God by George Weigel
Infiltration : How Muslim Spies and Subversives have Penetrated Washington by Paul Sperry
Unholy Alliance : Radical Islam and the American Left by David Horowitz
Unveiling Islam : An Insider's Look at Muslim Life and Beliefs by Ergun Mehmet Caner
Perfect Soldiers : The Hijackers: Who They Were, Why They Did It by Terry McDermott
Islam Revealed A Christian Arab's View Of Islam by Anis Shorrosh
Leaving Islam: Apostates Speak Out by Ibn Warraq
The Origins of the Koran: Classic Essays on Islam's Holy Book by Ibn Warraq
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

139
Piagam pertama Hak Azasi Manusia ternyata BUKAN Magna Carta di Inggris (1215M), melainkan dibuat
di Persia pada jaman Cyrus II :
http://www.thebritishmuseum.ac.uk

The Cyrus Cylinder

Sebuah silinder terbuat dari tanah liat adalah salah satu obyek yang paling terkenal dari jaman Persia
kuno yg disimpan the British Museum. The Cyrus Cylinder berisi tulisan ttg Kaisar Cyrus II (559-530BC)
yg menjajah Babylon th 539 SM, dan ditemukan thn 1879 di Amran, Babylon.

Teks merujuk kpd pemerintahan yg adil dan damai, dan pemulihan bangsa2 yg terjajah dan dideportasi
beserta dgn dewa2 mereka. Oleh karena itu the Cyrus Cylinder (obyek yg tidak berukuran lebih dari 10
cm dgn lingkaran dalam 3-6 cm ini) dianggap sbg piagam HAM pertama di dunia. Pada masanya-pun
konsep2 HAM ini masih merupakan hal asing.
http://www.livius.org


Teks silinder Cyrus:

Sebutan & silsilah Kaisar Cyrus (II):
Saya Cyrus, raja dunia, raja besar, raja sah, raja Babylon, raja Sumeria dan Akkad, raja keempat sudut
dunia, putera Cambyses, raja besar, raja Anšan, cucu Cyrus, raja besar, raja Anšan, keturunan Teispes
..dst

great king, king of Anšan, of a family which always exercised kingship, whose rule [the gods] Bêl and
Nabû love, whom they want as king to please their hearts.

Teks berakhir dgn pernyataan Cyrus bahwa ia "mengembalikan patung2 kpd kuil2 semula". Ini berarti
bahwa ia mengembalikan patung2 tsb kpd bangsa2 yang dijajahnya, karena tentara pendahulunya
merampas patung2 ini dan menyandera mereka agar melemahkan pengikut.

Juga disebutkan bahwa semua penduduk jajahannya bebas memuja dewa manapun. Dan malah jaman
raja Persia ini dikenal sbg masa yg bebas dari pemaksaan agama tertentu (free of religious persecution),
dan Cyrus, spt juga Kaisar Prusia, Frederick the Great, pasti pernah mengatakan:

"Dalam kerajaan saya, siapapun berhak mencari rahmat menurut caranya masing2."

Bagian pernyataan ttg kebebasan beragama inilah mengakibatkan silinder ini disebutkan sbg sebuah
piagam HAM.

Ia juga mengatakan :
Tentara saya berjalan di Babylon dalam kedamaian. Saya tidak mengijinkan siapapun men-teror tempat manapun
di Sumeria dan Akkad. Saya bertujuan bagi kedamaian di Babylon. Bagi semua warga Babylon yang diperbudak,
saya menghapus aturan yg membatasi status sosial mereka. Saya membawa bantuan bagi rumah2 rongsok mereka
dan dgn ini mengakhiri keluhan mereka.
Saya juga memulihkan hak warga agar dapat kembali ke tempat semula mereka.
Semoga semua dewa yg telah saya kembalikan ke tempel2 dan kuil2 mereka memberikan saya rahmat mereka.
Semua dewa/tuhan saya kembalikan dalam tempat damai dan saya akan mencoba memperbaiki tempat2
kediaman mereka (para dewa)...
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

140
Dikatakan bahwa dahulu, 1.400 tahun yang lalu, Umar Ibn Al Khattab, Kalifah Islam kedua, mengirim
surat kepada Raja Yazdgrid III dari Persia untuk melakukan Bei’at (bergabung bersama Kalifah dan
menerima Islam). Umar menulis, “Di jaman dahulu, kekuasaanmu mencapai separuh dunia yang dikenal,
tapi apa yang terjadi sekarang? Tentaramu telah dikalahkan di semua pihak dan negaramu hampir
runtuh. Aku menawarkan padamu jalan untuk menyelamatkan dirimu. Mulailah sembahyang pada
Allah, Tuhan yang Esa, Tuhan satu2nya yang menciptkan seluruh alam semesta. Kami bawa pesan Allah
padamu dan dunia. Sembahlah Allah, Tuhan yang sejati.”

Dan reaksi Raja Yazdgird III kepada Umar :
“Dalam nama Ahura Mazda, pencipta Kehidupan dan Kecerdasan:
Kau, dalam suratmu menulis bahwa kau ingin mengarahkan kami kepada Tuhanmu tanpa tahu siapa kami
sebenarnya dan siapa yang kami sembah. Sungguh mengherankan bahwa sbg orang yg berkedudukan sebagai
Kalifah Arab, pengetahuanmu sama dengan Arab kelas rendah yang berkeliaran di padang pasir !

”Kau menganjurkan kami menyembah Tuhan yang esa tanpa tahu bahwa selama ribuan tahun masyarakat Persia
telah menyembah Tuhan yang esa dan mereka menyembahNya lima kali sehari!

“Kala kami telah mendirikan kebudayaan makmur dan luhur di dunia dgn menegakkan Pikiran2 Baik, Kata2 Baik,
Perbuatan2 Baik dengan tangan2 kami sendiri, kau dan kakek moyangmu masih berkeliaran di padang pasir,
memakan kadal, tidak punya apa2 untuk menafkahi dirimu dan kalian mengubur bayi2 perempuan kalian.” (Ini
adalah tradisi Arab kuno, karena Arab lebih suka anak laki daripada anak perempuan.)

”Kalian pancung anak2 Tuhan, bahkan tawanan2 perang, memperkosa wanita, merampoki kafilah2, melakukan
pembunuhan massal, menculik istri orang dan mencuri harta benda mereka ! Hati kalian terbuat dari batu, kami
kutuk segala kekejian yang kalian lakukan. Bagaimana mungkin kau mengajari kami Jalan2 Tuhan jika kau
melakukan perbuatan2 keji itu?"

”Apakah Allah yang memerintahmu untuk membunuh, merampoki dan menghancurkan itu ? Apakah kalian
sebagai umat Allah yang melakukan ini dalam namaNya? Ataukah kalian berdua ?”

”Katakan pada kami. Dengan segala kekuatan miltermu, kelakuan barbarmu, pembunuhan dan perampokan dalam
nama Allah yang Akbar, apakah yang telah kau ajarkan pada tentara Muslim ini? Pengetahuan apakah yang
kausampaikan pada Muslim yang ingin kau paksa untuk ajarkan pada non-Muslim? Budaya apakah yang kau
dapatkan dari Allahmu, sehingga kau berani2nya memaksakan itu kepada orang lain?”

”Aku mohon kau tetap bersama Allahmu yang Akbar di padang pasirmu dan tidak bergerak mendekat ke kota2
kami yang beradab, karena agamamu mengerikan dan kelakuanmu amat biadab!”

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

141
KARL MARTEL MENGHANCURKAN ARAB MUSLIM
Jihad Melawan Frank (sekarang Perancis)
www.indonesia.faithfreedom.org

Kerakusan Muslim akan tanah jarahan dan nafsu menghancurkan Kristen yang tak kunjung terpuaskan
telah membuahkan hasil penjajahan atas daerah yang dulunya Kristen seperti Syria, Mesir, Afrika Utara
dan Spanyol. Para Muslim mimpi menguasai dunia Barat dan Eropa Utara. Maka mulailah serangan
Muslim atas Frank di bawah pimpinan Abd-ur-Rahman yang ditunjuk sebagai ketua penjajah Muslim di
Spanyol.

Abd-ur-Rahman adalah prajurit Arab dan Emir di Spanyol, di mana saat itu Islam adalah kekuatan
Militer yang terkuat di dunia. Dia jadi pemimpin Spanyol di tahun 721. Di tahun 722, dia mulai
mengarahkan matanya yang rakus ke daerah Frank. Dia memimpin tentaranya di tahun 722 melintasi
Pegunungan Pyrenees dan masuk daerah Frank. Abd-ur-Rahman melampaui Pegunungan Pyrenees
dengan jumlah tentara yang sangat besar dan terus menerobos sampai ke Sungai Loire, dengan
menjarah dan membakar apapun yang dia temui.

Dalam tulisannya di Battle of Tours (Pertempuran di Tours), David W. Koeller menulis:
Tentara Muslim berhasrat liar ingin menguasai daerah baru dan menghabisi Kristen. Mereka telah menaklukkan
Syria, Mesir, dan Afrika Utara, dan mulai menyerang Eropa Barat di bawah pimpinan Abd-ur-Rahman. Tentara
Muslim berjumlah antara 400.000 sampai 600.000 orang, dan dengan jumlah tentara berkuda yang luar biasa
banyaknya. (Encyclopedia.com, Battle of Tours).

Di bulan Oktober 732 AD, persis seratus tahun setelah kematian Muhammad di tahun 622, Abd-ur-
Rahman memimpin tentara Muslim bertempur dengan tentara Frankish … di jalan antara Poitiers dan
Tours (kota yang terkenal akan kekayaannya). (Discovering World History Essay).

Abd-ur-Rahman memimpin tentara infantrinya melalui Pyrenees Barat dan menujug sungai Loire.
Komandan Muslim bernama Al-Semak memimpin serangan pertama ke Pyrenees di tahun 721,
mendirikan pos militer di Norbonne. Abd-ur-Rahman datang menyusul dengan tentaranya, yang
bergerak dari Rhone sampai ke Lyons dan Dijon dan menghancurkan gereja2 dan biara2, sama persis
seperti yang dilakukan Muhammad terhadap tempat2 ibadah non-Islam. Abd-ur-Rahman terus
bergerak sampai mencapai Bordeaux.

Setelah ini Abd-ur-Rahman melanjutkan serangan ke Eudes. Dia menghancurkan istana2, membakar
gereja2, dan mengkhayal untuk menjarah gereja St. Martin di Tours. Di sinilah dia berjumpa dengan
pemimpin Austrasia, Karl Martel, seorang ahli perang sejak masih muda dan terlatih dalam berbagai
teknik berperang.

KARL MARTEL
Pertempuran Tours

10 October 10, 732 AD merupakan akhir Perang Tours yang adalah salah satu perang terpenting dalam
sejarah. Martel mengumpulkan bala tentaranya menuju arah kedatangan tentara Muslim dan bersiap
untuk mempertahankan diri dengan menggunakan teknik phallanx (tentara infantri berbaris berlapis-
lapis dengan perisai2 besar dan tombak2 panjang). Tentara Muslim maju menyerang dengan jumlah
tentara berkuda yang sangat banyak dan menggunakan taktik menebas habis yang dahulu biasanya
membawa kemenangan bagi mereka.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

142
Akan tetapi, tentara Frank yang terdiri dari prajurit infantri yang menggunakan pedang, perisai,
kampak, pelontar, dan golok, ternyata merupakan prajurit2 yang sangat terlatih. Meskipun dahulu
teknik perang tentara Muslim sangat efektik, tapi sekarang keadaan medan perang yang bergunung-
gunung menyulitkan mereka. Kekuatan Muslim terletak pada tentara berkuda yang dipersenjatai
dengan pedang2 besar, perlengkapan pendobrak, juga keledai2 beban yang ternyata semua ini
menghambat gerak mereka. Tentara Frank berjuang dengan penuh semangat menahan serangan
tentara Muslim.

Perang ini merupakan perang langka di jaman Abad Pertengahan di mana tentara infantri berdiri kokoh
menahan serangan tentara berkuda. Lamanya perang tidak tercatat dengan tepat. Sumber Arab
mengatakan perang berlangsung selama 2 hari, sedangkan sumber Kristen mengatakan perang
berlangsung selama 7 hari. Dari sumber manapun, sejarah menyatakan bahwa tentara Frank berhasil
menangkap dan membunuh Abd-ur-Rahman.

Sebelum Perang Tours berlangsung, kedua belah pihak mengamati satu sama lain selama 7 hari,
menunggu dengan cemas kapan perang akan berlangsung. Di akhir malam ke 7, tentara Frank maju
menyerang tentara Muslim. Tentara Frank dari Utara bagaikan laut Utara yang tidak dapat dipukul
mundur. Mereka berdiri kokoh, berbaris dekat satu sama lain, membentuk gunung es, dan tebasan
pedang mereka menghabisi tentara Arab. Dengan berpusat di sekeliling pemimpin mereka, tentara
Austrasian menyerbu maju dengan membawa apapun yang dapat mempersenjatai mereka. Lengan
mereka menebaskan pedang tanpa lelah guna melumpuhkan lawan.

Di akhir malam itu perang berhenti sejekan. Tentara Frank menahan pedangnya untuk bersiap
melanjutkan pertempuran di keesokan harinya. Tadinya kaum Muslim ingin menyerang Tour untuk
menghancurkan gereja Saint Martin di kota itu dan juga daerah sekitarnya. Mereka sungguh tidak
menyangka akan menghadapi perlawanan berat dari pemimpin Frank bernama Karl Martel, karena
biasanya dahulu korban2 mereka lemah2 dan gampang ditaklukkan.

Tapi Karl berbeda dengan pemimpin2 lainnya. Dia mengumpulkan tentaranya, dan berperang dengan
sengitnya bagai serigala buas yang lapar. Dia dan tentaranya membantai 300.000 tentara Muslim,
termasuk komandan Saracen (panggilan yang diberikan orang2 Frank bagi Muslim) Abd-ur-Rahman.
Sejak saat itu, Karl disebut sebagai “Martel” atau Palu Baja Besi. Dalam pertempuran Tours ini dia hanya
kehilangan 1.500 tentara.

Sengitnya perlawanan Karl Martel atas serangan Arab Muslim dan juga senjatanya yang berbentuk
kampak mirip palu memberinya julukan Karl sang Palu Baja (Karl the Hammer). Tenda2 dan pos2
pertahanan Arab Muslim dikuasai, dan semua barang mereka diambil. Duke dari Aquitaine yang
bernama Eudes yang bekerja sama dengan Karl Martel membunuhi tentara Arab Muslim yang
melarikan diri dari perang sebanyak-banyaknya.

Bagi pihak Muslim, besarnya pembantaian dan kekalahan di tangan tentara Frank dan kematian
pemimpinnya mengakibatkan mereka mundur jauh ke belakang dan kembali melalui Pegunungan
Pyrenees. Kekalahan mereka begitu telak dan menyeluruh sehingga Arab2 Muslim tidak pernah lagi
menginjakkan kaki ke daerah Frank sampai di abad ke 20 di mana para Arab dari Afrika Utara datang
ke Perancis sebagai pendatang asing (imigran).
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

143
Hasil Perang Tours Menyelamatkan Peradaban yang Hampir Punah di Tahun 732

Perang Tours merupakan perang yang sangat penting dalam penyebaran Islam dan terus
berlangsungnya Kristen. Perang Tours menentukan arah sejarah di luar apa yang dapat dibayangkan
sebelumnya. Tentara Arab Muslim yang kuat menggedor pintu Eropa. Tapi Perang Tours merubah
semuanya. Eropa selamat dari jarahan Muslim sampai 700 tahun ke muka di mana Muslim berhasil
menguasai Konstantinopel di tahun 1453.

Kekalahan Arab Muslim oleh tentara Frank di Tours (atau tepatnya di Poitiers) di tahun 732 AD
merupakan titik balik sejarah. Jika Muslim menang, mereka akan terus menerobos Eroap utara dan
menaklukkan Gaul Utara, dan terus masuk ke daerah suku2 Jerman dan lalu masuk ke daerah
Skandinavia. Jika mereka menang di Tours, dengan mudah mereka dapat menghancurkan kekuatan
Kristen di Italia dan memaksa semua Eropa agar memeluk Islam. Tapi semangat juang tentara2 Frank
mengubah kisah sejarah di Perang Tours.

Kekalaha Arab Muslim di Poitiers (Tours) merupakan kekalahan pertama bagi Muslim di tangan Kristen.
Nantinya kekalahan ini akan terjadi lagi di perang Reconquista (perebutan kembali) di Spanyol (910-
1492) dan perang Salib (1096-1297), dan juga ditambah lagi dengan kemenangan2 tentara Kristen di
Palermo, Lepanto dan Vienna. Tapi akhir kemenangan Kristen masih ditunggu hasilnya di satu atau dua
abad berikut di tahun 2025.

Sumber : www.historyofjihad.org

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

144
KENAPA ALQURAN TIDAK MUNGKIN DIPALSUKAN?
Asal Usul Quran
Dari : The Origins of the Koran,
Classic Essays on Islam’s Holy Book
Editor IBN WARRAQ
Prometheus Books

Pendahuluan

Gambaran umum jihadis dengan pedang di satu tangan dan Quran di tangan lainnya agak sulit dalam
realita karena Muslim dilarang memegang Quran pada tangan kiri. Tingginya pemujaan mereka pada
Quran mirip dengan pemujaan pada berhala. Kata Guilamme, ‘Quran adalah yang paling suci diantara
yang tersuci. Quran tidak boleh diletakkan dibawah buku lain, selalu diatas, dilarang merokok saat
pembacaan Quran yang harus didengarkan secara khusuk, dalam kesunyian. Quran bagai jimat
melawan penyakit dan musibah.”

Bagi kami, mempelajari Quran menuntut kami untuk dapat membedakan fakta sejarah dari sikap
teologis. Kami disini hanya peduli dengan kebenaran rasional berdasarkan pengujian ilmiah. "Investigasi
Kritis terhadap teks Qu’ran merupakan ilmu yang masih bayi," tulis pakar Islam, Arthur Jeffery th 1937.
Th 1977 John Wansbrough melihat bahwa "Quran tidak mengenal analisa dan kritik seperti yang sering
diterapkan pada Injil,”

Th 1990, 50 tahun setelah keluhan Jeffery itu, situasinya masih tetap sama, seperti dijelaskan oleh
Andrew Rippin:
Saya sering bertemu orang yang pernah belajar tentang Injil Yahudi atau Kristen yang kemudian ingin mempelajari
Islam. Mereka sering mengungkapkan keheranan atas kurangnya pemikiran kritis yang nampak dalam buku-buku
tentang Islam. Pendapat bahwa "Islam lahir dari sejarah yang tercatat secara jelas" diterima begitu saja oleh
penulis.

Tapi bagi siswa yang mahir dengan pendekatan dengan cara kritik narasumber, komposisi formula,
analisa bahasa dan struktur-yang biasanya diterapkan dalam studi Yudaisme atau Kristen-ke-naï fan
dalam mempelajari sejarah Islam ini menunjukkan bahwa Islam memang ditangani dengan cara yang
kurang akademis.

Pertanyaan-pertanya an tentang Quran yang ingin dijawab oleh penyidikan kritis adalah :
1. Bagaimana Quran sampai ke tangan kami?—bagaimana Quran disusun dan disebarkan?
2. Kapan dan siapa yang menulisnya ?
3. Apa sumber-sumber Quran? Dari mana asal cerita, legenda dan prinsip-prinsip yang tertuang dalam
Quran?
4. Otentisitas Quran, bisa dibuktikan atau tidak ?

Menurut tradisi, Quran disampaikan kepada Muhamad oleh malaikat secara bertahap sampai kematian
Muhamad pada thn 632M. Tidak jelas seberapa banyak dari Quran yang ditulis saat kematiannya, tapi
nampaknya tidak ada satu manuskrippun yang berisi kesemua wahyu-wahyu yang diturunkan padanya.
Namun ada tradisi yang mengatakan bahwa nabi mendikte bagian-bagian tertentu kepada sekretaris-
sekretarisnya.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

145
Koleksi Abu Bakr

Mulai dari sini, kesaksian tradisi menjadi semakin membingungkan; malah, tidak ada satu tradisi pasti.
Yang ada adalah beberapa versi yang saling bertentangan.

Menurut salah satu versi, selama kalifah pendek Abu Bakr (632-634), Umar, yang menggantikannya
pada thn 634, menjadi khawatir karena begitu banyak Muslim yang tahu Quran telah tewas pada
Pertempuran Yamama, di Arab Pusat. Untuk menghindari hilangnya bagian-bagian Quran itu untuk
selama-lamanya perlu dibuatkan suatu koleksi (mushaf) lengkap. Abu Bakr akhirnya menyetujui proyek
itu dan meminta Zayd ibn Thabit, mantan sekretaris nabi, untuk melakukan tugas berat ini. Jadi Zayd
mulai mengumpulkan bagian-bagian Quran yang tercerai berai yang dicatat pada "papirus, batu ceper,
daun palm, tulang-tulang dan kulit hewan dan papan-papan kayu, juga dari hati manusia." Zayd lalu
meng-copy-nya pada lembar-lembar daun (bhs Arab: suhuf). Begitu komplet, Quran diserahkan kepada
Abu Bakr, dan pada kematiannya diserahkan kepada Umar, dan setelah ia mati diwariskan kepada
puteri Umar, Hafsa.

Namun ada juga beberapa versi:
• Abu Bakr-lah yang memiliki ide membuat koleksi itu;
• Ali, kalif keempat, dan pendiri aliran Shi’ah yang punya ide;
• Malah ada versi-versi lain yang sama sekali tidak menyertakan Abu Bakr.

Nah, lalu orang mulai bertanya apakah tugas sulit ini bisa diselesaikan dalam hanya dua tahun.
Lagipula, tidak mungkin bahwa mereka yang mati di Yamama, orang-orang yang nota bene baru
masuk Islam, mampu menghafal Quran. Tapi yang paling interesan dari versi ini adalah bahwa begitu
koleksi pertama dibawah Abu Bakr tersusun, koleksi itu tidak dianggap sebagai buku resmi (official
codex), tetapi hanya sebagai milik pribadi Hafsa.

Milik pribadi Hafsa ? Jadi tidak diberikan kepada otoritas Muslim untuk kemudian dijadikan acuan? Jadi,
mana bukti bahwa ini yang dijadikan panutan Muslim?

Bahkan ada yang mengatakan bahwa cerita itu hanya isapan jempol belaka agar dianggap sebagai
koleksi resmi pertama yang bebas dari unsur Usman, sang kalif ketiga yang sama sekali tidak disukai.
Ada yang mengatakan bahwa cerita ini diciptakan untuk "membawa kembali koleksi Quran sedekat
mungkin kepada saat matinya Muhamad."

Koleksi ‘Usman (644-656)

Menurut versi ini, salah seorang jendral Usman meminta sang kalif agar membuat koleksi macam itu
karena pecahnya percekcokan serius tentang isi Quran diantara para anggota pasukannya yang berasal
dari berbagai provinsi. ‘Usman memilih Zayd ibn Thabit untuk mempersiapkan teks resminya. Zayd,
dengan bantuan tiga aristokrat Mekah, dengan hati-hati menuliskan kembali Quran dan
membandingkan versinya dengan versi "daun-daun" yang dimiliki Hafsa, puteri Umar; dan seperti
diperintahkan, kalau menghadapi kesulitan tentang cara pembacaannya, Zayd mengikuti dialek suku
Quraysh, suku nabi. Quran versi baru itu rampung antara th 650 dan kematian ‘Usman th 656, dan
dikirim ke Kufa, Basra , Damascus , dan mungkin Mekah, dan salah satunya, tentunya, disimpan di
Medinah. Versi-versi lainnya diperintahkan agar dihancurkan. Versi inipun rawan kritik. Bahasa Arab
yang ditemukan dalam Quran bukan bahasa dialek.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

146
Dalam beberapa versi, jumlah orang yang bekerja dengan Zayd dalam proyek ini juga berbeda,
termasuk mereka-mereka yang menjadi musuh Usman, dan seseorang yang diketahui telah tewas
sebelum proyek ini dilangsungkan ! Fase kedua cerita ini tidak menyebuntukan keikutsertaan Zayd
seperti dalam koleksi Quran yang didiskusikan dalam Fase pertama.

Terlepas dari ketidakpastian diatas, kebanyakan pakar menerima bahwa teks Quran dirampungkan
dibawah Usman, antara th 650 and 656. Mereka menerima koleksi Usman, tanpa bisa menjelaskan
mengapa versi ini lebih bisa diterima ketimbang versinya Abu Bakr. Mereka tidak memberikan argumen
apapun. Contoh, Charles Adams setelah menyampaikan kejanggalan versi Uslam menyimpulkan
dengan kepastian yang sangat tinggi namun tidak logis bahwa, "terlepas dari kesulitan yang ada
dengan bermacam-macam tradisi, pentingnya codex yang dipersiapkan dibawah Usman tidak
diragukan." Tetapi ia tidak sedikitpun membuktikan bahwa memang dibawah Usman-lah, Quran yang
kita kenal sekarang, dipersiapkan. Dengan mudah saja para pakar mengasumsinya.

Argumen yang sama untuk membatalkan versi Abu Bakr ini bisa saja digunakan untuk membatalkan
versi Usman. Bisa saja kami mengatakan bahwa cerita Usman ini diciptakan oleh musuh-musuhnya Abu
Bakr dan teman-teman Usman; polemic politik bisa saja berpengaruh dalam penciptaan versi ini.

Tapi pertanyaan tetap belum terjawab: apa yang dikandung dalam "daun-daun" milik Hafsa ini? Dan
jika versi Abu Bakr memang palsu, darimana Hafsa mendapatkannya? Dan apa versi-versi Quran yang
tersebar di berbagai provinsi itu? Apakah kita dapat pilih seenak mau kita dari sekian banyak versi yang
saling kontradiksi?

Tidak ada alasan kuat mengapa kita harus memilih versi Usman dan bukan versi Abu Bakr; karena toh
mereka berasal dari sumber yang sama yang sudah sangat terlambat, sangat tendensius, dan
kesemuanya palsu, seperti yang akan kita lihat nanti. Tetapi saya memiliki kesulitan yang jauh lebih
rumit dalam menerima versi manapun. Pertama, semua cerita-cerita ini tergantung pada ingatan
Muslim-muslim pertama. Memang, para pakar harus menggantungkan diri pada daya ingatan orang
Arab jaman dulu. Menurut beberapa tradisi, Muhammad dikatakan tidak dapat membaca ataupun
menulis dan oleh karena itu semuanya tergantung dari dirinya setelah ia dengan sempurna menghafal
apa yang diwahyukan Allah lewat malaikatnya. Tapi beberapa cerita Quran sangat panjang. Contoh,
cerita Yusuf sampai menelan satu bab yang berisi 111 ayat. Apakah kami dapat percaya bahwa
Muhamad menghafalnya persis sama dengan apa yang diwahyukannya ?

Para Sahabat Nabi juga dikatakan telah menghafalkan ocehan dan komat kamitnya Nabi. Seberapa
kuatkah daya ingatan mereka ? Apakah mereka tidak melupakan satu halpun ? Tradisi dari mulut ke
mulut memang memiliki tendensi untuk terus berganti dan tidak bisa dijadikan patokan untuk
menyusun sejarah yang bisa dijamin kebenarannya. Kedua, kami hanya bisa berASUMSI bahwa para
Sahabat nabi mendengar dan mengerti sang Nabi secara sempurna. Asumsi tidak cukup untuk menarik
kesimpulan pasti.

Bermacam-macam Versi, Versi-versi yang Hilang, Versi-versi yang Ditambahkan tanpa kecuali, SEMUA
MUSLIM akan mengatakan bahwa Quran yang kita miliki sekarang persis sama-baik dalam bentuk,
nomor dan urutan bab dengan Quran versi Usman. Malah dikatakan bahwa Qurannya Usman
mengandung kesemua wahyu yang disampaikan pada masyarakat dan disimpan tanpa mengalami satu
perubahan atau variasi macam apapun dan bahwa Qurannya Usman memang universal dari hari
pertama disebarkan. Tapi sikap ortodoks ini dimotivasi oleh faktor-faktor dogma dan tidak dapat
didukung bukti sejarahCharles Adams
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

147
Padahal para pakar Islam dulu jauh lebih flexible dari Muslim sekarang. Mereka sadar bahwa ada
bagian Quran yang hilang, dipalsukan dan adanya ribuan variasi. Contoh, As-Suyuti (wafat 1505), salah
seorang pakar Quran yang paling dihormati mengutip Ibn ‘Umar al Khattab : "Janganlah ada diantara
kalian yang mengatakan bahwa ia mendapatkan seluruh Quran, karena bagaimana ia tahu bahwa itu
memang keseluruhannya ? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu, kalian harus mengatakan
‘Saya mendapatkan bagian Quran yang ada’" (As-Suyuti, Itqan, part 3, page 72).

A’isha, isteri tersayang nabi mengatakan, juga menurut sebuah tradisi yang diceritakan as-Suyuti,
"Selama masa Nabi, saat dibacakan, bab tentang ‘the Parties’ berisi 200 ayat. Ketika Usman mengedit Quran, hanya
ayat-ayat sekarang ini (73) yang tertinggal."

As-Suyuti juga menceritakan ini tentang Uba ibn Ka’b, salah seorang sahabat Muhamad:
Sahabat terkenal ini meminta salah seorang Muslim, "Berapa ayat yang ada dalam surah ‘the Parties’?" Katanya, "73
ayat." Ia (Uba) mengatakan padanya, "Dulunya jumlah ayatnya hampir sama dengan Surah ‘Al Baqarah’ (sekitar 286
ayat) dan termasuk ayat perajaman". Lelaki itu bertanya, "Apa ayat perajaman itu?" Ia (Uba) mengatakan, "Jika
lelaki tua atau wanita melakukan zinah, rajam mereka sampai mati."

Seperti dikatakan sebelumnya, setelah kematian Muhamad di 632M, tidak ada satupun dokumen
tunggal yang memuat kesemua wahyu. Banyak pengikutnya mencoba mengumpulkan semua wahyu
yang dikenal dan mencatatkan mereka dalam satu bentuk mushaf. Timbullah kemudian mushaf-mushaf
milik sejumlah pakar seperti Ibn Masud, Uba ibn Ka’b, ‘Ali, Abu Bakr, al-Aswad, dll (Jeffery, bab 6,
mencatat 15 mushaf utama dan sejumlah besar mushaf sekunder). Saat Islam menyebar, kami akhirnya
memiliki apa yang kemudian dikenal sebagai mushaf metropolitan di pusat-pusat Mekah, Medinah,
Damascus , Kufa dan Basra .

Seperti yang kita lihat sebelumnya, Usman mencoba mengatasi situasi kacau ini dengan kanonisasi
codex/mushaf Medinah, yang copy-copynya dikirim kesemua pusat-pusat metropolitan diiringi
perintah untuk menghancurkan kesemua codex lain. Codex Usman ini dianggap sebagai standar teks
konsonan, tapi yang kita temukan malah berbagai variasi teks konsonan yang masih hidup juga sampai
abad Islam ke 4.

Masalah semakin diperuncing karena teks konsonan tidak dibarengi dengan titik, yaitu titik yang
membedakan huruf "b" dari "t" atau "th". Huruf-huruf lainnya (f dan q; j, h, dan kh; s dan d; r dan z; s
dan sh; d dan dh, t dan z) tidak dapat dibedakan. Dengan kata lain, Quran tertulis secara ‘scripta
defectiva’/huruf- huruf defektif alias tidak sempurna. Akibatnya, timbullah berbagai macam arti
tergantung dari letak titik.

Vowels membuat masalah yang lebih pelik. Tadinya, Arab tidak memiliki tanda-tanda bagi
Vowel pendek: teks Arab adalah konsonantal. Walaupun vowel-vowel pendek ini kadang dihindarkan,
mereka bisa ditulis dengan tanda-tanda orthographical diatas atau dibawah hurufnya—totalnya 3
tanda petunjuk (three signs in all), mengambil bentuk seperti komma. Setelah menentukan
konsonannya, Muslim masih harus memutuskan vowel mana yang digunkaan: menggunakan vowel
berbeda tentunya menghasilkan pembacaan yang berbeda. Scripta plena, yang memungkinkan teks
yang vowel penuh dan teks dengan titik, belum disempurnakan sampai akhir abad ke 9.

Problem yang diakibatkan ‘scripta defectiva’ itu dengan sendirinya mengakibatkan tumbuhnya pusat-
pusat berbeda dengan masing-masing tradisi tentang bagaimana teks itu harus diberi titik atau di-
vowel.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

148
Walaupun Usman memerintahkan dihancurkannya semua Quran selain Quran versinya, ternyata masih
ada saja mushaf yang lebih tua yang selamat. Seperti dikatakan Charles Adams,
"Harus ditekankan bahwa dalam ketiga abad pertama Islam, bukannya terdapat satu bentuk teks tunggal yang
diturunkan tanpa perubahan dari jaman Usman, melainkan ribuan versi. Variasi2 ini bahkan mempengaruhi Codex
Usman, sehingga mempersulit perkiraan bagaimana sebenarnya bentuk aslinya."

Ada juga Muslim yang menginginkan codex selain codexnya Usman. Contoh, milik Ibn Mas’ud, Uba ibn
Ka’b, dan Abu Musa. Pada akhirnya, dibawah pengaruh Ibn Mujahid (wafat 935), terdapat kanonisasi
satu sistim konsonan dan batasan pada variasi vowel yang bisa digunakan dalam teks yang
mengakibatkan diterimanya 7 sistim. Namun pakar-pakar lainnya menerima 10 cara bacaan, sedang
masih ada saja yang menerima 14 cara bacaan. Dan bahkan ketujuh codex versi Ibn Mujahid
memberikan 14 kemungkinan karena masing-masing dari ketujuh codex itu bisa dilacak kepada dua
transmitter berbeda, yi,

1. Nafi dari Medinah menurut Warsh dan Qalun
2. Ibn Kathir dari Mekah menurut al-Bazzi dan Qunbul
3. Ibn Amir dari Damascus menurut Hisham dan Ibn Dakwan
4. Abu Amr dari Basra menurut al-Duri dan al-Susi
5. Asim dari Kufa menurut Hafs dan Abu Bakr
6. Hamza dari Kufa menurut Khalaf dan Khallad
7. Al-Kisai dari Kufa menurut al Duri dan Abul Harith

Pada akhirnya 3 sistim bertahan, sistimnya Warsh (d. 812) milik Nafi dari Medina, Hafs (d. 805) milik
Asim dari Kufa, dan al-Duri (d. 860) milik Abu Amr dari Basra. Jaman sekarang, 2 versi nampaknya
digunakan versi Asim dari Kufa lewat Hafs, yang diberikan ijin resmi dengan diadopsi sebagai Quran
edisi Mesir th 1924; dan milik Nafi lewat Warsh, yang digunakan di bagian-bagian Afrika selain Mesir.

Charles Adams mengingatkan kita:
Perbedaan antara ketujuh versi ini mencakup perbedaan teks tertulis dan lisan maupun perbedaan ayat-ayat
Quran, yang perbedaannya –walau tidak besar- tetap penting. Mengingat versi-versi berbeda ini berlawanan
dengan doktrin (bahwa Quran = sempurna), Muslim sering membelanya dengan mengatakan bahwa perbedaan
ketujuh versi ini hanya berarti 7 versi pembacaan. Tapi cara dan teknik pembacaan/pelafalan Quran adalah hal
yang sama sekali berbeda.

Guillaume juga merujuk pada variasi versi ini sebagai "tidak terlalu penting." Contoh, kedua ayat
terakhir surah LXXXV, Al Buraj, berisi: (21) hawa qur’anun majidun; (22) fi lawhin mahfuzun/ atau
mahfuz[/b]in [/b]?. Syllable yang terakhir diragukan. Kalimat ini bisa berarti "It is a glorious Koran on a
preserved tablet". Tapi bisa juga berarti "It is a glorious Koran preserved on a tablet."

Nah, kalau Quran mengandung pemotongan/penguran gan syllable, bukankah ini berarti bahwa bisa
saja Quran mengandung tambahan syllable, bukan? Otentisitas ayat-ayat Quran bahkan diragukan oleh
Muslim sendiri. Golongan Kharijit, pengikut Ali dalam sejarah permulaan Islam, menyatakan surah Yusuf
bersifat menghina, cerita erotis yang tidak pantas dimuat dalam Quran. Hirschfeld mempertanyakan
otentisitas ayat-ayat tentang nama-nama Muhamad. Ia khususnya mencurigai kata ‘Praised/Terpuji’ ,
bagi nabi. Kata itu bukan kata yang layak dipakai.

Bell dan Watt memeriksa amandemen dan revisi Quran dan mengatakan bahwa ketidaksamaan gaya
dalam Quran adalah bukti bahwa Quran mengalami banyak perubahan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

149
Syair-syair (rhymes) tersembunyi, dan anak-anak kalimat (rhyme phrases) yang tidak dirajut dalam
tekstur anak kalimat, syair-syair yang tiba-tiba berubah; repetisi kata/anak kalimat dalam ayat-ayat
yang berdekatan (repetition of the same rhyme word or rhyme phrase in adjoining verses); intrusi
subyek yang sama sekali terpisah dari tema ayat yang homogen; perbedaan penanganan subyek yang
sama dalam ayat yang berdekatan, sering dengan repetisi kata-kata dan anak-anak kalimat; pause
dalam konstruksi gramatik yang mempersulit penjelasan/exegesis ; perubahan tiba-tiba dalam
panjangnya ayat; perubahan tiba-tiba dalam situasi dramatik, dengan penggantian dari kata benda
tunggal ke jamak, dari kata-subyek- kedua ke kata-subyek- ketiga; pernyataan-pernyata an yang saling
bentrok; satu ayat bisa mengandung anak kalimat yang berbeda penanggalannya, ayat baru dicampur
dengan ayat lama dsb dsb

Pakar Islam beragama Kristen, al-Kindi, yang menulis sekitar 830M, menulis kritik terhadap Quran yang
mirip dengan diatas :
Anda dapat melihat bagaimana dalam Quran, cerita-cerita sejarah saling campur baur; tanda bahwa banyak tangan
telah mengerjakan Quran dan mengakibatkan kejanggalan, menambahkan atau memotong apa yang mereka suka
dan tidak suka. Itukah kondisi sebuah wahyu yang diturunkan dari surga?

Skeptisisme NaraSumber

Sejauh ini, bukti penyusunan Quran didapatkan dari Hadis (biografi Muhamad). Muhamad wafat thn
632M. Material paling dini tentang kehidupannya ditulis oleh Ibn Ishaq pada thn 750M, dengan kata
lain, seratus duapuluh tahun setelah kematian Muhamad. Karena karya asli Ibn Ishaq ini hilang dan
hanya tersedia sebagian dalam tulisan Ibn Hisham yang wafat 834M, 200 tahun setelah kematian
Muhamad, OLEH karena itu otentisitas karya ibn ishaq itu tidak terjamin.

Hadis ini adalah koleksi pernyataan dan perbuatan nabi yang ditulis oleh sahabat-sahabatnya yang bisa
ditelusuri kembali kepada nabi dengan mata rantai yang disebut ‘isnad.’ Hadis ini termasuk cerita
penyusunan Quran. Ada 6 koleksi otentik yang diterima Muslim Sunni, yi koleksi Bukhari, Muslim, Ibn
Maja, Abu Dawud, al-Tirmidhi dan al-Nisai. Perlu ditekankan bahwa nara-nara sumber ini hidup jauh
setelah Muhamad. Bukhari sendiri wafat 238 tahun setelah kematian Muhamad, sementara al-Nisai
wafat 280 tahun sesudahnya!

Tradisi

Para penulis biografi Muhamad terlalu jauh dari jamannya untuk mengetahui persis data atau keadaan
jaman Muhamad; data-data didasarkan pada fiksi tendensius dan bukan pada obyektivitas; lagipula
mereka tidak bermaksud untuk memeriksa apakah cerita-cerita itu benar terjadi, tapi cukup untuk me-
rekonstruksi masa lalu yang ideal, sesuai dengan yang diharapkan. Cerita-cerita diciptakan agar sesuai
dengan tujuan dan maksud kelompok-kelompok tertentu. Bahkan pakar Islam, Lammens, mencap
seluruh biografi Muhamad sebagai tidak lebih dari exegisis tendensius yang dirancang dan ditambah-
tambah oleh generasi pengikut berikutnya.

Bahkan para pakar yang tidak setuju dengan pandangan Lammens yang rada ekstrim itu terpaksa
mengakui juga bahwa "tentang kehidupan Muhamad sebelum karirnya sebagai nabi, kita tahu sangat
sedikit; terlepas dari legenda-legenda yang begitu dihargai pengikut, tidak ada keterangan apapun."
Ignaz Goldziher adalah pakar yang memiliki pengaruh besar dalam bidang studi Islam, dan sederajad
dengan Hurgronje dan Noldeke, merupakan salah seorang bapak pendiri Ilmu Pengkajian Modern
Islam. Hampir semua tulisannya dari thn 1870 dan 1920 masih juga digunakan dalam universitas di
seantero dunia.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

150
Dalam karya klasiknya, "On the Development of Hadith," Goldziher "menunjukkan bahwa bahkan
Hadis-hadis yang diterima dalam koleksi Muslim yang paling dalam kritikannya merupakan pemalsuan
telak-telak dari abad 8 dan 9—dan sebagai konsekwensinya, isnad-isnad yang mendukung hadis-hadis
tsb juga hanya fiksi semata-mata. "

Dihadapkan pada argumen Goldziher yang sangat kuat, para ahli sejarah Islam mulai panik dan mencari
segala akal untuk menyangkal teori dahsyat ini dengan mencoba-coba membandingkan mana yang
tradisi legal dan mana yang tradisi historis. Tetapi seperti yang dikatakan Humphreys, Hadis dan tradisi
historis sangat mirip; para pakar abd ke 8-9 juga mengulas kedua macam teks tsb. "Jadi, jika isnad
Hadis diragukan, maka isnad tradisi historis juga patut diragukan."

Seperti yang dikatakan Goldziher, "Kebanyakan Hadis merupakan hasil perkembangan Islam secara
religius, historis dan sosial selama kedua abad pertama." Hadis tidak berguna bagi sejarah ilmiah
manapun dan hanya merupakan "cermin dari tendensi" masyarakat Muslim dini.

Saya akan jelaskan lebih lanjut latar belakang argument Goldziher.

Setelah kematian nabi, 4 sahabatnya menggantikannya sebagai pemimpin masyarakat Muslim. Mereka
itu diantaranya adalah:

• Usman; yang bermusuhan dengan
• Ali, sepupu nabi yang menikah dengan puteri nabi.

Ali tidak mampu menerapkan kewenangannya di Syria yang gubernurnya adalah musuhnya, Mu’awiya,
yang bersumpah untuk "Balas Dendam bagi Usman" (demikian sorakan perangnya) melawan Ali.
Mu’awiya dan Usman bersaudara dan keduanya anggota clan Mekah, Umayad. Mereka berperang di
pertempuran Siffin. Setelah pembunuhan Ali pada thn 661, Mu’awiya menjadi kalifah pertama dinasti
Umayad, yang bertahan sampai 750M. Dinasti Umayad lalu didepak oleh dinasti Abbasid, yang
bertahan di Iraq dan Bagdad sampai abad ke-13.

Pada permulaan dinasti Umayad, Muslim tidak tahu menahu tentang upacara dan doktrin. Para
pemimpin sendiri tidak memiliki antusiasme besar bagi agama dan kebanyakan membenci para imam.
Hasilnya adalah timbulnya sebuah kelompok agama yang tanpa malu-malu memalsukan tradisi demi
kebaikan komunitas. Mereka menentang Umayad yang atheis itu tapi tidak secara terbuka. Jadilah
mereka menciptakan tradisi-tradisi yang didedikasi bagi keluarga nabi, sehingga secara tidak langsung
menyatakan kesetiaan kepada Ali.

Seperti dikatakan Goldziher, "Pemerintah yang berkuasa juga tidak ongkang-ongkang kaki. Kalau
mereka ingin agar sebuah pendapat diterima secara umum dan membungkam oposisi para imam;
merekapun harus tahu juga bagaimana mencari Hadis yang sesuai dengan tujuan mereka. Merekapun
harus melakukan apa yang dilakukan lawan-lawan mereka : menciptakan dan menyuruh menciptakan
Hadis-hadis. Dan itulah yang mereka lakukan."

Goldziher melanjutkan:
”Upaya-upaya resmi atas penciptaan, diseminasi dan penekanan terhadap tradisi sudah dimulai sejak dini. Sebuah
instruksi Muawiyah yang diberikan kepada gubernur al Mughira menghormati Umayad berbunyi: ‘Jangan capek
melecehkan dan menghina Ali dan meminta kemurahan Allah karena Usman telah merusak nama baik sahabat-
sahabat Ali, menggantikan mereka dan tidak mau mendengarkan mereka (yi, Hadis-hadis mereka); dan sebaliknya
pujilah pengikut Usman dan dengarkan mereka.’ "
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

151
Ini adalah perintah resmi untuk menyebarkan hadis-hadis yang anti-Ali dan menekan hadis-hadis yang
pro-Ali. Kaum Umayad beserta para politikus tidak malu-malu membungkus kebohongan yang
tendensius ini dengan kedok agama, dan mereka hanya peduli dengan pemimpin-pemimpin agama
yang bersedia menutupi kepalsuan-kepalsuan itu dengan otoritas kuat mereka.

Bahkan detil upacara yang paling sepelepun dipalsukan. Termasuk cara-cara bagaimana menyalami
dinasti atau clan saingan. Dibawah Abbasid, pemalsuan Hadis anti-Ali semakin banyak. Contoh, nabi
konon mengatakan bahwa Abu Talib, ayah Ali, mendekam di neraka paling dalam: "Mungkin campur
tangan saya akan berguna baginya pada hari Kiamat sehingga ia bisa dipindahkan kesebuah kolam api
yang mencapai lututnya, yang masih cukup panas untuk membakar otaknya." Jelas ini ditantang oleh
para teolog pro-Ali yang kemudian dengan menciptakan pernyataan-pernyata an nabi yang memuja-
muja Abu Talib.

Para juru cerita dibayar tinggi kalau menghibur dengan hadis yang disukai massa. Untuk menarik
massa, para juru cerita tidak malu-malu menjual-belikan hadis-hadis mereka ini. "Bisnis pencarian hadis
sangat disukai pihak-pihak yang rakus yang berpura-pura sebagai narasumber dan dengan semakin
meningkatnya permintaan semakin tinggi pula bayaran mereka untuk produksi hadis."

60 tahun kemudian, Argumen Goldziher diteruskan oleh Islamis besar lainnya, Joseph Schacht, yang
karya-karyanya dianggap karya klasik. Kesimpulan Schacht bahkan lebih radikal, mengkhawatirkan dan
dampak penuhnya belum disadari orang.

Humphreys merangkum teori Schacht:
(1) isnad [mata rantai para penulis hadis] yang bisa ditelusuri sampai jaman nabi hanya digunakan
sekitar Revolusi Abbasid—yi, pertengahan abad 8;
(2) ironisnya, semakin berbunga-bunga dan formal sebuah isnad, semakin diragukan kebenarannya.
TIDAK ADA hadis yang eksis yang bisa ditelusuri sampai ke nabi, walau beberapa dari mereka bisa
saja berakar pada ajarannya.
(3) Secara umum diakui bahwa kritik terhadap tradisi-tradisi yang dipraktekkan para pakar Muhamad
TIDAK CUKUP, dan walaupun tradisi mencoba menghilangkan pemalsuan ini, seluruh karya-karya
klasik (classical corpus) mengandung tradisi-tradisi yang tidak mungkin otentik. Goldziher tidak
hanya menyuarakan rasa skeptis-nya terhadap tradisi, bahkan terhadap koleksi-koleksi klasik [yi
koleksi Bukhari, Muslim, et al.], namun ia menunjukkan dengan jelas bahwa mayoritas tradisi dari
nabi adalah dokumen-dokumen bukan dari jamannya, namun dari tahap-tahap berikutnya selama
abad-abad pertama Islam.

Penemuan dahsyat ini kemudian menjadi dasar semua penyidikan serius.

Buku Schacht menegaskan kesimpulan Goldziher ini dan bahkan beranjak lebih jauh: banyak tradisi
dalam koleksi klasik dan koleksi-koleksi lainnya disebarkan hanya setelah masa Shafi‘i [Shafi‘i adalah
pendiri aliran yang menyandang namanya; ia wafat th 820M]; wadah tradisi hukum pertama hanya
timbul pada pertengahan abad kedua Islam [yi abad 8M].

Schacht membuktikan, misalnya, bahwa sebuah tradisi kalau memang eksis wajib dijadikan referensi
dalam sebuah argumen hukum. Jadi kalau tidak disebut-sebut, itu berarti bahwa tradisi itu tidak eksis.
Bagi Schacht setiap tradisi hukum dari nabi harus dianggap tidak otentik. Tradisi diciptakan guna
menyanggap doktrin-doktrin yang bertentangan dengannya; Schacht menyebut tradisi-tradisi ini
"counter traditions/tradisi bantahan." Doktrin-doktrin dalam suasana polemic ini sering dianggap
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

152
berasal dari otoritas yang lebih tinggi: "tradisi dari para Penerus [Nabi] menjadi tradisi dari Sahabt
[Nabi], dan tradisi dari Sahabat menjadi tradisi dari nabi."Detil- detil dari kehidupan Nabi dibuat-buat
agar mendukung doktrin-doktrin sesaat.

Schacht kemudian mengritik isnad yang dikatakannya "disusun secara serampangan. Setiap masyarakat
yang ingin agar doktrinnya bisa ditelusuri sampai jaman nabi, bisa memilih tokoh Islam manapun
secara acak (contoh Bukhari, Muslim etc) dan mencakupkannya dalam isnad. Oleh karena itu kita
menemukan sejumlah berbagai nama dalam isnad yang identik."

Shacht "menunjukkan bahwa permulaan hukum Islam tidak dapat ditelusuri lebih jauh dari satu abad
setelah kematian nabi." Hukum Islam tidak langsung berasal dari Quran tetapi dari praktek adminstrasi
dan kebutuhan sesaat dinasti Ummayad, dan "praktek ini bahkan sering menyimpang dari maksud dan
kata-kata eksplisit Quran." Norma-norma yang didapatkan dari Quran diperkenalkan dalam hukum
Islam pada tahap kedua.

Dampak argument Schacht ini ditelusuri lebih lanjut oleh John Wansbrough. Buku-bukunya yang
sangat penting adalah Quranic Studies: Sources and Methods of Scriptural Interpretation (1977) dan
The Sectarian Milieu: Content and Composition of Islamic Salvation History (1978). Buku-buku ini
menunjukkan bahwa Quran dan Hadis tumbuh dari kontroversi sectarian selama periode panjang, kira-
kira dua abad, dan lalu diproyeksikan kembali seolah-olah berasal dari titik permulaan Arab.

Katanya, Islam hanya timbul saat berpapasan dengan Yudaisme —"bahwa doktrin Islam secara umum
dan bahkan tokoh Muhamad dibentuk agar sesuai dengan prototip Rabbi2 Yahudi. Mitos-mitos Islam
merupakan manifestasi dari sejarah penyelamatan (‘salvation history’) Perjanjian Lama."

Wansbrough menunjukkan bahwa teks definitif Quran tidak dicapai dalam abad ke 7, tetapi dalam
abad ke 9! Jadi kemungkinan adanya asal-usul Arab dalam Islam sangat kecil: orang Arab secara
bertahap menyusun pernyataan kepercayaan mereka berdasarkan apa yang mereka dengarkan dari
kaum Yahudi diluar Hijaz (diluar Arabia Pusat, yang mengandung kota-kota Mekah dan Medinah).
"Quran menunjukkan persamaan dengan materi kitab-kitab Yahudi-Kristen… tantangan untuk
memproduksi kitab yang identik atau superior, yang diekspresikan 5 kali dalam teks Quran hanya bisa
dijelaskan dalam konteks polemik Yahudi."

Akibat pengaruh Yahudi, masyarakat Muslim dini mengambil Musa sebagai tokoh panutan, dan lalu
baru timbullah potret Muhamad, tetapi hanya secara bertahap dan ini juga karena menanggapi
kebutuhan sebuah masy religius. Masy ini sangat perlu mendirikan kredibilitas Muhamad sebagai nabi
yang didasarkan pada model Musa; oleh karena itu mereka memerlukan sebuah kitab suci, untuk
melengkapi bukti kenabiannya.

Perkembangan bertahap selanjutnya adalah ide asal usul Arab bagi Islam. Untuk itu diciptakanlah
konsep bahasa suci, Arab. Quran dikatakan diturunkan Allah dalam bahasa Arab murni. Perlu diingat
bahwa koleksi pertama sajak-sajak kuno timbul dalam abad ke 9.
"Cara materi ini dimanipulasi oleh para penyusun untuk mendukung argumen manapun nampaknya
tidak pernah bisa disembunyikan secara sukses."

Jadi para pakar bahasa Islam mencantumkan tanggal dini pada sebuah sajak karangan Nabigha Jadi,
penyair jaman pra-Islam, guna "memberikan bukti-bukti teks pra-Islam bagi Quran." Tujuan untuk
memanfaatkan syair-syair pra-Islam ini adalah :
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

153
(1) untuk menciptakan kesan kuno bagi kitab suci mereka dan oleh karena itu menciptakan kesan
otentisitas, teks mana dalam realita telah dipalsukan pada abad ke 9, bersama-sama dengan tradisi-
tradisi pendukungnya.
(2) untuk memberi sifat dan tempat Arab, untuk membedakannya dari Yudaisme dan Kristen.

Tradisi-tradisi exegesis juga sama fiktifnya dan hanya bertujuan satu: untuk menunjukkan asal usul Hijaz
Islam. Wansbrough memberikan bukti negative untuk menunjukkan bahwa Quran tidak mencapai
bentuk definitif sebelum abad ke 9.
Kajian Schacht tentang perkembangan dini doktrin hukum Islam menunjukkan bahwa yurisprudensi
Muslim tidak didasarkan pada Quran.

Pendasaran hukum pada kitab suci ... adalah fenomena abad ke 9 .... Bukti negatif lainnya adalah tidak
adanya rujukan pada Quran dalam Fiqh Akbar I….

Fiqh Akbar I itu adalah dokumen yang berasal dari pertengahan abad ke 8, yang merupakan
pernyataan kepercayaan Muslim. Jadi Fiqh Akbar I mewakili pandangan orthodoxy atas pertanyaan-
pertanya an dogmatis jaman itu. Kalau Quran eksis, mustahil namanya tidak disebuntukan dalam Fiqh
itu.

Wansbrough mengatakan bahwa Quran tidak mungkin merupakan hasi pengeditan beberapa orang
saja, tetapi lebih sebuah "produk perkembangan alami dari tradisi-tradisi yang tadinya independen
lewat jangka waktu panjang."

Sekelompok pakar yang dipengaruhi Wansbrough lebih radikal lagi : mereka menolak keseluruhan
sejarah Islam dini. Michael Cook, Patricia Crone dan Martin Hindsyang menulis antara th 1977 dan
1987. Mereka menganggap keseluruhan sejarah sampai jaman Abd al-Malik (685-705) sebagai PALSU
dan menyatakan Penaklukan Arab (Arabian Conquest) dan pembentukan Kalifah sebagai gerakan
orang-orang Arab yang diinspirasi oleh ajaran messianisme Yahudi untuk mencoba merebut kembali
Tanah Terjanji. Menurut mereka, Islam tampil sebagai agama dan budaya otonomis hanya melalui
dalam proses panjang untuk menggabungkan identitas bangsa-bangsa yang terpisah yang disatukan
akibat Penjajahan Islam: bangsa Jacobite Syria, bangsa Armenia Nestorian di Iraq, kaum Koptik, Yahudi
dan akhirnya bangsa di jazirah Arab.

Tradisi hidup Muhamad dan timbulnya Islam tidak lagi diterima Cook, Crone dan Hinds.
Cook, dalam serial Oxford Past Masters tentang Muhamad, memberikan alasannya untuk menolak
tradisi biografis Muhamad:

Cerita-cerita palsu rawan diantara para pakar abad ke 8M ... Ibn Ishaq dan kawan-kawannya
menyimpulkan dari tradisi lisan. Kami memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa sejumlah tradisi
tentang pertanyaan dogma dan hukum diciptakan oleh mata rantai otoritas/penguasa yang
menyebarkannya dan pada saat yang sama kami memiliki bukti akan kontroversi di abad 8M apakah
tradisi lisan boleh dipindahkan ke tradisi tertulis. Jika kita tidak dapat mempercayai mata rantai otoritas,
kami tidak lagi dapat menyatakan kepastian bahwa apa yang kami miliki ini adalah hasil kesaksian
independen; dan jika pengetahuan tentang hidup nabi Muhamad diturunkan secara lisan selama 1
abad sebelum dipaparkan secara tertulis, maka kemungkinan besar proses ini mengakibatkan materi ini
mengalami perubahan besar.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

154
Cook kemudian melihat sumber-sumber non-Muslim : Yunani, Syria dan Armenia . TImbul gambaran
yang sama sekali tidak disangka. Walau tidak diragukan bawha Muhamad eksis, bahwa ia pedagang,
bahwa sesuatu yang penting terjadi pada th 622, bahwa Ibrahim adalah pusat ajarannya, TIDAK ADA
INDIKASI BAHWA KARIR MUHAMAD TIMBUL DI TANAH ARAB. Tidak ada sebutan Mekah dan Quran
tidak muncul sebelum akhir abad ke 7.

Bukti-bukti kuat menunjukkan bahwa tadinya arah sholat Muslim adalah jauh lebih utara dari Mekah,
dan oleh karena itu Mekah tidak mungkin tempat suci mereka. "Ketika kutipan-kutipan Quran pertama
muncul pada kepingan uang dan inskripsi-inskripsi pada akhir abad ke 7, mereka menunjukkan
perbedaan teks kanonis (canonical text). Ini memang tidak terlalu berarti dari segi isi, tapi kenyataan
bahwa perbedaan teks kanonis ini tampil dalam konteks formal macam ini menyangkal pendapat
bahwa teks itu berasal dari jaman Muhamad."

Sumber Yunani paling dini menyebut Muhamad hidup di thn 634, 2 tahun setelah dinyatakan wafat
oleh tradisi Muslim! Versi Armenia lain lagi. Kronikel Armenia thn 660-an menggambarkan Muhamad
sebagai mendirikan masyarakat yang terdiri dari baik kaum Ishmaeli (Arab) dan Yahudi, dengan unsure
Ibrahim sebagai penyatu; sekutu-sekutu ini kemudian menaklukkan Palestina. Sumber-sumber tertua
Yunani menuliskan pernyataan sensasional bahwa nabi ug tampil diantara para Saracen (Arab)
MEMPROKLAMIRKAN DATANGYA MESSIAH YAHUDI dan berbicara tentang kaum Yahudi yang
bercampur dengan Saracen, dan tentang bahaya atas nyawa jika jatuh ditangan Yahudi dan Sarasen ini.

Kita tidak bisa menganggap ini sebagai ketidaksukaan Kristen Armenia terhadap Islam, karena
pernyataan ini didasarkan pada apocalypse Yahudi [dokumen abad ke 8M, yang memuat apocalypse
terdahulu yang nampaknya sejaman dengan penaklukan-penakluk an Arab+Yahudi itu]. Perpisahan
dengan Yahudi, menurut kronikel Armenia ini, terjadi segera setelah penaklukan Arab terhadap
Yerusalem.

Walau Palestina memainkan peran dalam tradisi Muslim, tetapi perannya kurang disbanding dengan
Mekah pada th ke 2 Hijrah, saat Muhammad mengganti kiblat dari Yerusalem ke Mekah. Tetapi dalam
sumber-sumber non-Muslim, Palestina-lah yang menjadi fokus gerakan ini, dan memberikan motivasi
agama bagi penaklukan ini.

Menurut kronikel Armenia : Muhamad mengatakan pada Arab bahwa sebagai keturunan Ibrahim lewat
Ishmael, mereka juga memiliki hak atas tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Ibrahim dan keturunannya.
Jika sumber-sumber eksternal ini benar, ini berarti bahwa tradisi yang ada tentang Muhamad diragukan
kebenarannya, dan oleh karena itu integritas Quran juga diragukan.

Cook menunjukkan persamaan kepercayaan Muslim dengan kaum Samaritan. Ia juga mengatakan
bahwa ide fundamental yang dikembangkan Muhammad tentang agama Ibrahim sudah ada dalam
buku apocryphal Yahudi bernama the Book of Jubilees (140-100 SM), dan kemungkinan telah
mempengaruhi pembentukan gagasan-gagasan Islam. Kamim juga memiliki bukti dari Sozomenus,
penulis Kristen abad ke 5M yang "me-rekonstruksi sebuah monotheisme Ismaeli yang primitif yang
identik dengan apa yang dimiliki Yahudi sampai saat Musa; dan bahwa hukum-hukum Ishmael pasti
mengalami perubahan akibat perubahan jaman dan pengaruh tetangga-tetangga penyembah berhala."
Sozomenus menggambarkan suku-suku Arab yang, setelah mengetahui asal Ismaeli mereka dari
Yahudi, mengadopsi tata cara Yahudi.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

155
Cook juga menunjuk pada persamaan cerita-cerita Musa (exodus, dsb) dengan Hijrahnya Muslim.
Dalam mesianisme Yahudi, "karir seorang mesiah selalu ditandai dengan terulangnya cerita Musa;
sebuah exodus, atau tindakan melarikan diri dari penindasan kedalam gurun pasir, dari mana sang
messiah melancarkan perang sucinya untuk merebut kembali Palestina. Mengingat bukti-bukti dini
yang menghubunngkan Muhamad dengan Yahudi dan mesianisme Yahudi pada saat dimulainya
penaklukan Palestina, tidak aneh melihat pemikiran-pemikiran Yahudi ini tampil dalam gagasan-
gagasan politiknya."

Rumusan "Tidak ada Tuhan selain Tuhan” (“There is no God but the One”) adalah refrein yang lazim
dalam liturgi Samaritan. Tema utama literatur mereka adalah kesatuan Tuhan dan Kesucian dan
KebenaranNya yang Absolut. Nah, mirip bukan dengan "Tiada Allah selain Allah." Apalagi rumusan
"atas nama allah" (bismillah) DITEMUKAN DALAM KITAB SUCI SAMARIA sebagai beshem. Bab pembuka
Quran dikenal sebagai Al-Fatiha, pembuka atau gerbang/pagar. Sebuah doa Samaritan, yang juga
merupakan pernyataan kepercayaan mereka memulai dengan kata-kata: Amadti kamekha al fatah
rahmeka, "Saya berdiri didepanMu pada gerbang PengampunanMu. " Fatah = Fatiha = pembuka atau
gerbang.

Buku suci Samaritan adalah Pentateuch, yang berisi wahyu tertinggi yang amat dihormati.
Mereka sangat menghormati Musa, karena ia nabi yang mendapatkan wahyu tentang Hukum Tuhan.
Bagi Samaritan, Bukit Gerizim adalah pusat pemujaan Yahweh; dan juga diasosiasikan dengan Adam,
Seth, dan Noah, dan pengorbanan Isaac oleh Ibraham. Harapan akan datangnya sang Messiah (atau
Pemulih)adalah kepercayaan mereka. Tidakkah anda melihat kepiripan dengan Mahdi-nya Muslim?

Inilah gambaran parallel antara doktrin Samaritan dengan Muslim :
MOSES = Muhamad
EXODUS = Hijrah
PENTATEUCH = Quran
Bukit SINAI/GERIZIM = bukit Hira
SHECHEM = Mekah
MESSIAH = Mahdi
Fatah = Fatiha
Beshem = bismillah

Kesamaan semua ini tercapai sudah, tinggal sekarang MEMBUAT KITAB SUCI.

Cook menunjuk pada tradisi bahwa Quran terdiri dari banyak buku, tetapi Usman (kalif ketiga setelah
Muhamad) hanya meninggalkan satu. Akhirnya, seperti Wansbrough, Cook menyimpulkan bahwa
Quran, "sangat lemah dalam struktur, tidak jelas, tidak konsekwen dalam baik bahasa maupun isi,
janggal dalam menghubungkan materi yang terpisah dan sering mengulang-ulangi ayat-ayat dengan
versi-versi yang bervariasi. Oleh karena itu Quran adalah hasil editing terlambat dan tidak sempurna
dari sumber-sumber tradisi plural."

Kaum Samaritan menolak kesucian Yerusalem, dan menggantikannya dengan tempat suci Israel yang
lebih tua, Shechem. Saat Muslim memisahkan diri dari Yerusalem, Shechem dijadikan model pantas
bagi tempat suci mereka. Kemiripannya luar biasa. Kedua-duanya adalah struktur sebuah kota suci yang
diasosiasikan dengan bukit suci didekatnya dan upacara paling penting adalah hiijrah dari kota ke
bukit. Tempat suci itu adalah fondasi Abrahamic, tempat pengorbanan Ibraham adalah Shechem, yang
mirip sekali dengan ‘rukun’ [sudut Yamai Ka'bah] di Mekah. Dan tempat suci mereka juga diasosiasikan
dengan kuburan patriarch mereka : Yusuf (atau Judah dalam hal Samaritan) dan Ishmael (atau Isaac).
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

156
Cook mengatakan, kota yang sekarang kita kenal sebagai Mekah tidak mungkin merupakan tempat
berlangsungnya peristiwa-peristiwa penting yang dicintai tradisi Muslim. Jarangnya rujukan pada
Mekah oleh dokumen-dokumen dini dan fakta bahwa Muslim-muslim dini berkiblat pada Yerusalem,
menunjukkan bahwa MEKAH MERUPAKAN PILIHAN MUSLIM BEBERAPA ABAD KEMUDIAN, guna
memisahkan diri dari Yahudi dan membentuk identitas yang terpisah dari Yahudi.

Dalam bukunya, Cook menjelaskan bagaimana Islam mengasimilasi semua pengaruh asing akibat
penaklukan Islam atas daerah-daerah baru; bagaimana Islam mencapai identitas khasnya setelah
berpapasan dengan peradaban yang lebih tua, dengan Yudaisme, Kristen (Jacobite dan Nestorian),
Hellenisme dan Persian (Hukum Rabbinik, filosofi Yunani, Neoplatonisme, Hukum Romawi dan
arkitektur dan kesenian Byzantin). Tetapi ini semua dicapai dengan harga tinggi: "Penaklukan Arab
segera menghancurkan satu peradaban dan secara permanen memecah-mecah wilayah luas. Bagi
negara-negara yang dijajahnya itu, ini merupakan katastrofe besar-besaran. "

Dalam ‘Slaves on Horses: The Evolution of the Islamic Polity (1980)’, Patricia Crone menyanggah tradisi-
tradisi Muslim mengenai kalifah-kalifah dini (sampai thn 680-an) sebagai fiksi-fiksi tidak berguna.
Dalam ’Meccan Trade and the Rise of Islam’ (1987), ia mengatakan bahwa laporan-laporan sejarah
"adalah penjelasan yang dibuat-buat tentang ayat-ayat Quran yang sulit." Dalam karyanya kemudian,
Crone secara meyakinkan menunjukkan bagaimana Quran "menghasilkan informasi yang meragukan."

Jelas para juru cerita adalah yang pertama yang menciptakan konteks-konteks sejarah bagi ayat-ayat
tertentu Quran. Tetapi informasi mereka saling bertentangan. Contoh, dikatakan bahwa pada saat
Muhamad tiba di Medinah, kota itu terpecah-pecah oleh permusuhan antar clan, tapi ada juga yang
mengatakan bahwa rakyat Medinah bersatu dibawah pemimpin mereka Ibn Ubayyl. Contoh lagi, ada
banyak cerita-cerita sekitar tema "Muhammad bertemu dengan wakil-wakil agama-agama non-Islam
yang mengakuinya sebagai nabi". Juga ada tendensi bagi berkembangnya informasi sehingga semakin
jauh dr peristiwa yang digambarkan.

Contoh jelas:Waqidi (wafat 823), menulis bertahun-tahun setelah wafatnya Ishaq (wafat th 768), dapat
memberikan tanggal, lokasi, nama yang persis bagi sebuah pertempuran, sementara Ishaq yang hidup
sebelumnya, TIDAK MEMBERIKAN KETERANGAN APA-APA. Tidak heran kalau Waqidi lebih disukai: dari
mana lagi Muslim dapat menemukan informasi yang begitu mendetil? Tetapi mengingat bahwa ini
semuanya tidak diketahui apalagi dicatat oleh Ibn Ishaq, nilainya sangatlah meragukan! Kalau informasi
meragukan ini bisa dihasilkan dalam 2 generasi (antara Ibn Ishaq and Waqidi) tidak sulit menyimpulkan
bahwa lebih banyak lagi cerita-cerita yang diciptakan oleh 3 generasi (antara Nabi dan Ibn Ishaq).

Jelaslah bahwa para sejarawan Muslim mengambil sejarah dari materi yang merupakan isapan jempol
para juru cerita. Crone menantang sejumlah pakar sejarah konservatif seperti Watt, karena terlalu
menggantungkan diri pada sumber-sumber Muslim. Dan kami akan mengakhiri bab ini tentang
kesimpulan Crone tentang sumber-sumber Muslim ini:

Metodologi Watt tergantung dari penilaian salah terhadap sumber-sumber ini. Masalahnya adalah
bahwa asal usul tradisi itu sendiri diragukan. Seluruh tradisi ini bersifat tendensius, dengan tujuan
menciptakan sebuah ‘Arabian Heilgeschichte’ (Sejarah Suci Arab) dan sifat tendensius ini akhirnya
membentuk fakta-fakta yang kita miliki sekarang ini.

*****

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

157
KRISIS IDENTITAS IRAN & INDONESIA
http://www.faithfreedom.org/
The Iranian Identity Crisis: Islam v. Iranian Identity
By: Paolo Bassi

Sejak Revolusi Islam 1979, Iran nampak sbg cerminan massa raksasa Islam fanatik. Maklum kalau
mereka yang kurang mengenal sejarah Iran yang kaya-raya itu menganggap Iran isinya tidak lebih dari
budaya Islam. Secara umum, banyak orang Iran menerima identitas Islam. Namun, banyak pula yg sadar
akan identitas Iran pra-Islam. Ketegangan di antara kedua identitas yang bersaing ini telah ada sejak
dicaploknya Iran oleh Muslim2 Arab pada abad 7M.

Pada 632M, Mohamad wafat setelah meninggalkan pesan utk menaklukkan, mengislamkan dan
menundukkan segala kepercayaan lain. Umat Muslim Arab, dipersenjatai dengan agama mereka yang
baru dan kehausan akan wilayah dan harta benda, melancarkan berbagai perang penaklukan biadab
dan dalam kurun 30 tahun telah membentuk kekuasaan raksasa yg mencakup wilayah mulai dari Afrika
Utara sampai India Barat-Laut. Para penjajah Arab memaksakan Islam sedemikian berhasilnya sampai2
sejarah pra-Islam bangsa2 yg ditaklukan itu dihapus total. Orang2 Arab itu tidak sekedar bertujuan
menguasai secara militer namun juga secara budaya. Islam tidak pernah boleh punya tandingan. Sifat
politis Islam menuntut bahwa penduduk negeri jajahan, seperti orang2 Iran, tidak hanya masuk agama
Islam namun juga harus menganggap sejarah masa-silamnya sebagai zaman kegelapan (jahiliyah)
sebelum datangnya 'cahaya' Islam.

Cara penghancuran jati-diri bangsa Iran ini adalah dgn membakar perpustakaan2 Iran yang penuh
dengan harta ilmu pengetahuan yang telah terkumpul selama berabad-abad. Logika Islam untuk
membenarkan aksi vandalisme ini adalah : jika ilmu pengetahuan bangsa Iran ini sejalan dengan Quran,
maka pengetahuan itu berlebihan dan tidak perlu, dan jika bertentangan dengan Quran, maka tentu
saja kitab2 ybs harus dihancurkan. Sebuah argumen yang hebat!
Islam dengan keras menuntut agar rakyat taklukan menghina sejarah mereka sendiri dan mencintai
budaya para penakluk Arab-Islam dengan cara meniru-niru mereka sebisa mungkin. Apalagi Quran
ditulis dalam bahasa Arab dan tempat2 suci Islam, Mekah dan Medinah, berada di Arabia. Jelas bahwa
bangsa2 taklukan harus menerima keutamaan bahasa, nilai2 budaya Arab dan diatas semuanya adalah
Arabia itu sendiri. Lagi pula, Muhamad adalah orang Arab. Dan karena Islam menganggapnya sebagai
contoh teladan sempurna bagi umat manusia, maka nilai2 Arab itu tidak mungkin ditolak tanpa secara
tersirat menolak Islam dan Muhamad.

Islam sebagai sebuah kultur imperialis membawa perubahan psikologis terhdp kebudayaan yg
ditaklukkannya yang jauh lebih mendalam daripada apapun yang pernah dilakukan oleh kolonialisme
Eropa. Islam memukul jati-diri manusia itu sendiri. Sejalan dengan tuntutan2 budaya Islami, ambisi
politik Islam itu adalah untuk memasukkan semua umat Muslim ke dalam sebuah dunia Islam tanpa
pwebatasan, dgn satu2nya kesetiaan politis pada komunitas Muslim sedunia (Khalifah Ummah), Allah
dan Muhamad. Tidak ada tempat bagi sejarah pra-Islam bangsa2 taklukan atau jati-diri nasional
mereka.

Setelah kedatangan Islam, Iran berhadapan dengan ujian yang paling kritis dalam sejarah mereka.
Akankah budaya Zoroastrian yang tua dan toleran bisa bertahan ataukah Islam dan kultur Arab
menggantikan jati-diri bangsa Iran yang unik tersebut ? Sebagai alternatif, mampukah Iran
mentransformasi Islam menjadi sebuah bentuk yang bisa diterima bangsa Iran? Pertanyaan2 ini telah
mencirikan Iran semenjak penjajahan Islam. Memang benar, Islam telah menjadi kekuatan budaya yang
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

158
dominan, namun jati diri Iran, yang berakar pada sejarah Zoroastrianisme, belum pernah betul2 takluk.
Ketegangan masih ada sampai hari ini. Sebagai contoh, "NO RUZ" atau Tahun Baru Iran (menurut adat
Zoroastrian) yg dikutuk oleh imam2 Islam sebagai kebiasaan kafir, tetap saja dirayakan secara luas.
Sebagai tambahan, prestasi masa Achaemenian (yang kekuasaannya ditaklukan oleh
Iskandar/Alexander the Great pada abad 4SM) dan kebudayan klasiknya, belum pernah hanyut dari jiwa
masyarakat Iran. Peninggalan2 Persepolis adalah pengingat2 abadi betapa jayanya masa silam Iran
seribu tahun sebelum lahirnya Islam. Para mullah pun tidak mampu menyangkal bukti2 sejarah yang
terukir pada batu sejarah.

Di jaman Abassid, Ferdowsi (lahir 935 M) adalah penyair Iran terbesar. Ia menulis cerita epik
"Shahnameh" (kisah para raja) dan membebaskan masa silam dan bahasa bangsa Iran dari pengaruh
Arab. Puisi Ferdowsi secara terbuka menyatakan keunggulan budaya Iran dan mengeluhkan
penyerbuan bangsa Arab. Dia menerima Islam sebagai kenyataan hidup tanpa secara langsung
mengkritik ajaran2nya. Namun Ferdowsi tetap sebal dengan bangsa Arab dan tidak bisa memaafkan
mereka. Bahkan beberapa kali puisi Ferdowsi mengecam pemaksaan Islam sendiri. Dan kenyataannya,
makam Ferdowsi masih dihormati oleh bangsa Iran terlepas dari ancaman negara teokrasi Islam yang
berkuasa.

Perendahan masa pra-Islam bangsa2 non-Arab yang ditaklukan ke status "kegelapan" oleh Islam adalah
salah satu tema utama dari buku2 pemenang Hadiah Nobel, yang ditulis pengarang India, V.S Naipaul,
"Amongst the Believers/Diantara Umat Beriman" dan "Beyond Belief/Diluar Kepercayaan". Naipaul
mengemukakan bahwa bangsa2 yang ditundukkan, seperti Iran dan Indonesia, telah dipisahkan oleh
Islam dari masa silam mereka yang lengkap dan sejati, yg diperparah oleh kolonialisme bangsa Eropa.
Ketidaksambungan ini menghasilkan kegelisahan mendalam dan krisis jati-diri. Ambillah contoh,
pergerakan2 Islam di Indonesia dan Filipina, dimana anak2 muda Muslim Asia meniru2 penampilan
Arab dan meneriak-riakan kehancuran bagi Israel, biarpun mereka tidak memiliki hubungan ethnis,
budaya maupun historis dengan bangsa Palestina. Baik kolonialisme Islam maupun Barat, menurut
Naipaul, telah merampok "bangsa2 taklukan" dari jati-diri mereka yang sesungguhnya, sehingga
terbentuklah rasa kehilangan jati-diri dan kerinduan untuk memiliki suatu tujuan.

Ada beberapa masa di mana bangsa Iran berani mengenang masa silamnya. 1926, Shah Reza
dimahkotai sebagai Raja Pahlavi pertama Iran dan reformasi yg dilancarkannya mencakup pernyataan
jelas bahwa Islam adalah kepercayaan asing yang dipaksakan dan tidak boleh menentukan jati-diri Iran.
Dlm caranya menentang Islam, Shah Reza menghubungkan Iran baru-nya dengan masa silam
Zoroastrianisme. Bahasa Farsi dibersihkan dari kata2 Arab, arsitektur di-inspirasi oleh gaya2
Achaemenian kuno dan buku2 sekolah dirombak agar memperkuat jati-diri orang Iran. Nama2 kota2
diganti dengan nama2 asli Iran dan bahkan para orang tua dihimbau agar memberi anak2 mereka
nama2 Iran dan bukan nama2 Arab. Reformasi2 ini tentu saja dimentahkan lagi setelah Revolusi Islam
1979.

Kelihatan bahwa sejarah Iran telah terkatung2, berbolak-balik antara identitas Islam yang dipaksakan
Arab dan budaya Zoroastriannya yang lebih tua yang menolak untuk punah. Seperti halnya
perjuangan2 individu dengan kesetiaan dan jati-diri yang saling bertolak-belakang sampai akhirnya
berakhir pada titik temu, demikian juga dgn jati diri bangsa2 dan budaya2 manapun.
Selama jati-diri kuno Iran disangkal dan direndahkan, masyarakat Iran akan tidak jujur dan bertolak
belakang. Hanya dgn dipulihkannya kembali masa lalu bangsa Iran, dgn menghidupkan kembali
kejayaan masa lalu, Islam dapat dikalahkan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

159
Di negara para Mukmin: Sebuah Perjalanan ke Dalam Islam
http://www.faithfreedom.org/
Ulasan buku V.S. Naipaul
Beyond Belief: Islamic Excursions Among the Converted Peoples
(Perjalanan ke negara2 Islam dan diantara para Mukmin)
by Ram Swarup

In the Land of Converts: An Islamic Journey

Para Mukmin harus membuang jauh2 masa lalu mereka. Tidak ada yg dipersyaratkan dari mereka
kecuali kepercayaan yg paling murni, Islam, submisi/takluk. Islam, kata Naipaul adalah, "IMPERIALISME
YG PALING TIDAK MAU BERKOMPROMI."

Naipaul menemukan fundamentalisme Islam kemanapun ia pergi: di Iran, Pakistan, Indonesia, Malaysia.
Negara2 itu memiliki tingkat2 intensitas, tapi ada satu persyaratan minimum : bahwa para Mukmin
menghilangkan kepedulian mereka terhdp negara kelahiran mereka, menolak negara2 tetangga
berhala dan menganggap mereka sama dgn wanita : mahluk inferior/rendah; membenci masa lalu pra-
Islam mereka.

Prinsip yg tidak dapat diganti adalah tabligh: bahwa mereka meninggalkan identitas lama mereka dlm
segala hal, kepercayaan, adat, nama, cara berbusana. Dan semakin soleh pengikut, semakin banyak
aturan kesolehan, spt tuntutan bagi Shariah spt amputasi tangan/kaki, hukum cambuk dan rajam
didepan umum; peraturan Muslim ttg perkawinan, puasa dan solat.

Ini semua tidak cocok dgn dunia modern, tidak praktis dan sering mengundang pertentangan. Oleh
karena itulah pihak fundamentalis merasa perlu utk meraih kekuasaan negara dan memberlakukan
hukum Islam secara utuh. Kemanapun Naipaul pergi, ia menemukan dua ciri khas dan paling menyorot.
Pertama, para mukmin mencoba menghilangkan masa lalu mereka; kedua, mereka pro-ARAB. Entah di
Iran, Pakistan, Indonesia, kemarahan fundamentalis lagi2 melawan masa lalu, sejarah mereka, dan
kesemuanya ini dibarengi dgn "mimpi bahwa agama yg benar tumbuh karena adanya kekosongan
spiritual."

DI Iran, keadaan sudah jauh melampau batas. Jejak2 pra-Islamnya tidak lagi dapat dipulihkan. Iran
sudah kehilangan ingatan akan masa lalu dan nenek moyangnya dan malah malu karena masa lalu
mereka itu. Iran pernah merupakan kekuatan besar yg menantang peradaban2 perkasa spt Yunani dan
Romawi. Tetapi begitu dikalahkan Arab thn 637M, pokoknya begitu dimulainya Islam di Iran, habislah
masa lalu dan masa depan Iran. Kata Naipaul, di Iran "kesadaran orang hanya mulai dgn munculnya
Islam, dgn kekalahan itu. Malah sbg orang Iran spt memiliki agama khusus, versi khusus agamanya
Arab." Namun demikian Islam tidak membawa kepuasan kpd orang Iran dan sampai sekarangpun
mereka tidak menganggap diri cukup Islami.
Di Pakistan, keadaannya sama, walau masih terlihat bekas2 budaya pra-Islam, spt cara berbusana,
upacara adat, festival dan organisasi sosial. tapi ini hanya berarti semakin banyak PR bagi
fundamentalis; dan mereka semakin hari semakin sibuk mengingkari masa lalu mereka.
Di Pakistan, "tanah kuno mereka tidak memiliki kepentingan religius ataupun historis; relik2nya tidak
berarti; hanya butir2 tanah ARAB yg dianggap suci." Konsep mereka ttg sejarah telah berubah
sepenuhnya, dan perubahan ini mau tidak mau telah menghapus kehidupan intelektual negeri tsb.
Sejarah kuno mereka tidak lagi dipedulikan; hanya sejarah Islam (yg disanitasi) yg dipedulikan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

160
Para penginvasi Muslim, khususnya Arab, menjadi pahlawan2 dlm hikayat2 Pakistan. Naipaul
menganggapnya sbg "penghancuran sejarah yg keterlaluan", sebuah "pandangan sejarah menurut
Mukmin." Katanya, sejarah di Pakistan "menjadi titik peka: terlalu banyak disingkirkan atau diputar
balikkan; terlalu banyak fantasi."
Salman, salah satu yg diwawancarainya mengeluh: "Islam tidak nampak dimuka saya. Kami semua telah
menciptakan nenek moyang Arab bagi diri kami. Kebanyakan dari kami adalah bangsa Sayed... kalau
kau baca Ibn Batuta dan para pelancong paling dini, kau bisa merasakan sikap merendahkan para
pelancong Arab terhdp mereka yg diIslamkan."

"Tambal sulam ttg silsilah Arab menjadi komplet. Ini telah diadopsi oleh semua keluarga. Jika kau
mendengar orang berbicara, kau merasa bahwa tanah indah dan subur ini tidak lain dari hutan buas yg
tidak ada orangnya (yi : JAHILYAH)." Naipaul juga menemukan keadaan yg sama di Indonesia, yg
berada pada perbatasan paling timur dunia Islam. Negara ini dulunya menjadi bagian budaya dan religi
India ... sampai datangnya Islam. Akibatnya, negara yg kaya monumen dan sejarah berhala tidak lagi
boleh diakui, bahkan tidak monumen2 Hindu-Buddhis mereka yg perkasa spt Borobudur, salah satu
mukjizat dunia.

Pihak fundamentalis tidak suka tetapi mentolerir Borobudur. Mereka mengatakan, uang yg dipakai bagi
Borobudur sebaiknya dipakai utk memberi makan "Muslim lapar." Anehnya, kedubes Indonesia di
Canberra mirip gedung Hindu. Angin penipuan ini juga bertiup di Malaysia. DLm konstitusi, seorang
Melayu adalah Muslim. Orang2 Cina, Budhis dan Hindu yg sudah tinggal secara turun temurun
dibagian wilayah itu tiba2 bukan lagi dianggap orang Malaysia dan didiskriminasi negara dlm bidang
pendidikan, pekerjaan dan kemajuan sosial.

Islam dibarengi dgn Arabisasi. Sebelumnya Islam berbaris dgn tentara Arab, tetapi kini, pengaruh Arab
berbaris dgn Islam dlm semua hal, besar ataupun kecil. Contoh di Iran, seorang lelaki berusia 14 tahun
membuang nama Persianya, Farhad, dan menamakan diri Maisson, salah satu pengikut dini Muhamad.
Di Malaysia, putera seorang Cina-Buddhis masuk Islam karena jatuh cinta dgn Muslimah dan
namanyapun di-arabisasi menjadi Rashid, dan menu makanannyapun berubah. Setelah putus dgn gadis
itu, namanya masih tetap berbekas.

"Islam adalah nasionalisme Arab"--demikian Anwar Shaikh, dar Pakistan yg kini tinggal di UK. Ibn
Warraq dlm 'Why I am not a Muslim' mengatakan, sebenarnya bangsa ARABlah adalah KORBAN
PERTAMA ISLAM. Dibawah Islam mereka tidak hanya kehilangan dewa2, sejarah dan nenek moyang
mereka, mereka kemudian dibebani dgn sejarah dan silsilah yg direkayasa. Orang Arab tadinya
MENOLAK Islam, tetapi karena kekalahan mereka begitu telak oleh pedang Islam dan karena mereka
merasa adanya untungan ekonomis dan politis, mereka menerimanya bulat2.

Buku ini diakhiri dgn pertanyaan, sampai kapan bangsa2 terjajah oleh Islam ini mau saja dibuai terus
oleh AMNESIA SEJARAH ini ? sedihhh ...
*****
THE LEGACY OF JIHAD / WARISAN SEJARAH JIHAD
By Alyssa A. Lappen
FrontPageMagazine.com | September 9, 2005
Ulasan: The Legacy of Jihad: Islamic Holy War and the Fate of Non-Muslims, di-edit oleh Dr. Andrew G. Bostom,
Prometheus, 759 halaman.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

161
Buku tebal tapi tidak setebal Prophet of Doom ini menjelaskan secara mendetil teologi dan filosofi
dibelakang kekerasan ala Islam.

Buku ini memuat kesaksian Muslim dan non-Muslim, piagam2 teologis dan survey seajrah
menakjubkan. Nampaknya Islam memang mempraktekkan kampanye jihad mengerikan melawan non-
Muslim sejak hari pertamanya guna memuaskan tujuan akhir Mohamad: memaksakan “satu2nya agama
benar” kpd seluruh dunia.

Karya monumental ini mengandung daftar kronologis penjajahan Muslim selama 500 tahun
pertamanya, termasuk peta2 dan lukisan2 – spt yg bisa dilihat pada cover buku itu: lukisan abad ke 19
berjudul “Nabi, Ali dan Para Sahabat pada pembantaian tahanan dari suku Yahudi Bani Quraiysh.”
Lukisan itu memperingati pembantaian 600-900 lelaki Yahudi yg atas perintah Mohamad kpd pasar
Medinah, dimana kepala mereka dipenggal dan tubuh2 mereka dikubur di lobang2 yg mereka gali utk
tujuan tsb. anak2 dan isteri2 mereka kemudian diperbudak.

Setelah membaca buku ini sulit utk masih juga percaya bahwa golongan Islam ‘radikal’ memang radikal.
Nampak jelas bahwa 9/11 misalnya bukan hasil salah tafsir atau penyelewengan ajaran, tetapi bahwa
sumber Islam sendiri memang nekad utk menjajah dan menundukkan non-Muslim.

Bostom memulai bukunya dgn survey ttg penjajahan jihad dan pemberlakukan ‘dhimmi’ (warga non-
muslim yg dijajah Muslim) sebanyak 124 halaman. Essay ini adalah bagian terpanjang buku ini dan
merupakan referensi luar biasa bagi pembaca. Mulai dari jaman Mohamad sendiri ....sumber2 Arab dini
menunjukkan dgn jelas dan tegas bahwa peluasan Islam adalah melalui ekspedisi militer dan tidak ada
satu Muslimpun (di jaman baheula) yg memiliki penafsiran berbeda ....”

Menurut ahli hukum Maliki, Ibn Abi Zayd al Qayrawani (w. 996):
“Jihad adalah institusi Ilahi. … Kami, kaum Maliki, menyatakan bahwa lebih baik jangan memulai permusuhan
sebelum mengundang musuh utk memeluk agama Allah kecuali musuh menyerang terlebih dahulu. Mereka
memiliki pilihan utk memeluk Islam atau bayar pajak jizyah, kalau tidak perang akan dinyatakan terhdp mereka.”

Ahli hukum Hanbali, Ibn Tamiyyah (w. 1328) juga mendukung jihad:
“Karena perang sah secara esensial merupakan jihad dan karena tujuan paling utama adalah agama Allah dan
kata2 Allah, oleh karena itu, menurut semua Muslim, mereka yg menghalangi tujuan ini harus diperangi.”

Hidayah Hanafi Shaikh Burdanuddin Ali dari Marghinan (w. 1196) menyebutkan;
“tidak sah utk menyatakan perang terhdp bangsa yg belum pernah diundang utk masuk Islam, karena ini yg
diperintahkan nabi kpd panglimanya, mengarahkan mereka agar menyerukan kpd kafir agar memeluk agama
(Islam), dan juga karena musuh akan mengira bahwa mereka diserang karena alasan agama, dan bukan karena
harta mereka atau diperbudaknya anak2 mereka, dan karena itu mereka bisa saja terdorong utk menerima seruan
ini, guna menghindari perang ....

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

162
Ahli hukum Shaafi, al-Mawardi (d. 1058) menulis dlm Hukum Pemerintahan Islam,
“Kaum mushrikun dari Darul Harb ada 2 macam :
Pertama, mereka yg mendapat kabar ttg undangan masuk Islam tetapi menolaknya dan mengangkat senjata. Sang
Amir tentara Muslim memiliki pilihan utk memerangi mereka ... sesuai dgn apa yg ia anggap sbg yg terbaik bagi
Muslim dan sbg yg paling merugikan bagi mushrikun....

Kedua, mereka yg belum menerima undangan masuk Islam, walaupun orang2 macam itu sekarang
sangat jarang karena Allah sudah mengumumkan seruannya kpd nabinya ...dilarang utk menyerang
sebelum menjelaskan undangan kpd Islam, memberitahu mereka ttg mukjizat2 nabu dan menegaskan
bukti2 utk mendorong mereka masuk Islam; kalau mereka masih menolak, perang akan dinyatakan
terhdp mereka dan mereka akan diperlakukan spt mereka yg sudah menerima ajakan masuk Islam."

Ahli hukum dan filsuf Maliki, Ibn Khaldun (w. 1406), yg sering dicap sbg muslim paling ‘damai’
mengatakan : “ Dlm komunitas Muslim, perang suci adalah kewajiban agama, karena universalisme
missi [Muslim] dan [kewajiban utk] menerapkan Islam, dgn bujukan ataupun dgn kekerasan....
Kelompok2 agama lain tidak memiliki missi universal, dan perang suci bukan kewajiban agama bagi
mereka, kecuali dlm hal bela diri ... Islam berada dibawah kewajiban utk merebut kekuasaan atas
bangsa2 lain.”

Pada bab ketiga, Bostom memaparkan ajaran klasik dan modern para komentator Qur'an ttg ayat jihad
paling terkenal (Q9:29), dari Al-Suyuti (w. 1505M), yg utk pertama kalinya diterjemahkan dlm bahasa
Inggris. Al-Suyuti menulis:

Perangi mereka yg tidak percaya Allah dan Hari Terakhir [kecuali mereka percaya kpd nabi (saw)] dan
mengharamkan apa yg diharamkan Allah dan rasulnya [contoh; anggur] atau memeluk agama yg benar
[yg tegar dan membatalkan agama2 lain] dari antara mereka yg diberikan Kitab itu [yi, Yahudi dan
Kristen] sampai mereka menyerahkan pajak per kepala [yi, pajak tahunan yg diberlakukan kpd mereka]
(l'an yadinl) secara tunduk dan rendah diri dan patuh pada aturan Islam.

Mengomentari Q9:29 adalah al-Zamakshari (w. 1144), al Tabari (w. 923), al-Beidawi (w. 1286), Ibn Kathir
(w. 1373), Sayyid Qutb (w. 1966) dan al-Azhar, al-Muntakhab Fii Tafsir al-Qur'aan al-Kariim, 1985.

Oleh karena itu janganlah anda mengatakan bahwa Bostom mencomot ajaran2 mereka itu diluar
konteks, karena ia sekedar memaparkan tafsiran para komentator diatas. Bostom juga memaparkan
pemikiran dari teolog2 klasik dan ahli2 hukum ttg jihad. Tulisan2 ini memenuhi seluruh sejarah islam,
mulai dari abad ke 8 sampai sekarang.

Bostom memeriksa tulisan Malik B. Anas (w. 795) dari Muwata, contoh, Averroes (w. 1198) dari Bidayat
al-Mudjtahid, Ibn Khaldun (w. 1406) dari Muqaddimah, dan Fatwa Ottoman th 1915. Disini Bostom juga
mencakupkan karya2 yg diterjemahkan kedlm bahasa Inggris utk pertama kalinya. Contoh, pakar Sufi
paling terkenal al-Ghazali (w. 1111) menulis,

“Kau harus pergi berjihad (yi dlm bentuk razzia-razzia militer atau penjarahan) paling tidak sekali
setahun ... kau boleh menggunakan sebuah katapul melawan mereka [non-Muslim] kalau mereka
berada di sebuah benteng, bahkan kalau diantara mereka ada wanita dan anak-anak. Kau boleh
membakar mereka dan menenggelamkan mereka.” Perkawinan antar budak, kata al-Ghazali, secara
otomatis “dibatalkan. Kau boleh menebang pohon2 mereka .... Hancurkan buku2 tidak berguna
mereka.”

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

163
Nah, masihkah ada yg percaya bahwa Sufisme ajaran damai ?

Ibn Qudama (w. 1223), menulis, “Perang sah (jihad) adalah kewajiban sosial (fard-kifaya); kalau satu
kelompok Muslim menjamin bahwa jihad dilaksanakan dgn sempurna, yang lainnya dikecualikan.”
Bahkan dikatakannya, “Diijinkan utk mengagetkan kafir di malam hari, membombardir mereka dng
mangonel [mesin yg menembakkan peluru misil] dan utk menyerang mereka tanpa menyatakan perang
(du'a).”

Al-Hilli (w. 1277), menulis ttg tradisi pajak terhdp beberapa kafir tertentu yg tidak diperbudak ataupun
dibunuh. Pakar Persia, Muhamad al-Amili (w. 1621) diterjemahkan dari bahasa Farsi ttg perang suci
Jihad : “Perang suci Islam melawan pengikut agama lain, spt Yahudi, diwajibkan kecuali mereka
memeluk Islam atau membayar pajak jizyah.”

Ttg perang jihad di India, Ziauddin Barani (w. 1357) menulis dlm Fatawa-i Janandari,
“Raja Muslim tidak dapat membangun tauhid dan supremasi Islam kecuali ia berjuang dgn segala keberaniannya
utk menumbangkan kekafiran dan MEMBANTAI imam2 mereka, yg di India adalah kaum Brahmana. Ia harus dgn
tekad bulat menguasai, menangkap, memperbudak dan menghina kafir. Semua kekuatan raja dan mujahid suci
Islam harus dikonsentrasikan dlm kampanye dan perang suci; dan mereka harus mengambil risiko sehingga agama
yg benar bisa menghancurkan kepercayaan2 palsu sampai kepercayaan2 palsu itu tidak berbekas (tidak pernah
eksis ) …”

Bostom juga menampilkan kampanye jihad di India dan Eropa; perbudakan hasil jihad dlm kronikel
Muslim dan non-Muslim dan kesaksian saksi mata ttg kampanye2 jihad. Ini baby g paling menonjol
karena disini ia menggambarkan kebiadaban jihad spt yg dialami oleh korban2nya.

Bagian ke enam ttg kampanye Jihad dimulai dgn essay oleh Demetrios Constantelos, yg
mengumpulkan kesaksian para korban Yunani Kristen. Damascus takluk th 635, Jerusalem th 638, tahun
yg sama spt Antioch, dan th 646 Alexandria menjadi milik Arab. Daerah2 pantai Palestina, Cyprus, Mesir
dan Syria menyusul kemudian. Sophronios dari Yerusalem menggambarkan “pedang Saracen” sbg
“binatang buas dan barbar ... dirasuki kekejaman yg tidak ada batasnya.”

Jelas, penjajahan Arab sangat biadab dan tegas. Constantelos melaporkan ttg Sophronios: tentara
Saracen meninggalkan jejak “kehancuran dan kekacauan dgn darah dimana2 dan tubuh2 manusia yg
dicampakkan dan dimakan oleh hewan2 liar dari gurun pasir Palestina. Ia menulis ttg 'orang2 Sarasen
yg keji dan pembenci Tuhan,' yg menyerang kota2, yg menghancurkan lading pertanian, yg membakar
kota2 dan gereja2, yg menyerang biara2 dan mengalahkan tentara2 Bizantin, memenangkan kota demi
kota.”

Johannes dari Nikiu th 700M, menggambarkan teror Arab Muslim. Penjajahan Islam “menghunuskan
pedang terhdp siapa saja yg menyerah dan tidak seorangpun dibiarkan hidup, baik lelaki tua, bayi
ataupun wanita.”

Tetapi ini baru permulaan. Ini baru pemanasan !

Lautan darah terus mengalir di setiap benua yg disentuh Muslim. Aram Ter-Ghevondian
menggambarkan pemberontakan Armenia th 703, spt yg dilaporkan oleh sumber2 spt Ibn-al-Athir dan
penulis Arab abad ke 10, Muhamad ibn-Abdullah-ibn-Aasam-al-Kufi dan sejarawan Bizantin,
Theophanes. Dlm suatu peristiwa pd th 705, pemimpin Muslim, Muhammad “membantai,
memperbudak dan menulis surat kpd bangsawan (Ashraf) memberi mereka jaminan dan menjanjikan
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

164
gelar kehormatan. Lalu mereka berkumpul di gereja2 mereka ... dan ia memerintahkan mereka utk
menaruh kayu bakar disekeliling gereja2 itu, mengunci pintu2 gereja DAN MEMBAKAR MEREKA
SEMUANYA DIDALAMNYA.”

C.E. Dufourcq menggambarkan “Hari2 Razzia dan Invasi” yg pd thn 1978 muncul pertama kali dlm
sebuah koleksi Perancis ttg kehidupan sehari2 di Eropa abad pertengahan dibawah dominasi Arab (ini
juga utk pertama kalinya diterjemahkan kedlm bahasa Inggris di buku Jihad ini). Setelah mendominasi
Iberia, Arab menembus ke Pyrenees dan membumi ratakan tanah2 di kaki2 bukit. Di Lembah Segre di
Aragon, skuadron2 menyambar sungai Ariege. Sebelum abad 720 mereka menyerang Narbonne, dan
menjarah kekayaan gereja dan memperbudak rakyat. Mereka didepak dari Toulouse pd abad 721 tetapi
th 725 menyerang Carcassone. Target2 lain mencakup Lembah Rhone, Nimes, dan Viviers (sebuah
tempat yg masih disebut Les Sarasins), Macon dan Chalon, dan Autun (yg “tidak pernah dapat kembali
ke keadaan semula sejak penghancurannya”), Dijon dan Langres. Th 731, Arab hanya 100 km dari Paris.
Mereka MEMBAKAR SEMUA GEREJA2 Bordeaux. Untungnya, Charles Martel menghentikan mereka
tidak jauh dari Poitiers.

Tapi th 734 atau 735 di Mediterania, kata Dufourcq, mereka menyerang Arles dan Avignon. Dari
Provence dan Italia, Muslim menyerang Ostia di Tiber, dan menjarah basilika2 Santo Petrus dan Santo
Paulus. Marseilles hancur th 838 dan lagi2 pd th 848 dan 920. Dari thn 857, laut2 Mediteran yg dijajah
Roma diserang setiap tahunnya. Di Syracuse pd th 878, Gereja Penyelamat Suci (the Church of the Holy
Savior) DIISI DGN WANITA, ANAK2, ORANG TUA, ORANG PESAKITAN, PARA PASTOR --- KESEMUANYA
DIBANTAI. Th 934, Arab membantai semua lelaki di Genoa dan mengisi kapal2 mereka dgn harta
jarahan.

Meneror penduduk asli memang merupakan ciri khas mereka : spt yg dikatakan oleh sejarawan Aljazair
abad ke 17, al-Maqqari, “Jadi Allah menanamkan rasa takut pada kafir shg mereka tidak berani utk
memerangi penjajah; mereka hanya menghadap utk memohon perdamaian.”

Invasi Muslim terhdp India juga berlangsung dgn keji, menurut K.S. Lal. Selama lebih dari 500 tahun di
India, penjajah Muslim MEMBUNUH kira-kira 70 JUTA, membantai 500.000 – 600.000 sekaligus. Jutaan
orang juga diperbudak dan kemudian ditransportasi ke Iran, Afghanistan dan kemudian Eropa.

Di Balkan, rakyat mereka tidak nyaris dari kekejian tentara Islam, demikian menurut essay th1956 oleh
Dimitar Angelov. Kampanye Mourad II (1421-1451) dan penerusnya, Mahomet II (1451-1481) di Serbia,
Bosnia, Albania, dan kawasan Bizantin, Peloponnisos, khususnya sangat tragis. Th 1459, Muslim
membumi hanguskan seluruh hasil panen dan kota2 berbenteng. Th 1466, seluruh kota2 di beberapa
wilayah Albania Hancur total. Penjarahan, pembakaran dan serangan berkali2 mengubah daerah
agricultural kaya menjadi ladang pembantaian. Mereka mengakibatkan epidemi dan kelaparan.

Belum lagi perbudakan yg bertubi2 dan tradisi brutal bernama ‘devshirme’; keluarga2 Balkan dipaksa
membayar pajak dlm bentuk putera lelaki tertua atau tersehat utk digabungkan kedlm tentara Turki.
Bostom menyediakan 60 halaman utk membahas topic perbudakan ini.

Belum lagi pengakuan saksi mata yg mengisi 5 bab dan hampir 80 halaman. Menurut laporan thn 1148
oleh Solomon Cohen, contohnya, Muslim Almohad melaju ke Tlemcen di Maghren, membunuh
siapapun didalamnya. Semua kota2 di Afrika Utara direbut: “100.000 orang dibunuh di Fez saat itu dan
120.000 di Marakesh ... Areal2 besar antara Seville dan Tortosa [di Spanyol] juga jatuh ditangan
Almohad.”
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

165
Tulisan Hindu abad ke 13th yg disebut Kahandade Prabandha bercerita ttg invasi terhdp wilayah2
ekstensif termasuk Malwa, Gujarat, Ranthamnhor, Siwana, Jalor, Devagiri, Warangal, Ma'bar dan
Ramesvaram.

Perintah jelas dan menakutkan: 'Tentaera berbaris memasuki kota dan menyebarkan terror di mana2 !
Penggal Brahmana, dimanapun mereka berada—entah mereka sedang mengadakan upacara pujaan
atau mengambil susu dari kerbau ! Bunuh para kerbau – bahkan kerbau yg hamil ataupun yg baru
melahirkan !' Tentara Turki memporak porandakan Bhinmal dan menahan siapapun di kota sunyi sepi
itu. Setelah itu, Fori Malik dgn girangnya membakar kota guna memamerkan kekuatannya.

Spt dikatakan Ibn Warraq dlm kata pendahuluannya, Dr. Bostom adalah pakar pertama yg
menerjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris, karya2 al-Bayadawi, al-Suyuti, al-Zamakhshari dan
al-Tabari, dan juga karya2 master Sufi al-Ghazali, master Shi’ah al-Hilli dan al-Amili. Ia juga
mencakupkan wakil2 dari keempat jurusan yurisprudensi Sunni: Averroes dan Ibn Khaldun (Maliki), Ibn
Taymiya dan Ibn Qudama (Hanbali), Shaybani (Hanafi), dan al-Mawardi (Shaafi).

Warraq heran, “Mengapa sampai seorang non-specialist spt Dr. Bostom, seorang pakar dari disiplin lain
(dunia medika) utk pertama kalinya menemukan dan mengorganisasikan terjemahan atas sumber2
material maha penting ini ?”

Ibn Warraq melanjutkan: Spt yg dikatakan Bernard Lewis dlm essay-nya, “Pro-Islamic Jews,” bahwa
“Cerita jaman emas dgn berlakunya persamaan hak [antara muslim dan non-muslim di Spanyol]
hanyalah sebuah mitos .... kebohongan ini diciptakan oleh Yahudi pd abad ke 19 di Eropa utk
membalas dendam terhdp Kristen.”

Karya Bostom ini ingin meluruskan sejarah. Mudah2an buku ini akan sampai ke setiap pelosok dunia
dan mendidik massa ttg doktrin Islam sebenarnya.

Q9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak
mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar
(agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah
dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [113, Medina ]

*****

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

166
BUKU: Ideologi Jihadis & Perang melawan Teror
http://www.atimes.com
The fanatic's mindset (Jalan pikir sang Fanatik)
Knowing the Enemy: Jihadist Ideology and the War on Terror
(Mengenal Musuh: Ideologi Jihadis & Perang melawan Teror)
by Mary Habeck

Rashid Rida (1865-1935) mengutuk para tokoh modernisasi sbg ‘heretics’ (syirk) dan bersikeras bahwa
"Islam tidak benar2 eksis kecuali dgn adanya negara Islam kuat". (p 2)

Hasan al-Banna (1906-49) menganggap Barat sbg ancaman intelektual dan fisik yg harus dikalahkan
Muslim. Setelah mengusir kafir yg menduduki tanah Islam, jihad harus "menginvasi wilayah Barat
sampai seluruh dunia meneriakkan nama Nabi. Penggunaan kekerasan adalah "demi penyelamatan
umat manusia dan menerangi seluruh planet ini dgn matahari Islam". (p 33)
Banna's Ikhwan al-Muslimeen (Jemaah Islamiyah) menghasilkan orang macam Sayyid Qutb (1906-66),
tokoh besar dalam ajaran jihadis yg menolak demokrasi sbg "agama palsu, dan bukan saja ide politik yg
palsu". (p 36)

Abul A'la Maududi (1903-79) menegaskan bahwa perang dgn kafir tidak dapat dipungkiri. Konsep
Hakimiyyat (kedaulatan) Allah mencuatkan peraturan totaliter terhdp perilaku Muslim baik secara
pribadi maupun secara publik. Kini, penmgikutnya mengadakan jihad di Kashmir "utk membebaskan
tanah 'Islam' ini dari dominasi 'Hindu'." (p 37)

Jihadis berpegang pada prinsip abrogasi (naskh), yaitu membatalkan ayat2 damai dgn ayat2 kekerasan,
bahwa Kristen dan Yahudi harus menerima Islam dan takluk pada Islam dan tunduk pada kuasa Muslim
rule atau MATI.

Hindus "hanya memiliki pilihan antara Islam atau MATI". (p 44)

Quran dianggap cukup utk mengerti rencana dan keinginan musuh. Cerita2 Musa dan konfrontasi dgn
raja Mesir dianggap sbg ramalan jatuhnya "firaun paling akhir", yi AS di tangan Muslim. Perang2
menentukan spt Badr dan Ahzab menjanjikan kemenangan pada Islam melawan kekuatan yg lebih
besar. Ayat2 Quran yg menggambarkan Yahudi sbg pengkhianat dan tukang fitnah yg dimurkai Allah
shg digantiNya menjadi monyet dan babi sering dikutip oleh para jihadi.

Demokrasi adalah "pencerminan berhala paling besar". Rakyat, pembuat UU, wakil2 rakyat atau
bangsa2 tidak memiliki kedaulatan karena kedaulatan hanya milik Allah dan Allah saja. Organisasi2
internasional spt PBB adalah konspirasi2 utk menghancurkan Islam. Hukum Internasional adalah
"eksklusif norma2 Kristen" yg mencekik ukuwiyah. Kebijakan luar negeri negara Islam harus berupa
"jihad abadi karena kitab suci menuntutnya". (p 52)

Bagi jihadi, seorang Muslim sejati harus mempraktekkan Shariah atau menghadapi risiko dicap sbg
kafir. Tanpa adanya "Negara Islam Murni", Islam otentik akan hilang. Negara2 yg menamakan diri masy
Muslim sebenarnya jahiliyah dan merupakan "kotoran agama2 buatan manusia". (p 66)

Osama bin Laden mencap semua negara2 Islam telah tenggelam jahiliyyah, karena ulama2 yg ditunjuk
pemerintah, yg dianggapnya "Muslim2 Pentagon".

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

167
Karena mayoritas tulisan Islam merujuk ke jihad sbg bertempur (qital), "extremis tidak diluar ajaran
Islam tradisional”. (p 108)

Jihadi mengartikan perang sbg puncak agama dan wajib bagi Muslim2 sejati.

Sebuah negara tidak perlu memiliki mayoritas Muslim utk menjadi kawasan Islam - "hanya diperlukan
Muslim dalam jumlah banyak atau pernah menjadi Negara Islam". (p 114) Oleh karena itu, jihadis
menganggap hal wajib utk "memulihkan" kekuasaan Muslim di kawasan Balkan, Hungaria, Romania,
Austria, Krimea, Polandia, Spanyol, India dan Russia.

Bagi Jihadi, penolakan terhdp "Jihad Ofensif" berarti bahwa "Muslim kalah". Mereka memperjuangkan
hak utk menyebarkan kekuasaan Islam, BAHKAN KALAU TIDAK DISERANG OLEH KAFIR. Dlm bahasa
Maududi, Islam harus menyebar "lewat mulut, kalau mungkin, atau LEWAT PEDANG, kalau perlu".

BUKU: Jihad dan Kebijkan Luar Negeri KALIFAT
http://www.indonesiawatch.org
Jihad and the Foreign Policy of the Khilafah State (Jihad dan Kebijakan Luar Negeri Negara Kalifat)
Oleh: Zahid Ivan
Salam Khilafah Publications London 2001 No Copyright & diterbitkan di Indonesia, 2003. Edisi bahasa Inggris yg
lebih kecil dari buku ini bisa ditemukan di www.khilafah.com. Berikut ini adalah intisari buku tsb, hal.62-63.

Intisari

Perangi mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan penindasan dan keadilan dan agama adalah kpd Allah, siapa saja
dan dimanapun [Q Al-Anfal: 39].

Jadi, Islam sudah menegaskan alasan bagi diadakannya perang dan peraturan Shar’iah ttg bgm perang
itu harus dilaksanakan, yi:

Pertama, serukan rakyat agar bergabung dgn Islam (dakwah). Jika mereka menerima seruan itu mereka
akan menjadi Muslim, lalu Negara dan Hukum Islam diterapkan kpd semua penduduk. Mereka dan
semua tanah yg mereka kuasai akan menjadi bagian dari Negara Islam.

Jika mereka menolak utk bergabung dgn Islam, maka mereka harus membayar jizyah, yi bentuk pajak
per kepala bagi penduduk non-Muslim di sebuah Negara Islam. Kemauan mereka utk bayar jizyah akan
secara tidak langsung menandakan bahwa tanah yg mereka kuasai menjadi bagian dari Negara Islam.
Dan dari saat diterapkannya hukum Shar'iah kpd mereka perihal urusam um dan bersama dgn warga
Muslim mereka akan menikmati cara hidup Islami.

9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka
tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang
benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah
dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [113, Medina ]

Kalau mereka menolak undangan utk hidup dibawah perlindungan sistim islami ini, maka Negara akan
memaksakan cara2 militer utk menyingkirkan halangan fisik mengganggu Implementasi Syariah.”

Analisa Visi Buku ini

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

168
Buku ‘Jihad And The Foreign Policy of the Khilafah State’ mengandung visi yg saat ini didengungkan
oleh kelompok ‘radikal’ utk mentransformasi Negara Kesatuan Republik Indonesia utk menjadi bagian
dari Kalifat regional termasuk Indonesia, Filipina Selatan, Singapora, Malaysia, Thailand Selatan, PNG
dan Australia Utara. Ini adalah visi Jamaah Islamiyah yg dikatakan berada dibelakang pemboman Bali
dan lain2 diseputar Indonesia.

Buku ini mempromosikan dibentuknya sebuah kalifat Islam sbg markas besar utk menyebarkan Islam
dan menentukan strategi perang melawan negara2 lain sampai semua Negara menundukkan diri pada
Islam. Langkah2nya cukup jelas:

1. Pemulihan Islam kpd status jaman emas pasca-Muhamad ketika tentara2 Jihad melakukan perang
dan merebut negara2 Kristen dan menjadikan mereka negara2 Islam spt Yordania, Israel, Syria,
Lebanon, Turkey, Mesir, Maroko dll.
2. Membentuk markas besar militer Islam yg bisa bersaing dgn kekuatan Eropa dan USA sampai
tentara2 jihad menaklukkan negara2 itu dibawah syariah.

3. Utk mencapai tujuan ini ada 3 tahap utk menaklukkan sebuah bangsa :
a. Kotbah Islam dan seruan bagi semua utk memeluk Islam.
b. Siapapun yg menolaknya harus bayar jizyah.
c. kalau ini juga ditolak, maka langkah berikutnya adlah : MEREKA HARUS DIBUNUH OLEH MILITER.

Buku ini mempromosikan sebuah Indonesia yg menolak demokrasi, kebebasan beragama dan Pancasila
karena hanya satu sistim dan agama yg diperbolehkan, yi Islam.

Visi buku ini sangat membahayakan kelangsungan hidup, demokirasi, NKRI, toleransi dan kebebasan
beragama di Indonesia. Visi ini diajarkan disemua pesantren dan mewarnai kotbah2 di mesjid2 yg
menunjukkan bahwa masa depan Indonesia akan terus digoyahkan oleh pemboman teroris (maaf,
muslim2 tulen) selama kelompok ‘radikal’ (maaf, muslim2 tulen) berjuang utk membentuk impian
Kalifat mereka.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

169
72 PERAWAN UNTUK MARTIR YANG MATI SHAHID?
http://www.guardian.co.uk
Saturday January 12, 2002

Umunya dipercayai bahwa jika Muslim mati shahid, akan menikmati pahala seksual ketika sampai di
surga. Study baru menunjukkan mereka bakalan kecewa. Ibn Warraq melaporkan.
Special report: religion in the UK

The Guardian

Di bulan Agustus 2001, saluran televisi Amerika CBS menyiarkan wawancara dengan aktifis Hamas
Muhammad Abu Wardeh, yang merekruit peledak bom bunuh diri untuk meledakkan bom di Israel.
Abu Wardeh dikutip berkata: “Aku jelaskan pada dia bagaimana Allah akan membalas para martir yang
mengorbankan jiwanya untuk tanahnya. Jika kamu menjadi martir, Allah akan memberi kamu 70
perawan, 70 istri dan kebahagiaan abadi.” Sebenarnya Wardeh telah merugikan rekruitnya karena
pahala yang sebenarnya di surga untuk martir-martir adalah 72 perawan.

Sejak 11 September, berita-berita telah mengulang-ulang cerita tentang peledak bom bunuh diri dan
ganjaran mereka di surga, dan cendekiawan Muslim beserta apology (pembela) Islam di Barat pun telah
berulangkali mengatakan bahwa bunuh diri dilarang dalam Islam. Bunuh diri (qatlu nafsi-hi) tidak
dirujuk sama sekali di dalam Qur’an tapi memang telah dilarang dalam Hadist, yang merupakan
kumpulan perkataan dan tindakan Nabi dan dirujuk kembali kepadanya melalui rangkaian saksi-saksi
yang dapat dipercaya. Hadist mencakupi apa yang dilakukan di hadapannya yang tidak dia larang, dan
bahkan juga apa yan dikatakan dan dilakukan pengikutnya.

Tetapi jurubicara Hamas itu menggunakan istilah yang benar untuk martir (shahid) dan bukan peledak
bom bunuh diri, karena mereka yang meledakkan diri sendiri hampir tiap hari di Israel dan mereka yang
mati pada tanggal 11 September mati untuk tujuan yang paling mulia, Hihad, yang merupakan tugas
keagamaan yang ditetapkan dalam Quran dan hadith sebagai perintah Tuhan, dan dilakukan untuk
tujuan memajukan Islam. Walaupun bunuh diri dilarang, mati shahid dipuji di mana-mana, dipersilakan,
bahkan dianjurkan: “Dengan bersama Dia di tangan siapa aku serahkan hidupku, Aku inginkan dibunuh
di jalan Allah; lalu aku akan dibawa hidup kembali dan dibunuh lagi di jalanNya…”; Nabi erkata, ‘Tidak
ada seorangpun yang telah masuk Surga yang akan mau kembali ke dunia ini walaupun dia ditawari
apapun, kecuali para martir yang berkeinginan untuk kembali ke dunia ini dan dibunuh lagi 10 kali
demi kehormatan yang akan diberikan kepadanya’.” [Sahih Muslim, chapters 781, 782, The Merit of
Jihad and the Merit of Martyrdom.]

Apakah ganjarannya di surga? Surga islam digambarkan dengan detail-detail sensual di Quran dan
Hadist; contohnya dalam sura 56 ayat 12 -40 ; sura 55 ayat 54-56 ; sura 76 ayat 12-22. Saya akan kutip
terjemahan terbitan Penguin yang diterjemahkan oleh Dawood tentang sura 56 ayat 12- 39: "Mereka
akan berbaring di dipan yang bertahtakan emas dan permata, berhadap-hadapan, dikelilingi anak-anak
muda yang t4etap muda yang membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman anggur termurni
(yang tidak akan membuat kepala mereka pening ataupun mabuk; dengan buah-buah pilihan mereka
sendiri dan daging burung yang mereka inginkan. Dan akan jadi milik mereka houri (bidadari) bermata
jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik: sebagai balasan dari apa yang telah mereka kerjakan….Kami
ciptakan para houri (bidadari) dan menjadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta bagi
golongan kanan….”

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

170
Perlu diperhatikan bahwa kebanyakan terjemahan, bahkan dari Muslim sendiri seperti A Yusuf Ali dan
Muslim British (UK) Marmaduke Pickthall, menterjemahkan dari kata jamak bahasa Arab Abkarun
sebagai perawan-perawan, seperti halnya kamus dari John Penrice. Saya tekankan fakta ini karena
banyak Muslim yang malu karenanya dan berkeras bahwa telah ada kesalahan dalam terjemahan,
bahwa “perawan-perawan” mestinya diganti dengan “malaekat-malaekat”. Dalam sura 55 ayat 72-74,
Dawood menterjemahkan kata “hur” dalam bahasa Arab sebagai “perawan-perawan”, dan konteksnya
jelas bahwa perawan adalah terjemahan yang tepat: “Perawan-perawan bermata jeli dipingit di dalam
rumah (Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?) yang tidak pernah disentuh oleh
manusia dan tidak pula oleh jin.” Kata “hur” disebut empat kali dalam Qur’an dan biasanya
diterjemahkan sebagai “gadis bermata jeli”.

Dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tidak disebut di manapun dalam Quran tentang jumlah
sebenarnya para perawan yang tersedia di surga, dan kedua, gadis-gadis bermata jeli tersebut tersedia
bagi semua Muslim, tidak hanya bagi para martir. Dalam Hadist kita dapatkan rujukan tentang 72
perawan: di dalam Hadist yang dikumpulkan oleh Al-Tirmidhi (meninggal tahun 892 CE) dalam Book of
Sunan (volume IV, chapters on The Features of Paradise as described by the Messenger of Allah
[Prophet Muhammad], chapter 21, About the Smallest Reward for the People of Paradise, (Hadith 2687).
Hadist yang sama juga dikutip oleh Ibn Kathir (meninggal tahun 1373 CE ) dalam tafsir Qurannya
tentang of Surah Al-Rahman (55), ayat 72: "Nabi Muhammad terdengar berkata, “Hadiah balasan
terkecil bagi orang-orang di surga adalah tempat tinggal di mana ada 80,000 budak dan 72 istri,
beratapkan mutiara, aquamarine dan ruby, selebar jarak antara Al-Jabiyyah [di Damaskus] dan Sana’a
[Yemen]’.”


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

171
APA DIDALAM BENAK SEORG SHAHID/SUICIDE BOMBER
http://cedarmailer.com/
Inside The Mind Of A Suicide Bomber ( Di dalam Benak Seorg SHAHID )

Tgl 15 Juli, sebuah program MSNBC membahas serangan teroris Islam 7/7 di London. Salah seorang
pembicara adalah Pierre Rehov, seorg produsen film Perancis yg membuat 6 film dokumenter ttg
intifada dengan menyamar di daerah2 Palestina.

Film Pierre yg sedang dinantikan adalah, "Suicide Killers" (Pembunuh Diri), yg didasarkan pada
wawancaranya dgn keluarga-keluarga para shahid (Muslim yg bunuh diri demi Allah) dan para calon
shahid utk mencari tahu alasan kenekadan mereka.

Lebih lanjut keterangan Pierre ttg film barunya itu.

TANYA: Apa yg mendorong anda utk memproduksi film "Suicide Killers," film anda yg ketujuh ?
JAWAB: Saya mulai bekerja dgn para korban pemboman bunuh diri utk membuat film ttg PTSD (Post Traumatic
Stress Disorder) dan lalu saya mulai tertarik dgn kepribadian para pelaku kejahatan ini, spt yg digambarkan berkali-
kali oleh korban mereka. Khususnya bahwa semua suicide bomber selalu tersenyum pada detik sebelum
meledakkan diri.

TANYA: Mengapa film ini anda anggap penting ?
JAWAB: Orang tidak mengerti budaya biadab dibelakang fenomena yg sulit dipercaya ini. Film saya ini memang
tidak 'politically correct,' menyinggung perasaan orang, karena memang menyentuh ke akar masalah,
menunjukkan wajah Islam sebenarnya ... the real face of Islam. Film ini menuding budaya kebencian dimana orang2
tidak berpendidikan mengalami cuci otak sedemikian rupa shg satu2nya solusi hidup adalah membunuh diri
sendiri dan orang lain atas nama Allah yg menjadi satu2nya pedoman mereka.

TANYA: Apa yg anda dapatkan dari film ini ? Apa yg anda tahu yg tidak diketahui pakar2 lain ?
JAWAB: Saya sampai pada kesimpulan bahwa kami menghadapi sebuah 'neurosis' (keresahan jiwa) yg diidap oleh
satu peradaban secara keseluruhan. Kebanyakan 'neuroses' biasanya dihubungkan dgn adanya frustrasi seksual.
Maksud saya, kita berbicara ttg anak2 yg seluruh hidupnya frustrasi, tanpa kesempatan mengalami sex, cinta kasih,
kasih sayang atau bahkan saling pengertian antara jenis kelamin yg berlainan.

Ini karena dlm Islam, pemisahan antara lelaki dan wanita adalah absolut ! Begitu pula kebencian terhdp wanita, yg
didominasi total oleh lelaki. Ini mengakibatkan jiwa dlm keadaan resah. Bukan suatu kebetulan bahwa para suicide
killers biasanya lelaki muda yg secara tidak sadar didominasi oleh libido yg menggebu2 yg mereka sendiri tidak
mampu lampiaskan, karena ini mereka anggap kelakuan setan.

Karena Islam menggambarkan surga sbg tempat dimana akhirnya semua diperbolehkan, belum lagi janji adanya 72
perawan bagi anak2 frustrasi itu, membunuh orang lain dan diri sendiri merupakan satu2nya solusi mereka.

TANYA: Bgm rasanya mewawancarai para calon shahid, keluarga mereka dan korban2 mereka yg selamat ?
JAWAB: Ini pengalaman yg baik menakutkan dan menakjubkan. Kau berurusan dgn orang2 yg nampak normal
dan santun yg memiliki jalan pikir sendiri dan benar2 percaya bahwa jalan pikir mereka itu memang benar. Ini spt
menangani kasus murni orang yg sakit jiwa. Spt mewawancarai orang2 dlm sebuah RS JIwa, karena bagi mereka,
apa yg mereka percaya adalah kebenaran absolut. Saya pernah mendengar seorang ibu mengatakan "Puji Tuhan,
putera saya mati." Puteranya menjadi shahid, martyr, yg baginya merupakan kebanggaan yg lebih tinggi daripada
puteranya menjadi seorang Insinyur ataupun pemenang hadiah Nobel.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

172
Sistim nilai2 mereka itu bekerja terbalik karena Islam versi mereka (?? Islam asli, maksud Monsieur Pierre?) adalah
memuja kematian ketimbang kehidupan. Kau menghadapi orang2 yg satu2nya mimpi mereka, satu2nya prestasi
mereka adalah utk memenuhi panggilan agama, yaitu menjadi Shahid atau keluarga seorang sahid. Mereka tidak
melihat orang2 tidak bersalah yg turut terbunuh, mereka hanya melihat bahwa yg mereka hancurkan adalah hal2
yg tidak murni, najis, kotor.

TANYA: Anda mengatakan bahwa para suicide bomber mengalami suatu detik kekuasaan absolut. Apakah
kematian dianggap kekuasaan paling tinggi ? Is death the ultimate power?
JAWAB: Bukan kematian sbg akhir, tetapi kematian sbg pintu pembuka bagi kehidupan berikutnya. Mereka
mencari hadiah yg dijanjikan Allah. Mereka bekerja bagi Allah, otoritas paling tinggi, diatas semua UU manusia. Utk
itulah mereka mengalami delusi kekuasaan absolut dlm sedetik, dimana tidak adahal buruk yg dapat terjadi pada
mereka, karena mereka menjadi pedang Allah.

TANYA: Adakah sebuah profil kepribadian seorang suicide bomber ? Tolong gambarkan segi
psychopathology-nya.
JAWAB: Biasanya anak antara usia 15 dan 25 yg mengidap berbagai macam kompleks, biasanya kompleks
inferioritas. Mereka sudah pasti dicekoki agama. Mereka biasanya tidak memiliki kepribadian matang. Biasanya
mereka adalah idealis yg mudah dipengaruhi. Di Barat mereka dgn mudah menjadi pencandu narkoba, tetapi
bukan penjahat.

Menarik bahwa mereka bukan penjahat karena mereka tidak memandang baik-buruk dari kaca mata kami. Kalau
mereka dibesarkan di budaya Barat, mereka akan membenci kekerasan. Tetapi karena mereka terus berperang
melawan keresahan jiwa mereka sendiri, satu2nya solusi bagi pathology mengakar ini adalah kemauan utk mati
dan menikmati hadiah di Surga nanti.

TANYA: Apakah suicide bombers hanya dimotivasi oleh agama ?
JAWAB: YA, itu satu2nya kepercayaan mereka.. Mereka tidak mencari kebebasan atau bahkan harga diri. Mereka
hanya mengikuti Allah, hakim paling tinggi, dan apa yg IA perintahkan.

TANYA: Apakah semua Muslim sama menafsirkan jihad dan martyrdom?
JAWAB: Semua Muslim percaya bahwa pada akhirnya, hanya Islam yg akan berkuasa di bumi ini. Mereka percaya
bahwa ini hanyalah satu2nya agama dan dalam benak mereka, tidak ada ruang bagi interpretasi berbeda.
Beda utama antara Muslim moderat dan ekstremis adalah bahwa Muslim moderat tidak merasa bahwa
kemenangan Islam akan terjadi semasa hidup mereka, oleh karena itu mereka menghormati agama2 lain. Para
extremis percaya bahwa ramalan Islam utk menguasai dunia spt ditulis dlm Quran, berlaku utk hari ini. Setiap
kemenangan Bin Laden meyakinkan 20 juta Muslim moderat utk menjadi extremis.

TANYA: Gambarkan budaya yg menghasilkan suicide bombers.
JAWAB: Budaya yg opresif, kurangnya kebebasan, pencucian otak, kemiskinan terorganisasi (organized poverty),
menempatkan Tuhan sbg kendali kehidupan sehar2i, pemisahan total antara lelaki dan wanita, pelarangan sex,
tidak memberikan wanita kekuasaan apapun dan menempatkan lelaki dlm posisi menjaga kehormatan keluarga, yg
terutama menyangkut kontrol terhdp kelakuan wanita mereka.

TANYA: Apa faktor2 sosio-ekonomis yg mendukung suicide bombings?
JAWAB: Yayasan zakat Muslim biasanya tameng organisasi2 yg mendukung terorisme. Tetapi kita juga harus
melihat negara2 spt Pakistan, Saudi Arabia dan Iran, yg juga mendukung organisasi2 yg sama lewat network2
berbeda. Ironisnya, suicide bombers Palestina justru didukung oleh uang dari Barat yg dimaksudkan bagi bantuan
kemanusiaan. Uang ini diberikan kpd sebuah budaya yg amat sangat membenci dan menolak Barat (yg
dilambangkan oleh Israel).

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

173
TANYA: Apakah ada dukungan finansial bagi keluarga2 para suicide bombers? Dan siapa yg membayar
mereka ?
JAWAB: Di jaman Sadam Husein dan Yaser Arafat memang ada insentif uang ($25.000 per keluarga), tapi hari2 ini
sudah lewat. Tapi anda salah kalau menyangka bahwa keluarga-keluarga ini mengorbankan anak-anak mereka
hanya utk uang. Walau anak2 yg sangat cinta keluarga mereka, merasa bahwa dukungan uang ini merupakan
alasan bagus utk menjadi suicide bomber. Jadi, ini spt beli asuransi jiwa dan mengadakan bunuh diri.
TANYA: Mengapa begitu banyak lelaki muda yg suicide bombers ?
JAWAB: Seperti dibahas diatas, libido sangat penting. Juga ego, karena ini merupakan cara menjadi pahlawan.
Para shahid adalah cowboy2 atau 'petugas pemadam kebakaran' dlm Islam. Shahid adalah nilai yg dianggap positif
dlm budaya ini. Anak mana yg tidak pernah bermimpi utk menjadi cowboy atau petugas pemadam kebakaran ?
TANYA: Apa peran PBB dlm penyebaran teroris ini ?
JAWAB: PBB berada di tangan negara2 Arab dan dunia ketiga atau ex komunis. Tangan mereka terikat. PBB
mengutuk Israel lebih dari negara manapun didunia, sejajar dgn rejim Castro, Idi Amin atau Kaddafi.
AKibatnya, PBB tidak mampu mengutuk organisasi2 teroris. Ditambah lagi, lewat UNRWA, PBB secara langsung
terikat pada organisasi teroris spt Hamas, mewakili 65 % dari apparatus mereka dlm kamp2 pengungsi Palestina.
Sbg pendukung negara2 Arab, selama lebih dari 50 thn PBB membiarkan orang2 Palestina di kamp2 pengungsi
terkatung2 dgn harapan suatu hari akan "kembali" ke Israel, shg semakin menyulitkan ditempatkannya masyarakat
ini dan membebaskan mereka dari keadaan mengenaskan mereka. US$ 400 juta dolar dihabiskan setiap tahunnya
oleh AS utk mendukung 23.000 pekerja UNRWA, yg kebanyakan anggota organisasi teroris (lihat Congressman Eric
Cantor ttg topik ini dan film saya "Hostages of Hatred").

TANYA: Anda mengatakan suicide bomber adalah 'stupid bomb dan smart bomb' sekaligus. Tolong
jelaskan.
JAWAB: Berbeda dgn alat elektronik, seorang suicide killer memiliki kapasitas utk merubah pikirannya, bahkan
sampai detik terakhir. Tapi realitasnya, ia tidak lebih dari boneka yg mewakili kepentingan2 yg tidak peduli akan
kepentingannya, tapi ia tidak tahu ini.
TANYA: Bgm kami dapat menghentikan kegilaan suicide bombings dan terorisme pada umumnya?
JAWAB: Hentikan sikap yg 'politically correct', hanya berani mengatakan sesuatu yg tidak menyinggung perasaan
orang lain. Dan hentikan kepercayaan bawha budaya ini adalah KORBAN atau kesalahan Barat. Islam Radikal
Adalah Bentuk Baru Nazisme. Di thn 1930-an dulu, tidak ada orang yg membenarkan tindakan Hitler. Hanya dgn
kekalahannya kita dapat berdamai dgn rakyat Jerman.
TANYA: Apakah orang2 ini melancong diluar daerah asal mereka dlm jumlah besar? Berdasarkan penelitian
anda, apakah anda akan meramalkan gelombang baru diluar Timur Tengah ?
JAWAB: Setiap serangan teror dianggap kemenangan oleh Islam radikal. Dimanapun Islam menyebar, disitu ada
konflik.
Pada detik ini ada ribuan kandidat martir di kamp2 latihan di Bosnia, Afghanistan dan Pakistan. Didalam
Eropa, ratusan mesjid gelap mempersiapkan pencucian otak generasi berikutnya terhdp lelaki2 muda
yg bingung akan identitas mereka. Israel lebih memiliki persiapan dlm hal ini dari negara manapun
didunia ini. Ya, nantikan lebih banyak lagi suicide killings di Eropa dan AS (dan dimanapun didunia). Ini
baru permulaannya saja.

Setiap hari, American Congress for Truth (ACT) adalah NGO yg berada di garis depan utk
memperjuangkan kepentingan kalian utk emperingatkan politisi, para pembuat keputusan dan
kampus2 akan ancaman Muslim fundamentalis. Kami bertujuan utk memerangi meningkatnya
kebencian dan intoleranis global. Utk itu kami butuh solidaritas dan bantuan anda.

ACT, P.O.Box 6884, Virginia Beach, VA 23456
Email: info@americancongressfortruth.com
*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

174
AYAAN HIRSI ALI MENANTANG ISLAM
http://www.philly.com/

Ayaan Hirsi Ali (Salman Rushdienya Belanda) adalah cewek single dari Somalia yg mendapat suaka di
Belanda dan menjadi anggota parlemen, teman Van Gogh yg dibunuh Muslim karena membuat film
'Submission' dan ia harus dijaga 24 jam karena ia juga diancam pembunuhan oleh Muslim sekarang
bermaksud meninggalkan Belanda.

Para pengritiknya mengatkan bahwa Hirsi Ali mengangkat masalah Islam yang paling buruk spt rasisme
dan pelecehan wanita dan memproyeksikannya kepada semua Muslim. Hirsi Ali menjawab tudingan
mereka ini dlm buku barunya THe Caged Virgin (Perawan Terperangkap).

Hirsi Ali langsung menyerang jantung Islam. Katanya, kepercayaan dan kehidupan nabi Islam,
Muhamad, harus dikonfrontasi, dianalisa dan dlm banyak hal ditolak.

"Jika 1.2 - 1.5 milyar menaati dan mengikutinya," katanya, "dan mengatakan kami ingin seperti nabi
kami, saya rasa ini hal urgen dan sangat penting."

Katanya memang Muhamad megnajarkan ebberapa hal baik, "spt nasehatnya agar berzakat kpd orang
miskin dan yatim piatu." Tetapi, Hirsi Ali bersikeras, secara keseluruhan ia TIDAK terpuji.
"Ia meminjam sedikit dari Yudaisme, sedikit dari Kristen, ia khususnya membunuhi musuh2nya secara
brutal, ia juga melanggar aturan2 adat."

Jauh sebelum radikal Islam mengecam setiap kritik terhdp Muhamad
para pakar Islam sendiri menerima bahwa Muhamad adalah tukang perang jamannya, dan meminta
agar ia tidak dihakimi dgn standar modern. Bahkan Bernard Lewis, pakar Islam ternama, mengarah
pada interpretasi itu walau Hirsi Ali menganggapnya tidak terang2an: "Saya rasaBernard ingin agar
Arab tidak kehilangan muka..."
Tetapi ia tetap bersikeras bahwa "mengikuti orang ini [Muhammad] hanya akan berakhir pada satu hal
FASISME .. ."

Hirsi Ali mengatakan ia memutuskan utk mengkonfrontasi sejarah Muhamad setelah Muslim Nigeria
mengadakan huru hara berdarah, memprotes rencana Kontes Miss Dunia th 2002. Seorang wartawan
Nigeria memanas2i keadaan dgn menulis bahwa Muhamad sendiri akan mau mengawini salah satu
kontestan. Huru hara itu menewaskan 200 orang.

"Jadi saya mengatakan," kata Hirsi Ali, " 'Tahu nggak, orang2 Eropa sayang ? Saya akan bercerita
kepadamu ttg Muhamad ! "
Ia kemudian mengumumkan bahwa sbg pemilik 9 isteri, Muhamad masih juga jatuh cinta pada Aisha
pada saat ia berusia ENAM TAHUN ! dan menikahinya saat ia berusia SEMBILAN. Hirsi Ali membuat
marah Muslim2 Belanda karena menuduh Muhamad seorang pedophil.
Hirsi Ali serius saat mengatakan : "Saya harus mengatakannya karena semakin banyak lelaki mengambil
anak dibawah umur sbg isteri2 dan mengatakan bahwa MUHAMAD ADALAH CONTOH MEREKA."

Hirsi Ali mengatakan, debat ini memberikannya harapan - ia terima satu surat dari Muslim yg menulis ,
"Saya tidak tahu apa yg kau lakukan, tetapi kau membuat saya BERPIKIR ... . "
Ia juga ingin menantang Muslim2 kulit hitam di AS. Ia mengatakan, orang kulit hitam AS yg masuk
Islam sama saja dgn YAHUDI yg memeluk NAZISME.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

175

" Saya ingin bercerita kpd mereka ttg Darfur," katanya tegas. "Rakyat Darfur sedang dieksterminasi (oleh
Muslim Arab) hanya karena mereka hitam. Jadi [Islam] juga doktrin rasis ... . Orang tidak tahu apa yg
terjadi di Saudi. Istana2 Saudi PENUH DGN BUDAK HITAM ! Jadi, orang hitam yg masuk Islam sama saja
dgn secara sukarela menyetujui utk jadi BUDAK !"

Hirsi Ali sedang menulis buku beriktunya ttg nilai2 'Enlightenment' - Voltaire adalah pahlawannya. Ia
akan menerjemahkannya kedalam bahasa Arab dan Urdu, dan bahasa2 penting lainnya dan
membagikannya secara global dlm video dan audio.
"saya akan membangkitkan Muhamad, dan ia akan mengadakan percakapan dgn [filsuf Inggris] Karl
Popper dan saya dan [economic theorist] Friedrich Hayek."
Hirsi Ali tersenyum. "Mudah2an saya bisa bertahan hidup selama mungkin utk menyelesaikannya."

Baca ulasan ttg "The Caged Virgin" di http://go.philly.com/books

Ayaan Hirsi Ali Menjadi Sasaran Serangan Media Sayap Kiri Yg Benar2 Menyakitkan.
http://www.faithfreedom.org/

Sejak pertama kali ia tampil di panggung poltik, Ayaan Hirsi Ali sudah sangat jujur ttg identitasnya. Dlm
berbagai wawancara ia memberikan fakta ttg kehidupannya : ia lahir dari keluarga Muslim di Somalia,
shg ia harus disunat. Saat anak2, ketika berlangsung perang saudara, ia dan orang tuanya melarikan diri
ke Kenya, kemudian ia melarikan diri dari perkawinan paksa dan akhirnya sampai ke Negeri Belanda
setelah membohong bahwa ia datang langsung Somalia, ketimbang dari Kenya dan mengganti
namanya dari Hirsi Magan menjadi Hirsi Ali serta mengubah tanggal kelahirannya.

Tapi dlm wawancara TV, VARA, yg erat dgn partai sayap kiri, partai sosial demokrat PVDA, Ayaan
dituduh berbohong ttg masa lalunya. Memang betul ia berbohong. Tetapi ia sudah mengakuinya saat
memutuskan utk menjadi anggota parlemen. Jadi, kenapa ini harus diungkit2 kembali ?
Tidak ada rahasia baru, tidak ada fakta2 yg tidak kita ketahui ttg Hirsi Ali yg belum diungkapkannya.
Tapi namanya politik, tetap saja ada orang yg menginginkan kejatuhan politikus berani itu.

DI TV th 2002 ia ditanya bgm ia masuk ke Negeri Belanda:
‘Saya tiba th ’92 dan pada saat itu seluruh dunia datang [ke Holland ]. Dimana2 terjadi perang saudara:
di Balkan, Sierra Leone, Somalia. Jadi kalau saya bilang saya datang dari Somalia saya merasa 'kans' saya
lebih besar utk dapat status pengungsi. Saya tidak bilang saya datang dari Kenya. Saya mengatakan
saya datang dari Somalia .’

Tanya: Jadi anda perlu membohong agar mendapatkan status pengungsi ?
Ayaan: ‘Betul sekali ! Absolut! Tetapi saya tidak tahu apakah saya mendapatkannya berdasarkan info
palsu itu. Saat ini, orang juga berbohong dan mereka tidak otomatis dapat visa, tapi pada saat itu, lebih
mudah mendapatkan ijin tinggal.’
Nah, jadi orang Belanda sudah tahu selama bertahun2 bahwa Hirsi Ali 'berbohong.' Ia sendiri mengaku
berkali2.

Tapi tiba2 TV VARA “mengungkapkan” bahwa Ayaan berbohong dan mencoba menyembunyikan
kebohongan ini, suatu kebohongan dari pihak VARA.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

176
Luar biasa memang banyaknya ekstrimis2 sayap kiri maupun kanan yg benci nona muda ini yg
melakukan begitu banyak utk mengungkapkan kebusukan Islam pada negeri belanda, sampai ia harus
bayar mahal dgn keselamatannya. Tapi Londo2 ini tetap ingin 'menggantungnya' dimuka umum. Salah
satu alasan adalah karena ia dianggap memprovokasi kaum Islamis.

Ayaan dianggap terlalu berani melawan Islamis. Mereka menyangka bahwa begitu mereka
membungkam nona ini, kaum Islamis tiba2 akan bersifat damai.
Belum lagi perintah pengadilan dua minggu lalu agar ia meninggalkan apartemennya setelah
tetangganya menyeretnya ke pengadilan, mengeluh bahwa kehadirannya di kompleks apartemen tsb
mengundang pembunuh2 Islamis. Padahal blok apartemen itu dijaga ketat polis 24/7 karena
kehadirannya.

Selama PD II, 80% orang Belanda keturunan Yahudi dideportasi ke kamp2 konsentrasi dan dibunuh.
Orang Belanda sendiri yg melaporkan Yahudi2 itu kpd Nazi. Rupanya Belanda ingin melindungi diri
mereka dgn cara bekerja sama dgn para pembunuh. Mereka merasa dgn cara ini mereka akan aman.

Sifat culas dan pengecut Belanda ini kini terulang lagi. Korbannya kini bukan Yahudi, tetapi Ayaan Hirsi
Ali.

Hirsi Ali diberi kesempatan utk membela diri di pengadilan. Tetapi ia sudah terlampau sakit hati
diperlakukan demikian oleh negara yg dicintainya. Ia mengatakan dlm konferensi pers perpisahannya
dimana ia sempat terisak, 'Daripada saya membuang waktu dan energi keluar masuk pengadilan, lebih
elegan dan lebih baik saya mengundurkan diri dan memfokuskan diri saya pada hal2 yg lebih penting
(menguak kepalsuan Islam).'

Akhirnya ia memutuskan utk pergi ke AS, dimana ia mendapat sambutan yg lebih hangat. Ini suatu
kerugian besar bagi Belanda, suatu keuntungan besar bagi AS.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

177
ARAFAT MATI KARENA AIDS ??
http://www.betar.co.uk

Mantan penulis pidato Gedung Putih David Frum mengungkapkan kecurigaan yg sudah beredar sejak
lama. Frum menulis dlm National Review Online bahwa penyakit Arafat yg dirahasiakan sudah
diketahui secara umum, tetapi disembunyikan oleh media mainstream.

"Ini memang menunjukkan tidak obyektifnya media surat kabar dan TV: Benarkan Yasser Arafat
menderita AIDS?" tanya Frum, yg juga menulis bagi the National Post.

"Kami tahu ia kena sebuah penyakit darah yg merusak imunitasnya. Kami tahu bahwa berat badannya
tiba2 turun -- ia kehilangan sebanyak 1/3 berat badannya. Kami tahu ia menderita disfungsi mental.
Nah, ini tanda2 apa ?"

John Loftus, tgl October 26, mengatakan Arafat memang mati karena AIDS. Loftus mengatakan, CIA
sudah lama tahu dan oleh karena itu mereka minta Sharon agar tidak membawa Arafat ke AS karena ia
setiap saat akan mati.

Berita Intel 'Indehoy' Arafat dengan Pengawalnya

Frum menunjuk pada buku Lt.-Gen. Ion Pacepa, wakil ketua intel Romania dibawah diktator komunis,
Nicolae Ceausescu.

Setelah bertemu sang kamerad, saya kembali ke guest housenya utk makan malam. Pada saat itu, sang
'Fedayee' berada dlm kamar tidurnya bersenggama dgn pengawalnya. Pacar terakhirnya itu saya kenal.
Dan mereka sedang bermain MACAN-MACAN-an.. grrrr ...

Orang intel yg memonitor mikrofon rahasia dlm kamar Arafat menghubungkan saya dgn kamarnya itu
dan bunyi teriakan macannya hampir memecahkan telinga saya. Arafat MERAUNG-RAUNG seperti
macan dan pacarnya terkaing-kaing spt hyena."

"Jika benar, Arafat memang banyak menyembunyikan hal2 dari rakyatnya sendiri termasuk sifat
munafiknya yg dari luar menampakkan sifat yg sangat anti-homoseksualitas," tulis Frum, yg
mengatakan bahwa Arafat dibawa ke Perancis utk pengobatan "karena ia bisa percaya orang Perancis
utk melindungi rahasianya ini."

Bukti2 Medis Jelas

Menlu Palestina, Nabil Shaath mengatakan bahwa Arafat tidak mati karena kanker ataupun racun.
Para pengamat medis melihat bahwa jumlah sel2 darah merah yg rendah adalah tanda menurunnya
imunitas dan menjelang kematiannya, imunitas Arafat memang kolaps total.

Rumah sakit Paris yg melayani Arafat, Hopital d'Instruction des Armees de Percy, memang terkenal
karena dokter2 HIV/AIDS Perancis terbaik. Banyak juga yg menunjukkan bahwa demensia yg diidapi
Arafat pada tingkat2 akhir hidupnya adalah tanda AIDS fase akhir.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

178
Malah ada seorang dokter yg melaporkan bahwa kecurigaannya ini sudah meningkat selama lebih dari
satu tahun. "Saya sudah melihat gejala2 kaposis sarcoma. Ia tidak hanya menunjukkan getaran2 tubuh
khas penyakit Parkinson, tapi lebih dari itu. Ia juga menunjukkan tanda2 lemah. Gosip ttg
homosexuality/bisexualitynya sudah beredar selama puluhan tahun...."

Ini juga menjelaskan mengapa Suha (isteri Arafat) enggan menyiarkan detil2 ttg penyakitnya.
Penolakan para dokter utk mengadakan konferensi pers setelah kematiannya juga mengundang curiga.
Bahkan setelah pengumuman kematiannya, 2 minggu setelah ia masuk rumah sakit, tidak ada laporan
ttg diagnosenya. Ini entah karena dokter bingung dgn penyakitnya, atau memang tidak mau
mengumumkannya.

"Jaman sekarang sangat mudah utk menentukan diagnose orang, jadi saya yakin, para dokter memang
menyembunyikannya," demikian pakar otak, Dr. Eric Braverman di NY.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

179
BUDAK HITAM, TUAN ARAB & PENGALAMAN SEBAGAI BUDAK
http://www.frontpagemag.com/
By Andrew G. Bostom
FrontPageMagazine.com | April 18, 2005

Protes besar di Washington, DC, tanggal 5 April, 2005 mengedepankan nasib orang-orang kulit hitam
Mauritania (selama berabad2 sampai sekarang) yang diperbudak oleh para pemilik Arab. Dalam abad
ke 20, dua abad terakhir menyaksikan jihad genocide, termasuk perbudakan massal oleh pemerintah
Arab Muslim di Khartum terhadap orang-orang hitam Kristen dan animis di Sudan Selatan sampai
sekarang. Lihat : Darfur. Fenomena tragis ini menunjukkan warisan brutal jihad perbudakan.

Jihad Perbudakan

Hubungan antara jihad (institusi yang hanya terdpt Dalam Islam) dan perbudakan ini, ditunjukkan
Dalam skala dan kelanjutan perbudakan di berbagai jajahan dan masyarakat Muslim. Bentuk-bentuk
“khusus” perbudakan ala Islami ini mencakup juga : perdagangan para eunuch (tahanan perang yang
dijadikan jongos yang lalu dikebiri), tentara budak (khususnya bagi yang dibawah umur), perbudakan
anak-anak Dalam bentuk lain dan perbudakan dalam harem. Jihad perbudakan dan berbagai
manifestasinya menjadi instrument kuat bagi ekspansi Islamisasi dan kesinambungan masyarakat
Muslim.

Pengesahan dan Peran Yuris Dalam “Islamisasi”

Patricia Crone, Dalam analisa baru-barunya ini tentang asal usul dan perkembangan pemikiran politik
Islam menunjukkan hubungan kuat antara penangkapan massal non-Muslim selama kampanye-
kampanye jihad dan peran pemaksaan dalam rangka Islamisasi. Setelah suksesnya sebuah kampanye
jihad, katanya :

Tawanan Lelaki entah dibunuh atau diperbudak, tergantung dari agama mereka. Kaum Ahlul Kitab tidak
dilindungi dibawah Hukum Islam, kecuali mereka setuju menerima status ‘dhimmi,’ yaitu status warga
kelas dua yang tunduk pada Islam. Tawanan juga akan diberikan pilihan antara Islam atau mati, atau
mereka mengucapkan kalimat Syahadat untuk menghindari eksekusi : para hakim memutuskan bahwa
perubahan status mereka ini harus diterima walau didasarkan pada rasa takut.

Anak-anak dan wanita yang ditangkap biasanya diperbudak, terlepas dari agama mereka … Tentara
Muslim sering menahan orang dalam jumlah besar ; mereka yang masuk Islam bisa menghindari
eksekusi, ada yang dibebaskan dengan uang tebusan dan sisanya diperbudak. Biasanya sebagai
pembantu rumah tangga. Tersebar di rumah-rumah Muslim, budak-rumah itu selalu memeluk Islam
karena ditekan atau didorong oleh tuan mereka, atau karena keinginan untuk menjalin persahabatan
dengan Muslim atau secara pelan-pelan terbiasa melihat hal-hal dari kaca mata Muslim walaupun
mereka mencoba untuk menolak. Walaupun mereka akhirnya masuk Islam, adalah hal absurd untuk
menyatakan bahwa paksaan tidak memainkan peran penting.

Bagi Hindu yang penyembah berhala, yang diperbudak Dalam jumlah besar Dalam gelombang
penjajahan jihad yang mencabik-cabik India selama lebih dari 500 tahun (dimulai dari abad 8AD),
prinsip-prinsip hukum Islam ttg nasib mereka secara tegas menuntut pemaksaan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

180
Jihad Perbudakan Juga Memberi Sumbangan Besar dalam Pertumbuhan Penduduk Muslim
di India.

K.S. Lal 2) menjabarkan dua hal :

Orang Hindu yang menahan penjajahan Muslim dianggap pemberontak. Mereka juga dianggap
mushrik sehingga tidak dapat diberikan status Kafir seperti kaum Ahlul Kitab (Yahudi dan Kristen) …
Hukum Islam menuntut jihad melawan penyembah berhala Dalam bentuk pilih Islam atau mati (tidak
ada pilihan menjadi dhimmi) … Tidak ada pilihan lain.

Begitu mereka mati di medan perang, anak-anak mereka dijadikan budak, dan mereka bukan lagi
Hindu … perbudakan di India adalah aktivitas misionaris Muslim yang paling sukses … Setiap Sultan,
sebagai pembela Islam, menganggapnya sebagai keperluan politik untuk mengembang biakkan
penduduk Muslim diseluruh India bagi Islamisasi negeri itu dan menahan perlawanan penduduk asli.

Vryonis menggambarkan bagaimana Jihad Perbudakan seperti dipraktekkan oleh Seljuk dan Ottoman,
merupakan unsur Islamisasi yang paling penting di Asia Minor (Asia Kecil ?) selama abad 11 - 14:

Faktor-faktor lain yang mengakibatkan menurunnya jumlah penduduk Kristen adalah PERBUDAKAN.
Sejak permulaan razia-razia Arab di tanah Rum, jarahan dalam bentuk manusia merupakan bagian yang
paling penting dari barang rampasan. Bukti melimpah bahwa situasi ini tidak berubah saat tentara Turki
Ottoman mengambil alih jihad di Anatolia. Mereka memperbudak lelaki, wanita dan anak-anak dari
semua pusat-pusat kota dan pedesaan dimana penduduk tidak dapat membela diri. Pada tahun-tahun
sebelum penjajahan Turki mempengaruhi Anatolia, para budak dikirim ke Persia atau tempat lain,
namun setelah pendirian daerah-daerah kekuasaan Turki Anatolia, budak-budak dibiarkan di Anatolia
guna melayani penjajah.

Setelah menjinakkan budak, sering cara-cara brutal diberlakukan untuk memaksakan Pajak agar anak
tidak dijadikan ‘devshirme’ (budak anak). Akibatnya, penduduk asli Kristen berkurang karena
mengungsi atau ditawan.

Dibawah Shah Abbas I (1588-1626 C.E.), teokrasi Shi’ah Safavid di Iran mengekspansikan razia-razia
perbudakan ke daerah2 Kristen di kawasan-kawasan Kaukasus, Georgia dan Armenia. Penduduk
Georgia, Armenia, dan Circassia diperbudak Dalam jumlah besar dan dipaksa masuk Islam Shi’ah. Para
lelaki menjadi budak militer atau administratif, sementara para wanita dipaksa masuk harem.

Sebuah transisi terjadi antara abad 17 dan 18 sehingga perbudakan dari Caucasus berkurang,
sementara jumlah yang lebih besar datang dari Teluk Persia, yang berasal dari Afrika.

Ricks mencatat bahwa saat berlangsungnya kekuasaan Shah Sultan Husayn, jumlah penghuni istana
memang meningkat dengan jumlah budak lelaki dan wanita, termasuk eunuch-eunuch hitam dan
putih. Menurut sejarawan, Shah Sultan Husayn (w. 1722) mengadkaan kebiasaan untuk tiba di pasar-
pasar Isfahan pada hari-hari pertama tahun Baru Iran (Maret 21) dengan seluruh anggota istananya.
Diperkirakan sekitar 5.000 lelaki dan perempuan, kulit hitam maupun kulit putih, termasuk ke 100
eunuch berkulit hitam tercakup Dalam rombongan ini.

Clement Huart Dalam abad 20 (1907), menulis bahwa budak merupakan komponen penting Dalam
perampasan yang didapatkan selama kampanye-kampanye atau razia-razia jihad 7) :
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

181
Belum lama ini sejumlah besar expedisi menyeberang Amoû-Deryâ, yaitu perbatasan selatan kawasan
‘steppe,’ dan menghancurkan kawasan-kawasan timur Persia guna merebut budak; kampanye-
kampanye lain dilancarkan di jantung Afrika yang masih belum tereksplorasi, membakari kawasan-
kawasan penduduk dan MEMBANTAI MASAL penduduk animis yang damai yang tinggal disana.

Willis menyebuntukan alasan abadi Islam ini bagi perbudakan animis Afrika yang “barbar,” sebagai
berikut :

… karena perlawanan Kafir terhadap Islam diakibatkan kecurigaan dan ketidaksukaan, wilayah para
barbar menjadi ajang pemburuan favorit bagi “orang-orang berpikir dan beriman” — perbedaan
antara budak dan kafir tidak lagi nampak Dalam sengitnya jihad. Setelah ditangkap ataupun dibeli, kafir
masuk kekuasaan Muslim sebagai budak, dan bukan sebagai warga. Dan karena kondisi budak ini
berasal dari status wilayah mereka, pilihan antara kebebasan dan perbudakan tergantung dari satu
bukti tunggal : kalau ia Muslim, wilayahnya adalah wilayah Islam (darul-Islam); jika ia berhala, tanahnya
adalah wilayah kafir (dar ul-kufr), dan penduduknya bisa dimasukkan kendl kategori perbudakan Dalam
hukum Muslim.

Karena perbudakan sama saja dengan fitnah (tidak-kesetiaan), …tanah-tanah direbut dari apa yang
tertinggal dari desa-desa kafir-kafir yang di-hancur-lebur-kan; wanita dan anak-anak yang ditundukkan
pada Islam harus menunggu penebusan dosa mereka …[menurut Yuris Muslim] al-Wanshirisi (d.1508),
perbudakan adalah nasib buruk atas mereka yang tidak mengaku kenabian, yang tidak menyatakan
kesetiaan kpd hukum agama manapun. Lebih lagi, perbudakan adalah penghinaan yang berasal dari
ketidaksetiaan.

Berdasarkan pengamatannya atas razia-razia perbudakan Muslim saat bertugas di Sudan selama jihad
Mahdi pada akhir abad ke19, Winston Churchill menulis deskripsi ini (in 1899) :

Semua [suku2 Arab di Sudan], tanpa kecuali, adalah pemburu manusia. Bagi pasar-pasar budak besar di
Jeddah, arus panjang tahanan-tahanan orang berkulit hitam mengalir selama ratusan tahun. Penciptaan
bubuk senjata dan penggunaan senjata oleh Arab memudahkan lalu lintas ini …

Jadi situasi di Sudan selama beberapa abad bisa dirangkum demikian rupa : suku dominan para
penjajah Arab meningkatkan penyebaran darah, agama, adat dan bahasa diantara penduduk setempat
berkulit hitam, dan pada saat yang sama menyaituksa dan memperbudak mereka …Suku-suku perang
Arab tidak henti-hentinya bertempur, cekcok dan bertengkar diantara mereka sendiri. Orang-orang
kulit hitam bergetar ketakutan karena penahanan, atau kadang2 menentang para penindas.

Semua elemen Jihad Perbudakan- pengesahan yuridisnya, penerapannya sebagai Islamisasi Paksa (bagi
non-Muslim pada umumnya dan bagi animis Afrika Sub-Sahara, khususnya), dan asosiasinya dengan
devshirme-pajak bagi lelaki agar terhindar dari menjadi budak tentara- juga tampak sekali Dalam jihad
abad 21 yang sedang dilancarkan terhadap kaum animis dan Kristen di Sudan Selatan, oleh rejim yang
didominasi Arab Muslim.

Ekstensi dan Persistensi

Skala dan luas perbudakan Islam di Afrika bisa dibandingkan dengan perdagangan budak Trans-
Atlantik di AS, dan seperti diamati Willis;
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

182
Perbudakan oleh Islam melebihi Barat Dalam panjangnya waktu. Tapi perkiraan kuantitatif bagi
perdagangan budak trans-Atlantik (abad 16 sampai akhir abad 19) adalah 10.500.000. Ini melebihi
perdagangan perbudakan yang dilakukan Islam (sampai melebihi 50%). Angka Professor Ralph Austen
bagi perdagangan budak Islam di trans-Sahara, Laut Merah dan Samudra Hindia, dari thn 650 - 1905
AD adalah ‘hanya’ 17.000.000. 13)

Nasib para budak-budak animis yang datang dari Savannah dan hutan-hutan Afrika barat dan tengah
bagi perdagangan budak trans-Sahara bisa dibandingkan dengan penderitaan yang dialami saudara
mereka yang diperdagangkan bagi perbudakan trans-Atlantik.

Perbandingan ini, walau penting, MELUPAKAN wilayah-wilayah luas Jihad Perbudakan di :
• Eropa (Mediteran) yang melibatkan Arab,
• di Eropa Barat yang melibatkan Turki Ottoman dan
• Tatar [Eropa Pusat dan Timur]);
• Russia (ditindukkan pada kebiadaban Tatar);
• Asia Minor (dibawah dominasi Seljuk dan Ottoman);
• Persia, Armenia dan Georgia (korban kampanye jihad perbudakan yang sistimatis oleh Safavids
Shi’ah, khususnya);
• dan India (razia-razia dan jihad oleh Arab di abad ke 7 dan 8, dan kemudian penindasan dibawah
Ghaznavid, selama kesultanan Delhi, Jihad Sultan Timur, dan dibawah kerajaan Mughal).

Sebagai pendahuluan atas ekstensi Jihad Perbudakan diluar benua Afrika, tiga penjelasan pendek
diperlukan : Penindasan kaum Seljuk di Asia Kecil (abad 11-12); kaum Ottoman di Balkan (abad 15); dan
Tatar di Polandia Selatan dan Russia (pertengahan abad 15-17).

Penangkapan

Penangkapan Kristen di Asia Kecil oleh kaum Turki Seljuk sangat ekstensif selama abad2 11-12s. Setelah
pemberangusan Edessa, 16.000 orang diperbudak. Michael the Syrian melaporkan bahwa ketika tentara
Turkinya Nur al-Din dibawa ke Cilicia oleh orang Armenia, Mleh, mereka memperbudak 16.000 Kristen,
yang mereka jual di Aleppo. Sejumlah razzia besar di provinsi2 Yunani di Bagian Barat Asia Minor
memperbudak ribuan orang Yunani (Vryonis percaya bahwa angka 100.000 mungkin angka yang
dilebih-lebihkan, dan menurut Michael the Syrian, mereka dijual di pasar-pasar budak sejauh Persia.
Selama razia-razia oleh Turki th 1185, 26.000 penduduk dari Cappadocia, Armenia, dan Mesopotamia
ditangkap dan diberangkatkan ke pasar-pasar budak.

Vryonis menyimpulkan :
…sumber2 ini menunjukkan bahwa perdagangan budak memang subur. Malah, Asia Minor merupakan
sumber budak utama dunia islam selama abad ke 14.

Sultan2 Ottoman, sesuai dengan Shari’ah, mempromosikan jihad perbudakan secara agresif di Balkan,
khususnya selama kerajaan abad 15-nya Mehmed I (1402-1421), Murad II (1421-1451), dan Mehmed II
(1451-1481).

Alexandrescu-Dersca menyimpulkan ekstensi luas perbudakan ini dan dampak demografisnya :
Kronikel2 Turki, Bizantin dan Latin sepakat bahwa selama kampanye yang dilakukan untuk menyatukan
Yunani dan Latin Romania dan kaum Balkan Slavic dibawah bendera Islam, dan juga selama razia-razia
mereka pada wilayah Kristen, Ottoman mengurangi penduduk secara massal akibat perbudakan.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

183
Kronikel Ottoman, Ašikpašazade, mengatakan bahwa selama expedisi Ali pasha Evrenosoghlu di
Hungaria (1437), dan berlanjutnya kampanye Murad II terhadap Beograd (1438), jumlah tahanan
melebihi jumlah tentara. Kronikler Bizantin, Ducas, menyatakan bahwa penduduk Smederevo, yang
dijajah Ottoman, diperbudak. Hal yang sama terjadi ketika Turki Menteše menginvasi pulai Rhodes dan
Cos dan juga selama ekspedisi kapal2 laut Ottoman ke Enos dan Lesbos. Ducas bahkan menyatakan :
70.000 penduduk dibawa ke perbudakan selama kampanye Mehmed II di Morée (1460).

Pendeta Franciscan Italia, Bartholomé de Yano (Giano dell’Umbria) berbicara ttg 60.000 – 70.000 yang
ditangkap selama dua ekspedisi akinðis di Transylvania (1438) dan sekitar 300.000 – 600.000 tawanan
asal Hungaria. 40 penduduk yang ditangkap Turki Menteše selama razzia di Rhodes, 7.000 penduduk
dijadikan budak setelah serangan terhadap Thessalonika (1430) menurut John Anagnostes, dan 10.000
penduduk ditangkap selama penyerangan terhadap Mytilene (1462), menurut Metropolitan Lesbos,
Leonard of Chios. Menurut Bartholomé de Yano, di Romania hampir 400.000 budak ditangkap selama 4
tahun, dari 1437 - 1443.

Walaupun kalau ada anggapan bahwa angka-angka ini dilebih-lebihkan, kita tidak dapat menampik
bahwa perbudakan memainkan peranan demografis penting selama ekspansi Ottoman abad ke 15.

Mantan Budak SUDAN menceritakan Penculikan dan Pengalaman Mengerikannya
di Sudan Utara
By Mark Ellis
Senior Correspondent, ASSIST News Service

NEW YORK (ANS) – Sebagai anak lelaki berusia 9 tahun, ia menyaksikan desanya dibakar rata dan
dibunuh habis oleh tentara Sudan. Kurang dari satu tahun kemudian, ia diculik dan diperbudak, dan
mengalami kebiadaban mengerikan, sampai ia merasa sebagai binatang.

Simon Deng, pendiri Sudan Freedom Walk dan pembicara bagi Kelompok Anti Perbudakan AS
(iAbolish.com) adalah putera seorang petani di desa Tonga, yang mengirim anak-anaknya ke sekolah
Kristen. Ia sering diwanti-wanti orang tuanya akan datangnya tentara-tentara Arab. “Kalau mereka
datang, larilah sekuat mungkin,” ingat Deng. Suatu saat, tatkala ia sedang menjaga ternak kambing
keluarganya, ia mendengarkan bunya gemuruh tank-tank buatan Jerman. Ketika tank-tank berhenti,
tentara berhamburan keluar, dan mulai membakari gubuk-gubuk kami, membunuh para lelaki dan
mencuri ternak kami.

Deng dan keluarganya berhasil melarikan diri. Mereka mengungsi ke kota yang lebih besar dan lebih
aman, Malakal dan menyewa rumah didekat Sungai Nil. Mereka bersahabat dengan keluarga Arab,
tetangga mereka, dan anak-anak mereka sering bermain bersama-sama.

Suatu hari, salah seorang lelaki tetangga mengatkan bahwa ia akan ke Sudan Utara dengan kapal uap
dan meminta Deng, yang berusia 9 thn itu untuk membantu dengan kopor-kopornya. Setelah semua
kopornya dimuat ke kapal, orang itu meminta Deng untuk menjaga kopor-kopornya, karena si lelaki itu
harus cepat-cepat beli sesuatu di pasar. Deng menunggui kopor-kopor orang itu dengan setia. Tetapi
setelah beberapa saat, kapal itu tiba2 meninggalkan pelabuhan dan orang itu tidak kunjung tiba juga.
Deng ketakutan dan mulai menangis. Beberapa menit kemudian—saat kapal di laut lepas—si pemilik
kopor tiba-tiba muncul dan mencoba menenangkan Deng.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

184
“Jangan menangis … susah untuk menghentikan kapal ini,” katanya. “Nanti kita turun di tujuan akhir di
Utara dan mengambil kapal untuk mengantarmu kembali ke Selatan,” begitu janjinya.

Ternyata ia dibohongi ! Ketika kapal berlabuh di Kusti, Deng melihat bahwa tiga 3 anak-anak lain juga
diculik oleh orang ini. “Ia membawa kami ke desanya dan saat kita tiba, semua orang bahagia bahwa ia
datang dari selatan dan MEMBAWA BUDAK !” kata Deng.

Deng dan ketiga anak-anak lain itu bingung dan tidak mengerti apa gerangan yang terjadi. Ia diberikan
ke salah satu keluarga si lelaki itu sebagai hadiah. “Sejak saat itu, saya tidak lagi melihat lelaki itu dan
inilah permulaan mimpi buruk saya.”

Setelah penculiknya menghilang, keluarganya itu mencoba menjelaskan realitas baru ini dan Deng pun
mulai menangis. Siapa sih mau jadi budak ? Untuk menghentikan tangisannya, ia dipukuli secara
bertubi-tubi. Lalu mereka menunjukkan foto orang tanpa kaki, untuk memperingatkan saya apa yang
akan terjadi kalau suatu saat saya mencoba melarikan diri. Mereka akan menangkap saya dan
memotong kaki-kaki saya, persis seperti orang di foto itu.

Ancaman, pukulan dan terror menjadi senjata intimidasi. “Jika mereka memanggil saya dan tidak
mengatakan ‘YA’ dengan keras, saya dipukuli,” kata Deng. “Saya harus mengatakan YA kpd semuanya;
saya lupa bgm mengatakan ‘tidak.’”

Salah satu kewajibannya adalah mengambil air dari Sungai Nil. “Saya melakukan pekerjaan yang
biasanya dilakukan seekor keledai. Saya adalah orang yang pertama bangun, dan terakhir tidur.”

Ia tidak diijinkan makan dengan keluarga itu.. ia harus tunggu sampai mereka selesai, dan kalau ada
sisa-sisa makanan, ia bisa makan. Itulah santapannya setiap hari. Kalau tidak ada sisa, ia tidak makan.

“Saya sampai makan rumput yang mereka berikan kpd ternak mereka. Saya diperlakukan lebih buruk
dari ternak,” Deng mengingat. “Saya harus membersihkan kandang ternak dan karena saya tidak diberi
kamar tidur, saya harus tidur di kandang ternak.”

Selain perlakuan keji ini, pemiliknya mengatakan, “Kalau kau ingin diperlakukan sebagai manusia, kau
harus masuk islam dan ganti nama ke nama Arab. Baru kau akan jadi putera kami.”

Ia takut mengatakan tidak. “Saya mencoba menunda dan mencuri-curi waktu,” katanya. Masuk agama
mereka benar-benar membuatnya ngeri. “Untuk apa saya mau jadi Muslim dan menjadi putera mereka
kalau saya masih punya ibu yang manis dan ayah dan kakak-kakak dan adik-adik ?” ia bertanya pada
diri sendiri.

Selama TIGA tahun ia diperbudak dan keluarga barunya ini pindah ke kota lebih besar di Kusti agar
putera-putera mereka bisa masuk SMA. Suatu hari di pasar, Deng melihat 3 orang yang ia kenali berasal
dari suku dan desa asalnya di selatan : suku Shilluk.

Pendek kata, ketiga orang Shilluk itu tidak percaya ia benar-benar diperbudak dan berjanji kembali
keesokan harinya untuk kembali. Dan memang betul, keesokan harinya mereka kembali, membawa
orang keempat bernama Ajack ; teman ayah Deng ! Mereka kegirangan dan menangis. “Kami semua
menyangka kau mati,” katanya. “Ayahmu menawarkan 10 kerbau sebagai hadiah bagi setiap orang
yang bisa menemukan dirimu. Setelah 2 tahun kami asumsi kau sudah mati.”
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

185
Mereka memang harus berhati-hati, karena kalau ketahuan si pemilik budak, Deng akan dibawa ke
tempat dimana mereka tidak lagi bisa menemukannya. Si Ajack, kemudian menyelundupkan Deng ke
perahu, dimana ia bereuni kembali dengan keluarganya.

“Kita semua menangis bahagia. Ketika pertama kami saya melihat adik-adik dan kakak-kaka saya, persis
bagaikan shock,” katanya. “Ini seperti mukjizat.”

Pada masa remajanya, Deng menjadi juara renang nasional dan bekerja di Parlemen Sudan, Kemudian
ia imigrasi ke AS, dimana ia mulai bekerja sebagai penjaga pantai di Coney Island. Bulan Maret 2006, ia
memulai the Sudan Freedom Walk sebagai cara untuk mempublikasikan ketidakadilan yang berlanjut di
Sudan. Pd Freedom Walk ini, ia melancong 300 mil dari markas PBB di New York ke Gedung Capitol di
Washington D.C., dan mengadakan pertemuan khusus dengan President Bush di Gedung Putih.

“Thn 1983, JIHAD dinyatakan di Sudan Selatan melawan siapa saja yang tidak mau tunduk pada Hukum
Islam,” kata Deng. “Dua juta orang Sudan Selatan DIBANTAI dan 7 juta orang menjadi pengungsi,”
katanya, yang menciptakan krisis humaniter yang belum pernah terjadi.

Deng menuding press Barat karena tidak meliput krisis lebih dini. “KARENA ARAB MEMBANTAI KAFIR
ATAS NAMA ISLAM, TIDAK ADA YANG BERANI BUKA SUARA,” kecam Deng. “Missi mereka adalah
merajah ternak, bunuh wanita dan lelaki, baker desa-desa dan ambil anak-anak kecil untuk dijadikan
budak. Bahkan sesama Kristen tidak mau membicarakannya. Orang takut dituduh anti-Islam atau anti-
Arab.” “Kami dibantai karena kami Kristen,” katanya.

Walau perjanjian damai sudah ditandatangani antara Sudan Selatan dan Utara pada bulan January
2005, perang masih juga berlangsung di kawasan Darfur, dimana militia-militia Arab yang bersekutu
dengan bagian utara melakukan ETHNIC CLEANSING ( Pembersihan etnik ).

“Sampai sekarangpun ini masih berlangsung,” kata Deng. “MEREKA INGIN AGAR SEMUA ORANG
MENJADI MUSLIM,” katanya.. “Sebagai manusia, kami tidak bisa bungkam kalau kejahatan berlangsung
didepan mata kami. Bgm saya bisa hidup menikmati kebebasan dan tidur setiap malam dengan aman
saat desa-desa kami masih juga dibakar, wanita2 masih juga diperkosa dan anak-anak diperbudak ?”

--------------------------------------
Mark Ellis is a Senior Correspondent for ASSIST News Service. He is also an associate pastor in Laguna
Beach, CA. Contact Ellis at markellis4@cox.net

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

186
BINTANG2 PELEMPAR JIN; MUKJIZAT QURAN ?
http://www.faithfreedom.org

Bintang2 yang Digunakan Sebagai Alat Penembak Jin/Setan

Muhamad, spt juga rekan2 Arabnya memiliki kepercayaan aneh kpd hantu2 yg disebutnya JIN.
Jin2 ini dibuat oleh api dan akan berdiri diatas pundak masing2 sampai mencapai surga utk
mendengarkan pembicaraan di surga. Tetapi yg paling luar biasa adalah bahwa sang 'nabi' percaya
bahwa bintang2 dan meteor yg menembak dilempar kpd JIn2 yg sedang menguping secara diam2.

Surah 72: 8
[72.8] dan sesungguhnya kami (para JIN) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya
penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

[72.9] dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengarkan
(berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengarkan tentu akan menjumpai panah api
yang mengintai (untuk membakarnya).

Ia mengulangi ide absurd itu kembali.

Surah 37: 6/10
[37.6] Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,
[37.7] dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka,
[37.8] setan-setan itu tidak dapat mendengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala
penjuru.
[37.9] Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,
[37.10] akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh
api yang cemerlang.

Surah 67: 5
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang
itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Alam semesta dibayangkan Muhammad, yg jelas mirip cerita dongeng. Duna baginya adalah DATAR,
dimana matahari muncul dari satu ujung ke ujung lain di air keruh.
Dlm kata Arab, kata “sama” berbicara ttg baik surga dan langit, dan bgi Muhamad, spt juga rekan2nya,
tidak ada perbedaan antara keduanya.

Tidak ada perbedaan antara keduanya, Ia menggambarkan surga (langit) sbg bagian yg paling rendah,
lebih rendah dari bulan. Lalu ia membayangkan JIn2 seakan mereka mahluk2 nyata yg berdiri pada
sesama pundak ssmpai mencapai surga dan menguping diskusi para 'musyrawarah Allah.' Ia
mengasumsi bahwa bintang adalah lampu2 yg menghiasi surga paling bawah yg juga digunakan sbg
alat pelempar utk menembak jin yg bandel. Bisakah orang yg punya logika menerima dongeng2 masy
primitif sbg kebenaran ?

Bintang2 penembak, terlepas dari nama mpreka BUKAN bintang, tetapi METEOR yg berkilau saat
memasuki atmosfir bumi, tetapi Muhamad tiak dapat melihat bedanya; bagi diriny abintang2 yg
menembak adalah bintang, bukan meteor.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

187
Se-absurd apapun, Muslim masih percaya kpd Jin. Quran menulis bahwa ini pernyataan Allah. Mana
mugnkin mereka salah ? Juga ada hadis yg mengkonformasi cerita ini.

Sahih Bukhari Volume 4, Book 54, Number 432
Diriwayahkan 'Aisha:
” Saya mendenegar rasulullah berkta, malaikat2 turun dari langit an mengkatan itu diputuskan dlm Surga. Setan
mendengarkan masalah ini dan turun utk menginsipirasi para tukang sihir dgnnya dan mereka akan menambahkan
saruts kebohongan menurut mereka sendiri."

Hadis yg serupa dilaporkan.

Sahih Bukhari Volume 9, Book 93, Number 650
Diriwayahkan 'Aisha:
Sejumlah orang bertanya kpd bani ttg para tukang sihir, ia mengatakan, 'mereka bukan apa2,' mereka
mengarahkan, 'Wahai rasuullah ! Beberapa dari mereka berbicara Kebenaran. Nabi mengatakan, :kata itu yg benar
adalah JIN yg merebut dari temannya sang tukang sihir dgn bunyi suara ayam. Orang tukang sihir lalu mencampuri
kata2 itu dgn seratus kebohongan."


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

188
BENARKAH DERAJAT WANITA MEMBAIK SETELAH DATANGNYA ISLAM ???
Naskah asli : http://www.faithfreedom.org/
Oleh: Ali Sina

Bertentangan dengan kepercayaan umum kaum Muslim, Islam TIDAK sedikitpun meningkatkan derajat
wanita di Arab Saudi. Malah merendahkan. Salah satu bukti terdapat dalam Hadith:

Bukhari Volume 3, Buku 43, Nomor 648
Narasi Abdullah bin Abbas:
"Saya ingin bertanya kepada Umar tentang kedua wanita diantara para isteri Nabi yang dikatakan Allah : “Jika
kedua diantara kalian bertobat kepada Allah …”
Saya mengatakan, “Wahai Ketua !” Siapa kedua wanita di antara isteri Nabi yang disebut Allah sebagai “Jika kedua
diantara anda bertobat kepada Allah (66.4)”? Ia menjawab, “Saya heran atas pertanyaan anda, Wahai Ibn Abbas,
Tentu mereka adalah Aisha dan Hafsa.”

Lalu Umar meneruskan narasi dan mengatakan :
“Saya dan tetangga saya dari suku Ansari dari Bani Umaiya bin Zaid yang dulunya tinggal di “Awali al Medina”
bergantian menemui Nabi Muhamad...
Kami, suku Quraish dulunya memiliki kuasa atas wanita, tetapi setelah tinggal dengan suku Ansar, kami melihat
bahwa para wanita-lah yang memiliki kekuasaan atas lelaki. Kemudian wanita kami juga mulai mengikuti contoh
wanita Ansari. Suatu kali saya berteriak kepada isteri saya … tetapi isteri saya berbalik menyahut dan saya tidak
suka. Isteri saya mengatakan “Mengapa kau tidak suka jika saya menyahutmu ? Demi Allah, para isteri Nabi
menyahuti Nabi dan beberapa dari mereka dilarang berbicara padanya sehari semalam.” Apa yang dikatakannya
membuat saya takut dan saya mengatakan kepada isteri saya, “Siapapun yang melanggar (perintah), akan kalah …”

Seperti anda lihat, Umar mengeluh bahwa setelah sampai di Medina, kaum Qurash--yang percaya
bahwa lelaki berkuasa terhadap wanita--melihat bahwa wanita Ansari lebih memiliki kekuasaan
terhadap kaum lelaki.

Mekah dulu adalah sarang agama. Di pusat agama manapun, fanatisme sering mengalahkan jalur pikir
(common sense) dan dimana agama lebih kuat, wanita mengalami diskriminasi. Tidak aneh kalau wanita
Mekah sadar derajat mereka lebih rendah ketika melihat hak2 yang dinikmati kaum wanita Yahudi dan
Ansari di Medina. Wanita Mekah lalu menuntut persamaan hak. Ini kemudian tidak disukai 2 lelaki
tradisionalis (misogynist) di Mekah. Pembicaraan antara kedua tokoh penttng dalam Islam ini jelas
menunjukkan ketidaksenangan mereka melihat isteri-isteri mereka menikmati kebebasan.

Kaum Arab tidak biasa mencatatkan sejarah mereka. Tidak banyak diketahui dari gaya hidup budaya
pra-Islam mereka. Versi sejarawan muslim adalah bahwa jaman itu adalah jaman jahilyah dan bahwa
sebelum datangnya Islam mereka orang ganas yang menguburi hidup bayi2 perempuan. Selain it
mereka dikatakan suka berperang. Dikatakan bahwa harga wanita jaman jahiliyah itu lebih rendah dari
onta. Datanglah Muhamad yang meningkatkan harga diri wanita-wanita tsb.

TETAPI Hadis yang disebutkan diatas menunjukkan fakta bertentangan. Hadis itu menunjukkan bahwa
wanita Arab dimanapun, kecuali di Mekah, memiliki lebih banyak hak yang kemudian dicabut oleh
Islam. Ini juga menunjukkan bahwa perlakuan rendah terhadap wanita dalam Islam bukan Mandat dari
Atas tetapi dari tata cara perlakuan kaum Qurash terhadap kaum wanita mereka. Muhamad yg berasal
dari Qurash terbiasa dengan perlakuan terhadap wanita macam itu dan baginya : begitu memang
seharusnya. Inilah yang dijadikan dasar perlakuan terhadap wanita dalam agama dan buku suci
Muhamad.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

189
Tetapi ada faktor lain yang berperan penting dalam menetapkan nasib muslimah, yaitu pengaruh para
isteri Muhamad terhadap Quran. Satu cara Muhamad membungkamkan orang adalah kebiasaanya
mengatakan bahwa : itu lho, ALLAH YANG MENURUNKAN WAHYU.

Jangan lupa bahwa Muhamad ketika itu berusia lanjut, dengan harem berjumlah 20 isteri dan gundik.
Semua isterinya muda dan cantik, kecuali kedua isteri pertamanya Khadijah dan Saudah, yang
dinikahinya ketika ia belum berkuasa. Sekarang ia sudah punya nama dan kuasa. Bukan saja ia mampu
menikahi siapa yang ia diinginkannya, bahkan wanita menyediakan dirinya kepada sang Nabi. Tentu ia
memilih wanita2 cantik. Namun kuasa politik belum tentu berarti kuasa/stamina fisik. Sang Nabi sadar
betul akan jarak usianya dengan para isterinya. Ia sangat iri kalau lelaki lain melirik isteri2nya. Oelh
karena itu ia mewanti2 isteri2nya agar tidak selengkuh.

Surah 33.30 "Hai istri-istri Nabi, siapa di antara kalian yang terlibat perbuatan tidak pantas, niscaya akan dilipat
gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan hal demikian itu mudah bagi Allah.
31. Dan siapa di antara kalian (istri-istri Nabi) tetap taat pada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang
saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.

Ia sering memperingatkan isteri-isterinya agar tidak menarik perhatian orang lain dengan menutupi
tubuh mereka.

32. Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah sembarang
dalam berbicara seperti orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik,
33. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang
Jahiliyah dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud
hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan bersihkan dan tak bernoda.

Surah tersebut diatas jelas menunjukkan kekhawatiran seorang lanjut usia akan isteri-isteri mudanya. :
mereka perlu dikontrol. Ironisnya, aturan yang khusus dimaksudkan bagi isteri-isteri Nabi menjadi
bagian dari Syariah dan diterapkan selama 1400 tahun disemua negara berpenduduk Islam. Nabi
Muhamad berkali-kali menekankan pentingnya isteri mematuhi suami. Mungkinkah ini ada
hubungannya dengan isteri-isteri muda Muhamah yang perlu dikontrol ? Mereka kadang malas
mengikuti aturan Muhamad, tetapi kalau aturan itu datang dari Allah, mereka tidak berani bantah.
Setiap kali Muhamad menghadapi problem rumah tangga, datanglah "Allah" dengan wahyu-
wahyuNya.

Surah 66:5 Jika ia menceraikan kalian, Allah akan memberikan padanya isteri-isteri yang lebih baik dari kalian;
muslimah yang percaya dan taat kepada Allah, bertobat kepada Allah, mengagungkan Allah, khusuk dalam puasa
… baik janda maupun perawan.

Salah satu bukti bahwa wanita Arab memiliki lebih banyak hak sebelum datangnya Islam adalah bahwa
Khadijah, sebelum bertemu Muhamad, adalah wanita sukses yang memiliki usaha sendiri dan
mempekerjakan banyak orang termasuk lelaki. Muhamad bahkan salah satu pekerjanya. Nah, mana ada
cerita perempuan Islam memiliki bisnis sendiri setelah era Muhamad ?

Bagi Muhamad wanita tidak lebih dari obyek seks. Dilaporkan bahwa ia tidak suka berjabatan tangan
dengan wanita, dan memberikan tugas itu kepada pengikutnya. Apa yang begitu seksual dari kegiatan
berjabatan tangan ? Mungkin sang Nabi tercabik-cabik antara nafsu seksual dan statusnya sebagai nabi.
Sesuatu terjadi dalam benaknya sehingga membuatnya merasa bersalah kalau sampai menyentuh
wanita.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

190
Nabi Allah ini juga merasa bahwa derajat intelektualitas wanita jauh dibawah lelaki, bahwa mayoritas
penghuni neraka adalah wanita karena mereka tidak tahu terima kasih, bukan terhadap Allah, tetapi
terhadap suami mereka. Ini yang dikatakannya :

Bukhari Volume 2, Buku 24 Nomor 541
Narasi Abu Said al-Khudri:
Pada Idul Fitri atau Idul Adha, Nabi Muhamad saw keluar dari musolah. Setelah selesai solat ia menyampaikan
ceramah dan memerintahkan orang utnuk memberikan zakat. Ia mengatakan “Wahai pengikut, berikanlah zakat”
dan ia beralih kepada para wanita “Wahai perempuan, berikanlah zakat. Karena saya melihat mayoritas penduduk
Neraka adalah wanita.”
Para wanita bertanya “Wahai Nabi, apa alasannya ?” Ia menjawab “ Wahai Wanita, kalian sering mengutuk dan
tidak berterima kasih kepada suami. Saya belum pernah melihat kaum yang begitu rendah dalam tingkat
intelektualitas dan agama selain kalian. Wahai wanita, diantara kalian akan menggoda lelaki baik-baik ke jalan tidak
benar.”

Sulit dimengerti bagaimana seseorang yang percaya bahwa :
- wanita bertanggung jawab membawa lelaki ke jalan yang tidak benar dan
- bahwa mayoritas penduduk Neraka adalah wanita karena mereka tidak berterima kasih kepada suami
dan
- bahwa derajat intelektualitas wanita tidak memadai, sanggup menghormati perempuan. Hadis-hadis
macam ini seringkali terulang.

Dalam versi berikut Nabi Muhamad menjelaskan alasannya mengapa wanita dianggap rendah dalam
segi intelektualitas.

Bukhari Volume 1, Buku 6, Nomor 301
Narasi Abu Said Al-Khudri:
Begitu Rasulullah keluar dari musolah Idul Adha atau Idul Fitri ia mengatakan: “Hai Wanita ! Berikanlah zakat,
karena saya meilhat mayoritas penduduk Neraka adalah wanita.”
Mereka bertanya “Mengapa demikian hai Rasulullah ?”
Ia menjawab, “Kalian sering mengutuk dan lebih rendah derajat intelektualitas dan agama. Lelaki baik-baik bahkan
kalian bawa ke jalan tidak benar.” Para wanita bertanya, “Hai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan rendah derajat
intelektualitas dan agama ?”
Ia balik bertanya “Bukankah kesaksian DUA wanita sama dengan kesaksian SATU lelaki ? Mereka menjawab ya.
Rasulullah kemudian mengatakan “Itulah yang dimaksud dengan rendahnya derajat wanita dalam intelektualitas.
Bukankah benar bahwa wanita tidak dapat solat ataupun berpuasa kalau sedang datang bulan ?“ Mereka
menjawab ya. Rasulullah mengatakan “Itulah yang dimaksud dengan rendah derajat dalam intelektualitas dan
agama.”

Jadi menurut alasan Nabi Allah, perempuan rendah derajat dalam intelektualitas karena kesaksian dua
wanita sederajat dengan kesaksian seseorang lelaki. Saking rendahnya derajat perempuan ini sampai
mereka dilarang puasa atau solat kalau lagi datang bulan. Tidak jelas apa yang dimaksudkan Muhamad
dengan rendah derajat dalam urusan agama. Mungkin bahwa wanita kurang berkembang secara
spiritual. Alasan-alasan inilah--yang memang umum dikalangan Arab-- diterapkan Muhamad dalam
buku sucinya.

Tetapi lihatlah absurdnya alasan-alasan tersebut diatas. Apa atau siapa yang menentukan kesaksian
wanita setengah dari kesaksian lelaki ? Sang Nabi atau tradisi waktu itu ? Bagaimanapun, aturan yang
absurd ini bukan bukti kekurangan intelektualitas wanita. Nabi selalu menggunakan alat favoritnya:
RASA TAKUT. Allahnya Muhamad bahkan tidak sungkan-sungkan mengirimkan wanita yang tidak patuh
kepada suami ke neraka.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

191
Bukhari Volume 1, Buku 6, Nomor 161:
Narasi Abdulah bin Abbas:
Saya juga melihat Api Neraka dan belum pernah melihat hal yang lebih mengerikan. Saya melihat bahwa
kebanyakan penduduk Neraka adalah wanita.” Orang kemudian bertanya “Wahai Rasulullah, mengapa demikian ?”
Rasulullah menjawab “Karena mereka tidak tahu terima kasih.” Apakah mereka tidak berterima kasih kepada Allah ?
Rasulullah menjawab “Mereka tidak berterima kasih kepada suami dan kepada tindakan baik suami … Jika lelaki
bermurah hati kepada perempuan selama hidupnya dan wanita melihat sesuatu yang tidak memuaskan dalam
lelaki, ia akan mengatakan “Saya belum pernah mendapatkan satupun hal baik darimu.”

Namun tidak ada sepatah kata apapun tentang hukuman yang diterima suami kalau tidak
memperlakukan isteri dengan baik. Malah, para suami DIANJURKAN untuk melecehkan isteri mereka
lewat perkataan, secara emosi maupun fisik. Ya, inilah tepatnya apa yang dianjurkan Allah:

Surah 4:34:
Lelaki adalah penguasuh wanita karena Allah menciptakan yang satu lebih tinggi derajatnya dari yang lain dan juga
karena mereka (kaum lelaki) menggunakan bagian dari harta mereka; wanita baik adalah mereka yang taat,
menjaga aurat sebagaimana Allah menjaganya; dan kalau isteri tidak patuh, tegurlah mereka dan tinggalkan
mereka sendirian dalam pelaminan dan PUKUL mereka; baru setelah mereka patuh jangan lagi menjauhkan
mereka ….”

Kalau ada diantara anda yang meragukan posisi perempuan dalam Islam, surah tersebut diatas
menjelaskannya. Jelas-jelas dikatakan bahwa lelaki adalah pengasuh perempuan, mengambil alih
kebebasan dan otonomi mereka, membuat mereka tergantung lelaki. Lelaki adalah boss rumah tangga
karena ia pencari nafkah. Ini menunjukkan bahwa wanita tidak mampu atau tidak diperbolehkan
bekerja. Wanita hanya pantas tinggal di rumah, beranak, jaga anak dan berterima kasih atas makanan
yang didapat dari nafkah suami. Dengan lain kata, wanita tidak lebih dari BUDAK. Tetapi nabi tidak
berhenti disini. Ia bahkan memerintahkan lelaki untuk melecehkan isteri mereka, secara fisik dan
seksual, seperti binatang. Superioritas lelaki terhadap wanita ini jugadiratifikasi dalam Surah 2:228 yang
mengatakan “lelaki adalah satu derajat diatas wanita.”


*****

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

192
Versi Hadis lainnya sehubungan dengan derajad wanita:

Sahih Muslim, Buku 004, Nomor 1926
Jabir bin Abdullah melaporkan: Saya bersolat dnegan Rasulullah pada hari Id. … dan kepada sekelompok
perempuan yang ditemuinya ia berceramah dan menegur mereka, dan meminta mereka agar memberikan zakat
karena kebanyakan dari mereka adalah bahan bakar Neraka. Seorang wanita bertanya “Mengapa demikian
Rasulullah ? Ia mengatakan kalian selalu mengomel dan menunjukkan ketidakpuasan terhadap suami. Dan lalu
mereka memberikan zakat dengan menyerahkan perhiasan yang mereka kenakan …

Singkatnya, guna meningkatkan pengikut Rasulullah menggunakan taktik menakut-nakuti (scare
tactics). Lihatlah bagaiman Allah membandingkan wanita dgn setan.

Bukhari Volume 1, Buku 6, Nomor 301
Jabir melaporkan bahwa Muhamad saw melihat seorang wanita dan ia meminta isterinya Zainab yang sedang
bekerja, agar mengijinkannya melakukan hubungan seksual dgn Zainab. Muhamad saw kemudian menemui
rekan2nya dan mengatakan kepada mereka ; WANITA ITU DATANG DAN PERGI DALAM BENTUK SETAN. Jadi kalau
kalian melihat wanita, pergilah kepada isteri kalian. Dengan cara itulah kalian bisa mengusir nafsu yang membakar
dalam hati.

ANDA PATUT BERTANYA : seorang nabi menyukai wanita lain dan melampiaskan nafsu seksualnya ini
terhadap isterinya ? Bayangkan bagaimana perasaan seorang isteri kalau tahu bahwa ia hanya
digunakan sebagai alat pemuasan nafsu suaminya terhadap wanita lain ?

Ada beberapa surah dalam Quran dan Hadis yang mengejutkan. Yang satu ini, menurut saya, yang
paling dahsyat.

Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 460
Narasi Abu Huraira:
Rasul Allah mengatakan, “Jika seorang suami memanggil isteri ke pelaminan (untuk senggama) dan wanita itu
menolak dan mengakibatkan sang suami tidur selagi marah, para malaikat akan mengutuknya sampai keesokan
hari.”

Hadis tersebut diatas mengundang pertanyaan, apakah benar Allah tidak punya kesibukan lain selain
mengurusi kenikmatan seksual rasul-rasulnya ? Tidak masuk akal Tuhan membiarkan malaikat-
malaikatNya mengutuki wanita yang menolak memuaskan nafsu birahi suami. Hadis macam ini diulangi
berkali-kali sehingga membuat saya bertanya jangan-jangan Allah itu memiliki nafsu birahi yang tidak
terkontrol dan menikmati melihat pengikutnya bersenggama.

Sahih Muslim, Buku 008, Nomor 3367
“Abu Huraira melaporkan Rasulullah sebagai mengatakan: … jika seorang suami memanggil isteri ke pelaminan,
dan isterinya tidak menanggapi, selama suaminya tidak senang dengan perempuan itu, IA yang di surga juga akan
tidak senang.”

Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomor 122
Narasi Abu Huraira:
Rasulullah mengatakan, “jika seorang wanita tidur tidak dipelaminan suami, maka para malaikat akan
mengirimkannya kutukan kecuali ia kembali ke suaminya.

Mengapa seorang rasul suci begitu sibuk membahas urusan seksual ? Mungkinkah bahwa Rasulullah
sudah mencapai usia lanjut ? Mungkin giginya mulai rontok dan nafasnya tidak sedap. Sementara isteri-
isterinya berusia muda. Mereka menikmati status First Ladies di Arabia, tetapi enggan menemani
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

193
Rasulullah di pelaminan. Mungkin kutukan malaikat dan ketidaksenangan Allah adalah cara Rasulullah
memaksa isteri-isterinya untuk tidur dengannya.

Saya bukan perempuan tetapi sayapun tersinggung kalau hal tersebut diatas dipaksakan kepada
saudara perempuan saya. Berikut ini adalah ayat yang paling merendahkan bagi wanita oleh Rasulullah:

Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomor 33
Narasi Usama bin Zaid:
Rasulullah mengatakan “… saya telah meninggalkan lebih banyak sengsara (affliction) terhadap kaum wanita
daripada kaum lelaki.”

Sahih Muslim Buku 008, Nomor 3466:
Abu Huraira melaporkan Rasulullah berkata: Perempuan seperti tulang rusuk. Jika kau mencoba meluruskannya,
kau akan mematahkannya. Jika kau membiarkannya, kau akan tetap mendapat manfaatnya, tetapi ketidaklurusan
akan tetap berada didalam (hati) nya.

Hadis2 macam ini sering diulangi oleh narator2 lain.
Bagaimana Ummah bisa menghormati wanita jika sang rasul saja merendahkan mereka ? Kalau sang
Rasul saja mengejek derajat agama, intelek dan hak perempuan, apa yang bisa diharapkan dari
pengikutnya ?

Standar moralitas dan etis Rasulullah bisa dilihat dari contoh dan cerita kehidupannya. Simaklah:

Bukhari Volume 4 Buku 55, Nomor 623
Narasi Abu Musa:
Rasulullah mengatakan, “Banyak diantara kalian lelaki mencapai tingkat sempurna, tetapi tidak satupun diantra
wanita mencapai tingkat ini kecuali Aisha, isteri Faraoh dan Mariam, puteri Imran. Dan tidak diragukan, superioritas
Aisha disbanding dengan wanita lain sesperti membandingkan Tharid dengan hidangan lain (membandingkan
daging dengan roti).

Nilai2 etik dan standad moral Rasulullah bisa disimak dari contoh kelakuan dan cerita tentang
hidupnya. Seperti dibawah ini:

Bukhari Volume 7, Buku 63, Nomor182:
Narasi Abu Said:
Kami pergi dengan Rasulullah ke sebuah taman bernama Ash-Shaut… Rasul mengatakan, “Duduklah disini,” dan
pergilah Rasul kedalam taman tersebut. Seorang wanita dari Bani Jaun menetap di rumah milik Umakima bint An-
Num’manm bin Sharahil … Ketika Rasul memasuki rumahnya, ia mengatakan padanya “Relakan dirimu padaku”.
Wanita itu menjawab, “Apakah seorang puteri raja bisa memberikan dirinya kepada rakyat biasa ?” Rasul
menyentuhnya guna menenangkannya. Wanita itu mengatakan “Saya mencari perlindungan Allah agar jauh
darimu”. Rasul mengatakan, “Kamu sudah mendapatkan perlindungan dari Sang Maha Pelindung.”
Lalu Rasul datang kepada kami dan mengatakan “O Abu Usaid! Berikan padanya dua baju putih dan biarkan ia
kembali kepada keluarganya.”

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

194
Apakah sang Rasul tidak puas dengan wanita yang sudah ia miliki ? Apakah ia harus menggenjot setiap
wanita yang ditemuinya ? Kalau ini kelakuan Idi Amin atau milyoner bejat, masih bisa mengerti. Tapi ini
NABI ! Utusan Yang Maha Kuasa ! Muhamad ini begitu dirasuki nafsu birahi sampai menuntut wanita
harus meng”hadiah”kan diri baginya… Kalau kemauannya ditolak ia membalas dengan kekerasan … tapi
kalau ia sadar akan tindakan cabulnya itu dan merasa bersalah, sang Rasul tidak malu-malu memberi
sogokan kepada korban. Inikah tabiat orang yang bermental stabil ?

Rasulullah tidak menghormati wanita. Baginya, wanita melambangkan segala sesuatu yang ia benci. Ia
menganggap wanita sebagai pembawa sengsara. Kalau ia bermimpi tentang wanita berkulit hitam, ia
menginterpretasikannya sebagai tanda datangnya epidemi (penyakit).

Bukhari Volume 9, Buku 87, Nomor163
Narasi ayah Salim:
Rasulullah mengatakan, “Saya melihat dalam mimpi seorang wanita berkulit hitam dengan rambut tidak tersisir
keluar dari Medina dan bersinggah di Mahai’a. Saya mengartikannya sebagai ditularkannya epidemi Medina
kepada Mahai’a, yaitu Al-Juhfa.”

Bahkan dalam hal2 religius, Rasulullah menekankan tingkat rendah wanita:

Sahih Bukhari 1.778
Narasi Sahl bin Sa’d:
Mereka yang solat dengan Rasulullah mengikat Izar dileher mereka … dan setelah sujud para wanita diperintahan
agar tidak mengangkat kepala sebelum para lelaki kembali pada posisi tegak.

Berikut ini menetapkan ketergantungan abadi wanita.
Bukhari 2,194
Narasi Abu Huraira:
Rasulullah mengatakan, “Tidak diijinkan bagi wanita yang percaya Allah dan Hari Kiamat untuk mengadakan
perjalanan selama satu hari dan satu malam, kecuali dengan sesama Mukhrim.”

Marilah kita mengakhiri tulisan tentang status wanita dalam Islam ini dengan kata2 Rasulullah dalam
berbagai Hadis:
- Menemukan wanita baik-baik sama dengan menemukan burung gagak putih diantara seratus
burung lainnya.
- Perkawinan adalah macam perbudakan bagi wanita.
- Wanita harus sujud kepada suami.
- Pun jika sang isteri menjilati nanah dari seluruh tubuh suaminya, ia tetap tidak akan sanggup
melunasi hutangnya kepada suaminya.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

195
ILMU PENGETAHUAN TENTANG HADIS
Based on classic primers
Oleh Sheikh Abdur-Rahman ibn Yusuf

Bismillahi wal hamdulillah wassalatu wassalamu ala Rasoolillah,

Ilmul Hadis adalah ilmu pengetahuan untuk mempelajari Hadis. Apa yang ditentukan sebagai “Hadis”
akan dibahas kemudian, tapi tulisan ini dimulai dengan penekanan bahwa ilmu pengetahuan Hadis
adalah satu dari banyak ilmu pengetahuan agama. Ada beberapa ilmu pengetahuan fundamental
seperti Usul-Al-Qur’an (dasar2 Qur’an), Usul Al-Hadis (dasar2 Hadis), Lughah (bahasa, termasuk
balagha, Fasahah) dan Usul al-Fiqh (dasar2 Fiqh).

Ilmu pengetahuan Hadis bergantung pada ilmu pengetahuan akan Qur’an tapi juga dibutuhkan
pengertian yang benar akan Qur’an. Satu hal yang ingin kuajukan adalah terdapat orang2 yang
mempertanyakan pentingnya hadis. Bahkan kaum Qura’niyoon (yang percaya Qur’an saja) mengatakan
bahwa Hadis tidak relevan dan mereka hanya mempelajari Qur’an saja. Ini merupakan pandangan yang
salah.

Allah mengatakan di Qur’an 2:129:
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada
mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta
mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Kata kunci di sini adalah bahwa sang penyampai firman bertugas mengajar mereka isi buku DAN
melaksanakan hikmat diantara mereka. Bahkan kaum Sahadah juga salah mengerti akan bahasa Qur’an.

Di Sura Al-Hasr Allah memberitahu kita (59:7)
“… Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka
tinggalkanlah….”

Dia juga berkata:
Q 4:65 Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim
terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan
terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Akhirnya, Allah berkata:
Q 4:59 Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan
Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama
(bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Secara keseluruhan, aku percaya bahwa mengira Allah subhanahu wa taala mengirim utusan yang salah
merupakan penghujatan. Jika utusan Allah itu tidak relevan dan tidak menambah apapun pada agama,
mengapa Allah tidak mengirim satu buku komplit? Mengapa harus memberikan kepada kita melalui
seorang utusan?

Sekarang mari lihat beberapa kata (terminologi) yang digunakan sehubungan dengan ilmu
pengetahuan (i.p.) ini:
1-Hadis:
a) Dalam pengertian linguistik (bahasa), “hadis” berarti sebuah komunikasi atau sebuah cerita.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

196
b) Dari sudut pandang teknis (yang relatif terhadap i.p. hadis): Ini adalah kumpulan perbuatan,
perkataaan dan kebijaksanaan sang Nabi. Sebagai tambahan, semua tradisi yang menjabarkan tentang
Nabi dan penampilan fisiknya dan harta miliknya juga termasuk hadis, seperti “Ash-Shama’il Al-
Muhammadiyah.”

Dalam Qur’an, kata Hadis juga disebut. Allah mengatakan Qur’an sebagai “Ahsan Al-Hadith” (39:23)
yang berarti pesan terbaik atau kata2 terbaik. Dia juga memperingatkan “[68:44] Maka serahkanlah (ya
Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Hadis). Nanti Kami
akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka
ketahui.”

2-Sunnah:
a) Hadis juga seringkali dianggap sebagai “As-Sunnah.” Kata “Sunnah” ini digunakan bergantian dengan
kata “Hadis” terutama jika kita bicara tentang sumber2 Hukum Islam (pertama adalah Qur’an, kedua
adalah Hadis atau Sunnah).
b) Sunnah juga berarti cara hidup Nabi
c) Sunnah juga dianggap bertaraf Fiqh jika menetapkan aturan2 tentang berbagai masalah. Tindakan
penetapan aturan ini adalah sunnah dalam arti aturan itu dianjurkan atau ditekankan.

Pentingnya Hadis:
Sang Nabi adalah Qur’an berjalan. Dia adalah pengejawantahan Qur’an di dunia. Kawan2 karibnya tahu
betul akan hal ini. Karena inilah mereka menemaninya. Karena inilah mereka digelar “Kawan2 sang
Nabi”. Kata “kawan” di sini tidak berarti umum. Tidak semua Muslim pada saat itu adalah kawan
Muhammad, dan hanya mereka yang bisa bertemu dengannya (kecuali satu orang yang dianggap Nabi
sebagai kawannya meskipun orang itu tidak dapat datang atau bertemu dengannya).

Kawan2 karib Muhammad sadar akan berharganya Muhammad, sehingga mereka berusaha setengah
mati untuk bisa bersama dengannya dan untuk mencatat dan menjadi bagian dari semua yang dia
katakan dan lakukan. Omar membuat persetujuan dengan kawan karib Muhammad lainnya bahwa
mereka akan bergantian menemani Muhammad. Yang seorang akan pergi ke luar untuk bekerja
menafkahi keluarganya, sedangkan yang lain akan diam tinggal bersama Muhammad dan mencatat
semua yang dikatakan dan dikerjakannya. Pada akhir hari, mereka semua akan membagi apa yang
mereka ketahui.

Contoh lain adalah Abu Hurairah. Meskipun dia jadi Muslim dalam tahun2 akhir kenabian Muhammad,
tapi dia adalah penyampai kisah2 tentang sang Nabi terbanyak diantara semua kawan2 karib Nabi. Ini
karena begitu dia jadi Muslim, dia lalu diangkat jadi Ahlu-Suffah (kawan2 karib yang tinggal di mesjid
Nabi) dan dia membaktikan hidupnya untuk menemani Nabi dan belajar darinya. Begitu banyak kisah
yang disampaikannya sehingga beberapa kawan lain mengujinya dan dia berhasil lulus ujian.

Tradisi ini dilakukan dengan ketat sehingga jika sang Nabi berbuat sesuatu dalam tradisi asli, para
penyampai cerita sepanjang waktu juga berbuat hal yang persis sama. Ada satu kelompok Hadis yang
disebut sebagai “Al-Musalsalat” di mana penyampai cerita akan berkata “dan lalu sang Nabi melakukan
ini …” dan dia pun berbuat persis sama seperti yang dilakukan Nabi. Contohnya, tersenyum atau
berjabatan tangan atau menekuk jari2 agar terbelit dengan jari2 yang lain (tashbik). Beginilah persisnya
orang2 mempertahankan tradisi, sehingga bahkan jika sang Nabi membuat suatu gerakan tubuh,
mereka (penyampai cerita) akan menceritakan dan melakukannya.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

197
Pentingnya Ilmu Pengetahuan Hadis:

IP Hadis sangatlah tertentu dan pasti. IP “Jarh wa Ta’deel” (pengamatan atas para penyampai cerita),
merupakan salah satu yang memiliki aturan yang sangat pasti dan hukum2 yang jelas dan fundamental
yang nanti akan kita bahas.

Ahadis (kata majemuk bagi hadis) dari sang Nabi sangat luasdan lebar. Para sahabat dekat sang Nabi
pergi jauh dari Medina. Coba bayangkan saja tentara Muslim yang mengalahkan Mekah berjumlah
10.000 tentara dan ada beberapa ribu sahabat karib di Medina sewaktu jaman Omar. Jika dibayangkan
seorang sahabat karib dapat menyampaikan hadis atau tradisi cerita tidak hanya pada satu orang saja
tapi juga pada sekelompok murid2, maka tentunya cabang2 pohon hadis jadi semakin lebar dan luas.
Maka dari itu, penting untuk mengumpulkan hadis2 ini untuk menjaga keasliannya.

Koleksi Hadis:

Koleksi hadis yang pertama dikumpulkan oleh para sahabat karib Nabi sendiri. Beberapa sahabat
menyimpan gulungan kulit bertuliskan hadis. Kita sekarang tahu bahwa Abu Bakr menyimpan sebuah
koleksi hadis.

Meskipun begitu, kebanyakan tradisi hadis disampaikan lewat ucapan. Koleksi pertama Hadis dilakukan
oleh Abu Bakr ibn Hazm dan diperintahkan oleh Omar ibn Abdul-Aziz. Setelah itu, banyak koleksi Hadis
yang dikumpulkan, yang pertama dan yang paling terutama adalah Muwatta’ dari Imam Malik, lalu
disusul Hadis lain seperti Musnad Imam Ahmed, Sahih Al-Bukhari, Mustadrak Al-Hakim, dll.

Penyampaian Sebuah Hadis:

Ada delapan cara bagaimana hadis disampaikan dari seseorang ke orang lain sebagaimana para ahli
hadis telah membedakannya:
a) Mendengar: Penerima Hadis mendengar dari pihak penyampai Hadis dan mengingatnya.
b) Mengatakan: Penerima Hadis mengisahkan kembali di hadapan Penyampai Hadis dan sang
Penyampai menyetujui isi pesannya. Ini terutama penting di zaman kita. Kita hidup di era informasi.
Ada banyak sekali informasi, tapi kurang Ilm. Ada kemungkinan informasi disampaikan secara
ngawur. Karena itu penting untuk diingat bahwa mereka yang melaporkan hadis yang disampaikan
dari orang lain tanpa ijin orang itu dikenal sebagai “Pencuri Hadis”.
c) Ijin: Penyampai Hadis telah memberi izin kepada Penerima Hadis untuk mengisahkan Ahadis dari
Penyampai Hadis.
d) Pemberian: Sebuah buku Hadis diberikan pihak Penyampai kepada Penerima Hadis dan dia
diperbolehkan untuk mengisahkan cerita dari buku itu.
e) Tertulis: Sebuah pesan tertulis berisi Hadis dikirim dari pihak Penyampai ke pihak Penerima.
f) Diperkenalkan (I’lam): Mengumumkan Ahadis. Ini berarti pihak Penyampai memberitahu seseorang
bahwa dia (Penyampai) dapat ijin untuk menyampaikan sebuah buku Hadis dari ilmuwan tertentu.
Beberapa ahli mengijinkan, tapi ada pula yang tidak memberi ijin.
g) Warisan: Pihak Penyampai menyatakan bahwa Hadis diwariskannya kepada pihak Penerima.
h) Ditemukan: Pihak penerima menemukan tulisan pihak Penyampai yang berisi Hadis.

Semua ini ditentukan oleh para ahli Hadis, dan bagaimana Hadis disampaikan menambah nilai keaslian
Hadis itu. Contohnya, ketika menyampaikan Ahadis, seringkali kita baca sang pengarang buku Hadis
menulis “Hadathana” atau “Akhbarana” atau terkadang mereka hanya menulis “’an folan ‘an ilan” (huruf
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

198
“’an” berarti hadis ini dilaporkan “oleh” orang ini dan itu). Penggunaan kata2 ini bukanlah kebetulan
belaka dan semuanya mengandung konsekuensi tersendiri. Contohnya, “Hadathana” menerangkan
bahwa guru membacakan Hadis kepada seorang murid dan murid itu menyampaikan Hadis tsb.
Sedangkan “akhbarana” berarti murid itu sendiri membacakan Hadis tsb di hadapan gurunya dan sang
guru menyetujui cara Hadis dihafalkan murid itu.

Mempelajari Hadis:

Para ilmuwan telah mengungkapkan pentingnya Hadis. Mereka berdebat tentang pada usia berapa
seseorang boleh mulai mempelajarinya dan bagaimana menguasainya. Bebarapa ilmuwan mengatakan
anak berusia 10 tahun boleh mulai mempelajari Hadis, sedangkan yang lain berkata 12 tahun, 15 tahun
atau 20 tahun. Bahkan ada seorang ilmuwan yang berkata bahwa seorang anak boleh mulai belajar
Hadis setelah anak itu tahu beda seekor sapi dan seekor keledai.
Contoh pada usia berapa orang bisa mempelajari Hadis bisa dilihat pada diri Imam Shafii yang telah
menghafal semua Hadis Muwatta Imam Malik ketika dia baru berusia 10 tahun.

Keaslian Hadis:

Mengapa perlu menelaah segala perbedaan tingkat, jabatan dan keadaan setiap penyampai cerita?

Alasan utama adalah untuk memelihara keutuhan Hadis sehingga tidak dikorupsi dan diubah oleh
pengaruh ideologi dan politik. Singkatnya, untuk menghindari Hadis itu diubah. Pengubahan atau
pemalsuan dapat terjadi karena berbagai alasan, misalnya alasan politik atau kepentingan pribadi.
Karena adanya kekhawatiran memalsu Ahadit dan dengan mengaku itu dari Nabi, para ahli agama
mulai membaktikan diri untuk mempertahankan tradisi penyampaian Hadis.

Tingkatan Hadis:

Tingkatan Hadis diatur oleh para ahli Hadis untuk memeriksa mata rantai (asal usul) dan isi Hadis dan
memberinya tingkatan untuk memisahkannya dari Ahadis palsu. Perlu diingat bahwa tingkatan ini
tidaklah absolut (mutlak). Beberapa ahli hadis lebih keras menetapkan seleski dibandingkan yang lain.
Para ahli Hadis sendiri dibagi tingkatannya seperti Mo’tadel” (menengah/sedang) seperti Al-Zhahabi,
“Motashaddid” (ketat/keras) seperti Ibn Al-Jawzi dan Ad-Daraqutani dan “Mutasahil” (toleran/lunak)
seperti as Al-Hakim.

Ketika menentukan kesahihan sebuah Hadis, para ahli memeriksa isi Hadis dan mata rantai penyampai
cerita. Rantai ini diperiksa dengan dua tujuan, yakni keseringan/kekerapan kisah disampaikan dan
kesinambungannya sampai pada sang Nabi. Selain itu sebagai tambahan, setiap Penyampai cerita di
dalam mata rantai Hadis diperiksa kejujuran dan kekuatan daya ingatnya.

Keseringan/Kekerapan Cerita:

a) Mutawatir: Hadis mutawatir adalah Hadis yang disampaikan oleh sekelompok orang dari setiap
tingkatan rantai Penyampai kisah. Contoh dari “tawatur” misalnya bahwa benua Antartika memang
faktanya ada. Ini adalah suatu fakta yang dilihat orang banyak (baik melihatnya langsung atau dari
foto2 satelit) dan lalu melaporkannya ke kelompok orang yang lebih banyak yang kemudian
menuliskannya di dalam buku2 bagi kita semua. Mutawatir terdiri dari dua jenis:

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

199
1. Harafiah: Berarti bahwa kita punya banyak salinan Hadis yang dikisahkan oleh orang2 yang
berbeda tapi semuanya mengandung kata2 yang persis sama. Hadis seperti ini sangat jarang
ditemukan diantara koleksi tradisi/Hadis nabi.
2. Berhubungan dengan Keadaan (Kontekstual): Hadis diceritakan oleh banyak orang di setiap
tingkat rantai penyampai cerita tapi tidak dalam kata2 yang persis sama. Ada banyak Ahadis
seperti ini dan kebanyakan membentuk dasar/azas kepercayaan dan tata hukum Islam.

b) Ahaad: Jenis ini merupakan sebagian besar dari tradisi2 atau kumpulan Hadis Nabi. Ini adalah Hadis
yang hanya punya beberapa orang Penyampai Hadis yang mengisahkannya pada saat bersamaan di
setiap tingkatan rantai penyampaian cerita. Ini pun lalu dibagi dalam kelompok2 yang lebih kecil.
Penting untuk dimengerti bahwa di kategori2 di bawah, angka yang dicantumkan mewakili jumlah
terkecil Penyampai cerita di setiap tingkat rantai penyampaian cerita. Contohnya, jika sebuah Hadis
disampaikan oleh 6 orang Pencerita (tingkat pertama) dan lalu 8 Pencerita Tabieen (tingkat kedua) dan
lalu 2 tingkat berikutnya 3 Pencerita dan 12 tingkat berikutnya 4 Pencerita, maka lebar rantai hadis ini
adalah “2” yang diambil dari rantai tingkat 3 karena jumlah itulah yang paling kecil dari mata rantai
keseluruhan. Hadis seperti ini dikenal sebagai Aziz (lebar rantai 2) meskipun sebenarnya disampaikan
oleh 6 kelompok dan jumlah keseluruhan Pencerita adalah 10 orang. Inilah jenis2 hadis Ahaad:

1. Mashhoor (terkenal): Ini bukan berarti terkenal diantara orang banyak, tapi sering terlihat. Ini adalah
Hadis yang sedikitnya punya lebar rantai 3.
2. Aziz (berharga/jarang): Ini adalah Hadis yang sedikitnya punya lebar rantai 2.
3. Gharib (asing): Ini adalah Hadis yang sedikitnya punya lebar rantai 1.
4. al-Fard (sendiri/single): Hadis yang ini terdiri dari dua kelompok: (fard mutlaq): di mana Hadis ini
disampaikan oleh seorang tertentu saja. Atau Hadis ini punya arti yang berbeda (1) tiada seorangpun
Pencerita2 lain yang dapat dipercaya menyampaikan Hadis ini kecuali satu orang tertentu saja, atau
(dapat kita katakan) orang lain pun menyampaikan Hadis itu tapi mereka tidak dipercaya kejujurannya.
(2) tiada ahli2 Islam dari daerah lain menyampaikan Hadis itu kecuali ahli2 di satu tempat saja.




Kesinambungan Penyampaian Cerita:
a) Marfoo’: Berhubungan dengan sang Nabi. Berarti Penyampai Hadis secara tegas menyatakan bahwa
Muhammad memang mengatakan itu.
b) Hokm Al-Marfoo’: Berhubungan melalui akal pikiran/logika. Meskipun Penyampai Hadis tidak
menyebutkan bahwa hal ini dikatakan sang Nabi, tapi isinya jelas menunjukkan bahwa ini hanya bisa
datang dari sang Nabi.
c) Musnad/Mutassil: Berhubungan sempurna, berarti tidak ada mata rantai yang terpisah, semua
Pencerita mendengarkan langsung di hadapan setiap orang dalam mata rantai Penyampai Hadis.
d) Mawqoof (dihentikan): Hadis ini berisi perkataan Sahabat Nabi.
e) Maqtoo’ (dipotong): Hadis ini berisi perkataan atau ajaran seorang tabi’ee (generasi setelah Sahabat
Karib Nabi).
f) Mursal: Tabi’ee mengisahkan bahwa sang Nabi mengatakan suatu hal dan Tabi’ee tidak
menyinggung keterangan bahwa Sahabat Karib Nabilah yang menyampaikan hal ini.
g) Mu’alaq (tergantung): Terjadi ketidaksinambungan dalam mata rantai penyampaian Hadis dari awal.
h) Munqati: Terjadi ketidaksinambungan di tengah2 mata rantai penyampaian Hadis.
i) Mo’dal: Ada dua celah dari dua Penyampai cerita dalam mata rantai.
j) Mo’an’an: Dikisahkan melalui penggunaan “an” seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

200
k) Musalsal: Dikisahkan termasuk gerakan2 tubuh atau tindakan sang Nabi yang termasuk dalam tradisi.

Tingkatan2 Hadis:

Sekarang kita pelajari perbedaan tingkat Hadis melalui mata rantai Hadis dan juga isinya.

a) Maqbool (diterima): Ini berarti Hadis ini diterima sebagai bukti dalam Ilmu Hukum Islam. Seorang ahli
hukum Islam dapat menggunakan Hadis ini sebagai bukti kebenaran pendapatnya. Ini dibagi dalam
beberapa tingkat:
1. Sahih (benar/bentuk yang tepat): Ini adalah tingkat keaslian tertinggi dan ini pun dibagi dalam dua
sub tingkatan:
i. Sahih secara hakiki: Sahih karena mata rantai dan isinya telah lulus semua ujian yang ditentukan.
ii. Sahih berdasarkan arti Hadis lain: Ini berarti Hadis ini cacat sedikit dalam mata rantainya dan
seharusnya berada pada tingkat Hassan (lihat keterangan di bawah), tapi karena Ahadis lain
mengungkapkan arti Hadis ini, maka Hadis ini dinaikkan tingkatnya ke dalam tingkat Sahih.
2. Hassan (bagus/baik): Inipun dibagi dalam dua sub tingkatan yang sama seperti Sahih, yakni Hassan
secara hakiki dan Hassa berdasarkan arti lain.
b) Mardood (ditolak): Tingkat ini mewakili Ahadis yang punya cacat berat dalam mata rantai dan isinya
sehingga tidak bisa digunakan sebagai bukti dalam Tata Hukum Islam. Tingkat ini dibagi dalam 2
golongan:
1. Da’eef (lemah): Ahadis ini punya cacat2 dalam mata rantai penyampainnya yang tidak bisa diperbaiki.
Ini tidak langsung berarti bahwa Hadis ini hanyalah karangan orang belaka. Tapi isi Hadis ini tidak
bisa dianggap sebagai kata2 sang Nabi.
2. Mawdoo’ (palsu): Ini adalah sebuah Hadis yang memiliki kecacatan jelas dalam mata rantai atau
isinya.

Ini adalah daftar kriteria untuk menetapkan sebuah Hadis yang bisa dianggap Sahih:
a) Tidak bertentangan dengan Qur’an atau Hadis Sahih lainnya.
b) Punya mata rantai penyampaian kisah yang lengkap
c) Tiada Ellah (cacat2). Sebenarnya terdapat banyak Hadis2 yang cacat oleh ahli Islam terkemuka seperti
At-Termizhi dan Ad-Daraqutani.
d) Dan setiap Pencerita di dalam mata rantai haruslah Adil (moral baik), Jujur dan Dabit (punya daya
ingat kuat).

Jika sebuah Hadis Sahih gagal masuk kriteria2 di atas, maka tingkatannya diturunkan ke tingkat Hassan.
Cacat2 tertentu akan membuat Hadis dimasukkan ke dalam tingkat Da’eef.

Aku ingin sekedar mengingatkan tentang penanganan Hadis Da’eef. Orang2 tertentu menggunakan
istilah Hadis Da’eef saat ini seakan untuk mengesampingkannya. Jika seseorang mengatakan suatu
hadis, dan yang lain mengatakan “Oh, saya dengar Hadis itu Da’eef” maka mereka seakan-akan
membuat Hadis ini gugur atau dibatalkan. Ini adalah perlakuan yang salah. Jika Hadis Da’eef itu tak
berguna, mengapa dong semua ahli2 Hadis mempertahankannya sampai 1.400 tahun? Kenapa tidak
dibuang saja? Hadis Da’eef punya banyak guna dalam hidup kita dan tertulis dengan baik sehingga
orang bisa menggunakan Hadis lemah dalam Fadha’il (mendorong moral/spiritual). Terdapat karya2
yand ditulis oleh ilmuwan2 Hadis ulung tentang bagaimana dan apabila Hadis Da’eef bisa digunakan.
Pada kenyataannya, Hadis Da’eef bisa digunakan dalam Hukum Islam secara tertulis. Contoh hal ini bisa
dilihat dalam Hadis Nabi bahwa “tiada warisan bagi seorang ahli waris” yang berarti kau tidak dapat
mewariskan bagian tanahmu pada seseorang yang berdasarkan silsilah keturunan akan mewarisi
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

201
kekayaanmu. Ini adalah Hadis Da’eef yang digunakan ahli2 hukum Islam tentang hak warisan karena
telah diterima dan dipraktekkan secara luas.

Istilah Bagi Ilmuwan Hadis:

Untuk mengetahui banyaknya usaha dan besarnya dedikasi yang dilakukan para ahli dalam menyusun
koleksi Hadis, marilah lihat gelar2 dan jabatan2 yang mereka miliki.
Seorang ilmuwan yang diberi julukan “Hujjah” Hadis adalah seseorang yang dapat mengingat
sedikitnya 300.000 Ahadis. Yang berjulukan “Hafiz” adalah orang yang mampu mengingat 100.000
Ahadis. Yang berjulukan “Hakim” adalah orang yang mampun mengingat semua Ahadis yang dikenal.

Jika kau terkejut melihat angka2 id atas, pikir ini … Imam Ahmad hafal sejuta Ahadis. Dari jumlalh itu,
700.000 lebih adalah Sahih, katanya. Zar’a Ar-Razi hafal 700.000 Ahadis. Muslim hafal 140.000 Tafsir
(penjelasan akan Qur’an) dan 300,000 Ahadis. Imam Bukhari hafal 100.000 Hadis Sahih dan 200.000
yang tidak Sahih.

Catatan akhir yang perlu diingat adalah ilmuwan Hadis adalah tetap ilmuwan Hadis, walaupun betapa
banyak Hadis yang mereka susun. Menjadi ilmuwan Hadis bukan lalu berarti orang itu ahli Fiqh (Tata
Hukum Islam). Contoh jelas dapat dilihat pada Al-Amash yang merupakan salah satu ilmuwan Hadis
terbesar di masa Imam Abu Hanifah. Ketika dia ditanyai tentang suatu hal, dia berkata tiada satupun
Hadis yang diketahuinya berhubungan dengan hal itu. Meskipun begitu Abu Hanifah mengeluarkan
fatwa akan hal ini berdasarkan sebuah Hadis yang dia katakan didengarnya dari al-Amash. Ketika Al-
Amash mempertanyakan hal ini kepada Imam Abu Hanifah, sang Imam menjelaskan bahwa dia
menggunakan satu dari Ahadis yang disampaikan oleh Al-Amash padanya untuk menelaah masalah
yang dihadapinya dan Al-Amash berkata “Kami (ilmuwan Hadis) adalah ahli farmasi dan kau (ilmuwan
Fiqh) adalah dokternya.

Tanya: Apakah ada aturan ilmu tertentu di belakang penamaan buku2 Hadis seperti Sahih Bukhari atau
Musnad Ahmad dan yang lainnya?
Jawab: Ya, terdapat penetapan istilah yang sangat jelas dalam menamai buku2 Hadis:

a) Sahih: Berarti buku ini hanya berisi Ahadis Sahih. Contohnya adalah Sahih Al-Bukhari.
b) Sunan: Berarti buku ini disusun sesuai aturan penyusunan buku2 fiqh (yakni dimulai dengan
“kemurnian” Taharah dan lalu Sembahyang, Puasa, Zakat …).
c) Al-Jami’: Berarti buku ini terdiri dari 8 bagian di indeksnya. Bagian ini termasuk Sirah (kehidupan sang
nabi) dan Tafsir (penjelasan akan Qur’an).
d) Musnad: Berarti buku ini disusun oleh Sahabah karib Nabi (misalnya se bagian dari Ahadis dikisahkan
oleh Aisya, dan bagian lain Ahadis dikisahkan oleh Omar dan seterusnya).
e) Mustadrak: Kelanjutan hasil karya ilmuwan sebelumnya. Contohnya eorang ilmuwan Hadis
mengumpulkan semua Hadis Sahih dalam Sirah. Lalu ilmuwan di masa selanjutnya menulis buku
Hadis yang melengkapi Ahadis yang tidak tercantum dalam koleksi Hadis sebelumnya atau tidak
diketahui oleh ilmuwan sebelumnya.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

202
A SINA: ABSURDITAS HADIS DAN SANGGAHAN MUSLIM
http://www.faithfreedom.org/

Ada dua kategori Muslim:
- yg menerima otentisitas Hadis secara keseluruhan, dan
- mereka yg menolak Hadis, secara sebagian ataupun keseluruhan, karena malu melihat tingkah
Muhamad dan mencoba menafsirkan Quran sedemikian rupa shg bertentangan artinya dgn isinya,
hanya agar dapat diterima oleh otak waras.

Selama 1200 tahun, koleksi hadis Bukhari dianggap (dan masih tetap) diakui oleh mayoritas Muslim.
Selain Quran, Muslim Sunni (khususnya), menganggap hadis sbg sumber pengarahan. Hadis adalah
cerita2 kehidupan Muhamad, yg dikumpulkan para pakar dlm abad kedua dan ketiga setelah Hijrah. Yg
paling terkenal dan dijadikan pegangan adalah Bukhari dan siswanya yg bernama Muslim. Mereka
disebut Sahih (sah, otentik, benar) karena mereka melalui proses yg disebut Ilmu Hadis. Namun, kini
ada trend Muslim baru utk menolak otentisitas hadis. Malah mereka berani menyatakan para penyusun
hadis ternama sbg pembohong (!) dan badut. Padahal, para penyusun hadis cuma menyusun hadis dan
tidak patut diberi julukan menyedihkan semacam itu.

Para pakar muslim dini menerima hadis sbg Sahih hanya kalau otentisitasnya dibenarkan atas dasar
Fann-i-Riwaayat (seni sekwensi narasi) dan Fann-i-Daraayat (seni konkordansi logis). Hadis juga tidak
boleh mengkontradiksi Sunnah (biografi Nabi) dan Quran. Saya tidak interes dan kitapun tidak
berkwalifikasi utk menentukan metodologi yg digunakan utk menerima atau menolak Hadis didasarkan
Fann-i-Riwaayat. Ini semua cerita2 lama. Mereka yg melaporkan sudah mati 1000 tahun yg lalu dan
kami tidak dapat mengecek mereka bohong atau tidak. Satu2nya metoda yg kami miliki utk
menentukan kebenaran (sihhat) sebuah Hadis adalah Fann-i-Daraayat dan kompatibilitasnya dgn
Quran.

Asif Iftikhar menulis :
“Oleh karena itu, sebuah hadis dapat dianggap sbg sumber arahan kepercayaan hanya ‘jika dasar hadis
itu ada dalam Quran or the Sunnah atau prinsip2 sifat dan intelek manusia. Juga, hadis tidak boleh
meng-kontradiksi dasar2 ini” (dari The Authenticity of Hadith)

Ia juga mengatakan :
“Imam Ibni Ali Jauzee dilaporkan sbg mengatakan :
'Jika kau menemukan hadis yg melawan jalur logika atau prinsip universal, anggaplah hadis itu palsu;
pembahasan ttg apakah para narator bisa dipercaya atau tidak adalah percuma saja. Ahadis macam itu
harus dicurigai sbg tidak masuk akal karena tidak memiliki ruang bagi penjelasan. Juga, sebuah hadis
dimana kompensasi kolosal dijanjikan bagi kelakuan minim dan sebuah sebuah hadis yg artinya tidak
masuk akal (absurd) harus dicurigai.'”

Dgn menguji sejumlah hadis sesuai dgn “jalur logika” sesuai dgn yg dianjurkan Ibn Ali Jauzee, kami
menemukan banyak hadis yg walau diakui sbg Sahih tetap harus ditolak. Contoh hadis berikut ini :

Sahih Bukhari Volume 3, Book 43, Number 652
Diriwayahkan Abu Huraira:
Rasulullah mengatakan, "Saat seorang lelaki sedang dlm perjalanan, ia menemui cabang pohon yg berduri dan
mencabutnya. Allah berterima kasih padanya dan mengampuninya."

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

203
Disini nampaknya, hadiahnya melebihi kelakuan, dan jika kita mau mengikuti nasehat Ibni Ali Jauzee,
maka kita harus menganggap hadis ini palsu. Ini mungkin hal kecil, tapi dampaknya luar biasanya. Dgn
menyatakan sebuah hadis sahih sbg TIDAK SAHIH, bgm dng hadis2 sahih lainnya ? Ini membuktikan
bahwa terlepas dari fakta bahwa 90% Muslim percaya pada hadis Bukhari dan siswanya, Muslim, dan
terlepas dari fakta bahwa buku2 ini dianggap sbg buku2 sakral setelah Quran selama lebih dari 1200
tahun, ternyata buku2 itu tidak dapat dipercaya.

Nah, mari ambil lagi contoh Hadis lain dan mengujinya dgn ‘jalur logika.’ Tapi kita harus tentukan dulu
apa yg dimaksudkan dgn jalur logika. Karena ‘jalur logika’ orang yg sudah dijejali dgn dogma agama,
kadang agak berbeda.

Contoh, adalah logis bahwa wanita dan lelaki, secara umum, memiliki derajad kepandaian yg sama.
Memang ada orang tolol dan ada orang pandai, tapi ini tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Tidak
pernah ada studi yg mengatakan bahwa otak lelaki lebih pandai dari otak perempuan. Bahkan dlm jenis
kelamin yg sama, tidak semua lelaki memiliki derajad intelektualitas yg sama. Dan terlepas dari tingkat
intelektualitas anda, semua lelaki atau perempuan memiliki hak dan kewajiban yg sama didepan
pengadilan hukum. Tapi logika Muslim lain.
Mereka menganggap bahwa hijab memberikan mereka ‘kebebasan.’ Mereka berpikir bahwa ini akan
meningkatkan status mereka dan sekali2 dipukuli suami juga sehat utk mereka. Mereka percaya bahwa
mayoritas dari mereka akan ke neraka karena Muhamad yg bilang.

Jadi, yg saya maksud dgn ‘jalur logika’ adalah bukan logikanya pengikut agama yg fanatik, tapi logika
yg bisa dibuktikan dgn sains.

1) Hadis Tidak Logis, Tapi Dikuatkan Quran. Sahih Apa Tidak ?

Nah, marilah kita lihat apakah ada Hadis yg tidak memenuhi jalur logika.

Sahih Bukhari Volume 4, Book 54, Number 414
…" Ia (Muhamad) mengatakan, "Pada mulanya, tidak ada apapun kecuali Allah, dan lala IA menciptakan TahtaNya.
TahtaNya meliputi Lautan dan IA menulis semuanya dlm Buku (di Surga) dan menciptakan Langit dan Bumi.…”

Nah, bgm cerita ini masuk akal? Kalau pada mulanya ‘tidak ada apapun,’ bgm Tuhan bisa menciptakan
TahtaNya diatas Lautan? Lautan mana ? Apa yg menopang Lautan itu? Bukankah bumi yg
menopangnya? Nah, kalau begitu, bgm IA menciptakan Bumi setelah duduk2 di Lautan? Bgm ‘Langit
dan Bumi’ diciptakan setelah Lautan ? Dan bukankah Langit diperlukan utk menopang Bumi?

Jadi hadis diatas jelas tidak masuk akal. Jadi kita bisa mengatakan bahwa hadis itu palsu karena
mengkontradiksi jalur logika dan bertentangan dgn prinsip2 universal. Atau tidak?
Masalahnya adalah bahwa hadis yg tidak masuk akal itu SESUAI Quran ! Dan spt yg dikatakan Asif
Iftikhar “sebuah Hadis bisa dianggap sbg sumber arahan agama hanya jika `dasar Hadis itu eksis dlm
Quran atau Sunnah”.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

204
Nahh lho ! Bgm kalau memang Quran menguatkan hadis yg tidak masuk akal itu ? Lihatlah ayat2 Quran
berikut ini :

[18.86] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam
laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. ...
[18.89] Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).
[18.90] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu
menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya)
matahari itu,

Ini membuktikan bahwa Muhamad benar2 percaya bahwa bumi adalah ceper dan matahari bergerak
dari satu tempat di langit dan terbenam di tempat lain. (Bagi yg mulai bingung : bukan matahari yg
bergerak di langit mengitari bumi, tapi bumi yg bergerak di orbitnya, mengitari matahari.)

Ini bukti lagi bahwa Muhamad menyangka bumi ceper.
Sahih Bukhari Volume 4, Book 54, Number 421
Narrated Abu Dhar:
Nabi bertanya pada saya saat matahari terbenam, "Tahukah kau kemana matahari pergi (pada saat terbenam)?"
Saya menjawab, "Allah dan RasulNya lebih tahu." Ia mengatakan, "Matahari bergerak sampai menundukkan diri
dibawah TahtaNya dan meminta ijin utk terbit kembali dan setelah diijinkan dan lalu (matahari) akan hendak
menundukkan diri tetapi penundukkan dirinya itu tidak diterima dan matahari akan meminta pamit utk
melanjutkan perjalanannya tapi tidak diijinkan, melainkan diperintah utk kembali ke tempat asalnya dan setelah itu
matahari akan terbit di barat. Dan itulah interpretasi Pernyataan Allah: "Dan matahari berjalan pada jalan yg sudah
ditetapkan. Itulah keputusan (Allah) sang Maha Kuasa dan Maha Tahu." (Q. 6: 3

OK ! Jadi ini hadis yg dikonfirmasi oleh Quran dan juga disahkan oleh hadis lain, dan sekali lagi
ditunjukkan dalam Quran. Tapi apakah hadis ini sesuai dgn sains ? Dgn jalur logika ?? Jelas tidak !
Tetapi hadis itu tidak bertentangan dgn Quran. Jadi, hadisnya ngaco, tetapi tetap Sahih.
Kalau kita meragukan pemikiran Muhamad ttg bentuk bumi, silahkan baca ayat dibawah ini.

[78.6] Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
[78.7] dan gunung-gunung sebagai pasak?

“Hamparan” jelas menunjukkan sesuatu yg ceper. Kata Arab yg digunakan dlm Quran adalah Mehad,
(tempat tidur). Dan sejauh yg saya pernah lihat, tempat tidur sepertinya selalu ceper. Belum ada tuh,
tempat tidur yg bulat. Juga, gunung2 bukan PASAK yg menghindari bumi bergetar, spt yg disangka
nabi.
Jadi, apa yg harus dilakukan dgn hadis yg sudah disahihkan dan sesuai dgn ayat2 Quran, tapi tidak
masuk akal ?

2) Hadis Tidak Masuk Akal, Bertentangan Dgn Quran, Tapi Tetap Dipercaya Muslim ??

Ada banyak hadis yg menyatakan Muhamad membuat mukjizat. Padahal di Quran, Muhamad
mengatakan tidak membuat mukjizat.

[13.7] Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda
(kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum
ada orang yang memberi petunjuk
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

205
Jadi secara teori, hadis2 yg menyatakan ia membuat mukjizat PALSU, bukan ? Kalau begitu, mengapa
Muslim percaya bahwa Muhamad melakukan mukjizat, bisa jalan2 ke surga dan bisa meramalkan
ciptaan2 sains masa datang dsb dsb ?

Pakar ternama, Ali Dashti sendiri bertanya : "Kalau Muhamad memang benar bisa buat mukjizat,
membelah bulan, memperbanyak makanan, mengunjungi neraka dan surga pada malam hari dsb spt
yg tertera dlm hadis, mengapa ia tidak melakukan mukjizat yg lebih berguna, spt mampu membaca
dan menulis ? Apakah masuk akal kalau orang yg bisa melihat dunia akhirat tetapi stelah diberiakn
kertas dgn tulisan dlm bahasanya sendiri tidak bisa membacanya ?
Muslim percaya bahwa Muhamad bisa melihat mata orang dan membaca pikiran orang. Muhamad
sendiri mengatakan bahwa kalau ia memimpin solat, ia bisa melihat pengikut dibelakangnya tanpa
perlu menoleh. Tapi utk baca tulis saja, ia tidak bisa ? Diantara semua mukjizat jelimet yg ia buat,
bukankah ini mukjizat yg paling sederhana dan paling berguna ?"

Selain Quran, masih banyak lagi hadis yg menolak kekuatan supernatural
Muhamad.
Sahih Bukhari Volume 3, Book 43, Number 638
... nabi mengatakan, "SAYA HANYA MANUSIA BELAKA ... "

2) Hadis Tidak Masuk Akal Sekarang , Tetapi Masuk Akal Bagi Orang Jaman Dulu

Sahih Bukhari Volume 1, Book 6, Number 315
Narrated Anas bin Malik:
The Prophet said, "At every womb Allah appoints an angel who says, 'O Lord! A drop of semen, O Lord! A clot. O
Lord! A little lump of flesh." Then if Allah wishes (to complete) its creation, the angel asks, (O Lord!) Will it be a male
or female, a wretched or a blessed, and how much will his provision be? And what will his age be?' So all that is
written while the child is still in the mother's womb."

Hadis ini sama saja dgn lelucon. Bahwa malaikat harus menunggu dan berdiri didepan rahim, setiap
saat seorang lelaki bersenggama dgn isterinya dan sang malaikat sambil menonton, meminta2 Allah
agar disemprotkan sebutir air mani diatas mukanya, sungguh menggelikan !
Apakah kita akan menganggap hadis ini palsu ? Jelas hadis ini bertentangan dgn jalur logika. Tapi
tunggu dulu ! Hadis ini TIDAK BERTENTANGAN dgn jalur logika ORANG JAMAN DULU, 1200 tahun yg
lalu. Jadi, menurut kami tidak masuk akal, tetapi menurut mereka, jelas masuk akal. Jadi, jalur logika
siapa yg harus dipakai ?

Jadi, kita tidak bisa meragukan otentisitas hadis karena tidak sesuai dng jalur logika kita. Muslim yg
menolak Hadis2 macam ini lupa bahwa Muhamad adalah rasulnya Allah dan oleh karena itu ia tidak
mungkin salah. Jadi mereka mulai mengevaluasi kembali hadis2 yg dlm anggapan mereka dianggap
tidak logis. Ini metode yg sangat sepihak.
Namun karena mayoritas Hadis memang penuh dgn omong kosong, semakin banyak Muslim kini
menyatakan bahwa mereka menolak semua hadis dan mengecam si Bukhari dan Muslim yg dihormati
selama lebih dari satu millennium. Kasihan betul ! Bukan Bukhari dan Muslim yg menciptakan hadis2 ini.
Mereka cuma merekam apa yg dikatakan kpd mereka. Bukan salah mereka kalau citra Muhamad jadi
jelek karena hadis.

Memang pasti ada laporan yg palsu, tetapi (mudah2an) kebanyakan adalah benar. Hanya hadis2 ini yg
kita miliki sbg sumber cerita kehidupan Muhamad. Kalau bukan dari hadis, dari mana lagi ? Jika kau
menolak hadis, bgm kau bisa membuktikan bahwa Muhamad pernah eksis ? Bgm menentukan jumlah
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

206
dan cara solat/puasa/haji kalau tidak ada hadis ? Jadi kalau semua cerita dlm hadis ini dipalsukan,
bukankah tidak mungkin bahwa QURAN juga bisa dipalsukan dan ISLAM TIDAK LEBIH DARI CERITA
OMONG KOSONG ?

ABSURDITAS QURAN :

Menyanggah otentisitas hadis karena tidak masuk akal mengantar kita pada problema baru : bgm kalau
Quran palsu karena sama tidak masuk akalnya dgn hadis ?
Muslim suka menafsirkan ayat2 Quran sesuai dgn keinginan dan keperluan mereka. Ini memang karena
Quran tidak masuk akal dan tidak mengandung arti.

Sbg orang Iran, saya tahu bahwa kaum Shi’ah adalah yg pertama yg menyadari ketidaksempurnaan
Quran. Sufisme juga secara keseluruhan didasarkan pada pemberian tafsiran esoterik (indah) pada
Quran. Sufisme memang, par exultance, upaya utk meng-‘interiorize’ wahyu2 Quran, utk memisahkan
diri dari tafsiran yg legalistik dan menyaring darinya arti mistik dari pertemuan Muhamad dgn Allah
pada malam Mi’raj.

Imam Ja’far Sadiq dilaporkan telah mengatakan: “Tujuan kami adalah sebuah rahasia (siir) didalam
rahasia lain. Rahasia sesuatu yg masih tersembunyi; sebuah rahasia yg hanya bisa diungkapkan oleh
rahasia lain. Ini sebuah rahasia ttg sebuah rahasia yg didasarkan pada sebuah rahasia.
[Henri Corbin, Historia de la Filosofia Siglo XXI editores. V.3 p.253]

Selain kalimat diatas itu tidak masuk akal, pengertian Sufi ini sendiri mengkontradiksi Quran yg
berulang2 menyatakan diri sbg "buku jelas" (5:15) "mudah dimengerti” (44:58 , 54:22 , 54:32, 54:40)
"dijelaskan secara detil" (6:114), "disampaikan secara jelas", (5:16, 10:15) dan tanpa “keraguan”
didalamnya (2:1).

Jadi, jelas Ja’far perlu alasannya (raison d'être) sbg Imam. Tentu ia harus meyakinkan orang2 Shi’ah
bahwa Quran adalah sebuah rahasia (siir) yg perlu ditafsirkan. Dan tidak ada yg bisa melakukannya
kecuali mereka yg diberi otoritas dan Ismat (tidak mungkin salah). Oleh karena itu institusi Imamat
diperlukan oleh kaum Shi’ah. Pertanyaannya adalah, apa yg harus dilakukan kalau tidak ada imam lagi ?
Siapa yg akan menafsirkan rahasia2 Quran dan Shariah? Nah, diciptakanlah institusi baru yg dinamakan
velayat. Vali adalah sang penjaga Agama. Ia adalah penengah antara Imam Qayeb (Imam yg
tersembunyi) dan Umatnya. Tapi siapa yg memberi otoritas kpd para Imam dan para vali ? Tidak
siapapun ! Institusi2 ini tidak mendapat backing dari Quran. Hadis yg mendukungpun sangat
meragukan dan sudah pasti DIPALSUKAN OLEH SHI’AH SENDIRI UTK MENGABSAHKAN VERSI MEREKA.

Aneh bukan bahwa Tuhan mengirimkan arahan kpd manusia dlm bentuk rahasia ? Lelucon macam apa
itu ?? Mengapa Tuhan ingin mempermainkan kita ?

OK. Marilah Kita Kembali Kepada Kedua KATEGORI MUSLIM.

Yg pertama adalah mereka yg membela Muhamad, APAPUN yg ia lakukan. Biar bertentangan dgn
kepantasan, keadilan atau kebenaran. Pokoknya Muhamad benar. Sebodo kalau Muhamad yg pada
usia setua opa saya (53 tahun), masih juga menikahi bocah yg belum akhil balik, membunuhi para
pengritiknya, membunuh masal 900 tawanan perang, melakukan genocide terhdp kaum Yahudi di
semenanjung Arab (daerah asal mereka), memperkosa tawanan perang dan meniduri pembantu2
isteri2nya. Paling tidak kelompok yg satu ini JUJUR dan tidak membantah terjadinya peristiwa2 diatas.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

207

Kelompok kedua adalah mereka yg membantah semua fakta negatif ttg dirinya dan mencoba memutar
balikkan bukti agar membuat nabi yg sudah ketahuan bengis ini diterima oleh moralitas dan nilai2
masa kini. Ini yg disebut dgn Muslim ‘moderat.’

Ini dia Muslim2 yg menyembunyikan brutalitas yg terkandung dlm Quran. Mereka rajin mengutip ayat2
Mekah yg dini saat Muhamad masih lemah, dan menunjukkan ayat2 ‘manis:’ “Tidak ada paksaan dalam
agama, membunuh satu orang sama saja dgn membunuh seluruh dunia” dsb. Dan mereka akan
menyembunyikan atau mengubah arti ayat2 Medinah yg kejam (yg membatalkan ayat2 Mekah yg
‘manis’) itu dan memolesnya agar bisa diterima. (POLES TERUS !)

Mayoritas Muslim memang spt Muslim ‘moderat’ ini dan lebih suka menutup mata mereka (in denial).
Penolakan terhdp hadis memang mudah, tetapi penolakan terhdp Quran, agak sulit. Jadi mau tidak
mau, satu2nya jalan bagi mereka adalah : ‘penafsiran kembali.’


The Submitters

Pada tahun 70an, Muslim Mesir mendapatkan solusi brilyan yg bisa membujuk Muslim2 yg terdidik
agar tetap jadi Muslim. Namanya adalah Rashed Khalifa. Pada mulanya ia menyatakan telah
menemukan mukjizat matematik dlm Quran. Ini dibantah berkali2 sbg penipuan terang2an.

Tapi ia kemudian dianggap selebriti oloh Muslim, sampai suatu saat ia menyatakan diri sbg rasul.
Keputusan ini membuat marah para petinggi agama dan ia akhirnya tewas terbunuh ! Tapi
sumbangannya penting bagi pembantahan total terhdp hadis dan upanya utk menerjemahkan Quran,
menafsirkannya kembali shg dpt menjinakkan pesan2 yg intoleran dan biadab dlm Quran, menciptakan
gerakan baru diantara para Muslim pseudo-intellectual yg suka berpura2 bahwa Islam tidak
menyerukan pembunuhan kafir yg doyan menumpahkan darah kafir demi jihad.

Pembantahan mereka atas hadis sama saja dgn membantah sejarah Muhammad. Mereka membantah
semua perang, semua pembunhannya, genocide terhdp Yahudi Medinah, penjarahannya dsb dsb.
Serangan2nya disebut bela diri. Umur Aisha (yg hanya berusia 9 ketika nabi berusia 53 menidurinya)
mereka rubah dan mereka membantah gaya hidup seksual, hedonis dan amoral Muhamad yg tercatat
dlm ratusan cerita yg diriwayahkan pengikutnya dan disimpan selama lebih dari seribu tahun. Muslim2
penipu ini bertujuan utk menampilkan Quran sbg buku modern penuh dgn mukjizat membuat mereka
lupa akan segala jalur logika sampai dgn sengaja merubah segala isi Quran dan menafsirkannya dgn
cara yg paling absurd demi me-rasionalisasikan absurditasnya.

Salah seorang malah sampai mencoba meyakinkan saya bahwa kesalahan dlm penghitungan bagian2
warisan, sebenarnya bukan sebuah kesalahan, tapi kesalahpengertian. Katanya : bagian 1/3 utk orang
tua + 2/3 bagi puteri2 + 1/8 bagi isteri yg diperintahkan Quran, jumlahnya sebenarnya sama dgn SATU
(bukan 1 1/. Kok bisa ? Dijelaskannya bahwa 1/8 bagian isteri harus datang dari bagian yg 2/3 yg
diperuntukkan bagi para puteri. Quran sama sekali tidak menyebutkannya, tapi upayanya dan
entusiasmenya utk membenarkan kesalahan2 dalam Quran benar2 tidak masuk akal.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

208
Mereka yg membantah hadis menggunakan surah2 Quran berkut ini utk membela pendapat mereka.

[12.111] Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.
Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan
menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

dan

[31.6] Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan
(manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan
memperoleh azab yang menghinakan.

Spt dikatakan ayat2 diatas, Muhamad dicemoohkan oleh rekan2nya dan Qurannya dianggap cerita2
tidak masuk akal. Kata ‘cerita’ dlm Arab adalah ‘HADIS.’ Jadi, dlm ayat2 ini ia membela wahunya dng
mengatakan bahwa ini bukan cerita (Hadis) yg dibuat2 olehnya.

Ketika Muhamad melontarkan kata2 ini, Bukhari, Muslim dan para kolektor hadis lainnya BELUM LAHIR
dan tidak ada cerita atau hadis ttg dirinya. Dlm ayat diatas, ‘nabi’ menolak cerita2 atau hadis2 PARA
KAFIR. Bukan cerita2 ttg hidupnya yg belum diceritakan. Tetapi karena ia menggunakan kata “Hadis”,
para Muslim pembantah hadis ini menganggapnya sbg bukti bahwa Muhamad menentang Hadis.
Betapa membingungkan !

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

209
KENAPA ISLAM GAGAL DI NEGARA-NEGARA INI ? (SEJARAH IMPERIALISME ISLAM)
http://www.islamreview.com
By Ahmed Simon

Bala tentara Islam, berhasil menyerang begitu banyak negara di begitu banyak bagian dunia. Tetapi
mana sisa-sisa budaya Islam di bekas-bekas jajahannya itu? Mengapa Islam gagal di banyak negara
dengan cara yg dramatis pula? Mengapa Islam didepak dengan begitu meyakinkan dari negara-negara
ini?

Ini beda sekali dengan agama-agama lain (entah Kristen, Budha, Hindu dsb) yg tidak pernah
menggunakan pedang, memotong2 kepala orang, guna menyebarkan kepercayaan mereka. (Lihat saja :
Inggris menjajah India, tetapi India tetap Hindu).

Berbeda dengan non-Muslim yg menjelajahi dunia khusus utk tujuan dagang, tentara2 Islam
menyebarkan sayap mereka dengan tujuan memaksakan cara hidup Islam kpd negara-negara yg
dilabraknya. Saat mencaplok, pedang Muslim dengan segera juga merusak, menghancurkan atau
mengganti tempat-tempat ibadah orang asli menjadi mesjid. Tetapi terlepas dari tangan besi ini, Islam
tetap gagal.

Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan, sebuah kekuatan agama didepak dari sebegitu banyak
Negara, dengan sebegitu tegas. MENGAPA ? Kenyataannya, beberapa Negara itu bahkan sampai
kelewatan dan membalas dendam mereka pada muslim dengan cara yg lebih kejam. Mengapa negara-
negara yg dulunya Islam begitu membencinya ? Mengapa mereka begitu jijik pada Islam ? Apa yg
membuat orang2 biasa berontak terhdp penguasa Islam sampai membersihkan seluruh negara mereka
dari elemen2 Islam ? Bukankah ini menunjukkan bahwa Non-Muslim pada akhirnya muncul kembali
dimana2 dan memerangi kekuasaan Islam selama berabad2 di tanah nenek moyang mereka sampai
mereka menang ? Sejarah menunjukkan bahwa banyak Non-Muslim lebih baik memilih mati daripada
harus tunduk kpd Islam.

Dalam sejarah INDONESIA, selama kerajaan2 Hindu dan Budhis, Sriwijaya, Syailendra dan Majapahit
dsb, perdagangan subur tumbuh dengan Cina dan India dan membuat Indonesia begitu kaya sampai
Indonesia menjadi terkenal di seluruh dunia dengan julukan ‘the Golden Spice Islands’. Ini membuat
pedagang2 Eropa ngiler dan berdatangan utk mencaplok kekayaan itu. Sekarang, Indonesia merupakan
Negara non-Arab, pengekspor minyak dan gas terbesar, selain juga pengekspor bauxite, emas, kayu,
timah, karet, minyak Palm, tin, guano, besi, ore, coal, perak, dsb dsb. Dimanapun dinegara itu tersebar
tambang2 kekayaan alam ini. Oleh karena itu Indonesia seharusnya menjadi salah satu Negara
TERKAYA di dunia; tetapi setelah masuknya Islam, Indonesia menjadi salah satu Negara termiskin,
dengan GDP per kapita hanya US$2,685 {per capita GNP US$617}. Indonesia, negara berpenduduk
Muslim terbesar di dunia {214 juta ?}, th 1949, juga berhasil mendepak sultan2, pemerintah dan partai2
Islam yg diganti dengan kemerdekaan demokratis penuh dan pemerintahan sekuler.

Namun lihatlah sekarang. Indonesia yg mayoritas Islam, jauh dari kemakmuran. Bahkan Islam terus
menahan laju kemajuan Indonesia dengan segala cara. Yg paling mengagetkan adalah bahwa
konsulat2 Australia di Indonesia MENERIMA PERMINTAAN VISA SEBANYAK 380 PER HARI. Di tahun
2002, hanya sekitar 1000 disetujui; kebanyakan utk studi dan visa 7-14 hari utk bisnis. Lautan diantara
kedua Negara itu merupakan yg paling ketat dijaga didunia, utk menahan masuknya imigran gelap dari
Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

210
Aneh, orang Indonesia ingin melarikan diri dari salah satu negara dengan alam terkaya didunia. Tetapi
dalam konteks Islam, ini tidak aneh. Ini memang terjadi diseluruh dunia Muslim. Dalam satu insiden,
Juni 2002, 487 imigran gelap – Indonesia, Arab, Iran, Afghan, Pakistan, yg menumpangi kapal yg sudah
penuh desak itu, tenggelam, 7 Km. dari pulau Flores dan semua penumpang mati. Begitu parahnya
nasib Muslim sampai melarikan diri dari negara-negara Islam mereka ?

Inilah paradox Islam – Muslim pada umumnya mengaatkan Islam itu damai tapi pada saat bersamaan
melarikan diri dari ‘surga islam yg damai’ itu. Ini kemunafikan yg memalukan. Dengan melarikan diri
dari surga Islam, Muslim sendiri yg membuktikan bahwa ISLAM MEMANG PARAH !

Sekitar 40 negara mayoritas Muslim sekarang, hampir semuanya TIDAK menerapkan Shariah –
MENGAPA ? Bahkan setelah Shariah disesuaikan utk adat setempat, Syariah tetap ditolak mentah2 di
negara-negara itu. MENGAPA ? Kalau memang Muslim setiap hari berkoar2 bahwa Shariah sebegitu
hebat, adil, bijaksana, mengapa negara-negara Islam tidak memberlakukan peraturan2 Islami itu ?

Lagipula, mengapa harus ada 4 aliran Shariah yg saling berbeda ? Contoh, dalam aliran Sunni,
diperlukan minimum 2 saksi utk membuktikan tindakan pemerkosaan, sementara dalam Shi’ah,
diwajibkan minimum 4 orang saksi. TIDAK HERAN, DUNIA ISLAM SENDIRI BINGUNG !

Dalam negara bermayoritas Muslim spt TURKI; Kemal Ataturk, th 1924, menjatuhkan pemerintah dan
tata cara hidup Islam; dan sepenuhnya mengakhiri hirarki kalifat Islam, dan bahkan membentuk
republic demokrasi Non-Muslim dengan hukum sipil. Bahkan Mufti Tertinggi mengutuk Ataturk dan
mengatakan bahwa Allah akan melampiaskan kemarahanNya padanya.

Kemal Ataturk, dengan tenang menarik tali dan MENGGANTUNG MUFTI ITU DIMUKA UMUM dan
mengatakan, “Memangnya gua pikirin ! I could not care less”. Mufti2 lain menyusul di tiang gantungan.
Setelah itu, Islam tidak lagi berkuasa di Turki. Pertanyaannya adalah, mengapa Negara dengan
mayoritas Muslim sebanyak 90% membuang tradisi Islam selama 1,200 tahun dan dengan senang
menggantinya dengan hukum2 non-Islam ?? Turki adalah salah satu engara yang paling dini
ditaklukkan pada Islam. TETAPI MUSLIM SENDIRI YG MEMBUANG ISLAM JAUH2.

Jaman kebesaran IRAN adalah jaman sebelum datangnya Islam. Semua buku sejarah Iran penuh
dengan kebesaran dan kemakmuran era pra-islam.

Sebelum Ayatollah Khomeini menyatakan Iran sbg sebuah republic Islam, th 1979, mata uang Iran
senilai 75 Rial terhdp US$1. Sekarang, nilainya berfluktuasi antara 6,907 (2002), 8,193.9 (2003), 8,614
(2004), 9,040.26 (2005) Rial per US dollar. Jelas menunjukkan semakin menurunnya mata uang Republik
Islam itu bukan ? Ini hanya angka penukaran resmi. Dalam realitas, tidak ada bank internasional yg mau
menyentuh, apalagi menerima, mata uang Rial. Nilai di pasar gelap mencapai 25.000 Rials per US$1.
Setelah pendirian republic Islam, sekitar 18-20 juta orang Iran meninggalkan Negara mereka.

Pertanyaan kami, non-Muslim, adalah, ‘Mengapa Muslim sampai membahayakan nyawa mereka utk lari
dari negara-negara Islam mereka, yg mereka katakan indah dan hebat luar biasa itu ? Mengapa Muslim
lalu justru mengutuk dan mengritik cara hidup non-Muslim yang memberi mereka kehidupan yg lebih
baik ? Ini memang kemunafikan dan perversi taraf paling tinggi. Mengapa datang juga kalau non-
Muslim jelas2 menunjukkan bahwa Islam memang kejahatan absolut ?

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

211
FILIPINA – sebelum datangnya Spanyol, Negara ini DULU MAYORITAS MUSLIM. Islam sudah begitu
merasuk dan diperintah oleh bermacam2 sultan dari belahan selatan sampai pulau paling utara, Luzon.
Desa2 dan kota2 diperintah oleh datuk2 Muslim (semacam Malaysia-lah !). Islam mencakup 76%
wilayah Filipina. Sultan Sulu adalah sultan yang paling terkenal. Kini, 94% (dari 77 juta) rakyat Filipina
adlah Kristen dengan jumlah populasi Muslim (4,8%) yg semakin mengecil dan terhapus dengan cepat.

Pd th 2002, pemerintah memperkirakan bahwa pada tahun 2020, penduduk Muslim akan menurun
sampai kurang dari 1%, akibat cepatnya laju konversi ke Kristen. Nah, pertanyaan saya diulangi kembali
; MENGAPA ISLAM GAGAL KOMPLET DISINI ?

ISRAEL, banyak bagiannya dicaplok berbagai macam Negara – paling tidak 11 kali. Israel memang
kemenangan Muslim yang paling penting dalam sejarah Muslim (dari segi agama). Muhamad, mencoba
keras agar diterima Yahudi, tetapi ia gagal terus. Yahudi menganggapnya Arab barbar. Israel
ditaklukkan Persia, Arab dan Turki sampai ratusan tahun. Imigran Arab Muslim, yg sekarang tinggal di
Israel, menyebut diri sbg orang Palestinan. Padahal orang2 Palestina sejati (‘philistines’), berasal dari
jaman pra-Romawi, dan merupakan bangsa dari Laut Aegea (sekarang Yunani dan pulau2 sekitarnya
spt Kreta), yg pada dasarnya merupakan orang Eropa dan tidak pernah memiliki darah Arab. Dengan
kata lain, bangsa asli Palestina tidak pernah Arab. Tentara Romawi mencakupkan: YORDANIA, TEPI
BARAT DAN ISRAEL kedalam areal yg dinamakannya PALESTINA utk menghilangkan ciri2 Yahudi.
Orang2 Arab jaman sekarang mencuri nama tersebut – spt juga mereka mencuri nama Allah dari orang
Hindu.

Dimanapun ada penjajah Muslim, disana pula mereka menghancurkan dan mengubur seluruh kota utk
menghapuskan setiap tanda pemujaan kpd dewa non-Muslim. Contoh, hasil penggalian arkeologis
terbaru adalah kota Acre. Kota ini dikubur persis dibawah kota baru. Penjajah Muslim, memang secara
harafiah MENGUBUR[/b[ seluruh kota itu, lengkap dengan rumah, sinagog, gereja, kapel dsb, komplet
dengan perabotan dan peralatan rumah tangga. Diatasnya mereka membangun kota2 baru bagi
Muslim. Kota penemuan arkeolog ini merupakan atraksi turis WAJIB dan menunjukkan sejelas2nya
kejahatan Islam. Kini, 100% Yahudi adalah non-Muslim. Mengapa Yahudi dengan keras dan penuh
menolak Islam? Mengapa Islam GAGAL TOTAL diantara Yahudi ?

INDIA – ‘bunga mekar’ kerajaan2 Hindu dan Buddhis berakhir pelan2 sampai abad ke 8 mereka ditelan
total oleh tentara penjajah biadab dan asing bernama Islam. Dari abad ke 8 sampai abad 18, tentara
Turki, Afghan, Arab dan Mughal {kesemuanya Muslim} satu per satu merebut dan memporak-
porandakan wilayah2 luas India selama 1.000 tahun. Selama periode Islam ini, struktur2 Hindu
dihancur-leburkan atau diganti menjadi Mesjid. Taj Mahal adalah salah satu contoh kuil Hindu yg
direbut Islam. Apa yg tidak dapat mereka hancurkan atau gunakan, mereka akan KUBUR rata dengan
tanah. Berdasarkan manuscript dan data2 yg ada sekarang, banyak struktur Hindu ditemukan hancur
atau dikubur dibawah struktur2 Islam.

Salah satu kuil Hindu paling terkenal adalah Kuil Ram di Ayodhia. Th 1992, orang Hindu
menghancurkan Mesjid Babri dari abad ke 16 yg terletak diatas bukit. Penggalian arkeologis
menunjukkan bahwa bukit itu mengandung kuil Hindu, Ram, yg hampir sepenuhnya utuh kecuali
patung2 dan ukiran Hindu dicongkel darinya. Dokumentasi foto dan laporan lengkap yg disampaikan
kepada Pengadilan Tinggi Lucknow, membuktikan bahwa Muslim tidak hanya menimbuni kuil Hindu ini
dengan tanah shg menciptakan sebuah bukit, tetapi mereka juga membangun mesjid diatasnya. Betapa
kejam dan satanic, agama macam itu ? Heranlah kita sekarang kalau orang Hindu KALAP dengan
Muslim ?
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

212
Ini bukti yang sejelas2nya bahwa dari dulu, Muslim-tatkala merebut kekuasaan-menghancurkan secara
tidak peduli dan bahkan MENGHAPUSKAN tempat-tempat ibadah agama lain. Mereka akan
menguburkan apa yg tidak dapat mereka hancurkan. Dengan bukti2 ini, pemerintah India
mengeluarkan perintah utk melindungi mesjid2 lain agar tidak dihancurkan dan tidak menunjukkan
kuil2 Hindu yg dikubur dibawahnya. ( utk detil lebih lanjut lihatlah ‘the News around the Globe’ tgl 15-
3-06 disitus ini.) Dan apakah kau pikir negara-negara Islam akan berterima kasih dengan melindungi
tempat-tempat ibadah non-Islam di Negara mereka ? Muslim memang tidak memiliki urat malu.

Contoh lain: kota Buddhist terkenal, 11 km utara kota Varanasi. Dareah ini merupakan pusat kehidupan,
meditasi, retret dan pemujaan Budha. Raja India Budhis, MAHARAJA ASOKA, mendirikan kuil, biara,
stupa, taman2 dan tempat-tempat pemandian pada masanya, sekitar 265 SM-238 SM. Seluruh area
(sekitar 4Km X 4Km) dihancurkan secara total sampai menjadi debu oleh Dinasti Mugal Muslim. Tidak
ada satupun struktur yg dibiarkan berdiri. Ini merupakan desekrasi/penghancuran gedung2 pujaan,
ukiran2 doa, patung dan segala bentuk kesenian lainnya.

Kini, dengan sponsor PBB, pemerintah Jepang, Asosiasi2 Taiwan Buddhis dan pemerintah India berhasil
merangkai sebuah stupa dan beberapa blok, pilar dan lantai. Diperlukan 2 sampai 3 dasawarsa utk
memulihkan kota ini, tetapi menurut pakar PBB, banyak patung, batu dan ukiran dihancurkan
sedemikian rupa dan bahkan banyak yg tidak lagi dapat direkonstruksi karena tingkat kerusakan tinggi.
Sekarang tempat itu menjadi atraksi turis terkenal, khususnya pengunjung Budhis dari Cina, Jepang,
Taiwan, Singapore, Hong Kong, Korea, dsb. Itulah monumen ingatan akan rendahnya rasa
perikemanusiaan Muslim.

Tetapi terlepas dari sifat setan dan tindakan penghancuran Muslim ini, Hinduisme tetap jaya di India,
dan Islam GAGAL mengkonversi mayoritas Hindu selama 1.000 tahun kekuasaan Muslim. Angka ini
belum termasuk orang2 Hindu di Nepal, Bhutan dan disebelah utara Negara bagian ‘Jammu dan
Kashmir’. Jadi, mengapa Islam gagal total di India ? Mantan wakil PM India mengatakan pada th 1998,
“Kami tidak mungkin sudi menerima teori jahat yg merendahkan derajad manusia sampai ke status
binatang. Kami menghargai kehidupan.”

SPANYOL dan PORTUGAL – Pd th 711M, Kaum Moor Muslim dari Afrika Utara dengan tentara kuat
sebanyak 12.000 orang menginvasi dan mencaplok bagian selatan Spanyol. Raja Roderick yg tidak siap
siaga dikalahkan. Tentara2 Spanyol yang luka2 segera dipenggal kepala mereka. Th 714, kaum Moor
menyerang dan berhasil mencaplok Leon dan Galicia di Utara. Th 715M. seluruh jaziran Iberia (termasuk
Portugal) direbut dalam aneksasi BRUTAL dan BERDARAH ! Segera pula dibentuk pemerintahan Muslim.
Gereja2 dijadikan mesjid dan mulailah Muslim meng-islamisasi Spanyol dan Portugal, spt yang mereka
lakukan sebelumnya di Syria; gereja terkenal, St. John the Baptist oleh Kalif Al-Walid dijadikan Mesjid
Omayyad di Damascus – Memang rasa malu karena mencuri tidak terdapat dalam kamus Muslim.

Berbagai kalif dari Dinasti Omayyad memerintah Spanyol dan Portugal Islam dengan ‘tangan besi’
Islam. Namun th 1027 - 1031, Dinasti Omayyad pelan2 berakhir akibat perang saudara dan
pemberontakan Kristen. Th 1031, Muslim Arab dari Maroko menerang kaum Moor di Spanyol Selatan
(Cordova) dan menghancurkan sisa-sisa dinasti Omayyad dan masih bertahan di bagian selatan
Cordova sampai abad 15, ketika merekapun diusir dari Spanyol {Dikatakan bahwa “Anggur, wanita dan
musik mengakibatkan kematian Islam di Spanyol”}. Jadi, dari 711M sampai 1492, {selama 781 tahun
Muslim keluar masuk}, saat Muslim terakhir di Cordovia Selatan didepan dari Spanyol, Islam gagal
secara total.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

213
The Britannica Encyclopeadia mencatat agama-agama di Spanyol pd th 1960, sbg Roman Catholic –
31,200,000; Protestan – 43,000; Yahudi – 5,000 {tidak ada sebutan adanya Muslim di Spanyol}. Namun
karena peraturan baru EU ttg pencari suaka, beberapa Muslim dibiarkan masuk dan th 2003 jumlah
mereka hanya kurang dari 0.4%. The Catholic Digest of Spain (2003) mencatat angka konversi tahunan
dari Muslim ke Katolik mencapai 10,630 {hampir 1.000 murtad Muslim per bulan}

Di Portugal, agama utama th 1990 tercatat Roman Catholic 99.4%, dll 0.6% {Protestan} dari jumlah
penduduk 11 juta. {Jumlah Muslim di negara-negara Eropa Barat sekarang adalah Perancis 5.98%;
Jerman 2.89%; Inggris 1.48%; Italia at 1.37%, Swiss 0.23%, Belgia 0.37%, Belanda 0.87%, Denmark 0.16%,
Swedia 0.28%, Finlandia 0.01% dan Norwegia 0.05%. Maksud saya menulis ini adalah, dengan jumlah
Muslim yg relatif kecil ini, mereka menjadi sumber destabilisi, terorisme dan kesengsaraan penduduk
mayoritas. Namun sejak 9/11, 7/7, dan Madrid suicide bombings, arus masuk Muslim dihentikan total
oleh negara-negara EU, termasuk negara-negara baru EU. Dengan kata lain, penduduk Muslm di EU
hanya akan mengecil dengan cara konversi. Semakin kecil jumlah Muslim, semakin cerah masa depan.}

BULGARIA – Pada akhir abad 14, kerajaan Ottoman Turki mencaplok Bulgaria. Timbullan istilah
‘Bulgarian Horrors’, sebutan terkenal di thn 1876 bagi penindasan rakyat Bulgaria yg menuntut
kemerdekaan. Turki secara brutal membantai ratusan ribu orang Bulgaria. Saat orang Bulgaria
terhempas ke tanah, mereka dibantai spt ayam. Th 1908, orang Bulgaria akhirnya mengambil alih
kekuasaan. Kini, Bulgaria dengan jumlah penduduk 7,45 juta (perhitungan th 2005) kaum Turki Bulgaria
hanya mencapai 9.4% dengan orang2 Muslim yg ke mesjid hanya 0.1%. Ini karena 50 tahun komunisme
di Bulgaria, tidak ada agama yg dipraktekkan dan Islam dengan segera pula hanyut dari ingatan.
Muslim2 Ottoman mengontrol Bulgaria dari 1392 -1908 {516 tahun}. Selama 516 tahun, hasilnya adalah
penduduk Muslim yg semakin berkurang. Mengapa ?

ROMANIA – juga menjadi bagian kerajaan Ottoman dari th 1398-1878. Bahkan selama penjajahan
Komunis, agama Kristen sudah begitu berakar sampai mereka diakui eksistensinya oleh komunis. Tapi
setelah 480 tahun penjajahan Muslim, mana penduduk Muslim Romania ? Menurut statistik, penduduk
negara ini 100% Kristen Ortodoks. Mengapa Islam gagal total dan hilang di Romania?

YUGOSLAVIA – {Slovenia, Croatia, Bosnia Herzegovina, Serbia, Montenegro and Macedonia – kini
semuanya merdeka}. Beberapa dari mereka juga bagian dari Kerajaan Ottoman. Serbia jatuh ketangan
Ottoman Empire th 1459 sampai direbut kembali th 1557 oleh partriarkat Serbia, sampai th 1739 ketika
Turki didepak sepenuhnya dari Serbia. Montenegro, sering diserang oleh pasukan biadab Ottoman,
tetapi tidak pernah berhasil. Menurut legenda, ini karena penduduk Montenegro melumuri tubuh dan
senjata mereka dengan lemak BABI !

Bosnia Herzegovina merupakan bagian dari kerajaan Ottoman dari th 1463 -1908. Macedonia juga
bagian dari kerajaan Ottoman. Konsentrasi Muslim terbesar sekarang adalah di Bosnia Herzegovina,
37% dari jumlah penduduk 4 juta {tetapi mereka ini tidak menyebut diri Muslim, tetapi ‘Bosniaks’ dan
secara umum tidak mempraktekkan Islam – mereka lebih khas Eropa}.

Serbia memiliki penduduk Muslim kurang dari 1.6% dan Macedonia hanya 2.6%. Ini menunjukkan
kegagalan Turki Ottoman. Selebihnya (Slovenia, Croatia, Montenegro) jumlah Muslim juga tidak berarti.
Disinipun Islam gagal.

Lihat: Monumen Toleransi Islam di Serbia
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2340
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

214
HUNGARIA – Sekitar th 1550-an, Turki mencaplok sebagian besar Hungaria. Tapi dari 1683-1699,
Muslim pelan2 didepak dari Negara itu. Setelah Muslim menjajah Hungaria selama 150 tahun; tidak ada
angka resmi penduduk Muslim. Islam disini juga gagal total.

LEBANON – Muslim terhitung 59.2% (akibat banyaknya bayi Muslim & pengungsi Muslim Palestina)
dan Kristen hanya 40%; tapi disinipun Islam gagal. Sejak th 1453, Lebanon diperintah Muslim Ottoman.
Jadi selama ratusan tahun, Islam jaya di Lebanon tapi lihatlah sekarang; Islam dihalangi
perkembangannya sekuat mungkin oleh pemerintah yg sekuler.

Penduduk total 4.3 juta di thn 1970-an berkurang menjadi 3.8 juta karena exodus Kristen ke Barat
akibat perang saudara selama 2 dekade. Arus pengungsi 395.000 orang ‘Palestina’ kedalam Lebanon
karena didepak raja Yordania menambah ketidakseimbangan jumlah penduduk Kristen-Muslim ini. Tapi
kenyataannya, dengan exodus 900.000 non-Muslim dari Lebanon-pun, Islam tetap gagal.

YUNANI – merupakan bagian dari Ottoman Empire dari 1453 - 1829. Yunani merupakan “mutiara” bagi
Ottoman karena kemajuan budaya, filosofi, literatur, sains, medisin, sport dsb. Setelah 1929, Yunani
merebut kembali pulau2 disekitarnya yg penduduknya berbahasa Yunani dan beberapa pulau yg
penduduknya berbicara Turki dalam jarak 1 - 5 Km dari daratan Turki. Walaupun Yunani dijajah Islam
selama 374 tahun, penduduk Muslim disana kini paling2 Cuma 1.3%. Islam gagal total di Yunani.

THAILAND – th 1750M, sekitar 19 provinsi sebelah selatan Bangkok memiliki penduduk Muslim (antara
8 - 14 juta). Disitu pula terdapat kesultanan yg kuat yg menguasai wilayah itu. Namun sensus th 2.000
menunjukkan bahwa hanya 3 provinsi di paliing selatan Negara memiliki mayoritas Muslim, dari total
penduduk 71,9 juta, dengan 90.6% Budhis di total 76 provinsi Thailand. Menurut angka sensus resmi,
penduduk Muslim seluruh Thailand th 2.000 adalah 3,8 juta dan berkurang cepat dibandingkan dengan
perkembangan penduduk Kristen sebanyak 4,2 juta pd thn 2.000. Menurut perkiraan, bahkan di ketiga
provinsi ini, Muslim akan menjadi minoritas di thn 2015. Mengapa agama yang konon dikatakan
terhebat dan tersuci menghilang cepat di Thailand?

Bukannya contoh2 diatas cukup membuktikan bahwa Islam merupakan akar kesengsaraan, kehancuran,
kejahatan, kebengisan, ke-tidak-manusiawi-an ? Apakah belum jelas bagi anda bahwa sekitar 1 milyar
orang diseluruh dunia, sejak berdirinya Islam, merasakan pahitnya Islam/Allah/Muhammad, dan bangkit
berperang melawannya dan mengusirnya ? Banyak yang juga mencoba melakukannya tapi belum
berhasil. (contoh: Indonesia) Tapi bagaimanapun, kematian Islam tinggal tunggu waktunya saja karena
proses kematiannya sudah dimulai dengan munculnya internet dan globalisasi media. Apalagi dengan
peristiwa 9/11.


*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

215
UMAIR MURTAD ( ISLAM MENGIBULI KITA SEMUA )
Tulisan Umair and Ali Sina on Sunday, October 15, 2006 - 02:47 PM
www.faithfreedom.org

UMAIR:
Wahai Ali,
Aku ingin berterima kasih lagi padamu karena telah membuka mataku.
Aku baru saja selesai membaca artikelmu tentang “Warisan dan Siapa yang Mengajar Allah Berhitung”. Sangat
mengejutkan diriku bahwa selama 1.400 tahun tiada yang peduli untuk memeriksa perhitungan aturan warisan dan
mempertanyakan kebodohan dari aturan yang kacau balau itu.
Aku merasa sangat bodoh karena mengikuti agama bobrok selama ini. Kutelah habiskan uang ribuan untuk beli
buku2 Islam.
Aku begitu merasa sangat tolol sampai2 aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan.
Aku merasa sangat marah karena telah dikibuli Islam selama ini. Rasanya aku ingin balas dendam pada agama yang
membuatku setolol ini.
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Sekali lagi terima kasih… kau akan selalu punya kawan di Inggris.

Salam hangat
Umair
________________

ALI SINA:
Wahai Umair:
Tidak benar bahwa selama 1.400 tahun tiada orang yang melihat hitungan yang dibuat Allah dalam
Qur’an dan lalu tahu bahwa hitungan itu salah. Bahkan Muslim pun mengetahui akan hal itu, tapi
mereka tidak mau mengakuinya. Mereka berusaha keras untuk mengelabui diri sendiri dengan
mengakalinya. Inilah yang terjadi jika orang beriman buta. Orang2 Muslim ini melihat kesalahan itu tapi
tidak mengakuinya dan mencoba menganggapnya sebagai kebenaran.

Kau pikir para Muslim tidak sadar bahwa jika pria berusia 54 tahun meniduri anak perempuan berusia 9
tahun adalah perbuatan yang salah? Kau pikir mereka tidak tahu bahwa merampok kafilah pedagang
dan membunuh orang2 tak bersenjata dan lalu memperkosa istri2 mereka dan memperbudak anak2
mereka merupakan perbuatan yang salah? Tentu saja mereka tahu. Apakah mereka mau hal ini semua
terjadi pada diri mereka? Tentu saja tidak! Karena itu sudah jelas bahwa mereka tahu apa yang
diperbuat Muhammad adalah jahat. Akan tetapi, iman bagaikan narkotik yang membuat Muslim jadi
bodoh. Iman merampok kemampuan berakal seseorang. Para Muslim melihat semua yang dilakukan
Muhammad adalah salah dan mereka tetap saja membela Muhammad. Tiada yang lebih berbahaya
daripada iman yang buta.

Aku mengerti betul apa yang kau rasakan. Muhammad mengibuli banyak orang dan lalu orang2 itu
melanjutkan tradisi ini dan membodohi anak2 mereka dengan memaksa anak2 tersebut mempercayai
kebohongan dan merasa bangga atas kebodohan mereka. Orang yang ingin kau balas dendam sudah
mati 1.400 tahun yang lalu dan jika neraka memang ada, maka dia sekarang berada di dasar neraka
bersama Hitler dan Pol Pot. Kadangkala aku mengkhayal naik mesin waktu dan kembali ke jaman dulu
untuk bertemu Muhammad di Gunung Hira ketika dia sedang pikir2 untuk bunuh diri. Aku akan bantu
dan dorong dia sehingga jutaan nyawa terselamatkan dan manusia terhindar dari kutukan ini. Tapi
karena tidak ada mesin waktu seperti itu, yang dapat kulakukan untuk merubah masa depan adalah
mengungkapkan kebohongan nabi palsu ini dan menolong Muslim melihat kebenaran. Karena itu
marilah lakukan hal ini bersama.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

216
Kau dan aku punya tanggung jawab menolong orang lain yang telah dikibuli agama palsu ini. Kita
sudah banyak kehilangan. Sebenarnya umat manusia sudah banyak kehilangan. Seribu tahun yang lalu
Renaisans hampir muncul di Iran dengan tokoh2 terkemuka seperti Zakaria Razi, Khayyam, Ibn Sina,
Khwarazmi dan lain2nya. Semua kemajuan ini dihentikan oleh para fanatik agama seperi Al Gazzalli
yang merampas rasionalisme dan dikabarkan telah pula berkata, “Jika Plato dan Ibn Sine masih hidup,
aku akan bunuh mereka.” Yang dilakukannya adalah membunuh pemikiran ilmuwan tersebut.
Akibatnya sains dan ilmu pengetahuan berhenti berkembang dan beberapa abad kemudian tumbuh
subur di Eropa. Kebayang tidak bagaimana majunya perkembangan ilmu pengetahuan alam saat ini jika
Islam tidak ada?

Lihatlah kebobrokan nasib para Muslim di seluruh dunia. Mereka adalah golongan masyarakat terendah
dari yang rendah. Keterbelakangan ini tidak ada hubungannya dengan ras dan etnik mereka.
Keterbelakangan ini semua gara2 kepercayaan mereka yang bodoh.
Kau ingin berbuat sesuatu? Banyak yang dapat kau lakukan. Bergabunglah bersama prajurit2 eks-
Muslim dan tolong Muslim2 lain melihat kebenaran. Semakin cepat kita membasmi agama palsu ini,
semakin cepat pula kita menghentikan kegilaan ini dan akhirnya kita semua bisa hidup dalam damai.
Kebencian yang dirasakan para Muslim pada umat manusia lain semua berasal dari Islam. Begitu kita
bisa menyingkirkan Islam, kita juga bisa menyingkirkan rasa benci dan dunia bakal jadi tempat yang
lebih baik dan aman untuk hidup. Kita semua adalah satu masyarakat. Humanitas adalah satu keluarga.
Hal “Muslim” lawan “Kafir” adalah hal yang sama sekali bodoh. Kita harus musnahkan Islam dan mulai
memandang orang lain yang beda kepercayaan sebagai saudara2 kita. Jika memang Tuhan itu ada, dia
menciptakan kita semua dengan bahan yang sama dan mengasihi kita semua sama rata. Mengapa kita
harus membenci apa yang telah Tuhan ciptakan? Jika Tuhan tidak ada, lalu artinya semua ajaran agama
palsu ini? Mengapa kita harus membenci satu sama lain hanya gara2 dongeng belaka?

Selamat bergabung ke dalam keluarga manusia, kawanku. Selamat datang!
___________________

Umair:
Wahai kawanku Ali,
Engkau benar. Orang yang ingin kita balas dendam sudah mati. Semoga Muhammad membusuk di neraka. Orang
sinting jahat ini telah meracuni pikiran berjuta-juta orang. Orang2 telah dicuci otaknya oleh ajaran jahatnya dan
negara2 yang memeluk Islam adalah sebagian dari negara2 yang termiskin dan terbelakang di dunia saat ini.
Aku setuju jika ada mesin waktu, aku juga akan kembali ke jaman Muhammad dan mendorong orang celaka ini
dari gunung waktu dia masih pikir2 untuk meloncat. Tapi ini hanyalah khayalan belaka.
Kita sekarang harus jadi Prajurit2 Jedi (Jedi Knights) dan menolong Muslim2 lain ke luar dari kegelapan dan
kebodohan doktrin agama palsu ini untuk melihat terang.
Aku berdoa agar Tuhan yang sebenarnya memberi kita kekuatan, menolong orang lain yang terperangkap dalam
agama ini untuk bisa bebas dan juga untuk membantu prajurit2 kebenaran mengalahkan Islam.

Kawanmu,
Umair
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

217
HUKUM WARISAN

Satu kesalahan hitungan yang paling jelas dalam Qur’an dapat ditemukan dalam penjelasan tentang
harta warisan. Hukum2 warisan tersebar di beberapa Sura, seperti misalnya di Al-Baqarah (2), Al-Maidah
(5) dan Al-Anfal (8 ). Tapi keterangan menyeluruh tentang hukum2 ini dijabarkan di Surah Nisa (4).

Q 4:11
Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak
lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua,
maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia
memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang
ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia
diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa
saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat
yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak
mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfa'atnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Q 4: 12
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak
mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang
ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri
memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai
anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang
kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan
yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu
saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu
seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang
sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak
memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar
dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

Q 4:176
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah : "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah
(yaitu) : jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka
bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki
mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu
dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka
(ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak
bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Meskipun tertera perkataan “Allah menerangkan”, ternyata hukum ini jauh dari terang.

Ayat 4:11 mengatakan: jika seorang pria hanya mempunyai seorang anak perempuan, maka anak perempuan itu
mendapatkan separuh harta warisan. Tapi karena ayat yang sama berkata bahwa porsi warisan anak laki dua kali
besarnya daripada anak perempuan, maka ini berarti saudara lakinya mewarisi seluruh warisan. Bukankah ini
membingungkan? Jelas ada yang salah dalam hukum ini. Kesalahan ini akan semakin banyak dijumpai dalam
pembagian warisan di mana pihak orangtua dan istri2 diikutsertakan.

Terdapat kasus2 di mana jumlah pembagian total kepada pewaris ternyata melebihi harta warisan yang
ada. Lihat contoh berikut.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

218
Menurut ayat2 di atas, jika seorang pria mati meninggalkan seorang istri, tiga anak perempuan dan dua
orangtuanya:
Bagian istrinya adalah 1/8 (Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika
kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh
seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan)
Anak2 perempuannya akan menerima 2/3 (tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi
keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.)
Dan kedua orangtuanya akan menerima 1/6 dari warisannya (Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi
masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai
anak;)

Jika kau menambah semua pembagian ini maka jumlah keseluruhan melebihi jumlah warisan yang ada.

Istri........................1/8 =…… 3/24
Anak2 perempuan..2/3 =…… 16/24
Ayah.......................1/6 =…… 4/24
Ibu..........................1/6 =…… 4/24
Total.............................. =…… 27/24

Mari kita lihat contoh lain. Misalnya saja seorang pria mati meninggalkan istrinya, ibunya, dan saudara2
perempuannya:
Istri menerima 1/4 warisan, (Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika
kamu tidak mempunyai anak;)
Ibu menerima 1/3 warisan (Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari
harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak
mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga;)
Dan saudara2 perempuannya 2/3 (tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi
keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal).

Jika kita menjumlahkan semua bagian ini, hasilnya ternyata melebihi jumlah warisan yang ada.

Istri 1/4........................ =...... 3/12
Ibu 1/3......................... =...... 4/12
Saudara2 perempuan... =...... 8/12
Total............................. =...... 15/12

Contoh2 menunjukkan bahwa porsi2 pewaris ternyata melebihi jumlah total warisan. Di kedua kasus
contoh jumlah total warisan ternyata tepat SEBELUM bagian warisan istri diikutsertakan.
Apakah yang harus dilakukan jika seorang pria punya dua istri, yang seorang dengan anak2 dan yang
lain tanpa anak? Apakah ini berarti istri yang punya anak akan menerima 1/8 dan istri yang tak beranak
menerima 1/4? Kalau benar begitu, apakah ini adil?

Sekarang misalkan sj seorang wanita mati dan meninggalkan seorang suami dan seorang saudara laki:
Suami menerima separuh (Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-
isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak.)
Saudara laki menerima semuanya (jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan
mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta
yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara
perempuan), jika ia tidak mempunyai anak)
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

219
Apakah ini berarti orangtua, saudara2 perempuan dan suami tidak mendapat apa2? Jika begitu,
dimanakah keadilan? Bagaimana mungkin saudara laki mewarisi segalanya?

Suami................ =... 1/2
Saudara laki.... =... 2/2
Total.................. =... 3/2

Ayat ini tidak menjelaskan bahwa saudara laki mendapat semua harta warisan jika tiada pewaris lainnya.
Ayat ini hanya mengatakan jika tiada anak, maka dia dapat semua warisan. Ayat yang sama
menerangkan bahwa jika seorang pria mati dan meninggalkan seorang saudara perempuan, maka
perempuan itu dapat separuh harta warisan. Lalu apa yang terjadi dengan sisa separuh warisan lainnya?

Ini contoh yang lain. Seorang wanita mati meninggalkan seorang suami, saudara perempuan dan
seorang ibu.

Suami......................(1/2)..... =....... 3/6
Saudara perempuan..(1/2)...=....... 3/6
Ibu..........................(1/3)..... =....... 2/6
Total..................................... =....... 8/6

Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa aturan warisan dalam Qur’an sangatlah kacau balau. Begitu
kacaunya sampai kaum Shia dan Sunni menerapkan hukum warisan ini dengan cara yang berbeda.
Misalnya:

Seorang pria mati meninggalkan seorang istri dan dua orang tua, Islam Shia ( *2741) akan memberi
pihak istri ¼ dan lalu membagi-bagikan sisanya untuk ibu 1/3 dan untuk ayah 2/3, ini berarti mereka
akan menerima 1/4 dan 1/2 dari tanah yang ada. Islam Sunni menetapkan bagian warisan istri 1/4, ibu
1/3 dan ayah sebagai sanak keluarga pria terdekat sebagai 5/12. Jika dilihat semua ini, Qur’an ternyata
tidak jelas sama sekali.

http://www.al-islam.org/

Jika seorang ayah dan seorang ibu menjadi pewaris tunggal seorang pria yang mati, maka tanah milik
orang itu dibagi tiga bagian, 2/3 diberikan pada pihak ayah, dan 1/3 diberikan pada pihak ibu. Jika pria
yang mati itu punya dua saudara laki atau empat istri, atau satu saudara laki dan dua saudara
perempuan yang Muslim dan berhubungan darah dengan dia dari pihak ayah (yakni ayah orang ini dan
orang yang mati adalah sama, meskipun ibu2 mereka mungkin orang yang berbeda), akibat kehadiran
mereka dalam pembagian warisan adalah sang ibu menerima 1/6 tanah, dan sisanya diwariskan kepada
pihak sang bapak.

Untuk memecahkan masalah salah hitung ini, para ahli bedah Islam telah mengeluarkan rumus “sains”
akal2an yang dikenal sebagai “Al-Fara ‘id”. Ini terdiri dari hukum “Awl” dan “Usbah,” dan hukum2
“Usool” dari Fara’id, hukum2 dari "Hajb wa Hirman," dan berbagai sumber lainnya yang berhubungan
dengan masalah ini.

Hukum “Awl” (penyesuaian) berhubungan dengan kasus2 di mana jumlah bagian para ahli waris
melebihi atau “lebih banyak” dari jumlah total warisan. Dalam kasus seperti ini, bagian warisan
disesuaikan untuk memuaskan seluruh pihak. Begini caranya:

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

220
Istri......................1/8..=...3/24...... diubah jadi.... 3/27
Anak perempuan...2/3..=..16/24... diubah jadi…. 16/27
Ayah....................1/6..=....4/24..... diubah jadi.... 4/27
Ibu.......................1/6..=...4/24..... diubah jadi.... 4/27
Total...........................=...27/24............ 27/27

Dan untuk kasus yang kedua
Istri.........................1/4...=...3/12.. diubah jadi.... 3/15
Ibu..........................1/3...=...4/12.. diubah jadi.... 4/15
Saudara perempuan..2/3...=...8/12.. diubah jadi.... 8/15
Total................................=..15/12............... 15 /15

Dengan begitu masalah salah hitung ini dibetulkan oleh kemampuan otak manusia, tapi bagian warisan
jadi tidak sama dengan yang ditetapkan Qur’an. Setiap pewaris harus rela menyerahkan sebagian dari
bagiannya agar hukum warisan ini jadi betul. Ini adalah kasus yang jelas di mana firman Allah ternyata
perlu dibetulkan oleh manusia agar bisa diterapkan.

Tapi ada juga kasus di mana bagian warisan ternyata tidak mencapai 100% bulat dan ada lebihnya
(surplus). Misalnya saja kasus di mana seorang pria mati dan meninggalkan istri dan kedua
orangtuanya.

Orang tua..1/3.... =... 4/12
Istri..........1/4..... =.. 3/12
Total.................. =... 7/12

Siapa yang bakal menerima bagian warisan surplus 5/12?

Kasus berikut adalah kasus lain yang menunjukkan adanya bagian warisan lebih (surplus) yang belum
dibagikan:

Skenario.........................Warisan Dibagikan........ Surplus
Hanya 1 istri..........................=..1/4.......................... 3/4
Hanya 1 ibu...........................=..1/3.......................... 2/3
1 anak perempuan.................=..1/2.......................... 1/2
2 anak perempuan.................=..2/3.......................... 1/3
Hanya 1 sdr. perempuan.........=..1/2.......................... 1/2
1 ibu dan 1 sdr. perempuan....=..1/3 + 1/2 = 5/6........ 1/6
1 istri dan 1 ibu.......................=..1/4 + 1/3 = 5/12..... 7/12
1 sdr. perempuan dan 1 istri....=..1/2 + 1/4 = 3/4....... 1/4

Dalam semua kasus di atas dan kasus2 kombinasi lainnya terdapat surplus. Apa yang terjadi dengan
surplus ini? Siapakah yang mewarisinya?
Untuk menghadapi masalah ini, hukum “Usbah” diterapkan. Hukum ini dibuat untuk mengurus warisan
yang tidak dibagikan karena tiada orang yang menerimanya. Kalau Qur’an itu jelas dan tanpa salah,
tidak diperlukan akal2an hukum seperti ini.

Hukum Usbah berdasarkan Hadis berikut:
Hadis Sahih Bukhari 8.80.724
Dikisahkan oleh Ibn ‘Abbas:
Sang Nabi berkata, “Berikan Fara’id (bagian warisan yang ditetapkan di Qur’an) kepada mereka yang berhak
menerimanya. Lalu sisanya harus diberikan kepada anggota keluarga pria terdekat dari orang yang mati.”
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

221
Berdasarkan hukum ini, orang yang mati dan meninggalkan seorang anak perempuan saja tanpa ada
anggota keluarga pria lain terdekat kecuali sepupu jauh, maka anak perempuan ini hanya menerima
separuh harta warisan dan separuh sisanya diberikan kepada sepupu jauh tersebut. Ini tentunya tidak
adil bagi anak perempuan itu. Terlebih tidak adil lagi jikalau pria yang mati itu punya seorang bibi atau
saudara misan perempuan miskin yang tidak kebagian apa-apa hanya karena mereka bukan berkelamin
pria.

Sekarang lihat kasus di mana seorang pria yang mati tidak punya anggota keluarga lain selain istrinya
dan saudara jauh pria. Istrinya akan menerima 1/4 harta warisan dan saudara jauh pria itu akan
menerima sisanya, yakni tiga kali lipat lebih banyak daripada harta warisan istri itu yang baru saja
ditinggal mati suami. Apakah ini yang disebut dengan keadilan?

Bagaimana jika pria yang mati itu tidak punya saudara jauh pria sama sekali? Apa yang terjadi dengan
sisa harta warisannya? Apa yang terjadi jika keadaannya terbalik yakni istri yang mati dan tidak punya
sanak saudara lain sama sekali? Pihak suami akan menerima separuh dari warisan istri, dan lalu siapa
yang mendapatkan sisa separuh lainnya?

Perlu diketahui bahwa Qur’an tidak menetapkan prioritas penerima bagian harta warisan. Tidak ada
sama sekali keterangan yang menyatakan “pertama-tama berikan kepada pihak ini dan lalu sisanya
berikan kepada pihak itu”. Bahkan jikalaupun kita mau melaksanakan hukum2 ini dan memberi prioritas
sesuai dengan apa yang tercantum, tetap saja tidak bisa dilaksanakan karena dengan begitu setiap
bagian warisan harus dikorting. Juga di banyak kasus terjadi jumlah total warisan tidak bisa habis
dibagikan kepada pewaris.

Inilah kesalahan yang berusaha disangkal Pak Sami Zaatari. Dalam usahanya untuk membantah artikel
ini, Pak Zaatari menulis, “Jika A (mati) meninggalkan seorang janda atau duda, maka bagian warisan
janda atau duda haruslah terlebih dahulu dihitung seperti yang disebutkan di separuh bagian pertama
ayat 4:1.”

Pak Zaatari harus menunjukkan kepada kita aturan seperti itu di Qur’an. Tidak ada aturan dalam Qur’an
yang menyebut harta warisan harus diberikan kepada pewaris tertentu lebih dahulu dan sisanya
dibagikan kepada pewaris yang lain. Sudah jelas pula bahwa aturan perhitungan pembagian harta
warisan dalam Qur’an salah secara matematis.

Kekacauan hukum warisan ini tampak lebih jelas lagi di contoh berikut. Misalnya saja seorang pria
hanya punya seorang anak perempuan dan 10 anak laki. Menurut Qur’an, anak perempuan ini
menerima separuh warisan dan ke-10 anak laki harus membagi-bagi rata separuh harta warisan lainnya.
Jadi setiap anak laki hanya kebagian 1/20 harta warisan. Tapi ini lalu bertentangan dengan hukum yang
menetapkan pria menerima dua kali lebih banyak harta warisan dibandingkan wanita.

Tentu saja Muslim telah menerapkan aturan Islam selama 1.400 tahun dan melalui berbagai cara
mereka dapat menerapkan hukum yang memusingkan ini. Apa yang mereka lakukan? Mereka
mengartikan, menyesuaikan dan membuat kompromi agar hukum kacau balau ini jadi masuk akal.
Mereka mengumpulkan semua warisan di satu tempat dan memberi setiap anak pria dua kali bagian
anak perempuan. Jalan keluar ini memang melaksanakan salah satu aturan warisan Qur’an, tapi
bertentangan dengan aturan Qur’an lainnya.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

222
Di atas segala penerapan hukum yang bertentangan ini, sebenarnya masalah utama tidak terletak pada
kesalahan perhitungan pembagian warisan. Masalah utamanya adalah ketidakadilan dalam hukum ini.
Orang yang bisa berpikir waras tidak dapat menghindari pertanyaan mengapa seorang anak
perempuan hanya menerima separuh dari warisan anak laki? Mengapa derajat anak perempuan lebih
rendah daripada anak laki? Mengapa Qur’an menyebut “bahagian seorang anak lelaki sama dengan
bagahian dua orang anak perempuan”? (Q 4:11).

Misalnya saja seorang pria mati meninggalkan 4 istri. Semua istri2 ini harus membagi rata ¼
kekayaannya, jika pria ini tidak punya anak dan 1/8 jika pria ini punya anak. Jika pria ini tidak punya
anak, maka setiap istri akan memperoleh 1/16 harta warisan dan jika pria ini punya anak, maka setiap
istri akan memperoleh 1/32. Bagaimana caranya seorang wanita yang mungkin sudah terlalu tua untuk
bisa menikah lagi dapat hidup layak dengan warisan sekecil itu di dalam masyarakat yang didominasi
kaum pria sebagaimana lumrahnya negara2 Islam? Di lain pihak, seorang pria yang kehilangan keempat
istrinya akan mewarisi ½ sampai ¼ kekayaan setiap istrinya. Bukankah ini rumus hitungan yang jelas
untuk memperkaya pria dan mempermiskin wanita? Lebih mudah untuk memaafkan kesalahan
berhitung dalam Qur’an dibandingkan dengan memaafkan ketidakadilan ini.

Ayat Q 4:175 berbunyi
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan
memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki
mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

Tapi seperti yang kita lihat, hukum Allah ternyata tidak jelas sama sekali. Jumlah hitungan salah, bagian
warisan tidak ditentukan secara jelas, dan pembagiannya tidak adil. Terserah kaum Muslim untuk
menentukan apakah Allah bukan yang “Maha Tahu”, tidak bisa menghitung angka2 yang sederhana,
bingung dan tidak adil ataukah Qur’an itu salah dan Muhammad bukanlah utusan Tuhan. Salah satu
dari dua hal ini pasti benar. Silakan pilih sendiri.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

223
TIDAK SULIT MENIRU QURAN
http://www.news.faithfreedom.org
MENANGGAPI TANTANGAN ALLAH MENIRU QURAN
by: Mumin Salih, July 21, 2006

Allah menantang manusia dan Jin agar memproduksi buku sehebat Quran (Q.17) . Dan tantangan itu
masih berlaku dijaman kita ini, spt sering dikatakan Muslim. Namun tidak banyak yg tahu bahwa
tantangan ini sering sudah ditanggapi, dan bahkan hal ini tertera dalam Quran.

Pemenang pertama adalah JIN dan itu terjadi saat Setan, yg juga termasuk jin, mengatakan kepada
Muhamad untuk mencakupkan ayat-ayatnya dalam Sura al Najm (Q.53). Sampai Muhamad sendiri tidak
dapat melihat perbedaannya dan menyebut ayat-ayat ini dalam doa-doanya sampai mereka dipergoki
dan dicabut oleh Allah. Manusia juga bisa mengclaim kemenangan ini karena sejumlah Arab sudah
menggunakannya dalam gaya Quran dalam jaman Arab pra-Islam, spt Quess-nya Ibnu Saedah.

Sejak kemenangan Jin dan manusia-manusia itu, sekarang giliran Muslim menerima tantangan Allah itu.
Namun ini perlu keberanian besar karena Muslim lainnya pasti akan tersinggung dan kita tahu bgm
reaksi Muslim kalau mereka tersinggung. Saking sensitifnya muslim sampai tidak hanya komposisi tapi
bahkan membacanya harus menggunakan gaya pembacaan (Tajwid) yg hanya dimaksudkan bagi
Quran. Saking sensitifnya Muslim sampai mereka tidak mengijinkan gaya tulisan yg hanya disediakan
secara eksklusif bagi Quran.

Kami tidak bisa mengomentari upaya-upaya untuk menjiplak Quran karena mereka hilang dari sejarah
sesuai dengan tradisi islam untuk menghancurkan segala sesuatu yg tidak Islami. Apa yg kita ketahui
adalah bahwa penyair-penyair Arab ternama spt Al Mutanabbi dan Abu Alala’ Al Ma’arri dll memiliki
cukup keberanian (mungkin mereka gila juga !) untuk menyamakan Quran, tapi mereka hanya dipaksa
untuk menarik karya mereka dan bertobat. Mereka yg menolak dibunuh, spt penulis puisi ternama,
Ibnu al-Muqaffa yg dibunuh th 756 AD.

Bukti-bukti sejarah juga menunjukkan bahwa bahkan Muslim sendiri tidak mampu membedakan antara
kata2 Allah dan kata2 manusia. INi terjadi setelah kematian Muhamad dan selama proses koleksi Quran
oleh komite yg dipimpin Zaid Ibn Thabet. Komite ini mensyaratkan adanya seorang saksi sebelum
menerima sebuah ayat Quran, yg hanya berarti: bagi mereka kata2 Allah MIRIP KATA2 MANUSIA. Oleh
karena itu, sekte Islam terkenal al Mutazillah menolak gagasan bahwa Quran adalah mukjizat.

Dijaman kami, internet membuka kesempatan luas bagi penulis untuk mengritik Islam tanpa takut
digorok Muslim2 tulen. Di internet juga saya temukan surah-surah luar biasa. Saya hanya membaca
sebagian, spt Surah al Shajara (Pohon) (http://213.186.47.139/ladeeni/forum/viewtopic.php?t=2040) dan yang
ini, Surah Zakaria (http://213.186.47.139/ladeeni/forum/viewtopic.php?t=433).

Saya menganggap mereka sangat mirip dengan Quran. Hanya mereka memiliki kesalahan gramatik dan
sains. Spt saya, banyak juga pembaca yg menyukai surah-surah itu dan tidak banyak dari mereka yg
bisa menemukan mukjizat-mukjizat sains dan angka-angka, percaya atau tidak ! Jelas para pembaca
Muslim yg sebal menganggap surah-surah itu sampah. Anehnya, mereka tidak ada satupun yg mampu
menulis komentar mereka dalam bahasa Arab yg mapan ! Tetapi itu tidak menghentikan mereka
menilai dan mengutuk gaya bahasa yg mereka anggap terlalu inferior dibanding dengan Quran.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

224
Beberapa tahun lalu, situs Arab Kristen (http://www.suralikeit.com/) menuliskan sejumlah halaman yg
meniru gaya Quran. Dan tebaklah, tidak lama kemudian, berbagai organisasi Muslim menyerang situ
situ dengan ratusan surat protes dan kutukan. Jelas, ketakutan itu karena ‘takut ayat-ayat itu akan
dicampur dengan Quran!’

Sejarah penuh dengan contoh orang-orang yg menciptakan karya-karya istimewa, dan tidak ada dari
mereka yg menantang orang lain untuk menghasilkan karya sehebat karya mereka. Leonardo De Vinci
menciptakan masterpiece-nya, the Mona Lisa, tetapi ia tidak pernah menantang siapapun untuk
membuat replika karyanya. Memang banyak artis-artis besar tidak pernah ambil pusing untuk
mencontek Mona Lisa, mereka hanya memproduksi karya besar mereka sendiri. Tapi jelas tidak sulit
menciptakan copy persis lukisan Mona Lisa, walau karya itu tetap dianggap sebagai copy, sementara
yang aslinya tetap dianggap sebagai asli.

Kalaupun pelukis/penulis lain tidak mampu menanggapi tantangan ut mencipta karya yg mirip dengan
aslinya, ini artinya apa ? Artinya bahwa si penulis asli adalah sang pemenang, tetapi INI TIDAK BERARTI
bahwa ia adalah Tuhan !

Siapa akan menjadi hakimnya ?
Muslim sudah menyatakan sikap mereka. Mereka dijamin tidak akan menerima penilaian Non-Muslim,
kecuali penilaian itu sesuai dengan penilaian Muslim. Karena Allah sudah memberikan keputusanNya
dalam Q.17: 8; kataNya, setiap upaya imitasi sudah pasti akan gagal.

Situasi aneh lainnya adalah walaupun tantangan ini terbuka bagi semua manusia dan jin, secara licik
tantangan ini tidak dapat ditawarkan kepada sebagian besar umat manusia, karena Quran ditulis dalam
bahasa Arab dan hanya Arab yg bisa membacanya ! Fakta ini saja mengurangi jumlah orang yg dapat
menanggapi tantangan ini kepada hanya 5 % umat manusia. Jumlah ini semakin mengecil karena
hanya sebagian kecil orang Arab menguasai bahasa Arab.

Jadi kesimpulan logisnya adalah bahwa ALLAH HANYA INGIN MENANTANG KAUM ARAB, shg
membawa kita pada pertanyaan berikutnya : mengapa ? mengingat kemampuan Arab jaman abad ke 7
dan sekarang, mereka bukanlah bangsa yang paling intelektual. Jadi, Allah tidak memilih peserta-
peserta yg top untuk menanggapi tantangannya.

Reaksi Muslim

Muslim tulen tidak akan pernah meragukan bagian Quran manapun. Ia tidak akan pernah bertanya ttg
kesempurnaan bahasa atau isinya. Untuk mengerti kelakuan aneh ini, kita harus mengerti otak Muslim.
Tanpa sadar, Muslim hidup dalam ketakutan yang konstan dan sangat dalam. Mereka selalu ‘in denial’
alias membantah fakta. Mereka menyebutnya ’iman’ atau ‘taqwa’ atau ‘makhafatu Allah’ atau apalah...
tetapi sebenarnya ini hanya cerminan ketakutan yg sangat mendalam yg sudah diprogram di benak
mereka.

Kata ‘taqwa’ sebenarnya berarti ‘menghindari,’ yg hanya dilakukan saat seorang Muslim dikonfrontasi.
Makhafatu Allah hanyalah berarti ketakutan kepada Allah. Muslim sadar bahwa Allah adalah mahluk
yang paling sulit dibahagiakan. Mereka hanya mengatakan bahwa Allah penuh maaf dan baik,
sementara mereka tahu bahwa semua doa dan puasa mereka tidak akan menghentikan Allah
melemparkan mereka ke neraka sebelum mereka akhirnya menikmati surga. Ini benar bahkan kalau
mereka tidak pernah berdosa sekalipun (Q.19: 71). Mereka tahu bahwa Allah tidak akan menunggu hari
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

225
kiamat untuk menyiksa mereka dan IA akan mengirimkan malaikat2nya untuk memulai menyiksa para
mualaf dalam kegelapan kuburan mereka. Muslim membaca tantangan dalam ayat-ayat Quran, tetapi
dalam hati mereka tahu bahwa maksud Allah adalah ‘JANGAN BERANI LU !’ Allah sendiri mengatakan:
mereka terkutuk, nah, untuk apa mencoba-coba ?

Kesimpulan logis dari tantangan membuat ayat-ayat Quran yg mirip dengan Quran itu adalah : Allah
bisa dibandingkan dengan manusia. Kalau atau menang tidak ada artinya, dan hanya berarti bahwa
Allah seorang penulis yg kurang ahli, dimata mereka yg menilai Quran. Ini tidak berarti bahwa Allah
adalah tuhan dan Quran adalah mukjizat.

Mengatakan buku semacam Quran dibuat Tuhan adalah penghinaan yg tidak dapat dimaafkan terhdp
Tuhan. Menyatakan buku macam itu sebuah mukjizat adalah penghinaan terhdp intelektualitas
manusia. Quran adalah koleksi mitos2 kuno dan kontradiksi. Quran mengkontradiksi sains, kitab2 suci
sebelumnya dan logika manusia. Quran tidak ada hubungannya dengan logika maupun sains, tapi
hanya mengkontradiksi keduanya.

Kalau Quran memang mukjizat, maka Quran mudah dimengerti oleh semua orang terlepas dari bahasa,
latar belakang atau tingkat intelektualitasnya dan tanpa memerlukan bantuan ustadz untuk
menafsirkannya. Katakanlah pada Muslim dan mereka akan balik bertanya : bgm mungkin kau dapat
menulis buku yg bisa dimengerti orang Arab dan orang Eropa dan orang Cina sekaligus ? Wah, saya
jelas tidak bisa, tetapi kalau Allah benar2 tuhan, IA pasti bisa. Tapi satu hal : buku yg bisa dimengerti
semua mahluk manusia macam itu jelas TIDAK akan dinamakan Quran.

Apakah Qur’an Benar-Benar Tidak Dapat Ditiru?
By:Y.M. , 2006/05/26

Saya telah membaca debat antara Mr Ali Sina dan Mr Hamza. Saya ingin berkomentar bahwa sudah
biasa bagi Muslim untuk mengaku-ngaku sesuatu tentang Qur’an yang sesunggunya tidak ada. Mr
Hamza berkata bahwa Quran tidak dapat ditiru dan punya ciri khas kebahasaan tersendiri.

Sangatlah penting untuk diketahui bahwa dalam Qur’an itu sendiri tidak ada pengakuan bahwa ia
adalah contoh unik dari kesastraan Arab. Umumnya dipercayai bahwa Qur’an adalah contoh dari semua
struktur (susunan) bahasa Arab. Jika anda baca ayat-ayat Qur’an dengan teliti, akan anda temui
pertentangannya dan ketidak sesuainya dengan tatabahasa Arab.

Misalnya dalam Sura.2:177.wa assabireena seharusnya assabiruna. Dalam Sura 5:69,sabiuna seharusnya
sabiina. Contoh lainnya ada dalam Sura 7:160-20:63- 3:39 -4:162- 7:16 -21:3- 22:19 -49:9 dan 63:10.
Dalam Qur’an juga terdapat kalimat-kalimat yang tidak lengkap dan frase-frase yang telah dihapuskan
sehingga artinya tidak jelas. Ali Dashti, seorang cendekiawan Muslim, menulis bahwa Qur’an
mengandung kalimat-kalimat yang tidak lengkap dan tidak dapat dimengerti sepenuhnya tanpa
bantuan tafsir Qur’an.

Qur'an juga mengandung kata-kata asing, kata-kata Arab yang tidak dikenal, dan kata-kata yang
digunakan dalam arti yang tidak lazim, kata sifat dan kata kerja yang dipakai tanpai memperhatikan
kesesuaian dengan jenis kelamin dan jumlah. Imam Suyuti dalam Itqan-nya membahas hal ini. Jika teks
Qur’an sangat unik, jelaslah tidak perlu lagi ada saksinya, dan teks itu sendiri sudah menjadi bukti
sendiri. Tetapi kenyataannya, kita tahu ada banyak pertentangan paham antara pengikut-pengikut
(para sahaba) Muhammad tentang beberapa bagian dari Qur’an.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

226
Ibn Masood, salah seorang pengikut nabi yang terkenal, tidak mengakui surah pertama dan kedua
surah terakhir sebagai bagian dari Qur’an. Jika Qur’an benar-benar sangat unik sehingga tidak bisa
ditiru, Ibn Masood pasti tidak perlu meragukannya. Lain lagi dengan Ubay b Kab yang
mengikutsertakan dua surah tambahan, yaitu Al-Hafd dan Al-Khal. Satu versi dari kedua sura ini masih
dibaca dalam solat ISHA walaupun tidak menjadi bagian dari Qur’an sekarang.

Jika Qur’an benar-benar unik, mengapa ada beberapa sekte Islam yang meragukan bagian Qur’an?
Islamis sering berkoar-koar tentang keunikan dan bagaimana tidak mungkinnya Qur’an ditiru. Padahal
Qur’an adalah satu-satunya buku di muka bumi ini yang tidak bisa dimengerti tanpa bantuan Tafsir.
Tafsir adalah pendapat seorang Muffasir (komentator). Seorang Musffasir tidak bisa mengaku taksirnya
sendirilah yang benar (asli). Muslim sering berkata bahwa penyair dan ahli bahasa Arab yang terhebat
pada masanya pun kalah dalam menciptakan sesuatu menandingi Qur’an. Ini adalah usaha untuk
merendahkan kemampuan penyair Arab yang masyur. Telah banyak penyair-penyair Arab yang
menolak Qur’an berdasarkan kekhasan bahasanya. Salah seorang di antara mereka adalah Abdulah-bin-
Zubery. Dia adalah seorang penyair terhebat di masa hidupnya Muhammad.

Orang ini punya kemampuan untuk mengkritik Qur’an, sehingga orang-orang Arab pun berpendapat
bahwa dia membuat Muhammad tutup mulut. Puisi-puisinya lebih realistik dalam tatabahasa Arab.
Orang-orang bertepuk tangan mendengar syair-syairnya. Rujukannya ada dalam Qur’an dan detailnya
dalam tafsir. Misalnya dalam Surah Az-Zukhruf ayat 57-58 dikatakan bahwa ketika anak Mariam
diperumpamakan,"tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata: "Manakah
yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)? Mereka tidak memberikan perumpamaan itu
kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka
bertengkar."

Dalam sejarah Ibn Hasham dijelaskan mengapa ayat itu diturunkan. Surah Al-Anbiyaa ayat 98 berbunyi,
“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti
masuk ke dalamnya.”. Ketika Muhamad mengucapkan ayat ini di depan pemuja berhala, Walid ibn
Mughrah juga berada di situ. Ketika Zubery datang ke majelis (pertemuan) itu, Mughrah memberitahu
dia apa yang Muhammad katakan tentang berhala mereka. Zubery berkata, “Aku bersumpah kepada
Allah, jika dia berbicara seperti itu di depanku, akan aku tutup mulutnya. Tapi kau pergilah dan tanya
Muhammad, “Benarkah segala sesuatu yang telah dipuja selain Allah akan menjadi umpan neraka
jahanam?” Kita memuja malaekat-malaekat dan orang Yahudi memuja Ezra (Isaiah) dan orang Kristen
memuja Yesus putera Mariam.”

Semua orang yang duduk di pertemuan itu sangat senang. Mereka bertepuk tangan mendengar
jawabannya dan berkata (subhan Allah) pujilah Allah, Zubery telah mengalahkan Muhammad dalam
menggunakan akalnya. Ketika pesan ini sampai kepada Muhammad, sang nabi Islam, diapun tertegun,
bingung dan muali menunggu wahyu yang baru. Tetapi wahyu tidak kunjung datang sampai hari dia
mati. Muhammad dan Allahnya tidak bisa memberi jawaban kepada Zubery. Saya yakin Mullah jaman
sekarang bisa menjawab pertanyaan ini, karena mereka memang cukup bodoh!

Dari kejadian di atas bisa kita bayangkan bahwa penyair-penyair Arab sangat pandai dan mereka
mampu menghasilkan karya-karya sastra yang jauh lebih baik daripada Qur’an. Dengan bertambahnya
pengaruh Muhamad secara politik dan militer di dunia Arab, Muslim mulai menghancurkan karya-karya
sastra dari masa sebelumnya. Orang-orang Arab telah sangat maju di segala segi kehidupan sebelum
adanya Islam. Muslim sengaja memberi nama Jahiliyyah (Kebodohan) kepada masa sebelum Islam itu.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

227
Kepercayaan buta dan rasa cinta pada Qur’an telah memaksa Muslim untuk tidak menyisakan karya-
karya sastra masa pra-Islam. Muslim takut jika karya-karya sastra itu muncul dan orang-orang
membandingkannya dengan Qur’an, kebenaran pun akan terkuak. Itu akan sangat memalukan bagi
Qur’an. Qur’an ternyata tidak sebanding dengan karya-karya sastra masa Pra-Islam. Karya sastra yang
lolos dari tangan Muslim bukanlah satu-satunya barang berharga dari sastra Pra-Islam. Muslim sering
menyangkal bahwa mereka menghancurkan sastra masa sebelum Islam. Apa yang dapat Muslim
katakan tentang buku karya cendekiawan Kristen Warqa Ibn Nufal (Al, Katab Al Arby) 2.Hakmit-e-
Luqman- The Scripture. 3. The Scripture of Nazar Ibn Harat. 4. Book of Musalma and 5. The Book of
Mutnbey- raja penyair Arab, yang mengandung 114 (Abrah) Sura dan masih banyak penyair lainnya.

Kita tahu dari sejarah Islam bahwa orang-orang yg hidup dijaman Muhamad ini tidak mementingkan
Qur’an. Tetapi, begitu turunnya ayat-ayat pedang, semuanya berubah. Orang-orang ini adalah ahli
bahasa Arab dan sangat cerdas, tetapi mereka adalah kafir ! Dapat dimengerti mengapa Muslim
menghancurkan karya sastra orang-orang Arab ini. Muslim bahkan tidak dapat memaafkan dan tidak
menyelamatkan tulisan (Mushaafs/manuscript) Qur’an yang berbeda-beda milik para Sahabat, para
teman setia Muhammad. Sebagai contoh, Muslim membakar semua karya Ibn Masood, Ibn Kaab dan
juga cendekiawan kafir Masalama Hanfi dan Aswad-e-Aansi.

Muslim percaya Qur’an tidak dapat ditiru dan lancar dan mereka tidak bisa melihat kemustahilan dan
kekasaran surah seperti Sura Al-Baqarah ayat 166:167. Ayat-ayat ini tidak mengandung arti apa2, tetapi
Muslim melihat banyak kebijaksanaan di dalamnya. Cinta kepada Qur’an telah membuat mereka
menjadi zombi tidak berotak. Qur’an adalah kutukan terhadap umat manusia dan sumber kebencian
yang akan menghancurkan setiap keberhasilan yang dicapai manusia di negara barat. Dan usaha
penghancuran ini akan dibantu orang barat yang masih bodoh dan tidak sadar.

Muslim memuji demokrasi dan multikulturalisme antar agama di barat, karena itu sesuai buat mereka
sementara ini, tetapi mereka mengingkarinya dan tidak menjalankan sistem yang sama di negara
Muslim mereka. Mereka melakukan TAQIYYAH (yang berarti boleh berbohong kepada non-Muslim
demi keuntungan Islam) dengan orang Kafir sesuai dengan kepercayaan mereka, dan tidak merasa
berdosa ataupun malu karenanya. Bukankah ini namanya munafik dan penipuan?

Muslim telah belajar tentang hak asasi manusia di barat, dan sesungguhnya Islam yang murni tidak
mengakui bentuk apa pun dari hak asasi manusia. Bahkan sebenarnya hak asasi manusia tidak ada
dalam Islam. Itulah sebabnya masyarakat religi di negara Muslim menderita diskriminasi serioius. Setiap
kali masyarakat religi meminta diterapkannya hak asasi manusia, pemerintah Muslim memberikan hak-
hak keislaman yang tidak berperikemanusiaan.

Cepat atau lambat orang Amerika dan Eropa akan menjadi dhimmi (warga negara kelas kedua) di
negara mereka sendiri, jika kebanyakan pendatang muslim tidak dikeluarkan atau diusir dari Amerika
dan Eropa. Orang Amerka dan Erope mesti ingat bahwa generasi mendatang mereka akan menjadi
Dhimmi dan sejarah akan menjatuhkan tanggung jawab pada mereka akan penghancuran ini yang
kemudian akan menuju pada pembunuhan generasi mereka sendiri.

Ke mana saja Muslim pergi, mereka melakukan kejahatan-kejahatan yang barbar. Mereka memperkosa
dan membantai orang tidak berdosa, mengikuti sunah nabi mereka yang tidak mulia. Setan ini (Islam)
harus dimusnahkan dalam segala perwujudannya di seluruh dunia, termasuk mesjid dan pusat-pusat
Islam di Amerika dan Eropa. Inilah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan generasi mendatang.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

228
*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

229
BUKTI QURAN DAN HADIS BAGI EKSEKUSI MURTAD
http://www.answeringislam.org/

A. BUKTI DARI QURAN BAGI PERINTAH EKSEKUSI MURTAD ( Mereka yang meninggalkan agama
Islam).

Ada yang merasa bahwa hukuman mati bagi murtad tidak terdapat dalam Islam tetapi ditambahkan
kemudian oleh para pemimpin agama/ulama. Mari kita pelajari seksama apa yang sebenarnya ada
dalam Quran dan memakai otak kepala kita sendiri ketimbang mendengarkan perkataan orang lain. O
ya, buka Quranmu untuk mengecek kebenaran.

Allah menyatakan dalam Qur'an:

Q 9:11,12 [1]
Namun jika mereka mengaku bersalah dan mengikuti sholat dan membayar zakat, maka mereka menjadi saudara
seagamamu ... Namun jika mereka memutuskan perjanjian dan menyerang agamamu, maka perangilah para
pemimpin murtad ... ("... then fight the heads of disbelief -- Lo! they have no binding oaths in order that they may
desist.")

Surah diatas sehubungan dengan konteks peristiwa ini:
Pada saat hijrah pada tahun A.H. 9, Allah memerintahkan berlakunya sebuah masa istirahat. Maksudnya,
mereka yang pada saat itu memerangi Allah dan rasulnya dan menghalangi penyebaran agama Islam,
diberi waktu untuk berpikir selama 4 bulan. Selama masa ini mereka harus memikirkan situasi mereka;
pilih Islam, lalu mereka akan diampuni ATAU meninggalkan negara mereka.

Kalau setelah 4 bulan mereka tidak juga mau menerima Islam maupun meninggalkan negara mereka,
maka mereka akan dihadapkan pada PEDANG ISLAM. Sehubungan dengan ini dikatakan: "Jika mereka
meminta maaf dan melaksanakan solat dan zakat, maka mereka menjadi saudara seagama. Setelah
masa itu, dan setelah mereka "melanggar perjanjian", perang dilancarkan terhadap para pemimpin
kafir. "

Disini "melanggar perjanjian" bukan berarti "melanggar sebuah perjanjian politik". Namun konteksnya
jelas menunjuk pada "masuk Islam namun kemudian meninggalkannya". Oleh karena itu arti "fight the
heads of disbelief" adalah : perang harus dilancarkan terhadap para pemimpin yang mempromosikan
kemurtadan.

Masih banyak lagi surah dalam Quran yang menegaskan berkali2 ketidaksukaan Allah kepada mereka
yang menolak Islam:

Q2:259: As for those who disbelief, their supporters are the devils …
Q2:258:There is no compulsion in religion …
BUT Q2:259: As for those who disbelieve (in Allah), their supporters are the Devils …
Q3:84: Whoever seeks a religion other than Islam, it will never be accepted from him and in the Hereafter he will be
one of the losers.
Q3:85: How will Allah guide a people who disbelieved after they believed …
Q3:86: Their reward shall be that of the curse of Allah ….
Q3:89: Surely those who disbelieve after believing, and then grow in disbelief, their repentance shall not be
accepted…
Q3:90 As for those who disbelieve and die as unbelievers, the earth’s fill of gold will not be accepted…
Q3:101:…do not die except as muslims …
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

230
Q5:54: O believers, whoever of you renounces his religion, Allah will certainly bring forth a people whom He loves
…who are mighty towards the unbelievers …
Q9:23: …do not take your fathers and brothers as friends, if they prefer disbelief. Those who take them as friends
are the wwrongdoers.
Q16:104: Those who do not believe in Allah’s revelation shall not be guided by Allah, and a very painful
punishment awaits them.

Banyak yang berpendapat bahwa ini hanya ancaman bagi murtad di akhirat nanti tidak di dunia ini.
Dipihak lain, Allah juga TIDAK pernah mengatakan kepada muslim untuk TIDAK mencelakakan para
murtad atau untuk mengampuni mereka atau tetap menganggap mereka sebagai saudara. Bagaimana
tidak ? Kalau seorang AYAH non-muslim saja dianggap begitu menghina bagi seorang muslim (lihat
Q9:23), sampai muslim tidak boleh mengambilnya sebagai teman.

Mari kita juga lihat apa yang terdapat dalam Hadis.

B. BUKTI DARI HADIS BAGI PERINTAH EKSEKUSI MURTAD

1. Setiap orang (i.e. Muslim) yang mengganti agama mereka, BUNUH DIA.
Ini perintah Rasulullah yang diriwayahkan dalam Hadis Abu Bakar, Usman, Ali, Muadh ibnu Jabal, Abu
Musa Ashari, Abdullah ibn Abbas, Khalid ibnu Walid.

2. Diriwayahkan Abdullah ibn Masud:
Rasulullah mengatakan : dalam hal apapun TIDAK diijinkan untuk menumpahkan darah seorang muslim
yang mengaku bahwa "tidak ada Allah selain Allah" dan "Muhamad rasulullah" kecuali :
a. ia membunuh seseorang dan tindakannya membenarkan pembalasan;
b. ia menikah dan ebrzinah;
c. ia meninggalkan agamanya dan dipisahkan dari masyarakatnya.

3. Aisha (isteri termuda Muhamad) melaporkan :
Rasulullah mengatakan dilarang menumpahkan darah seorang muslim kecuali :
a. ia menikah tetapi berzinah, atau
b. seorang Muslim memlih menjadi KAFIR, atau
c. ia mengambil nyawa orang lain.

4. Usman meriwayahkan DUA KALI :
Saya mendengar Rasulullah mengatakan, dilarang menumpahkan darah seoramg Muslim kecuali:
a. seorang Muslim menjadi kafir;
b. ia sudah menikah tetapi berzinah ;
c.. ia mengambil nyawa orang lain
Tradisi diatas dibuktikan kebenarannya oleh teks sejarah yang cukup dipercaya. Ada sebuah cerita
mengenai Usman, sambil berdiri diatas atap rumahnya dan menegaskan tradisi ini didepan ribuan
pemberontak yang pada saat itu mengelilingi rumahnya dan siap untuk membunuhnya. Argumennya
menahan niat pemberontak adalah "Saya tidak melakukan satupun diantara ketiga kejahatan tsb.",
katanya, "namun kalau kalian membunuh saya, kalianlah yang bersalah !"
Jelaslah bahwa tradisi ini menjadi pembela utama Usman terhadap pemberontak. Kalau tradisi ini
sedikitpun diragukan, maka beratus2 pemberontak tsb akan meneriakkan : "Omong kosong kau !"
Namun tidak seorangpun diantara mereka mengajukan keberatan terhadap otentisitas/kebenaran
tradisi tsb.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

231
5. Abu Musa Ashari meriwayahkan :
Nabi mengangkat dan mengirim Abu Musa sebagai Gubernur Yemen dan Muadh ibn Jabal sebagai
Wakil Gubernur. Saat Muadh tiba, ia mengumumkan: "Wahai rakyat Yemen, saya dikirim oleh Rasulullah
untuk kalian."

Kemudian ada seorang yang dulunya Yahudi, kemudian mejadi muslim dan kembali menjadi Yahudi.
Muadh mengatakan : "Saya tidak akan duduk sebelum orang ini dieksekusi. Itu perintah allah dan
rasulnya." Muadh mengulangi perintahnya 3 kali. Akhirnya, orang itu dibunuh, dan barulah Muadh
duduk.[8]

Perlu dicatat bahwa insiden ini direstui sang Rasulullah. Jika Rasulullah tidak setuju atas tindakan
gubernur maupun wakil gubernurnya, RASULULLAH PASTI AKAN MENUNJUKKAN KEBERATAN.

6. Abdullah ibn Abbas meriwayahkan :
Abdullah ibn Abi Sarh pernah menjadi tangan kanan Rasulullah. Lalu Satan mempengaruhinya dan ia
bergabung dengan kafir. Pada saat mekah diinvasi Rasulullah, ia memerintahkan agar kafir itu
DIBUNUH. Namun Usman meminta ampun baginya setelah ia ganti lagi jadi Muslim dan Rasulullah
memberinya pengampunan.

7. Aisha meriwayahkan :
Setelah Pertempuran Uhud, seorang wanita menjadi murtad. Rasulullah menanggapi: Biarkan ia
megnaku dosanya. Jika ia tidak mau, ia harus di-eksekusi.

8. Jabir ibn Abdullah meriwayahkan:
Seorang wanita bernama Umm Ruman (atau Umm Marwan) menjadi murtad. Lalu nabi memerintahkan
agar Islam ditawarkan kembali padanya dan lalu megnaku berdosa. Kalau tidak, ia akan di-eksekusi.

Namun laporan berikut milik Bayhaqi menjelaskan kelanjutan peristiwan ini: Wanita itu menolak untuk
menerima Islam. Oleh karena itu ia di-eksekusi.

C. PENDAPAT PARA KALIF BIJAKSANA (the Rightly-Guided Caliphs):

1. Pada masa Abu Bakr, seorang wanita bernama Umm Qarfa menjadi kafir setelah menerima Islam.
Abu Bakr memnita agar ia mengaku salah tetapi ia menolak. Abu Bakr memerintahkan kematiannya.

2. Amru ibn al-As, gubernur Mesir, menulis kepada Umar bahwa seseorang menerima Islam, menjadi
kafir, lalu menerima islam dan menjadi kafir lagi. Ganti agama beberapa kali ! Nah, apakah Islamnya
akan diterima atau tidak ? Umar menjawab: selama Allah menerima Islamnya, kaupun harus begitu.
Tawarkan dia Islam. Jika ia menerima, jangan ganggu dia. Kalau tidak, BUNUH DIA.
3. Sad ibn Abi Waqqas dan Abu Musa Ashari mengirimkan pembawa berita kepada Umar setelah
Pertempuran Tustar. Sang pembawa berita menyampaikan laporan jalan pertempuran kepada Umar.
Umar bertanya : adakah hal yang lain daripada yang lain ?
Katanya: Ya. Kami menangkap seorang Arab yang menjadi kafir setelah menerima Islam. Umar lalu bertanya: Apa
yang kau lakukan padanya ? Katanya: Kami membunuhnya. Umar mengatakan: Mengapa kalian tidak
mengurungnya dalam sebuah kamar, menguncinya, biarkan ia disana selama 3 hari dan memberinya roti setiap
hari ? Mungkin selama 3 hari ini ia akan menyesal. Ya Allah ! Pembunuhan ini tidak dilakukan didepan saya atau
atas perintah saya; tidak juga menunggu persetujuan saya. Namun demikian Umar tidak lagi memperpanjang
masalah ini dengan Sad ataupun Abu Musa Ashari. Iapun tidak merencanakan untuk menghukum mereka.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

232
Ini membuktikan bahwa tindakan Sad dan Abu Musa tidak diluar hukum, namun dalam pendapat Umar
lebih baik memberikan orang itu kesempatan untuk kembali ke Islam, sebalum membunuhnya.

4. Abdullah ibn Masud diberitahu bahwa dalam salah satu mesjid Banu Hanifah beberapa orang
mengaku bahwa Musaylimah sbg rasul allah. Mendengar ini, Abdullah mengirimkan polisi guna
menangkap mereka. Setelah mereka dihadapkan pada Abdullah mereka semua menyesal dan berjanji
tidak akan mengulanginya. Abdullah membebaskan mereka semua kecuali satu orang, Ibn al-Nawahah
yang ia kenakan hukuman mati. Rakyat bertanya : mengapa ia memberikan 2 hukuman berbeda untuk
kasus yang sama?

Abdullah menjawab, Ibn al-Nawahah adalah orang yang dikirim kepada Muhamad sebagai duta
Musaylimah. Saya sendiri hadir pda pertemuan itu. Muhamad bertanya kepadanya: Apakah kau bersaksi
bahwa saya rasul allah ? Nawahan menjawab : Apakah anda bersaksi bahwa Musaylimah adalah rasul
allah ? Mendengar itu, Muhammad menjawab: Jika saya memiliki kuasa menghukum delegasi sebuah
misi politik, sudah saya bunuh anda. Untuk itulah, saya, Abdullah menghukum mati Ibn al-Nawahah.

5. Beberapa orang menyebar berita bahwa Musaylimah ditangkap di Kufah. Usman diberitahu lewat
surat. Ia menulis dalam jawabannya bahwa agama yang sebenarnya (din-i haqq) dan kesaksian bawha
"tidak ada Allah kecuali Allah dan Muhamad rasulullah", harus disampaikan kepada mereka. Siapaun
yang menerima dan menolak Musaylimah akan dibebaskan. Siapapun mempertahankan agama
Musaylimah harus di-eksekusi.

6. Sesorang yang mantan Kristen, menjadi Islam, kemudian menjadi Kristen lagi dibawa kedepan Ali. Ali
bertanya apa alasan kelakuannya ? Ia menjawab: Saya merasa agama Kristen lebih baik dari agamamu.
Ali bertanya: Apa yang kau percaya tentang Yesus? Katanya: Ia Tuhan saya, ia juga Tuhan Ali.
Mendengar ini, Ali memerintahkan eksekusinya.

7. Ali diberitahu tehtang sekelompok Kristen yang menjadi muslim kemudian menjadi Kristen kembali.
Ali mengangkapi mereka dan mencari tahu. Mereka mengatakan: Kami Kristen. Kami ditawarkan
menjadi Muslim tetapi kami sadar bahwa tidak ada agama yagn lebih baik daripada agama pertama
kami. Mendengar ini, Ali memerintahkan agar orang2 ini dieksekusi DAN ANAK2 MEREKA
DIPERBUDAK.

8. Ali diberitahu bahwa beberapa orang menganggapnya sebagai Allah mereka (Rabb). Ia memanggil
mereka dan bertanya: Apa yang kalian katakan ? Mereka menjawab: Anda Allah dan Pencipta kami. Ali
mengatakan: Kalian dalam situasi menyedihkan. Saya seorang pelayan seperti kalian. Jika saya
mematuhi Allah, maka Ia akan memberi saya pahala. Jika tidak, Ia akan menghukum saya. Oleh karena
itu takutilah Allah dan tinggalkanlah kesaksianmu ini. Namun mereka menolak. Keesokan harinya,
datanglah Qanbar dan melaporkan bahwa orang2 itu mengulangi kesaksian mereka.

Ali memanggil mereka kembali dan mereka mengulangi kembali hal yang sama. Pada hari ketiga, Ali
memanggil dan mengamcan mereka: Jika kau mengulangi kesaksian kalian, saya akan membunuh
kalian dengan cara yang palig mengerikan. Tetap mereka bersikeras. Akhirnya, Ali membersiapkan
sebuah lobang dalam tanah dan didalamnya dinyalakan api. Lalu ia mengatakan; Hentikan kesaksian
kalian sekarang juga. Kalau tidak saya akan lemparkan kalian kedalam lobang ini. Namun mereka
bersikeras dan atas perintah Ali kesemuanya didorong kedalam lobang berapi tersebut.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

233
9. Ketika Ali berada di Rahbah, ia diberitahu bahwa penghuni sebuah rumah menyimpan patung dan
menyembahnya. Mendengar ini, Ali sendiri bergegas ke sana. Patung itu ditemukan setelah operasi
pencarian. ALI MEMBAKAR RUMAH ITU BERSAMA DENGAN PARA PENGHUNINYA.

10. Seseorang yang tadinya Muslim lalu menjadi kafir ditangkap. Ini terjadi pada masa kekuasaan Ali
dan ia dihadapkan pada Ali. Ali memberinya satu bulan waktu untuk mengaku dosa. Setelah masa itu, ia
tetap menolak. Akhirnya ALi memerintahkan pembunuhannya.

KESIMPULAN:
Ke-10 contoh meliputi seluruh perioda Kalif2 Bijaksana (the Rightly-Guided Caliphate) danmenunjukkan
bahwa setiap kali ada kemurtadan pada masa keempat kalif, hukumannya hanyalah satu: MATI.
Dengan tidak adanya tindak kejahatan lain disamping tindakan murtad itu, bisa disebutkan bahwa
hukuman mati hanyalah diberikan kepada tindakan murtad, dan bukan karena dibarengi dengan tindak
kejahatan lain.

D. JIHAD PERTAMA PARA KALIF MELAWAN MURTAD

Tidak ada yang lebih jelas ketimbang contoh jihad yang diberikan Abu Bakr Siddiq melawan "orang2
yang murtad". Kesemua rekan2 Nabi berpartisipasi. Pada permulaan semua tidak setuju dengan perang
ini, namun lama kelamaan mereka semua setuju. Ini jelas menunjukkan perintah agama yang diterima
langsung dari Nabi, yaitu bahwa sebuah pemerintahan Islam harus menyatakan perang terhadap setiap
kelompok yang menolak Islam. Beberapa orang bersikeras bahwa ini sebuah jihad karena para murtad
sebenarnya pemberontak yang tidak mau bayar zakat, menolak pemerintahan yang ada dan
mendirikan pemerintahan mereka sendiri.

Namun argumen ini batal dari empat segi:

1. Tidak semua orang yang diperangi jihad tidak membayar zakat.
Mereka terdiri dari berbagai tipe murtad:
1. Ada orang Arab yang percaya kepada individu lain yang menyatakan diri nabi dan menyebarkan
pesan mereka ke berbagai penjuru Arabia
2. Lainnya menolak kepercayaan pada kenabian Muhamad dan mengatakan bawha jika Muhamad
benar2 nabi, ia tidak akan mati (law kana Muhammadun nabiyyan ma mata).
3. Ada lagi orang yang mengakui semua persyaratan agama dan membayar zakat. Namun, mereka
ingin mengumpulkan dan memanfaatkan zakat itu sendiri tanpa memberikannya kepada
penguasa Abu Bakr.
4. Ada juga yang mengatakan : Kami mengikuti Rasulullah pada saat ia bersama kita, tetapi betapa
anehnya sekarang bahwa kekuasaan Abu Bakr-lah yang dipaksakan kepada kami !

Ini menunjukkan bahwa mereka semua menentang pemerintahan kalifat setelah wafatnya nabi dan
menentang pengaturan bahwa semua Muslim secara paksa ditundukkan kepada individu2 yang
berkepribadian seperti Rasulullah.

2. Kalifah Nabi ini menggunakan kata "murtadd" dan Bukan "pemberontak", juga kata "irtidad" dan
bukan "pemberontakan". Ini jelas bahwa tindak kejahatan yang dipersalahkan kepada mereka adalah
karena tindakan murtad dan bukan pemberontakan. Pada saat Abu Bakr mengirimkan Ikrimah ibn Abi
Jahl untuk menlancarkan jihad melawan rakyat Arabia Selatan yang mengaku kenabian Laqit ibn Malik
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

234
al-Azdi, nasehat ABu Bakr adalah : Dimanapun kau menemui murtad, dari Oman sampai Hadramaut
dan Yemen, hancurkan mereka !

3. Kalau timbul keraguan tentang ijin atau perang terhadap mereka yang menolah membayar zakat,
Abu Bakr menegaskan: Demi Allah ! Saya akan melancarkan perang terhadap siapa saya yang
membendakan antara namaz (sholat) dan zakat. Ini jelas berarti bahwa dalam pandangan kalifat
pertama, kejahatan sebenarnya adalah bukan ditolaknya zakat namun diterimanya salah satu rukun
Islam sambil menolak rukun lainnya. Akhirnya para rekan nabi setuju dengan kalifah untuk
melancarkan perang terhadap mereka yang menolak membayar zakat karena itu, menurut mereka
berarti menolak Islam dengan membeda2kan antara namaz dan zakat.

4. Yang lebih penting daripada yang diatas adalah pernyataan Abu Bakr dalam tulisannya ekpada setiap
panglima ke-sebelas pasukan di berbagai penjuru Arabia untuk berjihad melawan murtad.

Hafiz ibn Kathir meng-copy pernyataan penuh tersebut dalam bukunya Al-Badayah w'al-Nahayah (Vol.
6, p. 316). Perhatikan pelan2 kalimat2 berikut ini :
"Saya mengetahui adanya aliran milik mereka yang menerima Setan dan, karena tidak memiliki ketakutan pada
Allah, beralih dari Islam ke kafir. Kini saya mengirimkan seseorang dengan pasukan pengikut setia [24] dan
memerintahkannya agar tidak mengampuni atau meng-eksekusi siapapun tanpa menawarkannya untuk kembali
kepada Allah.

Siapaun yang menerima Allah, setelah menyatakan kesaksian dan mempertahankan kelakuan baik,
kesaksiannya akan diterima. Namun perang dinyatakan kepada siapapun yang menolak sampai ia
kembali kepada perintah Allah. Panglima saya diperintahkan agar tidak membiarkan hidup siapapun
yang ditangkapnya, agar membakari desa2mereka, hancurkan mereka, perbudaklah wanita dan anak2
mereka dan tidak menerima apapun dari mereka kecuali Islam.

Jadi siapapun yang menerima Allah melakukannya bagi keselamatan dirinya sendiri dan siapapun yang
tidak tidak akan merugikan Allah. Saya jug memerintahkan panglima agar mengumumkan rencana saya
kesemua perwakilan daerah dan bahwa tanda menerima Islam adalah suara azan Jangan perangi desa
yang suara azannya terdengar. Dimana tidak ada suara azan, tanya rakyat mereka mengapa. Jika
mereka menolak, serang mereka. Jika mereka mengaku, perlakukan mereka sebgm mestinya."


E. PERSETUJUAN PARA MUJTAHID (HAKIM)

Untuk meng-copy tulisan para ahli hukum dari abad pertama sampai ke-14 akan makan waktu. Namun
penting bagi kita untuk menyebutkan bahwa berapa banyak ketidaksetujuan antara keempat Aliran
Hukum mengenai hal ini, mereka sepakat akah satu hal yaitu bahwa hukuman bagi murtad adalah
eksekusi.

Menurut Aliran MALIKI, seperti ditulis dalam bukunya Muwatta:

Dari Zayd ibn Aslam, Maliki melaporkan bahwa Rasulullah menyatakan SIAPAPUN YANG MENGGANTI AGAMA,
MEREKA HARUS DI-EKSEKUSI. Tentang tradisi ini Malik berkomentar : Sejauh yang kita mengerti tentang perintah
nabi ini adalah, setiap orang yang meninggalkan Islam untuk mengikuti agama lain, menunjukkan kekafirannya
sambil mempraktekkan Islam, sebagaimana pola kelakuan para Zindiqs[26] dan orang2 lain seperti mereka, mereka
harus di-eksekusi setelah kesalahan mereka dipastikan. Mereka tidak boleh diminta untuk mengakui dosa karena
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

235
orang2 tsb tidak dapat dipercaya. Namun orang yang meninggalkan Islam dan menunjukkan kekafirannya harus
diminta untuk mengaku dosa. Kalau ia mengaku, bagus. Kalau tidak, ia harus di-eksekusi.


Menurut Aliran HANBALI seperti dijelaskan dalam bukunya al-Mughni:
Dalam pendapat Imam Ahmad ibn Hanbal, setiap orang dewasa, lelaki dan wanita rasional yang
menolak Islam dan memilih kafir akan diberikan 3 hari untuk mengaku dosa. Orang yanG tidak
mengaku dosa harus dieksekusi. Ini juga pendapat Hasan Basri, Zuhri, Ibrahim Nakhi, Makhul, Hammad,
Malik, Layth, Awzai, Shafi'i dan Ishaq ibn Rahwiyah.

Imam Tahawi menginterpretasi aliran Hanafi dalam bukunya Sharh Ma'ani al-Athar sbb:
Para ahli hukum saling berbeda pendapat tentang apakah seseorang yang murtad dari Islam harus
diberi waktu untuk menyatakan maaf atau tidak. Ada yang mengatakan bahwa sang imam meminta
sang murtad untuk menyatakan maaf. Jika ia meminta maaf, ia harus dibebaskan. Kalau tidak, ia harus
dieksekusi. Imam Abu Hanifah, Abu Yusuf dan Muhamad Rahmatullah adalah mereka yang menyatakan
pendapat ini.

Kelompok kedua mengatakan, tidak perlu meminta pernyataan maaf. Bagi mereka kondisi murtad
mereka menyerupai kafir harbi ("kafir dari Darul-Harb"). Kafir yang terlibat perang ini sudah
memutuskan untuk tidak memeluk Islam sebelum melancarkan perang.

Namun demikian perlu diupayakan agar mereka yang sebelumnya belum diundang untuk meminta
maaf harus diundang terlebih dahulu sebelum diserang. Juda perlu diupayakan agar menarik kembali
kepada Islam orang yang murtad karena kurang informasi tentang Islam. Namun orang yang mengerti
Islam dan secara sengaja menoplak Islam harus dieksekusi tanpa undangan atau permintaan maaf.
Pendapat ini didukung pernyataan Imam Abu Yusuf yagn juga menulis dalam bukunya al-Amla': Saya
akan meng-eksekusi setiap murtad dan tidak akan meminta pernyataan maaf. Namun, jika ia bergegas
utnuk meminta maaf, saya akan membiarkannya menyampaikan urusannya kepada Allah.

Penjelasan lebih lanjut dari ALiran Hanafi ditemukan dalam Hidayah berikut ini :
Jika seseorang menolak Islam maka Islam harus ditawarkan kepadanya. Jika ia ragu2, harus diupayakan
penjelasannya. Kemungkinan ia mengalami keragu2-an yang jika dihilangkan akan juga menghilangkan
kemungkinan kematian dengan prospek yang lebih baik, yaitu memeluk Islam. Namun menurut para
ahli hukum, tidak perlu menawarkan Islam padanya karena ia sudah diberikan undangan menerima
Islam sebelumnya.

Sayang, saya tidak memiliki buku yang dipercaya tentang yurisprudensi SHAFI'I; namun representasi
aliran ini ditemukan dalam Hidayah berikut :
Dicatat oleh Shafi'i bahwa adalah wajib bagi imam untuk memberi murtad 3 hari masa berpikir.
Dilarang meng-eksekusinya selama masa ini karena kemurtadannya bisa diakibatkan oleh keraguan.
Jadi, harus ada waktu sebagai kesempatan refleksi dan pemikiran kembali. 3 hari kami anggap cukup
untuk tujuan ini.

Kemungkinan jumlah saksi yang hadir akan menghilangkan segala keraguan orang tentang hukuman
murtad menurut hukum Islam ini. Hukumannya adalah eksekusi dan hukumannya adalah karena
kemurtadan itu sendiri dan bukan karena ada hubungannya dengan tindak kriminal lain disamping
tindak murtad tsb.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

236

KESIMPULAN:
Ada saja orang yang setelah membaca Quran, Hadis dan berbagai yurisprudensi, masih juga bertanya:
MANA HUKUMAN MEMBUNUH MURTAD YANG DITULIS DALAM QURAN ?

Mari kita umpamakan hukumannya tidak secara jelas ditulis dalam Quran. Tetapi yang jelas, sejumlah
besar Hadis, keputusan para Kalifah dan kesatuan pendapat para ahli hukum jelas menunjukkan
perintah ini.

Kami meminta mereka yang menganggap bukti2 ini masih juga tidak cukup dan bersikeras menuntut
referensi dari Quran untuk menunjukkan eksistensi perintah ini: dalam pendapat anda apakah
ketentuan hukum pidana Islam yang ada ini BERBEDA dengan yang ditemukan dalam Quran ?

Kalau anda menjawab YA, ini seperti anda mengatakan, terlepas dari tindakan kriminal yang ada dalam
Quran--yang mana hukumannya juga sudah disediakan--tidak ada tindakan lain yang dianggap
tindakan kriminal dalam Islam. Nah, pikirkan hal ini sekali lagi. Dapatkah sebuah pemerintahan Islam,
dimanapun didunia, bahkan untuk seharipun, menjalankan pemerintahan secara sukses berdasarkan
aturan ini?

Jika jawaban anda adalah TIDAK, maka anda mengaku bahwa ada tindakan kriminal yang TIDAK
termasuk dalam Quran. Untuk itu sebuah pemerintahan Islam harus memikirkan sebuah hukum pidana
guna menampung tindakan kriminal diluar Quran ini. Maka pertanyaan kami berikutnya adalah: mana
hukum yang lebih Islamiah, yang dipakai semasa Nabi dan keempat Kalifah-nya---yang diterima
dengan persetujuan penuh dan tanpa diganti selama 1300 tahun oleh seluruh masyrakat Muslim,
termasuk para hakim dan ahli hukum---ATAU hukum yang dibuat sekarang oleh orang2 yang
dipengaruhi oleh ajaran, budaya dan peradaban NON-Islam ?

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

237
AGENDA ISLAM : PERANG ANTAR PERADABAN
http://www.faithfreedom.org/
AGENDA ISLAM - PERANG ANTAR PERADABAN
Oleh: Professor Moshe Sharon

Islam Fundamentalis Tidak Eksis

"Fundamentalisme" adalah sebuah kata yg datang dari jantung agama Kristen. Ini berarti : kepercayaan
sesuai apa yg tertulis dlm Injil. Kristen Fundamentalis, mengikuti Injil, namun demikian tidak berarti
membunuh orang lain. Tapi dalam Islam, tidak ada yg namanya Islam fundamentalis. Yang ada hanya
Islam. Titik. Pertanyaannya : bgm Quran ditafsirkan.

Tiba2 kita melihat bahwa politisi2 Barat menjadi penafsir Islam terhebat. Mereka merasa lebih tahu dari
para pengkotbah di mesjid, mereka2 yg menyampaikan kotbah kebencian terhdp apapun yg Kristen
ataupun Yahudi. Politisi2 barat ini merasa ada Islam yg baik dan Islam yg buruk. Mereka merasa paling
tahu bgm membedakan keduanya, kecuali bahwa tidak seorangpun dari mereka tahu bahasa Arab.

Bahasa Islam

Kami di Barat berbicara ttg Islam menggunakan bahasa dan terminologi kami sendiri. Kami berbicara
ttg Islam sehubungan dgn demokrasi dan fundamentalisme, parlementarisme dsb, yg kami ambil dari
kamus bahasa kami sendiri. Padahal kami tidak dapat menggunakan bahasa kami utk budaya atau
peradaban orang lain. Bagi Islam, kau harus menggunakan bahasa Islam.

Prinsip2 Motivasi Islam

Kita semua tahu bahwa prinsip Islam adalah : satu Tuhan. Tapi tidak cukup utk mengatakan hanya ada
satu tuhan. Seorang Muslim juga harus mengakui bahwa Muhamad adalah nabinya. Tanpa keduanya
ini, bukan Muslim namanya. Tapi selain itu, Islam adalah sebuah peradaban. Sebuah agama yg paling
utama memberikan sistim hukum unik yg mencakup seluruh individu, masyarakat dan bangsa dgn
segala aturan bertindak. Ini sangat berbeda dgn ajaran Injil.

Injil

Saya ingin jelaskan perbedaannya. Saya hanya berbicara sbg pakar agama, bukan sbg seseorang
penganut agama. Injil adalah penciptaan roh sebuah bangsa selama waktu yang sangat panjang. Tapi
satu hal ttg Injil : Injil bertujuan kpd keselamatan.

Yudaisme bertujuan kpd keselamatan bangsa - bukan hanya bangsa yg ingin memiliki negara, tetapi
juga menyembah tuhan. Itulah prinsip Injil Yahudi, atau Perjanjian Lama. Perjanjian Baru membawa
Perjanjian Lama (Injil Yahudi) maju selangkah menuju keselamatan pribadi. Jadi ada dua macam
keselamatan, yang, dari waktu ke waktu, saling bertemu. Namun kata kunci disini adalah keselamatan.
Keselamatan Pribadi berarti bahwa setiap individu dijaga oleh Tuhan sendiri yg membawa orang itu,
lewat firmanNya, kpd keselamatan. Inilah maksud Injil, entah Injil lama atau Injil Baru. Semua peraturan
dlm Injil, bahkan sampai yg ke hal yg paling mendetilpun, hanyalah dimaksudkan bagi pencapaian
keselamatan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

238
Kedua, hal yang sangat penting dari Injil : gagasan bahwa manusia diciptakan dlm 'image' Tuhan. Jadi,
kau tidak hanya seenaknya bisa menghancurkan 'image' Tuhan. Memang banyak orang mengacaukan
aturan Injil. Sejarah juga menyaksikan banyak pembunuhan masal atas nama Yesus. Tetapi sbg agama,
baik Yudaisme dan Kristen pada dasarnya hanya berbicara ttg menghormati 'image' Tuhan guna
mendapatkan keselamatan. Ini kedua dasar fundamental.

Esensi Islam

Islam lahir dgn ide bahwa Islam HARUS menguasai dunia.
Jadi bedanya : Dlm Yudaisme tujuannya adalah keselamatan bangsa, yi Israel akan memiliki tanahnya
tersendiri, diperintah oleh rajanya sendiri dan melayani Tuhan. Kristen bertujuan agar setiap orang
didunia ini bisa diselamatkan dari dosanya, sementara ISLAM bertujuan utk menguasai dunia.

Saya bisa mengutip dlm bahasa Arab, tapi percuma kalau anda tidak mengerti, maka saya mengutip
dlm bahasa Inggris, "Allah mengirim Mohamad dgn agama yg benar shg (agama ini) menguasai semua
agama lain." Maksudnya adalah, bukan bahwa seluruh dunia sekarang juga harus menjadi Muslim,
tetapi bahwa seluruh dunia harus ditundukkan dibawah kekuasaan Islam.

Saat Islam dibentuk thn 634 AD, dlm 7 tahun - 640 - jantung kekuasaan telah dibentuk. Aturannya
diambil dari Quran dan tradisi yg dianggap datang dari nabi Mohamad, diterjemahkan dalam satu
sistim hukum. Yahudi dan Kristen dapata hidup dibawah Islam ASALKAN mereka membayar pajak
JIZYAH dan menerima superioritas Islam. Tentu, mereka harus dihina. Dan bahkan sampai detik ini,
Yahudi dan Kristen yg hidup dibawah Islam memang dihina terus.

Mohamad Menyatakan bahwa semua Nabi dlm Injil adalah Muslim
Mohamad menerma eksistensi nabi2 Injil yg datang sebelumnya. Tapi ia juga mengatakan bahwa
semua nabi ini Muslim. Ibraham = Muslim. Malah, Adam adalah Muslim pertama. Isaak dan Jakob dan
Daud dan Solomon dan Musa dan Yesus, SEMUANYA Muslim, dan semuanya memiliki tulisan yg mirip
dgn Quran. Oleh karena itu, sejarah adalah Islami karena semua pahlawannya Muslim. Bahkan, menurut
Muslim, semua nabi membawa pengungkapan sendiri2. Musa membawa Taurat, Yesus bawa Perjanjian
Baru.

Injil vs Quran
Nah, kalau begitu, mengapa Injil tidak sama dgn Quran ?
Itu, kata Muhamad, karena Yahudi dan Kristen memalsukan buku2 mereka. Kalau tidak, mereka pasti
akan mirip sekali. Tapi karena Kristen dan Yahudi masih memiliki sejumlah kebenaran, maka utk
semantara ini Islam mengaku bahwa mereka tidak bisa seluruhnya dihancurkan oleh perang. (Ingat : utk
sementara ini) Tapi aturannya sudah jelas - Yahudi dan Kristen tidak memiliki hak apapun atas eksistensi
independen mereka. Mereka boleh hidup dibawah kekuasaan Islam selama mereka mematuhi aturan
Islam bagi mereka.

Kekuasaan Islam Dan Jihad

Apa yg terjadi kalau Yahudi dan Kristen tidak mau hidup dibawah kekuasaan Islam ? Maka Islam harus
memerangi mereka dan perang ini disebut Jihad. Jihad berarti perang melawan mereka yg tidak mau
menerima Islam sbg kekuasaan superior. Itulah jihad. Jadi mereka bisa saja Yahudi, Kristen, polytheis
dsb. Tapi karena pada saat itu tidak ada lagi polytheis yg tersisa di Timur Tengah, paling tidak perang
mereka adalah melawan Yahudi dan Kristen.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

239
Bin Laden menyerukan jihad vs Amerika sbg pemimpin dunia Kristen, bukan karena AS adalah
pendukung Israel, tetapi karena AS mengotori Saudi dgn kaki2 najis mereka. Orang AS menginjakkan
kaki di Saudi, dimana tidak satupun Kristen diijinkan. Dlm pamflet bin laden ini, tidak ada satupun
pernyataan ttg Israel. Hanya bahwa AS mengotori tempat asal nabi.

Dua Wawasan

Quran membagi dunia kedlm dua wawasan - Darul Islam (Wawasan Islam) dan Darul Harb (Wawasan
Perang). Darul Harb ini yg pada akhirnya harus dikuasai. Mengapa ? Karena Allah sendiri yg
mengatakannya dlm Quran. Ingat ; ALlah mengirim Mohamad dgn agama yg benar agar pada akhirnya
menguasai agama2 lain. Ini bukan main2. Jika Quran menyebut perang, maka peranglah yg harus
terjadi.

Islam dan Wilayah

Islam menciptakan satu aturan penting dan paling fundamental ttg Wilayah.
Setiap wilayah yg berada dibawah kekuasaan Islam, tidak dapat di de-Islamisasi. Biarpun suatu saat,
musuh [non-Moslem] merebut wilayah tsb., wilayah itu tetap utk selamanya dianggap milik Islam. Itulah
jika anda mendnegar ttg konflik Arab/Israel, yg anda dengar - wilayah, teritori, wilayah. Memang ada
aspek2 lain dari konflik itu, tetapi wilayah sangatlah penting.

Peradaban Kristen tidak hanya dianggap sbg saingan agama, tetapi sbg bendungan menghentikan
Islam dari mencapai tujuan akhirnya. Islam diciptakan utk menjadi tentara Tuhan, tentaranya Allah.
Setiap Muslim adalah tentara. Setiap individu Muslim yg mati dlm menyebarkan islam adalah shahid
(martyr) tidak peduli bgm ia mati, karena - dan ini sangat penting - ini perang abadi antara kedua
peradaban. Ini bukan perang yg akan berhenti. Perang itu ada karena diciptakan oleh Allah. Islam harus
menjadi penguasa. Ini perang yg tidak ada akhirnya.

Islam dan Perang

Damai dlm Islam HANYA eksis dlm dunia Islami; damai hanya tercapai antara sesama Muslim.
Bagi non-Moslem hanya ada satu solusi - gencatan senjata sampai Moslem bisa mendapatkan lebih
banyak kekuasaan. Ini perang sampai hari kiamat. Damai hanya datang jika Islam menang. Kedua
peradaban hanya bisa mendapatkan periode2 gencatan senjata. Gencatan senjata dlm islam memiliki
preseden penting yg kebetulan disebut Yasser Arafat di Johannesburg setelah menandatangani
Perjanjian Oslo dgn Israel. Saya ingin mengingatkan anda bahwa dokumen ini berbicara ttg
perdamaian.

Beberapa minggu setelah Perjanjian Oslo ditandatangani, Arafat pergi ke Johannesburg, dan di sebuah
mesjid ia membuat pidato dimana ia meminta maaf, "Apakah anda merasa saya menandatangani dgn
Yahudi sesuatu yg menentang aturan Islam?" (Saya memiliki rekaman pidato Arafat ini.) DIlanjutkannya,
"Bukan. Saya melakukan sesuatu yg persis dilakukan nabi muhamad."

Appaun yg dilakukan nabi menjadi preseden. Arafat mengatakan, "Ingatkah anda cerita Hudaybiya."
Nabi membuat perjanjian dgn Bani Quraish selama 10 tahun. Tapi lalu ia melatih 10.000 tentara dan
dalam 2 tahun berbaris menuju kota Quraish, Mekah. Jadi, dlm yurisdiksi Islam, kau hanya diijinkan
berdamai selama maximum 10 tahun. Kedua, begitu kau mampu, kau harus memulihkan jihad [baca:
membatalkan perjanjian "damai".
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

240
Kita di Israel, memerlukan 50 tahun utk mengerti bahwa damai abadi tidak akan pernah tercapai dgn
Muslim. Dunia barat memerlukan paling tidak 50 tahun lagi utk mengerti bahwa mereka berada dalam
perang dgn Islam yg alot dan tidak akan berubah. Jadi kita harus mengerti : kalau kita bicara ttg damai
dan perang, kita tidak berbicara dgn terminologi Belgia, Perancis, Inggris, atau Jerman. Kita berbicara
ttg Perang dlm terminologi Islam.

Genjatan Senjata sbg Taktik

Apa yg membuat Islam menerima gencatan senjata ? Hanya satu hal - saat musuh terlalu kuat. Ini
pilihan taktis. Dan camkan bahwa pada detik Muslim radikal memiliki senjata atom, kimia atau biologis,
mereka akan menggunakannya. Saya sama sekali tidak meragukannya.

Dimanapun Ada Islam, Disitu Ada Perang

Alasan mengapa kita berperang di Yugoslavia dan tempat2 lain adalah karena Islam berhasil memasuki
negara2 itu. Dimanapun ada Islam, disitu ada perang. Ini memang hasil sikap peradaban Islam. Apa
salah orang2 di Filipina, India, Bali, Poso dsb sampai harus diancam, dibom, diculik, digorok ? APa yg
terjadi antara Pakistan and India?

Infiltrasi Islam

Ingat pula bahwa Islam tidak hanya melakukan perang terbuka, tetapi juga perang lewat infiltrasi. Salah
satu hal yg tidak diperhatikan dunia barat adalah pertumbuhan Islam. Apa yg terjadi di Amerik dan
9/11 bukan sesuatu yg datang dari luar. Dan jika AS tidak sadar juga, suatu hari orang AS akan
menemukan diri menghadapi perang kimia atau paling mungkin, perang atom, didalam AS.

Hari Kiamat

Dlm Yudaisme dan Kristen, kita tahu persis visi hari kiamat.
Dlm Yudaisme, spt disebut dlm Yesaya - damai antar bangsa, tidak hanya satu bangsa, tetapi antara
SEMUA bangsa. Manusia tidak lagi perlu senjata dan alam akan berubah - akhir yg indah dan kerajaan
Tuhan di bumi.

Kristen sendiri mengatakan dlm 'Revelation' bahwa pada hari Kiamat, Setan akan dihancurkan. Tidak
ada lagi kekuatan setan. Itulah visinya. Islam melihat hari kiamat : dunia menjadi Muslim total, dibawah
kekuasaan Islam. Kemenangan yg total dan final.

Kristen tidak lagi eksis, karena Muslim yg di neraka akan diganti oleh Kristen. Yahudi tidak lagi eksis,
karena sebelum hari Kiamat, Yahudi akan dihancurkan semuanya. Saya mengutip dari jantung tradisi
Islam, dari buku2 wajib anak2 Muslim :
Semua Yahudi akan dibunuh. Mereka semua akan lari dan bersembunyi dibelakang pohon2 dan
batu2an dan pada hari itu Allah akan memberi mulut kpd batu2an dan pohon2 dan mereka akan
mengatakan, "Wahai Muslim, kesinilah, ada Yahudi dibelakang saya, bunuh dia."
Tanpa ini, hari kiamat tidak kunjung datang. Ini ajaran fundamental Islam.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

241
Adakah Kemungkinan Mengakhiri Perang Ini ?

Ini adalah pertanyaan kami di Israel, apa yg akan terjadi dgn negara kami ? Kapan perang ini
berkesudahan ?
Jawabnya : "Tidak." Satu2nya hal yg dapat kami lakukan adalah mencapai situasi dimana selama
beberapa tahun kami mengalami masa sepi. Tapi bagi Islam, pendirian negara Israel adalah
kemunduran bagi sejarah Islam. Pertama, wilayah Islam direbut dari Islam oleh YAHUDI. Kau tahu
bahwa Islam tidak pernah akan menerimanya. Bahkan tidak se-incipun ! Jadi, siapapun yg berpikir
bahwa Tel Aviv aman, membuat kesalahan besar. Wilayah, yg dulu pernah didominasi Islam, kini
menjadi non-Moslem. Non-Moslem yg independen dari kekuasaan Islam; Yahudi menciptakan negara
independen mereka sendiri. Ini anathema !

Yang paling parah, Israel (negara non-Moslem), menguasai Muslim ! Ini tidak masuk akal sama sekali
oleh Muslim. Oleh karena itulah Muslim sedunia histeris !

Professor Moshe Sharon mengajar Sejarah Islam di the Hebrew University, Jerusalem. Artikel ini muncul
di situs Betar UK (http://www.betar.co.il) December 24, 2003.

*****

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

242
A SINA: MENGALAHKAN ISLAM
www.faithfreedom.org
Oleh Ali Sina

Di salah satu artikelku, aku menulis:
Aku percaya jika kita terus melanjutkan kampanye untuk menjatuhkan Islam dan ilmuwan2 Muslim,
dalam waktu kurang dari seperempat abad, Islam akan kalah. Islam akan jatuh, sama seperti nasib
Komunisme. Ingat kata2ku hari ini, meskipun seandainya kaupikir aku sinting. Jika kita bekerja sama,
terutama para eks Muslim, kita dapat menyingkirkan Islam lebih cepat daripada yang dapat
dibayangkan siapapun. Iran sudah jadi negara anti Islam. Lebih dari separuh penduduk Iran tidak
menyatakan diri sebagai Muslim lagi.

Kita hancurkan Islam dari fondasinya. Gedung kerajaan Islam tampaknya memang kokoh. Tapi itu
hanya kelihatan dari luar saja. Gedung kokoh ini akan runtuh seketika.

KISAH 1
Salah seorang rekanku merasa ragu atas rasa percaya diriku dan dia menulis:

Dr. Sina, maaf ya karena menghabiskan waktumu yang berharga. Tapi suatu hal akhir2 ini sangat mengganggu
diriku. Kau berkata bahwa kau akan menghancurkan Islam dalam kampanye ini dalam waktu beberapa dekade.

Tapi Pak, apakah kau yakin akan hal ini? Agama yang begitu fanatik, yang berusia 1.400 tahun dapat dihancurkan
dalam waktu beberapa dekade. Bagaimana hal ini dapat mungkin terjadi? Kau mengungkapkan perhitungan2.
Baiklah, tapi ketololan dalam beragama tidak sama dengan menghitung angka2 matematis.

Aku baca semua artikelmu, lagi dan lagi. Aku sangat percaya kau bukanlah orang yang hanya omong gede untuk
jadi pusat perhatian orang. Aku telah bergabung bersama FFI selama 10 bulan, mengirim “surat kepada umat
manusia” kepada lebih dari 4.000 orang (dan jumlahnya terus bertambah setiap hari) dan masuk ke banyak forum
dengan nama2 yang berbeda untuk memposting surat itu, tapi sekarang aku merasa ragu. Bagaimana kau bisa
mencapai tujuanmu? Bagaimana mungkin, tolong katakan padaku.

Kau berkata “jika kita bekerja sama”. Karena kau menggunakan kata “jika”, maka tidak ada kepastian dalam janjimu.
Bagaimana mungkin kau bisa sedemikian yakin?

Dr. Sina, sesuai dengan persyaratan dalam profesiku, aku telah berhubungan dengan banyak jenis orang2 dari
berbagai negara dan mentalitas dalam hidupku. Aku dapat memperkirakan sifat seseorang dengan cara bicara
padanya (atau baca tulisannya). Aku yakin kau memang penuh rasa percaya diri bahwa kau akan bisa
menghancurkan Islam. Tapi apakah “rahasia” yang kau ketahui, yang belum kau katakan pada kami, yang
membuatmu begitu penuh rasa percaya diri.

Dapatkah kau menyisakan waktumu dan membalas suratku jika sempat. Aku akan tunggu, tidak jadi masalah, tapi
tolong jelaskan keraguanku.

Antiterorisme.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

243
Inilah jawabanku:

Wahai Antiterorisme:
Sebaiknya aku meluruskan kesalahpengertian terlebih dahulu. Aku tidak pernah menyatakan bahwa
“AKU” akan mengalahkan Islam. Aku bukan tukang bual dengan khayalan2 yang ngawur. Aku hanyalah
orang sederhana. Silakan tanya kucingku. Kucing kecilku yang hidup bersamaku dan mengenalku
dengan baik tidak pernah peduli akan diriku. Sebaliknya, dia memperlakukanku bagaikan pelayannya
saja. Sekarang jika kautanyakan pendapat kucingku tentang diriku, sudah dapat kaubayangkan betapa
sepelenya aku di matanya.

Kukatakan bahwa “KITA” dapat mengalahkan Islam jika kita bekerja sama dan dalam hal ini memang
aku sangat yakin. Dari manakah datangnya keyakinanku? Aku yakin akan hal itu sebab aku tahu betul
tentang Islam. Islam itu tidak lain daripada isapan jempol yang muluk2 belaka. Usia Islam adalah 1.400
tahun dan punya 1.2 milyard pengikut. Meskipun begitu, Islam hanyalah berdasarkan kebohongan
semata. Islam bagaikan gedung tinggi yang berdiri di atas pasir yang bergerak. Selama pasir2 tetap
berada di tempatnya, gedung itu akan tetap utuh berdiri. Tapi begitu kau ganggu pasirnya dan kau
singkirkan pasir di bawah gedung itu, maka gedung itu akan runtuh.

Islam hanyalah kebohongan. Tuhannya bohong2an dan nabinya adalah tukang bohong. Dia bukan
hanya pembohong saja, tapi juga orang yang sangat jahat. Banyak yang menganggap bahwa Yesus
Kristus adalah tokoh dongeng dan agama Kristen adalah kisah dongeng. Meskipun aku yakin bahwa
Yesus benar2 ada dan banyak kisah tentang dirinya memang benar2 terjadi, tapi aku yakin sekali bahwa
sebagian besar agama Kristen adalah dongeng belaka. Kisah tentang perawan yang melahirkan bayi,
Yesus yang jalan di atas air, merubah air jadi anggur atau kebangkitan orang mati dan naik ke surga
adalah kisah2 bagi orang yang suka dongeng. Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan
kisah2 itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik. Orang2 yang tak banyak pikir mudah
percaya akan kisah2 dongeng seperti itu. Hal ini banyak terjadi di masa lampau karena kebanyakan
orang2 buta huruf dan tidak berpendidikan. Tapi jika kita singkirkan semua dongeng2 itu, intisari ajaran
Kristen tidaklah jelek. Agama Kristen mengajarkan cinta kasih dan pemberian maaf. Saat ini banyak
psikologis, para pembimbing rohani dan pembicara2 pembangkit motivasi yang menyampaikan pesan
yang sama. Kau harus menyingkirkan sikap mementingkan diri, melihat keindahan dalam segala hal dan
mengasihi. Kasihi tetanggamu, kasihi sesamamu manusia, kasihi dirimu sendiri, kasihi isi dunia, dan
belajar untuk memaafkan – tidak hanya memaafkan orang lain, tapi juga memaafkan diri sendiri.

Jika kau mengupas agama Kristen dari segala dongeng2 dan takhayul2, dan memisahkannya dari
tindakan2 yang dilakukan gereja, maka kau akan melihat bahwa agama Kristen mengajarkan hal yang
baik. Ada seorang muda yang agak eksentrik dan mungkin seperti dirimu juga, yang cepat gusar
melihat kebodohan orang2 dan cepat menghardik mereka. Tapi di luar kekurangannya sebagai
manusia, apa yang diajarkannya tidaklah jahat. Dia adalah seorang Rabi. Dia menyebut dirinya anak
Tuhan, sama seperti aku memanggil diriku anak Jagat Raya. Tidak tampak bahwa dia ingin
menempatkan dirinya lebih tinggi dari orang lain. Dalam pandangannya semua orang adalah anak
Tuhan. Di kemudian hari, para pengikutnya karena besarnya rasa cinta mereka, menambahkan kisah2
muzizat tentang dirinya dan menaikkan posisinya menjadi sama dengan Tuhan. Begitu kau memisahkan
kenyataan dari karangan yang ditambahkan umat Kristen dalam agama Kristen, maka kau dapatkan
bahwa intisari ajaran Kristen adalah cinta kasih.
Apakah yang tersisa dalam Islam jika kau memisahkan kenyataan dari karangan? Begitu kau buang
kisah2 dongeng konyol tentang membelah bulan dan naik ke surga tingkat tujuh untuk tawar-menawar
dengan Allah tentang berapa kali Muslim harus berdoa dan segala khayalan lainnya, kau dapatkan
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

244
bahwa Islam tidaklah lebih daripada kebencian, kekerasan dan teror. Nabinya yang psikopath narsisis
tidak mengerti tentang cinta kasih. Dia hanya mengerti rasa takut. Islam adalah agama yang
berlandaskan rasa takut.

Jika kau bandingkan kisah hidup Yesus dan kisah hidup Muhammad, kau akan lihat bahwa keduanya
sangat bertentangan. Yang satu adalah contoh kebaikan, sedangkan yang lainnya adalah wujud asli
kejahatan. Ini bagaikan membandingkan apel dengan jeruk. Kita bicara tentang dua kutub yang
berbeda nih.

Berdasarkan semua pertimbangan, sudah jelas merupakan kesalahan besar untuk membandingkan
agama Islam dengan agama Kristen. Jikalau agama Kristen tetap bertahan dari segala kritik, tidak
begitu nasibnya dengan agama Islam. Apa pesan2 luhur dalam agama Kristen yang membuatnya layak
dipertahankan. Bahkan sebagai seorang atheis dan rasionalis, aku singkirkan segala dongeng khayalan
yang meliputi Kristen dan aku menghargai keindahan dan ajaran spiritualnya. Seringkali aku mengutip
ajaran Yesus, bukan karena “kekuasaanNya” tapi karena memang ajaran2 ini bagus. “Kasihi
tetanggamu”, “ampunilah kesalahan orang lain agar dirimu diampuni pula”, “Kau dilarang berbuat
dosa, Kukatakan padamu untuk tidak memikirkan perbuatan dosa karena dengan begitu kau telah
berbuat dosa dalam pikiranmu”, “Biarlah dia yang tidak pernah berbuat dosa melemparkan batu
pertama”,

Hanya kebenaran yang dapat membuatmu merdeka”, dan banyak lagi. Ini adalah ajaran2 yang luhur.
Umat manusia mendapat banyak manfaat dari ajaran ini. Dunia akan jadi tempat yang lebih baik jika
ajaran2 ini diterapkan dengan tulus hati. Kebanyakan agama2 lain seperti Hindu, Buddha, Yudaisme,
Sikh, Zoroaster, Baha’i, dll mencampurkan hal2 yang baik dan jelek. Kau dapat membandingkannya
sendiri satu sama lain. Banyak kotoran berserakan di sekitarnya, tapi di dalamnya terdapat batu2
permata dan logam2 mulia.

Tiada hal yang baik dalam Islam. Islam adalah kejahatan semata yang dapat langgeng karena rasa
takut. Tidak saja ajaran islam itu jahat, tapi bahkan Muhammad adalah seorang monster. Kau tidak
dapat mengatakan hal yang sama terhadap pendiri agama besar lain. Muhammad lebih jahat daripada
kebanyakan ketua2 aliran sesat. Dia bisa dibandingkan setara dengan Shoko Asahara dan Charles
Manson. Jadi kau lihat bahwa ada perbedaan fundamental antara Islam dan agama lainnya.

Kita tidak dapat meniadakan agama. Pada umumnya manusia butuh untuk percaya pada hal yang
supernatural. Manusia perlu diyakinkan bahwa nasibnya tidak hanya berakhir di dunia ini dan bahwa
dia nantinya akan bergabung kembali dengan orang2 yang dikasihinya. Pikiran bahwa nantinya setelah
mati manusia lenyap ke alam hampa tidaklah menyenangkan. Tahun lalu ditemukan sisa2 manusia yang
berusia 10.000 tahun. Di sebelahnya terdapat kuburan kucingnya. Ini menunjukkan bahwa kucing
bukan hanya kawan manusia yang setia untuk jangka waktu yang lama, tapi juga menunjukkan bahwa
kita sebagai manusia percaya ada kehidupan setelah mati. Manusia mampu untuk berpikir dan
membuat konsep pemikiran. Orang ini tentunya memerintahkan agar kucingnya yang malang dikubur
dengannya sehingga dia tidak kesepian di dunia selanjutnya.
Aku percaya agama2 akan terus ada berabad-abad atau beribu tahun seterusnya. Mungkin agama2 ini
akan berubah dan beradaptasi sesuai perubahan waktu. Tapi lain halnya dengan Islam. Islam bukanlah
agama tapi adalah gerakan politik dalam selubung agama. Islam menjanjikan kehidupan di alam baka
untuk membujuk para pengikutnya mengobarkan perang, membunuh dan dibunuh dengan suka hati
dan untuk mengembangkan ambisi megalomaniak pemimpinnya yang sinting. Adalah mudah untuk
mengalahkan Islam. Yang perlu kita lakukan hanyalah memberitahu tentang kebenaran. Yang perlu kita
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

245
lakukan adalah memperlihatkan fondasinya, menyingkirkan pasir2 yang menutupi di bawahnya dan
dengan sendirinya Islam nantinya akan runtuh. Kristen dan agama2 lain berakar dari kebajikan. Fondasi
agama2 ini kokoh. Tapi Islam tidak punya fondasi seperti itu. Fondasinya hanyalah kebohongan semata
dan kejahatan yang murni.

Muslim mengetahui bahwa Islam akan runtuh jika dibuka kebusukannya. Di alam bawah sadarnya,
Muslim tahu bahwa Islam adalah bohong melulu dan tidak dapat dipertahankan secara logika. Inilah
sebabnya jika kau mengritik Islam, para Muslim jadi panik. Kau dapat mengritik agama2 lain, tapi yang
bisa kau lakukan hanyalah menghancurkan ketakhayulan dan kekeliruannya. Fondasi dari agama2 ini
tetap kokoh. Bahkan sebaliknya, agama2 ini malah berkembang lebih baik dengan adanya kritik2 tsb
dan meninggalkan prinsip2 yang tadinya keliru. Agama2 ini beradaptasi sesuai dengan perubahan
jaman. Praktek2 jahat Sati dalam Hinduisme, perajaman dalam Yudaisme dan penyelidikan dalam
Kristen merupakan hal2 yang terjadi di masa lalu saja.

Tapi kau tidak dapat mengritik Islam. Jika kau usik pasir di bawahnya, seluruh bangunan akan runtuh.
Muslim sadar akan hal ini. Mereka tahu bahwa Islam tidak tahan kritik dan sangatlah rapuh. Karena
itulah mereka jadi bersikap begitu protektif (melindungi) Islam. Inilah sebabnya mereka begitu histeris
ketika beberapa muncul beberapa kartun yang menggambarkan Muhammad. Inilah mereka bunuh
Theo Van Gogh dan mengancam siapapun yang berusaha menyingkirkan pasir2 kebohongan di mana
Islam berdiri.

Agama2 lain bersifat plastis (elastis, flexible). Mereka bagaikan pohon yang hidup. Kau dapat
memangkasnya dan membentuknya dan agama2 ini akan tampak lebih baik. Tapi Islam tidaklah begitu.
Islam itu mati, tidak dapat diubah, bagaikan sebuah fosil. Jika kau sentuh, maka akan hancur.Kau tidak
dapat menghilangkan satu hal dari Islam tanpa menghancurkan seluruhnya. Islam bagaikan istana
kartu. Hilangkan saja satu kebohongan dan seluruhnya akan runtuh dengan sendirinya.

Kau mungkin bertanya: “jika Muslim tahu bahwa Islam adalah kebohongan belaka, mengapa mereka
membelanya?” Ini pertanyaan yang bagus. Jawabnya adalah hanya kebohongan itulah yang mereka
miliki satu2nya. Mereka harus memeluknya erat2 dan percaya padanya meskipun sudah jelas bahwa
Muhammad adalah orang yang jahat dan semua yang dikatakannya bohong belaka. Kebohongan ini
adalah satu2nya pegangan mereka.

Muhammad adalah seorang psikopat. Seorang psikopat ingin menguasai jiwa orang lain. Yang
pertama-tama dia lakukan adalah menghancurkan jati diri korban2nya. Karena jasa Islam, para Muslim
tidak punya harga diri, tidak punya rasa percaya diri, tidak punya kehormatan diri. Orang2 seperti ini
seringkali sangat berbahaya. Tiadanya rasa hormat pada diri adalah sebab dari semua kejahatan.

Orang2 yang menghormati diri mereka dan tahu bahwa diri mereka berharga dan terhormat, tidak
melakukan kejahatan. Mereka tidak menyakiti orang lain. Kau bisa mengukur kebaikan orang2 dari rasa
hormat diri mereka. Semakin tinggi rasa hormat diri, semakin baik pula manusia itu dengan ciri lebih
menyayangi, lebih suka menolong dan lebih dapat dipercaya. Rasa hormat pada diri sendiri yang
rendah mengakibatkan orang lebih licik, lebih kejam dan lebih mementingkan diri sendiri.

Inilah sebabnya mengapa para Muslim bisa jadi begitu jahat. Mereka tidak punya rasa hormat pada diri
sendiri. Mereka kejam dan gampang meledak di luar, padahal itu hanyalah untuk menutupi rasa tidak
tenteram dan tiadanya rasa percaya terhadap diri sendiri.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

246
Para Muslim suka menindas. Hasil2 penyelidikan menunjukkan bukti yang sangat kuat bahwa orang
yang suka menindas biasanya punya rasa harga diri yang tinggi yang tidak wajar. Tapi sebenarnya tidak
ada hal yang dinamakan harga diri yang tinggi. Yang ada hanyalah kesombongan, mementingkan diri
sendiri dan kemegahan yang kosong belaka. Ini adalah sisi lain dari rendahnya harga diri. Orang2 yang
tak berharga diri mengenakan topeng2 mereka untuk menyembunyikan diri mereka yang kecil dan
hina.

Muhammad memimpin para pengikutnya untuk menyangkal rasa hormat pada diri sendiri. Mereka
dibuat percaya bahwa tanpa Islam mereka bukanlah apa2. Mereka bahwa dibuat membenci budaya
dan tradisi kakek moyang mereka. Muhammad yang narsisis harus menghancurkan jati diri pengikutnya
agar mereka bergantung sepenuhnya pada dirinya.

Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu Islam
bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di
dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya,
karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.

Seorang Muslim menulis surat kepadaku: “Sudah jelas bahwa beberapa ayat memang tampaknya biada.
Tapi Setanlah yang membuat kita melihatnya seperti itu.” Ini menjelaskan tentang patologi Islam.
Muslim melihat bahwa Islam itu salah, tapi mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka tidak bisa
meninggalkannya karena mereka tidak punya yang lain untuk dipeluk erat2. Muhammad telah
merampok identitas mereka dan menghancurkan jati diri mereka. Mereka harus memeluk Islam erat2,
meskipun mereka sudah jelas melihat bahwa Islam itu salah karena Islamlah satu2nya yang mereka
miliki. Bagi mereka Islam adalah satu2nya pegangan di samudra yang penuh ketidakpastian.

Mereka butuh diyakinkan terus-menerus dan mengulangi terus-menerus pada diri mereka sendiri
bahwa “Islam itu agama yang indah” dan “Muhammad adalah manusia sempurna”. Mereka bahkan
butuh orang lain untuk menyatakan hal yang sama. Mereka mengumpulkan komentar2 penuh pujian
dari non-Muslim (terutama orang bule karena mereka menganggap bule lebih hebat dari mereka) dan
bahwa melobi para politikus dan institusi negara untuk mengumumkan secara resmi pengakuan bahwa
Islam adalah “agama yang hebat”. Bayangkan betapa rendahnya rasa percaya diri mereka.

Selain itu ada rasa takut – takut akan Neraka dan hukuman kubur yang telah dimasukkan ke dalam
pikiran mereka sejak kecil. Rasa takut ini melumpuhkan daya pikir mereka. Mereka cepat2
menyingkirkan segala keraguan yang hinggap dalam benaknya.

KISAH 2
Nona Ruby adalah Muslimah terpelajar. Dia adalah seorang pengumpul derma. Dia menganggap
dirinya sebagai moderat Muslim. Sebagai Muslim yang tinggal di Amerika Serikat, dia menikmati segala
kebebasan dan tiada alasan untuk jadi teroris.

Nona Ruby bergabung dalam FFI di bulan January. Dia menulis 700 pesan. Setelah banyak berdebat,
pada tanggal 12 Mei, dia menulis:

Hello para rekan dan musuh,
Ini adalah pesanku yang terakhir, aku telah menikmati berasa di FFI dan mulai meragukan agamaku sendiri …. INI
TIDAK BAIK.
Karena itu aku bersaksi bahwa:
1) Aku percaya akan satu Allah
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

247
2) Aku percaya akan nabi2
3) Aku percaya akan keempat kitab yang dikirim Allah ..
4) Aku percaya akan Malaikat2
5) Aku percaya akan Hari Penghakiman (Qayamat)
6) Aku percaya akan kebangkitan setelah Qayamat
Ada tujuan bagi keberadaanku di bumi ini dan itu adalah untuk melayani Allah saja … dan NABI TERAKHIRNYA
yakni Muhammad (PBUH / SAW). Aku telah berbuat salah dengan bergabung di Forum ini dan akan kucoba
melupakan bahwa aku bahkan pernah meragukan firman Allahku.

Apakah yang bisa kita ambil dari hal ini? Kita bisa mengerti dua hal. Pertama, Muslim dapat dengan
jelas melihat bahwa Islam adalah salah. Kedua, mereka terperangkap di dalamnya. Terdapat mental
block (rasa menolak dalam hati) yang tidak dapat mereka singkirkan. Mental block ini bersifat psikologi.
Nona Ruby tidak dapat memotong tali pusarnya dari Islam. Dia berpikir bahwa tanpa Islam, dia akan
mati. Dia belum pernah belajar untuk dapat berdikari.

Akan tetapi, Nona Ruby dan seseorang Muslim lain yang kukutip sebelumnya dan jutaan Muslim lain
yang berada dalam posisi yang sama sebenarnya hanyalah membohongi diri mereka sendiri. Aku tahu
betul akan hal itu, karena aku sendiri mengalaminya. Mereka juga cukup cerdas untuk mengetahui hal
ini. Kalau aku baca Qur’an dan melihatnya sebagai buku yang tak masuk akal, pada mulanya aku juga
menyangkal logikaku.

Aku tentunya telah mendengar kisah seorang wanita yang masuk ke dalam kamarnya dan
mendapatkan suaminya di ranjang bersama wanita lain. Sang suami berkata padanya: “Apakah kau
bersedia percaya padaku atau matamu yang berbohong?” Ini tergantung dari keputusan wanita itu
sendiri. Jika memang dia bisa meninggalkan suami itu, tentunya dia akan melakukannya tanpa ragu.
Tapi jika dia tidak punya tempat lain untuk pergi, maka dia kana memaksa dirinya untuk percaya pada
suaminya yang berkhianat dan menelan segala hinaan sama seperti yang dilakukan semua Muslimah.
Mereka tidak punya banyak hak dan karenanya tidak punya banyak pilihan.

Muslim tidak punya tempat lain untuk dituju. Semuanya sudah diambil dari mereka. Mereka harus
membohongi diri mereka terus-menerus agar tetap beriman pada Muhammad.
Kukira dulu aku sedang diuji dan aku harus terus memaksa diriku untuk percaya. Aku sembunyikan
buku Qur’an di belakang buku2 lain agar aku tidak usah melihatnya. Tapi buku itu “berdenyut”
bagaikan jari yang bengkak dan menyalurkan rasa sakit nyut2an dalam diriku. Aku coba membaca buku
lainnya dan mengalihkan pikiranku, mencoba hanya berpikir positif dan melupakan segala yang baru
saja kuketahui. Aku jadi menyesal telah baca Qur’an. Tapi ini seperti kau tidak dapat berpikir tentang
anjing hitam jika aku memerintahkanmu untuk berhenti memikirkan tentang anjing hitam. Aku tidak
dapat melawan balik segala hal yang telah aku baca.

Aku kirim sebuah pesan kepada Nona Ruby yang berbunyi seperti ini:
“Kau tidak percaya segala omong kosong ini. Kau tidak akan pernah menjadi orang yang sama seperti dulu lagi.
Begitu otakmu berkembang, otakmu itu tidak akan dapat menciut lagi. Percayalah padaku, sebab aku telah
mencoba sendiri selama dua tahun karena aku takut murtad tapi akhirnya aku gagal. Keraguan yang muncul di
hatimu tidak akan hilang, dan bahkan berlipat ganda. Kau akan mulai meragukan hal2 yang biasa yang tadinya kau
percayai tanpa pikir panjang. Ini adalah awal bagaimana manusia mulai mendapat pencerahan. Mereka tiba2
merasa sukar percaya segala hal takhayul.”

Aku tahu bahwa tidak ada jalan balik ke asal bagi Nona Ruby. Kupikir dia akan kembali ke Forum
beberapa bulan kemudian dan mengatakan pada kami semua bahwa dia tidak tahan dengan segala
kebohongan Islam dan mengambil keputusan untuk meninggalkannya. Tapi ternyata aku sungguh
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

248
salah. Meskipun sudah mengucapkan selamat tinggal, Nona Ruby tetap mengunjungi Forum dan tetap
bicara dengan teman2nya. Tapi di tanggal 19 Mei, hanya satu minggu setelah mengucapkan selamat
tinggal dan mengucapkan kembali Shahadah-nya, dia menulis sebagai berikut :

Aku telah baca kesaksianmu dan merasakan begitu banyak pengalaman dengan penuh rasa yang berkecamuk. Aku
pun membaca buku “Prophet of Doom”. Aku marah! …. selama bertahun-tahun, aku telah dibohongi dan ditipu.
Hey, Mo itu sebenarnya bukan Rasul Allah sama sekali! …. dia saja yang mengaku sendiri sebagai Nabi celaka. Aku
harus mengaku tentang suatu hal kepada seseorang sekarang juga, mungkin para Muslim sebenarnya juga
merasakan hal ini dalam hati mereka. Tapi aku sebenarnya tidak pernah merasakan rasa cinta terpancar dari Qur’an
atau buku suci Islam manapun! …… sebenarnya ketika aku membaca Qur’an, aku selalu merasa lelah dan mulai
menguap dengan cepatnya!

Ketika aku berpikir tentang Yesus (meskipun aku bukan Kristen), aku selalu merasakan kenyamanan dalam diriku.
Mungkin ini karena Dia jauh lebih layak dihargai daripada Mo. Tapi inilah perasaan dan emosiku saat ini. Aku akan
menulis lagi besok.

Dan inilah yang ditulisnya pada tanggal 22 Mei, 2006.

Hello saudara2 sekalian, inilah sumbanganku untuk thread ini. Aku telah nyatakan hal ini di thread lain tapi aku
ingin mengulangi lagi untuk para Muslim yang bisa membacanya.

1) Aku mengakui bahwa Muhammad memang memperkosa dan berhubungan sex dengan anak perempuan di
bawah umur yang tidak tahu makna ‘sex’ dan tidak seharusnya berhubungan dengan perlakuan seksual atas
tubuhnya yang masih sangat muda. (Ayesha / Aisyah)
2) Aku mengakui bahwa Muhammad menjarah dan mengambil apa yang bukan miliknya, sehingga dia adalah
seorang pencuri.
3) Aku mengakui bahwa dia tidak bersimpati atau tidak punya rasa kasihan sedikitpun bagi siapapun yang tidak
tunduk padanya dan dengan ini dia bukanlah orang yang penuh pengampunan.
4) Aku mengakui bahwa dia adalah orang yang haus kekuasaan, suka mengkhayal, buta huruf, yang tidak mungkin
bisa dapat ‘wahyu’ dari Allah.
5) Aku mengakui bahwa Islam adalah agama salah, bukan agama damai karena Muslim sendiri tidaklah penuh
damai saat ini. Mereka dapat membunuh dan merusak tapi tetap masuk surga dan menghitung jumlah hournya
sebagai hadiah tindakan perusakan yang mereka lakukan.
Aku jelaskan pada kalian para Muslim bahwa aku bukan lagi bagian dari kalian. Muhammad tidaklah lebih dari
seorang bajingan yang doyan SEX, SEX, dan SEX yang lebih banyak lagi. Dia adalah nabi palsu, dan telah bohong
pada kita semua dan pernyataannya bohong semua.
Agama ini tidak akan dapat bertahan lebih lama lagi. Agama ini akan melenyapkan seluruh umat manusia jika kita
tidak berbuat apa2 untuk mencegahnya. Ubahlah dirimu, pikirkan sejenak, pikirkan selama setahun, lalu temukan
jawabanmu di dalam sanubarimu. Seseorang yang memerintahkan orang lain untuk membunuh tidaklah layak
dianggap sebagai manusia.
Hanya inilah yang ingin kusampaikan.

Sekali kau mengenal kebenaran, kau tidak akan sanggup menyangkalnya. Perjalanan dari percaya buta
ke pencerahan sangatlah berat, tapi ini merupakan perjalanan terbesar dalam hidup kita. Ini adalah
jalan yang kita semua harus jalani. Ini adalah jalan yang penuh rasa sepi, melelahkan dan menyakitkan.
Inilah lahirnya kembali intelijens (daya pikir yang cerdas). Tiada kelahiran tanpa rasa sakit. Kesakitan
yang dialami Nona Rubi untuk melahirkan intelijensnya hanya berlangsung sebentar. Hal ini karena dia
hidup di negara Barat dan hidupnya tidak terancam bahaya kalau murtad. Banyak Muslim yang hidup
di negara2 Islam tidak punya keamanan seperti itu. Mereka tahu bahwa murtad berarti dibuang oleh
keluarganya, kehilangan perkawinan atau anak2, dan bahkan juga menghadapi kematian. Mereka akan
mencoba lebih keras untuk mempertahankan iman Islam mereka. Tapi bagaimanapun kerasnya orang
mencoba menyangkal kebenaran, orang itu tidak akan menang.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

249

Setiap orang dapat tersentuh oleh hal2 yang berbeda. Aku melihat sebuah program Persia yang
disampaikan oleh seorang tokoh Iran bernama Bahram Moshiri. Dia mendidik masyarakat Iran dan
tayangan TV-nya disiarkan lewat satelit ke Iran. Tema tayangan adalah Iran dan demokrasi. Akan tetapi
hal tentang Islam seringkali muncul dan ini karena kesengsaraan politik Iran saat ini berhubungan erat
dengan keberadaan Islam.

Salah satu pemirsa menelponnya dari Iran dan berkata bahwa ketika dia bicara tentang (Kalifah) Ali
yang tidak tahu apakah dia akan mati atau hidup setelah terluka akibat bacokan pedang, dia (sang
pemirsa) merasa patah semangat. Telah diketahui bahwa setelah terluka, Ali mengatakan pada
putra2nya jika dia mati, pembunuhnya harus dibacok pedang sampai mati, tapi jika dia berhasil untuk
terus hidup, maka dia akan melawan orang itu secara pribadi. Ini jelas menunjukkan bahwa Ali tidak
tahu apakah dia akan mati atau tidak. Dengan begitu pupuslah sudah dongeng Shia bahwa Ali tahu
segala hal yang akan terjadi di masa depan. Kaum Shia diberitahu bahwa tiada rahasia yang tidak
diketahui Ali dan bahkan beberapa kelompok Shia mengakui bahwa Ali itu adalah Allah sendiri. Mereka
menyebutnya sebagai Ali Allahi.

Jelas telah terjadi hal yang bertentangan dalam hal ini. Tapi jutaan Shia tetap percaya pada hal2 yang
bertentangan ini tapi mereka tidak pernah melihat ini sebagai hal yang tidak masuk akal. Begitu hal
bertentangan ini diajukan kepada pemirsa Iran ini, dia jadi goyah iman. Setelah itu, seperti yang
dijabarkan oleh Moshiri, orang tidak dapat lagi sepenuhnya percaya pada hal2 takhayul. Dia sudah ke
luar dari dunia ketidaktahuan dan tidak akan kembali masuk.
Sama seperti kelahiran dan kematian, semua ini adalah jalan yang dijalani seorang diri. Tiada orang lain
yang dapat menggantikanmu dalam menjalaninya. Akan tetapi, aku telah menulis pengalamanku
sendiri (http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/frombelief.htm) dan memberi peta bagi mereka yang
mulai perjalanannya.

Bagaimana aku bisa yakin bahwa hari2 akhir Islam sedang berlangsung? Ini karena aku percaya akan
kekuatan kebenaran. Kebenaran sangatlah kuat. Di artikel lain, aku berkata tentang murid2 di negara2
Islam. Mereka menjadi sadar setelah imam mereka justru mengancam dan bukannya menjawab
pertanyaan mereka. Nantinya mereka juga akan menyadarkan orang lain dan orang lain akan
memberitahu yang lainnya. Kau sendiri mengatakan bahwa kau menyebarkan Surat pada Umat
Manusia ke 4.000 orang dan sekarang masih berlanjut ke jumlah orang yang lebih banyak. Banyak
orang yang kausadarkan akan menyadarkan orang lain pula.

Tetesan2 membentuk kucuran, kucuran2 membentuk aluran sungai dan sungai2 membentuk banjir.
Jangan pernah memandang rendah kemampuan seseorang dan apa yang kau dapat lakukan sebagai
seorang manusia. Tentu saja jika kita ingin berhasil, kita butuh orang yang lebih banyak lagi. Kita butuh
jutaan orang lebih banyak. Ber-juta2 orang sedang berkumpul dan kekuatan akan terus bertambah.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

250
A SINA : SIAPA MENANG PERANG ISRAEL-HEZBOLAH ?
www.faithfreedom.org
Author: Ali Sina on Thursday, August 17, 2006 - 12:39 AM

Perang di Timur Tengah kelihatannya telah berakhir, namun siapa yang menang? Jawaban pertanyaan
ini tidak semudah itu.

Nassrullah, pemimpin Hezbullah seenaknya saja menyatakan kemenangan. Dia bahkan merayakan
'kemenangan' nya dengan kembang api. Iran dan Syria mendukung dan menepuk-nepuk dada mereka
berkoar-koar bahwa Israel dan AS telah kalah. Kemenangan macam apa yang tepatnya sedang mereka
bicarakan?

Hezbullah telah menderita korban jiwa yang besar. Israel mampu menduduki sebagian besar daerah
Lebanon Selatan, yang adalah sarang Hezbollah. Resolusi baru menyerukan pelucutan senjata
Hezbullah dan kelihatannya kali ini mereka akan lebih serius mendesakkan resolusi 1559, yang berarti
akan mempersulit Hezbullah. Sebahagian besar infrastruktur Lebanon hancur dan ratusan warga sipil
terjebak dalam baku tembak dan kehilangan jiwa mereka. Lebih dari 600 Hezbollah tewas, 3800 rakyat
luka2 dan ribuan keluarga menjadi tuna wisma - semua di atas disebabkan salah perhitungan Hezbullah
yang memancing2 Israel dan mengajak berkelahi. Di luar dari pembunuhan dan pencederaan lusinan
warga sipil Israel, alasan yang bagaimana yang bisa membenarkan berkoar-koarnya Nasrullah
merayakan kemenangan?

Ini mengingatkan saya akan Saddam Hussein yang setelah dikalahkan oleh pasukan koalisi pada 1991
dan dipaksa mundur dari Kuwait, malah berkoar mengklaim kemenangan hanya karena dirinya masih
memegang tampuk kuasa.

Ada apa di balik mentalitas ini? Mengapa Muslim senang sekali mengaku-ngakui kemenangan setelah
ditekuk? Untuk memahami ini kita harus mempelajari sedikit2 tentang gejala Penyakit Kepribadian
Narcisstic. Bagi seorang narcissist, gengsi adalah segalanya. Narcissist menuntut untuk dicintai dan
dihormati tetapi tidak mampu mencintai siapapun termasuk dirinya, dia mengarahkan cintanya kepada
pandangan orang lain mengenai dirinya.

Psychologist Dr. Sam Vaknin menulis: "Jika ia [si narcissist] tidak dapat mencintai dirinya sendiri - dia
harus mencintai bayangannya. Namun untuk mencintai bayangannya - bayangannya tersebut haruslah
dia anggap layak dicintai. Jadi, didorong oleh keinginan untuk mencintai yang tak dapat terpuaskan ini
(yang mana semua kita pun memiliki ini), sang narcissist sibuk dengan usaha memprojeksikan sebuah
bayangan yang dapat dia cintai, meskipun tidak sesuai dengan kenyataan dirinya sendir (caranya dia
"melihat" dirinya sendiri).

Supaya dapat dicintai dan dianggap serius oleh sesama Muslim, para Jihadis harus tampil gebyar2 jaya-
raya. Al-Manara, sebuah TV satelit yang dikelola Hezbullah, tidak pernah melukiskan bangsa Arab
sedikit pun pernah dikalahkan. Setiap potongan propaganda yang ditayangkan Al-Manara
menggambarkan Hezbullah sebagai pejuang2 gerilya yang menang jaya-raya, baik itu dalam
pertempuran menggempur sasaran2 Israel, maupun dalam acara kembali dari pertempuran dgn
kemenangan. Urusan gengsi adalah kepentingan yang paling tinggi supaya 'dikenali' bagi organisasi
teroris manapun (juga gang2 preman) terlebih-lebih bagi para Muslim.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

251
Menurut Nasrullah menang itu cukup berarti selamat tidak mati. Katanya: "Jika perlawanan berlanjut, ini
akan berarti sebuah kemenangan. Jika kegigihannya tidak terpatahkan, berarti ini kemenangan. Jika
Lebanon tidak dipermalukan, jika kehormatannya dan hargadirinya tetap utuh, jika Lebanon tetap
sendirian menghadapi kekuatan militer terkuat di wilayahnya, dan jika Lebanon tabah dan menolak
persyaratan apa pun yang mempermalukannya dalam perjanjiaan - ini akan berarti kemenangan. Jika
kita tidak dikalahkan secara militer, berarti ini kemenangan. Pokoknya sepanjang sebuah rudal
ditembakkan dari wilayah Lebanon ke arah target Zionist, sepanjang ada seorang pejuang yang
menembakkan senjatanya, sepanjang masih ada seseorang yang menanamkan bahan peledak bagi
orang Israel, ini berarti perlawanan masih ada."

Hezbullah telah kalah secara militer. Dipermalukan dan sekarang dituntut untuk melucuti senjata.
Korban jiwa dan kerusakan yang mereka timbulkan sendiri bagi mereka dan sesama mereka sangat
besar. Walaupun semuanya itu, Nasrullah membual bahwa merekalah yang menang perang. Mengapa?
Karena dia memandang masa depan! Dia kalah perang hari ini namun dia tahu bahwa dialah yang akan
menang perang besok hari. Dia terlukan, tapi belum mati. Dia ini akan berjuang mati-matian untuk
kembali dan ketika waktunya dia balik nanti dia akan lebih kuat.

Dia menawarkan sewa rumah gratis bagi mereka yang kehilangan rumah dan menjanjikan mereka akan
membangun ulang rumah2 mereka. Dengan melakukan ini dia akan menjadi makin populer. Inilah
kemenangannya. Tapi siapa yang membayar tagihannya? Iran! Iran biasa membayar 300 juta dollar per
tahun untuk menyokong Hezbullah. Dengan uang ini mereka menciptakan system kesejahteraan bagi
kaum Shi'ah Lebanon dan memenangkan dukungan mereka.

Akankah Hezbullah melucuti diri? Sama sekali tidak akan pernah! Hezbullah adalah kaki-tangan Iran
dan memang diciptakan untuk memerangi Israel. Memerangi Israel adalah alasan kemunculannya. Iran
tidak membiayai kaum Shi'ah karena kemurahan hati. Para Mullah disebarkan di Lebanon untuk jadi
antek2 mereka mengobar2kan perang melawan Israel. Menurut Berita Iran National Front News Agency
Abroad, sebuah pesawat Iran terpaksa mendarat darurat di Turki. Tujuan pesawat adalah Lebanon dan
dipenuhi oleh garda2 revolusi. Baru2 ini sebuah pesawat serupa lainnya berisi rudal-rudal jarak
menengah dipaksa untuk kembali ke Iran.

Adalah konyol untuk percaya bahwa Hezbullah akan melucuti diri dan akan mengakhiri kegiatan-
kegiatan terorisnya setelah kekalahannya ini. Adalah bodoh untuk mengharapkan Nasrullah akan
menahan diri dari menargetkan Israel. Iran dan Syria siap untuk menyerang Israel sampai orang2
Lebanon dan Palestina terakhir.

Pertanyaannya adalah apa sebenarnya yang Iran cari? Jawabannya adalah bahwa para Mullah Iran harus
memerangi Israel supaya selamat. Mereka telah gagal mengelola negaranya. Meski dapat pendapatan
besar dari minyak, bagian besar orang Iran hidup di bawah garis kemiskinan. Kaum muda tidak ada
harapan. Opium, AIDS dan pelacuran menggerogoti seluruh generasi. Rejim ini harus menghidupkan
kembali api revolusi masyarakat dan untuk itu rejim membutuhkan sebuah musuh. Iran butuh sebuah
perang untuk menggalang rakyat. Israel cocok jadi musuh besar. Menanamkan kebencian terhadap
Israel dan AS dalam masyarakat yg naif akan mengalihkan perhatian mereka dari kegagalan mullah2 ini.
Bagi para Mullah perang ini bermakna hidup atau mati. Tanpa pengalihan perhatian para Mullahlah
yang akan kena celaka harus mempertanggungjawabkan perbuatan pencurian dan penindasan mereka.
Revolusi mirip mengendarai sepeda. Kau harus mengayuh pedah kalau tidak mau jatuh.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

252
Iran juga akan terus dengan rencananya membuat bom nuklir. Jika para Mullah memiliki 10 prioritas,
membuat bom nuklir adalah semuanya. Mereka tidak akan pernah berhenti mengupayakannya.
Dengan bom nuklir mereka akan jadi tidak terkalahkan dan mereka paham betul ini. Inilah mengapa
sangat sulit untuk menjawab siapa yang menang dalam perang ini. Israel menang sekarang namun
kemenangan ini berumur pendek. Karena kepala ular-nya tidak dipenggal, Hezbullah-lah yang akan
menang di masa depan.
Namun masa depan tidaklah terukir di atas batu. Bagaimana supaya kekalahan Hezbullah menjadi
permanen? Dengan cara memotong urat nadinya! Jika aliran dana dari Iran ke Hezbullah dipotong,
kaum Shi'ah di Lebanon akan bentrok dengan organisasi teror ini. Supaya ini tercapai kita harus
mengupayakan perubahan rejim di Iran. Bangsa Iran menderita parah di bawah pemerintahan tyrani
dan Mullah-mullah korup yang tidak terpilih. Namun tidak realistis untuk mengharapkan mrk
memberontak melawan rejim bengis ini yang tidak segan2 membantai berapa pun jumlah rakyat
supaya tetap berkuasa. Mayoritas rakyat Iran hidup miskin sedangkan penguasa2 mereka membuang2
milyaran dolar uang mereka untuk mengupayakan revolusi di Lebanon, di Palestina dan di Iraq. Mereka
siap bangkit dan menjatuhkan rejim tetapi mereka tidak mampu melakukannya sendirian. Kau tidak
dapat menjatuhkan para garda revolusi dg tangan kosong yang dengan senang hati akan
menembakmu.

Untuk menyelesaikan masalah Timur Tengah, rezim di Iran harus diganti. Iranlah kepala ular berbisa ini.
Kepala ini harus dihancurkan. Walaupun lemah dan terpecah-belah, tapi ada oposisi2 Iran di Diaspora
tesebar2 luar-dalam Iran. Oposisi ini haruslah diperkuat dan dipersenjatai. Dengan backing militer AS
menjadi mungkin untuk mengganti rejim di Iran tanpa harus menginvasi negeri tersebut dengan
serdadu AS. Bangsa Iran mampu mengeyahkan para Mullah jika mereka dibantu supaya jadi
terorganisir dan dipersenjatai.

Masalah Islamisme yang sekarang sedang mengancam kedamaian dunia mulai dengan Islamisasi Iran
dan juga akan berakhir dengan Iran. Inilah waktunya untuk mengalihkan semua perhatian kepada Iran
dan melakukan apa yang terbaik untuk menyingkirkan para Mullah. Iran lebih matang untuk demokrasi
daripada Iran atau negara Muslim lainnya. Jangan lupa bahwa Iran adalah negara Timur Tengah
pertama dalam permulaan abad-20 yang berjuang menegakkan demokrasi dan berhasil. Bangsa Iran
telah berjuang untuk demokrasi selama lebih seabad. Dua kali Inggris menggoyahkan demokrasi yang
baru terbentuk. Pertama 1925 ketika Inggris membantu diktator Reza Khan melumpuhkan parlemen
dan menjadi penguasa de facto dan raja dan pada 1953, ketika CIA di bawah bisikan Inggris
merencanakan kudeta dan menggeser bapak demokrasi Iran Dr. Mossadeq, meng-install Mohammad
Reza Pahlavi, putra Reza Khan yang tidak becus dan tiranis.

Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa AS dan Inggris mengganggu demokrasi di Iran dan
semuanya karena minyak. Inggris beranggapan bhw lebih mudah berbisnis dengan satu diktator saja.
Apa yang Inggris lakukan di Iran tidak kurang biadabnya daripada perang opium yang mereka pernah
lancarkan di China. Kini monster yang kedua negara ini telah lepaskan telah menjadi momok mereka
sendiri. Inilah waktunya mereka memperbaiki kesalahan yang telah mereka buat dan menolong bangsa
Iran untuk menegakkan ulang demokrasi. Sekaranglah, untuk pertama kalinya interes bangsa Iran
sejalan dengan interes AS dan Inggris.

Siapa yang menang perang sekarang belumlah jelas. Semuanya bergantung pada apa yang kita lakukan
atau yang tidak kita lakukan. Jika para Mullah di Iran digulingkan, baratlah yang telah memenangkan
perang. Jika kita tidak lakukan apa-apa, Hezbullah, Iran dan pada akhirnya terrorisme Islam-lah yang
akan jadi pemenang.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

253

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

254
PENTAGON MEMBONGKAR TABU TTG ISLAM
( THE PENTAGON BREAKS THE ISLAM TABOO )
By Paul Sperry
FrontPageMagazine.com | December 14, 2005

Sejak lama pejabat Washington hati2 agar tidak menyamakan Islam dgn terorisme. Perbedaan ini tidak
disukai kaum konservatif yg tidak melihat perbedaan antara keduanya. President Bush sdh menyebut
dlm pidato bulan Oktober yg menggambarkan musuh sbg "Islamic radicals" dan tidak cuma "terrorists,"
walau masih membantah bahwa radikalisme ada hubungan dgn Islam.

Sekarang, utk pertama kalinya, agen intel Pentagon mulai mempelajari Quran utk mencari jawaban
apakah Islam memand dibuat radikal oleh teroris, ATAU ISLAM SENDIRI YANG RADIKAL. Militer ingin
lebih mengerti motivasi para insurgents di Iraq dan teroris diseluruh dunia, termasuk di AS yg sedang
mempersiapkan pernyerangan terhdp pusat2 militer. Musuh nampak semakin aktif sekarang ketimbang
sebelum 9/11.

Apakah teroris memang didorong unsur2 politik, pribadi atau AGAMA ? Dan kalau memang agama,
apakah ini cuma salah interpretasi atau memang mereka mengikuti petunjuk perang agama dalam
kitab suci mereka ?

Strategi pendekatan inilah yg sedang digodok di Pentagon oleh badan intel yg kurang dikenal bernama
the Counterintelligence Field Activity or CIFA, dgn ratusan staf penyidik dan analis guna mengkoordinir
upaya keamanan di dalam dan luar negeri. Mereka akan mempelajari Quran dan Hadis.

"Kini kita menghadapi ancaman tidak berbatas pada negara yg tidka memiliki target : tidak ada ibukota,
pusat ekonomi maupun instalasi atau formasi militer," kata Pentagon. "Namun politik2 Islam
melancarkan perang ideologi melawan dunia non-Islam pada taraf taktis, operasional dan strategis.
Tanggapan Barat saat ini hanya dipusatkan pada tingkat taktis dan operasional, dan melewatkan
tingkat strategis-- Islam."

Disimpulkan juga : "Islam is an ideological engine of war (Jihad) and no one is looking for its off switch."
"Islam adalah mesin perang ideologis dan tidak seorangpun mencari tombol yg bisa mematikannya."
Mengapa ? Satu alasan utama, menurut briefing Pentagon ini adalah bahwa, pemerintah "tidak dapat
memutuskan apakah Islam sendiri bersifat radikal atau sedang di-radikalisasi."

Jadi, yg mana ? "Tema strategis menunjukkan bahwa sifat Islam memang radikal," kata briefing itu, yg
mengutip ke 26 bab Quran ttg jihad dgn kekerasan dan contoh2 nabi Muhamad, yang dikatakannya
mensponsori "teror dan pembantaian" melawan kafir. "Kelakuan Muhamad di jaman ini akan
digolongkan sebagai radikal," kata dokumen itu, dan Muslim jaman ini diperintahkan oleh buku suci
"militan" mereka utk mengikuti contohnya. Ditambahkannya : PEMIMPIN BARAT TIDAK LAGI DAPAT
MENGACUHKAN "KARAKTERISTIK CULT ISLAM" ("The cult characteristics of Islam.")

Dokumen ini juga menghubungkan zakat Muslim kpd perang. Zakat digambarkan "mekanisme
pembiayaan perang yang asimetris." Dgn kata lain: mendukung perang dgn tameng zakat.

Dari 8 kategori zakat Muslim, katanya, 2 membiayai langsung jihad, atau perang suci Islam. Memang,
pejabat melacak jutaan dolar yg diterima kelompok2 teror jihad spt Hamas dan al-Qaida kembali kpd
badan2 zakat di Saudi dan AS.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

255
Menurut Quran, jihad bukan sesuatu yg dapat dipilih Muslim. Quran menuntut mereka yang sehat dan
kuat badan utk bertempur. Mereka yang tidak mampu -- wanita dan jompo -- pun tidak dikecualikan;
mereka harus memberikan "tempat pengungsian/asylum dan bantuan" (Surah 8:74) kpd mereka yg
memerangi kafir demi Allah.

Dan inilah kesimpulannya yang paling mengerikan:
AS belum mengalami serangan2 Muslim dimana2 di negaranya---terlepas dr 9/11 -- hanya karena AS
masih memiliki populasi Muslim yg relatif kecil. Tetapi ini dpt berubah jika minoritas ini tumbuh dan
meraih lebih banyak pengaruh (!!).

DOkumen ini juga menjelaskan bahwa Islam membag2 jihad ofensif kedalam sebuah "3 fase strategi
serangan" utk merebut wilayah bagi Allah. Fase pertama adalah fase "Mekah," atau masa lemah,
dimana minoritas Muslim memaksakan kehendak mereka lewat cara2 damai dan politis melibatkan
NGO2 Islam, yang menurut penyidik memiliki akar2 mereka dalam Jemaah Islamiyah dan Muslim
pressure groups, spt CAIR, the Council on American-Islamic Relations, pemimpin mana sudah sering
menyatakan secara terbuka niat mereka untuk meng-Islam-kan AS.

Pada fase "Persiapan", minoritas Muslim yang "cukup berpengaruh" mulai menjadi lebih militan.
Briefing ini menggunakan Inggris dan Belanda sbg contoh. Dan periode jihad akhir, atau "Tahap
Medina," minoritas cukup besar menggunakan kekuataan jumlah dan kekuasaan penduduk utk
melawan mayoritas, persis spt di Perancis, kata briefing Pentagon ini.

Juga disebutkan bawha beda dgn Yahudi dan Kristen, ISLAM MEMPROMOSIKAN EKSPANSI LEWAT
KEKERASAN. Perintah terakhir jihad, spt kata Muhamad dlm Quran, ADALAH UTK MENJAJAH DUNIA
ATAS NAMA ISLAM. Islam juga unik dlm mengklasifikasi kafir sbg "musuh yg merupakan sasaran sah
dlm perang."

Sekarang ini pemimpin politik tidak mengerti sifat sebenarnya ancaman terhdp mereka, katanya, karena
badan2 intel masih harus mendidik mereka. Mereka masih juga menyangka bahwa Muslim terrorists,
bahkan suicide bombers, adalah "bandit2" yg didorong "kebencian terhdp kebebasan kami," ketimbang
pengikut agama yg didorong agama mereka. Hasilnya, kami tiak memiliki rencana strategis utk
memenangkan perang melawan jihadis.

Bahkan analis dan penyidik dalam badan gabungan anti teroris memeiliki pengetahuan cetek ttg Islam.
"Saya tidak suka mengritik badan2 intel kami, karena kami menang Perang Dingin," kata seorang
pejabat intel. "Namun, semua organisasi ini hanya memiliki kemampuan terbatas menyesuaikan diri
atas ancaman yg ada dgn membagi info." Mengapa ? "Kesemuanya menderita berat akibat political
correctness," katanya, bahkan 4 tahun setelah 9/11. "Banyak orang hanya memiliki pengertian umum
ttg Islam dan ancaman Islam," kata analis intel Pentagon. "Kami mendapatkan Islam 101, padahal kami
perlu Islam 404." (??)

Rencana yg paling sulit adalah bgm mendefinisikan Islam sbg musuh politis dan militer. Tapi begitu
halangan psikologis itu dilewati, taktik perlawanan -- spt mendidik rakyat ttg sifat militan Islam atau
menunjukkan jurang antara agama dan masyarakat Islam -- bisa dimulai.

"Kebanyakan orang AS tidak sadar bahwa kami sedang mengalami sebuah war of survival -- sebuah
perang yang akan berlangsung selama berabad2," diperingatkannya.
*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

256
AL-AZL
www.indonesia.faithfreedom.org
Al-Azl atau Coitus Interruptus atau Mengeluarkan Sperma di Luar Tubuh Wanita

Sahih Bukhari: Volume 5, Book 59, Number 459:
Juga Hadis Sahih Bukhari Vol. 5-#459
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang
coitus interruptus (Al-Azl). Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap)
Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap
para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus.
Maka ketika kami bermaksud melakukan azl/coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan
coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini
dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai
hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”

Malik’s Muwatta: Book 29, Number 29.32.99:
Yahya mengisahkan padaku dari Malik dari Damra ibn Said al-Mazini dari al-Hajjaj ibn Amr ibn Ghaziya ketika dia
sedang duduk dengan Zayd ibn Thabit, ketika Ibn Fahd datang padanya. Dia berasal dari Yemen. Dia berkata, “Abu
Said! Aku punya budak2 wanita. Tidak ada istri2ku yang bisa menyenangkanku seperti budak2ku, dan tidak ada
budak2ku yang begitu menyenangkanku sehingga aku sampai ingin punya anak dari mereka, jadi haruskah aku
melakukan azl (coitus interruptus)?” ....

Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 135:
Dikisahkan oleh Jabir:
Kami biasa melakukan azl(coitus interruptus) semasa hidup Rasul Allah.

Sahih Bukhari: Volume 9, Book 93, Number 506:
Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri:
Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim) menangkap tawanan2 wanita dan
ingin menyebuhi wanita2 itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) tanya pada Nabi
tentang azl(coitus interruptus) …

Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 136:
Dikisahkan oleh Jabir:
Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus ketika Qur’an diwahyukan. Jabir menambahkan: Kami biasa melakukan
azl (coitus interruptus) semasa hidup Rasul Allah ketika Qur’an sedang diwahyukan.

Sahih Muslim Book 008, Number 3371:
Abu Sirma berkata kepada Abu Sa'id al Khadri: O Abu Sa'id, apakah kau mendengar Rasul Allah berkata tentang al-
azl/coitus interruptus? Dia berkata: Ya, dan menambahkan: Kami pergi bersama Rasul Allah dalam perjalanan ke
Bi'l-Mustaliq dan mengambil tawanan2 wanita Arab yang cantik2; kami terangsang melihat mereka, karena kami
jauh dari istri2 kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga ingin menggunakan mereka sebagai sandra untuk
ditebus (dengan uang). Karena itu kami mengambil keputusan untuk berhubungan seks dengan mereka tapi
dengan melakukan azl (coitus interruptus) ….

Sahih Muslim Book 008, Number 3373:
Abu Sa'id al-Khudri melaporkan: Kami menangkap tawanan2 wanita dan kami ingin melakukan ‘azl (coitus
interruptus) dengan mereka …

Malik's Muwatta Book 29, Number 29.32.96:
Yahya mengisahkan padaku dari Malik dari Abu ‘n-Nadr, maulah Umar ibn Ubaydullah dari Amir ibn Sad ibn Abi
Waqqas dari ayahnya bahwa dia biasa melakukan azl (coitus interruptus).
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

257
Sunan Abu Dawud Book 11, Number 2166:
Dikisahkan oleh AbuSa'id al-Khudri:
Seorang pria berkata: Rasul Allah, aku punya seorang budak wanita dan aku mengeluarkan penisku dari tubuhnya
(ketika sedang berhubungan seks), dan aku tidak mau dia menjadi hamil. Aku melakukan itu karenanya. Orang2
Yahudi berkata bahwa mengeluarkan penis (azl) adalah sama seperti mengubur hidup2 anak2 perempuan dalam
skala kecil. Dia (sang Nabi) berkata: Orang Yahudi itu berbohong. Jika Allah memang mau menciptakan (bayi),
maka kau tidak dapat mencegahnya.

*****
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

258
DAN BUNDA PUN MENANGIS ( KISAH KERUSUHAN POSO )
www.indonesia.faithfreedom.org
Posted: Sun Sep 03, 2006 9:35 am By: Fajar K

Artikel-artikel ini saya dapat dari seorang teman Katolik. Saya hanya mengambil yang penting-penting saja yang
berkaitan dengan topik yang dibahas forum ini.

Kisahnya tentang kesaksian seorang pastor (pendeta katolik) bernama Heru Jati, MSC tentang kerusuhan-
kerusuhan yang dilakukan muslim terhadap minoritas kristen (dan juga katolik) di Maluku Utara dari tahun 1999-
2000

Kakak … kakak pernah berkunjung ke Poso kan? Nah … coba kakak bayangkan situasinya. Sungguh saya
tidak menyangka sama sekali bahwa ini bisa terjadi di Poso, kalau waktu di Bacan saya masih bisa
mengerti dan memaklumi …, tapi di Poso …? Kota indah dekat Khatulistiwa dan yang membentang
seluas 14.000 km2 ini sangat subur, aman, dan damai. Penduduknya yang hanya berjumlah 218.960-an
ini sebagian para pendatang yang selalu sibuk dengan urusannya masing-masing untuk mencari
nafkah. Di sana kami saling menghormati, saling percaya, dan saling menjaga keharmonisan
bermasyarakat. Mungkin di sinilah Iblis tidak menyukai kami hidup bahagia, sedangkan di daerah lain
Indonesia berhasil mereka cabik-cabik. Yah … namanya juga Iblis…! Kejadian apapun bisa dipakai
sebagai sasaran untuk memuaskan nafsu keangkaramurkaannya.

Makanya saya tidak bisa dan tidak mau duduk di pemerintahan! Yang namanya pemerintah itu di
mana-mana kerjanya ya jadi “Tukang Perintah”, licik dan tidak pernah takut akan dosa. Mengapa tidak
pakai saja istilah ‘Pamong Negeri’ supaya mereka benar-benar ‘ngemong’, mengasuh, melindungi dan
menjaga anak-anak negerinya. Apalagi ditambah dengan fanatisme agama yang sempit, yang sengaja
dicekokkan pada masyarakat yang penduduknya masih lugu, membuat masyarakat yang fanatik itu
semakin ekstrim! Tetapi itulah kenyataan bangsa kita saat inI!

Coba bayangkan, kakak …! Pada malam itu, katanya hanya gara-gara dua orang anak muda yang
sedang mabuk (atau mungkin juga pura-pura mabuk) dan mereka berkelahi…! Esoknya … tanggal 25
Desember 1998 Gereja dan rumah-rumah kami sudah dirusak dan dibakar …! Sungguh tidak masuk akal
sehat …! Sampai aku jadi stres…! Dalam kondisi seperti ini romo kami dengan jelas dan tegas menolak
dan tidak mau memihak serta terlibat dalam konflik. Bahkan kami berusaha menjadi penengah. Tetapi
si Iblis justru menjadikan kami sebagai bahan mainan dan bulan-bulanan.

Coba bayangkan, kakak …! Pada saat sekolah-sekolah sudah diliburkan, kami masih dipercaya untuk
menyelenggarakan Ebtanas SMU. Pada hari pertama tanggal 22 Mei 2000 semua berjalan dengan
lancar dan anak-anak bisa ujian dengan tenang…, bahkan Pemerintah pun memberikan jaminan pada
kami bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tetapi pada hari kedua tanggal 23 Mei 2000 massa perusuh
sudah membabibuta tanpa pandang anak siapa yang sementara ujian itu, bahkan sekolah kami pun
dibumihanguskan tanpa alasan yang jelas…! Yang tersisa hanya puing-puing kehancuran hati putra-
putri bangsa yang mencoba untuk menyelesaikan tugasnya demi masa depan.
(Sumber: Majalah Hidup no 16 tahun ke 56 , 21 April 2002)

Penghancuran Sebuah Budaya

Di Maluku Utara dikenal suatu budaya yang disebut Budaya ‘Kasihang’ dan slogan Mari moi Ngoni
Futuru (bersatu kita teguh). Masyarakat Maluku pada umumnya, dan khususnya Ambon, sangat bangga
dengan budaya’Pela-Gandong’. Di mana diadakan pertemuan-pertemuan, baik pemerintah maupun
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

259
agamawi, baik lokal maupun nasional, seminar-seminar, lokakarya-lokakarya, upacara adat ataupun
santai, pasti dan selalu dinyanyikan lagu ‘Gandong’. Dalam lagu itu dilukiskan betapa indahnya hidup
dalam persaudaraan satu sama lain tanpa memandang siapa, bagaimana, dan apa dia itu. Bahkan
terdengar sangat kental bahwa masyarakat Ambon akan saling ‘menggendong’ satu sama lain. Namun
kita semua tahu apa yang telah terjadi tanggal 19 Januari 1999 telah meluluhlantakkan budaya ‘baku-
gendong’ itu. Pertikaian berkepanjangan tanpa sebab yang jelas tersebut membuat budaya ‘baku-
gendong’ menjadi ‘baku-todong’, yang tadinya bersaudara menjadi berdarah-darah. Entah mengapa?
Tetapi aneh rasanya …! Bahkan pertikaian itu merambat ke daerah-daerah lain seperti Dobo (Kepulauan
Aru), Tual – Maluku Tenggara, dan Seram.

Kerusuhan yang berkepanjangan ini anehnya tidak sampai merambat ke Maluku Utara sampai bulan
Oktober 1999. Mengapa demikian? Menurut orang-orang yang menjadi panutan masyarakat waktu itu,
adanya ‘budaya kasihang’ mampu meredam kerusuhan. Adapun yang dimaksud budaya ini adalah
kebiasaan dari masyarakat Ternate yang selalu merasa kasihan pada yang lebih lemah, lebih kecil, lebih
sederhana hidupnya, juga kepada yang minoritas. Mereka tidak sampai hati membuat orang lain
menderita. Dan budaya kasihan ini minculah semboyan Mari moi Ngoni Futuru (bersatu kita teguh).
Maka tidak mengherankan jika daerah kepulauan yang terdiri dari lebih 300-an sub etnik dengan aneka
ragam bahasa daerah ini tetap berusaha menjaga kesatuan dan persatuan. Upaya untuk
mempertahankan keamanan terus menerus dikumandangkan oleh pemerintah dan tokoh-tokoh
masyarakat. Mereka selalu mengingatkan akan kerugian dan penderitaan yang dialami oleh saudara-
saudara di Ambon dan Maluku Tenggara akibat terjadinya kerusuhan. Hasilnya, selama kurang lebih 10
bulan sejak peristiwa Ambon dan Maluku Tenggara terus-menerus dilanda pertikaian, di Maluku Utara
masih aman.

Keretakan dan Ketegangan

“Tiada gading yang tak retak, tiada tulang yang tak patah, tiada tali yang tak putus, tiada tradisi yang
abadi dan tak tercemari dalam pergantian generasi ke generasi.” Begitulah ungkapan berkali-kali
mengamati situasi dan kondisi di daerah yang menusuk hatiku. Semenjak iblis-perpecahan yang selalu
diidentikan dengan provokator-provokator mulai beraksi di bumi seribu pulau ini, petualanganku
terhenti. Setelah penguasa neraka ini berhasil memporak-porandakan ‘pela-gandong’, di daratan
Amboina, maka ia tak henti-hentinya mulai menguji dan menebarkan laknat di Maluku Utara. Didasari
oleh pendidikan yang masih sangat minim, ditambah dengan fanatisme sektarian yang semakin
meninggi, maka akhirnya budaya ‘kasihang’ dan semboyan mari moi ngoni futuru pelan-pelan tapi
pasti mulai terurai dan terlepas dari tali pengikatnya.

Ketika tiba saatnya, iblis-perpecahan masuk di kecamatan Kau dan Malifut, ia menyebarkan selebaran
‘sosok berdarah’. Jelas isinya mengipas-ngipasi kedua kubu masyarakat Kau berhadapan dengan
Malifut, yang memang sering tidak akur meskipun dalam hal-hal kecil. Konon kabarnya mereka selalu
berselisih tentang masalah perbatasan tanah. Pada suatu hari di pertengahan bulan Agustus 1999,
ketika bangsa Indonesia baru merayakan hari kemerdekaannya, terjadilah pertikaian di antara kedua
warga tersebut. Ada yang mengatakan bahwa mereka berebut tambang emas, ada yang menaganalisa
karena Pemerintah Maluku Utara tidak becus mengatur kedua kecamatan tersebut. (memang
menurutku alasan inilah yang paling kuat) Namun yang paling menyakitkan dan tidak masuk di akal
adalah selebaran sosok berdarah yang isinya menyudutkan agama tertentu. Bagaimana mungkin
agama yang selalu mewartakan kasih dan keselamatan umat manusia itu bisa menuliskan selebaran
yang isinya mengajak orang untuk membunuh sesama manusia! Tetapi kenyataan itulah yang ternyata
bisa meyakinkan masyarakat di sana yang 90 persen orang-orangnya masih sangat polos dan lugu.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

260
Entah bagaimana jadinya kedua kelompok manusia yang setiap hari saling bertegur sapa, makan dan
minum bersama, semeja makan dalam undangan pesta-pesta ini kemudian dan tiba-tiba bisa saling
membantai! Data lapangan menyebutkan bahwa tragedi Kau – Malifut ini menelan korban: 14 korban
meninggal, 172 menderita luka-luka, 1661 rumah/ bangunan rusak, dijarah dan dibakar, beberapa
rumah ibadat hangus hanya dalam waktu beberapa hari saja. Akibatnya, puluhan ribu orang tidak
berdosa harus menjadi pengungsi di Ternate, Sidangole, dan Tobelo. Mengalirnya pengungsi ke
Ternate membawa masalah baru di daerah lembah Gamalama ini. Pada bulan September 1999
diperkirakan pengungsi berjumlah 10.000-an orang. Sebagai tuan rumah yang baik, kedatangan
mereka disambut dengan penuh keramahan oleh segenap warga masyarakat. Bantuan-bantuan
kemanusiaan baik sandang maupun pangan mengalir dengan lancar, bahkan berkelimpahan. Tentu saja
dalam hati kecil segenap lapisan masyarakat mengharapkan bahwa peristiwa di Kau – Malifut sana bisa
mereka lupakan sehingga tidak memancing suasana keruh di Ternate.
Sumber: Majalah Hidup no 25 tahun ke 56 , 23 Juni 2002

Air Susu Dibalas Air Tuba

September awal 1999, pemerintah mengumpulkan semua tokoh-tokoh masyarakat untuk
mengklarifikasi isu-isu yang beredar saat ini tentang “peta penyerangan”. Seseorang yang tidak
bijaksana telah menemukan sebuah skripsi milik seorang vikaris (calon pendeta) yang mengadakan
studi lapangan guna keperluan ujian sarjana teologinya.

Pukul 10.15 WIT. Suasana kantor bupati seolah-olah menjadi ruang pengadilan bagi ketua klasis
(Perkumpulan para pendeta se-Ternate-Tidore). Semua mata menuntutnya untuk
mempertanggunjawabkan adanya peta tersebut, yang dianggap sekelompok orang sebagai peta
penyerangan kaum Kristen kepada kaum Muslimin. Bahkan ada seorang pimpinan umat yang mengaku
sudah menyiapkan peralatan-peralatan di setiap mesjid, dan banyak di antara mereka yang sudah
‘mandi kabal’ (setelah seseorang dimandikan atas doa dan cara tertentu, orang itu menjadi anti senjata
tajam) dan menghapal mantera-mantera agar bisa bertempur, tetapi tidak akan terluka dan selalu
menang.

Suasana kantor tersebut menjadi sangat tegang, sepi, kaku, dan waspada waktu sang pendeta
melangkah ke depan dengan penuh kehati-hatian.

Katanya: “Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari tokoh masyarakat kota Ternate, saya atas nama
saudara-saudara Kristen minta maaf yang setulus-tulusnya jika membuat resah masyarakat.
Sesungguhnya bukan itu yang terjadi, hanya kesalahpahaman dari orang yang mendapatkan peta itu
dan kemudian menyebarluaskannya. Saudara kami, vikaris, membuat peta kota Ternate untuk
kepentingan pelayanan pada umat Kristen. Hal itu dilakukan agar pelayanan kami menjadi lebih efektif.
Maka kota Ternate yang begitu luas dibagi dalam ‘sektor-sektor’ (semacam wilayah/lingkungan). Dan
istilah sektor adalah istilah resmi dari pusat sejak ada Gereja GPM (Gereja Protestan Maluku) di sini. Jadi
bukan baru saat ini saja dipakai, dan yang jelas TIDAK ADA hubungan sama sekali dengan kerusuhan,
apalagi niat dan rencana untuk menyerang.

Bukankah kami hanya 10 persen saja jumlahnya dan sangat minoritas? Mana mungkin kami akan
menyerang, tidak masuk akal sama sekali! Kami cinta damai, kami sangat mengasihi saudara semua dan
kota Ternate ini. Bagaimana mungkin kami akan menghancurkannya?

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

261
Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta Saudara-saudari sekalian, sekali lagi kami minta maaf kalau dianggap
salah dan telah meresahkan masyarakat. Jadi dalam kesempatan ini kami mohon agar Bapak-bapak dan
Ibu-ibu bisa memberikan penjelasan yang baik kepada masyarakat…”

Setelah Bapak Ketua Klasis mundur suasana mencair dan lega. Semua merasa tenang, ternyata isu itu
sama sekali tidak benar. Rapat bubar! Suasana kota normal…!

28 Oktober 1999, pukul 11.00

Terjadi ‘unjuk rasa’. Entah manusia berhati iblis mana yang berhasil memprovokasi keadaan, yang jelas
sengketa perbatasan yang terjadi di Kau-Malifut itu berubah menjadi isu SARA, yaitu pertikaian antara
Muslim dan Kristen. Semua pihak yang berwenang, terutama pemerintah, telah berusaha
mengendalikan situasi dengan memberikan penerangan dan informasi yang menyejukkan dan netral.
Namun pada hari itu, di siang bolong kota Ternate dikejutkan dengan munculnya sekelompok massa
yang terlihat begitu beringas…!

Sambil berteriak-teriak mereka membawa senjata tajam, batu-batu, ikat kepala putih yang berjalan di
sepanjang jalan-jalan utama kota. Ketika pentolan kelompok itu mengangkat jari tangannya dan
menunjuk ke arah tempat tertentu, maka batu-batu mulai melayang dan berhamburan mengenai apa
saja yang menjadi korbannya. Syukurlah bahwa pada hari itu aparat masih bisa menguasai situasi dan
mengendalikannya.

Suasana kelihatan aman, namun tegang. Kecemasan mulai menyelimuti orang-orang Kristen dan
pendatang yang sangat minoritas di kaki Gunung Gamalama yang nampak seram dan angker itu.
Hampir setiap hari terjadi pembunuhan-pembunuhan dengan alasan yang tidak jelas. Dari hari ke hari
suasana semakin mencekam, telepon-telepon gelap terus-menerus berdering di rumah-rumah pendeta
dan tokoh-tokoh Kristen. Macam-macam ancaman dan isu-isu terus beredar, masyarakat yang mulai
ketakutan berusaha untuk keluar dari Pulau Ternate dengan menumpang segala jenis angkutan yang
ada. Sarana perhubungan, baik laut maupun udara dipenuhi dengan orang-orang yang mau
mengamankan diri. Ke mana saja mereka pergi tidak menjadi masalah yang penting bisa keluar dari
Ternate yang semakin tegang dan panas itu.
( Sumber: Majalah Hidup no 26 tahun ke 56 , 30 Juni 2002 )

Dari contoh tersebut di atas bisa disimpulkan, masyarakat Ternate sungguh-sungguh masih
menjunjung tinggi dan menempatkan Kesultanan Ternate sebagai primus inter pares, sebagai pola
panutan dan mempunyai tempat istimewa di hati mereka. Peranan kesultanan ini semakin nampak jelas
pada saat-saat kerusuhan. Pada waktu itu masyarakat sangat bingung dengan situasi yang tidak
menentu, terutama bagi kaum minoritas. Pada waktu itu setiap hari terjadi pembunuhan-pembunuhan
tanpa alasan, telepon terus-menerus berdering dan ancaman-ancaman muncul di sana-sini,
pelemparan-pelemparan batu kecil terjadi di rumah-rumah hampir setiap malam. Pendek kata mereka
sangat ketakutan dan hidup dalam ketegangan batin yang luar biasa.

Dalam situasi seperti ini, pasukan sultan (berseragam topi kuning/ pasukan kuning) segera diturunkan
untuk menentramkan warga masyarakat. Mereka tanpa pernah memperhitungkan kelelahan terus-
menerus berjaga-jaga di tempat-tempat yang rawan, di toko-toko, pasar, rumah-rumah ibadat, kantor-
kantor dan sudut-sudut strategis di jalan-jalan utama. Dan pada hari terjadinya keusuhan, mereka
membantu masyarakat yang terjebak amuk massa tanpa memandang bulu, kenal-tidak kenal, pribumi-
non pribumi, warga asli-pendatang, atau dari golongan atau agama apa. Saat itu sungguh-sungguh
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

262
nampak kerjasama yang sangat baik antara aparat dan pasukan sultan. Mereka bagaikan malaikat
penyelamat yang mampu menuntun dan melindungi kaum tertindas menuju ke tempat-tempat
pengungsian. Tidak terbayangkan berapa ribu korban yang berjatuhan tanpa pertolongan mereka.

Pamong Praja

Tragedi Ambon 19 Januari 1999 merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh masyarakat
Indonesia pada umumnya dan warga penghuni ‘daerah 1000 pulau’ pada khususnya. Bagaimana tidak?
Hanya gara-gara ‘dua orang preman’ berkelahi (katanya) menjadikan pertikaian yang terus terbawa-
bawa, mungkin sampai anak cucu …! Dan ini merupakan peristiwa yang sangat ironis karena justru
terjadi di daerah di mana adat kedaerahan diutamakan.

Bagaikan dibangunkan dari tidurnya, para pamong praja di Maluku Utara serta merta mengadakan
kampanye ‘persatuan’ di mana-mana. Tokoh-tokoh masyarakat dikumpulkan, diberi pengarahan,
diminta untuk memberikan penerangan kepada masyarakat akan pentingnya perdamaian,
persaudaraan, dan toleransi. Wali negeri dan alim ulama bersama-sama turun ke kecamatan-
kecamatan, bahkan kelurahan-kelurahan untuk mengampanyekan perdamaian!

Namun rasanya ada yang mengganjal dalam perasaanku yaitu pernyataan-pernyataan terakhir dalam
setiap ceramah dan pengarahan dari sang wali negeri tersebut.

Katanya: “Saudara-saudara, daerah kita Ternate sampai saat ini memang masih aman-aman. Namun itu
bukan berarti akan tetap aman, karena banyak sekali provokator-provokator yang berkeliaran di sini.
Karena itu saudara-saudara, saya tidak berani menjamin Ternate akan terus aman. Maka marilah kita
bersama-sama menjaganya!”

Sepintas, kata-kata itu kedengarannya sungguh bagus, namun di hati kecilku sangat terasa sebagai
sesuatu yang mengganjal dan mencurigakan! Apalagi kalimat ini hampir selalu diucapkan sebagai
penutup piudatonya. ADA APA DI BALIK SEMUANYA ITU?

Kecurigaanku semakin menjadi-jadi karena para pamong berdiam diri seribu bahasa saat menyaksikan
kesibukan-kesibukan yang luar biasa yang terjadi di beberapa kelompok masyarakat yang giat
mengumpulkan senjata-senjata tajam di rumah-rumah ibadat (mesjid). Bahkan pada saat terjadi aksi-
aksi pelemparan beberapa rumah penduduk dan toko-toko tanggal 28 Oktober 1999, para pamong
sama sekali tidak berusaha menghentikannya. Maka tidak mengherankan kalau mereka semakin
menjadi-jadi dari waktu ke waktu.

Mengamati situasi seperti itu aku bertanya kepada beberapa aparat yang kebetulan aku kenal,
mengapa mereka diam saja? Para serdadu itu pun menjawab dengan nada yang sangat
emosional,”Kami mau bergerak bagaimana? Kami tidak ada perintah dari boss, dan senjata-senjata
kami semua ditarik ke gudang? Kami hanya diberi pentungan …! Bagaimana kami mampu menghadapi
massa yang datang dengan tombak dan parang?” Bahkan pada hari-hari itu udara di Ternate semakin
memanas, para pamong kelihatan sangat sibuk, tak jelas apa yang saat itu mereka lakukan! Para
serdadu kelihatan sangat kecapaian karena mereka harus dinas siang dan malam, juga di sana-sini
terlihat pasukan kuning (pasukan dari kesultanan) membantu mereka dalam menjaga keamanan di
tempat-tempat dan pos-pos strategis.
( Sumber: Majalah Hidup no 27 tahun ke 56 , 7 Juli 2002 )

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

263
Sabtu Dini Hari, 7 Nopember 1999

Saat itu situasi kota Ternate sudah tidak terkendali lagi. “Serangan Fajar” dengan ditandai dentang-
dentang di tiang listrik bergema di mana-mana, bersamaan dengan itu teriakan-teriakan histeris
ketakutan dari anak-anak dan ibu-ibu menyatu dengan dentuman-dentuman benda-benda keras yang
sedang dilalap si jago merah. Sementara itu orang-orang berbondong-bondong lari ke lokasi-lokasi
pengamanan dengan diiringi oleh sayup-sayup alunan “Allahuakbar” dan robohlah rumah-rumah
mereka …

Dalam suasana yang sangat chaos seperti ini, aku mencoba untuk menghubungi para pamong praja
agar mereka sudi untuk meredakan situasi …! Tetapi apa yang terjadi? Ternyata mereka semua tidak
ada … tidak nampak … tidak peduli…! Katanya sih …, mereka semua lagi ada urusan penting di
Jakarta…! Lho …kok bisa begitu…? Aneh ya …?

Gamalama Menangis

Rabu, 3 Nopember 1999 jam 20.00 WIT. Diadakan pertemuan para pejabat pemerintah, tokoh-tokoh
masyarakat, dan para pimpinan agama Tidore, di kota Soasiu, kabupaten Halmahera Tengah.
Pertemuan itu diadakan dengan tujuan mengantisipasi dan mengklarifikasi “Surat Selebaran” yang
beredar dan sangat memanaskan hati kaum muslim.

Selebaran isu Kristenisasi ini dibuat seolah-olah berasal dari Ketua Sinode GPM (Gereja Protestan
Maluku) Ambon atas nama Pendeta Titaley. Selebaran yang tertanggal bulan Juli 1999 ini kurang lebih
berisi Program Kristenisasi Maluku Utara, di mana orang-orang Kristen akan mengadakan penyerbuan
besar-besaran dari arah Timur (Irian), dari arah selatan (Ambon), dan dari arah barat (Manado) terhadap
masyarakat muslim Maluku Utara. Selebaran yang sangat tidak masuk akal dan jelas-jelas berasal dari
ulah provokator ini kalau diteliti memang sangat aneh dan ganjil. Mengapa demikian?
1. Tanpa kop surat.
2. Tanpa cap
3. Bahasanya bukan bahasa gerejani seperti layaknya surat-surat resmi yang lain yang dikeluarkan oleh
Gereja, tetapi memakai bahasa politik murahan.
4. Surat yang katanya rahasia dan katanya hanya khusus untuk orang Kristen ini, anehnya beredar di
kalangan muslim! Bahkan umat Kristen sendiri tidak pernah tahu menahu hal itu!

Lepas dari semuanya itu, justru surat ini yang dijadikan alasan utama pertemuan malam itu. Saksi mata
menuturkan bahwa dalam rapat itu seorang pendeta yaitu bapak A. Risakota dipaksa membacakan
selebaran itu dan kemudian dipaksa pula mengakui bahwa pihaknyalah yang membuatnya. Entah
bagaimana kejadian selanjutnya, yang jelas ia tewas secara mengenaskan. Dan pada malam itu juga
tiga buah rumah ibadat yang ada di Tidore dirusak dan dibakar massa secara membabi buta. Bahkan
tidak luput pula seluruh rumah orang Kristen dirusak, dijarah, dan dibakar dalam suatu gerakan massa
yang terkoordinir rapi, dan mereka namakan ‘Serangan Fajar.’

Seluruh korban keberingasan massa mencari perlindungan di Polres Halmahera Tengah. Ironisnya,
ratusan pengungsi yang berlindung di Polres ini, bahkan anggota polisi yang melindungi mereka,
disandera massa. Massa yang telah diprovokasi pihak yang datang entah darimana ini secara bergilir
menghadang dan mengancam mereka dengan teror-teror mental dan fisik selama kurang lebih 10 hari.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

264
Tragedi di bulan Nopember ini barangkali memupus karya cinta kasih di Pulau Tidore di abad yang
panas ini. Para pengungsi ini akhirnya bisa dievakuasi pasukan yang datang dari luar daerah. Data
lapangan menunjukkan akibat pembantaian ini 11 orang tewas mengenaskan, 260 rumah dijarah dan
dibakar, 3 rumah ibadat rata dengan tanah, dan 1500 orang menjadi pengungsi di Manado.

Tangisan di Lembah Gunung Gamalama

Hari itu Rabu sore, tanggal 3 Nopember 1999. Mega yang biasanya putih bersih menyelimuti gunung
Gamalama agar tidak kedinginan, tiba-tiba berubah menjadi awan hitam yang kelihatan sangat angker.
Semua orang di dalam rumah berbincang-bincang dengan keluarganya dan pasti membahas hawa
panas yang sedang menyerang kota Ternate. Sebagian besar masyarakat enggan tidur malam,
kalaupun tertidur hanyalah karena kelelahan berjaga-jaga agar tidak lengah. Malam lewat dengan
aman, namun telepon dari Tidore terus berdering-dering dengan seruan minta tolong.

Kamis, 4 Nopember 1999. Pagi-pagi buta dermaga yang biasanya masih terlena dalam kesunyian sudah
menjadi hiruk pikuk oleh padatnya manusia-manusia yang ingin pergi meninggalkan kota Ternate.
Ternyata berita kejadian di Tidore semalam telah menyebar luas di masyarakat dan serta merta mereka
menjadi ketakutan.

Jam 10.00 WIT. Modus operandinya sama …! Sang maut yang telah minum darah segar di kota Soasiu
semalam-malam segera ingin mengumbar hawa nafsunya di Ternate. Pada jam itu semua tokoh
pemerintah, masyarakat, dan agama diundang untuk menghadiri pertemuan mendadak. Suasana
pertemuan itu jelas-jelas sangat panas dan memojokkan salah satu pihak. Di ruang belakang dan di luar
ruang pertemuan massa yang rata-rata masih muda terlihat sangat garang dan sangar, siap untuk
melahap siapa saja yang salah bicara. Dan seperti kejadian di Tidore, setelah wakil-wakil pemerintah
memberikan penjelasan, seorang pendeta diundang untuk membaca surat selebaran palsu itu dan
kemudian dipaksa untuk mengakui bahwa pihaknyalah yang membuatnya. Keadaan menjadi sangat
rawan ketika beliau selesai membacakannya…!
( Sumber: Majalah Hidup no 28 tahun ke 56 , 14 Juli 2002 )

Suasana sangat sepi dan mencekam! Untunglah seorang aparat cepat menguasai keadaan dengan
mengambilalih tempat duduk yang bisa menjadi ajang pembantaian terhadap pendeta tersebut.
“Syukur… Tuhan sayang!” Begitu komentar seorang yang ikut menghadiri pertemuan itu ketika situasi
menjadi cair dan sedikit lega. Pertemuan berakhir dengan aman, dan para pendeta bisa pulang dengan
pengawalan yang ekstra ketat dari aparat! Namun, keadaan tetap saja menjadi semakin panas, bahkan
malam itu banyak rumah yang kedapatan ditandai dengan warna silang merah! Keributan-keributan
dan pancingan-pancingan kekacauan terus-menerus terjadi di mana-mana di seluruh wilayah kota
Ternate.

Seluruh rumah ibadat dijaga siang malam oleh para petugas resmi maupun sukarela, seluruh alat-alat
komunikasi disiagakan! Dari detik ke detik perkembangan situasi dipantau terus oleh semua orang.
Kamis malam, banyak masyarakat yang sudah tidak berani tidur di dalam rumahnya untuk menjaga
semua kemungkinan yang bisa terjadi. Dan malam itu seakan menjadi panjang sekalli, setiap setengah
jam mobil-mobil patroli bersliweran di tempat-tempat yang dianggap rawan.

Jumat, 5 Nopember 1999. Dini hari suasana kota Majang, julukan untuk Ternate, semakin tak terkendali,
sebagian masyarakat mulai mengungsi dan mencari hubungan keluar kota Ternate dalam kesempatan
pertama. Teror-teror dan ancaman melalui telepon ke gereja-gereja tiada henti-hentinya. Banyak warga
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

265
mayarakat yang merasa terancam mulai mengemasi barang-barangnya dan mencari tempat bernaung
yang dirasa lebih aman yaitu Polres, Batalyon, Angkatan Laut, dll.

Jumat malam, Gunung Gamalama kelihatan makin angker dan seram, sedih dan pilu! Sang Maut yang
mengejawantahkan dalam diri provokator semakin getol untuk mengipasi orang-orang yang telah
diindoktrinasi dengan segala bujukan iblisnya. Malam itu, satu persatu gumpalan cendawan kelihatan
mengepul ke udara … merah! Dan semua orang yang menyaksikannya hanya berseru lemas … satu lagi
dibakar…! Entah itu rumah atau tempat ibadat…! Tuhan, tolong …!

Dari sebuah radio amatir Kristen hanya bisa berulang-ulang berseru: Jangan melawan …! Jangan
melawan…! Semua dilakukan agar tidak banyak terjadi korban jiwa.

Sabtu, 6 Nopember. Pada hari raya Isra Miraj. Dini hari tiang listrik terdengar bertalu-talu (tanda/ alarm)
dibunyikan. “Serangan Fajar” mereka lakukan …! Kelihatan sekelompok besar massa yang terkoordinir
rapi, berikatan kain putih di kepala dan tangan, memegang senjata tajam dari merk yang sama (satu
produksi) dan banyak alat penghancur lainnya, menyerukan kebesaran Allah sambil melakukan
perusakan, penjarahan, pembakaran dan pembantaian…! Mereka berpestapora di atas jeritan ketakutan
dan penderitaan saudara-saudaranya yang pernah makan sehidangan dengan mereka …! Ironis
memang. Pagi itu lembah Gamalama dibanjiri airmata …!

Siang hari, suasana kota Ternate sepi… berduka …, semua transportasi laut sudah tidak ada, yang ada
hanya kesibukan orang-orang untuk melarikan diri dari pengejaran sang maut yang terus-menerus
berpesta-pora dengan minuman darah segar mawar-mawar di lembah Gamalama itu! Tempat-tempat
pengungsian darurat di Polresta, Kodim, Batalyon, Kesultanan, Angkatan Laut … semakin dipadati
masyarakat yang ketakutan baik itu tua-muda, besar-kecil, lelaki-perempuan, pribumi-non pribumi!
Semua berbaur jadi satu. Siang itu Gunung Gamalama hampir tidak kelihatan lagi karena ditutupi oleh
gumpalan asap merah dan hitam hampir dari seluruh penjuru kota Ternate. Nampaknya Sang Maut
semakin membabibuta memporakporandakan masyarakat yang dimusuhinya. Sore itu … terdengar
berita di tempat pengungsian bahwa korban-korban pembantaian semakin banyak berjatuhan.

Lembah Gamalama semakin dibanjiri oleh airmata. Masyarakat yang tergolak lesu, ketakutan, di
pengungsian itu telah kehilangan segala-galanya … harta benda, rumah dan kendaraan yang dikredit
dengan cucuran keringat, masa depan yang tidak menentu, dan juga nyawa-nyawa yang tidak berdosa!
Mereka itu bagaikan ‘mawar yang terhempas’ dan harus lepas dari tangkainya! Lembah Gamalama
menangis lagi … kali ini dengan air mata darah! Diiringi seruan kepada Allah yang Maha Besar …!
Benarkah Allah menghendaki semuanya ini? Hari itu tercatat: 14 gereja dirusak, dibakar, dan dijarah,
1429 rumah penduduk dibakar dan dijarah, 34 jiwa meninggal dunia, 100 orang hilang!
( Sumber: Majalah Hidup no 29 tahun ke 56 , 21 Juli 2002 )

Natal Berdarah

Sejumlah rekan mengatakan aku termasuk makhluk yang bandel. Banyak pihak telah berusaha
mengingatkan supaya jangan terbang ke Ternate, karena situasi belum aman betul. Namun aku masih
senantiasa mengingat sahabat-sahabatku di sana yang sangat memerlukan penemanan, apalagi dalam
menghadapi hari-hari raya seperti itu. Dan aku sendiri selalu mengalami peristiwa demi peristiwa
memilukan itu, atau sudah tidak bisa menbedakan lagi apa itu kerusuhan, pertikaian, atau pembantaian.
Namun yang jelas aku rasakan adalah penderitaan berkepanjangan dari sahabat-sahabatku akibat
brutalnya Sang Maut itu.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

266
Awal Desember 1999, di saat penduduk Nyiur Melambai (Manado) mulai memutar lagu-lagu sendu-
indah, kidung-kidung Natal, para pengungsi sempat diresahkan kembali dengan beredarnya berita/ isu
‘Natal Berdarah’. Isinya, pada hari yang mulia dan damai itu akan diadakan perayaan secara istimewa
oleh Sang Maut dan antek-anteknya di Ternate dengan “Drama Pembantaian Seri II” bagi siapa saja
yang beridentitas Kristen di kota itu. Dan dalam isu itu pun disebutkan, mereka akan
membumihanguskan semua fasilitas Kristen yang masih berdiri di sana, sehingga pada Tahun Baru 2000
sudah tidak terdengar lagi bunyi lonceng-lonceng yang berdentangan. Menanggapi isu itu aku hanya
tersenyum dan berpikir bahwa tidak mungkin terjadi sesama saudara akan dihabiskan seperti cerita di
atas. Maka aku pun dengan keyakinan pasti dan hati yang besar berangkat ke kota Gamalama itu.

Setiba di kota Kenari itu aku disambut sahabat-sahabatku dengan penuh kegembiraan dan keakraban.
Dan setelah berbasa-basi secukupnya, aku kembali diingatkan agar mencoba untuk mengamankan diri.
Ternyata isu itu ditanggapi serius oleh aparat. Tanpa mengabaikan peringatan pemerintah itu, aku
bagaikan camar mengepakkan sayap menuju pulau Halmahera. Namun apa yang aku temui? Ternyata
situasi sangat mencekam …! Sejak tanggal 23 Desember 1999, ternyata telah terjadi ketegangan yang
luar biasa di daerah Tobelo. Masyarakat di sana terkonsentrasi dalam dua kubu, Merah dan Putih.
Tanggal 25 Desember 1999, kecamatan itu tak kalah kalutnya, karena semua penduduk sudah dalam
posisi siap perang. Masing-masing kubu saling waspada dan curiga, meskipun sudah berkali-kali
diadakan pertemuan perdamaian. Dalam pertemuan itu, mereka bersepakat untuk tidak terprovokasi
oleh iblis yang datang dari luar daerah. Kalau mereka memaksa untuk datang, maka masyarakat akan
bersatu untuk mengusir mereka semua.

Pada hari-hari itu masyarakat Halmahera tidak bisa merayakan hari rayanya dengan wajar dan tenang
karena yang ada hanyalah kecurigaan belaka! Pembicaraan dan renungan-renungan seputar Betlehem
dan kisah Sang Bayi yang menjelma tidak terlalu laku dan diminati. Yang laris adalah permenungan
Herodes yang membantai bayi-bayi lemah tidak berdosa di seluruh daerah Betlehem. Bukankah
peristiwa yang terjadi 2000 tahun yang lalu di Betlehem itu terulang kembali di Halmahera di awal
tahun 2000 ini? Aku hanya bisa terkulai sedih tatkala memikirkan dan mengalami semuanya ini. Setelah
menyelesaikan pelayanan di bumi yang penuh ketegangan itu aku terbang ke Ternate untuk mencari
kedamaian yang mungkin masih bisa ditemukan di sana …!

Tanggal 27 Desember 1999. Matahari bersinar cerah, laut pun sangat teduh. Kesultanan Ternate
nampak anggun dan berwibawa dipandang dari laut. Namun suasana damai itu justru tiba-tiba berbalik
seratus persen di sore harinya. Suasana nampak sangat mencekam, yang terlihat hanyalah kesibukan
luar biasa dari puluhan perahu penangkap ikan yang mondar-mandir dari Tidore ke Ternate.

Senja nampak renjana di Ternate Selatan. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan massa telah terkumpul di
sana dalam waktu yang tidak terlalu lama. Aparat keamanan sibuk sekali. Pos-pos penting dijaga ekstra
ketat. Ketika adzan maghrib bergema, ribuan massa dengan menyebut asma Allah penguasa langit dan
bumi mulai bergerak ke semua penjuru Ternate. Rumah-rumah, sekolah-sekolah, tempat-tempat ibadat
mereka rusak … jarah …, dan bakar …!

Asap gelap bercampur merah meraja di angkasa raya menggantikan Sang Surya yang bersembunyi
sedih menyaksikan semua itu di balik Gunung Gamalama! Kota Kenari dan Majang itu menjadi terang
di waktu malam! Bukan karena pohon-pohon Natal, bukan pula karena api unggun dari sang Gembala
di padang! Tetapi karena ‘Api Keberingasan!’ Inikah yang mereka namakan ‘Pesta Pohon Terang’?
Sudah puaskah Sang Maut itu menyaksikan provokasinya telah membara? Belum …! Dia baru
bergembira ria karena menyaksikan kota membara, tetapi kerongkongan laknatnya masih haus untuk
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

267
meminum darah-darah segar yang harus dinikmatinya …! Dan dia pun tetap menuntut untuk
meminumnya! Malam itu, semua jenis manusia dan apa saja yang ada di depannya yang ingin
menghalangi amuk massa, mereka ‘sapu’! Termasuk seorang komandan keamanan yang harus terkulai
lemas terkena bazooka rakitan.

Malam semakin larut … hati semakin kalut … suasana semakin ribut …! Di sana nampak dua kubu yaitu
kuning menghadang putih. Yang berseragam kuning adalah pasukan Kesultanan Ternate yang
membantu aparat untuk meredakan situasi, sedangkan yang berseragam putih adalah mereka yang
menyerang dan memusnahkan. Bagai Bharatayuda, yang terlihat di udara hanyalah hamburan-
hamburan panah, kelebat-kelebat pedang di keremangan, dan dentuman-dentuman bom-bom rakitan
melengkapi pesta pora “Natal Berdarah”

Aku hanya bisa bersembunyi di suatu sudut kota itu, tubuhku terkulai lesu menyaksikan kompleks
gereja dan pastoranku sedang diporakporandakan. Harta milik kami dijarah habis-habisan. Tetapi aku
menjadi lebih lemas lagi karena menyaksikan garangnya Sang Maut yang begitu haus meminum darah-
darah merah yang berceceran di bumi yang kudus. Aku hanya bisa merenung, betapa teganya sesama
saudara saling membantai …!
( Sumber: Majalah Hidup no 30 tahun ke 56 , 28 Juli 2002 )

Pakaian ‘putih’ yang seharusnya menjadi lambang kesucian, saat itu justru menjadi simbol
keberingasan, kerakusan, dan arogansi …! Kuning yang sebenarnya melambangkan kedamaian,
akhirnya harus terlibat dalam perseteruan dan perkelahian …! Anehnya, mereka semua berperang dan
berteriak mengatasnamakan kebenaran! Benarkah pertanyaan Pilatus pada Yesus: Apa itu kebenaran …?
Oh Dewa Angkara Murka, mengapa kau lampiaskan nafsumu pada bumi yang suci ini? Mengapa kau
tunggangi kepercayaan pada yang Ilahi, hanya demi kursi dan ambisi? Dan Gamalama pun hanya bisa
menangis lagi, kali ini dengan tangisan yang sangat memilukan hati …!

Raksasa yang Terusik

Pulau Halmahera yang sebelumnya sering disebut orang sebagai “Raksasa Tidur”, sehak era 80-an
terlihat mulai diusik oleh manusia. Pelan tapi pasti, pemerintah mulai peduli akan sarana-sarana
transportasi di sana agar kekayaan buminya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Bermunculannya
perusahaan-perusahaan, baik plywood, minyak kelapa, pisang, bahkan juga pertambangan emas
menjadikan Halmahera semakin menarik untuk diolah dan dikembangkan. Di samping unsur-unsur
positif yang berguna bagi kemajuan masyarakat setempat, banyak juga dampak negatif yang numpang
masuk melalui orang luar yang datang ke sana, terutama juga dalam kulturnya.

Masyarakat Halmahera yang sebelumnya sangat ramah dan welcome pada pendatang, pelan-pelan tapi
pasti mulai terpengaruh oleh sifat-sifat seperti materialistis, konsumeristis, dan lain-lain yang datang
dari luar.

Di samping itu keinginan untuk tetap eksis dan mempertahankan diri juga mulai muncul tatkala mereka
merasa semakin tersingkir dan orang luar itu terlihat mulai ingin mengatur segala segi tata kehidupan
mereka. Maka tidak jarang terjadi konflik-konflik kepentingan meskipun hanya dalam skala kecil. Hal
yang serupa juga mereka alami ketika terjadi kerusuhan di Ternate dan Tidore, warga masyarakat
Halmahera masih sangat welcome pada para pengungsi yang datang ke Halmahera Utara.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

268
Tetapi akhirnya mereka juga menyadari bahwa semakin banyak sauydara-saudara mereka di Ternate
dan Tidore, dari Halmahera Tengah dan Selatan yang menjadi korban, menimbulkan perasaan dan
pemikiran bahwa peristiwa itu cepat atau lambat akan menimpa mereka juga. Bisa dibayangkan kalau
dari data lapangan yang mereka terima saja tercatat:

Tidore: 10 orang dibantai, 260 rumah hancur, 1600 orang menjadi pengungsi.
Ternate: 34 orang mati, 100 orang hilang, 1429 rumah hancur, dan 17.000 orang menjadi pengungsi.
Payahe, Lola, Yehu, Akelamo, Roy, dll: 330 meninggal, 85 luka berat, semua rumah dan bangunan hancur lebur.
Weda: 30 orang mati, 125 rumah hancur tanpa disisakan sedikit pun.
Gane Barat dan Timur: 300 orang meninggal, 669 rumah dijarah dan rusak total …!

Dan sebagian besar dari saudara-saudara itu melarikan diri ke Halmahera Utara. Pendek kata, semenjak
pembantaian di Tidore tanggal 3 Nopember 1999 itu, masyarakat minoritas dijadikan bulan-bulanan
dan ladang penjarahan/ pembantaian …!
( Sumber: Majalah Hidup no 31 tahun ke 56 , 4 Agustus 2002 )

Bangkitnya Dewa-dewa Bumi

Hari itu aku melihat betapa awan hitam memerah menyelimuti Bumi Moloku Kie Raha. Kabut di atas
bumi yang disangga megah oleh empat gunung itu nampak hitam karena kesedihan dan duka yang
mendalam, dan memerah karena kesucian sang bumi pertiwi harus dilumuri darah anak-anaknya yang
tidak tahu menahu ujung pangkalnya, sementara sang maut yang berhati iblis itu terus menebarkan
provokasi yang tiada henti-hentinya. Di pihak merah ia meneriakkan bahwa putihlah yang menyerang,
di pihak putih terus diindoktrinasikan bahwa merahlah yang merencanakan kejahatan. Dan di kedua
kubu itu, sang maut senantiasa menyemangati kaum mudanya dengan seruan “Jihad”, katanya mati
demi iman …? Sungguh lihainya sang iblis mengumbar nafsu dengan bermandikan darah-darah segar
dari anak-anak yang tidak berdosa.

Melihat dan menyaksikan tubuh moleknya mulai dijamah perang ini, maka bangkitlah dewa-dewa
bumi, di sana mereka tidak lagi melihat putih atau merah, tua atau muda, laki-laki atau perempuan…
korban-korban semakin banyak berjatuhan. Bulan Desember yang seharusnya menjadi bulan
bergembira ria dan kesempatan emas bagi masyarakat untuk saling menunjukkan sikap toleransinya,
ternyata justru sebaliknya. Bulan yang seharusnya penuh syukur untuk mengakhiri Milenium II jagat
raya ini malah bermandikan dan berlumuran dosa.

Sejak Gunung Gamalama menangis, maka ketiga saudaranya tidak henti-hentinya berduka karena
korban-korbannya terus berjatuhan mulai dari Tidore, Ternate, Popilo, Sahu, Duma, Makete, Kau-
Malifut, dan seterusnya. Ribuan orang mati konyol, jutaan harta terbakar sia-sia, berapa milyar aset-aset
pemerintah dan masyarakat musnah dengan percuma. Oh dewa-dewa bumi, cukupkan sudah
penderitaan anak-anak negeri … jauhkan murka dan kutukmu yang sakti … damai … damai … damai …!

Meskipun semua orang beriman di Maluku Utara tiada henti-hentinya berdoa dengan ratap tangis dan
air mata untuk memohon kedamaian dan dijauhkan dari segala bencana yang menggerogoti persatuan
dan kesatuan masyarakat, namun toh dalam kenyataan hidup hukum alam tetap berlaku bagi semua
penghuni bumi ini. Sedangkan cacing kalau diinjak ia akan melawan dan berusaha untuk lepas darinya,
apalagi manusia …! Sesabar apapun dia, kalau sudah diinjak-injak melebihi ambang batas toleransi,
niscaya akan berontak juga untuk memperjuangkan hak asasinya sebagai manusia. Begitulah kira-kira
yang dialami dan dirasakan sang raksasa Halmahera yang kini terus-menerus dicabik-cabik kaki dan
perutnya oleh sang maut itu, ia segera merasa terusik dan bangkitlah ia dari tidurnya.
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

269
Malam itu, tatkala bulan bersinar penuh, ada sekelompok insan cipataan Tuhan yang begitu khusuk
berdoa di sekitar perapian. Tiada kelihatan simbol-simbol religi modern, tiada perlu lagi tempat-tempat
indah untuk berdoa karena sudah diporakporandakan. Di sana hanya kelihatan asap dupa dan
semerbak harum kembang. Apa yang sedang mereka lakukan? Ternyata mereka berdoa dengan tulus
dan penuh damba agar arwah-arwah nenek moyang mereka bangkit dan melindungi mereka dari
serangan dan tindak kesewenang-wenangan dari orang-orang asing yang selalu datang dan ingin
menghancurkan mereka. Mereka memohon agar dewa-dewi bumi juga sudi turun tangan supaya
mereka mampu mempertahankan tanah kelahiran, dan sekaligus tanah leluhur.

Dari upacara ini, kabarnya mereka bisa mendapatkan ‘ilmu kabal’. Ilmu itu akan bermanfaat jika
mendapatkannya tetap mematuhi pantangan-pantangan yang diberikan tua-tua adat, misalnya mereka
tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan tercela, tidak boleh memaki (mengeluarkan kata-kata
kotor), tidak boleh kena air, dll. Dengan ilmu itu mereka yakin bahwa jika mereka diserang, lawan tidak
akan mampu melumpuhkan mereka biar memakai senjata apapun. Di samping memperoleh ‘ilmu
kabal’, dalam upacara itu mereka juga dimampukan untuk menciptakan ‘ranjau gaib’ yang disebut
talibagu. Ranjau gaib ini tidak terlihat oleh mata manusia normal, tetapi sangat berguna untuk menjerat
musuh yang datang dengan niat jahat. Penyerang yang terkena ranjau ini akan langsung lumpuh/ loyo
badannya, sehingga tidak bisa menyerang lagi. Dan di akhir upacara, mereka mengadakan semacam
sumpah adat, yaitu barang siapa yang berkhianat harus mendapat hukuman eksekusi.
( Sumber: Majalah Hidup no 32 tahun ke 56 , 11 Agustus 2002 )

Kami bukan menyerang, hanya mempertahankan diri. Suatu ketika aku mecegat seorang anak muda
yang sedang lewat dengan membawa senjata rakitan. Ketika ditanya mengapa dia melakukan semua
itu, dia pun menjawab:

“Pastor…, bukannya kami tidak percaya kepada Tuhan, kami sangat meyakininya. Kami siang malam
sudah berdoa mohon dijauhkan dari semua ini, tetapi mungkin Tuhan belum mengabulkannya,
sedangkan setiap saat nyawa kami terancam serangan-serangan mereka …! Semua ini terpaksa kami
lakukan karena kami sangat mencintai bumi Halmahera ini. Kalau kami tidak melawan, kami akan
dibunuh! Jadi kami ini mau lari ke mana atau harus bagaimana? Di sinilah tempat kami lahir dan
dibesarkan, kami tidak rela kalau bumi tempat leluhur kami ini diinjak-injak orang-orang yang berhati
iblis itu. Kalau begini terus menerus nanti dewa-dewa bumi akan marah pada mereka, dan kalau kami
kalah nanti buaya-buaya adat yang akan melawan mereka. Tetapi kami yakin bahwa kami pasti akan
menang karena para leluhur akan tetap membantu kami melawan orang-orang luar yang mau
menginjak-injak kami di sini. Kita lihat saja nanti …! Demikian jawabnya dan setelah mengakhiri
pembicaraan itu dalam sekejap mata, ia sudah menghilang entah ke mana …!

Rupanya dari perjalanan waktu, pernyataan anak muda yang kelihatannya kurang serius itu memang
menjadi kenyataan, karena semenjak hari-hari itu di mana-mana mulai timbul kekacauan, dan yang
pasti korban demi korban terus berjatuhan. Pertikaian berkepanjangan terus merebak di hampir semua
pelosok Halmahera tanpa sebab yang jelas, bahkan boleh dikata jelas-jelas dicari-cari alasannya.
Misalnya, peristiwa 27 Desember 1999 di desa-desa Soakonora, Togawa, Limau, Dokulamo, Igobula,
Seki, Gotalamo, dll. Peristiwa Januari 2000 di desa-desa Bakumatiti, Pormiti, Jati, Soakonora, Hokuhoku,
Sidangoli, Pasir Putih, dll. Peristiwa 25-29 Mei 2000, terjadi pembantaian di desa Manuya, Makete, dan
Duma, dll. Di sini saja dilaporkan korban yang jatuh 81 meninggal, 87 luka-luka.

Pendek kata sampai dengan September 2000, dewa-dewa bumi terus-menerus menuntut balas atas
kematian demi kematian yang tanpa sebab dan akibast. Seolah-olah putra-putra bangsa yang
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

270
seharusnya mewarisi dan meneruskan semangat membangun daerah itu hanyalah barang-barang yang
bisa dipermainkan saja jika dibutuhkan. Hanya permainan kali ini sungguh-sungguh mengakibatkan
hal-hal yang sangat fatal. Kalau demikian di mana tanggung jawab generasi yang sudah mulai ubanan
itu? Begitu teganya mereka duduk di atas singgasana yang berlumuran darah anak-anaknya.
Dari informasi sebuah surat kabar saja diperoleh keterangan bahwa sampai dengan Senin, 9 September
2000, jumlah korban yang terdata sbb:

2004 orang meninggal dunia. Kemungkinan besar jauh lebih banyak lagi.
20.000 rumah tinggal terbakar.
173 sekolah terbakar dan rusak berat.
144 tempat ibadat terbakar/ rusak.
178.000 orang menjadi pengungsi.

Mereka semua yang terlibat pertikaian itu selalu menyerukan kebenaran dan mengatasnamakan
Allah…! Kalau memang demikian Allah model apa yang menghendaki makhluk-makhluk ciptaan-Nya
dan citra-Nya dibantai dan saling membenci? Bukankah sejahat-jahatnya harimau ia tidak akan
memakan anaknya sendiri? Bukankah makhluk yang menamakan diri manusia itu jauh lebih luhur dan
jauh lebih bermartabat dibandingkan dengan harimau? Aku menjadi stres memikirkan dan
merenungkan semuanya.
( Sumber: Majalah Hidup no 33 tahun ke 56 , 18 Agustus 2002 )

Kamis, 4 Nopember 1999. Sebuah kapal Pelni bergerak meninggalkan Ternate diiringi lagu “Selamat
Tinggal Kota Ternate” (lagu wajib yang diperdengarkan setiap kali kapal Pelni berangkat dari Ternate),
yang sebagian syairnya kurang lebih sbb:

“Selamat tinggal kota Ternate …,
selamat tinggal Gamalama …
biarpun jauh … jauh’
langgar lautan …?” dst …!

Dari atas dermaga aku menikmati lagu itu sambil melambaikan tangan kepada sahabat-sahabatku yang
berangkat entah sampai kapan! Tetapi indahnya tidak seperti di hari-hari sebelumnya. Malam itu seolah
membawa nuansa kepedihan yang amat sangat mendalam…! Kapal bergerak seolah-olah begitu
lamban, mungkin karena sarat oleh para penumpang yang tanpa tujuan? Ataukah seolah-olah juga
memberi isyarat bahwa itu adalah lagu terakhir yang bisa didengar dalam suasana damai dan cinta
persaudaraan? Dan memang mereka tidak pernah mendengarnya lagi, karena sejak hari itu semua jenis
perhubungan selalu dipadati manusia.

Jumat, 5 Nopember dan Sabtu 6 Nopember 1999, semua jenis kapal yaitu kapal fery, kapal Umsini,
kapal Cahaya Bahari, kapal Kota Teratai, bahkan juga kapal-kapal barang dijejali orang-orang yang
sangat ketakutan …! Mau pergi ke mana? Mereka tidak tahu. Pokoknya pergi …! Berangkat … ! Urusan
yang lain belakangan saja …! Yang penting selamat … selamat … dan selamat …! Bahkan pada hari-hari
itu penerbangan reguler harus menambah flight extra sampai sembilan kali per harinya.

Senin, 9 Nopember 1999 dan hari-hari selanjutnya hanya kapal-kapal perang yang mondar-mandir
Ternate-Bitung, untuk mengamankan orang-orang yang terus-menerus diburu-buru seperti tikus basah
dikejar-kejar kucing kelaparan.

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

271
Tidak ada lagi lagu selamat tinggal kota Ternate. Tidak ada lagi rasa keharuan ditinggal kekasih. Tidak
ada lagi kedamaian dan cinta …!
Yang terdengar hanyalah hujatan-hujatan dan teriakan-teriakan kebencian seolah-olah tak pernah
saling mengenal dan bertegur sapa …!
Aparat melepaskan tembakan-tembakan peringatan …! (mungkin juga hanya berpura-pura)
Yang terdengar hanya tangisan-tangisan ketakutan bocah-bocah ingusan …!
Betapa tipis perbedaan antara teriakan yang mengagungkan kebesaran Tuhan dan nafsu pembunuhan
yang pasti berasal dari setan …!
Lalu di mana nurani …?

Hari-hari itu orang tidak peduli lagi dengan ombak dan badai yang menghadang di lautan. Orang tidak
pikir lagi akan keselamatan pelayaran, tidak ingat lagi akan perbekalan di perjalanan. Wanita-wanita lari
terbirit-birit, laki-laki pergi berhimpit-himpit, anak-anak dan orangtua … semua dan semua mau naik
dan naik kapal … pergi dan pergi … entah ke mana?

Dan setelah hujan-panas, takut-dendam-lapar-haus …! Maka … terdamparlah mereka di Manado di
bumi nyiur melambai…! Saat mereka sadar apa yang terjadi mereka telah mendapat predikat
‘pengungsi’ …!

Di Pengungsian Bumi Nyiur Melambai

Prahara yang dihenbuskan sang maut di kaki bukit Tidore dan Gamalama menjadikan banyak orang
kehilangan pegangan. Badai yang datang tiba-tiba itu menyapu bersih semua tonggak yang pernah
dipancangkan Santo Fransiskus Xaverius lima abad silam. Bangunan-bangunan simbol keyakinan
diporakporandakan kepongahan dan keangkuhan dengan mengatasnamakan “Allah penguasa langit
dan bumi”. Benarkah Allah menghendaki demikian? Tidak hanya sampai di situ saja, juga hampir semua
rumah milik sesama dan saudara yang dikredit bertahun-tahun, dibangun dengan peluh-peluh
kepedihan istri dan anak-anaknya luluh lantak hanya dalam semusim bulan purnama. Dan di malam-
malam itu sang dewi malam enggan menampakkan wajah sendunya, bahkan menitikkan air mata
sucinya dari langit menyaksikan bocah-bocah kecil yang sebelumnya bermain-main ceria bersamanya
kini mereka harus tidur di kolong langit dan menangis kedinginan. Mawar-mawar yang mulai merekah
merah jingga dan kuncup-kuncupnya yang siap mengembang terhempas ratusan seragam yang telah
dibagi-bagikan sang maut itu.

Mengapa jubahnya yang seputih mega itu harus dicuci dengan merahnya mawar-mawar Gamalama?
Mengapa tunas-tunas muda itu harus begitu cepat menjadi janda? Mengapa tidak terkubur saja lima
abad lalu bersama darah para martirnya? Mengapa setelah merekah sang maut dengan leluasa
menebasnya? Begitulah ratapan hatiku yang kini tengah duduk di pengungsian mega belia bersama-
sama saudara-saudaraku. Memang tidak mudah bagiku untuk menerima semuanya ini, karena dalam
diriku kecintaan pada Maluku Utara sedang membara, lukisan dan pengalaman indah selama belasan
tahun seolah-olah menjadi mimpi semusim saja yang harus dibangunkan kenyataan pahit itu. Hari-
hariku kini aku lalui dengan membagi-bagi derita orang-orang yang kini terkulai di sudut-sudut
pengungsian dengan selembar tikar harta milik satu-satunya, itu pun karena belas kasih duta-duta cinta
di Minahasa.
Beginilah kesaksian-kesaksian yang sempat aku rekam dalam sanubariku yang terluka dalam.
( Sumber: Majalah Hidup no 34 tahun ke 56 , 25 Agustus 2002 )

www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

272
Mawar Terhempas di Tidore

Malam itu, 3 Nopember 1999, kami tokoh-tokoh Halmahera Tengah diundang berkumpul oleh
pemerintah. Udara malam terasa sangat panas, sepanas teriakan-teriakan massa – terkoordinir yang
menuntut Bapak A. Risakota untuk membaca ‘surat isu Kristenisasi palsu’ itu. Setelah selesai
membacanya beliau langsung dibantai di depan mata kami semua. Mulai detik itu lonceng-lonceng
kematian berdentangan di seluruh kota.

Dan dalam waktu yang relatif singkat ribuan massa bergerak dari satu tempat ibadat ke tampat lainnya.
Dengan senjata penghancur dan bensin yang sudah disiapkan mereka merusak, menjarah, membakar!
Hebatnya setiap kali memulai aksinya, seseorang menarik lonceng dan membunyikannya bertalu-talu
sebagai tanda aksinya, mungkin juga suatu lonceng kemenangan bagi mereka. Konon kabar yang
berasal dari penduduk setempat, sebuah lonceng bersejarah yang mereka bunyikan malam itu
senantiasa berbunyi terus setiap malam pukul 24.00 meskipun sudah tidak lagi ada orang yang
menariknya! Dengan segala daya upaya yang masih tersisa, kami semua lari tunggang-langgang untuk
mencari perlindungan di Polres. Banyak di antara kami yang tidak sempat membawa apa-apa, bahkan
sandal pengalas kaki pun tidak sempat kami pakai.

Tidak berpikir lagi apakah itu batu tajam atau duri yang diinjak, entahkah itu lewat kuburan atau pantai,
yang penting kami selamat. Ada beberapa orang yang mengalami nasib sial, mereka terjebak massa …
dan habislah riwayatnya seperti seekor anjing yang dibantai karena kedapatan mencuri tulang. Di
Polres sana kami mendapat perlindungan. Namun bukan berarti kami aman, karena setiap menit kami
menyaksikan langit memerah di kejauhan, itulah api dari rumah-rumah kami yang dijarah dan dibakar.

Anak-anak dan ibu-ibu menangis tetapi kami hanya bisa diam saja tak tahu harus bagaimana? Bahkan
kami yang mengungsi di situ serta seluruh aparat yang melindungi kami dikepung dan disandera massa
selama dua minggu. Kami hanya bisa berpasrah saja, biarlah Tuhan yang membantunya!

Syukurlah akhirnya kami dibebaskan aparat yang datang dari luar daerah, kemudian dievakuasi ke sini.
Di tempat ini barulah kami tahu bahwa pembantaian di Tidore saat itu menelan korban sembilan
korban mati, rumah-rumah dan tempat-tempat ibadat kami habis!

Mawar-mawar Tergantung dan Berserakan di Kayu Merah

Tanggal 6 Nopember 1999, maitua (istri) telepon dari Polres, dia bilang bos minta bantuan beta untuk
mengevakuasi orang-orang ke pengungsian (di Polresta, Kodim, Batalyon 732, Kompleks Angkatan
Laut). Seperti biasanya siapa saja yang minta tolong selalu beta layani biarpun saat itu beta sedang
banyak pekerjaan. Sepanjang hari itu beta dan 8 polisi bolak-balik kurang lebih 15 sampai 20 kali
mengangkut orang-orang yang terjebak ke tempat-tempat yang aman. Kemudian beta pulang mandi
dan istirahat, bos telepon lagi dari kantor untuk membantu orang-orang lagi. Terus beta dengan
delapan orang aparat disuruh pergi ke Kayu Merah (Ternate Selatan). Beta tahu bahwa di sana itu
adalah basis perusuh tetapi karena didampingi aparat beta berangkat saja. Di tengah jalan massa
perusuh itu sudah menghadang kami. Beta gemetar, beta pikir sudah habis riwayat beta di sini. Tuhan,
tolong beta! Setelah aparat bicara dengan mereka, akhirnya kami boleh lewat.

Sampai di depan rumah ibadat, astaga …! Beta kaget setengah mati. Ternyata kami disuruh
mengangkut mayat-mayat banyak sekali! Entah berapa puluh orang, beta tidak berani hitung lagi. Ada
yang digantung di atas pohon, ada yang dipenggal kepalanya, ada yang dikeluarkan isi perutnya,
www.indonesia.faithfreedom.org ( tru_78 )

273
pokoknya tidak ada satu mayat pun yang masih utuh badannya. Jalan-jalan jadi merah! Kemudian
mayat-mayat itu kami bawa ke rumah sakit umum dan dikuburkan secara massal di ruang gawat
darurat. Selama empat hari, beta tidak bisa menelan makanan apa-apa. Masih teringat-ingat terus …!

Si Kuncup Itu Tinggal Tangkainya

Pastor, tidak tahu dosa apa yang beta lakukan! (kata seorang ibu sambil membuka mulutnya yang
kelihatan masih sangat kelu). Hari itu beta sudah ada di pengungsian, semua orang sudah siap-siap dan
tunggu-tunggu kedatangan kapal perang! Beta mau tinggalkan kota terkutuk ini! Waktu kapal perang
sudah datang, kami semua diperintahkan untuk segera pergi ke pelabuhan dengan pengawalan yang
sangat ketat dari aparat. Sebelum ada perintah untuk naik ke kapal perang, beta lihat massa perusuh itu
sudah bergerak untuk mengejar kami sambil berteriak-teriak! Beta sangat ketakutan waktu itu. Tangan
kanan beta jinjing barang-barang yang masih sempat kami selamatkan, terus tangan kiri beta pegang si
kecil (anak beta) sambil terus berlari-lari … beta tarik tangannya dan ajak-ajak dia: ayo cepat naik, cepat
dikit nak, cepat dikit!

Perusuh sudah semakin dekat, beta ajak-ajak dan tarik dia agar lebih cepat lagi! Kami semua berdesak-
desakan untuk segera naik kapal tanpa peduli siapa-siapa lagi! Suasana saat itu sangat kalut, semua
bingung dan berteriak-teriak: cepat… Cepat! Waktu naik di tangga kapal beta pegang tangan anak beta
erat-erat jangan sampai lepas sambil terus teriak padanya: ayo cepat naik, cepat!... cepat! Dia diam saja!
Diam saja! Karena dia diam saja beta tengok dia! Ya ampun, Tuhan! Ternyata anak beta sudah tidak
ada. Tinggal tangannya! Oh, Tuhan… ampun…! Ampun…! Ampun…! Rintihnya dengan deraian airmata.
( Sumber: Majalah Hidup no 35 tahun ke 56 , 1 September 2002 )

Mawar Putih Si Pahlawan yang Terhanyut di Lautan

Masih lekat dengan ingatan para pengungsi, Senin 26 Juni 2000. KM Cahaya Bahari berangkat dari Kota
Tobelo, Halmahera menuju kota Bitung, Sulawesi Utara. Mereka berangkat dengan muatan yang cukup
sarat, kurang lebih 500-an orang, bahkan diperkirakan jauh lebih banyak lagi karena mereka tidak ingin
terlibat konflik berkepanjangan yang masih berkecamuk di sana. Dari sekian banyak penumpang yang
ingin meloloskan diri dari sang maut itu, 32 orang di antaranya adalah pasien korban pembant