Identitas Pasien
Tn. P.S. / 01197894/ 74 tahun Alamat : Masaran, Sragen Pekerjaan : Tanggal Masuk : 25 Mei 2013 Tanggal Periksa : 25 Mei 2013

KELUHAN UTAMA

Mata kanan merah.

Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan mata kanan merah yang tampak pada bagian yang seharusnya berwarna putih. Keluhan dirasakan sejak empat jam sebelum periksa ke RSUD Dr. Muwardi. Satu hari sebelumnya pasien merasa kelilipan, tetapi mata kanan belum terlihat merah. Selain itu pasien merasa mata kanan kemeng jika daerah sekitar mata ditekan.

Saat ini pasien tidak merasa terganggu dalam penglihatannya.Pasien juga tidak merasakan keluhan lain, seperti mata gatal, nyeri, air mata nerocos dan belekan.

. Pasien belum memberikan pengobatan pada matanya.Anamnesis Namun warna merah pada mata kanannya tersebut membuat pasien merasa khawatir sehingga pasien memeriksakan diri ke rumah sakit. Riwayat benturan pada mata maupun terkena zat kimia disangkal oleh pasien.

rutin minum obat Riwayat Asma / Alergi : Disangkal Riwayat Operasi Mata : Disangkal Riwayat Sakit Serupa : Disangkal .Riwayat Sakit Gula : Disangkal Riwayat Hipertensi : (+) sejak 3 tahun yang lalu.

Riwayat Sakit Gula : Disangkal Riwayat Asma / Alergi : Disangkal Riwayat Hipertensi : Disangkal .

Kesimpulan Anamnesis OD • Proses: Perdarahan spontan • Lokalisasi: Konjungtiva. subkonjungtiva • Sebab: Idiopatik • Perjalanan: Akut • Komplikasi: Belum ditemukan OS - .

Pemeriksaan Fisik Kesan Umum • Keadaan umum baik. 7 ⁰C . gizi kesan cukup • PEMERIKSAAN SUBYEKTIF • Vital Sign: Tekanan Darah Nadi Respiration Rate Suhu : 200/140 mmHg : 72 x/menit : 22 x/menit : 36. compos mentis.

  Visus sentralis jauh  OD 6/10   OS 6/7 Pemeriksaan Obyektif 1. warna b. kulit d. kelainan bentuk 2. kelainan warna e. tanda radang b. Sekitar mata a. parut d. tumbuhnya c. luka c. gerakan OD Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Hitam Normal Sawo matang Dalam batas normal OS Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Hitam Normal Sawo matang Dalam batas normal . Supercilia a.

exophtalmus e. mikroftalmus b. strabismus c. heteroforia b. pseudostrabismus d. makroftalmus c. enophtalmus 4. atrofi bulbi Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada . Ukuran bola mata a. ptisis bulbi d. Pasangan bola mata dalam orbita a.Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Obyektif 3.

temporal b.Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Obyektif 5. temporal inferior d.) hiperemi Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak terhambat Tidak ada Tidak ada Tidakada Tidak ada .) edema 2. nasal inferior 6. nasal e. Gerakan bola mata a. nasal superior f. Kelopak mata a. temporal superior c. pasangannya 1.

kulit 1.) ankiloblefaron 3.) lebar 2.) blefarofimosis d.) blefaroptosis 4.) tanda radang Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak tertinggal Tidak tertinggal 10 mm Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak tertinggal Tidak tertinggal 10 mm Tidak ada Tidak ada Tidak ada . gerakannya 1. rima 1.) blefarospasme b.) menutup c.) membuka 2.Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Obyektif 3.

) blepharochalasis Sawo matang Tidak ada Tidak ada Sawo matang Tidak ada Tidak ada e.) ekteropion 3.) bulu mata 7.) warna 3.) enteropion 2.Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Obyektif 2. tulang margo tarsalis Tidak ada Tidak ada Tidak ada kelainan Tidak ada Tidak ada Tidak ada kelainan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Dalam batas normal Dalam batas normal .) epiblepharon 4.) koloboma 4. sekitar glandula lakrimalis a. benjolan c. tepi kelopak mata 1. tanda radang b.

) sekret 4. Tekanan intraocular a. palpasi b. konjungtiva palpebra superior 1.) sikatrik 5).) edema 2. tonometri schiotz 10. Konjungtiva a. Sekitar saccus lakrimalis a.Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Obyektif 8.) hiperemi 3. tanda radang b. cobble stone Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidakada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidakada Kesan normal Tidak dilakukan Kesan normal Tidak dilakukan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada . benjolan 9.

) hiperemi 3.) sekret 4. konjungtiva bulbi 1.) pinguekula Tidak ada (+) injeksi konjungtiva Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidakada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada .) edema 2.) hiperemis 3.) edema 2.) hiperemi 3. konjungtiva palpebra inferior 1.) sekret 4.) edema 2.) sikatrik c.) pterigium 5.b. konjungtiva fornix 1.) benjolan d.) sekret 4.

warna merah muda. perdarahan subkonjungtiva (+). Sclera a. ukuran b. mengkilap .) Hematom f.) Oedem 2. Subkonjungtiva 1.) Hiperemis tidakada (+). dari limbus ke temporal tidakada tidakada 3. penonjolan 12. caruncula dan plika semilunaris 1. tanda radang c.) edema 2. permukaan tidakada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Putih Tidak ada Tidak ada 12 mm Jernih Rata.) hiperemis 3. warna b. mengkilap Tidak ada Tidak ada Tidak ada Putih Tidak ada Tidak ada 12 mm Jernih Rata.e. limbus c.) sikatrik 11. Kornea a.

d. Pupil a. sinekia posterior 15. bentuk Tidak dilakukan Regular Tidak dilakukan Ada Jernih Normal Cokelat Tampak lempengan Tidak dilakukan Regular Tidak dilakukan Ada Jernih Normal Cokelat Tampak lempengan c. warna b. sinekia anterior d. keratoskop ( placido ) f. Kamera okuli anterior a. sensibilitas e. bentuk c. ukuran b. Iris a. letak Tidak ada Tidak ada 3 mm Bulat Sentral Tidak ada Tidak ada 3 mm Bulat Sentral . arcus senilis 13. fluorecsin tes g. kejernihan b. kedalaman 14.

Corpus vitreum a. kejernihan c. letak e. Kejernihan b. shadow test 17. tepi pupil 16. Reflek fundus Positif Tidak ada kelainan Ada Sedikit keruh Sentral Negatif Tidak dilakukan Tidakdilakukan Positif Tidak ada kelainan Ada Sedikit keruh Sentral Negatif Tidak dilakukan Tidakdilakukan . Lensa a.d. reaksi cahaya langsung e. ada/tidak b.

KESIMPULAN PEMERIKSAAN OD Visus sentralis jauh Sekitar mata Supercilium Pasangan bola mata dalam orbita Ukuran bola mata 6/10 Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal OS 6/7 Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Gerakan bola mata Kelopak mata Sekitar saccus lakrimalis Sekitar glandula lakrimalis Tekanan intarokular Konjungtiva palpebra Konjungtiva bulbi Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal hiperemis (+) Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalambatas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Subkonjungtivabulbi Konjungtiva fornix hiperemis (+). hematom (+) Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal .

sentral sedikit keruh Tidak dilakukan . bulat.KESIMPULAN PEMERIKSAAN OD OS Kornea Camera okuli anterior Iris Pupil Lensa Corpus vitreum Dalam batas normal Kesan normal Bulat. warna coklat Diameter 3 mm. bulat. sentral sedikit keruh Tidak dilakukan Dalam batas normal Kesan normal Bulat. warna coklat Diameter 3 mm.

DIAGNOSIS BANDING HEMATOM SUBKONJUNGTIVA EPISKLERITIS SKLERITIS .

DIAGNOSIS OD HEMATOM SUBKONJUNGTIVA .

15 mg 1-0-1 Furosemid 40 mg 1x1 Diltiazem 30 mg 3x1 .TERAPI Gentamycin Eye Drop 6 dd gtt II Terapi dari bagian Interna: Clonidin 0.

PLANNING Funduskopi Pengukuran TIO .

Ad kosmetikum OD Bonam Bonam Bonam Bonam OS - . Ad sanam 4. Ad fungsionam 3. Ad vitam 2.PROGNOSIS Hematom Subkonjungtiva 1.

TINJAUAN PUSTAKA .

ANATOMI DAN FISIOLOGI KONJUNGTIVA .

Konjungtiva adalah membran yang tipis dan transparan yang melapisi permukaan posterior kelopak mata (konjungtiva palpebralis) dan permukaan anterior sklera (konjungtiva bulbaris). Arteri konjungtiva berasal dari arteri cilliaris anterior dan arteria palpebralis. . Saraf ini memiliki serabut nyeri yang relatif sedikit. Konjungtiva menerima persarafan dari percabangan oftalmik pertama nervus V.

.

FUNGSI KONJUNGTIVA memproduksi air mata menyediakan kebutuhan oksigen ke kornea ketika mata sedang terbuka melindungi mata dengan mekanisme pertahanan nonspesifik dan spesifik. .

HEMATOM SUBKONJUNGTIVA .

ETIOLOGI Hipertensi Arteriosklerosis Konjungtivitis hemoragik Anemia Pemakaian antikoagulan Batuk dan bersin Trauma .

. Yang sering dikeluhkan adalah mata terasa mengganjal.GEJALA Pasien umumnya tidak merasakan nyeri saat terjadi perdarahan.

DIAGNOSIS BANDING EPISKLERITIS SKLERITIS KONJUNGTIVITIS TRAUMA MATA .

alergik. atau bagian dari infeksi. rasa sakit yang ringan.EPISKLERITIS Merupakan suatu reaksi toksik. Bila ditekan akan terasa nyeri . Gambaran episkleritis berupa tonjolan setempat dengan batas tegas dan warna merah ungu di bawah konjungtiva. dengan konjungtiva yang kemotik. mengganjal. Keluhan pasien berupa mata terasa kering. Umumnya terjadi unilateral.

.

pasca herpes. dengan penglihatan menurun. . sifilis. dahi. gout. Pasien akan merasakan nyeri yang berat menjalar ke alis. Skleritis biasanya terjadi bilateral. Biasanya disertai peradangan daerah sekitarnya seperti uveitis aatau keratitis sklerotikan. dan pasca bedah. hipertensi. fotofobi.SKLERITIS Biasanya disebabkan kelainan atau penyakit sistemik seperti penyakit jaringan ikat. tuberkulosis. mata berair. dan dagu.

.

. membran. alergi. dan molluscum contagiosum. pseudoptosis akibat kelopak mata yang membengkak. lakrimasi. Gambaran klinisnya berupa hiperemi konjungtiva bulbi (injeksi konjungtiva).KONJUNGTIVITIS Konjungtivitis dapat terjadi akut dan kronis. disebabkan oleh bakteri. eksudat dengan sekret yang lebih nyaa di pagi hari. mata terasa seperti ada benda asing. virus.

.

TRAUMA TUMPUL DIKLASIFIKASIKAN MENJADI DUA. YAITU KONKUSIO DAN KONTUSIO .

Pupil midriasis Iridosialisa • • • .TRAUMA TUMPUL DAPAT MENYEBABKAN: • • • • • • Perdarahan di palpebra Emfisema palpebra Luka laserasi di plapebra Hiperemikonjungtiva dan perdarahan subkonjungtiva Edema kornea Lipatan-lipatan pada membran descement atau Bowman Perdarahan di bilik mata depan.

gangguan gerakan mata • Atrofi saraf optik .TRAUMA TUMPUL DAPAT MENYEBABKAN: • • • • • • • • • Subluksasi atau luksasi lensa Perdarahan badan kaca Edema dan ruptur retina Perdarahan retina Robekan sklera Eksoftalmus Enoftalmus Glaukoma sekunder Lagoftalmus. ptosis.

EPISKLERITIS DAN SKLERITIS .PERBEDAAN HEMATOM SUBKONJUNGTIVA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful