PENJABARAN KKNI KE DALAM PROFESI SANITARIAN ATAU AHLI KESEHATAN LINGKUNGAN

Disampaikan pada Seminar Nasional Kesehatan Lingkungan Institusi Pendidikan Kesehatan Lingkungan Jakarta
Jakarta, Juni 2012
1

Bekerja

= 112.80 jt (93,68%)
= 41.20jt (36,52%) = 14.21jt (12.60%) = 6.10 jt ( 5.41%) = 24.02 jt (21,29%) = 5,20 jt ( 4.61%) = 2,78 jt ( 2,47 %) = 17,37 jt ( 15,40%) = 1.92jt (1.70%) (49,21%) (17,99%) (15,25%) ( 8,36%) ( 2,77%) ( 6,43%)

Angkatan Kerja = 120,41 jt (67,22%)

Pertanian Industri Konstruksi Perdagangan Trans, Pergudang, Kom Keuangan Jasa Kemasyarakatan Lainnya ≤ SD SLTP SLTA SMK Diploma Sarjana

= 55.51jt = 20.29 jt = 17.20 jt = 9,43 jt = 3.12 jt = 7.25 jt

Penganggur = 7,61 jt (6,32 %)
≤ SD SLTP SLTA SMK Diploma Universitas = = = = = = 2.13 jt 1.72 jt 1,98 jt 0,99 jt 0,25 jt 0,54 jt (27,99%) (22,60%) (26,01%) (13,01%) ( 3,29%) 2 ( 7,10%)

Sumber: Berita resmi Statistik BPS (Mei 2012)

GLOBALISASI • Keterbukaan
• Persaingan

ANCAMAN

PELUANG

SDM KOMPETEN & PROFESIONAL SISTEM STANDARISASI & SERTIFIKASI PROFESI SISTEM DIKLAT PROFESI BERBASIS KOMPETENSI
3

ARAH DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KOMPETENSI TENAGA KERJA
 Memasuki persaingan pasar bebas, kebutuhan akan adanya tenaga kerja berkualitas menjadi amat penting.  Indonesia sebagai negara yang turut serta melibatkan diri ( dalam kerangka WTO, GATS, AFTA dan AFAS) harus dapat menyiapkan tenaga kerja berkualitas, agar mampu bersaing di pasar bebas.
4 4

serta kompetensinya 5 5 . Dahulu perusahaan outomotif melakukan seluruh proses produksi (pembuatan komponen sampai distribusi penjualan) Sekarang: perusahaan melakukan outsourcing untuk sebagian komponennya. Perusahaan melakukan sub-contracting sebagian pekerjaan    Implikasi: semua perusahaan yang terlibat dalam suatu rantai produksi akan mengikuti standar industri yang ketat Menuntut keahlian dan kualitas. kedepan jumlah perusahaan yang berpartisipasi semakin banyak Contoh industri outomotif.Antisipasi untuk Peningkatan SDM  Sangat tergantung bagaimana strategi lembaga Diklat dan perusahaan-industri dalam mengantisipasi trend global  Trend yang terjadi adalah evolusi yang dipercepat menuju struktur organisasi yang datar (flat organizational structure)   Kegiatan outsourcing menjadi penting Dahulu satu matai rantai produksi (production chain) di dominasi oleh satu perusahaan.

Tantangan Indonesia dalam perekonomian yang semakin terbuka Dapatkah Indonesia membangun sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja untuk menghadapi PASAR BEBAS Tenaga Kerja? 6 6 .

Teknisi dan pekerja lapangan (berketerampilan menengah)  Umumnya tidak disukai oleh para pemuda iii.2 (dua) Masalah Besar Yang Cukup Serius   Kekurangan tenaga ahli dengan keahlian yang kritis di sektor modern Kelebihan tenaga kerja (surplus labor) di sektor tradisional termasuk modern Kekurangan tenaga kerja ber keahlian terdeteksi dari: i. sehingga daerah tertentu kekurangan ii. insinyur. ilmuwan. Kekurangan tenaga profesional di beberapa bidang seperti. dokter (paramedia) agronomis  Pekerja banyak di kota-kota besar.Bidang-bidang yang sangat diperlukan spt. bidang manajemen dan administrasi 7 .

didukung oleh Pertanian. serta jasa-jasa pelayanan  Pengembangan IPTEK diarahkan untuk mendukung daya saing  Kebijakan pasar kerja diarahkan untuk terciptanya pasar kerja yang fleksibel.Arah Pembangunan Kedepan RPJP 2025  Sektor industri sebagai motor penggerak. penyelesaian industrial yang memuaskan 8 8 . kesehatan kerja yang memadai. kelautan. Pertambangan. hubungan industrial yang harmonis.

Program untuk Memenuhi Kebutuhan Jangka Pendek/Menengah  Bentuk-bentuk pekerjaaan menuntut standar tinggi (sesuai kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat. dunia usaha)   Perlu standar kompetensi tenaga kerja yang berlaku secara nasional (adanya pengakuan) Perlu aturan main (acuan) tentang: (a) Pemberlakuan (b) Pengakuan (c) Harmonisasi standarnya Meningkatkan mutu barang dan jasa  Jangka Panjang  Terkait dengan Global Workplace   Standar kompetensi Internasional sudah menjadi Kerangka kualifikasi bidang pendidikan dan keharusan pelatihan 9 9 .

Pengembangan Program Pelatihan  Mempetimbangkan kemajuan IPTEK yang terus berubah (Siklus teknologi berubah semakin cepat)  Menuntut penyempurnaan dan peningkatan pelatihan  Keterampilan yang menangani penerapan teknologi harus disesuaikan  Bentuk-bentuk pekerjaan semakin menuntut standar yang tinggi sesuai kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat  Perlu standar kompetensi nasional untuk meningkatkan mutu produksi (bahkan standar internasional): 10 .

Tantangan dalam Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan  Pihak penyedia tenaga terampil kurang dapat membaca kebutuhan pasar kerja  Pendidikan dan pelatihan banyak mengejar target sertifikat formal  Penyelenggaraan pelatihan menghadapi kendala struktural (relevansi pelatihan dengan pasar kerja masih lemah)  Terjadi “over produksi” untuk sebagian besar jenis pelatihan  Lemahnya relevansi dan kurang sesuainya kualitas pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja dan persyaratan kerja rendahnya daya serap lulusannya di pasar kerja Dampak terhadap produktivitas secara parsial dan peningkatan pendapatan pekerja juga kurang optimal (terjadi pemborosan sumber daya pelatihan) 11 .

PENGEMBANGAN SDM BERBASIS KOMPETENSI TENAGA KERJA KKNI SKKNI proses Framework Nasional Jaminan kualitas LDP DIKLAT PROFESI (CBT) SERTIFIKASI KOMPETENSI BNSP / LSP 12 .

KKNI SKKNI D U/D I PROGRAM PELATIHAN  Berbasis Kompetensi  Berbasis Permintaan  Berbasis Level  Pemagangan /OJT TENAGA KERJA EMPLOYED – JOB SEEKER • • • • Fasilitas Instruktur Biaya Manajemen Mutu LEMBAGA PELATIHAN LEMBAGA KOORDINASI PELATIHAN 13 .

PERATURAN PRESIDEN NO. 8 TAHUN 2012 TENTANG KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI) Tanggal : 17 Januari 2012 14 .

dimulai dari Kualifikasi I sebagai kualifikasi terendah dan Kualifikasi IX sebagai kualifikasi tertinggi 15 .9 8 7 6 5 4 3 2 1 • Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor • Jenjang kualifikasi adalah tingkatan capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional. disusun berdasarkan ukuran pencapaian proses pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal. nonformal. yang selanjutnya disingkat KKNI. atau pengalaman kerja • KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional dan pelatihan yang dimiliki negara Indonesia • KKNI terdiri dari 9 (sembilan) jenjang kualifikasi. adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan. informal.

pekerja.Kerangka Kualifikasi  Memberikan pengakuan secara nasional atas hasil pendidikan lanjutan  Mendukung fleksibilitas perpindahan dari sektor pendidikan ke pelatihan dan antara kedua sektor tersebut di pasar kerja  Mengefisiensikan requirement para provider. perorangan. pemberi kerja. dan organisasi terkait  Menawarkan fleksibilitas terhadap beragamnya tujuan pendidikan dan pelatihan  Mendorong pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang lebih bermutu melalui kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja  Meningkatkan pengakuan nasional dan internasional akan kualifikasi yang ditawarkan di suatu negara 16 .

Respons dari Bidang Pendidikan dan Tenaga Kerja KKNI 9 DEPDIKNAS DIKTI (2007) 8 7 DEPNAKER TRANS DIKDASMENUM 6 5 4 3 2 1 FORMAL & NON FORMAL (2003) KOMPETENSI DI INDUSTRI (PROFIL 2020) 2003 17 .

in formal. dan pengalaman kerja. non formal. .KKNI berdiri sendiri dan merupakan jembatan antara SDM berkualifikasi (QUALIFIED PERSON) pada KKNI dengan SDM bersertifikasi (CERTIFIED PERSON) yang dihasilkan oleh sistem pendidikan formal.

KARAKTERISTIK KUALIFIKASI KOMPETENSI JENJANG KUALIFIKASI 9 STRATEGIKAL KANDUNGAN UNSUR KOMPETENSI EDUCATIONAL KANDUNGAN UNSUR KOMPETENSI OCCUPATIONAL 8 7 6 KOGNITIF K MANAJERIAL 5 4 3 2 1 19 SUPERVISIONAL PSIKO MOTORIK TEKNIKAL .

KKNI SEBAGAI PENJURU LINK & MATCH 9 KKNI KLT 8 7 9 6 5 4 3 2 1 KLT KLT KLT KLT KLT KLT KLT KLT 8 7 6 5 C B A 4 3 2 1 .

S3 S2 Subspesialis Spesialis Profesi 9 8 AHLI 7 6 5 TEKNISI/ANALIS S1 D IV D III D II DI 4 3 2 1 21 Sekolah Menengah Umum Sekolah Menegah Kejuruan OPERATOR .

Depdiknas Jalur Akademik Jalur Profesi KKNI Depnakertrans Sertifikat Kompetensi Kerja 9 8 7 6 FORMAL DR M Jalur Vokasi Sp – SSp dr – drg Apt – Ars – Ak 7 6 5 4 3 2 S-1 D-4 D-3 5 4 3 2 1 NON FORMAL/ INFORMAL D-2 D-1 SMA SMK 1 22 .

Notariat. Arsitek.PENDIDIKAN FORMAL & NON FORMAL DEPDIKNAS Pendidikan Formal Pendidikan Nonformal • Akademik (Menengah – Tinggi): SMA – S1 – S2 – S3 • Vokasi : (Menengah – Tinggi) SMK – D2 – D3 – D4 • Profesi : – Dokter/Dokter Gigi – Spesialis – SuperSpesialis – Akuntan. Apoteker. dll. • • • • Paket A – B – C Home Schooling Kursus Ketrampilan ------ IJAZAH .

PENDIDIKAN NON FORMAL OLEH DEPNAKERTRANS Peserta Pelatihan/Uji Kompetensi BNSP Asosiasi User Penyelenggara Pelatihan (Training Center) LSP Asosiasi Profesi Lembaga Uji Kompetensi (Competence Assessment ) SERTIFIKAT .

Vokasi. Profesi KKNI 1 Pelatihan Ketrampilan 2 4 5 6 7 8 9 Sertifikasi oleh Lembg Sert Profesi Pelatihan Keahlian 3 PELATIHAN .Pendidikan kejuruan SERTIFIKASI KUALIFIKASI oleh Lemb QA Terakreditasi PENDIDIKAN PENDIDIKAN TINGGI Akdemik.

standar proses dan standar ouput Saat ini dilakukan oleh BAN : PT dan S/M ditingkat nasional dan Sistem Penjaminan Mutu PT (SPMPT) atau Sekolah di tingkat institusi Capaian pembelajaran sebagai salah satu standar output dinyatakan dalam ijazah Depnakertrans • Sistem penjaminan mutu bertujuan untuk menjamin penyekenggaraan pelatihan dan uji kompetensi memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh stakeholders (users. materi. Standar mutu meliputi standar input. metode. peralatan penunjang dan fasilitas lainnya. Penjaminan mutu penyelenggaraan pelatihan dan uji kompetensi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Capaian pelatihan diukur dengan uji kompetensi dan dinyatakan dalam sertifikat kompetensi • • • • • • .Sistem Penjaminan Mutu Depdiknas • Sistem penjaminan mutu nasional bertujuan untuk menjamin penyelenggaraan pendidikan dilakukan sesuai standar mutu yang ditetapkan secara nasional. asosiasi profesi) Standar mutu pelatihan meliputi standar mutu SDM.

DR M S-1 SMA D-1 D-4 D-2 D-3 SMK Sp – SSp dr – drg Apt – Ars – Ak Jalur Profesi Jalur Akademik Jalur Vokasi SPMS SPMPT Badan Penjaminan Mutu KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA 1 2 3 4 5 7 6 Sertifikat Kompetensi Kerja .

Badan Penjaminan Mutu GABUNGAN –untuk masa transisi KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA DR M Sp – SSp dr – drg Apt – Ars – Ak SPMPT S-1 D-4 D-3 D-2 D-1 Jalur Profesi SMA Jalur Akademik SPMS SMK Jalur Vokasi Sertifikat Kompetensi Kerja 7 6 5 4 3 2 1 .

c. URAIAN Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. e. 1 Memiliki pengetahuan faktual. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas. b. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia. Mampu melaksanakan tugas sederhana. serta di bawah bimbingan. dan proses yang telah ditetapkan. kepercayaan. Menghargai keanekaragaman budaya. Deskripsi umum d. 29 . pengawasan. dan agama serta pendapat/temuan original orang lain. dengan menggunakan alat. f. Bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri dan tidak bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Memiliki moral. pandangan. aturan. dan tanggung jawab atasannya. etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya. bersifat rutin.Deskripsi Jenjang Kualifikasi KKNI JENJANG KUALIFIKASI a. terbatas.

serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur. Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi dalam lingkup kerjanya. 2 Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik. 3 Memiliki pengetahuan operasional yang lengkap. berdasarkan sejumlah pilihan prosedur kerja. dan prosedur kerja yang lazim dilakukan.JENJANG KUALIFIKASI URAIAN Mampu melaksanakan satu tugas spesifik. 30 . serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain. prinsip-prinsip serta konsep umum yang terkait dengan fakta bidang keahlian tertentu. sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia terhadap masalah yang lazim timbul. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab membimbing orang lain. yang sebagian merupakan hasil kerja sendiri dengan pengawasan tidak langsung. dengan menerjemahkan informasi dan menggunakan alat. dengan menggunakan alat. dan informasi. di bawah pengawasan langsung atasannya. Mampu melaksanakan serangkaian tugas spesifik. sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah yang lazim dengan metode yang sesuai.

menyusun laporan tertulis dalam lingkup terbatas. memilih metode yang sesuai dari beragam pilihan yang sudah maupun belum baku dengan menganalisis data. serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok. Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi. dan memiliki inisiatif. 4 Menguasai beberapa prinsip dasar bidang keahlian tertentu dan mampu menyelaraskan dengan permasalahan faktual di bidang kerjanya. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain. Mampu mengelola kelompok kerja dan menyusun laporan tertulis secara komprehensif.JENJANG KUALIFIKASI URAIAN Mampu menyelesaikan tugas berlingkup luas dan kasus spesifik dengan menganalisis informasi secara terbatas. serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural. Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas. 5 Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum. memilih metode yang sesuai dari beberapa pilihan yang baku. serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur. 31 .

Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi. 6 7 Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengatahuan. dan/atau seni untuk menghasilkan langkah-langkah pengembangan strategis organisasi. dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok. teknologi. serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural. dan mengevaluasi secara komprehensif kerjanya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan.JENJANG KUALIFIKASI URAIAN Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan. Mampu melakukan riset dan mengambil keputusan strategis dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh atas semua aspek yang berada di bawah tanggung jawab bidang keahliannya. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data. Mampu merencanakan dan mengelola sumberdaya di bawah tanggung jawabnya. dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi. teknologi. 32 . teknologi. dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan monodisipliner .

33 . hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji. dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner. teknologi. serta mampu mendapat pengakuan nasional atau internasional. dan transdisipliner. original. 8 Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan.JENJANG KUALIFIKASI URAIAN Mampu mengembangkan pengetahuan. teknologi. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan. teknologi. multi. di Mampu mengelola. dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia. serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional. teknologi. Mampu mengembangkan pengetahuan. dan/atau seni baru di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset. dan/atau seni dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter. dan teruji. 9 Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan. memimpin. dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset. hingga menghasilkan karya kreatif.

PENDIDIKAN • SERTIFIKASI TENAGA ASING • IJIN KERJA INTERNA• PENGAKUAN SIONAL • IJASAH & SERTIFIKAT NASIONAL OLEH INTERNASIONAL • • • • JENJANG AKREDITASI KUALIFIKASI IJAZAH PERTUKARAN PELAJAR INDUSTRI • • • • SISTEM GAJI JENJANG KARIER STANDAR KOMPETENSI KKNI RPL KEPEGAWAIAN • SISTEM GAJI • JENJANG KARIER • STANDAR KOMPETENSI PELATIHAN • UJI • SERTIFIKASI • STANDAR KOMPETENSI .

Ciri-ciri Profesi Terlatih Memberi jasa utk umum bersertifikat Anggota ogranisasi profesi Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. .

 Berbasis industri atau berbasis perusahaan 36 36 .  Merinci pengetahuan.Bagaimana Menjabarkan KKNI untuk Profesi Sanitarian  Menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk pencapaian kinerja yang efektif di tempat kerja. keahlian dan penerapannya di tingkat industri untuk mencapai kinerja standar suatu pekerjaan  Merinci persyaratan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam profesi sanitariana.

ARTI PENTING KKNI 1. INTEGRASI DAN KORELASI ANTARA JENJANG KARIER DAN JENJANG KUALIFIKASI Belum Ada Sistem Efektif Yang Dapat Dijadikan Acuan Secara Nasional Menegnai Integrasi Dan Korelasi Antara Jenjang Karier Tenaga Kerja Dengan Kualifikasi Yang Dimiliki . PEMBERIAN PENGAKUAN NASIONAL SECARA KONSISTEN TERHADAP LUARAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Alat Pengelompokan Tenaga Kerja Berdasarkan Kompetensinya Pengaturan Sistem Penggajian dan Pola Karier Pegawai Yang Berbasis Kompetensi STRUKTUR DAN HUBUNGAN ANTAR KUALIFIKASI Perumusan Keterkaitan Dengan Kualifikasi Lain Lebih Mudah 2. Secara Vertikal 3.

6. MENDORONG TERCAPAINYA PENGAKUAN NASIONAL DAN INTERNASIONAL TERHADAP SETIAP KUALIFIKASI YANG DIKEMBANGKAN DI INDONESIA . MEMBERI ARAH YANG JELAS KEPADA SETIAP INDIVIDU UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSINYA BAIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN MAUPUN PELATIHAN MENDORONG OPTIMALISASI SUMBER DAYA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN 5.ARTI PENTING KKNI 4.

TERIMA KASIH .

TERIMA KASIH 40 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful