P. 1
Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus

Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus

|Views: 180|Likes:
Published by Tata Suharta

More info:

Published by: Tata Suharta on Aug 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2016

pdf

text

original

Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus POSTED BY ACHMAD SHIDIQ PERMANA CSPD MARET - 02 - UNDEFINED

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak dengan kebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasi dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut dapat berbentuk pertolongan medik, latihan-latihan therapeutic, maupun program pendidikan khusus, yang bertujuan untuk membantu mereka mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat. Dalam rangka mengidentifiksi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan gradasi (tingkat) kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari. Dalam PP Nomor 72 Tahun 1991 Bab XII Pasal 28 Ayat I dinyatakan bahwa : "Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengatasi masalah yang disebabkan oleh kelainan yang disandang, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan ". Dari pernyataan ini tampak jelas bahwa layanan bimbingan memegang peranan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi masa depannya. DI pihak lain, guru sebagai pengelola inti dalam proses belajar mengajar (PBM) mempunyai tugas untuk melaksanakan layanan bimbingan di sekolahnya, terlepas dari ada atau tidak ada petugas khusus yang disiapkan untuk itu. Peran guru sebagai pembimbing semakin diperkokoh posisinya selaku fasilitator dalam mencapai perkembangan siswa secara optimal. Hal ini selaras dengan tugas pokok guru yang tercantum dalam PP Nomor: 84/P/1993 Bab II pasal 3 tentang Tugas - tugas Pokok Guru yaitu: Menyusun program pengajaran, menyajikan program pengajaran, evaluasi belajar, analisis hasil evaluasi belajar, serta menyusun program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya; atau menyusun program bimbingan, melaksanakan program bimbingan, evaluasi pelaksanaan bimbingan, analisis hasil pelaksanaan bimbingan, dan tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Dari uraian di atas, jelas bahwa guru di sekolah dasar khususnya, di samping merupakan petugas inti pengelola peristiwa belajar mengajar dan pemelancar belajar siswa, juga memegang peranan kunci dan menjadi suatu keharusan bagi guru tersebut untuk bertanggung jawab atas pelaksanaan layanan bimbingan khususnya dalam proses pembelajarannya. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan guru di sekolah dasar, tidak dipersiapkan untuk menjadi seorang konselor terlebih konselor bagi anak berkebutuhan khusus

(ABK). Dengan demikian, pengetahuan guru tentang Bimbingan dan konseling relatif sedikit. Demikian pula program yang khusus dirancang bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar belum tersedia, sementara siswa yang dihadapi guru sangat memerlukan layanan bimbingan secara khusus, sehingga setiap kebutuhan siswa dapat terpenuhi. 1.2 Batasan Pembuatan Makalah

1. 2. 3.

Konsep dasar hakikat bimbingan di Sekolah Dasar Konsep dasar karakteristik dan permasalahan anak berkebutuhan khusus Konsep dasar bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus

1.3 Tujuan Pembuatan Makalah 1. Mengetahui konsep dasar hakikat bimbingan di Sekolah Dasar berkebutuhan khusus

2. Mengetahui konsep dasar karakteristik dan permasalahan anak 3.

Mengetahui konsep dasar bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus

4. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Hakikat Bimbingan di Sekolah Dasar 2.1.1 Latar Belakang Konsep belajar tuntas yang dianut kurikulum di Indonesia menuntut agar para siswa dalam setiap pertemuan pembelajaran dapat menguasai unit bahan tertentu secara tuntas sebelum siswa tersebut melanjutkan usahanya untuk mempelajari atau menguasai bahan selanjutnya. Penguasaan terhadap bahan yang kini sedang dipelajarinya akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap usaha dan keberhasilan siswa dalam menguasai bahan berikutnya.

pada setiap saat berhasil dalam kegiatan belajar yang dilakukannya. Arah ini menimbulkan kebutuhan akan . yang akan mewarnai cara berpikir dan perilaku individu. Sekolah-sekolah menampung murid-murid dari berbagai asal-usul dan latar belakang yang berbeda. Yang pasti bahwa mereka. demokratisasi dalam pendidikan dan perluasan program pendidikan. memperhalus. kesempatan kerja berkembang dengan cepat pula. berbeda dari individu lain dalam perkembangannya.Kenyataan menunjukan kepada kita bahwa tidak semua siswa. dan perubahan nilai dalam masyarakat. Latar belakang psikologis berkaitan erat dengan proses perkembangan manusia yang sifatnya unik. Kehidupan sosial budaya suatu masyarakat adalah sistem terbuka yang selalu berinteraksi dengan sistem lain. Sistem pemerintah yang semakin demokratis berdampak positif terhadap seluruh aspek kehidupan. Aliran ini mempunyai keyakinan bahwa masyarakat yang miskin dapat dikembangkan melalui bimbingan pekerjaan. Aliran filsafat ini berpandangan bahwa manusia memiliki potensi untuk dapat di kembangkan seoptimal mungkin. Implikasi dari keagamaan ini ialah bahwa individu memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan mengembangkan diri sesuai dengan keunikan atau potensi masing-masing tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Ketidakberhasilan yang dialami siswa dapat bersumber pada keadaan diri siswa sendiri atau dapat pula bersumber pada faktor uang ada diluar dirinya. Keadaan ini menimbulkan bertumpuknya masalah yang dihadapi seseorang yang terlibat dalam kelompok campuran itu. maupun di kalangan professional. universitas. Kebutuhan akan bimbingan sangat dipengaruhi oleh factor filosofis. sehingga siswa memerlukan bantuan dan pembimbing untuk menyesuaikan minat dan kemampuan mereka terhadap kesempatan dunia kerja yang selalu berubah dan meluas. Latar belakang filosofis berkaitan dengan pandangan tentang hakikat manusia. pergeseran. ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. dan pengangguran dapat dihapuskan. Layanan bimbingan ini lebih-lebih dirasakan kebutuhannya bagi siswa-siswa anak berkebutuhan khusus yang karena kelainannya yang bermacam-macam dapat merupakan salahsatu faktor timbulnya kesulitan belajar di sekolah. baik di sekolah. Dalam keadaan semacam ini pelayanan bimbingan merupakan salah satu cara untuk menanngulangi masalah tersebut. Mereka berpandangan bahwa sekolah adalah tempat yang baik untuk memberikan bimbingan pekerjaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. psikologis. Bimbingan dan konseling membantu individu memelihara. Perluasan program pendidikan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencapai tingkat pendidikan setinggi mungkin sesuai dengan kemampuannya. menginternalisasi. Kesempatan yang sama untuk semua orang telah menjadi kenyataan dalam berbagai bidang. Salah satu aliran filsafat yang berpengaruh besar terhadap timbulnya semangat memberikan bimbingan adalah filsafat humanism.. perguruan tinggi lainnya. dan memaknai nilai sebagai landasan dan arah pengembangan diri. Keterbukaan ini mendorong terjadinya pertumbuhan. social budaya. pabrik-pabrik dan industri. sadar ataupun tidak membutuhkan bimbingan orang lain dalam usaha mengatasi kesulitan yang dihadapinya agar tujuan belajar yang mereka lakukan tercapai secara lebih baik. Dari sisi keunikan dan keragaman individu bimbingan diperlukan untuk membantu setiap individu mencapai perkembangan yang sehat di dalam lingkunganya. Nilai menjadi hal penting dalam perkembangan individu karena nilai menjadi dasar bagi individu dalam proses memilih dan mengambil keputusan.

ketegangan dan prasangka rasial yang didasarkan sentimen keagamaan meningkat. Satu definisi bimbingan yang diangkat disini ialah bahwa “ bimbingan adalah proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal. d. Tujuan bimbingan adalah perkembangan optimal.2 Makna dan Prinsip Umum Bimbingan Banyak ragam definisi yang bisa diangkat tentang bimbingan.” Definisi ini memiliki makna bahwa: a. Serta menilai kemampuan siswa yang bersangkutan. yang ditandai dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan. berani menerima kenyataan diri.Prinsip Umum Bimbingan 1. penggerak dan Pembina moral tidak efektif. Ini berarti bahwa bantuan yang diberikan kepada siswa harus didasarkan kepada pemahaman terhadap kebutuhan dan masalah siswa. b. Individu yang diberi bantuan adalah individu yang sedang berkembang dengan segala keunikannya. Kenakalan remaja meningkat. mungkinkah dia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. memberikan dorongan dan semangat. Tidak ada teknik pemberian bantuan yang berlaku umum bagi semua siswa karena bantuan yang diberikan kepada siswa akan dipahami dan dimaknai secara individual sesuai dengan pengalaman. peranan rumah sebagai penunjang.1. dan masalah siswa.1. Oleh karena itu guru perlu memiliki keterampilan memahami perkembangan. 2. Bimbingan adalah bantuan. Maksudnya adalah mengembangkan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan siswa. kebutuhan. Sebagai suatu proses bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan. menumbuhkan keberanian bertindak bertanggung jawab. dan masalah yang dihadapi siswa. melakukan pilihan dan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri. Bimbingan adalah suatu proses. Bantuan itu diberikan kepada individu. Kondisi tersebut membutuhkan bimbingan yang memadai untuk menanggulanginya. kebutuhan. c. Yaitu dalam memilih kelanjutan sekolah yang paling tepat. mengarahkan diri sesuai dengan kemampuan. Bimbingan diberikan kepada individu yang sedang berada dalam proses berkembang. Maksudnya perkembangan yang sesuai dengan potensi dan system nilai tentangkehidupan yang baik dan benar. 2. mengembangkan kemampuan untuk memperbaiki dan mengubah perilakunya sendiri.bimbingan. terutama mereka yang tinggal di kota-kota industri. berlangsung terus menerus dan bukan kegatan seketika atau kebetulan. moral dan nilai-nilai menjadi kacau tidak menentu. Perkembangan di bidang industri selain berdampak positif. Bantuan dalam bimbingan diberikan dengan mempertimbangkan keragaman dan keunikan individu. Ini berarti bahwa bantuan yang diberikan kepadda siswa harus bertolak dari perkembangan dan kebutuhan . melainkan suatu kondisi dinamik dimana individu mempu mengenal dan memahami diri. kesempatan dan system nilai .3 Prinsip. juga berdampak negatif terhadap kehidupan sosial para remaja. Bimbingan adalah kegiatan yang sistematis dan berencana yang terarah kepada pencapaian tujuan dan bukan kegiatan sewaktu-waktu atau insidential. Perkembangan optimal bukanlah semata-mata pencapaian tingkat kemampuan intelektual yang tinggi.

1. . 3. Pembimbing bertugas untuk membantu siswa memahami system nilai sebagai bagian dari proses pengembangan dirinya. dan menjadikan perkembangan dan kebutuhan siswa tersebut sebagai salah satu dasar bagi penyusunan program bimbingan di sekolah. Pada pasal 25 dalam PP tersebut dikatakan bahwa: (1) Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. antara lain: a. Ini berarti bahwa bantuan di dalam proses bimbingan diarahkan untuk membantu siswa memahami dirinya. 6. 2. Bimbingan dilaksanakan dengan mempedulikan semua segi perkembangan siswa. mental dan social maupun emosional dipandang sebagai satu kesatuan dan saling berkaitan. kecerdasan emosional. Bimbingan diperuntukan bagi semua siswa. b.siswa. 5. Bimbingan adalah bagian terpadu dari proses pendidikan. Ini berarti bahwa pembimbing perlu memahami perkembangan dan kebutuhan siswa secara menyeluruh. disiplin diri. 2. Siswa dengan kecerdasan dan kemampuan tinggi. pemahaman nilai. Adapun target layanan bimbingan. melainkan proses pengembangan seluruh aspek kepribadian siswa. 28/1989. Ini berarti bahwa didalam praktek pendidikan tidak cukup hanya melaksanakan proses pembelajaran yang lebih banyak terpokus kepada membantu siswa menguasai pengetahuan secara intelektuan melainkan juga harus disertai dengan pengembangan aspek lain seperti keterampilan social. mengarahkan diri kepada tujuan yang realistic dan mencapai tujuan yang realistic itu sesuai dengan kemampuan diri dan peluang yang di peroleh. Proses pendidikan bukanlah proses pengembangan aspek intelektual semata. mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Pembimbing tidak emilihkan sesuatu untuk siswa melaikan membantu mengembangkan kemampuan siswa untuk melakukan pilihan. Prinsip ini juga mengandung arti bahwa pemberian bantuan kepada siswa tidak menunggu munculnya massalah pada siswa melainkan diarahkan kepada upaya mencagah munculnya masalah dan mengembangkan kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah sendiri.4 Kedudukan dan Permasalahan Bimbingan di Sekolah Dasar Secara formal kedudukan bimbingan dalam sistem pendidikan di Indonesia telah digariskan dalam UU No. (2) Bimbingan dilakukan oleh guru pembimbing. Ini mengandung makna bahwa setiap siswa memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan sendiri tentang apa yang akan dia lakukan. sikap dan kebiasaan belajar. Ini berarti bahwa dalam bimbingan semua segi perkembangan siswa baik fisik. Bimbingan dimaksudkan untuk membentu siswa merealisasikan dirinya.2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional beseta perangkat Peraturan Pemerintahannya. 4. Bimbingan berdasarkan pada pengakuan atas kemampuan individu untuk menentukan pilihan. Siswa yang mengalami kesulitan belajar. Hal-hal yang berkenaan dengan pendidikan dasar dibicarakan secara khusus dalam PP No.

Temuan lapangan (Sunaryo Kartadinata. Oleh karena itu.c. Sutaryat Trisnamansyah. Bahkan mungkin akan memanggil anak-anak itu ke kantornya untuk membicarakan penyelesaian masalah. social maupun pribadi untuk memasuki proses pendidikan di SLTP. Dalam pendekatan krisis. Pada tingkat Sekolah Dasar bimbingan dapat dikatakan identik “mengajar yang baik” terutama jika guru memainkan peran-peran penting dalam mengembangkan lingkungan kondusif bagi perkembangan siswa. prestasi. maka: Pertama. kelemahan. pribadi. Teknik yang digunakan dalam pendekatan ini adalah teknik-teknik yang secara pasti dapat mengatasi krisis itu. dan social. Keberadaan bimbingan di SD terkait erat dengan sistem pendidikan dasar 9 tahun. Karena perkembangan siswa SD yang bersifat holistik yang menghendaki keterpaduan antara layanan bimbingan dan proses pembelajaran. Siswa dengan perilaku bermasalah. minat. masalah. dan karakteristik perkembangan siswa sebagai segi. yaitu pendekatan (a) krisis. 1995 yang diperjelas kembali oleh Sunaryo Kartadinata (1998: 15) dan Ahman (2005: 11-34) mengemukakan empat pendekatan dapat dirumuskan sebagai pendekatan dalam bimbingan. (b) remedial. kognitif. (c) preventif.5 Pendekatan Perkembangan dalam Bimbingan Myrick dalam Muro&Kotman. Pengakuan formal seperti ini mengandung arti bahwa layanan bimbingan di Sekolah Dasar perlu dilaksanakan secara terprogram dan ditangani oleh orang yang memiliki kemampuan untuk itu. Sehingga SD tidak hanya mengantarkan siswanya untuk tamat belajar. Masalah perkembangan ini memunculkan kebutuhan akan layanan bimbingan di SD ialah tentang keragaman individual siswa amat lebar. pembimbing menunggu munculnya suatu krisis dan dia bertindak membantu seseorang yang menghadapi krisis itu. melainkan harus membantu siswa mengembangkan kesiapan baik dalam segi akademik. guru Sekolah Dasar dikehendaki memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menyelenggarakan layanan bimbingan. kekuatan. Pembimbing yang menggunakan pendekatan ini akan meminta anak itu membicarakan penyelesaian masalah dengan temannya tersebut. . bimbingan membantu siswa dalam memahami dan memasuki kegiatan belajar yang disediakan dalam pengalaman kurikuler itu. 1992.1. Kedua. dkk.segi esensial yang mendasar perencanaan kegiatan kurikuler. Adapun hubungan bimbingan dengan kurikulum antara lain: kurikulum merupakan rancangan pengalaman belajar bagi siswa untuk mempercepat perkembangan intelektualnya. bimbingan merupakan piranti (instrument) untuk memahami rentang kecakapan. Contohnya seorang anak dating mengadu kepada guru sambil menangis karena didorong temannya sehingga tersungkur ke lantai. 1992) menunjukkan bahwa masalah perkembangan siswa Sekolah Dasar menyangkut aspek perkembangan fisik. (d) perkembangan. 2. Kebutuhan akan layanan bimbingan di SD bertolak dari kebutuhan dan masalah perkembangan siswa. Ini berarti bahwa di Sekolah Dasar guru memegang peran kunci didalam pelaksanaan bimbingan.

Teknik yang dapat dilakukan diantaranya mengajar. antara lain: 1. Pembimbing yang menggunakan pendekatan ini beranjak dari pemahaman tentang keterampilan dan pemahaman khusus yang dibutuhkan siswa untuk mencapai keberhasilan di sekolah dan dalam kehidupan. melatih. 3. Berbagai strategi bias dilakukan seperti mengajarkan kepada siswa keterampilan tertentu misalnya keterampilan berdamai sehingga siswa tadi memiliki keterampilan untuk mengatasi masalah hubungan antar pribadi. Layanan dasar bimbingan adalah layanan umum yang diperuntukkan bagi semua siswa. kenakalan. mengajari dan menyediakan pengalaman belajar bagi anak itu yang dapat mengembangkan keterampilan hubungan antarpribadi yang diperlukan untuk melakukan interaksi yang efektif dengan orang lain. merokok. Pendekatan ini memberikan perhatian kepada tahap-tahap perkembangan siswa. Ada empat komponen program dalam bimbingan perkembangan yaitu: 1. Pendekatan preventif mencoba mengantisipasi masalah-masalah generic dan mencegah terjadinya masalah itu. dan pribadi. Layanan responsive adalah layanan yang diarahkan untuk membantu siswa mengatasi masalah yang dihadapi pada saat itu. Interaksi yang sehat merupakan iklim lingkungan perkembangan sebagai pendukung sistem pelaksanaan bimbingan di sekolah. guru yang menggunakan pendekatan ini. Pendekatan perkembangan bertolak dari pemikiran bahwa perkembangan yang sehat akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antarsiswa dengan lingkungannya. Layanan perencanaan individual adalah layanan yang dimaksudkan untuk membantu siswa mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pendidikan. tutorial. Pendekatan perkembangan merupakan pendekatan yang lebih mutakhir dan lebih proaktif dibandingkan tiga pendekatan sebelumnya. Masalah-masalah yang dimaksud seperti putus sekolah. Model ini didasarkan pada pemikiran bahwa bila guru dapat mendidik siswanya untuk menyadari bahaya dari berbagai kegiatan dan menguasai metode untuk menghindari terjadinya masalah itu maka pembimbing akan dapat mencegah siswa dari perbuatan yang membahayakan tersebut. Dari contoh diatas. Tujuannya adalah menghindarkan terjadinya krisis yang mungkin terjadi. Oleh karena itu. dan minat serta membantu siswa mempelajari keterampilan hidup (Robert Myrick. 2. keterampilan dan pengalaman belajar yang menjadi kebutuhan siswa akan dirumuskan ke dalam suatu kurikulum bimbingan atau dirumuskan sebagai layanan dasar umum. berkelahi. guru akan mengajarkan sikap toleran dan memahami orang lain sehingga dapat mencegah munculnya perilaku agresif tanpa menunggu munculnya krisis terlebih dahulu. 2. dan sejenisnya yang secara potensial masalah itu dapat terjadi pada siswa secara umum. karir. Perkembangan adalah tujuan bimbingan. Hal ini membawa dua implikasi pokok bagi pelaksanaan bimbingan di Sekolah. bermain peran. kebutuhan. 1989). Dari contoh diatas. . menukar informasi. Teknik yang dapat digunakan diantaranya mengajar dan memberikan informasi. dan konseling. akan menangani anak sejak tahun-tahun pertama masuk sekolah.Dalam pendekatan remedial. guru akan memfokuskan bantuannya kepada upaya menyembuhkan atau memperbaiki kelemahan-kelemahan yang tampak.

remedial. yang meliputi as-pek pribadi. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). dan spiritual). sosial. Dalam pelaksanaannya. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling).2. Oleh karena itu. baik menyangkut aspek pribadi. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/ Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. System pendidikan seperti inilah yang disebut dengan pendidikan inklusif. Istilah yang digunakan di Indonesia saat ini adalah anak berkebutuhan khusus sebagai terjemahan dari istilah ”Children with Special needs”. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. pengembangan potensi. dan pengentasan masalah-masalah konseli. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para konseli agar dapat mengem-bangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai konseli. dan terpusat pada konselor. guru-guru. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. 2.1Konsep Dasar Anak Berkebutuhan Khusus Secara historis istilah untuk menyebutkan anak berkebutuhan khusus (ABK) mengalami perubahan beberapa kali sesuai paradigma yang diyakini pada saat itu. Atas dasar itu. klinis. anak tuna. maupun karir. Perubahan yang dimaksud dimulai dari anak cacat. semua anak luar biasa baik yang berat maupun yang ringan harus dididik bersama-sama dengan anak-anak pada umumnya di tempat yang sama. Komponen pendukung sistem adalah komponen yangberkaitan dengan aspek menejerial. Istilah ini muncul sebagai akibat adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap anak luar biasa (Exceptional Children). yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. dan pihak-pihak ter-kait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). sosial. Klirk (1986:5) mengemukakan bahwa kekeliruan orang dalam memahami anak-anak ini akan berdampak kepada bagaimana ia melakukan pendidikan bagi mereka. atau terkait dengan pengembangan pribadi konseli sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. Dalam system pendidikan seperti ini digunakan istilah anak berkebutuhan khusus untuk menggantikan istilah anak luar biasa yang mengandung makna . Pandangan ini baru meyakini bahwa semua anak luar biasa mempunyai hak yang sama dengan manusia pada umumnya. belajar.2 Karakteristik dan Permasalahan Anak Berkebutuhan Khusus 2. Di Indonesia penggunaan istilah tersebut baru diundangkan secara khusus pada tahun 1950 melalui Undang Undang Nomor 4. dan karir. belajar. anak luar biasa atau anak berlainan sampai anak berkebutuhan khusus.4. kemudian disusul dengan Undang Undang Nomor 12 tahun 1954. orang tua konseli. psikis. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). sosial. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. anak berkekurangan. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi konseli. dan staf administrasi). Dengan perkataan lain anak-anak luar biasa tidak boleh ditolak untuk belajar di sekolah umum yang mereka inginkan.

3. diantaranya sebagai berikut: 1. Dalam konteks pendidikan seorang anak dikatakan tunanetra jika dikatakan memiliki karakteristik yang khas. pada umumnya mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. social. Hal ini tergantung tingkat intensitas kelainannya dan derajat kedalaman pengalaman yang diberikan kepadanya. stabilitas emosi. meskipun terbantu dengan kemampuan-kemampuan lainnya. namun pada dasarnya mereka juga memiliki karakteristik yang relative sama diantaranya dalam hal perkembangan intelektual.2.2 Karakateristik Umum Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus yang dimaksud di sini adalah anak yang mengalami penyimpangan sedimikian rupa dari anak normal baik dalam karakteristik mental. 2. wawasan dan mengendalikan diri. mudah mengalami frustasi dsb. mengalami hambatan terutama bagi mereka yang mempunyai kelainan cukup berat. Dari stabilitas emosi. Anak tunanetra tidak mengharapkan simpati oranglain tetapi diharapkan sebagaimana orang lain dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri agar dapat mandiri di kemudian hari. emosi. sehingga memerlukan pelayanan khusus dalam pendidikannya untuk dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin.3 Karakteristik dan Permasalahan Anak Tunanetra Anak tunanetra adalah anak mengalami penyimpangan atau kelalinan indra penglihatan baik kelainan itu bersifat berat maupun ringan.2. Meskipun anak berkebutuhan khusus itu berdiferensiasi. misalnya: merasa rendah diri. dan komunikasi. konflik diri dsb. rata-rata semua jenis anak berkebutuhan khusus terhambat bahkan ada yang terhambat sekali.bahwa setiap anak mempunyai kebutuhan khusus baik yang permanen maupun yang tidak permanen. 2. gangguan pendengaran dapat diatasi dengan penglihatan dsb. nampak pada umumnya emosi kurang stabil. ataupun kombinasi dari hal-hal tersebut sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus supaya dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Dari segi komunikasi. Hal ini muncul diduga karena keterbatasannya di dalam gerak. tersinggung. Dia tidak mampu mengamati bagaimana orang lain melakukan sesuatu. misalnya yang mengalami gangguan penglihatan dapat diatasi dengan pendengaran atau perabaan. Kesulitan menyesuaikan diri dapat terjadi karena adanya rasa rendah diri yang disebabkan adanya kelainan ataupun keterbatasan dalam kesanggupan menyesuaikan diri. 2. meskipun di balik itu mengalami kemudahan dalam menyesuaikan dengan sesama anak berkebutuhan khusus yang sama kelainannya. hidupnya tidak terarah dan tidak bermakna. sosialisasi. . Dalam segi perkembangan intelektual. fisik. Pada umumnya memiliki kepribadian yang relative berbeda dengan anak awas. mudah putus asa. Dalam segi sosialisasi.

9. 2. Pada akhir pendidikan masalah yang sering dihadapi adalah memilih suatu studi lanjutan. Terdapat perbedaan yang cukup besar dalam motivasi untuk sukses dengan anak normal. 10. Karena keterbatasannya dalam mengahadapi rangsangan visual dia sering berprasangka atau curiga kepada orang lain. mata pelajaran baru. mendapat pembimbing yang cocok. Masalah tersebut sekurang-kurangnya dapat digolongkan sebagai berikut: 1. Kemampuan orientasi ruang dan mobilitas sangat terbatas. 6. kesulitan dalam memilih metode belajar mengajar yang tepat. keterbatasan perabaan-pendengaran dan ingatan serta sarana yang diperlukan dalam proses KBM yang terbatas. 8. Pada umumnya memiliki ketergantungan yang berlebihan kepada oranglain. Dalam proses pendidikan sering dijumpai masalah diantaranya: mencari teman belajar yang cocok. kesulitan dalam hal menulis dan membaca. dsb. 5. memilih kegiatan ekstrakulikuler yang sesuai dengan bakat. Fungsi kognisinya kurang dapat berkembang sesuai dengan semestinya karena informasi yang dapat diterima terbatas. mendapatkan pembaca yang cocok. 7. Pada umumnya memiliki perbedaan yang cukup tajam dalam menanggapi dan mereaksi lingkungan. Pada umumnya memiliki perasaan mudah tersinggung karena disamping terbatasnya menerima rangsangan visual juga peranan indranya kurang baik. Masalah pendidikan Masalah yang dihadapi awal masuk sekolah yaitu: menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. teman-teman. . mengunakan buku-buku. 11. merencanakan latihan-latihan keterampilan atau jenis pekerjaan tertentu setelah menyelesaikan pendidikan dsb. Pada umumnya memiliki kondisi fisik yang kuranga seimbang sehingga dalam geraknya kurang leluasa. Masalah orientasi dan mobilitas serta kebiasaan diri Masalah yang dimaksud adalah masalah yang ada kaitannya dengan kesulitan penguasaan ruang dan kemampuapn gerak serta kebiasaan-kebiasaan hidup yang kurang menguntungkan. sikap berjalan yang kurang seimbang dsb. memilih latihan-latihan kerja tertentu. cara belajar baik sendiri maupun berkelompok.4. Masalah pengajaran Misalnya kesulitan dalam manangakap pelajaran serba verbalistik. Dari karakteristik yang dimilikinya maka muncullah beberapa jenis masalah yang dihadapi individu terutama yang dihadapi oleh murid-murid sekolah. Misalnya kesulitan orientasi lingkungan yang baru. tata tertib dsb. guru-guru dan staff sekolah. 3.

menyendiri. maka penting sekali adanya identifikasi terhadap jenis-jenis keterampilan dan pekerjaan yang ada di masyarakat. . Masalah keterampilan dan pekerjaan Mengingat keterbatasan yang dimiliki anak tunanetra.4. mudah marah dsb. dsb.2. keluarga dan juga dirinya sendiri. Gerakan kaki dan tangannya lincah sebab sering digunakan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya sebagai bahasa lisannya. Gerakan matanya cepat dan beringas. menganyam. Masalah penyesuaian diri Banyak anggapan dengan hilangnya atau kemampuan penglihatan individu maka hilanglah kemampuan seseorang sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap kepribadian anak tunanetra yang dapat berakibat berubahnya konsep dirinya. mudah tersinggung. latihan music. Karena itu waktu luang hendaknya dapat diisi dengan kegiatan yang produktif apakah itu dengan mengarang. juga perlu diketahui kemampuan-kemampuan apa yang dimiliki indvidu yang cocok dengan keterampilan dan pekerjaan yang ada di masyarakat serta usaha-usaha pemilihan latihan-latihan untuk keterampilan dan pekerjaan tertentu. 5. Masalah penggunaan waktu senggang Anak tunanetra yang selalu dirundung kesunyian dan kesepian. Dengan demikian dapat berpengaruh terhadap kehidupan dan dalam menyesuaikan diri kepada keadaan dan tuntutan sekolah. apabila orang ini tidak dijaga dengan baik dapat berakibat kemampuan melihatnya menurun karena selalu digunakan sebagai pengganti alat pendengarannya. Meliputi: Cara berjalannya kaku dan agak membungkuk karena daya keseimbangannya terganggu. 8. Sehingga dapat muncul masalahmasalah ketergantungan dirinya kepada orang lain dan selalu merasa tidak mampu mengatasi kesulitan dirinya sehingga cenderung untuk mengharapkan bantuan pertolongan kepada oranglain. Semuanya itu sudah barang tentu disesuaikan dengan bakat dan minat mereka. sehingga mereka merasa rendah diri terhadapa orang lain karena keterbatasannya itu.4 Karakteristik dan Permasalahan Anak Tunarungu 1. c. bisa saja semua waktu luangnya dipakai untuk menghayal. Karakteristik Fisik. 6. 7. 2. a. Masalah ketergantungan diri Masalah ini dapat saja muncul karena disamping ketidakmampuapnnya mengatasi masalahnya sendiri dapat juga kurangnya kepercayaan terhadap dirinya sendiri. b. tidur belaka yang tak ada hasilnya. Masalah gangguan emosi Karena kemiskinan tanggapan yang sangat parah pada anak tunanetra dengan mudah muncul gangguan-gangguan emosi diantaranya: mudah curiga terhadap orang lain.

Tunarungu yang diperoleh sejak lahir dapat belajar bicara dengan suara normal. e. ternyata dapat membuka tabir kepada semua orang untuk lebih mudah mengenalnya. Anak tunarungu miskin dalam kosakata. ingin membalas dendam dsb. Karakteristik Dari Segi Berbicara.d. Namun di lain pihak juga dirasakan baik oleh masyarakat sekitarnya. sehingga tidak mampu bernafas dengan baik. cemburu. Meliputi Suka menafsirkan secara negative. 3. b. Kemampuan pernafasannya pendek-pendek terganggu. Masalah ini adalah masalah anak tunarungu yang paling kompleks karena dengan terbatasnya kemampuan berkomunikasi ternyata berakibat fatal dalam kehidupannya. Setelah melihat kemajemukkan dan kekomplekkan karakteristik yang dimiliki oleh anak tunarungu. a. b. kejam. Masalah-masalah tersebut dapat digolongkan sebagai berikut: 1. egois. Anak tunarungu menunjukkan kondisi yang lebih neurotic. tidak wajar. d. Meliputi: a. Karakteristik Kepribadiannya. c. Kurang mampu dalam mengendalikan emosinya dan emosinya sering bergejolak. Lingkungan yang menyenangkan dan memanjakan dapat berpengaruh terhadap ketidakmampuan dalam penyesuaian mental maupun emosi. Karakteristik Emosi dan Sosialnya. 2. b. f. mengalami ketidakamanan dan berkepribadian tertutup (introvert). Dia kurang menguasai irama dan gaya bahasa. Dia mengalami kesulitan dalam mengartikan ungkapan-ungkapan bahasa yang mengandung arti kiasan dan kata-kata abstrak. Meliputi: Biasanya individu yang tuli juga mengalami ketidakmampuan berbahasa. d. c. c. tidak simpatik. a. curang. tidak percaya. Masalah komunikasi. Anak tunarungu yang tidak berkependidikan cenderung murung. 4. Dia mengalami kesulitan dalam berbahasa verbal dan pasif dalam berbahasa. yang dalam hal ini terutama bila dikaitkan dengan status anak sebagai siswa di sekolah. Memiliki perasaan rendah diri dan merasa diasingkan. penuh curiga. keluarga terutama dirinya sendiri adanya berbagai masalah yang muncul akibat dari kondisi-kondisi yang dimilikinya. Memiliki rasa cemburu dan sak wasangka karena mereka tidak diperlakukan dengan adil dan sulit bergaul. Yang demikian dipertegas dengan posisi mereka bahwa dengan kelainannya dapat terjadi menderita kemerosotan nilai dalam .

Karakteristik mental. Mereka tidak mampu memberikan kritik . mengganggu ketertiban. yang terjadi selama masa perkembangan.2. Kegiatan yang mungkin bisa dilakukan adalah kegiatan ekstrakurikuler. 3. Masalah pembinaan keterampilan dan pekerjaan. Untuk mempersiapkan diri anak tunarungu di kehidupan masa depannya maka diperlukan pembinaan keterampilan atau latihan kerja sehingga bila mereka keluar dari pendidikan tidak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan sebagai salah satu usaha untuk menghadapi dirinya sendiri. 4. Masalah penggunaan waktu terulang. metode yang tepat digunakan dalam PBM dan sarana yang sesuai untuk KBM. sehingga untuk mencapai perkembangan yang optimal diperlukan pelayanan dan pengajaran dengan program khusus. Yang menjadi masalah di sini adalah kegiatan apa yang dapat dilakukan sehingga waktu luangnya dapat bermanfaat.masyarakat dan perasaan tidak aman. 5. Untuk lebih jelasnya karakteristik anak tunagrahita dapat dilihat sebagai berikut : 1. Misalnya masalah-masalah lain yang ditimbulkan karena masalah komunikasi diantaranya: tingkah laku yang ditandai dengan adanya tekanan emosi. Dengan beralasan pada kelainan yang dimiliki. perkembangan bahasa lambat dsb. kerja kelompok. lingkungan keluarga. dsb. kesulitan dalam penyesuaian social. Mereka menunjukan kecenderungan menjawab dengan ulangan respon terhadap pertanyaan yang berbeda b. sehingga tidak terlalu menggantungkan dirinya kepada oranglain. taraf ketunaannya dan juga disebabkan kondisi masyarakat yang kurang menguntungka. Masalah ini muncul karena adanya keterbatasan visual dan dibarengi dengan keterbatasan auditif. kerja bakti dsb. 2. Masalah ini berkaitan dengan kesulitan-kesulitan dalam proses PBM. Jika tidak diadakan tindakan preventif dapat berakibat waktu luangnya diisi dengan kegiatan yang merugikan seperti kenakalan remaja. Masalah pribadi. meliputi : a. Masalah pengajaran atau kesulitan belajar. 2. suka marah. anak tunarungu sering menggunakan waktu luangnya dengan sia-sia. Dan di samping itu bila dilihat dari sumbernya dapat timbul dari dirinya sendiri.5 Karakteristik dan Permasalahan Anak Tunagrahita Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami keterbelakangan kecerdasan dan kekurangmatangan aspek mental lainnya dan sosialnya sedemikian rupa. Misalnya kesulitan kata-kata abstrak. terutama kesulitan belajar bidang studi bahasa. gelisah.

Karakteristik pekerjaan. meliputi : a. Mereka mengalami keterbelakangan ringan sebagian besar tidak mengalami kelainan fisik. Karakter sosial-emosi.c. pendengara. tatanan giginya. Cenderung memiliki kemampuan berpikir kongkrit daripada abstrak g. Kapasitas inteleknya sangat rendah f.dsb c. Kemampuan belajarnya sangat rendah dan lambat b. penglihatan. Ada kecenderunagan tidak mampu menyasuaikan diri karena mengalami kesulitan dalam tingkah lakunya b. dsb) b. Pemeliharaan diri kurang 3. Kemampuan assosiasinya terbatas d. Mereka tidak mampu menditeksi kesalahan-kesalahan dalam pernyataan h. Mereka cenderung memiliki penyimpangan fisik dari bentuk rata-rata. berhitung dsb) 5. Minat permainan mereka tidak cocok dengan anak yang sama usia mentalnya daripada usia kronologisnya c. Mereka terbatas kemampuannya dalam penalaran dan visualisasi dan i. Sering tidak mampu memenuhi tuntutan atau harapan kelompok atau masyarakat dan d. Mereka tidak mampu menyimpan instruksi yang sulit dalam jiwanya/ingatannya e. meliputi : .ukuran besar kepala ada yang besar dan atau kecil. Mereka yang termasuk tingkat ringan masih dapat diberikan mata pelajaran akademik (membaca. Mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi 2. meliputi : a. Karakteristik fisik. sedangkan yang tingkat sedang dan berat cenderungmemiliki kelainan fisik (koordinasi motorik. menulis. meliputi : a. misalnya adanya ketidaksamaan/ketidakserasian antara kepala dan wajah(muka). Memiliki problem emosi dan tingkah laku dan agak lebih banyak yang nakal daripada anak yang normal intelegensinya 4. Karakteristik akademis. Biasanya mereka mengalami hambatan bicara dan berjalan d.

sudah barang tentu di bidang studi akademik (misalnya matematika. IPA. 4. Masalah pemanfaatan waktu terluang.penyakit atau kecelakaan.a. sehingga apabila mau bergerak atau berjalan diperlukan alat bantu. Yang dapat dituntut untuk bekerja hanya mereka yang tergolong tingkat ringan dan pada batasbatas tertentu bagi tingkat menengah. Masalah kesulitan dalam kehiupan sehari-hari. kendatipun menurut penelitian ternyata kira-kira 80% atau sebagian besar yang dapat menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang sifatnya “unskilled” atau “semiskilled” Masalah-masalah yang mereka miliki relatif berbeda. Masalah ini berkaitan dengan kesehatan dan pemeliharaan diri dalam kehidupan sehari-hari. dan persendian yang mungkin karena bawaan sejak lahir. bahkan dapat dibilang belum ada (krana sedikitnya).otot. Kemungkinan-kemungkinan masalh yang dihadapi anak terbelakang dalam konteks pendidikan. Bagi yang tingkat ringan pada usia dewasa dapat belajar pekerjaan yang sifat nya “skilled” dan “semiskilled”. Secara empirik banyak dilihat di depan kita bahwa kehidupan anak terbelakang cenderung banyak yang masih menggantungkan diri terhadap orang lain teruama kepada keluarga (orang tua) dan masih sedikit sekali yang sudah dapat hidup mandiri. Masalah penyesuaian diri. 3. Karakteristik kepribadian meliputi : . dan bahasa). IPS. Adalah wajar bagi anak terbelakang dalam tingkah lakunya sering menampilkan prilaku yang nakal 2. dan b. diantaranya dapat disebutkan sebagai berikut : 1. Memahami akan karakteristik mentalnya. walaupun demikian ada juga kesamaan masalah yang dirasakan bersama oleh sekelompok mereka. 5. keseimbangan kepribadiannya kurang konstan atau labil. nampak jelas adanya kemampuan berpikir. Masalah gangguan kepribadian dan emosi.6 Karakteristik dan Permasalahan Anak Tunadaksa Yang dimaksud dengan anak tunadaksa adalah anak yang mempunyai kelainan ortopedik atau salah satu bentuk atau berupa gangguan dari fungsi normal pada tulang.kadangkadang stabil dan kadang pula kacau. sedangkan untuk bidang studi non-akademik tidak banyak mengalami kesulitan belajar. 6. Masalah kesulitan belajar. Dapat disadari dengan keterbatasan kemampuan berfikir bagi mereka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mereka pasti mengalami kesulitan belajar. Masalah penyaluran ke tempat kerja.2. Berdasarkan berbagai sumber ditemukan beberapa karakteristik umum bagi anak tunadaksa diantaranya sebagai berikut : 1. Masalh ini berkaitan dengan masalah-masalah utau kesulitan dalam hubungannya dengan kelompok maupun individu disekitarnya disadari bahwa kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sangat dipengaruhi oleh tngkat kecerdasan. 2.

2. Biasanya disamping mengalami cacat tubuh.5 dan bahkan terakhir ditemukan IQ 92. Akibat kecacatannya juga mereka dapat mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya 3. Kemampuan motoriknya terbatas dan ini dapat dikembangkan pada batas-batas tertentu. penlihatan.a. Penggolongan masalah yang dihadapi oleh anak tunadaksa adalah sebagai berikut : 1. Jadi dengan kata lain IQ anak tunadaksa rata-rata normal. Adanya kelainan fisik tidak mempengaruhi kepribadian atau ketidakmampuan individu dalam menyesuaikan diri d. Karakteristik fisik meliputi : a. Dari hasil penelitian ternyata ditemukan rata-rata mereka memiliki IQ 86. Anak tunadaksa cenderung acuh bila dikumpulkan bersama anak-anak normal dalam suatu permainan d. sehingga fungsi berpikirnya terganggu persepsi bahkan lebih jauh lagi karena gangguan pada system syaraf.8 dan di suatu penelitian lagi ditemukan rata-rata IQ 84. yang demikian ini dapat menimbulkan fristasi b. Anak cerebal-palcy dan polio cenderung memiliki rasa takut daripada yang mengalami sakit jantung 2. Masalah ini berhubungan dengan masalah penyesuaian diri dengan lingkungannya.gangguan bicara dsb. 4. yaitu mereka menyingkirkan diri dari keramaian c. ada kecenderungan mengalami gangguangangguan lain misalnya : sakit gigi. Hambatan ini berkaitan dengan hambatan-hambatan yang dirasakan oleh mereka. Tidak ada hubungan antara tingkat kecerdasan dengan kecacatan. tapi ada beberapa kecenderungan yakni adanya penurunan sedemikian rupa kecerdasan individu bila kecacatan meningkat b. Masalah sosialisasi. Karakteristik emosi-sosial meliputi : a.berkurangnya daya pendengaran. karena dapat terjadi kelainan pada otak. . Mereka yang cacat sejak lahir tidak dapat memperoleh pengalaman. Keadaan tersebut dapat berakibat fatal. Karakteristik intelegensi meliputi : a.6. Masalah kesulitan belajar. Tidak ada hubungan antara pribadi yang tertutup dengan lamanya kelainan fisik yang di derita c. perasaan dan dapat menimbulkan frustasi yang berat b. Kegiatan-kegiatan jasmani yang tidak dapat di jangkau oleh anak tunadaksa dapat berakibat timbulnya problem emosi. b.

Kendatipun disadari bahwa anak tunadaksa memiliki kemampuan fisik yang terbatas. Masalah kepribadian. 5. 4.masalah ini berhubungan dengan kekacauan-kekacauan kepribadian yang dimiliki oleh anak tunalaras. 2. 5. Masalah latihan gerak. Karakteristik yang dimiliki oleh anak tunadaksa adalah sebagai berikut : ada kecenderungan membolos sekolah. 4. tidak mau kerjasama. Masalah keutuhan kepribadian. Masalah ini menyangkut masalah-masalah tingkah laku yang menyimpang. 3.7 Karakteristik dan Permasalahan Anak Tunalaras Seseorang dikatakan nakal atau tunalaras bila menunjukan penyimpangan tingkah laku yang cukup berarti. tidak memiliki control diri (self-control).1 Peranan Bimbingan Bagi Anak Berkekutuha khusus . diantaranya berupa mudahnya frustasi.2. sering melanggar hukum . Masalah-masalah yang dihadapi oleh anak tunalaras dapat dikelompokan sebagai berikut: 1.agresif dsb. bertindak menurut kemauannya sendiri. emosinya tidak stabil misalnya suka marah. Masalah gangguan emosi dan penyesuaian diri.masalah gangguan emoso merupakan masalah yang mendasar bagi anak tunalaras. Masalah penggunaan waktu senggang. adanya kebiasaan berani kepada pemimpin. Masalah ini erat sekali dengan latihan-latihan keterampilan tertentu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemilihan pekerjaan. Masalah pengajaran dan pendidikan. namun dilain pihak mereka yang mempunyai kecerdasan yang normal ataupun yang kurang perlu adanya pembinaan diri sehingga hidupnya tidak sepenuhnya menggantungkan diri pada orang lain.menarik diri atau merasa terdesak oleh orang lain dsb. waktu luang sering diisi dengan kegiatan yang merusak. sulit beradaptasi dengan lingkungan. bahkan lebih jauh lagi merupakan sumber dari masalah-masalah lain. Masalah ini berkaitan erat dengan kondisi anak tunadaksa yang sebagian besar mengalami gangguan dalam gerak. Masalah ini berkaitan dengan nilai-nilai hidup yang dimiliki oleh anak tunalaras berikut dikaitkan dengan pengaruhnya terhadap kemalasan mengikuti pendidikan. biasanya ketinggalan dalam pelajaran.3. suka memimpin teman-temannya dalam kegiatan yang salah dan berbahaya.peraturan-peraturan dan tata tertib. sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya serta kehidupan orang lain. 2. Masalah keterampilan dan pekerjaan. 2. kenakalan di sekolah. Masalah keterampilan dan pekerjaan.masalah ini sangat dirasakan oleh anak tunalaras karena sepanjang waktu yang terluang belum mampu diisi dengan kegiatan yang berguna. acuhnya terhadap pelajaran dsb.3.3 Bimbingan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus 2.

menunjukan kecemasan dan kekhawatiran yang belebihan menghadapi musibah kecacatan. Sumber informasi.Seperti telah kita sepakati bersama bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak biasa yang menunjukan penyimpangan dalam bidang fisik. Seperti telah dinyatakan di atas keterbatasan ini sangat nampak pada anak bekebutuhan khusus yaitu pada jenis kecacatan yang disandangnya. informasi yang benar dari pembimbing akan sangat membantu mereka dalam menghadapi problem psihis. Oleh karena itu pembimbing diharapkan berfungsi sebagai : a. emosi. Kita semua sadar bahwa setiap siswa memiliki berbagai keterbatasan tertentu. proses pemecahan problem – problem hidup. Siswa baru akan tumbuh maksimal bila mereka berkesempatan untuk berdialog dengan manusia sekitarnya dan dengan sesamanya. Bimbingan ialah proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman di dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimal terhadap keluarga. kelemahan. kecacatan dan penyimpangan. Melalui dialog ini siswa akan dirangsang untuk mampu berfikir. Dalam proses ini siswa ( baik yang normal maupun yang berkebutuhan khusus ) berkesempetan untuk mengembangkan semua aspek kepribadiannya dalam mencapai tujuan pendidikn secara utuh. Pendidikan adalah suatu proses yang berlangsung sepanjang hayat ( a life long education ) baik dilembaga normal maupun diluar lembaga normal yaitu dalm masyarakat. Peranan bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus ialah agar mereka dapat dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehinga mereka dapat mempersiapkan dan melakukan tugasnya sebagai salah seorang warga masyarakat sekolah dan masyarakat luas. baik siswa yang normol apalagi anak yang cacat. akan tetapi juga selayaknya ditunjukan kepada orang tua siswa dan masyarakat luas sehingga semua pihak mempunyai pemahaman yang tetat dan harapan yang realistik terhadap semua siswa. Dalam istilah kelainan perkembngan dan pertumbuha termasuk didalamnya pengertian kekurangan. dan sosial ) apabila dibandingkan dengan anak normal. sekolah serta masyarakat. Banyak orang tua dan anak yang menjadi bingung. Proses pendidikan adalah peroses penyesuaian diri. mampu berbuat hal yang positif walaupun sebagian aspek kepribadiannya mengalami kecacatan. Pada kenyataannya mereka ini mengalami kelainan perkembangan dan pertumbuhan pada salah satu aspek atua beberapa aspek ( fisik. Menarik diri dari pergaulan masyarakat berarti manghilangkan satu kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Kaerena kecacatannya ini siswa berkabutuhan khsus seringkali mempunyai perasaan takut akan kurang atau tidak diterima dalam pergaulan. akhinya meeka menarik diri dai pergaulan dalam masyarakat. mental dan sosial dari anak nomal. dan juga bagi anak itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut peranan pembimbing cukup besar. Akibatnya adalah tidak berkembagnya potensi – potensi lain yang masih mereka miliki. . mental. Mereka bingung dalam merencanakan dan menentukan masa depan mereka. Oleh karena itulah kepada mereka seyogyanya diberikan layanan bimbingan khusus. sehingga dalam pendidikannya mereka memerlukan berbagai modifikasi dan layanan khusus agar dapat berkembang secara maksimal. Informasi pembimbing hendaknya tidak hanya ditunjukan bagi siswa itu sendiri. mampu merasakan. Pembimbing diharapkan dapat memainkan perannya secara bijaksana.

bimbingan belajar. Mediator yang dapat dan mau mengerti sepenuhnya kehidupan siswa. a) Bagaimana cara memelihara kesehatan dirinya anatara lain dengan jalan selalau mandiri dan mempergunakan sabun mandi. anak berkebutuhan khusus hendaknya diberi bimbingan sekitar. c. secara umum. Para KB-II di atas. Demikian besar peran pembimbing dalam rangka membanu siswa. sehingga siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang stabil. bahkan berbagai jenis bimbingan. 2. jelaslah sudah kepada kita berbaga karakteristik umum anak berkebutuhan khusus dan karaktristik pemasalahan khusus bagi anak cacat yang berlainan. Dari uraian diatas. cacat mantal dan tunalaras ) fisiknya harus dijaga agar tetap sehat dan terawat dengan baik. Bimbingan yang dimaksud adalah bimbingan pemeliharaan kesehatan fisik. dan lembaga nmana yang dapat dihubungi untuk diajak bekerjasama memecahkan berbagai macam pesoalan. tunadaksa. serta menari alternatif pemecahan dan jalan keluar. Pembimbing bersama dengan siswa harus dapat menunjukan dan menemukan cara memecahkan masalah. bimbingan penyesuaian diri dan bimbingan jabatan atau lebih khusus lagi bimbingan kerja. dan petugas kesehatan. Bimbingan Fisik Anak luar biasa yang mengalami kecacatan fisik ( tunanetra. 1. Dengan bantuan pembimbing.3. pengawasan dan pembiasaan.2 Jenis Bimbingan Memahami perilaku manusia seringkali tidak mudah. tearah dan terus menerus agar mampu mengantarkan mereka untuk berdiri dengan kaki sendiri ditengah-tengah masyarakat. kita dapat mengambil kesimpulan bahwa mereka memerlukan bimbingan. Hal ini semakin dirasakan pentingnya bila kita semua ingat satu prinsip yang mengatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara gangguan dalam segi pisik dengan yang bersifat psihis. dan problema-problema yang meeka hadapi. dokter. tunarungu. Fasilitator yaitu pemberi kemudahan dalam mengatasi asalah yang dihadapi oleh siswa. Pembmbing diharapkan dapat menuntun para siswa dalam menemukan kebutuhan-kebutuhannya. matang dan mantap. Pemeliharaan kesehatan nanak luar biasa hendaknya dilakukan melalui contoh.b. oleh karena itu sangat diharapkan agar pembimbing memberikan layanan kepada siswa secara terencana. Tidak ada rumus yang pasti seperti dalam ilmu eksakta tentang bagaimana kecenderungan perilaku yang muncul kepada mereka mungkin dilatar belakangi serangkaian sebab dan suatu sebab dapat muncul dan menampakan diri dalam bebagai gejala perilaku. apalagi memahami tingkahlaku anak berkebutuhan khusus. . menujukan dimana alat dan fasilatas diperlukan mungkin dperoleh. d. mencuci tangan sebelum makan. gsok gigi bila bangun tidur dan bila kan pergi tidur. Sumber kasih sayang bagi siswa.

pengertian. Demikian juga memeriksa kesehatan badan secara periodik akan membantu memelihara kesehatan jasmani 2. saudara. baik itu disekolah. guru . Bimbingan Belajar Belajar kita artikan sebagai suatu proses perusahaan pada individu sebagai hasil pengalaman. Kesulitan yang biasa dipecahakan melalu kegiatan bimbingan belajar antara lain: a) Kesulitan dalam menguasai efektivitas dan efisiensi belajar baik secara kelompok maupun secara individual. ibu. Tidak jarang anak yang enggan belajar. e) Bimbingan bila anak merasa sakit untuk segera memberitahu orang lain (ayah. pembimbing. d) Bimbingan tentang cara memelihara kesehatan badan dengan cara mengatur waktu untuk berbagai kegiatan.b) Bagaimana cara memelihara kebersihan pakaian dengan menggantinya setiap hari dan mempergunakan pakaian yang telah di setrika. menggambar dan lainnya. khususnya kepada siswa yang pada suatu saat membutuhakan bantuan untuk memecahkan masalah atau kesulitan yang berhubungan dengan kegiatan belajar. di asrama. Perubahan itu dapat terjadi dalam bidang keterampilan. e) Kesulitan dalam mempersiapkan diri menghadapi ulangan dan ujian. di luar sekolah ataupun di luar asrama. b) Kesulitan dalam upaya meningkatkan motif belajar. c) Bagaimana cara memelihaa lingkungan disekitarnya seperti ditempat tidur dan di ruang belajar mereka. f) Kesulitan dalam memilih pelajaran atau kegiatan vokasional yang cocok dengan minat. Bimbingan belajar di berikan kepada anak berkebutuhan khusus pada umumnya. g) Kesulitan yang dtemui siswa dalam bidang studi khusus seperti matematika. dan kondisi nyata dari siswa. pengetahuan dan apresiasi. baik tugas yang harus dilakasanakan secara individual maupun yang harus dikerjakan melalui kelompok terbatas. akan tetapi belajar yang efektif bagi siapapun pada pinsipnya sama. malas untuk memeulai belajar dan bahkan seringkali tidak siap untuk belajar akibatnya anak asalasalan saja dengan hasil yang tidak memuaskan. kebiasaan. h) Kesulitan dalam mengembangkan cara-cara belajar yang baik. kepala sekolah) dan segera berobat kedokter. sikap. . berolahraga dan berekreasi. olah raga. beristirahat yang cukup. c) Kesulitan dalam cara memahami dan menggunakan buku pelajaran dan kemudahan lainnya ayang telah tersedia dipusat sumber belajar disekolah d) Kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Kesulitan dalam efektivitas belajar ini berbeda dengan anak yang tunanetra misalnya. bakat.

membina situasi persaingan yang sehat dan kalau perlu membeikan rangsangan bak dengan kata-kata pujian atau sesekali dalam bentuk hadiah berupa benda. 3. bagaimana cara melakukan diskusi yang baik. Informasi tentang cara belajar yang efektif. Penyesuaian dengan masyarakat berarti bahwa anak berkebutuhan khusus harus mampu berada dalam masyarakat luas sebagai anggota biasa yang wajar. tidak telampau tergantung kepada anggota keluarga yang lain. tidak selalu ingin menjadi pusat perhatian orang lain. dengan kecacatan yang disandangnya diharapkan akan mampu bergaul secara harmonis dengan dengan orang tua dan dengan saudara-saudaranya atau anggota keluarga lain. Melalui usaha bimbingan dapat diharapkan semua siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. mempejelas tujuan belaja. Upaya yang dapat dilakukan misalnya dengan jalan mempekuat motif positif yang sudah ada pada diri siswa. cara-cara mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dan cara menghilangkan kebiasaan belajar yang buruk. dengan lingkungan sekolah. serta mampu mengerjakan tugas dan bergaul secara harmonis dengan teman-temannya. ketertiban dan kemampuan dirinya. Penyesuaian dengan diri sendiri berarti bahwa anak berkebutuhan khusus mampu betindak dan bercita-cita sesuai dengan keadaan. Pembimbing harus bisa membina motif belajar intringsing siswa. sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang dimilikinya dengan mempegunakan fasilitas yang ada dalam lingkungan keluarga. Siswa dituntut untuk dapat menyesuaikan dirinya. bersikap hormat terhadap guru dan personl lainnya. sekolah dan masyarakat. dengan keluarga. Pembimbing berkewajiban membantu siswa dalam memecahkan masalah pengajaran diatas dengan berbagai bentuk bimbingan. maupun rohani. berprilaku sesuai dengan norma-norma yang dianut masyarakat.baik dengan dirinya sendiri. baik disekolah maupun di luar sekolah. seta dapat membina kehidupan pribadi yang sehat baik: jasmani. agama dan adat istiadat. Penyesuaian dengan keluarga berarti bahwa anak berkebutuha khusus ini. Pemberian informasi sebagai salah satu teknik dalam bimbingan belajar akan sangat membantu siswa. Anak ini diharapkan tidak mengasingkan diri. dengan teman sebaya dan dengan masyarakat luas. Bimbingan Penyesuaian Diri Penyesuaian diri merupakan salah satu tugas perkembangan siswa. meumuskan tujuan-tujuan sementara yang segera dapat dicapai. akan tetapi justru ia dapat memahami kedudukan dan tanggung jawab sebagai salah satu anggota keluarga. . j) Kesulitan dalam menentukan pilihan kegiatan tambahan yang termasuk dalam kegiatan kokurikuler dan kegiatan ekstra kulikuler. Penyesuain diri dengan sekolah berarti bahwa anak berkebutuhan khusus harus mampu menyesuaikan diri dengan tata tertib sekolah. Usaha pembimbing diarahkan kepada siswa untuk membantu siswa agar dapat menyesuaikan dii secara memadai dalam situasi belajar.i) Kesulitan dalam membagi waktu belajar diantara kegiatan lainnya.

minatnya. Semua anak berkebutuha khusus membutuhkan semua jenis bimbingan tersebut. 2. sering juga terjadi sebaliknya. Setiap anak yang mengalami kecacatan yang . apakah untuk anak berkebutuhn khusus yang berbeda perlu diberikan hanya satu jenis bimbngan saja? Misalnya apakah bimbingan belaja khusus bagi anak bekebutuhan khusus bagi anak berkebutuhan khusus cacat mental saja. d) Memberikan bantuan dan petunjuk bagi anak berkebutuhan khusus tentang kemungkinankemungkinan lapangan kerja yang dapat dimasuki dan dimana merka dapat menyalurkan keingunan bila telah selesai mengikuti latihan kerja tertentu. Bimbingan Vokasional Bimbingan Vokasional atau lebih khusus lagi bimbingan kerja untuk anak berkebutuhan khusus mempunyai peranan yang sangat penting. b) Mengarahkan anak berkebutuhan khusus kepada kemungkinan-kemungkinan pekerjaan yang sesuai dengan keterbatasan yang ditimbulkan karena kecacatan yang disandangnya. diajak berperan serta dalam kegiatan kelompok dan dibasakan bergaul dengan masyarakat luas akan membawa mereka pada kemampuan dan kesanggupan untuk sanggup berdiri sendiri secara wajar ditengah-tengah masyarakat umum. penyuluhan pribadi.3 Jenis Bimbingan bagi Setiap Anak Berkebutuhan Khusus Pertanyaan yang mungkin tmbuk adalah.. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Masyarakat terlampau memprihatinkan anak-anak khusus dan menenpatkan menempatkan mereka sebagai anak yang harus dikasihani.Kita menemukan banyak masalah penyesuaian diri ini pada anak-anak berkebutuhan khusus dibanding dengan yang ditemukan pada anak-anak normal. karena mereka menganggap bahwa anak berkebutuhan khusus tidak mungkin dan tidak akan pernah dapat berdiri sendiri tanpa pertolongan orang lain. bimbinga vokasional diperuntukan bagi anak cacat tubuh.3. bimbingan penyesuaian diri hanya diperuntukan bagi anak buta? Jawaban dapat diartikan secara tepat dan tegas: “tidak”. magang di kantor atau latihan secara khusus dibalai latihan kerja. Jelaslah. Bimbingan Vokasional/kerja terutama ditunjukan untuk: a) Membanu anak beekebutuhan khusus dalam menialai kemampuan dasar yang dimilkinya. sikap serta kecakapan khusus yang mereka miliki. Dapat pula tejadi karena anak yang berkebutuhan itu sendiri measa ”giris” (kurang memiliki keberanian) merasa rendah diri dan merasa takut tidak bisa diterima oleh lingkungan. Kadang-kadang masyarakat bersikap acuh tak acuh terhadap anak berkebutuhan khusus. Miasalny. membimbing dalam bidang vokasional. Kepada anak berkebutuhan khusus semacam ini perlu diberikan bimbingan baik dilakukan secara individu maupun dengan cara kelompok.: dengan latihan kerja di asrama. 4. Menumbuhkan kepercayaan kapada diri sendiri. c) Memberikan bimbungan khusus bagi anak luar biasa yang mendapat kesulitan dalam menentukan kariernya dimasa yang akan datang. bahwa bimbingan vokasional bagi anak berkebutuhan khusus terutama ditunjukan kepada penyiapanmereka dalam menentukan pilihan bijaksana tentang pekerjaan atau karier setelah mereka dididik atau dilatih dalam lembaga pendididkan khusus bekerja.

Wajar pulalah kalau semua anak bekebutuhan khusus yang karena kecacatannya merasa rendah diri dan mengalami berbagai kesulitan dalam menyesuaiakan diri. bakat dan minatnya. . akan tetapi lebih dari itu. Mereka akan menghadapi berbagai kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas dan berlatih keterampilan. pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan lainnya merasa enggan untuk menerima para cacat sebagai pekerja. Dengan memberi kesempatan bekerja. bahkan seharusnya merekapun akan dapat hidup secara wajar seperti anggota masyarakat lainnya. Keterampilan ini akan menjadi bekal hidupnya kelak dalam masyarakat sehingga tidak seluruh hidupnya tergantung pada orang lain. Kalau keadaan ini dibiarkan. dapat menumbuhkan sikap percaya pada diri sendiri bahwa anak berkebutuhan khusus pun bisa dan sanggup untuk berperan serta dalam membangun negaranya sebagai warga negara yang mempunyai hak dan kedudukan yang sama dengan warga negara lainnya. Selama anak berkebutuhan khusus berada dalam pendidikan hendaknya sudah mulai diarahkan. Karena kecacatan yang dideritanya. Oleh karena itu bimbingan jabatan. apalagi bila kecacatannya ada dua atau tiga macam memerlukansemua jenis bimnbingan. sekolah dan masyarakat) tidak mendukung kearah penerimaan anak berkebutuhan khusus secara wajar. Anak berkebutuhan khusus ini sebatas kemampuannya hendaknya sedini dipersiapkan untuk menjadi wiraswastawan. Tipe kesulitan belajar yang berbeda menurut layanan bimbingan belajar yang bervariasi. kita bukan saja menolong kehidupan mereka. yanng akan bisa menolong dirinya dan kehidupannya. Mereka. pengajaran berprogram. hambatan karena tidak dapat belajar karena kemampuan mental yang rendah. bimbingan untuk mnguasai berbagai keterampilan yang sesuai dengan kondisi kecacatannya. maka anak bekebutuhan khusus akan selalu menjadi beban bagi masyarakat dan mereka akan hidup dari belas kasihan masyarakat selama-lamanya. bimbingan khusus dan pengajaran remedial akan sanagat menolong semua jenis anak berkebutuhan khusus. Belum lagi masyarakat.berbeda . bimbingan pekerjaan harus diberikan kepada semua anak berkebutuhan khusus. tetap sehat jasmani dan rohaninya. semua itu menyebabkan pelunya bimbingan baik secara berkesinambungan atau secara sistemik. Hal ini akan lebih parah lagi jika sikap lingkungan (keluarga. Karena kecacatannya. hambatan karena tidak dapat belajar secara auditif. kemampuan mentalnya. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menanamkan pengertian kepada lembaga-lembaga pemerintah dan swasta untuk dengan uluran tangan kemanusiaannnya bersedia dan terbuka untuk menampung anak berkebutuhan khusus yang telah menamatkan jenjang pendidikan keterampilan tertentu. Kita akan sependapat bahwa setiap jenis kecacatan merupakan hambatan bagi pembina anak berkebutuhan khusus di masa yang akan datang. hambatan belajar karena tidak bisa memanfaatkan sebagian anggota tubuh dengan baik. Pelayanan bimbingan belajar secara kelompok audio tutorial. Hambatan dalam belajar karena tidak bisa belajar secara visual. Oleh kerena itu mutlak perlunya bimbingan berbagai kesulitan diri bagi semua jenis anak berkebutuhan khusus dengan segala variasinya. hampir semua anak berkebutuhan khusus cenderung menarik diri dari pergaulan dan senang hidup mengisolasikan diri.semua anak cacat –memerlukan bimbingan pemeliharaan dan perawatan fisik sehingga mereka akan tetap sehat dan segar. sedikit banyak mereka akan mengalami kesulitan belajar dengan tipe kesulitan yang berbeda.

1 Simpulan Bimbingan adalah suatu proses. . sebagai suatu proses. yaitu mengalami hambatan perkembangan intelektualnya.BAB III PENUTUP 3. bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan. bimbingan adalah bantuan. yaitu: Krisis Individual Preventif perkembangan Pada dasarnya semua anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik dan permasalahan yang realtif sama. emosinya tidak stabil. tujuan bimbingan adalah perkembangan yang optimal. Ada empat pendekatan dalam bimbingan. dan hambatan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. kesulitan dalam sosialisasi. Makna bantuan dalam bimbingan adalah mengembangkan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan siswa dan bantuan itu diberikan kepada individu yang sedang berkembang.

bimbingan dalam mengatasi kesulitan belajar. sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Jenis layanan bimbingan yang hendaknya diberikan meliputi bimbingan perkembangan fisik. Bimbingan di sekolah luar biasa hendaknya juga mempersiapkan mereka agar mereka betul-betul menikmati keberadaannya sebagai anak berkebutuhan khusus. DAFTAR PUSTAKA http://balerancage. Semua anak berkebutuhan khusus yang mengalami berbagai kecacatan perlu mendapat semua jenis bimbingan tersebut.Bimbingan terhadap anak berkebutuhan khusus hendaknya dilaksanakan secara terus menerus dan sistemik agar mereka kelak akan sanggup berdiri sendiri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakatnya. dan bimbingan vokasional atau bimbingan pekerjaan. bimbingan dalam mengatasi kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.wordpress.com/2010/11/05/formulasi-layanan-bimbingan-dan-konseling-bagianak-berkebutuhan-khusus-di-sekolah-inklusi/ .

com/2008/03/12/paradigma-baru-bimbingan-dan-konseling/ Yusuf.blogspot. 2008.html Rakhmat. 2005. Akhmad. Landasan bimbingan dan konseling.wordpress. Bandung: UPI PRESS. dan Juntika Nurihsan.edu/Direktori/D%20%20FPMIPA/PRODI. Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus. Rosda:Bandung .pdf Nuruddin.%20ILMU%20KO MPUTER/196603252001121%20%20MUNIR/Multimedia/Multimedia%20Bahan%20Ajar%20PJJ/Pen didikan%20Anak%20Berkebutuhan%20Khusus/Pendidikan%2BAnak%2BKebutuhan%2BKhusus%2BU NIT%2B4.upi. Setiawati&Ima Ni’mah. Syamsu. Psikologi Pendidikan. Paradigma Baru Bimbingan dan Konseling. http://akhmadsudrajat. dkk. 2006. Bimbingan dan Konseling. Bandung: UPI PRESS. http://muhammadnuruddin071644036. 2006.dkk. Hakikat Bimbingan di SD.com/2010/10/hakikat-bimbingan-di-sd. Cece.. 2010. Muhammad. Setiawan. Atang. Bandung: UPI PRESS..http://file. 2006. Sudrajat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->