P. 1
fisika dan hidrolik

fisika dan hidrolik

|Views: 8|Likes:
Published by Yudhi Wijaya
tentang hidrolik
tentang hidrolik

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Yudhi Wijaya on Aug 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2014

pdf

text

original

MODUL KULIAH : MEKANIKA FLUIDA DAN HIROLIKA SKS : 3

Oleh : Acep Hidayat,ST,MT.

Jurusan Teknik Perencanaan Fakultas Teknik Perencanaan dan Desain Universitas Mercu Buana Jakarta 2011
Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.

‘11

1

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 13 HEAD LOSS ‘11 2 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .DAFTAR ISI Pengantar Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus I. Kecepatan dan Kapasitas Aliran Fluida II. Energi dan Head III. Kerugian Head 4 4 4 5 7 9 ‘11 3 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.

katup-katup. Pengantar.. Tujuan Instruksional Umum Setelah menyelesaikan modul ini mahasiswa mampu untuk memahami dan mengetahui proses kehilangan atau kerugian energi dalam suatu sistem atau instalasi perpipaan yang memanfaatkan fluida mengalir sebagai media. Dengan mengetahui kerugian energi pada suatu sistem yang memanfaatkan fluida mengalir sebagai media. 2. Merumuskan persamaan Head loss yang terjadi dalam suatu sistem. Kerugian-kerugian tersebut diakibatkan oleh adanya gesekan dengan dinding.. Proses terjadinya Head Loss dalam suatu sistem.HEAD LOSS 1. transportasi maupun bidang keteknikan lainnya. ‘11 4 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. sambungan. efisiensi penggunaan energi dapat ditingkatkan sehingga diperoleh keuntungan yang maksimal 3. belokan pipa dan kerugian-kerugian khusus lainnya. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mahasiswa menyelesaikan modul ini diharapkan Mahasiswa mampu menjelaskan a. Pengertian dari Head Loss b. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Namun dalam penggunaannya selalu terjadi kerugian energi. akan menentukan tingkat efesiensi penggunaan energi. c. perubahan luas penampang. Bentuk-bentuk kerugian energi pada aliran fluida antara lain dijumpai pada aliran dalam pipa. Penerapan pinsip-prinsip mekanika fluida dapat dijumpai pada bidang industry.

1. V D Gambar 1.HEAD LOSS I. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Kecepatan biasanya sudah cukup untuk menempatkan kekeliruan yang tidak serius dalam masalah aliran fluida sehingga penggunaan kecepatan sesungguhnya adalah pada penampang aliran. Kecepatan Melalui Saluran Terbuka ‘11 5 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Kecepatan Aliran Melalui Saluran Tertutup A dA V Gambar 1. Besarnya kecepatan aliran fluida pada suatu pipa mendekati nol pada dinding pipa dan mencapai maksimum pada tengah-tengah pipa.2. Kecepatan dapat diperoleh dengan melakukan pengukuran terhadap waktu yang dibutuhkan suatu partikel yang dikenali untuk bergerak sepanjang jarak yang telah ditentukan. Kecepatan dan Kapasitas Aliran Fluida Penentuan kecepatan disejumlah titik pada suatu penampang memungkinkan untuk membantu dalam menentukan besarnya kapasitas aliran sehingga pengukuran kecepatan merupakan fase yang sangat penting dalam menganalisa suatu aliran fluida. Bentuk kecepatan yang digunakan pada aliran fluida umumnya menunjukkan kecepatan yang sebenarnya jika tidak ada keterangan lain yang disebutkan.

A..v dimana: M = laju aliran massa fluida (kg/s) ρ = massa jenis fluida (kg/m3) 1. Pengaruh kekentalan sangat besar sehingga dapat meredam gangguan yang dapat menyebabkan aliran menjadi turbulen.v dimana: Q = laju aliran volume (m3/s) A = luas penampang aliran (m2) v = kecepatan aliran fluida (m/s) Laju aliran berat fluida (W) dirumuskan sebagai: W=γ. Aliran ini terjadi apabila kecepatan kecil dan/atau kekentalan besar.Besarnya kecepatan akan mempengaruhi besarnya fluida yang mengalir dalam suatu pipa. Kapasitas aliran (Q) untuk fluida yang inkompresibel yaitu: Q=A.1. laju aliran berat (N/s) dan laju aliran massa (kg/s). Aliran Laminar dan Turbulen Aliran fluida dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu aliran laminar dan aliran turbulen. yang sampai pada batas tertentu akan menyebabkan terjadinya perubahan aliran dari laminar menjadi turbulen. ‘11 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Aliran dikatakan laminar jika partikel-partikel fluida yang bergerak teratur mengikuti lintasan yang sejajar pipa dan bergerak dengan kecepatan sama.A.v dimana: W = laju aliran berat fluida (N/s) γ = berat jenis fluida (N/m3) Laju aliran massa (M) dinyatakan sebagai: M=ρ. Dengan berkurangnya kekentalan dan bertambahnya kecepatan aliran maka daya redam terhadap gangguan akan berkurang. Aliran disebut turbulen jika tiap partikel fluida bergerak mengikuti lintasan sembarang di sepanjang pipa dan hanya gerakan rata-rata saja yang mengikuti sumbu pipa. Aliran ini terjadi apabila kecepatan besar dan kekentalan zat cair kecil. 6 Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . berat atau massa fluida dengan masing-masing laju aliran ditunjukkan sebagai laju aliran volume (m3/s). Jumlah dari aliran fluida mungkin dinyatakan sebagai volume.

II. Setiap fluida yang sedang bergerak selalu mempunyai energi. Kerja merupakan hasil pemanfaatan tenaga yang dimiliki secara langsung pada suatu jarak tertentu.m (Joule). Energi potensial menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu aliran fluida karena adanya perbedaan ketinggian yang dimiliki fluida dengan tempat jatuhnya. energi kinetik dan energi tekanan. gangguan aliran dapat diredam oleh kekentalan zat cair maka disebut aliran laminar.Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa koefisien gesekan untuk pipa silindris merupakan fungsi dari bilangan Reynold (Re). Energi dan kerja dinyatakan dalam satuan N.s) Karena viskositas dinamik dibagi dengan massa jenis fluida merupakan viskositas kinematik (v) maka bilangan Reynold dapat juga dinyatakan: = Sehingga Re = Berdasarkan percobaan aliran didalam pipa. Reynolds menetapkan bahwa untuk angka Reynolds dibawah 2000. ‘11 7 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. sangatlah penting untuk mengetahui type aliran yang mengalir dalam pipa tersebut. Dalam menganalisa aliran di dalam saluran tertutup. Aliran akan menjadi turbulen apabila angka Reynolds lebih besar dari 4000. Untuk itu harus dihitung besarnya bilangan Reynold dengan mengetahui parameter-parameter yang diketahui besarnya. Dalam menganalisa masalah aliran fluida yang harus dipertimbangkan adalah mengenai energi potensial. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Apabila angka Reynolds berada di antara kedua nilai tersebut (2000 < Re < 4000) disebut aliran transisi. Energi dan Head Energi biasanya didenefisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Bilangan Reynold (Re) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan: Re= dimana: ρ = massa jenis fluida (kg/m3) d = diameter pipa (m) v = kecepatan aliran fluida (m/s) μ = viskositas dinamik fluida (Pa.

L dimana: p = tekanan yang dialami oleh fluida (N/m2) A = luas penampang aliran (m2) L = panjang pipa (m) Besarnya energi tekanan menurut dapat juga dirumuskan sebagai berikut: Ef = dimana: γ = berat jenis fluida (N/m3) ‘11 8 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Besarnya energi tekanan (Ef) dirumuskan sebagai: Ef = p . A . Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Energi kinetik dirumuskan sebagai: EK = ½. W.Energi potensial (Ep) dirumuskan sebagai: Ep = W . z dimana: W = berat fluida (N) z = beda ketinggian (m) Energi kinetik menunjukkan energi yang dimiliki oleh fluida karena pengaruh kecepatan yang dimilikinya.v dimana: m = massa fluida (kg) v = kecepatan aliran fluida (m/s) Jika : m = W / g Maka : EK = ½.v²/g Energi tekanan disebut juga dengan energi aliran yaitu jumlah kerja yang dibutuhkan untuk memaksa elemen fluida bergerak menyilang pada jarak tertentu dan berlawanan dengan tekanan fluida. m..

menurut dirumuskan sebagai: H = z + v²/2g + Dengan: z = head elevasi (m) v²/2g = head kecepatan (m) = head tekanan (m) III.v²/g + Persamaan ini dapat dimodifikasi untuk menyatakan total energi dengan head (H) dengan membagi masing-masing variabel di sebelah kanan persamaan dengan W (berat fluida).Total energi yang terjadi merupakan penjumlahan dari ketiga macam energi diatas. dirumuskan sebagai: E = Wz + ½. W.Aliran yang terlalu cepat akan menimbulkan pressure drop yang tinggi sedangkan aliran yang terlalu lambat pressure drop-nya akan rendah akan tetapi tidak efisien Kecepatan aliran perlu dibatasi dengan memperhatikan : * Besarnya daya yang dibutuhkan * Masalah erosi pada dinding pipa * Masalah pembentukan deposit/endapan * Tingkat kebisingan yang terjadi Harga-harga kecepatan aliran air yang dianjurkan untuk berbagai pemakaian ‘11 9 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Kerugian Head Aliran di dalam suatu saluran selalu disertai dengan friksi . Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .

yaitu: 1 1. Persamaan Darcy – Weisbach yaitu: hf = f.Service Keluaran pompa Pipa isap pompa Saluran pembuangan Header Riser Service umum Air minum Kerugian yang terdapat di dalam aliran fluida   Kerugian tekanan (Pressure Drop) atau Kerugian head ( Head Loss) Daerah kecepatan (fbs ) 8-12 4-7 4-7 4-15 3-10 5-10 3-7 Faktor yang mempengaruhi kerugian di dalam aliran fluida:  Kecepatan aliran  Luas penampang saluran  Faktor friksi  Viskositas  Densitas fluida 3. dimana: hf = kerugian head karena gesekan (m) ‘11 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Hal ini disebabkan oleh gesekan yang terjadi antara fluida dengan dinding pipa atau perubahan kecepatan yang dialami oleh aliran fluida (kerugian kecil). 10 Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .1. Kerugian head akibat gesekan dapat dihitung dengan menggunakan salah satu dari dua rumus berikut. Kerugian Head Mayor Aliran fluida yang melalui pipa akan selalu mengalami kerugian head.

f = faktor gesekan (diperoleh dari diagram Moody) d = diameter dalam pipa (m) L = panjang pipa (m) v = kecepatan aliran fluida dalam pipa (m/s) g = percepatan gravitasi Diagram Moody telah digunakan untuk menyelesaikan permasalahan aliran fluida di dalam pipa dengan menggunakan faktor gesekan pipa (f) dari rumus Darcy – Weisbach. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Untuk aliran laminar dimana bilangan Reynold kurang dari 2000.2) d = diameter pipa (m) ‘11 11 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. faktor gesekan dihubungkan dengan bilangan Reynold. Bentuk umum persamaan Hazen – Williams yaitu: hf = L dimana: hf = kerugian gesekan dalam pipa (m) Q = laju aliran dalam pipa (m3/s) L = panjang pipa (m) C = koefisien kekasaran pipa Hazen – Williams (diperoleh dari tabel 2. Persamaan Hazen – Williams Rumus ini pada umumnya dipakai untuk menghitung kerugian head dalam pipa yang relatif sangat panjang seperti jalur pipa penyalur air minum. dinyatakan dengan rumus: f= 1 2 3 2.

sambungan. Concrete New Riveted Stell. Cheng Liu. Besarnya kerugian minor akibat adanya kelengkapan pipa dirumuskan sebagai: hm = Σ n. katup dan sebagainya yang disebut dengan kerugian kecil (minor losses).1. McGraw Hill. minor losses dapat diabaikan tanpa kesalahan yang cukup berarti tetapi menjadi penting pada pipa yang pendek. Vitrified Old Cast Iron Very Old and Corroded Cast Iron 140 130 120 110 100 80 Sumber: Jack B. 3.Tabel 2.2. Kerugian Head Minor Selain kerugian yang disebabkan oleh gesekan. pada suatu jalur pipa juga terjadi kerugian karena kelengkapan pipa seperti belokan.2 koefisien kekasaran pipa Hazen – Williams Extremely smooth and straight pipes New Stell or Cast Iron Wood.k dimana: n = jumlah kelengkapan pipa v = kecepatan aliran fluida dalam pipa k = koefisien kerugian (dari lampiran koefisien minor losses peralatan pipa) Untuk pipa yang panjang (L/d >>> 1000). persamaan Darcy dan diagram ‘11 12 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. 3. bahwa permasalahan aliran fluida dalam pipa dapat diselesaikan dengan menggunakan persamaan Bernoulli. siku. Fundamentals of Fluids Mechanics.2. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Persamaan Empiris untuk Aliran di dalam Pipa Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Evett.

J.8492 . K.Persamaan Hazen – Williams dengan menggunakan satuan internasional yaitu: ν = 0. “Hidrolika Teknik”. 1 1. Dake. 2. Jakarta Process and Unit Operation”.Moody. M. Allyn ‘11 13 Erlangga. 1985. Referensi : 1.. 2nd and Bacon. dimana: v = kecepatan aliran (m/s) C = koefisien kekasaran pipa Hazen – Williams R = jari-jari hidrolik = d/4 untuk pipa bundar S = slope dari gradient energi (head losses/panjang pipa) = hl / l 1 2 2. Dalam hal ini digunakan dua model rumus yaitu persamaan Hazen – Williams dan persamaan Manning. Persamaan ini tidak dapat digunakan untuk liquid lain selain air dan digunakan khusus untuk aliran yang bersifat turbulen. Inc. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Persamaan Manning biasanya digunakan untuk aliran saluran terbuka (open channel flow). Geankoplis..C.Persamaan Manning dengan satuan internasional. Massachusset. C. “Transport edition. Penggunaan rumus empiris juga dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan aliran. yaitu: v= dimana: n = koefisien kekasaran pipa Manning Persamaan Hazen – Williams umumnya digunakan untuk menghitung headloss yang terjadi akibat gesekan. J. 1983. . Persamaan Darcy – Weisbach secara teoritis tepat digunakan untuk semua rezim aliran semua jenis liquid.

Unit Operational Of Chemical Engginering 5th edition. P.3. McCraw-Hill Book Company. W. and Harriot.L. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . ‘11 14 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. 1996. McCabe.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->