BAB III ANALISA KASUS

Pasien anak laki-laki, usia 8 bulan, tidak memiliki anus, post colostomy tanggal 5 Oktober 2012. Pasien datang untuk melakukan posterosagital anorectoplasty. Penegakan diagnosa didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis didapatkan bahwa pasien tidak memiliki anus, hal ini didukung oleh pemeriksaan perianal yang dilakukan sesaat setelah lahir. Sebelum dilakukan PSARP, dilakukan pemeriksaan ulang, dan didapatkan hasil pada regio anal tidak ditemukan anus dan fistula, serta tampak anal dimple. Berdasarkan klasifikasi Ladd and Gross, malformasi anorektal pada pasien ini termasuk tipe III, yaitu Anus tidak terbentuk dan rektum berakhir sebagai suatu kantung yang buntu terletak pada jarak tertentu dari kulit di daerah anus seharusnya terbentuk (lekukan anus). Terdapat beberapa cara dalam penentuan klasifikasi malformasi anorektal. Umumnya malformasi anorektal dibagi berdasarkan letak rendah, letak intermedia, dan letak tinggi. Menurut klasifikasi Wingspread, pada pasien ini dapat masuk kategori malformasi anorektal letak tinggi dimana anus sama sekali tidak ada. Selain itu, klasifikasi letak tinggi berdasarkan klasifikasi Melbourne membagi berdasarkan garis pubokoksigeus dan garis yang melewati ischii, di mana malformasi kongenital letak tinggi apabila rektum berakhir diatas muskulus levator ani. Pada kelainan anorektal letak tinggi atau intermediet, setelah diagnosis ditegakkan, segera dilakukan kolostomi selanjutnya dibuatkan lopogram untuk mengetahui macam fistula. Tiga hari setelah lahir, pasien menjalani colostomy. Colostomy harus dilakukan sesegera mungkin. Apabila tidak dilakukan, maka mekonium ataupun feses yang tertahan akan menimbulkan gejala obstruksi usus. Tindakan operatif bertujuan untuk pengalihan feses sementara dan untuk mengoreksi deformitas rectal. Colostomy dapat dilakukan pada dua tempat, yaitu pada colon transversum dan colon sigmoid.

. Operasi tahap kedua ini adalah membuat anus sesuai tempatnya sekaligus pelebaran lubang anus dengan dilakukan bouginagi.Tahap kedua pada pasien ini dilakukan pada usia 8 bulan. Pelebaran lubang anus ini untuk mencapai kaliber lubang sesuai umur bayi. Tindakan rekonstruksi ini dapat dilakukan pada usia 6 – 12 bulan. yaitu tindakan operasi yang bersifat definitif dengan prinsip pengobatan operatif posterior sagital anorektoplasi (PSARP).

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.