FIQIH

Ramadhan
Kajian Fiqih Ikhtilaf Seputar Ramadhan

5

iii

Judul

Fiqih Ramadhan
Kajian fiqih ikhtilaf seputar Ramadhan Penulis

Ahmad Sarwat, Lc
Editor

Amiruddin Abu Fatih
Desain Muka Tata Letak

N. Dewantara Kampussyariah
Penerbit

Jl. Pedurenan Masjid Raya no 52 Kuningan Jakarta 12940 telp . 021-999.80-000 0813.999.80-000

Cetakan Pertama, Juli 2008

iv

.................................................................................................................................36 SEPUTAR NIAT...... Mungkinkah Air Tidak Tertelan?....Daftar Isi MENJELANG RAMADHAN...............72 Onani Saat Puasa........................................... Apa Maksudnya?........................... dan Kaffarat................74 Mencumbu Isteri Siang Hari Ramadhan.....22 Allahumma Laka Shumtu Bukan Hadits Shahih?.68 Masih Makan Waktu Imsak.............33 Puasa Sunnah Menjelang Ramadhan....................57 Suntik dan Obat Tetes Mata........................51 BATALKAH PUASA SAYA?........73 Bercampur di Siang Ramadhan...39 Niat Harus Tiap Malam?......................................63 Masih Ada Sisa Makanan di Mulut....................................................10 Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan..................55 Apa yang Dimaksud dengan Imsak?..........................................45 Cara Niat Puasa.........................................................................................43 Bukankah Makan Sahur Sudah Berarti Niat?.................................3 Ramadhan Awalnya Rahmat : Hadits Dhaif?..........30 Syaithan Dibelenggu......................................................................................15 Mengapa Penetapan 1 Syawal Berbeda............1 Menyambut Bulan Suci Ramadhan.......................................66 Minum Karena Lupa.61 Berkumur............................................78 v ......... Zina......................................................................................17 Amalan Sunnah dan Anjuran di Bulan Ramadhan............................7 Tradisi Bermaafan Sebelum Puasa.......................................................59 Muntah dan Sengaja Muntah...................41 Niat Puasa Dobel Bisakah?..................70 Mimpi Basah Saat Ramadhan................................

.............................................147 Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui.....133 Haruskah Membayar Hutang Puasa Ramadhan?.....135 Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan...103 LEBARAN...................125 Puasa Jumat Dalam Puasa Dawud..........92 Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah.........................149 Berpuasa dalam Musim Dingin?........................137 Mengganti Puasa.......................152 Orang Eskimo dan Hukum Puasa.........107 Puasa Syawwal atau Bayar Qadha' Dulu?........................................109 Puasa Syawwal Haruskah Berturut-Turut?.......................................................................................................................100 Hadits Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah................................................................................170 vi .....111 Lebaran Ikut Pemerintah?....................91 Puasa yang Diharamkan......................81 Hukum Bersetubuh di Waktu Sahur.........................................................................................................Membatalkan Puasa untuk Berjima'....................................155 Hal-Hal yang Membolehkan Tidak Puasa...127 Puasa Hari Kelahiran....................................................................168 Nenek Ingin Puasa........................130 MENGGANTI PUASA............................... 14 dan 15 ...............................................145 PUASA DALAM BERBAGAI KONDISI....159 Puasa dan Produktifitas..................................................97 Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?..................123 Hukumnya Shaum Tasyu`a dan 'Asyura............86 HARI HARAM ATAU MAKRUH PUASA.......................................................................................................................141 Mengganti Bagi yang Tidak Sanggup Puasa.........................................89 Puasa Hari Jumat........139 Cara Bayar Fidyah.............................................................121 Shaum Sunat 13.......................................................................................................................................164 Puasa 18 Jam di Pesawat.......................117 PUASA SUNNAH...............143 Bisakah Dibayar Ramadhan Berikutnya?.................115 Arti Ucapan Selamat Lebaran.......

....................................174 Puasa Pada Saat Ada yang Berlebaran Duluan.......195 Doa Qunut Dalam Witir Dipertengahan Ramadhan........................Benarkah Wanita Haid Boleh Tetap Puasa?..........................................189 Qiyamullail Setelah Tarawih....................................185 Shalat Tarawih: 11 atau 23 Rakaat?................................177 TARAWIH & I'TIKAF........................172 Kapan Batas Berhenti Makan dan Minum?.................................................................................181 Imam Tarawih tanpa Baca Shalawat..........................183 Dalil Shalat Tarawih Berjamaah Kuatkah?.................200 I'tikaf Terkendala Oleh Jam Kerja............205 PENUTUP..................209 vii .. Sahkah?.......197 Apa Saja yang Dilakukan Saat I'tikaf?......

untuk tidak terjebak dengan berbagai perbedaan yang pada hakikatnya hanya seputar urusan furu'iyah (cabang) saja. bahkan juga untuk membuat tulisan dalam bentuk buku seperti ini. Sengaja kami susun ulang dengan disesuaikan pada berbagai permasalahan yang terus berkembang. Ciri khas bulan yang berada pada urutan kesembilan dalam hitungan bulan qamariyah ini adalah penuh dengan berbagai semangat dari umat Islam untuk belajar agama Islam. namun tidak terkesan menggurui atau mau menang sendiri. Buku ini bukan buku yang pertama kali kami tulis tentang Ramadhan. Setiap tahunnya kami selalu diminta untuk menyampaikan kajian terkait dengan hukum-hukum seputar Ramadhan. Ini buku ketiga yang kami luncurkan. Buku ini berisi hal-hal yang lain dari naskah-naskah sebelumnya.Pendahuluan Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. namun setiap terbit selalu berisi hal-hal yang berbeda. Mengingat memang umat sangat membutuhkan kajian yang bersifat komparatif. Shalawat serta salam tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW. Adalah sudah menjadi tekad kami sejak awal. keluarganya. beserta para shahabatnya. dan juga para pengikutnya. viii . Ramadhan adalah bulan yang selalu dinantikan oleh umat Islam. Salah satu titik perbedaan buku ini dengan buku sebelumnya adalah banyaknya masalah khilafiyah yang kami angkat.

Amien. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan terbitnya buku ini. Lc www. Buku ini kami susun dengan pola tanya jawab.ustsarwat. Juli 2008 Ahmad Sarwat. Itu harapan kami. Tinggal pada pembaca yang kami persilahkan untuk memilih.Beberapa pendapat yang sekiranya memang dibutuhkan. Jakarta. bahkan termasuk juga latar belakang yang mengarahkan kepada pendapat itu. baik berupa ayat Quran atau pun hadits. untuk lebih memudahkan pencarian atas sub-sub bahasannya. Tentu saja kami tetap berupaya sedapat mungkin untuk juga mencantumkan dalil yang digunakan oleh masing-masing ulama. sengaja kami tampilkan. Dan semoga kehadiran buku kecil ini dapat menjadi bagian dari usaha kita dalam memahami agama Allah. tapi bisa saja langsung dibaca pada sub-judul yang sekiranya memang dibutuhkan. Berarti buku ini tidak harus dibaca dari awal ke bagian akhir. mana yang sekiranya lebih cenderung untuk memilihnya. Banyak dari pendapat itu lahir karena perbedaan dalam memahami arti kata. semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda.com ix . serta menjadi salah satu di antara penerang jalan untuk mencapai ridha-Nya.

.

BAB I MENJELANG RAMADHAN .

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan 2 .

tidak ada kesan mendalamnya. kok seperti menghadapi bulan-bulan lain saja. Menyambut bulan suci Ramadhan memang tidak harus ramai-ramai bikin acara ini dan itu. Karena esensi Ramadhan memang bukan keramaian. Tidak hanya secara fisik tapi secara batin juga. setiap mau puasa. Dan waktu yang lebih tepat untuk 3 . Jadi esensi menyambut bulan Ramadhan adalah bersiapsiap untuk bertempur mendapatkan kesempatan mencari pahala sebesar-besarnya. benarkah kalau ingin membayar hutang puasa harus dilakukan sebelum nisfu sya'ban? Setelah itu membayar hutang puasa sudah tidak boleh kecuali mengerjakan puasa sunah? Wassalam Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Menyambut Bulan Suci Ramadhan Assalamualaikum wr. keluarga dan lingkungan sekitar pasti heboh kalau mau menyambut puasa. wb. Beberapa tahun belakangan ini kok penyambutan Ramadhan semakin sepi ya? Maksud saya. karena semakin bertambah umur saya semakin banyak kegiatan dan masalah yang mesti saya hadapi sehari-hari?! Sebenarnya yang harus atau yang sebaiknya kita lakukan dalam menyambut bulam Ramadhan itu apa saja ya pak Ustadz? Satu pertanyaan lagi. Tidak seperti waktu saya kecil. melainkan kebahagiaan karena ada bulan dimana kita bisa banyak melakukan amal kebaikan yang lebih. Atau ini perasaan saya saja.

antara lain: 1. seperti mengerjakan 70 amal fardhu. mencari ilmu dan mengajarkannya. berdakwah. Sehingga kita punya lahan yang lebih luas untuk mengisinya dengan berbagai amal kebajikan. lantaran beberapa alasan. "Siapa yang mengerjakan amal sunnah meski kecil. Untuk selama sebulan. sama seperti orang yang mengerjakan amal fardhu. Setan dibelenggu di bulan Ramadhan."(HR. karena musuh kita berkurang jumlahnya dan kita bisa puas-puaskan untuk beramal shalih. Kesempatan setan 'cuti' sebulan penuh ini hanya terjadi di bulan Ramadhan. Amal-amal digandakan di bulan Ramadhan Sehingga amal yang sama kita kerjakan di bulan lain akan diganjar dengan lebih besar bila dilakukan di bulan Ramadhan. Tentu kita gembira dengan datangnya Ramadhan.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan beramal sebaik-baiknya memang Ramadhan. bagaimana kita tidak bergembira? 2. setan akan tidak kebagian lapak. Dalam salah satu hadits disebutkan: ‫ من تطوع ف شهر رمضان بخصلة‬: #‫وعا‬$ ‫مرف‬d ‫عن سلمان الفارسي‬ ‫ ومن أدى فيه‬،‫ه‬$ ‫ فيما سوا‬#‫من خص ال اليركان كمن أدى فريضة‬ ‫ فيما سواه‬#‫ كان كمن أدى سبعين فريضة‬#‫فريضة‬ Dari Salman Al-Farisy radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan secara marfu'. Siapa yang mengerjakan amal fardhu. Al-Baihaqi) ‫ ف رمضان‬9 ‫ الصدقة صدقة‬$ ‫ أفضل‬:#‫وعا‬$ ‫ مرف‬ 6‫عن أنس‬ 4 .

di bulan Ramadhan terjadi banyak peristiwa besar. Selain itu di bulan Ramadhan juga terjadi banyak peristiwa historis yang tidak kalah pentingnya. Bagaimana kita tidak bergembira? 3. Buat umat Islam di Indonesia.11 Januari 630 M) • Bebasnya Mesir dan masuknya dakwah Islam di bawah pimpinan Amru bin Al-Ash (1 Ramadhan tahun 2 H 26 Pebruari 624 M) • Perang Tabuk (8 Ramadhan 9 H . sejarah kemerdekaan tahun 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan secara marfu'. Sedangkan di dunia Islam secara keseluruhan.18 Oktober 636M) • Kemenangan umat Islam atas dinasti Sasanid. Ramadhan adalah bulan yang punya nilai historis tinggi. "Sedekah yang paling afdhal adalah yang diberikan di bulan Ramadhan.13 Maret 623 M) • Pembebasan kota Makkah/Fathu Makkah (21 Ramadhan 8 H . antara lain • Perang Badar Al-Kubra (17 Ramadhan 2 H . Dimana ibadah di malam qadar dinilai lebih baik dari seribu bulan. Bulan Ramadhan ini ibarat bulan diskon gede-gedean atau cuci gudang. Di antaranya bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran pertama kali ke muka bumi." (HR Tirmizy) Kesempatan beramal kecil tapi diganjar dengan pahala yang besar jarang-jarang terjadi.18 Desember 630 M) • Bebasnya Baitul Maqdis dan diserahkan kuncinya kepada Khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu (13 Ramadhan 15 H . penguasa Persia setelah berhasil membunuh Kaisar Yazdajar III 5 .

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

• • • • •

• •

dan berakhirnya kemaharajan Persia (23 Ramadhan 31 H - 625 M) Peristiwa tahkim dimana Ali dan Mu'awiyah radhiyallahu 'anhuma berdamai (3 Ramadhan 37 H - 11 Pebruari 658 M) Bebasnya negeri Sind dari pasukan India di bawah pimpinan Muhammad bin Al-Qashim (6 Ramadhan 63 H - 14 Mei 682 M) Awal bebasnya negeri Andalusia di bawah pimpinan Tarif bin Malik Al-Barbari (1 Ramadhan 91 H - 710 M) Berdirinya Daulah Abbasiyah, khilafah kedua setelah Daulah Umayah (2 Ramadhan 132 H - 13 April 750 M) Bebasnya Byzantium dalam perang Amoria di bawah pimpinan langsung khalifah Al-Mu'tashim billah, setelah mendengar wanita yang ber-istighatsah karena mengalami pelecehan seksual (6 Ramadhan 223 H - 31 Juli 838 M) Berdirinya Daulah Abbasiyah II di Spanyol (12 Ramadhan 331 H - 9 Mei 943 M) Peletakan Batu Pertama Universitas Al-Azhar Mesir sebagai masjid dan universitas (14 Ramadhan 359 H 20 Juli 970 M) 19 Ramadhan 1375 M

4. Ramadhan bulan surga Umat Islam benar-benar digiring untuk masuk surga di bulan Ramadhan. Sebab mereka diwajibkan berpuasa dan untuk orang yang puasa sudah disediakan pintu khusus di surga yaitu bab Ar-Rayyan. Demikian juga puasa itu menganjurkan kita untuk bersabar, dan ganjaran untuk orang yang sabar adalah surga. 5. Ramadhan bulan yang menjauhkan dari neraka

6

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

Mungkin ada sebagian orang yang berkomentar bahwa sebagai muslim, kita memang pasti masuk surga. Tetapi tetap saja kalau lebih banyak dosa harus mampir dulu ke neraka. Nah, di dalam bulan Ramadhan ini, Allah SWT menjanjikan amal-amal yang bisa membuat orang akan terhindar dari api neraka. Amal itu adalah memberi ifthar kepada orang yang puasa. Mereka yang melakukannya dijanjikan akan selamat dari api neraka. 6. Semangat Kebersamaan Dalam Taat Ada semangat kebersamaan dan ephoria untuk beribadah ritual yang lebih besar dibandingkan di luar Ramadhan. Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ramadhan Awalnya Rahmat : Hadits Dhaif?
Ada seorang ustadz yang mengatakan bahwa hadits tentang pembagian Ramadhan menjadi tiga itu dhaif. Padahal hadits itu sangat populer disampaikan di bulan Ramadhan. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini: Ramadhan itu awalnya adalah rahmat, tengahnya adalah maghfirah (ampunan) dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Benarkah klaim ustadz tersebut? Dan kalau benar, apa status hadits itu? Demikian terima kasih banyak ustadz

Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

7

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

Hadits yang anda tanyakan kedudukannya itu memang sangat populer di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Dengan hadits itu, para penceramah banyak mengajak orang-orang agar memanfaatkan bulan Ramadhan untuk khusyu' beribadah, agar mendapatkan tiga hal tersebut. Yaitu rahmah dari Allah, ampunan-Nya serta pembebasan dari neraka. Namun menarik sekali apa yang disampaikan oleh ustadz yang antum ceritakan bahwa ternyata menurut beliau hadits itu bermasalah dari sanad dan kekuatannya jalur periwayatannya. Betulkah? Kami berupaya membolak balik beberapa literatur serta tulisan dari para ulama ahli hadits terkait dengan haditsi ini. Kami menemukan uraian yang menarik dari seorang ustadz ahli hadits di Indonesia, yaitu Al-Ustadz Prof. Ali Mustafa Ya'qub, MA. Menurut beliau, hadits itu memang bermasalah dari segi periwayatannya. Sebenarnya hadits ini diriwayatkan tidak hanya lewat satu jalur saja, namun ada dua jalur. Sayangnya, menurut beliau, kedua jalur itu tetap saja bermasalah. Jalur Pertama Salah satu jalur periwayatan haditsi ini versinya demikian:

‫? من النار‬ ‫ عتق‬B‫ه‬B ‫ مغفرة وآخر‬B ‫ه‬$ ‫ شهر رمضان رحمة وأوسط‬$ ‫أول‬
Bulan Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-'Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha'if yang berjudul Adh-Dhu'afa'. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikh Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, dan Ibnu Asakir.
8

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

Mereka Yang Mendhaifkan Adapun di antara para muhadditsin (ahli hadits) yang mempermasalahkan riwayat ini antara lain: 1. Imam As-Suyuthi Beliau mengatakan bahwa hadits ini dha'if (lemah periwayatannya). 2. Syeikh Al-Albani Beliau mengatakan bahwa riwayat ini statusnya munkar. Jadi sebenarnya antara keduanya tidak terjadi pertentangan. Hadits munkar sebenarnya termasuk ke dalam jajaran hadits dhaif juga. Sebagai hadits munkar, dia menempati urutan ketiga setelah hadits matruk (semi palsu) dan maudhu' (palsu). Sementara sanadnya adalah: 1. Sallam bin Sawwar 2. dari Maslamah bin Shalt 3. dari Az-Zuhri 4. dari Abu Salamah 5. dari Abu Hurairah 6. dari nabi SAW Dari rangkaian para perawi di atas, perawi yang pertama dan kedua bermasalah. Yaitu Sallam bin Sawwar dan Maslamah bin Shalt. Sallam bin Sawwar disebut oleh Ibnu Ady, seorang kritikus hadits, sebagai munkarul hadits. Sedangkan oleh Imam Ibnu Hibban, dikatakan bahwa haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah (pegangan), kecuali bila ada rawi lain yang meriwayatkan haditsnya. Perkataan Ibnu Hibban ini bisa kita periksa dalam kitab Al-Majruhin. Sedangkan Maslamah bin Shalt adalah seorang yang matruk, sebagaimana komentar Abu Hatim. Secara etimologis, matruk berarti ditinggalkan. Sedangkan menurut
9

kalau hadits maudhu' itu perawinya adalah seorang pendusta. Wallahu a'lam bishshawab. Pertama. Tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya. Apakah bermaaf-maafan sebelum memasuki bulan Ramadhan sejalan dengan hadis Rasulullah SAW? Bila ya. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. hadits matruk adalah hadits yangdalam sanadnya ada rawi yang pendusta. tidak terkait dengan masuknya bulan Ramadhan.kami masih belum menemukan nash hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan. gelarnya adalah hadits munkar karena adanya Sallam bin Sawwar. Gelar kedua adalah hadits matruk karena adanya Maslamah bin Shalt. sampai saat ini -wallahu a'lam. Bedanya. Kesimpulannnya. Adapun bermaaf-maafan secara umum. Sepanjang apa yang kami ketahui. bisa Ustadz tolong jelaskan dengan hadisnya. khususnya pada saat menjelang masuknya bulan Ramadhan. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kira-kira hadits matruk itu boleh dibilang semi maudhu'. sedangkan hadits matruk itu perawinya sehari-hari sering berdusta. kita pun perlu untuk melakukannya.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan terminologi hadits. sudah tidak perlu 10 . hadits ini punya dua gelar. Dan hadits matruk adalah 'adik' dari hadits maudhu' (palsu). Entahlah barangkali ada Ustadz atau ulama hadits yang menemukan dalilnya. Tradisi Bermaafan Sebelum Puasa Assalamu 'alaikum wr wb.

Begitu banyak dalil untuk meminta maaf dan memberi maaf. Salah satunya adalah firman Allah SWT berikut ini: ‫ قدير‬6‫ شيء‬I ‫ل‬$ ‫ه على ك‬K ‫ الل‬L ‫ بأمره إن‬B ‫ه‬K ‫وا حتى يأتي الل‬B‫وا واصفح‬$ ‫فاعف‬ Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka. Sementara tujuan kita berpuasa adalah juga agar kita menjadi orang yang bertaqwa.(QS. dan orangorang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. yaitu orang-orang yang menafkahkan. Dan taqwa adalah tujuan dari kita berpuasa. ‫رض‬Q‫ وال‬B ‫ه ا الس ماوات‬B ‫ عرض‬6‫ م وجنة‬$ ‫ك‬O ‫ن رب‬O‫ م‬6‫وا إلى مغفرة‬B ‫و س ارع‬ ‫ون في السراء والضراء والكاظمي الغيظ‬$ ‫نفق‬B ‫ذين ي‬L ‫تقي ال‬B ‫عدت للم‬$ ‫أ‬ ‫حسني‬B ‫^ الم‬ ‫حب‬B ‫ ي‬B‫له‬K‫والعافي عن الناس وال‬ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. ‫ للتقوى‬B‫وا أقرب‬$ ‫وأن تعف‬ 11 . Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. baik di waktu lapang maupun sempit.(QS. Ali Imran: 132-133) Di dalam ayat lain.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan dipermasalahkan lagi. sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Al-Baqarah: 109) Demikian juga di dalam ayat lain disebutkan bahwa memaafkan orang lain adalah sifat orang bertaqwa. disebutkan bahwa memaafkan kesalahan orang lain itu mendekatkan kita kepada sifat taqwa.

(QS.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Dan memberi maaf itu lebih dekat kepada takwa. An-Nuur: 22) Meskipun seorang yang dizhalimi dibenarkan untuk membalas. Allah SWT telah mewajibkan kita untuk memberi maaf kepada orang lain. (QS. ‫م‬$ ‫ل لك‬ e ‫^ون أن يغفر ا‬ ‫حب‬B ‫وا أل ت‬B ‫وا وليصفح‬$ ‫وليعف‬ Dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. memaafkan kesalahan orang lain yang telah berbuat salah itu akan diganjar oleh Allah SWT dengan ampunan atas dosa-dosa kita kepada Allah. dimana Allah akan memberi ganjaran dan pahala tersendiri. maka barang siapa mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas 12 . Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. AlBaqarah: 237) Memaafkan kesalahan orang lain adalah sebuah ibadah yang mulia. Al-A'raf: 199) Selain itu. Dan sebagai muslim. sebagaimana firman Allah SWT berikut ini: ‫رف وأعرض عن الجاهلي‬B ‫ر بالع‬B ‫ذ العفو وأم‬B ‫خ‬ Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf. Sehingga hukum memberi maaf itu adalah fardhu 'ain. ‫ ل‬B‫ه إن ه‬L ‫ على الل‬B‫ ه‬B ‫ها فمن عفا وأصلح فأجر‬$ ‫ثل‬O ‫م‬9 ‫ئة‬O ‫ة سي‬ 6 ‫ئ‬O ‫وجزاء س ي‬ ‫المي‬L ‫^ الظ‬ ‫حب‬B ‫ي‬ Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. namun memaafkan jauh lebih baik. serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Asy-Syura: 40) Momentum untuk Saling Memaafkan Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja. (HR Bukhari dan Muslim) Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa. "Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain. maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. maka selain minta ampun kepada Allah di bulan 13 . Namun kalau kita mau telusuri lebih jauh. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT. Karena memang tidak ada hadits atau atsar yang menunjukkan ke arah sana. tetap belum bisa masuk surga. tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia? Jangankan orang yang menjalankan Ramadhan. maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. mengapa sampai muncul trend demikian. Oleh karena itu.‫ ما تقدم من ذنبه‬B‫فر له‬$ ‫ غ‬#‫واحتسابا‬ Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda. ‫ م ن قا م رمضا ن إيانا‬:‫ قال‬ ‫ ر سول ال‬L‫أ ن‬ ‫ريرة‬B ‫عن أ ب ه‬ ‫? عليه‬ ‫ متفق‬. salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa. bahkan mereka yang mati syahid sekalipun. (QS. biar bisa dipastikan semua dosa terampuni. tidak harus menunggu momentum Ramadhan atau 'Idul Fithr.

agar bisa lebih lengkap. semuanya pun tidak ada dalilnya yang bersifat eksplisit? Lalu apakah kita akan mengatakan bahwa semua orang yang melakukan kegiatan itu sebagai ahli bid'ah dan calon penghuni neraka? Kenapa jadi mudah sekali membuat vonis masuk neraka? Apakah semua kegiatan itu dianggap sebagai sebuah penyimpangan esensial dari ajaran Islam? Hanya lantaran dianggap tidak sesuai dengan apa terjadi di masa Nabi? 14 . juga meminta maaf kepada sesama manusia. Demikian latar belakangnya. Dan rasanya tidak perlu kita sampai mengeluarkan vonis bid'ah bila ada fenomena demikian. Maka meski tidak ada dalil khusus yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melakukan saling bermaafan menjelang Ramadhan. ceramah dzhuhur. ceramah menjelang berbuka puasa. tetapi tidak ada salahnya bila setiap orang melakukannya. seperti hutang-hutang dan lainnya. undangan berbuka puasa bersama. kita sudah bersih dari segala sangkutan kepada sesama manusia. Memang seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan saja. sebab meminta maaf itu dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja. Idealnya yang dilakukan bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan. tetapi juga menyelesaikan semua urusan. menjelang Ramadhan. Sebab kalau semua harus demikian. bahkan kepanitiaan i'tikaf Ramadhan. sesudahnya atau pun di luar bulan itu. maka hidup kita ini akan selalu dibatasi dengan beragam bid'ah. hanya lantaran tidak ada dalil yang bersifat eksplisit. ceramah shubuh.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Ramadhan. pesantren kilat Ramadhan. Agar ketika memasuki Ramadhan. Bukankah ceramah tarawih. Bermaafan boleh dilakukan kapan saja.

Tapi 15 . Wallahu a'lam bishshawab. Yang ada hanyalah anjuran untuk berziarah kubur. Ustadz. sehingga beberapa pekuburan umum di Jakarta ini cenderung ramai dan jalannya macet. karena mengingatkan kita kepada kematian. diantara kebiasaan kita menjelang bulan Ramadhan adalah berziarah kubur. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan niat untuk merusak dan menambahi masalah agama. Apalagi jika dikaitkan dengan kedatangan bulan Ramadhan. Sayang sekali ternyata kami tidak menemukan dalil yang menganjurkan waktu yang paling baik untuk berziarah kubur. Namun kita tetap menghormati kecenderungan saudarasaudara kita yang gigih mempertahankan umat dari ancaman dan bahaya bid'ah. Insya Allah niat mereka baik dan luhur.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Kita umat Islam tetap bisa membedakan mana ibadah mahdhah yang esensial. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Billahi sabililhaq Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. juga pendapat masing-masing Imam Mazhab. Semua yang disebutkan di atas itu hanya semata kegiatan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan agar lebih berarti. Pertanyaan saya adalah ada hadits-hadits pendukung tentang hal ini. dan mana yang merupakan kegiatan yang bersifat teknis non-formal. Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

da'i. dan juga jangan lupa bawa kembang buat ditaburkan. mereka tidak punya akses untuk bertanya kepada para ulama syariah yang ahli di bidangnya. tidak harus menjelang masuknya bulan Ramadhan. Yang tersedia hanya para penceramah. atau ahli pidato yang digelembungkan namanya lewat media massa dan menjadi sangat tenar bahkan masuk ke wilayah selebriti. tanpa ada ulama yang memberian arahan dan penjelasan. Atau kalau ke kuburan jangan lupa pakai pakaian hitam-hitam. Dan memang semua fenomena itu terjadi begitu saja. Adapun kebiasaan yang sering kita saksikan di tengah masyarakat untuk berziarah kubur menjelang datangnya Ramadhan. Dalil yang mereka gunakan hanyalah dalil umum tentang anjuran berziarah kubur. apalagi sampai kepada kritik sanad hadits-hadits nabawi. baik di Al-Quran maupun di sunnah nabi-Nya. paling tinggi hanya sekedar ijtihad. silahkan kalian berziarah ke kuburan-kuburan. Sayangnya.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan waktunya tidak pernah ditentukan. Sudah waktunya bila umat ini punya akses kuat kepada para ulama ahli syariat. tetapi sayangnya mereka kurang punya perhatian dalam masalah hukum Islam. Ini perlu dipikirkan agar jangan sampai kejahilan di tengah umat ini terus-menerus terjadi. bahkan menjadi tradisi. Sedangkan dalil yang mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan. Itu pun masih sangat mungkin disanggah. Jadi boleh kapan saja. Beliau SAW tidak pernah menganjurkan secara tegas bahwa bila Ramadhan menjelang. Sama sekali tidak ada nash-nya. untuk meluruskan kembali 16 . kami yakin bahwa mereka melakukannya tanpa punya dalil yang eksplisit dari nabi SAW. Padahal masyarakat kita ini terkenal sangat agamis dan punya semangat besar untuk menjalankan agama.

Kejadian itu sudah 17 . Bagaimana menurut pak Ustadz ? Kalau bisa tahu. tentu tidak akan menyelesaikan masalah. atau tidak sejalan dengan manhaj ahli sunnah. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabrakatuh Perbedaan dalam menetapkan hari jatuhnya lebaran memang sudah bisa diprediksi. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. wb. Otomatis lebaran tahun ini beda lagi. Yang dibutuhkan adalah pemberian pemahaman secara simpatik. Bahkan dalam banyak kasus. atau dengan sikap arogan. kita masih puasa tetangga sebelah sudah berlebaran. tahun kemarin pak Ustadz ikut yang mana? Terimah kasih atas jawabanya mohon maaf jika ada kata yang tidak memuaskan. malah akan menimbulkan masalah.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan kehidupan mereka sesuai dengan syariat Islam yang lurus. jahiliyah. Wallahu a'lam bishshawab. saya sebagai orang awam binggung karena di sekitar tempat tinggal saya mayoritas orang Muhammadiyah. dan tetap menghargai serta tidak mempermalukan. Pak Ustadz. Kita berharap proses pencerahan umat untuk mengenal syariah ini tidak terkotori dengan adab yang buruk. cerdas. Jauh dari pola ikut-ikutan tanpa manhaj yang benar. yang hanya akan membuat objek dakwah kita semakin menjauh. Namun sekedar mencaci dan mengumpat atau menuduh bahwa mereka itu ahli bid'ah. Mengapa Penetapan 1 Syawal Berbeda Assalamu alaikum wr.

hasilnya belum tentu sama. umat Islam umumnya kompak. rupanya masingmasing elemen umat teramat kreatif. bahkan meski sama-sama menggunakan rukyatul-hilal. sesama rakyat Saudi tidak pernah terjadi perbedaan. Khusus Cuma di Indonesia Tetapi khusus untuk rakyat Indonesia. karena mereka memang berdiri sendiri dan tidak saling terikat. seringkali berbeda dalam penetapan awal Ramadhan dan Syawwal. Cerita orang lebaran 18 . Perbedaan Antar Negara Sudah sering terjadi bahwa umat Islam yang hidup di bawah berbagai macam pemerintahan. Kedua metode ini seringkali melahirkan hasil yang berbeda dalam penetapan tanggal. atau satu dalil namun ditafsirkan secara berbeda. meski samasama pakai hisab. Sehingga umat mengenal setidaknya dua sistem. Demikian juga. Kewajaran itu lantaran masing-masing pemerintahan punya hak untuk menetapkannya. Tetapi di dalam negeri masing-masing.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan berlangsung sejak lama dan akan selalu terus berulang setiap tahun. hasil seringkali juga berbeda. Maka wajar bila Mesir dan Saudi Arabia saling berbeda dalam menetapkan jadwal puasa dan lebaran. Demikian juga. yaitu rukyatul-hilal dan hisab. Sesama rakyat Mesir tidak pernah terjadi perbedaan. Tapi yang lebih menarik. Penyebab Perbedaan Penyebab perbedaan penetapan karena ada beberapa dalil yang berbeda. Sehingga amat wajar independensi otoritas penetapan jadwal puasa pun dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing pemerintahan.

belum tentu DPW atau DPD dan DPC-nya bilang A. ketika DPP ormas tertentu mengatakan A. urusan penetapan seperti itu 100% diserahkan pemerintah. Mau lebaran hari apa pun. Pokoknya. atau mungkin juga kelebihan pe-de nya. mungkin karena kebanyakan jumlah rakyatnya. Sesuatu yang tidak pernah terjadi di berbagai negeri Islam lainnya. Bahkan mungkin karena saking semangat untuk ijtihad. Semua pemandangan ini hanya terjadi di Indonesia. ya. Entah apa sebabnya. Setidaknya untuk konstituen mereka sendiri. Di sana. bukan hanya ormas yang sering tidak kompak dengan pemerintah. Masing-masing ormas tidak pernah merasa berhak untuk menetapkan sendiri.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan berbeda-beda tanggalnya memang hanya terjadi di dalam masyarakat kita saja. ada ormas yang sampai menasehati pemerintah untuk tidak usah mencampuri masalah ini. Indonesia banget deh. Yang jelas. pokoknya ikut Saudi. Dan lebih lucu lagi. Dan ceritanya dari zaman nenek moyang sampai abad internet sekarang ini masih yang ituitu juga. kita selalu menyaksikan masing-masing ormas seolah merasa punya hak otoritas menetapkan tanggal 1 Ramadhan dan tanggal 1 Syawal. atau kebanyakan ormasnya. Masing-masing sturktur ke bawah kadang-kadang masih merasa lebih pintar untuk menetapkan sendiri jadwal puasa. juga ada ormas yang selalu menginduk ke jadwal puasa di Saudi Arabia. Selain itu. sangat khas Indonesia. Jadi cerita seperti ini memang lebih khas Indonesia. Jadi Kita Ikut Siapa? 19 . tetapi di dalam satu ormas pun terkadang sering terjadi tidak kompak juga. Misalnya.

Karena tidak ada nash baik Quran maupun hadits yang menyebutkan bahwa lebaran tahun 1428 hijriyah jatuh tanggal sekian. bahkan tetap dapat satu pahala. kita juga tidak punya ilmu apa-apa tentang masalah seperti itu. Kita adalah para muqallid dan muttabi'. 100% kita punya hak untuk memilih.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Sebenarnya apa pun yang dikatakan baik oleh NU. Tidak ada satu pun ulama yang berhak untuk memaksakan kehendaknya. Kalau para ahlinya berbeda pendapat. Muhammadiyah. ulama itu akan dapat pahala. Maka jadwal puasa kita mengikuti umat Islam umumnya di suatu negeri. juga bukan ahli hisab. Hadits ini rasanya agak cocok buat keadaan kita yang bukan ulama. 20 . maka yang bisa kita lakukan adalah bertaqlid atau setidaknya ber-ittiba' kepada ahlinya. beliau tidak berdosa. Dan sebagai muslim. (waktu) berbuka adalah pada saat kalian berbuka. bukan ahli ru'yat dan juga bukan ahli hisab. Dan karena kita bukan ahli ru'yat. Persis dan lainnya. kita wajib menghormati berbagai ijtihad yang dilakukan oleh para ahlinya. Sebaliknya kalau salah. dan (waktu) berkurban/ Iedul Adha di hari kalian berkurban. semua tidak lepas dari ijtihad. Lepas dari apakah kita setuju dengan hasil ijtihad itu atau tidak. Toh kalau ijtihad itu benar. apalagi menyalahkan pendapat yang tidak sesuai dengan hasil ijtihadnya. Berpuasa Bersama Umat Islam Salah satu hadits menyebutkan sebagai berikut: ‫^ون‬ ‫ضح‬B ‫ضحى يوم ت‬Q‫ وال‬،‫ون‬B ‫فطر‬B ‫ يوم ت‬B ‫ والفطر‬،‫ون‬B ‫وم‬B ‫ يوم تص‬B‫الصوم‬ Waktu shaum itu di hari kalian (umat Islam) bershaum.

Sebagaimana pemerintah berhak untuk menjadi wali atas wanita yang tidak punya wali untuk menikah. Mulai Berpuasa Bersama Pemerintah Jadi pemerintah resmi yang berkuasa diberikan wewenang dan otoritas untuk menetapkan jatuhnya puasa dan lebaran. di tengah perbedaan pendapat dari para ahli ilmu. baik ketika cuaca cerah ataupun mendung. Tapi kalau ternyata 50% ulama mengatakan lebaran jatuh hari Jumat dan 50% lagi mengatakan hari Sabtu. maka dosanya kan mereka yang tanggung. ya kita tidak salah kalau ikut lebaran hari Sabtu. Sebab lebaran di hari dimana umumnya umat Islam lebaran adalah hal paling mudah dan juga ada dalilnya serta tidak membebani." Beliau juga berkata mengutip hadits nabi SAW: "Tangan Allah SAW bersama Al-Jama'ah." 21 . Kewenangan seperti ini bukan tanpa dalil. Bahkan para ulama sejak dulu telah menyatakan bahwa urusan seperti ini serahkan saja kepada pemerintah yang sah. lalu mana yang kita pilih? Jawabnya bahwa dalam hal ini syariah Islam memberikan kewenangan dan hak untuk menengahi perbedaan pendapat di kalangan umat. justru kita menemukan begitu banyak dalil yang menegaskan hal itu. Kalau pun pemerintah itu salah secara sengaja dan berbohong misalnya. ahli hisab dan ahli falak.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Kalau di Indonesia umumnya atau mayoritasnya lebaran hari Sabtu. meski tetap menghormati mereka yang lebaran hari Jumat. Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Seseorang (hendaknya) berpuasa bersama penguasa dan jamaah (mayoritas) umat Islam.

Terima kasih Ustadz. 22 . Beliau berkata. tanpa sahur pun puasa tetap boleh. semoga selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Meski demikian. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabrakatuh." Wallahu a'lam bishshawab. "Setiap muslim hendaknya bershaum dan berbuka bersama (pemerintah) negerinya masing-masing. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di antara bentuk ibadah atau pekerjaan yang disunnahkan dalam berpuasa sebagaimana petunjuk dari dari Rasulullah SAW yang dapat kami sampaikan di halaman maya adalah sebagai berikut: 1. mohon nasehat dari Ustadz terutama dengan amal-amal ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama bulan Ramadhan ini. Salah satunya adalah arahan dan petunjuk dari Al-'Allamah Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. Makan sahur dengan mengakhirkannya Para ulama telah sepakat tentang sunnahnya sahur untuk puasa. Semoga bisa menjadi bekal bagi saya sekeluarga dalam meraih keutamaan yang banyak di bulan suci ini. Amalan Sunnah dan Anjuran di Bulan Ramadhan Assalamu 'alaikum wr wb.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal kemudian diamini oleh para ulama hingga sekarang ini. Ramadhan sudah menjelang.

Dari al-Miqdam bin Ma'dikarb dari Nabi SAW bersabda. "Makan sahurlah. (HR Bukhari 1923 dan Muslim 1095). Karena dalam sahur itu ada barakah. "Hendaklah kamu makan sahur karena sahur itu makanan yang diberkati. tetapi sahur itu tetap sunnah dan mengandung keberkahan. Dasarnya lainnya adalah hadits berikut ini dengan sanad jayyid. Misalnya buat mereka yang terlambat bangun hingga mendekati waktu subuh. Makan sahur itu menjadi barakah karena salah satunya berfungsi untuk mempersiapkan tubuh yang tidak akan menerima makan dan minum sehari penuh. karena pada sahur itu ada barakah". Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orangorang yang sahur. (HR Ahmad: 3:12) Disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu shubuh.(HR An-Nasa'i: 4/146)."Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan ‫ور بركة‬B ‫ ف السح‬L ‫وا فإن‬B ‫تسحر‬ Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda. meski secara langsung tidak berkaitan dengan penguatan tubuh. Tidak tersisa waktu kecuali beberapa menit saja. 23 . ‫ ال‬L‫ فإ ن‬6‫رعة ماء‬B ‫م ج‬$ ‫ك‬B ‫ ولو أن يجرع أحد‬B‫و ه‬B ‫ بركة فل تدع‬B‫ور‬B ‫الس ح‬ ‫رين‬O ‫سح‬B ‫ون على الت‬v ‫صل‬B ‫ ي‬B‫وملئكته‬ Dari Abi Said al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Maka tetap disunahkan sahur meski hanya dengan segelas air putih saja. Selain itu.

Hakim dan Tirmizy) 3."(HR Bukhari 1957 dan Muslim 1058) ‫ن‬$ ‫ي فإن لم تك‬I ‫ص ل‬B ‫طبات قبل أن ي‬B ‫ على ر‬B ‫فطر‬B ‫ ي‬ ‫ ال‬$ ‫ول‬B‫كان ر س‬ ‫ن تمرات فماء‬$ ‫ فإن ل تك‬،‫ فتمرات‬6‫طبات‬B ‫ر‬ Dari Anas radhiyallahu 'anhu Berkata bahwa Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat. "Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur. Bila tidak ada maka dengan minum air. Meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma. ‫رد‬B ^ ‫لت‬9 ‫للصائم عند فطره دعوة‬ Di dalam sanad hadits ini adalah Sulaiman bin Abi Utsman yang majhul 1 24 . Bila tidak ada maka dengan kurma. (HR Abu Daud. Karena do'a orang yang puasa dan berbuka termasuk doa yang tidak tertolak. "Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan ‫ور‬B ‫وا السح‬B ‫وا الفطر وأخر‬$ ‫ ما عجل‬6‫متي بخير‬$ ‫أ‬$ ‫ل تزال‬ Dari Abu Zar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu dengan riwayat marfu`. 6‫وا الفطر حسا حسوات من ماء‬$ ‫ ما عجل‬6‫ بخير‬B ‫ الناس‬$ ‫ل يزال‬ Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi SAW bersabda. Berbuka dengan menyegerakannya Disunnahkan dalam berbuka puasa untuk men-ta'jil atau menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib."(HR Ahmad: 1/547)1 2. Berdoa ketika berbuka Disunnahkan membaca do'a yang ma'tsur dari Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.

"Bagi orang yang berpuasa ketika sedang berbuka ada doa yang tak akan ditolak. Bahkan meski hanya mampu memberi sebutir kurma atau seteguk air putih saja. Memberi makan orang berbuka Memberi makan saat berbuka bagi orang yang berpuasa sangat dianjurkan karena balasannya sangat besar sebesar pahala orang yang diberi makan itu tanpa dikurangi. kepada Engkaulah aku berpuasa dan dengan rizki dariMu aku berbuka"."3 4.2 ‫ ال تعال‬Q‫ إن شاء‬B ‫جر‬Q ‫وثبت ال‬Q B ‫وق‬B ‫ر‬B ‫ت الع‬L ‫ وابتل‬$ ‫مأ‬L ‫ذهب الظ‬ "Telah hilang haus dan telah basah tenggorakan dan telah pasti balasan Insya Allah.. Sabda Rasulullah SAW: Didasarkan pada riwayat Abu Daud dan Al-Baihaqy Lafaz doa ini didasarkan atas hadits Abu Daud 2358 dan An-Nasa`i 3329 serta Al-Hakim: 1/422) 2 3 25 . (HR Tirmidzy) Sedangkan teks doa yang diajarkan Rasulullah SAW antara lain ‫ وبك‬B‫ل ت‬L ‫ وعليك توك‬B‫ وعلى رزقك أفطر ت‬B ‫مت‬B‫ لك ص‬I‫م إ ن‬B ‫ه‬L ‫الل‬ ‫آمنت‬ Ya Allah.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Tapi lebih utama bila dapat memberi makanan yang cuup dan bisa mengenyangkan perutnya.

‫ فل صوم له‬#‫با‬B B ‫جن‬ B ‫من أصبح‬ Orang yang masuk waktu shubuh dalam keadaan junub. 5. padahal waktu subuh sudah masuk. Ibnu Majah. Mandi Disunnahkan untuk mandi baik dari janabah. Agar berada dalam kondisi suci saat melakukan puasa dan terlepas dari khilaf Abu Hurairah yang mengatakan bahwa orang yang berhadats besar tidak syah puasanya. (HR AtTirmizy. maka puasanya syah. maka puasanya tidak sah (HR Bukhari) Meski demikian. haidh atau nifas sebelum masuk waktu fajar. menurut jumhur ulama apabila seseorang sedang mengalami junub dan belum sempat mandi. maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaemah). Namun hadits ini ditafsirkan bahwa yang dimaksud dengan junub adalah seseorang meneruskan jima' setelah masuk waktu shubuh. B‫وم‬B ‫ ويص‬$ ‫م يغتسل‬$ ‫ ث‬6‫ع غير احتلم‬ 6 ‫ من جما‬#‫با‬B ‫ن‬B ‫ج‬B ‫صبح‬B ‫ي‬ B ‫كان النبي‬ Adalah Rasulullah SAW pernah masuk waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' bukan karena mimpi.(HR Muttafaq 'alaihi) 26 . An-Nasai. kemudian beliau mandi dan berpuasa.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan ‫نقص من أجر الصائم‬B ‫ ل ي‬B‫ أجره غير أنه‬$ ‫ مثل‬B‫ كان له‬#‫ر صائما‬L ‫من فط‬ ‫شيء‬ Siapa yang memberi makan (saat berbuka) untuk orang yang puasa.

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

6. Menjaga lidah dan anggota tubuh Disunnahkan untuk meninggalkan semua perkataan kotor dan keji serta perkataan yang membawa kepada kefasikan dan kejahatan. Termasuk di dalamnya adalah ghibah (bergunjing), namimah (mengadu domba), dusta dan kebohongan. Meski tidak sampai membatalkan puasanya, namun pahalanya hilang di sisi Allah SWT. Sedangkan perbuatan itu sendiri hukumnya haram baik dalam bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan.

‫ة ف أن يدع طعامه‬ 9 ‫ه حاج‬L ‫^ور والعمل به فليس لل‬ ‫من لم يدع قول الز‬ ‫وشرابه‬
Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya). (HR Bukhari, Abu Daud, AtTirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah) Apabila kamu berpuasa, maka jangan berkata keji dan kotor. Bila ada orang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, "Sungguh aku sedang puasa."

‫ أحد‬B‫ شاتم ه‬L‫ث ول يصخب فإ ن‬$‫م فل ير ف‬$ ‫ صوم أحدك‬B‫إذا كان يو م‬ ‫ صائم‬I ‫ل إن‬$ ‫ فليق‬B‫أو قاتله‬
Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu melakukan rafats dan khashb pada saat berpuasa. Bila orang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, "Aku sedang puasa." (HR Bukhari dan Muslim)

27

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

Namun menurut para ulama, mengatakan aku sedang puasa lebih tepat bila dilakukan bila saat itu sedang puasa Ramadhan yang hukumya wajib. Tetapi bila saat itu sedang puasa sunnah, maka tidak perlu mengatakan sedang puasa agar tidak menjadi riya'. Karena itu cukup dia menahan diri dan mengatakannya dalam hati. 7. Meninggalkan nafsu dan syahwat Ada nafsu dan syahawat tertentu yang tidak sampai membatalkan puasa, seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan meraba. Meski pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama dalam koridor syar'i, namun disunnahkan untuk meninggalkannya. Seperti bercumbu antara suami isteri selama tidak keluar mani atau tidak melakukan hubungan seksual, sesungguhnya tidak membatalkan puasa. Tetapi sebaiknya hal itu ditinggalkan untuk mendapatkan keutamaan puasa. 8. Memperbanyak shadaqah Termasuk di antaranya adalah memberi keluasan belanja pada keluarga, berbuat ihsan kepada famili dan kerabat serta memperbanyak shadaqah. Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus dalam kebajikan. Dan menjadi paling baik saat bulan Ramadhan ketika Malaikat Jibril 'asahissalam. mendatanginya.

‫ون ف رمضان حين‬$ ‫ ما يك‬B ‫ الناس بالير وكان أجود‬B ‫كان أجود‬B‫أنه‬ ‫ جبريل‬B ‫يلقاه‬
Adalah Rasulullah SAW orang yang sangat murah dengan sumbangan. Dan saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. (HR Bukhari dan Muslim)
28

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

Adapun hikmah yang bisa di dapat dari perbuatan ini adalah membesarkan hati kaum muslimin serta memberikan kegembiraan pada mereka sebagai dorongan untuk beribadah kepada Allah SWT. 9. Menyibukkan diri dengan ilmu dan tilawah Disunnahkan untuk memperbanyak mendalami ilmu serta membaca Al-Quran, shalawat pada Nabi dan zikirzikir baik pada siang hari atau malam hari puasa, tergantung luangnya waktu untuk melakukannya. Dasarnya adalah hadits shahih berikut ini:

‫رآن‬$ ‫ الق‬B‫سه‬ B ‫دار‬B ‫ من رمضان في‬6‫ل ليلة‬ I$ ‫ ف ك‬‫كان جبريل يلقى النبي‬
Jibril as. mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Qur'an.(HR Bukhari dan Muslim) 10. Beri'tikaf Disunnahkan untuk beri'tikaf terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Salah satunya untuk mendapatkan pahala lailatul qadar yang menurut Rasulullah SAW ada pada malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan.

‫واخر أحيا الليل‬Q ‫ ال‬B ‫ إذا دخل العشر‬ ^‫ كان النب ي‬ $ ‫قالت عائشة‬ ‫ وشد المئزر‬B ‫وأيقظ أهله‬
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) dan meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri).(HR Bukhari dan Muslim)

29

Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan

Juga disunnahkan untuk membaca pada lailatul qadar doa berikut: Ya Allah, Sungguh Engkau mencintai maaf maka maafkanlah aku. 11. Shalat Tarawih, Tahajjud dan Witir Selain ibadah di atas, tentunya yang sangat penting dan jangan sampai terlewat adalah shalat tarawih, tahajjud, witir dan lainnya. Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Allahumma Laka Shumtu Bukan Hadits Shahih?
Assalamu'alaikum wr. wb. Setahu saya doa berbuka yang diawali dengan allahumma lakasumtu... dst tidak shahih tapi saya melihat masih banyak yang menggunakan doa itu bahkan ustadz yang saya percaya pun menggunakan doa itu. Bagaimana ustadz?

Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabrakatuh, Lafadz doa buka puasa yang memang sangat populer itu bila kita teliti secara riwayat, memang banyak yang mengatakan kelemahannya. Bunyinya adalah:

‫اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت‬
Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki dari-Mu aku berbuka
30

beliau mengucakan: ‫بسم ال اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت‬ Bismillahi allahumma laka shumtu. wa 'ala rizkika afthartu. Ibnu Hajar mengatakan hadits ini maqbul bila ada ikutannya. Ini berbeda dengan metodologi Imam Malik yang sebaliknya dalam masalah hadits mursal. Ibnu Abi Syaibah lewat jalur Mu'az bin Zahrah adalah: Apabila nabi SAW berbuka puasa. atau seperti Al-Baihaqi. Hadits mursal menurut pendapat yang rajih dari mazhab As-Syafi'i dan Ahmad tidak bisa dijadikan hujjah. bahkan satu dengan lainnya tidak bisa saling menguatkan. Abu Daud juga memvonisnya sebagai matruk. 31 ." Dalam hadits ini ada 'illat. Imam At-Thabarani meriwayatkannya di dalam kitab Ash-Shaghir dan Awsath." Imam Al-Hafidz mengomentari Daud sebagai orang yang matruk (riwayatnya ditinggalkan). wa 'ala rizkika afthartu. Menurut versi riwayat Abu Daud dan lainnya seperti Ibnul Mubarak dalam Al-Zuhd. bila tidak maka hadits ini lemah sanadnya dan mursal. bahkan lafadznya pun berbeda-beda.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud. lewat jalur Daud bin AzZabarqan dengan lafadz: Apabila nabi SAW berbuka puasa. At-Thabarani dan Ad-Daaruquthuny dengan sanad yang lemah. beliau mengucakan: ‫اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت‬ Allahumma laka shumtu. yaitu ketidak-jelasan identitas Muaz. Hadits ini juga tidak punya shawahid yang mengangkatnya mencapai derajat hasan.

Syeikh 'allamah Al-Albani di dalam Al-Irwa' jilid 4 halaman 36 telah menetapkan kedhaifannya Berdoa dengan Hadits yang Tidak Shahih Meski kita bisa menerima bahwa secara jalur sanad bahwa lafadz hadits doa ini lemah. 32 . para ulama berbeda pendapat tentang hukum berdoa dengan menggunakan lafadz hadits yang derajat keshahihannya masih menjadi perdebatan. Namun sebagian yang lain mengatakan tidak mengapa bila berdoa dengan lafadz dari riwayat yang kurang dari shahih. Bahkan dalam lafadz doa secara umum. Allahumma taqabbal minna innaka antas samiul-alim. Ibnussunni dan At-Tahabari meriyawatkan juga lewat jalur Abdul Malik bin Harun. wa 'ala rizkika aftharna. pada dasarnya malah dibolehkan berdoa dengan lafadz yang digubah sendiri. Namun Az-Zahab mengomentari Abdul Malik sebagai orang yang ditinggalkan riwayatnya.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Ad-Daruquthuny. Sebagian mengatakan tidak boleh berdoa kecuali hanya dengan lafadz doa dari hadits yang sudah dipastikan keshahihannya. namun yang jadi pertanyaan adalah: Apakah tiap berdoa diharuskan hanya dengan menggunakan lafaz dari nash quran dan hadits saja? Nyatanya. Lafadznya: ‫الل هم لك صمنا وعلى رز قك أفطر نا الل هم تق بل م نا إ نك أ نت‬ ‫السميع العليم‬ Allahumma laka shumna. Apalagi ada zhan bahwa lafadz itu diucapkan oleh Rasulullah SAW.

Syaithan Dibelenggu. Apa sebenarnya maknanya. Pak Ustadz. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustadz? Terima kasih sebelumnya atas jawabannya.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Namun memang demikian adanya. Apakah malam Lailatur Qadar itu sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan Atau sepanjang malam bulan Ramadhan? Apakah maknanya bahwa Syetan pada bulan Ramadhan diikat atau dibelenggu? Apa maknanya secara haqiqi atau kias? Memang secara otomatis orang yang berpuasa lebih cenderung untuk tidak melakukan perbuatan yang berdosa karena merasa terikat dengan keadaan mereka yang sedang berpuasa? Walaupun tidak dipungkiri tetap ada yang melakukannya. antara lain: Imam 33 . Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu alaikum wr. Hadis-hadis yang menyatakan bahwa syetan-syetan akan dibelenggu pada bulan Ramadhan adalah hadis shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis. di mana saja kapan saja. Apa Maksudnya? Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wallahu a'lam bish-shawab. para ulama sangat mungkin terjebak dengan perbedaan sudut pandang. wb. Maaf kalau pendapat saya ini salah. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. walhasil yang tanpa disadari fasilitasfasilitas syetan untuk menggoda manusia yang berpuasa itu menjadi berkurang.

b. Ruang gerak mereka menjadi lebih terbatas." (HR Bukhari No. Imam Ahmad. ada beberapa penjelasan dari para ulama mengenai maksud dari perkataan Rasulullah SAW bahwasanya syetan-syetan "dibelenggu" pada bulan suci Ramadhan: a. Mengapa? Karena di bulan Ramadha umumnya orang-orang sibuk dengan shaum. Hanya Syetan yang Membangkang Sedangkan pendapat lain lagi mengatakan bahwa yang dibelenggu bukan semua syetan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Bukhari. maka pintu-pintu surga akan dibukakan dan pintu-pitu neraka akan ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu. 1898 dan Muslim 1079) Sedangkan mengenai maknanya. 34 . membaca Al-Qur'an dan berdzikir. Tidak Bisa Leluasa Mengganggu Satu pendapat menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan terbelenggunya syetan adalah bahwa syetan tidak bisa leluasa untuk mengganggu dan mencelakakan manusia tidak seperti biasanya. Mereka adalah syetan-syetan yang membangkang. sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Huzaimah. "Apabila bulan Ramadhan datang. dibandingkan dengan hari-hari di luar bulan Ramadhan. Imam Muslim. Ibnu Majah dan Al-Hakim. Nasa'i. Dan kegiatan mereka ini membuat syetan menjadi terbelenggu untuk leluasa menggoda dan mencelakakan manusia. Tirmidzi. melainkan hanya sebagiannya saja. Ibnu Huzaimah dan lain-lain.

adat istiadat yang rusak." c. mengapa masih banyak terjadi kemaksiatan pada bulan Ramadhan? Bukankan syetansyetan yang biasa menggoda manusia telah dibelenggu? Berdasarkan pengertian di atas. yaitu syetan yang membangkang sebagaimana dijelaskan di atas. "Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. 4 d. Jika ada pertanyaan. lingkungan masyarakat yang sudah bobrok. Yang dibelenggu hanya sebagian syetan saja. Bisa jadi kemaksiatan tersebut timbul karena sifat jelek manusianya. Yaitu syetan-syetan yang membangkang. Terhalangi dari Mencuri Dengar Berita dari Langit Fathul Bari IV/ 114-115. 'Umdatul Qari X/386 dan Ikmalul Mu'lim IV/6) 4 35 .Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah SAW bersabda. karena masih ada sebab-sebab lainnya selain syetan. Ketidakmampuan Syetan Menggoda Yang dimaksud dengan "dibelenggu" merupakan suatu ungkapan akan ketidak-mampuan syetan untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Tidak mesti dengan dibelenggunya syetan maka kemaksiatan akan hilang atau terhenti. para ulama menjawab pertanyaan tersebut dengan empat jawaban: Dibelenggunya syetan hanya berlaku bagi mereka yang melakukan ibadah shaum dengan penuh keikhlasan. serta kemaksiatan tersebut bisa juga disebabkan oleh syetansyetan dari golongan manusia. Dan hal tersebut dapat kita rasakan meskipun masih terjadi tindak kejahatan atau kemaksiatan tapi biasanya tidak sebanyak di bulan-bulan lainnya. Yang dimaksud adalah berkurangnya tindak kejahatan atau perilaku maksiat.

wb. Maka akan menambah penjagaan (sehingga syetan-syetan tersebut tidak mampu melakukannya lagi). Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. misalnya 1 atau 2 minggu sebelumnya? Saya pernah mendengar ada yang mengatakan tidak boleh dengan alasan memperpanjang puasa Ramadhan. Meski pun masalah ini juga bukan merupakan pendapat jumhur ulama. Malam bulan Ramadhan adalah malam turunnya AlQuran. Wallahu a'lam bishshawab. dimana beliauberpendapat bahwa yang dimaksud dengan syetan-syetan disini adalah syetan-syetan yang suka mencuri berita dari langit. Benar sekali adanya larangan untuk sengaja berpuasa sunnah bila kita memasuki atau menjelang setengah bulan masuknya Ramadhan. Ustadz. bolehkah puasa sebelum masuk waktu Ramadhan. Wassalamu'alaikum wr.Dalilnya adalah hadits berikut ini: 36 . wb. Terima kasih atas jawabannya. Yaitu berpuasa mulai tanggal 16 Sya'ban hingga akhir bulan Sya'ban. Puasa Sunnah Menjelang Ramadhan Assalamu'alaikum wr. mereka pun terhalangi untuk melakukan dengan adanya "belenggu" tersebut. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang berpedapat demikian adalah sebagian ulama AsySyafi'iyah dan sebagian dari ulama dari kalangan AlHanabilah.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan Sedangkan pendapat lainnya lagi seperti apa yang dikatakan oleh Al-Hulaimi.

" (HR Tirmizy). Bahkan ada juga yang sama sekali tidak menyinggungnya sebagai sesuatu yang harus dihindari. maka janganlah berpuasa hingga Ramadhan." 37 . Al-Atsram dan Ar-Rahman bin Al-Mahdi Selain itu mereka mengatakan justru Rasulullah SAW banyak sekali melakukan puasa di bulan Sya'ban. Mereka berpendapat bahwa hadits Abu Hurairah adalah hadits mungkar. Imam At-Tirmizy menshahihkan hadits ini. Yang mengatakan demikian adalah Imam Ahmad. Abu Zar'ah Ar-Razi. (HR At-Tahawi) Sedangkan ulama lainnya tidak sampai mengharamkan. ‫صف من شعبان حتى رمضان‬O ‫ل صوم بعد الن‬ Tidak boleh berpuasa setelah nisfu Sya'ban hingga Ramadhan. bahkan beliau menyambungkannya dengan puasa bulan Ramadhan. ‫ شعبان بل كان‬B‫ومه‬B‫ أن يص‬ ‫ه‬K ‫ول الل‬B‫ور إل ر س‬B ‫^ه‬ ‫كان أح ب^ الش‬ ‫ برمضان‬B‫ه‬$ ‫يصل‬ Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata. Bahkan beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan. IBnu Hibban dan Ibnu Abdil Barr. Al-Hakim. "Apabila bulan Sya'ban sudah setengahnya. "Bulan yang paling disukai Rasulullah SAW untuk berpuasa adalah bulan sya'ban.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan ‫ فل‬$‫ إذا انتص ف شعبا ن‬:‫ قال‬ O‫ ع ن النب ي‬ ‫ريرة‬B ‫عن أب ه‬ ‫وا حت رمضان " صححه الترمذي و غيه‬B ‫وم‬B ‫تص‬ Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi SAW beliau bersabda. demikian juga dengan At-Tahawi. hanya memakruhkan saja.

Wallahu a'lam bishshawab. Sebagian menyatakan adanya larangan tersebut." Dengan demikian. meski bulan ramadhan tinggal dua minggu lagi.Fiqh Ramadhan – Menjelang Ramadhan ‫ ف‬B‫ منه‬#‫ أكثر صياما‬ ‫ه‬K ‫ول الل‬B‫ رس‬B‫ ما رأيت‬:‫ قالت‬ ‫عن عائشة‬ ‫شعبان‬ Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata. sebagian lagi tidak mengakuinya. Hukumnya wajib dilakukan bila memang hanya tersisa hari-hari itu saja. "Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW lebih berpuasa dari pada di bulan Sya'ban. Sebab ada alasan yang sangat kuat bagi mereka yang belum menunaikan kewiban membayar puasa ramadhan tahun lalu untuk membayarkannya sekarang. Namun yang disepakati oleh semua ulama adalah puasa qadha' (pengganti) puasa Ramadhan. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh *** 38 . kedudukan larangan berpuasa sunnah setelah setengah bulan Sya'ban adalah khilaf di kalangan ulama.

BAB II SEPUTAR NIAT .

Fiqih Ramadhan – Seputar Niat 40 .

atau memabitkan niat. ataukah bisa dilakukan hanya di malam pertama Ramadhan saja. seperti puasa Senin dan Kamis. ketentuan tabyitunniyyah ini hanya berlaku pada puasa wajib saja. puasa nadzar. puasa 6 hari bulan Syawwal dan seterusnya. Untuk menjawab masalah ini. lalu tiba-tiba terbetik keinginnan untuk berpuasa. Niat puasa harus dilakukan pada malam hari sebelum masuk waktu shubuh. Tinggal masalahnya. tidak membutuhkan tabyitunniyah. rupanya para ulama berbeda pendapat. Maksudnya. Apakah niat puasa harus dilakukan setiap malam? Atau bisa dilakukan di awal Ramadhan saja? Adakah pendapat yang berbeda dalam masalah ini? Wassalam Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. apakah niat puasa di bulan Ramadhan itu harus dilakukan tiap malam. Sedangkan puasa-puasa sunnah. 1. Jumhur Ulama : Harus Setiap Malam 41 . Sehingga asalkan seseorang belum sempat makan dan minum sejak pagi. seperti puasa Ramadhan. Istilah yang sering digunakan adalah tabyitunniyah. di malam hari seseorang sudah harus berniat bahwa besoknya dirinya akan melaksanakan puasa. wb. puasa qadha' dan puasa kaffarah saja. puasa ayyamul biiydh. dia bisa langsung berpuasa.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Niat Harus Tiap Malam? Assalamu 'aikum wr. Namun yang perlu diketahui.

Sehingga berpuasa sejak hari awal hingga hari terakhir dalam bulan itu merupakan sebuah paket ibadah yang menyatu. Dan bulan adalah ism untuk sebuah rentang waktu. Ayat yang dimaksud oleh Al-Malikiyah adalah: Siapa yang menyaksikan bulan (Ramadhan) itu hendaklah dia berpuasa…(QS. Tidak bisa digabungkan untuk satu bulan. Dalam hal ini mereka membandingkannya dengan ibadah haji yang membutuhkan masa pengerjaan yang berhari-hari. niat itu harus dilakukan pada setiap malam yang besoknya kita akan berpuasa secara satu per satu. Logikanya. 2. Bahkan bila mengacu kepada ayat Al-Quran Al-Kariem. seseorang bisa berniat untuk puasa di suatu hari dan bisa berniat tidak puasa di hari lainnya. Oleh karena itu.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Menurut jumhur ulama. karena masing-masing hari itu adalah ibadah yang terpisah-pisah dan tidak satu paket yang menyatu. jumhur ulama mensyaratkan harus ada niat meski tidak perlu dilafazkan pada setiap malam hari bulan ramadhan. tidak terpisah-pisah. Buktinya. Al-Malikiyah: Boleh Niat Untuk Satu Bulan Sedangkan kalangan fuqaha dari Al-Malikiyah mengatakan bahwa tidak ada dalil nash yang mewajibkan untuk tiap malam melakukan niat yang terpisah. jelas sekali perintah untuk berniat puasa satu bulan secara langsung dan tidak diniatkan secara hari per hari. Tanpa niat tiap malam. dia berpuasa. Al-Baqarah: 185) Menurut mereka. ayat Al-Quran Al-Kariem sendiri menyebutkan bahwa hendaklah ketika seorang mendapatkan bulan itu. maka puasa menjadi tidak sah untuk dilakukan. lantaran seseorang tidak berniat puasa. Dalam haji tidak perlu setiap hari melakukan 42 .

Niat Puasa Dobel Bisakah? Pada tiap bulan kita disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah 3 hari pada tengah bulan. seseorang berniat untuk haji. Demikian perbedaan pendapat di antara para ulama. rasanya tidak ada salahnya bila kita melakukan ikhtiyat (kehati-hatian). ada yang boleh hukumnya dan ada yang tidak boleh. demi memenuhi ijtihad jumhur ulama. Syukron Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kalau seandainya terlupa. meski pelaksanaannya bisa memakan waktu seminggu. Misalnya. Namun jangan lupa setiap malam untuk berniat lagi. Yang saya mau tanyakan bisakah ketika kita melakukan puasa sunah itu kita niatkan dobel: ya puasa bulan. Wallahu a'lam bishshawab. kebetulan waktu puasa itu jatuh pada hari senin atau kamis. Maka buat kita. Termasuk yang tidak boleh adalah puasa yang diniatkan untuk beberapa puasa yang hukumnya wajib. setidaknya sudah berniat di awal Ramadhan.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat niat haji. Cukup di awalnya saja. seseorang berpuasa satu hari dengan niat untuk membayar 43 . sebagaimana pendapat para ulama mazhab Malikiyah. puasa kita ini diniatkan ya puasa romadon sekaligus puasa senin-kamis. Suatu waktu. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. dengan cara kita berniat di awal Ramadhan untuk berpuasa sebulan. Puasa dengan niat ganda.Ya puasa senin-kamis Atau jika jatuh pada bulan ramadan.

" (HR Muslim dan Ahmad). "Itu hari kelahiranku dan diturunkan wahyu. "Sesungguhnya amal manusia itu diperlihatkan (dilaporkan) setiap hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni setiap muslim atau setiap mukimin. sedangkan bila tidak ada kewajiban. Yang penting. kecuali mutajahirin. Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin. "Akhir dari keduanya. Yang bisa dibenarkan adalah melakukan puasa wajib yang dijatuhkan harinya di hari-hari yang utama untuk berpuasa. Cara seperti ini juga cara akal-akalan yang tidak dibenarkan syariah. Kedua hari itu adalah hari yang punya keutamaan tersendiri untuk berpuasa.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat qadha' puasa Ramadhan 30 hari. maka kita puasa wajib. Mengapa hari Senin dan Kamis punya keutamaan untuk kita berpuasa di dalamnya? Karena Rasulullah SAW memang menyebutkan keutamaan puasa pada hari itu dan beliau juga menyebutkan sebab musababnya. kalau ada puasa wajib. 44 . Jelas cara niat seperti ini tidak bisa dibenarkan. dia hanya puasa 1 hari saja namun niatnya untuk puasa 7 hari. lalu ketika keinginannya terkabul. maka kita puasa sunnah. yaitu karena hari kelahiran beliau atau karena Senin dan Kamis adalah hari pelaporan amal-amal umat manusia. Demikian juga ketika seseorang bernadzar untuk puasa 1 minggu. kita bisa memafaatkan hari Senin atau Kamis untuk berpuasa. Beliau berkata. baik statusnya wajib atau sunnah. Beliau menjawab. misalnya dijatuhkan pada hari Senin atau hari Kamis. Karena puasa satu hari hanyalah untuk membayar puasa satu yang ditinggalkan." (HR Ahmad dengan sanad shahih).

yang kita jatuhkan di hari Senin atau Kamis. misalnya puasa qadha' atau nadzar. pastilah di dalam hatinya sudah terbersit niat puasa. akan menjadi lebih utama kalau dijatuhkan pada hari Senin atau hari Kamis. Wassalamu'alaikum wr. bukankah dalam hatinya secara nyata dia berniat untuk melaksanakan puasa di esok harinya? Adanya perbedaan penafsiran di antara muslim bahwa niat harus diucapkan dan muslim yang lain berpendapat bahwa niat itu dari dalam hati kita masingmasing dan tidak perlu diucapkan. ketika seseorang bangun untuk makan sahur. Wb Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wallahu a'lam bishshawab. Sebenarnya secara syarat. karena di kedua hari itu ada keutamaan tersendiri yang berbeda nilainya kalau kita puasa wajib di hari lain. Dan boleh pula kita berpuasa sunnah yang kita jatuhkan di hari Senin atau hari Kamis. Bukankah Makan Sahur Sudah Berarti Niat? Assalamu'alaikum wr. Jadi anda sudah benar.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Maka boleh hukumnya berpuasa wajib." 45 . Wb Ketika seseorang bangun dimalam hari untuk makan sahur. Coba saja tanyakan kepada mereka yang sedang makan sahur. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. mau apa kok bangun dan makan di pagi buta begini? Pasti jawabannya seragam. Misalnya puasa 6 hari bulan Syawwal yang hukumnya sunnah. "Kan kita mau puasa besok.

apakah melafadzkan niat itu lantas menjadi bid'ah. Lafadz itu sendiri pun tidak ada dasarnya dari Rasululllah SAW. meski tanpa melafadzkan niat itu di lidah kita. Jangankan melafadzkan niat. jawabannya jelas. kecuali hanya 2 kali saja. Lalu bagaimana dengan lafadz niat puasa yang sangat terkenal itu? Apakah wajib dilafadzkan? Apakah puasa kita sah bila kita tidak melafadzkan niat? Lafadz niat yang sering kita dengar atau banyak dibaca di masjid-masjid terutama selesai shalat tarawih sebenarnya bukan syarat sah puasa.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Tuh kan. mereka mau puasa. Lalu sekarang pertanyaan di balik. shalat tarawih pun tidak pernah beliau lakukan seumur hidupnya. Semua ulama dari ujung barat Maroko sampai ujung timur Maraoke. Karena sebagaimana perkataan semua ulama bahwa niat itu memang adanya di dalam hati. sepakat bulat-bulat bahwa niat itu bukan di lidah tetapi di dalam hati. Bahkan sebenarnya. Kita tidak pernah menemukan ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melafadzkan niat puasa di malam hari selesai shalat tarawih. Dan itu saja sebenarnya sudah cukup untuk menegaskan bahwa di dalam hati mereka sudah ada niat untuk puasa. haram dan mendatangkan dosa? 46 . sebenarnya sudah merupakan niat. Dan tidak ada satu pun ulama baik dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i maupun dari mazhab manapun yang mengatalakan bahwa niat itu di lidah. bukan di lisan. sekedar terbersit di dalam hati untuk berpuasa. jangankan bangun sahur. Maka puasa kita sah selama kita sudah berniat sejak malamnya sebelum masuknya waktu shubuh.

memang begitu tipologi sebagian umat kita. umumnya memang langsung to the point mengatakan bahwa melafadzkan niat itu hukumnya bid'ah. sehingga haram hukumnya bila ditambah-tambahi sendiri sesuai selera. Lalu apa hujjah dari mereka yang tetap melafadzkan niat puasa? Adakah dasar argumentasi yang bisa diterima secara syar'i sehingga membebaskan mereka dari tuduhan sebagai ahli bid'ah tadi? Jawabnya ada tentu saja. karena tidak ada ajarannya dari Rasulullah SAW. karena memang tidak ada ajarannya. Rupanya di masa lalu. kalau pun melafadzkan niat itu memang mutlak kebid'ahannya. Logikanya. haram dan berdosa. berguna besar untuk menguatkan niat. 47 . Alasannya. ada orang yang hatinya mudah waswas. Padahal urusan puasa itu merupakan ibadah mahdhah. pasti tidak ada lagi orang yang mau melakukannya. melafadzkan niat puasa itu meski tidak ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukannya. ada yang kurang sabar kemudian memvonis bahwa praktek melafadzkan niat yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di masjid-masijd itu haram dan berdosa. Sebagaimana tidak ada orang yang mau shalat shubuh 8 rakaat. Mau dibilang apa lagi.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Di sini para ulama berbeda pendapat seperti biasanya. selalu ragu dan kurang percaya diri. Sebagian dari mereka yang sangat sensitif dan hati-hati dengan urusan perbid'ahan. Bagi kalangan ini. Atas fatwa yang seperti ini. Mudah sekali menjatuhkan vonis kepada sesuatu yang dirasa sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan kemauannya. Bahkan sebagian dari mereka mengharamkan hadir di masjid itu lantaran menganggap masjid itu masjid ahlul bid'ah.

malu. biar plong dan selesai masalahnya. Maka menurut ulama yang mendukung pelafadzan niat. sesuai literatur ilmu syariah yang kita miliki: 1. Para ulama di kalangan mazhab ini terpecah pendapatnya ketika menghukumi pelafalan niat. maka was-was itu akan hilang. tetapi ada rasa ragu. Mazhab Al-Malikiyah 48 . Sebagian dari mereka mengatakan hukumnya bid'ah. Sehingga pelafadzan niat itu justru membantu menguatkan niat. Dengan dilafadzkan. Bahkan sebagian dari mereka itu menyunnahkan pelafadzan niat terutama bagi mereka yang di dalam hatinya ada was-was. 2. Sekarang mari kita lihat apa yang dikatakan para ulama salaf tentang melafadzkan niat. ucapkan saja niat itu. maka rasa was-was di dalam hati akan sirna berganti dengan keyakinan. Tidak merupakan bid'ah yang merusak shalat. Mazhab Al-Hanafiyah Kita mulai dari mazhab Abu Hanifah. Dengan melafadzkan niat. takut. namun sebagian lain mengatakan hukumnya jaiz atau boleh. Maka sejuta perasaan ragu tidak karuan itu akan pecah begitu dinyatakan rasa cinta itu dengan kata-kata. muncullah fatwa untuk melafadzkan niat. Kira-kira mirip dengan orang yang sedang jatuh cinta kepada seorang yang sudah lama diincar. kepada kalangan yang seperti ini. apakah saya sudah siap melakukan ibadhah ini atau belum ya? Nah.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Di dalam hatinya selalu ada gejolak. was-was untuk menyatakan rasa cinta itu dalam bentuk kata-kata. kalau ragu-ragu.

Namun memang ada sebagian ulama dari kalangan mazhab As-syafi'i di masa-masa berikutnya yang berijtihad untuk melafadzkan niat. Karena tempat niat itu hati. maka ibadahnya tetap sah dan diterima Allah SWT secara hukum. AsySyafi'i. Seandainya seseorang melafazkan suatu lafadz niat yang ternyata berbeda dengan apa yang terbersit di dalam hati. Niat untuk bertaharah. Namun sepertinya mereka agak rancu dalam memahami nash dari Imam mereka. Namun mereka pun sepakat bahwa melafazkan niat itu bukan niat itu sendiri. bukan lisan. Tidak ada seorang ulama pun yang mengingkari hal ini. shalat. Itu merupakan kesepakatan para imam mazhab. Jadi seandainya seseorang beribadah tanpa melafadzkan niat. kecuali bagi mereka yang was-was. puasa dan lainnya sama sekali tidak membutuhkan pelafazhan niat. 5 3. Maka melafadzkan niat bagi mereka yang was-was justru hukumnya mandub (semacam sunnah) agar rasa was-was itu menjadi hilang. Setidaknya mengatakan tidak mengapa bila kita melafadzkannya. wudhu' mandi.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Mazhab ini menyatakan bawa melafadzkan niat menyalahi yang utama. bukan yang diucapkan di lisan. Mazhab As-Syafi'i Umumnya para ulama di dalam mazhab ini menyunnahkan kita untuk melafadzkan niat. maka yang berlaku sah adalah yang ada di dalam hati. Lantaran hal itu membantu hati. Pendapat Imam Ibnu Taimiyah Ungkapan ini bisa kita baca dalam kitab Al-Fiqhu 'ala mazahibil arba'ah 5 49 .

mazhab Al-Imam ASy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa melafadzkan niat itu hukumnya mustahab (lebih disukai). yang dimaksud dengan dzikir oleh Asy-Syafi'i adalah takbiratul ihram. para shahabat dan tabi'in. namun beranggapan bahwa para ulama mutaakhkhirin dari kalangan mazhab ini yang salah dalam memahami nash dari imam mereka. Kerancuan Sebagian Ulama Asy-Syafi'i? Ibnu Al-Qayyim mengatakan bahwa sebagian ulama mutaakhkhirin dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i telah rancu dalam memahami nash dari imam mereka sendiri tentang melafadzkan niat. Kesimpulan 50 . Sementara sebagian lainnya dari ulama kalangan mazhab Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal dan yang lainnya mengatakan bahwa melafazhkan niat itu tidak mustahab. bukan melafadzkan niat. bahkan hukumnya bid'ah. Menurut sebagain ulama dari mazhab Imam Abu Hanifah. Di dalam nash. Namun nash ini dipahami menjadi tidak sah shalat itu kecuali dengan melafadzkan niat. Itulah nash dari Al-Imam As-Syafi'i yang asli. lantaran menguatkan niat di dalam hati. Mereka memahami bahwa zikir yang dimaksud oleh Al-Imam As-Syafi'i adalah lafazh ushalli. As-Syafi'i memang menyebutkan bahwa seseorang tidak sah memulai shalat kecuali dengan zikir. Lantaran tidak ada contoh dari nabi Muhammad SAW. Padahal menurut Ibnul Qayyim. Dalam hal ini kelihatan bahwa Ibnu Qayyim membela dan tidak menyalahkan Al-Imam ASy-Syafi'i.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Imam Ibnu Taimiyah kemudian mengatakan bahwa urusan melafadzkan niat itu para ulama terpecah dua.

Kalau ternyata mereka pun berbeda pendapat. Maka sikap saling menyalahkan. terutama bagi yang merasa was-was. Serahkan urusan ini kepada ulama yang ahli di bidangnya. Bahkan para ulama dalam satu mazhab pun punya pendapat yang berbeda-beda dalam masalah ini. Cara Niat Puasa Assalamualaikum wr. Toh nanti di alam kubur. hormat. apalagi sampai harus bermusuhan dengan sesama muslim untuk urusan seperti ini justru merupakan sikap yang kurang dewasa. Tidak ada seorang pun yang mengatakan itu. Pak Ustadz. Sebagian membid'ahkannya. memang demikian itulah keterbatasan kita. saling melecehkan atau saling memboikot saudara kita sendiri. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. wb. sebagian membolehkannya. langsung saja. kita tidak akan pernah ditanyai urusan seperti ini. apalagi sampai mengatakan puasa itu tidak sah kalau tidak melafadzkan niat. Wallahu a'lam bishshawab. bukan? Dan yang pasti. tidak ada satu pun ulama yang sampai mewajibkannya. apalagi sampai saling mengejek. Sebagai muqallid (orang yang bertaqlid) kepada para ulama. saya mau tanya bagaimana cara berniat puasa yang benar? Apakah harus kita lafazkan atau dengan kita sengaja berpuasa 51 .Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Masalah melafazkan niat adalah masalah khilafiyah di kalangan ulama. maka kita tetap harus bersikap santun. Kita sebaiknya tidak terjebak kepada permusuhan. sebagian lain bahkan menganggapnya mustahab. dan menghargai berbagai perbedaan pendapat di kalangan mereka.

Misalnya. Sebaliknya. belum tentu di dalam hatinya dia berniat untuk puasa esok harinya. Wassalamu'alaikum wr. tetapi kita tidak mengatakan bahwa ibu guru TK itu sedang berniat untuk puasa esok harinya. Di hari lain. Dia hanya melafadzkannya kalimat itu saja. Niat itu sendiri adanya di dalam hati. Niat adalah syarat sah semua ibadah. Demikian juga seorang dubber (pengisi suara) yang sedang rekaman. Lafadz seperti nawaitu shauma ghadin. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat secara otomatis kita telah berniat untuk puasa? Saya pernah dengar niat itu artinya sengaja jadi kalau kita sengaja melakukan puasa berarti sudah berniat tanpa harus dilafazkan. dia wajib mengganti puasanya yang tidak dilandasi niat sebelumnya. Meski dia merekam suara yang melafazkan niat puasa. itu namanya niat. bukanlah niat itu sendiri. tapi dia tidak meniatkannya sejak malam (tabyiitunniyah). tanpa meniatkannya di dalam hati. maka dia tetap haram makan dan minum di siang hari. Mohon dijelaskan. seorang guru TK sedangkan mengajarkan lafadz itu di depan murid-muridnya. namun puasanya tidak sah. seorang yang melafazkan lafadz niat. meski dia mengulangulang lafadz itu belasan kali. belum tentu di dalam hatinya berniat melakukan puasa. Misalnya seorang yang melakukan puasa di bulan Ramadhan. Tanpa niat maka semua jenis ibadah tidak sah dilakukan. melainkan hanya merupakan lafadz dari niat... Namun niat melakukan ibadah berbeda dengan melafadzkan niat. Ketika seseorang berpuasa dan menyengaja di dalam hatinya bahwa dirinya akan melakukan puasa. wb. 52 .

mulai dari yang menganjurkan sampai kepada yang membid'ahkannya. Meski mereka tidak mewajibkannya. Sebab tempat niat itu memang bukan di lidah. Sebagian ulama yang terlalu berhati-hati dengan masalah niat ini. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. padahal tidak diperintahkan dan tidak juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Bahwa di tengah jalan mereka berbeda pandangan. bisa lebih pasti dan lebih mantap. melainkan apa yang terbersit di hati. sehingga saking tingginya kehati-hatian yang dilakukannya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. bahkan sejarah khilaf fiqih sudah dimulai sejak nabi masih hidup. selama kita tetap saling santun kepada sesama. syarat atau apapun. Sebagian kalangan lainnya mengatakan bahwa melafadzkan niat itu tidak menjadi kewajiban. namun mereka menganjurkannya. Tentu saja masalah ini sangat panjang diperdebatkan oleh para ulama. Bahkan kalau sampai ke tingkat keyakinan bahwa melafazkan niat itu suatu keharusan. sampai-sampai mereka menganjurkan untuk melafadzkan saja niat itu dengan lisan. Semua tentu berangkat dari ingin mencapai kesempurnaan dalam beribadah kepada Allah SWT. meski lidahnya tidak melafadzkan apapun.Fiqih Ramadhan – Seputar Niat Sebaliknya. hal itu sangat wajar dan manusia. 53 . seseorang mungkin saja berniat untuk puasa esok harinya. sudah termasuk mengada-adakan perkara baru di dalam agama. paling tidak bisa menjamin bahwa dirinya sudah berniat. Wallahu a'lam bishshawab. Mungkin maksudnya.

Fiqih Ramadhan – Seputar Niat 54 .

BAB III BATALKAH PUASA SAYA? .

Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? 56 .

Saya lalu menjelaskan supaya ada jarak antara berhenti sahur dan Shubuh. saya malah diberitahu kalau hanya untuk jarak antara berhenti sahur dan shubuh. Seandainya bila sedang makan sahur lalu tiba-tiba masuk waktu shalat shubuh. Justru hal ini yang perlu diluruskan. Bersiap-siap untuk berpuasa itu tidak penting-penting amat. bukan 'bersiap-siap untuk puasa 10 menit lagi'. Tapi terus. tapi terus kenapa selama ini ada jadwal Imsak di Indonesia ? Apa jadwal Imsak itu sangat penting ? Wassalammu'alaikum Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dan penting untuk diketahui bahwa waktu 'imsak' bukan tanda masuknya waktu mulai untuk puasa. Ketika saya tanya untuk jadwal Imsak. Logis sih. Sebab makna imsak adalah puasa. Tahun ini saya puasa di Amerika untuk pertama kalinya. tinggal dimuntahkan saja. Istilah 'imsak' yang sangat populer di negeri kita sebenarnya merupakan istilah yang agak salah kaprah. bahwa saat dimulai puasa itu bukan sejak masuknya waktu 'imsak'. setidaknya buat sebagian orang. tidak perlu jadwal Imsak. tapi bisa juga dikira-dikira 10 menit sebelum Shubuh. staff yang ada di Masjid malah nanya balik ke saya untuk apa jadwal Imsak.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Apa yang Dimaksud dengan Imsak? Assalammu'alaikum. Saya agak bingung karena setelah meminta jadwal puasa di Masjid. tidak ada jadwal Imsak. melainkan 57 .

Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? sejak masuknya waktu shubuh. Karena kebetulan dicantumkan juga waktu 'imsak' yang kira-kira 10 menit sebelum shubuh itu. Ini penting agar jangan sampai nanti ada orang yang salah dalam memahami. Istilah itu tidak pernah tercantum kamus arab mana pun yang pernah ditulis di muka bumi ini. akhirnya namanya jadi seperti itu. Salah satunya imsak ini. kenapa 10 menit. urusan belakang. Tapi tak ada satu pun hadits atau bahkan kitab yang 58 . Urusan dasar pensyariatan dan asal usulnya. sebagai terjemahan bebas dari kata sejenak. Pokoknya itu yang masyhur di masyarakat. kenapa tidak 5 menit atau 15 menit? Pasti tidak ada yang bisa menjawab. Indonesia punya karakter unik yang terkadang tidak dimiliki oleh negara dimana Islam itu berasal. Padahal waktu 10 menit itu pun juga hanya kira-kira. Bahkan sampai ada istilah jadwal imsakiyah. Semua orang arab yang datang ke Indonesia pasti dahinya berkerut sepuluh lipatan kalau mendengar istilah ini. Dan itu khas Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Kalau anda bertanya kenapa ada jadwal imsak di Indonesia. itu pula yang kemudian dijalankan. Memang asyik kalau ditelusuri. Entah siapa yang pertama kali memperkenalkan istilah ini. Dan merupakan tugas kita untuk menjelaskan hal-hal kecil ini kepada masyarakat. Mudah menjiplak sesuatu yang dia sendiri tidak pernah tahu asal muasalnya. Padahal maksudnya adalah jadwal waktu-waktu shalat. Halal bi Halal Salah satu istilah yang 'super aneh' di telinga dunia Islam tapi sangat akrab di telinga kita adalah istilah halal bi halal. ini memang pertanyaan menarik.

Ini khas Indonesia. melalui rubrik ini saya hendak mengajukan pertanyaan yaitu bahwa bolehkan kita melakukan suntik atau memasukkan obat tetes pada mata kita. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. bila kemasukan atau dimasukkan ke dalamnya sesuatu. Yang dimaksud dengan rongga tubuh sebenarnya adalah bagian dalam tubuh. Wb. Wassalamualaikum wr. seperti perut dan tenggorokan. belum termasuk kategori membatalkan puasa.. Wallahu a'lam bishshawab. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Suntik dan Obat Tetes Mata Assalamualaikum wr. Suntik Obat Para ulama umumnya sepakat mengatakan bahwa suntikan obat yang dimasukkan ke dalam tubuh seseorang 59 . karena saya pernah diskusi dengan teman bahwa kedua perbuatan tersebut tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan. Apakah suntik dan obat tetes dimasukkan ke dalam tubuh termasuk di dalam persyaratan tersebut? Mohon penjelasannya dan terima kasih. Sedangkan mulut dan isinya. sangat Indonesia sekali.. wb. Pak Ustadz Yth. namun di sisi lain saya bingung dengan makna hal-hal yang membatalkan puasa antara lain memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga tubuh.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? menjelaskan hal ini..

tetap saja belum bisa dibilang membatalkan. Para ulama mengatakan bahwa infus makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh orang yang sedang sakit akan membatalkan puasanya. tidak berupa makanan. Karena meski masuk ke dalam mata. Alasan lain karena suntikan obat itu memang tidak masuk ke dalam rongga perut. Tetapi tidak pernah ada yang mengatakan bahwa mencuci muka termasuk membatalkan puasa. sebagaimana ketika kita berkumur. Lalu apa landasan dari pernyataan ini? Para ulama mengatakan bahwa sama kasusnya dengan orang yang berwudhu atau mencuci muka. Lain halnya bila yang disuntikkan merupakan glukosa. meski kelihatannya ada air masuk ke dalam mulut.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? yang sedang berpuasa tidak membatalkan puasa. atau yang sering kita kenal dengan infus. yang digunakan oleh seseorang yang sedang berpuasa. hanya masuk bercampur dengan darah untuk membutuh penyakit yang ada di dalam tubuh. misalnya karena mandi atau berenang. bukan termasuk hal yang membatalkan puasa. pastilah ada tetes air yang mengenai mata. Selain itu para ulama mengatakan bahwa masuknya obat tetes tersebut ke dalam perut bukan melalui saluran normal 60 . Selama suntikan itu berupa obat. cairan itu sebenarnya tidak sampai masuk ke dalam rongga tubuh yang dimaksud. Obat Tetes Mata Para ulama sepakat bahwa obat tetes mata dan sejenisnya. semua itu oleh para ulama belum dimasukkan ke dalam kategori yang membatalkan puasa. Hal yang sama juga terjadi manakala seseorang kemasukan air di dalam kupingnya.

minum. Terima kasih. Padahal biasanya melalui mulut. jika muntah tidak disengaja ketika sedang berpuasa itu membatalkan puasa atau tidak? Ini berhubungan dengan sisa makanan atau minuman yang tertelan kembali setelah berkumur-kumur. dan bersetubuh. hidung. Pak Ustadz. Di antara para ulama yang mengatakan bahwa hal-hal di atas tidak membatalkan puasa adalah Dr. Muntah dan Sengaja Muntah Assalamualaikum wr. Syeikh Yusuf AlQardhawi. Wallahu a'lam bishshawab. dan Ibn Hazam. ternyata benda itu tidak membuat yang bersangkutan merasa segar atau kenyang. muntah dengan sengaja dan berbuat maksiat. sehingga sebagian orang mengaitkan obat tetes mata sebagai pembatal puasa. ternyata hadits-hadits itu adalah hadis mungkar. Celak Mata Memang ada hadits yang yang mengatakan bahwa memakai celak membatalkan puasa. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dan setelah benda itu dimasukkan. "Yang dilarang Allah saat kita berpuasa adalah makan. Ibnu Taimiyyah. Jadi akhirnya. para ulama mengatakan bahwa memakai obat tetes mata jauh dari kategori makan atau hal yang membatalkan puasa. Apalagi benda yang masuk bukan berupa makanan dan minuman. Allah tidak mengajar kita makan dan minum dari dubur. wb. telinga. Namun menurut para ahli hadis. atau dari pembedahan bagian perut dan kepala. 61 . Ibn Hazam bahkan berpendapat. saluran kencing.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? atau biasa. mata.

Imam Malik. tentu tidak batal puasanya. Dalil atas hal ini adalah beberapa riwayat dari Rasulullah SAW: ‫ فل‬e‫ القيء‬B‫ من ذرع ه‬ ‫ه‬L ‫ الل‬$ ‫ول‬B‫ قال ر س‬:‫ قال‬ ‫ريرة‬B ‫وعن أبي ه‬ ‫ الخمسة‬B $ ‫رواه‬. Mereka mengatakan bahwa semua bentuk muntah justru tidak membatalkan puasa. Umumnya para ulama sepakat bahwa muntah yang di luar kesengajaan itu tidak membatalkan puasa. Misalnya karena sakit. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. bahwa mereka berpendapat bahwa muntah itu 62 . kemudian muntah.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Wassalamualaikum wr. mual. maka muntah yang seperti itu tidak termasuk kategori yang membatalkan puasa. Sedangkan siapa yang sengaja muntah. maka tidak wajib mengqadha' puasanya. Misalnya seseorang memasukkan jarinya saat berpuasa. Sedangkan bila karena suatu hal yang tidak bisa dihindari.e‫ فعليه القضاء‬Q‫ عليه ومن استقاء‬Q‫قضاء‬ Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. maka wajib mengqadha' puasanya. Yang membatalkan puasa adalah muntah yang disengaja. pusing atau karena naik kendaraan lalu mabuk dan muntah. wb. maka barulah hal itu membatalkan puasanya." (HR Khamsah) Perbedaan Pendapat Namun ternyata ada juga pihak yang berbeda pendapat. Rabi'ah dan Al-Hadi. sehingga mengakibatkan dirinya muntah. "Siapa yang terpaksa muntah.

wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Akan tetapi kalau segala macam muntah tidak membatalkan puasa. maka hal itu tidak benar. Kalau hadits ini menyebutkan bahwa muntah itu tidak menyebabkan batalnya puasa. Berkumur. Kalau yang dimaksud oleh hadits ini tentang muntah adalah muntah yang tidak disengaja. yang tidak disengaja dan yang disengaja. mungkinkah air tidak tertelan? Kalau 63 . Hadits ini lebih umum sedangkan hadits sebelumnnya lebih khusus. Ketika kita berkumur saat berwudhu saat dalam keadaan berpuasa. Mungkinkah Air Tidak Tertelan? Assalamu'alaikum w.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? tidak membatalkan puasa secara mutlak.w. Hujjah mereka adalah riwayat berikut ini: Tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: [1] muntah. maka yang lebih khusus dikedepankan dari pada yang bersifat umum. maka esensi hadits ini sudah benar. sedangkan yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa. Sehingga dalam hal ini yang lebih tepat adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwa muntah yang disengaja membatalkan puasa. Akan tetapi muntah itu ada dua macam. sebab ada hadits yang lebih shahih yang menegaskan bahwa muntah yang disengaja itu membatalkan puasa. Wallahu a'lam bishshawab. (HR Tirmizy dan Al-Baihaqi) Namun hadits ini selain dhaif juga masih terlalu umum. memang benar. Baik disengaja maupun tidak disengaja. [2] hijamah (bekam) dan [3] ihtilam (mimpi basah).

Namun apakah dengan demikian. Lalu apa solusinya ? Mohon penjelasannya. tidak ada salahnya buat kita untuk merujuk kepada fatwa dan petunjuk nabi Muhammad SAW. air itu terminum. pasti air kumur waktu wudhu' itu bercampur dengan air liur. Apakah membatalkan puasa? Apalagi kalau sikat gigi. Riwayatkan bahwa Raslullah SAW bersabda: ‫ وأ ن ا ص ائم‬B‫ فقبل ت‬#‫ يوما‬B‫ هشش ت‬:‫ قال‬ ‫اب‬L ‫مر ب ن الط‬B ‫عن ع‬ ‫ وأنا صائم‬B‫ا فقبلت‬#‫ عظيم‬#‫ اليوم أمرا‬B‫ صنعت‬:B‫لت‬$ ‫ فق‬ ‫ النبي‬B‫فأتيت‬ ‫ أرأيت لو تمضمضت بماء‬:‫م‬K ‫ى ال عليه وس ل‬K ‫ ال ص ل‬$ ‫ول‬B‫فقال ر س‬ ‫فيم‬Q  ‫ ال‬$ ‫ول‬B ‫ فقال رس‬،‫ ل بأس بذلك‬:‫لت‬$ ‫وأنت صائم؟ ق‬ Dari Umar bin Al-Khatab radhiyallahu 'anhu berkata. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. asalkan tidak berlebihan sehingga benar-benar ada yang masuk ke dalam rongga tubuh.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? menurut saya. puasa jadi batal? Mungkin secara logika boleh saja kita berpendapat demikian. 64 . kita akan menemukan beberapa riwayat yang justru membolehkan seseorang berkumur. "Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. lalu ketika seseorang menelan ludah. benarkah menurut beliau SAW kumur itu membatalkan puasa? Kalau kita teliti hadits-hadits nabi. dan akhirnya tertelan juga. dengan pasta gigi. Mungkin saja sebagian kecil dari air yang dikumurkumurkan itu tercampur dengan ludah. namun sebelum kita bicara dengan logika. Kita perlu mendapat keterangan pasti.

"Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa. "Tidak membatalkan puasa." (HR Ahmad dan Abu Daud) Selain itu juga ada hadits lain yang juga seringkali ditetapkan oleh para ulama sebagai dalil kebolehan berkumur pada saat berpuasa. yang dilarang hanya apabila dilakukan dengan berlebihan. Meski hadits ini tentang istinsyaq (memasukkan air ke hidung). Sedangkan bila ber-istinsyaq atau berkumur biasa saja sebagaimana umumnya. "Sempurnakanlah wudhu'.‫صابع وبالغ في الستنشاق‬Q‫ل بين ال‬I ‫وخل‬ ‫زيمة‬B ‫خ‬B ‫ ابن‬B ‫ وصححه‬$ ‫ربعة‬Q‫ ال‬B‫أخرجه‬ Dari Laqith bin Shabrah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Sebab yang menetapkan batal atau tidaknya puasa bukan semata-mata logika kita 65 . namun para ulama menyamakan hukumnya dengan berkumur. "Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?" Aku menjawab." Rasulullah SAW menjawab.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Lalu aku datangi nabi SAW dan bertanya. Maka dengan adanya dua dalil ini. logika kita untuk mengatakan bahwa berkumur itu membatalkan puasa menjadi gugur dengan sendirinya." Rasulullah SAW menjawab. Intinya. perbanyaklah dalam istinsyak (memasukkan air ke hidung). ‫وء‬B ‫ض‬B ‫ أسبغ الو‬ ‫ه‬L ‫ الل‬$ ‫ول‬B‫ قال ر س‬:‫ قال‬ ‫ صبرة‬B‫وعن لقيط ب ن‬ -‫•ا‬ ‫ون صائم‬$ ‫ إل أن تك‬. kecuali bila sedang berpuasa. sehingga dikhawatirkan akan terminum. "Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini." (HR Arba'ah dan Ibnu Khuzaemah menshahihkannya). maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa. dan basahi sela jari-jari. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa.

Wb. Bahkan beberapa hadits lain membolehkan hal yang lebih parah dari sekedar berkumur. melainkan logika pun tetap harus mengacu kepada dalil-dalil syar'i yang ada. maka tentu saja kita ikuti apa yang dikatakan hadits tersebut. yaitu kebolehan seorang yang berpuasa untuk mencicipi masakan.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? saja. (HR Abu Syaibah dengan sanad yang shahih 3/35) Wallahu a'lam bishshawab. Masih Ada Sisa Makanan di Mulut Assalamualaikum Wr. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu "Tidak mengapa seorang yang berpuasa untuk mencicipi cuka atau masakan lain. Namun karena ada hadits yang secara tegas menyatakan ketidak-batalannya. selama tidak masuk ke kerongkongan. barulah analogi atau qiyas yang berdasarkan logika bisa dimainkan. Bila tidak ada dalil yang secara sharih dan shaih. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustadz yang dirahmati Allah SWT 66 . Dari Nafi' dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu bahwa beliau memandang tidak mengapa seorang yang puasa bersiwak. tetap saja zat-zat yang ada di dalam batang kayu siwak itu bercampur dengan air liur yang tentunya secara logika termasuk ke dalam kategori makan dan minum. Meski tanpa pasta gigi." (HR Bukhari secara muallaq dengan sanad yang hasan 3/47) Menggosok Gigi Dengan Pasta Gigi Tidak merusak puasa bila seseorang bersiwak atau menggosok gigi.

tanpa harus batal puasanya. selama air tidak tertelan. Indra pengecap kita yaitu lidah bisa berfungsi dengan baik untuk merasakan suatu masakan. bukan mulut. tidak membatalkan gigi. tidak membatalkan puasa. padahal saya sudah yakin mulut dan gigi saya sudah bersih dengan sikat gigi sebelum subuh tadi. Maka bila masih ada sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi di siang hari bulan Ramadhan. Begitu juga dengan kasus menyikat gigi. Selama -tentunya. maka pada dasarnya tidak termasuk kategori makan. yang disebut dengan memakan adalah adalah menelan.tidak ditelan. maka puasanya tidak batal. Tentu saja syaratnya adalah makanan itujangan ditelan. Buktinya. Hal ini tentu menguntungkan para ibu yang memasak untuk berbuka puasa. tanpa harus menelan makanan itu. 67 . Ini bagaimana Pak Ustadz? Batalkah puasa saya. kalau seseorang berkumur dengan air untuk berwudhu'. Kita sudah sikat gigi sebelum adzan subuh.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Saya ingin menanyakan perihal puasa. Seandainya makanan itu tidak ditelan. Wassalammualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Termasuk ke dalam kategori yang tidak membatalkan puasa adalah mencicipi makanan. Mereka boleh mencicipi rasa makanan itu. kemudian pada pagi hari atau siang hari ternyata masih ada sisa makanan di mulut atau di sela-sela gigi. bukan memasukkan makanan ke dalam mulut. Kesimpulannya. Kalau ditelan. tentu batal puasanya. Sebab batasan 'makan' adalah tenggorokan.

wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. lalu menelan makanan itu. "Siapa yang berpuasa lalu makan dan minum karena lupa. Sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum. Wallahu a'lam bishshawab. Rasulullah SAW juga bersabda: Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda. Langsung saja Ustadz. maka hal itu tidak membatalkan puasanya. Minum Karena Lupa Assalamu'alakum wr. Wassalam." Pada kali yang lain. Bagaimana hukumnya? Sebenarnya. namun beberapa aturannya tetap sama dengan dengan puasa Ramadhan yang wajib. Meski puasa 6 hari bulan Syawwal termasuk puasa sunnah. maka teruskan puasanya.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Menelan Makanan Karena Lupa Kasus anda itu bisa berkembang bila anda lupa sedang berpuasa. Dalilnya adalah apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: "Telah diangkat pena dari umat atas apa yang mereka lupa." (HR Bukhari: 1923 dan Muslim: 1155). wb. selama seseorang yang karena lupa lalu makan dan minum pada saat puasa. apakah batal puasanya kalau kita lupa makan/minum pada waktu puasa syawal/sunnah ? Terima kasih atas tanggapannya. anak anak dan orang yang dipaksa. 68 . Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

maka hendaklah dia meneruskan puasanya. 69 . Karena sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum. Memang ada beberapa bagian aturan yang berbeda. maka sebagaimana di dalam puasa wajib. puasa anda tidak batal. maka tidak ada kewajiban menqadha' dan membayar kaffarah. Asalkan memang sama sekali belum makan dan minum.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Termasuk masalah lupa melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. misalnya tentang keharusan berniat di malam hari untuk puasa wajib. Puasa sunnah seperti puasa Syawwal tidak mengharuskan tabyitun-niyah. meski sebelum sama sekali tidak terbersit untuk berpuasa. bahkan rezeki dari Allah. tetapi berhubung tidak ada yang bisa dimakan. Bahkan sudah sangat ingin makan dan minum. bolehkan saat itu berniat puasa." (HR Muttafaq 'alaihi) ‫ارة‬L ‫ علي ه ول كف‬Q‫•ا فل قضاء‬ ‫ م ن أفطر ف ي رمضا ن نا س ي‬: ‫وللحاك م‬ ‫و صحيح‬B ‫وه‬ Dan menurut riwayat Al-Hakim: Siapa yang ifthar di bulan Ramadhan karena lupa. ‫و صائم‬B ‫ من نسي وه‬ ‫ه‬L ‫ الل‬$ ‫ول‬B‫ قال ر س‬:‫ قال‬ ‫ريرة‬B ‫عن أبي ه‬ ‫? عليه‬ ‫تفق‬B ‫ م‬-‫ وسقاه‬B ‫ه‬L ‫ الل‬B‫ فإنما أطعمه‬B‫تم صومه‬B ‫فأكل أو شرب فلي‬ Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Sehingga boleh dilakukan dengan 'mendadak'. Misalnya anda makan atau minum pada saat puasa sunnah. Sebab lupa itu adalah karunia yang harus disyukuri. "Siapa yang lupadalam keadaanpuasa lalu makan dan minum. hukumnya tetap berlaku.

Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. maka tidak sah puasanya.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? ‫يام‬O‫ت الص‬O ‫بي‬B ‫ قال من لم ي‬ O‫ عن النبي‬ ‫ؤمني‬B ‫ الم‬O‫م‬$ ‫عن حفصة أ‬ ‫ الخمسة‬B‫ رواه‬B ‫قبل الفجر فل صيام له‬ Dari Hafshah Ummul Mukminin radhiyallahu 'anhu dari nabi SAW berkata. sebab makna imsak sesungguhnya adalah menahan diri dari makan. Wassalam. batalkah puasa kita jika pada saat masuk waktu imsak kita masih makan atau minum? Mohon penjelasannya serta dalil yang berkaitan dengan hal tersebut. 70 . Itulah beda antara puasa dan imsak. dia tetap wajib imsak. dia tetap wajib menahan diri dari makan dan minum layaknya orang puasa. Misalnya. wb. bukan bersiap-siap untuk puasa. meski puasanya sudah batal. Maksudnya. Pak Ustadz. Puasanya tidak sah. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Imsak itu adalah puasa. Penggunaan istilah 'imsak' yang kita kenal sekarang ini sebenarnya kurang tepat. minum dan hal-hal yang membatalkan puasa." (HR Khamsah) Wallahu a'lam bishshawab. Bukan persiapan untuk memulai puasa beberapa menit menjelang masuknya waktu shubuh. seorang yang secara sengaja membatalkan puasa tanpa alasan atau udzur syar'i. "Orang yang tidak berniat puasa sejak malamnya hingga sebelum fajar. tetapi tetap wajib imsak. Tetapi ada beda antara puasa dan imsak. wr. Masih Makan Waktu Imsak Assalamu'alaikum.

(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu. minum dan melakukan hal-hal lainnya. Bahkan Al-Quran dengan tegas menyebutkan batas waktu mulai puasa itu memang sejak terbitnya fajar. Sebab tidak ada ketetapannya dari nabi SAW untuk berhenti dari makan dan minum beberapa menit (biasanya 10 menit) sebelum masuknya waktu shubuh. 71 . justru pengertiannya yang kurang tepat. Tidak ada ketentuan kita sudah harus imsak sebelum masuknya waktu shubuh. dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wallahu a'lam bishshawab. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Sedangkan istilah 'imsak' dalam pengertian yang sering kita dapati sekarang ini. Itulah larangan Allah. Sebab batas mulai puasa itu bukan sejak 'imsak'. Sebagaimana firman Allah SWT: ‫سود‬Q‫ من الخيط ال‬B‫بي ض‬Q ‫ ال‬$‫ الخي ط‬B‫ م‬$ ‫وا حتى يتبين لك‬B ‫وا واشرب‬$ ‫ل‬$ ‫وك‬ ‫ون‬$ ‫م عاكف‬B ‫ن وأنت‬B ‫وه‬B ‫باشر‬B ‫ليل ول ت‬L ‫يام إلى ال‬O‫^وا الص‬ ‫م أتم‬$ ‫من الفجر ث‬ ‫ آياته‬B‫ل ه‬K‫ ال‬B‫ ن‬O ‫بي‬B ‫وها كذلك ي‬B ‫ه فل تقرب‬K ‫ الل‬B‫ود‬B ‫حد‬ B ‫في المس اجد تلك‬ ‫ون‬$ ‫م يتق‬B ‫ه‬L ‫للناس لعل‬ Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. supaya mereka bertakwa. melainkan sejak masuknya waktu shubuh. kita masih boleh makan. (QS Al-Baqarah: 187) Asalkan belum masuk waktu shubuh. maka janganlah kamu mendekatinya.

seandainya keluar mani terjadi dengan sengaja. Namun seandainya mimpi itu tidak berangkat dari menuruti hawa nafsu. baik oleh diri sendiri atau pun oleh orang lain.. juga ketika seseorang sekedar membayangkan hal-hal yang dapat membuatnya keluar mani. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. insya Allah tidak mengurangi pahala. maka hal itu tidak termasuk yang membatalkan secara hukum. Para ulama menyebutkan bahwa termasuk ke dalam kategori keluar mani tanpa sengaja adalah tidur dan bermimpi 'basah'.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Mimpi Basah Saat Ramadhan Assalamualaikum Pada saat tidur siang saya mengalami mimpi basah padahal sedang puasa Ramadhan. Selain itu. juga bukan termasuk memperturutkan hawa nafsu. Apakah puasa saya batal atau tidak sah atau tidak berpahala? Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih. asalkan keluarnya bukan disengaja. Tetapi secara adab tentu tidak bisa dibenarkan. tanpa melakukan gerakan atau gesekan pada kemaluannnya. melainkan semata-mata 72 . Dan sebaliknya.. Bahkan hal itu mengurangi pahala puasa. maka hukumnya membatalkan puasa. Karena kondisi itu bukan keinginan yang disengaja.. entah dengan masturbasi atau pun lewat jima' dengan isteri. Para ulama sepakat bahwa keluar mani di saat sedang puasa tidak membatalkan. tetapi terjadi begitu saja pada saat seseorang sedang tertidur di siang hari bulan Ramadhan.

Tetapi kalau saat itu sudah baligh. Jumlahnya tentu sebagai hari yang rusak puasanya karena onani. terutama bagi lakilaki. Wallahu a'lam bishshawab. ketika saya masih di SMP saya pernah melakukan dosa besar. Dan ada baiknya diperbanyak untuk berjaga-jaga 73 . maka yang perlu anda lakukan adalah bagaimana mengganti puasa yang rusak akibat onani.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? karena dorongan tubuh secara biologis. anda bisa mengira-ngira sendiri. Bila sudah lupa jumlahnya. yang diganti hanya satu hari saja. Onani Saat Puasa Assalamualaikum wr wb Ustadz. Wassalamualiakum wr wb Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin membayarnya tetapi saya tidak ingat berapa kali saya melakukannya. Mohon nasehatnya Ustadz. sebagaimana kita tidak bisa menyalahkan orang yang ingin buang air kecil atau buang air besar. Maka kita tidak bisa mempersalahkan dorongan yang bersifat normal biologis seseorang. Apabila saat masih di SMP itu anda belum baligh. Tapi bila dilakukan beberapa kali dalam satu hari yang sama. tidak dihitung per jumlah onani yang dilakukan. maka tidak ada kewajiban anda untuk mengganti puasa yang pernah anda tinggalkan. Ketika puasa di bulan Ramadhan saya pernah melakukan onani.

wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. baik dengan tangan atau dengan media lainnya. hukumannya sangat berat. puasanya belum batal. maka juga tidak akan sia-sia. tidak mewajibkan kaffarat sebagaimana hubungan seksual sungguhan dengan lain jenis. 74 . karena akan menjadi amal tambahan buat diri kita sendiri. Namun perlu juga diketahui bahwa onani yang sampai mengeluarkan sperma dan membatalkan puasa. Bila benar-benar melakukan hubungan seksual meski tidak sampai keluar sperma. Yang dimaksud dengan onani ini adalah melakukan berbagai aktifitas sensual yang mengakibatkan keluarnya sperma. meski tetap tidak boleh dilakukan. Bercampur di Siang Ramadhan. Zina. Wb. bagaimana dosanya dan cara ia bertobat karena yang saya tahu ini merupakan dosa besar.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? agar tidak kurang dari jumlah yang seharusnya. Wb. dan Kaffarat Assalamu'alaikum Wr. Apakah membayar kaffarat dengan membayar 60 orang miskin atau hanya dengan berpuasa 2 bulan berturut-turut? Boleh kita memilih salah satu atau ada ketentuan lain? Orang yang berzina di siang hari bulan Ramadhan. Bila sampai meneluarkan sperma barulah membatalkan puasa. Wallahu a'lam bishshawab. Namun bila tidak sampai keluar sperma. Apakah dosanya dapat diampuni oleh Allah SWT? Apakah orang tersebut juga harus membayar kaffarat? Apa bentuk kafaratnya? Wassalamu'alaikum Wr. Kalau lebih.

Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. atau malah karena di masa sekarang ini memang tidak ada lagi budak. Buat seorang pejabat. kan baru 600. manakala secara akal sehat dinyatakan orang tersebut tidak mampu mengerjakannya. kan baru Rp 600. Coba kita hitunghitung. Kalau memang demikian. Atau orang itu adalah seorang tua bangka yang ringkih. karena harga budak yang tinggi sekali. Kaffarat baru bisa diganti dengan berpuasa 2 bulan berturut-turut. bukan puasa 2 bulan atau memberi makan 60 fakir miskin. wakil rakyat dan orangorang sekelasnya. pengusaha. Apalah arti memberi makan 60 fakir miskin? Betapa murahnya harga nominal kaffarat itu. kecuali bila seseorang dinyatakan oleh dokter tidak mampu berpuasa. kurus kering. Adapun bila seseorang sehat wal afiat dan segar bugar bahkan kaya. melainkan alternatif keringanan yang Allah berikan khusus buat mereka yang nyata-nyata tidak mampu.000 x 30= 18 juta. Dan tidak boleh diganti begitu saja dengan memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang. kurang gizi dan tidak sanggup berpuasa.000. anggaplah sekali makan sampai kenyang hanya Rp 10. Sangat tidak ada artinya buat orang yang bergaji besar pegawai kelas menengah. sekalian saja tidak usah puasa selama 30 hari. murah sekali bukan? 75 . Misalnya. haram hukumnya mengganti kaffarat begitu saja menjadi memberi makan 60 orang fakir miskin.000 x 60 orang. Maka yang sebenarnya harus dilakukan adalah membebaskan budak. lantaran kesehatannya tidak mengizinkan. Ketiga jenis kaffarat itu bukan pilihan. Maka barulah kaffarat itu boleh diganti dengan puasa 2 bulan berturut-turut.

Berzina di Bulan Ramadhan Orang yang berzina di bulan Ramadhan. Asalkan di hamba itu serius mau bertobat dan minta ampun. hukumannya adalah cambuk 100 kali dan dibuang (diasingkan) selama 1 tahun. dia berdosa telah melakukan hubungan seksual di bulan Ramadhan dan merusak kesuciannya. dia berdosa karena berzina. Menyesali dengan sungguh hati atas apa yang terlanjur dilakukannya 3. untuk itu dia harus mengqadha'nya di hari lain. Tapi kalau dia sudah beristri. maka syarat intinya adalah dia wajib menunaikan hukuman atau kaffarah. sebesar apapun dosa seorang hamba.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Karena itu kalau bukan karena vonis original dokter yang menyatakan pasiennya tidak mungkin berpuasa. maka dia wajib membayar kaffarat dalam bentuk membebaskan budak. hukumannya beda. Dosa yang kedua. Dan dosa yang ketiga. Pertama. yaitu 76 . Berhenti total dulu dari perbuatan maksiatnya itu 2. maka tidak ada kebolehan mengganti kaffarat puasa 2 bulan berturutturut menjadi memberi makan 60 fakir miskin. dosanya adalah dosa membatalkan puasa. maka ampunan Allah lebih besar lagi. Bertekat bulan tidak akan pernah lagi terbersit untuk melakukannya kembali Setelah dasar syarat ini terpenuhi. Tetapi Allah SWT adalah Tuhan Maha Pengampun. yaitu dihukum rajam (dilempari dengan batu di hadapan umum) hingga nyawanya lepas. berdosa berkali lipat. Tapi ada 3 syarat dasar yang secara mutlaktidak boleh luput: 1. maka harus berpuasa 2 bulan berturut-turut. Bila tidak dimungkinkan secara teknis.

Kemudian ditambah menjadi dosa rakyat yang tidak mau menerapkan syariah karena memilih penguasa yang sekuler dan anti syariah. yang tidak mau menjalankan syariat Islam. Biarlah nanti para penguasa dan rakyat dari kalangan anti syariah itu yang akan berhadapan dengan Allah SWT langsung dan memikul azab pedih di jahannam. nauzu billahi min zalik. bukanlah dosa di pelaku zina. Kalau ternyata penguasa yang sedang memerintah tidak mau menjalanan hukum syariat pencambukan atau perajaman. Sedangkan peran dirinya adalah merelakan dirinya dan menyerahkan diri untuk dirajam atau dicambuk. maka di sisi Allah dia sudah dianggap menjalankan hukumannya. Membatalkan Puasa dengan Sengaja Wajib Imsak Menurut sebagian ulama. Selama dia sudah siap dan menyerahkan diri. lantaran merusak kesucian bulan puasa. melainkan penguasa yang sedang memerintah. Namun tidak dianggap sebagai puasa yang mendatangkan pahala. atau bila sudah pernah beristri maka harus siap untuk dirajam. ditambah puasa 2 bulan berturut-turut. Dosa tidak terlaksananya hukum cambuk dan rajam sepenuhnya ada di pundak para penguasa. Maksudnya dia tidak boleh makan dan minum hingga maghrib. maka wajib untuk tetap imsak. lalu menjalani hukuman cambuk 100 kali dan diasingkan setahun. Imsak itu hanya hukuman dari Allah. Khusus masalah cambuk dan rajam ini. yang bertanggung-jawab atas pelaksanaannya bukan dirinya. seorang yang membatalkan puasa secara sengaja tanpa udzur syar'i.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? mengqadha` hari yang dirusaknya. 77 .

"Aku bernafsu maka aku mencium (isteriku) sedangkan aku dalam keadaan puasa. "Bagaimana pendapatmu bila kamu berkumur-kumur sedangkan kamu dalam keadaan puasa?" Aku menjawab. Apa hukumnya seorang suami yang bercumbu rayu dengan isteri di siang hari bulan Ramadhan ? Mohon penjelasan Ustadz.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Wallahu a'lam bishshawab. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Rasulullah SAW menjawab lagi." (HR Abu Daudshahih) 78 . "Ya tidak mengapa. Jazakallah.. wb. Mencumbu Isteri Siang Hari Ramadhan Assalamualaikum wr. Karena hubungan seksual di siang hari bulan Ramadhan termasuk perbuatan yang merusak kesucian Ramadhan itu. hari ini telah melakukan hal yang besar karena aku telah mencium isteriku dalam keadaan puasa. Ustadz. "Ya begitulah hukumnya. langsung saja. "Wahai Rasulullah. Yang membatalkan puasa adalah percumbuan yang sampai terjadi inzal atau sampai betul-betul terjadi hubungan seksual suami isteri. Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu berkata. sebenarnya bercumbu dengan isteri tidak membatalkan puasa. selama tidak sampai inzal (keluar mani). maka aku bertanya. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Kalau dilihat dari sudut pandang baku tentang hal-hal yang membatalkan puasa." Rasulullah SAW menjawab. Begitu juga bila seorang suami mencium isterinya atau memeluknya tidak membatalkan puasa. Bahkan selain membayar qadha` juga diwajibkan membayar kaffarah.

maka pertimbangannya adalah karena orang tersebut mampu menahan dorongan syahwat dan bisa menguasai diri saat bercumbu. Kemudian datang lagi yang lainnya tapi nabi melarangnya. beliau juga pernah membolehkan yang lain untuk melakukannya.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Kumur adalah memasukkan air ke dalam mulut untuk dibuang kembali dan hal itu boleh dilakukan saat puasa meski bukan untuk keperluan berwudhu`. pertimbangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah karena orang itu tidak mampu menahan dirinya dari dorongan syahwat. sehingga ditakutkan bahwa percumbuannya itu akan membawanya kepada hal yang lebih jauh seperti hubungan kelamin. Namun kita juga mendapatkan riwayat hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melarang seseorang yang sedang puasa untuk mencumbui isterinya. mari kita baca hadits tersebut: Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang mencumbui wanita bagi orang yang puasa. Dan pada waktu lainnya. karena akan membatalkan puasa. Lebih jelasnya. Dan ketika beliau membolehkan orang lain untuk bercumbui isterinya. Ternyata yang diberi keringanan adalah orang yang sudah tua sedangkan yang dilarang adalah yang masih muda. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Ternyata ketika melarang seseorang untuk mencumbui isterinya. Rasulullah SAW llau memberikan rukhshah (keringanan) bagi orang itu. Namun harus dijaga jangan sampai tertelan atau masuk ke dalam tubuh. Bersetubuh tapi tidak sampai jima' Percumbuan dengan isteri namun tidak sampai terjadi inzal atau hubungan kelamin memang tidak membatalkan puasa. (HR Abu Daud – shahih) 79 .

Bolehkah aku menciumnya?" Ibnu Abbas menjawab. baik dengan cara istimna' (onani) ataupun dengan percumbuan dengan isteri." Ibnu Hazm berkata bahwa riwayat ini shahih dari Ibnu Abbas dengan syarat dari Bukhari.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Bahkan ada atsar yang lebih jelas dari hadits di atas: Dari Said bin Jubair bahwa seorang bertanya kepada Ibnu Abbas. Karena salah satu hal yang membatalkan puasa adalah keluarnya mani bila dilakukan dengan sengaja." Ibnu Abbas berkata. "Ya. bukanlah hal yang membatalkan puasa. 80 . "Ya. Al-Imam AsySyaukani termasuk yang juga condong kepada pendapat tersebut." Ibnu Abbas berkata." Dia bertanya lagi." Ibnu Abbas berkata." Dia bertanya lagi. Sedangkan keluarnya mazi menurut umumnya pendapat ulama. "Bolehkah aku memegang kemaluannya?" Ibnu Abbas menjawab. Itulah yang disebutkan oleh Ustadz Assayyid Sabiq dalam kitabnya Fiqhus Sunnah jilid 1 halaman 466. "Ciumlah isterimu. Di antara yang berpendapat demikian adalah Syeikh AlAlbani dalam kitab beliau Tamamul Minnah. "Bisakah kau kuasai dirimu?" Dia menjawab. tokoh dari kalangan mazhab Az-Zhahiri. "Bisakah kau kuasai dirimu?" Dia menjawab. "Aku baru saja menikah dengan anak pamanku yang sangat cantik dan kami berbulan madu di bulan Ramadhan. "Cumbuilah isterimu. Namun ada juga yang mengatakan bahwa bila percumbuan itu sampai keluar mani (inzal) maka tidaklah membatalkan puasa. "Bisakah kau kuasai dirimu?" Dia menjawab. Namun bila dalam percumbuan itu sampai terjadi keluarnya mani (inzal) maka para ulama mengatakan bahwa hal itu membatalkan puasa. "Ya. "Bolehkah aku mencumbuinya?" Ibnu Abbas menjawab. Begitu juga dengan Ibnu Hazm. "Peganglah.

selain mengqadha juga membayar fidyah menurut sebagian ulama. kita diperintahkan pada saat-saat itu untuk menahan segala nafsu dan dorongan syahwat dengan tidak makan. Apakah seorang suami bisa dianggap udzur karena perjalanan jauh jika dia mengunjungi isterinya yang kebetulan berada di lain pulau dan memakan perjalan udara kurang lebih 2.5 jam?" Jazakaumullah khairan katsira atas jawabannya. Wb.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Namun secara umum. Salah satu tindakan yang sangat tidak disukai adalah merusak kehormatan bulan Ramadhan dengan cara membatalkan puasa dengan sengaja. tidak minum dan tidak melakukan halhal yang keji dan mungkar. Tindakan itu termasuk dosa besar di sisi Allah SWT dan karena itu dikenakan sanksi. Termasuk hal-hal yang bisa membawa seseorang terjerumus dan membatalkan puasanya. Dimana pembatalan itu dilakukan tanpa latar belakang udzur yang dibenarkan secara syar'i dan seseorang secara sadar dan sengaja membatalkan puasanya. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Membatalkan Puasa untuk Berjima' Assalaamu'alaikum Wr. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wallahu a'lam bishshawab. Bahkan dikatakan bahwa menyengaja berbuka puasa di siang hari 81 . Wassalaamu'alaikum Wr Wb.

selain Asy-Syafi'iyah sepakat mengatakan bahwa membatalkan puasa terlebih dahulu untuk tujuan berjima' di siang hari bulan Ramadhan tetap terkena kaffarah ghalizhah. tidak akan terbayar dosanya meski dengan berpuasa sepanjang masa. Siapa yang membatalkan puasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa rukhshah (keringanan) atau sakit. Ibnu Majah. Keduanya sama saja. Kaffarah Ghalizhah adalah kaffarah yang kita kenal.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? tanpa udzur syar'i. Dan kaffaratnya adalah dengan membebaskan budak. 1. (HR Tirmizy. AlMalikiyah dan Al-Hanabilah. pokoknya berjima' di bulan Ramadhan itu haram dan mendatangkan kaffarah. 82 . An-Nasai) Dan akan lebih parah lagi apabila pembatalan puasa itu dilakukan dengan cara berjima'. Abu Daud. Bagi mereka. tidak akan tergantikan walaupun dengan puasa selamanya. Tidak ada perbedaan. atau memberi makan 60 fakir miskin. atau memberi makan 60 miskin. membatalkan puasa tanpa udzur syar'i juga merupakan dosa yang teramat besar. setidaknya ada 2 versi pendapat. baik dilakukan dalam keadaan berpuasa atau pun tidak. meski dia berpuasa. dalam hal ini mazhab Al-Hanafiyah. Pendapat Jumhur Jumhur ulama. yaitu memerdekakan budak. atau puasa 2 bulan berturut-turut. sebagaimana hadits di atas. Boleh kita bilang. Selain itu. atau berpuasa 2 bulan berturut-turut. Sebelum Jima' Membatalkan Puasa Terlebih Dahulu Permasalah ini memang didekati dengan 2 pendekatan yang berbeda oleh para ulama.

Seorang yang dipaksa untuk melakukannya tidak diwajibkan kaffarah ghalizhah. Tahu keharaman jima' di siang hari Ramadhan Seorang yang baru masuk Islam dan belum tahu apa-apa ketentuan ini lalu melakukan jima' di siang hari Ramadhan. Sengaja melakukan jima'. Dalam mazhab ini. dalam pandangan mazhab AsySyafi'i. 4. diperlukan 14 syarat: 1. Maka bila sejak malam tidak berniat puasa. Tidak terpaksa atau dipaksa. Tapi kalau memang sampai terjadi juga. Termasuk dalam hal ini adalah wanita yang diperkosa dengan paksa. Pendapat Asy-Syafi'iyah Yang sedikit berbeda dalam hal ini adalah mazhab AsySyafi'iyah. terlapas dari kaffarah ghalizhah. karena keadaannya terpaksa. Seandainya dilakukan karena lupa. Ini adalah salah satu bentuk keringanan yang diberikan agama Islam kepada para pemeluknya yang baru saja masuk Islam. agar seseorang terkena kaffrat ghalizhah. tidak ada kewajiban kaffarah ghalizhah. Maka tidak ada kewajiban bagi istri untuk membayar kaffarah ghalizhah. tidak ada kewajiban kaffrah ghalizhah. dan itu bisa saja terjadi. Hal ini bisa terjadi pada seorang istri yang dipaksa oleh suaminya untuk melayaninya. 83 . walaupun terasuk kasus yang langka. lalu siangnya melakukan jima'. 2. Sudah sejak malam berniat puasa. 3.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? 2.

mereka pun melakukan jima'. Seadainya dilakukan pada saat puasa selain Ramadhan. tidak mewajibkan kaffarah ghalizhah. Puasanya dirusak secara langsung oleh jima' Apabila ada pasangan suami istri berjima' di siang hari bulan Ramadhan. maka tidak ada kaffarah ghalizhah atas dirinya. 84 . Walaupun membatalkan puasa secara sengaja tanpa udzur tetap berdosa besar. lalu setelah mendapat keringanan untuk tidak puasa. dia disebut tidak berdosa karena belum baligh. melakukan trik dengan cara bepergian di bulan Ramadhan. Maka pengantin baru yang banyak akal dan sedikit punya pemahaman dalam masalah fiqih. mereka samasama makan dan minum untuk membatalkan puasa.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? 5. Walau pun puasa itu adalah puasa wajib yang diniatkan untuk mengqadha' puasa Ramadhan. Tapi karena dilakukan bukan pada bulan Ramadhan. maka seandainya puasa qadha' itu dibatalkan lewat berjima'. hal ini tidak mewajibkan kaffarah ghalizhah. namun sebelum berjima'. 7. Jima' dilakukan pada saat puasa di bulan Ramadhan. Demikian juga tidak berlaku untuk orang yang musafir dan tidak ada kewajiban atas dirinya untuk berpuasa. lalu dia melakukan jima'. maka dalam mazhab ini keduanya tidak diwajibkan membayar kaffarah ghalizhah. Dalam pandangan mazhab Asy-Syafi'i. 6. Keadaannya berdosa dengan jima' tersebut Maka anak kecil yang berpuasa lalu berjima'. maka tidak ada kaffarah ghalizhah.

maka tidak ada kewajiban kaffarah ghalizhah. jima' yang dilakukan tidak mewajibkan kaffarah. Jima' itu terjadi dengan masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan perempuan Bila tidak sampai masuk. Dirinya yakin bahwa puasanya itu sah sebelum berjima' Orang yang ragu-ragu apakah puasanya sah atau tidak. maka tidak termasuk jima' yang mewajibkan kaffarah ghalizhah. 13. 11. Demikian juga bila setelah itu dia meninggal dunia. 10. bila ada pasangan suami istri berjima' dengan menyangka bahwa waktu berbuka sudah tiba. Seandainya ada wanita memaksa berjima' tanpa keinginan apapun dari dirinya. Tidak dalam keadaan salah Misalnya berjima' dengan menyangka masih malam. ternyata sudah masuk waktu shubuh. 12. Sebaliknya. Jima' itu dilakukan pada faraj wanita 85 . tapi ternyata belum tiba. 9. Dalam kasus itu. Tidak menjadi gila atau meninggal setelah jima' Ketika seseorang mengalami kegilaan setelah dia berjima'. llau dia melakukan jima' dengan istrinya. Jima' yang dilakukannya datang dari dirinya sendiri.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? 8. maka tidak termasuk diwajibkan membayar kaffarah. maka jima'nya itu tidak mewajibkan kaffarah ghalizhah. maka wajiblah mereka membayar kaffarah ghalizhah.

apakah ada kewajiban kaffarah atau tidak dalam kasus ini. 14. Dan termasuk jima' adalah liwath. kalau suami-isteri bersetubuh sebelum sahur dan melakukan mandi janabahnya setelah memasuki shalat subuh. Semua sepakat hal itu. karena di dalam hadits tentang kaffarah yang dilakukan oleh shahabat itu. Yang diwajibkan membayar kaffrah hanya yang laki-laki Ini khas pendapat mazhab Asy-Syafi'i. yaitu seks ala para homoseksual dan lesbian. seperti tangan dan anggota tubuh lainnya.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Bila bukan pada faraj wanita dan dubur. Mereka hanya berbeda pendapat. maka yang wajib membayar kafarah ghalizhah hanya suaminya saja. Termasuk jima' meski yang disetuuhui mayat wanita atau hewan. 86 . Hukum Bersetubuh di Waktu Sahur Pak Ustadz. Demikian sedikit penjelasan tentang perbedaan ulama dalam masalah ini. tidak termasuk jima'. Sedangkan istrinya tidak diwajibkan untuk melaksanakan kaffarah. Alasannya. yaitu mereka mengatakan bahwa perempun apabila melakukan jima' dengan suaminya. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. semua sepakat bahwa membatalkan puasa secara sengaja tanpa alasan udzur syar'i adalah perbuatan dosa besar. Wallahu a'lam bishshawab. sama sekali tidak disebut-sebut bahwa istrinya harus mengerjakannya. apakah dibolehkan? Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang pasti.

bukan imsak. Sebab syarat puasa itu berbeda dengan syarat shalat. atau beberapa menit setelah masuknya waktu Maghrib. 87 . diwajibkan untuk berpuasa 2 bulan berturut-turut. juga pelakunya terkena kaffarat. Namun bila hubungan suami-isteri itu dilakukan di luar jam-jam kewajiban puasa. Dalilnya adalah firman Allah SWT: ‫م لباس‬B ‫م وأنت‬$ ‫ك‬L ‫?ل‬ ‫ن لباس‬B ‫م ه‬$ ‫ إلى نسآئك‬$‫يام الرفث‬O‫م ليلة الص‬$ ‫ لك‬L ‫حل‬$ ‫أ‬ ‫ن‬B ‫ه‬L ‫ل‬ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu. dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Sehingga boleh saja bila melakukan hal-hal yang diharamkan saat berpuasa. Pertama. Kedua. (QS Al-Baqarah: 187) Masalah mandi janabah yang anda tanyakan. Kalau shalat membutuhkan syarat berupa kesucian dari hadats kecil dan hadats besar. sebenarnya tidak menjadi masalah. Ketiga. tidak wajib puasa. diwajibkan untuk membebaskan budak. Bentuknya ada tiga level. mereka itu adalah pakaian bagimu. diwajibkan untuk memberi makan fakir miskin sejumlah 60 orang. maka ibadah puasa justru tidak mensyaratkan keduanya. Sedangkan di luar kedua waktu itu. Makna kaffarat adalah denda karena pelanggaran kesucian bulan Ramadhan. hukumnya halal. Bila hal itu dilakukan di dalam puasa Ramadhan. selain membatalkan puasa.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Hubungan seksual diharamkan pada saat kita sedang dalam keadaan berpuasa. walau beberapa menit menjelang waktu shubuh. Karena batas waktu puasa sejak mulai masuknya waktu Shubuh. hingga masuknya waktu Maghrib.

Sebab bila keasyikan dan lupa waktu. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. boleh dilakukan tapi hati-hati dan ingat waktu. tapi juga terkena denda (kaffarat) yang lumayan berat. Kebolehan masih melakkukan hubungan suami-isteri di saat sahur ini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Dalam kata lain. jadi watch out! Wallahu a'lam bishsawab. lalu masih melakukannya padahal shubuh sudah masuk waktunya. maka akibatnya bukan hanya puasanya yang batal.Fiqih Ramadhan – Batalkah Puasa Saya? Sehingga boleh-boleh saja seorang yang sedang dalam keadaan berhadats besar (janabah) untuk berpuasa. Dan shalat shubuhnya mensyaratkan kesucian dari hadats besar dan hadats kecil sekaligus. Ingat bahwa anda melakukannya pada waktu injury time. Sebelum waktu shubuhnya selesai. dengan melewati waktu shubuh dalam keadaannya seperti itu. hukum puasanya tetap sah. serta dengan sangat memperhatikan masuknya waktu shubuh. dia harus sudah mandi janabah dan selesai mengerjakan shalat shubuh. Karena itu pesan kami. seseoran yang belum mandi janabah lalu melewati waktu shubuh dalam keadaan itu. 88 . Tinggal yang harus dikerjakan adalah bahwa dia tetap wajib melakukan shalat shubuh.

BAB IV HARI HARAM ATAU MAKRUH PUASA .

Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa 90 .

Di dalam kitab As-Shahih. Atau diteruskan pada hari Sabtu sehari sesudahnya untuk berpuasa. tentu saja tidak dilarang. 91 1 . Haram atau Makruh? Sebenarnya apa yang kita sebut sebagai larangan. Sebenarnya yang dilarang itu bukan berpuasa di hari Jumat. Berpuasa di hari jumat. saya kan mau membayar puasa yang wajib dulu. mohon penjelasannya. tanpa dideretkan dengan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. pada dasarnya tidak bersifat mutlak haram. melainkan makruh. Istilah yang digunakan oleh para ulama juga bukan istilah haram. maka tidak ada larangan. Wassalam. kalau judulnya untuk membayar hutang puasa yang memang sudah tidak ada lagi waktunya. juga tidak ada larangan.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Puasa Hari Jumat Assalamualaikum. Imam Muslim menuliskan hadit terkait berpuasa hari Jumat dalam sebuah bagian yang diberi judul Kitabus Shiam Bab Karahiatu Shiyam Yaumul Jum'ah Munfaridan. Akan tetapi yang dilarang adalah mengkhususkan setiap hari Jumat untuk berpuasa sunnah. Apakah benar kalau hari jumat kita tidak boleh puasa? Kalo puasa kita untuk bayar utang puasa blm ramadhan bagaimana? Mungkin yang tidak boleh puasa sunat atau bagaimana. Demikian juga bila pada hari Kamis sehari sebelumnya juga diiringi dengan puasa.

(HR Muslim). Sebagaimana kita tahu bahwa umat Islam memang diharamkan untuk berpuasa di hari Raya. "Rasulullah masuk kepadanya ketika sedang puasa pada hari Jum'at. Apakah besok engkau ingin berpuasa kembali?" "Tidak". "Apakah engkau puasa kemarin?" Ummul Mu'minin menjawab. saya mau bertanya. Kalau ditanya mengapa pada hari Jumat dilarang berpuasa? Sebagian ulama mengatakan bhawa karena hari Jumat termasuk Hari Raya pekanan. Wallahu a'lam bihshawab. Namun dari hadits yang lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan isterinya untuk berbuka puasa. Bukhari dan Muslim). lalu Rasulullah." Lalu Rasulullah bertanya kembali. jawabnya. Puasa yang Diharamkan Assalamu'alaikum wr. dan tidaklah pula malamnya untuk ditegakkan (shalat)". wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya punya teman anak kiai dia juga sudah lulus dari pesantren dan 92 . "Janganlah kalian khususkan hari Jum'at dengan berpuasa. Kalau selama ini kita kenal dua Hari Raya. Lalu Rasulullah bersabda. wb. "Tidak. "Berbukalah!" (HR Bukhari).Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Rasulullah SAW bersabda. yaitu 'Ied Al-Fithr dan 'Ied Al-Adha. Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah bersabda. maka hari Raya yang ketiga adalah setiap hari Jumat. Dari Ummul Mu'minin Juwairiyah. Pak Ustadz.R. ketika isterinya itu berpuasa di hari Jumat. "Janganlah salah satu dari kalian puasa di hari Jum'at kecuali bila berpuasa sebelum atau sesudahnya" (H.

wajib hukumnya untuk berbuka dan membatalkan puasa. Dalilnya adalah hadits berikut ini: 93 3 . Kalau sampai berpuasa tiga hari berturut-turut. Mohon penjelasan dari pak Ustadz biar akidah saya jadi bertambah dan kuat. yaitu puasa yang bersambung tanpa berbuka pada waktunya harus berbuka. Menurut pak Ustadz apakah kiai itu benar/kiai dukun. air putih dan wiridan (amalan) dari ayat suci yang harus diwirid sewaktu puasa. usahanya lancar. wb. Wassalamu'alaikum wr. Seharusnya. karena melanggar aturan syariat yang telah ditetapkan oleh beliau SAW. dan lain-lain. Argumen dia kalau kita menderita dengan puasa tersebut doanya cepat terkabul. auman macan.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa sekarang sedang kuliah di IAIN. Juga tentang pengisian ilmu tenaga dalam seperti gerak sendiri. Waktu malam acara Agustusan saya ngobrol dengan dia tentang puasa tiga hari tiga malam tidak haram. Setahu saya banyak yang minta biar naik pangkat. Juga dia suka ngasih isim. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatuhhali wabarakatuh a. Bapaknya juga sering kedatangan banyak tamu yang bermobil mewah. maka hukumnya haram. Terus tentang wapak/isim/rajah katanya tidak syirik (haram) asal yang buatnya dilihat dari keturunan/silsilahnya contohnya habib gitu. Haramnya Puasa Tiga Hari Tiga Malam Rasulullah SAW telah melarang umatnya berpuasa wishal. silat katanya itu semua sudah dibeli dengan cara puasa jadi itu tidak syirik (haram) katanya. begitu masuk waktu maghrib.

Tentang wafak. Lepas dari masalah perbedaan pendapat tentang hukum menuliskannya. "Namun Anda sendiri puasa wishal. b. Maka seseorang dari umat Islam bertanya. ya Rasulullah?" Beliau menjawab. energi tertentu. tetapi manakala benda-benda itu dipercaya akan membawa keberuntungan.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa ‫ عن الوصال فقال‬ ‫ه‬L ‫ الل‬$ ‫ول‬B‫ نهى ر س‬:‫ قال‬ ‫ريرة‬B ‫وعن أبي ه‬ ‫م مثلي‬$ ‫^ك‬ ‫ قال وأي‬$ ‫واص ل‬B ‫ه ت‬L ‫ول الل‬B‫ فإنك يا ر س‬:‫س لمي‬B ‫ل من الم‬ 9B ‫رج‬ ‫? عليه‬ ‫تفق‬B ‫"م‬. Kadang bertuliskan huruf-huruf arab.‫ي ويسقيني‬O ‫ني رب‬B ‫طعم‬B ‫ ي‬B‫ي أبيت‬O ‫إن‬ Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW telah melarang puasa wishal (bersambung)." (HR Bukhari Muslim) Masalah haramnya puasa wishal ini tidak ditetapkan oleh anak kiyai atau oleh lulusan IAIN. keajaiban. Wafak. atau hal-hal ghaib lainnya. tetapi ditetapkan langsung oleh baginda nabi sendiri. isim. Karena telah mempercayai dan menggantungkan diri kepada selain Allah SWT. atau bahkan malah potongan ayat-ayat Al-Quran. sekilas memang menyiratkan hal-hal yang berbau agama. ketahuilah bahwa pada saat itu pelakunya telah menduakan Allah SWT. tetapi malah kepada benda-benda itu. sebab saya diberi makan dn minum oleh tuhan saya. isim. rajah dan benda-benda sejenisnya. tetapi kembalikan semua kepada penjelasan dan keterangan dari nabi SAW. rajah dan sejenisnya Letak keharamannya pada ketergantugan kita kepada selain Allah SWT. 94 . kekuatan batin. Karena itu jangan silau dengan siapa yang mengatakannya. "Kalian tidak sama dengan saya.

Orang yang membawa benda-benda itu seringkali mendapatkan apa yang mereka yakini. Atau bahkan manusia yang telah kufur karena mempelajari ilmu sihir.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Di sisi lain. tetapi yang membedakan adalah orangnya. Sehingga tidak pernah seorang nabi berpraktek secara khusus menawarkan kemukjizatan. teluh. ramal. bisa makan beling. kebal. demikian pula dengan para wali-Nya. setia kepada syariat-Nya. Misalnya iblis. Ciri lainnya adalah bahwa para nabi dan wali itu sama sekali tidak punya kuasa atas semua keajaiban itu. tapi ada juga yang justru diiringi dengan murka. sudah jelas mereka adalah orang yang beriman secara murni kepada Allah. syetan dan jin. tetapi pemberian-Nya secara umum terbagi dua. tetapi didapat dengan jalan sesat dan mungkar. sebab datangnya tiba-tiba begitu saja tanpa diminta. Yang membedakan antara keduanya bukan pada bentuknya yang bertuliskan huruf arab. atau ada potongan ayat tertentu. Lantas dari mana semua keajaiban itu? Meski Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan berkuasa untuk memberikan kelebihan pada hamba-Nya. terkadang kepercayaan itu memang terbukti. serta hal-hal yang sejenisnya. Kekuatan itu sebenarnya dari Allah SWT juga. Sedangkan yang berupa sihir dengan segala variannya. Seperti tidak mempan dibacok. Kalau seorang nabi atau wali Allah. Ada pemberian yang diiringi dengan keridhaan. punya energi berbeda dan seterusnya. jampi-jampi. diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang kufur dan ingkar. Yang diiringi dengan keridhaan misalna mukjizat para nabi atau karamah para wali. 95 5 . taat menjalankan hukum dan aturan dari-Nya. Sedangkan yang diiringi dengan murka adalah sihir.

Orang awam tentu akan menyangka kalau benda-benda ini berbau Islam. bagaimana caranya agar kalangan muslim yang agamis bisa tetap terjebak dengan sihir tanpa mereka sadari. Akhirnya syetan putar otak. kita wajib menghindarkan diri dari penggunaan benda-benda yang hanya akan membaca kita ke jurang kemusyrikan. wafak. Seolah dia punya remote control yang bisa dipijit kapan saja di mana saja. Sebagai muslim. Dan tidak ada bedanya antara keturunan habib atau bukan. seharusnya mereka berada pada garis terdepan dalam rangka menghancurkan kepercayaan seperti itu. banyak orang yang tidak mau mendekatinya. bukannya malah mencoreng kehormatan keluarga nabi. para pelakunya seolah memang punya kekuasaan untuk mengkatifkan kekuatannya. Padahal bendabenda itu tidak lain media sihir yang nyata serta bernilai syirik di sisi Allah SWT. Bukankah nabi SAW datang untuk menghancurkan 360 berhala yang disembah di sekeliling ka'bah ? Mengapa 96 . isim dan sejenisnya. Karena istilah sihir sudah sangat terkenal dengan keharamannya. Karena secara 'anak keturunan' nabi SAW sesuai pengakuan mereka. Bahkan seharusnya para keturunan habib itu malu kalau mengajarkan hal-hal yang bersifat syirik. sangat mempesona lantaran berbentuk huruf arab.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Ciri utamanya. Misalnya rajah. karena di mata Allah. Maka dikemaslah sihir dengan kemasan-kemasan yang akrab di mata awam sebagai simbolsimbol berbau agama. bahkan terkadang potongan ayat Al-Quran. minimal ada potongan ayat quran. setiap manusia sama rata seperti gerigi pada sisir. Secara penampilan. tetapi dengan imbalan jatuh ke lembah hitam. Sehingga mereka pun sampai berani buka praktek melayani permintaan manusia.

97 7 . baik karena waktunya atau karena kondisi pelakunya. paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. wassalamu 'alaikum warahmatuhhali wabarakatuh. Ada beberapa bentuk ibadah puasa pada waktu tertentu yang hukumnya haram dilakukan. Terima kasih Wassalamualaikum Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz langsung saja ke pertanyaan. Meski tidak ada yang bisa dimakan..Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa sekarang justru 'anak keturunannya' malah mengajarkan kembali paham jahiliyah abad ketujuh itu? Sungguh memalukan. pada tanggal kapan sajakah kita dilarang untuk berpuasa sunnah ? Mohon disebutkan selengkapnya. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah Assalaamu'alaikum. Wallahu a'lam bishshawab. 1. atau setidaknya dimakruhkan hukumnya. Hari Raya Idul Fithri Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam..

Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar. Hari Raya Idul Adha Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam.‫رب وذكر ال تعال‬B ‫ وش‬6‫ أكل‬B ‫إنها أيام‬ Sesunggunya hari itu (tsyarik) adalah hari makan. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. ‫ رواه مسلم‬. Apalagi mengingat masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar dam haji untuk puasa 3 hari selama dalam ibadah haji.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa . Kecuali ada kaitannya 98 . Puasa sehari saja pada hari Jumat Puasa ini haram hukumnya bila tanpa didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya. minum dan zikrullah (HR Muslim) 4. bukan haram. 3. (HR Muttafaq 'alaihi) 2. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa. Hari Tasyrik Hari tasyrik adalah tanggal 11.‫ضحى‬Q ‫ يوم الفطر ويوم ال‬:‫ عن صيام يومين‬ ‫ ال‬$ ‫ول‬B‫نهى ر س‬ ‫متفق عليه‬ Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: hari Fithr dan hari Adha. 12 dan 13 bulan Zulhijjah. Namun sebagian pendapat mengatakan bahwa hukumnya makruh.

6. Tetapi secara syar'i puasa seperti itu dilarang oleh Islam. justru merupakan sunnah. Puasa sunnah pada paruh kedua bulan Sya'ban Puasa ini mulai tanggal 15 Sya'ban hingga akhir bulan Sya'ban. Rasulullah SAW menyarankan untuk berpuasa seperti puasa Nabi Daud as yaitu sehari puasa dan sehari berbuka. Namun bila puasa bulan Sya'ban sebulan penuh. 8. Sedangkan puasa wajib seperti qadha' puasa Ramadhan wajib dilakukan bila memang hanya tersisa hari-hari itu saja.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa sunah nabi Daud. Puasa Selamanya Diharamkan bagi seseorang untuk berpuasa terus setiap hari. namun hanya sampai makruh saja. 5. Saat itu tidak ada kejelasan apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum. boleh berpuasa. Bagi mereka yang ingin banyak puasa. Sebagian ulama tidak sampai mengharamkannya secara mutlak. 7. Dan secara syar'i umat Islam dilarang berpuasa pada hari itu. Puasa pada hari Syak Hari syah adalah tanggal 30 Sya'ban bila orang-orang ragu tentang awal bulan Ramadhan karena hilal (bulan) tidak terlihat. Meski dia sanggup untuk mengerjakannya karena memang tubuhnya kuat. Sebagian ulama tidak mengharamkan melainkan hanya memakruhkan saja. Maka bila jatuh hari Jumat giliran untuk puasa. Namun ada juga yang berpendapat tidak mengharamkan tapi hanya memakruhkannya saja. Wanita haidh atau nifas 99 9 . Ketidak-jelasan ini disebut syak. yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak.

Tetapi harus menjaga kehormatan bulan Ramadhan dan kewajiban menggantinya di hari lain. Karena kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan tidak suci dari hadats besar. Bukan berarti mereka boleh bebas makan dan minum sepuasnya. Apabila tetap melakukan puasa. apakah benar kita boleh berpuasa 4 hari 4 malam tanpa makan? Tolong jelaskan. maka berdosa hukumnya. Dalam kondisi itu suami berhak untuk memaksanya berbuka puasa. Ustadz. Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Wanita yang sedang mengalami haidh atau nifas diharamkan mengerjakan puasa. Kecuali bila telah mengetahui bahwa suaminya dalam kondisi tidak membutuhkannya. Wb. 9. maka puasanya haram secara syar'i. Wallahu a'lam bishshawab. Karena hak suami itu wajib ditunaikan dan merupakan fardhu bagi isteri. Misalnya ketika suami bepergian atau dalam keadaan ihram haji atau umrah atau sedang beri'tikaf. Sedangkan bila tidak diizinkan tetapi tetap puasa. Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan? Assalaamu'alaikum Wr. Bila mendapatkan izin. maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk mengejar yang sunnah. 100 . sedangkan puasa itu hukumnya sunnah. maka bolehlah dia berpuasa. Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya Seorang isteri bila akan mengerjakan puasa sunnah.

Meski sama-sama dinamakan dengan puasa. yaitu fajar. (QS Al-Baqarah: 187) Ada perintah untuk makan dan minum di malam hari dan tidak melakukannnya di siang hari. memang kita dapat di dalam ayat yang amat masyhur berikut ini: ‫ذين من‬L ‫تب على ال‬$ ‫ كما ك‬B ‫يام‬O‫ الص‬B‫ك م‬ $ ‫تب علي‬$ ‫وا ك‬B ‫ذين آمن‬L ‫^ها ال‬ ‫يا أي‬ ‫ون‬$ ‫م تتق‬$ ‫ك‬L ‫م لعل‬$ ‫قبلك‬ Hai orang-orang yang beriman.. Puasa adalah salah satu jenis ibadah mahdhah yang teknik pelaksanaannya telah ditetapkan secara baku di dalam syariat Islam. Namun batas 101 01 . di ayat-ayat selanjutnya Allah SWT menetapkan teknis puasa. Teknik dan aturan puasa yang berlaku untuk umat nabi Muhammad SAW berbeda dengan teknik puasa yang disyariatkan kepada umat-umat sebelumnya. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. yaitu hingga masuk malam atau terbenamnya matahari. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. ‫سود‬Q‫ من الخيط ال‬B‫بي ض‬Q ‫ ال‬$‫ الخي ط‬B‫ م‬$ ‫وا حتى يتبين لك‬B ‫وا واشرب‬$ ‫ل‬$ ‫وك‬ ‫ليل‬L ‫يام إلى ال‬O ‫^وا الص‬ ‫م أتم‬$ ‫من الفجر ث‬ Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Isyarat adanya perintah puasa buat orang terdahulu. (QS Al-Baqarah: 183) Namun demikian.

Dari ayat di atas jelas sekali bisa disimpulkan secara hukum. Asal katanya dari washala-yashilu yang artinya bersambung. Sedangkan ajaran puasa dengan tidak makan 4 hari 4 malam. lalu diteruskan ke siangnya.‫ي ويسقيني‬O ‫ني رب‬B ‫طعم‬B ‫ي‬B ‫أبيت‬ Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata. Beliau menyebut puasa yang demikian dengan sebutan puasa 'wishal'. juga melakukan wishal?" Beliau menjawab. "Rasulullah SAW telah melarang puasa wishal." Seorang bertanya." (HR.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa waktunya hanya sampai datangnya malam. "Siapa kalian yang seperti diriku? Karena akusaat malam tuhanku memberiku makan dan minum. bahwa telah diraramkan bagi seorang muslim yang berpuasa untuk tidak makan atau minum pada saat datangnya malam. terus lagi sampai malamnya dan begitulah hingga beberapa hari. Secara lebih khusus. Makna datangnya malam tidak lain adalah terbenamnya matahari atau masuknya waktu Maghrib. meski membatalkan puasanya hanya dengan seteguk air. "Namun Anda wahai Rasulullah. Sehingga haram dilakukan oleh seorang yang mengaku beriman kepada kitabullah. Memang puasa itu bersambung dari siang ke malam. Hukum makan dan minum (berbuka puasa) dalam hal ini menjadi wajib hukumnya. jelas bertentangan dengan Al-Quran Al-Kariem. ‫ ع ن الو ص ال فقال‬ ‫ل ه‬L‫ ال‬$ ‫ول‬B‫ قال نه ى ر س‬ ‫ريرة‬B ‫عن أبي ه‬ ‫ي‬O‫م مثلي إن‬$ ‫^ك‬ ‫ قالوأي‬$ ‫واصل‬B ‫ه ت‬L ‫ول الل‬B‫ فإنك يا رس‬:‫سلمي‬B ‫ل من الم‬ 9B ‫رج‬ ". Muttafaq alaihi) 102 . Rasulullah SAW sendiri juga melarang puasa yang tidak berbuka pada saat maghrib.

Tapi sampai saat ini saya tidak tahu. yaitu tidurnya orang berpuasa merupakan ibadah memang sudah seringkali kita dengar. diamnya merupakan tasbih. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Wallahu a'lam bishshawab. Dan paling sering kita dengar di bulan Ramadhan. Hadits Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah Saya pernah mendengar orang berkata bahwa tidurnya orang berpuasa itu adalah ibadah. amalnya dilipat-gandakan (pahalanya). Di antara lafadznya yang paling populer adalah demikian: ‫ستجاب‬B ‫ م‬B‫ه‬B ‫عاؤ‬B ‫ضاعف ود‬B ‫ه م‬$ ‫ تسبيح وعمل‬B ‫ه‬B ‫ الصائم عبادة وصمت‬B‫نوم‬ ‫ور‬$ ‫ مغف‬B‫به‬B‫وذن‬ Tidurnya orang puasa merupakan ibadah. baik di pengajian atau pun di berbagai kesempatan. seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipat- 103 03 . Ungkapan seperti yang anda sampaikan. benarkah hal itu ? Kalau memang benar. apakah itu merupakan hadits nabi atau bukan ? Dan kalau memang hadits nabi. riwayatnya serta statusnya bagaimana ? Terima kasih atas jawabannya Ustadz Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih. doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.

beliau bukan hanya mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr ini pemasu hadits. yaitu bahwa Sulaiman bin Amr ini termasuk ke dalam daftar para pendusta. yaitu haditsnya semi palsu lantaran dia seorang pendusta. Menurut kebanyakan mereka. Bahkan lebih keras lagi adalah ungkapan Yahya bin Ma'in. Al-Jamiush-Shaghir. Namun status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Hadits Palsu Al-Imam Al-Baihaqi telah menyebutkan bahwa ungkapan ini bukan merupakan hadits nabawi. Beliau mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr adalah matruk. Komentar Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga semakin menguatkan kepalsuan hadits ini. para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya. Asy-Syu'ab Al-Iman.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa gandakan. tetapi beliau menambahkan bahwa Sulaiman ini adalah "manusia paling pendusta di muka bumi ini!" Selanjutnya. Beliau mengatakan bahwa si Sulaiman bin Amr ini memang benarbenar seorang pemalsu hadits. status hadits ini bukan hanya dhaif tetapi sudah sampai derajat hadits maudhu' (palsu). 104 . yang kedudukannya adalah pemalsu hadits. kita juga mendengar komentar Al-Imam AlBukhari tentang tokoh kita yang satu ini. namun khusus lafadz ini. Hal senada disampaikan oleh Al-Iraqi. Karena di dalam jalur periwayatan hadits itu terdapat perawi yang bernama Sulaiman bin Amr An-Nakhahi. Adalah Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya. Lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya. seraya menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah). dimana pekerjaannya adalah pemalsu hadits.

Apalagi mengingat Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkan untuk menghabiskan waktu siang hari untuk tidur. Kalau pun ada istilah qailulah. tindakan sebagian saudara kita untuk banyak-banyak tidur di tengah hari bulan Ramadhan dengan alasan bahwa tidur itu ibadah. "Sulaiman bin Amr An-Nakha'i adalah orang Baghdad yang secara lahiriyah merupakan orang shalih.Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa Saking tercelanya perawi hadits ini. Rasanya keterangan tegas dari para ahli hadits senior tentang kepalsuan hadits ini sudah cukup lengkap. 105 05 . jelas-jelas tidak ada dasarnya. Iman Ibnu Hibban juga ikut mengomentari. Tidak berjam-jam sampai meninggalkan tugas dan pekerjaan. Dan yang namanya sejenak. sayangnya dia memalsu hadits". sampai-sampai Yazid bin Harun mengatakan bahwa siapapun tidak halal meriwayatkan hadits dari Sulaiman bin Amr. Dan tidak benar bahwa tidurnya orang puasa itu merupakan ibadah. paling-paling hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Wallahu a'lam bishshawab. maka kita tidak perlu lagi ragu-ragu untuk segera membuang ungkapan ini dari dalil-dalil kita. Keterangan ini bisa kita dapat di dalam kitab AlMajruhin minal muhadditsin wadhdhu'afa wal-matrukin. Oleh karena itu. Juga bisa kita dapati di dalam kitab Mizanul I'tidal. maka prakteknya Rasulullah SAW hanya sejenak memejamkan mata. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Fiqih Ramadhan – Hari Haram atau Makruh Puasa 106 .

BAB V LEBARAN .

Fiqih Ramadhan – Lebaran 108 08 .

saya ingin bertanya tentang puasa Syawal. Bahkan anda boleh berpuasa qadha' dan sekaligus meniatkannya untuk berpuasa di bulan Syawwal. Atau dua niat untuk satu puasa yang sama. Wassalam. Anda boleh melakukan puasa sunnah bulan Syawwal dahulu. baru kemudian melakukan puasa sunnah di bulan Syawwal.Fiqih Ramadhan – Lebaran Puasa Syawwal atau Bayar Qadha' Dulu? Assalamualaikum wr. Seolah keduanya dilakukan di waktu yang bersamaan. Para ulama membolehkan semuanya. wb. Dan tentu satu sama lain tidak saling mengejek atau saling menyalahkan. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. sesuai dengan logika dan ijtihad mereka masing-masing. apakah pelaksanaannya harus setelah kita melaksanakan semua jumlah puasa qadha' Ramadhan? Bolehkah melaksanakan puasa Syawal yang hukumnya sunnah. Meski tetap berhak atas pilihannya masing-masing. 109 . Jawaban atas semua pertanyaan anda itu pada hakikatnya adalah benar semua. Tentu saja asalkan bulan Syawwal masih ada. Dan anda juga boleh berpuasa qadha' terlebih dahulu. Anda diperbolehkan untuk melakukan dengan cara yang mana pun. Afwan Ustadz. baru kemudian melakukan puasa qadha' pengganti dari puasa yang anda tinggalkan karena uzdur di bulan Ramadhan kemarin. selama mereka merasa pendapat mereka yang paling kuat. lalu membayar yang wajib setelahnya? Syukran.

Sebab logika mereka memang masuk akal. yaitu hanya selama sebulan saja.Fiqih Ramadhan – Lebaran Mereka yang memandang lebih baik puasa sunnah Syawwal terlebih dahulu baru kemudian puasa qadha'. Hanya sedikit masalahnya adalah bila jumlah puasa Qadha' yang harus dibayarkan cukup banyak. bukan sebuah ibadah khusus yang spesifik. Sebaliknya. Misalnya pada kasus wanita yang nifas di bulan Ramadhan. Dengan adanya bentang waktu yang berbeda ini. Kalau punya hutang puasa. setelah 'hutang' itu terpenuhi. boleh jadi sebulan penuh Ramadhan memang tidak puasa. tidak ada salahnya mendahulukan yang sunnah dari yang wajib. Mereka berangkat dari pemahaman bahwa yang dimaksud dengan puasa 6 hari bulan Syawwal itu lebih kepada waktunya saja. Puasa sunnah bulan Syawwal itu waktu terbatas. tidak bisa disalahkan. atau malah sama sekali tidak cukup. maka niatnya 110 10 . maka minimal selama 6 hari di bulan Syawwal itu dia menebusnya dengan puasa Qadha'. apapun motif dan niatnya. Rasanya. lebih afdhal bila mengerjakan terlebih dahulu puasa yang hukumnya wajib. Maksudnya. logika seperti ini juga masuk akal. Maka kesempatan puasa sunnah Syawwal menjadi hilang dengan sendirinya. mereka yang mendahulukan puasa Qadha' terlebih dahulu kemudian baru puasa Sunnah bulan Syawwal. barulah wajar bila mengejar yang hukumnya sunnah. Ada juga pendapat yang lain lagi. punya logika yang berbeda. Bagi mereka. maka waktu untuk puasa sunnah Syawwal menjadi lebih sedikit. diupayakan bahwa dalam 6 hari bulan Syawwal itu seseorang melakukan puasa. Tapi kalau tidak punya 'hutang' puasa. Sedangkan waktu yang disediakan untuk mengqadha' puasa Ramadhan terbentang luas sampai datangnya Ramadhan tahun depan. karena pertimbangan waktu dan kesempatannya.

Tapi kalau ternyata salah. Ada pun puasa 6 hari di bulan Syawwal. Toh. tidak satu pun yang melanggar batas halal haram atau wilayah aqidah. Dan tentu kita tidak perlu menjelekkan sesama saudara muslim.Fiqih Ramadhan – Lebaran adalah puasa sunnah biasa. Yang penting. Yang mungkar adalah yang tidak membayar puasa Qadha'-nya hingga masuk Ramadhan tahun depan. hukumnya sunnah. karena seseorang bisa dapat dua kebajibakn sekaligus. maka kita tidak dosa bahkan masih tetap dapat 1 pahala. dalilnya tidak mengharuskan bahwa niatnya hanya puasa sunnah. Kedua. Bahkan ketiganya hanyalah hasil nalar dan ijtihad manusiawi belaka atas dalil-dalil yang shahih dan sharih. Mana pun pendapat yang anda pilih. yang penting selama 6 hari itu dilalui dengan berpuasa. hanya lantaran kita berbeda sudut pandang yang bersifat ijtihadi. Wallahu a'lam bishshawab. Boleh ditinggalkan tapi berpahala bila dikerjakan. Kalau ijtihad kita benar. Puasa Syawwal Haruskah Berturut-Turut? 111 . Pertama. Sehingga meski niatnya puasa Qadha'. tapi insya Allah tidak sampai membuat kemungkaran. Pendapat ini rasanya lebih ringan. kebajikan dari membayar hutang puasa. di bulan Syawwal itu ada 6 hari yang dilaluinya dengan berpuasa. semuanya punya dalil dan argumen yang bisa diterima. tapi fadhilah puasa 6 hari bulan Syawwal pun tetap didapatnya. kebajikan dari mengisi 6 hari bulan Syawwal dengan puasa. Meski bentuknya saling berbeda. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ketiga bentuk puasa di atas. kita akan dapat 2 pahala.

Dan oleh karena itulah makanya para ulama berbeda pendapat. Seandainya ada hadits shahih yang menjelaskan bahwa puasa Syawwal itu harus berturut-turut sejak tanggal-tanggal Syawwal. Berikuti ini adalah pendapat mereka: a. para fuqaha berbeda pendapat. 112 12 . Mereka adalah para imam mazhab dan pendirinya langsung. Tolong sertakan dalilnya pak Ustadz? Jazakallah. amat wajar bila hal itu masuk ke wilayah ijtihad. Mengenai puasa sunnah syawal. Kalau yang berijtihad hanya orang awam seperti kita. Asy-Syafi'iyah dan sebagian Al-Hanabilah Al-Imam Asy-Syafi'i dan sebagian fuqaha Al-Hanabilah mengatakan bahwa afdhalnya puasa 6 hari Syawwal itu dilakukan secarar berturut-turut selepas hari raya 'Iedul fithri.Fiqih Ramadhan – Lebaran Assalamu'alaikum Pak Ustadz. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. adakah aturan yang baku. Haruskah puasa Syawwal dilakukan berturut-turut atau tidak. Apakah harus 6 hari di awal syawal dan haruskan 6 hari berturut-turut. Namun karena tidak ada satu pun dalil qath'i yang sharih dan shahih tentang aturan itu. maka pastilah semua ulama bersatu dalam pendapat. mungkin bisa kita abaikan. Mengapa berbeda pendapat? Tidak adakah aturan dari nabi SAW tentang tata cara puasa Syawwal? Jawabnya memang tidak ada aturannya. Akan tetapi kita merujuk kepada orang yang paling tinggi levelnya dalam berijtihad.

Dengan alasan agar jangan sampai timbul halangan bila ditundatunda. Mazhab Al-Hanabilah Tetapi kalangan resmi mazhab Al-Hanabilah tidak membedakan apakah harus berturut-turut atau tidak. juga tidak ada ketentuan harus sejak tanggal 2 Syawwal. Mereka mengatakan bahwa lebih utama bila dilakukan dengan tidak berturut-turut. b. Misalnya di daerah Pekalongan Jawa Tengah. Nampaknya pendapat ini didukung oleh beberapa kalangan umat Islam di negeri ini. silahkan saja. Sebagian masyarakat muslim di sana punya kebiasaan puasa Syawwal 6 hari berturut-turut sejak tanggal 2 syawwal.Fiqih Ramadhan – Lebaran Sehingga afdhalnya menurut mazhab ini puasa Syawwal dilakukan sejak tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawwal. Mazhab Al-Malikiyah Adapun kalangan fuqaha Al-Malikiyah lebih ekstrim lagi. Sehingga dilakukan kapan saja asal masih di bulan Syawwal. Mereka juga mengatakan bahwa puasa 6 hari syawwal ini hukumnya tidak mustahab bila yang melakukannya adalah orang yang tidak puasa bulan Ramadhan. Mereka malah mengatakan bahwa puasa itu menjadi 113 . Tidak ada keharusan untuk berturutturut. d. c. Mazhab Al-Hanafiyah Sedangkan kalangan Al-Hanafiyah yang mendukung kesunnahan puasa 6 hari syawwal mengatakan sebaliknya. Sehingga ada lebarang lagi nanti pada tanggal 8 Syawwal. Mereka menyarankan agar dikerjakan 2 hari dalam satu minggu. sama sekali tidak berpengaruh dari segi keutamaan.

wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. namun hubungan pribadi di antara mereka sangat erat. karena semua merupakan hasil ijtihad para fuqaha kawakan. semua terjadi karena tidak ada satu pun nash yang menetapkan puasa Syawwal harus dikerjakan dengan begini atau begitu. Namun sama sekali kita tidak pernah mendengar perbuatan yang tercela seperti itu. Kita boleh menggunakan pendapat yang mana saja. Wallahu a'lam bishshawab. lalu menganggap bahwa semua orang harus selalu salah. Meski mereka saling berbeda pendapat. Dan ketiadaan nash ini memberikan peluang untuk berijtihad di kalangan fuqaha. para ulama besar itu pun tidak pernah saling menyalahkan. Dan rasanya aneh kalau kita yang awam ini malah saling menyalahkan antara sesama yang awam juga. Naudzubillah. Padahal mereka jauh lebih berhak untuk membela pendapat mereka. mesra dan akrab. seperti 6 hari pada bulan Zulhijjah.Fiqih Ramadhan – Lebaran makruh bila dikerjakan bergandengan langsung dengan bulan Ramadhan. Bahkan mereka mengatakan bahwa puasa 6 hari itu juga disunnahkan di luar bulan Syawwal. Jangankan kita. 114 14 . Hukumnya makruh bila dikerjakan mulai tanggal 2 Syawwal selepas hari 'Iedul fithri. atau melecehkan. Demikianlah perbedaan pendapat di kalangan 4 mazhab. Sebab hak untuk saling menyalahkan tidak pernah ada di tangan kita. tentunya mereka sangat mengerti dalil dan hujjah yang mendukung pendapat mereka. Hanya orang-orang kurang ilmu saja yang pada hari ini merasa dirinya pusat kebenaran. memaki. Kita tidak pernah mendengar mereka saling mencaci.

tentu tidak menggugurkan sah atau tidak sah suatu pemerintahan.wb. pemerintah itu adalah pemerintah yang sah. bahkan wajib hukumnya dilawan.Fiqih Ramadhan – Lebaran Lebaran Ikut Pemerintah? Assalamu'alaikum wr. Pemerintah kita sekarang ini adalah pemerintah yang sah. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. atau di dalam suatu departemen tertentu. langsung pada bagianbagian yang paling vital. Mohon maaf kalau pandangan saya ini keliru. dimana sikap itu memang sikap resmi dari pemerintah. baik pribadinya maupun kebijakannya. Bagi kita bangsa Indonesia. adalah pemerintah yang memusuhi agama Allah secara terang-terangan. yang kurang kita sukai. zakat. mereka jelas bukan pemerintah. Sebab mereka datang ke sini untuk menjajah 115 . puasa. Pemerintah yang mana menurut kriteria Islam yang harus diikuti keputusannya khususnya dalam masalah agama? Karena menurut hemat saya pemerintah kita kurang dipercaya dalam berbagai masalah saat ini (krisis kepercayaan). dipilih lewat jalur pemilihan yang sah juga. Misalnya. Saya tertarik dengan jawaban Ustadz tentang penekanan mengikuti lebaran bersama pemerintah. Maka secara de facto dan de jure. Pemerintah yang tidak perlu ditaati. pemerintah itu secara tegas melarang shalat. Kalau ada oknum di dalam kabinet. haji atau wanita menutup aurat. Sebagai contoh dari pemerintahan yang haram ditaati adalah pemerintahan Hindia Belanda di zaman penjajahan dulu.

pemerintahan kita ini telah mendirikan Departemen Agama sebagai badan resmi pemerintah untuk mengatur kehidupan antar umat beragama di negeri ini dimana kita ketahui walau Islam merupakan agama mayoritas namun banyak pula penduduk negeri ini yang non-Muslim. dahulu kakek kita mengangkat senjata sesuai dengan perintah Allah SWT.Fiqih Ramadhan – Lebaran negeri. Di dalam Departemen Agama yang salah satunya bertugas menangani masalah-masalah keumatan kaum Muslimin. perjuangan umat Islam di dalam pemerintahan sering mengalami rintangan. Sampai akhirnya penjajah itu pergi. Dan merupakan sunnatullah bahwa perjuangan mengalami masa pasang surut. maka Ketua KUA di Departemen Agama yang jadi wali. Namun kita harus akui bahwa dalam perjalanannya. Bahkan dalam masalah perkawinan misalnya. membentuk pemerintahan. Sampai dengan belum berdirinya pemerintahan Islam yang kaffah dan syamilah. maka posisi itu diisi oleh orang-orang yang sedikit banyak memahami hukum-hukum Islam. Walau pun di kemudian hari Piagam Jakarta itu telah dikhianati para penguasa. dimana Islam merupakan unsur terpenting di dalam pemerintahan itu. Piagam Jakarta adalah salah satu jaminan bahwa pendirian Republik ini adalah investasi umat Islam sampai kapan pun. sebagai mayoritas rakyat bangsa ini. jika ada wanita yang sudah tidak punya wali. Maka sebagai muslim. Ada saja pihak-pihak sekuler yang ingin merebut dan mengambil alih tongkat kepemimpinan di Indonesia. maka Departemen Agama memiliki 116 16 . Walau demikian. Lalu umat Islam saat itu. merusak agama Islam dan merampas kekayaan alam kita.

shiyamana washiyamakum. Namun mudah-mudahan hal ini tidak sampai terjadi. Minal aidin wal faidzin.. Selamat lebaran Pak Ustadz. bukan semata-mata untuk meninggikan kalimah Allah. maka yang berdosa adalah mereka sendiri. Mohon kepada Pak Ustadz menjelaskan arti kalimat di atas.Fiqih Ramadhan – Lebaran otoritas dalam hal-hal tertentu untuk mengatur kehidupan beragama rakyat Indonesia. kebanyakan kaum muslim mengirimkan ucapan selamat Lebaran berbunyi " Taqabalallahu Minna waminkum. bukan kita. Kalau pun seandainya mereka berbohong. Wallahu a'lam bishshawab. Arti Ucapan Selamat Lebaran Assalamualaikum. apa yang dilakukan Menteri agama Maftuh Basyuni dengan memanggil para pakar hisab dan rukyat sudah benar. Ini sudah benar dan memang hanya Departemen Agama saja yang punya otorias dan kewenangan untuk masalah ini. Sehingga kita bisa hemat tenaga untuk masalah satu ini. Wassalam 117 . Saya langsung saja ke pertanyaan pak Ustadz. atau memutuskan sesuatu dalam urtusan agama berdasarkan hawa nafsunya sendiri atau untuk memuaskan satu kelompok. Setiap menyambut hari raya idul fitri." Saya sebagai orang awam yang tidak tahu dengan bahasa Arab. kita tentu bisa menerimanya sebagai salah satu hasil ijtihadiyah. Serahkan ahlinya dan ikuti komandonya. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. bingung dengan arti kata-kata di atas. Dan apa pun yang dihasilkan mereka. Dalam hal penentuan awal Ramadhan dan Syawal misalnya.

Lengkapnya ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin.Fiqih Ramadhan – Lebaran Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di luar Indonesia. Jadi yang diajarkan sebenarnya bukan bermaaf-maafan seperti yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan bangsa Indonesia. Namun sering kali orang salah paham. Lafadz taqabbalallahu minna wa minkum merupakan lafadz doa yang intinya kita saling berdoa agar semua amal kita diterima Allah SWT. belum tentu ada budaya seperti ini. arti secara harfiyahnya adalah: termasuk orang yang kembali dan menang. Taqabbalallahu itu artinya semoga Allah mengabulkan. dimana semua orang sibuk untuk saling mendatangi sekedar 118 18 . Meski tidak diajarkan atau diperintahkan secara khusus. Sedangkan lafadz minal a'idin wal faidzin merupakan doayang terpotong. dikiranya lafadz itu merupakan bahasa arab dari ungkapan mohon maaf lahir dan batin. Minaa wa minkum berarti dari kami dan dari anda. yang bermakna : Semoga Allah menjadi kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang. Shiyamana wa shiyamakum berarti puasa kami dan puasa anda. Tetapi yang lebih ditekankan adalah tahni'ah yaitu ucapan selamat serta doa agar amal dikabulkan. Lafadz doa ini adalah lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika kita selesai melewati Ramadhan. seharusnya ada lafadz tambahan di depannya meski sudah lazim lafadz tambahan itu memang tidak diucapkan. boleh-boleh saja dan merupakan 'urf (kebiasaan) yang baik. Lafadz ini sebenarnya terpotong. namun bermaaf-maafan dan silaturrahim di hari Idul Fithri juga tidak terlarang. Padahal bukan dan merupakan dua hal yang jauh berbeda.

apalagi sambil melempar mercon. campur baur laki dan perempuan dan tidak mengindahkan adab dan etika Islam. 119 . Tentunya sangat mengganggu dan beresiko musibah kebakaran. Termasuk juga yang tidak sejalan dengan tuntunan agama adalah bertakbir keliling kota naik truk sambil mengganggu ketertiban berlalu-lintas. Sungguh sebuah tradisi yang baik dan sejalan dengan syariah Islam. Wallahu a'lam bishshawab. Meski terkadang ada juga bentuk-bentuk yang kurang sejalan dengan Islam. lalu masing-masing saling meminta maaf. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. misalnya membakar petasan di lingkungan pemukiman.Fiqih Ramadhan – Lebaran bisa berziarah dan silaturrahim.

Fiqih Ramadhan – Lebaran 120 20 .

BAB VI PUASA SUNNAH .

Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah 122 22 .

tanggal 15 saja. Jawaban Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. apakah pelaksanaan shaum sunat pertengahan bulan harus dilaksanakan secara lengkap yaitu pada tanggal 13. tanggal 13 dan 14 saja. 14 dan 15 adalah puasa sunnah. Latar belakang pensyariatannya adalah dua hadits Rasulullah SAW berikut ini.14 dan 15 di setiap bulan hijriah? Jika sedang berhalangan bolehkah shaum pertengahan bulan hanya di salah satu dari 3 hari tersebut? Misalnya hanya di tanggal 13 saja. (HR An-Nasai. Ustadz. At-Tirmizy dan Ibnu Hibban) ‫ ثلث‬:‫م‬L ‫ عليه وسل‬B‫ه‬L ‫ى الل‬L ‫ه صل‬L ‫ الل‬$ ‫ول‬B‫ قال رس‬:‫ قال‬ ‫عن أبي قتادة‬ ‫ روا ه‬-‫ ه‬I ‫ل‬$ ‫ الدهر ك‬B‫ إلى رمضا ن فهذا ص يام‬$‫ ورمضا ن‬6‫ شهر‬I ‫ل‬$ ‫من ك‬ ‫د‬B ‫و داو‬B ‫? وأب‬ ‫سلم‬B ‫ وم‬B ‫أحمد‬ 123 .Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Shaum Sunat 13. "Wahai Aba Zarr. ‫م ثلث‬B‫ فص‬#‫مت من الشهر ثلثة‬B‫• إذا ص‬ ‫ يا أبا ذر‬ ‫ه‬L ‫ الل‬$ ‫ول‬B‫قال رس‬ ^‫رمذي‬O ‫^ والت‬ ‫ والنسائي‬B ‫ أحمد‬B‫ رواه‬-‫عشرة وأربع عشرة وخمس عشرة‬ Dari Abu Zar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. 14 dan 15 Assalamu'alaikum wr. Ustadz. bila kamu puasa tiga hari dalam sebulan. tanggal 13 dan 15 saja atau tanggal 14 dan 15 saja? Terima kasih. tanggal 14 saja. maka puasalah pada tanggal 13. Puasa tiga hari tiap bulan pada tanggal 13. Jazakallahu khairan katsiron.wb. 14 dan 15.

maka berhentilah puasa. Bagaimana dengan pahalanya ? Tentu saja pahala orang yang berpuasa 3 hari. tidak harus ditinggalkan semuanya. berbeda dengan pahala orng yang berpuasa hanya 2 hari atau 1 hari saja. Dan bila tiba-tiba anda mendapat haidh. anda boleh berpuasa sunnah pada tanggal 15 keesokan harinya. Puasa di hari-hari itu seperti puasa selamanya. Tidak ada ketetapan yang mengharuskan untuk melakukannya tiga hari berturut-turut. lebih baik mendapat sebagiannya. sebagaimana puasa kaffarat (denda) saat seseorang melakukan hubungan seksual siang hari di bulan Ramadhan. atau boleh juga hanya dua hari atau hanya satu hari saja. Tetapi dari pada tidak dapat pahala sama sekali.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Dari Qatadah bin Milhan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk puasa pada hari-hari putih (ayyamul biidh). 124 24 . Muslim dan Abu Daud) Meski puasa itu 3 hari. dimana bila salah satunya ditinggalkan. silahkan saja untuk berpuasa di salah satu hari dari ketiga hari itu. 14 dan 15. Oleh karena itu. yaitu tanggal 13. Puasa sunnnah tiga hari ini tidak mensyaratkan mutatabi'ah (dilakukan dengan berturut-turut). maka semua harus ditinggalkan. Sesuai kaidah: Maa laa yudraku kullhu laa yutraku julluhu. namun pendapat kami mengatakan bahwa tiga hari itu bukan merupakan satu kesatuan yang saling membatalkan bila tidak dilaksanakan salah satunya. Wallahu a'lam bishshawab wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (HR Ahmad. Sesuatu yang tidak bisa didapat seluruhnya. Demikian juga bila haidh anda berhenti pada tanggal 14. bukan puasa wajib. Apalagi mengingat puasa ini hanyalah puasa sunnah. Kita boleh berpuasa untuk tiga hari itu.

Hukum asalnya wajib.wb. antara lain: Dari Humaid bin Abdir Rahman. dimana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda. namun kemudian kewajibannya di-nasakh (dibatalkan) dengan kewajiban shaum Ramadhan. maka shaum tersebut berubah hukumnya menjadi sunnah. "Ini hari Assyura. Puasa sehari sebelumnya dinamakan tasu'a. Karena puasa itu dilakukan pada tanggal 9 bulan Muharram. Rasulullah SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk melaksanakan shaum 'Assyuraa (shaum hari kesepuluh) dari bulan Muharram ditambah dengan shaum sehari sebelumnya atau sesudahnya. ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu berkata: Wahai penduduk Madinah. sedangkan saya shaum. maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka. Tahun ini insya Allah akan jatuh pada hari Kamis tanggal 9 Pebruari 2006. Puasa Asyura maksudnya adalah puasa sunnah pada tanggal 10 bulan Muharram. dan Allah SWT tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu. berasal dari kata tis'ah yang artinya sembilan.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Hukumnya Shaum Tasyu`a dan 'Asyura Assalamu'alaikum wr. bagaimana hukumnya melakukan shaum tasyu`a dan Asyura? Jawaban Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat." (HR Bukhari 2003) Hadits lainnya adalah hadits berikut ini: 125 . Ustadz.

maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut. "Rasulullah SAW meninggal sebelum sampai tahun berikutnya" (HR Muslim 1134) Rasulullah SAW bersabda. hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu." Maka Rasulullah SAW menjawab. bahwa shaum tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita selama setahun yang telah lalu (HR Muslim 2/819) Al-Imam An-Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits di atas beliau berkata: "Yang dimaksud dengan kaffarat (penebus) dosa adalah dosa-dosa kecil. "Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani". "Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian". mereka berkata. "Ini hari baik. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. beliau pun bertanya? Mereka menjawab. akan tetapi jika orang tersebut tidak memiliki dosa-dosa kecil diharapkan dengan shaum tersebut dosa-dosa besarnya 126 26 ." (HR Ath-Thahawy dan Baihaqy serta Ibnu Huzaimah 2095) Adapun keutamaan shaum tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Abu Qatadah. Ibnu Abbas berkata.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan shaum assyuraa. "Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan shaum pada hari kesembilannya". (HR Bukhari 2004) Juga ada hadits lainnya yang terkait dengan apa yang Anda tanyakan: Dari Ibnu Abbas berkata: pada saat Rasulullah SAW melaksanakan shaum Assyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya. "Shaumlah kalian pada hari assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Maka Rasulullah SAW bersabda.

Puasa Jumat Dalam Puasa Dawud Assalamu'alaikum wr wb Ustadz yth Saya saat ini menjalankan puasa sunnah dawud. 127 . Wallahu a'lam bishshowab. kalau untuk sebelas rakaat apa shalat dua rakaat kali lima kmd satu rakaat untuk witir Ustadz. Karena ada barengannya. Tapi kalau ada barengannya. Lantas bagaimana kalau pas hari Jumatnya? Sedangkan katanya puasa hari jumat makruh hukumnya? Untuk shalat tahajud itu kalau rakaatnya dua-dua. makhlum Ustadz saya masih dangkal sekali ilmu Islamnya. Dan itupun bila tanpa dibarengi atau diiringi dengan rangkaian puasa lainnya. Sebenarnya para ulama tidak mengatakan bahwa pengkhususan puasa sunnah di hari Jumat sebagai puasa yang haram.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah diringankan. Yang dimakruhkan dalam puasa di hari Jumat adalah pengkhususan hari itu untuk puasa sunnah. bukan haram. misalnya hari Kamis atau hari Sabtu. maka tidak dikatakan bahwa hari Jumat itu 'sendirian'. dan jika ia pun tidak memiliki dosa-dosa besar. Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Para ulama lebih tepatnya mengatakan makruh. Jzk atas jwbnya Wassalamu'alaikum wr wb Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. juga dilakukan puasa sunnah. Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di sisi-Nya.

mau tidak mau keesokan harinya harus puasa sehari.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Dan menurut hemat kami. Kok boleh? Boleh. karena niatnya bukan semata-mata mau mengkhususkan hari jumat untuk puasa sunnah. maka keesokan harinya saya akan puasa sunnah satu hari. ketika seseorang menjalani puasa sunnah sebagaimana puasa Nabi Daud 'alaihissalam. meski pun jatuhnya hari Jumat. ada beberapa hal: Pertama. Sebenarnya larangan atau kemakruhan puasa khusus pada hari Jumat adalah bila seseorang secara sengaja berniat untuk mengkhususkan hari Jumat sebagai hari puasa sunnah. dan tidaklah pula malamnya untuk ditegakkan (shalat)". "Kalau suatu hari saya diterima jadi pegawai. Misalnya seseorang bernadzar begini. Kalau kita baca fatwa Syeikh Al-'Utsaimin. juga tidak bisa dikatakan puasa sunnah di hari Jumat sendirian. hari Jum'at merupakan salah satu hari raya dari tiga hari raya yang disyari'atkan. Kitabus Shiam Bab Makruhnya Puasa Khusus di Hari Jum'at 1144). maka ketika puasa itu jatuh di hari Jumat. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam Islam terdapat tiga hari raya: Hari 128 28 ." Kalau kebetulan pengumuman kelulusannya di hari Kamis. di antara hikmah kenapa ada larangan pengkhususan hari Jum'at untuk berpuasa. Dalil atas makruh atau haramnya puasa khusus di hari Jumat adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini: Janganlah kalian khususkan hari Jum'at dengan berpuasa. Dan demikian juga ketika seseorang bernadzar untuk puasa satu hari keesokan harinya apabila pada hari itu mendapatkan apa yang dicita-citakan. (HR Muslim.

baik satu rakaat atau pun tiga rakat menurut sebagian ulama. Dari Ibnu Umar radhiyallah 'anhu. Kedua: Selain itu hari Jum'at adalah hari dimana sudah sepantasnya bagi seorang laki-laki mengedepankan shalat Jum'at pada hari itu.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah raya Idul Fitri setelah Ramadhan. menyibukkan diri dengan doa. Shalat Malam Dua Rakaat Dua Rakaat Yang paling afdhal dalam melaksanakan shalat malam. Apabila salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu salat Subuh. berapapun jumlah rakaatnya. Hal ini karena dia sibuk dengan doa dan dzikir. 129 . dan hari raya mingguan yaitu hari Jum'at. maka hendaklah ia salat witir satu rakaat untuk mengganjilkan salat sebelumnya. tentu dengan dua rakaat dan salam. (HR Muslim) Wallahu a'lam bishshawab. "Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang salat malam. Hari Raya Idul Adhha. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hal itu berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menjawab pertanyaan seseorang yang bertanya tentang tata cara shalat malam. dan berdzikir karena hari Jum'at ini serupa dengan hari Arafah yang tidak disyaratkan bagi jama'ah haji untuk berpuasa pada hari Arafah itu. Kemudian mulai lagi shalat yang baru. Terakhir baru ditutup dengan shalat witir. Begitulah seterusnya sampai berapa pun jumlah bilangan rakaatnya. "Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. hendaknya dilakukan dengan dua rakaat lalu salam. Beliau menjawab.

Wb Pak Ustadz. Wb Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Dan salah satu alasannya adalah karena hari itu adalah hari dimana beliau dilahirkan ke muka bumi. 130 30 . alasan yang beliau kemukakan tentu sangat terkait dengan diri beliau sendiri. Memang benar kalau Rasulullah SAW sering berpuasa sunnah di hari Senin. yakni disunnahkan berpuasa di hari kelahiran. "Itu hari kelahiranku dan diturunkan wahyu. Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin. tentu menjadi perdebatan panjang para ulama. Mengingat Rasulullah SAW adalah pembawa risalah resmi dari Allah SWT. apakah harus dibarengi dengan puasa hari kamis/sabtu? Mohon penyelasannya." (HR Muslim dan Ahmad) Namun apakah hal yang sama juga berlaku buat umatnya. jodoh dll.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Puasa Hari Kelahiran Assalamualaikum Wr. apalagi yang lahir pada hari Jum'at yang katanya agak berat tentang peruntungannya misalnya karir. Terima kasih. Ketika beliau melakukan ritual ibadah. Beliau menjawab. Apakah itu benarPak Ustadz? Apakah ada di dalam ajaran Islam? Jika benar lalu bagaimana jika dia hari Jum'at? Sedangkan yang saya tahu Puasa Sunah 1 hari pada hari Jum'at tidak boleh. saya pernah mendengar bahwa puasa pada hari kelahiran itu bagus. Wassalamualaikum Wr.

Yang mereka lakukan adalah berpuasa di hari kelahiran nabi Muhammad SAW. Maka kita berpuasa di hari kelahiran seorang utusan Allah. Apalagi hadits di atas masih diteruskan bahwa di hari Senin itu turun wahyu. kalau beliau SAW sering berpuasa di hari Senin karena beliau lahir di hari itu. Kita memang diharuskan mengikuti sunnah RAsulullah SAW.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Artinya. yaitu hari Senin. Maka praktek para shahabat nabi SAW bisa dijadikan guide pembanding. melainkan yang lahir adalah seorang utusan Allah. lantas puasa sunnah disyariatkan untuk dilakukan pada hari itu. namun terkadang kita sering kali salah duga dan salah kira. bukan di hari kelahiran kita sendiri. bukan keutamaan hari kelahiran tiap manusia. seperti apakah seharusnya ibadah yang kita lakukan dalam rangka mengikuti nabi Muhammad SAW? 131 . maka kesimpulan hukumnya adalah kita disyariatkan untuk berpuasa di hari kelahiran beliau. Sebab yang lahir di hari Senin itu bukan seorang Muhammad sebagai seorang anak dari manusia. bukan di hari kelahiran diri kita sendiri. yaitu untuk dijadikan perbandingan dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW. kita tidak menemukan bahwa mereka masingmasing sibuk berpuasa di hari kelahiran mereka. Berarti topik hadits itu adalah keutamaan hari Senin. Di sinilah fungsi para shahabat. Apa urusannya kita berpuasa di hari kelahiran kita sendiri? Apa istimewanya diri kita sehingga ada syariat dimana kita disunnahkan untuk berpuasa di hari kelahiran diri sendiri? Dan kalau kita menengok praktek para shahabat nabi yang mulia.

Maka bila jatuh hari Jumat giliran untuk puasa. yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. beliau SAW pun tidak lupa untuk memerintahkan kita untuk selain mengikuti praktek nabi. Puasa di Hari Jumat Puasa sunnah hanya pada hari jumat haram hukumnya. Wallahu a'lam bishshawab. Karena itu. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. namun hanya sampai makruh saja.Fiqih Ramadhan – Puasa Sunnah Maka kita lihat praktek para shahabat nabi SAW. 132 32 . Sebagian ulama tidak sampai mengharamkannya secara mutlak. Kecuali ada kaitannya dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa sunah nabi Daud. yaitubila tanpa didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya. boleh berpuasa. juga mengikuti praktek ibadah dari para shahabatnya itu.

BAB VII MENGGANTI PUASA .

Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa 134 .

baik syarat wajib maupun syarat sah. maka dia barulah diwajibkan puasa atasnya. dia harus masuk Islam dulu.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa Haruskah Membayar Hutang Puasa Ramadhan? Assalamualaikum wr. yaitu berwudhu' (suci dari hadats). Adapun orang kafir. namun dia tetap wajib untuk melakukannya. wb. Jika ada orang yang baru masuk muslim (misal usianya ketika itu 20 tahun). wb. Wassalamualaikum wr. Dan untuk bisa sah puasanya. tidak ada kewajiban atasnya untuk 135 35 . tentu tidak sah bila melakukan shalat. Meski tetap berdosa di sisi Allah SWT. namun di akhirat dia akan disiksa lantaran tidak puasa. apakah dia harus membayar hutang puasanya selama 20 tahun tersebut atau bagaimana? Mohon penjelasannya. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. maka tidak ada kewajiban untuk melakukan puasa. Bila tidak melakukannya. Sehingga secara hukum. maka dia berdosa. Kewajiban menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan itu secara hukum fiqihnya membutuhkan syarat. Seorang yang dalam keadaan tidak punya wudhu'. Adapun sebelum masuk Islam. Bila seseorang tidak memeluk agama Islam. Dan di antara syarat itu adalah pelakunya seorang muslim. secara hukum memang tidak diwajibkan untuk puasa Ramadhan. bila ada seorang kafir masuk Islam. Kasusnya nyaris mirip meski tidak persis benar dengan syarat sahnya shalat.

ya Rasulallah hingga Anda mintakan aku ampunan atas dosaku. "Ya Amr. dia tidak mampu melakukannya. maka segala dosa dan kemaksiatan yang pernah dilakukannya dengan sendirinya akan terhapus. Namun aku berkata. Dan tidak ada kewajban untuk mengganti puasanya. Sedangkan orang yang pada hakikatnya tidak diwajibkan puasa. tidakkah kamu tahu bahwa hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Ya Amr. Sebagaimana hadits Amr bin Al-Ash berikut ini: ‫ ف ي قل ب ي‬L ‫ عز وجل‬B‫ ه‬L ‫ قال ل م ا أل ق ى الل‬ ‫ عمرو ب ن العا ص‬L‫أ ن‬ ‫ك‬B ‫بايع‬$ ‫ ل أ‬B‫لت‬$ ‫ إلي فق‬B ‫بايعني فبسط يده‬B ‫ لي‬ ‫ النبي‬B ‫السلم قال أتيت‬ ‫ول‬B‫ه حتى تغفر لي ما تقدم من ذنبي قال فقال لي ر س‬L ‫ول الل‬B‫يا ر س‬ ‫وب‬B ‫ذن‬ v ‫ب^ ما قبلها من ال‬B ‫ الهجرة تج‬L‫و أما علمت أن‬B ‫ يا عمر‬ ‫ه‬L ‫الل‬ ‫وب‬B ‫ذن‬ v ‫ من ال‬B ‫^ ما كان قبله‬ ‫ب‬B ‫ السلم يج‬L ‫و أما علمت أن‬B ‫يا عمر‬ Dari Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhu berkata. "Aku tidak akan berbai'at dengan Anda. karena saat itu dia bukan seorang muslim. Beliau SAW menjulurkan tangannya kepadaku. Skornya masih 0:0 seperti seorang bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. tidakkah kamu tahu bahwa masuk 136 . karena yang namanya mengganti itu adalah bila seorang sudah dibebani kewajiban.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa puasa. "Ketika Allah azza wa jalla memasukkan Islam ke dalam hatiku. Misalnya karena sakit atau karena perjalanan. Lagi pula dengan masuknya seseorang ke dalam agama Islam. maka tidak diwajibkan menggantinya secara konteks fiqih. Begitu sehat atau sudah tidak dalam perjalanan. lalu karena satu dan lain hal." Rasulullah SAW menjawab. aku mendatangi Rasulullah SAW untuk memba'iatku. dia harus menggantinya.

Dosa kepada manusia. di antara keuntungannya adalah catatan amal buruknya diputihkan. Apakah cara bayarnya sama seperti itu atau ada yang lain ? Jazakallah khairon katsiro Jawaban 137 37 . ana mau tanya. sehingga saat itu juga dia tidak punya beban apapun kepada Allah. Namun semua itu dengan pengecualian dosa kepada manusia. maka hitungan amal baik dan buruk sudah dimulai sejak pertama kali baligh. justru catatan amal buruknya yang lebih dominan. merugikan. Saya sudah membayar puasa tersebut dengan puasa yang sama dengan seperti saya bayar untuk hutang puasa karena udzur. Apakah cara bayarnya sama dengan ketika hutang puasa Ramadhan karena ada udzur (haid) atau bagaimana? Terus terang saya binggung. saya dan suami bercumbu di siang hari tapi tidak melakukan hubungan suami isteri. memukul. seperti pernah membunuh. mempermalukan dan sejenisnya. Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan Assalamu'alaikum wr. menzalimi. Ustadz. Sedangkan orang yang baru saja masuk Islam.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?" (HR Ahmad) Berbeda dengan orang yang sudah muslim sejak aqil baligh. tentu tidak hilang begitu saja. Maka boleh jadi setelah sekian tahun semenjak baligh itu. wb. Masih dibutuhkan kerelaan dan keikhlasan dari manusia yang disakitinya itu. Bagaimanakah cara membayar hutang puasa Ramadhan yang batal karena hubungan suami isteri? Pada bulan Ramadhan saya khilaf.

Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ya Rasulullah. Makan dan minum secara sengaja. minum dan berhubungan suami isteri di siang hari. Lalu dibawakan kepada Nabi sekeranjang kurma maka Nabi berkata. kaffarat (tebusan)-nya adalah membebaskan budak. Sedangkan bila melakukan hubungan suami isteri. atau puasa 2 bulan berturutturut. "Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak." Kemudian duduk. Sedangkan 138 . bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan berkata. atau memberi makan 60 orang fakir miskin." Orang itu menjawab lagi." Nabi bertanya. Sesuai sabda Rasulullah SAW: Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu. Muslim: 1111. Kewajiban seorang yang sedang berpuasa Ramadahan adalah menjaga diri dari makan. "Adakah orang yang lebih miskin dariku? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di barat atau timur kecuali aku."Ambilah kurma ini untuk kamu sedekahkan. "Celaka aku. An-Nasai 3115 dan Ibnu Majah 1671) Batas Pelanggaran Namun batalnya puasa itu hanya terjadi manakala memang benar-benar terjadi persetubuhan." "Aku tidak punya. selain membatalkan puasa dan berdosa." Maka Nabi SAW tertawa hingga terlihat giginya lalu bersabda. "Bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu. Tirmizy 724." "Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang fakir miskin? " "Tidak." "Apa yang membuatmu celaka?" "Aku berhubungan seksual dengan isteriku di bulan Ramadhan. tentu membatalkan puasa." (HR Bukhari: 1936. berdosa dan untuk itu ada kewajiban untuk menggantinya dengan puasa di hari lain. Abu Daud 2390." "Apakah kamu sanggup puasa 2 bulan berturutturut?" "Tidak.

tidak membatalkan puasa. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon penjelasan pak Ustadz. Pada bulan Ramadhan kemarin isteri saya tidak berpuasa karena 139 39 . Kecuali bila percumbuan itu sampai mengeluarkan mani. tidak sampai jima'. karena dikhawatirkan akan kelewatan yang beresiko lebih buruk. juga tidak mewajibkan kaffarat.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa sekedar bercumbu sampai mencium. bahkan tidak membatalkan puasa. meski sampai terangsang namun tidak terjadi jima'. Cukup mengganti puasanya yang batal itu saja. Seperti halnya yang dilakukan oleh Rasulullah SAW: ‫باشر‬B ‫? وي‬ ‫و صائم‬B ‫ وه‬$ ‫ل‬O ‫قب‬B ‫ ي‬ ‫ه‬L ‫ الل‬$ ‫ول‬B‫ كان ر س‬:‫قالت‬ ‫عن عائشة‬ ‫سلم‬B ‫ لم‬$‫فظ‬L ‫? عليه والل‬ ‫تفق‬B ‫م لربه م‬$ ‫كك‬ $ ‫ أمل‬B‫? ولكنه‬ ‫و صائم‬B ‫وه‬ Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata bahwa Rasulullah SAW menciumnya dalam keadaan sedang berpuasa. Mengganti Puasa Assalamu 'Alaikum wr. wb. maka hukumnya hanya makruh saja. tidak mengapa. Tetapi tidak ada kewajiban membayar tebusan (kaffarah). Bila yang terjadi hanya sekedar percumbuan. Sedangkan bila seseorang mampu menjaga diri dan menahan gejolak syahwatnya. (HR Bukhari Muslim) Wallahu a'lam bishshawab. Dan beliau mencumbunya ketika sedang berpuasa. maka puasanya batal. tapi tidak ada kewajiban membayar kaffarat. Tentang kemakruhan untuk mencumbu isteri saat puasa. Namun beliau adalah orang yang paling mampu menahan hawa nafsunya.

Bagaimana caranya untuk membayar hutang puasa isteri saya. Jawaban Assalamu `alaikum Wr. berangkat dari kesimpulan bahwa seorang wanita hamil itu sama kasusnya dengan orang sakit. berapa besarnya dan sampai kapan batas waktunya. Hutang puasa karena hamil itu bisa diganti dengan cara qadha'. Ada yang mengatakan cukup diganti dengan puasa saja. Sebagaimana firman Allah SWT: Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan. Sebagaimana kita tahu. bayar fidyah atau keduanya. bahwa seorang yang sakit boleh tidak puasa. harus berpuasa qadha' sebanyak jumlah hari yang ditinggalkannya itu. Al-Baqarah : 184) Namun sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa wanita yang hamil itu lebih dekat seperti keadaan orang yang sudah tua dan tidak mampu puasa.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa sedang hamil. Wb. Dalam kasus ini. Dan sebagai gantinya. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah. Mereka yang mengatakan bahwa penggantiannya cukup dengan puasa qadha'. Pilihannya memang berbeda antara satu ulama dengan ulama lain. Bahkan ada juga yang mengatakan harus diganti dengan qadha' puasa dan bayar fidyah sekaligus. wb. Juga ada yang mengatakan cukup diganti dengan membayar fidyah. maka itulah yang lebih baik baginya. Wassalamu 'Alaikum wr. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. memberi makan seorang miskin. 140 . Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan . Terima kasih. maka sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada harihari yang lain. (QS. orang tersebut tidak perlu mengganti dengan puasa qadha'.

Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa melainkan cukup hanya dengan membayar fidyah. Bila dikira-kira. wb. Maka wanita hamil boleh tidak puasa dan cukup membayar dengan fidyah saja. Cara Bayar Fidyah Assalamu'alikum wr. Wallahu a'lam bis-shawab. 141 41 . Satu hari tidak puasa dibayar dengan satu/dua mud fidyah. ukurannya sebanyak 3. namun lebih nampaknya beliau mencari titik aman. isteri saya lagi hamil 9 bulan. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Membayar fidyah memang ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa.5 liter beras atau 2. Setiap satu hari seseorang meninggalkan puasa. Pendapat Asy-Syafi'i ini barangkali berat. Pak Ustadz. Yaitu memberi makan fakir miskin. maka dia wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin. Sedangkan As-Syafi'i berpendapat bahwa wanita hamil yang tidak puasa harus membayar dengan qadha' puasa sekaligus juga dengan membayar fidyah. karena sebaiknya tidak berspekulasi dalam ibadah. seharga makan sehari atau makan sekali ? Terima kasih atas bantuannya. Wasalammu alaikum wr. wb.5 kg dan diberikan kepada fakir miskin. bagaimana caranya kita membayar fidyah ? Setiap hari atau bisa sekaligus ? Berapa yang kita bayarkan. Ukurannya sebesar satu atau dua mud sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW.

Bila diukur volumenya. 1 sha` setara dengan 2. Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha' kurma atau tepung. 142 . satu mud itu setara dengan 675 gram atau 0. 1 sha` itu beratnya kira-kira 2. silahkan dilakukan.75 liter.176 gram. bila lebih nyaman untuk diberikan sekaligus untuk puasa satu bulan. Berapakah Besar Fidyah? Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi'i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Bila ditimbang. silah saja.688 liter. apakah mau perhari atau mau sekaligus sebulan. Kalau seseorang nyaman memberi fidyah tiap hari. Sedangkan 1 sha` setara dengan 4 mud . Sebaliknya.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa Sedangkan teknis pelaksanaannya. kembali kepada keluasan masing-masing orang. Atau juga bisa disetarakan dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang kepada satu orang miskin. Yang penting jumlah takarannya tidak kurang dari yang telah ditetapkan. Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 halaman 143 disebutkan bahwa bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini. Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Siapa Saja yang Harus Bayar Fidyah? Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi. Yang dimaksud dengan mud adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan. kirakira mirip orang berdoa.

Wb. Wb. Mereka wajib mengqadha'nya sekaligus membayar fidyah. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Mengganti Bagi yang Tidak Sanggup Puasa Assalaamu'alaikum wr. Sedangkan menurut pendapat lain. namun menurut Al-Imam AsySyafi'i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha' puasanya. Tetapi dia tidak mengidap suatu penyakit apapun. Saya memiliki saudara laki-laki yang tidak sanggup berpuasa padahal umurnya baru 25 tahun.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa. Setiap kali mencoba untuk berpuasa maka dia akan langsung terlihat pucat. Lalu bagaimana dia harus mengganti puasanya itu? Wassalamualaikum wr. tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha'. Mereka itu wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama. dan tampak lemah sekali sehingga kami menyuruhnya untuk berbuka saja. Yang pasti. Biar kita dengar keterangan dari dokter tentang apa 143 43 . Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wallahu a'lam bishshawab. menurut sebagian ulama. saudara anda itu harus diperiksakan ke dokter. berkeringat dingin. Orang yang menunda kewajiban mengqadha' puasa Ramadhan tanpa uzur syar'i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang.

Bukankah anak-anak kita yang masih SD sekalipun. Apakah sejak kecil atau tiba-tiba saja. Menggantinya cukup dengan membayar fidyah atas hari-hari yang ditinggalkannya. Kalau seandainya dokter sudah turun tangan. AlBaqarah: 184) Sebagian dari para ulama juga telah memasukkan wanita hamil dan menyusui ke dalam kelompok ini juga. maka barulah kita bisa mengambil tindakan hukum. masih muda dan seharusnya kuat berpuasa. Dan hukumnya sudah ada. (QS. Apakah selama kecilnya tidak pernah berlatih puasa? Semua itu perlu diteliti secara seksama. hendaklah mereka membayar fidyah memberi makan orang miskin. Kita harus dapat keterangan dulu. Sesuai dengan firman Allah SWT: Dan bagi orang-orang yang tidak mampu berpuasa. yaitu boleh tidak puasa dan tidak perlu mengganti dengan puasa. Sehingga buat sebagai ulama. sejak kecil sudah kuat untuk berpuasa? Lalu ada apa gerangan kok orang dewasa usia 25 tahun tidak kuat puasa? Pasti ada yang tidak beres. cukup dengan membayar fidyah saja untuk mengganti puasa. Wallahu a'lam bishshawab. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa yang sesungguhnya dialami. dan ternyata dia mengalami suatu kelainan tertentu. bukan karena keinginan dirinya untuk tidak puasa. dan memberikan keterangan pasti tentang penyebabnya. Mengingat usianya baru 25 tahun. sejak kapan dia mengalami hal itu. 144 . Mungkin nanti para ulama bisa mengqiyaskan kasusnya sama dengan orang tua bangka yang tidak mampu puasa.

wajib hukumnya untuk dilaksanakan pada waktunya. meski sudah terlewat beberapa Ramadhan. Yang penting. bisa dikerjakan nanti setelah selesai Ramadhan. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bila masih ada sisa waktu tahun ini hingga masuk Ramadhan. sebelum masuk bulan Ramadhan. Prinsipnya. maka para ahli warisnya berkewajiban untuk membayarkannya. kewajiban untuk berpuasa tidak serta merta gugur. kerjakan saja yang bisa dikerjakan. Tetapi seandainya tidak cukup waktunya. Apalagi bila masih hidup. saya punya adik yang masih punya hutang puasa pada Ramadhan 2 yang lalu. semua hutang bisa segera terbayar. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. tetap saja hutang puasa itu wajib dibayarkan. Bahkan meski seseorang telah wafat dan masih punya tanggungan hutang puasa. Sebab puasa bagian rukun Islam. Sebagai hutang. Ustadz. Sedangkan bila terlewat dari waktunya. Wallahu a'lam bishshawab. sebelum maut menjemput.Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa Bisakah Dibayar Ramadhan Berikutnya? Assalamu'alaikum. setiap hutang itu wajib dibayarkan. 145 45 . puasa itu tetap wajib dilunasi. maka segera saja bayarkan puasa itu. Apakah masih bisa dibayar pada tahun ini? Jaza kallah khairan katsir. Sedangkan yang masih tersisa.

Fiqih Ramadhan – Mengganti Puasa 146 .

BAB VIII PUASA DALAM BERBAGAI KONDISI .

Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi 148 48 .

apa diperbolehkan isteri saya tidak melakukan puasa dan cukup dengan membayar fidhyah atau bagaimana sebaiknya? Dia khawatir jika puasa. Dengan dasar dalil umum yaitu firman Allah SWT dalam Al-Quran: 149 . Terima kasih Ustadz. wb. tetap akan meminta ASI. insya Allah umur anak kami sudah 1 tahun 1 bulan. anak kami dikasih ASI dan MPASI (Makanan Pendamping ASI sejak umur 6 bulan). Wassalam Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang menjadi permasalahannya. mudah dan bersifat meringankan. ASI-nya hanya sedikit yang keluar. baik karena mengkhawatirkan bayinya atau mengkhawatirkan dirinya sendiri. Ramadhan tahun ini.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui Assalamu alaikum wr. anak kami jika sudah makan. Dan ini merupakan bagian dari sifat syariah Islam yang pada dasarnya sangat manusiawi. Para ulama memasukkan kedua jenis keadaan ini ke dalam kelompok orang-orang yang dibolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Keringanan ini juga berlaku buat wanita yang sedang hamil. Ustadz. Selama ini. Sebagaimana orang yang sedang sakit atau sedang dalam perjalanan. Ada keringanan bagi wanita yang sedang menyusui anak untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Masalahnya.

maka dia 150 50 . Kalau dia mengkhawatirkan dirinya lalu tidak puasa. Al-Baqarah: 184) Namun para ulama sebagian dengan yang lainnya berbeda pendapat tentang bagaimana bentuk 'pembayarannya'. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Sebagian mengatakan bahwa wanita yang sedang menyusui dan sedang hamil itu lebih dekat dikategorikan sebagai orang sakit. apakah dia mengkhawatirkan dirinya atau mengkhawatirkan bayinya. Dan sebagian ulama lainnya mengembalikan kepada motivasi dari wanita itu.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi ‫ذين‬L ‫خر وعلى ال‬$ ‫ أ‬6‫ن أيام‬O ‫م‬9 ‫ فعدة‬6‫م مريض•ا أو على سفر‬$‫فمن كان منك‬ ‫ مسكي‬B‫ طعام‬9 ‫ فدية‬B ‫ونه‬$ ‫طيق‬B ‫ي‬ Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Sehingga pembayarannya dengan memberi makan orang miskin (fidyah). Sebagian mengatakan dengan berpuasa qadha' di hari lain. Namun sebagian lagi memandang bahwa keduanya lebih tepat untuk dimasukkan ke dalam kelompok orang yang tidak mampu puasa. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. Sebagaimana ayat di atas. Dasar Perbedaan Yang melatar-belakangi perbedaan itu adalah cara pengelompokannya. (QS. (yaitu): memberi makan seorang miskin. namun sebagian lainnya mengatakan dengan membayar fidyah. Sehingga cara pembayarannya adalah dengan berpuasa qadha' di hari lain. bukan kelompok orang yang sakit.

 Mazhab Asy-Syafi'iyah dan juga mazhab Al-Hanabilah mewajibkan qadha' sekaligus fidyah. Khususnya dalam teknis pembayarannya. yang membayar dengan puasa qadha'."Sesungguhnya Allah SWT tidak mewajibkan puasa atas musafir dan mengurangi jumlah bilangan 151 . Sedangkan masalah kebolehan untuk tidak berpuasa. Dan ada juga yang membedakan antara keduanya dalam masalah pembayaran. yang membayar dengan fidyah saja. bila mengkhawatirkan bayinya. Kalau kita ringkas secara umum pandangan mazhabmazhab ulama. Kesimpulannya. tidak berlaku pada wanita hamil. Sebab ayat Al-Quran di ayat masih terlalu umum dan justru tidak menyinggung masalah wanita hamil dan menyusui. maka terjadilah silang pendapat dalam pengkategoriannya. Bahkan ada pendapat yang hati-hati dengan mewajibkan puasa qadha' sekaligus dengan bayar fidyah.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi termasuk orang sakit. maka dia termasuk orang yang tidak mampu. masalah ini adalah masalah ijtihadiyah yang sangat mungkin terjadi beda pendapat. semua ulama sepakat atas itu. Dikuatkan lagi dengan hadits berikut ini: Dari Anas bin Malik Al-Ka'bi radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Sedangkan bila mengkhawatirkan bayinya. kita dapati bahwa:  Mazhab Al-Hafiyah termasuk yang menetapkan cara pembayaran dengan qadha' buat mereka.  Mazhab Al-Malikiyah mengharuskan puasa qadha' dan bayar fidyah hanya pada wanita yang menyusui saja. Para ulama hanya mengqiyaskannya saja dengan ayat tersebut.

pak Ustadz. mengingat kerjanya tidak ada libur dan dalam musim dingin/salju. Bagaimana jika nantinya dalam menjalankan ibadah puasa di tengah jalan saya tidak kuat. Tetapi menurut rencana saya akan pindah kerja di luar ruangan dimana menurut estimasi puasa di sini akan dilalui dalam musim dingin. Berpuasa dalam Musim Dingin? Assalamualaikum Pak Ustadz." (HR. Ahmad dan Ashabussunan) Dr. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ini pertama kalinya saya akan menghadapi bulan suci Ramadhan di luar Indonesia. Yang jadi pertanyaan saya: 1. Untuk saat ini saya bekerja dimana ritme kerjanya menurut saya bisa untuk berpuasa dengan lancar (karena kerjanya indoor/dalam ruangan). Bahkan karena menyusui anak orang lain pun tetap terhitung sebagai kebolehan untuk tidak berpuasa. Dan saya berniat sekali untuk bisa berpuasa sebulan penuh nantinya. apakah saya harus membayar dam/denda atau cukup mengganti saja di lain hari setelah habis masa Ramadhan? 152 52 . Wallahu a'lam bishshawab. Dan Allah tidak mewajibkan puasa atas wanita hamil dan menyusui. Seperti para wanita murdhi'ahyang bekerja untuk mendapatkan uang atas jasa menyusui bayi orang lain. Saya sekarang sedang berada di AS. Wahbah Az-Zuhaili penulis Al-Fiqhul Islami menuliskan bahwa kebolehan wanita yang menyusui untuk tidak berpuasa tidak terbatas pada anak sendiri.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi rakaat shalat.

namun syaratnya sejak semula harus berniat puasa dan menjalankannya terlebih dahulu. Bukan dengan membayar fidyah. maka barulah pada saat itu saja anda boleh berbuka. Sebab 153 . Kalau di dalam hari itu ternyata tidak kuat lagi meneruskan puasa.Mengingat kerjanya cukup berat dan susah untuk mengatur waktu shalat. Anda tidak boleh sejak awal sudah berniat tidak puasa. Terimakasih atas jawabannya Pak Ustadz Wa'alaikumsalam wr. Sehingga bila diteruskan puasanya. anda wajib berniat sejak malam hari untuk berpuasa dan melakukan puasa terlebih dahulu. Apakah shalat saya bisa saya gabung nantinya contohnya: Zhuhur dengan Azhar. Sebab pada hakikatnya agama Islam itu tidak memberatkan umatnya. Seseorang yang karena kondisi tertentu tidak mampu berpuasa. Jawaban Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi 2. Adapun bila masih sanggup untuk diteruskan. tentu saja hukumnya haram bila membatalkan secara sengaja. Pengganti Puasa Bila seseorang tidak mampu meneruskan puasa karena kondisi yang payah. yaitu ketidakmampuannya itu memang sudah sampai titik perjuangan terakhir. entah kuli angkut di pelabuhan atau penarik becak dan sejenisnya. maka sebagai penggantinya adalah dengan berpuasa di hari lain sebanyak hari yang ditinggalkannya. Hal yang sama juga berlaku buat mereka yang kerja kasar. Boleh berbuka bila memang pada akhirnya tidak mampu. Namun untuk itu diperlukan syarat mutlak. wb. Dengan demikian. akan mengakibatkan masalah yang fatal atau bersifat madharrat. dibolehkan untuk berbuka.

Sebab setiap orang pasti sibuk setiap hari. atau ketika turun hujan. bukan hanya di Amerika saja. Di antaranya adalah bila seseorang dalam keadaan safar. yaitu mengerjakan dua shalat wajib yang berbeda di dalam satu waktu. Seperti orang yang sudah lanjut usia atau jompo. Sedangkan menjama' shalat karena kesibukan. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. maka dia harus mengganti dengan puasa di lain hari. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Sementara orang sakit yang masih bisa diharapkan kesembuhannya. (QS Al-Baqarah: 184) Syarat Menjama' Shalat Kita memang mengetahui adanya syariat untuk menjama' shalat. maka itulah yang lebih baik baginya.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi pengganti dalam bentuk fidyah hanya berlaku buat orang yang sudah sama sekali tidak akan mampu berpuasa seumur hidupnya. Namun untuk itu harus ada syarat tertentu agar 'fasilitas' ini bisa digunakan. Di mana pun kalau mau dituruti selalu ada 154 54 . Sebagaimana firman Allah SWT: ‫ذين‬L ‫خر وعلى ال‬$ ‫ أ‬6‫ن أيام‬O ‫م‬9 ‫ فعدة‬6‫م مريض•ا أو على سفر‬$‫فمن كان منك‬ ‫ وأن‬B‫ ه‬L ‫?ل‬ ‫و خير‬B ‫•ا فه‬ ‫ ف م ن تطو ع خير‬6‫ مس كي‬B‫ة طعا م‬ 9 ‫ فدي‬B‫ون ه‬$ ‫طيق‬B ‫ي‬ ‫ون‬B ‫م تعلم‬B ‫نت‬$ ‫م إن ك‬$‫ك‬L‫? ل‬ ‫وا خير‬B ‫وم‬B ‫تص‬ Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). (yaitu): memberi makan seorang miskin. apalagi terjadi setiap hari. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. tentu saja tidak boleh dilakukan begitu saja. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Maka kami berpandangan bahwa menjama' shalat tidak boleh dilakukan hanya karena alasan sibuk. tapi Islam untuk semua umat di dunia ini. 155 . Karena Islam tidak hanya untuk penduduk yang ada di sekitar kathulistiwa dengan musim yang hampir sama sepanjang tahun. Maka bolehlah saat itu dia menjama'nya. Padahal. di sana musim datang dengan gejala alam yang lain. bagaimana dengan orang eskimo. padahal hukum puasa aturanya berdasarkan terbit dan tenggelamnya matahari. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kalau begitu maka shalat pun pasti akan dijama' semuanya. Yang ingin saya tanyakan tentang hukum universal puasa terhadap semua umat di bumi Allah.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi kesibukan. Wallahu a'lam bishshawab. secara geografis mereka akan mengalami beberapa 'keajaiban' alam. Buat orang yang tinggal di kutub utara atau selatan. Terutama terkait dengan waktu terbit dan terbenam matahari. Kecuali bila memang sekali waktu seseorang karena kondisi yang di luar perkiraannya dipaksa oleh keadaan untuk tidak bisa shalat. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Itu pun tidak boleh tiap hari. Orang Eskimo dan Hukum Puasa Assalaamualaikum pak Ustadz. waktu-waktu shalat sangat ditentukan dengan terbit dan terbenamnya matahari. seperti ada terang terus sepanjang musim panas dan gelap terus sepanjang musim dingin.

maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam. disesuaikan dengan wilayah yang terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu. 2.00 malam. pada bulan-bulan tertentu akan mengalami sebaliknya. Begitu juga waktu untuk imsak puasa (mulai start puasa). Kemungkinan Kedua Ada wilayah yang pada bulan teretntu tidak mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai datangnya waktu shubuh.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi 1. 3. Dalam kondisi ini.00 dinihari. 156 56 .disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya. Dalam kondisi ini. maka yang dilakukan adalah menyesuaikan waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilannya mega merah maghrib. Dalam kondisi ini. Dan waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul 22. Sehingga tidak bisa dibedakan antara mega merah saat maghrib dengan mega merah saat shubuh. yaitu mengalami malam selama 24 jam dalam sehari. Kemungkinan Pertama Ada wilayah yang pada bulan-bulan tertentu mengalami siang selama 24 jam dalam sehari. Kemungkinan Ketiga Ada wilayah yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam satu hari. meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau sebaliknya. Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru jam 02. masalah jadwal puasa -dan juga shalat. Dan sebaliknya.

"Bulan Ramadhan. dimana Allah memberikan rukhshah atau keringan kepada mereka. supaya kamu bersyukur. Di 157 ." (QS. janganlah kamu campuri mereka itu. Namun dengan kewajiban menggantinya di hari lain. maka dibolehkan untuk tidak puasa. Al-Baqarah: 185).Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Sedangkan bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat. sedang kamu beri'tikaf dalam masjid (QS. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. yaitu fajar. Penjelasan seperti ini bisa kita dapat dari fatwa Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M. maka. Allah menghendaki kemudahan bagimu. sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Namun ada juga pendapat yang tidak setuju dengan apa yang telah ditetapkan oleh dua lembaga fiqih dunia itu. Dalam hal ini berlaku hukum orang yang tidak mampu atau orang yang sakit. Karena itu. kelemahan dan membawa kepada penyakit dimana hal itu dikuatkan juga dengan keterangan dokter yang amanah. barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu. Selain itu kita juga bisa merujuk kepada ketetapan dari Hai`atu Kibaril Ulama di Makkah al-Mukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H. Al-Baqarah: 187). bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. pada hari-hari yang lain. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 158 58 . Mengikuti Waktu Hijaz Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Makkah. dia berpuasa hanya selama 15 menit? Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di wilayah yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim seperti ini. Alasannya. apabila perbedaan siang dan malam itu sangat mencolok dimana malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau sebaliknya. mungkinkah pendapat itu relevan? Terbayangkah seseorang melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama 23 jam 45 menit. Karena keduanya adalah hasil ijtihad para ulama. Mushthafa Az-Zarqa' rahimahullah. Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali. Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara dan selatan.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi antaranya apa yang dikemukakan oleh Syeikh Dr. Mengikuti Waktu Negara Islam terdekat Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah negara Islam yang terdekat. Atau sebaliknya di musim dingin. b. maka pendapat lain mengatakan: a. dimana siang hanya terjadi hanya 15 menit misalnya. dimana di negeri ini bertahta Sultan/ Khalifah muslim. Wallahu a'lam bishshawab. Namun kedua pendapat di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Madinah dan sekitarnya).

Wb.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Hal-Hal yang Membolehkan Tidak Puasa Assalamu 'alaikum wr. yaitu 47 mil atau 89 km. wassalam Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jadi bila melakukan perjalanan mulai lepas Maghrib hingga keesokan harinya. Keringanan ini didasari oleh Firman Allah SWT: Dan siapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka menggantinya di hari lain (QS Al-Baqarah: 85) Sedangkan batasan jarak minimal untuk safar yang dibolehkan berbuka adalah jarak dibolehkannya qashar dalam shalat. Safar (perjalanan) Seorang yang sedang dalam perjalanan. 1. maka bolehlah seseorang meninggalkan kewajiban puasa. karena ada sebagian pendapat lainnya yang tidak mensyaratkan jarak sejauh itu untuk membolehkan berbuka. Mohon pak Ustadz jelaskan tentang hal-hal apa saja yang menurut syariah seseorang dianggap boleh untuk tidak berpuasa Ramadhan. Sebagian ulama mensyaratkan bahwa perjalanan itu telah dimulai sebelum mulai berpuasa (waktu shubuh). dibolehkan untuk tidak berpuasa. 159 . Namun ketentuan ini tidak secara ijma' disepakati. bolehlah dia tidak puasa pada esok harinya itu. syariah membolehkan seseorang tidak berpuasa. Terima kasih. Dalam keadaan tertentu. Bila salah satu dari keadaan tertentu itu terjadi. Hal ini adalah bentuk keringanan yang Allah berikan kepada umat Muhammad SAW.

maka dibolehkan berbuka puasa. maka puasa yang hilang harus diganti setelah sembuhnya nanti. Ahmad: 3/12 dan Tirmizy: 713) 2. Jadi bila tidak terlalu terpaksa. "Dulu kami beperang bersama Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. …Mereka memandang bahwa siapa yang kuat untuk tetap berpuasa.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Misalnya Abu Hanifah yang mengatakan bahwa jaraknya selama perjalanan tiga hari tiga malam." (HR Muslim: 1117. Bahkan ada yang juga mengatakan tidak perlu jarak minimal seperti apa yang dikatakan Ibnul Qayyim. Sebagian mengatakan jarak perjhalan dua hari. Bagi orang yang sakit dan masih punya harapan sembuh dan sehat. bila perjalanan itu memang sangat berat. sesungguhnya seseorang tetap wajib menggantinya di hari lain. Meski berbuka dibolehkan. maka dalam puasa harus dilihat kondisinya. Meski dibolehkan berbuka. 160 60 . Sakit Orang yang sakit dan khawatir bila berpuasa akan menyebabkan bertambah sakit atau kesembuhannya akan terhambat. maka berbuka lebih utama. Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW: Dari Abi Said al-Khudri radhiyallahu 'anhu Berkata. tetapi harus dilihat kondisi berat ringannya. Sedangkan Ahmad mengatakan bahwa berbuka dalam perjalanan lebih utama. maka lebih baik. sebaiknya tidak berbuka. Di antara kami ada yang tetap berpuasa dan ada yang berbuka. Berbeda dengan keringanan dalam menjama' atau mengqashar shalat dimana menjama' dan mengqashar lebih utama. Demikian pendapat Abu Hanifah. Asy-Syafi`i dan Malik. Bila perjalanan itu tidak memberatkan. Dan sebaliknya. maka meneruskan puasa lebih utama.

Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah. 3. Kedua. juga membayar fidyah. namun wajib menggantinya di hari lain. mereka wajib membayar fidyah. Hamil dan Menyusui Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak berpuasa. Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Lanjut Usia 161 . Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan/ kekuatan dirinya sendiri. maka cukup mengganti dengan puasa saja. bukan bayinya. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha' (mengganti) di hari lain. mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu. mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. 4. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. maka cukup dengan membayar fidyah. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi'i rahimahullah. Ketiga. maka selain mengganti dengan puasa. yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya. karena itu selain wajib mengqadha'. mereka digolongkan kepada orang sakit. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan. Pertama.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Sedangkan orang yang sakit tapi tidak sembuh-sembuh atau kecil kemungkinannya untuk sembuh.

maka tidak wajib lagi berpuasa. wajib bagi mereka membayar fidyah yaitu memberi makan orang miskin. yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bila 162 62 . Seperti dalam kemarau yang sangat terik dan paceklik berkepanjangan. Firman Allah SWT "Dan bagi orang yang tidak kuat/mampu. Namun kondisi ini memang secara nyata membahayakan keselamatan jiwa sehingga makan dan minum menjadi wajib. Allah SWT telah berfirman: Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas. Semakin besar kesulitan maka semakin besar pula keringanan yang diberikan. (QS. Namun kondisi ini sangat situasional dan tidak bisa digeneralisir secara umum. maka semakin kecil pula keringanan yang diberikan." (QS AlBaqarah) 5. maka hukumnya menjadi sempit (lebih berat). kekeringan dan hal lainnya yang mewajibkan seseorang untuk makan atau minum. semakin ringan tingkat kesulitan. maka tidak ada dosa baginya. Sebaliknya. Lapar dan Haus yang sangat Islam memberikan keringanan bagi mereka yang ditimpa kondisi yang mengharuskan makan atau minum untuk tidak berpuasa. Karena keringanan itu diberikan sesuai dengan tingkat kesulitan. Al-Baqarah: 173). Hanya saja dia wajib membayar fidyah.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Orang yang sudah lanjut usia dan tidak kuat lagi untuk berpuasa. Ini mengacu pada kaidah fiqih yang berbunyi: Bila tingkat kesulitan suatu masalah itu luas (ringan).

Pada siang hari bila ternyata 163 . atau menolong orang yang tenggelam. Dipaksa atau Terpaksa Orang yang mengerjakan perbuatan karena dipaksa dimana dia tidak mampu untuk menolaknya. maka hal itu dibolehkan selama tingkat kesulitan puasa itu sampai pada batas yang membolehkan berbuka. Sedangkan pemaksaan itu beresiko pada hal-hal yang mencelakakannya seperti akan dibunuh atau disiksa dan sejenisnya. Ada juga kondisi dimana seseorang terpaksa berbuka puasa. Tetapi mereka harus berniat dahulu untuk puasa serta makan sahur seperti biasanya. kebanjiran. maka hukumnya menjadi luas (ringan). pembuat roti dan pekerja kasar lainnya. Namun tetap ada kewajiban untuk mengganti puasa di hari lain. wabah. Kedaruratan itu harus diukur sesuai dengan kadarnya (ukuran berat ringannya) 6. dia terpaksa harus membatalkan puasa. Pekerja Berat Orang yang karena keadaan harus menjalani profesi sebagai pekerja berat yang membutuhkan tenaga ekstra terkadang tidak sanggup bila harus menahan lapar dalam waktu yang lama. Seperti para kuli angkut di pelabuhan. 7. maka tidak akan dikenakan sanksi oleh Allah. Termasuk di dalamnya adalah orang puasa yang dipaksa makan atau minum atau hal lain yang membuat puasanya batal. Karena semua itu diluar niat dan keinginannya sendiri. misalnya dalam kondisi darurat seperti menolong ketika ada kebakaran.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi tingkat kesulitan suatu masalah itu sempit (sulit). Dalam upaya seperti itu. pandai besi.

164 64 . yaitu bahwa di bulan Ramadhan memang waktunya untuk banyak tidur dan mengurangi kerja serta produkfitas. Wallahu a'lam bishshawab. wajib untuk meneruskan puasa. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Namun wajib menngganti di hari lain serta tetap menjaga kehormatan bulan puasa dengan tidak makan di tempat umum. maka boleh berbuka.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi masih kuat untuk meneruskan puasa. Sedangkan bila tidak kuat dalam arti yang sesungguhnya. Sehingga dia bisa ikut berpuasa bersama-sama dengan umat Islam di bulan Ramadhan dengan libur bekerja dan hidup dari uang yang ditabungnya. apakah memang demikian ketentuannya dari segi syariah. Begitu sering kita dapati sebagian umat Islam yang banyak tidur di siang hari bulan Ramadhan. bahkan sampai meninggalkan kewajiban kerja dan merusak disiplin yang telah ditetapkan perusahaan. Puasa dan Produktifitas Assalamu 'alaikum pak Ustadz. Misalnya dengan menabung sedikit demi sedikit agar terkumpul uang demi nafkahnya selama bulan Ramadhan dimana dia tidak bekerja. Mohon dijelaskan pak Ustadz. Adakah hal itu memang dibenarkan syariah? Hal ini penting karena yang saya dapati dari kebanyakan teman-teman memang suka tidur di siang hari bulan Ramadhan dengan alasan malamnya tarawih. Selain itu yang bersangkutan harus mengupayakan untuk menyiapkan diri agar bisa berpuasa Ramadhan sejak setahun sebelumnya. tahajud. bangun sahur dan seterusnya.

bukan hanya di bulan Ramadhan saja tetapi juga di luar bulan Ramadhan. Namun kita juga tahu bahwa pada siang hari.Hal itu dibuktikan dengan begitu 165 . Rasulullah SAW dan para shahabat tetap bekerja di siang hari dan tetap produktif dalam kerjanya. Namun benarkah syariat Islam mendisain seperti itu? Mari kita lakukan sedikit kajian. Sayangnya melakukan hal itu dengan alasan karena malamnya melakukan shalat malam atau karena bangun sahur. Jadwal Shalat Malam Sebenarnya kalau kita teliti lebih jauh. shalat malam tidak hanya dianjurkan di dalam bulan Ramadhan saja. dimana masjid-masijd dipenuhi oleh tubuh-tubuh bergelimpangan untuk tidur di jam-jam produktif. Seolah-olah datangnya bulan Ramadhan menjadi legitimasi untuk memperbanyak jam tidur siang. di siang hari bulan Ramadhan.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban Ustadz Wassalam Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Rasulullah SAW dan para shahabat terbiasa bangun di tengah malam dan melakukan qiyamullail. Memang benar apa yang anda sampaikan bahwa salah satu cara penyikapan yang perlu dikoreksi dari kebanyakan umat Islam adalah masalah banyak tidur di kala puasa. Hal seperti itu bisa kita lihat dari pemandangan yang kita lihat di masa sekarang ini. tetapi di luar Ramadhan pun sama juga dianjurkan. Walau pun hal itu terjadi pada jam-jam kerja sehingga menjadikan jam kerja di bulan Ramadhan menjadi kurang produktif.

Sudah sekitar 7 jam lamanya. lalu kita ingin bangun shalat tahajjud atau bangun 166 66 .00 malam kita bangun untuk tahajjud. atau bahkan malah belum tiba di rumah. Kita terbiasa tidur larut malam.00 malam. Dan itu banyak dijelaskan dalam banyak riwayat. justru yang sering kita lakukan justru sebaliknya.00 atau jam 03. mungkin hasilnya akan berbeda. Sayangnya. Maka kalau kita hitung-hitung. baik setelah shubuh atau pun di siang hari. kalau seandainya di tengah malam kira-kira jam 02.00 malam. Ternyata Rasulullah SAW tidak tidur sebelum shalat 'Isya namun tidak suka berbicara (begadang) setelah shalat 'Isya'. ternyata memang ada sedikit perbedaan cara puasa dan ibadah antara kita. Begini. Cobalah setelah shalat Isya' jam 19. Lalu apa rahasianya? Ada banyak hal yang menyebabkannya.00 atau jam 24. Dengan tidur di waktu sesiang itu.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi banyaknya prestasi dan kemenangan yang mereka raih selama bulan Ramadhan. ternyata kita akan tidur lebih awal dari biasanya. Lalu anggaplah kita tidur jam 23. kalau kita teliti nash-nash tentang jadwal siklus kehidupan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW dan para shahabat. tidak nonton TV atau mengerjakan hal-hal lain. kita langsung tidur. Lalu apa yang bisa kita tarik kesimpulan dari hal ini? Seandainya kita di masa sekarang ini menerapkan konsep jadwal siklus kehidupan seperti dalam riwayat di atas. Dan tidak ada lagi alasan untuk mengantuk. Setelah shalat 'Isya' kita sering masih keluyuran kesana kemari. secara matematis jam tidur kita sudah sangat cukup.00 atau jam 20. Tetapi ada salah satu bahan pemikiran yang barangkali berguna untuk kita renungkan.

tubuh kita masih kekurangan jam tidur. Katakanlah 15 menit sebelum masuk waktu shubuh sampai setengah jam. secara matematis ternyata kitabaru tidur selama 2 atau 3 jam saja. kalau kita sudah bangun sejak jam 2 malam untuk sahur dan kemudian setelah itu tidak tidur lagi sampai shubuh. Kecuali hanya beberapa menit saja. entah ba'da shubuh atau pun ba'da shalat Dzhuhur. insya Allah tidak akan ada masalah dengan jadwal tidur dan istirahat. Secara perhitungan manusiawi normal umumnya. Sebab yang disunnahkan ketika makan sahur itu adalah yang semakin dekat dengan waktu shubuh.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi sahur. pastilah siangnya kita akan mengantuk. paling banyak hanya 30 menit saja. maka hitung-hitungannya akan sama saja. Jadwal Sahur Yang Tepat Sebagian dari kita ada yang menjadikan bangun malam untuk makan sahur sebagai penyebab untuk dimakluminya tidur di siang hari. Dan seandainya kita tidur agak awal setengah jam. Masalah Cara Pandang 167 . Padahal kalau mau ikut sunnah Rasulullah SAW. Dengan demikian. Dengan demikian. Karena jam tidur malam kita praktis tidak ada yang berkurang. Padahal kalau kita bisa atur jadwal seperti di atas. seharusnya bangun sahur tidak perlu dijadikan alasan untuk mengantuk di siang hari. kalau ada jam tidur malam kita yang terambil untuk sahur. tidak ada alasan bagi kita untuk tidur di siang hari. sangat logis kalau tubuh kita minta tambahan jam tidur di siang hari. Sebab secara perhitungan manusiawi. Sebaliknya.

Menurut jadwal yang ada keberangkatan saya (menggunakan pesawat terbang) pada hari Senin. mustahil prestasi dan kemenangan demi kemenangan bisa diraih. maka selama itu pula kita aka kehilangan jam-jam produktif di siang hari selama bulan Ramadhan. wb. seolah semua pihak menjadi maklum kalau siang hari bulan Ramadhan itu tidak produktif. Dan sebenarnya banyak berbagai prestasi umat Islam yang tercatat dengan tinta emas sejarah. Pada Ramadhan kali ini. dimana semua terjadi justru di dalam bulan Ramadhan. masalahnya memang ada pada cara pandang yang keliru. Selama ini. segudang prestasi umat di masa lalu terjadi di bulan Ramadhan. 168 68 . Puasa 18 Jam di Pesawat Assalaamu'alaikum wr. Selama cara pandang keliru itu masih bersemayam di otak kita. saya mendapat tugas dari kantor untuk training selama 2 minggu ke sebuah negara Eropa.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Tetapi yang paling serius menyebabkan kebanyakan umat Islam tidur di siang hari bulan Ramadhan dan menjadi tidak produktif adalah masalah cara pandang yang keliru. Tetapi sekali lagi. Buktinya. pukul 20:00 WIB (GMT+7) dan sampai di Eropa hari Selasa pukul 06:00 waktu setempat (GMT+1). Kalau mereka kerjanya hanya 'molor' dan bermalas-malasan di siang hari. Mereka maklum karena malam hari digunakan untuk ibadah dan juga makan sahur. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Padahal cara pandang seperti ini tidak sepenuhnya benar.

Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Kepulangan saya berangkat dari Eropa hari Kamis pukul 22:00 waktu setempat (GMT+1) dan sampai di Jakarta hari Jum'at pukul 19:30 WIB(GMT+7). 169 . saya sahur dahulu sebelum berangkat. Perlukah saya mengganti puasa di bulan Syawwal untuk pertanyaan no. Maksudnya. kemudian selama di pesawat saya berpuasa dan ketika sampai di Jakarta (GMT+7) saya berbuka bisa dianggap sebagai puasa pada hari Jum'at di Jakarta? 3. Dalam keberangkatan ke Eropa. Walaupun ada keringanan untuk tidak berpuasa selama dalam perjalanan. tapi saya berniat untuk tetap berpuasa. sementara dirinya tidak ada di tempat itu. apakah ketika sampai di sana saya bisa meneruskan berpuasa dengan sebelumnya sahur di pesawat dengan mengikuti waktu Eropa (GMT+1)? 2. Yang ingin saya tanyakan adalah: 1. Bukan berdasarkan jadwal puasa pada tempat asal atau tempat tujuan. 2 walaupun saya sudah berusaha berpuasa (khawatir dengan kesempurnaan)? Atau cukupkah dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal bisa menyempurnakan puasa saya selama perjalanan pergi dan pulang tersebut? Jazakumullah Khairon Katsiron Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Yang dijadikan acuan dalam menentukan jadwal berpuasa adalah keadaan alam yang disaksikan oleh pelaku. Apakah dalam kepulangan dari Eropa. waktu Shubuh dan waktu Maghrib yang berlaku pada diri seseorang adalah yang secara real dialaminya. 1 dan no.

pada saat masuk waktu shalat shubuh. di mana dan kapan kira-kira anda akan memasuki waktu shubuh.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Anda boleh makan sahur selama anda belum mengalami masuknya waktu shubuh. tetapi negeri di mana pada saat itu anda berada. juga bukan negeri asal. Meski pun lamanya terbang anda relatif sama. maka masa puasa anda sendiri otomatis ikut berbeda. Soalnya di Ramadhan kemarin beliau juga ikut berpuasa tetapi kadang lupa. Wallahu a'lam bishshawab. antara pergi dan pulangnya.. Di bulan Ramadhan ini beliau ingin sekali berpuasa tetapi saya melarangnya. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Nenek Ingin Puasa Assalamualaikum.. Pak Ustadz. Boleh anda perkirakan atau malah sebaiknya anda tanyakan kepada awak pesawat. Tetapi karena jadwal puasa di tiap negara berbeda-beda. mulailah berpuasa sesuai dengan jadwal puasa di mana anda berada dan berbukalah sesuai dengan jadwal buka puasa di mana anda berada. sering makan dan minum di siang hari bahkan diam-diam merokok. Maka patokannya bukan jadwal shubuh di negeri tujuan. saya punya nenek yang sudah berumur 90 tahun lebih dan sudah jompo.. Tetapi yang selalu harus anda perhatikan. masa berpuasa anda akan semakin singkat atau semakin panjang. sehingga kita seringkali 170 70 . Boleh jadi anda masih ada di atas Laut Merah atau Laut Mediterania. Begitu anda sampai di negara tujuan. Sangat dimungkin dengan adanya perjalanan ini. berbuka puasalah sesuai dengan jadwal puasa negeri setempat..

.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi mengingatkannya. (boleh berbuka) dengan membayar fidyah kepada orang-orang miskin (QS. Sebenarnya orang yang sudah tua dibolehkan tidak berpuasa. Kalau menilik kenyataan seperti ini. Cukup mengganti dengan membayar fidyah kepada orang orang-orang miskin. 6‫ مسكي‬B‫ة طعام‬ 9 ‫ فدي‬B‫ونه‬$ ‫طيق‬B ‫ذين ي‬L ‫وعلى ال‬ Dan bagi orang-orang yang tidak kuat. Hal itu memang sudah merupakan ketentuan dari Allah SWT di dalam Al-Quran. Sehingga anda harus selalu mengingatkan beliau. seandainya memang sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa. Namun kalau membaca tulisan anda. sebenarnya kami ingin katakan bahwa beliau belum mendapat rukhshah (keringanan) untuk tidak berpuasa. meski sering lupa. Meski pun usia beliau telah mencapai 90 tahun. Untuk fisik mungkin beliau masih mampu dan kuat untuk berpuasa.. justru masih kuat puasa. rasanya agak berbeda kasusnya. Sebabnya. saya berdosa atau tidak? Bagaimana hukumnya jika nenek saya tetap melakukan puasa dan sering lupa? Terimakasih banyak sebelumnya. Apakah boleh dengan sengaja melarang nenek berpuasa.Wassalam Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yan ingin saya tanyakan. karena beliau masih 171 . Anta katakan bahwa nenek anda itu meski sudah berusia 90 tahun. Al-Baqarah: 184) Beliau tidak perlu mengganti dengan puasa di hari lain seandainya memang sama sekali sudah tidak mampu berpuasa.

Padahal ijma' itu sedikit sekali jumlahnya. Haramnya wanita yang sedang haidh berpuasa telah menjadi ijma' para ulama sejak 14 abad yang lalu. Sedangkan batasan rukhshah itu sendiri adalah apakah seorang tua itu masih mampu atau tidak untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan. Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Benarkah Wanita Haid Boleh Tetap Puasa? Assalamu'alaikum warahmatulllahi wabarakatuh. Sehingga kalau para ulama sampai pada titik ijma'. berarti nilai kebenarannya sudah nyaris mutlak. Karena memang masih kuat berpuasa.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi kuat untuk berpuasa. Wallahu a'lam bishshawab. Jadi meski berusia lanjut. kalau beliau masih sehat dan kuat untuk berpuasa. Adapun beliau sering lupa. ada yang mengatakan bahwa wanita haid tetap melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dengan alasan hadist dari 'Aisyah: nahnu nukmaru bi qadhais shaum wala nukmaru biqadhais shalah. Kata qadha diartikan dengan "melaksanakan" berdasarkan pengartian kalimat qadha pada firman Allah dalam surah al-jum'ah: fa idza qudhiyatis shalah fantasyiru fil ard. Sebagaimana hadits yang sudah kita sering dengar tentang orang yang lupa makan atau minum saat puasa. itu adalah rezeki dari Allah SWT. Ustadz. maka beliau tetap wajib berpuasa. lalu makan dan minum. Bukan batasan usia yang digunakan. 172 72 . Lalu apakah pengertian itu benar adanya? Jawaban Assalamu'alaikum warahmatulllahi wabarakatuh.

selain dari hadits yang anda sampaikan itu.‫ بلى‬:‫لن‬$ ‫ق‬ Dari Abi Said Al-Khudhri radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda kepada para wanita. ‫ النب ي صلى ال عل يه و سلم قال‬L‫ أ ن‬ ‫ضري‬$ ‫ع ن أ ب س عيد ال‬ ‫ قال‬.‫قص ان عقلها‬B ‫ن من ن‬$ ‫فذلك‬ ‫ رواه البخاري‬.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Ijma' ulama sampai kepada hukum dosa bagi wanita yang secara sengaja melakukan puasa dengan niat ibadah pada hari-hari haidhnya.‫لن بلى‬$ ‫ل ؟ ق‬B‫ الرأة مثل نصف شهادة الرج‬$ ‫ أليس شهادة‬:‫ساء‬O ‫للن‬ ‫م؟‬B‫ ولم تص‬I ‫ص ل‬B ‫ أليس إذا حاضت لم ت‬. Tidak bisa dimainmainkan makna dan pengertiannya sebagaimnana hadits sebelumnya. melainkan mengqadha' (membayar hutang) puasa di hari lain.. berpuasa saat haidh bagi wanita bukan hanya terlarang. Semua tercermin dalam dialog mereka dengan Rasulullah SAW berikut ini.". sementara di hari itu haram untuk dilakukan. Sebab yang dimaksud dengan "qadhais shaum" di dalam hadits itu bukanlah mengerjakan puasa saat haid.‫قصان عقلها‬B ‫ن من ن‬$ ‫ قال فذلك‬. Sehingga penafsiran seperti yang anda sebutkan itu dengan sendirinya telah batal. Artinya. Bahkan hadits ini lebih tegas mengharamkan wanita yang haidh untuk shalat dan juga puasa. Bukankah para wanita bila 173 . Dan keharaman puasa wanita yang haidh itu bukan hanya dilandaskan pada ijma' semata. bahkan sampai melahirkan dosa. Hadits ini juga menujukkan bahwa para wanita shahabiyah di masa Rasulllah SAW sudah mengerti dan tahu pasti bahwa wanita yang sedang haidh itu diharamkan shalat dan berpuasa. melainkan juga berlandasan kepada hadits Rasulllah SAW..

ada juga teman yang bilang batas berhentinya yaitu saat rukuk pertama shalat subuh? Mohon penjelasannya."Benar. Ustadz. dengan landasan dari hadts-hadits yang shahih dan juga dari ijma. Bukhari) Dan haramnya wanita berpuasa saat mendapat haidh juga dikuatkan lagi dalam hadits riwayat imam Muslim. (HR. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.‫ دينها‬$ ‫قصان‬B ‫فهذا ن‬ Dari Ibnu Umar ra: Para wanita melewati malam-malam tanpa boleh shalat dan mereka harus berbuka pada bulan Ramadhan. Wallahu a'lam bishshawab. Kapan Batas Berhenti Makan dan Minum? Assalammualaikum. Tidak ada yang menyelengkan pengertian ini kecuali dia harus datang dengan dalil yang bisa lebih kuat. 174 74 . Saya kadang bingung kapan batas waktu kita untuk berhenti makan dan minum saat akan berpuasa. ada yang bilang untuk kehati-hatian saat waktu imsak. Ada yang mengatakan saat adzan subuh berkumandang. para ulama. ، ‫فطر ف شهر رمضان‬B ‫ي وت‬ O ‫ص ل‬B ‫يال ما ت‬L ‫ الل‬$‫ تك ث‬ ‫مر‬B ‫عن بن ع‬ ‫ رواه مسلم‬. Langsung saja pada pertanyaannya. Muslim) Maka bila seorang wanita mendapat haidh. Itulah maksud kurangnya (pelaksanaan) agama mereka. dia diharamkan untuk tetap berpuasa.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi mendapat haidh tidak boleh shalat dan puasa?" Para wanita itu menjawab." "Itulah yang dimaksud dengan kurangnya (pelaksanaan) agama mereka(HR. Tapi.

tetapi yang benar masuknya waktu shubuh. kemudian langit menjadi gelap kembali. bagaimana shaum saya. bertepatan dengan adzan masjid kampung sebelah. Fajar adalah al-fajrus-shadiq. Itulah fajar kazib. jika saya masih beraktivitas minum (biasanya setelah menyikat gigi). Bentuknya seperti ekor Sirhan (srigala). Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. apakah batal? Mohon penjelasan dengan dalilnya. (QS Al-Baqarah: 187) Yang disebut dengan fajar di dalam ayat ini bukan terbitnya matahari. Batas mulai puasa bukan masuknya waktu imsak. sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. janganlah kamu campuri mereka itu. sedangkan masjid yang dekat rumah belum adzan. Ada dua macam fajar. Terima kasih. supaya mereka bertakwa. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Fajar kazib adalah fajar yang `bohong` sesuai dengan namanya. 175 . yaitu cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk Timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Lalu. Wassalam. ada cahaya agak terang yang memanjang dan mengarah ke atas di tengah di langit. Itulah larangan Allah. maka janganlah kamu mendekatinya. Maksudnya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia. yaitu fajar kazib dan fajar shadiq. pada saat dini hari menjelang pagi. Ustadz. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Quran: Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar.

Jadi ada dua kali fajar sebelum matahari terbit. Masalahnya tinggal jam di rumah kita. Yang benar adalah berpatokan dengan jadwa shalat. juga tidak bisa diterima. sebab biasanya jam di TV lebih ditangani secara serius oleh para profesional. Pertama. fajar yang mengharamkan makan dan menghalalkan shalat." (HR Ibnu Khuzaemah dan AlHakim). Di dalam hadits disebutkan tentang kedua fajar ini: "Fajar itu ada dua macam. barulah terbit matahari yang menandakan habisnya waktu shubuh. Fajar ini menandakan masuknya waktu shubuh. tidak terjamin keakuratannya. Kedua. Bisa jadi jam di masjid tidak cocok. sebab jadwal itu hasil perhitungan para ahli ilmu falak dan hisab. Maka waktu antara fajar shadiq dan terbitnya matahari itulah yang menjadi waktu untuk shalat shubuh sekaligus pertanda dimulainya puasa. Sebab waktunya sangat 176 76 . Apakah tetap atau lebih ambat atau lebih cepat. Keakuratannya sangat tinggi. Selain itu bisa jadi muzadzdzinnya salah lihat jadwal shalat. Selang beberapa saat setelah fajar shadiq. Tidak ada salahnya bila anda mengacu ke TV. Sedangkan berpatokan pada ruku' pertama shalat shubuh. fajar yang mengharamkan shalat dan menghalalkan makan. Fajar yang pertama disebut dengan fajar kazib dan fajar yang kedua disebut dengan fajar shadiq. Sedangkan berpatokan dengan mendengarkan azan shubuh di masjid. mungkin lambat atau malah lebih cepat. yaitu fajar yang benar-benar fajar yang berupa cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk Timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Sedangkan fajar yang kedua adalah fajar shadiq.

Kalau anda teruskan minum. maka minuman itu harus dikeluarkan kembali. Puasa Pada Saat Ada yang Berlebaran Duluan Assalamualaikum wr wb Saya mau tanya semoga Pak Ustadz berkenan menjawab pertanyaan yang mengganjal pikiran saya selama ini: Benarkah haram hukumnya kalau kita tetap berpuasa ramadhan pada hari dimana ada satu kaum atau suatu negara telah menjalankan shalat ied duluan. Namun bagi yang bertaqlid kepada mujtahid bahwa lebaran jatuh pada hari Sabtu. seperti Muhammadiyah lebih awal dibanding pemerintah? Terima kasih sebelumnyanya pak Ustadz. wassalamualaikum wr wb Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Bagaimana bila jamaah shalat shubuhnya agak telat ? Hingga shalat sudah di akhir waktu ? Bila anda sedang minum lalu masuk waktu shubuh. sehingga haram baginya untuk melakukan puasa.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi nisbi. Wallahu a'lam bishshawab. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. maka puasa anda batal dengan sendirinya. maka dia wajib konsekuen bahwa hari itu adalah tanggal 1 Syawwal. maka dia juga harus konsekuen bahwa hari Jumat itu masih tanggal 30 177 . Bagi yang bertaqlid kepada mujtahid bahwa lebaran jatuh pada hari Jumat.

Sebagimana hadits berikut ini: Siapa yang membatalkan puasa 1 hari di bulan Ramadhan tanpa rukhshah (keringanan) atau sakit. meski dia berpuasa. Ibnu Majah. 12 Oktober 2007. mau taqlid dengan hasil ijtihad yang mana? Tanpa harus menyalahkan hasil ijtihadnya kelompok yang menyatakan 1 Syawal 1428H jatuh pada hari Jum'at. bila seseorang mau bertaqlid kepada hasil ketetapan pemerintah yang sah. hari Jumat itu masih termasuk bulan Ramadhan. Karena dalam keyakinannya. bertaqlid kepada ulama yang lain lagi. maka dia harus konsekuen untuk tetap puasa di hari Jumat. tidak akan tergantikan walaupun dengan puasa selamanya.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Ramadhan. berpuasa di bulan Ramadhan itu hukumnya wajib. Sedangkan yang berlebaran di hari Sabtu. Abu Daud. Masing-masing silahkan menjalankan ibadah sesuai dengan hasil ijtihad yang diyakininya. tidak menjadi dalil atas keharusan tidak puasa di hari Jumat bagi yang meyakini lebaran jatuh di hari Sabtu. Adapun dalil "Berpuasalah kamu bersama orang yang puasa dan berbukalah kamu bersama orang yang berbuka". tidak ada pengaruhnya dan tidak menjadi sebab harus tidak puasa. Dan haram bagi untuk tidak puasa di dalam bulan Ramadhan yang diyakininya. An-Nasai) Adapun ada orang lain yang telah meyakini bahwa hari Jumat sudah lebaran. Tinggal pilih saja. Sebab mereka yang lebaran hari Juamt telah bertaqlid kepada ulama mereka. Haramnya berpuasa di hari raya sama dengan haramnya tidak puasa secara sengaja di bulan Ramadhan. Mengapa? 178 78 . Dan bagi seorang muslim. Bila ditinggalkan secara sengaja. (HR Tirmizy. maka hukumnya selain dosa besar juga belum tentu diterima Allah SWT ketika mengqadha'nya.

Nanti bagaimana kalau misalnya hari Rabu sudah ada yang berijtihad sudah lebaran. Bayangkan betapa besar dosanya. Mereka yang ijtihadnya benar. Tetapi sekali lagi. Bahkan tetap akan dapat pahala meski cuma satu pahalanya saja. yang mayoritas harus ikut kepada yang minoritas.Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi Karena dalil di atas tidak berlaku bila hanya ada sebagian orang yang sudah berbuka duluan. Wallahu a'lam bishshawab. Dalil di atas sebenarnya justru berlaku sebalinya dari apa yang disalah-pahami. bahwa seharusnya setiap muslim mengikuti ijtihad mayoritas muslimin dan pemerintahnya. Semoga Allah SWT menjaga hati dan lisan kita dari bahaya saling melecehkan sesama hamba-Nya. adalah masalah ijtihadiyah dan khilafiyah. Sedangkan mereka yang bertaqlid karena memang bukan ahli ijtihad. urusan lebaran jatuh pada hari apa. Bukan sebaliknya. itulah yang berdosa. apakah umat Islam seIndonesia harus tidak puasa sejak hari Rabu. akan dapat 2 pahala dan yang salah tidak akan berdosa. lumayan dari pada tidak sama sekali. Amien. Yah. Kamis dan Jumat? Berarti mereka secara sengaja tidak puasa di harihari Ramadhan. misalnya memakimaki sambil mencela dan berkata kasar kepada saudaranya yang mungkin kebetulan tidak sama pilihan taqlidnya. tetapi berlaku bila yang melakukannya mayoritas muslim bersama dengan pemerintahnya. tapi berakhlaq kurang terpuji. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 179 .

Fiqih Ramadhan – Puasa Dalam Berbagai Kondisi 180 80 .

BAB IX TARAWIH & I'TIKAF .

Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf 182 .

tidak urut? Mohon pencerahannya. sehingga urut sampai akhir. mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat. Syukron. shalat itu tidak sah lantaran salah satu rukunnya terlewatkan. Wassalamu'alaikum w. dimana diawali dengan surat At-takasur. Bolehkah bebas suratnya. Sehingga bila tidak dibaca. karena saya ditunjuk jadi imam. jika imam membaca sholawat. Sahkah jika imam tarawih. 2. Soalnya orang-orang di lingkungan saya pinginnya tidak lama-lama. hanya sampai "Allahumma solli 'ala Muhammad Wa'ala ali Muhammad. w. Mazhab Malikiyah. Sampai itu saja. Bolehkah. w. Adakah kekhususan membaca surat untuk yang 20 rokaat. Tidak sampai dengan selesai (In-naka hamidummajid).. Jawaban Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 3. pada tahiyat (rakaat akhir) tidak membaca shalawat? (Imam hanya membaca sampai.Wa asyhadu anna Muhammadarrasululah Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu warasuluh). Pak Ustadz. mazhab Asy-syafi'iyah dan mazhab Al-Hanabilah semua sependapat bahwa membaca shalawat 183 . Membaca shalawat atas nabi SAW merupakan rukun shalat. Sahkah? Assalamu'alaikum w.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Imam Tarawih tanpa Baca Shalawat. Saya mau tanya: 1.

Tetapi tidak lantas menjadi bid'ah. Penetapan Ayat yang Dibaca dalam Tarawih Kebiasaan membaca surat tertentu dalam tarawih sebenarnya tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Sebuah ibadah akan rusak dan tidak sah manakala kekuarangan salah satu rukunnya. Tiap rakaat pertama. Dan sebagaimana kita ketahui. Tidak menggunakan urutan seperti itu pun tidak mengapa. semua itu tidaklah bersumber dari petunjuk nabi. sedangkan 10 surat itu dibaca di 20 rakaat. dibaca surat-surat itu. Tetapi sekali lagi.Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf atas nabi SAW merupakan rukun shalat. bahwa rukun itu adalah bagian mutlak dari suatu bangunan ibadah. Kalangan mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bahwa jumlah rukun shalat hanya ada 6 saja. tartil dan baik. Biasanya orang-orang mengurutkan dari surat At-Takatsur sekedar biar gampang menghitungnya. Namun kita juga mengetahui bahwa para ulama mazhab yang paling masyhur berbeda-beda pendapatnya ketika menetapkan mana yang menjadi bagian dari rukun shalat. Al-Falaq dan An-Naas). 184 . As-Syafi`iyah menyebutkan 13 rukun shalat dan AlHanabilah menyebutkan 14 rukun. Yang penting membaca ayat-ayat Al-Quran dengan fashih. Mazhab ini tidak memandangnya sebagai rukun shalat. Sedangkan AlMalikiyah menyebutkan bahwa rukun shalat ada 14 perkara. melainkan kreatifitas orang-orang. sedangkan tiap rakaat kedua akan dibaca surat Al-Ikhlas (qulhuwallahu ahad). Sebab surat itu adalah 10 surat terakhir sebelum tiga surat (Al-Ikhlas. yaitu mazhab AlHanafiyah. Ketiga surat itu dibaca untuk shalat witir. Kecuali hanya satu mazhab yang berpendapat berbeda.

Al-Mu'minun: 1-2) Wallahu a'lam bishshawab. Terburu-buru dan tergesa-gesa dalam menjalankan shalat tarawih tentu akan mengurangi kekhusyuan. (QS." Yang ingin saya tanyakan adalah: 185 . shalat tarawih berjamaah hanya dilakukan Rasulullah selama 3 hari dan akhirnya dihentikan oleh beliau dengan alasan kuatir dijadikannya shalat tersebut menjadi fardhu. Beberapa hari belakangan ini milis kami yang beranggotakan para pekerja di Qatar tengah mendiskusikan masalah shalat tarawih berjamaah.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Dan penting juga untuk diperhatikan bahwa shalat tarawih bukanlah jenis shalat untuk berbalapan. bukan sekedar dijalankan. sebagaimana firman Allah SWT: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. "Inilah sebaik-baiknya bid'ah. (QS. Dalil Shalat Tarawih Berjamaah Kuatkah? Pak Ustadz yang dirahmati Allah. Sebagaimana firman Allah: Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Thaha: 14) Dan shalat khusyu' merupakan ciri orang yang beriman. sampaisampai shalawat nabi pun mau ditinggalkan. Sayang sekali kalau kita melakukannnya dengan cara demikian. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab. Sebatas yang kami ketahui. sebab seharusnya shalat itu dinikmati dan diresapi.. padahal kekhusyuan justru tujuan utama shalat. shalat tarawih ini didirikan lagi oleh beliau. yaitu orangorang yang khusyu' dalam shalatnya.. Dan beliau mengatakan.

juga termasuk masalah jumlah bilangan rakaatnya. Memang seringkali kita mendapatkan orang-orang berbeda pendapat tentang hukum shalat tarawih. pasti Nabi akan melakukannya. Khalifah Umar radhiyallahu 'anhu berinisiatif membangun lagi "tradisi" sebelumnya didasarkan pada pengamatan beliau yang melihat banyaknya jamaahjamaah kecil dalam bertarawih. Afwan wa syukron.a. baik dalam masalah pelaksanaannya yang berjamaah atau sendirian. Rasulullah lebih tahu banyak akan hal itu dibanding para sahabat dan pengikut-pengikutnya.? 2. Apakah dalam kurun waktu tersebut. Mohon maaf Ustadz terlalu panjang dan banyak pertanyaannya. Apakah para pengikut Nabi Muhammad SAW yang mendirikan kembali shalat tarawih berjamaah dalam kelompok kecil (sebelum dimaklumatkan oleh Umar r. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kalau memang itu baik di mata Nabi.a (yang paling dekat dengan Nabi).Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf 1. yang saya ketahui. Berapa lama kurun waktu mulai dari dihentikannya shalat tarawih berjamaah oleh Rasulullah hingga "dihidupkannya" lagi oleh Umar r. 186 . berlanjut pada masa pemerintahan Khalifa Abu Bakar r.a) tersebut bisa dikategorikan sebagai pembangkangan atas sunnah Nabi? Karena saya yakin. Mulai kapan shalat tarawih berjamaah dilakukan oleh para pengikut Rasulullah. para sahabat mengerjakan shalat tarawih di rumah masing-masing? 3. Maksud saya. 4. shalat tarawih tidak dilakukan secara berjamaah. Dan hingga sampai akhir hayatnya.

Kemudian. Rasulullah SAW tidak tarawih berjamaah bersama dengan kaum muslimin. ketidak-berjamaahan nabi SAW di masa lalu ada sebabnya. Dasarnya adalah karena dahulu memang dilakukan dengan berjamaah di masa nabi SAW. Seadainya ketakutan itu sudah tidak ada lagi. Dan bahkan salah satu penyebab mengapa kemudian nabi SAW tidak berjamaah lagi di masjid. Tarawih berjamaah baru berlangsug kembali di masa khilafah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu Analisanya adalah bahwa masa khilafah Abu Bakar tidak berlangsung lama. Kesimpulan yang kedua. Misalnya kasus murtadnya berbagai dari suku-suku arab. Umumnya para fuqaha fiqih berpendapat bahwa shalat tarawih itu disunnahkan untuk dilakukan dengan berjamaah. maka tentu shalat tarawih berjamaah berlangsung kembali. kaum muslim memang tidak langsung mengadakan shalat tarawih berjamaah. Setelah itu sampai akhir hayatnya. bahwa shalat tarawih di masa nabi pernah dilakukan dengan berjamaah. Praktis hanya 2 tahun saja beliau memerintah. dengan alasan takut kalau-kalau nantinya diwajibkan. Kemudian nabi SAW tidak lagi melakukan shalat tarawih berjamaah. ketika beliau SAW wafat. justru karena peserta shalat tarawih di masa nabi membeludak. yaitu karena takut akan diwajibkan oleh Allah SWT. Sementara itu kaum muslimin saat itu sedang menghadapi peperangan 187 . Sementara kaum muslimin saat itu sedang mengalami berbagai fitnah dan cobaan. meski bukan berarti harus pasti benarnya.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Namun barangkali apa yang dikemukakan oleh jumhur ulama lebih dekat kepada kebenaran. Maka kesimpulan yang pertama.

Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

besar melawan Romawi. Tentu mereka sibuk mempersiapkan peperangan besar. Namun bukan berarti tidak ada pembenahan internal di masa itu. Paling tidak, sejarah mencatat bahwa di masa khilafah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu mushaf Al-Quran berhasil dijilid jadi satu. Setelah selama ini berserakan di berbagai media, meski masih dihafal oleh ribuan shahabat. Dua tahun berselang, tibalah masa Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu memerintah. Masa beliau memerintah cukup panjang, ada banyak waktu untuk menaklukkan para pembangkang, bahkan tiga imperium besar berhasil ditaklukkan. Maka ada banyak kesempatan bagi khalifah untuk melakukan beberapa pembenahan. Termasuk menghidupkan kembali sunnah nabi SAW dalam melakukan shalat tarawih dengan berjamaah, setelah beberapa tahun sempat tidak berjalan karena berbagai alasan. Di masa nabi, tidak berlangsungnya shalat tarawih berjmaaah karena alasan takut diwajibkan. Di masa Abu Bakar, alasannya karena ada banyak pe-er mendesak dan itupun hanya 2 tahun saja. Maka kesempatan yang agak luas baru didapat di masa khalifah Umar radhiyallahu 'anhu Di masa itulah khalifah menghidupkan kembali sunnah Rasulullah SAW, yaitu shalat tarawih berjamaah di masjid dengan satu orang imam. Ubay bin Ka'ab ditunjuk oleh khalifah karena bacaan beliau sangat baik. Apa yang dilakukan oleh khalifah Umar radhiyallahu 'anhu 100% disetujui oleh semua shahabat. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa ada satu shahabat yang menentang diserukannya kembali shalat tarawih berjamaah sebagaimana dahulu pernah dilakukan oleh nabi SAW. Maka boleh dibilang bahwa shalat tarawih dengan

188

Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

berjamaah merupakan ijma' para shahabat. Dan ijma' merupakan salah satu sumber syariah yang disepakati. Dan sejak hari itu hingga 15 abad kemudian, shalat tarawih berjamaah terus berlangsung tiap malam Ramadhan di masjid Nabawi Madinah, dan juga di semua masjid yang ada di muka bumi. Seluruh ulama baik salaf maupun khalaf sepakat atas masyru'iyah shalat tarawih berjamaah di belakang satu imam, karena seperti itulah yang awal mula dikerjakan oleh nabi SAW. Tidak berlangsungnya shalat tarawih berjamaah karena ada alasan yang bersifat temporal. Begitu alasannya sudah tidak ada lagi, maka sunnahnya dikembalikan lagi sebagaimana aslinya. Tidak ada kaitannya tentang berapa lama jamaah tarawih tidak berlangsung. Dalam hal ini, tidak berjamaahnya nabi SAW dalam shalat tarawih bukan bersifat menasakh hukum kesunnahan tarawih berjamaah. Tetapi memberi dasar hukum kebolehan shalat tarawih dilakukan tidak berjamaah karena adanya alasan tertentu. Ketika alasan (udzur) itu sudah tidak ada lagi, maka kesunnahannya dikembalikan kepada asalnya. Demikian kira-kita argumentasi jumhur ulama dan fuqaha di bidang ilmu fiqih. Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shalat Tarawih: 11 atau 23 Rakaat?
Assalamualaikum. Wr. Wb Bulan Ramadhan hampir tiba, yang menjadi pertanyaan saya adalah mengenai shalat tarawih, mana yang lebih abdol 11 rakaat atau 23 rakaat karena masalahnya menjadi polemit di tempat tinggal saya ada

189

Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

yang melakukan 11 rakaat dan juga ada yang melakukan 23 rakaat. Yang saya dengar apakah benar Rasulloh mengerjakan shalat tarawih 11 rakaat, kalau memang Rasulloh mengerjakan shalat tarawih 11 rakaat mengapa ada oarang -oarang yang melakukan shalat tarawih 23 rakaat? Bukankah itu bid'ah menambah-nambah yang tidak pernah Rasulloh lakukan? Wass. Km

Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Tidak ada satu pun hadits yang shahih dan sharih (eksplisit) yang menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasululullah SAW. Kalau pun ada yang mengatakan 11 rakaat, 13 rakaat, 20 atau 23 rakaat, semua tidak didasarkan pada hadits yang tegas. Semua angka-angka itu hanyalah tafsir semata. Tidak ada hadits yang secara tegas menyebutkan angka rakaatnya secara pasti. Hadits Rakaat Tarawih 11 atau 20: Hadits Palsu Al-Ustadz Ali Mustafa Ya'qub, MA, muhaddits besar Indonesia di bidang ilmu hadits, menerangkan bahwa tidak ada satu pun hadits yang derajatnya mencapai shahih tentang jumlah rakaat shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Kalau pun ada yang shahih derajatnya, namun dari segi istidlalnya tidak menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih. Di antarahadits palsu tentang jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW adalah hadits berikut ini: Dari Ibn Abbas, ia berkata, "Nabi SAW melakukan shalat pada bulan Ramadhan dua puluh rakaat dan witir". (Hadits Palsu)

190

Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

Hadis ini diriwayatkan Imam al-Thabrani dalam kitabnya al-Mu'jam al-Kabir. Dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman yang menurut Imam al-Tirmidzi, hadits-haditsnya adalah munkar. Imam al-Nasa'i mengatakan hadis-hadis Abu Syaibah adalah matruk. Imam Syu'bah mengatakan Ibrahim bin Utsman adalah pendusta. Oleh karenanya hadis shalat tarawih dua puluh rakaat ini nilainya maudhu' (palsu) atau minimal matruk (semi palsu). Demikian juga hadits yang menyebutkan bahwa jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW adalah 8 rakaat. Hadits itu juga palsu dan dusta. "Rasulullah SAW melakukan shalat pada bulan Ramadhan sebanyak delapan rakaat dan witir". (Hadits Matruk) Hadis ini diriwayatkan Ja'far bin Humaid sebagaimana dikutip kembali lengkap dengan sanadnya oleh al-Dzahabi dalam kitabnya Mizan al-I'tidal dan Imam Ibn Hibban dalam kitabnya Shahih Ibn Hibban dari Jabir bin Abdullah. Dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama 'Isa bin Jariyah yang menurut Imam Ibnu Ma'in, adalah munkar al-Hadis (Hadishadisnya munkar). Sedangkan menurut Imam al-Nasa'i, 'Isa bin Jariyah adalah matruk (pendusta). Karenanya, hadis shalat tarawih delapan rakaat adalah hadis matruk (semi palsu) lantaran rawinya pendusta. Jadi bila disandarkan pada kedua hadits di atas, keduanya bukan dalil yang bisa dijadikan pegangan bahwa nabi SAW shalat tarawi 8 rakaat atau 20 rakaat dalam shalat tarawih. Hadits Rakaat Shalat Malam atau Rakaat Shalat Tarawih?

191

(HR Bukhari). Yang berkesimpulan demikian adalah para ulama yang membuat tafsiran subjektif dan tentunya mendukung pendapat yang mengatakan shalat tarawih itu 11 rakaat. Beliau melakukan shalat 4 rakaat dan janganlah engkau tanya mengenai betapa baik dan panjangnya." Dan dia (Ai'syah). "Shalat di malam hari 2 rakaat 2 rakaat. " tidak bertentangan dengan yang melakukan salam setiap 2 rakaat. "Dia melakukan shalat 4 rakaat. dimana Aisyah meriwayatkan secara shahih bahwa shalat malam yang dilakukan oleh beliau SAW hanya 11 rakaat. kemudian setelah itu beliau melakukan shalat 3 rakaat. Dan Nabi SAW bersabda. Pendukung 20 Rakaat Sedangkan menurut ulama lain yang mendukung jumlah 20 rakaat. Aisyah radhiyallahu 'anha sama sekali tidak secara tegas mengatakan bahwa 11 rakaat itu adalah jumlah rakaat shalat tarawih. Karena shalat tarawih tidak pernah dilakukan oleh 192 . Mereka beranggapan bahwa shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah shalat tarawih. jumlah 11 rakaat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tidak bisa dijadikan dasar tentang jumlah rakaat shalat tarawih. hanyalah hadits tentang shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Sedangkan hadits yang derajatnya sampai kepada keshahihan. Dari Ai'syah radhiyallahu 'anhu "Sesungguhnya Nabi SAW tidak menambah di dalam bulan Ramadhan dan tidak pula mengurangkannya dari 11 rakaat. kemudian beliau akan kembali shalat 4 rakaat dan jangan engkau tanyakan kembali mengenai betapa baik dan panjangnya. Dan beliau berkata kepadanya (Ai'syah). "Dia melakukan shalat 3 rakaat" atau ini mempunyai makna melakukan witir dengan 1 rakaat dan 2 rakaat. Tetapi di dalam hadits shahih ini.

20 rakaat. sebagian ada yang shalat dan ada yang tidak shalat. maka para ulama berbeda pendapat tentang jumlahnya. baik di dalam bulan Ramadhan dan juga di luar bulan Ramadhan. Bagi para ulama itu. melainkan shalat malam (qiyamullail) yang dilakukan di dalam rumah beliau sendiri. Pada masa Umar bin Khattab. Apalagi dalam riwayat yang lain. Dan itu pun dilakukan di masjid. Itulah yang kemudian populer dengan sebutan shalat tarawih. apa yang disebutkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha bukanlah jumlah rakaat shalat tarawih. Ada yang 8 rakaat. karena mereka melakukan istirahat setiap selesai melakukan shalat 4 rakaat dengan dua salam. 13 rakaat. 23 rakaat. keadaan menjadi jelas mengapa di dalam tubuh umat Islam masih ada perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. lalu disuruhlah agar umat Islam berjamaah di masjid dengan shalat berjamah dengan imam Ubay bin Ka'b.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Rasulullah SAW kecuali hanya 2 atau 3 kali saja. karena orang berbeda-beda. Dan menarik. 11 rakaat. istilah shalat tarawih juga belum dikenal di masa beliau SAW. maka Umar ingin agar umat Islam nampak seragam. Bagaimana mungkin Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan hadits tentang shalat tarawih beliau SAW? Lagi pula. hadits itu secara tegas menyebutkan bahwa itu adalah jumlah rakaat shalat malam beliau. bukan di rumah. Toleransi Jumlah Bilangan Rakaat Dengan tidak adanya satu pun hadits shahih yang secara tegas menetapkan jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW. 193 . para ulama besar dunia sangat bersikap toleran dalam masalah ini. artinya istirahat. Maka dengan demikian.

"Jika seseorang melakukan shalat tarawih sebagaimana mazhab Abu Hanifah. melakukan salam pada setiap 2 rakaat dan 1 rakaat witir adalah afdhal. ada yang mengatakan 23 rakaat. ada yang mengatakan 21 rakaat. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu: ada yang mengatakan 13 rakaat. Karena tidak ada apa yang dinyatakan dengan jumlah. meniru cara Nabi SAW. termasuk yang mendukung shalat tarawih 11 atau 13 rakaat. namun beliau tidak menyalahkan mereka yang meyakini bahwa yang dalilnya kuat adalah yang 20 rakaat. maka lebih atau kurangnya jumlah rakaat tergantung pada berapa panjang atau pendek qiamnya. Dan. Yang menarik. Ini sebagaimana Imam Ahmad berkata. Masjid Al-Haram Makkah dan masjid An-Nabawi Madinah. para ulama di masa lalu tidak pernah saling mencaci atau menjelekkan meski berbeda pendapat tentang jumah rakaat shalat tarawih. maka itu yang terbaik.6 Demikian juga dengan Mufti Saudi Arabia di masa lalu. "Shalat Tarawih 11 rakaat atau 13 rakaat. Al-'allaamah Sheikh Abdulah bin Baaz ketika ditanya tentang jumlah rakaat tarawih. sejak dahulu para ulama dan umat Islam di sana shalat tarawih 20 rakaat dan 3 6 Silahkan periksa kitab Al-Ikhtiyaaraat halaman 64 194 . siapa pula yang shalatnya 20 rakaat atau lebih maka juga tidak salah. atau 11 rakaat. Shaykhul-Islam Ibnu Taimiyah berpendapat. atau 13 rakaat. Dan semua punya dalil sendiri-sendiri yang sulit untuk dipatahkan begitu saja.Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf bahkan 36 rakaat. Beliau rahimahullah berkata. As-Syafi'i dan Ahmad yaitu 20 rakaat atau sebagaimana Mazhab Malik yaitu 36 rakaat. Dan di kedua masjid besar dunia.

Namun mereka tetap harmonis tanpa ada saling caci.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf rakaat witir. Kalau kita sudah shalat Tarawih dan shalat Witir ba'da shalat 'Isya. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalat witir memang dianjurkan dilakukan di bagian akhir dari shalat malam. Kita dianjurkan untuk shalat malam dan kita mengakhirinya dengan shalat witir. Syukron. masih boleh Qiyamullail lagi nggak pada diniharinya?Tolong tuliskan dalilnya secara lengkap. Wassalamu 'alaikum Wr. Wb. Wb. Dan itu berlangsung sampai hari ini. Ustadz ane mau tanya. jazakAllah. akan tetapi bukan berarti bila setelah melakukan shalat witir maka semua shalat sunnah setelahnya menjadi haram dikerjakan. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ada sebagian kalangan yang mengambil kesimpulan bahwa shalat witir mengharamkan adanya shalat sunnah malam lain sesudahnya. meski mufti negara punya pendapat yang berbeda. 195 . Wallahu a'lam bishshawab. Hal ini terjadi lantaran ada riwayat yang memerintahkan kita untuk menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam. Riwayat itu memang benar. Qiyamullail Setelah Tarawih Assalamu 'alaikum Wr. Namun apakah anjuran itu juga berfungsi untuk mengharamkan semua shalat sunnah setelahnya? Para ulama mengatakan tidak.

lalu di akhir malam masih ada kesempatan untuk bertahajjud. Dan tidak ada keharusan shalat witir untuk dilakukan di tengah malam atau di akhir malam. Namun siapa yang bisa memperkirakan bangun di akhir malam. Karena sesungguhnya shalat di akhir malam itu disaksikan malaikat dan lebih utama. Ibnu Majah dan At-Tirmizy) Bila sudah melakukan shalat witir di awal malam. maka lebih utama untuk dilakukan di akhir malam. (HR Muslim. Ahmad.Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Karena diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah shalat sunnah dua rakaat setelah beliau melakukan shalat witir.‫و جالس‬B ‫ ركعتين بعد الوتر وه‬B ‫ كان يركع‬ ‫ أنه‬ ‫ سلمة‬O‫م‬$ ‫عن أ‬ ‫رواه أحد وأبو داود والترمذي وغيهم‬ Dari Usamah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW shalat dua rakaat setelah shalat witir dan beliau duduk (HR Ahmad. Hadits sebagai berikut: . Dan 196 . misalnya bersama jamaah shalat tarawih. Sebab ada hadits yang menyebutkan tentang hal itu. Abu Daud dan At-Tirmizy) Dengan demikian. silahkan saja.$‫ورة وهي أفضل‬B ‫مض‬ Siapa yang memperkirakan tidak bisa bangun di akhir malam maka hendaklah shalat witir di awal malam. tidak ada larangan untuk melakukan shalat tahajjud di malam hari meski sudah melakukan shalat witir di sore hari. ‫ ومن‬،‫ه‬K ‫وتر أول‬B ‫ل يل – فلي‬L‫ – أي ال‬B‫ يس تيقظ آخر ه‬L ‫م أل‬$‫ن ظن من ك‬œ‫م‬ ‫يل‬L ‫ صلة آخر الل‬L‫ فإ ن‬،B‫وتر آخر ه‬B ‫ فلي‬B‫ يس تيقظ آخر ه‬B‫م أن ه‬$‫ظن من ك‬ ‫ رواه مسلم وأحد والترمذي وابن ماجة‬.

Dan dilakukan mulai malam ke-16 hingga akhir bulan Ramadhan.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf setelah itu tidak perlu lagi dilakukan shalat witir. Sebagaimana hadits berikut ini: ‫ول ل وتران‬$ ‫ يق‬ ‫ول ال‬B‫ ر س‬B‫سمعت‬:‫ كرم ال وج هه قال‬O‫عن عل ي‬ ‫ رواه أبو داود والنسائي والترمذي‬-‫ف ليلة‬ Dari Ali bin Abi Thalib berkata. Wb Ustadz saya mau tanya tentang hukum membaca do'a qunut di dalam dalam shalat witir dipertengahan bulan Ramadhan. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Karena tidak ada 2 kali shalat witir dalam satu malam. Doa qunut yang dilakukan pada rakaat terakhir shalat witir adalah sunnah Rasulullah SAW. Doa Qunut Dalam Witir Dipertengahan Ramadhan Assalamu'alaikum. Apakah ada dasar hukumnya? Karena banyak sekali masjid-masjid yang saya jumpai melaksanakan hal tersebut. "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda. An-Nasai dan At-Tirmizy) Wallahu a'lam bishshawab. "Tidak ada shalat witir 2 kali dalam satu malam. Dalilnya adalah hadits berikut ini: ‫وع‬$ ‫^ك‬ ‫ قبل الر‬B ‫ت‬B ‫وتر فيقن‬B ‫كان ي‬ ‫ ال‬$ ‫ول‬B ‫ رس‬L ‫ أن‬6‫ بن كعب‬O ‫بي‬$ ‫عن أ‬ 197 ." (HR Abu Daud. mulai tgl 16 ke atas. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. wr.

Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

Dari Ubai bin Ka`ab radliyallahu `anhu berkata bahwa Rasulullah SAW melakukan qunut pada rakaat witir dan meletakkannya sebelum ruku`."(HR Ibnu Abi Syaibah 12/41/1, Abu Dawud, An-Nasa'i di dalam Sunan Al-Kubra 218/1-2, Ahmad, AtThabrani, Al-Baihaqi dan Ibnu Asakir dengan sanad yang shahih Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa qunut pada shalat witir disyariatkan bukan hanya pada bulan Ramadhan tetapi juga di luar bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh imam Ahmad dari hadits Hasan bin Ali berkata: Rasulullah mengajariku kata-kata (doa) yang aku ucapkan pada waktu salat witir: Allahummah dina fiman hadaita, wa a'fina fiiman aafaita…. Imam Tirmidzi mengatakan: hadits ini derajatnya hasan. Imam Nawawi mengatakan: hadits ini sanadnya sahih. Imam Ahmad berkata bahwa qunut pada shalat witir adalah madzhab Ibnu Mas'ud, Abu Musa, Ibnu Abas, alBara', Anas bin Malik, Hasan al-Bashri, Umar bin Abdul Aziz, Tsauri dan Ibnu Mubarak, Madzhab Hanafiyah. Lafadz Qunut Adapun lafadz doa qunut, kita telah diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau mengajarkannya kepada cucunda beliau Hasan bin Ali.

‫ن ف الوتر‬$ ‫ول‬$ ‫ أق‬6‫كلمات‬ ‫ ال‬$ ‫ول‬B‫من رس‬L ‫عن السن بن علي• قال عل‬ ‫يت‬L ‫ن فيمن تول‬L ‫م اهدن فيمن هديت وعافني فيمن عافيت وتول‬B ‫ه‬L ‫ الل‬: ‫قضى‬B ‫وبارك ل فيما أعطيت وقن شر ما قضيت إنك تقضي ول ي‬ ‫ من واليت تباركت ربنا وتعاليت‬v ‫ ل يذل‬B ‫عليك إنه‬

198

Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

Ya Allah berilah aku hidayah, termasuk pada orang yang Engkau beri hidayah, dan berilah aku keselamatan, dan orang yang Engkau anugrahi keselamatan dan perbaikilah urusanku, termasuk dalam orang yang Engkau perbaiki urusannya, dan berkahilah aku pada apa yang Engkau anugerahkan kepadaku, dan hindarkan aku dari kejahatan apa yang Engkau putuskan, sungguh Engkaulah yang memutuskan dan bukan diputuskan, dan sungguh tidak akan hina orang yang Engkau tolong serta tidak akan mulia orang yang memusuhi-Mu, Maha Berkah Engkau dan Maha Tinggi, tiada tempat berlindung dari-Mu kecuali kepada diri-Mu. (Riwayat Abu Dawud, Nasai dan yang lainnya dengan sanad yang shahih. lihat "Sifat Shalat Nabi" hal: 95-96 cet. ke-7 Dan tidak mengapa melakukan qunut setelah ruku', juga menambah melaknati orang-orang kafir, dan bershalawat kepada Nabi SAW serta mendoakan kaum muslimin pada pertengahan kedua dari bulan Ramadhan, karena hal itu telah dilakukan di masa Umar radhiyallahu 'anhu. Dan telah tersebut pada hadist Abdurrahman bin Abdul Qari': "Dan mereka melaknati orang-orang kafir pada pertengahan Ramadhan":

‫لك ول‬B‫ س‬B ‫ون ر‬B ‫ب‬I ‫كذ‬B ‫^ون عن سبيلك وي‬ ‫د‬B‫ذين يص‬L ‫م قاتل الكفرة ال‬B ‫ه‬L ‫الل‬ ‫لق‬#‫^عب وا‬ ‫وبهم الر‬$ ‫ل‬$ ‫لق ف ق‬#‫ون بوعدك وخالف بين كلمتهم وا‬B ‫ؤمن‬B ‫ي‬ ... ‫عليهم رجزك وعذابك‬
Ya Allah! Perangilah orang-orang kafir yang menghalangi dari jalan-Mu dan mendustakan para Rasul-Mu dan tidak beriman dengan janji-Mu. Cerai beraikan persatuan mereka, lemparkan rasa takut pada hati mereka, dan lemparkan adzab-Mu atas mereka wahai Illah yang haq." Kemudian dalam rangkaian doa qunut itu dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi SAW dan berdoa

199

Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

untuk kaum muslimin semampunya dari kebaikan, lalu mintakan ampun untuk mereka. Setelah selesai melaknati orang-orang kafir dan bersholawat kepada Nabi SAW, maka diteruskan dengan membaca:

‫و‬B‫ وإليك نسعى ونحفد ونر ج‬B ‫د‬B ‫ي ونس ج‬I ‫ل‬¢‫نص‬B ‫ ولك‬B ‫بد‬B‫نع‬Q ‫م إياك‬B ‫ه‬L ‫الل‬ ‫لحق‬B ‫ عذابك لمن عاديت م‬L ‫ عذابك الد إن‬B ‫رحمتك ربنا ونخاف‬
Ya Allah! Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya untukMu kami shalat dan sujud. Hanya kepada-Mu kami menuju dan menyegerakan langkah kami Kami mengharap rahmat-Mu wahai Tuhan kami dan kami takut adzab-Mu yang sangat. Sesungguhnya adzab-Mu akan mengenai orang yang memusuhi-Mu." Kemudian bertakbir dan menuju sujud. (Riwayat Ibnu Khuzaimah dalam kitab "Shahihnya" (2/155-156/1100)). Wallahu a'lam bishshawab, Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa Saja yang Dilakukan Saat I'tikaf?
Assalamu'alaikum wr.wb. Pak Ustadz yang baik, ada beberapa pertanyaan seputar I'tikaf: Sebenarnya apa sih yang dilakukan orang saat I'tikaf, bolehkah hanya diam saja? Apakah I'tikaf harus selalu di masjid dan harus punya wudlu? Apakah sebelum melakukan I'tikaf harus berniat dulu, bagaimana niatnya? Apakah benar kita dianjurkan I'tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, apa dalilnya? Jazakallahu khoiron katsiron.

200

Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf

Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh, 1. I'tikaf Kata i'tikaf berasal dari 'akafa alaihi', artinya senantiasa atau berkemauan kuat untuk menetapi sesuatu atau setia kepada sesuatu. Secara harfiah kata i'tikaf berarti tinggal di suatu tempat, sedangkan syar'iyah kata i'tikaf berarti tinggal di masjid untuk beberapa hari, teristimewa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Selama hari-hari itu, seorang yang melakukan i'tikaf (mu'takif) mengasingkan diri dari segala urusan duniawi dan menggantinya dengan kesibukan ibadat dan zikir kepada Allah dengan sepenuh hati. Dengan i'tikaf seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kita berserah diri kepada Allah dengan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya, dan bersimpuh di hadapan pintu anugerah dan rahmat-Nya. Yang dilakukan pada saat i'tikaf pada hakikatnya adalah taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah. Makna taqarrub adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beragam rangkaian ibadah. Di antaranya: A. Shalat Baik shalat wajib secara berjamaah atau punshalat sunnah, baik yang dilakukan secara berjamaah maupun sendirian. Misalnya shalat tarawih, shalat malam (qiyamullail), shalat witir, shalat sunnah sebelum shalat shubuh, shalat Dhuha', shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba'diyah) dan lainnya. B. Zikir Semua bentuk zikir sangat dianjurkan untuk dibaca pada saat i'tikaf. Namun lebih diutamakan zikir yang lafadznya

201

Tanpa guru. Berdoa Berdoa adalah meminta kepada Allah atas apa yang kita inginkan. kalau kita justru tidak paham makna ayat yang kita baca. maka akan lebih utama bila kesempatan beri'tikaf itu juga digunakan untuk belajar membaca Al-Quran. sulit bisa dicapai tujuan itu. Belajar Memahami Isi Al-Quran Selain pentingnya membaca Al-Quran dengan berkualitas. Membaca ayat Al-Quran Membaca Al-Quran (tilawah) sangat dianjurkan saat sedang beri'tikaf. baik yang terkait dengan kebaikan dunia maupun 202 . Juga tidak harus dibatasi jumlah hitungannya. C. Sebab Al-Quran adalah pedoman hidup kita yang secara khusus diturunkan dari langit. ada peningkatan. Belajar Al-Quran Bila seseorang belum terlalu pandai membaca Al-Quran. Apalah artinya kita membaca Al-Quran. Terutama bila dibaca dengan tajwid yang benar serta dengan tartil. Agar ketika membaca Al-Quran nanti. F.Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf dari Al-Quran atau diriwayatkan dari sunnah Rasulullah SAW secara shahih. maka meningkatkan pemahaman atas setiap ayat yang dibaca juga tidak kalah pentingnya. D. Tentunya belajar baca dan memahami ayat Al-Quran membutuhkan guru yang ahli di bidangnya. memperbaiki kualitas bacaan dengan sebaik-baiknya. tetapi tidak ada ketentuan harus disusun secara baku dan seragam. Tidak lain tujuannya agar mengarahkan kita ke jalan yang benar. E. Jenis lafadznya sangat banyak dan beragam.

maka semakin banyak pula pahala yang Allah berikan. Dan bila dikabulkan. Dan aktifitas meminta kepada Allah bukanlah kesalahan. dan jangan keluar (dari masjid) untuk satu keperluan kecuali dalam perkara yang tidak boleh tidak. Allah SWT senang dengan hamba-Nya yang meminta kepada-Nya. Meski tidak langsung dikabulkan. Sebab makna i'tikaf memang diam. bahkan bagian dari pendekatan kita kepada Allah. Semakin banyak kita meminta. Sebab syariat itu tentu bukan hanya bicara hal-hal di akhirat saja. yang tidak membawa manfaat secara ukhrawi. dia juga boleh isterirahat. Dan meminta kepada Allah (berdoa) sangat dianjurkan untuk dilakukan di dalam beri'tikaf. mandi. 203 . buang air. tentu boleh bila terkait dengan bagaimana dagang yang sesuai syariat. tidak boleh menyentuh perempuan dan jangan bercumbu. tidur. Dia boleh makan di malam hari. maka tetaplah meminta. tetapi karena meminta itu adalah ibadah. Sunnat bagi orang yang sedang i'tikaf tidak boleh menengok yang sakit. jangan menyaksikan jenazah. berbicara. dan tidak ada i'tikaf melainkan di masjid kami. bukan berarti seorang yang beri'tikaf tidak boleh melakukan apapun kecuali itu.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf kebaikan akhirat. Sedangkan yang dimakruhkan adalah berbicara yang semata-mata hanya masalah kemegahan dan kesibukan keduniaan saja. Bicara masalah dagang. Adapun yang terlarang dilakukan saat i'tikaf adalah bercumbu dengan isteri hingga sampai jima'. Namun dari semua kegiatan di atas. Tetapi bukan berarti diam saja sepanjang waktu i'tikaf. tentu saja menjadi kebahagiaan tersendiri. bahkan boleh hanya diam saja. tetapi tercakup luas semua masalah keduniaan." (HR Abu Dawud).

tetapi sunnah yang sangat dianjurkan. tetapi sebagian lain malah melarangnya. Namun sebagian ulama mewajibkan seseorang berwudhu' bila masuk masjid. Jadi niatkan saja di dalam hati bahwa anda akan melakukan i'tikaf. (QS Al-Baqarah: 187) Sedangkan masalah wudhu.Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf 2. bahkan tiap tahun tanpa meninggalkannya sekalipun. Sebagian lain tidak mewajibkan tapi hanya menyunnahkan. Sesuai dengan firman Allah SWT: Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. 3. I'tikaf tidak sah dilakukan kecuali di masjid Ini adalah hal yang kebenarannya telah menjadi kesepakatan semua ulama. bahkan hukumnya diperdebatkan para ulama. Itulah larangan Allah. semua ibadah tidak sah. Adapun dalilnya adalah: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata. Sehingga ada sebagian ulama yang nyaris hampir mewajibkannya. Tanpa niat. Niat adalah syarat sah semua ibadah. sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia. Lafadz niat hanya sekedar menguatkan. I'tikaf itu hukumnya sunnah untuk dilakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Namun hukumnya tidak wajib. Tetapi niat itu bukan lafadz yang diucapkan. janganlah kamu campuri mereka itu. maka janganlah kamu mendekatinya. "Rasulullah SAW melakukan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan 204 . bukan merupakan syarat. Dalilnya adalah perbuatan nabi SAW yang telah melakukannya. maka sah sudah niat anda. supaya mereka bertakwa. Sebagian menganjur-kannya. melainkan sesuatu yang ditetapkan di dalam hati.

Saya malah mendapat jadwal kerja dari sore sampai pagi. Disaat teman-teman saya khusuk itikaf di Masjid. dan saya merasa sangat merugi." (HR Bukhari dan Muslim). Ada yang ingin saya tanyakan. Wallahu a'lam bishshawab. Wb. bahwa para ulama sepakat bahwa i'tikaf itu hukum bukan wajib.. Wr. sampai saat ia dipanggil Allah Azza wa Jalla. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa di balik keutamaan dan anjuran untuk beri'tikaf di masjid pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim). Apakah ada saran yang bisa Ustadz berikan kepada saya? Dan setahu saya itikaf itu adalah di Masjid bukan di tempat yang lain.. jazakamulllah Khairan katsira. Ramadhan tahun ini saya mempunyai jam kerja yang benar-benar tidak nyaman dengan aktivitas ramadhan saya terutama saat 10 hari terakhir... padahal sangat ingin memaksimalkan 10 hari terakhir dengan Itikaf. "Rasulullah SAW melakukan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. I'tikaf Terkendala Oleh Jam Kerja Assalamualikum. Dan dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu ia berkata. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh. 205 . Hukumnya sunnah dimana Rasulullah SAW tidak pernah mewajibkannya.Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Ramadhan. Ustadz yang dirahmati Allah..

Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Beliau memang tidak pernah meninggalkan i'tikaf. bekerja mencari nafkah untuk menghidupi anak dan isteri merupakan kewajiban. Masih ada ribuan pintu kebaikan lainnya yang tetap terbuka dan bisa dimasuki untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT. kecuali setiap tanggal 21 hingga 30 Ramadhan. tentu bukan berarti semua pintu-pintu kebaikan telah tertutup untuknya. Tujuannya agar bisa ikut beri'tikaf di masjid. Di sisi lain. meski tidak harus lewat pintu 206 . Sebab seorang suami telah diperintahkan untuk memberi nafkah kepada keluarga yang menjadi tanggungannya. Maka seandainya ada orang yang bisa mengatur waktunya agar tetap bisa bekerja mencari nafkah namun tetap bisa melakukan i'tikaf di masjid. Pintu-pintu kebaikan masih tetap terbuka lebar. Sehingga anda tidak perlu berkecil hati bila pada bulan Ramadhan tahun ini belum dapat menikmati indahnya malam-malam i'tikaf. bukan sekedar sunnah. semoga di tahun-tahun mendatang Allah SWT memberikan kesempatan itu. Tentu kita maklum bila tidak semua lapisan umat Islam mendapat kesempatan seperti ini. Sehingga seorang muslim yang tidak sempat untuk melakukan i'tikaf di masjid para 10 malam terakhir bulan Ramadhan itu tidak dikatakan sebagai orang yang berdosa atau melakukan kemaksiatan. tentu sangat beruntung. Ada seorang yang bercerita bahwa saking cintanya untuk beri'tikaf. namun tetap saja hukumnya tidak sampai wajib. Namun buat mereka yang tidak mendapatkan kesempatan untuk beri'tikaf karena alasan jam pekerjaan. dia sengaja tidak mengambil cuti tahunan dari kantor.

Fiqh Ramadhan – Tarawih & I'tikaf 'itikaf. belum mendapat kesempatan untuk beri'tikad di masjid. Dan ibadah di dalam masjidi itu hanya seperti orang main-main. bila dibandingkan antara jihad di front terdepan untuk menegakkan agama Allah dengan ibadah di dalam masjid Al-Haram. Sebab beri'tikaf di masjid itu memang nikmat. Dan medan jihad yang sesungguhnya seperti di Palestina. maka insya Allah masih begitu banyak pintu kebaikan yang lain dan terbuka kesempatan untuk meraih surga lewat pintu-pintu itu. kalian masih mainmain. harta dan lainnya. atau luka-luka parah akibat tusukan pedang. Misalnya al-jihad fi sabilillah yang pernah dilakukan oleh Abdullah bin Mubarak. Iraq dan negeri muslim terjajah lainnya. apa yang beliau sampaikan ada benarnya juga. damai. akan membuat seolah ibadah i'tikaf di masjid hanya sekedar main-main. Kalau dipikir-pikir. tidak ada resiko perjuangan. masih jauh lebih utama. Rupanya dalam pandangan beliau. 207 . Namun hal ini tidak berarti kita mengecilkan arti dan nilai beri'tikaf di 10 malam terakhir. sebagaimana di medan jihad. Karena tidak sampai beresiko mengorbankan nyawa. aman. Sehingga beliau sampai membuat gubahan syi'ir yang amat terkenal: Wahai orang-orang yang beribadah di dua masjid Al-Haram (Makkah Madinah) Seandainya kalian melihat kami (berjihad) Pastilah kalian tahu bahwa dalam beribadah. tidak ada ancaman nyawa melayang. Yang menjadi tujuan adalah bahwa seandainya ada orang yang karena satu dan lain hal. Bahkan jihad di bulan Ramadhan jauh lebih berfaedah dan lebih mendatangkan pahala yang besar.

Fiqih Ramadhan – Tarawih & I'tikaf Wallahu a'lam bishshawab. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh. 208 .

PENUTUP Alhamdulillah akhirnya buku ini selesai juga kami susun. Tidak ada kata yang dapat dilukiskan untuk menggambar kegembiraan hati ini ketika melihat bahwa buku ini ternyata memang bermanfaat. yaitu saat dalam perjalanan pulang dari ceramah. Apa yang kami tuliskan ini tentu banyak mengandung kesalahan dan kekurangan disana-sini. karena dibaca oleh mereka yang membutuhkannya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan dalam langkah kita semua. Dibandingkan dengan karyakarya para ulama besar. Namun kami sadar bahwa buku ini tidak lebih dari sekedar coretan kecil yang sudah berlalu sebelumnya para ulama dalam menuliskannya. buku ini menjadi tidak ada apaapanya. masih di atas kendaraan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan dan kekurangan itu. Amien ya Rabbal 'alamin V V V .