Ahmad Sarwat, Lc MA

Istr

i
(bukan)

Pembantu

2

0

4 .

wa ba'du Buku ini Penulis susun atas dasar banyaknya tuntutan kepada diri Penulis dari beberapa pihak. Penulis diundang berceramah di Doha Qatar oleh Permiqa/IMSQA. Saat itu Penulis banyak ditanya oleh jamaah 5 . Di antara jadwal ceramah yang diagendakan selama 12 hari itu adalah berceramah di hadapan para ibu. istri dari para ekspatriat asal Indonesia yang bermukim disana. washshawalatu wassalamu 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Bulan Ramadhan tahun 2008.Pengantar Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahi rabbil alamin. khususnya setelah di beberapa tempat Penulis menyampaikan ceramah dengan judul yang sama dengan judul buku ini : Istri Bukan Pembantu.

mereka tinggal di luar negeri. Selama beberapa hari di Doha. mulai dari memasak. Sementara jamaah yang kebanyakan ibu-ibu. Para wanita Arab itu sepertinya tidak dibebankan oleh suami mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. budaya atau adat istiadat bangsa kita saja? Kalau memang perintah agama. antar jemput sekolah. tiap hari harus berjuang peras keringan banting tulang mengurus seluruh pekerjaan rumah. Maklum.ibu-ibu tentang fenomena para wanita Arab yang sepertinya banyak sekali perbedaan dengan yang dilakukan terhadap wanita dari bangsa kita. Mereka hidup lebih leluasa dan merdeka. jauh seperti yang selama ini kita bayangkan. Memang rata-rata yang belanja 6 . jemur dan setrika. tempat dimana tenaga pembantu tidak tersedia. sampai ke urusan cuci. menyapu. momong anak. kenapa para istri di Qatar ini tidak dibebankan dengan tugastugas itu? Memang sangat kontras pemandangannya. Sehingga semua urusan rumah. bagaimana pandangan syariat Islam tentang tugas-tugas istri dalam urusan kerumah-tanggaan? Apakah memang tugas itu memang diperintahkan dan menjadi bagian dari agama. Pertanyaannya sederhana. sementara para suami mereka sibuk bekerja di luar rumah. ataukah hal itu cuma kebiasaan. Penulis memang sempat bertandang ke beberapa pusat perbelanjaan. mengepel. semua dikerjakan oleh para ibu.

Dalam format berpikir bangsa kita. Bahkan. khusus pada masalah yang ditanyakan tersebut. Oleh karena itulah maka Penulis kemudian membuka beberapa literatur yang original dari beberapa kitab turats yang ditulis oleh para ulama. mencuci. ini emak-emak pada kemana ya? Pasar kok isinya lanang kabeh (baca : lelaki semua). Seolah-olah kita mengatakan bahwa Islam telah mewajibkan para istri untuk melakukan banyak pekerjaan rumah tangga. layaknya seorang pembantu. Istri harus menyapu. 7 . mengepel. pokoknya semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Penulis juga sempat heran dan bertanya dalam hati. menyetrika. Dan memang Penulis pun baru sadar. Sementara kalau kita merujuk ke aturan yang asli dan original dari syariat Islam. posisi seorang istri memang lebih merupakan abdi atau pembantu buat suami.kebutuhan sehari-hari kebanyakan bukan ibu-ibu macam di Indonesia. memasak. tugas para istri tidak seberat para pembantu rumah tangga. lebih merupakan pemahaman lokal budaya bangsa kita saja. bahwa ternyata apa yang kita pikirkan selama ini tentang tugas para istri. Secara tidak sadar. kita menganggap semua itu berasal dari ajaran agama Islam. Waktunya akan tersita dengan pekerjaan sebanyak itu. setidaknya lewat apa yang ditulis oleh para ulama salaf. Justru yang belanja di mall untuk kebutuhan sehar-hari kebanyakan bapakbapak yang jenggotan dan brewokan.

waktu suami pulang. Sebaliknya. Sunnah dan para ulama memandang masalah ini? Ataukah ini hanya merupakan kesalahan persepsi bangsa kita saja? Apa yang Penulis temukan di beberapa literatur itu kemudian Penulis sampaikan dalam beberapa kali pertemuan. justru tugas-tugas itu malah ada di atas pundak para suami. Tugas-tugas itu justru adalah kewajiban dan beban para suami. menyapu. Islam tidak memposisikan para istri layaknya pembantu rumah tangga. Dalam pandangan syariat Islam. aslinya bukan para istri yang wajib memasak. istri sudah lelah dengan pekerjaan rumah tangga hariannya. bukan merupakan beban yang dipikulkan di atas pundak para istri. seperti apa sebenarnya peran seorang istri dalam rumah tangganya? Apakah seorang istri memiliki kewajiban untuk melakukan semua pekerjaan itu? Bagaimaan Al-Quran. Tak ada waktu untuk melayani suami dan anak-anaknya. Dan semua itu secara tegas disebutkan di dalam banyak ayat Al-Quran. Tugas-tugas rumah tangga. Intinya. Lalu. Para suami adalah orang yang pada dasarnya berkewajiban untuk mengurus urusan rumah tangga. mengepel. mencuci pakaian dan menyetrikanya. salah satunya adalah ayat yang sudah sangat sering kita baca : َ َ‫ن ع‬ ُ ‫جججلا‬ ‫مججلا‬ َ ‫مججنو‬ َ ‫ر‬ َ ّ ‫لجج ى الن‬ َ ِ ‫سججلاء ب‬ ُ ‫نوا‬ ّ َ‫ل ق‬ ّ ‫ال‬ َ ‫ضج‬ ‫جلا‬ ‫مج‬ ‫م عَل َج‬ َ ْ‫ه ب َع‬ ّ َ‫ف‬ َ ِ ‫ض وَب‬ ْ ُ ‫ض جه‬ ُ ‫ل الل ّج‬ ٍ ‫ج ى ب َعْج‬ 8 .

artinya adalah pakaian yang bersih. Memberi pakaian itu adalah kewajiban suami kepada istri.َ ‫قنوا ْ م‬ َ ‫م‬ ُ ‫ف‬ َ ‫أفن‬ ْ ِ‫نوال ِه‬ ْ ‫نأ‬ َ ‫م‬ ْ ِ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Dan kalau disebut makanan. bukan kewajiban istri kepada suami. An-Nisa' : 34) Ayat ini menegaskan bahwa kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada istri. artinya rumah dan segala isinya yang siap pakai dalam keadaan baik. 9 . mencuci. Memberikan tempat tinggal adalah kewajiban suami kepada istri. wangi. bukan kewajiban istri untuk memberi nafkah kepada suaminya. pada dasarnya membersihkan dan merapikan adalah tugas suami. Dan kalau disebut tempat tinggal. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Dan kalau disebut pakaian. menjemur dan menyetrikanya tentu menjadi kewajiban suami. Sehingga proses memasaknya bukan menjadi tugas dan tanggung-jawab istri. Memberi makan itu merupakan kewajiban suami kepada istri. bukan tugas istri. Sedangkan yang dimaksud dengan nafkah termasuk makanan minuman. Bila ada yang kotor dan berantakan. artinya bukan bahan mentah melainkan makanan yang siap disantap. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). Maka kalau baju itu kotor dan bau karena bekas dipakai. (QS. bukan kewajiban istri kepada suami. rapi siap dipakai. pakaian dan tempat tinggal.

Asma' memang wanita darah biru dari kalangan Bani Quraisy. Loh. yaitu kisah Sa'id bin Amir radhiyallahu 'anhu. suami Asma' memang tidak mampu menyediakan pembantu. Dan usai pengajian setelah Penulis di antar 10 . Ada pun kisah Fatimah puteri Rasulullah SAW yang bekerja tanpa pembantu. Namun ada banyak kajian menarik tentang kisah ini dan tidak semata-mata begitu saja bisa dijadikan dasar kewajiban wanita bekerja untuk suaminya.Kita temukan contoh real dari kehidupan Nabi SAW dan juga para shahabat tentang kewajiban suami kepada istri. kewajiban suami itu ditangani oleh sang pembantu. pria yang diangkat oleh Khalifah Umar menjadi gubernur di kota Himsh. Nah itulah. Abu Bakar. Dan ada juga kisah lain. dan oleh kebaikan sang mertua. Dalam hal ini. Sang gubernur ketika dikomplain penduduk Himsh gara-gara sering telat ngantor. Padahal Asma' binti Abu Bakar justru diberi pembantu rumah tangga. Tidak ada orang yang bisa disuruh untuk memasak buat istrinya. Siad bin Amir beralasan bahwa dirinya tidak punya pembantu. atau mencuci baju istrinya. kok kebalik? Kok bukan istrinya yang masak dan mencuci?. Karena semua itu bagian dari nafkah yang wajib diberikan suami kepada istri. tapi suami. ternyata yang berkewajiban memasak dan mencuci baju memang bukan istri. memang sering kali dijadikan hujjah kalangan yang mewajibkan wanita bekerja berkhidmat kepada suaminya.

melibatkan kedua belah pihak. di luar agenda. yaitu para suami dan para istri. Ketika Penulis sudah tiba di tanah air. sebagian ada yang mendukung apa yang Penulis sampaikan. Maksudnya agar para suami dan masing-masing istri bisa langsung melakukan konfirmasi atas apa yang telah disampaikan. Biasanya pengajian mereka dipisah. Oleh karena itu. guna membiayai 11 . Apalagi kalau bukan mendiskusikan hasil materi pengajian. yang menurut mereka telah berhasil membongkar mitos-mitos yang selama ini dianggap sebagai doktrin agama. masih banyak permintaan dari saudara-saudara kita di Qatar itu agar Penulis segera membuat tulisan dengan tema di atas. Hal yang nyaris mirip sama terjadi ketika Penulis diundang berceramah ke Hongkong. namun di spanduk memang terpampang tema besar acara hari itu : Istri Bukan Pembantu. tetapi khusus kali ini disatukan. dilengkapi dengan dalildalil serta rujukannya. Maklumlah. rupanya timbul kehebohan di kalangan jamaah ibu-ibu. Mereka terbang ke luar negeri untuk bekerja cari uang. namun tidak sedikit yang mempertanyakan dalil dan juga dasar hukum tentang materi itu. acara yang Penulis hadiri di Hongkong ini diselenggarakan oleh para tenaga kerja wanita. untuk sebuah diskusi interaktif. panita meminta Penulis untuk menyediakan waktu khusus. Meski acara itu dihadiri oleh empat penceramah yang berbeda.pulang ke penginapan. Ada pro dan kontra.

Maka tema Istri Bukan Pembantu barangkali dianggap sangat cocok dengan realitas kehidupan mereka. Dan sebagaimana yang terjadi di Qatar.kehidupan keluarga tercinta di tanah air. dan alhamdulillah akhirnya bisa terwujud dalam bentuk buku yang ada di tangan Anda saat ini. sepulang ke tanah air dari Hongkong. Selain itu juga perlu dibuat pembagian berdasarkan bab dan pasal. ada beberapa kerja yang harus ditunaikan. seperti mencantumkan rujukan sesuai dengan sumbernya. Sebab ketika menulis. Biasanya yang bekerja mencari nafkah para suami. Oleh karena desakan-desakan itulah akhirnya Penulis tergerak untuk memenuhinya. Para istri itulah tulang punggung keluarga. oleh karena itulah Penulis dihadirkan untuk berceramah dengan tema tersebut di Hongkong. Terakhir ketika Penulis menyampaikan kembali materi yang sama di Masjid Bintaro Jaya dalam kesempatan kuliah Dhuha. agar lebih sistematis dan bukan sekedar asal 12 . masuk begitu banyak permintaan agar Penulis membuatkan teks atau buku tentang materi tersebut. Sebab mereka sangat membutuhkan kajian seperti itu. tetapi yang terjadi para mereka adalah kebalikannya. Memang menulis itu lebih sulit dari pada menyampaikan secara lisan. yaitu suami dan anak-anak. khususnya terkait dengan dalil dan rujukannya. Jamaah dan pengurus sepakat meminta Penulis membuatkan hasil ceramah secara tertulis seusai yang telah disampaikan.

tidak seperti ketika berceramah yang bisa dengan mudah dilakukan secara spontanitas. Sehingga biar bagaimana pun tentu membutuhkan waktu dan konsentrasi tersendiri. Semoga shalawat dan salah tercurah kepada bagian Nabi Muhammad SAW. Untuk masalah judul buku. Amin. Penulis merasa judul ceramah yang biasa dipakai cocok untuk dijadikan judul buku ini dan tidak perlu diganti atau disesuaikan. Penulis tentu berterima-kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam tersusun dan terbitnya buku ini. Lc MA 13 . Semoga semua dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda. Jakarta Ahmad Sarwat.tulis.

..24 B.......................34 A............................................................... Membagi Harta Antar Istri..33 Bab 4 : Kewajiban Istri & Hak Suami ....................... Bermalam Bersama Istri.....30 E.......................Daftar Isi Pengantar...... Menyetubuhi..........5 Daftar Isi..............17 A............................... Penyerahan Diri.....22 Bab 3 : Kewajiban Suami & Hak Istri.........17 4................ Jumhur Ulama .24 A...... Memberi Mahar.................................20 Bab 2 : Perempuan Islam & Pembebasan.....15 Bab 1 : Pendapat 5 Mazhab Fiqih............................................ Memberi Nafkah.......................30 F.. Pendapat Yang Berbeda................34 15 ..................................................... Memberikan Pelayanan...........................26 C.28 D...................................................

....... Bepergian Dengan Istri..........................38 C..... Sebab Wajib Nafkah Bagi Suami.... Nilai Mahar....................... Memberi Izin Bepergian...61 F... Syarat Menerima Nafkah Bagi Istri................................. Pengertian...........................40 D............53 E...... Istimta’.......................................44 B..35 F.. Nilai Nafkah............................. Sebab Kebolehan........................47 E................ Pengertian...... Melayani Istri...... Mahar Yang Tidak Memberatkan................ Pahala..36 B......47 D.......................53 D............................................................................................................. Pengertian..........35 D......................... Peran Mahar...... Adab................................................................................47 F........ Masyru’iyah..............................35 C......53 F...................44 A..............................35 E................70 Penutup..................................................................................... Berbagai Keadaan Istri........... Izin Orang Lain Masuk Rumah............................................. Memberi Pelajaran Waktu Nusyudz...............................................52 B................................. Larangan Dalam Jima’ Yang Tidak Masyru’..........53 C........51 Bab 7 : Jima’......36 A... Masyru’iyah......47 G....35 Bab 5 : Mahar.................................................45 C.....B......................................................43 Bab 6 : Nafkah....................35 G......... Larangan Dalam Jima’ Yang Masyru’.......... Jenis Nafkah.............52 A...73 16 ..............................................................

kita akan menemukan bahwa pendapat mereka umumnya cenderung mengatakan bahwa para wanita tidak wajib melakukan semua pekerjaan pembantu. Jumhur Ulama Secara umum. A. Kalau pun hal itu ingin dikerjakan.Bab 1 : Pendapat 5 Mazhab Fiqih Dan kalau kita telusuri dalam kitab-kitab fiqih para ulama. Ternyata 4 mazhab besar plus satu mazhab lagi yaitu mazhab Dzahihiri semua sepakat mengatakan bahwa para istri pada hakikatnya tidak punya kewajiban untuk berkhidmat kepada suaminya. jumhur ulama cenderung sepakat bahwa tugas seorang istri bukan mengerjakan urusan rumah tangga. terutama mazhab-mazhab yang besar dan muktamad. tentu menjadi sebuah 17 .

Suami adalah pihak yang wajib berkhidmat. namun tetap kewajiban istri bukan berkhidmat. sebagaimana pendapat-pendapat yang bisa kita kumpulkan dari berbagai sumber fiqih Islam. Mazhab Al-Hanafiyah Al-Imam Al-Kasani dalam kitab Al-Badai' menyebutkan : Seandainya suami pulang bawa bahan pangan yang masih harus dimasak dan diolah. 1. Di dalam kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah fi Fiqhil Hanafiyah disebutkan : Seandainya seorang istri berkata. maka istri itu tidak boleh dipaksa untuk melakukannya. 2. Maka wajib atas suami untuk 18 . Suaminya diperintahkan untuk pulang membaca makanan yang siap santap. Dan suami harus memberinya makanan siap santap. atau menyediakan pembantu untuk memasak makanan.ibadah sunnah yang akan menambah nilai pahala baginya."Saya tidak mau masak dan membuat roti". Namun secara asasi. ada disebutkan : wajib atas suami berkhidmat (melayani) istrinya. lalu istrinya enggan unutk memasak dan mengolahnya. Meski suami memiliki keluasan rejeki sementara istrinya punya kemampuan untuk berkhidmat. maka istri itu tidak boleh dipaksa. tugas-tugas itu tidak dibebankan di atas pundak para istri. Mazhab Al-Malikiyah Di dalam kitab Asy-syarhul Kabir oleh AdDardir.

karena yang ditetapkan (dalam pernikahan) adalah kewajiban untuk memberi pelayanan seksual (istimta'). membuat roti. memasak. Mazhab As-Syafi'iyah Di dalam kitab Al-Majmu' Syarah AlMuhadzdzab. Ini merupakan nash Imam Ahmad rahimahullah. Mazhab Al-Hanabilah Seorang istri tidak diwajibkan untuk berkhidmat kepada suaminya. penulisnya Al-Imam An-Nawawi menyebutkan hal berikut : Tidak wajib atas istri berkhidmat untuk membuat roti. Mazhab Az-Zhahiri Dalam mazhab yang dipelopori oleh Daud Adz-Dzahiri ini. baik berupa mengadoni bahan makanan. mencuci dan bentuk khidmat lainnya. seperti memberi minum kuda atau memanen tanamannya. kita juga menemukan pendapat para ulamanya yang tegas menyatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi istri untuk mengadoni. Maka pelayanan dalam bentuk lain tidak wajib dilakukan oleh istri. dan yang sejenisnya. termasuk menyapu rumah. Suaminya itu tetap wajib menyediakan orang 19 . yang merupakan Syarah dari kitab Al-Muhadzdzab karya Abu Ishaq Asy-Syirazi rahimahullah. menimba air di sumur. memasak. sedangkan pelayanan lainnya tidak termasuk kewajiban. 3. memasak dan khidmat lain yang sejenisnya. 5. walau pun suaminya anak khalifah. 4.menyediakan pembantu buat istrinya. Karena aqadnya hanya kewajiban pelayanan seksual. membuat roti.

tapi lebih dari itu. menyapu. Kita bisa mafhum dengan pendapat Syeikh yang tinggal di Doha Qatar ini. Beliau cenderung tetap mengatakan bahwa wanita wajib berkhidmat di luar urusan seks kepada suaminya. baik untuk makan pagi maupun makan malam. Yang sering kali terjadi memang aneh. Dan memberi nafkah itu artinya bukan sekedar membiayai keperluan rumah tangga. Karena semua itu adalah imbal balik dari nafkah yang diberikan suami kepada mereka.yang bisa menyiapkan bagi istrinya makanan dan minuman yang siap santap. namun satu hal yang juga jangan dilupakan. suami 20 . Dan uang gaji itu harus di luar semua biaya kebutuhan rumah tangga. beliau tetap mewajibkan suami memberi nafkah kepada istrinya. para suami harus 'menggaji' para istri. Serta wajib menyediakan pelayan (pembantu) yang bekerja menyapu dan menyiapkan tempat tidur. Pendapat Yang Berbeda Namun kalau kita baca kitab Fiqih Kontemporer Dr. Dalam pandangan beliau. 4. di luar urusan kepentingan rumah tangga. Karena Allah SWT berfirman bahwa suami itu memberi nafkah kepada istrinya. mengepel dan membersihkan rumah. beliau agak kurang setuju dengan pendapat jumhur ulama ini. wanita wajib memasak. Yusuf Al-Qaradawi. Jadi para istri harus digaji dengan nilai yang pasti oleh suaminya.

asalkan istri juga harus dapat 'jatah gaji' yang pasti dari suami. tetap saja itu bukan lantas jadi hak istri. lalu semua kewajiban suami harus dibayarkan istri dari gaji itu. 21 . Kalau masih ada sisanya.menyerahkan gajinya kepada istri. Jadi pendapat Syeikh Al-Qaradawi itu bisa saja kita terima. Dan lebih celaka. istri yang harus berpikir tujuh keliling untuk mengatasinya. kalau kurang. di luar urusan kebutuhan rumah tangga.

itu pun masih harus 22 . yang masih primitif karena hak-hak wanita disana masih saja dikekang. mencuci. Mereka juga bukan jongos yang kerjanya apa saja mulai dari masak. bekerja dari mata melek di pagi hari. terus tidak berhenti bekerja sampai larut malam. ternyata Islam sangat memberikan ruang kepada wanita untuk bisa menikmati hidupnya. Sehingga tidak ada alasan buat para wanita muslimah untuk latah ikut-ikutan dengan gerakan wanita di barat. diberi.Bab 2 : Perempuan Islam & Pembebasan Kalau kita dalami kajian ini dengan benar. dimanjakan bahkan digaji. bersih-bersih. menyetrika. Seorang istri di rumah bukan pembantu yang bisa disuruh-suruh seenaknya. mengepel. Islam sudah sejak 14 abad yang lalu memposisikan istri sebagai makhuk yang harus dihargai. mengantar anak ke sekolah.

Kalau pun saat ini ibu-ibu melakukannya.melayani suami di ranjang. Dan semoga suami-suami ibu bisa lebih banyak lagi mengaji dan belajar agama Islam. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang teramat besar buat para ibu sekalian. lakukan dengan ikhlas. 23 . niatkan ibadah dan jangan lupa. Walau sebenarnya itu bukan kewajiban. saat badannya sudah kelelahan.

serta membagi segala sesuatu dengan yang adil dengan istri-istri yang lain bila memang ada. menyetubuhi. bermalam bersama istri.Bab 3 : Kewajiban Suami & Hak Istri Kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang suami kepada istrinya di satu sisi. tentu akan menjadi menjadi hak yang diterima istri di sisi lain. memberikan pelayanan tertentu. Keduanya berjalan berdampingan. A. yang ditetapkan ketika akad nikah 24 . Di antaranya adalah kewajiban untuk membayar mahar (mas kawin). nafkah. Memberi Mahar Mahar adalah harta bernilai nominal tertentu yang menjadi kewajiban suami dan menjadi hak istri.

Suami sudah tidak lagi menjadi pemilik. Dasar kewajiban untuk memberi mahar ini adalah firman Allah SWT : َ ُ ‫صد‬ ‫ن‬ ً َ ‫حل‬ ُ ‫وتآ‬ ْ ِ ‫ن فن‬ َ ّ ‫تنوا ْ الن‬ َ ‫سلاء‬ َ ‫إن ط ِب ْج‬ ّ ِ‫قلات ِه‬ َ ِ َ‫ة ف‬ ُ ُ ُ ً َ َ ‫عن‬ ‫نئيئججلا‬ ْ َ ‫ه فن‬ ٍ ‫ي‬ َ ‫م‬ ِ َ‫سلا فكلججنوهُ ه‬ ً ‫ف‬ ُ ْ ‫من‬ ّ ‫ء‬ ْ ‫ل َك‬ ْ ‫ش‬ ً ‫رئي‬ ‫ئلا‬ ّ ِ ‫م‬ Berikanlah mahar kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. maka sepenuhnya mahar itu menjadi milik istri. (QS. maka makanlah pemberian itu yang sedap lagi baik akibatnya. sehingga tidak boleh diminta kembali.dilakukan.(QS. An-Nisa:20) 25 . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati. sebagaimana firman Allah SWT : ْ ً ‫ش جئي‬ ْ ً ‫تلافن جلا‬ ُ ‫خج‬ ُ ‫خ‬ ُ ‫ئلا أ َت َأ‬ ُ ‫فَل َ ت َأ‬ َ ْ‫ه ب ُه‬ ِ ْ ‫ذوا‬ ْ َ ‫ه‬ ُ َ ‫ذوفن‬ ُ ‫من ْج‬ ً ‫بئينلا‬ ْ ِ ‫وَإ‬ ِ ‫م‬ ّ ً ‫ثملا‬ ْ َ َ ِ‫م إ‬ ُ ‫خ‬ ‫ل ى‬ ُ ‫ف ت َأ‬ َ ْ ‫وَك َئي‬ ُ ْ‫ض ى ب َع‬ َ ْ‫ه وَقَد ْ أف‬ ْ ُ ‫ضك‬ ُ َ ‫ذوفن‬ ً ‫لئي‬ ُ ‫من‬ ً ‫ثلا‬ َ ‫مئي‬ ‫ظلا‬ َ َ ‫ض وَأ‬ ِ َ‫قلا غ‬ ِ ‫ن‬ َ ْ ‫خذ‬ ّ ‫كم‬ ٍ ْ‫ب َع‬ Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali. An-Nisa: 4) Apabila mahar sudah ditetapkan dan disepakati. padahal sebagian kamu telah bergaul dengan yang lain sebagai suami-isteri. apalagi sudah diserahkan kepada istri. Dan mereka telah mengambil dari Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan dosa yang nyata ?.

Nafkah adalah harta pemberian suami kepada istri. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Memberi Nafkah Kewajiban suami yang kedua setelah memberi mahar kepada istrinya di awal pernikahan.(QS An-Nisa: 21) Pemberian mahar akan memberikan pengaruh besar pada tingkat keqowaman suami atas istri. Juga akan menguatkan hubungan pernikahan itu yang pada gilirannya akan melahirkan mawadah dan rohmah. yang seusai diberikan. adalah memberi nafkah secara rutin. menjadi milik istri. َ َ‫ن ع‬ َ ‫ضج‬ ُ ‫جلا‬ ‫ل‬ ّ َ‫ملا ف‬ َ ‫منو‬ َ ‫ر‬ َ ّ ‫ل ى الن‬ َ ِ ‫سلاء ب‬ ُ ‫نوا‬ ّ َ‫ل ق‬ ّ ‫ال‬ َ َ ْ ُ ‫ضه‬ ‫ن‬ ُ ‫ف‬ َ ‫ملا أفن‬ ِ ْ ‫قنوا‬ َ ْ‫ه ب َع‬ َ ِ ‫ض وَب‬ ُ ّ ‫الل‬ ْ ‫م‬ ٍ ْ‫م عَل ى ب َع‬ َ ‫م‬ ْ ِ‫نوال ِه‬ ْ ‫أ‬ َ ‫م‬ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. (QS An-Nisa : 34) B.kamu perjanjian yang kuat. Dasar atas perintah kepada suami untuk memberi nafkah kepada istrinya adalah firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW : Allah SWT berfirman : 26 . maka harta itu berubah status kepemilikannya.

(QS. juga tetap mendapat perintah untuk memberi nafkah.ُ ‫ن‬ ُ ‫ق‬ ‫ر‬ ِ ِ ‫سعَت‬ ِ ‫ة‬ ٍ َ‫سع‬ ِ ْ ‫ل ِئي ُن‬ َ ‫ن‬ َ ‫ذو‬ َ َ‫ه و‬ ْ ‫ف‬ َ ِ‫قججد‬ ْ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ه‬ َ ‫ملا تآ‬ ِ ‫ق‬ ِ ْ ‫ه فَل ْئي ُن‬ ِ ْ ‫عَل َئي‬ ْ ِ‫ه ر‬ ُ ّ ‫تلاهُ الل‬ ّ ‫م‬ ْ ‫ف‬ ُ ُ ‫زق‬ Wajiblah suami yang mampu untuk memberi nafkah menurut kemampuannya. ُ ْ‫منو‬ َ َ ‫وَع‬ ‫ن‬ ْ ِ‫ه ر‬ ْ ِ ‫ن وَك‬ ُ َ ‫لنودِ ل‬ َ ْ ‫ل ى ال‬ ّ ُ‫سنوَت ُه‬ ّ ُ‫زقُه‬ ‫ف‬ ِ ‫رو‬ َ ْ ‫بلال‬ ِ ُ ْ‫مع‬ Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. namun suami yang rizkinya tidak seberapa. (QS. AthThalaq : 7) Bukan hanya suami yang punya keluasan rizki saja yang Allah SWT perintahkan untuk memberi nafkah kepada istrinya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. AlBaqarah : 233) َ‫أ‬ َ ‫ن‬ ‫ج‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ت‬ ‫ن‬ ‫ك‬ ‫ج‬ ‫س‬ ‫ث‬ ‫ج‬ ‫ئي‬ ‫ح‬ ‫ن‬ ‫ج‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ه‬ ‫ننو‬ ‫ك‬ ‫ج‬ ‫س‬ ُ ُ ِ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ ْ ْ ْ ْ ّ ‫قنوا‬ ُ ّ ‫ضجججئي‬ ‫ضجججلا‬ ُ‫روه‬ َ ُ ‫ن ل ِت‬ َ ُ ‫م وَل َ ت‬ ْ ُ‫و‬ ْ ُ ‫ججججد ِك‬ ّ ّ َ ُ ُ ‫عَل َئيهن وإن ك‬ ‫قنوا‬ ُ ‫ف‬ ِ ْ ‫ل فَأفن‬ ِ َ ‫ن أول‬ َ ‫ت‬ ْ َِ ّ ِْ ْ ‫ح‬ ٍ ‫م‬ ّ ‫ن‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ن‬ َ َ ‫ت ى ئي‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ح‬ ّ ُ‫مل َه‬ َ ْ‫ضع‬ ّ ِ‫عَل َئي ْه‬ Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk 27 .

Jumhur ulama mengatakan hal itu menjadi kewajiban suatu. sedangkan mazhab Asy-Syafi’iyah mengatakan bahwa hukumnya bukan wajib tetapi sunnah. Artinya. sedikit ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin. yaitu saling menunaikan tugas kewajiban dan juga saling berhak menerimanya. Sehingga bila suami 28 . Wajib Jumhur ulama di antaranya mazhab AlHanafiyah. (QS.menyempitkan (hati) mereka. selain juga menjadi hak bagi suami mendapatkannya dari istrinya. Namun tentang status hukum bagi suami untuk menyetubuhi istrinya. Ath-Thalaq : 6) Rasulullah SAW bersabda : ُ ْ ‫ن ع َل َئي‬ ‫ن‬ ْ ِ‫م ر‬ ْ ِ ‫ن وَك‬ ْ ‫كجج‬ ُ ُ ‫زق‬ ُ َ ‫وَل‬ ّ ُ‫سججنوَت ُه‬ ّ ‫هجج‬ ّ ‫هجج‬ ‫ف‬ ِ ‫رو‬ َ ْ ‫بلال‬ ِ ُ ْ‫مع‬ Dan ada hak bagi mereka dan kewajiban bagi kalian untuk memberi rizki dan pakaian dengan makruf (HR. Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah sepakat menyebutkan bahwa menyetubuhi istri hukumnya wajib bagi suami. Dan jika mereka (istriistri yang sudah ditalak) itu sedang hamil. Muslim) C. Menyetubuhi Menyetubuhi istri adalah kewajiban suami kepada istrinya. kedua belah pihak punya hak dan kewajiban yang sama. 1.

Maka beliau bersabda : َ ْ ‫ك ع َل َئي‬ َ ‫ج‬ ‫قلا‬ ًّ‫ح ا‬ َ ‫ك‬ َ ِ‫ن ل‬ ّ ِ ‫وَإ‬ ِ ْ ‫زو‬ Dan istrimu punya hak atas dirimu (HR. kecuali atas izinnya. AdDaruquthuny) Selain itu Rasulullah SAW juga melarang seorang suami melakukan ‘azl ketika berhubungan.tidak menunaikan kewajibannya itu. kecuali bila istrinya memberi izin atau meridhainya. Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW ketika mendapati ada beberapa orang yang ingin puasa selamanya dan tidak mau menikah selamanya. Sebab ‘azl yang dilakukan suami tentu berdampak negatif bagi istri. Al-Baihaqi) 2. maka dia berdosa. (HR. Bukhari) Rasulullah SAW memerintahkan kepada Abu AdDarda’ untuk melakukannya dengan istrinya : َ َ َ ‫ت أ َهْل‬ ‫ك‬ ِ ْ ‫وائ‬ ْ َ ‫صل وَفن‬ ْ ‫ص‬ َ َ‫ر و‬ ُ َ‫ف‬ َ ‫م‬ ْ ِ ‫م وَأفْط‬ Puasalah tapi juga berbukalah. Sunnah Sedangkan dalam pandangan Mazhab Asy- 29 . ّ ‫صج‬ ‫ه‬ ‫سج‬ ِ ‫ه ع َل َئي ْج‬ ِ ‫جنول الل ّج‬ ُ ‫ر‬ ُ ‫ل ى الل ّج‬ َ ‫ه‬ َ َ ‫فن‬ َ ‫ه ى‬ ‫هلا‬ ِ ‫ر‬ ُ ْ ‫زل ال‬ ْ َ‫ن ع‬ َ َ‫و‬ َ ّ ‫سل‬ َ ِ ‫ة إ ِل ّ ب ِإ ِذ ْفن‬ ّ ‫ح‬ ْ َ‫م ع‬ Rasulullah SAW melarang melakukan ‘azl atas istri yang merdeka. Lakukan shalat malam tapi juga tidur. Dan datangilah istrimu. (HR.

jilid 3 hal. Sehingga suami tidak bersalah bila meninggalkan istrinya tanpa disetubuhi. Memberikan Pelayanan Memberi pelayanan atau berkhidmat menurut Jumhur ulama dan mazhab Adz-Dzahiri adalah kewajiban para suami kepada para istri. lalu istrinya enggan unutk memasak dan 1 Mughni Al-Muhtaj. melainkan sebagai hak suami atas istrinya. Namun rincian bentuk khidmat suami kepada istri adalah sebagai berikut : 1. D. Memberi pelayanan yang paling utama adalah dalam masalah makan dan minum. 251 30 .Syafi’iyah. melainkan hukumnya sunnah. Bermalam Bersama Istri E. Hal itu menjadi sebuah kerahiman buat istri. Mazhab al-Hanafi Al-Imam Al-Kasani dalam kitab Al-Badai' menyebutkan : Seandainya suami pulang bawa bahan pangan yang masih harus dimasak dan diolah. 1 Dalam hal ini Mazhab Asy-Syafi’iyah memandang bahwa menyetubuhi istri bukan sebagai kewajiban suami. Para istri sendiri pada hakikatnya tidak punya kewajiban untuk berkhidmat kepada suaminya. hukum atas suami menyetubuhi istri bukan merupakan kewajiban. menyetubuhi istri tetap dianggap perbuatan yang mulia dan disunnahkan. Namun dalam mazhab ini.

Dan suami harus memberinya makanan siap santan. baik berupa 31 . namun tetap kewajiban istri bukan berkhidmat. ada disebutkan : Tidak wajib atas istri berkhidmat untuk membuat roti. Maka wajib atas suami untuk menyediakan pembantu buat istrinya. memasak. maka istri itu tidak boleh dipaksa. Suaminya diperintahkan untuk pulang membaca makanan yang siap santap. Suami adalah pihak yang wajib berkhidmat. mencuci dan bentuk khidmat lainnya. maka istri itu tidak boleh dipaksa untuk melakukannya. Mazhab Maliki Di dalam kitab Asy-syarhul Kabir oleh AdDardir. atau menyediakan pembantu untuk memasak makanan. Meski suami memiliki keluasan rejeki sementara istrinya punya kemampuan untuk berkhidmat. karena yang ditetapkan (dalam pernikahan) adalah kewajiban untuk memberi pelayanan seksual (istimta').mengolahnya. Di dalam kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah fi Fiqhil Hanafiyah disebutkan : Seandainya seorang istri berkata. Mazhab Hanabilah Seorang istri tidak diwajibkan untuk berkhidmat kepada suaminya. 3. 2. Mazhab As-Syafi'i Di dalam kitab Al-Majmu' Syarah AlMuhadzdzab karya Abu Ishaq Asy-Syirazi rahimahullah. 4."Saya tidak mau masak dan membuat roti". ada disebutkan : wajib atas suami berkhidmat (melayani) istrinya. sedangkan pelayanan lainnya tidak termasuk kewajiban.

5. Serta wajib menyediakan pelayan (pembantu) yang bekerja menyapu dan menyiapkan tempat tidur. kita juga menemukan pendapat para ulamanya yang tegas menyatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi istri untuk mengadoni. seperti memberi minum kuda atau memanen tanamannya. dan yang sejenisnya. Al-Qaradawi Namun kalau kita baca kitab Fiqih Kontemporer Dr. 6. memasak dan khidmat lain yang sejenisnya. walau pun suaminya anak khalifah. beliau agak kurang setuju dengan pendapat jumhur ulama ini. wanita wajib memasak. memasak. membuat roti. Mazhab Az-Zhahiri Dalam mazhab yang dipelopori oleh Daud Adz-Dzahiri ini. Beliau cenderung tetap mengatakan bahwa wanita wajib berkihdmat di luar urusan seks kepada suaminya. Karena aqadnya hanya kewajiban pelayanan seksual. mengepel dan membersihkan rumah. Ini merupakan nash Imam Ahmad rahimahullah. Suaminya itu tetap wajib menyediakan orang yang bisa menyiapkan bagi istrinya makanan dan minuman yang siap santap. Yusuf Al-Qaradawi. menimba air di sumur. baik untuk makan pagi maupun makan malam. menyapu. termasuk menyapu rumah. 32 . Karena semua itu adalah imbal balik dari nafkah yang diberikan suami kepada mereka. Dalam pandangan beliau.mengadoni bahan makanan. Maka pelayanan dalam bentuk lain tidak wajib dilakukan oleh istri. membuat roti.

di luar urusan kepentingan rumah tangga. asalkan istri juga harus dapat 'jatah gaji' yang pasti dari suami. Karena Allah SWT berfirman bahwa suami itu memberi nafkah kepada istrinya. suami menyerahkan gajinya kepada istri. Kalau masih ada sisanya. Yang sering kali terjadi memang aneh. namun satu hal yang juga jangan dilupakan. di luar urusan kebutuhan rumah tangga. tetap saja itu bukan lantas jadi hak istri. tapi lebih dari itu. para suami harus 'menggaji' para istri. F. Jadi para istri harus digaji dengan nilai yang pasti oleh suaminya. Jadi pendapat Syeikh Al-Qaradawi itu bisa saja kita terima. Dan uang gaji itu harus di luar semua biaya kebutuhan rumah tangga. lalu semua kewajiban suami harus dibayarkan istri dari gaji itu.Kita bisa mafhum dengan pendapat Syeikh yang tinggal di Doha Qatar ini. Dan lebih celaka. beliau tetap mewajibkan suami memberi nafkah kepada istrinya. Membagi Harta Antar Istri 33 . istri yang harus berpikir tujuh keliling untuk mengatasinya. Dan memberi nafkah itu artinya bukan sekedar membiayai keperluan rumah tangga. kalau kurang.

maka dalam bab ini kita akan membahas lebih lanjut. Penyerahan Diri Kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang istri dan menjadi hak suaminya adalah 34 . A. yaitu tentang kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang istri di satu sisi yang tentunya menjadi hak yang diterima suami di sisi lain. Dan keduanya berjalan berdampingan. tidak bisa saling terpisah antara kewajiban istri dan hak suami.Bab 4 : Kewajiban Istri & Hak Suami Kalau pada bab sebelumnya kita bicara tentang kewajiban suami yang menjadi hak istri.

Melayani Istri G. Memberi Pelajaran Waktu Nusyudz D.B. Istimta’ C. Bepergian Dengan Istri 35 . Memberi Izin Bepergian E. Izin Orang Lain Masuk Rumah F.

2. Mazhab Al-Hanafiyah mendefinisikan mahar sebagai : َ ‫كججلا‬ َ ‫قه المججرأ‬ َ ‫و‬ ‫ن‬ ‫ال‬ ‫د‬ ‫قجج‬ ْ ‫ع‬ ‫ب‬ ‫ة‬ ُ ِ َ ‫سججت‬ ّ ِ َ ْ َ ‫مججلا ت‬ ِ َ ْ َ ُ ّ ‫ح‬ ِ ‫حأ‬ ِ ْ َ‫النو‬ ِ ‫ط‬ ‫ء‬ 36 . Pengertian 1.Bab 5 : Mahar A. Istilah Secara bahasa. kata mahar (‫هر‬ َ ) bermakna : ْ ‫م‬ Tiap-tiap ulama punya definisi tersendiri yang berbeda satu sama lain tentang defisni mahar. Bahasa َ ِ‫ج إ‬ ْ َ‫ه ب ِع‬ ِ ‫ج‬ ِ‫قججد‬ ِ ‫تجج‬ َ ْ ‫زو‬ َ ‫لجج ى‬ ُ ْ ‫زو‬ ّ ‫ه الجج‬ َ ‫مججلا‬ ُ ُ‫ئيججد ْفَع‬ َ ‫ج‬ ّ ‫ال‬ َ ‫ز‬ ِ ‫وا‬ Harta yang diberikan oleh suami kepada istri terkait dengan akad nikah.

Baik mahar itu disebutkan dalam akad. yaitu 37 . Mazhab Al-Malikiyah mendefinisikan mahar sebagai : ُ َ ‫جع‬ ‫ع‬ ِ ‫ل‬ َ ‫م‬ ِ َ ‫ي فن‬ َ ْ ‫زو‬ ّ ‫لل‬ ْ َ ‫ملا ئي‬ ْ ِ ‫ر ال‬ ْ ِ ‫سججت‬ َ ِ ‫ظئيجج‬ ِ ‫جةِ ف‬ ِ ‫تلا‬ ‫هلا‬ َ ِ‫ب‬ Harta yang diserahkan kepada istri sebagai imbalan atas kehalalan menyetubuhinya. ataupun diwajibkan setelahnya dengan keridhaan kedua belah pihak. 3. atau lewat pemerintah (al-hakim). Istilah Yang Sepadan Selain digunakan istilah mahar. Mazhab Asy-Syafi'iyah mendefinisikan mahar sebagai : Mazhab Al-Hanabilah mendefinisikan mahar sebagai : َ ّ ‫ي الن‬ ‫ح‬ ُ َ‫العِنو‬ ِ ‫ضف‬ ِ ‫كلا‬ Imbalan atas pernikahan Maksudnya mahar adalah harta yang diberikan oleh suami kepada istri sebagai imbalan (pengganti) dari telah dinikahi. juga ada beberapa istilah lain yang maknanya sama. َ ٍ ‫ط‬ َ ‫كلا‬ ْ َ‫و و‬ ‫ع‬ ْ َ‫و ت‬ ِ ‫نوئي‬ ْ ُ‫ت ب‬ َ ‫ج‬ َ َ‫ملا و‬ َ ْ ‫ءأ‬ ْ ‫حأ‬ ِ ‫ف‬ ٍ ‫ضجج‬ ٍ َ ِ ‫ب ب ِن‬ ‫را‬ ً ْ‫قَه‬ Harta yang wajib diserahkan karena sebab nikah.Harta yang menjadi hak seorang wanita karena dinikahkan atau hubungan seksual. hubungan seksual atau hilangnya keperawanan.

Islam menjadikan mahar itu menjadi kewajiban kepada wanita dan bukan kepada 38 . Peran Mahar Salah satu bentuk pemuliaan Islam kepada seorang wanita adalah pemberian mahar saat menikahinya.:          Shadaq (‫داق‬ َ ‫ص‬ َ ) Nihlah (‫حلة‬ ْ ِ ‫)فن‬ Ajr (‫)أجر‬ Faridhah (‫)فرئيضة‬ Hiba’ (‫بلاء‬ ِ ) َ‫ح‬ ‘Uqr (‫قر‬ ْ ُ ‫)ع‬ ‘Alaiq (‫)علئق‬ Thaul (‫نول‬ ْ َ ‫)ط‬ Nikah (‫)فنكلاح‬ B. Sedangkan pengantin wanita tidak punya hak sedikitpun atas mahar itu dan tidak bisa membelanjakannya. Dahulu di zaman jahiliah wanita tidak memiliki hak untuk dimiliki sehingga urusan mahar sangat bergantung kepada walinya. Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Walinya itulah yang kemudian menentukan mahar. menerimanya dan juga membelanjakannya untuk dirinya sendiri. Maka datanglah Islam menyelesaikan permasalahan ini dan melepaskan beban serta mewajibkan untuk memberikan mahar kepada wanita.

َ ُ ‫صد‬ ‫ن‬ ً َ ‫حل‬ ُ ‫وتآ‬ ْ ِ ‫ن فن‬ َ ّ ‫تنوا ْ الن‬ َ ‫سلاء‬ َ ‫إن ط ِب ْج‬ ّ ِ‫قلات ِه‬ َ ِ َ‫ة ف‬ ُ ُ ‫سلا فَك‬ ً ‫نئي‬ َ ‫عن‬ ‫ئججلا‬ ْ َ ‫ه فن‬ ٍ ‫ي‬ َ ‫م‬ ِ َ‫لججنوهُ ه‬ ً ‫ف‬ ُ ْ ‫من‬ ّ ‫ء‬ ْ ُ ‫ل َك‬ ْ ‫ش‬ ً ‫رئي‬ ‫ئلا‬ ّ ِ ‫م‬ Berikanlah maskawin kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan . An-Nisa:20) ْ َ َ ِ‫م إ‬ ُ ‫خ‬ ‫ل ى‬ ُ ‫ف ت َأ‬ َ ْ ‫وَك َئي‬ ُ ْ‫ض ى ب َع‬ َ ْ‫ه وَقَد ْ أف‬ ْ ُ ‫ضك‬ ُ َ ‫ذوفن‬ ً ‫لئي‬ ُ ‫من‬ ً ‫ثلا‬ َ ‫مئي‬ ‫ظلا‬ َ َ ‫ض وَأ‬ ِ َ‫قلا غ‬ ِ ‫ن‬ َ ْ ‫خذ‬ ّ ‫كم‬ ٍ ْ‫ب َع‬ Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali. Dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.(QS.(QS An-Nisa: 21) Pemberian mahar akan memberikan pengaruh besar pada tingkat keqowaman suami 39 . (QS. AnNisa: 4) َ ‫وإن أ‬ َ َ ‫ج‬ ‫و‬ ‫ز‬ ‫ن‬ ‫كججلا‬ ‫م‬ ‫ج‬ ‫و‬ ‫ز‬ ‫ل‬ ‫دا‬ ‫ب‬ ‫ت‬ ‫سجج‬ ‫ا‬ ‫م‬ ‫تجج‬ ‫رد‬ ِ ّ َ َ َ َ ْ ْ َِ ْ ّ ُ ْ ْ َ ٍ ٍ ْ ْ َ ُ ‫خ‬ ‫ه‬ ُ ‫را فَل َ ت َأ‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ذوا‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ح‬ ْ ِ‫م إ‬ ُ ‫نجج‬ ْ ُ ‫وتآت َئي ْت‬ ً ‫قنطلا‬ ّ ُ‫داه‬ َ ْ َ ً ‫بئينلا‬ ً ْ ‫شئي‬ ْ ِ ‫تلافنلا ً وَإ‬ ُ ‫خ‬ َ ُ ‫ئلا أت َأ‬ َ ْ‫ه ب ُه‬ ِ ‫م‬ ّ ً ‫ثملا‬ ُ َ ‫ذوفن‬ Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain . maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. maka makanlah pemberian itu yang sedap lagi baik akibatnya. padahal sebagian kamu telah bergaul dengan yang lain sebagai suami-isteri. sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan dosa yang nyata ?.ayahnya. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati.

atas istri. Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa minimal mahar itu 3 dirham. Dan bila dicermati secara umum. sebagian dari mereka kaya dan sebagian besar miskin. Juga akan menguatkan hubungan pernikahan itu yang pada gilirannya akan melahirkan mawadah dan rohmah. Barangkali karena kenyataannya bahwa manusia itu berbeda-beda tingkat ekonominya.Hanafiyah berpendapat bahwa minimal mahar itu adalah 10 dirham. Meskipun demikian sebagian ulama mengatakan tidak ada batas minimal dengan mahar. Maka berapakah harga mahar yang harus dibayarkan seorang calon suami kepada calon 40 . (QS An-Nisa : 34) C. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. َ َ‫ن ع‬ َ ‫ضج‬ ُ ‫جلا‬ ‫ل‬ ّ َ‫ملا ف‬ َ ‫منو‬ َ ‫ر‬ َ ّ ‫ل ى الن‬ َ ِ ‫سلاء ب‬ ُ ‫نوا‬ ّ َ‫ل ق‬ ّ ‫ال‬ َ َ ْ ُ ‫ضه‬ ‫ن‬ ُ ‫ف‬ َ ‫ملا أفن‬ ِ ْ ‫قنوا‬ َ ْ‫ه ب َع‬ َ ِ ‫ض وَب‬ ُ ّ ‫الل‬ ْ ‫م‬ ٍ ْ‫م عَل ى ب َع‬ َ ‫م‬ ْ ِ‫نوال ِه‬ ْ ‫أ‬ َ ‫م‬ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ada orang mempunyai harta melebihi kebutuhan hidupnya dan sebaliknya ada juga yang tidak mampu memenuhinya. nash-nash hadits telah datang kepada kita dengan gambaran yang seolah tidak mempedulikan batas minimal mahar dan juga tidak batas maksimalnya. Nilai Mahar Secara fiqhiyah. kalangan Al.

sebutir korma."Ya Rasulullah kuserahkan diriku untukmu". Ahmad 3/445. 1." Rela". Maka Islam membolehkan mahar dalam bentuk cincin dari besi. Dia menjawab. Sepasang Sendal Dari Amir bin Robi'ah bahwa seorang wanita dari bani Fazarah menikah dengan mas kawin sepasang sendal. Banyak sekali nash syariah yang memberi isyarat tentang tidak ada batasnya minimal nilai mahar dalam bentuk nominal. "Relakah kau dinikahi jiwa dan hartamu dengan sepasang sendal ini?". 41 . Yang penting kedua belah pihak ridho dan rela atas mahar itu. carilah sesuatu". Kecuali hanya menyebutkan bahwa mahar haruslah sesuatu yang punya nilai tanpa melihat besar dan kecilnya. Maka Rasulullahpun membolehkannya (HR." aku tidak mendapatkan sesuatupun". Dia berkata. Tirmidzi 113. 2." Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? dia berkata. Lalu Rasulullah SAW bertanya."bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi. Ibnu madjah 1888). Wanita itu berdiri lama lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata. Hafalan Quran Dari Sahal bin Sa'ad bahwa nabi SAW didatangi seorang wanita yang berkata. jasa mengajarkan bacaan qur'an atau yang sejenisnya. Rasulullah berkata.istrinya sangat ditentukan dari kemampuannya atau kondisi ekonominya. "Tidak kecuali hanya sarungku ini" Nabi menjawab." Ya Rasulullah kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya".

Berkatalah Nabi. Tidak Dalam Bentuk Apa-apa Bahkan diriwayatkan bahwa ada seorang wanita rela tidak mendapatkan mahar dalam bentuk benda atau jasa yang bisa dimiliki. lelaki sepertimu tidak mungkin ditolak lamarannya. Aku tidak akan menuntut lainnya". Semua hadist tadi menunjukkan bahwa boleh hukumnya mahar itu sesuatu yang murah atau dalam bentuk jasa yang bermanfaat. Dia mencarinya lagi dan tidak juga mendapatkan apaapa. Lalu Nabi berkata lagi."Ya surat ini dan itu" sambil menyebutkan surat yang dihafalnya. sayangnya kamu kafir sedangkan saya muslimah. " Carilah walau cincin dari besi". Tidak halal bagiku untuk menikah denganmu. keislamanmu bisa menjadi mahar untukku. keIslamanannya itu menjadi mahara untuknya." Demi Allah. 3. Tapi kalau kamu masuk Islam. Maka jadilah keislaman Abu Tholhah sebagai mahar dalam pernikahannya itu.Rasulullah berkata." Apakah kamu menghafal qur'an?". (HR Nasa'i 6/ 114). lalu waita itu rela dinikahi tanpa pemberian apa-apa. Dalam beberapa riwayat yang disebutkan bahwa beliau bersabda : Ajarilah dia Al-Quran shahih Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa jumlah ayat yang diajarkannya itu adalah 20 ayat. Dia menjawab."Aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar hafalan qur'anmu" (HR Bukhori Muslim). Cukup baginya suaminya yang tadinya masih non muslim itu untuk masuk Islam. Atau dengan kata lain. Dari Anas bahwa Aba Tholhah meminang Ummu Sulaim lalu Ummu Sulaim berkata. 42 .

Tak seorangpun yang berhak menghalangi keinginan wanita itu bila dia menginginkan mahar yang mahal. Kemudian Umar kembali naik mimbar. Mahar Yang Tidak Memberatkan Meskipun demikian tentu saja tetap lebih baik tidak memaharkan harga mahar."Sebelumnya aku melarang kalian untuk menerima mahar lebih dari 400 dirham. Namun segera saja dia menerima protes dari para wanita dan memperingatkannya dengan sebuah ayat qur'an. ternyata orang -orang lebih faqih dari Umar"."Allahumma afwan. D." Nikah yang paling besar barokahnya itu adalah yang murah maharnya" (HR Ahmad 6/145) 43 . Sehingga Umar pun tersentak kaget dan berkata. Karena Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist: Dari Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda.Demikian pula dalam batas maksimal tidak ada batasannya sehingga seorang wanita juga berhak untuk meminta mahar yang tinggi dan mahal jika memang itu kehendaknya. Bahkan ketika Umar Bin Khattab Ra berinisiatif memberikan batas maksimal untuk masalah mahar saat beliau bicara diatas mimbar. Beliau menyebutkan maksimal mahar itu adalah 400 dirham. sekarang silahkan lakukan sekehendak anda".

Bab 6 : Nafkah A. Dan nafkah juga berarti musnah ( ‫)فنججي‬. artinya telah kering. kata nafkah berasal dari unsur serapan dari bahasa Arab yaitu nafaq ( ‫)فنفق‬. Dikatakan dalam ungkapan : ّ ‫ق ال‬ ‫ي‬ ً ‫ف‬ َ َ ‫يءُ فن‬ َ َ ‫فن‬ َ ‫ف‬ َ ِ ‫قلا فَن‬ ْ ‫ش‬ 44 . yang berarti kering. Kata nafaqah (‫ )فنفقججة‬dalam bentuk jamak menjadi nifaq (‫)فنفلاق‬. sebagaimana kata raqabah (‫ )رقبة‬dalam bentuk jamak menjadi riqab (‫)رقلاب‬. Pengertian 1. Bahasa Secara etimologis. Dikatakan : ‫ت‬ ً ‫ف‬ َ َ ‫م فن‬ َ ‫ف‬ َ َ ‫فن‬ ِ َ ‫ فن‬: ‫قلا‬ ِ ‫ق‬ ْ َ ‫فد‬ ُ ِ‫راه‬ َ ّ ‫ت الد‬ Dirham-dirham itu telah nafaq.

Masyru’iyah Seluruh ulama sepakat bahwa seorang suami diwajibkan untuk memberi nafkah kepada istrinya. Ada banyak dalil yang menjadi dasar masyru’iyah atas kewajiban memberi nafkah yang dibebankan syariat pada pundak seorang suami. Istilah Secara istilah. Al-Quran Allah SWT berfirman : ُ ‫ن‬ ُ ‫ق‬ ‫ر‬ ِ ِ ‫سعَت‬ ِ ‫ة‬ ٍ َ‫سع‬ ِ ْ ‫ل ِئي ُن‬ َ ‫ن‬ َ ‫ذو‬ َ َ‫ه و‬ ْ ‫ف‬ َ ِ‫قججد‬ ْ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ه‬ َ ‫ملا تآ‬ ِ ‫ق‬ ِ ْ ‫ه فَل ْئي ُن‬ ِ ْ ‫عَل َئي‬ ْ ِ‫ه ر‬ ُ ّ ‫تلاهُ الل‬ ّ ‫م‬ ْ ‫ف‬ ُ ُ ‫زق‬ Wajiblah suami yang mampu untuk memberi nafkah menurut kemampuannya. seorang istri berhak untuk mendapatkan nafkah dari suaminya. AthThalaq : 7) Bukan hanya suami yang punya keluasan 45 . (QS. maksudnya telah musnah. 2. Dan di sisi lain. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. di antaranya : 1. kata nafkah bermakna : ‫ن‬ ‫حج‬ ‫معْت َج‬ ِ َ ‫جلال ال ْد‬ ِ ‫ملا ب ِج‬ َ ‫دو‬ ُ ‫ي‬ َ ٌ ‫جلاد‬ ٌ ‫نوا‬ ُ ‫م‬ َ ّ ‫مج‬ ّ ‫ه قَ ج‬ ‫ف‬ ٍ ‫ر‬ َ َ ‫س‬ Sesuatu yang dengannya tegak keadaan manusia tanpa B.Sesuatu telah mengalami nafaqa.

juga tetap mendapat perintah untuk memberi nafkah. AlBaqarah : 233) َ ‫ن‬ ُ ‫حئي ْج‬ ِ ‫م‬ ِ ‫ن‬ ُ ِ ‫س جك‬ َ ‫ن‬ َ ‫ث‬ ْ ‫أ‬ ْ ُ ‫س جك َن ْت‬ ْ ‫مج‬ ْ ‫مج‬ ّ ُ‫ننوه‬ ‫قنوا‬ ُ ّ ‫ضجججئي‬ ‫ضجججلا‬ ُ‫روه‬ َ ُ ‫ن ل ِت‬ َ ُ ‫م وَل َ ت‬ ْ ُ‫و‬ ْ ُ ‫ججججد ِك‬ ّ ّ َ ُ ُ ‫عَل َئيهن وإن ك‬ ‫قنوا‬ ُ ‫ف‬ ِ ْ ‫ل فَأفن‬ ِ َ ‫ن أول‬ َ ‫ت‬ ْ َِ ّ ِْ ْ ‫ح‬ ٍ ‫م‬ ّ ‫ن‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ن‬ َ َ ‫ت ى ئي‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ح‬ ّ ُ‫مل َه‬ َ ْ‫ضع‬ ّ ِ‫عَل َئي ْه‬ Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Ath-Thalaq : 6) 2. As-Sunnah ُ ْ ‫ن ع َل َئي‬ ‫ن‬ ْ ِ‫م ر‬ ْ ِ ‫ن وَك‬ ْ ‫كجج‬ ُ ُ ‫زق‬ ُ َ ‫وَل‬ ّ ُ‫سججنوَت ُه‬ ّ ‫هجج‬ ّ ‫هجج‬ ‫ف‬ ِ ‫رو‬ َ ْ ‫بلال‬ ِ ُ ْ‫مع‬ 46 . ُ ْ‫منو‬ َ َ ‫وَع‬ ‫ن‬ ْ ِ‫ه ر‬ ْ ِ ‫ن وَك‬ ُ َ ‫لنودِ ل‬ َ ْ ‫ل ى ال‬ ّ ُ‫سنوَت ُه‬ ّ ُ‫زقُه‬ ‫ف‬ ِ ‫رو‬ َ ْ ‫بلال‬ ِ ُ ْ‫مع‬ Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin. (QS. Dan jika mereka (istriistri yang sudah ditalak) itu sedang hamil. namun suami yang rizkinya tidak seberapa.rizki saja yang Allah SWT perintahkan untuk memberi nafkah kepada istrinya. (QS.

Syarat Menerima Nafkah Bagi Istri E. Pendapat Keempat F. Tamkin 3.Dan ada hak bagi mereka dan kewajiban bagi kalian untuk memberi rizki dan pakaian dengan makruf (HR. Pendapat Pertama 2. Istihqaq Al-Habs 2. yang namanya nafkah suami kepada istrinya tidak akan lepas dari segala apa yang bisa menopang hidup 47 . Sebab Wajib Nafkah Bagi Suami 1. Muslim) C. Nilai Nafkah 1. Pendapat Kedua 3. Pendapat Ketiga 4. Jenis Nafkah Kalau dilihat dari bentuknya. Akad dan Tamkin D.

Tanpa ketiganya. Suami diwajibkan memberi pakaian buat istrinya. Al-Quran Al-Karim menyebutkan kewajiban suami untuk memberi pakaian kepada istrinya. Pakaian Bentuk nafkah yang kedua buat istri setelah urusan perut adalah kewajiban memberi pakaian. pakaian dan tempat tinggal. Makanan 2. serta menahan dirinya dari cuaca. 1. baik musim panas atau musim dingin. yang cukup untuk menutup aurat. Secara eksplisit.seorang istri. Dan yang paling esensial tentu adalah makanan. ُ ْ ‫ن ع َل َئي‬ ‫ن‬ ْ ِ‫م ر‬ ْ ِ ‫ن وَك‬ ْ ‫كجج‬ ُ ُ ‫زق‬ ُ َ ‫وَل‬ ّ ُ‫سججنوَت ُه‬ ّ ‫هجج‬ ّ ‫هجج‬ ‫ف‬ ِ ‫رو‬ َ ْ ‫بلال‬ ِ ُ ْ‫مع‬ Dan ada hak bagi mereka dan kewajiban bagi kalian untuk memberi rizki dan pakaian dengan makruf (HR. Muslim) Hadits nabawi juga menyebut hal itu : َ ‫قه جن ع َل َئيك ُج‬ ‫ن‬ ُ ‫سج‬ ِ ‫ح‬ ْ ُ‫ن ت‬ ْ ‫مأ‬ َ َ‫و‬ ْ ْ ّ ‫ننوا إ ِل َئي ْهِ ج‬ ّ ُ ّ ‫ح‬ ‫ن‬ ِ ‫علا‬ ِ َ َ ‫ن وَط‬ ْ ِ ‫في ك‬ ّ ِ ‫مه‬ ّ ِ‫سنوَت ِه‬ Dan hak istri yang merupakan kewajiban atas kalian adalah berbuat ihsan kepada mereka dalam hal 48 . seseorang tidak bisa hidup normal.

jilid 7 hal. jilid 9 hal. karena hal itu merupakan adat atau kebiasaan yang berlaku umum dimana-mana. Termasuk ke dalam kewajiban memberi nafkah pakaian adalah merawat pakaian tersebut apabila telah robek atau usang dengan tambalan atau pun menggantinya dengan pakaian yang baru. Yang juga termasuk ke dalam katergori memberi pakaian buat istri adalah 2 3 Raudhatut-Thalibin. 2 Sedangkan mazhab Al-Hanabilah menyebutkan minimal suami memberi pakaian kepada istrinya setahun sekali.Tirmizy) ّ ‫ل ى ال‬ ّ ‫صجج‬ َ َ‫و‬ :‫م‬ ِ ‫ئيجج‬ ِ ِ ‫قججنوْل‬ ْ َ ‫ه عَل‬ َ َ‫ه و‬ َ ّ ‫سججل‬ ُ ‫لجج‬ َ ‫ه‬ ُ ْ ‫ن ع َل َئي‬ ‫ن‬ ْ ِ‫م ر‬ ْ ِ ‫ن وَك‬ ْ ‫كجج‬ ُ ُ ‫زق‬ ُ َ ‫وَل‬ ّ ُ‫سججنوَت ُه‬ ّ ‫هجج‬ ّ ‫هجج‬ ‫ف‬ ِ ‫رو‬ َ ْ ‫بلال‬ ِ ُ ْ‫مع‬ Dan hak istri yang merupakan kewajiban atas kalian adalah memberi rizki dan makanan kepada mereka dengan makruf (HR.pakaian dan makanan mereka. (HR. bisa dengan dengan cara suami membuat sendiri dengan menjahit pakaian untuk istrinya.Muslim) Mazhab Asy-Syafi’iyah menyebutkan seorang suami diwajibkan memberi pakaian kepada istrinya minimal 6 bulan sekali. pakaian bisa dengan mudah dibeli yang sudah jadi. 47 Al-Mughni. atau pun di masa indstri sekarang ini. 3 Bentuk teknis dari memberi pakaian itu bisa bermacam-macam. 568 49 .

membersihkan dan mencucinya. Sehingga pada dasarnya mencuci pakaian istri adalah kewajiban suami, manakala istrinya bukan termasuk orang yang bisa mencuci bajunya sendiri. Dan kalau suaminya tidak sempat mencucikan baju untuk istrinya, maka suaminya berkewajiban untuk membayar orang lain untuk mencucikan baju untuk istrinya.
3. Tempat Tinggal

Bentuk kewajiban memberi nafkah yang ketiga buat istri adalah memberi tempat tinggal. Kewajiban ini didasarkan pada firman Allah SWT :

َ ‫ن‬ ُ ‫حئي ْج‬ ِ ‫م‬ ِ ‫ن‬ ُ ِ ‫س جك‬ َ ‫ن‬ َ ‫ث‬ ْ ‫أ‬ ْ ُ ‫س جك َن ْت‬ ْ ‫مج‬ ْ ‫مج‬ ّ ُ‫ننوه‬ ‫م‬ ْ ُ‫و‬ ْ ُ ‫جد ِك‬
Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu. (QS. AthThalaq : 6)

Sebenarnya ayat ini diperuntukkan buat istri yang ditalak tetapi masih dalam masa iddah. Namun kenapa dalil ini yang digunakan, logikanya adalah kalau istri yang sudah ditalak saja masih wajib bagi suami untuk menempatkan istrinya di dalam rumahnya, maka apalagi buat istri yang tidak ditalak, tentu kewajibannya jauh lebih utama. Sedangkan dalil yang sifatnya umum dalam memberikan tempat tinggal buat istri adalah ayat berikut :

50

‫ف‬ َ َ‫و‬ ِ ‫علا‬ ِ ‫رو‬ َ ْ ‫بلال‬ ِ ‫ن‬ ُ ْ‫مع‬ ّ ُ‫روه‬ ُ ‫ش‬
Dan pergaulilah mereka dengan cara yang makruf. (QS. Ath-Thalaq : 6)

Pengertian dari istilah pergauli dengan cara yang makruf adalah memberi fasilitas tempat tinggal yang layak untuk istri.
4. Parfum dan Alat Kecantikan 5. Pengobatan 6. Menyediakan Pembantu dan Upahnya a. Syarat Pembantu

G. Berbagai Keadaan Istri
1. Di Bawah Umur 2. Sakit 3. Terpenjara 4. Ghaib 5. Mafqud 6. Nusyudz 7. Dalam Masa Iddah

51

Bab 7 : Jima’

Salah satu dari tujuan pernikahan yang menjadi judul besar buku ini adalah dihalalkannya jima' antara suami dan istri. Pada kenyataannya, dalam ilmu fiqih, jima' bukan hanya sekedar menjadi kebolehan, bahkan juga menjadi sesuatu yang dijadikan bagian dari ibadah kepada Allah SWT, baik dengan hukum sunnah atau pun dengan hukum wajib. Oleh karena tidak lengkap rasanya kalau buku ini tidak mengangkat topik khusus tenang jima' dalam satu bab tersendiri, agar kita dapat mengupas semua detail hukum syariah yang terkait dengan jima'. A. Pengertian Secara bahasa, kata jima' punya bentuk dasar dari kata jaama'a (‫)جلامع‬, yang tiga huruf dasarnya adalah jim mim 'ain.

52

B. baik sampai keluar mani atau tidak. apabila dilakukan sesuai dengan adabadabnya.Sedangkan secara istilah dalam ilmu fiqih. Adab Syariat Islam memberikan beberapa adab yang menjadikan jima' itu bukan sekedar kesenangan. Masyru’iyah C. ada beberapa istilah yang maknanya adalah jima'. dimana kemaluan suami masuk ke dalam kemaluan istri. jilid 5 hal. Para ulama yang membuat definisi jima’. baik seluruhnya atau sebagiannya. jima' adalah melakukan hubungan kelamin. tetapi juga menjadi ibadah tersendiri.4 Dalam prakteknya. sebagaimana mereka mendefinisikan zina yang wajib dikenakan hukum hudud adalah : ‫ج‬ ِ ‫ر‬ ُ َ ‫إئيل‬ ْ َ‫في ف‬ ٍ َ ‫ج ذ َك‬ ِ ٍ ‫ر‬ Masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan perempuan. Sebab Kebolehan D. Pahala E. Ibnul Atsir. 200 53 . seperti al-wath'u. 4 An-Nihayah. almubasyarah.

Tetapi maksudnya adalah ucapkanlah tasmiyah sebelum memulai jima' dengan istri. maka datangilah tanah tempat bercocoktanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. 12 54 . Basmalah berjima' yang Membaca basmalah atau sering juga diistilahkan dengan tasmiyah disunnahkan untuk dibaca sebelum jima' dimulai. Diterjemahkan menjadi "Dan kerjakanlah untuk dirimu". jilid 4 hal. (QS. Dan kerjakanlah untuk dirimu. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa jima' bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Tasfir Al-Jami' li Ahkam Al-Quran. Dan berilah kabar gembira orangorang yang beriman.5 5 Al-Imam Al-Qurthubi. Dalil yang menjadi dasar disunnahkannya membaca basmalah sebelum jima' adalah firman Allah SWT : ْ ‫ج ى‬ ‫م أ َفن ّج‬ ٌ ‫ر‬ ُ ‫م ف َ جأ‬ َ ْ ‫تنوا‬ َ ‫م‬ َ ِ ‫فن‬ ْ ‫رث َك ُج‬ ْ ُ ‫ث ل ّك‬ ْ ُ ‫سؤآؤُك‬ ْ ‫ح‬ ْ ‫ح‬ َ ْ ‫ش جئ ْت ُم وقَجد ّمنوا‬ ‫ه‬ ‫قج‬ ُ ّ ‫وات‬ ُ ‫لفن‬ ِ ‫ف‬ ِ َ ‫جنوا ْ الل ّج‬ ْ ُ ‫س جك‬ ُ َ ‫م‬ َ ْ َ ُ ّ ‫منوا ْ أفن‬ ُ َ ‫مل‬ ّ َ ‫قنوهُ وَب‬ ‫ن‬ ِ ‫م‬ ِ ْ ‫مؤ‬ ُ ْ ‫ر ال‬ ّ ‫كم‬ ُ َ ‫واعْل‬ َ ‫نئي‬ َ ِ ‫ش‬ Isteri-isterimu adalah tanah tempat kamu bercocok tanam. Penafsiran ini dikemukakan oleh shahabat Nabi yaitu Ibnu Abbas radhiyallahuahu.Di antara adab-adab disunnahkan antara lain : 1. sebagaimana bisa kita baca dalam Tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran. Al-Baqarah : 223) Bagian yang menjadi dalil dari ayat ini adalah lafadz wa qaddimu lianfusikum.

Hal itu tertuang dalam beberapa kitab para ulama di masa lalu. jilid 10 hal. Tidak Menghadap Kiblat Para ulama menyarankan sebagai bentuk pemuliaan kepada Ka'bah. Jawahirul Iklil. juga ada doa yang layak untuk dibaca berdasarkan sabda Rasulullah SAW. yaitu : ْ ‫ذا أ َراد أ َن‬ َ َ ‫لججنو أ‬ َ ْ‫ي أ َه‬ ‫ه‬ َ ْ َ َ َ ِ‫م إ‬ َ ‫نأ‬ ّ ْ َ ُ ‫لجج‬ ْ ُ‫حججد َه‬ َ ِ ‫ئيججأت‬ َ ْ ‫شجئي‬ َ ّ ‫جلا ال‬ ‫ن‬ ‫جن ّب ْن َج‬ ِ ّ ‫سم ِ الل‬ َ ‫طلا‬ َ ‫م‬ ْ ِ ‫ ب‬: ‫قلال‬ ّ ُ‫ه الل ّه‬ َ ْ ‫شجئي‬ ّ ‫ب ال‬ ‫ن‬ ‫زقْت َن َج‬ ‫مج‬ ْ ِ‫ه إ‬ َ‫ر‬ َ ‫طلا‬ َ َ‫و‬ ُ ّ ‫ فَجإ ِفن‬،‫جلا‬ َ ‫ن‬ ِ ‫جن ّج‬ َ ‫جلا‬ َ ‫جي ذ َل ِج‬ ‫جلا وَل َجد ٌ فِج‬ ‫مج‬ َ ُ ‫ئي‬ ُ َ ‫م ئي‬ ُ‫ره‬ ْ ‫ك ل َج‬ َ ُ‫ر ب َئي ْن َه‬ ّ ‫ضج‬ ْ ّ ‫قد‬ َ َ ْ ‫شئي‬ َ ‫دا‬ ً َ ‫ن أب‬ ٌ ‫طلا‬ Seandainya salah seorang kalian ketika akan mendatangi istrinya (berjima') mengucapkan : Dengan nama Allah. Ya Allah.7 Barangkali dalilnya adalah qiyas antara jima' 6 Al-Mughni. Kasysyaf Al-Qina'. seandainya ditaqdirkan dari jima' itu seorang anak.6 Selain membaca basmalah. 231 55 . Ihya' Ulumuddin. jauhkanlah kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau berikan kami dari rizqi.Bahwa lafadz waqaddimu lianfusikum maksudnya adalah tasmiyah atau membaca basmalah sebelum jima' juga dikemukakan oleh Atha'. Al-Mughni. semisal kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab. maka sebaiknya kita tidak melakukan jima' sebaiknya dengan menghadap kiblat. Bukhari Muslim) 2. dan lainnya. (HR. maka setan tidak bisa membahayakan anak itu selamanya.

yang dianjurkan untuk tidak menghadap atau membelakangi kiblat. melainkan diawali terlebih dahulu dengan percumbuan (mula'abah). Sab’ah) 3. Diawali Dengan Percumbuan Syariat Islam menganjurkan agar dalam melakukan jima' tidak langsung kepada hubungan badan. Jawahirul Iklil. Bukhari dan Muslim) َ ‫هل‬ ِ ‫ر‬ َ ‫ئيجنو‬ ّ ‫بجي أ‬ ُ ‫ه عَن ْج‬ ُ ‫ي اللج‬ ِ‫نأ‬ َ ‫ضج‬ َ ‫ب‬ َ ‫ع‬ َ ْ ‫قب‬ ُ ِ ‫قب‬ ‫ل‬ ْ َ ‫سججت‬ َ ِ‫ة ب‬ َ ‫لجج‬ ٍ ِ ‫غججلائ‬ ِ ْ ‫لنوا ا َل‬ َ ‫ول‬ ْ َ‫ت‬ ٍ ْ‫بججنو‬ َ ‫ط‬ َ ُ ‫ر‬ َ ‫ن‬ ‫بنوا‬ ُ‫ر‬ ّ َ‫و غ‬ ْ ‫قنوا أ‬ ّ ‫ش‬ ْ ِ ‫وَل َك‬ Dari Abu Ayyub radhiyallahuanhu"Janganlah menghadap kiblat saat kencing atau buang hajat tetapi menghadaplah ke Timur atau ke Barat" (HR. mencium (taqbil). jilid 2 hal. jilid 10 hal.dengan buang air. Tidak ada dasarnya hadits yang kuat dan bisa dijadikan sandaran. Kasysyaf Al-Qina' jilid 5 hal. 18. َ ‫عَن‬ ‫ل الله‬ ‫أب‬ ُ ‫ر‬ ِ ‫سنو‬ َ ‫ن‬ ْ َ ‫ ع‬ َ ‫رة‬ َ ْ ‫رئي‬ َ ُ‫ي ه‬ ْ ِ َ َ s َ ‫قلا‬ َ ِ‫ إ‬: ‫ل‬ ‫حج‬ ِ‫جت ِه‬ َ ‫جلا‬ َ ِ‫م ل‬ َ ‫سأ‬ َ ‫ذا‬ ْ ُ ‫حجد ُك‬ َ ‫جل َج‬ ُ ِ ‫قب‬ ‫هلا‬ ْ َ ‫ست‬ َ ‫ر‬ َ ‫قب ْل َج‬ ِ ‫ل ال‬ ْ َ ‫ة وَل َ ئي‬ ْ َ ‫فَل َ ئي‬ ُ ِ ‫س جت َد ْب‬ ‫رواه أحمد ومسلم‬ Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda"Bila kamu mendatangi tempat buang air janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Ihya' Ulumuddin. 46 56 . Al-Mughni. jilid 1 hal. 216. kecuali sepenggal hadits dhaif berikut ini : 7 Al-Majmu'. jilid 2 hal. dan sentuhan-sentuhan. 232. 80. "(HR.

Sering juga disebut dengan istilah foreplay. 221. tapi maksudnya adalah permainan yang menjadi pembuka atau pemanasan dari hubungan suami istri. 4. Dan hal itu merupakan anjuran yang dijelaskan di dalam salah satu hadits nabi : Hadits ini ditulis oleh Al-Khatib di dalam Kitab Al-Baghdadi. dari kata la'iba . jilid 13 hal.ّ ‫ص‬ ‫م‬ ِ ّ ‫سنول الل‬ َ َ‫ه عَل َئي ْهِ و‬ ُ ‫ر‬ َ ّ ‫سل‬ ُ ّ ‫ل ى الل‬ َ ‫ه‬ َ َ ‫فن‬ َ ‫ه ى‬ ‫ة‬ ِ َ ‫مل َعَب‬ ِ َ‫نواقَع‬ ْ َ‫ة ق‬ ُ ْ ‫بل ال‬ ُ ْ ‫ن ال‬ َ ‫م‬ ِ َ‫ع‬ Rasulullah SAW melarang melakukan jima' sebelum mula'abah. Ahmad) 8 Sangat dianjurkan bagi pasangan suami istri yang melakukan jima' untuk mencapai orgasme bersama. Bila sudah terpuaskan hajatnya namun istrinya belum mendapatkannya. Adz-Dzahabi dalam Kitab Mizanul I'tidal (jilid 1 hal. maka jangan tergesa-gesa (untuk mengakhirinya) kecuali setelah istrinya mendapatkannya juga. 57 . 662) menyebutkan bahwa dalam daftar perawinya adalah orang yang bernama Al-Khalili yang statusnya lemah sekali. atau setidaknya tidak meninggalkan pasangannya kecuali setelah sama-sama mendapatkan puncak kenikmatannya. (HR.yal'abu ( ‫)لعب ئيلعب‬.8 Mula'abah secara bahasa berarti bermainmain. maka lakukan dengan sungguh-sungguh. Tidak Selesai Sendirian َ ُ ‫ذا جلامع أ َحدك‬ َ ِ‫م إ‬ ‫ذا‬ ّ ُ ‫ ث‬،‫هلا‬ ُ َ ‫م أهْل‬ ْ ُ َ َ َ َ َ ِ‫إ‬ َ ْ‫صد ُق‬ ْ َ ‫ه فَل ْئي‬ َ ‫جلا‬ ‫جت َهَج‬ ْ َ‫ن ت‬ ‫ه قَب ْج‬ ‫حج‬ ‫ضج‬ ِ ‫ق‬ َ ‫حلا‬ َ ‫ي‬ ْ ‫جل أ‬ َ ‫جلا‬ َ ‫ج ى‬ َ َ‫ق‬ ُ َ ‫جت‬ َ ‫ضج‬ ‫هلا‬ ْ َ ‫ت ى ت‬ ِ ‫ق‬ ّ ‫ح‬ َ ‫حلا‬ َ ‫ي‬ َ ‫هلا‬ ِ ْ‫فَل َ ئي ُع‬ َ َ ‫جت‬ َ ْ ‫جل‬ َ ‫ض‬ Bila salah seorang dari kalian melakukan jima' dengan istrinya.

kecuali bayi yang masih kecil dan belum mengerti apa-apa. namun hal seperti 9 Al-Bushiri dalam Kitab Mishbahuz-Zujajah (jilid 1 hal. lantaran dasar anjuran ini hanya didasari oleh hadits yang kurang kuat alias hadits dhaif. Memakai Penutup Sebagian ulama menganjurkan agar ketika suami istri sedang melakukan jima' untuk menggunakan penutup. Dimakruhkan apabila sampai suara mereka terdengar orang lain. (HR. yaitu : َ َ ‫ر وَل‬ َ ِ‫إ‬ ‫سج‬ ‫م أ َهْل َج‬ ‫حج‬ ‫ذا أ َت َج‬ َ ‫جج ى أ‬ ْ َ ‫ه فَل ْئي‬ ُ ‫جج‬ ْ ُ ‫ججد ُك‬ ْ ِ ‫ججت َت‬ ‫ن‬ َ َ ‫دا ت‬ َ ‫ر‬ َ َ ‫ئي َت‬ َ ْ ‫رد َ ال ْعَئي‬ ّ ‫ج‬ ّ ‫ج‬ ِ ْ ‫رئي‬ Bila salah seorang dari kalian mendatangi istrinya (melakukan jima') maka gunakan penutup dan janganlah kedua bertelanjang bulat. 10 Adz-Dzakhirah jilid 4 hal 418 58 . Ibnu Majah)9 Oleh karena itu kita menemukan juga pendapat yang berbeda dari para ulama tentang tidak adanya keharusan penggunakan penutup pada saat berjima'.10 6. Salah satu yang membolehkan adalah Ibnu Al-Qasim dalam Kitab Adz-Dzakhirah. Namun tidak semua ulama sepakat akan larangan itu. 337) menegaskan bahwa sanad hadits ini lemah.5. Tidak Banyak Bicara dan Tidak Berisik Dianjurkan buat suami istri ketika melakukan jima' untuk tidak banyak bicara dan tidak melakukannya dengan berisik. dan tidak telanjang bulat alias bugil. Meski pun keduanya tidak merasa risih.

Muslim) Bahkan kalau mau lebih afdhal. 431 59 . lalu berwudhu kembali. َ ‫وعَن أ َفن جس رض جي الل ّجه عَن ج‬ ‫ي‬ ّ ‫هأ‬ ُ ْ ُ ّ ‫ن الن ّب ِج‬ َ ِ َ ٍ َ ْ َ ّ ‫صج‬ ‫ف‬ ‫ن ئي َط ُج‬ ‫م ك َج‬ ُ ‫جنو‬ ِ ‫ه عَل َئي ْج‬ َ ‫جلا‬ َ َ‫ه و‬ َ ّ ‫س جل‬ ُ ‫ل ى الل ّج‬ َ َ ِ ‫وا‬ ٍ‫حد‬ ِ ِ ‫سلائ‬ ْ ُ‫ه ب ِغ‬ َ ِ ‫عَل ى فن‬ َ ‫ل‬ ٍ ‫س‬ Dari Anas radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW pernah menggilir para istrinya dengan sekali mandi janabah. maka hendaklah dia berwudhu' . Muslim) Namun bila tidak keberatan dan mau dapat yang lebih afdhal. dianjurkan untuk mandi janabah terlebih dahulu. (HR. untuk mencuci atau membersihkan kemaluannya. Sebab Rasulullah SAW pernah menggilir para istrinya dengan satu kali mandi janabah.(HR. meski pun tentunya bukan merupakan kewajiban atau syarat.itu tetap harus dihindari. jilid 11 hal.11 7. tidak mengapa bila setiap kali 11 Al-Mawardi. َ َ ‫ثج‬ َ َ َ ‫إ‬ َ ْ‫م أ َه‬ َ ‫ذا أ‬ َ ‫عجنود‬ ُ َ ‫ن ئي‬ ْ ‫راد َ أ‬ َ ‫ت ى أ‬ ّ ُ ‫ه‬ ُ ‫لج‬ ْ ُ ‫حجد ُك‬ َ‫مأ‬ ِ ْ ‫فَل ْئيتنوضأ‬ ّ َ ََ Bila salah seorang dari kalian mendatangi istrinya (melakukan jima') dan ingin mengulanginya lagi. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh AsySyafi'i dan Al-Hanabilah. Al-Hawi . Mencuci Mengulangi Kemaluan dan Berwudhu Bila Dianjurkan apabila suami istri setelah melakukan jima' akan mengulanginya lagi.

Al- 60 .‫ه‬ ِ َ‫ه و‬ ِ ‫سل‬ ِ ِ‫عن ْجد َ هَ جذ‬ ِ ِ‫عن ْجد َ هَ جذ‬ ِ َ ‫ه ئي َغْت‬ ِ ِ ‫سلائ‬ َ ِ ‫فن‬ َ ‫ه‬ ‫سج‬ ُ َ‫ف‬ ِ ‫جنول الل ّج‬ ْ َ ‫ه ! أل َ ت‬ َ :‫ه‬ ُ ‫ر‬ ُ ‫جعَل ُج‬ ُ َ‫ت ل‬ ُ ْ ‫قل‬ َ ‫ئيلا‬ َ َ َ ‫ز‬ َ ‫دا ؟‬ َ َ‫ ه‬: ‫قلال‬ ‫ب‬ ِ ‫وا‬ ُ َ ‫ك ى وَأط ْئي‬ ْ ‫ذا أ‬ ً ‫ح‬ ْ ُ‫غ‬ َ ً ‫سل‬ َ ‫ر‬ ُ َ‫وَأط ْه‬ Rasulullah SAW pernah menggilir para istri beliau para suatu hari. (HR. yaitu untuk melakukan shalat Jumat.َ َ‫ع‬ ّ ‫صج‬ َ ْ‫منو‬ ‫ل ى‬ ِ ‫سنول الل ّج‬ ِ‫راف‬ ُ ‫ر‬ َ ‫ع‬ ِ‫نأ‬ َ ‫ه‬ َ ‫ل ى‬ َ ‫بي‬ ْ ٍ َ ّ ّ ّ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫ه عَلئي‬ ّ ‫أ‬:‫م‬ َ َ‫ه و‬ ُ ‫ص جل ى الل ج‬ َ ‫سل‬ ُ ّ ‫الل‬ َ ‫ي‬ ّ ِ ‫ن الن ّب‬ َ َ‫ئيججنوْم ع‬ َ ‫م‬ َ ‫ف‬ ‫لجج ى‬ َ ‫طججلا‬ ِ ‫ئيجج‬ َ ‫ت‬ ْ َ ‫عَل‬ َ َ‫ه و‬ َ ‫ذا‬ َ ّ ‫سججل‬ ٍ . (HR. Abu Daud) 8. Aku bertanya. tidak cukupkah mandi sekali saja?". maka dia seolah berkurban dengan seekor unta."Ini lebih bersih dan lebih suci". َ ‫سج‬ َ ‫س‬ ‫ة‬ ِ ‫بج‬ َ ‫ج‬ ِ َ ‫مع‬ َ ‫نلا‬ َ ْ ‫ل ال‬ ُ ْ ‫م ال‬ َ ْ‫ل ئي َنو‬ ْ ُ‫ة غ‬ َ َ ‫ن اغْت‬ ُ ‫ج‬ َ ْ ‫م‬ َ َ ‫ة‬ ً َ ‫ب ب َد َفن‬ َ ‫ر‬ َ ‫را‬ َ ّ ‫ح فَكأفن‬ ّ ُ‫ث‬ ّ َ‫ملا ق‬ َ ‫م‬ Siapa yang mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah. lalu berangkat menuju masjid. Dilalukan di Malam Jumat melakukan jima' dengan salah seorang istri. tiap selesai dengan yang satu beliau mandi. Beliau SAW menjawab. Sebab yang seperti itu pun juga pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW."Ya Rasulullah SAW. diakhiri dengan mandi janabah. Keutamaan melakukan jima' pada malam Jumat didasarkan pada pengertian dari hadits tentang fadhilah atau keutamaan mandi janabah di pagi hari Jumat.

melainkan mandi yang khusus disyariatkan di hari Jumat terkait dengan akan dilakukannya shalat Jumat. ternyata tidak ditemukan haditsnya yang shahih serta bersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW. Namun meski pun dilakukan dengan pasangan yang sah. tetap ada beberapa laranngan yang harus dihindari dan hukumnya diharamkan. Sedangkan jima' yang tidak masyru' adalah jima' yang dilakukan seseorang bukan dengan pasangan sahnya. mandi yang disunnahkan itu bukan mandi janabah. maka hukumnya terlarang untuk disetubuhi. F. Karena disunnahkan mandi janabah di pagi harinya. Haidh Apabila istri sedang dalam keadaan haidh. Antara lain : 1. Dan dalil yang menyebutkan bahwa siapa yang melakukan jima' di malam Jumat sama dengan membunuh orang yahudi.Bukhari Muslim) Dari dalil itu kemudian sebagian ulama mengembangkan kesimpulan bahwa ada isyarat untuk melakkan jima' pada malam harinya. Namun sebagian ulama lainnya tidak menyimpulkan seperti itu. Larangan Dalam Jima’ Yang Masyru’ Jima' yang masyru' adalah jima' yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. Dalam pandangan mereka. yaitu istrinya. Dasarnya adalah firman Allah SWT : 61 .

Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab: َ ‫عَن أ َفنس رضي الله ع َن‬ َ ‫هنود‬ ّ ‫هأ‬ ُ ْ ُ ُ َ ‫ن الئي‬ َ ٍ َ ْ 62 . dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci . Sedangkan Mazhab Al-Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Al-Baqarah : 222) Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh. Apabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS.ْ ‫ك عَجن ال‬ ُ َ ‫س جأ‬ َ ْ ‫ض قُ ج‬ ‫نو‬ ‫ج‬ ‫حئي‬ ‫م‬ ‫فن‬ ‫لنو‬ ِ َ ْ َ ‫وَئي‬ َ َ ‫ل هُ ج‬ ِ ِ ُ ِ‫فلاع ْت َز‬ َ ‫ذ ى‬ ً َ‫أ‬ ‫ض‬ ِ ‫م‬ ِ ‫سلاء‬ َ ّ ‫لنوا ْ الن‬ َ ْ ‫في ال‬ ِ ‫حئي ج‬ َ ‫ن‬ َ ِ ‫فججإ‬ ‫ذا‬ ‫تجج‬ ‫ق‬ ْ َ ‫وَل َ ت‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ر‬ َ ‫ن‬ ُ‫ر‬ ُ ْ ‫ ى ئي َط‬ ْ ‫هجج‬ ّ ُ‫بججنوه‬ َ َ ْ ‫تط َهرن فَأ‬ َ‫ث أ‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ج‬ ‫ئي‬ ‫ح‬ ‫ن‬ ‫ج‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ه‬ ‫تنو‬ ُ ُ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ َ ُ ‫رك ُج‬ َ َ ْ ّ ‫ب‬ ِ ُ ‫ن وَئي‬ ِ ُ ‫ه ئي‬ ّ ‫حج‬ ّ ‫حج‬ ّ ِ‫ه إ‬ ِ ‫نوا‬ َ ّ ‫ن الل‬ ُ ّ ‫الل‬ َ ‫بئي‬ ّ ‫ب الت ّج‬ ‫ن‬ ُ ْ ‫ال‬ َ ‫رئي‬ ِ ّ‫مت َط َه‬ ‘Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: ‘Haidh itu adalah suatu kotoran’.

(HR. Sebab didalam ayat di atas itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah itu adalah pendapat al Malikiyah dan as Syafi’iyah serta al Hanafiyah. َ ‫قججلا‬ َ ‫هلا‬ َ ِ ‫علائ‬ :‫لت‬ ‫ة رض‬ َ ‫ن‬ َ ‫ش‬ ْ ‫ه عَن‬ ُ ‫ي الل‬ َ َ ْ َ‫ع‬ َ ْ ُ ‫جنو‬ ‫ر‬ ‫سج‬ ‫ك َج‬ ِ‫ر‬ ِ ‫ل اللج‬ َ ‫جلا‬ ُ ‫ر‬ ُ ‫ ئي َجأ‬s ‫ه‬ ُ ِ‫فني فَجأت ّز‬ ُ ‫م‬ َ ‫ن‬ َ ‫ه‬ َ ّ ‫مت‬ ِ‫ر‬ ِ ْ ‫ق عَل َئي‬ َ ‫فني وَأ‬ ِ ‫بلا‬ َ ‫فنلا‬ َ ُ ‫فَئي‬ ٌ ‫ف‬ ُ ‫ض‬ ٌ ِ ‫حلائ‬ ُ ‫ش‬ ‘Dari Aisyah ra berkata"Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh". Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap belangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Rasulullah SAW bersabda"Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan". Muslim). 63 . Muslim). Tidak cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya.َ ‫كلافنت إذا حلاضت المج‬ َ ‫م‬ ِ َ َ ْ ‫م ل َج‬ ْ ‫رأةُ فِئي ْهِج‬ ْ َ ِ s ُ ِ ‫ؤاك‬ َ ‫قججلا‬ َ ُ ‫ئي‬ ‫عاوا‬ َ َ‫هججلا ف‬ َ ‫لنو‬ ُ َ ‫ص صن‬ ِ ّ ‫ل الن‬ ْ ‫ي ا‬ ّ ‫بجج‬ َ ّ ‫ء إ ِل ّ الن‬ ُ َ ‫ل‬ ّ ‫كصصص‬ ٍ ‫شصصصءى‬ َ ‫كصصصحا‬ ُ‫واه‬ َ ‫ر‬ َ ‫ح‬ ‫م‬ ْ ‫م‬ ٌ ِ ‫سل‬ ُ ‘Dari Anas ra bahwa Orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh tidak memberikan makanan. (HR.

Khamsah) As-Syafi’iyah memandang bahwa bila terjadi kasus seperti itu tidaklah didenda dengan kafarat melainkan hanya disunnahkan saja untuk bersedekah. Sebab hadis yang menyebutkan kafarat itu hadis yang mudhtharib sebagaimana 64 . Ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW berikut : ‫جلا‬ ‫مج‬ ‫ن ع َب ّج‬ َ َ ُ‫ه ع َن ْه‬ ُ ‫ي اللج‬ َ ‫س رضج‬ ٍ ‫جلا‬ ِ ‫عن اب‬ ْ ‫تي‬ ‫ فِج‬s ‫ه‬ ِ ‫ذ ي ئي َجأ‬ ِ ‫جي ال ج‬ ِ ‫ل الل ج‬ ُ ‫ر‬ ِ ‫سنو‬ َ ‫ن‬ ْ َ‫ع‬ َ َ ‫جلا‬ ‫ق‬ ‫ض قَج‬ ُ ّ‫صصد‬ َ ‫ي‬ ُ َ ‫ر أت‬ ْ ‫ا‬ َ َ ‫ ي َت‬:‫ل‬ ٌ ِ ‫حلائ‬ َ ِ‫ه وَه‬ َ ‫م‬ َ َ ْ ‫دي‬ َ ْ ‫دي‬ ِ ‫ف‬ ِ ‫بصص‬ ِ ‫صصص‬ ُ‫واه‬ ْ ِ ‫و ب ِن‬ ِ َ ‫ر‬ َ ‫ر‬ ْ ‫رأ‬ ٍ ‫نصصحا‬ ٍ ‫نحا‬ ‫ن‬ َ ‫ال‬ ُ ‫سجج‬ ْ ‫وا‬ َ ‫ه ال‬ َ ‫ح‬ ّ ‫صجج‬ َ ‫م‬ ُ ِ ‫حججلاك‬ ُ ‫ح‬ ْ ‫خ‬ َ َ‫ة و‬ ُ ‫بجج‬ َ ‫م‬ ّ ‫ق‬ َ ‫جغ ح‬ ‫ه‬ َ ْ‫ملا وَق‬ َ ‫ال‬ ّ ‫ر‬ ُ ‫ف‬ َ ُ‫ره‬ ُ ‫غئي‬ َ َ‫ن و‬ ِ ‫طلا‬ ‘Dari Ibn Abbas dari Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi istrinya dalam keadaan haidh : ‘Orang yang menyetubuhi isterinya diwaktu haid haruslah bersedekah satu dinar atau setengah dinar’ (HR. Satu dinar bila melakukannya diawal haid dan setengah dinar bila diakhir haid. Besarnya adalah satu dinar atau setengah dinar dan terserah memilih yang mana.Bila seorang wanita sedang haid disetubuhi oleh suaminya maka ada hukuman baginya menurut Al-Hanabilah. Namun umumnya para ulama seperti alMalikiyah Asy.Syafi’iyah dalam pendapatnya yang terbaru tidak mewajibkan denda kafarat bagi pelakunya cukup baginya untuk beristigfar dan bertaubat.

3. supaya mereka bertakwa. Dan hal itu termasuk juga masuk ke dalam masjid termasuk larangan yang tidak boleh membolehkan orang yang sehabis melakukan jima' untuk masuk ke dalam masjid. َ ‫فججي‬ ُ ِ ‫عججلاك‬ َ ‫م‬ ِ ‫ن‬ ُ ْ ‫ن وَأفن‬ ِ ‫بلا‬ َ ‫فنو‬ َ ُ ‫وَل َ ت‬ ْ ‫تجج‬ ّ ُ‫روه‬ ُ ‫شجج‬ ِ‫جد‬ َ ‫م‬ ِ ‫سلا‬ َ ْ ‫ال‬ janganlah kamu campuri mereka itu. sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. (QS. I’tikaf Jima' juga terlarang bila dilakukan di dalam masjid. maka jima' hukumnya terlarang. 2. Puasa Ketika sedang berada di siang hari bulan Ramadhan. Namun para ulama umumnya memandang bahwa hukum-hukum yang terkait dengan wanita yang sedang mengalami nifas itu tidak ada bedanya dengan wanita yang sedang mendapat darah haidh. Nifas Sebenarnya tidak ada ayat atau hadits yang secara langsung mengharamkan wanita yang sedang nifas untuk disetubuhi.yang disebutkan oleh al Hafidz Ibn Hajar. Oleh karena itu wanita yang sedang mendapat darah nifas juga diharamkan untuk disetubuhi. 65 . Itulah larangan Allah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia. Al-Baqarah : 187) 4. yang ada hanyalah ayat dan hadits terkait dengan wanita yang mengalami haidh saja. kecuali setelah mandi janabah dan bersuci. maka janganlah kamu mendekatinya.

alias jima’ itu membatalkan puasa.‫ه‬ َ ‫قلا‬ َ ‫قلا‬ َ ‫سنو‬ :‫ل‬ ِ ّ ‫الل‬ َ ُ ‫ر‬ َ َ‫ و‬:‫ل‬ َ ‫ئيلا‬ َ َ َ‫ت ع‬ .‫ل‬ َ ‫ن؟‬ ْ ‫ فَهَج‬:‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ ‫قلا‬ ‫جلا‬ ‫مج‬ َ َ ‫مت‬ َ ُ ‫ج جد‬ ِ َ‫ل ت‬ ُ ِ ْ ‫تلاب ِعَئي‬ َ ‫نلا؟‬ ُ .‫ن‬ ِ ‫رأ‬ ِ ‫تججي‬ َ ‫ضججلا‬ َ ‫م‬ ْ َ‫وَق‬ َ ‫ر‬ ْ ِ ‫لجج ى ا‬ ُ ‫عجج‬ َ ‫فججي‬ َ ‫م‬ َ :‫ل‬ َ ‫ة؟‬ َ ‫قلا‬ ْ َ‫ ه‬:‫ل‬ َ ‫قلا‬ . (QS. Pengertian terbaliknya adalah bahwa pada siang hari bulan puasa. dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Dasarnya adalah firman Allah SWT : ّ ‫حج‬ ‫ج ى‬ ‫ث إ ِل َج‬ ُ ‫رف َ ج‬ َ ‫م ل َئي ْل َج‬ ِ ُ‫أ‬ َ ‫صج‬ ْ ‫ل ل َك ُج‬ ّ ‫ة ال‬ ّ ‫ئيلام ِ ال‬ َ ‫س‬ ‫م ل ِب َج‬ ‫ن ل ِب َج‬ َ ِ ‫فن‬ ْ ‫م وَأفنت ُج‬ ْ ‫س ل ّك ُج‬ ْ ُ ‫سؤآئ ِك‬ ٌ ‫جلا‬ ٌ ‫جلا‬ ّ ُ‫م ه‬ ‫ن‬ ّ ُ‫ل ّه‬ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu.yaitu bagi mereka yang wajib mengerjakan puasa tanpa udzur yang syar'i.‫ ل‬:‫ل‬ َ ‫قججلا‬ ‫م‬ ِ ْ ‫ت ُط‬ ً ‫كئي‬ ِ ‫سجج‬ ِ ‫ن‬ ّ ‫سجج‬ ِ ‫م‬ ْ ‫م‬ ّ ‫ثجج‬ ُ ‫عجج‬ َ ‫تئي‬ 66 . Al-Baqarah : 187) Wajhu ad-dilalah dari ayat ini adalah Allah SWT menghalalkan bagi kita untuk melakukan hubungan suami istri pada malam puasa.‫ل‬ َ َ‫ف‬ ً َ ‫رقَب‬ ُ ِ ‫ملا ت َعْت‬ َ ُ ‫جد‬ ِ َ‫ل ت‬ َ ‫ق‬ َ َ ْ َ‫ فَه‬:‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ ‫م‬ ‫ن‬ ِ َ ‫ست‬ ْ ‫عأ‬ ُ ‫طئي‬ َ ‫صججنو‬ ْ َ‫ل ت‬ ُ َ‫ن ت‬ َ ْ‫شججه‬ ِ ْ ‫رئي‬ َ :‫ل‬ َ . yaitu : َ ‫ل ى‬ َ ِ‫ل إ‬ َ ‫جلا‬ ٌ ‫ج‬ ‫ت‬ ‫قج‬ َ َ‫ ف‬ ‫ي‬ َ ‫جلا‬ ُ ‫ر‬ َ ُ ‫ هَل َك ْج‬:‫ل‬ ّ ِ ‫الن ّب‬ َ ‫ء‬ َ َ ‫ل‬ َ َ ‫ملا أهْل َك‬ َ ‫ك؟‬ َ . Mereka adalah pakaian bagimu. hukumnya diharamkan. Selain itu juga ada dalil dari hadits yang mengharamkannya.

namun juga pelakunya berdosa dan diwajibkan untuk membayar kaffarah.‫نلا‬ ْ َ ‫بججد‬ ّ ِ ‫الن ّب‬ َ َ َ َ ‫ه أ َهْل‬ َ ‫م‬ َ ‫قلا‬ ‫ك‬ ْ َ‫ اذ ْه‬:‫ل‬ َ ْ ‫أفن‬ ُ ‫م‬ ْ ِ‫ب فَأط ْع‬ ّ ُ‫ه ث‬ ُ ُ ‫ئيلاب‬ Dari Abi Hurairah ra. Maka Nabi SAW tertawa hingga terlihat giginya lalu bersabda.ُ َ ‫تي‬ .‫ر‬ ِ ‫س فَأ‬ ِ ‫فئي ج‬ ِ ‫ق‬ َ ْ َ‫ه ت‬ َ َ ‫جل‬ ٌ ‫مج‬ َ َ‫ ب ِع‬ ‫ي‬ ّ ِ ‫الن ّب‬ ٍ ‫ر‬ َ َ َ َ‫ أع‬:‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ ‫قلا‬ َ َ‫ق ب ِه‬ ‫ر‬ َ ْ‫ل ى أف‬ َ َ‫ ف‬. 5. “Apa yang membuatmu celaka ? “. bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan berkata.”Tidak”.”Bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu”.”Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak ? “. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa melakukan jima' bukan hanya membatalkan puasa. “Aku tidak punya”.”Tidak”. “Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang fakir miskin ? “. Orang itu menjawab lagi. Ihram Jima' juga haram dilakukan pada saat seseorang sedang mengerjakan ibadah ihram. Lalu dibawakan kepada Nabi sekeranjang kurma maka Nabi berkata. Nabi bertanya.”Adakah orang yang lebih miskin dariku ? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di barat atau timur kecuali aku”.”Celaka aku ya Rasulullah”. Dasarnya adalah firman Allah SWT : 67 .”Ambilah kurma ini untuk kamu sedekahkan”. ‫ذا‬ َ َ‫ف‬ ْ ّ ‫صد‬ َ َ ‫ ت‬:‫ل‬ َ ‫قجج‬ َ ُ ‫جلا أ َهْج‬ ‫ج‬ ‫ن لب َت َئي ْهَج‬ ٍ ‫ل ب َئي ْج‬ ّ ‫م‬ ِ ُ َ‫حجنو‬ ْ ‫تأ‬ َ َ‫نلا؟ ف‬ َ ‫ملا ب َئي ْج‬ َ ‫ك‬ َ ‫ح‬ ‫ت‬ ِ ‫ض‬ ّ ‫ح‬ ّ ‫م‬ ِ ‫ه‬ ِ ْ ‫إ ِل َئي‬ َ ‫تجج ى‬ َ ‫ي‬ َ َ‫ ف‬. Kemudian duduk. “Apakah kamu sanggup puasa 2 bulan berturutturut ?”.(HR. baik untuk haji atau pun umrah. Aku berhubungan seksual dengan istriku di bulan Ramadhan”.

Talak seperti ini telah berlaku di kalangan 12 Tafsir Al-Baghawi. jilid 1 hal. sebagaimana bisa kita baca dalam Tafsir Al-Baghawi. 226 68 . maka tidak boleh berkata rafats (jorok). apalagi mengerjakan jima' itu sendiri. Namun sebagian mufassir yang lain justru mengatakan bahwa yang dimaksud dengan rafats tidak lain adalah melakukan jima' itu sendiri. berbuat fasik dan berbantah-bantahan…(al-Baqarah: 197) Ayat ini memang tidak secara langsung mengharamkan jima' bagi yang sedang berihram.ُ ْ‫مع‬ َ ‫ن‬ ْ َ‫ج أ‬ ‫ض‬ ّ ‫ح‬ َ ْ ‫ال‬ َ َ‫ت ف‬ ٌ ‫ملا‬ َ ‫لنو‬ َ ‫ر‬ َ ‫ر‬ َ ‫فجج‬ ْ ‫مجج‬ ٌ ُ‫شه‬ َ ‫ج‬ ‫ول‬ َ ‫سنو‬ َ َ‫رف‬ ِ ّ ‫ح‬ َ ْ ‫ن ال‬ ُ ُ‫ول ف‬ َ ‫ق‬ َ ‫ث‬ َ ‫فل‬ ّ ِ‫فئيه‬ َ ‫دا‬ ‫ج‬ ِ ‫ل‬ ّ ‫ح‬ َ ْ ‫في ال‬ َ ‫ج‬ ِ Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. ketika ia hendak mengharamkan isterinya itu bagi dirinya. Ayat ini hanya melarang orang melakukan rafats. Wajhud-dilalah dari ayat ini adalah kalau sekedar bicara jorok saja sudah dilarang. Sebagian mufassir ada yang mengatakan bahw melakukan rafats itu berkata-kata yang jorok.12 6. Zhihar Zhihar adalah suatu ungkapan suami yang menyatakan kepada isterinya “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji.

Lalu Allah SWT memerintahkan kepada suami yang menzhihar isterinya untuk membayar kafarat (denda) sehingga zhiharnya tersebut tidak sampai menjadi talak. Demikianlah yang diajarkan kepada kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang Kalian kerjakan. harga 100 dinar yang kemudian dinaikkan menjadi 200 dinar. (QS. Sekedar perbandingan saja. Padahal satu dinar emas di masa itu setara dengan harta seekor kambing. maka dia diharamkan untuk melakukan jima' dengan istrinya itu. kecuali setelah dia membayar denda atau kaffarah. mengingat budak itu cukup mahal harganya. Dalil yang melandasi hal itu adalah firman Alah SWT: َ ُ ‫ن ئي‬ ّ ‫وا‬ ُ ‫م‬ ‫م‬ ِ ‫ن‬ ِ ‫لجج‬ َ ‫رو‬ َ ّ ‫مججن فن‬ ّ ‫ثجج‬ ْ ِ‫سججلائ ِه‬ ُ ِ‫ظججلاه‬ َ ‫ذئي‬ َ ُ ‫مجن‬ ‫جلا قَج‬ ‫مج‬ ‫ئي َعُج‬ ٍ ‫بج‬ َ َ‫رق‬ ْ َ ‫جلالنوا فَت‬ َ ‫دو‬ ُ ‫جنو‬ ّ ‫ة‬ َ ِ‫ن ل‬ َ ‫ر‬ ُ ‫رئيج‬ ِ ‫ح‬ َ ‫قَب‬ ُ َ‫تنوع‬ ‫ه‬ ِ ِ‫ن ب‬ ُ ‫م‬ َ ‫ظنو‬ ّ ‫ملا‬ ُ ّ ‫والل‬ ْ ُ ‫سلا ذ َل ِك‬ َ َ ‫ل أن ئي َت‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ُ ‫م‬ ‫ر‬ َ ‫ن‬ َ ‫لنو‬ ِ ‫خ‬ َ ْ‫ملا ت َع‬ َ ِ‫ب‬ ٌ ‫بئي‬ Orang-orang yang menzhihar isteri-isteri mereka. maka (wajib baginya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri tersebut bercampur. yaitu memerdekakan budak. Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahuanhu membebaskan Bilal bin Rabah dari tangan Umayyah bin Khalaf. Orang yang sempat menzihar istrinya. karena ada 69 .orang-orang jahiliyah terdahulu. Al-Mujadilah: 2) Namun tidak semua orang mampu membebaskan budak. kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan.

berarti untuk 100 dinar harga budak. Al-Mujadilah: 3) F. dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih. Harga seperti ini tidak semua orang mampu membayarnya. Dan barangsiapa yang tidak kuasa(wajib baginya) memberi makan enampuluh orang miskin. atau memberi makan enampuluh fakir miskin. Demikianlah supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. َ ‫م‬ ‫ن‬ ‫مت َت َج‬ ِ َ‫جد ْ ف‬ َ ‫ص‬ ُ ‫ئيلا‬ ُ ‫ن‬ ِ َ ‫م ئي‬ ْ ّ ‫من ل‬ َ َ‫ف‬ َ ْ ‫ش جه‬ ِ ْ ‫جلاب ِعَئي‬ ِ ْ ‫رئي‬ َ ‫من قَب‬ ‫مج‬ ‫سج‬ ِ ْ‫س جت َط ِع‬ ْ َ ‫م ئي‬ ّ ‫ملا‬ ْ ‫جن ل ّج‬ َ َ‫جلا ف‬ َ َ ‫ل أن ئي َت‬ ِ ْ َ ‫لج‬ ‫نجنوا‬ ‫فَإ ِط ْعَج‬ ِ َ ‫كئينلا ً ذ‬ ُ ‫م‬ ِ ْ‫ك ل ِت ُؤ‬ ِ ‫سج‬ ِ ‫ن‬ ّ ‫سج‬ ِ ‫م‬ ُ ‫جلا‬ ْ ‫م‬ َ ‫تئي‬ ّ ‫دود ُ ال‬ ْ ِ ‫ه وَت‬ َ ‫لججج‬ ‫ه‬ ِ ‫لججج‬ ِ ِ ‫سجججنول‬ ِ ّ ‫بجججلالل‬ ُ ‫حججج‬ ُ ‫ك‬ ُ ‫ر‬ ِ َ َ‫ه و‬ َ َ ْ ‫وَل ِل‬ َ َ‫ن ع‬ ‫م‬ ِ‫بأ‬ ٌ ‫ذا‬ ٌ ‫لئي‬ َ ‫رئي‬ ِ ِ‫كلاف‬ Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak. untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut.riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah meminta salah seorang shahabat untuk membelikan baginya seekor kambing dengan harga satu dinar. paling tidak seharga 100 juta hingga 200 juta rupiah. Larangan Dalam Jima’ Yang Tidak Masyru’ 70 . Maka kalau harga kambing di masa sekarang kisarannya satu juta rupiah. maka ‘wajib baginya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur.(QS. Oleh karena itu kemudian Allah SWT memberikan keringanan buat mereka yang tidak mampu membebaskan budak. sebagaimana bisa kita baca dalam lanjutan ayat di atas. Dan itulah hukum-hukum Allah.

Dubur 4. Mayat 5.1. Liwath 3. Pengaruh Jima’ Pada Hukum 71 . Zina 2. Hewan G.

Penutup 73 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful