You are on page 1of 11

COMMUNITY NURSING LAPORAN HASIL PENGKAJIAN KELUARGA ASKEP HIPERTENSI

OLEH: ESRA HANDAYANI LUMBAN TOBING 462010102

FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang. Hipertensi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah.

Hipertensi merupakan penyakitr silent killer karena termasuk penyakit mematikan, tanpa disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Hipertensi juga memicu penyakit stroke, diabetes, jantung, ginjal. Penyakit hipertensi dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, keturunan, makanan, stress, merokok, dan obesitas. Jadi banyak orang yang beresiko mempunyai penyakit hipertensi karena kebiasaan mereka yang suka merokok, makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Di Indonesia banyaknya penderita Hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1972, 1986, dan 1992 menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit kardiovaskuler yang menyolok sebagai penyebab kematian dan sejak tahun 1993 diduga sebagai penyebab kematian nomor satu.

BAB II TINJAUAN TEORI

1. PENGERTIAN Hipertensi didefinisikan oleh Joint National Committee on Defection Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC) yaitu tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari tekanan darah (TD) normal tinggi sampai hipertensi maligna (Doengoes, 2000 : 39). Hipertensi diartikan peningkatan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas normal, tekanan darah normal 140/90 mmHg (Reeves, 2001 ;114) Hipertensi merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan peningkatan tahanan periper. (Sutikno, 1996 :1128). Hipertensi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh faktor heredifer serta dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan dimana tekanan darah 140/90 mmHg sampai 160/100 mmHg. (Muchtar, 1998 : 142). Klasifikasi tekanan darah orang dewasa berusia 18 tahun keatas: Kategori Normal + Normal tinggi Hipertensi + Stadium 1 (ringan) Stadium 2 (sedang) Stadium 3 ( (Berat) Stadium 4 (sangat berat) 140 159 160 170 180 209 > 210 90 99 100 109 110 119 > 120 Sisfolik (mmHg) < 130 130 139 Diasfolik (mmHg) < 85 85 89

(Smeltzer, 2002 : 897)

2. ETIOLOGI Tekanan darah tinggi (hipertensi) tidak diketahui sebabnya, walaupun demkian para peneliti mengidentifikasikan adanya faktor resiko riwayat keluarga yang pernah menderita tekanan darah tinggi, ras (dijumpai banyak pada kulit berwarna), stress, kegemukan, diet banyak mengandung lemak, jenuh dan garam, perokok, kehidupan sedentary. (kurang bergerak). (Sitepoe, 1996 : 36).

3. MANIFESTASI KLINIS Kebanyakan pasien yang menderita hipertensi tidak mempunyai keluhan. Tetapi beberapa pasien mengeluh sakit kepala, pusing, lemas, sesak nafas, kelelahan, kesadaran menurun, gelisah, mual, muntah, episfaksis, kelemahan otot atau perubahan mental. (Dr. Rahayoe, SPJP, 2001 : 116). Selain manifestasi klinik diatas ada manifestasi klinis lain pada kasus hipertensi: a. Kerusakan vaskuler Penyakit arteri koroner dengan angina adalah gejala yang paling menyertai Hipertensi.Hipertrofi ventrikel kiri terjadi sebagai respon peningkatan beban kerja ventrikel saat di paksa kontraksi melawan tekanan sistemik yang

meningkat,apabila jantung tidak mampu lagi menahan peningkatan beban kerja,maka dapat terjadi gagal jantung kiri.

b. Perubahan patologis pada ginjal 1. Nokturia (peningkatan urinari pada malam hari) 2. Azotemia (peningkatan nitrogen urea darah (BUN) dan kreatinin). c. Stroke atau serangan iskemik transien yang tremanifestasi sebagai paralisis sementara pada satu sisi (hemiplegia) atau gangguan tajam penglihatan (Smeltzer, 2002 : 899).

4. PATWAY
Aliran darah semakin cepat keseluruh tubuh sedangkan nutrisi dalam sel sudah mencukupi kebutuhan Beban kerja jantung HIPERTENSI Perubahan situasi Ansietas Krisis situsional

Nutrisi lebih dari kebutuhan

Kerusakan vaskuler, pembuluh darah

Informasi yg minim

Metode koping tidak efektif

Perubahan struktural

Kurang pengetahuan

Koping individu tidak efektif

Penyumbatan pembuluh darah

vasokontiksi

Nyeri kepala

Resistensi pembuluh darah otak meningkat

Gangguan sirkulasi

Suplay 02 otak menurun

Gangguan perfusi cerebral

5. PENATALAKSANAAN

Tujuan dari tiap program bagi setiap pasien adalah mencegah terjadinya mobilitas dan mortalitas penyerta dengan mencapai dan mempertahankan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg. (Smeltzer, 2002 : 42) a. Pengobatan non farmalogi Mengurangi asupan garam dan lemak.

Mengurangi asupan alkohol Berhenti merokok Mengurangi berat badan bagi pemnderita kegemukan Olahraga teratur Istirahat cukup (Dr. Rahayoe, SPJP, 2001 :117)

b. Pengobatan Farmakologi - Diuretik Obat-obatan jenis diuretik bekerja dengan cara mengeluarkan cairan tubuh (lewat urin) sehingga volume cairan dalam tubuh berkurang yang mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih ringan. Contoh obatnya Hidroclorotiazid - Penghambat simpatemik Golongan obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktifitas). Contoh obatnya metildopa, klonidin, dan reserpin. - Beta Bloker Mekanisme kerja antihipertensi obat ini adalah melalui penurunan daya pompa jantung. Jenis beta bloker tidak diajurkan pada penderita yang telah mengidap gangguan pernafasan seperti asma bronkial. Contoh obatnya metoprolol, pranolol atenolol. Pada penderita DM harus berhati-hati karea dapat menutupi gejala hipoglikemia (kondisi dimana kadar gula darah turun sangat rendah yang bisa berakibat berbahaya bagi penderitanya) - Fasodilator Obat golongan ini bekerja langsung pada pembuluh darah dengan relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Contoh obatnya adalah Prasosin, hidralasin. Efek samping kemungkinan yang akan terjadi adalah sakit kepala dan pusing. - Penghambat enzim konfersi Angiotensi Cara kerja obat golongan ini adalah menghambat pembentukan zat angiotensi II (zat yang dapat menyebabkan penekanan darah). Contoh obatnya kaptropil. Efek sampingnya batuk kering, pusing, sakit kepala dan lemas. - Antagonis Kalsium

Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung dengan cara menghambat kontraksi jantung. Contoh obatnya Nifedipin, Diltiasem, dan Verapamil. Efek sampingnya sembelit, pusing, dan muntah. - Penghambat reseptor Angiotensi II Cara kerja obat ini adalah dengan mengahalangi penempelan zat angiotensi II yang mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Contoh obatnya Valsartan (Diovan).efeknya pusing, lemas dan mual.

BAB III ASKEP A. PENGKAJIAN 1. Data umum Nama Jenis kelamin Usia Pendidikan Pekerjaan Agama Suku Alamat : Tn. S : Laki-laki : 31 tahun : SMA : Pengangguran (buruh lepas) : Islam : Jawa : Argumulyo

Riwayat penyakit sekarang : Riwayat penyakit dahulu : Riwayat penyakit keluarga : 2. Pengkajian fisik TB BB TTV : Suhu Nadi : 37 C : 64 x/menit : 172 cm : 69 kg

Pernafasan : 18 x/menit TD : 140/100 mmHg

B. ANALISA DATA

NO 1 DS:

DATA

ETIOLOGY Peningkatan tekanan vaskuler serebral

MASALAH Nyeri akut (sakit kepala)

- Tn.S mengatakan sering sakit kepala. - Tn.S jarang tidur karna harus ronda malam. DO:

- TD : 140/100 x/menit - Nadi : 64 x/menit - Mata agak kemerahan

DS: - Tn.S mengatakan pola makannya tidak teratur, sesuai dgn pendapatan keluarga - Tn.S mengatakan stress karena baru kehilangan pekerjaan - Tn.S mengatakan berat badannya turun 5kg DO: -

Pendapatan ekonomi berkurang

Ketidak seimbagan nutrisi

DS: - Tn.S mengatakan masalahnya akan selesai kalau sudah merokok - Tn.S mengatakan tidak ada masalah yang serius terjadi kalau merokok , kecuali batuk-batuk DO: - Saat wawancara Tn.S sedang merokok

Kurangnya pengetahuan

Pengambilan keputusan

C. Diagnosa keperawatan 1. Nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral. 2. Ketidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan pendapatan ekonomi berkurang. 3. Pengambilang keputusan untuk berhenti merokok berhubungan dengan kurangnya pengetahuan

D. Rencana intervensi 1. Nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral. a. Anjurkan klien untuk tirah baring kalau sedang pusing. b. Sarankan klien untuk mengkonsumsi nonfarmakologi untuk menghilangkan sakit kepala. Contoh : kunyit . c. Anjurkan klien untuk istirahat yang cukup dimalam hari. d. Sarankan klien untuk mengkonsumsi ketimun untuk menurunkan tekanan darah. 2. Ketidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan pendapatan ekonomi berkurang a. Motivasi keluarga agar memberikan makanan bergizi pada anggota keluarga. b. motivasi keluarga untuk memanfaatkan lingkungan sekiatar rumah sebagai sumber nutrisi keluarga 3. kurangnya pengetahuan berhubungan dengan pengambilang keputusan untuk berhenti merokok. a. Jelaskan merokok merugikan kesehatan b. Mengenalkan kepada klien bahaya merokok c. Jelaskan kepada keluarga bahwa merokok merugiakan kesehatan individu dan keluarga d. Jelaskan alternatif meghentikan kebiasaan merokok e. Mengajak anggota keluarga yang lain untuk saling mengontrol perilaku merokok Tn.S