P. 1
Pertimbangan Yang Perlu Diperhatikan Dalam Berbisnis

Pertimbangan Yang Perlu Diperhatikan Dalam Berbisnis

4.5

|Views: 3,799|Likes:
Published by Zazrah
This is a document about economy.
This is a document about economy.

More info:

Published by: Zazrah on Jun 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2015

pdf

text

original

Oleh : WINDY OCEANY AZZARAH VII-F / 26 SMPN 2 SEMARANG TAHUN AJARAN 2008 / 2009

A. PERTIMBANGAN YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BERBISNIS
Dalam berbisnis, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan antara lain : 1. Bidang / Jenis Usaha yang akan Digeluti Sebelum menjalankan bisnis yang akan digeluti harus menentukan jenis usaha apakah usaha jasa atau dagang. 2. Modal Usaha Setelah menentukan usaha yang akan digeluti , harus memperhitungkan modal usaha yang harus dikeluarkan. Termasuk perhitungan taksiran biaya – biaya dan taksiran pendapatan yang akan di terima. Macam-macam penggolongan modal, yaitu : - Macam modal dibedakan menjadi 2 berdasarkan dari sumbernya, yaitu : a. Modal Intern yaitu modal yang berasal dari pemilik perusahaan. b. Modal Ekstern yaitu modal yang berasal dari pihak luar perusahaan dengan konsekuensi perusahaan akan menanggung bunga pinjaman modal tersebut. - Macam modal berdasarkan sifatnya : a. Modal Lancar yaitu modal yang habis pakai setelah proses produksi. Contoh : Bahan Bakar. b. Modal Tetap yaitu modal yang dapat dipergunakan berkali-kali dalam proses produksi. Contoh : Mesin produksi, gedung, dan pabrik. - Macam modal berdasarkan pemiliknya : a. Modal Perorangan (Private Modal) yaitu modal yang dimiliki oleh seseorang dan dapat memberikan keuntungan kepada pemiliknya. Contoh : Investasi di Bank dan Kepemilikan Saham. b. Modal Masyarakat (Social Modal) yaitu modal yang dimiliki oleh masyarakat dan digunakan oleh secara bersama-sama. - Macam modal berdasarkan bentuknya : a. Modal Nyata yaitu modal yang berbentuk uang / barang dan digunakan dalam kegiatan produksi. Contoh : Masjid, jalan raya, balai desa, telepon umum, dll.

b. Modal Abstrak yaitu modal yang tidak bisaterlihat tapi dirasakan manfaatnya dalam kegiatan produksi. Contoh : Kualitas sumber daya manusia yang berupa ketrampilan dan kemampuan.

MODAL

Berdasarkan sumbernya

Berdasarkan sifatnya

Berdasarkan pemiliknya

Berdasarkan bentuknya

Modal Intern

Modal Ekstern

Modal Lancar

Modal Tetap

Modal Perorangan

Modal Masyarakat

Modal Nyata

Modal Abstrak

3. Target Market.

Setelah kita menentukan jenis usaha dan besaran modal yang akan dikeluarkan, langkah selanjutnya adalah menentukan pasar yang akan dituju. 4. Tempat / lokasi usaha Pertimbangan lokasi dan tempat usaha merupakan faktor yang penting. Karena dengan memilih lokasi yang tepat akan berimbas pula dengan penghasilan yang akan kita peroleh. Contoh, ada seorang pengusaha tahu meletakkan lokasi pabriknya dengan pasar sehingga ia tidak perlu lagi pergi jauh untuk mencari bahan-bahan serta ia bisa berjualan tahunya di sekitar pasar.

Bidang / Jenis Usaha yang akan Digeluti Pertimbangan dalam berbisnis Modal Usaha

Target Market Tempat / lokasi usaha

B. BADAN USAHA YANG DIKELOLA SECARA PROFESIONAL DAN MANUSIAWI
Badan usaha yaitu kesatuan organisasi ekonomi yang bertujuan mencari laba dengan menggunakan faktor-faktor produksi. Berbeda dengan perusahaan, perusahaan yaitu tempat berlangsungnya proses produksi. Perbedaan Badan Usaha dan Perusahaan : Tujuan Tugas Bentuk Badan Usaha Mencari laba Badan yang mengurusi perusahaan PT, Firma, CV, Koperasi, dll. Perusahaan Menghasilkan barang Alat badan usaha untuk mencari keuntungan Pabrik, Toko, Bengkel, dll.

Macam-macam Badan Usaha
Badan usaha digolongkan menjadi beberapa kategori yaitu : 1. Berdasarkan pemilik modal badan usaha ada 3 yaitu : a. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Badan usaha yang seluruh modalnya berasal dari kekayaan negara. Badan usaha ini dimiliki oleh Negara dan dipimpin oleh direksi yang diangkat dan diberhentikan oleh pemerintah. Tujuan BUMN : • Melayani dan mencukupi kebutuhan masyarakat umum • Meningkatkan kemakmuran dan menambah kas negara untuk membiayai pembangunan

• Membuka lapangan pekerjaan Contoh : Perum Damri, PT. Pelni, Bank Pembangunan Daerah, dll. b. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Badan usaha yang sekuruh modalnya berasal dari seorang, sekelompok orang tertentu atau berasal dari masayrakat umum. Tujuan BUMS : • Mencari keuntungan semaksimal mungkin • Mengembangkan usaha dan modal • Membuka lapangan kerja Contoh : PT. Ultra Jaya, PT. Wings Food, dll. c. Badan Usaha Campuran Badan usaha yang sebagian modal berasal dari pihak swasta dan sebagian lagi dari pemerintah. Tujuan Badan Usaha Campuran : • Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk ikut dalam kegiatan ekonomi Negara. • Menambah keuangan Negara • Membuka lapangan kerja 2. Berdasarkan banyaknya pekerja, ada 3 yaitu : a. Badan Usaha Kecil Badan usaha dengan jumlah pekerja kurang dari 6 orang. b. Badan Usaha Sedang Badan usaha dengan jumlah pekerja antara 6 sampai dengan 51 orang. c. Badan Usaha Besar Badan usaha dengan jumlah pekerja lebih dari 51 orang. 3. Berdasarkan modal yang paling dominan, ada 2 yaitu : a. Badan Usaha Padat Karya Badan usaha yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja manusia daripada menggunakan mesin. Contoh : Industri Batik Tulis, Pertanian, Perkebunan, dll. b. Badan Usaha Padat Modal Badan usaha yang lebih banyak menggunakan mesin daripada menggunakan tenaga kerja manusia. Contoh : Pabrik Tekstil, Industri Perakitan Mobil, dll. 4. Berdasarkan tanggung jawab pemiliknya ada 4 yaitu : a. Firma Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya

terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya. Ciri dan sifat firma: - Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi. - Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin - Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya. - keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup - seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma - pendiriannya tidak memelukan akte pendirian - mudah memperoleh kredit usaha b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif. Ciri dan sifat cv : - sulit untuk menarik modal yang telah disetor - modal besar karena didirikan banyak pihak - mudah mendapatkan kridit pinjaman - ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan - relatif mudah untuk didirikan - kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu c. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilikmodal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya. Ciri dan sifat PT : - kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi - modal dan ukuran perusahaan besar - kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham - dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham

- kepemilikan mudah berpindah tangan - mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai - keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen - kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham - sulit untuk membubarkan pt - pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden d. Badan Usaha Perseorangan Badan usaha yang diusahakan, dimiliki, dan dipimpin oleh seseorang. Badan Usaha dikelola secara profesional Dalam badan usaha ini, pemilik badan usaha ini bersikap profesional. Pemilik badan usaha menyelesaikan semua masalah dengan menerima resiko apapun yang akan terjadi, dan tidak menyepelekan semua pekerjaan. Hal ini akan membuat usaha yang dijalankan semakin baik. Badan Usaha Dikelola secara manusiawi Dalam badan usaha , setiap pemilik perusahaan harus bersikap tidak memandang rendah pekerjanya dan kliennya. Hal ini akan membuat para pekeraja tidak merasa dilecehkan. Jika tidak, maka para pekerja akan melakukan demo atau mogok kerja sehingga dapat menyebabkan kerugian yang besar. Biasanya, Badan Usaha dikelola secara profesional dan manusiawi akan mendapatkan laba yang besar.

C. PERANAN PEMERINTAH SEBAGAI PELAKU DAN PENGATUR EKONOMI
Secara konsep, investasi adalah kegiatan mengalokasikan atau menanamkan sumber daya saat ini (sekarang, present) dengan harapan mendapatkan manfaat (di kemudian hari, future). Dengan demikian, pengembangan investasi secara nasional dapat diartikan dengan mengorbankan sumber kekayaan alam (yang sebagiannya adalah sumber kehidupan anakcucu kita di kemudian hari) saat ini, tentunya dengan meningkatkan kesejahteraan anak bangsa, termasuk generasi muda sampai anak-cucu kita selama negara ini masih ada. Pemerintah sebagai

penyelenggara negara mempunyai peran penting dan strategis dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan semua warganya. Bila dilihat dari sisi ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat terdiri atas aspek: tersedianya lapangan pekerjaan yang mencukupi sebagai sumber nafkah bagi anak bangsa, serta tersedianya pilihan barang dan jasa yang cukup berupa barang atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan (konsumsi) dengan harga yang wajar dan terjangkau. Pemerintah sebagai penyelenggara negara, perlu dan harus berperan aktif mengembangkan investasi nasional. Peran itu tidak boleh hilang, dibatasi atau dihalangi globalisasi, perdagangan bebas,ataupun alasan lainnya. Peranan pemerintah dalam pengembangan investasi nasional sangat luas, bukan hanya dalam bentuk perizinan usaha, melainkan yang lebih mendasar adalah bagaimana menjadikan investasi nasional, bermanfaat sebesarbesarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Secara umum, peran tersebut dapat dibuat dalam beberapa kelompok. Peran pengatur adalah peran pemerintah sebagai penyelenggara negara di bidang investasi.Karena strategisnya fungsi pemerintah sebagai penyelenggara negara, pemerintah perlu menetapkan prioritas yang jelas dan konsisten mengenai: investasi yang diperbolehkan, investasi apa yang dianjurkan, investasi yang dilarang,investasi yang dapat dilakukan asing, investasi yang hanya boleh untuk UKM dan koperasi, investasi yang hanya boleh untuk BUMN,investasi yang harus ada kemitraan dengan usaha lokal atau negara,dan seterusnya. Berbagai keluaran dari peran pengaturan ini perlu ditinjau secara berkala sesuai dengan perkembangan ekonomi nasional.Tujuan peninjauan ini semata-mata untuk kepentingan nasional, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat di negara tersebut Peran pengarah adalah tugas pemerintah dalam mengalokasikan atau mengarahkan pemanfaatan sumber daya nasional secara efisien dan efektif.Peran pengarah ini diwujudkan dalam bentuk pengarahan untuk: mengelompokkan investasi apa saja yang perlu dilindungi (protected) oleh negara dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional, investasi mana saja yang perlu dibantu (assisted) oleh negara dalam rangka pemberdayaan kelompok masyarakat tertentu demi keadilan dan pemerataan pembangunan nasional, sehingga negara perlu menyediakan sarana atau prasarananya, investasi mana saja yang perlu didorong (promoted)pengembangannya, karena memberikan

dampak (multiplier effect) positif yang besar bagi ekonomi nasional sehingga perlu diberi insentif. Peran ini bertujuan agar investasi nasional dapat memberikan kesejahteraan yang optimal bagi masyarakat. Seperti halnya peran pengaturan, maka keluaran dari peran pengarah ini,juga perlu ditinjau secara berkala agar sesuai dengan perkembangan ekonomi masyarakat, dan tujuannya adalah semata- mata untuk kepentingan nasional, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat di negara tersebut. Peran pengawas adalah peran dan tugas pemerintah dalam mengawasi penggunaan sumber daya investasi nasional secara efisien dan efektif. Dalam mengawasi penggunaan sumber daya nasional ini, khususnya untuk sumber daya investasi berupa sumber daya alam (SDA) dan sumber daya buatan (SDB), perlu dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga dapat dimanfaatkan generasi berikutnya. Peran pengawas ini diwujudkan dalam bentuk: investasi mana yang harus dikurangi (deducted) karena teknologinya sudah usang sehingga tidak kompetitif lagi, dan jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi industri itu sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu, pemerintah perlu mengeluarkan imbauan atau peringatan yang sifatnya persuasif sambil mencarikan jalan keluar yang tepat serta bantuan yang diperlukan dan menerapkan sistem reward dan punishment yang adil, agar imbauannya diikuti masyarakat. Investasi apa saja yang harus dibatasi (limited) karena menguras sumber daya alam (SDA) yang tidak terbarukan (non renewable).Untuk itu, pemerintah perlu mengeluarkan imbauan atau peringatan yang sifatnya persuasif, sambil mencarikan jalan keluar yang tepat, serta bantuan yang diperlukan, reward and punishment yang memadai. Investasi apa saja yang harus dilarang (banned) karena memberikan dampak buruk kepada masyarakat. Untuk ini,pemerintah perlu memberikan disinsentifatau punishment,dan seterusnya.Peran pengawasan pemerintah ini ditujukan juga agar investasi nasional memberikan kesejahteraan semaksimal mungkin bagi masyarakat. Berdasarkan pola pikir di atas, terlihat betapa penting dan strategisnya peranan pengembangan investasi nasional yang sekarang sedang giat dilakukan. Bila pengembangan investasi dilakukan tanpa visi yang jelas dan tegas yang berpihak pada kesejahteraan bangsa, maka tujuan yang diinginkan tidak akan tercapai. Bila dilihat dari kenyataan yang ada,

tampaknya masih jauh panggang dari api. Pengembangan investasi nasional telah mengakibatkan hutan kita sudah makin gundul, kandungan minyak bumi dan gas sudah makin berkurang. Di lain pihak, pengangguran masih tinggi, minyak tanah makin susah, harga minyak goreng makin menggila, dan tarif tol akan dinaikkan,kehidupan sebagian besar rakyat makin susah. Berdasarkan kenyataan di atas, tampaknya semua komponen bangsa ini, khususnya penyelenggara negara, perlu melakukan reorientasi mengenai kebijakan investasi nasional, baik peran pengatur sehingga jelas prioritas dan implementasinya tidak dikendalikan kepentingan sesaat rezim dan pengusaha maupun peran pengarah,sehingga penggunaan sumber daya negara seperti APBN untuk pengembangan investasi nasional, jelas dan terukur penggunaannya, serta fungsi pengawas, sehingga tidak merusak dan mengurangi hak-hak publik (rakyat dan generasi berikutnya), Sehubungan dengan hal itu, penyelenggara negara perlu melakukan audit,baik program maupun anggaran instansi pemerintah pusat, daerah yang berkaitan dengan pengembangan investasi nasionalFungsi regulasi pemerintah justru dibutuhkan untuk menjamin kompetisi yang lebih sehat di kalangan swasta yang bertarung keras dalam kegiatan ekonomi. Pebisnis perlu rambu jelas dalam kegiatannya sehingga tidak kehilangan arah dalam arus perubahan global yang berlangsung cepat.

D. PENGERTIAN KREATIF DAN PROSES KREATIVITAS
DALAM TINDAKAN EKONOMI Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. Inovasi adalah kemampuan menemukan hal-hal baru atau pembaharuan hasil kreativitas. Menurut Prof. S. C. Utami Munandar, kreativitas adalah kemampuan umum mencipta sesuatu yang baru atau gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah. Dapat disimpulkan bahwa berfikir kreatif dan inovatif sangat diperlukan di segala aspek kehidupan dan keunggulan berfikir kreatif dan inovatif dapat membrikan solusi bagi semua permasalahan. Ciri-ciri manusia kreatif : - Disiplin dalam bertindak

-

Tekun, uletdan tidak mudah putus asa Selalu bersemangat dan memiliki motivasi yang tinggi Menonjol dalam kemandirian Berani menanggung resiko Banyak ide-ide baru Mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda

Faktor pendorong munculnya kreatifitas dalam diri seseorang : 1. Faktor Internal : - Adanya rasa ingin tahu yang besar - Adanya keinginan mengubah diri - Ada rasa tidak puas dengan keadaan yang ada - Mau berlatih dan belajar dari hal-hal yang paling sederhana - Ada kebebasan untuk berekspresi 2. Faktor Eksternal : - Kondisi lingkungan yang harmonis - Tersedia sarana dan prasana - Pembimbing yang berwawasan luas Faktor penghambat munculnya kreatifitas dalam diri seseorang : 1. Faktor Internal : - Terbelenggu sifat malas - Takut salah dan gagal - Rasa malu pada orang lain - Merasa cepat puas dengan keadaan yang ada - Suka menyia-nyiakan waktu 2. Faktor Eksternal : - Kurangnya penghargaan atas hasil gagasan kreatif dan inovatif - Minimnya kata pujianyang dapat mendorong dan Menumbuhkembangkan semangat pengembangan potensi diri - Lingkungan yang tidak mendukung Tujuan manusia berkreatif dalam kehidupan ekonomi adalah : - Mempertahankan kelangsunan usaha - Mengembangkan usaha - Mencari terobosan-terobosan yang lebih menguntungkan - Menghindari bertambahnya pengangguran Peran penting kreativitas adalah : - Memberi keuntungan financial bagi para wirausahawan atau investor

- Menghasilkan cara kerja yang efektif dan efesien sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk - Menciptakan lapangan kerja - Memberi pilihan cara kerja atau produk dari yang sudah ada sebelumnya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->