BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Tinea pedis atau sering disebut athelete foot adalah dermatofitosis pada

kaki, terutama pada sela-sela jari dan telapak kaki. Tinea pedis adalah dermatofitosis yang biasa terjadi. Penggunaan istilah athlete foot digunakan untuk menunjukan bentuk jari kaki yang seperti terbelah. Tiga genus utama yang menjadi penyebabnya adalah Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum, sedangkan spesies yang paling sering menyebabkan tinea pedis adalah Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes.1,2 Tinea pedis sering menyerang pada orang dewasa yang bekerja ditempat basah, seperti tukang cuci, petani atau orang yang setiap hari harus memakai sepatu tertutup misalnya tentara.3 Selain karena pemakaian sepatu tertutup untuk waktu yang lama, bertambahnya kelembaban karena keringat, pecahnya kulit karena mekanis, dan paparan terhadap jamur merupakan faktor resiko yang menyebabkan terjadinya Tinea pedis. Kondisi lingkungan yang lembab dan panas di sela-sela jari kaki karena pemakaian sepatu dan kaus kaki, juga akan merangsang tumbuhnya jamur.1,3 Kejadian tinea pedis di sela jari banyak ditemukan pada pria dibanding wanita. Angka kejadian tinea pedis meningkat seiring bertambahnya usia, karena bertambahnya usia cenderung mempengaruhi daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit, yaitu semakin bertambah usia seseorang akan menurun pula daya tahan tubuhnya.3 Keadaan sosial ekonomi serta kurangnya kebersihan memegang peranan yang penting pada infeksi jamur, yaitu insiden penyakit jamur lebih sering terjadi pada sosial ekonomi rendah. Hal ini berkaitan dengan status gizi yang mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit.2,3

1

maka penulis tertarik untuk mengambil salah satu jenis dermatofitosis yaitu tinea pedis sebagai laporan kasus. 2 .Dermatofitosis merupakan kasus yang paling sering ditemui.

Bercak tersebut kering dan 3 .00 WIB di poliklinik kulit kelamin RSK Rivai Abdullah.2. Identifikasi Nama : Ny.BAB II LAPORAN KASUS 2. pasien mengeluhkan timbul bercak kemerahan di ujung dan sela jari kedua kaki. RM : 40 tahun : Islam : Kary. pecah-pecah dan bersisik pada sela jari kaki dan telapak kaki kanan dan kiri yang semakin meluas sejak 3 bulan yang lalu. Anamnesis Autonamnesis dengan pasien dilakukan tanggal 9 Oktober 2012 pukul 11. Swasta : Ogan Komering Ilir : 563353 2. Keluhan tambahan : Gatal pada telapak kaki kiri dan kanan.1. Keluhan utama : Kulit kemerahan. pecah-pecah dan bersisik pada sela jari kaki dan telapak kaki kanan dan kiri yang semakin meluas sejak 3 bulan yang lalu disertai rasa gatal. Riwayat perjalanan penyakit : Pasien datang ke Poli Kulit dan Kelamin RSK Rivai Abdullah pada tanggal 9 Oktober 2012 dengan keluhan kulit kemerahan. Kisaran 3 bulan lalu. Yl Jenis Kelamin : Perempuan Umur Agama Pekerjaan Alamat No.

Pasien hanya menggunakan obat kulit yang dibeli di warung namun penggunaannya tidak teratur. Pasien juga menyangkal memiliki alergi terhadap detergen atau sabun tertentu. 4 . tetapi tidak pernah mengalami gatal. Riwayat Higienitas    Pasien mandi dua kali sehari dengan air sumur. Riwayat penyakit dahulu    Riwayat alergi terhadap bahan sepatu/sandal disangkal Riwayat alergi terhadap detergen atau sabun cuci disangkal Riwayat penyakit kencing manis disangkal Riwayat keluarga  Riwayat keluarga pernah menderita keluhan yang sama dengan pasien disangkal.gatal. Pasien mengaku menggunakan alas kaki berupa sandal saat keluar rumah Pasien mengaku sering kontak dengan air untuk mencuci pakaian sehari-hari dan mencuci piring di sumur dan tidak mengeringkan tangan dan kaki yang basah setelah mencuci. Bercak tersebut semakin lama semakin meluas dan kulit kaki menjadi bersisik dan pecah-pecah. pasien memutuskan untuk berobat ke poliklinik kulit dan kelamin RSK Rivai Abdullah. Karena keluhan pecah-pecah dan gatal bertambah berat. Pasien mengaku sering menggaruk bercak tersebut. Riwayat sosial ekonomi  Pasien adalah ibu rumah tangga dengan riwayat ekonomi menengah. Pasien sehari-hari menggunakan sandal berbahan kulit sintetis.

tidak ada gallop 5 . tidak ada retraksi dinding dada : bunyi jantung reguler. stomatitis tidak ada Tenggorokan Leher : mukosa faring tidak hiperemis : tekanan vena jugularis 5-2 cmH2O tidak ada pembesaran kelenjar getah bening leher Dada Jantung : simetris. bagian luar tidak ada kelainan. septum tidak deviasi Telinga : selaput pendengaran tidak ada kelainan. tidak ada murmur. pendengaran baik Mulut : tonsil tidak membesar.5 °C : 152 cm : 44 kg : 19. lidah tidak pucat.04 : Normal Keadaan Spesifik Kepala Mata : konjungtiva tidak anemis sklera tidak ikterik Hidung : simetris.3. Pemeriksaan Fisik Status Generalis Keadaan Umum : baik Keadaan sakit Kesadaran Tekanan Darah Nadi Pernapasan Suhu Tinggi Badan Berat Badan IMT Status gizi : tampak sakit sedang : kompos mentis : 120/70 mmHg : 84 x/menit : 20 x/menit : 36.2.

multipel.Paru : suara nafas vesikuler.4. lebar 0. hepar dan lien tidak teraba. lemas. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan mikroskopik preparat kerokan kulit dengan meneteskan KOH 10%. tidak ada ronkhi. pada permukaan sebagian tampak ditutupi skuama sedang sampai kasar. bentuk tidak beraturan sebagian terdapat erosi. selapis. bising usus normal Ekstremitas : tidak ada kelainan. 6 . panjang ± 2 cm. refleks fisiologis normal KGB inguinal: tidak ada pembesaran kelenjar getah bening inguinal Status Dermatologikus Regio plantaris pedis dextra et sinistra Makula eritema. tidak ditemukan elemen jamur. tidak ada wheezing Perut : datar. 2. warna putih dan terdapat fissura di daerah lateral.1 mm.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. pada permukaan sebagian tampak ditutupi skuama sedang sampai kasar. Pasien hanya menggunakan obat kulit yang dibeli di warung namun penggunaannya tidak teratur. selapis. pecahpecah.2. Bercak tersebut semakin lama semakin meluas dan kulit kaki menjadi bersisik dan pecah-pecah. Dari autoanamnesis didapatkan. 40 tahun. bentuk tidak beraturan sebagian terdapat erosi. panjang ± 2 cm. Resume Ny. pasien mengeluhkan timbul bercak kemerahan di ujung dan sela jari kedua kaki.6. Bercak tersebut kering dan gatal. pasien memutuskan untuk berobat ke poliklinik kulit dan kelamin RSK Rivai Abdullah.7.1 mm. Pada pemeriksaan mikroskopis kulit dengan larutan KOH 10% tidak ditemukan elemen jamur. datang dengan keluhan kulit kemerahan. multipel. Pasien mengaku sering menggaruk bercak tersebut. Tinea pedis 2. Diagnosis Kerja Tinea pedis 7 . kisaran 3 bulan lalu. dan bersisik pada sela jari kaki dan telapak kaki kanan dan kiri yang semakin meluas sejak 3 bulan yang lalu disertai rasa gatal. Diagnosis Banding 1. warna putih dan terdapat fissura di daerah lateral. Kandidiasis 2. lebar 0. Karena keluhan pecah-pecah dan gatal bertambah berat. Untuk pemeriksaan dermatologikus pada regio plantaris pedis dextra et sinistra didapatkan makula eritema. awalnya. Y.5. 2.

Quo ad sanationam Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad kosmetika : bonam : bonam : bonam : bonam 8 . 2. sekitar 3-4 minggu. Khusus Sistemik: Ketokonazol tablet 200 mg/hari/per oral selama 3-4 minggu Cetirizin tablet 1x10 mg/hari/per oral bila gatal. serta menasehati pasien untuk tidak menggaruk bercak karena akan menyebabkan bercak semakin luas.  Menyarankan kepada pasien untuk mengeringkan tangan dan kaki yang basah setelah mencuci.9.10.  Menyarankan kepada pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur dan tidak menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter. Pemeriksaan Anjuran Pemeriksaan kultur jamur dalam media agar Saboraud 2. Umum (Edukasi)  Memberikan informasi kepada pasien bahwa penyebab penyakitnya adalah jamur yang dapat menular.8. Prognosis Prognosis baik selama pengobatan sesuai dan teratur seperti anjuran dan penderita menjalankan terapi non medikamentosa. Topikal: Salep mikonazol 2% (dioleskan 2 kali sehari pada lesi). 2. pengobatannya memerlukan waktu yang cukup alama.2. Penatalaksanaan 1.

Jadi dapat dikatakan di sini bahwa Tinea berhubungan dengan kebersihan dan keringat.Wanita Semua umur . dan Microsporum. Tiga genus utama yang menjadi penyebabnya adalah Trichophyton. Anamnesis Secara Teori dan Kasus Anamnesis Teori4. 40 tahun. Awalnya timbul bercak kemerahan di ujung dan sela jari kedua kaki. Hal itu dapat disebabkan kaki yang sering berkeringat. terutama pada sela-sela jari dan telapak kaki.5 Kasus Dapat menyerang pria dan wanita . Penggunaan istilah athelete foot digunakan untuk menunjukan bentuk jari kaki yang seperti terbelah.2 Penyakit ini dapat menyerang segala usia. Pada umumnya jamur tumbuh karena faktor kelembaban. pecah-pecah. sedangkan spesies yang paling sering menyebabkan tinea pedis adalah Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. kaos kaki yang kurang dijaga kebersihannya.3 Pada kasus ini didapatkan Ny. kadang. Bercak tersebut semakin lama semakin meluas dan kulit kaki menjadi bersisik dan pecah-pecah. 9 - .1. atau sepatu terlalu tertutup.Gatal pada telapak kaki.Daerah sisi kaki mengalami pecahdidapati vesikel dan pustula. datang dengan keluhan kulit kemerahan. Bercak tersebut kering dan gatal. Diagnosis pasien ini adalah tinea pedis berdasarkan anamnesis dan status dermatologikus. Tabel 1. Epidermophyton.Kulit kemerahan dan bersisik pada Tipe papulo-skuamosa sela jari dan telapak kedua kaki hiperkeratotik kronik: jarang .40 tahun Lebih banyak di daerah tropis . dan bersisik pada sela jari kaki dan telapak kaki kanan dan kiri yang semakin meluas sejak 3 bulan yang lalu disertai rasa gatal. tanpa membedakan jenis kelamin. Y.BAB III PEMBAHASAN Tinea pedis atau sering disebut athelete foot adalah dermatofitosis pada kaki.1. Tinea pedis adalah dermatofitosis yang biasa terjadi. sering pecah pada tumit dan tepi kaki.2.

selapis. kecuali jika mengalami infeksi sekunder.Hiperkeratotik biasanya pada telapak kaki. warna putih . basah dan maserasi disertai bau tidak enak .Vesikopustula miliar sampai ± 2 cm. lentikular pada telapak kaki dan sela jari .Lokalisasi antara jari-jari ke-3. dan regio plantaris pedis dextra et sinistra 5. Kondisi hiperhidrosis dan maserasi pada kaki.Tipe akut: gambaran lesi akut. Berdasarkan kedua data tersebut maka dapat diarahkan diagnosis ke arah tinea pedis.Skuama putih kecoklatan sedang sampai kasar. Tabel 2. tersering pada sela jari kaki ke-4 dan 5. serta telapak kaki didapatkan makula eritema. permukaan sebagian tampak ditutupi skuama . Biasanya simetris. jarang dikeluhkan dan kadang tidak dihiraukan pasien. beberapa tidak beraturan sebagian terdapat erosi. panjang . Lebih sering pada pria. bentuk .Tipe intertriginosa kronik: manifestasi berupa fisura pada jarijari. sehingga kemungkinan diagnosis tinea pedis pada pasien ini menjadi lebih kuat.Fisura pada sisi kaki. edema berbau. eritema dan plak hiperkeratotik di atas daerah lesi yang mengalami likenifikasi. 4. . Kemudian dapat dikaji lebih lanjut berdasarkan status dermatologikus dan pemeriksaan penunjang. pada milimeter sampai 0. multipel. dan bentuk sepatu yang kurang baik merupakan faktor predisposisi. Status Dermatologikus Berdasarkan Teori dan Kasus Status Dermatologikus Teori4 Kasus . Dapat sampai ke punggung kaki dan tumit dengan eksudat yang jernih.5 cm. .1 mm. lebar 0. eritema.kadang sampai ke punggung kaki. Pada status dermatologikus diatas sesuai dengan teori yang ada. statis vaskular.Tipe subakut: lesi intertriginosa berupa vesikel atau pustula.Vesikula miliar dan dalam dan terdapat fissura di daerah lateral. 10 .

didapati vesikel dan pustula. eritema dan infeksi sekunder plak hiperkeratotik di atas . Kultur jaringan Pemeriksaan dengan pembiakan diperlukan untuk menyokong pemeriksaan langsung dengan sediaan basah dan untuk menentukan spesies jamur.Kuku: sedikit gatal dan nyeri daerah lesi yang mengalami jika ada infeksi sekunder. 2. Y.Tabel 3. mengetahui adanya mikologi pada infeksi jamur.Dapat menyerang pria dan . subkutan. selaput lendir dan alat-alat dalam. penyakit penyerta. disebabkan jamur sela-sela jari kaki.Dapat menyerang pria dan wanita wanita . intermediat yang menyerang kulit.Tipe papulo-skuamosa Keluhan tergantung pada hiperkeratotik kronik: jarang predileksi. Tabel 4. Kebutuhan untuk dilakukannya pemeriksaan penunjang sangat bergantung dari kondisi masing-masing pasien berdasarkan riwayat perjalanan penyakitnya.Kulit: gatal hebat disertai sering pada tumit dan tepi kaki. kuku.Semua umur . Pemeriksaan KOH Pada kasus Ny.Lebih banyak di daerah tropis . Pemeriksaan Penunjang Berdasarkan Teori dan Kasus Pemeriksaan Penunjang 4 Teori Kasus 1. komplikasi yang mungkin berkaitan dan kesediaan pasien itu sendiri untuk melakukan pemeriksaan tambahan lainnya. Anamnesis 11 . . kadang-kadang sampai ke terkadang nyeri jika ada punggung kaki. dilakukan pemeriksaan Dapat dilakukan pemeriksaan untuk KOH 10%. telapak dan subakut. panas seperti terbakar.Lebih banyak di daerah tropis . .Semua umur . Diagnosis Banding Teori Definisi Diagnosis Banding Tinea Pedis4 Kandidiasis4 Infeksi jamur supperfisial pada Suatu penyakit kulit akut atau pergelangan kaki. Pembiakan dilakukan pada medium agar Sabouraud karena dianggap merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan jamur. tidak ditemukan elemen jamur.

Mukosa: terutama mulut.Tipe subakut: lesi putih keabuan tertutup suatu intertriginosa berupa vesikel membran atau pustula. bawah payudara. skuama putih kecoklatan. vesikula miliar dan dalam. menebal. basah dan erosif dengan skuama. tak tidak dihiraukan pasien. erosif dengan vesikel. kadang-kadang dengan papula dan bersisik. kadang-kadang bersisik. edema berbau. . kuku akan berwarna hitam jarang dikeluhkan dan kadang coklat. yang Candida albicans tersering adalah Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Interdigitalis. Predileksi . Lesi Lesi berbentuk fisura pada sisi kaki. Biasanya simetris.Tipe intertriginosa kronik: pangkal kuku ke distal.Kuku: kuku tak bercahaya. Pada keadaan kronik. enak ditemukan ulkus-ulkus ringan . daerahdaerah likenifikasi. dan bentuk sepatu yang kurang baik merupakan faktor predisposisi. Sekitar kuku eritematosa.Tipe akut: gambaran lesi akut. berwarna hitam coklat. tersering pada sela jari vesikel-vesikel dan daerah kaki ke-4 dan 5. kecuali jika mengalami infeksi sekunder. Dapat sampai ke punggung kaki dan tumit dengan eksudat yang jernih. bercahaya. Golongan jamur dermatofita. hiperkeratotik biasanya pada telapak kaki.5 cm. beberapa milimeter sampai 0. Kulit: bokong sekitar anus. hiperkeratosis dan terkadang berfisura. erosif.Etiologi likenifikasi. lipat dan 5.Kulit: daerah eritematosa. 4. hiperpigmentasi. garisgaris kaki dan tangan. vesikopustula miliar sampai lentikular pada telapak kaki dan sela jari. maserasi disertai bau tidak .seerta telapak kaki ketiak. statis vaskular. sekitar pusat. 12 . eritema. lipat paha. menebal. Lebih sering pada pria. antara jari ke-3. Kondisi hiperhidrosis dan maserasi pada kaki. . biasanya dari . Di manifestasi berupa fisura pada sekitar kuku didapatkan jari-jari. kuku.

 Menggunakan obat secara teratur dan sesuai dengan resep dokter. Fermentasi glukosa Fruktosa (+). kaus kaki yang selalu bersih dan bentuk sepatu yang baik. sekitar 3-4 minggu.6 1. Khusus 13 . serta menasehati pasien untuk tidak menggaruk bercak karena akan menyebabkan bercak semakin luas. pengobatannya memerlukan waktu yang cukup alama. glukosa (+) Berdasarkan diagnosis banding tersebut maka diagnosis pasien ini adalah tinea pedis. Umum  Mengeringkan kaki dengan baik setiap habis mandi.  Menyarankan kepada pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur dan tidak menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter. Media Sabouroud Koloni coklat mengkilat. Kasus 1. 40% Ditemukan sel-sel ragi 2. Tabel 5. Kultur jaringan Pemeriksaan dengan pembiakan diperlukan untuk menyokong pemeriksaan langsung dengan sediaan basah dan untuk menentukan spesies jamur. Pembiakan dilakukan pada medium agar Sabouraud karena dianggap merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan jamur. Pemeriksaan KOH Dapat dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya mikology pada infeksi jamur. Penatalaksanaan Tatalaksana Teori4. Khusus Sistemik  Antihistamin  Griseofulvin 500-1000 mg/hari selama 2-6 minggu  Itrakonazol 200mg/hari selama 2 minggu atau 2x200mg/hari selama 7 hari  Ketokonazol 200mg/hari selama 3-4 minggu Topikal  Golongan azol (krim mikonazol. permukaan basah (koloni ragi) 3. Pemeriksaan KOH 10%.  Menyarankan kepada pasien untuk mengeringkan tangan dan kaki yang basah setelah mencuci.  Memberikan informasi kepada pasien bahwa penyebab penyakitnya adalah jamur yang dapat menular. 1. Umum (Edukasi) 2.Pemeriksaan Penunjang 1.  Kontrol ke dokter secara teratur. 2. Sistemik: Ketokonazol tablet 200 mg/hari/per oral selama 3-4 minggu Cetirizin tablet 1x10 mg/hari/per 2.

Pengobatan untuk tinea pedis mengurangi keluhan dan menghindari terjadinya infeksis sekunder. antihistamin diberikan untuk mengurangi rasa gatal. Jika faktor-faktor pencetus dihilangkan maka akan cepat disembuhkan. seknidazol. oral bila gatal. Dioleskan 1-2 kali sehari selama 2-4 minggu. Pengobatan topikal diberikan untuk mengembalikan kulit yang sakit dan jaringan disekitarnya dalam keadaan fisiologis stabil secepatnya. cyclopiroxolamine dan terbinafin. Prognosis baik selama pengobatan sesuai dan teratur seperti anjuran.klotrimazol. Topikal: Salep mikonazol 2% (dioleskan 2 kali sehari pada lesi). dll). karena menggaruk lesi yang terasa gatal justru akan memperberat lesi. tioconazol. 14 . Prognosis untuk pasien ini adalah bonam.

Epidermophyton.1. Bercak tersebut semakin lama semakin meluas dan kulit kaki menjadi bersisik dan pecah-pecah. Dari diagnosis banding yang telah disingkirkan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami tinea pedis. pengobatan bersifat simtomatis yaitu dengan 15 . pasien mengeluhkan timbul bercak kemerahan di ujung dan sela jari kedua kaki. pada permukaan sebagian tampak ditutupi skuama sedang sampai kasar. Pengobatan yang tepat didasarkan pada kausa. dan bersisik pada sela jari kaki dan telapak kaki kanan dan kiri yang semakin meluas sejak 3 bulan yang lalu disertai rasa gatal. yaitu menyingkirkan penyebabnya. 40 tahun. datang dengan keluhan kulit kemerahan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. Bercak tersebut kering dan gatal. sedangkan spesies yang paling sering menyebabkan tinea pedis adalah Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. warna putih dan terdapat fissura di daerah lateral. Tinea pedis adalah dermatofitosis yang biasa terjadi. awalnya. selapis. Pada pemeriksaan mikroskopis kulit dengan larutan KOH 10% tidak ditemukan elemen jamur. multipel. panjang ± 2 cm. kisaran 3 bulan lalu.2 Dari hasil anamnesis didapatkan seorang wanita. bentuk tidak beraturan sebagian terdapat erosi. Untuk pemeriksaan dermatologikus pada regio plantaris pedis dextra et sinistra didapatkan makula eritema. Pasien hanya menggunakan obat kulit yang dibeli di warung namun penggunaannya tidak teratur. pecah-pecah. lebar 0. Penggunaan istilah athelete foot digunakan untuk menunjukan bentuk jari kaki yang seperti terbelah.BAB IV KESIMPULAN Tinea pedis atau sering disebut athelete foot adalah dermatofitosis pada kaki. Dari autoanamnesis didapatkan. dan Microsporum. terutama pada sela-sela jari dan telapak kaki. Tiga genus utama yang menjadi penyebabnya adalah Trichophyton. Pasien mengaku sering menggaruk bercak tersebut.1 mm.

menghilangkan/mengurangi keluhan dan gejala. Pada pasien ini diberi ketokonazol tablet 200 mg/hari/per oral selama 3-4 minggu untuk terapi kausatif dan cetirizin tablet 1x10 mg/hari/per oral untuk terapi simtomatis. 16 . dan menekan peradangan. Salep Mikonazol 2% (dioleskan 2 kali sehari pada lesi).

2005.com/doc/36250422/Artikel-Ilmiah-Dermatologi-tinea-Pedis. Palembang : 41-65 Siregar. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 5. Diunduh http://id. Diunduh http://www. 2.scribd. Jakarta : 89-105 Claire J. 10 Besar Kelompok Penyakit Kulit. Edisi Kedua. 2010. 2010. M. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.bhchp. Kartowigno. S. (editor). Edisi Kelima. U. Tesis. MS. Budimulja. Jakarta : 17-20 Kurniawan. tanggal 20 Oktober 2012. Mikosis. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit.. Artikel Ilmiah Dermatologi “Penatalaksanaan Komprehensif Tinea Pedis”.org/BHCHP%20Manual/pdf_files/Part1_PDF/TineaPedis . 7. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tinea Pedis pada Pemulung di TPA Jatibarang. dalam Djuanda. A. RN. 6. Patricia MacWilliams Bowe. RS. dan Aisah. MD. tanggal 18 Oktober 2012 Kurniawati. Ricky. 17 . 2006. 2011. 4. Tinea Pedis (athelete foot). EGC. Edisi Pertama.DAFTAR PUSTAKA 1. S. Program Pasca Sarjana Universitas Diponogoro.pdf . Unsri Press. RD. Hamzah. 3. Carlo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful