BAGIAN : KEDUA BAB III : KETENTUAN TEKNIS

PASAL 1. PERSIAPAN TEKNIS PELAKSANAAN

1.1. Lingkup 1.1.1. Persyaratan Teknis Umum ini merupakan persyaratan dari segi teknis yang
secara umum berlaku untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini bisa diterapkan untuk pelaksanaan kegiatan Pembangunan TERMINAL TLOGOWARU Kota Malang, yang meliputi : a. Pekerjaan Struktur / upper Struktur. b. Pekerjaan Arsitektur / Finishing. c. Pekerjaan Mekanikal dan elektrikal. d. Pekerjaan Site Development. Secara lengkap seluruh jenis pekerjaan tersebut dapat disesuaikan / dilihat dan tercantum pada Bill Of Quantity (BQ). 1.1.2. Kecuali disebut secara khusus dalam dokumen-dokumen dimaksud berikut, lingkup pekerjaan yang ditugaskan termasuk tetapi tidak terbatas pada halhal sebagai berikut: a. Pengadaan tenaga kerja. b. Pengadaan Bahan / Material. c. Pengadaan peralatan & alat bantu, sesuai dengan kebutuhan lingkup pekerjaan yang ditugaskan. d. Koordinasi dengan Pemborong / pekerja lain yang berhubungan dengan pekerjaan pada bagian pekerjan yang ditugaskan. e. Penjagaan kebersihan, kerapian, dan keamanan kerja. f. Pembuatan As Built drawing (Gambar terlaksana).

1.1.3. Persyaratan Teknis Umum menjadi satu kesatuan dangan persyaratan teknis
pelaksanaan pekerjaan dan secara bersama – sama merupakan persyaratan dari segi teknis bagi seluruh pekerjaan sebagaimana diungkapkan dalam satu atau lebih dari dokumen-dokumen berikut ini: a. Gambar-gambar pelelangan / pelaksanaan. b. Persyaratan Teknis Umum / pelaksanaan pekerjaan / bahan. c. Rincian Volume Pekerjaan / Rincian Penawaran. d. Dokumen-dokumen pelelangan / pelaksanaan yang lain.

1.1.4. Dalam hal mana ada bagian dari Persyaratan Teknis Umum ini, yang tidak
dapat diterapkan pada bagian pekerjaan sebagaimana diungkapkan di atas, maka bagian dari persyaratan teknis umum tersebut dengan sendirinya dianggap tidak berlaku. 1.2. Referensi

1.2.1. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengikuti dan memenuhi
persyaratan-persyaratan teknis yang tertera dalam Normalisasi Indonesia (NI), Standar Industri Indonesia (SII) dan Peraturan-peraturan Nasional maupun Peraturan-peraturan setempat lainnya yang berlaku atau jenis jenis pekerjaan yang bersangkutan antara lain :  NI - 2 (1971) PERATURAN BETON BERTULANG INDONESIA.  NI - (1983) PERATURAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA INDONESIA (SKBI.1.3.55.1987).  NI - 3 (1970) PERATURAN UMUM UNTUK BAHAN BANGUNAN DI INDONESIA.  NI - 5 PERATURAN KONSTRUKSI KAYU INDONESIA.  NI - 8 PERATURAN SEMEN PORTLAND INDONESIA.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

49

NI - 10 BATA MERAH SEBAGAI BAHAN BANGUNAN. PERATURAN PLUMBING INDONESIA. PERATURAN UMUM INSTALASI LISTRIK. STANDART INDUSTRI INDONESIA.  ASTM, JJ dan lain sebagianya yang dianggap berhubungan dengan bagian pekerjaan ini. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang belum termasuk dalam standart-standart yang tersebut di atas, maupun standart-standart nasional lainnya, maka diberlakukan standart-standart Internasional yang berlaku atau pekerjaan pekerjaan tersebut atau setidak-tidaknya berlaku standart-standart Persyaratan Teknis dari Negara-negara asall bahan / pekerjaan yang bersangkutan dan dari produk yang ditentukan pabrik pembuatnya.

   

1.2.2. Dalam hal dimana ada bagian pekerjaan yang persyaratan teknisnya tidak
diatur dalam persyaratan teknis umum / khususnya maupun salah satu dari ketentuan yang disebutkan di atas, maka atas bagian pekerjaan tersebut pemborong harus mengajukan salah satu dari persyaratan-persyaratan berikut guna disepakati oleh direksi untuk dipakai sebagai patokan persyaratan teknis : a. Standart / norma / kode / pedoman yang bisa diterapkan pada bagian pekerjan bersangkutan yang diterbitkan oleh Instansi / Institusi / Asosiasi Profesi / Asosiasi Produsen / Lembaga Pengujian atau Badanbadan lain yang berwewenang / berkepentingan atau Badan-badan yang bersifat Internasional ataupun Nasional dari Negara lain, sejauh bahwa atau hal tersebut diperoleh persetujuan dari Direksi / Pengawas. b. Brosur teknis dari produsen yang didukung oleh sertifikat dari Lembaga pengujian yang diakui secara Nasional / Internasional. 1.3. Bahan

1.3.1. Baru / Bekas
Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus merupakan bahan yang baru, penggunaan barang bekas dalam komponen kecil maupun besar sama sekali tidak diperbolehkan. 1.3.2.Tanda Pengenal a. Dalam hal dimana pabrik / produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk bahan yang dihasilkan, baik berupa cap / merk dagang pengenal pabrik / produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. b. Khusus untuk bahan bagi pekerjaan instalasi (penerangan, plumbing, dll) kecuali ditetapkan oleh Direksi / Pengawas, bahan sejenis dengan fungsi yang sama harus diberi tanda pengenal untuk membedakan satu bahan dari bahan lainnya. Tanda pengenal ini bisa berupa warna atau tandatanda lain yang mana harus sesuai dengan referensi pada I.2. tersebut di atas atau dalam hal dimana tidak / belum ada pengaturan yang jelas mengenai itu, hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk direksi / Pengawas. 1.3.3.Merk Dagang dan Kesetarafan. a. Penyebutan sesuatu merk dagang bagi suatu bahan / produk di dalam Persyaratan Teknis Umum, secara umum harus diartikan sebagai persyaratan kesetarafan kwalitas penampilan (Performance) dari bahan / produk tersebut, yang mana dinyatakan dengan kata-kata “atau yang setaraf “. b. Kecuali secara khusus dipersyaratkan lain, maka penggunaan bahan / produk lain yang dapat dibuktikan mempunyai kwalitas penampilan yang setaraf dengan bahan / produk yang memakai merk dagang yang disebutkan, dapat diterima sejauh bahwa untuk itu sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Direksi / Pengawas atas Kesetarafan tersebut.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

50

c. d.

Penggunaan Bahan / Produk yang disetujui sebagai “setaraf” tidak dianggap sebagai perubahan pekerjaan dan karenanya perbedaan harga dengan bahan produk yang disebutkan merk dagangnya atau diabaikan. Sejauh bisa memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan, penggunaan produksi dalam negeri lebih diutamakan.

1.3.4.Penggantian (Substitusi) a. Pemborong / supplier bisa mengajukan usulan untuk menggantikan sesuatu bahan / produk lain dengan penampilan yang setaraf dengan yang dipersyaratkan. b. Dalam persetujuan atau sesuatu penggantian (substitusi), perbedaan harga yang ada dengan bahan / produk yang dipersyaratkan akan diperhitungkan sebagai perubahan pekerjaan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Dalam hal dimana penggantian disebabkan karena kegagalan pemborong / suplier seperti dipersyaratkan, maka perubahan pekerjaan yang bersifat biaya tambah dianggap tidak ada. 2. Dalam hal dimana penggantian dapat disepakati oleh Direksi / Pengawas dan pemberi Tugas sebagai masukan (Input) baru yang menyangkut nilai tambah, maka perubahan pekerjaan mengakibatkan biaya tambah dapat diperkenankan. 1.3.5.Persetujuan Bahan a. Untuk menghindarkan penolakan bahan di lapangan, dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu bahan / produk akan dibeli / dipesan / diproduksi, terlebih dahulu dimintakan persetujuan dari Direksi / Pengawas atau kesesuaian dari bahan / Produk tersebut pada Persyaratan Teknis, yang mana akan diberikan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh / brosur dari bahan / produk yang bersangkutan untuk diserahkan kepada Direksi / Pengawas Lapangan. b. Penolakan bahan di lapangan karena diabaikannya prosedur di atas sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemborong / suplier, yang mana tidak dapat diberikan pertimbangan keringanan apapun. c. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai contoh / brosur seperti tersebut di atas tidak melepaskan tanggung jawab Pemborong / Supplier dari kewajibannya dalam Perjanjian Kerja ini mengadakan bahan / Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima / disetujuinya seluruh bahan / produk yang digunakan sesuai dengan contoh brosur yang telah disetujui. 1.3.6.Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas bahan / produk kepada Direksi / Pengawas harus disertakan contoh dari bahan / produk tesebut dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jumlah Contoh 1. Untuk bahan / produk bila tidak dapat diberikan sesuai sertifikat pengujian yang dapat disetujui / diterima oleh Direksi / Pengawas sehingga oleh karenanya perlu diadakan pengujian kepada Direksi / Pengawas harus diserahkan sejumlah bahan produk sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam standart prosedur pengujian, untuk dijadikan benda uji guna diserahkan pada Badan / Lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Direksi / Pengawas. 2. Untuk Bahan / produk atau mana dapat ditunjukan sertifikat pengujian yang dapat disetujui / diterima oleh Direksi / Pengawas, kepada Direksi / Pengawas harus diserahkan 3 (tiga) buah contoh yang masing masing disertai dengan salinan sertifikat pengujian yang bersangkutan. b. Contoh yang Disetujui 1. Dari contoh yang diserahkan kepada Direksi / Pengawas atau contoh yang telah memperoleh persetujuan dari Direksi / Pengawas harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya dan disamping itu, oleh Direksi / pengawas harus dipasangkan tanda pengenal persetujuannya pada 3 (tiga) buah contoh yang semuanya akan dipegang oleh Direksi / Pengawas. Bila dikehendaki, Pemborong / Supplier dapat meminta sejumlah set tambahan dari contoh berikut tanda pengenal persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

51

c.

kepentingan Dokumentasi sendiri. Dengan demikian jumlah contoh yang harus diserahkan kepada Direksi / Pengawas harus ditambah seperlunya sesuai dengan kebutuhan tambahan tersebut. 2. Pada waktu Direksi / Pengawas sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan bahan produk bagi pekerjaan, Pemborong berhak meminta kembali contoh tersebut untuk dipasangkan pada pekerjaan. Waktu Persetujuan Contoh 1. Adalah tanggung jawab dari pemborong / supllier untuk mengajukan contoh pada waktunya, sedemikian sehingga pemberian persetujuan atau contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada jadwal pengadaan bahan. 2. Untuk bahan / produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetarafan pada suatu merk dagang tertentu, keputusan atau contoh akan diberikan oleh Direksi / Pengawas dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Dalam hal dimana persetujuan tersebut akan melibatkan keputusan tambahan diluar persyaratan teknis (seperti penentuan model, warna, dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. 3. Untuk bahan / produk yang masih harus dibuktikan kesetarafannya dengan suatu merk dagang yang disebutkan, keputusan atau contoh akan diberikan oleh Direksi / Pengawas dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetarafan. 4. Untuk bahan / Produk yang bersifat pengganti / substitusi, keputusan persetujuan akan diberikan oleh Direksi / Pengawas dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya dengan lengkap seluruh bahan pertimbangan. 5. Untuk bahan / produk yang bersifat peralatan / perlengkapan atau pun produk yang lain karena sifat / jumlah / harga pengadaanya tidak memungkinkan untuk diberikan contoh dalam bentuk bahan / produk jadi permintaan persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari produk tersebut, yang mana harus dilengkapi dengan :  Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh pabrik / produsen.  Surat surat seperlunya dari agen / importer, sesuai keagenan, surat jaminan suku cadang dan jasa purna (after sales service) dan lainlain.  Katalog untuk warna, pekerjaan penyelesaian (finishing) dan lainlain.  Sertifikat pengujian, penetapan, kelas, dan dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi / Pengawas. 6. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan di atas, keputusan, keputusan atau contoh dari bahan / Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa pemberitahuan tertulis apapun dari Direksi / Pengawas, maka dengan sendirinya dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Direksi / Pengawas.

1.3.7.Penyimpanan Bahan a. Persetujuan atas suatu bahan / produk harus diartikan sebagai perijinan untuk memasukan bahan produk tersebut dengan tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa bahan / produk tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, Direksi / Pengawas berhak memerintahkan agar : 1. Bahan atau Produk tersebut segera diperbaiki sehingga kembali menjadi layak untuk dipakai. 2. Dalam hal mana perbaikan tidak lagi mungkin, supaya bahan / produk tersebut segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan selama 2 x 24 jam untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan. b. Untuk bahan / produk yang mempunyai umur pemakaian yang tertentu penyimpanannya harus dikelompokan menurut umur pemakaian tersebut yang mana harus dinyatakan dengan tanda pengenal dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Terbuat dari kaleng atau kertas karton yang tidak akan rusak selama penggunaan ini.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

52

2. 3. 4. c.

Berukuran minimal 40 x 60 cm. Huruf berukuran minimum 10 cm dengan warna merah. Diletakkan di tempat yang mudah terlihat. Penyusunan bahan sejenis selama penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga bahan yang terlebih dahulu masuk akan lebih dulu pula dikeluarkan untuk dipakai dalam pekerjaan.

1.4. Pelaksanaan 1.4.1.Rencana Pelaksanaan a. Dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja (SPK) oleh kedua belah pihak, pemborong harus menyerahkan kepada Direksi / Pengawas sebuah “Network Planning” mengenai seluruh kegiatan yang perlu dilakukan untuk melaksanakan pekerjaan ini dalam diagram mana dinyatakan pula urutan serta kaitan / hubungan antara seluruh kegiatan-kegiaan tersebut. b. Kegiatan kegiatan Pemborong untuk / selama masa pengadaan / pembelian serta waktu pengiriman / pengangkutan dari : 1. Bahan, elemen, komponen dari pekerjaan maupun pekerjaan persiapan / pembantu. 2. Peralatan dan perlengkapan untuk pekerjaan c. Kegiatan kegiatan Pemborong untuk / selama waktu fabrikasi, pemasangan dan pembangunan. d. Pembuatan gambar-gambar kerja. e. Permintaaan persetujuan atau bahan serta gambar kerja maupun rencana kerja. f. Harga borongan dari masing masing kegiatan tersebut. g. Jadwal untuk seluruh kegiatan tersebut. h. Direksi / Pengawas akan memeriksa rencana kerja Pemborong dan memberikan tanggapan dalam waktu 2 (dua) minggu. i. Pemborong harus memasukkan kembali perbaikan / penyempurnaan atau rencana kerja kepada Direksi / Pengawas dan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atau rencana kerja tadi paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya pelaksanaan. j. Pemborong tidak dibenarkan memulai suatu pelaksanaan atau pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi / Pengawas atau rencana kerja ini. Kecuali dapat dibuktikan bahwa Direksi / Pengawas telah melalaikan kewajibannya untuk memeriksa rencana kerja Pemborong pada waktunya, maka kegagalan Pemborong untuk memulai pekerjaan sehubungan dengan belum adanya rencana kerja yang memulai pekerjaan yang disetujui Direksi, sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pemborong bersangkutan. 1.4.2.Gambar Kerja (Shop Drawing) a. Untuk bagian-bagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaan (Construction Drawings) belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana, Pemborong wajib untuk mempersiapkan gambar kerja yang secara terperinci akan memperlihatkan cara pelaksanaan tersebut. b. Format dari gambar kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Direksi / Pegawas. c. Gambar kerja harus diajukan kepada Direksi / Pengawas untuk mendapatkan persetujuan untuk mana gambar-gambar tersebut di atas harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga). d. Pengajuan gambar kerja tersebut paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum pemesanan bahan atau Pelaksanaan pekerjaan dimulai. 1.4.3.Ijin Pelaksanaan Ijin pelaksanaan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum memulai pekerjaan tersebut, Pemborong diwajibkan untuk mengajukan ijin pelaksanaan secara tertulis kepada Direksi / Pengawas dengan dilampiri gambar kerja yang sudah disetujui. Ijin pelaksanaan yang disetujui sebagai pegangan Pemborong untuk melaksanakan pada bagian pekerjaan tersebut.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

53

1.4.4.Contoh Pekejaan ( Mock Up). Bila pekerjaan dikehendaki oleh Direksi / Pengawas, Pemborong wajib menyediakan sebelum pekerjaan dimulai. 1.4.5.Rencana Mingguan dan Bulanan. a. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu dalam masa dimana pelaksanaan pekerjaan berlangsung, Pemborong wajib untuk menyerahkan kepada direksi / pengawas suatu rencana mingguan yang berisi rencana pelaksanaan dari berbagai bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam minggu berikutnya. b. Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari tiap bulan, Pemborong wajib menyerahkan kepada Direksi / pengawas suatu rencana bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya, berbagai rencana pelaksanaan dari berbagai bagian pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya. c. Kelalaian Pemborong untuk menyusun dan menyerahkan rencanan mingguan maupun bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan perintah Direksi / Pengawas dalam melaksanakan pekerjaan. d. Untuk memulai suatu bagian pekerjaan yang baru, pemborong diwajibkan untuk memberitahu Direksi / Pengawas mengenai hal tersebut paling sedikit 2 x 24 jam sebelumnya. 1.4.6.Kwalitas Pekerjaan Pekerjaan harus dikerjakan dengan kwalitas pengerjaan yang terbaik untuk jenis pekerjaan bersangkutan. 1.4.7.Pengujian Hasil Pekerjaan a. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan tolak ukur pengujian yang dipersyaratkan dalam referensi yang ditetapkan dalam pada Pasal I.2. dari Persyaratan Teknis Umum ini. b. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka Badan / Lembaga yang akan melakukan pengujian dipilih atas persetujuan Direksi / Pengawas dari Lembaga / Badan Penguji milik Pemerintah atau yang diakui Pemerintah atau Badan lain yang oleh Direksi / Pengawas dianggap memiliki obyektifitas dan Integritas yang meyakinkan. Atau hal yang terakhir ini Pemborong / supplier tidak berhak mengajukan sanggahan. c. Semua biaya pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Pemborong. d. Dalam hal dimana Pemborong tidak dapat menyetujui hasil pengujian dari bahan penguji yang ditunjuk oleh Direksi, Pemborong berhak mengadakan pengujian tambahan pada lembaga / Badan lain yang memenuhi persyaratan Badan Penguji seperti tersebut di atas untuk mana seluruh pembiayaannya ditanggung sendiri oleh pemborong. e. Apabila ternyata bahwa kedua hasil pengujian dari kedua Badan tersebut memberikan kesimpulan yang berbeda, maka dapat dipilih untuk : 1. Memilih Badan / Lembaga Penguji ketiga atau kesepakatan bersama. 2. Melakukan pengujian ulang pada bahan / lembaga Penguji pertama atau kedua dengan ketentuan tambahan sebagai berikut : Pelaksanaan pengujian ulang harus disaksikan oleh Direksi / Pengawas dan Pemborong / supplier maupun wakil-wakilnya. Pada pengujian ulang harus dikonfirmasikan penerapan dari alat alat penguji. 3. Hasil dari pengujian ulang harus dianggap final, kecuali bilamana kedua belah pihak sepakat untuk menganggapnya demikian. 4. Apabila hasil pengujian ulang mengkonfirmasikan kesimpulan dari hasil pengujian yang pertama, maka semua akibat langsung maupun tidak langsung dari adanya semua pengulangan pengujian menjadi tanggung jawab pemborong / supplier. 5. Apabila hasil pengujian ulang menunjukan ketidaktepatan kesimpulan dari hasil pengujian yang kedua, maka: 2 (dua) dari 3 (tiga) penguji yang bersangkutan, atas pilihan Pemborong / Supplier akan diperlakukan sebagai pekerjaan tambah.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

54

Atas segala penundaan pekerjaan akibat adanya penambahan / pengulangan pengujian akan diberikan tambahan waktu pelaksanaan pada bagian pekerjaan bersangkutan dan bagian bagian lain yang terkena akibatnya, penambahan mana besarnya adalah sesuai dengan penundaan yang terjadi

1.4.8. Penutupan Hasil Pelaksanaan Pekerjaan a. Sebelum menutup suatu bagian pekerjaan dangan bagian pekerjaan yang
lain yang mana akan secara visual menghalangi Direksi / Pengawas untuk memeriksa bagian pekerjaan yang terdahulu, pemborong wajib melaporkan secara tertulis kepada Direksi / Pengawas mengenai rencananya untuk melaksanakan bagian pekerjaan yang akan menutupi bagian pekerjaan tersebut, sedemikian rupa sehingga Direksi / Pengawas berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pengerjaannya. b. Kelalaian Pemborong untuk menyampaikan laporan di atas, memberikan hak kepada Direksi / Pengawas untuk dibelakang hari menuntut pembongkaran yang menutupi tersebut, guna memeriksa hasil pekerjaan yang terdahulu yang mana akibatnya sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemborong. c. Dalam hal dimana laporan telah disampaikan dan Direksi tidak mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan yang dimaksudkan di atas, maka setelah lewat 2 (dua) hari sejak laporan disampaikan, pemborong berhak melanjutkan pelaksanaan pekerjaan dan menganggap bahwa Direksi telah menyetujui bagian pekerjaan yang ditutup tersebut. d. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Direksi / Pengawas atas suatu pekerjaan tidak melepaskan Pemborong dari kewajibannya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Surat Perjanjian Pemborong (SPP). e. Walaupun telah diperiksa dan disetujui kepada Pemborong masih dapat diperintahkan untuk membongkar bagian pekerjaan yang menutupi bagian pekerjaan lain guna pemeriksaan bagian pekerjaan yang ditutupi. 1.4.9.Kebersihan dan Keamanan a. Pemborong bertanggung jawab untuk menjaga agar area kerja senantiasa berada dalam keadaan rapi dan bersih. b. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan diarea kerja, termasuk apabila diperlukan tenaga, peralatan, atau tanda-tanda Khusus.

1.5. Penyelesaian Dan Penyerahan 1.5.1.Dokumen Terlaksana (As Build Documents) a. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan Pemborong wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari: 1. Gambar-gambar terlaksana (as built drawing) 2. Persyaratan teknis terlaksana dari pekerjaan, sebagaimana yang telah dilaksanakan. b. Dikecualikan dari kewajiban di atas adalah Pemborong untuk pekerjaan: 1. Pekerjaan Persiapan 2. Supply bahan, perlengkapan / peralatan kerja c. Dokumen terlaksana bisa diukur dari : 1. Dokumen pelaksanaan 2. Gambar-gambar perubahan 3. Perubahan Persyaratan Teknis 4. Brosur teknis yang diberi tanda pengenal khusus berupa cap sesuai petunjuk Direksi / Pengawas. d. Dokumen terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Direksi / Pengawas e. Khusus untuk pekerjaan kunci, sarana komunikasi bersaluran banyak, utilitas dan pekerjaan pekerjaan lain dengan sistem jaringan bersaluran banyak secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif, dokumen terlaksana ini harus dilengkapi dengan daftar pesawat / instalasi /

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

55

f.

peralatan / perlengkapan yang mengidentifikasi lokasi dari masing-masing barang tersebut. Kecuali dengan ijin khusus dari Direksi / Pengawas dan Pemberi Tugas, Pemborong harus membuat dokumen terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Pemborong tidak dibenarkan membuat / menyimpan salinan ataupun copy dari dokumen terlaksana tanpa ijin khusus tersebut.

1.5.2.Penyerahan Pada waktu penyerahan pekerjaan, Pemborong wajib menyerahkan kepada Pemberi Tugas : a. 2 (dua) dokumen terlaksana b. Untuk peralatan / perlengkapan: 2 (dua) set pedoman operasi (operational manual) suku cadang sesuai yang dipersyaratkan c. Untuk berbagai macam : Semua kunci orisinil disertai “Construction Key” bila ada Minimum 1 (satu) set kunci duplikat d. Dokumen dokumen resmi (seperti surat ijin, tanda pembayaran cukai, surat fiskal pajak, dan lain-lain) e. Segala macam surat jaminan berupa Guarantee / Warranty sesuai uang yang dipersyaratkan. f. Surat pernyataan pelunasan sesuai petunjuk Direksi / Pengawas g. Bahan finishing cat minimal 3 (tiga) galon (masing-masing warna) h. Bahan finishing lantai / dinding & atau masing masing minimal 2 m2

1.6. Keamanan Penjagaan
1.6.1.Untuk keamanan Pemborong diwajibkan mengadakan penjagaan, bukan saja terhadap pekerjaannya, tetapi juga bertanggung jawab atas keamanan, kebersihan bangunan-bangunan, jalan-jalan, pagar, pohon-pohon dan tamantaman yang telah ada.

1.6.2. Pemborong berkewajiban menyelamatkan bangunan yang telah ada, apabila
bangunan yang telah terjadi kerusakan alibat pekerjaan ini, maka pemborong berkewajiban untuk memperbaiki / membetulkan sebagaimana mestinya.

1.6.3. Pemborong harus menyediakan penerangan yang cukup di lapangan,
terutama pada waktu lembur, jika Pemborong menggunakan aliran listrik dari bangunan / komplek, diwajibkan bagi pemborong untuk memasang meter sendiri untuk menetapkan sewa listrik yang dipakai.

1.6.4. Pemborong harus berusaha menanggulangi kotoran-kotoran debu agar tidak
mengurangi kebersihan dan keindahan bangunan-bangunan yang sudah ada.

1.6.5. Segala operasi yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan untuk
Pembangunan pekerjaan sementara sesuai dengan ketentuan kontrak harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap ketentraman penduduk atau jalan-jalan yang harus digunakan baik jalan perorangan atau umum, milik pemberi tugas atau milik pihak lain. Pemborong harus membebaskan Pemberi Tugas dari segala tuntutan ganti rugi sehubungan dengan hal tersebut di atas.

1.6.6. Pemborong harus bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan pada jalan
raya atau jembatan yang menghubungkan proyek sebagai akibat dari lalu lalang peralatan ataupun kendaraan yang dipergunakan untuk mengangkut bahan bahan / material guna keperluan proyek.

1.6.7. Apabila Pemborong memindahkan alat-alat pelaksanaan, mesin-mesin berat
atau unit-unit alat berat lainnya dari bagian pekerjaan, melalui jalan raya atau jembatan yang mungkin akan mengakibatkan kerusakan dan seandainya pemborong akan membuat perkuatan-perkuatan di atasnya, maka hal

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

56

tersebut harus diberitahukan terlebih dahulu kepada Pemberi Tugas dan Instansi Yang berwewenang. Biaya untuk perkuatan tersebut menjadi tanggungan Pemborong.

PASAL 2. 2.1. Pekerjaan Persiapan

PEKERJAAN PERSIAPAN DAN LAPANGAN

2.1.1.Direksi Keet a. Bangunan sementara Sebelum pemborong memulai pelaksanaan pekerjaan ini diharuskan menyediakan dan mendirikan Direksi Keet berupa bangunan sementara yang berukuran minimal 3.00 x 9.00 m2. Bangunan sementara ini harus dilengkapi dengan toilet / WC dan kamar mandi yang khusus dimanfaatkan oleh Direksi / pengawas. Selain dilengkapi dengan bak air, closet, maka harus pila dilengkapi dengan septictank & sumur resapan. b. Kelengkapan direksi keet Sebagai kelengkapan direksi keet guna penyelesaian administrasi di lapangan, maka sebelum pelaksanaan pekerjaan ini dimulai pemborong harus terlebih dahulu melengkapi peralatan antara lain : - Soft board menempel di dinding 2x1,2x2,4 - (Satu) buah meja rapat (sederhana) ukuran 1,2 x 4,8 m2 - (Dua belas) buah kursi duduk ruang rapat - (Satu) White Board (1,2 x 2,4) dan peralatannya - (Satu) rak / almari buku sederhana - (satu) set kelengkapan PPPK ( P3K) - AC dalam ruangan - (Lima) buah Helm Selesai pelaksanaan proyek ini (Serah terima ke II) semua peralatan / kelengkapan tersebut dalam ayat ini menjadi milik kontraktor, dengan demikian pembiayaannya dianggap sewa. c. Alat-alat yang harus senantiasa tersedia di Proyek untuk setiap saat dapat digunakan oleh direksi Lapangan adalah : - (satu) buah kamera - (satu) buah alat ukur Schuitmaat. - (satu) buah alat ukur optik (theodolit / waterpass) - (satu) buah personal komputer dan printer - (satu) buah mesin tik standart 18” 2.1.2.Kantor Dan Gudang Kontraktor Dalam pelaksanaan pekerjaan ini Kontraktor dapat membuat Kantor Kontraktor, barak-barak untuk pekerja atau gudang tempat penyimpanan bahan (Boukeet), yang sebelumnya telah dapat persetujuan dari pihak Direksi / Pengawas berkenaan dengan konstruksi atau penempatannya. Semua Boekeet perlengkapan Pemborong dan sebagainya, pada waktu pekerjaan berakhir (serah terima) harus dibongkar. 2.1.3.Sarana Pekerja a. Kontraktor wajib memasukkan identifikasi tempat kerja bagi semua pekerjaan yang dilakukan di luar lapangan sebelum pemasangan peralatan yang dimiliki serta jadwal kerja. b. Semua sarana kerja yang digunakan harus benar-benar baik dan memenuhi persyaratan kerja sehingga memudahkan dan melancarkan kerja di lapangan c. Penyediaan tempat penyimpanan bahan / material di lapangan harus aman dari segala kerusakan hilang dan hal hal dasar yang mengganggu pekerjaan lain yang sedang berjalan. 2.1.4.Pengaturan Jam Kerja Dan Pengerahan Tenaga Kerja a. Pemborong harus dapat mengatur sedemikian rupa dalam hal pengerahan tenaga kerja pengaturan jam kerja maupun penempatan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

57

bahan hendaknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pengawas lapangan. Khususnya dalam pengerahan tenaga kerja dan pengaturan jam kerja dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan peraturan perburuhan yang berlaku. b. Kecuali ditentukan lain, Pemborong harus menyediakan akomodasi dan fasilitas-fasilitas lain yang dianggap perlu misalnya (air minum, toilet yang memenuhi syarat-syarat kesehatan dan fasilitas kesehatan lainya seperti penyediaan perlengkapan PPPK yang cukup serta pencegahan penyakit menular) c. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tempat pekerjaan tidak melanggar wilayah bangunan-bangunan lain yang berdekatan, dan pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan

2.1.5. Perlindungan Terhadap Bangunan / Sarana Yang Ada a. Segala kerusakan yang timbul pada bangunan / konstruksi sekitarnya b. c.
menjadi tanggung jawab Pemborong untuk memperbaikinya, bila kerusakan tersebut jelas akibat pelaksanaan pekejaan. Selama pekerjaan berlangsung Pemborong harus selalu menjaga kondisi jalan sekitarnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat pelaksanaan pekerjaan ini. Kontraktor wajib mengamankan sekaligus melaporkan / menyerahkan kepada pihak yang berwenang bila nantinya menemukan benda-benda bersejarah.

2.1.6.Pembersihan Dan Penebangan Pohon-Pohonan a. Lapangan terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput, semak, akarakar pohon. b. Sebelum pekerjaan lain dimulai, lapangan harus selalu dijaga, tetap bersih dan rata. c. Pemborong tidak boleh membasahi, menebang atau merusak pohonpohon atau pagar, kecuali bila telah ditentukan lain atau sebelumnya diberi tanda pada gambar-gambar yang menandakan bahwa pohonpohon dan pagar harus disingkirkan. Jika ada sesuatu hal yang mengharuskan Pemborong untuk melakukan penebangan, maka ia harus mendapat ijin dari Pemberi tugas. 2.1.7.Penjagaan, Pemagaran Sementara, Dan Papan Nama a. Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan, penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaannya yang dianggap peting selama pelaksanaan, dan sekaligus menempatkan petugas keamanan untuk mengatur sirkulasi / arus kendaraan keluar / masuk proyek. b. Sebelum kontraktor mulai melaksanakan pekerjaannya, maka terlebih dahulu memberi pagar pengaman pada sekeliling site pekerjaan yang dilakukan c. Pembuatan pagar pengaman dibuat jauh dari lokasi pekerjaan, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilakukan, serta tempat penimbunan bahan bahan. d. Dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat bertahan / kuat sampai pekerjaan selesai dan tampak dari luar dapat menunjang estetika atas kawasan yang ada. e. Syarat pagar pengamanan : - Pagar dari seng gelombang finish cat berpola sesuai dengan pengarahan pemberi tugas dengan ketinggian 180 cm. - Tiang Dolken minimum berdiameter 10 cm, jarak pemasangan minimal 180 cm, bagian yang masuk pondasi minimum 40 cm. - Rangka kayu borneo berukuran 4 x 6 cm, dengan pemasangan 4 jalur menurut tinggi pagar. - Pondasi cor beton setempat minimum penampang diameter 30 cm, dalam 50 cm dari permukaan tanah setempat. Beton dengan adukan 1 : 3 : 5. - Lengkap pembuatan pintu masuk dari bahan sama.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

58

f.

Selesai proyek semua bahan pagar adalah milik Pemborong, untuk hal tersebut di atas didalam susunan penawaran hendaknya telah dipertimbangkan. Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor harus memasang papan nama proyek yang dibuat dan dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana.

2.1.8.Pekerjaan Penyediaan Air Dan Daya Listrik Untuk Bekerja a. Air untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dengan membuat sumur pompa di tapak proyek atau disulai dari luar. Air harus bersih, bebas dari debu, bebas dari lumpur, minyak dan bahn-bahan kimia lainnya yang merusak. Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan rencana. b. Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan, atau penggunaan diesel untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas persetujuan pengawas. Daya listrik juga disediakan untuk mensuplai kantor Direksi Lapangan. c. Segala Biaya atas pemakaian daya dan air di atas adalah beban Kontraktor.

2.1.9. Drainase Tapak a. Dengan mempertimbangkan keadaan topografi / kontur tanah yang ada b. c.
di tapak, kontraktor wajib membuat saluran sementara yang berfungsi untuk pembuangan air yang ada. Arah aliran air ditujukan ke daerah / permukaan yang terendah yang ada di tapak atau ke saluran yang sudah ada di lingkungan daerah pembuangan. Pembuatan saluran sementara harus sesuai dangan petunjuk dan persetujuan Direksi / Pengawas.

2.1.10.Mengadakan Pengukuran Dan Pemasangan Bowplank a. Pengukuran Tapak kembali. 1. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keteranganketerangan mengenai peil ketinggian tanah, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. 2. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Pengawas / Direksi untuk diminta keputusannya. 3. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpass / Theodolite yang ketepatannya dapat dipertanggung- jawabkan. 4. Kontraktor harus menyediakan Theodolith / waterpass beserta petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Pengawas / Direksi selama pelaksanaan Proyek. 5. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau barang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujuii oleh Direksi. 6. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. b. Pengukuran dan Titik Peil (0,00) Bangunan Pemborong harus mengadakan pengukuran yang tepat berkenaan dengan letak / kedudukan bangunan terhadap titik patok / pedoman yang telah ditentukan, siku bangunan maupun datar (water Pass) dan tegak lurus bangunan harus ditentukan dengan memakai alat water pass instrument / Theodolith. Hal tersebut dilaksanakan untuk mendapatkan tegel, langit-langit dan sebagainnya dengan hasil yang baik dan siku. Untuk mendapatkan titik Peil harap disesuaikan dengan notasi-notasi yang tercantum pada gambar rencana (Lay Out), dan bila terjadi penyimpangan atau tidak sesuainya antara kondisi lapangan dengan Lay Out, Pemborong harus melapor pada Pengawas / Perencana.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

59

c. Pemasangan Bouwplank 1. Pemborong bertanggung jawab atas ketepatan serta kebenaran
persiapan Bowplank / pengukuran pekerjaan sesuai dengan referensi ketinggian, dan bench mark yang diberikan konsultan pengawas secara tertulis serta bertanggung jawab atas ketinggian, posisi, dimensi, serta kelurusan seluruh bagian pekerjaan serta pengadaan peralatan, tenaga kerja yang diperlukan. 2. Bilamana suatu waktu dalam proses pembangunan ternyata ada kesalahan dalam hal tersebut di atas, maka hal tersebut merupakan tanggung jawab Pemborong serta wajib memperbaiki kesalahan tersebut dan akibat-akibatnya, kecuali bila kesalahan tersebut disebabkan referensi tertulis dari Direksi Pekerjaan. 3. Pengecekan pengukuran atau lainnya oleh Konsultan Pengawas atau wakilnya tidak menyebabkan tanggung-jawab Pemborong menjadi berkurang. Pemborong wajib melindungi semua bench mark, dan lain-lain atau seluruh refferensi dan realisasi yang perlu pada pengukuran pekerjaan ini. 4. Bahan dan Pelaksanaan. - Tiang Bowplank menggunakan kayu Kruing ukuran 5/7 dipasang setiap jarak 2.00 m1, sedangkan papan bowplank ukuran 2/20 dari kayu dipasang datar Water Pass. - Pemasangan bowplank harus sekeliling bangunan dengan jarak 2,00 m1 dari as tepi bangunan dengan patok patok yang kuat, bowplank tidak boleh dilepas / dibongkar dan harus tetap berdiri tegak pada tempatnya sehingga dapat dimanfaatkan hingga pekerjaan mencapai tahapan trasraam tembok bawah. 2.2. Pekerjaan Tanah Untuk Lahan Bangunan 2.2.1.Lingkup Pekerjaan 1. Tenaga Kerja, Bahan dan Alat Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat- alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengamankan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi ini. 2. Galian Tanah Pondasi Pekerjaan ini meliputi galian tanah untuk Pile Cap, balok pondasi dan struktur lainnya yan terletak dadalam atau di atas tanah, seperti tercantum di dalam gambar rencana atau sesuai dengan kebutuhan Kontraktor agar pekerjaannya dapat dilaksanakan dengan lancar, benar dan aman. 3. Pembersihan Akar Tanaman dan Bekas Akar Pohon Akar tanaman dan bekas akar pohon yang terdapat di dalam tanah dapat membusuk dan menjadi material organik yang dapat mempengaruhi kekuatan tanah. Pada seluruh lokasi proyek dimana tanah berfungsi sebagai pendukung bangunan khususnya pendukung lantai terbawah, maka akar tanaman dan sisa akar pohon harus digali dan dibuang hingga bersih. Lubang bekas galian tersebut harus diisi dengan material urugan yang memenuhi syarat. 4. Pohon-pohon pada lahan proyek Sebagian pohon pada proyek ini harus dipertahankan. Kontraktor wajib mempelajari hal ini dengan teliti sehingga tidak melakukan penebangan pohon tanpa koordinasi dengan Direksi / Konsultan Pengawas. Pohon yang terletak pada bangunan yang akan dibangun dapat ditebang. 2.2.2.Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Level Galian Galian tanah harus dilaksanakan sesuai dengan level yang tercantum di dalam gambar rencana. Kontraktor harus mengetahui dengan pasti hubungan antara level bangunan terhadap level muka tanah asli dan jika hal tersebut belum jelas harus segera didiskusikan hal ini dengan Konsultan Pengawas sebelum galian dilaksanakan. Kesalahan yang dilakukan akibat hal ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. 2. Jaringan Utilitas

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

60

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon dan lain-lain, maka Kontraktor harus secepatnya memberitahukan hal ini kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan penyelesaian. Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan akibat kelalaiannya dalam mengamankan jaringan utilitas ini. Jaringan utilitas aktif yang ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lokasi pekerjaan harus dipindahkan ke suatu tempat yang disetujui oleh Konsultan Pengawas atas tanggungan Kontraktor. Galian yang Tidak Sesuai Jika galian dilakukan melebihi ke dalaman yang ditentukan, maka kontraktor harus mengisi / mengurug kembali galian tersebut dengan bahan urugan yang memenuhi syarat dan harus dipadatkan dengan cara yang memenuhi syarat, atau galian tersebut dapat diisi dengan material lain seperti adukan beton. Urugan Kembali Pengurugan Kembali bekas galian harus dilakukan sesuai dengan yang diisyaratkan pada bab mengenai urugan dan pemadatan. Pekerjaan pengisian kembali ini hanya boleh dilakukan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. Pemadatan Dasar Galian Dasar galian harus rata / water pas dan bebas dari akar-akar tanaman atau bahan-bahan organis lainnya. Selanjutnya dasar galian harus dipadatkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Air Pada Galian Kontraktor wajib mengantisipasi air yang terdapat pada dasar galian dan wajib menyediakan pompa air atau pompa lumpur dengan kapasitas yang memadai untuk menghindari genangan air dan lumpur pada dasar galian. Kontraktor harus merencanakan secara benar, kemana air tanah harus dialirkan, sehingga tidak terjadi genangan air / banjir pada lokasi disekitar proyek. Di dalam lokasi galian harus dibuat drainase yang baik agar aliran air dapat dikendalikan selama pekerjaan berlangsung. Struktur Pengaman Galian dan Pelindung Galian Jika galian yang harus dibuat ternyata cukup dalam, maka kontraktor harus membuat pengaman galian sedemikian rupa hingga tidak terjadi kelongsoran pada tepi galian. Galian terbuka hanya diijinkan jika diperoleh kemiringan lebih besar 1:2 (Vertikal : Horisontal). Sisi galian harus dilindungi dengan adukan beton terpasang, maka galian tersebut harus dilindungi dengan material kedap air seperti lembaran terpal / kanvas sehingga sisi galian tersebut selalu terlindung dari hujan maupun sinar matahari. Perlindungan Benda Yang Dijumpai Kontraktor harus melindungi atau menyelamatkan benda-benda yang dilindungi selama pekerjaan galian terpasang. Kecuali disetujui untuk dipindahkan, benda-benda tersebut harus tetap pada tempatnya dan kerusakan yang terjadi akibat kelalaian kontraktor harus diperbaiki / diganti oleh kontraktor. Urutan Galian Pada Level Berbeda Jika ke dalaman galian berbeda satu dengan lainnya, maka galian harus dimulai dari bagian yang lebih dalam dahulu dan seterusnya.

2.3. Pekerjaan Urugan Pasir Padat 2.3.1.Lingkup Pekerjaan 1. Tenaga Kerja, bahan, dan Alat Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengamankan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi. 2. Lokasi pekerjaan Pekerjaan urugan pasir padat dilakukan di atas dasar galian tanah, di bawah lapisan lantai kerja dan digunakan untuk semua struktur beton yang berhubungan dengan tanah seperti Pile Cap, balok pondasi dan pekerjaan beton yang lain yang berhubungan langsung dengan tanah. 3. Pembersihan Akar Tanaman padat dan sisa Galian

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

61

Jika di bawah dasar galian dijumpai akar tanaman atau tanah organis, maka dasar galian tersebut harus dibersihkan dari hal tersebut di atas, dan bekas galian tersebut harus diisi dengan material urugan yang memenuhi syarat. 2.3.2.Persyaratan Bahan 1. Bahan urugan Pasir Padat Pasir yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan keras, bebas dari lumpur, tanah lempung dan organis. Bahan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. 2. Air Kerja Air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung minyak, asam alkali dan bahan organis lainnya, serta dapat diminum. Sebelum digunakan air harus diperiksa dilaboratorium pemeriksaan bahan yang sah. Jika hasil uji ternyata tidak memenuhi syarat, maka kontraktor wajib mencari air kerja yang memenuhi syarat. 2.3.3.Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Tebal Pasir urug Jika tidak tercantum dalam gambar kerja, maka di bawah lantai kerja harus diberi lapisan pasir urug tebal 10 cm padat. Pemadatan harus dilaksanakan sehingga dapat menerima beban yang bekerja. 2. Cara Pemadatan Pemadatan dilakukan dengan disiram air dan selanjutnya dipadat dengan alat pemadat yang disetujui konsultan Pengawas. Pemadatan dilakukan hingga mencapai tidak kurang dari 98% dari kepadatan optimum Laboratorium. Pemadatan harus dilakukan pada kondisi galian yang memadai agar dapat hasil kepadatan yang baik. Kondisi galian tersebut harus dipertahankan sampai pekerjaan pemadatan selesai dilakukan. Pemadatan harus diulang kembali jika keadaan tersebut di atas tidak memenuhi. 3. Air Pada Lokasi Pemadatan Jika air tanah ternyata menggenangi lokasi pemadatan, maka Kontraktor wajib menyediakan Pompa dan dasar galian harus kering sebelum pasir urug diletakkan. Kontraktor harus membuat rencana yang benar, agar air tanah dapat dialirkan kelokasi yang lebih rendah dari dasar galian, misalnya dengan membuat sumpit pada tempat tertentu. 4. Tanah di sekitar pasir urug Kontraktor harus menjaga agar tanah disekitar lokasi tedak tercampur dengan Pasir Urug. Jika pasir urug tersebut tercampur dengan tanah lainnya, maka Kontraktor wajib mengganti pasir urug tesebut dengan bahan lainnya yang bersih. 5. Persetujuan Pekerjaan selanjutnya dapat dikerjakan, bilamana pekerjaan urugan tersebut sudah mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. 2.4. Pekerjaan Urugan Dan Pemadatan 2.4.1.Lingkup Pekerjaan 1. Tenaga Kerja, Bahan, dan Alat Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga Kerja, bahan-bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengamankan Pekerjaan ini dengan baik dan Sesuai dengan Spesifikasi. 2. Lokasi Pekerjaan Pekerjaan ini pada Lokasi seperti yang tercantum pada gambar rencana, dengan elevasi seperti tertera pada di dalam peta kontur. 3. Pembersihan akar tanaman dan Sisa Galian Jika Dijumpai akar tanaman atau tanah organis, maka lokasi tersebut harus dibersihkan dari hal tersebut di atas, dan bekas galian tersebut harus diisi dengan material urugan yang memenuhi syarat. 2.4.2.Persyaratan Bahan 1. Bahan Bekas Galian di Dalam Lokasi Proyek Tanah bekas Galian dapat dipertimbangkan untuk digunakan jika memenuhi syarat untuk digunakan. Tanah Tersebut harus bebas dari lumpur dan bahan organis lainnya.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

62

2. Bahan Urugan Dari Luar Lokasi Proyek
Jika tanah urug didatangkan dari luar, maka tanah urug tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. memiliki koefisien permeabilitas dari 10-7 cm / detik b. Mengandung minimal 20% partikel lanau dan lempung dan bebas tanah organis, kotoran dan batuan berukuran lebih dari 50 mm dan mengandung kurang dari 10% partikel gravel. c. Mempunyai Indeks Plastis (PI) lebih dari 10%. Bahan yang mempunyai PI lebih dari 10% akan sulit dipadatkan. d. Gumpalan gumpalan tanah harus digemburkan dan bahan tersebut harus dalam kondisi lepas agar mudah dipadatkan. e. Secara umum bahan tersebut berupa sirtu / pasir batu yang sebelum mendatangkan harus sudah mendapat persetujuan konsultan Pengawas. Bahan Urugan Yang tidak memenuhi Syarat Semua bahan urugan yang tidak memadai harus dikeluarkan dari lokasi proyek dan diganti dengan bahan yang memenuhi Syarat.

3.

2.4.3.Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Cara Pengurugan dan Pemadatan Pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal lapisan 20 cm dan pemadatan dilakukan sampai mencapai kepadatan Maximum pada kadar air optimum yang ditentukan di dalam gambar rencana. Pemadatan urugan dilakukan dengan memakai alat pemadat yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Jika tidak tercantum dalam gambar rencana, maka pemadatan harus dilakukan sampai mencapai derajat kepadatan 98%. 2. Pemasangan Patok Pada lokasi urugan harus diberi patok-patok, ketinggian sesuai dengan ketinggian rencana. Untuk daerah-daerah dengan ketinggian tertentu, dibuat patok dengan warna tertentu pula. 3. System Drainase Pada daerah yang basah, kontraktor harus membuat saluran sementara sedemikian rupa sehingga lokasi tersebut dapat dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan bantuan pompa air. Sistem drainase yang direncanakan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Dan sistem drainase tersebut harus selalu dijaga selama pekerjaan berlangsung agar dapat berfungsi secara efektif untuk menaggulangi air yang ada. 4. Kotoran dan Lumpur dan Bahan Organik Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur atau kotoran, sampah dan material sejenis. Pengurugan tidak dapat dilakukan jika kotoran tersebut belum dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. 5. Uji kepadatan optimum di Laboratorium Uji kepadatan optimum harus mengikuti ketentuan ASTM. D-1557 atau AASHTO. Hasil uji ini digunakan untuk menentukan cara pemadatan lapangan. Uji yang dilakukan antara lain : a. “Density of Soil inplace by Sand Cone method ASSHTO T.191” b. “Density of Soil inplace by Driven Cylinder Method“ ASSTO T-.204. c. “Density of Soil inplace by Rubber Ballon” ASSHTO T-205. 6. Kepadatan Lapisan dan Uji Lapangan Untuk bahan yang sama, setiap lapis tanah yang sudah dipadatkan harus diuji di lapangan, yaitu 1 (satu) buah test untuk setiap 500 m 2, yaitu dengan system Field Density Test. Jika urugan cukup tebal maka dengan hasil kepadatannya harus memenuhi ketentuan ketentuan sebagai berikut : a. Untuk lapisan yang letaknya lebih dalam 50 cm dari permukaan rencana, maka berat jenis kering tanah padat lapangan harus mencapai minimal 95% dari berat jenis kering laboratorium yang dihitung dengan Standart Proctor Test. b. Untuk Lapisan 50 cm dari permukaan rencana kepadatannya harus minimal 98% dari Standart Proctor test 7. Toleransi Kerataan Toleransi Pelaksanaan yang dapat diterima untuk penggalian dan pengurugan ± 50 mm terhadap Kerataan yang ditentukan. 8. Level akhir Hasil test di lapangan harus tertulis dan diketahui oleh Konsultan Pengawas. Semua hasil-hasil pekerjaan harus diperiksa kembali terhadap

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

63

patok-patok referensi untuk mengetahui sampai dimana kedudukan permukaan tanah tersebut. 9. Perlindungan Hasil Pemadatan. Bagian permukaan yang telah dinyatakan padat harus dipertahankan, dijaga dan dilindungi agar jangan sampai rusak akibat pengaruh luar misalnya basah oleh air hujan, panas matahari dan sebagainya perlindungan dapat dilakukan dengan menutupi permukaan plastik. Pekerjaan pengadaan dianggap cukup, setelah hasil test memenuhi syarat dan mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas. 10. Pemadatan kembali. Setiap lapisan harus dikerjakan sesuai deangan kepadatan yang dibutuhkan dan diperiksa melalui pengujian lapangan yang memadai, sebelum memulai lapisan berikutnya, bilamana bahan tersebut tidak mencapai kepadatan yang dikehendaki, lapisan tersebut harus diulangi perkerjaanya atau diganti, dengan cara-cara pelaksanaan yang telah ditentukan, guna mendapatkan kepadatan yang telah dibutuhkan, jadual pengujian harus diajukan oleh kontraktor kepada konsultan pengawas.

PASAL 3. 3.1. Penjelasan Umum

PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG

3.1.1.Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan pondasi ini meliputi, penyediaan tenaga, bahan-bahan material dan peralatan-peralatan yang diperlukan sehingga secara keseluruhannya pekerjaan pondasi ini dapat terselesaikan. Sebagai pondasi utama bagunan gedung ini adalah pondasi tiang pancang persegi, sedangkan sebagai pondasi penunjang / ringan dipakai pondasi batu kali (tinjau bab 4.1.2), atau pondasi type lain sebagaimana ditunjuk dalam gambar rencana. 3.1.2.Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum dilaksanakan pekerjaan pondasi maka pemborong harus mengadakan pengukuran untuk as-as pondasi sesuai dengan jarak / notasi yang tercantum dalam gambar rencana pondasi dan harus dimintakan persetujuaan lebih lanjut kepada Direksi / Pengawas. b. Pemborong diwajibkan memberi laporan kepada Direksi / Pengawas, bila ada perbedaan antara gambar detail / konstruksi dengan gambar arsitektur atau adanya notasi yang kurang jelas untuk mendapatkan keputusan / penjelasan. 3.1.3.Daya Dukung Tiang Pancang Tiang Pancang yang selesai dilaksanakan harus tahan memikul beban kerja, baik pada kondisi single Pile maupun grup Pile. Kedalaman tiang pancang diperkirakan lebih kurang 12 m' (sesuai gambar rencana), dan nantinya harus dikonfirmasikan dengan laporan penyelidikan tanah dan hasil kalenderingnya. 3.1.4.Toleransi-Toleransi. - Toleransi Lokasi Tidak lebih dari 8.00 cm dari lokasi yang ditentukan dan jarak antara tiang pancang tidak bertambah / berkurang lebih dari 15,00 cm (tambahan dan pengurangannya). - Toleransi Vertikal Tidak lebih dari 1 : 80 3.1.5.Standart Seluruh pekerjaan sehubungan dengan pondasi tiang pancang ini harus dilaksanakan sepenuhnya mengikuti persyaratan serta standart-standart yang disebutkan dalam : - P.U.B.B . …………… 1982 - P.B.I. …………… 1971 - A.C.I. …………… 318-83

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

64

- Persyaratan Teknik (Pekerjaan Beton) dan keputusan-keputusan Konsultan Pengawas / Direksi.

3.2. Material / Bahan
Beton pratekan pracetak produksi pabrik, spesifikasi teknik mengikuti persyaratan produsen. Untuk mendapatkan kualitas produksi yang baik sesuai dengan persyaratan teknis, pengadaan tiang pancang pracetak pihak Fabrican harus mempunyai sertifikat ISO 9002 tahun 2000 dan bersertifikat K3. Pihak Kontraktor harus menyampaikan / menunjukan copy kedua sertifikat tersebut kepada pihak pengawas / direksi sebelum mengadakan pemesanan.

3.3. Metode Pelaksanaan

3.3.1. Pengenalan Lapangan / Site
a. Kontraktor harus mengenal lapangan sebaik-baiknya sebelum memulai pekerjaannya antara lain : - Peil Existing dihubungkan dengan peil dalam gambar rencana. - Keadaan / kondisi lapisan tanah - Bangunan-bangunan / fasilitas-fasilitas yang ada dan atau berdekatan dengan site - Ke dalaman muka air tanah - Peralatan dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan guna kelancaran pekerjaan dan Hal-hal lain yang mungkin berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan. b. Kontraktor juga harus mengenal kondisi jalan-jalan umum, batasanbatasan beban jalan dan batasan / ketentuan-ketentuan lainnya yang mungkin mempengaruhi lancarnya transportasi / alat-alat dari dan ke site c. Kontraktor wajib untuk mencocokkan kondisi lapangan dengan gambar rencana dan wajib untuk melaporkan secara tertulis kepada Direksi / Pengawas.

3.3.2. Pengukuran Lapangan / Setting Site
a. Kontraktor sebelum memulai pekerjaan, harus melakukan pengukuran layout dengan menggunakan surveyor yang teliti serta berpengalaman. b. Kontraktor wajib untuk melaporkan secara tertulis kepada Direksi / Pengawas, apabila ditemukan perbedaan elevasi / ukuran lapangan dengan yang tercantum dalam gambar rencana. c. Kontraktor wajib untuk mengukur / menentukan fasilitas / utilitas yang ada di lapangan serta melaporkan secara tertulis kepada Direksi / Pengawas. d. Segala biaya yang diperlukan untuk melindungi / memelihara / fasilitas / utilitas yang ada, termasuk memasang kembali yang rusak karena kesalahan Kontraktor, menjadi tanggung jawab kontraktor.

3.3.3. Mesin / Alat Pancang 1. Mesin pancang yang digunakan adalah jenis Diesel Hammer atau
Hydraulis Hammer, agar proses pemancangan bisa berjalan dengan cepat dengan kondisi yang ada, maka kapasitas alat pemukul yang dipakai harus lebih besar dari K-35. 2. Pemborong harus dapat menunjukan bahwa alat yang digunakan telah tersedia dan dapat digunakan pada waktu yang telah ditentukan. 3. Pada waktu pemancangan, kepala tiang pancang harus dilindungi dengan bantalan yang cukup kuat dan tidak mudah copot serta disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Lapangan. 3.3.4.Penetrasian Tiang pancang

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

65

1. Pada waktu pemancangan, penetrasi dari tiang pancang harus dicatat dengan baik sesuai dengan pengarahan dari Konstruktor / Perencana untuk menentukan daya dukung tiang. 2. Pada waktu pencatatan ini, harus dicatat penetrasi total pertama lalu pelenturan kembali (Rebound) untuk mendapatkan Penetrasi permanen. 3. Seandainya terjadi penghentian pemancangan sebelum tercapai angka penetrasi akan dilakukan kembali setelah penetrasi mencapai 30 cm, pada waktu melanjutkan pemancangan. 4. Pemancangan dapat dihentikan apabila penetrasi total 3 kali berturutturut menunjukan penetrasi yang sama atau lebih kecil. Penetrasi akhir tiang pancang, 10 mm / pukulan. 5. Untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang sesaat, maka dikontrol dengan melakukan test kalendering untuk setiap tiang dan dilakukan pencatatan terhadap nilai kalendering atau nilai penurunan / 10 pukulan. 3.3.5.Pemancangan Tiang 1. Pemborong diwajibkan mengadakan pengukuran lokasi untuk menentukan letak tiang pancang dengan menggunakan alat ukur Theodolith. 2. Pemancangan harus dilakukan betul-betul vertikal tegak lurus seperti yang disyaratkan dan pada waktu pemancangan harus dicegah terjadinya gerakan-gerakan lateral horizontal. 3. Tiang-tiang yang dipancang secara tidak baik menurut garis vertikal dan dianggap bisa membahayakan atau mengurangi kegunaan tiang pancang, maka tiang pancang tersebut harus diperbaiki atau harus ditambahkan tiang pancang lain. 4. Tiang pancang yang rusak / dianggap rusak sehingga mengurangi kegunaannya, maka tiang-tiang tersebut harus diganti dengan yang baik / baru atau diperbaiki pada bagian-bagian yang rusak dimana biaya keseluruhan ditanggung pemborong.

3.3.6. Toleransi Posisi tiang
1. Deviasi maksinum terhadap posisi dari tiang pondasi harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : - Devisiasi horizontal tidak lebih dari 7.5 cm dari lokasi yang ditentukan dan jarak antara dua pancang tidak ditambah / berkurang lebih dari 15 cm (simpangannya). - Toleransi sumbu vertikal tidak lebih dari 1 : 8 2. Semua biaya tambahan yang timbul karena perubahan pada jumlah tiang, disain dari pada tiang, balok pondasi baik dari segi material, waktu maupun biaya perencanaan ulang yang diakibatkan oleh kesalahan / kegagalan dari kontrator dalam melasanakan pembuatan tiang pancang, seluruhnya menjadi beban kontraktor. 3.3.7.Persiapan Tulangan Selama masa perataan sisi atau dari tiang, kontraktor harus merapikan serta meluruskan tulangan-tulangan tiang pondasi yang dipersiapkan keperluan penyambungan dengan pile cap / poer. 3.3.8.Penolakan Tiang Tiang yang dilaksanakan tidak benar serta tidak memenuhi spesifikasi ini akan ditolak oleh Direksi / Pengawas. Kontraktor wajib membuat tiang pengganti tanpa biaya tambahan, meskipun bila diperlukan tiang dengan ukuran yang berbeda sebagai akibat kesalahan tersebut di atas.

3.4. Test Pile Driving Analisys (PDA)
3.4.1.Percobaan pembebanan untuk menentukan daya dukung tiang (bearing capacity) dari pondasi tiang (Bearing Capacity) selain Load Test dengan sistem “KENTLEGE LOAD TESTING (LDT)”. Pengujian PDA / LDT yang dilakukan adalah 1% atau 2 titik dari jumlah yang digunakan. 3.4.2.Kegagalan Test PDA

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

66

Jika tes PDA tak dapat dilaksanakan karena kesalahan pada waktu pelaksanaan Load Test, maka biaya pembuatan Test PDA yang baru dilakukan atas biaya Pemborong. Jika Test berjalan dengan baik dan bila kegagalan dari pada test adalah semata-mata karena tidak kuatnya lapisan pendukung tiang pancang, maka biaya tergantung oleh Pihak Kontraktor. Tiang pancang dianggap gagal bila test 2 ∅ beban kerja menunjukkan penurunan maksimum lebih besar dari 2,5 cm. 3.4.3.Laporan Test PDA Pemborong harus memberikan laporan hasil-hasil percobaan pembebanan yang dipresentasikan, dalam bentuk : 1. Hasil recording pembacaan 2. Grafis hubungan antara : - Waktu dan beban - Waktu dan penurunan - Beban dan penurunan Sebelum pekerjaan test PDA dilaksanakan, pemborong harus membuat : - Daftar alat yang digunakan dan sudah diadakan kalibrasi, dimana sertifikat kalibrasi paling lambat 1 bulan sebelum pelaksanaan load test dilakukan. - Rencana Kerja, serta procedure pekerjaan. 3.4.4.Pelaksanaan : Test PDA (Pile Driving Analysis) dilaksanakan setelah keseluruhan tiang selesai dipancang. Penentuan titik test dilaksanakan pada titik pancang yang mempunyai nilai kalendering / penetrasi tinggi / penurunan terbesar.

3.5. Pekerjaan Tambah Kurang Pekerjaan tambah kurang akan dilaksanakan sesuai dengan penambahan / pengurangan jumlah tiang dan perubahan panjang tiang. Perubahan mengenai jumlah dan panjang tiang akan diketahui setelah loading test selesai dilaksanakan. Bila terjadi penambahan / pengurangan jumlah maupun panjang tiang pada tempattempat tertentu karena keadaan setempat yang diluardugaan, maka hal tersebut akan diperhitungkan sebagai tambah / kurang, dan penambahan / pengurangan jumlah maupun panjang tiang tersebut harus atas perintah tertulis dari pihak Pemberi Tugas lewat Konsultan Pengawas.

PASAL 4. 4.1. Pekerjaan Beton Bertulang

PEKERJAAN STRUKTUR

4.1.1.Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan serta pengangkutan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton sesuai dengan yang tercantum dalam gambar, serta pekerjaan yang berhubungan dengan beton, seperti acuan, besi, beton dan admixtures. Juga termasuk di dalam lingkup pekerjaan ini adalah pengamanan baik pekerja maupun fasilitas lain di sekitar sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan aman. 4.1.2.Peraturan Peraturan Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan selanjutnya, maka sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut : a. Tata cara perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SK-SNI T15 – 1991-03) b. Pedomen Beton 1989 (SKBI – 1.4.53.1988) c. Peraturan Perencanaan tahan Gempa Indonesia untuk gedung 1983 d. Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang Biasa dan Struktur tembok Bertulang untuk Gedung 1983

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

67

e. Persyaratan umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1082)-NI-3 f. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 / NI-8 g. Mutu dan Cara Uji Semen Portland (SII 0013-81) h. Mutu dan Cara Uji Semen Beton (SII 0052-80) i. ASTM C-33 Standart Specification for Concrete Agregates. j. Baja Tulangan Beton (SII 0136-84) k. Jaringan Kawat Baja Las untuk Tulangan Beton (SII 0784-83) l. American Society for Testing Material ( ASTM ) m. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat n. Petunjuk Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada bangunan Rumah dan Gedung (SKBI-2.3.5.3.1987 UDC : 699.81 : 624.04) 4.1.3.Keahlian dan Pertukangan Kontraktor harus membuat beton dengan kualitas sesuai dengan ketentuanketentuan yang diisyaratkan, antara lain, mutu dan penggunaannya selama pelaksanaan. Semua pekerjaan beton harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman, termasuk tenaga ahli untuk acuan / bekisting sehingga dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Selain itu Kontraktor wajib menggunakan tukang yang berpengalaman, sehingga sudah paham dengan pekerjaan yang sedang dilaksanakannya terutama pada saat dan setelah pengecoran berlangsung. Semua tenaga ahli dan tukang tersebut harus mengawasi pekerjaan sampai pekerjaan perawatan beton selesai dilakukan. Untuk itu paling lambat 10 hari sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor harus mengusulkan metode kerja dan harus disetujui Konsultan Pengawas. Jika dipandang perlu, maka Konsultan Pengawas berhak untuk menunjuk tenaga ahli diluar yang ditunjuk Kontraktor untuk membantu mengevaluasi semua usulan Kontraktor dan semua biaya yang timbul menjadi beban Kontraktor.

4.1.4. Persyaratan Bahan
a. Semen Semen yang boleh digunakan untuk pembuatan beton harus dari jenis semen yang telah ditentukan dalam SII 0013-81 dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam standart tersebut. Semua yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama dan dalam keadaan baru. Semen yang dikirim harus terlindung dari hujan dan air. Semen harus terbungkus dalam sak (kantong) asli dari pabriknya dan dalam keadaan tertutup rapat. Semen harus disimpan di gudang dengan ventilasi yang baik, tidak lembab dan diletakkan pada tempat yang tinggi, sehingga aman dari kemungkinan yang tidak diinginkan. Semen tersebut tidak boleh ditumpuk lebih dari 10 sak. System penyimpanan semen harus diatur sedemikian rupa, sehingga semen tersebut tidak tersimpan terlalu lama. Semen yang diragukan mutunya dan rusak akibat salah penyimpanan, seperti membatu, tidak diijinkan untuk dipakai. Bahan yang telah ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2 (dua) hari atas biaya Kontraktor. b. Agregat Pada pembuatan beton, ada dua ukuran agregat yang digunakan, yaitu agregat kasar / batu pecah dan agregat halus / pasir beton. Kedua jenis agregat ini diisyaratkan sebagai berikut : 1) Agregat Kasar, ukuran besar ukuran nominal maksimum agregat kasar harus tidak melebihi 1/5 jarak terkecil antara bidang samping dari cetakan, atau 1/3 dari tebal pelat. Atau ¾ jarak bersih minimum antar baja tulangan, berkas baja tulangan atau tendon pratekan atao 30 mm. Gradasi Agregat tersebut secara keseluruhan harus sesuai dengan yang diisyaratkan oleh ASTM agar tidak terjadi adanya sarang kerikil atau rongga dengan ketentuan sebagai berikut : Sisa di atas Ayakan 31.50 mm Ayakan 4.00 mm Selisih antar 2 berikutnuya ( % Berat ) 0 90-98 01-10

ayakan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

68

2) Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan
bebas dari bahan bahan organik, lumpur dan kotoran lainnya. Kadar Lumpur harus lebih kecil dari 4% berat. Agregat halus terdiri dari butir-butir beraneka ragam besarnya dan apabila diayak harus memenuhi syarat sb : Sisa di atas Ayakan 4.00 mm Ayakan 1.00 mm Ayakan 0.25 mm ( % berat ) ≥ 0.2 ≥ 10 80-95

Kontraktor harus mengadakan pengujian sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi ini. Jika sumber agregat berubah karena suatu hal, maka Kontraktor wajib untuk memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas. Agregat harus disimpan di tempat yang bersih, yang keras permukaanya dan harus dicegah supaya tidak terjadi pencampuran dengan tanah. c. Air Untuk Campuran beton Air yang digunakan untuk campuran beton harus bersih, tidak boleh mengandung minyak, asam alkali, garam, zat organis atau bahan lain yang dapat merusak beton atau besi beton. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan. Air tersebut harus diperiksa pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Jika air pada lokasi pekerjaan tidak memenuhi syarat untuk digunakan, maka Kontraktor harus mencari air yang memadai untuk itu. d. Besi Beton Besi Beton harus selalu menggunakan besi beton ulir (deformed bars) untuk tulangan utama dan sengkang kecuali ditentukan lain dalam gambar. Agar diperoleh hasil pekerjaan yang baik, maka besi beton harus memenuhi syarat-syarat : 1. Baru, bebas dari kotoran, lapisan minyak, karat, dan tidak cacat. 2. Mutu sesuai dengan yang ditentukan 3. Mempunyai penampang yang rata dan seragam sesuai dengan toleransi. 4. Merk Krakatau Steel atau Budi Dharma Pemakaian besi beton jenis yang tidak sesuai dengan ketentuan di atas, harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. Besi Beton harus berasal dari satu pabrik (manufactures). Tidak dibenarkan untuk menggunakan merk besi beton yang berlainan dengan untuk pekerjaan ini. Besi beton harus dilengkapi dengan mill certificate / sertifikat pabrik yang membuat label dan nomor pengecoran serta tanggal pembuatan besi beton tersebut. e. Admixtures Material Tambahan Dalam keadaan tertentu boleh dipakai bahan campuran tambahan untuk memperbaiki sifat suatu campuran beton. Jenis, Jumlah bahan yang ditambahkan dan cara penggunaan bahan tambahan harus dapat dibuktikan melalui hasil uji. Hasil uji ini dengan menggunakan bahan semen dan agregat yang akan dipakai pada proyek ini. Bahan campuran tambahan yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur, memperlambat atau mempercepat pengikatan dan atau pengerasan beton harus memenuhi “Specification for Chemical Admixtures for Concrete“ (ASTM C494) atau memenuhi standart Umum Bahan Bangunan Indonesia. f. Kualitas Beton 1. Kualitas beton yang digunakan tercantum dalam gambar rencana yang harus dibuktikan dengan pengujian seperti diisyaratkan dalam spesifikasi teknis ini. 2. Untuk memastikan bahwa kualitas beton rencana dapat tercapai, Kontraktor harus melakukan percobaan sesuai dengan yang diisyaratkan oleh peraturan yang berlaku dengan mengadakan trial mix di laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. 3. Jika tidak ditentukan secara khusus, maka untuk lantai kerja, kolom praktis, ring balk, lantai kerja dan beton non struktur lainnya harus menggunakan beton Mutu K-175 4. Desain AdukanBeton.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

69

Proporsi campuran bahan dasar beton harus ditentukan agar beton yang dihasilkan memberikan kelecakan (Workability) dan konsistensi yang baik, sehingga beton mudah dituangkan ke dalam acuan dan sekitar besi beton, tanpa menimbulkan segregasi agregat dan terpisahnya air (bleeding) secara berlebihan. Campuran beton harus dirancang sesuai dengan mutu beton yang ingin dicapai, dengan batasan di bawah ini : MUTU BETON Kuat tekan minimum 7 hari ( kg/cm2 ) Jumlah Semen minimum ( kg/m3 ) Jumlah Semen Maksimum ( kg/m3 ) W / C faktor, maksimum K 225 158 300 550 0.55 K 250 175 300 550 0.55 K 275 192 300 550 0.55 K 300 210 325 550 0.55 K350 245 350 550 0.5 k400 280 375 550 0.5

Untuk Beton kedap air atau beton pada kondisi lingkungan khusus, maka harus menyerahkan mix-design yang diusulkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. Khusus untuk beton kedap air, maka jumlah semen minimum harus sesuai dengan yang diisyaratkan oleh pemasok waterproofing. 4.1.5.Pengujian Bahan a. Umum 1. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk melaksanakan segala pengujian termasuk mempersiapkan contoh benda uji dengan jumlah sesuai dengan yang diisyaratkan. Kontraktor harus menyerahkan hasil pengujiannya setelah hasil uji diperoleh untuk persetujuan oleh konsultan pengawas. 2. Jika pengujian dan pelaksanaan tidak memenuhi syarat, maka Kontraktor harus melaksanakan pengujian ulang dengan campuran yang lain dan selanjutnya mengevaluasi kembali hasil uji tersebut hingga diperoleh hasil yang diinginkan. 3. Semua pengujian dan pemeriksaan di lapangan harus dilakukan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas. 4. Untuk semua bahan semen dan besi beton yang dikirim ke lapangan, Kontraktor harus mendapatkan salinan sertifikat pengujian dari Pabrik, dimana pengujian dilakukan secara berkala, dengan cara sesuai dengan spesifikasi ini. b. Laboratorium Penguji 1. Sebelum pekerjaan beton dilakukan, Kontraktor wajib mengusulkan suatu laboratorium penguji material yang akan digunakan pada proyek ini. Laboratorium bertanggung jawab untuk melakukan semua pengujian dengan spesifikasi ini. 2. Kecuali ditentukan lain, Kontraktor harus menyediakan peralatan penguji di lapangan seperti tersebut berikut ini, berikut tenaga ahli yang menguasai bidangnya. 3. Alat Penguji agregat kasar dan agregat halus. - Alat Pengukur kadar air (moisture content) dari agregat - Alat Pengukur kelecakan beton (slump) - Alat pembuat benda uji, termasuk bak penyimpanan untuk merawat benda uji pada temperatur yang normal dan terhindar dari sengatan matahari. 4. Jika menggunakan beton Ready Mix, maka peralatan yang disebut (a) dan (b) di atas harus dipersiapkan pada pabrik beton ready mix. c. Pengujian Agregat 1. Pengujian Pendahuluan Agregat Kontraktor harus melakukan pengujian pendahuluan agregat sebagai berikut: - Sieve analysis - Pengujian Kadar lumpur dan Kotoran lain. - Pengujian Unsur Organis - Pengujian kadar clorida dan Sulfat. Hasil pengujian tersebut harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan (a) dan (b) dengan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

70

pengujian kadar air dari tiap jenis agregat harus dilakukan terhadap contoh untuk setiap Trial Mix. 2. Benda Uji Agregat Kontraktor harus melaksanakan pengujian atas agregat yang akan digunakan untuk menghasilkan beton seperti yang disyaratkan. Jumlah minimum untuk pengujian agregat yang dipakai untuk pekerjaan beton adalah sebagai berikut : Type Pengujian Sieve Analysis Moisture Content Clay, Silt, dan Kotoran Kadar Organis Kadar Klorida dan Sulfat Minimum Satu Contoh Setiap Minggu Setiap Minggu Setiap Hari Setiap Minggu Setiap 500 m3 Beton

Jika hasil pembuatan beton yang dilakukan oleh kontraktor tidak memuaskan, maka konsultan pengawas berhak untuk meminta pengujian tambahan dengan beban biaya Kontraktor. Dan sebaliknya mungkin jumlah pengujian dapat dikurangi jika hasil yang diperoleh ternyata memuaskan. d. Pengujian Beton 1. Benda Uji Beton Benda Uji harus diberi kode / tanda yang menunjukan tanggal pengecoran, lokasi pengecoran dari bagian struktur yang bersangkutan. Benda uji harus diambil sebelum beton dituang ke lokasi penggocoran sesuai dengan yang disaratkan oleh konsultan pengawas. 2. Jumlah benda uji beton a. Pada awal pelaksanaan, harus dibuat minimum 1 benda uji per 1,50 m3 beton hingga cepat dapat diperoleh 30 benda uji yang pertama benda uji harus berbentuk kubus berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. benda uji bentuk lainya dapat digunakan bentuk lainya dapat digunakan bila disetujui oleh konsultan pengawas. Selanjutnya pengambilan benda uji sebanyak 2 (dua) buah dilakukan setiap 5 m3 beton. Benda uji tersebut ditentukan secara acak oleh konsultan pengawas dan harus dirawat sesuai dengan persyaratan. b.Jumlah uji beton untuk uji kuat tekan dari setiap tekan dari setiap mutu beton mutu yang dituang pada suatu hari harus diambil minimal satu kali. Pada setiap satu kali pengambilan contoh beton harus dibuat dua buah spesimen kubus. Satu data hasil uji kuat tekan adalah hasil rata-rata dari uji tekan dua spesimen ini yang diuji pada umur yang ditentukan, yaitu umur 7 hari dan 28 hari. c. Jika hasil uji beton kurang memuaskan, maka konsultan pengawas dapat meminta jumlah benda uji yang lebih besar dari ketentuan di atas. Dengan beban biaya ditangung oleh kontrator.

d.Jumlah minimum benda uji yang harus dipersiapkan unutk setiap
mutu beton adalah :
Jenis struktur beton bertulang beton pratekan jumlah minimum benda uji 4 6 waktu perawatan ( hari ) 3 7 28 2 2 2 2 2

3. Laporan Hasil Uji Beton Kontraktor harus membuat laporan tertulis atas uji beton dari boratorium penguji untuk disahkan oleh Konsultan Pengawas. Laporan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan tekanan beton Karakteristik. 4. Evaluasi Kualitas Beton berdasarkan Hasil Uji Beton a. Deviasi Standart – S Deviasi Standart produksi neton ditetapkan berdasarkan jumlah 30 buah hasil tes kubus atau silinder. Deviasi yang dihitung dari

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

71

jumlah contoh kubus yang kurang dari 30 buah harus dikoreksi dengan faktor pengali seperti tercantum dalam tabel berikut :

S=

∑ ( fc − fcr )
N −1

2

Jumlah Benda Uji ( N ) buah ≤ 15 20 25 ≥ 30

Faktor Pengali ( S ) 1.16 1.08 1.03 1.00

b. Kuat Tekan Rata-rata ( fcr ) Target fcr yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan proporsi campuran beton harus diambil sebagai nilai yang terbesar dari Formula berikut ini : fcr = fc’ + 1.64 atau fcr = fc’ + 2.64 S – 40 kg/cm2 c. Kuat Tekan sesungguhnya Tingkat kekuatan suatu beton dikatakan tercapai dengan memuaskan, jika kedua syarat berikut dipenuhi : - Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji yang masing masing terdiri dari 4 hasil uji kuat tekan tidak kurang (fc’ + 0.82 N) - Tidak satupun dari hasil uji tekan (rata-rata dari 2 benda uji) mempunyai nilai di bawah 0.85 fc. Bila salah satu dari kedua syarat di atas tidak dipenuhi, maka harus diambil langkah untuk meningkatkan rata-rata hasil uji kuat tekan berikutnya atas rekomendasi KP. 5. Pengujian Tidak Merusak (Non Destructive Test) Jika hasil Evaluasi terhadap mutu beton yang disyaratkan ternyata tidak dapat dipenuhi, maka jika diminta oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor harus melaksanakan pengujian beban dan lain-lain. Semua biaya pengujian ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. Lokasi dan banyaknya pengujian akan ditentukan secara khusus dengan melihat kasus perkasus. e. Pengujian Besi Beton 1. Benda Uji Besi Beton a. Sebelum besi beton dipesan, Kontraktor wajib mengambil benda uji besi beton masing-masing 2 buah dengan ukuran panjang 100 cm sesuai dengan diameter dan mutu yang akan digunakan. Selanjutnya benda uji besi beton harus diambil dengan disaksikan oleh Konsultan Pengawas sebanyak 2 buah untuk setiap 20 ton untuk masing masing diameter besi beton. Uji besi beton terdiri dari uji tarik dan uji lentur. b. Pengujian mutu besi juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Konsultan Pengawas. Contoh besi beton yang diambil untuk pengujian tanpa disaksikan Konsultan Pengawas tidak diperkenankan dan hasil uji dianggap tidak sah. Semua biaya uji tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. c. Benda uji harus diberi tanda dengan kode yang menunjukkan tanggal pengiriman, lokasi terpasang bagian struktur yang bersangkutan dan lain-lain data yang perlu dicatat. d. Jika akibat suatu alasan, seperti hasil uji yang kurang memuaskan, maka Konsultan Pengawas berhak untuk meminta pengambilan contoh benda uji lebih besar dari yang ditentukan di atas, dengan beban biaya ditanggung oleh kontraktor. 2. Laporan Hasil Uji Besi Beton Kontraktor harus membuat dan menyusun hasil uji besi beton dari laboratorium penguji untuk diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan kesimpulan apakah kualitas besi beton tersebut memenuhi syarat yang telah ditentukan.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

72

4.1.6. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Slump Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump, yang jika tidak ditentukan secara khusus adalah antara 5 – 12 cm untuk beton umumnya, sedang tiang bor slump sebagai berikut, Beton diambil sebelum dituangkan ke dalam cetakan beton (begisting). Cetakan slump dibasahkan dan ditempatkan di atas permukaan yang rata. Cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. Kemudian beton tersebut ditusuktusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk sampai dengan satu lapisan di bawahnya. Setelah bagian atas diratakan, segera cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunannya. b. Persetujuan Konsultan Pengawas Sebelum semua tahap pelaksanaan berikutnya dilaksanakan, Kontraktor harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. Laporan harus diberikan kepada Konsultan Pengawas paling lambat 3 hari sebelum pekerjaan dilaksanakan. Hal-hal khusus akan didiskusikan secara lebih mendalam antara semua pihak yang berkepentingan. Semua tahapan pelaksanaan tersebut harus dicatat secara baik dan jelas sehingga mudah untuk ditelusuri jika suatu saat data tersebut dibutuhkan untuk pemeriksaan. c. Persiapan dan Pemeriksaan Kontraktor tidak diijinkan untuk melakukan pengecoran beton tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. Kontraktor harus melaporkan kepada konsultan Pengawas tentang kesiapannya untuk melakukan pengecoran dan laporan tersebut harus disampaikan beberapa hari sebelum waktu pengecoran, sesuai dengan kesepakatan di lapangan, untuk memungkinkan Konsultan Pengawas melakukan Pemeriksaan sebelum pengecoran dilaksanakan. Kontraktor harus menyediakan fasilitas yang memadai seperti tangga ataupun fasilitas lain yang dibutuhkan agar Konsultan Pengawas dapat memeriksa pekerjaan secara aman dan mudah. Tanpa fasilitas tersebut, Kontraktor tidak akan diizinkan untuk melakukan pengecoran. Semua koreksi yang terjadi akibat pemeriksaan tersebut harus segera diperbaiki dalam waktu 1 x 24 jam dan selanjutnya kontraktor 1 x 24 jam selanjutnya kontraktor harus mengajukan ijin lagi untuk dapat melaksanakan pengecoran. Tidak dibenarkan adanya penambahan waktu akibat koreksi yang timbul, kecuali ditentukan oleh pemberi tugas / Konsultan Pengawas, Persetujuan untuk melakukan pengecoran tidak berarti membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab sepenuhnya atas ketidaksempurnaan ataupun kesalahan yang timbul. Sebelum pengecoran dilakukan harus dipastikan bahwa semua peralatan yang akan tertanam di dalam beton sudah terletak pada tempatnya dan semua kotoran sudah dibersihkan dari lokasi pengecoran. Demikian pula untuk siar pelaksanaan harus dilakukan sesuai dengan persyaratan. d. Siar Pelaksanaan Kontraktor harus mengusulkan lokasi siar pelaksanaan dalam gambar kerjanya. Siar pelaksanaan harus diusahakan seminimum mungkin, agar perlemahan struktur dapat dikurangi. Siar pelaksanaan tidak dijinkan untuk melalui daerah yang diperkirakan sebagai daerah basah, seperti toilet, reservoir dll. Jika tidak ditentukan lain, maka lokasi siar pelaksanaan harus terletak pada daerah dimana gaya geser adalah minimal, umumnya terletak pada sepertiga bentang tengah dari panjang efektif struktur. Pada pengecoran beton yang tebal dan volume yang besar, lokasi siar pelaksanaan harus dipertimbangkan sedemikian rupa, sehingga tidak menyebabkan perbedaan temperatur yang besar pada beton yang tersebut, yang berakibat retaknya beton, disamping adanya tegangan residu yang tidak diinginkan. Siar pelaksanaan dapat dibuat secara horizontal dan pengecoran dapat dibagi menjadi berlapis-lapis. Lokasi siar pelaksanaan tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Kontraktor harus mempertimbangkan di dalam penawarannya, segala hal yang berhubungan dengan siar pelaksanaan seperti erstop, perekat beton, dowel dsb, maupun pembersih permukaan beton agar dapat dijamin lekatan antara beton lama dan baru. Siar pelaksanaan harus bersih dari semua kotoran dan bekas beton yang tidak melekat dengan baik, dan sebelum pengecoran dilanjutkan, harus dikasarkan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

73

e.

sedemikian rupa sehingga agregat besar menjadi terlihat tetapi tetap melekat dengan baik. Pengangkutan dan Pengecoran Beton Beton harus diangkut dengan cara sedemikian rupa, sehingga dapat tiba dilokasi proyek dalam keadaan yang masih memenuhi spesifikasi teknis. Jika lokasi pembuatan cukup jauh dari proyek, maka harus digunakan admixtures yang dapat memperlambat proses pengerasan dari beton. Pada saat beton diangkut ke lokasi pengecoran juga harus diperhatikan, agar tidak terjadi pemisahan antara bahan-bahan dasar pembuat beton. Pada saat pengecoran tinggi jauh dari beton segar harus kurang dari 1.50 meter. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton sehingga dapat mengakibatkan kwalitas beton menjadi menurun. Untuk itu harus disiapkan alat bantu seperti piuap tremi sehingga syarat ini dapat dipenuhi. Sebelum pengecoran beton harus dijaga agar tetap dalam kondisi plastis dalam waktu yang cukup, sehingga pengecoran beton dapat dilakukan dengan baik. Kontraktor harus mengajukan jumlah alat dan personil yang akan mendukung pengecoran beton, yang dianalisa berdasarkan besarnya volume pengecoran yang akan dilakukan. Sebagai gambaran setiap alat pemadam maupun memadatkan sekitar 5 – 8 m3 beton segar per jam. Beton segar dicampurkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan lokasi akhir, sehingga masalah segregasi dan pengerasan beton dapat dihindarkan dan selama pemadatan beton masih bersifat plastis.

4.1.7.Pemadatan Beton a. Alat Pemadat Beton Beton yang akan dicor harus segera dipadatkan dengan alat pemadat (vibrator) dengan tipe yang disetujui oleh Konsultan Pengawas Pemadatan tersebut bertujuan untuk mengurangi udara pada beton yang akan mengurangi kwalitas pada beton. Pemadatan tersebut berkaitan dengan kelecakan (workability) beton. Pada cuaca panas kelecakan beton menjadi sangat singkat, sehingga slump yang rendah-rendah biasanya merupakan masalah. Untuk itu harus disediakan vibrator dalam jumlah yang memadai, sesuai dengan besarnya pengecoran yang akan dilakukan. Minimum harus dipersiapkan satu vebriator cadangan yang akan dipakai, jika ada vebriator cadangan yang akan dipakai, jika ada vebriator yang rusak pada saat pemadatan sedang berlangsung. Alat pemadat harus di tempatkan sedemikian rupa sehingga tidak menyentuh besi beton. b. Lokasi Pemadatan yang Sulit Pada lokasi yang diperkirakan sulit untuk dipadatkan seperti pada pertemuan balok kolom, dinding beton yang tipis dan pada lokasi pembersihan yang rapat dan rumit, maka kontraktor harus mempersiapkan metode khusus untuk pemadatan beton yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas paling lambat 3 hari sebelum pengecoran dilaksanakan, agar tidak terjadi keropos pada beton, sehingga secara kualitas tidak akan disetujui. c. Pemadatan Kembali Jika permukaan beton mengalami keretakan dalam kondisi masih plastis, maka beton tersebut harus dipadatkan kembali sesuai dengan rekomondasi Konsultan Pengawas agar retak tersebut dapat dihilangkan. d. Metode Pemadatan Lain Jika dipandang perlu Kontraktor dapat mengusulkan cara pemadatan lain yang dipandang dapat menyebabkan perbedaan temperatur yang besar antara permukaan dan inti beton. Hal ini dapat menyebabkan keretakan struktur dan terjadinya tegangan menetap pada beton, tanpa adanya beban yang bekerja. 4.1.8.Temperatur Beton Segar Dalam waktu 2 menit setelah contoh diambil, sebuah termometer yang mempunyai skala 5 s/d 100o C, harus dimasukkan ke dalam contoh tersebut sedalam 100 mm. Jika temperatur sudah stabil selama 1 menit, maka temperatur tersebut harus dicatat dengan ketelitian 1o C. 4.1.9.Perawatan Beton

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

74

a. Tujuan Perawatan Perawatan beton bertujuan antara lain untuk menjaga agar tidak terjadi kehilangan zat cair pada saat pengikatan awal terjadi dan mencegah penguapan air dari beton pada umur beton awal dan juga mencegah penguapan air dari beton pada umur beton awal dan juga mencegah perbedaan temperatur dalam beton yang dapat menyebabkan terjadinya keretakan dan penurunan kualitas beton. Perawatan beton harus dilakukan begitu pekerjaan pemadatan beton selesai dilakukan. Untuk itu harus dilakukan perawatan beton sedemikian sehingga tidak terjadi penguapan yang cepat terutama pada permukaan beton yang baru dipadatkan. b. Lama Perawatan Permukaan beton harus dirawat secara baik dan terus menerus dibasahi dengan air bersih selama minimal 7 hari segera setelah pengecoran selesai. Untuk elemen vertikal seperti kolom dan dinding beton, maka beton tersebut harus diselimuti dengan karung yang dibasahi terus menerus selama 7 hari. c. Perlindungan Beton Tebal Untuk pengecoran beton dengan ketebalan lebih dari 600 mm, maka permukaan beton harus dilindungi dengan material (antara lain stereo foam) yang disetujui oleh Konsultan Pengawas, agar dapat memantulkan radiasi akibat panas. Material tersebut harus dibuat kedap, agar kelembaban permukaan beton dapat dipertahankan. d. Acuan Metal Setiap acuan yang terbuat dari metal, beton ataupun material lain yang sejenis, harus didinginkan dengan air sebelum pengecoran dilakukan. Acuan tersebut dihindari dari terik matahari langsung, karena sifatnya yang mudah menyerap dan mengantarkan panas. Perlakuan yang kurang baik akan menyebabkan retak-retak yang parah pada permukaan beton. e. Curing Compound Cara lain yang banyak digunakan saat ini adalah dengan menggunakan curing compound. Jenis dan type curing compound yang digunakan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Harus diperhatikan agar tidak terjadi penurunan temperatur yang cepat pada permukaan beton sehingga dapat menyebabkan keretakan pada permukaan beton.

4.1.10.Cara Untuk Menghindari Keretakan Pada Beton
a. Alat monitoring Untuk pekerjaan beton dengan tebal lebih dari 600 mm, Kontraktor harus menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk mengukur dan memonitor segala kejadian yang mungkin terjadi selama pekerjaan beton berlangsung. Monitoring dilakukan minimal selama 7 hari sejak pengecoran selesai. Kontraktor wajib menyediakan alat pengukur temperatur yang akan diletakkan pada dasar beton, di dalam beton, dan dipermukaan beton dengan jarak vertikal antara alat ditetapkan maksimal 50 cm. Sedangkan jarak horizontal antara titik satu dengan lainnya maksimal 10 meter. Lokasi alat pengukur dan metode pengukur suhu tersebut harus diusulkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. b. Perbedaan Temperatur Umumnya permukaan beton harus didinginkan secara mendadak, yang terpenting adalah tidak terjadi perbedaan temperatur yang besar (>20 oC) antara permukaan dan inti beton dan beton harus dihindarkan dari sinar matahari langsung ataupun tiupan angin. c. Material Bantu Disamping peralatan juga dibutuhkan material pembantu yang mungkin dapat dicampur ke dalam beton maupun yang akan digunakan pada saat perawatan beton untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu cepat. d. Lebar Retak Suatu struktur beton pasti akan mengalami suatu retakan, dan lebar retak yang diijinkan maksimal sebesar 0,004 kali tebal selimut beton. e. Antisipasi Perbedaan Temperatur Kontraktor harus menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk mengatasi jika perbedaan temperatur menjadi lebih dari 20 derajat C, misalnya dengan mempertebal isolasi yang sudah digunakan atau membuat isolasi

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

75

menjadi benar-benar kedap terhadap angin dan udara. Hal ini harus segera dilakukan agar perbedaan temperatur tidak menjadi besar. Untuk itu harus disiapkan material isolasi lebih dari kebutuhan sebelum pengecoran dilakukan. f. Hal – Hal Lain Beberapa hal yang harus diperhatikan baik sebelum, selama maupun sesudah pengecoran beton adalah : 1. Usahakan agar semua material dasar yang digunakan tetap dalam kondisi terlindung dari sinar matahari, sehingga temperatur tidak tinggi pada saat pencampuran dimulai. 2. Air yang akan digunakan harus didinginkan, misalnya dengan mengganti sebagian air dengan es, sehingga temperatur menjadi lebih besar. 3. Semen yang digunakan mempunyai hidrasi rendah. 4. Jika mungkin, tambahkan nitrogen cair ke dalam campuran beton. 5. Waktu antara pengadukan beton dan pengecoran harus dibatasi maksimal 2 jam. 6. Lakukan pengecoran bertahap sedemikian rupa, misalnya dengan membuat siar pelaksanaan secara horizontal pada beton yang tebal, sehingga tebal satu lapis pengecoran menjadi kurang lebih 1 meter dan perbedaan temperatur dapat dikontrol. 7. Jika mungkin diusulkan pengecoran dilakukan pada malam hari dimana temperatur lapangan sudah lebih rendah dari dibandingkan dari siang hari. 8. Harus disiapkan isolasi panas yang merata pada pada seluruh permukaan beton yang terbuka untuk mencegah tiupan angin dan menjaga agar temperatur tidak terlalu berbeda pada seluruh penampang beton. 9. Lakukan perawatan awal segera setelah pemadatan selesai dan harus diteruskan sampai system isolasi terpasang seluruhnya. 10. Sediakan pelindung sehingga permukaan beton terlindung dari sinar matahari dan angin. Hal ini dapat dilakukan membuat dinding pada sekeliling daerah pengecoran dengan plastik atau material sejenis, demikian juga pada bagian atasnya. g. Retak di Luar Batas yang Disyaratkan. Jika setelah pemadatan selesai masih terjadi keretakan diluar batas yang diijinkan, maka Kontraktor harus melaporkan hal tersebut secara tertulis yang berisi antara lain metode kerja dan peralatan yang digunakan berikut komposisi campuran yang digunakan kepada Konsultan Pengawas untuk dievaluasi lebih lanjut. Kontraktor tidak diijinkan untuk memperbaiki keretakan tersebut sebelum mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.

4.1.11.Adukan Beton yang Dibuat Di Tempat (Site Mixing)
Untuk mendapatkan kualitas beton yang baik, maka untuk beton yang dibuat di lapangan harus memenuhi syarat-syarat : a. Semen diukur menurut berat b. Agregat kasar diukur menurut berat c. Pasir diukur menurut berat d. Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (concrete batching plant) e. Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin beton f. Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah semua bahan berada dalam mesin pengaduk g. Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus dibersihkan lebih dahulu, sebelum adukan beton yang baru dimulai 4.1.12.Besi Beton a. Merk besi beton Sebelum pemesanan dilakukan, maka Kontraktor harus mengusulkan merk besi beton dilengkapi dengan brosur dan data teknis dari pabrik yang akan digunakan untuk disetujui Konsultan Pengawas b. Penyimpanan Besi beton disimpan pada tempat yang bersih dan tumpu secara baik tidak merusak kualitasnya. Tempat penyimpanan harus cukup terlindung sehingga kemungkinan karat dapat dihindarkan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

76

c. Gambar Kerja dan Bending Schedule Pembengkokan besi beton harus dilakukan sesuai dengan gambar rencana dan berdasarkan standar detail yang ada. Pembengkokan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan alat-alat (bar bender) sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat, patah, retak-retak dan sebagainya. Semua pembengkokan harus dilakukan dalam keadaan dingin dan pemotongan harus dengan bar cutter. Pemotongan dan pembengkokan dengan sistem panas sama sekali tidak diijinkan. Untuk itu Kontraktor harus membuat gambar kerja pembengkokan (bending schedule) dan diajukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. d. Bebas karat Pemasangan dan penyetelan berdasarkan evaluasi yang sesuai dengan gambar dan harus sudah diperhitungkan toleransi penurunannya. Sebelum besi beton dipasang, permukaan besi beton harus bebas dari karat, minyak dan lain-lain yang dapat mengurangi lekatan besi beton. e. Selimut Beton Besi beton harus dilindungi oleh selimut beton yang sesuai dengan gambar standart detail. Sebagai catatan, pemasangan tulangan-tulangan utama tarik / tekan penampang beton harus dipasang sejauh mungkin dari garis tengah penampang, sehingga pemakaian selimut beton yang melebihi ketentuan-ketentuan tersebut di atas harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. f. Penjangkaran Pemasangan rangkaian besi beton yaitu kait-kait, panjang penjangkaran, penyaluran, letak sambungan dan lain-lain harus sesuai dengan gambar standar yang terdapat dalam gambar rencana. Apabila ada keraguan tentang ini maka Kontraktor harus meminta klarifikasi kepada Konsultan Pengawas. g. Kawat Beton dan Penunjang Penyetelan besi beton harus dilakukan dengan teliti, terpasang pada kedudukan yang kokoh untuk menghindari pemindahan tempat, dengan menggunakan kawat yang berukuran tidak kurang dari 16 gauge atau klip yang sesuai pada setiap tiga pertemuan. Pembesian harus ditunjang dengan beton tahu atau penunjang besi, spacers atau besi penggantung seperti yang ditunjukkan pada gambar standar atau dicantumkan pada spesifikasi ini. Penunjang-penunjang metal tidak boleh diletakkan berhubungan acuan. Ikatan dari kawat harus dimasukkan ke dalam penampang beton, sehingga tidak menonjol permukaan beton. h. Sengkang-sengkang Untuk menjamin bahwa perilaku elemen struktur sesuai dengan rencana, maka sengkang harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. Akhiran / kait sengkang harus dibuat seperti yang disyaratkan di dalam gambar standar agar sengkang dapat bekerja seperti yang diinginkan. Demikian juga untuk besi pengikat yang digunakan untuk pengikat tulangan utama. i. Beton Tahu Beton tahu harus digunakan untuk menahan jarak yang tepat pada tulangan, dan minimum mempunyai kekuatan beton yang sama dengan beton yang akan dicor. Jarak antara beton tahu ditentukan maksimal 100 cm. j. Penggantian Besi 1. Kontraktor harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar 2. Dalam hal ini dimana berdasarkan pengalaman kontraktor atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka Kontraktor dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. 3. Jika Kontraktor tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan : - Harus ada persetujuan dari Konsultan Pengawas - Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi di tempat tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

77

-

(dalam hal ini yang dimaksud adalah jumlah luas). Khusus untuk balok portal, jumlah luas penampang besi pada tumpuan juga tidak boleh lebih besar jauh dari pembesian aslinya. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian di tempat tersebut atau di daerah overlap yang dapat menyulitkan pengecoran. Tidak ada pekerjaan tambah dan tambahan waktu pelaksanaan

k. Toleransi Besi Diameter Besi (mm) 6≤φ≤10 10>φ≤16 16<φ<28 φ≥28 Toleransi dia (mm) ±0.4 ±0.4 ±0.5 ±0.6 Toleransi Berat (%) ±7 ±5 ±4 ±2

4.1.13.Toleransi Dimensi Elemen-elemen Srtuktur Dimensi elemen stuktur seperti (pelat, balok, kolom, dinding) harus memenuhi toleransi sbb : Dimensi Elemen Struktur (mm) B ≤ 200 B ≥ 200 Toleransi Terhadap B (mm) ± 9.0 ± 12.0 Toleransi Selimut Beton (mm) ± 5.0 ± 9.0

Dimana B adalah dimensi elemen stuktur baik untuk lebar maupun tinggi. Pelaksanaan yang tidak memenuhi toleransi tersebut akan dievaluasi oleh konsultan pengawas, untuk selanjutnya diputuskan. Semua akibat kesalahan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor

4.1.14.Pemasangan alat-alat di Dalam Beton / Sparing
a. Kontraktor harus membuat gambar kerja yang menunjukkan secara tepat lokasi sparing yang akan terdapat pada elemen struktur. Kontraktor wajib mempelajari gambar M & E dan mendiskusikan dengan pihak terkait jika terdapat keraguan tentang gambar tersebut. Kebutuhan sparing yang terjadi akibat perubahan desain harus diinformasikan segera kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan pemecahannya. Pekerjaan membobok, membuat lubang atau memotong konstruksi beton yang sudah jadi harus dihindarkan dan jika diperlukan harus mendapatkan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. b. Ukuran lubang, pesangan alat-alat di dalam beton, pemasangan dan sebagainya, harus sesuai dengan gambar struktur maupun gambar lain yang terkait atau menurut petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas. c. Perkuatan pada lubang-lubang beton untuk keperluan pekerjaan M / E harus mengikuti ketentuan yang terdapat di dalam gambar standar. Jika tidak / belum tertera di dalam gambar maka Kontraktor wajib menginformasikan hal tersebut kepada KP / Konsultan Pengawas untuk mendapatkan penyelesaiannya. 4.1.15.Beton Kedap Air a. Beton kedap air adalah beton yang dibuat agar tidak tembus air untuk jangka waktu lama. Untuk itu Kontraktor wajib mengikuti segala ketentuan yang disyaratkan oleh Pemasok bahan kedap air / water proofing, termasuk cara pembuatan beton tersebut. b. Pada siar pelaksanaan harus dipasang waterstop sesuai dengan spesifikasi pabrik. Waterstop tersebut harus ditunjukkan di dalam gambar kerja / shop drawing, sehingga rencana pengecoran harus direncanakan dengan baik. Biaya waterstop tersebut sudah termasuk di dalam penawaran yang diajukan oleh Kontraktor.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

78

c. Apabila terjadi kebocoran selama masa garansi, maka kontraktor harus mengadakan perbaikan-perbaikan dengan biaya Kontraktor. Prosedur perbaikan tersebut harus diusulkan oleh Kontraktor dan disetujui oleh Konsultan Pengawas, sedemikian rupa sehingga tidak merusak bagianbagian lain yang sudah selesai.

4.1.16.Acuan / Begisting
a. Umum 1. Kontraktor harus membuat acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara struktur baik kekuatan, stabilitas maupun kekakuannya serta layak untuk digunakan. Acuan merupakan suatu bagian pekerjaan struktur yang berguna untuk membentuk struktur beton agar sesuai gambar kerja rencana. 2. Jenis acuan harus sesuai dengan yang disyaratkan di dalam spesifikasi ini. Kontraktor dapat mengusulkan alternatif acuan dengan catatan bahwa harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Di dalam penawarannya Kontraktor wajib menawarkan sesuai dengan yang ditentukan di dalam spesifikasi. 3. Semua bagian acuan yang sudah selesai digunakan harus dibongkar dan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. Tidak dibenarkan adanya bagian acuan yang tertanam di dalam struktur beton. 4. Pada struktur beton kedap air, cara pemasangan acuan dan bukaan pada acuan dan bukan pada acuan harus dibuat sedemikian rupa, sehingga bukaan tersebut harus dapat ditutup dengan sempurna, sehingga bukaan tersebut harus dapat ditutup dengan sempurna, sehingga bebas dari kebocoran. Semua pengikat acuan (ties) harus dilengkapi dengan material tertentu seperti water haffles, sehingga pada saat dicor akan menyatu dengan struktur beton. b. Lingkup Pekerjaan 1. Tenaga Kerja, Bahan dan Peralatan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan seperti release agent, pengangkutan dan pelaksanaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan acuan sebagai cetakan beton sesuai dengan gambar-gambar konstuksi dan gambar-gambar disiplin lain yang berhubungan seperti diuraikan dalam uraian dan syarat-syarat pelaksanaan, secara aman dan benar. 2. Detail-detail Khusus Pembuatan acuan khusus sesuai yang direncanakan harus termasuk yang ditawarkan di dalam penawaran Kontraktor. Termasuk juga jika menggunakan material acuan yang khusus untuk menghasilkan detail khusus. c. Persyaratan Bahan. 1. Acuan dan Penyanggah Bahan acuan yang dipergunakan dapat berbentuk beton, baja, pasangan bata yang diplester, kayu atau material lain yang dapat dipertanggung jawabkan kualitasnya. Penggunaan acuan siap pakai produksi pabrik tertentu diijinkan untuk dipergunakan, selama dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas. Acuan yang terbuat dari multiplek yang dilapisi dengan sejenis kertas film yang khusus yang digunakan untuk acuan sangat dianjurkan dengan tebal multiplek minimal 12 mm. Pengaku harus dibuat dengan benar agar tidak terjadi perubahan bentuk / ukuran dari elemen beton yang dibuat. Penyanggah yang terbuat dari baja lebih disukai, walau penggunaan material penyanggah dari kayu dapat diterima. Bahan dan ukuran kayu yang digunakan harus mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. Untuk pekerjaan beton yang langsung berhubungan dengan tanah, maka sebagai lantai kerja harus dibuat dari beton K-175. Sebagai acuan samping dari beton tersebut dapat menggunakan pasangan batu kali, batu bata atau material lain yang disetujui Konsultan Pengawas. Untuk elemen beton tertentu seperti kolom bulat disarankan menggunakan acuan baja. d. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Struktur Acuan Acuan berikut elemen pendukungnya harus dianalisa sedemikian rupa, sehingga mampu memikul beban kesemua arah yang mungkin terjadi (kuat), tanpa mengalami deformasi yang berlebihan (kaku) dan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

79

harus memenuhi syarat stabilitas. Deformasi dibatasi tidak lebih dari 1/360 bentang. Peninjauan terhadap kemungkinan beban diluar beban beton juga harus dipertimbangkan, seperti kemungkinan beban konstruksi, angin, hujan dan lain-lain. Semua analisa dan perhitungan acuan berikut elemen pendukungnya harus diserahkan kepada konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuannya, sebelum pekerjaan dilakukan. 2. Dimensi Acuan Semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar srtuktur adalah ukuran bersih penampang beton, tidak termasuk plester / finishing. Tambahan elemen tertentu seperti bentuk / profil khusus yang tercantum di dalam gambar arsitektur juga harus dipertimbangkan baik sebagai beban maupun dalam analisa biaya. 3. Gambar Kerja Kontraktor harus membuat gambar kerja khusus acuan berdasarkan analisa yang dilakukannya. Gambar kerja tersebut harus lengkap disertai ukuran dan detail-detail sambungan yang benar dan selanjutnya diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk persetujuannya. Tanpa persetujuan tersebut Kontraktor tidak diperkenankan untuk memulai pembuatan acuan di lapangan. 4. Tanggung Jawab Walaupun sudah disetujui oleh Konsultan Pengawas, tanggung jawab sepenuhnya atas kekuatan, kekakuan dan stabilitas acuan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan perkiraan ataupun kekeliruan yang mengakibatkan timbulnya biaya tambahan, maka semua biaya tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Acuan harus dibuat sesuai dengan yang dibuat di dalam gambar kerja. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan gambar kerja harus segera dibongkar. 5. Stabilitas Acuan Semua acuan harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinan bergeraknya acuan selama pelaksanaan pekerjaan dapat dihindari. Konsultan Pengawas berhak untuk meminta Kontraktor untuk memperbaiki acuan yang dianggap tidak / kurang sempurna dengan beban biaya Kontraktor. 6. Inspeksi Konsultan Pengawas Semua acuan dengan penunjang-penunjang harus diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan dilakukannya inspeksi dengan mudah oleh Konsultan Pengawas. 7. Detail Acuan Penyusunan acuan harus sedemikian rupa hingga pada waktu pembongkarannya tidak menimbulkan kerusakan pada bagian beton yang bersangkutan. 8. Akurasi Acuan harus dapat menghasilkan bagian konstruksi yang ukuran kerataan / kelurusan, elevasi dan posisinya sesuai dengan gambargambar konstruksi. Toleransi ukuran dan posisi harus sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi ini. 9. Sistem Pengaliran Air Acuan harus bersih dan dibasahi terlebih dahulu sebelum pengecoran. Harus dipersiapkan sistem pengaliran air sedemikian, sehingga pada saat dibasahkan, air dapat mengalir ke tempat yang diinginkan dan acuan tidak tergenang oleh air. Acuan harus dipasang sedemikian rupa sehingga akan terjadi kebocoran atau hilangnya air semen selama pengecoran, tetap lurus (tidak berubah bentuk) dan tidak tergoyang. 10. Ikatan Acuan di Dalam Beton Sebelumnya dengan mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas baut-baut dan tie rod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalam beton harus diatur sedemikian, sehingga bila acuan dibongkar kembali, tidak akan merusak beton yang sudah dibuat. 11. Acuan Beton Exposed Jika ada harus dilapisi dengan menggunakan release agent pada permukaan acuan yang menempel pada permukaan beton. Berhubung release agent berpengaruh pula pada warna permukaan beton, maka pemilihan jenis dan penggunaannya harus dilakukan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

80

dengan seksama. Cara pengecoran beton harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga siar-siar pelaksanaan tidak merusak penampilan beton exposed tersebut. Merk dan jenis release agent yang telah disetujui bersama, tidak boleh diganti dengan merk jenis lain. Untuk itu Kontraktor harus memberitahukan terlebih dahulu nama pedangang dari release agent tersebut, data bahan-bahan bersangkutan, nama produsennya, jenis bahan-bahan mentah utamanya, cara-cara pemakaiannya, resiko-resiko dan keterangan lain yang dianggap perlu untuk memperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. 12. Bukaan Untuk Pembersihan Pada bagian terendah (dari setiap phase pengecoran) dari acuan kolom atau dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. 13. Scaffolding Pada prinsipnya semua penunjang acuan harus menggunakan steger besi (scaffolding). Scaffolding tersebut harus cukup kuat dan kaku dan diatur agar mudah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. 14. Persetujuan Konsultan Pengawas. Setelah pekerjaan di atas selesai, Kontraktor harus meminta persetujuan dari Konsultan Pengawas dan minimum 3 (tiga) hari sebelum pengecoran. Kontraktor harus mengajukan permohonan tertulis untuk izin pengecoran kepada Konsultan Pengawas. 15. Anti Lendut (Cambers) Kecuali ditentukan lain dalam gambar, maka semua acuan untuk balok dan plat, harus dipersiapkan dengan memakai anti lendut dengan besar sbb : Lokasi Ditengah bentang balok Diujung balok kantilever % Terhadap Bentang 0.3 0.5

e. Pembongkaran Acuan 1. Pembongkaran harus dilakukan dengan hati-hati, dimana bagian konstruksi yng dibongkar acuannya harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaannya. 2. Pembongkaran acuan dapat dilakukan setelah mencapai waktu sbb : Elemen Struktur Sisi-sisi balok kolom dan dinding Balok dan plat beton (tiang penyanggah tidak dilepas) Tiang-tiang penyanggah plat Tiang-tiang penyanggah balok-balok Waktu Minimum 3 hari 21 hari 21 hari 21 hari

Waktu pembongkaran tersebut hanya merupakan kondisi normal dan harus dipertimbangkan secara khusus jika pada lantai-lantai tersebut bekerja beban dan mengusulkan metode dan perhitungan yang akan digunakan, dan usulan tersebut harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. Tidak ada biaya tambah untuk biaya tersebut. Semua akibat yang timbul akibat usulan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. 3. Setiap rencana pekerjaan pembongkaran acuan harus diajukan terlebih dahulu secara tertulis untuk disetujui Konsultan Pengawas. 4.2. Pekerjaan Konstruksi Baja 4.2.1.Syarat-Syarat Umum a. Lingkup Pekerjaan Yang dimaksud pekerjaan konstruksi baja adalah semua pekerjaan konstruksi baja dan pekerjaan baja lainnya yang tercantum dalam gambar rencana. Termasuk di dalam pekerjaan Konstruksi Baja ini antara lain adalah : - Konstruksi rangka atap, dan konstruksi baja lainnya untuk Bangunan gedung.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

81

- Konstruksi baja lainnya sesuai yang dimaksud gambar rencana.

b. Pekerjaan ini meliputi pengadaan dari semua, tenaga, peralatan,
perlengkapan serta pemasangan dari semua pekerjaan baja dan logam termasuk alat-alat atau benda-benda / material pendukung lainnya. c. Pekerjaan baja dan logam harus dilaksanakan sesuai dengan keteranganketerangan yang tertera pada gambar rencana / detail, lengkap dengan penyangganya, alat untuk memasang dan menyambungnya, pelat-pelat baja / profil siku dan lain sebagainya. d. Semua bagian harus mempunyai ukuran yang tepat, sehingga dalam pemasangannya tidak memerlukan pengisi, kecuali kalau gambar detail menunjuk hal tersebut. e. Semua detail dan hubungan harus dibuat dengan teliti dan diselesaikan dengan rapi, dan dalam pelaksanaannya tidak hanya dari gambargambar kerja untuk memasang pada tempatnya tetapi dimungkinkan untuk mengambil ukuran-ukuran sesungguhnya di tempat pekerjaan terutama bagian-bagian yang terhalang oleh benda lain. f. Pekerjaan harus bermutu kelas satu dalam segala hal, setiap bagian pekerjaan yang buruk akan ditolak dan harus diganti apabila perlu. Pekerjaan yang selesai harus bebas dari puntiran-puntiran, bengkokanbengkokan dan sambungan-sambungan yang mengganggu. g. Referensi - Peraturan Perencanaan Bangunan Baja (PPBBI-1983) - NI – 3 - 1970 - J.I.S dan AISC - RKS dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. h. Perancangan 1. Penawaran baja dalam berat (kg), sudah termasuk “wastage” akibat pemotongan dan lain-lain dan diperhitungkan pada analisa harga satuan. 2. Standar Kontraktor bertanggung jawab untuk menjamin perancang baja untuk pengerjaannya agar sesuai dengan persyaratan-persyaratan ini sepenuhnya. Kontraktor supaya menyiapkan salinan usulan standar yang akan dipakai, sebagai pedoman bagi Direksi / Pengawas paling lambat 21 hari sebelum fabrikasi. i. Perencanaan dan Pengawasan .1 Gambar Kerja Sebelum pekerjaan di pabrik dimulai, Kontraktor harus menyiapkan gambar-gambar kerja (shop drawing) yang menunjukkan detail-detail lengkap dari semua komponen, panjang serta ukuran las, jumlah, ukuran serta tempat baut-baut serta detail-detail lain yang lazimnya diperlukan untuk fabrikasi. .2 Ukuran-Ukuran Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar kerja. .3 Kelurusan Toleransi dari keseluruhannya tidak lebih dari L/1000 untuk semua komponen. .4 Pemeriksaan dan lain-lain Seluruh pekerjaan di pabrik harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi, seluruh pekerjaan harus dilakukan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat di lapangan. Direksi mempunyai hak untuk memeriksa pekerjaan di pabrik pada saat yang dikehendaki, dan tidak ada pekerjaan yang boleh dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Direksi / Pengawas. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan bila terjadi demikian, harus diperbaiki dengan segera. 4.2.2.Bahan a. Bahan-bahan yang dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan baja harus sudah disetujui oleh Pengawas, tidak berkarat, bagian-bagiannya dan lembaranlembarannya tidak bengkok dan cacat. Potongan-potongan (profil)

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

82

mempunyai ukuran yang tepat sesuai dengan dimensi yang tertera dalam gambar rencana baik bentuknya, tebal ukuran berat. b. Bahan baja yang digunakan / dipasang harus dari jenis yang sama kualitasnya, dalam hal ini dipakai baja ST-37, dengan tegangan leleh baja minimum adalah 3.700 kg/cm2. c. Toleransi luas penampang bahan baja ditetapkan maksimum 5% dari luas untuk rangka batang atau maksimum 5% dari momen inersia (I) d. Sebagai kawat las dipakai setaraf produksi “KOBE” atau “NIPPON STEEL ”. Jenis kawat las yang akan digunakan harus sesuai dengan petunjukpetunjuk dari pabrik pembuat dan petunjuk-petunjuk Direksi. Elektrodaelektroda las harus diambil dari GRADA-A (besi heavy coatee type) batang-batang elektroda yang dipakai diameternya lebih besar atau sama dengan 6 mm (1 / 4 inch), dan batang-batang elektroda harus dijaga agar selalu dalam keadaan kering. e. Baut-baut yang digunakan harus baut hitam ulir (HTB) tak penuh dengan tegangan baut dan tegangan las minimum adalah 1.400 kg/cm2 atau minimal sama dengan mutu baja yang digunakan (A-325 ASTM). f. Pada konstruksi atap bangunan, sambungan gording tidak harus menumpu pada kuda-kuda / jurai atau tumpuan lainnya. Untuk itu sebelum pemasangan gording dilaksanakan Pemborong harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Direksi / Pengawas. Bahan baja ini kecuali ditunjuk atau dipersyaratkan lain harus sesuai dengan NI 3-1970. 4.2.3.Pelaksanaan Dan Sistem Pemasangan a. Fabrikasi 1. Sebelum memulai dengan pemotongan, penyambungan, dan pemasangan Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis tentang tempat, sistem pengerjaan dan pemasangan kepada Direksi / Pengawas untuk mendapat persetujuannya. 2. Kontraktor harus terlebih dahulu menunjukkan kualitas pengelasan dan penghalusan untuk dijadikan standart dalam pekerjaan tersebut. 3. Pekerjaan pengelasan konstruksi baja harus sesuai dengan gambar rencana dan harus mengikuti prosedur yang berlaku seperti seperti AWS atau AISA Spesifikation. 4. Kecuali ditunjuk sistem lain maka, dalam hal menghubungkan profilprofil, plat-plat pengaku digunakan las listrik dengan alat pembakar yang standart dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. Batang las (bahan untuk las) harus dibuat dari bahan yang campurannya sama dengan bahan yang akan disambung. b. Kekuatan sambungan dengan las (hasil pengelasan) harus sama kuat dengan batang yang disambung. c. Pemeriksaan kekuatan las harus dilakukan dengan persetujuan pengawas bila dianggap perlu dan dapat dilakukan di laboratorium. d. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan. e. Pada pekerjaan las, maka sebelum mengadakan las ulangan, baik bekas lapisan pertama, maupun bidang-bidang benda kerja harus dibersihkan dari keras (slag) dan kotoran lainnya. f. Pada pekerjaan, dimana akan terjadi banyak lapisan las, maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari keras (slag) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. Lapisan las yang berpori-pori, rusak atau retak harus dibuang sama sekali. g. Tempat pengelasan dan juga bidang konstruksi yang di las, harus terlindung dari hujan / angin kencang. h. Permukaan las terakhir harus digerinda sampai rata dan halus. i. Kesalahan pemotongan maupun lubang yang terlalu besar tidak diperkenankan ditutup dengan las, karena itu batang yang bersangkutan harus diganti dengan yang baru. 5. Sambungan Untuk sambungan komponen konstruksi baja yang tidak dapat dihindarkan berlaku ketentuan sebagai berikut :

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

83

a. Hanya diperkenankan satu sambungan. b. Semua penyambung profil baja harus dilaksanakan dengan las tumpul / full penetration butue weld. 6. Pemasangan percobaan / Trial Erection Bila dipandang perlu oleh Direksi / Pengawas, Kontraktor wajib melaksanakan pemasangan percobaan dari sebagian atau seluruh pekerjaan konstruksi. Komponen yang tidak cocok atau yang tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi dapat ditolak oleh Direksi / Pengawas dan pemasangan percobaan tidak boleh dibongkar tanpa persetujuan Direksi / Pengawas. b. Pemasangan / Erection Baja dipasangkan, kecuali ditentukan lain oleh Direksi / Pengawas 2 hari setelah pengecoran. 1. Penguat Sementara - Baja harus dipasang mati setelah sebagian besar struktur baja terpasang dan disejui ketepatan garis, vertikal dan horizontal - Kontraktor supaya menyediakan penunjang-penunjang sementara (pembautan-pembautan) bilamana diperlukan sampai pemasangan mati sesuai keputusan Direksi / Pengawas. 2. Pembautan - Ulir harus bebas setidak-tidaknya dua setengah putaran dari muka mur dalam keadaan terpasang mati. - Kontraktor supaya menggunakan setidak-tidaknya satu cincin pada setiap mur dan menyiapkan daftar mur, baut, dan cincin. - Kontraktor supaya menggunakan cincin baja keras untuk baut tegangan tinggi (HBS). 3. Adukan Pengisi (Grouting) Kontraktor supaya memasang adukan pengisi di bawah plat-plat kolom dll tepat sesuai dengan gambar-gambar. Penawaran harus sudah termasuk pekerjaan ini, bahan grouting yang digunakan setaraf Tricosal VGI Superfluid. c. Pengecatan 1 Semua bahan Konstruksi baja harus di cat. 2 Cat dasar adalah cat zink chromate buatan Dana Paint atau setara sedangkan sebagai cat akhir adalah Enamel Paint produk ex Yama Paint atau setara dan pengecatan dilakukan satu kali di pabrik dan satu kali di lapangan. Baja yang akan ditanam dalam beton tidak boleh di cat. 3 Untuk lubang baut kekuatan tinggi / high strength bold permukaan baja tidak boleh di cat. 4 Cat akhir adalah enamel paint buatan Dana paint atau setaraf dan pengecatan dilakukan 2 kali di lapangan, kecuali bila dinyatakan lain dalam gambar atau spesifikasi arsitektur. 5 Di bagian bawah dari base plate dan atau seperti yang tertera pada gambar harus digrout dengan bahan setara “Master Flor 713 Grout”, dengan tebal minimum 2,5 cm. Cara pemakaian harus sesuai spesifikasi pabrik. d. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan 1. Bahan-bahan baja profil dihindarkan / dilindungi dari hujan dan lainlain. 2. Baja yang sudah terpasang dilindungi dari kemungkinan cacat / rusak yang diakibatkan oleh pekerjaan-pekerjaan lain. 3. Bila terjadi kerusakan, Kontrator diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 4. Penempatan pipa dan batang baja di work shop maupun di lapangan tidak boleh langsung di atas tanah atau lantai, tetapi harus di atas balok-balok kayu yang berjarak maksimum 2 m. 5. Tanah atau lantai tersebut harus datar, padat merata dan bebas dari genangan air. e. Pemasangan Akhir / Final Erection. 1 Alat-alat untuk pemasangan harus sesuai untuk pekerjaannya dan harus dalam keadaan baik. Bila dijumpai bagian-bagian konstruksi yang tidak dapat dipasang atau ditempatkan sebagaimana mestinya

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

84

2
3

4

5

6 7

sebagai akibat dari kesalahan pabrikasi atau perubahan bentuk yang disebabkan penanganan, maka keadaan itu harus segera dilaporkan kepada Direksi / Pengawas disertai usulan cara perbaikannya. Cara perbaikan tersebut harus mendapat persetujuan dari Direksi / Pengawas sebelum dimulainya pekerjaan perbaikan tersebut adalah menjadi tanggungan Kontraktor. Meluruskan plat dan besi siku atau bentuk lainnya harus dilaksanakan dengan persetujuan Direksi. Pekerjaan baja harus kering sebagaimana mestinya, kantong air pada konstruksi yang tidak terlindung dari cuaca harus diisi dengan bahan “waterproofing” yang disetujui. Sabuk pengaman dan tali-tali harus digunakan oleh para pekerja pada saat bekerja pada tempat yang tinggi, disamping pengaman yang berupa “platfrom” atau jaringan (“net”). Setiap komponen diberi kode / marking sesuai dengan gambar pemasangan, sedemikian rupa sehingga memudahkan pemasangan. Bagian profil baja harus diangkat dengan baik dan ikatan-ikatan sementara harus digunakan untuk mencegah tegangan-tegangan yang melewati tegangan ijin. Ikatan-ikatan itu dibiarkan sampai konstruksi selesai. Sambungan-sambungan sementara dari baut harus diberikan kepada bagian konstruksi untuk menahan beban mati, angin, dan tegangantegangan selama pembangunan. Baut-baut, baut angker, baut hitam, baut kekuatan tinggi dan lain-lain harus disediakan dan harus dipasang sebagaimana mestinya sesuai dengan gambar detail. Baut kekuatan tinggi harus dikencangkan dengan kunci momen (torque wrench). Plat dasar kolom untuk kolom penunjang dan plat perletakan untuk balok, balok penunjang dan sejenis harus dipasang dengan luas perletakan penuh setelah bagian pendukung di tempatkan secara baik dan tegak. Daerah di bawah plat harus diberi adukan lembab / kering yang tidak susut dan disetujui Konsultan Direksi / Pengawas. Penyimpangan kolom dari sumbu vertikal tidak boleh lebih dari 1/1500 dari tinggi vertikal kolom.

PASAL 5.

PEKERJAAN ARSITEKTUR

5.1. Umum 5.1.1.Ketentuan Umum a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu serta cara kerja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pada spesifikasi teknis ini diatur seluruh pekerjaan berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku, baik yang bersifat daerah, nasional, maupun internasional, serta berdasarkan jenis bahan / material, cara pelaksanaan (metode) dan sistem yang dibutuhkan. 3. Seluruh pekerjaan akan dikelola (manage) oleh konsultan pengawas, yaitu dalam hal Koordinasi dan Pengawasan, mencakup mutu hasil kerja (kualitas), Waktu pelaksanaan (Schedule) dan Pembiayaan. 4. Seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan estetika, penentuan warnanya harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Konsultan Perencana serta mendapat persetujuan dari (Owner). b. Peraturan-peraturan yang dipakai

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

85


    


    

 
  

  

Peraturan-peraturan / standar setempat yang biasa dipakai. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 ; NI-2. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 ; NI-5 Peraturan Semen Portland Indonesia 1972 ; NI-8 Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat Ketentuan-ketentuan umum untuk pelaksanaan Pemborong Pekerjaan Umum (A.V.) No. 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 14571. Petunjuk-petunjuk dan Peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Konsultan pengawas. Standart Normalisasi Jerman (D.I.N.). American Society for Testing and Material (A.S.T.M.). American Concrete Institute (A.C.I.). Semen Portland harus memenuhi NI-8, SII 0013-81 dan ASTM C 150078A Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80. Kerikil / split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/008775/0075-75. Air harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 82 pasal 9, AVGNOR P18303 dan NZS-3121/1974. Pengendalian seluruh pekerjaan beton ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI-8). Standar dari bahan waterproofing mengikuti prosedur yang ditentukan oleh pabrik dan standar-standar lainnya seperti :NI.3, ASTM 828, ASTME, TAPP I 803 dan 407. Pengendalian pekerjaan keramik harus sesuai dengan peraturan ASTM, NI-129, PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. Pengendalian seluruh pekerjaan karpet harus sesusi dengan peraturan-peraturan ASTM – E-648 dan sesuai dengan ketentuanketentuan dari pabrik. Syarat bahan glass block sesuai dengan standar pabrik, tanpa cacat serta memenuhi dalam PUBI 1982 pasal 63 dan SII 0189/78. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai dengan persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961), PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan dalam SII 0458-81. Pengendalian seluruh pekerjaan cat, harus memenuhi ketentuanketentuan dari pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982 pasal 54 dan NI-4. Bahan cat yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 53, BS No. 3900 : 1970/1971, AS.K41 dan NI.4, serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Persyaratan bahan marmer harus konsisten terhadap PUBI pasal 26 dan SII 0015-76.

c. Syarat-syarat pelaksanaan 1. Semua jenis pekerjaan harus dibuatkan shop drawing dan diajukan kepada Konsultan pengawas untuk diperiksa yang selanjutnya dimintakan persetujuan kepada Konsultan Perencana. 2. Semua bahan material, terutama finishing utama sebelum dikerjakan, Kontraktor harus mengajukan 2 atau 3 buah contoh produk yang setara kepada Konsultan pengawas untuk diserahkan kepada Perencana, selanjutnya Perencana mengajukan bahan material tersebut kepada pemberi tugas untuk mendapatkan persetujuannya. 3. Hal-hal yang bertalian erat dengan estetika seperti : warna cat,keramik, batu temple, politur dan sebagainya harus mendapat persetujuan dari Perencana (Arsitek) terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

86

material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. 4. Kontraktor harus menyerahkan 2 (dua) copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik material yang bersangkutan termasuk mengajukan cara perawatan / maintenance seluruh bahan / material bangunan sebagai informasi bagi Konsultan pengawas dan untuk dapat digunakan kelak oleh Pemilik Bangunan. 5. Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas, tetapi dibutuhkan agar dapat melakukan penyelesaian / penggantian dalam suatu pekerjaan, harus baru, kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Konsultan pengawas. 6. Semua material yang dikirim ke site / lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong / kaleng yang masih disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. 7. Bahan harus disimpan di tempat yang kering, berventilasi baik, terlindung, bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan, dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. 8. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa site / lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. 9. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan pengawas. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan di tempat tersebut sebelum kelainan / perbedaan diselesaikan. 10. Setiap produk yang diajukan oleh Main / Sub Kontraktor harus dilengkapi dengan cara perawatan / maintenance dari produk tersebut yang :  Sesuai dengan persyaratan teknis dari pabrik yang bersangkutan ;  Sesuai dengan persyaratan / peraturan setempat ;  Disetujui oleh konsultan pengawas. 11. Untuk setiap pekerjaan cat, maka Kontraktor atau aplikator :  Harus kepada pabrik cat sesuai dengan jumlah kebutuhan proyek ; memberikan surat penunjukkan dari pabrik cat yang bersangkutan / rekomendasi sebagai applicator ;  Harus melakukan pengecatan secara full system ;  Harus mengajukan sistem pengecatan dan jenis cat ;  Harus mengajukan urutan kerja ;  Harus mengajukan bukti pesanan ;  Harus memberikan surat jaminan supply dari pabrik cat sampai proyek selesai;  Harus memberikan surat jaminan mutu berbentuk sertifikat garansi yang dikeluarkan oleh pabrik cat (produsen) yang ditandatangani Direktur Perusahaan, dengan dilampiri surat Pengantar dari Main Kontraktor. 5.1.2.Pekerjaan Pendahuluan a. Pengukuran 1. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman. Setiap kali dianggap perlu, harus siap untuk mengadakan. 2. Untuk menetukan koordinat bangunan, Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah untuk menentukan elevasi ± 0,00, letak pohon yang perlu dipertahankan (apabila ada), letak batas-batas site dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. 3. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya, harus segera dilaporkan kepada Konsultan pengawas untuk diminta keputusannya, setelah berkonsultasi dengan Perencana.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

87

4. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan
alat-alat Waterpass / Theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggungjawabkan. 5. Kontraktor harus menyediakan Theodolith / Waterpass beserta petugas yang cakap melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Konsultan pengawas selama pelaksanaan proyek. 6. Pengukuran sudut siku-siku dengan benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan pengawas. 7. Segala pekerjaan pengukuran persiapan menjadi tanggung jawab kontraktor. b. Tugu Patokan Dasar & Titik Pinjaman / Referensi 1. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan pengawas, sebanyak 2 (dua) buah pada dua sisi yang berlainan. 2. Tugu patokan dasar dibuat dari beton penampang sekurang-kurangnya 200 x 200 mm, tertancap kuat di dalam tanah. 3. Tugu patokan dasar dibuat permanen, tidak bisa diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan pengawas untuk membongkarnya. Selain itu Kontraktor diharuskan membuat titik Penjamin / Referensi yang akurat dari waktu ke waktu sepanjang masa pelaksanaan, mendahului kemajuan pekerjaan. 4. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggung jawab Kontraktor. 5. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan) Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. c. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu meranti merah ukuran (50/70 mm) atau kayu dolken, diameter 80-100 mm, yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak-gerakkan atau diubah-ubah berjarak maksimum 1.500 mm satu dengan lainnya. 2. Papan dasar pelaksanaan(Bouwplank) dibuat dari kayu meranti, ukuran tebal 30 mm, lebar 200mm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya. Pemasangan harus kuat dan menggunakan sifat dasar (waterpass). 3. Papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang mennyatakan as-as dan level / peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak mudah hilang bila terkena air hujan. 4. Tinggi sisi atas papan patok ukuran harus sama satu dengan lainnya, kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan pengawas. 5. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 1.000 mm dari sisi luar galian tanah pondasi. 6. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melapor kepada Konsultan pengawas. 7. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. 5.2. Spesifikasi Umum 5.2.1.Pekerjaan Beton Non Struktural a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Meliputi pekerjaan beton praktis, seperti: sloof, kolom, ring balok, neut kusen, angkur beton setempat, plat meja, serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar. b. Persyaratan Bahan 1. Semen Portland Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis merk dan atas persetujuan dan harus memenuhi NI-8. Semen yang

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

88

telah mengeras sebagian / seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Tempat penyimpanan harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpuk sesuai dengan syarat penumpukan semen. 2. Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari Bahanbahan organis, Lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971. 3. Koral Beton / Split Digunakan koral yang bersih, bermutu baik tidak berpori serta gradasi kekerasan seseuai dengan syarat syarat PBI 1971. Penyimpanan / penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dengan yang lain, hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak bercampur untuk mendapatkan perbandingan adukan beton yang tepat. 4. Air Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam, alkali dan bahan bahan organis / bahan lainnya yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI – 3 pasal 10. Apabila dipandang perlu Konsultan pengawas dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. 5. Besi Beton Digunakan mutu U-24, besi harus bersih dari lapisan minyak / lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih dan sebagainya. Penampang besi adalah bulat dan memenuhi syarat-syarat PBI 1971. Kontraktor diwajibkan, bila dipandang perlu untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. 6. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : a. Peraturan-peraturan / standar setempat yang biasa dipakai. b. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 ; NI-2 c. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 ; NI-5 d. Peraturan Semen Portland Indonesia 1972 ; NI-8 e. Peraturan Pembangunan Daerah Setempat. f. Ketentuan-Ketentuan umum untuk pelaksanaan Pemborong Pekerjaan Umum (AV) No.9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No 14571. g. Petunjuk-petunjuk dan Peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Konsultan pengawas. h. Standar Normalisasi Jerman (D.I.N.). i. American Society for Testing and Material (A.S.T.M). j. American Concrete Institue (A.C.I). c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Mutu Beton Mutu beton yang digunakan adalah : K-175 dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan PBI-1971 2. Pembesian a. Pembuatan tulangan harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum pada PBI-1971. b. Pemasangan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi. c. Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin besi tersebut tidak berubah tempat decking sesuai dengan ketentuan dalam PBI-1971. d. Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan pengawas. 3. Cara Pengadukan a. Cara pengadukan harus menggunakan beton molen. b. Takaran untuk semen Portland, pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan pengawas dan tercapai mutu pekerjaan seperti yang ditentukan dalam uraian dan syarat-syarat. Selama pengadukan kekentalan adukan beton harus diawasi

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

89

dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran baru. Pengujian slump minimum 30 mm dan maksimum 75 mm. 4. Pengecoran Beton a. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh, pemeriksaan ukuran-ukuran, ketinggian, pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. b. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan Konsultan pengawas. c. Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan sarang-sarang koral / split yang dapat memperlemah konstruksi. d. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan pengawas. 5. Pekerjaan Acuan / Bekisting a. Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan seperti dalam gambar. Dari papan jenis kayu yang memenuhi persyaratan dalam NI-2 pasal 5.1. b. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatanperkuatan sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap pada kedudukan selama pengecoran. c. Acuan harus rapat tidak bocor, permukaannya licin, bebas dari kotoran-kotoran seperti tahi gergaji, potongan-potonngan kayu, tanah dan sebagainya sebelum pengecoran dilakukan serta harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. d. Tiang-tiang acuan harus di atas papan atau baja untuk memudahkan pemindahan perletakan. Tiang-tiang tidak boleh disambung lebih dari satu. Tiang-tiang yang digunakan dari kayu dolken diameter 80-100 mm atau kaso 50/70 mm. e. Tiang acuan satu dengan yang lain harus diikat dengan palang papan / balok secara cross. f. Pembukaan acuan baru harus dibuka setelah memenuhi syaratsyarat yang dicantumkan dalam PBI-1971. g. Kayu yang dipakai adalah papan atau multiplex dengan tebal 25 mm. h. Penggunaan bekisting (Formwork) harus sesuai dengan petunjuk / spesifikasi pabrik. 6. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton / rangka dibuat dari baja lunak dan tidak disepuh seng, dengan diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0,40 mm. Kawat pengikat besi beton / rangka harus memenuhi syaratsyarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI –1971). 7. Pekerjaan pembongkaran Acuan / Bekisting hanya boleh dilaksanakan dengan ijin tertulis dari Konsultan pengawas. Setelah bekisting dibuka, tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas. 8. Pelaksana / Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai). 9. Kontraktor harus mengikuti semua peraturan, baik yang terdapat pada uraian dan syarat-syarat apapun yang tercantum dalam gambargambar atau peraturan yang berlaku baik dalam negeri maupun luar negeri. 10. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material : besi, koral, pasir, pc untuk mendapat persetujuan dari Konsultan pengawas. 11. Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi / kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian. 12. Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus / silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat / ketentuan dalam PBI-1971. Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan pengawas dan diperiksa di laboratorium konstruksi beton yang ditunjuk Konsultan pengawas.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

90

Jumlah dan frekuensi pembuatan kubus serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai dengan PBI-1971. 13. Beton yang telah di cor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. 14. Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. 15. Bila terjadi kerusakan Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan, seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 16. Bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus-menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih dan apabila menggunakan curing agent pemeliharaannya sesuai standar produk (sesuai dengan ketentuan dalam PBI-1971). 17. Bagian-bagian yang tertanam dalam beton : a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat untuk sparing atau instalasi. 18. Sparing Conduit dan pipa-pipa : a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar dan minta persetujuan pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka Kontraktor harus mengusulkan dari Konsultan pengawas. c. Bilamana sparing-sparing (pipa, conduit dan lain-lain) berpotongan dengan tulangan besi, maka besi tidak boleh ditekuk atau dipindahkan tanpa persetujuan dari Konsultan pengawas. d. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. e. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. 19. Hal-hal lain (Miscellaneous Items) a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang harus dibeton sebagai bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Digunakan mutu beton seperti yang ditentukan dan dengan penghalusan permukaannya. b. Untuk pekerjaan lantai beton, harus diratakan sehingga diperoleh permukaan lantai yang betul-betul rata. Sesudah selesai ditrowel, jika ada permukaan lantai beton yang akan dicat, maka lantai beton harus betul-betul kering sempurna dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengecatan. c. Untuk pekerjaan dinding / kolom lepas cetak yang harus dicat, dilakukan dengan dengan pengecatan cat emulsi pada saat beton sudah kering sempurna dan memenuhi syarat untuk dicat.

5.2.2. Pekerjaan Baja / Besi Non Struktural
a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan ini meliputi antara lain : a. Pengadaan dan pemasangan beugel-beugel talang, klem-klem down pipe, plat klem-klem sambungan rangka, dari bahan galvanized steel. b. Bahan penggantung rangka plafond dari besi diameter 6 mm dilengkapi dengan wartel moer (adjustable rod) dan klem pada rangka plafond (klem besi strip ¼” x 1“ bentuk U) dan dipasang sesuai dengan gambar dan atas petunjuk Konsultan pengawas, tiap jarak 90 cm. Pemasangan pada bidang beton dikaitkan pada angker-angker kolom (Philips red head / Ramset) atau ditanam dalam beton sebelum pengecoran plat atau balok beton lantai. Besi diameter 6 mm sebagai penggantung harus lurus, tidak boleh bekas tekukan dan tidak karatan. Setelah rangka plafond selesai dipasang, besi-besi penggantung harus dicat dengan zinc chromate.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

91

c. Railling tangga carbon steel, dengan ukuran sesuai pekerjaan 10.2. d. Pemegang aluminium voil dengan Fine Mesh produk BRC (Galvanized) atau yang setara. e. Dan lain-lain komponen yang ditunjukkan pada gambar. b. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Fabrikasi a. Pemeriksanaan dan lain-lain. Seluruh pekerjaan di pabrik harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa, sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat di lapangan. b. Konsultan pengawas mempunyai hak untuk memeriksa pekerjaan di lapangan pada saat yang dikehendaki, dan tidak ada pekerjaan yang boleh dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Konsultan pengawas. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak, dan bila demikian harus diperbaiki dengan segera tanpa tambahan biaya. c. Gambar Kerja Sebelum pekerjaan di pabrik dimukai, Kontraktor harus menyiapkan gambar kerja yang menunjukkan detail-detail lengkap dari semua komponen, panjang serta ukuran las, jumlah, ukuran dan posisi baut-baut serta detail-detail lain yang lazim diperlukan untuk fabrikasi. d. Ukuran-ukuran Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar kerja. 2. Sambungan Untuk sambungan komponen konstruksi baja yang tidak dapat dihindarkan berlaku ketentuan sebagai berikut : a. Hanya diperkenankan satu sambungan. b. Semua penyambung profil baja harus dilaksanakan dengan las tumpul (full penetration butt weld). c. Pemasangan percobaan (Trial Erection) Bila dipandang perlu Konsultan pengawas, Kontraktor wajib melaksanakan pemasangan percobaan dari sebagian atau seluruh pekerjaan konstruksi. Komponen yang tidak cocok atau yang tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi dapat ditolak oleh Konsultan pengawas. Pemasangan percobaan tidak boleh dibongkar tanpa persetujuan Konsultan pengawas. d. Pengecatan 1. Semua bahan konstruksi baja harus dicat. Semua permukaan baja harus bersih dari kotoran-kotoran atau minyak-minyak. Pembersihan harus dilakukan dengan sikat besi mekanis (mechanical wire brush). 2. Cat dasar adalah cat zinc chromate. Pengecatan dilakukan satu kali di tempat pabrikasi dan satu kali di lapangan. Baja yang akan ditanam di dalam beton tidak boleh dicat. 3. Cat akhir adalah cat zinc chromate. Pengecatan dilakukan satu kali atau lebih di lapangan sampai menutup sempurna. Pemasangan akhir (Final Erection) 1. Alat-alat untuk pemasangan harus sesuai untuk pekerjaannya dan harus dalam keadaan baik. Bagian-bagian dimana tidak dapat dipasang atau ditempatkan sebagaimana mestinya, sebagai akibat dari kesalahan fabrikasi atau perubahan bentuk karena kesalah penanganan atau pengangkutan, maka keadaan itu harus segera dilaporkan kepada Konsultan pengawas, Untuk mendapatkan persetujuan cara perbaikan dan pemecahannya yang dapat dilakukan di lapangan atau di work shop. Meluruskan plat dan besi siku atau bentuk lainnya harus dilaksanakan dengan cara disetujui. Segala biaya sebagai akibat dari hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.

e.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

92

2. Pekerjaan baja harus kering sebagaimana mestinya. Kantong air pada konstruksi yang tidak terlindung dari cuaca harus diisi dengan bahan Waterproofing yang telah disetujui. 3. Setiap komponen harus diberi kode (marking) yang sesuai dengan gambar pemasangan. Komponen harus diberi kode sedemikian rupa sehingga memudahkan pemasangan. 4. Baut-baut, baut angker, baut hitam dan lain-lain harus disediakan dan harus dipasang sesuai dengan gambar detail.

5.2.3. Pekerjaan Pasangan
a. Penjelasan Umum 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan masing-masing pekerjaan sehingga mendapatkan hasil yang baik dan sempurna. 2. Penggunaan masing-masing jenis pasangan dapat dilihat pada gambar rencana ataupun petunjuk / perintah Direksi / Pengawas Lapangan. 3. Pengendalian Pekerjaan : Persyaratan-persyaratan standar mengenai pekerjaan ini tertera pada : - PUBI 1982 - NI-3 1970 - NI-10 1973 - SII-0021 1978 b. Pasangan Batu Kali Belah 1. Lingkup Pekerjaan Pasangan batu kali belah dilaksanakan untuk pondasi bangunan atau konstruksi lain yang ditunjuk pada gambar rencana. 2. Bahan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh material : batu kali, pasir untuk mendapat persetujuan dari Direksi / Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Direksi / Pengawas akan dipakai standar / pedoman untuk memeriksa / menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke site. c. Kontraktor diwajibkan membuat tempat penyimpanan contohcontoh yang telah disetujui di Bangsal Direksi / Pengawas. d. Batu kali yang digunakan adalah batu kali belah, bersudut runcing, berwarna abu-abu hitam keras dan tidak porous. 3. Pelaksanaan a. Galian pondasi harus diurug dengan pasir setebal 10 cm dan dipadatkan dengan alat pemadat / stamper. b. Sebelum dipasang terlebih dahulu dibuat profil-profil pondasi dari bambu atau kayu pada setiap pojok galian yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan penampang yang dimaksud dalam gambar rencana. c. Kecuali disebut lain pada gambar rencana maka seluruh pasangan batu kali belah dipasang dengan perekat 1 pc : 5 ps, dan diberapen dengan perekat yang sama pada seluruh bidang sisinya. d. Celah-celah besar pada aanstampeng / pasangan batu kali kosongan dapat diisi dengan batu pecahan supaya betul-betul padat sedang pasangan batu kali belah selain aanstampeng tidak dikehendaki bertindih (bersinggungan) tanpa adanya perekat dicelah-celahnya. e. Untuk pengikatan sloof maka pada bagian atau pondasi batu kali dibuat stek-stek sedalam 30 cm tiap 1,00 m1 dengan diameter besi 10 mm. f. Dimensi / besaran penampang pasangan batu kali belah tersebut dapat dilihat pada gambar rencana. g. Urugan lubang pasangan batu kali belah yang berfungsi sebagai pondasi dapat dilaksanakan bila Direksi mengganggu bahwa bagian pondasi sudah cukup kuat / mengeras. c. Pasangan Batu Bata 1. Lingkup Pekerjaan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

93

Pasangan batu bata dilaksanakan untuk dinding / tembok gedung, pondasi ringan, saluran, bak-bak bunga, ataupun pasangan batu bata lainnya yang ditunjuk pada gambar rencana. 2. Bahan a. Batu bata yang dikehendaki adalah batu bata lokal yang berkualitas baik yaitu dengan hasil pembakaran yang matang berukuran sama kira-kira 6 x 12 x 20 cm tidak boleh terdapat pecah-pecah (melebihi 20%) dan tidak diperbolehkan memasang bata yang pernah dipakai. b. Sebagai Semen dan Pasir untuk pasangan batu bata ini harus sama dengan kualitas seperti yang disyaratkan untuk pekerjaan beton. c. Kecuali ditentukan lain semua pasangan batu bata dipasang dengan perekat dengan campuran 1pc : 5ps. 3. Pelaksanaan a. Dimana diperlukan menurut direksi, pemborong harus membuat shop drawing untuk pelaksanaan pembuatan adukan dan pasangan. b. Tentukan perbandingan campuran spesi dan tebal adukan yang diperlukan. Adukan dilaksanakan sesuai standar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk Perencana / Direksi. c. Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur terutama gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal / tinggi / peil dan bentuk profilnya. d. Pasangan batu bata harus dipasang tegak lurus, siku, rata, dan tidak boleh terdapat retak-retak, dipasang dengan fungsi, ukuran ketebalan dan ketinggian yang ditentukan dalam gambar rencana. e. Mencampur Perekat Perekat harus dicampur dalam alat pencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan pada permukaan yang keras, dilarang memakai perekat yang sudah mulai mengeras untuk dipakai lagi. f. Sebelum dimulai pemasangan batu bata harus direndam lebih dahulu dengan air dan permukaan yang akan dipasang harus basah juga dan untuk semua sambungan harus dikorek paling sedikit 0,5 cm agar penyelesaian dinding / plesteran dapat melekat dengan baik, sedang dimana ada pertemuan kusen kayu dengan tembok harus diberi nat selebar 1cm dan dalam 1 cm. g. Pemasangan tembok bata hanya diperbolehkan maksimum setinggi 1,00 m untuk setiap harinya. h. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan. i. Pasangan tembok dipasang seluas 12,00 m2, bila lebih harus dipasang beton praktis ukuran penampang 15 x 15 cm dengan tulangan 4 Ø 10, beugel Ø 8 – 150. j. Pasangan batu bata 1pc : 2ps sebagai pasangan di bawah permukaan tanah / lantai harus diberapen dengan adukan 1pc : 3 ps. k. Syarat-syarat penerimaan : - Pasangan batu bata dapat diterima / diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 12 m2 tidak lebih dari 0,5 cm (sebelum diaci / diplester). - Toleransi terhadap as dinding adalah kurang lebih 1 cm (sebelum diaci / diplester). l. Pasangan batu bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapid an benar-benar tegak lurus. 5.2.4.Pekerjaan Kayu a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

94

pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Meliputi pekerjaan kayu yang dilakukan pada seluruh detail yang ditunjukkan / disebutkan dalam gambar. b. Persyaratan Bahan 1. Bahan dari kayu yang telah dikeringkan / diproses oven, mutu kelas A, kelas kuat I-II dan kelas awet I. 2. Bahan kayu yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat dan peraturan kayu bangunan untuk perumahan dan gedung yang ditentukan dalam PKKI, PUBI-1982 pasal 37 dan SII 0458-81 3. Persyaratan pengawetan bahan kayu harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam Standart Kehutanan Indonesia (SKI), No C-M001 : 1987. Bahan pengawet yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan dalam table 1 dan 2. 4. Pengawetan Kayu Seluruh bahan kayu harus diawetkan dengan sistem Hickson´s Timber Preservation dengan Tanalith CT 116 / Diffusol CB concencrate atau cara-cara lain dari pengawetan kayu yang diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan pengawas . 5. Ukuran finish kayu sesuai detail gambar 6. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5, (PPKI tahun 1961), PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan SII 0458-81. 7. Kayu yang dipakai harus cukup tua, lurus, kering dengan permukaan rata bebas dari cacat seperti retak-retak, mata kayu dan cacat lainnya. 8. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17%, untuk seluruh bahan kayu yang digunakan. 9. Accessories a. Angker, sekrup, plat dan baut harus dari bahan yang digalvanis. b. Untuk angker dipakai besi baja beton diameter 10 mm, untuk plat baja dipakai ketebalan 2mm.

10. Bahan-bahan Pengawet Tabel 1 : Golongan bahan pengawet yang dapat dipakai : Golongan bahan pengawet Tembaga – Chrom – Arsen Tembaga – Chrom – Boron Boron – Flour – Chrom - Arsen Keterangan : J kode CCA CCB BFCA Sifat J, S, AL J, S, AL J, S, AL

: dapat mencegah jamur S : dapat mencegah serangga. AL : agar tahan pelunturan

Tabel 2 : Jenis dan Komposisi Bahan Pengawet yang diijinkan Gol. CCA Jenis 1. Tanalit CT Komposisi CuSO4 Na2Cr2 O4 As2O52H2O 2. Celcure (P) A CuSO45H2O Na2Cr2O72H2 O % 27,4 48,2 24,4 32,5 41,0 Bentuk Formulasi Bubuk, 100% bahan garam anhidrida Pasta, minimum 95% Bahan aktif garam

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

95

As2O52H2O CCB 1. CB Wolmanit CuSO4 Na2Cr2O7 As2O52H2O 2. Diffusol CB CuSO4 Na2Cr2O7 BFCA 1. Koppers Formula 7 Na2B4O75H2O H3BO3 NaF As2O52H2O Na2Cr2O72H2 O

26,4 33,0 40,0 24,0 28,6 43,9 25,0 40,0 15,0 11,0 9,0 Bubuk, 97% bahan aktif garam Bubuk, 100% bahan aktif garam Bubuk, 100% bahan aktif garam

c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum melaksanakan pekerjaan Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola, lay out / penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. 2. Sebelum pemasangan, penimbunan kayu di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang / tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. 3. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos, baut, angker-angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan / menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. 4. Semua kayu tampak harus diserut halus, rata, lurus, dan siku-siku antar sisi-sisinya dan di lapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan / pemasangan, kecuali bila ditentukan lain. 5. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin di Work Shop di luar tempat pekerjaan / pemasangan. 6. Bahan kayu tidak diperkenankan dipulas dengan cat, vernis, meni atau finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti oleh Konsultan pengawas. 7. Setelah semua pekerjaan kayu terpasang perlu diberi perlindungan terhadap benturan dan pengotoran sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan lain.

5.2.5.Pekerjaan Plesteran Semen a. Lingkup pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata pada kedua sisi bidangnya (dalam dan luar), plesteran dinding beton, pengisi dan perekat pada pemasangan bahan finishing, serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar. b. Persyaratan Bahan 1. Campuran pasir (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala macam kotoran, serta harus melalui ayakan # 1,6 – 2,0 mm.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

96

Untuk area yang tidak memakai finishing bahan lain, dipakai campuran DURACOAT ex. Durabuilt atau yang setara dengan pemakaian sesuai dengan standar pabrik yang bersangkutan, agar dapat diperoleh sifat tahan / kedap air (watertight). 3. Pada pemasangan aduk / spesi agar menggunakan : Pada setiap pertemuan 2 (dua) bahan yang berbeda, seperti : pertemuan kolom dinding bata, plat beton dinding bata, kolom baja yang difinish plaster dan sebagainya untuk menghindarkan retak rambut, diberi nat dengan lebar nat 5mm dan dalamnya 5 mm. 4. Pada area tempat terjadi pertemuan bahan yang berbeda (misalnya : kolom beton-bata atau balok beton–bata) dipasang kawat ayam dengan overlap yang cukup untuk mencegah keretakan. 5. Finishing plesteran menggunakan cat sesuai gambar, seperti dinyatakan dalam RKS Pekerjaan Pengecatan. c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk canpuran 1 PC : 5 pasir, kecuali pada dinding batu bata semen raam / rapat air. 2. Pada dinding batu bata semen raam / rapat air diplester dengan aduk campuran 1 pc : 3 ps (yang dilakukan pada sekeliling dinding ruang toilet, dinding eksterior, dan bagian-bagian yang ditentukan / disyaratkan dalam detail gambar. 3. Pasir pasang yang digunakan harus bersih, bebas dari Lumpur serta material tidak terpakai lainnya, diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan d 3 mm seperti yang dipersyaratkan. 4. Material lain yang terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk menyelesaikan / penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui konsultan pengawas. 5. Sement porlant yang dikirim ke site / lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan tipe dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. 6. Bahan harus disimpan di tempat kering, berventilasi baik, terlindung, bersih, tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan, dilindungi sesuai dengan jenisnya yang disyaratkan dari pabrik. 7. Semua bahan yang sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan / persyaratan dari pabrik yang bersangkutan, material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. 8. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor diharuskan memeriksa site / lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk mulainya pekerjaan. 9. Bila kelainan dalam hal apapun antara gambar, sepesifikasi dan lainnya kontraktor harus segera melaporkan kepada manajemen kotruksi. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan di tempat tersebut sebelum kelainan / perbedaan diselesaikan. 10. Tebal plesteran 15 mm dengan hasil ketebalan dinding finish 150 mm atau sesuai yang ditunjukan dalam detail gambar. Ketebalan plesteran yang melebihi 22 mm harus diberi kawat untuk membantu dan memperkuat daya lekat pelsteran, pada bagian pekerjaan yang diijinkan konsultan pengawas. 11. Pertemuan plesteran dengan jenis pekerjaan lain, seperti kusen dan pekerjaan lainnya, harus dibut naat (tali air) dengan lebar minimal 5 mm dan dalam 5 mm, kecuali bila ditentukan lain. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran homogen, acian dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul), sehingga siap untuk di cat atau finish wall paper. 13. Kelembaban plesteran harus dijaga, sehingga pengeringan wajar tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara tetap.

2.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

97

14. Kontraktor wajib memperbaiki / mengulang / mengganti bila ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya kontrator selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik / pemakai. 15. Khusus untuk permukaan beton yang akan diplester, maka : • Seluruh permukaan beton yang akan di plester harus di buat kasar dengan cara dipahat halus. • Sebelum plesteran dilakukan, seluruh permukaan beton yang akan diplester, dibersihkan dari kotoran, debu dan minyak serta disiram / dibasahi dengan air semen. • Plesteran beton dilakukan dengan aduk kedap air campuran 1 PC : 3 Ps. • Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan.

5.3. Pekerjaan Lantai Dan Dinding
5.3.1.Pekerjaan Sub Lantai a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan di bawah lapisan finishing lantai yang berlangsung di atas tanah (lantai dasar yang tidak memakai plat beton) serta sesuai detail yang disebutkan / ditunjukkan pada gambar. b. Persyaratan Bahan 1. Semen portland harus memenuhi NI – 8, 0013-81 dan ASTM C 150078A. 2. Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80. 3. Kerikil / split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/008775/0075-75. 4. Air harus memenuhi persyaratan PUBI 82 pasal 9, AFNOR P 18 -303 dan NZS – 3121/1974. 5. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI – 2) PUBI 1982 dan (NI - 8). c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya, untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas. 2. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas, tetapi dibutuhkan untuk peyelesaian / penggantian dalam pekerjaan ini, harus baru, kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui konsultan pengawas. 3. Pekerjaan sub lantai dikakukan langsung di atas tanah, maka sebelum pasangan sub lantai dilaksanakan terlebih dahulu, lapisan urug di bawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan), rata permukaanya dan telah mempunyai daya dukung maksimum. 4. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara pc, pasir beton dan kerikil atau split dengan perbandingan 1 : 3 : 5. 5. Tebal lapisan sub lantai minimal dibuat 50 mm atau sesuai yang disebutkan / disyaratkan dalam detail gambar. 6. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata / waterpass, kecuali pada lantai ruangan-ruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu perlu diperhatikan mengenai kemiringan lantai agar sesuai yang ditunjukan dalam gambar dan sesuai petunjuk konsultan pengawas. 5.3.2.Pekerjaan Lantai Screed a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga mendapat hasil pekerjaan yang bermutu baik.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

98

2. Pekerjaan lantai screed meliputi area di atas plat-plat beton, bawah
lantai tangga serta untuk seluruh detail seperti yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar. b. Persyaratan Bahan 1. Semen portland yang digunakan harus dari mutu terbaik type 1, dari satu hasil produk yang disetujui konsultan pengawas, serta memenuhi syarat-syarat dalam NI - 8, SII 0013 – 81 dan ASTM C150 – 78 A. 2. Pasir harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan PUBI 1982 pasal 11 dan SII 0404 -08. 3. Air harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982 pasal 9, AFNOR P 18 – 303 dan NZS 3121/1974. 4. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai yang disyaratkan dalan NI 2, NI-8 dan PUBI 1982. c. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini, sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya kepada konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. 2. Lantai screed dilakukan bila dasar lantai yang merupakan beton tumbuk atau plat beton, telah dibersihakan dari kotoran, debu dan bebas dari pengaruh pekerjaan yang lain. 3. Bahan lantai screed dilakukan bila dasar lantai yang merupakan dari bahan PC dan pasir yang menenuhi syarat-syarat seperti yang telah ditentukan. 4. Lapisan atas / finish lantai screed adalah acian PC tanpa campuran bahan lain, yang dilapiskan seluruh permukaan lantai yang diratakan. Tebal acian minimum 2 (dua) mm setelah diratakan dan dilicinkan, atau bahan material lain sesuai yang disebutkan / disyaratkan dalam gambar detail atau sesuai petunjuk konsultan pengawas. 5. Tebal adukan lantai screed acian termasuk acian minimal dibuat 50 mm atau sesuai yang ditentukan konsultan pengawas. Dari adukan 1PC : 5 pasir Permukaan lantai screed harus betul-betul rata, kecuali bila disyaratkan lain, bebas cacat (retak-retak), sehingga siap dipasang karpet dan bahan finishing lainnya. 6. Sebagai persiapan sebelum lantai screed dilakukan, alas lantai screed harus dibersihkan dengan sikat kawat dan air, supaya agregate muncul dan memberi ikatan yang baik dengan screed. Cara lain adalah membuat permukaan beton menjadi kasar dengan cara yang disetujui Konsultan pengawas. Setelah dibersihkan, alas lapisan dibasahi (semalam) dan setelah kering dilapis cairan semen (air semen) maksimum 20 menit, selanjutnya screed dicor. 7. Untuk screeding daerah yang luas di atas 25 m2 mixing harus mengikuti syarat-syarat mixing untuk beton (mechanical mixing dan weight batcher harus digunakan) 8. Pengecoran harus dilakukan sekaligus untuk daerah yang luas. Pengecoran mengikuti lajur selebar 3 (tiga) m dan pengecoran sebuah lajur hanya boleh dilakukan 24 jam setelah lajur sebelahnya dicor. Permukaan ujung dari lajur screed yang terdahulu harus dibasahi dahulu dengan air semen atau dengan diberi Calbond atau bahan lain yang setara sebelum lajur sebelahnya dicor. 9. Peralatan dan Compaction screed harus dicompact dengan beam vibrator dan perhatian harus diberikan pada ujung-ujung yang sering tertinggal. Bila peralatan diperlukan (untuk finishing yang membutuhkannya), maka peralataan dengan papan screed harus menunggu minimum 1,5 jam dan maksimum 2,5 jam untuk menghindari pendebuan permukaan screed. Toleransi perbedaan tinggi dalam satu ruang besar dengan luas 25 m2 maximum 15 mm. Toleransi perbedaan antara 2 jalur maximum 1 mm. Screed harus ditrowel, permukaan yang memerlukan pengecatan harus ditunggu sampai cukup kering dan memenuhi syarat untuk dicat. 10. Screed harus selalu dibasahi selama 7 hari. 11. Pemasangan bahan-bahan finishing lantai pada plat beton bertulang (konfensional) dapat dilakukan minimum setelah 4 (empat) minggu, kecuali jika dipergunakan curing agent / additive dapat mengikuti persyaratan produk.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

99

5.3.3.Pekerjaan Waterproofing a. Lingkup Pekerjaan 1. Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu lainnya termasuk pengangkutannya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar memenuhi uraian syarat di bawah ini serta memenuhi spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. 2. Bagian yang diberi lapisan waterproofing ialah: - Sheet Membrane Pada area plat atap - Liquid Pada area toilet, serta bagian lain yang dinyatakan dalam gambar b. Persyaratan Bahan 1. Persyaratan Standar Mutu Bahan dan prosedur mengikuti yang ditentukan oleh pabrik dan standard-standard lainnya seperti : NI.3, ASTM 828, ASTME, TAPP 1 803 dan 407. Kontraktor tidak dibenarkan merubah standard dengan cara apapun tanpa ijin dari Konsultan pengawas. 2. Bahan Untuk lapisan kedap air digunakan produk dalam negeri yang memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Merupakan lembaran yang terdiri dari komponen spunbond polyester core coated pada dua sisi dengan modified bitument dan dengan special polypropylene thermoplastic polymers. b. Dilapis 1 kali dengan tebal minimum 3 mm, reinforcement 180 gr/m2 non woven polyester fabric dengan karakteristik fisik dan kimiawi dan kepadatan yang merata dan konstan c. Untuk lapisan yang menggunakan bahan liquid dipakai TAR.P.U.YXT 12 atau yang setara dan untuk semua pruduk harus mengikuti full system sesuai dengan persyaratan dari pabrik. d. Dilapis 2 kali dengan bahan liquid (minimum) dengan urutan pekerjaan sesuai dengan pelapisan yang disyaratkan oleh pabrik. e. Kedap air dan uap, termasuk juga pada bagian overlapping. Overlapping antar sambungan adalah 100mm, tekukan vertikal adalah 200mm, pada lubang masuk 50mm. f. Memiliki ketahanan yang baik terhadap gesekan dan tekanan. g. Perilaku material pada 100oC harus tetap stabil. h. Berwarna hitam atau ditentukan kemudian. i. Susunan polimer tidak berubah akibat perubahan cuaca. c. Pengujian 1. Bila diperlukan wajib mengadakan test bahan tersebut pada labolatorium yang ditunjuk Konsultan pengawas, baik mengenai komposisi, konsentrasi dan hasil yang ditimbulkannya.untuk ini kontraktor / supplier harus menunjukkan surat rekomendasi hasil pengetesan dari lembaga resmi yang ditunjuk tersebut sebelum memulai pekerjaan. 2. Pada waktu penyerahan, Kontraktor harus memberikan jaminan atas produk yang digunakan terhadap kemungkinan bocor, pecah dan cacat lainnya, selama 10 (sepuluh) tahun termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis kerusakan yang terjadi. Jaminan yang diminta adalah jaminan dari pihak pabrik untuk mutu material, serta jaminan dari pihak pemasang (applicator) untuk mutu pemasangan. 3. Kontraktor diwajibkan melakukan percobaan-percobaan dengan cara memberi air di atas permukaan pekerjaan baru setelah mendapat persetujuan dari Konsultan pengawas. d. Pengiriman dan penyimpanan bahan 1. Bahan harus didatangkan ketempat perkerjaan keadan baik dan tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih tersegel dan berlabel pabriknya. 2. Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung, tertutup tidak lembab, kering dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

100

3. Tempat penyimpanan harus cukup bahan di tempatkan dan dilindungi
sesuai dengan jenisnya, kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan baik dan sebelum atau selama pelaksanaan, dan wajib menggantinya jika terdapat kerusakan yang bukan tindakan pemilik. Syarat-syarat pelaksanaan 1. Semua bahan yang belum dikerjakan harus ditunjukkan kepada konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap persetujuan / persyaratan pabrik yang bersangkutan. Material yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan. 2 Jika dipandang perlu diadakan penukaran / penggantian, maka bahanbahan pengganti harus disetujui konsultan pengawas berdasarkan contoh yang diajukan oleh kontraktor 3. Kontraktor harus mengikuti semua peraturan, baik yang terdapat pada uraian dan syarat-syarat maupun yang tercantum dalam gambargambar, instruction manual dan manufacture dan standart-standart yang disyaratkan. 4. Cara-cara pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti petunjuk dan ketentuan dari pabrik yang bersangkutan, dan atas petunjuk konsultan pengawas. 5. Bila ada perbedaan dalam hal apapun antar gambar, spesifikasi dan lainya, kontraktor harus segera melaporkan kepada konsultan pengawas sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat dalam hal ada kelainan / perbedaaan di tempat itu, sebelum kelainan tersebut diselesaikan. Gambar Detail Pelaksanaan 1. Kontrator harus membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan pada gambar dokumen kontrak dan telah disesuaikan dengan keadaan di lapangan. 2. Kontraktor harus membuat shop drawing untuk detail-detail khusus yang belum tercakup lengkap dengan gambar kerja / dokumen kontrak. 3. Dalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau persyaratan khusus yang belum tercakup secara lengkap di dalam gambar kerja / dokumen kontrak sesuai dengan spesifikasi pabrik. 4. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari konsultan pengawas. Contoh 1. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, brosur lengkap dan jaminan pabrik, kecuali bahan yang disediakan oleh proyek. 2. Contoh bahan yang digunakan harus diserahkan pada konsultan pengawas sebanyak minimal 2 (dua) produk yang setara dari berbagai merk pembuat atau kecuali ditentukan lain oleh konsultan pengawas. 3. Keputusan bahan jenis, warna, tekstur, dan merk yang memenuhi spesifikasi akan diambil oleh konsultan pengawas dan akan diinformasikan kepada kontraktor selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah penyerahan contoh-contoh bahan tersebut. 4. Bilamana diinginkan, kontrator wajib memuat mock-up sebelum pekerjaan dimula Cara pelaksanaan 1. Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli yang berpengalaman (ahli dari pihak pemberi garansi pemasangan) dan terlebih dahulu harus mengajukan metode pelaksanaan sesuai dengan spesifikasi pabrik untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawas. 2. Khusus untuk bahan waterproofing yang dipasang di tempat yang berhubungan langsung dengan matahari tetapi tidak mempunyai lapis pelindung terhadap ultra violet atau apabila disyaratkan dalam gambar pelaksanaan atau spesifikasi arsitektur, maka dibagian atas dari lembar waterproofing ini harus diberi lapisan pelindung sesuai gambar pelaksanaan, dimana lapisan ini dapat berupa lantai screed maupun material finishing. Pengujian mutu pekerjaan

e.

f.

g.

h.

i.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

101

1. Kontraktor diwajibkan untuk melakukan percobaan-percobaan / pengetesan terhadap hasil pekerjaan atas biaya sendiri, seperti dengan cara memberi siraman di atas permukaan yang telah diberi lapisan kedap air. 2. Pekerjaan percobaan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas. 3. Pada waktu penyerahan maka kontraktor harus memberikan jaminan atas semua pekerjaan perlindungan terhadap kemungkinan bocor, pecah dan cacat lainnya, akibat kegagalan dari bahan maupun hasil pekerjaan yang berlaku, selama 10 (sepuluh) tahun termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis kerusakan yang terjadi. j. Syarat pengamanan perkerjaan 1. Kontraktor wajib mengadakan perlindungan terhadap pemasangan yang telah dilakukan, terhadap kemungkinan pergeseran, lecet permukaan atau kerusakan lainnya. 2. Kalau terhadap kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik atau pemakai pada waktu pekerjaan ini dilakukan / dilaksanakan maka kontraktor harus memperbaiki / mengganti sampai dinyatakan dapat diterima oleh konsultan pengawas. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan ini adalah tanggung jawab kontraktor. 5.3.4.Pekerjaan Lantai Keramik a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat bantu lainya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. 2. Pekerjaan lantai keramik. Plint keramik ini dilakukan pada seluruh finishing lantai sesuai yang disebutkan / ditunjukan dalam detail gambar. b. Persyaratan Bahan 1. Bahan yang digunakan a. Lantai keramik  Keramik homogenes merk masterina, mulia, roman atau produk yang lain yang setara, ukuran 40 x 40 cm atau sesuai gambar.  Keramik heavy duty merk masterina, mulia, roman atau produk lain yang setara, ukuran 20 x 20 cm, 40 x 40 cm atau sesuai gambar.  Keramik dinding merk masterina, mulia, roman atau produk lain yang setara, ukuran 20 x 25 cm atau sesuai gambar.  Nosing tangga merk artistika, masterina, mulia, roman ukuran 7x20 cm.  Keramik-kermaik tersebut di atas sebelum dipasang harus mendapat persetujuaan dari konsultan pengawas setelah berkonsultasi dengan perencana dan pemilik proyek. b. Plint  Digunakan plint keramik homogeneous & keramik standart pada seluruh area yang ditunjuk pada gambar 2. Warna akan ditentukan kemudian. Masing-masing warna harus seragam, warna tidak seragam akan ditolak. 3. Tebal minimal 8 mm atau sesuai dengan standart pabrik, dengan kekuatan lentur 250 kg/cm2 dan mutu tingkat 1 (grade) 4. Bahan pengisi siar AM 50 atau produk lain yang setara, sewarna dengan keramik. Untuk daerah basah ditambahkan liquid groud additive AM 54 sebagai pengganti air, dengan ketentuan sesuai pabrik. 5. Bahan perekat menggunakan perekat AM 40, untuk daerah basah menggunakan AM 30 atau setara dengan persyaratan sesuai standart pabrik. 6. Warna akan ditentukan kemudian. 7. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturanperaturan ASTM, peraturan keramik Indonesia (NI – 19) dan dari distributor bahan pengisi siar serta bahan perekat harus memberikan supervisi dan garansi pemasangan selama 5 tahun.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

102

8. Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus
diserahkan contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas setelah berkonsultasi dengan perencana dan pemilik. 9. Kontrator harus menyerahkan 2 (dua) copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik sebagai informasi bagi konsultan pengawas. 10. Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas, tetapi dibutuhkan untuk menyelesaikan / penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus benar-benar, berkualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui konsultan pengawas. 11. Toleransi terhadap panjang = 0.50% toleransi terhadap tebal. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pemasangan lantai dan plint dilakukan setelah alas dari lantai keramik sudah selesai dengan baik dan sempurna serta disetujui konsultan pengawas (antara lain lantai screed, kering dari lantai screed = min 7 hari, waterproofing dan lain-lain) baru pemasangan keramik dilaksanakan. Kering sempurna dari lantai beton adalah minimum berusia 28 hari. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar-benar rata. 4. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siarsiar), harus sama lebar serapat mungkin atau maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm atau sesuai detail gambar serta sesuai petunjuk konsultan pengawas. Siar-siar harus membentuk garis-garis sejajar lurus dan sama lebar dan sama dalamnya untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 5. Siar-siar diisi dengan bahan pengisi siar sesuai kententuan dalam persyaratan bahan dengan warna bahan pengisi sesuai dengan warna bahan yang dipasanganya. 6. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus (mesin elektrik) sesuai persyaratan dari pabrik bersangkutan. 7. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda yang terjadi pada permukaan hingga betul-betul bersih. 8. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasang atau hal-hal seperti yang ditunjukkan. 9. Pinggulan pasangan bila terjadi, harus dilakukan dengan gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku, lurus dengan tepian yang sempurna. 10. Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat pada permukaan. 11. Rencana pemasangan keramik dengan memperhatikan : a. Tetapkan data level lantai yang tepat. b. Kontrol level finish lantai melalui beberapa spot level. c. Untuk menghindari atau mengurangi pemotongan keramik. d. Untuk memastikan unit keramik yang terpotong menyajikan penampilan yang seimbang ketika dipasang dan terpasang sebesar mungkin. e. Untuk memastikan lokasi naat dan pola lantai sesuai dengan persetujuan. f. Bila tidak ada ketentuan lain dalam gambar, keramik akan dipasang mulai dengan plint adalah rata / lurus. 12. Grouting a. Keramik diberi grunt ketika keramik sudah terpasang dengan tepat, setelah naat dibersihkan dari kotoran / pencemaran dengan menggunakan compresor (ditiup) b. Bersihkan grount yang berlebih dan buat bentuk naat sesuai yang diinginkan. c. Ketika grount sudah mengeras, basahi keramik dengan air. Dan akhirnya poles dengan kain

c.

5.3.5.Pekerjaan Pelapis Batu Alam

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

103

a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya,
peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. 2. Pekerjan dinding batu alam dilakukan pada seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk konsultan pengawas. Persyaratan Bahan 1. Sement porlant yang digunakan harus dari mutu yang terbaik. Terdiri dari satu jenis, dan merk yang disetujui oleh konsultan pengawas. 2. Pasir terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan bebas dari bahanbahan organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya. 3. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. 4. Lapisan batu alam yang digunakan : a. Jenis bahan yang digunakan adaah :  Batu alam hitam sukamandi  Batu alam krem palimanan b. Finishing permukaan  Rata, potong mesin  Kasar potong mesin c. Ukuran bentuk : sesuai gambar d. Ketebalan  Rata-rata minimum 30 mm  Untuk batu alam yang terlihat sisi tebalnya memiliki tebal 50 mm e. Bahan perekat : adukan 1 PC : 3 pasir f. Bahan pengisi siar : grout sement porlant 5. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan PUBI 1982 6. Bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas dan perencana. 7. Pada setiap lembar batu alam dipasang angkur sebagai pengait, dari bahan kuningan dengan diameter minimal 10 mm. Hasil pemasangan angkur harus kuat dan kokoh / tidak goyang. 8. Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi dibutuhkan untuk menyelesaikan / penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus benar-benar baru, berkualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui konsultan pengawas. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor harus mengajukan 3 (tiga) buah contoh yang berbeda untuk memperoleh persetujuan dari konsultan pengawas dan perencana. 2. Siar-siar batu alam diisi dengan grout semen portland sesuai yang disyaratkan. 3. Pemotongan batu alam harus menggunakan alat pemotong mesin yang khusus untuk itu. 4. Pemasangan harus dilakukan oleh ahli yang berpengalaman dalam pemasangan batu alam. 5. Bidang dinding parapet batu alam harus benar-benar rata. Dan garis siar-siarnya kira-kira sama lebar. 6. Awal pemasangan batu alam pada dinding serta kemana sisa ukuran harus diadakan, harus dibicarakan terlebih dahulu dengan konsultan pengawas sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. 7. Batu alam yang sudah terpasang harus segera dibersihakan dari segala macam noda-noda yang melekat, sehingga mencapai pekerjaan yang rapih dan sempurna. 8. Jika tidak ada ketentuan lain dalam gambar, maka untuk pertemuan ujung dengan ujung batu alam, dilakukan sistem adu manis.

b.

c.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

104

5.4. Pekerjaan Penutup Atap Dan Talang
5.4.1.Umum a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan penutup atap, dan talang untuk bagian bangunan tertentu seperti yang terlukis dan dijelaskan dalam gambar rencana termasuk kelengkapan pendukung lainnya hingga fungsi masing-masing hasil pekerjaan sempurna. b. Standart • PUBI : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982 (NI-3) • ASTM, A : 370 - 74 • SII : Standart Industri Indonesia c. Contoh Bahan Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus memberikan contoh tiap jenis / type bahan penutup atap yang dipakai, lengkap dengan brosur dan syarat pelaksanaan dari pabrik. d. Shop Drawing Kontraktor harus menyediakan shop drawing yang memperlihatkan dengan jelas, bagian-bagian atas yang belum tergambar dengan jelas pada gambar rencana. 5.4.2.Penutup Atap a. Lingkup pekerjaan disini meliputi: Pemasangan penutup atas lengkap dengan segala accesoriesnya, paku, skrup, atau pengait lainnya dan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan, sesuai gambar. b. Bahan / Material − Bahan utama : Genteng eks Karangpilang, sedang jenis penutup lainnya disesuaikan dengan jenis / dalam gambar rencana. − Mutu : Kualitas 1 (satu) mempunyai warna yang sama antara satu dengan lainnya. − Chemical Resistence : Konsisten terhadap NI-11 (Normalisasi Genteng Keramik Indonesia) PUBI-1982 pasal 28, SII 0022-80. − Bubungan : Dari eks Karangpilang (sesuai dengan genteng badan), dipasang dengan adukan 1 pc : 3 ps ditambah bahan chemicrin bentuk cair dengan perbandingan 1 bagian chemicrin untuk 100 bagian pc. − Genteng dipasang lengkap dengan segala accesoriesnya yang sesuai, nok, tepi kiri, kanan, ujung-ujung nok (bawah, kanan dan kiri), nok 3 arah, hiasan sudut bawah, atau ornemen lainnya sesuai gambar rencana / detail. − Seluruh bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat dalam NI-19, tidak berlumut, memenuhi ASTM B 370-74 dan PUBI 1982. c. Pelaksanaan 1. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Pengawas Dieksi untuk mendapatkan persetujuannya, baik type maupun warna finishingnya. 2. Sebelum dikerjakan, semua bahan harus ditunjukkan kepada Pengawas / Direksi mendapatkan persetujuan. Material yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan. 3. Jika dipandang perlu diadakan penukaran / penggantian maka bahanbahan pengganti harus disetujui Pengawas / Direksi yang didasarkan contoh yang diajukan kontraktor. 4. Kecuali peralatan / bahan yang tampak pada gambar, Kontraktor tidak diperkenankan untuk memasang bahan lain tanpa persetujuan Pengawas / Direksi. 5. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, maka Kontraktor harus segera melaporkan kepada Pengawas / Direksi. 6. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan / perbedaan di tempat itu, sebelum kelainan / perbedaan tersebut terselesaikan.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

105

7. Kontraktor wajib memperbaiki / mengulangi / mengganti bila ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik. 8. Pemasangan Genteng a. Kecuali dengan ijin tertulis dari Direksi Lapangan, Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pemasangan genteng sebelum usuk, reng dan papan terpasang. b. Sebelum pemasangan genteng, Kontraktor harus memastikan bahwa usuk, reng dan papan telah terpasang dengan rata, kemiringan telah benar, jarak usuk sesuai dengan yang direncanakan. c. Pemasangan genteng, baik urut-urutan maupaun jarak over lapping dan toleransi-toleransi yang diperkenankan, harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan pabrik. d. Setelah genteng terpasang, susunannya harus rapi sehingga jika pada susunan tersebut ditarik garis horizontal maupun diagonal, garis tersebut harus lurus. e. Overlapping genteng harus tepat, sehingga tidak terjadi kebocoran karena tampias. f. Jarak pemasangan genteng dan pemotongannya di area talang jurai agar seminim mungkin (5 cm), agar tidak mengganggu pandangan. g. Pemasangan Talang Jurai − Sebelum dilakukan pelapisan seng talang, papan harus terpasang keseluruhan dan telah / diperiksa oleh Direksi lapangan − Papan talang harus terpasang dengan kuat dan lebar talang harus sama dari bawah ke atas. − Pelapisan papan talang dengan seng harus benar-benar mengikuti bentuk talang dan pada potongan melintang talang, tidak diperkenankan adanya sambungan seng. Tekukan seng untuk tumpang tindih dengan genteng, minimal 20 cm, untuk menghindarkan rembesan air ke bawah genteng. − Pemakuan seng ke papan talang hanya dilakukan pada sisi talang. 5.4.3.Talang a. Bahan 1. Sebagai talang miring dipakai bahan dari galvanis dengan dimensi sesuai gambar rencana. b. Pelaksanaan 1. Semua pekerjaan dari galvanis harus dibuat dan dipasang menurut standart yang paling baik, dalam hal terjadi sambungan dikehendaki sambungan lipat 3 (tiga) dan diselesaikan dengan menie besi pada seluruh permukaan atasnya. Satuan-satuan yang dibuat dari galvanis harus dipasang memakai paku-paku sekrup galvanis atau dengan memakai lembaran penutup (holder bats). c. Pematrian Solder / pateri harus yang mutunya paling baik dan terdiri dari ½ timah hitam dan ½ timah, Muriatia Acia harus dipergunakan untuk zat peleburnya.

5.5. Pekerjaan Plafond 5.5.1. Pekerjaan Plafond Eternit dan List Plafond Gypsum
a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

106

Pekerjaan pemasangan plafond eternit dan list plafond gypsum sesuai dengan yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan pengawas. b. Persyaratan Bahan 1. Bahan Rangka Sebagai rangka langit-langit eternit digunakan rangka penggantung, dari kayu meranti yang sesuai dengan spesifikasi bahan seperti dalam syarat–syarat teknis bahan tentang kayu. Rangka langit yang digunakan adalah kayu 5/7 untuk balok anak dan balok induk sebagai balok utama kayu 8/12 dan tiap sambungan / persilangan harus digunakan klos-klos tumpuan dari kayu jati, ukuran 2/3 panjang 15 cm. Dan rangka ini difinish dengan meni kayu. 2. Penutup langit-langit Digunakan eternit yang bermutu baik produk Eternit Gresik atau produk lain yang setara dan telah disetujui oleh Direksi / konsultan pengawas. 3. List penutup langit-langit Digunakan gypsum Board yang bermutu baik, dari produk yang Jayaboard atau yang setara dan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas dalam arti ketebalan, mutu, jenis dan produk dari bahan tersebut. Jenis yang digunakan adalah Type water resistant. 4. Bahan finishing penutup plafond 1. Finishing penutup langit-langit yang digunakan cat dari bahan dasar cat yang bermutu baik produk yang telah disetujui Konsultan pengawas. Sebelum pengecatan semua sambungan / pertemuan harus rata dan halus (ditreatment). Plafond dan list plafond gypsum ini difinish dengan cat emulsi. 2. Warna dan corak sesuai gambar / ditentukan kemudian. c. Syarat-syarat pelaksanaan 1. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh pemborong yang berpengalaman dan dengan tenaga-tenaga ahli. 2. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuuk membuat shop drawing dan meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari bentuk, pola lay-out / penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detaildetail sesuai gambar. 3. Rangka langit-langit dipasang sisi bagian bawah diratakan, pemasangan sesuai dengan pola yang ditunjukkan / disebutkan dalam gambar dengan memperhatikan modul pemasangan penutup langitlangit yang dipasangnya. 4. Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung, kaku dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal : permukaan merupakan bidang miring / tegak sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. 5. Setelah seluruh rangka langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus rata, lurus dan waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang, dan batang-batang rangka harus saling tegak lurus. 6. Bahan penutup langit-langit adalah eternit dengan mutu bahan seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. 7. Pertemuan antara bidang langit-langit dan dinding, digunakan bahan seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 8. Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata tidak melendut. 9. Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan dinding dipasang list profil dari gypsum dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar. 10. Eternit yang dipasang adalah eternit yang telah dipilih dengan baik, bentuk dan ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak, gompal atau cacat-cacat lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan pengawas. 11. Eternit dipasang dengan cara pemasangan sesuai dengan gambar untuk itu dan setelah eternit terpasang, bidang permukaan langitlangit harus rata, lurus, waterpas dan tidak bergelombang, dan sambungan antar unit-unit eternit tidak terlihat.

2.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

107

12. Pada beberapa tempat tertentu harus dibuat manhole / access panel
di langit-langit yang bisa dibuka, tanpa merusak eternit sekelilingnya, untuk keperluan pemeriksaan / pemeliharaan M & E. 5.6. Pekerjaan Kusen, Pintu Dan Jendela di

5.6.1. Pekerjaan Kusen dan Lourve Aluminium a. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu, jendela dan lourve aluminium, seperti yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar. 3. Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu dengan Pekerjaan kusen, pintu dan jendela, pekerjaan kaca dan cermin. b. Persyaratan bahan 1. Terbuat dari bahan aluminium Framing System, dari produk dalam negeri ex.YKK typeycin, Silver Natural atau produk lain yang setara yang memenuhi Aluminium extrusi sesuai SII extrusi sesuai extrusi 0695-82, 0649-8 2. Bentuk profil sesuai yang ditunjukkan dalam gambar, dengan terlebih dahulu dibuatkan gambar detail rinci dalam shop drawing yang disetujui Konsultan pengawas dan Perencana. 3. Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela, pintu, partisi dan lain-lain, profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama. 4. Bahan yang akan melalui proses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan, yang disyaratkan Konsultan pengawas. 5. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi Rencana Kerja dan Syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. 6. Konstruksi kusen dan lourve aluminium yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya. 7. Khusus untuk kusen aluminium eksterior (Mullion dan Transome), bentuk dan ukuran profil aluminium sesuai yang ditunjukkan dalam gambar, dengan terlebih dahulu dibuatkan perhitungan struktur rangka serta pembuatan gambar detail rinci dalam shop drawing yang disetujui Konsultan pengawas dan Perencana. 8. Kusen aluminium eksterior memiliki ketahanan terhadap tekanan angin 120 kg/m2, untuk setiap type dan harus disertai hasil test. 9. Kusen aluminium eksterior memiliki ketahanan terhadap air / kebocoran air, tidak terlihat kebocoran signifikan (air masuk ke dalam interior bangunan sampai tekanan 137 Pa (positip) dalam jangka waktu 15 menit, dengan jumlah air minimum 3,4 lt/m2 min. 10. Nilai deformasi diijinkan maksimum 2 mm. 11. Pekerjaan mesin potong, mesin punch, drill, dan lain-lain harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil rakitan untuk unit-unit jendela, pintu dan partisi yang mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut : a. untuk tinggi dan lebar 1 mm b. untuk diagonal 2 mm 12. Accessories a. Sekrup dari galvanized kepala tertanam, weather strip dari vinyl, pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan aluminium harus ditutup caulking dan sealant. b. Sealant yang dipergunakan adalah ex. Dow Corning type 795 atau yang setara.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

108

c. Angkur-angkur untuk rangka / kusen aluminium terbuat dari steel
plate tebal 2-3 mm, dengan lapisan zink tidak kurang dari 13 mikron sehingga tidak dapat bergerak / bergeser.

13. Bahan finishing
Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersentuhan dengan bahan alkaline seperti beton, aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari lacquer yang jernih. c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan, terutama ukuran dan peil lubang bukaan dinding. Kontraktor diwajibkan membuat contoh jadi (mock-up) untuk semua detail sambungan dan profil aluminium yang berhubungan dengan sistem konstruksi bahan lain dan dimintakan persetujuan dari Konsultan pengawas dan Perencana. 2. Proses fabrikasi harus sudah berjalan dan siap lebih dulu sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Proses ini sudah didahului dengan pembuatan shop drawing atas petunjuk Perencana, meliputi gambar denah, lokasi, merk, kualitas, bentuk, ukuran. Kontraktor juga diwajibkan untuk membuat perhitungan-perhitungan yang mendasari sistem dan dimensi profil aluminium terpasang, sehingga memenuhi persyaratan yang diminta / berlaku. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kehandalan pekerjaan ini. 3. Semua frame / kusen baik untuk jendela, pintu dan dinding partisi, dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. 4. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu besi pada permukaannya. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaannya. 5. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungannya tidak tampak oleh mata. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar. 6. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup, rivet, stap dan harus cocok. 7. Angkur-angkur untuk rangka / kusen aluminium terbuat dari steel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm. 8. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat, sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm2. Celah antara kaca dan sistem kusen aluminium harus ditutup oleh sealant. 9. Untuk fitting hardware dan reinforcing materials yang mana kusen aluminium akan bertemu dengan besi, tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium untuk menghindari timbulnya korosi. 10. Toleransi pemasangan kusen aluminium disatu sisi dinding adalah 1025 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan / grout. 11. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruang yang dikondisikan, hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin. Penggunaan ini dilakukan pada swing door dan double door. 12. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya kedap air dan suara. 13. Tepi bawah ambang kusen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan. 14. Engsel untuk jendela yang bisa dibuka diletakkan sejarak jangkauan tangan. 15. Profil aluminium yang akan dipilih harus diajukan secepatnya untuk memperoleh persetujuan Perencana. 5.6.2.Pekerjaan Daun Pintu Dan Jendela a. Lingkup Pekerjaan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

109

1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. 2. Pekerjaan pembuatan daun jendela dan pintu kaca dipasang diseluruh detail yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar. 3. Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu dengan (Pekerjaan alat penggantung dan kunci) serta (pekerjaan kaca). b. Persyaratan bahan 1. Rangka dari bahan aluminium Framing System, yang mutu dan persyaratan bahannya sama dengan bahan yang digunakan untuk kusen aluminium, yaitu produk dalam negeri ex. YKK type YCIN warna silver natural atau produk lain yang setara. 2. Ukuran daun pintu dan jendela aluminium sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Lebar profil minimal 100 mm, sehingga seluruh persyaratan bahan dalam bab 6 dapat terpenuhi. 3. Untuk panel jendela digunakan bahan kaca sebagaimana dimaksud dalam bab 7, dengan tebal sesuai dengan perhitungan, mutu AA, yang memenuhi persyaratan PUBI 82 pasal 63 dan SII 0189-78. Warna kaca akan ditentukan kemudian. 4. Gunakan sealant yang elastis dengan kualitas tinggi dari dow corning type 793 atau setara. Jangan memakai karet / gaskets, karena akan menyulitkan pengaturan kerataan antar permukaan dan untuk menghindari distorsi. 5. Pergunakan foam yang lembut untuk back-up material seperti polyurethane foam 6. Pergunakan neoprene rubber dengan kekerasan 90 atau lebih untuk bahan setting blocks dengan ukuran : a. Panjang : (25 x luas kaca dalam m2) mm b. Lebar : (tebal kaca + 5) mm c. Tebal : 6 sampai dengan 12 mm c. Syarat-syarat pelaksanaan 1. Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola, lay-out / penempatan, cara pemasangan / mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. 2. Sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini kepada Konsultan pengawas minimal 3 (tiga) produk yang setara dari berbagai merk / pabrik lengkap dengan brosur / spesifikasi dari masing-masing pabrik yang bersangkutan. 3. Kontraktor wajib membuat shop drawing yang mencantumkan semua data produk, ukuran dan cara pemasangan dari pekerjaan tersebut. Gambar shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan pengawas. 4. Penimbunan bahan-bahan pintu di lokasi pekerjaan harus ditempatkan pada ruang / tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindungi dari kerusakan dan kelembaban. 5. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka pintu / jendela dan penguat lain serta pemasangan kaca, agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan / menjaga kerapihan, tidak boleh terjadi noda-noda atau cacat bekas penyetelan. 6. Bentuk / pola dan ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. 7. Jika diperlukan, harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Konsultan pengawas, tanpa meninggalkan bekas / cacat pada permukaan rangka pintu / jendela kaca yang tampak. 8. Untuk daun pintu / jendela kaca setelah dipasang harus rata, tidak bergelombang, tidak melincang dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik.

5.6.3. Pekerjaan Daun Pintu Plywood

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

110

a. Lingkup Pekerjaan 1. Menyediakan renaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan sempurna 2. Pekerjaan pembuatan daun pintu panil kayu solid dipasang pada seluruh detail sesuai yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar b. Persyaratan Bahan 1. Bahan rangka dari kayu sangkai yang telah dikeringkan / oven, dianti rayap, mutu kelas A, kelas kuat I-II dan kelas awet I, dikerjakan secara fabrikasi 2. Bahan rangka ukuran sesuai gambar 3. Bahan penutup rangka dari plywood tebal 9 mm, dan dilapis veener Sungkai tebal 3 mm atau sesuai yang ditunjukkan dalam gambar 4. Bahan kayu yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat dan peraturan kayu bangunan untuk perumahan dan gedung yang ditentukan dalam NI-5, PKKI-1961, PUBI-1982 Pasal 37 dan SII 045881. Bahan plywood dari produk dalam negeri, memenuhi persyaratan PUBI-1982 pasal 38 dan SII 0404-81 5. Kayu yang dipakai harus cukup tua, lurus, kering dengan permukaan rata, bebas dari cacat seperti retak-retak, mata kayu dan cacat lainnya 6. Kadar air maksimum adalah 14% untuk plywood dan untuk kayu sesuai pekerjaan kusen kayu 7. Setiap sambungan rangka daun pintu dan penempelan / pelekatan Veener, digunakan lem kayu yang bermutu baik, merk Aica Aibon atau merk lain yang setara 8. Bahan finishing daun pintu menggunakan cat melamic (lihat RKS pekerjaan pengecatan melamic) c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pelaksanaan Kontraktor wajib menyerahkan contoh-contoh bahan / material yang digunakan kepada Konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuannya 2. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubanglubang), termasuk mempelajari bentuk, pola, lay-out / penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detai-deatil sesuai gambar 3. Sebelum pemasangan, penimbunan kayu di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang / tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban 4. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos, baut, angker-angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan / menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan 5. Semua permukaan kayu harus diserut halus, rata, lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya dan di lapangan sudah dalam keadaaan siap untuk penyetelan / pemasangan kecuali bila ditentukan lain 6. Semua ukuran harus sesuai dengan gambar dan merupakan ukuran jadi. Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin diluar tempat pekerjaan / pemasangan 7. Daun pintu setelah dipasang harus rata, tidak bergelombang, tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna 5.7. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI 5.7.1.Pekerjaan Alat Penggantung Dan Pengunci a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

111

2. Meliputi pengadaan, pemasangan, pengamanan dan perawatan dari
seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan / ditentukan dalam gambar 3. Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu dengan pekerjaan bab 5 (pekerjaan kusen, pintu dan jendela) b. Persiapan Bahan 1. Semua hardware dalam pekerjaan ini, dari produk yang bermutu baik, seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan pengawas 2. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar 3. Perlengkapan untuk pengunci yaitu produk dalam negeri ex. Yale atau produk lain yang setara. a. Seluruh kunci pintu yang akan dipasang harus direncanakan dan diatur mengikuti sistem penguncian (locking System) Great grand Master key, emergency Master dan Contruction Key dari pabrik yang bersangkutan. Setiap kunci pintu dilengkapi 3 (tiga) buah anak kunci, demikian pula anak kunci Master / Grand Master / Great Grand Master / Emergency Master Key disediakan sebanyak 3 (tiga) buah. Untuk Construction Key disediakan 5 (lima) buah. b. Kunci tanam, harus dipasang kuat pada rangka daun pintu c. Setelah kunci terpasang, noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus dibersihkan dan dihilangkan sama sekali d. Pemasangan door closer pada rangka kusen dan daun pintu, diatur sedemikian rupa hingga pintu selalu menutup rapat pada kusen pintu, serta dapat berfungsi dengan baik e. Untuk seluruh pintu yang dapat membentur dinding bila dibuka, diberi door stop dari merk dan type seperti yang telah diisyaratkan, dipasang dengan baik pada dinding atau pada lantai (sesuai dengan kondisi yang memungkinkan) dengan menggunakan sekrup dan nylon plug c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini, sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Pengajuan / penyerahan harus disertai brosur / spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan 2. Apabila dianggap perlu, Konsultan pengawas dapat meminta untuk mengadakan test-test laboratorium yang dilakukan terhadap contohcontoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. Seluruh biaya test laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya 3. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. 4. Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas. 5. Engsel tengah dipasang pada jarak 20 cm (as) di bawah engsel atas 6. Untuk pintu toilet, jarak tersebut diambil dari sisi atas dan sisi bawah daun pintu dengan jarak yang sama 7. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat 8. Posisi ‘lock’ dan ‘latch’ harus diajukan oleh Kontraktor kepada Managemen Konstruksi untuk mendapatkan persetujuan 9. Engsel sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan karat 5.8. PEKERJAAN KACA DAN CERMIN 5.8.1.Pekerjaan Kaca a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

112

pekerjaan ini, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna 2. Pekerjaan ini meliputi kaca daun pintu, kaca daun jendela, kaca mati 3. Pekerjaan ini berkaitan dengan Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela serta Pekerjaan Curtain Wall b. Persyaratan Bahan 1. Umum Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama mempunyai sifat yang tembus cahaya, diperoleh dari proses pengambangan (Float Glass). Kedua permukaannya rata, licin dan bening 2. Khusus Digunakan lembaran kaca bening (clear float glass), produk ASAHIMAS atau yang setara. Kaca tebal minimun 5 mm, atau sesuai perhitungan, digunakan untuk pemasangan dinding kaca daerah Interior dan seluruh pintu kaca Frame, kecuali hal khusus lain seperti dinyatakan dalam gambar 3. Toleransi a. Panjang-Lebar : ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik, yaitu toleransi panjang dan lebar kira-kira 2 mm b. Kebersihan, kaca lembaran berbentuk segi empat harus mempunyai sudut siku-siku serta tepi potongan yang rata dan lurus. Toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1.5 mm per meter panjang c. Ketebalan : ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik, yaitu maksimum 0.3 mm 4. Ketebalan semua kaca terpasang harus mengikuti standart perhitungan dari pabrik bersangkutan, yang antara lain mempertimbangkan penggunaannya pada bangunan, luas / ukuran bidang kaca (cutting size), maupun tekanan positif dan negatif yang akan bekerja pada bidang kaca. Perhitungan ini harus disetujui Konsultan pengawas dan Konsultan Perencana 5. Cacat-cacat yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik : a. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca) b. Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. c. Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian ataupun seluruh tebal kaca d. Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar / masuk e. Harus bebas dari benang (string) dan gelombang (weve) ; benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandang, sedang gelombang adalah permukaan kaca yang terobah dan mengganggu pandangan f. Harus bebas dari bintik-bintik (spots), awan (cloud) dan goresan (scratch) g. Bebas awan (permukaan kaca yang mengalami kelainan kebeningan) h. Bebas goresan (luka garis pada permukaan kaca) i. Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok) 6. Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA (AA Grade Quality) 7. Semua bahan kaca sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuaan Konsultan pengawas sesuai pengarahan dan saran Perencana 8. Sisi kaca yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan, harus digurinda / dihaluskan. c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Semua gambar dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan syarat-syarat pekerjaan dalam buku ini, serta ketentuan yang digariskan / disyaratkan oleh pabrik bersangkutan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

113

2. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian 3. Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh konsultan pengawas 4. Bahan yang terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan, dan diberi tanda agar mudah diketahui 5. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus, serta diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus, menjadi lembaran kaca dengan ukuran tertentu (cutting size) 6. Pemasangan kaca-kaca dalam sponing rangka kayu pada pintu panil sesuai dengan persyaratan, digunakan lis-lis kayu. Pemasangan kacakaca dalam pintu kaca rangka aluminium harus sesuai dengan persyaratan 7. Tepi kaca pada sambungan dan antara kaca dengan kayu diberi sealant untuk menutupi rongga-rongga yang terjadi. Sealant yang digunakan adalah sesuai dengan persyaratan pabrik. Tidak diperkenankan sealant mengenai kaca terpasang lebih dari 0.5 cm dari batas garis sambungan dengan kaca 8. Kaca harus terpasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata, tidak diperkenankan retak dan pecah pada sealant / tepinya, bebas dari segala noda dan bekas goresan 5.8.2.Pekerjaan Cermin a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan, biaya peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan keperjaan ini, hingga dapat tercapai hasl pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna 2. Pekerjaan cermin ini meliputi pemasangan cermin pada toilet-toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar yang ditentukan atau sesuai dengan petunjuk Konsultan pengawas b. Persyaratan Bahan 1. Harus memenuhi persyaratan bahan pekerjaan kaca 2. Bahan cermin harus sesuai dengan NI-3 dan syarat tertulis lainnya dalam buku ini. Disyaratkan dari jenis float clear glass produk dalam negeri dengan kwalitas yang dapat disetujui Direksi / Pengawas, dengan mengajukan contoh terlebih dahulu. 3. Sisi-sisi cermin yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan, harus digurinda / dihaluskan c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan syarat-syarat pekerjaan dalam buku ini 2. Kalau bidang yang tertutup cermin lebih besar dari modul cermin, maka pebagiannya harus diakhiri dengan pinggulan sesuai dengan standart dari pabrik tersebut 3. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian 4. Semua bahan yang dipasang harus sudah disetujui oleh Konsultan pengawas setelah berkonsultasi dengan Konsultan Perencana dan Pemilik proyek 5. Bahan yang telah dipasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan, dan diberi tanda untuk mudah diketahui 6. Cermin harus dipasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata, diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus, tidak diperkenankan retak dan pecah pada sealant / tepinya, bebas dari segala noda dan bekas goresan 7. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus, diharuskan menggunakan alat pemotong kaca khusus 8. Rangka kayu memakai bahan kamper, ukuran dan cara pemasangan ke dinding sesuai petunjuk gambar yang diskrupkan dengan fisher plastik ke dalam dinding. Permukaan rangka kayu yang akan menerima cermin harus di serut halus dan waterpas 9. Sebagai pinggiran cermin digunakan profiled list Stainless Steel yang dipasang rapih dan kuat 10. Cermin yang terpasang untuk bentuk dan ukurannya harus disesuaikan dengan gambar

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

114

5.9. PEKERJAAN SANITAIR 5.9.1.Pekerjaan Peralatan Dan Perlengkapan Sanitair a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna 2. Pekerjaan, peralatan dan perlengkapan sanitair ini sesuai dengan yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar-gambar, uraian dan syaratsyarat dalam buku ini b. Persyaratan Bahan 1. Perlengkapan Sanitair yang digunakan yaitu produk dalam negeri ex. INA atau produk lain yang setara. 2. Semua material harus memenuhi ukuran standart dan mudah didapatkan dipasaran kecuali bila ditentukan lain 3. Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya, sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik 4. Barang yang dipakai adalah produk yang telah diisyaratkan dalam uraian dan syarat-syarat dalam buku ini c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Semua barang sebelum terpasang harus ditunjukkan kepada Konsultan pengawas beserta persyaratan / ketentuan pabrik untuk mendapatkan persetujuan. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan 2. Jika setelah dipasang perlu diadakan penukaran / penggantian, maka bahan pengganti harus disetujui Konsultan pengawas terlebih dahulu berdasarkan contoh yang diajukan Kontraktor 3. Sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor harus meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, cara pemasangan dan detail-detail sesuai gambar 4. Bila ada kelainan dalam hal apapun antar gambar dengan gambar, gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka kontraktor harus segera melaporkannya kepada Manajemen Konsttruksi 5. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat bila ada kelainan perbedaan di tempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan 6. Selama pelaksanaan selalu diadakan pengujian / pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pekerjaan 7. Kontraktor wajib memperbaiki / mengulangi / mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan bukan disebabkab oleh tidakan Pemilik / Pemakaian / Pemberi Tugas 5.10.PEKERJAAN PENGECATAN (Emulsi & Weathershield) 5.10.1.Pekerjaan Pengecatan Dinding Dan Plafond a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekejaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna 2. Pengecatan dinding dan plafond dilakukan pada bagian luar dan dalam serta pada seluruh detail yang disebutkan dalam gambar b. Syarat-syarat Bahan 1. Semua bahan cat yang digunakan adalah Cat Produk ICI Paint atau setara, dengan proses sebagai berikut : Primer : 1 Lapis Dulux Alkali Resisting Primer, A 931 – 1050 interval 2 jam Undercoat : 1 lapis Acrylic Wall Filler A 931-49001 interval 2 jam Cat Akhir diding dan Plafond

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

115

Luar / Interior : 2 lapis DULUX Weathershield A 918 setebal untuk 2 x 30 micron, interval 2 jam, sehingga dicapai permukaan yang merata dan sama tebal Dalam / interior : 3 lapis, DULUX Pearl Glo Emulsion A 922 3 x 30 untuk micron, dengan interval 2 jam, sehingga dicapai permukaan yang merata dan sama tebal Untuk mendapatkan hasil solid, pengecatan dilakukan dengan sistem spry 2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini, harus memenuhi ketentuanketentuan dari pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982 pasal 54 dan NI-4 3. Type dan warnanya akan ditentukan kemudian c. Syarat- syarat Pelaksanaan 1. Semua bidang Pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat cacat (retak, lubang dan pecah-pecah) 2. Pengecatan tidak dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan 3. Bidang pengecatan harus dalam keadaan kering serta bebas dari debu, lemak, minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan 4. Seluruh Bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapis dengan cat dasar, bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan 5. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan pengawas serta seluruh pekerjaan instalasi didalamnya telah selesai dengan sempurna 6. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan / mengirimkan contoh bahan dari beberapa macam hasil produk kepada Konsultan pengawas. Selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan warna yang akan digunakan. Konsultan pengawas akan mengintruksikan kepada Kontraktor selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah contoh bahan diserahkan 7. Contoh bahan yang telah disetujui, akan dipakai sebagai standart untuk pemeriksaan / penerimaan setiap bahan yang dikirim oleh Kontraktor ke tempat pekerjaan 8. Contoh bahan yang telah disetujui, akan dipakai sebagi standat untuk pemeriksaan / penerimaan setiap bahan yang dikirim oleh Kontrktor ke tempat pekerjaan 9. Sebelum pekerjaan dapat dimulai atau dilakukan, percobaanpercobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh Kontraktor untuk mendapatkan persetujuan Perencana dan Konsultan pengawas. Pengerjaan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh pabrik yang bersangkutan 10. Hasil pengerjaan harus baik, warna dan pola texture merata, tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain 11. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan, perawatan dan keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan 12. Bila terjadi ketidak-sempurnaan atau kerusakan dalam pengerjaan, kontraktor harus memperbaiki / mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya 13. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga kerja terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut, sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik dan sempurna 5.10.2.Pekerjaan Pengecatan Kayu a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

116

2. Pekerjaan pengecatan ini meliputi pengecatan permukaan kayu yang
tampak serta pada seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan pengawas b. Persyaratan Bahan 1. Semua bahan cat yang digunakan adalah cat produk Patna Surabaya , Mataram Surabaya (EMCO) atau produk lain yang setara. Untuk mendapatkan hasil solid, pengecatan dilakukan dengan sistem spray 2. Pengecatan dilakukan sampai memperoleh hasil pengecatan yang rata dan sama tebalnya 3. Bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 53, BS No. 3900.1970/1971, AS-41 dan NI-4, serta mengikuti ketentuan-ketentuandari pabrik yang bersangkutan 4. Warna akan ditentukan kemudian c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat cacat (retak, lubang dan pecah-pecah) 2. Bidang permukaan pengecatan harus dibuat rata dan halus dengan bahan amplas kayu. Setelah memenuhi persyaratan barulah siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dengan persetujuan konsultan pengawas 3. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan 4. Bidang pengecatan dalam keadaan kering serta bebas dari debu, lemak, minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan 5. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan / mengirimkan contoh bahan dari 3 (tiga macam hasil produk kepada konsultan pengawas, yang selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan warna yang akan digunakan. Konsultan pengawas akan menginstruksikan kepada kontraktor dalam waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari dari kalender setelah contoh bahan diserahkan 6. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan label pabrik pembuatnya 7. Contoh bahan yang telah disetujui, akan dipakai sebagai standart untuk pemeriksaan dari penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ke tempat pekerjaan 8. Sebelum pekerjaan dimulai percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapatkan persetujuan perencana dan konsultan pengawas. Pengerjaan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh pabrik yang bersangkutan 9. Hasil pengerjaan harus baik, warna dan pola texture merata, tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain 10. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan, perawatan dan keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan 11. Bila terjadi ketidaksempurnaan atau kerusakan dalam pengerjaan, kontraktor harus memperbaiki dan menggantinya dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya 12. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut, sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik dan sempurna 13. Permukaan pengecatan setelah diamplas, selain akan memperoleh permukaan yang halus, rata dan bersih juga akan menjadi bebas dari nyamuk 14. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian sampai benar-benar jenuh 15. Lakukan pekerjaan persiapan dari produk sesuai yang diisyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

117

besangkutan. Selanjutnya setelah pekerjaan persiapan dilakukan dengan baik, cat dasar dilapiskan sampai rata dan sama tebal. Setelah itu baru undercoat dilakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan 16. Cat akhir dapat dilakukan bila undercoat telah kering sempurna serta mendapat persetujuan konsultan pengawas 17. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan kuas yang bemutu baik atau dengan spray 18. Bidang pengecatan harus rata sama warnanya 5.10.3.Pekerjaan Pengecatan Besi a. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna 2. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan meliputi pengecatan permukaan besi / baja yang nampak serta pada seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan pengawas b. Persyaratan Pekerjaan 1. Semua bahan cat yang digunakan adalah Cat Produk Patna Surabaya, Mataram Surabaya (EMCO), Cat Utama atau produk lain yang setara.: Untuk mendapatkan hasil solid, pengecatan dilakukan dengan sistem spray. 2. Pengecatan dilakukan sampai memperoleh hasil pengecatan yang rata dan sama tebalnya 3. Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 53, BS No. 3900 ; 1970 / 1971, AS. K – 41 dan NI – 4, serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan 4. Warna dan typenya akan ditentukan kemudian c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat cacat (retak, lubang dan pecah-pecah) 2. Bidang permukaan pengecatan harus dibuat rata dan halus dengan bahan amplas besi. Setelah memenuhi persyaratannya barulah siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dengan persetujuan Konsultan pengawas 3. Pengecatan tidak dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan. 4. Bidang pengecatan harus dalam keadaan kering serta bebas dari debu, lemak, minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan 5. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas serta jika seluruh pekerjaan pengelasan dan penyambungan setelah selesai dan sempurna 6. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan / mengirimkan contoh bahan dari 3 (tiga) macam hasil produk kepada Konsultan pengawas selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan warna yang akan digunakan, dan akan menginstruksikan kepada Kontraktor selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah contoh bahan diserahkan 7. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan label pabrik pembuatnya 8. Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standart untuk pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ke tempat pekerjaan 9. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapatkan persetujuan Konsultan pengawas sebelum pekerjaan dimulai / dilakukan, serta pengerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh pabrik yang bersangkutan 10. Hasil pengerjaan harus baik, warna dan pola texture merata, tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan terjadinya, kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

118

11. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam
pengerjaan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. 12. Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam pengerjaan, atau kerusakan, kontraktor harus memperbaiki / mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya. 13. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga kerja terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut, sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik dan sempurna. 14. Permukaan pengecatan setelah diamplas, setelah memperoleh permukaan yang halus, rata dan bersih juga harus bebas dari karat. 15. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian, sampai jenuh. 16. Lakukan pekerjaan persiapan dari produk sesuai jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan. 17. Selanjutnya setelah pekerjaan persiapan dilakukan dengan baik, cat dasar dilapiskan sampai rata dan sama tebal. Selanjutnya undercoat dilakukan dengan persaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan. 18. Cat akhir dapat dilakukan bila undercoat telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan pengawas. 19. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan kuas yang bermutu baik atau dengan spray. 20. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya. 5.10.4.Pekerjaan Pengecatan Epoxy a. Lingkup Pekerjaan 1. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan melilputi pengecatan permukaan ruangan M & E serta di bawah reised floor yang nampak serta pada seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar sdan sesuai dengan petunjuk Direksi. b. Persyaratan Bahan 1. Semua bahan cat yang digunakan adalah: Cat produksi ICI Paints atau produk lain yang setara. Primer : 1 lapis ICI epoxy white primer two pack R 580-xx, setebal 30.mikro, interval 16 jam. Cat akhir : 3. lapis ICI epoxy finishs two pack setebal 3 x 30 Mikron, interval 16 jam. Pengecatan dilakukan sampai memperoleh hasil pengecatan yang rata dan sama tebal. 2. Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982. pasal 53, BS No. 3900 : 1970 / 1971, AS. K-41 dan NI.4 serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. 3. Warna akan ditentukan kemudian c. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat cacat (retak, lubang dan pecah-pecah) 2. Bidang permukaan pengecatan harus dibuat rata dan halus dengan bahan amplas besi dan setelah memenuhi persyaratan barulah siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dengan persetujuan Direksi Lapangan 3. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan 4. Bidang pengecatan harus bebas dari debu, lemak, minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan serta dalam keadaan kering 5. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Perencana serta pekerjaan instalasi didalamnya telah selesai dengan sempurna

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

119

6. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, Kontraktor harus
menyerahkan / mengirimkan contoh bahan dari 3 (tiga) macam hasil produk kepada Konsultan Pengawas, selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan warna yang akan digunakan, dan akan mengintruksikan kepada Kontraktor selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari Kalender setelah contoh bahan diserahkan 7. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan label pabrik pembuatnya 8. Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standart untuk pemeriksaan penerimaan bahan yang dikirim oleh Kontraktor ke tempat pekerjaan 9. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapatkan persetujuan konsultan perencana sebelum pekerjaan dimulai / dilakukan serta pengerjaan sesuai dengan ketententuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh pabrik yang bersangkutan 10. Hasil pengerjaan harus baik, warna dan pola texture merata, tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan, harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain 11. Kontrktor harus bertanggungjawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan 12. Bila tidak terjadi kesempurnaan dalam pengerjaan atau kerusakan kontraktor harus memperbaiki / mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya 13. Kontraktor harus menggunakan tenaga kerja terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan baik yang sempurna 14. Permukaan pengecatan setelah diamplas selain memperoleh permukaan yang halus, rata dan bersih juga harus bebas dari nyamuk 15. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian, sampai jenuh 16. Lakukan pekerjaan persiapan dari produk sesuai dengan jenis yang diisyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan 17. Selanjutnya setelah pekerjaan persiapan dilakukan dengan baik, cat dasar dilapiskan sampai dan sama tebal, selanjutnya undercoat dilakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan 18. Cat akhir dapat dilakukan bila undercoat telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Perancana 19. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan kuas yang bermutu baik atau dengan spry 20. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya

PASAL 6. PEKERJAAN SITE DEVELOPMENT 6.1. Perkerasan Jalan Dan Tempat Parkir 6.1.1.Umum a. Perkerasan jalan dan tempat parkir ini dilaksanakan sesuai dengan luasan dan ketinggian yang terlukis pada gambar rencana, termasuk dalam pekerjaan ini adalah kerb-kerb pembatas / kanstin b. Bila kedudukan tanah permukaan tanah yang tidak ada tidak sesuai dengan kedudukan yang ditentukan maka pemborong berkewajiban untuk menggali atau mengurug sesuai dengan ketinggian yang ditentukan c. Struktur perkerasan disesuaikan dengan jenis bahan permukaan atasnya (lihat gambar rencana), sedang bahan masing-masing lapisan struktur dapat ditinjau pada ayat berikut 6.1.2.Bahan-Bahan a. Bahan untuk SUB BASE : Pasir dan Batu (sirtu)

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

120

Sebagai lapisan dasar dipergunakan pasir batu yang bersih dari kotoran dan lumpur diameter butiran batu tidak melebihi dari 5 cm, atau tanah urug yang dipadatkan b. Bahan untuk BASE Bahan untuk Base harus bahan yang non plastik dan harus bebas dari macam kotoran, bahn-bahan organik dan bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki Agregate untuk base kelas A harus memenuhi persyaratan kualitas sesuai AASHO M147 dan persyaratan lain yang dapat digunakan sebagai acuan c. Pasir untuk Laying Course (Sana Bedding) Pasir untuk Laying Course harus merupakan pasir yang tajam (shart sand) dan bersih, dengan kadar tanah atau sill tidak lebih dari 3 % (berat) dan tidak lebih dari 15 % yang tertahan pada sieve 2.35 mm Pasir tersebut pada waktu akan digunakan harus dalam keadaan kering d. Lapisan atas : Concrete Block Paving - Struktur Perkerasan concrete block ini berupa lapisan tersebut ayat 03.2 butir a. 7 laying course tersebut butir c, sedangkan concrete block ini dipasang pada daerah-daerah pendestrian dan jalan tempat parkir - Bahan : Sisi vertikal harius tegak lurus dengan permukaan atau paving dan dapat saling mengunci satu sama lain denagn baik. Warna untuk jalan adalah abu-abu dengan kualitas No. 1, tebal 8 cm untuk perkerasan dan 6 cm untuk pendestrian hasil produksi conblock-Indonesia, ubin Indah, USP atau produk lokal lainnya yang disetujui Direksi - Kuat Tekan Kuat tekan rata-rata tidak boleh kurang dari 380 kg / cm2 kuat takan speciment paving harus memenuhi persyaratan test speciment paving harus memenuhi persyaratan test flexturan strenght sebesar minimal 60 kg / cm dan jumlah sampel untuk 50.00 buah satuan adalah minimal 5 buah - Bentuk Bahan paving yang dipakai adalah paving block empat persegi panjang dengan ukutan 105 x 210 x 80 mm (jumlah per m2 ± 44 buah), Bahan yang digunakan untuk pengunci paving dipakai sebagai pengakhiran dalam hubungannya paving dan kastin atau dengan bibit saluran adalah paving khusus buatan pabrik 6.1.3.Persiapan Pelaksanaan a. Sebelum dilaksanakan lapisan dasar (sirtu), maka permukaan tanah di bawahnya (top soil) harus dipadatkan secara mekanik hingga mempunyai kepadatan minimum cbr 5% b. Sebagai struktur pertama (sub base) diurug dengan ketebalan sesuai dengan gambar rencana, dipadatkan sehingga mempunyai kepadatan cbr minimum 25% c. Sebagai urugan kedua (base) diurug agregate A dilaksanakan sesuai dengan ketebalan yang tercantum pada gambar rencana, dan mempunyai cbr minimum 30%. Profil teratas dari base harus mempunyai kemiringan sama dengan kemiringan crose fall, yaitu 1.5% d. Pemasangan concrete block paving dilaksanakan sesuai dengan pola yang terlukis dalam gambar rencana. Permukaan perkerasan jika sudah selesai pemasangan concrete block paving block harus rapi, rata dan sama susunannya, seluruh permukaan harus dapat mengalirkan air dengan sempurna e. Pemotongan harus menggunakan mesin pemotong paving yang khusus, seperti yang disarankan pabrik yang bersangkutan 6.1.4.Penyelesaian Tepi Perkerasan a. Sisi tepi perkerasan dipasang kanstin beton pracetak dengan bentuk pola pemasangannya sesuai dengan gambar rencana. Beton pra cetak dibuat dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 kp dipasang lurus dan sejajar b. Berm yang berfungsi sebagai tanaman harus diratakan serta dipadatkan dan diupayakan tidak terjadi genangan air. 6.1.5.Perlengkapan Peralatan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

121

Peralatan yang dibutuhkan harus dapat dipersiapkan sebelum pemasangan Concrete Block Paving dimulai adalah : a. Mesin pemadat Paving (Vibrator) Harus mempunyai luas dasar 0.3 – 0.5 m2 dengan centrifugal force kira-kira 1.9 – 2.00 ton b. Alat pemotong Paving (Cutter) c. Kayu dan papan panjang 3.00 m yang sudah diserut rata untuk jidar dan sapu asphalt

PASAL 7. PEKERJAAN MEKANIKAL 7.1. Pekerjaan Instalasi Sistem Plumbing 7.1.1.Penjelasan Umum a. Pemborong harus melaksanakan semua pekerjaan yang tertera dalam gambar-gambar yang berupa jaringan dalam dan luar bangunan, pengadaan/ pemasangan fiktures masing-masing sistem sebagaimana jenis pekerjaan tersebut pada RKS ini, dan segala sesuatu yang diperlukan sehingga seluruh system dapat berfungsi dengan sempurna. b. Bila dalam uraian berikut tidak secara lengkap menguraikan persyaratanpersaratan atas pekerjaan-pekerjaan seperti tersebut pada butir-butir berikut, maka persyaratan teknisnya dianggap telah diuraikan pada pasal-pasal sebelumnya. c. Pelaksanaan pekerjaan mekanikal yang dilaksanakan adalah pekerjaan instalasi system plumbing dan sanitair. 7.1.2.Persyaratan Teknis Umum a. Yang dimaksud dengan pekerjaan instalasi sistem plumbing adalah pekerjaan instalasi air bersih, air kotor ( padat maupun cair ) dan air bekas. b. Semua pekerjaan instalasi plumbing dan sanitary tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan uraian teknisnya dan memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan oleh instansi yang berwenang, dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum setempat c. Pemasangan instalasi plumbing harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dan semua peraturan yang berlaku di Indonesia. d. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada, agar dapat mengetahui hal yang akan mengganggu / mempengaruhi pekerjaan lainnya, dan apabila timbul persoalan pemborong wajib mengajukan saran penyelesaiannya paling lambat 1 minggu sebelum bagian pekerjaan ini diselesaikan. e. Persyaratan teknis dan gambar-gambar yang menyertainya dimaksudkan untuk menjelaskan dan menegaskan tentang segala pekerjaan, bahanbahan, peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk pemasangan, pengujian dan penyetelan (adjusting) dari seluruh system, agar lengkap dan siap untuk bekerja dengan baik. f. Pemborong harus mempunyai tenaga kerja yang berpengalaman dalam menangani instalasi plumbing dan sanitary beserta pengadaan peralatanperalatan yang akan digunakan.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

122

g. Semua pekerjaan plumbing tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknisnya dan memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan oleh instansi yang berwenang. h. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan-perlengkapan lainnya agar instalasi bekerja dengan baik, benar, aman walaupun pada gambar dan spesifikasi tekniknya tidak dicantumkan secara jelas, misalnya fittingfitting dan accesoriesnya. i. Pemborong wajib mengirimkan contoh bahan atau brosur dari alat-alat tersebut dan menunggu persetujuan pengawas sebelum bahan atau alat tersebut dipasang. j. Penawaran peralatan/material harus disertakan dengan brosur lengkap performance curve dan pemilihan ditandai dengan jelas. k. Sebelum pelaksanaan dilaksanakan, pelaksana wajib menunjukan gambar-gambar rencana (shop drawing) kepada Direksi / Konsultan Pengawas. l. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh pelaksana 7.1.3.Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah : a. Pekerjaan air bersih. Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan yang diperlukan dalam sistim penyediaan air bersih berupa bak air, Pemasangan pipa distribusi kesetiap peralatan sanitary seperti halnya closet, wasthafel urinal, faucet-faucet dll. b. Pembuangan air kotor, bekas dan air hujan. Pengadaan dan pemasangan system pemipaan beserta perlengkapan yang diperlukan dalam system pembuangan air kotor, air bekas dan air hujan. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti halnya closet, wasthafel, urinail, floor drain dan sebagainya. c. Pengujiaan/pengetesan terhadap kebocoran pipa-pipa dengan tekanan hydrolik per bagian, dan selanjutnya pengujian keseluruhan jaringan yang ada pada bangunan.

d. Pengujian (test run) sistem plumbing secara keseluruhan dan mengurus izin-izin yang diperlukan dari dinas-dinas terkait ( PDAM / Dinas Pekerjaan Umum dan lain-lain ) 7.1.4.Persyaratan Teknis Khusus a. Pemipaan dan fikture Semua pekerjaan pemipaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan seperti di bawah ini: 1. Pipa-pipa air harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak ada hawa busuk yang keluar dari pipa tersebut, tidak ada ronggarongga udara, letaknya lurus dan rata. 2. Pipa-pipa panjang tak bersambung harus dipakai pada konstruksi saluran-saluran pipa (sesuai dengan panjang pipa normalisasi), kecuali jika panjang yang dibutuhkan tidak membutuhkan seluruh panjang 3. Pipa-pipa harus dipasang sedemikian rupa hingga tidak banyak dilakukan tekanan-tekanan 4. Sambungan-sambungan harus halus dan di dalamnya tidak tersumbat apapun. Pemotongan pipa dilakukan dengan alat cutter khusus pipa untuk menghasilkan pemasangan yang rapih. 5. Ditempat-tempat dimana pipa menembus tembok beton/perkerasan jalan harus dilengkapi dengan pembungkus (sleeve) dari pipa besi yang mempunyai diameter lebih besar dari pipa yang dibungkus/dilindungi. 6. Pipa vertical harus ditumpui dengan klem dan dibuat dengan jarak yang tidak lebih dari 2,5 m. Pipa yang tidak ditanam didalam tanah/tembok/lantai, dan tempat-tempat diatas plafond yaitu untuk pipa mendatar dan pipa tegak harus menggunakan

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

123

penggantung (hunger) atau penyanggah (support) untuk mencegah timbulnya getaran. Dimana jarak penggantung / penyangga yang satu dengan yang lainya maksimal 2.5 m dan jarak antara support / hunger disesuaikan agar memudahkan pemasangan terhadap dinding dan pembongkaran / disesuaikan dengan keadaan di lapangan. 7. Saluran pipa dan sambungan-sambungan harus dibuat dengan cermat hingga menjamin bahwa air mengalir dengan lancar dan memungkinkan drainase total dan pengontrolan sistemnya. 8. Ujung-ujung pipa dan lubang-lubang harus ditutup selama pemasangan, untuk mencegah kotoran memasuki pipa. 9. Pengujian pekerjaan instalasi seperti diuraikan dalam ayat-ayat berikut harus dilaksanakan sebelum pekerjaan finishing dimulai. a. pengujian (dalam hal ini pengujian berlaku untuk pemipaan air bersih dan air kotor) b. Pengujian jaringan air bersih: 1. Semua pipa-pipa serta saluran-saluran utama harus diuji hingga tekanan hidroliknya 7 kg/cm2 atau sekurang-kurangnya 2 kali tekanan biasa untuk pipa air bersih tanpa mengalami kebocoran. Air harus dipaksa memasuki saluran-saluran utama dengan pompa dan dibiarkan mengalir dengan tekanan yang ditentukan selama (empat) jam tanpa mengalami perubahan tekanan. Pada prinsipnya pengujian dilakukan bagian demi bagian dari panjang maksimum 100 m. Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah tanggung jawab pemborong / kontraktor. 2. Tidak boleh menutup bagian pipa atau fittingnya atau parit-parit galian sebelum disetujui oleh pengawas. c. Pengujian jaringan air kotor: 1. Saluran jaringan air kotor dan air hujan (system sanitasi) harus diuji pada waktu penyelesaian, dengan mengadakan pengujian yang disetujui oleh pengawas, dan pemborong harus memberikan fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk mengadakan pengujian seperti itu. 2. Sistem jaringan air kotor harus melakukan uji hydrostatik sebesar 3 kg/cm2 tanpa mengalami kebocoran selama 4 (jam) 3. Segala cacat yang ada harus diperbaiki oleh pemborong atas biaya sendiri, sampai disetujui pemberi tugas / pengawas. Peralatan dan fasilitas untuk pengujian harus disediakan oleh pelaksana. d. Pengujian harus disaksikan oleh Direksi / Konsultan Pengawas dengan diketahui oleh pimpro atau yang mewakili. e. Pengujian dilakukan dengan menjalankan seluruh system atau peralatan yang dipakai dalam system yang dimaksud. f. Pemborong / kontraktor harus membuat berita acara pengujian. 10. Pipa yang dipasang dan ditanam di bawah / didalam harus mempunyai kedalaman kurang lebih 60 cm diukur dari pipa bagian atas sampai permukaan tanah. Agar fitting-fitting tidak bergerak jika beban tekanan diberikan, maka pipa disekitar fitting harus dipasang block dari beton khususnya pada tempat-tempat belokan pipa. Penyambungan pipa a. Penyambungan pipa PVC menggunakan lem khusus untuk pipa PVC. Bagian yang akan disambung harus dibersihkan dan diampelas lebih dahulu untuk lebih menguatkan daya rekat lem pipa, kemudian setelah kedua bagian pipa disambung, harus diberikan tekanan sampai lem benar-benar kering. b. Sambungan antar Pipa harus menggunakan shock, tidak dibenarkan dengan cara pembakaran. Kode-kode pipa Untuk pipa-pipa dalam ceiling agar mudah dikenali diberikan tanda warna / cat pada pipa induk ataupun pipa cabang, begitu pula pada

11.

12.

13.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

124

pipa shaft dimana terletak pintu pemeriksaan. Dipilih warna sesuai dengan patokan sebagai berikut : - Untuk jaringan air bersih dipakai warna biru muda - Untuk jaringan air kotor dipakai warna asli PVC Dan untuk pipa-pipa yang tampak (terexpose) digunakan warna cat yang sama dengan warna tembok dimana pipa-pipa tersebut berada atau dicat dengan warna sesuai dengan saran pemilik / pengawas. 14. Desinfektan a. Kontraktor harus melaksanakan pembilasan desinfektan dari seluruh instalasi air sebelum diserahkan kepada pemberi tugas. b. Desinfektan dilakukan dengan memasukan larutan chlorine sekurang-kurangnya 50 mg/ltr kedalam system pipa, dengan cara / metode yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. c. Setelah 24 jam, sisa chlorine diperiksa kembali untuk kemudian dilakukan pembilasan system pipa dengan air bersih. d. Semua katup dalam sistem pipa yang sedang mengalami proses desinfektan tersebut harus dibuka dan ditutup beberapa kali selama jangka waktu 24 jam tersebut diatas. e. Selama pelaksanaan instalasi ini berjalan, kontraktor harus memberi tanda-tanda dengan pensil / tinta merah pada dua set gambar plumbing, atas segala perubahan, penghapusan, atau penambahan pada rencana instalasi tersebut. Gambar tersebut akan diserahkan kepada pengelola proyek/ konsultan pengawas. f. Kontraktor harus menyerahkan kepada pengelola proyek / konsultan pengawas, gambar instalasi sesugguhnya, sebagaimana yang terpasang pada bangunan (as build drawing) yang memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. Gambar-gambar tersebut dibuat dengan tinta diatas kalkir. g. Kontraktor harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas, bahwa seluruh instalasi distribusi air bersih akan bekerja dengan memuaskan, dan bahwa kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan /penggantian yang diperlukan selama jangka waktu masa pemeliharaan. Jenis dan kualitas bahan a. Pipa-Pipa PVC - pipa air kotor, air buangan / air bekas, air bangunan ( jaringan pembuangan air hujan) digunakan pipa PVC. - Pipa untuk jaringan air kotor / air bekas digunakan PVC dengan kwalitas AW sedangkan untuk air hujan digunakan pipa PVC kualitas D. Untuk bahan sambungan seperti socket, elbow, tee dll. harus digunakan bahan yang sama. - Pipa-pipa PVC tersebut hasil produksi Wavin, Paralon, Maspion, Super Swallow atau merk lain yang sudah mendapat klasifikasi SII. Fitting-fittingnya harus standart, dikeluarkan oleh pabrik yang disetujui dan harus disambungkan dengan memakai lem/solvent cement khusus atau cara lain sesuai instruksi pabrik. b. Valve-valve Untuk instalasi air bersih berlaku ketentuan sebagai berikut: - Water valve dengan diameter sampai dengan 2” adalah jenis screw bronse body. - Water valve dengan diameter antara 2” - 3” adalah jenis flange bronze body. - Water valve dengan diameter lebih besar dari 3” adalah jenis flange steel body Tekanan kerja dari valve-valve harus disesuaikan dengan fungsinya, untuk pekerjaan air bersih sanitary digunakan tekan kerja 125 psi.

15.

b. Pembuatan Pengadaan Bak Air Bersih Dan Kelengkapanya 1. Ketentuan Umum Pekerjaan pembuatan/pengadaan reservoir ini terkait dengan system pendistribusian air bersih dipasang lengkap dengan peralatanperalatan yang diperlukan sehingga seluruh system dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Pemasangan dan penempatan reservoir ini

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

125

sehingga dapat pada gambar rencana. Pekerjaan pembuatan/pengadaan reservoir ini pada garis besarnya meliputi: a. Pengadaan reservoir (bak air) atas b. System kontrol berupa pelampung dan Water Level Control (WLC) 2. Pembuka bak air atas Lingkup Pekerjaan Bagian ini meliputi penyediaan bahan-bahan, peralatan dan tenaga untuk pembuatan reservoir ini sehingga dapat difungsikan berikut seluruh pekerjaan lainnya yang berkaitan sesuai dengan gambargambar. Bahan-bahan Beton cor ditempat. Dinding, tutup, dan lantai reservoir dari konstruksi beton bertulang cor setempat dilaksanakan dengan campuran beton mutu k 225 (refferensi : pasal 04 konstruksi beton) a. Dinding dalam reservoir bawah difinish dengan keramik 30x30 cm. b. Dilengkapi pelampung atau Water Lever Control (WLC) sesuai rencana

3.

PASAL 8. PEKERJAAN ELEKTRIKAL 8.1. Pekerjaan Listrik Sistim Distribusi Tegangan Rendah 8.1.1.Lingkup Pekerjan Pekerjaan ini meliputi pengadaan semua tenaga pekerja, bahan dan peralatan, pemasangan, penyambungan, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan, untuk pekerjaan istrik tegangan rendah di Kegiatan Pembangunan TERMINAL TLOGOWARU Kota Malang. 8.1.2.Gambar-Gambar Rencana Gambar-gambar elektrikal menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan-peralatan seperti : panel, jalur kabel, lampu dan lain-lain. Penyesuaian harus dilakukan di lapangan karena keadaan sebenarnya dari lokasi, jarak-jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi lapangan. a. Gambar-gambar kerja (shop drawing) Pemborong harus membuat gambar-gambar kerja (shop drawing) yang menunjukkan tata letak pemasangan yang lengkap, dimensi-dimensi dari peralatan, detail-detail dan sebagainya. b. Gambar-gambar kerja dan juga catalog, brosur dan tipe peralataan yang akan dipasang harus diserahkan kepada konsultan pengawas untuk diperiksa. Shop drawing harus sudah diserahkan kepada pengawas 14 hari sebelum pemasangan. 8.1.3.Gambar-Gambar Sesuai Pelaksanaan (Asbuilt Drawing) Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaianpenyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan tiga set lengkap blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawing). As built drawing harus diserahkan kepada direksi segera setelah pekerjaan selesai. 8.1.4.Standart dan Peraturan Seluruh pekerjaan instalasi elektrikal harus dilaksanakan mengikuti standart dalam PUIL terbitan terakhir (1992), SPLN, SII atau standart-standart internasiaonal yang tidak bertentangan dangan PUIL. Disamping itu peraturan/hukum daerah setempat yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini harus ditaati pula. Surat ijin bekerja sebagai instalatir dari kelas yang sesuai dengan pekerjaan ini harus dimiliki secara sah oleh pemborong, satu copy surat ijin tersebut harus diserahkan kepada direksi segera setelah pekerjaan selesai. 8.1.5.Pemotongan Dan Pembobokan (Cutting & Patching)

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

126

Pemborong bertanggung jawab atas penyelesaian/penyempurnaan kembali semua pemotongan dan pembobokan dari setiap konstruksi bangunan yang diperlukan untuk pekerjaan pemasangan instalasi elektrikal ini. Kecuali hanya apabila dinyatakan lain pada gambar, maka setiap pemotongan atau pemasangan harus mendapat persetujuan tertulis dari pengawas. Untuk sejauh mungkin menghindari adanya cutting, semua pekerjaan pemasangan insert, sleeves, raceway atau lubang-lubang harus dilaksanakan selama tahap konstruksi. 8.1.6.Sleeves dan insert Semua sleeves melalui lantai beton dan pada yang perlu untuk pemasangan instalasi elektrikal harus dilaksanakan oleh pemborong. Sleeves cadangan harus dibungkus dan ditimbun dengan memakai grout. Semua insert beton yang diperlukan untuk pemasangan instalasi peralatan listrik, termasuk inserts untuk conduits, hunger dan support harus dilaksanakan oleh pemborong. 8.1.7.Proteksi Semua bahan dan dilindungi terhadap semua ujung-ujung dihubungkan harus kotoran. peralatan sebelum dan sesudah pemasangan harus cuaca dan harus dijaga selalu dalam keadaan bersih, conduit dan bagian-bagian peralatan yang tetap tidak disumbat atau ditutup untuk mencegah masuknya

8.1.8.Pembersihan Site Pemborong harus mengusahakan daerah kerja mereka selalu dalam keadaan bersih dan rapi selama pemasangan instalasi elektrikal ini. Pada saat pelaksanaan pekerjaan instalasi ini selesai pemborong harus memeriksa kembali keseluruhan pekerjaan dalam keadaan rapi, bersih dan siap pakai. 8.1.9.Pengecatan Semua bahan dan peralatan yang dicat yang menjadi lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan cat warna yang sesuai sehingga nampak seperti baru kembali. 8.1.10.Bahan, Peralatan Dan Tenaga Pelaksana Bahan-bahan dan peralatan yang akan dipasang harus 100% baru, dalam keadaan baik dan sesuai dengan yang dimaksud. Cotoh bahan, brosur dan gambar kerja (shop drawings) harus diserahkan kepada pengawas 14 hari sebelum pemasangan. Pemborong harus menempatkan secara tugas penuh (full time) seorang koordinator yang ahli dalam bidangnya, berpengalaman dalam pekerjaan serupa dan dapat sepenuhnya mewakili pemborong dengan predikat baik. Tenaga pelaksana harus menangani pekerjaan-pekerjaan ini secara aman, kuat dan rapih. a. Material 1. Kabel daya tegangan rendah

a. Kabel feeder Tegangan rendah.
a. Type b. Standart : NYY : SII 0211-78 SILN 43-1,1981

c. Konstruksi Berinti tiga, empat atau lima, konduktor dari bahan tembaga solid atau standart, bentuk bulat atau sektoral, insulasi PVC, selubung sebelah dalam dari PVC, selubung sebelah dalam dari PVC, dan selubung terluas dari PVC warna hitam, warna insulasi PVC masing-masing inti harus mengikuti kode warna dalam PUIL 87 sebagai berikut : + Phasa : merah, kuning, dan hitam. + Netral : biru. + Ground : hijau kuning. d. Tanda Pengenal

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

127

Pada sheat dari kabel harus diberi tanda pengenal yang tidak dapat dihapus sebagai berikut : a. Nominal voltage b. Type c. Ukuran nominal penghantar. d. Tahun pembuatan e. Nama pembuat/merk dagang e. Pemeriksaan dan pengujian. Pemerikasaan dan pengujian terhadap kabel yang akan dipasang meliputi : - Pemeriksaan secara visual (appearance inspenction) - Pengujian tahanan dari penghantar - Pengujian tahanan insulasi. - Kabel harus buatan pabrik dalam negeri seperti supreme, kabel metal, kabelindo atau tranka. 2. Panel switchgear tegangan rendah a. Type Metal enclosed, air insulating medium, fixed type, manually operated, mechanically interlocked. Panel dan komponenkomponennya harus difinish untuk penggunaan di daerah tropis ( panas dan lembab, pasangan dalam/indoor use) b. Standart Panel switchgear harus dibuat sesuai dengan standart iec atau standart-standart lainya (NFC, VDE/DIN, NEMA , BS, JIS) c. Konstruksi - Panel switchgear TR akan dioperasikan pada tegangan 380/220 V, 3 phase, 4 kawat, 50 Hz dan solidly grounded. - Switchgear harus dapat dioperasikan dengan aman oleh petugas, misalnya pengoperasian sakeler-sakelar daya, pemutus tenaga, pemasangan kembali indicator-indicator gangguan, pengecekan tegangan, dan sebagainya. - Switchgear terdiri dari lemari-lemari yang akan digunakan untuk pemasangan peralatan-peralatan dan penyambungan. Lemari-lemari panel hanya mempunyai bukaan dari sisi sebelah depan. - Lemari untuk “panel board” harus mempunyai ukuran yang proporsional seperti dipersyaratkan untuk “panel board” dan sesuai kebutuhan, sehingga untuk sejumlah komponen panel maupun untuk sejumlah kabel yang dipakai tidak menjadi terlalu sesak. - Kabinet panel terbuat dari bahan pelat baja dengan ketebalan minimum 1,5 mm. Panel-panel floor mounting / free standing harus diberi pengukat rangka dari baja siku atau kanan dengan ketebalan 2.00mm, mempunyai ukuran standart sehingga dapat dipertukarkan dan diperluas dengan mudah. - Pintu panel dilengkapi dengan engsel type terbenam, handle (catch) dan kunci (lock). - Finishing panel harus dilaksanakan sebagai berikut semua mur dan baut harus tahan karat. Semua bagian dari baja harus bersih dan sandblasted setelah pengelasan, kemudian secepatnya dilindungi terhadap karat dengan cara galvanisasi atau chromium plating atau dengan zinc chromate primer. Pengecatan finishing dilakukan dengan dua lapis cat oven warna abu-abu atau warna lain yang disetujui oleh pengawas. d. Komponen-komponen panel - Busbar Main bus harus dipasang horizontal disebelah atas. Main dan tap busbar harus dari bahan tembaga dengan konduktifitas tinggi (98% atau lebih besar), dan harus mempunyai kuat hantar arus kontinu yang standart dan sesuai dengan yang dimaksud pada gambar.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

128

Busbar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : + phasa : merah, kuning dan hitam. + netral : biru + ground : hijau, kuning Busbar pentanahan terletak disebelah bawah, dimana akan diadakan penyambungan dengan penghantar pentanahan terhadap lemari panel, rangka dan badan peralatan dari metal, conduits dan lain-lain. Circuit Breaker (CB) CB kapasitas sampai dengan 100A adalah type mini circuit breaker (MCB) untuk kapasitas lebih besar dari 100A hingga 300A harus dari type adjusted case (MCCB) dan fixed/bolt-on. Handel pengoperasian CB harus dapat secara jelas menunjukkan apakah CB pada posisi on, off atau “ triped “. CB harus mempunyai besaran-besaran ampere frame (AF) dan ampere trip (AT) pada temperatur keliling 40oC, 600V ratings dan kemampuan pemutusan arus hubungan singkat minimum pada 380V (RMS symmetrical) sesuai seperti yang tercantum dalam gambar. Main CB yang harus dilengkapi dengan pengaman terhadap gangguan ke tanah (ground fault protection). Produk yang dapat diterima adalah merk MG , AEG atau setara. Untuk menjaga originalitas produk, maka semua CB harus disertai sertifikat keaslian barang dari produsen atau agen resmi yang ditunjuk. Magnetic Contactor Magnetic contactor harus dapat bekerja tanpa getaran atau dengung. Kumparan contactor harus sesuai untuk tegangan 220 volts, 50 Hz dan tahan bekerja continue pada 10% tegangan lebih tinggi dan harus dapat pula menutup dengan sempurna pada 85% tegangan nominal. Contraktor harus type heavy-duty, kemampuan minimal making current sebesar 15% arus nominal, dan kemampuan electrical operation sebanyak 2.000.000 kali. Selektor Switch Selector switcher harus mempunyai rating 10 A pada 300 V, type heavy duty dan kedap minyak. Lampu Indikator / Pilot lamp Lampu indikator harus type full voltage, heavy duty dan kedap minyak. Lampu indikator harus dilapisi nickel dengan lensa dari gelas prismatic, pemasangan secara ulir dengan diameter ± 2.5 mm persegi empat, lampu harus type long life. Terminal Block Terminal block untuk kabel-kabel control harus diberikan batas penghalang diantaranya, dengan rating 600 volts minimum. Terminal block harus disediakan sesuai kebutuhan ditambah 20% terminals untuk cadangan. Name Plate Name plate harus terbuat dari plastic gravis berlaminasi, putih bagian dalam dan bagian hitam pada bagian permukaan. Huruf-huruf harus huruf block dengan ukuran minimum 4 mm. Kabel Kontrol Control circuit conductor harus jenis kabel fleksibel dengan penampang konduktor tidak kurang dari 2.5 mm2, rating tegangan 600 V . Kabel kontrol harus buatan pabrik kabel dalam negeri seperti supreme, kabel metal, kabelindo dan tranka.

-

-

-

-

-

-

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

129

e. Pengawatan (Internal Wiring ) Pengawatan harus dilakukan di pabrik pembuat panel secara sistematik dan rapih. Semua hubungan kawat harus dilakukan melalui penghubung / terminal khusus. Ujung kabel harus dilengkapi dengan sepatu kabel dan hubungan keduanya diperkuat dengan cara dipres. Hubungan antara sepatu kabel dan terminal harus dengan mur dan baut serta dilengkapi dengan ring yang bergerigi tepinya untuk menghindari kemungkinan hubungan menjadi longgar. Pengawatan dari peralatan-peralatan yang dipasang pada pintu panel yang menuju pada satu kompartemen harus digabung dalam satu bendel yang fleksibel dan diikat kuat-kuat pada pintu dan rangka panel untuk menghindari gejala pemutaran pada terminal kabel control. Interwiring harus kontinu dari terminal ke terminal tanpa sambungan, dan setiap kabel control harus diberikan label bernomor yang harus dicantumkan pada gambar-gambar kerja (shop drawing). f. Pemeriksaan dan Pengujiaan Pemeriksaan dan pengujiaan meliputi : 1. Pemeriksaan secara visual ( apperence inspection ) terhadap kelengkapan peralatan apakah sudah sesuai dengan yang dimaksud. 2. Pemeriksaan alat-alat interlock dan fungsi kerja handle. 3. Pemeriksaan kekuatan mekanis dari handel dan alat interlock 4. Pengujian tahanan insulasi. 5. Pengujian kontinuitas rangkaian. 6. Pengujian dengan tegangan.

3. Lampu penerangan dan kotak kontak. a. Konstruksi 1. Lampu dan armaturnya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti yang dilukiskan dalam gambar-gambar elektrikal. 2. Lampu flourescent (TL) Semua lampu flourescent dan lampu discharge lainnya harus dikompensasi dengan “power factor corection capassitor” yang cukup untuk mencapai p.f. 85%-95%. Kapasitor harus dipasang paralel dan dilengkapi dengan sekring kecil untuk menghindari bahaya kebocoran kapasitor. Reflector harus mempunyai lapisan pemantul cahaya berwarna putih atau mengkilap dengan derajat pemantul yang tinggi. Box tempat ballast, kapasitor, dudukan stater dan terminal bok harus cukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak menggangu kelangsungan kerja dan umur teknis komponen lampu itu sendiri. Ventilasi didalam box harus dibuat dengan sempurna Kabel-kabel dalam box harus diberikan saluran atap klem-klem tersendiri sehingga tidak menempel pada ballast atau kapasitor. Box terbuat dari pelat baja tebal minimum 0.5mm dicat dasar tahan karat, kemudian cat akhir dengan cat oven warna putih. Ballast harus dari jenis yang baik, tidak menimbulkan panas yang tinggi, komponen pengisinya tidak meleleh, dan memiliki power factor yang tinggi. Ballast harus mempunyai dudukan yang kuat dalam box lampu, tetapi mudah dibuka untuk diperiksa atau diangkat. Yang harus dipergunakan adalah single lamp ballast (satu ballast untuk satu tabung lampu flourescent) merk Philips atau setaraf. Tabung fluorescent harus dari merk Philips TLD, dengan warna cahaya cool daylight. Lampu TL harus sudah lengkap dengan kap reflector dibuat dari pelat baja dengan bentuk seperti gambar rencana. 3. Lampu Down Light Recessed Mounted

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

130

Houssing : stell body satil alluminium reflector, Polymide cover, dan harus dari satu merk SAKA atau setaraf. Jenis-jenis lampu lain disesuaikan dengan gambar/ RAB. 4. Kotak-Kontak Biasa (KKB) Kotak-kontak biasa yang dipakai adalah kotak kontak satu fasa. Semua kotak kontak harus memiliki terminal fasa, netral dan pentanahan. Kotak-kontak harus dari satu type, untuk pemasangan rata dinding, dengan rating 250 Volts 10 Amp. Merk yang dipakai adalah Legran, Clipsal, Broco atau setara. Semua stop kontak dinding dipasang 30 cm dari lantai. 5. Sakelar dinding Sakelar biasa harus dari type untuk pemasangan rata dinding, mempunyai rating 250 Volts 10 Amp dari jenis single gang atau double gang atau multiple gangs (grid switches) merk yang dipakai Legran, Clipsal, Broco atau setara. Semua sakelar dinding dipasang 150 cm dari lantai. 6. Kotak untuk sakelar dan kotak kontak. Kotak dari bahan metal dengan kedalaman 35 mm. Kotak dari metal harus mempunyai terminal pentanahan. Sakelar atau kotak kontak terpasang pada kotak (box) dengan menggunakan baut. Pemasangan dengan cakar yang mengembang tidak diperbolehkan. 7. Kabel instalasi Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi kotak kontak harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA atau NYM) Kabel harus mempunyai penampang minimum 2.5 mm2. Kode warna kabel harus mengikuti ketentuan dalam PUIL. Sebagai berikut : - fasa : 1 : merah - fasa : 2 : kuning - fasa : 3 : hitam - netral : biru - tanah (ground) : hijau dan kuning Kabel merupakan produk, Supreme, Kabelindo, Kabel Metal, Tranka. b. Konstruksi 1. Sakelar dan stop kontak Kecuali tercatat atau dipersyaratkan lain, tinggi pemasangan kotak sekelar dinding, harus 150 cm. Dimana ada lebih dari lima sekelar dinding atau stop kontak ditunjuk pada tempat yang sama, maka dua deret kotak tunggal, ganda atau “multigang” sesuai dengan kebutuhan harus dipasang satu diatas yang lain, dan titik tengah deretanderetan tersebut harus berada 1.50 m diatas permukaan lantai. Kotak kontak outlet dekat pintu atau jendela harus dipasang ± 20 cm dari pinggir kusen pada sisi kunci seperti ditunjukkan dalam gambar-gambar arsitektur, kecuali ditunjukkan lain oleh pengawas. 2. Pemeriksaan dan pengujian Pemeriksaan dan pengujiaan seluruh instalasi system penerangan dan kotak kontak diselenggarakan setelah seluruh pekerjaan selesai. Pemeriksaan dan pengujian tersebut terdiri dari : a. Pemeriksaan secara visual (apperence inspection) terhadap kelengkapan peralatan apakah sudah sesuai dengan yang dimaksud.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

131

b. Pemeriksaan fungsi kerja dan kekuatan mekanis dari peralatan. c. Pengujian sambungan-sambungan. d. Pengujian tahan insulasi. e. Pengujian pentanahan. f. Pengujian pemberian tegangan. Paling lambat dua (2) minggu sebelum pengujian dilaksanakan, pemborong harus sudah mengajukan jadwal dan prosedur pengujian kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Pengujian harus disaksikan oleh pengawas. Pemborong harus membuat catatan (record) mengenai hasil pengujian, dan copy diserahkan kepada pengawas. Seluruh pengujian diselenggarakan oleh pemborong, dan segala biaya untuk itu ditanggung oleh pemborong. 3. Pipa instalasi pelindung kabel Pipa instalasi pelindung kabel yang dipakai adalah pipa conduit khusus untuk instalasi listrik, pipa, elbow, socket junction box dan accessories lainya yaitu pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara junction box dan armatur lampu. Semua instalasi kabel yang ada berada dalam pipa pelindung. c. Pemasangan Pemasangan lampu-lampu  Semua fikture penerangan dan perlengkapan-perlengkapan harus dipasang oleh tukang-tukang yang berpengalaman dengan cara yang benar dan disetujui pengawas seperti yang ditunjukkan dalam gambar.  Pada daerah yang tidak memakai ceiling pemasangan lampu menempel pada kanal yang dipasang lengkap dengan penggantungnya.  Pada waktu pemeriksaan akhir semua “fixture” dan perlengkapan harus sudah siap menyala. Bebas dari cacat. Semua fixtures dan perlengkapan harus bersih bebas dari debu, plastes dan lain lain. Semua reflector, kaca, panel pinggir atau bagian-bagian lain yang rusak sebelum pemeriksaan akhir harus diganti oleh pemborong tanpa biaya tambahan.

8.2. Pengadaan/Pemasangan Instalasi Udara (System Air Conditioning) Dan
Panel AC 8.2.1.Penjelasan umum a. Pelaksanaan pekarjaan ini meliputi mendatangkan, mengangkut dan mengerjakan semua bahan-bahan yang diperlukan, alat-alat pertolongan, alat-alat sementara, mengadakan tenaga kerja, pengawasan, membuat segala persiapan-persiapan dengan segala alat yang diperlukan untuk pekerjaan secara cepat, baik dan lengkap meskipun alat-alat, atau bahan-bahan dan pekerjaan tersebut tidak dijelaskan dalam peraturan dan syarat-syarat, gambar-gambar yang dianggap perlu oleh direksi harus dibuat oleh pemborong dan disetujui oleh Direksi. b. Sebelum memulai dengan pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus mengadakan penelitian terhadap Rencana Kerja dan Syarat-syarat pekerjaan, gambar-gambar dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan, bila ada hal-hal yang meragukan atau tidak jelas harus segera ditanyakan kepada Pengawas/Direksi secara tertulis dan dilarang memulai dengan sesuatu pekerjaan tersebut bila belum ada penyelesaian dari pihak Direksi. Bila hal itu tidak diindahkan oleh pemborong, maka segala akibat dari kesalahan konstruksi maupun pelaksanaan menjadi tanggung jawab pemborong sepenuhnya untuk mengadakan perbaikan-perbaikan sebagaimana mestinya. c. Pemborong harus mempelajari dan memahami tempat yang ada, agar dapat mengetahui hal-hal yang akan dapat mengganggu / mempengaruhi pekerjaan mekanikal, dan apabila timbul persoalan, pemborong wajib mengajukan saran penyelesaian paling lama 1 minggu sebelum bagian pekerjaan ini dilaksanakan.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

132

8.2.2.Standart, peraturan dan perijinan a. Seluruh pekerjaan yang tercantum dalam ayat 2.1 tersebut diatas harus dilaksanakan dengan mengikuti dan memenuhi persyaratan-persyaratan teknis yang tertera dalam persyaratan Normalisasi Indonesia (NI), standart Industri Indonesia (SII) dan peraturan-peraturan nasional maupun peraturan-peraturan setempat lainnya yang berlaku. b. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang belum termasuk dalam standartstandart yang berlaku tersebut diatas, maupun standart-standart nasional lainnya, maka diberlakukan standart-standart internasional yang berlaku atas pekerjaan-pekerjaan tersebut atau setidak-tidaknya berlaku standart-standart persyaratan teknis dari negara-negara asal bahan / pekerjaan yang bersangkutan dan dari produk yang ditentukan pabrik pembuatnya. c. Pemborong harus meminta ijin-ijin yang diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam ketentuan teknis atas tanggungan sendiri. d. Pemborong harus memeriksa dengan teliti ruangan-ruangan agar peralatan-peralatan, saluran-saluran ( ducts ), pipa-pipa dan perlengkapan lain dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruang-ruang yang telah disediakan. e. Pemborong harus membuat pernyataan bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan / dipasang adalah kualitas terbaik, dan cara pelaksanaan dilakukan dengan wajar / sempurna. f. Kontraktor harus membuat gambar kerja (shop drawing), yang menunjukkan tata letak pemasangan yang lengkap, dimensi-dimensi dari peralatan, detail-detail dan sebagainya.

8.2.3.Peralatan dan perlengkapan air conditioning a. Hal-Hal Umum Dan Lingkup Pekerjaan 1. Umum Persyaratan teknis dan gambar-gambar yang menyertainya dimaksudkan untuk menjelaskan dan menegaskan tentang segala pekerjaan, bahan-bahan, peralatan-peralatan yang diperlukan dalam pemasangan, pengujian dan penyetelan (adjusting) dari seluruh system, agar lengkap dan siap untuk bekerja dengan baik. 2. Lingkup pekerjaan Pekerjaan instalasi system ini meliputi seluruh pengangkutan dan pengadaan peralatan utama serta peralatan untuk instalasi, instalasi pemipaan dan peralatannya, peralatan bantu, tenaga kerja pembuatan alat-alat, pemasangan, pengujian, penyetelan seluruh system yang dipasang agar lengkap dan dapat bekerja sesuai dengan persyaratan dan dokumen yang ada. Secara garis besar, pekerjaan ini meliputi: - Pengadaan baru dan belum terpakai, pemasangan pengaturan unit, thermostat, instalasi pemipaan air drainage, pipa refrigeran, instalasi pengontrolan dan instalasi listrik. - Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang diakibatkan oleh adanya pelaksanaan pekerjaan ini. - Mengadakan perbaikan kembali dan finishing seperti semula semua gangguan kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh adanya pelaksanaan pekerjaan instalasi ini. - Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang, buku petunjuk cara menjalankan, pemeliharaan dan memperbaiki sistem tata udara ini kepada pemberi tugas dan konsultan. b. Sistem pemipaan dan peralatan. 1. Umum Bab ini melengkapi seluruh pekerjaan pemipaan dan adalah tanggung jawab pemborong untuk mengikuti gambar dan spesifikasi yang sesuai.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

133

Gambar – gambar menunjukkan secara umum ukuran – ukuran dan lokasi pipa. 2. Material. Pipa pengembunan (drain) digunakan pipa pvc klas aw produk pralon, maspion, atau wavin. Pipa refrigerant harus dibuat dari “thermaflek” Semua pipa dan peralatan harus tahan tekanan hingga 10 kg/cw2 selama 24 jam terus menerus tanpa terjadi kebocoran. 3. Pemasangan sisitem pipa Pipa hendaknya dipasang sejauh minimal 30 cm dari tepi dinding, atap lantai dll agar memudahkan pemeliharaan dan service. Pemborong harus memasang pipa pipa pembuangan ( drainage ) dari mesin – mesin ac sampai ketempat pembuangan yang terdekat dalam saluran yang tersembunyi (tidak mengganggu). Untuk pipa pengembunan harus dilapisi vapour barier jacket seperti sisalation 450 atau yang sejenis dan direkat dengan tape sampai tidak terjadi pengembunan pada permukaan pipa. c. Pekerjaan listrik dan kontrol 1. Umum seluruh jenis pekerjaan instalasi listrik yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1.1 Panel control daya mesin–mesin ac yang meliputi wiring starter, switch, transformer, fuse dan alat – alat ukur serta peralatan lainya yang digunakan sebagai sumber daya bagi mesin ac yang tercakup dalam proyek ini. 1.2 Panel control untuk sistem pengaturan otomatis suhu, kelembaban, aliran air, udara dan lain – lain yang ada beserta seluruh peralatan yang diperlukan agar sistem pengaturan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. 1.3 Kabel yang digunakan produksi dalam negeri dan memenuhi SII seperti supreme, kabelindo, kabel metal, tranka atau setara. 2. Sistem pengaturan otomatis dan instrumen 2.1 Pemborong harus menyediakan dan memasang sistem pengatur otomatik untuk temperatur dan kelembaban sehingga peralatan ac siap digunakan. 2.2 Pemborong menyediakan dan memasang semua “control panel” yang diperlukan untuk instalasi ini dan melakukan penyambungan – penyambungan (wiring) yang diperluakn hingga panel. d. Pekerjaan sipil 1. Umum Pemborong harus membangun dudukan (support) ataupun penggantung (hanger) untuk mesin pendingin (outdoor), fcu, sesuai gambar dan spesifikasi yang ditentukan. Semua support dan hangar dapat terbuat dari pipa, profile batang (rod) ataupun plt strip sesuai dengan gambar kerja yang disetujui pengawas. Semua dudukan harus mempunyai plat alas yang cukup dan dibuat pada lantai atau bisa juga menempel di dinding. 2. Gantungan ahu/ fan coil. Penggantung ahu / fan coil harus diikat mur baut sesuai aturan pabrik pembuatnya dan diberi lapisan peredam getaran Pemborong harus menempatkan unit in door sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi alur instalasi peralatan utilitas lainnya, serta tidak menyalurkan getaran dan suara di ruang dibawahnya 8.2.4.Penjelasan spesifikasi teknis peralatan a. Umum Pemborong harus melaksanakan pengadaan, pemasangan, pengujian (testing dan balancing) dari seluruh peralatan utama yang akan dipasang dalam proyek ini dengan lengkap dan berfungsi baik sehingga seluruh sistem tata udara dapat memberikan performansi yang diinginkan. Dalam memasukkan penawaran untuk peralatan utama, pemborong harus menyatakan dan melampirkan hal – hal berikut dengan jelas :

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

134

1.

2.

Mencantumkan dengan jelas merk dan type unit yang ditawarkan dalam bq, melampirkan brosur dari tiap unit yang ditawarkan dan menjelaskan pemilihan unit, kapasitas daya, dimensi, berat kerja, suhu dan volume air/ udara dan lain – lain. Melampirkan pemilihan unit out door dan in door, sehingga dapat dengan jelas semua spesifikasi teknis unit alat – alat tersebut

b. Unit split duct 1. Merk produk : National / Panasonic atau setara 2. Model serial / size : sesuai kapasitas 3. Type : air cooled type split 4. Kapasitas pendingin : lihat gambar

PASAL 9. PEKERJAAN SISTEM PENANGKAL PETIR 9.1. Penjelasan Umum a. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengurusan perizinan / Pengesahan dari badan yang berwenang, pengadaan bahan, Peralatan dan tenaga Pekerja, Pemasangan, Pengujian dan Perbaikan selama masa Pemeliharaan untuk suatu sistim penangkal petir yang lengkap Pekerjaan tersebut terdiri dari : - Terminal Udara (Spit Tembaga) Penghantar Pentahanan (Down Conductor) - Terminal dan Elektroda Pentanahan - Izin Instalasi dari instansi yang berwenang - Pekerjaan lain yang menunjang. b. Gambar-gambar Rancana Gambar-gambar secara umum menunjukkan tata letak peralatan dan instalasinya penyesuaian harus dilakukan dilapangan, karena keadaan sebenarnya dari lokasi, jarak-jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi lapangan Gambar-gambar Kerja (Shop Drawing), lihat gambar Gambar-gambar sesuai Pelaksanaan (As Build Drawings) Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari pelaksanaan dan penyesuaian-penyesuaian di lapangan. Catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set gambar lengkap (kalkir) sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (As Build Drawing) As Build Drawings harus diserahkan Kepada Pengawas segera setelah pekerjaan ini selesai. Standart dan Perawatan Seluruh Pekerjaan harus diselenggarakan mengikuti standart dan peraturan yang berlaku (Departemen Tenaga Kerja) atau standart-standart Internasional yang tidak bertentangan dengan PUIL, Depnaker atau Badan Lainnya (misalnya, British Standard atau Australian Standard for Lighting Protection System). Disamping itu harus ditaati pula peraturan dan hukum setempat yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Bahan, Peralatan dan tenaga Pelaksana Bahan dan peralatan yang akan dipasang harus dalam keadaan baik dan baru, sesuai dengan standar yang dimaksud Contoh bahan, brosur dan gambar kerja (shop Drawing) harus diserahkan kepada Pengawas paling lambat 14 hari sebelum pemasangan. Tenaga-tenaga pelaksana harus dipilih yang sudah berpengalaman dan mampu menangani pekerjaan instalasi ini secara aman, kuat dan rapih 1. Teminal Udara Air Termination meliputi peralatan-peralatan sebagai berikut : 1.1. Lighting Control Terminal Kepala Penangkal petir menggunakan type konvensional.

c. d.

e.

f.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

135

1.2. Batang Peninggi Batang peninggi terbuat dari metal. Konstruksi batang peninggi tersebut harus kuat dan diperhitungkan terhadap hembusan angin yang kuat 1.3. Penghantar Pentanahan (Down Conductor) Terdiri dari kabel NYA Ø 70 mm2 atau kawat BC Ø 50 mm2 menghubungkan secara listrik dengan sempurna antara air terminal tersebut diatas dengan sistem pentanahan 1.4. Sistem Pentanahan Sistem Pentanahan terdiri dari : a. Terminal Pentanahan b. Elektroda Pentanahan, terbuat dari batang tembaga massif dengan diameter ¾ disambung dengan pipa GIP Ø 1 ½’ c. Tahanan / hambatan / resistansi tanah tidak boleh lebih dari 2 Ohm. Bila tahanan tersebut tidak dapat dicapai dengan satu elektroda maka harus dibuatkan beberapa batang pentahanan yang terpasang secara pararel sampai tahanan tanah yang diisyaratkan terpenuhi 9.2. Pemasangan 1. Cara-cara pemasangan sistem penagkalan petir harus sesuai dengan gambar dan harus mengikuti Petunjuk Pengawas Lapangan 2. Down Conductor disepanjang konstruksi penyanggah harus dipasang memakai klem dengan jarak setiap 75 cm 3. Down Conductor diatas permukaan tanah sampai pada ketinggian 2 meter dari permukaan tanah harus dipasang didalam pipa PVC Kelas AW. 4. Pada Elektroda pentanahan harus dibuat terminal pentanahan dengan baut dan ring. Sambungan pada elektroda pentanahan harus memakai junction box 5. Elektroda pentanahan dari batang tembaga diameter ¾” dan panjang tembaga harus dilindungi terhadap korosi dengan serbuk arang disekitar batang tembaga 9.3. Pengerjaan Di tentukan lokasi sesuai dengan di tunjukkan pada gambar. Tanam secara vertikal pipa baja diameter 5” sampai sedalam 12 meter atau sampai mencapai permukaan air tanah. Kemudian pipa dicabut kembali sehingga akan meninggalkan lubang dengan diameter kurang dari 5” sedalam 12 meter Isi lubang tersebut dengan serbuk arang padat. Terakhir elektroda pentanahan ditengah-tengah bumbung arang tersebut. Terminal pentanahan harus terletak dalam bak kontrol khusus untuk keperluan tersebut dan untuk pengecekan tahanan tanah secara berkala, tahanan pentanahan maksimum 2 Ohm 9.4. Pengujian Dan Pemeriksaan Sistem penangkal petir akan diperiksa oleh pengawas untuk memastikan dipenuhinya persyaratan ini. Semua bagian dari instalasi ini harus diperiksa oleh Pengawas terlebih dahulu sebelum tertutup atau tersembunyi. Setiap bagian yang tidak sesuai dengan persyaratan gambar harus segera diganti, tanpa membebankan biaya tambahan pada pemberi tugas. Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang, maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya, agar diperoleh suatu jaminan Pengetesan tahanan tanah baru bisa dilakukan setelah tidak turun hujan selama 2 hari berturut-turut.

PASAL 10. PEKERJAAN TATA SUARA

10.1.Uraian Lingkup Pekerjaan tata Suara Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, pemborong pekerjaan Sistem Tata Suara ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

136

Garis besar lingkup pekerjaan Sistem Tata Suara yang dimaksud adalah sebagai berikut : a). Pengadaan, pemasangan dan pengujian Peralatan Sistem Sentral Sistem Suara, b). Pengadaan, pemasangan dan pengujian Kotak Hubung bagi Terminal Box di setiap lantai. c). Pengadaan, pemasangan dan pengujian kabel-kabel distribusi Sistem Suara antara peralatan sentral dan sistem rak dengan Kotak Hubung Bagi di setiap lantai. d). Pengadaan, pemasangan dan pengujian alat pengeras suara (Loud Speaker) dan jack mikropon sesuai dengan gambar rencana. e). Pengadaan, pemasangan dan pengujian kabel-kabel pemakaian antara Kotak Hubung Bagi dengan alat pengeras suara dan jack mikropon di setiap lantai. f). Melakukan Testing, Commisioning dan Training.

10.2.KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan yang akan dipakai harus memenuhi dan atau mendekati persyaratan teknis sebagai berikut : a). Kotak Hubung bagi / Terminal Box Kotak Hubung Bagi ini harus terbuat dari plat besi setebal 2 mm minimum dan seluruhnya harus dicat anti karat dengan zinchromat sebelum dicat akhir dengan cat bakar Acrylic ICI warna kelabu. Kotak Hubung Bagi ini harus dilengkapi dengan kunci yang seragam untuk semua Kotak Hubung Bagi dan terminal penyambungan kabel. Kotak Hubung Bagi ini harus dilengkapi kabel gland sebanyak jumlah kabel yang keluar/masuk. b). Kabel Kabel Feeder ke Junction Box dipakai adalah jenis NYMHY dengan jumlah kawat seperti pada gambar rencana. Kabel-kabel distribusi ke masing-masing loud speaker yang dipakai adalah jenis NYMHY 2 x 1,5 mm2 dan terletak di dalam konduit. c). Konduit Jenis konduit yang bisa dipakai adalah PVC conduit dengan diameter dengan minimal 1 ½ kali diameter kabel. d). Peralatan Sentral meliputi : 1) Unit sumber sinyal suara ( microphone ) 2) Unit penguat dan pengolah suara ( Mixer, Power Amplifier ) 3) Unit pengubah suara ( Speaker )

10.3.PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. PERALATAN a). Rak peralatan sistem ini ditempatkan diruang sesuai dengan gambar rencana. b). Rak peralatan sistem suara ini harus ditanahkan dengan hambatan max 2 ohm dan kebal terhadap gangguan (interferensi) dari gelombang radio (RFI) maupun terhadap gelombang elektromagnetik (EMI) yang ada disekitarnya. d). Kebutuhan power amplifier dibagi-bagi menurut kebutuhan. e). Semua kabel harus dipasang menggunakan pipa conduit. g). Pemakaian pipa konduit untuk instalasi ini menggunakan pipa konduit PVC high Impact. 2. PENGUJIAN / JAMINAN Semua peralatan dalam Sistem Suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas kerjanya sistem setelah ternyata hasil pengujian adalah baik. Pengukuran sound pressure level dilakukan dengan memakai Sound Level Meter. 10.4.PRODUK

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

137

Bahan dan peralatan yang digunakan untuk Sound System menggunakan merk TOA. Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikan. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan dari direksi.

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

138

PENUTUP 1. Apabila dalam rencana kerja dan syarat–syarat pekerjaan (rks) ini untuk menguraikan bahan – bahan dan pekerjaan tidak disebutkan perkataan atau kalimat “diadakan oleh pemborong atau diselenggarakan pemborong”, maka hal ini dianggap seperti betul – betul disebutkan, jika ternyata uraian tersebut masuk dalam pekerjaan. 2. Guna mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin, maka bagian–bagian yang betul– betul termasuk dalam pekerjaan ini tetapi tidak atau belum disebut dalam rencana kerja dan syarat–syarat pekerjaan (rks) ini harus diselenggarakan oleh pemborong dan dianggap seperti benar – benar disebutkan. 3. Segala sesuatu yang tidak disebut secara nyata, tetapi lazim dan mutlak adanya maka tetap diadakan / dikerjakan pemborong. 4. Hal – hal yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan lebih lanjut oleh pihak pemberi tugas, unsur teknis, konsultan pengawas dan konsultan perencana.

Malang, Disusun oleh : Kepala Bidang KIMPRASWIL Kota FDSFDF

2005

Drs. HDFSF Msi Pembina TK I Nip. SDFSDF

RKS TERMINAL TLOGOWARU KOTA MALANG

139

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful