DEMAM BERDARAH DENGUE

Apakah demam berdarah dengue itu??

Penyakit demam berdarah dengue ( DBD ) dalam bahasa

medis di sebut Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF )
adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus dengue yang di tularkan melalui gigitan nyamuk AEDES AEGYPTI, yang menyebabakan gangguan pada

pembuluh darah,sehingga menyebabkan perdarahan –

perdarahan.

Inkubasi dan Gejala
Masa inkubasi berlangsung selama 3 – 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue. Selanjutnya penderita akan menunjukkan tanda dan gejala sebagai berikut :  Demam tinggi yang mendadak 2 -7 hari ( 38 – 40° Celsius )  Adanya bentuk perdarahan di kelopak mata dalam (konjungtiva), mimisan ( epitaksis ), buang air besar dengan kotoran ( feaces ) berupa lendir bercampur darah ( melena ).

 Timbul beberapa gejala klinik seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan sakit perut, diare,menggigil,kejang dan sakit kepala.
 Munculnya bintik – bintik merah pada kulit

akibat pecahnnya pembuluh darah

. .  Ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. virus akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.  Bila nyamuk tersebut menghisap/menggigit orang lain.  Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu menggigit atau menghisap darah orang yang :  Sakit DBD  Tidak sakit DBD tetapi dalam darahnya terdapat virus dengue  Virus dengue yang terhisap akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk kelenjer liurnya.Cara Penularan DBD….

Bila orang yang tertular itu :  tidak mempunyai kekebalan (umumnya anak-anak)  virus itu akan menyerang trombosit (sel pembeku darah) & merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler)  terjadi perdarahan & kekurangan cairan yang ada dalam pembuluh darah  Bila orang mempunyai zat anti kekebalan  virus tak berdaya  orang tidak sakit .Cara Penularan DBD…..

.Cara Penularan DBD…. Dalam darah manusia virus akan mati dengan sendirinya dalam waktu lebih kurang 1 minggu .

Gejala/Tanda  Gejala/Tanda Awal 2. tampak lemah dan lesu 3. karena terjadi perdarahan lambung 1. Tampak bintik-bintik merah pada kulit disebabkan pecahnya pembuluh kapiler . Seringkali ulu hati terasa nyeri. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari.

Mungkin terjadi muntah/berak bercampur darah 2.Gejala/Tanda lanjutan 1. penderita gelisah. ujung tangan dan kaki dingin berkeringat. Bila tidak segera ditolong dapat meninggal dunia . Bila sudah parah. Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan) 3.

Aegypti )  mengendalikan penyebaran DBD dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk ini. Jika ada kasus DBD. Pengasapan sebenarnya adalah penyemprotan obat anti nyamuk (insektisida) kimia.  Adanya gerakan 3M plus( menguras. mengubur.Pencegahan ( Pengendalian Nyamuk Ae. menutup dan penggunaan kelambu anti nyamuk dan lotion anti nyamuk. biasanya segera dilakukan pengasapan di lingkungan sekitar tempat tinggal pasien tersebut.  Menggunakan ikan pemakan jentik ( ikan adu / ikan cupang ) .

Tempat berkembang Nyamuk Aedes aegypti .

PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Secara Kimia  Fogging/pengasapan (jam aktif nyamuk.  Abatisasi/Penaburan Bubuk abate (1 x 3 bulan) . serentak/masal/kompak)  Obat Nyamuk Bakar. tidak ada angin/kuat. semprot atau repelent.

Fogging/Pengasapan FOGGING HANYA MEMBUNUH NYAMUK DEWASA & TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH DBD .

Larvasidasi  Menaburkan bubuk abate atau pembunuh jentik lainnya ke dalam tempat penampungan air  Menggunakan Abate  Abatisasi .

semacam tempayan dan drum. agar nyamuk tidak masuk dan berkembang Mengubur barang2 bekas yang dapat menampung air hujan  . sulit air  abatisasi  Menutup rapat-rapat tempat penampung air.Secara Mekanis  DBD Gerakan 3M  Menguras bak mandi. drum atau kolam. paling tidak seminggu sekali  gampang air.

Secara Mekanis  Bersihkan lingkungan (PLUS)  Vas bunga  Wadah minum burung  Pasang kelambu  Pasang kasa pada setiap celah ventilasi  Jangan banyak gantungan baju  Jangan membiarkan ada air yang tergenang .

3M Larvasiding Ikanisasi Obat Nyamuk Semprot Obat Nyamuk Gosok plus Pencahayaan Ventilasi Kasa .

kepala timah/pantau  Insektisida Hayati (ekstrakTumbuh-tumbuhan)  Memanfaatkan Tanaman Pengusir Nyamuk populer . Air kolam diisi ikan pemakan jentik  Memelihara Ikan yang relatif kuat dan tahan. misalnya ikan mujair.Secara Biologis  Predator.

Ikan Kepala Timah .

Tanaman Pengusir Nyamuk Tanaman hidup pengusir nyamuk adalah: Jenis tanaman yang dalam kondisi hidup mampu menghalau nyamuk. artinya tanpa diolahpun mampu mengusir nyamuk. .

Lantana camera L/ Tembelekan Selasih Tagetes patula Tahi Kotok/ Bunga Tahi ayam Zodia (Evodiaa suaveolens) Geranium Lavender spp. .

RS. Karena lokasi ini penduduknya berasal dari berbagai wilayah maka kemungkinan diantaranya terdapat penderita atau orier yang membawa virus dengue yang berlainan dari masing-masing lokasi asal. . Restoran. C. dan Tempat Ibadah. Hotel. Pasar. Pemukiman baru di pinggir kota. Puskesmas. Tempat-tempat umum seperti sekolah.TEMPAT POTENSIAL BAGI PENULARAN A. Wilayah yang banyak kasus DBD B.

 Manggigit dalam posisi sesuai dengan posisi mendarat di permukaan kulit korbannya. .

.

panas/demam. haus.A. Pengkajian 1. sakit kepala. mual. nyeri telan  nyeri ulu hati  nyeri pada otot dan sendi  Pegel” pd seluruh tubuh  konstipasi . Data Subyektif  lemah. anorexia.

wajah tampak kemerahan {flushing}  Mukosa mulut kering.lidah kotor  Ptekie. hematoma. melena  Hyperemia pd tenggorokan. epistaxis. nyeri tekan pd epigastrik .uji tournikuet positif. Data Obyektif  Suhu tubuh meninggi.perdarahan gusi. hematemesis. akimosis.2.

gelisah.Lanjutan………!  pada palpasi teraba adanya pembesaran hati dan limpa  pada renjatan{derajad 4}.nadi cepat dan lemah.hipotensi.nafas dangkal  Peningkatan suhu tubuh ( hipertermia ) b/d proses penyakit ( viremia ) .ekstremitas dingin.cyanosis perifer.

Fokus Intervensi 1.   Hipertermi berhubungan dgn proses Viremia Kriteria Hasil : Suhu tubuh normal ( 36 – 37 C ) Pasien bebas dari demam b. Intervensi :  Kaji saat timbulnya demam    Observasi TTV setiap 3 jam Anjurkan pasien utk byk minum  2.B. a.5 L/24 jam Berikan kompres dingin   Anjurkan utk tdk memakai selimut & pakaian yg tebal Berikan therapy intravena dan obat – obatan sesuai program dokter .

pasien mampu menghabiskan makanan sesuai dengan porsi yang diberikan . Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual. anoreksia dan sakit saat menelan  Kriteria Hasil : Kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi.2. muntah.

obat – obat antasida • Ukur BB pasien setiap hari • Kurang pengetahuan ttg proses penyakit. perawatan & obat b/d kurang imformasi . diet. tim & dihidangkan saat masih hangat • • • Memberikan makanan dlm porsi kecil & frekuensi sering Catat jumlah / porsi yg dihabiskan pasien Berikan nutrisi parental (kolaborasi dengan dokter). Intervensi : • • Kaji keluhan yg dialami pasien Beri makanan yg mdh ditelan spt bubur.

 KH : Pengetahuan tentang proses penyakit meningkat & pasien / keluarga mampu menceritakan kembali • Intervensi : o Kaji tingkat pengetahuan pasien / keluarga ttg DHF o Jelaskan ttg proses penyakit. perawatan & obat dgn bhs & kata – kata yg mdh dipahami o Jelaskan semua prosedur yg akan dilakukan & manfaatnya bagi pasien o Berikan kesempatan pd pasien / keluarga utk menanyakan hal – hal yg ingin diketahui sehubungan dgn penyakit yg dialami pasien o Gunakan leaflet atau gambar dlm memberikan penjelasan . diet.

tanda perdarahan lebih lanjut  Jumlah trombosit meningkat  Intervensi :  Monitor tanda penurunan trombosit yg disertai dgn tanda –       tanda & konsul Berikan penjelasan ttg pengaruh trombositopenia pd pasien Monitor jumlah trombosit setiap hari Anjurkan pasien utk byk istirahat Berikan penjelasan pd pasien / keluarga utk segera melapor jika ada tanda perdarahan lebih lanjut Jelaskan obat – obat yg diberikan & manfaat serta akibatnya Antisipasi terjadinya .4. Potensial tjd perdarahan lebih lanjut b/d trombositopenia  KH :  Tidak terjadi tanda .

Ggn aktivitas sehari – hari b/d kondisi tubuh yg lemah  KH :  Kebutuhan aktivitas sehari –hari terpenuhi  Pasien mampu mandiri setelah bebas demam  Intervensi :  Kaji keluhan pasien  Bantu pasien memenuhi kebutuhan aktivitasnya sehari – hari sesuai dgn tingkat keterbatasan pasien  Bantu pasien utk mandiri dgn perkembangan kemajuan fisik  Beri penjelasan ttg hal – hal yg dpt membantu & meningkatkan kekuatan fisik  Letakkan barang – barang ditempat yg mdh terjangkau oleh pasien  Siapkan bel .5.

. usahakan situasi ruangan yg tenang  Berikan teknik relaksasi & distraksi  Berikan ……….6. Ggn rasa nyaman nyeri b/d mekanisme patologis  KH :  Rasa nyaman pasien terpenuhi  Nyeri berkurang atau hilang  Intervensi :  Kaji tingkat nyeri pasien  Kaji faktor – faktor yg mempengaruhi reaksi terhadap nyeri  Berikan posisi yg nyaman.

trombosit Perhatikan keluhan pasien .7. Ht. Potensial tjd syok hipovolemik b/d perdarahan  KH :  Tidak terjadi shock hipovolemik  TTV dalam batas normal  KU baik  Intervensi :         Monitor KU pasien Observasi TTV tiap 2 – 3 jam Monitor tanda – tanda perdarahan Anjurkan pd pasien / keluarga utk segera melapor jika ada tanda – tanda perdarahan Beri terapi cairan intravena & transfuse jika terjadi perdarahan ( kolaborasi dokter ) Segera puasakan jika terjadi perdarahan saluran pencernaan Cek Hb.

menetapkan cara mengatasi masalah selama dirawat di Rumah Sakit  Intervensi :  Berkomunikasi dgn bhs yg mdh dimengerti oleh pasien melindungi pasien dari situasi stress  Berikan kesempatan & dorongan pd pasien utk mengungkapkan perasaan & persepsinya . Koping individu yg tdk efektif b/d perawatan di RS  KH :  Pasien dpt mengidentifikasikan kekuatan dirinya. koping yg efektif & memanfaatkan sumber – sumber eksternal.8.

 Bantu pasien mengkaji & mengidentifikasi situasi & masalah yg timbul  Diskusikan & bantu pasien mengidentifikasi koping yg efektif  Libatkan h / komponen darah sesuai dgn instruksi medis  Gunakan blood set utk pemberian transfuse  Observasi TTV pasien  Jelaskan tanda – tanda reaksi transfuse  Anjurkan keluarga / pasien melapor tanda – tanda reaksi transfusi .

 Intervensi:  Berikan obat – obatan untuk mengatasi perdarahan sesuai dengan program dokter  Baringkan pasien terlentang atau posisi datar .9. Potensial tjd reaksi tranfuse b/d pemberian tranfuse  KH :  Reaksi transfusi tidak terjadi.

Kecemasan b/d kondisi pasien yg memburuk  KH :  Kecemasan berkurang  Intervensi :  Kaji rasa cemas yang dialami pasien / keluarga  Tunjukkan sikap empati  Beri kesempatan pada pasien / keluarga untuk mengungkapkan rasa cemasnya  Gunakan komunikasi terapeutik .10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful