Case Report Epilepsi General ec.

Post Traumatik Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Pembimbing : dr. Listyo Asist, Sp.S. dr. Eddy Rahardjo t, Sp.S.

Oleh : Rolly Mandari J500 060 050 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

IDENTITAS PASIEN

Nama : Nn. Usia : 16 tahun Jenis kelamin : perempuan Alamat : Grogol 2/4 Suruh Tasikmadu Karanganyar Agama : Islam No. RM : 255389 Pekerjaan : pelajar Tanggal Masuk : 20 Nopember 2012 Tanggal Pemeriksaan :21 Nopember 2012

ANAMNESIS

Keluhan Utama Keluhan Tambahan

Kejang Pusing cekot-cekot (+) nyeri pada wajah kiri (+) Pasien adalah konsulan dari bangsal THT dengan keluhan kejang. Pasien dirawat dibagian THT dengan diagnosis sinusitis maxilaris bilateral

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dengan keluhan riwayat kejang semenjak 2 bulan yang lalu, selama 2 bulan pasien sudah mengalami kejang sebanyak 2 kali, kejang pertama dirasakan 10 menit kejang ke 2 dirasakan lebih dari 1 jam dan dalam keadaan tidak sadar.

Riwayat Penyakit Dahulu Pasien pernah mengalami kecelakaan lebih dari 2 bulan yang lalu mengakibatkan trauma pada kepala. 2 minggu pasca kecelakaan waktu disekolah pasien sering mengeluh pusing dan akhirnya kejang selama 10+ menit dan dibawa ke IGD. Riwayat penyakit hipertensi. Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan serupa dengan pasien. Riwayat Penyakit Keluarga . dan gangguan jantung disangkal. diabetes mellitus.

Pasien tidak memiliki alergi terhadap obatobatan tertentu. mengkonsumsi minuman beralkohol (-). Pasien mengaku bahwa dia tidak sedang mengalami stress dan tidak ada masalah yang terlalu mengganggu. . penggunaan obat-obatan terlarang disangkal. Pasien dapat bersosialisasi dengan baik dan mempunyai banyak teman.Riwayat Kebiasaan/Pola Hidup Kebiasaan merokok (-).

Kardiovaskuler : nyeri dada (-) berdebar-debar (-). kelemahan anggota gerak (-) Integumen : kulit warna kecoklatan. demam (-). pilek (+) sesak (-) GIT : mual (+). pucat (-). muntah.Anamnesis Sistem  Serebrospinal : penurunan kesadaran (+). sikatrik (-). nyeri kepala (-). kebiruan pada ujung ekstremitas (-) Respirasi : batuk (-). (+) diare (+) Musculoskeletal : nyeri otot (-). kejang (+). bintik merah (-) Urogenital : BAK normal .

yang terakhir kemaren lebih dari 1 jam. .Resume Anamnesis seorang perempuan datang dengan keluhan kejang. selama 2 bulan pasien telah mengalmi 2 kali kejang. setelah 2 minggu pasca jatuh dari motor. Pasien memiliki riwayat kejang sejak 2 bulan yang lalu. sebelumnya pasien juga mengeluh pusing cekot-cekot.

Palpasi : JVP tidak meningkat. . simetris Kepala Mata : Conjungtiva anemis (-/-). Pemeriksaan Leher Inspeksi : bentuk normal. sklera ikterik (-/-). reflex cahaya (+/+).6ºC N : 80 kali/menit RR : 20 kali/menit BB : ± 43 kg Pemeriksaan Kepala : normocepall. pembesaran kelenjar tiroid (-).PEMERIKSAAN FISIK STATUS GENERALIS Keadaan Umum Kesadaran : Compos mentis GCS E4V5 M 6 Vital Sign TD : 120/70 mmHg Suhu : 36. isokor.

retraksi (-/-). bising jantung (-) . reguler.  Palpasi : Fremitus kanan kiri sama  Perkusi : Sonor (+/+) Pulmo  Auskultasi : Suara dasar vesikuler (+/+) normal. ketinggalan gerak Thorax (-/-). wheezing (-/-) Cor Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat Palpasi : Ictus kordis teraba di SIC V linea midclavicularis sinistra Perkusi : Redup Auskultasi : BJ I-II int.Pemeriksaan  Inspeksi : Simetris. rhonki (-/-).

sianosis Pemeriksaan Ekstremitas . hepar dan lien tidak teraba  Perkusi : Timpani Superior (-/-) at inferior : Oedem (-/-). terlihat massa  Auskultasi : Peristaltik (+) normal  Palpasi : Supel.Pemeriksaan Abdomen  Inspeksi tidak : Permukaan sama dengan dada. nyeri tekan (-).

STATUS NEUROLOGIS Kepala ● ● ● Bentuk : Normal Nyeri tekan : (-) Simetri : (+) Sikap : Normal Pergerakan : Normal Kaku kuduk : Tidak ada Nyeri tekan : Tidak ada Bentuk vertebra : Normal Bising Karotis : (-/-) Leher ● ● ● ● ● ● .

N I (olfaktorius) Kanan Subjektif Dengan bahan N N Kiri N N N II (optikus) Kanan Tajam penglihatan Lapang penglihatan Melihat warna Fundus okuli Retina Papil Perdarahan minus N N Tak dilakukan Tak dilakukan Tak dilakukan Tak dilakukan Kiri diplopia N N Tak dilakukan Tak dilakukan Tak dilakukan Tak dilakukan .

isokor + + Kiri N N (3 mm) Bulat.isokor + + + N IV (Troklearis) Pergerakan mata (kebawahkedalam) Strabismus konvergen Diplopia Kanan N Kiri N - .N III (occulomotorius) Strabismus Nistagmus Gerakan mata (atas ke bawah) Ptosis Pupil   Besar Bentuk Refleks Cahaya Refleks Konsensual Melihat kembar Kanan N N (3 mm) Bulat.

N V (Trigeminus) Membuka mulut Mengunyah Menggigit Refleks Kornea Sensibilitas Muka Refleks bersin Refleks masseter Refleks zigomatikus Trismus N(s) N(s) N(s) N(s) N(s) N(s) + + N(d) N(d) N(d) N(d) N(d) N(d) + + N VI (Abdusen) Kanan Pergerakan mata (ke lateral) Sikap bulbus Melihat kembar N Ditengah Kiri N Ditengah + .

N VII (Facialis) Mengerutkan dahi Menutup mata sudut mulut Menggembungkan pipi Daya kecap lidah 2/3 depan Refleks aurikulo palpebral Refleks visuopalpebra + + N + N + + .

N VIII (Akustikus) Kanan Detik arloji Suara berbisik Tes Schwabach Tes Rinne Tes Weber N N N N N Kiri N N N N N N IX (Glossofaringeus) Daya kecap lidah 1/3 belakang Arkus faring Reflek muntah Tersedak Tak dapat dinilai N + - .

N X (Vagus) Arkus faring Nadi Bersuara (fonasi) Gangguan menelan Uvula normal N + - N XI (Aksesorius) Sikap bahu Mengangkat bahu Memalingkan kepala N + + N XII (Hipoglossus) Sikap lidah Tremor lidah Artikulasi Menjulurkan lidah N + + .

distensi nyeri tekan (-) N N (-). Meningeal Sign •Kaku kuduk (-) •Brudzinski I (-) •Brudzinski II (-) •Brudzinski III (-) •Brudzinski IV (-) •Kernig (-) Refleks kremaster Tidak dilakukan .Badan Trofi otot punggung Eutrofi Nyeri membungkukkan (-) badan Kolumna vertebralis N Trofi otot dada Palpasi dinding perut Gerakan Refleks dinding perut Eutrofi Supel.

Anggota Gerak Atas Kanan Pergerakan Kekuatan Trofi Tonus Biceps Triseps Hoffman-Tromner N 5 Normotrofi Normotonus Refleks + + Sensibilitas Taktil Nyeri Termis Diskriminasi N N N N N N N N + + Kiri N 5 Normotrofi Normotonus .

Kanan Drophand Pitcher’s hand Claw hand Warna kulit Kontraktur N (kecoklatan) - Kiri N (kecoklatan) - Perluasan refleks -/Refleks silang -/- .

Anggota Gerak Bawah Kanan Pergerakan Kekuatan Trofi Tonus Lateralisasi N 5 Normotrofi Normotonus Sensibilitas Taktil Nyeri Termis Diskriminasi N N N N N N N N Kiri N 5 Normotrofi Normotonus - .

Refleks Patella Achilles Babinski Chaddock Schaeffer Oppenheim Gordon Klonus Kanan + + - Kiri + + - Droop foot Kontraktur Warna kulit Palpasi Kanan N (kecoklatan) Udem (-) Kiri N (kecoklatan) Udem (-) .

Koordinasi keseimbanga n Cara berjalan : normal Tes Romberg : (-) Diadokokinesis : tidak dilakukan Ataksia : tidak dilakukan Rebound Phenomen : tidak dilakukan Disemetri : tidak dilakukan Nistagmus : (-) Gerakangerakan abnormal Alat vegetatif Tremor :Athetosis :  Miksi :N Defekasi :+ .

9 AT 148 GDS N .0 • Orbita dan nasofaring (N) MCH 23.6 • Sistem ventrikel (N) Hb 9.9 • Tak tampak destruksi tulang MCHC 31.2 MCV 75.PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan ct scan : • Tampak lesi densitas cairan Hasil EEG • Spn (N) • Tak tampak lesi di intra cranialHasil darah rutin AL 4.5 • Lateralisasi (-) AE 37.0 • Tak tampak hipertropi konka Hct 28.

post traumatic Diagnosis neuro Konsulan THT Diagnosis : Sinusitis Maxilaris bilateral . Cranialis : dalam batas normal Meningeal sign : (-) Ekstremitas : dalam batas normal Alat vegetatif : dalam batas normal Dx.Resume Kesadaran : Compos menti. Topis : lesi korteks cerebri Dx. GCS E4V5 M 6 Vital sign : dalam batas normal N. Klinis : Tonic-Clonic Convulsion Dx. Etiologi : epilepsi general ec.

 Pasien diminta untuk meminum obatnya dengan teratur . B6.Terapi Medikamento sa Midazolam IM. khususnya agar pasien tidak melakukan hal hal yang dapat mebahayakan dirinya dan orang lain di sekitarnya. B12 Methilprednisolon Konsulan THT ciproploxacin Non Medikamento sa  Pasien disarankan untuk tidak melakukan aktifitas yang dapat membahayakan apabila episode kejang terjadi. (contoh: mengemudikan kendaraan)  Keluarga pasien diminta untuk mengawasi pasien saat episode kejang terjadi. Ceftriacson B1.

Klasifikasi epilepsi ( Zullies Ikawati’S Lecture Notes ● ● epilepsi Kejang Tonic-clonic Abscense Myoclonic Atonic Simple Complex umum parsial siezure partial partial attacks seizure convulsion seizSimple seizures partial seizureure .

pendengaran dan penglihatan menjadi kabur.Differential diagnosis 1. Sindrome hyperventilasi: Pasien menderita merasa aktivitas epileptiform. kesadaran tetap baik 2. parastesia. tetapi tidak ritmis. Sinkope. tidak ada 3. tetapi EEG normal. cemas. tak ada gejala otomatisme /bangkitan tonik-klonik kehilangan keseimbangan. . Pusing . Pseudoseizure: factor presipitasinya berupa emosi. respons menjadi lambat. rasa tidak enak di daerah epigastrik. eksrimitas bergerak-gerak dengan keras.

Inkontinensia urine 6. Periode tak sadarkan diri cenderung berlangsung lebih lama pada kejang 5. sebagai gambaran klinis yang didni 3. Nyeri kepala dan keluhan 1. Tidak ada keluhan sakit kepala atau keluhan pening 8. Sering diawali oleh aura yang terjadi akibat pelepasan impuls setempat. Pulihnya kesadaran 7. Periode tak sadarkan diri lebih sebentar dibanding pada epilepsy 5. Serangan tak bersifat berulangulang . 3.epilepsi sinkope 1. 4. Warna kulit pasien mungkin tidak berubah selama kejang kendati dapat terjadi sianosis. Inkontinesia urine jarang terjadi 6. Ada gejala pucat . Biasanya terjadi lebih terencana dan tanpa aura 4. Pulihnya kesadaran berlangsunglambat setelah kejang 7. Jarang terjadi ketika pasien dalam posisi berbaring 2. Pada siang/malam hari tanpa tergantung pada posisi tubuh pasien 2.

pembahasan epilepsi Traumat Lesi Fokus Ketidakseimbanganmekanisme Depolarisasi Kortek epileptogen kepala serebri membran neuron eksitasi daninhibisi pada neuron postsina .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.