You are on page 1of 26

BAB I PENDAHULUAN

Lahirnya Ilmu Pengetahuan yang secara historis sering dikaitkan dengan induknya yakni Filsafat telah banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia, terlebih lagi dengan makin intensnya penerapan Ilmu dalam bentuk Teknologi yang telah menjadikan manusia lebih mampu memahami berbagai gejala serta mengatur Kehidupan secara lebih efektif dan efisien. Semua itu pada dasarnya tidak terlepas dari Kegunaan Ilmu itu sendiri yakni untuk memahami, menjelaskan, mengatur dan memprediksi berbagai kejadian baik yang bersifat kealaman maupun sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia. Setiap masalah yang dihadapi manusia selalu diupayakan untuk dipecahkan agar dapat dipahami, dan setelah itu manusia menjadi mampu untuk mengaturnya serta dapat memprediksi (sampai batas tertentu) kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan pemahaman yang dimilikinya. Upaya-upaya untuk menjawab dan memahami masalah yang dihadapi ada yang mendasarkan pada kemampuan rasio semata dengan menggunakan hukum-hukum logika (Sylogisme/Analogi), sementara itu ada juga yang lebih mendasarkan pada bukti-bukti yang diperoleh dalam dunia nyata, yang pertama sering disebut aliran Rasionalisme-idealisme yang mengacu pada pengetahuan a priori dan yang kedua disebut aliran Empirisme yang mengacu pada pengetahuan a posteriori. Meskipun kedua paham tersebut sepintas nampak berada pada poisisi diametral, namun dalam kenyataannya keduanya bersifat komplementer seperti terlihat dalam suatu kegiatan Penelitian, baik penelitian Kuantitatif maupun Kualitatif (dalam batas tertentu). Penelitian Kuantitatif (Quantitative Research) adalah salah satu bentuk penelitian yang umumnya diposisikan sebagai kebalikan dari
stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

1

penelitian Kualitatif (Qualitative Research). Secara umum penelitian Kualitatif atau naturalistic inquiry sering diartikan sebagai prosedur penelian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan prilaku yang dapat diamati, demikianlah pendapat Bogdan dan Guba, sementara itu penelitian Kuantitatif diartikan sebagai penelitian yang dalam pelaksanaannya menggunakan pengukuran-pengukuran serta angkaangka sebagai bahan untuk dilakukan analisis melalui pendeskripsian dan kemudian dilakukan generalisasi. Memposisikan kedua macam penelitian tersebut sebagai sesuatu yang berdiri secara diametral nampaknya perlu hati-hati, mengingat dalam kenyataannya pemaduan ke duanya bukan sesuatu yang mustahil, bahkan sangat mungkin, sebagaimana dikemukakan banyak akhli dalam bidang penelitian seperti tertuang dalam buku Mixing Methods : Qualitative and Quantitative Research yang dihimpun Julia Brannen. Dalam buku tersebut, yang terdiri dari tulisan beberapa akhli, nampak terlihat upaya penggabungan kedua jenis penelitian tersebut serta implikasi-implikasi teoritis metodologis yang kelihatannya masih memerlukan kajian lebih jauh. Namun demikian suatu hal yang penting dari ide dasar buku tersebut adalah bahwa pemikiran yang dikhotomis antara metode kualitatif dan kuantitatif perlu dicermati kembali, sebab hal itu tidak akan membawa pada inovasi yang sangat diperlukan dalam memahami masalah-masalah sosial yang sangat kompleks yang terjadi di masyarakat dengan tingkat perubahan yang sangat cepat. Diantara para Pakar ada yang menganalogikan penelitian Kualitatif sebagai metode induktif yakni suatu metode yang berawal dari pengumpulan data-data empiris, kemudian dikaji untuk diketahui pola-pola atau tema dan kemudian dikembangkan menjadi teori, konsep-konsep yang dimiliki peneliti sifatnya sangat umum dan bisa berubah sesuai dengan perkembangan penelitian, dalam penelitian kualitatif Variabel bisa merupakan produk atau
stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

2

Pentingnya Penelitian Secara naluriah manusia selalu berusaha untuk memahami berbagai gejalagejala yang terjadi dalam kehidupan baik gejala alam maupun gejala sosial. atau bahkan bersifat integral.hasil dari suatu penelitian. Dengan memahami hal tersebut. baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif adalah diikutinya persyaratan secara disiplin sesuai dengan bentuk penelitiannya. Disamping itu dalam penelitian kuantitatif Variabel-variabel ditentukan terlebih dahulu sebagai panduan tentang apa yang mau diteliti. sehingga dinamika penelitian akan semakin kaya serta temuan-temuannya menjadi lebih variatif dengan sudut pandang yang multidimensi. Suatu hal yang penting dalam melakukan penelitian dengan salah satu bentuk penelitian. berbagai gejala dicoba untuk dijawab/dijelaskan sesuai dengan kapasitas masing-masing. jelas bahwa kedua macam metode tersebut yakni Kualitatif dan Kuantitatif perlu dipahami secara baik tanpa perlu mempertentangkannya. Method of tenacity. b.1. Berpegang pada pendapat orang-orang yang dianggap pakar stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 3 . melainkan melihatnya sebagai sesuatu yang bersifat komplementer. Berpegang teguh pada sesuatu pendapat yang sudah diyakini sejak lama. Method of Authority. Menurut Charles Pierce terdapat empat cara untuk mengetahui dan menjelaskan gejala-gejala alam yaitu : a. 1. yakni metode dimana pada awal penelitian ditentukan hipotesis sebagai turunan dari kerangka teori untuk kemudian dilakukan pengujian berdasarkan data empiris. variabel-variabel tersebut dibingkai dalam suatu hiupotesis untuk kemudian diujikan terhadap data penelitian. agar hasil yang diperoleh dari penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. sementara itu Penelitian kuantitatif dianalogikan sebagai metode deduktif.

dan Variabel dalam Penelitian. menjelaskan.2. sehingga suatu kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan. dan apabila telah diorganisasikan sedemikian rupa serta terbingkai dalam suatu obyek formal dan obyek material tertentu terwujudlah suatu Ilmu. Teori. Method of intuition. 1. Berpegang pada suatu keyakinan pribadi yang sudah dianggap jelas benarnya tanpa perlu pembuktian. oleh karena itu apabila suatu ilmu telah menjadi disiplin tersendiri. d. baik itu yang berkaitan dengan Alam maupun Kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu bidang pendidikan pun jelas memerlukan metode ilmiah ini dalam memahami/menjelaskan berbagai masalah dalam bidang pendidikan. karena hal itu dapat membantu manusia dalam memperoleh suatu pemahaman dan penjelasan yang akurat dan dapat dipercaya terhadap masalah-masalah yang dihadapi. akan muncul teori baru baik sebagai penambahan maupun sebagai koreksi atas teori lama.c. Scientific Method. dalam kaitan ini tepat sekali pernyataan Kerlinger dalam Bukunya Foundation of Behavioural Research yang menyatakan bahwa Tujuan utama Ilmu sebenarnya Teori. sementara itu Ilmu lebih jauh dapat membantu untuk mengkaji guna memahami gejala-gejala baru yang dihadapi manusia sehingga lahirlah teori-teori . Upaya-upaya manusia untuk mampu memahami. Konsep. Wallen “the scientific method provides us with another way of obtaining information – information that is as accurate and reliable as we can get. Menurut Jack R. Berpegang pada suatu pendapat yang sudah terbukti berdasarkan suatu metode berpikir Ilmiah Penelitian pada dasarnya merupakan suatu metode ilmiah dalam membantu memahami dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi manusia dalam kehidupan. memprediksi berbagai kejadian dalam kehidupan telah melahirkan berbagai macam teori. Fraenkel dan Norman E. sekarang apa sebenarnya yang dimaksud dengan Teori ? stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 4 . Dengan demikian nampak jelas pentingnya penelitian.

pernyataan yang menggambarkan hubungan antar konsep disebut proposisi. oleh karena itu untuk keperluan penelitian perlu adanya penjabaran-penjabaran ke tingkatan yang lebih kongkrit agar observasi dan pengukuran dapat dilakukan. baik berupa keadaan. dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menggambarkan relasi di antara variabel. suatu pernyataan yang tidak dapat menjelaskan dan memprediksi sesuatu bukanlah teori. Dalam suatu teori. kejadian. Sementara itu Kenneth D. Bailey dalam bukunya Methods of Social Research menyatakan bahwa teori merupakan suatu upaya untuk menjelaskan gejala-gejala tertentu serta harus dapat diuji.Kerlinger mendefinisikan Teori sebagai himpunan konstruk (konsep). konsep juga sering diartikan sebagai abstraksi dari suatu fakta yang menjadi perhatian Ilmu. Teori terdiri dari sekumpulan konsep yang umumnya diikuti oleh relasi antar konsep sehingga tergambar hubungannya secara logis dalam suatu kerangka berpikir tertentu. individu ataupun kelompok. Umumnya konsep tidak mungkin/sangat sulit untuk diobservasi secara langsung. Pengertian ini mengindikasikan bahwa penjelasan (explanation) dan peramalan (prediction) merupakan dua hal yang dapat diperankan oleh teori melalui konsep-konsep serta pandangan sistematis terhadap berbagai fenomena yang dilihat dari sudut relasinya dengan gejala-gejala lain. Konsep pada dasarnya merupakan suatu gambaran mental atau persepsi yang menggambarkan atau menunjukan suatu fenomena baik secara tunggal ataupun dalam suatu kontinum. lebih jauh Bailey menyebutkan bahwa komponen-komponen dasar dari teori adalah Konsep (Concept) dan variabel (Variable). sedangkan proposisi merupakan himpunan yang membentuk teori. konsep-konsep sering dinyatakan dalam suatu relasi atau hubungan antara dua konsep atau lebih yang tersusun secara logis. untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. dengan demikian konsep merupakan himpunan yang membentuk proposisi. definisi. stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 5 .

Lemari. konsep empiris dan konsep Analitis. Kecerdasan Emosi 3. menurut Sofian Effendi. Guru Besar UPI Bandung telah lama merumuskan penjabaran-penjabaran Konsep untuk kepentingan suatu penelitian kedalam tiga tingkatan yaitu konsep Teori. Konsep Teori Pendidikan Konsep Empiris Konsep Analitis . akan ditemui dua jenis konsep yaitu pertama konsep-konsep yang jelas hubungannya dengan realitas (Misalnya : Meja. Bambang Suwarno. Penjabaran Konsep No 1.1. Dr. Sementara itu menurut Bailey konsep yang 6 stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 . sementara konsep analitis merupakan konsep yang menunjukan apa dan bagaimana konsep empiris tersebut dapat diketahui untuk keperluan analisa. H. Komitmen). kemudian dioperasionalkan ke dalam item-item pernyataan atau pertanyaan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian.Asal Sekolah Jawaban responden . Kecerdasan.Dalam suatu peneltian.Waktu menyelesaikan SLA tentang asal sekolah. -Membina Hubungan -Pengetahuan tentang Pro. Pengetahuan Manajemen Apabila konsep analitis telah diketahui. Konsep teori mempunyai tingkat abstarksi yang tinggi dan merupakan pengertian esensil dari suatu fenomena.Jawaban Responden ses Manajemen atas test yang -Pengetahuan tentang diberikan tentang Substansi Manajemen proses manajemen dan substansi manajemen 2. .Ijazah terakhir yang dimiliki waktu menyelesaikan sekolah dan ijazah terakhir yang dimiliki -Pengenalan emosi diri Jawaban Responden -Pengelolaan emosi akan skala yang -Motivasi Diri disusun berdasarkan -Pengenalan emosi pihak skala Likert dengan lain empat pilihan. untuk lebih jelas dapat dilihat dalam contoh berikut : Tabel 1. Sementara itu Prof. Kursi) dan kedua konsep-konsep yang lebih abstrak dan lebih kabur hubungannya dengan realitas (misalnya : Motivasi. MA . konsep empiris merupakan gambaran konsep yang sudah dapat diobservasi.

dengan pemahaman seperti ini maka Variabel menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kaitannya dengan teori dan penelitian.1. Variabel. hubungan tersebut akan nampak sebagai berikut : Gambar 1. indikator dan stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 7 . Umumnya variabel merupakan operasionalisasi dari konsep. indikator. Hubungan Teori. apabila variabel merupakan suatu konsep maka penjabaran seperti yang dikemukakan oleh Prof.mempunyai nilai tunggal disebut konstanta sedang konsep yang mengandung lebih dari satu nalai disebut variabel. Bambang akan sangat membantu. dalam suatu penelitian.Konsep. karena telah mengikuti suatu method of scientific Thinking Dari uraian di atas nampak bagaimana hubungan/kaitan dan urgensinya antara teori. maka langkah berikutnya tinggal menentukan indikator sebagai patokan dalam membuat item-item pertanyaan/pernyataan (Instrumen Penelitian) yang diperlukan untuk pengumpulan data dalam penelitian. meskipun bisa juga berbentuk konsep yang kontinum sehingga mempunyai variasi nilai. konsep. dan ini akan mendorong pada terwujudnya suatu penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. dalam konteks analisis hubungan. Dengan memahami apa yang diungkapkan di atas maka seorang peneliti akan dapat melakukan langkah berpikir secara sistematis. berasal dari kata Vary yang berarti berubah-ubah atau bervariasi baik dalam substansinya maupun dalam jenis dan keluasannya. variabel dikelompokan ke dalam variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel. serta Instrumen Penelitian. secara etimologis. variabel. sedangkan bila variabel merupakan penjabaran dari konsep (sehingga sudah operasional). dan apabila digambarkan.

Konsep.Instrumen Penelitian TEORI PROPOSISI PROPOSISI KONSEP KONSEP Hipotesis KONSEP KONSEP VARIABEL VARIABEL VARIABEL VARIABEL INDIKATO R INDIKATO R INDIKATO R INDIKATOR INSTRUMEN PENELITIAN/DATA PENELITIAN Gambar di atas menunjukan hubungan Teori. Variabel. kemudian menentukan proposisi yang akan dijadikan fokus kajian.3. Proses Penelitian Suatu penelitian yang mencoba menganalisis hubungan antar fenomena harus di dasarkan pada suatu kerangka teori tertentu sebagai bingkai. dan sekaligus juga menggambarkan bagaimana suatu penelitian (Kuantitatif) berproses dalam suatu urutan Method of Thinking. proposisi yang tidak dapat dibuktikan/diuji secara langsung dalam penelitian disebut Teori atau bagian dari suatu Teori ( Axiomatic Theory) sedangkan stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 8 . 1. Indikator serta Instrumen Penelitian untuk pengumpulan Data.

hal ini berarti bahwa peneliti bergerak dari tahapan konseptualisasi ke tahapan operasionalisasi. disamping mengacu pada Teori. sebagai berikut : Gambar 1.Proposisi yang akan diuji dalam penelitian disebut Hipotesis. menurut Fisher. Konsep-konsep dijabarkan kedalam Variabel-variabel kemudian ditentukan Definisi operasional ( indikator-indikator) dari konsep atau variabel. Hipotesis juga bisa bersumber pada Empirical Generalization (Generalisasi empiris adalah pernyataan suatu hubungan berdasarkan induksi dan terbentuk berdasarkan observasi tentang adanya hubungan tersebut).2. untuk kemudian dioperasionalkan guna keperluan observasi. Dengan teori dan konsep-konsep tertentu peneliti kemudian perlu mengoperasionalkan menjadi sesuatu yang bisa diamati.2. pernyataan hubungan antar Variabel (Konsep yang punya nilai Kontinum) yang akan diuji merupakan hipotesa yang menjadi arah penelitian. yang kemudian menjadi dasar dalam penyusunan Instrumen penelitian sebagai alat untuk pengumpulan data. meskipun pada akhirnya generalisasi empiris ini memerlukan sandaran Teori yang dapat memperkuatnya. Hubungan antar Konsep yang mengacu pada teori merupakan proposisi. Pentingnya teori dalam suatu penelitian mengindikasikan bahwa seorang peneliti perlu membekali dirinya dengan pendalaman teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang akan dikaji dalam penelitian. serta pengujian hipotesis yang apabila menggunakan analisis statistik perlu dikemukakan hipotesis statistiknya. Hubungan tersebut terlihat dalam gambar 1. Hubungan antara Unsur-unsur Penelitian Proposisi stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 KONSEP KONSEP 9 . berfungsi sebagai peta yang mengorganisasikan gejala-gejala menjadi kelas-kelas yang dapat dikenal dengan prosedur penjabaran hubungan antara hukum-hukum teoritis dan fenomena empiris. hal ini juga dikarenakan teori itu.

dan diakhiri dengan penafsiran hasil penelitian untuk kemudian hasil penelitian dapat dijadikan sebagai dasar pemilihan masalah serta hipotesis bagi penelitian selanjutnya.3. pengumpulan data. Diawali dengan pemilihan masalah dan penentuan hipotesis. Tahapan dalam Proses Penelitian 1 Choosing the problem and stating Hypothesis stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 10 . Menurut Bailey tahapan-tahapan dalam penelitian harus dilihat dalam suatu kesatuan yang sifatnya melingkar dan saling ketergantungan.yang bila digambarkan nampak sebagai berikut : Gambar 1. 1989 Metode Penelitian Survey. seorang peneliti perlu memahami apa yang harus dilakukan bila akan melakukan penelitian. LP3ES) setelah memahami uraian di atas. perumusan rancangan penelitian. hal ini dimaksudkan agar tahapan-tahapan pelaksanaannya akan mengikuti suatu proses yang logis dan sistematis.Hipotesis VARIABEL VARIABEL Hipotesis Statistik DEFINISI OPERASIONAL DEFINISI OPERASIONAL (Sumber: Sofian Effendi. pengkodean dan penganalisaaan data.

proses yang mesti dilalui adalah : 1. Menentukan masalah yang akan diteliti . secara lebih rinci. mengumpulkan data. menganalisa dan menyimpulkan. mengkaji teori/generalisasi empiris dan memilih proposisi yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti 3. menjabarkan konsep/variabel menjadi operasional 6. membuat Instrument penelitian 8. 2. menentukan masalah yang akan diteliti . 7. A Methodological Approach. namun sebagai pegangan dasar sangat penting. dapat disimpulkan bahwa untuk suatu penelitian (kuantitatif). mengartikan masalah sebagai situasi stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 11 . Mc Guigan dalam bukunya Experimental Psychology. menentukan konsep-konsep dan/atau variabel-variabel 4. menentukan desain penelitian serta hipotesis 5.5 Interpreting Results 2 Formulating Research Design 4 Coding and Analyzing Data 3 Data Collection Gambaran yang dikemukakan Bailey nampak lebih bersifat garis besar. masalah secara sederhana sering diartikan sebagai kesenjangan antara apa yang ada (Das sein) dengan apa yang seharusnya (Das sollen). Dengan memahami uraian di atas. Penelitian pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan bila ada masalah yang perlu dipahami untuk dipecahkan. menentukan indikator-indikator konsep/variabel. sebagaimana dikutif oleh Supratiknya.

disamping itu maslah-masalah yang ingin diperoleh jawabannya melalui pertanyaan penelitian perlu mengacu pada suatu kriteria yang baik yakni : 1.atau keadaan saat kita mengalami tidak memiliki cukup informasi untuk menjawab suatu pertanyaan atau saat kita mengalami bahwa pengetahuan yang kita miliki kacau balau sehingga tidak mampu menjawab persoalan yang sedang kita hadapi. maupun dana. masalah/pertanyaan penelitain harus clear. baik dari Yakni segi. Artinya tidak merugikan masyarakat baik lingkungan alam maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Lebih jauh dikatakan bahwa masalah bisa tampil dalam salah satu dari tiga keadaan berikut ini yaitu : 1. masalah/pertanyaan memungkinkan untuk penelitain dilakukan harus penelitian feasible. termasuk fenomenan pendidikan. masalah/pertanyaan penelitain harus ethical. Meskipun disadari bahwa penelitian memerlukan adanya masalah. 2. karena hal itu berkaitan dengan konteks. Ada kesenjangan dalam pengetahuan kita. 3. namun masalah tidak selamanya mendorong seseorang untuk melakukan penelitian. maka nampaknya penelitian tidak terlalu diperlukan. Artinya bermakna bagi perolehan pengetahuan yang penting serta bagi masyarakat. Artinya jelas apa yang akan diteliti dan dapat dipahami secara umum. ada sejumlah informamsi tentang sesuatu hal yang saling bertentangan 3. stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 12 . cara berpikir serta substansi masalah. 2. apabila kita memiliki pengetahuan dan informasi serta penjelasan tentang segala sesuatu tentang fenomena alam. ada sesuatu fakta yang perlu dijelaskan. sosial. yakni kita menyadari ada sesuatu hal yang tidak kita ketahui atau terdapat informasi yang tidak kita miliki. waktu. 4. masalah/pertanyaan penelitain harus significant. urgensi. kemampuan. kemampuan.

pembatasan masalah. akan mempunyai fokus yang lebih tajam (dibanding seseorang yang terlibat dalam bidang non pendidikan) terhadap masalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan. di sini bisa juga diungkapkan tentang terjadinya kesenjangan antara stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 13 . Secara lebih rinci James H. dasarnya bisa bersifat teoritis ataupun praktis. Situasi praktis 6. Observasi terhadap praktek pendidikan 2. dalam hubungan ini sistematika penjelasan yang perlu dikemukakan adalah Latar belakang Masalah. Mengemukakan tentang alasan-alasan kenapa masalah tersebut timbul. Untuk itu seseorang yang ingin melakukan penelitian bidang pendidikan (juga dalam bidang-bidang yang termasuk kajian ilmu-ilmu lainnya) dalam menentukan masalah yang akan diteliti perlu melakukan langkah sistematis-logis dalam menggambarkan posisi masalah serta permasalahan yang ditelitinya. Studi kepustakaan 4. pengalaman pribadi dengan melihat sumber-sumber yang dapat menjadi dasar dalam penentuan masalah. serta perumusan masalah. Deduksi teori 3. mengindikasikan bahwa Masalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan sangat banyak dan beragam.Seseorang yang telah dan akan terlibat dalam suatu bidang kehidupan tertentu misalnya bidang pendidikan. Latar belakang Masalah. Masalah yang sedang terjadi 5. mengemukakan sumber-sumber yang dapat dijadikan acuan menentukan masalah adalah : 1. Identifikasi masalah. McMillan dan Sally Schumacher dalam bukunya Research in Education : A Conceptual Introduction . selain disebabkan karena luasnya bidang kajian serta terbatasnya informasi dan penjelasan yang dimiliki seseorang. temuan permasalahan bisa didapat melalui bacaan tentang literatur pendidikan ataupun berdasarkan pengalaman subyektif yang mendorong upaya untuk mencari penjelasan dalam konteks realitas pendidikan.

sehingga penelitian yang dilakukan mempunyai sandaran teoritis yang diperlukan stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 14 . oleh karena itu perlu dibatasi dengan memilih masalah-masalah terbatas yang mungkin dan akan diteliti oleh seorang peneliti Perumusan Masalah. Posisi dan permasalah yang komprtehensif sangat sulit. langkah ini mencakup pencarian dan pemilihan teori yang mendukung dan relevan dengan masalah yang akan diteliti. Mengungkapkan tentang posisi masalah serta permasalahan dalam lingkup yang luas terutama tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. dengan mengacu pada pembatasan masalah.apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi di lapangan. untuk itu sebaiknya diungkapkan data awal tentang hal tersebut. sehingga tergambar posisi dan permasalahannya secara komprehensif. Contoh : • apakah siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi tinggi mempunyai prestasi yang lebih tinggi dibanding siswa dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah • apakah terdapat hubungan antara kehadiran siswa di kelas dengan prestasi belajar • apakah penggunaan metode pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa Mengkaji Teori/Generalisasi empiris dan memilih proposisi yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti . Pembatasan Masalah. Pengkajian teori dan atau generalisasi empiris sebagai hasil-hasil penelitian sebelumnya merupakan hal yang penting. bahkan tidak mungkin untuk diteliti dalam satu penelitian. Perumusan masalah sebaiknya dalam bentuk pertanyaan yang menggambarkan variabel-variabel yang akan diteliti. Identifikasi masalah. Masalah yang akan diteliti perlu diperjelas dengan mengungkapkannya dalam bentuk rumusan permasalahan.

ada beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu : stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 15 . Studi literatur akan sangat membantu peneliti dalam melaksanakan penelitiannya. ini akan sangat membantu untuk pelacakan sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan masalah penelitian yang akan dilakukan (biasanya dalam bentuk indeks yang memungkinkan pelacakan lebih jauh pada sumber primernya) • Sumber Primer. agar studi kepustakaan dapat fokus dan efektif. langkah ini lebih sangat diperlukan dalam penelitian kuantitatif. dan sering sudah dibahas dalam konteks teori tertentu oleh penulis buku tersebut. ada tiga sumber yang biasanya dapat dipergunakan (sesuai kondisi) yakni : • Referensi umum. biasanya terdapat dalam buku-buku teks. hal ini dimaksudkan untuk mengetahui dan memahami secara lebih luas tentang masalah yang akan diteliti sehingga posisi masalah menjadi jelas dalam konteks teori atau hasil-hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh para pakar. Pengkajian teori umumnya dilakukan melalui studi literatur. Penerbitan yang memuat penjelasan hasilhasil penelitian orang lain. Dimana sebagian besar sumber ini biasanya terdapat dalam jurnal-jurnal penelitian seperti Journal of educational research. baik yang tersurat maupun yang tersirat. Biasanya dalam bentuk penerbitan yang memuat berbagai hasil penelitian yang dilengkapi dengan abstrak. Yaitu penerbitan suatu hasil penelitian yang dilakukan seorang peneliti. karena umumnya penelitian bentuk ini bersifat verifikasi hipotesis (dengan tidak mengabaikan sifat Falsifikasi dari Karl Popper) terhadap teori-teori yang sudah ada. oleh sebab itu seorang peneliti harus memahami tipe-tipe sumber yang akan diriview. dan hal ini dapat diperoleh di perpustakaan atau melalui internet • Sumber sekunder.dalam bentuk proposi.

konsep. langkah Setelah berikutnya konsepadalah konsep/variabel-variabel ditentukan. menentukan rancangan penelitian. dan sebagai pemandunya maka penentuan hipotesis menjadi penting. Setelah melakukan kajian teori (kajian teoritis melalui studi kepustakaan). dan variabel pokok berkaitan dengan masalah yang menjadi minat peneliti Menentukan konsep-konsep dan/atau variabel-variabel. dalam arti bagaimana penelitian itu akan dialkukan.o Berikan pengertian/definisi yang jelas tentang masalah penelitian o Baca dengan cermat sumber-sumber sekunder yang relevan o Pilih dan cermati beberapa referensi umum yang yang patut dijadikan dasar o Rumuskan kata kunci. contoh : Rumusan Masalah : apakah siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi tinggi mempunyai prestasi yang lebih tinggi dibanding siswa dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah Hipotesis : siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi tinggi mempunyai prestasi lebih tinggi dibanding siswa dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 16 . proposisi. Dengan ditetapkannya hipotesis maka arah penelitain akan jelas sehingga akan mereduksi berbagai gejala-gejala yang tidak terkait dengan penelitian tersebut. sehingga arah dan sasaran penelitian akan jelas. Hipotesis biasanya merupakan pengulangan pernyataan masalah penelitian dengan memberi bobot prediksi berkaitan dengan hasil suatu penelitian. hal ini penting dalam upaya menentukan penelitian telah instrumen penelitian yang akan dipergunakan baik dalam hal pendekatan maupun dalam pengukuran. seorang peneliti perlu menentukan konsep dan variabel yang akan dijadikan obyek formal penelitian. menentukan desain serta hipotesis.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari penetapan/pemilihan konsep dan variabel. untuk itu perlu diperinci indikator-indikator Variabel. Adapun manfaat ditetapkannya hipotesis dalam suatu penelitian. sehingga akan nampak jelas bahwa secara operasional hal itu dapat diketahui melalui pengukuran stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 17 . dengan demikian apa yang mau diteliti akan nampak semakin jelas .Rumusan Masalah : apakah terdapat hubungan antara kehadiran siswa di kelas dengan prestasi belajar Hipotesis : terdapat hubungan positif antara kehadiran siswa di Kelas dengan prestasi belajar Rumusan Masalah : apakah penggunaan metode pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa Hipotesis : penggunaan metode pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar Siswa. yaitu : o Hipotesis akan mendorong (bahkan memaksa) peneliti untuk berpikir lebih mendalam tentang kemungkinan hasil penelitian o Hipotesis merupakan suatu strategi yang baik dalam memampukan seorang peneliti untuk membuat prediksi khusus berdasarkan argumen teoritis dan bukti-bukti sebelumnya (bila sudah dapat diketahui melalui studi kepustakaan) Menjabarkan agar konsep/variabel dapat menjadi operasional. dimana penelitian dilakukan konsep/variabel tersebut harus dioperasionalkan sehingga dapat dialkukan pengukuran. Menentukan indikator-indikator konsep/variabel.

langkah berikutnya adalam mengumpulkan data. kemudian dianalisa dan disimpulkan. maupun penghitungan biasa Mengumpulkan data. Proposisi. secara sepintas apalagi kalau hanya dilihat dari sudut stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 18 . Berikan penjelasan berkaitan dengan hubungan antara Teori. dan mengontrol. Formulasi dalam bagian terdahulu telah dikemukakan tentang contoh-contoh formulasi hipotesis. Ilmu berfungsi untuk memahami. Berikan penjelasan dan contoh-contoh berkaitan dengan metode berpikir Induktif dan Deduktif. sehingga tergambar dengan jelas yang menjadi hasil penelitian. serta jelaskan perbedaannya. serta kemukakan contoh-contoh penjabaran konsep. menjelaskan.Membuat Instrument penelitian. kemudian dilanjutkan dengan membuat instrumen penelitian sesuai dengan karakteristik penelitian dan variabel yang akan ditelitinya. sehingga tergambar bagaimana penelitian itu dilaksanakan. dan untuk menambah keluasan serta makna dari hasil penelitian tersebut pembahasan nampaknya diperlukan juga baik dengan membandingkan dengan hasil penelitian lain yang relevan maupun dengan mendudukan kembali hasil tersebut dalam suatu teori yang menjadi acuan dalam penelitian tersebut. menganalisa dan menyimpulkan. serta kegiatan apa yang harus dilakukan bila seorang peneliti sedang melakukan kajian teori/studi kepustakaan untuk kepentingan penelitian dan Verifikasi Hipotesis 1. Hipotesis. 2. Setelah langkah penentuan indikator.4. dan Variabel serta kemukakan contohcontohnya 4. 5. Jelaskan kenapa kajian teori/studi kepustakaan penting dilakukan. 3. Berikan penjelasan berkaitan dengan alasan kenapa penjabaran Konsep merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian. Skala. UNTUK DIDISKUSIKAN 1. Konsep. memprediksi. Berikan argumentasi dan contoh-contohnya berkaitan dengan fungsi tersebut. baik itu berbentuk Test. Bila instrumen penelitian telah siap.

Dalam suatu penelitian terutama penelitian kuantitatif kedaan tersebut menunjukan terdapatnya dua tataran pemahaman yakni tataran konsep/teori dan tataran empiris atau data. dari sini timbul permasalah tentang bagaimana mengoperasionalkan konsep-konsep untuk kepentingan penelitian (masalah ini telah dikemukakan pada bagian sebelumnya). agar konsep-konsep stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 dapat diamati 19 . hal itu tidak lain karena formulasi dan verifikasi hipotesis memerlukan pemahaman serta kemampuan dalam mengkombinasikan antara tataran teori/konsep dengan tataran empiris/data (lebih jauh juga akan berimplikasi /berkaitan dengan masalah metodologi). Konsep-konsep perlu dijembatani ke tataran empiris melalui penjabaran konsep-konsep tersebut. hubungan antar konsep disebut proposisi sedangkan hubungan dalam tataran empiris disebut hipotesa bila dimaksudkan untuk kepentingan suatu penelitian. namun perumusan hipotesis bukan sesuatu yang sederhana apalagi jika dikaitkan dengan upaya verifikasinya. baik dengan alat peraba. pendengaran ataupun penciuman. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih jauh tentang hubungan antara tataran konsep dan tataran data. namun dalam dunia ilmiah terdapat banyak konsep yang sangat abstrak sehingga sulit bahkan tidak mungkin untuk diamati secara langsung. oleh karena itu seorang peneliti harus berupaya mencari cara yang tepat guna dapat memahami konsep-konsep tersebut dalam suatu format empiris yang dapat diamati dan dipahami. semua itu kebanyakan dapat langsung diamati serta dimonitor secara langsung. untuk itu seorang peneliti pada dasarnya berusaha memahami hubungan antar konsep dalam suatu hubungan empiris. untuk itu diperlukan langkah tertentu untuk dapat mengamatinya guna kepentingan pemahaman.redaksional nampaknya sangat mudah. Berbagai fenomena/gejala dalam kehidupan ini sangat bervariasi baik dalam jumlah maupun intensitasnya. Sebagaimana telah dikemukakan di muka bahwa konsep bersifat abstrak (dengan variasi gradasi) dan sulit diukur langsung secara empiris.

Operationalism. 1. mencakup pendefinisian konsep dan menuliskan suatu proposisi yang menyatakan hubungan antar konsep. Pendekatan tersebut bila digambarkan akan nampak sebagai berikut : Gambar 1. Grounded theory. dengan demikian penelitian pada dasarnya merupakan upaya mengkombinasikan antara tataran teori/konsep dengan tataran empiris/data. menuliskan hipotesis dapat diuji (testable hypothesis) yang menghubungkan ukuran-ukuran empiris dari dua konsep. 2). tahap pada tataran konsep.melalui upaya pengukuran dalam tataran empiris. Kesulitan tersebut telah melahirkan tiga pendekatan dalam penyusunan dan pengujian hipotesis yaitu : 1). 3). Pendekatan Klasik dalam Formulasi dan Verifikasi Hipotesis stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 20 . tahap menjembatani atau menghubungkan antara tingkatan konsep dan tingkatan empiris. ini merupakan masalah yang krusial dan sulit berkaitan dengan pengukuran konsep yang bebas dari kesalahan. sehingga instrumen yang dipergunakan dalam penelitian benar-benar menjaring data yang diperlukan dalam rangka pengujian hipotesis. Pendekatan Klasik (Classical Approach) Pendekatan klasik terdiri dari tiga tahapan yaitu : 1. 2. Dari sini timbul permasalah lain yaitu apakah upaya pengukuran yang dilakukan peneliti telah tepat dan tidak mengandung kesalahan. tahap mengumpulkan dan menganalisa data dalam upaya verifikasi hipotesis. 3. dalam arti apakah hasil pengukurannya dapat merefleksikan konsep/variabel yang diteliti.4. Classical approach. ini mencakup upaya menemukan cara-cara untuk mengukur konsep secara empiris.

dapatlah dijelaskan sebagai berikut : Pada tataran konsep.Tingkatan Konsep MOTIVASI (X) r1 PRESTASI SISWA (Y) r2 r3 Tingkatan Empiris Skor Skala Motivasi (X’) r1 ’ Skor Test Belajar (Y’) dengan mengacu pada gambar di atas sebagai contoh. atau terdapat hubungan positif antara motivasi dengan prestasi belajar (secara empiris hipotesis tersebut mestinya dinyatakan : semakin tinggi skor skala Sikap tentang motivasi. sehingga hipotesis dapat dikemukakan misalnya : semakin tinggi motivasi semakin tinggi prestasi belajar. semakin tinggi skor test belajar). berdasarkan kajian teori. dimana X’ dan Y’ merupakan ukuran empiris dari konsep-konsep teoritis X dan Y. oleh karena itu seorang peneliti perlu mencari cara untuk mengoperasionalkan/mengukur konsep-konsep tersebut agar dapat diverifikasi secara empiris (dalam contoh di atas skor skala sikap untuk mengukur motivasi dan skor test belajar untuk mengukur prestasi Siswa). tidak dapat diukur secara langsung tapi harus diasumsikan) digambarkan dengan tanda anak panah ke bawah. X adalah konsep Motivasi dan X’ adalah skala yang mengukur konsep tersebut. seorang peneliti menyatakan suatu proposisi bahwa Motivasi berpengaruh terhadap Prestasi Siswa. demikian juga untuk Y dan Y’. ukuran-ukuran empiris X’ dan Y’ sering disebut 21 stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 . akan tetapi proposisi yang berada dalam tataran konsep sulit untuk diverifikasi secara empiris. hubungan tersebut dilambangkan dengan r 1 untuk tataran konsep dan r1’ untuk tataran empiris. Hubungan lainnya adalah antara tingkatan konsep dan tingkatan empiris yang dilambangkan dengan r 2 dan r3 (umumnya disebut hubungan epistemik/korelasi epistemik.

Langkah terakhir dalam pendekatan klasik adalah mengumpulkan data dengan penyebaran instrumen untuk kemudian dianalisa untuk memastikan apakah hipotesis diterima atau ditolak. 2). Merumuskan penjelasan tentang kenapa sesuatu itu terjadi dengan mengacu pada hasil observasi. apabila tiga hal tersebut benar dan layak. terdapat hubungan dengan arah kebalikan (korelasi negatif). 2. kedua. artinya X’ kurang sempurna sebagai pengukur X dan Y’ kurang sempurna sebagai pengukur Y. atau instrumen yang digunakan tidak valid dan reliabel. Teori dasar dikembangkan melalui langkah-langkah : 1. proposisi dinyatakan dengan benar tapi hipotesis yang diajukannya tidak tepat. tidak terdapat hubungan antara variabel X dengan Y Hasil yang kedua sampai keempat menunjukan kegagalan dalam memverifikasi hipotesis. 3). terdapat hubungan tapi kecil dan tidak signifikan. terdapat hubungan positif yang signifikan sesuai hipotesis. Pada tahapan konsep. Pendekatan Teori Dasar (Grounded Theory) Dalam pendekatan ini Teori ditemukan atau berasal dari data. ukuran. Melukiskan apa yang terjadi 3. Memasuki lapangan tanpa suatu hipotesis 2. keempat. skala.secara beragam dengan istilah indikator. Salah satu bahaya menggunakan pendekatan klasik adalah selalu terbukanya kemungkinan kesalahan dalam pengukuran yang terjadi jika r 2 dan r3 tidak/kurang sempurna. 4). stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 22 . penelitian dilakukan tanpa bingkai suatu kerangka teori. akan tetapi teori/konsep berkembang dan dikembangkan berdasarkan tataran empiris di lapangan. maka kemungkinan kesalahan terjadi akibat pengambilan sampel yang tidak memadai (tidak representatif). Perumusan hipotesis yang salah akibat pemahaman teori dan konsep yang kurang sempurna. indeks atau definisi operasional tergantung pada bentuk dan konteks penggunaannya. ketiga. Pengukuran yang tidak sempurna (measurement error). Terdapat beberapa kemungkinan hasil penelitian : pertama. dan itu dapat terjadi karena : 1).

menyatakan bahwa suatu teori agar berguna secara optimal harus menggunakan konsep-konsep yang aplikabel terhadap data yang sedang dikaji. maka tahapan verifikasi perlu dilakukan sebagaimana dalam pendekatan stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 23 . Variabel-variabel muncul dari observasi demikian juga halnya dengan hipotesis muncul dan berkembang sesuai dengan kegiatan observasi terhadap data lapangan. sedang pendekatan grounded bersifat kebalikannya yakni berawal dari tahapan empiris dan berakhir dalam tataran konsep. Oleh karena semua konsep dibentuk dari obeservasi langsung terhadap data. penentuan pengukuran konsep dan formulasi hipotesis serta verifikasi hipotesis. pendekatan grounded berusaha memadukan tahap dua dan tahap tiga dalam pendekatan klasik menjadi satu tahapan saja. tokoh dari pendekatan Grounded. ini berarti bahwa variabel dan hipotesis yang digunakan adalah yang berasal data. meskipun demikian hal tersebut sifatnya spesifik dalam hal waktu dan tempat pelaksanaan studi/penelitian dan sulit untuk dilakukan generalisasi. Jika peneliti mau menggunakan hipotesis yang dikembangkan dari pendekatan grounded (pendekatan teori dasar) dalam situasi penelitian baru. Berbeda dengan pendekatan klasik yang meliputi tahapan penyusunan konsep dan proposisi. itu terjadi karena kekeliruan persepsi/observasi (perceptional/observational error) peneliti. Dalam pendekatan klasik. untuk itu cara terbaik untuk membentuk suatu teori yang demikian adalah dari data itu sendiri. proses verifikasi hipotesis diperlukan mengingat pentahapannya dimulai dari tataran konsep menuju ke tataran empiris. dengan demikian hanya hipotesis yang telah diverifikasi yang diakui.berkaitan dengan teori Strauss dan Glaser. serta harus mampu menjelaskan prilaku yang sedang diteliti/dipelajari. sehingga tidak diperlukan proses verifikasi secara tersendiri. maka kemungkinan salah dalam pengukuran sangat kecil dan kalupun ada.

Pendekatan aliran ini terhadap formulasi hipotesi nampak dalam gambar berikut : Gambar 1. Berbeda dengan pendekatan Grounded yang menggabungkan tahapan dua dan tiga. oleh karena itu konsep yang tidak terdefinisikan dengan jelas untuk dapat diukur sedikit kegunaannya atau bahkan tidak berguna bagi suatu penelitian. Pendekatan Operasionalisme 24 stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 .5.6. Pendekatan Teori Dasar Tingkatan Konsep MOTIVASI (X) r1 PRESTASI SISWA (Y) r2 r3 Tingkatan Empiris Skor skala Motivasi (X’) r1 ’ Skor Test Belajar (Y’) 3. dalam pendekatan ini konsep tidak lain dari suatu kumpulan operasi. sebab konsep itu sendiri didifinisikan untuk diukur. Bila digambarkan dalam bentuk diagram pendekatan grounded ini akan nampak sebagai berikut : Gambar 1. Peneliti yang menggunakan pendekatan ini umumnya mencari ukuran-ukuran kuantitatif dari konsep dan umumnya bersikap pragmatis dimana bagi mereka kesalahan pengukuran bukanlah masalah utama.klasik. pendekatan operasionalisme menggabungkan tahap satu dan dua yakni tahapan teoritis dan empiris dari proposisi dengan perumusan hipotesis) dengan tetap menganggap tahapan ketiga yakni verifikasi merupakan tahap terpisah yang penting. Pendekatan Operasionalisme (Operationalism) Pendekatan operasionalisme mengacu pada kegiatan yang dilaksanakan dalam pengukuran konsep.

padahal motivasi itu sendiri telah didefinisikan. tapi apakah skala motivasi itu benar-benar mengukur motivasi dan bukan yang lainnya. sehingga pengukuran yang dilakukan valid (Face validity). Dari ketiga pendekatan tersebut nampak bahwa masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bila diringkaskan adalah sebagai berikut : N o 1. jawabannya jelas tidak.Tingkatan Konsep MOTIVASI (X) = r1 = r 1 ’ PRESTASI SISWA (Y) = Tingkatan Empiris Skor skala Motivasi (X’) Skor Test Belajar (Y’) Salah satu kelemahan dari pendekatan operasionalisme adalah kecenderungan penyamaan antara tataran empiris dengan tataran teoritis. Klasik • • Lengkap. mencakup analisis teteoritis dan empiris/data Menggunakan konsepkonsep abstrak yang punya kemampuan generalisasi. dari contoh di atas bisa dikatakan bahwa motivasi adalah apa yang diukur oleh skala motivasi. sebab bagaimana mungkin menyatakan sesuatu itu sebagai skala motivasi apabila pemikiran kosong (tanpa definisi) dari pemahaman tentang apa itu motivasi. bagaimana hal itu bisa diketahui dan apakah kita bisa menghimpun berbagai pernyataan untuk kemudian memilih serangkaian pernyataan untuk digunakan sebagai pernyataan dalam skala motivasi ?. serta dapat menggunakan deduksi untuk membentuk konsep • Kemungkinan melakukan kesalahan dalam pengukuran jika tidak merepresentasikan konsep Terlalu menekankan pada deduksi dan verifikasi (menurut pengikut Grounded) Pendekatan Kelebihan Kekurangan • stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 25 .

keterbukaan terhadap pendekatan lainnya diperlukan mengingat masalah-masalah yang berkembang di masyarakat sangat bervariasi. stkip Kuningan / lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002 26 . karena sangat tergantung pada jenis dan substansi penelitian. nampaknya pendekatan klasik sangat tepat. Grounded Theory • Kemungkinan kesalahan pengukuran berkurang • • 3. sehingga tidak tertutup kemungkinan perlunya pendekatan yang berbeda.2. UNTUK DIDISKUSIKAN 1. akan tetapi. Berikan penjelasan secara lebih mendalam tentang kebaikan dan kekurangan pendekatan Klasik 2. serta gambarkan dalam bentuk tataran teori/konsep dan tataran empiris/data sehingga tergambar verifikasi hipotesisnya. serta bebrikan alasan-alasannya 5. pertanyaan ini tidak bisa dijawab secara hitam putih. Pendekatan mana yang paling cocok untuk untuk penulisan skripsi atau Tesis. apabila kita menganggap bahwa perlunya kemampuan yang terintegrasi antara pemahaman teoritis dan empiris. Operasionalisme • Tidak ada pengukuran kesalahan • Penekanan pada konsep yang berasal dari data/empirik akan membatasi berteori. apalagi jika hal itu dikaitkan dengan dunia Kampus yang benyak menggeluti dunia teori/konsep sebagai bekal untuk melakukan penelitian guna penyelesaian studi dalam bentuk skripsi atau Tesis. kemukakan rumusan Hipotesis paling sedikit lima hipotesis yang berkaitan dengan maslah pendidikan. Sulitnya melakukan generalisasi hasil temuan Membatasi perkembangan teori dan kekuatan untuk melakukan generalisasi Pendekatan yang mana dari tiga pendekatan di atas yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian ?. Namun demikian sesuai dengan semangat ilmiah. Berikan penjelasan secara lebih mendalam tentang kebaikan dan kekurangan pendekatan Teori Dasar 3. Berikan penjelasan secara lebih mendalam tentang kebaikan dan kekurangan pendekatan Operasionalisme 4.