You are on page 1of 107

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR ......

TENTANG MODUL PENYUSUTAN BARANG MILIK NEGARA BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

MODUL
PENYUSUTAN BARANG MILIK NEGARA BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

MODUL PENYUSUTAN BARANG MILIK NEGARA BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

ABSTRAK Modul Penyusutan Barang Milik Negara (BMN) Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat merupakan pedoman atau acuan bagi entitas Pemerintah Pusat dalam melakukan penghitungan, penyajian dan pengungkapan penyusutan Aset Tetap sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 1/PMK.06/2013 tentang Penyusutan BMN Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat. Tujuan modul ini adalah menetapkan serangkaian hal mengenai apa yang harus dilakukan oleh entitas Pemerintah Pusat dalam melakukan penyusutan BMN berupa Aset Tetap, sehingga penyusutan tersebut dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, optimal, dan terintegrasi. I. LATAR BELAKANG Sesuai ketentuan Pasal 38 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008, penetapan nilai BMN dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat dilakukan dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Selanjutnya berdasarkan Lampiran I Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, khususnya Paragraf 52 Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) Berbasis Akrual Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap, Aset Tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut dikurangi akumulasi penyusutan. Sebagai tindak lanjut dari dua ketentuan di atas, saat ini telah diterbitkan peraturan turunan dari kedua Peraturan Pemerintah terkait, yaitu PMK Nomor 1/PMK.06/2013 tentang Penyusutan BMN Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat. II. MAKSUD DAN TUJUAN Modul Penyusutan BMN Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat ini dimaksudkan sebagai pedoman atau acuan bagi entitas Pemerintah Pusat dalam melakukan penghitungan, penyajian dan pengungkapan penyusutan Aset Tetap 2

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 1/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat, sehingga penyusutan tersebut dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, optimal, dan terintegrasi. Modul Penyusutan BMN Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat menetapkan serangkaian hal mengenai apa yang harus dilakukan oleh entitas Pemerintah Pusat, terutama dalam melakukan penghitungan, penyajian dan pengungkapan penyusutan Aset Tetap. Modul ini berisi ilustrasi kasus-kasus dalam penerapan penyusutan, mulai dari pemilihan masa manfaat, cara menghitung penyusutan sampai dengan pengungkapannya dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). III. KETENTUAN UMUM 1. Penyusutan dilakukan atas aset tetap yang berada dalam pengelolaan Pengelola Barang dan Pengguna Barang, termasuk yang sedang dimanfaatkan dalam rangka pengelolaan BMN. 2. Penyusutan dilakukan oleh satker atas aset tetap berupa gedung dan bangunan; peralatan dan mesin; jalan, irigasi dan jaringan; serta aset tetap lainnya berupa aset tetap renovasi dan alat musik modern. 3. Aset tetap sebagaimana angka 2 (dua) di atas yang direklasifikasi menjadi Aset Lainnya dalam neraca disusutkan sebagaimana layaknya Aset Tetap. 4. Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus. 5. Penyusutan dilakukan tanpa memperhitungkan adanya nilai residu. 6. Penghitungan dan pencatatan penyusutan Aset Tetap dilakukan dalam satuan mata uang Rupiah dengan pembulatan hingga satuan Rupiah terkecil. 7. Aset Tetap berupa Aset Tetap Renovasi merupakan renovasi atas Aset Tetap bukan milik suatu satuan kerja atau satuan kerja pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan kapitalisasi Aset layaknya Aset Tetap. 8. Aset Tetap yang direklasifikasi menjadi Aset Lainnya dalam neraca, yaitu berupa Aset Kemitraan Dengan Pihak Ketiga dan Aset Idle, disusutkan sebagaimana layaknya Aset Tetap. 9. Penyusutan Aset Tetap setiap semester disajikan sebagai akumulasi penyusutan di Neraca periode berjalan berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Kas Menuju Akrual. Tetap, disusutkan sebagaimana

3

b. Asumsi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam mengembangkan aplikasi penyusutan yang akan digunakan oleh seluruh satuan kerja (satker) pada Kementerian/Lembaga (K/L). Penyusutan pada saat terjadinya transaksi BMN Merupakan proses penyusutan yang dilakukan pada saat terjadinya transaksi BMN. menggunakan nilai buku per 31 Desember 2012 sebagai nilai yang dapat disusutkan. ASUMSI Penyusutan BMN berupa Aset Tetap (selanjutnya disebut Aset Tetap) memerlukan beberapa asumsi dasar dalam penerapannya. Lihat asumsi ATR pada Bab VII. Penyusutan Aset Tetap diakumulasikan setiap semester dan disajikan dalam akun Akumulasi Penyusutan sebagai pengurang nilai Aset Tetap dan Diinvestasikan dalam Aset Tetap di Neraca. yaitu asumsi pada saat pertama kali diberlakukannya penyusutan dan asumsi pada periode berjalan (periode setelah pertama kali dilakukannya penyusutan dan seterusnya). Nilai dasar penyusutan didasarkan pada nilai buku semesteran dan tahunan. 2. Aset Tetap yang diperoleh sebelum tanggal 1 Januari 2013. c. Asumsi dasar dalam penerapan penyusutan dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. Berikut adalah asumsi yang digunakan dalam pengembangan aplikasi penyusutan. Catatan: Asumsi ini tidak berlaku untuk Aset Tetap Renovasi. Nilai buku yang digunakan adalah nilai buku per 31 Desember 2012. (Pada penyusutan pertama kali. Penyusutan pertama kali Merupakan proses penyusutan yang dilakukan pertama kali atas objek penyusutan yang diperoleh sebelum tanggal 1 Januari 2013. Pelaksanaan penyusutan dibagi menjadi 3 (tiga) jenis. Dikecualikan untuk penyusutan pertama kali. 4 . nilai dasar penyusutan didasarkan pada nilai buku akhir tahun sebelum diberlakukannya penyusutan. Transaksi dimaksud merupakan transaksi BMN yang mempengaruhi/mengkoreksi ekuitas. yaitu: a. IV.4. 11.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 10. nilai dasar penyusutan didasarkan pada nilai buku per 31 Desember 2012 walaupun implementasi penyusutan pertama kali dilakukan di tengah periode semesteran). sebagai berikut: Asumsi Penyusutan Pertama Kali 1. Penyusutan yang dilakukan secara periodik Merupakan proses penyusutan yang dilakukan secara periodik setiap semester dan dilakukan atas seluruh objek penyusutan.

Nilai dasar penyusutan didasarkan pada nilai buku semesteran dan tahunan. Penghitungan dan pencatatan penyusutan aset tetap dilakukan untuk setiap Aset Tetap. dikenakan koreksi penyusutan Aset Tetap sebagai berikut: a. Aset Tetap yang hanya dapat dipergunakan bersamaan dengan Aset Tetap lain sehingga dicatat dan dibukukan secara berkelompok. Koreksi penyusutan Aset Tetap diperhitungkan sebagai penambah nilai akun Akumulasi Penyusutan dan pengurang nilai ekuitas pada neraca. 13. Pengembangan nilai aset yang dikapitalisasi dapat berdampak sebagai berikut: Menambah masa manfaat aset tetap sebagaimana Tabel Masa Manfaat II. Pengembangan nilai aset yang dikapitalisasi tidak berdampak pada perubahan masa manfaat. Aset Tetap yang sebelumnya dicatat secara berkelompok dan akan dicatat secara tersendiri. 2. c. Asumsi Penyusutan Periode Berjalan 1. Seluruh Aset Tetap telah diinput dalam Aplikasi SIMAK BMN. nilai akumulasi penyusutan Aset Tetap-nya dialokasikan secara proporsional berdasarkan nilai masing-masing Aset Tetap. 11. 9. d. 4.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 3. 8. Pada tahun pertama penyusutan. f. 7. dikecualikan untuk Aset Tetap yang sudah dihapuskan pada akhir semester diberlakukannya penyusutan Aset Tetap. Aset Tetap yang diperoleh sebelum diberlakukannya penyusutan Aset Tetap. Seluruh Aset Tetap yang diperoleh sebelum 2004 telah dilakukan Inventarisasi dan Penilaian. maka penambahan atau pengurangan tersebut diperhitungkan dalam nilai yang dapat disusutkan. Aset Tetap yang diperoleh setelah penyusunan neraca awal pemerintah pusat. Dalam hal masa penyusutan habis. Dalam hal terjadi perubahan nilai aset tetap sebagai akibat penambahan atau pengurangan kuantitas dan/atau nilai Aset Tetap. Tidak menambah masa manfaat. 6. Koreksi penyusutan Aset Tetap diperhitungkan sebagai koreksi saldo awal periode berjalan. maka penambahan atau pengurangan tersebut diperhitungkan dalam nilai yang dapat disusutkan. dikenakan koreksi penyusutan terhitung mulai perolehan Aset Tetap. Koreksi penyusutan Aset Tetap diperhitungkan sampai dengan satu semester sebelum diberlakukannya penyusutan. e. 5. terdapat kemungkinan bahwa masa manfaat aset sudah habis. Koreksi penyusutan Aset Tetap. 12. 4. . maka nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai yang tersisa. 5 3. 10. Masa manfaat Aset Tetap dihitung sejak tahun perolehan. Aset Tetap yang dilakukan Inventarisasi dan Penilaian dalam rangka penyusunan neraca awal pemerintah pusat. dikenakan koreksi penyusutan terhitung mulai perolehan Aset Tetap. b. penghitungan dan pencatatan penyusutan Aset Tetap juga dilakukan secara berkelompok. 5. Dalam hal terjadi perubahan nilai aset tetap sebagai akibat penambahan atau pengurangan kuantitas dan/atau nilai Aset Tetap.

Jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aset untuk aktivitas pemerintahan dan/atau pelayanan publik. Perbaikan dimaksud mencakup : renovasi. V.6/2013. 7. Tabel Masa Manfaat I : merupakan tabel Masa Manfaat atas Aset Tetap untuk tahun pertama diterapkannya penyusutan. 2. Masa Manfaat merupakan perkiraan umur ekonomis suatu Aset Tetap. 2. 6 . tabel ini berlaku untuk seluruh Aset Tetap perolehan baru. 9. sebagai berikut: 1. MASA MANFAAT Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2010. 10. restorasi dan overhaul. Memungkinkan terjadi perubahan masa manfaat.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 6. Pedoman penetapan Masa Manfaat tertuang dalam bentuk Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59/KMK. Aset Tetap dalam kondisi rusak berat atau hilang dan telah diusulkan penghapusannya kepada Pengelola Barang tidak disusutkan. Akumulasi sisa masa manfaat dan penambahan masa manfaat sebagaimana dampak atas pengembangan nilai aset yang menambah umur ekonomis. Untuk tahun kedua dan selanjutnya. Penetapan Masa Manfaat didasarkan pada Kelompok Aset Tetap yang penyusunannya dilakukan dengan melibatkan 7 (tujuh) K/L yang dapat mewakili keragaman BMN yang dimiliki/dikuasai K/L. Periode suatu aset diharapkan digunakan untuk aktivitas pemerintahan dan/atau pelayanan publik. 11. tidak dapat melebihi Tabel Masa Manfaat I. Dengan kata lain. Terdapat 2 (dua) Tabel Masa Manfaat yang ditetapkan dalam KMK nomor 59/KMK. 8.6/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat. Memungkinkan terjadi perubahan nilai yang disusutkan. Tabel Masa Manfaat II : merupakan tabel Masa Manfaat atas Perbaikan terhadap Aset Tetap yang menambah masa manfaat suatu Aset Tetap. Persentase penambahan masa manfaat berdasarkan Tabel Masa Manfaat II didapat dari perbandingan antara realisasi belanja atas pengembangan nilai aset dibandingkan dengan nilai buku aset sampai dengan dilakukannya pengembangan nilai aset (nilai buku tersebut tidak termasuk nilai akumulasi penyusutan). diperhitungkan pada akhir periode penyusutan berikutnya. definisi masa manfaat adalah: 1. Penambahan masa manfaat sebagai dampak dari pengembangan nilai aset atas Aset Tetap yang sudah habis masa manfaatnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan sebelum melakukan penyusutan pertama kali: 1. BMN dengan kuantitas kurang dari 0 dan memiliki nilai kurang dari Rp0. tetapi memiliki nilai lebih dari Rp0.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT VI. tetapi memiliki nilai kurang dari Rp0. Dampak dari proses reklasifikasi tersebut adalah tidak dicantumkannya BMN tersebut di dalam Laporan Barang Kuasa Pengguna. 2. BMN dengan kuantitas 0. dan Buku Barang. atas data BMN dengan kuantitas dan nilai yang tidak wajar. BMN dengan kuantitas kurang dari 0. penyusutan nilai aset tetap dilakukan dengan mengalokasikan penurunan nilai secara merata selama masa manfaatnya. Posisi BMN di Neraca. tetapi memiliki nilai lebih dari Rp0. BMN dengan kuantitas kurang dari 0. VII. BMN dengan kodefikasi kurang dari 10 digit. Formula metode Garis Lurus digambarkan sebagaimana ilustrasi sebagai berikut: Penyusutan per Periode = Nilai Yang Dapat Disusutkan Masa Manfaat Berdasarkan metode garis lurus. Melakukan reklasifikasi data BMN tersebut ke dalam Daftar Normalisasi Data Barang Milik Negara. 2. dimungkinkan terdapat suatu kondisi dimana BMN tersebut memiliki kuantitas dan nilai yang tidak wajar. 3. BMN dengan kuantitas lebih dari 0. 7. BMN dengan kodefikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan PMK No. 4. BMN dengan tanggal perolehan kosong. (Proses reklasifikasi dilakukan secara 7 . tetapi memiliki nilai kurang dari Rp0. 9. 8. 29/PMK.1. Melakukan konfirmasi pada aplikasi Migrasi Data SIMAK BMN dan Penyusutan Pertama kali. KETENTUAN LAIN-LAIN VII. 10. BMN dengan kuantitas 0. tetapi memiliki nilai Rp0. FORMULA Metode yang digunakan dalam melakukan penghitungan penyusutan Aset Tetap adalah Garis Lurus.06/2010. 6. BMN Dengan Kuantitas dan Nilai Yang Tidak Wajar Dalam melakukan penyusutan BMN. BMN dengan kuantitas lebih dari 0. 5. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi adalah sebagai berikut: 1. tetapi memiliki nilai Rp0.

Penyusutan tidak dilakukan terhadap BMN yang direklasifikasi sebagaimana angka 2 (dua) di atas.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT otomatis melalui aplikasi Migrasi Data SIMAK BMN dan Penyusutan Pertama kali). Dalam hal secara fisik keberadaan BMN tersebut ada. 8 . 3) Nomor Urut Pendaftaran/Nomor Aset. Setelah melakukan reklasifikasi data BMN. serta mengungkapkannya dalam Catatan atas Laporan BMN dan Catatan atas Laporan Keuangan. Menelusuri keberadaan fisik BMN tersebut. Surat keterangan tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai: 1) Kode BMN. (Daftar dan Laporan) 6. 4) Kuantitas BMN. Proses reklasifikasi data BMN sebagaimana angka 2 (dua) di atas tidak menghilangkan kewajiban satker dalam mencetak dan melaporkan Daftar Normalisasi Data Barang Milik Negara dan Laporan Normalisasi Data Barang Milik Negara. 2) Uraian BMN. sub menu Saldo Awal BMN (jenis transaksi 100). 5. b. Melakukan pengungkapan di dalam Catatan atas Laporan Barang Milik Negara. 3. satker diharuskan melakukan beberapa hal sebagai berikut: a. maka satker diharuskan membuat surat keterangan yang menyatakan bahwa telah terjadi kesalahan dalam membukukan BMN tersebut di dalam SIMAK-BMN. Proses reklasifikasi data BMN sebagaimana angka 2 (dua) di atas dilakukan dengan menggunakan jenis transaksi koreksi normalisasi atas Aset Tetap (209) dan koreksi normalisasi atas Aset Lain-lain (299). maka satker diharuskan melakukan pencatatan atas BMN tersebut pada Aplikasi SIMAK BMN melalui menu Transaksi BMN. 4. c. 5) Nilai BMN. d. Dalam hal secara fisik keberadaan BMN tersebut tidak ada.

(Proses reklasifikasi dilakukan melalui menu reklasifikasi BMN ke dalam Daftar Barang Rusak Berat pada aplikasi SIMAK-BMN). Posisi BMN di Neraca. satker segera melakukan perubahan kondisi BMN dengan menerbitkan surat keterangan atas kondisi BMN tersebut. 2. 4. Dampak dari proses reklasifikasi tersebut adalah tidak dicantumkannya BMN tersebut di dalam Laporan Barang Kuasa Pengguna. serta mengungkapkannya dalam Catatan atas Laporan BMN dan Catatan atas Laporan Keuangan. Setelah melakukan pengusulan kepada Pengelola Barang. 3. Satker mengusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan atas BMN tersebut dengan menyertakan syarat-syarat sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. BMN Dengan Kondisi Rusak Berat Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan satker atas BMN dengan kondisi rusak berat: 1.2. Pada saat suatu BMN diketahui kondisinya rusak. dan Buku Barang. Proses reklasifikasi data BMN sebagaimana angka 3 (tiga) di atas tidak menghilangkan kewajiban satker dalam mencetak dan melaporkan Daftar Barang Rusak Berat dan Laporan Barang Rusak Berat. selanjutnya satker melakukan reklasifikasi BMN tersebut ke dalam Daftar Barang Rusak Berat.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Bagan Alir 1 BMN Dengan Kuantitas dan Nilai Yang Tidak Wajar SIMAK-BMN CEK FISIK BMN ADA KONFIRMASI DATA BERMASALAH INPUT SEBAGAI SALDO AWAL FISIK ADA ? REKLASIFIKASI DATA KE DALAM DAFTAR KARANTINA PENYUSUTAN TIDAK ADA PENGUNGKAPAN DALAM CALBMN CETAK DAFTAR KARANTINA PENYUSUTAN. LAPORAN KARANTINA PENYUSUTAN& CALBMN VII. (Daftar Barang Rusak Berat dan Laporan Barang Rusak Berat terlampir) 9 .

Pada saat suatu BMN dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber yang sah. Penyusutan tidak dilakukan terhadap BMN yang direklasifikasi sebagaimana angka 3 (tiga) di atas. Dampak dari proses reklasifikasi tersebut adalah tidak dicantumkannya BMN tersebut di dalam Laporan Barang Kuasa Pengguna. BMN yang Dinyatakan Hilang Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan satker atas BMN yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber yang sah: 1. Setelah melakukan pengusulan kepada Pengelola Barang. (Daftar Barang Hilang dan Laporan Barang Hilang terlampir) 4. satker mengusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan atas BMN tersebut dengan menyertakan syarat-syarat sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. selanjutnya satker melakukan reklasifikasi BMN tersebut ke dalam Daftar Barang Hilang. serta mengungkapkannya dalam Catatan atas Laporan BMN dan Catatan atas Laporan Keuangan. Posisi BMN di Neraca. Proses reklasifikasi data BMN sebagaimana angka 2 (dua) di atas tidak menghilangkan kewajiban satker dalam mencetak dan melaporkan Daftar Barang Hilang dan Laporan Barang Hilang. 10 . Bagan Alir 2 BMN Dengan Kondisi Rusak Berat SIMAK-BMN KONDISI BMN RUSAK BERAT USULAN PENGHAPUSAN KEPADA PENGELOLA BARANG PENGUNGKAPAN DALAM CALBMN INPUT TRANSAKSI PERUBAHAN KONDISI BMN REKLASIFIKASI KE DALAM DAFTAR BARANG RUSAK BERAT CETAK DAFTAR BARANG RUSAK BERAT. 2. Penyusutan tidak dilakukan terhadap BMN yang direklasifikasi sebagaimana angka 2 (dua) di atas.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 5. LAPORAN BARANG RUSAK BERAT & CALBMN VII. 3.3. dan Buku Barang. (Proses reklasifikasi dilakukan melalui menu reklasifikasi BMN ke dalam Daftar Barang Hilang pada aplikasi SIMAK-BMN).

11 . c. 2.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 5. Aset Tetap Renovasi (ATR) ATR merupakan renovasi atas aset tetap yang tidak terdaftar dalam Daftar Barang Kuasa Pengguna satuan kerja tersebut. Dicatat sebagai transaksi perolehannya apabila diperoleh pada tahun anggaran berjalan. sebagai berikut: 1. Adanya perbedaan karakteristik antara ATR dengan Aset Tetap secara umum mengakibatkan perlunya penambahan/pembedaan asumsi atas penyusutan ATR. nilai buku ATR. ATR yang diperoleh setelah 31 Desember 2012 dan menambah masa manfaat aset tetap induk. ATR yang menambah masa manfaat disusutkan sebagaimana layaknya aset tetap. Dicatat sebagai transaksi saldo awal apabila diperoleh sebelum tahun anggaran berjalan. b. d. b. melainkan terdaftar dalam Daftar Barang Kuasa Pengguna satuan kerja lain atau milik satuan kerja perangkat daerah yang memenuhi persyaratan kapitalisasi aset tetap. sisa masa manfaat ATR dan tanggal penyerahan ATR. dilakukan pencatatan sebagaimana perolehan BMN. Sebelum proses serah terima ATR kepada K/L dengan Aset Tetap induk dilakukan. ATR yang diperoleh sampai dengan 31 Desember 2012 diasumsikan tidak memiliki masa manfaat. LAPORAN BARANG HILANG & CALBMN VII. Dalam hal BMN berupa Aset Tetap yang dinyatakan hilang diketemukan kembali. yaitu: a. BAST minimal harus menyajikan informasi tanggal perolehan ATR. a. penyusutan ATR yang menambah masa manfaat di hitung tersendiri di satker yang bersangkutan. Bagan Alir 3 BMN yang Dinyatakan Hilang SIMAK-BMN BMN HILANG/ TIDAK DITEMUKAN USULAN PENGHAPUSAN KPD PENGELOLA BARANG PENGUNGKAPAN DALAM CALBMN PENGURUSAN BERITA ACARA KEHILANGAN BARANG REKLASIFIKASI KE DALAM DAFTAR BARANG HILANG CETAK DAFTAR BARANG HILANG.4. Serah terima ATR yang menambah masa manfaat kepada K/L dengan Aset Tetap induk dituangkan dalam bentuk Berita Acara Serah Terima (BAST).

4. tanggal perolehan ATR yang tidak menambah masa manfaat adalah tanggal dimana serah terima dari pihak ke-3 dilakukan. Pada saat ATR yang menambah masa manfaat diserahterimakan. 12 .MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT e. ATR yang diperoleh setelah 31 Desember 2012 dan tidak menambah masa manfaat Aset Tetap induk. informasi penyesuaian akumulasi penyusutan akibat penambahan nilai ATR yang tidak menambah masa manfaat terhadap Aset Tetap induk dijelaskan ke dalam Catatan Ringkas Barang dan Catatan Atas Laporan Keuangan pada saat akhir periode serah terima dilakukan. terhitung sejak tanggal penyerahan. dan tanggal penyerahan ATR. nilai ATR. Transfer BMN Transfer BMN merupakan perpindahan kepemilikan BMN dari satu satker ke satker lainnya dimana kedua satker tersebut merupakan entitas Pemerintah Pusat. BAST minimal harus menyajikan informasi tanggal perolehan ATR. g. VII. serah terima ATR yang tidak menambah masa manfaat kepada K/L dengan Aset Tetap induk dituangkan dalam bentuk BAST. d. 2. Dalam hal saat serah terima Aset Tetap induk = 0. Penghapusan BMN dari pembukuan (SIMAK-BMN) dilakukan dengan cara menghapus nilai buku BMN dan akumulasi penyusutannya. 3. pada saat penyerahan ATR yang tidak menambah masa manfaat ke Aset Tetap induk. Pada proses transfer BMN ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut: Satker Pemberi 1. f. c.5. maka nilai ATR nya akan langsung disusutkan hingga 0 pada periode serah terima. 3. Arsip Data Komputer merupakan output SIMAK-BMN yang memuat informasi data BMN. Selanjutnya Aset Tetap induk disusutkan secara normal. 4. b. Apabila ATR diserahkan pada saat nilai buku 0 maka tidak ada penyesuaian masa manfaat di Aset Tetap induk. a. Serah terima BMN dilengkapi dengan serah terima Arsip Data Komputer atas BMN yang ditransfer keluar. Penghapusan BMN dilakukan berdasarkan Berita Acara Serah Terima BMN. nilai buku BMN. maka nilai ATR akan menambah nilai Aset Tetap induk dan disusutkan sesuai sisa umur masa manfaat Aset Tetap induk dengan penyesuaian akumulasi penyusutan sebesar masa manfaat yang telah dikonsumsi sejak tanggal perolehan ATR sampai dengan tanggal penyerahan ATR ke Aset Tetap induk. e. f. serta akumulasi penyusutan atas BMN tersebut. sisa masa manfaat ATR dan nilai buku ATR diperhitungkan ke dalam Aset Tetap induk. ATR yang tidak menambah masa manfaat tidak disusutkan.

6. Pencatatan BMN dilakukan dengan cara membukukan nilai buku BMN dan akumulasi penyusutannya. 3. Hal tersebut dimaksudkan agar masa manfaat aset dapat diukur berdasarkan perolehan awalnya.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Satker Penerima 1. Entitas Pemerintah Pusat sebagai Penerima 1. Pencatatan BMN dilakukan berdasarkan Berita Acara Serah Terima BMN. Pencatatan BMN dilakukan dengan cara melakukan proses terima Arsip Data Komputer atas BMN yang diterima. serta akumulasi penyusutan atas BMN tersebut. Tanggal perolehan BMN dibukukan berdasarkan tanggal perolehan awal unit pemberi. 4. Pencatatan BMN dilakukan berdasarkan Berita Acara Serah Terima BMN. Tanggal pembukuan BMN dibukukan berdasarkan tanggal Berita Acara Serah Terima BMN. 3. Tanggal pembukuan BMN dibukukan berdasarkan tanggal Berita Acara Serah Terima BMN. nilai buku BMN. 2. Tanggal perolehan BMN dibukukan berdasarkan tanggal perolehan awal satker pemberi. 4. Arsip Data Komputer merupakan output SIMAK-BMN yang memuat informasi data BMN. VII.6. Pada proses Hibah BMN ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut: Entitas Pemerintah Pusat sebagai Pemberi 1. Pencatatan BMN dilakukan dengan cara membukukan nilai buku BMN dan akumulasi penyusutannya. Penghapusan BMN dari pembukuan (SIMAK-BMN) dilakukan dengan cara menghapus nilai buku BMN dan akumulasi penyusutannya. 2. 2. Penghapusan BMN dilakukan berdasarkan Berita Acara Serah Terima BMN. Hal tersebut dimaksudkan agar masa manfaat aset dapat diukur berdasarkan perolehan awalnya. 5. Akumulasi penyusutan atas BMN yang diperoleh 13 . Hibah BMN Hibah BMN merupakan perpindahan kepemilikan BMN dari satker (entitas pemerintah pusat) ke unit lainnya dimana unit lainnya tersebut bukan merupakan entitas Pemerintah Pusat.

14 .MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT dari Hibah dihitung secara otomatis oleh Aplikasi SIMAK-BMN pada saat satker melakukan pencatatan BMN.

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT ILUSTRASI PENYUSUTAN 15 .

Transaksi Penyelesaian Pembangunan Langsung 10. Aset Yang Diperoleh Sebelum pelaksanaan Inventarisasi dan Penilaian Dan Terjadi Renovasi 6. Transaksi Reklasifikasi Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sebelum Tahun Anggaran Berjalan 11. Transaksi Pembelian Ekstrakomptabel 4. Aset Yang Diperoleh Setelah pelaksanaan Inventarisasi dan Penilaian Dan Terjadi Renovasi Lebih Dari Satu Kali 4. Transaksi Pembelian Intrakomptabel 3. Aset Yang Diperoleh Setelah pelaksanaan Inventarisasi dan Penilaian Dan Terjadi Renovasi 3. Transaksi Normal Ekstrakomtabel B. Aset Yang Diperoleh Sebelum pelaksanaan Inventarisasi dan Penilaian 5. Transaksi Rampasan 9. Transaksi Saldo Awal 2. Transaksi Hibah Masuk Dengan Tanggal Penggunaan Pertama Kali Sebelum Tahun Anggaran Berjalan 7. Transaksi Reklasifikasi Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sama Dengan Tahun Anggaran Berjalan 16 . Transaksi Transfer Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sama Dengan Tahun Anggaran Berjalan 6. Transaksi Normal Intrakomptabel 7. Transaksi Transfer Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sebelum Tahun Anggaran Berjalan 5. Transaksi Hibah Masuk Dengan Tanggal Penggunaan Pertama Kali Sama Dengan Tahun Anggaran Berjalan 8. Ilustrasi Penyusutan Tahun Berjalan 1.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT INDEX Ilustrasi Penyusutan A. Ilustrasi Penyusutan Tahun Pertama 1. Penyusutan tahun pertama atas suatu Aset tetap yang diperoleh setelah pelaksanaan Inventarisasi dan Penilaian (tanggal 31 Desember 2007) 2.

16. Koreksi Perubahan Nilai 18. Transfer Keluar. Dimana Akumulasi Sisa Umur Dan Penambahan Umur Melebihi Tabel Masa Manfaat I 17. Penghentian aset dalam penggunaan operasi pemerintah 26. Pengembangan Aset Tetap yang Tidak Menambah Umur Ekonomis 13. Koreksi Pencatatan) 30. Aset Tetap dalam Kondisi Hilang dan Sudah Diusulkan Penghapusan 23. Transaksi Penghapusan Aset Tetap (Penghapusan. Koreksi Perubahan Nilai Yang Berakibat Perubahan Pencatatan Dari Intrakomptabel ke Extrakomptabel 19. Aset dalam Kondisi Rusak Berat dan Sudah Diusulkan Penghapusan Kemudian usulan tersebut dibatalkan 24. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Pertama Penyusutan 2. Transfer Keluar. Pengembangan Yang Berakibat Perubahan Pencatatan Dari Extrakomptabel ke Intrakomptabel 15. Koreksi Pencatatan) 31.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 12. Penggunaan Kembali Aset Tetap yang Sudah Dihentikan dari Operasional 27. Aset Tetap yang Sudah Habis Masa Manfaatnya Kemudian Dikembangkan Sehingga Usia Manfaatnya Bertambah. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Saat Yang Sama dengan 17 . Koreksi Perubahan Nilai Yang Berakibat Perubahan Pencatatan Dari Extrakomptabel ke Intrakomptabel 20. Aset dalam Kondisi Hilang dan Sudah Diusulkan Penghapusan Kemudian Aset tersebut ditemukan kembali 25. Reklasifikasi Keluar. Ilustrasi Penyusutan Aset Tetap Renovasi 1. Hibah Keluar. Hibah Keluar. Transaksi Penyelesaian Pembangunan Dengan Konstruksi Dalam Pengerjaan 29. Pengembangan Aset yang Menambah Umur Ekonomis 14. Pemecahan Aset C. Transaksi Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan 28. Transaksi Penghapusan Aset Lainnya (Penghapusan. Reklasifikasi Keluar. Koreksi Nilai Dimana Akumulasi Penyusutan Sudah Melebihi Nilai Asetnya 21. Aset dalam Kondisi Rusak Berat dan Sudah Diusulkan Penghapusan 22. Pengembangan Aset yang Menambah Umur Ekonomis.

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Selesainya Pekerjaan 0 ATR). Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Saat Yang Sama dengan Selesainya Pekerjaan ATR). Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu). Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu). Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Saat Yang Sama dengan Selesainya Pekerjaan ATR). saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 6. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 18 . saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 0 5. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 3. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu). saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 0 9. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 4. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu). Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Saat Yang Sama dengan Selesainya Pekerjaan ATR). saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 0 7. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 8.

20.00 (dua miliar rupiah).000 1.800.00 ** Penyusutan Per Semester = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.000.20.2. Gedung tersebut memiliki masa manfaat sesuai Tabel Masa Manfaat I selama 50 tahun atau 100 semester. dengan nilai perolehan adalah Rp.00 * 10 semester = Rp.000.00 2. Ilustrasi Penyusutan Tahun Pertama Penyusutan tahun pertama atas suatu Aset tetap yang diperoleh setelah pelaksanaan Inventarisasi dan Penilaian (tanggal 31 Desember 2007) Sebuah gedung diperoleh semester I tahun 2008.000 * ** *** **** = Nilai Perolehan = Rp.2.000.000.000.000. Penyusutan = Penyusutan Per Smt.2.000.000.000.000.000. Gedung tersebut memiliki masa manfaat sesuai Tabel Masa Manfaat I selama 50 tahun atau 100 semester.800. Aset Yang Diperoleh Setelah pelaksanaan IP Dan Terjadi Renovasi Sebuah gedung diperoleh semester I tahun 2008.000. dengan nilai renovasi sebesar Rp.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT A.000.000 20.00.000 20.000.500. Dari ilustrasi di atas.000.1.000.000.000 10 200.000.00 . Gedung tersebut direnovasi pada tahun 2009. Akumulasi Penyusutan = Rp.000.2.Rp.000.000.200.000.000.000.000 200. Adapun nilai perolehan adalah Rp. Renovasi yang dilakukan tidak menambah umur ekonomis.000.00 **** Nilai Buku Akhir 2012 = Nilai Perolehan – Nilai Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000.200. 19 .000. 1.000.00/semester *** Nilai Akum.00 / 100 semester = Rp.000.000 20.00 = Rp. * Smt.00 (dua miliar rupiah).2.000 2057 2.000. maka: Masa Akhir Manfaat Nilai Yang Disusutkan Penyusutan Per Semester Semester Akumulasi Penyusutan Nilai Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Akhir 2012 Jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan * Nilai Yang Disusutkan 200.000.000.000.000.000.

500. * Smt.25.000. maka: Masa Akhir Manfaat Nilai Yang Disusutkan Penyusutan Per Semester Semester Akumulasi Penyusutan Nilai Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Akhir 2012 Jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan * Nilai Yang Disusutkan = = = 250.000.000.500.00 (dua miliar rupiah).00.00 * 10 semester = Rp.000.000. Dari ilustrasi di atas.00 **** Nilai Buku Akhir 2012 = Nilai Perolehan – Nilai Akumulasi Penyusutan = Rp.000 25.2.500.000 * ** *** **** Nilai Perolehan + Nilai Renovasi Rp.000.000.000.00 ** Penyusutan Per Semester = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.000.000.000 * ** *** **** 20 .000.00 Rp.00 3.000.000.000 25. Renovasi yang dilakukan tidak menambah umur ekonomis.250.000.000.000. Gedung tersebut direnovasi 2 (dua) kali yaitu pada tahun 2009 dan 2010.000.000.000 10 250. dengan nilai renovasi masing-masing sebesar Rp.500.000 10 300.000.250.2.000 2057 2.500.250.000.000.000.00 = Rp.2.00 .00 / 100 semester = Rp.000.000.000 25. Aset Yang Diperoleh Setelah pelaksanaan IP Dan Terjadi Renovasi Lebih Dari Satu Kali Sebuah gedung diperoleh semester I tahun 2008. Penyusutan = Penyusutan Per Smt.000.000.000.000 2.000. Gedung tersebut memiliki masa manfaat sesuai Tabel Masa Manfaat I selama 50 tahun atau 100 semester.000.000 250. Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000.25.000.500.250.2.2.000.00/semester *** Nilai Akum.000.000 30.000. maka: Masa Akhir Manfaat Nilai Yang Disusutkan Penyusutan Per Semester Semester Akumulasi Penyusutan Nilai Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Akhir 2012 2057 3.2.Rp.00 + Rp.700.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Dari ilustrasi di atas.000 2.000.000. dengan nilai perolehan adalah Rp.000.

000. Gedung tersebut memiliki masa manfaat sesuai Tabel Masa Manfaat I selama 50 tahun atau 100 semester.00 .2.000 2029 1.000.000.000.000.000 Nilai Perolehan + Nilai Renovasi Rp.000.4.000 30. Gedung tersebut telah di IP pada tahun 2007 dengan nilai IP sebesar Rp.000.000.00 21 .000.000 30.000.000 12.000.00 ** Penyusutan Per Semester = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.000.000 792.500.000.Rp.000.500.000.000 300.00.000.000 12.000.000.00 Rp.000.1.200.000.2.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan * Nilai Yang Disusutkan = = = 300.00 / 100 semester = Rp.200. Akumulasi Penyusutan = Rp.000.00 Rp.000.000.4.000.000.000.000.300.000.00/semester *** Nilai Akum.3.1.000 12.3.000. dengan nilai perolehan adalah Rp.000. Penyusutan = Penyusutan Per Smt.000.000. * Smt.000.000 408.00 4.00 = Rp.000.2.000.000. Dari ilustrasi di atas.00 (empat miliar rupiah).000.00 + Rp.700. maka: Masa Akhir Manfaat Nilai Yang Disusutkan Penyusutan Per Semester Semester Akumulasi Penyusutan Nilai Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Akhir 2012 Jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan * Nilai Yang Disusutkan = = = 792.000.000.000.000.Rp.30.300.00 **** Nilai Buku Akhir 2012 = Nilai Perolehan – Nilai Akumulasi Penyusutan = Rp.000.Nilai Koreksi IP Rp.00+ Rp.000.000.800.3.30.000.00 .000.200.000.00 * 10 semester = Rp. Aset Yang Diperoleh Sebelum pelaksanaan IP Sebuah gedung diperoleh Semester I tahun 1980.000 66 792.000 * ** *** **** Nilai Perolehan +/.000.000.

1. Gedung tersebut telah di IP pada tahun 2007 dengan nilai koreksi IP sebesar Rp.000.000.00/semester Penyusutan Per Smt.00 + Rp.000 * Nilai Yang Disusutkan = Nilai Perolehan +/.000.800.000.000.000.792.000.00 Rp.188.000. Penyusutan = Penyusutan Per Smt.12.800.00 (empat miliar rupiah).000 CR Akumulasi Penyusutan 1.Rp.000 66 1.000.000.1.000.800.800.000.188.000.000.000.4. Dalam perjalanannya.000.000.000.00.000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT ** Penyusutan Per Semester = = = *** Nilai Akum.000.00 = Rp.000.00 / 100 semester = Rp.000.792.00 / 100 semester Rp. Aset Yang Diperoleh Sebelum pelaksanaan IP Dan Terjadi Renovasi Sebuah gedung diperoleh tahun 1980.4.000.18. Akumulasi Penyusutan = Rp.00 * 66 semester = Rp.00 5.000.000.000.00 .200.000.1.1. Gedung tersebut memiliki masa manfaat sesuai Tabel Masa Manfaat I selama 50 tahun atau 100 semester.000 CR Akumulasi Penyusutan 18.408. dengan nilai perolehan adalah Rp. Akumulasi Penyusutan Rp.000.188.000.00/semester *** Nilai Akum.00 Nilai Perolehan – Nilai Akumulasi Penyusutan Rp.000.000. Dari ilustrasi di atas.00 ** Penyusutan Per Semester = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.1.00 22 2029 1.000.000 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 18. maka: Masa Akhir Manfaat Nilai Yang Disusutkan Penyusutan Per Semester Semester Akumulasi Penyusutan Nilai Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Akhir 2012 Jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 1.000. Masa manfaat Aset Tetap yang diperoleh dari renovasi gedung sesuai Tabel Masa Manfaat II adalah selama 10 tahun.1.000.000.000 18.000. Renovasi yang dilakukan menambah umur ekonomis.00 * 66 semester Rp.000 * ** *** **** .000. * Smt.000.00 .00. dengan nilai renovasi sebesar Rp.2.000 612.000.12.000.000.600.Nilai Koreksi IP + Nilai Renovasi = Rp.18.000. * Smt.000. gedung tersebut direnovasi pada Semester I tahun 2010.000. Penyusutan = = = = = = **** Nilai Buku Akhir 2012 Nilai Perolehan : Masa Manfaat Rp.000.Rp.188.200.200.600.

Dari ilustrasi di atas.000 2015 20.00 dibeli pada bulan September 2011.2.000.000 * ** *** **** ** Penyusutan Per Semester = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.000 3 75. * Smt.00 * 3 semester = Rp. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000.000.00 .000.1.000.00 6. Dari ilustrasi di atas.20.612.00 7.000 14.000.000.1.000.000. aset tersebut memiliki masa manfaat selama 10 semester.20.000.Rp.000.000 175.000.6.20.000.000.000.00 = Rp.000.000.00 **** Nilai Buku Akhir 2012 = Nilai Perolehan – Nilai Akumulasi Penyusutan = Rp.188.00/semester *** Nilai Akum.20.000 23 * ** *** **** .00 / 10 semester = Rp.000 2.000.000.000.14.000.000 6.250.000.000.000.000.800.000 3 6. maka: Masa Akhir Manfaat Nilai Yang Disusutkan Penyusutan Per Semester Semester Akumulasi Penyusutan Nilai Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Akhir 2012 2017 250.00 = Rp.000.000. Penyusutan = Penyusutan Per Smt.000.000 2.000 25.2. Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT **** Nilai Buku Akhir 2012 = Nilai Perolehan – Nilai Akumulasi Penyusutan = Rp. Transaksi Normal Ekstrakomptabel Sebuah mesin fotokopi seharga Rp.00 6.Rp.00 .6. maka: Masa Akhir Manfaat Nilai Yang Disusutkan Penyusutan Per Semester Semester Akumulasi Penyusutan Nilai Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Akhir 2012 Jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan * Nilai Yang Disusutkan = = Nilai Perolehan Rp. Transaksi Normal Intrakomptabel Sebuah mesin fotokopi seharga Rp.000.00 dibeli pada bulan September 2011.000.000.000 2.

000.000.00 B. * Smt.250. c.20.Rp.250.000 14.00 **** Nilai Buku Akhir 2012 = Nilai Perolehan – Nilai Akumulasi Penyusutan = Rp.000 2012 1 20. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I. Akumulasi Penyusutan = Rp.000.00 = Rp.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 20.20.000.000.000 Akumulasi Penyusutan 6. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.75.000 18.00/semester *** Nilai Akum.00 * 3 semester = Rp.000.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000.00 / 10 semester = Rp.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000.000. Penyusutan = Penyusutan Per Smt.00.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Transaksi yang terjadi pada ekstrakomptabel secara keseluruhan tidak dilakukan penjurnalan. Dari ilustrasi di atas.175.000. Mesin fotokopi tersebut baru dicatat pada bulan Maret 2013.00 berasal dari nilai perolehan.20.75. * Nilai Yang Disusutkan = = Nilai Perolehan Rp.000 2013 1 20.000.000 2.25.000 2. 1.000.000. b.000.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000 dibeli pada bulan September 2011. maka: a.000. yaitu Rp. sehingga penyusutan atas aset tetap ekstrakomptabel juga tidak dilakukan penjurnalan.000.000 2.000 16.00 ** Penyusutan Per Semester = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.25.000.00 .000.000 2012 2 20.000. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap 5) Semester didapat dari: 24 .250.000.000 2. Ilustrasi Penyusutan Tahun Berjalan Transaksi Saldo Awal Sebuah mesin fotokopi seharga Rp.000.000 12.

000 20.00 berasal dari nilai perolehan.000.000.000.20.00/semester 6) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000 2. yaitu Rp.000. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000.000 2.20.000.000.000.000 20.000.000 6.00 * 3 semester = Rp.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000 6.000 .000.000.000.000.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp. Transaksi Pembelian Intrakomptabel Sebuah mesin fotokopi seharga Rp.000 dibeli pada bulan Maret 2013. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.2. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.00 : 10 semester = Rp. maka: a.2.00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 2.000. c. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. Mesin fotokopi tersebut dicatat pada bulan yang sama dengan pembeliannya.20.2.20.00/semester 25 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 20.000 18.000.20. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.6.000.000.000. Dari ilustrasi di atas.000.00 : 10 semester = Rp.00.000 2.000.000. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.000.000. b.

Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. Mesin fotokopi tersebut dicatat pada bulan yang sama dengan pembeliannya.000. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000. b. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.00 : 10 semester = Rp.25.000 SALDO BUKU 225.250.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000 25.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 *) Tidak ada Jurnal 30 Juni 2013 *) Tidak ada Jurnal *) Transaksi yang terjadi pada ekstrakomtabel secara keseluruhan tidak dilakukan penjurnalan. Dari ilustrasi di atas. Transaksi Pembelian Ekstrakomptabel Sebuah mesin fotokopi seharga Rp. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000 2. maka: a. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.00 berasal dari nilai perolehan.250. yaitu 20.000 Rp.000.000.250.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 3.250.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.00.000 dibeli pada bulan Maret 2013.000. sehingga penyusutan atas aset tetap ekstrakomptabel juga tidak dilakukan penjurnalan.000 2. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 250.000 20.000. c. 26 .

000 250.000. c.000.000 2013 1 2.000 1.250.2.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan =Rp.000 2012 2 2.000.500. Dari ilustrasi di atas.250.2.000 250.250.500.000 250.000.500. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.00 berasal dari nilai perolehan.500. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2011 2 2. Mesin ketik listrik tersebut mulai digunakan pertama kali/dibeli oleh entitas pemberi pada bulan September 2011.000 2.000 2012 1 2.500.000 Akumulasi Penyusutan 750.2.500.750. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.00.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000 250. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.00 : 10 semester = Rp.00 27 .500.2. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000 dari sesama entitas pemerintah pusat berdasarkan Berita Acara Serah Terima nomor 101010/BMN/2013 pada tanggal 30 Maret 2013. maka: a.000 1.500.750.500.000.00 * 3 semester = Rp.000 SALDO BUKU 2. b. Transaksi Transfer Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sebelum Tahun Anggaran Berjalan Diterima sebuah mesin ketik listrik seharga Rp.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 4. yaitu Rp.

000.00 : 10 semester = Rp. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.000.000.000 2. c. Dari ilustrasi di atas.000 300.700.000 dari sesama entitas pemerintah pusat berdasarkan Berita Acara Serah Terima nomor 1010/BMN/2013 pada tanggal 30 Maret 2013. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.3.3.3.000 750.500. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester. yaitu Rp.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 5. maka: a. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000 250.00 berasal dari nilai perolehan. 2. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000 750.000.000. Mesin ketik listrik tersebut mulai digunakan pertama kali/dibeli oleh entitas pemberi pada bulan Februari 2013.000.00/semester NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 3.000.000. b. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000 Transaksi Transfer Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sama Dengan Tahun Anggaran Berjalan Diterima sebuah mesin ketik listrikseharga Rp.000 28 . Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.3.000 250.00.500.300.000 SALDO BUKU 2.

000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000. Transaksi Hibah Masuk Dengan Tanggal Penggunaan Pertama Kali Sebelum Tahun Anggaran Berjalan Diterima sebuah mesin ketik listrik seharga Rp.000 6. Mesin ketik listrik tersebut mulai digunakan pertama kali/dibeli oleh entitas pemberi pada bulan September 2011.000 3.500.250.2.000 1.500.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2011 2 2. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000 250.000 Akumulasi Penyusutan 750.00 berasal dari nilai perolehan. yaitu Rp.000.000 250.500.250. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. b.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 3.000 250. maka: a.000.000.500.2.000 300.00/semester 29 . aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000.750. c.000 SALDO BUKU 2. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.2.000 250.00.2. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000 1.000 2013 1 2.500.000.500.500.000 300.000 2.000 2012 1 2. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.500.000 dari pemerintah daerah berdasarkan Berita Acara Serah Terima nomor 041185/BMN/2013 pada tanggal 30 Maret 2013.500.000 2012 2 2. Dari ilustrasi di atas.00 : 10 semester = Rp.

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000.00/semester 30 NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 3.3.300.250.3. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000. b.000. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000 SALDO BUKU 2. yaitu Rp.000 750.00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 7. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.3.000.000 2. 2.000 .750.3.000.000 dari pemerintah daerah berdasarkan Berita Acara Serah Terima nomor 221283/BMN/2013 pada tanggal 30 Maret 2013.700.000 750.00 berasal dari nilai perolehan. c.000.000 250.000.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.00. Dari ilustrasi di atas.00 : 10 semester = Rp.00 * 3 semester = Rp.500.000 Transaksi Hibah Masuk Dengan Tanggal Penggunaan Pertama Kali Sama Dengan Tahun Anggaran Berjalan Diterima sebuah mesin ketik listrikseharga Rp.000 250.000. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000.500. Mesin ketik listrik tersebut mulai digunakan pertama kali/dibeli oleh entitas pemberi pada bulan Februari 2013.000 300. maka: a.

000 15. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. Transaksi Rampasan Sebuah mesin fotokopi seharga Rp.500.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.00.000. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000 1.000.500.15. Dari ilustrasi di atas.1.15.000 Rp. c.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 8.000.000 300.500. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000 300.000.15. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.15. maka: a.00 : 10 semester = Rp.000.000.000 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 15.000 31 .500.000.000 dirampas pada bulan Mei 2013.000.000 3.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Mei 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 15.000.000.00 berasal dari nilai perolehan.500.000 13. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester. Mesin fotokopi tersebut dicatat pada bulan yang sama dengan rampasannya.000 1.000 1. yaitu 3. b.000.

Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000.000.000 10.000 94.000. setelah sebelumnya melakukan reklasifikasi keluar atas OHP terlebih dahulu. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.20.95. b. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000.000.000. Transaksi Reklasifikasi Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sebelum Tahun Anggaran Berjalan Sebuah mesin LCD projector/infocus seharga Rp. Gedung tersebut memiliki masa manfaat sesuai Tabel Masa Manfaat I selama 50 tahun atau 100 semester. 2) Masa Manfaat selama 100 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.95.000 dibeli pada bulan September 2011.00.000.95. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000.000. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000 95.000.050.000 950. c.000 950.00. yaitu Rp. Pada bulan Februari 2013 LCD projector/infocus tersebut baru dicatat melalui transaksi reklasifikasi masuk.00 berasal dari nilai perolehan.00 : 100 semester = Rp.000. Sebelumnya mesin LCD projector/infocus dicatat sebagai OHP (over head projector).950. Transaksi Penyelesaian Pembangunan Langsung Sebuah gedung pos jaga selesai dibangun pada bulan Maret 2013. maka: a. 32 . Dari ilustrasi di atas.000 950.000 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 95. Gedung pos jaga tersebut dicatat pada bulan yang sama dengan pembangunannya.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 95.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 9. dengan nilai perolehan sebesar Rp.95.

Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 20.000 11. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000.000.000 2. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000.00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Februari 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 20.000.000.000.000.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000 6.000.20.00 : 10 semester = Rp.000 2.000 2.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000.2. b.000 2.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Dari ilustrasi di atas. maka: a.00.6.000.20.000.000 12.000 2.000.000.000.00 berasal dari nilai perolehan.000.000. yaitu Rp.000.000.000.000 2013 1 20.000.000.000 14.000. Transaksi Reklasifikasi Masuk Dengan Tanggal Perolehan Sama Dengan Tahun Anggaran Berjalan Sebuah mesin LCD projector/infocus seharga Rp.20.000 18.000 2. Sebelumnya mesin LCD projector/infocusdicatat sebagai OHP 33 .000 2012 2 20.000. c.000.20.000.000 Akumulasi Penyusutan 6.000 20.00 * 3 semester = Rp. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.000.2.000.000.000 6.000.000 dibeli pada bulan Januari 2013.000 16.000 2012 1 20. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000.

000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.20.00 : 10 semester = Rp.5.000.000.000.000 20. yaitu Rp.000.000.000.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.2. 34 . Pada bulan Mei 2013 mesin tersebut dilakukan pengembangan sebesar Rp.20. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000 12.000 dibeli pada bulan Maret 2012.000 2.00.000.000 2. Pengembangan Aset Tetap yang Tidak Menambah Umur Ekonomis Sebuah mesin fotokopi seharga Rp 20.000 18.000. setelah sebelumnya melakukan reklasifikasi keluar atas OHP terlebih dahulu.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Mei 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 20.000.000.000. Dari ilustrasi di atas. b. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000 2.000 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 20. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.20.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT (over head projector). Pada bulan Mei 2013 LCD projector/infocustersebut baru dicatat melalui transaksi reklasifikasi masuk. tetapi pengembangan tersebut tidak menambah umur ekonomis (masa manfaat) aset.000.00 berasal dari nilai perolehan. Dari Tabel Masa Manfaat I. b.000. c.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000. maka: a. maka: a.000.00. dan telah dicatat pada bulan Maret 2012. Dari ilustrasi di atas.

000. Pada bulan Mei 2013 dilakukan pengembangan terhadap aset tetap sebesar Rp.000.5. yaitu Rp.000 2012 2 20.00/semester 35 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 21.000. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.00 berasal dari nilai perolehan.000.000.000. Tabel penyusutan penyusutan pertama kali: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2012 1 20.000.625.20.000 Akumulasi Penyusutan 4.000.000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT c.000.20.00 : 10 semester = Rp.000.000.000.000. = Rp.000.21.375.00 d.000 18.000 16.000.000.000 2.000.000 2.00 yang tidak menambah masa manfaat.000.20.00 : 8 semester = Rp.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan setelah pengembangan berasal dari: = Saldo Buku Semester 2 tahun 2012 + Pengembangan Aset.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000.00 + Rp.2.000.00 * 2 semester = Rp.2.2.000 18.5.000.000.00 = Rp.16.00 2) Penyusutan setiap Semester setelah dilakukan pengembangan didapat dari: = Nilai Disusutkan : Sisa Masa Manfaat = Rp.000.21.000.000.00.625.000 .00 2. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 2 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.4.000.000.000.000.000.

Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.20.000 dibeli pada bulan Maret 2012.000.000 2.000 SEMESTER Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp. Pada bulan Mei 2013 mesin tersebut dikembangkan sebesar Rp.000.000 18. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. b.625.00 berasal dari nilai perolehan. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 2 semester 36 .000 *) Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama 13. Pengembangan Aset yang Menambah Umur Ekonomis Sebuah mesin fotokopi seharga Rp 20.8.000 2. Tabel penyusutan penyusutan pertama kali: TAHUN NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2012 1 20.000 5. maka: a. Dari Tabel Masa Manfaat I.000 5.000. c.000.000.000. yaitu Rp.000.000 2.000 Akumulasi Penyusutan 4.000. Dari Tabel Masa Manfaat II.000.000.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya. pengembangan atas alat kantor sebesar 40% menambah masa manfaat selama 1 (satu) tahun.00.000 4.000 2.000.000.625.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Mei 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 4.000.000.000 16.000 2012 2 20. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000.000. Berdasarkan analisis diketahui bahwa persentase realisasi belanja atas pengembangan mesin tersebut adalah sebesar 40% dari nilai bukunya.20. dimana pengembangan aset tersebut menambah umur ekonomis (masa manfaat) aset.00.000. Dari ilustrasi di atas.

000.000.2.000.2.00 + Rp.000.000.000.000.24.000 4.000.000.2.000.000 8.600. Pada bulan Mei 2013 dilakukan pengembangan terhadap aset tetap sebesar Rp.000 2.000.00 : 10 semester = Rp.000.24.000 *) Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama 37 .000.8.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 4) Penyusutan setiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.400.4.000.00 2.00 : 10 semester = Rp.000.000.000 1) Nilai disusutkan setelah pengembangan berasal dari: = Saldo Buku Semester 2 tahun 2012 + Pengembangan Aset.000.000 2.8.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Mei 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 4.000 8. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 24.00 dimana pengembangan tersebut menambah masa manfaat selama 1 tahun.00 d.000.000.00 = Rp.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.400.00 * 2 semester = Rp.400.000.20.400.000.00 2) Masa Manfaat berasal dari: = Sisa Masa Manfaat + Penambahan Masa Manfaat = 8 semester + 2 semester = 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester setelah dilakukan pengembangan didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000 21.000.000.16.000. = Rp.

Pada bulan Mei 2013 dilakukan pengembangan terhadap aset tetap sebesar Rp.00. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000.000.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.500.500.00 Akumulasi Penyusutan 50.00 2012 2 250.000 225.000.000.000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 14.00. tetapi pengembangan tersebut tidak menambah umur ekonomis (masa manfaat) aset.25.00 yang tidak menambah masa manfaat. Dari ilustrasi di atas. b.000. c.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2012 1 250.250.250. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 2 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000 25.000 200.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya. aset dikembangkan sebesar Rp.000.000.000 25. 38 . Masa manfaat dari aset tersebut adalah 5 tahun (10 semester).250. Pada bulan Mei 2013. maka: a.250.50.00 d.00 berasal dari nilai perolehan.000.25.00 : 10 semester = Rp.00 * 2 semester = Rp. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya. Pengembangan Yang Berakibat Perubahan Pencatatan Dari Extrakomptabel ke Intrakomptabel Sebuah mesin penghancur dibeli pada bulan Maret 2012 dengan harga beli sebesar Rp.00. yaitu Rp.

500 SALDO BUKU 612. Dari Tabel Masa Manfaat II.000.500. Pada bulan Mei 2013 printer tersebut dikembangkan sebesar Rp.500 750. 39 . hal tersebut dikarenakan aset tersebut sekarang dicatat di intrakomptabel 15.000 750. Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) Tidak ada Jurnal Mei 2013 **) DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan *) NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 700.000 50. Aset Tetap yang Sudah Habis Masa Manfaatnya Kemudian Dikembangkan Sehingga Usia Manfaatnya Bertambah.000 87.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan setelah pengembangan berasal dari: = Saldo Buku Semester 2 tahun 2012 + Pengembangan Aset. Berdasarkan analisis diketahui bahwa fisik printer tersebut bertambah sekitar 25% dari fisik semula.00 = Rp. dimana pengembangan aset tersebut menambah umur ekonomis (masa manfaat) aset.00 dibeli pada bulan September 2008.000 50.16.00/semester e.500 Tidakada jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 dikarenakan aset tersebut sebelumnya dicatat di ekstrakomptabel **) Jurnal pada bulan Mei 2013 merupakan jurnal untuk memasukan aset dan akumulasi penyusutannya ke dalam neraca.000.00.00 + Rp.200.000.87.000.3.00 2) Penyusutansetiap Semester setelah dilakukan pengembangan didapat dari: = Nilai Disusutkan : Sisa Masa Manfaat = Rp.000.700.00: 8 semester = Rp.000 87. Sebuah printer (peralatan personal komputer) seharga Rp. = Rp.500 87. Aset tersebut memiliki masa manfaat 8 semester.700.500. pengembangan atas peralatan komputer sebesar 25% menambah masa manfaat selama 1 (satu) tahun.200.000.000.

c.16.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000.16.000.000 2.000.000 6.000 2.000 2.000.000 NILAI SALDO TAHUN SEMESTER PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 1 16.000.000.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000.000.000.000. maka: a. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.16.000.00 d.16.000.000. yaitu Rp.000.000.3.000 2010 1 16.000 2009 2 16. Pada bulan Mei 2013 dilakukan pengembangan terhadap aset tetap sebesar Rp.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000 2.000 2010 2 16.00 * 8 semester = Rp.000 2009 1 16.2.00.000.200.000 2011 2 16.000 2.2.000.000 2.000.000 0 2012 2 0 0 0 Akumulasi Penyusutan 16.000 2.00 dimana pengembangan tersebut menambah masa manfaat selama 1 tahun.000 14.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Dari ilustrasi di atas.000. Tabel penyusutan penyusutan pertama kali: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2008 2 16.00 berasal dari nilai perolehan.000.000.000. 40 .000 4.000 8.000.000. b.000.00 : 8 semester = Rp.000.000.000.000 12.000 2012 1 16.000.000.000 10.000.000 2.000. 2) Masa Manfaat selama 8 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 8 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000 2. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000.000.

0. Dari Tabel Masa Manfaat I.000.000 1.000 1.600. = Rp.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Tabel penyusutannya: TAHUN 2013 SEMESTER 1 NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 3.200.000 *) Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama 16.00 = Rp.000.00 + Rp.200.200.000 SALDO BUKU 1.000 3.000.600.3. Pada bulan Agustus 2013 mesin tersebut dikembangkan sebesar Rp.600. aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.00.000 3. dimana pengembangan aset tersebut menambah umur ekonomis (masa manfaat) aset. Berdasarkan analisis diketahui bahwa persentase realisasi belanja atas pengembangan mesin tersebut adalah sebesar 41 .8.200.000.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan setelah pengembangan berasal dari: = Saldo Buku Semester 2 tahun 2012 + Pengembangan Aset.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Mei 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 16.3.000.00 2) Masa Manfaat berasal dari: = Sisa Masa Manfaat + Penambahan Masa Manfaat = 0 semester + 2 semester = 2 semester 3) Penyusutansetiap Semester setelah dilakukan pengembangan didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.000 1.1.000.00 : 2 semester = Rp.200.000.200.3.000.000 dibeli pada bulan Februari 2013.000 16.600.600. Dimana Akumulasi Sisa Umur Dan Penambahan Umur Melebihi Tabel Masa Manfaat I Sebuah mesin fotokopi seharga Rp 20. Pengembangan Aset yang Menambah Umur Ekonomis.

00 = Rp.000.400.000.000. 42 .000. yaitu Rp.2.000.8.00. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.000.18.000.000.600.00 2) Masa Manfaat berasal dari: = Sisa Masa Manfaat + Penambahan Masa Manfaat = 9 semester + 2 semester = 11 semester Dikarenakan masa manfaat melebihi masa manfaat menurut Tabel Masa Manfaat I. pengembangan atas alat kantor sebesar 40% menambah masa manfaat selama 1 (satu) tahun.000.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.20. maka: a.26. sehingga masa manfaat yang dijadikan acuan masa manfaat menurut Tabel Masa Manfaat I yaitu 10 semester. Pada bulan Agustus 2013 dilakukan pengembangan terhadap aset tetap sebesar Rp. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya. c.000.00 dimana pengembangan tersebut menambah masa manfaat selama 1 tahun.20. = Rp.000.000.000.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 20.000.8. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 2 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 26.000 18. Dari ilustrasi di atas.20.000.000. Dari Tabel Masa Manfaat II. b.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 40% dari nilai bukunya.00 : 10 semester = Rp.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.00 berasal dari nilai perolehan.000 23.00/semester d.000.00 + Rp.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan setelah pengembangan berasal dari: = Saldo Buku Semester 2 tahun 2012 + Pengembangan Aset.000.000.00 2.00 2.

b.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2011 2 2.000 250.000 2.2.00 berasal dari nilai perolehan.000 Tetap Tetap 2.26.500.000.00 : 10 semester = Rp.000.000 250.2.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Februari 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan Agustus 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan 17.000 20.000.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp. maka: a. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000. Pada bulan Agustus tahun 2013 aset tetap dikoreksi nilainya menjadi Rp.250.000 Tetap Tetap 2.1. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: 43 .600.500.000 2012 2 2. yaitu Rp 2.500.500.Dengan kondisi tersebut.500.750.600.600.000. Koreksi Perubahan Nilai Suatu mesin penghancur dibeli pada bulan September 2011 dengan harga Rp.000 SALDO BUKU 2.000.000.000.000 8.500.000 1.000 2. Mesin tersebut memiliki masa manfaat selama 10 semester.00.500.000 2013 1 2.000 2012 1 2. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000 250.000 20.500.000. c.000.000.000 1.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 3) Penyusutan setiap Semester setelah dilakukan pengembangan didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000 250.000 Akumulasi Penyusutan 1.000 8. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000.000 2.000.2.00.000.

000.000 Penghitungannya: 1) Besar pengurangan nilai aset dikarenakan koreksi perubahan nilai.1.000 2012 1 1.100.250. penyusutan sebelum koreksi nilai – Akum.000.00) – (4 x Rp.000.000.000 100.000. Akumulasi penyusutan akan dihitung ulang untuk melihat akumulasi sesungguhnya.000 800.000. d.500.000.000.000 500.2. penyusutan sesudah koreksi nilai = (4 x Rp.000.000 100.750.000 SALDO BUKU 900.000 100.000.000.00) = Rp.00 = Rp.000 700.00 3) Besar penyusutan setiap semester adalah sama setiap semesternya.000 Akumulasi Penyusutan 400.000 2013 2 1.00 – Rp.00 6) Nilai Akumulasi Penyusutan semester 1 sebesar Rp.000.00 –Rp.1.000.00 = Rp.000.00 : 10 semester = Rp.000.600.000.100.000.500.00 berasal dari Penyusutan setiap Semester.000. Pada bulan Agustus tahun 2013 aset tetap dikoreksi nilainya menjadi Rp.00 * 3 semester = Rp.000.2.000 100. yaitu: = Nilai Perolehan – Nilai setelah koreksi = Rp.000 2013 1 1.00 2) Penyesuaian (koreksi) akumulasi penyusutan dihitung seperti berikut: = Akum.1.000 600.000 100.250.00/semester 44 . Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2011 2 1.00.400.000.250.250.000 2012 2 1.1.1.000.00 : 10 semester = Rp.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.500.000. yaitu: = Nilai Perolehan setelah koreksi : Masa Manfaat = Rp.000.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.

00 : 10 semester = Rp.00.000 Akumulasi Penyusutan 500.000 SALDO BUKU 2.000 600.2.000 750. Aset tersebut memiliki masa manfaat 5 tahun (10 semester). 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 2 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.500.2.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2012 1 2.500.250.00.00/semester 45 .500.000.250.000 250.000. bulan Mei mesin penghancur dikoreksi nilainya Rp.000 Tetap Tetap 100.500.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan Agustus 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi Penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan *) Tetap 750.000 250.00.250. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. maka: a.000 Tetap 1.000.000 2012 2 2.000.500.000 250. Koreksi Perubahan Nilai Yang Berakibat Perubahan Pencatatan Dari Intrakomptabel ke Extrakomptabel Sebuah Pada mesin penghancur 2013 dibeli bulan Maret 2012 dengan harga menjadi Rp.000 2.500.00 berasal dari nilai perolehan.000 Tetap 250.000 1.000 Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama 18.000 600.000.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.2. b.000 100.2.500. c.000.500. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya. Dengan ilustrasi tersebut. yaitu Rp. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.

Dengan adanya koreksi tersebut.000 NILAI TAHUN SEMESTER PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2013 1 250.500.00 * 2 semester = Rp.000.500.000.2.000.000.450.00) : 10 semester = Rp.000.000 46 .50.000.00 3) Besar penyusutan setelah dilakukan koreksi setiap semester berasal dari: = Nilai Perolehan setelah koreksi : Masa Manfaat = (Rp.000 SALDO BUKU 225.000 25.2.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 500.000.00 = Rp.000 200.00 2) Penyesuaian (koreksi) akumulasi penyusutan dihitung seperti berikut: = Akum.000 Penghitungannya: 1) Besar pengurangan nilai aset dikarenakan koreksi perubahan nilai. Pada bulan Mei 2013 dilakukan koreksi atas mesin tersebut sehingga nilainya menjadi Rp.250.00 – Rp.000.250.500.00) – (2 x Rp. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2012 1 250.000 Akumulasi Penyusutan 50.000 SALDO BUKU 175.2.000.000.250.25.000 25. yaitu: = Nilai Perolehan – Nilai setelah koreksi = Rp.000.250.000 25.250.00 –Rp.000. maka akumulasi penyusutan dihitung ulang untuk mengetahui akumulasi penyusutan sesungguhnya.000.00 d.250.00 = Rp.2.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.250. penyusutan sebelum koreksi nilai – Akum.000.000 500.000 2012 2 250.00 : 10 semester = Rp.500. penyusutan sesudah koreksi nilai = (2 x Rp.25.000.00 – Rp.00) = Rp.00.

000 2012 2 250. maka: a.000 25. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 2 semester 4) Penyusutan setiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.500.00.000.250. Dari ilustrasi di atas.000.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: 47 . yaitu Rp.00 : 10 semester = Rp. hal tersebut dikarenakan aset tersebut sekarang dicatat di ekstrakomptabel ***) Tidak ada jurnal pada tanggal 30 Juni 2013 dikarenakan aset tersebut sekarang dicatat di ekstrakomptabel 19.000 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000.500. b. aset dikoreksi nilainya menjadi sebesar Rp.000 200. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.250.000 Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Jurnal pada bulan Mei 2013 merupakan jurnal untuk mengeluarkan aset dan akumulasi penyusutannya dari neraca.000 25.000. Pada bulan Mei 2013.000 Akumulasi Penyusutan 50.250. Tabel penyusutannya: NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2012 1 250.250. Masa manfaat dari aset tersebut adalah 5 tahun (10 semester). Koreksi Perubahan Nilai Yang Berakibat Perubahan Pencatatan Dari Extrakomptabel ke Intrakomptabel Sebuah mesin penghancur dibeli pada bulan Maret 2012 dengan harga beli sebesar Rp.00 berasal dari nilai perolehan.000 500.000 Penghitungannya: TAHUN SEMESTER SALDO BUKU 225.00.000 2.000.000 500.25.750.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Mei 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi Penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 ***) Tidak ada Jurnal *) 2. c.00.

25.00 = Rp.100.000.00 * 2 semester = Rp.000 SALDO BUKU 675.50.000.100. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2012 1 750.250.000.000.000. Pada bulan Mei 2013 dilakukan koreksi nilai terhadap aset tetap sehingga nilainya menjadi sebesar Rp.150.00 – Rp.750.00 d.000 75.00 3) Besar penyusutan pada saat dilakukan koreksi berasal dari: = Penyusutansetiap Semester sebelum koreksi + Penyesuaian (koreksi) akumulasi penyusutan = Rp.00) = Rp.000.00 4) Besar penyusutan setelah dilakukan koreksi setiap semester berasal dari: = Nilai disusutkan setelah koreksi : Masa Manfaat = Rp. penyusutan sesudah koreksi nilai .000.000 600.00 : 10 semester = Rp.500.00 + Rp.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan setelah koreksi berasal dari: = Saldo Buku Semester 2 tahun 2012 + Koreksi Aset.000 75.000.Akum.00/semester 48 .MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp. = Rp.000 SALDO BUKU 525.00.50.75.750. penyusutan sebelum koreksi nilai = (2 x Rp.25.000 75.000 NILAI TAHUN SEMESTER PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2013 1 750.00 = Rp.75.000.750.000.00 + Rp.000.50.000 2012 2 750.00) – (2 x Rp.150.000 Akumulasi Penyusutan 150.000.00 = Rp.00 2) Penyesuaian (koreksi) akumulasi penyusutan dihitung seperti berikut: = Akum.000.000.000.000.

000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.5.000 2012 1 5.000.000 2013 1 5. b.000 500.000 500.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000. c.Pada bulan November tahun 2013 aset tetap dikoreksi nilainya menjadi Rp.000 3.000.5.000.000.000. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutan setiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat 49 . Dari ilustrasi di atas.00.000.000.000 Akumulasi Penyusutan 2.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) Tidak ada Jurnal Mei 2013 **) DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan *) 750.000.000 500.5. Koreksi Nilai Dimana Akumulasi Penyusutan Sudah Melebihi Nilai Asetnya Sebuah mesin penghancur dibeli pada bulan September 2011 dengan harga Rp.000.000 500.000 4.000 75.000 750. hal tersebut dikarenakan aset tersebut sekarang dicatat di intrakomptabel 20.000. maka: a.00 berasal dari nilai perolehan. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000. yaitu Rp.000 2012 2 5.000 75.00.000 Tidak ada jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 dikarenakan aset tersebut sebelumnya dicatat di ekstrakomptabel **) Jurnal pada bulan Mei 2013 merupakan jurnal untuk memasukan aset dan akumulasi penyusutannya ke dalam neraca. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000.000 150.000 SALDO BUKU 4.000 150. Mesin tersebut memiliki masa manfaat selama 10 semester. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2011 2 5.500.000 3.500.00.500.

000.000 2012 1 500.000 350.000 50.500.000 50.00 : 10 semester = Rp.00) 3) Besar penyusutan setiap semester adalah sama setiap semesternya.000 2013 1 500.1.000.00) = Rp.000.500.000.500.500.000.000 2013 2 500. yaitu: = Nilai Perolehan – Nilai setelah koreksi = Rp.000 50.000.5. penyusutan sebelum koreksi nilai = (4 x Rp.000.00 2) Penyesuaian (koreksi) akumulasi penyusutan dihitung seperti berikut: = Akum.000 250.000 2012 2 500.00 * 3 semester = Rp.000 400.000 SALDO BUKU 450.000 300.00 –Rp.5.000.000.000 Akumulasi Penyusutan 200.2.200.500. Pada semester 2 tahun 2015 aset tetap dikoreksi nilainya menjadi Rp.000 50.1.000.000.50. Tabel penyusutannya adalah: TAHUN SEMESTER NILAI PENYUSUTAN DISUSUTKAN 2011 2 500.00/semester 50 .000.Akum.(4 x Rp.00 : 10 semester = Rp.4.00) .50.000 50.000.00 = (Rp.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT = Rp.Rp. penyusutan sesudah koreksi nilai .500. yaitu: = Nilai Perolehan setelah koreksi : Masa Manfaat = Rp.000.000.00.00 .500.000.00 = Rp.00 d.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000 Penghitungannya: 1) Besar pengurangan nilai aset dikarenakan koreksi perubahan nilai.000.500. Akumulasi penyusutan akan dihitung ulang untuk melihat akumulasi sesungguhnya.800.

Pada bulan Maret 2013. c. Aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000 dibeli pada bulan September 2011.000 Tetap 4.000 2012 1 20.500. maka: a.000 2.000 4. Penghentian penyusutan berlaku sejak adanya usulan penghapusan.000.000. Tabel penyusutannya adalah: TAHUN NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 20.500.000 Tetap 500.000.000 2012 2 20. aset tetap dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Rusak Berat sebagai tindak lanjut adanya usulan penghapusan.000 Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama 21.000 50.000. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000 Tetap Tetap 50.000.000 14.000 1. Dari ilustrasi di atas.000.000 SEMESTER 51 .000.000 500.000 16.000 18.500.000 2.000 2.800.000 1.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan November2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan *) Tetap 1.000 Akumulasi Penyusutan 6.000.800. Aset dalam Kondisi Rusak Berat dan Sudah Diusulkan Penghapusan Sebuah mesin fotokopi seharga Rp 20.000.000.000.000.500. yaitu Rp 20.000 1.000. Pada bulan Maret 2013 aset tersebut dalam kondisi rusak berat dan diusulkan untuk dihapusbukukan kepada Pengelola Barang. b.

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

Penghitungannya: 1) Besar penyusutan setiap semester yaitu: = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.20.000.000,00 : 10 semester = Rp.2.000.000,00/semester 2) Penyusutan pada semester 1 tahun 2013 besarnya 0 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset dengan kondisi rusak berat keluar. 3) Pada saat usulan penghapusan atas aset dengan kondisi rusak keluar, aset tersebut juga dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Rusak Berat. 4) Akumulasi penyusutan sebesar Rp.6.000.000 didapat dari penjumlahan akumulasi penyusutan sampai dengan semester sebelum aset diusulkan penghapusan, yaitu: = 3 x Rp.2.000.000,00 = Rp.6.000.000,00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Maret 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 ***) Tidak ada Jurnal *) 6.000.000 6.000.000 20.000.000 20.000.000 6.000.000 6.000.000 adalah sama setiap semesternya,

Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Jurnal pada bulan Maret 2013 merupakan jurnal untuk mengeluarkan aset dan akumulasi penyusutannya dari neraca, hal tersebut dikarenakan aset tersebut sekarang dibukukan pada Daftar Barang Rusak Berat ***) Tidak ada jurnal pada tanggal 30 Juni 2013 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset dengan kondisi rusak berat keluar 22. Aset Tetap dalam Kondisi Hilang dan Sudah Diusulkan Penghapusan Sebuah mesin fotokopi seharga Rp 20.000.000 dibeli pada bulan September 2011. Aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester. Pada bulan Maret 52

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

2013 aset tersebut hilang dan diusulkan untuk dihapusbukukan kepada Pengelola Barang. Dari ilustrasi di atas, maka: a. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan, yaitu Rp 20.000.000. b. Pada bulan Maret 2013, aset tetap dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Hilang sebagai tindak lanjut adanya usulan penghapusan. c. Penghentian penyusutan berlaku sejak adanya usulan penghapusan. Tabel penyusutannya adalah: TAHUN NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 20.000.000 2.000.000 18.000.000 2012 1 20.000.000 2.000.000 16.000.000 2012 2 20.000.000 2.000.000 14.000.000 Akumulasi Penyusutan 6.000.000 SEMESTER

Penghitungannya: 1) Besar penyusutan setiap semester yaitu: = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.20.000.000,00 : 10 semester = Rp.2.000.000,00/semester 2) Penyusutan pada semester 1 tahun 2013 besarnya 0 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset yang hilang. 3) Pada saat usulan penghapusan atas aset hilang, aset tersebut juga dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Hilang. 4) Akumulasi penyusutan sebesar Rp.6.000.000 didapat dari penjumlahan akumulasi penyusutan sampai dengan semester sebelum aset diusulkan penghapusan, yaitu: = 3 x Rp.2.000.000,00 = Rp.6.000.000,00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan 6.000.000 6.000.000 adalah sama setiap semesternya,

53

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

Maret 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 ***) Tidak ada Jurnal *)

20.000.000 20.000.000 6.000.000 6.000.000

Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Jurnal pada bulan Maret 2013 merupakan jurnal untuk mengeluarkan aset dan akumulasi penyusutannya dari neraca, hal tersebut dikarenakan aset tersebut sekarang dibukukan pada Daftar Barang Hilang ***) Tidak ada jurnal pada tanggal 30 Juni 2013 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset yang hilang 23. Aset dalam Kondisi Rusak Berat dan Sudah Diusulkan Penghapusan Kemudian usulan tersebut dibatalkan Sebuah mesin fotokopi seharga Rp 20.000.000 dibeli pada bulan September 2011. Aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester. Pada bulan Maret 2013 aset tersebut dalam kondisi rusak berat dan diusulkan untuk dihapusbukukan kepada Pengelola Barang. Pada bulan November 2013 usulan penghapusan dibatalkan. Dari ilustrasi di atas, maka: a. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan, yaitu Rp 20.000.000. b. Pada bulan Maret 2013, aset tetap dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Rusak Berat sebagai tindak lanjut adanya usulan penghapusan. c. Penghentian penyusutan berlaku sejak adanya usulan penghapusan. d. Pada bulan November 2013, aset tetap tersebut dicatat kembali dengan transaksi saldo awal. Tabel penyusutannya adalah: TAHUN NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 20.000.000 2.000.000 18.000.000 2012 1 20.000.000 2.000.000 16.000.000 2012 2 20.000.000 2.000.000 14.000.000 Akumulasi Penyusutan 6.000.000 SEMESTER

54

000 6.000. yaitu: = 4 x Rp.000.000. aset tersebut juga dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Rusak Berat.000 55 .00 5) Akumulasi penyusutan sebesar Rp. 4) Akumulasi penyusutan sebesar Rp.000.000.6.00/semester 2) Penyusutan pada semester 1 tahun 2013 besarnya 0 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset dalam kondisi rusak berat keluar.2.000.000 20.000.8.000.000 Tetap Tetap 20.000 Tetap 6.000.2.000 8.000. yaitu: = 3 x Rp.000.000 Tetap 2.00 = Rp.000.000.000 didapat dari penjumlahan akumulasi penyusutan sampai dengan semester sebelum aset tersebut dibatalkan penghapusannya.000.000.2.00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan Maret 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset 30 Juni 2013 ***) Tidak ada Jurnal November 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi penyusutan 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan Tetap 6.000 8.000.000.8.000.000 didapat dari penjumlahan akumulasi penyusutan sampai dengan semester sebelum aset diusulkan penghapusan.000.000.000.000 adalah sama setiap semesternya.6.000 6.000.000.000 2.00 : 10 semester = Rp.000.00 = Rp.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Penghitungannya: 1) Besar penyusutan setiap semester yaitu: = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp.20. 3) Pada saat usulan penghapusan atas aset dalam kondisi rusak berat. 20.000 Tetap 20.000.

000 6. Aset dalam Kondisi Hilang dan Sudah Diusulkan Penghapusan Kemudian Aset tersebut ditemukan kembali Sebuah mesin fotokopi seharga Rp 20. aset tetap dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Hilang sebagai tindak lanjut adanya usulan penghapusan.000 *) Penghitungannya: 1) Besar penyusutan setiap semester adalah sama setiap semesternya. Pada bulan Maret 2013. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. Aset tersebut memiliki masa manfaat 10 semester.000.000 14.000. Dari ilustrasi di atas.00 : 10 semester = Rp. b.000 dibeli pada bulan September 2011.000 2.000.000.000 Akumulasi Penyusutan SEMESTER PENYUSUTAN SALDO BUKU 2.000 2012 2 20.000 2.000. yaitu: = Nilai Perolehan : Masa Manfaat = Rp. yaitu Rp 20. Pada bulan November 2013.000 2012 1 20. Tabel penyusutannya adalah: TAHUN NILAI DISUSUTKAN 2011 2 20. Penghentian penyusutan berlaku sejak adanya usulan penghapusan.000. Pada bulan Maret 2013 aset tersebut hilang dan diusulkan untuk dihapusbukukan kepada Pengelola Barang. hal tersebut dikarenakan aset tersebut sekarang dibukukan pada Daftar Barang Rusak Berat ***) Tidak ada jurnal pada tanggal 30 Juni 2013 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset dengan kondisi rusak berat keluar 24.000 18.000.20.000 16.000.00/semester 56 .000. maka: a. aset tetap tersebut dicatat kembali dengan transaksi saldo awal.000.2. c.000. d.000.000. Pada bulan November 2013 aset tersebut ditemukan kembali di gudang.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Jurnal pada bulan Maret 2013 merupakan jurnal untuk mengeluarkan aset dan akumulasi penyusutannya dari neraca.000.000.000.000.

000.000 20.000.000.000 Tetap 6.000.8.000 8.000.000. yaitu: = 4 x Rp. 4) Akumulasi penyusutan sebesar Rp.000.000.000.000 20.000 didapat dari penjumlahan akumulasi penyusutan sampai dengan semester sebelum aset diusulkan penghapusan.000.000 2.000.00 = Rp. aset tersebut juga dikeluarkan dari neraca dan dibukukan pada Daftar Barang Hilang.000 Tetap Tetap 20.000.2.000.000.2.000 didapat dari penjumlahan akumulasi penyusutan sampai dengan semester sebelum aset ditemukan kembali.000. maka: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan Maret 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset 30 Juni 2013 ***) Tidak ada Jurnal November 2013 DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi penyusutan 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset CR Akumulasi Penyusutan *) Tetap 6.000.000 8.000 6.000 Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Jurnal pada bulan Maret 2013 merupakan jurnal untuk mengeluarkan aset dan akumulasi penyusutannya dari neraca.000.00 Dari ilustrasi.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 2) Penyusutan pada semester 1 tahun 2013 besarnya 0 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset yang hilang keluar.000 Tetap 2.000 6.000.000. yaitu: = 3 x Rp. hal tersebut dikarenakan aset tersebut sekarang dibukukan pada Daftar Barang Hilang ***) Tidak ada jurnal pada tanggal 30 Juni 2013 seperti telah disebutkan pada asumsi bahwa penyusutan dihentikan ketika usulan penghapusan atas aset yang hilang 57 . 3) Pada saat usulan penghapusan atas aset hilang.6.000 Tetap 20.8.6.000.000.00 5) Akumulasi penyusutan sebesar Rp.00 = Rp.000.

Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000 2.000.000. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 16.000.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000. Penghentian aset dalam penggunaan operasi pemerintah Sebuahprinter (peralatan personal komputer) seharga Rp.000 2.16.000. Penghitungan nilai akumulasi penyusutan aset 58 .000.16.00 dibeli pada bulan September 2011.000.00 : 8 semester = Rp. yaitu Rp. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000 Akumulasi Penyusutan 6.16.00 berasal dari nilai perolehan.000.000. c.sehingga aset tetap tersebut direklasifikasi dari aset tetap menjadi aset lainnya. 2) Masa Manfaat selama 8 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.000.000. Pada bulan Maret 2013 aset tetap dihentikan dari operasional karena rusak berat namun aset tersebut belum diusulkan penghapusannya kepada Pengelola Barang.00 * 3 semester = Rp.6. Dari ilustrasi di atas.000. Aset tersebut memiliki masa manfaat 8semester.00 d.2.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 25.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp. akumulasi penyusutannyajuga direklasifikasi dari akumulasi penyusutan aset tetap menjadi akumulasi penyusutan aset lainnya.000 14.000 2012 1 16.000 2. Pada bulan Maret 2013 aset tetap dihentikan dari operasional karena rusak berat namun aset tersebut belum diusulkan penghapusannya kepada Pengelola Barang.000 2012 2 16. b.000.000.000.000.000 12.000.000.000. maka: a. Oleh karena itu.000.2.000.00.16. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000.000.000 10.

000.000.000 DR Akumulasi penyusutan aset tetap 6. Seharusnya yang dihentikan dari operasional adalah printer (peralatan personal komputer) dengan NUP 2 bukan printer (peralatan personal komputer) dengan NUP 1.16.00.000. 59 .00 dibeli pada bulan September 2011.00. Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 6.000.000 *) Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Merupakan jurnal reklasifikasi dari aset tetap dan akumulasi penyusutan aset tetap menjadi aset lainnya dan akumulasi penyusutan aset lainnya 26. Perlakuan atas printer (peralatan personal komputer) NUP 1 adalah sebagai berikut: a. c. b.000 6.000.000.000 Maret 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 16.000 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya 2.000. Akan tetapi ternyata pada bulan Agustus 2013 ditemukan kesalahan dalam menghentikan dari operasional.000 CR Peralatan dan Mesin 16.16.000. Penggunaan Kembali Aset Tetap yang Sudah Dihentikan dari Operasional Sebuah printer (peralatan personal komputer) seharga Rp.000.000 CR Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya 6.000. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000.000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT lainnya setiap semester sama dengan nilai akumulasi penyusutan aset tetap setiap semester. Pada bulan Maret 2013dilakukan penghentian dari operasional atas printer (peralatan personal komputer) dengan NUP 1 karena rusak berat namun aset tersebut belum diusulkan penghapusannya kepada Pengelola Barang.000 DR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya 6.2.000.000 CR Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya 2. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000 Dalam Operasi Pemerintahan CR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya 16.000 CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 6.000. Aset tersebut memiliki masa manfaat 8semester. yaitu sebesar Rp.000.000 DR Aset Tetap Yang Tidak Digunakan 16. yaitu Rp.

2.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 16.000.000 14. yaitu sebesar Rp.00 * 3 semester = Rp.16.000.000 2012 2 16.000 12.000 Akumulasi Penyusutan 6.sehingga aset tetap tersebut direklasifikasi dari aset tetap menjadi aset lainnya.000.000. 60 .6.00 d.00.000. akumulasi penyusutannyajuga direklasifikasi dari akumulasi penyusutan aset tetap menjadi akumulasi penyusutan aset lainnya. Oleh karena itu.000.000 2.000. yaitu sebesar Rp.00 : 8 semester = Rp.000.000.000 10.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.00 berasal dari nilai perolehan.000.000.000.2. 2) Masa Manfaat selama 8 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000.16.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp. Pada bulan Maret 2013 aset tetap dihentikan dari operasional karena rusak berat namun aset tersebut belum diusulkan penghapusannya kepada Pengelola Barang. Penghitungan nilai akumulasi penyusutan aset tetap setiap semester sama dengan nilai akumulasi penyusutan aset lainnya setiap semester. Penghitungan nilai akumulasi penyusutan aset lainnya setiap semester sama dengan nilai akumulasi penyusutan aset tetap setiap semester.000 2. Oleh karena itu. e.000. akumulasi penyusutannya juga direklasifikasi dari akumulasi penyusutan aset lainnya menjadi akumulasi penyusutan aset tetap.000 2012 1 16.00.000.000.000.000.000.000.000.000. Pada bulan Agustus 2013 aset tetap yang telah dihentikan dari operasional tersebut digunakan kembali.000 2.000. sehingga aset tetap yang telah dihentikan dari operasional tersebut direklasifikasi kembali dari aset lainnya menjadi aset tetap.2.2.

000 16.000.000.000 2.000 16.000.000.000 16.00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 *) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Maret 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Peralatan dan Mesin DR Aset Tetap Yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan CR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya Maret 2013 **) DR Akumulasi penyusutan aset tetap CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya CR Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya CR Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya Agustus 2013 ***) DR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya CR Aset Tetap Yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya CR Diinvestasikan Pada Aset Lainnya DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap *) 6.000.000 16.000.000.000.000 6.000 2.000.000 8.000 8.000.000 2.000 2.000 16.000.2.000.000.000.000.000 6.000.000.8.000 6.000.000.000 16.000.000.000.000.000 6.00 * 4 semester = Rp.000 6.000 8.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Perhitungan atas penggunaan kembali aset tersebut adalah: 1) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 4 semester 2) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000 16.000 Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Merupakan jurnal reklasifikasi dari aset tetap dan akumulasi penyusutan aset tetap menjadi aset lainnya dan akumulasi penyusutan aset lainnya ***) Merupakan jurnal reklasifikasi dari aset lainnyadan akumulasi penyusutan aset lainnya menjadi aset tetap dan akumulasi penyusutan aset tetap 61 .000.000 16.000 8.

dan jaringan 4) Aset Tetap lainnya berupa Aset Tetap Renovasi dan Alat Musik Modern. Pada bulan November 2013 tersebut dilakukan serah terima gedung perpustakaan.000.200. dan pelunasan pembayaran sebesar Rp. 62 . dan jaringan 4) Aset Tetap lainnya berupa Aset Tetap renovasi dan alat musik modern. yaitu Penyelesaian Pembangunan 500.500.000.500. irigasi.000. Transaksi Pengerjaan Pada bulan Maret 2013 dilakukan pembayaran termin pertama untuk pekerjaan pembangunan gedung perpustakaan sebesar Rp.000. Kontrak pekerjaan tersebut berakhir pada bulan Desember 2013.1.300.000 500.000.00.000.000. Transaksi Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan Pada bulan Maret 2013 dilakukan pembayaran termin pertama untuk pekerjaan pembangunan gedung perpustakaan sebesar Rp. d. irigasi.000 Dengan Konstruksi Dalam Rp.000. maka: a.000. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan. Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Konstruksi Dalam Pengerjaan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 Tidak ada jurnal 28. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000.000. Selanjutnya pada bulan Juli 2013 dilakukan pembayaran termin kedua sebesar Rp. Dari ilustrasi di atas. b. c. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 27. Penyusutan hanya dilakukan terhadap aset tetap berupa: 1) Gedung dan bangunan 2) Peralatan dan mesin 3) Jalan. Dari ilustrasi di atas.000.000. Pada bulan itu juga dilakukan pencatatan reklasifikasi dari Konstruksi Dalam Pengerjaan menjadi gedung perpustakaan. Kontrak pekerjaan tersebut berakhir pada bulan November 2013. maka: Penyusutan hanya dilakukan terhadap aset tetap berupa: 1) Gedung dan bangunan 2) Peralatan dan mesin 3) Jalan.

000. Berdasarkan persetujuan Pengelola Barang. Transaksi Penghapusan Aset Tetap (Penghapusan.1.000 1.000. Pengguna Barang menerbitkan Surat Keputusan Penghapusan atas Mesin fotokopi tersebut pada bulan Maret 2013.000 200. Reklasifikasi Keluar.00 : 100 semester = Rp.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Maret 2013 DR Konstruksi Dalam Pengerjaan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 30 Juni 2013 *) Tidak ada jurnal Juli 2013 DR Konstruksi Dalam Pengerjaan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap November 2013 DR Konstruksi Dalam Pengerjaan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Gedung dan Bangunan CR Konstruksi Dalam Pengerjaan 31 Desember 2013 **) DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap 500.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER 2013 1) Nilai 2 disusutkan Penghitungannya: sebesar Rp.000.000 300.000.000 1.000.000.000.000.000 10. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000.000.000.000.000.000 *) Aset tetap berupa Konstruksi Dalam Pengerjaan tidak disusutkan.000.000.000.000 10. 63 . aset tersebut memiliki masa manfaat selama 10 semester.000. 2) Masa Manfaat selama 100 semester 3) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.000 500. **) Merupakan Jurnal atas Gedung Perpustakaan yang telah selesai dibangun dan diserahterimakan pada bulan November 2013 29.000.00 berasal dari nilai perolehan.000 NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 1.000. Transfer Keluar.000.10.000.000.000 200.000 10.000 990.000.000.000 300.1.00 dibeli pada bulan September 2011.000.000. Hibah Keluar. sehingga tidak dilakukan penjurnalan.20. Koreksi Pencatatan) Sebuah mesin fotokopi seharga Rp.

00dibeli pada bulan September 2011.000.000.000.000.000 2012 1 20.20.000.000.000.000.000.000. c.00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap Maret 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Peralatan dan Mesin DR Akumulasi Penyusutan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap 6.000 Akumulasi Penyusutan 6.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.000.000.000.20. Transaksi Penghapusan Aset Lainnya (Penghapusan.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Dari ilustrasi di atas.000.000. Pada bulan Desember 2012 64 dilakukan .000.000. Sesuai dengan Tabel Masa Manfaat I.000 2.6.000. Reklasifikasi Keluar.000.000 2012 2 20.000.000.00 : 10 semester = Rp.000.000 20.000 6.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000.20. Transfer Keluar.000.000 6.2.000.000 30.00 * 3 semester = Rp.000.000.000.000 2. b. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp. maka: a. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.00 berasal dari nilai perolehan.000 18. yaitu Rp. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 20.000 20. Hibah Keluar. aset tersebut memiliki masa manfaat selama 10 semester.000 14. Koreksi Pencatatan) Sebuah mesin fotokopi seharga Rp. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000.000 16.000 6.20.2.000 2.00.000.

maka: a.000 Akumulasi Penyusutan 6.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT penghentian persetujuan dari operasional dengan Barang.000 6.000 65 .20.000.00.00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset lainnya CR Akumulasi penyusutan Aset Lainnya Maret 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset lainnya CR Aset Tetap Yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan DR Akumulasi PenyusutanAset Lainnya CR Diinvestasikan Pada Aset lainnya 6. 2) Masa Manfaat selama 10 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 3 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.00 berasal dari nilai perolehan.000.000.000 2.000 18.000.000. b.000 2.000 2012 1 20.000.000 20.2. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan.000 6.000 14.000 20.00 : 10 semester = Rp.20.000. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya.000. Dari ilustrasi di atas.000.000.000.000.000.000 Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.000 2.000.6. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya.000.000. Berdasarkan Pengelola Pengguna Barang menerbitkan Keputusan Penghapusan atas Mesin fotokopi tersebut pada bulan Maret 2013.000.000.00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 2 20.000 16.00 * 3 semester = Rp.20.000.000. yaitu Rp.000.000 2012 2 20.000.000.000.000 6. karena mesin daerah fotokopi tersebut telah Surat diserahterimakan pemerintah setempat.2. c.000.000.000.

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

31. Pemecahan Aset Sebuah gedung kantor permanen selesai dibangun pada bulan Maret 2011, dengan nilai perolehan sebesar Rp.1.000.000.000,00. Gedung tersebut memiliki masa manfaat sesuai Tabel Masa Manfaat I selama 50 tahun atau 100 semester. Gedung kantor permanen tersebut dicatat pada bulan yang sama dengan pembangunannya. Pada bulan Mei 2013 dilakukan pemecahan aset, yaitu gedung kantor permanen dengan nilai Rp.800.000.000 dan elevator/lift dengan nilai Rp.200.000.000. Dari ilustrasi di atas, maka: a. Aset mulai disusutkan saat semester pada tahun perolehannya. b. Umur manfaat mulai dihitung saat semester pada tahun perolehannya. c. Penghitungan dan pencatatan penyusutan aset tetap dilakukan untuk setiap aset tetap. Dikecualikan dari ketentuan tersebut adalah aset tetap yang hanya dapat dipergunakan bersamaan dengan aset tetap lain sehingga dicatat dan dibukukan secara berkelompok. d. Nilai yang dapat disusutkan adalah sebesar nilai perolehan, yaitu

Rp.1.000.000.000,00. Tabel penyusutannya: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 1 1.000.000.000 10.000.000 990.000.000 2011 2 1.000.000.000 10.000.000 980.000.000 2012 1 1.000.000.000 10.000.000 970.000.000 2012 2 1.000.000.000 10.000.000 960.000.000 Akumulasi Penyusutan 40.000.000

Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.1.000.000.000,00 berasal dari nilai

perolehan. 2) Masa Manfaat selama 100 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 4 semester 4) Penyusutansetiap Semester didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.1.000.000.000,00 : 100 semester = Rp.10.000.000,00/semester

66

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.10.000.000,00 * 4 semester = Rp.40.000.000,00 e. Pada bulan Mei 2013 dilakukan pemecahan aset, yaitu gedung kantor permanen dengan nilai Rp.800.000.000 dan elevator/lift dengan nilai Rp.200.000.000. Pencatatan atas pemecahan aset tersebut dilakukan dengan cara melakukan reklasifikasi keluar dari gedung kantor permanen dengan nilai Rp.1.000.000.000 dan melakukan reklasifikasi masuk menjadi gedung kantor permanen dengan nilai Rp.800.000.000 serta elevator/lift dengan nilai Rp.200.000.000 Tabel penyusutan untuk gedung kantor permanen: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 1 800.000.000 8.000.000 792.000.000 2011 2 800.000.000 8.000.000 784.000.000 2012 1 800.000.000 8.000.000 776.000.000 2012 2 800.000.000 8.000.000 768.000.000 Akumulasi Penyusutan 32.000.000

Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.800.000.000,00 berasal dari nilai perolehan setelah pemecahan aset. 2) Masa Manfaat setelah pemecahan aset untuk bangunan gedung tempat kerja 100 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 4 semester 4) Penyusutansetiap Semester setelah pemecahan aset didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.800.000.000,00 : 100 semester = Rp.8.000.000,00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.8.000.000,00 * 4 semester = Rp.32.000.000,00

67

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT

Tabel penyusutan untuk elevator/lift: TAHUN SEMESTER NILAI SALDO PENYUSUTAN DISUSUTKAN BUKU 2011 1 200.000.000 10.000.000 190.000.000 2011 2 200.000.000 10.000.000 180.000.000 2012 1 200.000.000 10.000.000 170.000.000 2012 2 200.000.000 10.000.000 160.000.000 Akumulasi Penyusutan 40.000.000

Penghitungannya: 1) Nilai disusutkan sebesar Rp.200.000.000,00 berasal dari nilai perolehan setelah pemecahan aset. 2) Masa Manfaat setelah pemecahan aset untuk alat bantu adalah 20 semester 3) Semester Akumulasi Penyusutan adalah 4 semester 4) Penyusutansetiap Semester setelah pemecahan aset didapat dari: = Nilai Disusutkan : Masa Manfaat = Rp.200.000.000,00 : 20 semester = Rp.10.000.000,00/semester 5) Nilai Akumulasi Penyusutan berasal dari: = Penyusutan Per Semester * Semester Akumulasi Penyusutan = Rp.10.000.000,00 * 4 semester = Rp.40.000.000,00 Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: 1 Januari 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Mei 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Gedung dan Bangunan DR Akumulasi penyusutan aset tetap CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Gedung dan Bangunan CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap DR Peralatan dan Mesin CR Diinvestasikan Pada Aset Tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap 40.000.000 40.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000 40.000.000 40.000.000 800.000.000 800.000.000 32.000.000 32.000.000 200.000.000 200.000.000 40.000.000 40.000.000 68
****) ***) **) *)

000. Diketahui bahwa ATR tersebut tidak menambah masa manfaat. b.000. Tidak ada transaksi akumulasi penyusutan pada tanggal 30 Juni 2013.000. Aset ATR pada tahun pertama penyusutan tidak disusutkan. Akumulasi Penyusutan/semester atas Aset Gedung induk Satker B diketahui adalah sebesar Rp.5.000. 2. Dari ilustrasi di atas.000. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Periode Yang Sama dengan Selesainya Pekerjaan ATR).50. Pada tanggal 15 Maret 2013.000. 69 .000.000 *****) ******) Jurnal pada tanggal 1 Januari 2013 merupakan jurnal penyusutan tahun pertama **) Merupakan jurnal reklasifikasi keluar dari gedung kantor permanen dan akumulasi penyusutannya sebelum dilakukan pemecahan aset ***) Merupakan jurnal reklasifikasi masuk atas gedung kantor permanen dan akumulasi penyusutannya setelah dilakukan pemecahan aset ****) Merupakan jurnal reklasifikasi masuk atas elevator/lift dan akumulasi penyusutannya setelah dilakukan pemecahan aset *****) Merupakan jurnal akumulasi penyusutan semester I 2013 atas gedung kantor permanen ******) Merupakan jurnal akumulasi penyusutan semester I 2013 atas elevator/lift C.000. dengan tahun perolehan pada Semester I tahun 1983.000.00. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Pertama Penyusutan Sebuah Satker mempunyai Saldo ATR pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp.200.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap DR Diinvestasikan Pada Aset Tetap CR Akumulasi penyusutan aset tetap *) 8.000 10.200.000.000 8. Nilai perolehan aset gedung induk Satker B diketahui sebesar Rp. c. Nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Mei 2013 diketahui bernilai Rp.2. maka : a.000. dengan sisa masa manfaat selama 20 tahun (40 semester). saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B).000.000.00.000 10.00. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp. ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 5 Mei 2013.000.00.00/semester. Tidak ada jurnal koreksi penyusutan pada tanggal 1 Januari 2013.000. Ilustrasi Penyusutan Aset Tetap Renovasi 1.

00 : 40 semester = Rp.00 2) Akumulasi penyusutan Aset Tetap induk (gedung)/semester setelah serah terima ATR = Nilai Aset Tetap induk (gedung) setelah penyerahan ATR : Sisa masa manfaat Aset Tetap induk (gedung) = Rp.2.000. dilakukan BAST antara Satker A dengan Satker B. sehingga nilai Aset Tetap induk (gedung) menjadi : Nilai Aset Tetap induk (gedung) pada Satker B setelah penyerahan ATR = Nilai Buku gedung + Nilai ATR yang diserahkan = Rp.2.000.000.00 ditambahkan pada nilai buku Aset Tetap induk pada Satker B.000.200.2. maka tidak perlu dilakukan penyesuaian akumulasi penyusutan Aset Tetap induk. b.000.000.00. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013.000.00 e.000.000. Karena periode perolehan ATR dengan tanggal penyerahan ATR ke Aset Tetap induk sama.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Dari ilustrasi di atas. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013.00 5 Mei 2013 3) Tanggal penyerahan ATR : c.00 / semester 70 .200. Penghitungannya: 1) Nilai Aset Tetap induk (gedung) pada Satker B setelah penyerahan ATR = Nilai Buku gedung + Nilai ATR yang diserahkan = Rp.200. dan tanggal penyerahan ATR.200.000.000.000.000.00 + Rp.000.200.000.000.2. penyusutan atas Aset Tetap induk (gedung) tersebut pada huruf d dilakukan sesuai sisa umur masa manfaat Aset Tetap induk. sebagai berikut : 1) Tanggal perolehan ATR : 15 Maret 2013 2) Nilai ATR : Rp.000.200. d. Pada saat penyerahan di tanggal 5 Mei 2013.000.000.00 = Rp.00 = Rp. 55.00 pada satker A dihapuskan dari pembukuan.000.00 + Rp.2.000.000.200. BAST tersebut minimal menyajikan informasi tanggal perolehan ATR. Nilai ATR yang dibukukan pada pembukuan Satker A pada tanggal 15 Maret 2013 adalah sebesar Rp.000.000.200. nilai ATR.000. maka nilai ATR sebesar Rp. maka nilai ATR sebesar Rp. maka : a.000.200.

000 Jurnal penyusutan periodik 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 55.000.000. dengan tanpa sisa masa manfaat.000.000.000 CR Akumulasi Penyusutan 55. Pada tanggal 15 Maret 2013.000 Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A Satker B 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000.0.000.000. Diketahui bahwa ATR tersebut tidak menambah masa manfaat.000.000 Jurnal penyusutan periodik 3. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp.00. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Periode Yang Sama dengan Selesainya Pekerjaan ATR).000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 5 Mei 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000.000 Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 55. ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 5 Mei 2013.00. 71 .000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan 200.000.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.200. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B).000.000 CR Akumulasi Penyusutan 55.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000. Nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Oktober 2013 diketahui bernilai Rp.000. Diketahui bahwa Aset Tetap induk diperoleh pada Semester II tahun 1962.

Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000.200. Mengingat saat serah terima Aset Tetap induk = 0.00 ditambahkan pada nilai buku Aset Tetap induk pada Satker B.00 + Rp. maka : a.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Dari ilustrasi di atas.00 e.000.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.00.000.0.200.000.00 5 Mei 2013 3) Tanggal penyerahan ATR : c.200. sehingga nilai Aset Tetap induk (gedung) menjadi : Nilai Aset Tetap induk (gedung) pada Satker B setelah penyerahan ATR = Nilai Buku gedung + Nilai ATR yang diserahkan = Rp. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013.00 = Rp. BAST tersebut minimal menyajikan informasi tanggal perolehan ATR.000. maka nilai ATR sebesar Rp.000.200.200. dilakukan BAST antara Satker A dengan Satker B. maka nilai ATR sebesar Rp.000.000.000. maka nilai ATR nya langsung disusutkan hingga 0 pada periode serah terima.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 5 Mei 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000.000.200.000. d.000.00 pada satker A dihapuskan dari pembukuan.000 Renovasi Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A 72 .000. Nilai ATR yang dibukukan pada pembukuan Satker A pada tanggal 15 Maret 2013 adalah sebesar Rp. Pada saat penyerahan di tanggal 5 Mei 2013. nilai ATR. dan tanggal penyerahan ATR.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam 200.000. b. sebagai berikut : 1) Tanggal perolehan ATR : 15 Maret 2013 2) Nilai ATR : Rp. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013.

Dari ilustrasi di atas.50.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.200.00. Pada tanggal 15 Maret 2013.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Satker B 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu).000.000.000 CR Akumulasi Penyusutan 200. Diketahui bahwa ATR tersebut tidak menambah masa manfaat. Pada saat penyerahan di bulan Oktober 2013. nilai ATR. dengan sisa masa manfaat selama 20 tahun (40 semester).2. Akumulasi Penyusutan/semester atas Aset Gedung induk Satker B diketahui adalah sebesar Rp.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.00/semester.000.000 Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 5 Mei 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.00. dan tanggal penyerahan ATR. dilakukan BAST antara Satker A dengan Satker B.5. dengan tahun perolehan pada Semester II tahun 1983.000.000.000. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B). BAST tersebut minimal menyajikan informasi tanggal perolehan ATR.000 ATR disusutkan seketika karena nilai Aset Induk saat penyerahan ATR = 0 30 Juni 2013 Tidak ada jurnal 4.000.000. b.000.000.000.00.000. maka : a. Nilai ATR yang dibukukan pada pembukuan Satker A pada tanggal 15 Maret 2013 adalah sebesar Rp.000. Nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Oktober 2013 diketahui bernilai Rp.000. ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 7 Oktober 2013.000. Nilai perolehan aset gedung induk Satker B diketahui sebesar Rp. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp. sebagai berikut : 1) Tanggal perolehan ATR : 15 Maret 2013 73 .000.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan 200.200.000.00.

000.000. Penyusutan atas Aset Tetap induk (gedung) tersebut pada huruf d dilakukan sesuai sisa umur masa manfaat Aset Tetap induk dan dilakukan penyesuaian akumulasi penyusutan sebesar masa manfaat yang telah dikonsumsi sejak tanggal perolehan ATR sampai dengan tanggal penyerahan ATR ke Aset Tetap induk. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 7 Oktober 2013.000.00 : 100 (semester) = Rp.000.000.000. sehingga nilai Aset Tetap induk (gedung) menjadi : Nilai Aset Tetap induk (gedung) pada Satker B setelah penyerahan ATR = Nilai Buku gedung + Nilai ATR yang diserahkan = Rp.000.200.000. maka nilai ATR sebesar Rp.200.000.00 + Rp.000.000.000. Penghitungannya: 1) Akumulasi penyusutan Aset Tetap induk (gedung)/semester sebelum serah terima ATR = nilai perolehan : masa manfaat = Rp.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 2) Nilai ATR : Rp.2.000.00 = Rp.000.2.000.2.00 7 Oktober 2013 3) Tanggal penyerahan ATR : c.000.000.200.00 / semester 74 . maka nilai ATR sebesar Rp.000.00 ditambahkan pada nilai buku Aset Tetap induk pada Satker B.200.000.000.00 pada satker A dihapuskan dari pembukuan.000.000.000.5.000.2.200.50. d.000.000.200.55.00 e.00 + Rp.00 = Rp.200.00 / semester 2) Nilai Aset Tetap induk (gedung) pada Satker B setelah penyerahan ATR = Nilai Buku gedung + Nilai ATR yang diserahkan = Rp.000. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 7 Oktober 2013.000.2.200.00 : 40 semester = Rp.00 3) Akumulasi penyusutan Aset Tetap induk (gedung)/semester setelah serah terima ATR = Nilai Aset Tetap induk (gedung) setelah penyerahan ATR : Sisa masa manfaat Aset Tetap induk (gedung) = Rp.

00 – Rp.00 = Rp.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT f.55.000.000. informasi penyesuaian akumulasi penyusutan akibat penambahan nilai ATR yang tidak menambah masa manfaat terhadap Aset Tetap induk dijelaskan ke dalam Catatan Ringkas Barang dan Catatan Atas Laporan Keuangan pada saat akhir periode serah terima dilakukan. maka perlu dilakukan jurnal koreksi untuk menampung penyusutan yang seharusnya sudah terjadi pada Semester I.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 30 Juni 2013 Tidak ada jurnal karena ATR tidak menambah masa manfaat 7 Oktober 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000. Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000.000.000.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000. Penghitungannya: = Penyusutan/smt setelah serah terima ATR – Penyusutan/smt sebelum serah terima ATR = Rp.000.000 CR Akumulasi Penyusutan 5.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan 200.5.000.000.000 Renovasi Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 7 Oktober 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 5.000.50.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000 Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A Satker B 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.00 g.000.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam 200. Karena ATR diperoleh pada Semester I tahun 2013 dan belum disusutkan.000 Jurnal koreksi penyusutan 75 .000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000.000.000.

200.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200. Tidak ada transaksi akumulasi penyusutan pada tanggal 31 Desember 2013. c.000. 55.000 55. ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 7 Oktober 2013.000. Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.00. b.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam 200.000.000 Renovasi Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A Satker B 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000. dengan tanpa sisa masa manfaat. Nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Oktober 2013 diketahui bernilai Rp. Dari ilustrasi di atas.000. Pada tanggal 15 Maret 2013. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B).0.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp.000.000. Diketahui bahwa Aset Tetap induk diperoleh pada Semester II ttahun 1962.00.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 76 . Diketahui bahwa ATR tersebut tidak menambah masa manfaat.000.000.000. Karena saat serah terima nilai buku Aset Tetap induk = 0. ATR langsung disusutkan hingga 0 pada periode serah terima.000 Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Tidak Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu). maka : a. Tidak ada jurnal koreksi penyusutan pada tanggal 7 Oktober 2013.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap CR Akumulasi Penyusutan Jurnal penyusutan periodik 5.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 30 Juni 2013 Tidak ada jurnal karena ATR tidak menambah masa manfaat 7 Oktober 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.

000. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu).000.000.000 = 4% Dari Tabel Masa Manfaat II. Pada tanggal 15 Maret 2013. b.000. ATR yang menambah masa manfaat disusutkan sebagaimana layaknya aset tetap. Nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Oktober 2013 diketahui bernilai Rp.000. Dari ilustrasi di atas.000 Renovasi Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 7 Oktober 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200. Diketahui bahwa ATR tersebut menambah masa manfaat.000.000.2.5.000.000. penyusutan ATR yang menambah masa manfaat di hitung tersendiri di satker A.000. 77 . Nilai perolehan aset gedung induk Satker B diketahui sebesar Rp.200.200. dengan sisa masa manfaat selama 20 tahun (40 semester).000.00. dengan tahun perolehan pada Semester II tahun 1983.000.00. maka : a. Nilai ATR yang dibukukan pada pembukuan Satker A pada tanggal 15 Maret 2013 adalah sebesar Rp.000 : 5.00.000 ATR disusutkan seketika karena nilai Aset Induk saat penyerahan ATR = 0 31 Desember 2013 Tidak ada jurnal 6.00. ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 7 Oktober 2013.000. c. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B).50.00/semester.000. Akumulasi Penyusutan/semester atas Aset Gedung induk Satker B diketahui adalah sebesar Rp.000. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp.000.000.000. Penambahan masa manfaat ATR = Nilai ATR : Nilai Aset Tetap (induk) diluar penyusutan = 200.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan 200. persentase renovasi sebesar 4% menambah masa manfaat selama 5 tahun (10 semester). Sebelum proses serah terima ATR kepada Satker B.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam 200.000 CR Akumulasi Penyusutan 200.

180.000.000. Induk + Nilai buku ATR = Rp.00 Rp.180.000.200.00 e.000.000.000. Pada saat ATR yang menambah masa manfaat diserahterimakan (7 Oktober 2013).000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT d. maka nilai ATR sebesar Rp.000.000.000.00 Nilai perolehan – akumulasi penyusutan Rp.000.000.000.000.00 : 10 semester Rp.00 2) Sisa Masa Manfaat Gedung induk setelah penyerahan ATR menjadi : = Sisa Masa Manfaat Gedung induk sebelum penyerahan ATR + Sisa Masa Manfaat ATR = 40 semester + 9 semester = 49 semester 78 .200.000.00 pada satker A dihapuskan dari pembukuan. dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Tanggal perolehan ATR : 15 Maret 2013 2) Akumulasi Penyusutan = Penyusutan ATR selama 1 semester (Semester I tahun 2013) = = 3) Nilai buku ATR = = = 4) Sisa masa manfaat ATR = Masa Manfaat ATR – Masa manfaat ATR sejak perolehan s. Penghitungannya: 1) Nilai Gedung Induk setelah penyerahan ATR menjadi : = Nilai buku Aset Gd.200.000.20. f. terhitung sejak tanggal penyerahan.000.00). Pada saat penyerahan di bulan Oktober 2013.d.180.2.000.00 – Rp. Pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 7 Oktober 2013. nilai buku ATR (Rp. sisa masa manfaat ATR (9 semester) dan tanggal penyerahan ATR.000.00 = Rp. BAST tersebut minimal menyajikan informasi tanggal perolehan ATR.20. sisa masa manfaat ATR dan nilai buku ATR diperhitungkan ke dalam Aset Tetap induk. dilakukan BAST antara Satker A dengan Satker B.00 + Rp.180. periode berjalan = 10 semester – 1 semester = 9 semester 5) Tanggal penyerahan ATR : 7 Oktober 2013 Rp.000.2.

saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B).000.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan 180.2.489. Diketahui bahwa ATR tersebut menambah masa manfaat. Pada tanggal 15 Maret 2013.000 CR Akumulasi Penyusutan 20.000.000.000.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000.796/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000.000.489. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp.000.000.000 Renovasi Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 44.200.180.000. 79 .489. 44.000 Jurnal penyusutan periodik 7 Oktober 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.00. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Tidak Diserahkan Langsung (Penyelesaian Pekerjaan ATR Telah Berlalu).000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.796 CR Akumulasi Penyusutan 44.000 Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A Satker B 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 180.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam 180.796 Jurnal penyusutan periodik 7.000.000.000.000.000 DR Akumulasi Penyusutan 20.00 : 49 semester = Rp.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 3) Perhitungan akumulasi penyusutan baru = Nilai Buku Aset Tetap Gedung (baru) : Masa Manfaat (baru) = Rp.000.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 180.000.

sisa masa manfaat ATR (9 semester) dan tanggal penyerahan ATR.000. Diketahui pula bahwa nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Oktober 2013 adalah Rp.000.00 – Rp. BAST tersebut minimal menyajikan informasi tanggal perolehan ATR.000. Dari ilustrasi di atas. Pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 7 Oktober 2013.180.0. dan tidak ada sisa masa manfaat.00 : 10 semester Rp. d.00.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 7 Oktober 2013.000.000.20.200. dengan tahun perolehan pada Semester II tahun 1962. Nilai perolehan aset gedung induk Satker B diketahui sebesar Rp.000. b.000 = 4% Dari Tabel Masa Manfaat II. Pada saat penyerahan ATR pada tanggal 7 Oktober 2013.200.00).000. maka : a. c.000.200. e.000.000.000.000. maka nilai ATR sebesar Rp.00 = Nilai perolehan – akumulasi penyusutan = = Rp.5. nilai buku ATR (Rp.00 Rp.000.000. Sebelum proses serah terima ATR kepada Satker B.200.000.00 pada satker A dihapuskan dari pembukuan.000.000.000 : 5.000. persentase renovasi sebesar 4% menambah masa manfaat selama 5 tahun (10 semester). penyusutan ATR yang menambah masa manfaat di hitung tersendiri di satker A. ATR yang menambah masa manfaat disusutkan sebagaimana layaknya aset tetap.000.00.00. dilakukan BAST antara Satker A dengan Satker B. dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Tanggal perolehan ATR : 15 Maret 2013 2) Akumulasi Penyusutan = Penyusutan ATR selama 1 semester (Semester I tahun 2013) = = 3) Nilai Buku ATR Rp.000.00 80 .180.20. Penambahan masa manfaat ATR = Nilai ATR : Nilai Aset Tetap (induk) diluar penyusutan = 200.000.000. Nilai ATR yang dibukukan pada pembukuan Satker A pada tanggal 15 Maret 2013 adalah sebesar Rp.

000 Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A 81 .000. sehingga karenanya tidak ada jurnal penyesuaian penyusutan yang perlu dilakukan.180. terhitung sejak tanggal penyerahan.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20.d.000.180. sisa masa manfaat ATR dan nilai buku ATR diperhitungkan ke dalam Aset Tetap induk. Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000.000.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000.000 DR Akumulasi Penyusutan 20.000 Jurnal penyusutan periodik 7 Oktober 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200. maka pada saat serah terima ATR tidak ada penyesuaian masa manfaat di Aset Tetap induk.000.000.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200. Induk + Nilai buku ATR = Rp.00 2) Sisa Masa Manfaat Gedung Induk setelah penyerahan ATR menjadi : = Sisa Masa Manfaat Aset Tetap Gd induk sebelum penyerahan ATR + Sisa Masa Manfaat ATR = 0 semester + 9 semester = 9 semester 3) Mengingat pada saat ATR diserahkan nilai buku Aset Tetap induk = 0.000.0. Penghitungannya: 1) Nilai Gedung Induk setelah penyerahan ATR menjadi : = Nilai buku Aset Gd.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20. Pada saat ATR yang menambah masa manfaat diserahterimakan (7 Oktober 2013).000.00 + Rp.000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 4) Sisa masa manfaat ATR = = = 5) Tanggal penyerahan ATR : Masa Manfaat ATR – Masa manfaat ATR sejak perolehan s.00 = Rp.000. periode berjalan 10 semester – 1 semester 9 semester 7 Oktober 2013 f.000 CR Akumulasi Penyusutan 20.

000.00. Diketahui bahwa ATR tersebut menambah masa manfaat. b.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 180.000. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Periode Yang Sama dengan Selesainya Pekerjaan ATR). dan tanggal penyerahan ATR.000. maka : a.200.00.5.000.000.000. Pada tanggal 15 Maret 2013.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 180.000.200. Nilai perolehan aset gedung induk Satker B diketahui sebesar Rp. dengan sisa masa manfaat selama 20 tahun (40 semester). ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 5 Mei 2013. Dari ilustrasi di atas.000.00. dengan tahun perolehan pada Semester I tahun 1983. Pada saat penyerahan di tanggal 5 Mei 2013. Nilai ATR yang dibukukan pada pembukuan Satker A pada tanggal 15 Maret 2013 adalah sebesar Rp.00.000.000.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan 180.00 pada satker A dihapuskan dari pembukuan.000 CR Akumulasi Penyusutan 20.000. maka nilai ATR sebesar Rp. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B).000. dilakukan BAST antara Satker A dengan Satker B.000. sebagai berikut : 1) Tanggal perolehan ATR : 15 Maret 2013 2) Nilai ATR : Rp. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Satker B 7 Oktober 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 180.000 Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 31 Desember 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20. Nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Mei 2013 diketahui bernilai Rp.200. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp.000.2.200.000.000.000.000 Jurnal penyusutan periodik 8.000. nilai ATR.000. BAST tersebut minimal menyajikan informasi tanggal perolehan ATR. 82 .000.00 5 Mei 2013 3) Tanggal penyerahan ATR : c.

000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200. maka nilai ATR sebesar Rp.000.000 : 5.000.000.000.000 Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A 83 .000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT d. h.000.333.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200. Mengingat periode perolehan ATR sama dengan periode serah terima Aset Tetap induk.200.000.00 e.000.000.00 : 30 semester = Rp. f. persentase renovasi sebesar 4% menambah masa manfaat selama 5 tahun (10 semester).000. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013. maka jurnal penyesuaian (koreksi) penyusutan tidak perlu dilakukan.000.000 = 4% Dari Tabel Masa Manfaat II.2.000.200.00 + Rp.000. Sisa masa manfaat atas Aset Tetap setelah serah terima ATR dilakukan: = sisa masa manfaat Aset Tetap induk + masa manfaat ATR = 20 semester + 10 semester = 30 semester g.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 20.73.000.000.000.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 5 Mei 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20.00 = Rp. Penambahan masa manfaat ATR = Nilai ATR : Nilai Aset Tetap (induk) diluar penyusutan = 200.2.200.200.000.00 ditambahkan pada nilai buku Aset Tetap induk pada Satker B.333. sehingga nilai Aset Tetap induk (gedung) menjadi : = Nilai Buku gedung + Nilai ATR yang diserahkan = Rp. Perhitungan penyusutan per semester setelah ATR diserahterimakan : = Nilai Aset Tetap setelah serah terima ATR : sisa masa manfaat Aset Tetap setelah serah terima ATR = Rp.2.000.

00. dengan tahun perolehan pada Semester II tahun 1962.200.000.333 Jurnal penyusutan periodik 9.200. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013.00. d. Aset Tetap Renovasi Pada Tahun Berjalan Yang Menambah Masa Manfaat dan Diserahkan Langsung (Pada Periode Yang Sama dengan Selesainya Pekerjaan ATR).333 CR Akumulasi Penyusutan 73.000.000. Pada tanggal 15 Maret 2013.00 ditambahkan pada nilai 84 . Diketahui bahwa ATR tersebut menambah masa manfaat.00.000.200.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200. nilai ATR. satker tersebut menyelesaikan ATR senilai Rp. b.000. ATR selanjutnya diserahkan oleh Satker A kepada Satker B yang memiliki aset induk (gedung) pada tanggal 5 Mei 2013. maka nilai ATR sebesar Rp.000. sebagai berikut : 1) Tanggal perolehan ATR 2) Nilai ATR 3) Tanggal penyerahan ATR : 15 Maret 2013 : Rp.200.000.333.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Satker B 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.200.000. maka nilai ATR sebesar Rp.000. Pada saat penyerahan di tanggal 5 Mei 2013.000. saat serah terima nilai buku Aset Tetap Induk = 0 Satker A menempati sebuah gedung milik Satker K/L lain (Satker B). dengan tanpa sisa masa manfaat.000. dilakukan BAST antara Satker A dengan Satker B. Dari ilustrasi di atas.000. pada saat penyerahan ATR dari Satker A ke Satker B pada tanggal 5 Mei 2013.000 Renovasi Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 73.000.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam 200.000.333. Nilai ATR yang dibukukan pada pembukuan Satker A pada tanggal 15 Maret 2013 adalah sebesar Rp. BAST tersebut minimal menyajikan informasi tanggal perolehan ATR.0.00 : 5 Mei 2013 c.000. dan tanggal penyerahan ATR.5. Nilai buku aset gedung induk Satker B pada bulan Mei 2013 diketahui bernilai Rp. Nilai perolehan aset gedung induk Satker B diketahui sebesar Rp.000.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan 200.00 pada satker A dihapuskan dari pembukuan.00. maka : a.

20.000.00 + Rp.000.000 = 4% Dari Tabel Masa Manfaat II.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT buku Aset Tetap induk pada Satker B.200.000 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker A dari Pihak III 5 Mei 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20.000 200.00/semester Berdasarkan informasi di atas maka jurnal yang terbentuk: Satker A 15 Maret 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi 200.000. Penambahan masa manfaat ATR = Nilai ATR : Nilai Aset Tetap (induk) diluar penyusutan = 200.200. Sisa masa manfaat atas Aset Tetap setelah serah terima ATR dilakukan menjadi : = sisa masa manfaat Aset Tetap induk + masa manfaat ATR = 0 semester + 10 semester = 10 semester g.000 : 5.0.000.00 = Rp.00 e.000.000.000.000.00 : 10 semester = Rp.000.000 Renovasi Jurnal penghapusan ATR oleh Satker A Satker B 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000. Perhitungan penyusutan per semester setelah ATR diserahterimakan : = Nilai Aset Tetap setelah serah terima ATR : sisa masa manfaat Aset Tetap setelah serah terima ATR = Rp.00 0 Jurnal pencatatan perolehan ATR pada saat pertama kali oleh Satker B dari Satker A 85 .000.000 CR Diinvestasikan pada Aset Tetap 200.000.000.200.000.000. sehingga nilai Aset Tetap induk (gedung) menjadi : = Nilai Buku gedung + Nilai ATR yang diserahkan = Rp.000.000. f.000 CR Gedung dan Bangunan Dalam 20. persentase renovasi sebesar 4% menambah masa manfaat selama 5 tahun (10 semester).

00 0 20.000.000.000 CR Akumulasi Penyusutan Jurnal penyusutan periodik 200.000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 5 Mei 2013 DR Gedung dan Bangunan 200.000 86 .000 CR Gedung dan Bangunan Dalam Renovasi Jurnal kapitalisasi ATR kepada Gedung Bangunan Induk 30 Juni 2013 DR Diinvestasikan pada Aset Tetap 20.

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT PENYAJIAN PENYUSUTAN 87 .

000 4.500. Irigasi dan Jaringan Aset tetap lainnya Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aset Konstruksi dalam Pengerjaan Nilai Buku 120.000.000.000 (2.000) 50.758.000 1.300. PENGUNGKAPAN PENYUSUTAN DI DALAM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Paragraf 79 PSAP 07 dan PMK nomor 1/PMK.500. Neraca menyajikan Akumulasi Penyusutan sekaligus nilai perolehan aset tetap sehingga nilai buku aset tetap sebagai gambaran dari potensi manfaat yang masih dapat diharapkan dari aset yang bersangkutan dapat diketahui. Masa manfaat yang digunakan.984.000 Nilai buku yang tersajikan dalam neraca juga merupakan nilai buku keseluruhan aset tetap. 3.000 175.284. B.000. Dari ilustrasi Neraca di atas.000 35.000. 88 .430.06/2013 mengatur bahwa informasi penyusutan yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan adalah : 1. 2.000.656.000 4. Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku aset tetap dalam Neraca sebagian adalah sebagai berikut: Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.430. Nilai perolehan aset tetap. Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode.000 12.000 dan nilai buku sebesar Rp50.000.000. jumlah penyusutan dan akumulasinya serta nilai buku per jenis aset tetap disajikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.500.500. Ilustrasi penyajian nilai perolehan aset. tampak bahwa Tanah dan Konstruksi dalam Pengerjaan tidak disusutkan.000. Metode penyusutan yang digunakan. Nilai penyusutan. Di luar itu. PRINSIP UMUM Besarnya penyusutan setiap tahun dicatat dalam neraca dengan menambah nilai akumulasi penyusutan dan mengurangi ekuitas dana dalam akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap.000.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT A.000. 4.984. seluruh aset tetap disusutkan dengan nilai akumulasi penyusutan sebesar Rp2.

Metode Penyusutan Yang Digunakan Kebijakan akuntansi yang diuraikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan adalah Kebijakan yang menyangkut penetapan metode penyusutan dan perubahannya. 3. 2. merupakan nilai buku per 31 Desember 2012. Berikut ini merupakan contoh mengenai uraian penetapan metode penyusutan dalam Catatan atas Laporan Keuangan: Penyusutan atas seluruh Barang Milik Negara berupa aset tetap yang menjadi obyek penyusutan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 1/PMK. yaitu: a. merupakan nilai perolehan.06/2013 dilakukan dengan Metode Garis Lurus. Nilai yang dapat disusutkan atas Aset Tetap yang diperoleh sampai dengan 31 Desember 2012. yang memenuhi kriteria sebagaimana disusutkan. dapat digunakan nilai wajar yang merupakan nilai estimasi. Dalahm hal nilai perolehan tidak diketahui. dengan penjelasan sebagai berikut: 1.06/2013 dibagi menjadi 2 (dua). maka penambahan atau pengurangan tersebut diperhitungkan dalam nilai yang dapat . Berikut ini merupakan contoh tentang pengungkapan nilai yang dapat disusutkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan: Nilai yang dapat disusutkan atas BMN yang menjadi obyek penyusutan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 1/PMK. Dalam hal terjadi perubahan nilai Aset Tetap sebagai akibat penambahan atau pengurangan kualitas dan/atau nilai Aset Tetap. b. sebagai berikut: Masa manfaat atas BMN berupa Aset Tetap dalam rangka penerapan penyusutan mengacu pada Tabel Masa Manfaat I dan Tabel Masa Manfaat II sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan 89 nomor diatur dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. Nilai yang dapat disusutkan atas Aset Tetap yang diperoleh setelah 31 Desember 2012. Masa manfaat yang digunakan Masa Manfaat atas BMN berupa Aset Tetap yang digunakan dalam rangka penyusutan dijelaskan dalam Catatan Atas Laporan Barang dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Nilai Penyusutan Nilai yang dapat disusutkan atas BMN yang menjadi obyek penyusutan harus dijelaskan dalam Catatan Atas Laporan Barang dan Catatan Atas Laporan Keuangan.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Keempat hal di atas harus disajikan dan diungkapkan dalam Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan.

000.000.758.000.000 (1.000. dan nilai buku atas aset tetap tersebut.000.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT 59/KMK.000 15.000. Penyajian atas nilai perolehan bruto.963.000. Dalam hal terdapat penyesuaian 120. dengan mengacu pada Laporan Penyusutan yang merupakan bagian dari Laporan Barang Kuasa Pengguna/Laporan Barang Pengguna. b. akumulasi penyusutan.000.000 akumulasi penyusutan akibat penambahan nilai Aset Tetap Renovasi yang tidak menambah masa manfaat terhadap Aset Tetap induk (lihat ilustrasi penyusutan atas Aset Tetap Renovasi). dan nilai buku atas BMN berupa Aset Tetap per akun neraca. maka atas informasi tersebut perlu dijelaskan ke dalam Catatan Ringkas Barang dan Catatan Atas Laporan Keuangan pada saat akhir periode serah terima dilakukan.000.656.000.000.000.000) 51. dan nilai buku atas BMN berupa Aset Tetap per kodefikasi barang sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 29/PMK. Irigasi dan Jaringan Akumulasi Penyusutan Jalan. Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode Dalam rangka pengungkapan secara penuh.000 (1. Irigasi dan Jaringan Aset tetap lainnya Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Lainnya Nilai Buku Aset Konstruksi dalam Pengerjaan Total Aset Tetap Aset Lainnya .000) 12. di dalam Catatan atas Laporan Keuangan dapat diuraikan hal-hal sebagai berikut : a.000 (200.000.500. 4.000 4. Penyajian atas nilai perolehan bruto.000.000) 35.000.000 (750. Berikut ini merupakan contoh mengenai penyajian penyusutan per akun neraca: Tanah Peralatan dan Mesin Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Akumulasi Penyusutan Gedung dan Bangunan Jalan.6/2013 tanggal 13 Maret 2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat.000 (500.Aset Kemitraan dengan Pihak III Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya Total Aset Lainnya Total Aset c. Terkait hal tersebut.500.000 4. di dalam Catatan atas Laporan Keuangan juga dapat dimuat pengungkapan penyusutan aset tetap guna menunjukkan nilai perolehan bruto.000) 14.000. akumulasi penyusutan. akumulasi penyusutan.000 176.000.263.300.000.000) 1. 90 .06/2010.000 190.000.263.000.

xx.xxx) dengan NUP xxxx.xx.xx. 91 . ATR yang diserahkan tersebut tidak menambah masa manfaat.xx. Atas kondisi tersebut di atas. telah dilakukan penyesuaian akumulasi penyusutan atas Aset Tetap berupa gedung (x.xx.xx.xxx) dengan NUP xxxx. sebagaimana tertuang pada Berita Acara Serah Terima nomor xxx/xx/2013.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Contoh pengungkapan dalam Catatan Ringkas Barang dan Catatan Atas Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: Bahwa pada tanggal 7 Oktober 2013 telah diterima pekerjaan Aset Tetap Renovasi (ATR) dari Satker A atas Aset Tetap berupa gedung (x. dengan perolehan ATR pada tanggal 15 Maret 2013.

.999 . JUMLAH Tanggal Halaman : ..999.999.999..999 999.999 999...<9>.<8>..<3>..999.. URAIAN 2 ...999 999... 92 .999.<11>...999.999 999. PENANGGUNG JAWAB UAKPB.....999..999. : .999...999........999 999. NAMA UAKPB : .999..<6>.999...<4>.999... .<10>...999 999. AKUN NERACA KODE 1 .999 999..... JUMLAH NILAI BMN AKUMULASI NILAI BMN KOREKSI NILAI NETTO SETELAH PENYUSUTAN PER 31-12-2012 NORMALISASI NORMALISASI 3 4 5 6 7 999.<5>.....A... FORMAT LAPORAN POSISI BARANG MILIK NEGARA DI NERACA SETELAH PENYUSUTAN PERTAMA KALI LAPORAN POSISI BARANG MILIK NEGARA DI NERACA HASIL PENYUSUTAN PERTAMA KALI POSISI PER TANGGAL 1 JANUARI 2013 TAHUN ANGGARAN 2013 KODE UAKPB : ..999.. .999..<7>.999...999 999. ..999 999.999. .<2>...<1>.999....999..999.......

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Ketentuan: 1. 5. 2. 10. 4. 3. 9. 6. 8. 11. Tanggal pencetakan laporan (system date) Halaman dari laporan Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang Kode Bagan Akun Standar Uraian Bagan Akun Standar Kota ditandatanganinya laporan Tanggal penandatanganan laporan Jabatan penandatangan laporan Nama penandatangan laporan NIP penandatangan laporan 93 . 7.

….<12>…. : ….999) 999.<4>…. Nama Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang . Jabatan penandatangan laporan 18.<16>…. …. …. JUMLAH 999.Eselon I 3. TANGGAL : …. …. NIP penandatangan laporan 94 .<1>…. Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 5. FORMAT LAPORAN POSISI BARANG MILIK NEGARA DI NERACA …. Uraian Akun Tetap 13.999..<5>….<18>…. Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 6. Nama penandatangan laporan 19. Kota ditandatanganinya laporan 16. JUMLAH …. Tanggal penandatanganan laporan 17.999. AKUN NERACA KODE URAIAN …. ….999 …. Tanggal pencetakan laporan (system date) 9. Kode Akun Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 14.<11>….<6>….<7>….MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT B.<15>…. …. Periode laporan berupa HH-BB-TTTT 7. Tahun Anggaran periode laporan 8. HALAMAN : …. ….<19>….<14>….<17>…. LAPORAN POSISI BARANG MILIK NEGARA DI NERACA POSISI PER TANGGAL …. Nama Unit Akuntansi Pengguna Barang 2. …. Uraian Akun Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 15.<8>…. NAMA UAKPB : …. Nama Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang .999. Kode laporan berdasarkan kodefikasi developer 11.<9>….<10>…. Halaman dari laporan 10.<13>….<2>….999 (999. PENANGGUNG JAWAB UAKPB …. Ketentuan: 1. TAHUN ANGGARAN …. Kode Akun Aset Tetap 12.<3>….Wilayah 4. KODE LAP.

AKUN NERACA/….<14>….999 JUMLAH ….<17>…. Tanggal penandatanganan laporan 18.<15>. …. Ketentuan: 1..999 999. Nama Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang .999 999.999... Halaman dari laporan 11. Satuan Barang Milik Negara 16. Jabatan penandatangan laporan 19. Nama penandatangan laporan 20.<4>…. PENANGGUNG JAWAB UAKPB ….999. …. .999. Nama Unit Akuntansi Pengguna Barang 2. …. Uraian kode barang menurut PMK 29/2010 15. Uraian Akun Neraca 14.<13>….<3>…. .<19>…. POSISI PER TANGGAL ….. 9. Tahun Anggaran periode laporan 9.999 9.999.<6>….<16>….<6>. …. TAHUN ANGGARAN ….999.. N 999.<20>….<18>…. …. Nama Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang .<7>…. Kode barang menurut PMK 29/2010 berupa Sub-sub Kelompok Barang/Sub Kelompok Barang/Kelompok Barang 7.999 999.<7>… 999..Wilayah 4. ….999 999.<7>…. Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 6.999 999.999. …. Kode Akun Neraca 13.999 : …<9>… : …<10>… : …<11>… NILAI BUKU PER . AKUMULASI NILAI PER PENYUSUTA …..<12>. Kota ditandatanganinya laporan 17.999 999. LAPORAN PENYUSUTAN RINCIAN PER ….999.<6>….999.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT C. Tanggal pencetakan laporan (system date) 10. TANGGAL HALAMAN KODE LAP.999. Periode laporan berupa HH-BB-TTTT 8.999 NAMA UAKPB : ….999. Satuan Kuantitas KODE URAIAN .<2>…..999.<1>….Eselon I 3.. Kode laporan berdasarkan kodefikasi developer 12.999 999.<8>…. Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 5. NIP penandatangan laporan 95 . FORMAT LAPORAN PENYUSUTAN DI NERACA …. ….<5>….

<2>….<1>…..<6>…. Kuantitas 999.<8>…. TAHUN ANGGARAN …...999.<7>.<4>…. Kode .999.<8>….999 BERKURANG Kuantitas 999. TOTAL Satuan SALDO PER ….<17>….999 999. ….999 999.<8>.999 999.. 999. …..999.999 999.999 …. ….. AKUN NERACA/….999 999.999 999.. .999. NAMA UAKPB : …. POSISI PER TANGGAL ….<11>.<14>…..<12>.<16>….999..999 999.<4>….<15>…. FORMAT LAPORAN BARANG HILANG YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG LAPORAN BARANG HILANG YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG …. .999.999 MUTASI BERTAMBAH Kuantitas 999.<4>.999 : : : .999 999.999 Nilai 999.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT D..999 999. PENANGGUNG JAWAB UAKPB …. 96 . …. .999 999.999 999. Kuantitas 999.<3>….999 999.999 .. TANGGAL HALAMAN KODE LAP..999 999.999.<5>….999. SALDO PER …. Uraian .999 999.999 Nilai 999. RINCIAN PER …. .999.999 999.999 Nilai 999.<10>.999 Nilai 999..<9>.999..<13>..<18>…..999.999..

Satuan Barang Milik Negara 14. Kapitalisasi berupa Intrakomptabel/Ekstrakomptabel/Gabungan 4. Kota ditandatanganinya laporan 15. NIP penandatangan laporan 97 . Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 3. Kode Akun Neraca 11. Uraian kode barang menurut PMK 29/2010 13. Nama penandatangan laporan 18. Halaman dari laporan 9. Jabatan penandatangan laporan 17. Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 2. Periode laporan berupa HH-BB-TTTT 6. Uraian Akun Neraca 12. Kode laporan berdasarkan kodefikasi developer 10. Tanggal pencetakan laporan (system date) 8. Kode barang menurut PMK 29/2010 berupa Sub-sub Kelompok Barang/Sub Kelompok Barang/ Kelompok Barang 5. Tanggal penandatanganan laporan 16. Tahun Anggaran periode laporan 7.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Ketentuan: 1.

KODE BARANG …. …. ….<12>….<15>…. : : ….<8>. NUP .<3>….<18>….. FORMAT DAFTAR BARANG HILANG YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG Tanggal Halaman UNTUK PERIODE SAMPAI DENGAN TANGGAL ….999 KETERANGAN ….<6>….<4>…. TGL NO MERK/TYPE PEROLEHAN DOKUMEN ….<13>….<1>….<16>…. IDENTITAS BARANG NAMA BARANG ….<17>…. …. …..<11>…. RUPIAH 999. …. 98 . DAFTAR BARANG HILANG YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG KODE UAKPB : ….999.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT E.<7>….<10>…. JUMLAH TGL DOKUMEN …..999.999 999.<2>….<5>….<14>…. …. …. PENANGGUNG JAWAB UAKPB …. NAMA UAKPB : ….<9>….

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Ketentuan: 1 Tanggal pencetakan laporan (system date) 2 Halaman dari laporan 3 Periode laporan berupa HH-BB-TTTT 4 Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 5 Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 6 Kode barang menurut PMK 29/2010 berupa Sub-sub Kelompok Barang/Sub Kelompok Barang/ Kelompok Barang 7 Uraian kode barang menurut PMK 29/2010 8 Nomor Urut Pendaftaran/Nomor Aset 9 Tanggal Perolehan BMN 10 Merk/Type BMN 11 Nomor Dokumen Sumber 12 Tanggal Dokumen Sumber 13 Keterangan tambahan BMN 14 Kota ditandatanganinya laporan 15 Tanggal penandatanganan laporan 16 Jabatan penandatangan laporan 17 Nama penandatangan laporan 18 NIP penandatangan laporan 99 .

999.999.<12>.<13>. .999 .999.999 999.. Uraian ...999 999.<1>….999 999.<18>….999 999.999.999 999.999 Nilai 999.999 999. …. RINCIAN PER …. …. Kode .999 999.<4>….<17>….999 ….999..<14>….999 999. 100 .<10>.999 MUTASI BERTAMBAH Kuantitas 999.999. TOTAL Satuan SALDO PER ….<4>…. Kuantitas 999. AKUN NERACA/….<8>….999 999.999 999.999 BERKURANG Kuantitas 999.999...<8>.. POSISI PER TANGGAL …..<16>…. ….999..<4>.<11>.999 Nilai 999.999 999.999 999. SALDO PER ….999 999.<8>…. FORMAT LAPORAN BARANG DENGAN KONDISI RUSAK BERAT YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG LAPORAN BARANG DENGAN KONDISI RUSAK BERAT YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG …. PENANGGUNG JAWAB UAKPB ….<6>….. 999.<7>...999 999.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT F. : : : . ….999 Nilai 999..999.999. . ..<2>….. TAHUN ANGGARAN …..<5>….<9>. TANGGAL HALAMAN NAMA UAKPB : ….999 KODE LAP.999.999 Nilai 999. Kuantitas 999.. .999.<3>….999 999.<15>….

Uraian kode barang menurut PMK 29/2010 13. Uraian Akun Neraca 12. Kode barang menurut PMK 29/2010 berupa Sub-sub Kelompok Barang/Sub Kelompok Barang/ Kelompok Barang 5. Nama penandatangan laporan 18. Tanggal penandatanganan laporan 16. Kapitalisasi berupa Intrakomptabel/Ekstrakomptabel/Gabungan 4. Jabatan penandatangan laporan 17. Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 2. Kode laporan berdasarkan kodefikasi developer 10. Tahun Anggaran periode laporan 7. Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 3. Satuan Barang Milik Negara 14. NIP penandatangan laporan 101 . Kota ditandatanganinya laporan 15.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Ketentuan: 1. Tanggal pencetakan laporan (system date) 8. Periode laporan berupa HH-BB-TTTT 6. Kode Akun Neraca 11. Halaman dari laporan 9.

. KODE BARANG ….<16>…. NAMA BARANG ….999 999. NUP .<5>….<6>….<4>…. …. NAMA UAKPB : …. KODE UAKPB : …. FORMAT DAFTAR BARANG DENGAN KONDISI RUSAK BERAT YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG Tanggal Halaman : : ….<9>….<15>…. DAFTAR BARANG BARANG DENGAN KONDISI RUSAK BERAT YANG TELAH DIUSULKAN PROSES PENGHAPUSANNYA KEPADA PENGELOLA BARANG UNTUK PERIODE SAMPAI DENGAN TANGGAL …. JUMLAH IDENTITAS BARANG NO MERK/TYPE DOKUMEN ….<2>….<14>…. PENANGGUNG JAWAB UAKPB ….<3>…. 102 .<8>. TGL PEROLEHAN …. ….999.<7>…..999.. ….<18>….<1>…. TGL DOKUMEN ….999 KETERANGAN …. ….MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT G. ….<17>…. ….<13>….<11>….<12>….<10>…. RUPIAH 999.

Merk/Type BMN 11. Tanggal penandatanganan laporan 16. Keterangan tambahan BMN 14. Nomor Urut Pendaftaran/Nomor Aset 9. Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 6. Jabatan penandatangan laporan 17. Nomor Dokumen Sumber 12. Tanggal Dokumen Sumber 13. Halaman dari laporan 3. Kode barang menurut PMK 29/2010 berupa Sub-sub Kelompok Barang/ Sub Kelompok Barang/Kelompok Barang 7. Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 5. Nama penandatangan laporan 18. Tanggal pencetakan laporan (system date) 2.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Ketentuan: 1. Tanggal Perolehan BMN 10. Kota ditandatanganinya laporan 15. NIP penandatangan laporan 103 . Uraian kode barang menurut PMK 29/2010 8. Periode laporan berupa HH-BB-TTTT 4.

<11>..<5>…..<3>…. …. LAPORAN NORMALISASI DATA BARANG MILIK NEGARA …. PENANGGUNG JAWAB UAKPB …... Satuan 4 .... ….<14>.<23>…. 104 .<1>…. …..<24>….. ….<21>…. …. Sub-Sub Kelompok Barang ode 1 . Jenis Transaksi 6 …<15>… Uraian Transaksi 7 …<16>… Tanggal Perolehan 8 …<17>… Kuantitas 9 …<18>… Nilai 10 …<19>… : …<7>… : …<8>… : …<9>… Kapitalisasi 11 …<6>… NAMA UAKPB : ….. FORMAT LAPORAN NORMALISASI DATA BARANG MILIK NEGARA ….<12>.<20>….<10>. NUP 3 .<4>…. …..MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT H.<22>….<6>….<13>. …. Tanggal Buku 5 . Uraian 2 .<2>…. UNTUK PERIODE SAMPAI DENGAN 1 JANUARI 2013 TANGGAL HALAMAN KODE LAP.

Jabatan penandatangan laporan 23. Nama penandatangan laporan 24. Tanggal dibukukannya transaksi atas BMN 15. Satuan Barang Milik Negara 14. Tanggal perolehan BMN 18. Kode barang menurut PMK 29/2010 berupa Sub-sub Kelompok Barang/Sub Kelompok Barang/ Kelompok Barang 11. Tanggal pencetakan laporan (system date) 8. Nomor Urut Pendaftaran/Nomor Aset 13. NIP penandatangan laporan 105 . Uraian kode barang menurut PMK 29/2010 12. Halaman dari laporan 9.MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Ketentuan: 1.Wilayah 4. Kota ditandatanganinya laporan 21. Kode laporan berdasarkan kodefikasi developer 10. Kuantitas BMN 19. Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 6. Nama Unit Akuntansi Pengguna Barang 2. Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 5. Nilai BMN 20. Nama Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang . Nama Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang . Jenis transaksi BMN 16.Eselon I 3. Tanggal penandatanganan laporan 22. Kapitalisasi berupa Intrakomptabel/Ekstrakomptabel/Gabungan 7. Uraian Transaksi BMN 17.

<16>….<15>….999. ….999 999.<14>…. ….<7>.<5>….. ….<2>…. NUP .<17>….<10>….MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT I. FORMAT DAFTAR NORMALISASI DATA BARANG MILIK NEGARA Tanggal Halaman DAFTAR NORMALISASI DATA BARANG MILIK NEGARA UNTUK PERIODE SAMPAI DENGAN TANGGAL 1 JANUARI 2013 : : ….<12>….<11>….999.<3>…. JUMLAH IDENTITAS BARANG NO MERK/TYPE DOKUMEN …. 106 .<4>…. KODE UAKPB : …. TGL PEROLEHAN …. NAMA UAKPB : ….<6>…. KETERANGAN ….<13>…. PENANGGUNG JAWAB UAKPB …. TGL DOKUMEN ….<9>…. RUPIAH 999.. ….<1>…. …..<8>….999 …. KODE BARANG …. NAMA BARANG ….

MODUL PENYUSUTAN BMN BERUPA ASET TETAP PADA ENTITAS PEMERINTAH PUSAT Ketentuan: 1 Tanggal pencetakan laporan (system date) 2 Halaman dari laporan 3 Kode Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 4 Nama Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang 5 Kode barang menurut PMK 29/2010 berupa Sub-sub Kelompok Barang/ Sub Kelompok Barang/Kelompok Barang 6 Uraian kode barang menurut PMK 29/2010 7 Nomor Urut Pendaftaran/Nomor Aset 8 Tanggal Perolehan BMN 9 Merk/Type BMN 10 Nomor Dokumen Sumber 11 Tanggal Dokumen Sumber 12 Keterangan tambahan BMN 13 Kota ditandatanganinya laporan 14 Tanggal penandatanganan laporan 15 Jabatan penandatangan laporan 16 Nama penandatangan laporan 17 NIP penandatangan laporan 107 .