You are on page 1of 1

Pajak Dewasa ini semua bentuk perjanjian pengusahaan Pertambangan minyak dan gas bumi ada mengatur tentang

pengenaan pajak pengahsilan atas penghasilan kontraktor. Selain itu dapat saja kontraktor dikenakan pajak lainnya seperti pajak tanah misalnya. Jenis-jenis pajak yang dikenakan terhadap kontraktor bervariasi tergantung pada sistem hukum perpajakan di mana kontraktor beroperasi serta bentuk perjanjian pengusahaan pertambangan minyak dan gas bumi yang mendasarinya. Prinsip dasarnya adalah bahwa kontraktor tidak akan diwajibkan untuk membayar pajak apapun sepanjang tidak secara jelas ditentukan dalam perjanjian atau undang-undang perpajakan yang berlaku. Umumnya kepada kontraktor tidak dikenakan pajak ekspor atas hasil produksi yang menjadi abgiannya, demikian juga dengan pungutan impor dan ekspor lainnya. Dasar pengenaan pajak penghasilan berbeda dalam masing-masing bentuk perjanjian. Ada yang pengenaannya atas keuntungan (profit), ada yang atas hasil produksi. Masalah ini dibahas lebih lanjut ketila membahas masing-masing bentuk perjanjian. Dari sisi kontraktor pengenaan pajak pengahsilan yang relatif tinggi akan lebih ringan dibandingkan dengan apabila ahrus membayar royalti yang besar karena umumnya pajak penghasilan umumnya berakitan dengan hasil produksi. Kebiajkan ini dapat memperbesar minat investor karena kewajiban fiscal yang harus ditanggung berjalan seiring dengan pendapatan. Dengan kata lain kewajiban tersebut dapat diprediksi dan wajar saja. Pajak penghasilan tersebut akan terdiri dari pajak pengahsilan perusahaan ( corporate income tax) dan pajak penghasilan perorangan (individual income tax). Oleh karena itu adalah penting untuk merancang dan membangun sistem perpajakan sedemikian rupa sehingga bagian terbesar dari penerimaan negara adalah dari pajak penghasilan. Untuk mencapai maksud tersebut di atas, Negara tidak boleh hanya berpatokan pada angka nominal besaran tariff pajak yang dikenakan, akan tetapi sistem perpajakan secara keseluruhan juga penting diperhatikan misalnya masalah kualifikasi dan perlakuan atas kualifikasi-kualifikasi tertentu tersebut. Hal lain yang juga penting diperhatikan untuk tetap menarik minat penanam modal asing adalah masalah pengakuan kredit pajak (tax credit) di negara asal kontraktor dan penghindaran pajak berganda (double taxation). Masalah ini akan teratasi apabila sudah ada tax treaty yang comprehensif antara negara pemilik sunber daya minyak dan gas bumi yang potensial denagn negara-negara kontraktor yang potensial untuk menanamkan modalnya di sector minyak dan gas bumi.