You are on page 1of 3

ANTENA

KARAKTERISTIK ANTENA Antena dapat didefinisikan seperti sebuah konduktor atau kelompok konduktor yang digunakan untuk meradiasikan energi elektromagnetik ke udara. Pada penerimaan akhir, energi elektromagnetik diubah menjadi energi listrik oleh antena dan mengirimkan ke receiver. Desain sistem antena sangat penting pada sebuah stasion transmisi. Antena harus dapat meradiasikan secara efisien sehingga power yang diberikan oleh transmitter tidak terbuang. Bentuk dari antena penerima tidak berpengaruh pada frekuensi rendah, tetapi fungsinya bertambah saat frekuensi yang dipancarkan bertambah. Antena pemancar dibagi dalam dua klasifikasi dasar, HERTZ ANTENNA (half wave) dan MARCONI (quarter-wave) ANTENNA. Antena Hertz secara umum dipasang beberapa meter di atas tanah dan diposisikan untuk meradiasikan baik secara vertikal maupun horizontal. Antena Marconi dioperasikan dengan salah satu kutub digroundkan dan dipasang tegak lurus dari bumi atau permukaan yang berperan sebagai ground. Antena Hertz secara umum digunakan untuk frekuensi operasi 2 MHz lebih, sedangkan antena Marconi digunakan untuk frekuensi operasi di bawah 2 MHz. Semua antena, dilihat dari bentuk dan ukurannya, memiliki empat karakteristik dasar yaitu : 1. Reciprocity Recipocity adalah kemampuan dalam penggunaan antenna yang sama pada pemancaran dan penerimaan. Pada karakteristik ini antena akan lebih efisien untuk memancar dan menerima 2. Directivity Directivity antenna atau susunan pola antenna adalah batasan dari kemampuan antennata untuk memfokuskan energi pada suatu atau lebih banyak arah. Element pada pola bisa diatur untuk mengubah radiasi dan menyebarkan energi menjadi sama pada semua arah. 3. Gain Perbandingan antara energi yang dirambatkan pada arah ini dan energi yang akan dirambatkan jika antena tidak terarah disebut sebagai antena gain. Gain antena stabil, tergantung pada pemakaian antena digunakan untuk memancarkan atau menerima. 4. Polarization Energi dari antena diradiasikan dalam bentuk pemuaian. Sedikit bagian pada keadaan ini disebut wavefront. Diposisikan vrtikal pada arah dari daerah radiasi. Dengan wavefront semua energy berada pada fasa yang sama.

Secara teori. RADIASI ENERGI ELEKTROMAGNETIK Berbagai macam faktor pada antenna mengakibatkan radiasi energi elektromagnetik. kebanyakan daerah elektromagnetik di udara diakatakan garis yang dipolarisasikan. Sebuah arus alternatif (AC) diaplikasikan ke A akhir dari kawat antenna AB.polarisasi berubah. dan tegangan. gelombang berjalan back and torth pada antenna. JENIS DAN POLA RADIASI Energi terpancar dari antena membentuk medan memiliki POLA RADIASI. Hasilnya. Titik dari arus minimum dan tegangan minimum diketahui sebagai arus dan tegangan NODES. Perubahan yang terjadi biasannya kecil pada low frekuensi. ini seharusnya terpolarisasi secara vertikal. yaitu jika gaya garis elektrik (garis E) horizoh ntal. gelombang akan berjalan sepanjang kawat sampai diakhir B. Pada saat resonans. Osilasi ini bergerak sepanjang antena pada rata-rata sama dengan frekuensi dari tegangan RF dan sustained oleh properly times impulse pada point A. Ketika antara tidak pada saat resonansi. Jarak gelombang berjalan selama periode dari 1 cycle diketahui sebagai panjang gelombang. Arah dari polariasi merupakan arah dari vektor elektrik . karena gelombang polarisasi vertikal menghasilkan kekuatan sinyal lebih besar di sepanjang permukaan bumi. Pergerakan maksimum dari elektrons pada center dari antenna pada semua waktu. Titik dari arus tinggi dan tegangan tinggi diketahui sebagai arus dan tegangan lops. reinforcing pada lainnya. energi dari gelombang seharusnya secara gradual didisipasi oleh resistansi dari kawat selama ada gerakan maju dan mundur (osilasi). Hasilnya. arus ditransmiskan kedalam spasi maksimum. Ditemukan dengan membagi rata-rata perjalanan dibagi frekuensi Lihat pada distribusi arus dan tegangan pada antara figurre 2. Kondisi ini disebut sebagai Standing Wave dari arus.Daerah radiasi terbuat dari garis gaya magnetik dan elektrik ri sudut yang benar. Selama jarak jauh. gelombang dikatakan dipolarisasi secara vertikal. osilasi berkelanjutan dari energi sepanjang kawat dan sebuah tegangan tinggi pada akhir kawat A. pola radiasi untuk setiap antena yang diberikan ditentukan dengan mengukur energi yang . center dari antenna adalah impedansi redah. tetapi berbeda pada high frekuensi .4. Ketika antena pemancar dekat dengan tanah. gelombang radiasi membangun ke satu dengan yang lainnya dan energi hilang pada bentuk panas. Begitu pula sebaliknya ketika pemancar tinggi di atas tanah ini harus terpolarisasi horizontal untuk mendapatkan kekuatan sinyal terbesar mungkin untuk permukaan bumi.

Ketika hubungan pola radiasi yang komplek dengan frequensi antenna mengandung beberapa lobe dari bermacam – macam intensity. Anda harus memperpanjang atau memperpendeknya untuk menghasilkan resonansi yang diperlukan. maka akan resonan pada frekuensi. MAJOR DAN MINOR LOBE Batas radiasi dalam 1 lobe adalah sangat kuat di bandingkan yang lain. Ini adalah tujuan dari GROUND SCREEN . Beberapa antena memancarkan energi secara merata ke segala arah. Kebanyakan radiator memancarkan energi lebih kuat dalam satu arah daripada yang lain. Anda dapat memasukkan sebuah induktor atau kapasitor secara seri dengan antenna. radiator ini disebut sebagai radiator anisotropic.Sejak antena harus selalu dalam resonansi dengan frekuensi diterapkan. Lobe terhadap point X disebut MAJOR LOBE. Radiasi jenis ini dikenal sebagai RADIASI ISOTROPIK. bentuk pola ini tergantung pada jenis antena yang digunakan. Yang lainnya adalah MINOR LOBE. Untuk mengubah besar listrik antena. Ground mempengaruhi pola radiasi dan menyebabkan kehilangan sinyal tinggi untuk beberapa frekuensi. Perubahan panjang listrik dengan metode ini dikenal sebagai TUNING disamakan-iMPEDANSI atau LOADING. Kehilangan tersebut dapat sangat dikurangi jika tanah melakukan baik yang disediakan di sekitar antena. ANTENA LOADING Akan ada saat-saat ketika Anda mungkin ingin menggunakan satu sistem antena untuk mengirimkan pada beberapa frekuensi. GROUND EFFECT .dipancarkan di berbagai sudut pada jarak konstan dari antena dan kemudian merencanakan nilai energi pada grafik.Jika antena terlalu pendek untuk panjang gelombang yang digunakan. Sehingga terdapat reaktansi kapasitif pada eksitasi frekuensi.