You are on page 1of 26

Rekayasa Pelaksanaan Konstruksi 1

Deni Setiawan, S.T., M.T.

.  Terjadinya kesalahan pelaksanaan ataupun metode kerja yang tidak berurutan akan memberikan kerugian pada proyek.Perencanaan Bangunan Bertingkat  Kegiatan perencanaan adalah suatu kegiatan yang sangat pokok dan penting sebelum melaksanakan sebuah proyek.

tepat mutu. yaitu tepat waktu.Perencanaan Bangunan Bertingkat  Perencanaan yang tepat dan matang akan memudahkan dalam mencapai tujuan utama sebuah pekerjan konstruksi. . serta tepat biaya.

Biaya pelaksanaan harus efisien dan ekonomis. Mempertimbangkan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Mutu pekerjaan terjaga dengan baik. (Pudjianto.Perencanaan Bangunan Bertingkat  Perencanaan yang dilaksanakan dalam sebuah proyek harus memenuhi persyaratan seperti dibawah ini.1996) . Waktu pelaksanaan tepat. Aman dan nyaman untuk digunakan. antara lain:  Konstruksi harus kokoh dan memiliki nilai estetis yang       baik. sesuai dengan time schedule.

. dan praktis. sehingga cocok sebagai hunian masa kini yang sering diminati. jenis material finishing yang digunakan bersifat sederhana. Pasar yang diincar adalah konsumen dengan potensi pasar menengah kebawah. konsep desain arsitekturnya bergaya modern minimalis. Dari segi eksteriornya. simpel. Untuk perencanaan interiornya.

stabil. meliputi :  Perencanaan Arsitektur  Perencanaan Struktur  Perencanaan Mekanikal. serta mempunyai view arsitektural yang baik. terdiri dari 3 macam perencanaan. demi keamanan dan kenyamanan bangunan. Elektrikal. dan Plumbing. Ketiga proses tersebut saling berkaitan dan harus ada koordinasi untuk menghasilkan suatu bangunan yang kuat. . Pada umumnya dalam perencanaan suatu pekerjaan proyek konstruksi.

Tinjauan Perencanaan Arsitekt ur  Tahap yang pertama dari sebuah perencanaan bangunan adalah perencanaan arsitektural meliputi  Landscape bangunan. .  Eksterior  Interior ruangan.

Tinjauan Perencanaan Struktur  Struktur adalah suatu kesatuan dan rangkaian beberapa elemen yang dirancang agar mampu menerima beban luar maupun berat sendiri tanpa mengalami perubahan bentuk yang melewati batas persyaratan perencanaan gedung bertingkat .

.

.

Work Breakdown Structure (WBS)  Sebuah proyek yang komplek agar mudah dikendalikan harus diuraikan dalam bentuk komponen-komponen individual dalam struktur hirarki. yang dikenal dengan Work Breakdown Structure (WBS).  Pada dasarnya WBS merupakan suatu daftar yang bersifat top down dan secara hirarkis menerangkan komponen-komponen yang harus dibangun dan pekerjaan yang berkaitan dengannya. .

Sebagai gambaran. penyerahan tanggung jawab. pengukuran dan pengendalian proyek. Work breakdown structure (WBS) dapat diilustrasikan seperti diagram blok berikut: .Struktur WBS  Struktur dalam WBS mendefinisikan tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara terpisah dari tugas-tugas lain.  Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama waktunya. memudahkan alokasi sumber daya.

.

 Model WBS memberikan beberapa keuntungan. mengalokasikan sumber daya. maka bisa juga disampikan dalam bentuk skema sebagai berikut : .  Dikarenakan WBS merupakan struktur yang bersifat hirarki. menyusun jadwal. dan menghitung biaya  Mendorong untuk mempertimbangkan secara lebih serius sebelum membangun suatu proyek . antara lain :  Memberikan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan  Memberikan dasar untuk mengestimasi.

.

. berikut ini dicontohkan sebagian dari struktur WBS dalam sebuah proyek pembangunan Intranet.Sebagai gambaran praktis.

idealnya rancangan WBS sendiri harusnya telah diselesaikan sebelum pengerjaan perencanaan proyek (project plan) dan penjadwalan proyek (project schedule).  WBS juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi tugas-tugas dalam model perencanaan proyek. .Peran WBS Dalam Perencanaan Proyek  WBS dibuat sebelum ketergantungan diidentifikasi dan lamanya aktifitas pekerjaan diestimasi.  Oleh karena itu. antara lain ketersediaan sumber daya dan kompleksitas. akan dapat diperkirakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan tersebut.  Perkiraan bisa dilakukan dengan mempertimbangan beberapa hal.  Dengan memanfaatkan daftar pekerjaan pada WBS.

 Most pessimistic :Merupakan waktu yang dibutuhkan ketika keadaan paling sulit terjadi. tipikal dan normal. Beberapa model pendekatan bisa digunakan untuk menghitung perkiraan waktu yang diperlukan :  Most optimistic : Merupakan waktu ideal untuk menyelesaikan pekerjaan. diasumsikan segala sesuatunya berjalan lancar. dan sempurna. Selanjutnya dilakukan penjabaran dalam kalender (flow time).  Most likely : Merupakan waktu yang dibutuhkan pada kondisi kebanyakan. .

maka dampaknya akan bisa menghadapi masalah/ problem dilapangan. karena apabila mulai dari "Pekerjaan Persiapan" ada tahapan yang terlupakan/terlewatkan.  Tata Cara dan Tahapan ini akan dibuat secara bertahap.Tahapan Pekerjaan Rumah  Didalam membangun rumah diperlukan kehati- hatian. agar nantinya didalam pelaksanaan pembangunan rumah pemilik rumah dapat mengikuti proses pelaksanaannya tahap demi tahap. .

Pintu dan Jendela .A. Pekerjaan Sipil  Pekerjaan Persiapan  Pekerjaan Pondasi  Pekerjaan Struktur Beton  Pekerjaan Pasangan Dinding dan Plesteran  Pekerjaan Rangka Atap  Pekerjaan Instalasi Air Bersih dan Air Kotor  Pekerjaan InstalasiListrik  Pekerjaan Plafond Pekerjaan Kusen.

B. Pekerjaan Finishing  Pekerjaan Pemasangan Material Lantai / Dinding  Pekerjaan Politur / Melamik / Duco  Pekerjaan Pengecatan  Pekerjaan Kunci dan Alat Penggantung  Pekerjaan Pemasangan Sanitary  Pekerjaan Fixture Lampu dan Sakelar-Stop Kontak  Pekerjaan Pagar Depan dan Pintu masuk  Pekerjaan Carport dan Jalan Masuk .

C. Pekerjaan Serah Terima  Pekerjaan Serah Terima Pertama  Masa Garansi  Serah Terima Kedua .

Tugas  Buatlah WBS untuk pekerjaan Proyek Rumah Tinggal  Buatlah Metode Pelaksanaannya .