ILMU PEMERINTAHAN INI UNTUK SEMUA ORANG

Taliziduhu Ndraha, Kybernolog
1 UNTUK HIDUP, KITA PERLU ILMU Mengapa Kita Ini Ada? Cogito Ergo Sum: Aku Berpikir, Maka Aku Ada-----Rene Descartes (1596-1650) Salah satu hal teragung dan terbesar yang diwariskan oleh Para Bapa Bangsa dan Pendiri Negara Indonesia kepada kita adalah Pasal 28 UUD 1945 naskah asli dan pertama, berbunyi: Kemerdekaan Berserikat Dan Berkumpul, Mengeluarkan Pikiran Dengan Lisan Dan Tulisan Dan Sebagainya Ditetapkan Dengan Undang-Undang Pasal sakti tersebut dikutip dari Koesnodiprodjo, Himpunan Undang-Undang, Peraturan-Peraturan, Penetapan-Penetapan Pemerintah Republik Indonesia 1945 (SK Seno Jakarta, Juli 1951), dengan Kata Pengantar dari Prof. Dr Soepomo. Tidak seperti yang sering diucapkan dan ditulis orang, Pasal itu mengatur perihal kemerdekaan berpikir, bukan kebebasan berpendapat. Orang mudah berpendapat tanpa berpikir, tetapi melalui proses berpikir, pikiran bisa berbuah pendapat, buah yang matang, stabil dan berguna. “Pikir Itu Pelita Hati,” oleh “berpikir” lubuk hati segelap apapun menjadi terang, “Pikir Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tidak Berguna.” Benderangnya lubuk hari memungkinkan kita tidak “berpikir pendek” melainkan “berpikir panjang,” sehingga walau hati panas, kepala tetap dingin. Kita mengenal bermacam-macam bangunan. Bangunan dikenal dengan bahan atau zat bangunannya, konstruksi, dan fungsinya. Ilmu yang tercantum dalam judul di atas adalah semacam bangunan. Dilihat dari bahan bangunannya, ilmu bermacam-macam adanya. Ada yang bahan bangunannya dari perasaan, ada yang bahan bangunannya dari kepercayaan, ada pula yang bahan bangunannya terdiri dari adonan pendapat dan retorika. Ilmu yang kita bicarakan ini adalah ilmu yang bahan bangunannya buah pikiran. Disebut “buah” karena pikiran itu dipersepsi sebagai pohon di tengah belukar, dari benih, tertanam di lahan, dengan akar dan daunnya, yang berbuah dan berdaurulang, di bawah terpaan badai, terik dan hujan. Ilmu yang bahan bangunannya
1

buah pikiran itu, lazim juga disebut ilmupengetahuan. Sama seperti pohon bercabang, ilmu pun bercabang dan beranting pula. Seperti bangunan fisik yang disebut menurut fungsinya, katakanlah tumahtinggal, kantor, pabrik, dan gudang, ilmu juga disebut menurut fungsinya. Ada Matematika, Ilmu Alam, Ilmu Sosial dan Humaniora. Jadi ilmu adalah bangunan buah pikiran yang kita perlukan sebagai alat pendukung kehidupan. Sudah barang tentu, sama seperti bangunan lainnya, sejauh mana ilmu mengantar dan mendukung kehidupan di dalam lingkungannya dari waktu ke waktu dan dari suatu tempat ke tempat lain, bergantung pada kualitas bahan (zat) bangunan, konstruksi bangunan, dan keberfungsiannya. Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah, ilmu apa atau ilmu seperti apa yang kita butuhkan, terlebih pada zaman sekarang ke depan? Namun untuk bisa menjawab pertanyaan sepenting itu, perlu dijawab dulu pertanyaan berikut. 2 SIAPAKAH KITA INI? Bagian Pertama: Manusia Gnothi Seauton Kenalilah Dirimu Sendiri!------Socrates (469-399) Mengenal Kualitas Manusia Kualitas adalah karakteristik yang membedakan satu dengan yang lainnya. Jika kualitas ditimbang, ia diberi nilai, dan nilai yang disepakati atau dipaksakan disebut norma. Kualitas dasar manusia itu terdapat di ruang pengakuan (keimanan, kepercayaan) setiap orang. Orang Indonesia yang mengaku berTuhan YME menyatakan bahwa manusia ------- yaitu dirinya ------- adalah ciptaan ALLAH yang paling mulia. Pengakuan itulah yang menjadi sumber sistem nilai sentral bangsa Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945 seperti yang dimaksud oleh para Bapak Bangsa dan Pendiri Negara Indonesia. Gambar 1 menunjukkan arkeologi konsep Manusia dan Kualitas Manusia. Di sana terlihat 6 generasi sekaligus tujuh kelompok kualitas manusia, yaitu. 1. Manusia sebagai ciptaan ALLAH, makhluk paling terhormat 2. Manusia sebagai penduduk 3. Manusia sebagai masyarakat 4. Manusia sebagai wargabangsa

2

5. Manusia sebagai warganegara a. Sebagai pembayar (wajib-bayar) pajak b. Sebagai pembela (wajib-bela) Negara c. Sebagai konstituen (berhak-pilih-dipilih) 6. Manusia sebagai pemerintah (dengan kualitas derivatnya) 7. Manusia sebagai yang-diperintah (dengan 8 kualitas derivatnya) Dalam perjalanan sejarah, manusia mengalami degradasi kualitatif seperti terlihat pada kelompok 7 Gambar 1.
ALLAH mencipta CIPTAAN<---------------------HUBUNGAN PEMERINTAHAN---------------------> MAKHLUK MANUSIA-->MEMBUMI 1 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK-->BERMASYARAKAT | 2 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK | WARGAMA| SYARAKAT-->BERBANGSA | 3 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK KUALITAS MASYARAKAT MANUSIA WARGABANGSA-->BERNEGARA | 4 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK | MASYARAKAT | BANGSA | WARGANE| GARA----->BERPEMERINTAHAN 7 5 CIPTAAN YANG DIMANUSIA PERINTAH PENDUDUK konstituen MASYARAKAT representatif BANGSA terjanji NEGARA pelanggan<------------hubungan pemerintahan------------>PEMERINTAH penagih penjanji konsumer tertagih korban provider mangsa penanggungjawab 6

Gambar 1 Kualitas Manusia

3

Kualitas manusia pada generasi dan kelompok lima (Negara) adalah yang terpenting. Kondisi itulah yang menyebabkan perubahan kualitas manusia di kelompok 7. Generasi ini paling kontroversial dan dilemmatik. Di sinilah terletak takdir setiap orang. Pada generasi itu, kekuasaan adalah kebutuhan mutlak setiap warga untuk bisa hidup maju-berlanjut, tetapi begitu kebutuhan itu terpenuhi, begitu kekuasaan itu terbentuk, warga kehilangan daya untuk mengontrol (memonev) kinerja kekuasaan itu, kekuasaan itu berliar-liar dan leluasa membuai warga hingga terlena sambil tertawa saat dihirup darahnya, dicabik dan dilahap tubuhnya. Bukankah kaum elit itu tidak lagi bertanya “apa yang kita jerang,” melainkan “siapa yang kita mangsa?” Kita “dipaksa” atau terpaksa menerima kenyataan itu. Perilaku “berliar-liar” kaum elit itu semakin menjadi-jadi manakala jabatan publik dan kebijakan mereka disakralisasi (kings and queens can do no wrong, sabdo pandito ratu), ketaatan dan kepatuhan warga disalahgunakan (mikul duwur mendhem jero), dan vox populi saat pemilu dijadikan legitimasi perilaku “berliar-liar.” Pengetahuan tentang bagaimana manusia beroleh kualitas-kualitas derivat, merupakan kebutuhan lainnya. Dilihat dari perspektif itu, kita adalah manusia yang kualitasnya dalam kondisi terpuruk, dan oleh sebab itu dibutuhkan perjuangan untuk memulihkan (mengangkat, membaharui, menyelamatkan) kondisi kita selaku manusia kembali pada kualitas semula. Landasan utama perjuangan yang dimaksud adalah Pernyataan Universal Hak Asasi Manusia. Ajaran HAM dan KAM Pengakuan di atas melahirkan pengakuan berikutnya bahwa “Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hatinurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan,” demikian Pasal 1 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia (HAM), sebagaimana diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948. HAM adalah hak eksistensial, bawaan sebagai manusia, bukan pemberian Negara atau fihak manapun. Harus diakui, dilindungi, dan dipenuhi oleh Negara sebagai sistem kekuasaan tertinggi dalam wilayahnya. Kontroversi atau dilemma pemenuhan HAM oleh Negara ialah kenyataan bahwa Negara yang mengatur lebih lanjut implementasi HAM dan berkewajiban mengakui, melindungi dan memenuhinya, cenderung melanggar HAM! Biasanya, Negara menolak bertanggungjawab atas pelanggarannya dengan membatasi pelaku pelanggaran

4

dan Tanggungjawab. Dan hubungan antar empat konsep itu terdapat dalam Bagian Dua Bab II Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise (2006). seperti dikemukakan di atas. Sesungguhnya demikian juga halnya hubungan antara Negara (orangtua) dengan masyarakat yang baru diserahi otonomi daerah! Kita perlu mengetahui kaitan dengan HAM baik di hulu. dan kedua. Artinya di mana ada hak. konsep Hak. Perlu dikemukakan bahwa manusia (setiap orang) memiliki HAM begitu ia terbentuk dalam rahim ibunya. Yang terbebani KAM adalah orangtuanya. masyarakat sebagai pelanggan berfungsi memonev pelayanan HAM di hilir. Pertama. tetapi tidak dapat dan tidak mungkin ia dibebani KAM (kewajiban asasi) pada saat yang sama. sementara media lain menjulukinya Tahun Kekerasan. Pembelajaran HAM tak terpisahkan dari Negara dan politik. Hubungan antara HAM dengan KAM (Kewajiban Azasi Manusia) pada umumnya timbal-balik. Bayi misalnya tidak atau “belum” berKAM. maupun di hilir kehidupan kita. penanggungjawab adalah pengguna (atasan)-nya. masyarakat juga potensial melanggar HAM. dalam kenyataannya. Sindiran pojok Kompas 040112 berbunyi “Target e-KTP DKI tidak terpenuhi. yang mundur bukan Mendagri melainkan Wagub-nya!” tidak mengadaada. Apa yang terjadi antara Negara dengan warga. hak fihak yang satu adalah kewajiban fihak yang lain. melindungi. Wewenang. Pelajaran HAM terkait dengan masyarakat. dalam sistem kekuasaan. Negara semakin leluasa melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM di segala bidang. Dalam perjanjian atau kesepakatan. Kita berusaha mengontrol kekuasaan di hulu melalui pemilu dan pembuatan kebijakan. Yang kedua dan ketiga memerlukan penjelasan. Selanjutnya. Orang berKAM (hanya) sepanjang ia mampu bertanggungjawab. negaralah yang berkewajiban mengakui. Subjek HAM adalah setiap orang sejak terbentuk dalam kandungan ibunya. dan ketiga.pada “oknum” yang dijadikan kambing hitam. Keterkaitan antara keduanya terjadi pada tiga titik. Padahal semua orang tau. sehingga masyarakat berfungsi mengontrol kebijakan Negara tentang HAM di hulu. Kewajiban. masyarakat adalah pelanggan pelayanan HAM oleh Negara. Perbedaaannya terletak pada subjek. terjadi juga antara atasan dengan bawahan dalam suatu unitkerja. menegakkan. tanpa 5 . di sana ada kewajiban. Tahun Kebohongan. Pertama. Fakta itu terjadi sepanjang tahun 2011. sehingga sejumlah media menyebut tahun itu Tahun Dusta. Yang pertama jelas. dan memenuhi HAM. Dia dapat terbebani KAM seiring dengan kemampuannya untuk bertanggungjawab. Dengan dimasukkannya HAM ke dalam lingkungan Kementerian HukHAM. Persentuhan antara keduanya terjadi pada dua titik. di tengah. kedua. “oknum” (bawahan) itu hanya alat. negaralah yang paling potensial melakukan pelanggaran HAM itu sendiri. Suatu hari pada tahun 70-an ketika saya buru-buru pergi mengajar.

Mujur buat saja. dan di hilir untuk dimonev. kehinaan. Sanksi pelanggaran seperti biasa. warga selalu dalam posisi nirdaya. dengan menanggung sanksinya. Yang bertepuk tangan adalah fihak ketiga. Bisa-bisa disidang di pengadilan. begitu kebutuhan itu secara formal terpenuhi. warga kehilangan daya untuk mengontrol (memonev) kinerja kekuasaan itu. apa lagi muridnya. Sejarah membuktikan betapa lemahnya kita sehingga diperlukan waktu 30 sampai 90 tahun akumulasi kekecewaan. dikontrol. di tengah (sehari-hari mengawal dan merawat). dan diwajibkan melapor ke kantor keesokan harinya. Sang petugas mengajari saya dua hal: 1. sampai jumpa takdir “the higher you are. demikian Pembukaan UUD 1945 naskah asli.sengaja saya melanggar rambu lalulintas.” Apakah Negara siap juga menerima hal itu? 6 . yaitu kekuasaan adalah kebutuhan mutlak setiap warga untuk bisa hidup maju-berlanjut. Bukankah “Guru kencing berdiri. Kita “dipaksa” atau terpaksa menerima kenyataan itu. Di atas telah dikemukakan satu dilemma. Pelanggaran itu mau tidak mau harus saaya pertanggungjawabkan. saya kena batunya. yaitu: Negara berfungsi mutlak mencerdaskan dan memberdayakan bangsa. Negara harus siap di hulu. dan jika jawaban Negara tidak kita percaya. murid kencing berlari?” 2. dan kemarahan yang tidak tertahankan lagi untuk nekad menumbangkan sebuah rezim pemangsa. sehingga kita tidak mampu memonev dan mengontrol kekuasaan di hulu (pemilu dan pembuatan kebijakan sumber-sumber secara cerdas ). kekuasaan itu berliar-liar dan leluasa membuai warga hingga terlena sambil tertawa saat dihirup darahnya. melawan). ditilang. Ternyata dalam hubungan pemerintahan. konon pula bilamana lebih cerdas darinya. tengah. the harder you fall. tetapi begitu kekuasaan itu terbentuk. dan pada saat tertentu dilawan dengan korban yang sangat tinggi oleh warga yang dicerdaskan dan diberdayakannya sendiri. Pengelakan warga untuk bertanggungjawab atas pelanggaran atau perbuatannya. Apakah ini adil? Barangkali untuk menjawab pertanyaan tersebut “terpaksa” pula dimunculkan dilemma kedua. dan di hilir (bertanya. tetapi begitu bangsa cerdas. dikawal. dicabik dan dilahap tubuhnya. saya berusaha menyuap petugas dengan sejumlah uang. menumbuhkan budaya suap-menyuap khususnya dan korupsi umumnya antara warga dengan pejabat kekuasaan Perihal ketiga jauh lebih dalam. Jika guru melanggar peraturan. demi mengelak pertanggungjawaban itu. Aksi unjukrasa saja dianggap anarki dan ditindas. STNK dan KTP disita polantas. Dengan alasan macam-macam.

Norma ditegakkan dengan berbagai cara pula. kita adalah warga yang kualitasnya dibanding dengan kualitas pemangku kekuasaan Negara berada dalam kondisi sangat timpang. seimbang. pengakuan nilai. Di bawah sistem otokratik atau sistem politik berkepemimpinan lemah. Pelayanan pendidikan kewargaan itu adalah kewajiban asasi Negara.Dilihat dari perspektif itu. dan berkelanjutan antara Negara dengan warga. “The ius gentium was meant to contain 7 . Kedua. dinamis. misalnya pengaturan dan pembudayaan. terbuka. serasi. dan selanjutnya fihak yang lain dianggap berkesalahan. sehingga dayarusak dan korban dua dilemma di atas dapat tertekan seminimal mungkin. tetapi di sini dikemukakan dua cara lainnya. artinya nilai yang disepakati disakralkan. tanpa menganggap fihak lain berkesalahan. Kebutuhan. sakralisasi nilai. Nilai. dan oleh karena itu mutlak dibutuhkan pendidikan kewargaan (civic education) yang mampu membentuk warga masyarakat yang cerdas (berpikir) dan bertanggungjawab. KODE ETIK Gambar 2 Teori Nilai Walter Lippmann dalam The Public Philosophy (1956) menyatakan betapa pentingnya “human needs and instincts” itu. Semua alat dan cara pemenuh kebutuhan dan naluri manusia disebut bernilai. Negara berkewajiban menyelesaikan konflik antar pengakuan atau kepercayaan sesegera mungkin. dan kesempatan untuk membangun hubungan yang selaras. dalam arti fihak yang bersepakat memonopoli nilai (kebenaran). dan Naluri Warga HAM sebuah sistem nilai.karakditimdisepa| AN TENTANG--------->KUALITAS------->NILAI-------->NORMA--| SESUATU teristik | bang | kati* | | CREDO. nilai tertentu bisa dipaksakan berlakunya sebagai norma atau kaidah melalui berbagai cara dan alat. artinya nilai yang disepakati diakui secara sadar sebagai pola perilaku fihak yang berpengakuan itu saja. Jabaran sistem nilai HAM itu selanjutnya dapat dibaca dalam UU 39/99 tentang HAM. lihat Bab I Kybernologi Hak Asasi Manusia dan Kepamongprajaan (2010). | | | | | pengaSELF---------1--------2 3 --------5-->COMMITkuan MENT. dan tidak membiarkannya dengan harapan akan padam sendiri atau dilupakan orang. sakral--------4-->DOGMA | isasi PENGETAHU. Pertama.

ia merasa tegang (terbeban) dan jika dapat ia merasa lega. Disebut juga watak.KEDAMAIAN <-------. dan mengerjakan kepandaian-kepandaian yang berguna (Nuttige Kundigheden). tabiat. maksud dan ikhtiar-ikhtiarnya). L. naluri “harus” dikontrol (dikendalikan) dengan norma-norma sosial agar tidak melampaui ambang batas toleransi kemanusiaan (Gambar 3). (satisfaction). And beyond this practical common law for commercial intercourse. Kekurangan “apa saja” itu menggerakkan (mendorong) orang yang bersangkutan untuk mencari pemenuhannya. Jika kebutuhan “harus” dipenuhi. van de Spiegel menjelaskan halhal yang dibutuhkan manusia untuk mencapai kebahagiaan lahir-batin dunia-akhirat (LBDA) itu. in betrekking tot hare oogmerken en middelen (Sketsa Ilmu Pemerintahan. dan kemakmuran (Overvloed). P.KERESAHAN <------. melakukan kebajikan utama kewargaan (Burgerlijke Deugden). Ia menyatakan bahwa manusia memperoleh kebahagiaan rohaniah manakala manusia menjalankan agamanya (Godsdienst). felt needs) adalah “apa saja” yang mendukung kehidupan. kesehatan (Gezondheid). which is the law imposed on mankind by common human nature. is response to human needs and instincts. Naluri (instincts) adalah kualitas bawaan. kecenderungan. ius naturale. separated from what was peculiar and local.PENGENDALIAN <---- Gambar 3 Kebutuhan dan Naluri Manusia Kebutuhan (needs. 8 . Jadi identik dengan nilai. sedangkan kebahagiaan jasmani bergantung pada kebebasan (Vrijheid). the Roman jurists recognized that in theory there was also natural law. -----> KEBUTUHAN --------> KETEGANGAN --------> DORONGAN -------| | | -------KEKURANGAN <---------KELEGAAN <--------. keamanan (Veiligheid). Sebelum terpenuhi.what was common and universal.” Lebih satu setengah abad sebelumnya. Kelegaan itu disebut juga kepuasan. dalam bukunya setebal 32 halaman berjudul Schets der Regeerkunde. that is by reason. in the laws of all states.PEMENUHAN <------ | | | | | | -------> NALURI ---------> KETEGANGAN --------> DORONGAN -------| | | ------.

lebihlebih kebutuhan dasar (asasi) bersifat objektif. Bisnis. Pikiran ini dideduksi dari Ontologi Pemerintahan di atas.| | PRI--NUH----VATE----PASAR ”BEBAS” AN (5) CHOICE 11 Gambar 4 Teori Kebutuhan 9 . --INDIVIDUAL---A-PENGENPUB| 9 | | 13 | --DALI---LIC----| |--NEGARA--| | 2 | AN (4) | | CHOICE | 10 | 12 | 14 | 1 HUMAN 3 | | | 7 --KOLEKTIF-----B-MANU. Tetapi pada saat orang berniat dan berkesempatan memilih dan menetapkan makan apa atau makan siapa dan kapan. terutama dalam buku-buku tentang Ekonomi.” demikian ungkapan Perancis. Oleh kepentingan. Psikologi. lihat Gambar 4. perlu diketahui bahwa konsep kebutuhan dasar manusia bersifat matriks. dan pemenuhannya sebagai kewajiban negara. Satu di antaranya adalah Teori Maslow tentang macam-macam kebutuhan dan hierarkinya. dari “kebutuhan manusia” sejak “terjadinya” di dalam kandungan. kebutuhan.--RIGHTS ---HUMAN--| |--NILAI--| SIA & INSNEEDS | | 6 | 8 TINCTS | PEME. sikap dan “pendirian” (pendirian semu) berubah-ubah sesuai dengan perubahan kepentingan. Kenyataan bahwa perilaku orang tidak selalu mengikutinya langkah demi langkah dari anaktangga yang satu ke anaktangga berikutnya. dan di sisi lain kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang yang juga saling berkaitan erat. di satu sisi kebutuhan jasmani dan rohani yang tak terpisahkan satu dengan yang lain. Pemenuhannya bercabang. Jadi kepentingan itu subjektif. Semua orang membutuhkan makanan. Kepentingan bersifat subjektif. Kebutuhan perlu dibedakan dengan kepentingan. dan MSDM.Berbagai Teori Kebutuhan dapat dipelajari. dan ada yang melalui public choice (Negara). Kepentingan itu berada di ruang politik. ada yang melalui private choice (pasar). Pemikiran tentang kehidupan sejajar dengan dan bermula pada pemikiran ekonomi. Pada dasarnya. Teori Maslow tetap berharga. Di samping itu. Politik biasanya jauh lebih mengutamakan kebutuhan jasmani dan jangka pendek ketimbang kebutuhan rohani dan jangka panjang. tetapi kebutuhan di ruang kemanusiaan. maka dasar pertimbangannya adalah kepentingan. Pemenuhan kebutuhan manusia selain bersifat komprehensif (segala bidang kehidupan) juga bersifat jangka panjang sejauh mungkin ke depan: “Gouverner c’est prevoir. Itulah sebabnya kebutuhan dasar itu diposisikan sebagai hak asasi manusia.

Maka berbahaya jika kita memilih (membeli) tanpa mengetahui apa yang sesungguhnya kita butuhkan. Naluri yang bekerja melampaui ambang batas itu. Pada dasarnya. merupakan tiga pilar teori yang lebih besar. dan hidup dengan naluri yang memerlukan pengendalian. karena pendirian luhur para Bapak Bangsa dan Pendiri Negara “Biar negara hangus terbakar. Jika tingkat itu dianggap sebagai ambang batas harmoni atau konflik antara naluri dengan pikiran. serakah. yaitu Teori (Teori-Teori) Ekonomi. gila. tenaga kurang. dan pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan pengendalian nalurinya. maka yang diperlukan adalah alat untuk mengendalikan naluri agar bekerja di bawah ambang batasnya. mengambil keputusan atau tindakan. bernilai. Sampai pada tingkat tertentu. dan Teori Kerja.” Naluri adalah kekuatan bawaan yang mendorong atau memotivasi subjek (pelaku) untuk bergerak.” telah diubah menjadi: “Biar negara jadi sapi perahan dan korupsi merajalela.” “a natural or innate impulse. asal tidak dijajah lagi. Nilai adalah kebutuhan. or aptitude. Daya-rusak nafsu seperti itu terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya bisa jadi sangat besar. inclination. Pentingnya 10 . dan ungkapan sebangsanya. lemah. asal aku tetap berkuasa ” (Kompas 040112). . lazim disebut sebagai keinginan. dan sebaliknya. nafsu. . Bagaimana dengan instinct (naluri)? Instinct adalah “an inborn pattern of activity or tendency to action common to a given biological species. Tetapi bersama seorang Ahmad Syafii Maarif kita turut sedih dan meratap. kita adalah warga yang kebutuhannya untuk hidup meningkat dan menuntut pemenuhan. Teori Nilai.” konon pula jika ia dalam kondisi lupa diri dan mabuk bandang! Dengan sikap apa kita merespons kedatangan Dewa SiBermukaDua bernama Janus DuaribuDuabelas? Saya tidak punya ide. Oikos dan nomos. Kebutuhan tidak terpisahkan dari nilai. naluri yang bersifat impulsif itu bisa konflik dengan pikiran yang bekerja berdasarkan pertimbangan yang matang. “nafsu besar. . kita memerlukan ilmupengetahuan tentang perjuangan untuk memperoleh pengakuan. Setiap yang dibutuhkan. Hubungan antar tiga teori itu demikian. Di sini hanya Teori Nilai yang disentuh seperlunya. Dilihat dari perspektif itu. Dari perspektif kebutuhan dasar manusia dengan alat pemenuhnya dan naluri manusia dengan alat pengendalinya. Penjelajahan pokok bahasan ini dimulai filsafat HAM sampai pada Teori Maslow dan teori-teori lainnya di lingkungan MSDM. Teori Sumber. terlebih jika kemampuan rasional untuk mencapainya. . melainkan urusan hidup dan kehidupan.” “natural intuitive power. perlindungan. . ekonomi bukanlah urusan cari untung dengan merugikan orang lain.

dan Nilai Nilai adalah hasil penggalian. Bahasa akademiknya proses pengubahan input (sumber) menjadi output (nilai) yang dikehendaki. ada tiga macam nilai. direkonstruksi seperti Ia Gambar 2 Nilai bisa juga berlaku atau diberlakukan tidak melalui proses penyepakatan bebas dalam batas-batas toleransi sosial (di bawah bidaya demokrasi yang sehat). agar hidup maju dan berkelanjutan (Gambar 5). melalui kerja yang dilakukan oleh sumber manusia didukung oleh sumber buatan. pengolahan dan pengelolaan sumber-sumber. nilai adalah muatan dan kemasan adalah vehiclenya. bersifat objektif. atau sesuatu yang ada (vehicle). Nilai terdapat pada (“dalam”) setiap zat. bernilai. yaitu kualitas. dan bisa juga melalui dominasi atau paksanaan di bawah budaya politik partial atau otoritarian. Dalam hubungan itu. Sakralisasi norma telah dikemukakan di atas. sebagian nilai digunakan untuk melestarikan atau mencari sumber alternatif. barang. proses. yang satu dianggap identik dengan yang lainnya. Dalam Kybernologi. mutu. tiga konsep.melestarikan sumber yang ada ---------atau menemukan sumber alternatif Gambar 5 Nilai.nilai telah dikemukakan di atas. Dalam Teori kerja ----> SUMBER -----------------------> NILAI ------| (input) (proses) (output) | | | | | | sebagian nilai digunakan untuk | ----------. Sumber. Dalam bahasa sehari-hari. nilai ekstrinsik yang dimasukkan orang ke dalam vehicle (misalnya ke dalam uang kertas yang nilai intrinsiknya hanya seribu rupiah diberi nilai ekstrinsik seratus ribu rupiah. barang.” Seperti “isi” dengan “bentuk” atau kemasannya. atau apa saja yang “ada. nilai. dan Kerja Budaya. sementara kerja adalah kegiatan menggali. dan nilai ideal yang belum ada kemasannya. sering disalingtukarkan. Tapi Bapa Salah Memandang (2011). kualitas dan evaluasi Pelayanan Pemerintahan (Bab I Bukan Salah Ibu Mengandung. Modelnya demikian (Gambar 6): 11 . Nilai intrinsik yang melekat pada zat. dan norma. Supaya dayadukung sumber tidak merosot. Kerja. Teori Nilai penting dalam pembahasan tentang sumber-sumber. kualitas. jadi subjektif). nilai. Nilai adalah hasil pengolahan dan pengelolaan sumber-sumber. Sumber. semua yang berguna. mengolah dan mengelola sumber-sumber. berguna. Semua yang ada.

Redistribusi nilai berkelanjutan mutlak memerlukan sumber-sumber yang berkelanjutan pula. Perlu juga diketahui. Dipandang dari perspektifr itu. sumber berfungsi sumberbencana (SB: SBA. kondisi DD = BB merupakan satu titik keseimbangan hipotetik. Setiap sumber mempunyai dayadukung (DD) dan memikul beban berberat --SUMBER ALAM (SA)------DIGALI---SUMBER | | | | REDISKE(PASAL 33--|--SUMBER MANUSIA (SM)--|--|--DIOLAH----|--NILAI--TRI. ABDD = ----------------------------------------------| SUMBERDAYA ALAM | | |-----------------------------| SUMBERBENCANA | | KAYA | MISKIN | | -------------------------|-------------|---------------|-----------------| | | | 1| 2| 5| | WARGA | KAYA | BANGSA SATU | BANGSA DUA | | | MASYA|-----------|-------------|---------------| BANGSA LIMA | | RAKAT | | 3| 4| | | | MISKIN | BANGSA TIGA | BANGSA EMPAT | | ------------------------------------------------------------------------- Gambar 7 Negara Kesatuan RI terdiri dari Lima Bangsa Berdasarkan Sumber-Sumber Daerah (Menggunakan Kacamata Moerdiono) Sumberdaya Buatan Tidak Terlihat ABBB. tetapi jika BB > DD. Dalam hubungan itu. NKRI terdiri dari lima bangsa (Gambar 7). sumber kreatif. Kerja. BB). ambang batas (AB) antara keduanya. Menureut Teori Sumber-Sumber. Di sini Teori Sumber yang berbicara. SDM. Dapat juga dikatakan. dayadukung sumber terkait harus ditingkatkan atau beratbebannya harus dikurangi.-----ADILAN UUD1945)* | | | | BUSI SOSIAL --SUMBER BUATAN (SB)**--DIKELOLA— *naskah asli **melalui pembangunan Gambar 6 Sumber. baik sumber alam (SA). Redistribusi nilai itu disebut juga pembangunan. Jadi supaya sumber menjadi sumberdaya. maupun sumber buatan (SB. teknologi). SDBU).Masalah besar jangka panjang adalah sumber-sumber bagi upaya pembentukan nilai dan redistribusinya sehingga keadilan sosial terwudud bagi setiap kita. SBM. SBBU). bahwa dayadukung dan dayabencana suatu sumber berpengaruh terhadap 12 . Jika DD >BB maka sumber berfungsi sumberdaya (SD: SDA. sumber manusia (SM). dan Nilai (beratbeban. pelayanann dan pemberdayaan.

1. sehingga tanpa strategi yang kuat dan jitu. tapi. sehingga SM cenderung berfungsi SBM INDONESIA SA---------------->SM---------------->SBU------dayadukung menbergantung bergantung | dekati nol pada SA pada budaya | beratbeban me| ningkat pesat | transformasi budaya | | SDA<---------------SDM<---------------SDBU<----- NEGARA MAJU Gambar 8 Hubungan Antar Sumber-Sumber Berdasarkan Teori Margaret Mead dalam Cultural Patterns and Technical Changes (1955. Laju kemerosotan DD SA (terjadinya titik kritik satu) dapat diperlambat atau dikurangi melalui perawatan. Gambar 8 menunjukkan beberapa anggapan dan hipotesis: 1.” menjadi budaya “ya. maka” (titik kritik dua) 13 . Sebelum dayadukung SA-nya mendekati nol. Transformasi budaya (SM) di Indonesia lebih lambat ketimbang peningkatan DD SBU. maka pada suatu saat ke depan bangsa Indonesia punah Oleh sebab itu. Jika indeks kemerosotan DD SA Negara Indonesia dan kecepatan kemerosotannya lebih besar ketimbang indeks peningkatan DD SM dan pencepatannya. Tingkat kemerosotan DD SA di Indonesia dan kecepatan kemerosotannya jauh lebih tinggi ketimbang Negara maju. . sehingga ketergantungan SM pada SA semakin berkurang 2. pengendalian eksploitasi. . Peningkatan DD SM di Indonesia lebih rendah dan lambat ketimbang Negara maju. . rehabilitasi. sehingga SA cenderung berfungsi SBA 2. Kendatipun Indonesia bergerak. Peningkatan DD SM Indonesia mendekati DD SM bangsa maju. .sumber lainnya (Gambar 8). harus berhubungan positif dengan peningkatan DD SBU 4. . Negara maju bergerak jauh lebih cepat lagi. DD SM-nya harus sudah mendekati tingkat DD SM bangsa-bangsa maju. dan sikap bersahabat dengan SA 3. Saat DD SA mendekati nol itu disebut titik kritik (critical point). agar bangsa Indonesia (baca: daerah) tetap survive. . sehingga SBU berubah menjadi SBBU 4. 1957) 3. . pada gilirannya Indonesia menjadi santapan Negara maju dan terundur ke belakang 5. Peningkatan DD SBU Indonesia harus didahului dengan transformasi budaya dari budaya “ya. terjadi culture lag atau culture gap. .

Pada titik-titik kritik itu dikonstruksi strategi Grand Design Pemerintahan Daerah 6. dan job yang berdasarkan profesionalisme disebut profesi (profession). keborosan dan kemewahan dikendalikan. Di atas telah dikemukakan bahwa setiap orang neniliki naluri (instinct). Keberlanjutan pembangunan terjadi jika andalan sumberdaya secara bertahap dialihkan dari sumberdaya ekstraktif ke sumberdaya kreatif 13. Kualitas SDM Indonesia mendekati kualitasi SDM bangsa maju. dan kesempatan kerja bagi lapisan masyarakat bawah ke bawah 8. Jika naluri disertai kesadaran atau pertimbangan. disebut kerja (work). Pendidikan dan kesehatan. Lagi pula. terlebih dalam arti ekonomi. work dengan job dapat saling dipertukarkan (Gambar 9). kendatipun diutamakan. hemat. langsung maupun tidak. keserakahan. terjadilah kegiatan (activity). harus berjalan bersamasama dengan sektor-sektor terkait lainnya 7. kerja atau pekerjaan yang 14 . position). Pembangunan diarahkan pada pembukaan lapangan kerja. Kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan nilai. “work is an activity which demands the expenditure of energy or effort to create from ‘raw materials’ those products or services which people value. jika budaya dikembalikan ke dalam ruang pendidikan. sebaliknya retribusi semakin dibatasi sampai mendekati nol 10. Ketergantung APBN (PAD) pada SDA semakin berkurang. dibentuk gaya hidup sederhana. Di samping konsep work.” (lihat Gambar 5). transformasi lapangan kerja. ekstensif dan diversifikatif. Dalam bahasa sehari-hari. tidak di ruang entertainment dan devisa. melalui perhitungan engineering life dan accounting life SDA yang bersangkutan 14.5. hidup sehat dan cerdas 12. occupation. Pajak sebagai sumber pendapat Negara/Daerah semakin intensif. Melalui transformasi budaya terbentukan gaya hidup elitik. ada beberapa konsep lainnya. dan transformasi budaya diprogramkan di sektor pendidikan 11. sebaliknya ketergantungan APBN (PAD) pada kreativitas SDM semakin bertambah 9. Efektifitas pengelolaan dan konservasi sumberdaya bergantung pada penempatannya dalam RPJP secara berkelanjutaan Bagaimana dengan Kerja? Menurut George Thomason dalam A Textbook of Human Resource Management (1992). Kerja yang sedikit-banyak diatur secara formal disebut pekerjaan atau jabatan (job. Keberlanjutan penggunaan SDBU bergantung pada perawatan dan indeks penyusutan.

work yang paling penting tetapi paling sukar diwujudkan. bertentangan dengan UUD. sangat tepat. dan sebaliknya penarikan tenaga kerja dari masyarakat oleh unit kerja mikro berdasarkan kebutuhannya 15 . Gambar 10 menunjukkan sebagian sistem dan mekanisme dinamika sumber manusia(wi) dari ruang makro (masyarakat) ke ruang mikro (lapangan kerja) SOSIAL BUDAYA GEOGRAFI --------------------------------------------------------------| ----------------------------------------. Bunyinya: “Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. penempatan kerja atau pekerjaan sebagai satu di antara HAM di dalam Pasal 27 (2) UUD 1945 naskah asli. kerja atau pekerjaan lain (transformasi lapangan kerja) sebagai gantinya.” Berdasarkan pasal 27 (2) UUD itu. Di antara lima konsep pada Gambar 9. Oleh sebab itu.| | | | | | | | | | | SUMBER | | PASAR KERJA | | LAPANGAN KEJA | | | | | | | | | | | | ----------------------------| | | | KESEMPATAN KERJA (KERKER)---> | | | | ----------------------------| | | | | | | | | | POL | | MANUSIAWI | | FORMAL | | FORMAL | | HUKUM | | | | | | | | | | ----------------------------| | | | <----------RECRUITMENT (RECR) | | | | ----------------------------| | | | | | | | | | | | MAKRO | | INFORMAL | | INFORMAL | | | | | | | | | | | ----------------------------------------. setiap kebijakan Negara dan implementasinya yang dengan alasan apapun mengakibatkan seseorang kehilangan kerja atau pekerjaan sebelum mendapat kerja atau pekerjaan baru (lapangan kerja baru).| --------------------------------------------------------------EKONOMI IPTEK SEJARAH Gambar 10 Dinamika Kerja secara langsung atau tidak langsung (melalui pasar kerja).INSTINCT-------ACTIVITY-------WORK-------JOB------PROFESSION Gambar 9 Work dimaksud adalah kerja dan pekerjaan yang tidak melanggar hukum.

Masalah besar timbul saat ditimbang dengan “penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” ternyata di hilir. Bab 2 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. Kontrol atas implementasi Pasal 33 UUD. hukum. 1956. sejauh mana pendidikan menghasilkan tenaga yang link and match dengan kebutuhan lapangan kerja mikro. Senantiasa memperhitungkan kebutuhan kelestarian lingkungan sama dengan menjaga ambang batas penggalian sumber-sumber. kita adalah warga yang semakin kehilangan sumber-sumber. dilihat dari perspektif Teori Sumber-Sumber selanjutnya. Dilihat dari perspektif Teori Sumber-Sumber. Misalnya di bidang pendidikan. Kelompok yang biasanya di luar “kita” adalah kontestan. justru anggota kelompok itu perlu dikenal. dan teknologi. 2008. pelestarian sumbersumber dan penemuan sumber alternatif merupakan conditio sine qua non bagi kehidupan kita pada skala mikro dan jangka panjang. dalam redistribusi nilai kita semakin tidak kebagian. F. ambang batas penggalian sumber-sumber sampai pada tingkat mikro. Book Two Walter Lippmann The Public Philosophy. kesenjangan vertikal antar lapisan masyarakat dan kesenjangan horizontal antar daerah. pesaing. Dalam Ilmu Perang dan Ilmu Dagang. Namun kalaupun ada. semakin tajam dan dalam. bergantung pada berbagai faktor seperti tergambar di atas. Sudah barang tentu seberapa deras arus kesempatan kerja mengalir dari masyarakat ke lapangan kerja. kebijakan sumber-sumber sepenuhnya memihak kepentingan kekuasaan. h. melalui recruitment. lawan. Teori Nilai. 2005. dan Teori Kerja. 1999). 2006. 84). agar penggalian itu tidak mengubah sumber menjadi sumber bencana melainkan merawatnya sebagai sumberdaya berkelanjutan. Bab V Kybernologi Sebuah Metamorphosis. Bagian Dua Bab VI Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. dan di hulu. di tengah. Untk selanjutnya bacalah Pengantar Teori Pengembvangan SDM (Rineka Cipta. mafia. dan 16 . Dinamika tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. korupsi. dan seberapa besar tenaga kerja tertarik memasuki lapangan kerja melalui recruitment. dan semakin keras kita bekerja. dan musuh.masing-masing. Management Prentice-Hall (1986. dan pemborosan penyelenggaraan Negara semakin luas dan struktural. mutlak dijaga. Oleh sebab itu kita membutuhkan ilmupengetahuan yang memberi kita kekuatan untuk berjuang mati-matian agar pada suatu saat yang tidak terlalu lama kita memperoleh imbalan pengorbanan kita yaitu penghidupan yang layak bagi kemanusiaa. seperti politik. Dalam pada itu. perlu dikenal. James A. Stoner dan Charles Wankel. 421) Kenalilah Musuhmu! Seorang saja musuh sudah terlalu banyak. semakin sedikit yang kita dapat (we do the hardest but we earn the least). Bab 4 Kybernologi 2003.

kita | adalah warga yang kebutuhannya untuk hidup meningkat dan menuntut | pemenuhan. membaharui. kita adalah warga yang | kualitasnya dibanding dengan kualitas pemangku kekuasaan Negara | berada dalam kondisi sangat timpang.sedapat-dapatnya hubungan itu berubah. dalam redistribusi nilai kita semakin tidak kebagian. pelestarian | sumber-sumber dan penemuan sumber alternatif merupakan condition | sine qua non bagi kehidupan kita pada skala mikro dan jangka | panjang. Pelayanan pendidikan kewargaan| itu adalah kewajiban asasi Negara. dan pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan | pengendalian nalurinya. dan kesempatan untuk membangun | hubungan yang selaras. Dilihat dari perspektif Teori Sumber-Sumber. terbuka. seimbang. dan naluri manusia. Dilihat dari perspektif nilai.” Itu pada salah satu sisi. Di sisi lain. dan hidup dengan naluri yang memerlukan pengendalian. Senantiasa memperhitungkan | kebutuhan kelestarian lingkungan sama dengan menjaga ambang batas | penggalian sumber-sumber. Dilihat dari perspektif ajaran HAM dan KAM. Kontrol atas implementasi Pasal 33 UUD. kita adalah warga yang semakin kehilangan sumber| sumber. semakin sedikit yang kita dapat (we do | the hardest but we earn the least). Dalam pada itu. sehingga dayarusak dan korban dua dilemma di atas| dapat tertekan seminimal mungkin.” demikian bunyi pepatah orang bijak. | Dari perspektif kebutuhan dasar manusia dengan alat pemenuhnya dan | naluri manusia dengan alat pengendalinya. kita adalah warga yang | kualitasnya dalam kondisi terpuruk. | perlindungan. serasi. dan berkelanjutan| antara Negara dengan warga. dan | Teori Kerja. Teori Nilai. dinamis. dan oleh karena itu mutlak | dibutuhkan pendidikan kewargaan (civic education) yang mampu | membentuk warga masyarakat yang cerdas (berpikir) dan | bertanggungjawab. mutlak dijaga. | 3. kebutuhan. dan | semakin keras kita bekerja. menyelamatkan)| kondisi kita selaku manusia kembali pada kualitas semula | 2. dilihat dari perspektif Teori Sumber| Sumber selanjutnya. “Mulutmu harimaumu. | 4. dari “mereka” menjadi “kita. siapatah musuh kita yang sesungguhnya? Musuh kita yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri. kita memerlukan | ilmupengetahuan tentang perjuangan untuk memperoleh pengakuan. Dilihat dari perspektif kualitas manusia. dan oleh sebab itu dibutuhkan | perjuangan untuk memulihkan (mengangkat. ambang batas penggalian sumber-sumber sampai | pada tingkat mikro. Jadi Siapakah Kita Ini? Tabel 1 Siapakah Kita Ini? ----------------------------------------------------------------------1. Oleh sebab itu kita membutuhkan| ilmupengetahuan yang memberi kita kekuatan untuk berjuang mati| matian agar pada suatu saat yang tidak terlalu lama kita memperoleh| imbalan pengorbanan kita yaitu penghidupan yang layak bagi | kemanusiaan. agar penggalian itu tidak mengubah sumber| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 17 .

kebutuhan setiap orang ada yang bisa dipenuhinya sendiri.” menguraikan bagaimana suatu masyarakat hidup dan mengelola konflik kepentingan antar individu. warga menggali dan mengolah sumber-sumber. kemudian sebagai masyarakat. Melalui pola-pola interaksi itu. Oleh naluri untuk hidup. a few hundred years to make the stars and planets. binatang (fauna). tumbuh-tumbuhan (flora). otonomi eksistensial). Setiap orang memiliki privacy. dan manusia. yang dalam tulisan ini disebut masyarakat saja. “It took less than an hour to make the atoms. Bagian pertama buku Robert M. misalnya bernafas. karena semua makhluk adalah penduduk. dan bagaimana pemerintahan 18 . yang kemudian disebut urusan rumah tangga masyarakat yang bersangkutan. lebih lama lagi masa yang diperlukan untuk mengidentifikasi manusia sebagai “orang. Itupun dalam ruang bebas. Kebutuhan yang pemenuhannya memerlukan kerjasama warga. Jika interaksi itu terjadi berpola dalam jangka waktu yang relative lama.” sebagai penduduk. Setiap masyarakat memiliki otonomi. Gambar 1 menunjukkan asal-usul masyarakat sebagai hasil interaksi antar manusia selaku penduduk bumi dan prospek perkembangannya. Hak warga masyarakat untuk mengolah sumber-sumber dan mengelola kehidupan bersama dalam masyarakat kemudian disebut otonomi sosial (otonomi bawaan. Dalam hubungan itu. membentuk pola interaksi yang kuat. terbentuklah masyarakat. antar penduduk terjadi hubungan assosiatif dan dissosiatif. Tetapi ada kebutuhan yang pemenuhannya memerlukan kerjasama dengan orang lain di dalam masyarakat.| | menjadi sumber bencana melainkan merawatnya sebagai sumberdaya | berkelanjutan. Masyarakat dan Bangsa Manusia berusaha memenuhi kebutuhannya di dalam dan melalui masyarakat. but three billion years to make the man!” demikian George Gamow dalam The Creation of the Universe” (1952). | ----------------------------------------------------------------------- 3 SIAPAKAH KITA INI? Bagian Kedua: Masyarakat Penduduk. terlebih masyarakat manusia. mengelola kehidupan bersama. Sudah barang tentu. Manusia adalah sebuah misteri. McIver The Web of Government (1961) tentang “The Emergence of Government. Inilah proses dasar masyarakat. Setiap orang berhak dan bebas bernafas. Sebagai penduduk sangat rumit.

nationaslism diartikan sebagai kesebangsaan. di Mesir dan Indonesia berjaya pada tahun 50-an (nasionalisasi Terusan Suez dan perusahaan asing). Martoatmodjo Alfian Dwi Susanto Cahyo Kumolo 19 . Amerika: e pluribus unum). Tabel 2 Topik Seminar Nasional Nasionalisme Ekonomi Indonesia -------------------------------------------------------------------------------TOPIK NARASUMBER PEMBAHAS -------------------------------------------------------------------------------1 Aktualisasi Nasionalisme Dalam Pembangunan Nasional Jangka Panjang 25 Tahun Kedua 2 Sejarah Nasionalisme Indonesia dan Perkembangannya di Masadepan 3 Aktualisasi Nasionalisme Dalam Demokrasi Ekonomi Indonesia: Nasionalisme Ekonomi di Negara Berkembang 4 Aktualisasi Nasionalisme Dalam Pembangunan Politik Jangka Moerdiono Letjend Hasnan Habib Albert Hasibuan Anhar Gonggong R. nationaslism diartikan sebagai kesebangsaan (Indonesia: bhinneka tunggal ika. Nasionalisme ekonomi yang sekarang mulai dicoba lagi di Amerika Latin. Setiap bangsa memiliki sovereignty. Nasionalisme politik merupakan kekuatan perjuangan kemerdekaan dan ketahanan nasional untuk mempertahankannya pada periode survival 1945-1950. Z. Dalam Kybernologi. Transformasi konseptual hubungan antar demokrasi. Ingat. Dalam hubungan itu. lewat FIA UNTAG Jakarta melalui Seminar Nasional Nasionalisme Ekonomi Indonesia Menyongsong Kebangkitan Nasional Kedua Dalam Era Globalisasi Dunia tanggal 8 dan 9 Maret 1991 di Jakarta. ditarik perbedaan antara nationality dengan nationalism. berkualitas sebagai bangsa (nation). sedangkan nationalism diartikan sebagai nasionalisme politik dan nasionalisme ekonomi. seperti yang tercantum dalam KTP atau paspor. tetapi setelah itu pelan tetapi pasti mati suri. Leirissa OngHokHam Andre Hardjana Taliziduhu Ndraha J.terbentuk di tengah-tengah masyarakat. Saya mencoba menggelitiknya agar terjaga. Nasionalisme Dalam Kybernologi. Masyarakat atau himpunan masyarakat yang berhasil mencapai puncak budayanya sebagaimana diakui dan dihormati oleh masyarakat lain di sekitarnya. badan dunia bukan Perserikat Negara-Negara melainkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. L. Sekarang sisa sebagai merek dagang kekuatan sosial-politik. nasionalisme dengan kesebangsaan tersebut secara filosofis-historis diuraikan di bawah ini. Nationality berarti kebangsaan.

Lagi pula se minar tentu saja diantar oleh Ketua Panitia Drs Periah Babo Ginting. Dr Sri Soemantri Kartosoewignyo. bergema sebentar. Sedihnya ialah. Sekali terjajah tetap terjajah. Setelah mempelajari sejarah perubahan besar yang terjadi di Inggris. Kita terus terjajah. tiba pada simpulan sementara bahwa revolusi-revolusi besar dunia meliputi kerangka yang terdiri dari lima komponen: 1. SH. melengkapi karikatur-karikatur lain tentang Freeport dan sebangsanya. maka walaupun rezim 2015 menempuh Nasionalisme Ekonomi. Akhir-akhir ini menggeliat sedikit oleh kasus Mesuji dan Sape. demikian Hukum Dollo. Perancis dan Rusia. Amerika. diarahkan dan dibuka oleh Rektor UNTAG Jakarta waktu itu Prof. Trilogi nasionalisme yang digagaskan oleh Moerdiono waktu itu (Gambar 11). dan kemudian saya terapkan dalam Bab IV tentang Reformasi Birokrasi. saya kembangkan dalam Bagian Dua Bab VI Kybernologi Sebuah Scientific Enmterprise (2006). kita tidak akan bisa kembali pada tahun 1950 ketika Bhinneka Tunggal Ika dideklarasikan. ------------------------------------------| | -------|----NASIONALISME---| | | | | | | | PEMBANGUNAN | MASYARAKAT PANCASILA | |----NASIONAL----------|----ADIL DAN | | | JANGKA PANJANG | MAKMUR | | | | -------|-----DEMOKRASI-----| | | ------------------------------------------- Gambar 11 Trilogi Nasionalisme Moerdiono Upaya penggelitikan nasionalisme ekonomi itu agar ia siuman. Kekecewaan masyarakat 20 . tetap diperbudak hutang. Dari Pemikiran Kualitatif Constructivist Menuju Birokrasi Berbasis Kybernologi (2011). Crane Brinton dalam Anatomi Revolusi (1962). tetapi hanya sampai pada sebuah karikatur Hak Asasi Kelapa Sawit yang dibuat oleh Oom Pasikom (241211).Panjang 25 Tahun Kedua -------------------------------------------------------------------------------- Topik pembicaraan dalam seminar itu seperti tercantum di Tabel 2. sekali tergadai hutang. lalu hilang. jika fenomena tersebut difahami menurut Hukum Dollo.

dan sejarah mengajarkan bahwa revolusi adalah langkah besar untuk membangun perubahan sosial yang stabil dan mendasar. karsa. Smith dan Eduard C. Lindeman. Saling curiga antar pemangku kekuasaan Jika kita berpikiran. Demokrasi terletak di ruang Ilmu Politik. rasa. Nasionalisme dalam arti kesebangsaan itu berakar dalam filsafat Bhinneka Tunggal Ika tersebut di atas. Mesin pemerintahan tidak berdayaguna 5. Untuk memperkokoh kekuasaannya.” lengkapnya “Bhinneka Tunggal Ika.” artinya berbeda-beda tetapi satu jua. Apakah dengan demikian. Juga berfungsi mencegah sakralisasi norma-norma sosial oleh sementara kalangan (Gambar 2). dan uraian tentang hal itu sudah sangat banyak. Dalam hubungan itu Kybernologi mempelajari buku kecil T. Tanhana Dharmma Mangrva. Buku yang bernada filosofik itu dipilih karena rohnya seirama dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (BTI). Indonesia akan terus terjajah? Bhinneka Tunggal Ika Wawasan kesebangsaan (nasionalisme Indonesia) dengan ajaran demokrasi ibarat dua bersaudara kembar. manakala reregulasi dan reformasi tidak mempan. simpulannya belum tentu bisa digunakan di masa depan. 1953. Apakah melalui perbedaan orang bisa tiba pada kebersamaan? 21 . 1955). tahan karena benar serta satunya cipta. Di zaman raja Asoka (ca 269-232) terdapat dua agama besar di Asia. berbunyi: “Barangsiapa merendahkan agama lain dan memuji agamanya sendiri. (berarti) merendahkan agamanya sendiri. sedangkan perdana menterinya Gadjah Mada (menjabat 1331-1364) beragama Buddha. The Democratic Way of Life (1951. Tetapi Brinton benar. maka kondisi Indonesia saat ini sudah lebih dari cukup memenuhi syarat buat cetuskan sebuah revolusi. kata dan karya berdasarkan kebenaran yang tunggal. Pada suatu tiang batu peninggalannya tercantum sebuah pernyataan yang dapat disebut Doktrin Asoka.” Bukankah itu setara dengan BTI? Proposisi itulah yang saya gunakan dalam mengonstruksi satu di antara 5 Grand Design Pemerintahan Daerah. Bunyinya “Through Diversity Toward Unity. V. Larinya kaum cendekiawan 4. Demokrasi mengandung kekuatan yang membangun dan merekat kuat kesebangsaan. Sikap bermusuhan anrtar kelas masyarakat 3. yaitu Hindu dan Buddha. Empu Tantular mengemas ajaran itu dalam seloka yang sebagian berbunyi “bhinneka tunggal ika.2. ia menganjurkan perdamaian di mana-mana.” Dalam kitab Sutasoma. lima unsur tersebut merupakan kekuatan penggerak revolusi. Coba saja Proposisi Satu yang ditulis Lindeman. Dalam kerajaan Majapahit (1292-1525) nilai ideal “berbeda (beragam) tetapi (ber)satu” itu menjadi kenyataan: raja Hayam Wuruk (memerintah 1350-1389) beragama Hindu.

TANAH AIR INDONESIA 22 . Bisa. Tidak ada bangsa yang memonopoli kebenaran. tetapi kesadaran kesebangsaan dalam suka dan duka. dan dipelajari oleh Ilmu Ilmu Politik. The Democratic Way of Life (1955. .sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. jadi yang berproses untuk bersatu itu bukan unit kenegaraan. yang berubah bukan warna kulit --. kuning tetap kuning --. yang paling kuat bekerja adalah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 berbunyi: SOEMPAH PEMOEDA Pertama KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE. Dalam pembukaan ini diterima aliran pengertian Negara Persatuan. bertolak dari serenity: “Menerima secara sadar dan ikhlas apa adanya.” atau E Pluribus Unum. jika sikap terhadap perbedaan.” Masalahnya ialah.hitam tetap hitam. Smith dan Eduard C. Negara Indonesia de jure dan de facto belum ada. “through diversity toward unity. bangsa Amerika. imenjadi bangsa Amerika. tetapi di masa itu hubungan antara DIY dengan Indonesia tidak menjadi isu politik. dan demikian juga makna Bhinneka Tunggal Ika. Pada aras filosofik politik Indonesia.begitu bunyinya --. Yang berproses untuk bersatu itu apa? Negara-negara atau unit kenegaraan yang ada? Mungkin DIY. 112). . Dalam Penjelasan UUD bagian II sub 1 tertulis: “Negara” --. Lindeman. . Di sana tidak ada konsep Negara Kesatuan tetapi Negara Persatuan.atau ciri-ciri fisik lainnya. . Dalam pikiran para Bapak Bangsa dan Pendiri Negara kita. Nasionalisme adalah sebuah faham yang berada di dalam ranah politik. Yang lebur. Pengalaman Amerika relatif sama dengan pengalaman Indonesia membangun kesebangsaan pada awal abad ke-20. Itulah sebabnya Negara Indonesia diproklamasikan tidak atas nama Negara tetapi atas nama Bangsa Indonesia. bahkan heterogenitas.Bisa.” Puluhan bahkan ratusan bangsa yang berbeda-beda (heterogen) tumpah ruah sepanjang masa di sebuah melting pot bernama Amerika. lebur menjadi sebangsa. Persatuan adalah proses untuk bersatu. yaitu pada silanya yang ketiga: Persatuan Indonesia. . apakah penerapannya di Indonesia sama dengan Amerika? Amerika menafsirkan dan mendudukkan “unum” itu sebagai “kesebangsaan. Lindeman dalam T. kendatipun makna Bhinneka Tunggal Ika mirip dengan E Pluribus Unum.Saat UUD itu dirancang. keberagaman. nasionalisme dikaitkan dengan Pancasila. demikian proposisi satu Eduard C.melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. V. .

BANGSA INDONESIA Ketiga KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN. Sahardjo 13. Anwari 14. Djoko Marsaid (Jong Java) Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond) Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond) Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond) Pembantu II : R. Abu Hanifah 6. Sigit (Indonesische Studieclub) 23 . Darsa 24. Arnold Manonutu 16. BAHASA INDONESIA Djakarta. Ramelan 9. Purnama Wulan 3.M. Bahder Djohan 20. Raden Soeharto 5. Saerun (Keng Po) 11. Abdul Rachman 4. 28 Oktober 1928 Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 . Setiawan 23. Dali 22. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia) Pembantu III : Senduk (Jong Celebes) Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon) Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi) Peserta : 1. S.Kedua KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA. Adnan Kapau Gani 8. Assaat 18.M. Sarbini 15. Anta Permana 12. Raden Soekamso 7. Amir (Dienaren van Indie) 10. Abdul Muthalib Sangadji 2. Sartono 19. MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE. Sarmidi Mangunsarkoro 17. Kartosoewirjo 21.28 Oktober 1928 Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari : Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI) Wakil Ketua : R.

Sjahpuddin Latif 29. Tjahija 65. Soewadji Prawirohardjo 51. Martakusuma 52. Mohammad Roem 60. Wilopo 69. Sujono (Volksraad) 59. Soenario (PAPI & INPO) 47. Siti Sundari 27. Soewirjo 53. Jos Masdani 42. Mohammad Nazif 58.Pijper 30. Djoko Marsaid 35. Mohammad Ali Hanafiah 56. Emma Puradiredja 32. Mohammad Tamzil 64. R. Masmoen Rasid 54. Wage Rudolf Soepratman 24 .M. Sulaeman 61. Mukarno 68. Jo Tumbuhan 38. Hamami 36. Dr. Koentjoro Poerbopranoto 50. Soeworo 55. Kadir 44. Suhara 57. Soerjadi 49. Muhidin (Pasundan) 66. Mohammad Tabrani 62. Soekmono 39. Kasman Singodimedjo 48. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken) 31. Soekamto 37. Soemarto 45. Soekowati (Volksraad) 41. Karto Menggolo 46.25. Suwarni 63. Joesoepadi 40. Van der Plaas (Pemerintah Belanda) 67. Soemanang 43. Muwardi 70. Dien Pantouw 26. Djuanda 28. Soejono Djoenoed Poeponegoro 33. Halim 34.

” dan bahwa “NKRI itu harga mati. ketimbang Indonesia yang tidak mendudukkan “tunggal ika” tidak dalam arti kesebangsaan. heterogenitas yang berabad-abad tercurah di “cawan” Amerika “melting” menjadi Amerika dan membangun kesebangsaan Amerika. MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE. Amerika menafsirkan dan mendudukkan “unum” itu sebagai “kesebangsaan. Masalahnya ialah. kendatipun makna Bhinneka Tunggal Ika mirip dengan E Pluribus Unum. Nona Tumbel Catatan : Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya" gubahan W. masyarakatnya terpecah menjadi lima 25 .” jadi lebih manusiawi (bentuk Negara Amerika federal). Bangsa Indonesia. Yang paling banyak disosialisasikan adalah Pasal 1 (1) UUD1945 berbunyi: “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik.” Apakah “tunggal ika” dimaknai sebagai bentuk Negara “Negara Kesatuan?” Dengan nyaris tidak terdengarnya nada “kesebangsaan. John Lauw Tjoan Hok d. Soepratman dengan gesekan biolanya. Dalam Teori dan Budaya Politik Indinesia.R. sukubangsasukubangsa. 2.71.” tanpa penjelasan teoretik bagaimana “membayar harga mati itu. Jika melalui pasang-surut proses sosial. Kwee Thiam Hong b. Oey Kay Siang c. Tjio Djien kwie Teks Sumpah Pemuda butir Kedua berbunyi KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA. 1. jelas bahwa yang berproses itu adalah bangsa-bangsa. menjadi satu bangsa dalam melting pot bernama Indonesia atau menjadi sebangsa.” jawabannya ya. BANGSA INDONESIA. Proses melting itu berjalan vertical dan horizontal dari bhinneka (keberbedaan) menuju tunggal ika melalui interaksi berdasarkan kesadaran antar unsur-unsur yang bhinneka itu sendiri tanpa yang satu berubah (diubah) menjadi seperti yang lain. dari berbagai bangsa. istilah “kesebangsaan” itu nyaris tidak pernah terdengar. Hasilnya luarbiasa. pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong. penerapannya di Indonesia berbeda dengan Amerika. maka di Indonesia yang pembangunan kekuasaan lebih diutamakan ketimbang pembangunan manusia. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang yaitu : a. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda.

das Sein) dan “tunggal ika” (ide. pengurangan (alleviating) kesenjangan vertikal dan horizontal antar masyarakat secepatnya. Tatkala Bangsa Indonesia masih berada di seberang jembatan yang bernama KEMERDEKAAN. visinya adalah seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. diperkaya dengan Bhinneka Tunggal Ika. dan jurang antar lima kategori bangsa-bangsa itu semakil lebar dan dalam. yg sumberdaya & sumber & sumberbencana melalui yg berbe-beda sadar sebencana bervariasi perencanaan jangka bangsa dan bersama-sama kesenjangan antar daerah panjang (UU 25/04 SPPN membangun masadepan yg & antar kelompok masy. Bhinneka Tunggal Ika itu merupakan sebuah sistem nilai yang terdiri dari dua komponen besar yaitu “bhinneka” (fakta. Gambar 13 menunjukkan misi Pemerintah Indonesia yaitu memproses pengelolaan keunikan tiap masyarakat menjadi kekuatan matarantai nusantara. dan menggerakkan kemajuan bangsa. khususnya alinea pertama dan kedua. kesebangsaan.bangsa (Gambar 7). sebagaimana diyakini oleh generasi muda Indonesia melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 seperti diuraikan di atas. sehingga “the people who get pains are the people who share gains. dan UU 17/07 RPJP lebih baik | | | | | | ---------------------. Visi tersebut semakin jelas lima tahun kemudian setelah menyeberangi jembatan. Antara dua komponen itu terjadi hubungan timbal-balik (interaksi) bahkan hubungan dialektik terus-menerus. Bertolak dari sejarah yang menunjukkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sebagai sistem nilai ideal di zaman dahulu di Indonesia bisa menjadi kenyataan. maka adalah tepat tatkala Presiden Soekarno dalam pidato HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tgl 17 Agustus 1950 menyatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah sesanti (credo) bangsa Indonesia. dan membentuk watak (Character Building) bangsa. bahkan dapat disebut visi (walaupun Presiden Soekarno tidak secara eksplisit menyatakan demikian) bangsa Indonesia dalam membangun bangsa (Nation Building). Bhinneka Tunggal Ika itu kemudian dijadikan hukum positif dalam bentuk PP 66/1951. das Sollen).P R O S E S ------------------| | TAHAP | | 26 .” Bangsa Indonesia telah VISI (PENGLIHATAN BATIN) Lahir Dari Kesadaran (alinea 1 & 2) MISI Usaha Mencapai Tujuan (alinea 2 & 3) TUJUAN (KESEPAKATAN) Ditetapkan Berdasarkan Visi dan Naluri (alinea 1 & 4) BHINNEKA---------------------NATION BUILDING--------->TUNGGAL IKA tiap masyarakat unik pengelolaan sumberdaya sehingga semua masy.

dan konsep desentralisasi (otonomi) asimetrik (khusus) diterapkan. yaitu sistem desentralisasi pemerintahan. yang disebut tahap kritikal. proses Bhinneka Tunggal Ika itu terdiri dari tiga tahap. tahap ketiga convergent. Disebut demikian karena tahap ini sangat menentukan dan memerlukan kepemimpinan yang bersih tetapi kuat (resilient). Kegagalan tahap kedua menjauhkan ketunggalikaan dari jangkauan (Gambar 13). tahap pertama divergent. Proses yang ditunjukkan dalam Gambar 14 itulah sesungguhnya proses kesatuan itu: tujuan: keadilan sosial yaitu pengurangan secara konsisten kesenjangan vertikal antar lapisan masyarakat dan kesenjangan horizontal antar daerah bersama-sama | 27 . terutama NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Power IMPLEMENTASI INDONESIA -------------------> PASAL -------> MENJADI Building 33 UUD 5 BANGSA Gambar 13 Begini (NKRI Input)? sejak tahun 2000. Seperti terlihat pada Gambar 12. masyarakat di-“mekar”-kan. Tahap kedua merupakan respons terhadap berbagai masalah dan tantangan yang ditimbulkan oleh proses tahap pertama. setiap masyarakat memiliki otonomi. Berdasarkan sistem itu. Kebhinnekaan diaktualisasikan. Hal ini dijelaskan lebih lanjut melalui Teori Governance dan Teori Sumber-Sumber. Tidaklah berlebihan jika dinyatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sebagai Grand Design Pemerintahan Daerah Indonesia adalah Filsafat Pemerintahan. Pada tahap pertama.----------------------------|------------------------| | | | | | DIVERGENT-------------------->KRITIKAL------------->TAHAP CONVERGENT 2005-2015 2010-2020 2015-2025 Gambar 12 Kerangka Grand Design Pemerintahan Daerah Model Bhinneka Tunggal Ika memilih sistem penyelenggaraan tiga misi utama tersebut. dan tahap kedua peralihan antara keduanya. perhatian diletakkan pada otonomi daerah. misalnya kesenjangan vertikal antar lapisan masyarakat dan kesenjangan horizontal antar daerah (masyarakat) dan ketidakadilan sebagai akibat ketimpangan distribusi sumber-sumber.

daerah yang berdasarkan asas desentralisasi oleh pusat diserahi seperangkat urusan menjadi urusan rumah tangganya. Ruang hidup (Lebensraum) 2. F. Durkheim dalam The Rules of Social Methods. Orang boleh saja menyebut otonomi bawaan versus otonomi berian. atau dalam arti lainnya. dibebani. 1971). yaitu masyarakat sebagai daerah dalam berbagai arti. kota-daerah. Butir 2 di atas meliputi nilai ekonomi (sumber-sumber) dan ruang hidup maju. From Max Weber: Essays in Socuology. Masyarakat mengandung nilai dasar: makhluk sosial. 1961). Nilai sebagai makhluk sosial itu dapat dipandang dari berbagai sisi-pandang. masing-masing dapat ditimbang.yang terpenting adalah yang terakhir.” baik dalam arti level. atau dari sisi social behavior (B. Skinner dalam Beyond Freedom and Dignity. dimuati) dengan sistem nilai ekstrinsik. Dari hasil penimbangan. nilainyapun dapat didefinisikan. Sebagai daerah. daerah disebut daerah otonom. Wright Mills.| | BANGSANation BANGSA YANG SATU a fighting BENTUK NEGARA BANGSA YG --------------------->BANGSA INDONESIA------------------>TIDAK JADI BHINNEKA Building KESEBANGSAAN nation SOAL* Gambar 14 Atau Begini? (NKRI Output) Kesebangsaan (Lihat juga Gambar 7) *bentuk Negara tidak menentukan mutu kinerja pemerintahan Masyarakat Daerah Di atas telah dikemukakan bahwa masyarakat adalah salah satu kualitas manusia. Satuan kultur 3. Pada gilirannya. Yang jelas. statal versus local. masyarakat memiliki autonomy. dan bangsa mempunyai sovereignty” di atas. Subsistem bangsa Dalam tulisan lain. masyarakat sebagai daerah otonom berotonomi serahan juga memiliki berbagai kualitas. Demikianlah daerah otonom (masyarakat yang diserahi otonomi daerah) itu dimuati dengan sistem nilai sebagai: 1. lihat Bab 18 Kybernologi (2003) Masyarakat dapat juga dicharge (diisi. maupun dalam arti center versus periphery. Dalam hubungan itu. dan Suicide. sistem nilai itu terdiri dari lima butir mata nilai. ada dalam arti wilayah-daerah. merupakan soal lain. Bagi Kybernologi. Apakah hal ini terkait atau tidak dengan otonomi bawaan (HAM) dalam pernyataan “orang mempunyai privacy. dan pusat-daerah. 1958). 1964. Daerah sebagai “lawan” dan dalam hubungannya dengan “pusat. berkesinambungan 28 . ini adalah otonomi serahan (otonomi berian). bisa dari sisi social facts (E. Masyarakat hukum 4. bisa dari sisi social definition (Max Weber dalam Hans Gerth dan C.

Kenyataan. menunjukkan superioritas hukum alam atas berbagai aturan buatan. Karena manusia adalah bagian sistem alam. Saat ini. Jadi saya satukan saja. terlihat unsur-unsur yang sama antara keduanya. timbul pertanyaan. di dalam hati nuraninya. Indonesia masih menggunakan system A. Oleh sebab itu. maka hukum alam itu ada di dalam diri manusia. Bendungan adalah aturan buatan manusia.--| sultasikan dengan hu| kum alam dan nurani | | HUKUM BUATAN Gambar 15 Hukum Alam dengan Hukum Positif (Buatan) Masyarakat hukum adalah masyarakat penganut sistem B Gambar 15. Hukum dalam arti itu. Dalam ruang hidup termasuk ekonomi. Urutan empat komponen juga berubah. Untuk mewujudkan keadilan sosial. dan sumber yang seharusnya bisa menjadi sumberdaya. Kultur adalah kinerja kehidupan. berubah menjadi sumberbencana. bukan buatan manusia tetapi ditemukan (discovered) oleh manusia.| | ap perubahan hukum | |--buatan harus dikon. seperti hukum dalam hokum gayaberat (gravitasi). Aturan buatan ini kita sebut hukum positif. BUKAN BEGINI (A) -----HUKUM ALAM | | | hukum alam jalan sendiri HUKUM-----| hukum positif disesuaikan | dgn kepentingan kekuasaan | | -----HUKUM POSITIF TETAPI BEGINI (B) HUKUM ALAM (SEMESTA) <------------HUKUM ALAM (DALAM HATINURANI) | | | | | | pembentukan dan seti. apakah Indonesia Negara hukum? Jangan-jangan baru Negara peraturan! 29 . Dalam diskusi-diskusi umum dan diskusi kelas yang saya ikuti. manusia mengintervensi aliran sungai (hukum alam) dengan membendungnya. Lihat Gambar 15. Hukum alam seperti sungai mengalir. Hukum dalam masyarakat hukum adalah hukum alam (ius naturale). Berbagai teori tentang kultur terdapat dalam Teori Budaya Organisasi (2006). suatu saat bendungannya jebol (melampaui ambang batas). dan Bab VIII dan Bab IX Kybernologi Pertanian dan AgroPemerintahan (2009). belum sampai pada sistem B. seolah-olah ada dua macam hukum yang sejajar: hukum alam dengan hukum positif.dan berkelanjutan. betapapun sungai dibendung.

Tetapi subsistem suatu Negara belum tentu subsistem suatu bangsa. ia menyatu dengan hati nurani dalam kalbu manusia. .”hubungan antara “cultural patterns” dan “technical change” Jadi suatu perubahan pada suatu aspek budaya dapat diikuti dengan perubahan pada aspek lainnya. and that only by relating any planned detail of change to the central values of the culture is it possible to provide for the repercussions which will occurin other aspects of life. . manakala perubahan itu dikonsultasikan pada nilai 30 . manakala Negara yang bersangkutan terdiri dari beberapa bangsa (lihat Gambar 7). harus dikonsultasikan dulu dengan otonomi bawaan. .Mengapa tidak disebut. NEGARA | PUSAT | asas desentralisasi | otonomi serahan (otonomi daerah) | masyarakat yg diserahi otonomi ---| | MASYARAKAT pemerintahan |---BEROTONOMI ----------------------> DAERAH OTONOM----| DAERAH daerah |---| ---- RUANG HIDUP SATUAN KULTUR MASYARAKAT HUKUM SUBSISTEM BANGSA Gambar 16 Otonomi Daerah vs Daerah Otonom Metodologi hubungan antara hukum alam dengan hukum buatan (peraturan) pada Gambar 16B. . Konstruksi teori ini sejalan pula dengan Teori Margaret Mead tentang perubahan budaya. pembentukan dan setiap perubahan pada otonomi serahan. dapat digunakan dalam menjelaskan hubungan antara otonomi bawaan dengan otonomi serahan (otonomi daerah). a change in any one part of the culture will be accompanied by changes in other parts. karena suatu bangsa pasti bernegara. Otonomi bawaan itu boleh saja tidak digunakan tetapi tidak bisa hilang karena sama seperti hukum alam. Dilihat dari perspektif itu. Subsistem bangsa pasti subsistem Negara juga. dengan catatan bahwa otonomi bawaan itu meliputi otonomi desa. “. . daerah otonom sebagai subsistem Negara? Konotasi Negara adalah kekuasaan dan kekuasaan cenderung memihak rezim yang berkuasa. Konotasi bangsa lebih dekat dengan masyarakat dan manusia ketimbang Negara.

13). kesaHUMAN RIGHTS murah mungkin | mudah mungkin | daran. Penggerak ini disusul dan didukung oleh kekuatan lainnya. Semelarat apapun seseorang yang waras. | seimbang.| semua subkultur katkan nilai damai) diper| an.. cara: meningaan (adil dan | lahgunaan kekuasa. tidak ada seorangpun yang ingin mati. sumberdaya gakkan aturan | consumerism) | sinerjik.| 2 menggunakan | nian. mencipta dan utk mene| (social control.serasi.jika dibiarjalan semaunya. demikian Mead dalam Cultural Patterns and Technical Change (1955. terjadi | | | | | | | 1 seleksi alam | 1 detournement de | 1 civil dishuman 2 struggle | pouvoir | obedience privation for life | 2 abus de droit | 2 civil dis| 3 survival of | 3 KKN | trust | the fittest | 4 penindasan | 3 anarki | 4 konflik | 5 pembohongan | 4 teror | 5 ketidak| (penyalahgunaan | 5 perang | adilan | kekuasaan) | 6 revolusi | | | | | | | utk mencipta| utk mencegah dan | utk mencegah satu-satunya kan kebahagi| mengurangi penya| teror. dsb.| efektif mungkin | meristik | mat mungkin | 3 mempertanggung| 3 collective CIVIL SERVICES | | jawabkan peng| action PUBLIC | | gunaan kekuasaan | | SERVICES | | seformal mungkin | | | | | | | | | jika dibiarkan | jika dibiarkan | jika pertangja. lo| kekuasaan | | | yal opposition | | | | | | | 31 . | jalan semaunya. Setiap masyarakat adalah sebuah satuan kultur. | waban tdk diperkan terjadi: | terjadi: | caya. 1957. Kekuatan-kekuatan yang --------------------------demand<------------------------| | | | SUMBER-SUMBER PENCIPTAAN KONTROL | | ---> KEADILAN DAN --> TERHADAP | NILAI | KEDAMAIAN | KEKUASAAN SUBKULTUR | | | | | SOSIAL (SKS) SUBKULTUR | SUBKULTUR | SKS SEBAGAI<------>SEBAGAI EKONOMI (SKE) | KEKUASAAN (SKK) | PELANGGAN NEEDER | | | | | | 1 membeli se| 1 berkuasa se| 1 peduli.& INSTINCTS 2 menjual seun. diperlukan | harus berkemsetiap sumber lukan aturan | kontrol sosial | bang selaras. Penggerak dan Gerakan Masyarakat Penggerak awal masyarakat adalah naluri manusia untuk hidup maju berkelanjutan.sentral budaya yang bersangkutan. Check baru diperlukan | | | & balance. daya. heroism | tung mungkin | kekuasaan se| 2 budaya konsuCIVIL RIGHTS 3 membuat sehe. kebera.

| penyelamatan. | civil society.public choice | & private | choice ---------- manusia sbg subjek | sovereign. | pemberdayaan. berangkat dari suatu terminal ia memberikan suatu input. Interaksi itu membuahkan kinerja bagi seluruh masyarakat. ECOSOC | 1956: pelayanan. sedemikian rupa sehingga dengan kegiatan itu terjadi interaksi antar subkultur (terminal). customer | consumer. Dari tiap terminal berjalan satu atau lebih kegiatan. Kinerja itu bisa baik dan bisa buruk. kebijakan SKK ---------------------------------------------------------------------------| | | kerja | ---> SUMBER-SUMBER ------------------------------>NILAI----------> terus ---| subkultur ekonomi (SKE) | | | | -----NILAI <---------------------------------------| | | | redistribusi nilai | ---------------------------------------------->OUTCOMES ---------> terus ---| subkultur kekuasaan (SKK) | | | | -----OUTCOMES <------------------------------------| | | | monev | ------------------------------------------->HASIL MONEV ---------> terus ---| subkultur sosial (SKS) | | | | -----HASIL MONEV <---------------------------------| | | | pertanggungjawaban | ---------------------------------------->DIPERCAYA ATAU TIDAK----> terus ---| SKK | | | | -----KEPERCAYAAN <---------------------------------| | | | feedback/feedforward STABILITAS | --------------------------------------------->-------------------> terus----| SKS PERUBAHAN | | | 32 . terjanji-pelanggan definisi commu| nity dev. Subkultur berpangkalan pada suatu terminal dan gerakan antar terminal disebut rute. artinya sambil suatu gerak berjalan terus-menerus. | hak mempertahan| kan diri | | | ---------------- Gambar 17 Terbentuknya Subkultur Masyarakat menggerakkan masyarakat disebut subkultur. dan saat tiba pada terminal berikutnya ia menyerahkan suatu output yang pada gilirannya berubah menjadi input bagi rute berikutnya. Gerak melalui rute itu bersifat kumulatif.

dat allerlei wetenschappen. waarvan men het equivalent in de bestuursleer niet terugvindt de bestuursleer als leer van het overheidshandelen omvat een reeks problemen.---STABIL/BERUBAH<---------------------------------| | | | | ---------------pembentukan SKK siklus baru---------------------------------Gambar 18 Terminal dan Rute Gerakan Masyarakat sesuai dengan penilaian warga. ten slotte uitmonden in een algemene. waarmede de bedrijfsleer niet of nauwelijks in aanraking komt. demikian terus-menerus. Lihat juga Gambar 17. di pihak lain ajaran pemerintahan sebagai ajaran tentang perbuatan-perbuatan penguasa meliputi serangkaian masalah yang sama sekali tidak atau hampir tidak pernah disinggung oleh ajaran perusahaan. Mang Reng Say menerjemahkan kutipan itu secara bebas demikian: Adapun ajaran perusahaan atau ekonomi perusahaan itu dalam keseluruhannya meliputi sejumlah unsur yang ekuivalennya tidak didapati dalam ajaran pemerintahan. Algemene Inleiding tot de Bestuurskunde (1953) diawali dengan De bedrijfsleer of bedrijfseconomie omvat echter in haar totaliteit een aantal elementen. A. Apapun hasil penilaian warga terhadap SKK. Mengapa ilmupengetahuan bernama Ilmu Pemerintayhan itu yang terpilih? Bab I buku G. dijadikan feedback (feedforward) bagi proses kekuasaan berikutnya. Men kan het aldusuitdrukken. bahwa berbagai ilmupengetahuan yang bertalian dengan salah satu bagian dari penguasaan (beheer) perusahaan partikulir pada akhirnya akan bermuara pada suatu ajaran perusahaan umum (algemene bedrijfsleer) yang meliputi kesemuanya dan bahwa ajaran tentang 33 . Hal ini dapat pula diterangkan demikian. SKK dipercaya atau tidak. Ilmu yang untuk mudahnya ilmu itu didefinisikan saja dulu sebagai ilmu yang mempelajari fenomena pemerintahan. van Poelje. die betrekking hebben op he teen of ander onderdeel van het particuliere bedrijsbeheer . alles overhuivende bedrijfsleer en dat deze leer van het beheren der particuliere bedrijven althans ten dele voorwaarde is voor het bestaan der daar boven uitrezende wetenschap van het openbaar bestuur. 4 ILMU APA SEPERTI APA YANG KITA BUTUHKAN? Ilmu Pemerintahan Yang terlihat pada judul di atas adalah ilmu bernama Ilmu Pemerintahan.

van Poelje. ter verkrijging van het grootste Geluk. definisinya is de Wetenschap om eene Burgermaatschappij te leiden. keputusan. Nama Ilmu Pemerintahan adalah terjemahan nama aslinya Bestuurskunde. Padahal. hal itu berarti. van de Spiegel dalam buku kecil setebal 32 halaman berjudul Schets der Regeerkunde. Mang Reng Say menjadi Pengantar Umum Ilmu Pemerintahan (Juli 1959).penguasaan perusahaan-perusahaan partikulir ini setidak-tidaknya untuk sebagian merupakan syarat bagi adanya ilmupengetahuan yang lebih tinggi daripadanya. cetakan pertama 1942). karena setiap kebijakan. waar voor dezelve vatbaar is. setiap ilmupengetahuan bermuara pada Ilmu Pemerintahan. zonder onwettige benadeeling van andere (ilmupengetahuan yang menuntun kehidupan bersama warga masyarakat dalam usahanya mengejar kebahagiaan lahir batin (dunia akhirat) tanpa merugikan orang lain secara tidak sah demikian L. pengaturan). regering. maka setiap dan semua ilmupengetahuan yang mempelajari berbagai segi itu terkait dengan satu ilmupengathuan lain yang lebih “tinggi” posisinya. A. melanjutkan serta membumikan program pendidikan calon-calon pangrehpraja di zaman pemerintahan kolonial Belanda. Kata “tinggi” diberi tanda kutip guna menunjukkan bahwa ketinggian di sini tidak berarti hiratki melainkan sebagai titik persentuhan bersama. Dengan perkataan lain. fenomena pemerintahan merupakan objek materia bersama bagi semua cabang ilmupengetahuan yang sisi aksiologinya menjadi masukan bagi proses kebijakan Negara. yaitu Algemene Inleiding tot de Bestuurskunde (1953.” pada Ilmu Pemerintahan itu. Definisi van de Spiegel di atas menunjukkan betapa istimewanya ilmu bernama 34 . Pendidikan itu dilakukan dalam rangka membangun birokrasi Indonesia pada awal kemerdekaan. karangan G. in betrekking tot hare oogmerken en middelen (1796). Buku itu merupakan bahan ajar utama bagi pendidikan calon-calon pamongpraja sejak tahun 50-an. pada tingkat aksiologi. Kata itu terdapat dalam judul salah satu buku klasik tentang Ilmu Pemerintahan.. dan tindakan Negara (seharusnya) dibuat dan dilakukan berdasarkan pertimbangan dari berbagai segi (komprehensif dan objektif). menorehkan cap “ilmu buat memerintah” atau “ilmu untuk pemerintah. Bahasa Belanda “besturen” berarti mengurus. mengatur.” sejak awal. pertama. ialah Ilmu Pemerintahan. yaitu Ilmu Pemerintahan. Buku itu diterjemahkan oleh Drs B. P. Penggunaan Ilmu Pemerintahan sebagai bahan-ajar calon-calon pejabat pemerintah pemerintahan pada masa transisi dari budaya “pangreh” ke budaya “pamong. Dalam bahasa Metodologi. dan kedua. walaupun nama leluhurnya Regeerkunde (dari regeren.

Regeerkunde itu. Walau ia mengajarkan bahwa sementara kita warga, tidak boleh atau dilarang berbuat hal yang merugikan orang lain secara tidak sah, ternyata Negara boleh, Negara bisa. Bahkan Negara bisa mencabut nyawa kita secara sah. Mengerikan! Hal ini saja sudah cukup mendorong kita untuk belajar dengan seksama, mengapa dan bagaimana bisa terjadi begitu dan mengapa ilmu tersebut tiba pada simpulan demikian? Paradigma Ilmu Pemerintahan sebagai ilmu tentang penggunaan kekuasaan semakin kuat tatkala ilmu itu ditempatkan di dalam lingkungan Ilmu-Ilmu Politik dan bangunannya dirancang sebagai bahan-ajar bagi calon-calon pejabat pemerintah khususnya Kementerian Dalam Negeri. Sama seperti pakaian oleh penjahit dibuat sesuai dengan pesanan pelanggan, temuan penelitian disusun sesuai dengan kepentingan projeknya, demikian juga dengan calon pejabat kekuasaan. Mereka diajar, dilatih dan diasuh oleh lembaga pendidikan tinggi yang bersangkutan sesuai dengan kehendak pengguna, dalam hal ini rezim pemangku kekuasaan. Paradigma ini semakin mantap, dengan pemberian kewenangan menyelenggarakan perguruan tinggi kedinasan kepada berbagai kementerian untuk membentuk dan mendidik calon-calon pegawainya sendiri. Pembuat dan pengguna berada dalam satu tangan. Dalam hubungan itu, Kementerian Dalam Negeri memiliki perguruan tinggi kedinasan sendiri sejak tahun 1956 (APDN). Bangunan apapun, didirikan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan manusia, kebutuhan kita. Bangunan bernama Ilmu Pemerintahan itu demikian juga. Pada saatnya bangunan itu adalah barang dagangan. Komoditi akademik, demikian nama kenesnya. Diberi bermerek setenar-tenarnya, dikemas segemas-gemasnya, dan dipromosi segencar-gencarnya. Berbagai kelompok masyarakat dijadikan sasaran bidiknya. Ada yang dibangun untuk kader-kader politisi, dirancang untuk calon-calon pejabat, ada yang dipaket buat tokoh-tokoh berseragam dan ada yang disediakan khusus untuk tenaga-tenaga birokrat. Panggung gerainya juga tersebar di sini-sana, di kampus, di hotel, dan di dunia maya. Ada universitas, sekolah tinggi, diklat, bahkan ada lembaga “tertutup” dan ada yang “terbuka.” Tentu saja bangunannya mewah, arsitekturnya indah, letaknya di kawasan nyaman, dengan harga terbilang mahal. Di sana orang belajar sambil main dan bersenang. Alhasil, jadidiri Ilmu Pemerintahan yang terbentuk kemudian semakin jauh dari jatidiri Ilmu Pemerintahan yang diletakkan oleh van de Spiegel. Jadidirinya semakin kabur dan hanya terlihat sebagai bayang-bayang Ilmu-Ilmu Politik dan Ilmu-Ilmu Administrasi belaka. Jurang kesenjangan ini saya beberkan dalam Pengantar dan Kybernologi Kybernologi (2003) dan Bab I dan Bab II Kybernologi Sebuah Rekonstruksi Ilmu Pemerintahan (2005).

35

Masa Kegelisahan Kekaburan dan kesenjangan itu disadari oleh berbagai komunitas, terutama komunitas akademik pembelajar fenomena pemerintahan. Dua dasawarsa Masa Kegelisahan Ilmu Pemerintahan (1980-2000), diuraikan dalam Bab IX Kybernologi dengan Kepamongprajaan, Jarum dengan Benang (2011). Istilah “kegelisahan” digunakan meniru ungkapan Hasrul Hanif ‘Arkeologi “Nalar” Kegelisahan Sang Ilmuwan,’ dalam Jurnal Transformasi Vol 1 No 1 September 2003 JIP FISIPOL UGM. Sementara JIP FISIPOL UGM maju pesat, di lingkungan APDN Malang (1957-1967) dan Institut Ilmu Pemerintahan sejak berdirinya pada tahun 1967 sampai berubah menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada tahun 2004, tidak ada matakuliah dengan body-of-knowledge (BOK) bernama Ilmu Pemerintahan. Selama itu, sebutan Ilmu Pemerintahan sekedar nama institut, nama jurusan, nama buku, judul seminar, dan sekedar kata. Bukan nama sebuah bangunan pengetahuan (bodyof-knowledge, BOK) yang utuh, bulat, berkualitas akademik tertentu, yang digunakan sebagai alat buat hidup manusia untuk menjawab tantangan perubahan zaman. Namun demikian usaha pencarian akan jati-diri seperti yang dilakukan oleh JIP Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2006), atau penemuan sebuah BOK Ilmu Pemerintahan yang mandiri, terus berlangsung melalui berbagai fora akademik, termasuk Temu Ilmiah tahun 1985 dan kemudian Seminar Nasional 21-22 Oktober 1991. Seminar Nasional 21-22 Oktober itu merupakan sebuah seminar besar. Nyaris semua peserta dengan tekun mengikuti seminar dari awal sampai akhir hari kedua. Dalam seminar yang diselenggarakan berdasarkan keputusan Rektor IIP tgl 20 Juli 1991 No. 107 Tahun 1991 dengan Dr Taliziduhu Ndraha sebagai Ketua Steering Committee dan Ir Inne Juliati Purwantini, MS, sebagai Ketua Organizing Committee, dibahas tidak kurang dari 12 makalah disajikan oleh 12 orang narasumber, 95 orang peserta utusan pusat dan daerah, dan 47 orang utusan berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia, dan diliput oleh 12 media cetak nasional. Panitia juga menyiapkan rekomendasi pentingnya Ikatan Ahli Pemerintahan Indonesia (IAPI) yang kemudian terbentuk dengan nama Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), membentuk Tim Formatur IAPI yang terdiri dari 7 orang, yaitu Prof Drs S. Pamudji (ilmuwan), MPA, Warsito Rasman (pejabat daerah), MA, Drs Soewargono, MA (PTK, IIP), Dr Afan Gaffar (PTN), S. Silalahi (pejabat pusat, DDN), MA, Drs Ibrahim Gani (alumni IIP), dan Drs M. Mas’oed Said (PTS), di bantu oleh sebuah sekretariat yang diketuai Drs Ryaas Rasyid, MA, dan menyiapkan draft anggaran dasarnya.
36

Berbeda dengan Temu Ilmiah yang lebih memusatkan perhatian pada bahan bangunan Ilmu Pemerintahan yang ada, Seminar menaruh perhatian lebih pada perkembangan dan pengembangan Ilmu Pemerintahan ke depan. Beberapa highlights seminar diperlihatkan dalam Tabel 3.
Tabel 3 Highlight Seminar Nasional 21-22 Oktober 1991

A. PERKEMBANGAN ILMU PEMERINTAHAN ----------------------------------------------------------------------------------------POSISI ILMU PEMERINTAHAN | KONDISI ILMU PEMERINTAHAN -------------------------------------------|--------------------------------------------NARASUMBER URAIAN | NARASUMBER URAIAN -------------------------------------------|--------------------------------------------Afan Gaffar 1 Berparadigma ganda: bagian| Juwono Sudar- Kurikulum ketinggalan zaman Ilmu Politik dan akrab | sono dgn Ilmu Administrasi Neg | | Tim FISIPOL 1 Terasa asing bagi masyarakat 2 Diajarkan melalui jalur | UGM ada persepsi/anggapan bahwa Pendidikan akademik PTN/ | Ilmu Pemerintahan hanya utk PTS dan jalur professional| pegawai negeri bahkan Dep Pada APDN/IIP (waktu itu) | Dalam Negeri saja | 2 Lulusan bukan pemikir te3 Masih pd jenjang S-1 | tapi pelaksana, bahkan robot | | Afan Gaffar Ilmu Pemerintahan masih dalam | krisis identitas | | Yarsif Yanu- Lulusan pendidikan Ilmu Peme| ar, APDN Bu- rintahan tenggelam dalam ruti| kittinggi nisme, bukan pemikir tapi pe| laksana operasional ----------------------------------------------------------------------------------------B. PENGEMBANGAN ILMU PEMERINTAHAN ----------------------------------------------------------------------------------------NARASUMBER | URAIAN | MASALAH -------------------|------------------------------------|-------------------------------Juwono Sudarsono | Kurikulum harus dibaharui | | 1 Wawasan ekonomi, keuangan, bisnis| | 2 Manajemen Inforamasi | | 3 Lingkungan | | 4 Antropologi Budaya | | | Afan Gaffar | Peningkatan jenjang pendidikan Ilmu| Bagaimana meningkatkan kualitas | Pemerintahan ke derajat S-2 dan S-3| bangunan pengetahuan (kajian) | baik melalui jalur pendidikan aka- | pemerintahan (“anak”) sehingga | demik, maupun pendidikan profesio- | setara dengan Ilmu Politik | nal | (“induk”)? | | Soewargono | Pemantapan paradigma Ilmu Pemerin- | | tahan sebagai Bestuurskunde, Bes- | | tuurswetenschap, dan Bestuurswe| | tenschappen, dan serentak dengan | | itu penyempurnaan metodologi dari | | pendekatan interdisiplin menuju | | metadisiplin | | |

37

Moerdiono | Membentuk system keilmuan pemerin- | (alumnus APDN Mlg)| tahan sebagai berikut: | | | | ILMU PENYELENGGARAAN NEGARA | | (Ilmu Pemerintahan dlm arti luas) | | | | | ILMU PEMERINTAHAN (arti sempit) | | | | | STUDI KELEMBAGAAN KEPRESIDENAN | | | -----------------------------------------------------------------------------------------

Seperti dikemukakan para pembicara dalam Temu Ilmiah, pengajaran Ilmu Pemerintahan di APDN, IIP, STPDN dan IPDN, memang padat bahan-ajar, bahkan pada dua lembaga yang disebut kemudian selain padat bahan-ajar juga padat bahan-latih dan padat bahan-asuh, padat-kata “pemerintahan,” namun semua bahan itu seperti suku cadang atau bahan bangunan yang diambil dari berbagai toko, dikumpulkan dan dimasukkan dalam gudang bernama gagah di atas: APDN, IIP, STPDN, dan IPDN. Di satu sisi tidak diseleksi menurut sebuah desain konstruksi bangunan (BOK) tertentu, dan di sisi lain tidak dipilih untuk kemudian direkonstruksi menjadi bangunan (BOK) tertentu pula. Bukan hanya desain yang diperlukan. Tiap BOK harus rajin “check-up,” mengontrol diri agar tetap pada posisi normal science. Dengan perkataan lain, Ilmu Pemerintahan jika perlu direkonstruksi. Ritchie Calder (dalam Science in Our Lives,1955) menyatakan bahwa “discoveries and inventions affected your life.” Menurut teori paradigma Thomas Kuhn (The Structure of Scientific Revolutions, 1962), ilmu pengetahuan mengalami pasang surut sepanjang sejarah. Gerak pasang-surut itu bergantung pada kenyataan sejauh mana ilmu yang bersangkutan mampu berfungsi dalam kondisi yang serba berubah dan berbeda. Paradigma Ilmu Administrasi Publik misalnya mengalami perubahan. Pengalaman Tennessee Valley Authority (TVA, tahun 30an), dan pembangunan Dunia Ketiga pada tahun 50an, mendorong enfostering bahan bangunan dan rekonstruksi Ilmu Administrasi Publik (Fred. W. Riggs, ed. 1971 Frontiers of Development Administration, CAG of the ASPA Duke Univ. Press, Durham). Demikian signifikannya pengalaman TVA dan relevansinya dengan pembangunan nasional di Dunia Ketiga, sehingga perubahan itu menghasilkan body of knowledge (BOK) Administrasi Publik baru yang dikenal sebagai Administrasi Pembangunan (Development Administration). Ilmu Administrasi Publik kembali mengalami perubahan paradigma, ketika Amerika Serikat pada akhir tahun 60an berada dalam “the time of turbulence,” dan Public Administration berada dalam “the time of revolution.” Ilmu Administrasi Publik direkonstruksi, dan terbentuklah The New Public Administration (Frank Marini, ed.
38

and natural turbulences struck Indonesia. Konstruksi Ilmu Administrasi Publik Baru dibuat di atas anggapan dasar bahwa dikotomi Politik-Administrasi telah mati. dan kalau tidak ada.” namun konstruksi dan bahan bangunan Ilmu Pemerintahan tetap terjebak di ruang bangunan Ilmu Politik dan Ilmu Administrasi Publik yang megah (Ref. political. Co. apa.1971 Toward A New Public Administration The Minnowbrook Perspective Chandler Publ. Dalam jurnal itu pemikiran Ilmu Pemerintahan dinyatakan mengalami kebuntuan (cul-de-sac). Indonesia kembali berada dalam “turbulence” politik-ekonomi-sosial dahsyat yang mampu meruntuhkan sebuah rejim kuat. bagaimana supaya ada? Atau pertanyaan Ritchie Calder “How have discoveries and inventions affected your life?” dibalikkan menjadi “How have our life affected discoveries and inventions?” Dalam hubungan ini yang dipertanyakan adalah “How far those social. encouraging the reconstruction of bodies of knowledge (BOK) influencing the process of civil and public policy making?” Pada pertengahan tahun 60an sebuah “turbulence” politik yang oleh sementara kalangan dicatat sebagai G30S PKI. yaitu Development Administration dan The New Public Administration. seorang pakar Ilmu Politik (Kompas. Peristiwa tanggal 26 Desember 2004 sampai awal 2005 dapat dikualifikasi sebagai “turbulence” ketiga yang menimpa Indonesia.” Jurnal Transformasi Vol. Dari Universitas Indonesia terdengar suara melalui media cetak bahwa Ilmu Ekonomi telah mati di Indonesia. 1998. Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM). menerjang Indonesia.” tetapi hanya sampai di situ. 1 No. namun keduanya tidak menimbulkan perubahan konstruksi dan bahan bangunan berbagai ilmu pengetahuan yang terkait dengan “turbulences” itu. Jika turbulences yang menerpa Amerika pada tahun 30an dan 60an mempengaruhi konstruksi Ilmu Administrasi Publik. tetapi hanya sampai di sana. mengapa? Jika itu diperlukan. dan bahwa seorang Presiden haruslah seorang berkualitas politisi sekaligus seorang administrator. Menjelang akhir tahun 90an. Manusia hidup di dalamnya dan dikuasai olehnya. 22 Januari 05) dari UI berpendapat bahwa “memerintah” itu “mengurus. termasuk wabah 39 . peristiwa tersebut merupakan peristiwa alam (natural turbulence) semesta. Dilihat dari sisi objektif. New York). Universitas Gadjah Mada sebagai “kiblat” Ilmu Pemerintahan sedikit berdesah: “culde-sac. Ilmu Hukum juga menggeliat (Republika. 6 Januari 05) dan Amir Santoso. 2003. adakah pengaruh tiga kali turbulences (1965. “Kuldesak Kajian Pemerintahan. 1 Sept. yang berada di luar ambang batas kemampuan umat manusia. Peristiwa itu adalah bagian fenomena alam yang lebih luas. dan 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005) yang dialami Indonesia terhadap konstruksi ilmu pengetahuan yang relevan di Indonesia? Kalau ada. dan melahirkan dua body of knowledge (BOK) baru ilmu itu sendiri.

Bali. kecuali bangsa Indonesia. Hidup di puncak gunung berapi di Sumatera.penyakit. semakin jelas langkah-langkah yang dapat ditempuhnya untuk mengurangi seminimal mungkin korban bencana di masa depan. seni dan teknologi. kekuatan alam tetap menguasai manusia. pasrah. peristiwa itu disebut bencana dengan berbagai kualifikasi superlatif. apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya? Apakah makna pesan itu bagi masyarakat ilmu pengetahuan. khususnya Ilmu Pemerintahan. Ketiga. peristiwa alam selalu menunjukkan tanda-tanda keakanhadirannya. dan bagi pelaku-pelaku pemerintahan? Di satu 40 . dan Lempeng Pasifik. Semakin manusia belajar. ritualistik. semakin berkurang sifat mendadaknya bencana yang datang menimpa. Peristiwanya datang pada suatu saat di suatu tempat yang oleh manusia dipersepsi misterius dan mendadak. Dalam hubungan itu. Namun. Bencana itu sesungguhnya dapat diantisipasi dan korbannya dapat ditekan seminimalminimalnya. Lombok. Bencana itu sama seperti kematian. serangan hama. Tanda-tanda itu hanya dapat terbaca melalui proses pembelajaran. Dari sisi subjektif oleh media massa. bagi pemerintahan. Kejutan tsunami di ujung Timurlaut Sumatera Minggu (26/12) pagi. dan semakin berkurang kepanikan yang ditimbulkannya. menurunkan berita berjudul “Bangsa Yang Hidup Bersama Bahaya:” Tak ada satupun bangsa di dunia yang ditakdirkan hidup berdampingan dengan segala macam marabahaya. bahaya banjir. harian Kompas tanggal 1 Januari 2005.” “kesalahan” ataupun “dosa” manusia. Jawa. dan lain sebagainya. Lempeng Eurasia. semakin ia mengenal hukum dan perilaku alam. tetapi sikap belajar. Bangsa Indonesia juga ditakdirkan hidup di atas tiga lempeng besar dunia: Lempeng Indo-Australia. Pertama. Kedua. setiap saat pasti datang. halaman 6. Sumbawa dan Kepulauan Maluku. saatnya bangsa Indonesia mulai mengoreksi diri bagaimana “bersahabat” dengan alam yang menyimpan kekuatan mahadahsyat. seperti halnya turbulence lainnya. Semakin antisipatif manusia. pesan apakah yang dibawa oleh turbulence ini kepada bangsa Indonesia? Sementara manusia berusaha menguasai alam. bahkan dikaitkan dengan suatu “kelalaian. Mencari Jalan Keluar Dari kenyataan ini sekurang-kurangnya ada tiga pertanyaan yang dapat dimunculkan. Alam mempunyai kemauan sendiri. sikap apa yang harus diambil dalam menghadapi kenyataan tersebut? Sudah barang tentu bukan sikap fatalistik.

Pada tgl 25 Mei 1996 bertepatan dengan HUT IIP. Kegelisahan itu terasa sendu dan pilu. Dalam tempo sepuluh menit pembicaraan selesai dan kami berjabat tangan. saya menaiki tangga rektorat UNPAD Bandung. menghadap Rektor UNPAD waktu itu. hal itu 41 . Ryaas Rasyid. Namun seperti telah dikemukakan. tanpa Grand Design dan Big Roadmap segala. setiap disiplin ilmu harus merekonstruksi dirinya agar berkemampuan dan berkesiapan mengantisipasi peristiwa alam dan bencana sosial di masa depan dan hubungan timbal-baliknya dengan perilaku manusia. dan di fihak lain. Suara dan gemanya tak lain tak bukan hanyalah his master’s voice belaka. Apapun latarbelakang penempatan atau penyebutan program Magister dan Doktor Ilmu Pemerintahan itu di dalam Ilmu-Ilmu Sosial oleh UNPAD. Dengan berbekal sepucuk surat dari Rektor IIP Dr M. Rukmana. ketika kita dihadapkan pada kenyataan bahwa seorang-demi-seorang sosok pemberani dan bersemangat pembaharuan Ilmu Pemerintahan mendahului kita. Kerjasama itu pada tgl 25 Maret 2000 diperluas dengan Program Doktor Ilmu-Ilmu Sosial Konsentrasi Ilmu Pemerintahan. setiap gerak (bukan gerakan). Berdasarkan Rapat Komisi I Senat UNPAD (1996). dukungan Pemerintah Daerah. baik gerak para teoretisi maupun gerak kaum praktisi Ilmu Pemerintahan. Dr H. “Like father like son. Prof. tanpa gegap. baru sebatas wacana.fihak fenomena alam tersebut harus dipelajari oleh semua disiplin ilmu pengetahuan guna mempercepat penyelamatan dan pemulihan korban. UNPAD meletakkan Ilmu Pemerintahan di dalam Ilmu-Ilmu Sosial. lebih pada Ilmu-Ilmu Politik dan Seni Pemerintahan (status quo) ketimbang pada rekonstruksi body-of-knowledge (BOK) Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Piagam Kerjasama antara IIP dengan UNPAD tentang penyelenggaraan Program Magister Ilmu-Ilmu Sosial Bidang Kajian Utama (BKU) Ilmu Pemerintahan. dan wacana hanya sampai di sana. Menemukan Kybernologi Sebuah momentum datang wajar-wajar saja. Kegelisahan Ilmu Pemerintahan dasawarsa pertama 1980-1990 memuncak pada awal dasawarsa kedua 1990-2000 yang dalam sejarah politik Indonesia mungkin dapat disebut masa peralihan dari masa yang disebut orde baru ke masa yang diharapkan bekerja sebagai orde reformasi. tanpa eska. crews dan. tidak di dalam IlmuIlmu Politik.” demikian ungkapan lainnya. Sebuah langkah biasa. Maman P. seorang berperawakan sedang dan amat ramah. Yaitu alih generasi kepemimpinan IIP. tanpa konfirmasi terlebih dahulu. tanpa mengurangi kerja keras manajemen. berjalan tenang saja. ditandatangani di Jakarta. pada suatu hari di bulan April 1996. disaksikan oleh Kepala Badan Diklat Departemen Dalam Negeri. MA. Masyarakat ILmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) yang terbentuk segera seusai SNIP 1991 tersebut di atas.

Dalam hubungan ini saya berhutang budi kepada rekan saya Moh. saya merasa bahwa penemuan ini terlalu kecil untuk layak disebut dan terlalu sepele untuk layak dicatat sebagai renaissance Ilmu Pemerintahan. Berdasarkan Akte Notaris Rr Idayu Kartika. C-1318. Jadi dari sudut bahasa. dan bentangan abad antara Regeerkunde dengan awal abad ke-21.01. Kybernologi adalah Bestuurkunde dalam bahasa Latin (Greek). Maka ketika suatu saat sekilas teringat kuliah Drs Lukas Hutabarat. Tahun 2007 tgl 20 April 2007. Roda Kemudi Kapal sebagai lambang Kybernologi dibuat tgl 17 Desember 2002. 1958) tentang Regeerkunde yang dipelopori oleh van de Spiegel dan kemudian Bestuurskunde oleh van Poelje. Komunitas Kybernologi Indonesia (KKI) dideklarasikan di Jakarta tgl 26 Mei 2004. Inggris govern). Rekonstruksi bangunan ilmupengetahuan pemerintahan (body-of-knowledge. tgl 23 Desember 2006 No. SH. Melalui renaissance ini saya menemukan dan membentuk konsep Kybernologi dari bahasa Latin kybern (kybernan. didahului dengan pernyataan perubahan nama KKI menjadi Masyarakat Kybernologi Indonesia (MKI). buku Kybernologi seri pertama diluncurkan tgl 22 Mei 2003 oleh IIP. Pandangan UNPAD tersebut kemudian saya jadikan bahan rekonstruksi pendekatan Ilmu Pemerintahan dari pendekatan kekuasaan (Ilmu-Ilmu Politik) ke pendekatan kemanusiaan dan lingkungan (Gambar 19). BOK) bernama Kybernologi (Science of Governance) itu secara bertahap.HT. terus berlangsung sampai sekarang.01 sebagaimana disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No. Sekretaris Jenderal Kemendagri atas nama Menteri Dalam Negeri mengukuhkan Pengurus Pusat MKI untuk periode 2010 sampai pada waktu yang akan ditetapkan kemudian setelah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga 42 . berdiri Yayasan Kybernologi Indonesia. saya terpekik eureka! Semula. diperlukan keberanian untuk menyebut momentum tersebut sebagai renaissance minuskul atau renaissance dalam tanda kutip sekalipun.02. guru saya di KDC Medan (angkatan V. Tetapi mengingat bentangan zaman antara Abad Pertengahan dengan Aufklärung sebagai buah Renaissance. Entah duaratus tigaratus tahun kemudian. yang memberikan saya ilham melalui salah satu sesi mata kuliah Metodologi Ilmu Pemerintahan pada tahun 1996.sejalan dengan kerangka pemikiran van de Spiegel di atas. Mars Kybernologi tercipta tgl 19 Oktober 2002. Belanda besturen. Kode Etik Profesional Kybernologi ditetapkan pada tgl 11 Desember 2009 dalam Upacara HUT ke-3 YKI bertempat di Auditorium BKKBN Pusat Jakarta Timur. Pohon (science tree of) Kybernologi lahir pada tgl 23 September 2002. Ernan Arno Amsari. masing-masing berjarak sekitar duaratusan tahun. Pada tgl 12 Oktober 2010. sebagaimana dapat dibaca dalam buku-buku seri Kybernologi. pada tgl 8 Mei 2000. dan pengurus Pusat KKI periode 20042007 dilantik oleh Dewan Pendiri pada tgl 8 Juli 2004.

Mazhab pertama terdapat di dunia Barat.yang baru.RENAISSANCE! <---mendorong----| | | | | | | | KYBERNOLOGI STUDI (KAJIAN) |--. dengan matakuliah Kajian (Studi) Pemerintahan. Dr Drs H. yang juga disebut The Science of Governance BELANDA INDONESIA | | | | 1796 | L. I Nyoman Sumaryadi.” | | | awal abad ke-20 dimasukkan (di1942 letakkan) ke dalam (di bawah) G. Berdasarkan silsilah di atas. akrab dengan Ilmu Administrasi Publik. van Poelje -----------------------> Ilmu Politik ---> perilaku peBESTUURSKUNDE merintahan semakin berorientasi | pada kepentingan kekuasaan | | | | | GERAKAN PEMBAHARUAN | ILMU PEMERINTAHAN | 1980-2000 | | | | |<----ke 1796---. van de Spiegel | REGEERKUNDE | “is de Wetenschap om eene Burger| maatschappij te leiden. | zonder onwettige benadeeling van | andere. khususnya di negeri Belanda dengan nama Bestuurswetenshap dan Bestuurswetenschappen. MSi.A. ter verk| rijging van het grootste Geluk.P. dengan UGM sebagai kiblatnya.8/5/2000---> BAGIAN PEMERINTAHAN | ILMU SOSIAL BAGIAN ILMU POLITIK | (Mazhab Ketiga) (Mazhab Kedua) | | | | | | BESTUURSWETENSCHAP pemerintahan: pemerintahan: BESTUURSWETENSCHAPPEN interaksi antar hubungan antara struktursupra (Mazhab Pertama) tiga subkultur (pemerintah dalam arti luas) | masyarakat dengan strukturinfra | (yang-diperintah) pemerintahan: lihat Rosenthal dan Brasz dalam Soewargono (1993) 43 . | waar voor dezelve vatbaar is. Mazhab kedua adalah Ilmu Pemerintahan sebagai bagian Ilmu-Ilmu Politik dan nama jurusan di lingkungan FISIPOL. Mazhab ketiga adalah Ilmu Pemerintahan berBOK Kybernologi. Ketua Umum Pengurus Pusat MKI adalah Rektor IPDN Prof. dewasa ini ada tiga mazhab Ilmu Pemerintahan. disahkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Kerjasama antara IIP dengan UNPAD tentang penyelenggaraan Program Magister Ilmu-Ilmu Sosial Bidang Kajian Utama (BKU) Ilmu Pemerintahan.BERDERAJAT AKADEMIK STRATA SATU. BESTUURSWETENSCHAP & BESTUURSWETENSCHAPPEN DENGAN MENGGUNAKAN KACAMATA KEMANUSIAAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) DAN LINGKUNGAN DI BUMI INDONESIA BANGUNAN UTUH. LENGKAP. DUA. dilanjutkan dengan masa pembelajaran kurikuler di sejumlah perguruan tinggi dan seminar dalam berbagai kesempatan. Sebagaimana perubahan kepemimpinan membuka peluang reformasi atau revolusi ilmupengetahuan. Oleh satu dan lain hal. pada tgl 25 Maret 2000 diperluas dengan Program Doktor Ilmu-Ilmu Sosial Konsentrasi Ilmu Pemerintahan. perubahan kepemimpinan 10-an tahun kemudian berusaha menemukan momentum baru guna mengembangkan buah momentum pertama. HASIL REKONSTRUKSI BUAH PENDARATAN. Dengan demikian. kerjasama antara UNPAD-IPDN sejak 2006 dinyatakan facing-out sampai tahun 2010.Gambar 19 Tiga Mazhab Ilmu Pemerintahan bagian Ilmu-Ilmu Sosial. & TIGA. berakhir. Media pembelajaran institusional selama 10 tahun (dengan facing-out 14 tahun). momentum baru tidak terbentuk. Seperti dikemukakan di atas. sejauh ini terdapat tiga mazhab Ilmu Pemerintahan di Indonesia PENDEKATAN MENGGUNAKAN KACAMATA KEKUASAAN/ KEWENANGAN sudut pendekatan PENDARATAN BESTUURSKUNDE. DAN DIBERI NAMA KYBERNOLOGI sudut pendaratan FENOMENA PEMERINTAHAN RUANG PENDARATAN BERSAMA SEMUA PENELITIAN KONSTRUKSI HASIL PENDEKATAN KACAMATA KEKUASAAN/KEWENANGAN TERHADAP FENOMENA PEMERINTAHAN DISEBUT “ILMU PEMERINTAHAN” SEBAGAI BAGIAN ILMU POLITIK Gambar 20 Dua Pendekatan 44 .

petaruh dan petarung 5 a 10 tahunan. Untuk menemukan Ilmu Pemerintahan seperti itu kita melakukan pendekatan yang berbeda dengan pendekatan yang ditempuh oleh IlmuIlmu Politik. Jika Ilmu-Ilmu Politik mendaratkan pemikirannya pada sisi kekuasaan 45 . dan berfungsi sebagai benteng yang kokoh untuk mempertahankannya. atau birokrat Kita. Mazhab pertama bernama Bestuurskunde. Yang kita cari adalah Ilmu Pemerintahan Yang Dibutuhkan Oleh Semua dan Setiap Orang untuk bangkit dan berjuang ke depan. dan pajak Apakah para penguasaha yang membayar pajak? Bukan. Mengapa? Karena kita. Bestuurswetenschap dan Bestuurswetenschappen dengan BOK yang akrab dengan ilmu-ilmu lain seperti Ilmu Administrasi Publik 2.1. warga masyarakat Yang selalu dianggap bodoh dan diharap pasrah Yang selalu disalahkan Yang harganya sekambing hitam Ilmu Pemerintahan yang kita butuhkan adalah Ilmu Pemerintahan yang bahan bangunannya kuat. pembeli. politisi. Melainkan kita. Mazhab kedua bernama Kajian Pemerintahan di dalam BOK Ilmu-Ilmu Politik 3. Saudaraku. warga masyarakat Yang membayar retribusi. yang menanggung biaya penyelenggaraan Negara bukan parpol. yang memikul risiko kekeliruan kebijakan penguasa. pungutan. berkerja memulihkan kemanusiaan. dan yang membayar hutang Negara Karena kita. Mazhab ketiga dengan BOK bernama Kybernologi yang akrab dengan Ilmu-Ilmu Sosial Yang kita cari dan bicarakan di sini bukan ilmu buat para oportunis. Ilmu Pemerintahan yang dibutuhkan oleh kita kaum nirdaya. Yang tidak punya pilihan Yang tidak punya sempatan Karena kita. konstruksinya padu dan utuh. warga yang tak mempunyai suatu apapun untuk dijual. warga masyarakat. subsidi. berderajat akademik tertinggi.

berderajat | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 46 . Singkatnya kendatipun manusia ditakdirkan menduduki wilayah tertentu (natural distribution). Ilmu | Pemerintahan yang kita butuhkan adalah Ilmu Pemerintahan yang di | satu sisi melindungi kita dari tindakan sewenang-wenang Negara. Walau | ia mengajarkan bahwa sementara kita warga. kadar sumber-sumber penghidupan. Ilmu Pemerintahan Seperti Apa Yang Kita Butuhkan? Tabel 4 Ilmu Pemerintahan Yang Kita Butuhkan ----------------------------------------------------------------------1. Ilmu Pemerintahan yang kita butuhkan adalah Ilmu Pemerintahan yang | kita rekonstruksi melalui pendekatan yang berbeda dengan | pendekatan yang ditempuh oleh Ilmu-Ilmu Politik. Jika Ilmu-Ilmu | Politik mendaratkan pemikirannya pada sisi kekuasaan fenomena | hubungan pemerintahan. Geologi. bukan hanya nama bahan-ajar berlabel | “pemerintahan” atau padat-kata “pemerintahan. 1954. Jadi.” ibarat bahanbaku. misalnya nama institut. Ilmu Pemerintahan yang kita butuhkan bukanlah Ilmu Pemerintahan | yang hanya nama. Gambar 1 menunjukkan bahwa generasi tiga didahului oleh generasi dua. Seperti dikemukakan di atas. dan| di sisi lain membangun kekuatan kita untuk mengejar kebahagiaan | LBDA bagi setiap orang (civic education) | 2. | suku cadang atau bahan bangunan yang diambil dari berbagai toko. tidak boleh atau | dilarang berbuat hal yang merugikan orang lain secara tidak sah. | dikumpulkan dan dimasukkan dalam gudang bernama gagah “matakuliah. nama proyek.fenomena hubungan pemerintahan. Bahkan Negara bisa mencabut | nyawa kita secara sah. Negara bisa.| 4. kalau suatu makhluk sudah menempuh jalan kemajuan tertentu. 101). maka ia akan tetap menempuh jalan itu dan tak akan kembali karena proses evolusi tidak dapat dibalikkan. kita mendaratkannya pada sisi manusiawi pada masyarakat. kita mendaratkannya pada sisi manusiawi. | kehidupan dan lingkungannya | 3. seperti Biologi. demikian Hukum Dollo (J. Dalam hubungan itu. Klimatologi. konstruksinya padu dan utuh. yaitu penduduk dan kependudukan.”| tetapi sebuah bangunan pengetahuan (body-of-knowledge. generasi 3 pada Gambar 1. | atau judul buku. Demografi merupakan ilmu hulu bagi Ilmu Pemerintahan. hasil | rekonstruksi bahan bangunan buah pikiran yang terpilih dan teruji| berdasarkan desain konstruksi bangunan (BOK) tertentu (Metodologi). dan Sejarah. Ilmu Pemerintahan yang kita butuhkan adalah Ilmu Pemerintahan yang | bahan bangunannya kuat. BOK). dan kesempatan untuk bergerak. H. dinamika kehidupannya ditentukan oleh distribusi. lihat Gambar 20. Ilmu Pemerintahan menurut definisi van de Spiegel di atas | menunjukkan betapa istimewanya ilmu bernama Regeerkunde itu. nama prodi. Geografi. Kependudukan itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. | ternyata Negara boleh. van Wieringen dalam Serbaragam Pengetahuan Alam. Mengerikan! Oleh sebab itu.

Hal itu dikemukakan oleh Walter Lippmann dalam The Public Philosophy (1956. dan jika perlu.” bukan “tupoksi. the human needs and instincts. digerakkan oleh kekuatan sentrifugal | | dan kekuatan sentripetal | ----------------------------------------------------------------------- 5 REKONSTRUKSI ILMU PEMERINTAHAN: SUBKULTUR EKONOMI DENGAN SUBKULTUR KEKUASAAN Pengertian Istilah rekonstruksi digunakan untuk menunjukkan dua hal. Fungsi adalah sesuatu yang menunjukkan untuk apa suatu alat dibentuk. sedangkan pada saat lain tentang rute yang dijalani oleh sebuah rezim pemerintahan yang baru terbentuk (terpilih). suatu alat berfungsi A. 84): “ius naturale. Ketiga. 47 . dikonstruksi. .| akademik tertinggi. Ilmu Pemerintahan yang kita butuhkan adalah Ilmu Pemerintahan dalam| | arti luas (Ilmu-Ilmu Pemerintahan) setara dengan Bestuursweten| | schappen berpendekatatan metadisiplin. diciptakan atau dibuat. Namun demikian fungsi dulu baru tugas. konstruktor dapat menggunakan bahan bangunan yang ada yang layak-guna. satu-satunya pegangan awal kegiatan constructing adalah bahan bangunan faktual yang ada. penggerak utama masyarakat adalah naluri untuk hidup. mungkin konstruksi yang sudah mapan. . Fungsi lebih hakiki ketimbang tugas. Oleh karena itu. maupun yang “terpaksa” digunakan sekedar sebagai langkah awal. Itulah standar alat yang bersangkutan.” Ilmu Ekonomi berangkat dari titik ini. multidisiplin. terikat sejarah.” Di sinilah awalnya korupsi! Nilai dengan Budaya Seperti diketahui. . konstroktor tidak bekerja dalam ruang hampa atau kosong. Perlu diperhatikan bahwa setiap bahan bangunan pertama-tama mempunyai fungsi. dan berfungsi | | sebagai benteng yang kokoh untuk mempertahankannya. Pertama. bekerja memulihkan kemanusiaan. Dalam praktik. melainkan dalam ruang yang memiliki konstruksi lama. . konstruktor mengevaluasi bahan bangunan yang ada. Sebuah kesempatan senyaris apapun. baik yang layak-guna. | | 5. melakukan inovasi atau menemukan bahan bangunan yang baru. Kedua. Dalam hubungan itu pada suatu saat kita berbicara tentang rute-rute pemerintahan yang sedang berjalan. Jadi seharusnya “situpok. inter| | disiplin dan lintasdisiplim. dapat digunakan untuk tugas B. dibangun. misalnya masyarakat yang baru diserahi seperangkat kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri (masyarakat berotonomi daerah). .

Dengan penggunaan vehicle (V) tertentu untuk menghadirkan atau menyatakan nilai (N) tertentu dengan cara tertentu. Nilai intrinsik sebuah vehicle harus dijaga. Nilai intrinsik. pengaman. disebut bernilai. X berkali-kali. yaitu nilai yang vehiclenya belum ada. Nilai itu abstrak. Segala sesuatu yang berguna. Untuk menghadirkannya diperlukan sesuatu yang lain: benda. hubungan antar ketiganya dan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap masing-masingnya. tetapi anggukan itu sendiri adalah “nilai” dengan kepala yang mengangguk sebagai vehivclenya. N nilai. Misalnya selembar kertas kosong sebagai vehicle. sedang dikejar. misalnya secara teratur (berkali-kali. substansi. yaitu nilai yang secara objektif melekat pada suatu hal. hidup di dalam jiwa orang atau masyarakat menjadi kekuatan penggerak dan sumber semangat untuk mencapai suatu cita-cita Dari definisi tiga macam nilai itu terlihat apa dan bagaimana nilai itu. di-charge) ke dalam vehicle. standar.” Segala sesuatu berkualitas dan bernilai. Terhadap “hormat” anggukan itu vehicle. baik secara subjektif (bagi manusia) maupun secara objektif (alam). Menurut Geert Hofstede dalam Culture’s Consequences (1980. maka Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora berangkat pada titik yang sama. distinctive of an individual or characteristic of a group. Seperti telah dikemukakan. X). explicit or implicit.” tetapi ternyata berbagai penemuan dan pembaharuan besar didorong bahkan oleh rasa takut dan keragu-raguan. nilai adalah “A value is a conception. tandatangan. alat pendukung kehidupan. 19). yaitu nilai yang dimuat (dimasukkan. diberi warna. 2. dicari atau diusahakan. dan sebagainya sehingga berlaku dan sah 3. nilai ekstrinsik di dalamnya rusak atau lenyap. misalnya Rp100. jika tidak. terbentuklah pola perilaku pelakonnya yang disebut budaya (B). Nilai ideal sering disindir: “Itu kan teori dan mustahil.Tatkala “human needs and instincts” itu diakui dan dinyatakan sebagai sisi lain hak asasi manusia (HAM). Nilai ideal. of the desirable which influences the selection from available modes. atau suatu hal. Misalnya nilai “hormat” dinyatakan dengan anggukan atau jabatan tangan. Jadi: B = N X V Gambar 21 Rumus Budaya B budaya. misalnya kertas dipotong. V vehicle Menurut Teori Nilai. mimpi 48 . 1. sebagai “tempatnya berada. = adalah. Nilai ekstrinsik. adalah nilai (lihat Gambar 2). barang. Inilah dasar pelestarian dan keberlanjutan lingkungan. atau barang.000 dengan cara tertentu.” yang disebut vehicle. alat untuk memenuhi kebutuhan itu. ada tiga macam nilai:. means and ends of actions.

1955. nilai maha. 119). paling. nilai ideal itu harus dipegang kuat-kuat. terutama nilai ekstrinsik. dimatikan menjadi Holan Bakeri yang tidak ada Maknanya samasekali 10 Terputus Tidak berlanjut antar waktu atau antar kegiatan 11 Inkonsisten Berubah-ubah.menjadi kenyataan. realitas. pemasaran buah dan penggunaannya (sosialisasi nilai). V. ter-. motif sakral) bergeser ke nilai geser politik (perkawinan politik) 6 Terbentur Nilai baru (anak cukup dua) berbenturan dengan nilai lama (banyak anak banyak rezeki) 7 Habis Nilai habis karena dipakai 8 Hilang Tidak berguna atau tidak digunakan lagi 9 Mati Mati atau dimatikan seperti kebanggaan menggunakan label Holland Bakery. Smith dan Eduard C. satu-satunya 2 Tertinggal lack behind. Misalkan nilai ideal itu X. dapat dipercaya atau tidak (Gambar 18).” demikian Propositiom Two Eduard C. maka stabilitas dan perubahan nilai bergantung pada berbagai faktor.Lindeman dalam T. Lain di mulut. Proses itu harus Tabel 5 Kondisi Nilai -------------------------------------------------------------------------------NILAI CONTOH. Senyum alat tipu 4 Kabur Tidak definitif.. harapan. seperti lahan (manusia). maka X itu tetap bernilai. berubah. The Democratic Way of Life (1951. tetapi proses pencapaian. Y capaian. sulit terpegang 12 Berkonflik Nilai politik konflik dengan nilai sosial atau ekonomi 13 Kontroversial Pernyataan resmi yang berbeda tentang hal yang sama 14 Dilematik Nilai yang sifatnya ibarat buah simalakama 15 Tambah added value dalam ekonomi 16 Kurang kebalikan dari butir 15 49 . Rumus itu menunjukkan bahwa (X – Y) = Z Gambar 22 Rumus Nilai Ideal X nilai ideal. bisa stabil. lain di hati 5 Ter. KETERANGAN -------------------------------------------------------------------------------1 Stabil Nilai sempurna. Selanjutnya nilai. ketinggalan zaman disbanding dengan yang lain 3 Tercemar Nilai yg disalahartikan atau disalahgunakan. pada suatu saat ternyata hanya (baru) terkejar sebesar Y. dan hilang (Tabel 5). pembuahan (kinerja). “Ideals can never be more than partially realized. Walau nilai ideal itu kelak ternyata hanya sebagian yang terwujud.(ber-) Nilai sosial (pernikahan. Jika nilai dianalogikan sebagai benih. Penanaman benih (nilai) tidak lain tidak bukan adalah proses pendidikan dalam arti seluas-luasnya di dalam masyarakat. Z sisa sasaran utama monev sesungguhnya bukan X. perawatan (kesehatan). karena X itu telah berfungsi membuat (X – Y) = Z sekecilkecilnya atau Y sebesar-besarnya (Gambar 22). penanaman (pendidikan). Lindeman.

Sumber-sumber lazim juga disebut enerji (energy). Dalam hubungan enerji. tertanam di dalam seluas mungkin masyarakat 3. dan pengubahan nilai . Jelas (clarity). SUMBER-SUMBER ----------> KERJA ----------> NILAI ----------> HIDUP (KEHIDUPAN) Gambar 24 Hubungan antar Sumber-sumber. Kerja. pengelolaan. Perilaku pelaku 3. pembangunan. SUMBER ---------------> KERJA ---------------> NILAI | | SUBKULTUR EKONOMI (SKE) Gambar 25 Subkultur Ekonomi (SKE) 50 . pembentukan. Ekstensif (extensity). Intensif (intensity).17 Lama nilai lama tapi masih berlaku 18 Baru nilai baru menggantikan nilai lama 19 Ideal sudah dijelaskan di atas 20 Intrinsik idem (nilai objektif) 21 Ekstrinsik idem (nilai subjektif) -------------------------------------------------------------------------------- 1. dan pemakaian sumber-sumber dalam rangka penciptaan. Pendirian pelaku Hubungan pengaruh antara nilai (kebutuhan) dengan hidup itu digambarkan dalam sebuah model geometrik sebagai berikut: NILAI ----------> HIDUP Gambar 23 Hubungan Nilai dengan Hidup Subkultur Ekonomi (SKE) Nilai diperoleh melalui kerja. Raga pelaku (ingat: mens sana in corpore sano) 2. pemanfaatan (kegiatan ekstraktif). dan Nilai (Gambar 24). pembentukan. tertanam sedefinitif mungkin di dalam diri dan masyarakat Penanaman nilai dan hasilnya dalam diri dan masyarakat terlihat pada 1. pengolahan. Peran yang tergambar dalam Gambar 24 itu disebut subkultur ekonomi (SKE). Gambar 24 dapat direkonstruksi menjadi Gambar 25. yaitu proses penggalian. Gambar 25. Sikap pelaku 4. tertanam sedalam dan sekokoh mungkin dalam diri 2.

duri dalam daging. yaitu antar bangsa. menjual seuntung mungkin. dan ketersediasan sumber-sumber itu sangat bervariasi. dan yang kuat makan yang lemah. distribusi. akan semakin nirdaya dan suatu saat punah. Kondisi.otonomi dengan ekonomi ibarat dua sisi sekeping matauang. DalamGambar 26. dan ketersediaan sumber-sumber. ketika semuanya dikuasai oleh Negara. maupun secara vertikal antar lapisan masyarakat. masyarakat seperti itu terlunta-lunta. F. dan api dalam sekam Lihat K. “ada kantong kita (Freeport) di lingkungan bangsa asing (exclave). dan ada yang hanya semak. dan membikin (membuat) sehemat (semudah) mungkin. SUMBER-SUMBER SUBKULTUR EKONOMI (SKE) NILAI Gambar 26 Rekonstruksi SKE Gambar 26 menunjukkan bahwa dalam proses kerja. yang lain hadir pula. konon pula jika hanya memiliki sumberbencana. Kantong-kantong itu adalah kanker dalam jiwa. Vaas dalam Darwinisme dan Ajaran Evolusi (1956). di sana sini terlihat fenomena kantong-kantong (enclave dan exclave). Saat SKE seperti itu berjalan sendiri. antar daerah. 51 . SKE sehari-hari menunjukkan tiga perilaku: membeli semurah mungkin. karena barangsiapa memiliki sumberdaya besar beroleh nilai banyak. Ada masyarakat yang di bawah kakinya terdapat sumber yang melimpah-limpah. yang lemah musnah (survival of the fittest). Di samping kesenjangan (ketimpangan. batu. jurang). distribusi. Saat yang satu hadir. Baik proses (kerja) dan pada gilirannya output (nilai) bergantung pada kondisi. variable kerja tidak lagi kelihatan. dan sebaliknya yang terjadi pada barangsiapa yang hanya memiliki sumberdaya sedikit. Itupun. Gambar 26 dapat juga direkonstruksi menjadi Gambar 26. dan tanah. Ketidakadilan atau kesenjangan itu terjadi baik secara horizontal. sudah terpasang di dalam SKE. yang kuat yang berjaya. sumber-sumber menyediakan masukan (input). Dari sini muncul seleksi alam (natural selection). perjuangan untuk hidup (struggle for life). pasir. Pada sisi bisnis. lahir apa yang terasakan oleh sebagian di antara kita sebagai ketidakadilan. sementara pengusaha raksasa asing sambil membusungkan dada berkata. Mayarakat Papua sambil mengelus dada melihat ada kantong asing bernama Freeport di dalam lingkungan sendiri (enclave).

melalui many choices. Kekuatan objektif itu adalah kebutuhan bersama yang merupakan aplikasi HAM.kalaupun itu dapat disebut demikian --. Dengan kebutuhan bersama sebagai common platform. atau hard choice. bisa saja terjadi pagar makan tanaman. dan oleh sebab itu dinyatakan secara terbuka Inilah dasar yang sehat buat stabilitas politik. dangkal. akibat ditanggung bersama pula. Pertama. melalui pasar. Mengingat ambang batas itu kenyal. berat sama dipikul. Telah dikemukakan di atas bahwa kepentingan itu bersifat subjektif. Sebab dalam sistem politik berbudaya demokratik. Gambar 6. ia merebutnya. Lagi-lagi diperlukan kekuatan yang mampu mengawal setiap kesepakatan. bukan kepentingan. Kesepakatan dangkal adalah kesepakatan dengan syarat yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Salah satu norma yang digunakan selama Masa Kegelisahan 1980-2000 di atas adalah ambang batas toleransi sosial. ia menolaknya dan menyerahkannya menjadi urusan fihak yang lain. maka kedua titik ekstrimnya perlu dikawal. dapat dibangun common commitment. menggunting dalam lipatan. tetap diperani oleh SKE.tentang ambang batas ini digunakan misalnya dalam membangun Teori Sumber-Sumber yang telah dikemukakan di atas (Gambar 5. Gambar 7 dan Gambar 8). Batas antara kedua kelompok itu. pengelompokan nilai. Oleh sebab itu diperlukan kekuatan objektif yang mengawal dan menjaga perbatasan keduabelah fihak. Kelompok public choice itu. dikelompokkan menjadi public choice.Maka akalbudi manusia bekerja membangun upaya penyelamatan. lempar batu sembunyi tangan. ambang batasnya harus ditegakkan sekonsisten-konsistennya dan sekuat-kuat tenaga. Anggapan dasar --. 52 . atau yang perolehannya no choice. Norma yang dijadikan dasar konstruksi sistem ini bervariasi. Bilamana suatu choice menguntungkan suatu fihak. Common commitment yang kuat adalah common commitment yang didasarkan pada budaya “Ya. maka” adalah budaya “ringan sama dijinjing. Lebih bagus lagi kalau komitmen dikemas dalam perjanjian (contract). sejalan dengan bervariasinya ideologi-ideologi di dunia. dan menjaga stabilitas.” Budaya “Ya. berubah-ubah. menohok kawan seiring. bernilai hukum. Rumusnya: “Ya. Nilai-nilai yang dapat diperoleh melalui private choice.” Sesewaktu. biasanya fihak yang bargaining powernya rendah. sebaliknya jika merugikan. manusia membangun satu sistem nilai baru yang disebut keadilan sosial. ambang batax antara keduanya relatif. Kedua. (tapi). maka. yang lebih kuat ketimbang pertimbangan kepentingan. harus dijaga. Kontrak itu ada sanksinya. perjanjian (kesepakatan). ekonomi dan sosial. tetapi nilai-nilai yang tinggi serta luhur sifatnya. Kesepakatan politik sejauh ini dalam budaya politik Indonesia.” Sepakat bersama. Ketiga. rawan. dan kesempatan itu memihak fihak yang kuat. Hubungan antara dua kelompok itu merawan karena intervensi kepentingan terbuka lebar. conflicting choice.

Misalnya 1. yaitu peran sebagai alat untuk secara sah berkompeten “mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tanpa sakralisasi nilai. Alat itu adalah kekuasaan (power) yang digunakan secara sah (authority. bertindak ekstrim. sakralisasi nilai terjadi manakala satu di antara fihak-fihak yang terlibat diam-diam atau terbuka. memonopoli kebenaran politik dengan berbagai alasan. Posisi mayoritas baik sendiri maupun koalisi 3. sebagai kekuatan (force) pemaksa.” Dengan demikian. Subkultur Kekuasaan (SKK) Empat faktor di atas melahirkan subkulktur lain di dalam masyarakat.. Seperti terlihat pada Gambar 2. Keterpilihan yang disebutnya kemenangan 2. Alasan-alasan supernatural dan suprarasional Sakralisasi nilai itu cenderung melanggar ambang batas. Oleh sebab itu subkultur ini disebut subkultur kekuasaan (SKK). Di sini pun diperlukan kekuatan yang menjaga keseimbangan. konstruksi norma tidak harus berujung pada sakralisasi. pada tingkat tertentu. Anggapan berjasa politik dalam sejarah 4. redistribusi pembangunan ---pelestarian --| dan pembaruan | | sumber-sumber | | | | | -->SUMBER kebijakan | | | | | | ------| | | SKE SKK -->MASYARAKAT<-SKK<--? | | | | | | | menggali | | | | | | mengolah | | | | | | mengelola--->KERJA | | | | | menggunakan | | | | | | mengambil | | | | | | | | | redis. agar “semua untuk satu dan satu untuk semua. bahkan jika terpaksa (kepepet) dengan menghilangkan nyawa (death sentence). dan memihak kekerasan. authoritative) berdasarkan kontrak tersebut di atas.Keempat. melainkan cukup sampai pada ideologi. jika perlu dengan kekerasan (violence).| | pertanggung | -->NILAI---busi-------------nilai jawaban Gambar 27 Rekonstruksi SKE dengan SKK 53 .” demikian bagian terakhir alinea keempat Pembukaan UUD1945 naskah asli. lihat Gambar 27.

Dalam Bab IV Dari Pemikiran Kualitatif Constructivist Menuju Birokrasi Berbasis Kybernologi (2011). atau “yang kuat yang berjaya. pembangunan. kekuasaan (dilakoni oleh pemangkunya. kelestarian dan ketersediaan sumber-sumber melalui kebijakan negara (Pasal 33 UUD1945) 2. telah dijelaskan di atas (Gambar 17). Meredistribusi nilai ke dan di dalam masyarakat (Alinea keempat Pembukaan UUD1945) melalui pelayanan dan pemberdayaan (kepada) masyarakat 4. penguasa) bekerja menurut siklus kehidupan. Dalam hubungan itu. Fungsi-fungsi SKK dan bagaimana SKK terbentuk menurut perspektif Kybernologi.” sedangkan fungsi ketiga dan keempat menunjukkan kualitas kekuasaan sebagai “pemain. Bagaimana Terbentuknya SKK? Di atas telah dikemukakan bahwa rekonstruksi tidak bekerja dalam ruang kosong atau hampa. Di Indonesia. fihak mana yang menuntutnya bertanggungjawab dan mengapa SKK harus bertanggungjawab.Penggalian Termasuk Ekstraksi Perhatikan Arah Panah Simbol SKK<--? dalam Gambar 27 menunjukkan pertanyaan. kekuasaan berfungsi: 1.” Rekonstruksi SKK dengan fungsinya sama saja dengan rekonstruksi hubungan SKE dengan SKK. Mempertangungjawabkan penyelenggaraan fungsi-fungsinya kepada Masyarakat (Penjelasan UUD1945 tentang Sistem Pemerintahan Negara bagian IV: “concentration of power and responsibility upon the President” Dekonsentrasi kekuasaan dan pertanggungjawaban itu kepada MenteriMenteri. Mengontrol distribusi. dan sesudah siklus itu. inovasi. dynastical.” Menjelang. karena kekuasaan dan pertanggungjawaban itu dua sisi sekeping matauang Fungsi pertama dan kedua menunjukkan kualitas kekuasaan sebagai “wasit. kondisi. hubungan antara kekuasaan dengan birokrasi dianalogikan denmgan hubungan antara api dengan panasnya. tidak mengurangi kekuasaan dan pertanggungjawaban Presiden selaku penyelenggara Negara dan penyelenggara pemerintahan tertinggi. seperti Gambar 27. dan jika dituntut. siklus lima tahunan. terutama Ilmu-Ilmu Politik. Hal ini dijelaskan oleh berbagai ilmu yang berkompeten. Sama seperti makhluk hidup. SKK menunjukkan perilaku yang disebut perilaku kekuasaan. apakah kepada SKK dituntut pertanggungjawaban atau tidak. Hubungan antara Negara dengan 54 . Mengontrol proses pembentukan dan perubahan nilai (Pasal 27 butir 2 UUD1945) melalui kerja 3. Di Negara lain bisa turuntemurun. selama. Dari pemilu ke pemilu.

Tujuh rute itu tidak diuraikan secara berurutan melainkan mengikuti pola terbentuknya SKE. yaitu pembentukan diri (otodidak) atau dibentuk oleh kekuatan sosialpolitik. Pendidikan Kewargaan (Civic Education) 2. Perilaku kekuasaan (power behavior) dapat diamati dalam tujuh rute atau babak. Berburu kesempatan 3. Selama berkuasa 6. 1. Menjelang dan saat pemilu 4. rezim yang sama. Jadi ada tiga varian siklus kekuasaan rezim yang sama: 1. berbeda. SKK. api dengan terangnya. Satu. tidak terpegang. untuk dipelajari dan diantisipasi oleh warga. Menjelang dan berakhirnya siklus lima tahunan 7. Terpilih dan mulai berkuasa 5. Varian Siklus Kedua berurutan (incumbent) 3. Yang dapat “diukur” adalah panasnya. Ini adalah pembentukan diri berdasarkan keterpanggilan (political vocation call) untuk mengabdikan diri di bidang politik. dan SKS. Varian Siklus Kedua tidak berurutan (coming back) Di atas telah diuraikan perilaku SKE yang mendorong terbentuknya SKK dan proses terbentuknya SKK sampai pada babak pemilu. Definisi sementara yang menyatakan bahwa Negara adalah sistem kekuasaan. juga tidak membuatnya lebih jelas. Pendidikan Politik melalui organisasi sosialpolitik 5. atau tidak berurutan (come back). berburu kesempatan. body guard) 55 . misalnya 1. api dengan panasnya. terangnya. dan menjelang saat pemilu. Di bawah ini disajikan butir-butir perilaku kekuasaan (SKK) yang mendorong terbentuknya sepanjang babak kaderisasi. kaderisasi. Menjadi mantan Perilaku kekuasaan yang terbentuk dan bekerja melalui tujuh rute itu sepanjang siklus kekuasaan lima tahun pertama dibandingkan dengan perilaku kekuasaan sepanjang siklus kekuasaan lima tahun kedua (dan seterusnya) jika berurutan (incumbency). perilaku kekuasaan. Magang pada Elit Politik (membawa tas. Api itu sendiri tidak diketahui. Pendidikan formal dalam Ilmu-Ilmu Politik 4. Varian Siklus Pertama (beginning) 2. Dalam rute-rute tersebut peraturan-peraturan tentang pemilu dan peran KPU tidak disentuh.SKK dapat juga dianalogikan dengan hubungan antara api dengan nyalanya. Aktif dalam LSM 3. dan nyalanya. Kaderisasi 2. karena dianggap sudah given. mengarang pidato. Tiga nilai itu membentuk perilakunya. Pembentukan diri dengan cara ini biasanya jangka panjang berencana stratejik melalui beberapa kegiatan atau tahapan.

Pengurus organisasi sosialpolitik. Sudah barang tentu. Membangun budaya dan naluri. di samping imbalan resmi 56 . sesuai dengan pilihan: budaya sportivitas. meloncati pagar. Mencari pasangan yang menguntungkan dengan komitmen jangka pendek atau komitmen jangka panjang 9. berpikir pendek. nnaluri naluri kemenangan. Pembentukan kader oleh kekuatan sosialpolitik didasarkan pada kepentingan dan program kekuatan sosialpolitik yang bersangkutan. dan bisa menjadi patologik-sosiatrik pada periode siklus lima tahunan kedua. budaya keterpilihan. Naluri kemenangan itu: “the winner takes all” 4. Menjadi power-seeker Kader politik yang berani dan siap menempuh otodidaktik di atas terlatih untuk berkeperibadian mandiri san berwatak kuat. Mengenal masyarakat seempatik-empatiknya 2. melangkahi marka 11. budaya persaingan. sang kader menuntut imbalan dari masyarakat pemilih.” dan siapa “kita.6. Mengemas fokus keinginan menjadi visi-misi ke depan 6. Mengidentifikasi budaya. melalui proses instant. Self-commitment menjadi pekerja politik atau kader politik 9. Karena merasa sudah membayar. budaya perlombaan. Lamar-melamar. Merancang dan melancarkan strategi pembukaan front politik 8. dilamar oleh sponsor atau melamar kendaraan 12. Incumbency dalam pemilu merupakan isu dilematik. Kekuasaan dibentuk dan direbut semudah mungkin. Karena imbalan dari sponsor berupa kesempatan sudah didapat. Memetakan kekuatan sosialpolitik masyarakat. diperlukan aturan perundang-undangan yang memungkinkan kader otodidak (perseorangan) tanpa melalui kendaraan politik untuk dibalonkan dalam pemilu. Membangun vote getting dan vote getter 10. kader merasa berhak dan menuntut imbalan dari fihak terkait (sponsor dan masyarakat) 14. pelaku kekuasaan adalah kader buatan hasil karbidan. Jika ada kesempatan. Aji mumpung dijadikan mantra 7. Aktivis sosialpolitik membangun jejak politik positif dalam masyarakat 7. siapa “mereka. Berburu kesempatan bisa juga berwujud rekayasa peluang dan pengondisian masyarakat. belajar manajemen politik 8. Membayar lamaran dengan janji atau uang kontan kepada sponsor 13.” siapa “kami. karena ia menguasai segala sumberdaya.” 5. 1. Fihak patahana (incumbent) jauh lebih gampang. Biasanya pragmatik. tanpa ideologi. kebutuhan dan kepentingan masyarakat untuk dijadikan alat atau tujuan perjuangan 3. Dua. budaya kontestasi. berburu kesempatan (power seeking).

Bukankah ia pilihan? Masyarakat pemilih diharapkan mengantisipasi tuntutan tersebut 15. Janji-janji diumbar. berakhir pada kemenangan di satu fihak dan kekalahan difiihak lain. Grand Strategy. ia berhak mendapat perlakuan istiewa yang tidak dimiliki orang lain. Saat inilah kualitas warga mendapat tantangan politik paling dahsyat 1. biasanya tanpa commitment. Dayatarik terkuat adalah naluri kemenangan (victory). urusan kemudian. Tiga nilai berakhiran “y” ini. ziarah ke tempat-tempat keramat dioleh-oleh’in azimat pamungkas 11. siapa licik dan banyak uang. lama-lama jadi tujuan. Pesta demokrasi berarti merayakan kemenangan. Promosi calon diluncurkan 8. dan RoadMap kampanye dibuat 7. konon pula sanksi (konsekuensi. yang lain kehilangan 4. dan panggung kontestasi (contestation). iming-iming digantang. prapemilu ditandai dengan persekongkolan tertutup: “pokoke menang dulu. Medan perang. bitang-bintang digantungi harapan.dari Negara. pasar taruhan dan tarungan. Didorong keras oleh naluri 3Y dan pengandalan kekuatan. Panggung kontestasi berarti siapa yang secara objektif memenuhi syarat. Image building dilancarkan 9. kemuliaan (glory) dan kemewahan (money). Misalnya karena calon terpilih. Silaturrahmi dengan tokoh-tokoh sakti. 5. loser loses all 2. dia mendapat. Masyarakat pemilih disiapkan. Debat publik (public debate) dengan topik tandingan pilihan disiapkan 10. bukan alat 12. Pendaftaran balon dengan seabreg persyaratannya supaya lulus menjadi calon 2.” Saat itu yang terbayang adalah imbalan sebuah kemenangan: 57 . fihak “sana” diamati dan diantisipasi 3. Garda pengamanan pemilu dilatih dan disiagakan 6. gegap gempita. Tim “pemenangan pemilu” dibentuk 4. Segala akal. Pasar lelang sapi. Winner takes all. menghambur-hamburkan uang. Pemilu banyak dipersepsikan sebagai medan perang. Grand Design. 3Y. pasar dagang (lelang) sapi. 1. daya dan dana dikerahkan. Kader menjadi bakal calon (balon) Tiga. Empat istilah itu membawa makna yang berbeda satu dengan yang lain. menjelang dan saat pemilu. risiko) jika terjadi wanprestatie 13. Pasukan kampanye disusun dengan semboyan-semboyannya. sekali untuk selamanya 3. keterpilihan memihak padanya Berbagai langkah. pesta demokrasi.

rezim incumbent dan rezim coming back. kewajiban. Perbedaannya ialah. Rezim ini jika ada kesempatan. digerakkan oleh tiga babak perilaku kekuasaan terdahulu: 1.” tidak bisa melanjutkan yang lalu karena kondisi sudah berubah. dsb 16. Kader buatan (rekayasa. konsekuensi. coercion. hutang. buatan. Telah dikemukakan bahwa varian Siklus Pertama. Intimidasi. perilaku ini perlu dipelajari dan diantisipasi oleh warga. nothing to lose.” Beban.“winner takes all. karbidan) atau kader yang terpanggil untuk 58 . rezim incumbent gampang terpeleset ke sikap “biarin. di Indonesia siklus lima tahunan. Dalam bentuknya yang formal dan konkrit. janji. force. membulatkan tekad. 6 REKONSTRUKSI ILMU PEMERINTAHAN: SUBKULTUR KEKUASAAN DENGAN SUBKULTUR SOSIAL Subkultur Kekuasaan (SKK) Gambar 17 menunjukkan bahwa untuk mewujudkan keadilan sosial yang tidak dapat terwujud melalui SKE saja. dan death sentence. bisa belajar dari kegagalan atau kesalahan yang lalu dan membaharui diri. kekuasaan itu bekerja siklik. terutama oleh incumbent dan partai politik. beberapa waktu kemudian pecah kongsi garagara motifnya hanya kepentingan sesaat 14. dibutuhkan sumbkultur lain. Serangan fajar 15. dan varian Siklus Kedua tidak berurutan (coming back) rezim yang sama. provokasi. yaitu authority. Lagi-lagi. Pemilu! Proses power seeking dan power hunting di atas dilakukan semudah mungkin. Sebaliknya bagi rezim coming back. Modelnya seperti Gambar 28: KEKUASAAN POLITIK ------------> KEADILAN SOSIAL Gambar 28 Subkultur Kekuasaan Maka terbentuklah SKK yang didambakan itu seperti telah diuraikan di atas. Siklus lima tahunan itu bervariasi. Perilaku kekuasaan rezim yang sama sepanjang tiga babak di atas pada rezim beginner. dan pertanggungjawaban. violence. sehingga kinerjanya good. Biasanya tujuan menghalalkan segala cara. relatif sama. varian Siklus Kedua berurutan (incumbent). black campaign. Kepala dengan wakil kepala yang semula sepaket saat pemilu. dengan cara apapun. tidak kelihatan. yaitu SKK dengan nilai-nilai kekuasaan yang dikandungnya.

. Berdasarkan aji mumpung (berpikir pendek) atau berdasarkan pemikiran jangka panjang. keabsahan). waktu dan biaya 2. Tepuk tangan dan pekikan “Hidup Sang Raja. dan Money (3Y). kita dielu “Saudara Sebangsa. warga. Glory. Apa yang terjadi dengan kita. Victory. suka tidak suka. Dari fungsinya sebagai alat. Saat kita datang di TPS.” tapI saat ia memetik hasil. Kita ditayangi dengan image yang memesona 3. Yang paling dahsyat dampaknya adalah pemilihan (voting) berubah menjadi pemungutan suara. . sampai siklus kekuasaan terpilih itu berakhir dan bisa juga selama-lamanya. voter kehilangan suara. sehingga karena suaranya sudah dipungut (diambil). dan kehilangan suara diartikan sebagai kehilangan hak bersuara. kita 59 . . Kita dirayu dekapan yang membara 5. . penguasa diamdiam “nyam.” diimbal sepuluh ribuan kumal 9. kita telah berkorban. Selama berkuasa 6. penguasa berseru: “Atas nama Rakyat. nyam” dan pada saat pemilu? 1. nyam. Suara kita yang setara dengan suara Tuhan dihargai sekaos oblong atau seikat kepala 8. menjelang 1. mewarnai tiga babak lanjutan perilaku kekuasaan. yaitu 4. Menjelang dan berakhirnya siklus lima tahunan Secara singkat dapat dikatakan. kita bukan lagi siapa siapa Ya bukan lagi siapanya siapa. Kita disuguhi karung kucing yang isinya ular 6. Terpilih dan mulai berkuasa 5. pembentukan kekuasaan dilancarkan bisa dengan dengan cara apapun guna mencapai 3Y. .” Saat kembali dari pemilu. sadar atau tidak. Kita dibius dengan sihir serangan fajar sehingga kitapun mencontreng atau mencoblos tanpa sadar 7. Saat membutuhkan alasan pembenaran (legitimasi. dan memuncak dengan 3. Kita dibebani harapan keberlanjutan sukses atau kekecewaan yang mendalam kekeliruan rezim yang silam 2. terutama hak untuk mengontrol dan menjaga pilihannya. Saat kita datang. atau keterpilihan (elektabilitas). . 3Y bisa berubah menjadi tujuan. dan bisa juga dengan cara-cara demokratik yang sehat. 10. Kita dibuai dengan janji-janji yang memikat 4. .mengabdikan diri di ruang politik 2. Tatkala kita mencontreng atau mencoblos surat suara.

telah membayar janji-janji yang diumbarkan kepada kita.” maka seberhasil apapun fihak terpilih melakukan kewajibannya. cara dan alat penagihan janji. hutang budi dibawa mati. Dulu. dan fihak lain disebut penjanji. Oleh sebab itu kita disebut pelanggan. Mengingat fihak terpilih memegang kekuasaan. semua imbalan sudah di depan mata 2. yaitu janji haruis ditepati. kita berada pada posisi penagih. badan 60 . Pada saat yang sama. Sekali lancing keujian. bukan janji yang kuat dan utuh. violence. satu unsur penentu dan pengikat sebuah perjanjian. tidak punya dan tidak diberi kesempatan untuk bargaining. apakah proses pemilihannya bersih atau pake buntut. sekaligus dengan sanksi dan alat pemaksanya. manakala ternyata fihak penjanji melakukan wanprestatie Apa pula yang terjadi dengan power seekers dan power getter setelah terpilih? 1. response terhadap kekuasaan Negara di satu tangan. mereka hanya ngomong doing. saat kekuasaan Negara berada di beberapa tangan (badan legislatif. harus disepakati dahulu (committed) prosedur. Janji adalah hutang. kita berhak menerima “barang” yang dijanjikan 3. itulah yang membangun Trias Politika. perilaku SKK itu berubah (Gambar 17). Jadi “janji” sepihak. seumur orang tak percaya. begitu terbentuk. Power seeker sebenarnya tidak mau terikat janji. kitalah yang bodoh yang menganggap gombal itu sebagai janji lalu kita simpan dalam hati 5. bengis dan menindas. warga pemilih. Mabuk kemenangan. kita disebut terjanji. dan melegitimasikan “kemenangannya” (keterpilihannya) sebagai anugerah Tuhan (pilihan Tuhan) Sayang sekali. Oleh karena “ideals can never be more than partially realized. dan fihak terpilih pada posisi tertagih 8. Sebenarnya disebut “janji” atau “kontrak politik” antara power seeker dengan warga. yang mengandung nilai-nilai authority. Memuji-muji konsultan politiknya setinggi langit melalui iklan resmi gedegedean (Kompas 060910). Oleh sebab itu. Sebagai pelanggan. force. Janji-menjanji ada hukumnya. Pestapora nampang di depan kamera 3. 4. Begitu dinyatakan terpilih. dia selalu berhutang kepada kita. Kita membeli “barang” yang belum dan belum tentu kita terima. karena kepada kita. calon terpilih euphoric nggak ketulungan. karena kita yang berharap-harap cemas 7. fihak terpilih berhutang dan kita berpiutang 6. Kini. dan sentence-to-death. Dalam hubungan itu. coercion. Hutang emas dapat dibayar. sehingga perilaku kekuasaan corruptive.

bahkan ia menjadi kekuasaan otonom. bukan? 2. Apa pasal? Mengapa di lingkungan bangsa-bangsa maju variasi mekanisme check and balance antara badan legislative dengan badan eksekutif itu efektif. kalau perlu dengan paksaan. Parpol pun sangat dominant (Kompas 171011. pertanyaan terhadap penggunaan kekuasaan Negara dilarang keras-keras. Padahal.eksekutif. Sebelum pemilu. sehingga apapun yang dilakukan atau tidak dilakukannya selama lima tahun. Yang keberatan dianggap “lawan. 1). komitmen itu utuh “dua tangan. harus lemah-lembut dan sopan 3. tidak berbentuk hubungan check and balance tetapi hubungan salesmanship. dan ikatan itu kuat.” mengikat (ada sanksinya). Rezim terpilih (legislatif dan eksekutif) berasumsi. Fakta hukum sebenderang apapun. ada lembaga ekternal yang bebas yang berfungsi menegakkannya. masih Negara Peraturan. benar-benar “mewirausahakan (= memperdagangkan)” ruang publik. . dan harus ditumpas dengan peluru panas. kader-kader parpol memosisikan diri dan membangun citra sebagai sample dengan masyarakat konstituen sebagai populasinya. . Seperti terjadi saat kasus Mesuji. dan tentu saja Papua Demi stabilitas politik. dinyatakan sebagai maker. keterpilihan itu merupakan legitimasi kekuasaannya. tidak berkekuatan dan tidak berkesempatan mengontrol pilihannya. Tetapi begitu terpilih melalui pemilu (bermafia?) mereka berubah menjadi (juga) sample kekuasaan Negara. Badan legislatif berposisiganda dan memainkan kedua posisinya itu sesuai kepentingannya. Seusai “pemungutan suara (pemilu)” para pemilih benar-benar kehilangan suara. Badan legislative ini anak kandung yang memangsa induknya. Indonesia belum Negara Hukum. tidak terurus manakala belum ada aturannya. . Sape. Terutama masyarakat bawah. tidak boleh diganggugugat. ditindak dengan tegas 61 . Fakta hukum seberat apapun dibiarkan. tangkas dan cerdas.” Tetapi fakta hukum sesepele apapun jika pelakunya masyarakat yang tak berdaya. sepedih apapun rasa keadilan terluka. bisa dituduh separatisme. miskin atau tertindas. adalah sah. bukan komitmen tetapi produk tawar-menawar harga. . Durhaka.” Penggugatan terhadap keabsahan itu (pertanyaan terhadap dan sepanjang penggunaan kekuasaan) dianggap sikap oposisional dan jika sikap yang dianggap oposisional itu berlanjut dalam bentuk gerakan. 4. dan badan judikatif). dan jika berbentuk tindakan. kualitas perilaku koruptif dan mafiosonya justru semakin licik. manakalah “belum cukup buktinya. masyarakat luas. Kalaupun ada balance. walau . Hubungan yang terbentuk antar sesama warga Trias Politika. Tidak cukup dimasukkan ke lorong Dewan Kehormatan atau Komisi Etik internal yang akhirnya membuangnya ke laut lepas. tetapi di Indonesia tidak? 1.

dan otonomi daerah. Hukum tidak dibuat oleh manusia melainkan diakui dan dilindungi olehnya. semakin hari semakin canggih. Hanya sampai di situ.” “hasil penelitian para ilmuwan.sesuai peraturan yang berlaku. masing-masing asyik berbicara tentang reformasi birokrasi (RB) menurut seleranya sendiri-sendiri. belum berhasil dijadikan masukan ke dalam proses kebijakan publik. reformasi. tetapi selalu terbungkam. Korupsi berkembang terus. tidak ada tempat bagi penyelenggara Negara yang senang “cuci tangan” dan gemar mencari “kambing hitam” 5. Setiap orang menjerit dan berteriak. dengan anggaran triliunan rupiah. tanpa pandang bulu-bulu. politik dan peraturan yang sakit. Mengapa ya? Barangkali karena penyakit dengan obatnya tidak cocok. Ironinya. 7. pola perilaku itu mewabah sejak pemerintahan berada dalam era demokratisasi. bisnis. eeeee tau-taunya masuk hidup keluar mati. Mengapa ya? Kaum ilmuwan cendekiawan yang masuk ruang politik dan birokrasi itu. trend dan rerata kuantitatif-statistik dengan dalil “angka adalah fakta. bukan hanya Negara accountable. Berbagai seminar dan temu ilmiah yang diselenggarakan selama 20 tahun 1980-2000) baru sebatas wacana informal. sampai lurah dan ketua erte. tetapi juga dengan mengerahkan tirani angka-angka persentase. Sejarah yang mengajarkan jauh lebih mudah menumbangkan kekuasaan otoriter ketimbang menegakkan “pemerintahan pro rakyat” melalui kekuatan fisik. 6. namun baru diakui secara 62 . mana mau mengaturnya? Negara Hukum adalah Negara yang omnipresent bertanggungjawab atas segala yang terjadi di dalam wilayah negara (responsible). Para pengatur dan pengurus Negara yang cenderung melanggar hukum. Maka politik. membangkitkan asa untuk mengubah keadaan melalui gerakan ilmiah (scientific movement) yang di bidang pemerintahan telah dimulai sejak awal tahun 80-an. setidak-tidaknya masuk hidup keluar hidup-hidup. menteri. dan birokrasi berpola perilaku mafioso dan korupsi terdapat di mana-mana di seluruh pelosok ranah pemerintahan. walaupun peserta seminar dan temu ilmiah terdiri dari pejabat yang berkompeten di bidangnya. Sejak tahun-tahun yang disebut Era Reformasi. tahun demi tahun disusun program dan projek RB.” yang ditayangkan dari angkasa makro ke dunia bawah yang tidak berdaya. Dalam Negara hukum. hehehehe. eeee cuma birokrasi yang diobok-obok 8. tidak hanya oleh represi Negara dengan menggunakan segala kekuatan fisiknya. mulai dari presiden. dengan menggunakan pakaian kebesaran bernama Grand Design (GD) Reformasi Birokrasi (RB) lengkap dengan Roadmap (RM)-nya 2010-2025. seharusnya masuk mati keluar hidup.

Demikianlah pada suatu saat. Pertama. bunga papan berderet beratus meter sepanjang jalan saat pesta kemenangan.” ia jatuh cinta pada dirinya sendiri. Namun baru sampai di situ 9. Tiadakah seorang di antara mereka layak untuk disayang? Apakah cinta dan kasih sayang antar lelaki dan perempuan hanya untuk kalangan istana Olympia? “Kami terhina!” “Kami tersiksa!” “Kami terluka!” demikian ratapan mereka. Narcissus melanjutkan hidupnya yang tidak mengindahkan cinta. Kekuasaan dengan dirinya telah menyatu. Kedua. “jatuh cinta berarti bersama dan tak terpisahkan biar sekejap pun untuk selama-lamanya. Seorang yang teragung dan terbijak di antara para dewi kayangan bernama Nemesis (yang berarti dewi kemurkaan yang budiman.” Bab VII Kybernologi dengan Kepamongprajaan. Dinding istana jebol juga. dan kemudian digunakan dalam analisis “Bedah Iklan. Hati sejumlah petinggi istana tergugah. “Baru aku tau. Lihat baliho dan foto-foto raksasa. . bayangannya 63 . .” demikian Narcissus berkata pada dirinya sendiri. ia jatuh cinta (pada bayangannya). biarlah (dia) jatuh cinta pada dirinya sendiri” (May he who loves not others love himself). namun yang jatuh cinta pada dirinya sendiri. tidak nyata. . bukan pada orang lain. Mau jadi Narcissus? Bacalah ceritanya yang memilukan dalam Bab VIII Kybernologi Sebuah Charta Pembaharuan (2007). Narcissus adalah pria ganteng sejagat yang digandrungi oleh setiap dewi di langit dan putri di dunia. Sudah banyak jatuh korban. 1) dalam bentuk. para pembaca dan pemirsa. jika ia pergi. karena bayangannya tidak nyata. Terlebih Zeus! Sidang darurat kabinet pun digelar. karena ia (Narcissus) sangat mencintainya. Ia terkutuk. Ēchō salah seorang di antaranya. Kekuasaan itu narcissistic penuh. Narcissus berada dalam masalah besar. Di berbagai pelosok para gadis berkumpul memanjatkan doa.” Nah. ketika Narcissus membungkukkan dirinya untuk meneguk air di sebuah kolam yang jernih.samara-samar dan sekilas terbuka oleh penyelenggara pemerintahan beberapa hari yang silam (Kompas 201011 dan 211011.” “Kini aku tau.” akunya. “betapa perihnya hati kaum wanita karena terluka oleh sikapku nan sombong dan mempermainkan mereka. Kekuasaan memandangi orang lain dengan “kacamatanya sendiri. .curhat. Jarum dengan Benang (2011). Ia tak terpisahkan lagi dengan bayangannya. ia jatuh cinta pada bayangannya sendiri. dirinyapun lenyap. ditembus oleh doa suci kaum wanita. Dalam legenda Yunani Kuno. righteous anger) ditugaskan mengeksekusi keputusan tersebut. . Keempat. dan mengabaikan hysteria kaum wanita. Ketiga. ia tidak bisa membawa kekasihnya pergi bersama. ia terikat pada sesuatu yang semu. Keputusan diambil secara aklamasi: “Barangsiapa (lelaki) tidak mencintai seorangpun (perempuan). . begitu ia melihat bayangannya sendiri. dan ketika kekuasaan berakhir.

” itulah ucapan terakhir Narcissus. persoalan kemudian. Terpilih dan Mulai Mengunakan Kekuasaan. oleh sebab itu wajib dipatuhi dan dimuliakan. Merasa sebagai pilihan dewata. farewell. sera! Empat. warga masyarakat (fihak terjanji).” timbul sikap reaksioner. Memakai pakaian kebesaran dan memuliakan pelantikan dengan semua imbalan di dalam saku celana 4. Membayarnya bagaimana? 11. mau tidak mau Narcissus harus tinggal di kolam itu selama-lamanya. 9. farewell. terutama sumber alam b. “Only death can set me free. atasan.” kemudian setelah masajabatan berakhir. agar tidak kehilangan. Sebab tidak ada common commitment formal antar semua kekuatan sosialpolitik bahwa siapapun yang terpilih pada siklus kekuasaan lima tahunan sepanjang 20 tahun pembangunan jangka panjang harus berjalan pada rel duapuluh tahun yang telah ditetapkan dalam RPJP. . Karena keterpilihan itu dimaknai sebagai kemenangan dengan dorongan naluriahnya. kafilah berlalu” 10. hanya kematian yang memisahkan mereka.” maka justru di lapangan mulai timbul persoalanpersoalan besar yang sebelumnya dianggap gampang atau tak terpikirkan. Mabuk kemenangan. pada aras makro sumber-sumber. ia kena ganjaran 5 tahun penjara 3. yang disusul dengan “farewell. Ada yang memasang plakat emas di dinding ruang kerja seorang bupati: “Bagimu Rakyatku.hilang (dari kolam). “memusuhi” media. maka terjadilah perilaku sebagai berikut: 1.” Que sera. berdasarkan UU pada tingkat statal dan Perda pada tingkat lokal. Setelah pesta. Kelima. euforia 2. pada aras meso. dan akhirnya “anjing menggonggong. Karena pada masa prapemilu power seeker bersikap: “pokoknya menang dulu. tanpa sosialisasi menjadi visi-misi daerah 6. Keenam. Kaget atau panik menghadapi persoalan yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Memang ada UU 25/04 tentang SPPN dan UU 17/07 tentang RPJP 20 tahun. proyek-proyek Negara dan daerah yang dikelola oleh dan melalui birokrasi 64 . diulangi oleh Ēchō yang dengan setia menunggu di sana “farewell. dan pada tingkat local. penguasa merasa “terganggu. tetapi siapa peduli? 7. Itu berarti ia kehilangan cinta. mulai mengunakan kekuasaan dengan pandangan jangka pendek sepanjang masa jabatan lima tahunan 5. Berbagai fihak menagih janji: sponsor (donator pemilik kendaraan pemilu). pestapora. Untunglah ada sapi perahan: a. curigamencurigai. 8. Visi-misi yang dipaket dan dijual saat prapemilu dijadikan renstra.” terdengar sebagai kesah bernada penyesalan tapi sudah terlambat.

bagaimana Negara melayani warganya melalui redistribusi nilai dan pemberdayaan masyarakat? 17. Konon pula berempati dengan mereka yang budayanya (budaya kemiskinan) jauh berbeda dengan budaya kekuasaan! 16. Rangkul teman 19.c. Supaya prosedurnya mudah. dengan memanfaatkan teknologi informasi canggih 4. Aktor siklus pertama kembali. lebih bersikap inovatif dan improvisatory 6. pada aras mikro pembayar pajak (tax payers) dan jangan lupakan “jasanya” $dolar yang tergeli-geli saat diminta untuk menjajah anak-cucu kita 12. Popularitas diburu dengan menggunakan segala cara. Inilah sumber dana pembayaran hutang 13. yaitu “the winner. Negara asyik dengan dirinya sendiri (narsistik). Nah. Pada gilirannya hal tersebut menyebabkan Negara semakin tidak mengenal warganya sendiri. takes all. maka jarak sosial (social distance) dan jarak kekuasaan (power distance) antara penyelenggara Negara dengan warga masyarakat.” dan liriknya “antarkan daku dengan selamat sampai di akhir perjalanan. Aktor siklus kedua lebih bersikap bertahan. bagaimana Negara tau kebutuhan warga masyarakat. “Komplotan” dengan tugas Amankan. Image building lebih diutamakan ketimbang achievement 3. dan penagih. Aktor kekuasaan menggunakan kekuasaan seuntung mungkin 2. Pada state-of-the-art (SOTA) seperti itu. terkadang acuh-tak-acuh karena “nothing to lose. semakin lebar dan timpang 15. selama berkuasa. Aktor siklus pertama baru. Siklus kedua melakukan butir 17 dengan sekuat-kuat tenaga Lima. hukum adalah peraturan 14. actor siklus pertama kembali (back comer) dengan aktor siklus kedua (incumbent). ini kebenaran! Pemenang pemilu. Karena fihak terpilih jauh lebih memosisikan diri sebagai sample kekuasaan ketimbang sebagai sample warga masyarakat terjanji. dan kalau tidak tau. 1. menjaga make-up. ditebarkan ajaran seakan-akan peraturan adalah hukum. Dalam hubungan itu terdapat perbedaan besar antara aktor siklus pertama baru (new comer). Siklus pertama berusaha merebut siklus kedua berikutnya. Selama berkuasa actor kekuasaan menunjukkan aneka langgam perilaku. pelanggan.” Partai politik “pemenang pemilu” menguasai perusahaan negara (BUMN) dan birokrasi yang sarat dengan proyek-proyek pembangunan dan pengadaan barang.” maksudnya sampai akhir masa jabatan tanpa diburu-buru kapeka 65 . Tutupi dan Hapus Jejak 18. bersikap lebih ofensif 5.

supaya dengan demikian ada proyek lanjutan dan tambahan biaya. sebagaimana terbaca dalam hampir seluruh media. once implemented. dielus dan “dilatih” sebagai barang mainan. manakala berbagai masalah dibiarkan membesar. Rupanya yang terjadi di atas sana di negeri para actor kekuasaan tidak jauh dari apa yang terjadi di kerajaan Olympus seperti dituturkan oleh pujangga bernama R. semakin membumbung biayanya. perkara kecil dibiarkan menggantung dan tidak tuntas. Kebijakan diimplementasikan setengah hati. and their Olympic household. semakin dahsyat korupsinya 10. bisa pula yang seorang mengundurkan diri 11. Kompas saja. Di sana sini terjadi “pecah kongsi” antar anggota koalisi atau antara dua sejoli.” birokrasi negara di pusat dan di daerah justru sebaliknya: membesar (big-sizing). joking.7. They fail because they never get past the implementation stage at all. Institute for Develompent Policy and Management. Aktor kekuasaan membius kita dengan menjanjikan kepuasan sebagai tolokukur pelayanannya. Heroes. H. Wujud pecah kongsi itu bisa yang seorang mendepak yang lain. University of Manchester (2001): “Most reforms in government fail. apara actor kekuasaan adalah dewi dan dewa. duplicating. Hera. dan escalating 9. warga masyarakat? Sebagian Pengantar Kybernologi 2015 (2011) berbunyi sebagai berikut.” dan “Presiden di Titik Nol 66 . feasting. kepala daerah dengan sang wakil. Jauh lebih menguntungkan perdagangan politik. semakin besar proyek. They are blocked outright or put into effect only in tokenistic. Jauh lebih gampang dan menguntungkan pasar politik untuk membentuk lembaga atau unitkerja baru ketimbang mengoreksi atau mengganti lembaga atau organisasi yang tidak becus bekerja.’” “Citra KPK di Tubir Jurang. api dalam sekam dibiarkan supaya terjadi kebakaran. Bukankah kepuasan itu gampanng direkayasa? 8.” “Kota Tanpa ‘Masa Depan. half-hearted fashion 12. overlapping. warring. SKK bertransaksi (berdagang) dengan SKE dengan segala cara Sementara itu. They do not fail because. memuat judul-judul berita seperti “Ada Grand Design Pembubaran KPK. Semakin berat masalah. kita tidak berdaya dan menggeletak tanpa asa 13. satu di antara media aliran tengah. D. and Men of Ancient Greece (1957): “Zeus. Maka di tengah-tengan semboyan reformasi birokrasi berbunyi “langsing struktur kaya fungsi. they yield unsatisfactory outcomes. dan kita adalah manusia piaraan. Charles Polidano dalam Why Civil Service Reforms Fail. playing tricks on human. Visi ke arah 2015 secara kumulatif terbentuk di dalam masyarakat. Rouse di sampul belakang bukunya Gods. apa yang terjadi dengan kita.” Mereka. duri dalam daging dibiarkan supaya terjadi perang. Lelah dipermainkan.

bukan pendekatan midi atau maksi. sementara para aktor kekuasaan di atas sana berperilaku seperti di atas. maka kualitas kita kembali menjadi pelanggan (customer) untuk kemudian meningkat menjadi consumer. dan beroleh kualitas sebagai pelanggan. perubahan pada tahun 2014/2015.” Sentilan melalui media elektronik lebih sarkastik. “adalah 1 Keuangan Yang Mahaesa. Sekali lagi. 3 Persatuan Mafia Hukum Indonesia. Terlalu jauh untuk dapat dicapai oleh tangan-tangan Negara e. Sifat kritisnya tahun 2014/2015 itu semakin nyata. Walau kita sudah membayar. 2 Korupsi yang Adil dan Merata. “Pancasila 2011. karena a. kita disebut korban 3.” demikian salah satunya.” Orang bisa saja membantah atau menolak berita-berita bernada negatif tersebut terhadap rezim yang sedang berkuasa. tetapi berjuta-juta di luar sana yang sama sekali tidak atau tidak sempat menikmati layanan yang mereka dambakan. maka kualitas kita merosot lagi menjadi mangsa 5. 4. Tidak menguntungkan Negara. dsehingga kita terperdaya. dan kalaupun PD berhasil mempertahankan citranya. Mangsa tidak cukup hanya diberdayakan tetapi harus diselamatkan. melainkan diperdayakan. Oleh sebab itu. Kualitas kita sebagai manusia berubah dan merosot lagi. karena tidak dapat menjadi objek pajak atau semacamnya d. Tidak berdaya dan sudah pasrah. Jika sebagai korban kita diberdayakan oleh Negara dalam arti enabling dan empowering. dan 5 Kenyamanan Sosial Bagi Seluruh Keluarga Pejabat dan Wakil Rakyat. Artinya pendekatan makro kita jauhi dan pendekatan tirani angka-angka kuantitatif kita hindari. Tidak termasuk kurva normal statistik alias kelompok minoritas c. Tetapi jika kita tidak diberdayakan. sementara dunia berubah pesat. 2014/2015 harus diantisipasi dengan sungguhsungguh. Sebagian kecil di antara kita sempat kebagian satu atau dua macam layanan yang kita butuhkan sehingga kualitas kita disebut konsumen (consumer). tidak ada kesempatan atau kekuatan untuk menagih atau meminta 2. namun satu hal yang pasti. Terlupakan (ingat lagu “I ‘m Nobody’s Child” yang popular tahun 60an?) b. apa yang terjadi dengan kita di bawah sini? Untuk menjawab pertanyaan ini. 4 Kekuasaan yang Dipimpin oleh Nafsu Kebejatan dalam Persekongkolan dan Kepura-puraan.Kekuasaan. tentu orang berselera lain di antara kalangan elit PD yang naik kursi RI-1 berikutnya. 1. Diselamatkan artinya diberi kepercayaan (membuatnya percaya) dan membuatnya berpengharapan 67 . Masajabatan kedua SBY berakhir. namun karena tidak menerima layanan yang menjadi hak kita. manakala “Pancasila 2011” di atas terjadi benar. marilah kita bersepakat untuk menggunakan pendekatan mini.

warga. cuci tangan. dan kecenderungan itu berubah menjadi perilaku nyata manakala ada niat. Jika tidak. campurtangan. kolusi. dan kualitas lain yang kita sendiri tidak sukai 7. misbruik van recht e. pembiaran adanya reasidu dan bolongan pemerintahan j. dan permisi atau pembiaran dalam masyarakat: a. antagonist. kesempata. pelalaian kewajiban. nihilis. banyak tangan. korupsi. sikap pangku tangan. yaitu menjadi negative figure: separatis. dan ini fatal.6. detournement de pouvoir b. dan nepotisme (KKN) g. kekuasaan itu cenderung (bernaluri). pelanggaran HAM h. dan lempar batu sembunyi tangan Terbentuknya kualitas masyarakat sebagai korban dan mangsa dapat direkonstruksi seperti Gambar 29 NEGARA------>PRODUK------>PELANGGAN (SKP) | --------------------| | BERDAYA TAK BERDAYA | | | | KONSUMER KORBAN | --------------------| | DIBERDAYAKAN TAK DIBERDAYAKAN | | | | KONSUMER MANGSA | ----------------------------| | DISELAMATKAN TAK DISELAMATKAN | | | | KORBAN DIMANGSA DISANTAP | dst Gambar 29 Dari Pelanggan Menjadi Mangsa 68 . onrechtsmatige overheidsdaad d. Seperti terlihat pada Gambar 11. abus de droit c. ya kita ini. bisa berubah dan kualitas kita jatuh ke ujung tubir. wanprestatie f. pembiaran berlangsungnya ketidakadilan. terutama kewajiban konstitusional i.

semuanya di bawah kelihatan samar. perjanjian formal) antara kekuasaan dengan masyarakat agar ada tekanan pengaturan. kecenderungan. Kalau dilihat dari atas. SKK harus dikontrol. dan serahgam.Enam. actor yang come back bisa gagal dan bisa berhasil. ada kekuatan pemaksa penepatan janji dan kebijakan dikontrol agar tetap memihak rakyat. air bah melanda Perancis. Perilaku kekuasaan menjelang berakhirnya siklus kekuasaan. Contohnya income per capita dan pertumbuhan ekonomi. liar dan kanibal. bahwa dia sukses. kesenjangan. perbandingan antar bangsa memperlunak ketidakadilan internal. Komunikasi politik dengan warga masyarakat semakro dan seglobal mungkin. bukti-bukti dan jejak dihapus) 2. konon pula buat 40 orang terkaya Indonesia. Fakta yang sesungguhnya tersembunyi di belakang angka-angka itu. rata. ia bertanggungjawab menurut rumus TJT (pelanggan bertanya. Mempersiapkan pertanggungjawaban seformal mungkin (kuitansi. Bukankah nothing to lose? Salah seorang raja Perancis dulu berkata. dan ketidakadilan tidak terlihat. Aktor baru. sedangkan actor incumbent mati-matian bertahan. terlebih jika ingin memakai semboyan “lanjutkan!” berusaha mati-matian meyakinkan warga. bukankah di mana-mana juga terjadi korupsi dan mafia? Contoh buruk dan pujian dari Negara lain dijadikan alasan pembenaran keburukan dan penindasan di dalam negeri sendiri. Pintar ya? 3. siapa peduli? (Sinisme orang Betawi berbunyi: “emangnye gue pikirin?”). Angka $ atau Rp income per capita dan angka % (persentase) pertumbuhan akonomi itu faktual bagi orang berada. tetapi kebohongan bagi jutaan yang tidak memiliki apa-apa sekarang dan di masadepan Oleh sebab itu. dilihat dari atas bukan dilihat di bawah. Komunikasi makro dengan menggunakan frame-of-references (FOR) kekuasaan dan bukan FOR kita. Di tengah SKK dikawal dan dijaga agar perilakunya tidak berperilaku KKN. Di hulu SKK dikontrol melalui komitmen bersama (kontrak. perbedaan. berbeda menurut kualitas actor: actor baru (new comer). Komunikasi sekuantitatif mungkin dengan menggunakan tirani angkaangka rerata. tetapi tak peduli dengan kinerja. actor kembali (comer back) atau actor incumbent. warga. Kekuasaan bisa jadi gila. Dengan komunikasi global. pendorong perilaku positif dan pencegahan perilaku negative. berita acara beres. generalisasi dari sample ke populasi. demikian William A. setelah aku. menjelang berakhirnya kekuasaan. dan di hilir SKK dimonev agar ia tidak hanya akuntabel tetapi lebih daripada itu. Cohen dan Nurit Cohen dalam The Paranoid Corporation and 8 Other Ways Your Company Can Be Crazy (1993) 1. Negara 69 .

Apalagi manakala SKK (dibiarkan) jalan sendiri. Salah satu kewajiban kita selaku warga masyarakat adalah peduli terhadap mereka di atas sana.(dalam hal ini pemerintah) menjawab. memperbaiki. Caloncalon power seekers yang terpilih dan duduk dalam ruang legislatif Negara. Di Indonesia ada dua lembaga perwakilan. Apakah di dalam hati mereka bahagia? Oleh sebab itu. dan nampak pede didesak wartawan. Subkultur Sosial (SKS) Jika SKK berjalan berduaan saja dengan SKE. masyarakat membutuhkan peran yang mencegah perilaku negatif. Pendek kata. kita tidak boleh hanya simpatik karena merasa separtai. mengawal. terbentuklah perilaku kekuasaan SKS mengontrol SKK SKS mengontrol Redi Hilir (Feedback) distribusi Nilai SKE<------Percaya atau Tidak-----di Tengah---| | | | | | | | | | | | SKS mengontrol SKK | | | kebi| --di Hulu-| | | jakan | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | SUBKULTUR KEKUASAAN SUBKULTUR SOSIAL SKK | | | | | | | | | | | | | | | | | | | redistribusi | | petanggunggung. tetapi patut berempati kepada mereka yang tertatih-tatih kelelahan memikul beban berat memikul dan menggunakan uang kita demi penyelenggaraan Negara. perwakilan partai (DPR/DPRD) dan perwakilan masyarakat (daerah). disebut sebagai representatives. cantik. dan menyemangati penyelenggaraan kekuasaan di dan dari luar kekuasaan itu sendiri. Selain itu. maka masyarakat nirdaya menjerit. harus berlaku adil. 2011). kita selaku warga. walau lagi dikejar KPK tetapi tetap senyum menawan di depan kamera.| -------------------jawaban SKK--nilai kpd SKS kepada SKS 70 . Namun terbersit juga pertanyaan. pemerintah men(t)anggung segala akibat dan konsekuensinya (lihat pertanggungjawaban etik dalam Bab I Kybernologi 2015. DPD. jika jawaban tidak dipercaya oleh pelanggan. Kita tidak boleh hanya menuntut hak dan melalaikan kewajiban. Peran control di hulu itu dilakukan dalam ruang kepemilihan disebut constituency dan pelakunya (pemilih) constituent. Kalau kita melihat mereka selalu nampak gagah.

Rinciannya sebagai berkut 1. Oleh sebab itu dalam masyarakat melembaga kebutuhan akan SKK (Gambar 28). pelanggan. dilakukan oleh SKK. Apakah atau sejauh manakah pelayanan yang dilakukan oleh SKK (kinerja redistribusi) memenuhi kebutuhan SKS? Redistribusi itu dan hasilnya (outcomes) dimonev oleh SKS 71 . untuk memenuhi kebutuhan SKS (kinerja redistribusi) NILAI ----redistribusi---->KINERJA REDISTRIBUSI Gambar 31 Redistribusi Nilai 2. Di atas telah dikemukakan bahwa jika SKE bekerja sendirian. antara SKE dengan masyarakat terjadi hubungan kepelangganan ekonomi. Rekonstruksi itu terdiri dari input. yaitu sebagai konstituen. Subkultur control itu tumbuh kembang antara SKK dengan masyarakat dalam seluruh kualitas masyarakat.Gambar 30 Rekonstruksi SKK dengan SKS (Rekonstruksi Berdasarkan Gambar 28) Perhatikan Arah Panah (2301121750) seperti di atas. terjanji. Siapa yang mengendalikan pasar. Lebih gawat lagi manakala persediaan (supply) barang kebutuhan itu sedikit sementara permintaan (demand) banyak. Redistribusi nilai kepada SKS. kinerjanya menjurus keketidakadilan sosial. Seperti diketahui. subkultur kekuasaan itu berkerja dengan naluri dan perilakunya yang menjauhkannya dari fungsi-fungsinya yang mulia. antara penjual dengan pembeli. mengundang “campurtangan” wasit yaitu SKK. Sepanjang sejarah terjadi konflik antara prinsip caveat emptor dengan prinsip caveat venditor. antara produser dengan consumer. dan penagih. Ternyata. benar-benar kucing. yang dapat diibaratkan antara pemain (SKE) dengan penonton yang membayar tiket. Penonton jengkel terhadap penjual yang enggan “membuka karungnya” (dalam arti seluas-luasnya) lebar-lebar di hadapan calon pembeli. supaya calon pembeli itu sempat menguji isinya. jangan-jangan ular. Itulah sebabnya subkultur lain itu disebut subkultur kepelangganan atau subkultur sosial (SKS) Bagaimana merekonstruksi bangunan SKS? Gambar 30 menunjukkan bahan bangunan dan prosedur rekonstruksi bangunannya. dan lebih-lebih antara kekuasaan dengan masyarakat dalam kualitas masyarakat sebagai korban dan mangsa. penjual atau pembeli? Pertentangan ini. yaitu penegakan norma sosial kehidupan demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. proses dan output/outcomes. Maka seiring dengan itu dibutuhkan subkultur lain yaitu subkultur kontrol terhadap SKK itu.

apakah “lanjutkan. 72 . Fungsi ini bersifat mengatur. SKS percaya atau tidak percaya HASIL MONEV----tanya.” Rute ini merupakan kesempatan bagi power seeker yang ingin come back TINGKAT KEPERCAYAAN----sikap SKS---->LANJUTKAN. dijadikan feedback bagi proses kekuasaan selanjutnya. Tanggapan atau respons SKS terhadap pertanggungjawaban SKK itu. UBAH. respons---->TINGKAT KEPERCAYAAN Gambar 34 Jawaban Atas Pertanggungjawaban 6. yaitu pembentukan siklus kekuasaan berikutnya PERTANGGUNGJAWABAN----penjelasan.KINERJA REDISTRIBUSI----monev/tanya---->HASIL MONEV Gambar 32 Monev Kinerja Redistribusi 3. SKK menyampaikan pertanggungjawaban kepada SKS. penjelasan---->PERTANGGUNGJAWABAN Gambar 33 Jawaban Atas Pertanyaan 5. Sikap SKS memengaruhi proses kekuasaan.” atau “ganti. Feedback (feedforward) itu menentukan siklus berikutnya. GANTI REZIM Gambar 35 Sikap SKS Terhadap Siklus Berikutnya 7. siklus berikutnya. dan control di hulu terhadap SKK LANJUTKAN/UBAH/GANTI----kontrol kekuasaan di hulu---->KEBIJAKAN Gambar 36 Kontrol Kekuasaan Di Hulu Gambar 30 menunjukkan tiga fungsi SKS 1. Fungsi ini dilakukan oleh SKS berdasarkan kualitasnya sebagai konstituen dan representatif (perwakilan).” “kembangkan. SKS menyampaikan hasil monevnya kepada SKK seraya minta pertanggungjawaban 4. Fungsi control terhadap kekuasaan di hulu melalui kebijakan sumnbersumber.” “perbaiki.

SKS) adalah cermin bagi SKK. yang juga menunjukkan betapa pentingnya pertanggungjawaban pemerintahan. 1. kompetisi. siapa atau lembaga mana yang menuntut pertanggungjawaban atau mengawal SKK sehari-hari? 3. Fungsi ini mendapat tantangan yang sama dengan fungsi control di tengah Tiga fungsi tersebut menjadi dasar rekonstruksi hubungan selanjutnya antara SKS dengan SKK. Sikap itu mewarnai control SKS terhadap SKK di hulu siklus kekuasaan berikutnya (Gambar 36). Fungsi control terhadap kekuasaan di tengah melalui kepedulian (concernness) dan dukungan (support) kepada SKK dalam bentuk ketaatan. dan menggerakkan masyarakat melalui atau berdasarkan kebijakan Negara yang dibuat bersama oleh Negara dengan warga masyarakat yang diwakili oleh DPR. Kontrol yang dilakukan masyarakat (SKS) terhadap perilaku kekuasaan (SKK) sehari-hari adalah kontrol dalam arti luas.” menunjukkan bahwa pelanggan (masyarakat. pertama mendapat tantangan dari fihak kekuasaan. Beritahu Kami. maka hasil monev di tengah merupakan masukan bagi pertanggungjawaban pemerintahan sehari-hari. Kearifan bisnis Warung Padang yang berbunyi: “Jika Anda Puas Beritau Teman. dan penagih. Apa sajakah konsekuensi pertanggungjawaban itu? (Lihat rumus TJT di atas) Pertanggungjawaban Politik vs Pertanggungjawaban Pemerintahan Jika hasil kontrol di hulu dan di hilir siklus kekuasaan dijadikan masukan pertanggungjawaban politik. terjanji. monev. disarikan dari Bab II Kybernologi Politik dan Kybernologi Administrasi (2009). penjagaan. Sebagian besar alasan rekonstruksi dan pembedaan dua macam pertanggungjawaban itu. Fungsi ini sulit bekerja. pengawalan. referensi. “Jika Muka Buruk. Apakah SKK cukup dimintai pertanggungjawaban atau memberikan pertanggungjawaban sekali semasa jabatan (pertanggungjawaban politik) atau perlu dikawal hari lepas sehari (pertanggungjawaban pemerintahan)? 2. Jika Anda Kecewa. Tetapi 73 . terhambat oleh peraturan-peraturan formal 3. Jika demikian. dan kedua. nasihat (advice). dorongan. Ruang ini bergerak relative lancar 2. Tingkat kepercayaan SKS terhadap pertanggungjawaban SKK. Fungsi ini dilakukan oleh SKS dalam kualitasnya sebagai pelanggan. consumerism. Kontrol sebagai cermin (kaca) bagi SKK. dijadikan input bagi fungsi kontrol terhadap kekuasaan di hilir melalui feedback/feedforward. Jangan Cermin yang Dibelah. collective actions dan monev sehari-hari.mencegah. Pertanyaan yang timbul sehubungan dengan itu adalah: 1.

di satu fihak perilaku kekuasaan siklus yang satu dibanding dengan yang lain berbeda menurut kepentingannya masing-masing. Frekuensi dan akumulasi perilaku manusia membentuk pola perilaku (budaya) yang dapat dianalogikan sebagai “pilihan” jalan kemajuag tertentu. Sangat terbuka kemungkinan. pen.Muka Sendiri yang Dibenah. Muzahar Thaib. atau. lama-lama menimbulkan borok yang parah membawa sengsara.punah 4. ia tidak bisa kembali pada titik semula dan memilih lagi jalan kemajuan lain. karena kita lemah dan terbatas. Jika pada suatu titik dalam waktu dan ruang. Kita sudah memilih dan menempuh strategi pembangunan jangka panjang untuk mencapai tujuan bertahap dalam 20 tahun (UU 25/04 tentang SPPN dan UU 17/07 tentang RPJP) melalui 4 siklus kekuasaan. semoga ia berketahanan.). . 3. “unum. sementara di fihak lain tidak ada jaminan bahwa setiap siklus kekuasaan berjalan pada rel 20 tahun yang sama.” (unity) dalam E Pluribus Unum (Through Diversity Toward Unity) Amerika yang maknanya setara dengan Bhinneka Tunggal 74 .” demikian lanjutannya. Salah satu hukum alam (ius naturale) yang disebut Hukum Dollo berbunyi: “Kalau suatu makhluk sudah menempuh jalan kemajuan tertentu. Sistem nilai Bhinneka Tunggal Ika misalnya. H. . Kontrol sehari-hari berfungsi menjaga dan mengawal tiap siklus kekuasaan agar perilakunya tetap pada rel jangka panjang . tetapi lama-lama menimbulkan kebakaran tak terpadamkan. maka ia akan tetap menempuh jalan itu dan tak akan kembali. Pelanggaran dan penyimpangan awal yang terasa kecil. lama-lama berbuah bencana yang terlihat mendadak dengan dayarusak mahaberat. 1954. Bencana tidak pernah menunggu kita siap menghadapinya. Ia tetap mengikuti takdirnya. karena api dalam sekam tidaklah mati dengan sendirinya. semua partaipolitik/fraksi berkomitmen untuk tetap berjalan pada rel pencapaian tujuan jangka panjang 20 tahun yang telah disepakati bersama. Orang lain yang tau siapa kita. siapapun yang terpilih pada suatu siklus kekuasaan 5 tahunan. Di Amerika. Tidak ada satu pasalpun dalam UU atau Perda terkait yang menetapkan bahwa pada saat UU/Perda tentang RPJP/D itu dibuat. karena proses evolusi tidak dapat dibalikkan (J. . 5. Pelanggaran dan penyimpangan perilaku harus diidentifikasi sedini mungkin. dan terbentur (gagal). bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan alam. . Naluri kekuasaan bisa menyalahartikan dan kemudian menyalahgunakan sebuah system nilai luhur. . “Kuman di Seberang Lautan Nampak Tetapi Gajah di Pelupuk Mata Sendiri Tidak” 2. SKK memilih dan menempuh suatu jalan kemajuan. dan duri dalam daging jika tidak segera dicabut. van Wieringen dalam Serbaragam Pengetahuan Alam.

Siapa atau lembaga apa yang berfungsi mengontrol dan memonev rezim yang berjalan pada rel? SBY menjawabnya secara tidak langsung (implisit. objektif. yaitu negara kesatuan. sementara bentuk negara dengan berbagai cara seolah terjaga. ada kekuatan yang relatif seimbang yang menempatkan diri 100% di luar sistem kekuasaan yang sedang berjalan.Ika. justru semakin jauh dan samar! Jadi sangatlah berbahaya jika ajakan. atau hanya basa-basi politik?) pada awal pidato penerimaan keterpilihan (acceptance speech) sebagaimana dikutip oleh Kompas (210809). Pengabdian beliau tidak akan kenal batas akhir dan akan terus berlanjut. Oleh sebab itu. sehingga pintu ke arah monokrasi terbuka lebar-lebar. tetapi “putra dan putri terbaik” still remain. kontrol sehari-hari yang tidak lain dan tidak bukan adalah SKS jua. agar dengan jernih. Jika di Amerika “unum” diartikan kesebangsaan sebagai hasil proses “melting pot” ratusan tahunan berbagai budaya heterogen sedunia yang tumpah ruah di Amerika. naluri kekuasaan SKK sehari-hari harus dikawal oleh masyarakat 6. mampu berfungsi sebagai pemangku. dan penjaga kesepakatan atau ikrar bersama tersebut. Agar bisa berfungsi seperti itu. atau basa-basi untuk “bersatu” di atas bermaksud mempersempit atau meniadakan ruangan warga masyarakat. harus segera mereformasi diri. sebuah faham yang akrab dengan manusia. tawaran. Sama berbahayanya apabila kekuatan-kekuatan yang seharusnya mengambil sikap oposisional terjebak bujukan atau tergiur oleh kekuasaan. dan tegas. penggerak. Apakah di Indonesia terjadi “melting pot?” Nampaknya.” Berdasarkan fakta bahwa rezim lima tahunan datang dan pergi. kesebangsaan (bukan ke-“Bangsa”-an) sebagai “way of life” bersama berbagai kepercayaan dan budaya yang berbeda-beda (“bhinneka”). “putra dan putri terbaik” yang berada di luar kekuasaan politik. Penempatan diri di luar sistem kekuasaan juga penting agar monev tidak terjebak dalam perangkap transaksional dengan SKK.diartikan sebagai faham kesebangsaan (bukan kebangsaan). Sistem pemerintahan menganut asas dekonsentrasi dan desentralisasi. Jadi sebaiknya. dan memberikan feedback ke dalam sistem pemerintahan adalah SKS. di Indonesia “tunggal ika” diartikan sebagai bentuk negara dengan harga mati. maka kekuatan yang berfungsi mengontrol dan memonev SKK. SKS harus mengubah dan mereposisi dirinya sebagai 75 . Ia menyampaikan penghargaan kepada capres-cawapres yang sebelumnya bertarung dengannya: “Beliau-beliau adalah putra dan putri terbaik bangsa yang memberikan yang terbaik demi kemajuan demokrasi kita. 7. yaitu menyerasikan dan menyeimbangkan sistemnya dengan sistem pemerintahan. dengan kita warga masyarakat.

Pemerintahan (governance) adalah sebuah sistem. SKK. Proses fragmentasi dan divergensi yang berjalan 10 tahun terakhir harus diimbangi dengan proses integrasi dan konvergensi. adalah pemangku sistem nilai dasar pemerintahan. Semua subkultur masyarakat pada aras lokal dan bangsa pada aras statal. Tidak seperti sekarang. agar penyimpangan sekecil apapun yang dilakukan oleh SKK. Peace-making (membangun harmoni dan kebersamaan) 76 . ada konsekuensi. dan setiap penyimpangan sekecil apapun itu. karena tidak ada aturannya. harus dapat dipertanggungjawabkan. Coordinating (membangun kinerja masing-masing yang berbeda-beda melalui kesepakatan bersama yang mengikat) d. tegas dan bertanggungjawab. tidak terjatuhi sanksi. bisa terlihat dengan jelas. terangbenderang di mata masyarakat. di mana-mana terjadi demikian 10. penyimpangan besar terjadi. dengan watak dan perilaku yang berbeda-beda. Tetapi karena tiap rezim terpilih datang dan pergi selang lima tahunan. risiko. Hal itu tidak kurang pentingnya. a. Seperti telah dikemukakan di atas. Tidak menganut asas sentralisasi semata-mata seperti sekarang. dan sanksinya. Conducting (membangun kinerja bersama melalui perilaku aktor yang berbeda-beda) c. Reformasi struktural SKS perlu diiringi dengan reformasi manajemen dan reformasi kultural. pemangku-tetap itu adalah SKS itu sendiri.sebagai standar bagi monev sehari-hari terhadap perilaku kekuasaan. yaitu SKE. Jika tidak. demi kesejahteraan masyarakat daerah menuju kesebangsaan Indonesia. penerapannya jelas. tetapi para pelakunya tertawa terbahakbahak. konsisten. di antaranya LSM dan partaipolitik yang berada di luar sistem. Karakter ini penting. Dengan perkataan lain. dan lagi pula. Duabelas nilai dasar pemerintahan itu sebagai berikut. dari masyarakat feodal dan hedonistik menjadi masyarakat civil yang berpendirian. Vooruit zien (memandang sejauh mungkin ke depan) b. dan SKS. bahkan sangat menentukan! Perilaku kontrol yang dilakukan SKS harus dicharge dengan sistem nilai kemerdekaan yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945. Dasarnya terdiri dari 12 nilai. dengan kekuatan oposisional yang berada di dalamnya. dengan memberikan otonomi kepada pengurus setempat untuk membangun kesepakatan bersama dengan kekuatan-kekuatan lain yang berbeda-beda. masyarakat oposisional harus berubah. Kekuatan civil pada tingkat statal harus membuka ruang horizontal di tiap tingkat lokal (daerah). 9. maka mutlak diperlukan pemangku tetap sistem nilai pemerintahan. terbukti. transparan.kekuatan civil (madani) yang kuat.

Salah satu strategi yang efektif di bidang bisnis adalah penggunaan nilai atletik dalam pemerintahan. impartial. berdiri di atas semua kepentingan. sistem nilai itu berfungsi sebagai tolak-ukur dan tolok-ukur pemerintahan. Omnipresence (terasa hadir di mana-mana) j. Kualitas Athletics bisa ditransformasi langsung menjadi Atlit Pemerintahan.” “yang kalah.” “sisa. dan dari Atlit Bisnis ke Atlit Pemerintahan dengan menggunakan metodologi 77 . Jarum dengan Benang (2011). Idealisme nyaris lumpuh. jika perlu di luar aturan.” “yang beda. untuk kemudian mempertanggungjawabkannya) h. monev dan kontrol pemerintahan dapat dilakukan. Oleh sebab itu. Bila disepakati bersama. 11. keberlanjutan keutuhan pemerintahan diharapkan dapat terjaga. menerapkan kualitas Jiwa Atlit (Athletics) di dalam bisnis menjadi Atlit Bisnis. tajam dan kuat. “ideals can never be more than partially realized. berpemikiran besar dan kuat menerobos zaman. Dengan adanya alat-ukur itu. atau tidak langsung. dalam Business Athlete (Vision Publishing.” dan “yang terbuang”) f. Graham Winter dan Christopher Hamilton. and more and more about less and less) i. Sydney. Generalist and Specialist Function (knowing less and less about more and more. Walaupun menurut Lindeman. selama memangku masajabatan publik.” “yang salah.e. Distinguished statesmanship (kenegarawan-utamaan. Dengan 12 nilai tersebut. Sampai sekarang manajemen pemerintahan dan perilaku para pejabat masih berorientasi masajabatan lima tahunan. men(t)anggung risiko secara pribadi menurut Etika Otonom) k. Turbulence-serving (mengelola ledakan yang dianggap mendadak atau di luar kemampuan.” namun sejarah menunjukkan bahwa lokomotif kemajuan adalah pikiran-pikiran (ideals) besar. warga masyarakat harus berorientasi jangka panjang dan memiliki magnanimous idealism yang berfungsi mendorong pemerintahan tanpa henti ke depan 12. Fries Ermessen (keberanian bertindak demi keselamatan. tidak memihak. Sejauh ini kondisi lingkungan politik sedemikian rupa sehingga rezim lima tahunan yang bertarung di dalamnya terperangkap pada sikap pragmatik. Residue-caring (mengelola “sampah. 1992). membuat sejarah) l. Berputar-putar dan maju ditempat. lawannya salesmanship) (selengkapnya: Bab I Kybernologi dengan Kepamongprajaan. Pendinamikan dan control pemerintahan sehari-hari dilakukan dengan berbagai strategi. Responsibility (menjawab pertanyaan masyarakat dengan jelas dan jujur. Magnanimous-thinking (-mind. force majeure) g. yaitu melalui Atlit Bisnis.

Kualitas Jiwa Atlit disarikan dalam Teori Budaya Organisasi (2005. Dalam dunia olahraga. Kebesaran seorang atlit terletak pada sportsmanship dan sportivenessnya dalam menerima kenyataan i. Komitmen yang kuat dan prestasi tertinggi lawan merupakan motivasi utama olahraga e. Prestasi bukan hasil tetapi proses f. Olahraga. Atletik bebas politik dan bersifat universal Nampaknya kualitas Athletics an sich kurang begitu terkait dengan penonton atau pelanggan. kompetisi. Tetapi tatkala kualitas itu diaplikasikan pada SKS mengontrol SKK SKS mengontrol Redi Hilir (Feedback) distribusi Nilai SKE<------Percaya atau Tidak-----di Tengah---| | | | | | | | | | | | SKS mengontrol SKK | | | kebi| --di Hulu-| | | jakan | | | | | | | | | DPR DPD DPD | | | | | | | | | SUBKULTUR KEKUASAAN SUBKULTUR SOSIAL SKK | | | | | | | | | | | | | | | | | | | redistribusi | | petanggunggung. atau pertandingan. Kegagalan mencapai prestasi tertinggi bukanlah kekalahan melainkan keberhasilan yang tertunda h. Nilai kejuaraan seorang atlit atas lawannya dalam sebuah perlombaan atau pertandingan. pesaing bukanlah musuh yang harus dimusnahkan melainkan lawan yang harus dihormati b.| -------------------jawaban SKK--nilai kpd SKS kepada SKS 78 . tetapi semakin rendah bila sebaliknya d. diselenggarakan atas dasar standar dan aturan main yang sama yang disepakati dan ditaati bersama c. Mempertahankan prestasi jauh lebih sulit ketimbang merebutnya g. semakin tinggi dengan semakin imbangnya kekuatan.190) sebagai berikut: a.Kybernologi.

Demikian juga setiap unitkerja. Metodologi inilah yang digunakan oleh Kybernologi 13. bahkan terpenting.” Dalam Logika “referent” berarti “the first term in a proposition to which succeeding terms relate. Monev di hilir sungguh-sungguh bukanlah pekerjaan sepele. pelanggan menjadi penting. Namun sayang sekali. Pada hakikatnya setiap orang memerlukan referensi. mencari referensi di luar rumah atau di jalanan.” sementara “referent” adalah “the object or event to which a term or symbol refers. 2007). Gambar 37 di memperlihatkan bahwa tercabutnya DPR dari akar kerakyatjelataan pada saat ia diberi posisi kekuasaan atau memosisikan dirinya di dalam ruang kekuasaan otonom (legislasi). begitu seseorang berkuasa. Pekerjaan Besar dan berat. Fungsi negative feedback control circuit pemerintahan. “Reference group” didefinisikan sebagai “a group with which an individual identifies and whose values he accepts as guiding principles.” bahkan “Lebih baik dan lebih cepat!” 79 . sehingga rakyat (populasi) kehilangan sample yang mewakilinya dalam fungsi kontrol politik terhadap kekuasaan.Gambar 37 Rekonstruksi SKK dengan SKS DPD Sebagai Lembaga SKS Berfungsi Kontrol Terhadap Perilaku SKK di Hilir (Rekonstruksi Berdasarkan Gambar 30) Perhatikan Arah Panah (2701121750) ruang bisnis. merupakan dasar eksistensi (raison d’être) sikap oposisional warga masyarakat. Pentingnya reference. “Bukankah saya pemenang pemilu?” “Bukankah jabatan saya anugerah dewata?” Oleh sebab itu “Saya pasti bisa. Hadangan yang paling sukar! Negative feedback control circuit itu harus kuat. yang berperan melakukan monitoring dan evaluation (monev) terhadap kinerja SKK sehari-hari (ref. yang melembaga sebagai negative feedback political control circuit dalam sistem governance. Demikian juga warga masyarakat. Jika tidak maka terjadilah bunyi pepatah: “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu. pada saat sebuah unitkerja memosisikan dirinya di dalam ruang kekuasaan. Bab II Kybernologi Sebuah Profesi. ia merasa tidak lagi memerlukan referensi. Anak dalam keluarga yang ortunya tidak mampu menjalankan fungsi reference.” dan janji yang diumbar semasa kampanye ternyata hanya gombal belaka. supaya pelaku bisnis berkarakter atlit. 14. karena dia beranggapan bahwa dirinyalah referensi itu. bahkan melihat tantangan arus yang kuat dan berbahaya menghadangnya. Psikologi Sosial menjelaskan fungsi reference dan pentingnya referent di dalam masyarakat.” Teknik ujicoba menurut Metodologi memerlukan “control group” (tanpa perlakuan) di samping “test group” (mendapat perlakuan).

bukan negarawan.” kelompok yang sedang diuji. memang diperlukan lembaga yang berfungsi sebagai dewan orang tua-tua yang memiliki kedewasaan dan kematangan berpikir. atau yang janji-janjinya hendak dibuktikan oleh “control group” atau “reference group. yaitu kedewasaan (maturity) pada tingkat pribadi. kendatipun cuti. Seorang statesman tidak pernah merasa berjasa. Diperlukan referensi ibarat kamus atau ensiklopedi yang mendefinisikan setiap kejadian agar bisa dimonev dengan cepat. Seorang negarawan tidak mengclaim kinerjanya sebagai kinerja partai yang mengusung atau didukungnya. diakui oleh semua fihak! Persoalannya sekarang ialah. melainkan politisi belaka.” melainkan “test group. Melihat perilaku para anggota DPR yang ada. bukan negarawan. Para pimpinan negara dan partai hanya mempertunjukkan perilaku politisi. dan kenegarawanan (statesmanship) pada tingkat statal dan global. sesungguhnya adalah petaruh dan petarung selama lima tahun di arena (berkuasa). karena selama menjabat ia digaji dan 80 . senator (dari Latin senāt(us).” Seorang statesman berfungsi sebagai referensi bagi rezim terpilih lima tahunan. having the highest deliberating functions”).Pada perspektif Kybernologi. negara dan masyarakat. Referensi harus baik dan benar. tepat dan akurat. Menjadi atlit pemerintahan dan atlit politik saja tidak cukup bagi seorang pemeran SKS pelaku kontrol terhadap perilaku kekuasaan sehari-hari. dan ia berusaha menepatinya. melainkan ia selalu merasa berhutang. setiap kelompok kekuasaan bukanlah “control group” atau “reference. bertindak dan bertanggungjawab. dicoba.” Mereka yang menyebut dirinya pemenang pemilu. dan memasuki ruang kekuasaan. siapakah dan lembaga manakah yang berfungsi sebagai “reference group” atau “control group” bagi kekuasaan (SKK) di dalam masyarakat? 15. senate. karena tindakan apapun yang dilakukannya telah mendapat imbalan dari bangsa. karena ia telah berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada masyarakat. dilambangkan dengan konsep senat. Seorang pejabat publik yang berkampanye atas nama parpol yang mendukung atau didukungnya. serta memikul sendiri tanggungjawabnya. Di sana dinyatakan bahwa kenegarawanan “exhibits great wisdom and ability in dealing with important public issues. fihak yang takterpilih kembali menjadi controlling reference jangka panjang. “an assembling or council. Masih diperlukan kualitas lain yang merupakan pucuk dan tajuk semua kualitas pemerintahan di semua tingkat administratif. Kualitas kenegarawanan ini dibahas panjang lebar dalam Bagian Dua Bab X Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise (2006) dan Bab XIV Kybernologi dan Pengharapan (2009).

melainkan dinyatakan dan diakui secara terbuka keluar. Dengan pegangan Moral saja. Etika Pemerintahan 81 . pengalaman dan pendidikan. Iblis bisa bercahaya seperti Malaikat. Dalam kenyataannya. seorang negarawan tidak melakukan perbuatan yang menguntungkan hanya satu fihak. bahkan diberi medali emas. Serigala berbulu Domba. hati nurani yang terbuka. dan Musang berbulu Ayam. pejabat atau birokrat). ia mendapat pengawalan. jika masyarakat permisif. sanksi terhadap pelanggaran dan reward penaatan norma etik bersumber dari dan ditetapkan oleh diri sendiri. Kesempatan besar untuk menjadi negarawan itu terbuka lebar-lebar dan selama-lamanya bagi seorang pemimpin informal di ruang oposisional. walau cuti sekalipun. tidak berdasarkan perintah dari luar-diri pelaku. diam-diam. maka Etika Pemerintahan merupakan kekuatan mental. atau “mengingat jasa-jasanya. sukma. adalah semustahil seekor unta lolos dari lubang jarum. Effendi Gazali dalam Kompas 070509h06 tentang Kompas 220409 soal “jangan galak-galak”). Namun.” lih.mendapat fasilitas serta kehormatan. untuk mencapai kualitas seorang negarawan. sebab cuti itu hanya akal-akalan. agar diketahui khalayak dan dengan demikian ada daya paksa untuk memenuhinya dari masyarakat. khususnya pemimpin formal (politisi. penetapan sanksi oleh diri sendiri itu tidak hanya dalam hati.” orang itu terikat atau mengikatkan dirinya dengan norma dan sanksi etik. Jadi oleh keputusan etik. perlindungan dan pengakuan sebagai seorang pejabat. disaksikan masyarakat. Seorang negarawan tidak menggunakan kesalahan orang atau bangsa lain untuk membenarkan diri sendiri (“don’t take the example of others as an excuse for your wrongdoing. Keputusan etik dibuat berdasarkan pilihan bebas. Pada saat seorang pejabat yang sedang cuti kampanye. qalbu. Perbedaan dan kaitan antara Etika dengan Moral terletak pada beberapa hal. pelaku diampuni atau dibebaskan. Pertimbangan Moral berlangsung di dalam dan antar warga masyarakat. sedangkan pertimbangan Etik berlangsung di dalam kalbu sendiri. walau seseorang pelanggar tidak terjerat peraturan formal. Selama masa jabatannya. insan kamil). sementara sanksi dan reward Moral dari masyarakat. hati sanubari. diumumkna. karena peraturannya tidak ada. walaupun ia menggunakan kendaraan umum dan mengenakan kaus oblong. Etika Pemerintahan adalah Etika Otonom. 16. kekuatan hati nurani (lubuk hati. pengaruhnya sebagai pemangku kekuasaan politik tetap terasa. Kalau kenegarawanan dan kepemimpinan merupakan spesi kekuatan sosial. antar nilai dan norma yang tertanam sebelumnya melalui bekal genetik. bukan dari partai tetapi dari seluruh bangsanya.

Melalui Seminar Terbatas Mengukuhkan Akar Kerakyatan yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 14 Desember 1995. Kondisi yang sama bisa terjadi juga antara Pemerintah Daerah sebagai SKK di tingkat Daerah dengan masyarakat Daerah sebagai SKS (konstituen. semakin jauh. supaya kehadirannya dirasakan secara nyata oleh warga terbawah (nilai omnipresence). yang berlangsung di bawah. Walau duasetengah tahun kemudian rezim Orde Baru tumbang dan “era demokratisasi” dimulai. Fungsi Etika dalam politik sudah dijelaskan di atas. Berdasarkan pengertian bahwa daerah adalah masyarakat hukum. Dengan perkataan lain (seharusnya) DPD adalah pemangku perwakilan warga daerah Daerah terhadap Pusat. yaitu sebagai alasan untuk menyelesaikan secara internal perkara yang menimpa aktor kekuasaan untuk kemudian perkaranya dibuang ke laut. Turun ke bawah tidak hanya show biz.meminjam konsep Geert Hofstede dalam Cultures and Organizations. ke bawah. sandiwara. keserasian. terutama dengan semakin tercabutnya akar kekuasaan dari rakyat sebagai lahan tempat kekuasaan tertanam. Selama ini.berpusat pada Teori Tanggungjawab Etik dengan rumus Tanya-JawabTanggung (TJT) seperti dijelaskan dalam Bab I Kybernologi 2015 (2011). menjadi sesama bagi warga yang terbawah. jarak sosial (social distance) dan jarak kekuasaan (power distance) --. dan keberlanjutan antara Pusat dengan Daerah. diharapkan mengalihkan pandangan kekuasaan dari kemewahan dan kenikmatan masajabatan. justru dua macam jarak itu semakin jauh. tetapi sungguh-sungguh turun dan berada di bawah. Jadi Etika Pemerintahan sangat dibutuhkan untuk mengimbangi Teori Akuntabilitas yang digunakan di lingkungan kekuasaan (SKK) 17.antara SKK dengan SKS. Bukan hanya memandang dari atas. Kontrol sehari-hari yang dilakukan SKS terhadap perilaku kekuasaan. dinamika. Hal ini telah lama disadari oleh Institut Ilmu Pemerintahan (IIP sekarang IPDN). keseimbangan. sampai sekarang. atau akal-akalan. dan pelanggan) Pemerintah 82 . representasi. agar terdapan keselarasan. 18. tetapi hatinya merendah turun ke bawah. di tempat terjadinya “transaksi” yaitu pelayanan oleh negara kepada warga. 1991) --. sejumlah ilmuwan menyumbangkan pikiiran visioner tentang demokratisasi sebagai strategi pendekatan kekuasaan pada warga masyarakat. maka kekuatan yang melindungi dan membela kepentingan daerah di pusat terhadap SKK pusat adalah Dewan Perwakilan Daerah (DPD). IIP melihat tanda-tanda zaman mulai redupnya rezim yang disebut Orde Baru.

terputus dari akarnya. Dalam hubungan itu. harus berjalan di tingkat Daerah. dan kekuatan penyeimbang antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat di fihak lain. seperti DPR di Pusat? Sebagai lembaga pemangku kewenangan (kewenangan CPP ----CP----> center ---CF----> CPP coperipheral CP centripetal CF centrifugal center = pusat periphery = daerah periphery Gambar 38 Oposisi Daerah Terhadap Pusat Memerlukan Kekuatan Penyeimbang adalah derivasi kekuasaan. perilaku Pemerintah Daerah bisa menyimpang dari kesepakatan bersama (jika ada) di tingkat Daerah. dari center ke periphery) yaitu kebijakan negara melalui UU 32/04.Daerah. sikap oposisional sebagai wujud kontrol pemerintahan oleh SKS merupakan kekuatan penyeimbang antara Daerah dengan Pusat di satu fihak. dan seterusnya. Konsekuensi bentuk negara kesatuan ialah. 83 . kekuasaan sah). kekuatan yang pertamatama membentuk dan mempengaruhi hubungan antara pusat dengan daerah adalah kekuatan centrifugal (CF. Respons daerah terhadap kebijakan pusat itu adalah kekuatan centripetal (CP). Gambar 39 menunjukkan posisi dan peran oposisi dalam hubungan antara pusat dengan daerah. Artinya kontrol sehari-hari itu harus dimulai dari pembentukan kesepakatan atau ikrar bersama juga di tingkat Daerah. Mau tidak mau. Lembaga mana yang memihak dan membela kepentingan masyarakat terhadap Pemerintah Daerahnya pada saat DPRD memosisikan diri di ruang SKK Daerah. Kekuatan centrifugal selalu lebih besar ketimbang kekuatan centripetal. prosedur dan proses kontrol sehari-hari seperti diuraikan di atas.

” lebih daripada presiden sekalipun. Itupun masih kurang. Diharapkan. dan di sisi lain ditafsirkan sebagai komitmen terhadap sistem pemerintahan presidential murni. nilai dan norma berbagai konsep 84 . Lebih lengkap lagi bilamana keputusan itu didasarkan pada jiwa UUD naskah awal yang mendudukkan menteri negara pada dua posisi. dengan segala konsekuensinya bilamana terjadi konflik antara dua posisinya itu!). Di satu sisi hal ini sedikit-banyak mengabaikan tuntutan parpol agar cawapres direkrut dari parpol. “Jika presiden begitu kuat. dengan kehadiran oposisi. sebagai pembantu presiden (politisi) dan sebagai kepala departemen/kementerian (profesional. “yang paling memahami departemen/kementeriannya.(CF>CP). check and balance antara pusat dengan daerah diharapkan bekerja dengan formula: -------------------------------CF = CP + CPP + OPOSISI | -------------------------------- | Gambar 39 Posisi Oposisi (Lihat Gambar 38) Sikap Oposisional = Kontrol Pemerintahan Sehari-hari = Kontrol Yang Dilakukan SKS Terhadap Prilaku SKK Isu politik terakhir dilihat dari sudut Kybernologi adalah keputusan SBY selaku Capres Partai Demokrat (2009) untuk berduet dengan Boediono yang profesional dan menurut media tidak berakarrumput (tidak melalui kendaraan parpol). Untuk membatasi (mengurangi?) dominasi pusat terhadap daerah di satu sisi. perjudian dan permusuhan di dalam masyarakat. siapa yang mengontrolnya. persaingan. Merupakan bagian dan konsekuensi adanya perlombaan. mengingat ia dipilih langsung oleh rakyat?” Menurut Kybernologi. terlebih mengingat provinsi yang semakin diposisikan memihak pusat. siapa lagi kalau bukan pelanggan sebagai sebuah body yang diwakili oleh kekuatan oposisional! “Kisah Siti Khoiyaroh” oleh Hotman Siahaan (Kompas 010609h06) adalah potret kekuasaan kanibalistik yang sedang memangsa anak-anak bangsa yang tak berdaya yang terjadi justru beberapa saat sebelum kampanye pilpres duaribu sembilan! 19. Kualitas. kontes. dan meningkatkan bargaining power daerah terhadap pusat di sisi lain. yaitu berbagai asosiasi antar daerah. pertandingan. Isu tersebut berujung pada pertanyaan. perlawanan. daerah membangun common platform perjuangan bersama dalam bentuk kekuatan coperipheral (CPP).

” “untung ada dia. piala. meletakkan norma pemilu pada “penaklukan” dan “the winner takes all.” terlebih buat Indonesia yang terkesan bukan negara hukum melainkan negara peraturan.” “hanya dia.” maka itu berarti pemilu dikonsepsikan sebagai perjudian Tabel 6 Tujuh Wujud Sikap Oposisional ------------------------------------------------------------------------KONSEP KUALITAS NILAI NORMA (IMBALAN)* ------------------------------------------------------------------------perlombaan kejuaraan juara 1.” disusul dengan koehandel dan transaksi lainnya. maka oposisi sebaiknya dilihat bukan dari sudut norma (imbalan) tetapi dari sudut konsepnya. dst piala.” “karena dia bisa itu.” dengan nilai “kalahmenang.” maka fokus perhatian terpusat pada tujuan tidak pada proses. Parpol yang kadernya terpilih memosisikan dirinya sebagai “the winner.” “tidak ada yang lain. hadiah kalah (ordinal) perlawanan kekuatan kuat atau lemah penaklukan (nominal) perjudian ketepatan temenang. kesempatan terbuka lebar. pemilu sesungguhnya berada di dalam ruang kontes. bervariasi (Tabel 5). juara 2.” dan berhak untuk “takes all. hadiah (interval) kontes keterpilihan terpilih atau tidak mahkota. seri. dan oleh karena imbalan sangat menggiurkan. pasti dia bisa ini. maka “tujuan menghalalkan segala cara. “Kalau bukan dia.keberhadapan dua fihak. dengan imbalan “the winner takes all. terpilih atau tidak terpilih. kalah the winner takes bakan & bidikan all (taruhan) permusuhan kehidupan hidup atau mati the winner takes survivabilitas (nominal) all (musuh dimangsa) ------------------------------------------------------------------------* yang berlaku sekarang (Gambar 1) Kesannya memang seperti itu. Jika sistem dan budaya politik yang berlaku sekarang di Indonesia. Jika Proposisi Tiga Lindeman diperhatikan. mahkota dan 85 .” dan seterusnya. (contest) terpilih (nominal) kehormatan persaingan keunggulan unggul atau keuntungan bisnis kemajuan tertinggal (ordinal) pertandingan kemenangan menang. maka nilai “indispensable” tinggal selangkah lagi.” Jika itu terjadi. Jika pemilu ditempatkan dalam ruang menang-kalah. Dari sudut itu. Nilai menang-kalah itu pada gilirannya menumbuhkan benih kultus individu (pemujaan dan pendewaan tokoh) dengan topeng “Never change the winning team. dengan keterpilihan.

yang terlebih dahulu diselamatkan adalah kaum terlemah. biduk dan kapal yang berjayar bersamanya. yang oleh manusia disebut bencana menimpa. kapal diibaratkan Negara. “Di Laut Kita Jaya. dengan menjunjung tinggi kaidah-kaidah harmoni dan keselarasan dengan alam. Di dalam pelukan oposisilah SKK jaya! Jika terjadi peristiwa alam.or herself. dan isinya adalah adalah bangsa Indonesia yang etnisitasnya heterogen. Suatu saat ia dibimbing arus samudra. terpukul dan terpental. ialah juruselamat. manusia adalah persentase. oposisi adalah air. milik saudagar dan barang pedagang. laut mengajarkan kearifan universal. potensinya pincang. demi keselamatan kapal dan seluruh penumpang. dan normanya. Jika tidak. ABK kemudian. hanya statistik. melainkan pelayarannya (kegiatan berlayar) itulah yang terpenting. Dalam hubungan itu. kepentingan partai dan ambisi kekuasaan. muatan kapal. ialah martyr. 86 . oposisi adalah samudera. orang sakit dan penumpang. Kesenjangan vertikal dan kesenjangan horizontal. itupun jika masih ada kesempatan. hanya angka-angka. nilai.” karena laut tidak hanya menyediakan sumberdaya kebutuhan ekonomi tetapi jauh lebih luhur. ialah korban. Bila badai menerjang dan gelombang mendera. Di tengah laut. Keberanian dan kecakapan itu didukung oleh keluhuran budi dan kearifan jiwa. mencegah dan mengontrol kecenderungan penyimpangan sikap dan perilaku SKK dalam membuat dan menetapkan pilihan. 2009) yang sama. ketimbang kapal terbenam karam. Inilah Etika Bahari. dan laju yang satu dibanding dengan yang lain tidak seimbang. yaitu bayi dan perempuan. Mencapai sesuatu melalui (baca: dengan mengorbankan) diri sendiri. Tetapi justru Jalesveva Jayamahe. Di atas kapal memang politisi dan pejabat yang berkuasa. Laut dapat diibaratkan alam semesta. terakhir sang nakhoda. ialah syuhada. pada saat lain ia diterjang badai didera gelombang (Bab I Kybernologi dan Pengharapan. Bagi sebuah kapal dalam pelukan bahari. oposisi berfungsi mewasiti.” Berapakah harga manusia? Bagi para politisi dan pejabat. Etika Bahari erat berkait dengan Kepemimpinan Bahari: “getting things done through him. Dalam hubungan itu. politisi dan pejabat seberkuasa apapun hanyalah satu di antara berbagai-bagai unsur yang diperlukan agar pelayaran terjadi dan berhasil tiba dengan selamat di tujuan.kehormatan sebagai kualitas. ialah pahlawan. dan mengawal terpeliharanya syarat-syarat objektif keterpilihan itu di dalam masyarakat 20. ialah tumbal. dapat dan harus dibuang ke tengah lautan. budayanya majemuk. namun di tengah laut bukan kapalnya. Inilah Hukum Bahari.

di lautan pasir? Kesiapan puncak penyelamatan di darat ditandai dengan tempat perlindungan bawah tanah. dan semua yang Tabel 7 Stakeholder Pemerintahan -------------------------------------------------------------------------------FUNGSI STAKEHOLDER BISNIS FUNGSI STAKEHOLDER NEGARA -------------------------------------------------------------------------------A B -------------------------------------------------------------------------------1 Mengumpulkan dan menjaga semua Semua sumberdaya adalah milik bangsa uang taruhan bukan milik Negara atau Pemerintah Daerah negara menguasainya (pasal 33 UUD) dalam arti mengelolanya untjuk sbesar-besarnya kemakmuran Rakyat 2 Membayar kepada fihak yang menebak atau membidik tepat Masyarakat sebagai konstituen. terbuat dari baja kebal bom. galian jauh ke dalam perut bumi. Mau berlayar di darat. bagi keselamatan siapa? Politisi dan pejabat! Jika demikian. persoalannya sekarang ialah di ruang politik tidak ada Pemimpin Formal Jangka Panjang. menjadi korban atau dikorbankan Mandat kembali kepada masyarakat jika Petaruh tidak menepati janji dan tidak bertanggungjawab Masyarakat selaku konstituen mengontrol perilaku Petaruh di hulu melalui kebijak- 3 Mendapat uang taruhan bila tidak ada bidikan atau tebakan yang tepat 4 Berupaya agar aturan permainan ditaati oleh semua fihak terkait 87 . bunker. Dalam hubungan itu. Nilai-nilai kepemimpinan visioner jangka panjang bersumber dari visi Bangsa/Daerah. Sudah barang tentu pengemudi (Presiden. Untuk itu arsiteknya dilenyapkan.Visi Bangsa/Daerah berfungsi sebagai referensi bagi setiap rezim yang bekerja pada rel jangka panjang Nasional maupun Daerah. Silo. Semua institusi negara dan aktor-aktrisnya adalah para Petaruh. dan sebagainya di struktursupra) tidak mungkin melakukan fungsi itu. aman berbulan-bulan. Kepala Daerah. pelanggan dan penonton.Keselamatan. dan sangat dirahasiakan. Inilah Filsafat Bahari (lihat juga Bab X Kybernologi Sebuah Scientific Movement. MA. 2007). menjamin rel tetap utuh (sustainable). melainkan rezim lima tahunan. anti peluru. menanggung risiko. masing-masing mempertaruhkan kehormatan diri. dan mengontrol setiap pengemudi kereta agar tidak keluar rel. masajabatan. sebuah silo padat logistik dan teknologi bunker. diperlukan kekuatan yang dapat berfungsi menjaga visi Bangsa dan visi Daerah agar tetap hidup. DPR/DPRD. mengapa SKK membenci setengah mati kaum oposisional? 21. Dilihat dari perspektif Kybernologi.

eksekutif. Sejauh ini. maka Stakeholder adalah Bandarnya. menanggung risiko. dan mengontrol perilaku para Petaruh. melainkan untuk memacu prestasinya sendiri. Demikian juga di bidang kontes. menjaga sumberdaya. Kontestasi (contestation) memacu kemantapan faktor-faktor keterpilihan. sebagai pelanggan mengontrol perilaku Petaruh di hilir melalui evaluasi transaksi antara Petaruh dgn masyarakat -------------------------------------------------------------------------------- (mengontrol perilaku para petaruh) dipercayakan oleh Bangsa dan Daerah kepadanya. pesaing berfungsi tidak untuk mengalahkan atlit lainnya. Budaya permenangan (kalah-menang) politik yang dipopulerkan 5 2 3 MONEV THD KEBIJAKAN HARAPAN. adalah fungsi Stakeholder Negara (Tabel 7 kolom B). Pada kajian atletik. menjamin keutuhan rel.| | | | | | NILAI & PEM| | jawaban SKK | | | ---NILAI------BERDAYAAN------berdasarkan--| | 1 MASYARAKAT etika otonom | | di tengah di hilir | | 4 6 | | | 88 . dan institusi formal lainnya menunjukkan perilaku lebih sebagai Petaruh dan Petarung ketimbang sebagai fihak yang mewakili masyarakat dalam semua kualitasnya. dan penonton (pembayar tiket) itulah Stakeholder. lembaga-lembaga perwakilan. Dalam hubungan itu. Jadi lembaga persaingan dalam arti itu penting. semakin bagus dan sehat persaingan itu. Bahkan dari Petaruh menjadi Petarung! Dalam Bab VI. representasi warga.an & peraturan. pelanggan.PERCAYA KINERJA SKK --RENCANA------MANDAT---------rute 2 & 4--| di hulu | | di hulu | | & di hilir | | | | DPR DPD | | | | | | | | | | KONSTITUEN PELANGGAN | | | | | | | | -stakeholder--.-SKE----------SKK-----------------------SKS------------------SKK--| pemain | | | | | wasit --penonton--| | | pemba| | | PEMBAYAR | | | | ngunan | | | | | | | | | | REDISTRIBUSI | | pertanggung. XII dan XIII Kybernologi dan Pembangunan (2008) dijelaskan bahwa pemegang fungsi menghidupkan visi. masyarakat dalam kualitasnya sebagai konstituen. Bilamana bisnis dalam Tabel 7 kolom A diibaratkan judi. Semakin kecil jarak prestasi antara seorang atlit dengan atlit lain sebagai pesaingnya.

yang seperti dia.. Bab II. Oleh sebab itu tumbuh dan dibutuhkan SKS. sebagai kekuatan kontrol terhadap perilaku SKK di hulu. Bab IV. tengah. sang Iblis mohon supaya mandatnya dari Neraka 89 . hasilnya adalah seperangkat nilai yang dikemas dalam akronim KKN. sudah banyak sekali pejabat. dan 3 sekarang harus berubah. Gambar 41 memperlihatkan fungsi SKS. menyemangati. Hal ini telah dibahas panjang lebar di dalam Bab I. SKK terlihat seperti Badak dalam karikatur Kompas 23 Juli 2011?” Di sana sang Badak kecewa karena dia bukan binatang langka yang unik lagi.| | -------------------------pemerintahan (governance)------------------------- Gambar 40 Sikap Oposisional Sebagai Negative Feedback Control Circuit DPR Tercabut Dari Asklarnya Pada Rute 5. bahkannyang mau menandingi dia. Tanggungjawab dalam arti tanggungjawab pemerintahan. SUBKULTUR SOSIAL ----> PERTANGGUNGJAWABAN PEMERINTAHAN Gambar 41 Subkultur Sosial Kita melanjutkan pemikiran dengan pertanyaan krusial: Apakah SKS berhasil menjalankan fungsinya? Rupanya ternyata di depan mata masyarakat. 6. politisi. dan hilir. bukan membangun budaya kalah-menang dengan imbalan pemenang berhak merampok fihak yang kalah. karena power tends to corrupt. bukan hanya tanggungjawab politik. nilai yang samasekali tidak disepakati menjadi norma perilaku. Bab III. Kontrol tersebut bertujuan menjaga. mengawal. diarahkan pada budaya prestasi dan kontestasi. dan birokrat. dan Bab V Kybernologi Politik dan Kybernologi Administrasi (2009) 7 REKONSTRUKSI ILMU PEMERINTAHAN: SUBKULTUR SOSIAL DENGAN SUBKULTUR LAINNYA Subkultur Sosial (SKS) Di atas telah diuraikan fungsi-fungsi SKS. Jika SKK jalan sendiri. dan membangun perilaku SKK menjadi subkultur yang bertanggungjawab. Paradigma oposisipun harus diubah menjadi paradigma penjagaan dan pengawalan dari hari ke hari. Bahkan dalam karikatur Kompas lainnya.

selalu saja ada harapan. Mengapa? SKS nirdaya! Tetapi semasih nyawa dikandung badan. susunan baitnya saya sesuaikan dengan konteks Kybernologi. Siapa tau terjadi lagi acting gempar tak terduga. dadanya yang kerempeng dielusnya. terima kasih. Maka jagat raya menyanyi sunyi (Teater Koma. pasukan walking dead. dan menyerah. Mata air di matanya sudah kering. Dia Adalah Semar Penuh Misteri dan Samar-samar Rakyat Jelata di Mana saja Suka Damai dan Penyabar Rakyat Jelata di Mana saja Bisu dan tak Suka Onar Dia Adalah Semar Tak Jauh Tidak Dekat Selalu Bijak Serba Mengalah Penuntun Arif Pengobral Maaf Dia lemah Sekaligus Kuat Begitu Sifat Dasar Rakyat Tapi Jangan Coba Bikin Murka Sebab Dia MahaKekuatan itu Yang Menggempur Tak Pandang Bulu Dia Adalah Semar Dia Badan dan Topan itu Yang Menggeliat karena Gencetan Yang Bergerak karena Penindasan Yang Menggilas karena Hinaan Yang Sanggup Mengubah Roda Zaman 90 . sedih. RT. jarinya yang tinggal tulang tak terkepal. ia mengundurkan diri dari dunia karena peranannya sudah dilakoni oleh kekuasaan. 1995). SKS kecewa. 1995. Nyanyi Sunyi Jagat Raya. semua berubah menjadi Semar (Teater Koma. maaf. TN). saat semua berubah bernama Semar. putusasa. Semar Gugat. lakon sejagat cacing terinjak menggeliat. pasrah.untuk mengelabui manusia dicabut saja.

ketika dilantik dengan segala kebesaran dan kemuliaan. menjadi narsistik (narsisistik) dan kanibalistik. suklus yang lain datang. lebih dibesarkan. dikuatkan. Bukan pelantikan yang dibesarkan. kita-kita. jani-janji yang belum lunas. ketimbang saat pelantikan pejabat yang sama. nilai yang memberi SKS kemampuan (capability) dan kompetensi untuk membuat atau menekan SKK supaya bertanggungjawab. dan kekuatan feedback circuit ke dalam proses siklus kekuasaan selanjutnya. SKS diabaikan oleh SKK karena SKS tidak memiliki bargaining power. SKS menyadari kenyataan ini: Siklus yang satu pergi. kekecewaan berkepanjangan membuahkan kemarahan. Namun harus berusaha untuk tidak ditinggal atau tidak tertinggal! Untuk itu kita harus menengok ke dalam 91 .Rakyat Jelata di Mana saja Gambar 17 menunjukkan apa yang terjadi jika SKS berjalan sendirian berfungsi mencegah perilaku negatif. debaran jantung yang semakin menyentak. perilaku SKK di hulu. Pada saat yang sama. bisa jadi mimpi buruk di remang senja. dan jejak-jejak keruh yang tersisa. tidaklah soal. ia nirdaja. gelapmata. dan hilir tidak terkontrol dan bekerja semaunya. Di fihak lain. dan menyemangati penyelenggaraan kekuasaan di dan dari luar kekuasaan itu sendiri. hutang yang belum terbayar. Sepi dan sunyi. Dalam hubungan itu. tengah. macam-macam beban. Satu-satunya cara ialah. dalam arti diabaikan dan tidak didukung oleh SKK. melakukan monev terhadap perilaku SKK memperbaiki. Bilamana pemerintahan itu berorientasi kinerja. maka serahterima jabatan seharusnya lebih besar. dan kemudian anarki. harus ditanamkan dalam diri SKS segera. Masyarakat. tetapi pertanggungjawabannya saat berakhirnya masajabatan. datang nampak muka. siklus kekuasaan berganti. dan kesempatan yang segera berakhir. ia lemah. Ini budaya politik yang harus berubah. Bayangan post power syndrome. Teringat detik-detik semarak ketika dahulu dinyatakan “menang” pemilu. sangat kontras ketimbang saat serah-terima jabatan. atau menguatkan diri sendiri. Sementera itu apa yang terjadi di ruang SKK? Ia menjalani tahap ketujuh siklus kekuasaannya. mengawal. ketika ia mulai menuruni puncak kejayaannya. mulai terasa beban. seperti dikemukakan di ats. Di satu fihak SKS kecewa. tetap tinggal. Masakerja berakhir. itulah yang terlebih besar daripada semua terminal dan rute siklus kekuasaan. Saat SKK menyadari bahwa tiada yang kekal. Apakah setiap siklus pergi nampak punggung. Oleh sebab itu SKS harus kuat. diidentifikasi dan jika sudah ditemukan. lepas dari system.

Apakah pemerintahan itu? Bahasan tentang pemerintahan di sini berawal dari ajaran trias politika. Pemangku kekuasaan eksekutif itulah yang lazim disebut pemerintah. berturut-turut disebut kekuasaan legislatif. Government dapat diartikan pemerintah dan dapat juga diartikan pemerintahan. Dalam bahasa sehari-hari. 3. Nasionalisme Ekonomi (pembangunan. Pemerintahan didefinisikan sebagai apa saya yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah. Kemudian dikenal pula pemerintahan dalam arti luas dan pemerintahan dalam arti sempit. dan pelayanan. implementasi UU. antar pemerintah. dan yudikatif. pemberdayaan. yaitu apa saja yang harus dilakukan atau tidak harus dkilakukan oleh pemerintah. antara kekuasaan pembuatan UU. Nasionalisme pemerintahan adalah kesebangsaan yang menjiwai pemerintahan. guna menemukan sumber nilai yang dibutuhkan oleh SKS untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensinya dalam masyarakat:. Analisis bahasa ini merupakan salahsatu pilar Teori Governance. demikian juga pemerintahan. Hal itu berarti. melainkan juga termasuk di dalamnya apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh DPRD. Nasionalisme Sosialbudaya dan Kepemimpinan Informal. pemerintah dan pemerintahan dapat saling dipertukarkan. Ajaran trias politika mengemuka sebagai buah perkembangan wasasan demokrasi. kepemerintahan. 92 .(Pasal 1 UU 32/04). Untuk sementara. Kemandirian SKS (Nasionalisme Pemerintahan) 2.diri dan ke luar diri. dan dijadikan dasar pemahaman tentang perbedaan antara government dengan governance. kesebangsaan pemerintahan dilihat dulu dari sudut kesebangsaan. dan pemerintahan.” tidak hanya apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah daerah. Konsep pemerintahan dalam perspektif Kybernologi akan dibahas kemudian setelah rekonstruksi Ilmu Pemerintahan selesai dibahas. Kekuasaan dibedakan. dan kontrol atas implementasi UU tersebut. nanti diuraikan saat membicarakan fungsi-fungsi governance) SKS Dengan SKK: Nasionalisme Pemerintahan Nasionalisme politik identik dengan Bhinneka Tunggal Ika yang terlah dibahas di atas. pemerintahan dalam “pemerintahan daerah” lebih luas ketimbang pemerintahan yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah daerah. 1. Trias politika merupakan jawaban terhadap dampak negatif perilaku kekuasaan absolut yang berbuah kesewenang-wenangan. Tetapi pemerintahan dalam “pemerintahan daerah. Sejajar dengan pengertian kebijakan. eksekutif. SKE sebagai sumber nilai sosial (caveat venditor!). dibagi bahkan ada yang mengatakan dipisahkan.

Tiga fihak. in.” dan “dia adalah aku.” “kita.” dan “mereka. feeling). feeling or attitudes present in oneself.” A ------. Kata tersebut berkaitan dengan kata sympathy (Latin sympathīa. Simpati timbul karena adanya kesamaan atau ketertarikan. Salahsatu sumber informasi tentang cara mewujudkan slogan itu adalah Metodologi Ilmu.” “anda. feeling).” Makna empathy kemudian dipengaruhi oleh konsep Jerman Einfühlung. before. frame of reference (FOR. yang berarti “aku adalah engkau.” Arti kedua ini mirip sekali dengan ungkapan tat twam asi.” semakin jauh. tetapi tidak dijelaskan bagaimana hal itu bisa menjadi kenyataan. semboyan Kementerian Sosial dahulu kala. berarti “intellectual identification with or vicarious experiencing of the feelings. co-.” “engkau adalah dia. kesebangsaan dalam ruang pemerintahan.” antar “kami. affection (em-. Empathy vs Sympathy. NKRI pecah menjadi 5 bangsa. masyarakat dan bangsa Indonesia justru dalam ruang pemerintahan telah tercabikcabik dalam arti. dalam hal ini sumber-sumber. dan páth(os). Metodologi Ilmu Pemerintahan menggunakan lima konsep sebagai alat analisis. pátheia.” baik. berarti “harmony of or agreement in feeling.” Apa yang dirasakan oleh yang satu. thoughts. Gerik sympátheia. Nasionalisme Pemerintahan. jarak dan hubungan antar “aku. syn. as a natural object or work of art. kerangka acuan. with. dari sym-. bertujuan mereformasi jarak dan hubungan itu. agreement or approval. banyak fihak. Lawrence Neuman dalam Social Research Methods (1997. Slogan pasar politik berbunyi “Bersatu dalam perbedaan. suffering.” dan “the imaginative ascribing to an object. empathy. or attitudes of another person. serenity dan Verstehen. Apakah hubungan empati dengan simpati? W.. suffering. 356) menyatakan bahwa “Empathy does not necessarily mean sympathy. Kata empathy berasal dari bahasa Gerik empátheia.Gambar 7 menunjukkan bahwa dilihat dari sudut SKE. dirasakan juga oleh yang lain. kerangka pemikiran). menjadi “kita” yang baru tanpa yang satu berubah menjadi yang lain. yaitu sympathy.” dan “dia.berempati ------> B FOR A FOR B | | ------------------| | | | empati A thd B simpati A thd B | | 93 . it means feeling things as another does.dan pathy. as between persons or on the part of one person with respect to another.” dan “a quality of mutual relations between people or things whereby whatever affects one also affects the other.

Schwandt. sedangkan simpati merupakan konsep yang digunakan untuk memahami proses sosial yang terjadi antar pelaku yang berbeda-beda. Denzin dan Yvonna S. Handbook of Qualitative Research (1994. Gambar 42. kuorum. dan tindakan subjek yang diamati dengan menggunakan “intellectual identification. uniqueness. Dalam Gambar 43. yaitu cara memahami perasaan. 68) dapat dikatakan bahwa empati adalah konsep metodologi. Berdasarakan analisis hermeneutic (hermeneutics.” dalam Norman K. simpati A terhadap B terbentuk karena adanya ketertarikan atau kesamaan antara keduanya. 120) menggambarkan empati itu sebagai “getting inside the head of another. dan bisa juga bersimpati tanpa melalui empati melainkan melalui kesamaan atau ketertarikan satu dengan yang lain. A menggunakan FOR B. Interpretivist Approaches to Human Inquiry. FOR A berbeda dengan FOR B Gambar 42 Hubungan antara Empati dengan Simpati Yang Satu Menggunakan FOR Yang Lain Thomas A. “a theory of meaning. mayoritas. A -------.| | ------------------> FOR.” Ilmu Penafsiran. “making the obscure plain. kualitas. sikap. untuk menafsirkan fenomena sosial sehingga terlihat perbedaan. “Constructivist. karakteristik. Dengan pendekatan kuantitatif orang berbicara tentang dan memihak (ke)pada dominasi.” (lihat Neuman.” didorong oleh keingintahuan yang dalam (curiosity). antara yang satu dengan yang lain sebagaimana adanya. Lincoln. yang terjadi berdasarkan adanya ketertarikan atau kesamaan. pembenaran. Jadi seseorang bisa bersimpati melalui empati. (eds). 1997. Membangun kebersamaan dan kesepakatan bisa melalui pendekatan kuantitatif dan bisa juga melalui pendekatan kualitatif. Teori Pengertian.bersimpati-------> B --------> SIMPATI hobi X hobi X tertarik menarik turut berduka berduka kepentingan Y kepentingan Y Gambar 43 Terbentuknya Simpati Via Kebersamaan dan Ketertarikan 94 .” didukung oleh sikap etik dan emik (amïc). frame of reference. Dalam Gambar 42.

voting, kurva normal, rata-rata, generalisasi, statistik, exchange, bargaining, kekuasaan, dan sebangsanya. Berdasarkan pendekatan kuantitatif, maka yang kalah, minoritas, yang tidak terdaftar, powerless, tontonan, korban, mangsa, dianggap tidak ada, atau dapat diabaikan. Pendekatan kualitatif adalah kebalikannya. Pendekatan ini telah dibahas dalam, Kybernologi (2003), Bab 36, Melalui pendekatan kualitatif yang dijadikan pegangan oleh peneliti dalam mereproduksi dalam pikirannya “the feelings, motives, and thoughts behind the action of others,” adalah frame-ofreference (FOR) subjek yang diamatinya, sedangkan dengan pendekatan kuantitatif, peneliti menggunakan FORnya sendiri. Dengan pendekatan kualitatif, sekecil apapun hal yang diamati, ia mempunyai kualitas dan nilai, dan oleh sebab itu ia tidak pernah dianggap tidak ada, dan kehadirannya tidak pernah terabaikan. Sama seperti tubuh manusia. Komponennya yang kelihatannya terkecil, terlemah, ternyata memberi sumbangan vital terhadap keseluruhan. Terlepas dari persoalan, pendekatan mana yang digunakan, hubungan antara nilai empati dan simpati dengan kedua pendekatan (kuantitatif dan kualitatif), dapat digambarkan sebagai berikut (Gambar 44). Gambar 44 menunjukkan hubungan jalur antara empati dengan simpati. Simpati dapat terbentuk melalui empati (sel 4 melalui sel 3). Empati adalah empati dalam sel 1, sedangkan simpati yang diharapkan terbentuk dalam sel 2.
--------------------------------| NILAI | |---------------------------------| | EMPATI | SIMPATI | | keberbedaan | kebersamaan | --------------------------|----------------|----------------| | | KUANTITATIF | yg berbeda 1 | mayoritas yg 2| | | (FOR peng- | dan kecil | dijadikan da- | | | amat) | diabaikan | sar kebersamaan| | PENDEKATAN |-------------|----------------|----------------| | | KUALITATIF | setiap kom- 3 | keberadaan 4| | | (FOR subjek | ponen ber| yg menjadi da- | | | yg diamati) | nilai | sar kebersamaan| -----------------------------------------------------------Gambar 44 Model Hubungan Nilai dengan Pendekatan Antara Empati dengan Simpati

Politisi dan pejabat membenarkan kebijakan pemberian kompensasi BBM langsung tunai kepada orang terdaftar miskin, kendatipun banyak yang sesungguhnya tidak

95

berhak tetapi terdaftar, dan sebaliknya banyak yang berhak tetapi tidak terjangkau pendaftaran, sementara banyak pula orang melarat lanjut usia setelah menempuh perjalanan yang jauh, antri berjam-jam, berdesakan, bahkan ada mati terinjak-injak, tetapi itu semua, dianggap tidak apa-apa, karena “persentasenya sangat kecil.” Jika seorang yang usil bertanya: “Jika orang tua miskin yang terinjak itu, Anda sendiri, bagaimana?” Karena pejabat dan politisi tidak pernah menjadi atau sudah lupa apa itu kemiskinan (“ibarat kacang lupa akan kulitnya”), maka ia tidak bisa me‘reproduce in his or her own mind the feelings, motives, and thoughts behind the action of other’” (“feelings” dibaca “sufferings,” “misery”). Apakah melalui perbedaan (sel 3, Gambar 44) orang bisa tiba pada kebersamaan (sel 4)? Bisa, jika sikap terhadap perbedaan bahkan heterogenitas, bertolak dari serenity: “Menerima secara sadar dan ikhlas apa adanya.” Seperti tajuk doa Reinhold Niebuhr (1892-1971): God, Give us grace to accept with serenity The things that cannot be changed Courage to change the things Which should be changed And the wisdom to distinguish The one from the other Konsep empati dan simpati tidak terpisahkan dengan konsep pengertian (understanding). Salah satu bentuk understanding adalah empathic understanding yang dalam bahasa Jerman disebut Verstehen. “It (Verstehen) must mean an act of sympathetic imagination or empathic identification on the part of inquirers that allowed them to grasp the psychological state (i.e. motivation, belief, intention, or the like) of an individual actor,” demikian Schwandt. Bisa saja peneliti bermaksud mengenal seorang aktor dengan motif ketertarikan (sympathetic imagination) dan bukan karena ingin mengenalnya sebagaimana adanya. Menurut Max Weber, Verstehen adalah “empathic understanding or an ability to reproduce in one’s own mind the feelings, motives, ang thoughts behind the action of others.” Konsep Verstehen terkenal di lingkungan Humaniora, Sosiologi, Antropologi, dan Ilmu Sosial lainnya, dan dijadikan dasar pendekatan kualitatif Metodologi Penelitian Sosial.
1 JARAK 2 ------------>HETEROGENITAS------------->SERENITY--------------| TINGKAT, JURANG | | |

96

TINDAKAN 6 3 FOR | | | | ---------------VERSTEHEN<----------------EMPATHY<-------------5 4 Gambar 45 Nasionalisme Pemerintahan pada Aras Mikro 1 Antara SKK dengan SKS; 2 sd 6 SKK terhadap SKS FOR frame-of-references, kerangka acuan

Adalah Wilhelm Dilthey yang mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi Naturwissenschaft yang tersusun berdasarkan abstract explanation (Erklärung) dan Geisteswissenschaft yang berakar dalam “an empathetic understanding, or Verstehen, of the everyday lived experience of people in specific historical settings” (Neuman, 1997, 68). Tujuan Naturwissenschaft adalah scientific explanation, sedangkan Geisteswissenschaft “the grasping or understanding (Verstehen) of the “meaning” of social phenomena” (Denzin dan Lincoln, 1994, 119). Nation Indonesia adalah sebuah bangunan. Salahsatu ruangannya adalah ruangan pemerintahan. Dalam ruang pemerintahan yang paling dekat dengan kita, ada tiga komponen bangunan “nation” Indonesia yang bahannya lapuk atau kemakan rayap, konstruksinya satu dengan yang lain dalam dimensi waktu dan ruang tidak pas, sehingga bangunannya miring dan goyang-goyang ditiup putingangin, lebih miring ketimbang Menara Pisa, dan kerapkali digunakan malfungsional, digunakan tidak sesuai dengan fungsinya, bangunan itu dihuni oleh tikus-tikus, badak-badak, dan manusia pake tanduk dengan kait pancing di ekornya, apakah itu bukan geng setan (hehehe, ada beberapa ekor yang cantik di pojok bawah karikatur, Karikatur Kompas 040212)? Tiga pilar itu adalah 1. Tenaga-tenaga penyelenggara Negara 2. Uang rakyat yang dikelola oleh Negara 3. Barang Negara yang dibeli dengan uang rakyat. Tenaga-tenaga penyelenggara Negara. Tenaga-tenaga pilihan (politik) dan tenagatenaga angkatan (karier, pegawai negeri, PN). Perilaku penyelenggara Negara (SKK) telah dikemukakan di atas. Yang dipertanyakan di sini lebih khusus, yaitu wawasan kenusantaraan pengabdian seorang PN dalam dimensi waktu dan tempat. Yang dimaksud dengan wawasan kenusantaraan PN adalah kesediaan dan kesiapan untuk bekerja di mana saja dan kapan saja di seluruh pelosok tanahair. Kami dulu tahun 50-an bersumpah untuk itu. Tour of duty (TOD) dan tour of area (TOA), merupakan instrument pembinaan jiwa kenusantaraan PN. TOD dan TOA bukan hukuman melainkan penghargaan! Dahulu, rumah dinas PN tidak dijualbeli seperti sekarang, supaya bagi seorang TOD atau TOA selalu tersedia fasilitas rumah
97

lengkap, dan sekolah bagi anak-anaknya. Juga tunjangan kemahalan di TOA terpencil atau tarif hidup lebih mahal ketimbang daerah lainnya. Tujuannya supaya distribusi nilai-nilai ke seluruh pelosok berjalan dengan relatif merata. Tidak ada kantongkantong seperti sekarang. Apakah semakin tinggi jabatan, semakin kuat dan operasional wawasan kenusantaraannya, atau justru sebaliknya? Yang terjadi sekarang ialah, separatisme di bidang kepegawaian. Tigapuluhtiga provinsi membangun 33 bangsa pegawai negeri daerah atau apapun namanya. Seorang yang lahir di Jakarta, jadi pegawai professional DKI Jakarta, diurus dengan standar yang jauh berbeda dengan provinsi lain oleh Pemda dan BKD DKI, dan pensiun di Jakarta, apakah ia merasa sebangsa dengan tenaga lainnya di daerah Papua sana? Uang rakyat yang dikelola oleh Negara. Apakah dalam mengelola uang rakyat, Negara memihak rakyat? Pertama dalam struktur anggaran, dan kedua dalam hal tarif. Satu dengan lainnya kait-mengkait. Nampaknya, semakin maju (kalau benar kita ini maju) kita, semakin tidak memihak rakyat pengelolaan uang rakyat. Bagian terbesar uang rakyat dialokasikan menjadi belanja pegawai dan belanja barang. Belanja pembangunan sebagian besar nyangkut di ruang politik, birokrasi legislatif, birokrasi eksekutif, birokrasi yudikatif, state auxiliary bodies, yang ratusan jumlahnya dan berlipat-lipat pengeluasannya, dan hanya sebagian kecil yang menetes ke bawah, ke kita-kita. Dengan perkataan lain, anggaran untuk membangun kekuasaan jauh lebih besar ketimbang anggaran untuk membangun manusia. Jika dipikir saksama, kalaupun masyarakat berubah dan nilai bertambah, sebagian besar bukan kinerja SKK melainkan jerihpayan SKE sendiri, terutama sektor informal yang mengais rezekinya setiap hari bantingtulang mati-matian, dari pukul 02.00 dinihari sampai pukul 11.00 malam, sementara wakil-wakilnya di Senayan, sebagian ngorok di saat rapat atau lagi nampang di depan kamera, dan pejabat-pejabatnya asyik memikirkan siapa lagi yang akan dimakannya. . Berbicara tentang besarnya pendapatan masing-masing tenaga “plat merah” di Negara ini, nampaknya terjadi pengelompokan sebagai berikut: 1. a. Tenaga-tenaga pilihan (elected) b. Tenaga-tenaga seleksian (selected) 2. a. Tenaga-tenaga di lingkungan lembaga yang menghasilkan dan mengelola uang, seperti Kementerian Keuangan dan sebangsanya, BI dan sebangsanya, BUMN dan sebangsanya b. Tenaga-tenaga di lingkungan lembaga yang mengelola manusia, yang sasarannya pada umumnya adalah masyarakat nirdaya, sehingga urusan ini mustahil menjadi sumber pendapatan Negara atau daerah, jadi sifatnya membelanjakan uang 3. a. Tenaga-tenaga yang bekerja di lingkungan daerah kaya
98

jarak. SKS Dengan Dirinya Sendiri Kepemimpinan Sosial dan Nasionalisme Budaya Kepemimpinan sosial adalah kesebangsaan di ruang sosialbudaya. Bagaimana prosesnya? 1. Barang Negara yang dibeli dengan uang rakyat. Di samping itu kepemimpinan formal dinilai jauh lebih tinggi ketimbang kepemimpinan informal. logistik. semakin dapat terjembatani jurang. atau apapun namanya. Para mantan actor kekuasaan politik itulah yang diharapkan membangkitkan semangat SKS untuk berjuang. Tindakan SKK itulah yang menentukan. Sejauh ini sistem kepemimpinan Indonesia masih berorientasi ketokohan. inventory. justru karena kalangan mantan itu sudah sangat berpengalaman di dunia SKK. dan heterogenitas pada terminal 1 berkurang atau bertambah. tetap berguna. Hal ini sekaligus meneguhkan niat para actor semasa masing berkuasan agar ketika jadi mantan mereka tetap eksis. Untuk menghubungkan terminal 5 dengan terminal 1. Ia disebut 99 . tetap berperan. atau kalaupun ada. Dalam konstruksi itu. sangat amburadul. Perbedaan itu berdampak pada semangat kerja dan kadar rasa kesebangsaan pemerintahan di lingkungan masing-masing. Semakin dekat jarak. Skandal Banggar DPR (2011-2012) terjadi karena standardisasi tidak ada. tiap konsep menjadi terminal dan hubungan antar terminal. Setiap pilar dianalisis dan diuji dengan 6 terminal Gambar 45. Para actor menyiapkan diri sebagai referensi bagi masyarakat kelak bila sudai jadi mantan. semakin “tertembus” heterogenitas. yaitu tindakan SKK. oleh sebab itu ia bertindak semaunya. semakin terbentuk dan kokoh Nasionalisme Pemerintahan. Tenaga-tenaga yang bekerja di lingkungan daerah miskin Nampak-nampaknya terdapat perbedaan yang sangat menyolok antara kelompok a dengan kelompok b di atas. Manajemen bangunan. Hubungan antar 5 konsep di atas direkonstruksi seperti Gambar 45. rute. DPR bertindak sendiri di luar standar karena merasa dia yang membuat hukum dan aturan. apakah jurang. Setiap masyarakat memiliki tokoh dan lingkungan yang memiliki kualitas sedemikian rupa sehingga dengan kualitas itu sang tokoh mampu mempengaruhi orang lain atau lingkungannya. asset. barang.b. ruang korupsi dan sumber pemborosan. Teori Kepemimpinan Informal dipandang tepat digunakan untuk menerangkan betapa mutlaknya fungsi kontrol terhadap perilaku kekuasaan sehari-hari dalam masyarkaat. dibutuhkan terminal ke-6.

Supaya tatkala kembali ke dalam masyarakat. dan sebagainya. yang lain menerima masa pascajabatan itu sebagai kesempatan untuk istrahat.berkepemimpinan. ketika pensiun atau tidak terpilih lagi. ia jatuh dalam pelukan PPS. Dari perspektif Kybernologi “kembali ke dalam masyarakat” itu bervisi lain. menjadi bukan siapa-siapa.” Mengepalai suatu daerah (negara). pemimpin informal terpilih atau tersaring menjadi kepala selama periode tertentu. semasih dan semasa menjabat ia harus tetap menjalankan dan mengembangkan kepemimpinan informal di samping kepemimpinan formal. purnakarya. Karena kepemimpinannya itu bersifat sosial dan tidak diatur secara formal. sang mantan tidak mengalami PPS tersebut. menikmati sisa hidup apa adanya. Pejabat yang selama menjabat hanya memiliki kepemimpinan formal. mengepalai suatu organisasi. misalnya 5 tahun. menurut standar dan prosedur yang telah disepakati bersama. sudah habis. Jadi selama menjabat kekuasaan. Bagaimana dengan kepemimpinannya. Kepemimpinan informalnya bertambah dengan atau berubah menjadi kepemimpinan formal. Kendatipun uang pensiun kecil. Apa artinya kembali ke dalam masyarakat? Bagi banyak orang. Kepemimpinan informal ini yang menjadi bekal baginya dalam menjalani sisa hidupnya kembali di dalam masyarakat. mendirikan yayasan pendidikan.” tetap berperan aktif). sehingga ketika masajabatan kepemimpinan formal berakhir. berakhirlah masa jabatannya. kepemimpinannya disebut kepemimpinan informal dan pemangkunya pemimpin informal. karena ada kekuasaan politik di dalamnya. Tetapi pejabat yang selama menjabat menggunakan dua-duanya. atau terpilih menjadi lembaga representasi. Menjadi pejabat atau “yang terhormat. Melalui pemilihan (election) atau penyaringan (selection). jika beruntung pada akhir tahun kesepuluh. melainkan tetap “terbilang. ia tetap berharga dan sisa hidupnya tetap berguna. masih memiliki kepemimpinan informal. ia masih 100 . 2. tetap “ada. “Kembalinya mantan pejabat ke dalam masyarakat” harus berarti “bertemu” dengan pemimpin formal baru yang terpilih atau diangkat menggantikannya menjadi kepala buat lima tahun berikut. pensiun diterima dengan ucapan syukur purnawira. Tetapi bilamana ia masih memiliki kepemimpinan informal. dan bisa juga hanya kepemimpinan formal. Beberapa orang mengalami post power syndrom (PPS). Selama menjabat mungkin ia sudah menyiapkan “lahan” lain untuk berkarya: menjadi Widyaiswara. Jika kepemimpinan sang mantan sudah habis. ia menjadi bukan siapa-siapa lagi.” (tetap eksis. pejabat bisa memiliki dua macam kepemimpinan yaitu kepemimpinan formal dan kepemimpinan informal. jatuh sakit. Pada ujung tahun kelima.

Sebaliknya. kepemimpinan informal itu berfungsi sebagai referensi dan tempat bertanya bagi kepemimpinan formal dalam arti yang seluas-luasnya.sanggup dan berkesempatan menjalankan kepemimpinan informal itu. Ia kembali menjadi pemimpin masyarakat sampai akhir hayatnya. yang lain memerani loyal opposition (kepemimpinan informal). Partai Republik memang berbeda dengan partai Demokrat. Jika yang satu memimpin (kepemimpinan formal). Proses kepemimpinan seperti itulah yang terjadi di Amerika sejak ratusan tahun yang lewat. Dalam governance yang baik dan sehat. mantan | | ---------PIN IN. mengoreksi dan membangun dirinya menjadi yang terbaik lagi bukan semata-mata agar kadernya bisa terpilih pada tahun 2012. dan mewariskan kepemimpinannya itu kepada generasi berikutnya dalam bentuk contoh. partai Demokrat memosisikan partai Republik sebagai referensi. dalam menjalankan oposisi loyalnya mendukung partai Demokrat. dan ajaran. partai Republik (McCain) berjanji mendukung. Pada saat calon partai Demokrat (Obama) terpilih November 2008. tokoh berkepeberkepePEMIMPIN terpilih mimpinan MASA JA-->MASYARAKAT------------>INFORMAL------------>KEPALA------------>BATAN------| mimpinan tersaring formal & BERAKHIR | | informal informal | | | | | | PEMIMtidak terpilih (lagi). Gambar 46 menunjukkan bahwa agar seorang mantan bisa berfungsi sebagai referensi positif bagi pejabat yang menggantikannya. selama dan semasih menjabat ia harus mewariskan kinerja yang kelak dalam sejarah tercatat dengan tinta emas.<-----------------------------------| | | FORMAL kembali ke dalam masyarakat | | | | | | | | | | | | ----------------| referensi |-----| | | | | PEMIMrezim lain yang terpilih | | PIN<------------------------------------------------FORMAL naik ke singgasana kekuasaan 101 . ibarat hubungan abadi antara senior dengan yunior di dalam masyarakat akademik dan komunitas prajurit. melainkan untuk memimpin Amerika lebih baik lagi di masa depan. melakukan envisioning baru. Mengapa? Karena selama empat tahun berikut. teladan. dan dapat pula menjalankan kepemimpinan informalnya. Bukan hanya itu. partai Republik mempelajari sepak-terjang partai Demokrat. 3.

Beberapa waktu yang lalu (260909) saya buka ruang budaya dalam internet. mengolah atau mencipta sumber-sumber. sejenis bentuk budaya. Dua tulisan itu sama berbicara tentang budaya. apa pula itu? Paragraf ini tentang budaya. kebudayaan di-“mutilasi” dari ruang pendidikan dan kebudayaan? Budaya: Nilai (Roh) dan Raganya. yang kemudian berubah menjadi Departemen (atau Kementerian?) Pendidikan dan Kebudayaan (P & K). motif perilaku bolos. Sesuatu dikurangi dengan isinya itulah raga (kendara). come back? Mengapa tidak? Nasionalisme budaya. sang mantan jika kesempatan terbuka. dan “Boediono Dianugerahi Gelar Adat Tertinggi Banda” (260909). dan sebagai komoditi politik. Kompas 080909) melaporkan peristiwa budaya tentang “Batik Jadi Warisan Budaya Dunia. Sesuatuitu bernilai artinya ada sesuatu dengan nilai di dalamnya. Bila ditengok ke belakang. pejabat. kalau tidak salah. dan 3 Oktober 2009. Antara lain “Doa Budaya” (240909). terlihat beberapa topik yang dikategorikan sebagai peristiwa budaya. dahulu kebudayaan dijadikan bagian Kementerian Pendidikan. manusia bekerja menggali. tetapi dapat dilihat dari dua sudut yang berbeda. Pengajaran dan Kebudayaan (PPK). presiden meminta seluruh masyarakat Indonesia mengenakan batik pada tgl 2 Oktober 2009. “Budaya Mudik” (250909). Kebudayaannya ke mana? Apakah untuk memberi tekanan “nasional” pada pendidikan. Budaya dalam empat peristiwa itu berturut-turut berfungsi sebagai media untuk berdoa. Tetapi sejak beberapa tahun yang lalu nama dan tentu saja isi departemen itu berubah menjadi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Manusia bekerja untuk mendapat sesuatu yang berguna atau bermanfaat mendukung kehidupannya. Sesuatu itu disebut bernilai.Gambar 46 Proses Kepemimpinan (Lihat Tanda Panah) Melalui proses itu. Demikianlah para politisi. untuk mendukung dan menghormati pengakuan dunia terhadap budaya Indonesia. Ahmad Nyarwi (AN) (Kompas 070909) menulis tentang “‘Mutilasi’ Budaya” dan (DAY. Raga dengan nilai (di SUMBERSESUATU HIDUP BER----->SUMBER------->KERJA------->YANG BERNILAI------->KELANJUTAN----| | | | | | | | | NILAI RAGA | | | | | 102 . “PNS Bolos Karena Faktor Budaya” (240909). PNS seDIY diwajibkan mengenakan pakaian dari bahan batik pada tgl 1. Untuk bisa hidup berkelanjutan. sementara menurut berita.” Sehubungan dengan itu. ilmuwan dan birokrat memakai batik berdesain indah dan mewah. 2.

bila demi disiplin semua PNS diwajibkan memakai batik. kesenian. dengan bagian-bagiannya yang bisa sakit dan perlu dirawat. Jadi modelnya seperti Gambar 47. moral (seni kemanusiaan) dan agama.| | | | | -BUDAYA-| | | -------------------------FEEDBACK/FEEDFORWARD------------------------ Gambar 47 Nilai dan Raga (Kendara)-nya Lihat juga Gambar 20 dalamnya) disebut budaya. yaitu budaya. ilmupengetahuan (filsafat). Teori Budaya Organisasi.” demikian Abu Hanifah lebih lanjut. “Sampai abad ke-19 umumnya yang disebut kultur oleh ahli pikir. kesenian. atau membentuk sesuatu yang bernilai. “kota yang masih sepi” sebagai raga. ialah tindakan manusia mengerjakan dan memelihara kekuatan yang ada pada ilmupengetahuan. Menurut Abu Hanifah. Abu Hanifah dalam Rintisan Filsafat I (1950) menarik perbedaan antara kultur dengan peradaban. atau nilai yang tersembunyi di belakang atau di dalamnya. Batik pada suatu masa bisa menjadi komoditi politik. Proses tidak dapat dipisahkan dari hasilnya. dan pelanggarannya terancam “PP 30. Culture dan Civilization.” dan bila semua orang memakai batik. seperti Tari Pendet yang bisa dilakoni oleh siapa saja. maju dan berkembang. dan layak dipelajari oleh seisi dunia? (Ref. “pengertian kultur Barat belum ada di Timur KEBUDAYAAN 1 | ------------------------------------| | KULTUR PERADABAN 103 . bernilai “ibukota negara dan disiapkan untuk tigaratus tahun ke depan” Nilai itu tetap kokoh sebagai fondasi hidup berkelanjutan. Manusia bekerja (proses) untuk menemukan.” Apakah yang diwariskan kepada dunia hanya sekedar raga yaitu kain dengan lukisan-lukisan yang berwarna indah namun bisa dibikin oleh siapa saja. karena setiap titik pada proses merupakan hasil jika proses terhenti pada titik itu. tidak oleh matadagang atau matapejabat. menambah.” “Kalau kita pikir lebih dalam lagi. buat keselamatan manusia itu. dan perikemanusiaan. yang hanya terlihat oleh matahati Indonesia. sesuatu itu adalah Putra Jaya. dengan raganya yaitu “pakaian yang dikenakan atas permintaan presiden. Pada pikiran AN. 2005). Taliziduhu Ndraha. Dengan sendirinya dianggap bahwa agama. berubah. Perbedaan dan hubungan antara nilai dengan raganya terlihat pada AN dan DAY di atas. sesuatu itu adalah batik. tentu saja batik menjadi komoditi bisnis sejagat yang luarbiasa dahsyatnya. Pada laporan DAY. sebagai bagian-bagian kultur.

berbentuk teknologi. sedangkan Kultur peradaban batin (kehalusan budi. Bahasa Inggris culture diterjemahkan dalam bahasa Indonesia budaya atau kebudayaan. yakni: Kultur ialah peradaban batin dan civilisation ialah peradaban lahir. nilai dengan 104 . dan kenikmatan sementara. Tetapi pengertian dua kata itu berbeda. Untuk tetap hidup berkelanjutan. dan raganya harus terus berubah tanpa pernah membeku. Akarkata budaya dan kebudayaan memang sama. Kata culture berkaitan dengan kata cult. Segala Zivilisation ditakdirkan untuk musnah pada suatu saat.” Di bawah kondisi tertentu. .” “Tetapi di Barat ada pengertian peradaban (civilisation) yang ada juga pada kita. Dengan kekuatan itulah bangsa-bangsa Eropah dan Jepang yang kendaranya hancurlebur saat PD II. yang telah melampaui puncak kegemilangannya. Dalam bukunya berjudul Der Untergang des Abendlandes (1923). seperti yang ditunjukkan angka 3 pada Gambar 48. 1989). karena atau bila ia kehilangan dukungan lingkungannya. Oswald Spengler berkesimpulan antara lain bahwa Zivilisation adalah bekuan hasil perkembangan suatu Kultur.” Akhirnya Abu Hanifah berpendapat bahwa kebudayaan adalah sintesis antara kultur dengan peradaban (Gambar 48). keindahan seni. culture adalah “the quality in a person or society that arises from an interest in and acquaintance with what is generally regarded as excellence in. dalam tempo lima tahun Marshall Plan bangkit kembali oleh nilai hidup yang terus menggelora (ref. Zivilisation berarti peradaban lahir. nilai). Suatu pola perilaku yang hanya mementingkan hal-hal yang bersifat lahiriah. Sementara cult berkaitan dengan Latin colere yang berarti cultivate. tampilan yang kelihatan. Taliziduhu Ndraha. Budaya dan Kebudayaan. dan sebagainya). Lain di mulut (raga) lain di hati (jiwa. . Di Jerman. . . jadi meliputi culture. . Peradaban itu di Barat akibat kultur. yaitu dari bahasa Sanskerta buddhayah. Menurut kamus. keluhuran ilmu. Konsep Administrasi dan Administrasi Di Indonesia. Ia berteori lebih lanjut bahwa Zivilisation merupakan akhir perkembangan Kultur organik yang lahir dari jiwa suatu bangsa. bangunan kota raksasa. Perlu diketahui bahwa di Inggeris dan Perancis civilisation berarti peradaban pada umumnya.2 3 | | | ------------------| | | ------PERADABAN BATIN-----PERADABAN LAHIR 4 5 Gambar 48 Kultur dan Peradaban sebelum masuk pikiran Barat. suatu bangsa tidak boleh kehilangan nilai hidup (elan vital). yaitu roh yang menggerakkan (Kultur). dan bangunan kekuatan politik yang lama-lama membosankan.

badan yang terlepas dari jiwanya.dan akhiran –an. budaya adalah nilai tanpa raga. Dalam kondisi itu.” maka bagian budaya berupa raga terpisah dari nilai. Berpisah berarti mati. sampah sejarah. tib-tiba berubah setara dengan nilai yang terkandung di belakang atau di dalam gelar budaya yang dipakaikan kepadanya. “kebudayaan” (di dalam tanda kutip) adalah suatu tampilannya atau kenampakannya yang dapat diamati. diukur. Apakah. atau raga yang sama berubah menjadi sampah. nilai seorang tokoh politik yang oleh elit masyarakat tertentu dalam sebuah upacara dianugerahi gelar budaya dengan (pe)raga(an). belum ada. entah itu berasal dari dalam (dari nilai hidup. dan segala kelengkapannya. berubah menjadi komoditi bisnis yang disebut “kebudayaan” dan ditempel pada Departemen (?) Kebudayaan dan Pariwisata. ibarat jiwa dengan badan. ditinggal. Tetapi tatkala orang lebih memperhatikan dan mengejar raga ketimbang nilai yang berada di dalam atau di belakangnya. Hubungan antara jiwa (nilai) dengan raga ditunjukkan melalui Gambar 49 ---------------------------------------------| RAGA | |----------------------------------------------| | LAMA(TETAP) | BARU(BERUBAH) | HILANG(DITINGG)| --------------------------|-------------|---------------|----------------| | | | 1| 2| 3| | | LAMA (TETAP) | tertinggal | konservatif | kenangan | | |------------------|-------------|---------------|----------------| | NILAI | | 4| 5| 6| | JIWA | BARU (BERUBAH) | kreatif | kemajuan | angan-angan | | |------------------|-------------|---------------|----------------| | | | 7| 8| 9| | | HILANG(DITINGG)* | sampah | tiruan | musnah | ------------------------------------------------------------------------*ditingg. Budaya adalah konsep. entah bersumber dari nilai lain. seperti pada laporan DAY di atas. itulah yang dimaksud oleh Spengler sebagai raga yang membeku. alias pepesan kosong. Budaya itu berada di dalam diri. dan jika nilainya tidak segera beroleh raga baru. adalah kualitasnya. semakin jauh dari nilai awal Gambar 49 Hubungan Tentatif Antara Nilai dengan Raganya (Perubahan Budaya) 105 . ritual. terjebak di luar semakin jauh meninggalkan nilai yang kehilangan raganya.raganya membentuk budaya. hilang dari peta. atau sama sekali tampilan yang kemilau tetapi tanpa isi. dari budaya). tanpa kendara. tertinggal hilang. kebudayaan yaitu kata bentukan dari budaya dengan awalan ke. sementara raganya yang semula. atau seperti yang terjadi tatkala “kebudayaan” dikeluarkan dari “pendidikan dan kebudayaan. dan dijual. yang dibangun selama ratusan tahun oleh para pendiri nilai yang disandangkan? Raga yang terlepas dari nilainya. bangsa yang bersangkutan musnah.

yang membeku atau terbekukan di dalam Departemen Hukum dan HAM (Gambar 50). sebelum dengan senang hati membunuh dirinya sendiri. Jadi budaya itu diberi nama menurut raganya. Muhombo artinya terbang. “Menjadi pria sejati” diambil oleh perusahaan rokok atas izin negara dan dijadikan credo anak-anak muda agar gencar “membakar uang” dan siap meracuni orang lain dengan asap rokok. komisi itu bukanlah superbody. dan fahombosa sebagai raga berharga 10. Pengurusan HAM oleh masyarakat dilakukan oleh Komnas HAM. Juga bukan untuk dijadikan komoditi politik! Inilah inti nasionalisme budaya! Raga Budaya Yang Terbekukan. Tetapi melihat penampilannya. yaitu sebuah ritual melompati bangunan batu berbentuk piramidal segi empat setinggi lebih kurang dua meter. setiap orang mencari uang dengan fahombo. Nilai “demi menjadi pria sejati” lamakelamaan dilupakan orang. dinyatakan dan diakui pada tgl 10 Desember 1948. Semula HAM berada pada manusia di dalam masyarakat. misalnya dalam pemilu (pileg dan 106 . Kemudian HAM dipindahkan ke dalam lingkungan hukum positif. bukan untuk dikomersialisasikan. setara dengan KPK dan lembaga komisioner lainnya. lepas dari motifnya demi menjadi pria sejati. adalah raga budaya Fahombosa. Semua lelaki bisa menjadi atlit bahkan artis fahombosa. bahwa budaya itu sedemikian luhurnya sehingga budaya tidak layak untuk dijualbeli.” Ketika bisnis pariwisata memasuki Nias. Fahombosa yang berarti perlompatan sesuatu yang besar. Salah satu contoh raga yang bukan hanya membeku tetapi terbekukan adalah raga penegakan HAM. Indonesia terkesan bukan negara hukum tetapi negara peraturan. Sementara itu warga masyarakat (ruang 2) berkewajiban untuk menaati peraturan-peraturan yang disepakati dan ditetapkan bersama oleh pemerintah dengan masyarakat sebagai dasar pelayanan publik.000 rupiah sekali melompat. dan lain-lain. sementara raganya menjadi komoditi bisnis fahombosa. Jembatan Semanggi. Nilainya adalah ritual “menjadi pria sejati. Kesan itu diperoleh dari pengalaman sehari-hari.Contoh yang termasuk dalam sel 7 Gambar 49 adalah budaya Fahombosa di Nias. yang penyelesaiannya belum kunjung tuntas. yaitu Departmen Hukum sehingga nama departemen itu berubah menjadi Kementerian Hukham. Tiap tahun ada ritual ratapan bagi para korban pelanggaran HAM (dan kejahatan kemanusiaan) di Trisakti. Dari uraian sederhana di atas dapat dirumuskan sebuah catatan. fahombo artinya melompati sesuatu yang besar. atau sekedar lelaki pekerja fahombosa demi uang sepuluh ribuan. Komisi ini melihat namanya. Gambar 51 menunjukkan bahwa yang memikul kewajiban (pelayanan civil) untuk melindungi dan memenuhi HAM (ruang 3) adalah negara (ruang 1).

tetapi dalam jangka panjang menghancurkan semuanya. Sebaliknya. seolah membeku sulit bergerak. walau diakui sendiri oleh pelakunya. Lebih-lebih jika masyarakat permisif terhadap sikap “tujuan menghalalkan segala cara” yang dipertontonkan oleh rezim yang berkuasa. rumit. Kewajiban masyarakat untuk menaati aturan perundang-undangan sebagai dasar kewenangan pemerintahan. dan terang benderang di mata publik. tidak dianggap pelanggaran atau kejahatan. melindungi dan memenuhi HAM. pilkada dan pilkades yang lalu. yang dalam jangka pendek menguntungkan satu fihak dan merugikan fihak yang lain. aturan perundangundangan tentang kewajiban negara untuk mengakui. karena tidak ada ketentuan yang mengaturnya. Itulah yang oleh Spengler disebut hasil --. Perbuatan yang melanggar kesadaran hukum dan rasa keadilan masyarakat. konon pula 107 . dan tak terkendali sehingga ada yang menjulukinya hukum rimba. kemudian menjadi kebiasaan dan pola prilaku yang mengeras seperti batu. semakin hari semakin luas.kultur yang membeku. Preseden seperti itu yang terjadi berulang-ulang dan di mana saja.lebih tepat disebut NEGARA pemikul kewajiban 1 RUANG KEKUASAAN rumah tangga negara pelayanan publik 1------------------->2 kewenangan negara RUANG PUBLIK 2 KEBIJAKAN PUBLIK interface negara dgn masyarakat pelayanan civil 1------------------->3 kewajiban negara 3 HAK ASASI MANUSIA (HAM) RUANG CIVIL MASYARAKAT pelayanan rumah 1------------------->1 tangga negara Gambar 50 Interface Antara Konsep Negara Dengan Manusia sampah --. enggan berkembang.pilpres).

budaya sebagaimana adanya. aparat. pengamatan. setiap masyarakat berbudaya. budaya itu adalah sebuah konsep berisi nilai (jiwa) dan raga. diberdayakan sekuat mungkin sehingga bargaining powernya setara dengan negara. atau ringan sehingga bisa dimainkan. guna menempatkan HAM di atas dan di luar setiap konflik kepentingan di dalam tubuh bangsa. karena HAM itu terletak di ruang negara. raganya yang terlihat. Tidak ada budaya yang tak bernilai. sedangkan nilai yang melekat pada keberadaan raga (eksistensial). dan oleh sebab itu. minimal nilai intrinsiknya sebagai matarantai proses alam. Dengan mengamati. sedang. Kalaupun ada pelanggaran yang terjadi. dan kalaupun ada. pejabat. Gampang kan? Lantas bagaimana mencairkan kebekuan itu? Satu-satunya kekuatan yang mampu menghangatkan suasana adalah statemanship rezim yang berkuasa. tidak ada budaya tinggi tidak ada budaya rendah. Dilihat dari sudut ini. Sebaliknya. penelitian atau penimbangan setiap raga. Raga berkualitas. nilai di dalam atau di belakang (beyond)-nya ditemukan oleh si pengamat. selonggar-longgarnya. yaitu mengutamakan nilai masadepan ketimbang kepentingan limatahunan masajabatan. Hal ini dapat difahami. melindungi dan memenuhi HAM adalah negara itu sendiri. maka aturan perundang-undangan tentang HAM-pun harus pula sesedikit-sedikitnya. masyarakat dan lembaga-lembaganya dengan Komnas HAM sebagai koordinatornya. melindungi. ke ruang hukum jika pelanggarnya masyarakat. teknokrat). meneliti. maka dengan mudah isu maupun perkara HAM bisa dipindah-pindahkan dengan mudah. tidak ada orang yang tak berbudaya. pasti menemukan nilai di dalam atau di belakangnya. maka pelanggarnya adalah negara. dan memenuhi HAM tersebut harus diatur sejauh mungkin secara otonom. jika terjadi pelanggaran. Konsep itu abstrak. masih bisa ditimbang-timbang. Salah satu persepsi sosial yang menghambat integrasi sosial adalah pemahaman yang keliru tentang budaya. agar rezim-rezim berikut bersama masyarakat memiliki pegangan yang kuat. disebut nilai intrinsik. karena yang berkewajiban mengakui.implementasinya. atau penimbang. Statesmanship itu mutlak. dan ke ruang politik jika pelanggarnya negara (politisi. tidak ada budaya baik tidak ada budaya buruk. Dalam hubungan itu. apakah berat. 108 . Lagi pula. peneliti. Abstrak karena nilai itu abstrak. Sebagaimana adanya. atau menimbang-nimbang raga menurut kualitasnya. Kewajiban negara untuk mengakui. Tentu saja supaya negara sesedikit mungkin dituduh melanggar. Nilai yang ditemukan melalui cara ini disebut nilai ekstrinsik. Adakah masyarakat yang tidak berbudaya? Seperti dikemukakan di atas. birokrat. dengan metodologi yang sama.

misalnya nikotin. Dengan nilai yang normatif (disepakati bersama) dibentuk budaya yang normatif berupa sebuah system yang core atau intinya adalah Pancasila (ibarat api) dengan Bhinneka Tunggal Ika (ibarat panasnya). Oleh sebab itu terjadi konflik nilai dan selanjutnya konflik budaya. budaya bersama. Maka dalam wacana terakhir ditawarkan konsep budaya serbacuaca untuk Indonesia (ref.? <------------DOGMA<-----------BON*<-----------------1-| | mutlak isasi struksi | | | | | | feedKETEN<H monev oleh ditegakkan | |-----------PATAN <---N=H<------------HASIL-----------------2-| | back N>H pelanggan (H) | | | | | | dibenarkan monev oleh “ditegakkan” | ---. Selanjutnya konstruksi sejumlah norma disebut ideologi. Sasaran pembangunan budaya adalah budaya normatif ini. Konflik bisa diselesaikan dengan menggunakan asas “merokok itu pilihan bebas. merupakan konsep alternatif. Dari budaya sebagaimana adanya yang bhinneka.” melalui kesepakatan yang mengikat. variabel budaya normatif adalah budaya kuat atau budaya lunak. 2009). oleh orang lain dianggap racun.” Dalam hubungan itu. budaya yang ideal. dan ideologi yang perilaku ditimbang disepakati -->ENTITAS-------->KUALITAS--------->NILAI---------------->NORMA | raga diamati bisa terpaksakan (N) | | | | | dipatuhi disakraldirekon| |---. Para penulis Budaya Organisasi umumnya sepakat bahwa nilai budaya kuat bervariasi. **Monev Direkayasa) disakralisasi menjadi dogma. misalnya “merokok di tempat khusus yang tersedia. berbeda dengan national development. Opsi 2.? <-----------“HASIL”<---------------3pembenaran penguasa** dipermainkan Gambar 51 Fungsi Norma Menurut Teori Nilai: Tiga Opsi. tidak adaptable.? <------------. melalui “melting pot” negara 109 . konflik nilai diselesaikan dengan membentuk norma. Dogmatisasi nilai melahirkan indispensablility. Budaya normatif.Tetapi suatu nilai yang dianggap bermanfaat oleh seseorang. bukan resilience. menyadari dan bertanggungjawab sendiri atas akibat-akibatnya. Nation Building. dan pada gilirannya indispensability melahirkan resistance terhadap perubahan. dan Opsi 3 (*BON = Body-Of-Norms. Ideologi. Bab I Kybernologi dan Pengharapan. Opsi 1.

25): “Do we transmit values in teaching ethics?” Pertanyaan itu menunjukkan bahwa pendidikan merupakan medium penanaman nilai ke dalam diri manusia. karena bagian terbesar nilai tambah ekonomi dimakan habis oleh pelayanan negara ke dalam (pelayanan ke dalam rumahtangga negara. April 1992. Bertens (Atma nan Jaya. bukan pelayanan ke dalam rumah tangga masyarakat) dan korupsi di segala 110 . kesebangsaan. dapat diganti dengan variabel budaya dan pendidikan. State Management Indonesia dewasa ini masih berorientasi pertumbuhan (growth) belum bisa growth and equity (prosperity. dibentuk dan terbentuk tunggal ika. tetapi sebagai langkah awal reformasi politik yang sampai saat ini belum diwacanakan. Hubungan pendidikan dengan budaya terlihat melalui pertanyaan K. dan dengan demikian pendidikan berfungsi sebagai raga. sehingga pedagang yang bersangkutan kehilangan pekerjaan dan anak-anaknya jadi terlantar. Suara seperti itu sebaiknya didengar oleh rezim yang berkuasa. alat pembangunan budaya. Apa hubungan antara Bhinneka Tunggal Ika sebagai sistem nilai sentral normatif bangsa dengan perubahan sosial pada suatu aspek kehidupan? Margaret Mead dalam Cultural Patterns and Technical Change (1955. in relation to the culture whole Jadi sebelum seorang pejabat yang memerintahkan Satpolpp untuk mengusir pedagang kakilima yang dianggap melanggar Perda K3. Variabel nilai dan raga pada Gambar 50. Pembentukan budaya normatif itu melalui satu-satunya jalan: reposisi budaya ke dalam ruang pendidikan. and that only by relating any planned detail of change to the central values of the culture is it possible to provide for the repercussions which will occur in other aspects of life. tidak hanya konsumsi untuk reformasi birokrasi jangka pendek 2011. misalnya suara yang diberitakan Kompas tgl 240909 agar pendidikan dan kebudayaan disatukan kembali.Indonesia (pot = Negara). 1957) menjawab: a change in any one part of the culture will be accompanied by changes in other parts. kesebudayaan yang dinamik dan maju. This is what we mean by “cultural relativity” that practices and beliefs can and must be avaluated in context. harus bertanya pada hatinuraninya. Budaya Normatif dan Perubahan Sosial. Kebijakan pemerintah untuk mengeluarkan “kebudayaan” dari “pendidikan dan kebudayaan” mulai digugat. apakah ia tidak melanggar Pasal 27 (2) dan Pasal 34 UUD1945? SKS Dengan SKE: SKE Sebagai Sumber Nilai Rekonstruksi Ilmu Pemerintahan akhirnya tiba pada fase feedback circuit proses terbentuknya tiga subkultur masyarakat antara SKS dengan SKE. apapun nama departemennya. welfare). kendara. program. Pendidikan dan Budaya.

Managing Corporate Social Responsibility (1977). Seminar Nasional Menyongsong Kebangkitan Nasional Kedua dalam Era Globalisasi Dunia (disingkat Seminar Nasionalisme Ekonomi) diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada tgl 8 dan 9 Maret 1991 di Aula universitas tersebut.). MA “Aktualisasi Nasionalisme Dalam Demokrasi Ekonomi Indonesia: Nasionalisme Ekonomi di Negara Berkembang.” dibahas oleh Letjend Hasnan Habib dan Albert Hasibuan. Penggunaan prinsip SKE Fase tiga itu oleh SKS untuk meningkatkan sistem nilainya.” “Let the seller beware!” Jika kita terapkan di ruang pemerintahan. Carroll (ed.” dalam Archie B. berturut-turut Drs Moerdiono “Aktualisasi Nasionalisme Dalam Pembangunan Nasional Jangka Panjang 25 Tahun Kedua. tetapi karena opini publik di masa itu tergiring ke 111 . SH. Z. Dr Andre Hardjana. Gaung seminar bergema luas. tidak semata-mata karena pembicara pertama Menteri Sekretaris Negara. yaitu “What is good for society is good for our company”.” masih sangat dominan (fase kedua). bertepatan dengan isu yang menghangat pada masa jayanya rezim Soeharto dan menderasnya arus globalisasi menuju pasar bebas dunia. is good for Indonesia.” .” dibahas oleh Dr R. Dr Anhar Gonggong “Sejarah Nasionalisme Indonesia dan Perkembangannya di Masa Depan. MBA.bidang. the managers’s actions toward his customers would be reflected in a caveat emptor philosophy. Seminar membahas empat makalah. MSM.” “What is good for the poors. MA dan Tjahjo Kumolo. Menurut Robert Hay “Social Responsibilities of Business Managers. dan Dr Alfian “Aktualisasi Nasionalisme Dalam Pembangunan Politik Jangka Panjang 25 Tahun Kedua. fase awal dari tiga fase perkembangan manajemen. membangun hubungan fungsional antara SKS dengan SKE. “In the pursuit of maximum profit. Saat kita berseru: “Let negara beware!” saat itulah kita kaum SKS menjerit menuntut pertanggungjawaban SKK. Leirissa dan Dr Onghokham. L Martoatmodjo. Di beberapa sektor sikap “What is good for General Manager is good for our country. “seller” adalah negara. is good for SKK.” yaitu manajemen “top-down. prinsip itu berbunyi: “What is good for SKS. Seminar tersebut dirancang hampir setahun lamanya.” dibahas oleh Drs Dwi Susanto. Pada aras filosofik. Kita masih harus berjuang keras dan konsisten untuk menerapkan filsafat caveat venditor (fase ketiga). SH. State Management Indonesia itu masih menggunakan ajaran caveat emptor (caveat emptor philosophy). rekonstruksi SKS dalam hubungan feedback circuit-nya dengan SKE dilihat dari perspektif nasionalisme seperti diuraikan di atas: Nasionalsme Ekonomi.” dibahas oleh Dr Taliziduhu Ndraha dan Drs J. “Let the buyers beware” would characterize his decisions and actions in dealing with the customers.” Dalam hubungan ini. seperti terlihat pada Gambar 45. Yaitu manajemen “bottom-up.

112 . Tidaklah mengherankan jika semua pembicara dalam seminar di atas menggantungkan harapannya pada golongan menengah Indonesia yang terdiri dari intelektual dan usahawan (Alfian. . jangankan strong. Generasi pemikir yang dibenci karena dianggap suka mimpi telah berakhir dan kini sedang berkuasa kelompok “pemikir” yang disayang karena menawarkan kenikmatan sesaat. . elit intelektual di tahun 70-an sampai 90-an menghasilkan berbagai buahpikiran besar. Dia menyerap enerji dari lingkungannya. atau lebih baik lagi. Pemikiran itu ibarat pohon yang menghasilkan buah bernama buah pikiran. PADA SAATNYA BERKELIP SEPERTI TITIK-TITIK CAHAYA YANG TIMBUL TENGGELAM DI CAKRAWALA ARUS ALAM SEMESTA. Generasi pemikir-sejauh-mungkin-ke depan telah lewat. Para pejabat tinggi juga tidak mau ketinggalan. tangan siapa yang menulisnya di media massa. seperti Prisma nomor 2 di bawah judul Nasionalisme Gelombang Ketiga dengan “Nasionalisme Ekonomi Indonesia: Sebuah Tinjauan Kritis” Dr Sritua Arief sebagai artikel utamanya. Pada gilirannya buah pikiran itu seperti buah lainnya. diolah dan dijadikan masukan buat proses produksi pemikir-pemikir baru. Nasionalisme ekonomi yang populer di tahun 70-an abad yang lalu --. Buah Pikiran Nasionalisme Ekonomi. bahkan weaker-and-weaker atau weakened-and-weakened di semua lini dan tingkat. blok Cepu. Anhar Gonggong. sejumlah besar telah berubah menjadi oportunis. Leirissa. lebih-lebih Habibie). Puluhan tahun telah berlalu. bisa menjadi benih baru buat pemikiran berikutnya. Mungkin mereka terpesona oleh Teori Sejarah Barat seperti dikemukakan Jan Romein dalam Bab 9 Aera Eropa (1956). Mereka sering melontarkan buah-pikiran-besar. lepas dari persoalan otak siapa yang memroduksi buah pikiran itu. Sang pemikir bebas memilih: enerji bernama tamak-dan-serakah atau enerji bernama imandan-takwa. bersama kasus FI. dan bersama. central government yang terlalu soft. dan kalaupun masih ada.demikian Andre Hardjana dalam makalahnya --. atau melalui mulut siapa pikiran itu dilontarkan. kehancuran struktur lingkungan yang menghisap banyak nyawa manusia.sana oleh arus pemikiran intelektual media massa. hanya elok dipandang dan sedap didengar. Suka atau tidak suka. Tetapi BUAH PIKIRAN TETAP ABADI. Bahwa kemudian di Indonesia ternyata buah tinggal buah. pemikirjangka-pendek-sejauh-masa-jabatan. kembali mencuat ke permukaan bersama keberhasilan NAD merebut kemenangan politik (lokal) dan keberhasilan entah keberhasilan siapa merampas identitas Papua. Warisan Abad Keduapuluh.dan selama dekade terakhir pudar dan pengalamannya terlindas arus pasar bebas dengan perilaku neoliberal.

Amat sulit membangun solidaritas antara dua masyarakat yang terlalu jauh jarak sosialekonominya ini. pembaharuan. Esensi masalah ini adalah kenyataan bahwa dalam suatu masyarakat yang sama terdapat jarak sosial ekonomi yang terlalu lebar di antara warganya. . dan wawasan kebangsaan (Alfian). Alfian ternyata seorang cendekiawan yang mengenvision tahun 1998 dengan tepat. Kesenjangan terjadi di berbagai bidang. dan sisi 113 . Selain kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi yang diungkapkan oleh semua pembicara. pernyataan itu mengakui adanya kesenjangan sosial di dalam masyarakat. . Pengalaman menunjukkan bahwa kesenjangan sosial bisa melimpas dengan cepat ke bidang politik dan akhirnya ke bidang keamanan.” dalam pidato kenegaraan di depan sidang DPR tanggal 16 Agustus 1990 Presiden Soeharto menyatakan: “Kita tidak menginginkan adanya kesenjangan antar kelompok masyarakat kita dan antar daerah.” Mengapa? Karena Nasionalisme itu tekad dan semangat (Moerdiono). Alfian menyatakan bahwa KESENJANGAN SOSIAL SUDAH MENDEKATI AMBANG BATAS TOLERANSI MASYA-RAKAT. pembahas utama. berpendapat bahwa kesenjangan sosialekonomi itu ada. Bahkan dalam kesempatan lain. maupun pembahas umum. terungkap juga adanya diskrepansi politik.” Sebagai bahasa politik. . itu jelas soal lain. nilai apakah yang mutlak menjadi inti policy decision dan policy implementation agar berbagai kesenjangan tersebut pada suatu saat yang tidak terlalu lama berkurang sampai pada tingkat minimal? Seminar menjawab: “Nasionalisme. Sebagai wawasan ia mengandung dua sisi: sisi internal yaitu wawasan jati-diri.tidak diolah guna menghasilkan perubahan. Isu ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial bukan hanya polemik akademik tetapi juga merupakan diskusi politik selain sebagai sasaran pembangunan nasional. lepas dari praktiknya di lapangan. Pada puncak kejayaan rezim “Orde Baru. . beberapa pembicara berkesimpulan bahwa kesenjangan itu semakin melebar dan menajam. Semua pembicara dalam Seminar Nasionalisme Ekonomi di atas. baik penyaji. khususnya jika kita memahami arti bangsa sebagai kehendak untuk bersatu. Moerdiono dalam Seminar Angkatan Darat di Bandung (Kompas 16 Desember 1990) menyatakan: Salah satu isu dalam pembangunan yang banyak meminta pemikiran pada perancang pembangunan adalah adanya kesenjangan sosial. Dwi Susanto mengede-pankan isu diskrepansi politik antara struktur supra (yang super kuat) dengan sutruktur infra sistem politik yang oleh Tjahjo Kumolo dinilai sangat lemah. ideologi (Albert Hasibuan). Secara konseptual sesungguhnya mereka adalah dua bangsa yang terpisah. dan kesejahteraan bagi semua orang. Pertanyaan pokok yang diajukan melalui proposal seminar adalah.

114 . Sisi kedua bertolak dari upaya untuk mengutamakan kepentingan nasional: kedaulatan nasional. Sebagai jalan untuk membebaskan suatu bangsa dari ketergantungan pada sistem ekonomi dan perdagangan internasional yang justru menghambat ekonomi nasional negara yang bersangkutan 2.2% dan 72. Hubungan antar ketiga nilai (nasionalisme. misalnya hanya 14.1% sedangkan non-pribumi 85. Sebagai tindakan untuk menempatkan warganegara di atas penduduk bukan warga negara. terutama dalam hal kesempatan kerja 4. seimbang. Sesuai dengan judul tulisan ini. makalah ketigalah yang menjadi fokus pembahasan. Andre Hardjana berpendapat. 1. Nasionalisme harus diaktualisasikan di dalam pembangunan nasional jangka panjang. sebagai derivat (spesi) Nasionalisme. dan dalam perusahaan PMDN pada periode yang sama berturut-turut 27. Jati diri Indonesia itu sendiri adalah Pancasila. sisi ini di beberapa negara berkembang melahirkan sikap yang dianggap negatif dan positif. seperti yang dikemukakan oleh Sritua Arief dalam Prisma bulan Februari 1991 di atas. anti modernisasi. Sebagai alat untuk mengembangkan dan mempertahankan integrasi nasional 3. atau adil. yang dapat digambarkan seperti Gambar 11. Dalam setiap kesempatan Moerdiono memaparkan concernnya pada keterkaitan antara dasar (Pancasila) dengan tujuan (Masyarakat Adil dan Makmur) melalui aktualisasi nasionalisme. Dalam praktik. dan sebagainya. Yang negatif berupa sikap anti PMA. Nilai Nasionalisme harus diaktualisasikan. sedangkan yang positif berupa sikap solider dan kerjasama yang tumbuh di kalangan negara berkembang yang merasa bernasib sama. demokrasi dan pemba bangunan nasional. integrasi sosial. Sisi yang satu bertolak dari kenyataan bahwa pada suatu tahap perkembangan ekonomi suatu bangsa bermasyarakat majemuk sebagian besar sumber-sumber dikuasai oleh golongan non-pribumi. Sebagai kebijakan indigenistik. dan kepentingan setiap warga negara. Indigenisme di sini berusaha mengubah kondisi itu menjadi relatif proporsional. demokrasi dan pembangunan nasional) itu oleh Moerdiono disebut Trilogi Nasionalisme yang berfungsi sebagai jembatan antara dasar dengan tujuan. Modal yang dikuasai oleh golongan pribumi dalam perusahaan PMSW.8%. yaitu kebijakan yang didasarkan pada paham kebumiputraan (kepribumian) Indigenisme mempunyai dua sisi. ada empat tafsiran Nasionalisme Ekonomi.eksternal yaitu kemampuan untuk berperan dan memenuhi tanggungjawab internasionalnya.9% (1967-1980). nasionalisasi perusahaan asing.

Konsep ini menunjukkan hubungan yang tak terpisahkan di sisi lain antara setiap warga dengan tanah airnya. Nasionalisme Ekonomi adalah | | Semangat Yang Melandasi Kebijakan Sumber-Sumber | | Ekonomi Berkelanjutan dan Mandiri Untuk Pembangunan | | Kesebangsaan Indonesia. Secara makro. Tanah Air. Jika konsep nasionalisme dan ekonomi dalam definisi Andre Hardjana disubstitusi dengan wawasan kesebangsaan dan fungsi SKE.Terkait dengan faham indigenisme di atas. semakin | 115 . Dalam hubungan itu. bukan hanya hubungan antara manusia dengan Tanah Air dan Tumpah Darah. sumber kehidupan dan penghidupan. seperti dikemukakan di atas. Dalam makalahnya. maka -----------------------------------------------------| Anggapan Dasarnya. yaitu 1. semakin | | dekat jarak kekuasaan antara SKK dengan SKS. ada dua konsep yang menghuni sistem nilai dasar (core values) bangsa Indonesia. dan secara operasional. yang ia rela bela sampai titik darah yang penghabisan Dapatlah dirasakan betapa pilunya warga melihat di tengah-tengah Tanah Air yang dicintainya ada kantong (enclave) sumber-sumber milik orang asing (mereka) yang bukan kita. dapat ditafsirkan secara makro dan mikro. Kita kehilangan. Tumpah Darah. Berai berarti mati! 2. perencana dan pelaku pembangunan ekonomi. yang kita telah pertahankan dengan tumpah darah. Secara mikro. Andre Hardjana mendefinisikan Nasionalisme Ekonomi sebagai semangat yang melandasi kebijakan ekonomi yang mengutamakan kepentingan bangsa sendiri di atas kepentingan bangsa lain. tetapi juga hubungan antara “mereka” dengan “kita. Hipotesisnya ialah. pemerintah berfungsi sebagai pengatur. Nasionalisme Ekonomi adalah dukungan rakyat terhadap peranan pemerintah tersebut di atas.” Biang keladinya siapa? Hasil penelitian kualitatif seorang kandidat Doktor tentang kasus pembebasan tahan dengan “ganti ruhi” untuk jalan tol adalah kesaksian tentang hal ini (lihat Bab I Dari Pemikiran Kualitatif Constructivist Menuju Birokrasi Berbasis Kybernologi (2011). Konsep ini menunjukkan hubungan yang tak terpisahkan di satu sisi antara setiap warga dengan langit yang dia junjung dan bumi yang dia injak. terdapat berturut-turut dalam naskah Soempah Pemoeda dan UUD1945. persis seperti jiwa tak terpisahkan dari raganya. Nasionalisme Ekonomi adalah penjabaran kebijakan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk melindungi kepentingan negara dan rakyat. dan betapa geramnya kita melihat bangsa asing meneguk kenikmatan dari kantong-kantong-(exclave) mereka di negeri asing (Indonesia).

nirdaja. hasilnya adalah ketidakadilan sosial. dan kesenjangan sosialekonomi | | horizontal antar daerah. Gambar 25 dan Gambar 26 menunjukkan fungsi SKE. dikuatkan. Satu-satunya cara. Gambar 55 menunjukkan: 1. atau menguatkan diri sendiri. pengolahan. harus ditingkatkan. Oleh sebab itu tumbuh dan dibutuhkan SKS. dan pembangunan sumber-sumber 2. hasilnya adalah seperangkat nilai yang dikemas dalam akronim KKN. karena ia lemah. Gambar 54 memperlihatkan fungsi SKS. nilai SKS yang memampukannya dan memberinya kompetensi untuk membuat SKK bertanggungjawab. di tengah. dan di hilir siklus 116 . Oleh sebab itu tumbuh dan dibutuhkan SKK. Dalam hubungan itu SKS membutuhkan SKE. pengelolaan. diulangi menjadi Gambar 53: SUBKULTUR KEKUASAAN ----> KEADILAN SOSIAL Gambar 53 Subkultur Kekuasaan Jika SKK jalan sendiri. SUBKULTUR EKONOMI ----> NILAI Gambar 52 Subkultur Ekonomi Jika SKE jalan sendiri. Untuk jelasnya di sini modelnya diulangi menjadi Gambar 52. semakin terwujud dan semakin| | kuat kesebangsaan | -----------------------------------------------------Dengan demikian tibalah kita pada kesimpulan sementara tentang rekonstruksi Ilmu Pemerintahan.| berkurang kesenjangan vertikal sosialekonomi antar | | lapisan masyarakat. Oleh sebab itu SKS harus kuat. bergantung pada SKS yang mengontrol perilaku SKK di hulu. Sejauh mana SKE menghasilkan nilai. ia tidak bisa. Gambar 28 menunjukkan fungsi SKK. Sejauh mana SKK menghasilkan keadilan sosial. bergantung pada SKK yang membuat kebijakan penggalian. SUBKULTUR SOSIAL ----> PERTANGGUNGJAWABAN PEMERINTAHAN Gambar 54 Subkultur Sosial Jika SKS jalan sendiri.

” Ilmu Ekonomi berangkat dari titik ini. SKS berkualitas tiga. dan penggunaan sumber-sumber. Subkultur ini sehari-hari menunjukkan tiga perilaku: membeli semurah mungkin. saat ekonomi berjalan sendiri. dan subkultur sosial (SKS). . pembentukan.SKK <-----------------Gambar 55 Hubungan Antar Tiga Subkultur 9 PEMERINTAHAN Definisi Pemerintahan Di atas telah dikemukakan bahwa setiap masyarakat adalah sebuah satuan kultur. 84): “ius naturale. karena barangsiapa memiliki 117 . Sejauh mana SKS bisa memaksa SKK untuk bertangungjawab. alat untuk memenuhi kebutuhan itu. Tatkala “human needs and instincts” itu diakui dan dinyatakan sebagai sisi lain hak asasi manusia (HAM). . dan kemandirian SKE untuk tidak bertransaksi (berdagang) dengan SKK -----> SKE --------------------> SKS -----| | | | | | ------------------. Dari sini muncul budaya seleksi alam. maka Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora berangkat pada titik yang sama. Interaksi antar tiga subkultur itu disebut pemerintahan (governance. . perjuangan untuk hidup. . dan membikin (membuat) sehemat (semudah) mungkin. menjual seuntung mungkin. Hal itu dikemukakan oleh Walter Lippmann dalam The Public Philosophy (1956. bergantung pada SKE yang berfungsi meningkatkan nilai SKS (enabling) sehingga mandiri. Seperti diketahui. konstituen (representasi). . alat pendukung kehidupan. dan pelanggan. Nilai diperoleh melalui kerja. dan yang kuat makan yang lemah. akibatnya adalah ketidakadilan. Peran penggalian. pengolahan. dan pembentukan nilai ini disebut subkultur ekonomi (SKE). lihat Bab I Kybernologi Sebuah Titipan Sejarah (2010). the human needs and instincts. adalah nilai. yaitu subkultur ekonomi (SKE). subkultur kekuasaan (SKK).kekuasaan. Ia digerakkan oleh tiga subkultur. Keduanya (Ilmu Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora) berpisah manakala ternyata. yaitu pengolahan. terjanji. 3. Penggerak utama masyarakat adalah naluri untuk hidup.

absolute power corrupts absolutely. yang sangat mudjarab dan diperlukan buat membangun kebijakan. siapa yang mengontrol SKK? Entah ilmu mana yang mengajarkan bahwa badan legislatif berfungsi mengontrol badan eksekutif. menggunakan kekuasaan seefektif mungkin. force. dan mempertanggnggungjawabkan penggunaan kekuasaan itu seformal mungkin. abus de droit. violence. Dalam laporan berjudul “Putting Customer First. conflicting choice. 2003). dan sebaliknya yang terjadi pada barangsiapa yang hanya memiliki sumberdaya sedikit. detournement de pouvoir. manipulasi ilmupengetahuan. pembohongan publik. yang perolehannya no choice. Nilai-nilai yang perolehannya no choice conflicting choice. Nilai-nilai yang dapat diperoleh melalui private choice. Yang menjadi pertanyaan. melalui pasar. dan di hilir. dan death sentence. cucitangan.sumberdaya besar beroleh nilai banyak. di tengah. dikelompokkan menjadi public choice. Lord Acton menyimpulkannya: “Power tends to corrupt. Tetapi penyanyi cilik (di masanya) bernama Yoshua dengan jenaka menyanyi: “Masa jeruk makan jeruk?” Pemangku kekuasaan yang satu mengontrol pemangku kekuasaan yang lain? Di ruang bisnis. coercion.” (7 September 118 . misbruik van recht. dan hard choice. Maka budaya onrechtsmatige overheidsdaad. dan sebangsanya. kambing hitam. Mengapa SKK menjadi pilihan? Sebab peran SKK mengandung nilai-nilai order. sesama trias politika. merajalela di ruang SKK. akan semakin nirdaya. di hulu. kepelangganan rakyat dikaitkan dengan politik standardisasi pelayanan kepada rakyat. tetapi nilainilai yang tinggi serta luhur sifatnya. pembiaran. Maka masyarakatpun membutuhkan dan membentuk subkultur lain yaitu subkultur kekuasaan. Tetapi juga nilai-nilai itu teramat ampuh bagi pemangku dan pelaku kekuasaan untuk digunakan sebagai alat untuk mempertahankan dan menyalahgunakan kekuasaannya! Perilaku kekuasaan itu ialah berkuasa semudah mungkin. atau hard choice.” Wapres Amerika Al Gore meletakkan kepelangganan dalam hubungannya dengan “Standard for Serving The American People. diupayakan melalui subkultur lain. kepongahan. dan dalam redistribusi nilainilai kepada pelanggan di tengah. dahulu penjual (budaya caveat emptor). Salah satu konsep dasar Kybernologi adalah konsep pelanggan. penindasan. tetap diperani oleh SKE. pencemaran kode etik perofesional. melalui many choices. kekuasaan harus dikontrol. tetapi sekarang pembelilah yang mengontrol pasar (caveat venditor). authority. KKN. diletakkan di bawah dan diperani oleh subkultur kekuasaan (SKK). Maka akalbudi manusia bekerja membangun upaya penyelamatan. Ketika konsep rakyat (people) direinvent pada akhir dekade 90-an (Bab 3 Kybernologi. pemborosan. menegakkan peraturan dalam mengontrol sumber-sumber di hulu. implementasi kebijakan. kebodohan.” Untuk mencegah budaya kekuasaan yang bersifat negatif itu. konon pula jika hanya memiliki sumberbencana.

SKS mengontrol kekuasaan di hulu (pembuatan kebijakan dan peraturan) melalui kualitasnya sebagai konstituent. Untuk mencegah terbentuknya budaya negatif fihak pelanggan. yaitu penjanji dan terjanji. Peran ini disebut subkultur kepelangganan atau subkultur sosial (SKS). ibarat membeli kucing di dalam karung. dengan harga yang sangat tinggi. Pada saat pemilu itulah terbentuk dua fihak.” protes. WASIT (SKS). mengontrol kekuasaan di tengah (redistribusi nilai) dalam kualitasnya sebagai terjanji. Sesuai dengan hukum perjanjian. Fihak penjanji (yang terpilih) dengan fihak terjanji (pemilih) terikat perjanjian secara sah. menuntut pertanggungjawaban provider pelayanan (redistributor nilai). Berhadapan dengan pertanggungjawaban yang sulit dipercaya. bahwa warga masyarakat disebut pelanggan negara karena warga telah membayar janji-janji yang ditawarkan kepadanya pada saat pemilu melalui berbagai cara dan alat.trust. PENONTON (SKK) | | | | | | | | | | | | pemba| | | | | | | ngunan | | | | | | | | | | | | | | | | nilai | | redistribusi | | pertanggung. yang berfungsi menagih janji. dan janji harus ditepati. Jika tidak. atau dia merasa dilecehkan. dia menghadapi mosi tidak percaya. yaitu pemberian suara (Vox Populi. Belajar dari ruang bisnis dan reinventing people tersebut pelanggan negara-lah yang berfungsi mengontrol negara.1993). menanggung segala konsekuensi. Pelanggan pemerintahanlah yang berfungsi mengontrol kekuasaan. satusatunya cara ialah memberdayakannya (enabling and empowering). kepada calon pemangku kekuasaan yang dipilihnya. Di sana dijelaskan.” suka “nawar. dan mengontrol kekuasaan di hilir melalui kualitasnya sebagai pelanggan. -------------------------------------------------------------------------------| | | kebijakan.| | SKK | | | | B | | MERINTAHAN | | E | | | SUMBER| | A G DPD | | | SUMBER | | DPR MEWAKILI | | | | | | MEWAKILI FIHAK TERJANJI | | | | | | KONSTITUEN DAN PELANGGAN | | | berva| | | | | | | riasi | | PEMILU | | | | | | | | | | | | | SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR | | EKONOMI-------KEKUASAAN-------SOSIAL-------KEKUASAAN------| | (SKE). Yang dibeli (dibayar) oleh konstituen adalah janji. PEMAIN (SKK). Perilaku pelanggan itu memang “cerewet.hope monev kinerja rute D | | ---MENGONTROL-----PEMBENTUKAN----MENGONTROL--| | | penepatan | | SIKLUS PE. bangkitlah amarahnya dan ia membabibuta. terjanji berhak menagih janji. suara yang nilainya dianggap setara dengan Vox Dei.| | 119 .janji vote. vote) untuk memilih. penjanji dianggap wanprestatie.

Bagaimana model siklus pemerintahan yang sedang berjalan? Gambar 57 menjelaskannya. maka siklus berhenti atau terhenti. creating a conducive political and legal environment for development. Responsibility. jika SKS percaya pada pertanggungjawaban SKK di rute D. Rute E berisi dua kemungkinan. atau dihentikan. Kedua.Pada gambar itu.| | | ---------------------------------------------| | A nilai jawaban | | B D | | | -----------------------------------MASYARAKAT----------------------------------Gambar 57 Tiga Terminal Siklus Pemerintahan Yang Sedang Berjalan Huruf A sd F Menunjukkan Rute Pemerintahan Gambar 56 menunjukkan terminal dan rute siklus pemerintahan yang baru terbentuk. and Self-expression.janji feedback monev kinerja rute D | | ----KEBIJAKAN-----RESPONS THD----MENGONTROL--| | | penepatan | | SIKAP SKS | | SKK | | | | F | | E | | C | | | SUMBER| | | DPD | | | SUMBER | | DPR MEWAKILI | | | | | | MEWAKILI FIHAK TERJANJI | | | | | | KONSTITUEN DAN PELANGGAN | | | berva| | | | | | | riasi | | PEMILU | | | | | | | | | | | | | SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR | | EKONOMI-------KEKUASAAN-------SOSIAL-------KEKUASAAN------| | (SKE). the State meletakkan dasar bagi Equity. PENONTON (SKK) | | | | | | | | | | | | pemba| | | | | | | ngunan | | | | | | | | | | | | | | | | nilai | | redistribusi | | pertanggung. dengan berbagai penjesuaian. Equality.| ---------------------------------------------| | C nilai jawaban | | D F | | | -----------------------------------MASYARAKAT----------------------------------Gambar 56 Tiga Terminal Siklus Pemerintahan Yang Baru Terbentuk Huruf A sd G Menunjukkan Rute Pemerintahan. manakala SKS tidak percaya. PEMAIN (SKK). dan Peace. Civil Society meletakkan dasar bagi Liberty. Justice. rute G berimpit dengan rute A. dan Private Sector meletakkan dasar bagi Economic Growth and Development. -------------------------------------------------------------------------------| | | kebijakan. Pertama. Rute G Berimpit dengan Rute A Analisis di atas sesuai dengan Leo Fonseka yang menyatakan bahwa. 120 . maka siklus pemerintahan berjalan terus. WASIT (SKS).

Sebuah Sistem (Gambar ini Direkonstruksi 1810110650) --------------------------------------------------| Pemerintahan didefinisikan sebagai proses interaksi| | antar tiga subkultur masyarakat untuk mencapai | | kemajuan hidup berkelanjutan. | | Keseluruhan rute itu menunjukkan bidang-bidang | | pemerintahan yang merupakan sasaran (objek) | | pemikiran pemerintahan | ------------------------------------------------------------------------------------------------------Jika pemerintahan dilihat sebagai input-proses-output/outcome-reinput (feedback).Tiga subkultur tersebut disebut terminal. dikonstruksi seperti Gambar 56 dan Gambar 57. Gambar 58 adalah Gambar 56 setelah di“buka” dan dibentangkan feedback circuit pembentukan SKK -->SKS----------G--------->SKS----------A--------->SKK--| percaya/takpercaya awal siklus kekuasaan | | | pertanggungjawaban perjanj SKK dgn SKS F B SKK kpd SKS kebij sumber-sumber | | | | SKK PEMERINTAHAN (GOVERNANCE) SKE | | | | monev kinerja SKK pembentukan E C oleh SKS nilai | | | redistribusi nilai | ------------SKS<------------D-------------SKK<----------oleh SKK kpd SKS Gambar 58 Proses Pemerintahan. Gambar 59 adalah hasil pengembangan Gambar 58. Jelas terlihat. dan hubungan satu terminal ke terminal lain berbentuk rute. Proses interaksi itu | | terdiri dari tujuh rute yang bergerak terus| | menerus. Tanpa salah | | satu rute itu. Gambar-gambar itu juga memunjukkan bahwa 121 . berurutan dan bersama-sama. pemerintahan tidak terjadi. maka terlihat separti Gambar 59.

sistem pemerintahan adalah sistem terbuka.satu-di-dalam-yanglain. hukum yang. dan sebagainya. hukum rantai.pemerintahan merupakan sebuah sistem dengan terminal dan rute sebagai komponenkomponennya. ---------------------------------------------------------------------------| | | | | kebijakan | --------------------------1-------------->SUMBER-SUMBER---------->-terus----| subkultur kekuasaan (SKK) | | | | | | -----SUMBER-SUMBER---------------------------------| | | | | | kerja | --------------------------2---------------------->NILAI----------> terus ---| subkultur ekonomi (SKE) | | | | | | -----NILAI <---------------------------------------| | | | | | redistribusi nilai | --------------------------3------------------->OUTCOMES ---------> terus ---| subkultur kekuasaan (SKK) | | | | | | -----OUTCOMES <------------------------------------| | | | | | monev | --------------------------4---------------->HASIL MONEV ---------> terus ---| subkultur sosial (SKS) | | | | | | -----HASIL MONEV <---------------------------------| | | | | | pertanggungjawaban | --------------------------5------------->DIPERCAYA ATAU TIDAK----> terus ---| SKK | | | | | | -----KEPERCAYAAN <---------------------------------| | | | | | feedback/feedforward STABILITAS | --------------------------6------------------>-------------------> terus----| sikap SKS PERUBAHAN | | | | | ---STABIL/BERUBAH<---------------------------------| | | 122 . seperti hukum kesalingterkaitan. di samping feedback. Padanya berlaku semua hukum-hukum sistem. Dengan terbukanya feedforward.

mengemudi kapal. besturen. State-of-the-art Ilmu Pemerintahan. or inhabitants of communities. societies. . method or system of government or management.They 123 . . and states). Gerik kybernân. Kata government dapat diartikan pemerintah (the governing body of persons in a state) dan bisa juga diartikan pemerintahan (the political direction and control exercised over the actions of the members. e. Riswandha Imawan. santer sejak decade dua ribuan. mengurus) lebih luas daripada government (policy making saja). diungkapkan oleh Leo Fonseka dalam Good Governance (TUGI. Baik government maupun governance berasal dari kata govern (memerintah. control. to steer. Salah satu di antaranya menyangkut hubungan antara government dengan governance. termasuk kehidupan sosial khusus yang oleh Aristoteles dikategorikan sebagai “polity.. .” Governing (dalam) “polity” disebut “openbaar bestuur. citizens. 1999): . while the term government indicates a political unit for the function of policy making as distinguished from the administration of policies. misalnya menulis penerapan konsep governance guna menata-ulang RI (Kompas 150805). 1993). . i. Dari penggunaan kata itu menjadi istilah teknis (terminus technicus) lahirlah berbagai pengertian.| | | pembentukan SKK | --------------------------7------------------------------------------------SKS Gambar 59 Pemerintahan: Input-Proses-Output/Outcome-Reinput Governance Konsep governance dalam politik sudah dikenal sejak lama. Selanjutnya Leo Fonseka menjelaskan bahwa There are three main regimes involved in good governance. the continuous ethical exercise of authority on both the political and administrative units of governments Kutipan di atas menunjukkan bahwa kata governance (policy making. exercise of authority. gurubesar Ilmu Politik UGM. regeren. dari Latin gubernāre. the word governance denotes an overall responsibility for both --. Kata governance menurut leksikografi diartikan juga sebagai government.the political and the administrative functions. Governing itu terjadi dan terdapat di mana-mana dan kapan saja pada setiap bentuk kehidupan sosial (fenomena sosial). tetapi posisinya dalam reformasi pemerintahan. dsb).” (Soewargono. It also implies ensuring moral behaviour and ethical conduct in the task of governing. mengatur dan administration. .

tupoksinya. mengurus adalah melakukan kegiatan urus. pengurusan adalah proses. orang-orangnya. Jadi arti kata kepemerintahan adalah segala sesuatu yang menyangkut keadaan pemerintah: susunannya. Dalam kamus tersebut tidak ada kata kepemerintahan. Pemerintah adalah sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan. cara. dan (D) seculardecentralized. memerintah. Dari mana datangnya kata tersebut? Kata bentukan dari kata urus. 1989).” Ketentuan itu berarti.dan akhiran –an. Bukan perihal atau urusan pemerintahan. dan kepengurusan. Balai Pustaka. daerahnya. Dalam satuan masyarakat sekecil rumahtangga sekalipun terdapat governance. dst. balanced and interdependent the three are the better it is for the society Uraian di atas menjelaskan dengan gamblang bahwa pemikiran tentang governance dan teorinya. Dari tinjauan ensiklopedik diketahui bahwa dengan meminjam variabel concentration of power dan variabel predominant political norms dari Ilmu Politik. The more integral.dan akhiran –an: perihal pengurus. dsb. kepemerintahan dapat dikelompokkan menjadi empat tipe: (A) sacredcentralized. urusan. (C) secular-centralized. jabatan-jabatannya. . pemerintahan daerah bukan 124 . a major objective of good governance is to promote highest possible constructive interaction among them in order to minimize individual weaknesses and utilize the strengths optimally. P & K. . atau sistem menjalankan perintah. dan kepengurusan terbentuk dari kata pengurus dengan awalan ke. mengurus. Since each has got its weaknesses and strengths. . pengurus. pengurus adalah yang mengurus. All three are critical for sustaining human development. diperoleh penjelasan tentang kata perintah. perbuatan memerintah. perbuatan mengurus. the Civil Society. Jika analisis kata urus diterapkan pada kata perintah. maka kepemerintahan terbentuk dari kata pemerintah dengan awalan ke. dan pemerintahan. Urusan adalah hal yang diurus. pengurusan. bertolak dari masyarakat. cara.are the State. . The intricate intercourse between and among these three domains will indicate the direction of the society’s economic and social flight path. Pasal 1 angka 2 UU 32/04 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi: “Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas. sedangkan pemerintahan adalah proses. yang memerintah. (B) sacred-decentralized. Apakah masyarakat itu dilihat dari perspektif Kybernologi? Setarakah governance dengan kepemerintahan atau pemerintahan? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dep. pemerintah. and the Private Sector.

hanya perbuatan memerintah yang dilakukan oleh pemerintah daerah. dan pemerintah untuk government. tapi tidak bisa digeneralisasi Teknisi Pemerintahan Pada buah pikiran.” Konsep-konsep governance yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa government (pemerintah) hanyalah satu di antara tiga pemeran (pelaku) governance. dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui perabaan bahasa jauh lebih tepat penggunaan konsep pemerintahan untuk governance ketimbang kepemerintahan. melainkan dalam arti garisdepan (frontline) yaitu garis yang terdapat antara dua fihak yang sedang berperang. waktu tentu pula (ibarat tool-kit dan tempat yg berbeda di mobil) 2 Pelaku 3 Awal Artis Pemerintahan Pada buah pikiran berkhir pada manusia Efektivitas Pengenalan manusia seempatik-empatiknya post-facto. dua lainnya adalah badan usaha dan lembaga-lembaga masyarakat. Peperangan di sini adalah metafora pelayanan.” membawa kita pada fakta dan konsep garisdepan pemerintahan. berakhbir pada alat dan atau cara Efisiensi Penguasaan cara atau alat semahir-mahirnya ante-post-facto. Dapat juga dikatakan governance adalah pemerintahan dalam arti luas. sedangkan government adalah pemerintahan dalam arti sempit. Dengan perkataan lain. tetapi juga perbuatan yang dilakukan oleh DPRD. bisa digeneralisasi 4 Sasaran 5 Kunci 6 Pengujian 125 . Tabel 8 Perbandingan Seni dengan Teknologi Pemerintahan ------------------------------------------------------------------------DIMENSI SENI PEMERINTAHAN TEKNOLOGI PEMERINTAHAN ------------------------------------------------------------------------1 Definisi Cara untuk mengekspresiCara dan atau alat tertentu kan sesuatu atau melayani untuk memecahkan masalah terorang pada kondisi. yaitu interaksi antara provider (SKK) dengan customer (warga masyarakat). yaitu perbatasan antara suatu dengan wilayah lain atau garis terjauh yang dapat dicapai. Namun garisdepan di sini tidak dalam arti frontier. Berdasarkan analogi tersebut. Garisdepan Pemerintahan Proposisi Will Durant dalam The Story of Philosophy (1956 yang berbunyi “Every science begins as philosophy and ends as art. “pemerintahan” dalam “pemerintahan daerah” lebih luas dari “pemerintahan” sebagai perbuatan “pemerintah daerah.

Kebijakan bersifat umum. Sisi aksiologi pemerintahan itu tidak terlihat di istana. dan professional. sekurang-kurangnya terdiri dari enam komponen. organisasi pemerintahan sebagai alat dan cara kerja kompetensi pemerintahan dalam mewujudkan good governance. tim. dan ada yang melalui selection (biasanya karier). Ditariknya dari lapangan berjuta-juta mobil oleh perusahaan otomotif Toyota dan Honda beberapa waktu yang lalu. mengandung tujuan yang telah disepakati bersama. Kebutuhan pertama adalah tenaga ilmuwan pemikir. dan ada yang berbentuk dewan. Sayang sekali. buah pikiran dijadikan masukan ke dalam proses pembuatan kebijakan. di Senayan. panitia. Kybernologi menjelaskannya melalui Organisasi Pemerintahan Daerah sebagai berikut. dari bahasa Latin ars. di kampus UI di Depok. Sumber tenaga juga ada yang melalui election (biasanya jabatan politik dengan masajabatan tertentu). posisi para pelanggan pemerintahan tertinggal jauh. Di sana dikatakan bahwa seni adalah padanan kata art (Inggeris. dan lain-lain. sah. Hal itu dijelaskan dalam Bab 30 Kybernologi (2003). sebagai jawaban terhadap keluhan para pemakai. Yang dimaksud dengan tujuan pemerintahan adalah produk (layanan kepada manusia dan masyarakat 126 . ada yang berbentuk birokrasi (hierarkis). Peta atau skema organisasi ada yang hanya meliputi jabatan structural. artinya skill) atau kunst (Belanda. badan koordinasi. markasbesar tentara. menunjukkan semakin strategisnya posisi pelanggan di bidang bisnis. Yang dimaksud dengan organisasi pemerintahan adalah organisasi pemerintahan dalam negeri yang meliputi tiga ruang seperti telah didefinisikan di atas. Pelaku Fleksibilitas Standardisasi ------------------------------------------------------------------------- Hubungan antara filsafat dengan seni adalah hubungan antara dunia abstrak dengan lawannya yaitu dunia konkret. dan cara strategis untuk mencapainya. Hal itu telah dijelaskan berturut-turut dalam Bab 20 dan Bab 19 Kybernologi (2003).7 Sifat Kualitatif Kuali-Kuantitatif 8 Kualitas Kreativitas Formalitas. Dilihat dari sudut Falsafat Ilmu Pemerintahan. dan ada juga yang memasukkan unsur pelanggan di dalamnya. Setelah diuji dan diseleksi. ada yang bersifat konstitusional. mengikat. -kunde kepandaian). Teknologi juga adalah sisi axiology suatu ilmu. kelompok sasaran (populasi). dan ketertinggalan posisi para terjanji politik lebih jauh lagi di belakang. Belajar dari fenomena bisnis tersebut. Dilihat dari sudut bentuknya. Seni itu menyangkut cara mewujudkan atau cara yang paling nyata dalam menerapkan suatu konsep atau teori. Kaitan dan perbedaan antara Seni Pemerintahan dengan Teknologi Pemerintahan seperti Tabel 8. Seni Pemerintahan adalah adalah sisi axiology Ilmu Pemerintahan. fungsional. atau UGM Bulaksumur Yogyakarta. ada yang bersifat “state” atau “local auxiliary bodies” seperti komisi.

Dalam bahasa birokrasi. yaitu kepala dan stafnya.yang mereka butuhkan demi kelangsungan hidup yang berkelanjutan) yang merupakan hak masyarakat pelanggan. toko dan pasar layanan pemerintahan itu adalah Desa. Di sini diperlukan tenaga yang bersifat generalis. dan dalam kondisi tertentu. Dalam 127 . | | dan infrastrukturnya) | | KEPALA dan STAF | | | | 6 | -------------WARGA MASYARAKAT PELANGGAN<------------Gambar 60 Komponen Organisasi Pemerintahan (Pe4rhatikan Arah Panah) yang akan diproduksi. warung | (layanan yang dibupabrik toko | tuhkan oleh dan merupasar | pakan hak pelanggan. seniman-seniman kreatif. struktur setiap organisasi meliputi unsur kepala (yang dalam bahasa politik disebut unsur pimpinan. spesialis. yang diidentifikasi sebagai manajemen. dan tenaga pendukung pelaksanaan operasional kegiatan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yaitu proses produksi barang dan layanan yang dibutuhkan masyarakat pelanggan. toko. atau pasar. teknisi. administrator. Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Kelurahan. Layanan yang tersedia perlu didistribusikan kepada warga masyarakat pelanggan. orang pandai. Hubungan antar unsur-unsur tersebut terlihat pada Gambar 60 dan Gambar 61. Dalam system pemerintahan daerah. yang berfungsi sebagai warung. Langkah berikutnya adalah implementasi kebijakan yang telah ditetapkan. Posisi ini tidak nyaman buat proses berpikir. Selama ini. Di sini diperlukan tenaga pembuat atau pelaku pelayanan. Kecamatan. ahli. sehingga setiap orang merasakannya pada suatu saat. Di sana berlangsung policy process. infrastruktur produksi dan distribusinya. misalnya. dari penyerapan masukan dari kelompok pemikir. (yang langsung menghasilkan produk yang dibutuhkan pelanggan). Untuk ini diperlukan warung. dan unsur pelaksana. laboran. kesempatan berinteraksinya pemerintah dengan warga masyarakat pelanggan. unsur staf (pembantu kepala). sampai pada pengambilan keputusan tentang layanan apa ----------------------------------------------------| | | | 1 2 dan 3 4 5 PEMIKIR PEMBUAT KEBIJAKAN IMPLEMENTOR DISTRIBUTOR buah pikiran dasar dan tujuan produksi. pembuat kebijakan. Implementasi ini berlangsung di pabrik. padahal belum tentu ia memiliki kepemimpinan). Pembuatan kebijakan berlangsung di kantor. unitkerja yang berfungsi sebagai pabrik adalah dinas daerah dan sebangsanya. tenaga pemikir ditempatkan pada unsur staf.

polisi. Misalnya layanan bernama keadilan. KEL. diproduksi melalui proses hukum oleh pengacara. Oleh sebab itu. alter ego | 4 | | PELAKSANA<----atas nama kepala--| pabrik | | | | | -------------------------| | | | | produk. Jika kepala berposisi politik. Perlu diingat bahwa unsur kepala bisa pada posisi politik dan bisa juga dalam posisi birokratik. hakim sekaligus mendistribusikannya kepada pelanggan. produksi dan distribusi layanan kepada pelanggan berlangsung pada suatu waktu di suatu tempat. distribusi (jualbeli). Tetapi tidak semuanya begitu. Ia terikat pada birokrasi.| | | rupakan hak pelanggan | feedback | | | | | | | | | DISTRIBUTOR (WARUNG) | | | 5 | | | | |<---GARISDEPAN PEMERINTAHAN | | KEC. dan hakim. tenaga pemikir perlu dikelompokkan secara tersendiri. UPT | | | interaksi. seseorang tidak bebas berpikir. dan saat vonis dibacakan. guna menjaaga kesinambungan (“stabilitas”) dan mencegah kekosongan pemerintahan. Hubungan antara dua posisi ini telah dijelaskan dalam bahasan tentang kompetensi kepamongprajaan. Fungsi utama unsur staf ada dua. Pelayanan kependudukan misalnya. walaupun layanan diproduksi di kecamatan (kecamatan diibaratkan pabrik). staf sebaiknya tenaga karier professional. Kepala dengan staf merupakan satu kelompok yang tak terpisahkan. layanan yg me. pada kekuasaan. ---------->KEPALA<-----------------------| 2 | | | informatif.posisi staf seperti sekarang. sebagai pembantu kepala dalam proses pembuatan kebijakan atau pengambilan keputusan (informative dan advisory). dan konsumsi.. advisori | | | ---->PEMIKIR kebijakan-----------STAF---------3 | 1 keputusan | | | supervisori. Unsur staf juga perlu direposisi dalam hubungannya dengan kepala dan pelaksana. Produksi. Secara teoretik. DESA. mengingat transportasi dan teknologi yang mahal. transaksi | | | | | | | 6 | | | PELANGGAN | 128 . dan atas nama kepala membantu kepala dalam proses manajemen implementasi kebijakan atau pelaksanaan keputusan (supervisory dan alter ego) di lapangan. terjadi pada suatu kesempatan. jaksa.

Kybernologi memandang proses pertanggungjawaban pemerintahan itu ibarat naik gunung turun gunung. yaitu Desa dan Kelurahan. demikian terusmenerus. apapun di pesawat tinggi di angkasa di bawah tak terlihat apa-apa | | | | pada ketinggian pesawat ini yg di bawah pesawat membumbung terlihat samar. maka para pelaku garisdepan pemerintahan tidak boleh menunggu di belakang meja di kantor yang nyaman. melainkan melakukan gerakan “jemput bola” mendistribusikan layanan di garisdepan penerintahan. keluar dampak positif yaitu terbentuknya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. karena di sanalah terdapat fakta-fakta. Seperti telah dikemukakan. termasuk RT atas DW sebagai garisdepan pemerintahan harus diberdayakan dan diperkuat. rendahnya tingkat kecerdasan warga masyarakat. Di awang-awang. sukarnya medan. yaitu meningkatnya kekecewaan masyarakat terhadap Negara dan lembaga-lembaganya. ter- 129 .---------|-----warga masyarakat | ----------------------------- | | Gambar 61 Garisdepan Pemerintahan luasnya wilayah. Fakta kelihatan dan terasa manakalah dilakukan pendekatan mikro kualitatif sedekat mungkin pada garisdepan pemerintahan. Oleh sebab itu. karena angka-angka bukan fakta. Dari interaksi dan atau transaksi antara pamong desa dengan pelanggan. ke depan. dan lemahnya budaya pemerintahan. atau dampak negatif. menurun sama. 2010). Pemahaman tentang garisdepan pemerintahan ini mendukung pendekatan pertanggungjawaban pemerintahan yang telah dikemukakan di atas. Atau seperti naik pesawat terbang tinggi. pertanggungjawaban pemerintahan tidak cukup hanya secara makro kuantitatif dengan memanfaatkan tirani angka-angka. sesudah tiba di puncak. Desa dan Kelurahan. dan seragam | | di sini semakin jelas. Hal ini ditunjukkan dalam Metodologi Ilmu Pemerintahan (lihat Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan. Di sanalah terbentuk kepercayaan atau kekecewaan pelanggan terhadap Negara dan pemerintah. harus turun lagi.

Proses monev dan pertanggungjawabanm dua rute siklus pemerintahan. semakin dekat semakin jelas. salahsatu rute lainnya. seragam. ada kesenjangan antara yang sini dibanding dengan yang sana.semua take-off lihat perbedaan dan kesenjangan landing evaluation and feedback utk penerbangan berikutnya Gambar 62 Pesawat Take-off dan Landing bawah tidak terlihat. seperti takeoff dan landing pesawat. tetapi dilihat dari nilai dan rasa. tidak jelas. Bahkan ada yang merosot dan terhilang jika yang kemarin dibanding dengan yang sekarang. sangat jauh. 130 . Bukan hanya jelas. tetapi berbeda-beda. Dari policy agenda (identifikasi masalah) sampai pada policy adoption (penetapan kebijakan) itulah take-off mengudara setinggi-tingginya (ketok palu dan tepuk tangan. Sudah barang tentu policy adoption | | | | | | | | | | | | formulasi kebijakan implementasi kebijakan policy agenda policy outcome policy evaluation and feedback Gambar 63 Tiga Tahap Proses Kebijakan pula. Take-off itu penetapan das Sollen bagi semua orang. hasil evaluasi policy terhadap policy outcome. Barulah ketika mendarat semuanya nampak. dijadikan masukan bagi policy agenda berikutnya. yang kondisi kebutuhan. pengalaman penerbangan yang lalu dijadikan masukan bagi persiapan penerbangan berikutnya. dan kepentingannya berbeda. Sudah barang tentu. bumi di bawah memang terlihat. ada ketimpangan. dan dari policy adoption sampai pada policy outcome melalui policy implementation itulah landingnya. sama semua. tandatangani daftar hadir dan terima uang). landing adalah realisasinya menjadi fakta (das Sein) bagi setiap orang. hijau pekat. tetapi sama terlihat jauh. Demikian juga proses kebijakan. Saat turun pada ketinggian tertentu. Bukan hanya berbeda-beda dari pandangan mata.

Kebijakan itu bersifat nomotetik.Sebagaimana halnya pesawat tidak cukup hanya take-off tetapi harus landing. sedangkan BOK kuantitatif fungsi kantor atau toko. atau sesuatu yang unik. pertanyaan lain yang bersifat umum tidak cukup hanya dijawab dengan BOK kuantitatif. Pilihan bergantung pada pertimbangan mana yang dominan. terlebih jika hipotesisnya direkonstruksi dari fenomena sosial masyarakat yang budayanya berbeda. sehingga BOK kuantitatif dapat dikombinasikan dengan BOK kualitatif sehingga terbentuklah BOK-KuantitatifKualitatif atau BOK Kualitatif-Kuantitatif. demikian juga kebijakan (harapan semua orang) yang telah ditetapkan. sehingga terbentuklah bangunan rukan atau ruko. Pilihan itu pada gilirannya menentukan di mana letak ruang kualitatif dan di mana ruang kuantitatif di dalam BOK yang sama. dengan menggabung beberapa fungsi sekaligus ke dalam lingkungan sebuah bangunan. yang bersifat ideografik. hasilnya tidak mendarat. terBOK Kualitatif 131 . yang nomotetik. Pembahasan kuantitatif sehebat apapun. Sementara sebuah pertanyaan tentang suatu peristiwa khusus. kasus baru. tetapi perlu dilengkapi dengan BOK ideografik yaitu BOK kualitatif. dan kepentingannya berbeda. bukan angka-angka. dan tidak sekaya rekonstruksi BOK kuantitatif yang pembahasannya dikombinasikan dengan bahan bangunan kualitatif setempat. Dengan perkataan lain. BOK juga demikian.rerata deskriptif yang umum dan seragaman | | pertanyaan ttg di sini baru semakin jelas. di dalam BOK yang sama. demi efisiensi dan penghematan ruang. harus diimplementasikan sehingga outcomenya mencapai setiap orang yang kondisi kebutuhan. Seperti diketahui. Misalnya fungsi rumah dikombinasikan dengan fungsi kantor atau fungsi toko. komponen kuantitatif masuk di mana dan komponen jawaban BOK Kuantitatif | | | pada tingkat penjelasan abstractness ini penjelasan kuantitatif yg terlihat adalah kualitatif kausal kecenderungan. rekayasa bangunan sejak puluhan tahun terakhir menggunakan konstruksi kombinatif. cukup dijawab dengan BOK kualitatif. Supaya implementasinya bisa mencapai setiap orang yang kondisi kebutuhan. Bahan dasar BOK kualitatif itu adalah fakta. BOK kualitatif diibaratkan fungsi rumah. maka mau tidak mau perlu digunakan BOK kualitatif. dan kepentingannya berbeda. jika temuan akademik disandarkan pada uji hipotesis belaka.

mereduksi manusia menjadi angka-angka. mengukur bongkahan salju yang terlihat dan tidak jawaban BOK Kuantitatif BOK Nomotetik: Uji Hipotesis | pembahasan | temuan kuantitatif | pada tingkat penjelasan abstractness ini metodologi kualitatif nomotetik yg terlihat adalah penjelasan ideografik prediktif kecenderungan. sengaja atau tidak.” BOK Kuantitatif yang bermula pada fenomena umum menyumbangkan penjelasan nomotetik terhadap masalah. keterbatasan. Hasil akhir proses kebijakan bukanlah output yang berbentuk kebijakan. dilihat dari sudut governance belum apa-apa. seperti sikap pukul-rata.yg terpenting lihat perbedaan dan kesenjangan memperdalam yg khusus evaluation and feedback utk pemikiran selanjutnya Gambar 64 BOK Kuantitatif dgn BOK Kualitatif BPK Kombinatif Kuantitatif-dominan kualitatif masuk di mana. BOK kuantitatif membawa sertanya segala kelemahan. menggantang asap tetapi menjauhi apinya. terBOK Ideografik yg terpenting lihat perbedaan dan kesenjangan memperdalam yg khusus evaluation and feedback utk pemikiran selanjutnya Gambar 65 Combined BOK: BOK Nomotetik dan BOK Ideografik BOK Quantitative Dominant menyadari gunung es di bawahnya. dan sebagainya. memuja persentase. Gambar 62 menunjukkan bahwa kendatipun policy adoption (Gambar 63) yang oleh sementara kalangan dianggap sebagai bukti keberhasilan politik kekuasaan (SKK). rencana atau pidato. Teknik-teknik yang digunakan metodologi kuantitatif gampang sekali direkayasa dan disalahgunakan untuk menekan atau mempengaruhi responden dengan questionnaires atau angket yang disusun 132 . terletak di puncak dengan segala kemegahannya. dan bias penjelasan nomotetik. peraturan. melainkan outcome sebagaimana dirasakan atau dialami oleh setiap orang terutama warga lapisan “sampah masyarakat.rerata deskriptif yang umum dan seragaman | | pertanyaan ttg di sini baru semakin jelas. bisa membawa bias yang sangat besar.

” Data kualitatif digunakan dalam pembahasan dan penafsiran temuan-temuan kuantitatif penelitian di dalam masyarakat multikultural. BOK kualitatif. Oleh sebab itu BOK ketiga ini disebut BOK Normatif. dan 64. guna mencari-cari pembenaran suatu kebijakan yang kemudian ternyata keliru. dan yang sebelumnya.berdasarkan FOR peneliti itu sendiri. Untuk mengurangi kelemahan dan mencegah penyalahgunaan metodologi tersebut. Howard White. kebutuhan. Untuk evaluasi pada proses (throughput) diperlukan tolokukur dan tolakukur yang disepakati bersama yang disebut norma. Ini bermula pada Gambar 62. dan kepentingannya satu dibanding dengan yang lain yang berbeda-beda.“Anthropological studies can help us better understand the findings from quantitative analysis of demographic data. BOK ini didasarkan pada faham demokrasi dan ajaran HAM dan lingkungan hidupnya. “Combining Quantitative and Qualitative Approaches in Poverty Analysis. Output ini pada gilirannya menjadi masukan bagi policy agenda berikutnya. BOK normatif berawal pada jawaban BOK Nomotetik: Uji Hipotesis | | | pada tingkat penjelasan abstractness ini penjelasan nomotetik yg terlihat adalah ideografik prediktif kecenderungan. terBOK Ideografik hal yg umum lihat perbedaan dan kesenjangan memperdalam yg khusus evaluation and feedback utk pemikiran selanjutnya BOK Normatif: Pola Perilaku Manusia di Dalam Masyarakat 133 .” World Development Vol. sisi ini terdiri dari komponen apa saja? Input buat sisi ini adalah buah pendaratan kualitatif dan penjelasan ideografik. Gambar 66 menunjukkan BOK kombinatif. seperti masyarakat perdesaan Afrika. 63. 3. dibandingkan dengan masyarakat barat. pada sisi evaluasi dan feedback. 30 No. Bagaimana halnya dengan sisi evaluasi dan feedback pada segitiga kebijakan pada Gambar 63? Jika direkonstruksi menjadi BOK ketiga. BOK. yang budayanya berbeda-beda dan beragam-ragam. diperlukan bantuan pendekatan kualitatif. aspirasi setiap orang yang kondisi.rerata deskriptif yang umum dan seragaman | | pertanyaan ttg di sini baru semakin jelas. meliputi BOK kuantitatif. dan BOK normatif. Outputnya adalah pertanyaan seputar pelanggan yang nyata. pada dukungan hidup yang paling dibutuhkan. yang paling membutuhkan. 2002 menyatakan bahwa.

Pentingnya BOK normatif ini bahkan menjadi bahan pertanyaan fundamental bagi Babbie. tidak menjawab “bagaimana seharusnya sesuatu. baik nilai sosial maupun nilai hatinurani. monitor dan evaluasi. ditimbang. layak atau sudah memenuhi syarat keilmuankah untuk disebut Ilmu Pemerintahan? Banyak kalangan masih meragukan 134 . dipilah dan dipilih. Sosial regularities itulah yang kemudian menjadi dasar pembangunan BOK Sosiologi modern yang mampu menerangkan perilaku sosial dan melakukan prediksi ke depan dengan menggunakan ketiga BOK. Dengan demikian. SKK.” melainkan “bagaimana kenyataannya. diberi nilai. 9 ILMU PEMERINTAHAN Adakah Ilmu Pemerintahan? Bangunan hasil rekonstruksi buah pikiran di atas. menjadi isu dan agenda bagi proses kebijakan pada tingkat nasional. Ketiga BOK itu merupakan bahan bangunan pertanggungjawaban pemerintahan. dan normatif. diidentifikasi. sedangkan yang lain menjawab sebagaimana adanya pada tingkat praktik. serta feedback/feedforward ke dalam proses siklus kekuasaan berikutnya. dengan meletakkannya pada ruang “social regularities. kuantitatif. Nilai-nilai tersebut kemudian disepakati menjadi pola perilaku setiap orang di dalam masyarakat pada setiap lingkungan. hasil observasi atau eksplorasi terhadap keberadaan dan perilaku suatu living organism. Nilai yang disepakati itu disebut norma. dan SKS adalah nilai yang disepakati bersama itu. BOK Kualitatif. Pada tingkat inilah bermula BOK kuantitatif seperti telah diuraikan di atas.” setara dengan natural law atau axioms. outward (masyarakat) dan inward (hatinurani)-nya. faktanya.dan Lingkungan Hidupnya. dan BOK Normatif kualitas. Nilai-nilai yang berguna bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bersama manusia di dalam masyarakat (governance). Kualitas itu kemudian diolah. Fenomena dan Pertanyaan Gambar 66 Unified (Triple BOK): BOK Kuantitatif. . meliputi sisi kebijakan dan implementasi kebijakan. Baik BOK kuantitatif maupun BOK kualitatif. BOK normatiflah yang berkompeten menjawabnya. pola perilaku setiap orang dalam ruang SKE. dan bukan hanya norma aturan hukum positif yang dibuat oleh SKK. ke luar dan di dalamnya. kualitatif. Nilai-nilai sisa yang belum atau tidak disepakati pada masyarakat-masyarakat lokal.” yang satu menjawab pada tingkat abstrak teoretik.

1953). yaitu Dr R. Kybernologi di sini setara dengan Bestuurswetenschap.” (seni. Dalam kelompok Ilmu Politik (Political Sciences?) yang diajarkan di FISIPOL UGM sampai tahun 80-an. dan van Poelje (1942. Bagaimana halnya dengan Ilmu-Ilmu Pemerintahan (Bestuurswetenschappen) seperti yang dimaksud van Braam. baik dalam Filosofie van de Bestuurswetenaschappen maupun dalam Bestuurssociologie: Mensen.” sebutan “ilmu pemerintahan” sekedar nama jurusan. Jarum dengan Benang (2011). Judul buku karangan A. UGM sebagai kiblat Ilmu Pemerintahan di Indonesia berpendapat bahwa pengetahuan pemerintahan masih berderajat kajian. Hal itu telah saya jelaskan dalam Bab IX Kybernologi dan Kepamongprajaan. A. Van Poelje dalam Pengantar Umum Ilmu Pemerintahan (1959).derajat keilmiahan Ilmu Pemerintahan sebagai disiplin yang mandiri. Ilmu Pemerintahan yang rekonstruksinya seperti Gambar 56. bukan “ilmu. Gambar 19 menunjukkan tiga mazhab Ilmu Pemerintahan. Guru Besar Luar Biasa di bidang Ilmu Pemerintahan dilantik. Gambar 58. Dengan demikian Ilmu Pemerintahan sebagai mata pelajaran (berderajat Doktor) pada pengajaran tinggi di Belanda diakui menjadi sebuah kenyataan. E. Ilmu Pemerintahan itu telah diakui sebagai “ilmu. kajian). Gambar 57. dan Gambar 59 adalah Ilmu Pemerintahan dengan body-of-knowledge (BOK) Kybernologi. terdapat ILMU (ILMU-ILMU) POLITIK | -----------------------------|----------------------------| | | | | ILMU ADM ILMU HUBILMU PEILMU PERBANTEORI PUBLIK INTERNASIONAL MERINTAHAN DINGAN POLITIK POLITIK Gambar 67 Ilmu-Ilmu Politik Versi UGM (Tradisi Sampai Tahun 80-an) 135 . Breedsvelt.” berderajat “-kunde” dalam Regeerkunde yang dirintis oleh van de Spiegel (1796). tetapi juga berderajat akademik “-wetenschap” (ilmu). kepandaian. bahkan berderajat “-wetenschappen” (ilmu-ilmu). van Braam Filosofie van de Bestuurswetenschappen (JRG Djopari. Groepen. pen. Sejumlah lembaga p[erguruan tinggi lainnya masih mempertanyakan jatidiri Ilmu Pemerintahan. nd) menunjukkan bahwa pengetahuan pemerintahan tidak saja berderajat akademik “-kunde. Di negeri Belanda. mulai tahun kuliah 1928-1929 pengajaran dalam Jurusan Ekonomi Kenegaraan diperluas dengan mata pelajaran Ilmu Pemerintahan dengan tujuan supaya jurusan ini lebih disesuaikan dengan kebutuhan mereka yang berhasrat untuk bekerja pada dinas umum. Pada tgl 25 Januari 1928. Selama masa 1928-1933 dua orang Doktor Ilmu Pemerintahan dipromosikan. Menurut G. en Openbaar Bestuur (1988)? Di sini diperlukan beberapa catatan sebagai berikut. dan programnya hanya berderajat strata satu. Tegasnya single body-of-knowledge. Berends dan Dr F.

Dibandingkan dengan buah pikiran van Braam tersebut. yaitu pendekatan sentripetal dan sentrifugal.lima subjek. --SENTRI.-->HIBRIDA-->NOLOGI | ------| FUGAL TIK POLITIK | | | | | | | | | ---------|--------| prospek | | KYBERNOLOGICAL SCIENCES KYBERNOLOGICAL STUDIES Gambar 68 BOK Building Dengan Pendekatan Sentripetal dan Sentrifugal Etika Pemerintahan.----| NO| | POLI. kita sudah memiliki dua BOK Ilmu Pemerintahan masing-masing Kybernologi (2003) atau Kybernological Sciences yang setara dengan Bestuurswetenscheppen. Hukum Pemerintahan. isi Kybernologi (2003) setara dengan Bestuurswetenschappen atau Ilmu-Ilmu Pemerintahan. Kybernological Sciences yang terdapat dalam Kybernologi (2003) direkonstruksi melalui pendekatan sentripetal. Gambar 68 menunjukkan dua kekuatan pembentuk Kybernological Sciences. di antaranya terlihat empat berposisi “ilmu” atau “cabang ilmu” (Gambar 67). Komponen-komponen Bestuurswetenschappen menurut van Braam adalah hibrida atau cabang ilmu seperti Sosiologi Pemerintahan. dan ------------------| | | GOVERN| | ANCE | | ------| | ->| |-------->HIBRIDA-->POLITIK PEMERINTAHAN BOK | | | | | LAIN KEKUATAN | | | KYBER-| | MIS. Dengan demikian. dan Kybernologi yang konstruksinya seperti yang terdapat dalam buku ini (2012) yang setara dengan Bestuurswetenschap. Sudah barang tentu. Pemikiran melalui 136 . tugas berijkutnya ialah pengkajian-pengkajian (studi) yang menjembatani dua BOK di atas dengan proses pembuatan kebijakan. dan menemukan berbagai masukan ke dalam proses pembuatan dan implementasinya.PETAL | | LOGI | | TIK | | | | KEKUATAN BOK KYBER| | |-------->SENTRI.---POLI.

dan Psikologi. sebagaimana dilaporkan dalam Kybernologi Sebuah Apologia (2011). Gambar 58. Dengan mengenal bahan. Gambar 57. di satu fihak ia membuat kebijakan. Suatu saat si X berperan sebagai kepala daerah. dan penegak hukum belum bisa (tidak mau) menyentuhnya. pada saat lain menjadi pembayar pajak. pengajaran. terminal dan rute dipandang dari sudut perilaku atau peran. Jadi model itu merupakan sebagian dari Gambar 57 atau Gambar 58. saat lain berperan sebagai pasien rumah sakit. fungsi dan konstruksi tiga terminal dan tujuh rute tersebut. bukan dari sudut orang. Kybernologi menempuh pendekatan perilaku supaya tiap fakta yang terlihat melalui perilaku tidak dilindungi oleh struktur yang ada sehingga diabaikan. fora ilmiah. Terminal dan Rute Kybernologi Gambar 56. dapat diraba dan didefinisikan subjek pengetahuan yang diperlukan untuk dipelajari bagi setiap rute dan terminal. dengan konsep subkulktur. Saat ia menjabat kepala daerah. dan pengabdian kepada masyarakat. Misalnya rute C yang ditempul oleh SKE pada Gambar 57 dengan input dari SKK melalui rute B berupa kebijakan sumber-sumber dan output ke SKK berupa nilai yang selanjutnya diredistribusikan kepada warga melalui rute D. dan sampai sekarang falsifying yang jelas dari masyarakat pembelajar terhadap Kybernologi belum ada. Rute pemerintahan sehari-hari. atau fakta diabaikan karena belum ada aturannya. bisa melakoni subkultur apa saja. Sosiologi. Input dan output tiap rute dalam gambar itu hanya contoh atau sample saja sebagai bahan pengembangan melalui penelitian dan diskusi selanjutnya. 137 . karena jauh lebih berat. publikasi. institusi atau struktur. Pada rute C Gambar 58 misalnya diperlukan subjek MSDM. dan Gambar 59 menunjukkan terminal dan rute Kybernologi yang perlu dipelajari. Semua BOKs tersebut telah menjadi bahan pembelajaran dalam penelitian. Perlu diketahui.pendekatan sentrifugal masih sedikit sekali. jurnal. Gambar 69 menunjukkan tujuh rute pemerintahan dengan input-outputnya. pelatihan. Rute adalah proses dengan input dan output tertentu. Ia bisa berada di terminal dan rute apa saja. Yang telah berhasil dirintis adalah Kybernologi Politik dan Kybernologi Administrasi dalam buku berjudul sama (2009) dan Kybernologi Pertanian dalam Kybernologi Pertanian dan Agro-Pemerintahan (2009). Setiap orang atau instiytusi. di fihak lain ia harus siap mempertanggungjawabkan dampak kebijakannya itu.

pertanyaan dari publik gungjawaban pemerintahan 2. pepelayanan civil dan pelayanan ningkatan. pengubahan. RAPBN/D. pengawasan rawatan. distribusi. penambahan. jawaban dari SKK 3. konservasi nilai & gaya 4. pengolahan. dan cara. thd pertjwban pem’han pemb’tukan siklus kek. pengawalan. tanggung risiko dan akibat 2. penciptaan. pe3. dalam kondisi selolaan. penanaman. stabilisasi. pengeciptaan. pengawalan. rute G dan pelestarian sumber-sumber berimpit dengan rute A kebijakan sumber-sumber pembentukan nilai-nilai SKK--------------RUTE B-------------->SKE--------------RUTE C-------------->SKK kebijakan eksplorasi. tindaklanjut pertanggungjawaban tingkat kepercayaan thd pertangSKK--------------RUTE F-------------->SKS--------------RUTE G-------------->SKK 1. konservasi nilai & gaya hidup sederhana redistribusi nilai-nilai monev SKK--------------RUTE D-------------->SKS--------------RUTE E-------------->SKK pelayanan civil dan pelayanan 1. pembangunan perti itu. berikutnya SKS--------------RUTE G-------------->SKK--------------RUTE A-------------->SKE 138 . pertanyaan dari publik 2. RAPBN/D. laporan public 6. penanaman. pengawasan 3. tanggung risiko dan akibat 4. tidak percaya dengan segala konsekuensinya tkt keperc. penghematan. pengediperhatikan. evaluasi 5. penjagaan publik dalam berbagai bentuk dan 2. lolaan. distribusi. kehematan. evaluasi hidup sederhana 5. pembangunan. laporan publik 6. tindaklanjut monev pertanggungjawaban SKS--------------RUTE E-------------->SKK--------------RUTE F-------------->SKS 1. monitor cara. pengolahan. stabilisasi. penjagaan 1. percaya 3. dan pedan pelestarian sumber-sumber ngembangan nilai melalui kerja pembentukan nilai-nilai redistribusi nilai-nilai SKE--------------RUTE C-------------->SKK--------------RUTE D-------------->SKS identifikasi. pen(penggalian). perawatpengembangan nilai melalui kerja an. peningkatan. pengubahpublic dalam berbagai bentuk dan an. maka kebijakan eksplorasi. ekstraksi feedback dari siklus itu harus (penggalian). jawaban dari SKK 1.pembentukan siklus kekuasaan kebijakan sumnber-sumber SKS--------------RUTE A-------------->SKK--------------RUTE B-------------->SKE jika ada siklus sebelumnya. ekstraksi identifikasi. ada 7 rute. penambahan. monitor 2.

1.<--. redistribusi memenuhi ---> NEGARA -------------> LAYANAN ------------> PELANGGAN ------| | nilai kebutuhan? | | | | | feedback monev | langsung seharisocial | hari pressure | | | -----.taklangsung -------------------.MEMENUHI <----(ke dlm masy) percaya KEBUTUHAN Gambar 70 Tingkat Kepercayaan Terhadap Negara 139 . rute yang berlangsung di garisdepan pemerintahan. tdk percaya dengan segala konsekuensinya SKS--------------RUTE A-------------->SKK Gambar 69 Tujuh Rute dengan Input dan Outputnya Masing-masing Rute G pada Gambar 69. sama seperti medan perang. pada saat garisdepan pemerintahan itu lumpuh. dielaborasi lagi melalui Gambar 70.dukungan <-----------.percaya <---MEMENUHI--------| | | | | | feedback tidak TIDAK | -----------. percaya 2. Sudah barang tentu. pemerintah takluk dan pemerintahan pun kalah.

dengan judul Bukan Salah Ibu Mengasuh Tapi Bapa Salah Mengajar. melainkan ingin menunjukkan fenomena malkomunikasi antar Negara dengan wargamasyarakat yang terjadi sepanjang dasawarsa terakhir. 11 Februari 2012 Taliziduhu Ndraha. Kybernologi berikut bernada beda tapi serupa. tanya tak berjawab. anjing menggonggong. ia yang bersenang-senang dahulu. Sudah barang tentu. yang pertama menunjukkan kesalahan dalam memandang manusia sehingga manusia tidak dilayani melainkan disalahkan. yaitu gayung tak bersambut. Kybernolog BUKAN SALAH IBU MENGASUH TAPI BAPA SALAH MENGAJAR PENGANTAR Seri Kybernologi berisi bab tunggal tentang Ilmu Pemerintahan sebagai ilmu bagi semua orang.co. sedangkan yang ketiga menunjukkan kesalahan Negara dalam menguasai sumber-sumber demikian serakah. Bukan Salah Ibu Membangun Tapi Bapa Salahgunakan. Judul itu lanjutan judul Kybernologi terakhir tahun 2011. Bukan Salah Ibu Mengandung.Taliziduhu Ndraha.id www. judul itu tidak bermaksud mempertentangkan Ibu dengan Bapa. yang kedua menunjukkan kesalahan dalam menggunakan kekuasaan sehingga kekuasaan tidak melayani manusia melainkan memangsanya. Kybernolog IPDN Kampus Cilandak Jakarta 0811918848 081284184220 bkutn@telkom.net profndraha@yahoo. Buku ketiga merupakan kumpulan makalah Seminar Nasional Nasionalisme Ekonomi Indonesia Menyongsong Kebangkitan Nasional Kedua dalam Era Globalisasi Dunia yang diselenggarakan oleh FIA UNTAG Jakarta pada tanggal 8 dan 9 Maret 1991. di atas.org 140 . kita yang bersakit-sakit kemudian.kybernologi. Jakarta. Tapi Bapa Salah Memandang. kafilah melenggang. Tiga buku tersebut seolah-olah trilogy.

. Kerja. . . . . . . . . . . . . . . . . 2 Masa Kegelisahan. . . . . . 33 36 40 41 46 . . . . . . . . . . . . . . . . . Masyarakat. 5 Penggerak Masyarakat. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . III SIAPAKAH KITA INI? BAGIAN KEDUA: MASYARAKAT 1 Penduduk. . . . . 4 Menemukan Kybernologi . II SIAPAKAH KITA INI? BAGIAN PERTAMA: MANUSIA 1 Mengenal Kualitas Manusia . . 6 Kenalilah Musuhmu!. 5 Jadi Ilmu Pemerintahan Seperti Apa Yang Kita Butuhkan? . . . . 5 Bagaimana Terbentuknya SKK? . . 4 Sumber-sumber. . . . . . . . . 4 Subkultur Kekuasaan (SKK) . . . . . . . . . . . . . . . . 3 Mencari Jalan Keluar. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 Nilai dengan Budaya . . V REKONSTRUKSI ILMU PEMERINTAHAN BAGIAN PERTAMA: SKE DENGAN SKK 1 Pengertian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Bangsa. . . 4 Masyarakat Daerah . . 18 19 21 28 30 IV ILMU APA SEPERTI APA YANG KITA BUTUHKAN? 1 Ilmu Pemerintahan . . . . . . . 2 Ajaran HAM dan KAM. . Nilai . 2 4 7 11 14 16 17 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 Bhinneka Tunggal Ika (BTI). . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 Jadi Siapakah Kita Ini? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 Nasionalisme. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kebutuhan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . dan Naluri Warga. . . . . . . . 47 47 50 53 54 141 . . . . . .Daftar Isi I UNTUK HIDUP PERLU ILMU Cogito Ergo Sum . . . . . . . . . 3 Subkultur Ekonomi (SKE) . . . . 3 Nilai. . . . 5 Bagaimana Dengan Kerja? . . . . . . . . . . 1 . . . . . . .

. . . . . . . Kerja. . . . . . . . Kerja. . . 110 VIII PEMERINTAHAN 1 Definisi. . 48 142 . 20 12 Kerangka Grand Design Pemda Model BTI. . . . . . . . . .VI REKONSTRUKSI ILMU PEMERINTAHAN BAGIAN KEDUA: SKK dengan SKS 1 Subkultur Kekuasaan (SKK) . . . . . . . . 29 16 Otonomi Daerah vs Daerah Otonom. . . . . . . . . . 134 2 Terminal dan Rute . . . 14 10 Dinamika Kerja. . . . 125 IX ILMU PEMERINTAHAN 1 Adakah Ilmu Pemerintahan? . . 3 Pertanggungjawaban Politik Vs Pertanggungjawaban Pemerintahan. . Sumber. 44 21 Rumus Budaya. . . . . . . . . 12 8 Hubungan Antar Sumber. . . . . . 9 5 Nilai. . . . . . . . . . . 26 13 Begini?. . . . . . . 12 7 NKRI Terdiri dari Lima Bangsa. . . . . . . . 43 20 Dua Pendekatan. . . 121 3 Garisdepan Pemerintahan . 8 4 Teori Kebutuhan. . . . . . . . Nilai. . . 31 18 Terminal dan Rute. . . . 32 19 Tiga Mazhab Ilmu Pemerintahan di Indonesia. . . . . . 58 70 73 VII REKONSTRUKSI ILMU PEMERINTAHAN BAGIAN KETIGA: SKS DENGAN SUBKULTUR 1 Subkultur Sosial (SKS). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11 6 Sumber. 2 Subkultur Sosial. . . . . . . . . 99 . . . . . 137 DAFTAR GAMBAR 1 Kualitas Manusia. . . . . . . . . . . . . . 13 9 Work. 3 SKS dengsn SKS. 117 2 Governance. . . 92 . 89 . . . . . . . . . . 27 14 Atau Begini? 27 15 Hukum Alam dengan Hukum Positif. . 2 SKS dengsn SKK. . 4 SKS dengan SKE. LAINNYA . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30 17 Terbentuknya Subkultur Masyarakat. . . . 4 2 Teori Nilai. 15 11 Trilogi Nasionalisme Moerdiono. . 7 3 Kebutuhan dan Naluri Manusia. .

Kerja. Nilai. 58 Dari Pelanggan Menjadi Mangsa. 89 Hubungan Empati dengan Simpati. 96 Proses Kepemimpinan. 116 Subkultur Sosial (SKS). 50 Subkulktur Ekonomi (SKE). 117 Tiga Terminal Siklus Pemerintahan Yang Baru Terbentuk. 115 Subkultur Kekuasaan (SKK). 72 Sikap SKS. 93 Terbentuknya Simpati. 49 Hubungan Nilai dengan Hidup. 53 Subkultur Kekuasaan (SKK). 50 Rekonstruksi SKE. 119 Tiga Terminal Siklus Pemerintahan Yang Sedang Berjalan. 103 Hubungan Tentatif antara Nilai dengan Raga. 102 Culture and Civilization. 51 Rekonstruksi SKE dengan SKK. 88 Subkultur Ssosial (SKS). 95 Nasionalisme Pemerintahan. Hidup. 68 Rekonstruksi SKK dengan SKS. 71 Monev Kinerja. 131 Combined BOK. 72 Rekonstruksi SKK dengan SKS. 70 Redistribusi Nilai. 50 Hubungan antar Sumber. 101 Nilai dan Raga. Memerlukan Kekuatan Penyeimbang. 120 Proses Pemerintahan. 130 BOK Kuali dan Kuanti. 116 Tiga Subkultur. 121 Proses Pemerintahan. 127 Garisdepan Pemerintahan. 132 143 . 105 Interface Negara dengan Manusia. 71 Jawaban Atas Pertanyaan. 78 Oposisi Daerah Terhadap Pusat. 122 Organisasi Pemerintahan. 129 Tiga Tahap Proses Kebijakan. 94 Hubungan Nilai dengan Pendekatan. 84 Sikap Oposisional. 72 Kontrol Kekuasaan di Hulu. 83 Posisi Oposisi.22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 Rumus Nilai Ideal. 72 Respons Atas Pertanggungjawaban. 109 Subkultur Ekonomi (SKE). 107 Fungsi Norma. 128 Pesawat Take-off dan Landing.

87 8 Seni Pemerintahan dan Teknologi Pemerintahan. 136 Rute Pemerintahan. 49 6 Tujuh Wujud Sikap Oposisional. 139 DAFTAR TABEL 1 Siapakah Kita Ini? 17 2 Topik Seminar. 37 4 Ilmu Pemerintahan Yang Kita Butuhkan. 133 Ilmu-Ilmu Politik. 138 Tingkat Kepercayaan Terhadap Negara. 136 BOK-building. 46 5 Kondisi Nilai. 125 144 . 49 7 Stakeholder Pemerintahan. 19 3 Highlight Seminar Nasional.66 67 68 69 70 Unified BOK.

melainkan sebagai fihak terpilih. pemilu/pemilukada (kontrol SKS terhadap SKK di hulu.” Jika wasit juga bermain. pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. ia disebut terjanji. Sudah barang tentu. penepatan janji. Perjanjian itu harus “total quality.” Di sini SKK tidak memosisikan diri sebagai fihak pemenang. Penjanjian (kesepakatan) antara SKK dengan SKS dalam bentuk kebijakan pengendalian sumberdaya dengan seadil-adilnya dan pengendalian sumberbencana dengan sesungguh-sungguhnya (rute B). ini ruang transaksi.” tetapi membuktikan keterpilihannya.” serba antisipatif.” tetapi juga “bagi biayanya. Redistribusi nilai oleh SKK kepada SKS (kontrol SKS terhadap SKK di tengah. Dalam rute ini. membayar janji dengan suara (vote) sehingga ia beroleh posisi sebagai pelanggan. Bidang-bidang kesepakatan di sini meliputi seluruh Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. tepat waktu dan tepat sasaran adalah standar 145 . Pembentukan SKK oleh SKS dengan cara tertentu (rute A). Kendatipun SKK maju sebagai kandidat dengan mengendarai parpol. ia keluar dari kendaraan yang bersangkutan. dan pada gilirannya mempengaruhi rute D. Rute B ini merupakan garisdepan politik tapi garisbelakang pemerintahan C. yaitu UPT. Adil. berlangsung di garisdepan pemerintahan. jangan hanya “bagi kuenya. karena setelah menjadi pejabat publik ia dibayar oleh Negara. Kontrol di tengah. dan penagihan janji. penepatan janji. Kelurahan dan Desa. begitu terpilih menjadi pemangku kekuasaan. SKS melakukan kontrol terhadap SKK di hulu berdasarkan kualitasnya sebagai konstituen. SKK berperan mengontrol SKE pada (dari) rute B. Di sini SKS diwakili oleh DPR/DPRD B. Sikap SKS di sini tentu saja mempengaruhi rute B dan dipengaruhi rute F. sementara SKK adalah “wasit. dan karena ia membayar sesuatu yang masih dijanji. dan oleh sebab itu ia berhak menagih janji. jika tidak menepati janji. oleh seluruh masyarakat. bukan oleh parpol yang mencalonkannya. SKK dinilai wanprestatie. ruang penagihan janji). Rute C ini mutlak bergantung pada rute B. “pemain” adalah SKE. mis. Rute ini adalah sumber dan sarang korupsi. rute ini rusak. Redistribusi nilai melalui rute D berlangsung dalam bentuk APBN/APBD. rute B ini mempengaruhi rute C dan dipengaruhi oleh rute A. Pembentukan nilai oleh SKE. Kecamatan. Itulah sebabnya pembangunan seharusnya diletakkan bukan dalam ruang SKK tetapi dalam ruang SKE. D. termasuk pembangunan. SKK tidak berhak “winner takes all. dengan peran SKK di dalamnya (implementasi pasal 33 UUD). lima tahunan). pada umumnya sesuai siklus kekuasaan.A.

Untuk itu. Berdasarkan sistem politik yang sedang berjalan. Yang dimaksud dengan pertanggungjawaban di sini adalah responsibility. Negara hukum adalah Negara yang kinerjanya dimonev berdasarkan asas pertanggungjawaban. bagaimana kader yang terpilih menjadi pejabat publik itu menepati janjinya kepada SKS. dan tentu saja bergantung pada rute E. apa saja yang dilakukan. sesuai dengan namanya: “yang mewakili daerah” (daerah = masyarakat hukum). Struktur anggaran harus memihak pelanggan. Artinya tiada suatu perilaku SKK yang tidak ada penanggungjawabnya. bagaimana parpol DPR mengontrol kadernya yang terpilih jadi SKK jika kader itu masih tetap berada dalam kendaraan parpol yang bersangkutan? Sebaliknya. dan penagih. Lihat Bab I Kybernologi 2015 (2011) 146 . dibiarkan atau dilalaikan oleh SKK. sulit diwujudkan. SKK yang mengukur dan mengevaluasi kinerjanya berdasarkan asas akuntabilitas adalah Negara-peraturan. Rute D bergantung pada rute C dan mempengaruhi rute E E. atau dengan perkataan lain. bukan sekedar akuntabilitas. menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan. Monev kinerja SKK oleh SKS (kontrol terhadap redistribusi nilai di tengah). Tujuan kontrol di tengah dan hilir bukan untuk menjatuhkan rezim kekuasaan tetapi untuk menjaganya. Pertanggungjawaban SKK kepada SKS (kontrol SKS terhadap SKK di Hilir). check and balance antara SKK (eksekutif) dengan SKS dalam kapasitasnya sebagai konstituen (legislative). Pertanggungjawaban SKK di rute F ini mempengaruhi sikap SKS di rute G (feedback. Pertanggungjawaban itu dilakukan menurut formula TJT yang telah dikemukakan di atas. dari sini hasilnya kembali ke rute 1. bukan Negara-hukum. Kawalan (referensi) itu. Rute E ini bergantung pada rute D dan mempengaruhi rute F F. bukan provinsi tetapi kabupaten/kota.utama rute ini. Kontrol di hilir sangat penting sebagai kawalan sehari-hari terhadap SKK karena penyimpangan yang terlihat sedikit pada awal menimbulkan penyimpangan yang besar pada akhir masajabatan. pembentukan SKK oleh SKS. dan oleh sebab itu membawa korban banyak. harus dipertanggungjawabkan olehnya kepada SKS G. sebab. terjanji. sesungguhnya tidak. feedforward). basis keanggotaan DPD diubah. SKS melakukan monev terhadap rute D dalam kapasitasnya sebagai pelanggan dan terjanji. yang sering disebut oposisi. samasekali tidak menimbulkan labilitas politik. manakala fihak-fihak terkait memegang teguh komitmen. dan garisdepan pemerintahan harus diberdayakan. agar tidak tergelincir. jika ia tersandera kepentingan parpolnya? Itulah sebabnya dipandang tepat manakala Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili SKS selaku pelanggan.

diterangkan melalui Teori Governance. Apa yang dimaksud dengan good governance. coercion. Berbekal tradisi lingua franca.apakah sebagai idea. sebagai concept. pemerintah adalah salah satu lembaga pelaku pemerintahan. Definisi ini memberi kesan. dan pemerintah. atau seperti panas yang terasa tapi apinya entah mana --berinterface dengan masyarakat yang sifatnya nyata. maka governance disebut good governance. violence. timbangan apa yang digunakan untuk menilai kinerja bad atau good. Pelayanan Pemerintahan berjalan melalui terminal dan rute-rute pemerintahan di atas. Istilah civil service dalam Administrasi Publik berarti PNS. NEGARA government 1 ruang kekuasaan kewenangan negara 147 . penduduk. pelayanan civil yang sifatnya kewajiban Negara. Dalam hubungan itu terlihat dua macam pelayanan. Dengan lahirnya ajaran demokrasi. pelayanan civil seperti itu disalin menjadi civil service. wilayah. bagaimana supaya kinerja governance itu good. Interaksi antar tiga subkultur itu (governance) menghasilkan kinerja. yang oleh masyarakat dicharge dengan kekuasaan (political power) dengan system nilainya: authority. Dahulu. dan death sentence. Gambar 16 menunjukkan hubungan antara Negara dengan masyarakat Manusia. Negara didefinisikan meliputi tiga unsur.Sistem pemerintahan meliputi enam komponen tersebut. Perbedaan antara kedua macam pelayanan itu terdapat dalam Bab I Sesi Lima GBPP Kybernologi dan Kepamongprajaan (2010). Interfacing itu terlihat pada Gambar 16. Dalam literatur Barat. manusia berada dalam Negara. force. maka dengan sendirinya Negara --. tidak ada istilah yang isinya seperti itu. paradigma ini berubah. Jika kinerja interaksi itu oleh pelanggan dinilai good. Jika terminal dan rute pemerintahan pada G Dalam hubungan itu. satu dengan yang lain berinteraksi terus-menerus. Mengingat Negara adalah sistem kekuasaan politik. dan pelayanan yang sifatnya kewenangan pemerintah yang lazim disebut pelayanan publik (public service). Pelayanan civil adalah pelayanan yang oleh UUD diposisikan sebagai kewajiban Negara. dan pada gilirannya masyarakat dianggap bawahan pemerintah. dan kenyataan bahwa pelaku pelayanan yang merupakan kewajiban Negara adalah PNS.

Misalnya keadilan. Dalam kondisi masyarakat pelanggan (SKS) yang amat lemah dan nirdaya. 1953. Pelayanan civil tidak terdapat dalam UU 25/09 tentang Pelayanan Publik. Bunyinya “Through Diversity Toward Unity.PUBLIK ruang publik 2 KEBIJAKAN PUBLIK governance 1------------------->2 pelayanan publik kewajiban negara 1------------------>3 pelayanan civil ruang civil 3 MANUSIA HAM Gambar 16 Asumsi Hubungan Interfacial Antara Negara Dengan Masyarakat Manusia Pelayanan dan layanan civil semakin jauh dari masyarakat dan kalaupun ada. Dalam hubungan itu Kybernologi mempelajari nuku kecil T. Smith dan Eduard C. semakin sukar memperolehnya. dan uraian tentang hal itu sudah sangat banyak. kemerdekaan. Terutama buat mencegah sakralisasi norma-norma sosial oleh sementara kalangan (Gambar 8). keamanan. merupakan solusi yang diharapkan mujarab bagi masa depan Pelayanan Pemerintahan. 1955). karena SKK leluasa untuk merekayasa anggaran dan menaikkan tarifnya sewaktu-waktu. pelayanan publik memberi tekanan berat dalam kehidupam masyarakat bawah. dan kepastian hukum. Salah satu pelayanan civil yang sangat penting namun di Indonesia sangat lemah adalah Pelayanan (Administrasi) Kependudukan yang langsung berkaitan dengan HAM dan membawa dampak langsung bagi proses politik. Sementara itu pelayanan publik semakin mahal.” Bukankah itu setara dengan BTI? Proposisi itulah yang saya gunakan dalam mengonstruksi satu di antara 5 Grand Design Pemerintahan Daerah sebagai berikut. Coba saja Proposisi Satu yang ditulis Lindeman. Buku yang bernada filosofik itu dipilih karena rohnya seirama dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (BTI). V. 148 . The Democratic Way of Life (1951. Demokrasi terletak di ruang Ilmu Politik. Lindeman. Tentang Administrasi Kependudukan. lihat Bab VI Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan (2010) Ajaran Demokrasi yang difahami dengan benar dan diimplementasi dengan sehat.

Di zaman raja Asoka (ca 269-232) terdapat dua agama besar di Asia, yaitu Hindu dan Buddha. Untuk memperkokoh kekuasaannya, ia menganjurkan perdamaian di manamana. Pada suatu tiang batu peninggalannya tercantum sebuah pernyataan yang dapat disebut Doktrin Asoka, berbunyi: “Barangsiapa merendahkan agama lain dan memuji agamanya sendiri, (berarti) merendahkan agamanya sendiri.” Dalam kitab Sutasoma, Empu Tantular mengemas ajaran itu dalam seloka yang sebagian berbunyi “bhinneka tunggal ika,” lengkapnya “Bhinneka Tunggal Ika, Tanhana Dharmma Mangrva,” artinya berbeda-beda tetapi satu jua, tahan karena benar serta satunya cipta, rasa,

Masalah Bergeser dan Berubah. Di masa-masa lalu masalah yang dihadapi berkisar pada fenomena kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi vertikal yang terlihat pada suatu saat antar lapisan masyarakat: kaya di atas dan miskin di bawah, dan horizontal antar kelompok masyarakat: yang kaya di sana, yang miskin di sini. Kesenjangan antar daerah baru implisit dan sayup-sayup, seperti terdengar dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 1990 di atas. Di masa lampau kesenjangan antar daerah (baca: daerah otonom) belum terungkap tajam secara eksplisit selain alasan politik juga karena titik berat otonomi masih di provinsi dan faham otonomi tidak seliberal --- sekarang sangat liberal --- sekarang. Seperti orang naik pesawat: semakin tinggi terbang, semakin samar dan terlihat seragam serta merata bumi di bawah. Sebaliknya, semakin rendah terbang, lebih-lebih bila sudah mendarat, semakin terlihat jelas kepincangan di bawah dan kesenjangan di sekitar. Demikian juga birokrasi dan korupsi sama sekali tidak tersentuh. Hal itu tenggelam di bawah bayang-bayang pembangunan nasional yang sesungguhnya sumber korupsi itu sendiri, namun di masa itu dijadikan simbol, ideologi bahkan dogma. Pemerintahan diturunkan menjadi rutinisme yang melayani tuannya yaitu pembangunan. Nasionalisme juga hanya diartikan kebangsaan, bukan kesebangsaan. Tafsiran butir 1, 3, dan 4 Andre Hardjana tentang Nasionalisme Eko-nomi sekedar reaksi terhadap fenomena imperialisme, tetapi butir 2 tetap bahkan semakin relevan sampai sekarang. Definisi Nasionalisme Ekonomi dari sudut makro tidak dapat dipertahankan. Posisi pemerintah sebagai pelaku ekonomi dan pembangunan sampai sekarang ternyata justru menjadi sumber korupsi struktural (state corruption). Pernyataan Alfian tentang ambang batas toleransi sosial di masa lalu telah terbukti dengan terjadinya revolusi 1998. Teori ambang batas toleransi sosial itu dapat menerangkan terjadinya revolusi yang terlihat kecil-kecilan (seperti puncak gunung es), yang dikecilkan (dianggap sepele) oleh pemerintah dengan menyatakan: itulah

149

demokrasi, “biarkan es menyembul, Titanic terus berlalu,” jika Titanic karam, toh “kapten dan para petinggi kapal buru-buru menyelamatkan diri dulu.” Golongan (lapisan) menengah Indonesia memang terbentuk di berbagai komunitas perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan modern, tetapi belum berfungsi sebagai change agent dan kekuatan pembaharu seperti yang terjadi di Eropa (Renaissance, Aufklärung). Mereka pada suatu saat (tatkala berada di luar sistem) berkobar-kobar, di saat lainnya (ketika sudah masuk) menjadi oportunis dan kehilangan pendirian. Tidak memiliki apa yang oleh Jose Ortega Y Gasset sebut dalam The Mission of the University (1944, 1966) sebagai “spiritual power,” atau scientific culture. Mereka mudah sekali tergoda oleh kekuasaan politik! Ucapan Moerdiono dalam Seminar TNI-AD tanggal 16 Desember 1990 seperti dikutip di atas, lepas dari siapa drafter atau thinker asliya, merupakan warisan abadi generasi abad ke20 kepada generasi abad ke21. Jika kesenjangan yang menjangkiti berbagai bidang kehidupan bisa menceraiberaikan masyarakat, maka sesungguhnya sejak kesen-jangan itu melampaui ambang batas toleransi masyarakat, INDONESIA SUDAH TIDAK SEBANGSA LAGI. Indonesia sudah terpecah dan terpisah-pisah menjadi beberapa bangsa, bukan karena yang satu memisahkan diri dari yang lain, tetapi buah kebijakan yang keliru (Lihat Gambar 7). Fakta ini menunjukkan bahwa kebangsaan dalam arti seperti yang terkandung dalam konsep Kebangsaan Indonesia, national, nationality, tidak cukup. Kalau dahulu yang dianggap ideologi, dogma, bahkan dewa adalah pembangunan, sekarang ada dewa baru bernama otonomi daerah. Dengan kebijakan desentralisasi, sejumlah kewenangan (bukan kekuasaan): empat belas enumeratif, satu “pelayanan dasar lainnya,” dan satu lagi “kewenangan lain melalui UU lain,” diserahkan kepada daerah untuk digunakan secara otonom (oleh sebab itu disebut “otonomi daerah,” otda) sebagai input dalam proses pelayanan kepada manusia, masyarakat dan lingkungannya, bukan karena daerah itu sudah mampu, tetapi supaya ia pada suatu saat berkemampuan nyata menjadi daerah yang sungguh-sungguh otonom (daerah otonom, daot) dengan empat kualitas: ruang hidup, satuan budaya, masyarakat hukum, subsistem nasional (lihat juga Gambar 16). Masalah mendasar otda terletak pada hal-hal sebagai berikut: 1. Kebijakan otda (pasal 11 UU 5/74) yang selama 25 tahun tidak disiapkan tibatiba saja diimplementasikan berdasarkan UU 22/99, dan beberapa tahun kemudian UU 32/04, langsung dari pusat ke daerah kabupaten/kota, tanpa melalui provinsi sebagai daerah peralihan (transisi). Alasannya sungguh dibuat-buat dan dihembus-hembus oleh media massa: jika provinsi diperkuat guna persiapan titikberat otonomi di kabupaten/kota suatu saat kelak,
150

dikhawatirkan sejumlah provinsi melepaskan diri dari Republik Indonesia. Daerah kabupaten/kota benar-benar tidak siap (disiapkan) 2. Kepada daerah diberi otonomi, bukan karena ia mampu, tetapi supaya pada suatu saat ia mampu menggunakannya. Berotonomi daerah adalah proses pembelajaran. Gurunya adalah pusat. Yang menyedihkan ialah, daerah dipecah (bahasa politiknya: dimekarkan) sekedar untuk meredam konflik horizontal antar elit atau kelompok, yang tidak mau (atau tidak mampu) diselesaikan oleh pemerintah pusat 3. Tetapi ada juga daerah yang dipecah menjadi beberapa daot baru sebagai penyelesaian konflik antar kelompok: yang satu merasa selalu dianaktirikan dan diperlakukan tidak adil oleh kelompok yang lain yang (kebetulan) berkuasa 4. Kepada daerah yang kondisinya, bila yang satu dibanding dengan yang lain, sangat pincang (modal yang satu kuat, yang lain lemah), diserahkan kewenangan dan otonomi yang seragam (sama). Akibatnya ialah, yang satu mampu menggunakan kewenangannya, sementara yang lain tidak 5. Daot semakin kecil-kecil melalui politik fragmentasi, terlebih-lebih di luar Jawa. Pengamat politik menyebutnya “politik pecahbelah” pusat (rezim yang berkuasa) agar dengan mudah mengendalikan geliat daerah (divide et impera) dan memenangi pemilu berikutnya 6. Politik berbagi kekuasaan (power sharing) dalam Negara Kesatuan yang sistem pemerintahannya menganut asas desentralisasi, tidak tepat. Sebab yang diserahkan kepada daerah adalah urusan yang sifatnya merupakan implementasi HAM dan tidak menghasilkan pendapatan bagi daerah, sementara pusat mengurus segala sumberdaya. Persentase terbesar keuangan Negara digunakan untuk urusan rumah tangga Negara, sehingga untuk urusan rumahtangga daerah tinggal sisanya (lihat Gambar 46) 7. Beban dan tanggungjawab pemerintah pusat dianggap berkurang dengan diserahkannya sejumlah kewenangan kepada daerah. Semacam upaya untuk meringankan beban pusat. Penyerahan otda kepada daerah dianggap sudah menyelesaikan masalah. Anggapan ini tidak benar, semakin maju masyarakat, semakin mengingkat kewajiban negara 8. Fragmentasi daerah dilakukan dengan alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Alasannya jarak geografik (geographic distance). Jarak geografik itu sudah ada sejak zaman dahulu ribuan tahun yang lalu. PELAYANAN DAPAT DIDEKATKAN KEPADA MASYARAKAT TANPA PEMECAHAN DAERAH. Yang jauh lebih penting adalah upaya untuk mendekatkan jarak sosial (social distance) dan jarak birokrasi (bureaucratic distance) antara masyarakat sasaran pelayanan dengan sumber pelayanan 9. Peluncuran otda itu terburu-buru. Pusat kaget sendiri ketika kemudian ternyata begitu banyak masalah yang timbul dalam implementasinya. Absennya
151

pegangan dari pusat mendorong daerah menggunakan “otonomi”nya melalui peraturan daerah. Timbul konflik vertikal dan horizontal. Pusat menjalankan standar ganda: suatu saat ia tidak mau campur tangan, tapi pada saat lain ia mengancam: “Kalau tidak mampu, kewenangan yang sudah diserahkan ditarik kembali ke pusat!” 10. DAERAH YANG BUMI DI BAWAH KAKINYA KEBETULAN MENGANDUNG SUMBER LAM (SA) MENDAPAT REZEKI NOMPLOK TANPA BERSUSAH PAYAH, DAERAH YANG TIDAK MENGANDUNG SA HANYA MENGELUS DADA DAN MENARIK NAFAS PANJANG, SEDANGKAN DAERAH YANG DI BAWAH KAKI DAN DI SAMPING GUBUGNYA TERDAPAT PATAHAN TSUNAMI DAN EPISENTER GEMPA, TINGGAL MENUNGGU AJAL. Ada daerah yang berhasil menggunakan keberadaan SA di bawah kakinya itu sebagai bargaining power terhadap pusat dalam menuntut porsi yang semakin besar atas hasil eksploitasi SA, tetapi ada juga daerah yang tidak 11. Fragmentasi daerah itu dilihat dari segala segi, sangat mahal. Sebagai contoh, ratio antara biaya birokrasi (jumlah, eselon, distribusi, belanja pegawai, belanja barang, fasilitas perumahan pegawai, transportasi, dsb) dengan jumlah penduduk yang dilayani, di Jawa jauh lebih kecil dibanding dengan di di Luar Jawa, di Indonesia Barat jauh lebih kecil kecil dibanding Indonesia Timur 12. Sistem politik tidak serasi dengan sistem pemerintahan. Yang satu sentralistik, yang lain desentralistik. Sistem kepartaian yang sentralistik, misalnya, tidak mendukung kebijakan desentralisasi. Orientasi pengurus parpol di daerah jauh lebih vertikal (ke pusat) ketimbang horizontal (masyarakat). Fakta inilah yang memicu wacana tentang pentingnya parpol lokal 13. Tiadanya persiapan matang peluncuran otda diperparah dengan lemahnya bimbingan pusat terhadap daerah, baik yang lama maupun yang baru. Berbagai produk kebijakan misalnya peraturan daerah (perda) sarat dengan cek kosong atau cacad hukum. Para pejabat lebih suka meniru ketimbang berpikir, lebih senang dipuji daripada diberi saran, sementara sumber-sumber yang cerdas tidak digunakan bahkan disingkirkan 14. Berbagai arahan dari atas menunjukkan bahwa pusat memberi kesempatan kepada daerah untuk berlomba menunjukkan prestasi, bersaing untuk memperebutkan suatu peluang, dan berkompetisi untuk dinilai terbaik, di samping ajakan untuk bekerjasama. Hal ini adil dan efektif jika peserta lomba berada dalam kondisi yang relatif sama, tetapi siksaan bagi daerah yang tidak memiliki sumber apapun Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagai solusi, otda masih amat lemah, sementara untuk berfungsi sebagai sarana pembelajaran, diperlukan sikap dan
152

sesuai dengan peribahasa Melayu: “Berakit-rakit ke hulu. Dewa bernama Kapitalisme lagi dipuja di sejumlah Negara. cepat. Pertanyaan yang aktual sekarang ialah. Lemah. Panta rei! Semua berubah. tetapi karena mereka keburu mati kelaparan. Dewa yang diharapkan menjadi penyelamat. Untuk menerangkan arti “cepat” sebaiknya digunakan ungkapan yang merupakan favorit rezim SBY sebagaimana diinfokomkan oleh Sofyan A. kekuatan apa lagi yang dianggap membawa harapan baru untuk MEMPERCEPAT terwujudnya “suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. kuat. bersakit-sakit dahulu. Sifat “kuat” berkaitan dengan kecepatan itu. “Survival of the fittest. DEMI TERWUJUDNYA KESEBANGSAAN INDONESIA. gagal. silih berganti. lambat.” Sepintas lalu kalimat itu sedap didengar. Bagaimana halnya dengan konsep pemerintah yang kuat? Pemerintah di sini adalah pelaku pemerintahan dan pemerintahan adalah proses pencapaian tujuan negara. DAN KESENJANGAN SOSIAL-EKONOMI ANTAR DAERAH DALAM WAKTU YANG TIDAK TERLALU LAMA.” agar kesebangsaan menjadi kenyataan? PEMERINTAH YANG KUAT MUTLAK DIPERLUKAN. tetapi pemerintah yang konsisten melakukan pemerintahan sampai tujuan tercapai. Djalil: “Short term pain for long term gain. otda bahkan semakin menjauhkan Indonesia dari kesebangsaan. Pencapaian tujuan harus cepat. masuk akal.kemauan belajar dari semua fihak. mungkin oleh beberapa rezim dengan strategi yang berbeda-beda. Pemerintah bukan rejim lima tahunan. Supaya terarah. bukan karena taraf hidup mereka meningkat.” “Yang sisa yang berjaya. karena hanya menghasilkan korupsi perilaku. Nasionalisme Ekonomi: Sebuah Jawaban. dewi bernama OtonomiDaerah juga bangkrut karena dilahirkan prematur. korupsi struktural. Yang kuat yang bergaya” Keadilan Sosial jadi hampa. bersenang-senang kemudian. dan korupsi negara. Nasionalisme Ekonomi. dan yang bersenang-senang siapa? Apakah orang yang sama? Jawaban “bukan. digunakan definisi dalam arti sempit: PEMERINTAH YANG KUAT ADALAH PEMERINTAH YANG KONSISTEN BERTEKAD MENGURANGI KESENJANGAN VERTIKAL ANTAR LAPISAN MASYARAKAT. Jika dibiarkan berjalan seperti kecenderungannya sekarang. MELALUI IMPLEMENTASI PASAL 33 UUD 1945 DALAM RANGKA MENCAPAI TUJUAN NEGARA. Masalah bergeser dan berkembang. berenang-renang ke tepian. dan menumbuhkan semangat. Dewa bernama Pembangunan.” menjadi dasar pemikiran Kybernologi tentang kualitas manusia sebagai KORBAN dan MANGSA. tapi dihujat di belahan dunia lainnya. yang sedang sekarat terkena pukulan bertubi-tubi dari dewi-dewa lain yang menguasai waroeng 153 .” Hanya saja perlu diingat: yang bersakit-sakit siapa. Pasal 33 UUD 1945 itulah dasar penyelenggaraan Nasionalisme Ekonomi (di) Indonesia. Bisa saja persentase rakyat miskin merosot tajam.

(5) genealogi. Bila Nasionalismenya diutamakan. KAD sebagai output dan outcome adalah KAD yang terjadi sebagai 154 . tidak bisa diubah dan relatif tidak berubah. Sejak globalisasi marak dan memuncak pada deklarasi pasar bebas. dan (3) fakta-fakta yang menunjukkan kecenderungan yang sedang terjadi dewasa ini di dalam masyarakat. (4) kondisi SDA. makna Nasionalismenya susut. khususnya di rute hulu (sumber daya) di masa sekarang memerlukan reinterpretasi dan rekonstruksi. Rekonstruksi Nasionalisme Ekonomi untuk Indonesia dilakukan dengan tiga referensi. kini menggeliat. (2) tafsiran konstitusional pasal 33 UUD 1945. Mengapa? “Tunggal Ika” dalam “Bhinneka Tunggal Ika” adalah puncak budaya sebuah bangsa. sedangkan sebagai kebijakan sulit diimplementasikan. sebaliknya jika Ekonominya yang dominan. Faktor-faktor KAD itu misalnya (1) posisi geografik. TKI sebagai komponen SM baik yang diekspor maupun yang bekerja dalam negeri (buruh) selalu saja bermasalah. (2) sejarah. mulai dari variabel Kesebangsaan. Oleh sebab itu konsep akademik dan kebijakan penerapan Nasionalisme Ekonomi. yaitu nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia pada bagian akhir tahun 50an sampai awal tahun 60an. khususnya empatbelas macam dari implementasi kebijakan otda.domestik dan pasar global. Penghalang utama upaya membentuk Kesebangsaan itu adalah Kesenjangan Antar Daerah (KAD). dan sebagainya. Sekurang-kurangnya ada delapan komponen yang secara konseptual berhubungan kausal (Gambar 3). nilai Ekonominya jatuh. Pembentukan kesebangsaan itu berat. Para penyoal terheran-heran. api Nasionalisme Ekonomi padamlah sudah. Gebrakannya hanya sekali. KAD sebagai input itu given. dan Sumber Buatan (SB). (3) jenis kelamin. yaitu (1) tafsiran akademik seperti dikemukakan oleh Andre Hardjana (empat tafsiran) dan opini para pengamat tentang isu yang sama. padahal bersifat monopolistik dan “menguasai hajat hidup orang banyak. sedangkan pada tingkat makro dan konseptual disebut kesebangsaan. Pada level mikro dan sehari-hari nilai itu disebut kebersamaan. Mengapa terjadi perdagangan dan eksploitasi manusia? Demikian juga SB yang selalu saja merugi. KESEBANGSAAN jauh lebih utama ketimbang kebangsaan. natural. Konsep Nasionalisme Ekonomi di Indonesia baru sebatas wacana akademik. Sumber Manusia (SM). bukan sebagai input. Yang dimaksud dengan KAD di sini adalah KAD sebagai output dan outcome. Sekarang ia sedang dibangunkan dari pingsannya oleh sementara kalangan arus pinggiran yang menyoal pengelolaan ketiga sumber hakiki Indonesia: Sumber Alam (SA). Memang di dalam dirinya terkandung kontradiksi. Diperlukan kekuatan baru untuk membentuknya.” sementara kerugiannya dibebankan kepada rakyat. kok SA Indonesia dikuasai asing.

dan “the right to sentence someone to death. rules. Sang bantenglah yang perlu dipertanyakan: Dari sudut jumlah mereka mayoritas. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.” kata Thomas Hobbes.kalau bukan kekuatan satu-satunya --. once implemented. They are blocked outright or put into effect only in tokenistic. Keadilan Sosial tidak dikaitkan dengan keberadaan (eksistensi) yang given di atas.” dan “laws. agreements. yaitu bagian kalimat terakhir alinea keempat Pembukaan UUD 1945: “.akibat dari berbagai kebijakan. sosok lebih gagah. berbangsa.” yang telah ditetapkan. .adalah Keadilan Sosial. . they yield unsatisfactory outcomes. Supaya “conformity” atau “conformance” itu tercapai. . Implementasi harus “conform” dengan “principles. They fail because they never get past the implementation stage at all. . in matters affecting persons who could be wronged or unduly favored.” “standards. tetapi pada usaha pengurangan atau perbaikan dampak negatif faktor-faktor yang given melalui konstitusi negara atau kebijakan publik dalam proses bernegara.” Sistem kekuasaan memperlihatkan genealogi nilai yang semakin koruptif: authority. coercion. Fihak yang paling potensial untuk bersikap dan bertindak tidak adil adalah pemegang kekuasaan. Kekuatan utama yang dianggap mampu mengurangi KAD --. of Manchester). force.” Nilai-nilai itulah yang menunjukkan kualitas kekuasaan. proses implementasi kebijakan 155 . violence. and to the stated terms of laws. Univ. tapi mengapa tidak melawan? Apakah memang fihak yang diperintah ditakdirkan menjadi korban dan mangsa? Mengapa Keadilan Sosial masih di atas kertas? “Most reforms in government fail. dilengkapi tanduk yang kokoh dan tajam.” (Paper 16. etc. Kekuasaan tidak dapat disalahkan 100% atas terjadinya korupsi.” Dalam hubungan itu. to generally accepted standard of right and wrong.” demikian Charles Polidano dalam “Why Civil Service Reforms Fail. March 2001. They do not fail because. dan bermasyarakat. justice adalah the quality of conforming to principle of reason. IDPM. half-hearted fashion Ketidakadilan itu terjadi pada implementasi kebijakan. “Power tends to corrupt. karena memang itu hobi dan kecenderungannya. tindakan atau perbuatan yang tidak adil yang dilakukan fihak yang satu terhadap yang lain. Salahkah singa sang raja semak menerkam bison yang menyeberang padang? “Homo homini lupus.

korban dan mangsa. Civil communities sebagai SDM baru harus (mampu) membentuk diri sendiri. Kata itu berasal dari akar kata Latin re + sourdre.” “the collective wealth of a country or its means of producing wealth. mereka berlomba-lomba menjadi kekuasaan itu sendiri. DEMEK Demokrasi Ekonomi. malahan sebaliknya. pengembangan ketiga macam sumber daya itu harus dikemas dalam satu paket Kebijakan Sumberdaya. tetapi sampai saat ini harapan masa depan Indonesia tergantung pada civil communities tersebut. Siapa yang mengontrol? KEKUASAAN TIDAK MUNGKIN DIKONTROL OLEH DIRINYA SENDIRI. masyarakat konsumer harus menempatkan diri (ditempatkan) pada posisi CIVIL COMMUNITY atau yang populer disebut masyarakat madani sebagai SDM baru. konsumer). esp. kalaupun ada. Moerdiono. yaitu subkultur sosial (SKS. Prediksi dan harapan Habibie. bukan konsumtif). dan oleh sebab itu. KEBIJ Kebijakan. or aid.harus dikontrol. KEADSOS Keadilan Sosial KESENJ Kesenjangan Gambar 3 Model Rekonstruksi Nasionalisme Ekonomi Menuju Kesebangsaan Sedikit tentang sumber daya. Resource berarti “a source of supply. to rise up. Harus oleh fihak lain. Masyarakat konsumer itulah yang mengontrol “conforming process” dengan menggunakan kekuatan konsumeristik (dari consumerism. berkaitan dengan golongan menengah (intelektual dan pengusaha) Indonesia ternyata meleset. Alfian. Mungkin berlebihan. Civil community tidak mungkin dibentuk oleh kekuasaan. Kybernologi membahas civil community sebagai satu di antara tiga subkultur masyarakat. Supaya beroleh kekuatan itu. dan lain-lain seperti telah dikemukakan di atas. Produser tidak dikontrol oleh produser tetapi oleh konsumer. HUB Hubungan. IMP Ilmplementasi. Padanan kata sumber daya dalam bahasa Inggeris adalah resource. Setiap produk mempunyai konsumernya. karena hal itu membahayakan dirinya! Pembentukan civil communities sebagai SDM baru harus difahami dalam hubungannya dengan sumber daya lain (SDA dan SDB. 3 4 5 6 7 8 HUB KEIMP KEKESENJ KESENAS---->DEM---->ANTAR---->BIJ---->KEB---->AD---->ANTAR---->BANGEK EK SD SD SD SOS DAERAH SAAN 1 2 NASEK Nasionalisme Ekonomi.” Beberapa kata kunci di atas dapat digunakan untuk membuat definisi sumber daya untuk sementara: 156 . “Masa jeruk makan jeruk?” demikian bunyi iklan. one held in reserve. support. surgere. tidak berfungsi sebagai institusi kontrol terhadap kekuasaan. SD Sumber Daya. Golongan menengah Indonesia.

157 . minyak bumi). ada SDA yang sedikit banyak terdapat di semua daerah (lahan. ada yang dapat dipulihkan (berdaurulang. Kebijakan bergantung pada sumber-sumber ekonomi. dan meninjau kembali kebijakan sumber daya. misalnya hutan) dan ada yang tidak (misalnya batu bara. pantai). renewable. SDA ITU SUCI ADANYA. Misalnya menurut sifat. distribusi. Lihat Gambar 4. Ada empat sel. negara atau daerah. flora.---------------------------------------------------------BUSI TIDAK TERDA3 4 PAT DI SEMUA DAERAH -------------------------------------------------------------------- Gambar 4 Matriks Sumber Daya gi pembuatan kebijakan dan implementasinya. SDA ADALAH ANUGERAH ALLAH BAGI MANUSIA SEBAGAI SUMBER ENERJI. ada yang bernilai (volume dan mutu) tinggi dan ada yang bernilai rendah. Bukan hanya itu. maka dengan mudah institusi negara yang mewakili negara ke dalam dan keluar mengklaim bahwa sumber daya berada di bawah kekuasaannya. Kebijakan Sumber Daya disusun berdasarkan analisis objektif tentang hubungan antar sumber daya. dan ada yang terdapat hanya di beberapa daerah (misalnya mineral. Oleh sebab itu sumber daya sebaiknya dinyatakan tidak sebagai milik negara tetapi milik bangsa. atau hanya terdapat di beberapa kawasan. Menurut distribusi.sumber daya adalah kekayaan suatu bangsa yang menjadi modal bagi kejayaan masa depan. Sumber daya dapat dikelompokkan menurut berbagai kriteria. bangunan alam. Jika SDA itu terbatas. Menurut nilai. Sumber daya harus diberdayakan menjadi sumber bargaining power terhadap dunia internasional. Menurut sifat. dan nilai. SEL MANA YANG BERISI SUMBER DAYA YANG BERFUNGSI SEBAGAI PENGIKAT ATAU PEMBENTUK POLA PERILAKU MASYARAKAT MENJADI SE-BANGSA? Setiap sel menunjukkan kualitas yang merupakan dasar ba----------------------------------------S I F A T ----------------------------------------RENEWABLE NONRENEWABLE -------------------------------------------------------------------1 2 TERDAPAT DI DISSEMUA DAERAH TRI. Kalau sumber daya dinyatakan sebagai milik negara. fauna). itu tidak berarti Allah tidak adil.

SDA negara maju meng-alami konservasi dan proteksi terhadap pencemaran lingkungan. Negara maju mengekspor pencemaran ke negara lain melalui foreign investment yang sangat menguntungkan (tenaga kerja murah. sangat bergantung berarti | sebagian nonrenewable.MANUSIALAH YANG ALLAH TUGASKAN UNTUK MENGELOLA SDA ITU UNTUK KESEJAHTERAAN SELURUH UMAT MANUSIA. Sementara itu pencemaran dan pengrusak-annya oleh ulah manusia semakin meningkat. | manusia semakin serakah dan | brutal trans| formasi----------->| budaya | Gambar 5a Hubungan Antar | Sumber Daya di Negara Ber| Kembang | | | SDA<---------------------SDM<------------->SDB<--------| | | | | | rehabilitasi dan konservasi kualitas SDM sabudaya SDA telah menjadi budaya. Kehidupan negara atau daerah yang terbelakang misalnya sangat bergantung pada kegiatan ekstraktif SDA. pencemaran | dan pengrusakan merajalela. Hubungan antar sumber daya terbentuk berdasarkan kondisi dan sifat setiap sumber daya. dekat dengan paSDA--------------------->SDM-------------->SDB---------| | | | | | | | deposit semakin terbatas kualitas rendah. Potensi SDA itu sendiri semakin terbatas. rakyat. ngat bergantung mendukung Kemerosotan daya dukung SDA pada ilmu dan teknologi Diperlambat melalui politik teknologi. dan Kebijakan dan manajemen relatif tidak berlingkungan gantung pada SDA Gambar 5b Hubungan Antar Sumber Daya di Negara Maju 158 . teknologi | ambang batas semakin dekat. ambang batasnya semakin dekat. bilamana Pasal 33 Ayat 3 UUD 45 diimplementasikan menurut semangat yang terkandung dalam uraian di atas. pada SDA (lahan) pemborosan | daya dukung semakin merosot | (mendekati nol). atau warga daerah. dan daya dukungnya semakin merosot. Oleh sebab itu. maka SDA tidak boleh dianggap sebagai harta karun atau rampasan pemenang pemilu untuk dikuasai dan dikelola dengan sewenang-wenang oleh rezim yang berkuasa.

Dari hasil penelitiannya. Margaret Mead (dalam Cultural Paterns and Technical Change. sedangkan SDM negara terbelakang sebaliknya. perubahan aspek yang satu tidak diikuti dengan perubahan pada aspek lainnya. Kelemahan SDM berpengaruh terhadap SDB. . This is what we mean by “cultural relativity” Pada negara berkembang. 1957. kualitas SDMnya mendekati kualitas SDM negara maju (Gambar 5b) sehingga mereka mampu beralih kerja ke bidang industri dan jasa? (2) Upaya apa yang harus dilakukan agar Human Resorce Development Index lebih tinggi daripada Natural Resource Decreasing Index? Berbagai cabang ilmu pengetahuan dapat memberikan jawaban yang berbeda-beda. . Kualitas SDM juga amat bervariasi. Misalnya teknologi sebagai bagian SDB. .sar. Dengan perkataan lain. yaitu susunan ekonomi nasional yang diharapkan bersih dari sisa-sisa feodalisme dan penghisapan manusia oleh sesama manusia. Pada bagian pertama dasawarsa 60-an muncul konsep Ekonomi Terpimpin. Sebuah teknologi yang memerlukan ketepatan waktu merupakan pemborosan bila digunakan dengan budaya waktu karet. and that only by relating any planned detail of change to the central values of the culture is it possible to provide for the repercussions which will occur in other aspects of life. satu-satunya cara untuk menjawab kedua pertanyaan di atas adalah transformasi budaya berdasarkan Teori Cultural Relativity di atas. dan jauh dari pencemaran). karena nilai aspek yang satu tidak mengacu pada nilai sentral yang juga merupakan sumber nilai aspek lainnya. 159 . menuju ekonomi sosialis Indonesia. 13) berpendapat: . a change in any one part of the culture will be accompanied by changes in other parts. Kebijakan sumber daya harus disusun berdasarkan prinsip-prinsip Demokrasi Ekonomi. salah satu di antaranya dari Teori Budaya. SDM bangsa maju relatif tidak lagi bergantung pada sumber daya alam lahan pertanian (peasantry). Masalah yang muncul dari model di atas adalah: (1) Upaya apakah yang perlu ditempuh agar sebelum daya dukung SDA pada negara berkembang (Gambar 5a) mendekati nol. Daya dukung SDA itu sendiri pada suatu saat mendekati nol. yang satu selalu lag behind yang lain. Hubungan antar sumber daya tersebut seperti Gambar 5a dan 5b. Indonesia telah mengalami (baca: mencoba) beberapa fase konstruksi ekonomi yang digerakkan berdasarkan prinsip tertentu yang dipilih dari sejumlah alternatif di antara dua kutub di masa itu: ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis. .

” apa bedanya dengan lembaga ekonomi lainnya? Koperasi memang berhasil di Rochdale.Dalam pergerakannya. Konsep “usaha bersama” dalam ayat itu diartikan sebagai “collective effort. Definisi tersebut mengacu pada pasal 33 ayat 1 UUD. Namun kemudian wacana itu diarahkan untuk mengoreksi Ekonomi Terpimpin. Di sini nilai Demokrasi yang dominan. Demokrasi Ekonomi didefinisikan sebagai sistem ekonomi yang di dalamnya masyarakat memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Dalam GBHN. sementara pemerintah memberikan arahan dan bimbingan. muncul berbagai gagasan tentang sistem ekonomi nasional. Maka tatkala Koperasi dirasuk oleh semangat kompetisi dan kapitalistik. Untuk bisa bersaing dan berkembang. Ekonomi Terpimpin itu oleh banyak kalangan dianggap menjurus ke etatisme. orang mengejar laba. Di tingkat mikro di pedesaan atau daerah terpencil di Indonesia mungkin berhasil. Koperasi yang gerakannya didasarkan pada solidaritas sosial didefinisikan sebagai lembaga sosial berperilaku ekonomi. dan di negara lain yang civil community based. dan ada yang menyebutnya Ekonomi Kerakyatan. dan operasional sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan asas kesamarataan dan kesamarasaan ekonomi. misi Koperasi bersifat protektif terhadap praktik jahat yang dilakukan oleh lembaga feodal dan lintah darat.” sehingga lembaga yang dianggap tepat untuk “collective effort” dengan semangat “brotherhood” itu adalah persekutuan orang (manusia) bukan persekutuan modal (uang). dan meletakkan dasar ideologi pembangunan ekonomi selama hampir tiga dasawarsa kemudian. tetapi TIDAK PADA TINGKAT MAKRO. Itulah sebabnya sejak Koperasi kehilangan pamornya sebagai penyelamat. Solidaritas merupakan karakter khas masyarakat perdesaan. Pada awal perkembangannya. atau kelompok minoritas.” dan “kekeluargaan” ditafsirkan “brotherhood. Ada yang menyebutnya Ekonomi Pancasila. 160 . berhasuil di Skandinavia. Koperasi tidak mengejar laba sendiri. melainkan “laba” dalam arti terpeliharanya kesejahteraan bersama. Konsep Demokrasi Ekonomi yang merupakan wacana akademik dan dikumandangkan sejak tahun 70-an semula merupakan reaksi terhadap sistem ekonomi peninggalan zaman Belanda: secara struktural sebagai koreksi terhadap sistem ekonomi dualistik di masa lalu (sampai sekarang?). Di sini diperlukan watak kompetitif berdasarkan kualitas dan prestasi kerja. Koperasi diletakkan pada fondasi yang disebut solidaritas sosial. agraris. definisinyapun berubah menjadi lembaga ekonomi yang (diharapkan) berperilaku sosial. Koperasi. Jika “berperilaku sosial” dianggap identik dengan “melayani konsumer. Berbeda halnya masyarakat perkotaan atau masyarakat industri dan jasa.

Dengan demokrasi SDA. dan untuk membiayai rehabilitasi lingkungan yang rusak akibat eksploitasi SDA yang ber-sangkutan. sehingga PADA SUATU SAAT YANG TIDAK TERLALU LAMA. KESENJANGAN SOSIAL-EKONOMI ANTAR DAERAH BERKURANG SAMPAI PADA TINGKAT YANG TOLERABLE DAN PROSES KESEBANGSAANPUN BERJALAN. Demokrasi harus diperluas menjadi Demokrasi SDA (pasal 33 ayat 3 UUD) dan Demokrasi SDB (pasal 33 ayat 2 UUD). korban dan mangsa) Indonesia. maka SDA yang tidak terdapat di semua daerah (sel 4 Gambar 4) dinyatakan sebagai MILIK BANGSA (BUKAN MILIK DAERAH terkait) dan dikelola menurut ajaran good governance (bukan ajaran pasar bebas) untuk kesejahteraan seluruh rakyat (konsumer. 0304060755 161 . sedemikian rupa.Ternyata bahwa Demokrasi SDM melalui Koperasi sebagai persekutuan orang saja tidak cukup.

----------------------------------------------------------------------------------------PENGETAHUAN (dari Gambar 13) MODEL ----------------------------------------------------------------------------------------monev SKK ---di hulu<------------SKS | & tengah | hasil monev 17 SKS memonev perilaku dan kinerja SKK di hulu 162 .

---waban | | SKS | | dipercaya | ---------------atau <-----| tidak | | sikap ------------>thd rezim berikutnya ----------------------------------------------------------------------------------------- Gambar 14 Subkultur Sosial (SKS) dengan Subkultur Kekuasaan (SKK) Lihat Gambar 4 Perilaku SKS Civil disobedience dsb Perilaku SKS menbangun SKS dengan SKE 163 . sehingga terjaga kesinambungan politik dan keberlanjutan pelayanan pemerintahan | | pertang----->SKK------gungja. dipercaya atau tidak 20 Sikap itu menjadi feedback buat rezim berikutnya.(kebijakan) dan di tengah (implementasi. redistribusi nilai melalui pelaayanan pemerintahan 18 SKK mempertanggungjawabkan perilaku dan kinerjanya kepada SKS menurut formula TJT 19 Sikap SKS terhadap negara pada siklus politik berikutnya bergantung pada TJT.

| | pertanggung | -->NILAI---busi-------------nilai jawaban Gambar 26 Rekonstruksi SKE dengan SKK Perhatikan Arah Panah 164 .redistribusi pembangunan ---pelestarian --| dan pembaruan | | sumber-sumber | | | | | -->SUMBER kebijakan | | | | | | ------| | | SKE SKK -->MASYARAKAT<-SKK<--? | | | | | | | menggali | | | | | | mengolah | | | | | | mengelola--->KERJA | | | | | menggunakan | | | | | | mengambil | | | | | | | | | redis.

Dengan perkataan lain. sehingga perilaku 165 . dan sentence-to-death. yaitu kesebangsaan. begitu terbentuk. diharapkan bhinneka tunggal ika. yang mengandung nilai-nilai authority. perilaku SKK itu berubah (Gambar 11). di tengah ia diharapkan mewujudkan keadilan sosial melalui reditribusi nilai kepada warga masyarakat (SKS) berdasarkan ketentuan perundang-undangan (APBN. Sayang sekali. membangun dan melestarikan sumber-sumber melalui dan berdasarkan Pasal 33 UUD1945.SKE--------->SKS 11 SKK meredistribusi nilai kepada SKS 15 a Inti SKK adalah power. Melalui redistribusi nilai itu diharapkan kesenjangan horizontal antar daerah dan ketimpangan vertikal antar lapisan masyarakat secara konsisten berkurang sampai pada ambang batas toleransi sosial. bukan hanya semboyan tetapi kenyataan. pembangunan. sebagaimana ditetapkan dalam alinea keempat Pembukaan UUD. response terhadap kekuasaan Negara di satu tangan. Nilai yang diredistribusi adalah kinerja SKE yang terakumulasi melalui system dan mekanisme perpajakan dalam berbagai cara.<---SKK waban ---------------------------------------------------------------------------------------- Gambar 13 Subkultur Kekuasaan (SKK) dengan Subkultur Sosial (SKS) Lihat Gambar 4 Gambar 12 menunjukkan dua arah peran SKK. Dulu. force. misalnya pemilu kontrol ---di hulu<-| | | | SKK SKS | | pertang--gungja. Di hulu ia diharapkan mengontrol. violence. pelestarian sumber-sumber. dan pendapatan Negara lainnya. melalui kontrol. dan power tends to corrupt b Redistribusi nilai oleh SKK kepada SKS selaku terjanji di tengah harus terkontrol (dimonev) c Monev tsb dilakukan oleh terjanji (penagih) d Dituntut pertanggungjawaban SKK di hilir kepada masyarakat (SKS) selaku pelanggan SKK----redistribusi nilai--->SKS | -->SKK----redistribusi--->SKS-| | | | | | pertanggungjawaban | | | --hasil monev kpd SKS| | | | | -----monev thp kinerja SKK<---- 16 Pertanggungjawaban SKK di hilir menentukan sikap SKS selaku konstituen dalam mengontrol SKK di hulu melalui proses politik. hasil pengolahan sumberdaya. dan redistribusi nilai tersebut. coercion. APBD).

trend dan 166 . bengis dan menindas. Seusai “pemungutan suara (pemilu)” para pemilih benar-benar kehilangan suara. sehingga apapun yang dilakukan atau tidak dilakukannya selama lima tahun. Dalam Negara hukum. dan jika berbentuk tindakan. masih Negara Peraturan. 5.kekuasaan corruptive. Tetapi begitu terpilih melalui pemilu (bermafia?) ia berubah menjadi juga sample kekuasaan Negara.” dan mengikat (ada sanksinya) 4. itulah yang membangun Trias Politika. adalah sah. Indonesia belum Negara Hukum. pertanyaan terhadap penggunaan kekuasaan Negara dilarang keras-keras. tidak terurus manakala belum ada aturannya. Sebelum pemilu.” Penggugatan terhadap keabsahan itu (pertanyaan terhadap dan sepanjang penggunaan kekuasaan) dianggap sikap oposisional dan jika sikap yang dianggap oposisional itu berlanjut dalam bentuk gerakan. tetapi selalu terbungkam. tidak hanya oleh represi Negara dengan menggunakan segala kekuatan fisiknya. benar-benar “mewirausahakan (= memperdagangkan)” ruang publik. bukan komitmen tetapi produk tawar-menawar harga. Badan legislatif berposisi-ganda dan memainkan kedua posisinya itu sesuai kepentingannya 2. Komitmen itu utuh “dua tangan. Demi stabilitas politik. 1). keterpilihan itu merupakan legitimasi kekuasaannya. mana mau mengaturnya? Negara hukum adalah Negara yang omnipresent bertanggungjawab (responsible). tangkas dan cerdas. Para pengatur dan pengurus Negara yang cenderung melanggar hukum. tidak berkekuatan dan tidak berkesempatan mengontrol pilihannya. penyelenggara Negara bertanggungjawab atas pejabat yang senang “cuci tangan” dan gemar mencari “kambing hitam” itu tidak kelihatan. sepedih apapun rasa keadilan terluka. Kalaupun ada balance. dinyatakan sebagai makar. Rezim terpilih (legislatif dan eksekutif) berasumsi. Kini. badan eksekutif. tetapi di Indonesia tidak? 1. saat kekuasaan Negara berada di beberapa tangan (badan legislative. harus lemah-lembut dan sopan 3. tetapi juga dengan mengerahkan tirani angka-angka persentase. Apa pasal? Mengapa di lingkungan bangsa-bangsa maju variasi mekanisme check and balance antara badan legislative dengan badan eksekutif itu efektif. Yang keberatan dianggap “lawan. bukan hanya Negara accountable. dan badan judikatif). Fakta hukum sebenderang apapun. Hubungan yang terbentuk antar sesama warga Trias Politika. bahkan ia menjadi kekuasaan otonom (Gambar 1). Setiap orang menjerit dan berteriak. kader-kader parpol memosisikan diri dan membangun citra sebagai sample dengan masyarakat konstituen sebagai populasinya. walau . Parpol pun sangat dominant (Kompas 171011. kualitas perilaku koruptif dan mafiosonya justru semakin licik. tidak berbentuk hubungan check and balance tetapi hubungan salesmanship. bisa dituduh separatisme.

Sejarah yang mengajarkan jauh lebih mudah menumbangkan kekuasaan otoriter ketimbang menegakkan “pemerintahan pro rakyat” melalui kekuatan fisik. Berbagai seminar dan temu ilmiah yang diselenggarakan selama 20 tahun 1980-2000) baru sebatas wacana informal. mulai dari presiden. dan power tends to corrupt b Redistribusi nilai oleh SKK kepada SKS selaku terjanji di tengah harus terkontrol (dimonev) c Monev tsb dilakukan oleh terjanji (penagih) d Dituntut pertanggungjawaban SKK di hilir kepada masyarakat (SKS) selaku pelanggan -->SKK----redistribusi--->SKS-| | | | | | pertanggungjawaban | | | --hasil monev kpd SKS| | | | | -----monev thp kinerja SKK<---- SKE--------->SKS SKK----redistribusi nilai--->SKS | | OTONOMI DAERAH OTONOMI DAERAH---->DAERAH OTONOM kontrol ---di hulu<-| | | | 167 . dan serentak dengan itu tumbuh subkultur lain yaitu subkultur kepelangganan atau subkultur sosial (value needer. membangkitkan asa untuk mengubah keadaan melalui gerakan ilmiah (scientific movement) yang di bidang pemerintahan telah dimulai sejak awal tahun 80-an. 7. walaupun peserta seminar dan temu ilmiah terdiri dari pejabat yang berkompeten di bidangnya. SKS) 11 SKK meredistribusi nilai kepada SKS 12 Penyerahan Urusan RTD (Otonomi Daerah) oleh SKK sebagai alat dan cara redistribusi nilai 13 Otonomi itu ibarat modal (input) untuk diolah dan dikelola oleh daerah (masyarakat) 14 Berdasarkan 13.rerata kuantitatif-statistik dengan dalil “angka adalah fakta. 6. sampai lurah dan ketua erte.” “hasil penelitian para ilmuwan. dengan anggaran triliunan rupiah.” yang ditayangkan dari angkasa makro ke dunia bawah yang tidak berdaya. otonomi bukan dilaksanakan tetapi diolah dan dikelola 15 a Inti SKK adalah power. masing-masing asyik berbicara tentang reformasi birokrasi (RB) menurut seleranya sendiri-sendiri. ----------------------------------------------------------------------------------------PENGETAHUAN (dari Gambar 12) MODEL ----------------------------------------------------------------------------------------10 Dalam masyarakat melembaga kebutuhan asasi akan keadilan (8e). belum berhasil dijadikan masukan ke dalam proses kebijakan publik. dengan menggunakan pakaian kebesaran bernama Grand Design (GD) Reformasi Birokrasi (RB) lengkap dengan Roadmap (RM)-nya 2010-2025. Hanya sampai di situ. tahun demi tahun disusun program dan projek RB. Lalu sejak tahun-tahun yang disebut Era Reformasi. menteri.

SKK harus dikontrol. pola perilaku itu mewabah sejak pemerintahan berada dalam era demokratisasi. bisnis. Di hulu SKK dikontrol agar ada tekanan pemaksa penepatan janji dan kebijakan dikontrol agar tetap memihak rakyat. 1). Maka politik. dan di hilir SKK dimonev agar ia tidak hanya akuntabel tetapi lebih daripada itu.16 Pertanggungjawaban SKK di hilir menentukan sikap SKS selaku konstituen dalam mengontrol SKK di hulu melalui proses politik. pemerintah men(t)anggung segala akibat dan konsekuensinya (lihat pertanggungjawaban etik dalam Bab I Kybernologi 2015.<---SKK waban ---------------------------------------------------------------------------------------- Gambar 13 Subkultur Kekuasaan (SKK) dengan Subkultur Sosial (SKS) Lihat Gambar 4 8. 2011). Ironinya. misalnya pemilu SKK SKS | | pertang--gungja. liar dan kanibal. dan otonomi daerah. jika jawaban tidak dipercaya oleh pelanggan. dan birokrasi berpola perilaku mafioso dan korupsi terdapat di mana-mana di seluruh pelosok ranah pemerintahan. Negara (dalam hal ini pemerintah) menjawab. ditengah SKK dikawal dan dijaga agar perilakunya tidak berperilaku KKN. Menghadapi perilaku kekuasaan. Tapi baru sampai di situ Oleh sebab itu. ia bertanggungjawab menurut rumus TJT (pelanggan bertanya. apa yang perlu kita lakukan? Jadilah pemilih cerdas. reformasi. Sejauh ini. kerangka pemikiran tentang hubungan antara SKK dengan SKS seperti Gambar 13. terlebih menghadapi incumbent! 3 APAKAH MEMILIH ITU? 168 . namun baru diakui secara jelas dan terbuka oleh penyelenggara pemerintahan beberapa hari yang silam (Kompas 201011 dan 211011.

” Ilmu Ekonomi berangkat dari titik ini. Konstituen adalah risk-taker (pemikul risiko. karena barangsiapa memiliki sumberdaya besar beroleh nilai banyak. dan hard choice. diupayakan melalui subkultur lain. menjual seuntung mungkin. Kita memilih jika ada pilihan. menetapkan pilihan. adalah nilai. dalam bingkai yang lebih luas. Dari sini muncul budaya seleksi alam. Keduanya (Ilmu Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora) berpisah manakala ternyata. melalui many choices. diletakkan di bawah dan diperani oleh SKK. Memilih berarti mengenal. konstituen kehilangan suara untuk mengontrol kekuasaan yang dibentuknya sendiri. dan pada tingkat tertentu menjadi korban dan mangsa).Berpolitik artinya memilih dan bersepakat. Tatkala “human needs and instincts” itu diakui dan dinyatakan sebagai sisi lain hak asasi manusia (HAM). Nilai-nilai yang perolehannya no choice conflicting choice. Peran penggalian. perjuangan untuk hidup. tetapi nilainilai yang tinggi serta luhur sifatnya. melalui pasar. 169 . authority. conflicting choice. 84): “ius naturale. saat ekonomi berjalan sendiri. . alat untuk memenuhi kebutuhan itu. anaknya. tetap diperani oleh SKE. pembentukan. the human needs and instincts. atau hard choice. dikelompokkan menjadi public choice. sadar akan sebab dan akibat pemilihan. dan penggunaan sumber-sumber. dan pembentukan nilai ini disebut subkultur ekonomi (SKE). yang perolehannya no choice. membanding. melalui pemungutan suara (pemilu). akan semakin nirdaya. Subkultur ini sehari-hari menunjukkan tiga perilaku: membeli semurah mungkin. pengolahan. bahkan tubuhnya sendiri. Penggerak utama masyarakat adalah naluri untuk hidup. Hal itu dikemukakan oleh Walter Lippmann dalam The Public Philosophy (1956. Sejarah dunia menunjukkan bahwa setiap rezim kekuasaan bisa demikian kanibal sehingga memangsa induknya. Seperti diketahui. dan yang kuat makan yang lemah. maka Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora berangkat pada titik yang sama. . yaitu pengolahan. akibatnya adalah ketidakadilan. Sadar bahwa memilih bukan hanya hak selaku konstituen. dan sebaliknya yang terjadi pada barangsiapa yang hanya memiliki sumberdaya sedikit. alat pendukung kehidupan. Maka akalbudi manusia bekerja membangun upaya penyelamatan. Maka masyarakatpun membutuhkan dan membentuk subkultur lain yaitu subkultur kekuasaan (SKK). dan siap bertanggungjawab memikul segala konsekuensinya. Marilah kita lihat makna pemilu dan pemilukada itu dalam proses pemerintahan. . . konon pula jika hanya memiliki sumberbencana. dan bertanggungjawab. terpaksa. Nilai diperoleh melalui kerja. Memilih secara cerdas adalah memilih dengan sadar. Nilai-nilai yang dapat diperoleh melalui private choice. dan membikin (membuat) sehemat (semudah) mungkin. tetapi juga proses pembentukan sebuah rezim kekuasaan siklus lima tahunan. Mengapa SKK menjadi pilihan? SKK menjadi pilihan karena SKK mengandung nilai-nilai order. dan bahwa pemungutan suara itu bisa berarti. . Tidak dipaksa. atau ikut-ikutan.

force. pemborosan. sesama trias politika. yaitu penjanji dan terjanji.” Untuk mencegah budaya kekuasaan yang bersifat negatif itu. di tengah. kepada calon pemangku kekuasaan yang dipilihnya. kepelangganan rakyat dikaitkan dengan politik standardisasi pelayanan kepada rakyat. siapa yang mengontrol SKK? Entah ilmu mana yang mengajarkan bahwa badan legislatif berfungsi mengontrol badan eksekutif. kepongahan. menggunakan kekuasaan seefektif mungkin. mafia di segala bidang dan korupsi di setiap jabatan. Pada saat pemilu itulah terbentuk dua fihak. pembiaran. dan dalam redistribusi nilai-nilai kepada pelanggan di tengah. detournement de pouvoir. Sesuai dengan hukum perjanjian. membayar barang yang belum diterimanya. dan death sentence. yaitu pemberian suara (Vox Populi. jika perlu dengan kekerasan. ibarat membeli kucing di dalam karung. terjanji berhak menagih janji. abus de droit.” Wapres Amerika Al Gore meletakkan kepelangganan dalam hubungannya dengan “Standard for Serving The American People. Ingat oleh keluhan pembeli. Salah satu konsep dasar Kybernologi adalah konsep pelanggan. Maka budaya onrechtsmatige overheidsdaad. kebodohan. bahwa warga masyarakat disebut pelanggan negara karena warga telah membayar janji-janji yang ditawarkan kepadanya pada saat pemilu atau pemilukada.” (7 September 1993). pencemaran kode etik perofesional. kekuasaan harus dikontrol. Ketika konsep rakyat (people) direinvent pada akhir dekade 90-an (Bab 3 Kybernologi. tetapi sekarang pembelilah yang mengontrol pasar (caveat venditor). penindasan. dahulu penjual (budaya caveat emptor). Tetapi penyanyi cilik (di masanya) bernama Yoshua dengan jenaka menyanyi: “Masa jeruk makan jeruk?” Pemangku kekuasaan yang satu mengontrol pemangku kekuasaan yang lain? Di ruang bisnis. KKN. merajalela di ruang SKK. pembohongan publik. Fihak penjanji (yang terpilih) dengan fihak terjanji (pemilih) terikat perjanjian secara sah. violence. Yang menjadi pertanyaan. yang sangat mudjarab dan diperlukan buat membangun kebijakan. dan janji harus 170 . Tetapi sayang. melalui berbagai cara dan alat. vote) untuk memilih. 2003). cucitangan. di hulu. yang mengandung kekuatan yang bisa memaksa. nilai-nilai kekuasaan itu juga teramat ampuh bagi pemangku dan pelakunya untuk digunakan sebagai alat mempertahankan dan menyalahgunakan kekuasaannya! Perilaku kekuasaan itu ialah berkuasa semudah mungkin. Yang dibeli (dibayar) oleh konstituen adalah janji. implementasi kebijakan. dengan harga yang sangat tinggi. dan sebangsanya. manipulasi ilmupengetahuan. Dalam laporan berjudul “Putting Customer First. misbruik van recht. absolute power corrupts absolutely. Lord Acton menyimpulkannya: “Power tends to corrupt. Di sana dijelaskan. coercion. jutaan mobil Honda dan Toyota ditarik dari pasar. dan mempertanggnggungjawabkan penggunaan kekuasaan itu seformal mungkin. suara yang nilainya dianggap setara dengan Vox Dei. dan di hilir. menegakkan peraturan dalam mengontrol sumber-sumber di hulu. kambing hitam.

ke| | SKK | | | | B | | hormatan | | E | | | SUMBER| | A G DPD | | | SUMBER | | DPR MEWAKILI | | | | | | MEWAKILI FIHAK TERJANJI | | | | | | KONSTITUEN DAN PELANGGAN | | | berva| | | | | | | riasi | | PEMILU | | | | | | | | | | | | | SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR | | EKONOMI-------KEKUASAAN-------SOSIAL-------KEKUASAAN------| | (SKE). Jika tidak.ditepati. Peran ini disebut subkultur kepelangganan atau subkultur sosial (SKS). mengontrol kekuasaan di tengah (redistribusi nilai) dalam kualitasnya sebagai terjanji. dan mengontrol kekuasaan di hilir melalui kualitasnya sebagai pelanggan. yang berfungsi menagih janji (penagih). satu-satunya cara ialah memberdayakan pelanggan (enabling and empowering). WASIT (SKS).hope monev kinerja rute D | | ---MENGONTROL------MEMBENTUK-----MENGONTROL--| | | penepatan | | mandat.janji vote. Belajar dari ruang bisnis dan reinventing people tersebut pelanggan negaralah yang berfungsi mengontrol negara. SKS mengontrol kekuasaan di hulu (pembuatan kebijakan dan peraturan) melalui kualitasnya sebagai konstituent. yaitu seluruh warga masyarakat. Berhadapan dengan pertanggungjawaban yang sulit dipercaya. Untuk mencegah terbentuknya budaya negatif fihak pelanggan tersebut.| | | ---------------------------------------------| | C nilai jawaban | | D F | | | -----------------------------------MASYARAKAT----------------------------------Gambar 1 Teori Pemerintahan (Governance Theory) Huruf A sd G Menunjukkan Rute Pemerintahan (homo homini lupus). PENONTON (SKK) | | | | | | | | | | | | pemba| | | | | | | ngunan | | | | | | | | | | | | | | | | nilai | | redistribusi | | pertanggung. PEMAIN (SKK). penjanji dianggap wanprestatie.trust.” suka “nawar.” protes. menuntut pertanggungjawaban provider pelayanan (redistributor nilai) melalui kualitasnya sebagai korban dan mangsa -------------------------------------------------------------------------------| | | kebijakan. dan menanggung segala konsekuensi. atau dia merasa dilecehkan. bangkitlah amarahnya dan ia membabibuta. dia menghadapi mosi tidak percaya. Pelanggan pemerintahanlah yang berfungsi mengontrol kekuasaan. memberinya jawaban yang 171 . Perilaku pelanggan itu memang “cerewet.

lima tahunan). melainkan sebagai fihak terpilih. Perjanjian itu harus “total quality. penepatan janji.” tetapi juga “bagi biayanya. Dalam rute ini. jangan hanya “bagi kuenya. B. ruang penagihan janji). karena setelah menjadi pejabat publik ia dibayar oleh Negara. Sikap SKS di sini tentu saja mempengaruhi rute B dan dipengaruhi rute F. Tanpa salah satu rute itu. dan pada gilirannya mempengaruhi rute D. ini ruang transaksi. Redistribusi nilai oleh SKK kepada SKS (kontrol SKS terhadap SKK di tengah.” Di sini SKK tidak memosisikan diri sebagai fihak pemenang. rute ini rusak. oleh seluruh masyarakat. jika tidak menepati janji. Pembentukan SKK oleh SKS dengan cara tertentu (rute A). ia keluar dari kendaraan yang bersangkutan. urutan bidang-bidang (rute-rute) pemerintahan adalah: A.” Jika wasit juga bermain. termasuk pembangunan. sementara SKK adalah “wasit. Pembentukan nilai oleh SKE. rute B ini mempengaruhi rute C dan dipengaruhi oleh rute A. kekecewaan dan penindasan yang dialaminya. Redistribusi nilai melalui rute D 172 .” serba antisipatif. dikonstruksi seperti Gambar 1. Kendatipun SKK maju sebagai kandidat dengan mengendarai parpol.benar dan jujur atas segala pertanyaan dan keluhan. SKK tidak berhak “winner takes all. bukan oleh parpol yang mencalonkannya. Proses interaksi itu terdiri dari tujuh rute yang bergerak terus-menerus. Tiga subkultur tersebut disebut terminal. Rute ini adalah sumber dan sarang korupsi dan mafia. Rute C ini mutlak bergantung pada rute B. pada umumnya sesuai siklus kekuasaan. D.” tetapi membuktikan keterpilihannya. SKK berperan mengontrol SKE pada (dari) rute B. dengan peran SKK di dalamnya (implementasi pasal 33 UUD). pemilu/pemilukada (kontrol SKS terhadap SKK di hulu. Jika diawali dengan pemilu/pemilukada. Pemerintahan (governance) didefinisikan sebagai proses interaksi antar tiga subkultur masyarakat untuk mencapai kemajuan hidup berkelanjutan. Sudah barang tentu. mis. Bidang-bidang kesepakatan di sini meliputi seluruh Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. dan hubungan satu terminal ke terminal lain berbentuk rute. “pemain” adalah SKE. Itulah sebabnya pembangunan seharusnya diletakkan bukan dalam ruang SKK tetapi dalam ruang SKE. SKK dinilai wanprestatie. pemerintahan tidak terjadi. Rute B ini merupakan garisdepan politik tapi garisbelakang pemerintahan C. Penjanjian (kesepakatan) antara SKK dengan SKS dalam bentuk kebijakan pengendalian sumberdaya dengan seadil-adilnya dan pengendalian sumberbencana dengan sesungguh-sungguhnya (rute B). begitu terpilih menjadi pemangku kekuasaan.

SKK yang mengukur dan mengevaluasi kinerjanya sendiri berdasarkan asas akuntabilitas adalah Negaraperaturan. check and balance antara SKK (eksekutif) dengan SKS dalam kapasitasnya sebagai konstituen (legislatif). bukan Negara-hukum. tepat waktu dan tepat sasaran adalah standar utama rute ini. bukan sekedar akuntabilitas. samasekali tidak menimbulkan labilitas politik. bukan provinsi tetapi kabupaten/kota.berlangsung dalam bentuk APBN/APBD. Rute D bergantung pada rute C dan mempengaruhi rute E E. Tujuan kontrol di tengah dan hilir bukan untuk menjatuhkan rezim kekuasaan tetapi untuk menjaganya. sesungguhnya tidak. pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. dan garisdepan pemerintahan harus diberdayakan. Pertanggungjawaban SKK kepada SKS (kontrol SKS terhadap SKK di hilir). bagaimana parpol DPR mengontrol kadernya yang terpilih jadi SKK jika kader itu masih tetap berada dalam kendaraan parpol yang bersangkutan? Sebaliknya. dan oleh sebab itu membawa korban banyak. Untuk itu. Kecamatan. Rute E ini bergantung pada rute D dan mempengaruhi rute F F. Negara hukum adalah Negara yang kinerjanya dimonev berdasarkan asas pertanggungjawaban. apa saja yang dilakukan. Struktur anggaran harus memihak pelanggan. sesuai dengan namanya: “yang mewakili daerah” (daerah = masyarakat hukum). Kontrol di tengah. agar tidak tergelincir. yang sering disebut oposisi. dibiarkan atau dilalaikan oleh SKK. jika ia tersandera kepentingan parpolnya? Itulah sebabnya dipandang tepat manakala Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili SKS selaku pelanggan dan terjanji. harus dipertanggungjawabkan olehnya kepada SKS 173 . berlangsung di garisdepan pemerintahan. Kelurahan dan Desa. yaitu UPT. bagaimana kader yang terpilih menjadi pejabat publik itu menepati janjinya kepada SKS. Berdasarkan sistem politik yang sedang berjalan. manakala fihak-fihak terkait memegang teguh komitmen. Artinya tiada suatu perilaku SKK yang tidak ada penanggungjawabnya. Yang dimaksud dengan pertanggungjawaban di sini adalah responsibility. atau dengan perkataan lain. Kontrol di hilir sangat penting sebagai kawalan sehari-hari terhadap SKK karena penyimpangan yang terlihat sedikit pada awal menimbulkan penyimpangan yang besar pada akhir masajabatan. menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan. penepatan janji. Monev kinerja SKK oleh SKS (kontrol terhadap redistribusi nilai di tengah). pembentukan SKK oleh SKS. dari sini hasilnya kembali ke rute 1. dan penagihan janji. Adil. SKS melakukan monev terhadap rute D dalam kapasitasnya sebagai pelanggan dan terjanji. Kawalan (referensi) itu. basis keanggotaan DPD diubah. sebab. sulit diwujudkan.

Jangan disumpah tetapi bersumpah! Proses janji-menjanji di atas harus didiskusikan bersama secara terbuka. dan menempuh langkah-langkah antisipasinya sedini mungkin. manusia terikat pada ucapannya. Dalam hubungan itu. Jangan terbuai dan terlena mendengar janji-janji. selalu elok kabar daripada rupa. Janji adalah kesepakatan bersama.” Jangan janji sembarang janji. tanya berjawab. Pelajarilah rekaman jejak si calon pres/wapres. dan tentu saja bergantung pada rute E Analisis di atas menunjukkan betapa pentingnya pemilu/pemilukada sebagai satu di antara sekian matarantai penyelenggaraan Negara. tiap janji ada sanksinya. kandidat). direkam.” “Mulutmu harimaumu. perangkap. terminal dan rute pemerintahan. 1. perwakilan. jebakan.” “Gayung bersambut. bahkan menguji kepatutan dan kelayakannya. sekali lancung keujian seumur orang tak percaya. menjadi pemilih yang cerdas berarti berusaha mempengaruhi perilaku fihak yang diantisipasi (balon. agregasi dan komunikasi kepentingan politik tetapi lebih daripada itu. Untuk itu fihak pemilih perlu membentuk kelompok-kelompok studi informal dan terorganisasi dengan baik dalam jaringan komunikasi dan informasi antar warga masyarakat. Dari rekaman itu identifikasi kelemahan dan kekuatannya.” tetapi jangan pula sangka bahwa “air tenang itu tidak berbuaya!” 2. “tiada tepuk sebelah tangan. manakala si penjanji memungkiri janjinya.G. dan kada/wakada. Yang diantisipasi adalah janji. tidak hanya sekedar melakukan artikulasi. bahwa setiap konstituen atau pemilih harus menyadari seluruh proses. mengetahui dalam hal apa saja pemilih berkesempatan berpartisipasi politik pada terminal apa dan rute yang mana. mempelajari hubungan antar terminal dan rute. feedforward). dan dan tekanan dari fihak sana. dan dijadikan alat control di kemudian hari. Misalnya menghadapi janji-janji. berani sumpah tapi takut mati” 3. jangan percaya mulutnya (sembarang) lelaki. tidak semua yang bercahaya itu bintang. 174 .” “kuda terikat pada kekangnya. Pertanggungjawaban SKK di rute F ini mempengaruhi sikap SKS di rute G (feedback. ingat lagu “Tinggi gunung sribu janji. tong kosong itu nyaring bunyinya. Ingat pepatah “Tidak semua yang berkilau itu emas. dan menyadari kelemahan sendiri di fihak sini. Langkah antisipasi itulah yang terpenting.

kontrol---| pelestarian | | kerja & redistribusi | | inovasi | | nilai yg dilakukan SKK | | | | | | | | -->SUMBER | | | | | | | | | | | | ------| | | | | SKE SKK -->MASYARAKAT<-SKK<-| | | | | | | menggali | | | | | | mengolah | | | | | | mengelola--->KERJA | | | | | menggunakan | | | | | | mengambil | | | | | | | | | redis.redistribusi MONEV masyarakat pembangunan thd kontrol sumber-----KONTROL<--------sumber.| | pertanggung | -->NILAI---busi-------------nilai jawaban | | Bagaimana terbentuknya SKK? Pemilu 175 .

dan subkultur sosial (SKS). 84): “ius naturale. coercion. yaitu subkultur ekonomi (SKE). akibatnya adalah ketidakadilan. atau hard choice. Maka masyarakatpun membutuhkan dan membentuk subkultur lain yaitu subkultur kekuasaan. Tatkala “human needs and instincts” itu diakui dan dinyatakan sebagai sisi lain hak asasi manusia (HAM). SKS berkualitas tiga. Maka akalbudi manusia bekerja membangun upaya penyelamatan. terjanji. tetap diperani oleh SKE. alat pendukung kehidupan. . dan sebaliknya yang terjadi pada barangsiapa yang hanya memiliki sumberdaya sedikit.” Ilmu Ekonomi berangkat dari titik ini. Keduanya (Ilmu Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora) berpisah manakala ternyata. konstituen. Subkultur ini sehari-hari menunjukkan tiga perilaku: membeli semurah mungkin. Peran penggalian. akan semakin nirdaya. saat ekonomi berjalan sendiri. dan penggunaan sumber-sumber. conflicting choice.9 PEMERINTAHAN Di atas telah dikemukakan bahwa setiap masyarakat adalah sebuah satuan kultur. dan yang kuat makan yang lemah. Nilai diperoleh melalui kerja. menjual seuntung mungkin. Mengapa SKK menjadi pilihan? Sebab peran SKK mengandung nilai-nilai order. Penggerak utama masyarakat adalah naluri untuk hidup. force. pembentukan. subkultur kekuasaan (SKK). Nilai-nilai yang perolehannya no choice conflicting choice. yang sangat mudjarab dan 176 . Seperti diketahui. Dari sini muncul budaya seleksi alam. . Interaksi antar tiga subkultur itu disebut pemerintahan (governance. yaitu pengolahan. . Hal itu dikemukakan oleh Walter Lippmann dalam The Public Philosophy (1956. lihat Bab I Kybernologi Sebuah Titipan Sejarah (2010). adalah nilai. Nilai-nilai yang dapat diperoleh melalui private choice. konon pula jika hanya memiliki sumberbencana. the human needs and instincts. diupayakan melalui subkultur lain. tetapi nilainilai yang tinggi serta luhur sifatnya. violence. dan death sentence. dan pelanggan. . melalui pasar. authority. diletakkan di bawah dan diperani oleh subkultur kekuasaan (SKK). dan pembentukan nilai ini disebut subkultur ekonomi (SKE). dan membikin (membuat) sehemat (semudah) mungkin. dan hard choice. melalui many choices. dikelompokkan menjadi public choice. karena barangsiapa memiliki sumberdaya besar beroleh nilai banyak. perjuangan untuk hidup. yang perolehannya no choice. alat untuk memenuhi kebutuhan itu. maka Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora berangkat pada titik yang sama. Ia digerakkan oleh tiga subkultur. . pengolahan.

diperlukan buat membangun kebijakan, implementasi kebijakan. menegakkan peraturan dalam mengontrol sumber-sumber di hulu, dan dalam redistribusi nilainilai kepada pelanggan di tengah. Tetapi juga nilai-nilai itu teramat ampuh bagi pemangku dan pelaku kekuasaan untuk digunakan sebagai alat untuk mempertahankan dan menyalahgunakan kekuasaannya! Perilaku kekuasaan itu ialah berkuasa semudah mungkin, menggunakan kekuasaan seefektif mungkin, dan mempertanggnggungjawabkan penggunaan kekuasaan itu seformal mungkin. Maka budaya onrechtsmatige overheidsdaad, misbruik van recht, detournement de pouvoir, abus de droit, KKN, pembohongan publik, penindasan, pembiaran, cucitangan, kambing hitam, pemborosan, kepongahan, pencemaran kode etik perofesional, manipulasi ilmupengetahuan, kebodohan, dan sebangsanya, merajalela di ruang SKK. Lord Acton menyimpulkannya: “Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely.” Untuk mencegah budaya kekuasaan yang bersifat negatif itu, kekuasaan harus dikontrol, di hulu, di tengah, dan di hilir. Yang menjadi pertanyaan, siapa yang mengontrol SKK? Entah ilmu mana yang mengajarkan bahwa badan legislatif berfungsi mengontrol badan eksekutif, sesama trias politika. Tetapi penyanyi cilik (di masanya) bernama Yoshua dengan jenaka menyanyi: “Masa jeruk makan jeruk?” Pemangku kekuasaan yang satu mengontrol pemangku kekuasaan yang lain? Di ruang bisnis, dahulu penjual (budaya caveat emptor), tetapi sekarang pembelilah yang mengontrol pasar (caveat venditor). Salah satu konsep dasar Kybernologi adalah konsep pelanggan. Ketika konsep rakyat (people) direinvent pada akhir dekade 90-an (Bab 3 Kybernologi, 2003), kepelangganan rakyat dikaitkan dengan politik standardisasi pelayanan kepada rakyat. Dalam laporan berjudul “Putting Customer First,” Wapres Amerika Al Gore meletakkan kepelangganan dalam hubungannya dengan “Standard for Serving The American People,” (7 September 1993). Di sana dijelaskan, bahwa warga masyarakat disebut pelanggan negara karena warga telah membayar janji-janji yang ditawarkan kepadanya pada saat pemilu melalui berbagai cara dan alat, kepada calon pemangku kekuasaan yang dipilihnya, dengan harga yang sangat tinggi, yaitu pemberian suara (Vox Populi, vote) untuk memilih, suara yang nilainya dianggap setara dengan Vox Dei. Yang dibeli (dibayar) oleh konstituen adalah janji, ibarat membeli kucing di dalam karung. Pada saat pemilu itulah terbentuk dua fihak, yaitu penjanji dan terjanji. Fihak penjanji (yang terpilih) dengan fihak terjanji (pemilih) terikat perjanjian secara sah. Sesuai dengan hukum perjanjian, terjanji berhak menagih janji, dan janji harus ditepati. Jika tidak, penjanji dianggap wanprestatie, dia menghadapi mosi tidak percaya, menanggung segala konsekuensi. Belajar dari ruang bisnis dan reinventing people tersebut pelanggan negara-lah yang berfungsi mengontrol negara. Pelanggan pemerintahanlah yang berfungsi mengontrol
177

kekuasaan. Peran ini disebut subkultur kepelangganan atau subkultur sosial (SKS). SKS mengontrol kekuasaan di hulu (pembuatan kebijakan dan peraturan) melalui kualitasnya sebagai konstituent, mengontrol kekuasaan di tengah (redistribusi nilai) dalam kualitasnya sebagai terjanji, yang berfungsi menagih janji, dan mengontrol kekuasaan di hilir melalui kualitasnya sebagai pelanggan, menuntut pertanggungjawaban provider pelayanan (redistributor nilai). Perilaku pelanggan itu memang “cerewet,” suka “nawar,” protes. Berhadapan dengan pertanggungjawaban yang sulit dipercaya, atau dia merasa dilecehkan, bangkitlah amarahnya dan ia membabibuta. Untuk mencegah terbentuknya budaya negatif fihak pelanggan, satusatunya cara ialah memberdayakannya (enabling and empowering). Analisis di atas sesuai dengan Leo Fonseka yang menyatakan bahwa, the State meletakkan dasar bagi Equity, Justice, dan Peace, creating a conducive political and legal environment for development, Civil Society meletakkan dasar bagi Liberty, Equality, Responsibility, and Self-expression, dan Private Sector meletakkan dasar bagi Economic Growth and Development. Tiga subkultur tersebut disebut terminal, dan hubungan satu terminal ke terminal lain berbentuk rute, dikonstruksi seperti Gambar 15. Gambar 1 adalah Gambar 15 setelah di“buka” dan dibentangkan Pemerintahan (governance) didefinisikan sebagai proses interaksi antar tiga subkultur masyarakat untuk mencapai kemajuan hidup berkelanjutan. Proses interaksi itu terdiri dari tujuh rute yang bergerak terus-menerus. Tanpa salah satu rute itu, pemerintahan tidak terjadi. Keseluruhan rute itu menunjukkan bidang-bidang pemerintahan yang merupakan sasaran pemikiran pemerintahan. Perlu dikemukakan
-------------------------------------------------------------------------------| | | kebijakan,janji vote,trust,hope monev kinerja rute D | | ---MENGONTROL------MEMBENTUK-----MENGONTROL--| | | penepatan | | mandat,ke| | SKK | | | | B | | hormatan | | E | | | SUMBER| | A G DPD | | | SUMBER | | DPR MEWAKILI | | | | | | MEWAKILI FIHAK TERJANJI | | | | | | KONSTITUEN DAN PELANGGAN | | | berva| | | | | | | riasi | | PEMILU | | | | | | | | | | | | | SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR | | EKONOMI-------KEKUASAAN-------SOSIAL-------KEKUASAAN------| | (SKE), PEMAIN (SKK), WASIT (SKS), PENONTON (SKK) | | | | | | | | | | | | pemba| | | | | | | ngunan | | | | | | | | | | | | | | | | nilai | | redistribusi | | pertanggung- | | | ---------------------------------------------| | C nilai jawaban | | D F |

178

| | -----------------------------------MASYARAKAT----------------------------------Gambar 15 Teori Pemerintahan (Governance Theory) Huruf A sd G Menunjukkan Rute Pemerintahan

bahwa urut-urutan rute itu tergantung, bisa dimulai dari mana saja. Bisa dari pembentukan nilai oleh SKE, dan bisa juga dari pembentukan SKK oleh SKS. Jika dimulai dari pembentukan SKK oleh SKS (yaitu Negara yang baru merdeka atau masyarakat yang baru diserahi otonomi daerah. Urutan bidang-bidang (rute-rute) pemerintahan adalah: A. Pembentukan SKK oleh SKS dengan cara tertentu (rute A), mis. pemilu/pemilukada (kontrol SKS terhadap SKK di hulu, pada umumnya sesuai siklus kekuasaan, lima tahunan). Sikap SKS di sini tentu saja mempengaruhi rute B dan dipengaruhi rute F. SKS melakukan kontrol terhadap SKK di hulu berdasarkan kualitasnya sebagai konstituen, membayar janji dengan suara (vote) sehingga ia beroleh posisi sebagai pelanggan, dan karena ia membayar sesuatu yang masih dijanji, ia disebut terjanji, dan oleh sebab itu ia berhak menagih janji. Di sini SKS diwakili oleh DPR/DPRD B. Penjanjian (kesepakatan) antara SKK dengan SKS dalam bentuk kebijakan pengendalian sumberdaya dengan seadil-adilnya dan pengendalian sumberbencana dengan sesungguh-sungguhnya (rute B). Perjanjian itu harus “total quality,” serba antisipatif, jangan hanya “bagi kuenya,” tetapi juga “bagi biayanya.” Di sini SKK tidak memosisikan diri sebagai fihak pemenang, melainkan sebagai fihak terpilih. SKK tidak berhak “winner takes all,” tetapi membuktikan keterpilihannya. Kendatipun SKK maju sebagai kandidat dengan mengendarai parpol, begitu terpilih menjadi pemangku kekuasaan, ia keluar dari kendaraan yang bersangkutan, karena setelah menjadi pejabat publik ia dibayar oleh Negara, oleh seluruh masyarakat, bukan oleh parpol yang mencalonkannya. Sudah barang tentu, rute B ini mempengaruhi rute C dan dipengaruhi oleh rute A. Bidang-bidang kesepakatan di sini meliputi seluruh Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Rute B ini merupakan garisdepan politik tapi garisbelakang pemerintahan C. Pembentukan nilai oleh SKE, termasuk pembangunan, dengan peran SKK di dalamnya (implementasi pasal 33 UUD). Rute C ini mutlak bergantung pada rute B, dan pada gilirannya mempengaruhi rute D. Dalam rute ini, “pemain” adalah SKE, sementara SKK adalah “wasit.” Jika wasit juga bermain, rute ini rusak. Itulah sebabnya pembangunan seharusnya diletakkan bukan dalam ruang SKK tetapi dalam ruang SKE. SKK berperan mengontrol
179

SKE pada (dari) rute B. Rute ini adalah sumber dan sarang korupsi. D. Redistribusi nilai oleh SKK kepada SKS (kontrol SKS terhadap SKK di tengah, penepatan janji, jika tidak menepati janji, SKK dinilai wanprestatie, ini ruang transaksi, ruang penagihan janji). Redistribusi nilai melalui rute D berlangsung dalam bentuk APBN/APBD, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Kontrol di tengah, penepatan janji, dan penagihan janji, berlangsung di garisdepan pemerintahan, yaitu UPT, Kecamatan, Kelurahan dan Desa. Adil, tepat waktu dan tepat sasaran adalah standar utama rute ini. Struktur anggaran harus memihak pelanggan, dan garisdepan pemerintahan harus diberdayakan. Rute D bergantung pada rute C dan mempengaruhi rute E E. Monev kinerja SKK oleh SKS (kontrol terhadap redistribusi nilai di tengah). SKS melakukan monev terhadap rute D dalam kapasitasnya sebagai pelanggan dan terjanji. Berdasarkan sistem politik yang sedang berjalan, check and balance antara SKK (eksekutif) dengan SKS dalam kapasitasnya sebagai konstituen (legislative), sulit diwujudkan, sebab, bagaimana parpol DPR mengontrol kadernya yang terpilih jadi SKK jika kader itu masih tetap berada dalam kendaraan parpol yang bersangkutan? Sebaliknya, bagaimana kader yang terpilih menjadi pejabat publik itu menepati janjinya kepada SKS, jika ia tersandera kepentingan parpolnya? Itulah sebabnya dipandang tepat manakala Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili SKS selaku pelanggan, terjanji, dan penagih, sesuai dengan namanya: “yang mewakili daerah” (daerah = masyarakat hukum). Untuk itu, basis keanggotaan DPD diubah, bukan provinsi tetapi kabupaten/kota. Rute E ini bergantung pada rute D dan mempengaruhi rute F F. Pertanggungjawaban SKK kepada SKS (kontrol SKS terhadap SKK di Hilir), dari sini hasilnya kembali ke rute 1, pembentukan SKK oleh SKS, Kontrol di hilir sangat penting sebagai kawalan sehari-hari terhadap SKK karena penyimpangan yang terlihat sedikit pada awal menimbulkan penyimpangan yang besar pada akhir masajabatan, dan oleh sebab itu membawa korban banyak. Kawalan (referensi) itu, yang sering disebut oposisi, sesungguhnya tidak, samasekali tidak menimbulkan labilitas politik, manakala fihak-fihak terkait memegang teguh komitmen, menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan. Tujuan kontrol di tengah dan hilir bukan untuk menjatuhkan rezim kekuasaan tetapi untuk menjaganya, agar tidak tergelincir. Yang dimaksud dengan pertanggungjawaban di sini adalah responsibility, bukan sekedar akuntabilitas. SKK yang mengukur dan mengevaluasi kinerjanya berdasarkan asas akuntabilitas adalah Negara-peraturan, bukan Negara-hukum. Negara hukum adalah Negara yang kinerjanya
180

Apa yang dimaksud dengan good governance. pelayanan civil seperti itu disalin menjadi civil service. atau seperti panas yang terasa tapi apinya entah mana --berinterface dengan masyarakat yang sifatnya nyata. Pertanggungjawaban SKK di rute F ini mempengaruhi sikap SKS di rute G (feedback. Dalam hubungan itu terlihat dua macam pelayanan. Interfacing itu terlihat pada Gambar 16. Dahulu. Pertanggungjawaban itu dilakukan menurut formula TJT yang telah dikemukakan di atas. yang oleh masyarakat dicharge dengan kekuasaan (political power) dengan system nilainya: authority. tidak ada istilah yang isinya seperti itu. manusia berada dalam Negara. force. sebagai concept. coercion. apa saja yang dilakukan. Definisi ini memberi kesan. atau dengan perkataan lain. dan pemerintah. maka dengan sendirinya Negara --. pemerintah adalah salah satu lembaga pelaku pemerintahan. Gambar 16 menunjukkan hubungan antara Negara dengan masyarakat Manusia. feedforward). Berbekal tradisi lingua franca. dan death sentence. wilayah. Dalam hubungan itu.apakah sebagai idea. Perbedaan antara kedua macam pelayanan itu terdapat dalam Bab I Sesi Lima GBPP Kybernologi dan Kepamongprajaan (2010). penduduk. violence. maka governance disebut good governance. dibiarkan atau dilalaikan oleh SKK. Dalam literatur Barat. paradigma ini berubah. Negara didefinisikan meliputi tiga unsur. Pelayanan civil adalah pelayanan yang oleh UUD diposisikan sebagai kewajiban Negara. harus dipertanggungjawabkan olehnya kepada SKS G.dimonev berdasarkan asas pertanggungjawaban. dan pada gilirannya masyarakat dianggap bawahan pemerintah. Pelayanan Pemerintahan berjalan melalui terminal dan rute-rute pemerintahan di atas. Mengingat Negara adalah sistem kekuasaan politik. diterangkan melalui Teori Governance. timbangan apa yang digunakan untuk menilai kinerja bad atau good. Dengan lahirnya ajaran demokrasi. dan kenyataan bahwa pelaku pelayanan yang merupakan kewajiban Negara adalah PNS. bagaimana supaya kinerja governance itu good. Lihat Bab I Kybernologi 2015 (2011) Sistem pemerintahan meliputi enam komponen tersebut. dan tentu saja bergantung pada rute E. pelayanan civil yang sifatnya kewajiban Negara. Artinya tiada suatu perilaku SKK yang tidak ada penanggungjawabnya. Istilah civil service dalam Administrasi Publik berarti PNS. Interaksi antar tiga subkultur itu (governance) menghasilkan kinerja. Jika kinerja interaksi itu oleh pelanggan dinilai good. dan pelayanan yang sifatnya kewenangan pemerintah yang lazim disebut pelayanan publik (public service). 181 . satu dengan yang lain berinteraksi terus-menerus.

semakin sukar memperolehnya.NEGARA government 1 ruang kekuasaan PUBLIK ruang publik 2 KEBIJAKAN PUBLIK governance kewenangan negara 1------------------->2 pelayanan publik kewajiban negara 1------------------>3 pelayanan civil ruang civil 3 MANUSIA HAM Gambar 16 Asumsi Hubungan Interfacial Antara Negara Dengan Masyarakat Manusia Pelayanan dan layanan civil semakin jauh dari masyarakat dan kalaupun ada. Dalam hubungan itu Kybernologi mempelajari 182 . Demokrasi terletak di ruang Ilmu Politik. pelayanan publik memberi tekanan berat dalam kehidupam masyarakat bawah. merupakan solusi yang diharapkan mujarab bagi masa depan Pelayanan Pemerintahan. dan uraian tentang hal itu sudah sangat banyak. Pelayanan civil tidak terdapat dalam UU 25/09 tentang Pelayanan Publik. Misalnya keadilan. keamanan. lihat Bab VI Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan (2010) Ajaran Demokrasi yang difahami dengan benar dan diimplementasi dengan sehat. Sementara itu pelayanan publik semakin mahal. Dalam kondisi masyarakat pelanggan (SKS) yang amat lemah dan nirdaya. karena SKK leluasa untuk merekayasa anggaran dan menaikkan tarifnya sewaktu-waktu. kemerdekaan. Tentang Administrasi Kependudukan. dan kepastian hukum. Salah satu pelayanan civil yang sangat penting namun di Indonesia sangat lemah adalah Pelayanan (Administrasi) Kependudukan yang langsung berkaitan dengan HAM dan membawa dampak langsung bagi proses politik. Terutama buat mencegah sakralisasi norma-norma sosial oleh sementara kalangan (Gambar 8).

Coba saja Proposisi Satu yang ditulis Lindeman. Bunyinya “Through Diversity Toward Unity. Lindeman dalam T. “through diversity toward unity. 112). demikian proposisi satu Eduard C.” Dalam kitab Sutasoma. The Democratic Way of Life (1955. Di zaman raja Asoka (ca 269-232) terdapat dua agama besar di Asia. Apakah melalui perbedaan orang bisa tiba pada kebersamaan? Bisa. Pada suatu tiang batu peninggalannya tercantum sebuah pernyataan yang dapat disebut Doktrin Asoka. 1953. Lindeman. rasa. Tanhana Dharmma Mangrva. dan VISI (PENGLIHATAN BATIN) Lahir Dari Kesadaran (alinea 1 & 2) MISI Usaha Mencapai Tujuan (alinea 2 & 3) TUJUAN (KESEPAKATAN) Ditetapkan Berdasarkan Visi dan Naluri (alinea 1 & 4) BHINNEKA---------------------NATION BUILDING--------->TUNGGAL IKA tiap masyarakat unik pengelolaan sumberdaya sehingga semua masy. tahan karena benar serta satunya cipta. dan UU 17/07 RPJP lebih baik | | | | | | ---------------------.” atau E Pluribus Unum. yg sumberdaya & sumber & sumberbencana melalui yg berbe-beda sadar sebencana bervariasi perencanaan jangka bangsa dan bersama-sama kesenjangan antar daerah panjang (UU 25/04 SPPN membangun masadepan yg & antar kelompok masy.” artinya berbeda-beda tetapi satu jua. Empu Tantular mengemas ajaran itu dalam seloka yang sebagian berbunyi “bhinneka tunggal ika. Smith dan Eduard C. 1955). Lindeman.nuku kecil T. V. Untuk memperkokoh kekuasaannya. Smith dan Eduard C. berbunyi: “Barangsiapa merendahkan agama lain dan memuji agamanya sendiri. karsa. The Democratic Way of Life (1951. sedangkan perdana menterinya Gadjah Mada (menjabat 1331-1364) beragama Buddha. Dalam kerajaan Majapahit (1292-1525) nilai ideal “berbeda (beragam) tetapi (ber)satu” itu menjadi kenyataan: raja Hayam Wuruk (memerintah 1350-1389) beragama Hindu. (berarti) merendahkan agamanya sendiri.P R O S E S ------------------| | T A H A P | ----------------------------|------------------------| | | DIVERGENT KRITIKAL TAHAP CONVERGENT Gambar 17 Kerangka Grand Design Model Bhinneka Tunggal Ika 183 . V. Buku yang bernada filosofik itu dipilih karena rohnya seirama dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (BTI).” lengkapnya “Bhinneka Tunggal Ika.” Bukankah itu setara dengan BTI? Proposisi itulah yang saya gunakan dalam mengonstruksi satu di antara 5 Grand Design Pemerintahan Daerah sebagai berikut. yaitu Hindu dan Buddha. kata dan karya berdasarkan kebenaran yang tunggal. ia menganjurkan perdamaian di manamana.

sementara di Indonesia pembangunan kekuasaan lebih diutamakan ketimbang pembangunan manusia sehingga masyarakatnya terpecah menjadi lima bangsa (Gambar 9).” Negara adalah system kekuasaan. penerapannya di Indonesia berbeda dengan Amerika. pelanggan.” Bangsa Indonesia telah 184 . melalui pasang-surut proses sosial. maka adalah tepat tatkala Presiden Soekarno dalam pidato HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tgl 17 Agustus 1950 menyatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah sesanti (credo) bangsa Indonesia. yaitu “Negara kesatuan. sehingga “the people who get pains are the people who share gains. pengurangan (alleviating) kesenjangan vertikal dan horizontal antar masyarakat secepatnya. bertolak dari serenity: “Menerima secara sadar dan ikhlas apa adanya. jika sikap terhadap perbedaan. dan membentuk watak (Character Building) bangsa. Bhinneka Tunggal Ika itu kemudian dijadikan hukum positif dalam bentuk PP 66/1951. heterogenitas yang berabad-abad tercurah di “cawan” Amerika “melting” menjadi Amerika. Bertolak dari sejarah yang menunjukkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sebagai sistem nilai ideal di zaman dahulu di Indonesia bisa menjadi kenyataan. sebagaimana diyakini oleh generasi muda Indonesia melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. diperkaya dengan Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika itu merupakan sebuah sistem nilai yang terdiri dari dua komponen besar yaitu “bhinneka” (fakta. dan menggerakkan kemajuan bangsa. keberagaman. penagih janji. Hasilnya ialah. Visi tersebut semakin jelas lima tahun kemudian setelah menyeberangi jembatan. Amerika menafsirkan dan mendudukkan “unum” itu sebagai “kesebangsaan. Unitarisme bentuk Negara jauh lebih memihak rezim yang berkuasa ketimbang rakyat. kendatipun makna Bhinneka Tunggal Ika mirip dengan E Pluribus Unum. kesebangsaan. Antara dua komponen itu terjadi hubungan timbal-balik (interaksi) bahkan hubungan dialektik terus-menerus. khususnya alinea pertama dan kedua. apalagi masyarakat terjanji. Tatkala Bangsa Indonesia masih berada di seberang jembatan yang bernama KEMERDEKAAN. bahkan dapat disebut visi (walaupun Presiden Soekarno tidak secara eksplisit menyatakan demikian) bangsa Indonesia dalam membangun bangsa (Nation Building). Gambar 17 menunjukkan misi Pemerintah Indonesia yaitu memproses pengelolaan keunikan tiap masyarakat menjadi kekuatan matarantai nusantara. das Sollen). dan sampah. Bisa.” jadi lebih manusiawi (bentuk Negara Amerika federal).” Masalahnya ialah. ketimbang Indonesia yang mendudukkan “tunggal ika” sebagai bentuk Negara. visinya adalah seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. das Sein) dan “tunggal ika” (ide. bahkan heterogenitas.demikian juga makna Bhinneka Tunggal Ika.

taklangsung -------------------.<--. dan konsep desentralisasi (otonomi) asimetrik (khusus) diterapkan. Pada tahap pertama. Kegagalan tahap kedua menjauhkan ketunggalikaan dari jangkauan. 185 . Berdasarkan sistem itu. Disebut demikian karena tahap ini sangat menentukan dan memerlukan kepemimpinan yang bersih tetapi kuat (resilient). tahap pertama divergent. Tidaklah berlebihan jika dinyatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sebagai Grand Design Pemerintahan Daerah Indonesia adalah Filsafat Pelayanan Pemerintahan. Di atas dasar Filsafat Pelayanan itu dibangun Seni Pelayanan Pemerintahan seperti Gambar 18. setiap masyarakat memiliki otonomi. proses Bhinneka Tunggal Ika itu terdiri dari tiga tahap. dan tahap kedua peralihan antara keduanya. yaitu sistem desentralisasi pemerintahan.percaya <---MEMENUHI--------| | | | | | feedback tidak TIDAK | -----------. publik kebutuhan? | | | | | feedback monev | langsung seharisocial | hari pressure | | | -----. terutama sejak tahun 2000. masyarakat di-“mekar”-kan.memilih sistem penyelenggaraan tiga misi utama tersebut. Tahap kedua pelayanan memenuhi ---> NEGARA -------------> LAYANAN ------------> PELANGGAN ------| | civil. Seperti terlihat pada Gambar 17. tahap ketiga convergent.MEMENUHI <----(ke dlm masy) percaya KEBUTUHAN Gambar 18 Seni Pelayanan Pemerintahan merupakan respons terhadap berbagai masalah dan tantangan yang ditimbulkan oleh proses tahap pertama. Hal ini dijelaskan lebih lanjut melalui Teori Governance dan Teori Sumber-Sumber. misalnya kesenjangan vertikal antar lapisan masyarakat dan kesenjangan horizontal antar daerah (masyarakat) dan ketidakadilan sebagai akibat ketimpangan distribusi sumber-sumber. yang disebut tahap kritikal. Kebhinnekaan diaktualisasikan.dukungan <-----------. perhatian diletakkan pada otonomi daerah.

Gambar 11. batang (aspek Epistemologi). ia jadi konsumer (kualitas kelima). maka GBPP ini terurai seurut sesi-sesi pembelajaran seperti di bawah ini. “pemain”. tetapi sebuah bangunan ilmu pengetahuan. Dalam hubungan itu. sehingga pelanggan tidak mampu menikmati (mengonsumsi) layanan yang telah dijanjikan. S2. Jika kualitasnya yang kedua kuat. Tiga subkultur tersebut satu persatu diuraikan di bawah. penanggung biaya dan risiko”). Semua mata kuliah yang terkait dengan Ilmu Pemerintahan mengacu pada Pengantar ini. memenuhi undangan Dekan fakultas yang bersangkutan tgl 18 November 08 No 003/487/FMP/08. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan tiap stratum. terjanji. Empat kualitas SKS adalah konstituen. 1 Sesi Satu PENJELASAN UMUM Sesi ini diisi dengan Penjelasan Umum. Ilmu Pemerintahan yang diuraikan di sini adalah Ilmu Pemerintahan dalam konstruksi bangunan (bodyof-knowledge) yang disebut Kybernologi. highlight) tentang Ilmu Pemerintahan (termasuk TIU) dan Sejarah Pengajaran Ilmu Pemerintahan di Indonesia. dan subkultur sosial (SKS. dan penagih. Ilmu Pemerintahan merupakan mata kuliah tingkat institut dan diajarkan pada semua program. subkultur kekuasaan (SKK. dia tidak menjadi konsumer melainkan ia beroleh kualitas keenam dan ketujuh. “wasit”). Kybernologi bukan sekedar judul buku. Sesuai saran berbagai fihak. pandangan menyeluruh (overview) tetapi esensial (abstract. dan S3 Ilmu Pemerintahan.LATAR BELAKANG Tulisan bejudul GBPP mata kuliah Pengantar Ilmu Pemerintahan ini semula ditulis sebagai bahan Workshop Penyusunan GBPP/SAP Semester I dan II Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN 2008/2009 di Jatinangor tgl 24 dan 25 November 2008. Perkuliahan tiap semester 186 . Khusus di lingkungan IPDN/IIP. Jika lemah (rendah). “penonton. pembeli tiket. dan mangsa yang naik posisinya menjadi korban jika diselamatkan untuk kemudian diberdayakan agar berubah menjadi konsumer. yaitu subkultur ekonomi (SKE). naskah awal diperluas sehingga dapat digunakan sebagai pola dasar matakuliah Ilmu Pemerintahan untuk Program S1. fakultas dan jurusan. yaitu korban yang bisa jadi konsumer jika diberdayakan. ia berkesempatan mengonsumsi layanan yang dijanjikan. strata. dan akarnya (aspek Ontologi). melaluipada setiap terminal ia menghasilkan suatu outputdisebut terminal Ia digerakkan oleh tiga subkultur. Andaikan Ilmu Pemerintahan diibaratkan sebuah pohon-buah dengan buah (aspek Axiologi). pelanggan.

Axiologi a. Teori Nilai f.” Oleh sebab itu. Sejarah Pengajaran Ilmu Pemerintahan dari Bestuurskunde (awal abad ke20) sampai sekarang (Kybernologi) 3.| | | keber-->SAFAT--|--TEMO---DO. Dalam sesi ini dipreview pokok bahasan sebagai berikut: A. Reformasi Pemerintahan 2. Manajemen Pemerintahan d. Etika Pemerintahan f. Teori Governance c. Dari referensi ditelusuri sumber-sumber asli dan ditambahkan sumber-sumber lainnya. Teori Kinerja e. Filsafat Ilmu Pemerintahan: 1. Teori Pelayanan d. Will Durant dalam The Story of Philosophy (1956 menyatakan bahwa “Every science begins as philosophy and ends as art. GBPP Kybernologi ini diawali dengan Filsafat Ilmu (Gambar 1). Salahsatu versi GBPP ini dimuat dalam Bab XI Kybernologi Sebuah Pengharapan (2009).METO.terdiri dari 14 sesi tatapmuka dan dua sesi ujian (UTS dan UAS) = 16 sesi. Kebijakan Pemerintahan c. Epistemologi a. Kepamongprajaan b. Ontologi 2. GBPP ini secara berkala ditinjau dan dikembangkan. Teori Kebutuhan b. --KUALITATIF--PENE | | --ONTOLOGI --LI-----| |-| | TIAN | | | | | --KUANTITATIF-| | | | | | | | | --BAHAN BAKU<----FIL| EPIS. Metodologi 3.---|--ILMU---| |--BOK---------ILMU | ILMU | LOGI LOGI | | | fungsian | | | | --KONSTRUKSI--| | | | | | | | | | | | --DIDAKTIK----| 187 . Seni dan Teknik Pemerintahan e. Didaktik dan Metodik pelajaran Ilmu Pemerintahan.

| | SCIENTIFIC | --AXIOLOGI --JA. dan kemudian Bestuurswetenschappen di Belanda.---| |<-------------ENTER| | RAN | | PRISE | | --METODIK------| | | | | | | | ----------->NILAI-----------------| | | | -------------FEEDBACK----------- Gambar 1 Filsafat Ilmu Pemerintahan Sejarah Pengajaran Ilmu Pemerintahan di Indonesia diawali dengan Bestuurskunde. Menurut G. Van Poelje dalam Pengantar Umum Ilmu Pemerintahan (1959). mulai tahun kuliah 1928-1929 pengajaran dalam Jurusan Ekonomi Kenegaraan diperluas dengan mata pelajaran Ilmu Pemerintahan dengan tujuan supaya jurusan ini lebih disesuaikan dengan kebutuhan mereka yang berhasrat untuk bekerja pada dinas umum. Selama masa 1928-1933 dua orang Doktor Ilmu Pemerintahan dipromosikan. E. Pada tgl 25 Januari 1928. Bestuurswetenschap. Berends dan Dr F. Guru Besar Luar Biasa di bidang Ilmu Pemerintahan dilantik. Di masa itu Ilmu Pemerintahan dianggap sebagai struktur supra ilmu-ilmu pengetahuan yang berkaitan 1 NEGARA 2 POLITIK KEPARTAIAN DAN PERWAKILAN 188 . dan ILMU POLITIK | -----------------------------|----------------------------| | | | | ILMU ADM ILMU HUBILMU PEILMU PERBANTEORI PUBLIK INTERNASIONAL MERINTAHAN DINGAN POLITIK POLITIK Gambar 2 Posisi Ilmu Pemerintahan Versi UGM (Tradisi Sampai Tahun 80-an) dengan demikian pengakuan Ilmu Pemerintahan sebagai mata pelajaran (berderajat Doktor) pada pengajaran tinggi di Belanda menjadi suatu kenyataan. A. Breedsvelt.| | | PENGA. yaitu Dr R.

IPDN dewasa ini. misalnya di Amerika. E. Melalui pendekatan NEGARA government 1 ruang kekuasaan PUBLIK ruang publik 2 KEBIJAKAN PUBLIK governance kewenangan negara 1--------------->2 pelayanan publik kewajiban negara 1-------------->3 pelayanan civil 189 . Rekonstruksi Gambar 4 bermula pada pendekatan kemanusiaan (Gambar 5). Purnomo. misalnya. dan dewasa ini (Gambar 3). Turbulences itu ditanggapi dengan cara pendekatan yang berbeda oleh UGM dan Program Pascasarjana Kerjasama UNPAD-IIP (1996).MASYARAKAT 3 Gambar 3 Ranah Publik: Bidang Studi Jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan ekonomi perusahaan. Natural turbulences dan social turbulences yang terjadi di belahan dunia maju. dan berubah lagi menjadi The New Public Administration (1970-an. berubah menjadi Development Administration (tahun 60-an. pasca PD II).. Suswanta. Sejak tahun 2000-an. paradigma Ilmu Pemerintahan di lingkungan UGM sampai tahun 80-an (Gambar 2). pasca Perang Vietnam). bidang kajian Jurusan Ilmu Pemerintahan di UGM dikonstruksi seperti Gambar 3 (A. Paradigma Public Administration.. dan paradigma. P. mengerakkan pengubahan dan pembaharuan konstruksi berbagai ilmu pengetahuan. paradigma IIP-UNPAD. 2006). Nurmandi. sedangkan Ilmu Pemerintahan di lingkungan Program Pascasarjana Kerjasama UNPAD-IIP direkonstruksi seperti Gambar 4. mendorong pembaharuan konstruksi Ilmu Pemerintahan. Uraian di atas kemudian disusuli dengan pengajaran Ilmu Pemerintahan pada kursus dan bestruursacademie Pamongpraja di zaman Belanda. Mencari Jatidiri Ilmu Pemerintahan. peny. Dua kali social turbulences (1965 dan 1998) dan sekali lagi natural turbulence (2004-2005) menimpa Indonesia.

maka HAM. van Poelje. Pendekatan Tabel 1 Didaktik dan Metodik (DM) Pengajaran Ilmu Pemerintahan Dilihat dari Aspek-Aspek Body-Of-Knowledge (BOK) Bahan Ajar (X menunjukkan tingkat kedalaman) 190 . Rekonsturksi Ilmu Pemerintahan menurut pendekatan Gambar 3 dan Gambar 4 terhadap fenomena pemerintahan digabung seperti Gambar 5 itu. Rekonstruksi itu didorong oleh keinginan untuk mengembalikan Ilmu Pemerintahan pada posisi dan kualitasnya semula yaitu PENDEKATAN KEKUASAAN PENDEKATAN KEMANUSIAAN DAN LINGKUNGAN FENOMENA PEMERINTAHAN COMMON PLATFORM SEMUA ILMU PENGETAHUAN ILMU PEMERINTAHAN KONSTRUKSI GAMBAR 4 BERNAMA KYBERNOLOGI ILMU PEMERINTAHAN KONSTRUKSI GAMBAR 3 (BAGIAN ILMU POLITIK) Gambar 5 Dua Macam Pendekatan “ilmu yang bertujuan menuntun hidup bersama manusia dalam upaya mengejar kebahagiaan rohani dan jasmani yang sebesar-besarnya tanpa merugikan orang lain secara tidak sah” (G. A. kekuasaan atau pentingan belaka.ruang civil 3 MANUSIA HAM Gambar 4 Interface Antara Negara Dengan Manusia ini. kebutuhan eksistensial Manusia. kebutuhan dasar masyarakat dan lingkungan hidupnya yang pertama-tama terlihat sebagai sasaran kajian. 1953. dan bukan Negara. Algemene Inleiding tot de Bestuurskunde.

Nurmandi. dan S3. A. Bab VIII Kybernologi 191 . program khusus atau tertentu. peny.------------------------------------| METODIK PENGAJARAN | |-------------------------------------| | S1 | S2 | S3 | --------------------------------------|-----------|------------|------------| | | Axiologi (Buah) | X X X | X X | X | | |-------------------------|-----------|------------|------------| | DIDAKTIK | Epistemologi (Batang) | X X | X X | X X | | |-------------------------|-----------|------------|------------| | | Ontologi (Akar) | X | X X | X X X | ---------------------------------------------------------------------------- seperti Gambar 5 itulah yang diajarkan di lingkungan IPDN ke depan. Jadi sedapat-dapatnya: jangan begini: (ordinal) S3 | | | | | S2 | S1 ilmu X apalagi begini: (nominal. single input . zig-zag) ------>S3 | ilmu X | | | | ------>S2 | ilmu Y S1 ilmu Z tetapi begini: (interval) S3 | | | S2 | | | S1 ilmu X Gambar 6 Skala DM Program Strata Ilmu Pemerintahan Referensi: Bab I Kybernologi 2003.. Mencari Jatidiri Ilmu Pemerintahan. Program S1. Didaktik dan metodik (DM) Kybernologi digambarkan dalam Tabel 1 dengan dengan catatan bahwa perancangan DM harus dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. “darurat” atau terpaksa. sebaiknya tersusun menurut skala interval dan tidak ordinal apa lagi nominal belaka (Gambar 6. Bab I dan Bab II Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. 2005. Pokok-pokok Kybernologi menurut perkembangannya yang terakhir terdapat dalam Bab I Kybernologi dan Pembangunan (2009). sebagai hasil pendaratan Bestuurskunde dan Bestuurswetenschap di bumi Indonesia. dalam fase peralihan. Sungguhpun demikian. Suswanta. 2006. sistem linier. Bab I dan Bab II dan Soewargono dalam Kybernologi Sebuah Rekonstruksi Ilmu Pemerintahan. didukung dengan program matrikulasi yang sepadan. 2005. S2. Purnomo.single output). E. P. sistem multi-input single output dapat juga digunakan.

ALLAH mencipta CIPTAAN<---------------------HUBUNGAN PERINTAHAN---------------------> MAKHLUK MANUSIA-->MEMBUMI 1 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK-->BERMASYARAKAT | 2 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK | WARGAMA| SYARAKAT-->BERBANGSA | 3 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK KUALITAS MASYARAKAT MANUSIA WARGABANGSA-->BERNEGARA | 4 CIPTAAN | MANUSIA | PENDUDUK | MASYARAKAT | BANGSA | WARGANE| GARA----->BERPEMERINTAHAN 5 CIPTAAN MANUSIA 7 PENDUDUK YANG DIMASYARAKAT PERINTAH BANGSA konstituen NEGARA pelanggan<------------hubungan pemerintahan------------>PEMERINTAH 192 . Keadaan dengan Pengharapan. Bab 3 Kybernologi dan Kepamongprajaan.” ditemukan Ontologi Kybernologi dengan dua variable pemikiran: Kualitas Manusia dan Hubungan Pemerintahan (lihat Gambar 6). antara lain Ontologi 2. Bab 3 Kybernologi dan Kepamongprajaan. 2008 2 Sesi Dua ONTOLOGI ILMU PEMERINTAHAN Dalam sesi ini dipelajari pokok bahasan sebagai berikut: 1. Perkembangan kemanusiaan yang memuncak pada kenegaraan. membentuk Hubungan Pemerintahan. 2007.Sebuah Profesi. Pengertian ilmu dengan tiga sisinya. yang disebut juga Hubungan Antara Janji dengan Percaya. 2008. Asas pembelajaran Kybernologi (credo et intelligam) 3. Uraian tentang Ontologi Ilmu Pemerintahan Melalui pendekatan metadisiplin: “Percaya agar (baru) tau (credo et intelligam).

Konsep kebutuhan dasar manusia bersifat matriks. Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan (2010) 3 Sesi Tiga TEORI KEBUTUHAN Dalam sesi ini dipelajari pokok bahasan sebagai berikut: 1. di satu sisi kebutuhan jasmani dan rohani yang tak terpisahkan satu dengan yang lain. Tanpa pemerintahan manusia menjadi mangsa sesamanya. The Web of Government. penggabungan HAM ke dalam Hukum menjadi HukHAM. Oleh sebab itu. bukan di ruang kekuasaan. jadi tidak tepat. Sumber dan lingkungan Hubungan antara hak dengan kewajiban 2. 3. HAM bersifat universal. Dalam hubungan itu. Bab 6 dan Bab 7 Kybernologi 2003. Di Terminal 7 terlihat fakta-fakta kualitas kehidupan manusia. Kebutuhan dasar manusia dan pemenuhannya 3. lingkungan dan sumber kehidupan. dari segala aspek. masalah yang timbul ialah: Pemerintahan seperti apa yang mampu mengantar manusia dari Terminal 7 ke Terminal 1 melalui Terminal 6. 1961. Teori Teori-teori Kebutuhan Pembelajaran tentang HAM diawali dengan Terminal 1 dan kemudian Terminal 2 Ontologi Ilmu Pemerintahan (Gambar 7). 4. bagaimana mendudukan manusia pada posisinya sebagai pelanggan Negara dengan segala konsekuensinya? Referensi: Bab 1. Politik biasanya jauh lebih mengutamakan kebutuhan jasmani dan jangka pendek ketimbang 193 . membelenggu HAM. Filsafat HAM. Mazhab hukum Indonesia masih terjebak dalam aliran positivisme. dan 2? Secara khusus. dan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang yang juga saling berkaitan erat. dan berada di ruang pelanggan. McIver. R. Melalui pemerintahan diharapkan manusia kembali ke kualitasnya yang asasi di Terminal 1. 5.konsumer korban mangsa Gambar 7 (peran) 6 Ontologi Kybernologi dengan 7 Terminal Gambar 6 menunjukkan bahwa Ontologi Ilmu Pemerintahan menjelajahi seluruh ilmu pengetahuan yang terkait dengan 7 terminal itu berturut-turut. Hidup dan kehidupan manusia. Lihat Gambar 4.

Pemikiran pemerintahan sejajar dengan pemikiran ekonomi. | | | | KORBAN dan MANGSA untuk SELAMAT | | | | | | 2 | | | 1 HUMAN 3 12 14 20 | MANU.” demikian ungkapan Perancis.----RIGHTS-----HUMAN PUBLIC PUBLIC kontrol. emp. dan ada yang melalui public choice (Negara). ------------------------------------------------------------------------| | | 7 | | PENGORBANAN | | CIVIL SERVANT | | | | | | | | 4 5 6 9 | | ----INDI.*) --->17privatisasi vs statalisasi 194 . Pemenuhan kebutuhan manusia selain bersifat komprehensif (segala bidang kehidupan) juga bersifat jangka panjang sejauh mungkin ke depan: “Gouverner c’est prevoir.-----| SIA & INSNEEDS POLICY ACTOR evaluasi | TINCTS | | | | | | | 13 | | | | 11 | POLICY | 16 | | | -----PUBLIC---------IMPLE----------PUBLIC----| | | CHOICE MENTATION | SERVICES | | | | | | | | | | | | | | 10 | | 15 | ----MASYA| | penggunaan oleh KONSUMER | RAKAT | | HAK HIDUP KORBAN atau HAK MANGSA | | | | UNTUK MEMPERTAHANKAN DIRI | | | | KEPERCAYAAN (TRUST) terhadap PEMERINTAH | | | | PENGHARAPAN (HOPE) DI MASA DEPAN | | | | | | | --------------------------------------------| | | 17 18 19 ----PRIVATE-----. bermula dari “kebutuhan manusia” sejak “terjadinya” di dalam kandungan. Dasar konstitusionalnya di Tabel 3.kebutuhan rohani dan jangka panjang.--BARANG---------MARKET CHOICE JASA (SATISFACTION) ---> 7pembentukan civil service --->12pembuatan kebijakan publik --->13pengadaan public goods *empowering --->14pembentukan public actor --->15pemberdayaan (enabling.-----CIVIL-–----acting---------CIVIL------| | | VIDU RIGHTS action SERVICES | | | | | | | | | | | | | | 8 | | | | KESEMPATAN dan HARAPAN (HOPE) | | | | PELANGGAN UNTUK MENJADI KONSUMER. Pemenuhannya bercabang. Pikiran ini dideduksi dari Ontologi Pemerintahan di atas. ada yang melalui private choice (pasar). Teori Kebutuhan.

h. Ia adalah makhluk sosial. bermakna). 4 Sesi Empat TEORI GOVERNANCE Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendirian. udara segar. Maka berbahaya jika orang memilih (membeli) tanpa mengetahui apa yang sesungguhnya dia butuhkan. Referensi: Book Two Walter Lippmann The Public Philosophy. dan pemenuhannya sebagai kewajiban negara. makhluk bermasyarakat. Penjelajahan pokok bahasan ini dimulai filsafat HAM sampai pada Teori Maslow dan teori-teori lainnya di lingkungan MSDM. Tetapi pada saat orang berniat dan berkesempatan memilih dan menetapkan makan apa atau makan siapa dan kapan. Untuk bisa hidup. Pada dasarnya. kedamaian. Itulah sebabnya kebutuhan dasar itu diposisikan sebagai hak asasi manusia. Bagian Dua Bab VI Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. Dalam masyarakat. tetapi kebutuhan di ruang kemanusiaan. 2006. dan sebagainya. Bab 4 Kybernologi 2003. Sesi ini mempelajari pokok bahasan sebagai berikut: 1. Buah interaksi itu Menurut Pasal 3 Deklarasi Umum Tentang Hak-Hak Asasi Manusia. nilai diperoleh langsung 195 . Interaksi antar kekuatan-kekuatan itu 3. Bab V Kybernologi Sebuah Metamorphosis.Gambar 8 Teori Kebutuhan Kebutuhan perlu dibedakan dengan kepentingan. Lihat Gambar 4. manusia membutuhkan alat atau bahan yang mendukung kehidupannya. Jadi kepentingan itu subjektif. dan Keselamatan Sebagai Individu” warga suatu masyarakat. tetapi tidak dapat dan tidak mungkin ia dibebani KAM (kewajiban asasi) pada saat yang sama. 2008. seperti makanan. 1956. 2005. Pada zaman dahulu kala. “Setiap Orang Berhak Atas Kehidupan. ketertiban. 84). Alat atau bahan seperti itu disebut bernilai (bermanfaat. Semua orang membutuhkan makanan. Kepentingan itu berada di ruang politik. lebihlebih kebutuhan dasar (asasi) bersifat objektif. keadilan. Perlu dikemukakan bahwa manusia (setiap orang) memiliki HAM begitu ia terbentuk dalam rahim ibunya. Kebebasan. manusia secara sadar menggunakan lingkungannya untuk hidup. maka dasar pertimbangannya adalah kepentingan. kebutuhan. berguna. Dia dapat terbebani KAM seiring dengan kemampuannya untuk bertanggungjawab. Bab 2 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. minuman. Kekuatan-kekuatan yang menggerakkan dan mengarahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan hidupnya 2.

wasit (penjaga dan distributor nilai. SKK). Konflik sosial yang berlarut-larut yang merusak masyarakat itu sendiri sering terjadi. Usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan nilai di dalam suatu masyarakat. Oleh sebab itu. dan jika perlu dipaksakan dengan kekuatan bahkan kekerasan. Sayang sekali. kontrol di hulu dilakukan oleh masyarakat (SKS) dalam kapasitasnya sebagai konstituen. Tetapi karena kekuasaan itu hanya alat. kekuasaan harus dikontrol. ia pada hakikatnya tidak dapat dan tidak mau mengontrol dirinya sendiri. Pada dasarnya. Kekuasaan dikontrol di hulu (input).” demikian kearifan sosial kita. SKS).dari alam. Kualitas sumberdaya. Ada masyarakat yang memiliki nilai dalam jumlah besar (sangat kaya) dan ada yang nyaris tidak memilikinya (sangat miskin). timbul masalah. Siapa atau lembaga apa yang berfungsi mengontrol kekuasaan di hilir? “Jangan beli kucing dalam karung. penggunaan teknologi. Pembangunan berfungsi membentuk nilai. Pelaku atau pemeran SKK adalah pemerintah (government). jadi termasuk SKE. peletakan Studi Pembangunan dalam Fakultas Ekonomi. Tetapi rupanya kesepakatan saja tidak cukup. dan kemampuan mengolahnya berbeda-beda dan tidak merata. menambah dan mencipta nilai melalui kerja. agar bisa menghasilkan nilai maksimal tanpa merusak sumbersumber itu sendiri. di tengah (proses) dan di hilir (output dan outcome). Untunglah. dan penonton (pelanggan nilai dan pemikul biaya. SKK berperan (berfungsi) mengontrol sumber-sumber dan pengelolaannya. Upaya penegakan sebagian norma-norma sosial tersebut melahirkan subkultur lain yang disebut subkultur kekuasaan (SKK). ibarat pertandingan bola: pemain (produksi nilai. Pemangku kekuasaan cenderung menempuh jalan pintas yang disebut korupsi. SKE). ditegakkan. membangun subkultur masyarakat yang disebut subkultur ekonomi (SKE). dianggap tepat. “Pembeli kucing” yang membuka karung pada saat transaksi terjadi (di hilir) adalah masyarakat dalam 196 . distribusi (pemilikan). Kontrol di hulu melalui pembedaan dan pembagian fungsi. SKE berfungsi membentuk. Norma-norma sosial perlu ditaati. sehingga pada suatu saat di mana-mana terdapat ketimpangan (kesenjangan). dan penciptaan. kesempatan. mudah menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan kekuasaan dan dirinya sendiri. Kondisi ini oleh naluri kemanusiaan dan persaudaraan dianggap tidak adil. Alat kontrol SKK di hulu adalah konstitusi. Bisa dibayangkan betapa kacau pertandingan manakala wasit merangkap sebagai pemain! Dalam hubungan itu. untuk kemudian diredistribusi kepada warga masyarakat berdasarkan asas keadilan sosial. Dalam sistem dan budaya demokrasi. masyarakat memiliki naluri penyesuaian dan penyelamatan diri melalui berbagai cara untuk mengatasi masalah di atas. tetapi lama-kelamaan harus melalui usaha pengolahan sumberdaya. antara lain dengan membuat dan menyepakati norma-norma sosial yang mengatur perilaku warga masyarakat sehingga ketimpangan nilai semakin berkurang dan rasa keadilan sosial antar warga masyarakat meningkat.

Interaksi antar tiga subkultur itu disebut pemerintahan (governance). pembuat aturan itu adalah masyarakat juga tetapi dalam kualitasnya sebagai konstituen. maka pemerintahan yang bersangkutan disebut good governance. Sudah barang tentu.kualitasnya sebagai pelanggan. Dalam proses pemerintahan. sementara good governance. Walaupun Teori Kinerja merupakan bagian Teori Governance.| | | ---------------------------------------------| | 3 nilai jawaban | | 4 6 | | | -----------------------------------MASYARAKAT----------------------------------- Gambar 9 Pemerintahan (Governance): Interaksi Antar SKE. Jika tidak.ke| | SKK | | | | 2 | | hormatan | | 5 | | | SUMBER| | 1 | | | | | SUMBER | | DPR DPD | | | | | | MEWAKILI MEWAKILI | | | | | | KONSTITUEN PELANGGAN | | | berva| | | | | | | riasi | | PEMILU | | | | | | | | | | | | | | | SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR SUBKULTUR | | EKONOMI-------KEKUASAAN-------SOSIAL-------KEKUASAAN------| | (SKE) (SKK) (SKS) (SKK) | | | | | | | | | | | | pemba| | | | | | | ngunan | | | | | | | | | | | | | | | | nilai | | redistribusi | | pertanggung. bukan “kepemerintahan. dan SKS Angka-angka Menunjukkan Rute Pemerintahan 197 . Jadi masyarakat berfungsi mengontrol SKK di hulu melalui pembuatan peraturan. -------------------------------------------------------------------------------| | | janji vote.trust. di hulu) yang menyatakan bahwa penjual harus membuka karungnya dan memberi kesempatan kepada pelanggan untuk memeriksa isinya. Seperti dikemukakan di atas. Jika kinerja pemerintahan itu berkualitas good.hope monev kinerja rute 4 | | ---------------------------------------------| | | penepatan | | mandat. output. ada aturan (konstitusi.” Interaksi itu menghasilkan kinerja pemerintahan. governance adalah input. jauh sebelum ada larangan itu. bad governance. Usaha masyarakat untuk berperan mengontrol SKK di hulu dan di hilir. Konsekuensinya. di tengah dan di hilir melalui pemantauan dan evaluasi proses (throughput) dan output/outcome interaksi (monev). masyarakat menuntut pertanggungjawaban SKK atas penyelenggaraan fungsifungsinya. Kepercayaan masyarakat kepada SKK bergantung pada pertanggungjawaban tersebut. yang berdampak pada tingkat kepercayaannya kepada pemerintah. membentuk subkultur sosial (SKS) di dalam masyarakat. SKK. pokak bahasan itu diuraikan setelah Teori Pelayanan.

BESTUURSWETENSCHAP & BESTUURSWETENSCHAPPEN DENGAN MENGGUNAKAN KACAMATA KEMANUSIAAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) DAN LINGKUNGAN DI BUMI INDONESIA BANGUNAN UTUH.Terbentuknya governance suatu masyarakat. Interaksi berulang dan terjadi di mana-mana antar subkultur masyarakat membentuk fenomena pemerintahan. di negeri asalnya yaitu Belanda. PENDEKATAN MENGGUNAKAN KACAMATA KEKUASAAN/ KEWENANGAN sudut pendekatan PENDARATAN BESTUURSKUNDE. sekitar medio abad yang sama didaratkan pada sudut Ilmu Politik.” demikian van de Spiegel sebagaimana dikutip oleh G. tanpa merugikan orang lain secara tidak sah. DAN DIBERI NAMA KYBERNOLOGI sudut pendaratan FENOMENA PEMERINTAHAN RUANG PENDARATAN BERSAMA SEMUA PENELITIAN 198 . Bestuurskunde (Belanda besturen) yang kemudian berkembang menjadi Bestuurswetenschap dan Bestuurswetenschappen. Bestuurskunde yang masuk di Indonesia sejak awal abad ke-20. landasan bersama. sehingga sampai sekarang apa yang disebut “Ilmu Pemerintahan” oleh banyak kalangan dianggap (hanya) merupakan salah satu kajian Ilmu Politik. atau sebagian aksiologinya. Van Poelje dalam bukunya Algemene Inleiding tot de Bestuurskunde (1953). tidak mendarati fenomena pemerintahan pada sudut kekuasaan. Ilmu Politik misalnya mendarat pada sudut kekuasaan. Setiap pengkajian (penelitian) mendarat pada sudut yang berbeda-beda yang disebut objek forma pengkajian. objek materia bersama) berbagai ilmupengetahuan. antara lain (1) sejarah. Jadi sejak awal. beserta karakteristiknya. DUA. dan (3) tradisi atau Weltanschauung masyarakat yang bersangkutan. & TIGA. baik secara alami. tetapi pada sudut manusia: “Ilmu Pemerintahan adalah ilmupengetahuan yang bertujuan memimpin hidupbersama manusia dalam mengejar kebahagiaan yang sebesarbesarnya lahir dan bathin. Fenomena itu merupakan kancah pengkajian bersama (common platform. dipengaruhi oleh beberapa faktor. HASIL REKONSTRUKSI BUAH PENDARATAN. A.BERDERAJAT AKADEMIK STRATA SATU. maupun berencana. (2) posisi dan kondisi geografik. Landasan bersama itu mempunyai banyak sudut (sudutpandang). LENGKAP.

SKE--------|--------->SKK----------|-------->SKS------| pemain | | | penonton | | | | wasit | pelanggan | | | | | | | mengontrol SKK | | | ----------|-|---------di hilir | | pembangunan | | | | | | | meredistribusi | | | membentuk.-----yanan civil. -----| | | | mencipta nilai pelayanan public | | | | 1 (inc. Dua Cara Pendekatan Terhadap. dan Pendaratan Pada Fenomena Pemerintahan Bestuurswetenschap itu lahir di sudut (ke)manusia(an). Bangunan (body-of-knowledge. Bencana nasional yang terjadi pada tahun 1965 membawa kesadaran baru bahwa ada yang tidak beres dalam penyelenggaraan negara. dan Bestuurswetenschappen di Indonesia pada sudutpandang yang berbeda. yaitu habitat yang ----------------------| NEGARA | 2 3 -----mengontrol---------mengontrol-----| memberdayakan | | membayar | | | | | | | sumber-sumber | | | | mengontrol SKK | | | | | di hulu | | | constituent -----.KONSTRUKSI HASIL PENDEKATAN KACAMATA KEKUASAAN/KEWENANGAN TERHADAP FENOMENA PEMERINTAHAN DISEBUT “ILMU PEMERINTAHAN” SEBAGAI BAGIAN ILMU POLITIK Gambar 10 Fenomena Pemerintahan. Bestuurswetenschap. Kesadaran baru ini mendorong usaha pendaratan-kembali Bestuurswetenschap. | | nilai via pela| | | |----meningkatkan. tidak pada kekuasaan seperti di masa lalu tetapi pada (ke-) manusia (-an).pemberdayaan) | | | | 4 | | | | MASYARAKAT | | | | | | | ------melayani-------5---------pasar-------| 199 . bukan di sudut kekuasaan. BOK) Bestuurswetenschap di masa itu di negeri asalnya berderajat akademik tertinggi sehingga kepada lulusan program pendidikannya dianugerahi gelar Doktor.

tidak gegap. pemerintahan sama dengan policy making + policy implementation. Gambar 9 berawal pada Gambar 4 tentang interface antara konsep Manusia dengan konsep Negara. Pembangunan itu sendiri berada di dalam policy implementation di ruang SKE.| | | | | | ---------------------------feedback--------------------------6 MANUSIA Gambar 11 Teori Pemerintahan (Governance): Interaksi Antar Tiga Subkultur Melalui 6 Rute Subkultur Ekonomi (SKE). Bestuurswetenschap. Secara formal. “Pemerintahan” Daerah dalam hubungan itu setara dengan local governance. dan SKS. local government) bersama DPRD adalah penyelenggara pemerintahan Daerah. Inggeris steering. dan merekonstruksi hasil-hasilnya. sedangkan Rute 6 feedback ke. 3 dan 4. dan Subkultur Sosial (SKS dgn kualitas Sebagai Pelanggan dan Constituent) yang Disebut juga Subkultur Pelanggan (SKP) melahirkannya di negeri asalnya. tidak pada sudutpandang kekuasaan. Kybernologi adalah bangunan pengetahuan (body-ofknowledge) hasil rekonstruksi buah pendaratan Bestuurskunde. Di sana dinyatakan bahwa Pemerintah Daerah (Kepala Daerah dan jajarannya. Kebijakan otonomi Daerah berdasarkan UU 32/04. tetapi pasti. Dalam Gambar 9 terlihat juga bahwa konsep pemerintahan lebih luas daripada konsep pembangunan pemerintahan. SKK. Subkultur Kekuasaan (SKK). Di bawah konteks pemerintahan daerah. dan pengaitannya dengan sudutpandang lain yang berbeda. Gambar 11 menunjukkan 5 rute dasar interaksi antar tiga subkultur. mengemudi. Hasil rekonstruksi buah pendaratan itu pada tgl 8 Mei 2000 diberi nama Kybernologi (dari bahasa Greek kybernán. sesuai dengan teori ini. Konsep governance lebih luas ketimbang konsep government. Interaksi antar subkultur masyarakat melalui tiga terminal. diberi akhiran –logy. Interface itu membentuk ruang Masyarakat. -logi) dan diluncurkan oleh Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) di Jakarta pada tgl 22 Mei 2003. Pasal 1 butir 2. Policy implementation dapat dibedakan dengan policy implementation monitoring and evaluation. terlebih setelah bencana nasional tahun 1998. dan Bestuurswetenschappen di bumi Indonesia pada sudutpandang kemanusiaan. Belanda besturen. yaitu SKE. disusul bencana nasional 2004-2005. Tabel 2 Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ----------------------------------------------------------------------------- 200 . and feedback. Lintasan gerak dari terminal ke terminal disebut rute. Rute 5 menunjukkan rute pelayanan pasar. Rekonstruksi tersebut berlangsung senyap.

| | SKK di hulu via UU | | jakan & impl.Gambar 9 itu. Hasil evaluasi dijadikan masukan ke dalam Rute 3. Dalam Teori Governance juga termasuk Teori Hubungan Pemerintahan (governance relations). men. me| | memberdayakan.| | meredistribusi<-. Dengan memasukkan konsep stakeholder (Bab I Kybernologi ---------------------| NEGARA | | | SKK mengontrol SKS sbg konsti---dan memberdaya-----tuen mengontrol--| kan SKE via kebi.SKE---------|-------->SKK----------|----->STAKEHOLDER----| ”pemain” | | | ”penonton” | | | | ”wasit” | | | | | | | | | | SKS sbg PELANGGAN | | | | | | | mengontrol SKK via | | pembangunan | | | | monev & feedback | | | | | | | di hilir | | | ---------|-|---------| | | | | | 5 | | | | membentuk. petarung | | | | | SKS “BANDAR” -----.nya | | dan PERDA | 2 | | | | 3 | | petaruh.PENGATURAN PENGURUSAN MONEV DAN FEEDBACK LOCAL GOVERNANCE ----------------------------------------------------------------------------1 DPRD -DPRD DPRD PEMERINTAH -LOCAL GOVERNMENT DAERAH (LOCAL GOVERNMENT) ----------------------------------------------------------------------------2 KEPALA DAERAH dalam interaksi. | | | | 1 ningkatkan. Teknik penampilan rute feedback tidak terlihat pada Gambar 11 melainkan pada Rute 6 Gambar 9 sebagai masukan buat Rute 1. Sepanjang Rute 5 pada Gambar 11 dilakukan pemantauan dan evaluasi redistribusi nilai (Rute 4) berdasarkan standar yang telah ditetapkan melalui Rute 3.4 | | |---cipta nilai se-------nilai via pe| | | | cara berkelanlayanan civil & ----| | | | jutan pelayanan publik | | | | | | | | | | | | MASYARAKAT (PUBLIK) | | | | | | | -------melayani----------------pasar---------| 201 . pertanggungjawaban SKK terhadap hasil evaluasi kinerja dijadikan masukan ke dalam Rute 1. Di sana jelas.

pelangganlah yang merupakan stakeholder masyarakat. Dilihat dari sudut ini. Dalam Teori Governance terlihat hubungan antara government dengan governance (masyarakat. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. dan 4 dan Pembangunan. 2009). Dalam sesi ini dipelajari pokok bahasan sebagai berikut: 1.| | | | | | ---------------------------feedback-----------------------------MANUSIA Gambar 12 Stakeholder Pemerintahan (Hubungan Pemerintahan Antara Pemerintah (SKK) dengan Yang Diperintah (SKE dan SKS) Via Rute 1. 3. Siapa yang melayani 4. 2008. Hakikat pelayanan 2. pemerintah hanya petaruh dan petarung selama masajabatan lima tahunan belaka. 2. Proses pelayanan 202 . Dalam hubungan itu. bandarlah stakeholdernya. mengingat masyarakat belum berdaya dan belum otonom di bidang pembangunan. Referensi: Bab I Kybernologi Sebuah Rekonstruksi Ilmu Pemerintahan (2005). untuk sementara pembangunan diletakkan di ruang SKK. Bagian Pertama Bab 8 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. Bagian Tiga Bab V dan Bab XIV Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. 2006. yaitu hubungan pelayanan. 2005. pelanggan). penyerahan sebagian kewenangan negara (pusat) kepada masyarakat (daerah) dapat diartikan sebagai sebuah strategi privatisasi dari badan publik kepada badan privat. sehingga pembangunanpun secara bertahap tetapi pasti beralih ke ruang SKE. Standar pelayanan 5. Bab VI dan Bab VII Kybernologi Sebuah Metamorphosis. pembangunan oleh SKK adalah strategi pemberdayaan SKS sampai pada suatu saat peran ekonomi SKS otonom. Kendatipun pada hakikatnya pembangunan terletak dalam ruang SKE (Gambar 9). 2009 5 Sesi Lima TEORI PELAYANAN Sesi lima bermula dari Gambar 4 tentang interface antara Negara dengan Manusia. Bab I Kybernologi dan Pembangunan. berlanjut ke Gambar 9 dan 11. Siapa yang dilayani 3. Jika pemerintahan diibaratkan perjudian.

203 . Namun apa kemudian yang terjadi? Kenyataan menunjukkan bahwa dalam praktik politik. suara yang nilainya dianggap setara dengan Vox Dei. Lembaga. dan fihak terjanji berhak menagih janji. Sesuai dengan hukum perjanjian. tetapi juga lembaga yang terbentuk melalui pengangkatan (selection). yaitu penjanji dan terjanji. kepada calon pemangku kekuasaan yang dipilihnya. dan sebangsanya). Suara itulah yang membentuk dan memberika kekuasaan kepada fihak yang terpilih. dan seterusnya. Polri melayani setiap orang yang memerlukan perlindungan dan keamanan. fihak terjanji berhak menagih janji yang dijanjikan oleh penjanji. Sebab semuanya terikat pada sumpah masing-masing. Jika tidak. Pada saat pemilu itu pulalah terbentuk dua fihak. kepelangganan rakyat dikaitkan dengan politik standardisasi pelayanan kepada rakyat. eksekutif. judikatif. Warga masyarakat disebut pelanggan negara karena warga telah membayar janji-janji yang ditawarkan kepadanya pada saat pemilu melalui berbagai cara dan alat. karena pemilih (terjanji. vote) untuk memilih. pelayanan (termasuk pemberdayaan) tidak lain dan tidak bukan adalah proses penepatan (pemenuhan) janji (perjanjian). Ketika konsep rakyat (people) direinvent pada akhir dekade 90-an (Bab 3 Kybernologi.” Wapres Amerika Al Gore meletakkan kepelangganan dalam hubungannya dengan “Standard for Serving The American People. Dalam Kybernologi. dan tidak diikat oleh sanksi yang efektif. 2003). yaitu pemberian suara (Vox Populi. Demi stabilitas politik! Lebih-lebih jika perjanjian tidak mempunyai kekuatan hukum yang cukup untuk ditagih. Fihak yang dilayani adalah pelanggan. MA melayani setiap orang yang mengejar keadilan. Inilah hakikat pelayanan.” (7 September 1993).” perjanjian cepat terlupakan. Sumpah adalah bukti masalalu dan janji masadepan. begitu selesai apa yang disebut sebagai “pesta demokrasi. baik badan lebislatif. DPR misalnya melayani seluruh rakyat yang diwakilinya. Fihak penjanji (yang terpilih) dengan fihak terjanji (pemilih) terikat perjanjian secara sah. penjanji harus memikul risiko dan konsekuensi! Bertolak dari Gambar 4 di atas. yang dimaksud dengan fihak yang melayani di sini adalah semua lembaga negara. maka pemilih sudah kehilangan suaranya (untuk menagih janji) dan sudah tidak memiliki suara lagi (untuk memperjuangkan penepatan janji yang bersangkutan). Bukan hanya lembaga yang terbentuk melalui pemilihan (election) . Fihak yang berjanji wajib melayani fihak terjanji. dan jika tidak. janji harus ditepati. Badan. pelanggan) telah memberikan suaranya (dalam pemilu). Dalam laporan berjudul “Putting Customer First. Yang terus-menerus diingat adalah. dan state auxiliary bodies (Komisi. Karena terjanji sudah membayar di muka.Lima pokok bahasan tersebut tercakup dalam penjelasan berikut ini. maka menurut pemikiran kybernologik. dengan harga yang sangat tinggi.

maka. manajemen dan administrasi publik Indonesia dikuasai oleh parpol dengan kepentingannya masing-masing. pelanggan adalah orang beruang. tetapi tidak. . Dengan perkataan lain. kelas menengah ke atas. muka dibenah. ruang Ilmu Pemerintahan) dan private choice (market service. .” melainkan “Ya. kelas NEGARA------>PRODUK------>PELANGGAN | | --------------------| | BERDAYA TAK BERDAYA | | | | KONSUMER KORBAN | --------------------| | DIBERDAYAKAN TAK DIBERDAYAKAN | | | | KONSUMER MANGSA | ----------------------------| | DISELAMATKAN TAK DISELAMATKAN | | | | *jika penyelamatan KORBAN* DIMANGSA. . civil service. . . . Lebih jauh pemikiran kybernologik menyatakan bahwa setiap kebijakan adalah (berisi) perjanjian. Kualitas pelayanan di sektor publik dan civil harus dibedakan dengan kualitas pelayanan di sektor privat dan bisnis. . | DIKORBANKAN korban jadi konsumer --------------------- 204 . penjanji wajib mempertanggungjawabkan janji-janjinya kepada fihak terjanji. cermin dibelah. bilamana kegoncangan itu digunakan oleh semua fihak untuk “ngaca:” “Buruk muka. tapi. dan oleh sebab itu wajib dipertangggungjawabkan oleh pembuat dan implementor kebijakan. ” Perlindungan dan pemenuhan kebutuhan manusia dan masyarakat melalui public choice (public service. . Di sektor privat dan bisnis. seperti yang diperkirakan bisa terjadi pada epilog kasus bailout Bank Century (2010).pelanggan (terjanji) berhak (memiliki suara) untuk memperjuangkan (memaksakan) tertepatinya janji itu dengan cara yang seharusnya (sudah) disepakati bersama pada saat terjadinya perjanjian. . Pertanggungjawaban tersebut memang bisa membuahkan goncangan dan ketidakstabilan politik yang dikhawatirkan berdampak negatif pada keberlanjutan ekonomi dan pembangunan.” jangan “Buruk muka. ruang Ilmu Ekonomi). DISANTAP juga memberdayakan. terlebih karena birokrasi.” Jangan “Ya.

“no price. posisi pelanggan relatif kuat. hubungan antara penjual dengan pelanggan terikat perjanjian yang mengikat. karena oleh penjual melayani Tabel 3 Pelayanan Publik dan Pelayanan Civil --------------------------------------------------------------------------------DIMENSI PELAYANAN PUBLIK PELAYANAN CIVIL --------------------------------------------------------------------------------1 DASAR Pasal 33 (2) UUD 45 Public Choice Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kewenangan Negara Jangka pendek Lapisan/Kelompok Masyarakat sebagai pelanggan Fihak YD Menyesuaikan diri dgn Kondisi Fihak YM Semakin berkurang dengan semakin majunya masy. memiliki banyak pilihan. baik kualitas maupun kuantitas dan kesebarannya Tidak dibebankan langsung kpd fihak YD. mampu memilih yang terbaik. Civil Rights. Constitutional Rights. “Artis” pemerintahan a Monopoli Negara dan tidak dapat diprivatisasikan b Antisipatif berdasarkan asas Manajemen Bencana yaitu Waktu = Nol (langsung action. Conventions Melindungi. Hubungan antara penjual dengan pembeli relatif setara. Menyelamatkan Manusia dan Lingkungannya Kewajiban Negara (Gambar 4) Jangka Panjang Individu pribadi sebagai pelanggan.” dibiayai oleh Negara 2 TUJUAN 3 STATUS 4 VISI 5 YANG DILAYANI (YD) 6 SIKAP 7 PROSPEK 8 HARGA BIAYA 9 PELAKU (YM) 10 SIFAT Civil Servant. dapat dibebankan kepada fihak YD Aktor pemerintahan a Monopoli Negara tapi dpt diprivatisasikan b Lebih normatif Kualitas pelayanan terdapat dlm dasar hokum pelayanan ybs Bergantung pada kemampuan dan kesempatan pelanggan menggunakan layanan Pelanggan Percaya Kendatipun Ybs Kecewa Human Rights. korban dan mangsa Fihak Yg Melayani (YM) menyesuaikan diri dgn YD Semakin meningkat. dan risiko dapat dialihkannya ke fihak penanggung atau penjual.| DIBERDAYAKAN | | KONSUMER | TAK DIBERDAYAKAN | | MANGSA Gambar 13 Teori Pemberdayaan (Pelayanan) yang bebas memilih. tak ada waktu utk mencari dan menyiapkan “the 6M”) Bergantung pada acting dan action civil servant dan “artis” pemerintahan Korban/Mangsa Berpengharapan Dalam Ketidakberdayaannya 11 FAKTOR 12 KUALITAS TERTINGGI 205 . Diusahakan serendahrendahnya.

” dan hak-kewajiban pelanggan jaih-jauh hari telah dilindungi UU 8/99. dalam hal ini pemerintah. bukan janji Sekarang. maka di satu sisi. dalam Teori Pemberdayaan (Manusia dan Masyarakat) terletak Teori Pelayanan. Teori Kerja. . . lebih-lebih karena pelanggannya adalah kaum miskin bahkan “sampah masyarakat. pendidikan. . keadilan. Di dalam Teori Pelayanan termasuk Teori Pemberdayaan. keamanan. bukan nanti. Sementara itu bagaimana halnya pelanggan di sektor publik dan civil? Kebalikan dari pelanggan sektor privat dan bisnis di atas. kedamaian. kalaupun ada sangat mahal atau sangat berat. Negara tidak layak menjanjikan kepuasan kepada pelanggan layanan civil dan layanan publik. ---------------------------------------------------------------------- pelanggannya seperti raja. Tetapi untuk Indonesia bisa terbalik. dan pemeliharaan. maka perlu diingat bahwa tidak merasa sakit belum tentu sehat. Pelanggan sektor publik dan civil nyaris sepenuhnya dalam segala hal bergantung pada Negara. dan Professionalism. mereka tetap percaya kepada Negara dan pemerintah. Inilah standar pelayanan. dan melihat adanya perubahan dan kemajuan yang konsisten ke depan. jadi penjual wajib “membuka karungnya. kepercayaan masyarakat kepada negara dan pengharapan manusia terhadap masadepan bisa terbentuk dan terjaga. Jika pelayanan itu diibaratkan penyembuhan penyakit. jika “meManusiakan manusia” (memulihkan atau mengembalikan Manusia ke dalam fitrahnya semula) dipandang sebagai pemberdayaan.13 MASALAH Bagaimana 14 SOLUSI supaya masyarakat percaya sementara mereka kecewa? Info tanpa kebohongan. Biayanya sangat besar. pertanggungjawaban (responsibility) Supaya dalam diri korban tumbuh asa sementara ia tidak berdaya? Reformasi sepenuh hati Bukti. pertama karena di dalam ruang dua pelayanan itu tidak ada pilihan. dan walaupun mereka tidak berdaya. Orang kaya sekolah dan berobat di luar negeri.”. Kepuasan pelanggan tidak dapat dijadikan kualitas pelayanan publik dan pelayanan civil. melainkan pertanggungjawaban sedemikian rupa sehingga kendatipun pelanggan kecewa. menerima) pertanggungjawaban pemerintah. Program pelayanan seperti kesehatan. dan lapangan kerja. Careerism. Oleh sebab itu. tidak layak dijadikan sumber pendapatan negara atau daerah. Menyehatkan berarti mencegah penyakit. kemerdekaan. Oleh sebab itu. dan kedua karena dalam kekecewaan dan ketidakberdayaan sekalipun. . dan mencegah selalu lebih baik 206 . jika saja masyarakat (bisa) memahami (mengerti. di pasar berlaku semboyan: jangan beli kucing dalam karung. kepuasan layak dijadikan kualitas pelayanan pelanggan sektor privat dan bisnis. Pelayanan adalah proses membelanjakan uang. mereka tetap berpengharapan di masa depan (Tabel 3).

Konsekuensi definisi Kybernologi. 2007. 2005. 2005. 2007. Adapun perbedaan antara pelayanan civil dengan pelayanan publik terlihat dalam Tabel 3 dan Tabel 4). BERKUMPUL. tidak terpotong-potong oleh masa jabatan atau periodisasi rezim. Sebelum Amandemen) --------------------------------------------------------------------------KEBUTUHAN PASAL --------------------------------------------------------------------------TELAH DINYATAKAN SECARA JELAS. Bab 11 Kybernologi dan Kepamongprajaan. Bab V Kybernologi Sebuah Metamorphosis. maka menelan obat tiga hari berturutturut tetapi sesudah itu terhenti. Bab 5 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. WALAUPUN BELUM SEMUANYA DIIMPLEMENTASIKAN TASIKAN: 1 2 3 4 5 HAK/PENGAKUAN SEBAGAI SOVEREIGN (VOTER/VOTING) PENGAKUAN SEBAGAI JIWA DAN SEBAGAI WARGA NEGARA KEBERSAMAAN KEDUDUKAN DI DEPAN HUKUM (KEADILAN) PEKERJAAN DAN PENGHIDUPAN YANG LAYAK KEMERDEKAAN BERSERIKAT. 2008 6 207 . Pelayanan kepada manusia adalah pelayanan jangka panjang. pelayanan berkelanjutan. pelayanan pemerintahan merupakan pelayanan yang terus-menerus. Jadi di sisi lain pelayanan harus diarahkan pada pemberdayaan. Tabel 4 Layanan Civil Berdasarkan UUD 1945 (Naskah Asli. Resep dokter diambil sebagai ilustrasi. KEKUATAN HUKUM 3 PERLINDUNGAN 4 KESELAMATAN 5 CONSUMERISM (bukan konsumtif!) dan sebangsanya -------------------------------------------------------------------------------1 (2) 26 27 (1) 27 (2) 28 29 (2) 31 (1) 34 Referensi: Bab III Kybernologi Sebuah Rekonstruksi Ilmu Pemerintahan. tidak ada gunanya sama sekali. 2008. Bab I Kybernologi Sebuah Charta Pembaharuan.ketimbang mengobati. Jika dokter memberikan 15 butir obat untuk lima hari (3 x 1 butir per hari). Bab III Kybernologi Sebuah Profesi. MENGELUARKAN PIKIRAN 6 KEMERDEKAAN UNTUK MEMELUK AGAMA 7 PENGAJARAN 8 PEMELIHARAAN FAKIR MISKIN DAN ANAK TERLANTAR TIDAK/BELUM DINYATAKAN SECARA JELAS: 1 KEBEBASAN MEMILIH 2 KEPASTIAN HUKUM.

performance terlihat lebih sebagai proses ketimbang sebagai output. dengan demikian. ----->LINGKUNGAN--------membentuk------->GOVERNANCE-------| 3 faktor 3 subkultur | | | | keselarasan | keseimbangan | keserasian feedback MASYARAKAT dinamika | keberlanjutan | interaksi antar | tiga subkultur | | | GOOD evaluasi oleh KINERJA | ---.” Hal itu terjadi misalnya pada kata “kanti” menjadi “kinanti. atau dengan rumus K = P + H. Jika proses = cara. berpindah tangan. Setiap titik pada proses pemerintahan adalah hasil pemerintahan. tangible. properti). Kata itu berasal dari kata “kerja” ditambah sisipan “in” antara “k-” dengan “-e” menjadi “kinerja. Hasilnya dapat dijual-beli. perilaku atau acting. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kinerja Kosakata “kinerja” tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.” “rakit” menjadi “rinakit. kinerja pemerintahan lebih sebagai performance seperti di atas. Pada achievement yang diartikan (keber)hasilan. dan dimiliki (komoditi. Dalam hubungan ini. Lingua franca ini terbentuk sebagai padanan kata Inggris performance yang sebenarnya berarti tampilan atau penampilan. dan rumus yang berbunyi tujuan menghalalkan segala cara.” “reka” menjadi “rineka. di segala bidang tidak dibenarkan.” “ganjar” menjadi “ginanjar. di sektor bisnis.” dan sebagainya. tujuan tidak terpisahkan dari caranya.or GOVERNANCE<------pelanggan------GOVERNANCE<-------BAD Lingkungan Masyarakat (faktor pembentuk governance): 1 sejarah 2 lokalitas dan kondisi dan posisi geografik 3 Weltanschauung masyarakat 208 . Tetapi di sektor pemerintahan.Sesi Enam TEORI KINERJA Sesi ini mempelajari beberapa pokok bahasan sebagai berikut: 1. Konsep kinerja pemerintahan 3. proses dapat dibedakan dengan hasil. dibawa pulang. dan hasil = tujuan. Konsep kinerja 2. Kualitas dan evaluasi kinerja 4. Jadi kinerja pemerintahan (K) sama dengan (=) proses (P) dan hasil (H)nya.

naik-turun dan maju-mundur (NT-MM). Teori ini terkait dengan Teori Governance dan Implementasi Kebijakan. Jika kinerja interaksi antar tiga subkultur governance berkualitas good. kesinambungan. dan kondisi interaksi antar tiga subkultur tersebut menurut rute sebagaimana ditunjukkan oleh angka 1 sd 6 pada Gambar 9 dan Gambar 11 di atas. jika prosesnya dapat dipertanggungjawabkan. dan naik-turun. Bab III Kybernologi Sebuah Profesi. fluktuatif). diterangkan melalui Teori Kinerja. kinerja governance bisa dikualifikasi good (Tabel 3). bagaimana supaya kinerja governance itu good. Apa yang dimaksud dengan good governance.Walaupun output atau outcome pelayanan (kinerja pemerintahan) mengecewakan. maju-mundur. agar keberhasilan yang satu tidak merusak tetapi sebaliknya mendukung keberhasilan yang lainnya 2. maka governance itu disebut good governance. Keberlanjutan dalam hubungan itu pada gilirannya bergantung pada 1. dan timbul-tenggelam (NT. Pemerintahan yang keberlanjutan 209 . Keseimbangan yaitu tingkat bargaining power dan keluasan pengambilan kesempatan berperan yang relatif sama antar tiga subkultur apada suatu saat. keterusberlangsungan). Perlu diingat bahwa PIP IPDN/IIP terletak di sini. Kinerja harus distandardisasi (ref. Keselarasan yaitu tingkat ketepatan waktu dan arah tiga subkultur pada tujuan bersama jangka panjang. Kualitas kinerja pemerintahan bergantung pada kondisi tiga subkultur satu dibanding dengan yang lain. yang berarti hasilnya juga dapat dipertanggungjawabkan. 2007). Keserasian yaitu tingkat empati (empathicability?) sikap dan harmoni kinerja tiga subkultur yang berbeda-beda. MM dan TT).Gambar 14 Model Dasar Teori Kinerja Kualitas kinerja diidentifikasi melalui definisi kinerja di atas. Pada Gambar 14 hal itu bergantung pada tingkat 1. Dinamika yaitu tingkat kecepatan dan ketepatan perubahan (adaptabilitas) hubungan antar subkultur dari kondisi heterostasis ke homeostasis dan sebaliknya/selanjutnya 5. sesuai dengan hukum rantai yang menyatakan bahwa kekuatan sebuah rantai sama dengan kekuatan matarantainya yang terlemah 3. maka di antara 5 variabel itu keberlanjutanlah yang terpenting. Grafik kinerja bisa naik-turun (NT. yaitu tingkat kelancaran proses jangka panjang interaksi antar tiga subkultur sesuai dengan norma (standar) yang (telah) disepakati bersama Mengingat pelayanan kepada manusia adalah playanan jangka panjang. pada suatu saat 4. Keberlanjutan (kelestarian.

perilaku ditimbang disepakati -->ENTITAS-------->KUALITAS--------->NILAI-------------->NORMA | RAGA bisa dipaksakan (N) | | | | | feedback N<H dievaluasi ditegakkan (diatur | 210 . Konsekuensi politik pembangunan jangka panjang Evaluasi kinerja governance tidak seperti evaluasi politik yang berorientasi kepentingan rezim dan masajabatan lima tahunan. Tiga macam nilai: nilai intrinsik (objektif). entitas itu adalah apa saja. 2006. Bahan pembelajarannya meliputi pokok-pokok bahasan sebagai berikut: 1. 2009 7 Sesi Tujuh TEORI NILAI Sesi ini salah satu sesi yang berat. nilai ekstrinsik (subjektif). melainkan berorientasi pada pencapaian tujuan jangka panjang 20 tahunan sesuai dengan UU 25/04 tentang SPPN dan 17/07 tentang RPJP. Pada Gambar 15. Setiap tahun tiap kualitas dimonev. 2005. Konsep nilai 2. Bab I Kybernologi Sebuah Profesi. Nilai berada di dalam raga apa saja. Nilai adalah inti budaya. Apapun yang berguna atau bermanfaat bagi hidup dan kehidupan. Konstruksi hubungan antar kualitas.2. Teori dan konsep nilai selengkapnya terdapat dalam Bab III Teori Budaya Organisasi (2005). Bab II Kybernologi dan Pembangunan. Teori Visi Setiap unit budaya terdiri dari nilai dan raga. Referensi: Bab 4 dan Bab 6 Kybernologi 2003. 2007. tiap rezim mempunyai strategi yang mungkin berbeda) = 4 strategi. Raga itu terlihat pada kenampakan atau perilakunya (Gambar 15). kedelapan kepemimpinan. dan nilai ideal (abstrak). Bagian Pertama Bab 4 dan Bab 9 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. Pertama kesetiaan. Bagian Tiga Bab VIII Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. Jadi tingkat goodness-nya kinerja governance bergantung pada ethicality dan strategicality rezim lima tahunan. nilai. tetapi angka 91 disepakati sebagai norma minimal yang harus terpenuhi agar yang bersangkutan dapat dipromosi. disebut bernilai. dan norma 3. Pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang 20 tahun (goal) terdiri dari (20 : 5) = 4 babak (rezim. Sumber-sumber nilai 4. Misalnya PNS dengan 8 kualitasnya. Angka 90 adalah nilai kesetiaan.

Bisa terjadi. sehingga perlu dicari azas baru sebagai alternatif azas suara terbanyak yang sudah ada (Gambar 16). --------------------->FILSAFAT PEMERINTAHAN | | ASAS-ASAS (YANG ADA) | deduksi | ------------------------| | | | NORMA NILAI TERTULIS TIDAKTERTULIS | | | | ---------------| | | | | | | -->CUKUP TIDAK CUKUP | | | | | DIPERLUKAN | | NILAI BARU | ---DITEMUKAN<----UNTUK DIJA. kinerja seorang pejabat yang terpilih dengan suara terbanyak. yang dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih dan menetapkan prinsip (azas) sebagai sumber nilai hipotetik untuk diuji secara empirik. ternyata bad. dan Norma Identifikasi Nilai Secara Induktif Penemuan nilai secara deduktif bersumber pada Filsafat Pemerintahan yang berisi berbagai buah pikiran.---------------N=H<--------------HASIL--------------------N>H (H) atau dibudayakan) Gambar 15 Hubungan Antar Kualitas.<---------JADIKAN NORMA | | TIDAK DITEMUKAN | | -----------------DIPERLUKAN ASAS BARU Gambar 16 Identifikasi Nilai Secara Deduktif | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 211 . Nilai.

Pasal 1 butir 12 UU 25/04 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mendefinisikan visi sebagai “Rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Apakah yang dimaksud dengan “yang diinginkan” dalam definisi itu? Mimpi? Angan-angan? Simbol belaka? Atau sesuatu yang mengikat (formal). Apapun yang terlihat melalui pendekatan ini. dan visionary. Dalam governance SKE berfungsi (Gambar 9) menambah. angka 2). tiada tanding. “kondisi yang given” (takdir) dan relatif tidak dapat ber-(di-) ubah. atau membentuk nilai dari sumberdaya yang ada. berisi nilai intrinsik. Mengenvision (“melihat” dengan matahati dan mataiman) apa yang akan atau dapat terjadi 20 tahun ke depan. 1 kiri) terus berlanjut. sebagaimana adanya. itulah Visi (Gambar 17. apa bedanya visi dengan tujuan? Gambar 18 menunjukkan perbedaan itu. Pada saat sebuah BOK berdiri dan tiba saat penggunaannya. yg ditetapkan secara kearifan lokal sadar dan formal berda| sarkan idea dan visi 4 3 IDEA----------------------C--------------------->GOAL | S4R4 | b HARAPAN | | S3R3 | D 20 tahun E arah B MISI | S2R2 | | a MASALAH | | S1R1 | FAKTA SEKARANG-----------------A--------------------->VISI 1 dua puluh tahun 2 kecenderungan internal apa yg terlihat bila & eksternal.” “paling-. Konstruksi visi menurut Teori Visi seperti Gambar 17. apakah baik apakah buruk.” “tiada banding. Visi itu objektif. kondisi yg keadaan berjalan menutakberubah dan takbisa rut fakta sekarang diubah (takdir) (terminal 1) 212 .” dan sebangsanya. yang harus dicapai? Jika yang terakhir itu artinya. jika kondisi dan kecenderungan (arah perubahan) yang ada sekarang (Fakta. merawat. “ter-. Iklan pemikat. obsesi masy. deduktif. Envisioning dimulai juga dari Fakta tetapi bukan sisi “keberhasilan” sesaat (jangka pendek) tetapi sisi kecenderungan yang sedang berjalan (trend). Gambar 17. Ilmu itu amaliah dan amal itu ilmiah. ke dalam BOK dimasukkan nilai (ekstrinsik).” “satu-satunya. Goal (tujuan) adalah rumusan formal yang ditetapkan sebagai respons terhadap visi yang terlihat (penglihatan) jauh di depan.” Visi yang dibuat berdasarkan definisi itu selalu diberi nilai superlatif. dan menciptakan sumberdaya baru. Oleh sebab itu.Gambar 17 menunjukkan model identifikasi (terbentuknya) nilai secara induktif. Misi itu adalah jalan dan upaya mencapai KE DEPAN tujuan jangka panjang cita-cita. tidak seluruh BOK suatu ilmu bebas nilai.

dan kebijakan dan manajemen relatif tidak berlingkungan gantung pada SDA (land. pencemaran | dan pengrusakan merajalela. teknologi | ambang batas semakin dekat. Dari teori ini bersumber pokok-pokok bahasan berikut (sesi 10 dan seterusnya). pada SDA (lahan) pemborosan | daya dukung semakin merosot | (mendekati nol). soil) Gambar 18 Teori Sumberdaya.Gambar 17 Teori Visi Tujuan Jangka Panjang Berisi Nilai Ideal Melalui Envisioning Pemerintahan (Menggunakan Pola UU 25/04 dan UU 17/07) Kebijakan Jangka Panjang 20 Tahun (S strategi. mam| pu menggerakkan pembukaan | dan peralihan lapangan kerja | dari sektor primer ke sekun| der dan tersier | | | SDA<---------------------SDM<------------->SDB<--------| bangsa maju | | | | rehabilitasi dan konservasi kualitas SDM sabudaya SDA telah menjadi budaya. ngat bergantung mendukung kemerosotan daya dukung SDA pada ilmu dan teknologi diperlambat melalui politik teknologi. Hubungan Antar Sumberdaya Daerah 213 . sangat bergantung berarti | sebagian nonrenewable. Demikian pentingnya misi itu sehingga mendapat julukan mission sacre. sedangkan nilai itu sendiri termasuk di dalam sisi Axiologi BOK. | manusia semakin serakah dan transformasi budaya: bagai| brutal mana supaya sebelum daya| dukung SDA mendekati nol | kualitas SDM mendekati kua.-->| litas SDM bangsa maju. SDA--------------------->SDM-------------->SDB---------| Indonesia | | | | | | deposit semakin terbatas kualitas rendah. Oleh sebab itu. Sumberdaya adalah sumber nilai. Teori Sumberdaya termasuk Teori Nilai. R rezim 5 tahunan) tujuan yang telah ditetapkan.

seperti halnya sesi-sesi lainnya. 1957. dan tindaklanjutnya. ILMU ---KONSTRUKSI-BOK keberILMU ---TER. yaitu: 1.---------->TERTEN| | TENTU ---BAHAN BAKU-TENTU fungsian TU | | | | | | | | | | ----mencari---| | | | | | | memilih | FIL| EPISMETO. Bab 37 Kybernologi 2003. Bagian Tiga Bab VIII Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise (2006) dan Bab I Kybernologi Sebuah Profesi (2007). Bab III Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan (2010) 8 Sesi Delapan METODOLOGI Alat yang digunakan oleh masyarakat dalam berkinerja melalui governance. Sesi ini. 2005.----| |<-----| | ILMU | LOGI LOGI | TIAN ---LAPANGAN---| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | PE---DIDAKTIK---SCIENTIFIC | ---AXIOLOGI ---NGA. Langeveld. Metodologi Ilmu 2. Bab III Teori Budaya Organisasi. Metodologi Pengajaran Kybernologi dan tentu saja hubungan antar ketiganya. Di depan kelas dihadirkan pakar-pakar yang juga pengajar dan profesional di bidang metodologi yang bersangkutan.---| |---TER.| PENE---PUSTAKA----| | --->SAFAT---|---TEMO. Sudah barang tentu. adalah metodologi. bisa dilaksanakan dalam bentuk panel. Metodologi Penelitian 3.---DO. cara ini memerlukan perencanaan yang matang.Referensi: Bab VII M. J. biaya.---|---LI. Sesi ini mempelajari pokok bahasan yang terdiri dari beberapa topik. Menuju Ke Pemikiran Filsafat.---| |<-----------------ENTER| | JARAN ---METODIK----| PRISE | | | | | | | | | -----------------------NILAI-------------------| | | | | ----------------------------------FEEDBACK------------------------------------------ONTOLOGI Gambar 19 Genealogi Metodologi BOK Body Of Knowledge 214 .

menyediakan. Lembaga-lembaga penelitian termasuk perguruan tinggi berfungsi seperti industri.METODOLOGI PENGAJARAN <------------------------penggunaan ilmu termasuk learning process Gambar 20 Hubungan Antar Tiga Metodologi Hubungan lebih rinci antar ketiga spesi Metodologi ditunjukkan melalui Gambar 20.METODOLOGI PENELITIAN --------------.. scientific industries melakukan penelitian untuk membuat. dan mengonstruksinya menjadi bangunan pengetahuan tertentu yang kokoh. Metodologi Ilmu berfungsi memilih dan “membeli” bahan bangunan pengetahuan yang cocok. Penemuan 215 . Perbedaan antara Metodologi Ilmu dengan Metodologi Penelitian terletak pada ciri fungsionalnya. dan berbagai komoditasnya. dan knowledges. dalam bentuk data. cerdas. dan berguna. -. Dalam Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan (2010) dikemukakan bahwa objek materia Ilmu Pemerintahan (Kybernologi) bukan negara tetapi masyarakat. peralatan bangunan.------------------> ILMU | TAHUAN struksi GE (BOK) diagnosis | | prediksi(f’casting) | | eksperimentasi | direkam self-control | | diwaris| kembang| kan FENOMEN | FAKTA <---------------------. Epistemologi memusatkan perhatian pada substansi atau objek pengetahuan dan hubungannya dengan objek lainnya.METODOLOGI ILMU -------------| | | | | | | berfungsi: | | | | identifikasi | | | | deskripsi | | diolah diuji | | dikonBODY OF eksplanasi | D A T A -------> INFO ------> PENGE. Pelanggan. furniture. untuk ditawarkan dan dijual kepada publik (umum). dalam hal ini BOK constructor. Metodologi Penelitian digunakan dalam scientific business. dan menawarkan berbagai research inventions dan recommendations.Genealogi Metodologi tersebut seperti Gambar 19. Hubungan antar tiga cabang Metodologi itu terlihat pada Gambar 19. dan unknown). memilih dan “membeli” bahan bangunan yang cocok dan pas untuk BOK yang hendak dibangunnya. sedangkan Metodologi memusatkan perhatian pada proses bagaimana mengetahui (knower dan knowing process). Jika industri bahan bangunan membuat dan menyediakan bahan bangunan. Negara adalah objek materia Ilmu Politik. baik objek forma maupun objek materia (known. Perbedaan antara Epistemologi dengan Metodologi terletak pada titikpandang. concepts.---------->KNOWLED. knowable. kepada pelanggan.

Objek formanya adalah interaksi antar tiga subkultur masyarakat (governance. karena kebijakan (bidang) kesehatan tidak diimplementasikan dengan baik. karena yang dinyatakan adalah apa yang dialami oleh masyarakat sebagai pelanggan pelayanan kesehatan. Objek forma inilah yang membedakan sekaligus menghubungkan Kybernologi dengan disiplin (ilmu) lainnya. Dilihat dari sisi ini. Bab X. 2007. 2009.objek materia ini melalui pendekatan metadisiplin (Gambar 7). Setiap program pembelajaran Ilmu Pemerintahan (pengajaran. 2005. Bab XIII Kybernologi dan Pembangunan. Bab IX. “Tingkat kesehatan masyarakat bergantung pada (dipengaruhi oleh) antara lain implementasi kebijakan pemerintah di bidang kesehatan. dan Bab XIII Kybernologi Sebuah Profesi. Pernyataan tersebut disusul dengan pertanyaan penelitian: “Mengapa tingkat kesehatan masyarakat masih rendah?” Melalui analisis teoretik diperoleh jawaban (hipotesis): “Tingkat kesehatan masyarakat masih rendah. 2006. karena yang dinyatakan adalah perihal kebijakan negara (politik) dan implementasinya. Bagian Tiga Bab II Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. 2008. Bab IV dan Bab V Kybernologi Sebuah Rekonstruksi Ilmu Pemerintahan. dan tidak dalam Ilmu Politik. Bab XI. Bab XII. arah) didaratkan pada beachhead ini. dan Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan (2010) 9 Sesi Sembilan KEPAMONGPRAJAAN Kepamongprajaan adalah sistem nilai dasar pemerintahan (Gambar 20). Dalam sesi ini dikaji dua pokok bahasan sebagai berikut: 216 . 2008. dan sebaliknya dari sini ke segala segi (aspek) kemasyarakatan.” Dengan perkataan lain. bahkan ruang eksakta dan humaniora. Bab IX. Pernyataan masalah penelitian (problem statement) “Implementasi kebijakan (di bidang) kesehatan masyarakat tidak efektif. Bagian Kedua Bab 14 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. pengabdian kepada masyarakat) dari berbagai segi (aspek.” Quod erat demonstrandum. penelitian. dipandang tepat. Bab 8 dan Bab 16 Kybernologi dan Kepamongprajaan. 2007.” belum mendarat pada Ilmu Pemerintahan. Bab XVII dan Bab XIX Kybernologi Sebuah Scientific Movement. Gambar 9). masih di angkasa Ilmu Politik. penempatan Ilmu Pemerintahan dalam Ilmu-Ilmu Sosial oleh Universitas Padjadjaran. layanan publik dan layanan civil) yang disebut juga hubungan pemerintahan dengan pelanggan sebagai titiktolak utama pembelajaran (SKS. Bab IX dan Bab XVII Kybernologi Sebuah Metamorphosis. Bab VII. Bab X. Bab 7. Pernyataan “Tingkat kesehatan masyarakat masih rendah. Referensi: Bab 36 dan 35 Kybernologi 2003. Bab VIII. 2005.” mendarat pada Ilmu Pemerintahan.

van Poelje dalam Pengantar Umum Ilmu Pemerintahan (1959) menyatakan: . Pertama adalah kebutuhan akan sebuah metodologi yang mampu mengoordinasikan sisi aksiologi semua disiplin menjadi masukan ilmiah yang memiliki scientific power yang kuat dalam proses kebijakan publik yang memihak manusia. TN). profesional pertanian diangkat menjadi pegawai Dinas Pertanian (terminal 4). . keilmuan (pengetahuan) di bidang pertanian (terminal 2) ditanamkan kepada peserta diklat. 2009). ialah Ilmu Pemerintahan (Bestuurskunde.1. Dari terminal 1 Agronomi melalui rute 1 yaitu pendidikan (pengajaran). bahwa berbagai ilmu pengetahuan yang bertalian dengan salah satu bagian dari penguasaan (beheer) perusahaan partikelir pada akhirnya bermuara pada suatu ajaran perusahaan umum (algemene bedrijfsleer) yang meliputi kesemuanya dan bahwa ajaran tentang penguasaan perusahaanperusahaan partikelir ini setidak-tidaknya untuk sebagian merupakan syarat bagi adanya ilmu pengetahuan yang lebih tinggi daripadanya. Hampir seratus tahun yang lalu kebutuhan kedua telah dirasakan oleh para pelopor Bestuurskunde. Tentang hal ini. profesi pertanian. PNS Dinas Pertanian wajib memahami proses kebijakan pemerintahan daerah sebagai dasar implementasi dan monev kebijakan pemerintahan daerah di bidang pertanian. Agronomi (Agronomics) dan Teknologi Civil mewakili berbagai disiplin yang sisi aksiologinya jadi masukan ke dalam proses kebijakan. rute 5). Oleh setiap orang yang berdiri di terminal 5 dan memandang sekeliling. ia diharapkan mampu memahami kebijakan pemerintahan daerah tersebut (terminal 5). Regeerkunde dan Bestuurswetenschap (ref. Dari terminal 5 melalui competence building workshop (atau apapun namanya. Gambar 20 menunjukkan carakerja metodologi lintasdisiplin. Penggunaan pendekatan lintasdisiplin ddidorong oleh dua kebutuhan. terlihat bahwa pertanian. pegawai Dinas Pertanian. . dan Bestuurswetenschappen. . dan pelanggan. masyarakat. Diklat profesional Kepamongprajaan Sistem nilai Kepamongprajaan ditemukan melalui pendekatan lintasdisiplin. Metodologi Kepamongprajaan 2. Nama Max Weber (1864-1920) disebut-sebut berkaitan dengan kebutuhan yang pertama beserta jawabannya. Komponen-komponen sistem nilai Kepamongprajaan 3. Melalui rute 4 diklat profesional pemerintahan. terbentuk kompetensi PNS Dinas Pertanian sebagai aparat pemerintahan daerah (terminal 6). Dari terminal 2 melalui rute 2 pelatihan pertanian terbentuk profesi bidang pertanian (terminal 3). Metodologi itu bekerja pada 9 terminal dan 9 rute. Bab I GBPP Kybernologi dan Kepamongprajaan. Dari terminal 3 melalui rute recruitment (rute 3). Sebagai pegawai pemerintahan. hanya sebuah matarantai antar berbagai matarantai pemerintahan lainnya. . dan sebagainya. Satu 217 . Bestuurswetenschap. .

Konstruksi pemikiran tersebut berakhir pada pertanyaan. Kinerja yang satu ditentukan oleh dan atau bergantung pada kinerja yang lain. subkultur kekuasaan (SKK). Sementara itu lingkungan berubah dan masa depan tidak menentu. dalam upaya mengejar kebahagiaan rohani dan jasmani yang sebesar-besarnya tanpa merugikan orang lain secara tidak sah).dengan yang lain berhubungan interdependen. UMUM | | | | | | | | | | | | 2 | 2 | | KEAHLIAN | KEAHLIAN | | DI BIDANG----------SPESIALIS----------DI BIDANG | 218 .UMUM | | | statesmanship | | | | | --------------------| | | | | | | | 3 | 3 | | PROFESI KOMPONEN DIKLAT PROFESI | | BIDANG----11------PROFSIONAL----11----BIDANG | | PERTANIAN KEPAMONGPRAJAAN PEK.--10---PENDIDIKAN---10-----BIDANG PE| | MERINTAHAN DIPLOMA MERINTAHAN | | | | | | | | | | | | | --------------------| | | 6 | vooruitzien | 6 | AGROPEMERINTAHAN | conducting | PEMERINTAHAN TEKNOLOGI PEMERINTAHAN DAERAH | coordinating | DAERAH PEMERINTAHAN | | | peace-making | | | | | | residue-caring | | | | 5 | turbulence-serving | 5 | | KEBIJAKAN | | KEBIJAKAN | |--------------BIDANG-----|---KEPAMONGPRAJAAN---|-----BIDANG--------------| | PERTANIAN | | PEKERJAAN UMUM | | | | Freies Ermessen | | | | | | gen&spec function* | | | | 4 | omnipresence | 4 | KYBERNOLOGI PNS DINAS | responsibility | PNS DINAS KYBERNOLOGI PERTANIAN PERTANIAN |magnanimous-thinking | PEK. Dari definisi itulah Kybernologi yang dalam 9 -------------------------------KYBERNOLOGI------------------------------| | (ILMU PEMERINTAHAN BARU) | | | | | | | 8 8 | | KEAHLIAN KEAHLIAN | | DI BIDANG----------GENERALIS----------DI BIDANG | | PEMERINTAHAN | PEMERINTAHAN | | | | | | | | | | | | 7 | 7 | | PROFESI KOMPONEN PROFESI | | BIDANG PE. di dalam masyarakat. dan subkultur sosial (SKS dengan dua kualitasnya yaitu sebagai konstituen dan sebagai pelanggan).UMUM PEK. Definisi tersebut adalah kombinasi Teori Governance dengan ide yang terkandung dalam definisi Regeerkunde menurut van de Spiegel. apakah pemerintahan itu? Apakah nilai-nilai dasar pemerintahan? Pertanyaan pertama dijawab dengan definisi: Pemerintahan adalah proses interaksi antar subkultur ekonomi (SKE).

Kepamongprajaan sebagai sistem nilai dasar pemerintahan adalah sisi aksiologi Kybernologi. 2007. direkonstruksi menurut metodologi ilmupengetahuan. Coordinating 4. yaitu: 1. keahlian di bidang pemerintahan ditanamkan di dalam diri pesertadidik (terminal 8). Peace-making 5. Konsep kepamongprajaan sejauh ini masih berbau kepangrehprajaan feodal. Antara terminal 7 dengan terminal 5. Omnipresence 12. Bab 2. isi the governance competence building workshop adalah Kepamongprajaan itu (ref Garis-Garis Besar Program Pembelajaran Kybernologi dan Kepamongprajaan. dan Bab 6 Kybernologi dan 219 . Bab 1. timbul pertanyaan kedua. Bab XX Kybernologi Sebuah Scientific Movement. generalist & specialist function Gambar 21 Metodologi Lintasdisiplin Gambar 21 terletak pada terminal 9. dikaitkan pada sentralisasi kekuasaan yang direkonstruksi dalam teori kepemimpinankepengikutan. Bab 4. 2009). Vooruitzien 2. Generalist & Specialist Function 9. yaitu pada terminal 6. 2007. Gambar 21 menunjukkan 12 komponen sistem nilai Kepamongprajaan. Magnanimous Thinking 11. yang dijawab dengan definisi: Sistem nilai dasar pemerintahan adalah Kepamongprajaan. Turbulence-serving 7. 2007. dan dikemas dengan berbagai kearifan lokal. Residue-caring 6. digunakan untuk memelihara status quo dan menjamin kepentingan pemangku kekuasaan. Bab 5. bermula. Melalui sistem pendidikan akademik (rute 9). Responsibility 10.| | | | PERTANIAN | | 1 -------------AGRONOMI AGRONOMICS PEK. UMUM | | | | | 1 | TEKNOLOGI------------CIVIL gen&spec function. Freies Ermessen 8. Conducting 3. Oleh sebab itu. Bab VI Kybernologi Sebuah Profesi. dan selanjutnya melalui pendidikan diploma (rute 7) dibentuk profesi pemerintahan (terminal 7). Distinguished Statesmanship Referensi: Bab XIII Kybernologi Sebuah Charta Pembaharuan.

wisdom. 10 Sesi Sepuluh KEBIJAKAN PEMERINTAHAN Konsep kebijakan sangat berbau politik. Teori kebijakan 3. Itulah sebabnya dahulu otonomi diartikan sebagai hak untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri. yang dilakukan oleh DPRD dan Kepala Daerah. dan sering diungkapkan dengan “bijaksana. fungsi eksekutif). Pemerintahan daerah diselenggarakan oleh DPRD dan kepala daerah (bersama jajarannya). fungsi legislatif) dan besturen (mengurus. sehingga amat sukar mendefinisikan isinya. Segitiga kebijakan 4. Dalam UU 32/04 tentang Pemerintahan Daerah..” Pemerintahan adalah apa saja yang dilakukan oleh pemerintahan. Metodologi kebijakan Dalam literatur Belanda terdapat dua istilah pemerintahan. hubungan dan perbedaannya dengan konsep kebijakan pemerintah. 2008. Dalam sesi ini dipelajari pokok-pokok bahasan sebagai berikut: 1. konsep kebijakan di tingkat statal dibandingkan dengan konsep kebijakan di tingkat daerah 2.” “Kebijaksanaan” dengan tanda kutip adalah sebutan bagi kebijaksanaan yang melanggar norma kehidupan bermasyarakat. 2009.” Kebijaksanaan tanpa tanda kutip berarti kearifan. Konsep (pengertian) kebijakan pemerintahan. tetapi yang disebut pemerintah daerah hanya kepala daerah bersama jajarannya. Garis-Garis Besar Program Pembelajaran Kybernologi dan Kepamongprajaan. Bab XIV Kybernologi dan Pengharapan. yaitu regeren (mengatur. bijaksini. Di sana kebijakan publik didefinisikan sebagai “Apa saja yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah. Dalam literatur kebijakan publik (public policy). baru pemerintahan (pendekatan kelembagaan) Kebijaksanaan dibedakan dengan “kebijaksanaan.Kepamongprajaan. kebijakan publik. kebijakan publik dianggap identik dengan kebijakan pemerintah. 2009. Pemerintah didefinisikan dulu. 2008. dan kebijaksanaan. pemerintahan daerah diartikan sebagai penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah (kepala daerah dan jajarannya) dan DPRD. Bab 1 dan Bab 7 Kybernologi Sebuah Metamorphosis. Ketentuan ini menunjukkan konsep pemerintahan dalam arti luas (fungsi DPRD dan pemerintah daerah) dan konsep 220 .

bukanlah inovasi. Ia diletakkan di dalam bingkai (frame) invention dengan innovation. DPRD DPRD PEMERINTAH -LOCAL GOVERNMENT DAERAH (LOCAL GOVERNMENT) ----------------------------------------------------------------------------2 KEPALA DAERAH Tabel 6 Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berdasarkan Konsep Kebijakan ----------------------------------------------------------------------------PEMERINTAHAN DAERAH ----------------------------------------------------------------------------PEMBUATAN IMPLEMENTASI MONITOR DAN EVALUASI (MONEV) BERJALAN BERKEBIJAKAN KEBIJAKAN SAMA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN. Berdasarkan definisi tersebut. Menemukan cara membenahi muka buruk sehingga menjadi baik. konsep penyelenggaraan lebih mendekati konsep governance ketimbang government. Membanting cermin pada saat muka terlihat buruk (“Buruk muka. DAN FEEDBACK ----------------------------------------------------------------------------1 DPRD -DPRD DAN SEHARUSNYA BERSAMA-SAMA DENGAN DPD PEMERINTAH DAERAH (LOCAL GOVERNMENT) ----------------------------------------------------------------------------2 KEPALA DAERAH Konstruksi kebijakan dalam Kybernologi terlihat melalui Gambar 22. Hanya saja timbul kerancuan bahasa. Dalam pada itu konsep penyelenggaraan dapat ditafsirkan meliputi “pengaturan” dan “pengurusan” tersebut di atas. Dilihat dari sudut ini. baru pemerintah (ini disebut pendekatan fungsional).pemerintahan dalam arti sempit (fungsi pemerintah daerah). Pemerintahan daerah lebih luas ketimbang apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah daerah. Juga pemerintahan dulu. jika pemerintahan daerah dalam arti sempit ditafsirkan sebagai implementasi kebijakan. cermin dibelah”) dan membuat cermin baru. pemerintahan daerah dalam arti luas dapat disebut policy making. 221 . bagaimana membedakan “pemerintahan daerah dalam arti luas” dengan “pemerintahan daerah dalam arti sempit?” Pusing jadinya! Tabel 5 Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berdasarkan Konsep Regeren dan Besturen Lihat juga Tabel 2 ----------------------------------------------------------------------------PENGATURAN PENGURUSAN MONEV LOCAL GOVERNANCE REGEREN BESTUREN DAN FEEDBACK ----------------------------------------------------------------------------1 DPRD -DPD.

Bertolak dari definisi pemerintahan itu. policy adoption setara dengan penetapan rencana. Kebijakan pemerintah jauh berbeda dengan kebijakan pemerintahan. Konsep ini sejajar dengan konsep pemerintah daerah dalam pemerintahan daerah (Tabel 6) dengan segala wewenangnya. dan nseterusnya. seimbang. Diharapkan dengan demikian. baru pemerintah. Policy implementation diberi kekuatan lanjutan research sebagai scientific movement. tetapi bersama-sama dengan pelaku subkultur lainnya (Gambar 23). kebijakan pemerintahan dibuat. Pertimbangan politik lebih dominan di tingkat pusat. dinamik. Sistem (siklus dan sirkel)-nya sama (Gambar 23). bukan kekuasaan politik tetapi premises ilmupengetahuan dan teknologi yang memegang peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat (Gambar 22). hanya pelaku SKK yang disebut pemerintah. dan berkelanjutan antar tiga subkultur masyarakat yang menggerakkan masyarakat yang bersangkutan (Gambar 9 dan Gambar 11). muka dibenah”). Kebijakan pemerintahan didefinisikan mulai dari pemerintahan. --->policy----->policy----->policy------->policy--------policy---->policy----| agenda formulation adoption implementation outcome evaluation | | | | | 222 . sedangkan pertimbangan administratif di daerah. serasi. proses kebijakan itu sejajar dengan perencanaan (planning) dalam manajemen. kebijakan lebih bersifat politik sedangkan perencanaan lebih bersifat administratif atau manajemen.itulah inovasi (“Buruk muka. Secara teoretik. Walau pelaku pemerintahan itu menurut Gambar 9 terdiri dari tiga fihak (subkultur). bukan hanya oleh pemerintah. policy implementation setara dengan pelaksanaan rencana. Policy agenda setara dengan informasi (masalah) perencanaan. Dalam Kybernologi pemerintahan scientific policy policy im----->RESEARCH----------->INVENTION----------->POLICY-----------------| enterprise making (input) plementation | | | | | |----------------------------with or without----------------------------| | | | | | I<O moniscientific | ------FEEDBACK<---I=O----EVALUATION<---------INNOVATION<--------------I>O toring (output) movement Gambar 22 Model Axiologi Kybernologi Melalui Kebijakan (governance) didefinisikan sebagai interaksi berkualitas selaras. Kebijakan pemerintah identik dengan kebijakan publik. Perbedaannya ialah.

dijadikan masukan bagi policy agenda berikutnya. hasil evaluasi policy terhadap policy outcome. landing adalah realisasinya menjadi fakta (das Sein) bagi setiap orang. dan seragam | | di sini semakin jelas. dan dari policy adoption sampai pada policy outcome melalui policy pesawat tinggi di angkasa di bawah tak terlihat apa-apa | | | | pada ketinggian pesawat ini yg di bawah pesawat membumbung terlihat samar. dan kepentingannya berbeda. tersemua take-off lihat perbedaan dan kesenjangan landing evaluation and feedback utk penerbangan berikutnya Gambar 24 Pesawat Take-off dan Landing implementation itulah landingnya. menurun sama. tandatangani daftar hadir dan terima uang). yang kondisi kebutuhan.| aspirasi dan dukungan masyarakat sebagai konstituen dan sebagai pelanggan | | | | G O V E R N A N C E | | | ----------------------------------feedback<----------------------------------- Gambar 23 Sistem (Siklus. policy adoption | | | | | | | | | formulasi kebijakan implementasi kebijakan 223 . Dari policy agenda (identifikasi masalah) sampai pada policy adoption (penetapan kebijakan) itulah take-off mengudara setinggi-tingginya (ketok palu dan tepuk tangan. sistem dan proses kebijakan itu seumpama perilaku take-off dan landing pesawat terbang. Take-off itu penetapan das Sollen bagi semua orang. Sudah barang tentu pula. Sirkel) Kebijakan Pemerintahan Dalam Metodologi Kybernologi.

. Selanjutnya. memonev hasil pendaratan adalah metodologi kualitatif. demikian juga kebijakan (harapan semua orang. . khusus. Bab 12 Kybernologi Sebuah Scientific Movement. dan kepentingannya berbeda. Bidang-bidang manajemen pemerintahan George C. 2005. Edwards III dalam Bab I Implementing Public Policy (1980) mendefinisikan policy implementation demikian: Policy implementation. Karena menyangkut setiap orang.such as the passage of a legislative act. harus diimplementasikan sehingga outcomenya mencapai setiap orang yang kondisi kebutuhan. Identifikasi terhadap tolokukur dan tolakukur dilakukan menurut metodologi normatif hatus diolah dan digunakan untuk membuat feedback bagi take-off berikutnya. Referensi: Bab 6 dan Bab 37 Kybernologi 2003. the issuing of an executive order. monitoring dan evaluasi (penilaian) terhadap pendaratan yang dilakukan oleh pelanggan. Bab 7 dan Bab 8 Kybernologi Sebuah Metamorphosis. Bab III. umum) yang telah ditetapkan (berdasarkan metodologi kuantitatif). . Bab VI. . unik. 2007. dan Bab VII Kybernologi Sebuah Charta Pembaharuan. Dalam sesi ini dipelajari beberapa pokok bahasan.policy agenda | | | policy evaluation and feedback policy outcome Gambar 25 Tiga Tahap (Segi-3) Proses Kebijakan Sebagaimana halnya pesawat tidak cukup hanya take-off tetapi harus landing. maka metodologi yang cocok untuk implementasi kebijakan adalah metodologi kualitatif. or 224 . is the stage of policymaking between the establishment of a policy --. the handling down of a judicial decision. 2007. Konsep Manajemen Pemerintahan dari perspektif Kybernologi 2. yaitu: 1. memerlukan tolokukur (ratio) dan tolakukur (standar) evaluasi. Bagian Pertama Bab 5 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. Proses Manajemen Pemerintahan 4. Fungsi-fungsi manajemen pemerintahan 3. 2008 11 Sesi Sebelas MANAJEMEN PEMERINTAHAN Manajemen pemerintahan di sini adalah Manajemen Pemerintahan sebagai Implementasi Kebijakan menurut perspektif Kybernologi (Pokok Bahasan Sesi 10).

.and the consequences of the policy for the people whom it affects Definisi implementasi kebijakan tersebut menunjukkan bahwa dimensi-dimensi atau kualitas implementasi adalah keseluruhan langkah-langkah yang perlu ditempuh oleh semua fihak terkait. sejak penetapan kebijakan (policy adoption) sampai efek yang diharapkan dari kebijakan itu (policy outcomes) dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan (pelanggan). . R < T-------------| | | | | evaluation | | | ? ---> R = T ---> ? | 225 . dengan mempertimbangkan perubahan-perubahan internal dan eksternal. Implementasi kebijakan. Tiga nama tersebut terlihat sebagai tiga sisi. birokrasi menggambarkan kewenangan dan strukturnya sebagai alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kebijakan. Setiap tampilan tersebut mengandung isi yang sangat kenyal. Manajemen menunjukkan bagaimana mengendalikan alat itu demi tujuan.” (2001): “.” planning --------->INFO------------------>PLAN (GOAL--->TARGET T)-| | | | | | | ----------------------------------------| | | | | | organizing | | ------>PLAN----------------------->ORGANIZATION meet? match?--| | | | | | | | | ----------------------------------------| | | | | | | | actuating | | | -->ORGANIZATION---------------->EXPECTED RESULT (R)---| | | | | | | | ----------------------------------------| | | | | | controlling | | --->EXP. dimensi atau tampilan Implementasi Kebijakan dari berbagai sudut pandang.the promulgation of a regulatory rule --. disebut dengan berbagai nama. Administrasi Publik. R > T. Secara kasar. Terlebih setelah tiap sisi itu berkembang menjadi bidang kajian bahkan memiliki body-of-knowledge (BOK) sendiri. . dan Manajemen. misalnya Birokrasi. RESULT---------------->R = T. administrasi menggambarkan proses operasional penggunaan alat sehingga hasil yang diharapkan tercapai. sehingga ketiganya saling berimpitan (overlap). . They fail because they never get past the implementation stage at all. They are blocked outright or put into effect only in tokenistik. half-hearted fashion. Pemakaiannya pun dapat disalingtukarkan. Pentingnya implementasi kebijakan diungkapkan oleh Charles Polidano dalam working paper “Why Cicil Service Reforms Fail.

HEV <-----------. tetapi siklik (cyclic. Jika dilihat dari pendekatan sistem. result rxpected result Gambar 26 Manajemen Pemerintahan Sama seperti tubuh manusia yang terdiri dari berbagai anggota dengan fungsi yang berbeda-beda namun bersama-sama tersusun sebagai alat mencapai tujuan. manajemen juga demikian. Manajemen Pemerintahan tidak linier atau terpotongpotong mengikuti rezim politik. berulang) atau sirkuler (circular. Manajemen Pemerintahan seperti Gambar 27. hanya perencanaan yang diutamakan) dalam satu peraturan.--------FEEDBACK-----------------.FB <----b=g---. lingkaran) sesuai dengan hukum sistem. CP CF MASYARAKAT EPP------->P -------->C-------> P<-------1 KONSTITUEN 2 PELANGGAN 226 .? ---> R > T ---> ? <---? ---> R < T ---> ? exp. Oleh sebab itu seluruh terminal dan rute manajemen terkait (planning. proses OP output. EV evaluasi. TP throughput. MON monitor. OC outcome. guna | ---. actuating. Lihat Gambar 9. organizing. Fungsi-fungsi manajemen tersusun seperti Gambar 26. FB feedback Di dalam Manajemen Pemerintahan terletak Manajemen Pembangunan. IP input.EV -------------MON <-------------OC --10 b>g 9 h 8 g 7 f 6 i Gambar 27 Proses Manajemen Pemerintahan 1LK lingkungan sebagai sumber (konstituen).komunikasi penggunaan -. : 1 a 2 b 3 c 4 d 5 ---> LK ------------> IP ------------> TP ------------> OP ------------> LK --| info kebijakan implementasi “marketing” | | distribusi | | | j -. HEV hasil evaluasi. Terminal dan rute sepanjang siklus atau sirkel pemerintahan bersifat kritikal. tidak sebaliknya. dan controlling) diatur setara (jangan seperti sekarang. 5LK lingkungan sebagai pelanggan.e | | | | | b<g pembandingan pantauan manfaat.

Di bawah kondisi ini terbentuk CF > CP + CPP. Sementara nilai itu sendiri bergantung pada sumberSDA----------------------->SDM----------------------->SDB | Indonesia | | | | deposit semakin terbatas kualitas rendah. dan Manajemen Politik. Di fihak P ditambahkan anaktimbangan baru. asosiasi camat. | manusia semakin serakah | dan brutal | | | 227 . dan asosiasi lurah/kepala desa.CPP Gambar 28 Manajemen Hubungan Pusat dengan Daerah C center. baik di pusat maupun di daerah. dengan memberikan kepada P kesempatan untuk (turut) menentukan masadepannya. Melalui hubungan diplomatik seadanya. boros. CPP coperipheral. P semakin bergantung pada C. (2) Manajemen Sumberdaya. dicoba membangun kekuatan baru dari luar. asosiasi kota. sehingga CF = CP + CPP + EPP + DPD (Gambar 28). pencemaran jajah | dan pengrusakan merajalela. CP centripetal. Di antara berbagai bidang itu. Manajemen Hubungan Pusat Dengan Daerah. P periphery. melalui bargaining power yang sepadan dengan C. asosiasi provinsi. tiga yang terpenting adalah (1) Manajemen Hubungan Pusat dengan Daerah. Pada negara berbentuk kesatuan dan bekas jajahan. yaitu kekuatan CPP berupa berbagai asosiasi seperti asosiasi kabupaten. Pada kondisi ini. negara korup dan oleh kualitas negara sebagian nonrenewable. Gambar 9 dan 11 menunjukkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat bergantung pada nilai hasil kerjanya. center (C) yang melancarkan kekuatan centrifugal (CF) ke periphery (P). Keseimbangan diperkirakan baru bisa tercapai bilamana DPD memosisikan diri atau diposisikan sebagai badan perwakilan daerah sebagai masyarakat pelanggan. CF > CP. EPP extraperipheral Manajemen pemerintahan meliputi seluruh bidang pemerintahan. seperti international NGO. asosiasi DPRD. CF centrifugal. dan cara macam-macam. sumberdaya dan SDM Indonesia daya dukung semakin merosot kayaknya masih ter| (mendekati nol). C dominan tidak menguntungkan P. P memberi respons dengan kekuatan centripetal (CP). Asas demokrasi menghendaki menghendaki keseimbangan antara C dengan P. namun konstelasi hubungan masih CF > CP + CPP + EPP. yaitu kekuatan Extra-Peripheral. teknologi dipengaruhi ambang batas semakin dekat. (3) Manajemen Bencana.

Manajemen Sumber-sumber yang sehat adalah amanat pasal 33 UUD 1945. Ia memberikan tanda-tanda yang dapat dibaca oleh manusia. serta masyarakat yang semakin bergantung pada pemerintah. disebabkan oleh perilaku manusia (Gambar 30). Inilah sumber ketidakadilan sosial. dan SDB) antara daerah yang satu dengan daerah lainnya.FEEDBACK (FB)--------------------------- 228 . sangat pincang. mampu meng-gerakkan pembukaan dan peralihan lapangan kerja dari sektor primer ke sekunder dan tersier Gambar 29 Manajemen Sumberdaya sumber. dan semakin diperpincang lagi oleh manajemen sumber-sumber yang tidak cerdas. Buah pertobatan adalah tindakan membangun manajemen pemerintahan-serba-cuaca. pelanggaran HAM. Turbulence adalah ledakan-ledakan yang terjadi di permukaan matahari. Negara yang korup dan boros. Manajemen Bencana disebut juga Manajemen Turbulentia. NEGARA (POLITISI) | | penindasan. Modelnya begini: MANAJEMEN NORMAL (MN) MANAJEMEN TURBULENTIA (MT) --> ----------------------------------> -------------------------| LONG-TERM-BASED (LTB) membentuk ZERO-TIME-BASED (ZTB) | | | | | | | ------------------------. baik ledakan merupakan perilaku alam maupun ledakan yang langsung maupun tidak. anarki.| transformasi budaya: bagai mana supaya sebelum | | daya-dukung SDA mendekati nol.yang ada. kualitas SDM | ----mendekati kualitas SDM bangsa maju. Distribusi dan kondisi sumber-sumber itu (SDA. dsb | peri| pengkhianatan thd MASYARAKAT ALAM-----laku -------MANAJEMEN-------kebenaran ilmiah -----------ILMUPENGEalam | dan etika akademik TAHUAN | kerusuhan. dsb | | PELANGGAN KECEWA DAN TAK BERDAYA Gambar 30 Faktor-Faktor Bencana Solusinya hanya satu: pertobatan Alam tidak totaliter. Dalam masyarakat terjadi juga ledakan. SDM.

pada saat itu dilakukan tindakan penyelamatan. mencari biaya. membeli perlengkapan. Tidak ada waktu untuk membentuk panitia.Gambar 31 Pembentukan Manajemen-Serba-Cuaca Manajemen Bencana adalah zero-time-based-management. Artinya begitu alarm berbunyi. Ia mempelajari bagaimana supaya politik SKK dalam masyarakat berbuahkan governance yang kinerja berkualitas good (Gambar 14). ZTB zero time based management Manajemen Politik disebut juga Manajemen Kekuasaan. siapa yang berangkat. Di mana Saja | | | | | R | | | | | B | | | | | U 1----------1----------|----------|----------| L | | | | | E | | | | | N | | | | | T | | | | | I LTB --------1----------2----------3----------4-A----> TIME 0 M A N A J E M E N N O R M A L LTB long term based. Jadi manajemen bencana adalah manajemen yang sepanjang waktu siap siaga di mana-mana dan kapan saja. merupakan manajemen yang paling sukar. Dalam R1 R2 R3 R4 rel (runway) pemerintahan berkelanjutan ke O---5---|---5---|---5---|---5-->20 tujuan nasional melalui pembangunan yangka | | | | panjang 20 tahun R1 O-------|-------|-------|------>20 | | | | R2 O-------|-------|-------|------>20 | | | | R3 O-------|-------|-------|------>20 | | | | R4 O-------K1------K2------K3----->20 229 . dsb. QUALITY ZTB 4-------------------------------------------4 M | | | A | | | N | | | A | | | J 3--------------------------------3----------| E | | | | M | | | | E | | | | N | | | | Gambar 32 Manajemen Serba 2---------------------2----------|----------| T Cuaca Siaga Bertindak | | | | | U Kapan Saja.

kreativitas. dan menghadirkan (representasi. Bab II Kybernologi dan Pembangunan.(Gambar 33). Teknologi Pemerintahan didefinisikan sebagai kajian tentang pembuatan dan penggunaan alat-alat dan cara-cara tertentu untuk memecahkan masalah-masalah pemerintahan terentu. Pentingnya Seni dan Teknologi Pemerintahan 3. Bab X Kybernologi Sebuah Scientific Movement. Seni merupakan cara mengeksplorasi. 2007. mengungkapkan (ekspresi). Kybernologi Politik dan Kybernologi Administrasi (2009). Konsep Seni dan Teknologi Pemerintahan 2. memperagakan) suatu nilai dalam situasi yang berbeda-beda dan kondisi yang berubah-ubah. Bab 13. lain lubuk lain ikannya” sementara diharapkan “di mana bumi diinjak. 2005. kemahiran (dari lancar sampai otomatik) dan efisiensi. guna meningkatkan kehematan. Bab II Kybernologi dan Metodologi: Metodologi Ilmu Pemerintahan (2010) 12 Sesi Duabelas SENI DAN TEKNOLOGI PEMERINTAHAN Sesi ini mempelajari antara lain: 1. bulat) 0 – 20 rel (landasan) jangka panjang dgn strategi 5 tahunan Gambar 33 Manajemen Kekuasaan hubungan itu.” Jadi intinya empati. Produknya tidak pernah sama. Nilai-nilainya lebih subjektif ketimbang objektif. Referensi: Bab 10. Bab 12. Nilai-nilai teknologi lebih objektif ketimbang subjektif. dan efektivitas. Teknologi lain. Budaya Pemerintahan Konsep Seni Pemerintahan dan Teknologi Pemerintahan terdapat dalam Bab 19 dan Bab 30 Kybernologi (2003). 0 orientasi 20 ke depan K1234 = kinerja R1R2R3R4 selama 20 tahun (expected output. dan Bab 17 Kybernologi dan Kepamongprajaan. karena “lain padang lain belalangnya. Bagian Pertama Bab 5 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. di situ langit dijunjung. 230 . Bab 13. 2008.| K4 R rezim 5 tahunan. 2008. dan Bab 14 Kybernologi 2003. Teknologi bersentuhan dengan seni tatkala keduanya menjawab perubahan melalui invention dan innovation. Manajemen Kekuasaan merupakan aplikasi buah kajian tentang implikasi politik pemerintahan berkelanjutan dan pembangunan jangka panjang berdasarkan UU 25/04 tengang SPPN dan UU 17/07 tentang RPJP. Kybernologi dan Pengharapan (2009).

“how to get things done through the leader him. O output. Penyebab kemandulan dan kepincangan itu terletak di hulu. kehematan.(her-) self.” “Setuju. sebuah kegiatan disebut lebih hemat atau efisien jika untuk mencapai keluaran yang sama dikorbankan masukan yang seminimal mungkin. itu sih teori. . .” demikian keluhan berbagai kalangan. dan di hilir (miskinnya Seni dalam membuat dan melahnya Teknologi dalam implementasi kebijakan: “Benar. ceteris paribus. Dalam hubungan itu. maks maksimum. . . Ruangnya dalam Model 1 Gambar 34. . tetapi. Gambar 34. min minimum Model 1 Gambar 34 dibaca sebagai berikut. . dan efisiensi. xxvi): “Every science begins as philosophy and ends as art. Sebuah kegiatan disebut lebih efektif dibandingkan dengan kegiatan lain jika denganmasukan yang sama (konstan) dapat dicapai keluaran maksimal. kepemimpinan adalah seni. namun.” Seni Pemerintahan menunjukkan upaya penumbuhkembangkan kreativitas dan efektivitas. . Model 2 berbunyi. ceteris paribus.Pentingnya Seni diungkapkan oleh Will Durant dalam The Story of Philosophy (1956. “Ah. Model 3 berbunyi 231 . Kombinasi Model 1 dengan Model 2 menghasilkan Model 3. yaitu keringnya Filsafat dan lemahnya teori. empati kreativitas efektivitas | | Ikons-----1---->Omaks<--| | -------------->3-------------| | -----Imin------2---->Okons | | kemahiran kehematan efisiensi Gambar 34 Seni Pemerintahan dan Teknologi Pemerintahan I input.” Proposisi Durant ini menerangkan mandulnya suatu ilmu dan pincangnya hubungan antara teori dengan praktik.” Selanjutnya Teknik dan Teknologi Pemerintahan menunjukkan kemahiran. Ruangnya dalam Model 2 Gambar yang sama. kons konstan (seadanya).

Maka merokoklah sang diri. Nugroho dalam Etika Administrasi Bisnis (2000). Kesadaran Diri dan Pertimbangan Etik 3. Bab 30. memasuki diri orang. Gambar 35. Referensi: Bab 12. atau terisi hanya dengan informasi yang menunjukkan bahwa nilai “merokok” itu baik. menganalisis. informasi itu melenggang masuk. Perbuatan (Tindakan) Etik 6. sehingga informasi tentang “merokok” menjadi lengkap. Konsep Moral dengan Etika 2. manusia memerlukan nilai. belum terlihat perbedaan antara moral dengan etik. 13 Sesi Tigabelas ETIKA PEMERINTAHAN Sesi ini mempelajari beberapa pokok bahasan. sebagian menolak. Bab 19. tanpa sendiri mengajukan suatu ajaran tentang mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang buruk Dari Terminal 1 sampai pada Terminal 3. Sebagian nilai sudah disepakati menjadi norma perilaku bermasyarakat. masuk. Norma berlaku dan mengikat. Jika diri lagi “kosong” (tidak memiliki norma tentang “merokok”). dan 34 Kybernologi 2003. Keputusan Etik berdasarkan Etika Pemerintahan 5. sebagian membiarkan. yaitu: 1. sebagian lagi bahkan melakukannya. melalui pengalaman atau pendidikan.sebuah kegiatan efektif dan efisien jika untuk mencapai keluaran maksimal dikorbankan masukan seminimal mungkin. dan mengevaluasi ajaran-ajaran tersebut. Termasuk informasi tentang nilai “merokok” (Terminal 4). Pertanggungjawaban Etik Konsep Moral dan Etika terdapat dalam Bab 16 Kybernologi (2003). baik yang merokok maupun masyarakat yang tidak merokok di sekitarnya. Norma Etik 4. Bab I Kybernologi dan Pengharapan (2009). Misalnya “merokok.” Semua nilai itu beserta norma. Pada terminal 3 di luar diri manusia terdapat ribuan nilai. sehingga keduanya relatif identik (lihat juga Gambar 15). maka “tulisan” itu bisa membangun 232 . Jika kalbu sang diri “tertulisi” informasi tentang bahayanya (nilai buruk) “merokok” bagi semua orang. sedang etika ialah cabang filsafat yang secara teoretik menyoroti. sadar maupun tidak. ada sanksi terhadap pelanggarannya. Moral adalah ajaran tentang perilaku yang baik dan buruk. Lain halnya jika informasi yang menunjukkan bahwa nilai “merokok” juga buruk. Untuk hidup. Menurut Alois A. dari luar. Sebagian lagi masih belum disepakati oleh semua warga.

-------->norma---| etika? (umum) (umum) diri pertimb etik etik | | moral? | | | | | | | yg-benar guna nilai baik diskusi antar suara hati tertanam | | yg-baik dlm nilai buruk dgn nilai dari luar diri dlm kalbu | | | yg-wajib hidup kebebasan memilih. sedangkan norma etik adalah buah kesepakatan yang meyakinkan antar berbagai suara hati (lubuk hati. diri orang yang tidak memiliki suara hati. Norma moral merupakan kesepakatan warga masyarakat. keyakinan | | | | 10 9 8 7 | | 11 pertanggungperilaku tindakan keputusan etik | ----etikalitas<----------jawaban<-------etik<-------etik<------etika pemerintahan<----| etik | | | | | | | berdasarkan norma etik kadar | --kinerja-pilihan bebas. nilai dari -->norma--luar diri | umum | | | | 5 1 2 3 4 pertimbangan 6 --->apakah--->kualitas--->nilai---->kesadaran--------->di dlm kalbu. berdasarkan pilihan bebas dalam arti tidak terikat pada pengaruh dari luar. tidak mampu melakukan pertimbangan etik. untuk menentukan sikap diri terhadap nilai yang masih dipertanyakan itu. selfkesediaan berkorban | commitment self-commitmengaku bersalah | | ment* mengundurkandiri dari jabatan | | | mengasingkandiri | | agar mengikat menyakitidiri | | perlu disakbersumpah | | sikan mengorbankandiri | | | bunuhdiri | ----------------| | | *setiap commit| | dikontrol | ment atau janji | -----dibandingkan------ 233 . Demikianlah dalam Terminal 5 terjadi perdebatan antar nilai-nilai dari luar diri dengan suara-suara hati (pertimbangan etik). hati nurani. | | kesepakatan. Sudah barang tentu. nilai. insan kamil) dengan nilai tertentu. menen| tukan & memikul sanksi.suara hati untuk tidak merokok. menjadi pola perilaku diri. Di dalam sang diri berlangsung diskusi atau perdebatan. dengan kesediaan menanggung segala risiko dan konsekuensinya. otonom keetikan sanksi etik* | berjanji | | | | | ----------------merasa malu | | | merasa bersalah | pada fihak pada diri menyesal | lain (pelanggan) sendiri mohon maaf | | | mohon ampun | | | janji bertobat | | nazar. hati sanubari. untuk menerima nilai tersebut. Jadi sifat etik itu terbentuk pada saat suara hati bersaksi.sumpah bernazar | perjanpengakuan membayar tebusan | jian credo.

Keputusan yang diambil oleh pelaku berdasarkan norma etik 2. ditanggungkan oleh fihak penjanji atas dirinya sendiri 8. dan menjadi pola perilaku pribadi yang bersangkutan.harus disertai sanksi yg mengikat diri sendiri dan orang lain. Keputusan dengan sanksi etik yang ditentukan sendiri secara sukarela oleh fihak penjanji. Keputusan. dengan janji terbentuk dua fihak. baik yang memaksa (peraturan. Keputusan etik memasuki ruang Etika Pemerintahan. Dari tiga subkultur. “Pikir itu pelita hati. punishment) maupun yang menarik (reward) 4. artinya bebas dari kekuatan dari luar. Yang dimaksud dengan keputusan etik (Terminal 7) adalah keputusan etik yang dilakukan di dalam ruang pemerintahan. perjanjian diumumkan (dinyatakan. Keputusann yang mengikat. sosial. tradisi. misalnya suara-suara pro-kontra terhadap fatwa rokok haram Maret 2010 ini. Keputusan bersifat otonom (Etika Otonom). dsb) yang ditawarkan atau hadir di dalam hati. sehingga terus-menerus tersadar. risi. supaya mengikat. Keputusan yang janjinya dijamin dengan sanksi atas pelanggaran janji 7. kebiasaan. Keputusan yang isinya adalah perjanjian: janji (ke)pada diri sendiri dan janji kepada pelanggan. fihak penjanji (negara. hukum. Keputusan yang perjanjiannya dan hal yang dijanjikan telah dibayar oleh fihak terjanji dengan vote yang bernilai tinggi (penjanji telah memenuhi kewajibannya) 9.” Norma etik menerangi nurani. pemerintah) dan fihak terjanji (pelanggan) 5. Norma etik disebut juga Kode Etik. Keputusan diambil menurut pilihan bebas berdasarkan keyakinan 3. command. Norma etik itu ibarat pelita. pelaku SKK diambil sebagai model. disaksikan) secara terbuka 6. adat. Keputusan etik adalah 1. Keputusan yang menetapkan bahwa fihak terjanji berhak menagih janji fihak penjanji 234 . politik. ekonomi.----------ko & konsekuensi ditanggung sendiri Gambar 35 Etika Pemerintahan (1 sd 11 Terminal) Suara hati itu berasal dari bermacam-macam nilai hidup bermasyarakat (agama. dinyatakan secara terbuka | kesenjangan ditedievaluasi | rangkan setulus & | --sejujurnya. yang di dalamnya ditetapkan bahwa penepatan (pemenuhan) janji merupakan kewajiban fihak penjanji 10. pada saat keputusan yang dibuat dalam proses pemerintahan didasarkan pada norma etik terkait.

FREE. | | no bad soldier ------>KEBIJAKAN -----> ACTION -------|-> ACCOUNTABILITY --|-but bad --------| ATASAN penaatan perintah | | commandant | | | | | | | | | | | | SUMPAH. maka orang yang dilantik bersumpah.ATAU <-------HOPELESS DISTRUST | PUNISHMENT | GAGAL | | --------------------*noblesse oblige. bukan disumpah. tidak| | | | mengharapkan | | | | | reward | | | | | HOPE TRUST | REWARD | BERHASIL | -------atau <---------. lepas | akibat. | | | |-------> JANJI. Melalui tindakan etik itulah keluar kinerja etik pemerintahan yang pada gilirannya harus dipertanggungjawabkan oleh fihak penjanji kepada fihak terjanji -------------------| | DASAR | RESPONSIBILITY | | | PERINTAH. Keputusan yang di dalamnya tanggungjawab atas pelanggaran keputusan etik bersifat pribadi penjanji. Agar sumpah. Keduanya membawa kewajiban. sebagai bukti atas masalalu (“Saya bersumpah bahwa saya tidak melakukan hal yang dituduhkan kepada saya”). Sumpah bersisi dua. Dua bentuk keputusan etik adalah sumpah dan janji. ------> ACTION -------|-> OBLIGATION ------|--> ACTION -------| | NOBLESSE* penepatan janji | kewajiban bertang. Keputusan yang di dalamnya fihak penjanji bertanggungjawab secara etik (tanggungjawab etik) atas pelanggaran terhadap keputusan etik 12.atau ------------|--. dan sebagai janji buat masadepan (“Saya bersumpah akan membalasnya”).| | | |------>TURBULENCE ---WILL (CHOICE)----|-> CAUSE -----------|--> ACTION -------| | DISASTER DISCRETION | | memikul sendiri | | CONSCIENCE | | punishment. | | | | dari sebab akibat | pembuktian | | | | | | | | | | | | | FREIES ERMESSEN | | | | FORCE MAJEURE VOLITION. Hubungan antara keduanya dibahas dalam Bab V Kybernologi Sebuah Metamorphosis (2008). misalnya sumpah jabatan. keagungan membawa kewajiban (dari keagungan dituntut kewajiban) 235 . berkualitas etik.atau ---------|-.11. Keputusan etik diikuti dengan tindakan etik yang didukung oleh perilaku etik.| memikul sendiri | | | | gungjawab. apa lagi disumpahi.

KEBAIKAN (BERGUNA. Menurut Spiro. dan cause. Pertanggungjawaban etik adalah puncak segala bentuk dan cara pertanggungjawaban pemerintahan. yang dianut oleh pelaku tanpa terikat dengan fihak lain.Gambar 36 Konstruksi Teori Tanggungjawab: Teori Herbert J. maka kinerja penjanji disebut good. Dalam Bab V Kybernologi Sebuah Metamorphosis (2008) diungkapkan bahwa pertanggungjawaban berkurang karena pertimbangan jasa. Pertanggungjawaban etik didahului dengan pertanyaan fihak terjanji yang wajib dijawab oleh fihak penjanji dengan jawaban yang benar sehingga dapat difahami dan diterima oleh fihak terjanji. Tanggungjawab sebagai cause adalah sesuatu yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk bertindak. BERMANFAAT. kewajiban menepati janji (lepas dari sebab dan akibat). Tanggungjawab sebagai accountability adalah perhitungan atas pelaksanaan perintah kepada pemberi perintah. BERMAKNA). KEPERCAYAAN). MELAINKAN DIDORONG OLEH NILAI-NILAI KEBENARAN (SESUAI DENGAN FAKTA). IA TIDAK BERMAKSUD MENDAPAT DAN MEMANG TIDAK MENDAPAT IMBALAN APAPUN (IA TIDAK MEMBERI SUPAYA MENDAPAT. TIDAK OLEH KEKUASAAN POLITIK. tanggungjawab diartikan sebagai accountability. Jika pelaksanaan perintah sesuai dengan perintah. dan jika tidak. risiko ditanggung oleh pemberi perintah. obligation. Oleh sebab itu pelaksana perintah harus memahami betul isi dan cara pelaksanaan perintah. dimodifikasi dan dikembangkan (pertanggungjawaban etik). TETAPI SEBALIKNYA KETIKA IA MEMBERI IA KEHILANGAN SESUATU DALAM HIDUPNYA). Tanggungjawab sebagai obligation memiliki tiga dimensi. Spiro dalam Responsibility in Government (1969). KETIKA IA MELAYANI ORANG LAIN ATAS PRAKARSA SENDIRI. Yang digunakan dalam Kybernologi adalah pertanggungjawaban etik (lihat Sesi 13 GBPP Kybernologi). Pertanggungjawaban dapat diterangkan melalui Teori Tanggungjawab yang dikembangkan dari Teori Tanggungjawab Herbert J. Seseorang disebut BERJASA DALAM ARTI ETIK. yaitu berjanji (bersumpah. penjanji wajib menanggung sanksinya yaitu mosi tidak percaya dari fihak pelanggan (terjanji). dan kesediaan memikul risiko. 1969. yang disebut rasa atau kesadaran akan tanggungjawab dengan kesediaan untuk menanggung risiko atau akibatnya. DAN KEWAJIBAN (SESUAI DENGAN KEYAKINAN. Yang dimaksud dengan etika di sini adalah etika otonom. Gambar 36. WALAUPUN TERNYATA LAYANANNYA MENJADI BERKAT BAGI SETIAP ORANG 236 . Bilamana jawaban fihak penjanji dapat diterima oleh fihak terjanji. Spiro.

konon pula pertanggungjawaban etik. ada Hak Asasi dalam arti bawaan. dan Bab 5 Kybernologi Sebuah Metamorphosis. Tetangga Etika Pemerintahan adalah Teologi Pemerintahan. 2008.” Kode Etik Profesional. Bab 4. 2006) Etika Pemerintahan sangat penting. dan Musang berbulu Ayam. serasi. tetapi tidak ada Kewajiban Asasi dalam arti itu. Pernyataan seperti: “Saya siap mengundurkan diri. Referensi: Bab 15 dan Bab 16 Kybernologi 2003. . DAN SANKSI ATAS KEGAGALAN PENEPATAN ATAU PELANGGARAN JANJINYA.” sebab pengunduran diri itu adalah bagian dari pertanggungawaban.” jangan cerminnya yang dibanting! Pokok bahasan ini juga merupakan review sesi-sesi sebelumnya. Ada dua sisi reformasi pemerintahan: 1. Bab XV Kybernologi Sebuah Scientific Movement. Serigala berbulu Domba. . Bab III dan IV Kybernologi dan Pengharapan (2009) 14 Sesi Empatbelas REFORMASI PEMERINTAHAN Tiga belas sesi di atas ibarat cermin yang digunakan untuk “ngaca. Seperti telah dikemukakan.DALAM JANGKA PANJANG. 2007. kewajiban tumbuh sejajar dengan pertanggungjawaban (kemampuan bertanggungjawab). .” tetapi “bersumpah. Pelayanan civil 237 . jika. Iblis bisa bercahaya seperti Malaikat. Jadi bukan “disumpah. ” bukanlah pertanggungjawaban. Penguatan tiap subkultur sehingga interaksi antar ketiganya selaras. Teori Tanggungjawab menurut Herbert J. Kunci Etika Pemerintahan terletak pada pertimbangan etik dan pertanggungjawaban etik (Terminal 5 dan Terminal 10 Gambar 34). Bagian Dua Bab II dan Bab III. yang terbentuk sejak dalam kandungan. 2005. Koreksi terhadap buruknya muka pemerintahan Penguatan SKS Di atas telah dikemukakan bahwa SKS merupakan sasaran redistribusi nilai melalui pelayanan civil dan pelayanan public yang dilakukan oleh SKK. dan Etiket Pergaulan Politik/Diplomatik adalah aplikasi Etika Pemerintahan. Bab 3. . Bab 2. Dengan pegangan Moral saja.” Jika terlihat “muka buruk. dan 2. dinamik dan berkelanjutan. Bagian Pertama Bab 7 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. dan Bagian Tiga Bab XVI Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. muka dibenah. seimbang. Demikian juga pernyataan: “Mengundurkan diri berarti lari dari tanggungjawab. 2006. DATANG DARI DIRINYA SENDIRI DENGAN SETULUS-TULUSNYA (Lihat juga Bagian Dua Bab II Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. Spiro dalam Responsibility in Government (1969).

ia menjadi korban dan selanjutnya jika tidak diselamatkan. Pemberdayaan di sini dalam arti empowerment. Di lingkungan SKE perlu disosialisasikan konsep Corporate Social Responsibility dan Corporate Good 238 . agar mampu melakukan fungsi kewasitannya dengan lebih objektif dan tidak koruptif. mengontrol SKK. ia membayar risiko dan biaya (membayar kepada petaruh yang menebak tepat). MENCEMARI SKE MASYARAKAT DESA YANG DAHULU TERKENAL SEBAGAI BENTENG MORAL BANGSA. Pemberdayaan SKE bertujuan membangun kapasitas SKE untuk mengelola sumberdaya. Hal itu penting karena menurut hukum alam. Supaya SKS mampu melakukan fungsi tersebut. JANGAN SAMPAI BUDAYA KORUPSI YANG SEKARANG TELAH MERAJALELA SAMPAI PADA TINGKAT KABUTAN/KOTA. Oleh sebab itu seharusnya sejak awal Negara mengarahkan pembangunan pada pemberdayaan (enabling) masyarakat SKE agar pada suatu saat masyarakat mampu membangun dirinya sendiri. agar setiap petaruh menaati aturan main yang sudah disepakati bersama). guna memperoleh pelayanan yang bermutu. SDM. pendekatan pemerintahan mendorong perubahan peran SKK yang selama ini dipegangnya dengan penuh kesenangan ibarat wasit merangkap sebagai pemain. maupun SDB. Di dalam SKE harus tersedia tenaga-tenaga terampil (terlatih). dan mengelola produk-produk Negara dan pemerintah menurut budaya ekonomi.adalah kewajiban Negara. budaya manajemen. dan budaya kerja berdasarkan Pasal 33 (1) UUD 1945 naskah asli. sedangkan pelayanan publik adalah kewenangan pemerintah. SKS adalah stakeholder pemerintahan (governance). Stakeholder itu ibarat bandar permainan judi. dan bertanggungjawab. baik SDA. budaya bisnis. tetapi juga kekuatan yang mengontrol SKK. agar SKK melakukan tugasnya dengan baik (good governance) dan tidak koruptif (bad governance). Jika tidak. tidak selamanya bergantung pada dan dikorupsi oleh SKK. kekuasaan tidak bisa dan tidak mau mengontrol diri sendiri. Dalam hubungan itu. Tetapi itupun bergantung pada sejauh mana SKE mampu meningkatkan kapasitas dirinya sebagai subkultur ekonomi dan pembangunan. bukan hanya sasaran pelayanan Negara dan pemerintah. Masyarakat sebagai pelanggan. SKS harus diberdayakan (empowered). menjadi mangsa (Gambar 13). setiap orang adalah pelanggan produk-produk Negara. dan ia mengontrol SKK (para petaruh. yaitu peningkatan posisi tawar pelanggan dan pemberian kesempatan kepadanya untuk memperjuangkan hak. atau dengan perkataan lain agar SKK meredistribusi nilai melalui pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggungjawab. Ia menjaga semua sumberdaya (uang taruhan). secara bertahap menanggalkan perannya sebagai pemain. jujur. Penguatan SKE Seperti telah dikemukakan di atas.

Dalam posisi itu berlaku hukum-hukum sistem: (a) hukum rantai. artinya berjalan terus-menerus. Dalam hubungan itu fenomena birokrasi tidak cukup diterangkan hanya oleh Teori Kebijakan Publik. (b) refungsionalisasi birokrasi. Upaya jangka panjang untuk mengimplementasi Pasal 33 UUD dan menemukan rantai penghubung antara ekonomi kapitalistik dengan ekonomi kerakyatan. konsisten.Governance. dan (b) hukum kontrol. Yang dimaksud dengan reformasi birokrasi meliputi (a) redefinisi birokrasi. kekuatan sebuah rantai sama dengan kekuatan matarantainya yang terlemah. (d) merevitalisasi proses birokrasi. dan akumulatif. Ketiga reformasi birokrasi. Sosiologi dan Ilmu 239 . Pertama reposisi SKK dari posisi vertikal ke posisi matarantai pemerintahan (Gambar 9). Teori Politik. Dengan demikian SKK dapat memusatkan perhatiannya untuk mengontrol SKE secara objektif sekaligus memberdayakan SKE sebagai pemain. dan (e) mentransformasi perilaku birokrasi. Reformasi Pemerintahan lebih sebagai fungsi ketimbang momentum. (c) dekonstruksi lingkungan birokrasi. baik langsung maupun tidak langsung. Penguatan SKK Penguatan kapasitas pemerintah dilakukan melalui beberapa strategi. Reformasi Pemerintahan bertujuan POLITIK (NEGARA) | | public choice waktu | ruang | SUMBER-SUMBER----nilai----PEMERINTAHAN----informasi----ILMUPENGTAHUAN teknologi | sumberdaya | kontrol di hulu dan kontrol di hilir | | MASYARAKAT PELANGGAN Gambar 36 Lingkungan Pemerintahan Lihat juga Gambar 11 membangun pemerintahan yang sehat dengan mencegah sejauh mungkin pemerintahan yang sakit. harus diperjuangkan habis-habisan. setiap komponen sistem dikontrol oleh komponen lainnya melalui feedback control. Kedua pembebasan SKK secara bertahap tapi pasti dari perannya sebagai pemain.

nilai. dan kontrol di hulu dan di hilir. Sesehat dan sekuat apapun Birokrasi. Oleh sebab itu. yaitu grand theory yang mencakup semuanya. Bab VI dan Bab XII Kybernologi dan Pembangunan. Bagian Kedua Bab 18 Kybernologi Beberapa Konstruksi Utama. Bab I dan Bab II Kybernologi Sebuah Profesi. Bab 13. pada aras makro. 2007. Bab 12. Bab 2. 2005. politisi) menyalahgunakannya. “power tends to corrupt. Ilmu Pengetahuan. dan Masyarakat (Gambar 36). dan inovasi Birokrasi itu sendiri. kalau tidak digunakan. Bagian Dua Bab I dan Bab IX Kybernologi Sebuah Scientific Enterprise. dan Bab 15 Kybernologi Sebuah Scientific Movement. Manfaatnya bergantung pada penggunanya. Bab 14. 2007. Diperlukan bangunan teori yang lebih tinggi. 2009. Bab 8 Kybernologi Sebuah Metamorphosis. 1112081144 1212081427SDGORODTG 1312081506 1912081058 0401091050 0801091014SDGOROTDUSADS 3103090818SDG 0904090953SDG 240 . Secerdas apapun sebuah temuan ilmiah. Bab IX Kybernologi Sebuah Charta Pembaharuan. Reformasi Pemerintahan berarti reformasi lingkungan pemerintahan yang terdiri dari Politik (Negara). 2007. Grand theory yang dimaksud adalah Teori Hubungan antara Negara dengan Manusia (Gambar 4). 2006. 2008. ia menjadi biropatologik. Hubungan itu berturut-turut berisi public choice. tidak berguna. info.Hukum. Menurut teori itu terjadi hubungan timbal-balik antara keduanya. Birokrasi itu ibarat sebuah mobil. jika pengguna (politik. Memang.” Referensi: Bab 9 Kybernologi 2003. Sumber-sumber.

241 . Hati. kalbu. nurani. batin. lihat Koran hari ini. insan kamil. sanubari.1104091755SDG 1703101520SDG 2203101248SDG 2403100827SDG BABAK 1 Ilmu itu ada di dalam diri kita. gelap.