KASUS TUTORIAL PROFESI JIWA Kasus I

Klien R, berusia 17 tahun, seorang remaja dari keluarga berantakan. Sudah sejak 1 minggu yang lalu klien ditahan di Rumah Tahanan untuk menunggu vonis. Saat bertemu perawat, klien tampak kurus, pucat, dan murung. Saat dikaji klien menceritakan bahwa klien ditahan karena terlibat perkelahian di lampu merah tempatnya mengamen. Klien tidak sengaja membunuh lawannya karena sedang mabuk. Sekarang perasaan klien tidak menetu, sering berdebar-debar apalagi jika mendengar hal berkaitan dengan pengadilan dan vonis. Klien takut vonis yang akan menimpanya cukup berat. Klien khawatir dengan adik-adiknya yang masih kecil, yang selama ini menjadi tanggungannya. Klien berulang kali mengatakan bagaimana dengan adik-adiknya, bila perawat bertanya, seperti kurang fokus dengan petanyaan pembicaraan dengan perawat. Klien mengatakan ibunya hanya mengurusi dirinya sendiri dan sering keluyuran malam, sedangkan ayahnya sudah lama meninggalkan keluarga mereka. Makanya klien suka marah-marah, putus sekolah, lebih sering di luar rumah, ngamen, kadang minum minuman keras untuk menghilangkan penat.“ klien mengatakan kalau nanti ia keluar,

klien tidak tahu apa yang akan dilakukan, ia merasa malu seperti sampah masyarakat, tidak berguna.

Learning Objective :
1. 2. 3. Mahasiswa dapat menganalisa kasus, menjelaskan data-data yang muncul, dan data yang perlu dikaji lebih lanjut Mahasiswa dapat menetukan core problem dan masalah keperawatan lain dari analisa kasus di atas Mahasiswa dapat menjelaskan konsep (pengertian, tanda dan gejala, predisposisi dan presipitasi, psikopatologi) dari core problem dan masalah lain yang muncul Mahasiswa dapat menentukan intervensi keperawatan mandiri dan kolaborasi dari kasus diatas.

4.

Kasus II
Pasien A, laki-laki, berumur 30 tahun, status belum menikah, dirawat di ruang akut Rumah Sakit Jiwa. Saat dikaji perawat, pasien diisolasi di ruang khusus. Pasien tampak tidak rapi, rambut acak-acakan, kuku hitam. Pasien juga tampak jalan mondar- mandir, gelisah, bicara ngawur, tertawa sendiri, kontak mata kurang. Klien mengatakan “ Suster saya mendengar suara – suara yang menyuruh bunuh diri ”, “Pasien sering mengatakan “Saya tidak berguna , tidak berarti lagi, pacar saya meninggalkan saya karena saya miskin”. Lebih lanjut lag i pasien mengatakan bahwa sahabatnya mengguna-guna pacarnya dan merebut semua kekayaan dirinya. Menurut perawat ruangan, dua hari yang lalu pasien dibawa keluarga ke RSJ karena sudah 2 minggu sebelum masuk rumah sakit, pasien tidak mau keluar dari kamar dan tidak mau melakukan aktifitas seperti biasanya, dan sering bicara sendiri. Menurut keluarga, tahun 2002 pasien di PHK, setahun kemudian tunangannya menikah dengan sahabatnya, dan ibunya meninggal karena sakit jantung. Sejak saat itu pasien sering menyendiri, mudah tersinggung. Kalau marah, pasien sering melampiaskannya dengan melukai dirinya sendiri, seperti membenturkan kepala. Tahun 2005, pasien juga pernah dirawat di RSJ.

Learning Objective :

1. Mahasiswa dapat menganalisa kasus, menjelaskan data-data yang muncul, dan data yang perlu dikaji
lebih lanjut

2. Mahasiswa dapat menetukan core problem dan masalah keperawatan lain dari analisa kasus di atas 3. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep (pengertian, tanda dan gejala, predisposisi dan presipitasi,
psikopatologi) dari core problem dan masalah lain yang muncul

4. Mahasiswa dapat menentukan intervensi keperawatan mandiri dan kolaborasi dari kasus diatas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful