RINGKASAN MODEL MANUSIA MUSLIM ABAD 21 - ANIS MATTA, LC

Kemauan dan motivasi itu memang sulit ditebak, kadang naik kadang turun. Kadang semangat menggebu-gebu, kadang lesu. Ketika ikut training semagat, tapi ketika sampai rumah bingung lagi maungapain. Sehingga kita perlu mengetahui bagaimana cara untuk memanage-nya. Berikut langkah-langkah untuk membangun kemauan dan motivasi pada diri kita : 1. Mengumpulkan tenaga. Tentu ketika kita ingin membangun kemauan dan motivasi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengumpulkan tenaga dan energi sebagai bahan bakar kita mengerjakan hal yang positif. Ada beberapa langkah untuk mengumpulkan energi ini: a. Kesadaran akan tujuan hidup yan jelas, kuat dan terus menerus

Visi Seseorang akan memiliki energi yang sangat kuat, karena dia tau tujuan hidupnya. Dia tau kemana dia akan melangkah. Akhir seperti apa yang akan dia raih di akhir nanti. Kejelasan akan tujuan akhir atau dalam bahasa sekarang disebut visi, akan membedakan energi yang dimiliki. Pekerjaannya mungkin sama, tetapi sentuhannya sangat berbeda. Suatu saat pernah berkunjung ke rumah Ustadz Cahyadi Takariawan, ketika kami tanya kepada beliau aktivitas yang baru saja dilakukan beliau menjawab dengan “Saya baru saja membangun peradaban”. Usut punya usut, ternyata beliau baru saja selesai mandi. Luar biasa, mandi saja disebutnya sebagai membangun peradaban. Sehingga mandi memiliki nilai yang berbeda. Dihadapan Allah juga tentu akan bernilai berbeda antara orang yang mandi dengan niat membangun peradaban dengan mandi yang hanya sekedar mandi saja. Lho kok jadi ngomongin masalah mandi…. Sebenarnya tidak hanya mandi, dalam hal yang lain juga kejelasan visi dan tujuan akan menjadi pembeda pada hal yang sama. Contoh lain dapat kita lihat dengan bekerja. Sama-sama bekerja, tetapi jika punya visi tentu berbeda nilai dan sentuhannya. Orang yang bekerja sekedar bekerja, dengan orang yang bekerja karena dia tahu pahala orang yang bekerja untuk menafkahi keluarga sangat besar, pasti berbeda taste-nya. Berbeda motivasinya dan pada akhirnya berbeda hasil akhirnya nanti.

Sebagian orang ada yang sibuk mengurusi urusan orang lain. Jangan membuang tenaga secara percuma gila bola Jangan buang energi kita untuk pekerjaan yang tidak ada manfaatnya untuk kita. misalkan kita seorang yang gila bola. akan semakin tinggi motivasi kita mengerjakannya. saya punya pemikiran bahwa visi atau tujuan itu sebenarnya sama dengan. kalau dalam bahasa islam. Hehehe… . niat. Kalau dia seorang pengamat bola atau komentator bola tentu hal itu diperlukan. Tertinggal dari orang lain yang sudah meningkatkan kualitas dirinya. Dijamin motivasi kita akan semakin tinggi untuk mengerjakan atau tidak mengerjakannya. Perbuatan yang sama. Contoh lain. Tetapi jika bukan tentu akan menjadi kesia-sian belaka. c. Apalagi kita mengetahui keutamaan sholat berjamaah di mesjid pastinya kita akan sholat berjamaah di mesjid bukan? Oleh karena itu apabila kita malas mengerjakan sesuatu. Mengetahui manfaat suatu perbuatan/pekerjaan Semakin kita mengetahui manfaat suatu pekerjaan. Contohnya orang yang lebih sibuk membicarakan kekurangan orang lain. Tentu nonton bola menurut saya boleh saja. Dia akan tersita energinya untuk memikirkan kekurangan orang itu. apabila kita mengetahui pahala sholat berjamaah lebih besar 27 x lipat dari sholat sendirian tentu kita akan termotivasi untuk sholat secara berjamaah. Dari pagi sampai pagi lagi yang ditonton bola saja setiap hari. Contohnya Sholat. daripada instrospeksi ke dalam dirinya. sehingga di pagi hari dia mengantuk dan urusannya jadi terbengkalai. coba renungkan apa manfaat kita mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu itu. Dan pastinya motivasi kita akan lebih besar untuk melakukan perbuatan tersebut. tetapi point-nya jangan sampai membuat urusan yang lebih penting bagi kita jadi terbengkalai. Mengingat saya sendiri juga seorang penggila bola juga. tapi dengan niat yang berbeda pastinya nilainya berbeda bukan.Dengan analogi di atas. daripada urusan dirinya. b.

Ketika selesai persidangan Si Orang ini bertanya kepada hakim tadi. Yang satu berpendapat 1 + 1 = 2. Pesan lainnya adalah jika memungkinkan luangkan waktu untuk tidur siang walau hanya 10 menit.d. Si Hakim ini menjawab dengan tersenyum. namun ada juga orang yang baru cukup tidur yang berkualitas selama 8 jam. Yang diperdebatkan adalah urusan yang sepele yaitu urusan perjumlahan. . Istirahat dan tidur yang cukup tidur Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. yang membuat energi kita habis dan urusan yang lebih penting untuk kita kerjakan jadi terbengkalai. Meninggalkan masalah-masalah sepele debat kusir Kita harus pintar-pintar memilih tingkat ke-urgent dari aktivitas – aktivitas yang kita akan kerjakan. Secara mengejutkan. karena waktu kita terlalu sayang jikalau dihabiskan dengan banyak tidur. Akhirnya mereka membawa persoalan itu ke pengadilan. e. Kita yang lebih tau kebutuhan tidur diri kita. Ada orang yang cukup dengan tidur 4 jam. Ada dua orang yang sedang berdebat di suatu negeri entah berantah. Pesannya jangan terlalu banyak tidur. yang satu lagi 1 + 1 = 11. Sehingga kita tidak terjebak dalam urusan yang sepele. engkau dihukum bukan karena 1 + 1 = 2. Sehingga bisa kita isi dengan aktivitas ibadah atau hal yang lainnya. tetapi karena engkau telah menghabiskan waktu berhargamu dengan berdebat kusir bersama orang yang bodoh. hakim malah menghukum orang yang mengatakan 1+1= 2. kenapa dirinya yang dihukum sedangkan orang yang berpendapat 1+1=11 malah tidak dihukum. Karena dengan tidur siang sejenak ini akan menguatkan diri kita di malam hari.

maka jangan langsung kita terapkan membaca satu buku dalam satu hari. Ada beberapa prinsip yang bisa kita pakai yaitu: a. Setelah energi kita kumpulkan. Menggunakan Energi. Kita ingin membiasakan diri kita membaca misalkan. Oleh karenanya kita perlu membuat tahapan-tahapan dalam aktivitas yang kita ingin kerjakan. langkah kedua tentunya bagaimana kita menggunakan energi tersebut. Keteraturan teratur Energi yang telah berhasil kita kumpulkan harus dengan bijak kita gunakan. Biar sedikit asalkan rutin tentu lebih baik daripada banyak tetapi jarang kita kerjakan. Walau aktivitas yang kita lakukan sederhana tetapi teratur kita lakukan akan berdampak lebih besar kepada kita. . Bukankah batu yang keras dapat berlubang juga bil setiap hari diteteskan air di atasnya. Yuk kita mulai merencanakan kegiatan-kegiatan sederhana. malah olah raga tersebut membuat kita sakit.Sementara untuk Mengumpulkan Tenaga sampai disini dulu. coba kita tingkatkan jadi satu buku untuk dua minggu. ketika kita berolahraga secara teratur dan rutin tubuh kita akan sehat dan bugar. Kita gunakan energi tersebut dengan teratur. Setelah berjalan beberapa lama. tapi kita kerjakan secara rutin dan teratur. dan seterusnya sesuai dengan ketersediaan waktu yang kita miliki. Hal ini akan membuat kebiasaan tersebut tidak tahan lama karena sudah terforsir di satu atau beberapa hari di awal. Agar tidak begitu saja habis dalam satu waktu. Prinsip kebertahapan perlu kita perhatikan disini. Dan perhatikan apa yang terjadi… (Lho kok kayak Mario Teguh). Bukannya menyehatkan. akan menyebabkan tubuh kita sakit. berbeda jika kita jarang berolahraga tiba-tiba di satu waktu kita mem-forsir tubuh kita dengan olah raga tertentu. Untuk tahap awal kita bisa memulai dengan menargetkan satu buku untuk satu bulan dulu. Nanti kita lanjutkan lagi dengan dua langkah selanjutnya… 2. Contohnya dalam olahraga.

Moderasi moderasi Prinsip moderasi beririsan dengan dua prinsip sebelumnya. Moderasi diharapkan mampu menghindarkan kita dari rasa jenuh terhadap aktivitas tertentu yang sudah kita targetkan. serta hal-hal lainnya yang bisa kita tentuka sendiri. bekerja dan beristirahat. kita perlu memberikan tubuh kita hak untuk beristirahat juga. Seperti induk kata moderasi yaitu moderat yang berarti ditengah-tengah.blogspot.html yang menggambarkan tentang moderasi ini. c. Keseimbangan seimbang Kalau prinsip Keteraturan lebih pada kebertahapan secara kuantitas. private dan sosial.com/2011/09/moderation. Agar energi yang kita pakai bisa recovery untuk kita gunakan kembali di aktivitas yang lainnya. Moderasi menurut saya lebih kepada variasi dalam aktivitas penggunaan energi kita. Dunia dan akhirat. pasti ada kebutuhan rohani.b. “Take a breath when you start to feel overloaded and ask . maka prinsip Keseimbangan menekankan pada terpenuhinya semua aspek yang terlingkup di dalamnya. Tentunya setiap orang memiliki standar yang berbeda-beda sesuai situasi dan kondisi masingmasing. Ada kata-kata menarik dari http://brighthorizons-srb. selain pada penggunaan energi kita untuk berolahraga. Ada kebutuhan jasmani. belajar dan bermain. Contoh dalam olah raga. Tidak berlebih-lebihan juga tidak kekurangan sama sekali. Dari prinsip moderasi ini juga kita belajar untuk tidak menjadi orang yang berlebih-lebihan dalam aktifitas tertentu. Semuanya pas pada porsinya dan bervariasi.

Agar dapat meneruskan perjalanan menuju target dan tujuan kita. ketika kondisi seperti ini kita alami. Dalam implementasi. Fokus melengkapi tiga prinsip-prinsip sebelumnya dalam langkah Menggunakan Energi. maka tidak perlu khawatir karena hal ini adalah fitrah kita sebagai manusia yang lemah. saya rasa cukup sekian. bahwa ketika kita menggunakan energi kita ada satu titik dimana kita merasa lelah dan seolah tak dapat lagi melanjutkan kegiatan. a relaxing song. Dalam upaya mengembalikan tenaga. teratur dan pastinya fokus. menggunakan energi. Mengembalikan Tenaga. “Does this really need to be done right now?” Find a way to give yourself a simple reward: a breath of fresh air outside. You’re worth it! “ c. akhirnya bisa juga meluangkan waktu untuk menulis langkah ketiga dalam upaya kita Membangun Motivasi yaitu Mengembalikan Tenaga. Nanti kita lanjutkan dengan langkah ketiga yaitu Mengembalikan Energi. Fokus fokus Walau pekerjaan yang kita lakukan sederhana tetapi menjadi tidak sederhana apabila kita mengerkannya secara rutin.yourself. hal-hal berikut ini bisa kita lakukan yaitu : a. a nice meal. berhenti sejenak untuk Mengembalikan Energi kita. 3. Tidak dapat dipungkiri lagi. Yang perlu kita sadari adalah bahwa diri kita perlu untuk berhenti sejenak. Ya. Khalwat/i’tikaf I’tikaf . Ok… etelah berjibaku dengan berbagai aktivitas. a call to a loving friend. Untuk langkah kedua. Nah. setiap orang memiliki pengalaman dan kemampuan berbeda-beda sesuai dengan kondisi masingmasing.

Dengan menyendiri juga kita akan merasa lebih tenang. Dalam suasana sepi itulah.bisanya akan muncul banyak inspirasi. bulanan. Karena memang kita perlu waktu untuk menyendiri sejenak. c. Ia akan memberikan banyak hikmah dan pelajaran bagi diri kita. Yang pasti hal ini jangan sampai lupa untuk kita lakukan. . Melihat suasana baru. b. Bisa tahunan. melihat tempat-tempat penuh inspirasi perlu kita lakukan agar kita lebih kuat menapaki perjalanan selanjutnya. melihat pemandangan yang indah. Mengambil hikmah dan pelajaran untuk perjalanan di masa depan. Sediakan waktu untuk memanjakan diri kita. Perjalanan Perjalanan Sesekali kita harus meluangkan waktu untuk melakukan perjalanan ke tempat yang kita sukai. Dalam konteks mengembalikan tenagapun kita perlu memiliki waktu “me time” ini. Dan kita dapat berbicara dengan Tuhan dan Diri kita sendiri. atau sesuai dengan kesibukan dan kesempatan yang kita miliki.Hampir semua orang besar pencetak sejarah punya waktu khusus untuk melakukan hal ini. Agar langkahlangkah kita lebih kuat menapaki perjalanan di hari esok yang lebih menantang. Kembali membuka lembaran cerita yang telah kita lalui di hari lampau. Sesuatu yang sangat jarang kita lakukan bila dalam suasana yang ramai dan penuh hiruk pikuk manusia. Rencanakan perjalanan ke tempat idaman kita. Karena hal ini akan melembutkan hati kita. Muhasabah/evaluasi Muhasabah Tentu ketika hal ini harus kita lakukan.

setelah energi kita sudah kembali tak lupa kita untuk melakukan penjadwalan kembali agenda dan aktivitas-aktivitas positif yang akan kita biasakan. Wallahu’alam . Jikalau sebelumnya kita merasa berat dengan jadwal terdahulu. Penjadwalan kembali Merencanakan Kembali Dan terakhir. Sehingga perlahan namun pasti peningkatan kualitas diri kita akan menjadi kenyataan.d. maka saat ini perlu kita sesuaikan kembali dengan kesanggupan diri kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful