You are on page 1of 16

KAJIAN

TEKNIS

OPTIMALISASI EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGGUNAAN ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT TERHADAP PRODUKSI BATUBARA PADA TAMBANG BATUBARA SWAKELOLA PT. BUKIT ASAM, TBK

PROPOSAL TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Tugas Akhir Penelitian Mahasiswa Pada Jurusan Teknik Pertambangan

Oleh : Yudi Arista Yulanda NIM. 03091002001

UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS TEKNIK 2013

A. Judul Penelitian Kajian Teknis Optimalisasi Efektifitas Dan Efisiensi Penggunaan Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Terhadap Produksi Batubara Pada Tambang Batubara Swakelola PT. Bukit Asam, Tbk. B. Bidang Ilmu Teknik Pertambangan C. Latar Belakang Energi merupakan sumber daya yang vital bagi kemajuan suatu bangsa dan negara. Semakin maju suatu negara maka semakin besar kebutuhan enegi yang dibutuhkan. Sampai saat ini, kebutuhan energi dunia dipenuhi oleh 87,7% bahan bakar fosil, yang terdiri dari minyak bumi 36,7% , batubara 27,2% , dan gas alam 23,7%. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya energi batubara. Data Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan cadangan batubara di Indonesia mencapai 28 milliar ton. Selain itu, Indonesia merupakan negara pengekspor batubara kedua terbesar di dunia setelah Australia. Kebijakan Energi Nasional Indonesia pada 2025 bahkan menyatakan bahwa batubara akan menjadi sumber energi utama dengan penggunaan meningkat menjadi 30,7% sedangkan penggunaan minyak bumi akan dikurangkan menjadi 23,7%. Hal ini menunjukkan bahwa batubara merupakan sumber daya yang mempunyai peran yang sangat strategis dan vital. Batubara merupakan sumber daya mineral yang bersifat sebagai wasting asset, artinya bila sumber daya tersebut telah ditambang di suatu tempat maka tidak dapat diperbaharui kembali. Oleh karena itu, di dalam industri pertambangan selalu berhadapan dengan sesuatu yang terbatas. Maka diperlukan penerapan sistem penambangan yang sesuai dan tepat, baik ditinjau dari segi teknis, ekonomis, maupun lingkungan, agar didapat perolehan yang optimal. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk merupakan tambang terbuka yang menggunakan sistem kombinasi excavator truck untuk melakukan kegiatan penambangan dalam rangka mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Penggunaan alat mekanis yang tidak efektif dan efisien dapat berpengaruh terhadap pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.

Tidak efektif dan efisiennya penggunaan alat mekanis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah banyaknya waktu kerja yang terbuang dengan tidak efektif. Ada banyak pula faktor yang menyebabkan waktu kerja menjadi tidak efektif. Hal ini tentu bisa merugikan perusahaan. Oleh karena itu penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang Kajian Teknis Optimalisasi Efektifitas Dan Efisiensi Penggunaan Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Terhadap Produksi Batubara Pada Tambang Batubara Swakelola PT. Bukit Asam, Tbk D. Maksud dan Tujuan Maksud dan Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui kemampuan produksi dari alat gali muat dan alat angkut yang

digunakan di lokasi penambangan.


2. Untuk mengetahui faktor-faktor serta hambatan yang menjadi penyebab tidak

tercapainya sasaran produksi.


3. Melakukan upaya peningkatan produksi dengan memperbaiki penyebab terjadinya

hambatan. E. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian terhadap Kajian Teknis Optimalisasi Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Terhadap Produksi Batubara Pada Tambang Batubara Swakelola PT. Bukit Asam, Tbk adalah dapat memberikan masukan dan saran mengenai usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan serta dapat digunakan sebagai bahan kajian di lokasi penambangan lain dalam usaha peningkatan produksi alat gali muat dan alat angkut. F. Metode Penelitian Metodologi yang akan diterapkan pada penelitian ini meliputi :
1. Pengumpulan Data, yang mencakup : a.

Data Primer, yang terdiri dari :


1. 2.

Data Target Produksi Bulanan tahun 2013 Data Jumlah Alat yang tersedia tahun 2013

3.

Data Kondisi Kerja yang meliputi :


a. b. c. d. e. f.

Jarak Angkut Grade Resistance Rolling Resistance Digging Resistance Waktu Kerja Efektif Waktu antrian

4. 5. 6. 7. b.

Data Ketersedian Mekanis dan Ketersediaan Fisik Data cycle time Data Produktifitas alat mekanis Data Match Factor Data target produksi batubara Data waktu kerja dan shift kerja Data curah hujan 2 tahun ke belakang Data spesifikasi alat mekanis

Data sekunder, yang terdiri dari : 1. 2. 3. 4.

2. Pengolahan dan Analisis data berdasarkan data yang telah dikumpulkan, baik secara

analisa deduktif maupun induktif.


3. Penyusunan laporan disertai dengan melakukan bimbingan secara berkala.

G. Jadwal Pelaksanaan Sesuai dengan surat pertmohonan yang kami ajukan, kami bermaksud melaksanakan Penelitian Tugas Akhir pada tanggal 4 Maret s/d 27 April 2013. Adapun rincian kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : N o. 1. 2. 3. 4. Kegiatan Orientasi Pengambilan Data Pengolahan Data Penyusunan Laporan 1 2 3 Minggu Ke : 4 5 6 7 8

H. Tinjauan Pustaka 1. Produktivitas Alat Produktivitas alat merupakan kemampuan alat yang digunakan untuk memindahkan material dalam ukuran waktu tertentu (biasanya dihitung per jam). Umumnya pemindahan material dihitung berdasarkan volume baik dalam satuan m3, yard3 ataupun ton. Peralatan mekanis yang biasa digunakan pada operasi penambangan ditinjau dari fungsinya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam alat yaitu :
a. Alat gali muat

Alat gali muat adalah alat produksi untuk menggali dan mengisikan material hasil galiannya ke dalam alat angkut. Contohnya Backhoe, Dragline, Front-End Loader, Claimshell, Bucket Wheel Excavator (BWE), Bucket Chain Excavator (BCE) dan sebagainya.
b. Alat angkut

Alat angkut adalah alat-alat produksi untuk mengangkut material menuju proses berikutnya. Contohnya Truck, Lori Lokomotif, Belt Conveyor, Pipa Lumpur (Slurry), Scrapper dan sebagainya
c. Alat bantu.

Sedangkan alat bantu adalah alat-alat berat yang digunakan untuk membantu kelancaran produksi.Contohnya Bulldozer, Ripper, Grader, Lubrication Truck, Water Truck, Fuel Truck dan sebagainya.

2. Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Alat Salah satu tolak ukur yang dapat dipakai untuk mengetahui baik buruknya hasil kerja (Keberhasilan) suatu alat pemindahan tanah mekanis adalah besarnya produksi yang dapat dicapai oleh alat tersebut. Oleh sebab itu usaha dan upaya untuk dapat mencapai produksi yang tinggi selalu menjadi perhatian yang serius. Untuk memperkirakan lebih teliti produksi alat-alat yang sudah dibicarakan di atas, perlu dipelajari faktor-faktor yang langsung mempengaruhi hasil kerja alat-alat tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah : a. Jenis Material

Karena perbedaan kekerasan dari material yang akan digali sangat bervariasi. Maka sering dilakukan pengelompokkan sebagai berikut: a. Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging), misalnya tanah atas atau top soil, pasir (sand), lempung pasiran (sandclay), pasir lempungan (clayedsand). b. Agak keras atau Medium hard digging, misalnya tanah liat atau lempung ( clay) yang basah dan lengket. Batuan yang sudah lapuk (wheathered rock). c. Sukar digali atau keras (hard digging), misalnya batu sabak (slate), material yang kompak (compacted material), batuan sedimen (sedimentary rock), konglomerat, breksi (breccia). d. Sangat sukar digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh rock) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali, misalnya batuan beku segar (fresh igneous rock), batuan malihan segar (fresh metamorphic rock). b. Tahanan Gali (Digging Resistance) Tahanan gali merupakan tahanan yang dialami oleh alat gali pada waktu melakukan penggalian tanah. Tahanan ini disebabkan oleh : a. Gesekan antara alat gali dengan tanah. Pada umumnya semakin besar kelembaban dan kekasaran butiran tanah, semakin besar pula gesekan yang terjadi. b. Kekerasan tanah yang umumnya bersifat menahan masuknya alat gali kedalam tanah. c. Adanya adhesi antara tanah dengan alat gali, dan kohesi antara butiran-butiran tanah itu sendiri. d. Berat jenis tanah, hal ini terutama sangat berperan terhadap alat gali yang juga berfungsi sebagai alat muat. c. Tahanan gulir (Rolling resistance) Tahanan gulir merupakan jumlah segala gaya-gaya luar yang berlawanan dengan arah gerak kendaraan yang berjalan diatas jalur jalan atau permukaan tanah. Dengan sendirinya yang mengalami tahanan gulir ini secara langsung adalah bagian luar ban sebuah kendaraan. Tahanan gulir ini tergantung dari banyak hal, diantaranya yang tepenting adalah :

a. Keadaan jalan, yaitu kekerasan dan kemulusan permukaannya : semakin keras dan mulusnya atau rata jalan tersebut, semakin kecil tahanan gulirnya. Jenis tanah atau material yang dipergunakan untuk membuat jalan tidak terlalu berpengaruh. b. Keadaan bagian kendaraan yang bersangkutan dengan permukaan jalan jika

memakai ban karet maka yang berpengaruh adalah ukuran ban, tekanan dan permukaan bannya apakah masih baru atau sudah gundul, sedangkan jika memakai crawler track maka keadaan dan macam track nya kurang berpengaruh akan tetapi kondisi jalannya yang berpengaruh. Berikut angka-angka tahanan gulir yang dinyatkan dalam persen. d. Tahanan Kemiringan (Grade resistance) Merupakan besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang melaluinya. Jika jalur jalan itu naik, disebut kemiringan positif maka tahanan kemiringan akan melawan gerak kendaraan, sehingga memperbesar tenaga yang diperlukan. Sebaliknya jika jalur jalan itu turun disebut kemiringan negatif maka tahanan kemiringannya akan membantu gerak kendaraan artinya mengurangi tenaga yang dibutuhkan. Tahanan kemiringan tergantung dari dua faktor yaitu : a. Besarnya kemiringan yang biasa dinyatakan dalam persen (%). Kemiringan 1 % berarti jalan-jalan itu naik atau turun 1 meter untuk tiap jarak mendatar sebesar 100 meter atau naik/turun 1 ft untuk setiap 100 ft jarak mendatar. b. Berat kendaraan itu sendiri dinyatakan dalam gross ton. e. Coefficient Of Traction Merupakan suatu faktor yang menunjukkan berapa bagian dari seluruh berat kendaraan itu pada ban atau track yang dapat dipakai untuk menarik atau mendorong. Faktor ini akan mempengaruhi kondisi kendaraan seperti slip atu tidaknya kendaraan tersebut ketika tenaga yang dibutuhkan tidak seimbang dengan tenaga yang diberikan. f. Rimpull Merupakan besarnya kekuatan tarik yang dapat diberikan oleh mesin suatu alat kepada permukaan roda atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan.

Untuk menghitung berapa Besar rimpull yang diberikan oleh kendaraan dapat menggunakan komparasi data pada spesifikasi kendaraan. g. Percepatan Merupakan waktu yang diperlukan untuk mempercepat kendaraan dengan memakai kelebihan rimpull yang tidak dipergunakan untuk menggerakkan kendaraan pada jalur jalan tertentu. Biasanya hal ini terjadi disaat kendaraan menempuh jalan yang menurun. h. Ketinggian dari permukaan air laut (Altitude) Ketinggian letak suatu daerah ternyata berpengaruh terhadap hasil kerja mesinmesin, karena mesin-mesin tersebut bekerja dipengaruhi tekanan dan temperatur. Semakin tinggi tempat bekerja maka kekeurangan tenaga terhadap mesin mesin akan berkurang pula. Untuk kendaraan 4 tak maka akan berkurang sebesar 3% pada ketinggian setelah 1000 ft pertama. Untuk kendaraan 2 tak akan berkurang 1 %. i. Effisiensi Operator Merupakan faktor manusia yang menggerakkan alat-alat yang sangat sukar untuk ditentukan effisiensinya secara tepat karena selalu berubah-ubah dari hari kehari bahkan dari jam ke jam tergantung dari keadaan cuaca, keadaan alat yang dikemudikan, suasana kerja dan lainnya. Sebenarnya effisiensi operator tidak hanya disebabkan oleh kemalasan pekerja itu sendiri, tetapi juga karena kelambatan-kelambatan dan hambatan-hambatan yang tidak dapat dihindari seperti : melumasi kendaraan, mengganti yang aus, membersihkan bagian-bagian terpenting sesudah sekian jam dipakai, memindahkan ketempat lain, tidak adanya keseimbangan antara alat gali muat dan alat angkut, menunggu peledakan, perbaikan jalan dan sebagainya. j. Efektifitas Penggunaan Alat Mekanis Efektifitas penggunaan alat mekanis merupakan faktor yang menunjukan kondisi alat-alat mekanis dalam melakukan pekerjaan dengan memperhatikan kehilangan waktu selama kerja. Adapun parameter efektifitas dalam penggunaan alat-alat mekanis meliputi :

1) Kesediaan Mekanis (Mechanical Availability ) Mechanical Availability (MA) adalah angka yang menunjukan tingkat suatu alat dapat bekerja dengan memperhitungkan kehilangan waktu karena alasan-alasan mekanis seperti perawatan atau reparasi mesin, penggantian suku cadang (sparepart) dan lain-lain. Kesiapan mekanis merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi mekanis yang sesungguhnya dari alat yang sedang dipergunakan. Persamaan untuk Mechanical Availability adalah sebagai berikut :
MA = W x 100 % W +R

Keterangan : W=Working hours atau jumlah jam kerja merupakan waktu yang dibebankan kepada seorang operator suatu alat yang dalam kondisi dapat dioperasikan artinya tidak rusak, meliputi setiap keterlambatan yaitu pulang ke lokasi kerja, pindah tempat, pelumasan dan pengisian bahan bakar serta keadaan cuaca. R= Repair hours merupakan waktu untuk perbaikan dan waktu yang hilang karena menunggu saat perbaikan termasuk juga waktu untuk penyediaan suku cadang serta waktu untuk perawatan preventif. 2) Kesediaan Fisik (Physical Availability) Faktor yang menunjukan kesediaan alat untuk melakukan kerja dengan memperhitungkan waktu yang hilang karena rusaknya jalan, faktor cuaca dan lainlain. Kesediaan fisik selalu lebih besar dari kesediaan mekanis, berarti bahwa alat belum digunakan sesuai dengan kemampuannya
PA = W+S x 100 % W+S+R

Keterangan : S = Standby hours atau jumlah jam kerja suatu alat yang tidak dapat dipergunakan padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap operasi. ST = Scheduled Time (W+R+S) atau jumlah seluruh jam kerja dimana alat dijadwalkan untuk beroperasi.

3) Penggunaan Kesediaan (Use of Availability) Faktor yang menunjukkan efisiensi kerja alat selama waktu kerja yang tersedia dimana kondisi alat tidak rusak. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa efektif alat yang tidak rusak dimanfaatkan dan menjadi ukuran seberapa baik pengelolaan peralatan yang digunakan. Persentase rendah menunjukkan bahwa pengoperasian alat tidak maksimal.
UA = W x 100 % W +S

Keterangan : W= Working hours atau jumlah jam kerja. S= Standby hours atau jam kerja suatu alat yang tidak dapat dipergunakan padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap operasi. 4) Penggunaan Efektif (Effective Utilization) Faktor yang menunjukkan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau persen waktu yang dimanfaatkan oleh alat untuk bekerja dari sejumlah waktu kerja yang tersedia. Effective Utilization ini sama dengan pengertian efisiensi kerja alat mekanis.
EU = W x 100 % W +S+R

Keterangan : W = Working hours atau jumlah jam kerja. ST= Scheduled Time (W+R+S) atau jumlah seluruh jam kerja dimana alat dijadwalkan untuk beroperasi. k. Faktor pengembangan (Swell Factor) Pemberaian merupakan prosentase pengembangan volume material dari volume asli, yang dapat mengakibatkan bertambahnya jumlah material yang harus dipindahkan dari kedudukan aslinya. Ketika digali, material akan lepas dan terberai sedemikian rupa dan tidak akan kembali ke bentuk semula. Pemberaian tejadi karena terbentuk ronggarongga udara di antara partikel-partikel material lepas tersebut. Misalnya, satu kubik material pada kondisi asli (bank) setelah digali volumenya mengembang atau

bertambah 30%, artinya volume bertambah 1.3 kali volume aslinya, namun beratnya tetap sama sebelum dan sesudah digali. Rumus-rumus yang berkaitan dengan pemberaian material sebagai berikut: % Swell = ( Volume..Loose 1) * 100% Volume..Bank Volume..Bank ) *100% Volume..Loose

Swell..Faktor = (
l.

Faktor Mangkuk ( Bucket Faktor) Merupakan perbandingan antara volume material yang dapat ditampung oleh mangkuk terhadap kemampuan tampung mangkuk secara teoritis. Biasanya faktor ini untuk menentukan secara pasti harus dilakukan pengukuran dilapangan. Bila tidak bisa manggunakan komparasi pendekatan data sesuai material yang digali (Tabel 1). Tabel 1: Angka Bucket Faktor Sesuai Material Penggalian

Bucket Factor Kondisi Operasi/ Penggalian Mudah Tanah clay, agak lunak Sedang Tanah asli kering, berpasir Agak Sulit Tanah asli berpasir dan berkerikil Sulit Tanah keras bekas ledakan
m. Berat Material

Bucket Factor 1.20-1,10 1,10-1,00 1,00-0,80 0,80-0,70

Berat material yang akan diangkut oleh alat-alat angkut dapat mempengaruhi :
a. Kecepatan kendaraan. b. Membatasi kemampuan kendaraan untuk mengatasi tahanan kemiringan dan tahanan

gulir dari jalur jalan yang dilaluinya.


c. Membatasi volume material yang dapat diangkut.

Oleh sebab itu berat jenis material pun harus diperhitungkan pengaruhnya terhadap kapasitas alat muat maupun alat angkut.

n. Waktu Edar Waktu edar adalah waktu yang diperlukan oleh alat mekanis untuk menyelesaikan sekali putaran kerja, dari mulai kerja sampai dengan selesai dan bersiap-siap memulainya kembali. a. Waktu edar alat gali-muat Waktu edar alat gali-muat dapat dirumuskan sebagai berikut : CT = T1 + T2 + T3 + T4 Keterangan : CT T1 T2 T3 T4 = Waktu edar alat gali-muat, detik = Waktu menggali material, detik = Waktu putar dengan bucket terisi, detik = Waktu menumpahkan muatan, detik = Waktu putar dengan bucket kosong, detik

b. Waktu edar alat angkut Waktu edar alat angkut dapat dirumuskan sebagai berikut : CT = T1 + T2 + T3 + T4 + T5 + T6 Keterangan : CT T1 T2 T3 T4 T5 T6 = Waktu edar alat angkut, = Waktu diisi muatan, menit menit = Waktu mengambil posisi untuk dimuati, menit menit menit menit = Waktu mengangkut muatan, = Waktu pengosongan muatan, = Waktu kembali kosong,

= Waktu mengambil posisi untuk penumpahan, menit

3. Produktivitas Alat gali muat dan alat angkut Untuk memperkirakan produktivitas alat gali muat dan alat angkut dari beberapa referensi setelah digabungkan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Produktivitas alat gali muat Di dalam menghitung kemampuan produksi dari alat gali muat digunakan rumus sebagai berikut :

q=

KB * Bf * Sf * 60 * E CT

Keterangan : KB : Kapasitas Bucket (m3) Bf Sf E q. : Bucket fill factor (%) : swell factor (%) : Efektifitas Kerja alat mekanis (%) : Produktivitas Alat gali muat (Bcm/Jam) Dalam perhitungan produktivitas alat angkut, perlu dihitung kapasitas vessel dump truck dengan persamaan: Q= KB * Bf * Sf * n * 60 * E CT

CT : Cycle time alat gali muat (Menit) 2. Produktivitas Alat Angkut

Keterangan : KB : Kapasitas Bucket (m3) Bf Sf n. E Q : Bucket fill factor (%) : Swell factor (%) : No Load Bucket : Efektifitas Kerja alat mekanis (%) : Produktivitas alat angkut (Bcm/Jam)

CT : Cycle time alat angkut (Menit)

4. Keserasian Kerja (Match Factor) Untuk mendapatkan hubungan kerja yang serasi antara alat gali muat dan alat angkut, maka produktivitas alat gali muat harus sesuai dengan produktivitas alat angkut. Faktor keserasian alat gali muat dan alat angkut didasrkan pada produktivitas alat gali muat dan produktiivitas alat angkut, yang didasarkan dalam Match Factor (MF). Secara perhitungan teoritis produktivitas alat gali muat haruslah sama dengan produktivitas alat angkut, yaitu:

MF : Jumlah pengisian * jumlah alat angkut * cycle time alat gali muat

Jumlah alat gali muat * Cycle time alat angkut Bila hasil perhitungan diperoleh: a. Jika MF = 1; berarti kemampuan alat gali muat sama dengan alat angkut sehingga tidak ada waktu tunggu. faktor kerja alat gali muat 100% dan alat angkut mempunyai faktor kerja 100%. b. Jika MF > 1; berarti kemampuan alat angkut lebih besar dari pada kemampuan alat gali muat, sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut. Faktor kerja alat muat 100% dan faktor kerja alat alat angkut < 100%. c. Jika MF < 1; berarti kemampuan alat gali muat lebih besar dari pada kemampuan alat angkut sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat muat. Faktor kerja alat gali muat < 100% dan faktor kerja alat angkut yaitu 100%. I. Penutup Demikianlah proposal ini diajukan dengan harapan bapak dapat menerima saya untuk melakukan Penelitian Tugas Akhir di perusahaan yang bapak pimpin. Atas bantuan dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA Anonim, (2000), Catterpillar Hand Book 31th Edition, Catterpillar Inc, Peoria, Illinois, U.S.A. Anonim, (2003), Komatsu Hand Book 24th Edition, Komatsu Ltd, Japan. Anonim, (____), Hitachi Product Guide Book, Hitachi Ltd, Japan. Arthur B Cummins, (1973), SME Mining Engineer Handbook, Volume 2, Society of Mining Engineers, The American Institute of Mining, Metallurgical, and Petroleoum Engineers, Inc Johan lensa, (2006), Panduan lapangan untuk foreman dan supevisor, PT BUMA, Jakarta. Prodjosumarto, P., (1993). Pemindahan Tanah Mekanis. Jurusan Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung. Robert L Peurifoy, (1996), Construction Planning, Equipment, and Method, 5th Edition, McGraw-Hill Companies, Inc, New York, USA