You are on page 1of 37

There are two adrenal glands which lie a top the kidneys; each gland has two parts: the outer cortex and an inner medulla  The cortex is controlled by the anterior pituitary,  the medulla is controlled by the nervous system

Gambar kelenjar adrenal

Zona glomerulosa: terluar 2). KORTEKS ADRENAL terdiri atas: 1).KORTEKS: produksi hormon steroid MEDULA :produksi katekholamin. Zona fasikulata: tengah 3). Zona retikularis: dalam .

Gambar penampang melintang bagian kortex dan medulla adrenal .

 Secretes different steroid hormones from each zona › Zona glomerulosa  secretes aldosterone  increases body levels of sodium while decreases body levels of potassium › Zona fasciculata  secretes cortisol  increases blood levels glucose and fatty acids › Zona reticularis  secretes dehydroepiandrosterone (DHEA)  secreted at low levels in males and females appears to stimulate the onset of puberty .

Capsule Zona glomerulosa Zona fasciculata Cortisol 10 to 20 mg/day Mineralocorticoids Aldosterone 100 to 150 g/day Cortex Adrenal androgens 20 mg/day Zona reticularis Medulla Norepinephrine (NE) Epinephrine (EPI) Bioactive amines .

.

a rise in blood level. and many other things .  The Adrenal Medulla produces epinephrine (adrenaline) and norepinephrine (noradrenalin) These two hormones help us respond to emergency situations: they cause a increase in heart rate.

  Synthesizes and releases steroid hormones called corticosteroids Different corticosteroids are produced in each of the three layers › Zona glomerulosa – mineralocorticoids (chiefly aldosterone) › Zona fasciculata – glucocorticoids (chiefly cortisol) › Zona reticularis – gonadocorticoids (chiefly androgens) .

Regulate electrolytes in extracellular fluids  Aldosterone – most important mineralocorticoid  › Maintains Na+ balance by reducing excretion of sodium from the body › Stimulates reabsorption of Na+ by the kidneys .

 Aldosterone secretion is stimulated by: › Rising blood levels of K+ › Low blood Na+ › Decreasing blood volume or pressure .

    Renin-angiotensin mechanism – kidneys release renin. which is converted into angiotensin II that in turn stimulates aldosterone release Plasma concentration of sodium and potassium – directly influences the zona glomerulosa cells ACTH – causes small increases of aldosterone during stress Atrial natriuretic peptide (ANP) – inhibits activity of the zona glomerulosa .

Figure 16.14 .

.

› Sekresi kortisol memperlihatkan ritme circadian (ritme siang –malam) naik di waktu pagi dan sepanjang hari menurun lagi. › Produksi kortisol total sehari kurang lebih 20-30 mg pada kondisi strees produksi meningkat sampai 100-200 mg . › Glukortikoid (kortisol) berfungsi terhadap metabolisme karbohidrat. mineralokortikoid dan hormonhormon kelamin merupakan hormon steroid yang dihasilkan oleh bagian kulit (cortex) kelenjar anak ginjal/kelenjar adrenal. Glukokortikoid. pembagian lemak dan reaksi peradangan. pertukaran protein.

produksi hormon ini juga dipengaruhi oleh penggunaan garam. Mineralokortikoid : aldosteron (prekusornya adalah kortikosteron dan desoksikorton). hormon ini terutama mempengaruhi metabolisme garam dan air. . › Demikian juga kortisol memiliki efek mineralokotikoid tetapi relatif kecil. › Aldosteron dan prekusornya juga mempunyai efek seperti glukokortikoid (sekitar 30% dibanding kortisol).

kolesterol pregnenolon progesteron prasteron 17OH-progesteron kortisol kortikosteron aldosteron Testoteron + androgen lainya Estradiol + estrogen lainya .

COCH2OH 12 11 1 2 A 3 4 5 6 10 B 7 C 9 8 14 13 17 16 D 15 R O kortikosteron .

Peningkatan glukoneogenesis. infeksi. Daya imunosupresif & antialergi. Efek glukokortikoid : a. c.1. Efek anti radang (anti-inflamasi). alergi. migrasi dan aktivitas limfosit T/B dan makrofag dikurangi. juga berkhasiat merintangi terbentuknya cairan peradangan dan udem setempat. penggunaan di jaringan perifer dikurangi penyimpanan sebagai glikogen ditingkatkan . reaksi imun dihambat. pembentukan glukosa distimulasi. misalnya selama radiasi sinar-x di daerah kepala b. misalnya akaibat trauma.

Efek katabol. tejadi osteoporosis. sedangkan kalium ditinggkatkan ekskresinya.d. yaitu merintangi pembentukan protein dari asam amino. Pengubahan pembagian lemak. sedangkan pengubahannya menjadi glukosa dipercepat. penyembuhan tukak lambung dipersulit. 2. juga di perut dan belakang tengkuk. Efek mineralokortikoid › yaitui retensi natrium dan air oleh tubuli ginjal. . akibat efek katabol adalah terhambatnya pertumbuhan anak-anak. yang terkenal adalah penumpukan lemak diatas tulang selangka dan muka (sehingga menjadi bundar “moon face”). e.

Deltakortikoid : predniso(lo)n. Zat ini berbeda dengan kortisol dengan adanya ikatan rangkap dua pada C1-2 (delta 1-2) dengan efek glukokortikoid 5x lebih kuat dari kortisol dan efek mineralokortikoid lebih ringan dengan lama kerjanya 2x lebih panjang . zat ini dibagi dalam 2 kelompok : a. desonida dan prednikarbat. budesonida. Untuk meningkatkan efek glukokortikoid dan menurunkan efek mineralokortikoid banyak disintesis senyawa-senyawa derivat kortisol. metilprednison.

Merupakan turunan fluor dari prednisolon dengan 1 atau 2 atom flour pada C6 atau(dan) C9.b. deksametason. Penggunaan topikal (salep/krim). Maka zat ini digunakan untuk sistemik jika dalam penggunaan diperlukan pednisolon yg terlampau tinggi. dsb. sedangkan daya mineralokortikoidnya praktis hilang. daya anti radangnya 10-30x lebih kuat daripada kortisol. Fluorkortikoida : betametason. Penggunaan sistemisnya tidak menguntungkan dibanding prednisolon karena efek sampingnya juga relatif lebih besar. . Plasma t1/2nya lebih panjang (3-5 jam) karena perombakan dalam hati dipersulit oleh adanya atom fluor sehingga efeknya bertahan 3-5x lebih lama. sangat banyak & sering disalahgunakan karena efeknya lebih bagus dibanding kortisol. › › triamsinolon.

Juga untuk menghilangkan perasaan tidak enak (malaise). anti-alergi dan imunosupresif.  Terapi non-spesifik. Dalam hal ini diberikan hidrokortison karena efek mineralokortikoidnya paling kuat. yaitu berdasar efek antiradang. & deksametason.  . Umumnya diberikan prednisolon. triamsinolon. digunakan pada insufisiensi adrenal.Terapi subtitusi. kurang tenaga dan otot lemah akibat kekurangan kortisol). seperti pada penyakit addison (rasa letih.

Juga sebagai antimual akibat penggunaan sitostatika. › Penyakit auto-imun. sistem imun terganggu dan menyerang jaringan tubuh sendiri. › Sesudah transplantasi organ. . aerosol) umumnya bersama obat-obat beta-2–mimetika (adrenergika) › Radang usus akut. bersama onkolitika (sitostatika) dan setelah radiasi sinar-x untuk mencegah pembengkakan dan udem (khususnya deksametason). bersama siklosporin untuk mencegah penolakan oleh sistem imun tubuh › Kanker. Kortikoid menekan reaksi imun dan meredakan gejala penyakit. sediaan yang standar adalah inhalasi (spray. karena menyesuaikan ritme circadian dalam tubuh. Pada penggunaan sistemik ini sebaiknya diminum dalam satu dosis pagi hari. Indikasi terpenting dari glukokortikoid : › Asma hebat yg akut/kronis.

fluormetolon. radang pinggir kelopak mata. biasanya dikombinasi dengan anestetik lokal (lidokain)  Intra-artikuler. deksametason.  . betametason. prednisolon.  Di telinga pada radang gendang telinga. contohnya adalah hidrocortison.  Di mulut. polip untuk menghambat pertumbuhannya.Pada mata : radang selaput mata. selaput-bening. digunakan sebagai spray untuk rhinitis. biasanya disuntikan hidrokortison atau triamsinolon diantara sendi-sendi. biasanya dikombinasi dengan antibiotik  Di hidung (intranasal). Obat-obat ini mempunyai aktivitas relatif lemah dan sedikit diserap ke dalam darah. digunakan sebagai supositoria pada wasir yang meradang. untuk asma  Rektal. pada radang sendi. Tidak boleh diberikan pada gangguan mata lain (gatal2 dan mata merah) karena efek sampingnya adalah katarak dan glaucoma.

triamsinolon 0. prurigo.Merupakan obat yang sangat baik untuk pengobatan gangguan kulit (eksem.1% termasuk tingkat 2. Misal triamsinolon 0.05% masuk ke tingkat 1  . berkat sifat antiradang dan antimitosisnya. dermatitis.  Atas dasar aktivitasnya kortikoid lokal dapat dibagi dalam 4 tingkatan dengan urutan potensi yang meningkat. dan gatal-gatal lain). psoriasis. Pada kadar yang lebih rendah aktivitasnya juga menurun ke tingkat yang lebih rendah.

tingkatan aktivitas glukokrtikoid pada penggunaan dermal .Tabel.

gatal-gatal dan dematitis popok.  . misal triamsinolon 1%. jika hasil kurang memuaskan bisa beralih pada zat tingkat 2. Maka zat ini lebih cocok untuk menghambat pertumbuhan kulit yang berlebihan misalnya pada psoriaziz dsb.  Zat tingkat 4 hanya digunakan jika zat tingkat 3 tidak efektif. prurigo.  Zat tingkat 3 & 4 berkhasiat antimitosis yaitu menghambat pembelahan sel. juga pada sengatan tawon digunakan kortikoid lemah (tingkat 1) yakni hidrokortison 1%. juga pada eksim / alergi atau eksem atopis.Untuk eksem.

penyembuhan: salep sediaan tingkat 1-3 dioleskan 2-3 dd sehari. 1 dd pada 2 hari seminggu . Pemeliharaan : guna menghindari kambuhnya penyakit  Selama 1-2 minggu.1 dd setiap hari salep tingkat 1-3  Selama 1-2 minggu.1 dd setiap 2 hari maksimal 100 dan 50 g untuk masing-masing tingkat 3 dan 4  Selama 1-3 bulan. Karena kortikoida ditimbun dalam lapisan tanduk dari epidermis / kulit ari dan dilepaskan kembali kelapisan yang lebih dalam maka dikembangkan kebijakan terapi dalam 2 fase : 1. kontinyu. guna secepat mungkin mengendalikan penyakit selama 1-2 minggu. 2. tanpa istirahat.

terlebih setelah pengobatan lama.Pada hari istirahat perlu digunakan suatu salep netral.  Bila penggunaan obat yg kuat akan dihentikan sebaiknya tidak secara mendadak . tanpa zat aktif.  Sebaiknya penggunaan diakhiri dengan salep berkhasiat lemah (Hidrokortison) atau salep netral  .

1. Sindrom Cushing. timbul garis kebiru-biruan (akibat pendarahan di bawah kulit.a. Efek samping glukokortikoid yang penting adalah: 1. gejala utamanya adalah retensi cairan di jaringan-jaringan yang menyebabkan naiknya berat badan dengan pesat. muka menjadi bundar (moon face) adakalanya kaki tangan gemuk bagian atas. selain itu terjadi penumpukan lemak di bahu dan tengkuk. kulit menjadi tipis dan mudah terluka.) .

khusus dari anggota badan dan bahu.5 mg sehari (ekivalen dengan dosis glukokortikoid lain). Kelemahan otot (myopathie steroid). seperti pada rema dan asma hebat. Efek ini terutama pada penggunaan lama prednison diatas 7. .c. Lebih sering terjadi pada hidrokortison dari pada derivat sintesisnya.b.1. Osteoporosis (rapuh tulang) karena menyusutnya tulang dan resiko besar akan fraktur bila terjatuh. masing2 500 UI dan 1000 mg sehari. Pencegahan dilakukan dengan vit D3 + kalsium. 1.

Diabetogen. Penurunan toleransi glukosa dapat menimbulkan hiperglikemia dengan efek menjadi diabetes atau memperhebat diabetes.g.1. penyebabnya adalah stimulasi pembentukan glukosa dalam hati. . yaitu menekan reaksi tangkis tubuh. 1. terutama kortikoida-fluor yang kuat yang hanya untuk penggunaan dermal. 1.e. Jumlah dan aktivitas limfosit-T/B dan makrofak dikurangi. efeknya adalah daya tangkis tubuh turun sehingga lebih peka terhadap infeksi kuman patogen. Imunosupresi. seperti yang terjadi pada trasplantasi organ. akibat dipercepatnya penutupan epifysis tulang pipa 1. Antimitosis yaitu menghambat pembelahan sel. Merintangi pertumbuhan pada anak-anak.f.d.

dan gangguan haid  Cataract dan kenaikan tekanan okuler. seperti acne. sukar tidur. resiko glaukoma meningkat. juga bila digunakan sebagai tetes mata. 3.  Bertambahnya sel-sel darah  Bertambahnya nafsu makan dan berat badan  Reaksi hipersensitivitas. aritmia jantung  Udema dan berat badan meningkat karena retensi garam dan air.2. depresi.  Efek adrogen. juga resiko hipertensi dan gagal jantung. . rasa takut. Efek samping mineralokortikoid berupa :  Hipokalemia akibat kehilangan kalium melalui kemih. kelemahan otot. Efek samping umum adalah :  Efek sentral (atas SSP) berupa gelisah. bisa terjadi kejang.

 Kontra indikasi  Sedian kortikoid lokal tidak boleh digunakan pada gangguan kulit untuk infeksi kuman. . jamur atau parasit. juga tidak pada acne. virus.