Komodo

Komodo Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman

initampilkan/sembunyikan detail ,006D ?Komodo Varanus komodoensis1.jpg Status konservasi Status iucn3.1 VU.svg Rentan (IUCN 3.1) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata Kelas: Reptilia Ordo: Squamata Upaordo: Autarchoglossa

Famili: Varanidae Genus: Varanus Spesies:V. komodoensis Nama binomial Varanus komodoensis Ouwens, 1912 Distribusi komodo Distribusi komodo Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.[2] Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.[3] Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala

yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo.1 Penemuan 5. Daftar isi [sembunyikan] 1 Anatomi dan morfologi 2 Fisiologi 3 Ekologi. dan laju metabolisme komodo yang kecil.[6] Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. perilaku dan cara hidup 3. didirikan untuk melindungi mereka.3 Konservasi 5.4 Penangkaran 6 Lihat pula 7 Catatan kaki 8 Daftar pustaka 9 Pranala luar Anatomi dan morfologi[sunting] .gigantisme pulau. yaitu Taman Nasional Komodo.[4][5] Karena besar tubuhnya. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan.2 Bisa dan bakteri 3.3 Reproduksi 3. kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional.2 Penelitian 5.1 Perilaku makan 3.4 Partenogenesis 4 Evolusi 5 Komodo dan manusia 5.

[9] Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya. Komodo tak memiliki indera pendengaran. seperti reptil lainnya.[15] Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan.[14] Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli. yang kerap diganti. Komodo mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan obyek yang tak bergerak. komodo dewasa biasanya memiliki berat sekitar 70 kilogram. memiliki sensor yang terhubung dengan saraf yang memfasilitasi rangsang sentuhan. termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya. namun bukan yang terpanjang. Reputasi ini dipegang oleh biawak Papua (Varanus salvadorii).[8] Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram. bibir.[13] Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300 m. komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9. beberapa di antaranya diperkuat dengan tulang.[8] Meski komodo tercatat sebagai kadal terbesar yang masih hidup. dan sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.[16] Hewan ini tidak memiliki indra perasa di lidahnya. dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. hijau dan putih pada latar belakang hitam. dagu dan . suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap. sementara komodo betina lebih berwarna hijau buah zaitun. Sisik-sisik di sekitar telinga. dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata.[10] Air liur komodo sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan. berwarna kuning dan bercabang. Fisiologi[sunting] Komodo yang berjemur. dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson.[7] namun komodo yang dipelihara di penangkaran sering memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.Kulit komodo. hewan ini agaknya tak begitu baik melihat di kegelapan malam. Komodo muda lebih berwarna. Di alam bebas.[12] Komodo memiliki lidah yang panjang. hanya ada sedikit ujung-ujung saraf perasa di bagian belakang tenggorokan. namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut.5 kilometer. dengan warna kuning.[15] Sisik-sisik komodo.[11] Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka.5 cm.[11] Lubang hidung komodo bukan merupakan alat penciuman yang baik karena mereka tidak memiliki sekat rongga badan. meski memiliki lubang telinga.

perilaku dan cara hidup[sunting] Kaki dan ekor komodo.[19] serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat. berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. suara yang meningkat dan teriakan ternyata tidak mengakibatkan agitasi (gangguan) pada komodo liar. Komodo adalah hewan karnivora. bahkan juga ketika ia tidak terlihat oleh si biawak.[4] penelitian menunjukkan bahwa mereka juga berburu mangsa hidup dengan cara mengendap-endap . komodo lebih menggunakan cakarnya sebagai senjata. karena ukuran tubuhnya yang besar menyulitkannya memanjat pohon. komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang. Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara. komodo dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi selanjutnya.[23] Perilaku makan[sunting] Komodo di Rinca. sabana dan hutan tropis pada ketinggian rendah. tetapi tetap berteduh selama bagian hari yang terpanas.[22] Tempat-tempat sembunyi komodo ini biasanya berada di daerah gumuk atau perbukitan dengan semilir angin laut.[11] Komodo pernah dianggap tuli ketika penelitian mendapatkan bahwa bisikan.[18] Hidup di padang rumput kering terbuka.[20] Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang. Hal ini terbantah kemudian ketika karyawan Kebun Binatang London ZSL. Komodo adalah binatang yang penyendiri.[7] Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya. Komodo secara alami hanya ditemui di Indonesia. biawak ini menyukai tempat panas dan kering ini. di pulau Komodo.[21] Komodo umumnya berburu pada siang hingga sore hari. Untuk tempat berlindung. komodo menggali lubang selebar 1–3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat. terbuka dari vegetasi. Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek. Joan Proctor melatih biawak untuk keluar makan dengan suaranya.tapak kaki memiliki tiga sensor rangsangan atau lebih. dan di sana-sini berserak kotoran hewan penghuninya. Mereka aktif pada siang hari. Walaupun mereka kebanyakan makan daging bangkai. Tempat ini umumnya juga merupakan lokasi yang strategis untuk menyergap rusa.[17] Ekologi. walaupun kadang-kadang aktif juga pada malam hari.[17] Dengan bertambahnya umur. berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter.

komodo yang berukuran paling besar biasanya makan lebih dahulu. Isi perut mangsa yang berupa tumbuhan biasanya dibiarkan tak disentuh.[23] Air liur yang kemerahan dan keluar dalam jumlah banyak amat membantu komodo dalam menelan mangsanya. yang berhubungan langsung dengan paru-parunya. komodo bernapas melalui sebuah saluran kecil di bawah lidah.diikuti dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya. komodo memuntahkan sisa-sisa tanduk. komodo besar dapat bertahan dengan hanya makan 12 kali setahun atau kira-kira sekali sebulan. Dikarenakan metabolismenya yang lamban. makanan itu dapat membusuk dalam perutnya dan meracuni tubuhnya sendiri. rambut dan gigi mangsanya. gumpalan mana dikenal sebagai gastric pellet. tidak menyukai bau ludahnya sendiri. Dan kadang-kadang pula upaya menekan itu begitu keras sehingga pohon itu menjadi rebah. agar karkas itu bisa masuk melewati kerongkongannya. hingga sebesar 80% bobot tubuhnya sendiri dalam satu kali makan. perilaku yang menimbulkan dugaan bahwa komodo. Setelah itu komodo menyapukan wajahnya ke tanah atau ke semaksemak untuk membersihkan sisa-sisa lendir yang masih menempel. yang dapat menemukan binatang mati atau sekarat pada jarak hingga 9. proses menelan tetap memakan waktu yang panjang.5 kilometer. diikuti yang berukuran lebih kecil menurut hirarki.[11] Dalam kumpulan. hewan ini segera menyerangnya pada sisi bawah tubuh atau tenggorokan.[11] Komodo dapat menemukan mangsanya dengan menggunakan penciumannya yang tajam. bisa jadi dagingnya dihabiskan sekali telan. tengkoraknya yang lentur.[11] Rahangnya yang dapat dikembangkan dengan leluasa. yang disambut dengan bahasa yang sama oleh jantan-jantan lain yang lebih kecil untuk memperlihatkan pengakuannya atas kekuasaan itu. dan lambungnya yang dapat melar luar biasa memungkinkan komodo menyantap mangsa yang besar. Kalau tidak. Untuk mangsa berukuran kecil hingga sebesar kambing. Komodo-komodo yang berukuran sama mungkin akan berkelahi mengadu kekuatan. Ketika mangsa itu tiba di dekat tempat sembunyi komodo.[11] Setelah daging mangsanya tercerna. meskipun adakalanya yang kalah dapat terbunuh dalam perkelahian dan dimangsa oleh si pemenang.[11] Komodo muda di Rinca yang makan bangkai kerbau. Komodo kadang-kadang berusaha mempercepat proses menelan itu dengan menekankan daging bangkai mangsanya ke sebatang pohon.[24][6] Setelah makan. komodo berjalan menyeret tubuhnya yang kekenyangan mencari sinar matahari untuk berjemur dan mempercepat proses pencernaan. Reptil purba ini makan dengan cara mencabik potongan besar daging dan lalu menelannya bulatbulat sementara tungkai depannya menahan tubuh mangsanya. hingga salah satunya mengaku kalah dan mundur. Meski demikian. 15–20 menit diperlukan untuk menelan seekor kambing. sebagaimana halnya manusia.[23] Untuk menghindari agar tak tercekik ketika menelan. Jantan terbesar menunjukkan dominansinya melalui bahasa tubuh dan desisannya. dalam gumpalan-gumpalan bercampur dengan lendir berbau busuk.[11] . dengan cara semacam gulat biawak.

telur. serta menutupi atasnya dengan batu-batu agar tak dapat digali komodo. komodo ‘mencedok’ air dengan seluruh mulutnya. dan mamalia kecil. scalaris dan komodo. Jika gigitan komodo tidak langsung membunuh mangsa dan mangsa itu dapat melarikan diri. menyimpulkan bahwa biawak Perentie (Varanus giganteus) dan biawak-biawak lainnya. mamalia kecil. gangguan lokal dalam pembekuan darah.[25] Komodo juga pernah teramati ketika mengejutkan dan menakuti rusarusa betina yang tengah hamil. kuda. komodo tak dapat menghirup air atau menjilati air untuk minum (seperti kucing).[30] Reproduksi[sunting] . air liur komodo juga memiliki aneka bakteri mematikan di dalamnya. peneliti dari Universitas Melbourne.Mangsa biawak komodo amat bervariasi. dengan harapan agar keguguran dan bangkai janinnya dapat dimangsa. Bakteri yang paling mematikan di air liur komodo agaknya adalah bakteri Pasteurella multocida yang sangat mematikan. lalu mengangkat kepalanya agar air mengalir masuk ke perutnya.[11] Bisa dan bakteri[sunting] Pada akhir 2005. lebih dari 28 bakteri Gram-negatif dan 29 Gram-positif telah diisolasi dari air liur ini.[26] Sebuah kelenjar yang berisi bisa yang amat beracun telah berhasil diambil dari mulut seekor komodo di Kebun Binatang Singapura. V.[25] Karena tak memiliki sekat rongga badan. monyet. Selama ini diketahui bahwa luka-luka akibat gigitan hewanhewan ini sangat rawan infeksi karena adanya bakteria yang hidup di mulut kadal-kadal ini. Australia. babi hutan.[28] Bakteribakteri tersebut menyebabkan septikemia pada korbannya.[4][24] Kadang-kadang komodo juga memangsa manusia dan mayat yang digali dari lubang makam yang dangkal. dengan beberapa gejala yang bertahan hingga beberapa jam kemudian. mencakup aneka avertebrata. kambing. burung dan telurnya.[17] Kebiasaan ini menyebabkan penduduk pulau Komodo menghindari tanah berpasir dan memilih mengubur jenazah di tanah liat. cecak. dan semuanya memperlihatkan reaksi yang serupa: bengkak secara cepat dalam beberapa menit. rasa sakit yang mencekam hingga ke siku. kemungkinan memiliki semacam bisa.[29] Karena komodo nampaknya kebal terhadap mikrobanya sendiri. banyak penelitian dilakukan untuk mencari molekul antibakteri dengan harapan dapat digunakan untuk pengobatan manusia. umumnya mangsa yang sial ini akan mati dalam waktu satu minggu akibat infeksi. serta kadal-kadal dari suku Agamidae. Komodo muda memangsa serangga. reptil lain (termasuk pula komodo yang bertubuh lebih kecil). suatu perilaku yang juga didapati pada predator besar di Afrika.[23] Ada pula yang menduga bahwa komodo berevolusi untuk memangsa gajah kerdil Stegodon yang pernah hidup di Flores. Alih-alih. dan meyakinkan para peneliti akan kandungan bisa yang dipunyai komodo[27]. dan kerbau. rusa. akan tetapi para peneliti ini menunjukkan bahwa efek langsung yang muncul pada luka-luka gigitan itu disebabkan oleh masuknya bisa berkekuatan menengah. Para peneliti ini telah mengamati luka-luka di tangan manusia akibat gigitan biawak Varanus varius. Di samping mengandung bisa. diketahui melalui percobaan dengan tikus laboratorium.

tempat mereka relatif aman dari predator. dan telur komodo diletakkan pada bulan September.[17] Pemenang pertarungan akan menjentikkan lidah panjangnya pada tubuh si betina untuk melihat penerimaan sang betina. Komodo yang kalah akan terjatuh dan "terkunci" ke tanah. Selanjutnya.[11] Komodo muda menghabiskan tahun-tahun pertamanya di atas pohon. mengorek tebing bukit atau gundukan sarang burung gosong berkaki-jingga yang telah ditinggalkan.[32] Sebuah sarang komodo rata-rata berisi 20 telur yang akan menetas setelah 7–8 bulan.[14] Komodo dapat bersifat monogamus dan membentuk "pasangan. yang keluar dari cangkang telur setelah menyobeknya dengan gigi telur yang akan tanggal setelah pekerjaan berat ini selesai. fenomena yang juga diketahui muncul pada beberapa spesies reptil lainnya seperti pada Cnemidophorus. Perilaku lain yang diperlihatkan selama proses ini adalah jantan menggosokkan dagu mereka pada si betina. Setelah berhasil menyobek kulit telur. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk bertempur.[17] Betina berbaring di atas telur-telur itu untuk mengerami dan melindunginya sampai menetas di sekitar bulan April.[33][17] Komodo membutuhkan tiga sampai lima tahun untuk menjadi dewasa. terdapat beberapa contoh kasus komodo betina menghasilkan anak tanpa kehadiran pejantan (partenogenesis). Komodo yang tidur.Pada gambar ini. bayi-bayi ini tak seberapa berdaya dan dapat dimangsa oleh predator.[19] Proses penetasan adalah usaha melelahkan untuk anak komodo. bayi komodo dapat berbaring di cangkang telur mereka untuk beberapa jam sebelum memulai menggali keluar sarang mereka. komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan teritorinya dengan cara "bergulat" dengan jantan lainnya sambil berdiri di atas kaki belakangnya. jantan harus sepenuhnya mengendalikan betina selama bersetubuh agar tidak terluka. Perhatikan kukunya yang besar.[19] Selama periode ini.[20] Di samping proses reproduksi yang normal.[6] Komodo betina bersifat antagonis dan melawan dengan gigi dan cakar mereka selama awal fase berpasangan. termasuk dari komodo dewasa yang kanibal. ekor dan cakar komodo dapat terlihat dengan jelas. garukan keras di atas punggung dan menjilat. Ketika menetas.[31] Kopulasi terjadi ketika jantan memasukan salah satu hemipenisnya ke kloaka betina. Kukunya digunakan untuk bertempur dan makan. yang sekitar 10% dari makanannya adalah biawak-biawak muda yang berhasil diburu." suatu sifat yang langka untuk kadal. Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus. pada akhir musim hujan ketika terdapat sangat banyak serangga.[17][24] Betina akan meletakkan telurnya di lubang tanah. dan dapat hidup lebih dari 50 tahun.[7] . Komodo lebih suka menyimpan telur-telurnya di sarang yang telah ditinggalkan.

Sungai. karena dapat menghasilkan keturunan jantan dan betina. yang berkembang secara partenogenetika. bukan sistem penentuan seks XY.Partenogenesis[sunting] Bayi komodo partenogenetik di Kebun Binatang Chester. Inggris adalah komodo kedua yang diketahui menghasilkan telur tanpa fertilisasi (pembuahan dari perkawinan). Ketika komodo betina (memiliki kromosom seks ZW) menghasilkan anak dengan cara ini. suatu adaptasi yang dikenal dengan istilah superfekundasi. Inggris.[37] Diduga bahwa adaptasi reproduktif semacam ini memungkinkan seekor hewan betina memasuki sebuah relung ekologi yang terisolasi (seperti halnya pulau) dan dengan cara partenogenesis kemudian menghasilkan keturunan jantan. Melalui perkawinan dengan anaknya itu di saat yang berikutnya hewan-hewan ini dapat membentuk populasi yang bereproduksi secara seksual. ia mewariskan hanya salah satu dari pasangan-pasangan kromosom yang dipunyainya. kebun binatang perlu waspada kerena partenogenesis mungkin dapat mengurangi keragaman genetika. menunjukkan terjadinya beberapa hal. pengujian lalu dilakukan terhadap telur-telur Sungai dan mendapatkan bahwa telur-telur itupun dihasilkan tanpa pembuahan dari luar. dan terbukti bahwa Flora tidak memiliki kontak fisik dengan komodo jantan. Yalah bahwa telur Flora yang tidak dibuahi bersifat haploid pada mulanya dan kemudian menggandakan kromosomnya sendiri menjadi diploid. dan 7 di antaranya berhasil menetas.[34] Pada tanggal 20 Desember 2006. dilaporkan bahwa Flora. dan yang menerima kromosom W akan menjadi WW dan gagal untuk berkembang.[38] . termasuk satu dari dua kromosom seksnya. Ia mengeluarkan 11 telur. Ilmuwan pada awalnya mengira bahwa komodo ini dapat menyimpan sperma beberapa lama hasil dari perkawinan dengan komodo jantan di waktu sebelumnya. Keturunan Flora yang berkelamin jantan. dan bahwa ia tidak menghasilkan telur diploid. telah bertelur pada awal tahun 2006 setelah dipisah dari jantan selama lebih dari dua tahun. Satu set kromosom tunggal ini kemudian diduplikasi dalam telur. Telur yang menerima kromosom Z akan menjadi ZZ (jantan). sebagaimana bisa terjadi jika salah satu proses pembelahan-reduksi meiosis pada ovariumnya gagal.[36] Bayi komodo partenogenetik di Kebun Binatang Chester.[35] Peneliti dari Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga telur yang gagal menetas setelah dipindah ke inkubator. komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester. Setelah temuan yang mengejutkan ini. Komodo memiliki sistem penentuan seks kromosomal ZW. Inggris. seekor komodo di Kebun Binatang London.[37] Meskipun adaptasi ini bersifat menguntungkan.

Sekitar 15 juta tahun yang lalu. direktur Museum Zoologi di Bogor. dan tak dilanjutkan sampai dengan tahun 1950an dan ‘60an tatkala dilakukan penelitian-penelitian terhadap perilaku makan. sebuah ekspedisi yang lain dirancang untuk meneliti komodo dalam jangka panjang. Hanya dua telur yang diinkubasi dan ditetaskan karena persoalan ketersediaan ruang. Douglas Burden pada tahun 1926. karena menyadari berkurangnya jumlah hewan ini di alam bebas. Kansas menjadi kebun binatang yang pertama kali mendokumentasi partenogenesis pada komodo di Amerika. Namanya meluas setelah tahun 1912. Penemuan[sunting] Komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa pada tahun 1910. pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara memungkinkan para biawak bergerak menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang. Setelah kembali dengan 12 spesimen yang diawetkan dan 2 ekor komodo hidup. reproduksi dan temperatur tubuh komodo. Kebun binatang ini memiliki dua komodo betina dewasa.[33][17] Nantinya. Kedua anak komodo itu berkelamin jantan. ekspedisi ini memberikan inspirasi untuk film King Kong tahun 1933.[42] W. yang muncul di Asia sekitar 40 juta tahun yang silam dan lalu bermigrasi ke Australia. Douglas Burden adalah orang yang pertama memberikan nama "Komodo dragon" kepada hewan ini. Kebun Binatang Sedgwick County di Wichita. diikuti oleh yang kedua pada 1 Februari. ketika Peter Ouwens. yang salah satu di antaranya menghasilkan 17 butir telur pada 19-20 Mei 2007.[39][40] Evolusi[sunting] Perkembangan evolusi komodo dimulai dengan marga Varanus. yang pertama menetas pada 31 Januari 2008. yang kemudian tinggal selama . Tugas ini jatuh ke tangan keluarga Auffenberg.[41] Komodo dan manusia[sunting] Koin Rupiah Indonesia yang bergambar komodo.[43] Penelitian[sunting] Orang Belanda. menerbitkan paper tentang komodo setelah menerima foto dan kulit reptil ini. komodo adalah faktor pendorong dilakukannya ekspedisi ke pulau Komodo oleh W. Komodo diyakini berevolusi dari nenek-moyang Australianya pada sekitar 4 juta tahun yang lampau. dan meluaskan wilayah persebarannya ke timur hingga sejauh Timor. Perubahan-perubahan tinggi muka laut semenjak zaman Es telah menjadikan agihan komodo terbatas pada wilayah sebarannya yang sekarang.Pada 31 Januari 2008.[22] Tiga dari spesimen komodo yang diperolehnya dibentuk kembali menjadi hewan pajangan dan hingga kini masih disimpan di Museum Sejarah Alam Amerika. melarang perburuan komodo dan membatasi jumlah hewan yang diambil untuk penelitian ilmiah. Ekspedisi komodo terhenti semasa Perang Dunia II. Pada tahun-tahun itu.

.300 ekor). sebagai atraksi untuk menarik turis pada beberapa lokasi kunjungan.[46] Belakangan ditetapkan pula Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di Pulau Flores untuk membantu pelestarian komodo.[16] Meskipun jarang terjadi. kerusakan habitat. ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa komodo. Selama masa itu. berhasil menangkap dan menandai lebih dari 50 ekor komodo. Anak ini kemudian meninggal karena perdarahan berat dari luka-lukanya. semuanya menyumbang pada status rentan yang disandang komodo. Komodo (1. Rinca.000 ekor). ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang produktif dan dapat berbiak. dan Flores (mungkin sekitar 2. seekor komodo diketahui menyerang seorang anak laki-laki berumur delapan tahun.[3] Bertolak dari kekhawatiran ini. Gili Dasami (100). komodo diketahui dapat membunuh manusia. setidaknya sebagian. Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan. Ini adalah catatan pertama mengenai serangan yang berakibat kematian pada 33 tahun terakhir.11 bulan di Pulau Komodo pada tahun 1969.000–5. Komodo-komodo ini terbiasa diberi makan karkas hewan ternak. Pada tanggal 4 Juni 2007. meningkatnya pariwisata. CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species) telah menetapkan bahwa perdagangan komodo. kebakaran (populasi komodo di Pulau Padar hampir punah karena kebakaran alami[44]). dan Padar. pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Komodo.[30] Hasil ekspedisi ini ternyata sangat berpengaruh terhadap meningkatnya penangkaran komodo.[45] Sekitar 4. kulitnya. sehingga para biolog seperti halnya Claudio Ciofi dapat melanjutkan kajian yang lebih mendalam.[47] Penangkaran[sunting] Komodo di Kebun Binatang Toronto.[11] berkurangnya mangsa. dan perburuan gelap.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar.[44] Konservasi[sunting] Dua ekor komodo di Pulau Komodo. dan produk-produk lain dari hewan ini adalah ilegal.[4] Aktivitas vulkanis.[44] Namun pada sisi yang lain.700). telah terbiasa pada kehadiran manusia. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.[2] Meski demikian. Walter Auffenberg dan Putra Sastrawan sebagai asistennya.[2] Penelitian-penelitian yang berikutnya kemudian memberikan gambaran yang lebih terang dan jelas mengenai sifat-sifat alami komodo. dan dikatagorikan sebagai spesies Rentan dalam daftar IUCN Red List. Gili Motang (100). gempa bumi.

[51] Komodo yang nampak jinak sekalipun dapat berperilaku agresif secara tak terduga. serta tak mudah berkembang biak. bahwa para pawang berhasil membawa keluar komodo dari kandangnya untuk berinteraksi dengan pengunjung. Komodo ini pun senang memasukmasukkan kepalanya ke dalam kotak.[3] Komodo yang pertama dipertontonkan adalah pada Kebun Binatang Smithsonian pada tahun 1934.editor eksekutif harian San Francisco Chronicle dan bekas suami Sharon Stone. yang . Seekor komodo muda yang diberi nama "Kraken" bermain dengan gelang-gelang plastik. namun hewan ini hanya bertahan hidup selama dua tahun. setelah si pawang menyarankannya agar membuka sepatu putihnya. dengan pawang lain yang kurang lebih sudah dikenal. Bronstein digigit komodo itu di kakinya yang telanjang.[48][49] Komodo agaknya dapat mengenali orang satu persatu. D. Suatu kajian mengenai komodo yang mau mendorong sekop yang ditinggalkan oleh pawangnya. Meski demikian hewan ini jarang dipunyai kebun binatang. sepatu.[50] Penelitian terhadap komodo peliharaan membuktikan bahwa hewan ini senang bermain. dengan cara mendorongnya. memukul-mukulnya. Kraken memperlakukan benda-benda itu berbeda dengan apa yang menjadi makanannya. Komodo tersebut bukan tak bisa membedakan benda-benda tadi dengan makanan. terutama karena ukuran tubuh dan reputasinya yang membuatnya begitu populer. sepatu. Perilaku bermain-main ini dapat diperbandingkan dengan perilaku bermain mamalia. Dilaporkan pada banyak kali kejadian.[6] Catatan lain mengenai kesenangan bermain komodo didapat dari Universitas Tennessee. kaleng-kaleng minuman. pada akhirnya memungkinkan pemeliharaan dan pembiakan satwa langka ini di penangkaran. Penelitian yang dilakukan oleh Walter Auffenberg di atas. mendorong Gordon Burghardt –peneliti– menyimpulkan bahwa hewan-hewan ini telah mementahkan pandangan bahwa permainan semacam itu adalah “perilaku predator bermotifpemangsaan”. tanpa akibat yang membahayakan pengunjung. seorang aktris Amerika terkenal -. karena komodo rentan terhadap infeksi dan penyakit akibat parasit. ember. serangan seekor komodo menimbulkan luka-luka serius pada Phil Bronstein -.ketika ia memasuki kandang binatang itu atas undangan pawangnya.Telah semenjak lama komodo menjadi tontonan yang menarik di berbagai kebun binatang. Ruston Hartdegen dari Kebun Binatang Dallas melaporkan bahwa komodo-komodo yang dipeliharanya bereaksi berbeda apabila berhadapan dengan pawang yang biasa memeliharanya. lingkaran plastik. dan membawanya dengan mulutnya. dan selimut. khususnya apabila teritorinya dilanggar oleh seseorang yang tak dikenalnya. Upaya-upaya untuk memelihara reptil ini terus dilanjutkan.[2] Telah teramati bahwa banyak individu komodo yang dipelihara memperlihatkan perilaku yang jinak untuk jangka waktu tertentu. Pada bulan Juni 2001. Seekor komodo betina muda di Kebun Binatang Nasional di Washington.C. namun usia binatang ini dalam tangkaran tak begitu panjang. rata-rata hanya 5 tahun di kebun binatang tersebut. dan kaleng. ia baru memakannya apabila benda-benda tadi dilumuri dengan darah tikus. dan aneka obyek lainnya. atau dengan pawang yang sama sekali belum dikenal. nyatanyata memperlihatkan bahwa hewan itu tertarik pada suara yang ditimbulkan sekop ketika menggeser sepanjang permukaan yang berbatu. termasuk pula anak-anak di antaranya. senang meraih dan mengguncangkan aneka benda termasuk patungpatung. yang hasilnya kemudian diterbitkan sebagai buku The Behavioral Ecology of the Komodo Monitor.

namun ia membutuhkan pembedahan untuk menyambung kembali tendon ototnya yang terluka.dikhawatirkan bisa memancing perhatian si komodo. .[52][53] Meski pria itu berhasil lolos.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful