METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN KEBUN HIJAUAN PAKAN TERNAK SISTEM PASTURA UNGGUL DAN SISTEM POTONG PUSAT

PEMBIBITAN ( BREDING CENTRE ) SAPI BALI LOKASI DESA LEBAHO ULAQ KECAMATAN MUARA KAMAN

I.

PEKERJAAN PENDAHULUAN / PERSIAPAN A. Mobilisasi / demobilisasi
Mobilisasi dilakukan setelah penandatangan kontrak, yang meliputi mobilisasi alat dan tenaga kerja. Sedangkan demobilisasi dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan selesai dan dinyatakan dengan Berita Acara yang ditandatangani oleh pihak User dan Konsultan Pengawas dan dinyatakan Telah Diterima sesuai dengan spesifikasi yang tercantum didalam dokumen kontrak. Pekerjaan penadahuluan / persiapan juga meliputi pembuatan barak kerja dan tempat penyimpanan cadangan BBM serta alat-alat lain yang mendukung pekerjaan.

B. Pengukuran dan Pematokan
Pengukuran dilaksanakan sebelum pekerjaan dimulai untuk mengetahui batas areal lahan yang akan dibuka. Pengukuran diberi tanda berupa patok dengan ukuran 5/10 tinggi 1 meter serta diberi cat berwarna merah.

II.

PEKERJAAN PENYIAPAN / PENGOLAHAN LAHAN A. Land Clearing

Menggunakan alat-alat pertanian seperti traktor, buldozer. Cara ini digunakan pada areal yang rata (kemiringan 08%). Pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat. Satuan penggunaan alat berat dalam JKT (jam kerja traktor)

Peracunan pohon atau penyemprotan dengan bahan kimia tertentu (untuk Ilalang). Dibutuhkan air untuk pelarut herbisida.

Larangan : Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1995 tidak membenarkan melakukan pembakaran untuk tujuan pembukaan lahan  Tahap Pekerjaan a. Membabat / Imas Sebelum melaksanakan pekerjaan imas, maka pekerjaan babat pendahuluan dilakukan mendahului pengimasan. Semak belukar dan pohon kecil yang tumbuh dibawah pohon perlu dibabat. Pekerjaan ini membutuhkan 5 sampai 6 orang / HA. Pekerjaan Imas ini adalah pemotongan semak dan pohon kecil yang berdiameter 10 cm di tebas atau di potong dengan parang atau kapak untuk mempermudah penumbangan pohon besar.
   

Memotong anak kayu yang berdiameter < 10 cm Menggunakan parang dan kampak Pemotongan anak kayu harus putus dan diusahakan serendah mungkin atau dekat dengan tanah Tujuan untuk memudahkan penumbangan pohon dan pelaksanaan perun mekanis Areal semak belukar tidak perlu diimas, langsung dilakukan perun mekanis

b. Menumbang Menumbang adalah kegiatan menebang/menumbang pohon dengan gergaji ( chain saw ) atau kapak, pohon yang berdiameter 10 cm ditebang. Tinggi penebangan diukur dari tanah tergantung pada diameternya. Ketentuan yang berlaku biasanya
 

Menumbang pohon yang berdiameter > 10 cm secara teratur Tinggi penebangan/sisa tunggul dari permukaan tanah :
Diameter > 10 – 15 cm 16 – 30 cm 31 – 75 cm Ditebang dari permukaan tanah maks. 15 cm (serapat mungkin dengan tanah) 25 cm 50 cm

Pembajakan Tanah Jalan kontur harus dibangun sebelum pembuatan teras. Hal yang diperhatikan dalam pembuatan jalan kontur :    Harus memotong teras/kontur Badan jalan dibuat miring ke arah tebing Gradien (kemiringan sudut) pada umumnya harus 1:30 walaupun dimungkinkan 1:15 pada jarak pendek dan 1:8 pada lereng yang lebih curam masih Berbagai kondisi urutan pengolahan tanah yang akan dilaksanakan selama pelaksanaan pekerjaan adalah :  Subsoiling → Bajak I → Garu → Kair  Bajak I → Bajak II → Garu → Kair  Bajak I → Bajak II → Kair  Bajak I → Garu I → Kair  Bajak I → Kair  Bajak I → Garu → Kair + pupuk .76 – 150 cm > 150 cm 100 cm Ditebang pada batas antara akar penguat dengan batang utama Ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam penumbangan :    Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang di atas alur air dan jalan Harus dilakukan secara tuntas sehingga tidak ada pohon yang setengah tumbang maupun pohon yang ditumbuhi oleh tanaman menjalar Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbang sampai pada waktu dilakukan perumpukan (perun mekanis) B.

a. Pemecahan Tanah Subsoil (ripping) Pemecahan tanah (ripping) merupakan kegiatan pengolahan tanah awal sebelum pengolahan tanah berikutnya. Pemadatan tanah diukur dengan menggunakan penetrometer. Proses pemecahan tanah subsoil dan implement ripper . Traktor berjalan lurus dengan alur tanam rumput dengan tujuan agar mata ripper menembus bagian guludan yang akan mengangkat bongkahan tanah pada juring. Namun. sama dengan jarak antar mata ripper sehingga mata ripper diharapkan mampu memecah guludan pada juring. Gambar 1. kegiatan ini tidak dilakukan untuk menghemat biaya dan waktu. Pengujian kepadatan tanah dilakukan oleh tim laboratorium. Pemecahan tanah dilakukan jika kondisi tanah mengalami pemadatan akibat lalu lintas traktor. kegiatan ini bertujuan untuk memecah bagian subsoil tanah dengan kedalaman 45-50 cm dan menghancurkan guludan. Keputusan untuk melakukan pekerjaan ripping berada pada tenaga teknis berdasarkan hasil laporan dari pelaksana lapangan. yaitu pembajakan. Pemeriksaan konidsi tanah dilakukan secara visual oleh tenaga teknis. lahan diperiksa terlebih dahulu kondisinya terutama pada aspek kegemburan tanah. Pemecahan guludan pada saat ripping bertujuan untuk mengangkat akar-akar pohon sehingga meringankan proses pengolahan tanah berikutnya. dan trailer yang masuk ke dalam lahan. Implement yang digunakan pada kegiatan pemecahan tanah adalah ripper. minimal 150 hp. truk. Pengukuran pemadatan tanah juga bisa dilakukan secara indrawi oleh pelaksana yang hasilnya akan dilaporkan kepada Manager. karena untuk memecah lapisan keras tanah pada subsoil merupakan kegiatan berat. Bajak I → Bajak II → Kair + pupuk Perbedaan pola pengolahan tanah didasarkan pada kondisi lahan yang akan dikerjakan. Sedangkan traktor yang digunakan adalah traktor John Deere 8200 yang memiliki tenaga 200 hp dan traktor john Deere 7710 yang memiliki tenaga 150 hp dengan sistem roda bergerak 4 WD. jika tanah tidak mengalami pemadatan. Jarak antar juring adalah 125 cm. Sebelum dilakukan kegiatan pengolahan tanah. Untuk ripper dibutuhkan tenaga yang besar. Impelent ini memiliki tiga buah mata dengan jarak antar mata adalah 125 cm.

69 ha/jam – 0. Pola ini digunakan untuk mempersingkat waktu belok karena implement yang digunakan cukup lebar. Dengan proses pembajakan kegemburan tanah akan meningkat. data lengkap terdapat pada lampiran 6. Pembajakan Pembajakan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memecah dan membalikkan tanah serta mengangkat dan mengubur gulma.60 ha/jam – 0.2 %. Metode belok yang digunakan adalah U-Shape Turning yaitu traktor langsung belok dengan membentuk seperti huruf U ketika headland cukup lebar. Pola kerja ripping Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh kapasitas lapang pada pekerjaan ripping sebesar 0. Bagian yang dipecah oleh implement ripper Pola kerja yang digunakan pada saat ripping adalah pola headland patern from boundaries. Berdasarkan data dari bagian mekanisasi kapasitas lapang untuk ripping adalah 0. Pada kondisi tanah yang mengalami . tapi jika headland sempit traktor membelok dengan metode maju mundur. a.96 ha/jam dengan efisiensi berkisar antara 62. Gambar 3. satu petak lahan biasanya dibagi ke dalam 3 – 4 bagian petakan.65 ha/jam. Untuk mempermudah pekerjaan.72 % – 87.Gambar 2. tercantum pada lampiran 4.

Oleh karena itu. . untuk tanah yang cukup gembur. Pada bajak II biasanya traktor masuk tidak miring tapi lurus mengukuti bentuk lahan. Bajak II juga dilakukan untuk lahan yang tidak akan digaru. Gambar 4. jika kondisi tanah sudah cukup gembur dan siap untuk pengolahan selanjutnya pembajakan cukup dilakukan satu kali. sebelum di bajak tanah di-ripping terlebih dahulu. Untuk bajak II traktor berjalan tegak lurus dari alur bajakan pertama atau tegak lurus dari alur tanam. Jika kondisi tanah setelah dibajak belum cukup gembur. Fungsi dari bajak II ini selain untuk meningkatkan kedalaman juga untuk mengahancurkan tanah sehingga tanah semakin gembur. Akan dilaksanakan Bajak I dan Bajak II. yang menjadi pilihan adalah bajak II. Namun. Tenaga yang dibutuhkan pada bajak II umumnya lebih ringan dari bajak I karena kondisi tanah sebelumnya cukup gembur setelah dilakukan bajak I. Sebaliknya. Tidak digunakan bajak singkal sebagai implement pembajakan yang umum digunakan karena kondisi tanah yang penuh dengan akar pohon. Pembajakan merupakan kegiatan pengolahan tanah yang harus ada di setiap lahan yang akan ditanami dengan sistem plant cane atau dengan kata lain pembajakan bukanlah kegiatan pilihan seperti ripping.pemadatan. langsung dibajak tanpa ripping (pemecahan). pembajakan merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan pada pembukaan lahan. Satu petak lahan umumnya dibagi tiga bagian untuk memudahkan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi. maka dilakukan dua kali pembajakan. Pola kerja pembajakan Traktor pada pembajakan berjalan tidak lurus mengikuti alur juring tapi membentuk 0 sudut sekitar 30 dari alur tanam atau alur ripping. Pola pembajakan yang digunakan adalah headland pattern from back furrow dan metode belok adalah U-shape turning. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil bajakan yang diharapkan. Implement yang digunakan pada pembajakan adalah Disc Plow jenis circular yang memiliki 4 buah piringan.

sedangkan pupuk diangkut dengan menggunakan truk ke lokasi pemupukan. .75 m/s.  Persiapan Pemupukan Dimulai dari Gudang Pupuk  Tenaga pemupukan langsung menuju blok yang telah ditentukan.31 ha/jam dengan efisiensi 66. Subang kapasitas lapang untuk pembajakan adalah 0. Traktor yang digunakan adalah Massey Furgusson (MF) 3085 yang memiliki tenaga 110 hp.5 kg. PENYEBARAN KOHE / PUPUK KANDANG  Pupuk dibagi berdasarkan jumlah karyawan pada hari pelaksanaan dengan perhitungan setiap tenaga mendapat 35. didapatkan kapasitas lapang untuk pembajakan sebesar 0. Massey Furgusson 399 bertenaga 110 hp.7 % serta kecepatan berjalan rata-rata adalah 0.Gambar 5. Ford 8730 bertenaga 150 hp dan Jhon Deere 4255 bertenaga 150 hp semuanya memiliki sistem roda gerak 4 WD. Sedangkan berdasarkan data sekunder dari bagian mekanisasi PG. Data lengkap terdapat pada lampiran 4.30 ha/jam – 0.35 ha/jam. Alur pembajakan melintasi alur tanam sekitar 30 0 Berdasarkan data hasil pengukuran yang terdapat pada lampiran 6. C.

cabang dan ranting Pedoman panjang potongan kayu : Diameter (cm) 10 . Merencek Kegiatan merencek adalah memotong cabang dan ranting kayu yang sudah ditumbang dipotong-potong untuk mempermudah perumpukan.30 30 .   Memotong batang. Mekanismenya o Pancang jalur rumpukan dipasang di jalur rencana rumpukan batang dan berada di gawangan mati . Alat yang dipakai adalah keranjang.5 – 3 2–4 4-5 2. karung/bagor dan cawan/gelas plastik yang sesuai dengan takaran untuk realisasi pemupukan yaitu 160 g/pohon. D. PEMBERSIHAN KAYU / AKAR / BATANG KAYU 1.    Mengumpulkan batang dan cabang-cabang yang telah dipotong menjadi barisan yang teratur Potongan cabang-cabang disusun di atas potongan batang yang besar Jarak antar rumpukan 50 – 100 m. Merumpuk Kegiatan merumpuk adalah pelaksanaan pengumpulan atau menata cabang dan ranting yang telah dipotong dikumpulkan dari kayu yang lebih besar.75 > 75 Panjang Potongan (m) 1. jarak anar rmpukan dibuat 50 – 100 meter tergantung kerapatan pohon yang ditumbang dan keadaan areal. Pembagian pupuk dilakukan di setiap blok yang diawasi oleh pelaksana. Perumpukan dibuat memanjang Utara – Selatan agar dapat diterpa panas matahari dan cepat kering.

gelombang Bukit. Perun mekanis   Perun dengan menggunakan buldozer dan/atau excavator merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar baris tanaman dengan arah Timur – Barat Jenis alat berat untuk perun mekanis : Vegetasi Topografi Posisi Rumpuk Kerapatan kayu 4:1 Sedang – rendah Jenis Alat Buldozer Hutan sekunder. 3. Setiap jarak ± 50 m diberikan pancang pembantu sehingga terdapat 6 – 8 pancang pembantu dalam jaluran Pada jarak 150 m (inti) atau 200 (plasma/KKPA) dibuat tanda tidak boleh dirumpuk karena akan digunakan sebagai jalan kontrol dengan lebar ± 4 m. Gelombang. Membersihkan areal  Membersihkan sisa-sisa potongan untuk dikumpulkan di jalur rumpukan secara sistem mekanis. Posisi alat berat berada di gawangan hidup. semak belukar Datar. datar semak belukar Hutan primer Hutan primer. sekunder. sekunder.5 m dari radius pohon sawit dan harus diletakkan rata di permukaan tanah Top soil diusahakan seminimal mungkin terkikis oleh pisau buldozer. Perun dengan menggunakan buldozer dan/atau excavator merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar baris tanaman dengan arah Timur – Barat 4. posisi pisau diatur ± 10 cm di atas permukaan tanah dan/atau pisau dipasang gigi.o o o o Tinggi pancang 4 m dan harus dipasang bendera putih supaya mudah dilihat oleh operator alat berat.rendah . darat. gelombang Buldozer Buldozer & Excavator 2:1 Antar teras Tinggi – sedang Tinggi – rendah Excavator Rendahan. kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu diatur dalam gawangan mati sejauh ± 2. gambut 2:1 Tinggi . semak belukar Hutan primer.

5 m dari radius pohon sawit dan harus diletakkan rata di permukaan tanah  Top soil diusahakan seminimal mungkin terkikis oleh pisau buldozer. Cincang Jalur Kegiatan yang dilakukan pada areal datar    Membebaskan jalur tanam dan titik tanam dari kayu dengan memotong kayu yang masih melintang pada jalur tanam dan disusun di jalur rumpukan Membuat jalur rintis tengah untuk jalan kontrol selebar 4 m arah utara selatan harus bebas dari kayu Menentukan jumlah rumpukan jalur ditetapkan : o o o Pada areal dengan vegetasi padat penentuan ratio rumpukan 1:2 Pada areal dengan vegetasi sedang sampai ringan ratio rumpukan 1:4 Lebar rumpukan ± 3 m dengan ketinggian maksimal 2 m .Pancang jalur rumpukan    Pancang jalur rumpukan dipasang di jalur rencana rumpukan batang dan berada di gawangan mati Tinggi pancang 4 m dan harus dipasang bendera putih supaya mudah dilihat oleh operator alat berat. posisi pisau diatur ± 10 cm di atas permukaan tanah dan/atau pisau dipasang gigi. Pelaksanaan perun mekanis  Posisi alat berat berada di gawangan hidup. 5. kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu diatur dalam gawangan mati sejauh ± 2. Setiap jarak ± 50 m diberikan pancang pembantu sehingga terdapat 6 – 8 pancang pembantu dalam jaluran Pada jarak 150 m (inti) atau 200 (plasma/KKPA) dibuat tanda tidak boleh dirumpuk karena akan digunakan sebagai jalan kontrol dengan lebar ± 4 m.

Perhitungan Kebutuhan Traktor Kapasitas traktor dengan beberapa implement Jenis Pekerjaan Implement Lebar Potongan Kecepatan Efisiensi Kapasitas (ha) JKT/ha (m) (km/jam) (%) Membabat JD 307 1.Kegiatan yang dilakukan pada areal berbukit   Penempatan rumpukan dilakukan mengikuti areal kontur dan kayu-kayu yang melintang pada jalur kontur tanaman harus dipotong dan disusun di jalur rumpukan Untuk areal rendahan.0 70 70 0. 4 Plow 28 inch Membajak II JD SA 234.0 4. 7.00 2.8 1. Pembukaan lahan dilakukan bahwa tidak harus selalu menunggu suatu pekerjaan selesai dulu/dapat saling tumpang tindih.40 2.50 0. 4 1.0 5.50 . Perhitungan Waktu Waktu untuk pembukaan lahan 3. benteng Melubang Menanam : ± 1 bulan : 2 – 3 bulan : 2 – 3 bulan : 1 – 2 bulan : 2 – 3 bulan : 2 – 3 bulan : 2 – 3 bulan : 1 – 2 bulan : 2 bulan : 2 – 3 bulan : ± 2 bulan : ± 2 bulan Perencanaan dibuat dalam suatu barchart.0 5.000 ha :             Survey/mengukur areal Babat/imas Menumbang Merencek dan merumpuk Membersihkan areal Pemberantasan lalang Jalan + saluran air Penanaman kacangan Memancang Teras.0 80 0.35 2.000 – 5.86 Membajak I JD SA 234. penentuan rumpukan diserahkan kepada kebijakan manajemen 6.

5 inch 2.89 Menggaru II 2. HK / JKT 20-25 HK 10-14 JKT Uraian Babat/Imas Menumbang Parang panjang Gergaji rantai.5 inch JD Integral disc harrow 9. gergaji - Merencek 40-50 Gergaji rantai 40-50 Merumpuk 10-15 Buldozer 7-9 JKT . Pedoman Pelaksanaan Hutan Primer   Cara yang digunakan : Manual atau mekanis Kebutuhan alat dan tenaga untuk pembukaan hutan primer : Manual Alat Keb.Plow 28 inch Menggaru I JD Integral disc harrow 9.8 5.12 2.8 Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan 2004 Kebutuhan traktor berdasarkan kapasitas tersebut diatas perlu dihitung sesuai dengan luas areal yang akan dibuka dan jumlah waktu yang tersedia 8.8 5. kampak Parang + kampak.0 80 1.12 0. HK (HK/ha) 20-25 30-60 Alat Parang Buldozer Mekanis Keb.0 80 1.

Membersihkan jalur Jumlah Cangkul 20 Buldozer 8 JKT 120-160 HK (60-75 HK) + (25-32 JKT)   HK JKT : Hari Kerja : Jam Kerja Traktor Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan 2004 Hutan Sekunder   Cara yang digunakan : manual atau mekanis Kebutuhan alat dan tenaga untuk pembukaan hutan sekunder : Manual Alat Keb. HK / JKT 15-20 HK 8-12 JKT 20-30 4-6 JKT 6 JKT Uraian Babat/Imas Menumbang Merencek Merumpuk Membersihkan areal Jumlah Parang Gergaji rantai Parang + gergaji Cangkul 85 .117 HK (35-55 HK) + (18-24 JKT) Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan 2004 Semak Belukar   Cara yang digunakan : manual atau mekanis Kebutuhan alat dan tenaga untuk pembukaan semak belukar : . HK (HK/ha) 15-20 25-35 20-30 10-12 15-20 Alat Parang Buldozer Gergaji rantai Buldozer Buldozer Mekanis Keb.

Uraian Alat Babat/Imas Merencek Merumpuk Membersihkan jalur/areal Jumlah Parang Manual Keb. HK (HK/ha) 20-25 15-20 10-15 20 Buldozer Alat Parang Parang Mekanis Keb. . Pemutaran (rotovating) dimaksudkan untuk memecahkan partikel tanah kepada saiz lebih kecil lagi dilakukan setelah penyisiran selesai kecuali tanah gembur.dimaksudkan untuk memecahkan kepingan tanah besar kepada partikel lebih kecil. PENGGARUAN    Penyisiran (harrowing) . HK / JKT 15-20 HK 15-20 HK Parang + gergaji Cangkul 4-6 JKT 65-80 HK (30-40 HK) + (4-6 JKT) Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan 2004 E.

F. Untuk mematahkan aliran air permukaan (run off) dan memperbesar daya infiltrasi air ketanah maka diperlukan teras. Teras ini juga berguna untuk meningkatkan daya simpan air. bente4ng. tetapi pada beberapa lokasi dimana terdapat perbedaan musim hujan dan kemarau agak tegas terdapat pula kekurangan air (water deficit). PENGGALURAN 1. berbukit. sedangkan teras dan benteng tidak banyak diperlukan. Pada daerah datar yang diutamakan adalah parit. tempat pupuk ditabur dan akan mempermudah pengmbilan hasil. Tindakan pengawetan tanah ini mutlak diperlukan terutama didaerah yang memiliki jumlah dan hari hujan besar pada lahan yang berombak. mempermudah pemeliharaan. Teras Kontur Pada umumnya areal lahan di Indonesia terletak pada daerah yang banyak hujannya. sampai dengan kemiringan 8 derajat dbuat teras tunggal (individual/tapak kuda) dan diatas ini dibuat teras bersambung. dan tidak semuanya datar/flat. Agar air hujan yang jatuh dapat ditampung. drainase dan jembatan . persediaan air dalam tanah (water reserve) selalu cukup terutama pada musim kemarau dan untuk mencegah erosi maka dibangunlah teras. ditahan lebih lama agar meresap dalam tanah.5 meter dimana panjang menurut arah kountur dan lebar menurut kemiringan dimulai 50 cm dibawah pancang. parit dan lain-lain dilapangan. Teras tunggal yang telah dibuat. berukuran 2x 1. . rorak. Pada bulan tertentu (musim hujan) dapat tejadi lebih air (water excess).

6 7.9 9.5 9.5 8.5 9.6 10.3 9.0 7. untuk kedapatan pokok per HA 128 dan 138 pokok misalnya maka jarak antar kontur dan jarak antar pokok adalah : Tabel Jarak Antar Teras dan Tanaman Jarak antar kontur (m ) Jarak antar pokok pada pokok/ha kepadatan 128        136        7.27 meter dengan asumsi bahwa diameter batang 2. disebelah dalam dibuat rorak kecil guna penampungan air dan benteng kecil. Teras ini harus dapat diperbesar menjadi 3x3 meter. rorak Teras individu.2 8.3º (%) < 1% 1 – 6% Tindakan Pengawetan Tidak perlu Benteng.8 9.1 8.36 meter maka masih tersedia ruang masing-masing sepanjang 1. makin tinggi kemiringannya maka makin jauh jaraknya.2 9. Teras bersambung dibuat berdasarkan derajat kemiringan.7 meter dan maksimum 4.2 8.jarak antar kontur diambil dari rata-rata kemiringan.8 8.8        11.1 10.9 8. Terutama pada areal kemiringan 14% maka teras sinambung ini sudah mutlak perlu.2 Tabel Bentuk Pengawaetan Tanah Kelas Kemiringan lahan Rata Agak miring Derajat (º) 0º 0º . tapak .5 8. lebar teras minimum 3.175 meter didepan maupun dibagian belakang pokok.8 10.3 7.Permukaanya dibuat miring kedalam dengan sudut 10 derajat.

96 10. bukan lereng yang ekstrim (lereng paling terjal atau paling landai).28º 7 – 54% kuda dan teras kontur Teras bersambung/Kontur Sangat miring 29º .Miring 4º .42 9. Penempatan pancang induk Penempatan Pancang Induk pada lereng yang terjal akan mengakibatkan banyaknya kontur sisipan. Prinsip Kerja. sedangkan lereng yang dipilih adalah lereng dengan kemiringan dominan atau rata-rata terbanyak pada suatu areal.100% Tabel Jarak Teras dan Kemiingan Persyaratan Teras Kemiringan ( º ) Jarak Teras ( m ) Kemiringan ( º ) 0 5 10 15 20 8.65 11. 2. .45 8.45º 55% . Jarak antar pancang induk : 8 m timbang air ( water pass ).28 8. sedangkan pada lereng yang landai mengakibatkan banyak kontur terputus.68 25 30 35 40 45 Jarak Teras ( m ) 9. Penentuan pancang induk.54 1. tempat dimulainya pembuatan kontur. Penempatan pancang induk dimulai dari puncak lereng kearah kaki lereng.19 8. hal ini harus dihindari.Pancang induk adalah pancang dengan jarak tertentu dan tetap.16 8. Tahap Pembuatan Kontur.00 9.

titik tanam terakhir ada pada kontur II merupakan titik siku-siku.90 derajat.Pancang induk dicabut jikatitik tanam terakhir telah selesai dalam 1 kontur. lebar atas = 40 cm. berikut prinsipnya sama dengan penentuan pada kontur 1 dan II. Pancang kontur dicabut bila pancang tanam sudah ditancapkan. Menarik tali vertikal kebawah.2 m dan konstan. ketika sampai pada kontur II dibelokan kekanan dan digeser-geser hingga sudut belokannya +/. Untuk selanjutnya penentuan kontur. Pada sudut ini merupakan titik tanam pada kontur II. Ujung t6ali juga merupakan titik tanam ke2 titik-titik tanam tersebut diberi pancang tanam. Penentuan titik tanam berikutnya adalah : pembawa ujung tali pada kontur 1 menggeser ketanah pada kontur 1 diikuti oleh 2 orang yang berada dikontur II. 2.Untuk mendapatkan titik sikusiku pada titik siku pembawa ujung tali pada kontur 1 menggeser kekiri atau kekanan diikuti pembawa ujung tali. Benteng dan Rorak    Dibuat pada tanah agak miring : 10 – 15 m/HK Ukuran : lebar alas = 60 cm.Penentuan titik tanam pada kontur berikutnya :     Meletakan ujung tali ditengah-tengah antara dua tanaman pada kontur 1.Pancang dapat digesr 1-2 meter untuk menyesuaikan letak dengan tanaman diatasnya agar tidak terletak segaris atau sejajar. dan ujung tali pada kontur tanam merupakan titik tanam baru. kaki lima = 45 cm.Penentuan titik tanam pada kontur teratas (kontur 1) jarak antar titik tanam 9. tinggi 30 cm Pedoman jarak horizontal antar 2 benteng : Tabel Persyaratan Pembuatan Benteng/Rorak Kemiringan Jarak (m) 1% 2% 3% 4% 5% (0º34´) (1º9´) (1º44´) (2º18´) (2º52´) 60 40 30 25 20 .

dalam 60 cm.6% (3º26´) 18 Cara pembuatan benteng    Tentukan titik pemancangan. dan Pasca tumbuh.  Yang pertama disebarkan pada lahan setelah diolah namun sebelum benih ditebar (atau segera setelah benih ditebar). Yang kedua diberikan setelah benih memunculkan daun pertamanya. Pra-tumbuh. . Pasca tumbuh tengah. HERBISIDA Klasifikasi herbisida berdasarkan pada waktu aplikasinya :  Ada dua tipe herbisida berdasarkan aplikasinya yaitu herbisida pratumbuh (preemergence herbicide) dan herbisida pascatumbuh (postemergence herbicide). tanah galian di timbun memanjang dan bentuklah benteng sesuai ukuran Parit (rorak) : lebar atas 50 cm. pancang-pancang selanjutnya sesuai jaraknya Parit digali. dasar = 35 cm. dalam arti tidak mengganggu tumbuhan pokoknya. Pasca tumbuh dibagi lagi menjadi Pasca tumbuh awal. dan pasca tumbuh akhir.  Waktu penyemburan  Ada tiga waktu penyemburan. Teras Individu (Tapak Kuda)    Dibuat pada tanah agak miring Ukuran lebar = 4 meter Prestasi kerja 2 – 3 st/HK Cara pembuatan o o o o Areal yang harus di buat tapak kuda dipancang menurut pancang tanam Tapak kuda tepat pada pancang tanaman Tanah bagian atas pancang digali Kemiringan tapak kuda 10-15º ke arah bukit Tanah ditumpukan ke belakang pancang kemudian dipadatkan G. Herbisida jenis ini harus selektif. yang berarti membunuh semua tumbuhan yang ada. yaitu: Pra-tugal. 3. Biasanya herbisida jenis ini bersifat nonselektif.

. Pra-Tumbuh. atrazine. Imperata cylindrical mempunyai rimpang. Herbisida nonselektif dipakai untuk gulma yang tumbuh mendahului tanaman. antara gudang dan tangki minyak. benfluralin. sesudah semburan ditujukan ke tanah perlu penggaruan tanah untuk menutup keduanya.  Herbisida pasca tumbuh. Umbi dan rimpang tersembunyi di dalam tanah. dan bromacil untuk mecengah gulma tumbuh. Pakailah herbisida yang tida mudah menguap dan mudah dilarutkan air hujan sehingga dapat masuk ke bawah permukaan tanah.  Herbisida selektif dipakai pada pertanaman dan perumputan. Hanya herbisida sistemik yang dapat menjangkaunya. trifluralin dan EPTC. Contohnya : alachlor. biarkan tumbuh dulu selama tiga minggu. Penyemburan dilakukan terhadap gulma yang telah tumbuh. dichlobenil dan linuran. dan Pasca-Tumbuhan Gulma tahunan (perennial) lebih tepat dikuasai dengan herbisida sistemik daripada dengan cara lain. Yang terakhir dengan mengusap dengan “salam maut”. memakai diuron. Dinas P. chlorthal. Penyemburan Pratugal.  Paraquat dapat pula dipakai secara pra tumbuh. misalnya. Oleh karena keduanya mudah menguap dan terurai oleh sinar ultraviolet.  Herbisida pra-tumbuh disemburkan setelah penungalan benih tetapi sebelum semai mencuat keluar.” Bila daun gulma berjumlah 4-5 helai maka naikkan dosis sebanyak 50%. Glyposate dapat membunuh lalang sekali sembur. Sehari sesudah penyemburan. Paraquat dan glyphosate dapat pula dipakai secara pratugal. Umumnya makin muda gulma makin mudah terbunuh gulma yang sedang tumbuh cepat. Cyperus rotundus mempunyai rangkaian umbi. tempat benih berkecambah. Herbisida nonselektif disemburkan pada pekarangan.  Tingkat Pra-Tugal. Bila diulang tiga kali teki dapat terbunuh oleh semburan 2.4-D. Lalang dapat terbunuh bila kena dalapon 2-3 kali.U. tanah diolah.  Pada lahan yang baru diolah teki dan lalang yang baru berdaun lagi bukanlah sasaran yang tepat. Umumny terdapat catatan berikt pada kemaan herbisida :  ―Pakailah herbisida ini bila gulma sedang tumbuh cepat dan berdaun hanya 2-3 helai. disiapkan untuk ditanami.

sedangkan pupuk diangkut dengan menggunakan truk ke lokasi pemupukan. KCL 50 Kg/Ha 1. . Pembagian pupuk dilakukan di setiap blok yang diawasi oleh pelaksana. 4.5 kg.  Persiapan Pemupukan Dimulai dari Gudang Pupuk  Tenaga pemupukan langsung menuju blok yang telah ditentukan. 2. D. herbisida dapat menyerang semua rimpang. PEKERJAAN PENGADAAN SAPRODI A. sedangkan pupuk diangkut dengan menggunakan truk ke lokasi pemupukan. Persiapan Pemupukan Dimulai dari Gudang Pupuk 3. TSP 50 Kg/Ha 1.5 kg. Tenaga pemupukan langsung menuju blok yang telah ditentukan. Pupuk dibagi berdasarkan jumlah karyawan pada hari pelaksanaan dengan perhitungan setiap tenaga mendapat 35. karung/bagor dan cawan/gelas plastik yang sesuai dengan takaran untuk realisasi pemupukan yaitu 150 kg/Ha. Pupuk dibagi berdasarkan jumlah karyawan pada hari pelaksanaan dengan perhitungan setiap tenaga mendapat 35. Pupuk Urea 150 Kg/Ha  Pupuk dibagi berdasarkan jumlah karyawan pada hari pelaksanaan dengan perhitungan setiap tenaga mendapat 35. Alat yang dipakai adalah keranjang. Pembagian pupuk dilakukan di setiap blok yang diawasi oleh pelaksana. Persiapan Pemupukan Dimulai dari Gudang Pupuk 3. sedangkan pupuk diangkut dengan menggunakan truk ke lokasi pemupukan. karung/bagor dan cawan/gelas plastik yang sesuai dengan takaran untuk realisasi pemupukan yaitu 100 kg/Ha. Alat yang dipakai adalah keranjang. semua rimpang telah berdaun lagi. C.5 kg.  Pembagian pupuk dilakukan di setiap blok yang diawasi oleh pelaksana. Tenaga pemupukan langsung menuju blok yang telah ditentukan. 4. Alat yang dipakai adalah keranjang. 2. karung/bagor dan cawan/gelas plastik yang sesuai dengan takaran untuk realisasi pemupukan yaitu 50 kg/Ha.Kalau daunnya sudah cukup banyak. III.

dan setelah tiga kali pemotongan dengan dosis yang sama. sedangkan pupuk diangkut dengan menggunakan truk ke lokasi pemupukan. penanaman dilakukan dengan cara memasukkan ± ¾ bagian dari panjang stek dengan kemiringan ± 30 derajat atau dapat juga dengan cara memasukkan stek kedalam tanah secara terlentang. 4. alirkan air secukupnya ke lahan tanaman tersebut dan lakukan pennggantian apabila terdapat stek atau pols yang mati. sehingga pada musim kemarau.yaitu membersihkan tanamanan liar dan penggemburan tanah disekitarnya atau langsung dilaksanakan penggemburan tanah dengan cara pencangkulan disekitar rumpun rumput dengan membalikkan tanah tersebut. F. Tenaga pemupukan langsung menuju blok yang telah ditentukan. tanaman sudah dalam dan cukup kuat. KOMPOS 1000 Kg/Ha 1. Pemupukan Rumput Raja Pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu menggunakan urea dengan dosis 50 kg/ha.5 kg. STEK RUMPUT 15. Sobekan akar (pols). Alat yang dipakai adalah keranjang. 2. Tujuh hari setelah penanaman. karung/bagor dan cawan/gelas plastik yang sesuai dengan takaran untuk realisasi pemupukan yaitu 100 kg/Ha.000 Stek/Ha Penanaman pada daerah tanpa irigasi. . menanamnya seperti menanam padi. sebaiknya dilakukan setelah hujan pertama sampai pertengahan musim hujan. . Persiapan Pemupukan Dimulai dari Gudang Pupuk 3. Selanjutnya pemupukan dilakukan ± 3-4 kali per tahunnya. dengan kebutuhan setiap lubang 2 stek. Penanaman dilakukan dengan cara yang sesuai dengan bibit yang digunakan yaitu : 1. 2.Perawatan Rumput Raja Perawatan dilakukan dengan cara : Pendangiran/penyiangan.E. Stek. Pupuk dibagi berdasarkan jumlah karyawan pada hari pelaksanaan dengan perhitungan setiap tenaga mendapat 35. Pembagian pupuk dilakukan di setiap blok yang diawasi oleh pelaksana.

POHON PELINDUNG SEPANJANG SUNGAI ( POHON BUAH ) Pada tahap inilah rumput. Apabila ternyata terdapat kandungan pasir ataupun endapan lumpur (silt) maka tanah tersebut pertu dikorek dan diganti dengan tanah subur yang akan diletakkan di sekeliling tanaman tersebut. setelah tanaman tresebut mulai tumbuh dengan baik. . Di setiap pancang yang telah diberi tanda dilakukan penggalian lobang dan kemudian dilakukan penanaman tanaman yang sudah ditentukan. Pastura adalah rumput yang tumbuh atau ditanam dan boleh digunakan untuk hewan ternak. karena akan mengurangi mata atau tunas muda yang tumbuh. tanaman rendah yang lain dengan tongkat kecil yang dipancangkan ke tanah. Dengan terpedomani gambar. BIBIT PASTURA UNGGUL 4KG/HA 1. Hindari pemotongan yang terlalu tinggi karena akan banyak sisa batang yang mengayu (keras). Tinggi pemotongan 10-15 cm dari permukaan tanah. kemudian tanaman rendah. kecuali pada waktu musim kemarau waktu potong sebaiknya diperpanjang. Pemotongan berikutnya dilakukan sekali setiap 6 minggu. H. Begitu seterusnya sehingga kebutuhan rumput potongan tetap tersedia. Hal ini tergantung situasi dan konsidi daerahnya. yaitu diantara rumpun lama ditanam stek atau pols baru. Pohon diletakkan. sesuai rencana gambar. Demikian juga jangan dipotong terlalu pendek. 3. Sedangkan pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap.Pemotongan (defoliasi) Rumput Raja Pemotongan pertama dapat dilakukan pada umur tanaman 2-3 bulan sebagai potong paksa. G. Yang pertama sekali ditanam adalah pohon. 2.5 tahun. pohon dan tanaman rendah mulai ditanam. Cara penanaman adalah dengan biji pastura dengan keperluan 4 Kg / Ha menggunakan tenaga manusia. Peremajaan Rumput Raja Peremajaan rumput dilakukan setelah tanaman tersebut mencapai umur 3 – 4 tahun atau setinggi-tingginya 4. Cara memberikan pakan dengan memanen dan diberikan pada hewan atau dapat dengan cara hewan digembalakan. Hal ini bertujuan untuk menyamakan pertumbuhan dan merangsang pertumbuhan jumlah anakan. maka rumpun lama dibongkar.tukang kebun (gardener) memberi tanda untuk setiap lokasi tanaman pohon maupun.

4. tanaman rendah yang lain dengan tongkat kecil yang dipancangkan ke tanah. Pohon diletakkan. Tujuh hari setelah penanaman. Penanaman dilakukan dengan cara yang sesuai dengan bibit yang digunakan yaitu : 3. Dengan terpedomani gambar.5 kg. kemudian tanaman rendah. PENANAMAN STEK Penanaman pada daerah tanpa irigasi. Sobekan akar (pols). PEMUPUKAN  Pupuk dibagi berdasarkan jumlah karyawan pada hari pelaksanaan dengan perhitungan setiap tenaga mendapat 35. IV. penanaman dilakukan dengan cara memasukkan ± ¾ bagian dari panjang stek dengan kemiringan ± 30 derajat atau dapat juga dengan cara memasukkan stek kedalam tanah secara terlentang.Dalam hal ini penanaman pohon adalah pohon buah dan ditanam disepanjang alur sungai. B. sehingga pada musim kemarau. Stek. pohon dan tanaman rendah mulai ditanam.tukang kebun (gardener) memberi tanda untuk setiap lokasi tanaman pohon maupun. Apabila ternyata terdapat kandungan pasir ataupun endapan lumpur (silt) maka tanah tersebut pertu dikorek dan diganti dengan tanah subur yang akan diletakkan di sekeliling tanaman tersebut. I. PEKERJAAN BUDIDAYA A.  Persiapan Pemupukan Dimulai dari Gudang Pupuk . dengan kebutuhan setiap lubang 2 stek. sebaiknya dilakukan setelah hujan pertama sampai pertengahan musim hujan. tanaman sudah dalam dan cukup kuat. alirkan air secukupnya ke lahan tanaman tersebut dan lakukan pennggantian apabila terdapat stek atau pols yang mati. POHON PELINDUNG LEGUME ( LAMTORO. GAMAL ) Pada tahap inilah rumput. sesuai rencana gambar. Yang pertama sekali ditanam adalah pohon. Di setiap pancang yang telah diberi tanda dilakukan penggalian lobang dan kemudian dilakukan penanaman tanaman yang sudah ditentukan. menanamnya seperti menanam padi.

karung/bagor dan cawan/gelas plastik yang sesuai dengan takaran untuk realisasi pemupukan. Tenaga pemupukan langsung menuju blok yang telah ditentukan. sedangkan pupuk diangkut dengan menggunakan truk ke lokasi pemupukan. PERAWATAN / PENYIRAMAN Penyiraman atau perawatan dilakukan pada saat tidak ada hujan dengan cara manual. C. Penyemprotan menggunakan mesin air dengan tenaga manusia. Alat yang dipakai adalah keranjang. Disusun Oleh Penawar Agustus 20013 . yaitu menggunakan truck tanki dan disemprotkan pada tanaman secukupnya.  Pembagian pupuk dilakukan di setiap blok yang diawasi oleh pelaksana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful