Raja Di Sekala Brak 919 Saka / 997 M PUNKU HAJI YUWA RAJYA SRI HARIDEWA Raja Di Sekala Brak

Tahun 919 Saka / 997 M Sebagaimana tertulis dalam Prasasti Hujung Langit ( Hara Kuning ) bertarikh 9 Margasira 919 Caka yang ditemukan di Bunuk Tenuar Liwa terpahat nama raja di daerah Lampung. Prasasti ini terkait dengan Kerajaan Sekala Brak kuno yang masih dikuasai oleh Buay Tumi, Prof. Dr. Louis-Charles Damais dalam buku epigrafi dan Sejarah Nusantara yang diterbitkan oleh pusat Penelitian Arkeolog Nasional, Jakarta, 1995, halaman 26 – 45, diketahui bahwa nama Raja yang tercantum pada Prasasti Hujung langit adalah Baginda Sri Haridewa. Dapat kita ketahui isi dari prasasti itu seperti dikutip dari artikel yang ditulis dalam situs arkeologilampung.blogspot.com bahwa prasasti ini terdiri dari 18 baris tulisan yang digoreskan pada permukaan batu yang menghadap ke utara. Kondisi tulisan sudah sangat aus. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh L.C Damais, NJ Krom, dan Boechari diketahui bahwa prasasti tersebut berhuruf Jawa Kuna dan berbahasa Melayu Kuna. Berdasarkan paleografinya diperkirakan bahwa prasasti tersebut berasal dari sekitar abad ke-10 M. Damais yang melakukan pembacaan prasasti berhasil mengetahui sebagian kalimat yang tertulis dalam prasasti tersebut sebagai berikut (Damais, 1995: 33): // swasti sri sakalawarsatita 9-- margasiramasa. tithi nawami suklaspaksa. wa-- wara. Wuku kuninan...... (// Selamat, tahun Saka (yang berlalu 91-, bulan Margasira, tanggal 9 paro terang, hari Was, wuku kuningan) Setelah baris ketiga ini hanya beberapa kata yang dapat terbaca yaitu pada baris ke-4 terdapat kata ... tatakala.... satanah sahutan....., baris ke-7 terbaca kata tatkala punku haji ....... sri haridewa....., dan pada baris ke-12 di Hujunglangit. Keyakinan bahwa prasasti ini menggunakan bahasa Melayu adalah adanya kata penunjuk lokasi di (Damais, 1995: 32). Berdasarkan beberapa kata yang masih dapat terbaca diduga bahwa isi prasasti ini adalah mengenai penetapan sebidang tanah/hutan di Hujung Langit sebagai sima oleh Pungku Haji Yuwarajya Sri Haridewa untuk dipergunakan membiayai pemeliharaan suatu bangunan suci (Utomo, 2007: 7). Tersebutlah PUNKU HAJI YUWA RAJYA SRI HARIDEWA yang menjadi pimpinan diwilayah tersebut sebagaimana dalam keterangan prasasti diatas. Serta jika kita analisis lebih mendalam mengenai gelar atau sebutan yang disandang dalam nama diatas, kata Pun atau Pu adalah merupakan gelar kehormatan bagi kebangsawanan seseorang sebagaimana banyak keluarga di kerajaan San-fo-ts'i yang bergelar pu. Begitu juga gelar Pu yang bersanding dalam kata DAPUNTA maka gelar dapunta harus diperuntukkan bagi orang yang amat tinggi kedudukannya. Kehormatan yang amat tinggi itu ditunjukkan dengan bubuhan da-, -ta, dan sebutan hyang. Demikian keterangan makna gelar Pu dalam buku Sriwijaya yang ditulis oleh Prof. Dr. Slamet Muljana diterbitkan LKIS. Dan hingga kini diwilayah Sekala Brak sebutan Pun adalah diperuntukkan bagi tutokh kehormatan

kepada kakak tertua keturunan Sultan atau sai batin. Selanjutnya katai HAJI atau Aji dapat berarti Ayah seperti dalam masyarakat bali, namun juga bermakna baginda; raja: sang; gelar bangsawan di kerajaan lain dinusantara. Sebagaimana sebutan bagi AJI SAKA / HAJI SAKA, dimana dapat pula kita ketahui melalu situs wikipedia bahwa Disebutkan Aji Saka berasal dari Bumi Majeti. Bumi Majeti sendiri adalah negeri antah-berantah mitologis, akan tetapi ada yang menafsirkan bahwa Aji Saka berasal dari Jambudwipa (India) dari suku Shaka (Scythia), karena itulah ia bernama Aji Saka (Raja Shaka). Demikianlah Sebutan Aji atau Haji adalah sebutan kehormatan kepada seorang Raja. Dan dari kata terakhir sebelum kata Haridewa tersebut juga kata SRI yang juga dimaknai sebagai gelar kehormatan bagi raja atau orang besar yang disebut Yang Mulia: Paduka; Sultan. Keterangan tersebut dapat kita dapatkan dalam kamus besar bahasa indonesia. Demikianlah analisis yang secara mudah kita cerna, guna memperkaya pengetahuan kita tentang prasasti hujung langit. Nama PUNKU HAJI YUWA RAJYA SRI HARIDEWA yang tertera dalam prasasti tersebut adalah nama seorang Raja dengan gelar kehormatannya yang tinggi. Yang terbukti pernah hidup di sekitar tanah bumi pesagi wilayah Sekala Brak sebagai satu kerajaan tua yang telah berdiri diawal abad masehi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful