Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan

kabarkota
ANIS EFIZUDIN/ANTARA

REPUBLIKA
Rabu, 10 Juni 2009

15

kilas
Penyewa Ruko Harus Punya Izin Usaha
SLEMAN — Dinas Polisi Pamong Praja dan Trantib Kabupaten Sleman, Selasa (9/6) melakukan operasi pembinaan terhadap para pemilik Ruko yang bertempat di Tanah Kas Desa Donoharjo, Ngaglik. Kepala Seksi Operasional PPNS Dinas Pol PP dan Trantib, Ignatius Sunarto mengatakan, operasi ini untuk menegakkan Perda No 12 tahun 2001 tentang Izin Gangguan dan Perda 13 tahun tahun 2008 tentang SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan), Ia mengatakan dalam operasi tersebut petugas menemui penyewa 16 ruko yang dibangun Pemerintah Desa Donoharjo. Sewa berlangsung selama 20 tahun dengan uang sewa Rp 85 juta. Sayangnya, kata dia, hampir seluruh penyewa belum mengurus izin Usaha ke dinas terkait dengan berbagai alasan, seperti tak tahu masalah perizinan dan sebagainya. Pada kesempatan itu, kata Ignatius Sunarto, petugas hanya memberikan pembinaan, dengan memberikan tenggang waktu selama tiga bulan, agar mreka bisa mengurus surat semua perizinannya. ‘’Bila sampai batas waktu tersebut mereka belum mempunyai ijin, mereka akan diajukan ke pengadilan dan disidang sesuai peraturan yang berlaku,’‘ kata dia. ■ yoe

Tim Capres Deklarasikan Kampanye Damai
YOGYAKARTA — Tiga tim kampanye calon presiden/wakil presiden (Capres/Cawapres) DIY) sepakat mendeklarasikan kampanye damai. Deklarasi yang diprakarasi KPU DIY tersebut diharapkan bisa menciptakan Pemilihan Presiden yang aman, jujur, bersih , terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. ‘’Kesepakatan ini diparaf dulu oleh tiga wakil pasangan Capres/Cawapres terlebih dahulu. Nanti dimintakan tanda tangan kepada Ketua Tim Kampanye masing dan diserahkan ke KPU besok pagi (Rabu,red),’‘ kata Nasrullah, anggota KPU DIY yang memimpin diskusi kesepakatan di Yogyakara, Selasa (9/6). Ada delapan butir kesepakatan yang telah mereka buat untuk menciptakan kampanye damai. Satu, saling menghargai keberadaan dan menghormati kebebasan masing-masing Tim Kampanye Daerah Pasangan Capres/Cawapres untuk melakukan kampanye di DIY. Kedua, menghindari segala bentuk dan motif kekerasan untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah. Ketiga, mengharagai kebebasan pers untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Keempat, tidak akan menggunakan dana publik dan fasilitas publik untuk kepentingan pasangan Capres dan Cawapres. Kelima, tidak akan mentolelir adanya praktek jual beli suara dan pemilih serta penyuapan kepada para penyelenggara Pemilu. Keenam, menghormati dan mentaati segala keputusan dan penilaian dari penyelenggara Pemilu terhadap pasangan Capres-Cawapres. Ketujuh, selama masa kampanye tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan yang berlaku dan siap menerima pemberian sanksi sesuai hukum. Kedelapan, menyampaikan kepada masyarakat di Provinsi DIY segala aturan main kampanye serta proses dan mekanisme penyelenggaraan Pemilu. Pada hari yang sama di dua tempat berbeda berlangsung deklarasi tim kampanye SBY - Boediono dan JK - Wiranto. Deklarasi Koalisi Kerakyatan SBY - Boediono di Gedung Bimo, Kotabaru itu menurut Ali Ridho, Wakil Koordinator Nasional Koalisi Kerakyatan, diikuti lebih dari 1.500 orang. ‘’Dukungan ini diberikan, karena kebijakan SBY selama memimpin bangsa ini sangat peduli dengan rakyat kecil.’‘ Sementara Tim Relawan Garuda JK-Wiranto Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dideklarasikan itu diketuai H Subardi dan Sekretaris Unang Shio Peking. Dijelaskan Unang, meskipun persiapan deklarasi tim ini cukup singkat, namun adanya kesamaan persepsi pembentukan Tim Relawan dapat segera terbentuk. ‘’Komposisi strukturnya melibatkan tokoh masyarakat, Ormas, LSM, Pergerakan Perempuan, aktivis mahasiswa, tokoh kepemudaan dan tokoh seni budaya yang mewakili empat kabupaten dan kota di DIY,’‘ kata Unang. Di tempat lainnya, kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah ‘’Indonesia Bisa’‘ DIY juga dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP Indonesia Bisa, Prof Subur Budi Santosa, dalam acara pelantikan di Gedung Victory Convention Hall, Jl Veteran, Yogyakarta. ■ hep/yoe/mg1

Koperasi Kartini Miliki Gedung Baru
SLEMAN — Gedung baru Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kartini, Kaliurang Selatan, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Selasa (9/6) diresmikan Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Sri Purnomo. Pembangunan gedung baru ini menghabiskan dana Rp 450 juta. Ketua Koperasi Ani Isdiyati mengatakan, Koperasi yang didirikan oleh kaum perempuan itu kini telah berumur 27 tahun. Katanya, koperasi ini mempunyai misi memberdayakan kekuatan ekonomi regional dan peningkatan kesejahteraan usaha mikro dan kecil melalui pengembangan mutu lembaga Koperasi Simpan Pinjam. Sejak tahun 2004, katanya, Koperasi Kredit Kartini berubah menjadi Koperasi Simpan Pinjam Kartini. Ketika berdiri lanjut Ani koperasinya hanya beranggotakan 115 orang dengan modal hanya Rp 259.500. Tapi sekarang anggotanya bertambah jadi 1.169 orang dengan aset yang dipendam mencapai Rp 5,15 miliar. Sri Purnomo berharap koperasi ini bisa terus berkembang dengan memberikan pelayanan terbaik untuk anggotanya. Ia meminta pengurus koperasi bisa memenuhi harapan anggota untuk mendapatkan modal usaha, sehingga anggotanya tidak perlu jauh-jauh mencari modal. ■ yoe

Pentas Pilpres: Sejumlah seniman Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) melakukan performance art
“Telur Pilpres”, di Tegalrejo, Magelang, Senin (8/6) malam. Pentas seni budaya tradisional yang dihadiri sejumlah budayawan, tokoh agama, dan pelaku seni dari lima gunung di kawasan Magelang merupakan ekspresi kejenuhan akan situasi politik selama ini.

Pemkot Renovasi Semua Pasar Inpres
Dana yang disiapkan untuk merenovasi Rp 2,4 miliar.
YOGYAKARTA — Kabar baik buat ibu-ibu rumah tangga maupun para pedagang kecil yang biasa berjualan di pasar Inpres. Karena rencananya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan menganggarkan dana sekitar Rp 2,4 miliar melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2009 untuk memperbaiki kondisi fisik pasar yang dibangun berdasarkan instruksi presiden (Inpres) antara 1972-1979. “Dana tersebut akan digunakan untuk merenovasi fisik, mulai dari atap bangunan hingga lantai,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan, Sarana Prasarana Kebersihan dan Keamanan Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Yogyakarta, Totok Sudiyarto di Yogyakarta, Selasa (9/6). Menurut dia, bangunan fisik pasar biasanya mengalami kerusakan pada bagian saluran air yang menyebabkan pasar menjadi becek saat musim penghujan karena bocor atau lantai pasar yang belum dipasang lantai keramik dan juga perbaikan saluran air. Beberapa pasar yang akan diperbaiki tersebut diantaranya Pasar Legi, Serangan, Kranggan, Terban, Sentul dan Lempuyangan. “Perbaikan akan dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan pasar sehingga jenis perbaikan di tiap pasar akan berbeda-beda karena kemampuan pemerintah menyediakan dana juga terbatas,” ujarnya. Dari 33 pasar tradisional yang ada di Kota Yogyakarta, Totok menyatakan sekitar 20 pasar diantaranya adalah termasuk pasar inpres. Mengomentari rencana renovasi pasar inpres, sejumlah pedagang mengaku gembira. Warsih (40) pedagang di Pasar Terban misalnya berharap perbaikan itu kelak akan menguntungkan pedagang. ‘’Kalau pasarnya bagus dan bersih, tentu pembeli akan banyak,’‘ ujar wanita yang biasa berjualan kebutuhan harian itu. Pedagang yang lain, Siti (50) juga mendukung langkah Pemkot memperbaiki pasar Inpres. Menurut dia, pasar yang biasa dipakai berjualan itu kondisinya sudah tidak layak lagi. Selain kotor dan semrawut, banyak dari bagian gedung yang rusak dan bocor. ‘’Kalau ada perbaikan pedagang merasa senang,’‘ ungkapnya. Nomor 48 Tahun 2009 tersebut akan memberikan aturan yang jelas dalam pengelolaan pasar ditengah kerasnya persaingan dengan pasar modern. Perda tersebut juga mewajibkan seluruh pedagang pasar yang berjualan di kios dan los untuk memiliki kartu bukti pedagang (KBP) dan pedagang lapak memiliki kartu identitas pedagang (KIP). Kepemilikan kios dan los juga dapat diwariskan asalkan ahli waris tersebut mengajukan permohonan menjadi pedagang sesuai dengan prosedur pelayanan menjadi pedagang. “Pengaturan tersebut adalah salah satu kelebihan dari perda yang baru,” katanya. Unsur kerapihan pasar melalui penataan pedagang juga diatur secara tegas dalam perda tersebut, khususnya untuk pedagang di lapak. Pedagang dengan menggunakan lapak hanya bisa menggelar dagangannya di selasar dan trotoar yang telah ditetapkan. Lebar selasar yang diizinkan untuk ditempati lapak adalah minimal 2,5 meter di selasar dalam pasar dan 1,75 meter di selasar pinggir pasar. Beberapa sanksi juga telah menunggu pedagang diantaranya adalah dicabutnya hak penggunaan apabila tidak mengajukan permohonan perpanjangan KBP dan KIP selambat-lambatnya 15 hari sebelum masa berlakunya berakhir. Sanksi dihentikan dan dibongkar secara paksa juga akan diterapkan apabila pedagang melakukan aktivitas jual beli pada kios, los atau lapak dan lahan pasar yang bukan menjadi haknya atau membangun dan mengadakan fasilitas pasar tanpa persetujuan tertulis. ■ wab/ant

Telepon Taksi DIY
Bandara Adi Sutjipto Stasiun Tugu Stasiun Lempuyangan Terminal Giwangan Taksi ASA Taksi Centris Taksi Armada Taksi Pataga Taksi Vetri Taksi JAS Taksi Sadewa Taksi Rajawali Taksi Primkopad Taksi Pandawa Taksi Indra Kelana Taksi Setia Kawan Taksi Ria 484261 589685 512454 410015 545545 544977 512787 371725 563551/563555 373737 376107 487676 621055 370000 564572/563910 412000/7117333 621055

Panwaslu Temukan Ratusan Pemilih Ganda
SLEMAN — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan lagi sejumlah nama pemilih ganda dalam daftar pemilih tetap (DP) Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. “Setelah beberapa hari lalu ditemukan sekitar 320 nama ganda dalam DPT Pilpres di Kecamatan Mlati, kini kembali ditemukan lagi nama pemilih ganda di Kecamatan Godean,” kata anggota Panwaslu Sleman, Hasta Dewa Putranta, di Sleman, Selasa (9/6). Menurut dia, temuan nama pemilih ganda dalam DPT Pilpres 2009 di Kecamatan Godean tersebut jumlahnya memang tidak banyak, namun tetap rawan terjadi penyimpangan jika tidak dicermati. “Jumlah nama pemilih ganda dalam DPT di Kecamatan Godean tercatat puluhan orang. Kami sudah mencermatinya secara acak dengan terjung langsung ke masyarakat. Kalau sampel yang diambil lebih banyak, mungkin nama pemilih ganda yang ditemukan akan bertambah lagi,” katanya. Ia mengatakan, temuan tersebut akan disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman untuk ditindaklanjuti.“Kami akan laporkan ke KPU Sleman untuk ditindaklanjuti, kemugkinan nama pemilih ganda tersebut hanya akan diberi satu undangan saja untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS),” tuturnya. ■ ant

Pengaturan pedagang
Sementara itu, Kepala Dinlopas, Achmad Fadli menyatakan pengelolaan pasar di Kota Yogyakarta akan dilakukan berdasarkan peraturan daerah (perda) dan peraturan wali kota (perwal) baru yang telah disahkan. “Dinlopas telah menyiapkan delapan tim untuk melakukan sosialisasi mengenai perda baru tersebut dan diharapkan pada 20 Juni nanti telah selesai karena perda tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juli,” katanya dalam sosialisasi di Pasar Lempuyangan Kota Yogyakarta. Menurut dia, perda baru yaitu Perda Nomor 2 dan Nomor 3 Tahun 2009 serta Perwal Nomor 47 dan

MES

MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH

Menjawab

Batal Membeli, Uang Hangus?
tuk barang yang dibeli sebagai tanda jadi disamping biaya-biaya lain. Yang ingin saya tanyakan adalah ketika konsumen batal membeli, maka uang muka itu hangus dan menjadi milik penjual. Bagaimana pandangan Islam dalam hal ini? Apakah penjual, seperti saya berhak atas uang muka tersebut, karena pada dasarnya penjual telah rela tidak menawarkan ke konsumen lain ketika menerima uang muka dari seorang calon pembeli. Terima kasih atas jawabannya. Suwarno Sleman Jawab: Terimakasih atas pertanyaanya. Rubrik ini tidak terbatas pada masalah perbankan dan keuangan syariah, namun seputar ekonomi

Kirimkan Pertanyaan Anda Seputar Syariah Ke Alamat e-mail: yogyarepublika@gmail.com Diasuh Oleh Tim MES Yogyakarta
Assalamualaikum Wr Wb Ada suatu hal yang ingin saya tanyakan, namun ini tidak terkait dengan perbankan syariah, apakah diperbolehkan? Saya melihat praktik perdagangan dewasa ini sering kali diwarnai atau dipenuhi dengan model kredit, baik untuk pembelian rumah, mobil, motor atau bahkan hingga barang elektronik. Pada umumnya penjual mensyaratkan adanya uang muka un-

syariah secara umum, baik dalam hal urusan usaha, berbelanja zakat, dan sebagainya. Terkait dengan pertanyaan Saudara, maka dibolehkan penjual menahan uang mukanya untuk dirinya sendiri dan tidak perlu mengembalikannya kepada pembeli. Demikian pendapat mayoritas ulama, jika kedua pihak -penjual dan pembeli- telah sepakat untuk itu atau telah menjadi kepahaman bersama. Jual beli dengan uang muka dibolehkan, untuk menjamin agar barang tersebut tidak dibeli oleh konsumen lain. Jika pembeli membeli barang

tersebut maka uang muka menjadi bagian dari harga, dan jika pembeli tidak jadi mengambil barangnya maka uang muka menjadi hak penjual sendiri. Jual beli dengan uang muka ini dibolehkan, baik diberi batas waktu pembayaran sisa harga atau tanpa pembatasan waktu. Adapun pendapat yang melarang adanya jual beli dengan uang muka didasarkan pada hadits yang dinilai lemah oleh Imam Ahmad. Wabillahit taufiq, semoga Allah melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabatnya dan para pengikutnya. ■

Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan

REPUBLIKA
Hubungi (0274) 541582

Berlangganan

kabarkota

REPUBLIKA
Rabu, 10 Juni 2009

16

BOWO PRIBADI/REPUBLIKA

kilas
Dana Hibah Akseptor KB Jangan Diselewengkan
KLATEN — Ketua Yayasan Dana Mandiri Sejahtera, Prof Haryono Suyono, mewanti-wanti kepada kelompok pengelola dana UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) yang ada disetiap desa. Mereka diminta, agar tidak sembrono lagi dalam mengatur keuangan pinjaman dana bergulir yang dikucurkan kepada akseptor PUS (Pasangan Usia Subur). Peringatan Haryono Suyono tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, dana hibah dari Yayasan Dana Mandiri Sejahtera sebanyak Rp 2 trilyun dikucurkan untuk UPPKS menguap sekitar Rp 500 juta. ‘’Ini karena sistem pengelolaannya tidak baik,’‘ kata dia dalam acara pertemuan PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) di pendopo Pemkab Klaten, Selasa (9/6). Hilangnya dana dari hibah yayasan yang didirikan mantan Presiden Soeharto, menurut Haryono Suyono, jangan sampai terus terjadi. Namun, ia memakluminya. Ini karena disebabkan sistem manajemen yang diterapkan kurang bagus. Sistemnya yang perlu diperbaiki, sehingga dana pinjaman tanpa bunga tersebut bisa dirasakan untuk akseptor KB. ■ eds

Pasokan Solar Dikurangi, Nelayan Kebingungan
CILACAP — Kalangan nelayan di Kabupaten Cilacap mengeluhkan makin minimnya pasokan solar bersubsidi yang disalurkan Pertamina melalui HNSI setempat. Mereka menyebutkan, bila kondisi ini terus berlangsung, maka secara perlahan nelayan Cilacap akan bertumbangan karena tak mendapatkan BBM. Untuk itu, Ketua KUD Mino Saroyo, Untung Jayanto, mendesak Pertamina untuk menambah pasokan solar besubsidi sedikitnya 568 ton per bulan. Penambahan pasokan ini perlu dilakukan karena pasokan solar bagi nelayan dari perusahaan BU MN tersebut, belakangan terus merosot. Kuota solar untuk kapal di atas 300 grosston (GT) yang sebelumnya mencapai 1.200 ton per bulan, selama empat bulan terakhir terus dikurangi hingga kini tinggal 632 ton. Kekurangan solar yang mencapai hampir 45 persen ini, membuat nelayan kapal penangkap ikan tuna di Cilacap kelabakan. Minimnya pasokan BBM menyebabkan ribuan pemilik kapal dan anak buah kapal tak bisa melaut dan terpaksa menganggur berbulan-bulan. Terkait kondisi ini, HNSI telah menyampaikan surat agar Pertamina kembali memasok BBM solar sebagaimana kuota yang telah ditetapkan. ‘’Namun pada Mei lalu, Pertamina mengirim surat agar HNSI dilakukan evaluasi kebutuhan solar untuk para nelayan di wilayah setempat,’‘ kata Ketua II HNSI Cilacap, Indon Cahyono, Selasa (9/6). Evaluasi kebutuhan solar untuk nelayan tersebut, menurut pihak Pertamina guna menghindari terjadinya penyalahgunaan penggunaan BBM bersubdisi seperti kasus penyelundupan ke kapalkapal asing di tengah laut. ‘’Kalau hanya sekedar evaluasi saja, kita bisa melakukan. Namun yang jadi masalah, dalam surat tersebut Pertamina juga diminta agar semua nelayan yang masuk anggota HNSI untuk mengurus berbagai surat atau semacam sertifikasi kapal,’‘ katanya. ■ wid

30 Persen Penduduk Banjarnegara Miskin
BANJARNEGARA — Masalah kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Pemkab Banjarnegara. Di wilayah kabupaten tersebut, sebanyak 315 ribu jiwa masih hidup dalam kemiskinan. Berdasarkan angka tersebut, maka kasus kemiskinan tersebut masih mencapai 30 persen total jumlah penduduk keseluruhan 1,1 juta jiwa. Kabag Humas Pemda Banjarnegara, Wahyono, jumlah warga miskin sebanyak 315 ribu jiwa terdiri dari 85.000 KK (kepala keluarga) yang tersebar di 273 desa pada 18 Kecamatan. ‘’Angka ini sebenarnya sudah turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2005 lalu yang jumlah penduduk miskinnya mencapai separuh jumlah penduduk,’‘ kata Wahyono, Selasa (9/6). Menurutnya, jumlah KK tergolong miskin tahun 2005 mencapai 112 ribu KK. Sedangkan pada pada tahun 2008 turun menjadi 96 ribu KK, dan pada tahun 2009 pertengahan tahun ini, turun lagi menjadi 85 ribu KK. ‘’Kita memang sedang bertempur habis-habisan menekan angka kemiskinan. Kita targetkan pda tahun 2010, Banjarnegara sudah bebas dari katagori kabupaten tertinggal di Jawa Tengah,’‘ katanya. ■ wid

”MULIA”

AUTHORIZED MONEY CHANGER
Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta (Depan Tiket Counter Garuda Indonesia) Senin - Jumat : 07.00 - 19.00 WIB Sabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 WIB Telp. 0274-563314 (Hunting), 566353 Ext. 8901 Fax.(0274) 549777

Tanggal : 09 Juni 2009

Tergenang: Sejumlah warga Sudurt Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Semarang Timur tak melakukan aktivitas apapun di tengah genangan banjir yang melanda pemukiman mereka, Selasa (9/6). Hujan yang turun di kota Semarang sejak Senin (8/6) petang mengakibatkan sejumlah kawasan langganan banjir kembali tergenang.

CURRENCY
USD EURO AUD CAD GBP CHF SGD HKD JPY RM KWD KPW NT BND NZD PHP THB YUAN SAR

BELI BN
10,000 13,900 7,900 8,900 16,000 9,100 6,900 1.260 101,50 2,775 33,000 6.75/7.25 280/290 6,800 6,150 200 290 1,465 2,600

TC
9,800 13,600 7,650 8,300 15,750 8,700 95,50

JUAL
10,150 14,050 8,025 9,025 16,400 9,225 7,000 1.335 105,50 2.900 36,000 8.75 330 6,950 6,300 240 340 1,540 2,725

Komisi B DPRD Jateng Kunja di Al Qomariah
WONOSOBO — Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Selasa (9/6) melakukan kunjungan kerja (Kunja) ke kelompok ternak Al Qomariah, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Kunjungan ini untuk melihat kemajuan peternakan di Wonosobo. Dalam kesempatan itu Bupati Wonosobo Drs H Kholiq Arif mengatakan, salah satu potensi unggulan di daerahnya adalah peternakan kambing, domba dan sapi. Populasi ternak sapi potong di daerahnya, kata Kholiq, saat ini tercatat 29.036 ekor, sapi perah 210 ekor, kambing 136.616 ekor dan domba 84.473 ekor. Khususnya kelompok tani ternak Al Qomariyah, Dusun Bumen, Desa Bumirejo, Kecmatan Mopjotengah, mendapat alokasi kegiatan pengembangan kawasan sentra produksi ternak unggul tahun 2008. Yaitu berupa droping sapi peranakan Ongol (PO) betina 10 ekor. Pengembangannya dilakukan melalui inseminasi buatan. ‘’Kita berharap, ke depan, Mojotengah menjadi salah satu sentra sapi unggulan, sekaligus untuk membuka lapangan pekerjaan dan menggeliatkan pertanian dan peternakan,’‘ kata Kholiq. ■ asd

Hujan Semalam, Semarang Banjir
Sejumlah ruas jalan terjadi kemacetan akibat terjebak banjir.
SEMARANG — Hujan lebat disertai angin yang terjadi di Kota Semarang sejak Senin (8/6) petang hingga Selasa (9/6) pagi kemarin telah menyebabkan banjir di sebagian wilayah Kota Semarang. Selain banjir, kerusakan infrastruktur juga terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai yang ada di kota Semarang. Seperti tanggul sungai yang jebol dan jembatan yang rusak. Ratusan rumah dan hampir seluruh ruas jalan raya di kawasan utara kota tergenang banjir antara 30-80 Centimeter. Akibatnya sejumlah ruas jalan macet karena banyak kendaraan yang terjebak banjir. Warga di wilayah Kelurahan Mlatiharjo, sebagian Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari bahkan menyatakan siaga I, menyusul meluapnya sungai Banjirkanal Timur dan Kali Babon. Sehingga menggenangi pemukiman di sekitarnya. Sejumlah warga bahkan sudah bersiap-siap untuk mengamankan sejumlah barang berharga mereka sebagai antisipasi. ‘’Karena hujan masih turun hingga pukul 11.00 WIB,’‘ ungkap Wisnu, warga Sawah Besar. Mereka tidak menduga bencana ini datang lagi karena seharusnya merupakan awal kemarau. Sejumlah warga mengatakan, banjir yang melanda permukiman mereka merupakan yang terbesar sepanjang tahun ini, bahkan pada musim hujan awal 2009 guyuran hujan tidak sampai menyebabkan luapan besar Sungai Banjir Kanal Timur. ‘’Saya tidak menduga banjir akan datang lagi, tapi ternyata malah lebih parah dibanding sebelumnya,’‘ kata Sunarto (67), warga Jalan Barito. Nasib mujur dialami keluarga Endang Wahyuni (31) warga Jalan Gatot Subroto RT 14 RW 13 Purwoyoso, Ngaliyan dan putrinya Ratna Astuti (5). Ibu dan anak ini sempat terseret arus sungai Silandak, setelah luapan air menyapu bagian belakang rumah mereka, yang merupakan bantaran sungai Silandak. Meski terseret, mereka berhasil diselamatkan warga dan hanya mengalami luka lecetlecet di bagian perut dan tangan. Ratna Astuti bahkan masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. ‘’Untungnya saya mendengar mereka berteriak minta tolong. Sehingga upaya penyelamatan bisa segera dilakukan,’‘ ungkap Sutimin (45), kakak Endang Wahyuni. Sementara di Kelurahan Sendangguwo, tanggul penahan kali di sekitar RW III Sendangguwo Barat — tepatnya di sebelah barat jembatan gantung — juga jebol. Akibatnya air mengalir dan menggenangi perumahan warga. Derasnya air sungai akibat kiriman dari kawasan Semarang atas di Sungai Manggis sekira pukul 14.00 WIB juga menelan korban jiwa, Samsuri Widodo (11) bocah kelas V SD. Menurut Kapolsek Lamper, AKP Suratmin, kejadian nahas itu bermula saat korban bersama teman-temannya berenang di sungai yang tengah berarus deras. ■ owo

Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah
M ASADI/REPUBLIKA

Telepon Rumah Sakit
RSUP Dr Sardjito 587333/631190 RS PKU Muhammadiyah 512653/513466 RS PKU Bantul 367437/368238 RSUD Kota Yogyakarta 371195 RSI Kustati Solo(0271) 643013/647729 RSI Sultan Agung Semarang (024)6580019 RSUD Purbalingga (0281)891016/896645

Kirab Adipura : Piala Adipura kategori Kota Kecil Terbersih, yang diterima untuk ketiga kalinya oleh Kabupaten Wonosobo, Selasa (9/6) dikirab. Kirab yang dikawal Mas dan Mbak Wonosobo 2009 menempuh perjalanan sejauh 10 km menuju pendopo kabupaten.

“PP Aisyiyah Konsisten Memberdayakan Perempuan”
YULIANINGSIH/REPUBLIKA

Tanwir: Aisyiyah akan konsisten melakukan pemberdayaan perempuan melalui berbagai program berkesinabambungan.

S

ebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia, Pimpinan Pusat Aisyiyah hingga usia yang hampir 100 tahun tetap konsisten memperjuangkan kaum perempuan di Indonesia melalui berbagai aspek. Bahkan di sidang Tanwir Aisyiyah II periode 2005-2010 yang akan digelar tanggal 12-14 Juni 2009 di Yogyakarta PP Aisyiyah tetap

mengangkat tema tentang peranan kaum perempuan di Indonesia dengan tema utama ketahanan keluarga sebagai pilar kemajuan bangsa. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah Prof Chamamah Soeratno, sejak tahun 1912 di Indonesia telah ada gerakan empowering atau pemberdayaan kaum perempuan. Gerakan tersebut dilakukan secara konsisten oleh Muhammadiyah melalui Aisyiyah. ‘’Jadi setelah RA Kartini, di Indonesia juga telah ada pemberdayaan kaum perempuan, mengajak para perempuan di Indonesia untuk lebih maju dan berkualitas. Bukan hanya di negara barat saja, di Indonesia sejak 1912 sudah ada itu,’‘ kata Chamamah kepada wartawan saat jumpa pers persiapan Tanwir Aisyiyah II di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (9/6). Diakuinya, PP Aisyiyah sudah hampir 100 tahun melakukan gerakan pemberdayaan kaum perempuan. Gerakan bagi kaum perempuan itu dilakukan secara terus menerus melalui berbagai program yang berkesinambungan. Bahkan saat ini kata Chamamah, Aisyiyah melalui 33 pimpinan wilayah dan ratusan pimpinan cabang serta ribuan pimpi-

nan ranting terus melakukan gerakan tersebut. Karena kontribusi nyata Aisyiyah terhadap pemberdayaan perempuan dan keluarga di Indonesia, banyak negara-negara di dunia yang menginginkan pembukaan pimpinan cabang baru Aisyiyah di negara tersebut. Dikatakan Chamamah, sudah ada beberapa negara yang ada pimpinan cabang Aisyiyah, yaitu di Mesir, Belanda, Malaysia dan Singapura. Selain itu ada beberapa negara lagi yang mengajukan diri membuka cabang Aisyiyah, antara lain, Jepang, Australia, Syiria dan beberapa negara lainnya. ‘’Organisasi perempuan di Indonesia yang memiliki cabang di luar negeri saya tidak tahu ada atau tidak. Tetapi yang jelas cabang Aisyiyah sudah ada di beberapa negara,’‘ tambah Chamamah. Terkait dengan gerakan perempuan Indonesia, PP Aisyiyah akan menggelar seminar nasional Dinamika Gerakan Perempuan di Indonesia. Seminar tersebut akan digelar Kamis (11/6) di Asri Medical Center (AMC) UMY. Hadir sebagai nara sumber dalam kesempatan itu Prof Chamamah Soeratno dan Ir H Aburizal Bakrie, Prof Saparinah Sadli dan Prof Dr Munir Mulkan.

Perilaku pragmatis Sementara itu menurut Ketua PP Aisyiyah, Siti Noordjanah Djohantini, kondisi masyarakat dan bangsa saat ini dipandang oleh Aisyiyah telah mengalami pelemahan daya tahan di berbagai aspek kehidupan, sejak dari aspek ekonomi, sosial, budaya hingga kerapuhan mentalitas. Hal ini ditunjukan dengan kecenderungan perilaku pragmatis, kurang disiplin, kurang bertanggungjawab, serba instan, tidak menghargai mutu dan kerja keras. ‘’Masalah bangsa yang penting untuk menjadi perhatian serius ialah persoalan kerentanan ketahanan keluarga,’‘ paparnya. Saat ini lanjut NOordjanah, terdapat kecenderungan kuat bahwa berbagai kasus kekerasan, narkoba, dan penyimpangan perilaku di kalangan remaja tidak terlepas dari kondisi kehidupan keluarga yang rentan atau bermasalah. Ketahanan keluarga yang mengalami pelemahan tersebut jelas akan berpengaruh terhadap kondisi kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. ‘’Karena itu Aisyiyah memandang perlu adanya upaya untuk memperkokoh daya

tahan keluarga untuk pembentukan karakter manusia sebagai kekuatan rohaniah bagi tegaknya kehidupan bangsa,’‘ tambahnya. Diyakini Aisyiyah, bahwa keluarga yang memiliki daya tahan yang kokoh akan mampu menghadapi tantangan dan dinamika kehidupan global yang berkembang cepat serta kompleks. Daya tahan yang perlu ditingkatkan itupun adalah daya tahan dalam penguatan peran agama, peningkatan nilai moral, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Melalui sidang Tanwir Aisyiyah II ini, pihaknya kata Noordjanah berusaha merumuskan beberapa langkah untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Selain seminar, rangkaian kegiatan Tanwir Aisyiyah II akan menghadirkan beberapa nara sumber yang kompeten dibidangnya antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri kesehatan Dr Siti Fadhilah Supari. Kemudian Menteri Sekretaris negara Ir Hatta Radjasa, Prof Dr Amin Rais, Prof Dr Syafii Maarif dan Prof Dr Azyumardi Azra. Pembukaan Tanwir Aisyiyah sendiri akan dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin. ‘’Kita juga mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetapi hingga saat ini belum ada konfirmasi kesediaannya,’‘ tambah Chamamah. ■ yli

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful