You are on page 1of 35

KELUARGA BERENCANA DAN PERAN KELUARGA BERENCANA DALAM KESEHATAN REPRODUKSI

Disusun oleh: Kelompok 2 1. Annisa Ul Ilmi 2. Christy Handayani 3. Deta Baroqah Af 4. Mutiara Utami

Dosen Pembimbing : Reka Lagora Marsofely,SST,M.Kes

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES BENGKULU PRODI KEBIDANAN CURUP TA 2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah dan rahmat-Nya lah akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah kesehatan reproduksi dan KB dengan isu “Peran Keluarga berencana dalam kesehatan reproduksi” dengan sebaik-baiknya. Dalam penyusunan makalah ini kami banyak dibantu oleh teman seprofesi terutama dari kampus Poltekkes karena berkat do’a dan restu akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Selain itu, terima kasih juga kami ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah Kesehatan reproduksi dan kb,yang telah memberikan bimbingan kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Kami menyadari walaupun telah berusaha secara maksimal, serta

mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang kami miliki, makalah ini masih terdapat kesalahan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk melengkapi kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Agar dapat terciptanya kesempurnaan dalam pembuatan makalah yang akan datang.

Curup,

Maret 2013

Penulis

ii

DAFTAR ISI
COVER KATA PENGANTAR ..............................................................i ..............................................................ii

DAFTAR ISI

...............................................................iii

BAB I: PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan ...............................................................1 ...............................................................2 ...............................................................2

BAB II : PEMBAHASAN 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 Definisi Jenis alat kontrasepsi ...............................................................3 ...............................................................3

Peran Kb dalam kesehatan reproduksi ...........................................15 Data-data keikutsertaan kb ...........................................................20 Contoh kasus Pemecahan masalah .............................................................25 ............................................................27

BAB III : PENUTUP 3.1 3.2 simpulan Saran ....................................................................30 ..............................................................29

Pertanyaan Soal-soal DAFTAR PUSTAKA

...............................................................31 ..............................................................32 ...............................................................35

iii

BAB

I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Peran program KB sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi seseorang. Terlalu Tua. B. dengan segala akibat buruknya. Tujuan Makalah ini kami buat untuk menambah wawasan kepada mahasiswa kebidanan yang nantinya bisa memehami dan mengaplikasikan program keluarga berencana dan peranana keluarga berencana terhadap kesehatan reproduksi. yaitu “EMPAT TERLALU”. baik dari institusi pemerintah. Terlalu Sering dan Terlalu Banyak. Salah satu kunci kesuksesan program keluarga berencana nasional adalah adanya keterlibatan kontrasepsi. yang terdiri dari Terlalu Muda. yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan reproduksi. masyarakat dan dalam lingkup yang lebih kecil adalah keterlibatan seluruh anggota keluarga itu sendiri. Situasi inilah yang menimbulkan banyak GRT dan Kehamilan yang tidak dinginkan. Total Fertilty Rate (TFR) meningkat. C. Pelayanan keluarga berencana ditujukan kepada pasangan usia subur.Program keluarga berencana merupakan salah satu program pembangunan nasional yang sangat penting dalam rangka mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera. akhir akhir ini kita dikejutkan dengan berita bahwa program KB kita menurun. Namun kenyataannya saat ini hanya perempuan saja yang dituntut untuk menggunakan alat kontrasepsi. swasta. 2007). Tetapi. Program KB yang tidak terkendali. baik itu untuk kesehatan reproduksi wanita maupun kesehatan reproduksi pria. yang berarti harus melibatkan kedua belah pihak yakni istri maupun suami. Jika isu benar. akan menyebabkan kita terjebak dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan. karena hal ini merupakan kepentingan bersama suami istri (Ekarini. 2008). maka kita akan mempunyai masalah demografi. Salah satu kunci kesuksesan program keluarga berencana nasional adalah adanya keterlibatan semua pihak. Hal ini dapat dilihat dari data akseptor KB di Indonesia yang menunjukkan bahwa lebih banyak wanita daripada pria (Siswosudarmo. dalam bentuk laju pertambahan penduduk yang tidak terkendali. dkk. Rumusan Masalah .

1. Apakah yang dimaksud keluarga berencana serta bagaimana peran keluarga berencana terhadap kesehatan reproduksi ? 2. Bagaimana cara yang tepat memecahkan isu kesehatan tentang keluarga berencana ? .

2 JENIS ALAT KONTRASEPSI A. 10/1992). Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. 1970). misalnya pada wanita yang sedang menyusui. . Tablet yang hanya mengandung progestin sering menyebabkan perdarahan tidak teratur. Kontrasepsi oral (pil KB) Pil KB mengandung hormon.1 Definisi Keluarga berencana adalah upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera (Undang-undang No. KONTRASEPSI Metode kontrasepsi terdiri dari: 1. 2. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga.WHO (Expert Committe.BAB II PEMBAHASAN 2.Keluarga Berencana (Family Planning. tindakan yg membantu individu/ pasutri untuk: tidak interval Mendapatkan diinginkan. Tablet ini hanya diberikan jika pemberian estrogen bisa membahayakan. objektif-obketif tertentu. baik dalam bentuk kombinasi progestin dengan estrogen atau progestin saja. menghindari kelahiran yang diinginkan. Planned Parenthood) : suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Pil KB mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovulasi (pelepasan sel telur oleh ovarium) dan menjaga kekentalan lendir servikal sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma. mengatur mendapatkan kelahiran yang menentukan diantara kehamilan dan jumlah anak dalam keluarga.

Ketegangan premenstruasi .Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang mengandung estrogen dosis tinggi.Resiko kanker jenis tertentu .Kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) . Wanita penderita tekanan darah tinggi yang tidak diobati e. Sebelum mulai menggunakan pil KB. Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsi). Wanita yang memiliki kadar trigliserida tinggi d. Jika kadar kolesterol atau gula darahnya tinggi. Keuntungan pemakaian pil KB adalah mengurangi: . Jika wanita tersebut atau keluarga dekatnya ada yang menderita diabetes atau penyakit jantung. dilakukan pemeriksaan fisik untuk meyakinkan bahwa tidak ada masalah kesehatan yang bisa menimbulkan resiko. dilakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui adanya perubahan tekanan darah. maka diberikan pil KB dosis rendah. Wanita yang tungkainya sedang digips h. 3 bulan setelah pemakaian pil KB. Wanita yang pernah menderita stroke . Wanita penderita penyakit hati aktif atau tumor c.Kista ovarium . Wanita yang memiliki bekuan darah g. Wanita yang merokok dan berusia diatas 35 tahun b. biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol dan gula darah. Pil KB sebaiknya tidak digunakan oleh: a.Angka kekambuhan kram pada saat menstruasi .Kista payudara . Selanjutnya pemeriksaan dilakukan 1 kali/tahun.Anemia . Wanita penderita diabetes yang disertai penyumbatan arteri f.Perdarahan tidak teratur . Wanita penderita penyakit jantung I.Infeksi tuba falopii.

Wanita yang pernah menderita hepatitis atau penyakit hari lainnya tetapi telah sembuh total. maka harus menunggu 1 minggu sebelum pil KB mulai digunakan. harus menunggu 2 minggu sebelum pil KB mulai digunakan. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu. tetapi mereka bisa mengalami ovulasi dan hamil sebelum terjadinya menstruasi pertama. Pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui bisa mengurangi jumlah air susu dan kandungan zat lemak serta protein dalam air susu. sedangkan jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu. ibu yang menyusui sebaiknya menggunakan pil KB jika tidak ingin hamil. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang hanya mengandung progestin. Pil KB yang diminum segera setelah terjadinya pembuahan atau pada awal kehamilan (sebelum wanita tersebut mengetahui bahwa dia hamil) tidak akan membahayakan janin. Wanita penderita kanker payudara atau kanker rahim. Wanita yang menyusui biasanya tidak mengalami ovulasi sampai 10-12 minggu setelah persalinan. Pemakaian pil KB setelah kehamilan Resiko terbentuknya bekuan darah di tungkai meningkat setelah kehamilan dan akan semakin meningkat jika wanita tersebut memakai pil KB. maka pil KB bisa langsung digunakan.j. . Karena itu. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan. Wanita yang mengalami depresi b. Wanita yang pernah menderita penyakit kuning pada saat kehamilan k. Hormon dari pil terdapat dalam air susu sehingga bisa sampai ke bayi. Wanita yang sering mengalami sakit kepala migren c. Pengawasan harus dilakukan jika pil KB digunakan oleh: a. yang tidak mempengaruhi pembentukan air susu. Wanita yang merokok tetapi berusia dibawah 35 tahun d.

Melasma (bercak-bercak berwarna gelap di wajah). Penambahan berat badan sebanyak 1.Efek samping pil KB a. c. d. peningkatan tekanan darah dan depresi. Bekuan darah diperkirakan 3-4 kali lebih sering terjadi pada pemakaian pil KB dosis tinggi. pemakaian pil KB harus segera dihentikan dan segera memeriksakan diri karena gejala tersebut mungkin menunjukkan adanya bekuan darah di dalam vena tungkai dan kemungkinan sedang menuju ke paru-paru. Sering terjadi pada beberapa bulan pertama pemakaian pil KB. sehingga 1 bulan sebelum menjalani pembedahan pemakaian pil harus dihentikan dan baru mulai dipakai lagi 1 bulah setelah pembedahan.5-2. jika tubuh telah menyesuaikan diri dengan hormon biasanya perdarahan abnormal akan berhenti. mungkin tidak akan terjadi menstruasi. perut kembung. Perdarahan tidak teratur. nyeri tekan pada payudara. Efek samping yang berhubungan dengan estrogen adalah mual. f. Pil KB dan pembedahan menyebabkan meningkatnya resiko pembentukan bekuan darah. tetapi obat ini tidak menyebabkan berkurangnya kesuburan secara permanen. Efek samping yang berhubungan dengan progestin adalah penambahan berat badan. . penahanan cairan. b. g. Jika secara tiba-tiba timbul nyeri dada atau nyeri tungkai. Beberapa bulan setelah berhenti menggunakan pil KB.5 kg biasanya terjadi akibat penahanan cairan dan mungkin karena meningkatnya nafsu makan. h. Mual dan sakit kepala. e. jerawat dan kecemasan. 1-2% wanita pemakai pil KB mengalami depresi dan kesulitan tidur.

Melasma akan menghilang secara perlahan setelah pemakaian pil KB dihentikan. Interaksi pil KB dengan obat lain Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain.Jika terkena sinar matahari. selain pil KB sebaiknya ditambah dengan menggunaka kontrasepsi penghalang (misalnya kondom atau diafragma). wanita pemakai pil KB memiliki resiko kanker ovarium ataupun kanker rahim yang lebih rendah. I. Di lain fihak. Kontrasepsi penghalang Kontrasepsi penghalang secara fisik menghalangi jalan masuk sperma ke dalam rahim wanita. bercak semakin gelap. Oba anti-kejang (fenitoin dan phenobarbital) bisa menyebabkan meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita pemakai pil KB. tetrasiklin atau golongan sulfa). . Untuk mengatasi hal ini. kepada wanita penderita epilepsi yang mengkonsumsi anti-kejang perlu diberikan pil KB dosis tinggi. terutama jika pil KB telah dipakai selama lebih dari 5 tahun. Resiko terjadinya kanker leher rahim tampaknya meningkat. Karena itu wanita pemakai pil KB harus rutin menjalani pemeriksaan Pap smear (minimal 1 kali/tahun). Wanita pemakai pil KB bisa hamil jika secara terus menerus mengkonsumsi antibiotik (misalnya rifampin. Yang termasuk ke dalam kontrasepsi penghalang adalah: A. ampisilin. penisilin. 2. Kondom. Ketika mengkonsumsi antibiotik tersebut. tetapi obat lain (terutama obat tidur dan antibiotik) bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pil KB.

Diafragma. dipasang pada serviks dan menjaga agar sperma tidak masuk ke dalam rahim.Kondom bisa melindungi pemakainya dari penyakit menular seksual (misalnya AIDS) dan dapat mencegah perubahan prekanker tertentu pada sel-sel leher rahim. Ukurannya bervariasi dan harus dicocokkan oleh dokter atau perawat. Penutup serviks dipasang sebelum . Untuk menambah efektivitas pemakaian kondom bisa ditambahkan spermisida (biasanya terkandung di dalam pelumas kondom atau dimasukkan secara terpisah ke dalam vagina). Ada kondom yang ujungnya memiliki penampung semen.terjadi penambahan atau penurunan berat badan sebanyak lebih dari 5 kg . dipasang pada serviks.baru melahirkan anak atau mengalami aborsi. jika tidak ada penampung semen. Pemakaiannya harus selalu bersamaan dengan krim atau jeli. Kondom wanita menyerupai kondom pria. Pemakaian penutup serviks harus selalu bersamaan dengan krim atau jeli. Penutup serviks (cervical cap) hampir menyerupai diafragma tetapi ukurannya lebih kecil dan lebih kaku. C.diafragma telah dipakai selama lebih dari 1 tahun . Kondom wanita merupakan alat kontrasepsi penghalang baru yang dipasang di vagina dengan bantuan sebuah cincin. Diafragma dipasang sebelum melakukan hubungan seksual dan tetap terpasang sampai minimal 8 jam tetapi tidak boleh lebih dari 24 jam. B. karena ukuran dan bentuk vagina mungkin mengalami perubahan. Ukuran diafragma harus diganti jika: . Penutup serviks (leher rahim). tetapi lebih lebar dan memiliki angka kegagalan yang tinggi. sebaiknya kondom disisakan sekitar 1cm di depan penis. Ukurannya bervariasi dan harus dicocokkan oleh dokter atau perawat. Kondom harus dilepaskan secara perlahan karena jika semen tumpah maka sperma bisa masuk ke vagina sehingga terjadi kehamilan. Diafragma merupakan plastik berbentuk kubah dengan sabuk yang lentur.

Metode ini kurang dapat diandalkan karena sperma bisa keluar sebelum orgasme juga memerlukan pengendalian diri yang tinggi serta penentuan waktu yang tepat. Ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) terjadi 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam. Contohnya. krim. Karena itu pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan 4 hari sebelum ovulasi. jeli dan suppositoria vagina dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual. dilakukan perhitungan berikut: (siklus terpendek . jika siklus seorang wanita dalam waktu 12 bulan terakhir berkisar antara . Metoda ritmik Pada metoda ritmik. bahkan untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur. krim.melakukan hubungan seksual dan tetap terpasang sampai minimal 8 jam dan maksimal 48 jam sesudah melakukan hubungan seksual. Sediaan untuk menghentikan atau membunuh sperma atau disebut juga spermisida (dalam bentuk busa.11). Pada metode ini. Metode ritmik kalender merupakan metode yang paling tidak efektif. Wanita sebaiknya mencatat siklusnya dalam 12 bulan terakhir. Penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi Disebut juga coitus interruptus. D. tetapi sperma bisa bertahan selama 3-4 hari setelah melakukan hubungan seksual. jel dan suppositoria yang dimasukkan ke dalam vagina) Busa. A. pria mengeluarkan/menarik penisnya dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi (pelepasan sperma ketika mengalami orgasme).18) dan (siklus terpanjang . Selain mengandung spermisida. 4. 3. Untuk mengetahui saat tidak boleh melakukan hubungan seksual. pasangan suami istri tidak melakukan hubungan seksual selama masa subur wanita. bahan tersebut juga merupakan penghalang fisik untuk sperma.

Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan mulai dari menstruasi hari pertama sampai suhu basalnya meningkat. C. Kontrasepsi implan Kontrasepsi implan adalah kapsul plastik yang mengandung progestin. 6 kapsul dimasukkan ke bawah kulit lengan atas. maka 26-18=8 dan 29-11=18. artinya hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-8 sampai hari ke-18 setelah menstruasi. dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Pada metode lendir masa subur wanita diketahui dengan mengamati lendir servikal. Kapsul ini melepaskan progestin ke dalam . Metoda simptotermal terdiri dari pengamatan perubahan lendir servikal dan suhu basal tubuh. Tidak perlu dilakukan penjahitan. Pada metode temperatur dilakukan pengukuran suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur). B. Metoda ini merupakan metoda yang paling dapat diandalkan. yang bekerja dengan cara mencegah ovulasi dan menghalangi masuknya sperma melalui lendir serviks yang kental.26-29 hari. Hubungan seksual tidak boleh pada saat terjadinya peningkatan jumlah lendir servikal sampai 4 hari sesudahnya. yang biasanya dikeluarkan dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih encer sesaat sebelum ovulasi. 5. Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1? Celsius) setelah ovulasi. D. juga gejala lainnya yang berhubungan dengan ovulasi (misalnya nyeri kram ringan pada perut bagian bawah). Setelah diberi obat bius.

tetapi mengurangi resiko terjadinya kanker Keuntungan memakai KB suntik: o rahim. maka lebih banyak wanita yang tidak mengalami menstruasi tetapi lebih sedikit wanita yang mengalami perdarahan tidak teratur. sekitar 70% wanita sama sekali tidak mengalami perdarahan.aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun. Setelah pemakaian dihentikan. Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang dan kesuburan dapat pulih kembali . Segera setelah implan dilepas. Efeknya berlangsung lama. Interaksi dengan obat lain jarang terjadi karena implan tidak mengandung estroggen. Kontrasepsi suntikan Medroksiprogesteron (sejenis progestin) disuntikkan 1 kali/3 bulan ke dalam otot bokong atau lengan atas. bisa terjadi osteoporosis yang bersifat sementara. Suntikan ini sangat efektif tetapi bisa mengganggu siklus menstruasi. Semakin lama suntikan KB dipakai. fungsi ovarium akan kembali normal dan wanita pemakai implan kembali menjadi subur. Kapsul implan tidak larut dalam tubuh sehingga setelah 5 tahun harus dilepaskan. sehingga kesuburan mungkin baru kembali 1 tahun setelah suntikan dihentikan. Suntikan KB bisa menyebabkan penambahan berat badan yang sifatnya ringan. Medroksiprogesteron tidak menyebabkan meningkatnya resiko terhadap berbagai kanker (termasuk kanker payudara). Efek samping lainnya adalah sakit kepala dan penambahan berat badan. Sepertiga pemakai KB suntik tidak mengalami menstruasi pada 3 bulan setelah suntikan pertama dan sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak teratur dan spotting (bercak perdarahan) selama lebih dari 11 hari setiap bulannya. tetapi Medroksiprogesteron tidak menyebabkan kemandulan permanen. Efek samping yang utama adalah perdarahan tidak teratur atau sama sekali tidak terajdi menstruasi. 6. Setelah 2 tahun memakai suntikan KB. Jika pemakaian suntikan KB dihentikan.

rambut rontok. Kekurangan KB suntikan: Efek sampingya terhadap siklus haid (menstruasi) sering "tidak menyenangkan" . meskipun: A.o Tidak terpengaruh "faktor lupa" dari pemakai (tidak seperti memakai PIL KB) o o o Tidak mengganggu hubungan suami istri Dapat dipakai segala umur pada masa reproduktif Tidak mengganggu laktasi (menyusui). kurangnya libido seksual. namun tidak berbahaya dan bukan tanda kelainan/penyakit . kebanyakan wanita BOLEH memakai KB suntik. dapat lama semua akseptor) sakit kepala. baik dari segi kuantitas maupun kualitas o o Dapat dipakai segera setelah masa nifas Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap risiko kehamilan o o o o o o o Dapat dipakai segera setelah keguguran Membantu mencegah terjadinya kehamilan di luar kandungan Membantu mencegah kanker endometrium (rahim) Membantu mencegah kejadian mioma uteri (tumor jinak rahim) Mungkin dapat mencegah kanker indung telur (ovarium) Mengurangi kejadian anemi kekurangan zat besi Khusus untuk penderita epilepsi mengurangi kejadian kejang. gemuk atau kurus D. perubahan pola haid biasanya pada tahun pertama pemakaian yakni : Perdarahan bercak . nyeri payudara. remaja . jerawat. perokok berat B. menyusui C. "moodiness".

Hipertensi ringan J. Vasektomi Adalah pemotongan vas deferens (saluran yang membawa sperma dari testis). baru keguguran F.Sterilisasi pada pria dilakukan melalui vasektomi. Berpenyakit Tiroid G.E. sedangkan pada wanita dilakukan prosedur ligasi tuba. 1. STERILISASI Sterilisasi merupakan cara berkeluarga berencana yang sifatnya permanen. Vasektomi dilakukan oleh ahli bedah urolog dan memerlukan waktu sekitar 20 menit. maka dikatakan bahwa pria tersebut telah mandul.Respon peradangan terhadap sperma yang merembes . Varises ringan I.Perdarahan . Pria yang menjalani vasektomi sebaiknya tidak segera menghentikan pemakaian kontrasepsi. Setelah pemeriksaan laboratorium terhadap 2 kali ejakulasi menunjukkan tidak ada sperma. Epilepsi TBC (bukan TBC kandungan) H. karena biasanya kesuburan masih tetap ada sampai sekitar 15-20 kali ejakulasi. Siklus haid tidak teratur K.Pembukaan spontan. Anemi kekurangan zat besi B. Komplikasi dari vasektomi adalah: . .

sasarannya tidak hanya sekedar bumil. Ligasi tuba bisa dilakukan segera setelah melahirkan atau dijadwalkan di kemudian hari. IPC dan PPC. Selain pemotongan dan pengikatan. Ligasi tuba Adalah pemotongan dan pengikatan atau penyumbatan tuba falopii (saluran telur dari ovarium ke rahim). karena ini sejalan dengan program pengaturan kependudukan. yang terdiri dari PNC. Tetapi setelah adanya perkembangan Obstetri Sosial. yaitu PUS. Mereka yang hamil diberikan PNC. diberi pelayanan kontrasepsi. kesuburan akan lebih mudah kembali karena lebih sedikit terjadi kerusakan jaringan. dengan cacat yang . pelayanan kemandulan tidak pernah menjadi program nasional.3 Peranan KB dalam Kesehatan Reproduksi Dilihat dari segi kesehatan reproduksi. bisa juga dilakukan kauterisasi (pemakaian arus listrik) untuk menutup saluran tuba. program itu adalah bagian dari pelayanan Obstetri dalam bentuk Pengaturan Kesuburan. karena Obstetri hanya memberikan pelayanan kepada bumil. sedangkan mereka yang tidak atau kurang subur diberi pelayanan kemandulan. Perhatian dan prioritas diberikan kepada pelayanan kontrasepsi. tetapi semua perempuan yang potensial hamil. orang tidak memasukkan KB dalam pelayanan Obstetri. adalah untuk mengawasi dan mengamankan ibu dan anak. dalam bentuk Maternity Care. melalui masa kehamilan. 2. IPC dan PPC. Pada ligasi tuba dibuat sayatan pada perut dan dilakukan pembiusan total. Tetapi. Tujuan dari Maternity Care yang tiga jenis itu. Teknik sterilisasi lainnya yang kadang digunakan pada wanita adalah histerektomi (pengangkatan rahim) dan ooforektomi (pengangkatan ovarium/indung telur). Dahulu. Untuk menyumbat tuba bisa digunakan pita plastik dan klip berpegas. Sterilisasi pada wanita seringkali dilakukan melalui laparoskopi. Kepada mereka yang terlalu subur. sedangkan mereka yang tidak hamil diberikan Inteval Care (IC). Pada penyumbatan tuba. persalinan dan nifas.2.

menjaga kesetiaan pasangan sehingga dapat terhindar dari penyakit seksual. Partisipasi pria atau suami secara langsung (sebagai peserta KB) adalah pria atau suami menggunakan salah satu cara atau metode pencegahan kehamilan. serta berperilaku seksual yang sehat dan aman bagi dirinya. Bentuk partisipasi pria atau suami dalam KB dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. sedangkan konseling merupakan kegiatan strategis dalam membantu klien agar dapat dengan mantap membuat keputusan sendiri untuk mengikuti program KB dan kesehatan reproduksi dengan memakai salah satu jenis kontrasepsi pria yang disukai. program Keluarga Berencana juga ditujukan bagi pria. serta KB alamiah yang melibatkan pria atau suami (metode sanggama terputus dan metode pantang berkala). mengikuti perkembangan pengetahuan. mengurangi resiko kematian bayi dalam kandungan maupun setelah melahirkan. pasangan dan keluarganya. imunisasi anaknya. sadar dan iklas mengantar isterinya dalam periksa kehamilan. sangat berperan penting dalam menyelamatkan kehidupan perempuan yaitu meningkatkan status kesehatan ibu dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan serta menjarangkan jarak kehamilan antara anak yang pertama dan anak yang selanjutnya.mengenai masalah reproduksi. Penyebab utama rendahnya tanggung jawab pria dalam masalah KB dan kesehatan reproduksi adalah minimnya petugas kesehatan. vasektomi. sikap dan kesadaran kesetaraan gender. walaupun anaknya sudah di luar rahim.seminimal mungkin. juga membantu para remaja mengambil keputusan untuk memilih kehidupan yang lebih baik dengan merencanakan proses reproduksi . Demikian juga dengan IC. mengembangkan tempat pelayanan KB pria yang berkualitas. penyediaan fasilitas pelayanan dan alat . Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pria adalah dengan mengadakan pertemuan. serta tingkah laku seksualnya. tempat-tempat konseling. Selain bagi perempuan. pelayanan ini ditujukan kepada ibu dan anak. orientasi dan advokasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan. seks. seperti kondom. Selain itu. Program Keluara Berencana. Partisipasi pria dalam melakukan KB yang kaitannya dengan kesehatan reproduksi adalah tanggung jawab pria atau suami dalam kesertaan ber-KB.

etika dan nilai sosial (Henny. ramah dan terbuka menghargai pendapat orang lain. peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari pengelola. Mereka yang tadinya menganggap bahwa KB adalah urusan perempuan harus bergeser ke arah anggapan bahwa KB adalah urusan serta tanggung jawab suami dan isteri (Henny. kesediaan dan minat menjadi petugas konseling. benar dan jujur. nasihat. dapat membina hubungan dan menemukan kepercayaan klien dan tak kalah pentingnya memiliki keterampilan dalam berkomunikasi atau memberikan konseling sehingga dapat membantu klien memahami dirinya. pendamping. 2011).Peningkatan partisipasi pria dalam ber KB dan Kesehatan Reproduksi merupakan bagian dari pelaksanaan hak-hak reproduksi dan kesehatan reproduksi. sabar. Untuk Meningkatkan kesertaan KB Pria berarti merubah pengetahuan sikap dan perilaku dari yang sebelumnya tidak atau belum mendukung KB Pria menjadi mendukung dan mempraktekkannya sebagai peserta. pilihan alat kontrasepsinya terutama untuk fase mencegah dan fase . terjangkau. kader sebagai provider melalui orientasi dan pelatihan. Dalam hal ini termasuk pemenuhan hak-hak pria untuk mendapatkan informasi dan akses terhadap pelayanan KB yang aman.kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan. penjelasan. Serta metode pengaturan kelahiran lainnya yang tidak bertentangan dengan hukum. 2011). hambatan yang ada pada dirinya dan bila diperlukan membantu dalam proses pembuatan keputusan melalui berbagai pertimbangan yang obyektif. Persyaratan petugas konseling sebagai pemberi motivasi. dapat diterima dan menjadi pilihannya. efektif. pelaksana. Ada beberapa peran pria atau suami terhadap kesehatan reproduksi istri antara lain: 1. pemantau dan mitra dalam pemecahan masalah harus mempunyai informasi yang lengkap. Peran suami pada masa sebelum istri hamil:  Merencanakan kelahiran anak berikutnya demi menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa ibu dan anak. Untuk pria.  Menentukan dan memilih alat kontrasepsi untuk pengaturan kelahiran bersama suami dan isteri konsultasi dengan para ahli medis.

Kemudian merencanakan kehamilan berikutnya dengan cara ber KB. o Memberikan perlindungan terhadap isteri dari masalah aborsi. makan bergizi. serta menyadari bahwa kematian dalam persalinan dapat dicegah dan suami berperan untuk mencegah kematian. menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. karena “kehamilan yang tidak diinginkan atau dikehendaki” dengan mengajak isterinya dengan KB (mengikuti program KB). o Memberikan perhatian tentang kesehatan isteri yang beresiko tinggi untuk memeriksakannya ke dokter atau bidan dan memilihkan tempat pelayanan persalinan yang aman.   Menciptakan suasana yang menyenangkan bagi isteri. tidak memaksakan untuk mempunyai anak banyak. suami dan isteri mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan setara. .  Suami isteri memahami akibat sampingan dari metode kontrasepsi yang digunakan serta mengetahui tempat-tempat rujukannya. dan menentukan tempat pelayanan persalinan yang aman. o o Suami mempersiapkan biaya. dan mendapatkan immunisasi TT (tetanus toksin) sebanyak 2 kali selama kehamilan agar terhindar dari penyakit (tetanus) selama hamil. Peran suami pada masa ibu hamil antara lain:   Memberikan perhatian. o Memahami bagaimana kerja sistem rujukan. mengajak memeriksakan secara teratur.menjarangkan kehamilan adalah kondom. Menjaga kehamilan isteri agar sehat dengan cara menganjurkan agar isteri tidak melakukan pekerjaan berat. Memberikan perhatian tentang kesehatan isteri. Suami merencanakan penolong persalinan dan tempat persalinan 2. Dalam ber KB. Mendorong isteri untuk mengkonsumsi tablet besi. perlindungan dan kasih sayang isteri yang hamil.   Mengambil alih tugas rumah tangga dari isteri. Suami harus memiliki pengetahuan praktis tentang masalah kesehatan reproduksi. istirahat cukup.

Memberikan dukungan moril. tempat persalinan.o Memberikan perhatian kepada isteri tentang perawatan kehamilan (perawatan kehamilan. langkah-langkah jika menghadapi kelainan waktu persalinan. 2011). merencanakan persalinan yang aman oleh tenaga medis. Dengan demikian partisipasi pria dalam kesehatan reproduksi dapat membantu mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ibu hamil. mencegah penularan HIV/AIDS. Peran suami pada ibu masa nifas antara lain:  Membantu kebutuhan isteri merawat diri dan balita (menyediakan air hangat. o Memberikan perhatian kepada isteri dengan mengenali tanda-tanda akan melahirkan. memahami dan mencari jalan keluar kepada keluarga infertil dan memahami serta memberi perhatian kepada keluarga lansia. membantu perawatan ibu dan bayi setelah melahirkan. membantu membersihkan ruangan dan kamar tidur. . pakaian isteri dan balitanya). memakan makanan yang baik bagi ibu hamil. menjadi calon pasangan yang bertanggung jawab. Selalu menjaga agar isteri dan balitanya hidup bersih. mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Selalu memperhatikan isteri di masa nifas (hal-hal yang diperhatikan di masa nifas. dan perawatan tali pusat bayi). menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab. Peran suami kepada ibu pada masa persalinan antara lain:   Mendampingi isteri saat melahirkan. menyiapkan. 3. cara merawat diri selama hamil. Dengan meningkatkan kepedulian para suami terhadap KB dan kesehatan reproduksi akan meningkatkan pula kesejahteraan keluarga dalam bentuk keluarga kecil yang berkualitas (Henny. dan sebagainya). menghindari keterlambatan dalam mencari pertolongan medis. 4.     Memenuhi kebutuhan makanan sehat dan bergizi bagi balita dan isteri. menghindari dan mengakhiri kekerasan terhadap wanita. memahami dan memberi ketenangan kepada isteri yang menopause. Menganjurkan agar anak balitanya diberi ASI selama 2 tahun.

4. yaitu PUS dan masyarakat umum. Target Program. Pelaksana Operasional Program. dibantu oleh PLKB dan Kader Kesehatan.4 Data–Data Keikutsertaan Kb . bekerja sama dengan BKKBN Pusat dan Daerah.Bagaimana cara melalukan revitalisasi program KB ? Berhasil atau tidaknya suatu program. sebagai tenaga lapangan. seperti Pemerintah Pusat/Daerah dan DPR 2. yaitu Departemen Kesehatan dengan jajaran Dinas Kesehatannya. baik Provinsi maupun Kotamadia/Kabupaten. LAMPIRAN 2. yaitu : 1. Pengambil Kebijakan Normatif. pada umumnya tergantung kepada empat unsur. 3. yaitu para SpOG. dengan titik berat pada fungsi manajerial. Dokter Umum dan Bidan. Pelaksana Kebijakan Operasional.

.

.

.

2.5 Contoh kasus .

2.6 Pemecahan Masalah .

atau dengan mengadakan kegiatan kerohanian masal sesekali dalam sebulan di instansi . Tetapi juga para remaja yang masih dalam masa dewasa awal yang rentan terhadap salah pemahaman dan rasa ingin tahu yang meningkat. Pemerintah dapat menerapkannya dalam mata pelajaran agama di sekolah-sekolah . Peningkatan pengetahuan ilmu agama. 4. Sehingga dapat memberikan wawasan akan dosa atas penggunaan kondom secara illegal yang tidak sesuai dengan norma hukum dan norma agama. Tetapi dalam dampak negatif berupa freesex atau penyalahgunaan alat kontrasepsi bagi remaja dapat bertentangan dengan norma yang dianut masyarakat Indonesia yang beragama.sehingga . adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan terhadap masalah ini adalah : 1. 3. sehingga pengetahuan atau informasi tentang alat kontrasepsi tidak hanya dimiliki oleh para orang tua saja. Misalnya hukuman dari tuhan atas tindakan pemakaian kondom oleh remaja sebelum menikah. Sehingga anak-anak tidak terjerumus dalam salah penerimaan informasi dalam pendidikan seks yang ia dapat dari luar lingkungan keluarga dan sekolah . 2. para remaja dapat terhindar dari dampak negatif penyalahgunaan alat kontrasepsi. Memberikan penyuluhan tentang alat kontrasepsi yang baik. Peran orang tua juga sangat penting dalam memberikan bimbingan serta wawasan kepada anak-anaknya mengenai pendidikan seks sedini mungkin.Program pemerintah dalam pemberian kondom memang baik untuk mencegah penularan penyakit atau infeksi menular seksual. Menurut kelompok kami. pendidikan KB juga sebaiknya diberikan kepada warga miskin . sekolahan dan lainnya. semestinya dalam peredaran kondom . Selain ditujukan pada kaum remaja. pemerintah harusnya membatasi hanya untuk mereka yang sudah ber-KTP menikah bila tidak ingin budaya sex bebas meluas lebih jauh. Sehingga dengan penyuluhan tersebut. sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka penyebaran penyakit seksual serta kepadatan penduduk yang merupakan masalah utama dalam kelompok warga kurang mampu. tidak hanya bagi agama Islam saja tetapi juga agama-agama lainnya bagi pemeluknya. Serta pemerintah juga mengawasi tindakan menyimpang yang dapat dilakukan oknum tertentu dalam penyalahgunaan program pemerintah tersebut.

Patokan yang dipakai dalam kehidupan adalah serba bebas. dimana tidak ada norma-norma yang membatasinya termasuk norma agama sekaligus.Program ini menyasar masyarakat usia 15 tahun hingga 24 tahun yang biasanya berprofesi sebagai pekerja seks komersil. HIV/AIDS. Karena masalah sex bebas. Sekitar 34% pekerja tersebut merupakan perempuan. Oleh karena itu.BAB III KESIMPULAN 3. Seharusnya Peredaran kondom dibatasi hanya untuk mereka yang sudah ber-KTP menikah bila tidak ingin budaya sex bebas meluas lebih jauh. Peran program KB sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi seseorang. Namun tak sedikit yang ragu cara itu dapat menekan penularan penyakit kelamin dan meragukan manfaatnya bagi kalangan wanita dan remaja. Sejumlah pihak mendukung hal itu sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS atau kehamilan di usia muda. karena hal ini merupakan kepentingan bersama suami istri (Ekarini.1 SIMPULAN Program keluarga berencana merupakan salah satu program pembangunan nasional yang sangat penting dalam rangka mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera. dll adalah masalah yang lahir dari ide liberalisme yaitu paham yang tengah dianut oleh masyarakat saat ini yang berpedoman pada kebebasan. PMS. sebesar 45% merupakan laki-laki berusia di bawah 25 tahun yang menjadi pembeli seks. Sementara . Adapun salah satu alat kontrasepsi yang dipakai yaitu kondom dan di makalah ini kami menggangkat kasus dimana sedang maraknya pemberitaan pembagian kondom gratis dikalangan pemuda yang banyak di salah gunakan menuai pro dan kontra. baik itu untuk kesehatan reproduksi wanita maupun kesehatan reproduksi pria. Salah satu kunci kesuksesan program keluarga berencana nasional adalah adanya keterlibatan kontrasepsi.Sisanya. 2008). MER-C sebagai sebuah lembaga sosial yang peduli terhadap isu-isu kesehatan dan kemanusiaan merekomendasikan cara-cara pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS yang sangat serius tetapi Pembagian kondom bukanlah pemecahan masalah yang tepat dan solutif.

supaya segera menghentikan perilaku seks yang beresiko tersebut. Lalu. masyarakat dan dalam lingkup yang lebih kecil adalah keterlibatan seluruh anggota keluarga itu sendiri agar berjalan nya peran kb dalam kesehatan reproduksi dan perhatian serta prioritas harus diberikan kepada pelayanan kontrasepsi. sedangkan mereka yang tidak atau kurang subur diberi pelayanan kemandulan. Kepada mereka yang terlalu subur. swasta. Selanjutnya menjelaskan bahwa. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. bagi sekelompok masyarakat yang sudah melakukan hubungan seks berisiko. kepada mereka diberikan konseling mengenai perubahan perilaku. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga dimana yang menjadi Salah satu kunci kesuksesan program keluarga berencana nasional adalah adanya keterlibatan semua pihak.untuk kalangan remaja di sekolah-sekolah. program kb adalah bagian dari pelayanan Obstetri dalam bentuk Pengaturan Kesuburan. 3. karena ini sejalan dengan program pengaturan kependudukan negara kita. obat perangsang. dan sebagainya. baik dari institusi pemerintah. di . diberi pelayanan kontrasepsi.dalam hal ini dimana peran pemerintah sangatlah penting dimana harus cepat bertindak. lebih mengedepankan pemberian pendidikan tentang konseling kesehatan reproduksi remaja. dan lainnya.2 SARAN Dilihat dari segi kesehatan reproduksi. perlu diberikan penyuluhan tentang pendidikan seks. narkotika.kemudian memberikan pendidikan agama.

Perlu diketahui bahwa. Sering terjadi pembengkakan dan pendarahan Tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi seksual menular Respon peradangan terhadap sperma yang merembes Pembukaan spontan. Menurut kelompok kami. pengenalan kondom yang dilakukan pemerintah pada remaja di daerah yang rawan PMS sudah cukup efektif. Ligasi Tuba adalah : Kehilangan darah yang berat Masalah anestesi umum Cedera organ selama operasi Kebutuhan sayatan yang lebih besa Soal-soal . Tetapi hanya dibagikan untuk diperkenalkan kepada remaja sebagai alat kontrasepsi yang aman dipakai untuk mencegah penyakit menular seksual. Desvi Kurnia Sari Apa kerugian pemakaian vasektomi dan ligasi tuba ? Jawaban : Komplikasi dari vasektomi adalah:          Ada rasa sakit dan ketidaknyaman beberapahari setelah operasi. Mungkin sebaiknya dilakukan pengenalan pendidikan seks terhadap remaja dari sedini mungkin. Dimana tidak semua remaja di Indonesia diberikan kondom. Suhesti Martika Sari Bagaimana sikap kelompok Anda terhadap kasus pembagian kondom secara gratis tersebut ? serta bagaimana langkah efektif yang seharusnya diambil pemerintah ? Jawaban : pembagian kondom gratis ini merupakan program pemerintah yaitu dari bagian menteri kesehatan.PERTANYAAN 1. Karena pendidikan seks bagi anak-anak di Indonesia masih kurang. seperti yang terjadi di daerah Tuban. 2. hanya pada wilayah dan kelompok tertentu yang rentan dan rawan akan penyakit menular seksual. kondom yang diberikan tidak dibagi secara cuma-Cuma.

e.. a. e.. c. b. Berikut ini adalah merupakan metode kontrasepsi. d. Dibawah ini merupakan kontrasepsi penghalang kecuali: a. Kontrasepsi yang berupa kapsul plastik yang menggandung progestin disebut juga dengan. c.kecuali : a. Kondom Implan Pil kb Coitus interruptus Simptotermal 6. b. d. a.. Kontrasepsi implan yang dipasang di lengan atas biasanya dipasang selama. . d. b. c. Kondom wanita Diagfragma Penutup serviks Simptotermal Implan 5. d. c.1. Kontrasepsi oral (pil kb) Kontrasepsi penghalang Penarikan penis sebelum ejakulasi Kondom Kontrasepsi suntikan 2. e. Dengan cara menghentikan sperma Dengan cara membunuh sperma Dengan cara menjaga agar sperma tidak masuk ke dalam rahim Dengan cara melepaskan sperma Dengan cara menghentikan (ovulasi) pelepasan sel telur oleh ovarium 3. b. e. b.. Kodom Diagfragma Pil kb Penutup serviks Spermisida 4. e. Kontrasepsi yang di pasang di vagina dengan bantuan sebuah cincin.. Bagaimana cara pil kb mencegah kehamilan. c.. d.yaitu: a.

kecuali: a. d.atau penyumbatan tuba falopii disebut juga dengan.. Vasektomi Bligasoi tuba Urolog Histerektomi Diagfragma 9. b. c. e. d.. e. b. Dibawah ini yang termasuk peranan kb dalam kesehatan reproduksi. d.. Bagaimana bentuk partisipasi pria sebagai peserta kb. a.pengikatan. c. c. e. e. a. c. Pemotongan. b. Pemotongan vas deferens dinamakan juga dengan.... d. b. e. 6 tahun 3 tahun 5 tahun 4 tahun 2 tahun 7.a. Vasektomi Ligasi tuba Ooforektomi Histerektomi Implan 8. a. Menggunakan kondom Menggunakan pil kb Menggunakan penutup serviks Menggunakan diagfragma Menggunakan implan . d. Meningkatkan status kesehatan ibu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan Menjarangkan jarak kehamilan antara anak kesatu dan selanjutnya Dapat merenanakan proses reproduksi dengan baik Mengalami kemandulan 10. c. b.

Kunci Jawaban : 1. E 10. B 9. C 7. B 6. A 8. C 4. A 5. E 3. A . D 2.

Kab Rejang Lebong. 2009.Data keluarga berencana peserta aktif.ilmu kandungan.lintasberita.Yogyakarta : Mitra Cendikia Press. 2011.Data peserta kb aktif. dkk.htm http://www. 2008.com/2012/03/15/keluarga berencana. Estiwidani Dwiana. Badan pemberdayaan perempuan dan kb.html http://www.provinsi bengkulu.2011. Ilmu kebidanan.com/2012/03/15/ prokontra pembagian kondom gratis. BKKbn. Harnawatiaj. Doktersehat.id wikipedia. 1990. Bkkbn.jevuska.jenis alat kontrasepsi.com/2012/03/15/jenis jenis.Yogyakarta : Fitramaya.DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. dkk.kesehatan reproduksi.jakarta.kesehatan wanita dalam reproduksi.jakarta. http://www.com /2013/03/15/peranan kb dalam kesehatan reproduksi.wordpress.21 Oktober 2010. Mufdilah. .Data jumlah akseptor aktif kb.Data keikutsertaan kb di indonesia.com. BKKbn.keluarga berencana. Sarwono.jakarta:PT bina pustaka sarwono prawirohardjo.Jakarta : Aksara Indah. http://www.