Program Perkuliahan Dasar Umum

Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
Persamaan Diferensial Orde I
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

2
Persamaan Diferensial
Definisi
 Persamaan diferensial adalah suatu persamaan yang
memuat satu atau lebih turunan fungsi yang tidak
diketahui.
 Jika persamaan diferensial memiliki satu peubah tak
bebas maka disebut Persamaan Diferensial Biasa
(PDB).
 Sedangkan jika peubah bebasnya lebih dari satu
dinamakan Persamaan Diferensial Parsial.

8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

3
Persamaan Diferensial (2)
 Persamaan diferensial biasa dikatakan linear, apabila
persamaan diferensial tersebut mempunyai peubah tak
bebas maupun turunannya bersifat linear.
 Bentuk umum PDBL orde-n adalah sebagai berikut
a
n
(x) y
n
+ a
n-1
(x) y
n-1
+ … + a
0
(x) y = f(x)
dengan a
n
(x) = 0 dan a
n
(x), a
n-1
(x), … , a
0
(x) adalah
koefisien PD.
 Bila f(x) = 0 disebut PDBL Homogen, sebaliknya jika
tidak disebut PDBL tak homogen.
 Orde PDB adalah turunan tertinggi yang terlibat dalam
PDB
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

4
Contoh
dt
dN
(1)
(2) y ’ + 2 cos 2x = 0
(3) y” + e
x
y’ + sin xy = e
x
sin x , orde 2
x
3
y”+ cos 2x (y’)
3
= x
2
y
2
, orde 2
= kN , N = N(t)
(4)
, orde 1 dimana N peubah tak bebas
t peubah bebasnya
, orde 1 dimana y peubah tak bebas
x peubah bebasnya
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

5
Solusi
 Misal ada suatu persamaan diferensial dimana y
sebagai peubah tak bebas yang bergantung pada peubah
bebas x atau suatu fungsi y = f (x) disebut solusi PDB
jika fungsi y = f (x) disubtitusikan ke PDB diperoleh
persamaan identitas.
 Solusi umum dan solusi khusus
Jika fungsi y = f (x) memuat konstanta sembarang
maka solusi disebut solusi umum, sebaliknya disebut
solusi khusus.
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

6
Contoh
(1) y = cos x + c  solusi umum
Persamaan Diferensial y’ + sin x = 0
Karena
(cos x + c)’ + sin x = -sin x + sin x = 0
(2) y = cos x + 6  solusi khusus
Persamaan Diferensial y’ + sin x = 0
Karena
(cos x + 6)’ + sin x = -sin x + sin x = 0
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

7
PDB Orde 1
 PDB terpisah
 PDB dengan koefisien fungsi homogen
 PDB Linier
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

8
PDB terpisah
 PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk :
g(y) dy = f(x) dx disebut PDB terpisah.
Penyelesaian : integralkan kedua ruas
Contoh : tentukan solusi umum PD
(x ln x) y' = y , (y’=
dx
dy
)
1
y
y
e x
÷ 3
=
, y(2) = 0
1.
2.
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

9
Contoh
1. Jawab:
(x ln x) y' = y
y
dx
dy
x x = ln
x x
dx
y
dy
ln
=
} }
=
x x
dx
y
dy
ln
( ) c x y ln ln ln ln + =
( ) x c y ln ln ln =
( ) x c y ln =
Jadi solusi umum PD tersebut
adalah
( ) x c y ln =
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

10
Contoh
2. Jawab:
y' = x
3
e
-y
y
e x
dx
dy
÷
=
3
dx x
e
dy
y
3
=
÷
} }
= dx x dy e
y 3
c x e
y
+ =
4
4
1
|
.
|

\
|
+ = c x y
4
4
1
ln
|
.
|

\
|
+ = c
4
) 2 (
4
1
ln 0
Jadi solusi khusus PD tersebut
adalah
|
.
|

\
|
÷ = 3
4
1
ln
2
x y
Diketahui y(2) = 0, sehingga
3 4 1 ÷ = ÷ + = c c
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

11
Latihan
2
2
1 y
x
dx
dy
÷
=
) 1 ( 2
2 4 3
2
÷
+ +
=
y
x x
dx
dy
) 1 (
'
3
2
x y
x
y
+
=
2 2
1 ' xy y x y + + + =
1 ) 0 ( ,
2 1
cos
2
=
+
= y
y
x y
dx
dy
0 ) 0 ( ), 1 )( 1 ( 2 '
2
= + + = y y x y
) 2 1 )( 2 1 ( '
3 2
x x y y + + + =
1 ) 0 ( , 0 ) 1 ( = = + + y y e
dx
dy
e
x x
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Tentukan solusi Persamaan diferensial dibawah ini
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

12
Fungsi homogen
 Fungsi A(x,y) disebut fungsi homogen dengan derajat n,
jika
A(kx,ky) = k
n
A(x,y),
k konstan sembarang
 Contoh :
Periksa apakah fungsi berikut homogen atau tidak !
1. A(x,y) = x + y
A(kx,ky) = kx + ky
= k (x + y) = k A(x,y)
A(x,y) = x + y , fungsi homogen dengan derajat 1
2. A(x,y) = x
2
+ xy
A(kx,ky) = k
2
x
2
+ kx ky
= k
2
(x
2
+xy) = k
2
A(x,y)
A(x,y) = x
2
+ xy , fungsi homogen dengan derajat 2
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

13
PD dengan koefisien fungsi homogen
 PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk
) , (
) , (
'
y x B
y x A
y =
dengan A,B fungsi homogen dengan derajat yang sama
disebut PDB dengan koefisien fungsi homogen.
Penyelesaian : gunakan subtitusi y = ux, u = u(x)
u x u y + = ' '
dx
dy
dx
du


= x + u
dy = x du + u dx
dengan
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

14
Contoh
Selesaikan solusi persamaan diferensial berikut
x
y x
y
+
=
1
1.
Jawab:
Misalkan y = ux, sehingga dy = x du + u dx
x
y x
dx
dy +
=
|
.
|

\
|
+ =
x
y
dx
dy
1
 u
dx
dx u du x
+ =
+
1

( )dx u dx u du x + = + 1

dx du x =

x
dx
du =

} }
=
x
dx
du

c x u + =ln

c x
x
y
+ = ln

x c x x y + = ln
Jadi solusi umum dari PD di atas adalah
x c x x y + = ln
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

15
Contoh
2.
Jawab:
Misalkan y = ux, sehingga dy = x du + u dx
2
2
2
x
xy y
dx
dy +
=
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
= ¬
x
y
x
y
dx
dy
2
2
u u
dx
dx u du x
2
2
+ =
+

( )dx u u dx u du x 2
2
+ = +

( )dx u u du x + =
2

x
dx
u u
du
=
+
2 
} }
=
+ x
dx
u u
du
2

c x
u u
du
ln ln
) 1 (
+ =
+
} 
cx du
u u
ln
1
1 1
=
|
.
|

\
|
+
÷
} 
( ) cx u u ln 1 ln ln = + ÷
0 xy 2 y
dx
dy
x
2 2
= ÷ ÷ , y(1)=1
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

16
Contoh (no.2 lanjutan)

cx
u
u
ln
1
ln =
|
.
|

\
|
+

cx
x
y
x
y
ln
1
ln =
|
|
|
.
|

\
|
+

cx
x y
y
ln ln =
|
|
.
|

\
|
+

cx
x y
y
=
+

2
) 1 ( cx cx y = ÷

cx
cx
y
÷
=
1
2
Diketahui y(1) = 1, sehingga

c
c
÷
=
1
1
2
1
= c
Jadi solusi khusus PD di atas adalah
x
x
y
÷
=
2
2
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

17
Latihan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Tentukan solusi Persamaan diferensial dibawah ini
xy
y x
dx
dy
2
3
2 2
+
=
2
2
2
x
xy y
dx
dy +
=
y x
y x
dx
dy
÷
+
=
3
2
2 2
x
y xy x
dx
dy + +
=
y x
y x
dx
dy
+
+
÷ =
2
3 4
y x
x y
dx
dy
÷
÷
=
2
3 4
2y dx – x dy = 0
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

18
PDB Linier
PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk :
1
y
+ P(x) y = r(x)
disebut PDB linier.
Penyelesaian : kalikan kedua ruas dengan faktor integral
}
dx x P
e
) (
}
dx x P
e
) (
1
y
}
dx x P
e
) (
}
dx x P
e
) (
1
) (
) (
}
dx x P
ye
}
dx x P
e
) (
+
P(x)y r(x)
=
r(x)
Kemudian, kalikan kepada kedua ruas, sehingga diperoleh:
Integralkan kedua ruas
}
=
dx + c
}
dx ) x ( P
ye
}
dx x P
e
) (
r(x) Solusi Umum PDB
=
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

19
Contoh
1. xy’ – 2y = x
3
e
x

Selesaikan persamaan diferensial dibawah ini
Jawab:
x
e x y
x
y
2
2
' = ÷ (bagi kedua ruas dengan x)
Sehingga diperoleh faktor integrasi:
2 ln ln 2
2
2
÷ ÷
÷
= = =
}
÷
x e e e
x x
dx
x
kalikan kedua ruas dengan x
-2
, yaitu:
x
e y
x
y
x
= ÷
3 2
2
'
1

x
e y
x
=
|
.
|

\
|
1
2
1

c e y
x
x
+ =
2
1

2 2
x c e x y
x
+ =
Jadi solusi umumnya adalah
2 2
x c e x y
x
+ =
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

20
Contoh
2. y’ + y = (x + 1)
2
, y(0) = 3
Selesaikan persamaan diferensial dibawah ini
Jawab:
Faktor integrasi dari PD di atas adalah:
x
dx
e e =
}
1
kalikan kedua ruas dengan e
x
, yaitu:
( )
2
1 ' + = + x e y e y e
x x x

) 1 ( )' (
2
+ = x e y e
x x

}
+ = dx x e y e
x x 2
) 1 (

( )
}
+ ÷ + = dx e x e x y e
x x x
) 1 ( 2 1
2
( ) ( )
x
ce x x y
÷
+ + + ÷ + = 2 1 2 1
2

( ) c e e x e x y e
x x x x
+ + + ÷ + = 2 ) 1 ( 2 1
2
sehingga
x
ce x y
÷
+ + = 1
2

8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

21
Contoh (no. 2 Lanjutan)
Diketahui y(0) = 3, sehingga

c + =1 3
2 = c
Jadi solusi khusus PD di atas adalah
x
e x y
÷
÷ + = 2 1
2
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

22
Latihan
Selesaikan persamaan diferensial di bawah ini:
( )
2
1
1
2
' . 4 + =
+
+ x
x
y
y
x x y y sec tan ' . 3 = +
x
e y y
÷
= +2 ' . 1
1 ' ) 1 ( . 2
2
÷ = + + x y y x
( ) 0 ) 1 ( , 1 . 6
1
= = + +
÷
y e y x xy
x
2
2 ' . 5 x y y = +
2
6
, 2 sin cos 2 ' sin . 7 =
|
.
|

\
|
= +
t
y x x y y x
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

23
Trayektori Ortogonal
 Masalah dalam TO ini adalah bagaimana
mendapatkan keluarga kurva yang ortogonal atau
tegak lurus terhadap keluarga kurva lain.
 Cara untuk mendapatkan trayektori ortogonal dari
suatu kurva adalah sebagai berikut:
 Turunkan secara implisit f(x,y) = c terhadap x,
nyatakan parameter c dalam x dan y.
 Karena tegak lurus maka trayeksi Ortogonal (TO)
harus memenuhi:

) , (
1
1
y x Df
y ÷ =
 Trayektori Ortogonal dari f(x,y) = c, didapatkan
dengan mencari solusi dari
) , (
1
1
y x Df
y ÷ =
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

24
Contoh
2
cx y =
Tentukan trayektori ortogonal dari keluarga kurva
Jawab:
Langkah-langkah menentukan TO :
1. Tuliskan
2
cx y =
dalam bentuk
2
x
y
c =
Kemudian turunkan
yaitu:
2
cx y =
2. TO akan memenuhi PD
cx y 2 ' =

|
.
|

\
|
=
2
2 '
x
y
x y

x
y
y 2 ' =
y 2
x
x / y 2
1
y
1
÷ = ÷ =
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

25
Contoh (lanjutan)
3. TO dari adalah solusi dari PD berikut:
) (
2
2
2
ellips c y
x
¬ = +
y
x
y
2
1
÷ =
y
x
dx
dy
2
÷ =
} }
÷ = xdx ydy 2 c
x
y + ÷ =
2
2
2
2
cx y =

 

Jadi keluarga yang tegak lurus terhadap parabola
2
cx y =
adalah ) (
2
2
2
ellips c y
x
¬ = +
x
y
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

26
Latihan
Tentukan solusi trayektori ortogonal dari keluarga kurva
berikut :
2 2 2
c y x = + c x y + =
2 2 2
c y x = ÷
4 x
2
+ y
2
= c
4.
2.
1.
5.
y = cx 3.
Program Perkuliahan Dasar Umum
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
Penggunaan PD Orde I
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

28
Penerapan dalam Rangkaian Listrik
Sesuai dengan Hukum Kirchhoff,
rangkaian listrik sederhana (gambar
samping) yang mengandung sebuah
tahanan sebesar R ohm dan sebuah
kumparan sebesar L Henry dalam
rangkaian seri dengan sumber gaya
elektromotif (sebuah baterai atau
generator) yang menyediakan suatu
voltase E(t) volt pada saat t memenuhi
( ) ( ) ( ) t E t I R t I L = + '
Dengan I adalah arus listrik dalam ampere.
R
L
S
E(t)
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

29
Contoh
Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 6 ohm, L = 2 henry dan sebuah
baterai yang menyediakan voltase sebesar E = 12 Volt dan
diasumsikan saat awal arusnya adalah nol (I = 0 pada saat
t = 0, jika saklar S ditutup).
Jawab
Persamaan diferensialnya adalah

Atau bisa disederhanakan menjadi

12 6 ' 2 = + I I
6 3 ' = + I I
1.
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

30
Contoh (Lanjutan)
Kemudian kedua ruas kalikan dengan faktor integrasi
t
e
3
( )
t t t
e C C e e I
3 3 3
2 2
÷ ÷
+ = + =
Syarat awal, I = 0 pada saat t = 0, memberikan C = –2
Kita peroleh
Sehingga,
t
e I
3
2 2
÷
÷ =
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

31
Contoh
Dari contoh sebelumnya baterai diganti dengan generator
arus bolak – balik dengan E = 12 sin 9t Volt dan
diasumsikan saat awal arusnya adalah nol (I = 0 pada saat
t = 0, jika saklar S ditutup).
Jawab
Persamaan diferensialnya adalah

Atau bisa disederhanakan menjadi

t I I 9 sin 12 6 ' 2 = +
t I I 9 sin 6 3 ' = +
Kemudian kedua ruas kalikan dengan faktor integrasi
t
e
3
( )
}
÷
= dt t e e I
t t
9 sin 6
3 3
Kita peroleh
2.
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

32
Contoh (Lanjutan)
( )
|
|
.
|

\
|
+ ÷
+
=
÷
C t Cos t Sin
e
e I
t
t
9 9 9 3
81 9
6
3
3
t
e C t t I
3
9 cos
5
3
9 sin
5
1
÷
+ ÷ =
C + ÷ =
5
3
0
5
3
= C
t
e t t I
3
5
3
9 cos
5
3
9 sin
5
1
÷
+ ÷ =
Dengan integral parsial, didapat hasil integralnya adalah
Jadi,
Syarat awal, I = 0 pada saat t = 0, memberikan
Sehingga,
·
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

33
Latihan
Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 10
6
ohm, L = 1 henry dan
sebuah sumber gaya elektromotif yang menyediakan
voltase sebesar E = 1 Volt dan diasumsikan saat awal
arusnya adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika saklar S
ditutup).
1.
Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan L = 3,5 Henry dan sebuah sumber
gaya elektromotif yang menyediakan voltase sebesar
E(t) = 120 sin 377t Volt dan diasumsikan saat awal arusnya
adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika saklar S ditutup).
2.
8/25/2013 [MA 1124]
KALKULUS II

34
Latihan
Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 1000 ohm dan sebuah sumber
gaya elektromotif yang menyediakan voltase sebesar
E(t) = 120 sin 377 t Volt dan diasumsikan saat awal
arusnya adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika saklar S
ditutup).
3.
Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 1000 ohm, L = 3,5 henry dan
sebuah sumber gaya elektromotif yang menyediakan
voltase sebesar E(t) = 120 sin 377t Volt dan diasumsikan
saat awal arusnya adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika
saklar S ditutup).
4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful