Diagnosis Kehamilan Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, adalah kira-kira 280 hari

(40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan, triwulan I dimulai dari konsepsi sampai 12 minggu, triwulan II dari 12 sampai 28 minggu dan triwulan III dari 28 sampai 40 minggu. Diagnosis kehamilan dapat ditegakkan dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan klinis berdasarkan tanda dan gejala kehamilan. Tanda dan Gejala Kehamilan 1. Tanda mungkin hamil 2. Tanda tidak pasti hamil 3. Tanda pasti hamil Tanda Mungkin Hamil  Amenorhea – Wanita tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut.  Nausea (mual) dan emesis (muntah) -Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8 minggu. Mual-mual pada pagi hari disebut morning sickness. Akibat dari pengaruh hormon progesteron dan estrogen sehingga pengeluaran asam lambung berlebihan.  Mastodynia – Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar karena pengaruh hormon estrogen pada ductus mammae dan progesteron pada alveoli.  Quickening – Perasaan gerakan janin pada minggu ke 18 atau minggu 20 (primigravida) dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida. Gerakan janin pertama kali dapat digunakan untuk menentukan umur kehamilan.  Miksi – Wanita hamil trimester I dan III sering merasakan sering kencing karena uterus yang gravid mendesak vesica urinaria.  Konstipasi – Kesulitan buang air besar karena pengaruh hormon progesteron yang menghambat peristaltik usus dan karena perubahan pola makan.  Weight gain – Pertambahan berat badan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan pertambahan berat janin. Pertambahan berat badan ibu ada artinya setelah umur 20 minggu.Umumnya pertambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 8-14 kg.  Fatigue – Perasaan lelah pada ibu hamil sulit diterangkan, namun kerja jantung dirasakan lebih berat pada umur 32 minggu.  Nail sign – Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan lebih tipis.  Mengidam – Ingin makanan atau minuman tertentu. Hal ini terjadi pada bulan-bulan pertama.  Sinkope (pingsan) – Adanya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) sehingga menyebabkan iskemik susunan saraf pusat.  Pigmentasi kulit – Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, sering dijumpai pada muka (chloasma gravidarum), dinding perut (striae gravidarum = suatu perubahan warna seperti jaringan parut), leher dan sekitar payudara (hiperpigmentasi areola mamae, puting susu menonjol, kelenjar montgomery menonjol, pembuluh darah menifes).  Epulis – Hipertropi papilla ginggivae (gusi berdarah).  Varises – Pemekaran vena-vena, dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva. Biasanya dijumpai pada triwulan akhir. Tanda tidak pasti  Perut membesar  Uterus membesar, sesuai dengan umur kehamilan.  Tanda Chadwicks, mukosa vagina berwarna kebiruan karena hipervaskularisasi hormon estrogen.  Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh hormon estrogen dan progesteron.  Tanda Goodell, portio teraba melunak.  Tanda Hegar, isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.  Tanda Piscaseck, pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi. Biasannya ditemukan saat umur 10 minggu.  Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan), pada umur 16-20 minggu.  Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa kencang) tetapi tidak disertai rasa nyeri.  Reaksi kehamilan positif Tanda pasti  Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta ditemukan bagian-bagian janin.  Terdengar denyut jantung janin secara auskultasi – Dapat didengar dengan stetoscop monoculer laenec, doppler, alat kardiotograf dan dilihat pada USG.  Terlihat tulang-tulang janin pada foto rontgen – rongten sudah tidak disarankan. Differential Diagnosa Kehamilan 1. Pseudosiesis – Terdapat amenorea, perut membesar, uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif. 2. Mioma uteri – Perut membesar, rahim membesar teraba padat kadang berbenjol-benjol, tanda kehamilan negatif, perdarahan banyak saat menstruasi.

human somatomammotropin. mudah ruptur. tegak Menggantung. agak lunak.kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid . Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon aktif khusus yang berperan selama awal masa kehamilan.M. Retensio urine – Uterus sebesar biasa. 5. Hal ini disebabkan oleh himen imperforata.kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat . berfluktuasi kadarnya selama kehamilan. lapis muskular tipis. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan. H. bagian dari serviks.kehamilan 8 minggu : telur bebek . Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus. tertutup Sedikit terbuka. kontraksi minimal -> berbahaya jika lemah. warna merah kebiruan (tanda Chadwick). 3. umur wanita kira-kira diatas 43 tahun. Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus : .tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g) . Tabel 1. 4. tanda kehamilan negatif.kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid . dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. H.kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat . Kehamilan dipengaruhi berbagai hormon : estrogen. lunak. 6. warna menjadi livide / kebiruan. reaksi kehamilan negatif. perut membesar tapi pada periksa dalam uterus sebesar biasa. tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif. Hematometra – Terdapat amenorea yang dapat melampaui umur kehamilan.hasil pembuahan tersebut. terdapat striae Labia Bersatu Agak terbuka Himen Koyak beberapa tempat Karankula himenalis Vagina Sempit dengan rugae utuh Lebar. perut terasa sakit setiap bulan. Junizaf / Dr. mengancam nyawa janin dan nyawa ibu. maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. 2. dapat ruptur. terjadi penumpukan darah dalam rahim. uterus sebesar biasa. Pembelahan sel (zigot). tanda dan reaksi kehamilan negatif. PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM REPRODUKSI Uterus Tumbuh membesar primer. Pembuahan / fertilisasi : bertemunya sel telur / ovum wanita dengan sel benih / spermatozoa pria.kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat . pada kehamilan trimester I memanjang dan lebih kuat. rugae berkurang Serviks Licin. Menopause – Terdapat amenorea. Terjadi perubahan juga pada anatomi dan fisiologi organ-organ sistem reproduksi DAN organ-organ sistem tubuh lainnya. 4. . yang dipengaruhi terutama oleh perubahan keseimbangan hormonal tersebut. prolaktin dsb. Vaskularisasi sedikit. Nidasi / implantasi zigot tersebut pada dinding saluran reproduksi (pada keadaan normal : implantasi pada lapisan endometrium dinding kavum uteri). batas anatomik menjadi sulit ditentukan.kehamilan 12 minggu : telur angsa .Kistoma ovarii – Mungkin ada menopause. Vagina / vulva Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Perbandingan Antara Primipara Dan Multipara Primipara Multipara Perut Tegang Longgar. teraba bekas robekan persalinan Pembukaan Mendatar lalu membuka Membuka dan mendatar Perineum Masih utuh Bekas luka episiotomi 3. Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (-> tanda Hegar). progesteron. Pertumbuhan dan perkembangan zigot – embrio – janin menjadi bakal individu baru. lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan. Perubahan Anatomi dan Fisiologi Wanita Hamil Kuliah Obstetri Ginekologi Dr. Soepardiman TERJADINYA KEHAMILAN Peristiwa prinsip pada terjadinya kehamilan : 1. human chorionic gonadotropin.36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid Ismus uteri. progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan. terdapat striae Pusat Menonjol Dapat datar Rahim Tegang Agak lunak Payudara Tegang.

magnesium. Resistensi perifer juga menurun. Mammae membesar dan tegang.penambahan curah jantung. disertai peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus . tidak terjadi siklus hormonal menstruasi. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara. dengan jumlah eritrosit meningkat hanya sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif). terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena : . Kebutuhan kalsium. Laju endap darah meningkat. kolostrum. serta meningkatkan produksi zat-zat kasein. Sistem sirkulasi / kardiovaskular Perubahan fisiologi pada kehamilan normal. Berat janin + 2.0-1.0 kg. Cardiac output meningkat sampai 20-40%. namun rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1. .retensi cairan. lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam). tahanan perifer vaskular menurun .produksi glukosa dari hati menurun . kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan Pada trimester pertama. terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. volume plasma dan volume cairan ekstraselular. fosfor. yang terutama adalah perubahan HEMODINAMIK maternal.penambahan / retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh. . Faktor-faktor pembekuan meningkat. penambahan volume sirkulasi maternal + 1. akibat reaksi antigenantiibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. fungsi diambil alih oleh plasenta. terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.000/mm3. cuprum meningkat. untuk pembentukan hemoglobin tambahan. cairan amnion + 1. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. (baca juga kuliah diabetes mellitus) Khusus untuk metabolisme karbohidrat.curah jantung bertambah 30-50%. bertambahnya beban volume dan curah jantung .anemia relatif . berat plasenta + 0.volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50% .akibatnya terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal 250-350 mg/dl). konstipasi. Leukosit meningkat sampai 15. pada kehamilan normal.000/mm3. sering tampak sebagai varisces tungkai.5 kg. sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil. PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM TUBUH LAINNYA Sistem respirasi Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%.000/mm3. sel-sel lemak. penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1. terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. maksimal akhir trimester I. Metabolisme Basal metabolic rate meningkat sampai 15%.000-600. Terjadi peningkatan volume plasma sampai 25-45%. Volume tidal meningkat.0 kg. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui).5 kg. tidak terjadi ovulasi. laktoalbumin. Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15. Sistem gastrointestinal Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah. alfa-2 dan beta.ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat. berat uterus + 1.volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan.5 kg. menetap sampai akhir kehamilan . Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg. Kapasitas vital menurun.akibatnya pula terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan osmolalitas plasma. tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada kehamilan dan persalinan.akibat pengaruh hormon. peningkatan TBW / total body water . terjadi : . Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum). terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. Payudara Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara.5 kg. selain itu diafragma juga terdorong ke kranial -> terjadi hiperventilasi dangkal (20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun .5-3. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat.tekanan darah arterial menurun . selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung. (beberapa kepustakaan tidak memasukkan payudara dalam sistem reproduksi wanita yang dipelajari dalam ginekologi) PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA HAMIL Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg. alfa-2 dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1. Protein total meningkat. terjadi juga hipertrofi tiroid. pertumbuhan mammae + 1 kg. laktoglobulin. Puting susu membesar dan menonjol. Trombosit meningkat sampai 300. meliputi : . Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Volume residu paru (functional residual capacity) menurun.Ovarium Sejak kehamilan 16 minggu. juga akibat peningkatan asam lambung.

pankreas. diiringi dengan pola makan. alat kadaluwarsa atau cara pemeriksaan yang salah.1. Gejala dan tanda yang dapat mengarahkan diagnosis adanya suatu kehamilan : 1. perawatan tubuh dan upaya memeriksakan diri secara teratur dengan baik. growth factors. penggunaan praktek tradisional yang merugikan • Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi • Mendorong perilaku yang shat (gizi. istirahat dan sebagainya Trimester kedua Sebelum minggu ke 28 Sama seperti diatas. tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron. atau pada kehamilan muda diperiksa dengan palpasi) 3.1 Satu kali kunjungan selama trimester satu (< 14 minggu) 2. tes urine B-hCG (Pack’s test / GalliMainini) positif.efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen. menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis sementara.1. 12.3 Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28 – 36 dan sesudah minggu ke 36) (Saifuddin.produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun . Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya. yaitu keinginan terhadap hal-hal tertentu yang tidak seperti biasanya (misalnya jenis makanan tertentu. poliuria 2. kemudian menurun seperti awal kehamilan. adrenal. Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus. dsb. perubahan payudara 13. Traktus urinarius Ureter membesar. Hati -hati karena positif palsu dapat juga terjadi misal karena urine kotor. dapat dikumpulkan hal-hal yang mungkin bermakna pada pemeriksaan fisis maupun penunjang. laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%. 2002) Pada setiap kunjungan antenatal. terdengar jantung janin (dengan alat Laennec/ Doppler) atau visual tampak jantung berdenyut pada imaging (fetal ultrasound echoscopy). kemungkinan akan disambut dengan sikap yang tidak mendukung. adanya kontraksi uterus pada palpasi (Braxton-Hicks) 4. sangat mempengaruhi juga kesehatan / keadaan umum ibu serta keadaan janin dalam kehamilannya. Kulit Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum). kurva suhu badan meningkat 9. 10. Jika (-) curiga mola hidatidosa. DIAGNOSTIK KEHAMILAN Berdasarkan perubahan-perubahan anatomik dan fisiologik. Perubahan Psikis Sikap / penerimaan ibu terhadap keadaan hamilnya. dsb). amenorea (sebenarnya bermakna jika 3 bulan atau lebih) 2. • Mendeteksi masalah dan menanganinya • Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum. latihan dan kebersihan.2. bahkan dapat sampai tidak terdeteksi. Kadang timbul gejala yang lazim disebut “ngidam”. perasaan mual dan muntah berulang. napsu makan menurun. perubahan serviks uterus (Chadwick / Hegar sign) 8.1.. 5. striae lividae pada perut. Trimester pertama Sebelum minggu ke 14 • Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil. Ballotement (+).2. perlu didapatkan informasi yang sangat penting. linea alba (-> linea grisea). urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal. ditambah kewaspadaan khusus mengenai preeklampsia .2 Keteraturan ANC Keteraturan ANC adalah kedisiplinan / kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pengawasan sebelum anak lahir terutama ditujukan pada anak. Titer B-hCG meningkat pada kehamilan sekitar 90 hari. tidak mau memeriksakan diri secara teratur. 6. teraba bagian tubuh janin pada palpasi (Leopold) atau tampak pada imaging (ultrasonografi) 7. 11. payudara. pembesaran uterus (tampak disertai pembesaran perut. tapi mungkin juga hal-hal lain) Tetapi kehamilan yang tidak diinginkan.2 Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14 – 28) 2. hipofisis.aktifitas ekskresi ginjal meningkat .2. bahkan kadang juga ibu sampai melakukan usaha-usaha untuk menggugurkan kandungannya.1. untuk menuju pada diagnosis kehamilan. AB. Kadar kreatinin. hormon2 ovarium. teraba/terasa gerakan janin pada palpasi atau tampak pada imaging. morning sickness. hormon2 plasenta lainnya. Kencing lebih sering (poliuria). Kunjungan antenatal untuk pemanfaatan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut : 2. Umumnya kehamilan yang diinginkan akan disambut dengan sikap gembira. anemia kekurangan zat besi.

(Rustam Mochtar. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. MD. evaluasi edema.dan kehamilan trimester ketiga (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dua kali kunjungan. Sebaiknya tiap wanita hamil segera memeriksakan diri ketika haidnya terlambat sekurang-kurangnya satu bulan. kala nifas. 1999). Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan. 4. (Ben-Zion. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan. tidak hanya fisik tetapi juga mental. laktasi. maternal dan sosial ibu dan bayi. kala nifas. Definisi Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan seharihari karena keadaan umumnya menjadi buruk. Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. hal : 112) Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan keadaan umum menjadi buruk (dehidrasi). Pemeriksaan dilakukan tiap 4 minggu sampai kehamilan. 5. 6. Tujuan dari ANC adalah sebagai berikut : 1. dan kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) satu kali kunjungan. Mempersiapkan persalinan cukup bulan. persalinan. HIPEREMESIS GRAVIDARUM A. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat.persalinan. 7. nifas dan laktasi.(tanya ibu tentang gejala – gejala preeklamsia. Ilmu Kebidanan. persalinan. serta menghasilkan bayi yang sehat. 3. melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. Tujuan khusus adalah 1. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya dengan jadwal sebagai berikut : sampai dengan kehamilan 28 minggu periksa empat minggu sekali. dan nifas. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. 3. sesudah itu. dtambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda Trimester ketiga Setelah 36 minggu Sama seperti diatas. persalinan.2. Mempesiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Eksklusif. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Sedangkan menurut Manuaba (1998) secara khusus pengawasan antenatal bertujuan untuk: 1. 2006). dehidrasi dan penurunan berat badan. 1999). periksa untuk apakah ada kehamilan ganda Trimester ketiga Antara minggu 28-36 Sama seperti diatas. 4. sehingga keadaan mereka pada post partum sehat dan normal. Walaupun demikian. hal : 232) Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama kehamilan. Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum ibu menjadi buruk. 4. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan. Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin. 2. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil. Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana. Menurut Hanifa Wiknjosastro (1999) tujuan ANC adalah menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan. pantau tekanan darah. Hiperemesis Gravidarum (vomitus yang merusak dalam kehamilan) adalah nausea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga terjadi efek sistemik. persalinan. persalinan. kebidanan dan pembedahan.3 Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Menurut Abdul Bari Saifudin. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. persalinan. karena terjadi dehidrasi. 1998). termasuk riwayat penyakti secara umum. dan masa nifas. Menurut Depkes RI(1994) tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya. 2. ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal. berat . 3. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal 2. begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari.dan nifas. kehamilan 36-40 minggu satu minggu sekali (Salmah. kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut : sampai dengan kehamilan trimester pertama (<14 minggu) satu kali kunjungan. (Hellen Farrer. 1999. (Sarwono Prawirohardjo. pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu. Menurut Rustam Muchtar (1998) adalah : Tujuan umum adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. kehamilan 28-36 minggu perlu pemeriksaan dua minggu sekali. dan nifas. 2. atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit. sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. dan aspek keluarga berencana. kehamilan. Menurunkan angka morbilitas ibu dan anak. dan sesudah 36 minggu (Sarwono.

turgor kulit kurang. nadi kecil. bukan karena penyakit seperti Appendisitis. Jantung : jantung atrofis. Muntah yang hebat b. Otak : terdapat perdarahan bercak pada otak. Alergi. tensi turun. oliguri dan konstipasi. perubahan mental. kesadaran sangat menurun.badan menurun. Etiologi Penyebab hiperemesis ini belum diketahui secara pasti. Wahab Sjahranie Samarinda (http://healthblogheg. E. Hepar : pada tingkat ringan hanya ditemukan degenerasi lemak sentrilebuler tanpa nekrosis. lidah kering dan mata cekung.wordpress. Haus c. samnolen sampai koma. d. nadi kecil dan cepat. apatis. Hiperemesis Gravidarum adalah suatu keadaan pada ibu hamil yang ditandai dengan muntah-muntah yang berlebihan (muntah berat) dan terus-menerus pada minggu kelima sampai dengan minggu kedua belas Penyuluhan Gizi Rumah Sakit A. mata cekung. Di sini dianggap meningkatnya kadar HCG sebagai factor. Sebagai salah satu respon dari jaringan. dan lain-lain. Kenaikan suhu g. tekanan darah turun. Gangguan cerebral ( kecerdasan menurun. asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah. kehilangan pekerjaan. diplopia. Belum jelas mengapa gejala ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita. Tingkat III (Berat) Keadaan umum jelek. perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen. serta ikterus. dehidrasi hebat. kecil dan biasa.ibu terhadap anak. yaitu : a.com/). c. suhu badan naik (dehidrasi).blogspot.com/). tidak mau makan. silinder ( + ). uribilinogen. Karena oksidasi lemak yang tak sempurna. b. Factor organik. namun ada beberapa faktor predisposisi yang dikemukakan. b. porphirin dalam urin bertambah. turgor kulit mulai jelek. Berat badan turun e. terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton-asetik. D. Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi. rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. keretakan runah tangga. a. demikian pula Khlorida air kemih. akan mengalami emesis gravidarum yang berat. Tingkat I (Ringan) Mual muntah terus menerus menyebabkan wanita lemah. diabetes. b. hemokonsentrasi. c. Icterus h. sehmgga cairan ekstraselurer dan plasma berkurang. berat badan turun dan rasa nyeri epigastrium. Pengaruh psikologik hormon estrogen ini tidak jelas. Sering pada prigravida. Natrium dan Khlorida darah turun. C. takut tanggung jawab dan sebagainya. turgor kulit kurang. suhu badan naik.Hiperemesis gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Penyesuaian terjadi pada kebanyakan wanita hamil. diabetes dan kehamilan ganda. Komplikasi yang dapat berakibat fatal terjadi pada sususnan syaraf pusat (Enselopati Wericke) dengan adanya nistagmus. karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik.com/). F. Laboratorium : Protein. Pielitis dan sebagainya (http://zerich150105. yaitu: a. Patologi Otopsi yang meninggal karena hiperremesis gravididarum dipergoleh bahwa terjadi kelainan pada organ-organ tubuh. Tingkat II (Sedang) Mual dan muntah yang hebat menyebabkan keadaan umum ibu lebih parah. c. e. Kadang kala dijumpai perdarahan sub-endokardinal. Ginjal : pucat. disamping faktor hormonal. degenerasi lemak pada tubuli kontorti. akan tetapi apabila keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai hiperemesis. halus dan cepat. namun ada yang mengatakan bisa lebih dari 10 kali muntah. Faktor psikologik. nadi sekitar 100 kali permenit. diuresis kurang dan timbul aseton dalam air kencing (http://healthblogheg. Hiperemesis garavidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda. meskipun demikian mual dan muntah dapat berlangsung berbulan-bulan. B. Yang jelas wanita yang sebelum kehamilan sudah menderita lambung spastik dengan gejala tak suka makan dan mual. lidah kering dan kotor. Keadaan umum mundur f. Factor endokrin lainnya : hipertiroid. molahidatidosa. Dapat pula asetonuri dan dari nafas keluar bau aseton. dehidrasi. Selain itu dehidrasi menyebabkan . Gejala dan Tingkat Batas mual muntah belum pasti jumlahnya. berat badan turun. Patofisiologi Ada yang menyatakan bahwa. d. Dehidrasi d. Tanda dan Gejala a.aseton. ikterus enteng. juga disebut sebagai salah satu faktor organik. Dalam buku obstetri patologi (1982) Hiperemesis Gravidarum adalah suatu keadaan dimana seorang ibu hamil memuntahkan segala apa yang di makan dan di minum sehingga berat badannya sangat turun.blogspot. terdapat aseton dalam urine. derilium ) i. dan tensi turun sekali. oleh karena keluhan ini terjadi pada trimester pertama. bila terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak seimbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik. tetapi faktor psikologik merupakan faktor utama. lemah. mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung.

Yakinkan penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan dan dihilangkan masalah atau konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil. kebutaan. suhu meningkat. kalau perlu hanya perawat dan dokter saja yang boleh masuk. bertambahnya frekuensi muntah-muntah yang lebih banyak. Adapun terapi dan perawatan yang diberikan adalah sebagai berikut : 1. ikterik. sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatrik bila keadaan memburuk. jadi tidak perlu takut dan khawatir. b. Terapi parental Berikan cairan parental yang cukup elektrolit. Tidak memberikan obat yang teratogen. bahkan mundur. 2. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang pula dan tertimbunlah zat metabolik yang toksik. mendeteksi bakteri. dan peredaran udara baik. penyakit in dapat mengancam jiwa ibu dan janin. c. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. 4. khususnyvitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein. oleh karena di satu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat. dapat merusak hati dan terjadilah lingkaran setan yang sulit dipatahkan. alkalosis. 4. Komplikasi Dehidrasi berat. karbohidrat. 2. anuria. .hemokonsentrasi. ALT dan kadar LDH. Catat cairan yang keluar dan masuk. Prognosis Dengan penanganan yang baik prognosis hiperemesis gravidarum sangat mamuaskan. 3 Pemeriksaan fungsi hepar: AST. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri. Pemeriksaan Diagnosis 1 USG (dengan menggunakan waktu yang tepat) : mengkaji usia gestasi janin dan adanya gestasi multipel. 3. 2 Urinalisis : kultur. Isolasi Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang. menarik diri dan depresi H. Penanganan a. namun demikian pada tingkatan yang berat. takhikardi. kelaparan gangguan emosional yang berhubungan dengan kehamilan dan hubungan keluarga. Jangan terlalu banyak tamu. Sedetiva yang sering diberikan adalah Phenobarbital. tetapi cerah. 1. Pada keadaan berat. 6. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin. ikterius. Kekurangan Kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal. 5. avomin. BUN. Anthistaminika seperti dramamin. 4. Buat dalam daftar kontrol cairan yang masuk dan dikeluarkan. Kadang-kadang isolasi dapat mengurangi atau menghilangkan gejala ini tanpa pengobatan. Makan makanan dan minuman yang disajikan jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin. Hindari makan yang berminyak dan berbau lemak. tetapi di lain pihak tidak boleh menunggu sampai terjadi gejala irreversibel pada organ vital. G. antiemetik seperti disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin. Memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan berumur 4 bulan. Usahakan defekasi teratur. dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. 3. Terapi obat Apabila dengan cara di atas keluhan dan gejala tidak berkurang diperlukan pengobatan. Terapi psikologik Berikan pengertian bahwa kehamilan adalah suatu hal yang wajar. mendeteksi abnormalitas janin. J. normal. takikardia. Delirium. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur. dapat diberikan pula asam amino secara intravena. tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat. Berikan pula obat-obatan seperti yang telah disebutkan di atas. I. 2. 3. Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. dan fisiologis. Hiperemesis gravidarum tingkatan II dan III harus dirawat inap di rumah sakit. dan protein dengan glukosa 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter sehari. melokalisasi plasenta. Ibu dianjurkan untuk mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi sering. Pencegahan 1. 5. Terminasi kehamilan Pada beberapa kasus keadaan tidak menjadi baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful