You are on page 1of 10

RANGKUMAN Buku: DASAR-DASAR KEWIRAUSAHAAN Panduan bagi Mahasiswa untuk Mengenal, Memahami, dan Memasuki Dunia Bisnis

(Penulis: Ir. Hendro, M.M.) Bagian I : Mengenal Kewirausahaan Kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreativ yang membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan dinikmati oleh orang banyak. Wirausaha adalah melakukan inovasi yang baru untuk sebuah inovasi (berani usaha mandiri). Munculnya peluang bisnis yang baru akan menstimulus munculnya entrepreneur-entrepreneur yang muda. Ada beberapa faktor yeng menstimulus spirit of entrepreneurship, yaitu: 1. Evolusi produk, yaitu menimbulkan perubahan kebutuhan yang memunculkan sebuah peluang baru. 2. Evolusi ilmu pengetahuan, yaitu menimbulkan inspirasi produk baru. 3. Perubahan gaya hidup, selera, dan hobi, yaitu menimbulkan keinginan akan produk yang berbeda. 4. Perubahan teknologi, yaitu menciptakan produk, suasana, dan gaya hidup yang berbeda. 5. Perubahan budaya, yaitu mempengaruhi kebutuhan akan produk yang berbeda di setiap tempat. 6. Perubahan struktur pemerintah dan politik, yaitu munculnya sebuah gap kebutuhan akan produk yang lalu dan pasca perubahan. 7. Intrapreneurship, yaitu adanya kreativitas, inovasi, etatnya persaingan, hasrat ingin tantangan yang baru, perubahan organisasi, dll. Wirausahawan (entrepreneur) yang sukses memiliki empat unsur, yaitu: 1. Kemampuan (hubungan dengan IQ dan skill) a. Dalam membaca peluang b. Dalam berinovasi c. Dalam mengelola d. Dalam menjual 2. Keberanian (hubungannya dengan EQ dan mental) a. Dalam mengatasi ketakutannya b. Dalam mengendalikan risiko c. Untuk keluar dari zona kenyamanan 3. Keteguhan hati (hubungannya dengan motivasi diri) a. Ulet, pantang menyerah b. Teguh akan keyakinannya c. Kekuatan akan pikiran (yakin akan bisa) 4. Kreativitas yang menelurkan sebuah inspirasi sebagai cikal bakal ide untuk menemukan peluang berdasarkan intuisi.

1

The key of entrepreneurship terdiri dari: 1. Leverage key, yaitu a. Mengambil keputusan untuk menjadi entrepreneurship b. Lingkaran menemukan peluang emas 2. The body key, yaitu mewujudkan sebuah bisnis yang solid 3. The primary key, yaitu pembuka jalan yang mencakup konsep pemasaran, cara dalam mempromosikan usaha. Ruang lingkup kewirausahaan mencakup: 1. Ruang lingkup internal a. Untuk kehidupan sehari-hari b. Untuk bekerja c. Untuk keluarga 2. Ruang lingkup eksternal a. Dalam dunia usaha b. Dalam dunia masyarakat c. Dalam kehidupan bernegara Faktor-faktor keberhasilan usaha: 1. Faktor peluang 2. Faktor manusia 3. Faktor keuangan 4. Faktor organisasi 5. Faktor perencanaan 6. Faktor pengelola usaha 7. Faktor pemasaran dan penjualan 8. Faktor administrasi 9. Faktor peraturan pemerintah, politik, sosial, ekonomi, dan budaya lokal 10. Catatan bisnis Faktor keberhasilan usaha seorang wirausahawan bukan hanya dlilihat dari seberapa keras ia bekerja. Tetapi seberapa cerdas ia melakukan dan merencanakan strateginya serta mewujudkannya. Yang disebut dengan istilah smart entrepreneur, yaitu: 1. Strategic thinker 2. Motivator 3. Ambitious 4. Risk manajer 5. Totality Menurut Karakaya dan Kobu (1994), identifikasi penyebab kegagalan usaha dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: 1. Berkaitan dengan pasar a. Waktu peluncuran produk kurang tepat b. Desain produk yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan pasar c. Tidak mengikuti selera pasar
2

d. Strategi distribusi yang tidak tepat e. Kemasan produk dan kualitas tidak sesuai dengan target pasarnya 2. Berkaitan dengan aspek keuangan a. Harga terlalu mahal dan tidak terjangkau oleh pasar b. Kesuliatan aliran dana dan berantakan c. Piutang macet dan terlalu besar d. Hutang perusahaan terlalu besar dan tidak bisa mengembalikan kredit atau membayar beban bunga 3. Berkaitan dengan manajemen a. Manajemen kualitas terlalu buruk b. Lemah dalam manajemen c. Konsep tim tidak dibangun dengan baik d. Lemah dalam proses produksi Faktor-faktor yang mendukung seseorang menjadi seorang wrausahawan: 1. Faktor individual 2. Suasana kerja 3. Tingkat pendidikan 4. Kepribadian 5. Prestasi pendidikan 6. Dorongan keluarga 7. Lingkungan dan pergaulan 8. Ingin lebih dihargai 9. Keterpaksaan dan keadaan Bagian II: Inti Kewirausahaan Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses diperlukan beberapa langkah transformasi, yaitu: 1. Transformasi pola pikir dan paradigma 2. Transformasi cara berpikir yang lama untuk berubah dari kebiasaan yang selalu menggunakan logika ke pola pikir kreatif dalam menemukan inspirasi, dan peluang bisnis 3. Transformasi entrepreneur dari bersikap sebagai owner menjadi manajer pengelola bisnis 4. Transformasi entrepreneur dari pols pikir owner ke pola pikir sebagai investor. Modal untuk usaha: 1. Pengalaman 2. Pengetahuan 3. Keahlian 4. Keberanian 5. Konsep bisnis 6. Jaringan relasi 7. Semangat 8. Kreativitas dan inovasi
3

9. Uang/aset 10. Keberuntungan Level dari entrepreneur: 1. Level zero (unemployee), memiliki risiko yang paling minimal 2. Level 1 (employee), memiliki resiko yang sedikit 3. Level 3 (businessman), memiliki jiwa challenging yang kuat 4. Level 4 (investtor), faktor kalkulasi yang spekulatif untik menentukan bisnisnya. Jenis-jenis inovasi yang sering digunakan oleh wirausahawan yang cerdas dalam bisnisnya, yaitu: 1. Inovasi produk a. Isinya b. Kemasan 2. Inovasi marketting a. Cara menjual b. Cara mendistribusikan c. Cara memasarkannya d. Cara mengiklankannya e. Cara menciptakan permintaan 3. Inovasi proses a. Proses penciptaan produk b. Proses produksi c. Proses teknologi pengemasan d. Proses menciptakan mesin baru 4. Inovasi teknikal a. Teknik desain b. Teknik pengawasannya c. Teknik pengerjaannya 5. Inovasi aministrasi a. Penyimpanan data b. Pembuatan dan pengumpulan data Didalam buku The Origin of Entrepreneurship menyebutkan bahwa kesuksesan bisnis, yaitu: 1. Experiences dan keahlian (43%) 2. Environment dan usaha sendiri setelah melihat dan mengamati orang lain memulai usahanya (15%) 3. Menemukan peluang dan perubahan yang menimbulkan inspirasi peluang yang belum terisi oleh orang lain (11%) 4. Penemu, tenaga ahli, desainer, dan priset ulung (7%) 5. Menekuni bisnis karena hobi, kesukaan, favorit, kegemaran tertentu (30%) 6. Warisan keluarga, hibah, dll (21%)

4

Sikap seorang wirausahawan: 1. Sikap selalu berpikir positif dalam menghadapi segala hal 2. Respon yang positif dari individu terhadap informasi, kejadian, kritikan, tekanan, tantangan, cobaan, dan kesulitan 3. Sikap yeng berorientsi jauh kedepan, berpikir maju dan tidak mudah terlena 4. Sikap tidak gentar saat melihat pesaing Keterampilan yang perlu dipunyai oleh seorang wirausahawan: 1. Keterampilan dasar a. Keterampilan dalam memimpin b. Keterampilan memotivasi tim dan membangun tim yang kuat c. Keterampilan mengorganisasi tim d. Keterampilan mengatasi konflik e. Keterampilan berkomunikasi f. Keterampilan merencanakan organisasi usaha g. Keterampilan mengatasi kesulitan menjadi peluang 2. Keterampilan khusus a. Keteramilan menjual b. Keterampilan teknis c. Keterampilan mengoperasikan komputer dan teknologi informasi d. Keterampilan menyusun konsep Jenis komitmen dalam berwirausaha 1. Komitmen terhadap diri sendiri 2. Komitmen pada keluarga 3. Komitmen pada visi bisnis 4. Komitmen pada orang yang mempercayai 5. Komitmen pada orang yang menghidupkan bisnisnya 6. Komitmen terhadap lingkungan 7. Komitmen terhadap aspek sosial masyarakat 8. Komitmen terhadap etika bisnis 9. Komitmen kepada Sang Maha Pencipta Bagian III: Proses Kewirausahaan Strategi dan cara memulai bisnis: 1. The buffer route, jika uang yang pas-pasan maka mencari orang yang bisa menjadi donatur bisnis 2. The spin-off route, bila berlatar belakang seorang penjual, pemasar, bagian pembelian, engineering, dll. Lakukan perlahan-lahan untuk memulai sebuah bisnis baru 3. The moonlighting route, mengembangkan bisnis dari awal tanpa mengganggu pekerjaan 4. The part time job route, tidak tejadi ikatan yang kuat secera kontak

5

Beberapa skill yang dibutuhkan untuk sebuah bisnis: 1. Leadership skill-as a strategic thinker (entrepreneur or intrapreneur) 2. Managerial skill-as a motivator (intrapreneur) 3. Contoller-as a balancer (finance, quality, proces) 4. Specialist-as an expert (core competence) 5. Seller-as a locomotive Karakter produk dalam memulai bisnis: 1. Produk berupa tangible, bisa dilihat dan disentuh pembeli 2. Produk berupa intangible, bisa terlihat tetapi tidak bisa disntuh pembeli Merencanakan lokasi usaha: 1. Lokasi yang ramai 2. Lokasi yang tepat untuk bisnis (strategis) 3. Lokasi yang mudah dijangkau 4. Lokasi yang tidak membuat calon pelanggan mengeluh Mengenal aspek kepemilikan usaha, yaitu: 1. Kepemilikan tunggal Ciri-cirinya: a. Berbisnis dirumah b. Tidak ingin mempuyai laba yang besar Keuntungan: a. Administrasi lebih ringan b. Fleksibel dalam mengambil keputusan Kerugian: a. Sulit untuk menjadi perusahaan yang besar b. Risiko kegagalan ditanggung sendiri c. Sulit untuk meminjam uang di bank 2. Persekutuan Ciri-cirinya: a. Pemilik lebih dari satu b. Manajemen sesuai dengan perjanjian c. Tanggung jawab pribadi dan tidak terbatas Kerugian: a. Pembagian beban kerja sering menjadi masalah b. Sering terjadi masalah keuangan c. Perlunya saling pengertian dan memahami satu sama lainnya Keuntungan: Ada mitra, maka berbagi resiko, menkadi pengontrol pekerjaan, mempunyai keahlian 3. Perseroan Terbatas Ciri-cirinya: a. Jumlah pemegang saham tidak terbatas b. Disahkan oleh notaris c. Pertanggungjawabannya sesuai dengan jumlah sahamnya
6

Kerugian: a. Membutuhkan administrasi yang besar b. Ada biaya pajak c. Lebih banyak pekerja administrasinya Keuntungan: a. Punya waktu usaha yang lebih lama b. Lebih mudah mencari investor c. Bisa mendapatkan kredit dari bank Langkah-langkah dalam mendirikan usaha yang berbadan hukum, yaitu: 1. Buat surat ijin usaha 2. Melakukan setoran modal 3. Membuat nama perusahaan, logo, dan merk 4. Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak 5. Mendaftarkan dan mengesahkan perusahaan ke departemen terkait Langkah yang perlu diperhatikan wirausahawan menyusun sebuah visi-misi, yaitu: 1. Melakukan riset 2. Melakukan wawancara 3. Mengumpulkan data pasar 4. Membuat susunan data pasar 5. Merumuskan visi-misinya 6. Mengomunikasikan ke anggota organisasi 7. Melakukan perbaikan visi-misi 8. Aspek analisa SWOT Visi adalah sebuah angan-angan sseorang tentang usaha atau bisnisnya. Sedangkan misi adalah mewujukan visi. Jenis-jenis masalah dan karakteristik dalam sebuah usaha, yaitu 1. Masalah yang bersifat terkendali, karena suatu hal akibat faktor manusia 2. Masalah kritis, masalah yang harus diselesaikan segera mungkin 3. Masalah yang bersifat tidak terkendali, masalah yang bersifat tiba-tiba Jenis-jenis risiko yang sering terjadi dalam dunia usaha dan berwirausaha, yaitu: 1. Risiko perusahaan 2. Risiko keuangan 3. Isiko likuiditas 4. Risiko permodalan 5. Risiko pasar 6. Risiko operasional Jenis-jenis keputusan yang diambil oleh sorang wirausahawan, yaitu: 1. Keputusan untuk mengambl solusi dalam menyelesaikan masalah 2. Keputusan berdasarkan instuisi 3. Keputusan kreatif
7

4. Keputusan untuk mengatasi konflik 5. Keputusan yang diambil berdasarkan alasan yang strategi 6. Tidak ada keputusan Analisi SWOT adalah sebuah alat analisis yang penting bagi seorang wirausahawan dalam memutuskan strategi bersaingnya. Analisis digunakan dalam: 1. Memasuki sebuah industri baru 2. Memutuskan untuk meluncurkan produk baru 3. Menganalisa posisi perusahaan dalam persaingan 4. Untuk melihat sejauh mana kekuatan dan kelemahan perusahaan 5. Membuat keputusan untuk memecahkan masalah yang akan terjadi Bagian penting dalam rencana bisnis, yaitu: 1. Mengidentifkasi rencana bisnis 2. Merancang konsep bisnis 3. Membuat peta jalan bisnis 4. Menentukan alternatif strategi 5. Menyusun rencana jalan keluar Bagian IV: Konsep dan Manajemen Bisnis Skema Konsep Pemasaran Pesaing pengganti nikasi (substitusi)

Informasi Aktivitas atau kegiatan pemasaran dan penjualan

Pull Komunikasi Pull Komunikasi Pull Komunikasi Pasar (kumpulan pembeli)

Informasi Perusahaan

Pesaing baru yang akan masuk

Informasi

Perbedaan entrepreneur dan intrapreneur Uraian Entrepreneur (pemilik dan pendiri) Fokus penting dalam bekerja Leadership Risiko bisnis yang 100% ditanggung Tanggung jawab utama Penentu visi dan misi Profesionalisme Terhadap bisnis Jabatan Komisaris Posisi dalam organisasi Luar organisasi

Intrapreneur (pengelola) Manajerial Tidak Pelaksana visi dan misi Terhadap organisasi Direksi Dalam organisasi
8

Langkah mendasar ketika seorang wirausahawan akan membuat struktur organisasinya pada saat memulai operasional bisnis, yaitu: 1. Bagilah seluruh beban kerja 2. Gabungkan tugas tersebut secara logis dan efisien 3. Menetapkan siapa yang memberi laporan dan kepada siapa laporan itu diberikan 4. Menetapkan mekanisme yang menyatukan aktivitas departemen menjadi satu kesatuan Ada dua bagian besar yang harus diketahui oleh seorang wirausahawan dalam memperlakukan dan memberdayakan para pegawainya, yaitu: 1. Berdasarkan kemauan kerjanya 2. Berdasarkan kemauan dibidangnya Cara memotivasi pegawai oleh seorang wirausahawan dalam menjalankan usahanya, yaitu: 1. Seleksi, persyaratan, dan kualifikasi dalam penerimaan pegawai 2. Pelatihan manajemen yang tepat 3. Tata usaha mengenal sistem penggajian dan upah 4. Cara berkomunikasi dan teknik komunikasi 5. Memperhatikan kondisi kerja 6. Menghargai dan memperhatikan karyawan Faktor yang harus dipunyai oleh seorang entrepreneur agar mempunyai salesmanship yang kuat, yaitu: 1. Personality a. Attitude b. Profesional c. Performance d. Punya visi e. Mental 2. Knowledge a. Product knowledge b. Company knowledge c. Business knowledge 3. Idea and creativity 4. Skill 5. Konsep Seorang wirausahawan mutlak mengetahui ha-hal yang berhubungan dengan ruang lingkup dari manajemen keuangan, yaitu: 1. Memahami teori mengenal uang 2. Pentingnya sistem administrasi keuangan 3. Membuat laporan keuangan dan analisa laporan 4. Membuat perencanaan pengendalian dan pengawasan anggaran 5. Manajemen arus kas 6. Perubahan keuangan global
9

Bagian V: Mengelola Bisnis dan Tren Kewirausahaan Sifat strategi bisnis, yaitu: 1. Dinamis 2. Efektif 3. Efisien 4. Antisipatif 5. Fleksibel Jenis-jenis segmen pasar yang biasa digunakan untuk menentikan rencana strategi pemasaran adalah sebagai berikut: Segmentasi geografis, segmentasi demografis, segmentasi psikologis, dan segmentasi perilaku. Salah satu cara yang bisa digunakan oleh seorang wirausahawan adalah menerapkan konsep kualitas dan teori 7-W, yaitu: 1. What do you see 2. What do you smell 3. What do you feel 4. What do you think about your product 5. What o you touch 6. What do you hear 7. What do you get Tahap-tahap penting dalam siklus bisnis dan masalah yang perlu diketahui oleh seorang wirausahawan, yaitu: 1. Tahap pengenalan bisnis 2. Tahap pertumbuhan bisnis 3. Tahap puncak bisnis 4. Tahap penurunan bisnis Hal-hal penting dalam sistem manajemen mutu yang perlu diketahui oleh seorang wirausahawan dalam membangun bisnisnya, yaitu: 1. Adanya depatermen sistem pengendalian mutu 2. Konsentrasi pengendalian mutu yang diawali dari: a. Aktivitas inspeksi b. Aktivitas proses dan memastikannya c. Aktivitas pengendalian produk akhir 3. Melakukan review dan tindakan perbaikan sistem mutu 4. Memastikan semua kegiatan pekerjaan dicatat dan yang dicatat itu dikerjakan. Tren entrepreneurship yang terjadi dari dulu dan dimasa sekarang, yaitu: 1. Entrepreneurship based on economic, yaitu faktor ekonomi pasar 2. Entrepreneurship based on technology, yaitu berbasis teknologi sebagai keunggulan bersaingnya 3. Entrepreneurship based on creativity, yaitu berpikir kreatif untuk menciptakan produk atau jasa agar bisnis yang baru bisa berkembang
10