You are on page 1of 51

Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami.

Begitu dikeluakan, hormon akan dialirkan oleh dara menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing. Contoh efek hormon pada tubuh manusia: 1. Perubahan Fisik yang ditandai dengan tumbuhnya rambut di daerah tertentu dan bentuk tubuh yang khas pada pria dan wanita (payudara membesar, lekuk tubuh feminin pada wanita dan bentuk tubuh maskulin pada pria). 2. Perubahan Psikologis: Perilaku feminin dan maskulin, sensivitas, mood/suasana hati. 3. Perubahan Sistem Reproduksi: Pematangan organ reproduksi, produksi organ seksual (estrogen oleh ovarium dan testosteron oleh testis). Di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang jadi biang keladi berbagai masalah. Misalnya siklus haid yang tidak teratur atau jerawat yang tumbuh membabi buta di wajah. Hormon pula yang kadang membuat kita senang atau malah sedih tanpa sebab. Semua orang pasti pernah mengalami hal ini, terutama saat pubertas.Yang pasti, setiap hormon memiliki fungsi yang sangat spesifik pada masing-masing sel sasarannya. Tak heran, satu macam hormon bisa memiliki aksi yang berbeda-beda sesuai sel yang menerimanya saat dialirkan oleh darah. Pada dasarnya hormon bisa dibagi menurut komposisi kandungannya yang berbedabeda sebagai berikut: Hormon yang mengandung asam amino (epinefrin, norepinefrin, tiroksin dan triodtironin). Hormon yang mengandung lipid (testosteron, progesteron, estrogen, aldosteron, dan kortisol). Hormon yang mengandung protein (insulin, prolaktin, vasopresin, oksitosin, hormon pertumbuhan (growth hormone), FSH, LH, TSH). Hormon-hormon ini bisa dibuat secara sintetis. Di antaranya adalah hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron yang dibuat dalam bentuk pil. Pil ini merupakan bentuk utama kontrasepsi yang digunakan wanita seluruh dunia untuk memudahkan mereka menentukan saat yang tepat: kapan harus mempunyai anak dan jarak usia tiap anak.

3. Mekanisme Umum Kerja Hormon A.Induksi Ensim pada tingkat inti  Hormon (beredar dalam plasma)  Terikat pada pengemban protein spesifik  Masuk ke sel sasaran  Merangsang pengumpulan molekul RNA spesifik  Sintesa Protein Spesifik(mengkatalisa metabolisme +++) B.Merangsang Sintesa Enzim Pada tingkat RibosomHormon merangsang keceaptan Translasi informasiyang dibawa oleh mRNA pada Ribosom  Pembentukan Protein

• •

Mekanisme kerja hormon Sekresi endokrin. Sel endokrin mensekresi hormon→ hormon dialirkan ke darah → ditangkap oleh reseptor pada sel sasaran Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu. Dahulu sekresi hormonal dikenal dengan cara dimana hormon disintesis dalam suatu jaringan diangkut oleh sistem sirkulasi untuk bekerja pada organ lain disebut sebagai fungsi Endokrin Ini bisa dilihat dari sekresi hormon Insulin oleh pulau β Langerhans Pankreas yang akan dibawa melalui sirkulasi darah ke organ targetnya sel-sel hepar. Sekarang diakui hormon dapat bertindak setempat di sekitar mana mereka dilepaskan tanpa melalui sirkulasi dalam plasma di sebut sebagai fungsi Parakrin, digambarkan oleh kerja Steroid seks dalam ovarium, Angiotensin II dalam ginjal, Insulin pada sel α pulau Langerhans.Hormon juga dapat bekerja pada sel dimana dia disintesa disebut sebagai fungsi Autokrin. Secara khusus kerja autokrin pada sel kanker yang mensintesis berbagai produk onkogen yang bertindak dalam sel yang sama untuk merangsang pembelahan sel dan meningkatkan pertumbuhan kanker secara keseluruhan. Neurosekresi. Badan sel saraf mensekresi hormon→ melalui akson hormon dialirkan melalui aliran darah → hormon ditangkap oleh reseptor pada sel sasaran Neurotransmisi. Badan sel saraf mengeluarkan sinyal → sehingga mempengaruhi sel sasaran melakukan sesuatu Negative Feedback System dan Positive Feedback System System pengaturan tubuh yang lain untuk mempertahankan homeostasis ini adalah dengan system umpan balik negative (negative feedback system), peningkatan atau penurunan

suhu tubuh, tubuh akan memberikan reaksi berlawanan-sistem ini menguntungkan bagi tubuh. Sedangkan system umpan balik positif atau positive feedback system sering merugikan tubuh karena reaksinya memperburuk keadaan dan merupakan lingkaran setan seperti pendarahan, hipotensi, gangguan perfusi jaringan termasuk miokard. Pengaturan produksi hormone 1. Umpan balik negative Berusaha agar kejadian ini tidak berlanjut terus (agar tetap stabil). Berlaku di hampir semua sistem tubuh. (Jika produk sudah berlebihan, berusaha untuk menghentikan). 2. Umpan balik positif Terdapat pada 4 sistem: a. Proses penghantaran impuls saraf b. Proses pembekuan darah c. Proses partes (persalinan) d. Proses ovulasi

Proses umpan balik Hypothalamus – menghasilkan RH – menuju adenohypofisis – menghasilkan SH – menuju target gland – menghasilkan hormone. Jika hormone yang dihasilkan sudah banyak, target gland – hormone – ke hypothalamus dan atau adenohypohisis untuk menghambat produksi RH atau SH. Jika hormone yang dihasilkan kurang, target gland akan merangsang hypothalamus untuk menghasilkan RH. Contoh pada proses ovulasi LH dan FSH diproduksi – berikatan dengan estrogen – estrogen memberi umpak balik positif – LH meningkat – tidak terjadi umpan balik negatif – terjadi lonjakan LH – terjadi ovulasi. Jika tidak sampai terjadi lonjakan LH maka tidak terjadi ovulasi (siklus anovulatoa). Jika umpan balik terganggu, dapat menyebabkan terjadi akromegali atau gigantisme. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda 1 comments:

1. Ulfa dwi4 April 2013 04.39 tulisannya gelap. hehe perlu keseriusan lebih untuk membacanya, tapi informasinya sangat membantu. terimakasih ya. salam blogger :D Balas Tambahkan komentar Muat yang lain... Links to this post Buat sebuah Link

Social Profiles

Search

  

Popular Tags Blog Archives

Popular Posts

metode MPN Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair, meskipun dapat pula digunakan...

FILUM ARTHROPODA FILUM ARTHROPODA Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthro yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Art...

Praktikum 2 Anatomi tumbuhan Rhoeo discolor Allium cepa Hydrilla verticillata Spyrogyra sp

Sistem Ekskresi pada Vertebrata (Struktur Hewan) Sistem Ekskresi pada Vertebrata Alat ekskre...

Mekanisme kerja hormon Mekanisme kerja hormon • Sekresi endokrin. Sel endokrin mensekresi hormon→ hormon dialirkan ke darah → ditangkap oleh resep...

About Visitor Pengikut

MEKANISME KERJA HORMON

Berbagai hormone berfungsi mengatur tingkat aktivitas jaringan sasaran.untuk memberikan fungsi pengaturan ini,mereka dapat mengubah reaksi-reaksi kimia dalam sel,mengubah permeabilitas membrane sel terhadap zat-zat khusus,atau mengaktifkan beberapa mekanisme sel spesifik lain.berbagai hormone melakukan efek ini dalam banyak cara.akan tetapi 2 mekanisme umum yang penting dengan banyak hormone yang fungsinya adalah ; 1. Pangaktifan system AMP siklik sel,yang selanjutnya menimbulkan fungsi sel tertentu. 2. Pengaktifan gen sel yang menyebabkan pembentukan protein intra sel yang memulai fungsi sel tertentu.

blogdetik.com Daftar Blog

gado gado kimia
← Halo dunia! analisis terapan →

hormon InsuLin
TUGAS TERSTRUKTUR BIOKIMIA FISIK PROTEIN PENGATUR HORMON INSULIN DISUSUN OLEH: INDAH WARDHATUL F H1A007008 YENI SETIANINGSIH H1A007009 UMI SALAMAH H1A007010 JAKA PURNAMA H1A007012 IRFAN YULIAN H1A007013 KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK JURUSAN MIPA PROGRAM STUDI KIMIA PURWOKERTO 2010

I. PENDAHULUAN Protein pengatur merupakan protein yang membantu mengatur aktivitas seluler atau fisiologi. Hormon berasal dari dari bahasa Yunani yang berarti menimbulkan dan membangkitkan. Hormin adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa pesan (chemical messenger), disekresikan oleh sejenis jaringan, dalam jumlah yang sangat kecil dan dibawa oleh darah menuju target jaringan di bagian lain dari tubuh untuk merangsang aktivitas biokimia atau fisiologi yang khusus (Lehninger, 1982). Berbagai macam hormon sudah diketahui dan banyak lagi yang ditemukan. Selain mengatur beberapa aspek metabolisme, hormon juga mempunyai fungsi lain yaitu mengatur beberapa aspek metabolisme, hormon juga mempunyai fungsi yang lain yaitu mengatur pertumbuhan sel dan jaringan, denyut jantung, tekanan darah, fungsi ginjal, pergerakan saluran gastrointestinal, sekresi enzim-enzim pencernaan, laktasi dan sistem reproduksi. Terdapat tiga kelas hormon yaitu peptida, amina dan steroid. Hormon peptida memiliki tiga sampai lebih dari 200 residu asam amino, termasuk hipotalamus dan pituitari, denikian juga insulin dan glokagon dari pankreas. Hormon-hormon amina yaitu senyawa-senyawa kecil yang larut di dalam air, terdiri dari kelompok amino, termasuk adrenalin dari medulla adrenal dan hormon-hormon tiroid. Hormonhormon steroid, yang larut dalam lemak, termasuk hormon-hormon korteks adrenal androgen (hormon seks pria) dan estrogen (hormon seks wanita) (Lehninger, 1982). Gambar 1. Pankreas Pankreas terdiri atas bagian eksokrin dan endokrin. Bagian endokrin menghasilkan enzim pencernaan seperti: lipase, tripsin, dan amilase, sedangkan bagian endokrin menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Jumlah saluran pembuangan pada pankreas dapat bervariasi, sebuah atau dua buah berhubungan dengan duktus koledokus atau duodenum. Pankreas merupakan kelenjar asiner bercabang majemuk. Beberapa hormon polipeptida, termasuk insulin dan glucagon, disintesis oleh sel-sel endokrin induknya sebagai prekursor yang tidak aktif, yang disebut prohormon. Prekursor yang tidak aktif tersebut mengandung rantai polipeptida yang lebih panjang daripada hormon aktifnya sendiri. Sebagai contoh proinsulin adalah rantai polipeptida dari kira-kira 80 residu asam amino diubah menjadi insulin aktif (51 residu). Melalui pemotongan enzimatik pada sebagian rantainya. Prohormon disimpan dalam bentuk tidak aktif dalam sel endokrin, sering kali dalam granulagranula sekresi, siap untuk diubah dengan cepat menjadi bentuk-bentuk aktifnya oleh perubahan enzimatik ketika sel tersebut menerima isyarat yang tepat (lehninger, 1982). Peran insulin di dalam tubuh sangat penting, antara lain adalah mengatur kadar gula darah agar tetap dalam rentang nilai normal. Saat dan setelah makan, karbohidrat yang kita konsumsi akan segera dipecah menjadi gula dan masuk aliran darah dalam bentuk glukosa. Glukosa adalah senyawa siap pakai untuk menghasilkan energi. Pada keadaan normal, tingginya kadar glukosa setelah makan akan direspon oleh kelenjar pankreas dengan memproduksi hormon insulin. Dengan adanya insulin, glukosa akan segera masuk ke dalam sel (Warta Medika, 2008). Sehingga insulin perlu dipelajari lebih lanjut karena insulin sangat penting dalam tubuh kita, terutama dalam mengobati penyakit diabetes. Insulin diekstraksi dari hewan, tetapi saat ini insulin telah dapat diproduksi secara massal melalui rekayasa genetik. II. PEMBAHASAN 2.1. DEFINISI HORMON INSULIN

Insulin merupakan sejenis hormon jenis polipeptida yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Sel yang menghasilkan hormon insulin dalam kelenjar pankreas dikenali sebagai sel beta, yaitu sejenis sel yang terdapat dalam kelompokan sel yang digelar pepulau (islet of) Langerhans dalam pankreas (Indah, 2004). Fungsi utama insulin ialah pengawalan keseimbangan tahap glukosa dalam darah dan bertindak meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel badan. Kegagalan badan untuk menghasilkan insulin akan menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam dan digunakan oleh sel-sel tubuh. Glukosa meningkat di dalam darah akan menyebabkan penyakit kencing manis yang dikenal sebagai diabetes melitus (Indah, 2004). Gen insulin manusia terdapat pada lengan pendek dari kromoson 11. Insulin disekresikan sebagai preproinsulin. Preproinsulin meruapakan suatu peptida rantai panjang dengan BM 11.500. Rangkaian pemandu atau sequence yang bersifat hidrofobik berfungsi untuk signal mengarahkan molekul ini ke retikulum endoplasma dan kemudian dikeluarkan. Rangkaian tersebut merupakan proses pembelahan molekul preproinsulin oleh enzim-enzim mikrosomal menghasilkan molekul proinsulin (BM kira-kira 9000) (Indah, 2004). Proinsulin diangkut ke badan golgi dimana berlangsung proses pengemasan menjadi granulagranula sekretorik berlapis klatrin. Granula-granula ini matang, mengandung insulin yang terdiri dari 51 asam amino yang terkandung dalam rantai A 21 asam amino dan rantai B 30 asam amino serta C-Peptida (Indah, 2004). Insulin disekresikan dari pankreas 40-50 unit/hari (15-20% dari penyimpanan). Sekresi insulin dapat berlangsung secara : a. Sekresi insulin basal: terjadi tanpa adanya rangsangan eksogen. Hal ini merupakan jumlah insulin yang disekresikan dalam keadaan puasa. b. Sekresi insulin yang dirangsang : sekresi insulin karena adanya respon terhadap rangsang eksogen. Sejumlah zat yang terlibat dalam pelepasan insulin disini adalah : 1. Glukosa rangsang pelepasan insulin paling poten. Glukosa dapat masuk ke dalam sel ? pankreas secara difusi pasif yang diperantarai protein membran yang spesifik disebut Glukosa Transpoter. 2 ? rangsang sekresi insulin. 2. Asam Amino, Asam lemak, Badan keton 3. Faktor hormonal Preparat ? adrenergik merangsang pelepasa insulin yang mungkin dengan cara peningkatan cAMP intrasel. Paparan yang terus menerus dengan hormon pertumbuhan, kortisol, laktogen plasenta, estrogen, progestin dalam jumlah yang berlebihan juga meningkatkan sekresi insulin. 4. Preparat farmalologik : Senyawa Sulfonilurea dan Tolbutamid. (Indah, 2004). 2.2. STRUKTUR HORMON INSULIN Monomer insulin mengandung 51 asam amino dan memiliki massa molekul 55 kDa. Hormon insulin memiliki bentuk protein globular. Molekul insulin terdiri dari : 1. Struktur Primer, protein yang berada dalam pemandu atau sequence asam amino. Insulin meruapakan suatu tetramer yang terdiri dari dua sub unit ? dan dua sub unit ? dalam konfigurasi ?2?2 yang dihubungkan dengan ikatan disulfida. Struktur primer dari insulin memiliki dua rantai peptida. Sub unit ? dengan BM 135 kDa yaitu mengandung 21 residu asam amino terletak di luar sel (ekstraseluler) yang bertugas untuk mengikat insulin lewat daerah (domain) yang kaya akan sistein. Sub unit ? dengan BM 95 kDa yaitu mengandung 30 residu asam amino yang bertugas

sebagai protein transmenbran yang merupakan efektor dalam melaksanaka fungsi sekunder yang utama pada reseptor yaitu proses transduksi singnal. Sub unit ? terletak dominan di dalam sitoplasma dan mengandung suatu kinase yang akan teraktivasi pada pengikatan insulin dengan akibat fosforilasi pada sub unit ? itu sendiri. 2. Struktur Sekunder, hormon insulin tersusun dari 57% area ?-heliks yang hanya predominan dan 6% mengandung struktur ?-sheet, 10% ?-turn dan sisanya 27% tidak membentuk struktur sekunder. 3. Struktur tersier, konformasi tiga dimensi protein yang tersusun atas struktur sekunder dan unorederd section. 4. Struktur kuartener, interaksi nonkovalen yang membentuk kompleks struktur protein oligomer dengan atom pusat yaitu Zn2+. Hormon insulin diproduksi pada pankreas. (Koolman et all., 2005). Struktur primer, sekunder, tertier, dan kuartener dari hormon insulin dapa dilihat pada gambar 1 dibawah ini : Gambar 1. Struktur Primer, Sekunder, Tertier, dan Kuartener dari Hormin Insulin (Koolman et all., 2005). 2.2.1. Monomer insulin Ikatan van der waals dari hormon insulin ditunjukkan pada bentuk struktur tertier antara dua rantai, dapat dilihat pada model 1 (gambar 2). Model 3 menunjukkan rantai samping dari asam amino polar ditunjukkan pada (gambar 2) warna biru dan residu non polar dapat dilihat pada (gambar 2) warna kuning. Model tersebut menunjukkan adanya efek hidrofobik pada protein. Hormon insulin memiliki rantai samping yang bersifat hidrofobik terletak pada dalam molekul. Sedangkan residu yang bersifat hidrofilik terletak di permukaan insulin (Koolman et all., 2005). Gambar 2. Model hormon Insulin (Koolman et all., 2005). Gambar 3. Struktur 3 Dimensi Hormon Insulin 2.3. MEKANISME KERJA INSULIN Mekanisme kerja insulin dimulai dengan berikatnya insulin dengan reseptor glikoprotein yang spesifik pada permukaan sel sasaran. Reseptor ini terdiri dari 2 subunit yaitu: a. Subunit ? yang besar dengan BM 130.000 yang meluas ekstraseluler terlibat pada pengikatan molekul insulin. b. Subunit ? yang lebih kecil dengan BM 90.000yang dominan di dalam sitoplasma mengandung suatu kinase yang akan teraktivasi pada pengikatan insulin dengan akibat fosforilasi terhadap subunit ? itu sendiri (autofosforilasi) (Indah, 2004). Reseptor insulin yang sudah terfosforilasi melakukan reaksi fosforilasi terhadap substrat reseptor insulin (IRS-1). IRS-1 yang terfosforilasi akan terikat dengan domain SH2 pada sejumlah proteinyang terlibat langsung dalam pengantara berbagai efek insulin yang berbeda. Dua jaringan sasaran insulin yang utama yaitu otot lurik dan jaringan adiposa, serangkaian proses fosforilasi yang berawal dari daerah kinase teraktivasi tersebut akan merangsang protein-protein intraseluler, termasuk Glukosa Transpoter 4 untuk berpindah ke permukaan sel. Jika proses ini berlangsung pada saat pemberian makan, maka akan mempermudah transport zat-zat gizi ke

dalam jaringan-jaringan sasaran insulin tersebut. Mekanisme kerja insulin dapat diperjelas melalui gambar 4 di bawah ini. Gambar 4. Mekanisme Kerja Insulin (Indah, 2004). Kelainan reseptor insulin dalam jumlah, afinitas ataupun keduanya akan berpengaruh terhadap kerja insulin. Down Regulation adalah fenomena dimana jumlah ikatan reseptor insulin jadi berkurang sebagai respon terhadap kadar insulin dalam sirkulasi yang meninggi kronik, contohnya pada keadaan adanya korsitol dalam jumlah berlebihan. Sebaiknya jika kadar insulin rendah, maka ikatan reseptor akan mengalami peningkatan. Kondisi ini terlihat pada keadaan latihan fisik dan puasa (Indah, 2004). 2.4. PERAN INSULIN Insulin telah lama digunakan untuk mengobati diabetes. Zaman dahulu, insulin diekstraksi dari hewan, tetapi saat ini insulin telah dapat diproduksi secara massal melalui rekayasa genetik. Teknik mutakhir, bakteri tertentu disisipi gennya sehingga dapat memproduksi insulin manusia (Warta Medika, 2008). Peran insulin di dalam tubuh sangat penting, antara lain adalah mengatur kadar gula darah agar tetap dalam rentang nilai normal. Saat dan setelah makan, karbohidrat yang kita konsumsi akan segera dipecah menjadi gula dan masuk aliran darah dalam bentuk glukosa. Glukosa adalah senyawa siap pakai untuk menghasilkan energi. Ketika keadaan normal, tingginya kadar glukosa setelah makan akan direspon oleh kelenjar pankreas dengan memproduksi hormon insulin. Adanya insulin, glukosa akan segera masuk ke dalam sel (Warta Medika, 2008). Selain itu, dengan bantuan insulin, kadar glukosa yang lebih dari kebutuhan akan disimpan di dalam hati (liver) dalam bentuk glikogen. Jika kadar glukosa darah turun, misalnya saat puasa atau di antara dua waktu makan, glikogen akan dipecah kembali menjadi glukosa untuk memenuhi kebutuhan energi (Warta Medika, 2008). Ada dua macam kelainan yang disebabkan oleh gangguan insulin. Pertama, kelainan pada pankreas sehingga insulin tidak dapat diproduksi. Keadaan ini disebut penyakit diabetes tipe 1. Kedua, pankreas tetap dapat menghasilkan insulin, tetapi jumlahnya tidak memadai, atau jumlah produksi insulin masih normal, tetapi sel tubuh tidak dapat menggunakannya (resisten). Keadaan terakhir ini disebut diabetes tipe 2 (Warta Medika, 2008). Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sama-sama mengakibatkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Jika keadaan ini berlangsung lama dan tidak diobati, akan timbul berbagai komplikasi seperti kebutaan, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, dan luka yang tidak kunjung sembuh. Penderita diabetes tipe 1 biasanya mutlak membutuhkan insulin. Berbeda halnya dengan diabetes tipe 2. Insulin baru diberikan jika obat-obatan antidiabetes sudah tidak mempan lagi (Warta Medika, 2008). 2.5. APLIKASI HORMON INSULIN Hormon insulin dari Selada GM dapat menyembuhkan diabetes pada tikus. Peneliti dari University of Central Florida telah mengembangkan tanaman selada hasil rekayasa genetika yang mengandung gen insulin. Kapsul-kapsul insulin yang dihasilkan oleh selada GM dapat memegang peranan untuk memperbaiki kembali kemampuan tubuh guna memproduksi insulin dan membantu jutaan orang yang menderita diabetes. Sel-sel tanaman dari selada GM yang dikeringbekukan dimasukkan ke tubuh tikus penderita diabetes yang berumur lima minggu sebagai butiran selama delapan minggu. Tikus penderita diabetes tersebut memiliki darah dan

kadar gula urin yang normal, dan sel-sel mereka menghasilkan tingkat insulin yang normal. Hasil tersebut dan penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa kapsul-kapsul insulin suatu waktu dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyakit diabetes sebelum gejalanya muncul, dan untuk mengobati penyakit tersebut di tahap yang lebih lanjut (Daniell, 2007). III. KESIMPULAN Hormon insulin mempunyai struktur primer, sekunder, tersier dan kuartener. Struktur kuartener hormon insulin membentuk kompleks protein oligomer dengan atom pusat Zn2+. Hormon insulin memiliki peran penting dalam tubuh yaitu untuk mengatur kadar gula dalam darah agar tetap dalam rentang nilai normal. DAFTAR PUSTAKA Daniell, Henry. 2007. Hormon Insulin dari Selada Gm Sembuhkan Diabetes Pada Tikus. http:// http://news.ucf.edu. Diakses tanggal 31 mei 2010. Indah, M. 2004. Mekanisme Kerja Hormon. http://www.usu.ac.id. Diakses tanggal 31 Mei 2010. Koolman, J et all. 2005. Color Atlas of Biochemistry. Thieme Stuttgart. New York Lehninger, A.L. 1982. Dasar Dasar Biokimia. Erlangga. Jakarta. Warta Medika. 2008. Peran Hormon Insulin. http://www.wartamedika.com. Diakses tanggal 31 Mei 2010

Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini Apakah anda menyukai tulisan ini ? Suka tulisan ini

Juni 13th, 2010 in Tak Berkategori | Trackback URI | Comments RSS

10 Responses to “ hormon InsuLin ”
1. # 1 haryoshi Says:

Desember 9th, 2010 at 16:41

nice post…

visit me ok… repository unand

2. # 2

myun Says:

Januari 3rd, 2011 at 13:50

terima kasih postingannya ya.. salam kenal… kunjungi HaLamAn kAMi ok!!
3. # 3 rereeErorse Says:

Juni 10th, 2011 at 11:10

Hi, I left you a DOFOLLOW backlink on my website. This isnt a spam message, i actually did leave you a backlink on my site. If you check the top of the page you will see “Sites we like” and there will be a link to this site. Would you be kind enough to leave me a backlink? If so my website is http://crush-the-castle.com please use the anchor text “Crush The Castle” for the link and add it to a post or as a widget. Then please send me a email at backlink@crush-the-castle.com - If you want me to change your links anchor text let me know. Thanks

4. # 4

snanoalofsbop Says:

Juni 14th, 2011 at 05:30

Hi. I like your website but i can tell it probably isn’t getting much traffic? If you want to help imrpove that check this website out, he has a short video that i really suggest you watch. Commission Crusher P.S this isn’t my website and i’m not spamming your blog, i don’t care if you delete this comment. I am only trying to help you improve your site.

5. # 5

cardaddy Says:

Juli 20th, 2011 at 14:22

Many thanks for posting this. I quite agree with your thoughts.
6. # 6 iphone 5 Says:

September 19th, 2011 at 09:15

Way neat, some legitimate details! I value you producing this informative article accessible, the remainder of the website can also be large top quality. Possess a exciting.

7. # 7

diablo 3 Says:

September 27th, 2011 at 07:12

Hi there! I could have sworn Ive been to this web site ahead of but soon after searching by means of many of the publish I recognized it is new to me. Anyways, Im undoubtedly pleased I discovered it and Ill be book-marking and checking back again usually!

8. # 8

diablo 3 beta Says:

Oktober 7th, 2011 at 14:07

Hello there there! This submit couldnt be created any far better! Reading through by way of this article reminds me of my prior space mate! He often held referring to this. I’ll ahead this informative article to him. Rather positive he’ll have a very very good go through. Thanks for sharing!
9. # 9 Donella Barters Says:

Nopember 26th, 2011 at 23:02

Hello everyone! Nice resource! Does anyone know more blogs on this topic?

10. # 10

Levitra Says:

Januari 15th, 2012 at 11:45

Hello everyone! Nice blog! Does anyone know more resources on this topic?

Leave a Reply
Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website

  

Pages
o

Perihal

Archives Categories
o

Tak Berkategori (5)

Search on This Blog

Meta
o o o o

Log in Valid XHTML XFN WordPress

gado gado kimia © 2007 All Rights Reserved. Using WordPress Engine Entries and Comments.

Anubis 1.0 made by Nurudin Jauhari.

Medical

Sabtu, 04 Februari 2012
KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH MANUSIA

PRINSIP PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

1. Kebutuhan Cairan Tubuh a. Kebutuhan Cairan Tubuh Manusia Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis kebutuhan ini memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh dengan hampir 90% dari total berat badan. Pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh diatur oleh ginjal, kulit, paru-paru dan gastrointestinal 1) Ginjal Ginjal merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit. 2) Kulit Kulit merupakan bagian penting dalam pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas. 3) Paru-paru

Organ paru-paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible water loss ± 400ml/hari. 4) Gastrointestinal Gastrointestinal merupakan organ saluran pencernan yang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. Dalam keadaan normal, cairan yang hilang dalam sistem ini sekitar 100-200 ml/hari. Selain itu, pengaturan keseimbangan cairan dapat melalui mekanisme rasa haus yang dikontrol oleh system endokrin (hormonal), yakni anti diuretic hormone (ADH), sistem aldosteron, prostaglandin, dan glukokortikoid. a) ADH Hormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. b) Aldesteron Hormon ini diekresi oleh kelenjar adrenal ddi tubulus ginjal dan berfungsi pada absorbsi natrium c) Prostaglandin Prostaglandin merupakan asam lemak yang terdapat pada jaringan yang berfungsi merespons radang, pengendalian tekanan darah, kontraksi uterus, dan pengaturan gerakan gastrointestinal. d) Glukokortikoid Hormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yng menyebabkan volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium.

b. Cara Perpindahan Cairan 1) Difusi Difusi merupakan tercampurnya molekul-molekul dalam cairan, gas atau zat padat secara bebas atau acak. 2) Osmosis Osmosis adalah proses perpindahan pelarut murni (seperti air) melalui membrane semipermeabel, biasanya terjadi dari larutan dengan konsentrasi yang kurang pekat ke larutan dengan konsentrasi lebih

pekat, sehingga larutan yang berkonsentrasi rendah volumenya akan berkurang, sedangkan larutan yang berkonsentrasi lebih tinggi akan bertambah volumenya. 3) Transpor aktif Proses perpindahan cairan tubuh dapat menggunakan mekanisme transport aktif. Transport aktif merupakan gerak zat yang akan berdifusi dan berosmosis yang memerlukan aktivitas metabolic dan pengeluaran energi untuk menggerakkan berbagai materi guna menembus membrane sel.

c. Faktor yang Berpengaruh dalam Pengaturan Cairan Proses pengaturan cairan di pengaruhi oleh dua faktor yakni : a) Tekanan cairan, proses difusi dan osmosis melibatkan adanya tekanan cairan b) Membran semipermiabel, merupakan penyaring agar cairan yang bermolekul besar tidak tergabung.

d. Jenis Cairan 1) Cairan zat gizi (nutrien) Pasien yang istirahat di tempat tidur memerlukan kalori 450 kalori setiap hari. Cairan nutrien dapat diberikan melalui intravena dalam bentuk karbohidrat, itrogen dan vitamin untuk metabolisme. Kalori yang terdapat dalam cairan nutrien dapat berkisar antara 200-1500 kalori perliter. Cairan nutrien terdiri atas :  Karbohidrat dan air  Asam amino  Lemak 2) Blood volume expanders Blood volume expanders merupakan jenis cairan yang berfungsi meningkatkan volume darah sesudah kehilangan darah atau plasma.

e. Gangguan/masalah dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan a) Hipovolume atau dehidrasi

Kekurangan cairan eksternal dapat terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran cairan. Ada tiga macam kekurangan volume cairan eksternal atau dehidrasi, yaitu: 1) Dehidrasi isotonic, terjadi jika kekurangan sejumlah cairan dan elektrolitnya yang seimbang. 2) Dehidrasi hipertonik, terjadi jika kehilangan sejumlah air yang lebih banyak daripada elektrolitnya. 3) Dehidrasi hipotonik, terjadi jika tubuh lebih banyak kehilangan elektrolitnya daripada air. Macam dehidrasi (kurang volume cairan) berdasarkan derajatnya : a.        b. Dehidrasi berat Pengeluaran/ kehilangan cairan 4-6 L Serum natrium 159-166 mEq/L Hipotensi Turgor kulit buruk Oliguria Nadi dan pernapasan meningkat Kehilangan cairan mencapai > 10% BB Dehidrasi sedang

 Kehilangan cairan 2-4 l atau antara 5-10% BB  Serum natrium 152-158 mEq/L  Mata cekung c. Dehidrasi ringan, dengan terjadinya kehiangan cairan sampai 5% BB atau 1,5 – 2 L.

b) Hipervolume atau overhidrasi Terdapat dua manifestasi yang ditimbulkan akibat kelebihan cairan yaitu, hipervolume (peningkatan volume darah) dan edema (kelebihan cairan pada interstisial).

2. Kebutuhan Elektrolit Elektrolit terdapat pada seluruh cairan tubuh. Cairan tubuh mengandung oksigen, nutrient, dan sisa metabolisme (seperti karbondioksida), yang semuanya disebut dengan ion. a. Komposisi elektrolit Komposisi elektrolit dalam plasma sebagai berikut :

 Natrium  Kalium  Klorida  Bikarbonat arteri  Kalsium  Magnesium  Fosfat

: 135 – 145 m Eq/L : 3,5 - 5,3 m Eq/L : 100 – 106 m Eq/L : 22 - 26 m Eq/L

 Bikarbonat vena : 24 - 30 m Eq/L : 4 – 5 m Eq/L : 1,5 - 2,5 m Eq/L : 2,5 - 4,5 mg/100ml

b. Jenis Cairan Elektrolit Cairan elektrolit adalah cairan saline atau cairan yang memiliki sifat bertegangan tetap. Cairan saline terdir dari cairan isotonic, hipotonik, dan hipertonik. Konsentrasi isotonic disebut juga normal saline yang banyak dipergunakan. c. Pengaturan Elektrolit 1) Pengaturan keseimbanga natrium Natrium merupakan kation dalam tubuh yang berfngsi dalam pengaturan osmolaritas dan volume cairan tubuh. 2) Pengaturan keseimbangan kalium Kalium merupakan kation utama yang terdapat dalam cairan intrasel dan berfungsi mengatur keseimbangan elektrolit. Aldosteron juga berfungsi mengatur keseimbangan kadar kalium dalam plasma (cairan ekstrasel). Sistem pengaturannya melalui tiga langkah: a) Peningkatan konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel yang menyebabkan peningkatan produksi aldosteron. b) c) 3) Peningkatan jumlah aldosteron akan memengaruhi jumlah kalium yang dikeluarkanmelalui ginjal. Peningkatan pengeluaran kalium; konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel menurun. Pengaturan keseimbangan kalsium Kalsium dalam tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang 4) Pengaturan keseimbangan magnesium Magnesium merupakan kation dalam tubuh yang terpenting kedua dalam cairan intrasel.

5)

Pengaturan keseimbangan klorida Klorida merupakan anion utama dalam cairan ekstrasel, tetapi klorida dapat ditemukan pada cairan ekstrasel dan intrasel. Fungsi klorida biasanya bersatu dengan natrium yaitu mempertahankan keseimbangan tekanan osmotic dalam darah.

6)

Pengaturan keseimbangan bikarbonat Bikarbonat merupakan elektrolit utama dalam larutan buffer (penyangga) dalam tubuh.

7)

Pengaturan keseimbangan fosfat (PO4) Fosfat bersama-sama dengan kalsium berfungsi dalam pembentukan gigi dan tulang. Fosfat diserap dari saluran pencernaan dan dikeluarkan melalui urine.

d. Gangguan /Masalah Kebutuhan Elektrolit 1) Hiponatremia, merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam plasma darah yang ditandai dengan adanya kadar natrium plasma yang kurang dari 135 mEq/L, mual, muntah dan diare. 2) Hipernatremia, suatu keadaan dimana kadar natrium dalam plasma tinggi, yang ditandai dengan adanya mukosa kering, oliguria/anuria, turgor kulit buruk dan permukaan kulit membengkak, kulit kemerahan, lidah kering, dll. 3) Hipokalemia, merupakan suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah. Hipokalemia ini dapat terjadi dengan sangat cepat. Sering terjadi pada pasien yang mengalami diare berkepanjangan. 4) Hiperkalemia, merupakan suatu keadaan dimana kadar kalium dalam darah tinggi. Keadaan ini sering terjadi pada pasien luka bakar, penyakit ginjal, asidosis metabolik. Hiperkalemia dditandai dengan adanya mual, hiperaktifitas system pencernaan, dll. 5) Hipokalsemia, merupakan kekurangan kadar kalsium dalam plasma darah. Hipokalsemia ditandai dengan adanya kram otot dan karam perut, kejang,bingung, dll. 6) Hiperkalsemia, merupakan suatu keadaan kelebihan kadar kalsium dalam darah. Hal ini terjadi pada pasien yang mengalami pengangkatan kelenjar gondok dan makan vitamin D secara berlebihan. Hiperkalsemia ditandai dengan adanya nyeri pada tulang, relaksasi otot, batu ginjal, dll, dan kadar kalsium daam plasma lebih dari 4,3 mEq/L. 7) Hipomagnesia, merupakan kekurangan kadar magnesium dalam darah. Hipomagnesia ditandai dengan adanya iritabilitas, tremor, kram pada kaki dan tangan, dll, serta kadar magnesium dalam darah kurang dari 1,3 mEq/L.

8) Hipermagnesia, merupakan kelebihan kadar magnesium dalam darah. Hal ini ditandai dengan adanya koma, gangguan pernapasan, dan kadar magnesium lebih dari 2,5 mEq/L. 9) Keseimbangan Asam Basa Aktivitas tubuh memerlukan keseimbangan asam basa, keseimbangan asam basa dapat diukur dengan pH (derajat keasaman). Dalam keadaan normal, nilai pH cairan tubuh 7,35 - 7,45. keseimbangan dapat dipertahankan melalui proses metabolisme dengan sistem buffer pada seluruh cairan tubuh dan melalui pernapasan dengan sistem regulasi (pengaturan di ginjal). Tiga macam sistem larutan buffer cairan tubuh yaitu larutan bikarbonat, larutan buffer fosfat, dan larutan buffer protein. Jenis Asam Basa Cairan basa (alkali) digunakan untuk mengoreksi osidosis. Keadaan osidosis dapat di sebabkan karena henti jantung dan koma diabetikum. Contoh cairan alkali antara lain natrium (sodium laktat) dan natrium bikarbonat. Laktat merupakan garam dari asam lemah yang dapat mengambil ion H+ dari cairan, sehingga mengurangi keasaman (asidosis). Ion H+ diperoleh dari asam karbonat (H2CO3), yang mana terurai menjadi HCO3 (bikarbonat) dan H+. selain system pernapasan, ginjal juga berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa yang sangat kompleks. 10) Asidosis respiratorik, merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh karena kegagalan system pernapasan dalam membuang karbondioksida dari cairan tubuh. 11) Asidosis metabolik, merupakan suatu keadaan kehilangan basa atau terjadi penumpukan asam. 12) Alkalosis respiratorik, merupakan suatu keadaan kehilangan CO2, dari paru-paru yang dapat menimbulkan terjadinya paCO2 arteri kurang dari 35 mmHg, pH lebih dari 7,45. 13) Alkalosis metabolik, merupakan suatu keadaan kehilangan ion hydrogen atau penambahan cairan basa pada cairan tubuh dengan adanya peningkatan bikarbonat plasma lebih dari 26 mEq/L dan pH arteri lebih dari 7,45.

d. Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Cairan dan Elektrolit Kebutuhan cairan elektrolit dalam tubuh dipengaruhi oleh faktor=faktor : 1) Usia. Perbedaan usia menentukan luas permukaan tubuh dan aktivitas organ, sehingga dapat memengaruhi jumlah kebutuhan cairan dan elektrolit. 2) Temperature yang tinggi menyebabkan proses pengeluaran cairan melalui keringat cukup banyak, sehingga tubuh akan banyak kehilangan cairan.

3) Diet. Apabila tubuh kekurangan zat gizi, maka tubuh akan memecah cadangan makanan yang tersimpan dalam tubuh sehingga terjadi penggerakan cairan dari interstisial ke interseluler, yang dapat berpengaruh pada jumlah pemenuhan kebutuhan cairan. 4) Stress dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, melalui proses peningkatan produksi ADH karena pada proses ini dapat meningkatkan metabolisme sehingga mengakibatkan terjadinya glikolisis otot yang dapat menimbulkan retensi natrium dan air. 5) Sakit. Pada keadaan sakit terdapat banyak sel yang rusak, sehingga untuk memperbaikinya sel membutuhkan proses pemenuhan cairan yang cukup. e. Tindakan Untuk Mengatasi Masalah/Gangguan dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan dan elektrolit a) Pemberian cairan melalui infus Pemberian cairan melalui infus merupakan tindakan memasukkan cairan melalui intravena yang dilakukan pada pasien dengan bantuan perangkat infuse. Tindakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit, serta sebagai tindakan pengobatan dan pemberian makanan. Persiapan Bahan dan Alat :  Standar infuse  Perangkat infuse  Cairan sesuai dengan kebutuhan pasien.  Jarum infus/ abocath atau sejenisnya sesuai dengan ukuran  Pengalas  Tourniquet/pembendung  Kapas alkohol 70%  Plester  Gunting  Kasa steril  Betadine  Sarung tangan

Prosedur Kerja :  Cuci tangan  Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilaksanakan.  Hubungakan cairan dan perangkat infuse dengan menusukkan ke dalam botol infuse (cairan).  Isi cairan ke dalam perangkat infuse dengan menekan bagian ruang tetesan hingga ruangan tetesan terisi sebagian, kemudian buka penutup hingga selang terisi dan keluar udaranya.  Letakkan pengalas  Lakukan pembendungan dengan tourniquet.  Gunakan sarung tangan  Desinfeksi daerah yang akan ditusuk.  Lakukan penusukan dengan arah jarum ke atas.  Cek apakah sudah mengenai vena dengan ciri darah keluar melalui jarum infus/abocath.  Tarik jarum infus dan hubungkan dengan selang infus.  Buka tetesan.  Lakukan desinfeksi dengan betadineŒ dan tutup dengan kasa steril.  Beri tanggal dan jam pelaksanaan infuse pada plester.  Catat respons yang terjadi.

Cuci

tangan

Cara menghitung tetesan infus : 1) Dewasa : (makro dengan 20 tetes/ml) Tetesan /menit = Jumlah cairan yang masuk Lamanya infuse (jam) x 3 Atau tetesan/menit = ∑ Keb.cairan x faktor tetesan Lama infuse (jam) x 60 menit Keterangan : Faktor tetsan infus bermacam-macam, hal ini dapat dilihat pada label infus (10 tetes / menit, 15 tetes / menit dan 20 tetes /menit) 2) Anak : Tetesan per menit (mikro) = Jumlah cairan yang masuk Lamanya infus (jam)

b) Transfusi Darah Transfusi darah merupakan tindakan memasukkan darah melalui vena dengan menggunakan seperangkat alat transfusi pada pasien yang membutuhkan darah. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan darah dan memperbaiki perfusi jaringan.

Persiapan Alat dan Bahan : 1) Standar infus 2) Perangkat transfusi 3) NaCl 0,9% 4) Darah sesuai dengan kebutuhan pasien 5) Jarum infus/abocath atau sejenisnya sesuai dengan ukuran 6) Pengalas 7) Tourniquet/pembendung 8) Kapas alcohol 70% 9) Plester 10)Gunting 11)Kasa steril 12)BetadineΠ13)Sarung tangan

Prosedur Kerja : o Cuci tangan

o Jelaskan pada pasien mengenai proosedur yang akan dilakukan. o Hubungkan cairan NaCl 0,9% dan seperangkat transfuse dengan menusukkannya. o Isi cairan NaCl 0,9% ke dalam perangkat transfusi dengan menekan bagian ruang tetesan hingga ruangan tetesan terisi sebagian. Kemudian buka penutup, hingga selang terisi dan udaranya keluar. o Letakkan pengalas. o Lakukan pembendungan dengan tourniquet. o Gunakan sarung tangan o Desinfeksi daerah yang akan disuntik o Lakukan penusukan dengan arah jarum ke atas. o Cek apakah sudah mengenai vena dengan ciri darah keluar melalui jarum infus/abocath. o Tarik jarum infus dan hubungkan dengan selang tranfusi. o Buka tetesan. o Lakukan desinfeksi dengan betadineŒ dan tutup dengan kasa steril. o Beri tanggal dan jam pelaksanaan infuse pada plester. o Setelah NaCl 0,9% masuk sekitar ± 15 menit, ganti dengan darah yang sudah disiapkan. o Darah sebelum dimasukkan, terlebih dahulu cek warna darah, identitas pasien, jenis golongan darah dan tanggal kadaluwarsa. o Lakukan observasi tanda-tanda vital selama pemakaian transfusi. o Catat respons yang terjadi. o Cuci tangan

INTAKE DAN OUT PUT 1. Intake Cairan Selama aktivitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-kira 1500 ml per hari, sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan, dan oksidasi selama proses metabolisme. Tabel 2.1 kebutuhan intake cairan berdasarkan umur dan berat badan No. Umur BB (kg) Kebutuhan Cairan (ml)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

3 hari 1 tahun 2 tahun 6 tahun 10 tahun 14 tahun 18 tahun

3 9,5 11,8 20 28,7 45 54

250 – 300 1150 – 1300 1350 – 1500 1800 – 2000 2000 – 2500 2200 – 2700 2200 – 2700

Pengaturan utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. Pusat haus dikendalikan berada di otak sedangkan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraseluler, sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan darah, perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah. Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walaupun kadang terjadi secara sendiri. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh gastrointestinal.

2.

Output Cairan Kehilangan cairan tubuh melalui empat rute (proses) yaitu :

a. Urine Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekskresi melalui traktus urinarius merupakan proses output cairantubuh yang utama. Dalam kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam, atau sekitar 30-50 ml per jam pada orang dewasa. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya, bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh. b. IWL (Insesible Water Loss) IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. Melalui kulit dengan mekanisme diffusi. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar 300-400 ml per hari, tetapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat.

c. Keringat Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas, respon ini berasal dari anterior hypotalamus, sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit. d. Feses Pengeluaran air melalui feses berkisar antara 100-200 ml per hari, yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). Hal hal yang perlu di perhatikan: Rata-rata cairan per hari 1. Air minum : 1500-2500 ml 2. Air dari makanan :750 ml 3. Air dari hasil oksidasi atau metabolisme :200 ml Rata- rata haluaran cairan per hari 1) Urin : 1400 -1500 ml 2) Iwl a) Paru : 350 -400 ml b) Kulit : 350 400 ml 3) Keringat : 100 ml 4) Feses : 100 -200 ml IWL 1. Dewasa : 15 cc/kg BB/hari. 2. Anak : (30-usia{tahun}cc/kgBB/hari

3. Mengukur Intake Dan Output a. Definisi

Merupakan suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh (intake) dan mengukur jumlah cairan yang keluar dari tubuh (out put).

b.

Tujuan

Menentukan status keseimbangan cairan tubuh klien. Menentukan tingkat dehidrasi klien. c. Prosedur

 Menentukan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh klien, terdiri dari air minum, air dalam makanan, air hasil oksidasi (metabolisme), cairan intra vena.  Menentukan jumlah cairan yang keluar dari tubuh klien, terdiri dari urine, keringat, feses, muntah, insensible water loss (IWL).  Menentukan keseimbangan cairan tubuh klien dengan rumus : INTAKE = OUTPUT.  Mendokumentasikan

4.

Perhitungan Intake & Output Total TBW = 60% / BB (45%-75% / BB) Cairan Tubuh dibagi :

 

Cairan Intraselular Cairan Ekstraseluler

= 2/3 TBW (40%). = = 5% = 15% = 1-3 %

a) Cairan Intravasculer (plasma) b) Cairan Interstitial c) Cairan Transceluler Perbandingan CIS dengan CES  Dewasa = 2:1  Anak-Anak = 3:2  Bayi = 1:1 Jumlah Cairan Tubuh : 1. Dewasa = 45%-75% / BB Pria Wanita = 60 % = 55%

2. Anak & Bayi

= 75%

Konsentrasi cairan elektrolit dihitung dengan Rumus : M.Eq/L = Mg % x 10 x 1

Diposkan oleh Muhammad Akbar di 14.00 Reaksi:

Tidak ada komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Ping Me.. Daily Calendar Total Tayangan Laman
415832

Pengikut
Apple Google Microsoft Icahn turns up the heat on Apple stock buyback

Fortune (blog) Carl Icahn tweeted again on Thursday about pushing Apple to increase its stock buyback, and he claims CEO Tim Cook is on board with the idea. The activist investor said the pair plans to have dinner in September, and that Cook "believes in buyback and ... Related Articles » Apple Acquires Another Mapping Company, Embark,That Tracks Mass Transit Forbes Apple has purchased a small mapping company that offers mass transit information, another in a long line of mapping-related acquisitions aimed at improving the Maps app it released for the iPhone last year to universal disdain. The company has ... Related Articles » Apple's Falling China Share Vexes IPhone Case Makers Bloomberg ... Bloomberg News - 2013-08-22T22:00:00Z. Apple Inc. (AAPL)'s falling market share in China is prompting thousands of local accessory makers to give more attention to products that fit mobile phones and tablet computers made by Samsung Electronics Co. Related Articles » Pandora's Not Worried About Apple Or Anything, But It Should Be Forbes Pandora's latest numbers were the proverbial mixed big, yet somehow outgoing CEO Joe Kennedy sees the company as “firing on all cylinders.” With competitors like Spotify continuing to grow, and with Apple Apple's iTunes Radio entering the market next ... Related Articles » powered by

Dictionary (FREE) ARTIKEL

▼ 2012 (24) o ► 03/04 - 03/11 (1)

o o o o

► ► ► ▼

o o  

02/19 - 02/26 (2) 02/12 - 02/19 (1) 02/05 - 02/12 (9) 01/29 - 02/05 (7)  KEBUTUHAN OKSIGENASI MANUSIA  KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH MANUSIA  PERKEMBANGAN ORGAN BAYI  PRINSIP PEMBERIAN OBAT  PEMERIKSAAN FISIK ANAK  BIOLOGI SEL  LEPTOSPIROSIS ► 01/15 - 01/22 (1) ► 01/01 - 01/08 (3)

► 2010 (1) ► 2008 (64)

It' Real Me

Muhammad Akbar BIMA, NUSA TENGGARA BARAT, Indonesia www.facebook.com/ababar82 Lihat profil lengkapku

Selayang Pandang

My Familly

Entri Populer Share It Terima Kasih
Mohon MA'AF Bila Terdapat Kesalahan Dalam Blog ini. Niat Hati Hanya Ingin Membagi Informasi. Silahkan Kunjungi Blog Kami Lagi

KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH MANUSIA PRINSIP PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT 1. Kebutuhan Cairan Tubuh a. Kebutuhan Cairan Tubuh Manusia Kebutu...

Baris Video

powered by Template Awesome Inc.. Gambar template oleh molotovcoketail. Diberdayakan oleh Blogger.

Belajar itu Asyiiiikk

Rabu, 01 Februari 2012
JENIS-JENIS HORMON
Hormon (dari bahasa Yunani, ὁρμή "dorongan") adalah zat kimia yang dilepaskan oleh sel atau kelenjar di salah satu bagian tubuh yang mengirimkan pesan yang mempengaruhi sel-sel di bagian lain dari organisme. Hanya sejumlah kecil hormon diperlukan untuk mengubah metabolisme sel. Pada intinya, itu adalah utusan kimia yang mengangkut sinyal dari satu sel ke sel lainnya. Semua organisme multiselular memproduksi hormon. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang

mengatur homeostasis, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku.Sistem hormon (sistem endoklin=sistem kelenjar buntu) yaitu sistem yang terdiri atas kelenjar-kelenjar yang melepaskan sekresinya ke dalam darah. Hormon berperan dalam pengaturan metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, mempertahankan homeostasis, reaksi terhadap stress, dan tingkah laku. Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam hormon yang memiliki fungsi masing-masing. Semua hormon harus dalam porsi seimbang agar tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Secara umum, hormon di dalam tubuh berfungsi dalam mengkoordinasi kan prosesprosesfisiologis dalam tubuh kita.Setidaknya ada 3 fungsi utama dari sistem hormon, yaitu: 1. Mempertahankan keseimbangan tubuh 2. Merespons stress pada tubuh secara tepat 3. Mengatur pertumbuhan dan perkembangan tubuh Ada banyak jenis hormon yang disekresi kan oleh kelenjar endokrin, dengan beragam fungsi serta peranan masing-masing. Berbagai macam hormon pada manusia beserta fungsinya antara lain sebagai berikut:

1. Kortikotropin Hipotalamus-Releasing Hormone (CRH) Kortikotropin adalah hormon stimulator hormon dari golongan kortikosteroid, dengan panjang 39 AA dan waktu paruh sekitar 10 menit. Hormon ini merangsang kelenjar hipofisis dan mengeluarkan hormon adrenokortikotropik (ACTH). ACTH disintesis dari irisan pre-pro-opiomelanokortin, sebuah polipeptida yang terdiri dari 267 asam amino. Fragmen irisan yang terjadi antara lain ACTH, ACTH, β-lipotropin, γlipotropin, MSH, β-endorfin dan peptida opioid. POMC, ACTH dan β-lipotropin disekresi oleh kortikotrop yang terletak pada adenohipofisis dari kelenjar hipofisis setelah distimulasi oleh CRH yang disekresi oleh hipotalamus.

Peran utama ACTH adalah menstimulasi sintesis dan sekresi glukokoetikoid dan androgen pada korteks adrenal melalui pencerap ganda protein-G yang bergantung pada mekanisme cAMP. Sebelum berlangsungnya sintesis steroid, ACTH akan meningkatkan konsentrasi kolesterol esterase dan mendifusi kolesterol melalui membran mitokondria dan meningkatkan sintesis pregnenolon.

2. Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) Gonadotropin-releasing hormone (GnRH), berfungsi untuk merangsang kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon luteinizing (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). GnRH disintesis dan dilepaskan dari neuron dalam hipotalamus. GnRH dianggap neurohormon, suatu hormon yang diproduksi di tertentu sel saraf dan dirilis di perusahaan terminal saraf. Sebuah wilayah kunci untuk produksi GnRH adalah daerah preoptik dari hipotalamus, yang berisi sebagian besar mensekresi GnRH-neuron. Neuron GnRH berasal hidung dan bermigrasi ke otak, di mana mereka tersebar di seluruh septum medial dan hipotalamus dan dihubungkan dengan sangat panjang >1-milimeter-panjang dendrit. Bundel ini bersama-sama sehingga mereka menerima bersama sinaptik input, proses yang memungkinkan mereka untuk menyinkronkan pelepasan GnRH mereka. GnRH disekresi dalam hypophysial aliran darah portal yang di eminensia median. Para darah portal membawa GnRH ke kelenjar pituitari, yang berisi gonadotropin sel, di mana GnRH mengaktifkan sendiri reseptor , reseptor gonadotropin-releasing hormone (GnRHR), tujuh-

transmembran G-protein-coupled yang merangsang reseptor beta isoform phosphoinositide fosfolipase C, yang melanjutkan dengan memobilisasi kalsium dan protein kinase C. Hal ini menyebabkan aktivasi protein yang terlibat dalam sintesis dan sekresi gonadotropin LH dan FSH. GnRH terdegradasi oleh proteolisis dalam beberapa menit. Ada perbedaan dalam sekresi GnRH antara wanita dan pria. Pada laki-laki, GnRH disekresi dalam pulsa pada frekuensi konstan. Akan tetapi, pada wanita, frekuensi pulsa bervariasi selama siklus menstruasi, dan ada gelombang besar GnRH sesaat sebelum ovulasi.

Aktivitas GnRH sangat rendah selama masa kanak-kanak, dan diaktifkan pada pubertas. Selama tahun-tahun reproduksi, kegiatan pulsa sangat penting untuk fungsi reproduksi sukses sebagai dikendalikan oleh loop umpan balik. Namun, setelah kehamilan didirikan, aktivitas GnRH tidak diperlukan. Kegiatan berdenyut dapat terganggu oleh hipotalamus-hipofisis penyakit, baik disfungsi (yaitu, penekanan hipotalamus) atau lesi organik (trauma, tumor). Peningkatan prolaktin tingkat menurunkan aktivitas GnRH. Sebaliknya, hiperinsulinemia meningkatkan aktivitas pulsa mengarah ke LH teratur dan aktivitas FSH, seperti yang terlihat dalam sindrom ovarium polikistik (PCOS). Pembentukan GnRH kongenital tidak ada dalam sindrom Kallmann. Neuron GnRH diatur oleh banyak neuron aferen yang berbeda, menggunakan pemancar yang berbeda (termasuk norepinefrin, GABA, glutamat). Sebagai contoh, dopamin muncul untuk

merangsang pelepasan LH (melalui GnRH) estrogen-progesteron-prima betina; dopamin dapat menghambat pelepasan LH pada wanita diovariektomi. Kisspeptin tampaknya menjadi regulator penting dari pelepasan GnRH. Pelepasan GnRH dapat juga diatur oleh estrogen. Telah dilaporkan bahwa ada kisspeptin menghasilkan neuron yang juga mengekspresikanreseptor estrogen alpha. GnRH ditemukan di organ luar hipotalamus dan pituitari, dan perannya dalam proses kehidupan lainnya adalah kurang dipahami. Sebagai contoh, ada kemungkinan menjadi peran GnRH1 dalam plasenta dan dalam gonad . Reseptor GnRH dan GnRH juga ditemukan dalam kanker ovarium, payudara, prostat, dan endometrium.

3. Thyrotropin-Releasing Hormone (TRH) Thyrotropin-releasing hormone (TRH) berfungsi untuk merangsang pituitary untuk rilis thyroid-stimulating hormone (TSH). Thyrotropin-releasing hormone (TRH), juga disebut

thyrotropin-releasing factor (TRF), thyroliberin atau protirelin, adalah tropik tripeptide hormon yang merangsang pelepasan thyroid-stimulating hormone dan prolaktin oleh hipofisis anerior. TRH telah digunakan secara klinis untuk pengobatan degenerasi spinocerebellar dan gangguan kesadaran pada manusia.

TRH diproduksi oleh hipotalamus dalam neuron medial nukleus paraventrikular. Pada awalnya, itu adalah disintesis sebagai prekursor asam amino polipeptida-242 yang berisi 6 salinan urutan-Glu-Nya Pro-Gly-, diapit dengan di-dasar peptida yang kemudian diproses melalui proteolisis untuk memberikan molekul TRH matang. Ia berjalan melintasi median eminensia ke kelenjar hipofisis anterior melalui sistem portal hypophyseal mana merangsang pelepasan thyroid-stimulating hormone dari sel yang

disebutthyrotropes dan kelebihan kadar menghambat dopamin, yang merangsang pelepasanprolaktin, yang pada gilirannya menurunkan GnRH. TRH juga dapat dideteksi di daerah lain dari tubuh termasuk sistem pencernaan dan pulau pankreas, serta otak.

4. Pertumbuhan Hormon-Releasing Hormone (PHRH) Pertumbuhan hormon-releasing hormone berfungsi untuk merangsang pelepasan hormon pertumbuhan (GH) dari (peningkatan GHRH) hipofisis. Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon peptida berbasis protein. Ini merangsang pertumbuhan, reproduksi sel dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya. Hormon pertumbuhan adalah asam 191-amino rantai polipeptida tunggal yang disintesis, disimpan, dan disekresi oleh sel-sel somatotroph dalam sayap lateral kelenjar hipofisis anterior. Somatotropin mengacu pada hormon pertumbuhan 1 diproduksi secara alami dalam hewan, sedangkan somatropin merujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh teknologi DNA rekombinan, dan disingkat "HGH" pada manusia. Hormon pertumbuhan digunakan dalam obat untuk mengobati gangguan pertumbuhan anak dan defisiensi hormon pertumbuhan dewasa. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi pengganti hormon pertumbuhan telah menjadi populer dalam pertempuran melawan penuaan dan obesitas. Efek dilaporkan pada pasien yang kekurangan GH (tapi tidak pada orang sehat) termasuk lemak tubuh menurun, massa otot meningkat, kepadatan tulang meningkat, tingkat energi meningkat, warna kulit dan tekstur ditingkatkan, meningkatkan fungsi seksual, dan fungsi sistem kekebalan tubuh

membaik. Pada saat ini, hGH masih dianggap hormon yang sangat kompleks, dan banyak fungsinya masih belum diketahui. Dalam perannya sebagai agen anabolik, HGH telah digunakan oleh pesaing dalam olahraga sejak 1970-an, dan telah dilarang oleh IOC dan NCAA. Analisis urin tradisional tidak bisa mendeteksi doping dengan HGH, sehingga larangan itu tidak dapat diterapkan sampai awal 2000-an ketika darah tes yang dapat membedakan antara hGH alami dan buatan yang mulai dikembangkan. Tes darah yang dilakukan oleh WADA di Olimpiade 2004 di Athena terutama ditargetkan HGH. sementara baru-baru ini sebuah varian tambahan ~ 23-24 kDa juga telah dilaporkan di negara-negara pasca-latihan pada proporsi yang lebih tinggi. Varian ini belum teridentifikasi, tetapi telah disarankan untuk bertepatan dengan varian kDa 22 dari 23 kDa glycosilated diidentifikasi dalam kelenjar hipofisis. Selain itu, varian ini beredar sebagian terikat dengan protein (pertumbuhan hormon-binding protein, GHBP), yang merupakan bagian dipotong dari reseptor hormon pertumbuhan, dan subunit asamlabil (ALS).

5. Hormon Somatostatin Hormon somatostatin berfungsi untuk menghambat pelepasan GH dari hipofisis.

Somatostatin adalah hormon peptida yang mengendalikan sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan perkembangan sel tubuh. GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino. GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel delta pankreas, dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus dan kelenjar. GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses sekresi GH. Hormon lain dengan sekresi terhambat oleh karena GHIH antara lain: a. Enteroglukagon b. Gastrin c. Glukagon

d. Insulin, hanya pada saat sel delta pada pankreas mensekresi GHIH e. Kolesistokinin (CCK) f. Motilin g. Vasoactive intestinal peptide (VIP) h. Hormon dari kelompok sekretin, termasuk GIP i. TSH

6. Hormon Dopamin Hormon dopamin berfungsi untuk menghambat pelepasan prolaktin dari hipofisis. Dopamin merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Dopamin yang berlebihan dapat menyebabkan skizofrenia dan bila kekurangan dapat menyebabkan penyakit parkinson. Dopamin diproduksi di beberapa daerah otak, termasuk substantia nigra dan daerah tegmental ventral. Dopamin juga neurohormon dikeluarkan oleh hipotalamus. Fungsi utamanya sebagai

hormon adalah untuk menghambat pelepasan prolaktin dari lobus anterior hipofisis. Dopamin tersedia sebagai intravena obat yang bekerja pada simpatik sistem saraf , menghasilkan efek seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Namun, karena dopamin tidak bisa melintasi penghalang darah-otak, dopamin diberikan sebagai obat tidak secara langsung mempengaruhi sistem saraf pusat. Untuk meningkatkan jumlah dopamin dalam otak pasien dengan penyakit seperti penyakit Parkinson dan dopa-responsif distonia ,L-dopa (pendahulu dari dopamin) sering diberikan karena melintasi penghalang darah-otak yang relatif mudah. Rasa bahagia dan nyaman dipengaruhi oleh aktivitas hormon serotinin dan dopamin. Kedua hormon ini berada di otak dan berproduksi secara alami. Dopamin, misalnya, jumlahnya meningkat seiring seseorang tidur nyenyak, berolahraga, atau pun sedang melakukan seks. Maka, tidak heran jika seseorang melakukan kegiatan tersebut seringkali mendapatkan rasa tenang dan nyaman.

Produksi

serotinin

maupun

dopamin

bisa

didongkrak

pula

dengan

mengonsumsi makanan tertentu. Dan, terapi kebahagiaan dengan makanan bisa dilakukan dengan mudah. Untuk meningkatkan hormon dopamin, Anda bisa mengonsumsi seafood (terutama ikan laut) atau kenari dalam menu makan. Atau, bisa juga mengonsumsi coklat yang mengandung phenylethylamine. Zat ini merangsang pembentukan dopamin. Sedangkan, untuk menghasilkan hormon serotinin, Anda memerlukan asupan triptofan minimal 250 miligram. Seperti dikutip Deutsche Welle, bersama enzim sel syaraf, triptofan akan menghasilkan serotinin yang membuat diri Anda bahagia. Makanan yang bisa Anda konsumsi seperti coklat, sereal dengan yoghurt, atau seafood. Pisang juga sangat baik untuk peningkatan serotinin. Karena, buah ini mempunyai kadar triptofan yang tinggi. Selain bermanfaat dalam produksi serotinin, triptofan juga meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan dan menekan nafsu makan. Cocok juga buat Anda yang lagi diet.

7. ACTH ACTH berfungsi untuk merangsang ACTH) pelepasan berfungsi hormon dari korteks adrenal. dan

Andrenocorticotrophic

(corticotropia,

memelihara

pertumbuhan

perkembangan normal korteks adrenal dan merangsang untuk mengsekresikan kortisol dan glucocorticoid yang lain. Hormon ACTH dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior. Peran utama ACTH adalah menstimulasi sintesis dan sekresi glukokortikoid dan androgen pada korteks adrenal melalui pencerap ganda protein-G yang bergantung pada mekanisme cAMP. Sebelum berlangsungnya sintesis steroid, ACTH akan meningkatkan konsentrasi kolesterol esterase dan mendifusikan kolesterol melalui membran mitokondria dan meningkatkan sintesis pregnen. Tahapan dari mekanisme kerja ACTH adalah: 1. ACTH adalah produk dari proses pasca translasi prekursor polipeptida Pro-Opiomelanokortin, Organ target ACTH adalah korteks adrenal tempat kortikotropin terikat.

2. Setelah di korteks adrenal, ACTH akan memacu perubahan Kolesterol menjadi pregnolon. 3. Kemudian dari pregnolon dihasilkanlah adrenokortikosteroid dan androgen adrenal. 4. Dimana fungsi kortisol adalah kerja antiinflamasi, meningkatkan glukoneogenesis, meningkatkan penghancuran protein, Mobilitas lemak, Mobilitas protein, Stabilisasi lisosom. Adrenocorticotropic hormon (ACTH atau corticotropin) adalah polypeptide tropika dan secreted hormon yang dihasilkan oleh kelenjar di bawah otak depan. Itu adalah komponen penting dari hypothalamic-kelenjar di bawah otak-adrenal axis dan sering dihasilkan dalam respon terhadap stres biologis (corticotropin bersama-releasing hormon dari hypothalamus). ACTH adalah synthesized dari pra-pro-opiomelanocortin (pra-POMC). Penghapusan dari sinyal peptide selama terjemahan yang memproduksi 267 asam amino polypeptide POMC, yang undergoes sejumlah pos-translational modifikasi seperti phosphorylation dan glycosylation sebelum itu proteolytically melekang oleh endopeptidases untuk menghasilkan berbagai polypeptide fragmen dengan berbagai aktivitas fisiologis. Ini termasuk fragmen ACTH, β-lipotropin, γ-lipotropin, Melanocyte merangsang Hormone (MSH) dan β-endorphin. POMC, ACTH dan β-lipotropin adalah secreted dari corticotropes di depan cuping (atau adenohypophysis) dari kelenjar di bawah otak sebagai jawaban terhadap hormon corticotropin-releasing hormon (CRH) yang dirilis oleh hypothalamus. ACTH juga diproduksi oleh sel dari sistem kekebalan (sel T, B dan sel-sel macrophages) dalam respon terhadap stimuli yang pergi bersama-sama dengan stres (termasuk CRH). Untuk mengatur pengeluaran dari ACTH, banyak zat secreted dalam pameran ini poros lambat/intermediate-umpan balik yang cepat dan lingkaran kegiatan. Glucocorticoids secreted dari adrenal bozonty bekerja untuk mencegah keluarnya CRH oleh hypothalamus, yang pada akhirnya akan berkurang anterior ACTH dari kelenjar di bawah otak keluarnya. Glucocorticoids Mei juga yang menghalangi tingkat POMC gene transcription dan sintesis peptide.

8. Luteinizing Hormone (LH)

Luteinizing hormone (LH) pada wanita berfungsi uintuk merangsang produksi hormon seks (yaitu, estrogen) dalam ovarium serta selama ovulasi. Sedangkan pada pria berfungsi untuk merangsang produksi testosteron di testis. Pada wanita, pada saat menstruasi, FSH inisiat pertumbuhan folikel, khususnya yang mempengaruhisel-sel granulosa. Dengan kenaikan estrogen, reseptor LH juga diekspresikan pada folikel matang yang menghasilkan peningkatan jumlah estradiol. Akhirnya pada saat pematangan folikel, kenaikan estrogen memimpin melalui antarmuka hipotalamus untuk efek "positif umpan balik", suatu pelepasan LH selama 24 - untuk periode 48-jam. Ini 'lonjakan LH' pemicu ovulasi , sehingga tidak hanya melepaskan telur tetapi juga memulai konversi dari sisa folikel menjadi korpus luteum , yang pada gilirannya, menghasilkan progesteron untuk mempersiapkan endometrium untuk kemungkinan implantasi. LH diperlukan untuk mempertahankan fungsi luteal selama dua minggu pertama. Dalam kasus kehamilan , fungsi luteal akan lebih dipelihara oleh aksi hCG (hormon yang sangat mirip dengan LH) dari kehamilan yang baru didirikan. LH mendukung sel teka di ovarium yang memberikan androgen dan prekursor hormon untuk produksi estradiol. Pada pria, LH bertindak atas sel-sel Leydig dari testis dan bertanggung jawab untuk produksi testosteron, sebuah androgen yang diberikannya baik aktivitas endokrin dan aktivitas intratesticular pada spermatogenesis. Pelepasan LH pada kelenjar hipofisis dikendalikan oleh pulsa gonadotropin-releasing

hormone (GnRH) dari hipotalamus . Mereka pulsa, pada gilirannya, tunduk pada umpan balik estrogen dari gonad. LH biasanya rendah selama masa kanak-kanak dan, pada wanita, tinggi setelah menopause. Seperti LH disekresi sebagai pulsa, perlu untuk mengikuti konsentrasi selama periode waktu yang cukup untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang tingkat darah. Selama tahun-tahun reproduksi, tingkat khas adalah antara 1-20 IU L. Fisiologis yang tinggi kadar LH yang terlihat selama lonjakan LH (vs), biasanya mereka terakhir 48 jam. Deteksi dari lonjakan hormon yang akan datang luteinising menunjukkan ovulasi . LH dapat dideteksi oleh kemih kit prediksi ovulasi (OPK, juga LH-kit) yang dilakukan, biasanya setiap hari, sekitar ovulasi waktu dapat diharapkan. Konversi dari negatif ke positif pembacaan akan menunjukkan bahwa ovulasi adalah

sekitar terjadi dalam waktu 24-48 jam, dua hari memberikan perempuan untuk terlibat dalam hubungan seksual atau inseminasi buatan dengan niat ibu hamil. Selama tahun-tahun reproduksi, LH yang relatif tinggi sering terlihat pada pasien dengan sindrom ovarium polikistik , namun, akan sangat luar biasa bagi mereka untuk memiliki tingkat LH di luar jangkauan reproduksi normal. Pada wanita, LH membantu mengatur siklus menstruasi dan produksi telur (ovulasi). Tingkat dari LH dalam tubuh wanita bervariasi dengan fase siklus menstruasi. Ini meningkat pesat sesaat sebelum ovulasi terjadi, sekitar pertengahan siklus (hari ke-14 dari siklus 28-hari). Hal ini disebut lonjakan LH. hormon Luteinizing dan follicle-stimulating hormone tingkat naik dan turun bersamasama selama siklus menstruasi bulanan. Pada pria, LH merangsang produksi testosteron , yang berperan dalam produksi sperma.

9. Follicle Stimulating Hormone (FSH) Follicle stimulating hormone pada wanita berfungsi untuk merangsang perkembangan folikel. Sedadngkan pada pria, merangsang produksi sperma. Gonadotropin, yang terdiri dari Follicle stimulating hormone (FSH) dan Luteinizing hormone (LH). Somatotropic hormone (Ghowth hormone, GH) yaitu hormone yang menyebabkan pertumbuhan dari semua jaringan tubuh yang dapat tumbuh. Hormon perangsang folikel adalah hormon yang dikeluarkan oleh gonadotrop. FSH berfungsi untuk memacu pertumbuhan sel telur dalam ovarium. Pada pria, FSH mengatur dan memelihara proses pembentukan sperma. Jumlah FSH sedikit ketika kecil dan tinggi setelah menopause.nFSH merupakan sebuah tes hormon follicle-stimulating mengukur jumlah follicle-

stimulating hormone (FSH) dalam darah sampel. FSH dihasilkan olehkelenjar hipofisis. Pada wanita, FSH membantu mengontrol siklus menstruasi dan produksi telur

oleh ovarium . Jumlah FSH bervariasi sepanjang siklus menstruasi wanita dan tertinggi sebelum dia melepaskan telur (ovulasi). Sedangkan pada pria, FSH membantu mengontrol produksi sperma. Jumlah FSH pada pria biasanya tetap konstan.

Jumlah hormon FSH dan lainnya ( hormon luteinizing , estrogen , dan progesteron ) yang diukur di kedua seorang pria dan seorang wanita untuk menentukan mengapa pasangan tidak dapat menjadi hamil ( infertilitas ). Tingkat FSH dapat membantu menentukan apakah pria atau wanita seks organ ( testis atau ovarium) berfungsi dengan benar. FSH merangsang pertumbuhan dan perekrutan belum dewasa folikel ovarium di ovarium. Pada awal (kecil) folikel antral, FSH adalah faktor utama yang menyelamatkan kelangsungan hidup folikel antral kecil (2-5 mm diameter untuk manusia) dari apoptosis (kematian sel terprogram somatik dari folikel dan oosit).Dalam periode transisi fase luteal-folikel tingkat serum progesteron dan estrogen (terutama estradiol) menurun dan tidak lagi menekan pelepasan FSH, akibatnya FSH puncak sekitar tiga hari (hari pertama adalah hari pertama menstruasi). Kohort folikel antral kecil biasanya cukup dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan Inhibin B untuk menurunkan kadar FSH serum. Selain itu, ada bukti bahwa lonjakan gonadotropin-faktor pelemahan dihasilkan oleh folikel kecil selama paruh pertama fase folikel juga memberikan sebuah umpan balik negatif pada hormon luteinizing berdenyut (LH) amplitudo sekresi, sehingga memungkinkan lingkungan yang lebih menguntungkan untuk pertumbuhan folikel dan mencegah luteinisasi prematur. Sebagai seorang wanita mendekati perimenopause, jumlah folikel antral kecil direkrut di setiap siklus berkurang dan akibatnya cukup Inhibin B adalah sepenuhnya diproduksi untuk FSH lebih rendah dan tingkat serum FSH mulai meningkat. Akhirnya tingkat FSH menjadi begitu tinggi sehingga turun regulasi reseptor FSH terjadi dan dengan menopause setiap folikel sekunder kecil yang tersisa tidak lagi memiliki reseptor FSH. Ketika folikel matang dan mencapai 8-10 mm diameter itu mulai mengeluarkan sejumlah besar estradiol. Biasanya pada manusia hanya satu folikel menjadi dominan dan bertahan untuk tumbuh ke 18-30 mm dalam ukuran dan ovulasi, folikel yang tersisa dalam kohort mengalami atresia. Peningkatan tajam dalam produksi estradiol oleh folikel dominan (mungkin bersama dengan penurunan gelombang gonadotropin-faktor pelemahan) menyebabkan efek positif pada hipotalamus dan hipofisis dan denyut GnRH yang cepat terjadi dan hasil lonjakan LH. Peningkatan dalam serum estradiol tingkat menyebabkan penurunan produksi FSH oleh produksi GnRH menghambat di hipotalamus. Penurunan tingkat FSH serum menyebabkan folikel kecil dalam

kelompok saat ini untuk mengalami atresia karena mereka kurang memiliki sensitifitas yang cukup untuk FSH untuk bertahan hidup. Kadang-kadang dua folikel mencapai tahap 10 mm pada waktu yang sama secara kebetulan dan sebagai keduanya sama-sama sensitif terhadap FSH baik bertahan hidup dan tumbuh di lingkungan FSH rendah dan dengan demikian dua ovulasi dapat terjadi dalam satu siklus mungkin mengarah kepada non identik (dizigotik) kembar.

10.Thyroid Stimulating Hormone (TSH) Thyroid Stimulating Hormone (TSH) berfungsi untuk merangsang pelepasan hormon tiroid.vHormone tirotropin (Tiroid stimulating hormone, TSH) berfungsi memelihara pertumbuhan dan perkembangan kelenjar targetnya (tiroid kelenjar gondok) dan merangsang tiroid untuk mensekresikan hormone tiroksin. SH menstimulasi kelenjar tiroid untuk mengeluarkan hormon tiroksin

(T 4) dantriiodotironin (T 3). TSH produksi dikendalikan oleh Thyrotropin-releasing hormone (TRH), yang diproduksi di hipotalamusdan diangkut ke kelenjar hipofisis anteriormelalui sistem portal hipotalamus-hypophyseal , di mana ia meningkatkan produksi dan pelepasan TSH. somatostatin juga diproduksi oleh hipotalamus, dan memiliki efek berlawanan pada produksi TSH hipofisis, mengurangi atau menghambat rilis. Tingkat hormon tiroid (T 3 dan T 4) dalam darah memiliki efek pada pelepasan dari TSH hipofisis, ketika tingkat T 3 dan T 4 yang rendah, produksi TSH meningkat, dan pada kebalikannya, ketika tingkat dari T 3 dan T 4 yang tinggi, produksi TSH menurun. Efek ini menciptakan regulasi negatif umpan balik. TSH glikoprotein dan terdiri dari dua subunit, alpha dan subunit beta.

Para α (alfa) subunit (yaitu, chorionic gonadotropin alpha ) hampir identik dengan human chorionic gonadotropin (HCG), luteinizing hormon (LH), follicle-stimulating hormone (FSH). Subunit α

dianggap wilayah efektor yang bertanggung jawab untuk stimulasi adenilat siklase (melibatkan generasi cAMP). Rantai α memiliki urutan asam amino 92-. Para β (beta) subunit ( TSHB ) adalah

unik untuk TSH, dan karena itu menentukan spesifisitas reseptor. Rantai β memiliki urutan asam amino 118-. Sebuah thyroid-stimulating hormone (TSH) darah tes digunakan untuk memeriksa kelenjar

tiroid masalah. TSH dihasilkan ketika hipotalamusmelepaskan zat yang disebut Thyrotropin-releasing hormone (TRH).TRH kemudian memicu kelenjar pituitari untuk melepaskan TSH. Lihat gambar dari kelenjar tiroid dan kelenjar pituitari. TSH menyebabkan tiroid membuat dua kelenjar hormon: triiodothyronine Anda metabolisme. Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4) yang diperlukan untuk pertumbuhan normal dari otak , terutama selama 3 tahun pertama kehidupan. Anak yang lebih tua juga perlu hormon tiroid untuk tumbuh dan berkembang secara normal. Tes ini dapat dilakukan pada waktu yang sama sebagai tes untuk mengukur T3 dan T4. (T3) danthyroxine (T4). T3 dan T4 membantu mengontrol tubuh

11. Growth Hormone (GH) Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon peptida yang merangsang pertumbuhan, sel reproduksi dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya. Hormon pertumbuhan adalah asam 191amino rantai tunggal polipeptida yang disintesis, disimpan, dan dikeluarkan oleh somatotroph sel dalam sayap lateral hipofisis anterior kelenjar. Somatotropin (STH) mengacu pada hormon

pertumbuhan 1 diproduksi secara alami pada hewan, sedangkan somatropinmerujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh teknologi DNA rekombinan, dan disingkat "HGH" pada manusia. Hormon pertumbuhan digunakan sebagai obat resep dalam pengobatan untuk mengobati gangguan pertumbuhan anak dan defisiensi hormon pertumbuhan dewasa. Di Amerika Serikat, hanya tersedia secara legal dari apotek, dengan resep dari dokter. Dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, beberapa dokter sudah mulai meresepkan hormon pertumbuhan dalam kekurangan GH-pasien yang lebih tua (tapi tidak pada orang sehat) untuk meningkatkan vitalitas. Sementara hukum, efektivitas dan keamanan ini digunakan untuk HGH belum diuji dalam percobaan klinis. Pada saat ini, masih dianggap HGH adalah hormon yang sangat kompleks, dan banyak fungsinya masih belum diketahui.

Dalam perannya sebagai anabolik agen, HGH telah dimanfaatkan oleh pesaing dalam olahraga sejak 1970-an, dan telah dilarang oleh IOC dan NCAA . Tradisional urin analisis tidak dapat mendeteksi doping dengan HGH, sehingga larangan itu tidak dapat diterapkan sampai awal 2000-an ketika tes darah yang dapat darah membedakan yang antara HGH alami dan buatan yang mulai

dikembangkan. Tes

dilakukan

oleh WADA di Olimpiade

2004 di Athena,

Yunaniditargetkan terutama HGH. [2] Hal ini digunakan untuk obat ini tidak disetujui oleh FDA; GH secara hukum hanya tersedia dengan resep di Amerika Serikat. Efek hormon pertumbuhan pada jaringan tubuh secara umum dapat digambarkan sebagai anabolik (membangun). Seperti kebanyakan hormon protein lain, tindakan GH dengan berinteraksi dengan spesifik reseptor pada permukaan sel. Tinggi meningkat selama masa kanak-kanak adalah efek yang paling banyak dikenal GH. GH juga merangsang, melalui jalur sinyal JAK-STAT, produksi insulin-seperti faktor pertumbuhan 1 (IGF-1, sebelumnya dikenal sebagai somatomedin C), suatu hormon homolog dengan proinsulin. Para hati adalah utama organ target GH untuk proses ini dan merupakan situs utama dari IGF-1 produksi. IGF-1 memiliki pertumbuhan-merangsang efek pada berbagai jaringan. IGF-1 tambahan dihasilkan di dalam jaringan target, sehingga apa yang tampaknya menjadi baik sebagai endokrin dan autokrin / parakrin hormon. IGF-1 juga memiliki efek stimulasi pada osteoblas dan aktivitas kondrosit untuk mempromosikan pertumbuhan tulang. Selain meningkatnya ketinggian pada anak-anak dan remaja, hormon pertumbuhan memiliki efek lain pada tubuh: a. Meningkatkan kalsium retensi, dan memperkuat dan meningkatkan mineralisasi tulang b. Meningkatkan otot massa melalui sarkomer hiperplasia c. Meningkatkan lipolisis d. Meningkatkan sintesis protein e. Merangsang pertumbuhan semua organ internal termasuk otak f. Berperan dalam homeostasis

g. Mengurangi hati penyerapan glukosa h. Meningkatkan glukoneogenesis di hati i. Memberikan kontribusi untuk pemeliharaan dan fungsi pulau pankreas j. Merangsang sistem kekebalan tubuh

12. Hormon Prolaktin Prolaktin (Luteotropic hormone, LTH) berfungsi untuk merangsang sekresi kelenjar susu (glandula mamae). Prolaktin terdapat ada sebagian besar hewan termasuk manusia. Prolaktin, hormon pertumbuhan (Growth Hormone) dan Placental Lactogen (PL atau chorionic somatomammotropin (CS)), merupakan anggota dari hormon polipeptida berdasarkan sekuen asam amino yang homolog. Prolactin diproduksi oleh sel yang terdapat pada anterior pituitary, fungsi utama dari hormon prolaktin yaitu menginduksi dan pemeliharaan laktasi pada

mamalia.Hormon Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisa bagian depan yang ada di dasar otak. Prolaktin merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI, sedangkan rangsangan pegeluaran prolaktin ini adalah pengosongan ASI dari gudang ASI (Sinus Lactiferus). Semakin banyak ASI yang dikeluarkan dari payudara maka semakin banyak ASI yang diproduksi, sebaliknya apabila bayi berhenti menghisap atau sama sekali tidak memulainya, maka payudara akan berhenti memproduksi ASI. Setiap isapan bayi pada payudara ibunya akan merangsang ujung saraf di sekitar payudara. Rangsangan ini diantar ke bagian depan kelenjar hipofisa untuk memproduksi prolaktin. Prolaktin dialirkan oleh darah ke kelenjar payudara dan akan merangsang pembuatan ASI. Jadi, pengosongan gudang ASI merupakan rangsangan diproduksinya ASI. Kejadian dari perangsangan payudara sampai pembuatan ASI disebut refleks Produksi ASI atau Refleks Prolaktin, dan semakin sering ibu menyusui bayinya, akan semakin banyak pula produksi ASI-nya. Semakin jarang ibu menyusui, maka semakin berkurang jumlah produksi ASI-nya.

Pada efek lain prolaktin, prolaktin mempunyai fungsi penting lain, yaitu menekan fungsi indung telur (Ovarium), dan akibatnya dapat memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid, dengan kata lain ASI eksklusif dapat menjarangkan kehamilan.

13. Vasopresin/Antidiuretik Hormone (ADH) Vasopresin berfungsi untuk membantu mengontrol air tubuh dan kadar elektrolit. Vasopresin adalah hormon yang yang dapat ditemui di semua mamalia, termasuk manusia. VP adalah sebuah hormon peptida yang mengatur penyerapan kembali molekul yang berada pada ginjal dengan memengaruhi permeabilitas jaringan pengeluaran urin. Vasopresin maupun oksitosin/OT disintesis oleh magnocellular neurons dari hypothalamic dinding tubules, sehingga berfungsi untuk mengatur

supraoptic

nuclei (SON)

dan paraventricular sebagai bagian

nuclei(PVN) hipotalamus dan
dari precursor (substrat bahan

disimpan baku)

di bagi

dalam vesikel hipofisis posterior

preprohormone. Setiap bagian dipisahkan untuk diedarkan dalam bentuk nonapeptida, neurophysin,
dan dari VP sebuah glikopeptida jenis kopeptin, ke dalam sirkulasi darah atau langsung menuju ke dalam otak. Diposkan oleh Sulpi Hanriani Syamsul di 07.00 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Tidak ada komentar: Poskan Komentar
Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut Arsip Blog

▼ 2012 (3)

o

▼ Februari (3)  JENIS-JENIS HORMON  TEORI PERUBAHAN  PENDAPAT TENTANG MK IKD I

Mengenai Saya
Sulpi Hanriani Syamsul Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia Lihat profil lengkapku Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.

Filesize: 122 KB Dimension: 685x720 Download

kaiza.akbar setahun yang lalu

Kategori
other

Author's Notes
Insulin merupakan hormon pada tubuh manusia yang diproduksi oleh pancreas ketika kita mencerna makanan dan pada saat glukosa dalam darah meningkat. Peranan insulin adalah merangsang sel tubuh manusia untuk menyerap glukosa dari dalam darah. Pada dasarnya insulin sangat berperan dalam penyimpanan sari-sari makanan (glukosa) yang berlebih di dalam pembuluh darah. Lawan insulin adalah glukagon. Peranannya pun berlawanan dengan insulin. Jika insulin bertugas untuk menyimpan cadangan makanan, maka glukagon akan merombak cadangan makanan tersebut. Analogi: Insulin --> Menabung. Glukagon --> Mengambil tabungan. Tidak adanya insulin dalam tubuh manusia akan membuat glukosa yang ada di dalam pembuluh darah tidak dapat diserap oleh sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh menjadi ”kelaparan” dan kekurangan energi sehingga merangsang peningkatan produksi glukagon yang akan meningkatkan perombakan jaringan lemak sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan pada tubuh manusia. Jika lama-kelamaan hal ini terjadi maka akan membuat penderita akan tampak sangat kurus karena kehilangan berat badan yang drastis.

Variations