(Laporan Praktek) 25-Reysa_A_H-XII_TKJA-RAID [Admin Jaringan]

Reysa Agrianza H No.

Absen 25 XII TKJ A

RAID

Sabtu, 24 Agustus 2013 Bp Dodi Permana, S.pd

I.
-

Tujuan
Mengerti prinsip kerja RAID Mengerti konsep RAID Dapat mengkonfigurasi RAID pada OS berbasis Linux

II.

Pendahuluan

RAID adalah singkatan dari Redundant Array of Independent Disk. Konsep dasar dari RAID adalah menyatukan beberapa buah harddisk menjadi sebuah device untuk keperluan stripping (meningkatkan performance) ataupun untuk keperluan redundancy (keamanan data).

III.
-

Alat dan Bahan
OS Ubuntu Server 12.04 yang dijalankan didalam VirtualBox

IV.
Skenario :

Isi

Sebuah OS Ubuntu Server 12.04 akan diinstal di dalam 2 HDD yang akan digabungkan dengan metoda RAID Langkah Kerja : 1. Buat .vdi seperti biasa, lalu tambahkan pada 1 .vdi lagi (disini saya menambahkan 2, saya salah) dalam vdi tersebut di VirtualBox, dengan cara : - Pilih VDI yang akan dijalankan, pilih setting - Pilih Storage, klik "Controller: SATA", maka ada icon hdd, pilih yang paling kanan

- Selanjutnya sama seperti membuat VDI biasa, disini size vdi yang satunya adalah sebesar 4 GB - Buat 1 VDI untuk di RAID kan, lalu ok 2. Lalu Start .vdi yang tadi di buat 3. Setelah mengkonfigurasi beberapa, maka nanti ada pada bagian membagi partisi, yaitu "[!!] Partition disks", pilih “Manual”

4. Pilih yang SCSI1, pada prompt selanjutnya pilih “Yes”, sehingga nanti menjadi "FREE SPACE"

5. Lalu yang pertama ini jadikan sizenya menjadi swap, besarnya 2x RAM, RAM yang digunakan oleh saya sebesar 196 MB, berarti 392 MB. Tipe nya "Primary", dan lokasinya "Beginning".

Pilih “Create a new partition”

Isikan 392 MB, lalu Continue

Lalu pilih Primary

“Use as: “ gambar dia atas, di ubah menjadi "physical volume for RAID", lalu pilih "Done setting up the partition", pada gambar dibawah

Menjadi seperti ini

Maka hasilnya seperti dibawah ini

6. FREE SPACE yang tersisa pada SCSI1, di jadikan "Primary", dan ubah lagi menjadi "physical volume for RAID", dan Bootable flag nya jadikan "on", lalu "Done setting up the partition"

Cara “on” kannya hanya dengan memilih “Bootable flag : off”, lalu berubah menjadi “on”. Lalu “Done setting up the partition”. .vdi sisanya di perlakukan seperti SCSI1 sehingga menjadi seperti ini

7. Lalu setelah semua HDD di RAID kan, pilih “Configure software RAID” seperti gambar diatas, lalu pilih “yes” pada prompt seperti dibawah

8. Lalu pilih “Create MD Device”

9. Lalu pilih “RAID1”

10. Isikan 2, karena HDD SCSI nya ada 2

11. Selanjutnya isikan “0”, seperti defaultnya 0

12. Pilih /dev/sda1 dan /dev/sda2, pokonya yang sizenya 2x RAM

13. Setelah itu akan kembali ke prompt yang memilih untuk membuat “MD Device”, jadi ulangi step 8 s.d step 12, hingga akhirnya menjadi seperti ini

14. Pilih "#1" pada "RAID1 device #0", dan "Use as: " nya pilih "swap area", lalu "Done setting up partition"

15. Lalu pilih #1" pada "RAID device #1", dan "Use as: " nya pilih "Ext4 journaling file system" dan "Mount point: " nya jadikan root atau "/".

16. Lalu “yes” untuk boot ke RAID yang degraded

17. Lalu “yes”, pada "Write the change to disks?"

18. Setelah itu proses instalasi seperti biasa, dan lanjutkan sampai selesai. Setelah selesai, lalu login seperti biasa, lalu uji apakah konfigurasi berhasil atau tidak, dengan ketikkan perintah : # fdisk –l

19. Kalau hasilnya seperti ini, berarti berhasil

V.

Kesimpulan

RAID digunakan untuk menyatukan beberapa HDD (min 2) menjadi sebuah device untuk keperluan stripping (meningkatkan performance) ataupun untuk keperluan redundancy (keamanan data). RAID membuat sebuah set dari beberapa physical drive yang dipandang oleh sistem operasi sebagai sebuah logical drive. Konfigurasi RAID pada OSS seperti Linux (Ubuntu) membuat banyak keuntungan penggunanya karena bukan hanya murah bahkan gratis, tetapi manfaatnya pun cukup berlimpah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful