NAMA

:

Jenis Garis dan fungsinya

KELAS : X IPS 2

Jenis garis dan ukuran serta tebal dari suatu garis, sangat mutlak digunakan, baik pada gambar sketsa maupun pada suatu gambar kerja. Perbedaan ukuran dari garis merupakan standar internasional yang harus diikuti, meski yang kita kerjakan adalah suatu gambar sketsa. Standarisasi garis yang telah dikeluarkan oleh ISO R 128 antara lain :

1. Garis tebal kontinyu : dipergunakan pada garis gambar kerja dan garis tepi. 2. Garis tipis kontinyu : digunakan pada garis pengukuran, garis arsiran, garis bantu, garis proyeksi, garis petunjuk pengerjaan, garis tak-terlihat dan suatu garis nyata dari penampang yang diputar ditempat. 3. Garis tipis kontinyu bebas : digunakan pada garis batas dari suatu potongan sebagian. 4. Garis tipis kontinyu zig-zag : digunakan pada garis batas dari suatu potongan sebagian. 5. Garis gores tebal : digunakan pada garis terhalang yaitu : garis nyata terhalang dan tepi terhalang. 6. Garis gores tipis : digunakan pada garis terhalang yaitu : garis nyata terhalang dan tepi terhalang. 7. Garis bergores tipis : digunakan pada garis lintasan, garis simetri dan garis sumbu. 8. Garis bergores tipis dan ditebalkan pada bagian ujung-ujungnya serta bagian perubahan arah garis : digunakan pada garis potong. 9. Garis bergores tebal : digunakan pada penunjukan bagian yang harus mendapatkan suatu perlakuan khusus. 10.Garis bergores ganda tipis : digunakan pada bagian yang berdampingan dan batas kedudukan benda yang bergerak serta merupakan suatu garis sistem.

Saya sudah membuat skema warna primer pada gambar diatas. Lihat skema warna pada gambar diatas maka terlihat warna tersier terbentuk diantara warna primer-sekunder. Itulah proses terjadinya warna sekunder dimana warna primer dicampur warna primer lainnya dengan komposisi 1:1 akan menghasilkan warna sekunder. warna hijau ke biru akan menghasilkan warna tersier hijau kebiru-biruan. Kuning dan Biru. lihat skema warna diatas. contoh: warna merah ke jingga akan mengahsilkan sebuah warna tersier yaitu Merah kejingga-jinggan. dan warna primer biru ke merah akan menghasilkan warna sekunder ungu. Warna Sekunder Warna Sekunder adalah hasil dari pencampuran warna primer. contoh: warna Merah ke Kuning akan menghasilkan warna sekunder yaitu Jingga. lalu warna kuning ke hijau akan menghasilkan warna tersier kuning kehijauhijauan. warna primer meliputi Merah. bisa dilihat dimana terbentuk segita pada lingkaran warna teori brewster itulah warna primer. dimana dalam perjalanan lingkaran warna. warna biru ke ungu akan menghasilkan warna tersier biru keungu-unguan dan warna ungu ke merah akan menghasilkan warna tersier ungu kemerah-merahan. sedangkan warna primer kuning ke biru akan menghasilkan warna sekunder Hijau. warna primer akan bertemu warna primer lainnya dan membuat warna baru dari kedua warna tersebut. sedangkan warna jingga ke kuning akan mengahsilkan warna tersier jingga kekuning-kuningan. Warna Tersier Warna Tersier adalah hasil dari pencampuran satu warna primer dengan warna sekunder yang akan menghasilkan warna tersier dengan sebuah perjalanan lingkaran warna warna primer akan mengahasilkan warna sekunder namun warna primer ke sekunder akan menghasilkan sebuah warna baru yaitu tersier. .Teori Warna Warna Primer Warna Primer adalah sebuah warna dasar/asli yang tidak tercampur oleh warna-warna lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful