P. 1
Siapa Yang Tidak Ingin Mendapatkan Uang Banyak

Siapa Yang Tidak Ingin Mendapatkan Uang Banyak

|Views: 3|Likes:
Published by Hendra Irawan

More info:

Published by: Hendra Irawan on Aug 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

Siapa yang tidak ingin mendapatkan uang banyak?

pasti semuanya ingin mendapatkan uang yang sangat banyak kan?
apalagi dengan cara yang sangat mudah, maka disini kami akan memberikan cara yang sngat mudah untuk
mendapatkan uang Ratusan juta rupiah dengan cara yang sangat mudah dan HALAL bahkan sangat
dianjurkan dalam ISLAM apalagi semua orang bisa melakukannya. Penasaran kan..?? chek this out...

Nah, Maka disini kami akan membawakan sebuah hadist dari Rasulullah Sallallahu 'alaihi wassallam.
Dari 'Uqbah Bin 'Amir ra. berkata; Rasulullah saw. keluar dan kami berada di beranda masjid. Beliau bersabda:
"Siapakah di antara kalian yang tiap hari ingin pergi ke Buthan atau 'Aqiq dan kembali dengan membawa dua ekor unta
yang gemuk sedang dia tidak melakukan dosa dan tidak memutuskan hubungan silaturahmi?" Kami menjawab, "Kami
ingin ya Rasulullah" Lantas beliau bersabda, "Mengapa tidak pergi saja ke masjid; belajar atau membaca dua ayat Al
Qur'an akan lebih baik baginya dari dua ekor unta, dan tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih
baik dari empat ekor unta, demikianlah seterusnya mengikuti hitungan unta."
(Hadist Riwayat Muslim)

pada hadist di atas terdapat kata "belajar atau membaca dua ayat Al Qur'an akan lebih baik baginya dari dua ekor
unta", maka dari sina kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Belajar 2 AYAT AL-QUR'AN itu LEBIH BAIK daripada 2
UNTA YANG GEMUK, jadi 1 ayat bisa kita simpulkan jauh lebih baik dari 1 unta yang gemuk.
dan sekarang kami ajak kalian untuk membuat perbandingan, kita anggap saja belajar 1 ayat Al-Qur'an itu sama
dengan unta yang gemuk maka kita bisa membuat perhitungan, ayo yang pinter matematika bantuin hitung..!
Dari sepengetahuan kami harga Unta yang gemuk itu seharga 3000 Riyal, menurut konversi ke rupiah saat ini 1 riyal itu
sekitar 3000 rupiah. maka bisa kita ketahui bahwa 1 Unta itu Harganya 3000 x 3000 = 9.000.000 rupiah.
Bayangkan? siapa yang tidak mau dapet uang 9 juta dengan cuma2, gratis n gampang banget caranya? hanya orang
BODOH yang g mau dikasih uang 9 juta rupiah dengan cuma2 dengan mudah. uang sebanyak itu bisa di dapat dengan
hanya membaca dan mempelajari 1 ayat saja..!! betapa besarnya KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU SYAR'I. tetapi
sekarang menuntut ilmu agama sudah menjadi hal yang tidak penting bahkan sepi pengunjung jika ada majelis ta'lim.
sebagai contohnya saja, misalnya pada suatu hari kita umumkan bahwa di suatu tempat akan diadakan pembagian
uang 100 ribu saja secara gratis maka yang terjadi berbondong-bondong orang akan datang bahkan akan mencapai
ribuan orang, tetapi lain halnya jika kita umumkan di sutu tempat akan diadakan suatu majelis ilmu maka yang akan
datang pasti akan bisa dihitung dengan jari saja padahal yang dia daptkan uang yang jauh lebih banyak SENILAI
DENGAN 9 JUTA RUPIAH..!!

bila kita lihat kehidupan ulama salaf (terdahulu) maka kita akan miris melihatnya karena kemiskinannya, seperti halnya
Imam Hanafi yang dulu rela makan 2 potong roti kering yang sangat keras bahkan kata beliau "aku tidak bisa
memakannya kecuali dengan air", kita bayangkan betapa miskinnya imam hanafi, maka kami katakan itu hanyalah
dzohirnya saja tetapi sejatinya beliau jauh lebih kaya dari pada kita..! bayangkan beliau adalah imam yang hafal banyak
hadist dan hafal seluruh Al-Qur'an dan memepelajarinya, mari kita lakukan perhitungan kembali. Al-qur'an itu terdiri
dari 6236 ayat, kalau kita kalikan dengan 9juta seperti apa yang kita hitung tadi maka kita dapati 6236 x 9.000.000 =
56.124.000.000 rupiah, maka dia adalah orang yang jauh lebih kaya diantara kita. SubhanAlllah..

bayangkan kita bisa dapatkan uang sebanyak itu dengan mempelajari semua ayat Al-qur'an, betapa besar keutamaan
menuntut ilmu itu, masihkah kita malas untuk menuntut ilmu syar'i itu? masihkan tidak terbersit di hati akan akan
kenikmatan menuntut ilmu syar'i, bahkan jika kita tahu akan keutamaan ini kita pasti akan rela merangkak untuk
datang ke Majelis Ilmu. hanya orang Bodoh dan gila saja yang menolak keutamaan sebanyak itu!

Sudah tau keutamaannya tapi kenapa kok tetep malas ya??
Mungkin ada sebagian dari kita merasa seperti ini, sudah paham dan mengerti akan suatu keutamaan amalan tetapi
masih malas untuk mengerjakannya. Apakah penyebabnya?
Penyebabnya adalah kurangnya iman kita kepada hal yang ghaib, ini sangat penting dalam aqidah pokok kita, di setiap
amal ibadah tanpa disertai keyakinan akan hal yang ghaib maka kita tidak akan merasakan kenikmatan beribadah,
terbukti dengan tertulisnya dalam awal2 Al Qur’an.

4ׯg~-.- 4pONLg`u·NC jU^O4¯^¯)
4pON©O´³NC4Ò ÞE_OÞUO¯- 4¼¯¯4Ò
¯ª÷_4L^~Ee4O 4pO¬³g¼LNC ^@÷
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan
sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.(Al-Baqarah; 2)

Disini dapat kita lihat bahwa beriman pada hal yang ghaib ditempatkan lebih dulu dari amal2 wajib
yang lain, sehingga kita dapat menikmati kenikmatan dalam beribadah. Sebagai contoh dari hadist
nabi “shalat 2 rakaat sebelum fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Muslim no. 725).
Bayangkan jika kita benar-benar mengimani yang ghaib. Ketika kita melakukan shalat 2 rakaat
sebelum fajar maka kita benar2 membayangkan mendapat dunia dan seluruh isinya! Apakah kita
tidak bersemangat? Namun apabila iman kita kurang terhadap yang ghaib maka ketika mendengar
hadist di atas hati kita akan merasa biasa2 saja bahkan malas untuk mengamalkannya. Ingatlah
bahwa iman kepada hal yang ghaib ini adalah pokok dasar aqidah dalam islam, barang siapa tidak
mengimani hal yang ghaib maka dia bukanlah islam. Maka sudah sepantasnya kita meningkatkan
keimanan kita kepada hal yang ghaib.

Begitulah Allah membalas amalan kita, begitu besar balasan Allah pada hambanya yang beramal
shole, Allah bisa saja mengganti pahala dari Amalan kita dengan harta nyata lansung tetapi Allah
maha penyayang lagi maha kuasa, Allah lebih menginginkan membalas dengan surganya yang
kenikmatannya tiada taranya dan kekal kenikmatannya daripada hanya dengan sekedar harta yang
akan habis.
Wallahua’lam bisshowab..

Abu Humairah Al-atsari

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->