P. 1
Khutbah Jum'at: Waspada Siksa Neraka

Khutbah Jum'at: Waspada Siksa Neraka

5.0

|Views: 1,445|Likes:
Khutbah Jum'at: Waspada Siksa Neraka
Khutbah Jum'at: Waspada Siksa Neraka

More info:

Published by: Indra Sutriadi Pipii on Jun 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Waspada Siksa Neraka

ِ‫إِ ّ اْلحَمْدَ لِ نَحْمَ ُ ُ، وَ نَسْتَعِيُ ُ، وَ نَسْتَغْفِ ُ ُ، وَ نَ ُو ُ بِالِ مِنْ ُ ُورِ أَنْ ُسِنَا، وَ مِنْ سَّئَات‬ ‫ي‬ ‫شر ف‬ ‫ره ع ذ‬ ‫نه‬ ‫ده‬ ‫ن‬ َ‫أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ا ُ فَلَ ُضِ ّ لَ ُ، وَ مَنْ ُضِْللْ فَلَ هَادِيَ لَ ُ، وَ أَشْهَ ُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلَ ا ُ، و‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫ه‬ ‫ي‬ ‫ل م ل ه‬ ‫د ن م م ده س له‬ ُ ُ‫أَشْهَ ُ أَ ّ ُحَ ّدًا عَبْ ُ ُ وَ رَ ُو‬ (َ‫قَالَ تَعَالَى: )يَا أَّهَا اّذِينَ آمَُوا اّقُوا الَ حَ ّ ُقَاتِهِ وَ لَ تَ ُوُ ّ إِ ّ وَ أَنُْمْ ُسْلِ ُون‬ ‫م تن ل ت م م‬ ‫قت‬ ‫ن ت‬ ‫ي ل‬ َ‫وَ قَالَ أَيْضًا: )يَا أَّهَا الّ ُ اّ ُوا رَّ ُمُ اّذِي خلَقَ ُمْ ِن ّفْسٍ ّحِدَةٍ وّ خََلقَ مِنْهَا زَوْجَهَا و‬ ‫َ ك م ن و‬ ‫ي نس تق بك ل‬ ْ‫بَ ّ مِنْ ُمَا رِجَالً كَثِيًا ّ نِسَاءً ّ اّ ُوا الَ اّذِي تَسَآءَُونَ بِهِ وَ الْأَرْحَامَ إِ ّ الَ كَانَ عَلَيْ ُم‬ ‫ك‬ ‫ن‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫و تق‬ ‫و‬ ‫ث ه‬ (‫رَقِيبًا‬ َ‫وَ قَلَ ج ّ جلَ لَ ُ: ) يَا أَّهَا اّذِينَ آمَُوا اّ ُوا الَ وَ ُوُوا قَوْلً سَدِيدًا ّصِْلحْ لَ ُمْ أَعْمَالَكُمْ و‬ ‫ك‬ ‫ي‬ ‫قل‬ ‫ن تق‬ ‫ي ل‬ ‫َل َ ه‬ (‫يَغْفِرْ لَكُمْ ُُوبَ ُمْ وَ مَنْ ّطِعِ الَ وَ رَ ُوْلَ ُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا‬ ‫س ه‬ ‫ي‬ ‫ذن ك‬ َ‫أَ ّا بَعْ ُ: فَإِ ّ َأحْسَنَ الْكَلَمِ كَلَمُ الِ، وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْ ُ ُحَ ّدٍ صَّى الُ عَلَيْهِ وَ سَّمَ، و‬ ‫ل‬ ‫يم م ل‬ ‫م د ن‬ ِ‫ّ ّ ْا ُمُوْرِ ُحْدَثَاُهَا، وَ ُ ّ ُحْدَثَتٍ بِدْعَ ٌ، وَ ُ ّ بِدْعَةٍ ضَلَلَ ٌ، وَ ُ ّ ضَلَلَةٍ فِى الّار‬ ‫ن‬ ‫ة كل‬ ‫ة كل‬ ‫كل م‬ ‫شر ل م ت‬
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Segala puji bagi Allah  yang telah memberikan kepada kita nikmat yang terbesar dan teragung di kehidupan di dunia ini, yaitu nikmat Islam. Dengan Islam, kita semua senantiasa belajar bagaimana menjadi hamba yang bertakwa di hadapan Allah . Islam mengajarkan kita untuk bertakwa, karena takwa adalah sebaik-baik bekal untuk menghadap Allah  di akhirat kelak. Dan melalui mimbar Jum'at kali ini, kami mengajak kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah  dalam seluruh sendi-sendi kehidupan kita. Allah  telah mengingatkan kita melalui firman-Nya serta melalui lisan Rasul-Nya tentang pentingnya takwa. Allah  juga telah memberitahukan salah satu cara yang efektif meningkatkan ketakwaan, yaitu: mengingat pedihnya siksaan di neraka. Sebagaimana diingatkan oleh sebagian ulama, “Wahai orang yang lalai terhadap dirinya dan tenggelam dalam tipu daya dunia yang mereka anggap tak bertepi dan tak akan pergi, janganlah berpikir tentang apa yang akan kamu tinggalkan. Segeralah berpikir ke mana engkau akan kembali. Sesungguhnya engkau telah diberi kabar, bahwa neraka adalah tempat kembali semua orang.” Firman Allah ,

ْ ً ْ ْ َّ ّ ِ ُ ‫و إن منكم إلَ واردها ۚ كان علٰ ربك حتما مقضيًا ۝ ث نُنَج ٱلين‬ ِ ِ ِ َ ِ َّ ِّ َ َ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ ِ ُ ّ َ َ َّ َ ‫ٱتقوا و نذر ٱلظَٰـلميَ فِيا جثيًا۝‬ ِ ِ ّ ُ َ َ َّ ۟ َ َّ ِّ ِ َ

“Dan tidak ada seorang pun darimu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orangorang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam: 71-72) Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Setiap manusia pasti akan dikirim ke neraka, dan belum tentu semuanya akan termasuk orang yang diselamatkan. Marilah kita memikirkan serta merasakan dalam jiwa, betapa dahsyatnya siksa dalam neraka, sehingga kita akan mempersiapkan untuk menyelamatkan diri darinya. Renungkanlah kondisi makhluk-makhluk yang telah keras hatinya dan tidak menyadari siksa neraka. Hingga pada saat mereka merasakan kesedihan dan dahsyatnya siksa neraka, mereka menantikan kebenaran berita dari neraka, menunggu pertolongan yang diharapkan, karena orangorang yang jahat akan diliputi oleh kegelapan yang menumpuk-numpuk. Mereka akan diserang oleh api yang menjilat-jilat. Mereka akan diperdengarkan suara teriakan kesakitan yang membahana karena dahsyatnya siksa. Pada saat itulah orang-orang yang berdosa percaya akan kebenaran siksa, dan pada saat itu terdengar suara memanggil dari dalam Zabaniyah (salah satu neraka) yang berkata, “Di mana Fulan bin Fulan yang menghabiskan umurnya di dunia dengan panjang angan-angan dan berbuat nista?” Kemudian mereka segera mendatangi panggilan itu. Mereka mendatangi panggilan itu dengan ketakutan yang dahsyat. Mereka digiring menuju siksa yang sangat pedih. Mereka dilemparkan ke dalam dasar neraka Jahim. Dikatakan kepada mereka,

“Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.” (QS. ad-Dukhan: 49) Namun saat itu, di neraka, tidak ada lagi orang yang perkasa, tidak ada lagi orang yang mulia dan tidak ada lagi orang yang berharta melainkan orang yang bersedih, merana dan tersiksa karena pedihnya adzab neraka. Na'udzubillahi min dzalik.

ْ ْ ْ ‫ذ ُق إنَك أَنت العزيز الكري ۝‬ ُ َِ َ َ ِّ ُ ِ َ

ْ

Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Demikian dahsyatnya kepedihan di dalam neraka sampai-sampai Allah  senantiasa menyebutkannya dalam al-Qur'an untuk memperingatkan umat manusia. Begitu pula Rasulullah  selalu mewanti-wanti umatnya akan pedihnya siksaan neraka. Allah  berfirman tentang suara neraka,

“Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, 'Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?'” (QS. al-Mulk: 6-8)

ْ ْ ْ ْ ‫و لِلين كفروا بر ِّبم عذاب جهن ۖ و بئس ٱلمصي ُ۝ إذَآ أُلقوا فيا‬ ِ َ ِ۟ ُ ِ ِ َ َّ َ َ ُ َ َ ِ ِ ۟ ُ َ َ َ ِ َّ َ َ َ َ َ ْ ْ ْ ‫سِعوا لا شهيقا و هي تفُور ۝ تكاد تميُمن ٱلغيظ ۖ كُلَمآ أُلقي فيا‬ ِ ِ َ ّ ِ َ َ ِ َّ َ َ ُ َ َ ِ َ ً ِ َ ََ۟ ُ َ ُ َ َ َ َ ْ ْ ْ ‫فوج سألهْ خزنتآ أَلم يأتك‬ ٌ ِ ‫ُ م نذير ۝‬ ِ َ ْ َ َُ َ َ َ ُ ََ َ ٌ َ َ

Mengenai panasnya neraka telah diriwayatkan dari Abu Hurairah  bahwa Nabi  bersabda, “Sesungguhnya api dunia itu satu dari seratus bagian neraka Jahannam.” (HR. Ahmad) Allah  juga berfirman,

“Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang sangat panas, dan air panas yang mendidih dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” (QS. al-Waqi'ah: 41-44)

ْ ْ ‫و أ َصحـب ٱلشمال مآ أ َصحٰـب ٱلشمال ۝ ف سُوٍم و حي ۝ و ظل‬ ٍّ ِ ِّ ُ َ ِّ ُ ٰ َ ِ َ ٍ َِ َ َ ِ َ ِ َ َ َ ْ ْ ‫من يحموٍم ۝ َّل بارد و ل كري ۝‬ ٍ َِ َ َ ٍ ِ َ ُ َ ِّ

Ayat di atas memberikan isyarat tentang hal-hal yang digunakan untuk mendinginkan suasana di dunia, yaitu: air, udara dan naungan mendung. Namun di neraka, semuanya tidak dapat mendatangkan kesejukan. Air Jahannam adalah al-Hamim, yaitu air yang sangat panas. Udara Jahannam adalah as-Samum, yaitu udara yang sangat panas. Dan naungannya adalah al-Yahmum, yaitu asap neraka yang panas. Semoga Allah menjaga kita dari neraka. Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Di dalam neraka, telah disediakan rantai dan belenggu. Sebagaimana firman Allah ,

“Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kaifr rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.” (QS. al-Insan: 4)

ْ ْ ْ ‫إذ ٱ ْلغلـل ف ٓ أعنـقهْ و ٱلسلـسل ۖ ي‬ ‫ّ َ َ ٰ ِ ُ ُسحبون ۝ ف ٱلحمي ث ف ٱلنَّار‬ ِ َٰ َ ِ ُ َٰ َ ِ ِ ِ ِ َّ ُ ِ ِ َ ِ َ ُ َ َ ِ ْ ‫ي ُسجرون ۝‬ َ ُ َ “Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang ْ
sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.” (QS. Ghafir: 71-72) Adapun minuman penghuni neraka adalah: al-Hamim (minuman yang sangat panas), al-Ghasaq (nanah), as-Shadid (muntahan dan darah) serta air yang seperti besi mendidih. Firman Allah ,

ْ ْ ْ ً ْ ً‫إنَآ أ َعتدنا لِلكـفرين سلٰـسل و أ َغلٰـل و سعي‬ ‫ِ ا۝‬ ٰ ِّ َ َ َ َ َ َ ۟ َ ِ َ َ َ ِِ َ

ً ْ ً ً ‫ل يذوقُون فيا بردًا و ل شرابا ۝ إ َّل حِيما و غساقا ۝‬ ُ َ َ َ َ َ َ َ ِ َّ َ َ ِ َ َ(pula mendapat) minuman. Selainَ air “Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak
yang mendidih dan nanah.” (QS. an-Naba`: 24-25) Allah  juga telah menerangkan tentang makanan penghuni neraka sebagaimana firman-Nya,

“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS. al-Ghasyiyah: 6-7)

ْ ْ ْ ْ ْ ‫إن شجرت ٱلزقُوِم ۝ طعام ٱلثي ۝ كٱلمهل يغِل ف ٱلبطُون ۝‬ ّ َّ َ َ َ َّ ِ ِ ِ َِ ُ ََ ُ ِ َ ِ ُ َ َ

ْ ْ ْ ْ ٌ ٍ ‫لَيس لَه طعام إ َّل من ضري ٍع ۝ َّل ي ُسمن و ل يغنِى من جوع ۝‬ ِ َ ِ ِ ََ ُ َ ُ ِ ُ َ َُ ِ

“Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas.” (QS. adDukhan: 43-46) Pakaian penghuni neraka seluruhnya terbuat dari api neraka. Allah  berfirman,

ْ ْ ‫كغل ٱلحمي ۝‬ ِ ِ َ ِ َ َ

ْ ْ ٌ َّ ... ‫فَٱلين كفروا ق ُطّعت لَه ثياب من نَار‬ ِ ٍ ّ ِّ َِ ۟ ُ َ َ َ ِ َ ُ “... Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka...” (QS. alHajj: 19)

“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (tir) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.” (QS. Ibrahim: 49-50)

ْ ْ ‫وترى ٱلْمجرمي يومئذ مقرني ف ٱ ْل‬ ‫ُ ِ ِ َ ْ ِ ٍ ّ ُ َ ِ َ ِ َصفاد ۝ سرابيل ُه من قطران و‬ ِ َ ٍ ِ َ ِّ ُ ِ َ َّ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ‫تغشى وجوهه ُٱلنَّار ۝‬ ُ َ ُ ُ ٰ َ َ ُ ْ

ْ ْ ٌ ۚ ‫لَه من جهن مهاد و من ف َوقه غواش‬ ٍ َ ِِ ِ َ َ ِ َ ّ َ َ ِّ ُ َ َ “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).”
(QS. al-A'raf: 41) Nabi  bersabda mengenai perbuatan yang menyebabkan seseorang diberikan pakaian dari api neraka, “Barangsiapa di dunia mengambil makanan dari saudaranya yang muslim, kelak akan diberi makan seperti itu di neraka Jahannam. Dan barangsiapa merebut pakaian seorang muslim, maka Allah akan memberinya pakaian seperti itu nanti di neraka Jahannam.” Kondisi penghuni neraka begitu menyedihkan. Allah  telah menggambarkan kondisi mereka,

“Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” (QS. al-Mu'minun: 104)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.” (QS. an-Nisa`: 56) “.... Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur-luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambukcambuk dari besi.” (QS. al-Hajj: 19-21)

ْ ْ ْ ً‫جلُود هْ بدلنـهْ جلُود‬ ۗ ‫ا غيها لِيذوقُوا ٱلعذاب‬ ٰ ُ َ َ َ َ ُ ُ َ َّ َ ُ ُ ُ َ َ َ ۟

ْ ْ‫تلفح وجوهه ٱلنار و ه‬ ‫ُ فيا كٰـلحون ۝‬ َ ُ ِ َ َ ِ َ ُ َّ ُ ُ َ ُ ُ ُ َ َ

Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Para pendahulu umat ini telah menunjukkan teladan yang baik mengenai rasa takut terhadap neraka. Abu Sulaiman ad-Darany berkata, “Suatu kali Thawus menuju tempat tidurnya, tetapi dia

merasa seperti direbus di atas kendil yang mendidih. Kemudian dia melompat meninggalkan tempat tidurnya dan menghadap kiblat (shalat) hingga pagi, ia berkata, 'Orang-orang ahli ibadah tidak bisa menikmati tidur, jika teringat neraka'.” Abu Nuh al-Anshari berkata, “Telah terjadi kebakaran di sebuah rumah yang di dalamnya ada Ali bin al-Husain yang sedang sujud. Semua orang memanggilnya, “Wahai cucu Rasulullah, api!” Namun ia tidak mengangkat kepalanya hingga apinya padam. Kemudian ditanya, “Apa yang membuatmu tidak mempedulikan api tadi?” Dia menjawab, “Api yang lain (yaitu api neraka).” Ismail as-Sadi berkata, “Al-Hajjaj bertanya kepada Said bin Jubair, 'Aku dengar kamu tidak pernah tertawa?' Ia menjawab, 'Bagaimana saya akan tertawa, sementara saya telah merasakan Jahannam, belenggu telah mengekangku dan Zabaniyah telah siap memangsa?'” Demikianlah para imam kaum muslimin, para pendahulu kita mengamalkan rasa takut mereka akan pedihnya siksa neraka dengan ibadah yang nyata, sehingga Allah mengangkat derajat mereka di dunia dan di akhirat.

َ‫أَُوْل قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِ ُ الَ لِي وَ لَ ُمْ وَ لِسَائِرِ الْ ُسْلِمِيَ وَ الْ ُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِ ُو ُ إِّ ُ ُو‬ ‫ر ه نه ه‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫ر‬ ُ ‫ق‬ ُ‫الْغَ ُو ُ ال ّحِيْم‬ ‫فر ر‬
Khutbah Kedua

ُ‫اَلْحَمْ ُ لِ رَ ّ الْعَالَمِيَ، وَ َأشْهَ ُ أَنْ لَ إِلَهَ إِ ّ الُ وَلِ ّ ال ّالِحِيَ، وَ أَشْهَدُ أَ ّ ُحَ ّدًا خَاتَم‬ ‫نم م‬ ‫ي ص‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫د ب‬ َ‫اْلَنْبِيَاءِ وَ الْ ُرْسَلِيَ، الّ ُ ّ ّ ّ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ علَى آلِهِ ُحَ ّدٍ كَمَا صَّيْتَ علَى آلِ إِبْرَاهِيم‬ َ ‫ل‬ ‫م م‬ َ ‫م م‬ ‫لهم صل‬ ‫م‬ ،ٌ ‫وَ بَارِكْ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ عَلِى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِْبرَاهِيمَ إِّكَ حَمِي ٌ مَجِي‬ ‫د د‬ ‫ن‬ ‫م م‬ ‫م م‬ ،ُ ْ‫أَ ّا بَع‬ ‫م د‬
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Ukuran minimal, wajib takut kepada neraka adalah apa yang membuat seseorang termotivasi untuk melakukan kewajiban dan menjauhi larangan. Lebih dari itu, jika takutnya mampu memotivasi seseorang untuk melakukan hal-hal yang sunnah dan meninggalkan yang makruh, menyerderhanakan kebutuhan yang dibolehkan, maka hal ini adalah keutamaan yang sangat baik. Sufyan bin Uyainah berkata, “Allah menciptakan neraka sebagai rahmat untuk menakuti hambaNya agar mereka sadar.” Maksud yang utama adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan apa saja yang diridhai dan dicintai, serta meninggalkan apa saja yang dibenci dan tidak disukai. Demikianlah hakikat takwa. Takut kepada Allah  atas keagungan dan kebesaran-Nya yang ada di dalam dada merupakan tujuan manusia juga, tetapi sebaiknya ketakutan itu menjadi motivasi untuk mendekatkan diri dengan melaksanakan apa yang dicintai Allah dan meninggalkan apa yang dibenci-Nya. Semoga Allah  menganugerahi kita rasa takut kepada neraka sebagaimana Rasulullah , para sahabatnya  serta para imam kaum muslimin merasakan takut kepada neraka. Dan semoga dengan rasa takut tersebut meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah .

‫الّ ُ ّ صَ ّ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ عَلَى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِْبرَاهِيْمَ إِّكَ‬ ‫ن‬ ‫م م‬ ‫م م‬ ‫لهم ل‬ ‫حَمِي ٌ مَجِي ٌ، الّ ُ ّ بَرِكْ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ علَى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا بَرَكْتَ علَى إِْبرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ‬ ‫َ‬ ‫م م‬ ‫م م َ‬ ‫د د لهم‬ ‫إِبْرَاهِيْمَ إِّكَ حَمِي ٌ مَجِي ٌ.‬ ‫د د‬ ‫ن‬ ‫الّ ُ ّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيَ وِ الْ ُؤْمِنَاتِ، و الْمُسْلِمْيَ وَ الْ ُسلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلَمْوَاتِ،‬ ‫مْ‬ ‫م‬ ‫لهم‬ ‫إِّكَ سَمِي ٌ قَرِي ٌ ُجِي ُ ال ّعوَاتِ.‬ ‫ع بم ب د‬ ‫ن‬ ‫الّ ُ ّ إِّا نَسْأَُكَ الْهُدَى وَ الّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى.‬ ‫ت‬ ‫لهم ن ل‬ ‫الّ ُ ّ لَ ُتزِغْ ُُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَ ُنْكَ رَحْمَةً إِّكَ أَنْتَ الْوَ ّاب.‬ ‫ه‬ ‫ن‬ ‫د‬ ‫قل‬ ‫لهم‬ ‫رَّنَا لَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً ّّذِينَ كَفَ ُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَّنَا إِّكَ أَنْتَ الْعَزِي ُ الْحَكِي ُ.‬ ‫م‬ ‫ز‬ ‫ب ن‬ ‫ر‬ ‫لل‬ ‫ب‬ ‫رَّنَآ ءَاتِنَا فِى ال ّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ الّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيَ.‬ ‫ن‬ ‫د‬ ‫ب‬

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->