P. 1
Khutbah Jum'at: Waspada Enggan Bersedekah

Khutbah Jum'at: Waspada Enggan Bersedekah

|Views: 772|Likes:
Khutbah Jum'at: Waspada Enggan Bersedekah
Khutbah Jum'at: Waspada Enggan Bersedekah

More info:

Published by: Indra Sutriadi Pipii on Jun 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Waspada Enggan Bersedekah

ِ‫إِ ّ اْلحَمْدَ لِ نَحْمَ ُ ُ، وَ نَسْتَعِيُ ُ، وَ نَسْتَغْفِ ُ ُ، وَ نَ ُو ُ بِالِ مِنْ ُ ُورِ أَنْ ُسِنَا، وَ مِنْ سَّئَات‬ ‫ي‬ ‫شر ف‬ ‫ره ع ذ‬ ‫نه‬ ‫ده‬ ‫ن‬ َ‫أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ا ُ فَلَ ُضِ ّ لَ ُ، وَ مَنْ ُضِْللْ فَلَ هَادِيَ لَ ُ، وَ أَشْهَ ُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلَ ا ُ، و‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫ه‬ ‫ي‬ ‫ل م ل ه‬ َ‫أَشْهَ ُ أَ ّ ُحَ ّدًا عَبْ ُ ُ وَ رَ ُوُ ُ، قَالَ تَعَالَى: )يَا أَّهَا اّذِينَ آمَُوا اّ ُوا الَ حَ ّ ُتقَاتِهِ وَ ل‬ ‫ق‬ ‫ن تق‬ ‫ي ل‬ ‫د ن م م ده س له‬ ٍ‫تَ ُوُ ّ إِ ّ وَ أَنُْمْ ُسْلِ ُونَ( وَ قَالَ أَيْضًا: )يَا أَّهَا الّ ُ اّ ُوا رَّ ُمُ اّذِي خلَقَ ُمْ ِن ّفْس‬ ‫َ ك م ن‬ ‫ي نس تق بك ل‬ ‫م تن ل ت م م‬ ِ‫ّحِدَةٍ ّ خلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ بَ ّ مِنْ ُمَا رِجَالً كَثِيًا ّ نِسَاءً ّ اّ ُوا الَ اّذِي تَسَآءَُونَ بِه‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫و تق‬ ‫و‬ ‫ث ه‬ َ ‫و و‬ َ‫وَ الْأَرْحَامَ إِ ّ الَ كَانَ عَلَيْ ُمْ رَقِيبًا( وَ قَلَ ج ّ جلَ لَ ُ: ) يَا أَّهَا اّذِينَ آمَُوا اّ ُوا الَ و‬ ‫ن تق‬ ‫ي ل‬ ‫َل َ ه‬ ‫ك‬ ‫ن‬ َ‫ُوُوا قَوْلً سَدِيدًا ّصِْلحْ لَ ُمْ أَعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ُُوبَ ُمْ وَ مَنْ ّطِعِ الَ وَ رَ ُوْلَ ُ فَقَدْ فَاز‬ ‫س ه‬ ‫ي‬ ‫ذن ك‬ ‫ك‬ ‫ي‬ ‫قل‬ ‫م م ل ل‬ ُ ‫فَوْزًا عَظِيمًا( أَ ّا بَعْ ُ: فَإِ ّ أَحْسَنَ الْكَلَمِ كَلَ ُ الِ، وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ ُحَ ّدٍ صَّى ا‬ ‫م‬ ‫م د ن‬ ‫ة كل‬ ّ ُ َ‫عَلَْيهِ وَ سَّمَ، وَ ّ ّ اْ ُ ُوْرِ ُحْدَثَاُهَا، وَ ُ ّ ُحْدَثَتٍ بِدْعَ ٌ، وَ ُ ّ بِدْعَةٍ ضَلَلَ ٌ، و‬ ‫ة كل‬ ‫كل م‬ ‫شر لم م ت‬ ‫ل‬ ِ‫ضَلَلَةٍ فِى الّار‬ ‫ن‬
Jama'ah Jum'at rahimani wa rahimakumullah, Telah menjadi keharusan bagi kita agar senantiasa bertakwa kepada Allah  dengan sebenarbenar takwa yang dengan takwa tersebut seseorang dapat selamat dari berbagai godaan di dunia sehingga Allah  menyelamatkannya di akhirat. Takwa adalah bekal terbaik ketika menghadap Allah  di saat harta dan keluarga tidak dapat lagi memberikan manfaat. Allah  berfirman:

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. as-Syu'ara: 88-89)

ْ ٌ ْ ْ ّ ْ ‫يوم ل تنفع مال و ل بنُون ۝ إلَ من أ َت ال بقلب سلي ۝‬ ِ َ ٍ َ ِ َ َّ َ َ ِ َ َ َ ُ َ ََ َ َ ٍ َ َ

Jama'ah Jum'at rahimani wa rahimakumullah, Marilah kita bertakwa kepada Allah  tentang harta-harta dan kekayaan kita di dunia ini. Bertakwa dengan cara menjadikannya simpanan yang kekal dan berlimpah di sisi Allah  kelak di akhirat, yaitu bershadaqah. Dari Abu Hurairah  Rasulullah  bersabda, “Barangsiapa yang bershadaqah seharga satu buah korma dari hasil/usaha yang baik –dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-- sesungguhnya Allah menerima dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya bagi orang yang mengeluarkannya, sebagaimana salah seorang di antara kalian mengembangkan anak kudanya (yang sudah disapih dari ibunya) hingga menjadi besar seperti gunung.” (Muttafaq 'alaihi) Adapun mengenai harta kekayaan yang dimiliki seorang hamba, Rasulullah  telah bersabda, “Anak cucu Adam (manusia) berkata, 'Hartaku hartaku.'” Kemudian beliau meneruskan, “Sesungguhnya kamu tidak memiliki apa pun dari hartamu, wahai anak Adam, kecuali apa yang kamu makan lalu habis, atau apa yang kamu pakai kemudian lusuh, atau apa yang kamu sedekahkan dan berlalu.” (HR. Muslim)

Jama'ah Jum'at rahimani wa rahimakumullah, Rasulullah  telah mengabarkan bahwa ketika seorang hamba dihadapkan di depan Allah  untuk dihisab, sesungguhnya dia akan menghadapi api neraka di depan wajahya. Dan dikabarkan bahwa amal sedekah akan melindungi seseorang dari api neraka. Di dalam Shahihain dari Adiy bin Hatim , Rasulullah  bersabda, “Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali akan berbicara dengan Allah  dimana antara kalian dan Allah tidak ada penerjemah. Kalian akan melihat ke sebelah kanan dan tidak akan melihat apa kecuali api neraka di depan wajah kalian, maka berlindunglah kalian semua dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah dengan setengah biji kurma.” Di dalam Shahih Muslim dari Adiy bin Hatim  dari Nabi  bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang mampu menghalangi dirinya dari api neraka walaupun hanya dengan setengah biji kurma, maka kerjakanlah.” Disebutkan juga dalam Shahih Bukhari dari Nabi  bersabda, “Sesungguhnya kalian benarbenar akan berdiri di hadapan Allah  dan tidak ada penerjemah yang menerjemahkan antara kalian dan Allah. Selanjutnya Allah akan berkata kepada kalian, 'Bukankah Aku sudah memberikan harta kepada kalian?' Kalian Menjawab, 'Benar, ya Allah', kemudian Allah berkata, 'Bukankah Allah telah mengutus Rasul kepada kalian?' Kalian menjawab, 'Benar, ya Allah', maka kalian akan melihat ke sebelah kanan, kalian tidak akan melihat apa-apa kecuali api, dan kalian akan melihat ke sebelah kiri, kalian tidak akan melihat apa-apa kecuali api, maka berlindunglah kalian semua dari api itu walaupun hanya dengan setengah biji kurma. Jika tidak memilikinya, maka lakukan dengan tutur kata yang baik.” Disebutkan dalam Shahihain dari hadits Abi Said al-Khudri , Rasulullah  bersabda, “Wahai kaum wanita, perbanyaklah bersedekah karena aku melihat kalian (kaum wanita) adalah penghuni neraka paling banyak.” Demikianlah keutamaan dan pentingnya bersedekah dari sebagian harta yang kita miliki untuk hal-hal yang diperintahkan dalam Islam ini. Oleh karena itu, wajarlah kiranya Allah  memperingatkan kepada kita mengenai hal ini. Allah  memberikan permisalan mengenai kondisi orang yang telah datang ajal kematiannya dan menyesali dirinya yang tidak pernah bersedekah selama hidupnya, sebagaimana dalam firman-Nya,

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'” (QS. al-Munafiqun: 10)

ْ ْ ْ ْ ‫و أنفقوٱ من ما رزقنـكم من قبل أن يأْتـي أحدكم ٱلْم‬ ‫وت ف َيقول‬ ٰ َ َ َّ ِ ُ ِ َ َ َ ُ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ِّ ُ َ ۤ ْ ْ ٓ ‫رب لوَل أ َخرتنِي إل‬ ٓ ْ َ ﴾١٠﴿ َ‫ّ َ ِ َ أ َجل قريب فَأَصدق و أَكُن من ٱلصٰـلحي‬ ِ ِ ِ َّ َ ِّ َ َ َ َّ َّ ٍ ِ َ ٍ َ َ ّ

Dari ayat di atas terlihat penyesalan mereka yang tidak pernah ataukah kurang bersedekah semasa hidupnya. Mereka menyesali akan keutamaan yang mereka tidak dapatkan bahwa sedekah dapat melindungi diri mereka dari api neraka dan dapat memasukkan mereka ke dalam surga. Kemudian mereka juga menyesali akan akibat dari menahan harta dari haknya yaitu dapat menjerumuskan mereka ke dalam kebinasaan di akhirat kelak. Rasulullah  banyak memberikan nasihat kepada umatnya mengenai kebinasaan di akhirat akibat menahan sedekah dari harta-harta kekayaan yang dimiliki.

Imam Ahmad mengeluarkan dari hadits Abdullah bin Amru bin Ash , Rasulullah  bersabda, “Aku diperlihatkan surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang fakir. Kemudian aku juga diperlihatkan neraka, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang wanita dan orang kaya.” Ibnu Mas'ud  berkata bahwa tidak akan ditinggalkan dalam neraka kecuali empat golongan, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ,

“Mereka menjawab: 'Kami dahulu tidak termasuk dalam orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan.” (QS. al-Mudatstsir: 43-46)

ْ ْ ‫قالوا لم نك من ٱلْمصلي ﴿٣٤﴾ و لم نك نطعم ٱلْم‬ ْ ‫ِ سكيَ ﴿٤٤﴾ و كُنَّا‬ ِ ُ ُ َ َْ َ ِ ِّ َ ُ َ ِ ُ َ َ ۟ ُ َ َ َ ُ ْ ‫نخوض مع ٱلْخآ ئضي ﴿٥٤﴾ و كنا نكذب بي‬ ﴾٤٦﴿ ‫ُ ّ َ ُ َ ِّ ِ وِم ٱلين‬ ِ َ ِ ِ َ ََ ُ ُ َ َ َ ّ َ ُ

Dalam riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim sebagaimana dalam Tafsirnya disebutkan bahwa Neraka berkata: “Adapun aku tidak dimasuki, kecuali oleh orang-orang sombong, keras kepala, dan para pembesar, serta orang-orang yang memiliki harta kekayaan.” Sebuah hadits riwayat Ahmad, al-Hakim, at-Thabrani dalam al-Kabir dan al-Awsath yang diriwayatkan dari Suraqah bin Malik bin Ja'syam menyatakan bahwa Nabi  berkata kepadanya, “Penghuni neraka adalah setiap yang keras, kasar, sombong, kikir dan bakhil. Adapun penghuni surga adalah orang-orang lemah dan kalah.” Anas bin Malik  meriwayatkan, bahwa Nabi  bersabda, “Akan dikatakan kepada orang kafir pada hari Kiamat, 'Bagaimana pendapatmu, seandainya kamu memiliki emas sepenuh bumi, apakah kamu akan menebus siksa dengannya?' Ia menjawab, 'Benar'. Dikatakan kepadanya, 'Dahulu (di dunia), kamu dituntut melakukan hal yang lebih ringat dari itu (namun kamu enggan melakukannya).'” Dalam riwayat lain, “Dikatakan kepadanya, 'Kamu dusta, dahulu kamu dituntut melakukan hal yang lebih ringan (namun tidak kamu lakukan).'” (HR. Muslim) Firman Allah  tentang orang-orang yang enggan menebus dirinya di dunia untuk hari akhir:

“Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.” (QS. al-Balad: 11-18)

ْ ْ ْ ْ ٌ‫فل ٱقتحم ٱلْعقبة ۝ و مآ أ َدرىٰك ما ٱلْعقبة ۝ فك رقبة ۝ أ َو إ َطعٰـم‬ ٍ َ ُّ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ْ ْ ْ ْ ْ ‫ف يوٍم ذى مسغبة ۝ يتيما ذا مقربة ۝ أ َو مسكينًا ذَا متبة ۝ ث‬ ٍََ َ ِ ٍَ َ َ ً َِ ٍ َ َ ِ َ ِ ِ َّ ُ َ َ ْ ْ ْ ْ ‫كان من ٱلين ءامنوا و توا صوا بٱلصب و تواصوا بٱلْم‬ ‫۟ ِ رحة ۝‬ ِ َ َ َ َ ِ َّ ِ ۟ َ َ َ َ ۟ ُ َ َ َ ِ َّ َ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ‫أولـ ۤئك أصحـب ٱلْمي‬ ‫منَة ۝‬ ِ َ َ ُ ٰ َ َ َ ِ َٰ ُ ۟

َ‫أَُوْل قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِ ُ الَ لِي وَ لَ ُمْ وَ لِسَائِرِ الْ ُسْلِمِيَ وَ الْ ُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِ ُو ُ إِّ ُ ُو‬ ‫ر ه نه ه‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫ر‬ ُ ‫ق‬ ُ‫الْغَ ُو ُ ال ّحِيْم‬ ‫فر ر‬
Khutbah Kedua

ُ‫اَلْحَمْ ُ لِ رَ ّ الْعَالَمِيَ، وَ َأشْهَ ُ أَنْ لَ إِلَهَ إِ ّ الُ وَلِ ّ ال ّالِحِيَ، وَ أَشْهَدُ أَ ّ ُحَ ّدًا خَاتَم‬ ‫نم م‬ ‫ي ص‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫د ب‬ َ‫اْلَنْبِيَاءِ وَ الْ ُرْسَلِيَ، الّ ُ ّ صَ ّ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ علَى آلِهِ ُحَ ّدٍ كَمَا صَّيْتَ علَى آلِ إِبْرَاهِيم‬ َ ‫ل‬ ‫م م‬ َ ‫م م‬ ‫لهم ل‬ ‫م‬ ،ٌ ‫وَ بَارِكْ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ عَلِى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِْبرَاهِيمَ إِّكَ حَمِي ٌ مَجِي‬ ‫د د‬ ‫ن‬ ‫م م‬ ‫م م‬ ‫م د‬ ُ ْ‫أَ ّا بَع‬
Jama'ah Jum'at rahimani wa rahimakumullah, Melengkapi khutbah Jum'at kali ini, marilah kita menyimak apa saja imbalan pahala yang telah Allah  sediakan kepada mereka yang senang bersedekah. Allah  telah menyebutkan sebagian sifat-sifat penghuni surga yang di antaranya adalah mereka yang dermawan dalam firman-Nya:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 133-134)

ْ ْ ‫و سارعوا إل مغفرة من ربكم و جنة عضها ٱلسمـوت و ٱل‬ ْ ٍ ْ ٓ َٰ ٰ ‫َ رض‬ ِّ َ ّ ِ ٍ ِ َ ٰ َ ِ ۟ ُ ِ َ َ ُ ُ َ َّ َ َ ُ َ ُ َ َّ َ َ ْ ْ ْ ‫أ ُعدت لِلمتقيَ ۝ ٱلين ينفقون ف ٱلسآء و ٱلضرآء و‬ ِ ِ ِ َّ ِ َّ ُ َّ ِ َ َّ َّ َ َّ َّ َ َ ُ ِ ُ َ ْ ْ ْ ْ‫ٱلْكـظمي ٱلْغي‬ ‫َ ٰ ِ ِ َ َ ظ و ٱلعافِيَ عن ٱلنَّاس ۗ و ٱل يحب ٱلمحسنِيَ ۝‬ ِ ُ ُ ّ ِ ُ ُ َّ َ ِ ِ َ َ َ َ

Dalam Sahih Muslim dari Iyadh bin Himar  menyatakan bahwa Nabi  dalam khutbahnya berkata, “Penghuni surga itu ada tiga: orang yang mempunyai kekuasaan lagi adil dan dermawan (suka sedekah), laki-laki yang penuh kasih sayang dan lembut hati kepada semua kerabatnya, setiap muslim yang selalu menjaga dirinya dari hal-hal haram dan mempunyai keluarga (anak).” Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, “Tidaklah suatu hari seorang hamba berada di pagi hari kecuali turun dua malaikat, salah satunya berdoa, 'Ya Allah, berilah orang yang berinfak suatu pengganti.' Dan malaikat yang lainnya berkata, 'Ya Allah, berilah orang yang menahan hartanya kebinasaan'.” Dalam hadits lain disebutkan, “Ada seseorang yang memberikan pinjaman hutang kepada orangorang, ia berkata kepada anaknya, jika datang kepadamu orang yang sedang dalam kesusahan maka bebaskanlah ia, semoga Allah membebaskan kita.” Nabi  berkata, “Maka ia bertemu dengan Allah Azza wa Jalla dan Allah membebaskannya.”

‫‪Semoga Allah  menganugerahi kemurahan hati ke dalam dada-dada kita agar kita menjadi‬‬ ‫,‪lapang dalam menafkahkan harta-harta kekayaan yang kita miliki sebagaimana keinginan Allah‬‬ ‫.‪Yang Maha Kaya lagi Maha Memberi Rizki‬‬

‫الّ ُ ّ صَ ّ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ عَلَى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِْبرَاهِيْمَ إِّكَ‬ ‫ن‬ ‫م م‬ ‫م م‬ ‫لهم ل‬ ‫حَمِي ٌ مَجِي ٌ، الّ ُ ّ بَرِكْ عَلَى ُحَ ّدٍ وَ علَى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا بَرَكْتَ علَى إِْبرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ‬ ‫َ‬ ‫م م‬ ‫م م َ‬ ‫د د لهم‬ ‫إِبْرَاهِيْمَ إِّكَ حَمِي ٌ مَجِي ٌ.‬ ‫د د‬ ‫ن‬ ‫الّ ُ ّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيَ وِ الْ ُؤْمِنَاتِ، و الْمُسْلِمْيَ وَ الْ ُسلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلَمْوَاتِ،‬ ‫مْ‬ ‫م‬ ‫لهم‬ ‫إِّكَ سَمِي ٌ قَرِي ٌ ُجِي ُ ال ّعوَاتِ.‬ ‫ع بم ب د‬ ‫ن‬ ‫الّ ُ ّ إِّا نَسْأَُكَ الْهُدَى وَ الّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى.‬ ‫ت‬ ‫لهم ن ل‬ ‫الّ ُ ّ لَ ُتزِغْ ُُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَ ُنْكَ رَحْمَةً إِّكَ أَنْتَ الْوَ ّاب.‬ ‫ه‬ ‫ن‬ ‫د‬ ‫قل‬ ‫لهم‬ ‫رَّنَا لَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً ّّذِينَ كَفَ ُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَّنَا إِّكَ أَنْتَ الْعَزِي ُ الْحَكِي ُ.‬ ‫م‬ ‫ز‬ ‫ب ن‬ ‫ر‬ ‫لل‬ ‫ب‬ ‫رَّنَآ ءَاتِنَا فِى ال ّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ الّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيَ.‬ ‫ن‬ ‫د‬ ‫ب‬

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->