1

Perancangan Sistem Akuisisi Data Sebagai Alternatif Modul DAQ LabVIEW Menggunakan Mikrokontroler ATMEGA8535
Didik Kusanto, Katherin Indriawati, ST. MT.
Department of Engineering Physics, Faculty of Industrial Technology ITS Surabaya Indonesia 60111, email: kusanto_didik@yahoo.co.id

Abstrak— Dalam aplikasi sistem pengendalian di industri, kebutuhan untuk pengambilan dan pengolahan data menjadi semakin komplek. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perangkat yang dapat menangani kebutuhan tersebut, salah satunya adalah dengan sistem akuisisi data. Sebuah alternatif modul DAQ yang dibuat dari mikrokontroler ATMEGA8535 yang dapat diakses menggunakan LabVIEW yang berkomunikasi secara dua arah menggunakan komunikasi serial. DAQ ini dapat mengakuisisi 8 saluran masukan dengan konversi ADC 10 bit dan 8 saluran keluaran dengan sinyal Kendali PWM. Pada pengujian hasil konversi ADC, nilai tegangan yang ditampilkan oleh LabVIEW dengan nilai tegangan pada sensor mempunyai RMSE sebesar 0.019 volt. Dalam pengujian plant PCT-09 didapatkan hubungan antara level yang ditampilkan pada LabVIEW dan level pada Plant PCT-09 mempunyai nilai RMSE sebesar 0.75mm. Sementara itu, sampling rate yang digunakan untuk mengupdate data dari plant sebesar 510 milidetik dan mempunyai sinyal kendali PWM dengan duty cycle sebesar 3,4 milidetik. Pada pengujian masukan digital, DAQ mempunyai frekuensi maksimum yang bisa diakuisisi sebesar 32.767 Hz.
Kata Kunci— ATMEGA8535, komunikasi serial, DAQ

Timothy Joy Siswanto mempunyai beberapa kekurangan, yaitu hanya mempunyai satu saluran masukan digital, satu saluran keluaran digital, dua saluran keluaran analog serta tidak mempunyai ketelitian waktu yang tinggi. Pada penelitian tugas akhir ini akan dirancang sebuah modul DAQ LabVIEW yang mempunyai 8 saluran masukan, dan 8 saluran keluaran PWM dengan ketelitian waktu 416 milidetik. II. DASAR TEORI 2.1 Sistem Akuisisi Data Sebuah sistem akusisi data atau biasa dikenal DataAcquisition Sistem (DAS) merupakan sistem instrumentasi elektronik terdiri dari sejumlah elemen yang secara bersamasama bertujuan melakukan pengukuran, menyimpan, dan mengolah hasil pengukuran. Secara aktual DAS berupa interface antara lingkungan analog dengan lingkungan digital. Lingkungan analog meliputi transduser dan pengondisian sinyal dengan segala kelengkapannya, sedangkan lingkungan digital meliputi analog to digital converter (ADC) dan selanjutnya pemrosesan digital yang dilakukan oleh mikroprosesor atau sistem berbasis mikroprosesor. Komputer yang digunakan untuk sistem akuisisi data dapat mempengaruhi kecepatan akuisisi data. Tipe-tipe transfer data yang tersedia pada komputer yang bersangkutan mempengaruhi kinerja dari sistem akuisisi data secara keseluruhan. Direct memory access (DMA) yang merupakan alat pengendali khusus yang disediakan untuk memungkinkan transfer blok data langsung antar perangkat eksternal dan memuri utama tanpa interversi terus menerus dari prosesor, dengan penggunaan DMA ini mampu meningkatkan unjukkerja melalui penggunaan perangkat keras terdedikasi (khusus) untuk mentransfer data langsung ke memori, sehingga prosesor bisa bebas mengerjakan tugas lain. 2.1.2 Elemen-elemen pendukung DAS Sistem terdiri dari sejumlah elemen atau komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain melakukan suatu kerja sehingga tujuan atau fungsi sistem tercapai. Elemenelemen DAS, yang saling berhubungan satu dengan yang lain adalah sebagai berikut: a. Perangkat keras DAQ Elemen-elemen yang mendukung perangkat keras DAQ agar dapat melakukan pengukuran, menyimpan, dan mengolah hasil pengukuran adalah sebagai berikut: Transduser Transduser adalah elemen yang berfungsi untuk merubah suatu besaran fisis menjadi besaran listrik. Transduser mengubah besaran mekanika menjadi besaran

LabVIEW. I. PENDAHULUAN Dalam aplikasi sistem pengendalian di industri, kebutuhan untuk pengambilan dan pengolahan data menjadi semakin komplek, semakin variatif dan semakin banyak. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perangkat yang dapat menangani kebutuhan tersebut, salah satunya adalah dengan sistem akuisisi data. Tugas utama dari sistem akuisisi data adalah mengakuisisi sinyal sensor yang biasanya berupa sinyal analog, mengubahnya menjadi sinyal digital dan memberikannya kepada sistem monitoring ataupun sistem pengendalian. Beberapa fungsionalitas yang bersifat opsional kadang juga tersedia dalam modul sistem akuisisi data, seperti filter, modulator dan sebagainya. Sistem akuisisi data tersebut biasanya dikendalikan oleh program, baik yang berjalan sebagai embedded system maupun program aplikasi dalam sebuah personal computer (PC). Salah satu program apliaksi yang cukup terkenal dalam dunia industri adalah LabVIEW yang dibuat oleh perusahaan National Instrument (NI). Selain membuat LabVIEW, National Instrument juga memproduksi beberapa tipe sistem akuisisi data yang bisa digunakan oleh LabVIEW dengan harga yang relatif mahal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang alternatif modul DAQ LabVIEW. Penelitian tentang pembuatan modul alternatif DAQ LabVIEW yang dilakukan oleh Indra Sugiarto, Thiang,

Spesifikasi penting dari transduser adalah ketelitian. resolusi. stabilitas. b.7 merupakan windows yang digunakan untuk membuat program yang telah dirancang algoritmanya. multiplekser internal.Dalam membuat suatu VI. dan lainlain. kecepatan konversi. dimana penguatannya ditentukan oleh besarnya Rf dan Rin.2 listrik yang dapat berupa tegangan atau arus. pengondisian sinyal dan memori. tanda kurung kurawal. keluaran kode digital. LabVIEW menggunakan icon yang dihubungkan bersama untuk mempresentasikan fungsinya dan menjelaskan aliran data dalam program. program pada windows block diagram merupakan kumpulan dari beberapa fungsi yang dihubungkan dengan garis sehingga membentuk suatu program yang dapat ditampilkan pada windows front panel. yaitu windows front panel. 0 sampai dengan 10 volt dan sebagainya tergantung mode masukan dan spesifikasi komponen yang dipakai. Hal ini sangat berbeda dengan bahasa pemrograman C. pasti akan tertampil 2 windows yang muncul secara otomatis. Op-Amp adalah piranti solid state yang mampu mengindera dan memperkuat sinyal masukan baik AC maupun DC. (a) Penguat terkontrol inverting (b) Penguat terkontrol non inverting (1) dan untuk penguatan non inverting penguatannya adalah: (2) Analog to digital converter(ADC) ADC melakukan konversi menjadi data analog menjadi data digital yang bersesuaian. Untuk penguat terkontrol inverting penguatannya adalah memenuhi persamaan: Digital to Analog Converter(DAC) Sitem mikroprosesor hanya dapat mengolah data dalam bentuk digital. sistem data logger. Dalam praktiknya. Fortran. Penguatan Op-Amp dapat dikontrol baik secara inverting maupun non inverting sebagaimana yang diperlihatkan pada Gbr 1. . Secara umum. dan meter disebut indikator. Software DAQ Software akuisisi data merupakan komponen sistem akuisisi data yang mempunyai peran untuk mengolah data yang telah diambil dari plant untuk kemudian diproses untuk dijadikan sistem monitoring. banyak sekali contoh-contoh transduser yang dipakai dalam DAS. sehingga penguat tidak terpengaruh oleh pembebanan. dan keandalan. tombol. Program yang ada pada windows block diagram merupakan program berbasis Gbr. lampu. perlu dipahami bagian-bagian penting yang digunakan untuk membangun suatu VI. Basic. kecepatan. Hal ini sejenis dengan membangun flowchart kode sesuai dengan yang diinginkan. no-missing code dan harga komponen. Diagram merupakan source code yang dibuat dan berfungsi sebagai instruksi untuk front panel. Fungsi dasar dari pengubah analog ke digital adalah mengubah tegangan analog ke dalam bentuk biner. Rangkaian-rangkaian dengan menggunakan operasional merupakan bagian utama dari pengondisian sinyal. Matlab yang umumnya berbasis text pada programnya. Hal lain yang berhubungan adalah batas tegangan masukan. Sedangkan pada windows block diagram yang ditunjukan pada Gbr 2. Windows front panel yang ditunjukan pada Gbr 2. bahasa pemrograman menggunakan kode sebagai aplikasinya sehingga aplikasinya sehingga tidak perlu memperhatikan syntax (koma. Untuk membuat file simulasi baru dalam LabVIEW. Program LabVIEW biasa disebut Virtual Instruments (VI). grafik. sistem kendali plant. Operasional amplifier Tegangan atau arus yang dihasilkan oleh transduser biasanya kecil. teknik antarmuka. Tegangan listrik yang dikeluarkan transduser ini yang digunakan untuk proses konversi analog to digital. tanda kurung kotak. Masukan pada front panel disebut kontrol. tombol stop maupun proses input output terhadap program yang dibuat. Visual Basic. titik koma. linieritas. • Penguat loop terbuka amat tinggi • Impedansi keluaran rendah. Hasil dari program yang telah dibuat bisa berupa tampilan nilai. periode. sehingga arus masukan diabaikan. dan windows block diagram. -5volt sampai dengan 5volt. Spesifikasi utama ADC adalah ketelitian absolute dan relative. dan saklar. transduser suhu mengubah besaran temperatur menjadi besaran listrik berupa tegangan atau arus. tanda kurung lengkung).6 merupakan windows yang digunakan untuk menampilkan hasil dari program simulasi yang telah dibuat. Karakteristik Op-Amp yang terpenting adalah : • Impedansi masukan tinggi. oleh karena itu segala sesuatu yang akan diolah oleh mikroporsesor harus diubah dulu ke dalam bentuk digital. Oleh Karena itu diperlukan pengondisian sinyal yang memperlakukan sinyal keluaran dari transduser cukup besar untuk dimasukan pada ADC. Sedangkan komponen ADC yang digunakan dalam praktik bekerja pada skala penuh 0 samapai dengan 5 volt. sehingga dapat diolah oleh komputer. Gbr 1. LabVIEW (Laboratory Virtual Instrument Engineering Workbench) merupakan bahasa pemrograman dengan performansi dan fleksibilitas seperti bahas pemrograman yang lain yaitu C++. LEDs. penguat tegangan penguatan tinggi dan penguat keluaran impedansi rendah. VI dibangun oleh dua windows yaitu panel muka (front panel) dan blok diagram. Tegangan analog yang merupakan masukan ADC dapat berasal dari transduser atau sumber tegangan lain. Keluaran yang terdiri dari grafik. Op-Amp yang khas terdiri dari tiga rangkaian dasar yaitu penguat differensial impedansi tinggi. Front Panel menyediakan interface untuk pengguna yang akan mensimulasikan panel untuk instrumen seperti knop. software yang dipakai dalam penelitian ini adalah software LabVIEW.

Untuk menghubungkan antara 2 buah PC.1 Keuntungan menggunakan komunikasi serial Beberapa manfaat yang diperoleh jika menggunakan komunikasi serial untuk komunikasi data antar komputer dan atau dengan mikrokontroler . Pengiriman informasi akan terjadi jika arus berubah besarnya. sedangkan pada komunikasi pararel hanya 5 volt. Untuk merancang sebuah sistem berbasis mikrokontroler. Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi c. Kabel untuk komunikasi serial bisa lebih panjang dibandingkan dengan pararel. Pada dasarnya komunikasi data serial mempunyai dua macam protokol perangkat keras. f. dan masing masing pin DTR.2 Komunikasi Data Serial Metode trasnmisi data serial dapat berupa sinkron maupun asinkron. Secara harfiahnya bisa disebut "pengendali kecil" dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponenkomponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. dan pin RTS dan CTS dihubung singkat di setiap peralatan seperti yang diterangkan pada Gbr 2. Pada transmisi sinkron. cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. RS232 Merupakan standar yang ditetapkan Electrical Industry Association (EIA). yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. ekonomis dan murah. b. yakni TxD (saluran kirim). DSR dan CD dihubung singkat. kita memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka : a. Dalam IC DIP (Dual In-line Package) 16 pin (8 pin x 2 baris) ini terdapat 2 buah transmiter dan 2 receiver. 2. Hanya dibutuhkan dua pin utama TxD dan RxD (diluar acuan ground). g.3 2. Di dalam IC ini terdapat Charge Pump yang akan membangkitkan +10 Volt dan -10 Volt dari sumber +5 Volt tunggal. b. akan tetapi jika menggunakan komunikasi pararel akan terdapat dua puluh hingga dua puluh lima kabel. yaitu: a. dengan demikian tegangan dalam komunikasi serial memiliki ayunan tegangan maksimum 50 volt. Keuntungan sistem ini adalah sederhana. yaitu: a. 2. Data-data dalam komunikasi serial dikirimkan untuk logika ‘1’ sebagai tegangan -3 s/d -25 volt dan untuk logika ‘0’ sebagai tegangan +3 s/d +25 volt.2. Software pemrograman dan kompiler.3 Mikrokontroler Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus. walaupun pada beberapa mikrokontroler sudah menyediakan sistem clock internal. yang dapat digunakan sebagai aturan dalam pertukaran data antar komputer. Sistem minimal mikrokontroler b. Arus minimum adalah sebesar 18 mA dan arus maksimum yang diperbolehkan besarnya 25 mA. Komunikasi serial dapat diterapkan untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler. Pada komunikasi serial hanya satu bit yang ditransmisikan pada satu waktu sehingga apabila transmisi menggunakan media udara bebas (free space) maka dibagian penerima tidak akan muncul kesulitan untuk menyusun kembali bit bit yang ditransmisikan. Untuk membuat sistem minimal paling tidak dibutuhkan sistem clock dan reset. Sedangkan kerugiannya adalah noise filtering sulit dan tidak ada pembakuan tegangan serta membangkitkan cross talk jika digunakan kabel panjang. dimana awal dan akhir dari blok diberi tanda berupa byte atau bit tertentu. Sering juga sebagai buffer serial digunakan chip DS275. sehingga tanpa rangkaian eksternal pun mikrokontroler sudah beroperasi. Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak Gbr 2. standar ini ditunjang oleh Asynchronous Communication Adapter dengan komponen utama 8250 Universal Asynchronous Receiver Trasmitter (UART) atau Universal Synchronous $Asynchronous Receiver Trasmitter (USART). pin Sinyal ground (5) dihubungkan dengan SG di pasangan. Konfigurasi port DB9[1] Agar sebuah mikrokontroler dapat berfungsi. yaitu: a. Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas b. d. Dua perangkat komputer yang berjauhan dengan hanya tiga kabel untuk konfigurasi null modem. Jumlah kabel serial lebih sedikit. dimana pin TxD dihubungkan dengan RxD pasangan. RxD (saluran terima) dan Ground. Komunikasi serial dapat menggunakan udara bebas sebagai media transmisi. Secara peraangkat keras. e. data dikirim dalam blok dengan kecepatan tetap. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik. Hal ini menyebabkan gangguan pada kabelkabel panjang lebih mudah diatasi dibanding dengan pararel. c. maka mikrokontroler tersebut memerlukan komponen eksternal yang kemudian disebut dengan sistem minimum. yaitu adanya arus menunjukkan keadaan idle. Oleh karena setiap byte data didefinisikan sendiri-sendiri maka data dapat dikirim pada setiap saat (asinkron). Current loop 20 mA Merupakan sistem lama yang menggunakan arus. serta downloader . Sedangkan pada trasnmisi asinkron setiap satu byte data terdiri dari satu bit yang mengidentifikasikan awal byte data dan 1 atau2 bit sebagai akhir byte data. biasanya digunakan format null mode.

pengontrolan daya atau tegangan yang masuk ke beban. Gbr 3. III. yang digunakan untuk memberi sumberdaya 2. Gelombang kotak yang memiliki ymax. Prosesor. yang terdiri dari 4 bagian. Tahapan tahapan tersebut sesuai dengan flowchart pada gambar 4. yaitu : a. maka tegangan yang dikeluarkan oleh komparator adalah high. Rangkaian reset agar mikrokontroler dapat menjalankan program mulai dari awal c. Sebuah IC mikrokontroler tidakakan berarti bila hanya berdiri sendiri. Rangkaian clock. yang akan digunakan untuk mentransfer data pada telekomunikasi ataupun mengatur tegangan sumber yang konstan untuk mendapatkan tegangan rata-rata yang berbeda. PWM menggunakan sinyal kotak dengan duty cycle tertentu menghasilkanberbagai nilai rata-rata dari suatu bentuk gelombang kotak f(t) dengan nilai batas bawah ymin . Daplam perancangan algoritma program DAQ ini. yang digunakan untuk memberi detak pada cpu d. maka tengangan yang dikeluarkan komparator adalah low. Tugas dari mikrokontroler ini akan bisa berfungsi jika mendapat perintah dari LabVIEW. generator dan sebuah komparator.seperti yang terlihat pada Gbr 3 dibawah. batas atas ymax dan duty cycle D. serta aplikasi-aplikasi lainnya.4 yang dimaksud dengan sistem minimal adalah sebuah rangkaian mikrokontroler yang sudah dapat digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi. Mikrokontroler difungsikan sebagai slave karena tugas dari mikrokontroler hanya mengirimkan data ADC dan menerima sinyal kendali. Dari persamaan ini jelas bahwa nilai rata-rata dari sinyal ( ) secara langsung bergantung pada duty cycle.1 Perancangan algoritma program DAQ Perancangan algoritma program untuk sistem akusisi dibagi menjadi dua. Diagram alir metodologi penelitian . Metode ini hanya membutuhkan sinyal segitiga atau gergaji yang bisa dibangkitkan oleh signal Gbr 4. regulator tegangan.T<t<T. dengan begitu fungsi master ada pada LabVIEW. Penggunaan PWM sangat banyak. Pada dasarnya sebuah sistem minimal mikrokontroler AVR memiliki prinsip yang sama. yaitu algoritma pemrograman pada mikrokontroler dan algoritma program pada LabVIEW. Cara temudah untuk menghasilkan sinyal PWM yaitu dengan metode intersective. Kedua algoritma program tersebut berfungsi untuk mengatur komunikasi data antara pengiriman data dan penerimanaan data baik di LabVIEW maupun pada mikrokontroler.T dan nilai ymin dari D. Sinyal gergaji merupakan sinyal input dan sinyal sinusoida merupakan referensi. METODE Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan. maka nilai ymax adalah dari 0<t<D. Rangkaian catu daya.4 Pulse Width Modulation (PWM) PWM adalah sebuah cara memanipulasi lebar sinyal atau tegangan yang dinyatakan dengan pulsa dalam suatu perioda. Dari pernyataan diatas didapat: (4) Persamaan “(4)”diatas dapat disederhanakan dalam berbagai kasus dimana ymin=0 sehingga kita mendapat bentuk persamaan akhir . Jika sinyal input lebih besar dari sinyal referensi. 3. mulai dari pemodulasian data untuk telekomunikasi. LabVIEW dapat meminta data ADC maupun mengirimkan sinyal kendali apapun ke mikro dengan perintah dari LabVIEW. audio effect dan penguatan.ymin dan D[5] Nilai rata-rata dari bentuk gelombang diatas adalah: (3) Jika f(t) adalah gelombang kotak. yaitu mikrokontroler itu sendiri b. mikrokontroler difungsikan untuk slave dan LabVIEW difungsikan sebagai master. begitu sebaliknya jika sinyal input lebih kecil dari sinyal referensi.

Diagram blok sistem akuisisi data Dalam perancangan hardware DAQ ini.2 Algoritma program untuk pembuatan hardware DAQ dengan ATMEGA8535 Gbr 7. 3. Gbr 5.3. Hardware DAQ alternatif LabVIEW 3. dibutuhkan beberapa komponen pendukung dari DAQ. Dengan variasi sinyal kendali yang dikirimkan oleh LabVIEW diubah oleh mikrokontroler menjadi sinyal PWM yang dibaca oleh oscilloscope. Software untuk mengakusisi data dari mikrokontroler.1 Uji pembacaan ADC Uji pembacaan setiap ADC yang terdapat pada mikrokontroler sehingga nilai konversi ADC dapat Gbr 6. rangkaian komunikasi serial dan rangkaian driver firing triac. Selanjutnya adalah memprogram mikrokontroler dengan CodeVisionAVR.1. Diagram alir penerimaan data digital dari mikrokontroler dan pengiriman sinyal kendali ke mikrokontroler oleh LabVIEW 3.1.2 Algoritma program untuk akuisisi data dengan LabVIEW 3. diagram alir pengiriman ADC ke LabVIEW dan proses penerimaan sinyal kendali dari LabVIEW .2. Gbr 8. telah dibuat beberapa hardware yaitu rangkaian minimum system dengan komunikasi serial MAX232 untuk dapat berkomunikasi dengan LabVIEW.3 Uji DAQ dan Uji Coba Real Time DAQ pada Plant PCT-09 Module Proccess Dalam uji DAQ alternatif telah dilakukan pengujian DAQ dengan dua cara yaitu dengan menguji Pembacaan ADC dengan masukan tegangan yang ditampilkan oleh LabVIEW dan pengujian sinyal kendali oleh LabVIEW yang dikirimkan ke mikrokontroler. yaitu menggunakan LabVIEW. 3.1 Perancangan hardware yang digunakan dalam membuat DAQ LabVIEW alternatif 8535. yaitu perancangan rangkaian perancangan rangkaian minimum system. Rangkaian minimum sistem yang ditunjukkan dengan Gbr 8 dibawah.2 Perancangan Hardware DAQ dan Program LabVIEW Dalam perancangan hardware DAQ.5 3.

6 ditampilkan pada LabVIEW yaitu dengan memberi variasi tegangan analog DC yang masuk pada kaki ADC (Port A) mikrokontroler. PCT-09 yang semula dikendalikan lewat module control khusus untuk dapat mengatur level yang akan dikendalikan. pompa ini bisa bekerja jika diberi tegangan AC 220 Volt. pemberian data digital ke LabVIEW akan dibandingkan antara frekuensi yang diberikan signal generator dengan frekuensi yang ditangkap oleh LabVIEW. variasi level akan dibaca oleh LabVIEW.1 didapatkan nilai RMSE dengan rumus: .0 sampai port B. Ketika nilai setpoint lebih besar dari level. Pengujian keluaran sinyal kendali dilakukan dengan cara mengukur keluaran dari Driver firing triac MOC3041 yang dijelaskan pada Gbr 9. aktuator untuk mengisi PCT-09 adalah pompa. • Uji Pembacaan ADC0-ADC7 Pengujian pembacaan dari ADC0-ADC7 agar bisa ditampilkan di LabVIEW adalah dengan memberikan variasi tegangan analog DC atara 0-5 Volt pada port A. maka pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian terhadap hardware yaitu pengujian terhadap pembacaan ADC.4 Uji Real plant pada PCT-09 PCT-09 merupakan plant level yang digunakan sebagai simulator control pada Laboratorium Rekayasa Instrumentasi Teknik Fisika. Begitu sebaliknya. Gbr 10. maka program akan memerintahkan pompa untuk mengisi PCT-09 dan menutup soleniod valve. pengujian sinyal kendali terhadap duty cycle PWM. untuk membuang air yang ada pada PCT-09 menggunakan solenoid valve dengan tegangan untuk mengaktifkan solenoid valve adalah 24 volt AC. Setelah dilakukannya perancangan dan pembuatan alat.0. maka pada LabVIEW akan merekam data digital yang telah dikeluarkan oleh signal generator.1 Pengujian pembacaan tegangan Pada LabVIEW Dari persamaan 3.4.3 Uji Masukan Digital Uji masukan digital DAQ dilakukan dengan cara memberikan signal kotak digital (0 dan 1) yang dibangkitkan oleh signal generator. Dari hasil uji masukan digital DAQ ini akan didapat masukan digital dengan frekuensi maksimal berapa yang dapat diakuisisi oleh DAQ alternatif ini. HASIL PENELITIAN Penulis memaparkan data hasil penelitian dan hasil analisa dari data tersebut apakah sesuai dengan hipotesis atau tidak. dengan perbedaan itu. Pada Gbr 9 masukan pulsa dari firing triac diperoleh dari keluaran mikrokontroler berupa sinyal kendali PWM yang berasal dari mikrokontroler.0A7(kaki 40-33 pada mikrokontroler). Variasi dari pasokan tegangan yang dipakai untuk menggerakkan aktuator diatur melalui LabVIEW. Pada uji real plant PCT-09 dengan DAQ alternatif. variasi yang diberikan adalah 1 Hz ke atas. Dengan memberi variasi masukan tegangan analog DC pada setiap kaki ADC mikrokontroler. maka pompa akan tidak bekerja dan solenoid valve akan akan bekerja mengeluarkan air yang ada pada PCT-09.2 Uji sinyal kendali Selain uji pembacaan dari ADC. didapatkan adanya ketidaksamaan antara data yang ditampilkan pada LabVIEW dan data yang dibaca oleh avometer. Keluaran signal generator yang ada pada probe tersebut disambungkan disaluran masukan analog DAQ alternatif pada port A. Sementara itu sensor yang dipasang pada plant PCT-09 adalah sensor pelampung yang di sambungkan pada sensor mekanik sehingga variasi dari perubahan level menyebabkan variasi tegangan yang dikeluarkan oleh sensor. didapatkan hasil konversi data tegangan yang di tampilkan oleh LabVIEW dengan data yang dibaca oleh avometer. Gbr 9. plant PCT-09 juga mempunyai sensor level agar dapat mengetahui level sebenarnya yang ada pada PCT-09. tegangan yang dikeluarkan oleh sensor langsung masuk ADC0 pada DAQ. dapat dicari hubungan antara root mean square error dengan variasi data yang ditampilkan pada LabVIEW. setelah itu. 3. Sementara itu. tegangan firing triac dan pengujian real time plant pada PCT-09 module process serta pengujian masukan data digital. 3. Plant PCT-09 Untuk dapat mengendalikan level pada PCT-09 yang sesuai dengan set point maka dibutuhkan Adanya aktuator yang dapat mengisi air ke plant PCT-09 maupun membuang air yang ada pada plant PCT-09.3.3. Pengujian dilakukan dengan memberikan variasi frekuensi sinyal kotak ke DAQ dan ditampilkan oleh LabVIEW.3. Pada program LabVIEW juga diberi nilai set point agar level yang dikendalikan bisa diatur dalam LabVIEW. Dari tabel 4. Dimana keluaran sinyal kendali PWM ini terletak pada port B. IV. 4. maka akan didapat variasi hasil konversi analog ke digital sehingga tertampil pada LabVIEW. setelah keluaran dari signal generator ditangkap oleh DAQ. selain aktuator. Driver Firing Triac MOC3041[5] 3. uji ini digunakan untuk mengetahui pasokan tegangan yang dipakai untuk menggerakkan aktuator.1. juga dilakukan uji keluaran sinyal kendali ke plant. ketika setpoint lebih kecil dari level. Kemudian merubah data digital yang ditampilkam menjadi nilai tegangan yang dapat ditampilkan oleh LabVIEW. Dari tabel 4.7 yang merepresentasikan sinyal kendali0 sampai sinyal kendali7.

60 -0. Dalam tabel 2 terdapat adanya tegangan maksimum dan tegangan minimum dikarenakan frekuensi sinyal PWM yang dihasilkan maih belum bisa menstabilkan tegangan keluaran dari firing triac dikarenakan frekuensi PWM yang dihasilkan oleh Tabel 2 hasil keluaran sinyal kendali tegangan AC (Volt) Sk2LV keluaran Perhitungan error error2 DAQ % rumus 0 214 214 0 0 10 198 192 6 32 20 179 171 8 68 30 158 149 9 78 40 137 128 9 90 50 95 106 11 119 60 76 84 8 69 70 51 63 12 137 80 29 41 12 146 90 11 19 8 71 99 0 0 0 0 mikrokontroler masih kecil.52 4.000014 3.000044 0.38 1.000000 1. Pada tabel 2 merupakan hasil keluaran sinyal kendali2 dari mikrokontroler.000002 2.61 2.0022 0.55 -0.0066 0.52 0.007 0.000392 3.52 -0. Sinyal PWM yang telah dihasilkan oleh mikrokontroler yang bisa diubah dari LabVIEW digunakan untuk mengendalikan tegangan AC maksimal 220 Volt dan arus 9 Ampere.24 3.007 0.0206 0.88 0.0002 0.000392 1.0114 0. jika data karakter yang dikirimkan oleh LabVIEW adalah 020 maka pada mikrokontroler akan mengkonversi menjadi snyal PWM dengan lebar pulsa 1 sebesar 520 mikro detik dan lebar pulsa 0 sebesar 2080 mikro detik. maka keluaran tegangan dari firing triac akan bervariasi .0198 0. sehingga satu gelombang PWM sama dengan 2.2 4.72 2.0134 0.0782 0.0014 0.21 0. Pada tabel 2 merupakan data yang diambil antara data yang dimasukkan lewat LabVIEW antara 000 sampai 099 dengan keluaran antara 0 volt AC sampai 215 volt AC.3 0.4 4.6 milidetik dan frekuensi 384 Hz. Dengan memberikan sinyal kendali pada LabVIEW skala 000 sampai 099.14 -0.000159 3.0274 0.0034 0. Perhitungan secara teori dari periode gelombang dalam mikrokontroler dengan periode gelombang hasil keluaran oscilloscope mempunyai ketidaksamaan sebesar 0. maka tegangan AC yang dikeluarkan oleh driver firing triac akan bervariasi terhadap keluaran PWM yang Gbr 10.56 0.0002 0.54 3. didapatkan nilai RMSE dari tabel 1 adalah 0.000424 3.000180 4.0198 0.38 -0.27 2. Pada Gbr 10 merupakan hasil pengambilan Gbr dari keluaran sinyal PWM dengan data dari LabVIEW sebesar 020 menghasilkan sinyal PWM yang ditampilkan oleh oscilloscope.0126 0.000038 3.89 -0.006115 4. Sinyal PWM dengan masukan LabVIEW 020 dikeluarkan oleh mikrokontroler. dalam oscilloscope sinyal dari PWM dengan gelombang sebanyak 5 div dengan time/div adalah 0.000104 0.71 -0.0102 0.20 -0.39 -0. Pada mikrokontroler data yang dikirim oleh LabVIEW dijadikan sebagai referensi untuk dibandingkan dengan sinyal gergaji yang telah dibangkitkan oleh mikrokontroler dengan periode gelombang gergaji sebesar 2.5 mili detik.019 Volt Dari hasil persamaan RMSE diatas.0126 0.019 volt.04 0.000000 0.000104 4.96 2.57 0.000038 4.41 -0.17 -0.03 4.28 0.0038 0. yaitu sekitar 400 Hz.19 -0.000355 RMSE = 0.000049 1.90 -0.0062 0.94 -0.2 Pengujian Sinyal Kendali Terhadap Duty Cycle PWM dan Tegangan Firing Triac Pengujian Sinyal Kendali terhadap duty cycle PWM yang dihasilkan oleh mikrokontroler dilakukan dengan memberikan data digital dari LabVIEW kemudian dikirimkan ke mikrokontroler.1 mili detik.0126 0.72 -0.0062 0.0066 0.97 -0.0186 0.56 1.72 3.07 -0.000067 0.7 RMSE = ∑ ∑ (Volt LabVIEW − Volt Avometer ) i =1 n 28 1 n 2 (5) RMSE = (Volt LabVIEW − Volt Avometer ) 28 2 RMSE = 0.0002 0.08 3.000159 3.9 3.0082 0.29 -0.000005 2.000049 2.41 0. Dengan memberikan referensi pada mikrokontroler melalui LabVIEW.18 1.0102 0.01 0. Data yang dikirimkan oleh LabVIEW berupa data karakter angka antara 000 sampai 099 kemudian dikonversi kedalam lebar pulsa 0 dan lebar pulsa 1 pada PWM.000751 2.0126 0.38 3.36 -0.000159 1.000346 1.88 0.72 0. Dimana dengan nilai RMSE tersebut nilai tegangan yang ditampikan oleh LabVIEW Tabel 1 Pembacaan Voltase pada LabVIEW Tegangan Tegangan error Error2 avometer LabVIEW (Volt) (Volt) 0 0.000000 0.000012 5 4.5 mili detik.000130 0.92 -0.23 -0.17 2.9 1.000044 2.72 1. 009935 28 RMSE = 0.99 0.000159 4.

maka solenoid valve akan mati karena tegangan yang dikeluarkan oleh firing triac sebesar 0 volt. Dengan data validasi pada tabel 3 dapat dicari nilai root mean square deviation pada rumus 6 RMSE = 9 16 RMSE = 0.75 Dengan nilai RMSE 0. didapatkan data validasi antara level yang ditampilkan oleh LabVIEW dan level yang ada pada PCT-09. maka pompa akan mati karena tegangan yang dikeluarkan oleh firing triac sebesar 0 volt. Setelah program pada LabVIEW dijalankan. prosentase RMSE level yang ditampilkan oleh LabVIEW terhadap level pada PCT-09 adalah %RMSE = 1% % RSME = % RSME = mikrokontroler dapat mengaktifkan kedua akuator maka digunakan sinyal PWM yang dihubungkan dengan firing triac. jika sinyal kendali0 pada LabVIEW diberi masukan 099.4 Analisa time sampling DAQ alternatif LabVIEW.75 maka data yang ditampilkan oleh LabVIEW mempunyai variasi data antara level PCT-09 ±75 mm Sementara itu. sinyal kendali1 digunakan untuk mengendalikan solenoid valve. Sinyal kendali0 digunakan untuk mengendalikan pompa. terdapat error pengukuran pada tampilan LabVIEW dan data level pada PCT-09. Table 3 data validasi antara level yang ditampilkan LabVIEW dengan level pada PCT-09. dimana nilai %RMSE ini jika diubah dalam keadaan fisis. Sementara itu. dan pompa akan menyala jika sinyal kendali0 diberi masukan 000 dikarenakan tegangan yang dikeluarkan oleh firing triac sebesar 220 Volt. maka tegangan AC yang dikeluarkan oleh driver firing triac mempunyai varian terhadap tegangan yang dikelurkan oleh rumus sebesar 4%. jika sinyal kendali1 pada LabVIEW diberi masukan 099. Setiap proses pengiriman maupun proses penerimaan data yang dieksekusi oleh LabVIEW membutuhkan waktu sebesar 15 milidetik. sehingga dapat mengaktifkan dan mematikan kerja dari pompa dan solenoid valve. dalam data validasi dibawah. Data tersebut ditampilkan pada table 4. 4. dan solenoid valve akan menyala jika sinyal kendali1 diberi masukan 000 dikarenakan tegangan yang dikeluarkan oleh firing triac sebesar 24 Volt. Pada saat kondisi level PCT-09 lebih kecil dari set point. maka pompa akan menyala dan solenoid valve akan mati. 75 x100% 120 − 45 x100% Selain mengukur data yang ada pada level PCT-09.6 Volt.8 berbanding dengan prosentase sinyal PWM. Adanya perbedaan antara tegangan AC yang dikeluarkan driver firing triac dengan tegangan perhitugan dari rumus merupakan error yang bisa dinyatakan dengan % RMSE. Pada pengukuran yang ditampilkan oleh LabVIEW sebesar 120 mm. akan membutuhkan waktu 34 x 15 milidetik yaitu sebesar 510 milidetik. dan menerima data dari mikrokontroler berupa data ADC0 sampai ADC7 dan data validasi sinyal kendali0 sampai sinyal kendali7 ke LabVIEW. 6volt % RMSE = RSME x100% span % RMSE = % RMSE = 4% 8. LabVIEW mengirimkan data ke mikrokontroler berupa data karakter ‘a’ sampai karakter ‘p’. maka nilai tegangan yang dikeluarkan oleh driver firing triac adalah antara perhitungan rumus ± 8. Agar . Pada firing triac yang digunakan untuk mengendalikan solenoid valve mempunyai pasokan rangkaian sebesar 24 volt AC. Dimana pompa pada plant PCT-09 membutuhkan pasokan tegangan sebesar 220 volt AC dan solenoid valve membutuhkan pasokan tegangan AC sebesar 24 volt AC.5625 RMSE = 0. LabVIEW Level PCTerror error2 (mm) 09 (mm) 120 120 0 0 115 115 0 0 110 110 0 0 105 105 0 0 100 99 1 1 95 95 0 0 90 91 -1 1 85 85 0 0 80 81 -1 1 75 75 0 0 70 71 -1 1 65 65 0 0 60 61 -1 1 55 55 0 0 50 52 -2 4 45 45 0 0 Dengan memberikan data 000 dan 099 pada sinyal kendali0 dan sinyal kendali1.4. 4. jadi untuk proses penerimaan ADC0 ke ADC0 lagi. level yang ada di PCT-09 adalah menunjukkan 120 mm. mikrokontroler juga digunakan untuk mengendalikan plant dengan mengaktifkan pompa dan solenoid valve.3 Pengujian Real Time pada Plant PCT-09 Module Proccess. begitu sebaliknya jika level pada PCT-09 lebih besar dari set point.6 x100% 114 − 0 Dengan adanya %RMSE yang telah dicari dari perhitungan. Pada pengujian DAQ dengan plant PCT-09 level yang ada pada LabVIEW ivisualisasikan seperti kondisi level pada PCT-09 yang sebenarnya. Dalam analisa time sampling DAQ alternatif ini.556 RMSE = 8. yaitu: 809 RMSE = 11 RMSE = 73. maka pompa akan mati dan solenoid valve akan menyala. digunakan perhitungan waktu eksekusi dari program LabVIEW yang digunakan untuk mengirimkan data sebanyak 16 data ke mikrokontroler dan menerima data dari mikrokontroler juga sebanyak 17 data. Jadi data yang di RSME Span 0.

Perhitungan time delay yang dilakukan pada LabVIEW sebesar 15 milidetik didasarkan pada besarnya bit data tipe character yang diterima oleh LabVIEW.000 11.768 sampai 32.1 milidetik. LabVIEW hanya difungsikan untuk mengambil data hasil penghitungan frekuensi yang masuk pada PORTD.984 14. Dengan kapasitas baud rate dari komunikasi serial sebesar 9600 bit per second. Seperti yang telah dijelaskan pada subbab 3. selain itu pada program mikrokontroler diatur juga proses penghitungan pulsa digital yang masuk selama satu total _ bit = 8bit × 17 bit _ total = 136bit Jadi dalam setiap update data LabVIEW membutuhkan data sebesar 136 bit yang melalui komunikasi serial.989 32. Data yang dikirimkan mikrokontroler secara sequence sebanyak 17 data merupakan data tipe character yang mempunyai kapasitas 8 bit.000 20.000 10. Pada pemrograman mikrokontroler. pembacaan dari mikrokontroler tidak valid. untuk mendapatkan delay time yang lebih kecil dari 15 milidetik.767.000 31.000 26.000 Hz.000 21. Dengan demikian jangkauan penghitungan pulsa yang masuk pada external interrupt 0 antara -32. jenis data yang dikirim ataupun yang diterima yang melalui komunikasi serial sangat mempengaruhi time delay di LabVIEW. Dengan menmperbesar baud rate maka frekuensi sampling yang akan dihasilkan oleh DAQ akan menjadi lebih besar. maka dapat digunakan pengaturan baud rate yang lebih besar dari 9600 bit per second. Jadi batas maksimal yang bisa dihitung adalah 32.2 pada inisialisasi external interrupt. Hasil pembulatan perhitungan ini menjadi 15 milidetik.962 30. Proses pembacaan frekuesi dilakukan oleh mikrokontroler dengan menghitung banyaknya variasi pulsa yang masuk pada PORTD.000 15. Pada tabel 4.002 12.5 didapatkan hasil pembacaan yang hamper sama dengan signal generator pada frekuensi masukan 10 Hz sampai 32. Total data yang dikirimkan oleh mikrokontroler dan diterima LabVIEW yaitu: (6) total _ bit = bit × multiplexing Dalam pengujian masukan digital DAQ alternatif ini.996 10.9 update oleh ADC maupun sinyal kendali kembali ke ADC maupun sinyal kendali lagi adalah membutuhkan waktu 510 milidetik.. Dengan adanya proses pengambilan data frekuensi di mikrokontroler.975 25.000 Hz.000 29.2. 4. Dimana pada komunikasi serial ini merupakan jalan diterima dan dikirimnya data baik itu dari LabVIEW maupun dari mikrokontroler.000 999 5. setelah hasil pembacaan frekuesi di mikrokontroler didapat. setelah itu pada frekuensi ditas 32.3 di bawah: (7) baud _ rate = bit × multiplexing × f s fs = baud _ rate bit × multiplexing fs = baud _ rate bit _ total 1 f s = f sampling = 1 time _ delay = time _ delay baud _ rate bit _ total time _ delay = time _ delay = bit _ total baud _ rate 136 9600 time _ delay = 0.995 35. dilakuka dengan cara memberikan variasi frekuensi masukan digital sinyal kotak yang dibangkitkan oleh signal generator. frekuensi yang masuk pada mikrokontroler dapat dihitung dalam mikrokontroler itu sendiri.008 22. Dengan begitu.767.2 mikrokontroler.978 27. frekuensi yang ditangkap oleh DAQ alternatif kemudian ditangkap oleh LabVIEW dapat dibandingkan dengan frekuensi yang diberikan oleh signal generator.767. maka time delay yang akan dijadikan sebagai patokan time delay pada LabVIEW dapat dihitung dengan rumus 4. jumlah bit yang digunakan untuk menghitung banyaknya gelombang yang masuk pada external interrupt 0 sebesar 16 bit yang dimasukkan pada tipe data unsigned int .4 Pengujian masukan digital DAQ alternatif LabVIEW. Tabel 4. Program yang dikodekan oleh LabVIEW hanya memerintahkan untuk mengirim data frekuensi saja. Pada 17 kali penerimaan data tipe character di LabVIEW dalam komunikasi serial yang diatur mempuyai baud rate 9600 bit per second. Dalam proses pengiriman . hal ini disebabkan karena proses penghitungan pulsa pada mikrokontroler sudah pada ambang maksimal. Keluaran signal generator hanya dimasukkan pada PORTD.0141sec ond Jadi time delay yang dibutuhkan oleh LabVIEW untuk mengirimkan data ke mikrokontroler agar data yang dikirimkan tidak terjadi loss data adalah sebesar 0.000 4.0141 detik. maka selanjutnya dicari frekuesi pada LabVIEW.000 0 Pada tabel 4.5 merupakan hasil pembacaan frekuensi pada LabVIEW dengan frekuensi yang dibangkitkan oleh signal generator. jangkauan yang digunakan untuk menghitung frekuensi adalah jangkauan yang positif yaitu antara 0 sampai 32.2.000 24. atau sebesar 14. Pada penelitian selanjutnya.997 20.5 Pembacaan frekuensi masukan pada LabVIEW SG (Hz) LV (Hz) 10 10 100 100 300 299 700 700 1.994 16.000 13.2. .

Pulse-width Modulated DC–DC Power Converters. • Pada pengujian masukan digital pada DAQ mempunyai masukan digital maksimal sebesar 32. Teknik Akuisisi Data. 2009. 24 Oktober 1988 Alamat : ARH Gang IIIA No. Dayton. Universitas Kristen Petra Surabaya. Jurusan Teknik Elektro.65 milidetik dan periode gelombang hasil penelitian 2. Thomson Delmar Learning. Jurnal. Canada. Dengan adanya resolusi sebesar 10 Hz.com/devzone/cda/epd/p/id/3719. DAQ hanya akurat untuk menghitung frekuensi kelipatan 10 Hz. DAFTAR PUSTAKA [1] [2] Setiawan Rachmad. 5. Indar. 2008. 2008. 12 60111 Surabaya Email : kusanto_didik@gmail.38% .1 Kesimpulan Dari penelitian tentang perancangan sistem akusisi data sebagai alternatif modul DAQ LabVIEW menggunakan ATMEGA8535 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : • Berdasarkan perhitungan dan hasil penelitian. maka dapat dilakukan perubahan waktu penghitungan pulsa masukan digital menjadi lebih kecil. Untuk membuat jangkauan penghitungan frekuensi melebihi 32. tegangan keluaran yang dihasilkan oleh mikrokontroler mempunyai RMSE sebesar 8. Atmel AVR Microcontroller Primer: Programming and Interfacing. LabVIEW for Everyone: Graphical Programming Made Easy and Fun. New York. USA. Barnett.M.5 milidetik. Jeffrey. 2008.767 Hz. Marian K. 67 kHz. • RMSE pada pengujian tegangan yang ditampilkan oleh LabVIEW sebesar 0. The Windows Serial Port Programming Handbook. Travis. 1999. 2007.75 volt dan %RMSE adalah 1%. http://zone. • Sinyal PWM yang digunakan untuk membangkitkan sinyal kendali aktuator mempunyai periode gelombang perhitungan 3.019 volt dan %RMSE adalah 0. Using the MSCOmm32. Desain dan Implementasi Modul Akuisisi Data sebagai Alternatif Modul DAQ LabVIEW. maka resolusi penghitungan frekuensi adalah sebesar 10 Hz. Prentice Hall. unsigned int menghitung pulsa yang masuk pada external interrupt 0. Yogyakarata Steven F. Barrett and Daniel J. V. 2006. Bai.670 Hz atau sebesar 327. Richard H. New York. Bitter.C. Dengan adanya faktor pengali sebesar 10 kali.10 detik. Kazimierczuk.767 Hz. Frekuensi maksimal yang dapat dibaca oleh LabVIEW dengan waktu pengambilan penghitungan pulsa digital selama 100 milisekon adalah sebesar 32. • Untuk memperbesar jangkauan frekuensi masukan digital. Rick. maka untuk mendapatkan frekuensi yang dibaca selama satu detik hasil penghitungan yang telah didapatkan selama proses penghitungan sebesar 100 milidetik tersebut dikalikan 10. CRC Press Company. Ohio.2 Saran Saran untuk penelitian ini untuk dapat dilanjutkan lebih dalam adalah : • Untuk masukan digital input yang semula hanya ada satu channel. Pack. Washington D.com • [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] Pendidikan : SDN Putren I SLTPN 1 Nganjuk SMAN 1 Nganjuk Teknik Fisika ITS (1994 – 2000) (2000 – 2003) (2003 – 2006) (2006 – Sekarang) . Selain penambahan jangkauan penghitung frekuensi yang melebihi 32. Andi offset. Embedded C Programming and The Atmel AVR. • RMSE pada pengujian plant PCT-09 yang ditampilkan oleh LabVIEW sebesar 0. Yogyakarata Sugiarto.767 tidak akan terbaca karena mikrokontroler tidak bisa menghitung pulsa digital yang masuk ke INT0 mikrokontroler dikarenakan kapasitas penghitungan pulsa melebihi ambang batas maksimal dari variabel data unsigned int. _____. dapat dilakukan dengan cara memperbesar baud rate komunikasi serial. DAQ juga dapat ditambahkan 2 saluran masukan digital lagi dengan memanfaatkan external interrupt 1 dan external interrupt 2 atau INT1 dan INT2.6 volt dan dan %RMSE adalah 4%. bisa ditambah 2 saluran lagi yang memanfaatkan external interrupt INT1. Setiap satu detik sekali.767 Hz dikalikan dengan 10 menjadi 327. waktu untuk mengupdate data ADC dan memberikan sinyal kendali ke plant di setiap saluran adalah 416 milidetik. VI. 2005. diakses 23 mei 2010. 2008. Graha Ilmu. Jogianto H. LabVIEW Advanced Programming Techniques. Konsep Dasar Pemrograman Bahasa C. BIODATA PENULIS Nama : Didik Kusanto TTL : Nganjuk.ocx in LabVIEW. Ying. dapat dilakukan dengan cara memperpendek waktu pengambilan data frekuensi pulsa digital yng masuk pada external interrupt 0 Untuk memperbesar frekuensi sampling fs DAQ.ni. • Pada pengujian sinyal kendali. dan INT2. Wright State University. Frekuensi diatas 32. KESIMPULAN 5. Misalkan waktu yang digunakan untuk mengambil data penghitungan pulsa masukan digital sebesar 100 milidetik. 2006.767 Hz. Taylor & Francis Group.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.