Kontrasepsi Suntikan

Oleh Kelompok 3

KONTRASEPSI SUNTIKAN

KOMBINASI

PROGESTIN

KOMBINASI

JENIS

 25 mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat

 50 mg Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat

Depo Medroksiprogesteron Asetat

Estradiol Cypionate

Noretindron Enantat

Estradiol Valerat

INDIKASI

 Usia reproduksi  Menyusui + pasca persalinan >6 bulan  Pasca persalinan >3 minggu namun tidak menyusui  Anemia  Nyeri haid hebat

 Haid teratur
 Riwayat kehamilan ektopik (di luar kandungan)  Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

KONTRAINDIKASI

 Hamil/diduga hamil  Menyusui + pasca persalinan <6 bulan  Pendarahan pervaginam yang tidak jelas penyebabnya  Penyakit menular  Penyakit kronis (penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, kelainan

tromboemboli)
 Wanita perokok dengan usia >35 tahun

CARA PENGGUNAAN
 Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan IM di deltoid (lengan atas) dan gluteus (bokong)

 Bila suntikan pertama dilakukan 1 kali selama haid  pasien dapat melakukan hubungan seksual setelah haid berakhir
 Bila suntikan pertama dilakukan diluar haid  pasien tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari pasca pemasangan atau menggunakan alat kontrasepsi lain bila ingin berhubungan seksual  Suntikan ulang/berikutnya diberikan 4 minggu atau 1 bulan kemudian  Bila sebelumnya menggunakan kontrasepsi hormonal yang lain  suntikan kombinasi dapat segera diberikan

 Bila sebelumnya menggunakan AKDR  suntikan kombinasi pertama diberikan 1 kali selama haid, setelah itu lepaskan AKDR

KEUNTUNGAN

 Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
 Dapat digunakan jangka panjang  Mengurangi jumlah pendarahan  Mengurangi nyeri saat haid  Mencegah anemia  Mencegah kehamilan ektopik (di luar kandungan)

KERUGIAN
 Terjadi perubahan pola haid  Mual, sakit kepala, dan nyeri payudara ringan saat suntikan pertama diberikan

 Ketergantungan
 Efektivitas berkurang saat digunakan bersamaan dengan obat epilepsi dan TB  Efek samping serangan jantung, stroke, tromboemboli  Penambahan berat badan

PROGESTIN

JENIS

 Depo Medroksiprogesteron Asetat (Depoprovera) 150 mg

 Depo Noretindron Enantat (Depo Noristerat) 200 mg

Depoprovera

Depo Noristerat

INDIKASI
 Usia reproduksi  Nulipara (telah memiliki anak)  Menyusui  Setelah melahirkan dan tidak menyusui  Setelah abortus  Tekanan darah <180/110 mmHg  Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen  Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

KONTRAINDIKASI

 Hamil atau dicurigai hamil  Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya  Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara  Diabetes militus disertai komplikasi  Amenorea

CARA PENGGUNAAN
 Suntikan progestin diberikan IM di deltoid (lengan atas) dan gluteus (bokong)

CARA PENGGUNAAN
 Bila suntikan pertama dilakukan 1 kali selama haid  pasien dapat melakukan hubungan seksual setelah haid berakhir

 Bila suntikan pertama dilakukan diluar haid  pasien tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari pasca pemasangan atau menggunakan alat kontrasepsi lain bila ingin berhubungan seksual
 Bila sebelumnya menggunakan kontrasepsi hormonal/non-hormonal yang lain  suntikan progestin dapat segera diberikan  Bila sebelumnya menggunakan kontrasepsi suntikan jenis lain dan ingin menggantinya dengan suntikan progestin  sebaiknya suntikan jangan dilakukan atau jika harus diberikan maka harus mengikuti jadwal suntikan sebelumnya  Bila sebelumnya menggunakan AKDR  suntikan progestin pertama diberikan 1 kali selama haid, setelah itu lepaskan AKDR

KEUNTUNGAN
 Pencegahan kehamilan jangka panjang  Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah  Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI  Pasien tidak perlu menyimpan obat suntik  Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35thn sampai perimenopause  Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik  Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul  Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

KERUGIAN
 Sering ditemukan gangguan haid  Dapat terjadi efek samping peninggkatan BB, sakit kepala, dan nyeri payudara

 Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya
 Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual  Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian  Perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang  Penggunaan jangka panjang dapat menurunkan kepadatan tulang  Haid tidak segera datang setelah suntikan dihentikan, umumnya akan

datang setelah 6 bulan

TERIMA KASIH

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful