Laporan Kelompok KKNM Desa Jayapura Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya

Narasumber: Bapak Rifki Zulfikar, S.Km. Sebagai Sanitariant dan Survailence Epidemiology (SE) Di Puskesmas Cigalontang Wawancara dilakukan pada tanggal 29 Juli 2013. Berikut hasilnya.

Aspek Kesehatan
Kondisi kesehatan desa Jayapura didasarkan pada banyak indikator, diantaranya aspek lingkungan, aspek perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik. Keempatnya saling berkaitan. Perilaku warga sangat mempengaruhi sehat atau tidaknya lingkungan warga desa tersebut. Pada umumnya warga desa Jayapura mengetahui bagaimana menjalankan pola hidup sehat dan bersih. Pada realitanya pun warga desa sudah sering mendapatkan penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan bersih. Namun kesadaran warga desa untuk menjalankan pola hidup seperti itu masih sangat kurang sehingga ada beberapa lingkungan di desa Jayapura yang masih dapat dikatakan sebagai lingkungan yang tidak bersih dan tidak sehat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menilai suatu lingkungan, diantaranya sebagai berikut:  Aspek Lingkungan 1) Jamban dan Sepiteng Suatu rumah dikatakan memiliki jamban dan sepiteng yang sehat dan sesuai standar apabila jamban tersebut ada di dalam rumah dan memiliki jarak kurang lebih 8 meter dengan sepitengnya. Sebagian dari keseluruhan warga desa Jayapura pada umumnya memiliki jamban sendiri di dalam rumahnya. Namun jamban dan sepitengnya masih ada saja yang tidak sesuai standar. Ada beberapa rumah yang memiliki jamban dengan jarak ke sepiteng kurang dari 8 meter. Selain itu masih ada pula sebagian warga yang menggunakan wc cemplung atau Open Defecation Free, dalam artian warga desa tersebut buang air kecil dan buang air besar langsung d sungai. Warga desa biasa menyebutnya sebagai jamban cemplung atau jamban helicopter karena feses langsung terjun ke dalam sungai. Desa Jayapura juga masih memiliki sebagian kecil warga yang buang air besar ke dalam tanah. Sebelum buang air besar mereka akan menggali tanah terlebih dahulu. Setelah lubang dirasa

2) Permukiman Desa Jayapura termasuk ke dalam permukiman padat. rawan kecelakaan Dinding: semi permanen Lantai: di plester/ubin/keramik/papan Jendela: ada Jendela ruang keluarga: ada namun jarang dibuka Ventilasi: ada namun jarang dibuka sehingga ventilasi kurang Lubang asap dapur: tidak ada\ Pencahayaan: kurang . Ada banyak rumah yang langsung bersebalahan dengan rumah sekitarnya dan tidak memiliki pekarangan dengan luas tanah yang cukup. sulit dibersihkan. Berikut paparan kondisi rumah warga desa secara lebih terperinci: Langit-langit: ada. Pada dasarnya jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya cenderung dekat. Namun setelah gempa yang hebat menimpa desa Jayapura. rumah warga adalah rumah-rumah permanen dengan pencahayaan dan ventilasi yang cukup. Pada umumnya warga yang memiliki rumah dengan pencahayaan dan ventilasi yang kurang adalah rumah semi permanen. Padatnya permukiman di desa Jayapura mempermudah proses penyebaran penyakit. Sebelum terjadi gempa di desa Jayapura (yakni gempa pada tahun 2009).cukup. penyakit tersebut sangat mudah menyebar kepada warga yang lain. 3) Rumah  Pencahayaan Sebagian besar rumah warga desa Jayapura memiliki rumah dengan pencahayaan yang kurang. sebagian besar rumah warga menjadi rumah dengan pencahayaan dan ventilasi yang kurang. kotor. warga pun buang air besar dan kemudian jika sudah selesai feses tersebut ditutup kembali oleh tanah. Apabila ada satu warga yang menderita penyakit tertentu dan bersifat menular.  Ventilasi Rumah warga desa Jayapura mayoritas memiliki ventilasi yang kurang.

seperti contoh: Warga desa Jayapura memahami manfaat dari mencuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas apapun. 5) Sampah Desa Jayapura belum memiliki TPS ataupun TPA untuk pembuangan sampah. Namun kesadaran warga akan penerapan dan pengaplikasian pola hidup sehat dan bersih tersebut masih sangatlah kurang. Berbagai penyuluhan mengenai pentingnya mencuci tangan pun sudah diterima. . yakni 1 saluran untuk pembuangan limbah cuci (seperti cuci piring atau baju) dan 1 saluran untuk pembuangan air bekas mandi. Tapi masih ada pula sebagian warga yang belum memiliki sumur sendiri sehingga warga tersebut harus menuju lebak terlebih dahulu untuk memperoleh air bersih. namun belum memenuhi syarat secara biokimia. namun penerapan mencuci tangan tersebut masih jarang dilakukan. pada dasarnya warga desa Jayapura sudah mengetahui dan memahami makna dan manfaat dari menjalankan hidup dengan bersih dan sehat. air masih mengandung Fe (zat besi) sehingga masih harus diolah sebelum digunakan untuk air minum. dan lain sebagainya. Mereka biasa membuang sampah begitu saja. seperti untuk memasak. timba harus ditaruh diatas. Standar saluran air yang baik adalah satu rumah memiliki 2 saluran air. Syarat biokimia yang belum terpenuhi diantaranya tidak ada penyerapan.4) Saluran Air Sebagian besar rumah warga desa Jayapura memiliki saluran air yang belum memenuhi standar. tidak boleh ditaruh sembarangan seperti menaruh timba di atas tanah.  Aspek Perilaku Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. mencuci dan mandi. dibiarkan hanyut ke sungai ketika hujan sampai akhirnya menimbulkan longsor. Kondisi ini menimbulkan kebiasaan yang buruk dari warga untuk membuang sampah ke sungai atau selokan. terutama untuk mandi dan mencuci. 6) Sumber Air Sebagian warga desa Jayapura sudah memiliki sumur sendiri dan menjadikan air dari dalam sumur tersebut sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Sumur yang dimiliki oleh warga pada umumnya sudah memenuhi syarat secara kimia dan fisika. Warga desa Jayapura masih banyak yang tidak mencuci tangan sebelum makan sehingga tidak sedikit warga yang menderita diare akibat tidak mencuci tangan sebelum makan.

Untuk mengatasi KLB DBD. baik berupa puskesmas maupun puskesmas pembantu. desa Jayapura telah menerima penyuluhan mengenai DBD sebanyak 3x dan foging 6x. dan penyakit jantung.. . Mudah ditempuh 2. kanker payudara. Penyakit yang banyak diderita oleh warga diantaranya diare dan ISPA. yakni: 1. diantaranya diabetes mellitus. Sedang untuk ditempuh 3.  Pelayanan Kesehatan Akses kesehatan untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi warga terbagi atas 3 kategori. desa Jayapura telah menerima 3m tabatesasi bersama Dinas Kesehatan dan foging sebanyak 1x.  Genetik Terdapat warga desa Jayapura yang memiliki penyakit genetic. Jauh untuk ditempuh Setiap desa memiliki satu pelayanan kesehatan. yakni penyakit yang diturunkan kepada keturunannya. Untuk mengatasi KLB Cikungunya.Penyakit Tiga tahun terakhir desa Jayapura dilanda KLB (Kejadian Luar Biasa) DBD dan Cikungunya.